Friday, December 5, 2008

PSMS Medan Tundukkan Persiraja 2-1

Piala Indonesia
PSMS Medan Tundukkan Persiraja 2-1 Kesebelasan PSMS Medan berhasil mengalahkan tuan rumah Persiraja 2-1 pada Liga Copa Indonesia yang berlangsung di Stadion Di Murthala, Lampieneng Banda Aceh, Rabu petang.

Dua gol kemenangan tim yang dijuluki Ayam Kinantan itu diboyong oleh penyerang Rachmad Afandi, sedangkan gol balasan Persiraja dicetak Didi Firmansyah.

Persiraja yang tidak didampingi pelatih kepala Herry Kiswanto tersebut sempat dikejutkan dengan gol cepat PSMS pada menit pertama, setelah Rachmad berhasil memanfaatkan bola lambung dari rusuk kiri, sehingga kedudukan berubah 1-0.

Ketinggalan 0-1 membuat anak-anak Persiraja meningkatkan penyerangan, namun gagal untuk menyamakan kedudukan.

Kondisi lapangan yang becek dan licin membuat permaianan kedua tim tidak berkembang. Bola umpan panjang dan pendek selalu terhenti oleh air dan lumpur, sehingga aliran di kulit bundar tidak maksimal.

Bahkan pemain kedua tim sering melakukan pelanggaran, saat mengambil bola di kaki lawan, sehingga permainan menjurus keras.

Karena permainan kedua tim sangat keras, akhirnya wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk kedua tim, yakni Abdul Muswair dan Andika Yudhistira, sehingga masing-masing hanya bermain 10 orang.

Meskipun kedua tim sulit menciptakan peluang gol, namun, anak-anak Persiraja mampu menciptakan gol pada menit ke-34 oleh Didi, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1, hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain saling ngotot untuk menambah gol, namun selalu gagal. Kondisi lapangan yang tidak normal merupakan kendala bagi para pemain untuk mengembangkan permainan.

Sebenarnya, pada babak kedua, bola lebih banyak dikuasai tuan rumah, tapi selalu gagal menciptakan peluang. Sementara tim tamu hanya melakukan serangan balik yang dimotori Rachmadani dan Dodi Cahyadi.

Akhirnya, anak-anak PSMS Medan berhasil menciptakan gol tambahan, setelah Rachmad Afandi melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tidak mampu ditahan penjaga gawang Syahbani, sehingga kedudukan berubah 2-1.

Tidak ingin dipermalukan di depan publik sendiri, anak-anak Persiraja berusaha keras untuk menciptakan gol. Namun serangan-serangan yang dibangun oleh Azhari dan NAsir selalu kandas.

Pada menit ke-70, Persiraja diuntungkan dengan jumlah pemain, setelah pemain tengah PSMS, Rachmadani mendapat kartu kuning kedua, sehingga tim tamu hanya bermain sembilan orang.

Sisa 20 menit pertandingan, ternyata tidak bisa dimanfaatkan oleh Persiraja untuk menambah gol, sehingga sampai babak kedua berakhir kedudukan tetap 2-1 untuk kemenangan PSMS.

Dengan kemenangan itu, maka PSMS secara keseluruhan menang 3-1, setelah pada pertemuan pertama di Medan menang 1-0, sehingga maju ke babak berikutnya. Sedangkan Persiraja tersingkir dari Copa Indonesia.

Luciano Rekomendasikan Duo Brasil

PSMS Medan
Luciano Rekomendasikan Duo Brasil
Meskipun statusnya sebagai pelatih belum disahkan Badan Liga Indonesia (BLI), Luciano Leandro sudah merekomendasikan dua nama pemain asing asal Brasil kepada manajemen untuk memperkuat PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) nanti.

Kedua pemain itu yakni Mauro Pinto dan Alan. Mereka telah mengikuti seleksi bersama Fernando Santos (Brasil), Alexandro Cardoza (Uruguay), Prince (Nigeria), Chyrell (Kamerun) dan Leo Chitescu (Argentina) yang telah digelar sejak 17 November lalu di Stadion TD Pardede, Medan.

"Mereka direkomendasikan Luciano dn kemungkinan kita hanya memakai jasa dua pemain itu,'' ujar Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan.

Sementara itu empat pemain lokal juga mendapat rekomendasi dari Luciano, namun masih dipantau terus perkembangannya. Keempatnya yakni, Johanes Co, Michele Nere, Dodi Aryadi dan I Komang Adyana.

Tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu sebelumnya telah melakukan pencoretan sebanyak sebelas pemain setelah melakukan evaluasi selama LSI putaran pertama.
[Edp/biangbola]

Saturday, November 29, 2008

Luciano Berencana Bawa Pemain dari Brazil

PSMS Medan
Luciano Berencana Bawa Pemain dari Brazil
Aroma Brazil bakal berasa di PSMS Medan. Itu terjadi setelah pelatih anyarnya, Luciano Leandro, berencana mendatangkan pemain dari negeri asalnya tersebut.

Para pemain Brazil itu datang dari klub yang sempat dilatih Luciano Leandro, Macea Sportivo. "Kalau dibutuhkan, saya akan memboyong pemain dari klub yang sempat saya latih sebelum saya bergabung PSMS," katanya.

Pemain itu berposisi penyerang dan gelandang. Hanya, keinginan tersebut sedikit mengalami kendala. "Sayang, pemain Brazil tersebut masih terikat kontrak. Jadi, kita lihat saja perkembangan selanjutnya," ujar salah seorang staf manajemen PSMS.

Nah, sambil menunggu kepastian pemain Brazil itu, PSMS terus menggenjot seleksi pemain lokal. Bahkan, seleksi bagi calon-calon muka baru Ayam Kinantan -julukan PSMS- tersebut terus dilanjutkan. Padahal, sebenarnya, seleksi sudah selesai pada Rabu lalu (26/11).

"Saya baru saja bergabung dengan tim ini (PSMS, Red). Praktis saya baru menyaksikan jalannya seleksi hanya beberapa hari. Karena itu, saya belum bisa pastikan siapa-siapa saja pemain yang akan saya rekrut untuk memperkuat tim," kata Luciano.

Ayam Kinantan Memburu ”Anak Hilang”

Ayam Kinantan Memburu ”Anak Hilang”
Manajemen PSMS kembali mengajukan penawaran kedua kepada manajemen Persik Kediri untuk membeli lima mantan pemain PSMS Medan.

Mereka adalah Markus Horison,Saktiawan Sinaga,Usep Munandar,Mahyadi Panggabean, dan Legimin Rahardjo. Kelimanya diharapkan bisa kembali mengenakan kaos tim hijau-hijau di putaran kedua nanti. “Lima mantan pemain PSMS yang ada di Persik yang kami prioritaskan.

Untuk angka penawaran kedua ini saya no commentdulu.Yang pasti,kami lebih serius dalam merekrut pemain ini. Penawarannya belum kami masukkan, tapi akan segera diajukan,” papar CEO PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS Medan Sihar PH Sitorus kemarin. Sayangnya,Sihar belum mau buka suara tentang sejauh mana perkembangan negosiasi yang dilakukan.

Hanya saja, sebelumnya Persik Kediri membanderol untuk kelima kalinya senilai Rp250 juta ditambah dua bulan gaji Rp90 juta untuk nilai transfer. Dana tersebut di luar gaji pemain ketika sudah berbaju PSMS. Ini berarti, angka yang dikeluarkan bisa mencapai Rp520 juta,bila ditambah enam bulan gaji pemain dengan hitungan Rp30 juta per bulan selama enam bulan.

Angka inilah yang kabarnya membuat kubu PSMS keberatan.Nilai Rp520 juta dinilai terlalu tinggi untuk seorang pemain selama enam bulan. Karena itu,Sihar mengaku belum tahu pasti berapa lama durasi kontrak yang ditawarkan kepada lima pemain tersebut.“ Kalau sudah ada jawaban dari mereka,baru bisa ditentukan.

Sekarang ini belum bisa dipastikan.Saya juga melihat keseriusan mereka dululah, ”tukasnya. Keinginan untuk kembali memburu mantan pemain PSMS itu tak lepas dari hasil seleksi yang belum memuaskan. Selain pemain lokal, kualitas legiun impor yang mengadu nasib di kandang Ayam Kinantanjuga jauh dari kata bagus.

Untuk pemain lokal misalnya, baru ada nama Komang Adnyana, Johanes Co, Mahendra, Dodi, dan Michael Nere yang kemungkinan akan dikontrak. Mereka dinilai layak bergabung dengan PSMS.“Mereka belum dikontrak, tapi sedang mengarah ke sana. Durasinya belum tahu berapa musim,mereka terima dululah proposal saya.

Untuk Andika Bayu sepertinya tidak,”tandasnya. Sementara itu, salah satu pemain yang diincar PSMS Saktiawan Sinaga mengaku siap saja bermain di mana pun, termasuk mantan klubnya.Namun,untuk urusan itu harus dibicarakan dengan Persik. Sakti tak mematok harga dan gaji tinggi.Yang penting sesuai dengan kemampuan.

Dirinya juga mengaku belum ada pembicaraan dengan manajemen PSMS. “Bagiku tidak ada masalah. Selama itu menuai kesepakatan. Namun,sampai sekarang kanstatusku masih pemain Persik.Tentunya manajemen tim yang memutuskan.Aku siap saja,kurasa pemain yang lain akan berpikir sama.Siapa saja dan tidak ada masalah,”tandasnya.

Markus Horison Pilih Cabut

Markus Horison Pilih Cabut
Markus Horison tak lagi berkostum Persik Kediri. Kiper nasional itu sudah menyatakan cabut dari Macan Putih -julukan Persik.

"Sudah pasti. Markus tidak akan bertahan di Persik," terang Iwan Budianto, manajer Persik, kemarin (27/11).

Kepastian itu diperoleh Iwan setelah melakukan kontak telepon dengan pemain tersebut. Saat itulah Markus memastikan tidak akan bertahan di Persik.

Sebelumnya, Markus adalah pemain yang menyatakan masih pikir-pikir apakah tetap bergabung dengan Persik ataukah hengkang. Jika keputusan akhir adalah pergi, berarti sudah ada empat pemain yang memilih pindah setelah manajemen memberlakukan rasionalisasi gaji sebesar 60 persen kepada pemain.

Tiga pemain terdahulu adalah Danilo Fernando, Budi Sudarsono, dan Aris Indarto. Selain para pemain itu, pelatih Arcan Iurie Anatolivicie pun memastikan pergi.

Ke mana Markus bakal berlabuh? Iwan mengaku tak tahu. Namun, ada beberapa alternatif klub yang jadi tujuan. Klub-klub tersebut selama ini menunjukkan ketertarikan terhadap kiper timnas tersebut. Antara lain, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) yang juga menampung Danilo saat ini.

"Bisa jadi. Sangat besar kemungkinan dia (ke Deltras) ataupun tim lain," ungkap manajer yang membawa Persik dua kali juara Liga Indonesia itu.

Iwan menyebutkan bahwa Markus dan Deltras sudah menjalin komunikasi untuk proses transfer. Dia mengaku sudah memberikan kesempatan kepada Deltras untuk berbicara dengan pemain tersebut.

"Mungkin segera ada keputusan (soal tujuan klub, Red)," ucap pria yang baru saja kalah dalam pemilihan wali kota Kediri tersebut.

Iwan berharap segera mengetahui klub tujuan Markus setelah hengkang dari Persik. Dia mengatakan mungkin dalam beberapa hari ini akan mendapatkan kepastian tersebut. Selain Deltras, Arema Malang juga mengincar pemain itu. Kebetulan, tim berjuluk Singo Edan tersebut tengah dilanda krisis penjaga gawang. [JP]

Friday, November 28, 2008

Pelatih Baru PSMS Punya PR

MEDAN, - Pelatih PSMS, Erick William mengatakan, pelatih baru PSMS Luciano Leandro pada leg kedua Copa Dji Sam Soe 2008 di kandang Persiraja Banda Aceh pada 3 Desember mendatang, punya PR baru.

"Di babak pertama kami menguasai permainan. Namun di babak kedua, pemain hanya menonton saja, akan jadi tugas pelatih baru nantinya di leg kedua," kata Erick usai pertandingan PSMS menang tipis 1-0 lawan Persiraja di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11).

Erick akan digantikan Luciano asal Brasil. Manajemen PSMS akan menempatkan Erick sebagai pelatih akademi PSMS.

Ia mengakui bahwa penampilan PSMS belum maksimal di laga ini yang untuk pertama kali tampil di Stadion Teladan Medan dengan dukungan suporter. "Usai liga putaran pertama praktis pemain libur, keputusan manajemen main di Copa Indonesia ini juga menyulitkan karena persiapan yang hanya satu minggu sementara banyak pemain yang telah dicoret," katanya.

Praktis menurut dia, PSMS menurunkan pemain mudanya. Ia hanya puas di penampilan timnya di babak pertama. "Babak kedua, pemain malah mendapat tekanan dari Persiraja," katanya.

Dengan kemenangan tipis 1-0 lawan Persiraja Banda Aceh di leg pertama babak 48 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 ini belum tentu aman bagi PSMS. Mereka akan tampil di leg kedua di kandang Persiraja. Gol kemenangan PSMS sendiri diciptakan Rahmad Affandi di menit 42.

Di babak kedua, penampilan PSMS menurun malah Persiraja tampil cepat dan menekan pertahanan tim Ayam Kinantan itu.

Pelatih Herry Kiswanto mengatakan, di babak pertama pihaknya hanya melihat permainan PSMS. "Baru di babak kedua, tim mampu bermain cepat dan beberapa kali menciptakan peluang gol," katanya.

Disinggung cedera kiper Dede Pranata, Herry mengatakan, Dede akan istirahat beberapa pekan karena cedera rusuk.

Untuk leg kedua menghadapi PSMS, ia mengatakan, peluang tetap terbuka, namun dia masih menyimpan strategi, apalagi PSMS akan ditangani pelatih baru.

BLI Tunjuk PSMS ke Playoff Liga Champions Asia



JAKARTA, - Indonesia berpeluang mempunyai dua wakil untuk tampil di Liga Champions Asia (AFC) 2009, setelah Badan Liga Indonesia (BLI) menunjuk PSMS Medan mengikuti babak layoff.

"Kami awalnya tidak menduga, Indonesia mendapat jatah playoff. Karena kami berpikir jatah itu berupa tampil di Piala AFC. Sesuai dengan rencana semula, jatah playoff itu akan diambil PSMS Medan sebagai runner-up liga," kata Direktur BLI Joko Dwiyono di Jakarta, Rabu (26/11).

PSMS menjadi runner-up Liga Indonesia 2007 setelah kalah 1-3 dari Sriwijaya FC pada final yang digelar tanpa penonton di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Februari lalu.

Sebagai juara liga, Sriwijaya yang saat bersamaan juga juara Copa akan mewakili Indonesia di Liga Champions Asia 2009. Dengan tampilnya PSMS di babak playoff, Indonesia berpeluang memiliki dua wakilnya di ajang kompetisi antarklub paling prestisius di Asia itu. Kehadiran dua klub Indonesia di Liga Champions Asia sebenarnya bukan hal baru karena beberapa tahun terakhir Indonesia juga mendapat jatah mengirimkan dua klubnya.

Terakhir, dua klub Indonesia di Liga Champions Asia adalah Persik Kediri dan Arema Malang pada tahun 2007. Untuk Liga Champions Asia 2008, Indonesia tidak mengirimkan wakilnya setelah dicoret AFC akibat molornya kompetisi Liga Indonesia. Setahun sebelumnya, Indonesia juga mendapat jatah dua klub di Liga Champions Asia, yang seharusnya diwakili Persipura Jayapura dan Arema. Namun, dua klub itu batal tampil akibat keteledoran pengurus PSSI yang lalai mendaftarkan mereka ke AFC.

Joko menambahkan, jika Indonesia kembali mendapat jatah tampil di Piala AFC, kesempatan itu akan diberikan pada Persipura Jayapura selaku runner-up Copa Dji Sam Soe 2007. "Karena tidak ada tim peringkat tiga di liga, kesempatan itu akan diwakili Persipura sebagai runner-up Copa," katanya.

Persipura kalah dalam adu penalti 0-3 dari Sriwijaya FC di final Copa Dji Sam Soe 2007. Piala AFC adalah kompetisi antarklub Asia yang satu level di bawah Liga Champions Asia.

Luciano Langsung Seleksi Pemain PSMS

MEDAN, KAMIS - Pelatih baru PSMS Medan asal Brasil, Luciano Leandro, langsung melakukan seleksi terhadap calon-calon pemain klub Sumatera Utara tersebut.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan ketika dihubungi Antara di Medan, Kamis (27/11) mengatakan, pelatih asing itu selama dua hari ini turun langsung ke lapangan untuk menyeleksi calon -calon pemain PSMS.

Luciano Leandro menggantikan posisi Eric William dari Australia, yang selama ini dipercaya menangani pemain PSMS. Luciano pernah menjadi pemain di Persija Jakarta pada 2001, berhasil membawa tim itu menjadi juara Liga Indonesia, seterusnya menjadi pelatih di Persma. Sementara itu, Eric William dipercaya sebagai pelatih di Sekolah Akademi Medan United.

Panjaitan mengatakan, calon pemain PSMS yang sedang diujicoba kemampuannya adalah pemain lokal dan pemain asing. Calon pemain PSMS itu mulai menjalani seleksi sejak Senin (17/11) yang dipusatkan di Stadion TD Pardede.

Para pemain asing yang sedang diuji kemampuannya itu adalah Mauro Pinto, Fernando Santos (Brasil), Alexandro Cardoza (Uruguay), Prince (Nigeria), Chyrell (Kamerun), dan Leo Citesstcu (Argentina).

Ia mengatakan, seleksi terhadap pemain lokal dan pemain asing itu cukup ketat. Ini dilakukan untuk mencari pemain yang benar-benar berkualitas untuk memperkuad skuad PSMS.

"Beberapa pemain asing dan pemain lokal yang terpilih itu dipersiapkan untuk menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang akan dimulai awal Januari 2009," kata Panjaitan.

Sebelumnya, manajemen PSMS telah mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal. Pemain yang dikeluarkan itu dianggap tidak memberikan kemajuan bagi PSMS yang dijuluki "Ayam Kinantan".

Para pemain tersebut memperkuat PSMS pada putaran pertama LSI 2008. PSMS hingga kini hanya memiliki dua pemain asing, yakni Patricio Jimenes (Cile) dan Zada ( Brasil),

PSMS Memburu Bintang

PSMS Memburu Bintang
PSMS Medan balik arah.Mereka tidak lagi mengincar pemain muda dengan harga murah,tapi mulai melakukan gerilya mencari pemain berstandar tim nasional.

Langkah ini dilakukan demi mendapatkan prestasi terbaik di semua kompetisi diikuti seperti playoff AFC Cup 2009, Liga Super, dan Piala Indonesia. Sebab, jika mengandalkan materi seperti sekarang, tentu terasa berat buat Ayam Kinantan meraih hasil seperti diharapkan. Siapa yang diincar?

Di sinilah persoalannya. Sejauh ini pengelola PSMS belum mau buka suara.Hanya santer terdengar ada dua pemain yang kemungkinan akan bergabung ke Stadion Teladan. Mereka adalah Syamsul Chaeruddin (PSM Makassar) dan Legimin Rahardjo (Persik Kediri).

Kedua pemain ini adalah tipe pekerja keras dan bisa menjadi jenderal lapangan tengah. Tidak hanya itu,kemampuan kedua pemain ini bisa menjadi penyeimbang antara lini tengah dan depan.Mereka juga dinilai bisa menjadi obat kuat lini tengah Ayam Kinantan.

”Kalau tidak mencari pemain berkualitas, kami tidak akan mampu bersaing dengan pemain lain.Sejauh ini nama yang mau direkrut belum diusulkan kepada Pelatih Luciano Leandro.Yang pasti,mereka berlabel tim nasional atau kualitasnya menyamai timnas,”sebut Media Officer PSMS Abdi Panjaitan.

”Nama-nama sudah disiapkan siapa yang diburu.Tapi, masalah jadi atau tidak tergantung negosiasi.Artinya,nilainya jangan terlalu tinggi.Disesuaikan.Begitu juga dengan Syamsul dan Legimin. Kalau mereka cocok dengan harga yang ditawarkan,kami akan ambil,”tambahnya.

Dia menambahkan,Ayam Kinantan membutuhkan 11 pemain, delapan lokal sisanya asing baru. Sebelas pemain ini akan menjadi kerangka tim.Sementara skuad yang ada akan disisip di skuad 11 pemain ini.

Meski begitu,Abdi memastikan seleksi pemain tetap dilakukan meski mereka tidak berharap banyak.Alasannya, mendapat dua atau tiga pemain sudah bagus. Karena, tim PSMS ingin punya kualitas di atas yang ada.”Seleksi tetap berlanjut,tapi tidak bisa diharapkan.Kami hanya berharap dapat dua atau tiga dari seleksi ini,”ujarnya.

Untuk masalah stadion tempat pertandingan playoff AFC Cup, PSMS belum mendapatkan stadion.Hanya, itu tergantung keputusan AFC stadion mana yang bisa digunakan. Begitu juga dengan stadion kandang PSMS pada putaran kedua. ”Nantilah stadion mana di Indonesia yang lulus verifikasi AFC,”tandasnya.

Sementara itu,Luciano belum bisa memastikan siapa pemain yang akan direkrutnya. Dia baru memimpin latihan dalam beberapa hari dan kualitasnya masih terus dipantau. ”Nanti saya akan sampaikan siapa saja yang direkrut, karena saya masih baru,”tandasnya.

Sejauh ini kebutuhan PSMS yang terpenting adalah bek kiri, gelandang serang, dan pemain depan. Dilihat dari 17 pertandingan putaran pertama plus pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh di pertemuan pertama Piala Indonesia, kelemahan ini sangat menonjol. [sindo]

Thursday, November 27, 2008

EKSKLUSIF - Luciano Leandro

EKSKLUSIF - Luciano Leandro: Saya Memang Harus Kerja Keras

Menjadi pelatih di tengah musim memang bukan pekerjaan mudah. Itu pula yang membuat Luciano Leandro menyatakan harus bekerja keras untuk bisa mengangkat PSMS Medan dari zona degradasi.


Pelatih baru PSMS Medan Luciano Leandro mengakui jika dirinya harus bekerja keras untuk bisa mengangkat Ayam Kinantan keluar dari zona degradasi di putran kedua Superliga 2008/09. Hal tersebut dikatakan pelatih asal Brasil ini setelah melihat penampilan Asri Akbar dan kawan-kawan saat menjamu Persiraja Banda Aceh di leg pertama turnamen Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan, Medan, Selasa (25/11) kemarin.

Maklum saja, meski akhirnya mampu menang 1-0 melalui gol Rahmad Affandi pada menit ke-46, tapi PSMS yang tampil dihadapan pendukung fanatiknya justru lebih banyak ditekan. Terutama di babak kedua. Padahal Persiraja hanyalah tim divisi utama yang tentunya berbeda kasta karena PSMS di Superliga, kompetisi paling bergengsi musim ini.

Tak heran, Luci --begitu sapaan akrabnya-- cukup gerah dan beberapa kali menggelengkan kepala saat menyaksikan langsung aksi para pemain yang akan mulai dibesutnya terhitung Rabu (26/11). Ia bahkan cukup sering mengangkat tangan sebagai isyarat agar pemain PSMS tidak membiarkan lawannya bebas berkeliaran di kotak penalti tanpa pengawalan.

Apa saja target yang ingin dicapainya bersama PSMS? Kenapa ia tetap tertarik menukangi tim di Indonesia? Sejauh mana ia mengetahui kekuatan tim besutannya dan juga kontestan Superliga lainnya?

Berikut wawancara wartawan GOAL.com Yuslan Kisra dengan mantan pelatih Persma Manado itu, yang sebelumnya cukup lama merumput di Liga Indonesia bersama PSM Makassar dan Persija Jakarta, ditemui di sela-sela manyasikan pertandingan calon anak asuhnya kemarin. Petikannya:

GOAL.com: Akhirnya Anda kembali menangani tim di Indonesia! Bisa diceritakan bagaimana caranya Anda bisa membesut PSMS?

Luciano: Beberapa bulan lalu saya mendapat telepon dari manajemen PSMS. Mereka manawari saya pekerjaan menjadi pelatih kepala. Secara kebetulan saya memang sangat ingin kembali ke Indonesia. Sebab negara ini sudah menjadi rumah kedua saya. Saya selalu merindukan Indonesia.

GOAL.com:
Apa yang membuat Anda cukup tertarik dengan negeri ini?

Luciano:
Harus diakui, saya banyak mendapat kehidupan di sini. Saya sepuluh tahun menjadi pemain sepakbola di Indonesia. Ada banyak yang saya dapatkan di sini. Saya punya banyak teman, bisa berbahasa Indonesia, serta terbiasa dengan makanannya. Itulah yang membuat saya tidak bisa lupa dan selalu ingin ke Indonesia untuk bekerja.

GOAL.com:
Anda sudah melihat pemain yang akan ditangani. Komentar Anda?

Luciano:
Saya memang harus bekerja keras untuk membawa tim ini keluar dari zona degradasi di akhir musim. Ini memang bukan pekerjaan mudah. Tapi saya sangat optimistis bisa melakukannya. Tentunya dengan dukungan semua pihak termasuk Anda sebagai wartawan. Tanpa itu, tantu sulit bagi saya untuk bisa berbuat banyak.

GOAL.com:
Tapi Anda masuk di putaran kedua. Seberapa jauh Anda mengetahui kekuatan skuad tim PSMS dan juga tim lain?

Luciano:
Untuk Anda ketahui, saya ini pembaca setia GOAL.com edisi Indonesia, ha.. ha.. Saya mengikuti perkembangan berita-berita sepakbola di Indonesia dari website Anda setiap hari. Dari situ, saya banyak tahu mengenai tim di sini. Selain itu, saya juga masih menjalin hubungan dengan teman-teman. Baik ketika saya masih menjadi pemain, maupun saat menangani Persma Manado.

GOAL.com:
Oh iya, terima kasih! Tapi seberapa optimis Anda bisa memenuhi target mengangkat PSMS dari zona degradasi?

Luciano:
Cukup optimistis. Bahkan karena itu pula kenapa saya mau datang ke Indonesia dan menerima tawaran untuk menangani tim ini. Yang pasti itu tadi, saya minta dukungan semua pihak. Baik itu suporter, pemeritah setempat, dan semua rekan-rekan wartawan. Karena saya butuh banyak informasi untuk bisa memenuhi target tersebu

Kampak FC murni dukung PSMS

MEDAN - Presiden Kampak FC Dicky Anugrah menyatakan, Kampak FC murni mendukung kesebelasan kebanggaan Kota Medan, PSMS, dalam setiap pertandingan di Stadion Teladan Medan.

"Kampak hanya mendukung PSMS tanpa ditumpangi pihak lain," tegas Dicky kepada Waspada di Medan, Rabu (26/11).

Suporter yang dikerahkan Kampak datang ke Stadion Teladan tetap membeli tiket masuk tanpa ada sponsor dari pihak tertentu. "Setiap suporter yang masuk stadion tetap membeli tiket," jelas Dicky.

"Kalau pun ada oknum yang membawa-bawa nama Kampak dengan pihak lain, itu pribadi yang bersangkutan dan tidak ada sangkut paut dengan Kampak," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Kampak juga mengkritik masalah sarana prasarana Stadion Teladan yang kurang memadai. Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan, harus memperhatikan stadion kebanggaan Kota Medan ini.

Selain itu kata Dicky, Panpel harus memberikan kenyamanan kepada penonton saat menonton pertandingan PSMS dengan membenahi stadion. "Harga tiket juga dinilai terlalu mencekik leher para pecinta sepakbola di Medan, terutama fans setia PSMS," jelasnya.

Optimisme Luciano Leandro


26luciano.jpgLUCIANO Leandro, mantan pesepakbola asal Brazil ini akan menjadi pelatih baru PSMS Medan. Dengan begitu, secara otomatis pelatih PSMS pada putaran pertama Liga Super, Erick Williams kembali pada tugas lamanya sebagai Direktur Akademi Sepakbola Medan United (ASMU).

Ditemui di sela-sela menyaksikan duel kandang pada ajang Copa Indonesia 2008 antara PSMS Medan versus Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11), mantan playmaker handal yang pernah memperkuat PSM Makassar dan membawa Persiraja Jakarta menjuarai Liga Indonesia 2001 ini mengaku optimis dapat memperbaiki prestasi PSMS di Liga Super dan Copa Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih kepada manajemen PSMS karena telah mempercayai saya menangani tim ini. Saya sangat senang dapat kembali ke Indonesia karena di sini saya tidak merasa asing," ujar Luciano yang pernah dinobatkan sebagai gelandang asing terbaik pada musim 2001.

Dikatakan Luciano, kehadirannya di PSMS dengan tujuan ingin memberikan prestasi bagi tim kebanggaan Kota Medan itu. "Saya akan berusaha maksimal memperbaiki kelemahan tim. Tapi sebagai tahap awal, saya terlebih dahulu akan mengevaluasi tim dan mencari pemain pengganti bagi yang telah dicoret," ujarnya.

Menurutnya, untuk merubah PSMS menjadi lebih baik, dibutuhkan kerja sama semua pihak. "Saya tidak akan dapat memberikan prestasi apapun kalau tidak ada kerja sama dan kerja keras semua pihak, tidak terkecuali masyarakat pecinta PSMS," ucapnya.

Ditanya soal target minimum dalam menangani PSMS pada putaran kedua Liga Super, pelatih yang pernah menangani Persma Manado ini enggan berkomentar muluk-muluk. Namun begitu, dirinya berkeyakinan PSMS dapat tampil lebih baik.

PSMS masih seleksi pemain asing


26seleksi.jpgMEDAN - Manajemen PSMS hingga kini masih menjalankan proses seleksi terhadap beberapa pemain asing yang nantinya diharapkan dapat memperkuat tim pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI).

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan, Selasa (25/11) mengatakan, para pemain asing itu masih menjalani tes fisik dan kemampuan yang langsung ditangani tim pelatih PSMS.

Para pemain yang tengah seleksi sejak pekan lalu di Stadion TD Pardede, Jl Medan-Binjai, itu adalah Alejandro Cardozo (Uruguay), Mauro Oliveira Pinto (Brazil), Zdravdo Simic (Kroasia) dan Michele Nere (Kamerun).

Abdi mengatakan, seleksi terhadap pemain asing itu dilakukan dengan ketat karena manajemen ingin memilih yang terbaik di antara mereka. "PSMS tentu tidak akan memakai pemain yang tidak berkualitas," ujarnya.

Perekrutan terhadap pemain asing terpaksa dilakukan menyusul pencoretan tiga pemain asing dan delapan pemain lokal baru-baru ini. PSMS sendiri kini hanya memiliki dua pemain asing, yakni Patricio Jimenez (Chile) dan Leonardo Martin Zada (Brazil).

Wednesday, November 26, 2008

Atasi Persiraja, Posisi PSMS Masih Rawan

Kerinduan publik Medan untuk melihat penampilan tim kesayangannnya, PSMS, berlaga terjawab sudah. Bahkan pada laga tersebut, mereka memperoleh kepuasan ekstra. Sebab PSMS Medan berhasil menekuk tamunya, Persiraja Banda Aceh, dengan kemenangan 1-0 pada leg pertama babak 48 besar Copa Indonesia, yang dilangsungkan .

Bermain di hadapan publiknya sendiri, PSMS sejak awal dengan konsisten menekan pertahanan Persiraja. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tak juga mampu menjebol gawang tamunya yang dikawal Dede Pranata.

PSMS baru berhasil memecah kebuntuan pada tiga menit sebelum turun minum, lewat sundulan Rahmad. Skor 1-0 untuk PSMS pun menutup babak pertama.

Di babak kedua, pelatih Persiraja, Herry Kiswanto, melakukan dua pergantian pemain. Ia memasukkan kiper Edi Gunawan dan gelandang Dedi Rizky. Masuknya kedua pemain tersebut memberi pengaruh signifikan bagi permainan Persiraja. Walhasil, kebalikan dengan babak pertama, kali ini justru Persiraja yang memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS terlihat kesulitan mengembangkan permainan, sehingga lebih memilih untuk lebih banyak bertahan.

Pola permainan yang dipraktekkan PSMS membuat tamunya kesulitan menjebol gawang yang dikawal Galih Sudaryono. Dan keadaan tersebut pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Kendati memenangkan pertandingan, namun sejatinya langkah PSMS ke babak 24 besar masih belum aman. Sebab andai Persiraja bisa memetik keunggulan dua gol pada leg kedua, mimpi PSMS untuk memperbaiki reputasi mereka bisa hancur berantakan. Meski demikian, PSMS boleh berharap permainan mereka akan semakin membaik. Karena mereka segera akan ditangani pelatih baru, Luciano Leandro.

PSMS menang susah payah


psms_gol_-_wol-aeat.jpgMEDAN - PSMS Medan dipaksa kerja keras sebelum akhirnya unggul 1-0 saat menjamu Persiraja Banda Aceh di leg pertama babak 48 besar Copa Dji Sam Soe 2008 di Stadion Teladan Medan, tadi sore.

Sejak awal laga, pelatih PSMS Erick Williams menempatkan Rahmad Affandi, Okto dan Asri Akbar di depan. Persiraja sendiri mengandalkan Leonard Felicia dan Sunari serta mengistirahatkan Mamodou.

Skuad Ayam Kinantan mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Setidaknya ada sejumlah peluang, namun gagal membuahkan gol. Persiraja juga terlihat agak sulit mengembangkan permainan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Guna menambah serangan, Erick memasukkan Andika Yudhistira menggantikan Dodi Cahyadi. Tak lama, gol pertama dan satu-satunya dalam laga itu diciptakan Rahmad Affandi di menit 42.

Di awal babak kedua, pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengganti kiper Dede Pranata dengan Edy Gunawan dan Defri Rizky mengisi posisi Imam Wahyudi di tengah. Dengan masuknya dua pemain ini, permainan Persiraja mulai berkembang hingga memaksa tuan rumah bertahan.

Namun dari sejumlah serangan, pasukan Laskar Rencog gagal menggetarkan gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono. PSMS, ditangani untuk terakhir kali oleh Erick Williams sebelum diambil alih Luciano Leandro, nyaris memperbesar kemenangan lewat Rachmadani namun tendangan volinya hanya membentur mistar atas Persiraja. Kedudukan pun tak berubah 1-0 untuk PSMS.
(j01)

Teks/credit foto:

PSMS Medan berhasil menumbangkan Persiraja Banda Aceh dalam laga Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan berkat gol Rahmat Affandi (16).

Trimedya Panjaitan siap pimpin PSMS

MEDAN - Ketua Komisi III DPR-RI Trimedya Panjaitan SH MHum menyatakan kesiapan dirinya menjadi Ketua Umum PSMS periode 2009-2013.

Kepada wartawan di Medan, Senin (24/11), Trimedya mengemukakan PSMS memiliki nilai historis yang panjang di seantero tanah air dan milik masyarakat Sumut yang harus dijaga kelestariannya.

Ketika PSMS tampil di final Liga Indonesia 2007, Trimedya bersama rekan-rekannya asal Medan turut memberi semangat kepada skuad Ayam Kinantan dengan menyerahkan dana sebesar Rp500 juta setelah berhasil mengalahkan Persipura Jayapura di semifinal.

Lalu, sebagai motivasi dengan harapan PSMS menjadi juara, Trimedya cs menjanjikan dana Rp1 miliar bila Mahyadi Panggabean dan kawan-kawan mampu mengalahkan Sriwijaya FC. Namun PSMS kalah 1-3 dari pasukan pelatih Rahmad Darmawan.

Kini, Trimedya dan teman-temannya pun sudah merancang untuk membantu PSMS ke depan, seperti masing-masing mengeluarkan dana untuk mengontrak satu pemain.

"Saya sempat bincang-bincang dengan Sekum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP. Sayangnya, bincang-bincang itu tidak berlanjut setelah PSMS gagal juara dan saya tidak pernah lagi dihubungi," ucap Trimedya.

Diakuinya, PSMS memiliki ciri khas tersendiri, beda dengan tim-tim lain yaitu fanatisme. Ini diketahuinya ketika menyaksikan PSMS di semifinal dan berbicang-bincang dengan penjaga gawang Markus Harison. "Markus tampil gemilang, sehingga PSMS lolos ke final," sebutnya.

Ia yakin bila pengusaha asal Medan mau bersatu, PSMS bisa dibenahi secara profesional. Saratnya, manajemen harus terbuka sehingga keikutsertaan para pengusaha bisa terus bersama PSMS.

"Bila klub-klub dan kalangan sepakbola Medan khususnya dan Sumut pada umumnya mendukung, mengapa tidak?!" kata Trimedya menanggapi kesiapannya memimpin PSMS.

"Saya siap memimpin PSMS nantinya, dengan catatan klub dan masyarakat sepakbola Medan mendukung," tegasnya lagi.

Tuesday, November 25, 2008

PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan

Piala Indonesia
PSMS Merasa Terbebani Tampil di Medan
PSMS Medan merasa terbebani untuk pertama kali tampil di Stadion Teladan, Medan, dalam pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 melawan Persiraja Banda Aceh, Selasa (25/11). Pertandingan melawan Persiraja menandai kembalinya PSMS bermain di Stadion Teladan setelah Badan Liga Indonesia melarang penggunaan stadion tersebut karena dinilai kurang layak untuk menggelar pertandingan Liga Super Indonesia.

Badan Liga Indonesia mengizinkan PSMS menggelar pertandingan kandang Copa Dji Sam Soe di Stadion Teladan, meski untuk partai Super Liga, stadion yang berdiri sejak tahun 1953 itu masih terlarang.

Asisten Pelatih PSMS Rudi Saari mengakui, tampil pertama kali di Stadion Teladan jelas memberi beban bagi para pemain.

"Selama ini, saat kami kalah di partai kandang dalam pertandingan Liga Super relatif enggak bermasalah, karena kami tak bermain di Medan. Sekarang kami kembali bermain di Medan. Kalau kalah kami tak lagi bisa beralasan, PSMS tak main di Medan. Ini jelas membuat kami terbebani," ujar Rudi di Medan, Senin (24/11).

Belum lagi mayoritas pemain yang membela PSMS musim ini adalah muka baru yang sama sekali belum mengenal atmosfer Stadion Teladan. Dari skuad PSMS yang tampil di ajang Copa Dji Sam Soe, menurut Rudi hanya tiga orang yang pernah merasakan atmosfer fanatik pendukung PSMS di Stadion Teladan. Mereka adalah bek kiri Fadli Hariri, pemain tengah Affan Lubis d an penyerang Andhika Yudistira.

"Tentu saja suporter berharap kami bisa meraih kemenangan. Apalagi ini untuk pertama kali mereka menyaksikan tim kesayangannya bermain di Stadion Teladan," ujar Rudi.

Meski menghadapi lawan yang kelasnya di bawah karena Persiraja merupakan tim Divisi Utama, PSMS mengaku tak mau memandang remeh lawan. Apalagi di klasemen sementara Liga Super Indonesia, PSMS berada di urutan 17 dari 18 tim, sementara di Divisi Utama Persiraja berada di peringkat empat klasemen sementara Wilayah Barat.

PSMS juga tengah dirundung masalah teknis dengan absennya sejumlah pemain inti. Salah satunya adalah winger yang baru saja membela tim nasional Ellie Aiboy.

Pemain asing yang bisa memperkuat PSMS juga hanya stopper Patricio Jimenez. "Ellie baru pulang dari Myanmar memperkuat timnas, sementara pemain asing lainnya masih liburan," ujar Rudi.

Di kubu Persiraja, pelatih Herry Kiswanto mengatakan tak membebani anak asuhnya dengan target apa pun. Menurut Herry, dia ingin pemainnya bermain lepas. "Yang penting mereka bisa menikmati pertandingan. Itu saja," ujar Herry.

Bagi Persiraja, PSMS adalah tim yang cukup kuat meski di klasemen Liga Super Indonesia tengah terpuruk di papan bawah. Namun dia pun mengakui, Persiraja bisa saja memanfaatkan kesempatan karena PSMS tampil dengan beban harus menang di kandang sendiri.

"PSMS tetap tim yang bagus. Saya tahu betul karakter PSMS karena pernah dibesarkan di Medan," katanya.

Persiraja kata Herry, lebih berkonsentrasi untuk pertandingan Divisi Utama. Mereka ingin menjaga posisi di papan atas klasemen sementara, sehingga di pertandingan melawan PSMS, Herry bakal menurunkan pemain lapis keduanya

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams

Bidik Kado Perpisahan untuk Eric Williams Laga perdana di Stadion Teladan sore ini diharapkan bakal menambah rasa percaya diri para pemain PSMS Medan kala menghadapi Persiraja Banda Aceh.

Pola 4-3-3 yang kemungkinan besar diterapkan Pelatih Eric Williams harus berbuah hasil positif. ”Bermain di Stadion Teladan harus menambah percaya diri pemain.Tidak ada yang harus dikhawatirkan pemain dalam laga ini,”ujar Eric,yang menargetkan kemenangan pada partai perpisahannya ini, kemarin.Tak heran,dia hendak memasang tiga striker sekaligus agar serangan semakin menggigit.

”Bermain dengan satu pemain asing melawan tiga pemain asing tidak ada masalah.Kami Liga Super dan mereka Divisi Utama.Kamimemberimerekakehormatan.Untukitupemain harus menang dalam laga ini. Sebagai awal baik untuk pertandingan selanjutnya,”tambah pria yang akan kembali menangani Akademi Medan United milik Sihar PH Sitorus itu.

Pria berkebangsaan Australia hanya mengandalkan 14 pemain tersisa dan ditambah tiga pemain U-21 yang direkomendasikan untuk masuk skuad pemain senior.Sementara pemain inti yang akan diturunkan tidak berbeda pada pertandingan sebelumnya. Ghalih tetap dipercaya menjaga gawang Ayam Kinantan.

Sementara di barisan pertahanan ada Patricio Jimenez,Aun Carbiny,Fadli Hariri,dan Syahroni. Di lini tengah,Affan Lubis akan tampil sebagai jenderal pengatur serangan.Motor tua ini akan ditemani Asri Akbar dan Rachmadani. Di depan, duet Papua Elie Aiboy dan Oktovianus akan menjadi pelayan Rahmad Affandi.

”Saya merekomendasikan dua gelandang dan satu striker U-21. Mereka adalah Dimas Yopi, Fandhi Fuadlin, dan Nazib Husein,”sambungnya. Di lain pihak,Persiraja turun dengan kekuatan penuh untuk memetik kemenangan ataupun minimal meraih hasil seri.Niene Mamadou dkk akan bermain semaksimal mungkin menghadapi PSMS.

”Kerja sama, sedikit tenang, disiplin, dan konsentrasi akan menjadi andalan dalam permainan kami untuk meraih hasil maksimal.Semoga saja kami beruntung dalam pertandingan ini,” sebut Mamadou, pemain depan Persiraja. Sementara itu, pelatih baru PSMS yang akan mulai bertugas di putaran kedua Liga Super,Luciano Leandro,tak ingin gegabah melakukan perubahan tim.

Pria asal Brasil ini mengaku masih beradaptasi dan belum memastikan hal apa yang akan dilakukannya untuk meningkatkan prestasi tim. Mantan Pelatih Persema Malang ini baru mempelajari kekuatan tim jelang putaran kedua.”Saya baru datang dan belum melihat keseluruhan kemampuan pemain.Apabila ada pemain bagus di sini dan saya bawa pemain luar, tentunya saya salah karena membuang pemain berkualitas. Untuk itu akan lihat setelah saya pegang tim,”paparnya.

PSMS-Persiraja pertarungan gengsi


25psms.jpgMEDAN - Dua tim bertetangga yang sama-sama memiliki nama besar, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh, siap berperang menjaga gengsi pada laga perdana first leg 48 besar Copa Indonesia 2008 di Stadion Teladan Medan, Selasa (25/11) ini, pukul 15.30 WIB.

Pelatih PSMS Erick Williams telah menyiapkan resep di tengah krisis pemain dan pembuktian sebelum mudik kembali ke Akademi Medan Football. Pasalnya, manajemen telah menyiapkan Luciano Leandro asal Brazil menggantikan posisi pelatih asal Australia itu.

Namun kabar itu tidak memusingkan Affan Lubis cs untuk tampil maksimal. PSMS kini menyisakan legiun asing asal Chile Patricio Jimenez, setelah Zada cuti ke Brazil dan striker nasional Elie Aiboy belum dipastikan masuk skuad Ayam Kinantan pasca tampil di Myanmar.

"Pemain dalam kondisi prima," terang Erick seusai memberikan pelatihan ringan di Stadion Teladan, Senin (24/11). Dalam laga versus Persiraja yang turut disiarkan langsung TV One, Erick juga merekomendasikan tiga pemain PSMS U-21 memperkuat skuad Ayam Kinantan.

Pergantian pelatih seusai laga perdana PSMS versus Persiraja yang dibenarkan manajemen PSMS, tidak akan mempengaruhi penampilan pemain. "Pemain tetap enjoy latihan," tambah asisten pelatih Rudi Saari.

Kembalinya Ayam Kinantan ke kandang sebelumnya usai "merantau" di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) pun memotivasi pemain. Dukungan yang tidak pernah surut terhadap PSMS ditunjukkan para fans yang menyaksikan latihan di Stadion Teladan.

Masyarakat antusias menyaksikan PSMS latihan hingga masuk ke tengah lapangan. "Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," kata Rudi Saari yang turut membawa PSMS runner-up Liga Indonesia 2007.

Arsitek Persiraja Heri Kiswanto merendah ditanya soal target. "PSMS memiliki nama besar. Mereka pantas diberi dukungan bermain di kandang," aku mantan pemain nasional ini.

Persiraja, menduduki posisi keempat klasemen sementara Divisi Utama PSSI, mengakui jadwal kompetisi yang padat memaksa Heri Kiswanto merotasi pemain. "Menjaga kebugaran, kita telah menyiapkan pemain lapis kedua," ujarnya seraya menyebutkan seusai laga pasukan Tanah Rencong melanjutkan perjalanan ke Batam.

Ketua Panpel H Wahyu Wahab mengharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan positif kepada tim kesayangannya. Tentunya tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi PSMS menampilkan permainan maksimal menghadapi Persiraja.

Dari pantauan Waspada, para pekerja bangungn terlihat kerja keras merenovasi asbes di pintu masuk tribun utama. "Insya Allah pertandingan dapat berjalan lancar," terang Wahyu menyebutkan masyarakat dapat membeli tiket dengan harga tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp30.000 dan VIP Rp45.000.

Persiraja optimis

Medan - Pertandingan antara PSMS Medan melawan Persiraja Banda Aceh dalam ajang Copa Indonesia di Stadion Teladan, Medan, Selasa (25/11) sore ini dipastikan berlangsung dalam tempo tinggi. Tim tamu Persiraja optimis mampu mengimbangi tuan rumah.

Asisten manajer Persiraja M Kasim mengatakan seluruh pemain Persiraja siap diturunkan. "Pemain yang kami boyong ini semuanya full team dan siap mempersembahkan hasil terbaik untuk masyarakat Aceh di Medan," ujarnya.

Pada ujicoba lapangan, Pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengharapkan anak asuhannya bermain lepas. "Saya instruksikan mereka bemain lepas, karena jika bermain dengan beban, tentu permainan sulit berkembang," ujarnya.

Pada pertandingan terakhir, Persiraja ditahan imbang PSAP Sigli 3-3 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI. Melawan PSMS, Persiraja akan diperkuat sejumlah pemain asing seperti striker asal Mali Mamadou yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim Laskar Rencong.

Kasim mengharapkan doa restu warga Aceh dan dukungan langsung dari segenap warga Aceh yang ada di Medan. Selain itu dia berharap wasit yang memimpin pertandingan bersikap netral.
(fjr)