Tak tanggung-tanggung. Akibat kurang pro aktifnya manajemen PSMS mengenai persoalan keuangan yang terjadi, sejak Kamis (15/3) pagi, Markus dkk terpaksa menikmati jatah makan dengan nasi bungkus.
Kucuran dana yang diharapkan dari pihak sponsor utama Bakrie Plantation tak kunjung turun. Akibatnya, tunggakan gaji 2,5 bulan, operasional tim hingga kebutuhan makan skuad dan hak-hak Raja Isa hingga kemarin (15/3) tak kunjung terselesaikan.
Harusnya aktivitas makan bersama seluruh pemain dilakukan di dapur mess Kebun Bunga, kini skuad asuhan Suharto AD ini harus menikmati nasi bungkus di masing-masing kamar.
Hal ini terjadi karena bagian dapur juga tak lagi memasak untuk tim. Tentunya ditengarai karena keterlambatan pasokan dana, sehingga penanggung jawab dapur mess Kebun Bunga yang menyediakan menu untuk skuad Ayam Kinantan ini tak bisa bertahan.
Beberapa pemain PSMS tampak tak ingin mempermasalahkan soal ini. Pemain lain juga tampak memilih diam dan tetap menjalankan aktivitas latihan seperti biasa. “Sampai saat ini kita masih memegang janji manajemen. Tapi, memang sulit juga kalau begini,” ungkap seorang pemain yang tak mau namanya dikorankan.
“Kita punya keluarga yang harus dinafkahi. Kalau begini, kita juga jadi harus menenangkan mereka, memberitahu mereka kalau semua pemain baik-baik saja di sini. Sejauh ini kondisi tim memang baik, hanya masalah keterlambatan gaji saja,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PSMS Idris masih tetap berkilah tak ada masalah mengenai pendanaan di tubuh PSMS. “Enggak ada masalah dana di PSMS,” kutatnya.
Mengenai “menu” nasi bungkus, Idris mengaku ibu dapur mess Kebun Bunga sedang dalam keadaan sakit. “Ibu dapur sedang sakit, jadi pemain makan nasi bungkus. Itu hal biasa dan bisa saja terjadi,” jelas Idris.
“Kalau ibu dapur engak mau masak lagi, masih banyak yang mau masak untuk pemain,” katanya lagi. (jpnn)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Friday, March 16, 2012
Monday, March 12, 2012
PSMS Usung Sikap Optimis
Jelang dua laga kandang yang bakal dilakoni skuad PSMS, banyak persiapan yang harus dibenahi. Maklum, dua laga tersebut merupakan sisa pertandingan anak-anak Medan pada putaran pertama ISL.
Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.
Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.
Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.
“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3). Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.
“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.
“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.
Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut. Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang.
Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.
Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.
Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.
“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3). Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.
“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.
“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.
Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut. Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang.
Wednesday, March 7, 2012
PSMS Andalkan Niko Malau Lawan Persidafon
PSMS Medan krisis penyerang saat bertemu Persidafon Dafonsoro pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12, Rabu, 7 Maret 2012. Dengan stok terbatas, Pelatih Ayam Kinantan, Suharto pun berniat menempatkan Niko Malau sebagai striker.
Lini depan PSMS memang sedang mengalami krisis setelah tiga strikernya tidak bisa tampil saat bertemu Persidafon. Choi Dong Soo harus diparkir karena cedera, sedangkan Osas Saha juga absen karena akumlasi kartu. Nasib yang sama juga menimpa Arie Priatna yang mendapat kartu merah usai mencetak gol ke gawang Deltras.
Sebenarnya PSMS masih mempunyai satu nama di posisi striker, Sigit Sudarmawan. Namun sejak awal kompetisi 2011-12, Sigit belum pernah dimainkan karena cedera patah tulang lengan kanan yang diterimanya saat menghadapi laga ujicoba diawal kompetisi lalu.
Tak punya banyak pilihan, Suharto pun bertumpu pada Niko. Striker berusia 21 tahun ini akan diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Ayam Kinantan dengan menggunakan formasi 4-3-2-1.
“Para pemain depan absen semua. Kami cuma punya stok penyerang tinggal Niko saja. Kami coba skema satu penyerang di depan dan lima pemain ditengah untuk membantunya,” ujar Suharto.
Besok merupakan kesempatan pertama Nico menjadi starter. Dari 14 laga yang sudah dilakoni PSMS, Nico hanya mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di beberapa laga. Meski demikian, Nico sudah mencetak gol saat PSMS menjamu Persiba Balikpapan.
“Ini kesempatan kami untuk mencapai target 10 besar di putaran pertama ISL, meski tidak diperkuat beberapa pemain inti,kami janji akan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Niko. (vivanews)
Lini depan PSMS memang sedang mengalami krisis setelah tiga strikernya tidak bisa tampil saat bertemu Persidafon. Choi Dong Soo harus diparkir karena cedera, sedangkan Osas Saha juga absen karena akumlasi kartu. Nasib yang sama juga menimpa Arie Priatna yang mendapat kartu merah usai mencetak gol ke gawang Deltras.
Sebenarnya PSMS masih mempunyai satu nama di posisi striker, Sigit Sudarmawan. Namun sejak awal kompetisi 2011-12, Sigit belum pernah dimainkan karena cedera patah tulang lengan kanan yang diterimanya saat menghadapi laga ujicoba diawal kompetisi lalu.
Tak punya banyak pilihan, Suharto pun bertumpu pada Niko. Striker berusia 21 tahun ini akan diturunkan sebagai striker tunggal di lini depan Ayam Kinantan dengan menggunakan formasi 4-3-2-1.
“Para pemain depan absen semua. Kami cuma punya stok penyerang tinggal Niko saja. Kami coba skema satu penyerang di depan dan lima pemain ditengah untuk membantunya,” ujar Suharto.
Besok merupakan kesempatan pertama Nico menjadi starter. Dari 14 laga yang sudah dilakoni PSMS, Nico hanya mendapat kesempatan tampil sebagai pemain pengganti di beberapa laga. Meski demikian, Nico sudah mencetak gol saat PSMS menjamu Persiba Balikpapan.
“Ini kesempatan kami untuk mencapai target 10 besar di putaran pertama ISL, meski tidak diperkuat beberapa pemain inti,kami janji akan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Niko. (vivanews)
Tuesday, March 6, 2012
Dua Bulan Pemain PSMS Belum Terima Gaji
Di antara kabar gembira, yakni keberhasilan PSMS Medan versi ISL meraih poin sempurna pertama di laga tandang, mencuat dua cerita sedih.
Pertama adalah soal kerontokan skuad PSMS. Sembilan pemain dipastikan absen kala Ayam Kinantan melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3/2012) besok.
Cerita sedih kedua adalah hak-hak yang belum juga dilunasi. Jangankan bonus kemenangan, gaji pemain bahkan masih ditunggak. Demikian halnya gaji pelatih. Padahal berdasarkan berkas kontrak, mereka memeroleh hak tersebut pada tanggal 27 tiap bulannya. Kini sudah dua bulan gaji itu tak dibayarkan.
Manajemen sudah ingkar janji pula berulangkali. Teranyar, gaji dijanjikan akan dilunasi pada Sabtu (3/3/2012), usai duel kontra Deltras Sidoarjo. Tapi janji tinggal janji. Pemain tetap gigit jari. Celakanya, manajemen sekarang justru tak dapat memastikan kapan hak-hak itu diberikan.
Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya sedang menunggu kucuran dana lanjutan dari pihak sponsorship, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Sponsor utama ini, kata Bento, sapaan akrabnya, sesuai kesepakatan akan menggelontorkan dana kedua sebesar Rp 1,5 Miliar dari total Rp 5 Miliar. Sebelumnya di Januari 2012 sudah dikucurkan Rp 2 Miliar.
“Kami tetap upayakan, kok, soal gaji ini. Kemungkinan nanti sebelum atau sesudah laga lawan Persidafon akan kita lunasi. Keterlambatan ini sudah dijelaskan pada pemain dan mereka bisa mengerti,” katanya saat dihubungi Tribun dari Medan, kemarin.
Bento membantah keterlambatan akan berimbas pada runtuhnya mentalitas pemain jelang laga. “Mereka sudah paham situasinya setelah kami jelaskan. Karena itu tidak akan berpengaruh, karena, toh, tetap akan diberikan juga. Saat lawan Persela dan Deltras, tim juga bermain penuh semangat dan totalitas. Jadi tidak ada masalah. Secepatnya akan kita berikan begitu dana sudah diperoleh,” ucapnya. (tribun news)
Pertama adalah soal kerontokan skuad PSMS. Sembilan pemain dipastikan absen kala Ayam Kinantan melawat ke kandang Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3/2012) besok.
Cerita sedih kedua adalah hak-hak yang belum juga dilunasi. Jangankan bonus kemenangan, gaji pemain bahkan masih ditunggak. Demikian halnya gaji pelatih. Padahal berdasarkan berkas kontrak, mereka memeroleh hak tersebut pada tanggal 27 tiap bulannya. Kini sudah dua bulan gaji itu tak dibayarkan.
Manajemen sudah ingkar janji pula berulangkali. Teranyar, gaji dijanjikan akan dilunasi pada Sabtu (3/3/2012), usai duel kontra Deltras Sidoarjo. Tapi janji tinggal janji. Pemain tetap gigit jari. Celakanya, manajemen sekarang justru tak dapat memastikan kapan hak-hak itu diberikan.
Manajer Tim PSMS Medan Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya sedang menunggu kucuran dana lanjutan dari pihak sponsorship, Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Sponsor utama ini, kata Bento, sapaan akrabnya, sesuai kesepakatan akan menggelontorkan dana kedua sebesar Rp 1,5 Miliar dari total Rp 5 Miliar. Sebelumnya di Januari 2012 sudah dikucurkan Rp 2 Miliar.
“Kami tetap upayakan, kok, soal gaji ini. Kemungkinan nanti sebelum atau sesudah laga lawan Persidafon akan kita lunasi. Keterlambatan ini sudah dijelaskan pada pemain dan mereka bisa mengerti,” katanya saat dihubungi Tribun dari Medan, kemarin.
Bento membantah keterlambatan akan berimbas pada runtuhnya mentalitas pemain jelang laga. “Mereka sudah paham situasinya setelah kami jelaskan. Karena itu tidak akan berpengaruh, karena, toh, tetap akan diberikan juga. Saat lawan Persela dan Deltras, tim juga bermain penuh semangat dan totalitas. Jadi tidak ada masalah. Secepatnya akan kita berikan begitu dana sudah diperoleh,” ucapnya. (tribun news)
Monday, March 5, 2012
PSMS Permalukan Deltras Di Sidoarjo
PSMS Medan berhasil membawa pulang tiga poin saat melakoni laga tandang ke markas Deltras Sidoarjo, Stadion Gelora Delta, Sabtu 3 Maret 2012. PSMS menang dengan skor tipis 0-1 lewat gol Arie Supriyatna di babak pertama sebelum akhirnya ia dikeluarkan wasit.
Dengan tambahan tiga poin ini, PSMS untuk sementara meloncat ke posisi 9 klasemen sementara dengan torehan 17 poin dari 14 pertandingan. Sedangkan Deltras tak beranjak di posisi 17 atau dua dari dasar klasemen dengan torehan 11 poin dari 14 laga.
Sejak awal pertandingan, Deltras sebenarnya mempunyai beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Peluang pertama Deltras didapat Qischil Minny di menit 12. Sayang sepakan Minny memanfaatkan umpan matang Sean Rooney masih melebar dari gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.
Peluang dari tuan rumah kembali datang di menit 13. Namun, kali ini giliran tandukan Mijo Dadic masih melebar setelah memanfaatkan sebuah tendangan bebas. Peluang terbaik Deltras dibuat Sean Rooney di menit 25. Sayang, Rooney terlambat sepersekian detik untuk menyongong bola di mulut gawang. Bola meluncur ke pelukan Markus.
Terlalu asik menyerang justru melahirkan petaka bagi tuan rumah. PSMS yang lebih banyak menunggu dan sesekali memanfaatkan serangan balik berhasil membuat publik tuan rumah terdiam di masa injury time.
Berawal dari sebuah skema serangan balik, Ari berhasil melewati hadangan Khoirul Mashuda sebelum menjebol gawang Deltras. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Deltras tetap memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS tetap menerapkan permainan disiplin cenderung keras. Hasilnya beberapa serangan yang coba dibangun Deltras selalu berujung kegagagalan.
Bahkan Deltras gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah sang pencetak gol PSMS, Ari Supriyatna dikeluarkan wasit di menit 61 setelah mengantongi kartu kuning kedua. Alhasil, hingga pertandingan usai skor 0-1 untuk keunggulan PSMS tak berubah. (vivanews)
Dengan tambahan tiga poin ini, PSMS untuk sementara meloncat ke posisi 9 klasemen sementara dengan torehan 17 poin dari 14 pertandingan. Sedangkan Deltras tak beranjak di posisi 17 atau dua dari dasar klasemen dengan torehan 11 poin dari 14 laga.
Sejak awal pertandingan, Deltras sebenarnya mempunyai beberapa peluang emas sepanjang babak pertama. Peluang pertama Deltras didapat Qischil Minny di menit 12. Sayang sepakan Minny memanfaatkan umpan matang Sean Rooney masih melebar dari gawang PSMS yang dijaga Markus Horison.
Peluang dari tuan rumah kembali datang di menit 13. Namun, kali ini giliran tandukan Mijo Dadic masih melebar setelah memanfaatkan sebuah tendangan bebas. Peluang terbaik Deltras dibuat Sean Rooney di menit 25. Sayang, Rooney terlambat sepersekian detik untuk menyongong bola di mulut gawang. Bola meluncur ke pelukan Markus.
Terlalu asik menyerang justru melahirkan petaka bagi tuan rumah. PSMS yang lebih banyak menunggu dan sesekali memanfaatkan serangan balik berhasil membuat publik tuan rumah terdiam di masa injury time.
Berawal dari sebuah skema serangan balik, Ari berhasil melewati hadangan Khoirul Mashuda sebelum menjebol gawang Deltras. Alhasil skor 0-1 untuk keunggulan PSMS bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Deltras tetap memegang kendali permainan. Sedangkan PSMS tetap menerapkan permainan disiplin cenderung keras. Hasilnya beberapa serangan yang coba dibangun Deltras selalu berujung kegagagalan.
Bahkan Deltras gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah sang pencetak gol PSMS, Ari Supriyatna dikeluarkan wasit di menit 61 setelah mengantongi kartu kuning kedua. Alhasil, hingga pertandingan usai skor 0-1 untuk keunggulan PSMS tak berubah. (vivanews)
Saturday, March 3, 2012
Laga Tandang Terakhir PSMS Medan IPL
PSMS Medan IPL bakal menutup laga tandang putaran pertama dengan menjajal Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Sabtu (11/3) mendatang. Skuad Ayam Kinantan wajib mempersiapkan tim lebih keras kalau tidak ingin kembali tergelincir.
Pasalnya, Persijap saat ini bukanlah tim yang seperti di awal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) lalu. Sempat terpuruk di awal, kini, aura positif tengah menyelimuti tim besutan Agus Yuwono tersebut. Kesuksesan membekuk tim kuat seperti Semen Padang 1-0 Minggu (19/2) lalu menjadi pembuktian. Jose Sebastian Vasquez dkk telah bermetamorfosis lebih baik, begitu juga ketika menahan imbang Arema Indonesia 2-2 Minggu (26/2) lalu menahbiskan tim ini lebih baik.
Playmaker Persijap Jose Sebastian Vasquez yang dikonfirmasi kemarin mengakui, kurang maksimalnya performa tim berjuluk Laskar Kalinyamat di awal musim IPL 2011/2012 terjadi lantaran kehadiran pemain baru yang membut pola permainan belum padu. “Kehadiran beberapa pemain baru di tim ini membuat tim masih kurang beradaptasi.Tapi sekarang, Persijap sudah bisa berjalan baik,” ungkap pemain berpaspor Argentina tersebut,” ujarnya.
Sementara PSMS Medan, posisi juru kunci klasemen sementara IPL yang menyertainya tidak lantas membuat peluang skuad besutan Fabio Lopez tersebut menipis saat bentrok kontra Persijap. Mampu menahan imbang tim papan atas Persiba Bantul di kandang lawan juga menjadikan tim Ayam Kinantan merupakan momok bagi tim-tim besar. Itu juga yang membuat Jose Sebastian mengaku, Persijap tidak bisa menganggap remeh PSMS.
“Saya lihat semua tim sama. Kami enggak berpikir menghadapi satu tim dengan tim lainny itu berbeda. Sama siapapun lawannya, Persijap harus menang untuk menjaga posisinya,” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Pasalnya, Persijap saat ini bukanlah tim yang seperti di awal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) lalu. Sempat terpuruk di awal, kini, aura positif tengah menyelimuti tim besutan Agus Yuwono tersebut. Kesuksesan membekuk tim kuat seperti Semen Padang 1-0 Minggu (19/2) lalu menjadi pembuktian. Jose Sebastian Vasquez dkk telah bermetamorfosis lebih baik, begitu juga ketika menahan imbang Arema Indonesia 2-2 Minggu (26/2) lalu menahbiskan tim ini lebih baik.
Playmaker Persijap Jose Sebastian Vasquez yang dikonfirmasi kemarin mengakui, kurang maksimalnya performa tim berjuluk Laskar Kalinyamat di awal musim IPL 2011/2012 terjadi lantaran kehadiran pemain baru yang membut pola permainan belum padu. “Kehadiran beberapa pemain baru di tim ini membuat tim masih kurang beradaptasi.Tapi sekarang, Persijap sudah bisa berjalan baik,” ungkap pemain berpaspor Argentina tersebut,” ujarnya.
Sementara PSMS Medan, posisi juru kunci klasemen sementara IPL yang menyertainya tidak lantas membuat peluang skuad besutan Fabio Lopez tersebut menipis saat bentrok kontra Persijap. Mampu menahan imbang tim papan atas Persiba Bantul di kandang lawan juga menjadikan tim Ayam Kinantan merupakan momok bagi tim-tim besar. Itu juga yang membuat Jose Sebastian mengaku, Persijap tidak bisa menganggap remeh PSMS.
“Saya lihat semua tim sama. Kami enggak berpikir menghadapi satu tim dengan tim lainny itu berbeda. Sama siapapun lawannya, Persijap harus menang untuk menjaga posisinya,” ungkap mantan pemain PSMS Medan tersebut.
Friday, March 2, 2012
Deltras Vs PSMS Medan – Terganggu Motivasi Pemain
Manajemen Deltras Sidoarjo sedang pusing menyambut laga home lanjutan kompetisi Liga Indonesia (ISL) menghadapi PSMS Medan. Kondisi tim yang tidak lengkap dan posisi klasemen sementara yang berada di papan bawah membuat manajemen harus memompa motivasi tim berjuluk The Lobster ini.
Situasi Mijo Dadic dan kawan-kawan saat ini kurang bagus. Mental bertanding skuad Deltras sedang drop akibat prestasi yang digapai pada kompetisi ini terpuruk. Apalagi Deltras juga baru saja menuai hasil buruk dari lima laga away yang selalu menelan kekalahan.
“Mental pemain sedang drop. Butuh pemulihan supaya pemain bisa kembali bersemangat menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut Yudha Pratama, manajer Deltras, Selasa (28/2/2012).
Dia mengakui mental pemainnya sedang terganggu dan menurun. Untuk memulihkan mental pemain, tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan pada dua laga home, satu diantaranya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012) nanti.
Pada dua laga tersebut, The Lobster butuh perjuangan dan kerja ekstra. Maklum, beberapa pemain pilarnya terkena akumulasi kartu dan cedera. Fakhrudin dan Walter Bruezela dipastikan absen saat meladeni PSMS Medan.
Kemudian Deltras juga tidak bisa menggunakan jasa Budi Sudarsono, Purwaka Yudi dan Shin Hyun Joon. Ketiga pemain tersebut mengalami cedera. “Kami tidak bisa turun full team, tapi dua pertandingan home harus diambil semua. Kami harus mampu menyapu bersih saat menghadapi PSMS dan PSAP Sigli,” tegas Yudha.
Sebagai tuan rumah, Yudha merasa yakin terhadap kemampuan Mijo Dadic dan rekan-rekannya. Sehingga poin maksimal bakal bisa direbut saat tampil di depan publik Sidoarjo.
Optimisme juga dirasakan Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. Ia yakin skuad polesannya bisa tampil baik sekaligus meraih kemenangan saat menjamu PSMS Medan. “Kami memang tidak tampil full tim, tapi kemenangan harus diraih. Beberapa pemain cedera dan akumulasi kartu, bukan jadi halangan,” ucap Jorg Peter.
Saat ini Deltras Sidoarjo terpuruk pada posisi ke-16 klasemen sementara. Dari 13 laga yang sudah dijalaninya, Mijo Dadic dkk baru meraup 11 angka. Posisinya masih lebih baik dibanding Arema Indonesia dan Persiram Raja Ampat, keduanya menempati posisi 17 dan 18.
Situasi Mijo Dadic dan kawan-kawan saat ini kurang bagus. Mental bertanding skuad Deltras sedang drop akibat prestasi yang digapai pada kompetisi ini terpuruk. Apalagi Deltras juga baru saja menuai hasil buruk dari lima laga away yang selalu menelan kekalahan.
“Mental pemain sedang drop. Butuh pemulihan supaya pemain bisa kembali bersemangat menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut Yudha Pratama, manajer Deltras, Selasa (28/2/2012).
Dia mengakui mental pemainnya sedang terganggu dan menurun. Untuk memulihkan mental pemain, tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan pada dua laga home, satu diantaranya menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012) nanti.
Pada dua laga tersebut, The Lobster butuh perjuangan dan kerja ekstra. Maklum, beberapa pemain pilarnya terkena akumulasi kartu dan cedera. Fakhrudin dan Walter Bruezela dipastikan absen saat meladeni PSMS Medan.
Kemudian Deltras juga tidak bisa menggunakan jasa Budi Sudarsono, Purwaka Yudi dan Shin Hyun Joon. Ketiga pemain tersebut mengalami cedera. “Kami tidak bisa turun full team, tapi dua pertandingan home harus diambil semua. Kami harus mampu menyapu bersih saat menghadapi PSMS dan PSAP Sigli,” tegas Yudha.
Sebagai tuan rumah, Yudha merasa yakin terhadap kemampuan Mijo Dadic dan rekan-rekannya. Sehingga poin maksimal bakal bisa direbut saat tampil di depan publik Sidoarjo.
Optimisme juga dirasakan Pelatih Deltras, Jorg Peter Steinebrunner. Ia yakin skuad polesannya bisa tampil baik sekaligus meraih kemenangan saat menjamu PSMS Medan. “Kami memang tidak tampil full tim, tapi kemenangan harus diraih. Beberapa pemain cedera dan akumulasi kartu, bukan jadi halangan,” ucap Jorg Peter.
Saat ini Deltras Sidoarjo terpuruk pada posisi ke-16 klasemen sementara. Dari 13 laga yang sudah dijalaninya, Mijo Dadic dkk baru meraup 11 angka. Posisinya masih lebih baik dibanding Arema Indonesia dan Persiram Raja Ampat, keduanya menempati posisi 17 dan 18.
Friday, February 24, 2012
PSMS IPL Bidik Gelandang Dan Striker
Krisis kemenangan yang melanda PSMS Medan pada putaran pertama Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 diharapkan segera berakhir. Lini tengah menjadi lini paling krusial untuk segera dibenahi.
Kurang tajamnya lini depan Ayam Kinantan disebutkan terjadi karena lini tengah yang kurang memberikan kontribusi memadai.“Kami belum punya sosok pemain tengah yang berani fight, punya mobilitas tinggi dengan visi bermain bagus untuk tandem Ahn Hyoyeon (gelandang asal Korea Selatan),” tutur Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez. Kondisi itu pula yang menjadikan harapan mendapatkan pemain di lini tengah sangat didambakan PSMS.
Beberapa nama masuk daftar incaran. Salah satunya gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar.“Ya,memang saya sudah ada dihubungi manajemen PSMS dengan harapan bisa bergabung,tapi saya belum memberikan jawaban,”ujar Donny,yang dikonfirmasi kemarin. Menurut Donny,dia memang berharap bisa memperkuat PSMS.Namun,lantaran PSIS masih sibuk berkutat di Divisi Utama,membuat dia ingin fokus dan belum memberikan jawaban.
Selain Donny,ada pula pemain tengah yang merupakan putra daerah Medan, Legimin Rahardjo yang menjadi bagian dari Arema FC.Kisruh di Arema berdampak pada posisinya dan saat ini,dia tidak memiliki klub.Manajemen PSMS pun tengah melakukan pembicaraan dengan pemain yang lama bermain untuk di Medan tersebut. Kalah dalam penguasaan bola di lini tengah,PSMS sering gagal memaksimalkan serangan yang dibangun.
Ketiadaan pemain tengah bertipikal petarung itu pula yang membuat asupan bola ke lini depan dinilai kurang,kendati PSMS memiliki striker jangkung yang unggul penguasaan bola atas seperti Julio Cesar Alcorse. Fabio menekankan,pemain baru yang terpilih masuk pada putaran kedua mendatang haruslah pemain yang kualitasnya di atas pemain yang ada saat ini.“Harus lebih bagus dari yang sekarang, kalau sama,tidak ada yang berubah,” papar pelatih 38 tahun itu.
Selain lini tengah,menurut Fabio, lini depan Ayam Kinantan juga harus ditambah agar lebih gampang saat harus merotasi pemain.Untuk lini belakang, juga tetap ada ruang untuk pemain baru, terutama pemain yang bisa berposisi di kedua sayap belakang PSMS Medan. “Kami juga butuh pemain depan yang bagus agar memudahkan ketika ada rotasi,”ungkap mantan pemandu bakat klub liga Italia Serie A seperti Fiorentina dan Atalanta FC tersebut.
PSMS akan merampungkan rencana penambahan pemain baru setelah tim kembali ke Medan seusai tur di tiga laga kandang.“Semua akan dirembukkan dulu antara manajemen dan pelatih.Ada beberapa pemain yang sudah kami hubungi,tapi untuk kepastiannya, harus didiskusikan dulu,”ucap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat. Hanya saja untuk mendapatkan pemain berkualitas memang tidak mudah.
Selain kompetisi baru berjalan setengah jalan, stok pemain dengan kualitas di atas ratarata juga sangat sedikit.Paling mungkin adalah merombak komposisi pemain asing,karena logikanya stok legiun impor lebih banyak dibanding pemain lokal.
Kurang tajamnya lini depan Ayam Kinantan disebutkan terjadi karena lini tengah yang kurang memberikan kontribusi memadai.“Kami belum punya sosok pemain tengah yang berani fight, punya mobilitas tinggi dengan visi bermain bagus untuk tandem Ahn Hyoyeon (gelandang asal Korea Selatan),” tutur Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez. Kondisi itu pula yang menjadikan harapan mendapatkan pemain di lini tengah sangat didambakan PSMS.
Beberapa nama masuk daftar incaran. Salah satunya gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar.“Ya,memang saya sudah ada dihubungi manajemen PSMS dengan harapan bisa bergabung,tapi saya belum memberikan jawaban,”ujar Donny,yang dikonfirmasi kemarin. Menurut Donny,dia memang berharap bisa memperkuat PSMS.Namun,lantaran PSIS masih sibuk berkutat di Divisi Utama,membuat dia ingin fokus dan belum memberikan jawaban.
Selain Donny,ada pula pemain tengah yang merupakan putra daerah Medan, Legimin Rahardjo yang menjadi bagian dari Arema FC.Kisruh di Arema berdampak pada posisinya dan saat ini,dia tidak memiliki klub.Manajemen PSMS pun tengah melakukan pembicaraan dengan pemain yang lama bermain untuk di Medan tersebut. Kalah dalam penguasaan bola di lini tengah,PSMS sering gagal memaksimalkan serangan yang dibangun.
Ketiadaan pemain tengah bertipikal petarung itu pula yang membuat asupan bola ke lini depan dinilai kurang,kendati PSMS memiliki striker jangkung yang unggul penguasaan bola atas seperti Julio Cesar Alcorse. Fabio menekankan,pemain baru yang terpilih masuk pada putaran kedua mendatang haruslah pemain yang kualitasnya di atas pemain yang ada saat ini.“Harus lebih bagus dari yang sekarang, kalau sama,tidak ada yang berubah,” papar pelatih 38 tahun itu.
Selain lini tengah,menurut Fabio, lini depan Ayam Kinantan juga harus ditambah agar lebih gampang saat harus merotasi pemain.Untuk lini belakang, juga tetap ada ruang untuk pemain baru, terutama pemain yang bisa berposisi di kedua sayap belakang PSMS Medan. “Kami juga butuh pemain depan yang bagus agar memudahkan ketika ada rotasi,”ungkap mantan pemandu bakat klub liga Italia Serie A seperti Fiorentina dan Atalanta FC tersebut.
PSMS akan merampungkan rencana penambahan pemain baru setelah tim kembali ke Medan seusai tur di tiga laga kandang.“Semua akan dirembukkan dulu antara manajemen dan pelatih.Ada beberapa pemain yang sudah kami hubungi,tapi untuk kepastiannya, harus didiskusikan dulu,”ucap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat. Hanya saja untuk mendapatkan pemain berkualitas memang tidak mudah.
Selain kompetisi baru berjalan setengah jalan, stok pemain dengan kualitas di atas ratarata juga sangat sedikit.Paling mungkin adalah merombak komposisi pemain asing,karena logikanya stok legiun impor lebih banyak dibanding pemain lokal.
Friday, February 17, 2012
Gol Tunggal Zulkarnain Menangkan PSMS Atas Persiram
PSMS Medan berhasil meraih angka penuh setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat 1-0 (0-0) pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012 di Stadion Teladan Medan, Kamis malam.
Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui tendangan Zulkarnain pada menit ke-52 dengan memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persiram yang dijaga kiper Wempi Obure.
Menerapkan formasi 4-4-2, tuan rumah lebih mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak tuan rumah Yosep Ostanika dan Osas Saha beberapa kali berhasil mengancam gawang Persiram.
Namun rapatnya barisan pertahanan Persiram yang dijaga Kubai Qudian, Sanun, dan Steven, berbagai peluang tersebut dapat dimentahkan. Bahkan, sesekali pemain-pemain tim tamu berhasil menekan dan menciptakan peluang.
Pemain muda PSMS, Yoseph Ostanika, cukup bermain baik malam ini. Beberapa kali dia berhasil menerobos jantung pertahanan Persiram, bahkan beberapa kali umpan matangnya juga cukup memanjakan Osas Saha.
Pada menit ke-34, pelatih PSMS menarik keluar Osas Saha dan menggantikannya dengan Choi Dong Soo. Masuknya pemain asal Korea Selatan tersebut semakin menambah daya gedor tuan rumah, apalagi Luis Pena acap kali membantu barisan depan.
Namun sayang, hingga peluit babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi, kedudukan tetap tidak berubah 0-0 untuk kedua tim. Memasuki babak kedua, serangan tuan rumah semakin gencar, pada menit ke-49 Alamsyah nyaris membuat timnya unggul melalui tendangan lambung. Namun, kiper Persiram Wempi Obura berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui tendangan keras Zukarnain dengan memanfaatkan bola liar. Hanya berselang satu menit kemudian, Persiram nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan Benson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai pemain asal Liberia tersebut melakukan pelanggaran kepada Markus.
Hingga pertandingan usai, kedudukan 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah. Usai pertandingan, Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup menarik,permainan yang diperagakan kedua tim juga cukup baik.
Namun, dia menyayangkan dianulirnya gol Benson karena menurut dia itu bukanlah pelanggaran. “Saya tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan Benson. Tapi wasit melihat lain, mau protes juga tidak ada gunanya,” katanya.
Asisten Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Apalagi memang sejak awal dia telah menginstruksikan anak-anak asuhnya agar bermain lepas. “Meski demikian, secara menyeluruh masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,” katanya. (antara)
Satu-satunya gol tuan rumah tercipta melalui tendangan Zulkarnain pada menit ke-52 dengan memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persiram yang dijaga kiper Wempi Obure.
Menerapkan formasi 4-4-2, tuan rumah lebih mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak tuan rumah Yosep Ostanika dan Osas Saha beberapa kali berhasil mengancam gawang Persiram.
Namun rapatnya barisan pertahanan Persiram yang dijaga Kubai Qudian, Sanun, dan Steven, berbagai peluang tersebut dapat dimentahkan. Bahkan, sesekali pemain-pemain tim tamu berhasil menekan dan menciptakan peluang.
Pemain muda PSMS, Yoseph Ostanika, cukup bermain baik malam ini. Beberapa kali dia berhasil menerobos jantung pertahanan Persiram, bahkan beberapa kali umpan matangnya juga cukup memanjakan Osas Saha.
Pada menit ke-34, pelatih PSMS menarik keluar Osas Saha dan menggantikannya dengan Choi Dong Soo. Masuknya pemain asal Korea Selatan tersebut semakin menambah daya gedor tuan rumah, apalagi Luis Pena acap kali membantu barisan depan.
Namun sayang, hingga peluit babak pertama ditiup wasit Jumadi Effendi, kedudukan tetap tidak berubah 0-0 untuk kedua tim. Memasuki babak kedua, serangan tuan rumah semakin gencar, pada menit ke-49 Alamsyah nyaris membuat timnya unggul melalui tendangan lambung. Namun, kiper Persiram Wempi Obura berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Upaya tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui tendangan keras Zukarnain dengan memanfaatkan bola liar. Hanya berselang satu menit kemudian, Persiram nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan Benson. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai pemain asal Liberia tersebut melakukan pelanggaran kepada Markus.
Hingga pertandingan usai, kedudukan 1-0 tetap tidak berubah untuk kemenangan tuan rumah. Usai pertandingan, Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup menarik,permainan yang diperagakan kedua tim juga cukup baik.
Namun, dia menyayangkan dianulirnya gol Benson karena menurut dia itu bukanlah pelanggaran. “Saya tidak melihat ada pelanggaran yang dilakukan Benson. Tapi wasit melihat lain, mau protes juga tidak ada gunanya,” katanya.
Asisten Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Apalagi memang sejak awal dia telah menginstruksikan anak-anak asuhnya agar bermain lepas. “Meski demikian, secara menyeluruh masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki,” katanya. (antara)
Saturday, February 11, 2012
Ujian Saha di Kuta Asan
MEDAN - Dalam laga melawan Persiba Balikpapan di Stadion Teladan Medan, Senin (6/2) lalu, umpan terukur In Kyun Oh berujung pada sontekan lemah Osas Saha ke sudut kanan gawang Made Wirawan.
Itu merupakan gol ketiga PSMS ke gawang tim Beruang Madu dalam laga yang berakhir dengan kemenangan PSMS 4-1 pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini. Catatan lain, gol itu menjadi pertama bagi Saha di hadapan publik pecinta Ayam Kinantan.
Usai mencetak gol, Saha pun terlihat sangat emosional saat selebrasi perayaan golnya. Ia langsung berlari sembari melompat ke pinggir lapangan menepuk dada dan berteriak. Bagi Saha, gol itu juga koleksi ketiganya musim ini.
Belakangan Saha memang menuai kritikan tajam terhadap produktivitas golnya saat berkostum PSMS. Hanya dua gol (sebelum kontra Persiba-red) dari delapan laga tentu bukan rekor bagus untuk seorang striker yang kerap menjadi pilihan utama. Karena itu selebrasi itu memaknai kelegaannya.
Namun Saha belum pantas jumawa. Laga kontra PSAP Sigli Sabtu ini di Stadion Kuta Asan Sigli akan menjadi pembuktian Saha. Musim lalu, ia pernah sangat produktif saat memperkuat PSAP.
Catatan 29 golnya membuatnya nangkring di daftar pencetak gol kedua terbanyak setelah Fortune Udo. Kali ini, PSMS mengharapkan Saha melakukan hal yang sama. Lalu siapkah Saha menjawab tantangan itu?
“Nggak masalah friend, saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang lawan. Meski menghadapi PSAP, saya tahu orang di sini sportif, paling hanya bilang huuuu, itu biasalah,” kata Saha, Jumat.
Di kubu lawan, keberadaan Saha tak membuat tuan rumah menunjukkan sinyal gentar. Manajer PSAP, M Yasin Amin, mengatakan pihaknya sudah tahu cara membendung mantan bomber andalannya itu.
“Tak masalah, karena kita tahu Saha dulu kan mantan PSMS juga dan sekarang mantan pemain PSAP dan kita kebetulan tahu kelicikan dia di lapangan,” tandasnya.
Di sisi lain, ia berharap di tangan arsitek baru, Jhoni Effendi, skuadnya akan meraih tiga angka.
“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kita, tidak ada istilah lawan bisa menang di sini,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Umum PSAP ini.
Itu merupakan gol ketiga PSMS ke gawang tim Beruang Madu dalam laga yang berakhir dengan kemenangan PSMS 4-1 pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) musim ini. Catatan lain, gol itu menjadi pertama bagi Saha di hadapan publik pecinta Ayam Kinantan.
Usai mencetak gol, Saha pun terlihat sangat emosional saat selebrasi perayaan golnya. Ia langsung berlari sembari melompat ke pinggir lapangan menepuk dada dan berteriak. Bagi Saha, gol itu juga koleksi ketiganya musim ini.
Belakangan Saha memang menuai kritikan tajam terhadap produktivitas golnya saat berkostum PSMS. Hanya dua gol (sebelum kontra Persiba-red) dari delapan laga tentu bukan rekor bagus untuk seorang striker yang kerap menjadi pilihan utama. Karena itu selebrasi itu memaknai kelegaannya.
Namun Saha belum pantas jumawa. Laga kontra PSAP Sigli Sabtu ini di Stadion Kuta Asan Sigli akan menjadi pembuktian Saha. Musim lalu, ia pernah sangat produktif saat memperkuat PSAP.
Catatan 29 golnya membuatnya nangkring di daftar pencetak gol kedua terbanyak setelah Fortune Udo. Kali ini, PSMS mengharapkan Saha melakukan hal yang sama. Lalu siapkah Saha menjawab tantangan itu?
“Nggak masalah friend, saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang lawan. Meski menghadapi PSAP, saya tahu orang di sini sportif, paling hanya bilang huuuu, itu biasalah,” kata Saha, Jumat.
Di kubu lawan, keberadaan Saha tak membuat tuan rumah menunjukkan sinyal gentar. Manajer PSAP, M Yasin Amin, mengatakan pihaknya sudah tahu cara membendung mantan bomber andalannya itu.
“Tak masalah, karena kita tahu Saha dulu kan mantan PSMS juga dan sekarang mantan pemain PSAP dan kita kebetulan tahu kelicikan dia di lapangan,” tandasnya.
Di sisi lain, ia berharap di tangan arsitek baru, Jhoni Effendi, skuadnya akan meraih tiga angka.
“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kita, tidak ada istilah lawan bisa menang di sini,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Umum PSAP ini.
Thursday, February 9, 2012
Indonesian Premier League Petar Senang Laga PSM v PSMS Mundur
Kesebelasan PSM Makassar, kendati tidak mengetahui persis alasan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) mengundurkan laga kandangnya di Stadion Mattoanging versus PSMS Medan, mengaku sudah dapat untung dari penundaan pertandingan. Sedianya laga PSM vs PSMS dijadwalkan Sabtu (11/2/2012), tapi mundur jadinya Senin (13/2/2012).
Kepada wartawan, pelatih PSM Petar Segrt menyatakan, tidak mempersoalkan pengunduran pertandingan tersebut dan menilai revisi jadwal kompetisi merupakan suatu hal biasa dalam dunia sepakbola.
“Kami punya waktu lebih lama untuk mempersiapkan tim. Jadi cukup menguntungkan juga bagi PSM,” kata Petar saat dimintai komentar, Selasa (7/2/2012).
Dengan mundurnya pertandingan, kondisi tim yang lebih siap, maka, kata Petar, para pemainnya diharapkan bisa tampil lebih maksimal untuk unjuk kebolehan di lapangan saat ditampilkan.
"Apalagi, ada beberapa pemain masih mengalami kendala kebugaran usai tur melelahkan di Bontang," sambung Segrt.
Segrt melanjutkan, hikmah dari molornya jadwal laga keenam PSM dalam panggung kompetisi IPL 2011-12 itupun dapat merentangkan jangka waktu yang lebih lama bagi penjaga gawang utama Denny Marcel buat memulihkan cederanya. Kiper senior itu diketahui mengalami cedera engkel saat Juku Eja melawat ke kandang Bontang FC, akhir pekan lalu.
“Penundaan pertandingan ini bisa memulihkan kondisi pemain, termasuk cedera Denny,” pungkas mantan pelatih Bali Devata FC Gianyar. (Arpan
Kepada wartawan, pelatih PSM Petar Segrt menyatakan, tidak mempersoalkan pengunduran pertandingan tersebut dan menilai revisi jadwal kompetisi merupakan suatu hal biasa dalam dunia sepakbola.
“Kami punya waktu lebih lama untuk mempersiapkan tim. Jadi cukup menguntungkan juga bagi PSM,” kata Petar saat dimintai komentar, Selasa (7/2/2012).
Dengan mundurnya pertandingan, kondisi tim yang lebih siap, maka, kata Petar, para pemainnya diharapkan bisa tampil lebih maksimal untuk unjuk kebolehan di lapangan saat ditampilkan.
"Apalagi, ada beberapa pemain masih mengalami kendala kebugaran usai tur melelahkan di Bontang," sambung Segrt.
Segrt melanjutkan, hikmah dari molornya jadwal laga keenam PSM dalam panggung kompetisi IPL 2011-12 itupun dapat merentangkan jangka waktu yang lebih lama bagi penjaga gawang utama Denny Marcel buat memulihkan cederanya. Kiper senior itu diketahui mengalami cedera engkel saat Juku Eja melawat ke kandang Bontang FC, akhir pekan lalu.
“Penundaan pertandingan ini bisa memulihkan kondisi pemain, termasuk cedera Denny,” pungkas mantan pelatih Bali Devata FC Gianyar. (Arpan
Tanpa dukungan, PSMS janji tidak cengeng
MEDAN - Kendati PSMS Medan tampil tidak dengan dukungan penuh dari fansnya, Zulkarnaen cs tidak cengeng dan tetap menegaskan akan tampil maksimal melawan PSAP Sigli dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Kuta Asan, Sabtu (11/2) nanti.
Asisten Pelatih PSMS, Roekinoi, menilai duel ini adalah laga berat bagi Ayam Kinantan mengingat PSAP merupakan tim jago kandang. Namun Roekinoi mengaku kondisi demikian bukan berarti skuadnya tertutup untuk meraih poin.
Tentunya, dukungan bagi Ayam Kinantan dari fans fanatiknya khususnya SMeCK Hooligan bakal berkurang drastis dibanding tampil di Stadion Teladan. Tetapi Roekinoi bersama Suharto dan Sugiar tetap menginginkan anak-anak asuhnya tidak cengeng dan siap main dalam kondisi apapun.
"Kita akan lebih hepi kalau main di kandang karena pastinya mendapat dukungan penuh dari penonton, seperti saat mengalahkan Persiba Balikpapan, Senin (6/2) lalu. Tapi, saya minta anak-anak untuk tidak terlalu tergantung," tuturnya di Medan, Rabu.
"Saya minta anak-anak agar tampil seperti prajurit yang selalu siap dalam keadaan apapun dan kapanpun. Saya mau pemain siap main," katanya seraya mengingatkan Markus Horison cs mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya nanti.
Kinoi, sapaan akrabnya, juga menuturkan dirinya tidak khawatir dengan mental bertanding pemain jelang laga kontra PSAP. Hal itu disebabkan pemainnya memiliki disiplin dan semangat baja tanpa kenal menyerah.
"Selain itu, PSMS juga punya trend bagus sekalipun main di luar Kota Medan. Mudah-mudahan saja tidak akan ada masalah di pertandingan nanti," harap Kinoi.
Dipimpin Manajer Tim Benny Tomasoa, rombongan PSMS direncanakan bertolak ke Sigli pada Kamis ini melalui Bandara Polonia. Setibanya di Banda Aceh, rombongan akan menempuh jalan darat ke Sigli.
Pada laga tandang ini, Ayam Kinantan berkekuatan 16 pemain yang terdiri atas Markus Horison, Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Rahmad, Novi Handriawan, Ledy Utomo, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Zainal Anwar, Luis Pena, In Kyun Oh, Zulkarnaen, Osas Saha, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, Alamsyah Nasution, dan Choi Dong Soo.
Asisten Pelatih PSMS, Roekinoi, menilai duel ini adalah laga berat bagi Ayam Kinantan mengingat PSAP merupakan tim jago kandang. Namun Roekinoi mengaku kondisi demikian bukan berarti skuadnya tertutup untuk meraih poin.
Tentunya, dukungan bagi Ayam Kinantan dari fans fanatiknya khususnya SMeCK Hooligan bakal berkurang drastis dibanding tampil di Stadion Teladan. Tetapi Roekinoi bersama Suharto dan Sugiar tetap menginginkan anak-anak asuhnya tidak cengeng dan siap main dalam kondisi apapun.
"Kita akan lebih hepi kalau main di kandang karena pastinya mendapat dukungan penuh dari penonton, seperti saat mengalahkan Persiba Balikpapan, Senin (6/2) lalu. Tapi, saya minta anak-anak untuk tidak terlalu tergantung," tuturnya di Medan, Rabu.
"Saya minta anak-anak agar tampil seperti prajurit yang selalu siap dalam keadaan apapun dan kapanpun. Saya mau pemain siap main," katanya seraya mengingatkan Markus Horison cs mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya nanti.
Kinoi, sapaan akrabnya, juga menuturkan dirinya tidak khawatir dengan mental bertanding pemain jelang laga kontra PSAP. Hal itu disebabkan pemainnya memiliki disiplin dan semangat baja tanpa kenal menyerah.
"Selain itu, PSMS juga punya trend bagus sekalipun main di luar Kota Medan. Mudah-mudahan saja tidak akan ada masalah di pertandingan nanti," harap Kinoi.
Dipimpin Manajer Tim Benny Tomasoa, rombongan PSMS direncanakan bertolak ke Sigli pada Kamis ini melalui Bandara Polonia. Setibanya di Banda Aceh, rombongan akan menempuh jalan darat ke Sigli.
Pada laga tandang ini, Ayam Kinantan berkekuatan 16 pemain yang terdiri atas Markus Horison, Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Rahmad, Novi Handriawan, Ledy Utomo, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Zainal Anwar, Luis Pena, In Kyun Oh, Zulkarnaen, Osas Saha, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika, Alamsyah Nasution, dan Choi Dong Soo.
Wednesday, February 8, 2012
Suharto berlakukan rotasi pemain
MEDAN - Pemandangan berbeda terlihat pada laga kesembilan PSMS di arena Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Beberapa pemain yang sebelumnya jarang atau sama sekali tidak mendapat kesempatan berlaga dipercaya tampil.
Contoh saja Alamsyah, Denny Rumba, Antony, dan Yoseph Ostanika. Bahkan rata-rata memperlihatkan penampilan apik dan membuat perbedaan dalam tim. Namun bukan berarti the winning team yang membawa PSMS menekuk Persiba 4-1 itu lantas menjadi line up baku di laga-laga berikutnya.
Menurut caretaker PSMS, Suharto ia akan memberlakukan rotasi pemain di setiap laga. Semua itu, katanya, tergantung kepada kesiapan pemain.
“Kita bakal terus melakukan rotasi pemain menghadapi sejumlah pertandingan. Dan ini membutuhkan kesiapan pemain. Kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) pemain sebelum bertanding. Yang paling siap, dia yang kita turunkan,” ungkap Suharto baru-baru ini.
Mengenai pemain muda PSMS yang diturunkan Suharto pada laga bentrok Persiba, yakni M Antoni dan Yoseph Nico Ostanika, ia juga berpendapat sama.
“Semua pemain mendapat kesempatan bertanding. Tentu sebelumnya kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi pemain tersebut,” tuturnya.
Menurut pelatih berkepala plontos ini, rotasi pemain penting untuk menimbulkan persaingan yang sehat dalam skuad. Artinya, pemain akan berlomba menunjukkan performa terbaik di setiap laga maupun latihan untuk mendapat kesempatan berada di starting line up.
“Ini untuk menimbulkan rasa persaingan sehat dalam skuad. Siapa yang menunjukkan performa terbaik dalam serangkaian sesi latihan jelang pertandingan, bukan mustahil bakal diturunkan untuk bertanding,” kata Suharto.
Selain memperhatikan kondisi pemain, line up yang diusung juga melihat kondisi calon lawan. Suharto menambahkan itu artinya tergantung kondisi lawan juga dan dicocokkan dengan karakter masing-masing pemain.
Contoh saja Alamsyah, Denny Rumba, Antony, dan Yoseph Ostanika. Bahkan rata-rata memperlihatkan penampilan apik dan membuat perbedaan dalam tim. Namun bukan berarti the winning team yang membawa PSMS menekuk Persiba 4-1 itu lantas menjadi line up baku di laga-laga berikutnya.
Menurut caretaker PSMS, Suharto ia akan memberlakukan rotasi pemain di setiap laga. Semua itu, katanya, tergantung kepada kesiapan pemain.
“Kita bakal terus melakukan rotasi pemain menghadapi sejumlah pertandingan. Dan ini membutuhkan kesiapan pemain. Kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi (sikon) pemain sebelum bertanding. Yang paling siap, dia yang kita turunkan,” ungkap Suharto baru-baru ini.
Mengenai pemain muda PSMS yang diturunkan Suharto pada laga bentrok Persiba, yakni M Antoni dan Yoseph Nico Ostanika, ia juga berpendapat sama.
“Semua pemain mendapat kesempatan bertanding. Tentu sebelumnya kita tetap memperhatikan situasi dan kondisi pemain tersebut,” tuturnya.
Menurut pelatih berkepala plontos ini, rotasi pemain penting untuk menimbulkan persaingan yang sehat dalam skuad. Artinya, pemain akan berlomba menunjukkan performa terbaik di setiap laga maupun latihan untuk mendapat kesempatan berada di starting line up.
“Ini untuk menimbulkan rasa persaingan sehat dalam skuad. Siapa yang menunjukkan performa terbaik dalam serangkaian sesi latihan jelang pertandingan, bukan mustahil bakal diturunkan untuk bertanding,” kata Suharto.
Selain memperhatikan kondisi pemain, line up yang diusung juga melihat kondisi calon lawan. Suharto menambahkan itu artinya tergantung kondisi lawan juga dan dicocokkan dengan karakter masing-masing pemain.
Jadwal PSMS IPL mundur lagi
MEDAN - PSMS Medan kembali harus menerima pengunduran jadwal dari Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Yang dimaksud jadwal PSMS kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata Makassar yang mundur menjadi Senin (13/2) nanti.
Hal itu dikarenakan bentrok kedua tim yang dikenal dengan permainan keras itu mendapat jadwal tayang di televisi. Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS, Tini Indriyani, membenarkan kemungkinan tersebut.
“Iya bisa saja seperti itu, tapi nanti ditunggu saja. Jika ada perubahan, kami akan sampaikan ke klub,” tulisnya melalui pesan singkat malam ini.
Memang pemunduran jadwal ini belum resmi. Pasalnya PT LPIS belum mengeluarkan surat resmi mundurnya jadwal laga tersebut. Namun perubahan jadwal sudah diumumkan di situs resmi IPL.
Selain itu juga ada perubahan waktu bertanding dari siang ke malam hari. Pihak PSM meminta persetujuan PSMS Medan agar waktu pertandingan pekan ke-10 kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 mundur dari siang menjadi malam hari.
"Manajemen dihubungi pihak PSM tadi siang menanyakan apakah PSMS setuju jika pertandingan tersebut akan digelar malam hari," ujar Doli.
Permintaan perubahan waktu pertandingan bisa saja terjadi dengan berbagai alasan. Salah satunya harapan panitia akan mampu menjual tiket lebih banyak lantaran jam pertandingan bukan pada jam kerja.
Fabio Lopez, menyetujui perubahan jadwal tersebut, mengaku tidak memutuskan sendirian. Pelatih asal Italia tersebut sempat berdiskusi dengan beberapa pemain sebelum memberikan keputusan dan kabarnya Vagner Luis cs senada dengan pelatih.
“Pertimbangannya kalau siang hari di sana (Makassar-red) sangat menyengat dan mempengaruhi stamina. Lebih baik main malam hari," ucap Vagner Luis.
Hal itu dikarenakan bentrok kedua tim yang dikenal dengan permainan keras itu mendapat jadwal tayang di televisi. Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS, Tini Indriyani, membenarkan kemungkinan tersebut.
“Iya bisa saja seperti itu, tapi nanti ditunggu saja. Jika ada perubahan, kami akan sampaikan ke klub,” tulisnya melalui pesan singkat malam ini.
Memang pemunduran jadwal ini belum resmi. Pasalnya PT LPIS belum mengeluarkan surat resmi mundurnya jadwal laga tersebut. Namun perubahan jadwal sudah diumumkan di situs resmi IPL.
Selain itu juga ada perubahan waktu bertanding dari siang ke malam hari. Pihak PSM meminta persetujuan PSMS Medan agar waktu pertandingan pekan ke-10 kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 mundur dari siang menjadi malam hari.
"Manajemen dihubungi pihak PSM tadi siang menanyakan apakah PSMS setuju jika pertandingan tersebut akan digelar malam hari," ujar Doli.
Permintaan perubahan waktu pertandingan bisa saja terjadi dengan berbagai alasan. Salah satunya harapan panitia akan mampu menjual tiket lebih banyak lantaran jam pertandingan bukan pada jam kerja.
Fabio Lopez, menyetujui perubahan jadwal tersebut, mengaku tidak memutuskan sendirian. Pelatih asal Italia tersebut sempat berdiskusi dengan beberapa pemain sebelum memberikan keputusan dan kabarnya Vagner Luis cs senada dengan pelatih.
“Pertimbangannya kalau siang hari di sana (Makassar-red) sangat menyengat dan mempengaruhi stamina. Lebih baik main malam hari," ucap Vagner Luis.
Tuesday, February 7, 2012
Suharto memang lebih pantas
- Kemenangan kontra Persiba Balikpapan tadi malam terasa spesial bagi PSMS Medan. Bukan apa-apa, kondisi mental Markus Horison cs yang tengah terpuruk pasca-kekalahan kandang atas Gresik United yang berujung pemecatan Raja Isa dari kursi pelatih ternyata mampu diatasi.
Peran itu dengan sukses diemban Suharto yang kini ditugaskan sebagai arsitek tim sementara dibantu Roekinoy dan Sugiar. Beberapa perbedaan mencolok memang diterapkan Suharto dalam duel menjamu Persiba alias tim Beruang Madu.
Tentu saja perubahan skema permainan dengan dua penyerang yang diandalkan dalam pola 4-4-2. Formasi ini sudah akrab dengan pemain saat laga-laga pramusim. Untuk laga ini, Arie Priyatna menjadi opsi mendampingi Osas Saha di lini serang.
Seperti laga-laga sebelumnya, peran pengatur serangan tetap menjadi milik In Kyun Oh. Namun jika biasanya gelandang Korsel itu bekerja sendirian, kali ini permainan kolektif lini tengah terlihat apik. Luis Pena ikut mengambil peran begitu juga dengan Alamsyah Nasution yang membantu lini serang dan pertahanan, sedangkan Anton Samba tampil sebagai perusak.
Hasilnya, dominasi serangan PSMS terutama di 20 menit awal sukses membuat mental Persiba jatuh. In Kyun cs tampil lepas. Bahkan diakui Pelatih Persiba, Hariyadi, timnya tak mampu mengatasi tekanan PSMS.
“Kita terus berada dalam under pressure selama pertandingan dan mental anak-anak sudah down. Karena itu, banyak peluang yang tidak mampu diselesaikan dalam kondisi seperti itu,” kata Hariyadi dalam sesi temu pers.
Satu manuver lainnya adalah kesempatan yang diberikan kepada beberapa pemain muda yang sebelumya jarang tampil. Lihat saja Denny Rumba di pos wing kiri yang mendapat kesempatan tampil 90 menit. Selain itu, ada Antoni dan Yoseph Nico Ostanika.
Bahkan Antoni mampu membuat serangan PSMS lebih greget saat tampil di paruh kedua menggantikan Alamsyah. Satu umpan terukurnya pun nyaris berbuah gol andai saja Saha tidak gagal memanfaatkannya.
Poin plus juga ditujukan pada Nico, sapaan akrab Yoseph. Jika selama ini mantan striker Bintang Medan itu tak pernah memasuki line up Raja Isa, kali ini Nico membuktikan diri dengan gol penutup PSMS. Apiknya, ia melakukannya hanya semenit setelah memasuki lapangan.
“Kita memang sengaja memasukkan pemain-pemain muda yang kuat dalam sprint, seperti Antoni dan Nico. Juga ada Denny Rumba yang bagus saat menyerang. Kita tahu di situlah Persiba lemah,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy.
Ini tentu merupakan pembuktian Suharto. Apalagi ia sempat diragukan mengulang kesuksesannya musim lalu saat duduk sebagai pelatih kepala PSMS mengingat level kompetisi saat ini berbeda. So, teruskan Suharto!
Peran itu dengan sukses diemban Suharto yang kini ditugaskan sebagai arsitek tim sementara dibantu Roekinoy dan Sugiar. Beberapa perbedaan mencolok memang diterapkan Suharto dalam duel menjamu Persiba alias tim Beruang Madu.
Tentu saja perubahan skema permainan dengan dua penyerang yang diandalkan dalam pola 4-4-2. Formasi ini sudah akrab dengan pemain saat laga-laga pramusim. Untuk laga ini, Arie Priyatna menjadi opsi mendampingi Osas Saha di lini serang.
Seperti laga-laga sebelumnya, peran pengatur serangan tetap menjadi milik In Kyun Oh. Namun jika biasanya gelandang Korsel itu bekerja sendirian, kali ini permainan kolektif lini tengah terlihat apik. Luis Pena ikut mengambil peran begitu juga dengan Alamsyah Nasution yang membantu lini serang dan pertahanan, sedangkan Anton Samba tampil sebagai perusak.
Hasilnya, dominasi serangan PSMS terutama di 20 menit awal sukses membuat mental Persiba jatuh. In Kyun cs tampil lepas. Bahkan diakui Pelatih Persiba, Hariyadi, timnya tak mampu mengatasi tekanan PSMS.
“Kita terus berada dalam under pressure selama pertandingan dan mental anak-anak sudah down. Karena itu, banyak peluang yang tidak mampu diselesaikan dalam kondisi seperti itu,” kata Hariyadi dalam sesi temu pers.
Satu manuver lainnya adalah kesempatan yang diberikan kepada beberapa pemain muda yang sebelumya jarang tampil. Lihat saja Denny Rumba di pos wing kiri yang mendapat kesempatan tampil 90 menit. Selain itu, ada Antoni dan Yoseph Nico Ostanika.
Bahkan Antoni mampu membuat serangan PSMS lebih greget saat tampil di paruh kedua menggantikan Alamsyah. Satu umpan terukurnya pun nyaris berbuah gol andai saja Saha tidak gagal memanfaatkannya.
Poin plus juga ditujukan pada Nico, sapaan akrab Yoseph. Jika selama ini mantan striker Bintang Medan itu tak pernah memasuki line up Raja Isa, kali ini Nico membuktikan diri dengan gol penutup PSMS. Apiknya, ia melakukannya hanya semenit setelah memasuki lapangan.
“Kita memang sengaja memasukkan pemain-pemain muda yang kuat dalam sprint, seperti Antoni dan Nico. Juga ada Denny Rumba yang bagus saat menyerang. Kita tahu di situlah Persiba lemah,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy.
Ini tentu merupakan pembuktian Suharto. Apalagi ia sempat diragukan mengulang kesuksesannya musim lalu saat duduk sebagai pelatih kepala PSMS mengingat level kompetisi saat ini berbeda. So, teruskan Suharto!
Persiba jadi ujian Suharto
Pasca-kekalahan kandang atas Gresik United, PSMS Medan dalam ketegangan tinggi. Hasil buruk yang berujung pada terdepaknya Raja Isa dari kursi kepelatihan membuat Ayam Kinantan harus bekerja keras keluar dari kondisi itu.
Kepemimpinan tim pun dialihkan kepada Suharto, asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kepala kosong, Suharto berperan sebagai penanggungjawab strategi Ayam Kinantan. Dan ujian pertama langsung tiba menjalani peran barunya saat PSMS bentrok dengan Persiba Balikpapan malam ini di Stadion Teladan Medan.
Dua hari jelas waktu yang sangat singkat untuk merubah keadaan menjadi harapan banyak orang. Dalam hal ini kemenangan yang sudah sangat dirindukan publik Medan. Namun seperti biasa publik Medan tak mengenal pemakluman untuk laga kandang. Suharto pun menyadari itu. Karena itu dalam waktu teramat sempit ini ia memilih fokus atas tugas barunya.
"Saya akan melatih tim ini dengan cara saya. Saya siap menjalankan tugas baru ini. Apalagi laga dimainkan di Stadion Teladan. Unggul gol atau tidak, kami tak bisa berpuas diri dengan hasil seri," ujarnya.
"Jelas ada perubahan besar dari formasi sebelumnya. Persiba adalah tim yang hebat dengan daya serang yang konsisten. Tapi saya melihat formasi ini mampu meredam dominasi lawan," imbuhnya.
Sayangnya, tekad itu diganggu dengan absnnya tiga pemain karena sanksi larangan bermain. Zulkarnain dan Zainal Anwar terkena akumulasi sementara Choi Dong Soo dikenakan kartu merah pada laga kontra Gresik United. Suharto tampaknya akan memberi kepercayaan kepada Yoseph ‘Niko’ Ostanika atau Ari Supriatna.
"Riskan memang, apalagi saya harus melakukan perubahan filosofi secara perlahan. Masih harus direpotkan dengan absennya pemain. Meski begitu, masih ada Niko dan Arie untuk penyerang. Apalagi gelandang masih banyak. Saya akan beri kepercayaan pada mereka," katanya.
Di kubu lawan, Persiba juga dipusingkan dengan absennya striker andalan Aldo Baretto. "Ya, memang sangat disayangkan Aldo terpaksa tidak turun karena akumulasi kartu merah. Jadi formasi kita 3-5-2, kita berharap dua striker Shohei Matsunaga dan Eki,” ujar Asisten Pelatih Persiba, Sukliwon.
Kepemimpinan tim pun dialihkan kepada Suharto, asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kepala kosong, Suharto berperan sebagai penanggungjawab strategi Ayam Kinantan. Dan ujian pertama langsung tiba menjalani peran barunya saat PSMS bentrok dengan Persiba Balikpapan malam ini di Stadion Teladan Medan.
Dua hari jelas waktu yang sangat singkat untuk merubah keadaan menjadi harapan banyak orang. Dalam hal ini kemenangan yang sudah sangat dirindukan publik Medan. Namun seperti biasa publik Medan tak mengenal pemakluman untuk laga kandang. Suharto pun menyadari itu. Karena itu dalam waktu teramat sempit ini ia memilih fokus atas tugas barunya.
"Saya akan melatih tim ini dengan cara saya. Saya siap menjalankan tugas baru ini. Apalagi laga dimainkan di Stadion Teladan. Unggul gol atau tidak, kami tak bisa berpuas diri dengan hasil seri," ujarnya.
"Jelas ada perubahan besar dari formasi sebelumnya. Persiba adalah tim yang hebat dengan daya serang yang konsisten. Tapi saya melihat formasi ini mampu meredam dominasi lawan," imbuhnya.
Sayangnya, tekad itu diganggu dengan absnnya tiga pemain karena sanksi larangan bermain. Zulkarnain dan Zainal Anwar terkena akumulasi sementara Choi Dong Soo dikenakan kartu merah pada laga kontra Gresik United. Suharto tampaknya akan memberi kepercayaan kepada Yoseph ‘Niko’ Ostanika atau Ari Supriatna.
"Riskan memang, apalagi saya harus melakukan perubahan filosofi secara perlahan. Masih harus direpotkan dengan absennya pemain. Meski begitu, masih ada Niko dan Arie untuk penyerang. Apalagi gelandang masih banyak. Saya akan beri kepercayaan pada mereka," katanya.
Di kubu lawan, Persiba juga dipusingkan dengan absennya striker andalan Aldo Baretto. "Ya, memang sangat disayangkan Aldo terpaksa tidak turun karena akumulasi kartu merah. Jadi formasi kita 3-5-2, kita berharap dua striker Shohei Matsunaga dan Eki,” ujar Asisten Pelatih Persiba, Sukliwon.
Indonesia Super League PSMS Gulung Persiba 4-1
Persiba Balikpapan harus menelan pil pahit, setelah tumbang 4-1 saat dijamu PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, Senin (6/2/2012) malam.
Sejak menit pertama, lini pertahanan Persiba terus digempur oleh para pemain PSMS. Berkali-kali serangan tuan rumah yang dibangun Inkyun Oh dan Alamsyah Nasution membahayakan gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.
Gol pertama PSMS lahir di menit ke 13. Tendangan bebas Alamsyah Nasution dari sisi kanan pertahanan Persiba tak mampu dibendung kiper I Made Wirawan. Bola meluncur deras dan bersarang tepat di sisi kiri gawang Persiba. Publik tuan rumah pun bersorak menyambut gol tersebut.
Usai gol pertama tersebut, PSMS terus melancarkan serangan. Hasilnya, di menit ke-23 tendangan keras Inkyun Oh dari luar kotak penalti mengenai tangan bek Persiba Hamdi Hamzah. Wasit pun menunjuk titik putih. Tendangan penalti yang dieksekusi Luis Pena bersarang di sisi kanan gawang Persiba. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Skuad beruang madu berusaha membalas. Namun berkali-kali serangan yang dibangun Asri Akbar dkk mampu dipatahkan oleh pemain belakang PSMS. Lemahnya lini pertahanan Persiba di sisi kiri membuat pelatih Hariyadi terpaksa menarik keluar Sutikno. Ia digantikan oleh Saiful Lhewonusa pada menit ke 40. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persiba mencoba bangkit. Di menit ke 50 Asri Akbar berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan Ahmad Sembiring. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Asri disinyalir telah berada dalam posisi offside.
Pelatih Hariyadi mencoba melakukan rotasi dengan menarik Dwi Joko yang digantikan Heri Susilo di menit ke 55 dan Matsunaga yang menggantikan Caceres di menit ke 63. Masuknya dua pemain ini membuat serangan Persiba lebih hidup.
Namun tim tuan rumah pun tak mau kalah. Bek PSMS Wawan Widiantoro yang terlihat kedodoran langsung ditarik keluar digantikan Rahmad. Demikian halnya gelandang Alamsyah Nasution yang digantikan Muhammad Antoni.
Hasilnya terbukti manjur, di menit ke 67 striker PSMS Ikpefua Osas nyaris saja membuat gol kala sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper I Made Wirawan. Namun tendangannya mampu dikuasai oleh penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut.
Gol ketiga PSMS baru tercipta di menit 71. Berawal dari umpan terobosan Inkyun Ho, striker Ikpefua berhasil menyarangkan bola ke gawang I Made. Tendangan menyusurnya sempat mengenai tiang gawang sebelum mengalir masuk menggetarkan jala gawang.
Persiba sedikit bernafas lega, kala umpan silang Hery Susilo di menit ke 78 berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan Kenji Adachihara. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Melihat Persiba bangkit, pelatih PSMS Suharto langsung menarik strikernya Arie Priatna, yang digantikan Yoseph Nico. Tenaga baru Yoseph Nico mampu mengacak-ngacak barisan pertahanan Persiba yang dikomandoi Tomislav Labudovic. Publik tuan rumah pun kembali bersorak setelah di menit 81 Yoseph berhasil menambah keunggulan PSMS menjadi 4-1.
Gol keempat ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Hamdi Hamzah di tengah lapangan. Umpan cepat Inkyun Oh berhasil dimanfaatkan Yoseph setelah menerobos barisan pertahanan Persiba di sisi kiri.
Saat memasuki kotak penalti, pemain bernomor punggung 19 ini langsung menendang bola dan bersarang di sisi kanan gawang. Gol ini disambut hangat oleh supporter tuan rumah, yang memang telah lama haus kemenangan. Tambahan waktu tiga menit yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta, tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 4-1.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat di posisi 14 klasemen sementara. Dari 9 kali main, Markus Horison dkk mencatat kemenangan 2 kali. Sisanya 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sedangkan skuad beruang madu, turun satu peringkat di posisi 8 klasemen. Hasil dari 9 kali main dengan mencatat 4 kali kemenangan, seri 3 kali, dan kalah 3 kali.
Line Up PSMS:
Kiper: 20 Markus Horizon (c). Bek: 5 Sasa Zecevic, 30 Novi Handriawan, 32 Wawan Widiantoro, 16 Deny Rumba. Tengah: 31 Anton Samba, 22 Alamsyah Nasution, 9 Luis Pena, 7 Inkyun Oh. Depan: 10 Ikpefua Osas, 21 Arie Priatna
Line Up Persiba:
Kiper: 15 I Made Wirawan (c). Bek: 29 Hamdi Hamzah, 26 Tomislav Labudovic, 77 Rahmat Latief, 2 Dwi Joko. Tengah: 20 Sutikno, Ricard Caceres, 6 Asri Akbar, 8 Ahmad Sembiring. Depan: 9 Kenji Adachihara, 24 Eki Nurhakim.
Sejak menit pertama, lini pertahanan Persiba terus digempur oleh para pemain PSMS. Berkali-kali serangan tuan rumah yang dibangun Inkyun Oh dan Alamsyah Nasution membahayakan gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.
Gol pertama PSMS lahir di menit ke 13. Tendangan bebas Alamsyah Nasution dari sisi kanan pertahanan Persiba tak mampu dibendung kiper I Made Wirawan. Bola meluncur deras dan bersarang tepat di sisi kiri gawang Persiba. Publik tuan rumah pun bersorak menyambut gol tersebut.
Usai gol pertama tersebut, PSMS terus melancarkan serangan. Hasilnya, di menit ke-23 tendangan keras Inkyun Oh dari luar kotak penalti mengenai tangan bek Persiba Hamdi Hamzah. Wasit pun menunjuk titik putih. Tendangan penalti yang dieksekusi Luis Pena bersarang di sisi kanan gawang Persiba. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Skuad beruang madu berusaha membalas. Namun berkali-kali serangan yang dibangun Asri Akbar dkk mampu dipatahkan oleh pemain belakang PSMS. Lemahnya lini pertahanan Persiba di sisi kiri membuat pelatih Hariyadi terpaksa menarik keluar Sutikno. Ia digantikan oleh Saiful Lhewonusa pada menit ke 40. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persiba mencoba bangkit. Di menit ke 50 Asri Akbar berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan Ahmad Sembiring. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Asri disinyalir telah berada dalam posisi offside.
Pelatih Hariyadi mencoba melakukan rotasi dengan menarik Dwi Joko yang digantikan Heri Susilo di menit ke 55 dan Matsunaga yang menggantikan Caceres di menit ke 63. Masuknya dua pemain ini membuat serangan Persiba lebih hidup.
Namun tim tuan rumah pun tak mau kalah. Bek PSMS Wawan Widiantoro yang terlihat kedodoran langsung ditarik keluar digantikan Rahmad. Demikian halnya gelandang Alamsyah Nasution yang digantikan Muhammad Antoni.
Hasilnya terbukti manjur, di menit ke 67 striker PSMS Ikpefua Osas nyaris saja membuat gol kala sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper I Made Wirawan. Namun tendangannya mampu dikuasai oleh penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut.
Gol ketiga PSMS baru tercipta di menit 71. Berawal dari umpan terobosan Inkyun Ho, striker Ikpefua berhasil menyarangkan bola ke gawang I Made. Tendangan menyusurnya sempat mengenai tiang gawang sebelum mengalir masuk menggetarkan jala gawang.
Persiba sedikit bernafas lega, kala umpan silang Hery Susilo di menit ke 78 berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan Kenji Adachihara. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Melihat Persiba bangkit, pelatih PSMS Suharto langsung menarik strikernya Arie Priatna, yang digantikan Yoseph Nico. Tenaga baru Yoseph Nico mampu mengacak-ngacak barisan pertahanan Persiba yang dikomandoi Tomislav Labudovic. Publik tuan rumah pun kembali bersorak setelah di menit 81 Yoseph berhasil menambah keunggulan PSMS menjadi 4-1.
Gol keempat ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Hamdi Hamzah di tengah lapangan. Umpan cepat Inkyun Oh berhasil dimanfaatkan Yoseph setelah menerobos barisan pertahanan Persiba di sisi kiri.
Saat memasuki kotak penalti, pemain bernomor punggung 19 ini langsung menendang bola dan bersarang di sisi kanan gawang. Gol ini disambut hangat oleh supporter tuan rumah, yang memang telah lama haus kemenangan. Tambahan waktu tiga menit yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta, tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 4-1.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat di posisi 14 klasemen sementara. Dari 9 kali main, Markus Horison dkk mencatat kemenangan 2 kali. Sisanya 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sedangkan skuad beruang madu, turun satu peringkat di posisi 8 klasemen. Hasil dari 9 kali main dengan mencatat 4 kali kemenangan, seri 3 kali, dan kalah 3 kali.
Line Up PSMS:
Kiper: 20 Markus Horizon (c). Bek: 5 Sasa Zecevic, 30 Novi Handriawan, 32 Wawan Widiantoro, 16 Deny Rumba. Tengah: 31 Anton Samba, 22 Alamsyah Nasution, 9 Luis Pena, 7 Inkyun Oh. Depan: 10 Ikpefua Osas, 21 Arie Priatna
Line Up Persiba:
Kiper: 15 I Made Wirawan (c). Bek: 29 Hamdi Hamzah, 26 Tomislav Labudovic, 77 Rahmat Latief, 2 Dwi Joko. Tengah: 20 Sutikno, Ricard Caceres, 6 Asri Akbar, 8 Ahmad Sembiring. Depan: 9 Kenji Adachihara, 24 Eki Nurhakim.
Monday, February 6, 2012
PSMS Medan v Persiba Balikpapan Tim Terluka Melawan Tim Krisis
Sukses mencuri poin di kandang PSAP Sigli, menambah kepercayaan diri tim Persiba Balikpapan menghadapi laga lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (IS) 2011-2012. Termasuk dalam rangkaian turnya di tanah Sumatera, skuad Beruang Madu-julukan Persiba, kembali harus menghadapi tim Sumatera lainnya yakni PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, Senin (6/2) sore ini.
Perlahan namun pasti, Persiba yang sempat terseok-seok mulai bangkit dari keterpurukan usai dibantai Sriwijaya FC, pertengahan Januari lalu. Setelah berhasil membukukan dua kemenangan kandang dan raihan satu poin di laga away melawan PSAP Sigli, dengan asa tinggi untuk tetap berada di jalur papan atas, Persiba pun tetap optimis saat menjajal PSMS Medan.
Sebagai pelatih, Haryadi berharap timnya mampu melanjutkan tren positif, meski mereka harus melalui jalan yang terjal. Ya, tim Persiba harus menghadapi tim terluka. Sebagaimana diketahui, Kamis lalu PSMS Medan dipermalukan tamunya, Persegres Gresik United dengan skor 0-1. Nah, dalam kondisi terluka tersebut, pastinya tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut akan habis-habisan untuk mengamankan poin di kandangnya.
“Menghadapi PSMS Medan sangatlah berat buat kami. Mereka baru saja kalah di kandang oleh Gresik United, sudah pasti mereka tak ingin lagi mengulang kegagalan atas kekalahannya tersebut. Dan kami yakin tuan rumah akan berusaha sekuat tenaga bangkit. Itulah yang harus kami waspadai,” kata Haryadi
PSMS Medan memang tengah haus akan kemenangan, itu pula yang menjadi tuntutan para pendukung mereka. Terlebih mereka baru saja ditinggalkan pelatih Raja Isa yang dipecat karena tidak mampu mengangkat prestasi tim. Untuk sementara PSMS ditangani asisten pelatih Suharto. Di laga sore ini, PSMS pun harus kehilangan striker Choi Dong So.
“Itulah alasan kami mengapa PSMS Medan bakal tampil habis-habisan menghadapi Persiba pada pertandingan besok (hari ini.Red). Meski mereka tak akan diperkuat Choi Dong So. Tapi kami yakin pemain mereka yang ada sama kualitasnya dan berbahaya,” tegasnya.
Di tengah situasi seperti itu, dimana tuan rumah yang sedang terluka dipastikan bakal bangkit untuk membayar kegagalan sebelumnya. Haryadi pun sepertinya tengah dihadapkan dengan kondisi sulit, yaitu krisis pemain. Beberapa pilar Persiba dipastikan absen. Selain sang kapten Aldo Barreto yang harus absen akibat kartu merah yang diterimanya pada saat melawan PSAP Sigli, Persiba juga tanpa diperkuat Iqbal Samad (akumulasi kartu kuning dan cedera pinggang), Sultan Samma (sprain ligament lengan), Supriyadi (ijin anak sakit keras), Matsunaga Shohei (cedera engkel). Beberapa pemain lainnya juga masih akan diliha kondisinya hingga siang ini, seperti penjaga gawang I Made Wirawan (cedera saat melawan PSAP Sigli) dan Rahmat Latief (cedera ringan). Untuk Made dan Rahmat Latief diperkirakan masih bisa dimainkan.
“Untuk memainkan Matsunaga Shohei, kemungkin sangat tipis. Karena cedera engkel yang dialaminya di Sigli, tidak memungkinkan untuk tampil menghadapi PSMS besok (hari ini.Red),” sebut Haryadi.
Info terakhir dari tim medis Persiba lewat Dokter Daniel mengatakan, Made, Matsunaga, dan Rahmat kemungkinan masih bisa dimainkan. "Kami akan coba cek lagi sebelum pertandingan. Tapi sejauh ini kondisi Made prima meski masih sedikit nyeri. Sedangkan Rachmat dan Matsunaga sudah membaik dan dapat diturunkan. Tinggal bagaimana keputusan pelatih, mau menurunkan keduanya atau tidak ," kata Daniel.
Jika dengan kondisi yang ada bisa dimaksimalkan bisa dikatakan barisan pertahanan Persiba tergolong aman. Demikian pula di lini tengah, Ahmad Sembiring Usman dan Asri Akbar bakal tetap diplot sebagai kreator serangan. Lini depan dipercayakan kepada Kenji Adachihara dan Eki Nurhakim.
“Tak ada pilihan ideal lainnya untuk mengisi barisan depan pengganti Aldo. Kecuali Eki Nurhakim kami turunkan sebagai starter mendampingi Kenji. Kami optimis keduanya mampu berkolaborasi dengan baik. Semoga keduanya juga membuktikan sebagai penyerang yang haus gol,” beber pelatih asal Salatiga ini.
Terkait target, sebagai tim tamu Haryadi mengaku realistis saja. “Tuan rumah sudah pasti bermain all out untuk memastikan kemenangan. Karena itu target kami pun realistis saja sebagai tim tamu, satu poin sudah cukup bagus buat kami. Tapi jika diperjalanan kami bisa menang mengapa tidak ?,” tandas Haryadi yang bersama timnya menjajal Stadion Teladan Medan pada Minggu (5/2) pagi kemarin.
Sementara itu terpisah, kubu tuan rumah melalui asisten pelatih Suharto dengan tegas menyatakan timnya mengusung kemenangan. “Meski kami benyak mengalami masalah termasuk dipecatnya pelatih kepala, tapi kami bersyukur tim kami masih sangat kondusif. Karena itu kami sepakat untuk bisa membalas kegagalan sebelumnya. Untuk itu kami harus menang dari Persiba,” tandasnya.
Perkiraan Pemain
PSMS (4-2-3-1) :20-Markus Haris Maulana (g/c), 5-Sasa Zavevic, 30-Novi Handriawan, 29-Rahmad, 22-Wawan Widiantoro, 31-Anton Samba, 6-Zainal Anwar, 7-Inkyun Oh, 21-Ari Supriyatna , 11-Zulkarnain, 10-Osas Saha
Cadangan :2-Eddy Kurnia, 4-Ledi Utomo, 23-Ramadhan Saputra, 22-Sulaiman Alamsyah, 14-Muhammad Antoni, 9-Luis Alenjandro Pena, 16-Deni Rumba
Pelatih: Suharto
Persiba (3-5-2) : 15- I Made Wirawan (g/c), 26-Tomislav Labudovic, 29-Hamdi Hamzah, 77-Rahmat Latif, 6-Asri Akbar 2- Dwi Joko, 8- Ahmad Sembiring, 13- Saiful Lewenusa, 18- Matsunaga Shohei, 24- Eki Nurhakim, 9- Kenji Adachihara.
Cadangan :1-Yanuar Tri Firmanda, 28-Stevanus Bungaran , 20-Sutikno, 39-Heri Susilo, 55-Absor Fauzi, 33- M. Bachtiar, 31-Richard Caceres (san/balikpapanpos)
Perlahan namun pasti, Persiba yang sempat terseok-seok mulai bangkit dari keterpurukan usai dibantai Sriwijaya FC, pertengahan Januari lalu. Setelah berhasil membukukan dua kemenangan kandang dan raihan satu poin di laga away melawan PSAP Sigli, dengan asa tinggi untuk tetap berada di jalur papan atas, Persiba pun tetap optimis saat menjajal PSMS Medan.
Sebagai pelatih, Haryadi berharap timnya mampu melanjutkan tren positif, meski mereka harus melalui jalan yang terjal. Ya, tim Persiba harus menghadapi tim terluka. Sebagaimana diketahui, Kamis lalu PSMS Medan dipermalukan tamunya, Persegres Gresik United dengan skor 0-1. Nah, dalam kondisi terluka tersebut, pastinya tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut akan habis-habisan untuk mengamankan poin di kandangnya.
“Menghadapi PSMS Medan sangatlah berat buat kami. Mereka baru saja kalah di kandang oleh Gresik United, sudah pasti mereka tak ingin lagi mengulang kegagalan atas kekalahannya tersebut. Dan kami yakin tuan rumah akan berusaha sekuat tenaga bangkit. Itulah yang harus kami waspadai,” kata Haryadi
PSMS Medan memang tengah haus akan kemenangan, itu pula yang menjadi tuntutan para pendukung mereka. Terlebih mereka baru saja ditinggalkan pelatih Raja Isa yang dipecat karena tidak mampu mengangkat prestasi tim. Untuk sementara PSMS ditangani asisten pelatih Suharto. Di laga sore ini, PSMS pun harus kehilangan striker Choi Dong So.
“Itulah alasan kami mengapa PSMS Medan bakal tampil habis-habisan menghadapi Persiba pada pertandingan besok (hari ini.Red). Meski mereka tak akan diperkuat Choi Dong So. Tapi kami yakin pemain mereka yang ada sama kualitasnya dan berbahaya,” tegasnya.
Di tengah situasi seperti itu, dimana tuan rumah yang sedang terluka dipastikan bakal bangkit untuk membayar kegagalan sebelumnya. Haryadi pun sepertinya tengah dihadapkan dengan kondisi sulit, yaitu krisis pemain. Beberapa pilar Persiba dipastikan absen. Selain sang kapten Aldo Barreto yang harus absen akibat kartu merah yang diterimanya pada saat melawan PSAP Sigli, Persiba juga tanpa diperkuat Iqbal Samad (akumulasi kartu kuning dan cedera pinggang), Sultan Samma (sprain ligament lengan), Supriyadi (ijin anak sakit keras), Matsunaga Shohei (cedera engkel). Beberapa pemain lainnya juga masih akan diliha kondisinya hingga siang ini, seperti penjaga gawang I Made Wirawan (cedera saat melawan PSAP Sigli) dan Rahmat Latief (cedera ringan). Untuk Made dan Rahmat Latief diperkirakan masih bisa dimainkan.
“Untuk memainkan Matsunaga Shohei, kemungkin sangat tipis. Karena cedera engkel yang dialaminya di Sigli, tidak memungkinkan untuk tampil menghadapi PSMS besok (hari ini.Red),” sebut Haryadi.
Info terakhir dari tim medis Persiba lewat Dokter Daniel mengatakan, Made, Matsunaga, dan Rahmat kemungkinan masih bisa dimainkan. "Kami akan coba cek lagi sebelum pertandingan. Tapi sejauh ini kondisi Made prima meski masih sedikit nyeri. Sedangkan Rachmat dan Matsunaga sudah membaik dan dapat diturunkan. Tinggal bagaimana keputusan pelatih, mau menurunkan keduanya atau tidak ," kata Daniel.
Jika dengan kondisi yang ada bisa dimaksimalkan bisa dikatakan barisan pertahanan Persiba tergolong aman. Demikian pula di lini tengah, Ahmad Sembiring Usman dan Asri Akbar bakal tetap diplot sebagai kreator serangan. Lini depan dipercayakan kepada Kenji Adachihara dan Eki Nurhakim.
“Tak ada pilihan ideal lainnya untuk mengisi barisan depan pengganti Aldo. Kecuali Eki Nurhakim kami turunkan sebagai starter mendampingi Kenji. Kami optimis keduanya mampu berkolaborasi dengan baik. Semoga keduanya juga membuktikan sebagai penyerang yang haus gol,” beber pelatih asal Salatiga ini.
Terkait target, sebagai tim tamu Haryadi mengaku realistis saja. “Tuan rumah sudah pasti bermain all out untuk memastikan kemenangan. Karena itu target kami pun realistis saja sebagai tim tamu, satu poin sudah cukup bagus buat kami. Tapi jika diperjalanan kami bisa menang mengapa tidak ?,” tandas Haryadi yang bersama timnya menjajal Stadion Teladan Medan pada Minggu (5/2) pagi kemarin.
Sementara itu terpisah, kubu tuan rumah melalui asisten pelatih Suharto dengan tegas menyatakan timnya mengusung kemenangan. “Meski kami benyak mengalami masalah termasuk dipecatnya pelatih kepala, tapi kami bersyukur tim kami masih sangat kondusif. Karena itu kami sepakat untuk bisa membalas kegagalan sebelumnya. Untuk itu kami harus menang dari Persiba,” tandasnya.
Perkiraan Pemain
PSMS (4-2-3-1) :20-Markus Haris Maulana (g/c), 5-Sasa Zavevic, 30-Novi Handriawan, 29-Rahmad, 22-Wawan Widiantoro, 31-Anton Samba, 6-Zainal Anwar, 7-Inkyun Oh, 21-Ari Supriyatna , 11-Zulkarnain, 10-Osas Saha
Cadangan :2-Eddy Kurnia, 4-Ledi Utomo, 23-Ramadhan Saputra, 22-Sulaiman Alamsyah, 14-Muhammad Antoni, 9-Luis Alenjandro Pena, 16-Deni Rumba
Pelatih: Suharto
Persiba (3-5-2) : 15- I Made Wirawan (g/c), 26-Tomislav Labudovic, 29-Hamdi Hamzah, 77-Rahmat Latif, 6-Asri Akbar 2- Dwi Joko, 8- Ahmad Sembiring, 13- Saiful Lewenusa, 18- Matsunaga Shohei, 24- Eki Nurhakim, 9- Kenji Adachihara.
Cadangan :1-Yanuar Tri Firmanda, 28-Stevanus Bungaran , 20-Sutikno, 39-Heri Susilo, 55-Absor Fauzi, 33- M. Bachtiar, 31-Richard Caceres (san/balikpapanpos)
Indonesia Super League PSMS Tunjuk Pelatih Baru di Putaran Dua
Manajemen PSMS Medan menunjuk Suharto AD sebagai carateker pelatih kepala. Sampai kapan status carateker ini akan disandangnya? Pertanyaan ini mengapung karena lisensi kepelatihan Suharto memang tidak memungkinkan ia duduk di kursi panas itu.
Suharto cuma mengantongi Lisensi B Nasional, sedangkan PT Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai penyelenggara kompetisi Indonesia Super League (ISL) telah menetapkan regulasi bahwa pelatih kepala harus memiliki Lisensi A.
Manajemen PSMS Medan menyadari betul hal ini. Manajer Tim PSMS Benny Tomasoa, mengatakan, mereka telah menyampaikan laporan berisi permohonan pada PT BLI untuk menempatkan Suharto sebagai pelatih sementara hingga pelatih kepala baru direkrut.
"Tidak ada masalah, mereka menyetujui tim ini untuk ditangani Suharto. Cuma statusnya dalam tetap asisten pelatih. Kita akan datangkan pelatih baru nanti di putaran kedua," ujar lelaki yang kerap disapa Bento ini.
Kalangan pemain sendiri tidak mempersoalkan penunjukan Suharto. Namun sebagian dari mereka menyatakan terkejut atas kebijakan pendepakan Raja Isa. Satu di antaranya penyerang berkebangsaan Korea Selatan, Choi Dong Soo.
"Saya terkejut setelah tahu Raja Isa diberhentikan. Padahal kita sudah menyerang tapi kita kurang lucky. Saya tidak tahu bagaimana keputusan manajemen. Mungkin ini untuk menaikkan tim. Saya sebagai pemain menerima saja dan tak bisa buat apa-apa," katanya.
Muhammad Antoni malah mengetahui perihal pemecatan Raja Isa lewat Facebook. "Saya pikir itu cuma lelucon. Saya nggak percaya. Saya baru percaya sewaktu manajer tim memberitahukan pada kami pas latihan tadi," ujarnya.
Kapten Markus Haris Maulana, yang ikut dalam rapat internal PSMS, memilih untuk tidak berkomentar. "No Comment," katanya singkat. Raja Isa sendiri hingga kemarin gagal dikonfirmasi. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Suharto cuma mengantongi Lisensi B Nasional, sedangkan PT Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai penyelenggara kompetisi Indonesia Super League (ISL) telah menetapkan regulasi bahwa pelatih kepala harus memiliki Lisensi A.
Manajemen PSMS Medan menyadari betul hal ini. Manajer Tim PSMS Benny Tomasoa, mengatakan, mereka telah menyampaikan laporan berisi permohonan pada PT BLI untuk menempatkan Suharto sebagai pelatih sementara hingga pelatih kepala baru direkrut.
"Tidak ada masalah, mereka menyetujui tim ini untuk ditangani Suharto. Cuma statusnya dalam tetap asisten pelatih. Kita akan datangkan pelatih baru nanti di putaran kedua," ujar lelaki yang kerap disapa Bento ini.
Kalangan pemain sendiri tidak mempersoalkan penunjukan Suharto. Namun sebagian dari mereka menyatakan terkejut atas kebijakan pendepakan Raja Isa. Satu di antaranya penyerang berkebangsaan Korea Selatan, Choi Dong Soo.
"Saya terkejut setelah tahu Raja Isa diberhentikan. Padahal kita sudah menyerang tapi kita kurang lucky. Saya tidak tahu bagaimana keputusan manajemen. Mungkin ini untuk menaikkan tim. Saya sebagai pemain menerima saja dan tak bisa buat apa-apa," katanya.
Muhammad Antoni malah mengetahui perihal pemecatan Raja Isa lewat Facebook. "Saya pikir itu cuma lelucon. Saya nggak percaya. Saya baru percaya sewaktu manajer tim memberitahukan pada kami pas latihan tadi," ujarnya.
Kapten Markus Haris Maulana, yang ikut dalam rapat internal PSMS, memilih untuk tidak berkomentar. "No Comment," katanya singkat. Raja Isa sendiri hingga kemarin gagal dikonfirmasi. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Indonesia Super League Persiba Waspadai Kebangkitan PSMS
Persiba Balikpapan akan menjalani laga kandang di Stadion Teladan, Medan, dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012, Senin, 6 Februari 2012. Bermaterikan lima pemain asing dan sejumlah pemain lokal, Persiba mematok target seri. Namun menurut asisten pelatih Persiba Sukliwon Irianto, target bermain seri di kandang PSMS kemungkinan sulit diraih.
Menurut Sukliwon, usai kekalahan PSMS atas Gresik United, tim Medan akan menunjukkan kekuatan berlipat ganda di depan pendukungnya. "Kami mewaspadai kebangkitan PSMS," kata Sukliwon di Medan, Ahad, 5 Februari 2012.
Persiba, kata dia, kehilangan Aldo Baretto yang mendapat kartu merah saat bermain di kandang PSAP Sigli. Namun dia sudah menyiapkan pengganti Baretto untuk menggedor pertahanan PSMS. "Kami sudah siapkan Matsunaga sebagai pemain pengganti Aldo Baretto," ujar Sukliwon.
Persiba, masih kata Sukliwon, pada pertandingan besok akan menerapkan permainan bola-bola pendek dengan strategi cepat. "Kami belum pernah bermain di kandang PSMS. Ini pertandingan pertama Persiba. Tapi kami yakin besok bisa mengimbangi PSMS," Sukliwon menuturkan.
Asisten pelatih PSMS Medan, Suharto AD, mengakui setelah kekalahan atas Gresik Unite O-1 tim asuhannya mengalami masalah psikologis. "Anak-anak seperti cemas menghadapi pertandingan besok. Mungkin mereka khawatir kalah untuk kedua kalinya di depan pendukung. Namun situasi perlahan berangsur membaik. Kami siap menghadapi Persiba besok," kata Suharto.
Meski bermain tanpa tiga pemain pilar yang mendapat akumulasi kartu, yakni Zulkarnain, Zainal Anwar, dan Choi Dong-Soo yang diganjar kartu merah saat memukul wasit di pertandingan melawan Gresik United, Suharto sudah menyiapkan tiga pemain pengganti. "Sudah saya siapkan pengganti mereka bertiga," ujar Suharto.
Pertandingan besok tampaknya merupakan pertandingan terberat PSMS. Penyebabnya tak lain tim "Ayam Kinantan" sedang mengalami perubahan besar setelah pemecatan pelatih Raja Isa bin RAS. Jumat malam lalu manajemen resmi memberhentikan Raja Isa karena dianggap tak mampu mendongkrak penampilan PSMS. Manajemen kemudian menunjuk Suharto AD sebagai pelatih sementara hingga paruh musim. Suharto tidak bisa melatih di kasta tertinggi karena belum mengantongi Lisensi A kepelatihan.
(Sahat Simatupang/Tempo)
Menurut Sukliwon, usai kekalahan PSMS atas Gresik United, tim Medan akan menunjukkan kekuatan berlipat ganda di depan pendukungnya. "Kami mewaspadai kebangkitan PSMS," kata Sukliwon di Medan, Ahad, 5 Februari 2012.
Persiba, kata dia, kehilangan Aldo Baretto yang mendapat kartu merah saat bermain di kandang PSAP Sigli. Namun dia sudah menyiapkan pengganti Baretto untuk menggedor pertahanan PSMS. "Kami sudah siapkan Matsunaga sebagai pemain pengganti Aldo Baretto," ujar Sukliwon.
Persiba, masih kata Sukliwon, pada pertandingan besok akan menerapkan permainan bola-bola pendek dengan strategi cepat. "Kami belum pernah bermain di kandang PSMS. Ini pertandingan pertama Persiba. Tapi kami yakin besok bisa mengimbangi PSMS," Sukliwon menuturkan.
Asisten pelatih PSMS Medan, Suharto AD, mengakui setelah kekalahan atas Gresik Unite O-1 tim asuhannya mengalami masalah psikologis. "Anak-anak seperti cemas menghadapi pertandingan besok. Mungkin mereka khawatir kalah untuk kedua kalinya di depan pendukung. Namun situasi perlahan berangsur membaik. Kami siap menghadapi Persiba besok," kata Suharto.
Meski bermain tanpa tiga pemain pilar yang mendapat akumulasi kartu, yakni Zulkarnain, Zainal Anwar, dan Choi Dong-Soo yang diganjar kartu merah saat memukul wasit di pertandingan melawan Gresik United, Suharto sudah menyiapkan tiga pemain pengganti. "Sudah saya siapkan pengganti mereka bertiga," ujar Suharto.
Pertandingan besok tampaknya merupakan pertandingan terberat PSMS. Penyebabnya tak lain tim "Ayam Kinantan" sedang mengalami perubahan besar setelah pemecatan pelatih Raja Isa bin RAS. Jumat malam lalu manajemen resmi memberhentikan Raja Isa karena dianggap tak mampu mendongkrak penampilan PSMS. Manajemen kemudian menunjuk Suharto AD sebagai pelatih sementara hingga paruh musim. Suharto tidak bisa melatih di kasta tertinggi karena belum mengantongi Lisensi A kepelatihan.
(Sahat Simatupang/Tempo)
Indonesia Super League PSMS Resmi Pecat Raja Isa
PSMS Medan resmi memecat pelatih Raja Isa menyusul kekalahan 0-1 di kandang dari Persegres Gresik pada lanjutan Indonesia Super League (ISL).
Kabar didepaknya Raja Isa dari PSMS sudah tampak usai kekalahan kandang pertama dari Persegres di Stadion Teladan, Medan, Kamis 2 Februari 2012. Saat itu, suporter PSMS mengutarakan kekecewaan terhadap prestasi tim dan mendesak manajemen untuk mendepak Raja Isa.
Di bawah asuhan Raja Isa, PSMS hanya mampu meraih satu kemenangan dari delapan laga yang sudah dilalui. Sisanya, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tiga kali tumbang dan empat kali seri. Hal tersebut membuat manajemen PSMS memutuskan untuk mendepak Raja Isa.
"Ya, manajemen merespon masyarakat yang tidak puas atas kinerja beliau (Raja Isa) selama musim ini. Puncaknya adalah kekalahan dari Persegres," ujar manajer PSMS, Benny Tomasoa, Jumat 3 Februari 2012.
"Kami menerima kritikan masyarakat, fans, juga yang lainnya usai pertandingan, dan bermuara pada mencari sosok baru untuk melatih PSMS. Dari situ, kami sampaikan kesimpulan ke CE0 dan komisaris untuk menemukan solusi permintaan masyarakat," sambungnya.
Benny menegaskan pihaknya sudah berbicara mengenai hal ini dengan Raja Isa, dan pelatih asal Malaysia itu menerima keputusan PSMS. "Intinya semua sepakat dengan keputusan ini. Niatnya besok (Sabtu) kami buka ke publik agar lebih resmi," papar Benny.
Benny sendiri belum bisa memastikan siapa yang akan menggantikan posisi Raja Isa. PSMS sendiri saat ini berada di posisi ke-15 dengan torehan tujuh poin.
Kabar didepaknya Raja Isa dari PSMS sudah tampak usai kekalahan kandang pertama dari Persegres di Stadion Teladan, Medan, Kamis 2 Februari 2012. Saat itu, suporter PSMS mengutarakan kekecewaan terhadap prestasi tim dan mendesak manajemen untuk mendepak Raja Isa.
Di bawah asuhan Raja Isa, PSMS hanya mampu meraih satu kemenangan dari delapan laga yang sudah dilalui. Sisanya, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tiga kali tumbang dan empat kali seri. Hal tersebut membuat manajemen PSMS memutuskan untuk mendepak Raja Isa.
"Ya, manajemen merespon masyarakat yang tidak puas atas kinerja beliau (Raja Isa) selama musim ini. Puncaknya adalah kekalahan dari Persegres," ujar manajer PSMS, Benny Tomasoa, Jumat 3 Februari 2012.
"Kami menerima kritikan masyarakat, fans, juga yang lainnya usai pertandingan, dan bermuara pada mencari sosok baru untuk melatih PSMS. Dari situ, kami sampaikan kesimpulan ke CE0 dan komisaris untuk menemukan solusi permintaan masyarakat," sambungnya.
Benny menegaskan pihaknya sudah berbicara mengenai hal ini dengan Raja Isa, dan pelatih asal Malaysia itu menerima keputusan PSMS. "Intinya semua sepakat dengan keputusan ini. Niatnya besok (Sabtu) kami buka ke publik agar lebih resmi," papar Benny.
Benny sendiri belum bisa memastikan siapa yang akan menggantikan posisi Raja Isa. PSMS sendiri saat ini berada di posisi ke-15 dengan torehan tujuh poin.
PSMS Medan Nama Ivan Kolev Mencuat Sebagai Calon Pelatih
Pasca Raja Isa didepak, manajemen PSMS langsung menerima banyak nama untuk jadi pelatih Ayam Kinantan. Para agen langsung mengirimkan masukan nama-nama tersebut. Di antaranya Ivan Kolev.
Salah satu agen, Hardimen Koto yang menawarkan itu kepada manajemen. Selain Ivan Vankov Kolev asal Bulgaria, Hardiman juga menawari Garry Philips dari Inggris.
Sementara itu, manajemen PSMS segera mengkaji pembayaran kontrak Raja Isa. Konon Raja Isa semestinya menerima bayaran Rp550 juta, dan manajemen sudah membayarkan uang muka kontrak sebesar 25 persen.
“Namun, jika ada data berbeda dari kawan-kawan wartawan yang menyatakan 50 persen, maka akan kita kaji lagi. Jika memang 50 persen, maka kita akan segera lunasi yang 25 persen lagi,” ungkap Nanda Ramli.
Namun, jika memang hanya 25 persen maka manajemen tinggal membayar gaji saja. “Kita akan pastikan tak ada hutang oleh manajemen. Kita akan selesaikan , jika di kontrak tertera 25 persen, maka kita tinggal terhutang gaji saja,” ujar Nanda.
Mengenai sponsor jersey Eutag, Nanda menuturkan, hal tersebut berbeda dengan kontrak Raja Isa.
“Memang kita akui Raja Isa yang membawa sponsor itu untuk kita. Namun, kontraknya memang berbeda. Dan kontrak dengan Eutag akan berakhir pada akhir musim,” tuturnya. (saz/sumutpos)
Salah satu agen, Hardimen Koto yang menawarkan itu kepada manajemen. Selain Ivan Vankov Kolev asal Bulgaria, Hardiman juga menawari Garry Philips dari Inggris.
Sementara itu, manajemen PSMS segera mengkaji pembayaran kontrak Raja Isa. Konon Raja Isa semestinya menerima bayaran Rp550 juta, dan manajemen sudah membayarkan uang muka kontrak sebesar 25 persen.
“Namun, jika ada data berbeda dari kawan-kawan wartawan yang menyatakan 50 persen, maka akan kita kaji lagi. Jika memang 50 persen, maka kita akan segera lunasi yang 25 persen lagi,” ungkap Nanda Ramli.
Namun, jika memang hanya 25 persen maka manajemen tinggal membayar gaji saja. “Kita akan pastikan tak ada hutang oleh manajemen. Kita akan selesaikan , jika di kontrak tertera 25 persen, maka kita tinggal terhutang gaji saja,” ujar Nanda.
Mengenai sponsor jersey Eutag, Nanda menuturkan, hal tersebut berbeda dengan kontrak Raja Isa.
“Memang kita akui Raja Isa yang membawa sponsor itu untuk kita. Namun, kontraknya memang berbeda. Dan kontrak dengan Eutag akan berakhir pada akhir musim,” tuturnya. (saz/sumutpos)
Thursday, February 2, 2012
Formasi Raja Isa Lucu
Dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS di ISL, hanya tujuh gol yang bisa diusahakan. Tentu itu bukan catatan membanggakan. Posisi striker di PSMS pun disorot. Bahkan mungkin saja posisi pelatih turut jadi sorotan, karena PSMS juga baru satu kali menang.
Dari tujuh gol itu, hanya dua gol yang tercipta dari kaki striker Osas Saha. Sisanya dua dari second striker Zulkarnain, dan masing-masing satu dari second striker Arie Supriatna, gelandang serang Luis Alejandro Pena dan bek Sasa Zecevic.
Namun jika hal itu ditanyakan kepada pelatih Raja Isa, pelatih asal Malaysia itu dengan entengnya selalu menyalahkan pemain. Dia selalu bilang skuadnya minim pengalaman.
Raja isa saat ini memfokuskan diri untuk menghadapi empat laga tandang yang bakal dilakoni. Ia berpendapat, hal ini pastinya sangat membutuhkan kondisi fisik pemain yang prima. “Mereka harus menjaga kondisi tubuh serta gizi. Pemai bola tak perlu datang ke mall, karena itu akan menghabiskan banyak energi,” ungkapnya, Senin (30/1).
Namun, menanggapi paceklik gol di skuadnya, eks pelatih Persipura Jayapura ini juga tak menampik penyelesaian akhir yang sangat buruk kerap diperagakan pemain. “Dari peluang yang terus kita dapatkan di sepanjang pertandingan yang sudah kita lalui. Harusnya dari tujuh pertandingan kita sudah bisa mengoleksi 20 gol,” tuturnya.
Lalu adakah upaya menambah striker? “Jika kemampuan dana kita memadai, kita perlu striker tambahan. Namun, itu buka wewenang saya selaku pelatih. Saya hanya melatih pemain yang ada. Tapi jika saya diberikan kesempatan dan dana memang ada, saya akan memilih striker yang tepat untuk PSMS,” ujarnya.
Tapi, saat ditanya tipikal striker seperti apa sebenarnya diperlukan PSMS, Raja Isa tak melanjutkan tanggapannya.
Menurut striker andalan PSMS Mervelius Ikpefua Osas Saha, sebagai seorang striker ia hanya bisa mengikuti instruksi pelatih. Namun, ia tak menampik formasi dan strategi yang dibangun pelatih PSMS Raja Isa sangat lucu. “Kenapa kita selalu menerapkan satu striker di depan, itu sangat lucu. Dan di dunia mana pun tak ada yang seperti itu,” katanya.
Namun, Saha juga mengakui formasi saat ini juga merupakan formasi terbaik yang diterapkan Raja Isa. “Tapi hal ini pula yang menyebabkan kontribusi bola tak dapat dimaksimalkan. Tak sedikit pula assist yang saya berikan tak mampu diselesaikan dengan baik. Jika anda terus menyaksikan pertandingan PSMS, anda pasti tahu berapa kali umpan saya tak dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (saz)
Dari tujuh gol itu, hanya dua gol yang tercipta dari kaki striker Osas Saha. Sisanya dua dari second striker Zulkarnain, dan masing-masing satu dari second striker Arie Supriatna, gelandang serang Luis Alejandro Pena dan bek Sasa Zecevic.
Namun jika hal itu ditanyakan kepada pelatih Raja Isa, pelatih asal Malaysia itu dengan entengnya selalu menyalahkan pemain. Dia selalu bilang skuadnya minim pengalaman.
Raja isa saat ini memfokuskan diri untuk menghadapi empat laga tandang yang bakal dilakoni. Ia berpendapat, hal ini pastinya sangat membutuhkan kondisi fisik pemain yang prima. “Mereka harus menjaga kondisi tubuh serta gizi. Pemai bola tak perlu datang ke mall, karena itu akan menghabiskan banyak energi,” ungkapnya, Senin (30/1).
Namun, menanggapi paceklik gol di skuadnya, eks pelatih Persipura Jayapura ini juga tak menampik penyelesaian akhir yang sangat buruk kerap diperagakan pemain. “Dari peluang yang terus kita dapatkan di sepanjang pertandingan yang sudah kita lalui. Harusnya dari tujuh pertandingan kita sudah bisa mengoleksi 20 gol,” tuturnya.
Lalu adakah upaya menambah striker? “Jika kemampuan dana kita memadai, kita perlu striker tambahan. Namun, itu buka wewenang saya selaku pelatih. Saya hanya melatih pemain yang ada. Tapi jika saya diberikan kesempatan dan dana memang ada, saya akan memilih striker yang tepat untuk PSMS,” ujarnya.
Tapi, saat ditanya tipikal striker seperti apa sebenarnya diperlukan PSMS, Raja Isa tak melanjutkan tanggapannya.
Menurut striker andalan PSMS Mervelius Ikpefua Osas Saha, sebagai seorang striker ia hanya bisa mengikuti instruksi pelatih. Namun, ia tak menampik formasi dan strategi yang dibangun pelatih PSMS Raja Isa sangat lucu. “Kenapa kita selalu menerapkan satu striker di depan, itu sangat lucu. Dan di dunia mana pun tak ada yang seperti itu,” katanya.
Namun, Saha juga mengakui formasi saat ini juga merupakan formasi terbaik yang diterapkan Raja Isa. “Tapi hal ini pula yang menyebabkan kontribusi bola tak dapat dimaksimalkan. Tak sedikit pula assist yang saya berikan tak mampu diselesaikan dengan baik. Jika anda terus menyaksikan pertandingan PSMS, anda pasti tahu berapa kali umpan saya tak dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (saz)
Ayam Kinantan protes jadwal tandang
PSMS Medan dihadapkan pada jadwal yang berat dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Jadwal berikutnya yang diterima dari Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menetapkan PSMS menjalani tiga laga tandang.
Tiga laga tandang tersebut antara lain menghadapi PSM Makasar Sabtu (11/2) mendatang, Bontang FC Sabtu (18/2), dan Persiba Bantul Sabtu (25/2) mendatang. Padahal PSMS baru usai menjalani dua laga tandang di Malang dan Bojonegoro yang sama-sama
berakhir dengan kekalahan.
Artinya, PSMS akan menjalani lima laga tandang pasca-menjalani laga kandang kontra Persiraja Banda Aceh. Yang paling keras bereaksi adalah pelatih asal Italia, Fabio Lopez. Menurutnya, lima laga tandang beruntun bukan hal yang rasional.
"Bagaimana mungkin PSMS Medan melakoni jadwal pertandingan, lima kali laga tandang. Kami baru pulang dari perjalanan dua kali laga tandang, dan harus melakoni tiga laga away berturut-turut lagi," ujarnya baru-baru ini.
Mantan pemandu bakat Fiorentina itu mengakui putaran pertama ini sangat berat bagi timnya. Jadwal putaran pertama PSMS memang lebih banyak bermain tandang. Sementaa putaran kedua, hanya akan mengikuti tiga laga away menghadapi Semen Padang, Persiraja, Persija, dan Persebaya Surabaya.
"Lima tandang berturut-turut, dan ini bukan musim yang mudah bagi PSMS Medan," kata pelatih berusia 38 tahun itu.
"Ya, kami bisa paham. Pengelola lihat (PT LPIS) membuat jadwal seperti ini walau seharusnya, pertandingan bagi klub itu selayaknya bergantian kandang dan tandang. Tapi kami takutkan kondisi ini berpengaruh pada tim," ungkap pemegang lisensi A UEFA itu.
Bukan hanya kali ini, namun PSMS kerap dirugikan dengan pemunduran jadwal. Tercatat tiga kali PSMS mengalami pemunduran jadwal.
"Semuanya bermasalah, mulai dari pengunduran jadwal pertandingan membuat kami harus menyesuaikan dengan program latihan," tukas Fabio.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, menanggapi hal ini akan meminta pertumbangan. "Ya, kami akan komunikasikan dengan PT LPIS kalau memang bisa dipertimbangkan untuk dimundurkan," pungkasnya.
Tiga laga tandang tersebut antara lain menghadapi PSM Makasar Sabtu (11/2) mendatang, Bontang FC Sabtu (18/2), dan Persiba Bantul Sabtu (25/2) mendatang. Padahal PSMS baru usai menjalani dua laga tandang di Malang dan Bojonegoro yang sama-sama
berakhir dengan kekalahan.
Artinya, PSMS akan menjalani lima laga tandang pasca-menjalani laga kandang kontra Persiraja Banda Aceh. Yang paling keras bereaksi adalah pelatih asal Italia, Fabio Lopez. Menurutnya, lima laga tandang beruntun bukan hal yang rasional.
"Bagaimana mungkin PSMS Medan melakoni jadwal pertandingan, lima kali laga tandang. Kami baru pulang dari perjalanan dua kali laga tandang, dan harus melakoni tiga laga away berturut-turut lagi," ujarnya baru-baru ini.
Mantan pemandu bakat Fiorentina itu mengakui putaran pertama ini sangat berat bagi timnya. Jadwal putaran pertama PSMS memang lebih banyak bermain tandang. Sementaa putaran kedua, hanya akan mengikuti tiga laga away menghadapi Semen Padang, Persiraja, Persija, dan Persebaya Surabaya.
"Lima tandang berturut-turut, dan ini bukan musim yang mudah bagi PSMS Medan," kata pelatih berusia 38 tahun itu.
"Ya, kami bisa paham. Pengelola lihat (PT LPIS) membuat jadwal seperti ini walau seharusnya, pertandingan bagi klub itu selayaknya bergantian kandang dan tandang. Tapi kami takutkan kondisi ini berpengaruh pada tim," ungkap pemegang lisensi A UEFA itu.
Bukan hanya kali ini, namun PSMS kerap dirugikan dengan pemunduran jadwal. Tercatat tiga kali PSMS mengalami pemunduran jadwal.
"Semuanya bermasalah, mulai dari pengunduran jadwal pertandingan membuat kami harus menyesuaikan dengan program latihan," tukas Fabio.
CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, menanggapi hal ini akan meminta pertumbangan. "Ya, kami akan komunikasikan dengan PT LPIS kalau memang bisa dipertimbangkan untuk dimundurkan," pungkasnya.
Kontra Gresik, pembuktian satu striker
Tujuh laga telah dilakoni dan baru sekali PSMS yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) mengecap kemenangan. Untuk itu, tim besutan Raja Isa ini mengincar kemenangan keduanya saat menjamu Gresik United di Stadion Teladan, Kamis malam ini. Bukan hal yang mudah mengingat performa Markus cs yang belum juga menginjak top form.
Koleksi satu kemenangan memang membuat badai kritikan tengah kencang berhembus ke skuad PSMS. Ayam Kinantan kini menghuni posisi 15 klasemen. Skema 4-2-3-1 andalannya dengan mengandalkan satu striker yang disinyalir mempengaruhi produktivitas gol PSMS yang baru menginjak angka tujuh.
Artinya, dalam setiap laga PSMS hanya mampu mencetak satu gol. Toh, Raja Isa tetap bersikeras skuadnya kesulitan menggapai kemenangan karena faktor lain. Bukan karena skema yang kerap dicap bertahan.
"Materi kita masih seperti ini. Kita punya striker yang terbatas. Hanya Osas Saha dan Choi Dong Soo. Sementara pemain lokal kita punya Ari Supriatna, sementara Sigit cedera patah tangan.Yang pasti, kita tidak pernah bertahan dengan skema 4-2-3-1 ini. Lagipula satu striker itu didukung tiga pemain yang menyerang di belakangnya,” ujar Raja Isa.
Faktor yang dimaksud Raja Isa adalah dewi fortuna yang belum juga berpihak pada timnya. “Kita hanya belum beruntung. Saya catat ada 30 peluang yang kita hasilkan dari tujuh laga. Namun hanya beberapa yang menghasilkan gol,” ujar Raja Isa.
Selain masalah keberuntungan, skuadnya juga belum mampu menjaga konsentrasi dan emosi. Kerap terprovokasi lawan dan berujung pada kerugian untuk tim karena hukuman kartu dari wasit.
“Kita juga belum lihai mengawal emosi dalam menghadapi provokasi lawan. Terbukti Marcio Souza di Arema bisa memprovokasi pemain kita. Tapi saya pikir di antara kita tim promosi kita masih yg terbaik,” ujarnya.
Menghadapi tim tamu yang hadir dengan sepenggal kisah historis sebagai mantan punggawa PSMS, Raja Isa tak terlalu menanggapnya istimewa.
“Sepakbola itu berubah dari musim ke musim. Memang ada beberapa pemain mereka (Gresik United-red) yang pernah bermain di sini. Itu masa lalu, tapi saya juga tidak remehkan mereka yang punya pemain berpengalaman, seperti Agus Indra, Anang Makruf, Uston Nawawi, dan lainnya. Yang penting main semaksimal mungkin. Dengan begitu, saya yakin kita menang,” ujar sang pelatih.
Koleksi satu kemenangan memang membuat badai kritikan tengah kencang berhembus ke skuad PSMS. Ayam Kinantan kini menghuni posisi 15 klasemen. Skema 4-2-3-1 andalannya dengan mengandalkan satu striker yang disinyalir mempengaruhi produktivitas gol PSMS yang baru menginjak angka tujuh.
Artinya, dalam setiap laga PSMS hanya mampu mencetak satu gol. Toh, Raja Isa tetap bersikeras skuadnya kesulitan menggapai kemenangan karena faktor lain. Bukan karena skema yang kerap dicap bertahan.
"Materi kita masih seperti ini. Kita punya striker yang terbatas. Hanya Osas Saha dan Choi Dong Soo. Sementara pemain lokal kita punya Ari Supriatna, sementara Sigit cedera patah tangan.Yang pasti, kita tidak pernah bertahan dengan skema 4-2-3-1 ini. Lagipula satu striker itu didukung tiga pemain yang menyerang di belakangnya,” ujar Raja Isa.
Faktor yang dimaksud Raja Isa adalah dewi fortuna yang belum juga berpihak pada timnya. “Kita hanya belum beruntung. Saya catat ada 30 peluang yang kita hasilkan dari tujuh laga. Namun hanya beberapa yang menghasilkan gol,” ujar Raja Isa.
Selain masalah keberuntungan, skuadnya juga belum mampu menjaga konsentrasi dan emosi. Kerap terprovokasi lawan dan berujung pada kerugian untuk tim karena hukuman kartu dari wasit.
“Kita juga belum lihai mengawal emosi dalam menghadapi provokasi lawan. Terbukti Marcio Souza di Arema bisa memprovokasi pemain kita. Tapi saya pikir di antara kita tim promosi kita masih yg terbaik,” ujarnya.
Menghadapi tim tamu yang hadir dengan sepenggal kisah historis sebagai mantan punggawa PSMS, Raja Isa tak terlalu menanggapnya istimewa.
“Sepakbola itu berubah dari musim ke musim. Memang ada beberapa pemain mereka (Gresik United-red) yang pernah bermain di sini. Itu masa lalu, tapi saya juga tidak remehkan mereka yang punya pemain berpengalaman, seperti Agus Indra, Anang Makruf, Uston Nawawi, dan lainnya. Yang penting main semaksimal mungkin. Dengan begitu, saya yakin kita menang,” ujar sang pelatih.
PSMS v Persegres Ayam Kinantan Rindu Menang
PSMS kembali mentas di panggung Indonesian Super League (ISL). Kali ini menjamu Persegres Gresik di Stadion Teladan, Kamis (2/2) malam. Kemenangan hal wajib yang mesti diamankan Raja Isa, sebab tekanan dari fans mulai bermunculan.
Bagaimana tidak, dari tujuh laga yang sudah digelar, PSMS baru satu kali menang. Itupun tipis 1-0 ketika menjungkalkan Persisam di kandang sendiri. Selebihnya, tiga laga kandang PSMS berakhir imbang. 1-1 kontra Mitra Kukar, 1-1 kontra Persiwa, dan 0-0 melawan Persipura. Jangan tanya partai tandang, karena PSMS sudah dua kali kalah ketika melawan Persib (3-1) dan Arema Indonesia (2-1). Tapi ketika dijamu Pelita Jaya, PSMS bisa menahan imbang 2-2.
Hasil itu lantas membuat PSMS terseret ke papan bawah klasemen sementara tepatnya di peringkat 15 dengan raihan tujuh angka dari tujuh laga. Sementara bakal lawan, Persegres berada tepat di atas PSMS, di posisi 14. Kalau menang, PSMS bisa naik ke peringkat 13. Dan satu-satunya keuntungan PSMS, mereka baru melakoni tujuh laga. Sementara tim lainnya rata-rata sudah memainkan 8-10 laga.
Pada laga kedelapan ini, Raja Isa ingin meraih poin penuh dengan memaksimalkan materi yang ada. “Kita berharap pemain bisa bertanding sebaik mungkin besok (Hari ini, Red),” ungkapnya saat jumpa pers, Rabu (1/2).
Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengaku mengerti tentang tuntutan masyarakat Kota Medan yang ingin tim sepak bola kesayangannya meraih poin penuh di kandang. “Karena itu, skuad sangat perlu dukungan dari masyarakat dan para fans fanatiknya. Bukan hanya mengenai motivasi tapi juga spirit bertanding bagi pemain. Hal ini sangat mempengaruhi baik-buruknya penampilan mereka,” terangnya.
Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, jika diteliti dengan seksama, selama tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS baik kandang maupun tandang, sedikitnya ada 30 peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi sebuah gol. “Ini menjadi evaluasi serius di skuad. Dan kita harap ke depan hal ini tak terjadi lagi,” tuturnya.
Di Persegres saat ini bercokol nama-nama yang pernah populer di PSMS. Antara lain pelatih Freddy Muli, dan pemain macam Gustavo Chena, James Koko Lomell, dan Gaston Castano.
Dari kubu Persegres lewat asisten pelatih, Mursyid Effendi diketahui mereka hanya memboyong 18 pemain potensialnya. “Yang terkena cedera atau akumulasi kartu tak diikutsertakan,” katanya.
Secara taktis dan strategi, menurut Mursyid, pelatih Persegres Freddy Mulli sudah tahu gaya main PSMS. “Kami sudah memiliki peta kekuatan lawan. Dan kami siap memberikan perlawanan sengit,” tuturnya. Namun begitu, ia tak mau muluk-muluk soal target. Hasil imbang saja tampaknya sudah bagus. (saz/sumutpos)
Bagaimana tidak, dari tujuh laga yang sudah digelar, PSMS baru satu kali menang. Itupun tipis 1-0 ketika menjungkalkan Persisam di kandang sendiri. Selebihnya, tiga laga kandang PSMS berakhir imbang. 1-1 kontra Mitra Kukar, 1-1 kontra Persiwa, dan 0-0 melawan Persipura. Jangan tanya partai tandang, karena PSMS sudah dua kali kalah ketika melawan Persib (3-1) dan Arema Indonesia (2-1). Tapi ketika dijamu Pelita Jaya, PSMS bisa menahan imbang 2-2.
Hasil itu lantas membuat PSMS terseret ke papan bawah klasemen sementara tepatnya di peringkat 15 dengan raihan tujuh angka dari tujuh laga. Sementara bakal lawan, Persegres berada tepat di atas PSMS, di posisi 14. Kalau menang, PSMS bisa naik ke peringkat 13. Dan satu-satunya keuntungan PSMS, mereka baru melakoni tujuh laga. Sementara tim lainnya rata-rata sudah memainkan 8-10 laga.
Pada laga kedelapan ini, Raja Isa ingin meraih poin penuh dengan memaksimalkan materi yang ada. “Kita berharap pemain bisa bertanding sebaik mungkin besok (Hari ini, Red),” ungkapnya saat jumpa pers, Rabu (1/2).
Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengaku mengerti tentang tuntutan masyarakat Kota Medan yang ingin tim sepak bola kesayangannya meraih poin penuh di kandang. “Karena itu, skuad sangat perlu dukungan dari masyarakat dan para fans fanatiknya. Bukan hanya mengenai motivasi tapi juga spirit bertanding bagi pemain. Hal ini sangat mempengaruhi baik-buruknya penampilan mereka,” terangnya.
Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, jika diteliti dengan seksama, selama tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS baik kandang maupun tandang, sedikitnya ada 30 peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi sebuah gol. “Ini menjadi evaluasi serius di skuad. Dan kita harap ke depan hal ini tak terjadi lagi,” tuturnya.
Di Persegres saat ini bercokol nama-nama yang pernah populer di PSMS. Antara lain pelatih Freddy Muli, dan pemain macam Gustavo Chena, James Koko Lomell, dan Gaston Castano.
Dari kubu Persegres lewat asisten pelatih, Mursyid Effendi diketahui mereka hanya memboyong 18 pemain potensialnya. “Yang terkena cedera atau akumulasi kartu tak diikutsertakan,” katanya.
Secara taktis dan strategi, menurut Mursyid, pelatih Persegres Freddy Mulli sudah tahu gaya main PSMS. “Kami sudah memiliki peta kekuatan lawan. Dan kami siap memberikan perlawanan sengit,” tuturnya. Namun begitu, ia tak mau muluk-muluk soal target. Hasil imbang saja tampaknya sudah bagus. (saz/sumutpos)
PSMS Medan Raja Isa Buang Rap-Rap
Sejak lama, PSMS dikenal dengan gaya main rap-rap. Maka itu, rap-rap itu identik PSMS, begitu juga sebaliknya. Di bawah kendali Raja Isa, rap-rap ternyata tak lagi menarik. Pelatih dari Malaysia itu berniat membuang rap-rap jauh-jauh.
Tentu saja, pernyataannya itu ditentang berbagai pihak. Mulai dari mantan pemain PSMS, hingga fans. Raja Isa berkilah, sepak bola saat ini sudah berkembang. Maka gaya rap-rap tak lagi layak dipakai oleh PSMS. Rap-rap sendiri identik dengan permainan keras dan cepat. Tapi Raja Isa tak mau itu dipakai skuadnya. “Rap-rap tak lagi jadi tren, karena sepak bola sudah berubah. Maka, gaya permainan juga harus berubah. Yang terpenting adalah bagaimana pemain bisa bertanding sebaik mungkin,” kata Raja Isa.
Mantan pemain PSMS, Ismail Ruslan salah satu yang menolak rap-rap dihilangkan. “Bermain keras sudah menjadi ciri khas. Kita bermain keras namun, orientasinya bukan untuk mencederai lawan, tapi untuk mendapatkan bola,” katanya.
Sementara, Ketua PSMS Fans Club Rahmat Nur Lubis menuturkan, gaya rap-rap dijadikan idiom agar PSMS tetap semangat berlaga. “Jadikan rap-rap itu sebagai gertakan kepada calon lawan,” tandas Rahmat. (saz/sumutpos)
Tentu saja, pernyataannya itu ditentang berbagai pihak. Mulai dari mantan pemain PSMS, hingga fans. Raja Isa berkilah, sepak bola saat ini sudah berkembang. Maka gaya rap-rap tak lagi layak dipakai oleh PSMS. Rap-rap sendiri identik dengan permainan keras dan cepat. Tapi Raja Isa tak mau itu dipakai skuadnya. “Rap-rap tak lagi jadi tren, karena sepak bola sudah berubah. Maka, gaya permainan juga harus berubah. Yang terpenting adalah bagaimana pemain bisa bertanding sebaik mungkin,” kata Raja Isa.
Mantan pemain PSMS, Ismail Ruslan salah satu yang menolak rap-rap dihilangkan. “Bermain keras sudah menjadi ciri khas. Kita bermain keras namun, orientasinya bukan untuk mencederai lawan, tapi untuk mendapatkan bola,” katanya.
Sementara, Ketua PSMS Fans Club Rahmat Nur Lubis menuturkan, gaya rap-rap dijadikan idiom agar PSMS tetap semangat berlaga. “Jadikan rap-rap itu sebagai gertakan kepada calon lawan,” tandas Rahmat. (saz/sumutpos)
Takut Imbang Lagi, PSMS ISL Target 12 Angka
Dari tujuh laga terakhir yang dilakoni skuad PSMS, tim berjuluk Ayam Kinantan ini baru mengoleksi satu kali kemenangan, dua kekalahan dan empat seri. Dari 18 tim yang meramaikan kompetisi ISL, tercatat PSMS merupakan satu tim dengan mengoleksi hasil seri terbanyak. Saat ini, predikat ‘Raja’ draw masih melekat di PSMS, hingga skuad asuhan Raja Isa mampu memaksimalkan penampilan di empat partai kandang yang bakal dilakoni sepanjang Februari 2012 ini.
Menanggapi hal tersebut, Raja Isa menuturkan, hasil empat kali seri yang diraih PSMS merupakan hal yang memuaskan. Pasalnya, menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, empat laga seri itu semuanya meladeni tim-tim papan atas ISL, yang notabene dijuluki Raja Isa sebagai tim-tim ‘Timnas Kedua.’ “Pada laga-laga itu, kita tetap berusaha untuk menang. Anakanak sudah melakukan yang terbaik, namun tetap tuhan yang menentukan. Artinya, di sepak bola semua bisa terjadi,” ungkap Raja Isa.
Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengatakan, masyarakat Kota Medan harus bisa memandang laga-laga yang berakhir imbang itu secara realistic, mengingat yang dilawan merupakan tim-tim berlabel Timnas.
Untuk itu, Raja Isa ngotot, pada empat laga kandang yang bakal dilakoni PSMS kontra Persegres Gresik (2 Februari), Persiba Balikpapan (6 Februari), Persiram Raja Ampat (16 Februari) dan Sriwijaya FC (20 Februari), tim asuhannya menargetkan minimal meraih 10 poin. “Maksimalnya kita harapkan bisa meraih 12 poin,” tuturnya.
Dengan raihan poin tersebut, paling tidak PSMS akan meluncur ke posisi 7 dan 8 klasemen sementara panggung ISL, yang saat ini PSMS masih menduduki posisi 15 dengan mengoleksi tujuh poin.
Karena itu, ia berharap semua pemain bisa bermain baik dalam tiap pertandingan.
“Yang terpenting adalah, pemain tetap fokus dan konsentrasi. Karena kompstisi ISL merupakan kompetisi yang sangat ketat,” ujar eks pelatih Persiram itu.
Ia mencontohkan, dalam beberapa pertandingan yang dihelat di kompetisi ISL, banyak terjadi golgol akibat kesalahan pemain belakang yang tak mengantisipasi pergerakan pemain lawan atau pun bola. Sehingga blunder hingga gol bunuh diri kerap terjadi. “Ini dikarenakan faktor pemain yang kurang tenang menyikapi laga. Dan kita berharap, pada empat laga kandang ini, pemain bisa benar-benar fokus,” tandasnya. (saz/sumutpos)
Menanggapi hal tersebut, Raja Isa menuturkan, hasil empat kali seri yang diraih PSMS merupakan hal yang memuaskan. Pasalnya, menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, empat laga seri itu semuanya meladeni tim-tim papan atas ISL, yang notabene dijuluki Raja Isa sebagai tim-tim ‘Timnas Kedua.’ “Pada laga-laga itu, kita tetap berusaha untuk menang. Anakanak sudah melakukan yang terbaik, namun tetap tuhan yang menentukan. Artinya, di sepak bola semua bisa terjadi,” ungkap Raja Isa.
Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengatakan, masyarakat Kota Medan harus bisa memandang laga-laga yang berakhir imbang itu secara realistic, mengingat yang dilawan merupakan tim-tim berlabel Timnas.
Untuk itu, Raja Isa ngotot, pada empat laga kandang yang bakal dilakoni PSMS kontra Persegres Gresik (2 Februari), Persiba Balikpapan (6 Februari), Persiram Raja Ampat (16 Februari) dan Sriwijaya FC (20 Februari), tim asuhannya menargetkan minimal meraih 10 poin. “Maksimalnya kita harapkan bisa meraih 12 poin,” tuturnya.
Dengan raihan poin tersebut, paling tidak PSMS akan meluncur ke posisi 7 dan 8 klasemen sementara panggung ISL, yang saat ini PSMS masih menduduki posisi 15 dengan mengoleksi tujuh poin.
Karena itu, ia berharap semua pemain bisa bermain baik dalam tiap pertandingan.
“Yang terpenting adalah, pemain tetap fokus dan konsentrasi. Karena kompstisi ISL merupakan kompetisi yang sangat ketat,” ujar eks pelatih Persiram itu.
Ia mencontohkan, dalam beberapa pertandingan yang dihelat di kompetisi ISL, banyak terjadi golgol akibat kesalahan pemain belakang yang tak mengantisipasi pergerakan pemain lawan atau pun bola. Sehingga blunder hingga gol bunuh diri kerap terjadi. “Ini dikarenakan faktor pemain yang kurang tenang menyikapi laga. Dan kita berharap, pada empat laga kandang ini, pemain bisa benar-benar fokus,” tandasnya. (saz/sumutpos)
PSMS Medan Luis Pena Absen Lawan Persegres
PSMS Medan tak ingin kehilangan poin saat menjamu Persegres di Stadion Teladan, Medan, Kamis, 2 Februari 2012. Meski tanpa Luis Alejandro Pena, Ayam Kinantan bertekad ingin mengalahkan tim tamu yang dihuni banyak mantan pemain PSMS.
PSMS gagal memetik satu poin pun saat bertandang ke Jawa Timur pekan lalu. Usai kalah 1-2 dari Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, pasukan Raja Isa justru batal bertanding lawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Kondisi lapangan yang rusak memaksa duel ini diundur hingga akhir Februari ini.
"Kemenangan menjadi harga mati, kami sudah banyak kehilangan poin, di pertandingan ini adalah target kami menyapu bersih poin di empat laga kandang selama bulan Februari ini, kami tak ingin kehilangan poin lagi," kata Raja Isa, Rabu, 1 Februari 2012.
Minimnya poin yang dikoleksi sampai saat ini membuat PSMS harus rela berada di papan bawah klasemen sementar Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Dengan mengantongi 7 poin dari 7 pertandingan Ayam Kinantan masih terpaut di urutan ke-15.
Menghadapi Persegres, PSMS dipersiapkan tampil dengan formasi 4-2-3-1. Meski tanpa kehadiran salah seorang legiun asingnya, Luis Alejandro Pena yang mengalami cedera ringan, Ayam Kinantan akan berusaha untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Menurut Raja Isa, peran Luis Pena untuk sementara akan digantikan oleh pemain muda M Antoni. "Semua pemain sudah siap, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, kami sudah persiapkan itu dalam latihan beberapa hari ini, saya yakin apa yang sudah kami lakukan di lapangan nanti," ujarnya.
"Pena masih cedera, dia belum bisa diturunkan, saya sudah siapkan nama M.Antoni untuk menggantikannya di tengah, tipikal permainan Toni yang condong membantu serangan akan membantu Choi Dong Soo dan Inkyun oh," lanjut Raja Isa.
Mengenai kekuatan lawan, Raja Isa meminta pemainnya untuk mewaspadai pergerakan lima pemain kunci Persegres. Mereka adalah Agus Indra, James Koko Lomell, Gustavo Chena, dan dua pemain veteran, yakni Anang Maruf dan Uston Nawawi.
Perhatian khusus diberikan Raja Isa kepada James yang tak lain adalah mantan penyerang PSMS Medan. "Dia mempunyai kecepatan dan mampu meloloskan diri dari kepungan pemain lawan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemain belakang harus tetap fokus, jangan terpancing oleh pergerakan James," kata Raja Isa. (Marco Tampubolon /Ondo/Vivanews)
PSMS gagal memetik satu poin pun saat bertandang ke Jawa Timur pekan lalu. Usai kalah 1-2 dari Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, pasukan Raja Isa justru batal bertanding lawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Kondisi lapangan yang rusak memaksa duel ini diundur hingga akhir Februari ini.
"Kemenangan menjadi harga mati, kami sudah banyak kehilangan poin, di pertandingan ini adalah target kami menyapu bersih poin di empat laga kandang selama bulan Februari ini, kami tak ingin kehilangan poin lagi," kata Raja Isa, Rabu, 1 Februari 2012.
Minimnya poin yang dikoleksi sampai saat ini membuat PSMS harus rela berada di papan bawah klasemen sementar Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Dengan mengantongi 7 poin dari 7 pertandingan Ayam Kinantan masih terpaut di urutan ke-15.
Menghadapi Persegres, PSMS dipersiapkan tampil dengan formasi 4-2-3-1. Meski tanpa kehadiran salah seorang legiun asingnya, Luis Alejandro Pena yang mengalami cedera ringan, Ayam Kinantan akan berusaha untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Menurut Raja Isa, peran Luis Pena untuk sementara akan digantikan oleh pemain muda M Antoni. "Semua pemain sudah siap, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, kami sudah persiapkan itu dalam latihan beberapa hari ini, saya yakin apa yang sudah kami lakukan di lapangan nanti," ujarnya.
"Pena masih cedera, dia belum bisa diturunkan, saya sudah siapkan nama M.Antoni untuk menggantikannya di tengah, tipikal permainan Toni yang condong membantu serangan akan membantu Choi Dong Soo dan Inkyun oh," lanjut Raja Isa.
Mengenai kekuatan lawan, Raja Isa meminta pemainnya untuk mewaspadai pergerakan lima pemain kunci Persegres. Mereka adalah Agus Indra, James Koko Lomell, Gustavo Chena, dan dua pemain veteran, yakni Anang Maruf dan Uston Nawawi.
Perhatian khusus diberikan Raja Isa kepada James yang tak lain adalah mantan penyerang PSMS Medan. "Dia mempunyai kecepatan dan mampu meloloskan diri dari kepungan pemain lawan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemain belakang harus tetap fokus, jangan terpancing oleh pergerakan James," kata Raja Isa. (Marco Tampubolon /Ondo/Vivanews)
Monday, January 30, 2012
Indonesian Premier League Persibo Tekuk PSMS 1-0
Persibo Bojonegoro menang tipis 1-0 atas PSMS Medan pada laga kandang kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Soedirman, Bojonegoro, Ahad, 29 Januari 2012. Gol sematang wayang Persibo dicetak Muhammad Iskandar, yang memanfaatkan sepak pojok di babak kedua.
Gol Iskandar di menit ke 65 ini, menjadi sangat penting. Setidaknya, bisa mempertahankan posisi tiga besar klasemen sementara LPI awal tahun ini. Gol ini, juga menjadi ajang pembuktian Laskar Angling Darmo yang kalah dari Bontang FC 2-0 di laga tandang di Stadion Mulawarman, pekan lalu.
Pertandingan yang cukup alot antar-kedua tim, berjalan cukup seimbang. Dari 90 menit waktu normal, tercatat ada lima kartu kuning yang dikeluarkan wasit Sulistyoko. Masing-masing tiga untuk pemain Persibo, yaitu Edy Sibung, Jaeron Feliciano dan Hernan Ortis. Dari kubu PSMS Medan atas nama Safrudin Tahar dan An Hyo Yoen.
Bermain dengan formsi lengkap, Persibo sempat menerapkan bermain menyerang. Tetapi, palang pintu PSMS Medan, membuat seangan bertubi-tubi Samsul Arif Jaeron dan Iskandar, susah membuahkan gol. Pergerakan si kulit bundar kerap terhenti di para pemain belakang PSMS Medan yang memang punya kelebihan postur tubuh. Seperti Vagner Luis, Julio Cesarjuga Heri Suwondo.
Bahkan, permainan bola-bola tengah Persibo yang dikomandoi Mekan Nasirov, justru kerap kalah oleh pemain PSMS Medan. Bahkan, beberapa kali serangan berbahahaya justru datang dari bola di tengah yang kemudian mengalir ke gawang Persibo yang dijaga Fauzi Toldo.
Beberapa kali gol sempat tercipta di menit-menit 15 hingga 35 babak bertama. Sebuah tendangan bebas Gustavo Ortis, hampir saja membuahkan gol. Bola lambung berhasil ditepis kiper PSMS Medan Deck Ardian. Begitu sebaliknya, serangan mendadak Persibo, berupa tendangan keras Jaeron di kotak penalty juga berhasil ditepis kiper lawan.
Sebaliknya, PSMS Medan yang melakukan serangan balik, sempat membuat pemain belakang Persibo keteteran. Hingga sebuah pelanggaran dan berbuah tendangan bebas. Sebuah tendangan keras Kapten PSMS Medan Vagner Luis berhsil ditepis Fauzi Toldo. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan masih 0-0 untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua, Para pemain PErsibo diminta menerapkan strategi menyerang. Trio bomber, Samsul, Jaeron dan Iskandar, melakukan upaya penekanan. Tiga pemain itu juga kerap dibantu Edy Sibung dan Mekan Nasirov yang kerap overlap ke depan.
Dalam sebuah kemelut di sayap kanan PSMS Medan, membuahkan tendangan pojok. Tendangan kali ini diambil oleh Mekan Nasirov. Bila yang tidak terlalu tinggi, sempat mengenai kaki pemain PSMS Medan. Bola mental dan tepat di depan gawang Iskandar yang berdiri bebas. Bola langsung ditendang dan gol, menit ke 65. 1-0 untuk Persibo Bojonegoro.
Tertinggal 1-0, PSMS Medan meningkatkan serangan. Pemain depan, seperti Juanda Mayadi, Goran Ganchev melakukan penetrasi di daerah pertahanan Persibo. Tetapi, pemain belakang Persibo, yaitu Leke Anderson, Aang Suparman dan Hari Sahputra, bergantian menghalau bola. Hingga wasit Sulistyoko menipu peluit akhir, di menit ke 90 waktu normal, kedudukan tidak berubah 1-0, untuk kemenangan Persibo Bojonegoro.
Pelatih Persibo Bojonegoro, Paulo Camargo mengatakan, bahwa PSMS Medan punya kwalitas pemain yang bagus. Mereka menerapkan pertahanan dengan menempatkan enam hingga tujuh pemain di pertahanan. “Kita akui, bagus pertahanannya,” kata Paulo.
Pelatih PSMS Medan Fabio Lopes mwmuji pwemainnya yang punya semangat tinggi. Timnya diakui bermain imbang bersama Persibo. Tetapi, gol 1-0, adalah keberuntungan pihak lawan saja. “Lihat saja golnya. Itu gol keberuntungan tim llawan,” katanya. (Sujatmiko/Tempo)
Gol Iskandar di menit ke 65 ini, menjadi sangat penting. Setidaknya, bisa mempertahankan posisi tiga besar klasemen sementara LPI awal tahun ini. Gol ini, juga menjadi ajang pembuktian Laskar Angling Darmo yang kalah dari Bontang FC 2-0 di laga tandang di Stadion Mulawarman, pekan lalu.
Pertandingan yang cukup alot antar-kedua tim, berjalan cukup seimbang. Dari 90 menit waktu normal, tercatat ada lima kartu kuning yang dikeluarkan wasit Sulistyoko. Masing-masing tiga untuk pemain Persibo, yaitu Edy Sibung, Jaeron Feliciano dan Hernan Ortis. Dari kubu PSMS Medan atas nama Safrudin Tahar dan An Hyo Yoen.
Bermain dengan formsi lengkap, Persibo sempat menerapkan bermain menyerang. Tetapi, palang pintu PSMS Medan, membuat seangan bertubi-tubi Samsul Arif Jaeron dan Iskandar, susah membuahkan gol. Pergerakan si kulit bundar kerap terhenti di para pemain belakang PSMS Medan yang memang punya kelebihan postur tubuh. Seperti Vagner Luis, Julio Cesarjuga Heri Suwondo.
Bahkan, permainan bola-bola tengah Persibo yang dikomandoi Mekan Nasirov, justru kerap kalah oleh pemain PSMS Medan. Bahkan, beberapa kali serangan berbahahaya justru datang dari bola di tengah yang kemudian mengalir ke gawang Persibo yang dijaga Fauzi Toldo.
Beberapa kali gol sempat tercipta di menit-menit 15 hingga 35 babak bertama. Sebuah tendangan bebas Gustavo Ortis, hampir saja membuahkan gol. Bola lambung berhasil ditepis kiper PSMS Medan Deck Ardian. Begitu sebaliknya, serangan mendadak Persibo, berupa tendangan keras Jaeron di kotak penalty juga berhasil ditepis kiper lawan.
Sebaliknya, PSMS Medan yang melakukan serangan balik, sempat membuat pemain belakang Persibo keteteran. Hingga sebuah pelanggaran dan berbuah tendangan bebas. Sebuah tendangan keras Kapten PSMS Medan Vagner Luis berhsil ditepis Fauzi Toldo. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan masih 0-0 untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua, Para pemain PErsibo diminta menerapkan strategi menyerang. Trio bomber, Samsul, Jaeron dan Iskandar, melakukan upaya penekanan. Tiga pemain itu juga kerap dibantu Edy Sibung dan Mekan Nasirov yang kerap overlap ke depan.
Dalam sebuah kemelut di sayap kanan PSMS Medan, membuahkan tendangan pojok. Tendangan kali ini diambil oleh Mekan Nasirov. Bila yang tidak terlalu tinggi, sempat mengenai kaki pemain PSMS Medan. Bola mental dan tepat di depan gawang Iskandar yang berdiri bebas. Bola langsung ditendang dan gol, menit ke 65. 1-0 untuk Persibo Bojonegoro.
Tertinggal 1-0, PSMS Medan meningkatkan serangan. Pemain depan, seperti Juanda Mayadi, Goran Ganchev melakukan penetrasi di daerah pertahanan Persibo. Tetapi, pemain belakang Persibo, yaitu Leke Anderson, Aang Suparman dan Hari Sahputra, bergantian menghalau bola. Hingga wasit Sulistyoko menipu peluit akhir, di menit ke 90 waktu normal, kedudukan tidak berubah 1-0, untuk kemenangan Persibo Bojonegoro.
Pelatih Persibo Bojonegoro, Paulo Camargo mengatakan, bahwa PSMS Medan punya kwalitas pemain yang bagus. Mereka menerapkan pertahanan dengan menempatkan enam hingga tujuh pemain di pertahanan. “Kita akui, bagus pertahanannya,” kata Paulo.
Pelatih PSMS Medan Fabio Lopes mwmuji pwemainnya yang punya semangat tinggi. Timnya diakui bermain imbang bersama Persibo. Tetapi, gol 1-0, adalah keberuntungan pihak lawan saja. “Lihat saja golnya. Itu gol keberuntungan tim llawan,” katanya. (Sujatmiko/Tempo)
Friday, January 27, 2012
Laga kontra Persibo mundur sehari
MEDAN- Tidak hanya PSMS Indonesian Super League (ISL) yang menerima pemunduran jadwal. Skuad PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) juga menerima kenyataan sama.
Seyogianya menjalani laga kontra Persibo Bojonegoro pada Sabtu besok, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) memundurkan laga menjadi Minggu lusa. Salah satu ofisial PSMS, Henny, mengakui pihaknya menerima kabar lewat email.
Asisten Manajer PSMS, Alexander Gho, juga mengakui pihaknya telah menerima kabar tersebut. "Saya sudah sampaikan kepada pelatih dan pelatih saya yakin juga sudah mengetahuinya," tandas Alexander.
Bagi PSMS, ini merupakan penundaan ketiga kali. Sebelumnya laga PSMS kontra Persijap Jepara yang seyogianya digelar 15 Januari ditunda. Laga tersebut ditunda karena belum adanya izin pertandingan dari kepolisian setempat menyusul agenda pemilihan kepala daerah di Jepara pada bulan Januari 2012.
Belakangan saat dikonfirmasi kepada Head of First Level Competition PT LPIS, Hendriyana laga tersebut dijadwal ulang menjadi 11 Maret mendatang. Penundaan kedua terjadi di laga kontra Persema yang mundur dua hari dari Sabtu (21/1) menjadi Senin (23/1) dengan alasan karena akan disiarkan langsung. Namun justru penayangan itu batal.
Kondisi ini cukup disayangkan Pelatih PSMS, Fabio Lopez. "Jadi kondisi itu tentunya tidak bagus bagi tim kami. Berada di luar Medan selama dua hari," sebut Fabio.
Dia mengatakan, kondisi tersebut cukup berpengaruh bagi persiapan tim, apalagi pemberitahuan perubahan jadwal diterima dua hari sebelum laga.
"Ini yang kedua kalinya terjadi berturut-turut. Kenapa pemberitahuannya dilakukan dua hari sebelum pertandingan?" pungkas pelatih asal Italia itu.
Seyogianya menjalani laga kontra Persibo Bojonegoro pada Sabtu besok, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) memundurkan laga menjadi Minggu lusa. Salah satu ofisial PSMS, Henny, mengakui pihaknya menerima kabar lewat email.
Asisten Manajer PSMS, Alexander Gho, juga mengakui pihaknya telah menerima kabar tersebut. "Saya sudah sampaikan kepada pelatih dan pelatih saya yakin juga sudah mengetahuinya," tandas Alexander.
Bagi PSMS, ini merupakan penundaan ketiga kali. Sebelumnya laga PSMS kontra Persijap Jepara yang seyogianya digelar 15 Januari ditunda. Laga tersebut ditunda karena belum adanya izin pertandingan dari kepolisian setempat menyusul agenda pemilihan kepala daerah di Jepara pada bulan Januari 2012.
Belakangan saat dikonfirmasi kepada Head of First Level Competition PT LPIS, Hendriyana laga tersebut dijadwal ulang menjadi 11 Maret mendatang. Penundaan kedua terjadi di laga kontra Persema yang mundur dua hari dari Sabtu (21/1) menjadi Senin (23/1) dengan alasan karena akan disiarkan langsung. Namun justru penayangan itu batal.
Kondisi ini cukup disayangkan Pelatih PSMS, Fabio Lopez. "Jadi kondisi itu tentunya tidak bagus bagi tim kami. Berada di luar Medan selama dua hari," sebut Fabio.
Dia mengatakan, kondisi tersebut cukup berpengaruh bagi persiapan tim, apalagi pemberitahuan perubahan jadwal diterima dua hari sebelum laga.
"Ini yang kedua kalinya terjadi berturut-turut. Kenapa pemberitahuannya dilakukan dua hari sebelum pertandingan?" pungkas pelatih asal Italia itu.
PSMS sepakat di Gresik, Persela menolak
MEDAN - Kondisi Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan yang memprihatinkan menyusul hujan yang belakangan “rajin” mengguyur Lamongan berdampak pada keputusan memindahkan laga Indonesian Super League (ISL) antara PSMS kontra Persela ke Gresik. Hal itu telah diputuskan Badan Liga Indonesian (BLI).
Kabar itu disampaikan Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi malam. Keputusan itu dibuat berdasarkan pertimbangan kondisi stadion yang tidak memungkinkan menggelar laga. Namun kubu tuan rumah yang belakangan memang memilih berlatih di Gresik menolak dan tetap meminta laga digelar di Surajaya. Jika tidak ada kesepakatan antara kedua tim, laga terancam ditunda.
Menyoal hal ini, kubu PSMS yang mendukung laga digelar di Gresik tentu akan mengalami kerugian besar jika laga sampai ditunda. Artinya pengeluaran akan bertambah jika harus pulang balik ke Medan.
"PSMS tidak menginginkan hal tersebut, sedangkan menjalani laga yang sesuai dengan jadwalnya PSMS sudah mengeluarkan anggaran yang besar jadi kita tetap bersikukuh menolak keinginan tim tuan rumah," kata Benny.
Sementara Raja Isa sendiri tak mempermasalahkan dimana laga digelar. Apalagi ia telah coba mengadaptasikan skuadnya dengan mencari lapangan latihan yang mirip dengan kondisi Surajaya. Namun ia urung menurunkan gelandang asal Korea, In Kyun Oh karena dikhawatirkan kondisi lapangan akan berdampak buruk pada pemulihan cederanya.
"Lebih baik mengistrahatkannya di Lamongan dari pada dia tidak dapat tampil di stadion Teladan Medan 2 Pebruari mendatang menghadapi Gresik United," sebutnya.
Di sisi lain pada latihan perdana pasca rehat dua hari hari ini, tak terlihat kehadiran Osas Saha. Dipastikan striker asal Nigeria sudah berada di Jakarta setelah bertolak dari Singapura. Pengoleksi dua gol itu diharapkan bisa kembali bergabung pada latihan Kamis ini di Surabaya.
Kabar itu disampaikan Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi malam. Keputusan itu dibuat berdasarkan pertimbangan kondisi stadion yang tidak memungkinkan menggelar laga. Namun kubu tuan rumah yang belakangan memang memilih berlatih di Gresik menolak dan tetap meminta laga digelar di Surajaya. Jika tidak ada kesepakatan antara kedua tim, laga terancam ditunda.
Menyoal hal ini, kubu PSMS yang mendukung laga digelar di Gresik tentu akan mengalami kerugian besar jika laga sampai ditunda. Artinya pengeluaran akan bertambah jika harus pulang balik ke Medan.
"PSMS tidak menginginkan hal tersebut, sedangkan menjalani laga yang sesuai dengan jadwalnya PSMS sudah mengeluarkan anggaran yang besar jadi kita tetap bersikukuh menolak keinginan tim tuan rumah," kata Benny.
Sementara Raja Isa sendiri tak mempermasalahkan dimana laga digelar. Apalagi ia telah coba mengadaptasikan skuadnya dengan mencari lapangan latihan yang mirip dengan kondisi Surajaya. Namun ia urung menurunkan gelandang asal Korea, In Kyun Oh karena dikhawatirkan kondisi lapangan akan berdampak buruk pada pemulihan cederanya.
"Lebih baik mengistrahatkannya di Lamongan dari pada dia tidak dapat tampil di stadion Teladan Medan 2 Pebruari mendatang menghadapi Gresik United," sebutnya.
Di sisi lain pada latihan perdana pasca rehat dua hari hari ini, tak terlihat kehadiran Osas Saha. Dipastikan striker asal Nigeria sudah berada di Jakarta setelah bertolak dari Singapura. Pengoleksi dua gol itu diharapkan bisa kembali bergabung pada latihan Kamis ini di Surabaya.
Kekhawatiran PSMS jadi kenyataan
MEDAN - Kekhawatiran PSMS bakal ditundanya laga kontra Persela Lamongan menjadi kenyataan. PT Liga Indonesia memutuskan laga tersebut dijadwal ulang. Kondisi Stadion Surajaya Lamongan yang tidak memungkinkan menggelar laga menjadi alasan.
Sebelumnya, PT LI sempat menawarkan alternatif stadion. Dalam hal ini Stadion milik Gresik United yakni Stadion Tri Dharma. Namun belakangan pihak pengelola stadion, Petrokimia Gresik tidak mengizinkan stadion digunakan untuk laga PSMS kontra Persela.
Alternatif lainnya, Stadion Manahan Solo juga tidak dizinkan pengelolanya karena tengah digunakan Persis Solo di kompetisi IPL. Sebenarnya, ada satu stadion lain sebagai alternatif terakhir, yakni Stadion Mojokerto yang diusulkan Persela. Namun stadion tersebut tidak memenuhi persyaratan karena terkendala pencahayaan. Padahal laga dijadwalkan pada malam hari dan rencananya disiarkan ANTV.
Lalu apa tanggapan PSMS? Manajer PSMS, Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya menerima keputusan ini dengan syarat, PT LI menanggung ganti rugi biaya akomodasi PSMS selama menjalani persiapan di Surabaya.
“Kita mengklaim ke PT LI untuk minta ganti rugi atas transport dan penginapan selama berada di Surabaya. Mereka menyanggupi dan kita siap menerima keputusan itu,” ujar Benny.
Pasca-menjalani laga kontra Arema di Malang, skuad besutan Raja Isa ini dalam beberapa hari terakhir melakukan persiapan ke Surabaya sebelum nantinya bertolak ke Lamongan. Namun keputusan ini memaksa PSMS pulang lebih awal ke Medan. Pengeluaran yang bertambah di luar dugaan ini tentu merugikan PSMS.
Skuad PSMS telah bertolak ke Medan dengan terlebih dahulu transit di Jakarta sejak siang tadi. Selanjutnya PSMS akan mempersiapkan diri menghadapi Gresik United di Stadion Teladan pada 2 Februari mendatang.
Sebelumnya, PT LI sempat menawarkan alternatif stadion. Dalam hal ini Stadion milik Gresik United yakni Stadion Tri Dharma. Namun belakangan pihak pengelola stadion, Petrokimia Gresik tidak mengizinkan stadion digunakan untuk laga PSMS kontra Persela.
Alternatif lainnya, Stadion Manahan Solo juga tidak dizinkan pengelolanya karena tengah digunakan Persis Solo di kompetisi IPL. Sebenarnya, ada satu stadion lain sebagai alternatif terakhir, yakni Stadion Mojokerto yang diusulkan Persela. Namun stadion tersebut tidak memenuhi persyaratan karena terkendala pencahayaan. Padahal laga dijadwalkan pada malam hari dan rencananya disiarkan ANTV.
Lalu apa tanggapan PSMS? Manajer PSMS, Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya menerima keputusan ini dengan syarat, PT LI menanggung ganti rugi biaya akomodasi PSMS selama menjalani persiapan di Surabaya.
“Kita mengklaim ke PT LI untuk minta ganti rugi atas transport dan penginapan selama berada di Surabaya. Mereka menyanggupi dan kita siap menerima keputusan itu,” ujar Benny.
Pasca-menjalani laga kontra Arema di Malang, skuad besutan Raja Isa ini dalam beberapa hari terakhir melakukan persiapan ke Surabaya sebelum nantinya bertolak ke Lamongan. Namun keputusan ini memaksa PSMS pulang lebih awal ke Medan. Pengeluaran yang bertambah di luar dugaan ini tentu merugikan PSMS.
Skuad PSMS telah bertolak ke Medan dengan terlebih dahulu transit di Jakarta sejak siang tadi. Selanjutnya PSMS akan mempersiapkan diri menghadapi Gresik United di Stadion Teladan pada 2 Februari mendatang.
Thursday, January 26, 2012
PSMS evaluasi kekalahan dari Persema
MEDAN – Memori buruk kembali hadir di Malang untuk PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) setelah dikandaskan Persema Malang, Senin (25/1) lalu. Namun bukan hanya evaluasi dari pelatih, para pemain juga mencoba mengevaluasi diri menyoal hasil buruk itu. Agar menjadi perbaikan menghadapi laga lanjutan IPL.
Striker andalan PSMS, Jecky Pasarella mengakui ia dan rekan-rekannya kehilangan konsentrasi pasca dua gol cepat di awal laga. Ketika itu Laskar Ken Arok-julukan Persema-sudah unggul dua gol sampai menit 19 lewat lewat Dennis Kacanovs dan Emile Bamba.
"Tim awalnya main bagus. Tapi dua gol di awal itu bikin hilang konsentrasi," ujar Jecky malam ini.
Striker berusia 26 tahun itu mengakui para pemain panik dengan serangan agresif lawan di menit-menit awal. Tercatat tiga tendangan sudut sudah terjadi di menit-menit awal.
"Main di saat itu di bawah tekanan. Apalagi, Karena kita main tandang, semangat lawan cukup besar untuk menciptakan gol cepat. Baru beberapa menit, beberapa corner sudah terjadi, dan membuat tim agak panik," ungkap mantan pemain PSM Makassar itu menambahkan kepanikan itu membuat pihaknya hilang konsentrasi dan kesulitan membangun serangan.
“Salahnya, setelah diserang, bukan memainkan serangan dari ke kaki yang dimainkan, tapi ketika menguasai bola, kepanikan itu membuat pemain membuang jauh bola. Main dulu, percaya diri akan timbul dengan begitu,” jelas pemain berusia 26 tahun itu.
Pemain PSMS lainnya, Juanda Mayadi mengakui pihaknya lalai menjalankan instruksi dari Pelatih Fabio Lopez.
"Pemain tidak mengikuti intruksi pelatih. Di luar yang diterapkan pelatih. Padahal antisipasi skema lawan sudah dimainkan di latihan. Saya masuk di babak kedua, formasi itu berubah,. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak ke PSMS. Banyak peluang, tapi tidak ada yang jadi gol," bebernya.
Adaptasi main malam yang tidak dilakukan juga diyakini menjadi kendala. "Kami kayak baru pertama main di liga. Saya yakin itu terjadi karena adaptasi tidak dilakukan di malam sebelumnya," ujar Tri Yudha.
Striker andalan PSMS, Jecky Pasarella mengakui ia dan rekan-rekannya kehilangan konsentrasi pasca dua gol cepat di awal laga. Ketika itu Laskar Ken Arok-julukan Persema-sudah unggul dua gol sampai menit 19 lewat lewat Dennis Kacanovs dan Emile Bamba.
"Tim awalnya main bagus. Tapi dua gol di awal itu bikin hilang konsentrasi," ujar Jecky malam ini.
Striker berusia 26 tahun itu mengakui para pemain panik dengan serangan agresif lawan di menit-menit awal. Tercatat tiga tendangan sudut sudah terjadi di menit-menit awal.
"Main di saat itu di bawah tekanan. Apalagi, Karena kita main tandang, semangat lawan cukup besar untuk menciptakan gol cepat. Baru beberapa menit, beberapa corner sudah terjadi, dan membuat tim agak panik," ungkap mantan pemain PSM Makassar itu menambahkan kepanikan itu membuat pihaknya hilang konsentrasi dan kesulitan membangun serangan.
“Salahnya, setelah diserang, bukan memainkan serangan dari ke kaki yang dimainkan, tapi ketika menguasai bola, kepanikan itu membuat pemain membuang jauh bola. Main dulu, percaya diri akan timbul dengan begitu,” jelas pemain berusia 26 tahun itu.
Pemain PSMS lainnya, Juanda Mayadi mengakui pihaknya lalai menjalankan instruksi dari Pelatih Fabio Lopez.
"Pemain tidak mengikuti intruksi pelatih. Di luar yang diterapkan pelatih. Padahal antisipasi skema lawan sudah dimainkan di latihan. Saya masuk di babak kedua, formasi itu berubah,. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak ke PSMS. Banyak peluang, tapi tidak ada yang jadi gol," bebernya.
Adaptasi main malam yang tidak dilakukan juga diyakini menjadi kendala. "Kami kayak baru pertama main di liga. Saya yakin itu terjadi karena adaptasi tidak dilakukan di malam sebelumnya," ujar Tri Yudha.
Sasa & In Kyun siap tampil
MEDAN - Menghadapi Persela Lamongan pada 29 Januari mendatang, PSMS dipastikan tanpa dua pemain pilarnya. Adalah Novi Handriawan yang dihadiahi kartu merah dan Luis Alejandro Pena karena sanksi akumulasi, dua yang dimaksud. Beruntung kabar tidak sedap itu mampu ditutupi dengan siap tampilnya beberapa pemain yang sebelumnya cedera.
Di sektor gelandang, gelandang lincah In Kyun Oh sudah siap tampil. Cedera yang didapatkannya ketika bentrok dengan Arema tidak lagi bermasalah. Ia pun siap ditampilkan menghadapi Persela, Minggu nanti.
Sementara di sektor belakang, Sasa Zecevic yang sebelumnya mengalami cedera di hidung akibat sikutan striker Arema, Marcio Souza dipastikan tampil. Setelah mengalami Rontgen di salah satu rumah sakit di Surabaya, hidungnya sudah tak lagi bermasalah.
Hal itu dipastikan dari keterangan dokter tim, dr Raja, di penginapan The Killer Sahid Hotel Surabaya baru-baru ini.
“Untuk Sasa sudah tidak ada masalah. Tapi In Kyun paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding. Kemungkinan besar dia bisa bermain,” ujarnya.
Begitupun Raja Isa tetap harus mencari pengganti Novi dan Pena. Ia mengakui lini belakang yang cukup memusingkan menyusul absennya Novi. Sedangkan lini tengah, ia masih punya beberapa pilihan menggantikan Pena.
“Sebenarnya di posisi (gelandang-red) ini tidak begitu memusingkan saya, berbeda di barisan bawah. Karena pemain gelandang kita cukup banyak dan kalau memang memungkinkan bisa saja di tengah kita rubah strategi dengan menempatkan lima pemain saja dan dua di depan," tambah pelatih berkebangsaan Malaysia itu.
Di sektor gelandang, gelandang lincah In Kyun Oh sudah siap tampil. Cedera yang didapatkannya ketika bentrok dengan Arema tidak lagi bermasalah. Ia pun siap ditampilkan menghadapi Persela, Minggu nanti.
Sementara di sektor belakang, Sasa Zecevic yang sebelumnya mengalami cedera di hidung akibat sikutan striker Arema, Marcio Souza dipastikan tampil. Setelah mengalami Rontgen di salah satu rumah sakit di Surabaya, hidungnya sudah tak lagi bermasalah.
Hal itu dipastikan dari keterangan dokter tim, dr Raja, di penginapan The Killer Sahid Hotel Surabaya baru-baru ini.
“Untuk Sasa sudah tidak ada masalah. Tapi In Kyun paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding. Kemungkinan besar dia bisa bermain,” ujarnya.
Begitupun Raja Isa tetap harus mencari pengganti Novi dan Pena. Ia mengakui lini belakang yang cukup memusingkan menyusul absennya Novi. Sedangkan lini tengah, ia masih punya beberapa pilihan menggantikan Pena.
“Sebenarnya di posisi (gelandang-red) ini tidak begitu memusingkan saya, berbeda di barisan bawah. Karena pemain gelandang kita cukup banyak dan kalau memang memungkinkan bisa saja di tengah kita rubah strategi dengan menempatkan lima pemain saja dan dua di depan," tambah pelatih berkebangsaan Malaysia itu.
PSMS antisipasi lapangan becek
- Hujan yang terus menerus mengguyur Lamongan, berdampak buruk pada kondisi Stadion Surajaya, markasnya Persela. Stadion ini yang nantinya akan menjadi venue pertarungan Persela kontra PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), Minggu (29/1) mendatang.
Dikhawatirkan tim yang bertanding tak dapat mengembangkan permainan dengan kondisi Stadion Surajaya becek dan berlumpur. Kondisi itu jelas terlihat dalam beberapa laga kandang terakhir Laskar Joko Tingkir-julukan Persela.
Seperti saat menjamu PSAP, Stadion Surajaya sangat memprihatinkan. Bahkan tuan rumah Persela terpaksa mengungsi dari Lamongan untuk menjalani latihan rutin di Gresik karena lapangan stadion yang rusak.
Pasukan Miroslav Janu rencananya akan berlatih di Gresik selama tiga hari."Kami harus berlatih di Kabupaten Gresik karena kondisi Stadion Surajaya saat ini sedang diperbaiki," kata Bendahara Persela, Samsul.
Kondisi ini menjadi perhatian serius PSMS. Tim besutan Raja Isa sendiri akan memulai latihan nanti di Surabaya setelah sebelumnya rehat dua hari. Untuk beradaptasi dengan kondisi Surajaya, Raja Isa akan mencari lapangan yang becek dan berlumpur.
Kondisi lapangan juga akan berpengaruh pada perubahan taktik di lapangan. Pelatih asal Malaysia itu kemungkinan akan menginstruksikan skuadnya bermain dengan bola-bola panjang.
"Tidak mungkin main bola pendek karena bola akan tersangkut lumpur. Yah bisa saja kita akan menerapkan permainan kampung atau lebih trend disebut bermain rap-rap, tetapi strategi ini memerlukan staminan yang baik dari Zulkarnaen dan kawan-kawan", ujarnya.
Raja Isa juga akan memberikan instruksi khusus kepada duet Osas Saha dan Choi Dong Soo. Kepada keduanya ia meminta agar lebih berinisiatif melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti dan mengurangi akselerasi di lapangan.
Dikhawatirkan tim yang bertanding tak dapat mengembangkan permainan dengan kondisi Stadion Surajaya becek dan berlumpur. Kondisi itu jelas terlihat dalam beberapa laga kandang terakhir Laskar Joko Tingkir-julukan Persela.
Seperti saat menjamu PSAP, Stadion Surajaya sangat memprihatinkan. Bahkan tuan rumah Persela terpaksa mengungsi dari Lamongan untuk menjalani latihan rutin di Gresik karena lapangan stadion yang rusak.
Pasukan Miroslav Janu rencananya akan berlatih di Gresik selama tiga hari."Kami harus berlatih di Kabupaten Gresik karena kondisi Stadion Surajaya saat ini sedang diperbaiki," kata Bendahara Persela, Samsul.
Kondisi ini menjadi perhatian serius PSMS. Tim besutan Raja Isa sendiri akan memulai latihan nanti di Surabaya setelah sebelumnya rehat dua hari. Untuk beradaptasi dengan kondisi Surajaya, Raja Isa akan mencari lapangan yang becek dan berlumpur.
Kondisi lapangan juga akan berpengaruh pada perubahan taktik di lapangan. Pelatih asal Malaysia itu kemungkinan akan menginstruksikan skuadnya bermain dengan bola-bola panjang.
"Tidak mungkin main bola pendek karena bola akan tersangkut lumpur. Yah bisa saja kita akan menerapkan permainan kampung atau lebih trend disebut bermain rap-rap, tetapi strategi ini memerlukan staminan yang baik dari Zulkarnaen dan kawan-kawan", ujarnya.
Raja Isa juga akan memberikan instruksi khusus kepada duet Osas Saha dan Choi Dong Soo. Kepada keduanya ia meminta agar lebih berinisiatif melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti dan mengurangi akselerasi di lapangan.
Wednesday, January 25, 2012
Konflik PSSI vs KPSI
Surabaya - Manuver KPSI dalam menyikapi dinamika organisasi di PSSI.
sudah kebablasan dan offside,
bahkan dinilai inkonstuta (tak sesuai.
statuta). Demikian pendapat Ari.
Wibowo, Direktur LSM SEMPRIT.
(Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi) dalam rilis resminya.
“Aktor-aktor intelektual dibelakang.
KPSI (waktu itu belum bernama KPSI).
berhasil menciptakan skenario yang.
rapi dan berhasil menggiring.
beberapa klub masuk ke kubu mereka melalui sentimen.
ketidaksetujuan terhadap
kemunculan 6 klub di kasta tertinggi.
Dan berdasar sentimen itulah dimulai.
sebuah ‘pemberontakan’ melalui.
wadah PT LI. Jadi akar masalah ‘dualisme kompetisi’ sebenarnya.
dimulai dari sini,” ungkap Ari, Selasa.
(24/01/2012).
Lucunya, PT LI yang selalu.
meneriakkan statuta dan Kongres Bali.
sebagai pijakan menuntut kasta tertinggi 18 klub (bukan 24 klub),
ternyata hasil Kongres Bali yang.
menetapkan peserta Divisi Utama.
berjumlah 44 klub gagal mereka.
penuhi, dan seakan penyimpangan itu.
tak pernah mereka permasalahkan sama sekali.
Aktor intelektual di kubu penentang.
PSSI ini sangat cerdik dengan memulai.
penggalangan kekuatan melalui.
sentimen yang mudah diangkat.
menjadi isu panas. Konflik dualisme kompetisi terjadilah. Dan seiring
berjalannya waktu, klub-klub yang.
sebagian besar hanya ikut arus itu.
kemudian terjebak dalam kubangan.
besar yang bernama kompetisi ilegal.
Yang namanya ilegal pastinya memunculkan respon berupa.
jatuhnya hukuman-hukuman dari.
PSSI melalui Komdisnya.
Ketika kondisi sudah berada di titik ini,
dengan cerdik pula para aktor.
intelektual melihat ada celah dan kesempatan mengubah peta konflik.
dari isu dualisme kompetisi menjadi.
mosi tidak percaya kepada pengurus.
PSSI yang sekarang. Digiringlah para
klub pengikutnya yang sudah.
terlanjur masuk dalam kubangan besar menjadi anggota dari KPSI.
Nampak sekali bahwa penentang PSSI.
itu sudah dis-orientasi alias.
menyimpang dari tujuan awal yang.
dipakai saat menggalang dukungan.
Dan klub-klub yang sudah masuk di gerbong itu tak berkutik akibat.
terlanjur masuk ke pusaran konflik.
sebagai kubu penentang PSSI.
Kemudian aktor intelektual tersebut.
melakukan penggalangan kekuatan.
dengan mengundang semua klub anggota PSSI guna mengajukan.
permintaan dilakukannya KLB dengan.
alasan sudah tak percaya lagi kepada.
pengurus PSSI yang sekarang.
Propaganda besar-besaran melalui.
kekuatan media pendukungnya dilakukan. Upaya pembusukan PSSI.
bahkan pembunuhan karakter Ketum.
PSSI pun dijadikan program kerja.
mereka melalui wadah baru yang.
bernama KPSI.
RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) pada tanggal 18 Desember.
2011 digelar dengan tujuan utama.
mengumpulkan tanda-tangan dari.
setidaknya 2/3 klub anggota PSSI,
yang meminta digelarnya KLB dengan.
agenda pemakzulan Ketum PSSI. Tak jelas apakah yang datang benar-
benar pihak yang valid dan.
berkompeten, yang pasti 432 tanda-
tangan berhasil dikumpulkan dan.
diserahkan ke PSSI. KPSI memberi
deadline 28 Desember 2011 sebagai batas waktu PSSI merespon tuntutan.
KLB.
PSSI tidak merespon deadline KPSI,
tetapi tetap melakukan verifikasi.
berkas permohonan KLB dan baru.
pertengahan Januari 2012 mengumumkan bahwa jumlah.
dukungan tak mencapai kuorum 2/3.
anggota PSSI sehingga permintaan.
KLB secara resmi ditolak.
Di titik inilah LSM SEMPRIT melihat ada.
sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat.
Sekjen KPSI Hinca Panjaitan.
memberikan statement H-1 sebelum.
hasil verifikasi diumumkan, yaitu.
bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak.
akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB.
Statement itu nampaknya adalah.
strategi antisipasi ala KPSI yang.
sebenarnya ‘tahu’ bahwa memang.
sejatinya jumlah dukungan yang.
meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3. Tuduhan dan
kecurigaan ini mungkin sebuah.
suudzon. Tapi kecurigaan LSM SEMPRIT.
makin menguat manakala KPSI tak.
mengambil langkah gugatan melalui.
CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang
KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang.
valid dan punya hak mengusulkan.
KLB, kenapa mesti dengan mudah.
menyerah dan kemudian memilih cara.
makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui.
FIFA dan AFC.
Sangat aneh kelompok yang selalu.
berdalih memuja statuta akan tetapi.
tindak tanduknya bertentangan.
dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui.
jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi.
lebih memilih jalur inkonstuta (tak.
sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya sederhana sekali, yaitu.
bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid.
KPSI nampak tak percaya diri di titik.
ini. Dan rasa tak percaya diri terhadap.
validitas 2/3 syarat dukungan itu.
ditutupi dengan membulatkan tekad.
untuk makar dan berniat menggulingkan Pengurus PSSI secara.
inkonstuta.
Demikian rilis resmi LSM SEMPRIT.
melalui Ari Wibowo selaku.
direkturnya, yang berharap bahwa.
semua pihak bisa berlaku bijak dan menghormati etika berorganisasi di.
PSSI. Tindakan makar ala KPSI sangat.
disayangkan, karena berpotensi.
menimbulkan chaos yang menimpa.
persepakbolaan nasional, dan.
berakibat dijatuhkannya sanksi FIFA.
sudah kebablasan dan offside,
bahkan dinilai inkonstuta (tak sesuai.
statuta). Demikian pendapat Ari.
Wibowo, Direktur LSM SEMPRIT.
(Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi) dalam rilis resminya.
“Aktor-aktor intelektual dibelakang.
KPSI (waktu itu belum bernama KPSI).
berhasil menciptakan skenario yang.
rapi dan berhasil menggiring.
beberapa klub masuk ke kubu mereka melalui sentimen.
ketidaksetujuan terhadap
kemunculan 6 klub di kasta tertinggi.
Dan berdasar sentimen itulah dimulai.
sebuah ‘pemberontakan’ melalui.
wadah PT LI. Jadi akar masalah ‘dualisme kompetisi’ sebenarnya.
dimulai dari sini,” ungkap Ari, Selasa.
(24/01/2012).
Lucunya, PT LI yang selalu.
meneriakkan statuta dan Kongres Bali.
sebagai pijakan menuntut kasta tertinggi 18 klub (bukan 24 klub),
ternyata hasil Kongres Bali yang.
menetapkan peserta Divisi Utama.
berjumlah 44 klub gagal mereka.
penuhi, dan seakan penyimpangan itu.
tak pernah mereka permasalahkan sama sekali.
Aktor intelektual di kubu penentang.
PSSI ini sangat cerdik dengan memulai.
penggalangan kekuatan melalui.
sentimen yang mudah diangkat.
menjadi isu panas. Konflik dualisme kompetisi terjadilah. Dan seiring
berjalannya waktu, klub-klub yang.
sebagian besar hanya ikut arus itu.
kemudian terjebak dalam kubangan.
besar yang bernama kompetisi ilegal.
Yang namanya ilegal pastinya memunculkan respon berupa.
jatuhnya hukuman-hukuman dari.
PSSI melalui Komdisnya.
Ketika kondisi sudah berada di titik ini,
dengan cerdik pula para aktor.
intelektual melihat ada celah dan kesempatan mengubah peta konflik.
dari isu dualisme kompetisi menjadi.
mosi tidak percaya kepada pengurus.
PSSI yang sekarang. Digiringlah para
klub pengikutnya yang sudah.
terlanjur masuk dalam kubangan besar menjadi anggota dari KPSI.
Nampak sekali bahwa penentang PSSI.
itu sudah dis-orientasi alias.
menyimpang dari tujuan awal yang.
dipakai saat menggalang dukungan.
Dan klub-klub yang sudah masuk di gerbong itu tak berkutik akibat.
terlanjur masuk ke pusaran konflik.
sebagai kubu penentang PSSI.
Kemudian aktor intelektual tersebut.
melakukan penggalangan kekuatan.
dengan mengundang semua klub anggota PSSI guna mengajukan.
permintaan dilakukannya KLB dengan.
alasan sudah tak percaya lagi kepada.
pengurus PSSI yang sekarang.
Propaganda besar-besaran melalui.
kekuatan media pendukungnya dilakukan. Upaya pembusukan PSSI.
bahkan pembunuhan karakter Ketum.
PSSI pun dijadikan program kerja.
mereka melalui wadah baru yang.
bernama KPSI.
RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) pada tanggal 18 Desember.
2011 digelar dengan tujuan utama.
mengumpulkan tanda-tangan dari.
setidaknya 2/3 klub anggota PSSI,
yang meminta digelarnya KLB dengan.
agenda pemakzulan Ketum PSSI. Tak jelas apakah yang datang benar-
benar pihak yang valid dan.
berkompeten, yang pasti 432 tanda-
tangan berhasil dikumpulkan dan.
diserahkan ke PSSI. KPSI memberi
deadline 28 Desember 2011 sebagai batas waktu PSSI merespon tuntutan.
KLB.
PSSI tidak merespon deadline KPSI,
tetapi tetap melakukan verifikasi.
berkas permohonan KLB dan baru.
pertengahan Januari 2012 mengumumkan bahwa jumlah.
dukungan tak mencapai kuorum 2/3.
anggota PSSI sehingga permintaan.
KLB secara resmi ditolak.
Di titik inilah LSM SEMPRIT melihat ada.
sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat.
Sekjen KPSI Hinca Panjaitan.
memberikan statement H-1 sebelum.
hasil verifikasi diumumkan, yaitu.
bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak.
akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB.
Statement itu nampaknya adalah.
strategi antisipasi ala KPSI yang.
sebenarnya ‘tahu’ bahwa memang.
sejatinya jumlah dukungan yang.
meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3. Tuduhan dan
kecurigaan ini mungkin sebuah.
suudzon. Tapi kecurigaan LSM SEMPRIT.
makin menguat manakala KPSI tak.
mengambil langkah gugatan melalui.
CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang
KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang.
valid dan punya hak mengusulkan.
KLB, kenapa mesti dengan mudah.
menyerah dan kemudian memilih cara.
makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui.
FIFA dan AFC.
Sangat aneh kelompok yang selalu.
berdalih memuja statuta akan tetapi.
tindak tanduknya bertentangan.
dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui.
jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi.
lebih memilih jalur inkonstuta (tak.
sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya sederhana sekali, yaitu.
bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid.
KPSI nampak tak percaya diri di titik.
ini. Dan rasa tak percaya diri terhadap.
validitas 2/3 syarat dukungan itu.
ditutupi dengan membulatkan tekad.
untuk makar dan berniat menggulingkan Pengurus PSSI secara.
inkonstuta.
Demikian rilis resmi LSM SEMPRIT.
melalui Ari Wibowo selaku.
direkturnya, yang berharap bahwa.
semua pihak bisa berlaku bijak dan menghormati etika berorganisasi di.
PSSI. Tindakan makar ala KPSI sangat.
disayangkan, karena berpotensi.
menimbulkan chaos yang menimpa.
persepakbolaan nasional, dan.
berakibat dijatuhkannya sanksi FIFA.
Tuesday, January 24, 2012
Persema 4-1 PSMS Slave Puas dengan Kemenangan Besar Laskar Ken Arok
Pelatih Persema, Slave Radovski puas dengan kemenangan timnya 4-1 (3-1) atas PSMS Medan di Stadion Gajayana, semalam. Pemainnya dapat kembali meraih tiga angka penting bagi timnya seiring berjuang menjauhi dasar klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL). Meski Bima Sakti dkk belum menerima seluruh haknya, tepatnya gaji Januari yang tertunda pembayarannya oleh manajemen tim.
Dibalik situasi tersebut, seluruh pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Hal itu yang kemudian dirasa Slave kemudian menjadi kemenangan timnya atas PSMS. Hasilnya, koordinasi permainan yang dibangun dari sebuah kombinasi lini per lini berjalan mulus. Pelatih asal Macedonia ini pun salut dengan apa yang sudah ditunjukkan pemainnya lantaran tak hanya memikirkan masalah uang semata.
‘’Sepakbola bukan hanya masalah uang, namun seperti kehidupan. Saya punya optimisme di pertandingan hari ini dan punya masa depan untuk pertandingan kedepannya. Semua bekerja dengan personality yang bagus,” terang Slave Radovski, Pelatih Persema dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Kemenangan itu memuaskan bagi awak Laskar Ken Arok. Persema kembali sukses mengamankan poin penuh pada laga kandang keduanya. Tiga angka itu semakin membuka jalan bagi Persema untuk terus bertahan ke papan tengah klasemen sementara IPL. Sebelumnya, tim kebanggaan Ngalamania ini memenangi laga kandang pertamanya dengan melibas Bontang FC di Stadion Gajayana, Minggu (15/1) lalu.
Sementara itu, kubu PSMS kecewa berat dengan kekalahan telak mereka. Nada kecewa terang-terangan disampaikan pelatih tim, Fabio Lopez. Pelatih asal Italia ini menyebut, sejak memasuki 20 menit pertama, seluruh pemainnya sudah tidak lagi konsentrasi bermain. Hasilnya, empat gol Persema terjadi begitu muda bersarang ke gawang timnya.
‘’Baru di pertandingan ini (semalam, Red), saya melihat performa paling buruk yang ditunjukkan pemain kami. Seperti tertidur, tidak ada konsentrasi dan tidak ada permainan individual tadi. Kami mudah sekali terbobol hingga empat gol oleh Persema,” ucap Fabio Lopez.
(poy/bua/malangpost)
Dibalik situasi tersebut, seluruh pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Hal itu yang kemudian dirasa Slave kemudian menjadi kemenangan timnya atas PSMS. Hasilnya, koordinasi permainan yang dibangun dari sebuah kombinasi lini per lini berjalan mulus. Pelatih asal Macedonia ini pun salut dengan apa yang sudah ditunjukkan pemainnya lantaran tak hanya memikirkan masalah uang semata.
‘’Sepakbola bukan hanya masalah uang, namun seperti kehidupan. Saya punya optimisme di pertandingan hari ini dan punya masa depan untuk pertandingan kedepannya. Semua bekerja dengan personality yang bagus,” terang Slave Radovski, Pelatih Persema dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Kemenangan itu memuaskan bagi awak Laskar Ken Arok. Persema kembali sukses mengamankan poin penuh pada laga kandang keduanya. Tiga angka itu semakin membuka jalan bagi Persema untuk terus bertahan ke papan tengah klasemen sementara IPL. Sebelumnya, tim kebanggaan Ngalamania ini memenangi laga kandang pertamanya dengan melibas Bontang FC di Stadion Gajayana, Minggu (15/1) lalu.
Sementara itu, kubu PSMS kecewa berat dengan kekalahan telak mereka. Nada kecewa terang-terangan disampaikan pelatih tim, Fabio Lopez. Pelatih asal Italia ini menyebut, sejak memasuki 20 menit pertama, seluruh pemainnya sudah tidak lagi konsentrasi bermain. Hasilnya, empat gol Persema terjadi begitu muda bersarang ke gawang timnya.
‘’Baru di pertandingan ini (semalam, Red), saya melihat performa paling buruk yang ditunjukkan pemain kami. Seperti tertidur, tidak ada konsentrasi dan tidak ada permainan individual tadi. Kami mudah sekali terbobol hingga empat gol oleh Persema,” ucap Fabio Lopez.
(poy/bua/malangpost)
Manajer PSMS Kecewa Wasit Lawan Arema
Manajer PSMS Medan, Beny Tomosoa kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra saat memimpin duel lawan Arema, Minggu, 22 Januari 2012. Tomosoa akan melaporkannya kepada PT Liga Indonesia selaku pengelola ISL 2011-2012.
Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMS sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit ke-5. Namun Arema berhasil menyamakannya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Arema memimpin 2-1 setelah bek PSMS, Rahmad melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56. PSMS juga harus kehilangan satu pemainnya, Novi Handriawan pada menit ke-69. Novi diusir wasit setelah menendang kaki Marcio Souza.
Kejadian ini sempat mengundang protes dari pemain-pemain PSMS. Lemparan botol ke tengah lapangan dan suasana yang ricuh bahkan sempat memaksa laga terhenti beberapa saat. Laga baru dilanjutkan setelah protes pemain-pemain PSMS berhenti.
Tomosoa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut. Sebab ada tiga pemain Arema yang melakukan pemukulan terhadap pemain PSMS, tidak mendapat kartu merah dari wasit. Wasit juga tidak menindak pelanggaran para pemain Arema di kotak terlarang.
Tomosoa juga menganggap suporter tuan rumah tidak sportif karena melempari PSMS saat melancarkan protes. Tomosoa mengancam akan membalasnya saat PSMS jadi tuan rumah. "Jelas perlakuan ini akan kami balas di medan,”tukasnya Minggu 22 Januari 2012 saat Konperensi Pers setelah pertandingan .
"Penonton kami sportif tapi kami dapat perlakuan seperti ini. Ini dikandang arema nanti akan kami balas di kandang kami saat laga bertandang ke stadion kami,” kata Tomosoa. (Marco Tampubolon/vivanews)
Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMS sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit ke-5. Namun Arema berhasil menyamakannya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Arema memimpin 2-1 setelah bek PSMS, Rahmad melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56. PSMS juga harus kehilangan satu pemainnya, Novi Handriawan pada menit ke-69. Novi diusir wasit setelah menendang kaki Marcio Souza.
Kejadian ini sempat mengundang protes dari pemain-pemain PSMS. Lemparan botol ke tengah lapangan dan suasana yang ricuh bahkan sempat memaksa laga terhenti beberapa saat. Laga baru dilanjutkan setelah protes pemain-pemain PSMS berhenti.
Tomosoa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut. Sebab ada tiga pemain Arema yang melakukan pemukulan terhadap pemain PSMS, tidak mendapat kartu merah dari wasit. Wasit juga tidak menindak pelanggaran para pemain Arema di kotak terlarang.
Tomosoa juga menganggap suporter tuan rumah tidak sportif karena melempari PSMS saat melancarkan protes. Tomosoa mengancam akan membalasnya saat PSMS jadi tuan rumah. "Jelas perlakuan ini akan kami balas di medan,”tukasnya Minggu 22 Januari 2012 saat Konperensi Pers setelah pertandingan .
"Penonton kami sportif tapi kami dapat perlakuan seperti ini. Ini dikandang arema nanti akan kami balas di kandang kami saat laga bertandang ke stadion kami,” kata Tomosoa. (Marco Tampubolon/vivanews)
Arema 2-1 PSMS Raja Isa: Wasit Kurang Bijak
Pelatih PSMS Medan, Raja Isa, menganggap wasit yang memimpin pertandingan melawan Arema Indonesia kurang bijak memimpin pertandingan. Wasit Oki Dwi Putra yang memimpin pertandingan tadi dinilainya kurang cakap memimpin pertandingan yang berkesudahan 2-1 untuk Arema di Indonesia Super League (ISL).
Sempat terjadi protes keras di dalam lapangan antara pemain dari kedua kesebelasan, saat Novi Handriawan menendang kaki Marcio Souza yang menyebabkan Novi diganjar kartu Merah oleh wasit. Wasit membiarkan pertandingan terhenti sejenak saat pemain melakukan protes, hingga sekitar tujuh menit waktu terbuang akibat insiden tersebut.
"Ya, wasit kurang bijak memimpin pertandingan tadi, salah satunya ketika memberi kartu merah kepada Novi Handriawan. Dia membiarkan terjadi kisruh di dalam lapangan, seharusnya sebagai pemimpin pertandingan dia harusnya menginstruksikan agar pertandingan dilanjutkan, agar waktu tidak terbuang sangat panjang," ujar Raja Isa saat dikonfirmasi.
Selebihnya Pelatih asal Malaysia ini enggan mengomentari wasit, hanya saja dia menyesali ketidakbijakan dari Wasit Oki Dwi Putra yang banyak membuat permain menjadi kurang menarik.
"Dia tidak bijak memimpin pertandingan, bukan tidak adil. Saya ini pelatih yang jarang mengomentari wasit," tegas Raja Isa.
"Saya sudah 3 kali mengalami hal begini selama lima tahun melatih di Indonesia, waktu itu di Surabaya dan di Solo. Saya melatih Persiram melawan Persis Solo waktu itu bola masuk dari samping, namun wasit mengatakan bola masuk," ungkap Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
Sempat terjadi protes keras di dalam lapangan antara pemain dari kedua kesebelasan, saat Novi Handriawan menendang kaki Marcio Souza yang menyebabkan Novi diganjar kartu Merah oleh wasit. Wasit membiarkan pertandingan terhenti sejenak saat pemain melakukan protes, hingga sekitar tujuh menit waktu terbuang akibat insiden tersebut.
"Ya, wasit kurang bijak memimpin pertandingan tadi, salah satunya ketika memberi kartu merah kepada Novi Handriawan. Dia membiarkan terjadi kisruh di dalam lapangan, seharusnya sebagai pemimpin pertandingan dia harusnya menginstruksikan agar pertandingan dilanjutkan, agar waktu tidak terbuang sangat panjang," ujar Raja Isa saat dikonfirmasi.
Selebihnya Pelatih asal Malaysia ini enggan mengomentari wasit, hanya saja dia menyesali ketidakbijakan dari Wasit Oki Dwi Putra yang banyak membuat permain menjadi kurang menarik.
"Dia tidak bijak memimpin pertandingan, bukan tidak adil. Saya ini pelatih yang jarang mengomentari wasit," tegas Raja Isa.
"Saya sudah 3 kali mengalami hal begini selama lima tahun melatih di Indonesia, waktu itu di Surabaya dan di Solo. Saya melatih Persiram melawan Persis Solo waktu itu bola masuk dari samping, namun wasit mengatakan bola masuk," ungkap Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)
PSMS ISL Tetap Kirim Surat Protes ke PT LI
Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat protes ke PT Liga Indonesia. Komunikasi lisan dan pernyataan protes via faksimili sudah dilakukan. Menurutnya kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra menciderai kondusifitas kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, pihaknya tidak akan mengajukan banding atas kartu merah yang diperoleh libero Novi Handriawan.
"Oki Dwi Putra menyandang wasit terbaik musim lalu. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan dengan membiarkan provokasi yang berlaku dalam laga tersebut. Dari tujuh pertandingan, baru kali ini terjadi. Tapi bagi kami keputusan wasit mutlak. Hanya saja PT LI perlu mengevaluasinya," ujarnya saat dihubungi dari Medan. Layangan protes akan diklarifikasi 2x24 jam.
Sementara itu Novi Handriawan mengakui ia melakukan kesalahan fatal. Namun, ia menyesalkan putusan wasit yang hanya mengganjar kartu merah padanya. "Saya heran kenapa hanya saya yang di kartu merah. Padahal Marcio yang lebih dulu menunjang saya. Hukuman itu lebih fair jika kami berdua dihukum. Saya minta maaf pada masyarakat Medan," ujarnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
"Oki Dwi Putra menyandang wasit terbaik musim lalu. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan dengan membiarkan provokasi yang berlaku dalam laga tersebut. Dari tujuh pertandingan, baru kali ini terjadi. Tapi bagi kami keputusan wasit mutlak. Hanya saja PT LI perlu mengevaluasinya," ujarnya saat dihubungi dari Medan. Layangan protes akan diklarifikasi 2x24 jam.
Sementara itu Novi Handriawan mengakui ia melakukan kesalahan fatal. Namun, ia menyesalkan putusan wasit yang hanya mengganjar kartu merah padanya. "Saya heran kenapa hanya saya yang di kartu merah. Padahal Marcio yang lebih dulu menunjang saya. Hukuman itu lebih fair jika kami berdua dihukum. Saya minta maaf pada masyarakat Medan," ujarnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)
Friday, January 20, 2012
Indonesia Super League Arema Fokus Kejar Tiga Poin Dari PSMS
Sidoarjo dengan skor 3-3 pada laga ketujuhnya di pentas Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, skuadra Singo Edan langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Minggu (22/1) lusa, Marcio Souza dkk sedianya melakoni laga kandang keempatnya musim ini dengan menjamu PSMS Medan.
Karena waktu yang sudah kian dekat ditambah target poin sempurna, gerak cepat langsung dilakukan tim pelatih yang dikomandani Joko Susilo. Mulai pagi ini, Fery Aman Saragih dkk bakal mulai digenjot pemantapan teknik dan taktik di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Pelatih karetaker Arema, Joko Susilo yang akrab disapa Gethuk mengaku bakal mati-matian memoles skuad besutannya agar mampu meraih hasil maksimal pada laga akhir pekan nanti.
“Kita sekarang sudah mulai fokus menghadapi PSMS. Besok (hari ini) materi sudah menatap teknik dan taktik. Kita konsentrasi benar dengan pertandingan ini. Anggap sebagai final yang harus diselesaikan dulu sampai menang baru berpikir pertandingan selanjutnya,” paparnya usai memimpin recovery training di Family Club Araya pagi kemarin.
Pada bentrok Minggu lusa, bukan hanya 11 pemain lawan di atas lapangan saja yang bakal menjadi rival Arif Ariyanto dkk. Sekalipun bermain di kandang sendiri, dikhawatirkan dukungan penuh suporter justru bisa menjadi bumerang bagi skuadra Singo Edan.
Sebelumnya, Arema sudah tiga kali melakoni partai home dan hanya mendulang satu poin saja dari laga tersebut. Tekanan suporter yang mendambakan tim pujaannya memetik kemenangan tak hanya menjadi cambuk namun seolah membebani para pemain. Faktor lemahnya mental bertanding itulah yang coba disiasati oleh tim pelatih jelang bentrok kontra Ayam Kinantan (julukan PSMS).
Gethuk mengaku sudah menekankan kepada anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan justru menjadikan dukungan penuh Aremania sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan tim tamu.
“Di kandang kita harus tampil lebih baik daripada away. Kita tak henti membenahi mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain,” tandas pelatih kelahiran Cepu, 41 tahun silam itu.
Menurutnya, Seme Patrick dkk harus menunjukkan semangat berlipat dan konfidensi lebih tinggi dibanding laga sebelumnya yang menghasilkan satu poin sekalipun tampil di markas lawan.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Malah harus semakin berlipat karena main di kandang. PSMS adalah tim berkarakter, kita juga harus tunjukkan karakter Singo Edan. Anggap saja kalau PSMS punya keyakinan 100 persen, kita harus punya 200 persen!” seru mantan bomber Arema era 1990-2000an itu kepada Malang Post. (tom/bua/MalangPost)
Karena waktu yang sudah kian dekat ditambah target poin sempurna, gerak cepat langsung dilakukan tim pelatih yang dikomandani Joko Susilo. Mulai pagi ini, Fery Aman Saragih dkk bakal mulai digenjot pemantapan teknik dan taktik di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Pelatih karetaker Arema, Joko Susilo yang akrab disapa Gethuk mengaku bakal mati-matian memoles skuad besutannya agar mampu meraih hasil maksimal pada laga akhir pekan nanti.
“Kita sekarang sudah mulai fokus menghadapi PSMS. Besok (hari ini) materi sudah menatap teknik dan taktik. Kita konsentrasi benar dengan pertandingan ini. Anggap sebagai final yang harus diselesaikan dulu sampai menang baru berpikir pertandingan selanjutnya,” paparnya usai memimpin recovery training di Family Club Araya pagi kemarin.
Pada bentrok Minggu lusa, bukan hanya 11 pemain lawan di atas lapangan saja yang bakal menjadi rival Arif Ariyanto dkk. Sekalipun bermain di kandang sendiri, dikhawatirkan dukungan penuh suporter justru bisa menjadi bumerang bagi skuadra Singo Edan.
Sebelumnya, Arema sudah tiga kali melakoni partai home dan hanya mendulang satu poin saja dari laga tersebut. Tekanan suporter yang mendambakan tim pujaannya memetik kemenangan tak hanya menjadi cambuk namun seolah membebani para pemain. Faktor lemahnya mental bertanding itulah yang coba disiasati oleh tim pelatih jelang bentrok kontra Ayam Kinantan (julukan PSMS).
Gethuk mengaku sudah menekankan kepada anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan justru menjadikan dukungan penuh Aremania sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan tim tamu.
“Di kandang kita harus tampil lebih baik daripada away. Kita tak henti membenahi mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain,” tandas pelatih kelahiran Cepu, 41 tahun silam itu.
Menurutnya, Seme Patrick dkk harus menunjukkan semangat berlipat dan konfidensi lebih tinggi dibanding laga sebelumnya yang menghasilkan satu poin sekalipun tampil di markas lawan.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Malah harus semakin berlipat karena main di kandang. PSMS adalah tim berkarakter, kita juga harus tunjukkan karakter Singo Edan. Anggap saja kalau PSMS punya keyakinan 100 persen, kita harus punya 200 persen!” seru mantan bomber Arema era 1990-2000an itu kepada Malang Post. (tom/bua/MalangPost)
Kesulitan Finansial, Pemain PSMS ISL Tanpa Bonus
Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya belum dapat memberi bonus kepada pemain. Hasil seri dan menang di lima pertandingan dilalui tanpa bonus. Bento, sapaan akrabnya mengatakan hal itu dikarenakan paceklik finansial yang dialami tim.
"Seharusnya memang ada. Tapi kami sudah jelaskan situasi keuangan tim. Pemain-pemain dapat memahami ini. Mereka tetap memberi hasil-hasil terbaik," ujar eks Wakil Manajer PSMS Medan musim lalu ini kepada tribunmedan.com di Medan, Jumat (20/1/2012).
Bento mengatakan tataran manajemen tetap berupaya menggaet sponsorship guna menggembungkan kas. Sehingga di laga-laga berikutnya pemain tetap dapat memeroleh bonus pertandingan. Sejauh ini Bakrie Sumatera Plantation yang menjadi penyokong dana utama bagi tim.
"Seharusnya memang ada. Tapi kami sudah jelaskan situasi keuangan tim. Pemain-pemain dapat memahami ini. Mereka tetap memberi hasil-hasil terbaik," ujar eks Wakil Manajer PSMS Medan musim lalu ini kepada tribunmedan.com di Medan, Jumat (20/1/2012).
Bento mengatakan tataran manajemen tetap berupaya menggaet sponsorship guna menggembungkan kas. Sehingga di laga-laga berikutnya pemain tetap dapat memeroleh bonus pertandingan. Sejauh ini Bakrie Sumatera Plantation yang menjadi penyokong dana utama bagi tim.
Thursday, January 19, 2012
PSMS selamat dari gempuran Persipura
MEDAN - PSMS Medan kembali harus puas dengan satu angka setelah tadi malam di Stadion Teladan Medan berbagi angka dengan Persipura Jayapura. Sepanjang 90 menit laga berjalan, kedua tim tak mampu menceploskan gol.
Seperti diprediksi sebelumnya, Persipura tampil dengan pola serangan yang agresif. Dengan mengandalkan duet Alberto Gonzales dan Boaz Salossa di barisan depan dan Zah Rahan sebagai pengatur serangan, tim Mutiara Hitam langsung mengancam di menit pertama lewat Beto. Namun tendangannya menyamping.
Berkali-kali Persipura mengancam gawang PSMS. Menit 24, gempuran Persipura sukses mengetarkan jala PSMS. Ian Kabes yang mendapat umpan di kotak penalti tak terkawal dan melepaskan tendangan yang masih mampu dihalau Markus. Bola rebound disambar Yustius, namun wasit menganulirnya.
Zulkarnaen cs coba mengambil alih permainan. Namun serangan yang dibangun tim besutan Raja Isa itu sangat mudah dipatahkan. Serangan juga hanya bertumpu pada Zulkarnaen dan Dong Soo. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak kedua, Persipura menghadirkan ancaman yang lebih tajam. Tandukan Beto di menit 52, masih mampu diantisipasi Markus. PSMS yang terus tertekan epanjang laga akhirnya menemukan momentum kebangkitan di menit 57. Sebuah tandukan Zulkarnaen mengenai mistar. Berikutnya, giliran Saha mengancam lewat tandukannya.
Namun Persipura benar-benar memaksa barisan belakang PSMS dan Markus bekerja keras. Semenit kemudian, umpan silang Beto masih mampu dihalau Wawan. Aksi Beto berikutnya saat sukses menembus kotak penalti berujung pada tembakan yang melambung. Gempuran Boaz dan Beto masih mampu diamankan Markus.
PSMS sesekali mengancam. Salah satunya di menit 65 ketika tandukan Pena menyamping. Menit 71, pertama kali tusukan Saha memasuki kotak penalti namun umpan tariknya tak terarah.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, melakukan penyegaran dengan memasukkan Lucas Mandowen untuk Ian Kabes. Menit 74, tembakan Boaz juga masih mampu diamankan Markus Kiper berkepala plontos itu kembali tampil gemilang mengagalkan tandukan Beto dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga akhir permainan.
Pelatih PSMS, Raja Isa menyambut sukacita keberhasilan skuadnya menahanPersipura. "Ini hasil yang cukup baik. Saya sudah bilang Persipura adalah tim yang paling mapan di antara yang lain. Soal kualitas dan pergerakan tanpa bola, juga ada andil Markus di sini. Ia membuktikan kalau masih mampu," ujarnya.
Jacksen Tiago juga trut memuji Markus. "Tidak ada yang salah dengan barisan depan saya. Kita sudah menciptakan peluang, tapi ada Markus yang bermain gemilang. Dia kiper nasional dan kalau bukan Markus, mungkin hasilnya lain," pungkasnya.
Seperti diprediksi sebelumnya, Persipura tampil dengan pola serangan yang agresif. Dengan mengandalkan duet Alberto Gonzales dan Boaz Salossa di barisan depan dan Zah Rahan sebagai pengatur serangan, tim Mutiara Hitam langsung mengancam di menit pertama lewat Beto. Namun tendangannya menyamping.
Berkali-kali Persipura mengancam gawang PSMS. Menit 24, gempuran Persipura sukses mengetarkan jala PSMS. Ian Kabes yang mendapat umpan di kotak penalti tak terkawal dan melepaskan tendangan yang masih mampu dihalau Markus. Bola rebound disambar Yustius, namun wasit menganulirnya.
Zulkarnaen cs coba mengambil alih permainan. Namun serangan yang dibangun tim besutan Raja Isa itu sangat mudah dipatahkan. Serangan juga hanya bertumpu pada Zulkarnaen dan Dong Soo. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak kedua, Persipura menghadirkan ancaman yang lebih tajam. Tandukan Beto di menit 52, masih mampu diantisipasi Markus. PSMS yang terus tertekan epanjang laga akhirnya menemukan momentum kebangkitan di menit 57. Sebuah tandukan Zulkarnaen mengenai mistar. Berikutnya, giliran Saha mengancam lewat tandukannya.
Namun Persipura benar-benar memaksa barisan belakang PSMS dan Markus bekerja keras. Semenit kemudian, umpan silang Beto masih mampu dihalau Wawan. Aksi Beto berikutnya saat sukses menembus kotak penalti berujung pada tembakan yang melambung. Gempuran Boaz dan Beto masih mampu diamankan Markus.
PSMS sesekali mengancam. Salah satunya di menit 65 ketika tandukan Pena menyamping. Menit 71, pertama kali tusukan Saha memasuki kotak penalti namun umpan tariknya tak terarah.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, melakukan penyegaran dengan memasukkan Lucas Mandowen untuk Ian Kabes. Menit 74, tembakan Boaz juga masih mampu diamankan Markus Kiper berkepala plontos itu kembali tampil gemilang mengagalkan tandukan Beto dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga akhir permainan.
Pelatih PSMS, Raja Isa menyambut sukacita keberhasilan skuadnya menahanPersipura. "Ini hasil yang cukup baik. Saya sudah bilang Persipura adalah tim yang paling mapan di antara yang lain. Soal kualitas dan pergerakan tanpa bola, juga ada andil Markus di sini. Ia membuktikan kalau masih mampu," ujarnya.
Jacksen Tiago juga trut memuji Markus. "Tidak ada yang salah dengan barisan depan saya. Kita sudah menciptakan peluang, tapi ada Markus yang bermain gemilang. Dia kiper nasional dan kalau bukan Markus, mungkin hasilnya lain," pungkasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)