Tuesday, February 7, 2012

Persiba jadi ujian Suharto

Pasca-kekalahan kandang atas Gresik United, PSMS Medan dalam ketegangan tinggi. Hasil buruk yang berujung pada terdepaknya Raja Isa dari kursi kepelatihan membuat Ayam Kinantan harus bekerja keras keluar dari kondisi itu.

Kepemimpinan tim pun dialihkan kepada Suharto, asisten pelatih. Sementara posisi pelatih kepala kosong, Suharto berperan sebagai penanggungjawab strategi Ayam Kinantan. Dan ujian pertama langsung tiba menjalani peran barunya saat PSMS bentrok dengan Persiba Balikpapan malam ini di Stadion Teladan Medan.

Dua hari jelas waktu yang sangat singkat untuk merubah keadaan menjadi harapan banyak orang. Dalam hal ini kemenangan yang sudah sangat dirindukan publik Medan. Namun seperti biasa publik Medan tak mengenal pemakluman untuk laga kandang. Suharto pun menyadari itu. Karena itu dalam waktu teramat sempit ini ia memilih fokus atas tugas barunya.

"Saya akan melatih tim ini dengan cara saya. Saya siap menjalankan tugas baru ini. Apalagi laga dimainkan di Stadion Teladan. Unggul gol atau tidak, kami tak bisa berpuas diri dengan hasil seri," ujarnya.

"Jelas ada perubahan besar dari formasi sebelumnya. Persiba adalah tim yang hebat dengan daya serang yang konsisten. Tapi saya melihat formasi ini mampu meredam dominasi lawan," imbuhnya.

Sayangnya, tekad itu diganggu dengan absnnya tiga pemain karena sanksi larangan bermain. Zulkarnain dan Zainal Anwar terkena akumulasi sementara Choi Dong Soo dikenakan kartu merah pada laga kontra Gresik United. Suharto tampaknya akan memberi kepercayaan kepada Yoseph ‘Niko’ Ostanika atau Ari Supriatna.

"Riskan memang, apalagi saya harus melakukan perubahan filosofi secara perlahan. Masih harus direpotkan dengan absennya pemain. Meski begitu, masih ada Niko dan Arie untuk penyerang. Apalagi gelandang masih banyak. Saya akan beri kepercayaan pada mereka," katanya.

Di kubu lawan, Persiba juga dipusingkan dengan absennya striker andalan Aldo Baretto. "Ya, memang sangat disayangkan Aldo terpaksa tidak turun karena akumulasi kartu merah. Jadi formasi kita 3-5-2, kita berharap dua striker Shohei Matsunaga dan Eki,” ujar Asisten Pelatih Persiba, Sukliwon.

Indonesia Super League PSMS Gulung Persiba 4-1

Persiba Balikpapan harus menelan pil pahit, setelah tumbang 4-1 saat dijamu PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, Senin (6/2/2012) malam.

Sejak menit pertama, lini pertahanan Persiba terus digempur oleh para pemain PSMS. Berkali-kali serangan tuan rumah yang dibangun Inkyun Oh dan Alamsyah Nasution membahayakan gawang Persiba yang dijaga I Made Wirawan.

Gol pertama PSMS lahir di menit ke 13. Tendangan bebas Alamsyah Nasution dari sisi kanan pertahanan Persiba tak mampu dibendung kiper I Made Wirawan. Bola meluncur deras dan bersarang tepat di sisi kiri gawang Persiba. Publik tuan rumah pun bersorak menyambut gol tersebut.

Usai gol pertama tersebut, PSMS terus melancarkan serangan. Hasilnya, di menit ke-23 tendangan keras Inkyun Oh dari luar kotak penalti mengenai tangan bek Persiba Hamdi Hamzah. Wasit pun menunjuk titik putih. Tendangan penalti yang dieksekusi Luis Pena bersarang di sisi kanan gawang Persiba. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Skuad beruang madu berusaha membalas. Namun berkali-kali serangan yang dibangun Asri Akbar dkk mampu dipatahkan oleh pemain belakang PSMS. Lemahnya lini pertahanan Persiba di sisi kiri membuat pelatih Hariyadi terpaksa menarik keluar Sutikno. Ia digantikan oleh Saiful Lhewonusa pada menit ke 40. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Persiba mencoba bangkit. Di menit ke 50 Asri Akbar berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan Ahmad Sembiring. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Asri disinyalir telah berada dalam posisi offside.

Pelatih Hariyadi mencoba melakukan rotasi dengan menarik Dwi Joko yang digantikan Heri Susilo di menit ke 55 dan Matsunaga yang menggantikan Caceres di menit ke 63. Masuknya dua pemain ini membuat serangan Persiba lebih hidup.

Namun tim tuan rumah pun tak mau kalah. Bek PSMS Wawan Widiantoro yang terlihat kedodoran langsung ditarik keluar digantikan Rahmad. Demikian halnya gelandang Alamsyah Nasution yang digantikan Muhammad Antoni.

Hasilnya terbukti manjur, di menit ke 67 striker PSMS Ikpefua Osas nyaris saja membuat gol kala sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper I Made Wirawan. Namun tendangannya mampu dikuasai oleh penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut.

Gol ketiga PSMS baru tercipta di menit 71. Berawal dari umpan terobosan Inkyun Ho, striker Ikpefua berhasil menyarangkan bola ke gawang I Made. Tendangan menyusurnya sempat mengenai tiang gawang sebelum mengalir masuk menggetarkan jala gawang.

Persiba sedikit bernafas lega, kala umpan silang Hery Susilo di menit ke 78 berhasil dikonversi menjadi gol lewat sundulan Kenji Adachihara. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Melihat Persiba bangkit, pelatih PSMS Suharto langsung menarik strikernya Arie Priatna, yang digantikan Yoseph Nico. Tenaga baru Yoseph Nico mampu mengacak-ngacak barisan pertahanan Persiba yang dikomandoi Tomislav Labudovic. Publik tuan rumah pun kembali bersorak setelah di menit 81 Yoseph berhasil menambah keunggulan PSMS menjadi 4-1.

Gol keempat ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Hamdi Hamzah di tengah lapangan. Umpan cepat Inkyun Oh berhasil dimanfaatkan Yoseph setelah menerobos barisan pertahanan Persiba di sisi kiri.

Saat memasuki kotak penalti, pemain bernomor punggung 19 ini langsung menendang bola dan bersarang di sisi kanan gawang. Gol ini disambut hangat oleh supporter tuan rumah, yang memang telah lama haus kemenangan. Tambahan waktu tiga menit yang diberikan wasit Yandri dari Jakarta, tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah 4-1.

Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat di posisi 14 klasemen sementara. Dari 9 kali main, Markus Horison dkk mencatat kemenangan 2 kali. Sisanya 4 kali seri dan 3 kali kalah. Sedangkan skuad beruang madu, turun satu peringkat di posisi 8 klasemen. Hasil dari 9 kali main dengan mencatat 4 kali kemenangan, seri 3 kali, dan kalah 3 kali.

Line Up PSMS:

Kiper: 20 Markus Horizon (c). Bek: 5 Sasa Zecevic, 30 Novi Handriawan, 32 Wawan Widiantoro, 16 Deny Rumba. Tengah: 31 Anton Samba, 22 Alamsyah Nasution, 9 Luis Pena, 7 Inkyun Oh. Depan: 10 Ikpefua Osas, 21 Arie Priatna

Line Up Persiba:

Kiper: 15 I Made Wirawan (c). Bek: 29 Hamdi Hamzah, 26 Tomislav Labudovic, 77 Rahmat Latief, 2 Dwi Joko. Tengah: 20 Sutikno, Ricard Caceres, 6 Asri Akbar, 8 Ahmad Sembiring. Depan: 9 Kenji Adachihara, 24 Eki Nurhakim.

Monday, February 6, 2012

PSMS Medan v Persiba Balikpapan Tim Terluka Melawan Tim Krisis

Sukses mencuri poin di kandang PSAP Sigli, menambah kepercayaan diri tim Persiba Balikpapan menghadapi laga lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (IS) 2011-2012. Termasuk dalam rangkaian turnya di tanah Sumatera, skuad Beruang Madu-julukan Persiba, kembali harus menghadapi tim Sumatera lainnya yakni PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, Senin (6/2) sore ini.

Perlahan namun pasti, Persiba yang sempat terseok-seok mulai bangkit dari keterpurukan usai dibantai Sriwijaya FC, pertengahan Januari lalu. Setelah berhasil membukukan dua kemenangan kandang dan raihan satu poin di laga away melawan PSAP Sigli, dengan asa tinggi untuk tetap berada di jalur papan atas, Persiba pun tetap optimis saat menjajal PSMS Medan.

Sebagai pelatih, Haryadi berharap timnya mampu melanjutkan tren positif, meski mereka harus melalui jalan yang terjal. Ya, tim Persiba harus menghadapi tim terluka. Sebagaimana diketahui, Kamis lalu PSMS Medan dipermalukan tamunya, Persegres Gresik United dengan skor 0-1. Nah, dalam kondisi terluka tersebut, pastinya tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut akan habis-habisan untuk mengamankan poin di kandangnya.

“Menghadapi PSMS Medan sangatlah berat buat kami. Mereka baru saja kalah di kandang oleh Gresik United, sudah pasti mereka tak ingin lagi mengulang kegagalan atas kekalahannya tersebut. Dan kami yakin tuan rumah akan berusaha sekuat tenaga bangkit. Itulah yang harus kami waspadai,” kata Haryadi

PSMS Medan memang tengah haus akan kemenangan, itu pula yang menjadi tuntutan para pendukung mereka. Terlebih mereka baru saja ditinggalkan pelatih Raja Isa yang dipecat karena tidak mampu mengangkat prestasi tim. Untuk sementara PSMS ditangani asisten pelatih Suharto. Di laga sore ini, PSMS pun harus kehilangan striker Choi Dong So.

“Itulah alasan kami mengapa PSMS Medan bakal tampil habis-habisan menghadapi Persiba pada pertandingan besok (hari ini.Red). Meski mereka tak akan diperkuat Choi Dong So. Tapi kami yakin pemain mereka yang ada sama kualitasnya dan berbahaya,” tegasnya.


Di tengah situasi seperti itu, dimana tuan rumah yang sedang terluka dipastikan bakal bangkit untuk membayar kegagalan sebelumnya. Haryadi pun sepertinya tengah dihadapkan dengan kondisi sulit, yaitu krisis pemain. Beberapa pilar Persiba dipastikan absen. Selain sang kapten Aldo Barreto yang harus absen akibat kartu merah yang diterimanya pada saat melawan PSAP Sigli, Persiba juga tanpa diperkuat Iqbal Samad (akumulasi kartu kuning dan cedera pinggang), Sultan Samma (sprain ligament lengan), Supriyadi (ijin anak sakit keras), Matsunaga Shohei (cedera engkel). Beberapa pemain lainnya juga masih akan diliha kondisinya hingga siang ini, seperti penjaga gawang I Made Wirawan (cedera saat melawan PSAP Sigli) dan Rahmat Latief (cedera ringan). Untuk Made dan Rahmat Latief diperkirakan masih bisa dimainkan.

“Untuk memainkan Matsunaga Shohei, kemungkin sangat tipis. Karena cedera engkel yang dialaminya di Sigli, tidak memungkinkan untuk tampil menghadapi PSMS besok (hari ini.Red),” sebut Haryadi.

Info terakhir dari tim medis Persiba lewat Dokter Daniel mengatakan, Made, Matsunaga, dan Rahmat kemungkinan masih bisa dimainkan. "Kami akan coba cek lagi sebelum pertandingan. Tapi sejauh ini kondisi Made prima meski masih sedikit nyeri. Sedangkan Rachmat dan Matsunaga sudah membaik dan dapat diturunkan. Tinggal bagaimana keputusan pelatih, mau menurunkan keduanya atau tidak ," kata Daniel.

Jika dengan kondisi yang ada bisa dimaksimalkan bisa dikatakan barisan pertahanan Persiba tergolong aman. Demikian pula di lini tengah, Ahmad Sembiring Usman dan Asri Akbar bakal tetap diplot sebagai kreator serangan. Lini depan dipercayakan kepada Kenji Adachihara dan Eki Nurhakim.

“Tak ada pilihan ideal lainnya untuk mengisi barisan depan pengganti Aldo. Kecuali Eki Nurhakim kami turunkan sebagai starter mendampingi Kenji. Kami optimis keduanya mampu berkolaborasi dengan baik. Semoga keduanya juga membuktikan sebagai penyerang yang haus gol,” beber pelatih asal Salatiga ini.

Terkait target, sebagai tim tamu Haryadi mengaku realistis saja. “Tuan rumah sudah pasti bermain all out untuk memastikan kemenangan. Karena itu target kami pun realistis saja sebagai tim tamu, satu poin sudah cukup bagus buat kami. Tapi jika diperjalanan kami bisa menang mengapa tidak ?,” tandas Haryadi yang bersama timnya menjajal Stadion Teladan Medan pada Minggu (5/2) pagi kemarin.

Sementara itu terpisah, kubu tuan rumah melalui asisten pelatih Suharto dengan tegas menyatakan timnya mengusung kemenangan. “Meski kami benyak mengalami masalah termasuk dipecatnya pelatih kepala, tapi kami bersyukur tim kami masih sangat kondusif. Karena itu kami sepakat untuk bisa membalas kegagalan sebelumnya. Untuk itu kami harus menang dari Persiba,” tandasnya.

Perkiraan Pemain

PSMS (4-2-3-1) :20-Markus Haris Maulana (g/c), 5-Sasa Zavevic, 30-Novi Handriawan, 29-Rahmad, 22-Wawan Widiantoro, 31-Anton Samba, 6-Zainal Anwar, 7-Inkyun Oh, 21-Ari Supriyatna , 11-Zulkarnain, 10-Osas Saha

Cadangan :2-Eddy Kurnia, 4-Ledi Utomo, 23-Ramadhan Saputra, 22-Sulaiman Alamsyah, 14-Muhammad Antoni, 9-Luis Alenjandro Pena, 16-Deni Rumba

Pelatih: Suharto

Persiba (3-5-2) : 15- I Made Wirawan (g/c), 26-Tomislav Labudovic, 29-Hamdi Hamzah, 77-Rahmat Latif, 6-Asri Akbar 2- Dwi Joko, 8- Ahmad Sembiring, 13- Saiful Lewenusa, 18- Matsunaga Shohei, 24- Eki Nurhakim, 9- Kenji Adachihara.

Cadangan :1-Yanuar Tri Firmanda, 28-Stevanus Bungaran , 20-Sutikno, 39-Heri Susilo, 55-Absor Fauzi, 33- M. Bachtiar, 31-Richard Caceres (san/balikpapanpos)

Indonesia Super League PSMS Tunjuk Pelatih Baru di Putaran Dua

Manajemen PSMS Medan menunjuk Suharto AD sebagai carateker pelatih kepala. Sampai kapan status carateker ini akan disandangnya? Pertanyaan ini mengapung karena lisensi kepelatihan Suharto memang tidak memungkinkan ia duduk di kursi panas itu.

Suharto cuma mengantongi Lisensi B Nasional, sedangkan PT Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai penyelenggara kompetisi Indonesia Super League (ISL) telah menetapkan regulasi bahwa pelatih kepala harus memiliki Lisensi A.

Manajemen PSMS Medan menyadari betul hal ini. Manajer Tim PSMS Benny Tomasoa, mengatakan, mereka telah menyampaikan laporan berisi permohonan pada PT BLI untuk menempatkan Suharto sebagai pelatih sementara hingga pelatih kepala baru direkrut.

"Tidak ada masalah, mereka menyetujui tim ini untuk ditangani Suharto. Cuma statusnya dalam tetap asisten pelatih. Kita akan datangkan pelatih baru nanti di putaran kedua," ujar lelaki yang kerap disapa Bento ini.

Kalangan pemain sendiri tidak mempersoalkan penunjukan Suharto. Namun sebagian dari mereka menyatakan terkejut atas kebijakan pendepakan Raja Isa. Satu di antaranya penyerang berkebangsaan Korea Selatan, Choi Dong Soo.

"Saya terkejut setelah tahu Raja Isa diberhentikan. Padahal kita sudah menyerang tapi kita kurang lucky. Saya tidak tahu bagaimana keputusan manajemen. Mungkin ini untuk menaikkan tim. Saya sebagai pemain menerima saja dan tak bisa buat apa-apa," katanya.

Muhammad Antoni malah mengetahui perihal pemecatan Raja Isa lewat Facebook. "Saya pikir itu cuma lelucon. Saya nggak percaya. Saya baru percaya sewaktu manajer tim memberitahukan pada kami pas latihan tadi," ujarnya.

Kapten Markus Haris Maulana, yang ikut dalam rapat internal PSMS, memilih untuk tidak berkomentar. "No Comment," katanya singkat. Raja Isa sendiri hingga kemarin gagal dikonfirmasi. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Indonesia Super League Persiba Waspadai Kebangkitan PSMS

Persiba Balikpapan akan menjalani laga kandang di Stadion Teladan, Medan, dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012, Senin, 6 Februari 2012. Bermaterikan lima pemain asing dan sejumlah pemain lokal, Persiba mematok target seri. Namun menurut asisten pelatih Persiba Sukliwon Irianto, target bermain seri di kandang PSMS kemungkinan sulit diraih.

Menurut Sukliwon, usai kekalahan PSMS atas Gresik United, tim Medan akan menunjukkan kekuatan berlipat ganda di depan pendukungnya. "Kami mewaspadai kebangkitan PSMS," kata Sukliwon di Medan, Ahad, 5 Februari 2012.

Persiba, kata dia, kehilangan Aldo Baretto yang mendapat kartu merah saat bermain di kandang PSAP Sigli. Namun dia sudah menyiapkan pengganti Baretto untuk menggedor pertahanan PSMS. "Kami sudah siapkan Matsunaga sebagai pemain pengganti Aldo Baretto," ujar Sukliwon.

Persiba, masih kata Sukliwon, pada pertandingan besok akan menerapkan permainan bola-bola pendek dengan strategi cepat. "Kami belum pernah bermain di kandang PSMS. Ini pertandingan pertama Persiba. Tapi kami yakin besok bisa mengimbangi PSMS," Sukliwon menuturkan.

Asisten pelatih PSMS Medan, Suharto AD, mengakui setelah kekalahan atas Gresik Unite O-1 tim asuhannya mengalami masalah psikologis. "Anak-anak seperti cemas menghadapi pertandingan besok. Mungkin mereka khawatir kalah untuk kedua kalinya di depan pendukung. Namun situasi perlahan berangsur membaik. Kami siap menghadapi Persiba besok," kata Suharto.

Meski bermain tanpa tiga pemain pilar yang mendapat akumulasi kartu, yakni Zulkarnain, Zainal Anwar, dan Choi Dong-Soo yang diganjar kartu merah saat memukul wasit di pertandingan melawan Gresik United, Suharto sudah menyiapkan tiga pemain pengganti. "Sudah saya siapkan pengganti mereka bertiga," ujar Suharto.

Pertandingan besok tampaknya merupakan pertandingan terberat PSMS. Penyebabnya tak lain tim "Ayam Kinantan" sedang mengalami perubahan besar setelah pemecatan pelatih Raja Isa bin RAS. Jumat malam lalu manajemen resmi memberhentikan Raja Isa karena dianggap tak mampu mendongkrak penampilan PSMS. Manajemen kemudian menunjuk Suharto AD sebagai pelatih sementara hingga paruh musim. Suharto tidak bisa melatih di kasta tertinggi karena belum mengantongi Lisensi A kepelatihan.
(Sahat Simatupang/Tempo)

Indonesia Super League PSMS Resmi Pecat Raja Isa

PSMS Medan resmi memecat pelatih Raja Isa menyusul kekalahan 0-1 di kandang dari Persegres Gresik pada lanjutan Indonesia Super League (ISL).

Kabar didepaknya Raja Isa dari PSMS sudah tampak usai kekalahan kandang pertama dari Persegres di Stadion Teladan, Medan, Kamis 2 Februari 2012. Saat itu, suporter PSMS mengutarakan kekecewaan terhadap prestasi tim dan mendesak manajemen untuk mendepak Raja Isa.

Di bawah asuhan Raja Isa, PSMS hanya mampu meraih satu kemenangan dari delapan laga yang sudah dilalui. Sisanya, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tiga kali tumbang dan empat kali seri. Hal tersebut membuat manajemen PSMS memutuskan untuk mendepak Raja Isa.

"Ya, manajemen merespon masyarakat yang tidak puas atas kinerja beliau (Raja Isa) selama musim ini. Puncaknya adalah kekalahan dari Persegres," ujar manajer PSMS, Benny Tomasoa, Jumat 3 Februari 2012.

"Kami menerima kritikan masyarakat, fans, juga yang lainnya usai pertandingan, dan bermuara pada mencari sosok baru untuk melatih PSMS. Dari situ, kami sampaikan kesimpulan ke CE0 dan komisaris untuk menemukan solusi permintaan masyarakat," sambungnya.

Benny menegaskan pihaknya sudah berbicara mengenai hal ini dengan Raja Isa, dan pelatih asal Malaysia itu menerima keputusan PSMS. "Intinya semua sepakat dengan keputusan ini. Niatnya besok (Sabtu) kami buka ke publik agar lebih resmi," papar Benny.

Benny sendiri belum bisa memastikan siapa yang akan menggantikan posisi Raja Isa. PSMS sendiri saat ini berada di posisi ke-15 dengan torehan tujuh poin.

PSMS Medan Nama Ivan Kolev Mencuat Sebagai Calon Pelatih

Pasca Raja Isa didepak, manajemen PSMS langsung menerima banyak nama untuk jadi pelatih Ayam Kinantan. Para agen langsung mengirimkan masukan nama-nama tersebut. Di antaranya Ivan Kolev.

Salah satu agen, Hardimen Koto yang menawarkan itu kepada manajemen. Selain Ivan Vankov Kolev asal Bulgaria, Hardiman juga menawari Garry Philips dari Inggris.

Sementara itu, manajemen PSMS segera mengkaji pembayaran kontrak Raja Isa. Konon Raja Isa semestinya menerima bayaran Rp550 juta, dan manajemen sudah membayarkan uang muka kontrak sebesar 25 persen.

“Namun, jika ada data berbeda dari kawan-kawan wartawan yang menyatakan 50 persen, maka akan kita kaji lagi. Jika memang 50 persen, maka kita akan segera lunasi yang 25 persen lagi,” ungkap Nanda Ramli.

Namun, jika memang hanya 25 persen maka manajemen tinggal membayar gaji saja. “Kita akan pastikan tak ada hutang oleh manajemen. Kita akan selesaikan , jika di kontrak tertera 25 persen, maka kita tinggal terhutang gaji saja,” ujar Nanda.

Mengenai sponsor jersey Eutag, Nanda menuturkan, hal tersebut berbeda dengan kontrak Raja Isa.

“Memang kita akui Raja Isa yang membawa sponsor itu untuk kita. Namun, kontraknya memang berbeda. Dan kontrak dengan Eutag akan berakhir pada akhir musim,” tuturnya. (saz/sumutpos)

Thursday, February 2, 2012

Formasi Raja Isa Lucu

Dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS di ISL, hanya tujuh gol yang bisa diusahakan. Tentu itu bukan catatan membanggakan. Posisi striker di PSMS pun disorot. Bahkan mungkin saja posisi pelatih turut jadi sorotan, karena PSMS juga baru satu kali menang.

Dari tujuh gol itu, hanya dua gol yang tercipta dari kaki striker Osas Saha. Sisanya dua dari second striker Zulkarnain, dan masing-masing satu dari second striker Arie Supriatna, gelandang serang Luis Alejandro Pena dan bek Sasa Zecevic.

Namun jika hal itu ditanyakan kepada pelatih Raja Isa, pelatih asal Malaysia itu dengan entengnya selalu menyalahkan pemain. Dia selalu bilang skuadnya minim pengalaman.

Raja isa saat ini memfokuskan diri untuk menghadapi empat laga tandang yang bakal dilakoni. Ia berpendapat, hal ini pastinya sangat membutuhkan kondisi fisik pemain yang prima. “Mereka harus menjaga kondisi tubuh serta gizi. Pemai bola tak perlu datang ke mall, karena itu akan menghabiskan banyak energi,” ungkapnya, Senin (30/1).

Namun, menanggapi paceklik gol di skuadnya, eks pelatih Persipura Jayapura ini juga tak menampik penyelesaian akhir yang sangat buruk kerap diperagakan pemain. “Dari peluang yang terus kita dapatkan di sepanjang pertandingan yang sudah kita lalui. Harusnya dari tujuh pertandingan kita sudah bisa mengoleksi 20 gol,” tuturnya.

Lalu adakah upaya menambah striker? “Jika kemampuan dana kita memadai, kita perlu striker tambahan. Namun, itu buka wewenang saya selaku pelatih. Saya hanya melatih pemain yang ada. Tapi jika saya diberikan kesempatan dan dana memang ada, saya akan memilih striker yang tepat untuk PSMS,” ujarnya.

Tapi, saat ditanya tipikal striker seperti apa sebenarnya diperlukan PSMS, Raja Isa tak melanjutkan tanggapannya.
Menurut striker andalan PSMS Mervelius Ikpefua Osas Saha, sebagai seorang striker ia hanya bisa mengikuti instruksi pelatih. Namun, ia tak menampik formasi dan strategi yang dibangun pelatih PSMS Raja Isa sangat lucu. “Kenapa kita selalu menerapkan satu striker di depan, itu sangat lucu. Dan di dunia mana pun tak ada yang seperti itu,” katanya.

Namun, Saha juga mengakui formasi saat ini juga merupakan formasi terbaik yang diterapkan Raja Isa. “Tapi hal ini pula yang menyebabkan kontribusi bola tak dapat dimaksimalkan. Tak sedikit pula assist yang saya berikan tak mampu diselesaikan dengan baik. Jika anda terus menyaksikan pertandingan PSMS, anda pasti tahu berapa kali umpan saya tak dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (saz)

Ayam Kinantan protes jadwal tandang

PSMS Medan dihadapkan pada jadwal yang berat dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Jadwal berikutnya yang diterima dari Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menetapkan PSMS menjalani tiga laga tandang.

Tiga laga tandang tersebut antara lain menghadapi PSM Makasar Sabtu (11/2) mendatang, Bontang FC Sabtu (18/2), dan Persiba Bantul Sabtu (25/2) mendatang. Padahal PSMS baru usai menjalani dua laga tandang di Malang dan Bojonegoro yang sama-sama
berakhir dengan kekalahan.

Artinya, PSMS akan menjalani lima laga tandang pasca-menjalani laga kandang kontra Persiraja Banda Aceh. Yang paling keras bereaksi adalah pelatih asal Italia, Fabio Lopez. Menurutnya, lima laga tandang beruntun bukan hal yang rasional.

"Bagaimana mungkin PSMS Medan melakoni jadwal pertandingan, lima kali laga tandang. Kami baru pulang dari perjalanan dua kali laga tandang, dan harus melakoni tiga laga away berturut-turut lagi," ujarnya baru-baru ini.

Mantan pemandu bakat Fiorentina itu mengakui putaran pertama ini sangat berat bagi timnya. Jadwal putaran pertama PSMS memang lebih banyak bermain tandang. Sementaa putaran kedua, hanya akan mengikuti tiga laga away menghadapi Semen Padang, Persiraja, Persija, dan Persebaya Surabaya.

"Lima tandang berturut-turut, dan ini bukan musim yang mudah bagi PSMS Medan," kata pelatih berusia 38 tahun itu.

"Ya, kami bisa paham. Pengelola lihat (PT LPIS) membuat jadwal seperti ini walau seharusnya, pertandingan bagi klub itu selayaknya bergantian kandang dan tandang. Tapi kami takutkan kondisi ini berpengaruh pada tim," ungkap pemegang lisensi A UEFA itu.

Bukan hanya kali ini, namun PSMS kerap dirugikan dengan pemunduran jadwal. Tercatat tiga kali PSMS mengalami pemunduran jadwal.

"Semuanya bermasalah, mulai dari pengunduran jadwal pertandingan membuat kami harus menyesuaikan dengan program latihan," tukas Fabio.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, menanggapi hal ini akan meminta pertumbangan. "Ya, kami akan komunikasikan dengan PT LPIS kalau memang bisa dipertimbangkan untuk dimundurkan," pungkasnya.

Kontra Gresik, pembuktian satu striker

Tujuh laga telah dilakoni dan baru sekali PSMS yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) mengecap kemenangan. Untuk itu, tim besutan Raja Isa ini mengincar kemenangan keduanya saat menjamu Gresik United di Stadion Teladan, Kamis malam ini. Bukan hal yang mudah mengingat performa Markus cs yang belum juga menginjak top form.

Koleksi satu kemenangan memang membuat badai kritikan tengah kencang berhembus ke skuad PSMS. Ayam Kinantan kini menghuni posisi 15 klasemen. Skema 4-2-3-1 andalannya dengan mengandalkan satu striker yang disinyalir mempengaruhi produktivitas gol PSMS yang baru menginjak angka tujuh.

Artinya, dalam setiap laga PSMS hanya mampu mencetak satu gol. Toh, Raja Isa tetap bersikeras skuadnya kesulitan menggapai kemenangan karena faktor lain. Bukan karena skema yang kerap dicap bertahan.

"Materi kita masih seperti ini. Kita punya striker yang terbatas. Hanya Osas Saha dan Choi Dong Soo. Sementara pemain lokal kita punya Ari Supriatna, sementara Sigit cedera patah tangan.Yang pasti, kita tidak pernah bertahan dengan skema 4-2-3-1 ini. Lagipula satu striker itu didukung tiga pemain yang menyerang di belakangnya,” ujar Raja Isa.

Faktor yang dimaksud Raja Isa adalah dewi fortuna yang belum juga berpihak pada timnya. “Kita hanya belum beruntung. Saya catat ada 30 peluang yang kita hasilkan dari tujuh laga. Namun hanya beberapa yang menghasilkan gol,” ujar Raja Isa.

Selain masalah keberuntungan, skuadnya juga belum mampu menjaga konsentrasi dan emosi. Kerap terprovokasi lawan dan berujung pada kerugian untuk tim karena hukuman kartu dari wasit.

“Kita juga belum lihai mengawal emosi dalam menghadapi provokasi lawan. Terbukti Marcio Souza di Arema bisa memprovokasi pemain kita. Tapi saya pikir di antara kita tim promosi kita masih yg terbaik,” ujarnya.

Menghadapi tim tamu yang hadir dengan sepenggal kisah historis sebagai mantan punggawa PSMS, Raja Isa tak terlalu menanggapnya istimewa.

“Sepakbola itu berubah dari musim ke musim. Memang ada beberapa pemain mereka (Gresik United-red) yang pernah bermain di sini. Itu masa lalu, tapi saya juga tidak remehkan mereka yang punya pemain berpengalaman, seperti Agus Indra, Anang Makruf, Uston Nawawi, dan lainnya. Yang penting main semaksimal mungkin. Dengan begitu, saya yakin kita menang,” ujar sang pelatih.

PSMS v Persegres Ayam Kinantan Rindu Menang

PSMS kembali mentas di panggung Indonesian Super League (ISL). Kali ini menjamu Persegres Gresik di Stadion Teladan, Kamis (2/2) malam. Kemenangan hal wajib yang mesti diamankan Raja Isa, sebab tekanan dari fans mulai bermunculan.

Bagaimana tidak, dari tujuh laga yang sudah digelar, PSMS baru satu kali menang. Itupun tipis 1-0 ketika menjungkalkan Persisam di kandang sendiri. Selebihnya, tiga laga kandang PSMS berakhir imbang. 1-1 kontra Mitra Kukar, 1-1 kontra Persiwa, dan 0-0 melawan Persipura. Jangan tanya partai tandang, karena PSMS sudah dua kali kalah ketika melawan Persib (3-1) dan Arema Indonesia (2-1). Tapi ketika dijamu Pelita Jaya, PSMS bisa menahan imbang 2-2.

Hasil itu lantas membuat PSMS terseret ke papan bawah klasemen sementara tepatnya di peringkat 15 dengan raihan tujuh angka dari tujuh laga. Sementara bakal lawan, Persegres berada tepat di atas PSMS, di posisi 14. Kalau menang, PSMS bisa naik ke peringkat 13. Dan satu-satunya keuntungan PSMS, mereka baru melakoni tujuh laga. Sementara tim lainnya rata-rata sudah memainkan 8-10 laga.

Pada laga kedelapan ini, Raja Isa ingin meraih poin penuh dengan memaksimalkan materi yang ada. “Kita berharap pemain bisa bertanding sebaik mungkin besok (Hari ini, Red),” ungkapnya saat jumpa pers, Rabu (1/2).

Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengaku mengerti tentang tuntutan masyarakat Kota Medan yang ingin tim sepak bola kesayangannya meraih poin penuh di kandang. “Karena itu, skuad sangat perlu dukungan dari masyarakat dan para fans fanatiknya. Bukan hanya mengenai motivasi tapi juga spirit bertanding bagi pemain. Hal ini sangat mempengaruhi baik-buruknya penampilan mereka,” terangnya.

Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, jika diteliti dengan seksama, selama tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS baik kandang maupun tandang, sedikitnya ada 30 peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi sebuah gol. “Ini menjadi evaluasi serius di skuad. Dan kita harap ke depan hal ini tak terjadi lagi,” tuturnya.

Di Persegres saat ini bercokol nama-nama yang pernah populer di PSMS. Antara lain pelatih Freddy Muli, dan pemain macam Gustavo Chena, James Koko Lomell, dan Gaston Castano.

Dari kubu Persegres lewat asisten pelatih, Mursyid Effendi diketahui mereka hanya memboyong 18 pemain potensialnya. “Yang terkena cedera atau akumulasi kartu tak diikutsertakan,” katanya.

Secara taktis dan strategi, menurut Mursyid, pelatih Persegres Freddy Mulli sudah tahu gaya main PSMS. “Kami sudah memiliki peta kekuatan lawan. Dan kami siap memberikan perlawanan sengit,” tuturnya. Namun begitu, ia tak mau muluk-muluk soal target. Hasil imbang saja tampaknya sudah bagus. (saz/sumutpos)

PSMS Medan Raja Isa Buang Rap-Rap

Sejak lama, PSMS dikenal dengan gaya main rap-rap. Maka itu, rap-rap itu identik PSMS, begitu juga sebaliknya. Di bawah kendali Raja Isa, rap-rap ternyata tak lagi menarik. Pelatih dari Malaysia itu berniat membuang rap-rap jauh-jauh.

Tentu saja, pernyataannya itu ditentang berbagai pihak. Mulai dari mantan pemain PSMS, hingga fans. Raja Isa berkilah, sepak bola saat ini sudah berkembang. Maka gaya rap-rap tak lagi layak dipakai oleh PSMS. Rap-rap sendiri identik dengan permainan keras dan cepat. Tapi Raja Isa tak mau itu dipakai skuadnya. “Rap-rap tak lagi jadi tren, karena sepak bola sudah berubah. Maka, gaya permainan juga harus berubah. Yang terpenting adalah bagaimana pemain bisa bertanding sebaik mungkin,” kata Raja Isa.

Mantan pemain PSMS, Ismail Ruslan salah satu yang menolak rap-rap dihilangkan. “Bermain keras sudah menjadi ciri khas. Kita bermain keras namun, orientasinya bukan untuk mencederai lawan, tapi untuk mendapatkan bola,” katanya.

Sementara, Ketua PSMS Fans Club Rahmat Nur Lubis menuturkan, gaya rap-rap dijadikan idiom agar PSMS tetap semangat berlaga. “Jadikan rap-rap itu sebagai gertakan kepada calon lawan,” tandas Rahmat. (saz/sumutpos)

Takut Imbang Lagi, PSMS ISL Target 12 Angka

Dari tujuh laga terakhir yang dilakoni skuad PSMS, tim berjuluk Ayam Kinantan ini baru mengoleksi satu kali kemenangan, dua kekalahan dan empat seri. Dari 18 tim yang meramaikan kompetisi ISL, tercatat PSMS merupakan satu tim dengan mengoleksi hasil seri terbanyak. Saat ini, predikat ‘Raja’ draw masih melekat di PSMS, hingga skuad asuhan Raja Isa mampu memaksimalkan penampilan di empat partai kandang yang bakal dilakoni sepanjang Februari 2012 ini.

Menanggapi hal tersebut, Raja Isa menuturkan, hasil empat kali seri yang diraih PSMS merupakan hal yang memuaskan. Pasalnya, menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, empat laga seri itu semuanya meladeni tim-tim papan atas ISL, yang notabene dijuluki Raja Isa sebagai tim-tim ‘Timnas Kedua.’ “Pada laga-laga itu, kita tetap berusaha untuk menang. Anakanak sudah melakukan yang terbaik, namun tetap tuhan yang menentukan. Artinya, di sepak bola semua bisa terjadi,” ungkap Raja Isa.

Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga mengatakan, masyarakat Kota Medan harus bisa memandang laga-laga yang berakhir imbang itu secara realistic, mengingat yang dilawan merupakan tim-tim berlabel Timnas.

Untuk itu, Raja Isa ngotot, pada empat laga kandang yang bakal dilakoni PSMS kontra Persegres Gresik (2 Februari), Persiba Balikpapan (6 Februari), Persiram Raja Ampat (16 Februari) dan Sriwijaya FC (20 Februari), tim asuhannya menargetkan minimal meraih 10 poin. “Maksimalnya kita harapkan bisa meraih 12 poin,” tuturnya.

Dengan raihan poin tersebut, paling tidak PSMS akan meluncur ke posisi 7 dan 8 klasemen sementara panggung ISL, yang saat ini PSMS masih menduduki posisi 15 dengan mengoleksi tujuh poin.

Karena itu, ia berharap semua pemain bisa bermain baik dalam tiap pertandingan.

“Yang terpenting adalah, pemain tetap fokus dan konsentrasi. Karena kompstisi ISL merupakan kompetisi yang sangat ketat,” ujar eks pelatih Persiram itu.

Ia mencontohkan, dalam beberapa pertandingan yang dihelat di kompetisi ISL, banyak terjadi golgol akibat kesalahan pemain belakang yang tak mengantisipasi pergerakan pemain lawan atau pun bola. Sehingga blunder hingga gol bunuh diri kerap terjadi. “Ini dikarenakan faktor pemain yang kurang tenang menyikapi laga. Dan kita berharap, pada empat laga kandang ini, pemain bisa benar-benar fokus,” tandasnya. (saz/sumutpos)

PSMS Medan Luis Pena Absen Lawan Persegres

PSMS Medan tak ingin kehilangan poin saat menjamu Persegres di Stadion Teladan, Medan, Kamis, 2 Februari 2012. Meski tanpa Luis Alejandro Pena, Ayam Kinantan bertekad ingin mengalahkan tim tamu yang dihuni banyak mantan pemain PSMS.

PSMS gagal memetik satu poin pun saat bertandang ke Jawa Timur pekan lalu. Usai kalah 1-2 dari Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, pasukan Raja Isa justru batal bertanding lawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Kondisi lapangan yang rusak memaksa duel ini diundur hingga akhir Februari ini.

"Kemenangan menjadi harga mati, kami sudah banyak kehilangan poin, di pertandingan ini adalah target kami menyapu bersih poin di empat laga kandang selama bulan Februari ini, kami tak ingin kehilangan poin lagi," kata Raja Isa, Rabu, 1 Februari 2012.

Minimnya poin yang dikoleksi sampai saat ini membuat PSMS harus rela berada di papan bawah klasemen sementar Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Dengan mengantongi 7 poin dari 7 pertandingan Ayam Kinantan masih terpaut di urutan ke-15.

Menghadapi Persegres, PSMS dipersiapkan tampil dengan formasi 4-2-3-1. Meski tanpa kehadiran salah seorang legiun asingnya, Luis Alejandro Pena yang mengalami cedera ringan, Ayam Kinantan akan berusaha untuk mendominasi jalannya pertandingan.

Menurut Raja Isa, peran Luis Pena untuk sementara akan digantikan oleh pemain muda M Antoni. "Semua pemain sudah siap, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, kami sudah persiapkan itu dalam latihan beberapa hari ini, saya yakin apa yang sudah kami lakukan di lapangan nanti," ujarnya.

"Pena masih cedera, dia belum bisa diturunkan, saya sudah siapkan nama M.Antoni untuk menggantikannya di tengah, tipikal permainan Toni yang condong membantu serangan akan membantu Choi Dong Soo dan Inkyun oh," lanjut Raja Isa.

Mengenai kekuatan lawan, Raja Isa meminta pemainnya untuk mewaspadai pergerakan lima pemain kunci Persegres. Mereka adalah Agus Indra, James Koko Lomell, Gustavo Chena, dan dua pemain veteran, yakni Anang Maruf dan Uston Nawawi.

Perhatian khusus diberikan Raja Isa kepada James yang tak lain adalah mantan penyerang PSMS Medan. "Dia mempunyai kecepatan dan mampu meloloskan diri dari kepungan pemain lawan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemain belakang harus tetap fokus, jangan terpancing oleh pergerakan James," kata Raja Isa. (Marco Tampubolon /Ondo/Vivanews)

Monday, January 30, 2012

Indonesian Premier League Persibo Tekuk PSMS 1-0

Persibo Bojonegoro menang tipis 1-0 atas PSMS Medan pada laga kandang kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Soedirman, Bojonegoro, Ahad, 29 Januari 2012. Gol sematang wayang Persibo dicetak Muhammad Iskandar, yang memanfaatkan sepak pojok di babak kedua.

Gol Iskandar di menit ke 65 ini, menjadi sangat penting. Setidaknya, bisa mempertahankan posisi tiga besar klasemen sementara LPI awal tahun ini. Gol ini, juga menjadi ajang pembuktian Laskar Angling Darmo yang kalah dari Bontang FC 2-0 di laga tandang di Stadion Mulawarman, pekan lalu.

Pertandingan yang cukup alot antar-kedua tim, berjalan cukup seimbang. Dari 90 menit waktu normal, tercatat ada lima kartu kuning yang dikeluarkan wasit Sulistyoko. Masing-masing tiga untuk pemain Persibo, yaitu Edy Sibung, Jaeron Feliciano dan Hernan Ortis. Dari kubu PSMS Medan atas nama Safrudin Tahar dan An Hyo Yoen.

Bermain dengan formsi lengkap, Persibo sempat menerapkan bermain menyerang. Tetapi, palang pintu PSMS Medan, membuat seangan bertubi-tubi Samsul Arif Jaeron dan Iskandar, susah membuahkan gol. Pergerakan si kulit bundar kerap terhenti di para pemain belakang PSMS Medan yang memang punya kelebihan postur tubuh. Seperti Vagner Luis, Julio Cesarjuga Heri Suwondo.

Bahkan, permainan bola-bola tengah Persibo yang dikomandoi Mekan Nasirov, justru kerap kalah oleh pemain PSMS Medan. Bahkan, beberapa kali serangan berbahahaya justru datang dari bola di tengah yang kemudian mengalir ke gawang Persibo yang dijaga Fauzi Toldo.

Beberapa kali gol sempat tercipta di menit-menit 15 hingga 35 babak bertama. Sebuah tendangan bebas Gustavo Ortis, hampir saja membuahkan gol. Bola lambung berhasil ditepis kiper PSMS Medan Deck Ardian. Begitu sebaliknya, serangan mendadak Persibo, berupa tendangan keras Jaeron di kotak penalty juga berhasil ditepis kiper lawan.

Sebaliknya, PSMS Medan yang melakukan serangan balik, sempat membuat pemain belakang Persibo keteteran. Hingga sebuah pelanggaran dan berbuah tendangan bebas. Sebuah tendangan keras Kapten PSMS Medan Vagner Luis berhsil ditepis Fauzi Toldo. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan masih 0-0 untuk kedua tim.

Memasuki babak kedua, Para pemain PErsibo diminta menerapkan strategi menyerang. Trio bomber, Samsul, Jaeron dan Iskandar, melakukan upaya penekanan. Tiga pemain itu juga kerap dibantu Edy Sibung dan Mekan Nasirov yang kerap overlap ke depan.

Dalam sebuah kemelut di sayap kanan PSMS Medan, membuahkan tendangan pojok. Tendangan kali ini diambil oleh Mekan Nasirov. Bila yang tidak terlalu tinggi, sempat mengenai kaki pemain PSMS Medan. Bola mental dan tepat di depan gawang Iskandar yang berdiri bebas. Bola langsung ditendang dan gol, menit ke 65. 1-0 untuk Persibo Bojonegoro.

Tertinggal 1-0, PSMS Medan meningkatkan serangan. Pemain depan, seperti Juanda Mayadi, Goran Ganchev melakukan penetrasi di daerah pertahanan Persibo. Tetapi, pemain belakang Persibo, yaitu Leke Anderson, Aang Suparman dan Hari Sahputra, bergantian menghalau bola. Hingga wasit Sulistyoko menipu peluit akhir, di menit ke 90 waktu normal, kedudukan tidak berubah 1-0, untuk kemenangan Persibo Bojonegoro.

Pelatih Persibo Bojonegoro, Paulo Camargo mengatakan, bahwa PSMS Medan punya kwalitas pemain yang bagus. Mereka menerapkan pertahanan dengan menempatkan enam hingga tujuh pemain di pertahanan. “Kita akui, bagus pertahanannya,” kata Paulo.

Pelatih PSMS Medan Fabio Lopes mwmuji pwemainnya yang punya semangat tinggi. Timnya diakui bermain imbang bersama Persibo. Tetapi, gol 1-0, adalah keberuntungan pihak lawan saja. “Lihat saja golnya. Itu gol keberuntungan tim llawan,” katanya. (Sujatmiko/Tempo)

Friday, January 27, 2012

Laga kontra Persibo mundur sehari

MEDAN- Tidak hanya PSMS Indonesian Super League (ISL) yang menerima pemunduran jadwal. Skuad PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) juga menerima kenyataan sama.

Seyogianya menjalani laga kontra Persibo Bojonegoro pada Sabtu besok, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) memundurkan laga menjadi Minggu lusa. Salah satu ofisial PSMS, Henny, mengakui pihaknya menerima kabar lewat email.

Asisten Manajer PSMS, Alexander Gho, juga mengakui pihaknya telah menerima kabar tersebut. "Saya sudah sampaikan kepada pelatih dan pelatih saya yakin juga sudah mengetahuinya," tandas Alexander.

Bagi PSMS, ini merupakan penundaan ketiga kali. Sebelumnya laga PSMS kontra Persijap Jepara yang seyogianya digelar 15 Januari ditunda. Laga tersebut ditunda karena belum adanya izin pertandingan dari kepolisian setempat menyusul agenda pemilihan kepala daerah di Jepara pada bulan Januari 2012.

Belakangan saat dikonfirmasi kepada Head of First Level Competition PT LPIS, Hendriyana laga tersebut dijadwal ulang menjadi 11 Maret mendatang. Penundaan kedua terjadi di laga kontra Persema yang mundur dua hari dari Sabtu (21/1) menjadi Senin (23/1) dengan alasan karena akan disiarkan langsung. Namun justru penayangan itu batal.

Kondisi ini cukup disayangkan Pelatih PSMS, Fabio Lopez. "Jadi kondisi itu tentunya tidak bagus bagi tim kami. Berada di luar Medan selama dua hari," sebut Fabio.

Dia mengatakan, kondisi tersebut cukup berpengaruh bagi persiapan tim, apalagi pemberitahuan perubahan jadwal diterima dua hari sebelum laga.

"Ini yang kedua kalinya terjadi berturut-turut. Kenapa pemberitahuannya dilakukan dua hari sebelum pertandingan?" pungkas pelatih asal Italia itu.

PSMS sepakat di Gresik, Persela menolak

MEDAN - Kondisi Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan yang memprihatinkan menyusul hujan yang belakangan “rajin” mengguyur Lamongan berdampak pada keputusan memindahkan laga Indonesian Super League (ISL) antara PSMS kontra Persela ke Gresik. Hal itu telah diputuskan Badan Liga Indonesian (BLI).

Kabar itu disampaikan Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi malam. Keputusan itu dibuat berdasarkan pertimbangan kondisi stadion yang tidak memungkinkan menggelar laga. Namun kubu tuan rumah yang belakangan memang memilih berlatih di Gresik menolak dan tetap meminta laga digelar di Surajaya. Jika tidak ada kesepakatan antara kedua tim, laga terancam ditunda.

Menyoal hal ini, kubu PSMS yang mendukung laga digelar di Gresik tentu akan mengalami kerugian besar jika laga sampai ditunda. Artinya pengeluaran akan bertambah jika harus pulang balik ke Medan.

"PSMS tidak menginginkan hal tersebut, sedangkan menjalani laga yang sesuai dengan jadwalnya PSMS sudah mengeluarkan anggaran yang besar jadi kita tetap bersikukuh menolak keinginan tim tuan rumah," kata Benny.

Sementara Raja Isa sendiri tak mempermasalahkan dimana laga digelar. Apalagi ia telah coba mengadaptasikan skuadnya dengan mencari lapangan latihan yang mirip dengan kondisi Surajaya. Namun ia urung menurunkan gelandang asal Korea, In Kyun Oh karena dikhawatirkan kondisi lapangan akan berdampak buruk pada pemulihan cederanya.

"Lebih baik mengistrahatkannya di Lamongan dari pada dia tidak dapat tampil di stadion Teladan Medan 2 Pebruari mendatang menghadapi Gresik United," sebutnya.

Di sisi lain pada latihan perdana pasca rehat dua hari hari ini, tak terlihat kehadiran Osas Saha. Dipastikan striker asal Nigeria sudah berada di Jakarta setelah bertolak dari Singapura. Pengoleksi dua gol itu diharapkan bisa kembali bergabung pada latihan Kamis ini di Surabaya.

Kekhawatiran PSMS jadi kenyataan

MEDAN - Kekhawatiran PSMS bakal ditundanya laga kontra Persela Lamongan menjadi kenyataan. PT Liga Indonesia memutuskan laga tersebut dijadwal ulang. Kondisi Stadion Surajaya Lamongan yang tidak memungkinkan menggelar laga menjadi alasan.

Sebelumnya, PT LI sempat menawarkan alternatif stadion. Dalam hal ini Stadion milik Gresik United yakni Stadion Tri Dharma. Namun belakangan pihak pengelola stadion, Petrokimia Gresik tidak mengizinkan stadion digunakan untuk laga PSMS kontra Persela.

Alternatif lainnya, Stadion Manahan Solo juga tidak dizinkan pengelolanya karena tengah digunakan Persis Solo di kompetisi IPL. Sebenarnya, ada satu stadion lain sebagai alternatif terakhir, yakni Stadion Mojokerto yang diusulkan Persela. Namun stadion tersebut tidak memenuhi persyaratan karena terkendala pencahayaan. Padahal laga dijadwalkan pada malam hari dan rencananya disiarkan ANTV.

Lalu apa tanggapan PSMS? Manajer PSMS, Benny Tomasoa, mengatakan pihaknya menerima keputusan ini dengan syarat, PT LI menanggung ganti rugi biaya akomodasi PSMS selama menjalani persiapan di Surabaya.

“Kita mengklaim ke PT LI untuk minta ganti rugi atas transport dan penginapan selama berada di Surabaya. Mereka menyanggupi dan kita siap menerima keputusan itu,” ujar Benny.

Pasca-menjalani laga kontra Arema di Malang, skuad besutan Raja Isa ini dalam beberapa hari terakhir melakukan persiapan ke Surabaya sebelum nantinya bertolak ke Lamongan. Namun keputusan ini memaksa PSMS pulang lebih awal ke Medan. Pengeluaran yang bertambah di luar dugaan ini tentu merugikan PSMS.

Skuad PSMS telah bertolak ke Medan dengan terlebih dahulu transit di Jakarta sejak siang tadi. Selanjutnya PSMS akan mempersiapkan diri menghadapi Gresik United di Stadion Teladan pada 2 Februari mendatang.

Thursday, January 26, 2012

PSMS evaluasi kekalahan dari Persema

MEDAN – Memori buruk kembali hadir di Malang untuk PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) setelah dikandaskan Persema Malang, Senin (25/1) lalu. Namun bukan hanya evaluasi dari pelatih, para pemain juga mencoba mengevaluasi diri menyoal hasil buruk itu. Agar menjadi perbaikan menghadapi laga lanjutan IPL.

Striker andalan PSMS, Jecky Pasarella mengakui ia dan rekan-rekannya kehilangan konsentrasi pasca dua gol cepat di awal laga. Ketika itu Laskar Ken Arok-julukan Persema-sudah unggul dua gol sampai menit 19 lewat lewat Dennis Kacanovs dan Emile Bamba.

"Tim awalnya main bagus. Tapi dua gol di awal itu bikin hilang konsentrasi," ujar Jecky malam ini.

Striker berusia 26 tahun itu mengakui para pemain panik dengan serangan agresif lawan di menit-menit awal. Tercatat tiga tendangan sudut sudah terjadi di menit-menit awal.

"Main di saat itu di bawah tekanan. Apalagi, Karena kita main tandang, semangat lawan cukup besar untuk menciptakan gol cepat. Baru beberapa menit, beberapa corner sudah terjadi, dan membuat tim agak panik," ungkap mantan pemain PSM Makassar itu menambahkan kepanikan itu membuat pihaknya hilang konsentrasi dan kesulitan membangun serangan.

“Salahnya, setelah diserang, bukan memainkan serangan dari ke kaki yang dimainkan, tapi ketika menguasai bola, kepanikan itu membuat pemain membuang jauh bola. Main dulu, percaya diri akan timbul dengan begitu,” jelas pemain berusia 26 tahun itu.

Pemain PSMS lainnya, Juanda Mayadi mengakui pihaknya lalai menjalankan instruksi dari Pelatih Fabio Lopez.

"Pemain tidak mengikuti intruksi pelatih. Di luar yang diterapkan pelatih. Padahal antisipasi skema lawan sudah dimainkan di latihan. Saya masuk di babak kedua, formasi itu berubah,. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak ke PSMS. Banyak peluang, tapi tidak ada yang jadi gol," bebernya.

Adaptasi main malam yang tidak dilakukan juga diyakini menjadi kendala. "Kami kayak baru pertama main di liga. Saya yakin itu terjadi karena adaptasi tidak dilakukan di malam sebelumnya," ujar Tri Yudha.

Sasa & In Kyun siap tampil

MEDAN - Menghadapi Persela Lamongan pada 29 Januari mendatang, PSMS dipastikan tanpa dua pemain pilarnya. Adalah Novi Handriawan yang dihadiahi kartu merah dan Luis Alejandro Pena karena sanksi akumulasi, dua yang dimaksud. Beruntung kabar tidak sedap itu mampu ditutupi dengan siap tampilnya beberapa pemain yang sebelumnya cedera.

Di sektor gelandang, gelandang lincah In Kyun Oh sudah siap tampil. Cedera yang didapatkannya ketika bentrok dengan Arema tidak lagi bermasalah. Ia pun siap ditampilkan menghadapi Persela, Minggu nanti.

Sementara di sektor belakang, Sasa Zecevic yang sebelumnya mengalami cedera di hidung akibat sikutan striker Arema, Marcio Souza dipastikan tampil. Setelah mengalami Rontgen di salah satu rumah sakit di Surabaya, hidungnya sudah tak lagi bermasalah.

Hal itu dipastikan dari keterangan dokter tim, dr Raja, di penginapan The Killer Sahid Hotel Surabaya baru-baru ini.

“Untuk Sasa sudah tidak ada masalah. Tapi In Kyun paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding. Kemungkinan besar dia bisa bermain,” ujarnya.

Begitupun Raja Isa tetap harus mencari pengganti Novi dan Pena. Ia mengakui lini belakang yang cukup memusingkan menyusul absennya Novi. Sedangkan lini tengah, ia masih punya beberapa pilihan menggantikan Pena.

“Sebenarnya di posisi (gelandang-red) ini tidak begitu memusingkan saya, berbeda di barisan bawah. Karena pemain gelandang kita cukup banyak dan kalau memang memungkinkan bisa saja di tengah kita rubah strategi dengan menempatkan lima pemain saja dan dua di depan," tambah pelatih berkebangsaan Malaysia itu.

PSMS antisipasi lapangan becek

- Hujan yang terus menerus mengguyur Lamongan, berdampak buruk pada kondisi Stadion Surajaya, markasnya Persela. Stadion ini yang nantinya akan menjadi venue pertarungan Persela kontra PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), Minggu (29/1) mendatang.

Dikhawatirkan tim yang bertanding tak dapat mengembangkan permainan dengan kondisi Stadion Surajaya becek dan berlumpur. Kondisi itu jelas terlihat dalam beberapa laga kandang terakhir Laskar Joko Tingkir-julukan Persela.

Seperti saat menjamu PSAP, Stadion Surajaya sangat memprihatinkan. Bahkan tuan rumah Persela terpaksa mengungsi dari Lamongan untuk menjalani latihan rutin di Gresik karena lapangan stadion yang rusak.

Pasukan Miroslav Janu rencananya akan berlatih di Gresik selama tiga hari."Kami harus berlatih di Kabupaten Gresik karena kondisi Stadion Surajaya saat ini sedang diperbaiki," kata Bendahara Persela, Samsul.

Kondisi ini menjadi perhatian serius PSMS. Tim besutan Raja Isa sendiri akan memulai latihan nanti di Surabaya setelah sebelumnya rehat dua hari. Untuk beradaptasi dengan kondisi Surajaya, Raja Isa akan mencari lapangan yang becek dan berlumpur.

Kondisi lapangan juga akan berpengaruh pada perubahan taktik di lapangan. Pelatih asal Malaysia itu kemungkinan akan menginstruksikan skuadnya bermain dengan bola-bola panjang.

"Tidak mungkin main bola pendek karena bola akan tersangkut lumpur. Yah bisa saja kita akan menerapkan permainan kampung atau lebih trend disebut bermain rap-rap, tetapi strategi ini memerlukan staminan yang baik dari Zulkarnaen dan kawan-kawan", ujarnya.

Raja Isa juga akan memberikan instruksi khusus kepada duet Osas Saha dan Choi Dong Soo. Kepada keduanya ia meminta agar lebih berinisiatif melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti dan mengurangi akselerasi di lapangan.

Wednesday, January 25, 2012

Konflik PSSI vs KPSI

Surabaya - Manuver KPSI dalam menyikapi dinamika organisasi di PSSI.
sudah kebablasan dan offside,
bahkan dinilai inkonstuta (tak sesuai.
statuta). Demikian pendapat Ari.
Wibowo, Direktur LSM SEMPRIT.
(Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi) dalam rilis resminya.
“Aktor-aktor intelektual dibelakang.
KPSI (waktu itu belum bernama KPSI).
berhasil menciptakan skenario yang.
rapi dan berhasil menggiring.
beberapa klub masuk ke kubu mereka melalui sentimen.
ketidaksetujuan terhadap
kemunculan 6 klub di kasta tertinggi.
Dan berdasar sentimen itulah dimulai.
sebuah ‘pemberontakan’ melalui.
wadah PT LI. Jadi akar masalah ‘dualisme kompetisi’ sebenarnya.
dimulai dari sini,” ungkap Ari, Selasa.
(24/01/2012).
Lucunya, PT LI yang selalu.
meneriakkan statuta dan Kongres Bali.
sebagai pijakan menuntut kasta tertinggi 18 klub (bukan 24 klub),
ternyata hasil Kongres Bali yang.
menetapkan peserta Divisi Utama.
berjumlah 44 klub gagal mereka.
penuhi, dan seakan penyimpangan itu.
tak pernah mereka permasalahkan sama sekali.
Aktor intelektual di kubu penentang.
PSSI ini sangat cerdik dengan memulai.
penggalangan kekuatan melalui.
sentimen yang mudah diangkat.
menjadi isu panas. Konflik dualisme kompetisi terjadilah. Dan seiring
berjalannya waktu, klub-klub yang.
sebagian besar hanya ikut arus itu.
kemudian terjebak dalam kubangan.
besar yang bernama kompetisi ilegal.
Yang namanya ilegal pastinya memunculkan respon berupa.
jatuhnya hukuman-hukuman dari.
PSSI melalui Komdisnya.
Ketika kondisi sudah berada di titik ini,
dengan cerdik pula para aktor.
intelektual melihat ada celah dan kesempatan mengubah peta konflik.
dari isu dualisme kompetisi menjadi.
mosi tidak percaya kepada pengurus.
PSSI yang sekarang. Digiringlah para
klub pengikutnya yang sudah.
terlanjur masuk dalam kubangan besar menjadi anggota dari KPSI.
Nampak sekali bahwa penentang PSSI.
itu sudah dis-orientasi alias.
menyimpang dari tujuan awal yang.
dipakai saat menggalang dukungan.
Dan klub-klub yang sudah masuk di gerbong itu tak berkutik akibat.
terlanjur masuk ke pusaran konflik.
sebagai kubu penentang PSSI.
Kemudian aktor intelektual tersebut.
melakukan penggalangan kekuatan.
dengan mengundang semua klub anggota PSSI guna mengajukan.
permintaan dilakukannya KLB dengan.
alasan sudah tak percaya lagi kepada.
pengurus PSSI yang sekarang.
Propaganda besar-besaran melalui.
kekuatan media pendukungnya dilakukan. Upaya pembusukan PSSI.
bahkan pembunuhan karakter Ketum.
PSSI pun dijadikan program kerja.
mereka melalui wadah baru yang.
bernama KPSI.
RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) pada tanggal 18 Desember.
2011 digelar dengan tujuan utama.
mengumpulkan tanda-tangan dari.
setidaknya 2/3 klub anggota PSSI,
yang meminta digelarnya KLB dengan.
agenda pemakzulan Ketum PSSI. Tak jelas apakah yang datang benar-
benar pihak yang valid dan.
berkompeten, yang pasti 432 tanda-
tangan berhasil dikumpulkan dan.
diserahkan ke PSSI. KPSI memberi
deadline 28 Desember 2011 sebagai batas waktu PSSI merespon tuntutan.
KLB.
PSSI tidak merespon deadline KPSI,
tetapi tetap melakukan verifikasi.
berkas permohonan KLB dan baru.
pertengahan Januari 2012 mengumumkan bahwa jumlah.
dukungan tak mencapai kuorum 2/3.
anggota PSSI sehingga permintaan.
KLB secara resmi ditolak.
Di titik inilah LSM SEMPRIT melihat ada.
sebuah kejanggalan besar dan menimbulkan kecurigaan, yaitu saat.
Sekjen KPSI Hinca Panjaitan.
memberikan statement H-1 sebelum.
hasil verifikasi diumumkan, yaitu.
bahwa apapun hasil verifikasi PSSI tak.
akan menyurutkan langkah langkah KPSI untuk tetap menggelar KLB.
Statement itu nampaknya adalah.
strategi antisipasi ala KPSI yang.
sebenarnya ‘tahu’ bahwa memang.
sejatinya jumlah dukungan yang.
meminta KLB tak memenuhi syarat kuorum 2/3. Tuduhan dan
kecurigaan ini mungkin sebuah.
suudzon. Tapi kecurigaan LSM SEMPRIT.
makin menguat manakala KPSI tak.
mengambil langkah gugatan melalui.
CAS terhadap penolakan PSSI terhadap tuntutan KLB. Jika memang
KPSI didukung 2/3 anggota PSSI yang.
valid dan punya hak mengusulkan.
KLB, kenapa mesti dengan mudah.
menyerah dan kemudian memilih cara.
makar melalui KLB KPSI yang kemungkinan besar tak akan direstui.
FIFA dan AFC.
Sangat aneh kelompok yang selalu.
berdalih memuja statuta akan tetapi.
tindak tanduknya bertentangan.
dengan statuta. Tak masuk akal jika bisa memakzulkan Ketum PSSI melalui.
jalur konstuta (sesuai statuta) tetapi.
lebih memilih jalur inkonstuta (tak.
sesuai statuta). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya sederhana sekali, yaitu.
bahwa sebenarnya dukungan 2/3 anggota itu tak benar-benar valid.
KPSI nampak tak percaya diri di titik.
ini. Dan rasa tak percaya diri terhadap.
validitas 2/3 syarat dukungan itu.
ditutupi dengan membulatkan tekad.
untuk makar dan berniat menggulingkan Pengurus PSSI secara.
inkonstuta.
Demikian rilis resmi LSM SEMPRIT.
melalui Ari Wibowo selaku.
direkturnya, yang berharap bahwa.
semua pihak bisa berlaku bijak dan menghormati etika berorganisasi di.
PSSI. Tindakan makar ala KPSI sangat.
disayangkan, karena berpotensi.
menimbulkan chaos yang menimpa.
persepakbolaan nasional, dan.
berakibat dijatuhkannya sanksi FIFA.

Tuesday, January 24, 2012

Persema 4-1 PSMS Slave Puas dengan Kemenangan Besar Laskar Ken Arok

Pelatih Persema, Slave Radovski puas dengan kemenangan timnya 4-1 (3-1) atas PSMS Medan di Stadion Gajayana, semalam. Pemainnya dapat kembali meraih tiga angka penting bagi timnya seiring berjuang menjauhi dasar klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL). Meski Bima Sakti dkk belum menerima seluruh haknya, tepatnya gaji Januari yang tertunda pembayarannya oleh manajemen tim.

Dibalik situasi tersebut, seluruh pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Hal itu yang kemudian dirasa Slave kemudian menjadi kemenangan timnya atas PSMS. Hasilnya, koordinasi permainan yang dibangun dari sebuah kombinasi lini per lini berjalan mulus. Pelatih asal Macedonia ini pun salut dengan apa yang sudah ditunjukkan pemainnya lantaran tak hanya memikirkan masalah uang semata.

‘’Sepakbola bukan hanya masalah uang, namun seperti kehidupan. Saya punya optimisme di pertandingan hari ini dan punya masa depan untuk pertandingan kedepannya. Semua bekerja dengan personality yang bagus,” terang Slave Radovski, Pelatih Persema dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Kemenangan itu memuaskan bagi awak Laskar Ken Arok. Persema kembali sukses mengamankan poin penuh pada laga kandang keduanya. Tiga angka itu semakin membuka jalan bagi Persema untuk terus bertahan ke papan tengah klasemen sementara IPL. Sebelumnya, tim kebanggaan Ngalamania ini memenangi laga kandang pertamanya dengan melibas Bontang FC di Stadion Gajayana, Minggu (15/1) lalu.

Sementara itu, kubu PSMS kecewa berat dengan kekalahan telak mereka. Nada kecewa terang-terangan disampaikan pelatih tim, Fabio Lopez. Pelatih asal Italia ini menyebut, sejak memasuki 20 menit pertama, seluruh pemainnya sudah tidak lagi konsentrasi bermain. Hasilnya, empat gol Persema terjadi begitu muda bersarang ke gawang timnya.

‘’Baru di pertandingan ini (semalam, Red), saya melihat performa paling buruk yang ditunjukkan pemain kami. Seperti tertidur, tidak ada konsentrasi dan tidak ada permainan individual tadi. Kami mudah sekali terbobol hingga empat gol oleh Persema,” ucap Fabio Lopez.
(poy/bua/malangpost)

Manajer PSMS Kecewa Wasit Lawan Arema

Manajer PSMS Medan, Beny Tomosoa kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra saat memimpin duel lawan Arema, Minggu, 22 Januari 2012. Tomosoa akan melaporkannya kepada PT Liga Indonesia selaku pengelola ISL 2011-2012.

Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Malang, PSMS sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Osas Ikpefua pada menit ke-5. Namun Arema berhasil menyamakannya lewat penalti Marcio Souza pada menit ke-37. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Arema memimpin 2-1 setelah bek PSMS, Rahmad melakukan gol bunuh diri pada menit ke-56. PSMS juga harus kehilangan satu pemainnya, Novi Handriawan pada menit ke-69. Novi diusir wasit setelah menendang kaki Marcio Souza.

Kejadian ini sempat mengundang protes dari pemain-pemain PSMS. Lemparan botol ke tengah lapangan dan suasana yang ricuh bahkan sempat memaksa laga terhenti beberapa saat. Laga baru dilanjutkan setelah protes pemain-pemain PSMS berhenti.

Tomosoa tidak terima dengan keputusan wasit tersebut. Sebab ada tiga pemain Arema yang melakukan pemukulan terhadap pemain PSMS, tidak mendapat kartu merah dari wasit. Wasit juga tidak menindak pelanggaran para pemain Arema di kotak terlarang.

Tomosoa juga menganggap suporter tuan rumah tidak sportif karena melempari PSMS saat melancarkan protes. Tomosoa mengancam akan membalasnya saat PSMS jadi tuan rumah. "Jelas perlakuan ini akan kami balas di medan,”tukasnya Minggu 22 Januari 2012 saat Konperensi Pers setelah pertandingan .

"Penonton kami sportif tapi kami dapat perlakuan seperti ini. Ini dikandang arema nanti akan kami balas di kandang kami saat laga bertandang ke stadion kami,” kata Tomosoa. (Marco Tampubolon/vivanews)

Arema 2-1 PSMS Raja Isa: Wasit Kurang Bijak

Pelatih PSMS Medan, Raja Isa, menganggap wasit yang memimpin pertandingan melawan Arema Indonesia kurang bijak memimpin pertandingan. Wasit Oki Dwi Putra yang memimpin pertandingan tadi dinilainya kurang cakap memimpin pertandingan yang berkesudahan 2-1 untuk Arema di Indonesia Super League (ISL).

Sempat terjadi protes keras di dalam lapangan antara pemain dari kedua kesebelasan, saat Novi Handriawan menendang kaki Marcio Souza yang menyebabkan Novi diganjar kartu Merah oleh wasit. Wasit membiarkan pertandingan terhenti sejenak saat pemain melakukan protes, hingga sekitar tujuh menit waktu terbuang akibat insiden tersebut.

"Ya, wasit kurang bijak memimpin pertandingan tadi, salah satunya ketika memberi kartu merah kepada Novi Handriawan. Dia membiarkan terjadi kisruh di dalam lapangan, seharusnya sebagai pemimpin pertandingan dia harusnya menginstruksikan agar pertandingan dilanjutkan, agar waktu tidak terbuang sangat panjang," ujar Raja Isa saat dikonfirmasi.

Selebihnya Pelatih asal Malaysia ini enggan mengomentari wasit, hanya saja dia menyesali ketidakbijakan dari Wasit Oki Dwi Putra yang banyak membuat permain menjadi kurang menarik.

"Dia tidak bijak memimpin pertandingan, bukan tidak adil. Saya ini pelatih yang jarang mengomentari wasit," tegas Raja Isa.

"Saya sudah 3 kali mengalami hal begini selama lima tahun melatih di Indonesia, waktu itu di Surabaya dan di Solo. Saya melatih Persiram melawan Persis Solo waktu itu bola masuk dari samping, namun wasit mengatakan bola masuk," ungkap Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)

PSMS ISL Tetap Kirim Surat Protes ke PT LI

Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat protes ke PT Liga Indonesia. Komunikasi lisan dan pernyataan protes via faksimili sudah dilakukan. Menurutnya kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra menciderai kondusifitas kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, pihaknya tidak akan mengajukan banding atas kartu merah yang diperoleh libero Novi Handriawan.

"Oki Dwi Putra menyandang wasit terbaik musim lalu. Seharusnya dia tidak melakukan kesalahan dengan membiarkan provokasi yang berlaku dalam laga tersebut. Dari tujuh pertandingan, baru kali ini terjadi. Tapi bagi kami keputusan wasit mutlak. Hanya saja PT LI perlu mengevaluasinya," ujarnya saat dihubungi dari Medan. Layangan protes akan diklarifikasi 2x24 jam.

Sementara itu Novi Handriawan mengakui ia melakukan kesalahan fatal. Namun, ia menyesalkan putusan wasit yang hanya mengganjar kartu merah padanya. "Saya heran kenapa hanya saya yang di kartu merah. Padahal Marcio yang lebih dulu menunjang saya. Hukuman itu lebih fair jika kami berdua dihukum. Saya minta maaf pada masyarakat Medan," ujarnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Friday, January 20, 2012

Indonesia Super League Arema Fokus Kejar Tiga Poin Dari PSMS

Sidoarjo dengan skor 3-3 pada laga ketujuhnya di pentas Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, skuadra Singo Edan langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Minggu (22/1) lusa, Marcio Souza dkk sedianya melakoni laga kandang keempatnya musim ini dengan menjamu PSMS Medan.

Karena waktu yang sudah kian dekat ditambah target poin sempurna, gerak cepat langsung dilakukan tim pelatih yang dikomandani Joko Susilo. Mulai pagi ini, Fery Aman Saragih dkk bakal mulai digenjot pemantapan teknik dan taktik di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Pelatih karetaker Arema, Joko Susilo yang akrab disapa Gethuk mengaku bakal mati-matian memoles skuad besutannya agar mampu meraih hasil maksimal pada laga akhir pekan nanti.

“Kita sekarang sudah mulai fokus menghadapi PSMS. Besok (hari ini) materi sudah menatap teknik dan taktik. Kita konsentrasi benar dengan pertandingan ini. Anggap sebagai final yang harus diselesaikan dulu sampai menang baru berpikir pertandingan selanjutnya,” paparnya usai memimpin recovery training di Family Club Araya pagi kemarin.

Pada bentrok Minggu lusa, bukan hanya 11 pemain lawan di atas lapangan saja yang bakal menjadi rival Arif Ariyanto dkk. Sekalipun bermain di kandang sendiri, dikhawatirkan dukungan penuh suporter justru bisa menjadi bumerang bagi skuadra Singo Edan.

Sebelumnya, Arema sudah tiga kali melakoni partai home dan hanya mendulang satu poin saja dari laga tersebut. Tekanan suporter yang mendambakan tim pujaannya memetik kemenangan tak hanya menjadi cambuk namun seolah membebani para pemain. Faktor lemahnya mental bertanding itulah yang coba disiasati oleh tim pelatih jelang bentrok kontra Ayam Kinantan (julukan PSMS).

Gethuk mengaku sudah menekankan kepada anak asuhnya untuk tampil tanpa beban dan justru menjadikan dukungan penuh Aremania sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan tim tamu.

“Di kandang kita harus tampil lebih baik daripada away. Kita tak henti membenahi mental bertanding dan kepercayaan diri para pemain,” tandas pelatih kelahiran Cepu, 41 tahun silam itu.

Menurutnya, Seme Patrick dkk harus menunjukkan semangat berlipat dan konfidensi lebih tinggi dibanding laga sebelumnya yang menghasilkan satu poin sekalipun tampil di markas lawan.

“Kita tidak boleh kehilangan semangat. Malah harus semakin berlipat karena main di kandang. PSMS adalah tim berkarakter, kita juga harus tunjukkan karakter Singo Edan. Anggap saja kalau PSMS punya keyakinan 100 persen, kita harus punya 200 persen!” seru mantan bomber Arema era 1990-2000an itu kepada Malang Post. (tom/bua/MalangPost)

Kesulitan Finansial, Pemain PSMS ISL Tanpa Bonus

Manajer Tim PSMS Medan ISL, Benny Tomasoa mengatakan pihaknya belum dapat memberi bonus kepada pemain. Hasil seri dan menang di lima pertandingan dilalui tanpa bonus. Bento, sapaan akrabnya mengatakan hal itu dikarenakan paceklik finansial yang dialami tim.

"Seharusnya memang ada. Tapi kami sudah jelaskan situasi keuangan tim. Pemain-pemain dapat memahami ini. Mereka tetap memberi hasil-hasil terbaik," ujar eks Wakil Manajer PSMS Medan musim lalu ini kepada tribunmedan.com di Medan, Jumat (20/1/2012).

Bento mengatakan tataran manajemen tetap berupaya menggaet sponsorship guna menggembungkan kas. Sehingga di laga-laga berikutnya pemain tetap dapat memeroleh bonus pertandingan. Sejauh ini Bakrie Sumatera Plantation yang menjadi penyokong dana utama bagi tim.

Thursday, January 19, 2012

PSMS selamat dari gempuran Persipura

MEDAN - PSMS Medan kembali harus puas dengan satu angka setelah tadi malam di Stadion Teladan Medan berbagi angka dengan Persipura Jayapura. Sepanjang 90 menit laga berjalan, kedua tim tak mampu menceploskan gol.

Seperti diprediksi sebelumnya, Persipura tampil dengan pola serangan yang agresif. Dengan mengandalkan duet Alberto Gonzales dan Boaz Salossa di barisan depan dan Zah Rahan sebagai pengatur serangan, tim Mutiara Hitam langsung mengancam di menit pertama lewat Beto. Namun tendangannya menyamping.

Berkali-kali Persipura mengancam gawang PSMS. Menit 24, gempuran Persipura sukses mengetarkan jala PSMS. Ian Kabes yang mendapat umpan di kotak penalti tak terkawal dan melepaskan tendangan yang masih mampu dihalau Markus. Bola rebound disambar Yustius, namun wasit menganulirnya.

Zulkarnaen cs coba mengambil alih permainan. Namun serangan yang dibangun tim besutan Raja Isa itu sangat mudah dipatahkan. Serangan juga hanya bertumpu pada Zulkarnaen dan Dong Soo. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Di babak kedua, Persipura menghadirkan ancaman yang lebih tajam. Tandukan Beto di menit 52, masih mampu diantisipasi Markus. PSMS yang terus tertekan epanjang laga akhirnya menemukan momentum kebangkitan di menit 57. Sebuah tandukan Zulkarnaen mengenai mistar. Berikutnya, giliran Saha mengancam lewat tandukannya.

Namun Persipura benar-benar memaksa barisan belakang PSMS dan Markus bekerja keras. Semenit kemudian, umpan silang Beto masih mampu dihalau Wawan. Aksi Beto berikutnya saat sukses menembus kotak penalti berujung pada tembakan yang melambung. Gempuran Boaz dan Beto masih mampu diamankan Markus.

PSMS sesekali mengancam. Salah satunya di menit 65 ketika tandukan Pena menyamping. Menit 71, pertama kali tusukan Saha memasuki kotak penalti namun umpan tariknya tak terarah.

Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, melakukan penyegaran dengan memasukkan Lucas Mandowen untuk Ian Kabes. Menit 74, tembakan Boaz juga masih mampu diamankan Markus Kiper berkepala plontos itu kembali tampil gemilang mengagalkan tandukan Beto dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga akhir permainan.

Pelatih PSMS, Raja Isa menyambut sukacita keberhasilan skuadnya menahanPersipura. "Ini hasil yang cukup baik. Saya sudah bilang Persipura adalah tim yang paling mapan di antara yang lain. Soal kualitas dan pergerakan tanpa bola, juga ada andil Markus di sini. Ia membuktikan kalau masih mampu," ujarnya.

Jacksen Tiago juga trut memuji Markus. "Tidak ada yang salah dengan barisan depan saya. Kita sudah menciptakan peluang, tapi ada Markus yang bermain gemilang. Dia kiper nasional dan kalau bukan Markus, mungkin hasilnya lain," pungkasnya.

Wednesday, January 18, 2012

Skema tanpa In Kyun

MEDAN - Stadion Teladan kedatangan tamu agung. Berstatus juara bertahan, Persipura Jayapura akan menjadi calon penghambat ambisi PSMS Medan meraih kemenangan di depan publiknya dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 malam ini.

Jika merunut hasil imbang PSMS kontra Persiwa sebelumnya, tim berjuluk Mutiara Hitam ini jelas lebih diunggulkan. Meskipun berstatus sebagai tim tamu, Boaz Salossa cs adalah tim yang selalu mengincar tiga angka. PSAP Sigli telah merasakan tangguhnya tim besutan Jacksen Tiago ini usai kalah 0-1.

Absennya In Kyun Oh menjadi permasalahan krusial menghadapi ujian berat kontra Persipura Jayapura di Stadion Teladan besok malam. Namun kali ini Pembesut PSMS, Raja Isa harus bisa memainkan skema tanpa In Kyun.

“Memang berat tapi tidak ada alasan tanpa In Kyun kita lemah. Ini kesempatan buat penggantinya,” ujar Raja Isa baru-baru ini.

Dalam latihan, dua calon pengganti In Kyun tak lain Ramadhan Syahputra dan Antony. Keduanya mengaku siap diturunkan.

“Saya siap turun kalau memang dipercaya. Menghadapi tim besar saya harus mulai persiapkan mental jika turun,” ujar Antony.

Tanpa In Kyun, PSMS tentu berharap banyak pada Choi Dong Soo, rekan senegara In Kyun yang lihai membongkar pertahanan lawan. Kreativitas Choi diharapkan bersama Osas Saha sebagai ujung tombak. Produktivitas gol Saha diharapkan tidak hanya berhenti di angka satu.

Di kubu lawan, Mutiara Hitam sebenarnya punya kenangan manis di Teladan. Ketika di Copa Indonesia 2008/2009, Persipura membekuk PSMS 2-0. Namun hal itu tak menjadi patokan Persipura bisa melakukan hal yang sama.

“Keadaan dulu dengan sekarang jauh berbeda, Hasil apapun yang kami mau capai, kami harus berjuang untuk mencapainya. Sejarah Persipura versus PSMS tidak akan membantu kami dalam pertandingan nanti. Justru sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan lawan,” imbuhnya mengakui skuadnya dilanda kelelahan menjalani tur Sumatera.

Persipura sendiri akan tampil tanpa Titus Bonai yang memang tidak dibawa dalam tur Sumatera. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi tim tamu.

“Persipura bukan tim yang mengandalkan satu pemain. Tanpa Bonai tidak menjadi masalah. Gerald (Pangkali-red) juga ada sedikit masalah, tapi kemungkinan sudah bisa tampil,” ujar Pelatih Kiper Persipura, Alan Hafinudin.

PSMS Medan Inkyun Oh Absen Lawan Persipura

PSMS Medan harus berjuang keras untuk meraih kemenangan atas Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Rabu (18/1), mengingat tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu tanpa diperkuat gelandang serang Inkyun Oh akibat terkena akumulasi kartu kuning.

"Pada laga kontra Persipura nanti, kita tidak diperkuat Inkyun karena akumulasi kartu. Ini tentunya akan menjadi tugas berat bagi kita," kata Pelatih Kepala PSMS Medan Raja Isa.

Ia mengaku, hingga saat ini belum menemukan sosok pengganti Inkyun sebagai jenderal lapangan tengah, sedangkan pemain-pemain muda yang disiapkan juga belum memiliki kualitas sebaik pemain berasal dari Korea Selatan itu.

"Pengganti Inkyun belum kita pastikan. Yang pasti formasi tak akan berubah, namun strategi akan kita rotasi ke arah lebih ideal tanpa Inkyun," katanya.

Ia mengaku, tidak mudah menumbangkan Persipura yang dihuni pemain-pemain berkualitas, meski tampil di hadapan publik sendiri.

"Hampir seluruh pemain Persipura merupakan pemain saya dulu. Saya cukup mengenal permainan mereka, selain bermaterikan pemain yang cukup baik, yang juga perlu diwaspadai adalah serangan balik yang mereka peragakan," jelas Raja Isa.

"Keunggulan itu tak terlepas dari kecepatan yang dimiliki pemain Persipura. Namun dari serangkaian keunggulan itu, saya tetap melihat ada celah untuk mengoyak jala Yoo Jae Hoon," katanya.

Ia juga berpendapat, Persipura merupakan tim yang sudah "jadi" alias cukup solid, mengingat tim berjuluk Mutiara Hitam itu sudah lama saling padu dalam satu tim.

"Seperti Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, Stevie Bonsapia, dan Ian Kabes, mereka sudah satu tim sejak 2007 lalu. Artinya mereka sudah sangat padu," katanya. (antara)

Indonesia Super League PSMS Akan Manfaatkan Lini Belakang Persipura

Pertandingan penuh gengsi bagi PSMS Medan akan berlangsung Rabu, 18 Januari 2012, di Stadion Teladan Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012. Tim paling ujung timur Indonesia Persipura akan ditantang dalam duel yang sudah lama dinanti pencinta bola di Medan.

Duel panas besok diprediksi pelatih PSMS Raja Isa bin RAS sebaqai pertarungan terberat untuk "Ayam Kinantan." Raja Isa yang pernah melatih Persipura musim 2007/2008 dan 2008/2009 menilai Persipura merupakan tim terbaik Indonesia dan sulit dikalahkan tim mana pun.

“Saya pernah melatih Persipura dan meletakkan kerangka dasar sepakbola Persipura. Mereka (Persipura) adalah tim yang paling komplet dari segi kualitas dan kerja sama tim. Setiap klub Indonesia termasuk PSMS berambisi mengalahkan Persipura,“ kata Raja Isa kepada Tempo, Selasa 17 Januari 2012.

Menurut Raja Isa, saat masih melatih juara Liga Super musim 2010 / 2011 itu materi pemain masih tidak seperti sekarang ini. Namun pembinaan intensif yang dilakukan manajemen Persipura menghasilkan pemain berkualitas seperti Titus Bonai dan Stevi Bonsapia dan lain-lain.

“Karena komitmen pembinaan usia dini, Persipura menuai hasilnya sekarang ini. Jadi wajar tim mereka paling tangguh di Indonesia. Tim mana saja yang bisa mengalahkan Persipura berpeluang juara Liga Super Indonesia,“ ujar Raja Isa.

Meski peluang PSMS memenangi pertarungan besok sulit, Raja Isa yakin kelemahan Persipura bisa saja menjadi penentu kemenangan untuk PSMS. “Dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. Persipura bukan Barcelona atau Real Madrid yang tampil sempurna. Pasti Persipura punya kelemahan. Lini belakang mereka saya tahu banyak kelemahan termasuk Bio Pauline. Kami akan manfaatkan itu,” kata Raja.

Untuk membuka kelemahan Persipura besok Raja Isa mengaku akan menurunkan pemain yang tidak pernah tampil membela PSMS dalam lima pertandingan. “Pemain yang selama ini menjadi andalan kami, In Kyun-Oh, akan saya istirahatkan. Kami punya dua pemain yang akan mengganti In Kyun. Ini salah satu strategi saya,“ ujar pelatih berkebangsaan Malaysia ini.

Sementara kubu Persipura yang datang ke Medan membawa 18 pemain akan berusaha membawa kemenangan kedua dari partai tandang Sumatera. Setelah Minggu 16 Januari menang atas PSAP Sigli 1-0. “Kami akan mencuri poin itu kembali di Medan. Seluruh pemain kami siap tampil kecuali Titus Bonai yang memang tidak dibawa ke Medan. Khusus untuk Boaz Solossa, pelatih mempercayainya sebagai penggedor di lini depan,“ kata pelatih kiper Alan Hafiludin kepada Tempo.

Selain Tibo, satu pemain lain yakni Stevie Bonsapia tidak bisa tampil. Sedangkan empat pemain asing akan diturunkan. “Pemain muda Lukas Mandowen juga akan dipercaya mendampingi Boaz,“ kata Alan. (Sahat Simatupang/Tempo)

Persipura Jayapura Jacksen Siapkan Jurus Hadapi Permainan Keras PSMS

Persipura Jayapura sudah siap menghadapi PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Pelatih Mutiara Hitam, Jacksen F Tiago bahkan sudah menyiapkan "jurus" jitu untuk meredam permainan keras para pemain Ayam Kinantan.

Persipura mengawali turnya ke Sumatera musim ini dengan merebut kemenangan lawan PSAP Sigli. Meski demikian, Jacksen tak ingin menganggap remeh wakil Sumatera lainnya, PSMS Medan. Kedua tim akan berlaga di Stadion Teladan, Rabu, 18 Januari 2012.

Menurut Jacksen, semua tim yang bermain di ISL tidak satupun yang bisa dianggap remeh. Bagi Jacksen, PSMS Merupakan tim yang punya nama besar dan pendukung fanatik. Kedua hal ini menjadi pemantik semangat para pemain PSMS dalam mengalahkan lawannya.

"PSMS itu tim besar dan mempunyai suporter yang fanatik, itu bisa jadi salah satu kekuatan bagi mereka," kata Jacksen.

Menurut Jacksen, satu lagi yang menjadi kekuatan PSMS saat ini adalah sang pelatih Raja Isa. Pria asal Malaysia itu merupakan mantan pelatih Persipura Jayapura. Raja Isa bahkan boleh dikatakan ikut membangun pondasi tim berjuluk Mutiara Hitam.

"Dengan talenta talenta Papua yang ditemukannya, sudah pasti dia paham karakter bermain Boaz Solossa dan kawan-kawan dan wajar bila dia optimistis menang pada pertandingan ini."

Meski demikian, Jacksen tak gentar. Sebaliknya, pelatih asal Brasil itu sudah menyiapkan timnya untuk mencuri poin di kandang Ayam Kinantan. Bahkan, Jacksen sudah menyiapkan jurus jitu bagi sepak bola Rap Rap khas anak-anak PSMS Medan.

"Kami datang ke Medan tentu sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam permainan Rap Rap khas Medan. Semua pemain sudah siap untuk itu dan kami berjanji menyajikan permainan menghibur," kata Jacksen. (Ondo.S/Marco Tampubolon/Vivanews)

Lawan Persipura PSMS Tetap Tampil Fight

Pelatih PSMS Raja Isa menginstruksikan agar anak-anak asuhannya tetap fight pada laga lanjutan ISL meladeni Persipura Jayapura, malam ini (18/1) di Stadion Teladan.

Karena menurut pelatih asal Malaysia ini, walau tim berjuluk Mutiara Hitam itu merupakan klub yang sempat dilatihnya beberapa waktu lalu, PSMS harus tetap fokus. “Secara teknis kita sudah mengetahui Persipura luar-dalam. Namun, tak seharusnya kita menjadi remeh terhadap tim itu,” ungkapnya, Selasa (17/1).

Raja Isa menuturkan, Persipura merupakan tim besar yang solid dengan telah melakukan pembinaan sejak 2007 lalu. “Di Persipura, putra daerah menjadi keutamaan dan sudah seharusnya diakomodir. Tanpa pemain asing, Persipura bisa menjadi tim bagus,” katanya.

Pada laga ini, Perspura dipastikan tak menurunkan Titus Bonai (Tibo). Dengan hal ini, Raja Isa merasa kecepatan yang menjadi andalan Persipura akan sedikit berkurang. “Persipura minus Tibo, ini menjadi kesempatan baik bagi kita untuk meraih poin penuh di kandang,” tutur Raja Isa.

Ia juga mengatakan, kelengahan yang kerap dilakukan lini belakang PSMS serta kiper sekaligus Kapten tim berjuluk Ayam Kinantan Markus Haris Maulana akan diusahakan diminimalisir.

“Saya memohon maaf jika kinerja saya hingga saat ini belum maksimal. Namun, saya yakin dengan menerapkan pola pembinaan seperti yang dilakukan Persipura 2007 lalu, PSMS bisa dan yakin mampu menyamai Persipura dalam kurun waktu 2-4 ahun mendatang,” ujar eks pelatih Persiram dan Persipura itu.

Sementara pelatih kiper Persipura Alan Hafiluddin mengatakan, PSMS merupakan lawan berat, karena Raja Isa juga merupakan seorang pembentuk Persipura. “Dia pasti tau karakter permainan Persipura. Apapun yang kami lakoni besok (hari ini, red) merupakan laga berat,” ungkapnya.

Mengenai lapangan Stadion Teladan yang kerap digenangi air saat terjadi hujan, menurut Alan hal tersebut tak layak dijadikan alasan. “Tak ada alasan untuk menyalahkan lapangan. Kita akan tetap melakukan strategi sesuai karakter yang diharapkan pelatih,” ujar Alan.

Mengenai minus Tibo pada laga kali ini, Alan menuturkan, Persipura tak pernah berantung dari seorang peman. “Kita bermain secara tim, dan kuat karena bermain padu antar pemain, bukan kuat karena seorang pemain saja,” katanya.

Menurut Alan, pada setiap pertandingan, Persipura tetap bermain dengan kerja keras para pemain. “Kami tetap membutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk menang. Karena, setiap tim mempunyai motivasi ganda untuk mengalahkan Persipura,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah pelatih Persipura Jacksen F Tiago menuturkan, sejarah pada musim 2008/2009 lalu tak bisa menjadi pegangan. Karena pada saat itu Persipura berhasil menekuk PSMS baik di kandang maupun partai tandang. “Keadaan yang dulu dengan sekarang jauh berbeda. Hasil apapun yang ingin kami capai besok, harus dengan berjuang. Sejarah Persipura bentrok PSMS lalu, tak akan membantu kami dalam pertandinga besok,” ujarnya.

“Justru, sejarah itu bisa membuat kami terlena dan meremehkan tim lawan. Lagipula Pak Raja Isa merupakan satu-satunya pelatih di ISL yang punya segala kemampuan dan pengetahuan sangat cukup untuk mengalahkan kami. Karena yang membentuk tim ini adalah Beliau,” tambahnya.

Menurut Jacksen, 85 persen dari tim Persipura dibentuk oleh Raja Isa. “Sehingga besok (hari ini, red) kami harus bekerja dalam keadaan maksimal, jika berharap dapat poin di sini,” tuturnya. (saz/sumutpos)

Tuesday, January 17, 2012

PSMS IPL dilanda badai cedera

MEDAN – Di tengah persiapan menghadapi lawatan ke Malang kontra Persema, PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) terancam tampil pincang. Pasalnya, ujicoba yang digelar baru-baru ini kontra PS Sampali Putra berbuah cederanya beberapa pemain.

Dua pilar tim, Vagner Luis de Oliveira dan Heri Swandana, terpaksa meninggalkan lapangan dengan terpincang. Lapangan yang buruk turut andil atas kondisi ini. Hal ini menjadi kekhawatiran Pelatih PSMS, Fabio Lopez, kalau keduanya tidak bisa tampil.

"Lapangan buruk, beberapa pemain cedera (Vagner Luis dan Heri Swandana). Kalau tahu seperti ini dari kemarin kami pasti akan membatalkan karena akan mencelakakan pemain," ujarnya usai pertandingan.

Pada laga tersebut, Fabio juga sengaja mengistirahatkan dua legiun asing lainnya, Goran Gancev dan Julio Cesar Alcorse. Lapangan yang buruk membuatnya berpikir ulang untuk menurunkan seluruh pemain andalannya.

Kehilangan Vagner akan cukup merugikan PSMS. Pasalnya bek asal Brazil itu selama ini menjadi andalan membentengi gawang. Kemampuannya yang taktis menghalau bola menjadi senjata.

Sementara itu, Heri Swandana kerap diturunkan jika duet striker utama mengalami kebuntuan. Di luar itu, Fabio akan mempersiapkan skuadnya lebih matang karena Persema diprediksi akan sulit ditaklukkan.

“Prospek baik kami lihat dari kemampuan kerjasama pemain dan kami akan tingkatkan lagi. Fisik juga optimal," paparnya.

Pelatih PS Sampali Putra, Basiran, mengomentari bahwa PSMS IPL terlihat ada perkembangan yang positif di bawah kepelatihan Fabio.

"Kemampuan PSMS merata dari lini ke lini cukup merata dan cukup taktis dengan satu-dua sentuhan. Lini depan jadi kurang maksimal, tapi memang karena lapangan kurang bagus. Kalau lebih bagus, mereka bisa lebih baik," pungkasnya

Mutiara Hitam tetap waspadai PSMS

MEDAN - Persipura Jayapura tidak akan diperkuat striker mudanya, Titus ‘Tibo’ Bonai, saat bertandang melawan PSMS Medan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan, Rabu besok.

Dengan demikian, Persipura hanya mengandalkan Boaz Salossa, Alberto Goncalves, dan Tinus Pae di barisan depan. Kendati begitu, Persipura mengaku tidak begitu khawatir dengan absennya Tibo yang tampil gemilang memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2011 lalu.

Saat ini, Persipura berada di peringkat runner-up klasemen sementara dengan total 16 poin. Ayam Kinantan masih bertengger di posisi 14 setelah digeser Gresik United yang bermain imbang 1-1 dengan Persiram Raja Ampat, Senin.

Dikatakan Asisten Pelatih Persipura, Mettu Duaramuri, PSMS bakal menjadi lawan sepadan dan tak bisa dianggap remeh karena memiliki sejumlah pilar yang sarat pengalaman, seperti Sasa Zecevic, Osas Saha, dan Luis Alejandro Pena.

“Mereka tim kuat, karena itu kita akan tetap bermain seperti biasa,” kata Mettu menambahkan timnya ingin hasil baik dalam tur Sumatera ini.

Diakui, skuad Mutiara Hitam berpeluang menang telak atas PSAP di Sigli namun terkendala akibat kondisi lapangan. Karena itu, pasukan Jacksen F Tiago tidak akan membuang kesempatan saat dijamu PSMS di Stadion Teladan nanti.

Sebaliknya, Pelatih PSMS Raja tetap menargetkan kemenangan atas mantan tim asuhannya tersebut. Raja Isa mengingatkan pemain bertahan agar selalu mewaspadai permainan bola pendek yang biasa diterapkan Boaz cs.

"Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memetik poin penuh. Memang cukup berat, tapi semua pelatih dan pemain tentunya ingin meraih kemenangan di kandangnya," ucap Raja Isa.

Saat menjamu Persiwa Wamena, Minggu lalu, PSMS unggul terlebih dulu lewat gol sundulan Sasa Zecevic di babak pertama. Setelah itu, lini pertahanan skuad hijau-hijau terlihat lengah di paruh kedua hingga berakibat tiga poin di depan mata sirna.

“Pemain sempat kurang konsentrasi dan kondisi itu dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol. Ini menandakan kompetisi ISL sangat ketat. Mudah-mudahan kelengahan itu tidak terulang saat melawan Persipura dan target kemenangan tercapai," ujarnya.

Monday, January 16, 2012

Jelang Bentrok Persema, Fabio Genjot Pemain

MEDAN-Tim PSMS Medan IPL terus menggenjot performa jelang laga kontra Persema Malang Sabtu (21/1) mendatang. Sebagai tolak ukur awal kesiapan, hariiniPSMSbakalmenggelar ujicoba kontra PS Sampali Putrahari ini di Lapangan Sampali sore ini.

Pelatih PSMS Fabio Lopez mengatakan, ujicoba merupakan rangkaian rutin yang mengiringi latihan persiapan skuad berjuluk Ayam Kinantan untuk mengetahui seperti apa perkembangan tim. “Setiap persiapan, akan disertakan dengan satu kali uji coba jelang pertandingan untuk memantau seperti apa pemain menerima asupan latihan yang diberikan,” ujar Fabio Lopez kemarin.

Selama ditangani pelatih berpaspor Italia itu, PSMS telah melakoni dua kali ujicoba, namun baru sekali memenangkan dan seri. Namun menurut Fabio lagi, kemenangan bukan hal utama yang ingin diraih dalam ujicoba, namun seperti apa kekompakan tim.

“Ya, dari setiap latihan yang kami buat tentunya tujuannya untuk melihat kerjasama dan kekompakan mereka. Taktik yang kami buat seperti apa aplikasinya di lapangan.

Tentunya kami sadar, pasti akan dibutuhkan evaluasi. Jadi ujicoba dilakukan untuk mengetahui kelemahankelemahan yang ada,” beber mantan pemandu bakat tim liga Italia Serie A Fironetina FC dan Atalanta FC itu.

Dari latihan yang digelar, PSMS memang cukup berkembang. Beberapa pemain yang baru bergabung pada laga kontra Persiraja Banda Aceh seperi Heri Suwondo, gelandang Korea Ahn Hyo Yeon, Sutrisno, Safrudin Tahar yang langsung dipercaya sebagai starting-eleven terlihat cukup padu.

Selain itu, materi latihan yang diberikan mantan pelatih Taktik untuk pelatih yang ingin memperoleh sertifikat Lisensi B UefA asosiasi sepak bola Lithuania itu cukup diterima dengan baik. Hal itu diakui asisten pelatih PSMS M Khaidir yang mengaku baru kali ini melihat metode latihan yang cukup detail ala Fabio Lopez. “Dia melatih dengan memperhatikan hal sedetail mungkin. Ini adalah hal yang positif untuk tim,” aku pelatih yang pernah membesut persiraja, PSMS, PSDS Deliserdang dan Persigo Gorontalo itu. (saz)

Lini belakang PSMS kecolongan

MEDAN - PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Tadi malam di Stadion Teladan, Persiwa sukses menahan imbang 1-1.

Gol Habel Satya di menit 62 membuyarkan keunggulan PSMS lewat Sasa Zecevic. Pelatih PSMS, Raja Isa, mengakui lemahnya konsentrasi skuadnya kembali menjadi bumerang dalam laga tersebut.

"Kita lengah lagi membuat keputusan terhadap bola-bola rebound. Kita lengah dan konsentrasi kembali menjadi masalah. Kita sudah kasih tahu kelemahan lawan kepada pemain. tapi ini level berbeda. Saya minta maaf kepada masyarakat medan atas hasil ini," katanya.

Pada laga itu, lini tengah PSMS kembali lengkap dengan kehadiran Zainal Anwar pasca- menjalani sanksi akumulasi. In Kyun Oh cs mampu mendominasi jalannya laga, namun serangan yang dibangun mudah dipatahkan.

Osas Saha yang ditugaskan sendirian di depan tak kuasa melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Dua kali dia mendapat crossing dari Zulkarnaen, namun kalah sigap dari kiper Persiwa, Galih.

Sodoran umpan Zulkarnain di menit 34 sukses disambut Saha, namun sepakannya melebar. Gol akhirnya tercipta di menit 39 lewat set piece Luis Pena yang dikonversi Sasa Zecevic lewat tandukannya. Gol itu melecut semangat tuan rumah menyerang.

Di babak kedua, PSMS mengawali ancaman lewat tendangan kaki kiri In Kyun yang masih mampu dihalau Galih. Persiwa mencoba bangkit dari ketertinggalan. Pieter Romaropen yang bermain di bawah form pun digantikan Jaelani Arey.

Pergantian ini membuat serangan Persiwa lebih tajam. Bersama Habel Satya, Jaelani mampu merepotkan kuartet pertahanan PSMS dengan kecepatannya. Benar saja, gol penyama kedudukan akhirnya lahir di menit 62. Dengan sekali kontrol, Habel melepaskan tendangan voli ke sudut kanan gawang PSMS. Markus Horison hanya bisa tertekan.

Habel sepertinya benar-benar menjadi momok menakutkan bagi PSMS. Di menit 67, Habel dihimpit dua pemain belakang lawan namun tendangannya kali ini bisa diamankan Markus. Sulitnya menembus kotak penalti lawan membuat Psms kerap melakukan spekulasi.

Usaha In Kyun di menit 78 masih membentur bek lawan. Pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna dan Alamsyah juga tak banyak membuat perubahan. Laga tetap berakhir 1-1. Pelatih Persiwa, Mario Gomez De Oliviera, mengatakan cukup puas dengan hasilnya.

"Saya cukup puas dengan hasil ini. Fisik yang bagus khas anak Papua kita punya. Kita berjuang 90 menit. Kita meraih hasil menghadapi tim yang bagus," katanya.

Menurut pelatih asal Brazil itu, di babak kedua ia memompa semangat anak asuhnya di babak kedua.

"Saya katakan mereka bisa, mereka punya kualitas. Saya berjuang terus memompa mereka satu mental yg lebih kuat kalau mereka bisa menang di luar. Apalagi Habel bermain baik. Dia punya kecepatan dan skill luar biasa. Dia agak cedera di kaki makanya kita ganti," pungkasnya

Tiga poin tetap target utama

MEDAN - CEO dan Manajer Tim PSMS Medan, Idris SE dan Drs Benny Tomasoa, menegaskan tuan rumah Ayam Kinantan mengincar kemenangan saat menjamu Persiwa Wamena dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Minggu malam besok.

"Pada pertandingan lawan tim asal dari Papua itu, Zulkarnain cs harus tampil maksimal. Di samping itu, pemain harus berani bertarung untuk meraih kemenangan karena ini kompetisi yang ketat," kata keduanya ketika dihubungi di Stadion Kebun Bunga, Jumat.

Keduanya mengatakan kondisi pemain sudah siap bertanding dan berharap anak-anak tidak tampil over confident meskipun tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Baik Idris maupun Benny mengatakan Persiwa adalah lawan berat dan sama seperti tim lainnya di ISL, yakni ingin menang.

Diakui dua sosok yang sukses mengantarkan Ayam Kinantan lolos ke putaran delapan besar pada kompetisi Divisi Utama tahun lalu, pelatih Raja Isa kembali mempercayakan posisi kiper kepada Markus Horison yang juga kapten tim dengan dukungan Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Rahmad, dan Wawan Widiantoro.

Untuk lini tengah, PSMS masih memiliki Zulkarnaen, Luis Alejandro Pena serta duo Korea, Inkyun Oh dan Choi Dong Soo. Sementara itu, dua pemain lokal yang sempat absen di laga menghadapi Persib Bandung, Arie Supriatna dan Zainal Anwar, sudah bisa tampil lagi. Selain itu, ujung tombak tetap mengandalkan penyerang asal Nigeria, Osas Saha.

Bahkan Idris dan Benny sama-sama memaparkan saat ini belum saatnya menurunkan pemain muda karena pertandingan yang akan dilakoni tergolong penting. Setelah Persiwa, PSMS akan menjamu juara bertahan Persipura Jayapura.

"Dalam dua-tiga pertandingan ini merupakan awal dari kami, karena kami masih perlu pemain yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi," kata keduanya menambahkan gaji pemain sudah diberikan pada Kamis (12/1) lalu.

Friday, January 13, 2012

Idris: Djohar banyak langgar statuta

MEDAN (Waspada): Nama KSAD Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan mantan Menpora Adhyaksa Dault, mencuat menjadi calon Ketua Umum PSSI.

Trio tersebut diusung untuk menggantikan Prof Djohar Arifin Husin melalui Kongres Luar Biasa (KLB), 6 Maret mendatang. Ketua Forum Klub Anggota PSSI Sumut Pro Statuta, Idris SE, menyatakan ketiga nama dimaksud sudah dilobi pegiat sepakbola di daerah.

Menanggapi alasan munculnya KLB untuk menjatuhkan Djohar, Idris menuding karena Djohar banyak melanggar statuta PSSI, khususnya pasal 23 tentang Promosi dan. Degradasi. Menurut Idris, Djohar melanggar pasal 23 tentang jumlah peserta Indonesian Super League (ISL) dari 18 menjadi 24 tim dan delapan dari 12 tim Indonesian Premier League (IPL) ilegal.

Dalam hal ini, Djohar melanggar keputusan Kongres II PSSI di Bali No 08/Kongres/PSSI/2011 tertanggal 22 Januari 2011. Menurut Idris, kedelapan tim itu peserta IPL dan Arema Malang, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan tidak pernah mengikuti kompetisi tersebut.

Kemudian, Bontang FC degradasi ke Divisi Utama dengan Persema Malang, Persibo Bojonegoro (bukan anggota PSSI- setelah kena sanksi) dan PSM Makassar (degradasi ke Divisi Satu). Selain itu, memecat empat anggota Komite Eksekutif (Exco) dianggap sebagai pelanggaran besar karena yang berhak memecat/memberhentikan adalah kongres.

Terakhir, PSSI melakukan pelanggaran yang kasusnya mendunia tentang pengakuan dan pengunduran diri Diego Michiels dari Pelita Jaya. Tak lama berselang, Diego pun langsung bergabung dan merumput bersama Persija IPL.

“Ini melanggar statuta FIFA tentang masalah transfer pemain,” jelas Idris malam ini menambahkan Djohar juga membuat pelanggaran kala memberhentikan Alfred Riedl dari kursi pelatih timnas untuk memberi kepercayaan kepada Wim Rijsbergen.

“Sebelum Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) memutuskan KLB, mereka sudah berusaha menemui Ketua Umum PSSI. Namun upaya ini menemui kegagalan setelah yang pertama Djohar tidak di tempat dan kedua menolak ditemui,” klaim Idris.

CEO PSMS ISL itu mengaku, KPSI dan pendukungnya terutama Forum Klub Anggota PSSI Pro Statuta bisa mengubah keputusannya dengan membatalkan KLB seandainya Djohar kembali menaati statuta PSSI, seperti menggelar satu kompetisi saja.

“Forum secara tegas akan mengubah sikapnya dan kembali balik mendukung Djohar sebagai Ketua Umum PSSI. Jadi salah besar, kalau kami disebut akan menjatuhkannya tanpa alasan,” katanya menambahkan.

Kamil lolos seleksi tahap I

MEDAN - Harapan striker PSMS Indonesian Premier League (IPL), Abdul Kamil Sembiring, untuk mengenakan seragam timnas U-21 selangkah lagi tercapai. Namanya termasuk dari daftar 25 nama pemain yang lolos seleksi tahap awal. Ia akan menjalani pemusatan latihan untuk mengikuti kejuaraan di Brunei Darussalam, Februari mendatang.

Kelolosan ini akhirnya menjawab kekecewaan Kamil setelah sebelumnya gagal beberapa tahun silam saat dipanggil timnas U-17. Ketika itu cedera hamstring menghambatnya menampilkan performa terbaik.

“Saya masih muda dan akan memberikan yang terbaik bagi diri dan tim. Ini membanggakan bagi saya dan keluarga. Saya akan buktikan kalau saya bisa," ujar Kamil malam ini.

Para calon pemain timnas U-21 telah menjalani seleksi selama empat hari, terhitung mulai 7 Januari hingga 10 Januari. Koordinator Tim Nasional Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan 25 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan akan dikerucutkan lagi hingga terpilih 18 pemain yang akan dikirim ke Brunei.

"Hasil seleksi ini memang 25 orang, tapi yang berangkat 18 orang. Jadi 25 pemain ini akan diseleksi lagi," ujarnya di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno.

25 Pemain Lolos Seleksi Tahap I
M Ridwan (Bontang FC), Aji Saka (Arema), Hidayat Berutu (Persikad), Ganjar Mukti, Rully Imanda (Diklat Ragunan), Syaiful Indra Cahya (Persija), Anugerah Agung Rosyam, Achmad Hisyam, Fadly M, Kurniawan, Achmad Hisyam, I Made Dwi Aryana Dana (PSM), Samsul Arifin (PON Jatim), Abdul Gani Pelupessy (Persikabo), Anggia Tofano, Yoshua Pahabol (Semen Padang), M Guntur Triaji (Persiraja), Ryan Putra M (Persidikap), Nova, Ridwan Awaludin (Bali De Vata), Abdul Kamil Sembiring (PSMS), Nova (Persires Bali De Vata), Achmad Faris Ardiansyah (Gresik United), Nurmufid Fastibiqul Khoirut, Miko Ardiyanto, Andik Vermansyah (Persebaya), dan Husin J Rahaningmas (Persemalra)

tatap dua laga tandang

MEDAN - Tiga angka perdana yang diperoleh usai menundukkan Persiraja Banda Aceh memang skuad PSMS IPL bersuka cita. Namun euforia kemenangan tak boleh terlalu larut karena dua laga tandang berat akan dijalani ke markas Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

Usai meliburkan skuadnya empat hari sebagai hadiah kemenangan atas Persiraja, latihan akan kembali digelar di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Kamis ini. Untuk mematangkan materi, laga ujicoba dijadwalkan Minggu (15/1) mendatang menghadapi Medan Putra.

Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez, mengatakan fokus persiapan adalah laga menghadapi Persema. Meski calon lawan berada di juru kunci, Allenatore asal Italia itu tak lantas meremehkan.

“Kemarin kami yang berada di juru kunci dan akhirnya kami berhasil mengalahkan Persiraja. Jadi posisi juru kunci tidak bisa dipandang enteng,” ujarnya.

Dengan persiapan yang baik, ia yakin skuadnya akan mampu memetik poin dari dua laga tandang nanti.

“Kalau bicara peluang menang, setiap tim punya, tapi faktor penunjangnya tentu dengan persiapan yang baik,” katanya.

Fabio memang tidak mematok target. Yang selalu ditekankannya kepada anak asuhnya adalah bagaimana bekerjasama dengan baik dan bermain sebaik mungkin. Jika itu mampu diwujudkan tentu berujung hasil positif.

“Saya tidak suka menghitung-hitung berapa poin yang bisa di dapat dari dua laga tandang itu (Persema dan Persibo Bojonegoro). Tapi harapannya pasti kami bisa dapat poin,” imbuhnya.

Apalagi kemenangan atas Persiraja cukup menaikkan moral bertanding skuadnya. Ia juga terus berusaha membenahi kekurangan yang ada.

“Tim semakin baik dan tugas kami untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dilakukan,” pungkasnya.

Di sisi lain, PSMS akan menggelar syukuran peresmian mes pemain di Perumahan Asam Kumbang, Sabtu (14/1) nanti. Skuad PSMS sudah berada di sana sejak Selasa lalu.

Raja Isa petik pelajaran berharga

MEDAN - Hanya satu poin dari tur Jawa Barat dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), poin yang dibawah pulang PSMS. Kekalahan 1-3 dari Persib Bandung memupus harapan publik Medan akan kejutan yang dijanjikan.

Namun di balik kekalahan itu, Raja Isa mulai melihat perkembangan yang signifikan dari performa anak asuhnya. Pelajaran penting yang diperoleh skuadnya menjadi modal untuk berbenah di laga-laga berikutnya.

Pada laga itu, PSMS mulai berani bermain agresif. Tak heran di separuh laga, Ayam Kinantan mampu menghadirkan tekanan-tekanan hebat ke jantung pertahanan tuan rumah. Serangan yang ditunjukkan kali ini pun cukup tajam dengan empat tembakan ke arah gawang di babak pertama. Meski akhirnya mental yang jatuh di awal babak kedua membuyarkan hal itu.

“Saya ingin tim ini bermain indah, menghibur dan menang. Hanya saja butuh proses untuk menciptakan kemungkinan itu. Secara keseluruhan, saya salut buat kerja keras pemain meski kita kalah. Meski masih 30 persen, rap-rap itu mulai muncul kembali. Saya ingin menuju ke grafik 40-50 persen saat bertemu Persiwa dan Persipura di Teladan," ujarnya malam ini.

Menurut Raja Isa, skuadnya dihadapkan pada empat laga berat di awal kompetisi. Diakuinya cukup banyak pelajaran yang didapat dalam rangka membentuk karakter tim yang diinginkan.

"Anda tahu keempat klub ini diisi banyak pemain berlabel Timnas. Saya menyebut mereka miniatur Timnas. Kami gagal memberi kejutan, meski ada ragam pembelajaran bagi tim mendalami kesejatian rap-rap ini. Kerangka dan karakter mulai berbentuk," sebutnya.

Kendati begitu, Raja Isa melihat banyak hal yang masih harus dibenahi. Terutama kerjasama lini tengah dan depan.

“Seperti semalam, seharusnya ada tiga peluang matang yang seharusnya diberikan pada Osas Saha yang berdiri bebas dari pengawalan barisan pertahanan Persib," katanya.

Asisten Pelatih PSMS, Suharto, melihat ada perbaikan soal mentalitas bermain. Terbukti ketinggalan dua gol menghadapi Pelita Jaya, skuadnya mampu menahan imbang. Namun lini pertahanan masih kurang berkonsentrasi. Terutama atas gol-gol cepat di awal babak yang terjadi pada dua laga di Jawa Barat itu.

"Tiga gol yang Persib itu tidak terlepas dari kurangnya komunikasi di kuartet bek. Miskomunikasi itu menciptakan kebocoran-kebocoran yang jadi peluang emas bagi lawan. Ini yang akan kami perbaiki," pungkasnya.