Monday, January 9, 2012

PSMS ISL Markus Siap "All Out" Lawan Persib

Raja Isa menunjuk Markus Haris Maulana sebagai kapten PSMS Medan di kancah ISL musim 2011/2012. Kiper kelahiran Pangkalan Brandan 1981 ini dinilai sudah menjadi ikon pesepakbola Medan-Sumut. Lebih prinsipil lagi memiliki jiwa kepemimpinan di dalam dan luar lapangan.

Kiper ramah dan mudah senyum ini menampik adanya tensi tinggi secara pribadi dengan Persib Bandung. Sepakbola selalu tidak bisa diukur secara matematis. Masuk dan keluar dari satu klub ke klub lain sudah menjadi hukum alam di dunia si kulit bundar. Kendati begitu, ia menjanjikan tetap memberi yang terbaik bagi timnya.

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Saat ini saya bersama PSMS, bahkan saya dibesarkan dari klub ini. Saya akan memberi yang terbaik bagi PSMS tanpa harus memandang Persib sebagai musuh pribadi. Kami datang ke Bandung untuk tiga poin," katanya kepada www.tribun-medan.com.

Markus juga menyebutkan ia dan tim siap tampil "all out", baik menghempang penetrasi skuad Drago Mamic maupun eksekusi bola-bola mati. "PSMS hanya tim kecil dibanding Persib yang bisa dibilang miniatur Timnas. Tapi kami punya fighting spirit dan tak mau kalah sepanjang laga. Secara pribadi, saya sangat siap," tandasnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Indonesia Super League Persib Diminta Tak Main Kasar Lawan PSMS

Persib Bandung optimistis merebut tiga poin dalam laga kandang melawan PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin 9 Januari 2012. Minimal, Maung Bandung bisa mempertahankan rekor tak terkalahkan di depan puluhan mata ribu mata pendukung sendiri di Stadion Si Jalak.

"Saya optimistis besok menang. Anak-anak sudah siap berjuang keras mengalahkan PSMS, rival bebuyutan, biarpun tidak ada Robby Gaspar dan Zulkifli Syukur,"ujar Manajer Persib Umuh Muhtar usai latihan anak-anak asuhannya di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Ahad 8 Januari 2012.

"Tapi saya sudah ingatkan juga supaya anak-anak jangan sampai terpancing permaianan kasar lawan. Biarkan saja wasit yang memutuskan, mudah-mudahan besok wasitnya netral,"imbuhnya.

Setelah kehilangan Robby Gaspar, Persib dipastikan tampil tanpa pemain bertahan Zulkifli Syukur. Pemain bernomor punggung tiga ini dikenai sanksi akumulasi kartu kuning menyusul laga kontra PSAP Sigli Kamis 5 Januari lalu.

"Untuk pengganti Zulkifli, kami siapkan Nasuha,"kata pelatih Drago Mamic tadi pagi. Adapun untuk merebut kemenangan besok, Drago sudah menyiapkan taktik lebih komplet.

"Kami sudah siapkan supaya serangan kami dari sektor kiri maupun berjalan seimbang. Kami juga sudah siapkan agar akurasi dalam menyelesaakan peluang gol lebih baik ketimbang pertandingan sebelumnya,"tandasnya. (Erick Hardi/Tempo)

Atep Belum Bisa Diturunkan Lawan PSMS

Jelang laga melawan PSMS Medan, Dokter tim Persib Bandung, dr Rafi Ghani mengatakan, gelandang sayap andalan tim Pangeran biru, Atep Ahmad Rizal diperkirakan masih belum bisa diturunkan. Sebab, Rafi mengutarakan, Atep masih merasakan nyeri pada kelingking kaki kirinya.

"Cederanya memang tidak serius, hanya perlu digaris bawahi rasa sakitnya sangat terasa sakit untuk Atep sehingga kemungkinan belum bisa diturunkan," kata Rafi saat ditemui wartawan di Stadion Siliwangi, Jumat (6/1/2012) malam.

Kala menjalani latihan pada hari Jumat, pemain bernomor punggung tujuh masih melakukan latihan terpisah. Hanya saja, Atep sudah mencoba menggunakan sepatu bola.

Namun Menurut Rafi, cedera yang dialami Atep itu sudah berangsur membaik setelah menjalani perawatan. Hanya saja Rafi belum bisa memastikan terkait Atep berlaga melawan PSMS. "Sudah ada peningkatan. Dia juga sudah mulai bisa menendang bola," ujar Rafi.

Seperti diketahui Atep sudah mengalami cedera sebelum pertandingan Persib kontra PSAP Sigli yang digelar di Stadion Si Jalak harupat, Kamis (5/1/2012) sore. Atep didiagnosa mengalami infeksi di kelingking kaki kirinya semenjak persiapan timnya menghadapi laga kelimanya itu pada Minggu (1/1/2012).

Dengan kondisi itu Rafi melarangnya untuk bermain di laga kelima itu. Akibatnya, Atep hanya menjadi penonton menyaksikan rekan-rekannya di tribun VVIP. (Hasiolan Eko P Gultom/TribunNews)

PSMS Medan Waspadai Bola Mati Persib

Tren positif menjalari PSMS Medan di awal perhelatan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.

Setelah menahan imbang Pelita Jaya pada laga away pertama, kini tim Ayam Kinantan bertekad untuk tetap merebut poin pada partai tandang kedua, menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (9/1/2012) sore esok.

Peluang mencuri poin memang terbuka bagi anak-anak Medan. Selain mental pemain sedang meningkat pascasukses menahan Pelita, walau tertinggal dua gol lebih dahulu, kondisi Persib juga masih terbilang labil menyusul hasil imbang menjamu PSAP Sigli.

Kehilangan dua pemain, Arie Supriatna dan Zainal Anwar, kata Pelatih PSMS Raja Isa, bukan masalah besar.

Meski Yoseph Niko Ostaniko belum bergabung dalam sesi latihan, Minggu (8/1/2012) pagi, namun mantan pemain Bintang Medan tersebut telah tiba di Bandung, kemarin siang.

Ia pun siap diturunkan saat menyambangi Persib. Kehadirannya jelas sebuah suntikan moral bagi tim, mengingat posisi striker hanya menyisakan Osas Saha.

"Saat ini kondisi tim sedang baik. Kehilangan dua pemain, tak boleh jadi suatu masalah. Sepakbola adalah kerja tim. Di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan," ucap Raja Isa.

Namun, pelatih asal Malaysia tersebut tak ingin memandang Persib Bandung sebelah mata.

"Bagaimana pun Persib adalah tim yang lebih baik daripada PSMS dari segi persiapan dan infrastruktur. Saya tak ingin terpengaruh dengan hasil imbang mereka."

"Saat menjamu PSAP, mereka hanya over confidence. Saat menghadapi PSMS, saya percaya mereka akan bermain lebih baik. Tapi itu bukan berarti, PSMS tak bisa melakukan kejutan. Kejutan akan coba kami lakukan lagi di Bandung," katanya.

Raja Isa menambahkan, pada laga nanti, kiper Markus Horison akan menjadi sorotan.

"Dalam laga nanti Markus pasti jadi sorotan. Dan bila Persib mengira Markus adalah kiper blunder, itu akan menguntungkan kami. Karena saya percaya, Markus akan menjawab tantangan itu dan masih merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia," katanya.

Selain memperingatkan para pemain pada eksekusi bola-bola mati Persib, pelatih yang pernah membesut Persiram Raja Ampat, dan Persipura Jayapura tersebut juga menekankan untuk langsung fokus sejak menit awal, dan tetap konsentrasi di menit-menit akhir.

Tujuannya, agar kebobolan di menit-menit awal saat menghadapi Pelita tidak terulang. Untuk skema permainan, PSMS tampaknya akan kembali turun dengan formasi 4-2-3-1.

Anton Samba akan turun menggantikan peran Zainal Anwar mendampingi Luis Pena sebagai gelandang bertahan, menyokong pertahanan yang digalang, Rahmad, Novi, Handriawan Sasa Zecevic, dan Wawan.

Posisi gelandang serang tetap dipercayakan kepada Zulkarnain, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo guna membantu lini depan yang diisi Osas Saha.

Sementara itu di kubu Persib, bek kanan tim nasional Zulkifli Syukur dipastikan tidak bisa bermain akibat akumulasi kartu kuning.

Pemain asing Robbie Gaspar juga belum bisa diturunkan dan masih berada di Australia untuk pemulihan cidera.

Namun kondisi tersebut juga tak menyulitkan Maung Bandung, karena Nasuha dan Tony Sucipto bisa merumput. Laga yang akan disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta ini, kata Robby Darwis, merupakan big match. Kedua tim bersaing ketat sejak era perserikatan. (Anwar Sadat Guna/TribunNews)

Duo PSMS gagal datang karena tiket

MEDAN - Absennya dua pemain akibat sanksi kartu pada laga kontra Persib Bandung Senin (9/1) ini membuat Raja Isa mendatangkan tiga pemain lagi dari Medan. Ketiganya adalah Masruddin Al-Massi, Yoseph “Niko” Ostanika, dan Jimmy Mak. Namun baru Niko yang dikabarkan tiba di Bandung.

Cukup disayangkan karena kendalanya justru karena tiket. Manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa, tak memungkiri pihaknya kesulitan mendapat tiket. Harusnya tiket tak menjadi permasalahan yang mengancam persiapan tim jika manajemen sigap. Tak dipungkiri Raja Isa membutuhkan tambahan pemain menyusul absennya Zainal Anwar dan Arie Priyatna.

Menurut Benny, pihaknya hanya bisa mendapatkan satu tiket dan Yoseph Ostanika akan diprioritaskan untuk terbang ke Bandung.

"Untuk satu tiket telah kita dapatkan dan itu akan digunakan untuk mendatangkan Niko, mengingat minimnya stok lini depan yang ada," sambung Benny.

Kebutuhan akan lini depan memang mutlak. Meskipun Saha masih diandalkan sebagai ujung tombak, namun Raja Isa butuh alternatif untuk membobol gawang lawan di tengah tumpulnya Osas Saha.

Sampai saat ini, Saha belum membukukan satu gol pun dari tiga laga. Dan Arie Priyatna telah membuktikan dirinya bisa menjadi senjata alternatif dengan golnya ke gawang Pelita Jaya yang berandil besar atas satu poin PSMS. Peran Arie diharapkan dapat diemban Niko.

Di sisi teknis, PSMS terus mematangkan persiapan. Dari materi latihan hari ini, Raja Isa memfokuskan pada pematangan counter attack. Menyadari Persib sebagai tuan rumah akan tampil menyerang, serangan balik cepat diyakini strategi terbaik.

Selain itu, fokus latihan juga tertuju pada pengantisipasian terhadap bola-bola mati, mengingat Persib memilki Miljan Radovic yang memang mempunyai akurasi tinggi dalam mengeksekusi bola-bola mati.

Kerinduan PSMS IPL terjawab

MEDAN - Tiga angka yang dirindukan PSMS di arena Indonesian Premier League (IPL) akhirnya tercapai. Menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Medan, Sabtu, skuad besutan Fabio Lopez ini menang tipis 1-0 berkat gol Jecky Pasarella.

Tak ayal, tiga angka ini disambut sukacita seluruh awak tim. Pelatih Fabio Lopez pun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dengan pujian.

“Ini laga yang sudah lama kita persiapkan, Biarkan kami menikmati kemenangan ini. Mereka bekerja cukup keras di lapangan,” ujarnya.

Perubahan yang dilakukan allenatore asal Italia ini cukup baik di babak kedua dan berandil besar atas tiga angka skuadnya.

“Dengan Jecky sebagai ujung tombak dan dua second striker di babak pertama, kita punya peluang mencetak gol. Tapi kita kurang beruntung. Setelah itu, kita evaluasi dan mengubah taktik di babak kedua. Mereka mengaplikasikannya cukup baik di lapangan,” ujar Fabio.

Khusus penampilan striker Argentina, Julioo Alcorse, Fabio tak menilainya bermain tidak buruk. Fabio menilai Julio memang sulit menerapkan strategi karena ditempatkan sebagai second striker.

Melawan Persiraja, PSMS tampil lebih percaya diri. Dua wajah baru dalam diri Safrudin Tahar dan Sutrisno menghiasi line up di posisi bek sayap. Sementara itu, Ahn ditugasi menjadi kreator serangan.

Tujuh menit memasuki babak kedua, penguasaan bola menjadi milik PSMS. Benar saja, sorak sorai pun pecah menyambut gol Jecky. Berawal dari umpan satu dua Marwin dan Andrea di mulut kotak terlarang, bola diteruskan dengan umpan silang menusuk untuk disontek Jecky.

Unggul satu gol, serangan PSMS mengendur. Sebaliknya serangan Persiraja yang dimotori Abdulaye Djibril dan Abdul Musyawir kerap kandas sebelum masuk kotak 16. Duet Vagner Luis dan Fadli Hariri cukup sigap mengatasinya. Pada laga ini, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Andre Abu Bakar, Sutrisno (PSMS) dan Christian Alejandro (Persiraja).

Usai pertandingan, Maman Suryaman yang juga Asisten Pelatih Persiraja mengakui performa skuadnya cukup buruk.

“Sebenarnya di babak pertama kita punya banyak peluang. Tapi di babak kedua kita praktis kehilangan banyak kans. Kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan. Anak-anak bermain buruk. Bahkan pemain kunci Ghigani yang kita harapkan justru tak kalah buruk. Kita akui memang kalah hari ini,” katanya.

Persiraja yang baru membukukan lima angka dari lima laga akan coba bangkit di laga selanjutnya. “Kita kehilangan banyak poin. Dan ketertinggalan ini akan coba kita kejar di dua laga kandang nanti,” pungkasnya

Saturday, January 7, 2012

PSMS IPL rindu kemenangan

MEDAN - Tiga laga tanpa raihan angka membuat laga kontra Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Teladan Medan, Sabtu ini, mutlak dimenangkan PSMS. Bermain di depan publik sendiri tentu menjadi kesempatan terbaik untuk mencapai misi tersebut.

Kemenangan tak hanya memperbaiki posisi tim di dasar klasemen. Selain itu, PSMS juga bertekad memulihkan nama baik di depan publiknya setelah dua kekalahan perdana di kandang cukup mencoreng muka.

“Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan masa paceklik dengan meraih tiga poin,” kata Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez, Jumat.

Peluang itu terbuka lebar menyusul masuknya dua pilar baru di lini pertahanan, yakni Vagner Luis dan Goran Gancev. Keduanya pun menjadi jaminan menguatnya lini belakang, namun Goran masih diragukan tampil terkait izin berlaga.

“Kami datang ke lapangan untuk menang, seperti juga di pertandingan manapun yang kami lakoni. Kepada saya, pemain menunjukkan bahwa mereka juga ingin tim berubah dengan mencicipi kemenangan,” beber mantan pemandu bakat tim Serie A, Atalanta dan Fiorentina, itu.

Perkembangan positif telah ditunjukkan tim. Selain kondisi fisik yang meningkat, grafik permainan juga membaik. Itu terlihat dari laga ujicoba kontra Putra Buana yang dimenangkan Fadli Hariri cs.

Absennya Denny Wahyudi yang terkena hukuman akumulasi kartu akan ditutupi dengan kehadiran Sutrisno dan Safrudin Tahar. Di tengah, Ahn Hyo Yeon akan menyuplai bola untuk duet Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarella. Senada dengan Fabio, Asisten Pelatih M Khaidir juga berharap dahaga kemenangan segera berakhir.

“Menghadapi Persiraja adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh. Tak hanya kami yang rindu kemenangan, pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama,” tambahnya.

“Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai, yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Keduanya suka muncul tiba-tiba dan pintar cari peluang untuk mencetak gol,” ungkap Khaidir.

Pelatih Persiraja, Herry Kiswanto, sebaliknya justru merendah. Herkis sendiri mengaku pihaknya menargetkan satu poin di Stadion Teladan untuk dibawa pulang ke Banda Aceh.

“Saya tetap menghormati kedua tim sama-sama memiliki kans menang. Sepakbola ini sulit diprediksi, tapi yang terpenting kita harus berusaha,” sebut Herkis.

Begitu juga soal duet Vagner Luis dan Goran Gancev. “Mau dua asing atau tiga asing, itu terserah mereka. Saya harus berkonsentrasi dengan kekuatan kami saja,” pungkasnya.

PSMS IPL Waspadai Djibril

Untuk mengemban misi kemenangan lawan Persiraja Banda Aceh, Sabtu (7/1/2012), formasi 4-4-2 bakal diusung PSMS.

Kemampuan screening bola yang baik dan postur jangkung Julio Cesar Alcorse dan kecepatan yang dimiliki Jecky Pasarela bakal merepotkan barisan pertahanan tim besutan Herry Kiswanto. Optimisme memetik poin penuh juga mengalir dari asisten pelatih M Khaidir, yang sebelumnya.

"Menghadapi Persiraja, sebuah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh. Tak hanya kami yang rindu kemenangan, para pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama," katanya.
Selain semangat meraih tiga poin, Khaidir juga tak mau lengah.

Apalagi pemain Persiraja tak boleh dipandang sebelah mata. Komposisi skuad tim tersebut belum mengalami perubahan sejak musim lalu. Kolektivitas bermain Fahrizal Dillah dkk patut diwaspadai. Namun, sisi positifnya, Khaidir yang pernah membesut 60 persen skuad Laskar Rencong, julukan Persiraja, cukup paham karakter bermain lawan.

"Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai, yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Keduanya suka muncul ke depan dan pintar cari peluang mencetak gol," ungkap Khaidir.

Di tengah ambisi PSMS, Persiraja merendah. Pelatih Herry Kiswanto lebih memilih tak memikirkan kekuatan lawan. Seperti duo legiun asing di sektor pertahanan PSMS atau juga masuknya pelatih asing. Menurutnya sepakbola tak semudah ucapan. Kejutan bisa selalu hadir selama 90 menit dari tim lawan.

"Sebelum bertanding, saya tetap menghormati kedua tim sama-sama memiliki kans menang. Sepakbola ini sulit untuk diprediksi dan yang terpenting kita harus berusaha," kata Herry.

Begitu juga soal duet Vagner Luis dan Gancev. "Mau dua atau tiga asing, itu terserah mereka. Saya harus berkonsentrasi pada kekuatan kami," katanya.

Senada, asisten pelatih Persiraja Maman Suryamana menyatakan, pihaknya tidak terlalu ambil pusing dengan kekuatan lawan. Namun, mereka tetap menganggap PSMS bukan lawan yang mudah.

"Syukur, enggak ada pemain yang cedera dan akumulasi kartu. Lawan cukup berat, tapi yang terpenting kami siap. Satu poin saya rasa cukup bagus," katanya. (Hasiolan Eko P Gultom/TribunNews)

Jamu Persiraja PSMS IPL Bertekad Perbaiki Posisi

PSMS Medan berada di posisi juru kunci Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Sore ini,anak asuh Fabio Lopez ingin memperbaiki nasib mereka dan siap menghadang ambisi tamunya, Persiraja Banda Aceh,di Stadion Teladan.

Persiapan yang lebih baik plus kedatangan Lopez dan tambahan sejumlah amunisi membuat optimisme PSMS meninggi.Dari lini belakang ada dua pemain asing yang siap diturunkan untuk memperkokoh pertahanan PSMS,yaitu Vagner Luis de Oliviera Marins dan Goran Gancev. Lopez mengakui grafik permainan anak asuhnya semakin baik.”Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan masa paceklik dengan meraih tiga poin besok (hari ini),”sebut Lopez,kemarin.

Pelatih berpaspor Italia itu melihat atmosfer positif yang menyambangi timnya membuat kans menang lebih terbuka.Selain konsentrasi dalam latihan, dia menilai persiapan yang dinilai lebih maksimal membuatnya yakin Vagner Luis dkk layak meraih tiga angka. ”Besok (hari ini),kami datang ke lapangan untuk menang,seperti juga di pertandingan mana saja yang akan kami lakukan.

Kepada saya,mereka juga menunjukkan bahwa mereka ingin tim ini berubah,”lanjut pria yang pernah jadi pemandu bakat klub Seri A Atalanta dan Fiorentina itu. Khusus lini belakang,selain ada Vagner Luis dan Goran,dua bek sayap berusia muda Sutrisno serta Safrudin Tahar jadi pilihan Lopez.Setali tiga uang di lini tengah,kehadiran gelandang asal Korea Selatan (Korsel) Ahn Hyo-yeon sebagai pengatur serangan akan membuat serangan The Killer,julukan lain PSMS, lebih baik.

Untuk mengemban misi kemenangan, formasi 4-4-2 bakal diusung.Kemampuan screening bola yang baik dan postur jangkung Julio Cesar Alcorse dan kecepatan yang dimiliki Jecky Pasarela bakal jadi kekuatan penggedor PSMS. Keyakinan memetik poin penuh juga dicetuskan Asisten Pelatih PSMS M Khaidir. ”Menghadapi Persiraja merupakan sebuah kesempatan bagus untuk mendapatkan poin penuh.

Tak hanya kami yang rindu kemenangan,para pendukung PSMS juga merasakan hal yang sama,”cetusnya. Di samping membawa misi tiga poin, Khaidir juga tak mau lengah. Apalagi, pemain Persiraja tak lagi boleh dianggap sebelah mata.Komposisi utama Persiraja tak mengalami banyak perubahan dari musim lalu. Kolektivitas bermain Fahrizal Dillah dkk patut diwaspadai.

Namun,ada positifnya,Khaidir pernah membesut 60% anggota skuad Laskar Rencong, julukan Persiraja, sekarang sehingga dia cukup paham karakter bermain mereka. ”Ada pemain mereka yang perlu diwaspadai,yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten Abdul Musawir.

Keduanya suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol,”cetus Khaidir. Di tengah ambisiusnya PSMS,Persiraja merendah.Herry Kiswanto enggan bicara kekuatan tuan rumah.”Sebelum bertanding, saya tetap menghormati kedua tim samasama memiliki kans menang.Sepak bola sulit diprediksi dan yang terpenting kami harus berusaha,”ujar Herry. (Syukri Amal/Sindo)

Indonesia Super League Lawan Persib Seperti Lawan Timnas Bagi PSMS

Sukses menahan imbang Pelita Jaya 2-2 di Karawang, kemarin, pelatih PSMS Medan langsung mempersiapkan strategi menghadapi Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012 mendatang. Raja Isa bin RAS, arsitek PSMS, berharap sukses di Karawang menahan Pelita Jaya akan menambah motivasi skuad Ayam Kinantan berlaga di Stadion Jalak Harupat.

Skuad PSMS, ujar Raja Isa, secara kualitas di bawah pemain Persib yang bertabur bintang. Belum lagi pendukung fanatik Bobotoh yang mengganggap PSMS seteru abadi tentu akan memberikan tekanan mental bagi Markus Horison dan kawan-kawan.

"Kami menggangap menghadapi Persib berhadapan dengan timnas Indonesia. Itu karena Persib bertabur pemain timnas Indonesia. Persib hanya terlalu percaya diri kemarin saat berhadapan dengan PSAP Sigli, sehingga merugikan mereka sendiri. Itu saja kesalahan mereka," kata Raja Isa bin RAS kepada Tempo, Jumat 6 Januari 2012.

Meski kualitas pemain Persib rata-rata di atas pemain PSMS, Raja Isa yakin tim kebanggaan warga Medan itu akan membuat kejutan di kandang Persib. Hanya, ujar Raja Isa, belajar dari pertandingan kemarin di kandang Pelita Jaya, PSMS lengah di sepuluh menit pertama dan sepuluh menit terakhir pertandingan.

"Saya akan instruksikan pemain untuk waspada dengan serangan cepat Persib untuk menjaga area pertahanan. Kepada empat stopper PSMS, saya akan beri tugas khusus. Besok, usai latihan di Jalak Harupat, tugas itu baru saya sampaikan kepada keempatnya," ujar Raja Isa.

Walaupun PSMS Medan tidak pernah berlaga melawan Persib dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari dua rekaman pertandingan terakhir Persib melawan Sriwijaya dan PSAP, Raja Isa mengaku mengetahui kelemahan anak asuh Drago Mamic. "Saya hanya khawatir dengan dua pemain Persib, yakni Moses Sakyi dan Miljan Radovic. Dua pemain itu saya kenal karakternya. Mereka bermain sepakbola modern dan punya speed juga power," kata Raja Isa.

Untuk mengimbagi Persib, Raja Isa menginstruksikan pemainnya untuk bermain sabar, taktis, dan tidak terprovokasi serta bisa mengambil kesempatan untuk melakukan serangan balik. Raja Isa malah khawatir soal nonteknis seperti tekanan mental. "Yang agak saya waspadai adalah tekanan dari pendukung Persib yang terkenal fanatik. Apalagi PSMS adalah seteru lama Persib. Tadi pagi saya tanya anak-anak mereka tidak takut tekanan penonton. Saya bisa lega mengatur taktik mengalahkan Persib. Kami yakin bisa mengimbangi mereka." (Sahat Simatupang/Tempo)

Friday, January 6, 2012

Duo PSMS Kompak Belum Gajian

PSMS yang mengaku sama-sama profesional, ternyata masih mengadopsi masalah serupa dari musim ke musim. Apa lagi kalau bukan cerita keterlambatan gaji. Kali ini, baik PSMS yang main di Indonesian Super League (ISL) maupun yang di Indonesian Primer League (IPL), sama-sama belum gajian.

PSMS ISL awalnya menerima gaji setiap tanggal 27 setiap bulannya. Tapi belakangan tanggal itu diralat menjadi tanggal 10 setiap bulannya. Artinya, hingga saat ini yang sudah memasuki tanggal 6 Januari, pemain dan perangkat tim belum gajian bulan Desember.

Tidak ada tindakan pasti dari manajemen tim yang dikawal Manajer, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu tak berdaya memberikan garansi gaji, padahal ini merupakan tanggung jawab seorang manajer.

Bahkan CEO PSMS ISL, Idris yang turut ke Kerawang menonton PSMS berlaga sehari sebelum lawan Pelita juga tak ada menyinggung soal gaji. Kabarnya Idris hanya menjanjikan bonus jika menang melawan Pelita Jaya. Dan bonus itu tak dibeberkan jumlahnya. Dan sialnya, PSMS hanya mampu main imbang. Apakah tetap ada bonus?

Sementara dari kubu PSMS IPL, masalah serupa terjadi. Tim yang konon ditopang pendanaannya oleh Konsorsium yang berada di balik PSSI saat ini, nyatanya tetap tak mampu membayar gaji tepat waktu. Padahal konsorsium itu yang paling berkoar kalau liganya yang terbaik.

Penggajian pemain IPL baru diberikan kepada 18 pemain yang sejak awal bergabung yakni per tanggal 26 November. Sumber terpercaya dari lingkup PSMS IPL menyebutkan gaji dan kontrak untuk 18 pemain sudah digelontorkan. Tetapi untuk delapan pemain anyar yang bergabung, tepatnya usai dijamu Arema (14/12) belum memeroleh gaji di awal meski sudah menandatangani kontrak. Tak hanya pemain, pengurus tim juga masih bokek tak bergaji.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan hanya ada sejumlah pemain dan manajemen yang belum dibayarkan. “Hampir semua sudah beres kok, begitu juga manajemen,” kilahnya.
(ful/saz/Sumutpos)

Jelang Lawan Persiraja PSMS IPL Incar Kemenangan Perdana

Tiga kali kalah dari tiga kali pertandingan membuat PSMS Medan terpuruk ke posisi juru kunci klasemen Indonesian Premier League (IPL). Fakta kurang menguntungkan itu membuat pelatih Fabio Lopez dan asistennya, M Khaidir, prihatin.

Karena itu, PSMS pasang target harus menang saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (7/1/2012).

"Terus terang para pendukung PSMS sudah lama merindukan kemenangan. Saya kira pertandingan lawan Persiraja nanti merupakan kesempatan bagus bagi kami untuk mendapatkan tiga poin," kata M Khaidir, Kamis (5/1/2012).

Guna mewujudkan target itu PSMS telah membenahi kelemahan mereka yang paling mendasar, yakni finishing touch. Kelemahan itu sangat terlihat saat PSMS hanya bisa menang 2-0 dalam laga pemanasan melawan Putra Buana, Senin (1/1) lalu.

"Padahal PSMS dominan sekali dalam pertandingan itu. Masih ada waktu lima hari untuk membenahi penyelesaian akhir sebelum menghadapi Persiraja, dan itulah yang kami lakukan saat ini," tambahnya.

Selain berusaha meningkatkan produktivitas gol, PSMS juga bakal menambal lini belakang yang dinilai terlalu gampang dijebol lawan. Dari tiga kali pertandingan gawang PSMS telah kebobolan tujuh kali.

Masuknya Goran Gancev, stopper anyar asal Makedonia, diharapkan mampu memperkokoh benteng PSMS. Apalagi di sana sudah ada Vagner Luis.

"Sengaja kita memasang dua pemain asing di belakang, sebab itulah kendala kita selama ini. Lebih-lebih tim ini kan baru terbentuk," katanya lagi.

Goran Gancev adalah pemain asing terakhir yang direkrut PSMS, menyusul An Hyo Yoen (Korsel), Vagner Luis (Brazil), dan Julio Cesar Alcorse (Argentina).

Sebagai mantan pelatih Persiraja, Khaidir sedikit banyak sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim berjuluk Laskar Rencong tersebut. Apalagi 60 persen pemain Persiraja saat ini adalah mantan anak didiknya langsung.

"Ada dua pemain mereka yang perlu diwaspadai yaitu Diallo Abdoulaye Djibril dan kapten tim Abdul Musawir. Kedua pemain ini suka muncul ke depan dan pintar cari peluang untuk mencetak gol," pungkasnya. (Juang Naibaho/TribunNews)

PSMS Imbangi Pelita Jaya 2-2

Tuan rumah Pelita Jaya Karawang ditahan imbang PSMS Medan dengan skor 2-2 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2011/2012, di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis malam.

Dua gol Pelita Jaya tercipta melalui Safee Sali pada menit ke-1 dan melalui Bajevski pada menit ke-46. Sedangkan gol tim tamu, PSMS tercipta dari Zulkarnain pada menit ke-55 dan Arie Supriatna pada menit ke-63.

Sejak memasuki detik-detik pertama, skuad Pelita Jaya menggencarkan serangan dan akhirnya berbuah manis pada menit ke-1 melalui tandukkan Safee yang mendapatkan umpan dari kiri gawang.

Gol pada menit-menit pertama itu seperti memicu semangat anak asuh Djajang Nurjaman, skuad Pelita terus mengencarkan berbagai serangan ke jantung pertahanan lawan.

Peluang emas bagi Pelita Jaya terjadi pada menit ke-6. Greg Nwokolo yang berhasil menerobos masuk ke barisan belakang PSMS memberi umpan kepada Engelbert Sani yang berdiri tanpa kawalan pemain lawan di area kotak penalti. Tetapi sayang, tendangan Engerbert melambung ke atas mistar gawang.

Walaupun bermain dalam kondisi lapang basah dan licin, masing-masing tim tidak ragu-ragu menggencarkan serangan dan bermain terbuka.

Skuad Pelita Jaya berusaha menambah keunggulan serta PSMS tidak mau ketinggalan dan terus meninggal ketertinggalannya. Tetapi, serangan yang ditampilkan masing-masing tim tidak membuahkan gol hingga waktu turun minum, skor tetap 1-0 atas keunggulan Pelita Jaya.

Memasuki babak kedua, anak asuh Djajang Nurjaman berhasil menambah keunggulan. Papan skor berubah menjadi 2-0 atas kemenangan Pelita Jaya melalui kaki Bajevski pada menit ke-46.

Tetapi keunggulan tim tuan rumah tidak berlangsung lama. Pemain PSMS bernomor punggung 11, Zulkarnain berhasil menggetarkan jala gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardana pada menit ke-55. Setelah mendapat kesempatan, Zulakarnain langsung melesakkan bola ke gawang Pelita dengan keras, sampai terjadi gol.

Greg Nwokolo yang mendapat dukungan para suporternya, berusaha mempertahankan keunggulannya, dengan memainkan permainan dari kaki ke kaki. Tetapi Pelita justru yang kembali kebobolan pada menit ke-63.

Gol yang membuat skor sama menjadi 2-2 itu tercipta melalui kaki Arie Supriatna. Kesalahan dua pemain belakang Pelita Jaya yang bertabrakan hingga terjatuh benar-benar dimanfaatkan Arie, hingga terjadi gol.

Tetapi pencetak gol PSMS kedua itu harus puas berhenti bermain sebelum waktu habis, karena mendapat hadiah kartu merah pada menit ke-78. Kartu merah dikeluarkan wasit akumulasi kartu kuning yang diperoleh Arie.

Walaupun menghadapi 10 pemain PSMS sejak menit ke-78, permainan yang ditampilkan Pelita kurang berkembang, sehingga tidak terjadi gol sampai pertandingan selesai. Skor 2-2 bertahan hingga wasit meniup pluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan. (antara)

Gol Zulkarnaen Kado Untuk Suporter PSMS

Sebuah gol dari Zulkarnain pada menit ke-55 menjadi momentum kebangkitan PSMS Medan saat tertinggal dua gol atas Pelita Jaya. Dalam lanjutan Indonesia Super Leage (ISL), Kamis (5/1) malam di Stadion Singaperbangsa, Karawang itu, PSMS berhasil menahan imbang Pelita Jaya dengan skor 2-2.

Gol indah yang dicetak lewat tendangan dari jarak jauh itu dipersembahkan Zulkarnaen untuk Bek PSMS, Novi Handriawan yang berulang tahun ke-26, sehari sebelum laga.

"Gol yang aku ciptakan tadi, sebagai kado ualng tahun spesial untuk Novi yang memang sudah kuanjikan," ucap Zulkarnain sesaat setelah laga usai.

Ditambahkan Zulkarnain, gol tersebut juga diberikan bagi seluruh pendukung PSMS Medan yang tak pernah berhenti memberikan dukungan dan doa sejak pertandingan berlangsung, meski di tengah guyuran hujan deras.

"Terima kasih suporter untuk dukungannya sepanjang pertandingan, membuat semangat kami bertambah," ujar pemain yang akrab disapa Zul ini.

Sementara itu, hasil seri yang dipetik PSMS Medan juga bermakna ganda bagi pelatih Raja Isa. Hasil ini bagi pelatih asal Malaysia itu sebagai kado ulang tahun ke-11 bagi putrinya yang jatuh pada 11 Januari mendatang.

"Hasil seri ini cukup bermakna bagi saya. Selain sebagai pembuktian bahwa anak Medan mampu berbuat banyak di kancah sepak bola nasional, hasil laga ini juga sebagai kado ulang tahun putri saya, yang berulang tahun ke-11 pada 11 Januari mendatang," papar mantan pelatih Persiram dan Persipura tersebut.

Indonesia Super League Raja Isa Puas PSMS Imbangi Pelita

Pelatih PSMS Medan Raja Isa Puas dengan penampilan anak asuhnya saat bermain imbang 2-2 kala dijamu klub bertabur bintang Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa,Karawang, Kamis,5 Januari 2012.

Saat dihubungi oleh VIVAnews.com pelatih asal Malaysia ini mengatakan memang menargetkan hasil seri di dua lawatannya ke Jawa Barat. Di pertandingan kali ini dia mengatakan para pemain telah menerapkan strategi dengan baik meskipun sempta mendapat tekanan dari para pemain Pelita.

"Ya, saya cukup puas dengan penampilan anak anak di lapangan. Mereka tampil dengan mengandalkan kolektivitas dan memainkan bola-bola pendek yang memang sudah saya instruksikan sejak awal pertandingan," ujar Raja Isa.

Walaupun sempat tertinggal 2 Gol, Raja Isa mengaku tidak mengubah formasinya. Dia juga mengatakan kalo strategi tim tidak berjalan di babak pertama akibat tekanan yang diberikan oleh Pelita.

Untungnya, mereka akhirnya bisa keluar dari tekanan dan balik menguasai permainan sejak terciptanya gol tendangan jarak jauh zulkarnaen di menit 55. Gol itu juga yang menurutnya semakin memotivasi pemain PSMS untuk bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

"Kami tertekan dibabak pertama, namun dibabak kedua pemain Pelita terlalu mengangap remeh kami setelah unggul dua gol. Saya sendiri selalu mengintruksikan pemain untuk tetap fokus walaupun sudah tertinggal," ungkapnya. (Ondo.S/Muchamad Syuhada/Vivanews)

Thursday, January 5, 2012

Supporter PSMS Serbu Karawang dan Bandung

Suporter PSMS, yang tergabung dalam PSMS fans Club akan mendukung langsung PSMS Medan yang akan bertandang ke stadion Singaperbangsa, Karawang dan Si Jalak Harupat, Bandung, kala di Jamu oleh Pelita Jaya dan Persib Bandung.

Kordinator PSMS fans club wilayah Jabodetabek "Eka Ambarita" Mengatakan Ratusan anggota PFC akan mendukung PSMS Medan langsung di Karawang dan Bandung, dilaga tandang kali ini eka mengatakan akan mendukung PSMS langsung ke stadion untuk mengangkat semangat para pemain PSMS bertanding nanti.

"Ya,kami akan datang langsung ke stadion untuk mendukung PSMS, kedatangan kami mendukung PSMS dimana pun medan-nya adalah tradisi rutin kami untuk mengangkat semangat juang para pemain PSMS di setiap pertandingannya," ujar Eka.

Rombongan PFC van Java yang akan menghijaukan Jawa Barat ini akan berangkat menuju karawang besok pagi, Kamis, 5 Januari, dari stasiun Kereta Api Bekasi pada pukul 09.00 WIB.

Eka menambahkan bentroknya jadwal pertandingan dengan aktivitas kerja bagi sebagian suporter yang mempunyai rutinitas harian di pekerjaannya dan kuliah masing-masing membuat jumlah rombongan tidak sebesar saat akhir pekan.

"Pasti banyak simpatisan PSMS yang akan hadir langsung ke Karawang, namun saat laga PSMS vs Persib nanti kemungkinan akan lebih besar lagi, mengingat partai itu adalah partai klasik Indonesia, kordinator PFC dari Semarang sudah menyatakan akan hadir di Bandung nanti" tambahnya.

Sementara itu rombongan suporter PSMS akan disambut oleh suporter Pelita Jaya, kordinator Pelita Mania ( P-Man ), Kang Medi mengatakan P-Man siap menyambut anak anak Medan besok di Stasiun kereta Karawang. (Ondo S/Muchamad Syuhada/Vivanews)

Wednesday, January 4, 2012

Eksekutor Bola Mati Ditetapkan Pelatih

Pelatih PSMS Medan versi Indonesian Premier League (IPL), Roberto Bianchi, telah menetapkan pemainnya yang akan menjadi eksekutor bola mati dalam setiap pertandingan.

Untuk eksekutor tendangan bebas, Roberto mennjuk Faisal Azmi. Sedangkan untuk tendangan penjuru sisi kiri dan kanan, akan dieksekusi secara bergantian oleh Xavi, Tambun Naibaho, Irvin Museng, dan Ghozali Muharram.

Di setiap pertandingan ujicoba, Faisal dan Rahmad bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas. Roberto menyebutkan peran itu menuntut pemain mampu melakukan tendangan dengan akurasi tinggi. "Tidak semua pemain memiliki kemampuan sebagai eksekutor," ujarnya.

Sementara itu, untuk eksekutor tendangan penalti, Roberto tidak menetapkannya. Ia memberikan kebebasan kepada pemain untuk memutuskan siapa yang akan melakukan tendangan penalti.

"Saya tidak mau menentukan siapa yang akan jadi eksekutor penalti. Saya berikan itu kepada pemain, biar mereka yang memutuskan. Siapa saja boleh, asalkan ia memiliki mentalitas yang baik. Jika berani tentu ia menyakini diri punya mentalitas kuat," ucapnya. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

PSMS ISL Bawa18 Pemain dalam Tur Jawa

PSMS Medan akan melakoni laga super berat pekan ini. Tur Pulau Jawa akan mempertemukan skuad Ayam Kinantan dengan Pelita Jaya, dan disusul Persib Bandung.

Dalam tur ke Pulau Jawa ini, pelatih Raja Isa memboyong 18 pemain. Dua pemain merupakan pemain PSMS U-21, yakni M. Antoni dan Alrian Suhaibi. Tapi belum ada kepastian dari Raja Isa bakal menurunkan keduanya.

"Kita lihat saja nanti. Kemungkinan itu tetap ada, karena itu Alrian dan Antoni dibawa serta. Tergantung situasi pertandingan nantinya," ujarnya.

Berikut nama 18 pemain PSMS yang dibawa dalam tur ke pulau Jawa:
Markus Haris Maulana, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zulkarnaen, In Kyun Oh, Luis Alejandro Pena, Ikpefua Osas Saha, Choi Dong Soo, Ramadhan Saputra, M. Antoni, Alrian Suhaibi, Zainal Anwar, Sulaiman Alamsyah, Arie Supriatna, Ledi Utomo (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Skuad PSMS ISL Jajal Stadion Singaperbangsa

Skuad PSMS ISL menggelar uji coba lapangan di Stadion Singaperbangsa, Rabu (4/1/2012) pagi. Pelatih kepala Raja Isa, memberikan asupan materi latihan ringan, agar kebugaran fisik anak asuhnya tetap terjaga. Latihan dikombinasikan dengan sedikit materi taktikal, yakni penerapan masa transisi.
"Kontur lapangan bagus. Permainan bola dengan umpan-umpan pendek dapat dengan lancar diterapkan. Pemain mulai menunjukkan persenyawaan dan saling pengertian yang baik," ujarnya kepada www.tribun-medan.com usai latihan pagi digelar.
Apakah PSMS akan menerapkan umpan-umpan pendek saat bertemu Pelita, Kamis (5/1/2012) besok? "Tergantung situasi yang terjadi di lapangan. Kondisi lapangan sangat baik untuk bisa menerapkan itu. Tapi dengan catatan PSMS bisa menekan Pelita. Jika sebaliknya, taktik berikutnya tentu dengan pemanfaatan counter attack. Tak ada yang baku," tandas pelatih berkebangsaan Malaysia ini.

PSMS ISL Siap Curi Poin Lawan Persib dan Pelita

PSMS Medan siap tempur menjalani laga tandang perdananya. Tim ini menargetkan mencuri angka menghadapi Pelita Jaya, Kamis 5 Januari 2011, dan meladeni Persib Bandung, Senin 9 Januari 2012, dua laga tandang perdana Liga Super Indonesia.

Pelatih kepala PSMS Raja Isa bin RAS menilai wajar target mencuri angka di kandang lawan itu mengingat persiapan timnya terbilang matang. Persiapan itu antara lain pertandingan persahabatan dengan dua klub Malaysia, yakni Sime Darby dan Perak FC, pada pertengahan Desember lalu.

“Kami optimistis salah satu dari dua pertandingan away PSMS akan mencuri angka. Apakah di Karawang menghadapi Pelita Jaya, besok, atau di markas Persib Bandung,” kata Raja Isa kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu 4 Desember 2012.

PSMS berangkat dari Medan sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karawang. Klub milik keluarga Bakrie itu menjadi lawan PSMS di pertandingan ketiganya. Menurut Raja Isa, seluruh skuad inti PSMS siap bermain di Stadion Singaperbangsa, besok. “Saat ini kami sedang uji lapangan di Singaperbangsa. Seluruh pemain siap meladeni tuan rumah Pelita Jaya. Akan ada kejutan dari kami besok, “ kata Raja Isa.

Seluruh pemain PSMS, kata Raja Isa, dalam kondisi baik dan siap bertanding. "Kami berprinsip tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Kami akan coba berikan yang terbaik," ujar Raja Isa.

Manajer PSMS Benny Tomasoa mengakui dua lawan PSMS pada laga away perdana ini merupakan tim bertabur bintang. “Tapi dalam sepakbola tak ada yang tak mungkin. PSMS yakin salah satu dari dua laga di kandang lawan bisa meraih poin maksimal," kata Benny.

Menurut Benny, bila mampu mencuri poin di dua laga tandang, tren positif PSMS bisa terjaga dan berlanjut di laga kandang nantinya. "Kami menyadari lawan lebih banyak memiliki pemain bintang. Tapi itu bukan patokan dalam penentuan skor akhir," ujar Benny.

Skuad PSMS yang akan diturunkan menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung adalah: Markus Haris Maulana, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain Aritonang, Sulaiman Alamsyah, M. Antoni, Arie Supriatna, Ikpefua Osas Saha, L uis Alejandro Pena, Sasa Zevecic, Inkyun Oh, dan Choi Dong Soo. (Sahat Simatupang/Tempo)

PSMS IPL ikut buru Diego

MEDAN - Usaha PSMS Indonesian Premier League (IPL) membenahi performa tim terus berlanjut. Meski sudah merekrut beberapa pemain baru, PSMS sepertinya belum merasa cukup dengan komposisi yang ada dan perburuan kali ini berbeda dari sebelumnya.

Nama yang diincar saat ini tengah menanjak menjadi salah satu pemain bintang di tanah air. Tak lain pemain dimaksud adalah Diego Michels yang bersinar kala memperkuat timnas U-23 di Sea Games lalu dan baru saja memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.

Sejatinya, status Diego ini ditangkap sejumlah klub yang juga berpeluang memboyongnya. Tercatat Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya terang-terangan menyatakan berminat merekrut sang pemain. CEO PSMS, Freddy Hutabarat, juga membenarkan ketertarikan kepada pemain naturalisasi asal Belanda itu.

“PSMS ikut bersaing memperebutkan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen dan PSMS tengah mempertimbangkannya. Jadi Persija dan Persebaya tidak akan dengan mudah merekrutnya.,” ujar Freddy, Selasa.

Negosiasi telah dimulai sejak Desember lalu. Freddy menyadari angka Diego saat ini cukup tinggi mengingat namanya yang tengah meroket. Namun jika negosiasi sukses, bukan mustahil Diego memilih Medan. Sebaliknya, Diego bisa saja kembali ke Belanda jika tidak menemui kecocokan.

“Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” lanjutnya.

Selain skill yang diharapkan mendongkrak performa tim, satu keuntungan lain adalah Diego juga bisa mendongkrak penjualan tiket. Freddy pun mengakui PSMS IPL memang butuh sosok seperti itu.

“Selain meningkatkan kualitas tim, nilai jual tim juga meningkat. Kita yakin animo penonton menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan meningkat. Mereka ingin lihat langsung bagaimana permainan Diego. Memang dia tidak murah, tapi kami juga tidak takut bayar dia,” ungkapnya.

Kesempatan merekrut pemain kelahiran tahun 1990 ini memang sangat terbuka untuk klub-klub IPL. Saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, Diego menyatakan dirinya hanya ingin bermain di kompetisi resmi yang diakui FIFA. Karena itu, wing back kiri ini bersedia dinaturalisasi demi bermain untuk timnas.

PSMS ISL tolak saran PSSI

MEDAN - Manajemen PSMS Medan yang tampil di Indonesian Super League (ISL) menolak saran PSSI menghentikan keikutsertaannya pada kompetisi tersebut sekaligus melebur ke skuad PSMS di Indonesian Premier League (IPL).

Demikian dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PSMS ISL, Idris SE, baru-baru ini. Menurut Idris, apapun kebijakan PSSI saat ini, termasuk penjelasan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat menyambangi Gedung Mantan PSMS pekan lalu, dianggapnya sebagai angin lalu.

"Kami bersama seluruh klub ISL sudah mengganggap PSSI saat ini tidak berfungsi dan dibekukan sejak 18 Desember 2011 lalu terhitung saat pemilik klub dan suara sepakat menggelar KLB sampai nanti terjadi Maret mendatang," ungkapnya.

"Sejujurnya, kami anggap Djohar Arifin hanya wara-wiri saja. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saat KLB. Hanya Allah yang bisa karena kami tak ingin pemimpin melanggar statuta," beber mantan manajer PSMS musim lalu terkait opsi PSMS hengkang dari ISL.

"Soal PSMS satu laginya (PSMS IPL), ya silakan saja terus berjalan. Toh, itu kan PSMS yang Ketua Umumnya adalah Djohar Arifin Husin, beda sama kita yang Ketua Umumnya adalah Wali Kota Medan," imbuh Idris yang tak menampik ikut andil dengan terpilihnya Djohar sebagai Ketua Umum PSSI.

Disinggung perihal kelanjutan PSMS ISL, Idris mengaku pihaknya akan tetap jalan dan eksis. Idris pun menambahkan klub-klub ISL diundang FIFA ke Zurich pada 27 Januari mendatang.

“Kami berharap Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, bisa ikut ke pertemuan tersebut," pungkas mantan Manajer PSMS musim lalu ini.

Tuesday, January 3, 2012

Kapten PSMS IPL Vagner Luis Gantikan Fadli Hariri

Sepekan jelang kick-off pertandingan keempat Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012,PSMS Medan melakukan perubahan.Sebelum menjamu Persiraja Banda Aceh,Sabtu (7/12),pasukan Ayam Kinantan memiliki kapten baru.

Leader baru PSMS itu adalah bek impor asal Brasil Vagner Luis.Pemain ini bakal menggantikan Fadli Hariri yang sebelumnya ditunjuk menjadi kapten pada tiga pertandingan PSMS sebelumnya. Menghadapi Persiraja pun akan menjadi kiprah perdana ayah dua anak ini sebagai kapten PSMS.

Menariknya,bukan Pelatih PSMS Fabio Lopez yang memutuskan pergantian kapten,tapi atas saran Fadli sendiri. ”Fadli mendatangi saya mengatakan akan lebih baik jika Luis yang menjadi kapten PSMS.Bermain beberapa musim di Indonesia,Fadli bilang,’ Luis layak dijadikan kapten’,”ujar Fabio,kemarin.

Pria asal Italia ini mengakui sebaiknya pemain lokal yang menyandang predikat sebagai kapten PSMS.Namun,dia tidak bisa mencari pemain lain sebagai kapten lantaran masalah bahasa.Fabio belum bisa berbahasa Indonesia dan hanya bicara dalam bahasa Italia dan Inggris.Dengan demikian,dia butuh kapten yang harus bisa menerjemahkan apa yang disampaikannya kepada rekan-rekannya.

”Tidak mungkin kalau Jecky (Pasarela) yang jadi kapten karena dia tidak berbahasa Inggris.Ada 11 pemain di lapangan.Jadi,ketika saya memberi instruksi kepada kapten untuk disampaikan kepada pemain lain,dia (kapten) harus mengerti bahasa saya,” lanjutnya. Tidak itu saja memang.Sejak kedatangan bek asal Makedonia Goran Gancev,otomatis posisi Fadli bakal tergeser.

Sama-sama berposisi sebagai center back,pengalaman dan kualitas tentu lebih dimiliki Goran.Namun,Fabio tetap memberi kesempatan kepada Fadli.“Fadli akan jadi kapten ketika Luis tidak main. Tapi kalau Luis main dan Goran tidak,Luis akan tetap jadi kapten,”ungkap Fabio. Sang arsitek bersyukur,suksesi tersebut juga disetujui pemain lainnya.

”Ya,setelah dijelaskan dan Fadli juga menyatakan, pemain lain tidak ada masalah dengan keadaan ini.Ini untuk kepentingan dan yang terbaik bagi tim,”ungkap mantan pemandu bakat klub Seri A Liga Italia, Fiorentina dan Atalanta itu.

Sementara itu,Fadli yang ditemui terpisah mengaku tidak mempermasalahkan pergantian posisi kapten kepada Luis.Menurut dia,semua yang diputuskan adalah demi kebaikan tim. ”Semua yang dilakukan ini adalah untuk kebaikan tim.Tidak perlu jadi masalah karena saya tidak pernah merasa tidak enak.Lagipula,saya kagum sama Coach (Fabio Lopez) yang berbeda agama dengan saya,tapi sangat menghargai agama saya,” tandas pemain PSM Makasar itu.

Untuk agenda persiapan PSMS pekan ini atau selepas tahun baru,Fabio membenahi persoalan fokus bermain anak asuhnya di lapangan.Konsentrasi pemain sejak menit awal hingga akhir pertandingan merupakan hal yang harus diperhatikan dengan seksama.Apalagi, performa PSMS belum stabil.

”Dari persiapan yang dijalankan,saya temui konsentrasi pemain pada beberapa kali latihan harus diperbaiki.Sebab,ini menjadi hal yang penting untuk soliditas tim selama pertandingan. Itu mengapa latihan pagi dan siang,kami melakukan sesi untuk meningkatkan konsentrasi pemain,”tuturnya.

Pada sesi latihan pagi,Fabio mencoba meningkatkan konsentrasi pemain untuk fokus pada pertandingan dengan membagi pemain menjadi tiga bagian.Dua bagian pemain memakai rompi berwarna kuning serta biru,lalu yang satu lagi tanpa rompi. Sambil bergerak,pemain harus mengoper bola kepada rekannya yang memakai pakaian berbeda.

Menurut Fabio,latihan tersebut dilakukan untuk merangsang konsentrasi pemain yang cenderung menurun pada menit-menit akhir pertandingan. ”Biasanya konsentrasi menurun pada menit-menit akhir yang menyebabkan kerugian bagi tim.Kami sedang memperbaiki kondisi itu,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)

Dana Belum Turun, Renovasi Stadion Teladan Tertunda

Harapan PSMS Medan memiliki stadion berstandar AFC belum terwujud. Pasalnya, renovasi Stadion Teladan, Medan yang direncanakan akhir Desember 2011 tertunda hingga Maret 2012.

Ketua Umum KONI Medan, Zulhifzi Lubis saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 1 Januari 2012 mengatakan renovasi Teladan akan tetap dilakukan. Namun pengerjaannya belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena masih membentuk panitia tender sembari menunggu dana dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) turun.

"Pengerjaan renovasi Stadion Teladan kita undur sampai Maret. Masih membentuk panitia tender dulu,sambil menunggu dana turun, semoga Maret 2012 bisa terealisasi,nanti kita akan kabari juga ke media" ujar pria yang akrab di sapa "opung" ini.

Stadion Teladan merupakan salah satu stadion yang ditetapkan pemerintah sebagai situs bersejarah yang perlu dipugar. Selain Teladan, pemerintah juga berniat menjalankan program yang sama terhadap Stadion Sriwedari, Solo dan Mattoangin, Makassar.

Sampai saat ini Stadion Teladan belum juga memenuhi standar AFC. Dalam kunjungan wakil AFC beberapa waktu lalu ditemukan beberapa bagian yang belum layak, seperti ruang tes doping, ruangan pengawas pertandingan, ruang petugas keamanan, ruang kontrol siaran televisi, ruangan media center, mixed zone, ruang jumpa pers, dan lapangan rumput yang tidak rata.
(Ondo S/Marco Tampubolon/Vivanews)

Saturday, December 31, 2011

Goran Ganchev Solidkan Pertahanan PSMS

MEDAN-PSMS kembali menambah pemain bertahan untuk memperkuat lini belakang tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Kali ini pemain berkebangsaan Macedonia Goran Ganchev bergabung.

Tiba di Medan Selasa (27/12) malam lalu, pemain yang sebelumnya memperkuat tim Divisi I liga Kroasia itu langsung terjun pada dua kali latihan PSMS di lapangan Arhanud Baterai P Medan.

Saat latihan pagi, walau belum menunjukkan kemampuannya, pelatih PSMS Fabio Lopez tetap memuji pemain tersebut. “Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tak mau menilai kemampuan pemain satu-persatu. Tapi dia (Goran) itu pernah bermain di liga Kroasia, dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12).

Menurut Fabio, dari segi fisik, Goran cukup proporsional. Latihan fisik dan teknik yang cukup berat pada sesi latihan itu tak jadi kendala yang berarti baginya. “Mudah-mudahan performa dia sesuai harapan kami,” tutur pelatih asal Italia itu.

Performa Goran memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya, tapi, pria berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh, ngotot dan punya kemampuan fisik yang baik.

Pada latihan pagi dan sore, terlihat dia punya visi bermain yang cukup baik dalam melakukan passing, mengontrol bola serta mobilitas yang tinggi. Pada sesi game di lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) kemarin, dia juga masuk dalam tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon di tengah dan Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai penyerang.

Bersama Vagner Luis, Goran bakal menjadi pertahanan solid yang sulit ditembus bagi lini depan lawan. Apalagi, di klub-klub profesional Indonesia, jarang sekali tim diperkuat oleh dua pemain asing sekaligus.
Vagner Luis dengan kemampuan heading-nya yang baik juga tangguh saat berduel di udara, sementara Groan dengan gaya permainan kerasnya, bakal mempersulit serangan lawan.
Senada dengan Fabio, asisten pelatih PSMS M Khaidir juga menyebutkan sisi positif Goran. Menurutnya, tipikal permainan keras yang dimiliki Goran, sesuai dengan gaya permainan keras PSMS. “Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” tegasnya. (saz)

Raja Isa: Pemain lemah saat transisi

MEDAN - Memasuki tahap persiapan yang semakin intens jelang dua laga away menghadapi Pelita Jaya dan Persib Bandung, Januari nanti, tim pelatih PSMS Indonesian Super League (ISL) mulai berunding soal racikan strategi yang akan diterapkan demi memenuhi target poin.

Salah satu titik lemah yang dirasakan kurang dan butuh perbaikan adalah cara pemain menyikapi transisi dari bertahan ke menyerang. Hal ini diyakini berpengaruh pada lemahnya finishing touch Osas Saha cs.

“Dua laga kompetisi maupun ujicoba, pemain belum peka untuk bersikap dan beri keputusan saat menguasai bola, kehilangan bola, serta saat berhasil merebut bola. Kepekaan membuka tutup ruang ini yang jadi sentral perhatian dan titik lemah paling mendasar sekarang," kata pelatih Raja Isa, baru-baru ini.

Kelemahan ini ditangkap cukup jeli oleh Asisten Pelatih PSMS ISL, Suharto. Karena itu, Suharto lantas memberi masukan kepada Raja Isa saat briefing antar tim pelatih. Raja Isa pun mengakui evaluasi yang dilontarkan Suharto sangat jeli di mana kelemahan finishing touch juga dipengaruhi ketidakcermatan di masa transisi.

Selain itu, pemain juga sepertinya belum terbiasa menerapkan skema 4-4-2 diamond yang belakangan diterapkan. Namun Raja Isa yakin Rahmad cs dapat menerapkannya jika tampil lebih sabar,

"Saya harap pemain terus berpacu meningkatkan intelijensi dan ketenangannya," pungkas Raja Isa.

Sementara itu, Suharto menilai tiga faktor yang harus jeli diperhatikan dalam masa transisi permainan adalah saat menguasai bola, saat bola dikuasai lawan, dan saat bola direbut lawan. Dalam ketiga kondisi ini, pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat dalam menyerang dan bertahan serta menyelesaikan peluang.

"Masa transisi ini belum disikapi pemain dengan jeli. Sebab ini berpengaruh pada terburu-burunya pemain dalam menyelesaikan peluang. Akibatnya, penyelesaian akhir kurang maksimal. Ini butuh proses memang bertahap dan berkesinambungan," ujar mantan pelatih PSMS musim lalu ini.

Barisan muda Kinantan takluk

MEDAN - Dalam rangka persiapan menghadapi dua laga tandang kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Jawa Barat, PSMS Medan kembali melakoni laga ujicoba. Kali ini, PS Gayo Lues (PSGL) menjajal kemampuan tim besutan Raja Isa. Hasilnya, Ayam Kinantan dipaksa menyerah 0-2 di Stadion Kebun Bunga, Kamis.

PSMS memang tampil tanpa line up utamanya. Mayoritas pemain pelapis diturunkan dengan lini depan dimotori Yoseph Ostanika. Namun PSGL tampil lebih ngotot dan terbukti mampu menggetarkan jalan lawan di menit 29. PSMS berpeluang menyamakan kedudukan saat Yoseph dijatuhkan di area terlarang. Sayang, Ledi Utomo gagal sebagai eksekutor penalti.

Di babak kedua, PSMS kembali gagal mencetak gol. Bahkan PSGL yang ditangani Kustiono (mantan pelatih PSMS) kembali menambah gol di menit 50. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang.

Kekalahan Ayam Kinantan diperparah dengan cederanya Sigit Sudarmawan. Pada pertengahan babak pertama, sang striker meninggalkan lapangan karena salah jatuh. Usai berduel di udara dengan kiper Gayo Lues, Sigit jatuh tak sempurna sehingga lengan kanan striker kelahiran 1986 itu patah.

Mengetahui hal tersebut, manajemen PSMS langsung melarikannya ke RS Permata Bunda. Dari hasil rontgen yang diterima, terlihat tulang lengan kanan Sigit tak lagi menyatu. Namun, Raja Isa yang juga mengetahui hal itu hanya bersikap dingin. Menurutnya, dalam dunia persepakbolaan, cedera merupakan hal lumrah.

“Dalam pertandingan cedera yang mungkin dialami pemain itu biasa,” ujar pelatih PSMS asal Malaysia itu juga berpendapat laga kontra PSGL tak lain untuk membentuk mental pemain.

“Ini kita lakukan untuk mematangkan pemain. Baik dari sisi kebugaran, mental serta taktikal. Hasil nggak penting, karena pemain yang saya turunkan didominasi pemain muda. Saya melakukan ini karena fokusnya mempersiapkan mereka agar tambah pengalaman," pungkasnya.

Menurutnya, performa pemain mudanya menunjukkan peningkatan yang luar biasa dengan berani bermain keras. Raja juga mengaku proses pembinaan sangat penting, jadi dirinya melihat dan memantau pemain untuk persiapan ke depan.

“Tadi mereka main cukup lumayan karena bisa keluar dari tekanan lawan dan merasa tekanan itu sangat berat hingga berpengaruh ke mental karena hadiah penalti juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi itu akan meningkatkan mental mereka,” ungkapnya.

Hadirnya Gancev beri angin segar

MEDAN - PSMS Indonesian Premier League (IPL) dipastikan kembali mendapatkan amunisi baru di lini belakang. Kehadiran bek asal Macedonia, Goran Gancev (foto), diyakini membuat lini belakang semakin kokoh bersama Vagner Luis.

Gancev tiba di Medan, Selasa malam, dan sudah memulai latihan perdananya di Lapangan Arhanud Baterai P Medan, Rabu ini. Sebelumnya, Gancev merumput di klub Divisi I Kroasia, NK Inter Zaprešić.

"Coba anda lihat sendiri kemampuannya. Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu. Tapi dia (Goran) pernah bermain di liga Kroasia dan itu bisa jadi hal latar belakang yang positif untuk tim ini," ujar Pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.

Selain soal skill, dari pandangan awal pemain kelahiran 4 Agustus 1983 itu juga cukup baik dari segi fisik. Allenatore asal Italia pun cukup berharap banyak padanya dalam mendongkrak performa tim yang tengah terpuruk di klasemen.

Saat ini, PSMS IPL berada di posisi paling buncit. Dari tiga laga awal, Ayam Kinantan menderita tiga kekalahan dengan jumlah kemasukan tujuh gol. Penguatan lini belakang akan menjadi solusi memperbaiki kiprah Ayam Kinantan pada lanjutan kompetisi.

Selain duet Vagner dan Gancev, PSMS juga punya sederet bek lokal pada diri Fadli Hariri, Aun Carbiny, dan Deny Wahyudi. Menghadapi Persiraja di Banda Aceh pada 7 Januari mendatang, Deny terkena sanksi akumulasi kartu kuning. Kini, kehadiran Gancev membuat kuota pemain asing dalam tim genap empat orang.

Sebelumnya Ahn Heo Yeon, Julio Cesar Alcorse, dan Vagner Luis lebih dulu bergabung. Kehadiran Gancev juga disambut positif Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir. Tipikal permainan keras yang dimiliki Goran dinilai Khaidir sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.

"Dia bertipe keras dan ngotot, tidak mau kalah dengan lawan. Cocok untuk memukul mental lawan,” pungkas Khaidir

Thursday, December 29, 2011

PSMS IPL Fabio Maksimalkan Dua Defender Baru

Pelatih PSMS Medan Fabio Lopez kerja keras.Minus empat gol dari tiga laga yang kini dimiliki PSMS ketika mereka terdampar di dasar klasemen Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 membuatnya harus putar otak lebih keras.

Kualitas lini belakang PSMS pun menjadi prioritas perbaikan oleh pelatih asal Italia itu.Tambahan dua pemain belakang lokal Safrudin Tahar dan Sutrisno pun dimaksimalkan Fabio.Performa keduanya diharapkan bisa menjadi solusi hasil lebih baik bagi pertahanan Ayam Kinantan. Sutrisno yang baru gabung PSMS belum masuk dalam skuad utama klubnya di tiga pertandingan awal.

Namun pascabergabung,pemain ini langsung membuat Fabio gembira.Bersama Safrudin,Sutrisno pun diproyeksi menjadi pengisi skuad inti PSMS. Manajemen PSMS pun memuluskan semua urusan administrasi dua punggawa lokal itu.Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar membenarkan bergabungnya dua pemain sudah resmi dan siap dimainkan.

Ari mengatakan,kedua pemain tersebut telah didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12).”Mereka sudah resmi jadi pemain PSMS dan juga sudah kami daftarkan ke LPIS.Dua pemain ini pun sudah bisa membela PSMS untuk laga selanjutnya,” ujar Ari,kemarin.

Sutrisno dan Safrudin diakui Ari adalah pemain incaran PSMS untuk memperkuat lini belakang.Namun,sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak salah pilih, performa keduanya lebih dulu dipantau sebelum ditentukan kelayakan mereka gabung. ”Tentunya ada proses-proses yang dilakukan pelatih sebelum merekomendasikan pemain kepada manajemen. Tapi pelatih senang dengan kualitas mereka saat menjalani seleksi,” lanjutnya.

Meski memiliki peluang menembus skuad utama PSMS,dua pemain ini tetap harus kerja keras.Defender PSMS yang kini diisi Erwinsyah ’Monang’ Hasibuan,Sugianto,dan Azuan Lubis juga tak mudah disingkirkan dari starter.Terlebih,jam terbang kedua pemain itu di bawah tiga nama tersebut. Sutrisno yang musim lalu berkostum Persigo Gorontalo belum memiliki pengalaman bagus pada kompetisi level tertinggi di negeri ini.

Sementara Safrudin memiliki pengalaman hampir sama karena sebelumnya hanya bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Atjeh United. Namun,dua pemain ini memiliki postur ideal sebagai pengisi lini pertahanan PSMS.Bahkan,Fabio juga telah memberikan poin plus kepada mereka. ”Mereka itu pemain muda yang sangat potensial. Postur mereka bagus,kuat,dan kukuh sebagai defender,”ujar Fabio.

Pelatih asal Italia ini optimistis mampu memoles dua pemain ini,meski masih memiliki jam terbang yang belum tinggi. Soal pertahanan keropos PSMS,kehadiran mereka juga akan membaik dan semua itu dijamin Fabio.”Semua pemain baru butuh adaptasi.Kami yakin dengan kemampuan mereka,”tuturnya.

Sekarang PSMS libur latihan sejak Jumat (23/12).Jecky Pasarela dkk akan mulai latihan lagi besok pagi.PSMS akan berlaga lagi di kandangnya,Stadion Teladan,pada Sabtu (7/1) ketika menjamu Persiraja Banda Aceh.

”Latihan akan fokus pada pembenahan fisik sebesar 40% dari keseluruhan latihan. Lalu sisanya dibagi dua,30% untuk teknik dan strategi plus taktik.Tapi persentase masing-masing latihan akan berbalik saat mendekati pertandingan,”tandas Fabio. (Syukri Amal/Sindo)

Goran Ganchev Resmi Milik PSMS IPL

PSMS Medan resmi menambah satu amunisi untuk memperkuat barisan belakang.Dia adalah pemain asal Makedonia Goran Ganchev yang telah melakoni latihan perdana bersama skuad Ayam Kinantan di Lapangan Arhanud Baterai P Medan,kemarin.

Ganchev tiba di Medan, Selasa (27/12), atau terlambat dari jadwal yang menyebutkan dirinya akan datang,Senin (26/12).Namun,pemain yang sebelumnya membela tim Divisi I Liga Kroasia itu langsung terjun dalam dua kali latihan PSMS,kemarin.Saat latihan pagi, kendati belum menunjukkan kemampuannya, nilai positif diberikan sang arsitek Fabio Lopez.

“Coba Anda lihat sendiri kemampuannya.Saya tidak mau menilai kemampuan pemain satu per satu.Tapi, dia (Ganchev) pernah bermain di Liga Kroasia dan itu bisa jadi latar belakang yang positif untuk tim ini,”ujar Fabio, ketika ditemui,kemarin. Menurut Fabio, dari segi fisik,Ganchev cukup proporsional.Latihan fisik dan teknik yang cukup berat kemarin bukan kendala berarti baginya.“Mudahmudahan performa dia sesuai harapan kami,”ungkap pelatih asal Italia itu.

Performa Ganchev memang belum teruji dalam pertandingan sebenarnya. Tapi,pemain berpostur 185 sentimeter tersebut cukup tangguh,ngotot,dan punya kemampuan fisik yang baik. Bahkan,pada latihan sore di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM), kemarin,dia memiliki visi bermain cukup baik dalam mengoper dan mengontrol bola.Dia juga memiliki mobilitas tinggi sebagai pemain bertahan.

Pada sesi game,dia juga masuk tim yang diproyeksikan sebagai tim inti bersama Vagner Luis dan Ahn Hyo-yeon di sektor belakang.Sementara Julio Cesar Alcorse dan Jecky Pasarela sebagai ujung tombak. Bersama Vagner Luis,Ganchev bakal menjadi sosok menakutkan bagi lini depan lawan.Apalagi,di klub-klub profesional Indonesia,jarang sekali tim diperkuat dua pemain asing sekaligus.

Luis memiliki kemampuan heading yang baik.Dia tangguh saat berduel dengan lawan di udara.Sementara Ganchev memiliki gaya permainan ngotot. Itu bakal membuat ciut nyali lawan. Asisten Pelatih PSMS Muhammad Khaidir menyebutkan sisi positif Ganchev. Menurut dia,tipikal permainan ngotot yang dimiliki Ganchev sesuai dengan gaya permainan keras PSMS.“Dia bertipe keras dan ngotot,tidak mau kalah dengan lawan.Cocok untuk memukul mental lawan,”pungkasnya.

Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan (BMM) Arif Bargot Siregar menyatakan pihaknya memberi kebebasan pelatih untuk menentukan layak atau tidaknya Ganchev bergabung.“Keputusan di tangan pelatih.Jika cocok,pelatih bisa mengambil sikap,”tandas Arif. (Syukri Amal/Sindo)

Saturday, December 24, 2011

PSMS ISL Saha Tak Gentar Sanksi FIFA

Federasi Sepakbola Dunia, FIFA menegaskan akan memberi sanksi tegas pada pemain-pemain yang bermain di kompetisi Indonesia Super League. Pemain-pemain ditutup kesempatan untuk membela Timnas. Parahnya lagi, FIFA bakal mencabut Transfer Matching System (TMS). Sederhananya, pemain-pemain ISL tidak akan bisa lagi ditransfer untuk bermain di luar negeri.

Punggawa PSMS ISL menanggapi dingin terkait sanksi tersebut. Osas Ikpefua Saha menyebut FIFA arogan dengan rencana pemberlakuan sanksi. Ia menegaskan tidak gentar dengan ancaman pencabutan TMS tersebut.

"Kami ini pemain, kami korban dari kebijakan yang ada. Teramat aneh, kalau FIFA ancam pemain. Seharusnya FIFA menyelidiki manajemen atau pemutus kebijakan kompetisi. Saya tak takut friend, silahkan saja mereka mau cabut TMS itu," katanya saat dihubungi dari Medan. Saha, kemarin siang tiba di Jakarta untuk liburan Natal.

Lebih lanjut, Saha menyebutkan dirinya tetap mengedepankan sisi profesional tanpa harus terlarut dalam dualisme kompetisi. "Saya tidak akan berpendapat kompetisi mana yang lebih bagus. Itu bukan letak persoalannya. Dalam sepakbola, pemain akan turun ke lapangan jika ia diberi kontrak. Lantas, kenapa pemain dilibatkan friend. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memusingkan itu," sebutnya.

Suami dari Sasha ini menegaskan ia tetap komit membela PSMS ISL, hingga durasi kontrak yang dimilikinya berakhir. Ia tidak akan bergeming karena ancaman sanksi FIFA yang beredar luas di Media. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi bila federasi sepakbola dunia dan induk organisasi sepakbola nasional berlaku profesional. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

PSMS ISL Cabut Perkara Kasus Tiket Palsu

Diduga ada keterlibatan mantan Bendahara PSMS berinisial AS musim lalu, pihak manajemen PSMS ISL mencabut perkara tiket palsu di Polsekta Medan Kota. Kedua pihak telah berdamai dan polsekta Medan Kota menangguhkan tersangka Fahri yang tertangkap tangan menjual tiket palsu di stadion Teladan Medan saat PSMS kontra Persisam Samarinda, Kamis (8/12) lalu.

Informasi yang diperoleh diPolsekta Medan Kota setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan tertangkap tangannya tersangka Fahri. Berdasarkan keterangan tersangka diperoleh keterlibatan mantan Panpel PSMS Divisi Utama tahun lalu, Edi dan Jenda. Selain itu, peran Edi dan Jenda diduga dengan keterlibatan mantan Bendahara PSMS bernisial AS yang saat ini merupakan staf di Dinas Parawista dan Kebudayaan Kota Medan.

Informasi yang berkembang antara pihak PSMS dengan tersangka telah melakukan perdamaian diduga dengan "upeti" Rp. 50 juta dan pria berinisial AS diduga telah mendekati beberapa media agar kasus tiket palsu jangan ditindaklanjuti pemberitaannya.

"Kasus tiket palsu PSMS yang tertangkap tangan oleh pihak keamanan Panpel sudah damai antara kedua pihak. Pihak PSMS mencabut pengaduan dengan alasan tersangka telah insyaf dan menyadari kesalahannya" ujar Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, kemarin.

Dikatakannya dengan adanya perdamaian kedua belah pihak. Pihak kepolisian melakukan penangguhan terhadap tersangka penjualan tiket palsu yang selama ini ditahan pihak kepolisian. Saat ditanya adanya keterlibatan mantan bendahara PSMS musim lalu, Sandy mengatakan setelah dilakukan tidak ada keterlibatan. "Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada keterlibatan mantan bendahara PSMS dalam kasus tiket palsu ini" terang Kapolsek.

Sementara itu, Ketua Panpel PSMS ISL Safril Jambak SH ketika dikonfirmasi membantah adanya perdamaian dengan pihak tersangka sesuai dengan pernyataan Kapolsekta Medan Kota. "Tak ada perdamaian kasus tetap lanjut dan saat ini polisi masih memburu tersangka Edi dan Jenda yang diduga terlibat tiket palsu" ujarnya Safril dengan nada gugup melalui ponsel.

Dikatakannya, saat petugas ini melakukan pengejaran kedua tersangka sudah tak berada lagi dirumahnya dan berhasil meloloskan diri. Diduga kedua tersangka sakit hati tak dipilih lagi jadi anggota Panpel dan memcoba mencari keuntungan pribadi dengan mengedarkan tiket palsu.

Disebutkannya, akibat penjualan tiket palsu membuat pemasukan penjualan tiket menurun drastis. Kasus ini tetap diteruskan untuk mengungkap dalangnya.

Hasil pantauan wartawan, selama pertandingan exbisi PSMS dengan klub asal Malaysia, Safril bolak-balik mendatangi Polsekta Medan Kota, kadang ditemani Zulkifli yang juga anggota Panpel PSMS. Ketika ditanya kedatangan ke Polsekta Medan Kota, Safril mengatakan untuk melihat perkembangan kasus tiket palsu PSMS. Diduga Safril akan melakukan perdamaian dengan pihak tersangka. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Friday, December 23, 2011

Ambisi PSMS tertahan

MEDAN - PSMS kembali gagal memetik hasil maksimal dalam rangkaian partai eksibisinya. Di Stadion Teladan tadi malam, PSMS ditahan imbang tanpa gol klub peserta Liga Super Malaysia, Perak FC.

Pada laga tersebut, PSMS yang tampil dengan skema yang sama dengan laga sebelumnya justru tertekan sejak awal. Perak FC yang menurunkan duo asingnya Michal Kubala dan Lazar Popovic tampil lebih greget.

Enam menit laga berjalan, tuan rumah langsung dikejutkan dengan ancaman dari Perak. Tendangan spekulasi Kubala dari luar kotak penalti nyaris menggetarkan jala. Beruntung Markus Horison tampil sigap di bawah mistar.

Permainan bola pendek yang diperagakan tim besutan Norizam Bakar sukses membongkar pertahanan PSMS di menit 25. Fahrul Rozi mendapat umpan dan tanpa kawalan melepaskan tendangan yang tak dapat dihalau Markus. Namun Wawan Widiantoro mampu menyelamatkan gawang dengan heading akrobatiknya.

Sebaliknya, tuan rumah nyaris tanpa peluang yang membahayakan gawang lawan. Duet Osas Saha dan Choi Dong Soo kesulitan menembus ketatnya pertahanan lawan yang dikomandoi Khairi. Raja Isa mencoba untuk memperbaiki performa skuad di babak kedua. Permainan PSMS sedikit lebih baik ditandai ancaman di menit 50 lewat tandukan Zulkarnaen yang lagi-lagi membentur mistar.

Meski menguasai jalannya laga, ancaman yang diciptakan tak cukup berbahaya. Tiga pergantian yang dilakukan Raja Isa dengan memasukkan Arie Supriatna, Ledi Utomo, dan Zainal Anwar juga tak banyak merubah keadaan. Tendangan bebas In Kyun Oh yang melenceng menjadi peluang terakhir PSMS dan laga berakhir tanpa gol.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengaku tidak puas dengan performa skuadnya namun ia yakin performa dari dua laga ini cukup berpengaruh untuk persiapan timnya menghadapi dua laga lanjutan ISL, Januari nanti.

"Yang terpenting di persiapan away. Perak FC mirip cara Persib bermain. Pemain sudah menunjukkan keberanian untuk melakukan tekanan. Secara taktis, saya belum puas tapi ini proses. Saya bersyukur paling tidak dapat dua partai yang bagus untuk peningkatan. Saya yakin dari dua partai yang akan kita hadapi salah satunya akan da kejutan," katanya.

Dari kubu tim tamu, Noorizal melihat performa timnya sedikit lebih baik dari lawannya. "Dengan keadaan lapangan agak cantik kita ada attack juga ada defence. Kita masih membentuk kesepahaman pasukan," pungkasnya.

Sebelumnya, PSMS B yang menurunkan sejumlah pemain belia unggul tipis atas PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM). Satu-satunya gol lahir lewat kaki Antoni.

FIFA pastikan ISL ilegal

AKARTA - Keputusan penting disampaikan FIFA terkait dualisme kompetisi yang terjadi di pentas sepakbola nasional saat ini. Dengan tegas, FIFA menyatakan hanya mengakui kompetisi yang digulirkan PSSI, yakni Indonesian Premier League (IPL)

Kompetisi lainnya, Indonesian Super League (ISL), yang juga sedang bergulir di bawah bendera PT Liga Indonesia, sejak awal tidak mendapat restu dari PSSI dan ditegaskan sebagai kompetisi ilegal

Penegasan tersebut disampaikan Departemen Media FIFA via email yang dikirim Selasa kemarin, seputar pendapat FIFA dengan adanya dualisme kompetisi di Indonesia. Dalam surat elektronik itu, dijelaskan FIFA telah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan AFC

Disampaikan dalam waktu dekat surat bersama FIFA dan AFC terkait penegasan legalitas kompetisi ISL tersebut akan dikirim akhir minggu ini. Hal itu dilakukan karena FIFA dan AFC sangat berhati-hati dalam menganalisis kondisi atau polemik yang terjadi di PSSI

"Merujuk pasal 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengontrol semua kompetisi dan mengambil tindakan terhadap kompetisi ilegal seperti ISL," tulis Departemen Media FIFA dalam pernyataannya

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kembali meminta klub yang berkompetisi di ISL kembali ke PSSI yang merupakan ‘rumah’ mereka. Pasalnya, dampak negatif dari adanya kompetisi di luar PSSI cukup besar, khususnya untuk kepentingan timnas. Dikatakan, pemain yang tidak ikut kompetisi resmi tidak diperbolehkan membela timnas masing-masing.

"Karena itulah, kami kembali menhimbau kepada klub yang bermain di ISL untuk kembali ke rumah. Mari kita tata bersama sepakbola kita. Pintu tetap terbuka, sekiranya ingin kembali bergabung," tandas Djohar, Rabu.

Duel kontra Perak FC sajikan gengsi kompetisi

MEDAN - Laga pamungkas eksibisi 2011 akan tersaji di Stadion Teladan, Kamis malam ini, dengan mempertemukan PSMS ISL dan klub Liga Super Malaysia, Perak FC. Meski sebatas ujicoba, gengsi mengemuka menjadi tajuk pertarungan.

Bagi tuan rumah, kekalahan dari Sime Darby cukup mencoreng muka. Pelajaran berharga diperoleh tim besutan Raja Isa sebelum lawatan pada lanjutan ISL di Bandung dan Karawang. Bagi Perak FC yang sebelumnya gagal meraih kemenangan dari tim PON Sumut juga menjanjikan performa yang lebih baik.

Pelatih Perak FC, Noorizal Bakar, akan meramu komposisi pemain yang berbeda. Bahkan dimungkinkan adanya rotasi dalam skuadnya secara menyeluruh. Beberapa pemain baru akan coba diturunkan sampai akhir laga untuk dipantau kemampuannya. Namun hal itu bisa dilakukan jika kondisi lapangan memungkinkan.

"Bila cuaca bagus, tujuan meracik tim ini pasti tercapai. Apalagi saya nak cuba dua pemain impor, Michal Kubala dan Lazar Popow. Tapi saya harus tahan rencana itu, bila lapangan buruk karena hujan," katanya di sela-sela memimpin sesi latihan di Stadion Kebun Bunga.

Noorizal akan mengusung skema 5-3-2 dan berharap timnya bisa memetik pelajaran dari laga ini. Hal itu penting untuk menghadapi Liga Super Indonesia yang mulai bergulir di awal Januari.

"Sulit untuk memberi evaluasi tim ini. Sebab kemarin kami terhalang menyajikan performa maksimal. Harapan saya laga esok bisa menjadi sarana pembelajaran berharga bagi tim," pungkasnya.

Sementara tuan rumah turut mengantisipasi teror dari tim tamu. Raja Isa memahami pertaruhan gengsi dua kompetisi selevel namun beda negara ini juga soal gengsi.

“Gengsi pasti ada. Masing-masing tim bakal menunjukkan kualitas liganya. Sejumlah perbaikan sudah kami lakukan, dan kami siap mengandaskan perlawanan Perak FC," kata ayah tiga anak ini.

Raja Isa berharap skuadnya kali ini lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Hal yang tidak didapat saat menderita kekalahan dari Sime Darby, klub asal negeri Jiran lainnya.

"Yang bermasalah itu ketenangan. 75 persen tidak dapat dilakukan. Kita tidak ingin salahkan lapangan buruk," katanya.

PSMS IPL uji kekuatan fisik

MEDAN - Penggenjotan fisik pemain yang terus digenjot di bawah pelatih asal Italia, Fabio Lopez, mulai menunjukkan hasil positif. Kelemahan mendasar tersebut dinilai menjadi kendala PSMS yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) di tiga laga terakhirnya.

“Karena itu, latihan keras digelar intensif dengan maksud menggenjot stamina pemain. Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” ujar Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, Rabu.

Titik terang mulai terlihat karena kebugaran Tri Yudha cs berangsur membaik. Hal ini terbukti dengan stamina yang tak melorot drastis saat bermain 90 menit. Khaidir mengaku pemain sudah punya stamina untuk bermain full dengan harapan bisa meningkatkan ball possession dan lebih berani menguasai bola.

“Fisik yang membaik berdampak besar pada perkembangan lain. Ketenangan pemain juga meningkat pasca-kemampuan fisik yang makin membaik," ucap Khaidir lagi.

Sebelum dikatakan berhasil, perkembangan pemain akan diuji lewat laga ujicoba kontra PS Albatros/Binjai Putra di Lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12) ini. Pasalnya, Fabio Lopez absen melatih karena sakit dalam dua hari terakhir dan ingin melihat perkembangan tim asuhannya.

"Kami mau melihat hasil latihan pemain selama ini. Untuk tolak ukurnya tentu harus dengan friendly match," kata Fabio kepada Waspada.

Ujicoba tersebut, menurutnya, akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola, dan kebugaran pemain yang nantinya dievaluasi. Setelah itu, tim akan diliburkan pada 24 Desember nanti untuk menyambut natal dan tahun baru, sebelum kembali latihan pada 28 Desember mendatang.

Pengurus Binjai Putra, Awang dan Irfan Izka Rawi, menjelaskan laga ujicoba melawan PSMS IPL merupakan kehormatan dan memberi motivasi kebangkitan sepakbola di Kota Binjai. Walau berstatus ujicoba, Binjai Putra berjanji akan memberi perlawanan keras dan mengimbangi lawan sekaligus menyuguhkan tontonan menarik.

Syafril komersilkan ujicoba PSMS

MEDAN - Ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, menyayangkan sikap Syafril Jambak SH selaku Ketua Panpel Ujicoba PSMS Medan yang terlalu mengkomersilkan kegiatan itu tanpa mengutamakan misi skuad Ayam Kinantan dan tim PON Sumut.

Ditemui di Stadion Teladan Medan, Nata menambahkan Syafril juga tidak memikirkan kondisi lapangan yang rusak parah akibat hujan yang terus mengguyur Kota Medan. Menurutnya, Syafril seyogianya memindahkan laga ujicoba PSMS dan PON Sumut ke lokasi lain agar kondisi lapangan yang menjadi home base Ayam Kinantan itu tidak rusak.

”Kerusakan ini dikhawatirkan bisa berakibat pada lanjutan kiprah PSMS di pentas Indonesian Super League (ISL),” kata Nata baru-baru ini.

Nata menilai keengganan Syafril menunda atau memindahkan lokasi ujicoba PSMS karena telah mengkormersilkannya dengan menjual tiket yang dinilai mencekik leher. Adapun tiket tribun terbuka dijual Rp20 ribu dan tertutup Rp50 ribu. Alhasil, laga ujicoba tersebut minim penonton.

Karena itu, Nata meminta Ketua Umum PSMS Drs H Rahudman Harahap meninjau penunjukan Syafril sebagai ketua panpel demi menjaga kedekatan antara pecinta sepakbola Medan dengan PSMS. Selain itu, Kadis Pertamanan H Erwin Lubis SH MM disarankan segera mencabut izin pemakaian Stadion Teladan demi keselamatan kondisi lapangan.

Hadapi Perak FC, kans pemain muda

MEDAN - Kekalahan dari klub Divisi Utama Malaysia, Sime Darby, pada laga eksibisi di Stadion Teladan kemarin malam membuat Pelatih PSMS ISL, Raja Isa, harus memutar otak menemukan formula tepat.

Kesempatan menguji skema yang ada kembali tiba dengan menjajal Perak FC, Kamis (22/12) nanti. Namun menghadapi klub Liga Super Malaysia itu, Raja Isa justru akan berspekulasi menurunkan pemain-pemain muda.

"Mungkin banyak yang mempertanyakan kenapa saat menghadapi Sime Darby tidak menurunkan pemain muda seperti Yoseph Ostanika atau lainnya. Karena itu, nanti kita akan menurunkan pemain muda menghadapi Perak FC," katanya malam ini.

Skuad PSMS nanti akan diisi pemain dari PSMS U-21 yang dianggap berpotensi dan sejumlah pemain yang tidak turun pada laga eksibisi perdana. Pemain-pemain seperti Yoseph Ostanika, Wiganda, Antoni, dan lainnya akan mendapat kesempatan menjajal salah satu klub tangguh asal Malaysia itu.

"Kita ingin kasih kesempatan untuk pemain yang belum main dan pemain muda. Intinya dari ujicoba ini kita tidak melulu mengincar kemenangan. Namun sebagai evaluasi bagi kita sejauh apa perkembangan dan kekurangan yang kita hadapi. Ini kan proses," katanya berkaca dari Sime Darby yang banyak menurunkan pemain muda rata-rata berusia 24 tahun.

"Pembinaan di Malaysia berbeda dengan di sini. Karena itu sekarang banyak anak muda yang menghuni tim nasional. Di sini juga bisa seperti itu," papar Raja Isa seakan ingin menunjukkan pemain muda di Medan juga tak kalah berpotensi.

Namun tak juga mengharamkan kemenangan jika memang bisa diperoleh. Apalagi PSMS bertindak sebagai tuan rumah.

"Tentu anak-anak juga punya harga diri sebagai orang Medan. Jadi termotivasi untuk memberikan kemenangan setelah kalah di pertandingan kemarin," kata mantan Pelatih Persiram Raja Ampat itu.

Di sisi lain, Raja Isa masih melihat banyak kekurangan dalam timnya yang bisa berakibat fatal jika tak dibenahi.

"Kita masih terburu-buru menyelesaikan peluang padahal terus menyerang. Ketenangan yang kita belum punya," pungkasnya.

Thursday, December 22, 2011

PSMS IPL Jajal PS Albatros Peningkatan Tim Signifikan

MEDAN- Setelah beberapa hari PSMS melakukan latihan cukup intensif bersama pelatih PSMS Fabio Lopez, hari ini (22/10) tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga uji coba kontra PS Albatros di lapangan Korem Binjai.
“Besok (hari ini, Red) kami mau melihat seperti apa hasil latihan yang mereka lakukan. Untuk tolok ukurnya harus dengan friendly match,” ungkap Fabio, Rabu (21/12).

Ujicoba tersebut menurutnya akan menguji teknik, tingkat penguasaan bola dan kebugaran pemain yang nantinya akan dievaluasi. “Saya tidak mendampingi tim latihan dua hari ini. Tapi tentunya saya akan lihat perkembangan pemain dari latihan, untuk dilakukan evaluasi,” ujar pelatih asal Italia itu.

Latihan cukup keras memang sudah dilakoni PSMS untuk menggeber persiapan jelang laga keempat atau laga tandang ketiga musim ini. Persiapan yang memadukan penggenjotan fisik seiring dengan peningkatan kemampuan skill individual pemain disatukan dalam latihan berdurasi hingga lebih dari dua jam ala Fabio Lopez.

Dan PSMS akan meliburkan latihan mulai 24 Desember mendatang untuk memberi masa istirahat kepada pemain, dan waktu untuk liburan Natal kepada Fabio Lopez. Namun, pada 28 Desember mendatang, latihan akan dilanjutkan.
Sementara itu, asisten pelatih PSMS M Khaidir menyatakan, ujicoba dengan PS Albatros digelar untuk memantau perkembangan kerjasama tim pasca hampir sepekan latihan digelar. “Untuk melihat seperti apa perkembangan teamwork untuk persiapan 7 Januari nanti menghadapi Persiraja,” tuturnya.

Ia optimis, pasca latihan keras yang digeber, akan terlihat perkembangan di dalam tim terutama peningkatan sisi kolektivitas yang masih menjadi poin minus di tiga pertandingan sebelumnya. “Selama ini kami sudah angkat fisik pemain di dalam latihan. Diharapkan bisa meningkatkan strategi dalam teamwork-nya,” terang pria yang sebelumnya semapatr membesut beberapa tim seperti PSMS, PSDS dan Persigo Gorontalo itu.

Hal positif lainnya, Khaidir memaparkan, pemain juga telah memiliki stamina yang cukup baik untuk bisa bermain dalam durasi 90 menit penuh. “Mereka sudah punya stamina yang hampir 90 menit. Kondisi itu tentunya bisa meningkatkan ball posession (Penempatan bola, Red) tim, dan pemain lebih berani banyak pegang bola. Saya rasa ini cukup bagus,” katanya.

Dari segi latihan, ia juga menyebutkan ada beberapa kemajuan yang didapat. Ketenangan pemain juga meningkat pasca kemampuan fisik yang makin membaik. “Secara keseluruhan lebih baik. PSMS juga masih punya waktu untuk meningkatkan lagi persiapan,” tambahnya.

Sementara, Manajer PSMS Doli Sinomba Siregar membenarkan latihan akan diliburkan mulai 24 Desember dan PSMS baru akan kembali berlatih Rabu (28/12) mendatang, “Itu program pelatih dan dia tahu apa yang dilakukannya. Dia sudah berkonsultasi dengan saya dan manajemen tim yang lain, dan kami setuju,” ujarnya. (saz)

PS DPRD Sumut Bantai Mantan PSMS

MEDAN- PS DPRD Sumut berhasil mengalahkan tim Mantan PSMS dengan skor 2-0 dalam pertandingan amal mengenang almarhum wartawan senior Zainuddin Tamir Koto dan wasit FIFA Zulham Yahya di Stadion Teladan, Rabu (21/12). Pertandingan amal ini berhasil mengumpulkan dana Rp5.770.000.

Ketua Pengprov PSSI Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pertandingan amal ini sangat bagus sebagai penghargaan terhadap dunia sepak bola di Sumut. “Tentunya penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam kemajuan persepak bolaan di daerah ini. Apa lagi dalam pertandingan ini kita mengkhususkan untuk mengenang tokoh wartawan dan sepakbola,” tuturnya usai pertandingan.

“Besar sumbangannya jangan dinilai dari jumlahnya, tapi ini merupakan perwujudan sumbangsih insan sepakbola di Sumut yang peduli dengan wartawan olahraga. Tentunya yang telah memberikan jasa untuk perkembangan sepakbola di Sumut. Serta seorang lagi merupkan sosok yang harus menjadi panutan karena menjadi wasit FIFA merupakan suatu prestasi bagi insan sepakbola di Sumut bahkan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panpel pertandingan Syafril Jambak menuturkan, gagasan digelarnya pertandingan amal ini merupakan kegiatan rutin. “Setiap ada wartawan maupun insan sepak bola di Sumut kita kerap menggelarnya untuk kegiatan amal. Hal ini untuk mengapresiasi perjuangan dan jasa-jasa yang sudah diberikan bagi kemajuan persepak bolaan di Sumut,” tuturnya.

Dari jumlah uang yang terkumpul totalnya Rp5.770.000. Rinciannya, dari PS DPRD Sumut berjumlah Rp5 juta dan dari Mantan PSMS Rp770 ribu.

Pada pertandingan yang hanya berdurasi 2X30 menit itu, Mantan PSMS dimotori Listadi asisten pelatih Timnas melakukan gebrakan ke barisan pertahanan PS DPRD Sumut. Namun, duet serangan yang dilakukan Julius Raja dan Samsir Alamsyah tak mampu membobol gawang lawan.

Sebaliknya, bomber PS DPRD Sumut Kamaluddin yang juga Ketua Pengprov PSSI Sumut bersama rekannya Rafriandi Nasution membuat kerepotan barisan pertahanan Mantan PSMS yang dikoordinir Legiran. Serangan demi serangan yang dilakukan PS DPRD Sumut membuat penjaga gawang Mantan PSMS Benny Tomasoa harus jatuh bangun.
Memasuki menit ke 20 Rafiandi yang menerima umpan lambung dengan tenang melakukan tandukan hingga menggetarkan gawang Mantan PSMS.

Mantan PSMS yang telah ketinggalan mencoba melakukan penetrasi, namun bola selalu gagal dihadang pemain belakang PS DPRD Sumut. Hingga turun minum skor tak berubah 0-1 untuk kemenangan PS DPRD Sumut. Untuk menyamakan kedudukan di babak kedua Mantan PSMS memasukkan Nasib Riyadi dan menarik keluar Legiran. Namun, hal itu belum mampu membuahkan hasil. Mantan PSMS kembali menarik Juanda mantan PSMS Junior dengan memasukkan Raja Isa.(saz)

PSMS IPL Pindah Lokasi Latihan Fabio, Yudha dan Julio Sakit

MEDAN- PSMS masih kesulitan mencari lapangan permanen sebagai tempat latihan. Skuad PSMS pun terpaksa memindahkan lokasi latihan ke lapangan Arhanud Baterai P Titi Kuning pada sesi latihan Selasa (20/12) pagi.

Latihan yang harusnya digelar di lapangan komplek Thamrin Graha Metropolitan (TGM), tak mendukung pasca diguyur hujan sejak pagi hingga jelang sore Senin (19/12) lalu. Kondisi lapangan memburuk sehingga dipindahkan ke lapangan yang berlokasi dekat dengan Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan itu. Dan lantas dijadikan lokasi latihan permanen oleh PSMS.

“Lapangan ini akan jadi lokasi permanen untuk latihan pagi. Untuk latihan sore, tetap di lapangan TGM,” jelas Sekretaris Tim PSMS Heru Prawono.

Di sisi lain, hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu di Kota Medan akhirnya membuat kondisi kesehatan Pelatih PSMS Fabio Lopez menurun. Kemarin, meski hadir pada sesi latihan pagi, dia hanya memberikan arahan sebentar, lalu pulang ke apartemen tempat tinggalnya. “Sejak Minggu (18/12) sebenarnya badan saya sudah tidak enak. Muntah-muntah dan sekarang saya demam. Itu yang menyebabkan saya hanya sebentar memimpin latihan tadi pagi (Kemarin, Red),” katanya.

Latihan selanjutnya dipimpin oleh asisten pelatih M Khaidir bersama pelatih fisik Hasyim Asyhari dan pelatih penjaga gawang Denny Vaslah.

Tidak hanya Fabio yang absen, pilar PSMS Tri Yudha Handoko juga tidak ikut pada sesi latihan kemarin. Yudha tidak datang latihan pagi, namun kemarin sore, dia hadir di lapangan TGM walau tak ikut latihan. “Saya demam. Sejak Senin (19/12) malam, badan sudah enggak enak. Saya sudah izin tak latihan pagi sama asisten pelatih. Saya memang ke lapangan TGM sore hari, tapi tidak latihan,” ujarnya.

Selain Yudha, meski tak absen latihan, striker PSMS asal Argentina Julio Cesar Alcorse juga terlihat tak mengikuti latihan dengan tim. Dia hanya melakukan peregangan otot dan berlari di pinggir lapangan.
“Latihan dua hari ini berat. Jadi kedua kaki saya kram dan sakit di lipatan lutut belakang. Kalau dipaksa bergerak, sakit,” ungkapnya.

Kemarin, PSMS kembali meneruskan latihan persiapan. Tak jauh beda dengan dua hari sebelumnya, latihan juga menekankan pembentukan fisik yang dikombinasikan dengan melatih teknik dribbling pemain. (saz)

Tim PON Sumut Jajal Klub Malaysia

MEDAN- Usai laga eksebisi yang dilakoni Tim PON Sumut kontra dua klub Malaysia yang sengaja hadir ke Stadion Teladan. Giliran tim besutan Rudi Saari ini yang bakal melancong ke negeri ziran sana.

Manager Tim PON Sumut Kamaluddin Harahap menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan anak-anak asuhannya untuk menjajal Timnas U-23 Malaysia. “Ini memang sudah kita agendakan sejak digelarnya pertandingan eksebisi ini,” ungkapnya, Selasa (20/12).

Ketua PSSI Sumut yang diakui 23 pengcab/klub ini juga menuturkan, tim PON Sumut akan diboyong ke Malaysia akhir Desember ini. “Akhir Desember 2011 ini kita akan bertandang ke sana. Paspor anak-anak juga sudah selesai diurus. Tinggal menentukan jadwal keberangkatan tim saja,” kata Kamaluddin lagi.

Diagendakan, tak hanya Timnas U-23 Malaysia saja yang bakal dijajal. Kamaluddin juga menuturkan, anak-anak di bawah asuhan Rudi Saari ini akan melawan klub-klub bergengsi yang syarat pengalaman di sana. “Ini untuk menambah jam terbang mereka sekaligus meningkatkan pengelaman dan mental anak-anak,” ujarnya.

Usai laga tim PON Sumut kontra Perak FA yang berakhir tanpa gol, Kamaluddin sangat menyayangkan keadaan stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan yang hingga saat ini masih memprihatinkan. “Laga mengahadapi Perak FA bagi PON Sumut merupakan pengalaman berharga bagi pemain. Namun, dengan kondisi lapangan seperti tadi, itu sama saja mencoreng citra Kota Medan,” jelasnya.

Pelatih Tim PON Sumut Rudi Saari menuturkan yang turun menghadapi Perak FC merupakan tim inti. Tim PON Sumut yang didominasi pemain muda cukup memberikan perlawanan terhadap tim tamu yang memiliki sejumlah pemain asing. “Permainan anak-anak sudah maksimal, hanya saja lapangan memang sangat tak mendukung untuk menerapkan strategi pertandingan,” keluhnya. Menurutnya, pertandingan-pertandingan serupa sangat dibutuhkan anak asuhannya sebagai modal berlaga melakoni pertandingan PON Riau.(saz)

Sering Banjir, Stadion Teladan tak Layak dan Buat Malu

MEDAN- Pada lanjutan pertandingan Exebition Football 2011 yang menghadirkan dua klub asal Malaysia di Stadion Teladan, Selasa (20/12) masih membuat tim tamu menggerutu. Pasalnya, kondisi lapangan saat pertandingan Tim PON Sumut kontra Perak FC tak jauh beda dengan pertandingan sebelumnya, becek dan rusak.

Ditambah lagi, klub yang berlaga di Liga Super Malaysia ini ditahan imbang tanpa gol sepanjang babak. Tak pelak, pelatih Perak FA Norizah Bakar langsung to the point mengatakan timnya tak bisa berbuat banyak karena kondisi yang sangat buruk. “Dengan kondisi lapangan dan cuaca seperti hari ini, semua tak berjalan sesuai rencana. Ini tak sesuai seperti apa yang kita harapkan. Strategi dan taktik tak berjalan,” ungkapnya usai laga.

Ia juga menuturkan, perhelatan pihaknya ke Medan dalam rangka menyesuaikan keserasian pemain antar lini. “Pada laga ini kita juga mencoba mengkombinasikan pemain-pemain impor dengan pemain lokal untuk menghasilkan tim yang benar-benar solid,” ujar Norizah.

Pada kesempatan itu, Norizah berterimakasih telah diberikan kesempatan untuk bisa berlaga di Medan. “Kita sangat berterimakasih bisa menguji kekuatan tim kami di sini. Karena kita tak lagi membentuk tim, tim sudah baku. Tapi kita masih mencari pasangan-pasangan mana yang lebih tepat. saat ini kita telah memiliki 24 pemain,” paparnya.

Tak hanya dari tim Perak FA, Tim PON Sumut juga mengeluhkan hal sama. Pelatih PON Sumut Rudi Saari mengatakan, kondisi lapangan masih sama seperti kemarin. Dan itu sangat berat. “Dengan hasil imbang, kita cukup puas. Karena yang bertanding tersebut merupakan tim inti PON Sumut yang sebenarnya. Inilah pemain yang sejak awal pra PON hingga bertanding pada PON 2011 ini,” katanya.

Ia juga menuturkan, ini pembelajaran bagi timnya karena bisa bertanding dengan lawan yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih baik. “Kita sangat bersyukur ada pertandingan seperti ini. Baik bagi tim yang memang diisi pemain-pemain muda. Ini akan menambah pengalaman mereka,” jelas Rudi.

Di sisi lain, laga beda kasta antara Tim PON Sumut melawan Perak FA ini berlangsung dengan jumlah penonton yang cukup minim. Diperkirakan jumlah penonton hanya mencapai 200-300 orang.

Keadaan pertandingan kembali diperburuk jelang pertandingan berakhir. Sekitar 15 menit sebelum bubaran, Stadion Teladan di guyur hujan sehingga lapangan terlihat layaknya kubangan kerbau. Hal ini mengakibatkan pemain tak lagi bertanding dengan kualitas, hanya asal ngotot.
Ironisnya lagi, sekira pukul 18.10 WIB dalam keadaan hujan, tentu dalam waktu itu dan mendungnya langit sangat mengurangi penerangan di lapangan. Tapi, Panpel tak menghidupkan lampu stadion. (saz)

Wednesday, December 21, 2011

PSMS IPL Cari Striker, Konsorsium Tawarkan Kiper

Kisruh manajemen, sejauh ini belum memberi dampak signifikan terhadap persiapan teknis PSMS IPL. Mereka terus melakukan pembenahan skuad. Asisten Pelatih PSMS IPL, M Khaidir menyebutkan, bergabungnya tiga pemain asing memberikan semacam angin segar bagi tim tersebut.

"Semua sektor mulai membaik. Grafik permainan lini tengah juga kian meningkat. Ahn (Hyo Yeon) punya long passing yang memanjakan Julio (Cesar Alcorse) dan Jecky. Di belakang Vagner (Luis de Oliviera Marins) masih kokoh," kata Khaidir sesaat sebelum memulai sesi latihan di lapangan kompleks TGM, Medan Helvetia, kemarin kemarin sore.

Menurut Khaidir, sisa satu tempat untuk pemain asing belum ditentukan. Dari tim pelatih menginginkan satu pemain asing (non Asia) di posisi lini serang. Seorang pemain yang dibidik, yakni striker asal klub Liga Super Kroasia, NK Inter Zapresic, gagal direkrut.

Konsorsium kemudian menawarkan pemain asing di posisi lain, yakni penjaga gawang. "Nama belum bisa saya sebutkan karena masih dalam proses. Pemain depan penting, namun posisi penjaga gawang juga demikian. Kita ingin kiper tangguh. Setidaknya sebelum laga lawan Persiraja, pemain asing ini, di posisi penyerang atau kiper, sudah kita dapatkan," ujar Khaidir. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Tuesday, December 20, 2011

PSMS Targetkan Peringkat 3 IPL

Pelatih anyar PSMS Medan, Fabio Lopez, berjanji akan memberikan kenangan indah kepada pendukung Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini.

"Saya akan memberikan sesuatu kepada PSMS menjadi tim besar dan dapat memberikan kualitas permainan yang berbeda dengan klub lain. Materi latihan yang diberikan akan dirasakan pemain sendiri dan tak beriming-iming pemain yang pernah bergabung dengan PSMS akan menjadi incaran klub lain," pungkas pria asal Italia itu.

Sementara Manager PSMS IPL Dolly Siregar mengatakan, struktur jelas kepelatihan akan membuat PSMS mampu bersaing dengan klub lainnya di IPL musim 2011-12.

"Majunya PSMS tak terlepas dari dukungan masyarakat dan suporter, sehingga PSMS tetap menjadi tim idola Kota Medan ini. Persiapan yang minim saat laga perdana mulai bertahap sudah dilakukan pembenahan di dalam tim. Apalagi saat ini performa dan kekompakan tim sudah baik dibandingkan sebelumnya," ujar Dolly.

"Intinya, kita akan terus berjuang untuk menaikkan peringkat PSMS minimal menjadi tiga besar klasemen IPL," tandasnya. (Juang Naibaho/TribunNews)

Fabio janjikan PSMS IPL bangkit

MEDAN - Fabio Lopez menerima tawaran melatih PSMS di Indonesian Premier League (IPL) dalam keadaan krusial. Allenatore asal Italia itu langsung disodori tugas berat membenahi tim yang menderita dua kekalahan kandang pada laga awalnya.

Namun Fabio tak gentar dan justru merasa tertantang dalam debut kepelatihan pertamanya di tanah air. Hal itu diungkapkannya saat memperkenalkan diri kepada publik lewat temu pers di Hotel Dhaksina Medan, Minggu.

"Musim kompetisi di Indonesia sangat berbeda dengan Eropa. Namun, secara bertahap melakukan adaptasi dengan pihak manajemen dan pemain untuk mencapai misi agar PSMS menjadi tim tangguh," ujar pelatih PSMS IPL, Fabio Lopez.

Fabio menganggap PSMS adalah salah satu klub besar di Indonesia. Hal itu merupakan salah satu yang mendasari alasan kuatnya membesut klub berlambang daun tembakau ini. Diakui, pada 2008 dirinya pernah juga ditawari PSMS saat manajemen ditangani Sihar Sitorus. Namun, Fabio menolak karena masih menjadi pelatih di Lithuania.

"PSMS itu klub besar dan 2 juta penduduk merupakan modal utama memberi dukungan kepada PSMS. Apalagi Medan merupakan salah satu kota di Indonesia sebagai lumbung pemain berkualitas," katanya.

Di debut perdananya saat melawat ke markas Arema, Fabio memang gagal mempersembahkan poin. Namun Tri Yudha cs tampil berbeda di bawah instruksinya. Di bawah asuhan Fabio, PSMS IPL diyakini skuad akan bangkit mulai Januari nanti.

Laga menghadapi Persiraja Banda Aceh selanjutnya akan menjadi ujian baginya. Nantinya, Fabio akan mengedepankan strategi menyerang menggunakan formasi 4-3-3. Kendati begitu, pria berusia 38 tahun ini mengaku formasi bisa berubah sesuai lawan yang dihadapi. Mantan pemandu bakat Fiorentina di Serie A itu menjanjikan kualitas permainan yang berbeda.

"Selama menangani tim, saya akan memberikan sesuatu kepada PSMS menjadi tim besar dan dapat memberikan kualitas permainan yang berbeda dari klub lain. Materi latihan yang diberikan akan dirasakan pemain sendiri dan tak beriming-iming pemain nantinya menjadi incaran klub lain," pungkasnya.

Sementara itu, Manajer PSMS IPL, Dolly S Siregar, mengumumkan struktur kepelatihan PSMS IPL. Dalam lanjutan kompetisi nanti, Fabio Lopez dibantu M Khaidir (asisten pelatih), Deny Paslah (pelatih kiper), dan Hasyim (pelatih fisik).

Dijelaskan Dolly, kehadiran Fabio Lopez membuat persiapan tim semakin berkembang. "Intinya, kita akan terus berjuang untuk menaikkan peringkat PSMS minimal menjadi tiga besar klasemen sementara," tandasnya.

Pelajaran berharga dari Sime Darby

MEDAN- PSMS ISL dipaksa menelan kekalahan 0-1 dari klub Divisi Utama Malaysia, Sime Darby, dalam laga eksibisi malam ini di Stadion Teladan Medan. Gol tunggal Asrol Ibrahim di menit 19 memberi pelajaran berharga bagi tim besutan Raja Isa yang tengah mempersiapkan diri jelang lanjutan ISL 2011/2012, awal Januari mendatang.

Meski kalah, Raja Isa menanggap laga ini menjadi ajang tepat untuk mengevaluasi skuadnya sebelum menghadapi laga krusial di kompetisi kontra Persib Bandung (5 Januari) dan Pelita Jaya (9 Januari).

“Pertama saya mohon maaf kepada publik Medan tidak dapat memberikan kemenangan, tapi kekalahan ini tidak masalah. Kita dalam proses dan sama-sama tahu PSMS baru menjalani dua pertandingan di saat tim lain sudah melakoni empat laga. Ujicoba ini evaluasi yang bagus untuk tim,” ujarnya malam ini.

Kondisi lapangan yang buruk menurutnya bisa menjadi proses adaptasi skuadnya karena diyakininya lapangan di Bandung maupun Karawang tak jauh berbeda.

“Lapangan becek ini adaptasi kita terhadap main di Bandung dan Karawang nanti. Sebelumnya, di liga kita belum pernah main di lapangan becek seperti ini,” lanjut Isa.

Soal performa legiun asing anyar, Choi Dong Soo, Raja Isa tak memberikan penilaian berlebihan. Menurutnya, penampilan pemain asal Korea itu sudah lumayan untuk pemain yang baru bergabung dalam beberapa hari dengan tim.

Pada laga tersebut, Raja Isa menurunkan skema mirip dengan dua laga awal ISL, kecuali kehadiran Choi Dong Soo yang cukup banyak melakukan penetrasi di lini depan. Bersama In Kyun Oh dan Osas Saha, Dong Soo berusaha keras menembus ketatnya pertahanan tim tamu.

Namun Sime Darby yang tampil tenang dengan kerjasama apik justru memberikan serangan yang lebih greget. 19 menit laga berjalan, Asrol Ibrahim menjebol gawang tuan rumah. Lewat kerjasama apik satu dua dengan Rusli, Asrol melesakkan tembakan keras yang gagal dihalau Markus Horison.

Di babak kedua, PSMS bermain lebih agresif. Terobosan Dong Soo diteruskan umpan silang mendatar ke kotak penalti, namun sontekan In Kyun melenceng. Begitu juga dengan tandukan Sasa Zecevic semenit kemudian.

PSMS berpeluang emas menyamakan kedudukan ketika In Kyun diganjal di daerah terlarang dan wasit menunjuk titik putih di menit 52. Namun eksekusi Saha melenceng dari gawang Sime Darby.

Dua peluang terakhir diperoleh PSMS lewat tendangan bebas Dong Soo dan In Kyun di menit 87 dan 89. Namun tendangan yang cukup tajam itu tepat jatuh ke pelukan kiper lawan, Redzwan.

Pelatih Sime Darby, Ismail Zakaria mengakui strateginya cukup berhasil meski lapangan cukup buruk. “Strategi kita berjalan. Meski lapangan memang cukup becek. Kedua tim bermain cukup bagus. Kita juga memainkan banyak pemain muda,” katanya.