Wednesday, December 14, 2011

PSMS Bertolak, Arema tak Sabar

MEDAN-Laga lanjutan kompetisi IPL, pada Rabu (13/12) mendatang, PSMS akan bertandang ke Stadion Gajayana Malang markas Arema. Kabar baiknya, beberapa pemain tambahan dipastikan bisa tampil menghadapi tim berjuluk Singo Edan itu.

Adalah bek asal Brasil Vagner Luis De Oliveira Marins dan wing bek Sugiatno yang bakal memperkuat tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Namun sayang, walau terdaftar dalam 17 pemain yang diberangkatkan, striker Argentina Julio Cesar Alcorse dipastikan belum bisa turun.

Kondisi ini memaksa asisten pelatih PSMS M Khaidir harus olah taktik. Ia mengaku mempersiapkan dua skenario untuk membendung tim besutan Milomir Seslija itu.

“Ada dua strategi yang dipersiapkan, mengingat Julio Cesar juga belum pasti bisa bergabung. Skenario pertama, kita mengandalkan duet Jecky Pasarela dan Julio Cesar di depan lewat formasi 3-5-2. Andre Abu Bakar akan lebih ke tengah sebagai second striker,” ungkapnya, Minggu (11/12).

Namun, di opsi kedua, PSMS harus siap tanpa kehadiran Julio Cesar. Untuk itu, skenario menduetkan Jecky Pasarela dan Andre Abu Bakar telah digeber selama beberapa hari persiapan. “Tentunya kami akan mengandalkan Andre dan Jecky. Akan banyak tekanan dari Arema, sebagai antisipasinya, kami akan menggunakan counter attack,” ujar Khaidir.
Pria yang pernah menjadi pemain dan sekaligus pelatih PSMS itu juga membeberkan, kali ini, barisan pertahanan PSMS dipastikan lebih kuat pasca masuknya Vagner Luis. Tak hanya bek berkepala plontos itu, mantan pemain Persita Tangerang Sugiatno yang berposisi sebagai bek sayap juga dipastikan bisa tampil.

Untungnya, menurut Khaidir, kali ini fisik dan stamina pemain juga cukup meningkat karena memiliki masa persiapan yang lebih panjang. “Stamina dan fisik sudah kelihatan lebib baik. Mereka lebih enjoy dan sudah berani pegang bola,” tutur pelatih yang juga pernah membseut Persigo Gorontalo itu.

Khaidir juga beranggapan, formasi 3-5-2 merupakan yang paling tepat bagi skuad besutannya karena telah terbiasa. “Kita pakai 3-5-2 karena mereka sudah lebih paham. Pergerakan dengan formasi itu tak asing bagi pemain. Kami yakin, tak akan ada lagi miskomunikasi antara pertahanan dan lini depan,” ujarnya lagi.

Meski Khaidir optimis dengan kemampuan anak asuhnya, namun di tempat terpisah pelatih Arema IPL Milomir Seslija mengaku tak sabar untuk melumat tim Ayam Kinantan.

Hampir dua bulan penggawa Arema IPL melakukan persiapan menatap kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Selama itu pula M. Ridhuan dan kawan-kawan hanya latihan dan latihan.

Jadwal kompetisi yang sudah empat kali berubah membuat pemain Arema IPL merasa sudah tak sabar untuk segera merasakan atmosfer laga IPL. Pemain Arema juga sudah ngebet untuk melumat lawan perdananya PSMS Medan.
“Namun kita tetap harus waspada karena mereka punya striker yang berbahaya,” ujar Seslija.

Yang dimaksud oleh Milo tak lain adalah striker Jecky Pasarella. Mantan pemain PSM Makassar itu sudah mencetak satu gol di IPL, tepatnya ketika timnya kalah 1-2 dari Persebaya.

Dari rekaman yang sudah ditontonnya, Jecky seringkali memperlihatkan aksi individu dalam menembus pertahanan lawan. Sayang, pada dua pertandingan, Jecky memang lebih sering terlihat bekerja sendirian tanpa adanya sokongan berarti dari pemain PSMS lainnya. (saz/muf/abm/tom/jpnn)

Monday, December 12, 2011

PSMS IPL Bawa 17 Pemain ke Markas Arema

PSMS Medan akan menghadapi laga tandang perdana di Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 ke markas Arema Indonesia.Jelang tur ini,PSMS bisa bernapas lega setelah sejumlah pemain dipastikan menambah kekuatan mereka.

Dua pemain baru dipastikan membela PSMS.Mereka adalah duo pengisi lini belakang,yaitu Vagner Luis de Oliveira Marins dan Sugiatno.Dua pemain beda bangsa ini telah resmi berkostum Ayam Kinantan,julukan PSMS.Namun,kenyataan ini tak berlaku bagi Julio Cesar Alcorse. Striker asal Argentina ini belum dapat kepastian bisa membela PSMS atau tidak. Kondisi itu tak ayal membuat Asisten Pelatih PSMS M Khaidir harus putar otak, terutama untuk pengisi lini depan pasukannya.

Menurut dia,persoalan ini coba dicari solusinya dan Khaidir sudah menemukan cara agar masalah di timnya teratasi.Khaidir mempersiapkan dua skenario untuk membendung Arema. ”Ada dua strategi yang dipersiapkan, mengingat Julio Cesar juga belum pasti bisa bergabung.Jika dia bisa main,kami mengandalkan duet Jecky Pasarela dan Julio Cesar di depan dengan skema 3-5-2. Lalu,Andre Abubakar akan lebih ke tengah sebagai second striker,”ujar Khaidir.

”Pilihan kedua tentu kami akan mengandalkan Andre dan Jecky di depan, jika Julio Cesar tak bisa main.Akan banyak tekanan dari Arema.Sebagai antisipasi, kami akan menggunakan counter attack,” lanjutnya. Berbeda dengan lini depan,barisan pertahanan PSMS dipastikan lebih kuat setelah masuknya Vagner Luis.

Peran Sugiatno di bek sayap juga akan menambah kekuatan lini bertahan PSMS.Eks punggawa Persita Tangerang ini juga bisa membantu serangan timnya. Selain kekuatan pertahanan PSMS membaik dengan hadirnya dua nama itu, Khaidir senang dengan kemajuan fisik pemainnya.Recovery lebih panjang dari laga sebelumnya jadi penyebab membaiknya fisik Fadli Hariri dkk.”Fisik para pemain sudah kelihatan lebih baik.Mereka lebih enjoydan sudah berani kuasai bola untuk mengatur ritme permainan,”cetus eks pelatih Persigo Gorontalo itu.

Formasi 3-5-2,menurut Khaidir, merupakan skema yang paling tepat bagi anak asuhnya dalam mengarungi ketatnya kompetisi.Menurut dia,performa pasukannya akan lebih cepat memahami skema itu di lapangan. ”Pola 3-5-2 otomatis bisa dipahami para pemain. Pergerakan dengan formasi itu tidak asing bagi pemain.Kami yakin,tidak akan ada lagi miskomunikasi antara pertahanan hingga lini depan,”cetus Khaidir.

Namun,Khaidir tetap berharap Julio Cesar bisa diturunkan saat menghadapi Arema.Mantan pemain klub Liga Malta Marsaxlokk itu pun dipastikan tinggal selangkah lagi untuk bisa tampil menghadapi Arema.

Komisaris PT Bestari Medan Metropolitan sebagai pengelola PSMS,Arif Bargot Siregar,menyatakan jika Julio tinggal menunggu dokumen International Transfer Certificate (ITC) dari klub lamanya.”Julio tinggal menunggu ITC dari Malta.Kalau itu selesai,kemungkinan dia siap turun,”tandas Arif. (Syukri

Saturday, December 10, 2011

PSMS ISL Prioritaskan Penyerang Asia

Di liga yang tak mengenal sistem "batas transfer window" seperti Liga Indonesia di musim ini (baik ISL maupun IPL), klub-klub bisa terus melakukan bongkar pasang meski kompetisi sudah berjalan. Satu kondisi yang walau tak ideal menjadi semacam "kabar baik" bagi klub- klub peserta liga, tak terkecuali PSMS Medan.

Dua laga kandang kontra Mitra Kukar dan Persisam Samarinda menunjukkan masih adanya kelemahan di tubuh Ayam Kinantan. Terutama di lini depan. Taktikal menempatkan Osas Saha sebagai striker tunggal dan menumpuk lima gelandang memang berhasil meredam keunggulan teknis dua klub kaya asal Kalimantan tersebut. Namun di sisi lain, daya gedor PSMS berkurang drastis. Pasalnya, PSMS tidak memiliki gelandang-gelandang yang memiliki naluri menyerang -apalagi "insting membunuh"-yang tinggi. Tumpuan tetap saja pada Osas Saha yang tentunya sulit berkembang di tengah kepungan bek lawan.

Kekurangan ini bukan tak disadari tim pelatih PSMS. Menduetkan Saha dengan striker lain jadi pilihan paling logis. Namun kenapa hal ini tidak dilakukan?

"Saya memercayai penyerang lokal. Ada saatnya nanti mereka akan saya turunkan," katanya di Medan, kemarin.

Pernyataan Raja Isa kembali mencuat jadi pertanyaan karena saat ini, dua penyerang asing saat ini sedang menjalani seleksi di Stadion Kebun Bunga. Mereka adalah Coy Dong Su asal Korea Selatan dan striker berkebangsaan Iran, Daryoush Ayyoubi. Raja Isa akan memilih satu di antara mereka karena saat ini PSMS sudah punya empat pemain asing.

"Kita memang prioritaskan pemain Asia. Siapa dari keduanya yang dipilih saya belum tentukan. Kemampuan mereka akan kita uji lagi pada laga uji coba, Minggu (11/12) nanti," ujar Raja Isa. (Randy Hutagaol/TribunMedan)

Noh Alam Shah Terancam Absen Lawan PSMS

Disaat bersiap diri hadapi PSMS Medan, badai cedera kembali menghadang skuad Arema Indonesia ‘IPL’ versi HM Nur. Kali ini, striker andalan Singo Edan asal Singapura, Noh Alam Shah menjadi pasien cedera tim. Dia mengalami kram otot di bagian kaki kanannya sehingga memaksanya harus meninggalkan program latihan inti tim di lapangan TNI Angkatan Laut (Lanal), sore kemarin.

Along, sapaan akrabnya sejatinya sangat bersemangat menyambut geberan latihan yang dipimpin langsung pelatih Milomir ‘Milo’ Seslija tersebut. Dia sudah melalui beberapa tahapan latihan pembuka, meliputi game bola tangan dan sprint untuk menjaga speed reaksi pemain. Di latihan bola tangan, dia tak masalah dan mampu melaluinya dengan baik. Namun ketika masuk di materi sprint, dia merasakan ada masalah pada kaki kanannya.

‘’Ya Along ada masalah kram di otot kakinya. Sepertinya dia akan dibawa ke Surabaya untuk terapi pemulihan cederanya. Kemungkinan, dia akan istirahat lebih dahulu selama enam hari,” terang Milomir Seslija, pelatih Arema ‘IPL’ versi HM Nur kepada wartawan seusai memimpin latihan timnya, sore kemarin.

Walhasil, Along terancam absen membela tim saat menjamu PSMS Medan di Stadion Gajayana, Rabu (14/12) mendatang. Jika sampai benar, tentu sebuah kerugian besar dialami Arema ‘IPL’ ini karena harus kehilangan penyerang andalannya. Sekalipun tim yang berkantor di Jalan Puncak Yamin 2 Malang ini masih memiliki Jaya Teguh Angga yang bertipikal sama dengan Along sebagai goal getter dan penyelesai.

Milo sendiri tidak begitu khawatir terhadap ancaman itu. Dia justru menyebut, sebuah tim sudah harus siap jika sewaktu-waktu menjumpai pemainnya cedera. Dia pun tetap akan mempersiapkan timnya dengan sebaik mungkin. Sisa waktu empat hari menjelang partai lawan PSMS pun akan dimaksimalkan timnya. Sehingga, saat turun di laga nanti, kemenangan tetaplah mampu diraih Chmelo Roman dkk.

‘’Tidak masalah, di tim manapun, akan hadapi masalah cedera pemain. Tim tetap konsentrasi menyambut pertandingannya, begitu dengan Arema,” terang Milo.

Di saat Along jadi pasien cedera, gelandang Esteban Guilien yang sebelumnya alami cedera otot pada bagian tumitnya sudah kembali menjalani latihan tim. Dia melahap seluruh menu latihan yang diberikan Milo sore kemarin.
(poy/jon/MalangPost)

Friday, December 9, 2011

PSMS Medan Zulkarnaen, Mesin Lini Tengah

Sejak cedera pertengahan musim lalu bersama PSMS, Zulkarnaen kembali dalam kondisi terbaiknya. Rasa sakit di tendon kaki kananya tak lagi terasa karena sudah naik meja operasi jelang akhir musim lalu. Kini Zul-sapaan akrabnya hanya butuh waktu lebih untuk membuktikan kelasnya.

Memulai musim sebagai pemain yang bertahan, Zul mendapatkan tempat utama di bawah komando pelatih asal Malaysia, Raja Isa. Pemain yang mulanya main di lini depan agak ditarik ke sayap. Dan di posisi itu Zul tampak tak gamang. Mantan pemain Persiraja itu bahkan bisa dianggap berhasil memainkan peran sebagai penggerak lini tengah PSMS.

Pola 4-2-3-1 yang dipatenkan Raja Isa sejauh ini dilakoni cukup baik oleh Markus Horison dkk. Di lini depan Osas Saha tunggal, namun ditopang oleh tiga pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Luis Pena, Inkyun Oh dan Zulkarnaen.

Memiliki kondisi fisik prima membuat Zul tak masalah dimainkan sebagai sayap. Diharapkan tusukan demi tusukan dari sayap mampu memberikan peluang mencipta gol.

Dua kali diturunkan jadi starter melawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Zulkarnaen total bermain 180 menit. Bahkan ketika melawan Persisam, Zul bikin satu-satunya gol di menit 45, meskipun akhirnya dia ditarik keluar menit 91.

Apa komentarnya atas gol itu? “Tentu saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Bagi saya yang terpenting itu permainan tim, tapi kalau ada kesempatan saya akan berusaha buat gol. Gol itu saya persembahkan kepada fans dan keluarga saya,” kata Zul yang dihubungi wartawan koran ini kemarin malam.

Soal posisi barunya, Zul mengaku tak masalah. Menurutnya itu bagian dari strategi yang harus dimainkan dengan bagus. “Kami saling membantu. Jadi saya dan Inkyun juga Luis Pena bertugas memberikan peluang maksimal di lini depan yang diisi Saha. Begitu juga sebaliknya. Intinya kami berusaha membuat gol,” pungkasnya. [ful/SumutPos]

Jadwal Lawan Arema Diundur PSMS IPL Dituding Tak Siap

Kubu Arema yang bakal jadi lawan PSMS di Indonesian Primer League (IPL) menilai jadwal yang diundur karena PSMS dianggap tak siap berlaga di IPL. Maka itu, PSSI dianggap sengaja mengundurkan laga itu demi PSMS.

Hal itu langsung dibantah CEO PSMS, Freddy Hutabarat. “Setahu saya Arema ada masalah intern. Karena itu jadwal diundur. Kalau ada isu yang mengatakan PSMS belum siap, itu salah. Kita akan berlaga bagaimana pun kondisi PSMS saat ini. Karena kita ikut aturan PSSI aja,” terangnya.

Dengan diundurnya jadwal tersebut memang diakuinya juga sebagai satu keuntungan bagi PSMS. “Kita bersyukur dengan diundurnya jadwal yang seyogianya digelar Sabtu (10/12) nanti. Dengan begitu, proses pengurusan yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari bisa dioptimalkan agar pengesahan izin pemain bisa segera dilakukan,” kata Freddy.

Mantan pemain PSMS era 80-an itu juga menerangkan, jika memang isu itu beredar ia tak acuh terhadap hal tersebut. “Kita memang tidak ada meminta itu dilakukan PSSI. Kita malah mengira hal tersebut dilakukan karena adanya masalah internal di Arema. Buktinya kami sudah membeli tiket untuk berangkat ke Malang hari ini (Kemarin, Red). Namun, karena jadwal memang sudah resmi diundur dengan adanya surat yang dilayangkan PSSI ke PSMS, maka terpaksa tiket kita batalkan,” terangnya.

Kemenangan PSMS Untuk Suporter Setia Mereka

Pelatih PSMS Medan, Raja Isa tampak puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan, Medan, Kamis (8/12/2011). Dengan materi pemain seadaanya, PSMS ternyata bisa mengalahkan salah satu tim kuat yang bertabur bintang.

Dari segi pemain, PSMS memang kalah jauh dibanding Persisam. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu hanya punya satu nama yang masih aktif memperkuat timnas Indonesia. Itupun merupakan seorang kiper.

Sementara Persisam mempunyai skuad lebih mumpuni. Tim berjuluk Si Naga Mekes itu dijejali banyak pemain ternama, sebut saja Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Fandy Moctar dan M. Robi, penghuni skuad timnas Senior.

"Dari segi materi kami memang kalah. Persisam memiliki materi pemain yang sangat bagus. Dua diantaranya adalah pemain belakang yang memang bermain bagus," kata Raja Isa.

Karena itu kemenangan ini membuat Raja Isa sangat senang. Terlebih karena ini merupakan kemenangan pertama PSMS di musim 2011/12 ini.

"Kemenangan ini akan saya persembahkan untuk semua pencinta PSMS yang memang sudah lama merindukan tim meraih kemenangan."

Meski senang, Raja Isa tak ingin berpuas diri. Pasalnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. "Untuk ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan penampilan kami di lapangan," jelas Raja Isa. (Dodi Esvandi/TribunNews)

Raja Isa syukuri kemenangan perdana

MEDAN - Kemenangan 1-0 atas Persisam Putra Samarinda pada lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan menyisakan sukacita. Tiga angka perdana tentu hal yang harus disyukuri.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri. Kendati begitu, anak asuhnya akhirnya mampu mengatasi permasalahan itu.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol mereka mulai kompak memperbaiki ball possession," katanya.

Selain itu, Isa memuji skuadnya yang mampu ke luar dari tekanan tim lawan. Pasalnya, pemain tidak terpancing dengan Ronald Fagundez yang kerap melakukan permainan keras menjurus kasar.

“Kemenangan ini hadiah untuk masyarakat Medan. Sudah lama kita tidak menginjak ISL," kata Isa lagi.

Sementara itu, Kubu Elang Borneo mengaku tak menampilkan performa maksimal. Diklaim kondisi itu dipengaruhi kondisi lapangan Stadion Teladan yang buruk.

"Persisam tidak bermain pada kelasnya. Yang jelas kita sama-sama lihat sdikit mempengaruhi lapangan. Kita biasa bermain bola-bola pendek dan lapangan tidak memungkinkan. Susah kontrol bola, apalagi main satu sentuhan," ujar Asisten Pelatih Persisam, Hendra Susilo.

Selain kondisi lapangan, performa beberapa pemain andalan seperti Christian Gonzales di bawah form terbaiknya, di antaranya Christian Gonzales.

Kepercayaan diri kunci PSMS

Medan - Bermain di depan pendukungnya sendiri, PSMS Medan berhasil menundukkan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, sore tadi.

Permainan berlangsung cukup terbuka di babak pertama. Namun PSMS lebih menguasai jalannya pertandingan. Ayam Kinantan memfokuskan serangannya lewat sayap dan beberapa kali melakukan tekanan hingga ke memaksa dua penyerang Persisam, Ronald Fagundez dan Yongky Aribowo, ikut bertahan.

Sayang, tak adanya playmaker andal di lini tengah PSMS membuat serangan tim kebanggaan Kota Medan tersebut monoton dan mudah dibaca pertahanan Persisam. Sebaliknya, Elang Borneo lebih kreatif membangun serangan di bawah komando Fagundez dan Eka Ramdani dalam hal menyuplai bola untuk Christian El Loco Gonzales.

Gol kemenangan tuan rumah terjadi setelah Zulkarnain memanfaatkan kelengahan lawan lewat serangan balik. Osas Saha mengirimkan terobosan ke sayap kiri yang diterima Zulkarnain. Pemain bernomor punggung 11 ini sempat mengelabui kiper Usman Pribadi sebelum menceploskan bola di masa injury time babak pertama.

Dominasi Ayam Kinantan semakin kuat di babak kedua. Menit 60, Saha meneruskan umpan silang Rahmad kepada Zulkarnain dengan sundulan, namun sang pencetak gol tunggal PSMS gagal memperbesar keunggulan timnya.

Zulkarnain kembali mendapat peluang lima menit berselang. Kendati sudah berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Zulkarnain masih melenceng di samping tiang kanan gawang Persisam.

Pelatih PSMS, Raja Isa, mengatakan awalnya sempat kurang percaya diri Markus Haris Maulana cs mampu mengatasi lawan. Untungnya, kekhawatiran pelatih asal Malaysia itu tidak terbukti di penghujung laga. Isa pun bersyukur PSMS menuai kemenangan perdanannya.

"Yang kita hadapi adalah tim dengan materi pemain berkelas. Tapi pemain-pemain bisa melewati masalah rendah diri seperti saat menghadai Mitra Kukar. Di 20 menit awal, banyak kesalahan yang terjadi. Setelah terjadi gol, barulah anak-anak mulai kompak memperbaiki ball possession," kata Isa yang langsung bersujud di lapangan sesaat peluit panjang dibunyikan.

PSMS IPL agendakan ujicoba

MEDAN - Penundaan jadwal IPL kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir untuk menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai sejauh mana perkembangan yang ditunjukkan skuad yang bakal disebut pelatih asal Italia itu.

"Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba, sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," beber M Khaidir, Asisten Pelatih PSMS IPL.

Rencananya ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.

"Sekarang kami bisa lebih memaksimalkan kemampuan fisik pemain. Kami akan geber hingga akhir pekan ini. Baru setelah itu, fokus akan masuk ke taktis dan strategi. Sisa waktu ini bagus bagi tim karena fisik jadi kendala utama," kata prajurit TNI berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) itu.

Untuk pemain asing, bary Vagner Luis yang bisa beradaptasi cukup baik, Beda dengan Ku dan Julio yang masih butuh waktu.
"Sisa waktu ini juga kami harapkan bisa membuat permainan tim lebih padu lagi," beber mantan pelatih yang sebelumnya pernah membesut PSMS itu.

Vagner, meski baru gabung dengan tim, baru beberapa hari merasakan ada perbaikan performa dalam skuad PSMS IPL.
"Tim sudah mulai bagus. Lebih bagus saya rasa dibanding waktu pertandingan pertama dan kedua. Jadi sisa waktu ini buat kami bisa lebih baik," tandasnya.

Saha cs siap patahkan sayap Elang Borneo

MEDAN - Seperti julukannya, Elang Borneo, Persisam Putra Samarinda tengah mengepak terbang. Merampas tiga angka dari Sigli menghadapi PSAP pada laga perdananya, kini skuad besutan Daniel Roekito ini sangat percaya diri. Modal itu yang dibawa melawat ke markas PSMS Stadion Teladan, Kamis nanti.

Artinya memaksimalkan poin dari laga ini. Tekad kuat telah tertanam di dada setiap pemain. Asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo optimis skuadnya akan mencuri poin dari laga tersebut.

“Tim sudah di Medan sejak Senin (5/12) lalu. Tidak ada masalah dan kita siap main di Medan. Bukan hal mudah tapi kita yakin bisa rebut angka seperti yang kita lakukan di Sigli," ujar Hendri.

Namun Persisam dipastikan kembali tanpa tiga pemain asingnya. Luc Owana Zoa, Srdjan Lopocic dan Jerry Boima Karpeh masih terkendala izin tampil. Itu cukup disayangkan Persisam.

"Pemain asing yang baru didatangkan belum bisa dimainkan. Itu peraturannya," ujar Manajer Persisam, Agus Setiawan.

Namun tanpa trio asing pun Elang Borneo sudah menakutkan. Kehadiran beberapa punggawa timnas seperti Cristian Gonzales, Yongki Ariwibowo, dan M Robi adalah jaminan kekuatan. Juga nama-nama beken pada diri Ronald Fagundez, Fandi Mokhtar. Beberapa nama mantan pemain PSMS juga menghiasi skuad tamu seperti Usman Pribadi dan Supriyono.

Materi pemain yahud itu tak dipungkiri Pelatih PSMS, Raja Isa untuk diwaspadai. Label tim berkelas juga disematkan pelatih asal Malaysia itu kepada Persisam. Hal yang juga dilakukannya terhadap Mitra Kukar.

"Bukan hanya Gonzales, di sana juga ada Yongki dan pemain lainnya yang bagus, tapi mereka punya kelemahan itu yang harus kita manfaatkan," ujar Raja Isa.

Strategi menumpuk pemain di tengah sepertinya kembali diulangi. Skema 4-3-2-1 sepertinya cukup efektif menahan gempuran lawan. Hanya saja Osas Saha harus berjuang sendirian di depan. Raja Isa meyakini skuadnya akan lebih enjoy di laga kedua. Satu poin di laga perdana bukan hasil yang buruk.

"Pemain semakin matang. Kita fokus bagaimana kesalahan kemarin (saat melawan Mitra Kukar) tidak diulangi lagi. PSMS dengan materi yang pas-pasan akan mengimbangi permainan Samarinda yang bertabur bintang. Pasti pemain Medan akan siap menghadapi mereka," ungkapnya.

Skema kemungkinan tak berubah. Saha akan ditopang gelandang serang dari segala sisi. Zulkarnaen dari kanan, In Kyun Oh dari kiri, dan Luiz Pena menyokong dari tengah. Dua gelandang bertahan, Anton Samba dan Zainal Anwar, siap jadi penyeimbang. Lini belakang akan kembali mengandalkan Sasa Zecevic dan Novi Handriawan didukung Rahmad dan Wawan Widiantoro.

Asisten Pelatih PSMS, Suharto, meyakini Persisam lebih matang dalam kolektivitas dari Mitra Kukar. Hal itu yang harus diwaspadai skuadnya.
“Persisam lebih bagus kerjasama timnya. Mereka juga bermain ala Inggris dengan memaksimalkan sayap. Kita harus waspadai,” pungkasnya.

Patut ditunggu upaya Ayam Kinantan mematahkan sayap Elang Borneo. Laga ini akan digelar pukul 15.30 WIB dan ditayangkan langsung ANTV.

KEMENANGAN PERDANA AYAM KINANTAN

PSMS Medan berhasil meraih 3 poin perdana di Indonesia Super League (ISL) setelah menekuk Persisam Samarinda 1-0 Stadion Teladan, Medan, Kamis 8 Desember 2011.

PSMS langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Zulkarnain sempat mengancam gawang Persisam pada menit ke-10. Namun, tembakan pemain bernomor punggung 11 itu mampu diblokir kiper Usman Pribadi.

Serangan demi serangan terus dibangun tim Ayam Kinantan dan ini membuat Persisam tertekan. Dengan permanainan cepatnya, PSMS mampu mengepung pertahanan Elang Borneo.

Persisam sendiri lebih banyak bertahan. Duet Christian Gonzalez dan Yongki Aribowo tak mampu memberikan ancaman karena kekurangan pasokan bola dari lini tengah.

Pada menit ke-38, penyerang PSMS, Ikpefua Osas Marvelous mencoba tembakan spekuliatif dari luar kotak penalti. Namun, apa daya, bola meleset dari sasaran. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir dari kaki Zulkarnain.

Menerima umpan dari Zainal Anwar, Zulkarnain langsung mengecoh kiper Usman Pribadi sebelumnya akhirnya mencpeloskan bola ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk PSMS bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua, Persisam mencoba bangkit. Baru 1 menit laga berjalan, Pesut Mahakam nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan Djayusman Triasdi. Sial bagi Persisam, tandukan Djayusman hanya melebar tipis dari gawang Markus Haris Maulana.

PSMS mendapat dua peluang pada menit 63 dan 64 melalui Zulkarnain. Akan tetapi, pemain bernomor punggung 11 tak mampu memaksimalkannya. Ia kurang tenang dalam mengeksekusi bola-bola matang di kotak penalti.

Menit 76, lagi-lagi peluang emas menghampiri Tim Ayam Kinantan. Bomber PSMS asal Nigeria, Ikpefua Osas Marvelous, mencoba sontekan spekulatif di tengah kepungan pemain-pemain Persisam. Sayangnya, usaha Osas tak membuahkan hasil apa-apa.

Hingga akhir pertandingan kedua tim masih saling serang, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan hasil ini, PSMS naik ke peringkat 4 klasemen sementara ISL. Adapun Persisam turun ke posisi 8.

Susunan pemain
PSMS: Markus Haris Maulana, Rahmad, Novi Handriawan, Sasa Zecevic, Wawan Widiantoro, Zainal Anwar, Anton Samba, Luis Alejandro Pena (Sulaiman Alamsyah Nasution 71), In Kyun-Oh, Zulkarnain, Ikpefua Osas Marvelous

Persisam: Usman Pribadi, Dias Angga Putra, Djayusman Triasdi, Muhammad Roby, Supriyono, Eka Ramdani, Akbar Rasyid (Fajar Legian Siswanto 55), Fandy Mochtar, Ronald Fagundez, Christian Gonzalez, Yongki Aribowo
(Jonathan Pandapotan/Vivanews)

Persisam Keluhkan Kondisi Lapangan Stadion Teladan

ekalahan tipis yang dialami Persisam Putra Samarinda, Kamis (8/12) mengundang kekecewaan di kubu atas kualitas lapangan Stadion Teladan Medan. Kubu persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan kekalahan ini dikarenakan kurang performa pemain pemain Persisam.

"Ya, anak-anak tidak bermain sesuai strategi yang di siapkan, mereka tidak menjalankan strategi yang diinstruksikan," tegas asisten pelatih Persisam ini.

Selain itu Hendro Susilo juga mengatakan buruknya permainan Persisam juga disebabkan kondisi lapangan Stadion Teladan Medan ini sangat buruk, tidak sesuai standar.

"Permainan sedikit kacau karena lapangan ini membuat pemain kesulitan berkembang, begitu juga dengan kiper PSMS Markus Horison juga sempat terkecoh arah bola karena bola pantul yang diakibatkan lapangan yang tidak rata itu," ungkap Hendro Susilo dengan nada Kesal. (Saragih/DuniaSoccer)

Thursday, December 8, 2011

PSMS v Persisam Waspadai Kejutan Tuan Rumah

PSMS Medan hanya mampu memetik 1 poin ketika menjamu Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) di kompetisi Indonesia Super League. Sebaliknya, Persisam Putra yang sore ini menantang PSMS datang ke Stadion Teladan dengan kepercayaan diri tinggi karena sukses memetik tiga angka di Banda Aceh saat melawan PSAP Sigli.

Kisruh dualisme di tubuh PSMS juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Persisam. Arsitek PSMS Raja Isa bahkan mengakui baru 15 hari efektif menangani tim. Bandingkan dengan Persisam yang sudah mengikuti dua kali laga pra musim dan menjalani TC di Jogjakarta.

Meski demikian, karakter tim tanah Sumatera yang cenderung bermain keras akan menjanjikan momok bagi tim tamu. Ini pun sudah diantisipasi tim pelatih Pesut Mahakam. "Mulai dari saya masih bermain dulu, karakter tim-tim dari Sumatera selalu bermain keras. Tetapi kami sudah siap 100 persen," tegas Asisten Pelatih Persisam Putra Hendri Susilo kepada Sapos.

Meski hanya melihat dari televisi, kubu Persisam sedikit banyak sudah mengetahui bagaimana cara tim Ayam Kinantan--julukan PSMS bermain. Hendri mengakui PSMS bukan tim jelek meski persiapan mereka terbilang minim. Salah satu indikasinya ketika menghadapi Mitra Kukar yang notabene tim bertabur bintang, PSMS baru kebobolan di menit 86.

"Mereka mampu bertahan dari kebobolan selama itu merupakan indikasi PSMS tim bagus. Dengan karakter mereka bermain, kita harus waspadai karena setiap saat mereka bisa memberikan kejutan. Apalagi status kita tim tamu," kata Hendri.

Laga kali ini Persisam masih tanpa Sradjan Lopicic dan Luc Owana Zoa yang terganjal masalah Internasional Transfer Certificate (ITC). Padahal tenaga keduanya sangat dibutuhkan. Karenanya pelatih Daniel Roekito (DR) sepertinya tak akan melakukan perubahan komposisi seperti ketika menghadapi PSAP. "Kita sementara mengandalkan pemain yang ada," tandasnya.

Sementara itu, dari kubu tuan rumah, pelatih PSMS Medan Raja Isa ketika dihubungi Sapos melalui telepon selulernya memuji kekuatan Persisam. Raja Isa menyebut laga kali ini merupakan laga beda kelas. "Pertandingan ini bagaikan bumi dan langit," katanya.

Raja Isa mengatakan, dirinya menangani tim baru 15 hari. Dibandingkan dengan Persisam, PSMS juga bukan tim yang bertabur bintang. Di bawah mistar, PSMS mengandalkan pengalaman Markus Haris Maulana. Sementara lini tengah ada Luis Pena--sang pencetak gol ke gawang Mitra Kukar--dan di depan ada Osas Saha.

"Kami bukan tim yang sebesar Persisam. Kami hanya mengandalkan pemain putra daerah. Tetapi kami tetap akan memberikan tekanan dan kejutan bagi Persisam," ungkapnya.

Raja Isa juga tak melihat kekuatan Persisam berkurang sedikitpun meski tak diperkuat Lopicic dan Luc Owana. Baginya Persisam tetap tim kuat meski nanti hanya ada Ronald Fagundez sebagai satu-satunya pemain asing.

"Di lini belakang Persisam ada M Robby, Djayusman dan di depan ada Gonzales. Mereka ini semua pemain hebat," tegas pelatih yang musim ini nyaris bergabung ke Persik Kediri ini. "Tapi kami akan mengandalkan kolktivitas dan bermain dengan gaya kami," imbuhnya. (nin/sapos)

Panpel PSMS ISL Umumkan Penjualan Tiket

Berbeda dengan musim sebelumnya, kini panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS mengumumkan hasil penjualan tiket pertandingan untuk diketahui publik. Namun mereka (Panpel, Red) mengaku kecolongan karena banyaknya penonton yang masuk tidak membeli tiket.

Seperti pada laga perdana PSMS kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu (4/12) lalu. Panpel mengklaim penjualan tiket pada laga tersebut mencapai 8.272 lembar. Dengan rincian di tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup serta VIP terjual 955 lembar.

Jika melihat banyaknya penonton yang datang menyaksikan laga tersebut, jumlah tiket terjual itu tentu tak sebanding. Tribun tertutup disesaki penonton ditambah tribun terbuka yang juga membludak, jelas hasil tersebut mengada-ada. Dapat diperkirakan stadion yang berkapasitas 25 ribu penonton itu disesaki sekitar 15 ribu orang.

“Ya, kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik,” ungkap Ketua Panpel PSMS Syafril Jambak pada konferensi pers di mess Kebun Bunga, Rabu (7/12) sore.

Tapi pihaknya tak menafikan jika masih banyak penonton yang masuk stadion tanpa memegang selembar tiket. Bahkan parahnya lagi penonton itu bisa masuk karena mengekor di belakang petugas Panpel juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk, khususnya di pintu tribun terbuka.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel, termasuk aparat keamanan untuk tidak lagi membawa anak atau keluarganya menonton pertandingan tanpa membeli tiket. Bila hal itu terulang lagi, maka akan kami tindak,” tegas Syafrl.

Sementara itu, Manajer Keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli memaparkan bahwa hasil penjualan tiket pertandingan PSMS kontra Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.000, tribun tertutup 955 tiket sebanyak Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 Juta. “Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya,” katanya.

Sementara itu, terdapat pula sedikit masukan dari sejumlah wartawan mengenai view tiket. Wartawan mengusulkan agar pada lembaran tiket tak dicantumkan tulisan ‘PSSI.’ Karena tak dimungkiri kompetisi ISL merupakan kompetisi yang dianggap tak resmi oleh PSSI. “Pencetakan tiket ke depannya tak akan kita cantumkan lagi (Tulisan PSSI, Red) sesuai dengan masukan para wartawan,” ujar Nanda. (saz/sumutpos)

Striker Iran Siap Merapat ke PSMS ISL

Demi menambah daya gedor di Indonesia Super League (ISL) musim ini, PSMS Medan masih terus memburu striker tambahan sebagai tandem Osas Saha di lini depan PSMS. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran pemain Asal Iran, Daryoush Ayyoubi di Mess PSMS, Kebun Bunga Medan, Rabu (7/12).

Pemain yang pernah merumput untuk PSM Makassar pada musim 2009-10 itu mengaku sangat tertarik bermain di PSMS. Dia mengatakan sudah berbicara dengan pelatih kepala PSMS mengenai statusnya.

"Pelatih mengizinkanku ikut berlatih bersama tim, untuk masalah kontrak itu semua tergantung pelatih, yang pasti ku akan bekerja keras untuk masuk ke dalam tim PSMS," ungkap mantan pemain Esteghlal teheran FC ini.

Saat ditanya mengenai dualisme kompetisi di Indonesia, Daryoush Ayyoubi mengaku kurang memahami kisruh yang terjadi. Namun, keinginannya membela PSMS sangat besar. Dia mengaku mengenal PSMS dari teman-temannya seperti Samsyul Haeruddin dan Eduardo.

Sementara itu, satu striker asing lain yang akan memperkuat PSMS disinyalir berasal dari Korea Selatan. "Kami masih merahasiakan identitas pemain tersebut. Nanti kalau sudah datang akan kami kabarkan" ujar pelatih PSMS, Raja Isa saat dimintai konfirmasi mengenai pemain tersebut.
(Saragih/DuniaSoccer)

Indonesian Premier League Laga Arema Lawan PSMS Diundur

Laga kandang Arema Malang melawan PSMS Medan di Stadion Kanjuruhan mengalami perubahan. Jika jadwal awal laga digelar pada Sabtu (10/12), oleh PT Liga Prima Sportindo Indonesia (LPIS) diundur menjadi Rabu (14/12).

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Departemen Kompetisi Liga LPIS Tini Indriyani ketika dikonfirmasi,kemarin. “Penundaan laga Arema dan PSMS karena alasan internal,”kata Tini kepada HATTRICK,kemarin. Namun,Tini tidak menyebut alasan Arema meminta pengunduran jadwal tersebut.

Hanya,disinyalir,mundurnya jadwal pertandingan tersebut terkait masalah internal yang menyelimuti Singo Edan.Ketidakbersediaan lima pemain dan Asisten Pelatih Arema Abdul Rahman Gurning untuk bergabung bersama tim disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya. Pernyataan senada disampaikan Head of First Level Competition Hendriyana.Dia mengatakan,pengunduran jadwal tersebut merupakan permintaan pihak Arema Indonesia.“Alasannya itu kami maklumi. Mereka bilang ada masalah teknis di internal Arema,”ungkapnya.

Namun,dia memastikan kecil kemungkinan jadwal tersebut mundur lagi, karena merupakan permintaan Arema. “Nggak ada,karena itu merupakan permintaan mereka, ”ungkap Hendri. Media Officer Arema Noor Ramadhan tak menampik kabar tersebut.Dia membenarkan laga melawan PSMS akhirnya diundur karena adanya masalah di internal tim.“Kabar itu benar.Soal kapan dilanjutkan lagi,kemungkinan tanggal 14 mendatang,” katanya kepada HATTRICK, kemarin.

Menariknya,Noor membantah permintaan pengunduran itu datang dari mereka.Justru, wartawan salah satu media elektronik itu menyebut pihak LPIS-lah yang mengundurkan jadwal tersebut. “Mungkin mereka mendengar dan melihat masih ada sesuatu di internal sehingga diputuskan untuk diundur,”sebutnya.

Persoalan Arema memang agak aneh. Setelah berhasil memenangkan legalitas di PSSI,kongsi antara M Nur dan Lucky Acub Zaenal ternyata pecah di tengah jalan.M Nur bersama Siti Nurjanah tiba-tiba muncul dan menggelar jumpa pers. Dalam jumpa pers itu dia menuding jika ada pihak lain yang ingin menguasai Arema.Mereka adalah pihak yang selama ini bergandeng bersama pendiri Arema Indonesia Lucky Acub Zainal dan Fanda Soesilo.

“Mereka adalah orang yang ingin menjadi pemilik Arema.Padahal,secara sah,saya pemilik Arema.Awalnya,saat saya berkomitmen dengan Lucky (Sam Ikul), beliau siap ingin bersama-sama mengelola Arema.Tapi,ternyata Lucky ingin menguasai sendiri,bergerak sendiri. Makanya,saat ini saya turun tangan untuk meluruskan semuanya,”papar M Nur.

Dalam pertemuan tersebut,M Nur juga langsung menyampaikan bahwa Pembina Yayasan Arema yang sah adalah dua Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Suprapto dan Rudolf Butar-Butar.Sementara Direktur Utama PT Arema Indonesia adalah Siti Nurzanah.Saat itu juga hadir kuasa hukum M Nur,Gunadi Handoko. (syukri amal/ma’ruf/sindo)

Betapa tidak, setiap sisi tribun terlihat padat dan penuh, termasuk tribun terbuka yang didominasi para suporter. Dengan kapasitas 25 ribu penonton, l

MEDAN - Stadion Teladan penuh sesak pada laga perdana PSMS ISL kontra Mitra Kukar, Minggu (4/12) lalu. Diprediksi panitia penyelenggara (panpel) meraup keuntungan yang tidak sedikit. Namun kondisi sebaliknya terjadi.

Panpel PSMS mengaku, hanya 8.727 lembar tiket terjual. Rinciannya tribun terbuka sebanyak 7.317 lembar dan tertutup dan VIP terjual 955 lembar. Namun, jika melihat kondisi yang dipaparkan di awal, jumlah itu sangat aneh
Betapa tidak, setiap sisi tribun terlihat padat dan penuh, termasuk tribun terbuka yang didominasi para suporter. Dengan kapasitas 25 ribu penonton, laporan yang dipaparkan panitia seperti berbeda dengan kondisi sebenarnya. Ketua Panpel PSMS, Syafril Jambak, mengaku jujur membeberkan hasil penjualan tanpa ada yang dimanipulasi. "Ya kita akui penonton banyak, tapi itulah hasil dari penjualan tiket, tidak ada yang kita sembunyikan dan ini transparan untuk diketahui publik," akunya tadi malam.

Tak dipungkirinya, pihaknya kecolongan karena banyak penonton yang masuk stadion tanpa tiket. Bahkan parahnya lagi, penonton itu bisa masuk karena digiring oleh petugas panpel dan juga para pihak keamanan yang menjaga di pintu masuk khususnya di pintu tribun terbuka. "Oleh karena itu, kami mengimbau kepada petugas panpel termasuk aparat keamanan jangan lagi membawa anak atau keluarganya masuk tanpa membeli tiket, apabila terulang kembali dan ketahuan akan kami tindak," tegasnya.

Padahal, dari pantauan Waspada Online, penjagaan di pintu-pintu masuk cukup ketat. Bahkan para jurnalis peliput juga diperiksa cukup detil Press ID Card, sebelum dipersilahkan masuk. Begitu juga di pintu-pintu masuk lainnya yang dijawal sedikitnya lima personel keamanan.

Manajer Keuangan PSMS, Iswanda Nanda Ramli, memaparkan kalau hasil penjualan tiket pertandingan PSMS versus Mitra Kukar ditotal sebesar Rp261.092.500. Hasil itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.00, tribun tertutup (955) Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 juta.

"Memang kita masih banyak kecolongan, hal-hal tersebut secara perlahan akan terus kami benahi demi kelangsungan PSMS ke depannya," pungkasnya.

Manajemen PSMS IPL tak konsisten

MEDAN - PSMS yang tampil di Indonesia Premier League (IPL) terus mengalami perubahan. Setelah perubahan komposisi tim, kini giliran perubahan perangkat pelatih dengan kehadiran pelatih misterius asal Italia membuat M Khaidir turun pangkat menjadi asisten pelatih.

Namun kini struktur manajemen yang turut mengalami perubahan. MT Aritonang yang sebelumnya duduk sebagai manajer dan Jhonny Sembiring (manajer operasional) kini tak lagi menjabat. Kabarnya, posisi mereka digantikan Dolly Sinumba Siregar, Direktur PT PSMS.

Saat dikonfirmasi, Dolly sendiri belum mengakui posisi barunya itu. “Belum lagi kok, semuanya masih proses,” katanya tadi malam.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah ini merupakan campur tangan konsorsium? Perwakilan konsorsium untuk PSMS, Arif Bargot, mengatakan perubahan yang terjadi dalam tubuh PSMS IPL adalah hasil kesepakatan konsorsium. “Dari awal kita semua sudah komitmen, bahwa susunan pengurus yang ada ini hanya sementara. Mereka sudah siap hanya menjadi pengurus dalam dua pertandingan saja. Tidak ada yang ditukar, kita sudah ada kesepakatan," tegasnya.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat, mengatakan tidak ada proses menjatuhkan dan semuanya sesuai kesepakatan. Bahkan Freddy mengatakan dirinya duduk di kursi CEO juga hanya sementara. "Tidak ada pengurus yang digantikan tersinggung. Kita semua dari awal sudah sepakat kita hanya bersifat sementara. Saya sendiri saja belum resmi karena kepengurusan belum ditandatangani konsorsium," beber Freddy.

Menurut Freddy, hanya posisi pemain yang sudah tetap. Dalam hal ini, 14 pemain yang dari awal dikontrak sudah tetap. Sementara itu, penundaan jadwal kontra Arema Malang menjadi 14 Desember membuat PSMS berpikir menggelar laga ujicoba. Hal itu dilakukan untuk menilai perkembangan tim. "Sebagai tolak ukur kemajuan, kami akan menggelar pertandingan ujicoba sekaligus melihat permainan pemain asing (Ku Kyung Hyun, Julio Cesar, dan Vagner Luis)," bebernya.

Rencananya, ujicoba digelar pada Jumat (9/12) dan Sabtu (10/12) mendatang. Persiapan mepet masih menyisakan masalah, terutama kesiapan fisik pemain. Persiapan yang masih memasuki pekan kedua itu dirasakan belum cukup membuat pemain berada pada performa terbaik.

In Kyun Oh bersemangat

MEDAN - Jika ditanya siapa pemain berperforma menawan pada laga perdana PSMS kontra Persisam Samarinda di ISL 2011/2012, nama In Kyun Oh pantas diacungkan. Aksi-aksi gelandang asal Korsel ini cukup mengundang decak kagum.

Dalam skema 4-3-2-1 yang diterapkan Pelatih kepala PSMS ISL, Raja Isa, Kyun (begitu dia disapa-red) berada di tiga gelandang penopang Osas Saha sebagai striker tunggal. Kyun yang menusuk dari kiri kerap merepotkan barisan belakang lawan.

Berlari cepat, dan gocekan yang indah membuat Hamkah Hamzah cs terpaksa menghentikannya dengan tekel keras. Karena itu Kyun tengah sangat bersemangat menghadapi Persisam Putra Samarinda, Kamis sore ini. Kyun tak gentar dengan materi pemain bintang lawan.

"Saya tahu mereka (persisam) punya pemain nasional, bertabur pemain bintang. Tapi ini Medan, kita punya banyak supporter, kita akan menang, kita harus menang, dan kita pasti menang," ujarnya di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.

Semangat mantan pemain PS Bengkulu juga terlihat dari latihan ekstra yang dilakukannya. Di saat pemain lain istirahat mempersiapkan fisik yang prima, Kyun terlihat berlatih sendiri di Stadion Kebun Bunga pada malam hari.

“Belum dapat kondisi,” jawabnya saat ditanya Asisten pelatih PSMS, Suharto alasannya berlatih.

Selain jogging, Kyun juga terlihat berlatih tendangan dari luar kotak penalti. Sepertinya Kyun berniat memaksimalkan peluang dari tendangan bebas. Saat menghadapi Mitra Kukar, ia kerap dipercaya sebagai eksekutor.

Kyun akan kembali diandalkan Raja Isa untuk menyuplai bola dari lini tengah. Jika penjagaan lawan ketat, skill individu Kyun menjadi senjata untuk membongkar. Keyakinan tinggi pun dilontarkannya.

“Stamina kita punya, masalah di tim tidak ada di tim, baik personal maupun teknik. Saya siap di posisi mana saja sesuai strategi pelatih, meski belum tahu bagaimana kekuatan Persisam, tapi kami pasti menang," pungkasnya yakin.

PSMS Tolak Remehkan Persisam

Menjelang duel panas antara PSMS Medan kontra Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Teladan, Medan, pada Kamis petang, 8 Desember 2011, kubu PSMS tidak mau menganggap remeh Persisam. Sebaliknya, Persisam merupakan tim paling tangguh dan komplet dari segi materi pemain.

Pelatih Kepala PSMS, Raja Isa, bahkan menilai Persisam lebih baik dari Mitra Kukar yang bermain imbang 1-1 dengan PSMS pada Ahad lalu di Stadion Teladan Medan. Kemenangan Persisam dari tim tuan rumah PSAP di Banda Aceh, Ahad lalu, dengan skor, kata dia, akan menjadi motivasi tersendiri bagi Christian Gonzales untuk menggaet tiga angka lagi bagi kandang "Ayam Kinantan".

Ikpefua Marvelous Osas Saha dan kawan-kawan, menurut Raja, pasti akan mendapat ganjalan besar dari Christian “El Loco” Gonzales. "Persisam tandang ke Medan dengan motivasi tinggi usai memenangkan laga kontra PSAP. Dengan kemenangan tersebut, Persisam makin percaya diri. Namun saya dan asisten pelatih, Suharto A.D., sudah memikirkan cara untuk meredam kecepatan dan kepiawaian setiap pemain Persisam," kata Raja kepada Tempo, Senin, 5 Desember 2011.

Menurut Raja, tim asuhan pelatih Daniel Roekito itu hanya bisa diredam dengan meningkatkan daya serang serta meningkatkan ketahanan fisik serta stamina untuk bermain dengan teknik pressing football. "Dengan teknik menekan sepanjang pertandingan, saya yakin PSMS bisa menghadang laju Persisam untuk merebut nilai penuh di Medan," ujar Raja Isa.

Asisten pelatih PSMS, Suharto A.D., yang sukses membawa PSMS ke delapan besar Divisi Utama musim lalu, memuji Persisam sebagai tim terbesar di Indonesia saat ini. Persisam yang diperkuat pemain nasional, seperti striker Christian Gonzales bersama Yongki Aribowo, Muhamad Robby, dan Eka Ramdani serta mantan penjaga gawang PSMS Usman Pribadi dan wing bek Supriono, bersama pemain asing kenamaan berpengalaman Ronald Fagundez, di atas rata-rata pemain PSMS.

Bila saja Markus Horison (kapten PSMS) tidak mampu meningkatkan ketahanan fisik dan stamina, pasti PSMS akan kesulitan menghadapi Persisam. "Materi pemain Persisam yang memiliki karakter keras dan sprint yang luar biasa harus diimbangi dengan stamina dan fisik yang prima sepanjang pertandingan nanti."

"Namun kami optimistis hasil seri menjamu Mitra Kukar menjadi modal awal yang bagus. Sebab, Mitra Kukar juga memiliki banyak pemain berkelas. Namun pemain muda PSMS membuktikan, Mitra Kukar sempat tertinggal 1-0 pada babak pertama. Dan kami akan memperagakan permainan cepat menghadapi Persisam," katanya.
(Sahat Simatupang/Tempo)

Walikota Medan Tak Tertarik Tawaran Djohar

Walikota Medan Rahudman Harahap tidak tertarik dimintai komentar mengenai tawaran Ketum PSSI Djohar Arifin yang mengajak klub-klub yang bermain di Indonesia Super League (ISL) segera balik ke liga legal, yakni Indonesia Super League (ISL).

Saat ditanya koran ini kemarin, Rahudman hanya geleng-geleng kepala saja. Namun, saat ditanya bagaimana kondisi dualisme PSMS Medan, Rahudman menganggap tidak ada masalah.

"PSMS baik-baik saja, kemarin main bagus melawan Mitra Kukar," ujar Rahudman kepada JPNN di kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin (6/12). Rahudman datang ke Kemendagri guna menyampaikan undangan ke Mendagri Gamawan Fauzi untuk menghadiri acara Tabligh Akbar di Medan pada 18 Desember mendatang.

Seperti diketahui, PSMS pada perdana di ajang ISL kontra Mitra Kukar di Stadion Teladan pada Minggu (4/12) malam, berakir imbang 1-1.

Rahudman menilai, para penggawa asuhan Raja Isa telah bermain baik. "Laga selanjutnya melawan Persisam Samarinda, saya berharap bisa bermain lebih baik lagi dan menang," ujar Rahudman.

Seperti diketahui, sebagaimana terjadi di sejumlah klub lain di tanah air, PSMS juga kena tren dualisme. Soal ini disebabkan dua kompetisi yang bakal bergilir di negeri ini. Satu punya PSSI yang namanya Indonesian Primer League (IPL), satunya lagi gawean PT Liga Indonesia dengan kompetisi Indonesian Super League (ISL).

Nah, versi yang diketuai Rahudman Harahap, PSMS dibawa tanding di ISL. Namun, ada juga PSMS yang bertanding di IPL. PSMS ini diprakarsai oleh 40 klub pemilik dan diberi nama PSMS IPL, bukan PSMS 1950 sebagaimana diisukan selama ini.

Perkembangan terakhir, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin berharap klub-klub yang ikut ISL menyadari langkah mereka yang salah dan segera kembali ke liga resmi yang diakui PSSI, IPL.

"Saya berharap klub-klub itu segera kembali ke rumah. Lebih baik jika mereka tampil di IPL yang legal," tegas Djohar, 3 Desember 2011. (sam/jpnn)

Indonesia Super League PSMS Akan Main Cerdas Melawan Persisam

PSMS Medan akan menghadapi ujian saat menjamu tim kuat Persisam Putra Samarinda di Stadion Teladan Medan, Kamis (8/12/2011) malam. Namun, Ayam Kinantan optimistis bakal meraih kemenangan perdana di Liga Super Indonesia (LSI).

Pelatih PSMS Raja Isa menyatakan akan mengandalkan penguasaan bola dan permainan ofensif untuk meredam bintang Persisam seperti Cristian Gonzales, Eka Ramdhani, Yongki Aribowo, atau Ronald Fagundes.

"Ya, yang kami inginkan besok adalah kemenangan. Pemain siap berjuang di lapangan dan memberikan kemenangan untuk PSMS," tegas Raja Isa.

Raja Isa mengaku sudah mengintruksikan pemainnya untuk bermain cerdas dan mampu menahan emosi. Kekompakan tim adalah hal yang paling disoroti oleh pelatih asal Malaysia ini.

Target tiga poin juga diusung kubu Persisam. Skuad tim kebanggaan Kota Samarinda ini mengaku sudah siap meladeni permainan keras yang telah menjadi ciri khas anak-anak Medan.

Persisam bahkan lebih percaya diri dalam laga ini, setelah berhasil menaklukkan PSAP Sigli di Sigli.

"Para pemain sangat percaya diri menghadapi PSMS besok. Namum, kami tetap mewaspadai PSMS, karena mereka tim bagus. Apalagi mereka bermain di hadapan pendukung sendiri," kata asisten pelatih Persisam, Hendri Susilo. (Juang Naibaho/TribunNews)

Wednesday, December 7, 2011

PSMS siap, Persisam tertutup

MEDAN - Kendati diperkuat sejumlah pemain nasional, punggawa PSMS Medan mengaku siap menghadapi Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL) di Stadion Teladan Medan, Kamis besok.

Manajer Tim Ayam Kinantan, Drs Benny Tomasoa, menegaskan Markus Haris Maulana cs telah meningkatkan fisik dan stamina jelang laga tersebut. Secara terpisah, bek Novi Handriawan mengisyaratkan bersama rekan-rekannya tidak grogi melawan skuad Daniel Roekito yang diperkuat Cristian El Loco Gonzales, Yongki Aribowo, dan M Robby.

"Terus terang kami tidak grogi, apalagi tampil di Teladan yang sudah pasti didukung seratus persen penonton,” ucap Novi baru-baru ini.

Secara terpisah, Rahmad berharap PSMS bermain lebih baik dan mampu memetik angka penuh. Rahmad mengakui, Ayam Kinantan sudah pasti mendapat ujian berat apalagi El Loco cs termotivasi berkat kemenangannya di kandang PSAP Sigli. Karena itu, segenap pemain berharap kedatangan suporter bisa menjadi motivator dan pemain ke-12 bagi PSMS nanti.

"Kami butuh kehadiran suporter di Teladan karena mereka motivator dan nyawa tambahan bagi pemain," ungkap Rahmad yang diiyakan rekan setimnya, Zulkarnaen.

“PSMS memiliki peluang mengalahkan Persisam karena kekuatannya merata. Namun yang jelas semua pemain siap bertarung demi kemenangan. Bila didukung penonton dan tim tampil solid, saya optimis Persisam akan tertunduk layu di Teladan,” kata Zulkarnaen.

Sementara itu, Idris SE yang juga CEO PSMS meminta pelatih Raja Isa menyiapkan Osas Saha cs untuk tampil menyerang sejak menit pertama demi target poin penuh. Idris juga mengingatkan tidak ada satupun tim yang dianggap remeh, sebab tuan rumah atau tim tangguh sekalipun bisa takluk dari tim lemah di sepakbola.

"Jadi pemain tidak boleh lengah sedikitpun, apalagi merasa di atas lawan. Sekali saja kita meremehkan lawan, kita kalah," pesan Idris.

Dari kubu lawan, Persisam sendiri terkesan menutup diri. Pasalnya, Manajer Tim Persisam Agus enggan ditemui wartawan kendati sudah dikontak dan ditemui di penginapannya. Sebaliknya, Persisam melalui asisten pelatih Hendro Susilo mengatakan Ayam Kinantan pasti akan didukung puluhan ribu suporter fanatiknya dalam laga yang berlangsung pukul 15.30 WIB tersebut.

"Besok partai yang berat, karena kami bertanding di hadapan suporter tuan rumah. Tentu PSMS melakukan persiapan yang baik sebagai tuan rumah. Menyinggung strategi, kami akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik," paparnya.

"Kami datang ke sini bukan untuk seri atau kalah. Kami tetap ingin menang," tegas Hendro.

Menanti legalitas legiun asing

MEDAN - PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) bertekad mencuri poin pada lawatan ke Malang kontra, Sabtu (10/12) nanti. Namun keraguan masih menyelimuti skuad yang bakal ditangani pelatih asal Italia itu perihal belum adanya lampu hijau sejumlah senjata baru.

Terutama para legiun asing. Sampai saat ini, baru Vagner Luis yang dipastikan tampil pada laga krusial tersebut. Sementara dua legiun asing lainnya, Ku Kyung Hyun dan Julio Cesar masih menanti pengesahan ITC. Permasalahan yang melanda sebagian besar klub.

"Vagner tidak ada masalah karena dia memang bukan orang baru di Liga Indonesia. Kita masih usahakan untuk Ku (Kyung hyun-red) dan Julio Cesar. Kita butuh mereka untuk bisa tampil lebih baik," ujar CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat saat dihubungi via telepon seluler baru-baru ini.

Sejauh apa upaya manajemen? Pasalnya ITC terhadap debutan baru di kompetisi tanah air terkesan sulit. Lima pemain asing yang sebelumnya didatangkan lebih dulu dipulangkan karena permasalahan tersebut.

"Kita sudah urus surat-surat ke PSSI. Yang pasti kita akan desak terus dan upayakan dalam minggu-minggu ini. Jika gagal apa boleh buat kita pakai kekuatan yang ada," lanjutnya.

Bukan hanya legiun asing, pengesahan juga tengah diupayakan untuk pemain lokal. Hal ini juga turut menjadi kendala. Terbukti Aun Carbiny dan Andrea Abu Bakar pada laga sebelumnya kontra Persija baru bisa mendapat perizinan 15 menit jelang kick off. Sementara dua wing kiri, Dodi Rahwana dan Sutrisno belum bisa ditampilkan. Akibatnya PSMS kekurangan pemain di posisi tersebut.

"AK juga sedang diusahakan bisa tampil. Dodi Rahwana dan Sutrisno belum juga," katanya.

Lalu bagaimana soal kontrak para pendatang baru? "Julio Cesar dan Vagner sudah kita kontrak. Sementara AK sudah ada kesepakatan harga. Kalau Ku belum dikontrak. Memang kita tunggu pantauan dari pelatih asing nanti sekembalinya dia dari Malaysia," imbuhnya.

Menghadapi Arema, Freddy mengatakan tak memasang target muluk-muluk. "Dari awal kita semua tahu pembentukan tim dengan persiapan yang minim. Kita manajemen coba realistis. Mencuri satu poin sudah bagus. Kita yakin anak-anak bisa," pungkas mantan pemain PSMS era 80-an ini.

Lini belakang PSMS IPL menguat

MEDAN - PSMS terus menambah amunisi baru dalam upaya membenahi performa di Indonesian Premier League (IPL). Laga lanjutan kontra Arema di Malang, Sabtu (10/12) nanti, tentu bukan untuk memperpanjang catatan buruk PSMS seperti dua laga sebelumnya.

Lini per lini coba dibenahi. Namun satu lini yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah lini tengah. Dua laga terakhir, lini kedua kalah duel dari tim tamu. Kalah ngotot, miskin kreativitas dan tak ada asupan bola untuk striker. Akibatnya para striker harus kerja keras menjemput bola dari tengah.

Menariknya dari daftar buruan, tak terdapat gelandang. Asisten Pelatih PSMS, M Khaidir, mengakui timpangnya lini tengah.
"Benar lini tengah masih belum stabil. Sebenarnya ada Kiki Lusyanto dan Juanda Mayadi yang berposisi gelandang. Tapi mereka belum mendapat pengesahan," katanya, Selasa.

Belum adanya amunisi baru membuat skema tak berubah. Para pemasok bola masih dipercayakan pada Tri Yudha Handoko, Rusdianto, dan Azuan Lubis. Namun rawannya lini tengah coba ditutupi dengan penguatan di belakang.

Bermain di kandang lawan, tentu butuh pertahanan yang solid. Khaidir sedikit lega dengan kehadiran bek asal Brazil, Vagner Luis dan bek Korsel, Ku Kyung Hyun. Kedua pemain itu diharapkan bisa memperkuat pertahanan. Apalagi di bawah mistar semakin kokoh dengan hadirnya Achmad Kurniawan (AK-red). Ketiganya sudah bergabung dalam latihan.

"Ya kita coba tutupi dengan lini belakang yang lebih baik. Apalagi kekuatan kita bertambah dengan kehadiran Vagner dan Ku. Juga AK sudah berlatih. Kita harapkan mereka semua sudah bisa diturunkan menghadapi Arema," ujarnya.

Khaidir optimis, bertambahnya amunisi baru di belakang akan membuat skuadnya tampil berbeda. Misi mencuri poin pun harus dituntaskan.
"Di dua laga sebelumnya kita akan kurang tenaga di belakang. Saya yakin kehadiran mereka mampu membantu kita mencuri poin di Arema," katanya.

Selain itu PSMS juga kedatangan satu striker lagi untuk menajamkan serangan. Namun identitasnya masih belum diketahui.
"Ada satu striker lagi yang baru datang. Saya lihat cukup bagus. Kalau tidak salah dari PSM tapi bukan Marwan Sayedeh," katanya.

Tuesday, December 6, 2011

Vagner gabung PSMS IPL

MEDAN - Negosiasi kontrak yang berjalan mulus dengan Vagner Luis Olivera Marins membuat PSMS yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) memastikan memakai jasa bek asal Brazil itu.

Pertahanan PSMS pun diyakini akan lebih solid dengan kehadiran bagian dari skuad PSMS musim lalu ini. Bek yang terkenal kocak ini akan bertolak ke Medan dan mengikuti latihan Senin ini.

“Ya, banderol kontrak Vagner sudah disepakati dan deal. Besok (Senin ini-red) dia datang,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PSMS IPL, Freddy Hutabarat, baru-baru ini.

“Saya berkaus tim PSMS lagi. Besok malam saya sudah sampai di Medan dan ikut latihan Senin pagi,” bebernya saat dikonfirmasi.

Salah satu bagian dari negosiasi yang diminta Vagner adalah penyediaan rumah tinggal selama di Medan. Karena itu, ia berniat memboyong istri dan anaknya dari Brazil.

“Kesepakatan sudah tidak ada masalah, termasuk rumah yang saya minta kepada manajemen. Motivasi saya meningkat kalau ada keluarga. Saya yakin akan cetak gol untuk PSMS,” ujarnya optimis.

Dia meyakini tim yang saat ini sedang berada pada kondisi yang cukup mengkhawatirkan lantaran minimnya persiapan akan berangsur-angsur membaik dan bangkit dengan penambahan pemain.

Bergabungnya Vagner juga diiringi sinyal positif dari pemburuan pemain lain. Marwan Sayedeh (PSM Makassar) dan Achmad Kurniawan (Arema Malang) tinggal selangkah lagi bergabung.

“Marwan Sayedeh juga bisa dibilang hampir pasti ke PSMS, sama dengan Achmad Kurniawan,” kata Freddy lagi.

Selain itu, PSMS juga tengah mengusahakan Ku Kyung Hyun bergabung. Pemain asal Korsel yang sebelumnya seleksi bersama PSMS ISL ini digadang-gadang menjadi tandem Vagner di lini belakang. Selain itu, bek kiri timnas U-23, Septia Hadi, juga masuk radar.

“Kalau ada Ku dan Vagner, pertahanan kita tentu akan lebih baik. Kita juga incar Septia Hadi, tapi masih diupayakan,” kata mantan pemain PSMS 1980-an itu.

Persisam Berbenah Jelang Lawan PSMS

Menjelang lanjutan pertandingan pada kompetisi ISL menghadapi PSMS Medan yang akan digelar Kamis (8/12) di Medan, Persisam Putra Samarinda mengevaluasi semua lini didalam tim, termasuk lini pertahanan.

Asisten pelatih Persisam Samarinda, Hendri Susilo akan melakukan evaluasi tim secara keseluruhan.

"Tim sudah ada di Medan. Baru besok kami akan melakukan kondisi. Semua tim siap untuk diturunkan. Namun kami hanya akan sedikit evaluasi dan melakukan perbaikan didalam tim ini," ujar Hendri.

Persisam belum bisa diperkuat oleh pemain asingnya seperti Luc Owana Zoa dan Srdjan Lopocic yang masih menunggu persetujuan dari federasi sepak bola negara sebelum dia bermain di Indonesia. Sedangkan Jerry Boima Karpeh dipastikan tidak tampil karena ITC pemain tersebut belum keluar.

Ketika ditanya pengaruh absennya ketiga pemain asing tersebut, coach Hendrie mengatakan, "tidak ada masalah, semua pemain kami siap untuk pertandigan nanti," tegasnya. (Saragih/DuniaSoccer)

Monday, December 5, 2011

Panen Kartu

MEDAN-Kemenangan di laga perdana Indonesia Super League (ISL) bagi PSMS Medan pupus. Memimpin 1 gol hingga menit ke-86, PSMS harus puas dengan hasil seri setelah pemain Mitra Kukar, Pierre Njanka, berhasil menyamakan kedudukan.

Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.

Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.

Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.

Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.

Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.

Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.

Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)

Panen Kartu

MEDAN-Kemenangan di laga perdana Indonesia Super League (ISL) bagi PSMS Medan pupus. Memimpin 1 gol hingga menit ke-86, PSMS harus puas dengan hasil seri setelah pemain Mitra Kukar, Pierre Njanka, berhasil menyamakan kedudukan.

Laga yang dihelat di Stadion Teladan, Minggu (4/12) malam ini berlangsung keras. Sedikitnya delapan kartu kuning serta satu kartu merah dikeluarkan wasit Prasetyo Hadi untuk Isnan Ali.

Kemarin, PSMS dan Mitra Kukar memang memperagakan permainan terbuka. Namun, duel lebih sering terjadi di sektor tengah, sehingga tak banyak peluang untuk unggul lebih dulu yang tercipta bagi kedua tim.

Ribuan pecinta Ayam Kinantan bersorak kegirangan menjelang babak pertama usai. Tim kesayangan mereka berhasil unggul. Tendangan bebas Inkyun Oh disambut tandukan Luis Pena yang merobek jala kiper Mitra Kukar Hendro Kartiko.

Permainan PSMS dan Mitra Kukar tidak mengalami perubahan di babak kedua. Kendati demikian
tensi permainan makin meninggi. Sejumlah pelanggaran keras yang dilakukan membuat laga sempat terhenti beberapa kali.

Mitra Kukar yang berusaha mengejar ketertinggalan bermain lebih ngotot. Penetrasi Saktiawan Sinaga beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Kendati demikian, mereka gagal menceploskan bola ke gawang lawan.
Upaya tim tamu untuk menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil empat menit menjelang pertandingan berakhir. Setelah menerima umpan Heru Nerly, Pierre Njanka kemudian melewati pemain belakang PSMS, sebelum akhirnya memperdayai kiper Markus Haris Maulana.

Selang tiga menit kemudian, Mitra Kukar harus kehilangan satu pemain setelah Isnan Ali diganjar kartu merah, karena melanggar Osas Saha yang berpeluang mencetak gol. Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim bersama ribuan penonton mengheningkan cipta. Doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sabtu pekan lalu. Kedua tim juga memakai ban hitam dilengan masing-masing tanda turut berduka atas tragedi yang terjadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Medan dan PSMS yang ikut merasakan kesedihan warga Kutai Kartanegara,” kata Arief Yanto, pelatih kiper Mitra Kukar.

Ribuan pendukung PSMS yang berdesakan di Stadion Teladan Medan hening sekitar satu menit. Seluruh bunyi-bunyian dari alat yang biasa dibunyikan untuk menyemangati penonton, berhenti seketika saat panitia mengumumkan hening cipta untuk korban Mahakam II. “Kita harus menghargai warga Kutai Kartanegara yang sedang berduka. Duka warga Kutai Kartanegara adalah duka kita juga,” kata Robert Simatupang, salah satu pendukung PSMS.(saz)

PSMS IPL Pelatih Asal Italia Isi Posisi Khaidir

Kebijakan baru diputuskan manajemen PSMS Medan menghadapi lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Posisi arsitek yang sebelumnya ditangani M Khaidir akan dibesut pelatih asal Italia.

Tim berjuluk Ayam Kinantan ini terus membenahi internal timnya setelah kekalahan beruntun yang dialami PSMS pada lanjutan Kompetisi IPL baru-baru ini.Penggantian posisi pelatih kepala tersebut kini menjadi perbincangan hangat.Wajar saja, tim yang sudah mulai kompak di tangan prajurit TNI berpangkat pembantu letnan dua (Pelda) itu harus kembali memulai dari awal.

Kehadiran pelatih asing yang notabene merupakan sosok yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia patut dipertanyakan.Namun,Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat menanggapi berbeda. Ditemui kemarin,Freddy mengatakan, pembentukan tim yang cukup singkat telah disepakati hanya berlaku sementara untuk dibenahi pada saat kompetisi berjalan.

“Dari awal pembentukan,kami berkomitmen bahwa manajemen ini hanya berlaku sementara waktu.Karena,sampai waktu dibentuk,status manajemen belum jelas,termasuk saya (CEO).Sementara ini belum permanen dan sekarang baru kami membentuk manajemen yang permanen termasuk pelatih,”ujarnya.

Tidak hanya manajemen,kondisi sementara juga menurutnya terjadi pada posisi pelatih yang sebelumnya dititahkan kepada M Khaidir.“Kami sudah mufakat, termasuk pelatih.Dia (M Khaidir) juga tidak sakit hati dan mengalah,”katanya. Menurut Freddy,M Khaidir yang membentuk tim tidak akan dilengserkan. Khaidir akan berperan sebagai asisten pelatih bersama Edy Syahputra.M Khaidir tetap akan jadi asisten karena dia yang tahu tim ini seperti apa,”sebut mantan pemain PSMS era 1980-an tersebut.

Dia meyakini antara M Khaidir dan pelatih asal Italia tersebut bakal terjalin kecocokan. “Intinya begini,pelatih Italia itu datang untuk membenahi skuad PSMS.Jadi,dengan begitu, dia tentu akan bekerja sama dengan semua pihak,termasuk M Khaidir,”tutur Freddy. Freddy mengaku belum berani menyebutkan nama pelatih tersebut lantaran sudah menjadi kesepakatan dengan manajemen PSMS.“Nanti saja,tunggu sudah deal baru dipublikasikan.Itu yang dia minta dan kami sudah menyetujuinya.Tidak etis kalau kami langgar,”ungkapnya.

Sementara M Khaidir mengaku sejak awal memang diproyeksikan sebagai asisten pelatih. “Sejak awal,saya memang diproyeksikan jadi asisten pelatih.Enggak ada masalah kalau harus mendampingi pelatih asing.Pagi ini,latihan akan digelar di Stadion TD Pardede dan mungkin pelatih baru akan hadir,”ungkapnya. (Syukri Amal/Sindo)

PSMS yakin 4-besar ISL

MEDAN - Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa optimistis dapat membangkitkan kembali kejayaan klub kebanggaan masyarakat Kota Medan itu seperti ketika berlaga di era kompetisi perserikatan.

"Bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan.
Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Hooligan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan. Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.

"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.

Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar. "Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.

PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan. "Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.

Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru. "Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.

Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro. Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(dat06/antara)

Kemenpora Kucurkan Rp10 M Untuk Renovasi Stadion Teladan

Stadion Teladan yang dibangun 1950 dan kelar dibangun 1953 silam kondisinya nyaris masih serupa. Tak ada pembenahan berarti untuk menyongsong perkembangan zaman. Dibanding stadion lain di tanah air, Stadion Teladan yang dulu sempat masuk lima besar stadion megah di negeri ini, kondisinya sangat memprihatinkan.

Nyaris seluruh masyarakat Medan pasti tidak akan lagi kaget ketika ada info laga di Teladan ditunda lantaran lapangan stadion banjir. Hujan deras sedikit saja bisa menenggelemkan sepatu pemain. Itulah kondisi terkini stadion yang dibangun untuk turut menyokong kegiatan PON III tahun 1953.

Berulang kali publik minta stadion ini dipercantik, tak harus megah namun cukuplah untuk menampung kenyamanan penonton. Bahkan perwakilan Asian Football Confederation (AFC) akhir September lalu mempertegas bahwa Stadion Teladan memang harus direnovasi untuk menjamin bisa menggelar laga di liga profesional.

Alasan klasik selalu diapungkan stake holder kota Medan. Yakni tak ada pos anggaran renovasi. Bak dapat hujan di tengah kemarau, Pemko Medan tiba-tiba bilang bahwa mereka berhasil mendekati Kementrian Pemuda dan Olahraga alias Kemenpora yang dipimpin Andi Malarangeng. Lewat ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis didapat kepastian bahwa Kemenpora siap menggelontorkan dana sebesar Rp10.927.000.000, untuk merenovasi stadion yang usainya sudah 58 tahun itu.

Menurut pria yang akrab disapa Opung itu, pihaknya beserta panitia renovasi Stadion Teladan yang dibentuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat persetujuan memakai anggaran Kemenpora sebesar Rp10 miliar lebih, dari dana renovasi bangunan olahraga bersejarah.
(ful/sumutpos)

Imbangi PSMS 1-1 Njanka Selamatkan Mitra dari Kekalahan

PSMS Medan dan Mitra Kukar harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan, Minggu 4 Desember 2011.

Pertandingan keras terjadi sejak babak pertama. Tercatat wasit Prasetyo Hadi harus mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah di laga ini. Kartu merah diterima bek Mitra Kukar Isnan Ali pada menit ke-89.

PSMS sempat memimpin pertandingan sejak menit ke-44 melalui sundulan striker Luis Pena yang memanfaatkan tendangan bebas In Kyun Oh. Pena berhasil mengalahkan Hendro dalam duel udara. PSMS pun unggul 1-0 hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua tempo permainan tidak berubah, dan baik PSMS dan Mitra Kukar tetap menunjukkan permainan kasar. Pelatih Mitra Kukar, Simon McMenemy, sempat terlihat beberapa kali berteriak di pinggir lapangan karena tidak puas dengan keputusan wasit Prasetyo Hadi.

Hujan yang turun di babak kedua membuat pertandingan semakin memanas. Mitra Kukar yang bermaterikan pemain-pemain Timnas Indonesia akhirnya baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-86.

Berawal dari tendangan Heru Nerly, bola kemudian jatuh ke kaki Pierre Njanka. Bek asal Kamerun tersebut kemudian mengecoh satu pemain belakang PSMS dan kiper Markus Haris Maulana. Njanka kemudian melepaskan tendangan kaki kiri yang menggetarkan gawang tim tuan rumah.

Menit ke-89, Mitra Kukar harus bermain dengan 10 pemain setelah Isnan Ali melakukan pelanggaran profesional terhadap Osas Saha yang tinggal berhadapan dengan kiper Hendro Kartiko. Beruntung Mitra Kukar berhasil mempertahankan kedudukan 1-1 hingga laga usai dan sukses mencuri satu poin di laga ini.

Susunan Pemain
PSMS Medan: Markus Haris Maulana; Rahmad, Sasa Zasevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoto; Anton Samba, Zainal Anwar; Zulkarnain, Luis Pena, In Kyun Oh; Osas Saha.

Mitra Kukar: Hendro Kartiko; Z Gamal, Pierre Njanka, Hamka Hamzah, Isnan Ali; Arif Suyono, Ahmad Bustomi, Ardan Aras, Zulham Zamrun; Jajang Mulyana (Anindito, Bobby Satria, 93), Saktiawan Sinaga (Heru Nerly, 60). (Haryanto Tri Wibowo/Vivanews)

Saturday, December 3, 2011

Raja Isa Optimistis Bangkitkan Kejayaan PSMS

Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa optimistis dapat membangkitkan kembali kejayaan klub kebanggaan masyarakat Kota Medan itu seperti ketika berlaga di era kompetisi perserikatan.

"Dengan bermaterikan pemain yang ada sekarang ini, saya yakin kejayaan PSMS dapat diraih kembali seperti masa-masa lalu," katanya di Medan Jumat malam usai perkenalan skuad PSMS kepada masyarakat Medan yang akan berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Teladan Medan.

Untuk itu, lanjut dia, dukungan dari masyarakat Kota Medan terutama para sporter fanatik "Ayam Kinantan" (Julukan PSMS Medan-red) seperti Smeck Holigan, Kampak FC dan PSMS Fans Club sangat dibutuhkan.

Menurut dia, PSMS Medan adalah salah satu tim besar yang sudah punya nama di Indonesia namun dalam beberapa tahun belakangan prestasi PSMS jauh dari yang diharapkan layaknya ketika jaya-jayanya diera 1980-an.

"Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita bangkitkan kembali PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.

Sementara berbicara mengenai target di ISl, pria yang pernah menangani Persiram Raja Ampat ini mengatakan, dirinya optimistis klub yang ditanganinya itu dapat menembus delapan besar, bahkan ia juga berkeyakinan timnya dapat bertengger di empat besar.

"Kalau pemain fokus, saya yakin PSMS bisa menembus empat besar. Saya tidak mau banyak cakap, yang penting kami tetap mendapat dukungan dari semua masyarakat di kota ini dan kami yakin dapat mewujudkan harapan besar itu," katanya.

PSMS Medan sendiri akan melakoni laga perdana Minggu (4/12) melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan Medan. Bermain di depan publik sendiri, tentunya menjadi tenaga tambahan bagi Osas Saha dan kawan-kawan.

"Dukungan dari penonton dilaga perdana melawan Mitra Kukar di Stadion Teladan sangat kami butuhkan. Kami akan petik poin tiga angka di kandang demi menyenangkan masyarakat Kota Medan," katanya.

Sementara sang kapten, Markus Haris Maulana mengatakan, berbeda dengan kompetisi sebelumnya, skuad PSMS tahun ini tampil beda dengan rata-rata diperkuat oleh pemain muka baru.

"Dengan materi pemain yang ada seperti sekarang ini, saya yakin PSMS dapat bertahan di papan atas, tentunya dukungan dari pecinta PSMS tetap kami butuhkan," katanya.

Nama-nama pemain yang memperkuat PSMS Medan di ISL 2011/2011 yakni kiper Markus Harison, Eddy Kurnia, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Eko Prasetyo, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro.

Kemudian Sasa Zecevic, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnain, Masrudin Al Massi, Alamsyah Nasution, M Antoni, dan Jimmy Mak, Luis Pena dan Inkyun Oh, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Ostanika dan Osas Saha.
(antara)

PSMS ISL cari untung dari tiket

MEDAN - Antusias penonton yang tinggi selama perhelatan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 menjadi pertimbangan Panitia Penyelenggara Laga Kandang PSMS yang tampil di Indonesia Super League (ISL) menaikkan harga tiket. Harga tiket termurah mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu.

Harga tiket itu berlaku mulai laga kandang kontra Mitra Kukar, Minggu nanti. Sebanyak 30 ribu lembar tiket telah dicetak dengan rincian Rp30 ribu (tribun terbuka), Rp60 ribu (tribun tertutup), dan Rp100 ribu (VIP dan VVIP). Sebagai perbandingan musim sebelumnya, tiket tribun terbuka Rp20 ribu, tertutup Rp50 ribu, dan VIP Rp75 ribu.
Sebelumnya, harga tiket PSMS Rp40 ribu untuk tribun terbuka, Rp75 ribu (tertutup), dan Rp100 ribu untuk VIP dan VVIP. Namun setelah Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengajak wartawan berdiskusi baru-baru ini, harga tiket pun diturunkan. "Tahun lalu saja saat Divisi Utama penonton penuh. Apalagi kita berada di liga tertinggi (ISL) penonton pasti tidak ragu," katanya tadi malam.

Namun share soal harga tiket baru dilakukan setelah tiket tercetak. Pantauan Waspada Online, pada tiket masih tertera harga sebelumnya. Menanggapi ini, Ketua Panpel Safril membenarkan tiket sudah dicetak dengan harga lama. Namun pihaknya sepakat membuat diskon. "Begini, memang tiket sudah dicetak. Tapi hasil kesepakatan memutuskan kita membuat kebijakan diskon. Kita sudah berkoordinasi dengan petugas-petugas loket yang ditugaskan," ujarnya.

Namun tidak tertera stempel diskon pada tiket sehingga tidak menutup kemungkinan bisa dimanipulasi di lapangan. Klub-klub suporter memperoleh jatah 2000 tiket dengan potongan khusus pula. Saat ini, PSMS didukung tiga kelompok suporter, yakni Kampak FC, PSMS Fans Club, dan SMeCK Hooligan.

Sangat disayangkan kenaikan harga tiket terjadi saat kondisi finansial PSMS jauh membaik dibanding musim lalu. Pasalnya, musim ini Ayam Kinantan didukung sponsor utama dalam diri Bakrie Sumatera Plantations.

Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap, mengajak masyarakat khususnya publik sepakbola Kota Medan mendukung PSMS agar dapat meraih prestasi maksimal pada kiprahnya di kompetisi ISL musim 2011/2012.

Di laga perdananya, Osas Saha cs akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Teladan, Minggu pukul 19.00 WIB. Menurut Ketua Umum PSMS itu, tidak ada istilah selain timnya harus menang.

PSMS kenalkan skuad ISL

MEDAN - PSMS Medan yang dipersiapkan menghadapi Indonesian Super League (ISL) resmi diperkenalkan ke publik sepakbola Medan dalam launching di pelataran parkir Stadion Teladan, Jumat malam.

Sebelumnya, pemain bersama pelatih dan manajemen lebih dulu diarak naik odong-odong dari Stadion Kebun Bunga Medan. Sesampainya di Teladan, sorak sorai pun pecah saat kedatangan Markus Haris Maulana cs.

Tak lama kemudian, pemain diperkenalkan satu per satu ke hadapan publik. Mulai dari Markus selaku kapten tim sampai gelandang Korsel, In kyun Oh, naik ke atas panggung diiringi tepuk tangan penonton. Begitu juga dengan Pelatih Raja Isa dan Benny Tomasoa (manajer tim).

Sayang, MC lupa menyebutkan nama trio asisten pelatih yang selama ini bekerja keras dalam pembentukan skuad jelang kedatangan Raja Isa, yakni Suharto, Roekinoy dan Sugiar. Begitu juga dengan Sekretaris Tim yang dipercayakan kepada Fitya Hamdi. Kondisi ini pun membuat wartawan peliput spontan berteriak agar MC memanggil Suharto cs ke panggung.

Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Medan, Kadispora Hanas Hasibuan berharap PSMS ISL dapat mengulang kejayaan masa lampau. Sementara itu, Pelatih Raja Isa berharap PSMS punya nama besar di Indonesia dan suporter juga tetap mendukung tim demi kemajuannya ke depan.

"Kita juga berharap tetap ada dukungan dari manajemen dan yang paling penting oleh media," tegas pelatih asal Negeri Jiran juga menargetkan PSMS mampu menempati posisi delapan besar.

"Tak menutup kemungkinan kita bisa berada di posisi empat besar bahkan
juara. Namun, ini tetap harus menuai dukungan dari masyarakat Kota Medan," katanya sembari mengajak masyarakat beramai-ramai memberi dukungan untuk PSMS melawan Mitra Kukar pada Minggu besok.

Skuad PSMS ISL

Markus Haris Maulana (c), Eddy Kurnia, Alrian Suhabi (kiper); Novi Handrawan, Eko Prasetyo Ariyanto, Ledi Utomo, Sasa Zecevic, Ramadhan Syahputra, Rahmad, Denny Rumba, Wawan Widiantoro (belakang); Zainal Anwar, In Kyun Oh, Anton Samba, Zulkarnaen, Masruin Al Massi, Sulaiman Alamsyah Nasution, Muhammad Antoni, Jimmy Mak (tengah), Luis Alejandro Peria, Rubben, Toni Cussel, Sigit Sudarmawan, Arie Supriatna, Yoseph Niko Ostanika, Ikpefua Osas M Saha (depan)

Pemain magang: Wiganda Pradika (PSMS U-21) dan Ananias Fingkreuw (Persipura U-21)

Kala PSMS pelihara dualisme

MEDAN - Seminggu belakangan PSMS Medan dalam ketegangan. Keabu-abuan dalam menentukan sikap menghadapi kompetisi yang terjadi di tanah air berujung pada dualisme di tubuh PSMS sendiri.

Nama PSMS Medan terdaftar di dua kompetisi yang bersebrangan, Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). Mengikuti tren dualisme seperti yang terjadi di klub-klub lain seperti Persija Jakarta, Arema Malang, dan Persebaya Surabaya.

Tentunya ada dua kubu dengan pemikiran yang tidak sama. Perang statement di media antara kubu ISL dan IPL menghiasi headline media massa di Medan. Karena itu, suasana pertemuan 40 klub yang difasilitasi Pengurus PSMS di Garuda Plaza Hotel (GPH) baru-baru ini dalam tensi tinggi.

Namun ketegangan hanya di awal. Rapat berjalan adem ayem dan tidak ada perdebatan yang pelik. Pertemuan membahas dualisme yang terjadi berakhir antiklimaks. Intinya tak ada yang membantah PSMS tetap berjalan di dua kompetisi. Ketua Umum Perisai Pajak, Julius Raja, mengatakan sudah terlambat memperdebatkan soal ISL atau IPL karena dua tim sudah berjalan.

"Arah PSMS sudah jelas. PSMS yang main di IPL juga sudah jalan. Biarlah PSMS yang ISL jalan dan IPL jalan. Tidak mungkin lagi kita ubah. Harusnya sebelumnya ada voting," ujarnya baru-baru ini.

Tudingan terhadap PSSI yang tidak tegas menyikapi dualisme yang terjadi tak terbantahkan lagi.

"Ini memang yang diciptakan PSSI. Dualisme-dualisme seperti ini. Ketegasan dari PSSI itu tidak ada. Kalau ada, ngapain kita berdebat di sini," tukasnya.

Meskipun juga ada suara-suara yang resah melihat dualisme yang terjadi dan mengkritisi soal pilihan ke ISL.

"Jangan hanya salahkan PSSI, salahkan juga PSMS. Dibenarkan tidak oleh FIFA ada dua kompetisi. Karena kiblat kita ke sana. Pak Idris berani tanggung jawab nggak soal pilihan ini? Kalau berbicara lebih baik dua kompetisi ini digabung. Kita saja di PSMS tidak tahu lagi di mana berkiblat. Kalau kemudian hari ISL tidak disahkan, ke laut kita," ujar Fauzi Hasballah dari Kesawan Putra.

Sebelumnya, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, memaparkan alasan pihaknya memilih ISL. Dikatakan, awalnya mereka sepakat PSMS memilih liga resmi tapi pembagian 70:30 yang ditawarkan konsorsium secara tidak langsung membuat PSMS terjual. Belum lagi, konsorsium juga tidak memberi uang jaminan Rp15 miliar yang diminta.

Pemahaman soal pembagian saham ini coba dikoreksi Dolly Siregar dari PS Padang Lawas. "Pembagian saham 70:30 yang dimaksud bukan soal kepemilikan. Tapi pembagian keuntungan. Dan itu sudah tertulis di MoU," ujarnya turut diamini Johnny Sembiring.

Rapat diakhiri dengan pembagian uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta plus lima bola kepada peserta Turnamen Rahudman Cup. Rapat pun berakhir dengan senyuman tanpa solusi permasalahan. Mengendorkan kembali urat syaraf yang sebelumnya tegang antardua kubu.

Kesimpulannya kedua kubu dipersilahkan menjalankan opsi pilihannya masing-masing. Soal benar atau salah sepertinya berkiblat pada ungkapan klasik "biar waktu yang menjawab". Seakan tak sadar kalau di luar gedung rapat, dahi publik pecinta sepakbola Medan berkerut memikirkan nasib tim pujaannya.

Tak dipungkiri dua musim berlalu sejak turun kasta, ekspektasi publik Medan memang menggunung ingin melihat kembali tim pujaannya berlaga di level 1. Lalu kondisi apakah sudah menjawab ekspektasi dan layakkah ini dianggap sebuah kebanggaan?

Di mata sepakbola nasional, PSMS bukan lagi The Killer (baca pembunuh-red) yang ditakuti di era perserikatan dahulu. Seorang kawan di Malang menyebutkan PSMS bak klub "salon" yang sibuk mempercantik diri di hadapan Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin Husin-red) dan PT Liga Indonesia.

Jajaran elit pengambil kebijakan tak kuasa mengambil sikap atas dua opsi yang ditawarkan. Atas IPL hadir dengan menyebut dirinya resmi dan sederet konsep profesional yang aplikasinya kabur. Di sisi lain, ilegalitas ISL tertutupi dengan pakem lama yang menjual dengan kehadiran tim-tim elit seperti Persipura, Sriwijaya, dan tim bertabur bintang lainnya.

Nah, jangan dilupakan iming-iming dana yang ditawarkan dua pengelola kompetisi kepada peserta. Gelontoran dana bermiliar-miliar juga pembagian saham keuntungan pastinya menggoda di tengah peraturan tanpa APBD yang segera diberlakukan. Artinya, klub-klub tak perlu bersusah payah mencari dana.

Faktanya, bukan kebanggaan yang diberikan kepada publik namun kebingungan. Kalau diajak menonton PSMS tentu pertanyaan yang muncul "PSMS yang mana? Yang ISL atau IPL?" Silahkan memilih atau menikmati keduanya….

Jadwal Kembali Berubah Arema Lawan PSMS di Laga Perdana IPL

PSSI kini mulai merasakan ruwetnya kompetisi di Indonesia, dan yang menjadi korban adalah tim dan juga pencinta sepakbola Indonesia. Setelah berulang kali merevisi jadwal Indonesian Premier League (IPL), kini mereka kembali melakukan revisi, dan salah satu tim yang mengalami perubahan jadwal adalah, Arema Indonesia.

Laga perdana tim kebanggaan warga Malang tersebut, kembali mengalami perubahan untuk kesekian kalinya, Arema dipastikan melawan PSMS Medan pada tanggal 10 Desember di laga kandang perdananya musim ini. Sebelumnya Arema dijadwalkan bakal menghadapi Bontang FC pada 8 Desember.

"Kami menerima perubahan jadwal dan tanggal pertandingan itu dari PSSI, namun kami masih menunggu surat resminya, sebab kemungkinan saja hal itu bisa berubah lagi," ujar Media Officer Arema Indonesia Noor Ramadhan.

"Perubahan jadwal yang dilakukan PSSI ini lebih dikarenakan ada niatan menata ulang kembali serangkaian jadwal IPL yang belum digelar, karena mundurnya sejumlah klub kemudian masuk ke Indonesian Super League (ISL), seperti Persipura, Persidafon dan Persib Bandung," katanya.

Sebelumnya, Arema mengalami dua kali pembatalan pertandingan, yakni ketika laga tandang (away) melawan Persipura Jayapura (26/11) dan Persidafon Dafonsoro (29/11), sebab kedua tim bersangkutan menyatakan mundur.

Selain itu, laga Arema melawan Mitra Kukar yang sedianya digelar di Stadion Gajayana, Kamis, 1 Desember juga dibatalkan dengan alasan yang sama, yakni tim bersangkutan pindah ke ISL.

"Kalau semisal ada perubahan lagi, itu semua tergantung dari PSSI," pungkas Nunun. (antara)

Jelang PSMS ISL v Mitra Belum Kantongi ITC, Bent Terancam Absen

Mitra Kukar akan bertemu PSMS Medan, Minggu, 4 Desember 2011. Sayang, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011/12 ini, Mitra terancam tanpa pemain andalannya yang pernah merumput di Liga Inggris, Marcus Bent.

Bent terancam absen karena belum mengantongi International Transfer Certification (ITC). Nasib yang sama juga dialami oleh dua pemain asing lainnya, Lee Shang Min dan Nemanja Obric. Sedangkan Pierre Njanka bisa tampil karena sudah punya ITC.

"Satu pemain, Pierre Njanka bisa turun karena sudah punya ITC. Yang tiga ini belum dapat ITC," kata Direktur Keuangan Mitra Kukar, Ari Junaedi kepada VIVAnews, Jumat, 2 Desember 2011.

Musim ini Mitra Kukar telah merekrut empat pemain asing. Namun tim berjuluk Naga Mekes itu tidak bisa menurunkan seluruhnya saat bertandang ke markas PSMS, Stadion Telandan, Minggu nanti.

Aji mengaku tidak tahu siapa saja pemain lokal yang akan diplot mengisi pos pemain asing yang absen. Namun menurutnya, perombakan akan dilakukan mengingat ketiganya masuk tim inti.

"Kami serahkan semua ke pelatih," kata Aji.

Absennya Bent tentu saja merugikan Mitra Kukar. Sebab, pengalaman pemain yang pernah merumput di Liga Inggris ini sangat dibutuhkan untuk mendobrak pertahanan Ayam Kinantan.

Dua lainnya yakni Obric dan Lee merupakan pembagi bola di lini tengah. Lee beroperasi sedikit di belakang, mengantarkan bola dari bek ke tengah, sedangkan Obric menyuplai bola ke duo striker Mitra.

"Strategi berubah, tapi kondisi tim tetap bagus. Anak-anak semangat," kata Aji. (Ikram/Marco Tampubolon/Vivanews)

Friday, December 2, 2011

Panjar Kontrak Demi Rp5 Miliar

MEDAN- Hingga saat ini PSMS yang disiapkan tampil di Indonesian Super League (ISL), segera mengumpulkan Rp6,5 miliar. Dana itu bersumber dari PT Bakrie Sumatra Plantations sebagai sponsor utama senilai Rp5 Miliar, dan dari PT Liga Indonesia sebesar Rp1,5 Miliar.

Hal itu dijelaskan Iswanda Nanda Ramli selaku Komisaris merangkap Manajer Keuangan PT PSMS, yang menaungi PSMS untuk bertarung di kancah ISL Kamis (1/12) kemarin.

Dijelaskannya, Bakrie Sumatra Plantations murni membantu PSMS tanpa embel-embel penguasaan saham. “Ini murni bantuan sponsorship tanpa penguasaan saham 70-30 persen seperti yang diisukan selama ini,” kata Nanda.

Konsekwensi dari bantuan itu juga sangat ringan. PSMS dituntut hanya menempatkan nama dan logo perusahaan itu di bagian depan kostum PSMS. Namun pencairan dana senilai Rp5 Miliar itu harus menanti draft kontrak pemain, baik asing maupun lokal. Plus kontrak pelatih tentunya. “Ketika draft kontak sudah kita selesaikan, maka itu akan segera kita laporkan kepada Bakrie Sumatra Plantations. Jika sudah lengkap, maka dana Rp5 miliar segera cair,” kata Nanda.
Untuk itu, pengurus kejar target untuk segera menyelesaikan kontrak. Kamis sore kemarin, tampak sejumlah pemain asing digiring ke ruangan Ketua Umum di Stadion Kebun Bunga. Ada Osas Saha, Sas Zecevic dan Inkyun Oh bersama agen masing-masing. Kabarnya mereka sudah teken panjar kontrak. Namun tidak diketahui pasti jumlah masing-masing kontrak. Raja Isa sebagai pelatih juga dikabarkan sudah terima panjar.

“Benar, pemain asing sudah dapat panjar kontrak. Yang lain menyusul secepatnya,” kata Nanda menambahkan.
Sementara itu, dana Rp1,5 Miliar dari PT Liga Indonesia sudah diterima tunai. Itu juga diakui Nanda. “Kalau yang dari ISL sudah cair Rp1,5 milar,” singkatnya.

Soal kompetisi yang dipilih, Nanda berharap tak ada saling tuding bahwa mereka yang paling benar. Intinya saat ini PSMS ada di dua kompetisi berbeda dan mereka tetap butuh dukungan dari pendukung setia PSMS dan tentu saja dari kalangan media. “Tanpa media kita tidak ada apa-apanya. Kalau ada salah kami siap dikoreksi. Inilah hubungan baik yang kita harapkan. Saya memilih terbuka kepada media,” lanjutnya.

Namun begitu, Nanda menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mendatangkan sponsor lain. “Kami masih berusaha untuk datangkan sponsor lain. Utamanya dari pengusaha lokal. Kami juga punya tim marketing, kalau gagal dapatkan sponsor dalam kurun waktu tertentu, maka kami akan pecat marketingnya,” bebernya.

Sayangnya, hingga kini belum ada gambaran pasti siapa calon sponsor lokal PSMS. Karena menurut Nanda pihak sponsor yang sedang dilobi masih akan menantikan partai perdana di Stadion Teladan, yang akan disiarkan langsung oleh stasiun ANTV. “Dua partai pertama PSMS di Teladan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Ini kesempatan kita untuk menjual produk kepada sponsor,” pungkas Nanda yang juga ketua AMPI Kota Medan itu. (ful)

Fakta ISL vs IPL

Perbedaan LPI dan LSI
A. Dulunya LPI membuat liga tandingan karena kecewa dengan kepemimpinan PSSI era Nurdin / Djoko Driyono CS , dan apa yang membuat mereka kecewa ??? yaitu pelanggaran2 dari yg ringan sampai pelanggaran berat/ major, selama memimpin 2 periode ( kurang lebihnya ada 12 items):
1. Melanggar telak statuta FIFA pasal 33 yang berisi larangan untuk menjadi anggota
organisasi sepak bola bagi orang yang pernah terjerat kasus kriminalitas.
2. Menentang peringatan Presiden FIFA , Sepp Blatter utk segera mengganti Nurdin
dan memelintir statuta FIFA / pembohongan publik , ini juga pelanggaran telak terhadap Statuta FIFA/PSSI
3. Suap dan pengaturan skor merajalela, terutama di PSSI daerah, wilayah Divisi Utama , Divisi I, II,III.
4. Laporan pertanggung jawaban APBN dan PT LI sebagai pengelolah liga yang tidak transparan , bahkan tidak mau di audit,Keuangan dari APBN ,hasil tiket , sponsor ,
hak siar TV , denda2 klub dari komdis entah kemana laporannya??
5. Hutang puluhan milyar tanpa jelas untuk apa? kemana arahnya ? tidak ada laporannya?
6. Prestasi teamnas yang terus merosot / Peringkat FIFA yg turun terus
7. Pertama kali gagal lolos ke putaran final piala asia 2011 sejak tahun 1996
8. Praktis selama 8 tahun kepemimpinan Nurdin dan Djoko driyono CS ( 2 periode),
tidak ada satupun prestasi diukir team nasional. Bahkan pernah teamnas U-21 pernah dikalahkan oleh Laos team terlemah di asia tenggara.
9. Fairplay yang sangat rendah ,pertandingan dikompetisi LSI pernah diulang sampai 4X , hanya untuk menyelamatkan klub Pelita jaya dari jurang degradasi ; beberapa klub selalu mendapat penalty ; menit terakhir injury time Arema V Persebaya , tidak ada pelanggaran berarti apapun , tetapi wasit olihadi dari tangerang meniup pluit Penunjuk titik putih untuk Arema.
10. Pencarian bakat dan bibit muda yang sangat minim
11. Kompetisi dengan ijin kepolisian selalu susah , bentrokan antar supporter sering
terjadi
12. PSSI LSI Sering mengadakan Kongress tertutup, sampai2 wartawan saja di larang
masuk , apa yang ditutup tutupi ??
B. LSI membikin liga tandingan karena kecewa dengan LPI dan Djohar CS karena , ( hanya 2 items) :
1. Katanya LPI melanggar statuta dan Kongres Bali tentang 6 klub “gratisan” yang akan ikut kompetisi level tertinggi, faktanya padahal sudah jelas, di statuta tidak ada
sangkut pautnya dengan jumlah peserta kompetisi , tetapi statuta membahas peserta
kongress , utk lebih jelasnya silahkan lihat Pasal 23 : Peserta Kongres Kongress diikuti 108 ( seratus delapan) peserta sebagai berikut :
a. 18 (delapan belas ) peserta dari klub klub super Liga ; satu suara setiap peserta.
Dan juga pihak FIFA dan AFC juga tidak mempermasalahkan jumlah klub , mereka menjelaskan untuk berkompetisi minimum 10 klub dan maximum terserah asalkan bisa
memanagenya.
2. PSSI tidak lagi mengakui PT LI sebagai pengelola kompetisi - Mengapa PT LI dicabut mandatnya selaku pengelola kompetisi : Alasannya PSSI sama sekali tidak pernah mendapatkan hasil Audit dan Laporan dari PT LI , dimana banyak terjadi defisit dan hutang puluhan milyaran akibat roda kompetisi sebelumnya yang dikelola PT LI ( CEOnya Djoko Driyono & Andi DT) ,Dalam hal ini PT LI ( Djoko driyono & Andi D T) sama sekali tidak mau di audit dan hasil Laporannya entah tidak jelas kemana ??? Bagaiimana mau hand over ?? kalau defisitnya tanpa pertanggung jawaban yang Jelas , Untuk itu PSSI dengan EXCOnya membentuk PT LPPI sebagai pengelola baru IPL ( Lihat statuta PSSI Pasal I , ayat 2 berbunyi , Badan Pengelola Liga Indonesia dibentuk oleh EXCO utk melakukan pengelolahan dan pendayagunaan kompetisi nasional) Dari hanya 2 item diatas, sama sekali tidak ada satupun kekecewaan kelompok LSI yang melanggar statuta , Lho??? Terus mengapa bikin LSI Liga tandingan ??? Silahkan jawab sendiri..
C. Dulu LPI dalam menjalankan kompetisinya, klub2 itu murni kecewa dg PSSI LSI era Nurdin &Djoko Driyono CS ( yaitu klub Persebaya , Persema , Persibo dan PSM, ) dan LPI sama sekali tidak mengganggu atau menggerilya klub2 anggota PSSI LSI lainnya untuk bergabung dengan kompetisnya LPI, melainkan LPI lebih fair dengan membuat klub2 PT baru berbadan hukum konsorium seperti Manado united , Bali FC , Cendrawasih Papua ,Semarang United , Bogor FC , Batavia FC ,Aceh United dsb , sehingga praktis hanya
klub Persebaya saja yag terjadi dualisme
D. Kalau LSI dalam menjalankan kompetisinya adalah mengganggu /menggerilya klub klub anggota PSSI yg sudah mau akan bergabung ke LPI , dan,hasilnya Persipura , Mitra Kukar , Persib bandung , PSMS medan yang sudah hampir
pasti bergabung dengan LPI pada, akhirnya membelot lebih memilih LSI dan juga banyak
klub2 besar menjadi korban dualisme,hasil gerilyanya LSI ( Arema, Persija , PSMS
medan , bahkan Persib pun hampir saja terjadi dualisme)
E. LPI dulunya mendapat persetujuan dari BOPI dan Menteri Olahraga ,
F. Sedangkan LSI sampai sekarang tidak mendapat persetujuan BOPI kecuali ttd perijinan yg ditanda tangani oleh ketua PSSI,dan Menteri Olahraga .
G. Dulu ketika kompetisi LPI berjalan, semua pihak LPI mendapat sangsi berat dari PSSI LSI era NB cs , baik itu klub ,management ,pemain, pelatih, wasit ,perangkat pertandingan bahkan certifikat kepelatihan dari AFC , FIFA pun tidak diakui ? apa wewenangnya PSSI ?? dan sampai urusan immigrasi pun PSSI LSI Nurdin/Djoko Driyono CS ikut campur tangan agar pemain asing yg bermain di LPI dicekal tidak boleh bermain.
H.PSSI LPI Era Djohar CS lebih bijak, hanya klub LSI dan management yg mendapat sangsi, tetapi pemain masih diberi kesempatan bermain di teamnas meskipun ikut liga ilegal.
I. Semua klub2 LPI tanpa terkecuali benar-benar melangkah menuju Sepak bola industri, tanpa APBD uang
J. Di LSI Djoko driyono CS , ada sebagian klub2 LSI yang masih ingin mendapatkan dana APBD untuk pembiayaan klubnya .( Persiba , Persisam , Persidafon , Persiwa wamena, Persipura ) mereka berkedok ikut kompetisi Profesional tapi masih menginginkan uang rakyat.
K. Dulunya Selama LPI berkompetisi , LPI tidak sekalipun mengganggu jalannya pertandingan kompetisi LSI, baik Hari dan Tempat jadwalnya diatur supaya tidak bersamaan/ bertabrakan dengan Kompetisi LSI.
L. Di LSI sengaja mencoba untuk mengganggu jalannya kompetisi LPI yg baru mulai, yaitu dengan cara menyamakan Jadwal/ tanggal hari dan tempat yg sama saat klub LPI bermain dengan mengadakan turnament pertandingan Inter land cup dipapua , dan urnament segitiga Persija,Sriwijaya , PSMS, diJakarta Dan hasilnya ada beberapa pertandingan LPI yang gagal dilaksanakan.
M. Dulunya LPI ditentang keras PSSI LSI era Nurdin/Djoko Driyono Cs , karena menggelar liga tandingan dan berteriak keras takut akan sangsi FIFA.
N. Sekarang mereka sendiri LSI kembali menjilat ludahnya sendiri , juga menggelar
liga tandingan , tanpa peduli juga takut sangsi FIFA
O. Ketika LPI Djohar CS “menggratiskan” PSMS medan masuk ke kompetisi level tertinggi , LSI Djoko Driyono CS bersuara lantang dan menentang keras.
P.Kini LSI Djoko Driyono CS menjilat ludahnya sendiri lagi dengan memasukan team gratisan juga PSMS medan dan Gresik United ke kompetisi LSI level tertinggi.
Q.Saat sekarang LPI manual liga dan jadwalnya masih amburadul R.Untuk LSI saat sekarang Manual liga dan jadwalnya belum direlease, bisa jadi sama- sama amburadulnya dengan LPI , tetapi bisa jadi akan lebih baik dan bagus dari LPI, wait and see aja...
S. Dulu semua pertandingan LPI , mendapat ijin dari kepolisian dan pertandingan ancar2 saja tanpa kendala berarti
T. Sekarang Pertandingan LSI , katanya sudah mendapat persetujuan dan ijin dari
polisi ,tetapi belum terbukti pelaksanaannya , wait and see saja
U. LPI kecewa dan membuat Liga tandingan karena acumulatif selama 8 tahun (2
periode) , kompetisi berjalan tidak fair ,pelanggaran berat statuta.
V. LSI kecewa dan membuat liga tandingan ,padahal PSSI era Djohar CS baru berumur 5
bulan ,dan kompetisi belum dimulai dan hanya 2 item yg menurut penulis bukan suatu pelanggaran berat yang menjadi alasannya mereka untuk menggelar LSI Liga tandingan , itupun 2 item minor tsb , belum jelas alasan yang konkret dan dasar hukumnya apa ??? apakah pantas menggelar Liga tandingan hanya karena 2 item minor tsb dan kompetisi belum mulai sudah mendapat penilaian lebih dengan raport merah semua ?? Dari data-data dan fakta diatas (items A sampai V) seharusnya kita bisa membandingkan dan menyimpulkan sendiri siapa yang memiliki nilai positif yg lebih dan siapa yang memiliki nilai negatif yg lebih banyak atau kelompok mana yg benar2 menyuarakan perubahan dan kelompok mana yg menjadi perusak Sepak Bola nasional kita ?? Kita jangan sampai terjebak dengan kelompok2 tertentu, tetapi sebagai suporter kita harus tetap kritis dan bisa melihat secara obyektif dan fair fakta2 yang ada, kelompok mana yg banyak minusnya dan kelompok mana yg banyak positifnya ? Kalaupun kedua kelompok tsb semuanya jauh dari sempurna , setidaknya kita bisa mensupport sekaligus Mengkritisi kelompok mana yg terbaik diantara dua kelompok tsb,dan tentunya kelompok yg mempunya fakta dan track record nilai positifnya yang lebih banyak !Dan Yang Terpenting juga , kelompok yang benar2 menyuarakan perubahan , juga masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan2 yg harus trus dikritisi... agar kinerjanya lebih baik lagi demi persepakbolaan nasional kita menuju era Industri Sepak bola !!!
Dukung Bola Indonesia