Wednesday, November 23, 2011

PSMS Resmi ke ISL

PSMS berlaga di ISL. Hal ini merujuk setelah tak ada tindakan lebih lanjut dari konsorsium mengenai dana bantuan untuk operasional PSMS hingga Senin (21/11) malam. Dengan hal ini, pengurus PSMS memastikan klub berjuluk Ayam Kinantan ini akan berlaga di ISL.

Hal ini diterangkan pelaksana teknis PSMS Idris yang menyayangkan sikap konsorsium. “Hingga kemarin (21/11) malam kita tak mendapat kejelasan dari konsorsium. Secara otomatis kita (PSMS) akan berlaga di ISL,” terangnya, Selasa (22/11).

Idris memaparkan, dengan ikut dikompetisi ISL, maka PSMS akan mendapatkan sponsorship. “Jika kita bergabung di ISL, kita sudah ada sponsor utama yakni Sumatera Bakrie Plantation Kisaran. Dan PSMS tetap milik masyarakat Kota Medan,” tuturnya.

Ia membandingkan jika PSMS bergabung ke IPL maka saham PSMS sebesar 70 persen akan dimiliki kelompok-kelompok tertentu. “Dan mengenai hal itu, para tokoh bola di Medan tak setuju dengan ketentuan kepemilikan saham yang lebih besar dimiliki oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Idris.

Keputusan PSMS berlaga di ISL ini diakui Idris telah berkonsultasi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Sebelumnya kita sudah berkomunikasi dengan Pak Wali Kota, mengenai konsorsium dan iming-iming dana tersebut. Jika mereka (Konsorsium) tak juga mencairkan dana hingga Senin (21/11), maka PSMS akan beralih ke kompetisi yang lebih jelas dananya yakni ISL,” tuturnya.

Dengan telah dipastikannya PSMS berlaga di ISL, maka pada 27 November mendatang PSMS akan mengikuti turnamen segitiga antara PSMS, Persija dan Arema hingga 29 November 2011.

Sementara itu, kepastian pilihan PSMS mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diumumkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap pada pekan ini bersamaan dengan Konfrensi Pers. “Sabar, dalam minggu ini akan dikabarakan. Nanti akan diberikan konfrensi persnya,” kata Rahudman di Kantor Kota, Selasa (22/11) siang.

Dikatakanya, dengan aksi unjuk rasa yang meminta agar PSMS bermain di IPL mendapat respon dari Rahudman. “Bila ada aksi unjuk rasa supaya mengikuti IPL PSSI itu baik-baik saja. Tapi yang paling utama adalah kita (Pemko Medan, Red) meinginkan PSMS main secara berkesinambungan,” cetusnya.
(saz/adl/sumutpos)

Tuesday, November 22, 2011

PSMS Merihkan HUT Persija

MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).

Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.

Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.

“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.

Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.

Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)

PSMS Merihkan HUT Persija

MEDAN- PSMS dipastikan ikut turnamen segitiga yang direncanakan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), 27-29 November mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti PSMS, Persija Jakarta dan Arema dalam rangka ulang tahun Persija. Seluruh pertandingan turnaman itu akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta, ANTV.
Pria mengaku CEO PSMS, Idris memastikan PSMS ambil bagian dari tur pra musim tersebut. Biaya operasional diakomodir oleh manajemen, hanya dana akomodasi yang ditanggung panitia penyelenggara (Persija, Red). “Turnamen segitiga pasti. Namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada keputusan. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu,” ungkapnya, Senin (21/11).

Hal itu juga diutarakan pria yang tampaknya ingin menjadi manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu membenarkan kepastian PSMS dalam turnaman segitiga. Terkait persiapan detail teknis, ia berkoordinir langsung dengan Ferry Paulus, Direktur PT Persija Jaya. “Saya juga sudah sampaikan pada pelatih, Raja Isa untuk mematangkan kesiapan tim. Meski bersifat turnamen, tapi ini langkah awal yang sangat baik untuk mengevaluasi kematangan tim,” katanya.

Kepastian melakoni turnamen segitiga secara tak langsung memastikan mundurnya Ayam Kinantan dari Indonesia Premier League (IPL). Sebab jadwal turnamen bertubrukan dengan jadwal IPL yakni 27 November. Logika dasar ini sudah cukup sebagai jawaban keputusan PSMS. Tentunya, bila skuad Raja Isa benar-benar melakoninya.
Sementara itu Raja Isa, sebelum latihan di Stadion Teladan mengatakan turnamen sangat bermanfaat mendongkrak kematangan tim asuhannya. Evaluasi utama berkisar pada signifikansi kerjasama tim dan pemain asing. Ia mengakui kolektivitas masih di level medium. Intensitas tinggi keluar masuk pemain menjadi penyebab utama.

“Pemain lokal rata-rata dan pemain asing seperti Saha dan Ku Kyung Hyen sudah menunjukkan koordinasi dan kemapanan bekerjasama. Pemain asing lainnya tentu membutuhkan proses. Ini yang akan saya lihat. Bersyukur kita lawan tim kuat sekelas Persija dan Arema. Selepas itu, saya akan padatkan tim, akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai,” terang Raja Isa.

Sesuai jadwal ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang yakni Mitra Kukar (3/12) dan Persisam (6/12). Raja Isa menilai turnamen akan mengelaborasi kemampuan tim asuhannya. “Dari pengalaman, saya melihat kita belum berada pada perform puncak. Seperti kondisi yang sudah dialami tim-tim ISL lainnya. Ini sangat menguntungkan, pemain kita belum berada pada titik jenuh. Jadi, kita punya kesempatan lebih besar,” ujar Raja Isa lagi.

Menurut Raja Isa, kontestan ISL memang sudah terlibat dalam Inter Island Cup (IIC). Sedangkan PSMS belum pernah mengecap laga pra musim. Ia menyebutkan turnamen segitiga ini sebagai kesempatan emas. “Keseriusan dan total wajib PSMS lakukan. Saya sudah pelajari video rekaman Persija dan Arema. Para pemain juga akan menonton bersama video itu. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan. Laga ini setidaknya menjadi stimulasi bagi motivasi pemain jelang laga resmi,” tuturnya. (saz)

PSMS Maksimalkan Persiapan

Saat ini PSMS harus berpacu untuk memaksimalisasi persiapan menjelang bergulirnya kompetisi musim mendatang. Pembenahan pemain dari segi teknis menjadi fokus utama.

Hal itu terlihat pada sesi latihan PSMS di Stadion Teladan Medan kemarin.
Latihan yang digelar lebih cepat dari sebelumnya yaitu dimulai Pukul 14.00 WIB diisi dengan beragam latihan. “Ya, latihan sengaja digelar berkonsep, semua dengan bola. Kita memperbaiki umpan-umpan silang kita, dan lini lain,” terang pelatih PSMS Raja Isa usai memimpin latihan di Stadion Teladan, Senin (21/11).

Pada sesi latihan itu, pemain PSMS dibagi dalam dua bagian. Pertama, Raja Isa memimpin latihan pemain belakang yang dibagi dalam dua bagian, beberapa pemain menghalau penetrasi bola yang dilakukan pemain lawan di kotak penalti, beberapa lainnya melakukan crossing ke arah kotak penalti.

Sementara itu pemain tengah dan depan menggeber latihan finishing dengan umpan-umpan crossing yang diteruskan ke gawang oleh pemain depan. “Untuk pemain depan, kami benahi finishing touch-nya serta membenahi pemain belakang, pemain tengah dan belakang melakukan crossing. Kalau harus latihan seperti SSB kan nggak ada waktu, yang penting dikerjakan semua, gado-gadokan semua, dari Markus sampai ke Saha,” tutur Raja Isa.

Menurutnya, metode tersebut adalah cara yang paling strategis untuk mengejar persiapan tim di sisa waktu yang tak lama lagi. “Perlahan tapi pasti, potensi ada, memang butuh konsentrasi bagus, dan harus fokus pada latihan yang dikerjakan. PSMS butuh pelatihan secara menyeluruh,” katanya.
Sesi latihan yang dilakukan sore itu cukup menguras tenaga pemain, karena memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2 jam 30 menit.

Selain itu, dia juga memuji kehadiran dua kiper andalan PSMS seperti Markus Haris Maulana dan Ahmad Kurniawan. “Sedikit banyak, kehadiran dua kiper itu memberikan kekuatan yang berbeda dengan tim lain. Kami punya dua penjaga gawang yang punya kualitas baik untuk liga utama di Indonesia. Kami juga akan berusaha mencari satu hingga dua figur pemain nasional yang baik untuk tim ini,” jelas Raja Isa.

Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu juga menyatakan, persaingan kiper bukanlah masalah bagi Ahmad Kurniawan. “Dia akan kembali besok (Hari ini, Red) karena acara keluarganya baru selesai kemarin (20/11),” ungkapnya. (saz)

PSMS makin ke luar jalur

MEDAN - Meskipun belum memastikan kiprahnya di Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL), langkah PSMS Medan semakin ketebak. Sikap yang lebih condong ke ISL sepertinya tak hanya sekedar wacana.

Apalagi PSMS memutuskan ikut serta dalam turnamen segitiga dalam rangka hari ulang tahun Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 27-29 November mendatang. Selain Persija dan PSMS, Arema Malang juga turut tampil.

Angin PSMS yang berhembus pelan ke ISL terlihat dari jadwal turnamen yang bentrok dengan jadwal perdana PSMS jika berkompetisi di IPL. Bisa disimpulkan dalam hal ini PSMS mengesampingkan IPL.

Selain itu, Persija dan Arema yang berpartisipasi dalam turnamen adalah Persija versi Ferry Paulus dan Arema versi Rendra. Seperti diketahui dualisme terjadi di dua klub itu dan nama-nama yang disebutkan di atas memilih berkiprah di ISL. Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, membenarkan keikutsertaan Ayam Kinantan.

"Turnamen segitiga pasti, namun keputusan soal IPL atau ISL belum ada. Masih menunggu komitmen konsorsium menyerahkan dana, pokoknya hingga senin malam akan kita tunggu," ujarnya.

Pelatih PSMS, Raja Isa, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Apalagi sebelumnya PSMS belum pernah mencatatkan diri ikut turnamen pra musim layaknya klub-klub ISL lain yang ikut dalam Inter Island Cup.

Dalam perkembangannya, ia melihat beberapa kemajuan dalam performa anak asuhnya. Apalagi turnamen pra musim ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi pemain. Jika gagal menunjukkan penampilan sesuai harapan, siap-siap masuk daftar coret.

"Saya lihat sudah ada koordinasi dan kemapanan bekerjasama antarlokal dan asing. Juga ada proses bagi pemain asing yang baru gabung. Dari hasil evaluasi turnamen itu mungkin saya akan coret beberapa pemain yang tidak sesuai," katanya.

Lewat turnamen ini, Raja Isa juga berkesempatan memantau performa dua punggawa di bawah mistar, Markus Haris Maulana dan Achmad Kurniawan. Keduanya akan dipasang bergiliran pada dua duel yang dijalani. Bahkan. Pelatih asal Malaysia itu menyikapinya dengan serius. Terbukti dari persiapannya mempelajari rekaman pertandingan Persija dan Arema.

"Nanti anak-anak akan nonton bersama. Dari situ kita lihat celah. Bersyukur kita dapat lawan kuat seperti Persija dan Arema. Ini penting untuk persiapan kita," ujarnya.

Jika nantinya berkiprah di ISL, PSMS akan melakoni dua laga kandang kontra Mitra Kukar (3/12) dan Persisam Samarinda (6/12).

Selasa ini, PSMS tentukan pilihan

MEDAN - Kepastian pilihan PSMS Medan mengikuti kompetisi Indonesia Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL) akan diputuskan Selasa ini. Demikian disebutkan Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Nanda Ramli, Senin.

Dikatakan, keputusan final di antara dua pilihan itu akan Selasa ini. Sebelumnya, Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS telah memutuskan IPL setelah menandatangani kerjasama dengan pihak konsorsium.

Namun dari tiga syarat yang diajukan kala itu, hingga sekarang baru dua yang dipenuhi. Salah satunya adalah menjadi tuan rumah laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Teladan Medan, 26 November nanti.

"Mereka (konsorsium-red) menjanjikan akan mengabulkan keinginan PSMS hari ini (kemarin-red). Seandainya janji tidak dipenuhi, tidak tertutup kemungkinan PSMS mengikuti ISL yang digelar Badan Liga Indonesia," ujar Nanda yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Medan itu.

Sebelumnya, Idris SE menyebutkan pihaknya harus hati-hati menentukan sikapn karena tidak mau menanggung resiko seperti kompetisi terhenti di tengah jalan akibat akan terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) saat musim dimulai.

Dengan dihentikannya kompetisi, PSMS jelas akan menanggung tiga bulan gaji pemain dan pelatih. Karena itu, PSMS meminta konsorsium untuk menyiapkan dana talang senilai Rp5 miliar.

“Tetapi kalau tuntutan PSMS itu tidak mereka penuhi, dengan segala resiko PSMS akan mengikuti ISL,” sebut Idris yang disebut-sebut bakal menjabat Chief Executive Officer (CEO) Ayam Kinantan.

Setelah menunjuk Raja Isa sebagai pelatih kepala didampingi Suharto, Roekinoy, dan Sugiar, PSMS terus mempersiapkan diri dan berencana melakukan try out ke Pulau Jawa.

Monday, November 21, 2011

Konsorsium: Idris tak bisa sembarangan

Jakarta - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.

Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam
Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.

Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.

Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.

Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.

Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.

Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.

Konsorsium: Rp15 M untuk PSMS sudah siap!

JAKARTA - Polemik di tubuh PSMS Medan terjawab sudah, khususnya terkait belum dikontraknya pelatih dan para pemainnya. Pengakuan Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, yang mengaku konsorsium belum menyediakan dana akibat kontrak belum dituntaskan, dibantah keras.

Pihak Konsorsium PSMS, Widjajanto, dalam bantahannya mengatakan bahwa dana Rp15 miliar sudah siap. Namun pihaknya masih menunggu laporan pengajuan anggaran dari pihak PSMS. "Uangnya sudah siap, sudah ada. Yang belum selesai itu rencana anggaran mereka (PSMS). Pengajuan anggaran itu harus terlebih dahulu di-approve oleh pengawas Konsorsium yang sudah bertugas di Medan," tegas Widjajanto kepada Waspada Online, tadi malam.
"Ya, kami tunggu pengajuan anggaran PSMS. Mau dibayar berapa kalau tidak ada pengajuan?!" tanya Widjajanto lagi.

Salah satu penggagas merger PSMS-Bintang Medan itu memastikan dana yang disediakan untuk PSMS pada musim Indonesia Premier League (IPL) ini senilai Rp15 miliar. Widjajanto juga memastikan Idris yang mengklaim sebagai CEO PSMS nantinya akan diawasi oleh pengawas konsorsium.

Widjajanto juga menegaskan CEO PSMS tidak bisa sembarangan dan harus hati-hati mengelola dana yang telah disediakan. "Kami menempatkan seorang komisaris yang akan mengawasi penggunaan dana PSMS. Ada dua pihak lain, selain CEO, yang harus dilibatkan dalam pencairan anggaran. Mereka adalah Arif Bargot Siregar sekaku Komisaris dan Nanda selaku Deputi CEO," jelasnya.

Mantan CEO Liga Primer Indonesia (LPI) itu juga mengaku kecewa dengan ada polemik yang terjadi di PSMS, salah satu proses penunjukan CEO. Padahal sejak awal konsorsium telah mengajukan dua nama calon. "Untuk CEO PSMS, kami ajukan Avian Tumengkol (mantan Vice President LPI untuk Sumatera) dan Sihar Sitorus (mantan CEO Medan Chiefs), tapi keduanya ditolak oleh Rahudman Harahap (Ketua Umum-terpilih PSMS) sebagai local partner kami," jelas Widja lagi.

Di lain pihak, dualisme kompetisi antara Indonesia Premier League (IPL) milik PSSI dan Indonesia Super League (ISL) memunculkan tanggapan agar Ketua Umum PSMS lebih dulu bertanya kepada masyarakat pecinta PSMS sebelum memutuskan pilihan. "Ini sengaja kita kemukakan agar Pak Rahudman selaku Ketua Umum PSMS tidak salah pilih nanti. Sebab, PSMS itu adalah milik masyarakat Medan, bukan perorangan atau kelompok tertentu," kata seorang pecinta PSMS, Drs Gandi Parapat.

Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL, kendati Idris SE yang mengklaim sebagai CEO PSMS masih membuka opsi untuk tampil di ISL dengan dalih sponsorship yang lebih jelas.

Rahudman harus tegas terhadap Idris

MEDAN - Masih belum jelasnya kondisi klub PSMS Medan jelas sangat memprihatinkan. Salah satu kondisi di tubuh PSMS yang memprihatinkan masih belum jelasnya kompetisi mana yang akan diikuti oleh klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini.

Sebelumnya, Ketua Umum PSMS diwakili Idris SE selaku Pelaksana Teknis mengatakan PSMS akan berlaga di Indonesia Premier League (IPL). Namun kabar lain menyebutkan adanya kemungkinan Ayam Kinantan berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Selain kesimpangsiuran masalah kompetisi, PSMS juga dipusingkan belum jelasnya pengisi posisi Chief Executive Officer (CEO). Meski dibantah Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, Idris mengklaim dirinya nanti berposisi sebagai CEO.

Menanggapi hal ini, Rahmat Nur Lubis mengatakan hal ini butuh ketegasan dari Ketua Umum. Terlebih pemerhati sepakbola Sumatera Utara ini menambahkan para bawahan sudah berani mengeluarkan statement yang kontroversial seperti itu.

"Rahudman harus tegas soal ini, jangan sampai bawahan melakukan tindakan di luar kendalinya," ujarnya baru-baru ini.

Kepada Waspada Online, Rahmat mengimbau pengurus PSMS tetap fokus membenahi tim. Saat ditanya siapa CEO PSMS saat ini, Rahmat mengatakan masih belum ada karena sampai saat ini masih belum ada yang ditunjuk Rahudman sebagai resmi.

"Sepengetahuan saya sih belum ada, Rahudman juga belum menunjuk siapa CEO-nya," tambahnya.

Lebih lanjut, Rahmat juga membeberkan 'dosa-dosa' yang pernah dilakukan oleh Pelaksana Teknis PSMS saat ini, Idris, saat memimpin klub. Di bawah kendali Idris, PSMS mempunyai beberapa masalah seperti kontrak pemain maupun staf yang tidak jelas, adanya isu suap, tidak jelasnya pemasukan tiket pertandingan di kandang, hingga keuangan klub yang amburadul.

Untuk itu, Rahmat mengharapkan agar Rahudman dapat bertindak tegas terhadap Idris maupun staf di PSMS lainnya. Sebagai informasi, Ayam Kinantan sendiri termasuk dalam daftar peserta IPL. Uniknya, PSMS juga hadir pada meeting Indonesian Super League (ISL) yang digelar Sabtu kemarin. Pada pertemuan itu, PSMS diwakili Benny Tomasoa.

Imbang, Raja tetap puji pemain

EDAN - Gol penalti dari Osas Saha menyelamatkan blunder kiper M Sahbani di babak pertama hingga PSMS Medan bermain imbang 1-1 dengan Pro Duta FC dalam laga ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Menanggapi hasil imbang ini, Pelatih PSMS Raja Isa tak lantas kecewa. Bahkan pelatih asal Negeri Jiran ini memuji performa tim yang baru dibesutnya dalam dua hari terakhir ini.

“Saya lihat fighting spirit anak-anak luar biasa. Secara keseluruhan, saya puas dengan permainan mereka. Apalagi baru dua hari belakangan saya membumbui mereka dan saya yakin beberapa hari ke depan akan semakin baik,” ujarnya seusai pertandingan.

Menurut mantan Pelatih Persipura Jayapura itu, setiap tim pasti ngotot ingin mencuri kemenangan menghadapi PSMS. Termasuk Pro Duta yang dianggap Isa sebagai lawan matang.

“Mindset tim yang menghadapi PSMS tentu ingin menang, tapi saya tekankan kepada anak-anak untuk tidak kalah. Kita coba memanfaatkannya dan cari kesalahan mereka,” papar Isa yang juga pernah Persiram Raja Ampat dan PSM Makassar ini.

Raja pun menambahkan timnya mencoba memainkan ball posession untuk membongkar pertahanan lawan.

“Ada saatnya tim harus bermain dengan bola-bola panjang namun ada saatnya kita memainkan ball posession. Tadi permainan bola pendek kita dapat. Meskipun belum perfect, kita bisa memberikan tekanan luar biasa pada lawan,” pungkas Isa.

Melawan Pro Duta, PSMS tampil dengan deretan legiun asing teranyarnya termasuk Murphy Kumonple, Wallace, dan Mfundo. PSMS bahkan tertinggal lebih dulu oleh blunder Sahbani yang hendak membuang bola yang justru dimanfaatkan lawan meneruskan si kulit bundar ke gawang kosong.

Tertinggal satu gol, PSMS tetap bermain tenang. Aliran bola dari kaki ke kaki menjadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan. Satu celah akhirnya dimanfaatkan Saha yang berhasil merangsek ke kotak terlarang di penghujung babak kedua.

Suyatno yang melihat aksi berbahaya striker Nigeria itu terpaksa mengganjalnya dan memaksa wasit menunjuk titik putih. Saha tampil dengan eksekutor dan mengecoh kiper Pro Duta, Oki Rengga.

Sinyalemen PSMS ke ISL

Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.

"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.

Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.

Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.

Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Sinyalemen PSMS ke ISL

Sumber Tribun dari lingkup kebun Bunga mengatakan bahwa PSMS sudah definitif menjajal liga Indonesia Super League (ISL). Keputusan yang ditengarai ketidakmampuan konsorsium menyetor bank garansi minimal Rp 10 miliar. Teranyar, konsorsium hanya menyanggupi setoran Rp 1 Miliar. Nominal yang ditolak mentah-mentah oleh elit internal pengurus PSMS.

"PSMS sudah pasti di ISL. Itu sudah final. Tim pelaksana teknis boleh membohongi publik. Namun lambat laun hal ini akan terbukti. Keputusan di ISL bukan semata karena faktor profesionalisme. Hitung-hitungan politis dan bisnis justru jadi penyebab sebenarnya. Ini yang paling kuat. Tawaran dari Bakrie sangat menggiurkan ditambah faktor kedekatan emosional," ujarnya.

Senada dengan itu, sumber Tribun dari konsorsium membenarkan tidak menyanggupi permintaan PSMS. "Permintaan minimal Rp 10 miliar cukup gila. Klub-klub yang bekerjasama dengan kami (bc. Konsorsium) tak mendapat keistimewaan demikian. Justru ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Tapi kami tak berpikir PSMS akan beralih dari IPL," ujarnya.

Ketua Pelaksana teknis Idris enggan mengiyakan namun juga tidak membantah terkait kepastian PSMS beralih ke ISL. Menurutnya peralihan akan pasti jika konsorsium tidak menyanggupi permintaan klub. "Yang paling penting adalah modal. Uang harus cukup baru operasional klub bisa jalan. Kalau hanya cakap-cakap saja, mana berani kita. Kalau ISL lebih punya kesanggupan, kenapa tidak," ujarnya implisit.

Soal ISL, Selasa, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan sponsor dan semua akan berjalan cepat dan baik. "Sponsor sudah ada tiga. PSMS juga berhak ikut ISL karena jumlah klub ISL lebih sedikit lantaran ada yang ikut IPL sehingga supaya tetap 18 diambil klub yang masuk 8 besar divisi utama musim lalu, dan PSMS salah satunya. Semuanya sesuai aturan hasil kongres di Bali, soal peserta kompetisi," pungkas Idris. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Markus Horison Gabung PSMS Medan

Mantan kiper Tim Nasional Markus Horison akan kembali bergabung dan membela PSMS Medan menghadapi musim kompetisi 2011-2012 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Namun sayangnya pada laga uji coba melawan Pro Duta di Stadion Teladan Medan, Sabtu, kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu tidak tampak hadir di bawah mistar PSMS Medan.

Padahal suami artis Kiki Amalia tersebut dikabarkan sudah sampai di Medan Sabtu siang, dan akan langsung bergabung bersama pemain-pemain "Ayam Kinantan" (julukan PSMS Medan-red) lainnya.

"Dia (Markus) memang sudah di Medan, tetapi belum gabung hari ini, mungkin masih lelah dari Jakarta. Kemungkinan Senin (21/11) sudah bergabung latihan bersama pemain-pemain lainnya," kata pelatih PSMS Medan Raja Isa.

Ketika ditanya nilai kontrak Markus, Raja Isa mengatakan, tidak mengetahui besaran nominalnya. Ia juga mengaku Markus bergabung ke PSMS atas permintaan sponsor.

"Sponsor yang bawa dia ke mari, kita tentunya senang saja kalau dia bergabung ke PSMS Medan. Meski kita sebelumnya juga sudah memiliki kiper yang tentunya kualitasnya tidak kalah dengan Markus," katanya.

Selain Markus, beberapa pemain asing juga mencoba peruntungan di PSMS dan hari ini sudah langsung diturunkan dalam laga uji melawan Pro Duta. Seperti Murphy Kumonple, Wallace Rodrigues Da Silva dan Mfundo Cecil Mathonsi Deri.

Murphy yang terakhir membela Liberia LISCR FC itu juga pernah memperkuat PSMS Medan pada musim kompetisi 2007-2008.

Kedatangan pemain-pemain luar neger itu menyusul dicoretnya dua pemain asing, Orlando De Melo Juninho dan Na Byung Yul yang dinilai meski memiliki kualitas cukup baik, namun tidak sesuai dengan karakter permainan Medan.

"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah.Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, saya berharap ada solusi untuk kekosongan lini tengah," katanya.

Ia juga mengaku dalam waktu dekat ini, salah seorang pemain asal Papua juga akan bergabung dengan PSMS Medan. Namun sayangnya ia masih enggan menyebutkan nama pemain asal Papua tersebut.

"Tunggu saja dalam beberapa hari ini ia akan sampai di Medan," kata pria asal Malaysia itu. (antara)

PSMS Medan Tiga Asing Coba Peruntungan

Tiga pemain asing kembali merapat ke PSMS. Ketiganya ialah Murphy Kumonple yang pernah memperkuat skuad PSMS, eks gelandang Tangerang wolves Wallace Rodrigues Da Silva dan pemain Afrika Selatan Mfundo Cecil Mathonsi Deri. Ketiganya baru bergabung selama dua hari dan sudah diikutkan dalam laga uji coba kontra Pro Duta FC di stadion Teladan, kemarin, Sabtu (19/11/2011)

PSMS Medan seolah menjadi magnet tersendiri bagi pemain asing. Silih berganti pemain asing mencoba peruntungan. Stephen Mennoh, Sthembisso, Traore Youssuf, In Kyun Oh, Orlando de Mello Juninho, dan Na Byung Yul. Dua nama terakhir langsung dicoret pelatih kepala Raja Isa setelah tiga hari menangani Ayam Kinantan.

Ketiga pemain asing yang baru bergabung diharapkan bisa mengakomodir krisis lini tengah. Raja Isa mengatakan, selain memaksimalkan kuota empat pemain asing sesuai peraturan, pencarian pemain asing didasari pada kebutuhan PSMS saat ini. Ketiadaan sosok jenderal di lapangan tengah menjadi kunci soliditas tim diharuskan segera diatasi.

"Format tim sudah mulai tampak. Perlahan tapi pasti bentuk gregetnya sudah mulai terbangun. Yang lebih penting krisis di lini tengah dapat teratasi," ujarnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Raja Isa Ingin Kembalikan Kejayaan PSMS

Pelatih kepala PSMS Medan Raja Isa mengatakan, butuh waktu selama dua tahun untuk membangun klub kebanggaan masyarakat Medan tersebut untuk menjadi tim tangguh yang disegani

"Kita perlu waktu menjadikan PSMS sebagai tim yang hebat dan sulit untuk dikalahkan dalam berbagai pertandingan," ujar Raja Isa.

"Untuk PSMS saya yakin cukup dua tahun sudah bisa menjadi tim yang hebat, seperti ketika jayanya klub tersebut dulunya," tambah pelatih asal Malaysia tersebu.

Meski begitu, Raja Isa tetap akan tampil serius di musim ini, dan tak menutup kemungkinan bahwa timnya bisa menjadi juara Indonesia Premier League.

"Kita tidak perlu harus menunggu waktu terlalu lama untuk bisa menjadi juara.Kesempatan itu akan selalu ada, siapa yang serius tentunya kesempatan akan datang padanya," katanya.

Pria yang pernah membesut Persiram Raja Ampat ini mengaku tidak canggung berada di Medan. Ia juga tertarik membesut PSMS Medan karena pemainnya memiliki tipikal keras seperti Makassar dan Papua.

"Saya pilih PSMS karena tipe permainannya sama dengan Papua dan Makassar. Selain punya nama besar, melatih PSMS tantangan buat saya. Tetapi saya butuh kerja sama semua pihak, mari sama-sama kita majukan PSMS dan bagi saya kritikan adalah motivasi untuk berbuat lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, mengenai persiapan tim, Raja Isa mengungkapkan bahwa kini fokusnya adalah membentuk kerangka tim, selain itu juga melakukan seleksi pemain asing.

"Saat ini keinginan kami mencari kerangka tim yang sesuai terutama pemain tengah. Jadi bila manajemen mendatangkan pemain asing, besar harapan saya, kekosongan lini tengah bisa diatasi," tandasnya. (antara)

Friday, November 18, 2011

Inkonsistensi PSMS Masih Berlanjut

Elit internal PSMS Medan kembali menunjukkan inkonsistensinya dalam memutuskan di mana, klub yang berdiri 1950 itu berlaga. Pasalnya, tiket yang digenggam dari PSSI untuk berlaga di Indonesian Premier League (IPL) dalam masih belum cukup memuaskan pengurus PSMS.

Itu bisa terlihat dari kehadiran wakil PSMS di rapat pertemuan klub divisi utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel, Surabaya, Rabu (16/11). Kubu PSMS melalui calon Chief Executif Ofiicer (CEO), Idris, sempat membantah kehadirannya di Surabay dengan menampakkan diri melihat uji coba PSMS Medan melawan PSMS U-21.

Idris memang disorot akan berangkat ke pertemuan PT Liga, lantaran dia adalah sosok yang belum sepenuhnya sepakat soal kerja sama dengan pihak konsorsium, terlebih dana yang dijanjikan konsorsium belum juga turun.

Namun, kepastian ikutnya PSMS ke Surabaya terkuak dari daftar absensi klub yang ikut menghadiri rapat tersebut. Nama PSMS dinyatakan hadir yang diwakili oleh Zulkifli. Pria ini sendiri bukanlah pengurus atau manajemen PSMS. Namun belakangan, pria ini aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup yang digelar di Kebun Bunga. Dia kemudian sangat dekat dengan Idris.

Zulkifli, yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya sempat terkejut soal kabar dia sampai ke Surabaya diketahui media Medan. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya)," ujarnya.

Tapi, begitu disebut namanya jelas tercantum di absensi klub peserta rapat, Zulkilfli mulai terdengar bingung menjawab pertanyaan. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ungkapnya dan langsung mematikan telepon.

Kondisi ini semakin memperjelas inkosistennya PSMS. Dan pertemuan klub Indonesian Super League (ISL) yang diagendakan besok (Jumat, 18 Nopember), diduga PSMS juga bakal ikut pertemuan.

Alhasil, PSMS menjadi klub yang ikut tiga pertemuan, divisi utama, IPL dan bakal ikut ISL. Ini sesuai komentar Idris sebelumnya. "PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safety, konsorsium saja belum jelas dananya. Kalau ISL kan sponsor kita sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita kalau ikut ISL," tukasnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

PSMS Medan "Sinyal Pendepakan Duo Asing"

Pelatih kepala PSMS Medan, Raja Isa sangat jeli mengevaluasi kedalaman skuadnya. Ia pun mengisyaratkan sinyal pendepakan. Tak mengejutkan, pelatih berkebangsaan Malaysia itu menunjuk duo gelandang anyar itu. Orlando de Mello Juninho dan Na Byung Yul.

"Sepakbola mengharuskan anda bermain secara tim. Ada dua kemungkinan jika anda memiliki kualitas tinggi skill individual. Melengkapi kelemahan rekan dalam mewujudkan kemenangan dalam kebersamaan atau merusak ritme permainan karena cenderung ego. Juninho melakukan yang terakhir saya sebut. Sepakbola bicara sebelas pemain dalam mewujud satu visi bersama," ujarnya tersenyum.

Eks pelatih Persipura ini mengakui Orlando Juninho memiliki level teknik di atas rekan-rekannya. Namun, dari kacamata pengalamannya melatih, ia mendapati Juninho telah absen berlatih selama lebih dari tiga bulan lamanya.

"Jadwal tanding tak kurang dari sepuluh hari. Juninho membutuhkan masa recovery (pemulihan) lebih dari masa itu. Saya tak berani ambil resiko untuk memainkannya di tengah waktu yang mepet. Sementara pemain-pemain lainnya saya nilai sudah memiliki komunikasi dan koordinasi yang cermat. Saya tak nak merusak fondasi ini," katanya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Di mana kaki PSMS berpijak?

MEDAN - PSMS Medan semakin abu-abu menentukan sikapnya memilih opsi-opsi yang ditawarkan untuk kompetisi musim mendatang. Setelah berada di antara Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL), kini malah ada opsi ketiga. Tak lain kompetisi Divisi Utama yang notabene kompetisi level kedua.

Betapa tidak, pada rapat pertemuan klub Divisi Utama yang digelar PT Liga Indonesia di Novotel Surabaya Rabu kemarin, PSMS ikut mengirim perwakilannya. Bukan Idris ataupun pelaksana teknis lainnya, namun dalam daftar absensi kehadiran terdapat nama Zulkifli sebagai wakil PSMS.

Yang bersangkutan tidak termasuk ke dalam pengurus ataupun manajemen PSMS. Namun belakangan ia aktif sebagai panitia turnamen sepakbola klub PSMS memperebutkan Rahudman Harahap Cup di Stadion Kebun Bunga.

Saat dikonfirmasi, Zulkifli awalnya membantah kehadirannya di Surabaya. "Siapa yang bilang saya ke sana (Surabaya-red)?" katanya.

Namun saat ditodong pertanyaan soal absensi rapat yang terdapat namanya, Zulkilfli terkesan kebingungan menjawab. "Nantilah itu ya, saya lagi bersama teman ini," ujarnya langsung mematikan telepon.

Artinya, kehadiran PSMS ini terkesan dirahasiakan dan tak ayal menciptakan kebingungan. Selama ini PSMS digembar-gemborkan akan berkiprah di kompetisi level teratas seperti IPL atau ISL. Namun juga ikut hadir dalam pertemuan klub Divisi Utama sebagai kompetisi kasta kedua.

Padahal Idris mengatakan PSMS tak mungkin bermain di Divisi Utama karena mendapat jatah ISL sebagai salah satu tim terbaik di Delapan besar Divisi Utama musim lalu. “Kita kan salah satu tim terbaik. Jadi bukan dikasih-kasih,” kata Idris belum lama ini.

Sikap plin-plan PSMS juga terlihat dengan rencana hadir pada pertemuan antarklub peserta ISL yang juga digelar PT Liga Indonesia, Jumat ini. PSMS sebelumnya juga mengutus wakilnya pada pertemuan klub peserta IPL.

"PSMS ikut IPL itu iya, tapi kita kan mau cari yang safe. Kalau ISL kan sponsor sudah jelas, ada tiga yang mau mendanai kita nantinya," ujar Idris yang digadang-gadang sebagai calon CEO itu.

Pemain PSMS Terkapar Tanpa Medis

Masalah demi masalah masih menyelimuti PSMS Medan. Selain CEO yang belum kelar, kini PSMS disibukkan dengan ketiadaan tim medis. Pada uji coba kontra PSMS U-21 Rabu (16/11) di Stadion Teladan, sejumlah pemain yang masih seleksi terkapar di lapangan dan tak diberi pertolongan medis.

Tragis. Padahal kompetisi belum bergulir, sementara para pemain sudah mengalami rentetan cedera. Meski tak masuk kategori parah, namun cedera pemain bisa jadi duri dalam daging.

Saat uji coba itu tercatat ada beberapa pemain yang harus keluar lapangan. Wawan Widiantoro misalnya. Ia sempat dilanggar di kotak penalti lawan. Ironisnya Pihak PSMS hanya memberikan penanganan medis ‘asal jadi’ dari petugas perlengkapan tim.

Akhirnya, dia (Wawan, Red) harus ditarik keluar dan digantikan Denny Rumba di babak kedua. Memang apes, bukannya mendapat pengobatan, nyeri di pergelangan kaki kirinya juga tanpa mendapatkan perawatan medis apapun.

Bukan hanya Wawan, rentetan benturan dan tabrakan yang terjadi di lapangan banyak terjadi. Seperti yang dialami gelandang Korea Na Byung Yul, Jecky Pasarela dan Ahmad Kurniawan, juga tanpa perawatan. Na Byung Yul di babak pertama harus keluar digantikan Alamsyah. Alamsyah juga harus kembali keluar karena nyeri di kaki setelah berbenturan dan diganti Ari Priyatna.

Menanggapi masalah serius ini, pria yang mengaku CEO dan berseliweran di PSMS, Idris menjawab enteng saja seperti memudahkan masalah yang cukup vital ini. Padahal PSMS sudah menggelar persiapan selama sembilan pekan, tapi tim medis belum ditentukan.

“Namanya dr Raja, bekerja di Puskemas Titi Papan. Besok (Hari ini, Red) dokter sudah ada. Sedangkan masseur tim akan ditangani Kholid (Masseur PSMS musim lalu),” jelasnya, Rabu (16/11).

Idris dengan sekenanya menyebut nama, padahal penugasan dokter tim harus melewati penugasan tim dokter PSMS yang harus dibicarakan sebelumnya. (saz/sumutpos)

Wednesday, November 16, 2011

Kurnia Meiga Dikabarkan Tertarik Perkuat PSMS

Posisi penjaga gawang PSMS Medan disebut-sebut memantik minat penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga. Kiper Arema bakal menyusul sang abang, Ahmad Kurniawan (AK) yang sudah menjalani seleksi di klub berjuluk Ayam Kinantan selama dua minggu belakangan.

Info ketertarikan kiper utama Timnas Sea Games Palembang adalah, karena nasibnya di Arema klub yang dibelanya juga belum jelas. "Dia (Kurnia Meiga) belum ada kejelasan. Jadi dia bersedia di PSMS, asal ada tawaran dari PSMS," ujar narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Kehadiran Kurnia Meiga, lanjutnya akan sangat tergantung dengan komunikasi sang adik dengan abangnya, Ahmad Kurniawan. "Kurnia Meiga sangat segan dengan abangnya. Sebenarnya mereka ini bisa satu paket berada di PSMS," tukasnya.

Kelanjutan proses komunikasi soal ini, memang belum sampai ke ranah pengurus. "Hingga saat ini masih soal komunikasi Meiga saja yang tertarik jika ada tawaran ke PSMS. Meiga juga kan lagi sibuk di timnas, sementara PSMS juga belum beres semua dengan konsorsium," tuturnya.

Kurnia Meiga sendiri yang dihubungi via telepon genggamnya, mengakui soal ketertarikannya bermain di PSMS. "Kalau bisa kenapa enggak," tegasnya.

Dia menyebutkan, ke PSMS akan membuatnya bisa berkumpul kembali dengan abangnya. "Dengan bermain di PSMS, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga kakak (abang) di Medan," ungkapnya. (Randy Hutagaol/Tribun Medan)

CEO Bikin Pening

MEDAN – PSMS masih berkutat pada permasalahan penentuan figur Chief Executive Officer (CEO) di musim kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Beredar kabar, Ketua Umum PSMS yang juga wali kota Medan, Rahudman Harahap pening menentukan siapa yang paling pas duduk di posisi krusial itu.

Salah satu dari dua nama dikabarkan bakal menduduki posisi tersebut. Keduanya merupakan pelaksana teknis PSMS yang ditunjuk langsung oleh Rahudman Harahap yakni Iswanda Ramli dan Idris.

Iswanda Ramli yang sebelumnya menyatakan akan bertemu dengan wali kota Medan itu Jumat (11/11) malam mengaku batal melaporkan kesepakatan yang dicapai pihak konsorsium dan PSMS pada pertemuan teknis klub IPL di Hotel Alila Jakarta Rabu (9/11) lalu.

“Wali kota berhalangan karena banyak kegiatan. Kami pun batal bertemu dengan beliau tadi malam (Jumat 11/11). Kemungkinan besok (hari ini) pertemuan akan digelar. Saya dan Idris akan bertemu dengan beliau,” katanya lagi.
Dia meyakini, pertemuan dengan wali kota tersebut akan memutuskan siapa CEO PSMS Medan.
“Besok (hari ini) saya rasa sudah akan ditentukan mengingat waktu semakin mepet,” ungkapnya.

Baik Iswanda Ramli maupun Idris sebelumnya mengaku bersedia jika ditunjuk sebagai CEO. Namun kelompok suporter PSMS senada mengutarakan penolakan terhadap Idris jika akhirnya diputuskan menjadi CEO.
Presiden KAMPAK Johan Ferzy Simangunsong yang ditemui di Stadion Teladan Medan kemarin mengatakan, buruknya kinerja Idris sebagai manajer PSMS musim lalu sekaligus sekretaris umum PSMS hampir dua musim lamanya membuatnya seharusnya tidak lagi mendapat tempat di PSMS.

“Jelas kami katakan, kinerja Idris sangat jeblok. KAMPAK menolak dia sebagai CEO lantaran melihat apa yang sudah dibuatnya untuk PSMS sangat buruk. Bukannya prestasi yang dia berikan, namun kebobrokan-kebobrokan,” ungkapnya.

Dengan tegas Johan menyebutkan, jika Idris menjabat CEO, PSMS bakal terperosok jauh dan akhirnya tenggelam.
“Lagipula apa di Medan ini cuma Idris yang harus ke PSMS. Apa hanya dia yang bisa jadi CEO?. Jika harus memilih, kendati baru ditunjuk sebagai pelaksana teknis, Iswanda Ramli pantas mengisi jabatan itu,” tukasnya.
Baik-buruknya Iswanda saat menjabat CEO menurutnya urusan belakangan. Yang jelas, dibanding Idris, pria yang akrab disapa Nanda itu disinyalir lebih baik.

“Kami memang belum bisa menilai kinerja Nanda, tapi memilih yang terbaik di antara yang terburuk itu saya rasa wajar saja. Bukan masalah dukung-mendukung, kami hanya berharap PSMS ini
bisa keluar dari masa suram,” ucapnya lagi.

Senada salah seorang pendiri PSMS Medan Fans Club (PFC) Pio Paulus Sembiring menyatakan, kegelisahan mantan pemain PSMS terhadap pengurus PSMS musim lalu seharusnya membuat pengurus sadar diri dan mundur.
“Keluhan mereka itu secara tidak langsung merupakan keluhan seluruh masyarakat pencinta PSMS. Pengurus harus mundur. Serahkanlah kepengurusan kepada orang yang baru dan profesional,” ucapnya.
Ketua PFC Rahmad Nur Lubis juga tak ingin Idris duduk di kursi CEO.

“Kita minta ketegasan Ketum dalam hal pemilihan CEO ini, Karena kendalinya ada di tangan Ketum. Dilihat dari sisi prosesnya, Idris terlihat teramat ambisius dan seperti ngebet sekali ingin jadi CEO. Ada apa?
Dilihat dari sisi kapabilitas, Idris jelas gagal karena musim lalu gagal memenuhi targetnya membawa PSMS lolos paling tidak ke Semi final Divisi Utama,” bebernya. (saz)

Markus Gabung PSMS?

MEDAN- Penjaga gawang langganan Timnas Indonesia asal Medan, Markus Horison dikabarkan akan kembali membela klub yang membesarkannya, PSMS. Pemain Persib musim lalu itu kini sedang berada di Medan tak tak memiliki klub, serta tak lagi dipanggil Timnas melawan Qatar di penyisihan Piala Dunia Zona Asia.

Belakangan, pemain yang sempat membela Persik Kediri ini memang acap kali diisukan bakal membela PSMS namun tak pernah terwujud. Musim ini, asa kembalinya Markus ke Medan terbuka lebar, karena sang pemain masih dalam status tanpa klub saat ini. Apalagi, kesepakatan Markus untuk bermain di klub Malaysia tidak terealisasi.

“Saya sempat bernegosiasi dengan dua klub di Malaysia. Tapi peraturan di Malaysia, kiper untuk klub-klub kompetisi harus pemain lokal. Saya juga sempat berkomunikasi dengan perwakilan federasi sepak bola Malaysia di Jakarta soal ini. Akhirnya saya tidak jadi ke Malaysia,” beber Markus via seluler kemarin.

Suami artis Kiki Amalia ini mengatakan, akan senang sekali jika bisa memperkuat PSMS. Meski diakuinya ada beberapa tawaran juga dari klub-klub Indonesia. “Saya memang belum memutuskan mau bermain di mana. Namun jika saja ada komunikasi dari pengurus atau konsorsium ke saya, Insya Allah saya siap seribu persen ke PSMS. Apalagi, PSMS adalah rumah saya dan klub yang membesarkan saya,” ujar Markus.

Soal klub bermain di IPL atau ISL, baginya yang penting bisa bermain sebaik mungkin. “Saya memang sudah berbicara dengan pak Farid Rahman (Wakil Ketum PSSI), dia menyarankan saya main di IPL. Bagi saya yang penting main, tak peduli mau main di kompetisi mana baik ISL atau IPL,” jelas kiper berkepala plontos ini.

Markus juga menampik jika disebut proses memperkuat klub berjuluk Ayam Kinantan batal karena mematok harga yang tinggi. “Saya sempat kecewa juga dikabarkan mematok harga Rp1,1 miliar. Saya tak pernah menerima nilai sejumlah itu di klub saya bermain. Bahkan di Persib yang klubnya dari sisi anggaran tidak mengkhawatirkan saja, saya dihargai sekitar Rp900 juta dan klub-klub lain di bawah jumlah itu. Silahkan dicek soal itu ke klub-klub saya sebelumnya. Saya tahu soal angka Rp1,1 miliar dari teman-teman di Medan yang tahu soal isu itu,” ungkapnya lagi.

Dia meyakini, jika kemudian ada komunikasi dengan PSMS, bisa saja nominal itu turun. “Tergantung komunikasi, namun sampai sekarang belum ada berbicara dengan pihak PSMS. Saya juga tahu saat ini masih ada yang belum di kubu PSMS soal kerja sama dengan konsorsium. Sepanjang ada komunikasi, saya siap membela PSMS,” kata Markus.

Markus juga menegaskan, jika kedatangannya ke Sumut dalam beberapa minggu ini hanya mengunjungi keluarga bukan bernegosiasi ke PSMS. Rabu (16/11) depan, Markus juga diagendakan bertemu Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. “Saya hanya pulang kampung. Memang ada agenda ketemu Gubsu, beliau suka bola dan saya yakin suka PSMS. Ya sekadar silaturahim saja. Tapi masih melihat jadwal, beliau juga sibuk,” tuturnya.

Soal Markus, pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli mengatakan, soal perekrutan pemain pihaknya akan membicarakan lagi dengan Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Markus ke PSMS bagus.
Tapi kami belum bisa memutuskan. Selanjutnya kami akan bicarakan dengan Ketum,” ujarnya.

Sedangkan, bakal pelatih penjaga gawang PSMS Sugihar mengungkapkan, tidak masalah dengan kehadiran kiper baru. Meski diakuinya yang ada saat ini, Ahmad Kurniawan, Edi Kurnia dan Syahbani serta kiper magang Alrian Suhaibi sudah cukup solid. “Bagi saya yang ada sekarang ya sudah cukup dan solid. Kalau ada penambahan pemain baru bakal ada perubahan pastinya. Soal Markus saya serahkan kepada pengurus, karena mereka yang berwenang soal anggaran dan saya tidak tahu juga nominal permintaan Markus,” katanya.

Sugihar tak menampik, Markus masih sosok kiper terbaik di Indonesia. “Saya akui Markus masih yang nomor satu di Indonesia. Dia hanya perlu memperbaiki mentalnya,” ungkapnya. (saz)

Tuesday, November 15, 2011

Waduh! Idris jadi CEO PSMS

MEDAN - Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, pun memastikan keberadaan Raja Isa sebagai pembesut Ayam Kinantan sudah final kemarin. Idris menambahkan harga sudah oke dan asisten pelatih tetap dua plus pelatih kiper, yakni Suharto, Roekinoy, dan Sugihar.

Secara terpisah, Idris juga dikabarkan telah ditunjuk oleh Ketua Umum PSMS, Drs H Rahudman Harahap, sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS. Adapun alasan Rahudman memilih Idris karena selama ini banyak terlibat dalam pembentukan tim PSMS sejak menjadi sekretaris umum.

Sementara itu, kebutuhan PSMS akan gelandang berkualitas diharapkan terjawab lewat kedatangan Juninho dan Na Byung Yul. Dua legiun asing itu mulai bergabung dalam latihan di Stadion Teladan.

Namun, tim seleksi belum bisa menilai kemampuan kedua pemain. Kendati begitu, Suharto menilai permainan Juninho lebih menonjol, khususnya skillnya yang menjadi tontonan menarik dan Byung Yul lebih terlihat kematangan tekniknya walau kurang memperlihatkan visi yang baik sebagai gelandang serang.

Memang perbedaan karakter keduanya terlihat. Juninho terlihat menonjol dengan kemampuan gocek bolanya yang menawan dan Na Byung Yul lebih suka bermain satu dua plus kerap memberi umpan akurat.

Asisten Pelatih PSMS lainnya, Roekinoy, meyakini keduanya akan bisa beradaptasi dalam tim beberapa hari berikutnya. Keduanya tetap akan dipantau layaknya pemain lainnya.

"Terlalu dini kalau menyebutkan mereka bagus secara tim. Tapi saya akui secara individu bagus. Kita lihat lagi dalam dua atau tiga hari ini. Mungkin akan lebih beradaptasi," pungkasnya

Fokus tingkatkan ‘ball possession’

MEDAN - Setelah sepekan absen berujicoba, PSMS Medan kembali menguji kerangka skuad yang ada. PS Pratama menjajal Osas Saha cs di Stadion Teladan baru-baru ini. Hasilnya Ayam Kinantan unggul tipis 1-0.

PSMS tampil tanpa striker asingnya Osas Saha. Begitupun cukup banyak peluang tercipta yang gagal dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol tercipta lewat kaki Zainal Anwar. Tendangan terarahnya ke sudut kiri gawang lawan tak mampu dihalau kiper lawan.

"Saha sengaja kita simpan, untuk melihat permainan striker lokal kita yang ada saat ini," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, Minggu.

Tim seleksi memfokuskan pemantauan pada ball possession (penguasaan bola). Selain itu switch play, press and cover pemain.

"Tadi banyak peluang namun mereka belum bisa memanfaatkannya. Memang kita belum terfokus dengan finishing touch. Tetapi bukan berarti tidak diperhatikan," imbuh Suharto yang juga mantan Pelatih PSMS musim lalu.

Menurutnya, tim seleksi akan dilakukan pencoretan pemain kembali. Dirinya akan melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membahas hal itu. Saat ditanyakan berapa pemain yang akan dicoret, dirinya enggan menyebutkannya.

"Kemungkinan dua atau bahkan empat pemain yang akan dieliminasi. Namun belum dirapatkan dengan tim pelatih. Untuk posisinya pemain bawah, tengah dan depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pertandingan ujicoba yang dilakukan, Suharto mengatakan sudah 70 persen dari materi yang dinginkannya tercapai. Menurutnya, kekurangan tim akan dibenahi dan apa yang telah sempurna ditingkatkan agar lebih sempurna lagi

Raja Isa Resmi Latih PSMS

Raja Isa secara mengejutkan menyambangi stadion Teladan dalam latihan reguler PSMS Medan, Senin (14/11/2011). Ia datang mengenakan stelan casual dengan kaus berkerah oranye dan celana panjang hitam. Ia tiba pukul 17:20 WIB didampingi anggota pelaksana teknis Benny Tomasoa.

Kedatangan pelatih asal Malaysia itu sekaligus memecah kebuntuan terkait lowongnya pelatih kepala. Ketua pelaksana teknis, Idris di hadapan awak media memastikan bahwa Raja Isa resmi sebagai pelatih kepala. "Segala administrasi sudah dibereskan. Harga sudah deal berikut kesepakatan-kesepakatan lainnya. Adanya Raja Isa akan memperlancar kematangan tim ini," ujar Idris.

Senada, Raja Isa menyebutkan kedatangannya sebagai bukti bahwa dua pihak sudah tercapai pada satu kesepakatan. Sayang tidak ada pernyataan eksplisit apakah mantan pelatih PSM Makassar, Persipura dan Persiram Raja Ampat itu sudah membubuhkan teken kontrak.

"Saya ada disini, tentu karena semuanya beres. Saya senang berada disini dan akan melatih klub bersejarah.

Mantan pelatih Persiram Raja Ampat Raja Isa resmi membesut tim berjuluk Ayam Kinantan sejak kamarin.

Tiba di Medan kemarin sore, pelatih asal Malaysia itu langsung memantau latihan skuad PSMS yang selama ini dibesut asisten pelatih PSMS Suharto dan Roekinoy.

Kepastian itu datang dari Idris yang mengklaim dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan. "Soal pelatih sudah final, Raja Isa. Harga sudah oke. Asisten tetap dua dan plus pelatih kiper, Suharto, Roekinoy dan Sugihar," ujarnya di Stadion Teladan kemarin.
(Randy Hutagaol/Tribun Medan)

Monday, November 14, 2011

Mantan PSMS calonkan Iswanda Ramli

- Memastikan diri ikut Indonesian Premier League (IPL), PSMS Medan masih belum membentuk perangkat manajemen maupun menentukan Chief Executive Officer (CEO). Gerah dengan kondisi yang tidak pasti, Keluarga Besar Mantan PSMS mendesak CEO segera ditentukan.

Kepada wartawan, mantan PSMS dan pelatih PSMS, Parlin Siagian, beserta Halim Panggabean (PS Putera Buana) dan Suyud Ngadimin (PS Perisai Putra) mendesak Ketua Umum PSMS Rahudman Harahap segera menunjuk figur defenitif CEO.

"CEO jangan sampai salah tunjuk orang. Dampaknya bisa merusak kesepakatan dengan konsorsium.Kita tidak ingin PSMS jalan di tempat lagi. karena itu kita harapkan Ketua Umum (Rahudman-red) segera menunjuk CEO," ujar Ketua Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS, Ismail Ruslan, di Jl Candi Borobudur tadi malam.

Figur Iswanda Nanda Ramli dianggap cocok untuk menempati posisi CEO. " Kami mendukung Nanda sebagai CEO," ucapnya.

Bahkan komentar pedas dilayangkan Mantan PSMS soal beberapa calon CEO lain dari Pelaksana Teknis. Nama Idris dan Benny Tomasoa sempat disebut-sebut sebagai calon CEO.“Kami tak ingin di antara mereka ada yang jadi CEO," tukasnya.

Di tempat yang sama, Halim Panggabean menuturkan bahwa kepengurusan yang memulai kerjasama dengan konsorsium, harusnya menindaklanjuti hingga tuntas. Seretnya pendanaan dapat dipahami karena kepengurusan yang juga belum dirampungkan.

"Sederhana saja, tunjuk CEO segera. Supaya klub bisa jalan," katanya.

Persebaya lawan perdana PSMS

MEDAN - Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.

Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.

Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.

Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Fokus tingkatkan ‘ball possession’

MEDAN - Setelah sepekan absen berujicoba, PSMS Medan kembali menguji kerangka skuad yang ada. PS Pratama menjajal Osas Saha cs di Stadion Teladan baru-baru ini. Hasilnya Ayam Kinantan unggul tipis 1-0.

PSMS tampil tanpa striker asingnya Osas Saha. Begitupun cukup banyak peluang tercipta yang gagal dikonversi menjadi gol. Satu-satunya gol tercipta lewat kaki Zainal Anwar. Tendangan terarahnya ke sudut kiri gawang lawan tak mampu dihalau kiper lawan.

"Saha sengaja kita simpan, untuk melihat permainan striker lokal kita yang ada saat ini," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto, Minggu.

Tim seleksi memfokuskan pemantauan pada ball possession (penguasaan bola). Selain itu switch play, press and cover pemain.

"Tadi banyak peluang namun mereka belum bisa memanfaatkannya. Memang kita belum terfokus dengan finishing touch. Tetapi bukan berarti tidak diperhatikan," imbuh Suharto yang juga mantan Pelatih PSMS musim lalu.

Menurutnya, tim seleksi akan dilakukan pencoretan pemain kembali. Dirinya akan melakukan rapat dengan tim pelatih untuk membahas hal itu. Saat ditanyakan berapa pemain yang akan dicoret, dirinya enggan menyebutkannya.

"Kemungkinan dua atau bahkan empat pemain yang akan dieliminasi. Namun belum dirapatkan dengan tim pelatih. Untuk posisinya pemain bawah, tengah dan depan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pertandingan ujicoba yang dilakukan, Suharto mengatakan sudah 70 persen dari materi yang dinginkannya tercapai. Menurutnya, kekurangan tim akan dibenahi dan apa yang telah sempurna ditingkatkan agar lebih sempurna lagi.

Banderol Rp1 M ditolak Markus

MEDAN - Meskipun tak memungkiri keinginannya memperkuat PSMS Medan, belum ada komunikasi yang terjalin antara Markus Horison dan klub. Namun sempat beredar kabar PSMS enggan merekrut Markus karena harganya terlampau tinggi. Santer beredar Markus mematok harga Rp1 miliar.

“Saya sempat kecewa juga dikabarkan mematok harga Rp1,1 miliar. Saya tak pernah menerima nilai segitu di klub saya bermain. Bahkan di Persib yang klubnya dari sisi anggaran tidak mengkhawatirkan saja, saya dihargai sekitar Rp900 juta. Silakan cek soal itu ke klub-klub saya sebelumnya," katanya malam ini.

Markus mendengar kabar itu dari teman-temannya di Medan."Saya tahu soal angka Rp1,1 miliar dari teman-teman di Medan,” bebernya meyakini jika ada komunikasi dengan PSMS, bisa saja nominal itu turun.

“Tergantung komunikasi, namun ya sampai sekarang belum ada berbicara dengan pihak PSMS. Saya juga tahu saat ini masih ada yang belumtuntas di kubu PSMS soal kerja sama dengan konsorsium. Sepanjang ada komunikasi, saya siap membela PSMS,” jelasnya.

Markus juga menegaskan, jika kedatangannya ke Sumut dalam beberapa minggu ini hanya mengunjungi keluarga bukan bernegosiasi ke PSMS. Rabu depan,Markus juga diagendakan bertemu Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

“Saya hanya pulang kampung. Memang ada agenda ketemu Gubsu, beliau suka bola dan saya yakin suka PSMS. Ya sekadar silaturahim saja. Tapi masih melihat jadwal, beliau juga sibuk,” pungkasnya.

Ferry Aman Saragih minta kepastian

MEDAN - Delapan pemain yang sebelumnya dikabarkan hengkang telah kembali ke Mess Kebun Bunga usai menjalani libur Idul Adha. Mereka pun telah bergabung dalam latihan kemarin sore. Namun satu nama tak tampak dalam deretan pemain tersebut.

Adalah Ferry Aman Saragih yang sampai saat ini tak terlihat. Ferry termasuk pemain yang ikut meminta izin pulang ke kampung halaman. Namun jauh sepekan sebelumnya mantan kapten Deltras Sidoarjo ini sudah lebih dulu absen latihan. Pertanda hengkangkah Ferry?

Saat dikonfirmasi via telepon malam ini, Ferry mengaku masih berada di Jakarta. Acara keluarga yang baru berlangsung Minggu (12/11) mendatang tak memungkinkannya kembali.

"Saya masih di Jakarta. Acara pembaptisan adik saya baru berlangsung Minggu ini. Sebelumnya acaranya di rumah," kata gelandang berrambut nyentrik ini membantah dirinya lari dari PSMS.

"Mungkin banyak yang pikir saya lari. Tapi kepergian saya sudah memperoleh izin dari pelatih. Saya sudah izin ama Bang Kinoy (Roekinoy-red) seminggu," ujarnya.

Ia juga membantah isu yang menyebutkan dirinya dipinang Persisam Putra Samarinda. "Kok bisa ada kabar seperti itu? Wong saya di rumah saja kok," ujarnya.

Lagipula ia mengatakan masih berkomitmen memprioritaskan PSMS sebagai pilihan utama. Meskipun banyak tawaran dari klub lain.

"Tawaran dari klub lain sih banyak. Tapi sejauh ini saya masih ingin bermain untuk PSMS. Apalagi saya juga didukung keluarga," ujarnya.

Namun Ferry tak memungkiri kekecewaannya karena kontrak yang masih mengawang. Di luar urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkannya, hal itu pula yang membuatnya enggan pulang.

"Saya akan kembali ke Medan. Tapi maunya ada titik terang soal kontrak. Selama ini kita hanya menunggu. Beberapa kali manajemen berjanji. Tapi dari Selasa ke Rabu, lalu Kamis tanpa ada kepastian," ungkapnya.

Padahal sebelumnya ia dijanjikan seminggu berada di Medan langsung dikontrak. Kenyataannya sampai sekarang kontrak tak kunjung disodorkan.

"Saya bukannya sok. Tapi saya pikir bukan hanya saya yang berpikiran seperti ini. Saya yakin yang lain juga mau secepatnya ada kejelasan," pungkasnya.

Langkah PSMS ke IPL makin terang

MEDAN - Keragu-raguan keikutsertaan PSMS Medan di Indonesian Premier League (IPL) semakin surut. Kehadiran pada manager meeting klub IPL di Jakarta baru-baru ini memperkuat komitmen sebelumnya bahwa Ayam Kinantan tak lagi abu-abu memilih IPL.

Pada meeting itu, PSMS diwakili Iswanda Ramli dan Fityan Hamdi. Keduanya merupakan bagian dari Pelaksana Teknis. Kabar positif disampaikan Iswanda Ramli. Kerjasama PSMS dan konsorsium semakin terang setelah syarat yang diajukan PSMS soal garansi dana dipenuhi.

Namun tak lantas diberikan begitu saja, konsorsium meminta PSMS menyelesaikan aspek teknis. Dalam hal ini perangkat tim harus sudah terbentuk dalam waktu 2x24 jam ke depan.

"Perangkat tim ini termasuk soal pemilihan pelatih kepala yang harus segera ditunjuk. Intinya dalam dua kali 24 jam semua harus selesai. Setelah itu baru konsorsium akan memenuhi kewajibannya memberikan anggaran Rp15 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Nanda itu.

Selain itu PSMS bersama peserta IPL lainnya akan menerima uang sebesar Rp2 miliar dari PSSI. “Uang Rp2 miliar itu akan diberikan satu miliar di putaran pertama dan kemudian di putaran kedua,” ujarnya.

Artinya PSMS juga harus menyelesaikan kontrak pemain yang sampai hari ini masih menjadi penantian pemain. "Semua harus selesai dan kami juga ingin segera selesai agar tim dan persiapannya bisa lebih baik, dan tidak terganggu persoalan non teknis," jelasnya.

Perwakilan PSMS lainnya, Fityan Hamdi, turut menjelaskan soal pembagian saham antara PSMS dan konsorsium yakni 30:70.

"Tidak benar ada bahasa PSMS terjual. Persentase saham itu hanya membahas profit sharing bukan kepemilikan klub. Kita berharap, dengan finalisasi dan ikut IPL ini tidak ada lagi masalah dan kita bisa fokus ke pemantapan skuad," ujar Fityan yang mengaku menggantikan Idris yang berhalangan hadir ke Jakarta.

Thursday, November 10, 2011

CEO PSMS jangan pengurus lama!

MEDAN - Posisi Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan yang belum ditentukan sampai saat ini membuat banyak urusan teknis terbengkalai. Karena itu, beberapa pihak termasuk Keluarga Besar Mantan PSMS mendesak percepatan penunjukan CEO. Anehnya, beredar kabar posisi CEO akan diisi dua orang. Dalam hal ini, Iswanda Ramli dan Idris yang sama-sama menjabat Pelaksana Teknis PSMS.

Menanggapi hal itu, Parlin Siagian yang juga mantan Pelatih PSMS mengatakan hal itu sangat konyol. "Ini sangat aneh. Sudah tidak berprestasi, CEO juga dibuat dua, banyak kali keanehan yang dibuat. Kenapa dipaksakan seperti itu?! Di mana-mana CEO itu satu, bukan dua!" ketusnya di Sekretariat Mantan PSMS, tadi malam.
Dari dua calon CEO itu, Nanda paling mendapat dukungan untuk duduk sebagai CEO. Sikap berbeda ditunjukkan kepada calon lainnya. "Seperti apa kinerja pengurus dua tahun ini? Mana pertanggungjawabannya? Tanpa transparansi keuangan yang seharusnya disampaikan karena PSMS ini milik publik. Ketum jangan ragu untuk memilih orang yang diyakininya mampu, tapi jangan pula orang yang sudah krisis kepercayaan dari publik," sebut Parlin lagi.

Perubahan zaman sekarang ini, menurut Parlin, juga mengubah orientasi untuk duduk di kepengurusan. "Sekarang zaman sudah profesional. Mengurus bola hanya untuk kepentingan pribadi. Ini yang buat klub ini hancur. Beda dengan zaman saya dulu, masih amatir dan orang-orang murni mengurus bola demi sepakbola," katanya.

Perwakilan PS Perisai, Suyud Ngadimin, juga turut menyatakan mosi tidak percaya pada pengurus periodisasi dua tahun belakangan (2009-2011). Dikatakan, dua tahun terakhir ini pengurus klub gagal total. Di lain pihak, Ketua Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS, Ismail Ruslan, mengatakan jangan sampai salah tunjuk orang menjabat CEO karena dampaknya bisa merusak kesepakatan dengan konsorsium. “Kita tidak ingin PSMS jalan di tempat lagi. Karena itu, kita harapkan Ketua Umum (Rahudman Harahap-red) segera menunjuk CEO," ujar Ismail.

Bahkan komentar pedas dilayangkan mantan PSMS soal calon CEO lain, yakni Idris dan Benny Tomasoa. Sebelumnya, nama Benny Tomasoa sempat disebut-sebut sebagai calon CEO. “Kami tak ingin diantara mereka ada yang jadi CEO! Figur Iswanda Ramli lebih pantas," tukasnya.

Sekretaris PS Putra Buana, Halim Panggabean, menuturkan bahwa kepengurusan yang memulai kerjasama dengan konsorsium, harusnya menindaklanjuti hingga tuntas. Seretnya pendanaan dapat dipahami karena kepengurusan juga belum rampung. "Sederhana saja, tunjuk CEO segera. Supaya klub bisa jalan," katanya.

PSMS butuh akan sosok gelandang serang

Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.

Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.

"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.

"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.

PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.

Tuesday, November 8, 2011

PSMS Butuh Deposit Rp10 M

Kesepakatan atau MoU antara pihak PSMS Medan dan konsorsium masih sebatas persetujuan home base, penetuan CEO dan pengawasan keuangan. Hingga saat ini pihak PSMS dan konsorsium masih terus berkoordinasi untuk mencari kesepakatan dalam membawa klub berjuluk Ayam Kinantan ini berlaga di kompetisi IPL dalam waktu dekat.

Pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli menjelaskan, setelah ia dan pelaksana teknis PSMS lain Benny Tomasoa berangkat ke Jakarta menemui konsorsium, hasilnya baru terjalin kesepakatan home base PSMS tetap di Medan dan persetujuan tentang CEO PSMS yang merupakan orang PSMS.

Nanda mengatakan, CEO PSMS ini hanya ada empat nama yang mencuat termasuk Nanda sendiri. “Untuk CEO hanya kami berempat, yakni Idris, Benny Tomasoa, Freddy Hutabarat dan saya sendiri. Namun, itu nanti akan dibicarakan kembali dengan pak wali. Karena kebijakan ada di tangan beliau,” ujarnya, Senin (7/11).

Menurut Nanda, selain masalah CEO PSMS, pihak konsorsium juga telah setuju dengan pengawasan keuangan yang sudah dibicarakan. “Nanti malam (Kemarin, Red) finalisasinya. Rencananya pihak konsorsium akan mengemailkan finalisasi kesepakatan . termasuk yang paling penting yakni ‘Bank Garansi’ atau deposit,” jelasnya.

PSMS meminta kepada konsorsium untuk menyediakan ‘Bank Garansi’ sebesar Rp10 miliar. Menurut Nanda ini sebagai deposit dalam menjamin keberlangsungan PSMS di kompetisi mendatang.

“Inilah yang masih kita tunggu jawabannya dari pihak konsorsium. Jadi dalam menatap kompetisi, kita nanti tak perlu cemas lagi. Dan jika dana tersebut tak habis tepakai dalam satu musim kompetisi, maka akan dikembalikan dengan adanya pertanggung jawaban terhadap pemaiakan dana tersebut,” ujar Ketua DPD AMPI Kota Medan tersebut.

Nanda menuturkan, permintaan ketersediaan ‘Bank Garansi’ ini secara langsung dikemukakan oleh Ketum PSMS Rahudman Harahap. “Ini Ketum yang meminta langsung kepada pihak konsorsium,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, jawaban dari pihak konsorsium ini akan diterima PSMS paling lambat besok (Hari ini, Red). Nanda berharap, dengan ketersediaan dana tersebut, maka PSMS tak lagi menghadapi permasalahan hingga akhir musim nanti. (saz/sumutpos)

Monday, November 7, 2011

Pemain Belakang banyak...

Berniat memoles lini tengah, PSMS justru kebanjiran pelamar di sektor belakang. Terutama di sektor stoper. Pencoretan terhadap dua stoper asing Sthembiso dan Traore Yossouf dibarengi dengan hadirnya pelamar baru di posisi yang sama. Anderson Da Silva yang hadir Senin (31/10) dan teranyar Bayu Sutha serta Ku Kyung Hyun kini tengah mencoba merebut perhatian tim seleksi.

Kedatangan ketiga stoper itu membuat sektor belakang ‘menggemuk.’ Soal ketiga pemain itu, Bakal Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy mengatakan pihaknya akan lebih dulu memantau sebelum memutuskan lolos tidaknya. “Ya tentu harus dilihat dulu kemampuannya. Kita tidak ingin salah pilih,” ujarnya, Jumat (4/11).

Namun dari segi usia Anderson, dan Bayu tak lagi muda. Usia keduanya sudah melewati kepala tiga. Faktor usia ini tentu rentan terhadap tingkat kecepatan keduanya. Sebelumnya Patricio Jimenez, Pierre Njanka, dan Oyedepo George yang sempat mencoba peruntungan di posisi stoper juga dicoret karena usia dan dinilai lambat.

Sementara Ku Kyung Hyun saat aksi pertamanya di Stadion Teladan Jumat (4/11) cukup menunjukkan kesan yang memikat. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun ia cukup gesit menutup celah di belakang.

Sebenarnya tim seleksi lebih dulu kepincut pada Ledi Utomo yang berusia lebih muda. Mantan pemain timnas U-23 Indonesia di Sea Games, Filiphina 2005 dan sempat memperkuat timnas senior di Piala Tiger/AFF 2006 ini dinilai cocok mengawal lini pertahanan PSMS. “Kalau Ledi memang kita yang panggil. Dari pemantauan seleksi sepertinya dia sudah 99 persen,” kata Kinoy mengomentari pemain kelahiran 1983 itu.

Sebelumnya PSMS sudah punya Ramadhan Syahputra (25), Novi Handriawan (25) serta Eko Prasetyo Ariyanto (26). (saz)

Pemain bantah hengkang

MEDAN - Ketidakpastian kontrak yang tidak juga disodorkan PSMS Medan tak ayal memunculkan kekhawatiran yang merusak persiapan teknis tim. Beredar wacana para pemain yang merasa gerah bakal angkat koper dari mes Kebun Bunga.

Kabar ini diperkuat dengan eksodus 11 pemain ke kampung halaman masing-masing. 11 pemain terlihat meninggalkan mess Kebun Bunga sejak Sabtu lalu.Mereka adalah Arie Priatna, Zaenal, Achmad Kurniawan, Ledy Utomo, Deny Rumba, Ramadan Saputra, Eko Prasetyo, Cucu Hidayat, Keri Yudiono, Fery Aman Saragih, dan Anton Samba.

Namun kekhawatiran akhirnya lenyap karena belakangan diketahui para pemain tersebut hanya izin pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga. Momen Hari Raya Idul Adha yang jatuh hari ini membuat pemain tak tahan melepas kerinduannya dengan istri ataupun buah hati masing-masing.

Calon kiper utama PSMS, Achmad Kurniawan, memastikan kepergiannya ke Jakarta murni bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha. AK sempat dispekulasikan hengkang karena absen mengikuti latihan sejak Kamis lalu. Namun, menurut AK, hal itu dikarenakan staminanya yang menurun dan dirinya tengah tidak fit.

"Tidak benar isu itu. Saya masih tetap ingin bermain di PSMS. Soal kepastian kontrak, saya masih sabar menunggu," tandas eks kiper Arema Malang itu.

Senada dengan AK, Denny Rumba, bek sayap PSMS mengaku kepergiannya sudah seizin tim pelatih dan manajemen. Apalagi tim pelatih menjadwalkan adanya liburan bagi pemain.

"Saya sekarang di Semarang. Senang bisa ketemu dengan anak dan istri. Ya, di hari Idul Adha ini momen yang tepat untuk melepas kerinduan. Saya dan keluarga shalat bersama. Jadi merasa kian dekat dengan Allah," ujarnya saat dihubungi via seluler, Minggu.

Eks pemain PSIS Semarang itu membantah ia bakal tidak kembali. "Saya telah komitmen di PSMS. Pekerjaan saya di PDAM Semarang juga sudah saya lepas," tegasnya.

Sebelumnya, calon Asisten Pelatih PSMS, Suharto, mengatakan pihaknya sudah memberi izin pemain kembali ke kampung halamannya. Ia pun menampik kabar hengkangnya pemain karena gerah menanti kontrak.

"Mereka pergi seizin tim pelatih. Jadi tidak benar itu," imbuhnya.

Menurut Pelatih PSMS musim lalu ini, pihaknya memberi waktu hingga Selasa besok bagi pemain kembali ke Kota Medan untuk mengikuti latihan persiapan jelang kompetisi Indonesia Premier League (IPL) bergulir.

"Pemain memang sengaja diliburkan supaya mereka mendapat penyegaran. Bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadi mereka bisa bertamu dengan keluarga juga kan. Selasa pagi, latihan reguler kembali diberlakukan," ujar pelatih plontos itu.

Pemain bantah hengkang

MEDAN - Ketidakpastian kontrak yang tidak juga disodorkan PSMS Medan tak ayal memunculkan kekhawatiran yang merusak persiapan teknis tim. Beredar wacana para pemain yang merasa gerah bakal angkat koper dari mes Kebun Bunga.

Kabar ini diperkuat dengan eksodus 11 pemain ke kampung halaman masing-masing. 11 pemain terlihat meninggalkan mess Kebun Bunga sejak Sabtu lalu.Mereka adalah Arie Priatna, Zaenal, Achmad Kurniawan, Ledy Utomo, Deny Rumba, Ramadan Saputra, Eko Prasetyo, Cucu Hidayat, Keri Yudiono, Fery Aman Saragih, dan Anton Samba.

Namun kekhawatiran akhirnya lenyap karena belakangan diketahui para pemain tersebut hanya izin pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga. Momen Hari Raya Idul Adha yang jatuh hari ini membuat pemain tak tahan melepas kerinduannya dengan istri ataupun buah hati masing-masing.

Calon kiper utama PSMS, Achmad Kurniawan, memastikan kepergiannya ke Jakarta murni bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha. AK sempat dispekulasikan hengkang karena absen mengikuti latihan sejak Kamis lalu. Namun, menurut AK, hal itu dikarenakan staminanya yang menurun dan dirinya tengah tidak fit.

"Tidak benar isu itu. Saya masih tetap ingin bermain di PSMS. Soal kepastian kontrak, saya masih sabar menunggu," tandas eks kiper Arema Malang itu.

Senada dengan AK, Denny Rumba, bek sayap PSMS mengaku kepergiannya sudah seizin tim pelatih dan manajemen. Apalagi tim pelatih menjadwalkan adanya liburan bagi pemain.

"Saya sekarang di Semarang. Senang bisa ketemu dengan anak dan istri. Ya, di hari Idul Adha ini momen yang tepat untuk melepas kerinduan. Saya dan keluarga shalat bersama. Jadi merasa kian dekat dengan Allah," ujarnya saat dihubungi via seluler, Minggu.

Eks pemain PSIS Semarang itu membantah ia bakal tidak kembali. "Saya telah komitmen di PSMS. Pekerjaan saya di PDAM Semarang juga sudah saya lepas," tegasnya.

Sebelumnya, calon Asisten Pelatih PSMS, Suharto, mengatakan pihaknya sudah memberi izin pemain kembali ke kampung halamannya. Ia pun menampik kabar hengkangnya pemain karena gerah menanti kontrak.

"Mereka pergi seizin tim pelatih. Jadi tidak benar itu," imbuhnya.

Menurut Pelatih PSMS musim lalu ini, pihaknya memberi waktu hingga Selasa besok bagi pemain kembali ke Kota Medan untuk mengikuti latihan persiapan jelang kompetisi Indonesia Premier League (IPL) bergulir.

"Pemain memang sengaja diliburkan supaya mereka mendapat penyegaran. Bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadi mereka bisa bertamu dengan keluarga juga kan. Selasa pagi, latihan reguler kembali diberlakukan," ujar pelatih plontos itu.

Inkyun Dijemput Agen Persela

MEDAN- Kehadiran gelandang asal Korea Selatan Inkyun Oh untuk seleksi di PSMS berakhir sudah. Karena tak kunjung ada kejelasan soal kontrak, Inkyun akhirnya memilih hengkang. Terlebih klub yang sebelumnya syor dengan kemampuannya, Persela Lamongan datang lansung menjemputnya.

Selama seleksi, performa Inkyun cukup menarik bagi warga Medan yang kerap nonton latihan PSMS. Tim pemandu bakat PSMS, Suharto, Roekinoy dan Sugihar pun mengaku kepincut. “Tapi Inkyun sudah pergi tadi (4/11) pagi. Agennya bilang, dia diminati Persela, klub tempat dia mengikuti seleksi sebelumnya. Pihak dari Persela yang langsung menjemputnya,” ujar Roekinoy, Jumat (4/11).

Roekinoy menyebutkan, awalnya dirinya tidak menyangka Inkyun Oh bakal kembali ke Persela. Namun, pihak Persela yang sebelumnya diprediksi tidak serius mengikat Oh rupanya punya pertimbangan lain. “Kami pikir dia tidak jadi ke Persela, rupanya kami keliru,” sebutnya.

Sosok Inkyun awalnya diharapkan menggantikan peran pemain berpaspor Liberia yang sebelumnya juga mundur dari PSMS Stephen Nagbe Mennoh. Tapi apa daya, tak satupun rencana yang berhasil.

Ada lagi satu nama yang konon akan didatangkan. Dia adalah gelandang asal Brasil Orlando De Melo Juninho. Tapi itu juga masih di awang-awang.

Hal itu dipahami Suharto. Mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 tersebut mengakui betapa timnya butuh pemain mumpuni di lini tengah. Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memuluskan harapan tersebut. “Sementara kami masih menunggu. Kami terus berkomunikasi dengan pelaksana teknis, tapi memang, belum didapatkan pemain yang diharapkan. Dengan manajemen, kami menyodorkan nama untuk dipanggil, jadi bukan manajemen yang mendatangkannya,” jelasnya.

Suharto memang terlihat sibuk berkomunikasi dengan para koleganya, Jumat (4/11), ia menanyakan pemain yang berkemungkinan untuk dipantau di PSMS, namun belum ada, termasuk bidikannya berikutnya eks pemain Persebaya 1927 John Tarkpor Sonkaley. “Tadi sempat saya tanya ke teman, di mana Tarkpor saat ini. Tapi dia bilang, sedang berada di negaranya (Libya). Ya, kami sedang upayakan akses untuk bisa berkomunikasi dengannya (Tarkpor, Red),” kata Suharto lagi.

Suharto menyadari, tenggat waktu kompetisi sudah semakin dekat. Untuk itu dia tidak lagi akan menyeleksi jika menemukan pemain yang sudah punya nama. “Cari yang sudah jadi, tinggal menyeleksi kesehatannya saja. Kalau stoper Korea (Kyu Hyung Hyun) cocok, kami akan upayakan mencari dua pemain asing di posisi gelandang bertahan dan menyerang,” pungkasnya. (saz)

Pemain PSMS angkat koper?

MEDAN - Ketidakpastian kontrak yang tidak juga disodorkan PSMS tak ayal memunculkan kekhawatiran yang merusak persiapan teknis tim. Beredar wacana para pemain yang merasa gerah bakal angkat koper dari Mess Kebun Bunga.

Kabar ini diperkuat dengan eksodus 11 pemain ke kampung halaman masing-masing. 11 pemain terlihat meninggalkan mess Kebun Bunga sejak Sabtu (5/11) lalu. Mereka adalah Arie Priatna, Zaenal, Achmad Kurniawan, Ledy Utomo, Deny Rumba, Ramadan Saputra, Eko Prasetyo, Cucu Hidayat, Keri Yudiono, Fery Aman Saragih, dan Anton Samba.
Namun, kekhawatiran akhirnya lenyap karena belakangan diketahui para pemain tersebut hanya izin pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga. Momen Hari Raya Idul Adha yang jatuh hari ini membuat para pemain tak tahan untuk melepas kerinduannya dengan istri tercinta ataupun buah hati masing-masing.

Calon kiper utama PSMS, Achmad Kurniawan memastikan kepergiannya ke Jakarta murni untuk bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha. AK sempat dispekulasikan hengkang karena absen mengikuti latihan sejak kamis lalu. Namun, menurut AK hal itu dikarenakan staminanya yang menurun dan dirinya tengah tidak fit.

"Tidak benar isu itu. Saya masih tetap ingin bermain di PSMS. Soal kepastian kontrak, saya masih sabar menunggu," tandas eks kiper Arema itu.

Senada dengan AK, Denny Rumba, bek sayap PSMS mengaku kepergiannya sudah seijin tim pelatih dan manajemen. Apalagi tim pelatih menjadwalkan adanya liburan.

"Saya sekarang di Semarang. Senang bisa ketemu dengan anak dan isteri. Ya, di hari Idul Adha ini momen yang tepat untuk melepas kerinduan. Saya dan keluarga sholat bersama. Jadi merasa kian dekat dengan Allah SWT," ujarnya saat dihubungi via seluler.

Eks pemain PSIS Semarang itu membantah ia bakal tidak kembali. "Saya komitmen di PSMS. Pekerjaan saya di PDAM Semarang juga sudah saya lepas," tegasnya.

Sebelumnya, bakal asisten pelatih PSMS, Suharto mengatakan pihaknya sudah memberi izin para pemain kembali ke kampung halamannya. Ia pun menampik kabar hengkangnya pemain karena gerah menanti kontrak.

"Mereka pergi seizin tim pelatih. Jadi tidak benar itu," imbuhnya.

Menurut Pelatih kepala PSMS musim lalu ini, pihaknya memberi waktu hingga Selasa (8/11) bagi para pemain untuk kembali berlatih. "Pemain memang sengaja diliburkan supaya mereka mendapat penyegaran. Bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadi mereka bisa bertamu dengan keluarga juga kan. Selasa pagi, latihan reguler kembali diberlakukan," ujar pelatih plontos itu.

ISL vs LPI

Menilai ISL lebih berkualitas dibandingkan dengan LPI memang ada benarnya, tetapi ini perlu kehati-hatian. Sebab, tidak selamanya penilaian tersebut pas diterapkan. Mengingat untuk menerapkan penilaian tersebut haruslah tepat waktunya dan tepat konteksnya.

Mari kita ulas bagaiamana cara menilai ISL dari sudut pandang yang lebih logis dengan menempatkan waktu dan konteksnya secara tepat!

ISL pada Masa Nurdin
Klub-klub yang mengikuti kompetisi pada level tertinggi tergabung dalam kompetisi Indonesian Super League (ISL). Walaupun dibilang kompetisi tertinggi, tapi maaf, kompetisi ini tak bisa dikategorikan sebagai kompetisi profesional. Saya sebut ini kompetisi BANCI. Sebab masih bertumpu pada duit rakyat sebagai ujung tombak perputarannya. Nyaris tak ada klub yang terlepas dari anggaran APBD. Hampir Setiap klub berlomba-lomba menguras keuangan rakyat secara massif. Anehnya, tak ada pertanggungjawaban penggunaannya sama sekali kepada publik.

Dari kondisi tersebut, lalu menjadi sangat aneh jika ada orang yang mengatakan bahwa klub-klub yang kerjanya cuma nguras duit rakyat kok dibilang berjuang sampe berdarah-darah. Yang benar adalah berleha-leha menikmati harta rakyat, ongkang-ongkang menyedot kekayaan negara yang masih sangat kekurangan.


Dengan berlomba-lomba memeras dana gratisan mengandalkan keringat rakyat, memang tak bisa dipungkiri nafas kompetisi terlihat lebih semarak. Penggunaan 5 pemain asing dimaksimalkan klub. Mereka semua jor-joran belanja pemain dengan tarif bahkan lebih mahal dibandingkan dengan negara tetangga yang lebih kaya seperti Singapura!

Bisa dibilang kualitas kompetisi yang klub-klubnya tak perlu memepertanggungjawabkan dana yang dipakainya itu sedikit lebih baik dari kompetisi sebelum-sebelumnya. Hanya saja output dari hasil kompetisi ini tak pernah bisa membuktikan kepada publik bahwa di arena internasional mereka bisa berbicara lebih baik.

Melihat situasi sepak bola yang semakin boros uang rakyat namun miskin prestasi tersebut, sejumlah tokoh pun berteriak agar komandan PSSI segera mengambil langkah untuk mereformasi diri. Namun sebagaimana kita tahu, Nurdin tak pernah mau melakukan perubahan di PSSI.

Singkat cerita, LPI pun lahir. Namun setelah Nurdin berhasil diganti terlebih setelah keberadaanya sudah diakomodir PSSI, mereka tak melanjutkan putaran kedua karena bersiap untuk main pada satu kompetisi di PSSI.

KOMPETISI DI BAWAH PSSI BARU
Kompetisi baru tentu harus beda dengan kompetisi amatir. Terlebih sudah ada aturan resmi dari Negara bahwa klub profesional tidak boleh lagi menggunakan uang negara(rakyat).

Di bawah Kepengurusan PSSI baru, EXCO tidak serta-merta menempatkan LPI di atas klub ISL. PSSI justru mengakokomdir semua klub ISL masuk di Liga teratas dan tak egois memasukkan semua klub LPI di kompetisi level-1. Namun yang terjadi adalah pemaksimalan isu klub gratisan, klub siluman, pelanggaran statuta dan segala hal yang sekiranya bisa dimanfaatkan untuk menurunkan legitimasi bagi Pengurus PSSI oleh kelompok Pengurus lama.

Untunglah, opini kelompok pengurus lama tak banyak diikuti oleh mayoritas klub. Terbukti, hingga kini tak ada suara untuk menggoyang kepengurusan PSSI baru ini kecuali segelintir orang yang ingin mencari keuntungan pribadi.


SALAH MENILAI
Klaim bahwa kualitas ISL jauh lebih baik ketimbang mutu LPI, secara ilmiah tak dapat dibenarkan. Kalau berdasarkan kesan yang terlihat barangkali memang itulah kesannya. Kesan akan runtuh seketika saat mereka membuktikan secara fisik di lapangan. Lihat saja ketika klub Persija BP tak bisa mengalahkan klub Persitara sedangkan klub Persija LPI mampu menekuk lawan yang sama yang dihadapi oleh Persija ISL! Bukti ini yang bisa dipakai untuk memberi label siap yang lebih berkualitas. Namun itu pun tentu tak bisa langsung dipakai untuk menyimpulkan. Intinya adalah klaim bahwa ISL lebih baik memang tak bisa dibenarkan.

Saat hampir semua klub di ISL tanpa berkeringat mengeruk duit rakyat, maka pantas mereka dapat membeli pemain terbaik, sedangkan LPI yang kehadirannya selain tak memakai duit rakyat mereka pun dibentuk secara singkat dan stok pemain bagus sudah terserap di lapanagan. Ini menjadi sangat wajar bila penampilan ISL relatif lebih baik ketimbang LPI. Tetapi apakah hal itu bisa dijadikan ukuran?

Yang cara pikirnya pendek tentu memandangnya seperti itu. Yang berpikir panjang tentu cara memendangnya pakai logika.

ISL hanya boleh diperbandingkan denga klub sesama pemakai APBD! Klub ISL tentu merajai jika dibandingkan dengan klub-klub di bawahnya karena juga faktor pemakaian uang rakyat yang juga berlipat ganda dibandingkan dengan klub lain! Coba jika duit rakyat gak boleh dipakai buat belanja kebutuhan tim apakah mereka mampu berkiprah(saat itu)?

Mereka kini dipersilakan menjalankan kompetisi secara profesional! Dan, bila mereka sudah mandiri bolehlah nanti mereka berkompetisi secara fair dan silakan dibuktikan apakah mereka layak disebut tim berkualitas.

Memakai ukuran masa lalu sangat tidak pas untuk masa depan.(Cepot)

Friday, November 4, 2011

Demam, AK Absen Latihan

Ahmad Kurniawan (AK) yang rencananya akan didaulat jadi kiper utama PSMS musim ini absen latihan kemarin sore. Menurut pelatih kiper Sugihar, AK sakit demam.

Maka Sugihar terlihat hanya melatih Sahbani, Edi Kurnia dan Alrian. “AK sakit, demam. Ia tak ikut ke sini (Stadion Teladan, Red), ia berada di Mes Kebun Bunga untuk beristirahat,” ujar Sugihar memastikan.

Sementara itu, tiga legiun asing yang sudah dicoret dari daftar pemain seleksi PSMS, sore itu masih terlihat bergabung dan mengikuti sesi latihan. Ada pun ketiga pemian tersebut yakni Youssouf Troure, Stembiasho dan Oliver Paul Makor.
Dari konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada bakal asisten pelatih PSMS Roekinoy, ia membenarkan ketiga pemain asing ini masih mengikuti sesi latihan. “Ya, mereka ikut latihan walau mereka sudah mengetahui mereka bukan lagi bagian dari penilaian,” ujarnya.

Roekinoy juga menuturkan, ketiga pemain ini diketahui belum mendapatkan klub lain untuk bergabung atau mengikuti seleksi. “Sembari menunggu klub lain, mereka ikut latihan bersama kita. Mereka juga mengaku senang dengan atmosfir latihan yang dilakukan PSMS,” katanya.

Berkembang informasi, ketiga pemain asing ini masih bertahan di PSMS karena belum dijemput oleh agennya. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan bakal asisten pelatih Suharto yang menyatakan sudah menghubungi para agen pemain tersebut, yang menerangkan ketiga pemain tersebut tak memenuhi kriteria pemain yang dibutuhkan PSMS. “Saya sudah melakukan kontak dengan para agen mereka. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan dijemput. Untuk sementara mereka akan terus ikut latihan bersama kita,” jelas Suharto. (saz)

Teknis Tak Terurus

MEDAN- PSMS belum mengurus satupun aspek teknis untuk mengarungi kompetisi musim ini. Padahal kompetisi IPL yang rencananya akan diikuti akan bergulir lagi pada 27 November 2011.

Belum jelasnya kontrak pemain, pelatih kepala yang hingga saat ini juga belum ada hingga aspek paling krusial bagi keberlangsungan manajemen PSMS, yakni belum adanya Chief Executive Officer (CEO) PSMS, merupakan salah satu yang tak terurus.

Ketum PSMS Rahudman Harahap awalnya menyatakan PSMS akan berlaga di Indonesian Premier League (IPL). Tapi ada oknum pengurus yang ingin PSMS main di divisi utama. Hal ini lantas membingungkan.

Pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli tetap yakin, pertemuan Ketum PSSI Djohar Arifin dan Ketum PSMS pada Jumat (28/10) lalu, bisa menjadi satu pegangan kuat. Karena saat itu Ketum PSMS yang juga Wali Kota Medan itu secara tegas telah menyatakan agar PSMS berlaga di kompetisi resmi PSSI yang digelar PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

“IPL bukan lagi masalah menurut saya. Saya yakin komitmen pak wali akan terlaksana. Lagipula, beliau secara langsung menyatakan itu kepada Ketum PSSI, jadi saya rasa masalah itu sudah fix,” ungkap Nanda, Kamis (3/11).

Menurutnya, saat ini kondisi persiapan PSMS masih berjalan. Setiap fungsionaris yang ditugaskan terus menjalankan fungsinya masing-masing, termasuk Nanda sendiri dan pelaksana teknis PSMS yang lain.

Soal belum adanya sodoran kontrak bagi pemain hingga saat ini, menurutnya hal tersebut terjadi karena PSMS belum membakukan susunan pemain yang memang masih dalam proses seleksi. “Tugas kita (Pelaksana teknis, Red) saat ini menangani tim. Perkembangan yang ada selalu kami laporkan ke Ketum. Tapi, saya juga tahu dan memaklumi, ketidakjelasan kontrak tentu menyebabkan adanya kemungkinkan pemain mengambil sikap dan akhirnya memutuskan hengkang. Seleksi juga memang belum selesai, saat ini semua itu bisa terjadi,” terang Nanda.

Nanda juga beranggapan, setelah tim pemandu bakat selesai melakukan seleksi kepada para pemain, barulah pihaknya melaporkan kepada Ketum untuk ditindaklanjuti pencairan dananya dengan konsorsium. “Saya yakin pemain mengerti kondisi ini. Bang Suharto juga mengatakan telah membicarakan masalah tersebut kepada mereka,” jelasnya.

Namun, sebagai pelaksana teknis yang ditugaskan, pihaknya mengaku tidak bisa memberikan keputusan apa pun selain memberikan penjelasan tentang kondisi PSMS saat ini kepada Ketum PSMS. “Keputusan di tangan Ketum. Yang kami bisa lakukan terus-menerus adalah berkomunikasi dengan beliau,” kata Nanda lagi. (saz)

Perburuan Pemain Masih Berlanjut

S kembali memanggil sejumlah pemain untuk seleksi. Kemarin, empat pemain datang terdiri dari dua pemain asing dan dua pemain lokal. Adapun keempat pemain ini yakni Dyangga Yureztyo berposisi gelandang dari PS Bengkulu, Hary Yahya berposisi gelandang dari PSIR Rembang, Inkyun Oh berkewarganegaraan Korea di posisi gelandang dari PS Bengkulu dan Abu Bakar berposisi gelandang dari Sierra Leone.

Pada latihan Kamis (3/11) sore di Stadion Teladan, pemain asal Korea yang kini berjumlah dua orang termasuk Ku Kyung Hyun berposisi stopper dari Tangerang Wolves dan Inkyun Oh dinilai bermain cukup apik.

Hal ini diungkapkan mantan pelatih PSMS Amrustian yang pada saat itu datang menyaksikan latihan. Pada kesempatan itu, ia mengatakan pergerakan pemain yang berposisi stoper (Ku Kyung Hyun, Red) sangat baik menutup, memotong pergerakan dan bola lawan. “Passing yang dilakukannya juga rata-rata sangat terukur. Performanya cukup baik,” ungkapnya.

Namun menurutnya, koordinasi antar pemain di lini belakang belum cukup baik. Amrustian menuturkan, hal ini mungkin disebabkan faktor baru bergabungnya legiun asing tersebut. “Komunikasi serta koordinasinya sangat minim, banyak faktor yang mempengaruhi itu. Mungkin belum begitu akrab atau mengenal nama, belum begitu menyatu dengan teman-teman karena masih dalam tahap adaptasi dan sebagainya,” terangnya.

Ia berharap yang terbaik bagi PSMS. “Mungkin ke depan akan bisa lebih baik. Hal ini juga bisa dipicu karena ia mungkin takut berkoordinasi atau berkomunikasi karena takut dianggap seperti memerintah teman-temannya. Tapi itu saya rasa hanya masalah waktu dan proses adaptasi saja,” ujar Amrustian. (saz)

Kesan pertama duo Korsel menjanjikan

MEDAN - Persaingan merebut tempat di skuad PSMS Medan semakin memanas. Enam wajah baru terlihat pada latihan di Stadion Teladan tadi sore. Tim seleksi tampaknya harus bekerja keras sebagai ujung tombak perekrutan.

Dua nama Ku Kyung Hyun dan Bayu Sutha lebih dulu datang kemarin. Namun karena latihan libur, keduanya baru hari ini memulai aksinya. Selain dua stopper itu, terlihat bergabung dua mantan pemain PS Bengkulu, Dyangga Yureztyo dan Inkyun Oh, mantan gelandang Sierra Leone, Abu Bakar, plus mantan gelandang PSIR Rembang, Ari Yahya.

Dari enam pemain tersebut, duo Korsel memberikan kesan pertama yang menjanjikan. Berbeda posisi Ku Kyung Hyun dan Inkyun Oh cukup nyetel meski baru pertama kali bergabung dengan lainnya.

Salah satu yang memuji performa keduanya adalah mantan Pelatih PSMS, Amrustian. Pelatih yang kini membesut peserta Divisi Utama, PSBL Langsa ini memberikan komentar positif.

“Kalau pendapat saya dua Korea itu baik yang berposisi stopper maupun gelandang memang betul-betul tipe pemain Korea. Yang di belakang mampu menutup celah dan pandai membaca serangan lawan. Sementara yang gelandang punya umpan yang baik. Mereka punya kemampuan di atas rata-rata,” ujar Amrustian.

Namun diyakini Amrustian masalah komunikasi masih menjadi kendala awal keduanya untuk berkoordinasi dengan pemain lainnya. “Biasanya terkendala bahasa untuk berkomunikasi dengan pemain lainnya,” ujar pria yang sempat melatih PSMS dua musim lalu ini.

Sementara tim seleksi PSMS belum mau berkomentar banyak soal penampilan para pemain baru yang datang.

“Belum bisa dinilai karena baru pertama latihan. Kita akan lihat lagi dalam beberapa hari ke depan. Terutama ujicoba,” ujarnya.

Penantian kontrak belum tuntas

MEDAN - Sudah cukup lama para pemain menghuni mes Kebun Bunga. Namun kontrak yang diharapkan belum juga menghampiri. Janji Pelaksana Teknis yang seyogianya menyodorkan kontrak pekan ini tampaknya belum juga terang.

Anggota Pelaksana Teknis PSMS, Iswanda Ramli, mengatakan kontrak pemain belum bisa diberikan karena seleksi masih berlangsung. Tim seleksi yang terdiri dari Suharto, Roekinoy dan Sugiar masih memilah-milah pemain yang layak menghuni kaus tim hijau PSMS. Belakangan cukup banyak wajah-wajah baru yang hadir.

“Bang Suharto masih menyeleksi pemain, setelah selesai, baru kami laporkan kepada ketua umum untuk ditindaklanjuti pencairan dananya dengan konsorsium,” kata pria yang akrab disapa Nanda itu baru-baru ini.

Nanda tak memungkiri soal kekhawatiran pemain bakal kabur jika tak juga diikat secara resmi. Tentu saja lewat goresan tanda tangan di atas kontrak. Namun ia meyakini tim seleksi yang juga bakal asisten pelatih mampu meyakini pemain yang ada.

“Memang bisa saja pemain pergi karena ketidakjelasan ini, tapi saya yakin pemain paham kondisinya dan Suharto telah membicarakannya dengan mereka,” ujarnya.

Menurut Nanda, dirinya bersama Pelaksana Teknis lainnya terus mengawasi jalannya seleksi dan melaporkan setiap perkembangannya kepada Ketua Umum PSMS.

“Kalau kami (pelaksana teknis) saat ini bertugas menangani tim. Apa perkembangannya, kami lalu melaporkannya kepada ketum,” ungkapnya.

Dalam koridor Pelaksana Teknis, pihaknya tak bisa memberikan kebijakan tanpa persetujuan Ketua Umum. “Keputusan di tangan ketum. Yang kami bisa lakukan terus-menerus adalah komunikasi dengan beliau,” tandasnya.

Senada itu, Pelaksana Teknis PSMS lainnya Benny Tomasoa mengatakan pihaknya terus member laporan seperti apa perkembangan PSMS.

“Kami terus berkomunikasi dengan ketum. Semua berharap dan berdoa yang terbaik buat PSMS. Mudah-mudahan PSMS tidak terkendala untuk berkompetisi di IPL musim ini, dan kami yakin dengan beliau,” harapnya.

PSMS butuh karakter Mennoh

MEDAN - PSMS Medan tidak bisa memungkiri ketergantungannya akan sosok Stephen Mennoh. Enerjik dan lihai membongkar pertahanan lawan plus umpan terukurnya membuat Ayam Kinantan berharap banyak padanya.

Gelandang asal Liberia itu juga diharapkan kembali bergabung menjadi bagian dari skuad PSMS musim ini. Sebelumnya, Mennoh sempat mengikuti seleksi. Namun gerah aroma ketidakpastian kontrak, ia memilih kembali ke Bekasi bersama klub lamanya, Persipasi.

Calon Asisten Pelatih PSMS, Suharto, tak memungkiri pihaknya masih berharap Mennoh kembali ke Kota Medan. Suharto menilai karakter dan visi permainan Mennoh dinilai cocok dengan gaya bermain PSMS.

"Mennoh masih kami harapkan bergabung. Mental dan visi bermainnya saya rasa sangat tepat untuk tim ini,” ujarnya baru-baru ini.

Begitupun, jika nantinya Mennoh tetap lolos dari genggaman, opsi meminang John Takpor juga bisa mengimbanginya. Kalau Mennoh urung kembali ke Medan, Suharto mengaku John Tarkpor (Persebaya 1927) sepadan dengan Mennoh.

“Kalau sudah dapat antara satu dari nama tersebut, saya rasa barisan tengah PSMS sudah bagus dan cukup solid," pungkas Suharto lagi.

Anggota tim seleksi lainnya, Roekinoy, membenarkan sudah kembali menjalin komunikasi dengan Mennoh. Meski dikabarkan kembali ke Persipasi, nyatanya Mennoh belum menjalin ikatan dengan klub asal Bekasi itu.

“Sudah ada komunikasi dengan Mennoh. Dia pun bersedia datang lagi ke sini. Lagipula, dia ke Bekasi bukan karena ingin kembali ke Persipasi tapi ada agenda lain," ungkap Roekinoy.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Mennoh juga membenarkan akan segera datang ke Medan, kendati belum menentukan tanggal pasti. Sebelumnya, PSMS sempat berharap banyak pada sosok mantan gelandang Persija Jakarta, Oliver Makor. Namun performa Makor dianggap belum bisa menggantikan peran Mennoh.