Sebanyak 18 pemain yang masih seleksi di PSMS ternyata sudah dipanjar. Hal itu diungkapkan Idris Sekum PSMS kemarin (13/10). Panjar pemain rata-rata Rp4 juta, sementara legiun asing diberi uang panjar Rp10juta. Sedangkan pemain magang dipanjar rendah Rp2juta.
“Jadi totalnya Rp80 juta sudah dikucurkan,” ungkap Idris tanpa menyebut dari mana sumber dana untuk panjar pemain itu.
Menurutnya, hal ini sengaja dilakukan untuk mengikat para pemain. “Dengan melakukan hal ini, mereka sudah terikat dengan PSMS. Gak bisa lari lagi. Jadi kita harapkan juga mereka bisa lebih konsentrasi berlatih untuk meningkatkan performa permainan,” tambahnya.
Namun, ketidakjelasan dana dari konsorsium bisa jadi mengancam keberlangsungan kontrak pemain seandainya pihak konsorsium tak setuju terhadap pemain yang direkrut. Tapi, Ketum PSMS yang nantinya akan menunjuk CEO mengharuskan menyetujui pemain yang ditetapkan.
Idris juga mengaku belum berani bertindak lebih jauh. “Kalau untuk mengontrak, kami belum berani, karena jadwal dan manual liga juga belum jelas. Misalnya kalau kami kontrak pemain selama 12 bulan atau 10 bulan, sementara liga berlangsung lebih lama atau lebih cepat dari itu, bisa kacau,” katanya.
Sementara itu, tim pemandu bakat PSMS Roekinoy membenarkan ada 18 pemain yang sudah menerima uang panjar, dari 21 pemain yang saat ini lolos seleksi tahap pertama. “Selain Cucu Hidayat dan Ferry Aman Saragih, semua sudah mendapat panjar. Kenapa mereka belum dipanjar, karena mereka baru datang setelah pemanjaran pemain dilakukan. Itu juga berlaku terhadap Jacky Pasarela dan Alamsyah Nasution yang telah bergabung Rabu (12/10) lalu,” terangnya.
Sementara itu, sejak dideklarasikan kesepakatan merger dengan PT Bintang Medan 13 Agustus 2011 lalu, belum ada perkembangan positif yang terlihat di tubuh PSMS. Hingga saat ini, PSMS malah terlihat terseok-seok mempersiapkan diri mengikuti kompetisi musim mendatang.
Saat ini sudah ada 23 pemain seleksi yang lolos pada tahap awal. Kembali Idris mengakui, hal ini memang terjadi di PSMS. Namun, menurutnya hal ini bukan hanya PSMS yang mengalami. “Ini juga terjadi di 19 klub lainnya yang kerjasama dengan konsorsium,” ujarnya lagi. (saz/sumutpos)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Friday, October 14, 2011
PSMS Segera Lunasi Gaji Gaston Castano
Sisa tiga bulan gaji pemain Argentina Gaston Castano ketika memperkuat PSMS Medan di Divisi Utama 2010-2011 lalu, bakal segera dilunasi oleh pihak manajemen meski hanya dua bulan yang akan dibayarkan, hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Umum PSMS Medan, Idris.
"Karena krisis dana, kita telah sepakat dengan semua pemain untuk pengurangan sisa gaji.Semua pemain sudah sepakat dengan itu, pada waktu kesepakatan tercapai kita juga memanggil Gaston, namun yang bersangkutan tidak hadir," kata Idris.
Ia mengatakan, persoalan tunggakan gaji Gaston sama dengan pemain lainnya yang memperkuat PSMS musim kompetisi Divisi Utama 2010-2011.
Semua pemain selain Gaston menyetujui permintaan pengurus PSMS mengurangi pembayaran gaji tersebut.Misalnya pemain yang tunggakannya dua bulan hanya dibayar satu bulan dan yang tiga bulan hanya dibayar dua bulan.
"Namun hanya Gaston yang ingin gajinya dibayar penuh tiga bulan. Kesimpulannya kita tetap akan membayar sisa gajinya, namun hanya dua bulan bukan tiga bulan seperti yang dia minta," katanya.
Menurut Idris, Gaston juga telah melanggar kesepakatan bahwa ketika usai putaran delapan besar di Tenggarong, Kalimantan Timur, pemain tetap akan kembali ke mess di Kebun Bunga Medan.
"Namun Gaston tidak pernah kembali ke mess, padahal masih ada sisa sekitar empat bulan lagi menjelang habisnya masa kontrak. Meski kompetisi sudah berakhir, kita juga masih butuh dia misalnya untuk laga amal maupun lainnya," katanya.
Sementara itu, masalah tunggakan sisa gaji tersebut saat ini sudah sampai ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Bahkan CEO APPI, Valentino Simanjuntak sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PSMS namun belum juga menghasilkan titik temu.
"APPI berusaha melakukan mediasi bagi kedua belah pihak. Pada intinya Gaston hanya meminta hal yang sederhana yakni pembayaran sisa gajinya," katanya.
(antara)
"Karena krisis dana, kita telah sepakat dengan semua pemain untuk pengurangan sisa gaji.Semua pemain sudah sepakat dengan itu, pada waktu kesepakatan tercapai kita juga memanggil Gaston, namun yang bersangkutan tidak hadir," kata Idris.
Ia mengatakan, persoalan tunggakan gaji Gaston sama dengan pemain lainnya yang memperkuat PSMS musim kompetisi Divisi Utama 2010-2011.
Semua pemain selain Gaston menyetujui permintaan pengurus PSMS mengurangi pembayaran gaji tersebut.Misalnya pemain yang tunggakannya dua bulan hanya dibayar satu bulan dan yang tiga bulan hanya dibayar dua bulan.
"Namun hanya Gaston yang ingin gajinya dibayar penuh tiga bulan. Kesimpulannya kita tetap akan membayar sisa gajinya, namun hanya dua bulan bukan tiga bulan seperti yang dia minta," katanya.
Menurut Idris, Gaston juga telah melanggar kesepakatan bahwa ketika usai putaran delapan besar di Tenggarong, Kalimantan Timur, pemain tetap akan kembali ke mess di Kebun Bunga Medan.
"Namun Gaston tidak pernah kembali ke mess, padahal masih ada sisa sekitar empat bulan lagi menjelang habisnya masa kontrak. Meski kompetisi sudah berakhir, kita juga masih butuh dia misalnya untuk laga amal maupun lainnya," katanya.
Sementara itu, masalah tunggakan sisa gaji tersebut saat ini sudah sampai ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Bahkan CEO APPI, Valentino Simanjuntak sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PSMS namun belum juga menghasilkan titik temu.
"APPI berusaha melakukan mediasi bagi kedua belah pihak. Pada intinya Gaston hanya meminta hal yang sederhana yakni pembayaran sisa gajinya," katanya.
(antara)
Thursday, October 13, 2011
5 PEmain Naturalisasi Masuk Timnas
Timnas Merah Putih belum menyerah. Meski peluang menembus babak selanjutnya di babak kualifikasi Piala dunia zona Asia Grup E nyaris sirna, timnas tetap akan berupaya keras.
Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan darah baru ke timnas. Bob Hippy, coordinator timnas, menyatakan, timnas berencana memanggil lima pemain yang baru dinaturalisasi untuk bergabung dalam pemusatan latihan yang akan mulai dilakukan awal November. Kelima pemain itu adalah Greg Nwokolo, Victor Igbonevo, Stefano Lilipaly, Tonnie Cussel, dan John van Beukering.
"Kelimanya akan kita panggil dalam pemusatan latihan nanti. Soal siapa yang akan masuk ke timnas semua terserah pelatih," kata Bob Hippy di kantor PSSI, Rabu (12/10) sore.
Bob mengungkapkan, setelah kalah dari Qatar 3-2 kemarin malam skuad timns langsung dipulangkan ke klubnya masing-masing. Mereka baru akan dipanggil lagi akhir Oktober dan mulai menjalani pemusatan latihan awal November.
Sementara itu, dua pemain yang baru dinaturalisasi, yaitu Greg Nwokolo dan Victor Igbonevo resmi bergabung dengan Pelita Jaya. Sebelumnya Greg bemain untuk Persija Jakarta dan Igbonevo berkostum Persipura Jayapura. BErgabungnya dua pemain itu menambah daftar penjang pemain naturalisasi yang berkostum Pelita Jaya. Sebelumnya yang sudah teken kontrak dengan klub milik NIrwan bakrie itu adalah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, Tonnie Cussel, dan John van Beukering yang kabarnya dipinjamkan ke SC Vise (divisi II Belgia).
Kepastian bergabungnya Greg dan Igbonevo ke Pelita Jaya diungkapkan salah satu direktur klub berjuluk The Young Guns itu, Iman Arif. "Ya, Greg dan Igbonevo sudah resmi bergabung dengan Pelita," kata Iman.
Kekuatan Pelita bisa jadi kian tangguh karena kapten timnas Bambang Pamungkas yang tengah bingung dengan kondisi di Persija kabarnya juga akan menyeberang ke Pelita Jaya. Pelita Jaya adalah salah satu klub yang paling siap mengarungi kompetisi musim 2011/2012.
Bulan lalu Pelita menjalani pemusatan latihan di Bali. Setelah itu mereka melanjutkannya di Sawangan. (ali/jawapos)
Salah satu yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan darah baru ke timnas. Bob Hippy, coordinator timnas, menyatakan, timnas berencana memanggil lima pemain yang baru dinaturalisasi untuk bergabung dalam pemusatan latihan yang akan mulai dilakukan awal November. Kelima pemain itu adalah Greg Nwokolo, Victor Igbonevo, Stefano Lilipaly, Tonnie Cussel, dan John van Beukering.
"Kelimanya akan kita panggil dalam pemusatan latihan nanti. Soal siapa yang akan masuk ke timnas semua terserah pelatih," kata Bob Hippy di kantor PSSI, Rabu (12/10) sore.
Bob mengungkapkan, setelah kalah dari Qatar 3-2 kemarin malam skuad timns langsung dipulangkan ke klubnya masing-masing. Mereka baru akan dipanggil lagi akhir Oktober dan mulai menjalani pemusatan latihan awal November.
Sementara itu, dua pemain yang baru dinaturalisasi, yaitu Greg Nwokolo dan Victor Igbonevo resmi bergabung dengan Pelita Jaya. Sebelumnya Greg bemain untuk Persija Jakarta dan Igbonevo berkostum Persipura Jayapura. BErgabungnya dua pemain itu menambah daftar penjang pemain naturalisasi yang berkostum Pelita Jaya. Sebelumnya yang sudah teken kontrak dengan klub milik NIrwan bakrie itu adalah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, Tonnie Cussel, dan John van Beukering yang kabarnya dipinjamkan ke SC Vise (divisi II Belgia).
Kepastian bergabungnya Greg dan Igbonevo ke Pelita Jaya diungkapkan salah satu direktur klub berjuluk The Young Guns itu, Iman Arif. "Ya, Greg dan Igbonevo sudah resmi bergabung dengan Pelita," kata Iman.
Kekuatan Pelita bisa jadi kian tangguh karena kapten timnas Bambang Pamungkas yang tengah bingung dengan kondisi di Persija kabarnya juga akan menyeberang ke Pelita Jaya. Pelita Jaya adalah salah satu klub yang paling siap mengarungi kompetisi musim 2011/2012.
Bulan lalu Pelita menjalani pemusatan latihan di Bali. Setelah itu mereka melanjutkannya di Sawangan. (ali/jawapos)
PSMS Masih Terima Seleksi
Di tengah ketidakpastian soal sosok pelatih kepala dan belum terbentuknya manajemen, PSMS Medan masih juga mendatangkan pemain. Beberapa pemain baik asing maupun lokal kini berencana didatangkan. Kabarnya Bill Tchato, bek asal Kamerun dan seorang striker asal Korea Selatan akan didatangkan. Untuk lokal, nama Alamsyah Nasution beredar.
"Rencananya striker asal Korea Selatan sebagai tandem Saha di lini depan ditambah pemain asing Bill Tchato yang melalui proses seleksi. Selain itu juga kita berencana mendatangkan Alamsyah Nasution," ungkap Pelaksana Teknis PSMS, Idris SE, baru-baru ini.
Sebelumnya PSMS juga berencana mendatangkan Ferdiansyah , mantan kiper Persipura. Yang bersangkutan sebelumnya disebut-sebut bakal hadir di Mess kebun Bunga kemarin. Namun hingga latihan kemarin, Ferdi belum terlihat.
“Ferdi mungkin dalam seminggu ini akan segera hadir di Kebun Bunga,” ujar calon Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy.
Begitupun tim seleksi belum akan melakukan seleksi tahap selanjutnya karena belum adanya pelatih kepala. Tim seleksi saat ini fokus untuk memantapkan kerangka yang ada dengan menggalakkan laga-laga ujicoba. Seleksi tahap kedua dikatakan menjadi wewenang pelatih kepala.
Anehnya, rencana perekrutan pemain tersebut juga berbanding terbalik dengan kondisi yang ada tanpa manajemen dan dan sosok Chief Executive Officer (CEO) PSMS. Lantas, dengan ketidakjelasan tersebut, siapa yang bakal memberikan pembayaran uang muka kontrak pemain nantinya?
Sebelumnya, jumlah skuad seleksi kembali menciut. Bukan dalam tahap eliminasi yang dilakukan tim seleksi, tiga pemain tidak terlihat ikut latihan di Stadion Kebun Bunga sejak Senin (10/10). Ketiganya adalah Zainal Ikhwan, Cucu Hidayat, dan Arifin Genuni.
Dikabarnya, ketiga pemain urung kembali ke Kebun Bunga. Menanggapi ketidakhadiran Cucu dan kawan-kawan, tim seleksi berpandangan lain. Kepada wartawan, calon Asisten Pelatih Suharto mengatakan ketiga pemain sempat meminta izin.
"Cucu Hidayat minta izin karena adiknya mau menikah dan Arifin juga ada urusan keluarga," ujar mantan Pelatih Ayam Kinantan musim lalu itu, Selasa (11/10).
Soal Zainal Ikhwan, Roekinoy yang juga anggota tim penyeleksi mengatakan mantan pemain Persela Lamongan itu sempat meminta izin dengan alasan mengambil pakaian. Roekinoy mengungkapkan sang pemain sudah meninggalkan Kebun Bunga sejak Minggu (9/10). “Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi," katanya.
Tanda-tanda kembali diyakini hanya ada pada Cucu Hidayat, sementara rasa pesimis mencuat pada Arifin Genuni dan Zainal Ikhwan.
"Insya Allah, Cucu Hidayat pasti kembali. Namun mungkin terkendala tiket. Arifin Genuni mungkin tidak kembali karena masih dibutuhkan PSAP Sigli. Soal Zainal, masih fifty-fifty," ujar mantan Pelatih PSMS U-21 ini.
Jecky masih haus gol.....
MEDAN - Niat Jecky Pasarella mencoba peruntungannya di PSMS Medan akhirnya terwujud. Tadi sore, saat PSMS menggelar ujicoba di Stadion Kebun Bunga menghadapi PS Putra Buana, Jecky diizinkan tampil. Ini merupakan kehadiran perdana Jecky dalam proses seleksi PSMS.
Bahkan penampilan Jecky kali ini terasa istimewa. Masuk menggantikan Arie Priyatna di menit 56, Mantan striker PSM Makassar ini langsung nyetel dengan tim dan menceploskan sebiji gol untuk kemenangan 5-0 PSMS. Tak ayal kehadiran Jecky pun menggembirakan suporter. Yel-yel "Jecky Pasarella kami haus golmu" terus terdengar sejak ia masuk ke lapangan.
Apalagi Jecky merupakan sosok yang diharapkan suporter masuk ke dalam rencana skuad PSMS yang dipersiapkan untuk kompetisi level 1 musim ini. Menanggapi kehadirannya, Jecky tak memungkiri hasratnya yang tinggi untuk bisa memperkuat PSMS kembali.
"Saya sangat ingin kembali merumput di Medan. Apalagi bersama PSMS. Saya harap bisa menunjukkan performa maksimal dan PSMS memberikan kesempatan lagi kepada saya," ujarnya.
Sebelumnya Jecky dikabarkan sempat mencoba seleksi di Persiraja Banda Aceh. Namun karena dinyatakan gagal, ia lantas mengalihkan target ke PSMS. Hal itu yang disinyalir sempat membuat PSMS enggan memakai jasanya lagi. Namun Jecky membantah kabar tersebut.
"Saya tidak pernah seleksi di Persiraja. Sejak dari PSM Makassar saya memang hanya ingin kembali ke Medan," kata pemain berusia 25 tahun itu.
Soal Jecky, tim seleksi mengatakan sejak awal tidak ada masalah. "Hanya saja kehadirannya ketika itu bertepatan sehari menjelang penciutan pemain. Kita tetap membuka seleksi selama memungkinkan dan sesuai kebutuhan," ujar bakal Asisten Pelatih PSMS, Suharto.
Pada ujicoba tersebut, PSMS tampil dominan. Selain itu, para striker tampil tajam dengan berkontribusi gol. Meski awalnya hanya mampu menceploskan satu gol lewat Arie Priyatna di menit 25, PSMS akhirnya tampil lebih padu di babak kedua.
Osas Saha kembali menunjukkan kelasnya lewat torehan gol di menit 65. Lima menit berselang, giliran tandemnya di Divisi Utama 2009/2010, Jecky Pasarella, menggetarkan jala lawan. Tambahan gol dari Al Massi dan Cucu Hidayat pun menyempurnakan kemenangan Ayam Kinantan.
Wednesday, October 12, 2011
Lima Pemain Asing Resmi Jadi WNI
Lima calon pemain naturalisasi telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, Senin, 11 Oktober 2011. Kelimanya mengucapkan sumpah setia kepada Merah Putih di Kanwil Kemenhumkam, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2011.
Dua pemain berasal dari Nigeria, yakni Greg Nwokolo dan Victor Chukwuekezie Igbonefo. Keduanya sudah lama bermain di Indonesia. Greg musim lalu bermain untuk klub Persija Jakarta, sedangkan Victor bermain untuk Persipura Jayapura.
Sementara itu, tiga pemain lainnya berasal dari Belanda, yakni Jhon van Beukering, Stefano Lilipaly, dan Tonnie Cussel. Ketiga pemain ini berasal dari berbagai klub yang berlaga di kompetisi sepak bola Belanda.
Kepala Dinas Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham, Audy Murfi, mengaku proses naturalisasi kelima pemain tersebut cukup memakan waktu. Pasalnya, permohonan menjadi warga negara harus melalui proses hingga ke meja Presiden.
"Memang prosesnya seperti ini. Waktunya panjang karena harus sesuai dengan undang-undang. Semua melewati proses dan tahapan sebelum sampai ke Presiden," ujar Audi usai pengambilan sumpah, Senin, 11 Oktober 2011.
Program naturalisasi pemain sudah berjalan sejak PSSI masih dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Setidaknya ada dua pemain yang menjadi pioner proses ini. Mereka adalah Christian "El Loco" Gonzales dan Kim Jefrrey Kurniawan.
El Loco saat ini masih membela timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sedangkan Kim baru dicoret dari timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.
Meski sudah berganti kepengurusan, program naturalisasi ini terus berjalan. Dua pemain asal Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels akhirnya menyusul jadi WNI. Keduanya juga diproyeksikan memperkuat timnas U-23. Namun dari dua nama ini, hanya Diego yang sampai saat ini masih bertahan.
(Marco Tampubolon/Ali Usman/vivanews)
Dua pemain berasal dari Nigeria, yakni Greg Nwokolo dan Victor Chukwuekezie Igbonefo. Keduanya sudah lama bermain di Indonesia. Greg musim lalu bermain untuk klub Persija Jakarta, sedangkan Victor bermain untuk Persipura Jayapura.
Sementara itu, tiga pemain lainnya berasal dari Belanda, yakni Jhon van Beukering, Stefano Lilipaly, dan Tonnie Cussel. Ketiga pemain ini berasal dari berbagai klub yang berlaga di kompetisi sepak bola Belanda.
Kepala Dinas Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham, Audy Murfi, mengaku proses naturalisasi kelima pemain tersebut cukup memakan waktu. Pasalnya, permohonan menjadi warga negara harus melalui proses hingga ke meja Presiden.
"Memang prosesnya seperti ini. Waktunya panjang karena harus sesuai dengan undang-undang. Semua melewati proses dan tahapan sebelum sampai ke Presiden," ujar Audi usai pengambilan sumpah, Senin, 11 Oktober 2011.
Program naturalisasi pemain sudah berjalan sejak PSSI masih dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Setidaknya ada dua pemain yang menjadi pioner proses ini. Mereka adalah Christian "El Loco" Gonzales dan Kim Jefrrey Kurniawan.
El Loco saat ini masih membela timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sedangkan Kim baru dicoret dari timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.
Meski sudah berganti kepengurusan, program naturalisasi ini terus berjalan. Dua pemain asal Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels akhirnya menyusul jadi WNI. Keduanya juga diproyeksikan memperkuat timnas U-23. Namun dari dua nama ini, hanya Diego yang sampai saat ini masih bertahan.
(Marco Tampubolon/Ali Usman/vivanews)
PSMS Ditantang Pra PON Sumut
Ternyata Tim Pra PON Sumut sudah berulang kali mengontak pengurus PSMS untuk menjadwal laga uji coba. Tim Pra PON mengaku siap menghadapi PSMS. Pelatih Tim Pra PON Sumut Rudi Saari juga menuturkan, mereka mau saja meladeni PSMS.
“Kita tentu mau meladeni PSMS, kita juga tak mau menunggu bola. Kita yang akan mengundang mereka,” jelasnya, Senin (10/10).
Menurut Rudi, dengan bertanding dengan tim sekelas PSMS merupakan satu harapan yang selalu diinginkan. “Tentu ini untuk menambah pengalaman dan jam terbang anak-anak,” ujarnya.
Selama ini, Tim Pra PON menurut Rudi baru menggelar laga kontra PS PTPN IV. “Baru itu (PTPN IV, Red) ditambah dengan TC yang terus dilakukan. Sedangkan PTPN IV ini belum merupakan lawan yang sepadan. Kita berharap ada lawan tanding yang berada di atas kita, seperti PSMS juga Pro Duta,” jelasnya.
Sebelumnya, Rudi mengungkapkan, sebelum-sebelumnya kita sudah pernah mengundang untuk menggelar laga dengan PSMS. “Namun, belum menemukan titik temu baik jadwal maupun kelengkapan tim. Tapi, sore ini (10/10) kita sudah mengontak PSMS lagi untuk itu. Dan kita masih menunggu konfirmasi,” sambungnya.
Ia juga menjelaskan, jika nanti laga tersebut sudah fix, maka Tim Pra PON Sumut siap berlaga ke Stadion Kebun Bunga mau pun siap menunggu kedatangan PSMS di Bah Jambi Simalungun.
“Jika dalam waktu dekat kita belum mendapatkan jadwal fix, maka kita akan mengundang Pro Duta untuk laga. Kita anggap PSMS dan Pro Duta adalah tim yang sudah berada di tingkat profesional,” ujar Rudi.
Sementara, Suharto mengatakan untuk laga dengan Pra PON Sumut sudah diagendakan pada Sabtu (15/10) mendatang. “Ini disesuaikan dengan jadwal uji coba kita yang digelar setiap Rabu dan Sabtu,” ujarnya.
Menurut Suharto, Tim Pra PON Sumut merupakan tim yang sudah lama dibentuk dan sudah padu. “Mereka pasti lebih baik dari tim sebelumnya yang melakukan uji coba bersama kita,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, akan mengagendakan berlaga uji coba dengan tim yang lebih baik lagi seperti Pro Titan. “Itu kita akan kita agendakan selanjutnya,” ungkap Suharto.
Sebelumnya, PSMS sudah melakukan uji coba dengan enam tim yakni PS Tirtanadi (8-0), TGM (3-1), Gumarang (0-0), Medan Putra (0-1), Perisai (6-0) dan Bank Sumut (5-0). (saz/sumutpos)
“Kita tentu mau meladeni PSMS, kita juga tak mau menunggu bola. Kita yang akan mengundang mereka,” jelasnya, Senin (10/10).
Menurut Rudi, dengan bertanding dengan tim sekelas PSMS merupakan satu harapan yang selalu diinginkan. “Tentu ini untuk menambah pengalaman dan jam terbang anak-anak,” ujarnya.
Selama ini, Tim Pra PON menurut Rudi baru menggelar laga kontra PS PTPN IV. “Baru itu (PTPN IV, Red) ditambah dengan TC yang terus dilakukan. Sedangkan PTPN IV ini belum merupakan lawan yang sepadan. Kita berharap ada lawan tanding yang berada di atas kita, seperti PSMS juga Pro Duta,” jelasnya.
Sebelumnya, Rudi mengungkapkan, sebelum-sebelumnya kita sudah pernah mengundang untuk menggelar laga dengan PSMS. “Namun, belum menemukan titik temu baik jadwal maupun kelengkapan tim. Tapi, sore ini (10/10) kita sudah mengontak PSMS lagi untuk itu. Dan kita masih menunggu konfirmasi,” sambungnya.
Ia juga menjelaskan, jika nanti laga tersebut sudah fix, maka Tim Pra PON Sumut siap berlaga ke Stadion Kebun Bunga mau pun siap menunggu kedatangan PSMS di Bah Jambi Simalungun.
“Jika dalam waktu dekat kita belum mendapatkan jadwal fix, maka kita akan mengundang Pro Duta untuk laga. Kita anggap PSMS dan Pro Duta adalah tim yang sudah berada di tingkat profesional,” ujar Rudi.
Sementara, Suharto mengatakan untuk laga dengan Pra PON Sumut sudah diagendakan pada Sabtu (15/10) mendatang. “Ini disesuaikan dengan jadwal uji coba kita yang digelar setiap Rabu dan Sabtu,” ujarnya.
Menurut Suharto, Tim Pra PON Sumut merupakan tim yang sudah lama dibentuk dan sudah padu. “Mereka pasti lebih baik dari tim sebelumnya yang melakukan uji coba bersama kita,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, akan mengagendakan berlaga uji coba dengan tim yang lebih baik lagi seperti Pro Titan. “Itu kita akan kita agendakan selanjutnya,” ungkap Suharto.
Sebelumnya, PSMS sudah melakukan uji coba dengan enam tim yakni PS Tirtanadi (8-0), TGM (3-1), Gumarang (0-0), Medan Putra (0-1), Perisai (6-0) dan Bank Sumut (5-0). (saz/sumutpos)
Trio asing nyaris cabut
MEDAN - Ketidakhadiran Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Oyedepo George pada latihan Senin lalu menimbulkan spekulasi ketiga legiun asing itu berencana meninggalkan PSMS akibat ketidakjelasan kontrak.
Dari pantauan di lapangan didapat informasi yang menyebutkan ketiga pemain berkulit hitam itu bahkan telah memesan tiket pesawat. Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, ketiga pemain itu hendak berangkat ke Jakarta via Bandara Polonia Medan.
Beruntung, bagi PSMS karena Saha cs mendapat jaminan lisan dari Idris yang juga Sekretaris Tim PSMS. Alhasil, ketiganya sudah kembali mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga, Selasa. Anggota tim seleksi, Suharto dan Roekinoy, juga dikabarkan turut menemui Saha dan Mennoh untuk meminta keduanya kembali bergabung dengan Ayam Kinantan.
"Mereka masih bertahan di sini (PSMS). Mereka beristirahat setelah ujicoba melawan Bank Sumut. Khusus Saha dan Mennoh, keduanya sudah pasti mendapat tempat di tim," ujar Idris menjelaskan alasan keletihan menjadi penyebab pemain absen.
Sementara itu, posisi George dinilai belum aman kendati lolos dari penciutan skuad. Apalagi PSMS berencana mendatangkan Bill Chato, mantan pemain Timnas Kamerun yang berposisi sama dengan George.
Saat dikonfirmasi, Saha sendiri juga melontarkan alasan senada. Mantan pemain PSAP Sigli dan PSDS Deliserdang ini mengungkapkan ketidakhadirannya bersama dua rekannya karena stamina. "Kami tidak latihan karena capek setelah ujicoba Minggu lalu," ungkapnya.
Di pekan-pekan awal, Saha dan Mennoh memang sempat mengisyaratkan bakal cabut jika tak juga mendapat kepastian kontrak dari manajemen PSMS. Namun keduanya akhirnya memilih tetap menjalani proses seleksi.
Bahkan Saha dan Mennoh memperlihatkan performa apik dalam beberapa laga ujicoba. Bila Saha menunjukkan ketajamannya dengan mencetak sembilan gol, maka Mennoh membuat lini tengah Ayam Kinantan lebih atraktif.
Dari pantauan di lapangan didapat informasi yang menyebutkan ketiga pemain berkulit hitam itu bahkan telah memesan tiket pesawat. Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, ketiga pemain itu hendak berangkat ke Jakarta via Bandara Polonia Medan.
Beruntung, bagi PSMS karena Saha cs mendapat jaminan lisan dari Idris yang juga Sekretaris Tim PSMS. Alhasil, ketiganya sudah kembali mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga, Selasa. Anggota tim seleksi, Suharto dan Roekinoy, juga dikabarkan turut menemui Saha dan Mennoh untuk meminta keduanya kembali bergabung dengan Ayam Kinantan.
"Mereka masih bertahan di sini (PSMS). Mereka beristirahat setelah ujicoba melawan Bank Sumut. Khusus Saha dan Mennoh, keduanya sudah pasti mendapat tempat di tim," ujar Idris menjelaskan alasan keletihan menjadi penyebab pemain absen.
Sementara itu, posisi George dinilai belum aman kendati lolos dari penciutan skuad. Apalagi PSMS berencana mendatangkan Bill Chato, mantan pemain Timnas Kamerun yang berposisi sama dengan George.
Saat dikonfirmasi, Saha sendiri juga melontarkan alasan senada. Mantan pemain PSAP Sigli dan PSDS Deliserdang ini mengungkapkan ketidakhadirannya bersama dua rekannya karena stamina. "Kami tidak latihan karena capek setelah ujicoba Minggu lalu," ungkapnya.
Di pekan-pekan awal, Saha dan Mennoh memang sempat mengisyaratkan bakal cabut jika tak juga mendapat kepastian kontrak dari manajemen PSMS. Namun keduanya akhirnya memilih tetap menjalani proses seleksi.
Bahkan Saha dan Mennoh memperlihatkan performa apik dalam beberapa laga ujicoba. Bila Saha menunjukkan ketajamannya dengan mencetak sembilan gol, maka Mennoh membuat lini tengah Ayam Kinantan lebih atraktif.
Jadwal padat, PSMS khawatirkan kebugaran pemain
Perubahan peserta kompetisi level 1 menjadi 24 tim berdampak pada jadwal laga yang padat. Bahkan, setiap tim akan melakoni tiga laga dalam setiap pekannya. Tak ayal, kondisi ini diprotes tim-tim peserta.
PSMS Medan turut mengeluhkan jadwal kompetisi. Rentang waktu di empat laga awal PSMS sangat kecil. Setelah melawat ke markas Persibo Bojonegoro pada 27 November dan Bontang FC pada 4 Desember, Ayam Kinantan hanya punya jarak empat hari untuk menghadapi Persiba Bantul pada 8 Desember mendatang.
Selanjutnya, PSMS hanya punya waktu dua hari untuk recovery karena jadwal kontra Sriwijaya FC digelar 10 Desember. Waktu istirahat yang singkat tentu akan berdampak pada stamina pemain di lapangan.
“Jadwal ini cukup padat. Artinya di setiap pertandingan kita butuh pemain yang betul-betul fit. Tentu sulit membagi waktu recovery pemain dengan jadwal yang padat itu,” ujar anggota tim seleksi PSMS, Suharto, Senin.
“Kapan saatnya pemain harus bermain total, kapan tidak. Pertandingan mana yang harus mencuri angka dan mana yang tidak, semua harus disiasati,” ucap mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 itu.
Dalam kondisi ini, strategi rotasi pemain berperan besar. Artinya PSMS harus punya materi pemain yang merata agar nantinya tidak terjadi ketimpangan antara tim inti dan pemain pelapis. Namun karena masih tahap seleksi, hal itu masih kabur.
“Sekarang masih seleksi, kami belum tahu mana tim yang performanya baik dan mana yang tidak. Tapi jika nanti tim sudah terbentuk, baru bisa ditentukan,” ungkapnya.
Suharto melihat jadwal ini mungkin disesuaikan dengan jadwal laga Liga Champion Asia ataupun AFC Cup. Artinya kompetisi di tanah air harus berpacu dengan waktu dengan jumlah peserta yang membengkak untuk bisa selesai dengan rentang waktu yang sama.
“Bisa saja jadwal itu disesuaikan dengan jadwal pertandingan AFC karena 24 tim yang bermain itu harus bisa selesai dalam satu musim, dan selanjutnya tim yang terbaik akan berlaga di tingkat Asia,” ungkapnya.
PSMS Medan turut mengeluhkan jadwal kompetisi. Rentang waktu di empat laga awal PSMS sangat kecil. Setelah melawat ke markas Persibo Bojonegoro pada 27 November dan Bontang FC pada 4 Desember, Ayam Kinantan hanya punya jarak empat hari untuk menghadapi Persiba Bantul pada 8 Desember mendatang.
Selanjutnya, PSMS hanya punya waktu dua hari untuk recovery karena jadwal kontra Sriwijaya FC digelar 10 Desember. Waktu istirahat yang singkat tentu akan berdampak pada stamina pemain di lapangan.
“Jadwal ini cukup padat. Artinya di setiap pertandingan kita butuh pemain yang betul-betul fit. Tentu sulit membagi waktu recovery pemain dengan jadwal yang padat itu,” ujar anggota tim seleksi PSMS, Suharto, Senin.
“Kapan saatnya pemain harus bermain total, kapan tidak. Pertandingan mana yang harus mencuri angka dan mana yang tidak, semua harus disiasati,” ucap mantan pelatih PSMS musim 2010/2011 itu.
Dalam kondisi ini, strategi rotasi pemain berperan besar. Artinya PSMS harus punya materi pemain yang merata agar nantinya tidak terjadi ketimpangan antara tim inti dan pemain pelapis. Namun karena masih tahap seleksi, hal itu masih kabur.
“Sekarang masih seleksi, kami belum tahu mana tim yang performanya baik dan mana yang tidak. Tapi jika nanti tim sudah terbentuk, baru bisa ditentukan,” ungkapnya.
Suharto melihat jadwal ini mungkin disesuaikan dengan jadwal laga Liga Champion Asia ataupun AFC Cup. Artinya kompetisi di tanah air harus berpacu dengan waktu dengan jumlah peserta yang membengkak untuk bisa selesai dengan rentang waktu yang sama.
“Bisa saja jadwal itu disesuaikan dengan jadwal pertandingan AFC karena 24 tim yang bermain itu harus bisa selesai dalam satu musim, dan selanjutnya tim yang terbaik akan berlaga di tingkat Asia,” ungkapnya.
Saha MAsih Tajam
- Hatrik striker asing PSMS, Osas Saha, membawa kemenangan telak 5-0 atas Bank Sumut dalam laga ujicoba keenam bagi Ayam Kinantan di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu.
Dua gol lainnya dicetak Sigit Sudarmawan dan Oyedebo Geroge. Kemenangan yang dinanti-nanti publik sepakbola Medan, khususnya SMeCK Hooligan, terasa spesial karena Bank Sumut diperkuat mantan pemain PSMS, seperti Irwin Ramadhana, Chico Maradona, dan Tri Yudha Handoko.
Sejak menit pertama, PSMS tidak memberi ruang untuk lawan dalam hal penguasaan bola. Alhasil, Saha merobek gawang Irwin Ramadhana lewat tendangan mendatarnya du menit 22. Keunggulan ini membuat pemain lainnya bernafsu membuktikan diri layak memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.
Sigit, tidak terkawal pemain bertahan Bank Sumut, pun memperbesar kemenangan PSMS. Tidak puas dengan selisih dua gol, Saha kembali menghadirkan ancaman bagi lawan hingga akhirnya mencetak gol keduanya jelang babak pertama berakhir.
Tak ingin kalah telak, Bank Sumut yang melakukan serangkaian pergantian pemain. Namun strategi yang diterapkan Bank Sumut tersebut tidak menuai hasil positif. Sebaliknya pasukan duet Suharto dan Roekinoy memperbesar kemenangannya.
Menit 65, tendangan George di dalam kotak terlarang meneruskan umpan akurat dari Zulkarnaen menambah kemenangan PSMS. Saha pun mempertegaskan predikat sebagai bintang lapangan dengan gol ketiganya di menit 76.
Usai pertandingan, Suharto didampingi Roekinoy dan Drs Benny Tomasoa menyatakan pemain PSMS sudah memperlihatkan jati dirinya layak membela Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.
Dua gol lainnya dicetak Sigit Sudarmawan dan Oyedebo Geroge. Kemenangan yang dinanti-nanti publik sepakbola Medan, khususnya SMeCK Hooligan, terasa spesial karena Bank Sumut diperkuat mantan pemain PSMS, seperti Irwin Ramadhana, Chico Maradona, dan Tri Yudha Handoko.
Sejak menit pertama, PSMS tidak memberi ruang untuk lawan dalam hal penguasaan bola. Alhasil, Saha merobek gawang Irwin Ramadhana lewat tendangan mendatarnya du menit 22. Keunggulan ini membuat pemain lainnya bernafsu membuktikan diri layak memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.
Sigit, tidak terkawal pemain bertahan Bank Sumut, pun memperbesar kemenangan PSMS. Tidak puas dengan selisih dua gol, Saha kembali menghadirkan ancaman bagi lawan hingga akhirnya mencetak gol keduanya jelang babak pertama berakhir.
Tak ingin kalah telak, Bank Sumut yang melakukan serangkaian pergantian pemain. Namun strategi yang diterapkan Bank Sumut tersebut tidak menuai hasil positif. Sebaliknya pasukan duet Suharto dan Roekinoy memperbesar kemenangannya.
Menit 65, tendangan George di dalam kotak terlarang meneruskan umpan akurat dari Zulkarnaen menambah kemenangan PSMS. Saha pun mempertegaskan predikat sebagai bintang lapangan dengan gol ketiganya di menit 76.
Usai pertandingan, Suharto didampingi Roekinoy dan Drs Benny Tomasoa menyatakan pemain PSMS sudah memperlihatkan jati dirinya layak membela Ayam Kinantan pada kompetisi nanti.
PSMS tolak Jecky?
MEDAN - Harapan masyarakat Medan melihat PSMS berlaga kembali di Liga Super Indonesia hampir pasti terwujud. Tentu agar tak sekedar numpang lewat PSMS harus bermaterikan para pemain yang mumpuni skillnya. Salah satu pemain yang kerap didengungkan untuk direkrut adalah Jecky Pasarella.
Jecky bukan nama yang asing karena ia mantan striker PSMS saat berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Meski hanya menceploskan lima gol, namun performa Jecky kerap dipuji dengan daya dobraknya di lini depan. Karena itu suporter kerap berharap PSMS membawa pulang Jecky.
Harapan itu kembali hidup saat Selasa (4/8) lalu, Jecky hadir di Stadion Kebun Bunga. Kehadirannya bersamaan dengan kedatangan beberapa pemain seleksi lainnya seperti Zainal Ikhwan, Ferry Aman Saragih, Rendi Syahputra, Aswin Sitorus dan Oyegbe George.
Ketika itu Jecky terlihat hanya menonton dari lantai dua mess Kebun Bunga. Saat ditanya wartawan ia mengatakan Kamis (6/8) ia baru bergabung seleksi. Namun kenyataannya hingga hari ini, Jecky tak kunjung mengenakan kostum latihan.\
Belakangan diketahui, Jecky tidak diperbolehkan ikut seleksi. Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong yang mengaku melihat sendiri Jecky tak diberikan kostum latihan mengaku kecewa. “Jecky sudah hadir tapi justru tidak dibolehkan seleksi. Kami suporter sudah lama mengharapkan Jecky kembali memperkuat PSMS. Ia punya kualitas dan harusnya PSMS memberikan kesempatan," katanya.
Nata mencium ada gelagat suka atau tidak suka dalam penolakan Jecky. “Enggak tahulah pastinya. Tapi seperti ada suka atau tidak suka disini. Toh PSMS ini punya masyarakat bukan milik segelintir orang,” tukas Nata.
Sebelumnya Jecky memang punya sedikit masalah dengan pengurus. Saat pembentukan skuad 2010/2011, Jecky memilih berlabuh ke PSM Makassar. Hal itu yang disinyalir membuat Jecky ditolak.
Benarkah PSMS menolak Jecky? Calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy saat ditanya soal hal ini mengatakan keputusan ada pada pengurus. “Kami tugas disini hanya menyeleksi. Keputusan ada pada pengurus. Jadi gak ada wewenang kami melarang-larang,” ujar Roekinoy.
Pengurus PSMS periode lalu, Benny Tomasoa turut membantah ada diskriminasi soal Jecky. Menurutnya kehadiran Jecky tidak akan seperti ini jika ia hadir sejak awal seleksi. “Jecky masuk disaat PSMS akan melakukan penciutan pemain. Kenapa tidak dari awal seleksi dia masuk? Tidak ada diskriminasi soal Jecky,” ujar Benny.
Jecky bukan nama yang asing karena ia mantan striker PSMS saat berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Meski hanya menceploskan lima gol, namun performa Jecky kerap dipuji dengan daya dobraknya di lini depan. Karena itu suporter kerap berharap PSMS membawa pulang Jecky.
Harapan itu kembali hidup saat Selasa (4/8) lalu, Jecky hadir di Stadion Kebun Bunga. Kehadirannya bersamaan dengan kedatangan beberapa pemain seleksi lainnya seperti Zainal Ikhwan, Ferry Aman Saragih, Rendi Syahputra, Aswin Sitorus dan Oyegbe George.
Ketika itu Jecky terlihat hanya menonton dari lantai dua mess Kebun Bunga. Saat ditanya wartawan ia mengatakan Kamis (6/8) ia baru bergabung seleksi. Namun kenyataannya hingga hari ini, Jecky tak kunjung mengenakan kostum latihan.\
Belakangan diketahui, Jecky tidak diperbolehkan ikut seleksi. Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong yang mengaku melihat sendiri Jecky tak diberikan kostum latihan mengaku kecewa. “Jecky sudah hadir tapi justru tidak dibolehkan seleksi. Kami suporter sudah lama mengharapkan Jecky kembali memperkuat PSMS. Ia punya kualitas dan harusnya PSMS memberikan kesempatan," katanya.
Nata mencium ada gelagat suka atau tidak suka dalam penolakan Jecky. “Enggak tahulah pastinya. Tapi seperti ada suka atau tidak suka disini. Toh PSMS ini punya masyarakat bukan milik segelintir orang,” tukas Nata.
Sebelumnya Jecky memang punya sedikit masalah dengan pengurus. Saat pembentukan skuad 2010/2011, Jecky memilih berlabuh ke PSM Makassar. Hal itu yang disinyalir membuat Jecky ditolak.
Benarkah PSMS menolak Jecky? Calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy saat ditanya soal hal ini mengatakan keputusan ada pada pengurus. “Kami tugas disini hanya menyeleksi. Keputusan ada pada pengurus. Jadi gak ada wewenang kami melarang-larang,” ujar Roekinoy.
Pengurus PSMS periode lalu, Benny Tomasoa turut membantah ada diskriminasi soal Jecky. Menurutnya kehadiran Jecky tidak akan seperti ini jika ia hadir sejak awal seleksi. “Jecky masuk disaat PSMS akan melakukan penciutan pemain. Kenapa tidak dari awal seleksi dia masuk? Tidak ada diskriminasi soal Jecky,” ujar Benny.
Saturday, October 8, 2011
Sakti kecewa terhadap PSMS
MEDAN - Sejak lama para pecinta PSMS Medan mendengungkan nama Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean maupun Legimin Raharjo masuk dalam deretan skuad musim depan. Apalagi kesempatan berlaga di Liga Super Indonesia, harusnya membuat PSMS mencari pemain-pemain berkualitas. Namun, PSMS justru mengacuhkan putra daerahnya.
Tak ayal hal ini mengecewakan Sakti. Pascahengkang dari Semen Padang, ia mengharapkan panggilan dari klub yang membesarkannya itu. Namun PSMS tak kunjung menghubunginya hingga akhirnya memilih Mitra Kukar sebagai pelabuhan berikutnya setelah memutuskan mundur dari Arema Indonesia.
“Arema bermasalah jadi saya putuskan tidak jadi ke sana. Sekarang saya di Mitra Kukar,” ujar Sakti.
Padahal tak dipungkiri Sakti, ia akan memprioritaskan PSMS di atas klub-klub peminatnya. Namun tak ada sinyal dari Pengurus PSMS untuk menariknya kembali ke Medan.
“Habisnya PSMS yang tidak mau, apalagi Idris, masak putra daerah yang bermarga tidak dia panggil. Saya tidak dihubungi sama sekali untuk kembali membela PSMS padahal itu prioritas saya jika memang dipanggil,” beber pemain kelahiran 1982 ini.
Ya, sepeninggal membawa PSMS masuk final Divisi Utama 2007 lalu, Saktiawan memang lebih banyak melanglang buana ke berbagai tim elit. Mulai Persik Kediri, Semen Padang hingga kini telah resmi gabung Mitra Kukar.
Kekecewaan Sakti cukup beralasan. Apalagi justru daerah lain yang mau menghargainya. “Yang jelas saya merasa lebih dihargai di daerah lain daripada di daerah sendiri. Itu membuat saya dan mungkin beberapa pemain asli putra daerah lainnya sedih,” lanjutnya.
Begitupun kekecewaannya tak lantas menutupi rasa cintanya yang besar kepada klub berlambang daun tembakau itu. Ia tetap mendoakan PSMS untuk bisa berhasil di Liga Super nanti.
“Ya semoga sukses sajalah untuk PSMS tim tercinta. Sampai jumpa di Liga Super,” ujarnya.
Tak ayal hal ini mengecewakan Sakti. Pascahengkang dari Semen Padang, ia mengharapkan panggilan dari klub yang membesarkannya itu. Namun PSMS tak kunjung menghubunginya hingga akhirnya memilih Mitra Kukar sebagai pelabuhan berikutnya setelah memutuskan mundur dari Arema Indonesia.
“Arema bermasalah jadi saya putuskan tidak jadi ke sana. Sekarang saya di Mitra Kukar,” ujar Sakti.
Padahal tak dipungkiri Sakti, ia akan memprioritaskan PSMS di atas klub-klub peminatnya. Namun tak ada sinyal dari Pengurus PSMS untuk menariknya kembali ke Medan.
“Habisnya PSMS yang tidak mau, apalagi Idris, masak putra daerah yang bermarga tidak dia panggil. Saya tidak dihubungi sama sekali untuk kembali membela PSMS padahal itu prioritas saya jika memang dipanggil,” beber pemain kelahiran 1982 ini.
Ya, sepeninggal membawa PSMS masuk final Divisi Utama 2007 lalu, Saktiawan memang lebih banyak melanglang buana ke berbagai tim elit. Mulai Persik Kediri, Semen Padang hingga kini telah resmi gabung Mitra Kukar.
Kekecewaan Sakti cukup beralasan. Apalagi justru daerah lain yang mau menghargainya. “Yang jelas saya merasa lebih dihargai di daerah lain daripada di daerah sendiri. Itu membuat saya dan mungkin beberapa pemain asli putra daerah lainnya sedih,” lanjutnya.
Begitupun kekecewaannya tak lantas menutupi rasa cintanya yang besar kepada klub berlambang daun tembakau itu. Ia tetap mendoakan PSMS untuk bisa berhasil di Liga Super nanti.
“Ya semoga sukses sajalah untuk PSMS tim tercinta. Sampai jumpa di Liga Super,” ujarnya.
Friday, October 7, 2011
Pengurus PSMS aneh dan salah arah
MEDAN - Kick off Liga Super Indonesia kini hanya hitungan minggu. Namun PSMS Medan belum juga merampungkan berbagai aspek-aspek kesiapan. Belum ditentukannya CEO, manajemen belum terbentuk, posisi pelatih yang masih kosong juga belum ditentukannya susunan kepengurusan adalah sederet PR yang masih juga belum tuntas.
Pengamat sepakbola, Rafriandi Nasution, tadi malam mengatakan PSMS tak punya banyak waktu untuk bisa menyelesaikan banyaknya hal yang belum rampung. “Diibaratkan PSMS berada di last minute. Pelatih, pemain, manajemen, CEO belum jelas termasuk pengurus yang mengurusi bidang internal atau eksternal belum ditentukan. Semuanya masih saling menunggu,” ujarnya.
Belum adanya rasa saling percaya menghambat kebijakan-kebijakan yang harusnya menuntaskan permasalahan. “Belum ada kepercayaan antar pengambil kebijakan dengan pelaksana. Jadinya saling meraba-raba dan banyak persoalan yang tidak selesai,” ujarnya mencontohkan soal klub anggota PSMS yang meributkan soal PT.
“Ini kan artinya kita masih menerapkan pola kampungan. Di saat ada yang mau menyuntikkan uang untuk membantu PSMS, justru diributkan. Harusnya biarkan saja dulu yang terpenting PSMS bisa sukses berlaga di kompetisi profesional. Jadinya Rahudman terbebani dalam mengambil kebijakan, termasuk penentuan soal CEO,” tukasnya.
Lebih lanjut, Rafriandi mengatakan harusnya para pemegang saham PSMS saat ini memilih berada di garis kedua. “Biarkan saja saat ini klub-klub anggota PSMS berada di second line. Tidak terlibat dalam proses menentukan tetapi ikut mensukseskan. Harus disadari berlaga di Liga profesional membutuhkan uang banyak. Dan uang itu tidak ada dari kantong kita,” ujar Rafriandi.
Menurut Rahudman, semua pihak dituntut legowo demi kepentingan masyarakat Medan yang sudah lama berharap PSMS berlaga di Liga Super Indonesia (LSI).
“Kita meminta kearifan semua pihak. Lebih dulu mementingkan kepentingan PSMS. Di periode kedua baru berpikir untuk memperbesar saham. Misalnya menjual saham kepada publik. Tidak hanya berlaku untuk klub juga saham stadion. Jadi publik juga punya kuasa menentukan program. Seperti yang diterapkan di Liga Inggris atau kompetisi Eropa lainnya,” lanjut mantan Ketua Komisi E DPRDSU ini.
Selain itu, dengan waktu yang singkat ini PSMS diharapkan menerapkan manajemen yang modern. “Dengan waktu yang singkat ini harus diterapkan manajemen modern dengan SDM yang handal dan melek teknologi serta bisa berkomunikasi dimanapun. Harus ada sosok yang dipercayai Rahudman sebagai ketua umum untuk membangun komunikasi. Dalam hal ini authority of delegation. Jadi kebijakan-kebijakan bisa langsung sampai teknologi misalnya dengan 3G. Jadi tidak lagi tunggu-tungguan,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati sepakbola, Avian Tumengkol, berpendapat bahwa persiapan PSMS saat ini untuk menghadapi kompetisi PSSI mendatang terganggu karena pengurus PSMS terlalu memikirkan kekuasaan. Menurutnya, pengurus lama PSMS harus mengubah cara mengelola klub dengan gaya modern, bukan gaya lama yang justru akan menghambat kemajuan klub kebanggan Medan ini.
Apalagi, lanjut mantan pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) ini, dengan adanya merger antara PSMS dengan Bintang Medan dari LPI, sudah sepantasnya pihak PSMS memikirkan untuk menjalankan manajemen yang modern dan lebih profesional. Dicontohkan Avian, dengan adanya merger dengan pihak LPI, PSMS tidak punya wewenang untuk mengatur semuanya seperti yang dilakukan saat ini.
"Pemilik saham mayoritas itu pihak Bintang Medan. PSMS hanya pemilik saham 15 persen, tapi justru PSMS yang lebih dominan untuk mengatur segalanya termasuk penunjukkan direksi dan manajemen klub. Yang menentukan CEO misalnya, bukan PSMS tapi justru konsorsium LPI yang punya suara untuk itu. Tapi PSMS lah yang seperti kita lihat ingin berkuasa. Ini sudah salah arah," jelas Avian yang juga mantan pemain Liga Australia tahun 1996-1998 ini.
Avian juga mengingatkan, bukan Rahudman yang memiliki wewenang untuk menentukan CEO PSMS karena jabatan akan ditentukan oleh konsorsium, begitu juga tim pelatih. Bicara soal pelatih dan seleksi pemain, Avian menyayangkan cara pengurus PSMS yang tidak menjalankannya dengan cara yang benar dan terlalu semena-mena. "Seleksi pemain itu harus ditentukan oleh pelatih, tapi justru pelatihnya sampai sekarang belum ada. Saya heran kenapa pelatih sepertinya sengaja tidak ditetapkan segera, padahal seleksi pemain sudah berjalan. Ini aneh," tegas Avian.
Pengamat sepakbola, Rafriandi Nasution, tadi malam mengatakan PSMS tak punya banyak waktu untuk bisa menyelesaikan banyaknya hal yang belum rampung. “Diibaratkan PSMS berada di last minute. Pelatih, pemain, manajemen, CEO belum jelas termasuk pengurus yang mengurusi bidang internal atau eksternal belum ditentukan. Semuanya masih saling menunggu,” ujarnya.
Belum adanya rasa saling percaya menghambat kebijakan-kebijakan yang harusnya menuntaskan permasalahan. “Belum ada kepercayaan antar pengambil kebijakan dengan pelaksana. Jadinya saling meraba-raba dan banyak persoalan yang tidak selesai,” ujarnya mencontohkan soal klub anggota PSMS yang meributkan soal PT.
“Ini kan artinya kita masih menerapkan pola kampungan. Di saat ada yang mau menyuntikkan uang untuk membantu PSMS, justru diributkan. Harusnya biarkan saja dulu yang terpenting PSMS bisa sukses berlaga di kompetisi profesional. Jadinya Rahudman terbebani dalam mengambil kebijakan, termasuk penentuan soal CEO,” tukasnya.
Lebih lanjut, Rafriandi mengatakan harusnya para pemegang saham PSMS saat ini memilih berada di garis kedua. “Biarkan saja saat ini klub-klub anggota PSMS berada di second line. Tidak terlibat dalam proses menentukan tetapi ikut mensukseskan. Harus disadari berlaga di Liga profesional membutuhkan uang banyak. Dan uang itu tidak ada dari kantong kita,” ujar Rafriandi.
Menurut Rahudman, semua pihak dituntut legowo demi kepentingan masyarakat Medan yang sudah lama berharap PSMS berlaga di Liga Super Indonesia (LSI).
“Kita meminta kearifan semua pihak. Lebih dulu mementingkan kepentingan PSMS. Di periode kedua baru berpikir untuk memperbesar saham. Misalnya menjual saham kepada publik. Tidak hanya berlaku untuk klub juga saham stadion. Jadi publik juga punya kuasa menentukan program. Seperti yang diterapkan di Liga Inggris atau kompetisi Eropa lainnya,” lanjut mantan Ketua Komisi E DPRDSU ini.
Selain itu, dengan waktu yang singkat ini PSMS diharapkan menerapkan manajemen yang modern. “Dengan waktu yang singkat ini harus diterapkan manajemen modern dengan SDM yang handal dan melek teknologi serta bisa berkomunikasi dimanapun. Harus ada sosok yang dipercayai Rahudman sebagai ketua umum untuk membangun komunikasi. Dalam hal ini authority of delegation. Jadi kebijakan-kebijakan bisa langsung sampai teknologi misalnya dengan 3G. Jadi tidak lagi tunggu-tungguan,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati sepakbola, Avian Tumengkol, berpendapat bahwa persiapan PSMS saat ini untuk menghadapi kompetisi PSSI mendatang terganggu karena pengurus PSMS terlalu memikirkan kekuasaan. Menurutnya, pengurus lama PSMS harus mengubah cara mengelola klub dengan gaya modern, bukan gaya lama yang justru akan menghambat kemajuan klub kebanggan Medan ini.
Apalagi, lanjut mantan pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) ini, dengan adanya merger antara PSMS dengan Bintang Medan dari LPI, sudah sepantasnya pihak PSMS memikirkan untuk menjalankan manajemen yang modern dan lebih profesional. Dicontohkan Avian, dengan adanya merger dengan pihak LPI, PSMS tidak punya wewenang untuk mengatur semuanya seperti yang dilakukan saat ini.
"Pemilik saham mayoritas itu pihak Bintang Medan. PSMS hanya pemilik saham 15 persen, tapi justru PSMS yang lebih dominan untuk mengatur segalanya termasuk penunjukkan direksi dan manajemen klub. Yang menentukan CEO misalnya, bukan PSMS tapi justru konsorsium LPI yang punya suara untuk itu. Tapi PSMS lah yang seperti kita lihat ingin berkuasa. Ini sudah salah arah," jelas Avian yang juga mantan pemain Liga Australia tahun 1996-1998 ini.
Avian juga mengingatkan, bukan Rahudman yang memiliki wewenang untuk menentukan CEO PSMS karena jabatan akan ditentukan oleh konsorsium, begitu juga tim pelatih. Bicara soal pelatih dan seleksi pemain, Avian menyayangkan cara pengurus PSMS yang tidak menjalankannya dengan cara yang benar dan terlalu semena-mena. "Seleksi pemain itu harus ditentukan oleh pelatih, tapi justru pelatihnya sampai sekarang belum ada. Saya heran kenapa pelatih sepertinya sengaja tidak ditetapkan segera, padahal seleksi pemain sudah berjalan. Ini aneh," tegas Avian.
Eliminasi PSMS sisakan 24 pemain
MEDAN - PSMS Medan merealisasikan rencana penyusutan terhadap pemain seleksi. Dari 35 pemain yang sudah mengikuti seleksi, eliminasi menciutkan jumlah pemain kini hanya bertotal 24 pemain.
Menurut salah seorang tim seleksi, Suharto, pencoretan dilakukan berdasarkan penilaian sejak awal seleksi serta beberapa laga ujicoba yang dijalani. Terakhir PSMS menjajal Medan Putera dan PS Perisai kemarin. Begitupun 24 pemain ini tak lantas safe bakal berbaju Ayam Kinantan musim depan.
“Pencoretan nama pemain seleksi akan dilakukan lagi, namun, setelah pelatih kepala ada. Karena itu harus dikoordinasikan dengannya (Pelatih kepala, Red),” ujar Suharto.
Pemain yang masuk daftar pencoretan antara lain Puji (Persisam), Pierre Njanka (Aceh United), Patricio Jimenez (PSIS), Rendi Saputra (Persib), Andi Sidharta (Persik), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja) Agus Salim (Persita), Anton (PSLS). Nama Mahadi Rais Saputra yang termasuk pemain yang dipertahakan dari skuad musim lalu tak luput dalam daftar pencoretan.
Dengan demikian 24 pemain yang tersisa antara lain M Sabani, Alrian Suhaibi (kiper), Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo (stopper), Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto (Wing bek), Zainal Anwar , Anton Samba, Zulkarnain, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ramadhan Saputra, Masrudin Al Massi (Gelandang), Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Ostanika (striker).
Sementara untuk pemain asing, Oyedepo George, Stephen Mennoh dan Ikfepua Osas Marvellous Saha termasuk pemain yang lolos seleksi. Juga pemain magang M Antoni. Menurut calon asisten pelatih PSMS itu, setelah pemain yang dipilih dan lolos pada seleksi tahap pertama, ia tak lagi memiliki wewenang untuk memangkas jumlah pemain.
“Setelah ini saya hanya fokus melatih pemain seleksi yang lolos ini,” tukas pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Di sela-sela lanjutan latihan yang dilakukan, meski telah dicoret dari skuad, Patricio Jimenez masih terlihat ikut berlatih di lapangan Stadion Kebun Bunga. Pato sempat meminta izin kepada Suharto untuk ikut berlatih. Alasannya, Pato belum mendapatkan tiket pulang. “Daripada menganggur di mess, ia meminta izin untuk ikut latihan,” jelas Suharto.
Menurut salah seorang tim seleksi, Suharto, pencoretan dilakukan berdasarkan penilaian sejak awal seleksi serta beberapa laga ujicoba yang dijalani. Terakhir PSMS menjajal Medan Putera dan PS Perisai kemarin. Begitupun 24 pemain ini tak lantas safe bakal berbaju Ayam Kinantan musim depan.
“Pencoretan nama pemain seleksi akan dilakukan lagi, namun, setelah pelatih kepala ada. Karena itu harus dikoordinasikan dengannya (Pelatih kepala, Red),” ujar Suharto.
Pemain yang masuk daftar pencoretan antara lain Puji (Persisam), Pierre Njanka (Aceh United), Patricio Jimenez (PSIS), Rendi Saputra (Persib), Andi Sidharta (Persik), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja) Agus Salim (Persita), Anton (PSLS). Nama Mahadi Rais Saputra yang termasuk pemain yang dipertahakan dari skuad musim lalu tak luput dalam daftar pencoretan.
Dengan demikian 24 pemain yang tersisa antara lain M Sabani, Alrian Suhaibi (kiper), Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo (stopper), Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto (Wing bek), Zainal Anwar , Anton Samba, Zulkarnain, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ramadhan Saputra, Masrudin Al Massi (Gelandang), Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Ostanika (striker).
Sementara untuk pemain asing, Oyedepo George, Stephen Mennoh dan Ikfepua Osas Marvellous Saha termasuk pemain yang lolos seleksi. Juga pemain magang M Antoni. Menurut calon asisten pelatih PSMS itu, setelah pemain yang dipilih dan lolos pada seleksi tahap pertama, ia tak lagi memiliki wewenang untuk memangkas jumlah pemain.
“Setelah ini saya hanya fokus melatih pemain seleksi yang lolos ini,” tukas pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Di sela-sela lanjutan latihan yang dilakukan, meski telah dicoret dari skuad, Patricio Jimenez masih terlihat ikut berlatih di lapangan Stadion Kebun Bunga. Pato sempat meminta izin kepada Suharto untuk ikut berlatih. Alasannya, Pato belum mendapatkan tiket pulang. “Daripada menganggur di mess, ia meminta izin untuk ikut latihan,” jelas Suharto.
Pelatih LPI calon pelatih PSMS?
MEDAN - Pascapeninjauan ulang terhadap Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih kepala musim 2011/2012, PSMS Medan pun harus mencari nama baru. Sempat beredar nama Raja Isa dan Suimin Diharja, kini calon pelatih kepala dikabarkan berasal dari Liga Primer Indonesia (LPI).
Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengatakan akan ada satu nama pelatih asal Eropa yang dipertimbangkan mengisi kursi pelatih Ayam Kinantan musim depan. Belakangan disebut nama itu ditawarkan konsorsium. Namun soal nama belum ada kepastian.
Seperti diketahui ada 11 pelatih LPI yang mungkin salah satunya termasuk dalam nama yang dimaksud. Beberapa nama di antaranya Lionel Charbonnier (Aceh United), Uwe Erkebrecher (Cenderawasih Papua), Willy Scheepers (Bali Devata), dan Roberto Bianchi (Batavia Union).
Disinyalir pihak konsorsium sengaja memasukkan nama pelatih asing tersebut lantaran beberapa di antaranya masih terikat kontrak dengan pihak konsorsium untuk meminimalisir pengeluaran. Begitupun, keputusan tetap menunggu Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap. Sebagai pengelola, konsorsium berhak mengajukan penawaran, namun kebijakan di tangan ketua umum.
“Konsorsium yang menyodorkan nama itu kepada PSMS. Tapi ketum punya wewenang untuk menyetujui ataupun menolaknya. Bukan Lionel Charbonnier. Jadi belum final,” ungkap Idris malam ini.
Sebelumnya, Idris mengatakan PSMS mengutamakan putra daerah untuk membesut PSMS. Namun beredarnya nama pelatih asing ini seakan mementahkan hal itu. “Semuanya akan kita diskusikan dulu. Jadi sebelum nama si B ditunjuk kita akan bicarakan,” ujar Idris.
Sementara itu, Mahadi Rais Syahputra (mantan PSMS musim lalu) dan dua pemain asing yakni, Patricio ‘Pato’ Jimenez dan Pierre Njanka Beyaka, dicoret dari seleksi PSMS setelah dinilai tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Selain ketiganya, pemain lain yang bernasib kurang beruntung adalah Puji (Persisam Samarinda), Rendi Saputra (Persib Bandung), Andi Sidharta (Persik Kediri), Muhammad Antoni (PSMS U-21), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), M Agus Salim (Persita Tangerang), dan Anton ((PSLS Lhokseumawe).
Dengan begitu, PSMS menyisakan M Syahbani, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo Ariyanto, Oyedepo George, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Ramadhan Syahputra, Masrudin Al Massi, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnaen, Stephen Nagbe Mennoh, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ikpefua M Osas Saha, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Niko Ostanika dalam seleksi tim.
Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengatakan akan ada satu nama pelatih asal Eropa yang dipertimbangkan mengisi kursi pelatih Ayam Kinantan musim depan. Belakangan disebut nama itu ditawarkan konsorsium. Namun soal nama belum ada kepastian.
Seperti diketahui ada 11 pelatih LPI yang mungkin salah satunya termasuk dalam nama yang dimaksud. Beberapa nama di antaranya Lionel Charbonnier (Aceh United), Uwe Erkebrecher (Cenderawasih Papua), Willy Scheepers (Bali Devata), dan Roberto Bianchi (Batavia Union).
Disinyalir pihak konsorsium sengaja memasukkan nama pelatih asing tersebut lantaran beberapa di antaranya masih terikat kontrak dengan pihak konsorsium untuk meminimalisir pengeluaran. Begitupun, keputusan tetap menunggu Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap. Sebagai pengelola, konsorsium berhak mengajukan penawaran, namun kebijakan di tangan ketua umum.
“Konsorsium yang menyodorkan nama itu kepada PSMS. Tapi ketum punya wewenang untuk menyetujui ataupun menolaknya. Bukan Lionel Charbonnier. Jadi belum final,” ungkap Idris malam ini.
Sebelumnya, Idris mengatakan PSMS mengutamakan putra daerah untuk membesut PSMS. Namun beredarnya nama pelatih asing ini seakan mementahkan hal itu. “Semuanya akan kita diskusikan dulu. Jadi sebelum nama si B ditunjuk kita akan bicarakan,” ujar Idris.
Sementara itu, Mahadi Rais Syahputra (mantan PSMS musim lalu) dan dua pemain asing yakni, Patricio ‘Pato’ Jimenez dan Pierre Njanka Beyaka, dicoret dari seleksi PSMS setelah dinilai tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Selain ketiganya, pemain lain yang bernasib kurang beruntung adalah Puji (Persisam Samarinda), Rendi Saputra (Persib Bandung), Andi Sidharta (Persik Kediri), Muhammad Antoni (PSMS U-21), Haryadi Sanusi (Gresik United), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), M Agus Salim (Persita Tangerang), dan Anton ((PSLS Lhokseumawe).
Dengan begitu, PSMS menyisakan M Syahbani, Alrian Suhabi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo Ariyanto, Oyedepo George, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Ramadhan Syahputra, Masrudin Al Massi, Zainal Anwar, Anton Samba, Zulkarnaen, Stephen Nagbe Mennoh, Cucu Hidayat, Ferry Aman Saragih, Zainal Ichwan, Ikpefua M Osas Saha, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, dan Yoseph Niko Ostanika dalam seleksi tim.
PSMS loloskan 24 pemain seleksi awal
Sebanyak 24 pemain berhasil lolos seleksi tahap pertama dalam penyeleksian tim yang akan memperkuat PSMS menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2011/2012.
Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, Kamis, mengatakan ke-24 pemain yang lolos seleksi tersebut terdiri dari 20 pemain lokal, tiga pemain asing dan satu pemain magang. "Untuk seleksi tahap awal, pihak manajemen mengumumkan 24 pemain yang lolos seleksi. Bagi pemain yang tidak lolos seleksi jangan berkecil hati dan masih banyak klub lain yang dapat dijadikan tempat untuk memajukan prestasi," katanya.
Ia mengatakan, pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil penilaian yang dilakukan dua asisten pelatih, Suharto AD dan Roekino yang selama ini menangani seleksi pemain. Pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil seleksi murni sesuai dengan kemampuan para pemain yang mengikuti seleksi selama beberapa hari ini.
Namun demikian, lanjutnya, pemain yang sudah lolos seleksi tersebut diharapkan tidak berpuas diri, karena masih ada tahapan-tahapan seleksi berikutnya yang juga cukup menentukan posisi mereka di skuad PSMS. Terutama untuk pemain lokal yang masih akan ada perampingan lagi, mengingat PSMS hanya membutuhkan 19 pemain.
Sementara untuk pemain asing, manajemen masih mencari satu orang lagi. "Lolosnya pemain itu belum bersifat baku, bisa saja pemain yang lolos tersingkir bila kualitasnya mengalami penurunan dan tentunya akan digantikan dengan pemain lain. PSMS butuh 19 pemain lokal dan 4 pemain asing.Jadi satu pemain asing lagi yang dibutuhkan PSMS," katanya.
Nama-nama yang lolos seleksi tahap awal tersebut yakni M. Syahbani, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Zainal Anwar,Anton Samba dan Zulkarnain. Kemudian Cucu Hidayat, Feri Aman Saragih, Zainal Ikhwan, Ramadhan Saputra, Masrudin, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, Yoseph Ostanika, Oyedepo George, Stephen Nagbe Mennoh, Ikpefua Osas Marvellous.
Ketika ditanya mengenai pelatih kepala, ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mengincar beberapa pelatih asing yakni Raja Isa dan Lionel Charbonnier untuk mendampingi Suharto dan Rukino. "Dua pelatih asing yang mempunyai lisensi A itu telah kita hubungi untuk melatih PSMS. Nama keduanya akan disampaikan ke Walikota Medan Rahudman Harahap, apakah beliau setuju atau tidak," katanya.
Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, Kamis, mengatakan ke-24 pemain yang lolos seleksi tersebut terdiri dari 20 pemain lokal, tiga pemain asing dan satu pemain magang. "Untuk seleksi tahap awal, pihak manajemen mengumumkan 24 pemain yang lolos seleksi. Bagi pemain yang tidak lolos seleksi jangan berkecil hati dan masih banyak klub lain yang dapat dijadikan tempat untuk memajukan prestasi," katanya.
Ia mengatakan, pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil penilaian yang dilakukan dua asisten pelatih, Suharto AD dan Roekino yang selama ini menangani seleksi pemain. Pemain yang lolos seleksi tersebut merupakan hasil seleksi murni sesuai dengan kemampuan para pemain yang mengikuti seleksi selama beberapa hari ini.
Namun demikian, lanjutnya, pemain yang sudah lolos seleksi tersebut diharapkan tidak berpuas diri, karena masih ada tahapan-tahapan seleksi berikutnya yang juga cukup menentukan posisi mereka di skuad PSMS. Terutama untuk pemain lokal yang masih akan ada perampingan lagi, mengingat PSMS hanya membutuhkan 19 pemain.
Sementara untuk pemain asing, manajemen masih mencari satu orang lagi. "Lolosnya pemain itu belum bersifat baku, bisa saja pemain yang lolos tersingkir bila kualitasnya mengalami penurunan dan tentunya akan digantikan dengan pemain lain. PSMS butuh 19 pemain lokal dan 4 pemain asing.Jadi satu pemain asing lagi yang dibutuhkan PSMS," katanya.
Nama-nama yang lolos seleksi tahap awal tersebut yakni M. Syahbani, Alrian Suhaibi, Novi Handriawan, Arifin Genuni, Eko Prasetyo, Denny Rumba, Wawan Widiantoro, Kery Yudiono, Susanto, Zainal Anwar,Anton Samba dan Zulkarnain. Kemudian Cucu Hidayat, Feri Aman Saragih, Zainal Ikhwan, Ramadhan Saputra, Masrudin, Sigit Sudarmawan, Arie Priatna, Yoseph Ostanika, Oyedepo George, Stephen Nagbe Mennoh, Ikpefua Osas Marvellous.
Ketika ditanya mengenai pelatih kepala, ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mengincar beberapa pelatih asing yakni Raja Isa dan Lionel Charbonnier untuk mendampingi Suharto dan Rukino. "Dua pelatih asing yang mempunyai lisensi A itu telah kita hubungi untuk melatih PSMS. Nama keduanya akan disampaikan ke Walikota Medan Rahudman Harahap, apakah beliau setuju atau tidak," katanya.
Thursday, October 6, 2011
Saha sudah kantongi enam gol
MEDAN - PSMS Medan menjajal dua tim sekaligus dalam lanjutan seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu. Medan Putra dan PS Perisai dijajal secara estafet dengan hasil yang berbeda. Ditundukkan Medan Putra 0-1, dengan line up berbeda calon pasukan Ayam Kinantan mengandaskan PS Perisai 6-0.
Menghadapi Medan Putra, Suharto dan Roekinoy menguji line up yang diperkuat trio Agus Salim, Mahadi Rais, dan Johan di lini depan tanpa pemain asing. Namun Medan Putra memberikan perlawanan sengit yang merepotkan barisan belakang PSMS. Bahkan lewat Agung di menit 27, Medan Putra menciptakan satu-satunya gol kemenangan atas PSMS.
Performa PSMS seleksi berangsur membaik saat diperkuat trio legiun asing Osas Saha, Stephen Mennoh dan George serta gelandang yang baru bergabung, Ferry Aman Saragih menghadapi Perisai. Tujuh menit laga berjalan, Kerry Yudoyono membuat PSMS unggul 1-0. Di menit 32, giliran Saha menunjukkan ketajamannya.
Stephen Mennoh turut berkontribusi lewat golnya satu menit berselang. Di menit 36, Saha untuk kedua kalinya menggetarkan jala lawan. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Gol Ari Priyatna dan Sigit menggenapkan kemenangan PSMS menjadi 6-0.
Mengenai rencana penyusutan pemain yang akan dilakukan pascalaga ujicoba ditunda menjadi Kamis ini. Tim seleksi akan berkoordinasi lebih dulu dengan pengurus PSMS sebelum akhirnya menuntaskan keputusan.
"Untuk eliminasi kita akan koordinasi dulu dengan pengurus. Sifatnya hanya memberitahukan," ujar calon asisten pelatih Suharto.
Soal kuota pemain yang akan disusutkan dikatakan Suharto lebih kurang 10 pemain. "Untuk lokal mungkin 18-20 orang yang kita ambil. Yang tereleminasi sekitar 10 pemain," lanjut mantan Pelatih PSMS musim lalu tersebut.
Meskipun begitu, Suharto memastikan posisi Pierre Njanka Beyaka dan Patricio Jimenez. "Njanka dan Pato tidak cocok dengan karakter kita. Karakter yang kita inginkan tidak ada pada mereka. Soal usia sepertinya berpengaruh. Karena itu, kita lihat juga George kalau juga tak sesuai harapan, kita minta tambahan pemain," katanya.
Dilanjutkan Suharto, penilaian untuk mengeliminasi pemain dilakukan berdasarkan pantauan sejak awal seleksi.
"Ini berdasarkan penilaian sejak awal. Ujicoba ini puncaknya. Kebetulan tiga pelatih berpendapat sama. Penonton mungkin juga bisa lihat. Dan saya pastikan tidak ada yang menitip pemain. Latihan Kamis pastinya jumlah pemain sudah berkurang," tambah Suharto.
Menghadapi Medan Putra, Suharto dan Roekinoy menguji line up yang diperkuat trio Agus Salim, Mahadi Rais, dan Johan di lini depan tanpa pemain asing. Namun Medan Putra memberikan perlawanan sengit yang merepotkan barisan belakang PSMS. Bahkan lewat Agung di menit 27, Medan Putra menciptakan satu-satunya gol kemenangan atas PSMS.
Performa PSMS seleksi berangsur membaik saat diperkuat trio legiun asing Osas Saha, Stephen Mennoh dan George serta gelandang yang baru bergabung, Ferry Aman Saragih menghadapi Perisai. Tujuh menit laga berjalan, Kerry Yudoyono membuat PSMS unggul 1-0. Di menit 32, giliran Saha menunjukkan ketajamannya.
Stephen Mennoh turut berkontribusi lewat golnya satu menit berselang. Di menit 36, Saha untuk kedua kalinya menggetarkan jala lawan. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Gol Ari Priyatna dan Sigit menggenapkan kemenangan PSMS menjadi 6-0.
Mengenai rencana penyusutan pemain yang akan dilakukan pascalaga ujicoba ditunda menjadi Kamis ini. Tim seleksi akan berkoordinasi lebih dulu dengan pengurus PSMS sebelum akhirnya menuntaskan keputusan.
"Untuk eliminasi kita akan koordinasi dulu dengan pengurus. Sifatnya hanya memberitahukan," ujar calon asisten pelatih Suharto.
Soal kuota pemain yang akan disusutkan dikatakan Suharto lebih kurang 10 pemain. "Untuk lokal mungkin 18-20 orang yang kita ambil. Yang tereleminasi sekitar 10 pemain," lanjut mantan Pelatih PSMS musim lalu tersebut.
Meskipun begitu, Suharto memastikan posisi Pierre Njanka Beyaka dan Patricio Jimenez. "Njanka dan Pato tidak cocok dengan karakter kita. Karakter yang kita inginkan tidak ada pada mereka. Soal usia sepertinya berpengaruh. Karena itu, kita lihat juga George kalau juga tak sesuai harapan, kita minta tambahan pemain," katanya.
Dilanjutkan Suharto, penilaian untuk mengeliminasi pemain dilakukan berdasarkan pantauan sejak awal seleksi.
"Ini berdasarkan penilaian sejak awal. Ujicoba ini puncaknya. Kebetulan tiga pelatih berpendapat sama. Penonton mungkin juga bisa lihat. Dan saya pastikan tidak ada yang menitip pemain. Latihan Kamis pastinya jumlah pemain sudah berkurang," tambah Suharto.
Wednesday, October 5, 2011
Rahudman beri sinyal pengurus baru
kehadiran tim Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di Medan meninggalkan banyak ‘PR’ bagi PSMS Medan. Terutama beberapa hal menyoal aspek administratif, finansial, dan tentu saja SDM.
Pada kesempatan itu AFC meminta PSMS melengkapi dokumen operasional klub musim lalu dan musim mendatang. Sebagai bukti keikutsertaan untuk musim depan, Ayam Kinantan juga harus menyertakan kontrak penunjukan auditor untuk keuangan.
Berkas-berkas tersebut harus sudah siap sebelum 15 Oktober nanti, berikut juga dokumentasi pemugaran Stadion Teladan sesuai catatan yang diberikan AFC. Ironisnya, PSMS belum juga merampungkan susunan kepengurusan dan manajemen jelang kompetisi yang akan bergulir dua minggu ke depan.
Posisi CEO yang dirasa sangat vital juga belum ditentukan. Padahal wacana penunjukan CEO sudah digulirkan sejak Agustus lalu. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat berkunjung ke Kebun Bunga baru-baru ini menjamin segala persoalan akan tuntas sebelum 10 Oktober nanti. "Kita akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dulu. Belum bisa kita sebutkan siapa itu CEO, tapi tentunya harus orang Medan yang tahu sepakbola dan mau berkorban," katanya saat itu.
Untuk struktur kepengurusan yang juga masih tanda tanya, Rahudman yang sudah tak sungkan lagi menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PSMS berjanji segera menentukannya. Bahkan sinyal kepengurusan baru akan banyak diisi nama-nama baru terasa kental. “Selama ini kan sudah diberi kesempatan, tapi tidak banyak yang bisa dibuat untuk PSMS. Jadi jangan sakit hati kalau nanti tidak terpilih lagi. Sebaliknya, tetaplah mendukung PSMS,” tukas Rahudman lagi.
Terkait seleksi pemain, duet Suharto dan Roekinoy berencana melakukan eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu nanti. "Mulai Rabu (5/10), mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto, hari ini.
Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras. “Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Pada kesempatan itu AFC meminta PSMS melengkapi dokumen operasional klub musim lalu dan musim mendatang. Sebagai bukti keikutsertaan untuk musim depan, Ayam Kinantan juga harus menyertakan kontrak penunjukan auditor untuk keuangan.
Berkas-berkas tersebut harus sudah siap sebelum 15 Oktober nanti, berikut juga dokumentasi pemugaran Stadion Teladan sesuai catatan yang diberikan AFC. Ironisnya, PSMS belum juga merampungkan susunan kepengurusan dan manajemen jelang kompetisi yang akan bergulir dua minggu ke depan.
Posisi CEO yang dirasa sangat vital juga belum ditentukan. Padahal wacana penunjukan CEO sudah digulirkan sejak Agustus lalu. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat berkunjung ke Kebun Bunga baru-baru ini menjamin segala persoalan akan tuntas sebelum 10 Oktober nanti. "Kita akan gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dulu. Belum bisa kita sebutkan siapa itu CEO, tapi tentunya harus orang Medan yang tahu sepakbola dan mau berkorban," katanya saat itu.
Untuk struktur kepengurusan yang juga masih tanda tanya, Rahudman yang sudah tak sungkan lagi menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PSMS berjanji segera menentukannya. Bahkan sinyal kepengurusan baru akan banyak diisi nama-nama baru terasa kental. “Selama ini kan sudah diberi kesempatan, tapi tidak banyak yang bisa dibuat untuk PSMS. Jadi jangan sakit hati kalau nanti tidak terpilih lagi. Sebaliknya, tetaplah mendukung PSMS,” tukas Rahudman lagi.
Terkait seleksi pemain, duet Suharto dan Roekinoy berencana melakukan eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu nanti. "Mulai Rabu (5/10), mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto, hari ini.
Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras. “Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Gurning: Pengurus langgar kesepakatan
MEDAN - PSMS Medan berpikir ulang menggunakan jasa Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih musim depan. Di balik tudingan inkonsistensi terhadapnya, Gurning mengakui ada kesepakatan yang dilanggar pengurus PSMS.
Yang dimaksud Gurning adalah kesepakatan soal perekrutan pemain. Perjanjiannya, Gurning memegang wewenang penuh pembentukan skuad Ayam Kinantan musim ini. Artinya, pemain-pemain lahir dari rekomendasinya. Sebaliknya, pengurus PSMS justru dominan soal pemanggilan pemain. Alhasil, Gurning mempertimbangkan diri gabung dalam seleksi.
"Sejak awal saya diminta bergabung ke PSMS oleh Idris (Sekretaris Umum PSMS-red). Prcakapan antara saya dan dia menyepakati bahwa sayalah yang nantinya bertangggungjawab dalam hal rekrut pemain dan asisten pelatih. Anehnya, nama-nama pemain sudah ada tanpa berkonsultasi lebih dulu. Jadi, bukan saya yang tak mau di PSMS, tapi pengurus yang tak mau dengan saya," kata Gurning kepada wartawan di Gedung Mantan Pemain PSMS baru-baru ini.
"Jadi pokok persoalan bukan soal materi atau kontrak sebagaimana ditudingkan selama ini. Saya bisa maklumi itu karena manual liga (pedoman klub) belum ada. Saya ingin PSMS berprestasi bukan sekedar numpang lewat. Kita harus manfaatkan durian runtuh lolosnya PSMS. Jujur, saya tak berani pegang tim dengan materi seleksi yang ada sekarang,” kata Gurning membantah dirinya enggan menangani tim karena belum dikontrak.
Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu juga mengatakan siap dengan keputusan meninjau ulang posisinya. Hanya saja, Gurning berniat meluruskan tudingan miring yang dialamatkan padanya, yakni stigma memprioritaskan finansial daripada pengabdian. "Intinya, miskomunikasi," tukasnya.
Padahal disebutkan Gurning, nilai kontraknya di PSMS jauh di bawah kontraknya dengan PSPS atau beberapa klub yang meminatinya seperti Persija Jakarta, Arema Indonesia maupun Persikabo Bogor. Adalah kecintaannya dengan PSMS justru membuatnya rela menyepakati nominal yang lebih minim.
Begitupun, Gurning enggan berseteru dengan pengurus PSMS. Ia pun tak menampik keinginan menangani PSMS tetap besar. Dikatakan, dirinya tetap akan menunggu saat tepat melatih mantan klubnya itu.
Di lain pihak, Sekum PSMS Idris SE justru berpandangan berbeda. Menurutnya, semua itu tergantung Gurning kalau memang pemain yang ikut seleksi tidak sesuai harapan dan rekomendasinya.
“Sebagai pelatih kepala kan wewenangnya mendepak pemain jika memang tidak sesuai keinginan. Saya pikir dia tidak komitmen menangani PSMS karena tidak datang. Intinya, saya anggap Gurning tak mau melatih PSMS," ungkap Idris.
Soal nama-nama yang disiapkan untuk menggantikan posisi Gurning, Idris enggan membeberkan. Sebelumnya, beredar nama pelatih asal Malaysia, Raja Isa, yang pernah menangani Persipura Jayapura.
Yang dimaksud Gurning adalah kesepakatan soal perekrutan pemain. Perjanjiannya, Gurning memegang wewenang penuh pembentukan skuad Ayam Kinantan musim ini. Artinya, pemain-pemain lahir dari rekomendasinya. Sebaliknya, pengurus PSMS justru dominan soal pemanggilan pemain. Alhasil, Gurning mempertimbangkan diri gabung dalam seleksi.
"Sejak awal saya diminta bergabung ke PSMS oleh Idris (Sekretaris Umum PSMS-red). Prcakapan antara saya dan dia menyepakati bahwa sayalah yang nantinya bertangggungjawab dalam hal rekrut pemain dan asisten pelatih. Anehnya, nama-nama pemain sudah ada tanpa berkonsultasi lebih dulu. Jadi, bukan saya yang tak mau di PSMS, tapi pengurus yang tak mau dengan saya," kata Gurning kepada wartawan di Gedung Mantan Pemain PSMS baru-baru ini.
"Jadi pokok persoalan bukan soal materi atau kontrak sebagaimana ditudingkan selama ini. Saya bisa maklumi itu karena manual liga (pedoman klub) belum ada. Saya ingin PSMS berprestasi bukan sekedar numpang lewat. Kita harus manfaatkan durian runtuh lolosnya PSMS. Jujur, saya tak berani pegang tim dengan materi seleksi yang ada sekarang,” kata Gurning membantah dirinya enggan menangani tim karena belum dikontrak.
Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu juga mengatakan siap dengan keputusan meninjau ulang posisinya. Hanya saja, Gurning berniat meluruskan tudingan miring yang dialamatkan padanya, yakni stigma memprioritaskan finansial daripada pengabdian. "Intinya, miskomunikasi," tukasnya.
Padahal disebutkan Gurning, nilai kontraknya di PSMS jauh di bawah kontraknya dengan PSPS atau beberapa klub yang meminatinya seperti Persija Jakarta, Arema Indonesia maupun Persikabo Bogor. Adalah kecintaannya dengan PSMS justru membuatnya rela menyepakati nominal yang lebih minim.
Begitupun, Gurning enggan berseteru dengan pengurus PSMS. Ia pun tak menampik keinginan menangani PSMS tetap besar. Dikatakan, dirinya tetap akan menunggu saat tepat melatih mantan klubnya itu.
Di lain pihak, Sekum PSMS Idris SE justru berpandangan berbeda. Menurutnya, semua itu tergantung Gurning kalau memang pemain yang ikut seleksi tidak sesuai harapan dan rekomendasinya.
“Sebagai pelatih kepala kan wewenangnya mendepak pemain jika memang tidak sesuai keinginan. Saya pikir dia tidak komitmen menangani PSMS karena tidak datang. Intinya, saya anggap Gurning tak mau melatih PSMS," ungkap Idris.
Soal nama-nama yang disiapkan untuk menggantikan posisi Gurning, Idris enggan membeberkan. Sebelumnya, beredar nama pelatih asal Malaysia, Raja Isa, yang pernah menangani Persipura Jayapura.
Giliran Jecky Pasarella ramaikan seleksi
MEDAN - Persaingan merebut tempat di skuad PSMS Medan 2011/2012 semakin ketat dan kompetitif. Pasalnya, jumlah pemain yang mengikuti seleksi semakin banyak. Terakhir, enam nama bergabung Selasa.
Enam pemain tersebut antara lain Jecky Pasarella (PSM Makassar), Ferry Aman Saragih (Deltras Sidoarjo), Zainal Ichwan (Persela Lamongan), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), Rendi Saputra (Persib Bandung), dan Oyedepo George (Persiku Kudus).
Kehadiran mereka membuat jumlah pemain seleksi bertotal 35 pemain. Sementara itu, kiper, Dede Sulaiman tidak lagi terlihat dalam seleksi sejak Senin (3/10). Pada sesi latihan Selasa, hanya Fery dan George yang langsung bergabung dengan Zulkarnain cs. Sementara itu, Jecky, Aswin, dan Rendi masih menonton rekan-rekannya dari pinggir lapangan.
Soal Legimin Raharjo yang disebut-sebut turut bergabung belum terlihat batang hidungnya. Namun kabarnya mantan punggawa Persik Kediri itu masih menunggu kesepakatan dengan Persija Jakarta. Jika batal, Legimin dikabarkan kembali bergabung dengan mantan klubnya itu.
Sesuai instruksi, Jecky Pasarella mengatakan baru akan bergabung latihan pada Kamis besok. "Ikut bergabung seleksi pemain tinggal menunggu instruksi pihak manajemen. Kalau kata pelatih mulai Kamis," katanya.
Turut memantau seleksi, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan skuad Ayam Kinantan membutuhkan 23 pemain untuk menjadi bagian inti dari skuad musim ini. “Perinciannya adalah 19 pemain lokal dan empat asing. Khusus pemain lokal diutamakan mereka yang putra daerah," terangnya.
Menanggapi semakin banyaknya pemain yang datang seleksi, calon asisten pelatih PSMS, Suharto dan Roekinoy, tidak mempersoalkannya. Sebaliknya, keduanya menegaskan pemain yang hadir belakangan tak lantas mendapat predikat langsung lolos.
“Oh, tentu tidak langsung lolos. Ya, seperti pemain yang lainnya, tetap harus diseleksi,” ujar Roekinoy.
Mengenai wacana penyusutan pemain seleksi akan segera ditentukan setelah laga ujicoba PSMS kontra Medan Utara dan PS Perisai di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu ini.
Enam pemain tersebut antara lain Jecky Pasarella (PSM Makassar), Ferry Aman Saragih (Deltras Sidoarjo), Zainal Ichwan (Persela Lamongan), Aswin Sitorus (Persiraja Banda Aceh), Rendi Saputra (Persib Bandung), dan Oyedepo George (Persiku Kudus).
Kehadiran mereka membuat jumlah pemain seleksi bertotal 35 pemain. Sementara itu, kiper, Dede Sulaiman tidak lagi terlihat dalam seleksi sejak Senin (3/10). Pada sesi latihan Selasa, hanya Fery dan George yang langsung bergabung dengan Zulkarnain cs. Sementara itu, Jecky, Aswin, dan Rendi masih menonton rekan-rekannya dari pinggir lapangan.
Soal Legimin Raharjo yang disebut-sebut turut bergabung belum terlihat batang hidungnya. Namun kabarnya mantan punggawa Persik Kediri itu masih menunggu kesepakatan dengan Persija Jakarta. Jika batal, Legimin dikabarkan kembali bergabung dengan mantan klubnya itu.
Sesuai instruksi, Jecky Pasarella mengatakan baru akan bergabung latihan pada Kamis besok. "Ikut bergabung seleksi pemain tinggal menunggu instruksi pihak manajemen. Kalau kata pelatih mulai Kamis," katanya.
Turut memantau seleksi, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan skuad Ayam Kinantan membutuhkan 23 pemain untuk menjadi bagian inti dari skuad musim ini. “Perinciannya adalah 19 pemain lokal dan empat asing. Khusus pemain lokal diutamakan mereka yang putra daerah," terangnya.
Menanggapi semakin banyaknya pemain yang datang seleksi, calon asisten pelatih PSMS, Suharto dan Roekinoy, tidak mempersoalkannya. Sebaliknya, keduanya menegaskan pemain yang hadir belakangan tak lantas mendapat predikat langsung lolos.
“Oh, tentu tidak langsung lolos. Ya, seperti pemain yang lainnya, tetap harus diseleksi,” ujar Roekinoy.
Mengenai wacana penyusutan pemain seleksi akan segera ditentukan setelah laga ujicoba PSMS kontra Medan Utara dan PS Perisai di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu ini.
Tuesday, October 4, 2011
Seleksi PSMS masuki tahap penyusutan
MEDAN - Berbagai masalah yang mendera PSMS Medan tak lantas membuat pembentukan tim terhenti. Seleksi terus berjalan dan mulai memasuki persiapan akhir. Proses ini pun semakin dekat ke penentuan pemain yang lolos masuk tim.
Seleksi yang berlangsung tiga pekan lewat latihan dan beberapa laga ujicoba dirasakan cukup bagi tim seleksi yang terdiri atas Suharto dan Roekinoy menentukan pemain PSMS pada kompetisi nanti. Rencananya, eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu besok.
"Mulai Rabu besok, mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto baru-baru ini.
Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras.
“Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Lebih lanjut, Suharto menandaskan persaingan ketat terjadi di posisi gelandang dan striker. Sektor gelandang menjadi pos terbesar yang dilakukan penyusutan dengan adanya Stephen Mennoh, Antony, Anton Samba, Zulkarnaen, dan lainnya.
Di posisi striker, persaingan ketat terjadi antara Mahadi Rais, Yoseph ‘Niko’ Ostanika, Agus Salim, Anton, dan Ari Priyatna. Striker asal Nigeria, Osas Saha, hampir pasti mendapat predikat langsung lolos. Menariknya tidak ada eliminasi untuk posisi kiper. Pasalnya seleksi hanya diikuti tiga kiper yakni Dede Sulaiman, M Syahbani, dan Alrian Suhaibi.
“Khususnya di posisi gelandang yang banyak pemain dan persaingan ketat. Juga di posisi striker. Untuk posisi kiper, tidak ada eliminasi," pungkasnya.
Senada dengan Suharto, Roekinoy mengatakan pihaknya akan memilih 19 pemain. "Yang tinggal nanti 19 pemain. Belum termasuk Alrian, Nico, dan Mahadi yang diproyeksikan untuk jangka panjang,” tukas Roekinoy.
Seleksi yang berlangsung tiga pekan lewat latihan dan beberapa laga ujicoba dirasakan cukup bagi tim seleksi yang terdiri atas Suharto dan Roekinoy menentukan pemain PSMS pada kompetisi nanti. Rencananya, eliminasi pemain mulai dilakukan Rabu besok.
"Mulai Rabu besok, mudah-mudahan kami sudah akan mengeliminasi pemain,” tukas Suharto baru-baru ini.
Menurut Suharto, pihaknya sudah bisa menggambarkan kerangka tim. Performa pemain di beberapa laga ujicoba seperti menghadapi TGM dan PS Tirtanadi menjadi salah satu penilaian terpenting. Sayangnya, ujicoba menghadapi Gumarang FC pada Sabtu (1/10) lalu hanya berjalan selama satu babak karena hujan deras.
“Mungkin 70 persen dari pemain seleksi yang ada saat ini. Sisanya kita cari pemain yang sudah jadi. Jadi tidak lagi perlu melakukan seleksi,” ujar mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini.
Lebih lanjut, Suharto menandaskan persaingan ketat terjadi di posisi gelandang dan striker. Sektor gelandang menjadi pos terbesar yang dilakukan penyusutan dengan adanya Stephen Mennoh, Antony, Anton Samba, Zulkarnaen, dan lainnya.
Di posisi striker, persaingan ketat terjadi antara Mahadi Rais, Yoseph ‘Niko’ Ostanika, Agus Salim, Anton, dan Ari Priyatna. Striker asal Nigeria, Osas Saha, hampir pasti mendapat predikat langsung lolos. Menariknya tidak ada eliminasi untuk posisi kiper. Pasalnya seleksi hanya diikuti tiga kiper yakni Dede Sulaiman, M Syahbani, dan Alrian Suhaibi.
“Khususnya di posisi gelandang yang banyak pemain dan persaingan ketat. Juga di posisi striker. Untuk posisi kiper, tidak ada eliminasi," pungkasnya.
Senada dengan Suharto, Roekinoy mengatakan pihaknya akan memilih 19 pemain. "Yang tinggal nanti 19 pemain. Belum termasuk Alrian, Nico, dan Mahadi yang diproyeksikan untuk jangka panjang,” tukas Roekinoy.
PSMS intip pelatih lain
Ketua Umum PSMS Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, meminta Idris SE selaku Sekretaris Umum segera mencari pengganti Abdul Rahman Gurning sebagai pelatih Ayam Kinantan untuk kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012.
Ditemui di Stadion Teladan baru-baru ini, Idris mengaku saat ini sedang mengintip pelatih lain yang layak menangani PSMS. Begitu juga dengan posisi CEO PSMS, Rahudman menginginkan sosok orang Medan asli. Namun untuk pelatih, pengurus PSMS sementara akan memanfaatkan tenaga Suharto dan Roekinoy.
“Ketua Umum sekaligus Wali Kota Medan sangat kecewa atas sikap Gurning karena keengganannya menjadi pelatih sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan manajemen,” papar Idris sekaligus mengaku salut dengan keinginan keras duet Suharto dan Roekinoy beserta sejumlah puluhan pemain seleksi termasuk Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Pierre Njanka yang fokus ikut persiapan tim, kendati belum dikontrak.
Dalam ujicoba keduanya di Stadion Kebun Bunga Medan, PSMS mengalahkan PS TGM 3-1 di hadapan Rahudman, Idris, dan pengurus lainnya. Ketiga gol PSMS dicetak Mahadi Rais, Wawan, dan Saha.
Secara terpisah, informasi di lapangan mengabarkan bahwa Ketua Umum PSMS telah menolak untuk menandatangani MoU dengan konsorsium, apabila tetap mempertahankan keinginannya tetap mendudukkan Dityo Pramono sebagai CEO PSMS.
“Saya sudah diperintahkan Pak Wali agar CEO itu dipegang oleh putra daerah Medan sendiri, bukan dari luar seperti Dityo Pramono yang berasal dari Pekanbaru,” ujar Idris.
Sumber lain menyebutkan CEO Bintang Medan itu telah berbuat curang saat mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dengan tidak mencantumkan nilai kontrak pemain plus tidak membayar gaji dua pelatih sebelumnya.
Ditemui di Stadion Teladan baru-baru ini, Idris mengaku saat ini sedang mengintip pelatih lain yang layak menangani PSMS. Begitu juga dengan posisi CEO PSMS, Rahudman menginginkan sosok orang Medan asli. Namun untuk pelatih, pengurus PSMS sementara akan memanfaatkan tenaga Suharto dan Roekinoy.
“Ketua Umum sekaligus Wali Kota Medan sangat kecewa atas sikap Gurning karena keengganannya menjadi pelatih sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan manajemen,” papar Idris sekaligus mengaku salut dengan keinginan keras duet Suharto dan Roekinoy beserta sejumlah puluhan pemain seleksi termasuk Osas Saha, Stephen Nagbe Mennoh, dan Pierre Njanka yang fokus ikut persiapan tim, kendati belum dikontrak.
Dalam ujicoba keduanya di Stadion Kebun Bunga Medan, PSMS mengalahkan PS TGM 3-1 di hadapan Rahudman, Idris, dan pengurus lainnya. Ketiga gol PSMS dicetak Mahadi Rais, Wawan, dan Saha.
Secara terpisah, informasi di lapangan mengabarkan bahwa Ketua Umum PSMS telah menolak untuk menandatangani MoU dengan konsorsium, apabila tetap mempertahankan keinginannya tetap mendudukkan Dityo Pramono sebagai CEO PSMS.
“Saya sudah diperintahkan Pak Wali agar CEO itu dipegang oleh putra daerah Medan sendiri, bukan dari luar seperti Dityo Pramono yang berasal dari Pekanbaru,” ujar Idris.
Sumber lain menyebutkan CEO Bintang Medan itu telah berbuat curang saat mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dengan tidak mencantumkan nilai kontrak pemain plus tidak membayar gaji dua pelatih sebelumnya.
Kerangka PSMS mulai terlihat
MEDAN - PSMS Medan kembali menggelar laga ujicoba sebagai lanjutan dari proses seleksi pemain. Kali ini skuad seleksi PSMS dijajal Thamrin Graha Metropolitan (TGM) di Stadion Kebun Bunga kemarin. Hasilnya, Osas Saha cs mengandaskan TGM 3-1.
Berbeda dengan ujicoba sebelumnya, kali ini skuad seleksi PSMS mendapat perlawanan ketat dari lawan. Di babak pertama skuad seleksi menurunkan duet Yoseph ‘Niko’ Ostanika dan Anton. Duet lokal itu kerap menghadirkan ancaman bagi gawang lawan. Namun baru di menit 25, skuad seleksi PSMS bisa menggetarkan jala lawan lewat Niko.
Tiga menit berselang, Niko turut andil atas terciptanya gol kedua. Umpan matangnya diteruskan tandukan matang Mahadi Rais yang membuat PSMS seleksi unggul 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, trio legiun asing Pierre Njanka Beyaka, Stephen Mennoh dan Osas Saha mendapat giliran beraksi. Begitupun perlawanan TGM justru lebih baik di babak kedua. Terbukti TGM sukses memperkecil ketertinggalan 2-1 di menit 69.
Namun PSMS seleksi kembali menggeliat. Di menit 83, striker asal Nigeria, Osas Saha melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan lawan. Sprint cepatnya mengelabui pemain belakang lawan sebelum diteruskan dengan sepakan ke pojok kanan gawang lawan. Gol Saha menutup laga dengan kemenangan PSMS seleksi 3-1.
Usai laga, calon Asisten pelatih PSMS, Suharto mengakui TGM mampu membuat tim seleksi lebih bekerja keras. “Lawan kali ini lebih kompak. Mereka kan Divisi II PSSI. Yang terpenting kita lihat visi dan misi pemain itu,” ujarnya.
Suharto mengakui pihaknya sudah mulai bisa menggambarkan kerangka tim. “Setidaknya 70 persen sudah bisa kita lihat kerangkanya. Usai ujicoba (kontra Gumarang-red) akan ada penyusutan,” tukas pelatih PSMS musim lalu ini.
Berbeda dengan ujicoba sebelumnya, kali ini skuad seleksi PSMS mendapat perlawanan ketat dari lawan. Di babak pertama skuad seleksi menurunkan duet Yoseph ‘Niko’ Ostanika dan Anton. Duet lokal itu kerap menghadirkan ancaman bagi gawang lawan. Namun baru di menit 25, skuad seleksi PSMS bisa menggetarkan jala lawan lewat Niko.
Tiga menit berselang, Niko turut andil atas terciptanya gol kedua. Umpan matangnya diteruskan tandukan matang Mahadi Rais yang membuat PSMS seleksi unggul 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, trio legiun asing Pierre Njanka Beyaka, Stephen Mennoh dan Osas Saha mendapat giliran beraksi. Begitupun perlawanan TGM justru lebih baik di babak kedua. Terbukti TGM sukses memperkecil ketertinggalan 2-1 di menit 69.
Namun PSMS seleksi kembali menggeliat. Di menit 83, striker asal Nigeria, Osas Saha melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan lawan. Sprint cepatnya mengelabui pemain belakang lawan sebelum diteruskan dengan sepakan ke pojok kanan gawang lawan. Gol Saha menutup laga dengan kemenangan PSMS seleksi 3-1.
Usai laga, calon Asisten pelatih PSMS, Suharto mengakui TGM mampu membuat tim seleksi lebih bekerja keras. “Lawan kali ini lebih kompak. Mereka kan Divisi II PSSI. Yang terpenting kita lihat visi dan misi pemain itu,” ujarnya.
Suharto mengakui pihaknya sudah mulai bisa menggambarkan kerangka tim. “Setidaknya 70 persen sudah bisa kita lihat kerangkanya. Usai ujicoba (kontra Gumarang-red) akan ada penyusutan,” tukas pelatih PSMS musim lalu ini.
PSMS panggil 5 pemain tambahan
Setelah sebelumnya kedatangan mantan pemain Persib, Cucu Hidayat, empat pemain rencananya segera menyusul. Mereka adalah Amsar Reza (Semen Padang), Zaenal Ikhwan (Persema Malang), Legimin Raharjo (Persik Kediri), dan satu legiun asing dari Benua Asia, Yusuke Sasa. Menariknya, kelima pemain termasuk Cucu Hidayat berposisi sebagai gelandang. Artinya, akan ada gelandang yang tengah seleksi tergusur nantinya.
“Lima pemain tambahan itu adalah Amsar Reza, Legimin Raharjo, Zaenal Ikhwan dan Yusuke Sasa plus Cucu Hidayat. Khusus Cucu, dia sudah ikut latihan hari ini,” ujar Roekinoy, Senin.
Roekinoy memastikan kelima nama tersebut otomatis besar peluang berbaju PSMS. Pasalnya, Roekinoy dan Suharto sengaja memperbanyak pemain gelandang lantaran banyaknya pemain seleksi berposisi itu bakal dicoret.
"Lima pemain itu sudah pasti masuk tim dan berposisi di lini tengah. Cocok, karena lima pemain yang datang juga biasa bermain sebagai gelandang. Kami punya striker finisher dan seorang striker lokal yang potensial. Kehadiran gelandang bagus tentu akan memudahkan penyerang kami mencetak gol," ungkapnya.
“Lima pemain tambahan itu adalah Amsar Reza, Legimin Raharjo, Zaenal Ikhwan dan Yusuke Sasa plus Cucu Hidayat. Khusus Cucu, dia sudah ikut latihan hari ini,” ujar Roekinoy, Senin.
Roekinoy memastikan kelima nama tersebut otomatis besar peluang berbaju PSMS. Pasalnya, Roekinoy dan Suharto sengaja memperbanyak pemain gelandang lantaran banyaknya pemain seleksi berposisi itu bakal dicoret.
"Lima pemain itu sudah pasti masuk tim dan berposisi di lini tengah. Cocok, karena lima pemain yang datang juga biasa bermain sebagai gelandang. Kami punya striker finisher dan seorang striker lokal yang potensial. Kehadiran gelandang bagus tentu akan memudahkan penyerang kami mencetak gol," ungkapnya.
Monday, October 3, 2011
Posisi pelatih kepala PSMS Medan yang sebelumnya disebut-sebut milik Abdul Rahman Gurning kini kembali kosong. Pasalnya, pengurus PSMS berpikir ulang untuk menggunakan jasa Gurning sebagai pembesut PSMS. Alasannya, Gurning tidak juga memimpin seleksi PSMS di Stadion Kebun Bunga. Sementara proses seleksi sudah berjalan tiga pekan. Kondisi ini membuat pengurus meragukan loyalitas Gurning di PSMS karena hanya memikirkan kontrak
Sejak awal kita sudah bilang akan pakai Gurning sebagai pelatih. Jadi harusnya tidak usah ragu dengan nilai kontrak. Kini kita mulai dari nol lagi untuk posisi pelatih kepala," kata Idris, Sekretaris Umum PSMS baru-baru ini.
Kontrak yang belum diberikan menurut Idris juga pengaruh dari belum bakunya manual liga dari PSSI. Tentunya soal budgeting cap pelatih dan pemain yang harus dikalkulasikan.
“Manual liga belum ada di tangan klub. Jadi kita masih mengkalkulasikan kontrak sesuai peraturan PSSI. Harusnya dia paham,” tandasnya.
Untuk itu, PSMS kini tengah menyiapkan calon pelatih baru. Kabarnya ada lima nama pelatih berlisensi A yang masuk bidikan. Gurning sendiri tetap akan masuk alternatif.
"Mereka ada yang berasal dari luar kota Medan. Gurning termasuk juga sebagai alternatif. Tapi untuk memutuskan akan dibahas dalam rapat lanjutan," ujar Idris lagi.
Mendengar kabar ini, Gurning heran dengan tidak adanya komunikasi langsung dengannya. Hal itu yang menurutnya menjadi permasalahan utama dirinya belum memimpin seleksi.
"Okelah kontrak bisa belakangan, saya pahami betul tentang belum adanya manual liga. Tapi siapa yang paling bertanggungjawab di PSMS yang mau memanggil dan ajak saya bicara terbuka? Selama ini saya hanya dikontak Roekinoy," kata Gurning.
Diakui mantan pembesut PSPS Pekanbaru ini, ada pembicaraan dengan Idris. Namun frekuensinya hanya dua kali. Apalagi berikutnya ada beberapa keputusan soal teknis tanpa ada pemberitahuan kepadanya.
“Banyak hal yang tiba-tiba tanpa sepengetahuan saya. Soal seleksi tiba-tiba digelar dan ada pemain datang dan pergi. Juga Suharto tiba-tiba calon asisten pelatih. Saya tidak mempermasalahkan personal tapi komunikasi soal itu tidak ada," katanya.
Begitupun, ia menyerahkan keputusannya di tangan pengurus. Bahkan ia memilih menganggur jika PSMS tak jadi merekrutnya.
"Ya, saya pikir semua keputusan ada pada pengurus. Saya komit ingin melatih di PSMS, tapi maunya ada yang ngomong langsung dengan saya. Itu yang tidak ada. Kalaupun saya tidak dipakai, saya akan tetap di Medan dan memilih untuk menganggur saja," pungkasnya.
Akhirnya, Rahudman akui Ketum PSMS
Ketidakjelasan kondisi PSMS Medan mulai menunjukkan titik terang. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, yang dianggap sebagai kunci penyelesaian polemik internal mulai turun tangan.
Di tengah laga ujicoba PSMS dengan PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) di Stadion Kebun Bunga, Jumat, Rahudman terlihat hadir. Usai laga ia memberikan pengarahan kepada para pemain seleksi.
Kehadiran Rahudman di Kebun Bunga juga dibarengi dengan kejelasan statusnya sebagai Ketua Umum PSMS. Dalam ruang rapat pengurus saat panitia turnamen antarklub PSMS beraudiensi, Rahudman mulai berani menyatakan posisinya sebagai Ketua Umum PSMS.
“Belum ada yang resmi Pengurus PSMS. Yangg resmi baru saya sebagai Ketua umum. Tentunya saya harus ikut bertanggung jawab terhadap turnamen antar klub PSMS ini. Apalagi dari sini bisa lahir pemain-pemain berbakat,” tukasnya.
Pernyataan ini tentunya membuat pecinta sepakbola Medan lega. Pasalnya meski Rahudman sudah didapuk sebagai Ketua Umum PSMS pascarapat anggota klub PSMS April lalu, yang bersangkutan tak pernah memberikan pernyataan resmi sebagai orang nomor satu di PSMS. Tak ayal penunjukan itu pun sempat diragukan.
Kesediaan Rahudman sebagai ketua umum hanya terlontar dari Sekretaris Umum PSMS, Idris dan Ketua KONI Medan, Zulhifzi Lubis. Nama terakhir yang menjamin Rahudman akan segera memberikan pernyataan ke publik soal statusnya sebagai ketua umum dalam waktu dekat.
Kejelasannya sebagai ketua umum juga dibarengi menghadirkan sinyal reshuffle. Wacana perombakan pengurus tampaknya tak hanya isapan jempol. Rahudman mengatakan akan segera mengumumkan susunana kepengurusan terbaru.
“Segera saya umumkan. Begitupun saya berharap jikapun nanti tidak masuk struktur kepengurusan atau manajemen tidak sakit hati. Namun tetap mendukung PSMS. Selama ini sudah diberi kesempatan kok, tapi apa yang bisa diperbuat?” tandasnya.
Soal polemik PT PSMS, menurut Rahudman jangan dipersoalkan. “Saya tidak mau persoalkan soal PT. Yang penting bagaimana PSMS tetap berjalan. Apalagi kita tanpa APBD sekarang. Sudah bagus ada yang mau mendanai. Jadi kenapa harus diributkan,” tandasnya.
Teladan hanya layak kompetisi lokal
MEDAN - Verifikasi faktual terhadap klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL) mulai dilakukan. Stadion Teladan mendapat giliran pertama yang dinilai Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sebagai kandang PSMS Medan yang termasuk dalam 24 klub peserta.
Hadir di Stadion Teladan siang tadi, AFC diwakili Ausher Nikimbaon, Benyamin Tan, Shahin Rahmani, Avintee, dan Mahajan beserta Farid Mubarok (PSSI) melakukan penilaian di beberapa aspek stadion.
Fasilitas stadion menjadi fokus penilaian AFC dan kesimpulannya Teladan cukup layak untuk menggelar kompetisi lokal. Namun untuk kompetisi AFC, Teladan belum layak. Benyamin Tan mengatakan Stadion Teladan tidak ada masalah untuk liga, namun banyak kekurangan untuk level AFC. Karena itu, pengelola stadion harus memperbaiki segera.
Catatan kekurangan Stadion Teladan cukup banyak. Salah satunya ketiadaan ruangan pengawas pertandingan yang harus dipisah dengan ruangan wasit, pintu masuk media peliput yang berbeda dengan pintu utama, ruang keamanan, ruang kontrol awak penyiaran pehelatan langsung, tangga ke tribun VVIP yang harus dipisah dengan tempat duduk VIP, dan sumber listrik untuk reporter televisi.
Selain itu, pintu masuk fotografer ke lapangan harus berbeda dengan pemain dan area mix zone. Shahin, Benyamin, dan Ausher juga sempat menyarankan tempat untuk fasilitas ruang tes doping yang lengkap dengan tambahan TV, sofa, dan brankas untuk kenyamanan.
Soal penerangan stadion, AFC juga menilainya kurang maksimal. Minimal 100 ribu watt daya listrik yang dipunyai setiap sisi. Juga, lampiran harus menyertakan persetujuan Pemko Medan kepada PSMS untuk menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan dan latihan.
Untuk itu, AFC meminta hasil renovasi stadion harus telah dikirimkan kepada pihaknya paling lambat pada 13 Oktober mendatang agar bisa ditindaklanjuti dan bukti pembenahan tersebut dikirim lewat foto.
"Klub punya waktu dua minggu untuk melengkapi fasilitas yang kurang. Paling lambat 13 Oktober, kami meminta foto hasil penambahan dikirimkan kepada kami," ujar Ausher Nikimbaon.
Saat ditanya soal Stadion Teladan, Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap, mengatakan pihaknya akan segera membenahi kekurangan-kekurangan yang disampaikan AFC demi perbaikan ke depan.
“Kita sudah diberitahu kekurangan-kekurangannya dari AFC misalnya ruang media center yang awalnya kita siapkan di KONI Medan, namun tidak boleh karena harus berada di stadion plus VIP untuk media. Sebelum deadline 13 Oktober nanti, kita akan segera mencukupi kekurangan-kekurangan itu. Yang terpenting, kita gembira Stadion Teladan bisa digunakan sebagai kandang PSMS berkompetisi di level 1,” tukasnya.
Monday, September 26, 2011
Asing Tanpa Seleksi PSMS Kemungkinan Rekrut Pemain Lagi
PSMS saat ini dihuni 19 pemain seleksi, semuanya lokal. Hingga pekan kedua, mereka dinilai grafik peningkatannya oleh duet calon asisten pelatih PSMS, Suharto AD dan Roekinoy. Setelah pendepakan eks libero Semarang United Simon Kujiro, belum ada pendepakan lanjutan.
Abdulrahman Gurning, calon pelatih kepala mengatakan tetap terbuka kemungkinan pendepakan. Penilaian utama difokuskan pada visi menyerang dan fundamental skill setiap pemain. "Saya berharap mereka bisa memenuhi kualifikasi penuh. Sehingga tidak terlalu menghabiskan energi dan mengefisienkan waktu persiapan. Tapi kalau tidak layak setelah dievaluasi, ya harus didepak juga kan," katanya kepada tribunmedan.com, Minggu (25/9/2011).
Sayang, Gurning tidak dapat menetapkan limit seleksi. Hal ini dikarenakan penilaian menyeluruh atas pemain. "Tidak bisa juga dibatasi sampai kapan seleksi baru berakhir. Yang pasti memang sebelum 7 oktober kan. Supaya materi pemain memang sesuai kebutuhan. Ada kemungkinan untuk mendatangkan pemain lain lagi," ucapnya.
Asing Tanpa Seleksi
Sementara itu PSMS tetap akan memakai jasa pemain asing. Kuotanya disesuaikan dengan kuota maksimal PSSI, 3+1 yakni, tiga pemain non Asia dan seorang pemain Asia. Namun, pemain asing tidak akan mengikuti etape seleksi lagi.
"Pemain asing tidak perlu lagi diseleksi. Mereka harus pemain jadi dan tinggal teken kontrak. Soal nama saya tak bisa sebutkan dulu. Ini kan harus dinegosiasikan dengan pengurus," kata Abdulrahaman Gurning.
Tiga nama saat ini sudah santer akan mengisi skuad Ayam Kinantan. Osas Ikpefua Saha (PSAP Sigli), Stephen Nagbe Mennoh ( Persipasi Bekasi) dan Pierre Njanka (Aceh United). Nama terakhir sempat ikut seleksi dua hari sebelum berangkat ke Jakarta dengan alasan urusan keluarga. "Apakah mereka bertiga atau tidak, belum bisa saya putuskan. Kita lihat saja nanti ya," pungkasnya.
(Randy Hutagaol/tribunmedan)
Monday, September 19, 2011
Langkah Gamang PSMS Medan
Jika satu kata harus diapungkan untuk menggambarkan kondisi PSMS Medan saat ini, maka kata yang paling cocok adalah gamang. Iya, tidak ada kepastian dan ketegasan. Tidak hanya dalam membentuk tim, tapi juga menyusun organisasi kepengurusan.
Plt Ketua Umum PSMS, Idris mengakui kecenderungan itu. Tapi Idris berkilah, pihaknya bukan tak tegas, melainkan berhati-hati. Dan menurutnya, sikap ini tak lepas dari wajah sepakbola nasional secara menyeluruh.
PSMS kuatir salah langkah dan masih menebak-nebak alur kepastian kebijakan PSSI. Maka, langkah antisipatif yang paling aman ialah mengulur-ulur durasi seleksi plus status pelatih. Pasalnya, mengikat pelatih dan pemain-pemain diperkirakan berujung fatal. Sebab diharuskan merogoh dana yang tidak sedikit untuk operasional.
Di lain sisi, kegamangan ini dapat jadi bumerang. Apalagi jika calon pelatih dan pemain seleksi yang merasa digantung memutuskan balik badan. Ekspektasi untuk melihat tim berkualitas berakhir di ujung lidah.
"Ya, jujur kita bingung dengan runyamnya kondisi PSSI. Semua yang sempat jelas, kembali kabur. Tak ada pilihan lain, PSMS harus safety," katanya di Medan, kemarin.
Idris menyebut, dirinya memang belum terlibat pembicaraan resmi dengan pemain-pemain seleksi. Kendati begitu ia menegaskan seluruh biaya operasional selama seleksi tetap diakomodir.
Sampai di sini mencuat kerancuan lain. Jika yang dipersoalkan adalah pendanaan, bukankah konsorsium siap menalangi? Idris mengatakan, PSMS yang sudah menyatu dengan konsorsium memiliki sikap serupa. "Bayangkan saja jika kompetisi diputar tahun depan. Pendanaan tidak tepat sasaran sama saja dengan kesia-siaan," katanya.
Kontra dengan itu, CEO PT Bintang Medan, Dityo Pramono menampik mempersoalkan PSSI. Ia mengatakan stagnasi persiapan teknis PSMS diakibatkan persoalan internal yang berlarut-larut. Klub tidak perlu mengambing hitamkan PSSI dan setia menunggu kebijakan PSSI.
"Letak masalahnya bukan disitu. MoU sudah dibuat, tapi tindak lanjutnya nol besar. Antara 40 klub masih ada tarik ulur. Lha, kita bingung, sebenarnya yang berkompeten di PSMS itu siapa. Karena itu, kita menunggu sampai ada kejelasan dari internal PSMS. Kita tidak ingin semuanya rusak di belakang hari," katanya.
Konsorsium mengakui 40 klub sebagai pemilik sah PSMS. Sehingga, saat 40 klub menyoal kredibilitas Idris (plt Ketua Umum PSMS), mereka bersedia menunggu. Terkait CEO ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham bukan dengan wacana mengapungkan beberapa
Friday, September 16, 2011
Bidik Playmaker Asia PSMS Penuhi Tiga Pemain Asing
PSSI menelurkan kebijakan 3+1 kuota pemain asing, yakni tiga pemain non Asia ditambah satu pemain Asia. Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus mengatakan klub-klub juga diperbolehkan untuk tidak memakai pemain asing. Tujuannya untuk memberi ruang besar bagi pemain lokal. Sehingga 3+1 merupakan kuota maksimal.
PSMS berencana menyelaraskan dengan kuota pemain asing yang dimaktubkan PSSI. Pemain asing non Asia yang sudah direkrut ialah Pierre Njanka (Libero-Aceh United), Stephen Mennoh (Gelandang-Persipasi Bekasi) dan Osas Saha (Penyerang-PSAP Sigli).
Roekinoy, calon asisten pelatih PSMS mengatakan ketiganya didapuk berdasarkan posisi berbeda guna mengakomodir semua lini untuk diisi pemain asing."Ketiganya hampir pasti bergabung dengan PSMS. Tapi tetap juga harus melalui keputusan pelatih kepala. Mereka merupakan pilar penting di bekas klubnya. Alasan pokok mengapa pilihan jatuh pada mereka," pungkasnya.
Sedangkan untuk satu kuota pemain Asia, RoeKikoy menyebutkan PSMS sudah membidik seorang pemain asing Asia. Pemain ini akan diplot di lini tengah. "Kita sedang mengincar pemain Asia yang akan dijadikan playmaker. Tapi namanya belum bisa disebut, karena masih dalam proses," pungkasnya.
(Randy Hutagaol/tribunmedan)
Thursday, September 15, 2011
PSMS Medan Sisakan 23 Pemain Buruan
Pemain proyeksi untuk memperkuat PSMS pada kompetisi mendatang hanya bersisa 23 pemain. PSMS mengaku terlambat merekrut dua orang pemain yang berasal dari Arema Malang yakni Fahrudin dan Agung. Mereka keburu direkrut Persija Jakarta.
Pemantau pemain seleksi PSMS Roekinoy mengakui pihaknya kurang gesit menggaet pemain proyeksi mereka. “Jadi hingga saat ini kita sudah berhasil merekrut 16 orang. Sisa tujuh lagi yang hingga saat ini belum mengikuti proses seleksi,” ujarnya di sela-sela proses seleksi di Stadion Kebun Bunga, Rabu (14/9).
Sempat mengemuka pada Rabu (14/9) seluruh pemain yang kini tinggal 23 orang itu akan hadir. Namun, pada hari ketiga seleksi pemain hanya bertambah tiga orang. “Kita memang memberikan kelonggaran waktu kepada pemain untuk mengurusi masalah mereka dengan klub asal. Namun, tentunya lebih cepat akan semakin baik,” ujar Kinoy.
Ada pun pemain yang sudah ikut bergabung dalam sesi latihan pada Rabu (14/9) yakni Eko Prasetyo, Wawan dan Didit Fitriyo dari Persis.
Namun, Kinoy juga sempat menuturkan, Njanka, Saha, Menoh dari Persipasi dan Mansyur dari Persiba sudah tiba di Medan hari ini sudah bisa mengikuti seleksi. “Meski sambil berjalan dan menungu semua pemain proyeksi terkumpul, waktu pematangan pemain terus kita lakukan,” jelasnya.
Mengenai ada pemain yang tak jadi direkrut, Kinoy membenarkan hal itu. “Ya, ada dua pemain yang gagal direkrut karena keduluan Persija Jakarta. Kedua pemain itu berasal dari Arema,” tuturnya menerangkan.
Dengan jumlah pemain nantinya 23 orang, diharapkan bisa menjadi satu tim yang solid. “Bekerjasama, kompak dan semangat itu yang penting. Jadi kita bisa menatap sukses di masa depan,” kata Kinoy lagi. (saz/sumutpos)
Seleksi tak jelas, pemain kabur
MEDAN - Urung menggelar seleksi, PSMS kena batunya. Bosan dengan kondisi yang serba tidak pasti, dua pemain yang dipanggil seleksi memilih mundur. Fajar Handika dan Dedi Gusmawan akan kembali mengikuti latihan di PSPS Pekan Baru.
Tentu ini kerugian buat tim. Alih-alih bertambah, pemain yang sudah mendarat ke Medan justru berkurang. Selain itu dua nama tersebut merupakan rekomendasi calon suksesor PSMS, Abdul Rahman Gurning. Soal kapasitas, Gurning sudah tak perlu lagi mengetesnya.
Gurning pun menyayangkan kepergian dua mantan anak asuhnya di PSPS itu. "Mereka bersedia kemari padahal termasuk pemain yang akan dipertahankan PSPS. Mereka anak Medan dan lama di PSDS. Tapi sekarang mereka mau pergi saya tidak bisa tahan,” ujarnya.
Namun tak tertutup kemungkinan keduanya masih bisa berbaju PSMS. Diketahui keduanya belum menandatangai perpanjangan kontrak di PSPS.
Fajar Handika sendiri menyatakan alasannya balik ke Pekan Baru karena ketidakjelasan proses seleksi yang terus mundur. Selain itu ia menilai manajemen PSMS tak serius menginginkan tenaganya karena tidak ada komundikasi.
"Tak ada komunikasi dengan saya dari manajemen. Saya sudah tunggu. Tapi kalau tidak pasti sampai kapan saya tunggu. Saya lihat tidak ada keseriusan. Kompetisi sudah mau mulai bisa-bisa kita pemain tidak punya klub,” ujar Fajar.
Fajar tak menampik hasratnya untuk bermain dengan PSMS Medan. Apalagi sebagai pemain asal Medan, PSMS tentu pilihan utama. Sebelumnya ia dibesarkan PSDS Deli Serdang. “Anak Medan mana yang tidak mau main disini (PSMS-red). Tapi saya harapkan keseriusan yang ditunjukkan manajemen,” lanjutnya
Pierre Njanka tiba di Medan
MEDAN - Satu dari tiga pemain asing yang akan memperkuat PSMS Medan sudah mendarat di Medan. Adalah Pierre Njanka Beaka, pemain asal Kamerun yang sudah tiba di Mess PSMS di Kebun Bunga malam ini. Sementara dua pemain lainnya Ikpefua Osas Marvellous Saha, dan Stephen Nagbe Mennoh menyusul.
Menurut calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy, Pierre Njanka baru akan mengikuti latihan Kamis (15/9) ini. Sama seperti yang lain, Njanka akan lebih dulu dipantau sebelum mendapat sodoran kontrak dari manajemen.
“Pemain asing tetap harus dipantau dan nantinya melalui persetujuan pelatih kepala," ujar Kinoy yang juga pelatih PSMS U-21.
Sebelumnya, Pierre Njanka bermain di klub Aceh United. Namun di putaran kedua ia tak lagi dipertahankan di luar status kompetisi LPI yang bubar di tengah jalan. Pemain kelahiran 15 Maret 1975 sebelumnya bermain di Arema Indonesia pada musim kompetisi ISL 2009-2010.
Perannya di lini belakang sukses mengantar Singo Edan menjuarai ISL musim tersebut. Njanka adalah salah satu anggota dari timnas Kamerun yang bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002, kemudian di Piala Afrika 2004. Dia telah memperkuat timnas Kamerun sebanyak 47 kali dan mencetak 2 gol.
Seleksi calon pemain PSMS 2011-2012 sampai saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal karena belum bergabungnya seluruh pemain yang dipanggil. Pemain-pemain lokal yang mengikuti seleksi di antaranya Ramadhan Syahputra (Persita), Arie Priatna, Zinal Anwar (Persipasi), Anto Samba (Persikabo), Simon Kujiro (Semarang United), Dede Sulaiman (PSPS), Arifin Genuni (PSAP), Masrudin Almassi (Persematra) dan Denny Rumba (PSPS).
Selain mereka ada empat mantan pemain yang dipertahankan dari skuad PSMS 2010/2011 yakni Zulkarnaen, Mahadi Rais, Sahbani, dan Novi Handriawan.
40 klub PSMS kemana saja selama ini?
MEDAN - Kompetisi PSSI musim mendatang akan segera bergulir, namun PSMS masih berkutat dengan permasalahan internal yang mulai mengancam kelangsungan klubnya. Perbedaan persepsi soal keberadaan PT PSMS kini justru meruncing.
Pengurus PSMS dan para klub anggotanya masih saling mempertahankan argumennya soal perusahaan yang menjadi aspek legal PSMS di ISL 2008/2009 itu. Sebelumnya, 40 klub itu membahas keberadaan PT PSMS dalam pertemuan di Grand Aston Sabtu (10/9) lalu. Keinginan pengurus klub yang ingin PT PSMS tak dilupakan keberadaannya berbalas dengan pengurus PSMS yang mempertanyakan legalitas PT PSMS saat ini.Pengurus PSMS yang juga salah satu komisaris PT PSMS, Benny Tomasoa, mengaku heran dengan kemunculan PT PSMS yang selama ini bak hilang ditelan bumi. “Saya saja sebagai salah satu komisaris di PT PSMS heran. Kok tiba-tiba PT muncul? Selama ini kemana? Waktu kita pengurus PSMS saat mengarungi kompetisi dua musim kemana PT, apakah pernah mau tau dengan PSMS?” kata Benny mempertanyakan.
Yang juga membuat Benny kesal, mengapa PT mempersoalkan lagi untuk meninjau ulang MoU atau nota kesepahaman PSMS dengan pihak investor. “Sebenarnya yang benar PSMS itu diserahkan pengelolahannya ke Pemko Medan dalam hal ini walikota. Dan pak wali bekerja sama dengan investor. Mengapa PT mempersoalkan? PT saja sampai saat ini tidak bisa memperlihatkan aspek legalitasnya,” ujar Benny tadi malam.
Menurut Benny, sejak PSMS degradasi dari ISL 2008/2009, keberadaan PT PSMS tidak jelas. “Tidak pernah rapat sekali pun. Seharusnya kalau mereka faham aturan perusahaan harus rapat dewan direksi dan komisaris dululah baru RUPS,” ujarnya.
Jika ditilik, ini seperti sebuah langkah mundur. Betapa tidak, PSMS sudah menandatangani MoU dengan konsorsium dan mendaftarkan PSMS dengan PT Bintang Medan Metropolitan. Artinya, PSMS sudah cukup siap dalam urusan administrasi dan mulai mempersiapkan skuad untuk musim depan. "Jika memang mau diperdebatkan harusnya sudah tuntas sebelum penandatangan MoU dengan konsorsium," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis, mengatakan pihaknya turut mengimbau agar 40 klub pemilik PSMS tidak lagi memperdebatkan soal PT PSMS sebagai legalitas klub. “PSMS sudah menjalin kesepakatan dengan konsorsium. Kenapa malah sekarang masalah legalitas PT PSMS yang diperdebatkan lagi? Harusnya kita duduk bersama untuk memajukan PSMS,” ujar pria yang akrab disapa Opung Ladon itu.
Wawan Widiantoro coba peruntungan di PSMS
Calon peserta level 1, PSMS Medan, kembali kebanjiran lamaran. Kali ini pemain sayap gaek Persik Kediri, Wawan Widiantoro, mencoba peruntungannya di klub berjuluk Ayam Kinantan ini. Wawan sendiri tak membantah keinginannya hengkang dari klub yang diperkuatnya sejak 2003 itu.
“Saya terpaksa hengkang dari Persik karena sudah tidak lagi masuk dalam rencana kedepan. Semoga saya bisa diterima PSMS," ungkap pemain yang selalu memakai nomor punggung 32 itu.
Wawan tak lantas akan langsung berkostum hijau PSMS. Ia terlebih dahulu harus menjalani seleksi bersama dengan para pemain lain yang direkomendasikan. Sebelumnya, Wawan tak termasuk dalam list pemain Persik yang dipertahankan. Jaya Hartono, arsitek Persik memutuskan hanya mempertahankan enam pemain dari skuad musim lalu.
Wawan turut andil salah satu pemain veteran yang pernah membawa tim "Macan Putih" juara Liga Indonesia pertama pada 2003 silam, akhirnya memilih hengkang. Sebelumnya, PSMS menetapkan 27 nama calon pemain termasuk di antaranya pemain asing seperti Osas Marvellous Saha, Pierre Njanka, dan pemain-pemain lokal yang berpengalaman di liga.
Seleksi sendiri telah dimulai sejak Senin kemaran di Stadion Kebun Bunga Medan setelah sempat tertunda karena banyaknya pemain yang belum bergabung. Calon Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, mengatakan akan lebih dulu memantau kemampuan pemain yang disodorkan manajemen.
"Yang pasti saya lihat awalnya dari simulasi game. Baru kemudian melihat fisik pemain," ujar Gurning.
PSMS jangan lagi ditangani secara amatir
PSMS Medan tengah beranjak menuju profesional untuk berlaga sebagai peserta kompetisi musim depan. Namun kondisi serba tidak jelas masih juga menghinggapi klub berlambang daun tembakau ini. Terlihat dari persiapan yang masih sebatas wacana.
Mulai dari penentuan posisi Chief Executive Organizer (CEO), kontrak pelatih yang masih belum jelas hingga proses seleksi yang terus tertunda. Akibatnya persiapan PSMS sebagai calon peserta level 1 dipastikan terhambat.
Menanggapi hal ini, Parlin Siagian selaku pemerhati sepakbola berkomentar PSMS harusnya tidak bergerak terburu-buru karena belum jelasnya posisi penanggung jawab tim, dalam hal ini CEO.
“Seleksi itu harusnya siapa yang bertanggung jawab? CEO kan? Sekarang sudah ada belum CEO-nya? Semuanya kan masih belum jelas. Jadi wajar saja jika seleksi pun juga belum jelas,” ujar Parlin saat dihubungi Waspada Online baru-baru ini.
Namun Plt Ketua Umum PSMS, Idris SE, yang mewacanakan bakal segera menunjuk CEO. Beberapa nama sempat beredar di antaranya Wahyu Wahab, Dityo Pramono, dan Benny Tomasoa. Nama terakhir disebutkan menguat. Idris juga mewacanakan seleksi pada 6 September lalu yang sampai saat ini masih mengambang.
"Yang mewacanakan sudah berada di posisi yang profesional nggak? Kalau masih berposisi sebagai pengurus kan masih dalam tingkat amatir," ujar Parlin menambahkan PSMS harusnya melakukan langkah-langkah profesional sebagai calon peserta level 1.
“Langkah yang profesional harusnya dilakukan oleh orang-orang yang profesional pila. Apakah pengurus yang sekarang sudah profesional? Sementara PSMS kan sudah beranjak profesional, jadi tidak lagi pengurus yang mengambil keputusan. Jadinya, kita masih berada di area amatir,” ketusnya.
Wednesday, September 14, 2011
PSMS Siap Ke Kasta Tertinggi
PSMS Medan akhirnya bernafas lega. Memorandum of Undertanding (MoU) alias nota kesepahaman sudah ditandangtangani dua belah pihak. Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap selaku Ketua Umum PSMS Medan dengan Widjajanto, yang nota bene CEO LPI di kantor Walikota, Jumat (12/8).
MoU itu merupakan tonggak awal kerjasama yang pada dasarnya siap menalangi pusaran finansial. Konkritnya total Rp 20 miliar yang terdiri dari budgeting cap Rp 15 M dan participation deposit Rp 5 M absah ditanggulangi. Ada enam pelaku perusahaan yang berkecimpung di dalamnya. Diantaranya Bintang Medan FC, Medan Chiefs FC, Petronas dan beberapa lainnya. Bernaung dibawah label konsorsium bernama PT Medan Bestari Metropolitan.
Sekretaris Umum PSMS, Idris S.E memastikan tahap awal untuk mendaratkan PSMS di kasta tertinggi telah terbuka lebar. Pertemuan berdurasi satu jam tersebut menyepakati dua poin mendasar. Pertama, PSMS akan merger dengan Bintang Medan dan menyasar kompetisi tertinggi tetap berlabel PSMS Medan. Kedua, penggunaan stadion Teladan Medan, dan Stadion Bahareddin Siregar sebagai alternatif.
"Masih dua poin itu yang jadi kesepakatan fundamental. Selanjutnya akan lebih teknis dan tentu sifatnya saling menguntungkan," ujarnya. Hal-hal teknis, lanjut Idris termasuk kemungkinan merger dengan PSMS. Sebuah langkah yang tidak ditabukan sebab tidak dipastikan tidak melanggar filosofi dan kesejarahan klub.
Kerjasama diletakkan pada asas bisnis dengan skala profit oriented. Dalam tataran manajerial akan direncanakan akan diisi komposisi fifty-fifty. Mantan pemain PSMS sekaligus Ketua PSSI Djohar Arifin mengatakan pengawinan memudahkan pemenuhan lima syarat yang diminta AFC/FIFA. Adapun kelima persyaratan itu yakni status legal dari pemerintah telah dimiliki PSMS.
Finance (dana) semuanya menjadi tanggung jawab penuh pihak konsorsium. “Dengan demikian PSMS tidak akan menggunakan APBD lagi pada masa mendatang,” jelasnya.
Selanjutnya yang ketiga, jelas Djohar, masalah infra strukur. Artinya, Walikota Medan selaku Ketua Umum PSMS akan memperbaiki Stadion Teladan sehibngga sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan AFC/FIFA. “Perbaikan Stadion Teladan akan dilakukan segera namun secara bertahap,” ungkapnya. (Randy Hutagaol/Sofyan Akbar/tribunmedan)
PSMS Medan Wali Kota Isyaratkan Renovasi Stadion Teladan
Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM selaku Ketua Umum PSMS mengatakan MoU dengan Konsorsium di bawah payung PT Medan Bestari Metropolitan menjemput kompetisi nir APBD. Langkah pokok yang akan dilakukannya ialah renovasi stadion Teladan. Kelayakan stadion juga menjadi tuntutan Konsorsium dan menjadi komitmen Rahudman sejak awal.
“Hari ini dibuat akad nikahnya di depan Ketua Umum PSSI dan disaksikan langsung pihak Konsorsium LPI. Ini yang pertama di Indonesia, selanjutnya mungkin akan menyusul dengan klub-klub LPI yang ada di kota-kota lainnya,” kata Rahudman tersenyum.
Rahudman menuturkan alokasi biaya perbaikan bersumber dari APBN. Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan menampungnya dalam APBD 2012. Merupakan pe-er (bc. Pekerjaan Rumah) yang sudah menunggu sejak lama. Namun baru menemukan momentum saat pemaktuban kriteria baku AFC/FIFA terkait kompetisi profesional.
“Jadi kita berharap pihak konsorsium tidak hanya melibatkan pengusaha saja tetapi orang-orang Medan harus terlibat di dalamnya sehingga dikelola dengan manajemen yang baik saya hanya mengatur dari segi organisasinya,” jelasnya. (Raden Armand Firdaus/Sofyan Akbar/tribunmedan)
Langkah Benahi Manajemen 30 Pengurus PSMS Didepak?
Upaya membenahi manajemen PSMS mulai digelar. Dikatakan Sekum PSMS Idris SE, manajemen dan pengurus PSMS akan dirampingkan. Kalau yang lalu-lalu ada sekitar 39 pengurus, maka musim depan PSMS hanya akan diurus sembilan pengurus saja. Artinya akan ada pembuangan 30 pengurus.
Idris mengutarakan hal itu kemarin saat sedang melakukan penyerahan berkas klub-klub sebagai persyaratan keikutsertaan berkompetisi di level profesional. “Kami tinggal membahas susunan kepengurusan. Kalau untuk syarat yang lain tidak masalah. Tapi untuk pengurus, PSMS akan melakukan perampingan dari sekitar 39 menjadi hanya sekitar sembilan orang saja,” ujar Idris.
Hanya akan ada sembilan orang pengurus PSMS, dan Idris juga menegaskan, jumlah tersebut merupakan wajah-wajah baru. “Mereka wajah-wajah baru dan paham sepak bola. Intinya kami sengaja merampingkan, alasannya biar tidak susah koordinasi. Tapi, keputusan baru dilakukan setelah menerima arahan dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap,” sambungnya.
Namun Idris enggan berkomentar ketika ditanyakan apakah beberapa nama muka lama di PSMS tetap dipertahankan atau tidak. Namun menurutnya, penyegaran di tubuh PSMS diperlukan. “Apalagi saya yakin, sosok-sosok pengurus yang baru ini akan betul-betul mendukung,” jelasnya.
Soal tenggat waktu yang diberikan PSSI kepada klub-klub untuk menyerahkan persyaratan keikutsertaan sebelum tanggal 22 Agustus mendatang, Idris mengaku tidak masalah. “Sudah komplet, tinggal susunan manajemen saja. Dan itu tidak susah. Kemungkinan besok (hari ini) atau lusa (Jumat 19/8) sudah bisa diserahkan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengaku telah mengantongi nama calon pelatih yang akan mengarsiteki PSMS di musim mendatang. Beredar kabar, besar kemungkinan mantan pelatih PSPS Pekanbaru Abdul Rahman Gurning akan menjadi arsitek tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Tapi hal ini belum dipastikan. (ful/sumutpos)
Gurning Berdayakan Pemain Lokal Medan
Abdulrahman Gurning resmi menjadi pelatih kepala PSMS Medan terhitung 21 Agustus 2011. Meski masih berpijak di ranah awal, "blue print" skuad PSMS sudah didesainnya. Yakni komposisi 60-70 pemain lokal (Medan) dan perekrutan asisten pelatih juga asal Medan.
Gurning, demikian sapaan menyebutkan alokasi komposisi besar bagi pemain lokal sebagai wujud pemberdayaan putra daerah. Namun, bukan berarti ditoleransi dengan kriteria mudah. "Jika kualifikasi pemain lokal tak bisa penuhi kriteria tetap saja tak dipakai. Semuanya didasarkan pada penilaian obyektif, bukan like or dislike," ujarnya.
Beberapa pemain asing musim lalu direncanakan akan dipanggilnya. Ia menilik beberapa pemain yang layak adu di kompetisi tertinggi. Namun belum dirinci, apakah akan memakai rekomendasi empat nama versi pengurus PSMS atau berdasarkan penilaian objektif.
Terkait pemain asing, dikatakannya akan lebih ketat. Dua pemain asing dengan kualitas teknik dan leadership ability lebih dari cukup. Ia pun punya spesifikasi penilaian untuk itu.
Sementara itu, pos asisten akan didapuk orang yang loyal, asli Medan, bahkan pernah membesut PSMS. Sejumlah nama mencuat akan mendampinginya. Yang paling kencang ialah nama duo pelatih PSMS musim lalu, Suharto dan Edy Syahputra.
"Haha..saya baru ditunjuk, jadi belum ada yang saya pilih. Tapi yang terpenting dia (asisten) orang yang loyal. Soal kemampuan itu nomor dua bagi saya," pungkasnya tertawa.
(Randy Hutagaol/Sofyan Akbar/tribunmedan)
25 Pemain Seleksi PSMS Kumpul
Seluruh pemain berjumlah 25 yang ikuti seleksi di PSMS akan segera berkumpul di Stadion Kebun Bunga, Rabu (14/9). Termasuk tiga pemain asing, bek Pierre Njangka, playmaker Stephen Mennoh dan striker Ikpefua Osas Marvellous Saha.
Hal itu diungkapkan Roekinoy salah satu pelatih yang dipercaya memandu seleksi kemarin. “Karena urusan administrasi dengan klub lama mereka sudah selesai. Termasuk tiga pemain asing jadi mudah-mudahan sudah bisa kumpul,” ungkap Roekinoy di Mes Kebun Bunga Medan, Selasa (13/9).
Roekinoy mengakui, tim yang berjuluk Ayam Kinantan tersebut hanya memiliki waktu relatif singkat untuk melakukan persiapan. Hal ini diikuti kepastian kompetisi yang masih belum jelas apakah akan jadi digelar pada 8 Oktober 2011 mendatang. “Tapi jika kompetisi diundur hingga November 2011 ini, maka PSMS diuntungkan. Namun, PSMS juga harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk,” jelasnya.
Kinoy sapaan akrabnya, mengaku yakin Abdul Rahman Gurning akan mampu memperbaiki tim yang ada. “Saya pernah mendampingi Gurning di PON 2004 lalu. Saya yakin, dia sebagai pelatih akan mampu membawa PSMS lebih baik,” lanjutnya.
Mantan pelatih PSMS yang disebut-sebut sebagai kandidat asisten pelatih PSMS Suharto, mengemukakan pemikiran realistis. Menurutnya, usai jeda kompetisi musim lalu, pemain punya banyak masa libur ditambah bulan puasa, sehingga wajar stamina mereka menurun. “Pemantapan fisik pemain tak akan bisa dimaksimalkan sebelum kompetisi bergulir. Jadi harus dilakukan sambil kompetisi berjalan. Untuk bisa maksimal, kita membutuhkan waktu tiga bulan persiapan. Kita akan berkoordinasi dengan pelatih untuk bisa mensiasati latihannya,” tuturnya.
Menurutnya, kendati PSMS belum juga menentukan pemain, Suharto juga melihat, belum ada satupun tim lain yang sudah melakukan persiapan matang. “Beberapa pemain yang diproyeksikan berasal dari tim kasta kedua Liga Indonesia musim lalu yakni Divisi Utama. Namun, pelatih kepala punya hak menentukan pemain yang diinginkan. Jika pemain tersebut sudah punya nama, belum tentu sesuai dengan karakter yang diinginkan pelatih. Kendati demikian, ada yang bukan pemain ternama, kalau karakternya sesuai harapan pelatih, bisa saja direkrut,” katanya. (saz/sumutpos)
Saturday, September 10, 2011
Penanganan PSMS harus profesional
MEDAN - Menghadapi kompetisi musim depan, PSMS Medan belum merampungkan kepengurusannya untuk membentuk manajemen baru, seperti posisi Chief Executive Organizer (CEO) maupun manajer tim.
Namun begitu, ada empat kandidat merebut posisi CEO yang ditetapkan pihak konsorsium atau perusahaan yang me-manage PSMS. Yang menjadi incaran saat ini dan digaung-gaungkan adalah Dityo Pramono dan Benny Tomasoa.
Menyikapi hal ini, Rahmad Nur Lubis berpendapat sebelum menetapkan empat kandidat, konsorsium terlebih harus memanggil 31 tim untuk menerapkan nama-nama yang layak diangkat menjadi CEO PSMS.
"Selama ini saya melihat 31 tim dianaktirikan atau ditinggalkan, dan tidak pernah dilibatkan dalam musyarawarah. Jadi penanganan PSMS harus profesional," kata pengamat sepakbola asal Sumut itu, Kamis (8/9).
Disinggung calon terkuat menempati posisi CEO, Rahmad menuturkan semua calon sama-sama baik dan mempunyai profil berbeda. Tetapi, Dityo dinilai cukup mempunyai pengalaman menangani tim dan mempunyai profil yang baik, meski dirinya bukan asli orang Medan kendati sempat terganjal di Bintang Medan dalam hal kontrak pemain.
Ketika disebut nama Rahudman Harahap, Wali Kota Medan itu dianggap, belum banyak berbuat sebagai orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu kepada PSMS. Apalagi saat itu dia diangkat saat delapan besar.
"Wali Kota harus banyak terlibat di PSMS. Karena selama ini konsorsium yang menangani 75 persen, sisanya Rahudman harus membenah Stadion Teladan yang belum juga terealisasi renovasi pembangunannya. Itu yang harus dipikirkan Rahudman," tegasnya.
Soal Idris, menurut Rahmad, kabur di PSMS. Karena masing-masing dirinya tidak ada apa-apanya, belum lagi ditambah masalah internal dengan gaji pemain beberapa waktu lalu. "Kalau Idris mau tetap di PSMS, harus ada kata sepakat dari konsorsium karena mereka yang mempunyai wewenang penuh," ketus Rahmad lagi.
Sementara itu, pengamat sepakbola Kota Medan, Antony, mengatakan intinya penanganan PSMS harus profesional dan terbaik di mata masyarakat. "Kalau kita lihat, sepakbola kita saat ini tengah rawan. Baik dari segi kepengurusannya maupun keuangannya. Maka di dalamnya kerap terjadi korupsi," ujar Anton.
Anton berharap diupayakan orang yang mendapatkan posisi CEO maupun di bidangnya masing-masing mempunyai kemampuan memadai. Anton juga mengatakan konsorsium juga terlah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSMS karena tidak melibatkan 31 tim.
"Kalau saya melihat, saat ini tidak ada figur yang layak. Wali Kota diangkat menjadi Ketua Umum PSMS karena dia memang orang penting di Medan," katanya menambahkan Rahudman terkesan dipaksakan duduk di posisi tersebut.
"Ini hanya membesar-besarkan nama saja di PSMS seperti Dzulmi Eldin yang baru beberapa bulan memimpin, kemudian mundur. Lebih baik kepengurusannya dirombak habis!" seru Anton lagi.
Namun begitu, ada empat kandidat merebut posisi CEO yang ditetapkan pihak konsorsium atau perusahaan yang me-manage PSMS. Yang menjadi incaran saat ini dan digaung-gaungkan adalah Dityo Pramono dan Benny Tomasoa.
Menyikapi hal ini, Rahmad Nur Lubis berpendapat sebelum menetapkan empat kandidat, konsorsium terlebih harus memanggil 31 tim untuk menerapkan nama-nama yang layak diangkat menjadi CEO PSMS.
"Selama ini saya melihat 31 tim dianaktirikan atau ditinggalkan, dan tidak pernah dilibatkan dalam musyarawarah. Jadi penanganan PSMS harus profesional," kata pengamat sepakbola asal Sumut itu, Kamis (8/9).
Disinggung calon terkuat menempati posisi CEO, Rahmad menuturkan semua calon sama-sama baik dan mempunyai profil berbeda. Tetapi, Dityo dinilai cukup mempunyai pengalaman menangani tim dan mempunyai profil yang baik, meski dirinya bukan asli orang Medan kendati sempat terganjal di Bintang Medan dalam hal kontrak pemain.
Ketika disebut nama Rahudman Harahap, Wali Kota Medan itu dianggap, belum banyak berbuat sebagai orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu kepada PSMS. Apalagi saat itu dia diangkat saat delapan besar.
"Wali Kota harus banyak terlibat di PSMS. Karena selama ini konsorsium yang menangani 75 persen, sisanya Rahudman harus membenah Stadion Teladan yang belum juga terealisasi renovasi pembangunannya. Itu yang harus dipikirkan Rahudman," tegasnya.
Soal Idris, menurut Rahmad, kabur di PSMS. Karena masing-masing dirinya tidak ada apa-apanya, belum lagi ditambah masalah internal dengan gaji pemain beberapa waktu lalu. "Kalau Idris mau tetap di PSMS, harus ada kata sepakat dari konsorsium karena mereka yang mempunyai wewenang penuh," ketus Rahmad lagi.
Sementara itu, pengamat sepakbola Kota Medan, Antony, mengatakan intinya penanganan PSMS harus profesional dan terbaik di mata masyarakat. "Kalau kita lihat, sepakbola kita saat ini tengah rawan. Baik dari segi kepengurusannya maupun keuangannya. Maka di dalamnya kerap terjadi korupsi," ujar Anton.
Anton berharap diupayakan orang yang mendapatkan posisi CEO maupun di bidangnya masing-masing mempunyai kemampuan memadai. Anton juga mengatakan konsorsium juga terlah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSMS karena tidak melibatkan 31 tim.
"Kalau saya melihat, saat ini tidak ada figur yang layak. Wali Kota diangkat menjadi Ketua Umum PSMS karena dia memang orang penting di Medan," katanya menambahkan Rahudman terkesan dipaksakan duduk di posisi tersebut.
"Ini hanya membesar-besarkan nama saja di PSMS seperti Dzulmi Eldin yang baru beberapa bulan memimpin, kemudian mundur. Lebih baik kepengurusannya dirombak habis!" seru Anton lagi.
Gurning: PSMS tak jelas
MEDAN - PSMS harusnya bergelut dengan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim depan. Namun alih-alih bergerak cepat, PSMS masih belum memastikan komposisi tim musim depan secara resmi. Tidak hanya pemain, termasuk juga pelatih.
Sejatinya hanya ada satu nama didaulat menduduki kursi pelatih. Abdul Rahman Gurning adalah sosok utama yang ditunjuk sebagai pembesut Ayam Kinantan. Namun semuanya tentu harus dipastikan dengan adanya bubuhan tanda tangan di atas kontrak. Nah, hal itu yang sampai sekarang belum jelas.
Gurning saat dihubungi Waspada Online tadi malam, mengakui dirinya belum juga mendapatkan kejelasan kapan dirinya dikontrak. Ia sampai sekarang masih menunggu. “Saya masih terus menunggu dan menunggu. Karena sejak awal sudah saya katakan Belum ada manajemen mengatakan ke saya kapan pastinya kontrak akan diberikan,” ujarnya.
Menurut mantan pelatih PSPS Pekan Baru itu, dirinya juga tak memaksakan jika memang pengurus tidak benar-benar serius ingin mengikatnya. “Saya juga bisa katakan silahkan saja jika memang pengurus tidak jadi memakai saya sebagai pelatih,” ujarnya.
Meskipun Gurning terus bersabar, PSMS juga harusnya bergerak cepat Sebagai pelatih yang berkapasitas baik, Gurning bisa jadi dibajak klub lain. Sebelumnya Persikabo Bogor juga menyatakan berminat kepada Mantan pelatih tim PON Sumut ini.
“Sebelumnya memang agen menawarkan saya ke Bogor. Juga mereka minta CV. Waktu itu saya bilang kalau cocok kenapa enggak. Tapi saya maunya musim ini di Medan. Kalau pun PSMS tidak jadi memakai saya, mungkin musim ini saya menganggur,” tukasnya.
Menurut Gurning, penandatanganan kontrak bisa membuat ia bisa bekerja mempersiapkan tim untuk musim depan. Apalagi saat ini seleksi masih terus tertunda karena belum bergabungnya calon pemain yang diseleksi. “Kalau sudah teken tentu semuanya bisa lebih jelas. Kalaupun sekarang baru ada dua atau tiga orang, saya bisa turun langsung. Kalau belum tanda tangan kontrak posisi saya saat ini belum melatih. Masih bantu-bantu seleksi saja,” tukasnya.
Sementara itu pengurus PSMS melalui Plt Ketua Umum, Idris,mengatakan sudah sepakat dengan Gurning soal nilai kontrak. Penandatanganan kontrak ketika itu dikatakannya akan digelar usai lebaran. "Soal pelatih kita sudah deal dengan Gurning. Habis lebaran kontrak sudah akan kita tawarkan," ujar Idris.
Ketertarikan PSMS merekrut Gurning berdasarkan beberapa kriteria yang disusun pengurus PSMS, antara lain soal ketentuan sertifikasi A Asean Football Confederasi. "Gurning sudah memiliki lisensi A. Jadi dia layak melatih liga tertinggi di Indonesia," ujar Idris.
Sejatinya hanya ada satu nama didaulat menduduki kursi pelatih. Abdul Rahman Gurning adalah sosok utama yang ditunjuk sebagai pembesut Ayam Kinantan. Namun semuanya tentu harus dipastikan dengan adanya bubuhan tanda tangan di atas kontrak. Nah, hal itu yang sampai sekarang belum jelas.
Gurning saat dihubungi Waspada Online tadi malam, mengakui dirinya belum juga mendapatkan kejelasan kapan dirinya dikontrak. Ia sampai sekarang masih menunggu. “Saya masih terus menunggu dan menunggu. Karena sejak awal sudah saya katakan Belum ada manajemen mengatakan ke saya kapan pastinya kontrak akan diberikan,” ujarnya.
Menurut mantan pelatih PSPS Pekan Baru itu, dirinya juga tak memaksakan jika memang pengurus tidak benar-benar serius ingin mengikatnya. “Saya juga bisa katakan silahkan saja jika memang pengurus tidak jadi memakai saya sebagai pelatih,” ujarnya.
Meskipun Gurning terus bersabar, PSMS juga harusnya bergerak cepat Sebagai pelatih yang berkapasitas baik, Gurning bisa jadi dibajak klub lain. Sebelumnya Persikabo Bogor juga menyatakan berminat kepada Mantan pelatih tim PON Sumut ini.
“Sebelumnya memang agen menawarkan saya ke Bogor. Juga mereka minta CV. Waktu itu saya bilang kalau cocok kenapa enggak. Tapi saya maunya musim ini di Medan. Kalau pun PSMS tidak jadi memakai saya, mungkin musim ini saya menganggur,” tukasnya.
Menurut Gurning, penandatanganan kontrak bisa membuat ia bisa bekerja mempersiapkan tim untuk musim depan. Apalagi saat ini seleksi masih terus tertunda karena belum bergabungnya calon pemain yang diseleksi. “Kalau sudah teken tentu semuanya bisa lebih jelas. Kalaupun sekarang baru ada dua atau tiga orang, saya bisa turun langsung. Kalau belum tanda tangan kontrak posisi saya saat ini belum melatih. Masih bantu-bantu seleksi saja,” tukasnya.
Sementara itu pengurus PSMS melalui Plt Ketua Umum, Idris,mengatakan sudah sepakat dengan Gurning soal nilai kontrak. Penandatanganan kontrak ketika itu dikatakannya akan digelar usai lebaran. "Soal pelatih kita sudah deal dengan Gurning. Habis lebaran kontrak sudah akan kita tawarkan," ujar Idris.
Ketertarikan PSMS merekrut Gurning berdasarkan beberapa kriteria yang disusun pengurus PSMS, antara lain soal ketentuan sertifikasi A Asean Football Confederasi. "Gurning sudah memiliki lisensi A. Jadi dia layak melatih liga tertinggi di Indonesia," ujar Idris.
Materi pemain PSMS diragukan, manajemen kacau
MEDAN – Menjelang bergulirnya divisi utama Liga Indonesia musim 2011/2012, PSMS Medan sudah melakukan pembenahan dengan melakukan seleksi pemain.
Tercatat 27 pemian yang akan bertarung mengisi posisi inti skuad PSMS untuk mengarungi kompetisi mendatang. Tetapi ada anggapan skeptis bahwa skuad PSMS musim ini tidak siap bahkan diragukan untuk bertarung di divisi utama, terlebih para suporter mengharapkan ayam kinantan dapat lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Anggapan ini berdasarkan oleh materi pemain PSMS yang merupakan pemain tim kompetisi divisi utama dan dianggap tidak bisa bersaing dengan tim-tim lainnnya yang ingin berebut jatah ke liga super. Tetapi anggapan ini tidak disetujui dengan pernyataan pengamat bola.
Ketua Umum PSMS Fans Club, Rahmad Nur Lubis, mengatakan materi pemain PSMS Medan memang pantas untuk diragukan. Hal ini, menurut Rahmad, disebabkan oleh manajemen yang masih kacau. Seleksi yang ditunda-tunda, pemilihan pemain yang bukan nama kelas satu, CEO yang belum terpilih menjadi beberapa faktor alasan skuad PSMS diragukan musim ini. Bahkan menurut Rahmad sebagian pemain PSMS berasal dari klub yang levelnya masih ada dibawah PSMS, “Seperti PSAP Sigli dan klub lainnya lah,” ujarnya mencontohkan.
Untuk pemilihan CEO sendiri, Rahmad kepada Waspada Online menganjurkan agar pihak manajemen secepatnya melakukan pemilihan CEO PSMS Medan. Konsorium harus mengundang 40 klub lokal yang ada di bawah Manajemen PSMS Medan untuk merundingkan siapa CEO PSMS. 40 klub lokal ini dinilai Rahmad mempunyai peran vital karena dari 40 klub tersebut persetujuan untuk menentukan siapa yang duduk di kursi pengendali PSM tersebut.
Lalu kenapa peran CEO begitu penting hingga seperti yang dikatakan kelompok suporter SMeCK bahwa penunjukan CEO harus cepat dilakukan? “CEO yang punya kebijakan tertinggi di klub, dia yang menentukan siapa yang berhak melatih PSMS dan siapa yang menjadi manajernya,” ujarnya.
“Di PSSI ketika terjadi pergantian tampuk kepemimpinan, pelatih Timnas (Alfred Reidl-red) langsung diganti. Jadi jika kita mencontohkannya di PSMS, apabila pelatih sudah ditunjuk lalu CEO baru ditunjuk, bisa-bisa pelatih juga dipecat karena tidak ada kejelasan kontrak,” tegas Rahmad.
Untuk posisi pelatih Abdul Rahman Gurning sendiri, Rahmad mengatakan bahwa posisi pelatih Ayam Kinantan tersebut juga belum jelas karena juga belum terikat kontrak. Abdul sendiri ditunjuk oleh Mantan Sekretaris Umum PSMS, Idris sewaktu masih bekerja di klub tersebut. Sedangkan posisi Idris sendiri saat ini juga tidak ada. “Harus ada legalitas posisi dia (Idris, red) di klub,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat sepakbola asal Sumut lainnya, Anthony, kepada Waspada Online mengatakan seluruh pemain yang sudah lolos seleksi oleh pelatih dianggap layak untuk bersaing, "Saya juga menganggapnya demikian,” ujarnya. Anthoni mengatakan layak atau tidaknya materi pemainnya merupakan wewenang dan keputusan penuh pelatih.
Sedangkan untuk posisi Chief Executive Officer (CEO) PSMS yang masih kosong, Anthoni bisa memakluminya. Waktu yang sedikit menjadi alasan Anthoni bisa memaklumi sikap manajemen yang belum menunjuk CEO. “Seharusnya memang ditunjuk terlebih dahulu siapa CEO nya, tapi karena memang sudah dikejar waktu ya apa boleh buat. Yang terpenting pemain sudah ditentukan, setelahnya mungkin akan menjadi lebih mudah,”ujarnya
Tercatat 27 pemian yang akan bertarung mengisi posisi inti skuad PSMS untuk mengarungi kompetisi mendatang. Tetapi ada anggapan skeptis bahwa skuad PSMS musim ini tidak siap bahkan diragukan untuk bertarung di divisi utama, terlebih para suporter mengharapkan ayam kinantan dapat lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Anggapan ini berdasarkan oleh materi pemain PSMS yang merupakan pemain tim kompetisi divisi utama dan dianggap tidak bisa bersaing dengan tim-tim lainnnya yang ingin berebut jatah ke liga super. Tetapi anggapan ini tidak disetujui dengan pernyataan pengamat bola.
Ketua Umum PSMS Fans Club, Rahmad Nur Lubis, mengatakan materi pemain PSMS Medan memang pantas untuk diragukan. Hal ini, menurut Rahmad, disebabkan oleh manajemen yang masih kacau. Seleksi yang ditunda-tunda, pemilihan pemain yang bukan nama kelas satu, CEO yang belum terpilih menjadi beberapa faktor alasan skuad PSMS diragukan musim ini. Bahkan menurut Rahmad sebagian pemain PSMS berasal dari klub yang levelnya masih ada dibawah PSMS, “Seperti PSAP Sigli dan klub lainnya lah,” ujarnya mencontohkan.
Untuk pemilihan CEO sendiri, Rahmad kepada Waspada Online menganjurkan agar pihak manajemen secepatnya melakukan pemilihan CEO PSMS Medan. Konsorium harus mengundang 40 klub lokal yang ada di bawah Manajemen PSMS Medan untuk merundingkan siapa CEO PSMS. 40 klub lokal ini dinilai Rahmad mempunyai peran vital karena dari 40 klub tersebut persetujuan untuk menentukan siapa yang duduk di kursi pengendali PSM tersebut.
Lalu kenapa peran CEO begitu penting hingga seperti yang dikatakan kelompok suporter SMeCK bahwa penunjukan CEO harus cepat dilakukan? “CEO yang punya kebijakan tertinggi di klub, dia yang menentukan siapa yang berhak melatih PSMS dan siapa yang menjadi manajernya,” ujarnya.
“Di PSSI ketika terjadi pergantian tampuk kepemimpinan, pelatih Timnas (Alfred Reidl-red) langsung diganti. Jadi jika kita mencontohkannya di PSMS, apabila pelatih sudah ditunjuk lalu CEO baru ditunjuk, bisa-bisa pelatih juga dipecat karena tidak ada kejelasan kontrak,” tegas Rahmad.
Untuk posisi pelatih Abdul Rahman Gurning sendiri, Rahmad mengatakan bahwa posisi pelatih Ayam Kinantan tersebut juga belum jelas karena juga belum terikat kontrak. Abdul sendiri ditunjuk oleh Mantan Sekretaris Umum PSMS, Idris sewaktu masih bekerja di klub tersebut. Sedangkan posisi Idris sendiri saat ini juga tidak ada. “Harus ada legalitas posisi dia (Idris, red) di klub,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat sepakbola asal Sumut lainnya, Anthony, kepada Waspada Online mengatakan seluruh pemain yang sudah lolos seleksi oleh pelatih dianggap layak untuk bersaing, "Saya juga menganggapnya demikian,” ujarnya. Anthoni mengatakan layak atau tidaknya materi pemainnya merupakan wewenang dan keputusan penuh pelatih.
Sedangkan untuk posisi Chief Executive Officer (CEO) PSMS yang masih kosong, Anthoni bisa memakluminya. Waktu yang sedikit menjadi alasan Anthoni bisa memaklumi sikap manajemen yang belum menunjuk CEO. “Seharusnya memang ditunjuk terlebih dahulu siapa CEO nya, tapi karena memang sudah dikejar waktu ya apa boleh buat. Yang terpenting pemain sudah ditentukan, setelahnya mungkin akan menjadi lebih mudah,”ujarnya
Kapan Gurning dikontrak?
PSMS harusnya bergelut dengan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim depan. Namun alih-alih bergerak cepat, PSMS masih belum memastikan komposisi tim musim depan secara resmi. Tidak hanya pemain, termasuk juga pelatih.
Sejatinya hanya ada satu nama didaulat menduduki kursi pelatih. Abdul Rahman Gurning adalah sosok utama yang ditunjuk sebagai pembesut Ayam Kinantan. Namun semuanya tentu harus dipastikan dengan adanya bubuhan tanda tangan di atas kontrak.
Nah, hal itu yang sampai sekarang belum jelas. Saat dihubungi Waspada Online malam ini, Gurning mengakui dirinya belum juga mendapatkan kejelasan kapan dirinya dikontrak. Ia sampai sekarang masih menunggu.
“Saya masih terus menunggu dan menunggu. Karena sejak awal sudah saya katakan Belum ada manajemen mengatakan ke saya kapan pastinya kontrak akan diberikan,” ujarnya sembari menambahkan tak memaksakan jika memang pengurus tidak benar-benar serius ingin mengikatnya.
“Saya juga bisa katakan silahkan saja jika memang pengurus tidak jadi memakai saya sebagai pelatih,” ujarnya.
Meskipun mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu bersabar, PSMS juga harusnya bergerak cepat Sebagai pelatih yang berkapasitas baik, Gurning bisa jadi dibajak klub lain. Sebelumnya, Persikabo Bogor juga menyatakan berminat kepada Mantan pelatih tim PON Sumut ini.
“Agen memang menawarkan saya ke Bogor, tapi saya maunya musim ini di Medan. Kalau pun PSMS tidak jadi memakai saya, mungkin musim ini saya menganggur,” tukasnya.
Menurut Gurning, penandatanganan kontrak bisa membuat ia bisa bekerja mempersiapkan tim untuk musim depan. Apalagi saat ini seleksi masih terus tertunda karena belum bergabungnya calon pemain yang diseleksi.
“Kalau sudah teken tentu semuanya bisa lebih jelas. Kalaupun sekarang baru ada dua atau tiga orang, saya bisa turun langsung. Kalau belum tanda tangan kontrak posisi saya saat ini belum melatih. Masih bantu-bantu seleksi saja,” tukasnya.
Sejatinya hanya ada satu nama didaulat menduduki kursi pelatih. Abdul Rahman Gurning adalah sosok utama yang ditunjuk sebagai pembesut Ayam Kinantan. Namun semuanya tentu harus dipastikan dengan adanya bubuhan tanda tangan di atas kontrak.
Nah, hal itu yang sampai sekarang belum jelas. Saat dihubungi Waspada Online malam ini, Gurning mengakui dirinya belum juga mendapatkan kejelasan kapan dirinya dikontrak. Ia sampai sekarang masih menunggu.
“Saya masih terus menunggu dan menunggu. Karena sejak awal sudah saya katakan Belum ada manajemen mengatakan ke saya kapan pastinya kontrak akan diberikan,” ujarnya sembari menambahkan tak memaksakan jika memang pengurus tidak benar-benar serius ingin mengikatnya.
“Saya juga bisa katakan silahkan saja jika memang pengurus tidak jadi memakai saya sebagai pelatih,” ujarnya.
Meskipun mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu bersabar, PSMS juga harusnya bergerak cepat Sebagai pelatih yang berkapasitas baik, Gurning bisa jadi dibajak klub lain. Sebelumnya, Persikabo Bogor juga menyatakan berminat kepada Mantan pelatih tim PON Sumut ini.
“Agen memang menawarkan saya ke Bogor, tapi saya maunya musim ini di Medan. Kalau pun PSMS tidak jadi memakai saya, mungkin musim ini saya menganggur,” tukasnya.
Menurut Gurning, penandatanganan kontrak bisa membuat ia bisa bekerja mempersiapkan tim untuk musim depan. Apalagi saat ini seleksi masih terus tertunda karena belum bergabungnya calon pemain yang diseleksi.
“Kalau sudah teken tentu semuanya bisa lebih jelas. Kalaupun sekarang baru ada dua atau tiga orang, saya bisa turun langsung. Kalau belum tanda tangan kontrak posisi saya saat ini belum melatih. Masih bantu-bantu seleksi saja,” tukasnya.
Thursday, September 8, 2011
Seleksi Ayam Kinantan tertunda
MEDAN - Latihan atau seleksi PSMS Medan yang dipersiapkan ke kompetisi Indonesia musim 2011/2012 kembali tertunda setelah sehari sebelumnya juga batal akibat sebagian pemain khususnya dari luar kota belum hadir di lapangan.
Dari sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu, didapat keterangan bahwa ketidakhadiran pemain bisa dimaklumi karena bukan kehendak mereka sendiri gagal hadir di lapangan melainkan akibat tidak mendapat tiket pesawat
Begitu juga legiun pemain asing di mana Osas Saha cs masih absen karena masih berada di Pulau Jawa. Sebaliknya, Abdul Rahman Gurning yang diproyeksikan sebagai pelatih telah berada di Kota Medan.
Kendati demikian, sejumlah pemain yang bakal ikut seleksi diketahui dari daftar nama yang tertempel di tiap kamar mes Kebun Bunga. Uniknya, PSMS sendiri belum melaksanakan proses seleksi pemain sehingga munculnya nama-nama tersebut menimbulkan tanda tanya.
Tidak hanya itu, sesuai dengan ketentuan klub profesional, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seharusnya menetapkan Chief Executive Officer (CEO) terlebih dahulu sebelum menunjuk manajer dan pelatih.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, menjelaskan seleksi pemain dilaksanakan sebelum pemilihan CEO, karena pihaknya butuh gerak cepat guna mempersiapkan tim sesuai tenggat waktu berputarnya kompetisi berdasarkan ketetapan Asian Football Confederation (AFC), yakni 14 Oktober mendatang.
Menurut sumber, masalah CEO yang sebelumnya disebut-sebut akan dipegang mantan Asisten Manajer Tim Pro Titan FC, Wahyu Wahab, dibatalkan karena dinilai sudah terlalu ‘maju’ dengan niatnya membatalkan calon pelatih dan pemain yang bakal direkrut.
Atas sikap Wahyu itu, pengurus PSMS membatalkan dirinya masuk bursa calon CEO dan mencalonkan mantan Asisten Manajer Ayam Kinantan musim lalu, Drs Benny Tomasoa. Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengaku telah mengusulkan Benny sebagai CEO PSMS.
“Selama ini kami berdua sudah sangat cocok dan tidak pernah berbenturan dalam mengambil keputusan, jadi tidak salah kalau saya mengusulkan dirinya,” kata Idris.
Menanggapi pencalonan tersebut, Benny Tomasoa menyebutkan separuh hidupnya memang untuk PSMS. Dikatakan, sebelum menjadi pengurus PSMS dan asisten manajer tim, Benny juga merupakan pemain PSMS sejak tim junior.
Dari sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu, didapat keterangan bahwa ketidakhadiran pemain bisa dimaklumi karena bukan kehendak mereka sendiri gagal hadir di lapangan melainkan akibat tidak mendapat tiket pesawat
Begitu juga legiun pemain asing di mana Osas Saha cs masih absen karena masih berada di Pulau Jawa. Sebaliknya, Abdul Rahman Gurning yang diproyeksikan sebagai pelatih telah berada di Kota Medan.
Kendati demikian, sejumlah pemain yang bakal ikut seleksi diketahui dari daftar nama yang tertempel di tiap kamar mes Kebun Bunga. Uniknya, PSMS sendiri belum melaksanakan proses seleksi pemain sehingga munculnya nama-nama tersebut menimbulkan tanda tanya.
Tidak hanya itu, sesuai dengan ketentuan klub profesional, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seharusnya menetapkan Chief Executive Officer (CEO) terlebih dahulu sebelum menunjuk manajer dan pelatih.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, menjelaskan seleksi pemain dilaksanakan sebelum pemilihan CEO, karena pihaknya butuh gerak cepat guna mempersiapkan tim sesuai tenggat waktu berputarnya kompetisi berdasarkan ketetapan Asian Football Confederation (AFC), yakni 14 Oktober mendatang.
Menurut sumber, masalah CEO yang sebelumnya disebut-sebut akan dipegang mantan Asisten Manajer Tim Pro Titan FC, Wahyu Wahab, dibatalkan karena dinilai sudah terlalu ‘maju’ dengan niatnya membatalkan calon pelatih dan pemain yang bakal direkrut.
Atas sikap Wahyu itu, pengurus PSMS membatalkan dirinya masuk bursa calon CEO dan mencalonkan mantan Asisten Manajer Ayam Kinantan musim lalu, Drs Benny Tomasoa. Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengaku telah mengusulkan Benny sebagai CEO PSMS.
“Selama ini kami berdua sudah sangat cocok dan tidak pernah berbenturan dalam mengambil keputusan, jadi tidak salah kalau saya mengusulkan dirinya,” kata Idris.
Menanggapi pencalonan tersebut, Benny Tomasoa menyebutkan separuh hidupnya memang untuk PSMS. Dikatakan, sebelum menjadi pengurus PSMS dan asisten manajer tim, Benny juga merupakan pemain PSMS sejak tim junior.
Subscribe to:
Posts (Atom)