Saturday, May 14, 2011

PSMS Protes

PSMS mulai mendapat hal tak wajar jelang laga perdana Babak Delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia kontra PSAP. Yang cukup merepotkan adalah ketiadaan lapangan untuk berlatih. Karenanya, manajemen PSMS melayangkan protes resmi kepada PSSI, PT LI dan pihak Panpel.

“Soal lapangan sudah kami tanyakan kepada panpel. Tapi panpel beralasan PT Liga Indonesia (LI) tidak ada memerintahkan agar menyiapkan lapangan berlatih,” beber Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.
Padahal kata Benny, sebelumnya PT LI telah mengumumkan pihak panpel di Tenggarong harus menyediakan satu lapangan utama untuk pertandingan Delapan Besar Grup B dan satu lapangan cadangan serta empat lapangan untuk latihan kontestan Grup B.

Akibat hal ini, PSMS akhirnya memilih latihan di halaman Hotel Fatma Tenggarong. “Seharusnya menu latihan kita adalah game untuk mematangkan strategi. Tapi kondisi tak memungkinkan, maka kita latihan kebugaran tubuh saja,” sambung pelatih, Suharto. Disamping itu kondisi hotel Fatma yang disediakan pihak panpel juga mendapat sorotan dari para pemain. Selian kondisi AC-nya yang kurang baik, listrik juga sering mati akibat daya arus yang lemah. (ful)

PSMS Diimingi Liburan

ffan Lubis dkk dijanjikan bonus besar plus liburan ke Solo bersama keluarga, apabila mampu lolos ke semi final Divisi Utama musim ini. Janji manis itu lagi-lagi dilontarkan Manajer PSMS, Idris SE.

Pria Aceh ini bilang bonus yang akan diberikan bila PSMS menang di setiap laga babak delapan besar ini, dipastikan besar. “Bisa lebih dua hingga tiga kali lipat. Lebih menarik lagi pemain boleh membawa keluarga ke Solo apabila mampu lolos ke semi final,” kata Idris.

Tapi pria Aceh itu tak ingin PSMS berusaha menang karena iming-iming bonus itu. “Mestinya kemenangan demi PSMS, bukan demi bonus. Ini sebagai perangsang saja. Semoga kita mampu lolos ke semi final,” bebernya.

Kapten tim, Affan Lubis menyambut baik janji manis itu. Menurut Affan, motivasi berupa bonus memang dinantikan para pemain. “Bonus penting. Tapi fokus kami sementara ini masih ke pertandingan,” kata Affan.

Donny Fernando Siregar pun senang atas janji itu. Donny juga tak menampik kalau dirinya dan rekan-rekan sementara ini fokus kepada pemenangan pertandingan. “Kalau sudah menang bonus seharusnya mengalir dengan sendirinya” kata Donny. (ful)

Perang Mental

TENGGARONG-PSMS Medan dan PSAP Sigli memulai pertarungan babak 8 besar untuk meraih tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia di Stadion Aji Imbut Madya Tenggarong. Bermain ditempat netral kedua tim akan beradu mental untuk bisa meraih poin.

Asisten Pelatih PSMS Medan, Edi Saputra menjelaskan, babak 8 besar merupakan momentum PSMS untuk kembali naik kasta ke kompetisi tertinggi Indonesia. Ia dan pasukannya ingin membuktikan kepada warga Medan bahwa mereka bisa mengembalikan kejayaan PSMS seperti masa silam. Edi juga yakin kekuatan timnya lini per lini sudah terbukti dengan masuk ke babak 8 besar termasuk mental. Edi pun berani memasang target menyapu bersih semua laga. “Tidak ada pilihan kecuali menang. Di saat menyerang ya kita menyerang, tapi tidak lupa kami juga harus fokus bertahan,” ujarnya.
Sementara, Pelatih PSAP Sigli, Anwar yang mengatakan telah mengetahui kelebihan serta kekurangan PSMS Medan. Pasalnya anak asuhnya sudah dua kali bertemu di babak kualifikasi Grup 1. “Saya mengantongi kekuatan PSMS Medan, mereka kalah di kandang kami, tapi di kandang PSMS kami kalah,” urai Anwar.

Namun, dari serangkaian pertemuan tersebut, Anwar mengaku kekurangan PSAP sudah dibenahi jauh hari. Dikatakannya, secara menyeluruh kondisi tim siap mental menghadapi Ayam Kinantan. “Saya sudah kenal karakter pemain PSMS, mudah-mudahan anak-anak siap dan bekerja keras di lapangan sesuai instruksi pelatih,” paparnya. (ede/obi/jpnn)

Monday, May 9, 2011

Maju tak Gentar

MEDAN- PSMS harus membuktikan diri sebagai klub yang tak jago kandang, di babak delapan besar mendatang. Bermain di markas Mitra Kukar bukan penghalang jika kesiapan dan kepercayaan diri benar-benar dipupuk dari sekarang.

“Kita harus satu tekad satu tujuan masuk ISL. Di manapun mainnya kita harus berani. Terlalu cengeng jika kita terus menangisi penentuan tuan rumah, dan akhirnya kita tidak terpilih. Mari tatap laga tersebut dengan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa kita adalah pemenang,” beber Donny Fernando Siregar-Gelandang PSMS kemarin.
Ya, PSMS memang harus terus maju dan tak gentar. Inilah saat paling realistis untuk melaju ke kasta tertinggi sepak bola tanah air. Donny berharap rekan-rekannya memiliki tekad sama untuk berjuang. “Kapan lagi? Inilah saatnya. Kami berhadap doa dan dukungan semua Masyarakat Medan dan pecinta PSMS di manapun berada,” tambah mantan pemain Persijap dan Persiba Balik Papan itu.

Meski ada isu bahwa Mitra Kukar dan Persiba Bantul sudah ‘dititip’ untuk lolos ke ISL, namun hal itu tak harus jadi alasan PSMS melemah. Hal ini juga sudah dibantah oleh Plt Sekjen PSSI, Djoko Driyono. Dihubungi belum lama ini, Djoko mengaku tidak ada unsur pilih kasih terhadap penentuan tuan rumah. Semua mutlak didasarkan dari kesiapan dan kepentingan sponsor dan pemegang hak siar. “Penilaian awal adalah dari kesiapan infrastruktur. Kepentingan tim tamu, dan beragam kepentingan bersama lainnya. Kita ingin menjaga sportivitas di babak delapan besar ini. Tidak ada unsur lain-lain,” kata Djoko.

Maka itu, Donny kembali berharap PSMS mampu bermain baik dengan menjaga mental juara dan keyakinan bahwa tim ini adalah pemenang. “Minimal adalah pertahankan cara main kita seperti saat melawan Persikabo di kandangnya. Kalau mental kita pejuang, jangankan lolos, tropi juara pun bisa kita raih,” tambah Donny. “Semua berpulang kepada diri sendiri. Mari kita bulatkan tekad kita untuk menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (ful)

Jalan Juara Terbuka

MEDAN- Kapten PSMS, Affan Lubis optimis timnya bisa berbicara banyak di babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia mendatang. Mental yang kuat dan kepercayaan diri tinggi mendukung hal itu.

Gagal jadi tuan rumah tak lagi mesti diratapi. Kesalahan bukan pada PSMS melainkan kepada infrastruktur yang memang tak memadai. Maka wajar jika akhirnya PT Liga Indonesia memilih Stadion Tenggarong yang jauh lebih baik dari Stadion Teladan sebagai tuan rumah grup B.

“Main jadi tuan rumah memang ada keuntungan. Tapi kalau itu tak terjadi kita harus legowo dan percaya saja pada diri sendiri. Kita harus yakin bahwa tim ini lebih baik dari lawan-lawan kita,” beber Affan kemarin.

Kalau berhasil lolos ke babak selanjutnya bahkan menjadi juara Divisi Utama, maka sejarah baru sepak bola Kota Medan akan terukir. Ya, sudah diketahui khalayak penikmat sepak bola tanah air, kalau PSMS tak pernah angkat tropi di kompetisi resmi. Memang di masa perserikatan PSMS begitu berjaya.

Pun di sejumlah turnamen tak resmi, PSMS berjaya. Sebut saja Piala Emas Bang Yos yang sukses diboyong untuk selamanya. Namun di kompetisi resmi gawean PSSI, PSMS gagal total. Prestasi paling mentereng hanya jadi runner up Divisi Utama 2007/2008 silam.

“Inilah saatnya. Kita harus percaya diri bahwa kita ini tim juara. Jangan khawatir main di mana,” tambah Affan. (ful)

Latihan ala Militer Berakhir

Skuad PSMS baru saja melakoni laga keras untuk menggenjot kekuatan fisik. Berhubung pelatih kepala PSMS berdarah militer, latihan fisik pun mirip-mirip latihan militer.
“Sudah tiga hari pemain digeber latihan fisik yang cukup berat. Selanjutnya latihan akan fokus kepada strategi,” terang Suharto.

Selama tiga hari itu, para pemain PSMS tampak menikmati latihan yang disajikan Suharto dan asistennya Edi Syahputra dan pelatih kiper Doni Latuperisa. “Kita pergunakan separuh lapangan saja untuk latihan kecepatan dan kekuatan,” timpal Edi Syahputra.

Affan Lubis dkk menggeber secara full serangkai menu peningkatan ketahanan fisik pemain hingga menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Sebagai menu pembuka, pemain langsung dihadapkan menu small game, satu dua sentuhan bola.
Kemudian pemain berlanjut ke sprint-sprint pendek berbalik arah dari patokan yang telah ditentukan jaraknya. “Mereka lari cepat selama beberapa menit, 70 sampai 80 persen intensitasnya dapat 5 kali bolak-balik,” jelasnya.
Instruksi yang diberikan kepada pemain antara lain berlari lebih cepat dari patokan-patokan yang telah ditentukan, dikombinasi dengan interval sambil menerima bola agar feeling ball tidak hilang.

“Pelatih sengaja menuangkan menu bervariasi agar pemain tidak bosan dan tak merasa berat,” pungkas Edy. (ful)

War Dimulai

EDAN-Meski laga babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia baru akan digelar 12 Mei mendatang, namun perang urat syaraf alias psy war antar pendukung sudah menggema.

Perang urat syaraf mulai dilancarkan di sejumlah situs jejaring sosial. Salah satunya dari fan page Facebook berjudul:Babak 8 Besar Divisi Utama 2010/2011. Menarik, karena masing-masing suporter tim yang lolos ke babak delapan besar mengutarakan minat besar lolos ISL. Dukungan kepada PSMS juga mengalir deras. Pendukung PSMS di manapun berada, saling sindir kekuatan tim asuhan Suharto itulah yang akan melaju ke babak selanjutnya.
Namun pendukung tuan rumah Mitra Kukar juga tak kalah eksis. Sejumlah postingan terkait dukungan terus diumbar. Begitu juga dengan Persiba Bantul. Bahkan ada yang melisting dua klub ini sebagai favorit juara. Saling bantah dan saling unjuk fanatisme antar pendukung pun terjadi. Tak jarang komentar kadang menjurus rasis meski tidak begitu parah.

Dari ujung Sumatera nada ingin lolos ISL juga digumamkan oleh pendukung Persiraja dan PSAP Sigli. “Aceh Telah Lama Memimpikan ISL… Sudah Sekian Lama Kita Di Anak Tirikan dari Kancah Sepakbola Nasional.. Inilah Saatnya Aceh Kembali Berjaya.. Persiraja dan PSAP Sigli Siap Mempertaruhkan Nama Aceh Di Papua dan Kutai,,, Selamat Berjuang Pahlawan Kami,” begitu tulis salah satu pendukung dari NAD.

“Spirit of rap-rap siap mengantarkan PSMS jadi kampiun. Dan pastinya dengan menjungjung tinggi sportivitas dan fairplay,” timpal komentar pendukung PSMS.

Kekuatan grup B juga diulas. Adalah ketajaman striker yang bakal jadi momok masing-masing tim. Di Mitra Kukar ada Franco Hita yang sementara sudah mengemas 18 gol. Striker berkebangsaan Argentina ini pernah bermain di Liga Chile (Santiago Wanderers).

Tak tanggung-tanggung, memang persaingan antar striker di grup B cukup mengerikan. Semua striker asing di grup ini masuk jajaran top skor. Di PSAP ada Osas Saha yang sudah mengemas 29 gol. Mantan striker PSMS musim lalu itu bakal kembali melawan mantan klubnya di laga pembuka 13 Mei mendatang.

Sedangkan di Persiba Bantul, bercokol pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 31 gol. Dia adalah Fortune Udo. Pemain impor asal Nigeria ini terbilang sangat tajam musim ini. Mantan pemain Selangor FC itu diyakini mampu menambah pundi-pundi golnya. Maka, PSMS patut waspada ekstra ketika berjumpa dengan Persiba.
Nah di PSMS juga ada nama yang masuk jajaran top skor. Dia adalah kekasih artis Julia Perez. Siapa lagi kalau bukan Gaston Castano. Meski baru mengemas 14 gol, pemain asal Argentina ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
Yang jelas, laga babak delapan besar layak dinanti. Terlebih 10 laga dijamin akan disiarkan langsung oleh ANTV. Dengan demikian diharapkan kualitas pertandingan dan fairplay mampu dijunjung tinggi. “Semoga dengan disiarkan langsung bisa lebih jujur,” harap Kapten PSMS, Affan Lubis. (ful)

Final Digelar di Stadion Manahan

Babak semi final dan final delapan besar akan digelar di Stadion Manahan Solo mulai 22-25 Mei mendatang. Perebutan tempat ketiga juga akan digelar di sana. “PT Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengirimkan surat kepada panitia lokal Persis Solo, melalui faximile dengan nomor 0559/A-02/BLI-3-1/V/2011 ditandatangani Joko Driyono,” kata Ketua Panpel Persis Solo Paulus Haryoto kemarin.

Berdasarkan surat tersebut Panpel Persis Solo siap menjadi mitra kerja BLI, untuk menyelenggarakan pertandingan partai semi final dan grand final tersebut. Sesuai manual Liga Indonesia untuk laga semi final yang akan digelar 22 Mei 2011, akan mempertemukan juara grup A dan juara dua grup B, dan pertandingan tersebut akan dimulai pukul 15.30 WIB.

Pertandingan semi final kedua mempertemukan juara grup B melawan juara dua grup A, pada pukul 19.00 WIB. Sementara untuk perebutan juara tiga dan pertandingan grand final digelar 25 Mei 2011. Semua pertandingan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Menyinggung mengenai persiapan stadion Manahan Solo yang akan dijadikan ajang pertandingan tersebut, Paulus mengatakan tidak ada masalah.
“Stadion Manahan Solo itu sering dijadikan ajang pertandingan tingkat nasional maupun internasional. Jadi selalu siap digunakan,” katanya.

Panpel Persis Solo dalam pertandingan ini selain menyiapkan stadion Manahan Solo juga menyiapkan Stadion Sriwedari sebagai cadangan. Sedangkan sarana latihan akan diarahkan di lapangan Kota Barat dan Kartopuran. Menanggapi hal itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa tampak setuju.
“Memang harusnya digelar ditempat netral jadi lebih fair dan jujur. Saya pribadi sebenarnya ingin mulai babak delapan besar sudah digelar di tempat netral jadi tidak ada kecurigaan,” bebernya. (ful/bbs)

Friday, May 6, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Pantau Kekuatan Lawa

Bintang Medan melakukan pemantauan terhadap kekuatan lawan yang akan dihadapi pada beberapa pertandingan mendatang demi memuluskan langkah menembus papan atas klasemen Liga Primer Indonesia.

Asisten pelatih Bintang Medan Robert Roloefsen di Medan, Kamis, mengatakan, ia bersama pelatih Michael Feichtenbeiner telah berbagi tugas untuk memantau kekuatan lawan.

Bintang Medan pada pertandingan berikutnya (14/5) akan menjamu Bali Devata di Stadion Teladan Medan Medan dan akan bertandang ke markas Cendrawasih Papua pada 21 Mei 2011.

Michael akan memantau laga antara Bali Devata FC kontra Cendrawasih Papua, Sabtu (07/5), sementara Robert Roloefsen akan memantau pertandingan Batavia Union (Minggu, 08/5) saat menghadapi Jakarta 1928 FC.

"Michael berangkat ke Bali hari ini untuk memantau pertandingan Bali Devata dan Cendrawasih Papua, sementara saya akan berangkat ke Jakarta guna memantau Batavia FC," katanya.

Menurut dia, memantau langsung pertandingan calon lawan paling tepat daripada dengan menyaksikan melalui televisi. "Karena melalui televisi tidak dapat disaksikan hal-hal teknis lainnya," katanya.

Ia mengakui tim pelatih terkadang melakukan pembicaraan dengan kolega sesama pelatih untuk mengetahui seperti apa tim yang dihadapi. Namun itu pun dinilai belum cukup efektif untuk mengetahui kekuatan lawan.

"Paling kalau dengan kolega sesama pelatih, yang diketahui adalah bagaimana lawan bermain, siapa pemainnya yang bagus dan hal-hal lazim lain, jadi pemantauan tetap perlu dilakukan," katanya.

Michael dan Robert dijadwalkan kembali ke Medan Minggu (08/5).

"Kami terus terang belum tahu bagaimana kelanjutan LPI ini. Tapi kami ingin memberikan yang terbaik untuk tim. yaitu dengan tidak kalah di empat pertandingan terakhir. Apalagi kami berharap bisa menembus tujuh hingga enam besar di akhir putaran pertama," katanya. (antara)

Thursday, May 5, 2011

Harapan menjadi tuan rumah gagal

MEDAN - PT Liga Indonesia (LI) menunjuk Mitra Kukar Kutai Kartanegara dan Persidafon Dafonsoro sebagai tuan rumah babak 8 Besar Divisi Utama 2010-2011. Menurut rencana, grup B berlangsung 13-18 Mei dan grup A pada 12-17 Mei mendatang.

Dengan ditunjuknya Mitra Kukar dan Persidafon, otomatis upaya PSMS Medan menjadi penyelenggara grup B gagal. Menurut pengurus PSMS, Julius Raja SE, Rabu, dirinya kurang sependapat Mitra Kukar menjadi tuan rumah, mengingat segi dari transportasinya kurang memadai.

Pasalnya, untuk menjangkau home base Mitra Kukar dari Balikpapan harus ditempuh jalan darat yang jaraknya ratusan kilometer. Berbeda dengan di Medan, jarak antara Bandara Polonia ke Stadion Teladan maupun hotel-hotel bisa dihitung dengan menit karena jaraknya cukup dekat.

Dari Jakarta, Asisten Manajer Tim PSMS, Drs Benny Tomasoa, mengatakan dasar pemilihan tuan rumah ini mengacu pada kelayakan stadion, fair play dan proteksi terhadap sponsor. Di samping PSMS yang berminat menjadi tuan rumah, Persiraja Banda Aceh, Gresik United, PSAP Sigli, dan Persiba Bantul terpaksa gigit jari.

Dikatakan, tuan rumah Persidafon nantinya menyediakan akomodasi, transportasi lokal, dan match fee senilai Rp10 juta untuk grup A. Khusus transfortasi, Persiraja mendapat bantuan Rp25 juta dan Gresik United Rp10 juta. Nantinya, duel grup A akan berlangsung di Stadion Mandala dan Stadion Barnabas Youwe (alternatif).

Di lain pihak, tuan rumah Mitra Kukar akan menyediakan akomodasi dan transportasi lokal serta match fee sebesar Rp20 juta. Pertandingan grup B ini sendiri akan dilaksanakan di Stadion Kudungga Tenggarong dan Stadion Segiri (alternatif).

Selain itu, partai delapan besar akan dipimpin wasit-wasit dari Liga Super Indonesia (LSI) dan disiarkan langsung ANTV. Jadwal semifinal dan final akan dilaksanakan di Solo, akhir Mei nanti.

Menanggapi Mitra Kukar resmi menjadi tuan rumah, Pelatih PSMS Suharto menilai keputusan tersebut tidak menjadi masalah. “Di manapun tempatnya, yang pasti PSMS harus siap,” katanya.

Peserta Babak 8 Besar
Grup A: Persidapon Dafonsoro, Persiraja Banda Aceh, Persiram Raja Ampat, Gresik United
Grup B: Mitra Kukar, PSMS Medan, PSAP Sigli, Persiba Bantul

PT LI Bingung Tentukan Tuan Rumah

AKARTA – PT Liga Indonesia (PT LI) dilanda kebingungan. Banyaknya klub yang mengajukan diri membuat mereka tak bisa memutuskan tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama 2010-2011. Padahal, sebelumnya mereka berencana mengumumkan tuan rumah tersebut kemarin (2/5). Sebagai gantinya, PT LI akan memberikan kepastian maksimal Kamis (5/5) besok.

“Ini adalah kali pertama banyak klub yang mengajukan diri. Kalau tahun-tahun sebelumnya kan palingan 2-3 tim,” terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI saat ditemui di kantornya kemarin.

Dari delapan klub yang lolos, mayoritas sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Di antaranya ialah Persidafon Dafonsoro, Persiba Bantul, Gresik United (GU), Mitra Kukar maupun PSMS Medan. PT LI pun harus benar-benar jeli untuk menentukan klub mana yang akan didapuk menjadi tuan rumah.

Mereka memberikan tiga syarat bagi sebuah tim untuk bisa menjadi tuan rumah. Tiga syarat itu ialah faktor stadion, fairness serta kesiapan untuk materi sponsor. Masalahnya, klub-klub yang mengajukan diri tersebut juga memberikan jaminan bakal bisa memenuhi tiga syarat tersebut.

“Kami juga belum memikirkan wacana apakah nantinya tuan rumah akan digelar di Jawa dan Luar Jawa,” tambah Tigor.

Dari tiga unsur tersebut, faktor netralitas bakal menjadi hal yang krusial. Pasalnya, kerap terjadi bahwa tuan rumah dianggap bakal mendapatkan keuntungan non teknis saat turun gelanggang. Hal itulah yang membuat kubu Persiba mengusulkan agar babak delapan besar dilakukan di tempat yang bebas dari klub peserta.

Namun, Tigor menyatakan bahwa hal tersebut tak akan mungkin diterapkan. Pasalnya, tuan rumah memang seringkali memberikan servis bagi tim-tim lain. Di antaranya ialah membebaskan biaya akomodasi hingga mengucurkan match fee untuk tiap peserta.

“Belum lagi masalah animo penonton. Kalau tak ada tim tuan rumah, kemungkinan stadion ramai juga menjadi lebih kecil. Yang pasti kami akan berusaha menggelar pertandingan tersebut agar adil,” tegas Tigor.

Dari pihak PSMS lewat Asisten Manajer Benny Tomasoa, keyakinan akan penunjukkan tuan rumah masih tinggi. Beberapa hal penting penunjang kelayakan dipaparkan kepada PT LI. Termasuk soal akses, kesiapan stadion hingga jaminan keamanan. “Kita berdoa saja semoga kita jadi tuan rumah. Berbagai hal penting sudah layak, tinggal menunggu kepastian dari PT LI,” kata Benny. (ru/ful)

Wednesday, May 4, 2011

Adakah niat merenovasi Stadion Teladan?

umut memiliki potensi menjadi daerah potensial untuk mengembangkan industri sepakbola. Namun untuk mencapainya, harus dibenahi infrastruktur terlebih dahulu.

Pada kenyataanya infrastruktur di Sumut belum memadai untuk menciptakan klub-klub sepakbola profesional.

Padahal, infrastruktur merupakan landasan utama untuk memajukan sepakbola. Tanpa kehadiran infrastruktur yang memadai, sepakbola tidak akan berkembang. Sorotan tentu akan mengarah pada kondisi Stadion Teladan Medan yang merupakan satu-satunya stadion terbesar di Sumut. Namun stadion yang telah puluhan tahun menjadi homeground PSMS Medan ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Drainase yang buruk, kondisi lapangan yang tidak rata, belum lagi fasilitas-fasilitas pendukung seperti toilet dan tribun penonton yang memprihatinkan adalah sederetan permasalahan yang belum juga terselesaikan.

Kondisi itu yang pernah menjegal langkah PSMS saat berlaga di ISL 2008/2009. Ayam Kinantan pun terpaksa menjadi musafir tanpa homeground tetap. Menurut pengamat sepakbola Sumut, Parlin Siagian, kondisi Teladan memang perlu menjadi perhatian dengan usianya yang sudah lebih dari 50 tahun.

“Wajar saja karena Stadion Teladan ini kan sudah 58 tahun umurnya. Sudah menjadi legendalah. Sekarang yang harus kita perhatikan ada tidak niatan untuk merenovasinya?,” ujarnya kepada Waspada Online malam ini.

Seruan untuk merenovasi Stadion Teladan sudah sering didengungkan. Namun sampai saat ini kondisi stadion yang mulai dioperasikan tahun 1953 ini masih terabaikan.

“Sebenarnya kalau ada niatan saja bisa dilakukan. Saya pikir anggaran untuk sepakbola setiap tahun cukup kalau saja mau disisihkan. Kita bisa mencicilnya untuk lima sampai 10 tahun ke depan. Tapi kembali lagi tergantung niatan,” tukas pria yang pernah membawa PSMS juara di era perserikatan sebagai pemain dan pelatih.

Stadion Teladan sempat mengalami renovasi namun tidak secara keseluruhan. Renovasi hanya menyentuh lampu stadion, pengecetan kembali dan kamar ganti. “Sekarang kan Walikota kita Rahudman yang megang PSMS. Kita lihat saja sudah ada tidak geliatnya untuk memperbaiki kondisi ini,” ujar mantan pemain nasional ini.

Kepercayaan dan Gol di Saat yang Tepat

Sejak bergabung ke PSMS paruh musim lalu, Almiro Valadares cenderung mengalami naik turun performa. Tampil kali pertama ketika PSMS away ke kandang Persita, Almiro yang turun jadi pengganti memainkan peranan penting atas gol penyeimbang PSMS yang dikemas Mahadi Rais.

Selepasnya, Almiro langsung jadi starter di Stadion Teladan ketika PSMS menjamu PSSB Bireuen. Dan Almiro kembali menunjukkan performa baik. Meski tak mencetak gol, pemain asing asal Brasil itu sukses memberi asist dan sejumlah peluang matang hingga akhirnya PSMS menang 3-0.

Setelahnya, pemain berposisi asli striker itu mulai mendapatkan tekanan agar terus tampil baik. Mulai dielu-elukan fans, Almiro mencoba tetap menunjukkan penampilan terbaiknya. Tapi sayangnya Almiro mulai menurun. Apalagi ada tekanan dari publik agar pemain yang sempat merumput di Liga Thailand dan Vietnam itu, harus mencetak gol.
Alhasil posisinya mulai tergantikan. Dalam beberapa pertandingan kandang maupun tandang Almiro hanya dimainkan sebagai pengganti. Arsitek tim, Suharto lebih memilih menurunkan pemain seperti Alfian Habibi. Bahkan tak jarang Almiro kalah bersaing dengan dua pemain muda di lini depan, Rinaldo dan Mahadi Rais.

Namun pelatih PSMS Suharto menjelaskan bahwa keputusan mencadangkan pemain asing tersebut, hanya karena kebutuhan strategi. Tidak ada yang lain. “Dalam beberapa kesempatan latihan Almiro tampil bagus dan layak diturunkan. Tapi saya punya pertimbangan lain dalam meracik strategi. Jadi bukan karena alasan lainnya,” beber Suharto.

Dan pada laga pamungkas kontra Persikabo di Divisi Utama lalu adalah saat paling membahagiakan bagi Almiro. Dipercaya menjadi starter untuk mendukung posisi Gaston Castano, Almiro tampil bagus dan mencetak gol. Gol pertamanya di PSMS tercipta di saat yang tepat. Di laga pamungkas itu, PSMS menempuh laga hidup mati. Kalau menang, maka akan lolos ke babak delapan besar. Bahkan kemenangan saja tidak cukup, karena di saat bersamaan pesaing PSMS menuju babak delapan besar, Persih dan Persita juga bertanding. Kalau Persita menang, maka kemenangan PSMS tak ada harganya. Beruntung laga Persih kontra Persita berakhir imbang 1-1. Dan PSMS menang 3-2 untuk menjamin satu tiket ke babak delapan besar.

“Saya senang turut memberikan kontribusi bagi PSMS. Saya senang berada di dalam tim ini. Rekan satu tim baik dan ramah, dan sangat membantu saya beradaptasi. Apalagi ada rekan senegara saya di sini: Vagner Luis,” kata Almiro menanggapi gol pertamanya bagi PSMS.

Sama dengan pemain lainnya, Almiro juga berharap dirinya mampu membawa PSMS kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. “Tentu saja. Saya dan teman satu tim sudah bertekad dan satu hati menuju ISL. Kami harapkan dukungan fans untuk memuluskan hal itu,” pungkasnya. (ful)

Vagner Memilih Bertahan

Hasil bagus yang ditorehkan PSMS hingga mampu melangkah ke babak delapan besar, membuat sejumlah tim mulai membidik para pemain PSMS.

Meski terlalu dini, tapi ada isu yang menyebutkan bahwa ada ketertarikan satu tim di Indonesian Super League (ISL) kepada bek asing PSMS, Vagner Luis. Konon tim yang menginginkan jasanya musim depan adalah Pelita Jaya. Kabar itu dituai dari salah satu orang dalam di PSMS yang enggan membeberkan jati diri. “Kami sudah melihat gelagat bahwa Pelita Jaya sudah menghubungi pihak Vagner. Dia bermain cukup baik bersama PSMS musim ini. Tentu saja wajar jika banyak yang ingin merekrutnya,” kata sumber tadi.

Hal itu lalu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Dan dijawab oleh bek asal Brasil itu bahwa dirinya memang banyak menerima pinangan dari tim lain. Tapi rata-rata dari tim Liga Primer Indonesia (LPI). “Wah saya tidak tahu, tapi saya rasa itu hanya isu (soal ketertarikan Pelita Jaya). Kalau tim LPI memang ada yang meminta saya bergabung,” terang Vagner.

Nah, dengan sejumlah tawaran menggiurkan yang berdatangan, apakah artinya Vagner akan hengkang musim depan? Ditanya soal itu didapat jawaban menarik. “Saya senang berada di PSMS. Saya tidak ingin pindah kalau memang saya dipertahankan. Saya merasa tim sudah seperti keluarga, begitu juga dengan fans setia,” katanya.

“Kalau memang manajemen mempertahankan, saya akan sangat senang dan akan memilih bertahan di PSMS. Kalau itu terjadi, saya hanya minta fasilitas rumah untuk membawa anak dan istri saya ke Medan,” harap Vagner.
Sejak pulih dari cedera di awal musim, Vagner memang selalu jadi pilihan utama di lini belakang. Tak hanya bagus menghalau bola-bola atas, Vagner juga terbilang tajam. Sejauh ini, Vagner sudah mengemas tiga gol yang dicetaknya lewat sundulan. (ful)

PSMS mulai latihan lagi

Pelatih PSMS Medan Suharto menyatakan Faisal Azmi dan kawan-kawan mulai berlatih lagi untuk menghadapi putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore ini.

Menurut Suharto, latihan perdana skuadnya setelah istrahat tiga hari sejak memastikan diri lolos ke babak delapan besar, diharapkannya tidak ada satupun pemain yang mangkir.

Diakui anggota Kodam I Bukit Barisan itu, persiapan harus segera digelar mengingat jalan menuju Liga Super Indonesia (LSI) masih panjang.

“Makanya, kita tidak boleh terlena merayakan keberhasilan ke babak delapan besar secara berlebihan,” pesan Suharto kepada M Affan Lubis cs di Medan, Selasa.

Keberhasilan lolos memang merupakan anugerah terindah bagi skuad Ayam Kinantan, khususnya bagi Suharto sebagai pelatih. Dua musim sejak degradasi dari LSI, PSMS baru punya kesempatan memapak kembali liga tertinggi Indonesia itu musim.

Asisten Manajer Tim PSMS, Drs Benny Tomasoa, mengakui timnya masih akan terus berbenah memuluskan langkah ke babak berikutnya. Kendati kepastian tuan rumah grup B belum pasti, Benny menegaskan membenahi kemampuan tim menjadi elemen terpenting.

Benny pun bersyukur tidak adanya pemain cedera jelang awal babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei nanti. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. Hal itu menguntungkan, sebab Novi Hendriawan terkena dua kartu kuning di laga penyisihan.

“Masih banyak yang harus kita benahi, maka tim harus kumpul saat latihan perdana Rabu ini. Tidak ada alasan absen,” tegasnya.

Benny juga mengakui skuadnya sempat terdampar selama empat jam di Bandara Soekarno Hatta ketika hendak pulang ke Medan, Minggu (1/5) lalu. Akibatnya, rencana tiba di Medan pukul 17.00 molor menjadi pukul 20.00 WIB.

Alhasil, penyambutan oleh Ketua Umum terpilih Drs Rahudman Harahap MM dan arak-arakan Ari Yuganda cs oleh SMeCK Hooligan terlambat. Untuk itu, Benny bersama ofisial lainnya menyatakan maaf kepada fans PSMS serta masyarakat yang hendak mengelu-elukan pemain setibanya di bandara.

Tuan rumah grup B, PSMS paling berpeluang

EDAN - Meski tiket babak delapan besar didapatkan dengan finish di urutan ketiga klasemen akhir Grup I, PSMS Medan menjadi kandidat serius tuan rumah babak delapan besar dari grup B.

Manajer PSMS, Idris SE yang menjadi wakil saat rapat penentuan tuan rumah di kantor PSSI optimis harapan itu akan menjadi kenyataan. Rapat tersebut memang berjalan cukup ketat. Pasalnya rata-rata tim yang lolos ke babak delapan besar ingin menjadi tuan rumah.

Rapat akhirnya dilanjutkan tanpa kehadiran tim peserta. Melainkan hanya diikuti PT LI bersama PSSI dan ANTV selaku pemegang hak siar pertandingan Divisi Utama.

“Makanya rapat diulang lagi, namun peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” ujar Idris.

Namun peluang cukup terbuka karena antusias kota Medan terhadap sepakbola cukup tinggi. Dari segi komersil, pihak pemegang hak siar tentu memikirkan hal itu sebagai potensi mengeruk keuntungan.

“Ya tentu akan dibahas sesuai dengan nilai komersil ANTV sebagai pemegang hak siar. Dan Stadion Teladan sangat komersial karena selalu dipenuhi pendukung setia,” lanjutnya.

Selain itu PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. Sementara dua kandidat lain Mitra Kukar dan Persiba Bantul tetap ngotot ingin menjadi tuan rumah.

“Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.

Dari awal, PSMS memang sangat yakin bisa menjadi tuan rumah yang baik. Dari segi teknis, Stadion Teladan yang akan jadi venue pelaksanaan babak delapan besar seandainya disetujui, sangat memadai.

Pertama kedekatan dengan hotel, rumah sakit, dan akses menuju stadion dan pusat kota sangat dekat dan penuh dengan line transportasi. Selain itu fasilitas lampu stadion yang layak menggelar laga di malam hari menjadi keunggulan.

“Apalagi stadion kita sudah dilengkapi lampu yang mampu menerangi pertandingan di malam hari. Kalau sehari ada dua laga, maka kita bisa main sore dan malam. Itu salah satu kelebihan kita,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

PSMS berada di grup ketat

EDAN - Sukses melangkah ke babak delapan besar, ujian berat kembali menanti PSMS Medan. Pada babak delapan besar nanti, PSMS dipastikan berada di grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.

PSMS pun harus bertarung maksimal jika ingin lolos. Pasalnya, tim penghuni lainnya tak bisa dianggap remeh. Hanya PSAP Sigli yang pernah dihadapi PSMS karena notabene berada di grup yang sama. Sementara dua tim pesaing lainnya, Ayam Kinantan masih buta kekuatan lawan.

Menilik peta di grup ini, persaingan diprediksi ketat. Mitra Kukar pantas diwaspadai. Sebagai pemuncak klasemen grup 2, tentunya tim asal Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, ini menjadi saingan serius. Kiprah Barientos cs sepanjang perjalanan di grup ditandai dengan 15 kemenangan, dua imbang dan tujuh kekalahan dari 24 laga.

Kehadiran dua mantan punggawa PSMS di Mitra Kukar juga menjadi pertimbangan, yakni Boy Jati Asmara dan Wijay. Sementara itu, Persiba Bantul cukup menjadi perhatian. Sama-sama finish di urutan ketiga klasemen akhir, Persiba hadir dengan ancaman dari kandidat top skor Divisi Utama pada diri Fortune Udo. Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol.

Di lain pihak, PSAP tetap berpotensi menjungkalkan PSMS meski peta kekuatannya sudah diketahui. Dari rekor pertemuan di grup I, keduanya saling mengalahkan. PSMS kalah 0-2 di Sigli, sedangkan PSAP pun tumbang dengan skor sama di Stadion Teladan Medan.

Yang membuat pertarungan ini berbeda adalah kehadiran Osas Saha, penambang gol tersubur PSAP dengan koleksi 30 gol. Sebelumnya, Saha absen di leg kedua. Agresivitas gol PSAP juga termasuk yang terbaik dibanding tim-tim peserta delapan besar lainnya. 53 kali membobol gawang lawan dan hanya 20 kali bobol.

Manajer PSMS, Idris SE meyakini persaingan di grup ini akan ketat bagi PSMS. Namun tak ada cerita menyerah sebelum bertarung. Apalagi inilah kesempatan PSMS untuk menapaki kembali tangga ISL.

“Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya kepada Waspada Online.

PSMS fokus 8 besar

EDAN - Memastikan tiket ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS Medan pun larut dalam euforia. Tidak hanya kebahagiaan menyelimuti seluruh awak tim, ratusan suporter dengan sukacita menyambut kepulangan Andi Setiawan cs setibanya di Medan, Minggu malam.

Namun euforia harus segera disudahi. Pasalnya, perjuangan ke depan masih teramat berat. Meskipun peluang terbuka, tiket Liga Super masih jauh dari genggaman. Untuk itu, Arsitek PSMS, Suharto, tak ingin PSMS terlalu larut dalam euforia.

Suharto pun telah menyiapkan langkah-langkah pembenahan untuk memperkokoh tim. Selama 24 pertandingan di grup I, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Usai meliburkan skuad selama tiga hari, Suharto akan menginstruksikan skuadnya menggelar latihan Rabu nanti.

“Masih banyak yang harus kita benahi, maka tim harus kumpul saat latihan perdana Rabu besok. Tidak ada alasan absen,” beber Suharto, Senin.

Beruntung pada laga pertama babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei nanti, tak ada pemain cedera. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. Hal itu menguntungkan, sebab Novi Handriawan terkena dua kartu kuning di laga penyisihan grup I.

Di sisi lain, PSMS masih menanti bidding tuan rumah babak delapan besar. Peluang terbuka mengingat Ayam Kinantan adalah satu-satunya klub yang menggelar laga pada malam hari. Artinya, jika pertandingan digelar di Stadion Teladan, laga bisa digelar dua kali sehari.

Namun hingga saat ini, PT Liga Indonesia masih menggelar pleno menentukan klub yang menyandang status tuan rumah. Di babak delapan besar, PSMS tergabung di Grup B bersama PSAP Sigli, Mitra Kukar, dan Persiba Bantul.

Monday, May 2, 2011

PSMS Medan Jalan Masih Panjang

Hegemoni lolosnya PSMS ke babak delapan besar mesti segera disudahi. Jalan menuju liga kasta tertinggi tanah air: Indonesian Super League (ISL) masih panjang. Jangan terlena, itulah pesan arsitek tim kepada Affan Lubis dkk.

Memang lolos ke babak delapan besar merupakan anugerah terindah bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan. Dua musim sejak jatuh dari ISL, PSMS baru punya kesempatan mendaki kembali liga tertinggi Indonesia itu. Itupun meski melewati prosesi panjang.

Di babak delapan besar, PSMS masih menanti bidding tuan rumah. Manajemen PSMS turut meramaikan bursa tuan rumah bersaing bersama Persiraja, Mitra Kukar, dan Bantul. Keputusan bidding tuan rumah sendiri baru akan diumumkan hari ini di kantor PT Liga Indonesia.

“Kita sudah ajukan untuk turut menjadi tuan rumah. Semoga ada pertimbangan baik agar kita dipilih jadi tuan rumah,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.

Benny optimis kalau Medan bisa melaksanakan babak delapan besar dengan baik. Dari segi teknis, Stadion Teladan yang akan jadi venue pelaksanaan babak delapan besar seandainya disetujui, sangat memadai. Pertama kedekatan dengan hotel, rumah sakit, dan akses menuju stadion dan pusat kota sangat dekat dan penuh dengan line transportasi.

“Apalagi stadion kita sudah dilengkapi lampu yang mampu menerangi pertandingan di malam hari. Kalau sehari ada dua laga, maka kita bisa main sore dan malam. Itu salah satu kelebihan kita,” sambung Benny.

Kembali ke persoalan teknis, pihak PSMS masih akan terus berbenah untuk memuluskan langkah di babak delapan besar. Soal tuan rumah mesti dipikirkan belakangan. Yang terpenting adalah membenahi kemampuan tim. Beruntung pada laga pertama babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei, tak ada skuad yang cedera. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. (ful/sumutpos)

Duka-haru warnai PSMS lolos 8 besar

BOGOR - Suasana duka dan haru mewarnai keberhasilan PSMS Medan melaju keputaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, setelah melantak tuan rumah Persikabo Bogor 3-2 di Stadion Cibinong kemarin.

Dua gol dari striker Gaston Castano dan Almiro Valadares telah mengantarkan Ayam Kinantan menjadi tiga besar grup I. Sementara dua gol balasan Persikabo atas andil Jibby Wuwungan dan Zainal Arif.

Kemenangan PSMS ini juga dicoreng dengan kemarahan penonton terhadap wasit Fahri Albar dan dua hakim garis. Ratusan suporter PSMS Medan SMeCK Hooligan pun sempat emosi. Polisi Militer dibantu petugas intel dari Kodim Bogor langsung menyelamatkan ketiganya ke tempat ganti pakaian mereka.

Manajer tim PSMS Idris SE dengan suasana haru bersama asistennya Drs Benny Tomasoa memeluki pemain serta pelatih Suharto dan kedua asistennya, H Edi Syahputra dan Donny Latuperissa.

“Hasil ini adalah hadiah dari Allah atas jerih payah kita untuk memperjuangkan PSMS melangkah ke Liga Super Indonesia pada kompetisi depan. Memang untuk lolos ke LSI masih panjang, namun hasil awal ini harus disyukuri,” kata Idris.

Menurut Idris, di putaran 8 Besar PSMS akan satu grup dengan juara grup I Persiraja dan runner up grup II serta kemungkinan juara grup III. PSMS sendiri telah diperjuangkan oleh dua tim lain menjadi tuan rumah. “Namun kepastiannya adalah hasil meeting Senin besok,” ujarnya setiba di Bandara Polonia malam ini.

Sementara itu, pelatih Suharto menyatakan keberhasilan Faisal Azmi dan kawan-kawan ini merupakan sejarah bagi selama menjadi pelatih dengan memiliki lisensi B. “Saya bersyukur dan tidak lupa menghaturkan terima ksih kpada masyarakat Medan, karena telah mendoakan PSMS lolos 8 Besar,” katanya.

“Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto

Peluang Naik Kasta

BOGOR- PSMS membuka peluang naik kasta ke Indonesia Super League (ISL) setelah sukses lolos dari lubang jarum menuju babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia, usai menekuk Persikabo dengan skor 3-2 di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4). Pasalnya, di saat bersamaan, pesaing utama PSMS Persih dan Persita bermain imbang 1-1 di kandang Persih. Dengan hasil tersebut PSMS berasa di urutan dengan poin terbaik 45.

Pada laga itu, PSMS tampil menawan. Sejak menit awal laga, serangan sudah dikuasai PSMS. Hal itu tampaknya tak disangka kubu Persikabo. Mereka lengah dan kerepotan mengawal pergerakan Gaston Castano dkk. Terbukti pada menit ketujuh PSMS sudah mendapatkan peluang emas lewat Ade Chandra yang lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan penjaga gawan. Sayang, sontekannya dimentahkan dengan sigap oleh kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Lima menit berselang, PSMS leading lebih dulu. Lewat kerjasama apik Alfian Habibi-Almiro Valadares-Gaston Castano di sisi kanan pertahanan Persikabo, terciptalah gol pertama lewat sontekan Gaston. Gaston mudah saja menyocor bola setelah menerima umpan silang mendatar dari Almiro Valadares. Skor 1-0 untuk PSMS.
Hegemoni atas gol itu langsung kandas satu menit kemudian. Tepat menit ke-12, Persikabo membalas lewat sontekan Jibby Wuwungan. Gol bermula dari tendangan bebas gelandang tim berjuluk Laskar Padjajaran, dan bola liar mendarat di kotak penalti sejurus kemudian disambut Jibby. Skor imbang 1-1.

Setelah gol itu, PSMS masih mengatur tempo serangan. Serangan masih dikuasai Faisal Azmi dkk. Tapi PSMS terkejut dengan gol Emeka Obidiah menit ke-15. Beruntung Emeka sudah berada di posisi offside. Tiga menit berselang, PSMS kembali digempur dan nyaris kebobolan karena koordinasi buruk di lini belakang. Beruntung Zainal Arif yang sudah tak terkawal gagal memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Setelahnya, PSMS balik menyerang. Menit 20, PSMS kembali unggul lewat sontekan Almiro Valadares. Bola dari sisi kanan PSMS diarahkan oleh Nopianto ke arah Gaston untuk selanjutnya diarahkan kepada Almiro. Dengan tenang Almiro mencocor bola dari kotak penalti ke dalam gawang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua, PSMS masih menguasai jalannya laga. Beberapa peluang emas masih tercipta. Namun gempuran dahsyat juga diperagakan Persikabo. Dan benar saja, menit 63, Persikabo mendapatkan hadiah penalti setelah Putra Habibi dianggap mengganjal Ilham Hasan. Zainal Arif dipercaya jadi algojo dan dengan mudah mengecoh Andy Setiawan. Skor 2-2.

Gol itu sempat membuat kubu PSMS lemah. Beberapa serangan selalu mengarah ke arah pertahanan PSMS yang dikawal Novi Hendriawan dan Putra Habibi. Beruntung PSMS masih bisa menyerang. Menit 67 Faisal Azmi dijegal di kotak penalti dan sempat mengerang kesakitan. Dan wasitpun menunjuk titik putih. Gaston Castano maju menjadi algojo. Seluruh kru PSMS tegang dan banyak yang tak berani melihat eksekusi penalti itu. Rupanya Gaston bermental juara dan tenang saja mengecoh penjaga gawang Persikabo. Skor 3-2 untuk PSMS bertahan hingga usai laga. “Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto, Arsitek PSMS, usai laga. (ful)

Deg-degan Sebelum Pesta di Kandang Lawan

BOGOR-Laga pamungkas di Divisi Utama kontra Persikabo kemarin sungguh dramatis bagi PSMS. Selain mesti menang, PSMS juga berharap Persita kalah atau draw kontra Persih Tembilahan yang juga dimainkan bersamaan.
Nah, di sinilah sisi dramatisnya. Sepanjang laga, pihak manajemen terus bertanya kepada handai taulan di Tembilahan terkait hasil laga itu. Begitu juga dengan awak media yang terus berkoordinasi dengan wartawan di Tembilahan.

Rupanya terjadi isu menyesatkan terkait hasil pertandingan. Ada oknum Panpel Persikabo yang menyebar isu bahwa Persih sudah unggul 4-0 di babak pertama. Sementara di saat bersamaan PSMS baru menang 2-1 dari Persikabo di babak pertama. Hal itu disinyalir akal-akalan saja agar PSMS mengendurkan serangan karena peluang lolos semakin besar.

Ternyata setelah dikonfirmasi langsung laga Persih versus Persita draw 1-1 setelah tuan rumah sempat unggul lebih dulu. Kekhawatiran kian membuncah karena laga Persih versus Persita masih berlangsung ketika laga Persikabo versus PSMS sudah berakhir. Nah, detik-detik menanti hasil itu ternyata sangat mendebarkan.

“Lho, tapi kabarnya Per sita sudah kalah besar? Wah ternyata isu saja. Syukurlah mereka hanya imbang dan kita tetap lolos,” kata Edy Syahputra, Asisten Pelatih PSMS. Namun skuad PSMS enggan mengetahui hasil di laga persih versus Persita. Begitu menang, mereka langsung berlarian dan berpesta di ruang ganti Persikabo.

Namun di saat bersamaan, PSMS juga harus menyelamatkan diri dari amuk massa yang tak senang dengan hasil tersebut. Begitu wasit Fachri Akbar meniupkan peluit tanda berakhirnya laga, suporter tuan rumah berlabel Kabo Mania menyerbu ke dalam lapangan.

Para pemain langsung berhamburan lari ke pinggir lapangan. Keberingasan pendukung tuan rumah tak berhenti. Mereka menyerbu segelintir pendukung PSMS di tribun barat. Beruntung pihak keamanan dan panpel pertandingan sigap dan mampu meredam. Meskipun begitu, pihak suporter PSMS, dan seluruh skuad tidak bisa keluar dari stadion lebih dari dua jam.

“Beruntung Panpel dan keamanan berkoordinasi dengan baik. Kalau tidak kejadian serupa seperti di Jakarta Utara bisa kembali terjadi. Kita apresiasi kinerja panpel dan pihak keamanan,” bilang Kolonel Asren Nasution, warga Medan yang turut menonton laga itu. (ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

PERSIKABO Vs PSMS

Seluruh skuad PSMS tampak tenang menatap laga terakhir musim ini kontra Persikabo Bogor, di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4) sore nanti. Laga hidup mati bagi PSMS. Jika menang, maka langkah ke babak delapan besar akan terbuka.

Itupun masih dengan syarat. Kalau PSMS menang namun di pertandingan lain antara Persih kontra Persita dimenangkan Persita, maka PSMS tak lolos karena Persita unggul selisih gol. Jika PSMS kalah dan Persih menang, maka yang lolos ke babak delapan besar adalah Persih. Kesimpulannya, PSMS harus menang sembari berharap Persita kalah. Sungguh situasi yang tak mengenakkan.

Secara teknis, PSMS tak mengalami masalah besar. Absennya palang pintu, Vagner Luis akibat kartu merah sudah bisa diantisipasi oleh hadirnya Putra Habibi. Akumulasi yang diterima kapten tim Affan Lubis juga tak dipersoalkan karena masih banyak gelandang yang dimiliki PSMS.

Bisa jadi Affan digantikan Almiro Valadares atau Tri Yudha Handoko. “Siapa yang paling siap dia yang akan kita mainkan. Tapi yang jelas kita sudah siapkan strategi terkait absennya dua pemain inti kita,” kata Suharto, arsitek PSMS, kemarin.

Laga ini ten

tu bukan perkara mudah untuk dilewati. Meski secara materi skuad PSMS lebih baik, namun Persikabo punya rekor bagus di kandang sendiri sebelum akhirnya rekor kemenangan dikandaskan Pro Titan.

Selebihnya Persikabo selalu menang di kandang sendiri. Bara dendam atas kekalahan kontra Pro Titan diyakini akan dilampiaskan saat melawan PSMS.

“Kita tentu saja tak akan melepas laga terakhir ini dengan kekalahan. Kami ingin menang dan memperbaiki posisi,” kata Maman Suryaman, pelatih Persikabo.(ful)

Saturday, April 30, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Bidik Enam Besar

Kesebelasan Bintang Medan mengincar posisi enam besar pada putaran pertama kompetisi Liga Primer Indonesia musim ini.

"Pastinya saya mau lima pertandingan sisa lagi Bintang Medan tidak terkalahkan. Kalau bisa tiga kali kemenangan saja di kandang dan dua kali seri di luar, saya yakin Bintang Medan bisa menutup putaran pertama ini di posisi enam," kata pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (28/4).

Bintang Medan memang mengawali kompetisi dengan rekor yang kurang bagus. Namun Michael meyakini kondisi timnya saat ini sedang berada pada top performance.

Apalagi beberapa pemain yang selama tidak bisa turun karena cedera sudah bisa dimainkan kembali.

Harapan untuk bertengger di enam besar pada putaran pertama ini, tentunya bukanlah isapan jempol belaka, mengingat konsistensi yang ditunjukkan semua pemain juga cukup menjanjikan. Tidak hanya lini belakang, tengah dan depan, Bintang Medan juga memiliki kiper andal, Decky Ardian Cahyadi.

"Kami punya modal cukup bagus. Decky juga tampil konsisten dan semakin menunjukkan perkembangan. Begitu juga dengan pemain lokal yang lain seperti Sugiono yang tangguh di belakang bersama Amine Kamoun. Syafari dan Rudi Hartono) sangat bagus di sayap," katanya.

Sementara menanggapi kondisi cedera yang kembali menimpa bek asal Tunisia, Amine Kamoun, menurut dia hal itu tidak terlalu menjadi masalah bagi kekuatan timnya, apalagi memang cideranya tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Cedera yang dialami Amine bukan cedera lamanya yakni pada selangkang kiri, melainkan di sisi lain. Usahanya melindungi bekas cederanya memang bisa membuat itu terjadi, apalagi ketika pemain belum benar-benar pulih. Tapi dia tidak masalah. Menghadapi Minang Kabau (Sabtu 30/4) Amine saya rasa bisa turun," katanya.

Begitu juga dengan Syafari yang mengalami nyeri di lutut yang didapat saat menekuk Bogor Raya FC Sabtu, (23/4) lalu dengan skor 4-0, juga tidak terlalu bermasalah dan juga dipastikan akan tetap tampil menghadapi Minang Kabau FC.

"Di Teladan Sabtu nanti, kami tetap menargetkan kemenangan. Kami bagus beberapa laga away terakhir, jadi kami rasa tiga poin tidak mustahil kami dapat," katanya.

Saat ini Bintang Medan masih bercokol di posisi ke-sebelas dengan nilai 18 dari hasil lima kali menang, tiga seri dan lima kali kalah. (antara)

PSMS Medan Asah Asa Tersisa

Skuad PSMS masih yakin bisa memenangkan laga kontra Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) besok, dan melangkah ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Kuncinya, dengan mengasah asa yang tersisa.

“Kita tidak usah memikirkan hasil tim lain. Pikirkan saja hasil sendiri. Mudah-mudahan kita bisa menang baru memikirkan peluang lolos,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS, kemarin (28/4).

Kekalahan menyesakkan kontra Persitara pun sudah dilupakan. Meski kekalahan itu membuat peluang lolos semakin sempit, namun perhatian harus segera dialihkan ke laga selanjutnya. Untuk itulah, skuad langsung memutuskan berangkat ke Bogor sehari lebih cepat dari jadwal semula. “Di samping itu kita juga takut ada kerusuhan lanjutan di Jakarta Utara makanya kita percepat sehari ke Bogor,” sambung Idris, Manajer PSMS menimpali.

Begitu tiba di Hotel Orri Bogor, skuad memang sempat rest sehari. Namun, Rabu (28/4) pagi dan sore Suharto sudah memimpin latihan Affan Lubis dkk. Menurut Suharto, fokus utama yang harus dibenahinya adalah penyelesaian akhir dari peluang yang tercipta. Intinya, Suharto ingin para pemain bisa mencipta gol dari sisi manapun. Termasuk dari bola-bola mati.

“Kita harus bisa memanfaatkan setiap peluang sekecil apapun. Karena kita butuh gol untuk menjamin kemenangan,” beber Suharto.

Soal peluang lolos, Suharto juga masih percaya diri. Syaratnya adalah bisa menang. Namun Suharto juga berharap Persih berhasil menang kontra Persita di saat bersamaan. “Memang sudah makin berat tapi kita harus tetap percaya diri. Skuad harus bisa memainkan tempo permainan dan tak terburu-buru menciptakan gol. Kalau sudah menang pasti akan lebih lega, sembari menanti hasil laga lainnya,” sambung Suharto.

Selain itu Suharto juga membenahi peluang gol dari bola-bola mati. Untuk hal ini PSMS sebenarnya punya beberapa algojo yang bisa dimanfaatkan. Yakni Affan Lubis, Almiro Valadares, hingga Gaston Castano. Mereka biasanya mampu membikin gol langsung dari tendangan bebas, atau setidaknya mencipta peluang bagi terlahirnya gol.

Soal tendangan sudut juga harus diperhatikan serius. Namun tampaknya absennya Vagner Luis karena kartu merah bisa membuat peluang gol dari tendangan sudut bakal terkendala. Biasanya Vagner lah yang kerap mahir memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Terbukti dia sudah mempersembahkan tiga gol dari tendangan sudut sepanjang putaran pertama ini.

“Ya tapi itu tidak masalah. Di lini belakang kita masih punya Putra Habibi dan Novi Hendriawan yang juga bisa mencuri peluang. Apapun itu yang penting kita harus bisa membuat gol dari sisi manapun dan pulang dengan tiga angka,” pungkas Suharto. (ful/sumutpos)

Sunday, April 24, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Permalukan Bogor Raya

Bintang Medan meraih poin penuh usai melibas tuan rumah Bogor Raya 4-0. Bogor Raya sendiri harus bermain delapan orang usai tiga pemainnya diusir wasit.

Bogor Raya dibekap Bintang Medan 0-4 dalam laga di Stadion Cibinong, Sabtu (23/4/2011) sore WIB. Penderitaan tuan rumah makin bertambah usai tiga pemainnya yakni Rasyid Latuamury, Luciano Rimoldi, dan Masperi diusir wasit.

Menit kedelapan tim tamu membuka skor melalui sepakan An Hyo Yuen. Tidak terkawal di kotak penalti, An melepas tembakan yang gagal dihadang kiper Agus Rohman.

Peluang bagi Bogor Raya hadir di menit ke-19. Sepakan Luciano Rimoldi dari luar kotak penalti masih menyamping di sebelah kanan gawang yang dijaga Decky Adrian.

Bintang Medan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tandukan Cosmin Vanesa di menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sayap kiri, bola sempat membentur gawang dan kemudian diterima An di tiang jauh. Ia selanjutnya mengarahkan bola ke arah tengah dan disambar Kasmin.

Bogor Raya semakin menderita karena sepuluh menit menuju jeda, Rasyid Latuamury menerima kartu merah karena melakukan tekel keras.

Dua menit selepas jeda, Bintang Medan mengancam lewat An Hyo Yuen. Menusuk dari sisi sebelah kiri, kemudian ia bergerak ke tengah. Pemain asal Korea ini melepas tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Agus Rohman.

Skor berubah menjadi 3-0 untuk Bintang Medan di menit ke-49 lewat Cosmin Vansea. Berawal dari kesalahan pemain belakang Bogor Raya, Cosmin melepas tembakan parabola. Sementara itu kiper Agus Rohman sudah menjauhi gawang dan berusaha menutup ruang tembak.

Bogor Raya harus keihlangan satu lagi pemainnya setelah Luciano Rimoldi diusir wasit.

Menit ke-52 Bintang Medan semakin jauh unggul 4-0 lewat gol Safari. Pemain bernomor 14 ini bekerjasama satu dua dengan Vansea. Memasuki kotak penalti, Safari melepas tembakan ke arah tiang jauh dan bersarang ke gawang tim dari Kota Hujan itu.

Peluang Bogor Raya Kodrat Maulana dari luar kotak masih bisa ditepis Decky Adrian.

Tim tuan rumah semakin menderita usai Masperi Kasim menerima kartu merah di menit ke-63.

Di babak kedua, hujan yang mengguyur membuat kondisi lapangan di Stadion Cibinong menjadi sangat becek. Pemain kedua tim kesulitan untuk mengoper bola.
(narayana mahendra prastya/detiksports)

Monday, April 18, 2011

Penutup manis dari Ari Yuganda cs PSMS medan menang lagi

Setelah dikalahkan Pro Titan pada Kamis (14/4) lalu, PSAP Sigli kembali menuai kekalahan kedua dalam turnya di Medan pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.

"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.

PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.

Lewat skema serangan balik di menit 22 PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.

Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur. Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.

Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.

Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.

"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.

Hiburan ‘freestyle’ alihkan perhatian penonton

MEDAN - Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan,Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan.

Hiburan itu merupakan gawean kelompok suporter SMeCK Hooligan. Selain untuk menghibur penonton, terobosan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian penonton saat jeda babak pertama. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan. Insiden saat duel PSMS dan Persiraja tak ingin kembali terjadi.

"Waktu saat jeda itu kosong. Jadi kita manfaatkan dengan adanya hiburan. Dengan itu penonton akan terhibur dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan tim tamu seperti pelemparan," ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.

Menurut Nata, hiburan ini juga ingin menunjukkan kreativitas SMeCK. "SMeCK selalu ingin berkarya dan berkreativitas. Jadi kita ingin tunjukkan itu," ujarnya.

Keinginan SMeCK ini sebelumnya harus mendapat persetujuan panpel dan komisi pertandingan. Pasalnya hiburan seperti ini sangat jarang dilakukan pada pertandingan sepakbola. Benar saja, meski sempat bertanya-tanya para penonton terfokus pada hiburan berdurasi hampir 15 menit ini.

Sorakan-sorakan terdengar dari tribun tertutup maupun sisi tribun terbuka. Usai atraksi tepuk tangan pun bergemuruh menandakan penonton cukup terhibur. Tak ada lemparan-lemparan botol mineral seperti saat duel dengan Persiraja beberapa waktu lalu

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Tangerang Wolves 3-1

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, menuntaskan tekadnya untuk memetik poin penuh di kandang melawan tamunya, Tangerang Wolves dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Para pemainnya menunjukkan keperkasaan dengan menyikat Tangerang Wolves dengan skor telak 3-1 meskipun kemenangan tersebut ternoda dengan terjadinya kericuhan antar pemain diakhir laga.

Gol tuan rumah dicetak Cosmin Vansea (19’ dan 89’) dan Gaston Salasiwa (54’). Satu gol balasan Serigala Benteng dilesakkan Wallace Rodrigues da Silva (32’).

Laga seru papan bawah ini mewarnai pekan ke-15 Liga Primer Indonesia (LPI) yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (16/4) mulai pukul 19.00 WIB. Kemenangan kandang ini membuat riuh SMeCK Hooligan, pendukung setia Bintang Medan, yang sepanjang pertandingan terus menyanyi menyemangati timnya. Pertandingan dipimpin wasit Goran asal Serbia.

Sejak awal, tim tuan rumah langsung bermain menyerang dengan tusukan tajam dari duet penyerang Cosmin Vansea dan Yoseph Ostanika. Kedua striker Soldier Kinantan – begitu julukan Bintang Medan – mendapat dukungan penuh dari gelandang serang Indo-Holland, Gaston Salasiwa, maupun pemain serba bisa asal Australia, Steve Pantelidis. Tim tamu juga membalas dengan motor serangan dua penyerangnya, Wallace dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Permainan babak pertama berakhir imbang, setelah masing-masing mencetak satu gol. Gol Bintang Medan dicetak pemain asal Serbia, Cosmin Vansea, pada menit ke-19. Tiga belas menit kemudian, Tangerang Wolves membalasnya melalui gol Wallace Rodrigues da Silva.

Memasuki babak kedua, kendali permainan dikuasai tuan rumah, yang memang tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Tekad menang ini bertuah dengan tambahan gol dari gelandang Gaston Salasiwa pada menit ke-54. Serigala Benteng makin terseok dengan bobolnya gawang mereka untuk ketiga kalinya, berkat gol kedua striker jangkung, Cosmin Vansea, pada menit ke-89.

Skor telak 3-1 bagi Soldier Kinantan tak bergeming hingga wasit Goran meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu. Namun sayang, diakhir laga tersebut sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua kubu. Kericuhan berawal ketika Kurniawan dipukul pemain tuan rumah sehingga membuat kubu Tangerang Wolves berusaha membalas perbuatan tersebut.

Ditempat terpisah, asisten pelatih Tangerang Wolves Deca Dos Santo sebenarnya telah mengingatkan agar para pemainnya mewaspadai Cosmin Vansea.

”Ternyata setelah berhadapan di lapangan, mereka malah lupa menjaganya. Akhirnya, Cosmin malah menambah gol pada menit-menit akhir,” tukas Deca usai pertandingan seperti yang dilansir halaman resmi Liga Primer Indonesia.

Menurut pria asal Brasil ini, pada babak pertama Wallace dan kawan-kawan masih dapat mengimbangi permainan taktis Bintang Medan.

“Namun, konsentrasi pemain buyar pada babak kedua membuat gawang kami kebobolan hingga dua kali,” keluh Deca Dos Santos.

Dityo Pramono menyambut gembira kemenangan Bintang Medan.

“Kami bersyukur berhasil memenangkan pertandingan di kandang, setelah sebelumnya hanya bisa seri atau kalah. Semoga hasil positif ini terus berlanjut pada pertandingan berikutnya,” ujar CEO Bintang Medan yang menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI itu.

Raihan tiga poin bagi Bintang Medan membuat mereka bisa bernafas sedikit lega. Kini poinnya menjadi 15, untuk sementara sama dengan Solo FC yang menduduki peringkat 11 pada klasemen sementara LPI. Juga berhasil melewati raihan 14 poin Minang Kabau FC. Tapi, kedua kesebelasan itu baru bertanding besok dalam laga tandang melawan Bali Devata dan Medan Chiefs.

Sedangkan bagi Tangerang Wolves, kekalahan ini menahan mereka beranjak dari papan bawah. Meski satu peringkat lebih baik, poin mereka sama dengan peringkat ke-16, Real Mataram, yaitu 10 poin. Namun, Real Mataram dan Manado United yang berada satu peringkat di bawahnya, dapat menyalip Tangerang Wolves jika keduanya mampu mengalahkan lawan-lawannya besok sore. (medanchiefs.com)

Tuesday, March 15, 2011

PSMS Kalahkan Pro Titan 2-1

PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya menambah raihan tiga angka setelah mengalahkan Pro Titan FC 2-1 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2011-2011 di Stadion Teladan Medan Senin.

PSMS lebih dulu tertinggal setelah pemain asing Pro Titan, Mario Costas menjebol gawang PSMS yang dijaga kiper Andi Setiawan, memanfaatkan umpan Ansyari Lubis dari sepak pojok.

Tendangan Ansyari yang mengarah ke mulut gawang PSMS, disambar Mario Costas melalui tandukannya tanpa dapat diantisipasi oleh pemain-pemain belakang PSMS, hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Pro Titan.

Ketinggalan satu gol, membuat anak-anak PSMS mencoba untuk membalas dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan lambung langsung ke kotak penalti lawan yang diiringi dengan tendangan-tendangan spekulasi ke mulut gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja.

Permainan tersebut membuahkan hasil bagi PSMS. Di menit ke-33, Faisal Azmi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah bola hasil tendangannya dari tengah lapangan gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.

Berhasil menyamakan kedudukan, pemain PSMS semakin semangat dan terus melakukan tekanan ke barisan pertahanan Pro Titan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun akibat kurang tenang.

Pada babak kedua, PSMS yang sejak awal memang bertekad meraih tiga angka, demi mengamankan posisi di papan atas klasemen, terus berusaha melakukan tekanan. Di menit 61, PSMS mendapat hadiah penalti setelah kapten Pro Titan Suyatni menyentuh bola di kotak terlarang.

Wasit Juhardi Setiana dari Bandung langsung menunjuk titik putih untuk PSMS, meski sempat mendapat protes dari pemain-pemain Pro Titan. Gaston yang dipercaya mengeksekusi, dengan tenang menjebloskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang, mengecoh Mukti Ali yang telah bergerak kekanan.

Kedudukan 2-1 untuk PSMS ini bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit.

Asisten manager PSMS Medan Benny Tomasoa usai pertandingan mengatakan timnya memang menang dari Pro Titan, namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Buktinya mereka harus kebobolan terlebih dahulu.

"Permainan Pro Titan luar biasa kali ini, kami nyaris kalah, sebelum akhirnya kita dapat dapat membalikkan keadaan," katanya.

Asisten pelatih Pro Titan, Yahya Yusworo, menanggapi kekalahan timnya mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengimbangi permainan anak-anak PSMS Medan yang memiliki semangat juang tinggi.

"Babak pertama, kami dapat mengimbangi permainan meraka, bahkan kita unggul terlebih dahulu. Namun di babak kedua, kami justru lebih banyak ditekan. namun begitupun, kita tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," katanya. (antara)

Thursday, March 10, 2011

Menang lagi

MEDAN - Gol tunggal Vagner Luiz memastikan tiga poin penuh untuk PSMS Medan saat bentrok dengan PSLS Lhokseumawe tadi malam di Stadion Teladan. Hasil ini melanjutkan tren positif tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir.

Pada laga tersebut, PSMS kembali menggeber skema 4-2-3-1 dengan mengandalkan Gaston Castano sebagai tombak tunggal. Perubahan terlihat di lini tengah dengan tampilnya Tri Yudha dan M Affan Lubis sebagai starter. Keduanya menemani Almiro, Donny F Siregar dan Alfian Habibi di lini kedua.

Enam menit laga berjalan, Gaston langsung mengancam gawang PSMS setelah mendapat bola di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah dan mudah diantisipasi Aly, kiper lawan. Sembilan menit kembali mengancam namun kali ini tendangan volinya melambung jauh.

Asyik menyerang, PSMS justru dikejutkan dengan serangan balik tim tamu. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang tipis di atas mistar gawang PSMS. Kerasnya laga membuahkan kartu kuning untuk Ari Yuganda (PSMS) dan Salomon Koube (PSLS).

Di menit 35, Gaston meneruskan umpan ke Alfian Habibi namun tandukannya terlalu lemah. Semenit kemudian gantian Laskar Pasee-julukan PSLS yang mengancam lagi-lagi lewat Zulkarnain. Publik Teladan akhirnya bersorak gembira di menit 38. Vagner Luiz memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan tendangan sudut Affan Lubis.

Sebelum turun minum Suharto menambah strikernya denganmemasukkan Rinaldo menggantikan Tri Yudha. Skor tak berubah hingga istirahat paruh waktu. Babak kedua dibuka dengan tendangan bebas Gaston yang masih menyamping. Selanjutnya PSMS terus berupaya memperbesar keunggulan dengan variasi serangan cepat dan umpan jauh.

Menit 55, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Ari Yuganda menerima kartu kuning kedua karena dinilai menyikut Carlos Raul. Keputusan ini sempat memicu protes PSMS namun wasit tak bergeming.

Di menit 65, giliran PSLS yang bermain dengan 10 orang. Kali ini Salomon Koube yang diusir karena menerima kartu kuning kedua usai mengasari Rinaldo. Wasit Novari Ihsan pun menjadi sasaran amuk para pemain PSLS yang tidak menerima keputusan tersebut. Namun pihak keamanan sigap mengamankannya.

Menjelang berakhirnya Carlos Raul mengancam setelah mendapatkan bola di kotak penalti. Namun Andi Setiawan tampil sigap dengan memblok tendangan pemain asal Argentina itu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

"Secara psikologis kita nggak ada masalah. Tapi kita akui PSLS itu tim tangguh.

Dengan tiga pemain asingnya PSLS terliaht berbeda. Sedikit ada koodinasi yang kacau di lini belakang. Tapi itu biasa dalam sepakbola," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sementara itu, Pelatih PSLS Imran Juned mengakui timnya kurang beruntung. "Kita memang bertahan dulu di babak pertama. Baru kita menyerang di babak kedua. Ada enam peluang yang saya catat mengancam. Saya pikir dewi fortuna memang kurang berpihak. Tuan rumah memang pantas menang," ujarnya.

Tuesday, March 1, 2011

Almiro dan Donny beri warna baru

MEDAN - Meski hanya hasil imbang, PSMS Medan bersukacita menyambut laga yang berakhir 1-1 kontra Persita Tangerang di Stadion Benteng tadi sore. Pasalnya, stadion tersebut terkenal tidak ramah bagi PSMS sejak 1996. Selain itu, sejak awal PSMS hanya menargetkan satu poin.

"Target mencuri satu poin di Tangerang berhasil. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Apalagi, dari tahun 1996, PSMS tidak pernah menang saat menjadi tamu Persita," ujar Manajer PSMS Idris SE didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa yang turut menyaksikan pertandingan.

Sementara itu, Pelatih PSMS Suharto mengaku pencapaian ini merupakan hasil yang cukup baik untuk menjaga atmosfer dalam timnya. "Syukur bisa seri. Hasil menurut kami bisa meningkatkan moral pemain di laga selanjutnya." sebut Suharto.

Satu hal yang patut disoroti kehadiran dua gelandang anyar Almiro De Souza Valadares dan Donny F Siregar turut andil atas pencapaian tersebut. Betapa tidak, kontribusi kedua pemain tersebut terbukti cukup baik di lini tengah.

Padahal pengesahan keduanya terjadi di menit-menit jelang kickoff. Yang paling menegangkan proses pengesahan Almiro terjadi 10 menit jelang kickoff. Kepastian diperoleh Manajer PSMS setelah lebih dulu menelpon CEO PT LI, Joko Driyono.

Untungnya Suharto mendaftarkan Almiro dalam daftar pemain cadangannya. Pemain asal Brazil ini pun turun menggantikan Ade Chandra. "Memang kami sangat berharap dia main. Dari latihan yang kami buat, dia cukup impresif," ungkap Suharto.

Aksi Almiro memaksa Tema Mursadat, kiper Persita melakukan blunder yang sukses dimanfaatkan Mahadi menjadi gol. Sementara pengesahan Donny datang lebih awal. Sama-sama di hari jelang pertandingan, Donny memperoleh pengesahannya lewat faksimili yang dikirimkan PT LI ke Kantor Sekretariat PSMS sekitar pukul 11.30 WIB yang langsung diteruskan ke faksimili Hotel Permata Bandara Tangerang, tempat tim PSMS menginap.

Gol Mahadi selamatkan PSMS

Target PSMS Medan mencuri poin di Tangerang sukses direalisasikan di Stadion Benteng Tangerang tadi sore. Melawan tuan rumah Persita dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS bermain imbang 1-1.

Kali ini, Mahadi Rais tampil sebagai pemain pengganti sekaligus pahlawan Ayam Kinantan lewat golnya di menit 64. Sebelumnya, Persita lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Agus Salim di menit 30.

Meski tampil sebagai tim tamu, PSMS menampilkan permainan yang tak kalah ngotot dari tuan rumah. Diperkuat pemain teranyarnya Donny Siregar dan Almiro Valadares, Pelatih PSMS Suharto menempatkan lima gelandang untuk mendukung Gaston Castano sebagai striker tunggal.

PSMS langsung mengancam saat laga berjalan tiga menit. Donny Siregar merangsek ke kotak penalti dan menanduk umpan silang dari kapten PSMS M Affan Lubis. Namun Tema Mursadat yang tampil di bawah mistar La Viola masih mampu mengamankan bola. Semenit berselang, tuan rumah mengancam lewat tandukan Cristian Carasco yang masih mampu ditepis Andi Setiawan.

Selanjutnya, kedua tim bergantian mencoba membangun serangan namun belum ada serangan yang terorganisasi dengan baik hingga bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Di menit 29, Agus Salim melakukan penetrasi di kotak penalti yang terpaksa dihentikan Vagner Luis dengan tekel keras. Malang bagi PSMS karena wasit menunjuk titik putih dan Agus sukses mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut.

Vagner mencoba menebus kesalahannya saat mendapat kesempatan tendangan bebas di menit 36 namun tendangannya masih melenceng. Guna meningkatkan daya dobrak tim, Suharto memasukkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Affan Lubis yang terus menerus mendapat perlakuan kasar dari lawan.

Sayang, perjuangan PSMS semakin berat setelah Gaston Castano diganjar kartu merah oleh wasit Hadi Suroso. Emosi Gaston memuncak karena disikut Firdaus yang juga sempat dibalas kekasih aktris Julia Perez itu. Sang pengadil pun turut mengusir Firdaus keluar lapangan.

Ayam Kinantan akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit 64. Berawal dari umpan silang Faisal Azmi yang ditanduk Almiro, bola lepas dari tangkapan kiper yang berbenturan dengan bek Persita Luis Edmundo. Bola liar langsung disambar Mahadi hingga skor berubah 1-1.

Monday, February 28, 2011

Sudah Menduga Bakal Diuntungkan Wasit 3 Persipasi v PSMS 2

PSMS kalah tipis melawan Persipasi Bekasi pada lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (25/2). Tim berjuluk Ayama Kinantan itu takluk dengan skor 3-2 melalui Emalue Serge (33’), Mansyur (59’) dan Stepgen Nagbe Mennoh lewat titik penalti menit di menit 60. Sedangkan bagi PSMS tercipta melalui Rahmat di menit ke 23 dan striker mudanya Mahadi Rais di menit ke 46.

Di laga itu PSMS sempat unggul melalui Rahmat lewat sundulan di menit 23. Kemudian ditambah dengan Mahadi Rais di menit ke 46.
Suharto, arsitek PSMS memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan lawan.Padahal PSMS berhasil tampil bagus pada laga itu.

“Sebenarnya sangat malas mengomentari wasit. Tapi boleh tanya pada teman yang lihat pertandingan itu, wasit memang memimimpin dengan sangat buruk,” kata Suharto.
“Perjuangan pemain dan pelatih selama ini rusak oleh kepemimpinan pengadil yang tidak berlaku adil pada tim kami,” sambung prajurit TNI AD itu.

Maka itu, Suharto meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia (LI)

harus segera melakukan tindakan prilaku tidak profesional wasit. “Oknum wasit nakal harus dihukum. Kinerja wasit seharusnya dipantau pihak netral atau komdis secara langsung agar tidak buat tim yang bertandang rugi,” tambahnya.

Pelatih Persipasi Bekasi, Warta Kusuma mensyukuri kemenangan itu. Namun ketika ditanya soal buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suharya. “Yang penting menang, tidak perlu berkomentarlah,” katanya.

Laga itu awalnya berlangsung baik. PSMS bisa mengimbangi Persipasi lewat sentuhan satu-dua yang terorganisasi. Bahkan PSMS sempat membuka skor lewat sundulan bek, Rahmat setelah memanfaatkan sepak pojok kapten tim, Affan Lubis. Gol ini membuat kaget tuan rumah.

Kepemimpinan berat sebelah ala wasit Ahmad Suharya mulai terasa. Tak lama, Persipasi bisa membalas gol lewat sontekan pemain anyar mereka, Emalue Serge di menit 33 juga lewat sundulan yang memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS masih trengginas. Hanya satu menit setelah kick off babak kedua, Gaston Castano berhasil menguasai bola dan menggiringnya sebelum memberi umpan manis ke arah koleganya di lini depan, Mahadi Rais. Umpan di kotak penalti itu bisa dimanfaatkan pemain muda ini untuk mencetak gol perdananya musim ini. Skor berbalik 1-2 untuk PSMS.

Setelah itu, PSMS memang agak bertahan. Namun tekanan plus bantuan wasit atas tuan rumah membuat PSMS kalang kabut. Pada menit 59, striker lokal Persipasi, Mansyur memberi kontribusi golnya. Skor imbang 2-2. Setelahnya wasit kembali mengulah. Dan inilah ulah yang paling diprotes kubu PSMS.

Satu menit setelah gol Mansyur, wasit mengambil keputusan yang sangat tidak bisa diterima kubu Ayam Kinantan. Adalah Putra Habibi bek PSMS yang dianggap menjegal lawan di kotak penalti, padahal dari kesaksian di lapangan dan tindakan asisten wasit, Putra berhasil mencuri bola dari kaki Stephen Mennoh-gelandang Persipasi dengan bersih. Namun Mennoh lihai dan pura-pura terjatuh dan berteriak keras. Diving itu sukses, mendengar Mennoh berteriak, wasit langsung menunjuk titik putih. Mennoh sendiri yang mengeksekusi penalti itu dan masuk. Skor akhirnya berbalik 3-2 untuk kemengan tuan rumah.

Berbeda dengan pelatih kepala tuan rumah Warta Kesuma yang enggan berkomentar, asistennya Ega Raka Galih menilai PSMS merupakan lawan yang paling susah dikalahkan musim ini.
“Dari 13 laga yang telah kami lalui, PSMS merupakan lawan terberat kami. 30 menit awal kami tidak bisa mengembangkan permainan.” Sebutnya. (ful)

Persita vs PSMS : Misi Sulit

MEDAN-PSMS akan kembali melakoni laga away di putaran kedua ini. Kali ini lawan yang bakal menantang adalah Persita Tangerang, di Stadion Benteng Senin (28/2) sore. Kekalahan menyakitkna 3-2 atas Persipasi tiga hari sebelumnya harus dilupakan.

Tentu saja laga melawan Persita bukan perkara muda. Ini misi sulit yang harus dilewati Affan Lubis dkk. Apalagi target empat angka yang dicanangkan sebelum tur Bekas-Tangerang sudah pupus berkat kekalahan di markas Persipasi.

Namun begitu, asa meraih angka di kandang Persita jadi pelipur lara. “Target awal kami bisa mencuri poin di Bekasi. Menghadapi Persita pasti akan lebih sulit,” ujar Suharto, arsitek klub berjuluk Ayam Kinantan itu kemarin.
Satu-satunya yang menguntungkan PSMS pada laga ini adalah keputusan ANTV selaku pemegang hak siar Divisi Utama, untuk menayangkan laga ini secara langsung. Nah, kalau disiarkan live beginin
maka kualitas pengadil alias wasit bisa dicermati dengan baik.

Selama ini, soal nonteknis memang jadi sorotan utama PSMS. Mereka kerap merasa dizholimi jika main di luar kandang.

Namun begitu, tambahan skuad PSMS di awal putaran kedua ini memberikan sedikit aura positif. Setidaknya barisan belakang dan lini tengah PSMS jadi lebih kokoh dengan kehadiran Novianto dan Ade Chandra Kirana.
Lini tengah bahkan akan semakin hebat jika gelandang pekerja keras Doni F Siregar bisa diturunkan sore ini. Ya, kemarin seluruh dokumen mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut sudah diserahkan ke PT Liga Indonesia yang kemungkinan sudah akan disahkan hari ini.

Sayangnya gelandang impor baru PSMS, Almiro Valadares masih diragukan bisa tampil karena pengesahan dari otoritas sepakbola di Myanmar, negara eks klubnya Manaw Myay belum mengesahkan surat kepindahannya (ITC).
“Saya tetap yakin dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki anak-anak. Semua pemain fit. Kekuatan kami akan lebih komplet dengan kembalinya Ari Yuganda dan masuknya Doni yang mungkin sudah bisa bermain. Kalaupun tidak, kami juga sudah menyiapkan antisipasinya. Mudah-mudahan pemain bisa fokus di pertandingan,” papar Suharto.

Diprediksi, Suharto akan menurunkan Gaston Castano dengan Mahadi Rais atau Rinaldo di lini depan. Di tengah, nama Ade Chandra Kirana, Alfian Habibi, Faisal Azmi dan M Affan Lubis disiapkan. Untuk barisan belakang, Vagner Luis akan bersama Putra Habibi dan tetap mengandalkan Novianto di sektor sayap kiri dan Rahmad di sayap kanan.
Sementara itu, Asisten Manajer Persita Tangerang Pari Minarso mengaku, tampil di hadapan pendukung sendiri, Persita diyakini bisa meraih kemenangan untuk membalaskan kekalahan di Stadion Teladan pada putaran pertama lalu. “Tentunya target kami sapu bersih saat main di kandang. Pemain akan tampil sepenuh hati,” tukasnya.
Tapi dia juga mengaku, kekuatan PSMS yang ada saat ini harus diwaspadai. Dengan hadirnya Almiro dan Doni F Siregar, PSMS tidak akan mudah dijinakkan. “Dengan kekuatan tambahan yang ada, tentunya PSMS sudah lebih bagus. Persita harus ekstra keras mencari celah untuk mencuri gol,” katanya. (ful)

Friday, February 18, 2011

PSMS Terancam tak Ikut Copa

PT Liga Indonesia (LI) belum juga becus mengurusi soal jadwal pertandingan liga. Salah satu contoh adalah jadwal babak 32 besar Copa Indonesia 2011 yang kembali direvisi.

Sayang, jadwal baru yang akan dikeluarkan belum diketahui pasti. Tak tertutup kemungkinan, klub peserta Copa Indonesia juga akan berubah. Dan PSMS bisa jadi tak ikut kalau gagal bertahan di posisi lima besar hingga akhir musim.

Sebelumnya, peserta Copa Indonesia itu direkrut dari 15 tim liga super, lima besar tim yang finish di tiap grup Divisi Utama pada putaran pertama dan dua tim dari Divisi I yang merupakan juara dan runner-up. Namun belakangan diwacanakan, lima besar tim dari tiga grup Divisi Utama di akhir kompetisi yang akan menjadi peserta. Nah, kalau gagal finish lima besar, maka PSMS tidak jadi berlaga di kompetisi tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) PT LI Joko Driyono yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya belum memutuskan jadwal Piala Indonesia bergulir. Kendati dia menyatakan, tetap 15 tim peserta Divisi Utama yang akan ambil bagian. “Piala Indonesia belum diputuskan waktunya. Tetap lima terbaik dari tiap grup yang diambil dari Divisi Utama,” ujarnya.

Joko juga mengatakan, belum jelasnya jadwal membuat pihaknya masih mempertimbangkan tim Divisi Utama yang ikut di Copa Indonesia bisa jadi berubah. “Kalau jadwalnya nanti di akhir April, 15 tim Divisi Utama yang lolos di putaran satu yang diambil. Kalau di akhir Mei, 15 tim yang lolos lima besar di putaran kedua,” jelas Joko.

Sebelumnya, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko mengatakan, babak 32 besar Piala Indonesia akan digelar mulai 9 April hingga 21 April mendatang.

Pertimbangan ini baru kali pertama terjadi sejak sejak bergulirnya Copa Indonesia tahun 2003 lalu. PT LI selalu menetapkan tim Divisi Utama peserta Copa Indonesia diambil dari tim yang berhasil meraih peringkat empat besar di akhir putaran pertama. Namun, dipengaruhi tiga klub yang mundur dari liga super seperti PSM Makasar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, kuota Divisi Utama mengalami penambahan.

Namun kali ini, PT LI terkesan tidak tegas. Dengan alasan perubahan jadwal, PT LI tidak dapat dipungkiri membuat was-was tim yang saat ini mengalami euforia karena merasa lolos ke putaran 32 besar Piala Indonesia seperti PSMS.

Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memprotes keras wacana tersebut. PT LI harusnya tidak merusak euforiapencinta sepak bola di Medan dengan rencana tersebut. (ful)

Jakarta 1928 Ingin Poin Penuh dari Bintang Meda

CEO Jakarta 1928, Hadi Basalamah, merasa bingung dengan capaian tim kebanggaan warga ibu kota itu. Terlebih lagi dengan hasil imbang 2-2 di kandang sendiri melawan Cendrawasih Papua pekan lalu. Menurutnya, pada laga lawan Bintang Medan pekan ini, permainan Jakarta 1928 harus lebih baik.

“Saya katakan kepada pelatih untuk melakukan evaluasi. Para pemain tampak demam panggung dan sering melakukan kesalahan yang tak semestinya terjadi. Saya sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu,” kata Hadi, Kamis (17/2).

Ia pun mereview kesalahan yang dilakukan kiper Iswan Karim yang mengakibatkan terciptanya gol pertama Cendrawasih Papua lalu. “Aneh kenapa bola bisa lepas dari kiper dan langsung dimanfaatkan lawan menciptakan gol,” paparnya.

Sama halnya dengan gol kedua yang tak diantisipasi dengan baik oleh pemain Jakarta 1928, Hadi pun mengritik permainan anak asuh pelatih Bambang Nurdiansyah saat itu. “Sektor kiri terlalu banyak memainkan bola lambung yang memperlambat tempo permainan. Parahnya lagi kiper lawan tubuhnya tinggi sehingga bola lambung dengan mudah ditangkap,” keluhnya.

Ia mengingatkan agar semua kesalahan sebelumnya tak terulang di stadin Teladan, markas Bintang Medan. Meski bermain di kandang lawan, Hadi menargetkan kemenangan bagi timnya agar bisa meraup tiga poin. “Kita harus pulang dengan kemenangan karena sudah tiga kali main semuanya hanya seri. Dari tiga pertandingan poin kita baru tiga,” sesalnya.

Kepada pelatih, ia mengatakan ada yang salah dengan tim yang setiap bermain selalu menguasai pertandingan. Penyelesaian akhir yang kurang baik menjadi sorotan utamanya. “Waktu lawan Cendrawasih kita juga sangat mendominasi makanya sangat memiriskan kalau hasilnya imbang,” tandasnya. (sto/jpnn)

Monday, February 14, 2011

Liga Primer Indonesia Derby Medan Berakhir Imbang

Pertandingan antara dua tim sekota alias derby Sumatera Utara, Medan Chiefs melawan Bintang Medan FC berakhir dengan hasil akhir 1-1. Partai derby perdana di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 ini berlangsung di kandang Medan Chiefs, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Minggu (13/2/2011) sore tadi.

Sejak menit pertama, kedua tim langsung bermain menyerang. Duet striker Medan Chiefs Abdoel Hadi Laakkad dan Abdul Madjid langsung membahayakan gawang Decky Ardian, kiper Bintang Medan dengan serangan-serangan sporadis. Namun, usaha mereka untuk menjebol gawang lawan masih belum membuahkan hasil.

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner sendiri terlihat lebih memilih menjaga bola di lini tengah dengan menempatkan lima gelandang. Di depan, hanya Cosmin Vansea yang dipasang sebagai stiker tunggal, dengan disokong oleh gelandang asal Korea Selatan, Ahn Hyo-yeon sebagai second striker di belakangnya.

Namun, memasuki menit 31, akhirnya Madjid berhasil menyarangkan bola di gawang Decky melalui sundulan kepalanya dari jarak sekitar lima meter. Peluang tersebut tercipta dari umpan lambung menyilang dari pemain blasteran Dane Brard kepada Laakkad, yang diteruskan ke Madjid. Skor pun berubah menjadi 1-0, dan bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Feichtenbeiner mengubah taktik permainan dengan memasukkan penyerang Yoseph Ostanika mendampingi Cosmin di lini depan. Sedangkan pemain anyarnya asal Portugal terlihat Bintang Medan pun mulai memperlihatkan serangannya, sedangkan tuan rumah Medan Chiefs justru mengendurkan serangan.

Di menit 71, aroma panas partai derby ini mulai terasa. Pertandingan sempat terhenti akibat kedua tim saling bersitegang di area kotak penalti Bintang Medan. Kejadian ini bermula saat pelatih fisik Medan Chiefs Joseph berteriak keras kepada tiga pemain penggantinya di belakang gawang Bintang Medan. Hal ini diprotes bek Bintang Medan Dody kerena menggangu konsentrasi pemain.

Saat pertandingan tersisa 10 menit lagi, akhirnya perubahan taktik yang dilakukan Feichtenbeiner pun menuai hasil. Gelandang Bintang Medan Paharuddin menerima umpan mendatar dari Cosmin. Pemain bernomor punggung itupun langsung menceploskan bola ke sisi kiri gawang Medan Chief yang dikawal M Halim. Kedudukan berhasil disamakan 1-1, dan tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.

Usai pertandingan, Pelatih Medan Chiefs Jorg Peter mengakui timnya mengalami penurunan di babak kedua. "Babak pertama kita bermain agresif. Tapi, di babak kedua para pemain mulai menurun meski tetap membuat peluang," ungkap pria berkebangsaan Jerman itu kepada para wartawan.

Sebaliknya kubu Bintang Medan justru menganggap babak kedua sebagai momentum perubahan permainan mereka. "Babak pertama, pertahanan kita banyak kesalahan. Tapi di babak kedua kita bisa bermain lebih baik," pungkas Feichtenbeiner. Pria yang juga berasal dari Jerman itu mengaku cukup gembira dengan hasil seri ini.

Sementara itu, Feichtenbeiner sama sekali tidak memberikan keterangan kenapa kedua pemain asing mereka yang baru dikontrak belum juga diturunkan menjadi andalan timnya. Gelandang sayap keturunan Indonesia-Belanda Gaston Salasiwa hanya sempat bermain beberapa menit di babak kedua. Sedangkan, Gustavo "Guti" Ribeiro asal Portugal sama sekali belum diturunkan pada partai ini. (adela eka putra marza/okezone)

Saturday, February 12, 2011

PSMS Depak Kurniawan Dwi Yulianto

Desas-desus pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto dari skuad PSMS Medan akhirnya terbukti. Striker yang pernah menjadi andalan Tim Nasional itu didepak bersama tiga pemain lainnya.

Kepastian pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto itu diungkapkan langsung Sekretaris Umum PSMS, Idris kepada Serambi, Kamis (10/2). Keputusan itu, menurutnya, merupakan hasil rapat antarpengurus untuk menentukan skuad menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. “Ini bukan keputusan pribadi saya, tapi hasil rapat seluruh pengurus dan staf pelatih,” kata idris.

Idris tidak bersedia menyebutkan alasan pemecatan pemain jebolan Primavera itu. Yang jelas, kata dia, saat ini PSMS sedang membidik penyerang dari klub peserta ISL (Liga Super Indonesia-red) untuk menggantikan posisi Kurniawan. Satu nama yang sudah pasti digaet PSMS ialah Doni F Siregar dari Persiba Balikpapan. “Ada dua lagi yang sedang kami pantau, kalau memang sesuai dengan kebutuhan klub, pasti kami perjuangkan,” tandasnya.

Kurniawan ternyata bukan satu-satunya pemain yang dieliminasi dari skuad ‘Ayam Kinantan’. Yang agak mengejutkan, manajemen juga membuang Jose Sebastian Vasquez. Padahal gelandang serang asal Argentina itu telah menjadi idola pendukung PSMS. Dua nama lainnya ialah Azwan Lubis dan Hary Syahputra.

Isu yang beredar di Kebun Bunga —markas PSMS— Kurniawan akan mengikat kontrak dengan klub peserta Liga Primer Indonesia, Tangerang Wolves. Konon disebutkan kalau PSMS bakal mendapat Rp 500 juta dari transaksi penyerang berjuluk ‘Si Kurus’ itu. (serambinews)

Tuesday, February 8, 2011

Asal-usul bangsa batak


Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak

Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Sebagian orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).

Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli .
Sub suku Batak adalah: Suku Batak Silindung , Suku Batak Samosir , Suku Batak Humbang ,Suku Batak Toba .
Suku-suku lain yang dinyatakan masuk dalam suku bangsa Batak, yaitu: Karo di Kabupaten Karo , Mandailing di Mandailing Natal , Angkola di Tapanuli Selatan , Padang Lawas (Padang Bolak) di Padang Lawas , Pakpak di Dairi, Pakpak Bharat , Simalungun di Kabupaten Simalungun .

WILAYAH BERMUKIM :
Dalam tata pemerintahan Republik Indonesia yang mengikuti tata pemerintahan Kolonial Belanda, setiap sub suku berdiam dalam satu kedemangan yang kemudian dirubah menjadi kabupaten setelah Indonesia merdeka.
Sub suku Batak Toba berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi : Balige, Laguboti, Porsea, serta Ajibata (berbatasan dengan Parapat) Nahumaliangna.
Sub suku Batak Samosir berdiam di Kabupaten Samosir yang wilayahnya meliputi : Tele, Baneara, Pulau Samosir, Nahumaliangna.
Sub suku Batak Humbang berdiam di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara bagian utara yang wilayahnya meliputi : Dolok Sanggul, Siborongborong, Lintongnihuta, serta Parlilitan Nahumaliangna.
Sub suku Batak Silindung berdiam di Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya meliputi Tarutung, Sipoholon, Pahae, Nahumaliangna.
Suku Batak pun saat ini telah banyak tersebar ke seluruh daerah Indonesia bahkan ke luar negeri .
Diluar negeri ada yang berwiraswasta , kuliah , dll . (bahkan ada juga yang jadi TKI manang TKW . . he ..he..he) .

KEPERCAYAAN :
Batak telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame, Tarutung. Sekarang ini gereja HKBP ada dimana-mana di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba).Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Natolu .

Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:
Tondi
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
Sahala
Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
Begu
Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

Beberapa begu yang ditakuti oleh orang Batak, yaitu:
Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.

Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama Kristen, dan berpendidikan tinggi. Namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.
Contoh : Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat bahwa boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.

TAROMBO :
Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu).
Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga .

FALSAFAH BATAK :
Secara umum, suku Batak memiliki falsafah adat Dalihan Natolu paopat Sihal yakni Somba Marhulahula (hormat pada pihak keluarga ibu/istri), Elek Marboru (ramah pada keluarga saudara perempuan) dan Manat Mardongan Tubu (kompak dalam hubungan semarga) , Dan Sihal yaitu ; Dame martetangga jala ringkot mar ale ale (kompak Dalam kehidupan sehari-hari) , falsafah ini dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan orang Batak (Samosir , Silindung , Humbang , Toba).

BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .


BATAK PADA ERA MODERN :
Sejarah Batak modern dipengaruhi oleh dua agama Samawi yakni Islam dan Kristen. Islam makin kuat pengaruhnya pada saat Perang Padri, melalui aktivitas dakwah yang dilakukan para da'i dari dari negeri Minang. Perluasan penyebaran agama Islam juga pernah memasuki hingga ke daerah Tapanuli Utara dibawah pimpinan Tuanku Rao dari Sumatera Barat, namun tidak begitu berhasil. Islam lebih berkembang di kalangan Mandailing, Padang Lawas, dan sebagian Angkola.
Agama Kristen baru berpengaruh di kalangan Angkola dan Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) setelah beberapa kali misi Kristen yang dikirimkan mengalami kegagalan. Misionaris yang paling berhasil adalah I.L. Nommensen yang melanjutkan tugas pendahulunya menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Ketika itu, masyarakat Batak yang berada di sekitar Tapanuli, khususnya Tarutung, diberi pengajaran baca tulis, keahlian bertukang untuk kaum pria dan keahlian menjahit serta urusan rumah tangga bagi kaum ibu. Pelatihan dan pengajaran ini kemudian berkembang hingga akhirnya berdiri sekolah dasar dan sekolah keahlian di beberapa wilayah di Tapanuli. Nommensen dan penyebar agama lainnya juga berperan besar dalam pembangunan dua rumah sakit yang ada saat ini, RS Umum Tarutung dan RS HKBP Balige, yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Sementara itu, perkembangan pendidikan formal juga terus berlanjut hingga dibukanya sebuah perguruan tinggi bernama Universitas HKBP I.L. Nommensen (UHN) tahun 1954. Universitas ini menjadi universitas swasta pertama yang ada di Sumatra Utara dan awalnya hanya terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Theologia.

Persita Ancam Bunuh Pemain PSMS

Kemenangan PSMS atas Persita kemarin malam ternyata masih berbuntut. Pihak Persita bahkan sempat mengutarakan akan membalas PSMS di markas Persita pada putaran kedua nanti. Pembalasan itu sendiri diutarakan dengan kata-kata ancaman pembunuhan kepada pemain PSMS.

Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.

Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.