Monday, May 2, 2011

Peluang Naik Kasta

BOGOR- PSMS membuka peluang naik kasta ke Indonesia Super League (ISL) setelah sukses lolos dari lubang jarum menuju babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia, usai menekuk Persikabo dengan skor 3-2 di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4). Pasalnya, di saat bersamaan, pesaing utama PSMS Persih dan Persita bermain imbang 1-1 di kandang Persih. Dengan hasil tersebut PSMS berasa di urutan dengan poin terbaik 45.

Pada laga itu, PSMS tampil menawan. Sejak menit awal laga, serangan sudah dikuasai PSMS. Hal itu tampaknya tak disangka kubu Persikabo. Mereka lengah dan kerepotan mengawal pergerakan Gaston Castano dkk. Terbukti pada menit ketujuh PSMS sudah mendapatkan peluang emas lewat Ade Chandra yang lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan penjaga gawan. Sayang, sontekannya dimentahkan dengan sigap oleh kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Lima menit berselang, PSMS leading lebih dulu. Lewat kerjasama apik Alfian Habibi-Almiro Valadares-Gaston Castano di sisi kanan pertahanan Persikabo, terciptalah gol pertama lewat sontekan Gaston. Gaston mudah saja menyocor bola setelah menerima umpan silang mendatar dari Almiro Valadares. Skor 1-0 untuk PSMS.
Hegemoni atas gol itu langsung kandas satu menit kemudian. Tepat menit ke-12, Persikabo membalas lewat sontekan Jibby Wuwungan. Gol bermula dari tendangan bebas gelandang tim berjuluk Laskar Padjajaran, dan bola liar mendarat di kotak penalti sejurus kemudian disambut Jibby. Skor imbang 1-1.

Setelah gol itu, PSMS masih mengatur tempo serangan. Serangan masih dikuasai Faisal Azmi dkk. Tapi PSMS terkejut dengan gol Emeka Obidiah menit ke-15. Beruntung Emeka sudah berada di posisi offside. Tiga menit berselang, PSMS kembali digempur dan nyaris kebobolan karena koordinasi buruk di lini belakang. Beruntung Zainal Arif yang sudah tak terkawal gagal memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Setelahnya, PSMS balik menyerang. Menit 20, PSMS kembali unggul lewat sontekan Almiro Valadares. Bola dari sisi kanan PSMS diarahkan oleh Nopianto ke arah Gaston untuk selanjutnya diarahkan kepada Almiro. Dengan tenang Almiro mencocor bola dari kotak penalti ke dalam gawang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua, PSMS masih menguasai jalannya laga. Beberapa peluang emas masih tercipta. Namun gempuran dahsyat juga diperagakan Persikabo. Dan benar saja, menit 63, Persikabo mendapatkan hadiah penalti setelah Putra Habibi dianggap mengganjal Ilham Hasan. Zainal Arif dipercaya jadi algojo dan dengan mudah mengecoh Andy Setiawan. Skor 2-2.

Gol itu sempat membuat kubu PSMS lemah. Beberapa serangan selalu mengarah ke arah pertahanan PSMS yang dikawal Novi Hendriawan dan Putra Habibi. Beruntung PSMS masih bisa menyerang. Menit 67 Faisal Azmi dijegal di kotak penalti dan sempat mengerang kesakitan. Dan wasitpun menunjuk titik putih. Gaston Castano maju menjadi algojo. Seluruh kru PSMS tegang dan banyak yang tak berani melihat eksekusi penalti itu. Rupanya Gaston bermental juara dan tenang saja mengecoh penjaga gawang Persikabo. Skor 3-2 untuk PSMS bertahan hingga usai laga. “Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto, Arsitek PSMS, usai laga. (ful)

Deg-degan Sebelum Pesta di Kandang Lawan

BOGOR-Laga pamungkas di Divisi Utama kontra Persikabo kemarin sungguh dramatis bagi PSMS. Selain mesti menang, PSMS juga berharap Persita kalah atau draw kontra Persih Tembilahan yang juga dimainkan bersamaan.
Nah, di sinilah sisi dramatisnya. Sepanjang laga, pihak manajemen terus bertanya kepada handai taulan di Tembilahan terkait hasil laga itu. Begitu juga dengan awak media yang terus berkoordinasi dengan wartawan di Tembilahan.

Rupanya terjadi isu menyesatkan terkait hasil pertandingan. Ada oknum Panpel Persikabo yang menyebar isu bahwa Persih sudah unggul 4-0 di babak pertama. Sementara di saat bersamaan PSMS baru menang 2-1 dari Persikabo di babak pertama. Hal itu disinyalir akal-akalan saja agar PSMS mengendurkan serangan karena peluang lolos semakin besar.

Ternyata setelah dikonfirmasi langsung laga Persih versus Persita draw 1-1 setelah tuan rumah sempat unggul lebih dulu. Kekhawatiran kian membuncah karena laga Persih versus Persita masih berlangsung ketika laga Persikabo versus PSMS sudah berakhir. Nah, detik-detik menanti hasil itu ternyata sangat mendebarkan.

“Lho, tapi kabarnya Per sita sudah kalah besar? Wah ternyata isu saja. Syukurlah mereka hanya imbang dan kita tetap lolos,” kata Edy Syahputra, Asisten Pelatih PSMS. Namun skuad PSMS enggan mengetahui hasil di laga persih versus Persita. Begitu menang, mereka langsung berlarian dan berpesta di ruang ganti Persikabo.

Namun di saat bersamaan, PSMS juga harus menyelamatkan diri dari amuk massa yang tak senang dengan hasil tersebut. Begitu wasit Fachri Akbar meniupkan peluit tanda berakhirnya laga, suporter tuan rumah berlabel Kabo Mania menyerbu ke dalam lapangan.

Para pemain langsung berhamburan lari ke pinggir lapangan. Keberingasan pendukung tuan rumah tak berhenti. Mereka menyerbu segelintir pendukung PSMS di tribun barat. Beruntung pihak keamanan dan panpel pertandingan sigap dan mampu meredam. Meskipun begitu, pihak suporter PSMS, dan seluruh skuad tidak bisa keluar dari stadion lebih dari dua jam.

“Beruntung Panpel dan keamanan berkoordinasi dengan baik. Kalau tidak kejadian serupa seperti di Jakarta Utara bisa kembali terjadi. Kita apresiasi kinerja panpel dan pihak keamanan,” bilang Kolonel Asren Nasution, warga Medan yang turut menonton laga itu. (ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

Kado Indah Ultah ke-61

Kemenangan 3-2 atas Persikabo kemarin menyisakan kebahagiaan dobel bagi PSMS. Selain hasil itu menentukan lolosnya tim ke babak delapan besar, PSMS juga meraih kado istimewa di usianya yang tepat ke 61 tahun (April 1950-April 2011).

“Ini kemenangan istimewa karena kita berhasil lolos ke babak delapan besar. Langkah kita selanjutnya masih berat, tapi kita sangat mensyukuri nikmat ini,” kata Suharto.

Hal senada juga disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Benny bilang hasil bagus ini tak lepas dari peran seluruh pihak.

Dari kubu fans lewat ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong didapat komentar bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kinerja pemain dan pelatih hingga bisa lolos ke babak delapan besar.(ful)

PERSIKABO Vs PSMS

Seluruh skuad PSMS tampak tenang menatap laga terakhir musim ini kontra Persikabo Bogor, di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4) sore nanti. Laga hidup mati bagi PSMS. Jika menang, maka langkah ke babak delapan besar akan terbuka.

Itupun masih dengan syarat. Kalau PSMS menang namun di pertandingan lain antara Persih kontra Persita dimenangkan Persita, maka PSMS tak lolos karena Persita unggul selisih gol. Jika PSMS kalah dan Persih menang, maka yang lolos ke babak delapan besar adalah Persih. Kesimpulannya, PSMS harus menang sembari berharap Persita kalah. Sungguh situasi yang tak mengenakkan.

Secara teknis, PSMS tak mengalami masalah besar. Absennya palang pintu, Vagner Luis akibat kartu merah sudah bisa diantisipasi oleh hadirnya Putra Habibi. Akumulasi yang diterima kapten tim Affan Lubis juga tak dipersoalkan karena masih banyak gelandang yang dimiliki PSMS.

Bisa jadi Affan digantikan Almiro Valadares atau Tri Yudha Handoko. “Siapa yang paling siap dia yang akan kita mainkan. Tapi yang jelas kita sudah siapkan strategi terkait absennya dua pemain inti kita,” kata Suharto, arsitek PSMS, kemarin.

Laga ini ten

tu bukan perkara mudah untuk dilewati. Meski secara materi skuad PSMS lebih baik, namun Persikabo punya rekor bagus di kandang sendiri sebelum akhirnya rekor kemenangan dikandaskan Pro Titan.

Selebihnya Persikabo selalu menang di kandang sendiri. Bara dendam atas kekalahan kontra Pro Titan diyakini akan dilampiaskan saat melawan PSMS.

“Kita tentu saja tak akan melepas laga terakhir ini dengan kekalahan. Kami ingin menang dan memperbaiki posisi,” kata Maman Suryaman, pelatih Persikabo.(ful)

Saturday, April 30, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Bidik Enam Besar

Kesebelasan Bintang Medan mengincar posisi enam besar pada putaran pertama kompetisi Liga Primer Indonesia musim ini.

"Pastinya saya mau lima pertandingan sisa lagi Bintang Medan tidak terkalahkan. Kalau bisa tiga kali kemenangan saja di kandang dan dua kali seri di luar, saya yakin Bintang Medan bisa menutup putaran pertama ini di posisi enam," kata pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (28/4).

Bintang Medan memang mengawali kompetisi dengan rekor yang kurang bagus. Namun Michael meyakini kondisi timnya saat ini sedang berada pada top performance.

Apalagi beberapa pemain yang selama tidak bisa turun karena cedera sudah bisa dimainkan kembali.

Harapan untuk bertengger di enam besar pada putaran pertama ini, tentunya bukanlah isapan jempol belaka, mengingat konsistensi yang ditunjukkan semua pemain juga cukup menjanjikan. Tidak hanya lini belakang, tengah dan depan, Bintang Medan juga memiliki kiper andal, Decky Ardian Cahyadi.

"Kami punya modal cukup bagus. Decky juga tampil konsisten dan semakin menunjukkan perkembangan. Begitu juga dengan pemain lokal yang lain seperti Sugiono yang tangguh di belakang bersama Amine Kamoun. Syafari dan Rudi Hartono) sangat bagus di sayap," katanya.

Sementara menanggapi kondisi cedera yang kembali menimpa bek asal Tunisia, Amine Kamoun, menurut dia hal itu tidak terlalu menjadi masalah bagi kekuatan timnya, apalagi memang cideranya tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Cedera yang dialami Amine bukan cedera lamanya yakni pada selangkang kiri, melainkan di sisi lain. Usahanya melindungi bekas cederanya memang bisa membuat itu terjadi, apalagi ketika pemain belum benar-benar pulih. Tapi dia tidak masalah. Menghadapi Minang Kabau (Sabtu 30/4) Amine saya rasa bisa turun," katanya.

Begitu juga dengan Syafari yang mengalami nyeri di lutut yang didapat saat menekuk Bogor Raya FC Sabtu, (23/4) lalu dengan skor 4-0, juga tidak terlalu bermasalah dan juga dipastikan akan tetap tampil menghadapi Minang Kabau FC.

"Di Teladan Sabtu nanti, kami tetap menargetkan kemenangan. Kami bagus beberapa laga away terakhir, jadi kami rasa tiga poin tidak mustahil kami dapat," katanya.

Saat ini Bintang Medan masih bercokol di posisi ke-sebelas dengan nilai 18 dari hasil lima kali menang, tiga seri dan lima kali kalah. (antara)

PSMS Medan Asah Asa Tersisa

Skuad PSMS masih yakin bisa memenangkan laga kontra Persikabo Bogor, Sabtu (30/4) besok, dan melangkah ke babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Kuncinya, dengan mengasah asa yang tersisa.

“Kita tidak usah memikirkan hasil tim lain. Pikirkan saja hasil sendiri. Mudah-mudahan kita bisa menang baru memikirkan peluang lolos,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS, kemarin (28/4).

Kekalahan menyesakkan kontra Persitara pun sudah dilupakan. Meski kekalahan itu membuat peluang lolos semakin sempit, namun perhatian harus segera dialihkan ke laga selanjutnya. Untuk itulah, skuad langsung memutuskan berangkat ke Bogor sehari lebih cepat dari jadwal semula. “Di samping itu kita juga takut ada kerusuhan lanjutan di Jakarta Utara makanya kita percepat sehari ke Bogor,” sambung Idris, Manajer PSMS menimpali.

Begitu tiba di Hotel Orri Bogor, skuad memang sempat rest sehari. Namun, Rabu (28/4) pagi dan sore Suharto sudah memimpin latihan Affan Lubis dkk. Menurut Suharto, fokus utama yang harus dibenahinya adalah penyelesaian akhir dari peluang yang tercipta. Intinya, Suharto ingin para pemain bisa mencipta gol dari sisi manapun. Termasuk dari bola-bola mati.

“Kita harus bisa memanfaatkan setiap peluang sekecil apapun. Karena kita butuh gol untuk menjamin kemenangan,” beber Suharto.

Soal peluang lolos, Suharto juga masih percaya diri. Syaratnya adalah bisa menang. Namun Suharto juga berharap Persih berhasil menang kontra Persita di saat bersamaan. “Memang sudah makin berat tapi kita harus tetap percaya diri. Skuad harus bisa memainkan tempo permainan dan tak terburu-buru menciptakan gol. Kalau sudah menang pasti akan lebih lega, sembari menanti hasil laga lainnya,” sambung Suharto.

Selain itu Suharto juga membenahi peluang gol dari bola-bola mati. Untuk hal ini PSMS sebenarnya punya beberapa algojo yang bisa dimanfaatkan. Yakni Affan Lubis, Almiro Valadares, hingga Gaston Castano. Mereka biasanya mampu membikin gol langsung dari tendangan bebas, atau setidaknya mencipta peluang bagi terlahirnya gol.

Soal tendangan sudut juga harus diperhatikan serius. Namun tampaknya absennya Vagner Luis karena kartu merah bisa membuat peluang gol dari tendangan sudut bakal terkendala. Biasanya Vagner lah yang kerap mahir memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Terbukti dia sudah mempersembahkan tiga gol dari tendangan sudut sepanjang putaran pertama ini.

“Ya tapi itu tidak masalah. Di lini belakang kita masih punya Putra Habibi dan Novi Hendriawan yang juga bisa mencuri peluang. Apapun itu yang penting kita harus bisa membuat gol dari sisi manapun dan pulang dengan tiga angka,” pungkas Suharto. (ful/sumutpos)

Sunday, April 24, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Permalukan Bogor Raya

Bintang Medan meraih poin penuh usai melibas tuan rumah Bogor Raya 4-0. Bogor Raya sendiri harus bermain delapan orang usai tiga pemainnya diusir wasit.

Bogor Raya dibekap Bintang Medan 0-4 dalam laga di Stadion Cibinong, Sabtu (23/4/2011) sore WIB. Penderitaan tuan rumah makin bertambah usai tiga pemainnya yakni Rasyid Latuamury, Luciano Rimoldi, dan Masperi diusir wasit.

Menit kedelapan tim tamu membuka skor melalui sepakan An Hyo Yuen. Tidak terkawal di kotak penalti, An melepas tembakan yang gagal dihadang kiper Agus Rohman.

Peluang bagi Bogor Raya hadir di menit ke-19. Sepakan Luciano Rimoldi dari luar kotak penalti masih menyamping di sebelah kanan gawang yang dijaga Decky Adrian.

Bintang Medan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat tandukan Cosmin Vanesa di menit ke-23. Berawal dari umpan silang dari sayap kiri, bola sempat membentur gawang dan kemudian diterima An di tiang jauh. Ia selanjutnya mengarahkan bola ke arah tengah dan disambar Kasmin.

Bogor Raya semakin menderita karena sepuluh menit menuju jeda, Rasyid Latuamury menerima kartu merah karena melakukan tekel keras.

Dua menit selepas jeda, Bintang Medan mengancam lewat An Hyo Yuen. Menusuk dari sisi sebelah kiri, kemudian ia bergerak ke tengah. Pemain asal Korea ini melepas tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Agus Rohman.

Skor berubah menjadi 3-0 untuk Bintang Medan di menit ke-49 lewat Cosmin Vansea. Berawal dari kesalahan pemain belakang Bogor Raya, Cosmin melepas tembakan parabola. Sementara itu kiper Agus Rohman sudah menjauhi gawang dan berusaha menutup ruang tembak.

Bogor Raya harus keihlangan satu lagi pemainnya setelah Luciano Rimoldi diusir wasit.

Menit ke-52 Bintang Medan semakin jauh unggul 4-0 lewat gol Safari. Pemain bernomor 14 ini bekerjasama satu dua dengan Vansea. Memasuki kotak penalti, Safari melepas tembakan ke arah tiang jauh dan bersarang ke gawang tim dari Kota Hujan itu.

Peluang Bogor Raya Kodrat Maulana dari luar kotak masih bisa ditepis Decky Adrian.

Tim tuan rumah semakin menderita usai Masperi Kasim menerima kartu merah di menit ke-63.

Di babak kedua, hujan yang mengguyur membuat kondisi lapangan di Stadion Cibinong menjadi sangat becek. Pemain kedua tim kesulitan untuk mengoper bola.
(narayana mahendra prastya/detiksports)

Monday, April 18, 2011

Penutup manis dari Ari Yuganda cs PSMS medan menang lagi

Setelah dikalahkan Pro Titan pada Kamis (14/4) lalu, PSAP Sigli kembali menuai kekalahan kedua dalam turnya di Medan pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.

Pada malam ini, tuan rumah PSMS Medan menumbangkan PSAP 2-0. Kemenangan atas PSAP tersebut memastikan skuad Ayam Kinantan meraih tiga angka berkat gol dari kaki Ari Yuganda di menit 55 dan Rinaldo di menit 67.

"PSAP kualitasnya sebenarnya di atas PSMS. Terbukti PSAP terus berada di atas sejak awal musim. Yang jelas, kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sejak menit-menit awal PSMS berupaya menekan. Namun pertahanan PSAP sangat kokoh untuk ditembus. Serangan PSMS acap patah sebelum bola masuk ke kotak penalti Gaston Castano terus mendapat pengawalan ketat dari Sylla Bamba sedikit gerah dan hampir bersitegang.

PSMS baru benar-benar mengancam di menit ke 9. Kali ini umpan silang Gaston coba ditanduk Rahmad. Namun bola sedikit melenceng. Sementara PSAP coba mengancam lewat Moussa Troure, namun tembakannya belum tepat sasaran.

Lewat skema serangan balik di menit 22 PSMS menekan lewat kerjasama Mahadi dan Gaston namun bola silang Gaston gagal diteruskan striker berusia 19 tahun ini. Menit 24, kerjasama apik Donny F Siregar dan Gaston gagal dieksekusi dengan sempurna oleh striker Argentina itu setelah tendangan kaki kanannya diamankan Maskur.

Menit 55, kerjasama Donny Siregar dan Ari Yuganda berbuah manis. Dengan tenang, Ari menendang bola ke sudut kiri atas gawang Maskur. Upaya mendambah daya gedor dilakukan Suharto dengan memasukkan Rinaldo dan Almiro Valadares.

Gol tambahan PSMS akhirnya terjadi menit 67. Rinaldo yang lolos dari jebakan offside mengelabui Maskur dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Tertinggal dua gol, PSAP mencoba bangkit. Menit 70, PSAP mengancam lewat Pondra. Namun tendangan volinya melebar. Begitupula dengan usaha Sayuti yang melakukan tembakan spekulasi.

Usaha terakhir dilakukan Moussa yang melewati tiga pemain PSMS. Meski terjatuh di daerah terlarang, wasit tidak menunjuk titik putih. Asisten Manajer PSAP, M Yusuf, menilai laga berjalan sangat baik.

"Namun saya menyayangkan kepemimpinan wasit. Salah satunya ketika Moussa Troure seharusnya mendapatkan penalti. Tapi, saya akui PSMS bermain baik dan absennya Osas Saha membuat permainan kami sedikit menurun," ujarnya.

Hiburan ‘freestyle’ alihkan perhatian penonton

MEDAN - Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan,Ada pemandangan berbeda pada laga kandang terakhir PSMS Medan kontra PSAP Sigli tadi malam di Stadion Teladan Medan. Usai jeda babak pertama, sekelompok cewek berseragam menampilkan aksi cheerleaders di tengah lapangan. Di sisi lain, sekelompok pria menampilkan aksi free style dengan bola di pinggir lapangan.

Hiburan itu merupakan gawean kelompok suporter SMeCK Hooligan. Selain untuk menghibur penonton, terobosan itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian penonton saat jeda babak pertama. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan. Insiden saat duel PSMS dan Persiraja tak ingin kembali terjadi.

"Waktu saat jeda itu kosong. Jadi kita manfaatkan dengan adanya hiburan. Dengan itu penonton akan terhibur dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan tim tamu seperti pelemparan," ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.

Menurut Nata, hiburan ini juga ingin menunjukkan kreativitas SMeCK. "SMeCK selalu ingin berkarya dan berkreativitas. Jadi kita ingin tunjukkan itu," ujarnya.

Keinginan SMeCK ini sebelumnya harus mendapat persetujuan panpel dan komisi pertandingan. Pasalnya hiburan seperti ini sangat jarang dilakukan pada pertandingan sepakbola. Benar saja, meski sempat bertanya-tanya para penonton terfokus pada hiburan berdurasi hampir 15 menit ini.

Sorakan-sorakan terdengar dari tribun tertutup maupun sisi tribun terbuka. Usai atraksi tepuk tangan pun bergemuruh menandakan penonton cukup terhibur. Tak ada lemparan-lemparan botol mineral seperti saat duel dengan Persiraja beberapa waktu lalu

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Tangerang Wolves 3-1

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, menuntaskan tekadnya untuk memetik poin penuh di kandang melawan tamunya, Tangerang Wolves dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI). Para pemainnya menunjukkan keperkasaan dengan menyikat Tangerang Wolves dengan skor telak 3-1 meskipun kemenangan tersebut ternoda dengan terjadinya kericuhan antar pemain diakhir laga.

Gol tuan rumah dicetak Cosmin Vansea (19’ dan 89’) dan Gaston Salasiwa (54’). Satu gol balasan Serigala Benteng dilesakkan Wallace Rodrigues da Silva (32’).

Laga seru papan bawah ini mewarnai pekan ke-15 Liga Primer Indonesia (LPI) yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (16/4) mulai pukul 19.00 WIB. Kemenangan kandang ini membuat riuh SMeCK Hooligan, pendukung setia Bintang Medan, yang sepanjang pertandingan terus menyanyi menyemangati timnya. Pertandingan dipimpin wasit Goran asal Serbia.

Sejak awal, tim tuan rumah langsung bermain menyerang dengan tusukan tajam dari duet penyerang Cosmin Vansea dan Yoseph Ostanika. Kedua striker Soldier Kinantan – begitu julukan Bintang Medan – mendapat dukungan penuh dari gelandang serang Indo-Holland, Gaston Salasiwa, maupun pemain serba bisa asal Australia, Steve Pantelidis. Tim tamu juga membalas dengan motor serangan dua penyerangnya, Wallace dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Permainan babak pertama berakhir imbang, setelah masing-masing mencetak satu gol. Gol Bintang Medan dicetak pemain asal Serbia, Cosmin Vansea, pada menit ke-19. Tiga belas menit kemudian, Tangerang Wolves membalasnya melalui gol Wallace Rodrigues da Silva.

Memasuki babak kedua, kendali permainan dikuasai tuan rumah, yang memang tak mau dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Tekad menang ini bertuah dengan tambahan gol dari gelandang Gaston Salasiwa pada menit ke-54. Serigala Benteng makin terseok dengan bobolnya gawang mereka untuk ketiga kalinya, berkat gol kedua striker jangkung, Cosmin Vansea, pada menit ke-89.

Skor telak 3-1 bagi Soldier Kinantan tak bergeming hingga wasit Goran meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan yang berlangsung dalam cuaca cerah itu. Namun sayang, diakhir laga tersebut sempat terjadi kericuhan antar pemain kedua kubu. Kericuhan berawal ketika Kurniawan dipukul pemain tuan rumah sehingga membuat kubu Tangerang Wolves berusaha membalas perbuatan tersebut.

Ditempat terpisah, asisten pelatih Tangerang Wolves Deca Dos Santo sebenarnya telah mengingatkan agar para pemainnya mewaspadai Cosmin Vansea.

”Ternyata setelah berhadapan di lapangan, mereka malah lupa menjaganya. Akhirnya, Cosmin malah menambah gol pada menit-menit akhir,” tukas Deca usai pertandingan seperti yang dilansir halaman resmi Liga Primer Indonesia.

Menurut pria asal Brasil ini, pada babak pertama Wallace dan kawan-kawan masih dapat mengimbangi permainan taktis Bintang Medan.

“Namun, konsentrasi pemain buyar pada babak kedua membuat gawang kami kebobolan hingga dua kali,” keluh Deca Dos Santos.

Dityo Pramono menyambut gembira kemenangan Bintang Medan.

“Kami bersyukur berhasil memenangkan pertandingan di kandang, setelah sebelumnya hanya bisa seri atau kalah. Semoga hasil positif ini terus berlanjut pada pertandingan berikutnya,” ujar CEO Bintang Medan yang menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI itu.

Raihan tiga poin bagi Bintang Medan membuat mereka bisa bernafas sedikit lega. Kini poinnya menjadi 15, untuk sementara sama dengan Solo FC yang menduduki peringkat 11 pada klasemen sementara LPI. Juga berhasil melewati raihan 14 poin Minang Kabau FC. Tapi, kedua kesebelasan itu baru bertanding besok dalam laga tandang melawan Bali Devata dan Medan Chiefs.

Sedangkan bagi Tangerang Wolves, kekalahan ini menahan mereka beranjak dari papan bawah. Meski satu peringkat lebih baik, poin mereka sama dengan peringkat ke-16, Real Mataram, yaitu 10 poin. Namun, Real Mataram dan Manado United yang berada satu peringkat di bawahnya, dapat menyalip Tangerang Wolves jika keduanya mampu mengalahkan lawan-lawannya besok sore. (medanchiefs.com)

Tuesday, March 15, 2011

PSMS Kalahkan Pro Titan 2-1

PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya menambah raihan tiga angka setelah mengalahkan Pro Titan FC 2-1 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2011-2011 di Stadion Teladan Medan Senin.

PSMS lebih dulu tertinggal setelah pemain asing Pro Titan, Mario Costas menjebol gawang PSMS yang dijaga kiper Andi Setiawan, memanfaatkan umpan Ansyari Lubis dari sepak pojok.

Tendangan Ansyari yang mengarah ke mulut gawang PSMS, disambar Mario Costas melalui tandukannya tanpa dapat diantisipasi oleh pemain-pemain belakang PSMS, hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Pro Titan.

Ketinggalan satu gol, membuat anak-anak PSMS mencoba untuk membalas dengan lebih banyak melakukan umpan-umpan lambung langsung ke kotak penalti lawan yang diiringi dengan tendangan-tendangan spekulasi ke mulut gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja.

Permainan tersebut membuahkan hasil bagi PSMS. Di menit ke-33, Faisal Azmi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah bola hasil tendangannya dari tengah lapangan gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.

Berhasil menyamakan kedudukan, pemain PSMS semakin semangat dan terus melakukan tekanan ke barisan pertahanan Pro Titan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun akibat kurang tenang.

Pada babak kedua, PSMS yang sejak awal memang bertekad meraih tiga angka, demi mengamankan posisi di papan atas klasemen, terus berusaha melakukan tekanan. Di menit 61, PSMS mendapat hadiah penalti setelah kapten Pro Titan Suyatni menyentuh bola di kotak terlarang.

Wasit Juhardi Setiana dari Bandung langsung menunjuk titik putih untuk PSMS, meski sempat mendapat protes dari pemain-pemain Pro Titan. Gaston yang dipercaya mengeksekusi, dengan tenang menjebloskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang, mengecoh Mukti Ali yang telah bergerak kekanan.

Kedudukan 2-1 untuk PSMS ini bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit.

Asisten manager PSMS Medan Benny Tomasoa usai pertandingan mengatakan timnya memang menang dari Pro Titan, namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Buktinya mereka harus kebobolan terlebih dahulu.

"Permainan Pro Titan luar biasa kali ini, kami nyaris kalah, sebelum akhirnya kita dapat dapat membalikkan keadaan," katanya.

Asisten pelatih Pro Titan, Yahya Yusworo, menanggapi kekalahan timnya mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengimbangi permainan anak-anak PSMS Medan yang memiliki semangat juang tinggi.

"Babak pertama, kami dapat mengimbangi permainan meraka, bahkan kita unggul terlebih dahulu. Namun di babak kedua, kami justru lebih banyak ditekan. namun begitupun, kita tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," katanya. (antara)

Thursday, March 10, 2011

Menang lagi

MEDAN - Gol tunggal Vagner Luiz memastikan tiga poin penuh untuk PSMS Medan saat bentrok dengan PSLS Lhokseumawe tadi malam di Stadion Teladan. Hasil ini melanjutkan tren positif tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir.

Pada laga tersebut, PSMS kembali menggeber skema 4-2-3-1 dengan mengandalkan Gaston Castano sebagai tombak tunggal. Perubahan terlihat di lini tengah dengan tampilnya Tri Yudha dan M Affan Lubis sebagai starter. Keduanya menemani Almiro, Donny F Siregar dan Alfian Habibi di lini kedua.

Enam menit laga berjalan, Gaston langsung mengancam gawang PSMS setelah mendapat bola di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah dan mudah diantisipasi Aly, kiper lawan. Sembilan menit kembali mengancam namun kali ini tendangan volinya melambung jauh.

Asyik menyerang, PSMS justru dikejutkan dengan serangan balik tim tamu. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang tipis di atas mistar gawang PSMS. Kerasnya laga membuahkan kartu kuning untuk Ari Yuganda (PSMS) dan Salomon Koube (PSLS).

Di menit 35, Gaston meneruskan umpan ke Alfian Habibi namun tandukannya terlalu lemah. Semenit kemudian gantian Laskar Pasee-julukan PSLS yang mengancam lagi-lagi lewat Zulkarnain. Publik Teladan akhirnya bersorak gembira di menit 38. Vagner Luiz memecah kebuntuan setelah meneruskan umpan tendangan sudut Affan Lubis.

Sebelum turun minum Suharto menambah strikernya denganmemasukkan Rinaldo menggantikan Tri Yudha. Skor tak berubah hingga istirahat paruh waktu. Babak kedua dibuka dengan tendangan bebas Gaston yang masih menyamping. Selanjutnya PSMS terus berupaya memperbesar keunggulan dengan variasi serangan cepat dan umpan jauh.

Menit 55, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Ari Yuganda menerima kartu kuning kedua karena dinilai menyikut Carlos Raul. Keputusan ini sempat memicu protes PSMS namun wasit tak bergeming.

Di menit 65, giliran PSLS yang bermain dengan 10 orang. Kali ini Salomon Koube yang diusir karena menerima kartu kuning kedua usai mengasari Rinaldo. Wasit Novari Ihsan pun menjadi sasaran amuk para pemain PSLS yang tidak menerima keputusan tersebut. Namun pihak keamanan sigap mengamankannya.

Menjelang berakhirnya Carlos Raul mengancam setelah mendapatkan bola di kotak penalti. Namun Andi Setiawan tampil sigap dengan memblok tendangan pemain asal Argentina itu. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

"Secara psikologis kita nggak ada masalah. Tapi kita akui PSLS itu tim tangguh.

Dengan tiga pemain asingnya PSLS terliaht berbeda. Sedikit ada koodinasi yang kacau di lini belakang. Tapi itu biasa dalam sepakbola," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sementara itu, Pelatih PSLS Imran Juned mengakui timnya kurang beruntung. "Kita memang bertahan dulu di babak pertama. Baru kita menyerang di babak kedua. Ada enam peluang yang saya catat mengancam. Saya pikir dewi fortuna memang kurang berpihak. Tuan rumah memang pantas menang," ujarnya.

Tuesday, March 1, 2011

Almiro dan Donny beri warna baru

MEDAN - Meski hanya hasil imbang, PSMS Medan bersukacita menyambut laga yang berakhir 1-1 kontra Persita Tangerang di Stadion Benteng tadi sore. Pasalnya, stadion tersebut terkenal tidak ramah bagi PSMS sejak 1996. Selain itu, sejak awal PSMS hanya menargetkan satu poin.

"Target mencuri satu poin di Tangerang berhasil. Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Apalagi, dari tahun 1996, PSMS tidak pernah menang saat menjadi tamu Persita," ujar Manajer PSMS Idris SE didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa yang turut menyaksikan pertandingan.

Sementara itu, Pelatih PSMS Suharto mengaku pencapaian ini merupakan hasil yang cukup baik untuk menjaga atmosfer dalam timnya. "Syukur bisa seri. Hasil menurut kami bisa meningkatkan moral pemain di laga selanjutnya." sebut Suharto.

Satu hal yang patut disoroti kehadiran dua gelandang anyar Almiro De Souza Valadares dan Donny F Siregar turut andil atas pencapaian tersebut. Betapa tidak, kontribusi kedua pemain tersebut terbukti cukup baik di lini tengah.

Padahal pengesahan keduanya terjadi di menit-menit jelang kickoff. Yang paling menegangkan proses pengesahan Almiro terjadi 10 menit jelang kickoff. Kepastian diperoleh Manajer PSMS setelah lebih dulu menelpon CEO PT LI, Joko Driyono.

Untungnya Suharto mendaftarkan Almiro dalam daftar pemain cadangannya. Pemain asal Brazil ini pun turun menggantikan Ade Chandra. "Memang kami sangat berharap dia main. Dari latihan yang kami buat, dia cukup impresif," ungkap Suharto.

Aksi Almiro memaksa Tema Mursadat, kiper Persita melakukan blunder yang sukses dimanfaatkan Mahadi menjadi gol. Sementara pengesahan Donny datang lebih awal. Sama-sama di hari jelang pertandingan, Donny memperoleh pengesahannya lewat faksimili yang dikirimkan PT LI ke Kantor Sekretariat PSMS sekitar pukul 11.30 WIB yang langsung diteruskan ke faksimili Hotel Permata Bandara Tangerang, tempat tim PSMS menginap.

Gol Mahadi selamatkan PSMS

Target PSMS Medan mencuri poin di Tangerang sukses direalisasikan di Stadion Benteng Tangerang tadi sore. Melawan tuan rumah Persita dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS bermain imbang 1-1.

Kali ini, Mahadi Rais tampil sebagai pemain pengganti sekaligus pahlawan Ayam Kinantan lewat golnya di menit 64. Sebelumnya, Persita lebih dulu unggul lewat eksekusi penalti Agus Salim di menit 30.

Meski tampil sebagai tim tamu, PSMS menampilkan permainan yang tak kalah ngotot dari tuan rumah. Diperkuat pemain teranyarnya Donny Siregar dan Almiro Valadares, Pelatih PSMS Suharto menempatkan lima gelandang untuk mendukung Gaston Castano sebagai striker tunggal.

PSMS langsung mengancam saat laga berjalan tiga menit. Donny Siregar merangsek ke kotak penalti dan menanduk umpan silang dari kapten PSMS M Affan Lubis. Namun Tema Mursadat yang tampil di bawah mistar La Viola masih mampu mengamankan bola. Semenit berselang, tuan rumah mengancam lewat tandukan Cristian Carasco yang masih mampu ditepis Andi Setiawan.

Selanjutnya, kedua tim bergantian mencoba membangun serangan namun belum ada serangan yang terorganisasi dengan baik hingga bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Di menit 29, Agus Salim melakukan penetrasi di kotak penalti yang terpaksa dihentikan Vagner Luis dengan tekel keras. Malang bagi PSMS karena wasit menunjuk titik putih dan Agus sukses mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut.

Vagner mencoba menebus kesalahannya saat mendapat kesempatan tendangan bebas di menit 36 namun tendangannya masih melenceng. Guna meningkatkan daya dobrak tim, Suharto memasukkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Affan Lubis yang terus menerus mendapat perlakuan kasar dari lawan.

Sayang, perjuangan PSMS semakin berat setelah Gaston Castano diganjar kartu merah oleh wasit Hadi Suroso. Emosi Gaston memuncak karena disikut Firdaus yang juga sempat dibalas kekasih aktris Julia Perez itu. Sang pengadil pun turut mengusir Firdaus keluar lapangan.

Ayam Kinantan akhirnya sukses menyamakan kedudukan di menit 64. Berawal dari umpan silang Faisal Azmi yang ditanduk Almiro, bola lepas dari tangkapan kiper yang berbenturan dengan bek Persita Luis Edmundo. Bola liar langsung disambar Mahadi hingga skor berubah 1-1.

Monday, February 28, 2011

Sudah Menduga Bakal Diuntungkan Wasit 3 Persipasi v PSMS 2

PSMS kalah tipis melawan Persipasi Bekasi pada lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (25/2). Tim berjuluk Ayama Kinantan itu takluk dengan skor 3-2 melalui Emalue Serge (33’), Mansyur (59’) dan Stepgen Nagbe Mennoh lewat titik penalti menit di menit 60. Sedangkan bagi PSMS tercipta melalui Rahmat di menit ke 23 dan striker mudanya Mahadi Rais di menit ke 46.

Di laga itu PSMS sempat unggul melalui Rahmat lewat sundulan di menit 23. Kemudian ditambah dengan Mahadi Rais di menit ke 46.
Suharto, arsitek PSMS memprotes kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan lawan.Padahal PSMS berhasil tampil bagus pada laga itu.

“Sebenarnya sangat malas mengomentari wasit. Tapi boleh tanya pada teman yang lihat pertandingan itu, wasit memang memimimpin dengan sangat buruk,” kata Suharto.
“Perjuangan pemain dan pelatih selama ini rusak oleh kepemimpinan pengadil yang tidak berlaku adil pada tim kami,” sambung prajurit TNI AD itu.

Maka itu, Suharto meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia (LI)

harus segera melakukan tindakan prilaku tidak profesional wasit. “Oknum wasit nakal harus dihukum. Kinerja wasit seharusnya dipantau pihak netral atau komdis secara langsung agar tidak buat tim yang bertandang rugi,” tambahnya.

Pelatih Persipasi Bekasi, Warta Kusuma mensyukuri kemenangan itu. Namun ketika ditanya soal buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suharya. “Yang penting menang, tidak perlu berkomentarlah,” katanya.

Laga itu awalnya berlangsung baik. PSMS bisa mengimbangi Persipasi lewat sentuhan satu-dua yang terorganisasi. Bahkan PSMS sempat membuka skor lewat sundulan bek, Rahmat setelah memanfaatkan sepak pojok kapten tim, Affan Lubis. Gol ini membuat kaget tuan rumah.

Kepemimpinan berat sebelah ala wasit Ahmad Suharya mulai terasa. Tak lama, Persipasi bisa membalas gol lewat sontekan pemain anyar mereka, Emalue Serge di menit 33 juga lewat sundulan yang memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS masih trengginas. Hanya satu menit setelah kick off babak kedua, Gaston Castano berhasil menguasai bola dan menggiringnya sebelum memberi umpan manis ke arah koleganya di lini depan, Mahadi Rais. Umpan di kotak penalti itu bisa dimanfaatkan pemain muda ini untuk mencetak gol perdananya musim ini. Skor berbalik 1-2 untuk PSMS.

Setelah itu, PSMS memang agak bertahan. Namun tekanan plus bantuan wasit atas tuan rumah membuat PSMS kalang kabut. Pada menit 59, striker lokal Persipasi, Mansyur memberi kontribusi golnya. Skor imbang 2-2. Setelahnya wasit kembali mengulah. Dan inilah ulah yang paling diprotes kubu PSMS.

Satu menit setelah gol Mansyur, wasit mengambil keputusan yang sangat tidak bisa diterima kubu Ayam Kinantan. Adalah Putra Habibi bek PSMS yang dianggap menjegal lawan di kotak penalti, padahal dari kesaksian di lapangan dan tindakan asisten wasit, Putra berhasil mencuri bola dari kaki Stephen Mennoh-gelandang Persipasi dengan bersih. Namun Mennoh lihai dan pura-pura terjatuh dan berteriak keras. Diving itu sukses, mendengar Mennoh berteriak, wasit langsung menunjuk titik putih. Mennoh sendiri yang mengeksekusi penalti itu dan masuk. Skor akhirnya berbalik 3-2 untuk kemengan tuan rumah.

Berbeda dengan pelatih kepala tuan rumah Warta Kesuma yang enggan berkomentar, asistennya Ega Raka Galih menilai PSMS merupakan lawan yang paling susah dikalahkan musim ini.
“Dari 13 laga yang telah kami lalui, PSMS merupakan lawan terberat kami. 30 menit awal kami tidak bisa mengembangkan permainan.” Sebutnya. (ful)

Persita vs PSMS : Misi Sulit

MEDAN-PSMS akan kembali melakoni laga away di putaran kedua ini. Kali ini lawan yang bakal menantang adalah Persita Tangerang, di Stadion Benteng Senin (28/2) sore. Kekalahan menyakitkna 3-2 atas Persipasi tiga hari sebelumnya harus dilupakan.

Tentu saja laga melawan Persita bukan perkara muda. Ini misi sulit yang harus dilewati Affan Lubis dkk. Apalagi target empat angka yang dicanangkan sebelum tur Bekas-Tangerang sudah pupus berkat kekalahan di markas Persipasi.

Namun begitu, asa meraih angka di kandang Persita jadi pelipur lara. “Target awal kami bisa mencuri poin di Bekasi. Menghadapi Persita pasti akan lebih sulit,” ujar Suharto, arsitek klub berjuluk Ayam Kinantan itu kemarin.
Satu-satunya yang menguntungkan PSMS pada laga ini adalah keputusan ANTV selaku pemegang hak siar Divisi Utama, untuk menayangkan laga ini secara langsung. Nah, kalau disiarkan live beginin
maka kualitas pengadil alias wasit bisa dicermati dengan baik.

Selama ini, soal nonteknis memang jadi sorotan utama PSMS. Mereka kerap merasa dizholimi jika main di luar kandang.

Namun begitu, tambahan skuad PSMS di awal putaran kedua ini memberikan sedikit aura positif. Setidaknya barisan belakang dan lini tengah PSMS jadi lebih kokoh dengan kehadiran Novianto dan Ade Chandra Kirana.
Lini tengah bahkan akan semakin hebat jika gelandang pekerja keras Doni F Siregar bisa diturunkan sore ini. Ya, kemarin seluruh dokumen mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut sudah diserahkan ke PT Liga Indonesia yang kemungkinan sudah akan disahkan hari ini.

Sayangnya gelandang impor baru PSMS, Almiro Valadares masih diragukan bisa tampil karena pengesahan dari otoritas sepakbola di Myanmar, negara eks klubnya Manaw Myay belum mengesahkan surat kepindahannya (ITC).
“Saya tetap yakin dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki anak-anak. Semua pemain fit. Kekuatan kami akan lebih komplet dengan kembalinya Ari Yuganda dan masuknya Doni yang mungkin sudah bisa bermain. Kalaupun tidak, kami juga sudah menyiapkan antisipasinya. Mudah-mudahan pemain bisa fokus di pertandingan,” papar Suharto.

Diprediksi, Suharto akan menurunkan Gaston Castano dengan Mahadi Rais atau Rinaldo di lini depan. Di tengah, nama Ade Chandra Kirana, Alfian Habibi, Faisal Azmi dan M Affan Lubis disiapkan. Untuk barisan belakang, Vagner Luis akan bersama Putra Habibi dan tetap mengandalkan Novianto di sektor sayap kiri dan Rahmad di sayap kanan.
Sementara itu, Asisten Manajer Persita Tangerang Pari Minarso mengaku, tampil di hadapan pendukung sendiri, Persita diyakini bisa meraih kemenangan untuk membalaskan kekalahan di Stadion Teladan pada putaran pertama lalu. “Tentunya target kami sapu bersih saat main di kandang. Pemain akan tampil sepenuh hati,” tukasnya.
Tapi dia juga mengaku, kekuatan PSMS yang ada saat ini harus diwaspadai. Dengan hadirnya Almiro dan Doni F Siregar, PSMS tidak akan mudah dijinakkan. “Dengan kekuatan tambahan yang ada, tentunya PSMS sudah lebih bagus. Persita harus ekstra keras mencari celah untuk mencuri gol,” katanya. (ful)

Friday, February 18, 2011

PSMS Terancam tak Ikut Copa

PT Liga Indonesia (LI) belum juga becus mengurusi soal jadwal pertandingan liga. Salah satu contoh adalah jadwal babak 32 besar Copa Indonesia 2011 yang kembali direvisi.

Sayang, jadwal baru yang akan dikeluarkan belum diketahui pasti. Tak tertutup kemungkinan, klub peserta Copa Indonesia juga akan berubah. Dan PSMS bisa jadi tak ikut kalau gagal bertahan di posisi lima besar hingga akhir musim.

Sebelumnya, peserta Copa Indonesia itu direkrut dari 15 tim liga super, lima besar tim yang finish di tiap grup Divisi Utama pada putaran pertama dan dua tim dari Divisi I yang merupakan juara dan runner-up. Namun belakangan diwacanakan, lima besar tim dari tiga grup Divisi Utama di akhir kompetisi yang akan menjadi peserta. Nah, kalau gagal finish lima besar, maka PSMS tidak jadi berlaga di kompetisi tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) PT LI Joko Driyono yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya belum memutuskan jadwal Piala Indonesia bergulir. Kendati dia menyatakan, tetap 15 tim peserta Divisi Utama yang akan ambil bagian. “Piala Indonesia belum diputuskan waktunya. Tetap lima terbaik dari tiap grup yang diambil dari Divisi Utama,” ujarnya.

Joko juga mengatakan, belum jelasnya jadwal membuat pihaknya masih mempertimbangkan tim Divisi Utama yang ikut di Copa Indonesia bisa jadi berubah. “Kalau jadwalnya nanti di akhir April, 15 tim Divisi Utama yang lolos di putaran satu yang diambil. Kalau di akhir Mei, 15 tim yang lolos lima besar di putaran kedua,” jelas Joko.

Sebelumnya, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko mengatakan, babak 32 besar Piala Indonesia akan digelar mulai 9 April hingga 21 April mendatang.

Pertimbangan ini baru kali pertama terjadi sejak sejak bergulirnya Copa Indonesia tahun 2003 lalu. PT LI selalu menetapkan tim Divisi Utama peserta Copa Indonesia diambil dari tim yang berhasil meraih peringkat empat besar di akhir putaran pertama. Namun, dipengaruhi tiga klub yang mundur dari liga super seperti PSM Makasar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro, kuota Divisi Utama mengalami penambahan.

Namun kali ini, PT LI terkesan tidak tegas. Dengan alasan perubahan jadwal, PT LI tidak dapat dipungkiri membuat was-was tim yang saat ini mengalami euforia karena merasa lolos ke putaran 32 besar Piala Indonesia seperti PSMS.

Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memprotes keras wacana tersebut. PT LI harusnya tidak merusak euforiapencinta sepak bola di Medan dengan rencana tersebut. (ful)

Jakarta 1928 Ingin Poin Penuh dari Bintang Meda

CEO Jakarta 1928, Hadi Basalamah, merasa bingung dengan capaian tim kebanggaan warga ibu kota itu. Terlebih lagi dengan hasil imbang 2-2 di kandang sendiri melawan Cendrawasih Papua pekan lalu. Menurutnya, pada laga lawan Bintang Medan pekan ini, permainan Jakarta 1928 harus lebih baik.

“Saya katakan kepada pelatih untuk melakukan evaluasi. Para pemain tampak demam panggung dan sering melakukan kesalahan yang tak semestinya terjadi. Saya sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu,” kata Hadi, Kamis (17/2).

Ia pun mereview kesalahan yang dilakukan kiper Iswan Karim yang mengakibatkan terciptanya gol pertama Cendrawasih Papua lalu. “Aneh kenapa bola bisa lepas dari kiper dan langsung dimanfaatkan lawan menciptakan gol,” paparnya.

Sama halnya dengan gol kedua yang tak diantisipasi dengan baik oleh pemain Jakarta 1928, Hadi pun mengritik permainan anak asuh pelatih Bambang Nurdiansyah saat itu. “Sektor kiri terlalu banyak memainkan bola lambung yang memperlambat tempo permainan. Parahnya lagi kiper lawan tubuhnya tinggi sehingga bola lambung dengan mudah ditangkap,” keluhnya.

Ia mengingatkan agar semua kesalahan sebelumnya tak terulang di stadin Teladan, markas Bintang Medan. Meski bermain di kandang lawan, Hadi menargetkan kemenangan bagi timnya agar bisa meraup tiga poin. “Kita harus pulang dengan kemenangan karena sudah tiga kali main semuanya hanya seri. Dari tiga pertandingan poin kita baru tiga,” sesalnya.

Kepada pelatih, ia mengatakan ada yang salah dengan tim yang setiap bermain selalu menguasai pertandingan. Penyelesaian akhir yang kurang baik menjadi sorotan utamanya. “Waktu lawan Cendrawasih kita juga sangat mendominasi makanya sangat memiriskan kalau hasilnya imbang,” tandasnya. (sto/jpnn)

Monday, February 14, 2011

Liga Primer Indonesia Derby Medan Berakhir Imbang

Pertandingan antara dua tim sekota alias derby Sumatera Utara, Medan Chiefs melawan Bintang Medan FC berakhir dengan hasil akhir 1-1. Partai derby perdana di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 ini berlangsung di kandang Medan Chiefs, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Minggu (13/2/2011) sore tadi.

Sejak menit pertama, kedua tim langsung bermain menyerang. Duet striker Medan Chiefs Abdoel Hadi Laakkad dan Abdul Madjid langsung membahayakan gawang Decky Ardian, kiper Bintang Medan dengan serangan-serangan sporadis. Namun, usaha mereka untuk menjebol gawang lawan masih belum membuahkan hasil.

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner sendiri terlihat lebih memilih menjaga bola di lini tengah dengan menempatkan lima gelandang. Di depan, hanya Cosmin Vansea yang dipasang sebagai stiker tunggal, dengan disokong oleh gelandang asal Korea Selatan, Ahn Hyo-yeon sebagai second striker di belakangnya.

Namun, memasuki menit 31, akhirnya Madjid berhasil menyarangkan bola di gawang Decky melalui sundulan kepalanya dari jarak sekitar lima meter. Peluang tersebut tercipta dari umpan lambung menyilang dari pemain blasteran Dane Brard kepada Laakkad, yang diteruskan ke Madjid. Skor pun berubah menjadi 1-0, dan bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Feichtenbeiner mengubah taktik permainan dengan memasukkan penyerang Yoseph Ostanika mendampingi Cosmin di lini depan. Sedangkan pemain anyarnya asal Portugal terlihat Bintang Medan pun mulai memperlihatkan serangannya, sedangkan tuan rumah Medan Chiefs justru mengendurkan serangan.

Di menit 71, aroma panas partai derby ini mulai terasa. Pertandingan sempat terhenti akibat kedua tim saling bersitegang di area kotak penalti Bintang Medan. Kejadian ini bermula saat pelatih fisik Medan Chiefs Joseph berteriak keras kepada tiga pemain penggantinya di belakang gawang Bintang Medan. Hal ini diprotes bek Bintang Medan Dody kerena menggangu konsentrasi pemain.

Saat pertandingan tersisa 10 menit lagi, akhirnya perubahan taktik yang dilakukan Feichtenbeiner pun menuai hasil. Gelandang Bintang Medan Paharuddin menerima umpan mendatar dari Cosmin. Pemain bernomor punggung itupun langsung menceploskan bola ke sisi kiri gawang Medan Chief yang dikawal M Halim. Kedudukan berhasil disamakan 1-1, dan tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.

Usai pertandingan, Pelatih Medan Chiefs Jorg Peter mengakui timnya mengalami penurunan di babak kedua. "Babak pertama kita bermain agresif. Tapi, di babak kedua para pemain mulai menurun meski tetap membuat peluang," ungkap pria berkebangsaan Jerman itu kepada para wartawan.

Sebaliknya kubu Bintang Medan justru menganggap babak kedua sebagai momentum perubahan permainan mereka. "Babak pertama, pertahanan kita banyak kesalahan. Tapi di babak kedua kita bisa bermain lebih baik," pungkas Feichtenbeiner. Pria yang juga berasal dari Jerman itu mengaku cukup gembira dengan hasil seri ini.

Sementara itu, Feichtenbeiner sama sekali tidak memberikan keterangan kenapa kedua pemain asing mereka yang baru dikontrak belum juga diturunkan menjadi andalan timnya. Gelandang sayap keturunan Indonesia-Belanda Gaston Salasiwa hanya sempat bermain beberapa menit di babak kedua. Sedangkan, Gustavo "Guti" Ribeiro asal Portugal sama sekali belum diturunkan pada partai ini. (adela eka putra marza/okezone)

Saturday, February 12, 2011

PSMS Depak Kurniawan Dwi Yulianto

Desas-desus pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto dari skuad PSMS Medan akhirnya terbukti. Striker yang pernah menjadi andalan Tim Nasional itu didepak bersama tiga pemain lainnya.

Kepastian pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto itu diungkapkan langsung Sekretaris Umum PSMS, Idris kepada Serambi, Kamis (10/2). Keputusan itu, menurutnya, merupakan hasil rapat antarpengurus untuk menentukan skuad menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. “Ini bukan keputusan pribadi saya, tapi hasil rapat seluruh pengurus dan staf pelatih,” kata idris.

Idris tidak bersedia menyebutkan alasan pemecatan pemain jebolan Primavera itu. Yang jelas, kata dia, saat ini PSMS sedang membidik penyerang dari klub peserta ISL (Liga Super Indonesia-red) untuk menggantikan posisi Kurniawan. Satu nama yang sudah pasti digaet PSMS ialah Doni F Siregar dari Persiba Balikpapan. “Ada dua lagi yang sedang kami pantau, kalau memang sesuai dengan kebutuhan klub, pasti kami perjuangkan,” tandasnya.

Kurniawan ternyata bukan satu-satunya pemain yang dieliminasi dari skuad ‘Ayam Kinantan’. Yang agak mengejutkan, manajemen juga membuang Jose Sebastian Vasquez. Padahal gelandang serang asal Argentina itu telah menjadi idola pendukung PSMS. Dua nama lainnya ialah Azwan Lubis dan Hary Syahputra.

Isu yang beredar di Kebun Bunga —markas PSMS— Kurniawan akan mengikat kontrak dengan klub peserta Liga Primer Indonesia, Tangerang Wolves. Konon disebutkan kalau PSMS bakal mendapat Rp 500 juta dari transaksi penyerang berjuluk ‘Si Kurus’ itu. (serambinews)

Tuesday, February 8, 2011

Asal-usul bangsa batak


Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak

Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Sebagian orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).

Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli .
Sub suku Batak adalah: Suku Batak Silindung , Suku Batak Samosir , Suku Batak Humbang ,Suku Batak Toba .
Suku-suku lain yang dinyatakan masuk dalam suku bangsa Batak, yaitu: Karo di Kabupaten Karo , Mandailing di Mandailing Natal , Angkola di Tapanuli Selatan , Padang Lawas (Padang Bolak) di Padang Lawas , Pakpak di Dairi, Pakpak Bharat , Simalungun di Kabupaten Simalungun .

WILAYAH BERMUKIM :
Dalam tata pemerintahan Republik Indonesia yang mengikuti tata pemerintahan Kolonial Belanda, setiap sub suku berdiam dalam satu kedemangan yang kemudian dirubah menjadi kabupaten setelah Indonesia merdeka.
Sub suku Batak Toba berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi : Balige, Laguboti, Porsea, serta Ajibata (berbatasan dengan Parapat) Nahumaliangna.
Sub suku Batak Samosir berdiam di Kabupaten Samosir yang wilayahnya meliputi : Tele, Baneara, Pulau Samosir, Nahumaliangna.
Sub suku Batak Humbang berdiam di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara bagian utara yang wilayahnya meliputi : Dolok Sanggul, Siborongborong, Lintongnihuta, serta Parlilitan Nahumaliangna.
Sub suku Batak Silindung berdiam di Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya meliputi Tarutung, Sipoholon, Pahae, Nahumaliangna.
Suku Batak pun saat ini telah banyak tersebar ke seluruh daerah Indonesia bahkan ke luar negeri .
Diluar negeri ada yang berwiraswasta , kuliah , dll . (bahkan ada juga yang jadi TKI manang TKW . . he ..he..he) .

KEPERCAYAAN :
Batak telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame, Tarutung. Sekarang ini gereja HKBP ada dimana-mana di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba).Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Natolu .

Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:
Tondi
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
Sahala
Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
Begu
Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

Beberapa begu yang ditakuti oleh orang Batak, yaitu:
Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.

Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama Kristen, dan berpendidikan tinggi. Namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.
Contoh : Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat bahwa boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.

TAROMBO :
Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu).
Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga .

FALSAFAH BATAK :
Secara umum, suku Batak memiliki falsafah adat Dalihan Natolu paopat Sihal yakni Somba Marhulahula (hormat pada pihak keluarga ibu/istri), Elek Marboru (ramah pada keluarga saudara perempuan) dan Manat Mardongan Tubu (kompak dalam hubungan semarga) , Dan Sihal yaitu ; Dame martetangga jala ringkot mar ale ale (kompak Dalam kehidupan sehari-hari) , falsafah ini dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan orang Batak (Samosir , Silindung , Humbang , Toba).

BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .


BATAK PADA ERA MODERN :
Sejarah Batak modern dipengaruhi oleh dua agama Samawi yakni Islam dan Kristen. Islam makin kuat pengaruhnya pada saat Perang Padri, melalui aktivitas dakwah yang dilakukan para da'i dari dari negeri Minang. Perluasan penyebaran agama Islam juga pernah memasuki hingga ke daerah Tapanuli Utara dibawah pimpinan Tuanku Rao dari Sumatera Barat, namun tidak begitu berhasil. Islam lebih berkembang di kalangan Mandailing, Padang Lawas, dan sebagian Angkola.
Agama Kristen baru berpengaruh di kalangan Angkola dan Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) setelah beberapa kali misi Kristen yang dikirimkan mengalami kegagalan. Misionaris yang paling berhasil adalah I.L. Nommensen yang melanjutkan tugas pendahulunya menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Ketika itu, masyarakat Batak yang berada di sekitar Tapanuli, khususnya Tarutung, diberi pengajaran baca tulis, keahlian bertukang untuk kaum pria dan keahlian menjahit serta urusan rumah tangga bagi kaum ibu. Pelatihan dan pengajaran ini kemudian berkembang hingga akhirnya berdiri sekolah dasar dan sekolah keahlian di beberapa wilayah di Tapanuli. Nommensen dan penyebar agama lainnya juga berperan besar dalam pembangunan dua rumah sakit yang ada saat ini, RS Umum Tarutung dan RS HKBP Balige, yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Sementara itu, perkembangan pendidikan formal juga terus berlanjut hingga dibukanya sebuah perguruan tinggi bernama Universitas HKBP I.L. Nommensen (UHN) tahun 1954. Universitas ini menjadi universitas swasta pertama yang ada di Sumatra Utara dan awalnya hanya terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Theologia.

Persita Ancam Bunuh Pemain PSMS

Kemenangan PSMS atas Persita kemarin malam ternyata masih berbuntut. Pihak Persita bahkan sempat mengutarakan akan membalas PSMS di markas Persita pada putaran kedua nanti. Pembalasan itu sendiri diutarakan dengan kata-kata ancaman pembunuhan kepada pemain PSMS.

Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.

Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.

Monday, February 7, 2011

Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Manado United 3-0

Bintang Medan berhasil mengalahkan Manado United 3-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Teladan Medan, Minggu (6/2). Gol Bintang Medan diciptakan Syamsul Bahri di menit ke-83, Ruslan Samuel menit ke-86, dan Heri Ihsanto menit ke-91.

Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.

Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.

Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.

Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.

Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.

Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.

Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.

Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang

Saturday, February 5, 2011

PSMS Kalahkan Persita 2-1

SMS Medan kembali memetik angka penuh di kandang setelah mengalahkan tamunya Persita Tengerang 2-1 (1-1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan Medan, Jumat malam.

Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.

Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.

Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.

Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.

Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.

Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.

Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.

Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.

Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.

"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.

Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.

"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Rap-rap La Viola

Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.

PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.

Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.

Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.

Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.

Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.

Bintang Medan v Manado United

Bintang Medan dan Manado United akan adu kekuatan di stadion Teladan, Medan, Minggu (6/2) besok. Menariknya, kedua klub baru yang bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI) ini sama-sama buta kekuatan lawan. Kedua kubu pun tak berani memasang target muluk-muluk dipasang kedua kubu.

CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan bahwa yang terpenting anak asuhnya main bagus dulu. "Urusan kalah menang itu belakangan. Yang utama adalah bermain maksimal dan mempersembahkan sepakbola yang cantik dan menghibur dengan menjunjung tinggi profesionalitas dulu," kata Dityo melalui ponsel, Jumat (4/2).

Meski bermain di kandang sendiri, ia sepertinya belum yakin anak-anak Bintang bisa menang. "Tentu saja kami menginginkan tiga poin, tapi seperti apa hasilnya lihat saja di lapangan nanti," paparnya.

Menurutnya, pelatih dan pemainnya baru akan meraba-raba kekuatan lawan. "Kita sama lah, Manado juga seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya pelatih Manado United, Muhammad Alhaddad, juga mengaku buta dengan kekuatan lawan. Ia mengaku hanya memasang target seri dari pertandingan tandang di ke Medan itu. "Tapi kalau bisa menang Alhamdulillah," ujarnya.

Sementara kejadian yak diinginkan terjadi saat tim kebanggaan warga Manado itu akan pergi latihan ke lapangan AURI, Medan, Sumut. Jumat (4/2) sore, bus yang ditumpangi pemain dan offisial tim menuju tempat latihan mogok karena kehabisan bensin.

Kejadian itu terjadi di ruas jalan yang tak jauh dari Hotel Grand Antares, tempat tim ini menginap sejak tiba Jumat (4/2) pagi. Sontak saja hal itu membuat keasl para pemain yang memburu waktu untuk latihan sebelum malam. Pasalnya, Minggu (6/2) nanti Manado United mesti menghadapi Bintang Medan di stadion Teladann Medan.

Sejumlah pemain bahkan sempat berkelakar, kejadian itu sengaja diatur agar tak bisa latihan. "Kalau begini bisa-bisa kita tak jadi latihan," kata Bogey Santoso, salah seorang pemain Manado United. "Mestinya sopir isi bensinnya dulu kalau mau jalan. Kalau begini kita bisa tak latihan," katanya.

Untung saja tak lama kemudian bus tersebut bisa jalan lagi setelah diisi bensin. Beruntung busnya mogok tepat di depan SPBU hingga tak terlalu jauh mencari bensin

Friday, February 4, 2011

PSMS berpeluang tembus tiga besar

Persaingan di Grup I Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 semakin ketat. Ambisi menembus Liga Super Indonesia (LSI) membuat para klub peserta habis-habisan menjelang berakhirnya putaran pertama. Tak terkecuali PSMS Medan yang bertekad menembus posisi empat besar sebelum jeda kompetisi.

Kemenangan atas Persipasi 2-1, Senin (31/1) lalu membuat Ayam Kinantan kini bercokol di posisi enam klasemen sementara. Koleksi 17 angka diraih dari 11 laga yang dilakoni dengan mengantongi lima kemenangan, dua hasil imbang dan empat kekalahan, PSMS kini berselisih satu angka dengan Persipasi yang menghuni posisi lima.

Sementara itu, calon lawan PSMS besok, Persita Tangerang, kini melorot satu peringkat ke posisi tiga klasemen menyusul kekalahan mengejutkan dari Pro Titan, Selasa (1/2) lalu. Selisih angka Persita dan PSMS hanya dua angka. Koleksi poin yang sama dengan Persih yang menghuni peringkat empat.

Artinya, tim asuhan Suharto berpeluang merebut posisi tiga besar. Syaratnya tentu memenangkan pertarungan besok malam kontra Persita. Tambahan tiga angka akan membuat raihan poin PSMS bertambah menjadi 20 angka. Syarat lainnya Persih dijungkalkan Persikabo di Bogor dan Persipasi ditahan Pro Titan.

“Jika kita menang atas Persita, posisi empat besar di tangan. Poin kita akan melampaui Persita satu poin. Bahkan jika Persih kalah di Bogor menghadapi Persikabo dan Pro Titan mampu menahan Persipasi, kita berpeluang merebut posisi tiga,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, di Mess Kebun Bunga, tadi malam.

Posisi tiga besar tentu akan membuat PSMS mendapat jatah ke Piala Indonesia yang belum ditetapkan kapan bergulir. “Posisi tiga akan membuat posisi kita aman untuk tiket ke Piala Indonesia. Meskipun belum ada ketetapan terbaru berapa tim dari Divisi Utama yang lolos ke Piala Indonesia karena mundurnya beberapa klub ISL,” ujar Benny.

Namun pria berdarah Ambon ini berharap Kurniawan cs fokus untuk memenangkan laga kontra Persita. “Yang terpenting, kita bisa meraih kemenangan dulu besok. Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Baru kita bisa lega,” ujar eks kiper PSMS Junior era 1980-an ini.

Pengurus dan Manajemen juga telah menyiapkan bonus kepada pemain jika mampu memenangkan pertandingan. Sebelumnya para pemain telah menerima bonus kemenangan dengan total 25 juta atas kemenangan dari Pro Titan dan Persipasi.

“Kita harapkan anak-anak semakin bersemangat dengan bonus. Bukan dilihat dari besarnya tapi bentuk perhatian yang kita berikan kepada mereka,” tukas Benny.

Ujian pamungkas Kinantan menang?

Ujian terakhir di putaran pertama akan dilakoni PSMS kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan. Laga ini merupakan laga pamungkas yang diprediksi cukup menyulitkan Ayam Kinantan. Namun tak ada pilihan lain selain mempersembahkan tiga poin untuk publik Medan.

Poin penuh sangat dibutuhkan agar PSMS bisa menembus zona empat besar klasemen sementara Grup I. PSMS saat ini terpaut dua angka dari Persita dan Persih di posisi tiga dan empat. Dan tertinggal satu poin dari Persipasi yang bertengger di posisi enam tepat di atas PSMS.

PSMS sedang dalam kondisi siap tempur. Baik mental maupun teknis, Gaston Castano cs sedang top form. Kemenangan atas Persipasi 2-1 membuat kepercayaan diri skuad asuhan Suharto ini meningkat drastis. PSMS tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.

“Kondisi pemain sangat kondusif. Saya baru mendatangi pemain satu per satu ke kamarnya tadi (kemarin), berbincang. Terlihat jelas mereka sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan besok,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi sore di Mess Kebun Bunga.

Seluruh pemain pun siap diturunkan. Jose Sebastian sudah kembali dari akumulasi kartu dan siap kembali memimpin barisan tengah memasok umpan-umpan matang untuk para striker. Kurniawan juga sepertinya akan kembali mendapat kepercayaan setelah dua striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais belum mencetak gol. Duetnya dengan striker tersubur PSMS, Gaston Castano siap membahayakan gawang Persita.

Kabar gembira, Rahmad yang sebelumnya diragukan tampil karena kondisi kesehatan yang tidak fit. “Pemain seluruhnya bisa tampil. Rahmad juga sudah ikut latihan tadi pagi (kemarin). Pemain yang terkena akumulasi juga tidak ada,” tambah Benny.

Persita memang bukan lawan enteng. Meski kalah mengejutkan dari Pro Titan di laga sebelumnya, bukan berarti Pendekar Cisadane mudah ditakhlukkan. PSMS pun siap tampil habis-habisan. Arsitek PSMS Suharto juga menyatakan tekad yang sama. Dukungan penuh masyarakat Medan diharapkan Suharto bisa melipatkan semangat anak asuhnya.

“Tentu saja harapan kami, tim bisa meraih poin penuh di kandang. Semua pemain siap, tidak ada masalah untuk tampil besok. Pastinya Kami butuh doa dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan doa tersebut bisa mewujudkan harapan kami,” tukas Suharto.

Di lain pihak, tim tamu tak mau sesumbar. Lewat Asisten Manajer Persita Pari Minarso, tim ini hanya menargetkan satu angka. Luka kekalahan dari Pro Titan coba dilupakan. Persita akan mengandalkan Cristian Carrasco yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu.

Eks bomber PSMS ini diyakini cukup membahayakan pertahanan PSMS. Sedangkan Tema Mursadat yang sebelumnya membuat blunder akan tetap dipercaya mengawal mistar.

"Carasco sudah bisa turun, sedangkan Tema akan tetap turun sebagai starter. Kejadian sebelumnya hanya ketidakberuntungannya," tambahnya.

Wednesday, February 2, 2011

Gaston cs harus jaga kondisi

Euforia kemenangan atas Persipasi Bekasi 2-1 di Stadion Teladan Medan jangan terlalu larut. Masih ada ujian selanjutnya kontra Persita Tangerang pada Jumat (4/2) mendatang yang harus dituntaskan dengan hasil yang sama, yakni kemenangan.

Usai diliburkan sehari, Affan Lubis dkk akan kembali menjalani sesi latihan pada Rabu (2/2) pagi. Hal itu untuk pemulihan stamina pemain agar tidak menderita keletihan pada laga mendatang.

“Iya tim kita masih memulihkan stamina hingga besok kita kembali berlatih," kata Asisten Pelatih Edi Syahputra baru-baru ini.

Ya, laga krusial kontra Persipasi itu memang cukup menguras tenaga. Meskipun diakhiri dengan hasil yang manis. Untuk itu dalam waktu tersisa dua hari jelang laga, Edy berharap stamina pemain segera pulih.

“Semoga saja dengan adanya sedikitnya waktu ini. Tim PSMS Medan bisa dimaksimalkan dengan memulihkan stamina para pemain,” harap Edi.

Eks Pelatih Medan Jaya ini juga mengharapkan kepada pemainya supaya bisa menjaga kondisi. “Saya percaya semua pemain yang ada di PSMS sudah profesional dengan menjaga kondisinya karena pertandingan ini harus kita maksimalkan,” pungkas Edi.

Sementara PSMS semakin percaya diri akan bisa melumat Persita. Kemenangan Pro Titan atas calon lawan PSMS itu 2-1 tadi sore disambut positif PSMS. Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa menuturkan, kemenangan Pro Titan membuat peluang PSMS meringsek ke papan atas klasemen sementara cukup terbuka.

“Selamat kepada Pro Titan, saudara sesama tim Divisi Utama asal Medan. Dengan kemenangan itu, PSMS semakin berpeluang ke papan atas klasemen. Mudah-mudahan kemenangan Pro Titan bisa menambah motivasi menghadapi Persipasi nanti. PSMS juga mudah- mudahan juga bisa menang menghadapi Persita Jumat (4/2) nanti,” ungkap Benny.

Kurniawan tergusur dari PSMS?

Laga kontra Persipasi Bekasi Senin lalu menyisakan pertanyaan bagi para penggemar PSMS. Pasalnya Striker anyarnya Kurniawan Dwi Yulianto kembali diparkir di bench pemain tanpa semenit pun diturunkan.

Pada laga yang dimenangkan PSMS 2-1 itu, Pelatih PSMS Suharto lebih mempercayakan lini depannya kepada striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais. Pada laga itu, Rinaldo tampil cukup baik. Meskipun belum satupun gol berhasil diceploskan eks striker PSLS Lhokseumawe ini.

Beberapa kali ia mengancam gawang lawan lewat tandukan dan akselerasinya. Asisst matangnya kepada Zulkarnaen juga menjadi salah satu aksi terbaiknya. Sementara itu, Mahadi Rais yang dimasukkan di babak kedua tidak banyak memberikan perubahan.

Mahadi tidak banyak membuat kesempatan dan hanya berlari kesana kemari tanpa menerima bola. Sebelumnya Mahadi juga dipercaya tampil di dua laga tandang kontra PSSB Bireuen dan PSLS. "Di Aceh, Mahadi tampil luar biasa. Mungkin ia gugup main di hadapan penonton yang banyak di Medan," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Lalu tergusurkah posisi Kurniawan? Bukan kali ini saja si Kurus dicadangkan. Di Bireuen hanya 30 menit ia merumput. Bahkan di Lhokseumawe mantan striker timnas ini tak diturunkan sama sekali. Sejak Suharto menangani tim, rotasi pemain memang kerap terjadi. Beberapa pemain yang sebelumnya tak mendapat kesempatan tampil kini dipercaya sebagai starter. Dan pemain langganan starter seperti Kurniawan tentu tergusur jika terus menerus tampil di bawah form. "Itu hanya bagian dari strategi pelatih. Tidak ada masalah," tukas Benny.

Namun bisa saja Kurniawan gerah jika terus tidak mendapat tempat. Kemungkinan hengkang di putaran kedua pun terbuka. Apalagi beberapa klub Liga Primer Indonesia (LPI) terang-terangan meminati striker yang pernah merumput di Sampdoria Primavera ini.

Menang, pemain diguyur bonus

Kemenangan 2-1 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin malam sangat disyukuri PSMS. Pasalnya PSMS sangat membutuhkan tambahan angka untuk menjaga peluang menembus kembali Liga Super Indonesia.

Atas jerih payah pemain Pengurus PSMS akan mengguyurkan bonus sebesar Rp15
juta. Kabar gembira itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa usai laga di Stadion Teladan.

"Seperti kita janjikan sebelum pertandingan, para pemain akan menerima bonus sebesar 15 juta," ujarnya.

Tambahan tiga poin ini sesuai dengan target untuk dua laga terakhir. Satu laga tersisa lainnya di putaran pertama akan dilakoni pada 4 Februari mendatang kontra Persita. "Kita bersyukur bisa menang karena kita tahu Persipasi itu tim yang tangguh. Anak-anak telah bersusah payah dan kita berikan bonus sebagai buah kerja keras mereka," tukasnya.

Bonus mulai rajin diberikan manajemen menjelang akhir putaran pertama ini. Sebelumnya para pemain juga menerima bonus atas kemenangan Rp10 juta dari Persires beberapa waktu lalu.

"Target kita dua kemenangan untuk dua laga terakhir di putaran pertama. Kita harapkan dapat menambah semangat anak-anak agar bisa meraih hasil yang juga baik," ujarnya.

Tuesday, February 1, 2011

PSMS MENANG LAGI

MEDAN - Misi PSMS Medan membalas sakit hati atas Persipasi Bekasi sukses digenggam. Tadi malam di Stadion Teladan, Gaston Castano cs meraih poin penuh usai menekuk tim asal Bekasi itu 2-1. Kemenangan ini juga menjaga peluang PSMS untuk meraup 20 poin di putaran pertama.

Sejak awal PSMS yang tampil dengan skema 4-4-2 langsung tampil menyerang. Peluang pertama diperoleh PSMS lewat tandukan Vagner Luis memanfaatkan tendangan sudut Affan. Namun tandukannya masih melenceng di atas mistar gawang. Menit keenam, aksi Gaston Castano yang mendapatkan bola di kotak penalti dijatuhkan penjaga gawang Persipasi, Bayu Cahyo.

Wasit menunjuk titik putih dan Gaston yang tampil sebagai eksekutor sukses menaklukkan Bayu di menit ketujuh. Menit 13, umpan Gaston langsung disambut tendangan first time Alfian Habibi namun tendangannya masih melenceng.

Semenit kemudian, Zulkarnaen yang mendapat umpan terobosan dari Rinaldo gagal memaksimalkan peluang. Tendangannya terlalu lemah dan mampu diamankan Bayu. Tandukan Rinaldo di menit 18 memanfaatkan umpan silang Habibi mengarah tipis di sisi kanan gawang Bayu.

Selanjutnya, PSMS terus mendominasinya jalannya laga. Tim asuhan Suharto ini coba bermain tenang dan memainkan aliran bola dari kaki ke kaki sembari melihat celah. Benar saja, gol tambahan lahir di menit 28 lewat kaki M Affan Lubis.

Berawal dari tandukan Vagner yang memantul mistar bola liar di depan gawang diteruskan Affan Lubis. Satu menit kemudian tendangan jarak jauh Gaston kembali mengancam gawang. Keasyikan menyerang, pertahanan pun rawan. Persipasi memperkecil ketinggalan di menit 35 setelah kemelut di depan gawang PSMS dimanfaatkan Mansur.

Suharto mencoba meningkatkan daya dobrak tim dengan memasukkan Mahadi Rais, Azuan Lubis dan Tri Yudha Handoko. Namun tidak banyak peluang yang tercipta. Zulkarnaen sempat mengancam dengan tendangan spekulasinya, namun belum berhasil menambah gol dan laga berakhir 2-1 untuk PSMS.

Kemenangan pun disambut suka cita kubu PSMS. Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan sangat menyukuri kemenangan ini. "Para pemain terbebani karena target harus menang. Karena itu banyak peluang yang gagal dimaksimalkan, tapi kita bersyukur bisa menang," tukasnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persipasi Ega Galih mengatakan tidak berhasil keluar dari tekanan lawan di 25 menit awal. "PSMS cukup pintar dengan memanfaatkan permainan cepat di laga awal. Kita juga tidak biasa main malam dan beberapa pemain terpancing emosi," tukasnya.

Monday, January 31, 2011

PSMS wajib revans

Balas dendam menjadi tajuk pertarungan PSMS Medan kontra Persipasi Bekasi Senin sore ini di Stadion Teladan Medan. Pasalnya musim lalu, Ayam Kinantan dua kali dipecundangi baik di kandang maupun di laga away.

Luka akibat kekalahan musim lalu tentu masih membekas di hati para punggawa tim. Di Bekasi, PSMS dipecundangi 3-1. Harapan untuk revans di Teladan juga harus pupus setelah PSMS kembali menyerah 1-2. Untuk itu pada laga kali ini PSMS tak boleh gagal lagi.

Selain faktor gengsi, The Killer-julukan lain PSMS- juga membutuhkan tambahan poin
untuk memperpanjang nafas dalam perburuan tiket ke ISL. "Sebagai tuan rumah kita tentu berharap bisa memetik poin penuh. Demi menjaga peluang ke ISL. Anak-anak akan berjuang maksimal," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.

Disadari Benny hal itu tentu tidak akan mudah. Persipasi diakui merupakan tim yang kuat dan sulit ditaklukkan. Kekalahan musim lalu merupakan bukti sahih. "Persipasi memang tin yang tangguh dan sulit ditundukkan. Tapi kita harus optimis dengan dukungan penuh masyarakat
Medan kita akan raih poin penuh," tukas Pria asal Ambon itu.

Keyakinan yang sama dilontarkan Pelatih PSMS, Suharto. "Musim lalu berbeda dengan musim ini. Kekuatan masih sama fifty-fifty. Tapi apapun ceritanya kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk menang," ujar pemain PSMS di era akhir 80-an dan awal 90-an ini.

Untuk skema permainan Suharto akan kembali memasang formasi 4-4-2. Andi Setiawan semakin kokoh di bawah mistar tanpa sekalipun kebobolan di empat laga. Putra Habibi dan Vagner didampingi dua wing Ari Yuganda serta Rahmat akan membentengi Andi. Kehilangan Jose Sebastian di tengah akan ditutupi dengan peran Tri Yudha atau Alfian Habibi. Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Affan ditugaskan menguatkan lini kedua.

Untuk posisi striker, Suharto bisa jadi kembali membuat kejutan. Saat menghadapi PSLS pekan lalu, ia mencadangkan Kurniawan dan lebih memilih Rinaldo mendampingi Gaston di depan. Si Kurus malah sama sekali tak tampil karena Suharto memilih memasukkan Mahadi Rais saat Rinaldo tampil kurang optimal. "Intinya saya selalu tekankan akan menurunkan pemain yang paling siap," tukas Suharto.

Sementara di kubu lawan, Persipasi tak kalah optimis. Tim asuhan Warta Kesuma ini cukup yakin bisa membawa pulang angka. Bahkan penghuni posisi lima klasemen sementara ini berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton.

"Kita akan berusaha meraih hasil terbaik tentunya dengan permainan yang enak ditonton," tukas Sektim, Suherman.

Persipasi akan mengandalkan trio asing Roberto Kwarteh, Adebayor dan Stepen Mennoh untuk menjungkalkan lawan. "Secara keseluruhan tim kita siap sepenuhnya," tambahnya.

Liga Primer Indonesia Real Mataram Atasi Bintang Medan

Real Mataram berhasil melibas Bintang Medan 3-1 dalam pertandingan ke-25 musim 2011 Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1/2011) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Real Mataram selaku tuan rumah unggul setelah sempat bermain alot pada babak pertama.

Pada babak pertama, kedua kesebelasan bermain relatif imbang sehingga permaian terlihat sangat alot. Penempatan bola keduanya pun tak jauh beda. Real Mataram berhasil menempatkan bola sebanyak 55 kali sedangkan Bintang Medan sebanyak 45 kali.

Bahkan, pada babak pertama menit ke-17, Real Mataram sempat kebobolan satu gol hasil tendangan pemain depan Bintang Medan, Yoseph Ostanika. Pemain bernomor punggung 10 ini berhasil menyarangk an bola setelah mendapat umpan serangan balik dari rekannya Cosmin Van Sea.

Namun demikian, pada menit ke-37 gawang Bintang Medan jebol setelah pemain depan Real Mataram, Fernando Soler berhasil memanfaatkan tendangan bebas tidak langsung dari Eko Prastio dan Eko Wijayanto. Posisi keduanya pun kemudian berimbang 1:1.

Pada babak kedua, kepercayaan diri kesebelasan tuan rumah, Real Matara m semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan gol kedua pada menit ke-31 yang kembali dipersembahkan oleh Fernando Soler.

Gol kedua bagi Real Mataram ini tercipta dari kombinasi umpan cerdik Zaenal Abidin. Setelah berhasil mempersembahkan dua gol, pelatih Real Mataram, J Bsualdo akhirnya menarik Fernando Soler ke luar lapangan dan menggantikannya dengan pemain bernomor punggung 29, Gatot Nurmansyah.

Hanya berselang tujuh menit, Real Mataram kembali melibas Bintang Medan dengan gol yang disarangkan Eko Prastio W, pemain bernomor punggung 25. Pada babak kedua menit ke-38, Eko berhasil memanfaatkan serangan balik dengan cepat dan menyarangkan tendangannya ke gawang kiper Bintang Medan, Decky Ardian.

Meski pertandingan sempat berlangsung alot, secara umum, laga antara Real Mataram dan Bintang Medang berlangsung sportif dan lancar. Sebanyak tiga kartu kuning diberikan wasit M Ahyar. Satu kartu kuning kepada pemain Real Mataram, Nandri Eka dan dua kartu kuning kepada pemain Bintang Medan, Amine Kanoun dan Merdyanto Welong.

Pelatih Bintang Medan, Michael F mengakui permainan Real Mataram lebih bagus dan unggul. Ia juga memuji lapangan tempat berlangsungnya pertandingan yang bagus.

Sementara itu, Pelatih Real Mataram J Basualdo mengatakan, tim asuhannya sempat lemah pada lini belakang. Karena itu, pada babak pertama gawang Real Mataram berhasil dijebol Bintang Medan.

"Pelan-pelan, tim kami langsung mengejar ketinggalan dan akhirnya kami berhasil unggul dengan tiga gol," ujarnya

Friday, January 28, 2011

Kinantan yakin sapu bersih

EDAN - Dua laga sisa di putaran pertama kontra Persipasi Bekasi (31 Januari) dan Persita Tangerang (4 Februari) menjadi fokus PSMS untuk dimenangkan.

Tak ada alasan lain selain mengejar posisi empat besar di klasemen akhir agar dapat melaju ke babak selanjutnya. Peluang untuk menyapu bersih dua laga itu pun terbuka lebar. Selain mental pemain yang cukup baik, kekuatan tim PSMS juga saat ini lebih baik.

“Di samping kami belum tahu kekuatan lawan seperti apa, calon lawan juga tidak mengetahui kekuatan kami seperti apa. Dengan bermain di Stadion Teladan juga, pemain akan lebih termotivasi. Tapi tetap, kami mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Medan untuk PSMS,” pungkas Pelatih PSMS, Suharto, tadi sore.

Untuk mewujudkan target itu Suharto akan mempersolid timnya. Rasa optimis tinggi tentu juga harus dibarengi dengan kondisi teknis yang mendukung. “Kepercayaan diri pemain lebih baik dengan hasil imbang di dua laga sebelumnya. Yang jelas, di waktu yang tersisa ini, kami akan membenahi finishing sekaligus memperbaiki lini pertahanan,” tambahnya.

Harapan yang sama dilontarkan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. “Di dua laga terakhir nanti, tentunya kami berharap bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar kesempatan kami naik ke papan atas klasemen sementara, kesempatan itu saya rasa masih terbuka,” ujar Benny.

Benny yakin dengan bermain di Teladan, PSMS akan mampu mempersembahkan kemenangan meskipun tim yang dihadapi cukup tangguh.

“Kenapa kami targetkan enam poin? PSMS bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Teladan, siapaun lawannya, kemungkinan menang jelas lebih terbuka dibanding dengan laga tandang, ” sebutnya lagi.

Menurutnya, dengan raihan hasil 20 poin, upaya PSMS untuk meraih tiket promosi ke Liga Super akan semakin terbuka. Baru di putaran kedua, PSMS akan bisa leluasa melakukan kalkulasi untuk memperbesar peluang meraih target di akhir musim, Liga Super.

“Kalau target 20 ponin terpenuhi, jelas kita akan bisa lebih leluasa menatap putaran kedua. Saya yakin atmosfer positif yang saat ini berada pada pemain akan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka menghadapi dua laga terakhir nanti,” sebut pengusaha ekspor-impor itu.

PSMS tutup Putaran I dengan 20 poin?

MEDAN - Asa menembus kembali ke Liga Super Indonesia masih terus ditiupkan PSMS Medan. Sudah 10 laga dilakoni Kurniawan Dwi Yulianto cs dan bertengger di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dan Ayam Kinantan hanya punya dua laga sisa kontra Persipasi Bekasi dan Persita Tangerang untuk menyelesaikan putaran pertama.

Peluang besar dimiliki skuad asuhan Suharto ini karena dua laga terakhir, PSMS bermain di Stadion Teladan. Stadion yang angker bagi tim tamu. Hanya sekali PSMS terjungkal di tangan Persih Tembilahan. Selebihnyaberakhir dengan kemenangan yang keseluruhannya merupakan jumlah kemenangan PSMS sampai saat ini yakni empat kali.

Untuk itu, dua laga terakhir harus dimaksimalkan dengan raihan poin penuh. Jika kedua laga PSMS bisa melakukan sapu bersih, maka putaran pertama akan ditutup The Killer dengan 20 poin. Mampukah skuad hijau mencapai target terakhir ini?

Menurut Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, hal itu bukan mustahil. Syaratnya, para pemain harus lebih bertanggung jawab memainkan peranannya masing-masing. Menurutnya, kondisi kondusif yang dibangun semenjak kehadiran Suharto diharapkan bisa membuat seluruh punggawa lebih konsentrasi pada pertandingan berikutnya.

“Itu artinya, dua laga terakhir putaran (pertama) ini, tim harus bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar peluang lolos ke Liga Super. Dengan 20 poin di putaran pertama, hitungan-hitungan di putaran kedua bisa lebih jelas. Jadi kami harap pemain lebih konsentrasi,” ujar Benny kepada Waspada Online, tadi malam.

Apalagi, hasil di dua pertandingan tersebut menurutnya akan menentukan nasib pemain di putaran kedua nanti. PSMS akan melakuka evaluasi terhadap pemain. “Di putaran kedua, jelas akan ada evaluasi untuk pemain. Jadi kami minta kesungguhan pemain. Ini bukan ancaman tapi imbauan agar bisa lebih maksimal,” ungkap pria berdarah Ambon itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya di putaran kedua, PSMS akan menambah pemain untuk memperkuat tim yang ada. Kabarnya seorang gelandang asal klub Superliga tengah diincar.

Sementara itu, PSMS tetap bertekad mempertahankan rekor bagus di kandang musim ini (empat kali menang, sekali kalah), Satu hal yang menjadi perhatian Pelatih Suharto adalah sektor pertahanan. Meski PSMS mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, koordinasi antar pemain belakang masih kerap membahayakan gawang sendiri.

“Saya tidak mau menyalahkan pemain secara perorangan, karena di dalam sepakbola, mempertahankan daerah sendiri dari ancaman musuh menjadi tanggung jawab semua pemain. Yang jelas, ada evaluasi atas buruknya koordinasi di lini belakang,” ungkapnya lagi.

Namun bukan berarti lini lain tidak dievaluasi. Dikatakan, sektor tengah dan depan juga tidak optimal dalam dua laga terakhir. Para penggedor lini kedua dinilai kurang memberikan suplai bola ke depan yang berujung kebuntuan.

“Ya, kami mengakui lini tengah juga kurang kontribusi. Jadi, lini tengah dan depan juga akan dievaluasi di sisi waktu ini,” beber Suharto.

Bintang Medan Rekrut Pemain Korsel

Mantan pemain tim nasional Korea Selatan (Korsel), Ahn Hyo Yean, bergabung dengan klub sepak bola Bintang Medan FC untuk memperkuat klub tersebut berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (27/1/2011), mengatakan, menjelang batas tempo transfer pemain di LPI akhir Januari 2011 ini, Bintang Medan FC telah mengontrak mantan pemain timnas Korsel, Ahn Hyo Yean.

Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan pemain gelandang serang itu untuk mengisi posisi penyerang di barisan depan Bintang Medan. Dengan demikian, daya gedor tim tersebut diharapkan akan lebih meningkat lagi menghadapi lawan-lawan yang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Dia memang jago di tengah, khususnya untuk menyerang dari kiri ataupun kanan. Tapi, saya mau pakai dia sebagai striker di tim saya," kata mantan pelatih Stuttgart ini.

Selain mengontrak Ahn Hyo-Yeon yang sebelumnya sempat bergabung di Persela Lamongan, pelatih asal Jerman itu juga sempat mendatangkan Daniel untuk diuji kualifikasinya. Namun, akhirnya ia dipulangkan karena alasan posisi taktis.

"Saya sedang melihat kemungkinan pemain deep midfielder yang biasa bermain dari belakang," ujarnya.

Mengenai kesiapan Bintang Medan untuk laga keduanya melawan Real Mataram di Yogyakarta, Minggu (30/1/ 2011), menurut Feichtenbeiner, timnya siap dan yakin bermain semaksimal mungkin.

"Kami berharap dapat meraih kemenangan selanjutnya dengan skuad terbaik kami," katanya.

Sebelumnya, Bintang Medan telah memiliki dua pemain asing, yakni Amine Kamoun dari Tunisia dan Cosmin Vanesa dari Rumania. Kedua pemain asing ini juga telah membuktikan kontribusi yang cukup besar ketika Bintang Medan menaklukkan Aceh United 1-0, Sabtu (22/1/2011) di Stadion Teladan Medan. (antara)

Wednesday, January 26, 2011

PSMS beruntung miliki Andi Setiawan

PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh usai bermain imbang tanpa gol menghadapi PSLS di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe tadi sore. Hasil imbang ini menjadi kedua kali setelah sebelumnya ditahan PSSB Bireuen. Tur ke tanah Aceh kali ini PSMS membawa pulang dua poin.

Pada laga tad sore, Pelatih PSMS, Suharto kembali memasang strategi berbeda. Kali ini bukan Kurniawan yang tampil berduet dengan Gaston Castano. Namun striker muda, Rinaldo yang untuk pertama kali tampil sebagai starter. Keduanya didukung Jose Sebastian, Zulkarnaen dan Affan Lubis sebagai penyuplai bola.

Gempuran PSMS dimulai sejak menit-menit awal. Belum genap satu menit Rinaldo mendapatkan peluang. Berawal dari tendangan bebas Jose Sebastian, striker berusia 25 tahun itu mendapatkan peluang di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Ali yang berdiri di bawah mistar.

Di menit 20, gantian tuan rumah yang mengancam gawang lawan. Salah pengertian antara Putra Habibi dan Ari Yuganda berbuah blunder yang hampir dimanfaatkan Taufik Hamid. Namun tendangannya melenceng di atas gawang Andi Setiawan. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS kembali tampil dengan pola serangan dari kaki ke kaki. Sementara tim lawan yang letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal
Bandung.

Top skor sementara PSMS, Gaston beraksi di menit 62. Namun tandukan striker Argentina itu masih tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian ketegangan terjadi antara bek PSMS, Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis gerah dan mendorong Rahmad menyusul tekel keras eks pemain Persiraja itu. Laga dilanjutkan setelah keduanya mereda.

Rinaldo yang gagal mencetak gol pada duel reuninya digantikan Suharto dengan Mahadi Rais. Namun pergantian tidak banyak menciptakan perubahan. Sebaliknya justru tuan rumah hampir saja menciptakan gol menit ke 71 ketika striker tuan rumah Anton Irawan tinggal berhadapan dengan kiper Andi Setiawan. Namun Andi melakukan aksi heroik dengan
menepis tendangan Anton. Hingga laga berakhir skor tetap imbang tanpa gol.

“Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Pelatih PSLS, Imran.
(dat04/wol)