Desas-desus pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto dari skuad PSMS Medan akhirnya terbukti. Striker yang pernah menjadi andalan Tim Nasional itu didepak bersama tiga pemain lainnya.
Kepastian pemecatan Kurniawan Dwi Yulianto itu diungkapkan langsung Sekretaris Umum PSMS, Idris kepada Serambi, Kamis (10/2). Keputusan itu, menurutnya, merupakan hasil rapat antarpengurus untuk menentukan skuad menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. “Ini bukan keputusan pribadi saya, tapi hasil rapat seluruh pengurus dan staf pelatih,” kata idris.
Idris tidak bersedia menyebutkan alasan pemecatan pemain jebolan Primavera itu. Yang jelas, kata dia, saat ini PSMS sedang membidik penyerang dari klub peserta ISL (Liga Super Indonesia-red) untuk menggantikan posisi Kurniawan. Satu nama yang sudah pasti digaet PSMS ialah Doni F Siregar dari Persiba Balikpapan. “Ada dua lagi yang sedang kami pantau, kalau memang sesuai dengan kebutuhan klub, pasti kami perjuangkan,” tandasnya.
Kurniawan ternyata bukan satu-satunya pemain yang dieliminasi dari skuad ‘Ayam Kinantan’. Yang agak mengejutkan, manajemen juga membuang Jose Sebastian Vasquez. Padahal gelandang serang asal Argentina itu telah menjadi idola pendukung PSMS. Dua nama lainnya ialah Azwan Lubis dan Hary Syahputra.
Isu yang beredar di Kebun Bunga —markas PSMS— Kurniawan akan mengikat kontrak dengan klub peserta Liga Primer Indonesia, Tangerang Wolves. Konon disebutkan kalau PSMS bakal mendapat Rp 500 juta dari transaksi penyerang berjuluk ‘Si Kurus’ itu. (serambinews)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, February 12, 2011
Tuesday, February 8, 2011
Asal-usul bangsa batak

Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak
Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Sebagian orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).
Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli .
Sub suku Batak adalah: Suku Batak Silindung , Suku Batak Samosir , Suku Batak Humbang ,Suku Batak Toba .
Suku-suku lain yang dinyatakan masuk dalam suku bangsa Batak, yaitu: Karo di Kabupaten Karo , Mandailing di Mandailing Natal , Angkola di Tapanuli Selatan , Padang Lawas (Padang Bolak) di Padang Lawas , Pakpak di Dairi, Pakpak Bharat , Simalungun di Kabupaten Simalungun .
WILAYAH BERMUKIM :
Dalam tata pemerintahan Republik Indonesia yang mengikuti tata pemerintahan Kolonial Belanda, setiap sub suku berdiam dalam satu kedemangan yang kemudian dirubah menjadi kabupaten setelah Indonesia merdeka.
Sub suku Batak Toba berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi : Balige, Laguboti, Porsea, serta Ajibata (berbatasan dengan Parapat) Nahumaliangna.
Sub suku Batak Samosir berdiam di Kabupaten Samosir yang wilayahnya meliputi : Tele, Baneara, Pulau Samosir, Nahumaliangna.
Sub suku Batak Humbang berdiam di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara bagian utara yang wilayahnya meliputi : Dolok Sanggul, Siborongborong, Lintongnihuta, serta Parlilitan Nahumaliangna.
Sub suku Batak Silindung berdiam di Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya meliputi Tarutung, Sipoholon, Pahae, Nahumaliangna.
Suku Batak pun saat ini telah banyak tersebar ke seluruh daerah Indonesia bahkan ke luar negeri .
Diluar negeri ada yang berwiraswasta , kuliah , dll . (bahkan ada juga yang jadi TKI manang TKW . . he ..he..he) .
KEPERCAYAAN :
Batak telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame, Tarutung. Sekarang ini gereja HKBP ada dimana-mana di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba).Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Natolu .
Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:
Tondi
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
Sahala
Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
Begu
Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.
Beberapa begu yang ditakuti oleh orang Batak, yaitu:
Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.
Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama Kristen, dan berpendidikan tinggi. Namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.
Contoh : Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat bahwa boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.
TAROMBO :
Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu).
Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga .
FALSAFAH BATAK :
Secara umum, suku Batak memiliki falsafah adat Dalihan Natolu paopat Sihal yakni Somba Marhulahula (hormat pada pihak keluarga ibu/istri), Elek Marboru (ramah pada keluarga saudara perempuan) dan Manat Mardongan Tubu (kompak dalam hubungan semarga) , Dan Sihal yaitu ; Dame martetangga jala ringkot mar ale ale (kompak Dalam kehidupan sehari-hari) , falsafah ini dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan orang Batak (Samosir , Silindung , Humbang , Toba).
BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .
BATAK PADA ERA MODERN :
Sejarah Batak modern dipengaruhi oleh dua agama Samawi yakni Islam dan Kristen. Islam makin kuat pengaruhnya pada saat Perang Padri, melalui aktivitas dakwah yang dilakukan para da'i dari dari negeri Minang. Perluasan penyebaran agama Islam juga pernah memasuki hingga ke daerah Tapanuli Utara dibawah pimpinan Tuanku Rao dari Sumatera Barat, namun tidak begitu berhasil. Islam lebih berkembang di kalangan Mandailing, Padang Lawas, dan sebagian Angkola.
Agama Kristen baru berpengaruh di kalangan Angkola dan Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) setelah beberapa kali misi Kristen yang dikirimkan mengalami kegagalan. Misionaris yang paling berhasil adalah I.L. Nommensen yang melanjutkan tugas pendahulunya menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Ketika itu, masyarakat Batak yang berada di sekitar Tapanuli, khususnya Tarutung, diberi pengajaran baca tulis, keahlian bertukang untuk kaum pria dan keahlian menjahit serta urusan rumah tangga bagi kaum ibu. Pelatihan dan pengajaran ini kemudian berkembang hingga akhirnya berdiri sekolah dasar dan sekolah keahlian di beberapa wilayah di Tapanuli. Nommensen dan penyebar agama lainnya juga berperan besar dalam pembangunan dua rumah sakit yang ada saat ini, RS Umum Tarutung dan RS HKBP Balige, yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Sementara itu, perkembangan pendidikan formal juga terus berlanjut hingga dibukanya sebuah perguruan tinggi bernama Universitas HKBP I.L. Nommensen (UHN) tahun 1954. Universitas ini menjadi universitas swasta pertama yang ada di Sumatra Utara dan awalnya hanya terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Theologia.
Persita Ancam Bunuh Pemain PSMS
Kemenangan PSMS atas Persita kemarin malam ternyata masih berbuntut. Pihak Persita bahkan sempat mengutarakan akan membalas PSMS di markas Persita pada putaran kedua nanti. Pembalasan itu sendiri diutarakan dengan kata-kata ancaman pembunuhan kepada pemain PSMS.
Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.
Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.
Adalah Asisten Pelatih Persita, Thio Sun Giok yang bersikap arogan. Geram timnya kalah, Thio Sun Giok marah kepada semua orang di PSMS. Bahkan pihak Panpel, Surianto Herman selaku koordinator keamanan, tak lepas dari ancaman itu. “Lihatlah di kandang kami nanti ya. Kubunuh pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok yang diperagakan Surianto Herman, dan dilihat sejumlah saksi mata.
Memang laga itu kurang kondusif akibat keputusan wasit Supratman yang memimpin pertandingan. Ia kerap melakukan kesalahan. Yang paling patal adalah ketika Supratman meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama, di saat PSMS bersiap melakukan tendangan sudut. Padahal waktu tambahan satu menit belum berakhir. Kubu PSMS pun melancarkan protes keras kepada wasit. Amarah penonton tersulut dengan melempari botol air mineral ke lapangan. Namun Supratman tak peduli.
Monday, February 7, 2011
Liga Primer Indonesia Bintang Medan Sikat Manado United 3-0
Bintang Medan berhasil mengalahkan Manado United 3-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Teladan Medan, Minggu (6/2). Gol Bintang Medan diciptakan Syamsul Bahri di menit ke-83, Ruslan Samuel menit ke-86, dan Heri Ihsanto menit ke-91.
Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.
Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.
Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.
Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.
Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.
Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.
Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.
Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang
Dibabak pertama, kedua tim tampil dengan saling serang dalam tempo cepat. Banyak peluang yang tercipta dibabak pertama. Namun, belum membuahkan hasil yang maksimal. Dimenit ke-9, pemain depan Bintang Medan, Cosmin Vansea diganjar kartu kuning karena memaki wasit Mukhlis Ali Fahtoni.
Memasuki babak kedua, penampilan kedua kesebelasan semakin beringas dengan pola yang sama dengan serangan bertubi-tubi kea rah mulut gawang. Tapi belum juga membuahkan hasil.
Melihat peluang yang didapat belum membuahkan gol, Pelatih Kepala Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, mengganti beberapa pemain seperti Yoseph Ostanika diganti oleh Ruslan Samuel, Cosmin Vansea diganti oleh Heri Ihsanto. dan Paharuddin Syapri diganti oleh Rochmad Dwi Adi.
Begitupun dengan tim lawan Manado United mengganti beberapa pemain seperti Felix Yetna ditarik keluar dan diganti oleh Feliks Timbowo, posisi Amir digantikan oleh Anggi Karamoy dan posisi Rosta digantikan oleh Razi Alkarani.
Setelah penggantian pemain, tampak jelas permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan semakin berani. Hingga memasuki menit-menit akhir, Rudi Hartono membawa bola dari sisi sebelah kiri gawang Manado United yang dijaga oleh Bogey dan diberikan kepada Heri Ihsanto kemudian diumpan kepada Syamsul Bahri dan terjadilah gol dimenit ke-83.
Kemudian, gol tercipta kembali dimenit ke-86 setelah umpan dari Heri Ihsanto berhasil dilesakkan oleh Ruslan Samuel ke mulut gawang Manado United dan skor bertambah menjadi 2-0 untuk keunggulan Bintang Medan. Keunggulan ini membuat skuad Bintang Medan semakin semangat dan mencoba membangun serangan demi serang bertubi-tubi.
Dengan kerja keras itu, gol pun kembali tercipta dari umpan Ruslan Samuel dan diteruskan oleh Heri Ihsanto di menit ke-91. Skor 3-0 ini berakhir setelah wasit Mukhlis Ali Fahtoni meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Usai pertandingan pelatih Manado United M.Zein Alhadad mengatakan,kekalahan timnya lebih karena gol pertama PSMS."Anak-anak saya tersentak dan tidak lagi konsentrasi menghadapi sisa waktu akibat gol pertama.Selanjutnya gol kedua dan ketiga terjadi karena barisan pertahanan tak lagi konsentrasi," kata Zein.
Sementara itu Michael Feichtenbeiner mengatakan kemenangan Bintang Medan menjadi modal menghadapi Medan Chiefs Deli Serdang,13 Februari mendatang
Saturday, February 5, 2011
PSMS Kalahkan Persita 2-1
SMS Medan kembali memetik angka penuh di kandang setelah mengalahkan tamunya Persita Tengerang 2-1 (1-1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan Medan, Jumat malam.
Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.
Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.
Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.
Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.
Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.
Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.
Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.
Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.
Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.
"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.
Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.
"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)
Tambahan tiga angka ini sekaligus mendongkrak posisi PSMS ke peringkat tiga klasemen dari sebelumnya peringkat enam, dengan nilai 20 dari enam kali menang, dua kali seri dan empat kali kalah dengan 15 memasukkan dan 13 kemasukan.
Sementara Persita yang semula bertengger di posisi tiga harus turun satu strip ke peringkat empat dengan nilai 19 dari lima kali menang, empat seri dan tiga kali kalah, dengan 18 memasukkan dan 10 kemasukan.
Bagi PSMS, dengan berhasil menduduki posisi tiga klasemen, sekaligus memenuhi target manajemen yang sebelumnya menargetkan tim "Ayam Kinantan" masuk empat besar putaran pertama kompetisi.
Pertandingan PSMS kontra Persita berjalan dengan cukup keras, akibatnya berkali-kali pertandingan harus terhenti akibat tingginya tensi pertandingan. Wasit Supratman dari Lampung harus mengeluarkan empat kartu kuning buat Persita masing-masing kepada Luis Edmundo, Firdaus, Rio Ramandika dan Dedi M.
Sementara kartu kuning untuk PSMS diberikan kepada Ari Yuganda karena melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persita.
Gol-gol kemenangan PSMS masing-masing diciptakan melalui tendangan keras Kurniawan di menit ke-13 dan sundulan pemain belakang Vagner Luis De Olivera di menit ke-77 memanfaat tendangan sepak pojok yang dilakukan Jose Sebastian.
Sementara satu-satunya gol balasan Persita diciptakan gelandangnya Agus S di menit ke-39 memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti PSMS.
Asisten manajer PSMS Benny Tomasoa usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut, karena dengan kemenangan itu PSMS dapat masuk empat besar seperti yang ditargetkan sebelumnya.
Namun begitu ia menilai wasit Supratman yang memimpin pertandingan kurang baik, karena beberapa kali dinilainya melakukan kesalahan yang merugikan timnya.
"Sejak awal kami sudah minta agar wasit tegas memimpin pertandingan, bukan maksud kami untuk intervensi, apalagi tensi pertandingan cukup tinggi. Untunglah kami bisa menang, terima kasih juga kami ucapkan kepada suporter yang terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.
Buruknya kepemimpinan wasit juga dikeluhkan asisten manager Persita Pari Mainaso yang menurutnya sedikit berpihak kepada tuan rumah.
"Wasit kurang tegas memimpin jalannya pertandingan dan banyak merugikan kami. Untuk itu kami akan melayangkan surat protes ke PSSI atas ketidaknyamanan ini," katanya.(*)
Rap-rap La Viola
Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.
PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.
Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.
Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.
Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.
Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.
PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.
Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.
Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.
Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.
Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.
Rap-rap La Viola
Laga sarat gengsi antara PSMS versus Persita Tangerang yang berjuluk La Viola akan kembali tersaji di ajang Divisi Utama Liga Indonesia, malam ini (4/2) di Stadion Teladan.
PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.
Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.
Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.
Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.
Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.
PSMS telah bulatkan tekad untuk meraih kemenangan terakhirnya di paruh musim ini. Meski bukan lawan mudah, PSMS optimis bisa menang dan memang harus menang demi target merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara. Kalau itu terjadi, maka PSMS bakal dapat tiket main di Copa Indonesia.
Beruntung PSMS bakal tampil dengan kekuatan maksimal. Tak satupun pemain absen. Rahmad-palang pintu PSMS yang dikabarkan bakal dikesampingkan lantaran sakit, nyatanya sudah pulih dan sudah ikut bermain. Artinya peluang dia dimainkan kembali terbuka.
Dengan kekuatan maksimal, maka Arsitek PSMS Suharto pun bisa bernafas lega. Skema menyerang ala 4-4-2 racikan Suharto diyakini bakal diapresiasi sekuat tenaga oleh Affan Lubis dkk. Jika bermain cantik dari kaki ke kaki tak membuahkan hasil maksimal, jangan khawatir. PSMS juga sudah menyiapkan strategi rap-rap kebanggaannya.
Persita sudah tahu benar akan hal itu. Kerap bertemu di berbagai ajang, Persita mengaku paham gaya rap-rap ala PSMS masa lalu. Bukan tak mungkin rap-rap kembali menggema di Stadion Teladan. Toh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa sempat mengintruksikan gaya demikian ketika jumpa pers di Stadion Kebun Bunga, sehari sebelum laga.
“Persita sudah tahu bagaimana PSMS. Dan kami besok akan memainkan gaya main kami yang keras atau biasa disebut rap-rap. Meski demikian, kami juga akan tetap menjaga koridor fair play dan sportivitas,” kata Benny.
Dan hal itu disambut positif oleh Asisten Manajer Persita, Pari Minarso. Meski lebih senang merendah, Minarso tetap berusaha akan mencuri angka dari PSMS. “Musim ini kami tak tahu kondisi PSMS. Dan kami yakin pasti berbeda dari musim sebelumnya. Target kami hanya mencuri poin. Kami sadar itupun akan sulit,” kata Minarso. Namun PSMS tak boleh jumawa. Persita siap melawan dengan kekuatan penuh. Striker Persita, Christian Carasco siap tempur dan patut diwaspadai.
Bintang Medan v Manado United
Bintang Medan dan Manado United akan adu kekuatan di stadion Teladan, Medan, Minggu (6/2) besok. Menariknya, kedua klub baru yang bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI) ini sama-sama buta kekuatan lawan. Kedua kubu pun tak berani memasang target muluk-muluk dipasang kedua kubu.
CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan bahwa yang terpenting anak asuhnya main bagus dulu. "Urusan kalah menang itu belakangan. Yang utama adalah bermain maksimal dan mempersembahkan sepakbola yang cantik dan menghibur dengan menjunjung tinggi profesionalitas dulu," kata Dityo melalui ponsel, Jumat (4/2).
Meski bermain di kandang sendiri, ia sepertinya belum yakin anak-anak Bintang bisa menang. "Tentu saja kami menginginkan tiga poin, tapi seperti apa hasilnya lihat saja di lapangan nanti," paparnya.
Menurutnya, pelatih dan pemainnya baru akan meraba-raba kekuatan lawan. "Kita sama lah, Manado juga seperti itu," tambahnya.
Sebelumnya pelatih Manado United, Muhammad Alhaddad, juga mengaku buta dengan kekuatan lawan. Ia mengaku hanya memasang target seri dari pertandingan tandang di ke Medan itu. "Tapi kalau bisa menang Alhamdulillah," ujarnya.
Sementara kejadian yak diinginkan terjadi saat tim kebanggaan warga Manado itu akan pergi latihan ke lapangan AURI, Medan, Sumut. Jumat (4/2) sore, bus yang ditumpangi pemain dan offisial tim menuju tempat latihan mogok karena kehabisan bensin.
Kejadian itu terjadi di ruas jalan yang tak jauh dari Hotel Grand Antares, tempat tim ini menginap sejak tiba Jumat (4/2) pagi. Sontak saja hal itu membuat keasl para pemain yang memburu waktu untuk latihan sebelum malam. Pasalnya, Minggu (6/2) nanti Manado United mesti menghadapi Bintang Medan di stadion Teladann Medan.
Sejumlah pemain bahkan sempat berkelakar, kejadian itu sengaja diatur agar tak bisa latihan. "Kalau begini bisa-bisa kita tak jadi latihan," kata Bogey Santoso, salah seorang pemain Manado United. "Mestinya sopir isi bensinnya dulu kalau mau jalan. Kalau begini kita bisa tak latihan," katanya.
Untung saja tak lama kemudian bus tersebut bisa jalan lagi setelah diisi bensin. Beruntung busnya mogok tepat di depan SPBU hingga tak terlalu jauh mencari bensin
CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan bahwa yang terpenting anak asuhnya main bagus dulu. "Urusan kalah menang itu belakangan. Yang utama adalah bermain maksimal dan mempersembahkan sepakbola yang cantik dan menghibur dengan menjunjung tinggi profesionalitas dulu," kata Dityo melalui ponsel, Jumat (4/2).
Meski bermain di kandang sendiri, ia sepertinya belum yakin anak-anak Bintang bisa menang. "Tentu saja kami menginginkan tiga poin, tapi seperti apa hasilnya lihat saja di lapangan nanti," paparnya.
Menurutnya, pelatih dan pemainnya baru akan meraba-raba kekuatan lawan. "Kita sama lah, Manado juga seperti itu," tambahnya.
Sebelumnya pelatih Manado United, Muhammad Alhaddad, juga mengaku buta dengan kekuatan lawan. Ia mengaku hanya memasang target seri dari pertandingan tandang di ke Medan itu. "Tapi kalau bisa menang Alhamdulillah," ujarnya.
Sementara kejadian yak diinginkan terjadi saat tim kebanggaan warga Manado itu akan pergi latihan ke lapangan AURI, Medan, Sumut. Jumat (4/2) sore, bus yang ditumpangi pemain dan offisial tim menuju tempat latihan mogok karena kehabisan bensin.
Kejadian itu terjadi di ruas jalan yang tak jauh dari Hotel Grand Antares, tempat tim ini menginap sejak tiba Jumat (4/2) pagi. Sontak saja hal itu membuat keasl para pemain yang memburu waktu untuk latihan sebelum malam. Pasalnya, Minggu (6/2) nanti Manado United mesti menghadapi Bintang Medan di stadion Teladann Medan.
Sejumlah pemain bahkan sempat berkelakar, kejadian itu sengaja diatur agar tak bisa latihan. "Kalau begini bisa-bisa kita tak jadi latihan," kata Bogey Santoso, salah seorang pemain Manado United. "Mestinya sopir isi bensinnya dulu kalau mau jalan. Kalau begini kita bisa tak latihan," katanya.
Untung saja tak lama kemudian bus tersebut bisa jalan lagi setelah diisi bensin. Beruntung busnya mogok tepat di depan SPBU hingga tak terlalu jauh mencari bensin
Friday, February 4, 2011
PSMS berpeluang tembus tiga besar
Persaingan di Grup I Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 semakin ketat. Ambisi menembus Liga Super Indonesia (LSI) membuat para klub peserta habis-habisan menjelang berakhirnya putaran pertama. Tak terkecuali PSMS Medan yang bertekad menembus posisi empat besar sebelum jeda kompetisi.
Kemenangan atas Persipasi 2-1, Senin (31/1) lalu membuat Ayam Kinantan kini bercokol di posisi enam klasemen sementara. Koleksi 17 angka diraih dari 11 laga yang dilakoni dengan mengantongi lima kemenangan, dua hasil imbang dan empat kekalahan, PSMS kini berselisih satu angka dengan Persipasi yang menghuni posisi lima.
Sementara itu, calon lawan PSMS besok, Persita Tangerang, kini melorot satu peringkat ke posisi tiga klasemen menyusul kekalahan mengejutkan dari Pro Titan, Selasa (1/2) lalu. Selisih angka Persita dan PSMS hanya dua angka. Koleksi poin yang sama dengan Persih yang menghuni peringkat empat.
Artinya, tim asuhan Suharto berpeluang merebut posisi tiga besar. Syaratnya tentu memenangkan pertarungan besok malam kontra Persita. Tambahan tiga angka akan membuat raihan poin PSMS bertambah menjadi 20 angka. Syarat lainnya Persih dijungkalkan Persikabo di Bogor dan Persipasi ditahan Pro Titan.
“Jika kita menang atas Persita, posisi empat besar di tangan. Poin kita akan melampaui Persita satu poin. Bahkan jika Persih kalah di Bogor menghadapi Persikabo dan Pro Titan mampu menahan Persipasi, kita berpeluang merebut posisi tiga,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, di Mess Kebun Bunga, tadi malam.
Posisi tiga besar tentu akan membuat PSMS mendapat jatah ke Piala Indonesia yang belum ditetapkan kapan bergulir. “Posisi tiga akan membuat posisi kita aman untuk tiket ke Piala Indonesia. Meskipun belum ada ketetapan terbaru berapa tim dari Divisi Utama yang lolos ke Piala Indonesia karena mundurnya beberapa klub ISL,” ujar Benny.
Namun pria berdarah Ambon ini berharap Kurniawan cs fokus untuk memenangkan laga kontra Persita. “Yang terpenting, kita bisa meraih kemenangan dulu besok. Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Baru kita bisa lega,” ujar eks kiper PSMS Junior era 1980-an ini.
Pengurus dan Manajemen juga telah menyiapkan bonus kepada pemain jika mampu memenangkan pertandingan. Sebelumnya para pemain telah menerima bonus kemenangan dengan total 25 juta atas kemenangan dari Pro Titan dan Persipasi.
“Kita harapkan anak-anak semakin bersemangat dengan bonus. Bukan dilihat dari besarnya tapi bentuk perhatian yang kita berikan kepada mereka,” tukas Benny.
Kemenangan atas Persipasi 2-1, Senin (31/1) lalu membuat Ayam Kinantan kini bercokol di posisi enam klasemen sementara. Koleksi 17 angka diraih dari 11 laga yang dilakoni dengan mengantongi lima kemenangan, dua hasil imbang dan empat kekalahan, PSMS kini berselisih satu angka dengan Persipasi yang menghuni posisi lima.
Sementara itu, calon lawan PSMS besok, Persita Tangerang, kini melorot satu peringkat ke posisi tiga klasemen menyusul kekalahan mengejutkan dari Pro Titan, Selasa (1/2) lalu. Selisih angka Persita dan PSMS hanya dua angka. Koleksi poin yang sama dengan Persih yang menghuni peringkat empat.
Artinya, tim asuhan Suharto berpeluang merebut posisi tiga besar. Syaratnya tentu memenangkan pertarungan besok malam kontra Persita. Tambahan tiga angka akan membuat raihan poin PSMS bertambah menjadi 20 angka. Syarat lainnya Persih dijungkalkan Persikabo di Bogor dan Persipasi ditahan Pro Titan.
“Jika kita menang atas Persita, posisi empat besar di tangan. Poin kita akan melampaui Persita satu poin. Bahkan jika Persih kalah di Bogor menghadapi Persikabo dan Pro Titan mampu menahan Persipasi, kita berpeluang merebut posisi tiga,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, di Mess Kebun Bunga, tadi malam.
Posisi tiga besar tentu akan membuat PSMS mendapat jatah ke Piala Indonesia yang belum ditetapkan kapan bergulir. “Posisi tiga akan membuat posisi kita aman untuk tiket ke Piala Indonesia. Meskipun belum ada ketetapan terbaru berapa tim dari Divisi Utama yang lolos ke Piala Indonesia karena mundurnya beberapa klub ISL,” ujar Benny.
Namun pria berdarah Ambon ini berharap Kurniawan cs fokus untuk memenangkan laga kontra Persita. “Yang terpenting, kita bisa meraih kemenangan dulu besok. Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Baru kita bisa lega,” ujar eks kiper PSMS Junior era 1980-an ini.
Pengurus dan Manajemen juga telah menyiapkan bonus kepada pemain jika mampu memenangkan pertandingan. Sebelumnya para pemain telah menerima bonus kemenangan dengan total 25 juta atas kemenangan dari Pro Titan dan Persipasi.
“Kita harapkan anak-anak semakin bersemangat dengan bonus. Bukan dilihat dari besarnya tapi bentuk perhatian yang kita berikan kepada mereka,” tukas Benny.
Ujian pamungkas Kinantan menang?
Ujian terakhir di putaran pertama akan dilakoni PSMS kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan. Laga ini merupakan laga pamungkas yang diprediksi cukup menyulitkan Ayam Kinantan. Namun tak ada pilihan lain selain mempersembahkan tiga poin untuk publik Medan.
Poin penuh sangat dibutuhkan agar PSMS bisa menembus zona empat besar klasemen sementara Grup I. PSMS saat ini terpaut dua angka dari Persita dan Persih di posisi tiga dan empat. Dan tertinggal satu poin dari Persipasi yang bertengger di posisi enam tepat di atas PSMS.
PSMS sedang dalam kondisi siap tempur. Baik mental maupun teknis, Gaston Castano cs sedang top form. Kemenangan atas Persipasi 2-1 membuat kepercayaan diri skuad asuhan Suharto ini meningkat drastis. PSMS tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.
“Kondisi pemain sangat kondusif. Saya baru mendatangi pemain satu per satu ke kamarnya tadi (kemarin), berbincang. Terlihat jelas mereka sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan besok,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi sore di Mess Kebun Bunga.
Seluruh pemain pun siap diturunkan. Jose Sebastian sudah kembali dari akumulasi kartu dan siap kembali memimpin barisan tengah memasok umpan-umpan matang untuk para striker. Kurniawan juga sepertinya akan kembali mendapat kepercayaan setelah dua striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais belum mencetak gol. Duetnya dengan striker tersubur PSMS, Gaston Castano siap membahayakan gawang Persita.
Kabar gembira, Rahmad yang sebelumnya diragukan tampil karena kondisi kesehatan yang tidak fit. “Pemain seluruhnya bisa tampil. Rahmad juga sudah ikut latihan tadi pagi (kemarin). Pemain yang terkena akumulasi juga tidak ada,” tambah Benny.
Persita memang bukan lawan enteng. Meski kalah mengejutkan dari Pro Titan di laga sebelumnya, bukan berarti Pendekar Cisadane mudah ditakhlukkan. PSMS pun siap tampil habis-habisan. Arsitek PSMS Suharto juga menyatakan tekad yang sama. Dukungan penuh masyarakat Medan diharapkan Suharto bisa melipatkan semangat anak asuhnya.
“Tentu saja harapan kami, tim bisa meraih poin penuh di kandang. Semua pemain siap, tidak ada masalah untuk tampil besok. Pastinya Kami butuh doa dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan doa tersebut bisa mewujudkan harapan kami,” tukas Suharto.
Di lain pihak, tim tamu tak mau sesumbar. Lewat Asisten Manajer Persita Pari Minarso, tim ini hanya menargetkan satu angka. Luka kekalahan dari Pro Titan coba dilupakan. Persita akan mengandalkan Cristian Carrasco yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu.
Eks bomber PSMS ini diyakini cukup membahayakan pertahanan PSMS. Sedangkan Tema Mursadat yang sebelumnya membuat blunder akan tetap dipercaya mengawal mistar.
"Carasco sudah bisa turun, sedangkan Tema akan tetap turun sebagai starter. Kejadian sebelumnya hanya ketidakberuntungannya," tambahnya.
Poin penuh sangat dibutuhkan agar PSMS bisa menembus zona empat besar klasemen sementara Grup I. PSMS saat ini terpaut dua angka dari Persita dan Persih di posisi tiga dan empat. Dan tertinggal satu poin dari Persipasi yang bertengger di posisi enam tepat di atas PSMS.
PSMS sedang dalam kondisi siap tempur. Baik mental maupun teknis, Gaston Castano cs sedang top form. Kemenangan atas Persipasi 2-1 membuat kepercayaan diri skuad asuhan Suharto ini meningkat drastis. PSMS tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.
“Kondisi pemain sangat kondusif. Saya baru mendatangi pemain satu per satu ke kamarnya tadi (kemarin), berbincang. Terlihat jelas mereka sangat termotivasi untuk memenangkan pertandingan besok,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa tadi sore di Mess Kebun Bunga.
Seluruh pemain pun siap diturunkan. Jose Sebastian sudah kembali dari akumulasi kartu dan siap kembali memimpin barisan tengah memasok umpan-umpan matang untuk para striker. Kurniawan juga sepertinya akan kembali mendapat kepercayaan setelah dua striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais belum mencetak gol. Duetnya dengan striker tersubur PSMS, Gaston Castano siap membahayakan gawang Persita.
Kabar gembira, Rahmad yang sebelumnya diragukan tampil karena kondisi kesehatan yang tidak fit. “Pemain seluruhnya bisa tampil. Rahmad juga sudah ikut latihan tadi pagi (kemarin). Pemain yang terkena akumulasi juga tidak ada,” tambah Benny.
Persita memang bukan lawan enteng. Meski kalah mengejutkan dari Pro Titan di laga sebelumnya, bukan berarti Pendekar Cisadane mudah ditakhlukkan. PSMS pun siap tampil habis-habisan. Arsitek PSMS Suharto juga menyatakan tekad yang sama. Dukungan penuh masyarakat Medan diharapkan Suharto bisa melipatkan semangat anak asuhnya.
“Tentu saja harapan kami, tim bisa meraih poin penuh di kandang. Semua pemain siap, tidak ada masalah untuk tampil besok. Pastinya Kami butuh doa dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan doa tersebut bisa mewujudkan harapan kami,” tukas Suharto.
Di lain pihak, tim tamu tak mau sesumbar. Lewat Asisten Manajer Persita Pari Minarso, tim ini hanya menargetkan satu angka. Luka kekalahan dari Pro Titan coba dilupakan. Persita akan mengandalkan Cristian Carrasco yang sudah bebas dari hukuman akumulasi kartu.
Eks bomber PSMS ini diyakini cukup membahayakan pertahanan PSMS. Sedangkan Tema Mursadat yang sebelumnya membuat blunder akan tetap dipercaya mengawal mistar.
"Carasco sudah bisa turun, sedangkan Tema akan tetap turun sebagai starter. Kejadian sebelumnya hanya ketidakberuntungannya," tambahnya.
Wednesday, February 2, 2011
Gaston cs harus jaga kondisi
Euforia kemenangan atas Persipasi Bekasi 2-1 di Stadion Teladan Medan jangan terlalu larut. Masih ada ujian selanjutnya kontra Persita Tangerang pada Jumat (4/2) mendatang yang harus dituntaskan dengan hasil yang sama, yakni kemenangan.
Usai diliburkan sehari, Affan Lubis dkk akan kembali menjalani sesi latihan pada Rabu (2/2) pagi. Hal itu untuk pemulihan stamina pemain agar tidak menderita keletihan pada laga mendatang.
“Iya tim kita masih memulihkan stamina hingga besok kita kembali berlatih," kata Asisten Pelatih Edi Syahputra baru-baru ini.
Ya, laga krusial kontra Persipasi itu memang cukup menguras tenaga. Meskipun diakhiri dengan hasil yang manis. Untuk itu dalam waktu tersisa dua hari jelang laga, Edy berharap stamina pemain segera pulih.
“Semoga saja dengan adanya sedikitnya waktu ini. Tim PSMS Medan bisa dimaksimalkan dengan memulihkan stamina para pemain,” harap Edi.
Eks Pelatih Medan Jaya ini juga mengharapkan kepada pemainya supaya bisa menjaga kondisi. “Saya percaya semua pemain yang ada di PSMS sudah profesional dengan menjaga kondisinya karena pertandingan ini harus kita maksimalkan,” pungkas Edi.
Sementara PSMS semakin percaya diri akan bisa melumat Persita. Kemenangan Pro Titan atas calon lawan PSMS itu 2-1 tadi sore disambut positif PSMS. Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa menuturkan, kemenangan Pro Titan membuat peluang PSMS meringsek ke papan atas klasemen sementara cukup terbuka.
“Selamat kepada Pro Titan, saudara sesama tim Divisi Utama asal Medan. Dengan kemenangan itu, PSMS semakin berpeluang ke papan atas klasemen. Mudah-mudahan kemenangan Pro Titan bisa menambah motivasi menghadapi Persipasi nanti. PSMS juga mudah- mudahan juga bisa menang menghadapi Persita Jumat (4/2) nanti,” ungkap Benny.
Usai diliburkan sehari, Affan Lubis dkk akan kembali menjalani sesi latihan pada Rabu (2/2) pagi. Hal itu untuk pemulihan stamina pemain agar tidak menderita keletihan pada laga mendatang.
“Iya tim kita masih memulihkan stamina hingga besok kita kembali berlatih," kata Asisten Pelatih Edi Syahputra baru-baru ini.
Ya, laga krusial kontra Persipasi itu memang cukup menguras tenaga. Meskipun diakhiri dengan hasil yang manis. Untuk itu dalam waktu tersisa dua hari jelang laga, Edy berharap stamina pemain segera pulih.
“Semoga saja dengan adanya sedikitnya waktu ini. Tim PSMS Medan bisa dimaksimalkan dengan memulihkan stamina para pemain,” harap Edi.
Eks Pelatih Medan Jaya ini juga mengharapkan kepada pemainya supaya bisa menjaga kondisi. “Saya percaya semua pemain yang ada di PSMS sudah profesional dengan menjaga kondisinya karena pertandingan ini harus kita maksimalkan,” pungkas Edi.
Sementara PSMS semakin percaya diri akan bisa melumat Persita. Kemenangan Pro Titan atas calon lawan PSMS itu 2-1 tadi sore disambut positif PSMS. Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa menuturkan, kemenangan Pro Titan membuat peluang PSMS meringsek ke papan atas klasemen sementara cukup terbuka.
“Selamat kepada Pro Titan, saudara sesama tim Divisi Utama asal Medan. Dengan kemenangan itu, PSMS semakin berpeluang ke papan atas klasemen. Mudah-mudahan kemenangan Pro Titan bisa menambah motivasi menghadapi Persipasi nanti. PSMS juga mudah- mudahan juga bisa menang menghadapi Persita Jumat (4/2) nanti,” ungkap Benny.
Kurniawan tergusur dari PSMS?
Laga kontra Persipasi Bekasi Senin lalu menyisakan pertanyaan bagi para penggemar PSMS. Pasalnya Striker anyarnya Kurniawan Dwi Yulianto kembali diparkir di bench pemain tanpa semenit pun diturunkan.
Pada laga yang dimenangkan PSMS 2-1 itu, Pelatih PSMS Suharto lebih mempercayakan lini depannya kepada striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais. Pada laga itu, Rinaldo tampil cukup baik. Meskipun belum satupun gol berhasil diceploskan eks striker PSLS Lhokseumawe ini.
Beberapa kali ia mengancam gawang lawan lewat tandukan dan akselerasinya. Asisst matangnya kepada Zulkarnaen juga menjadi salah satu aksi terbaiknya. Sementara itu, Mahadi Rais yang dimasukkan di babak kedua tidak banyak memberikan perubahan.
Mahadi tidak banyak membuat kesempatan dan hanya berlari kesana kemari tanpa menerima bola. Sebelumnya Mahadi juga dipercaya tampil di dua laga tandang kontra PSSB Bireuen dan PSLS. "Di Aceh, Mahadi tampil luar biasa. Mungkin ia gugup main di hadapan penonton yang banyak di Medan," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Lalu tergusurkah posisi Kurniawan? Bukan kali ini saja si Kurus dicadangkan. Di Bireuen hanya 30 menit ia merumput. Bahkan di Lhokseumawe mantan striker timnas ini tak diturunkan sama sekali. Sejak Suharto menangani tim, rotasi pemain memang kerap terjadi. Beberapa pemain yang sebelumnya tak mendapat kesempatan tampil kini dipercaya sebagai starter. Dan pemain langganan starter seperti Kurniawan tentu tergusur jika terus menerus tampil di bawah form. "Itu hanya bagian dari strategi pelatih. Tidak ada masalah," tukas Benny.
Namun bisa saja Kurniawan gerah jika terus tidak mendapat tempat. Kemungkinan hengkang di putaran kedua pun terbuka. Apalagi beberapa klub Liga Primer Indonesia (LPI) terang-terangan meminati striker yang pernah merumput di Sampdoria Primavera ini.
Pada laga yang dimenangkan PSMS 2-1 itu, Pelatih PSMS Suharto lebih mempercayakan lini depannya kepada striker muda, Rinaldo dan Mahadi Rais. Pada laga itu, Rinaldo tampil cukup baik. Meskipun belum satupun gol berhasil diceploskan eks striker PSLS Lhokseumawe ini.
Beberapa kali ia mengancam gawang lawan lewat tandukan dan akselerasinya. Asisst matangnya kepada Zulkarnaen juga menjadi salah satu aksi terbaiknya. Sementara itu, Mahadi Rais yang dimasukkan di babak kedua tidak banyak memberikan perubahan.
Mahadi tidak banyak membuat kesempatan dan hanya berlari kesana kemari tanpa menerima bola. Sebelumnya Mahadi juga dipercaya tampil di dua laga tandang kontra PSSB Bireuen dan PSLS. "Di Aceh, Mahadi tampil luar biasa. Mungkin ia gugup main di hadapan penonton yang banyak di Medan," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Lalu tergusurkah posisi Kurniawan? Bukan kali ini saja si Kurus dicadangkan. Di Bireuen hanya 30 menit ia merumput. Bahkan di Lhokseumawe mantan striker timnas ini tak diturunkan sama sekali. Sejak Suharto menangani tim, rotasi pemain memang kerap terjadi. Beberapa pemain yang sebelumnya tak mendapat kesempatan tampil kini dipercaya sebagai starter. Dan pemain langganan starter seperti Kurniawan tentu tergusur jika terus menerus tampil di bawah form. "Itu hanya bagian dari strategi pelatih. Tidak ada masalah," tukas Benny.
Namun bisa saja Kurniawan gerah jika terus tidak mendapat tempat. Kemungkinan hengkang di putaran kedua pun terbuka. Apalagi beberapa klub Liga Primer Indonesia (LPI) terang-terangan meminati striker yang pernah merumput di Sampdoria Primavera ini.
Menang, pemain diguyur bonus
Kemenangan 2-1 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin malam sangat disyukuri PSMS. Pasalnya PSMS sangat membutuhkan tambahan angka untuk menjaga peluang menembus kembali Liga Super Indonesia.
Atas jerih payah pemain Pengurus PSMS akan mengguyurkan bonus sebesar Rp15
juta. Kabar gembira itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa usai laga di Stadion Teladan.
"Seperti kita janjikan sebelum pertandingan, para pemain akan menerima bonus sebesar 15 juta," ujarnya.
Tambahan tiga poin ini sesuai dengan target untuk dua laga terakhir. Satu laga tersisa lainnya di putaran pertama akan dilakoni pada 4 Februari mendatang kontra Persita. "Kita bersyukur bisa menang karena kita tahu Persipasi itu tim yang tangguh. Anak-anak telah bersusah payah dan kita berikan bonus sebagai buah kerja keras mereka," tukasnya.
Bonus mulai rajin diberikan manajemen menjelang akhir putaran pertama ini. Sebelumnya para pemain juga menerima bonus atas kemenangan Rp10 juta dari Persires beberapa waktu lalu.
"Target kita dua kemenangan untuk dua laga terakhir di putaran pertama. Kita harapkan dapat menambah semangat anak-anak agar bisa meraih hasil yang juga baik," ujarnya.
Atas jerih payah pemain Pengurus PSMS akan mengguyurkan bonus sebesar Rp15
juta. Kabar gembira itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa usai laga di Stadion Teladan.
"Seperti kita janjikan sebelum pertandingan, para pemain akan menerima bonus sebesar 15 juta," ujarnya.
Tambahan tiga poin ini sesuai dengan target untuk dua laga terakhir. Satu laga tersisa lainnya di putaran pertama akan dilakoni pada 4 Februari mendatang kontra Persita. "Kita bersyukur bisa menang karena kita tahu Persipasi itu tim yang tangguh. Anak-anak telah bersusah payah dan kita berikan bonus sebagai buah kerja keras mereka," tukasnya.
Bonus mulai rajin diberikan manajemen menjelang akhir putaran pertama ini. Sebelumnya para pemain juga menerima bonus atas kemenangan Rp10 juta dari Persires beberapa waktu lalu.
"Target kita dua kemenangan untuk dua laga terakhir di putaran pertama. Kita harapkan dapat menambah semangat anak-anak agar bisa meraih hasil yang juga baik," ujarnya.
Tuesday, February 1, 2011
PSMS MENANG LAGI
MEDAN - Misi PSMS Medan membalas sakit hati atas Persipasi Bekasi sukses digenggam. Tadi malam di Stadion Teladan, Gaston Castano cs meraih poin penuh usai menekuk tim asal Bekasi itu 2-1. Kemenangan ini juga menjaga peluang PSMS untuk meraup 20 poin di putaran pertama.
Sejak awal PSMS yang tampil dengan skema 4-4-2 langsung tampil menyerang. Peluang pertama diperoleh PSMS lewat tandukan Vagner Luis memanfaatkan tendangan sudut Affan. Namun tandukannya masih melenceng di atas mistar gawang. Menit keenam, aksi Gaston Castano yang mendapatkan bola di kotak penalti dijatuhkan penjaga gawang Persipasi, Bayu Cahyo.
Wasit menunjuk titik putih dan Gaston yang tampil sebagai eksekutor sukses menaklukkan Bayu di menit ketujuh. Menit 13, umpan Gaston langsung disambut tendangan first time Alfian Habibi namun tendangannya masih melenceng.
Semenit kemudian, Zulkarnaen yang mendapat umpan terobosan dari Rinaldo gagal memaksimalkan peluang. Tendangannya terlalu lemah dan mampu diamankan Bayu. Tandukan Rinaldo di menit 18 memanfaatkan umpan silang Habibi mengarah tipis di sisi kanan gawang Bayu.
Selanjutnya, PSMS terus mendominasinya jalannya laga. Tim asuhan Suharto ini coba bermain tenang dan memainkan aliran bola dari kaki ke kaki sembari melihat celah. Benar saja, gol tambahan lahir di menit 28 lewat kaki M Affan Lubis.
Berawal dari tandukan Vagner yang memantul mistar bola liar di depan gawang diteruskan Affan Lubis. Satu menit kemudian tendangan jarak jauh Gaston kembali mengancam gawang. Keasyikan menyerang, pertahanan pun rawan. Persipasi memperkecil ketinggalan di menit 35 setelah kemelut di depan gawang PSMS dimanfaatkan Mansur.
Suharto mencoba meningkatkan daya dobrak tim dengan memasukkan Mahadi Rais, Azuan Lubis dan Tri Yudha Handoko. Namun tidak banyak peluang yang tercipta. Zulkarnaen sempat mengancam dengan tendangan spekulasinya, namun belum berhasil menambah gol dan laga berakhir 2-1 untuk PSMS.
Kemenangan pun disambut suka cita kubu PSMS. Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan sangat menyukuri kemenangan ini. "Para pemain terbebani karena target harus menang. Karena itu banyak peluang yang gagal dimaksimalkan, tapi kita bersyukur bisa menang," tukasnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persipasi Ega Galih mengatakan tidak berhasil keluar dari tekanan lawan di 25 menit awal. "PSMS cukup pintar dengan memanfaatkan permainan cepat di laga awal. Kita juga tidak biasa main malam dan beberapa pemain terpancing emosi," tukasnya.
Sejak awal PSMS yang tampil dengan skema 4-4-2 langsung tampil menyerang. Peluang pertama diperoleh PSMS lewat tandukan Vagner Luis memanfaatkan tendangan sudut Affan. Namun tandukannya masih melenceng di atas mistar gawang. Menit keenam, aksi Gaston Castano yang mendapatkan bola di kotak penalti dijatuhkan penjaga gawang Persipasi, Bayu Cahyo.
Wasit menunjuk titik putih dan Gaston yang tampil sebagai eksekutor sukses menaklukkan Bayu di menit ketujuh. Menit 13, umpan Gaston langsung disambut tendangan first time Alfian Habibi namun tendangannya masih melenceng.
Semenit kemudian, Zulkarnaen yang mendapat umpan terobosan dari Rinaldo gagal memaksimalkan peluang. Tendangannya terlalu lemah dan mampu diamankan Bayu. Tandukan Rinaldo di menit 18 memanfaatkan umpan silang Habibi mengarah tipis di sisi kanan gawang Bayu.
Selanjutnya, PSMS terus mendominasinya jalannya laga. Tim asuhan Suharto ini coba bermain tenang dan memainkan aliran bola dari kaki ke kaki sembari melihat celah. Benar saja, gol tambahan lahir di menit 28 lewat kaki M Affan Lubis.
Berawal dari tandukan Vagner yang memantul mistar bola liar di depan gawang diteruskan Affan Lubis. Satu menit kemudian tendangan jarak jauh Gaston kembali mengancam gawang. Keasyikan menyerang, pertahanan pun rawan. Persipasi memperkecil ketinggalan di menit 35 setelah kemelut di depan gawang PSMS dimanfaatkan Mansur.
Suharto mencoba meningkatkan daya dobrak tim dengan memasukkan Mahadi Rais, Azuan Lubis dan Tri Yudha Handoko. Namun tidak banyak peluang yang tercipta. Zulkarnaen sempat mengancam dengan tendangan spekulasinya, namun belum berhasil menambah gol dan laga berakhir 2-1 untuk PSMS.
Kemenangan pun disambut suka cita kubu PSMS. Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan sangat menyukuri kemenangan ini. "Para pemain terbebani karena target harus menang. Karena itu banyak peluang yang gagal dimaksimalkan, tapi kita bersyukur bisa menang," tukasnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persipasi Ega Galih mengatakan tidak berhasil keluar dari tekanan lawan di 25 menit awal. "PSMS cukup pintar dengan memanfaatkan permainan cepat di laga awal. Kita juga tidak biasa main malam dan beberapa pemain terpancing emosi," tukasnya.
Monday, January 31, 2011
PSMS wajib revans
Balas dendam menjadi tajuk pertarungan PSMS Medan kontra Persipasi Bekasi Senin sore ini di Stadion Teladan Medan. Pasalnya musim lalu, Ayam Kinantan dua kali dipecundangi baik di kandang maupun di laga away.
Luka akibat kekalahan musim lalu tentu masih membekas di hati para punggawa tim. Di Bekasi, PSMS dipecundangi 3-1. Harapan untuk revans di Teladan juga harus pupus setelah PSMS kembali menyerah 1-2. Untuk itu pada laga kali ini PSMS tak boleh gagal lagi.
Selain faktor gengsi, The Killer-julukan lain PSMS- juga membutuhkan tambahan poin
untuk memperpanjang nafas dalam perburuan tiket ke ISL. "Sebagai tuan rumah kita tentu berharap bisa memetik poin penuh. Demi menjaga peluang ke ISL. Anak-anak akan berjuang maksimal," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.
Disadari Benny hal itu tentu tidak akan mudah. Persipasi diakui merupakan tim yang kuat dan sulit ditaklukkan. Kekalahan musim lalu merupakan bukti sahih. "Persipasi memang tin yang tangguh dan sulit ditundukkan. Tapi kita harus optimis dengan dukungan penuh masyarakat
Medan kita akan raih poin penuh," tukas Pria asal Ambon itu.
Keyakinan yang sama dilontarkan Pelatih PSMS, Suharto. "Musim lalu berbeda dengan musim ini. Kekuatan masih sama fifty-fifty. Tapi apapun ceritanya kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk menang," ujar pemain PSMS di era akhir 80-an dan awal 90-an ini.
Untuk skema permainan Suharto akan kembali memasang formasi 4-4-2. Andi Setiawan semakin kokoh di bawah mistar tanpa sekalipun kebobolan di empat laga. Putra Habibi dan Vagner didampingi dua wing Ari Yuganda serta Rahmat akan membentengi Andi. Kehilangan Jose Sebastian di tengah akan ditutupi dengan peran Tri Yudha atau Alfian Habibi. Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Affan ditugaskan menguatkan lini kedua.
Untuk posisi striker, Suharto bisa jadi kembali membuat kejutan. Saat menghadapi PSLS pekan lalu, ia mencadangkan Kurniawan dan lebih memilih Rinaldo mendampingi Gaston di depan. Si Kurus malah sama sekali tak tampil karena Suharto memilih memasukkan Mahadi Rais saat Rinaldo tampil kurang optimal. "Intinya saya selalu tekankan akan menurunkan pemain yang paling siap," tukas Suharto.
Sementara di kubu lawan, Persipasi tak kalah optimis. Tim asuhan Warta Kesuma ini cukup yakin bisa membawa pulang angka. Bahkan penghuni posisi lima klasemen sementara ini berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton.
"Kita akan berusaha meraih hasil terbaik tentunya dengan permainan yang enak ditonton," tukas Sektim, Suherman.
Persipasi akan mengandalkan trio asing Roberto Kwarteh, Adebayor dan Stepen Mennoh untuk menjungkalkan lawan. "Secara keseluruhan tim kita siap sepenuhnya," tambahnya.
Luka akibat kekalahan musim lalu tentu masih membekas di hati para punggawa tim. Di Bekasi, PSMS dipecundangi 3-1. Harapan untuk revans di Teladan juga harus pupus setelah PSMS kembali menyerah 1-2. Untuk itu pada laga kali ini PSMS tak boleh gagal lagi.
Selain faktor gengsi, The Killer-julukan lain PSMS- juga membutuhkan tambahan poin
untuk memperpanjang nafas dalam perburuan tiket ke ISL. "Sebagai tuan rumah kita tentu berharap bisa memetik poin penuh. Demi menjaga peluang ke ISL. Anak-anak akan berjuang maksimal," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa di Mess Kebun Bunga baru-baru ini.
Disadari Benny hal itu tentu tidak akan mudah. Persipasi diakui merupakan tim yang kuat dan sulit ditaklukkan. Kekalahan musim lalu merupakan bukti sahih. "Persipasi memang tin yang tangguh dan sulit ditundukkan. Tapi kita harus optimis dengan dukungan penuh masyarakat
Medan kita akan raih poin penuh," tukas Pria asal Ambon itu.
Keyakinan yang sama dilontarkan Pelatih PSMS, Suharto. "Musim lalu berbeda dengan musim ini. Kekuatan masih sama fifty-fifty. Tapi apapun ceritanya kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk menang," ujar pemain PSMS di era akhir 80-an dan awal 90-an ini.
Untuk skema permainan Suharto akan kembali memasang formasi 4-4-2. Andi Setiawan semakin kokoh di bawah mistar tanpa sekalipun kebobolan di empat laga. Putra Habibi dan Vagner didampingi dua wing Ari Yuganda serta Rahmat akan membentengi Andi. Kehilangan Jose Sebastian di tengah akan ditutupi dengan peran Tri Yudha atau Alfian Habibi. Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Affan ditugaskan menguatkan lini kedua.
Untuk posisi striker, Suharto bisa jadi kembali membuat kejutan. Saat menghadapi PSLS pekan lalu, ia mencadangkan Kurniawan dan lebih memilih Rinaldo mendampingi Gaston di depan. Si Kurus malah sama sekali tak tampil karena Suharto memilih memasukkan Mahadi Rais saat Rinaldo tampil kurang optimal. "Intinya saya selalu tekankan akan menurunkan pemain yang paling siap," tukas Suharto.
Sementara di kubu lawan, Persipasi tak kalah optimis. Tim asuhan Warta Kesuma ini cukup yakin bisa membawa pulang angka. Bahkan penghuni posisi lima klasemen sementara ini berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton.
"Kita akan berusaha meraih hasil terbaik tentunya dengan permainan yang enak ditonton," tukas Sektim, Suherman.
Persipasi akan mengandalkan trio asing Roberto Kwarteh, Adebayor dan Stepen Mennoh untuk menjungkalkan lawan. "Secara keseluruhan tim kita siap sepenuhnya," tambahnya.
Liga Primer Indonesia Real Mataram Atasi Bintang Medan
Real Mataram berhasil melibas Bintang Medan 3-1 dalam pertandingan ke-25 musim 2011 Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1/2011) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Real Mataram selaku tuan rumah unggul setelah sempat bermain alot pada babak pertama.
Pada babak pertama, kedua kesebelasan bermain relatif imbang sehingga permaian terlihat sangat alot. Penempatan bola keduanya pun tak jauh beda. Real Mataram berhasil menempatkan bola sebanyak 55 kali sedangkan Bintang Medan sebanyak 45 kali.
Bahkan, pada babak pertama menit ke-17, Real Mataram sempat kebobolan satu gol hasil tendangan pemain depan Bintang Medan, Yoseph Ostanika. Pemain bernomor punggung 10 ini berhasil menyarangk an bola setelah mendapat umpan serangan balik dari rekannya Cosmin Van Sea.
Namun demikian, pada menit ke-37 gawang Bintang Medan jebol setelah pemain depan Real Mataram, Fernando Soler berhasil memanfaatkan tendangan bebas tidak langsung dari Eko Prastio dan Eko Wijayanto. Posisi keduanya pun kemudian berimbang 1:1.
Pada babak kedua, kepercayaan diri kesebelasan tuan rumah, Real Matara m semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan gol kedua pada menit ke-31 yang kembali dipersembahkan oleh Fernando Soler.
Gol kedua bagi Real Mataram ini tercipta dari kombinasi umpan cerdik Zaenal Abidin. Setelah berhasil mempersembahkan dua gol, pelatih Real Mataram, J Bsualdo akhirnya menarik Fernando Soler ke luar lapangan dan menggantikannya dengan pemain bernomor punggung 29, Gatot Nurmansyah.
Hanya berselang tujuh menit, Real Mataram kembali melibas Bintang Medan dengan gol yang disarangkan Eko Prastio W, pemain bernomor punggung 25. Pada babak kedua menit ke-38, Eko berhasil memanfaatkan serangan balik dengan cepat dan menyarangkan tendangannya ke gawang kiper Bintang Medan, Decky Ardian.
Meski pertandingan sempat berlangsung alot, secara umum, laga antara Real Mataram dan Bintang Medang berlangsung sportif dan lancar. Sebanyak tiga kartu kuning diberikan wasit M Ahyar. Satu kartu kuning kepada pemain Real Mataram, Nandri Eka dan dua kartu kuning kepada pemain Bintang Medan, Amine Kanoun dan Merdyanto Welong.
Pelatih Bintang Medan, Michael F mengakui permainan Real Mataram lebih bagus dan unggul. Ia juga memuji lapangan tempat berlangsungnya pertandingan yang bagus.
Sementara itu, Pelatih Real Mataram J Basualdo mengatakan, tim asuhannya sempat lemah pada lini belakang. Karena itu, pada babak pertama gawang Real Mataram berhasil dijebol Bintang Medan.
"Pelan-pelan, tim kami langsung mengejar ketinggalan dan akhirnya kami berhasil unggul dengan tiga gol," ujarnya
Pada babak pertama, kedua kesebelasan bermain relatif imbang sehingga permaian terlihat sangat alot. Penempatan bola keduanya pun tak jauh beda. Real Mataram berhasil menempatkan bola sebanyak 55 kali sedangkan Bintang Medan sebanyak 45 kali.
Bahkan, pada babak pertama menit ke-17, Real Mataram sempat kebobolan satu gol hasil tendangan pemain depan Bintang Medan, Yoseph Ostanika. Pemain bernomor punggung 10 ini berhasil menyarangk an bola setelah mendapat umpan serangan balik dari rekannya Cosmin Van Sea.
Namun demikian, pada menit ke-37 gawang Bintang Medan jebol setelah pemain depan Real Mataram, Fernando Soler berhasil memanfaatkan tendangan bebas tidak langsung dari Eko Prastio dan Eko Wijayanto. Posisi keduanya pun kemudian berimbang 1:1.
Pada babak kedua, kepercayaan diri kesebelasan tuan rumah, Real Matara m semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan gol kedua pada menit ke-31 yang kembali dipersembahkan oleh Fernando Soler.
Gol kedua bagi Real Mataram ini tercipta dari kombinasi umpan cerdik Zaenal Abidin. Setelah berhasil mempersembahkan dua gol, pelatih Real Mataram, J Bsualdo akhirnya menarik Fernando Soler ke luar lapangan dan menggantikannya dengan pemain bernomor punggung 29, Gatot Nurmansyah.
Hanya berselang tujuh menit, Real Mataram kembali melibas Bintang Medan dengan gol yang disarangkan Eko Prastio W, pemain bernomor punggung 25. Pada babak kedua menit ke-38, Eko berhasil memanfaatkan serangan balik dengan cepat dan menyarangkan tendangannya ke gawang kiper Bintang Medan, Decky Ardian.
Meski pertandingan sempat berlangsung alot, secara umum, laga antara Real Mataram dan Bintang Medang berlangsung sportif dan lancar. Sebanyak tiga kartu kuning diberikan wasit M Ahyar. Satu kartu kuning kepada pemain Real Mataram, Nandri Eka dan dua kartu kuning kepada pemain Bintang Medan, Amine Kanoun dan Merdyanto Welong.
Pelatih Bintang Medan, Michael F mengakui permainan Real Mataram lebih bagus dan unggul. Ia juga memuji lapangan tempat berlangsungnya pertandingan yang bagus.
Sementara itu, Pelatih Real Mataram J Basualdo mengatakan, tim asuhannya sempat lemah pada lini belakang. Karena itu, pada babak pertama gawang Real Mataram berhasil dijebol Bintang Medan.
"Pelan-pelan, tim kami langsung mengejar ketinggalan dan akhirnya kami berhasil unggul dengan tiga gol," ujarnya
Friday, January 28, 2011
Kinantan yakin sapu bersih
EDAN - Dua laga sisa di putaran pertama kontra Persipasi Bekasi (31 Januari) dan Persita Tangerang (4 Februari) menjadi fokus PSMS untuk dimenangkan.
Tak ada alasan lain selain mengejar posisi empat besar di klasemen akhir agar dapat melaju ke babak selanjutnya. Peluang untuk menyapu bersih dua laga itu pun terbuka lebar. Selain mental pemain yang cukup baik, kekuatan tim PSMS juga saat ini lebih baik.
“Di samping kami belum tahu kekuatan lawan seperti apa, calon lawan juga tidak mengetahui kekuatan kami seperti apa. Dengan bermain di Stadion Teladan juga, pemain akan lebih termotivasi. Tapi tetap, kami mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Medan untuk PSMS,” pungkas Pelatih PSMS, Suharto, tadi sore.
Untuk mewujudkan target itu Suharto akan mempersolid timnya. Rasa optimis tinggi tentu juga harus dibarengi dengan kondisi teknis yang mendukung. “Kepercayaan diri pemain lebih baik dengan hasil imbang di dua laga sebelumnya. Yang jelas, di waktu yang tersisa ini, kami akan membenahi finishing sekaligus memperbaiki lini pertahanan,” tambahnya.
Harapan yang sama dilontarkan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. “Di dua laga terakhir nanti, tentunya kami berharap bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar kesempatan kami naik ke papan atas klasemen sementara, kesempatan itu saya rasa masih terbuka,” ujar Benny.
Benny yakin dengan bermain di Teladan, PSMS akan mampu mempersembahkan kemenangan meskipun tim yang dihadapi cukup tangguh.
“Kenapa kami targetkan enam poin? PSMS bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Teladan, siapaun lawannya, kemungkinan menang jelas lebih terbuka dibanding dengan laga tandang, ” sebutnya lagi.
Menurutnya, dengan raihan hasil 20 poin, upaya PSMS untuk meraih tiket promosi ke Liga Super akan semakin terbuka. Baru di putaran kedua, PSMS akan bisa leluasa melakukan kalkulasi untuk memperbesar peluang meraih target di akhir musim, Liga Super.
“Kalau target 20 ponin terpenuhi, jelas kita akan bisa lebih leluasa menatap putaran kedua. Saya yakin atmosfer positif yang saat ini berada pada pemain akan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka menghadapi dua laga terakhir nanti,” sebut pengusaha ekspor-impor itu.
Tak ada alasan lain selain mengejar posisi empat besar di klasemen akhir agar dapat melaju ke babak selanjutnya. Peluang untuk menyapu bersih dua laga itu pun terbuka lebar. Selain mental pemain yang cukup baik, kekuatan tim PSMS juga saat ini lebih baik.
“Di samping kami belum tahu kekuatan lawan seperti apa, calon lawan juga tidak mengetahui kekuatan kami seperti apa. Dengan bermain di Stadion Teladan juga, pemain akan lebih termotivasi. Tapi tetap, kami mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Medan untuk PSMS,” pungkas Pelatih PSMS, Suharto, tadi sore.
Untuk mewujudkan target itu Suharto akan mempersolid timnya. Rasa optimis tinggi tentu juga harus dibarengi dengan kondisi teknis yang mendukung. “Kepercayaan diri pemain lebih baik dengan hasil imbang di dua laga sebelumnya. Yang jelas, di waktu yang tersisa ini, kami akan membenahi finishing sekaligus memperbaiki lini pertahanan,” tambahnya.
Harapan yang sama dilontarkan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. “Di dua laga terakhir nanti, tentunya kami berharap bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar kesempatan kami naik ke papan atas klasemen sementara, kesempatan itu saya rasa masih terbuka,” ujar Benny.
Benny yakin dengan bermain di Teladan, PSMS akan mampu mempersembahkan kemenangan meskipun tim yang dihadapi cukup tangguh.
“Kenapa kami targetkan enam poin? PSMS bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Teladan, siapaun lawannya, kemungkinan menang jelas lebih terbuka dibanding dengan laga tandang, ” sebutnya lagi.
Menurutnya, dengan raihan hasil 20 poin, upaya PSMS untuk meraih tiket promosi ke Liga Super akan semakin terbuka. Baru di putaran kedua, PSMS akan bisa leluasa melakukan kalkulasi untuk memperbesar peluang meraih target di akhir musim, Liga Super.
“Kalau target 20 ponin terpenuhi, jelas kita akan bisa lebih leluasa menatap putaran kedua. Saya yakin atmosfer positif yang saat ini berada pada pemain akan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka menghadapi dua laga terakhir nanti,” sebut pengusaha ekspor-impor itu.
PSMS tutup Putaran I dengan 20 poin?
MEDAN - Asa menembus kembali ke Liga Super Indonesia masih terus ditiupkan PSMS Medan. Sudah 10 laga dilakoni Kurniawan Dwi Yulianto cs dan bertengger di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dan Ayam Kinantan hanya punya dua laga sisa kontra Persipasi Bekasi dan Persita Tangerang untuk menyelesaikan putaran pertama.
Peluang besar dimiliki skuad asuhan Suharto ini karena dua laga terakhir, PSMS bermain di Stadion Teladan. Stadion yang angker bagi tim tamu. Hanya sekali PSMS terjungkal di tangan Persih Tembilahan. Selebihnyaberakhir dengan kemenangan yang keseluruhannya merupakan jumlah kemenangan PSMS sampai saat ini yakni empat kali.
Untuk itu, dua laga terakhir harus dimaksimalkan dengan raihan poin penuh. Jika kedua laga PSMS bisa melakukan sapu bersih, maka putaran pertama akan ditutup The Killer dengan 20 poin. Mampukah skuad hijau mencapai target terakhir ini?
Menurut Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, hal itu bukan mustahil. Syaratnya, para pemain harus lebih bertanggung jawab memainkan peranannya masing-masing. Menurutnya, kondisi kondusif yang dibangun semenjak kehadiran Suharto diharapkan bisa membuat seluruh punggawa lebih konsentrasi pada pertandingan berikutnya.
“Itu artinya, dua laga terakhir putaran (pertama) ini, tim harus bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar peluang lolos ke Liga Super. Dengan 20 poin di putaran pertama, hitungan-hitungan di putaran kedua bisa lebih jelas. Jadi kami harap pemain lebih konsentrasi,” ujar Benny kepada Waspada Online, tadi malam.
Apalagi, hasil di dua pertandingan tersebut menurutnya akan menentukan nasib pemain di putaran kedua nanti. PSMS akan melakuka evaluasi terhadap pemain. “Di putaran kedua, jelas akan ada evaluasi untuk pemain. Jadi kami minta kesungguhan pemain. Ini bukan ancaman tapi imbauan agar bisa lebih maksimal,” ungkap pria berdarah Ambon itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya di putaran kedua, PSMS akan menambah pemain untuk memperkuat tim yang ada. Kabarnya seorang gelandang asal klub Superliga tengah diincar.
Sementara itu, PSMS tetap bertekad mempertahankan rekor bagus di kandang musim ini (empat kali menang, sekali kalah), Satu hal yang menjadi perhatian Pelatih Suharto adalah sektor pertahanan. Meski PSMS mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, koordinasi antar pemain belakang masih kerap membahayakan gawang sendiri.
“Saya tidak mau menyalahkan pemain secara perorangan, karena di dalam sepakbola, mempertahankan daerah sendiri dari ancaman musuh menjadi tanggung jawab semua pemain. Yang jelas, ada evaluasi atas buruknya koordinasi di lini belakang,” ungkapnya lagi.
Namun bukan berarti lini lain tidak dievaluasi. Dikatakan, sektor tengah dan depan juga tidak optimal dalam dua laga terakhir. Para penggedor lini kedua dinilai kurang memberikan suplai bola ke depan yang berujung kebuntuan.
“Ya, kami mengakui lini tengah juga kurang kontribusi. Jadi, lini tengah dan depan juga akan dievaluasi di sisi waktu ini,” beber Suharto.
Peluang besar dimiliki skuad asuhan Suharto ini karena dua laga terakhir, PSMS bermain di Stadion Teladan. Stadion yang angker bagi tim tamu. Hanya sekali PSMS terjungkal di tangan Persih Tembilahan. Selebihnyaberakhir dengan kemenangan yang keseluruhannya merupakan jumlah kemenangan PSMS sampai saat ini yakni empat kali.
Untuk itu, dua laga terakhir harus dimaksimalkan dengan raihan poin penuh. Jika kedua laga PSMS bisa melakukan sapu bersih, maka putaran pertama akan ditutup The Killer dengan 20 poin. Mampukah skuad hijau mencapai target terakhir ini?
Menurut Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, hal itu bukan mustahil. Syaratnya, para pemain harus lebih bertanggung jawab memainkan peranannya masing-masing. Menurutnya, kondisi kondusif yang dibangun semenjak kehadiran Suharto diharapkan bisa membuat seluruh punggawa lebih konsentrasi pada pertandingan berikutnya.
“Itu artinya, dua laga terakhir putaran (pertama) ini, tim harus bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar peluang lolos ke Liga Super. Dengan 20 poin di putaran pertama, hitungan-hitungan di putaran kedua bisa lebih jelas. Jadi kami harap pemain lebih konsentrasi,” ujar Benny kepada Waspada Online, tadi malam.
Apalagi, hasil di dua pertandingan tersebut menurutnya akan menentukan nasib pemain di putaran kedua nanti. PSMS akan melakuka evaluasi terhadap pemain. “Di putaran kedua, jelas akan ada evaluasi untuk pemain. Jadi kami minta kesungguhan pemain. Ini bukan ancaman tapi imbauan agar bisa lebih maksimal,” ungkap pria berdarah Ambon itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya di putaran kedua, PSMS akan menambah pemain untuk memperkuat tim yang ada. Kabarnya seorang gelandang asal klub Superliga tengah diincar.
Sementara itu, PSMS tetap bertekad mempertahankan rekor bagus di kandang musim ini (empat kali menang, sekali kalah), Satu hal yang menjadi perhatian Pelatih Suharto adalah sektor pertahanan. Meski PSMS mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, koordinasi antar pemain belakang masih kerap membahayakan gawang sendiri.
“Saya tidak mau menyalahkan pemain secara perorangan, karena di dalam sepakbola, mempertahankan daerah sendiri dari ancaman musuh menjadi tanggung jawab semua pemain. Yang jelas, ada evaluasi atas buruknya koordinasi di lini belakang,” ungkapnya lagi.
Namun bukan berarti lini lain tidak dievaluasi. Dikatakan, sektor tengah dan depan juga tidak optimal dalam dua laga terakhir. Para penggedor lini kedua dinilai kurang memberikan suplai bola ke depan yang berujung kebuntuan.
“Ya, kami mengakui lini tengah juga kurang kontribusi. Jadi, lini tengah dan depan juga akan dievaluasi di sisi waktu ini,” beber Suharto.
Bintang Medan Rekrut Pemain Korsel
Mantan pemain tim nasional Korea Selatan (Korsel), Ahn Hyo Yean, bergabung dengan klub sepak bola Bintang Medan FC untuk memperkuat klub tersebut berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).
Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (27/1/2011), mengatakan, menjelang batas tempo transfer pemain di LPI akhir Januari 2011 ini, Bintang Medan FC telah mengontrak mantan pemain timnas Korsel, Ahn Hyo Yean.
Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan pemain gelandang serang itu untuk mengisi posisi penyerang di barisan depan Bintang Medan. Dengan demikian, daya gedor tim tersebut diharapkan akan lebih meningkat lagi menghadapi lawan-lawan yang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
"Dia memang jago di tengah, khususnya untuk menyerang dari kiri ataupun kanan. Tapi, saya mau pakai dia sebagai striker di tim saya," kata mantan pelatih Stuttgart ini.
Selain mengontrak Ahn Hyo-Yeon yang sebelumnya sempat bergabung di Persela Lamongan, pelatih asal Jerman itu juga sempat mendatangkan Daniel untuk diuji kualifikasinya. Namun, akhirnya ia dipulangkan karena alasan posisi taktis.
"Saya sedang melihat kemungkinan pemain deep midfielder yang biasa bermain dari belakang," ujarnya.
Mengenai kesiapan Bintang Medan untuk laga keduanya melawan Real Mataram di Yogyakarta, Minggu (30/1/ 2011), menurut Feichtenbeiner, timnya siap dan yakin bermain semaksimal mungkin.
"Kami berharap dapat meraih kemenangan selanjutnya dengan skuad terbaik kami," katanya.
Sebelumnya, Bintang Medan telah memiliki dua pemain asing, yakni Amine Kamoun dari Tunisia dan Cosmin Vanesa dari Rumania. Kedua pemain asing ini juga telah membuktikan kontribusi yang cukup besar ketika Bintang Medan menaklukkan Aceh United 1-0, Sabtu (22/1/2011) di Stadion Teladan Medan. (antara)
Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (27/1/2011), mengatakan, menjelang batas tempo transfer pemain di LPI akhir Januari 2011 ini, Bintang Medan FC telah mengontrak mantan pemain timnas Korsel, Ahn Hyo Yean.
Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan pemain gelandang serang itu untuk mengisi posisi penyerang di barisan depan Bintang Medan. Dengan demikian, daya gedor tim tersebut diharapkan akan lebih meningkat lagi menghadapi lawan-lawan yang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
"Dia memang jago di tengah, khususnya untuk menyerang dari kiri ataupun kanan. Tapi, saya mau pakai dia sebagai striker di tim saya," kata mantan pelatih Stuttgart ini.
Selain mengontrak Ahn Hyo-Yeon yang sebelumnya sempat bergabung di Persela Lamongan, pelatih asal Jerman itu juga sempat mendatangkan Daniel untuk diuji kualifikasinya. Namun, akhirnya ia dipulangkan karena alasan posisi taktis.
"Saya sedang melihat kemungkinan pemain deep midfielder yang biasa bermain dari belakang," ujarnya.
Mengenai kesiapan Bintang Medan untuk laga keduanya melawan Real Mataram di Yogyakarta, Minggu (30/1/ 2011), menurut Feichtenbeiner, timnya siap dan yakin bermain semaksimal mungkin.
"Kami berharap dapat meraih kemenangan selanjutnya dengan skuad terbaik kami," katanya.
Sebelumnya, Bintang Medan telah memiliki dua pemain asing, yakni Amine Kamoun dari Tunisia dan Cosmin Vanesa dari Rumania. Kedua pemain asing ini juga telah membuktikan kontribusi yang cukup besar ketika Bintang Medan menaklukkan Aceh United 1-0, Sabtu (22/1/2011) di Stadion Teladan Medan. (antara)
Wednesday, January 26, 2011
PSMS beruntung miliki Andi Setiawan
PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh usai bermain imbang tanpa gol menghadapi PSLS di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe tadi sore. Hasil imbang ini menjadi kedua kali setelah sebelumnya ditahan PSSB Bireuen. Tur ke tanah Aceh kali ini PSMS membawa pulang dua poin.
Pada laga tad sore, Pelatih PSMS, Suharto kembali memasang strategi berbeda. Kali ini bukan Kurniawan yang tampil berduet dengan Gaston Castano. Namun striker muda, Rinaldo yang untuk pertama kali tampil sebagai starter. Keduanya didukung Jose Sebastian, Zulkarnaen dan Affan Lubis sebagai penyuplai bola.
Gempuran PSMS dimulai sejak menit-menit awal. Belum genap satu menit Rinaldo mendapatkan peluang. Berawal dari tendangan bebas Jose Sebastian, striker berusia 25 tahun itu mendapatkan peluang di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Ali yang berdiri di bawah mistar.
Di menit 20, gantian tuan rumah yang mengancam gawang lawan. Salah pengertian antara Putra Habibi dan Ari Yuganda berbuah blunder yang hampir dimanfaatkan Taufik Hamid. Namun tendangannya melenceng di atas gawang Andi Setiawan. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.
Di babak kedua, PSMS kembali tampil dengan pola serangan dari kaki ke kaki. Sementara tim lawan yang letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal
Bandung.
Top skor sementara PSMS, Gaston beraksi di menit 62. Namun tandukan striker Argentina itu masih tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian ketegangan terjadi antara bek PSMS, Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis gerah dan mendorong Rahmad menyusul tekel keras eks pemain Persiraja itu. Laga dilanjutkan setelah keduanya mereda.
Rinaldo yang gagal mencetak gol pada duel reuninya digantikan Suharto dengan Mahadi Rais. Namun pergantian tidak banyak menciptakan perubahan. Sebaliknya justru tuan rumah hampir saja menciptakan gol menit ke 71 ketika striker tuan rumah Anton Irawan tinggal berhadapan dengan kiper Andi Setiawan. Namun Andi melakukan aksi heroik dengan
menepis tendangan Anton. Hingga laga berakhir skor tetap imbang tanpa gol.
“Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Pelatih PSLS, Imran.
(dat04/wol)
Pada laga tad sore, Pelatih PSMS, Suharto kembali memasang strategi berbeda. Kali ini bukan Kurniawan yang tampil berduet dengan Gaston Castano. Namun striker muda, Rinaldo yang untuk pertama kali tampil sebagai starter. Keduanya didukung Jose Sebastian, Zulkarnaen dan Affan Lubis sebagai penyuplai bola.
Gempuran PSMS dimulai sejak menit-menit awal. Belum genap satu menit Rinaldo mendapatkan peluang. Berawal dari tendangan bebas Jose Sebastian, striker berusia 25 tahun itu mendapatkan peluang di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Ali yang berdiri di bawah mistar.
Di menit 20, gantian tuan rumah yang mengancam gawang lawan. Salah pengertian antara Putra Habibi dan Ari Yuganda berbuah blunder yang hampir dimanfaatkan Taufik Hamid. Namun tendangannya melenceng di atas gawang Andi Setiawan. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.
Di babak kedua, PSMS kembali tampil dengan pola serangan dari kaki ke kaki. Sementara tim lawan yang letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal
Bandung.
Top skor sementara PSMS, Gaston beraksi di menit 62. Namun tandukan striker Argentina itu masih tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian ketegangan terjadi antara bek PSMS, Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis gerah dan mendorong Rahmad menyusul tekel keras eks pemain Persiraja itu. Laga dilanjutkan setelah keduanya mereda.
Rinaldo yang gagal mencetak gol pada duel reuninya digantikan Suharto dengan Mahadi Rais. Namun pergantian tidak banyak menciptakan perubahan. Sebaliknya justru tuan rumah hampir saja menciptakan gol menit ke 71 ketika striker tuan rumah Anton Irawan tinggal berhadapan dengan kiper Andi Setiawan. Namun Andi melakukan aksi heroik dengan
menepis tendangan Anton. Hingga laga berakhir skor tetap imbang tanpa gol.
“Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Pelatih PSLS, Imran.
(dat04/wol)
Tuesday, January 25, 2011
PSMS bakal tambah pemain
MEDAN –Meski bursa transfer putaran kedua belum lagi dibuka, PSMS sudah mulai mewacanakan untuk menambah pemain.
Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS tengah mengincar seorang gelandang untuk memperkuat skuad. Meskipun Benny enggan menyebutkan nama pemain tersebut. “Ada satu pemain. Tapi siapa namanya tidak usah disebutkan dulu lah, nanti saja. Kompetisi masih berjalan, tunggu sampai jeda nanti,” kata Benny kepada Waspada Online, hari ini.
Kabarnya saat itu sang pemain tengah merumput di kompetisi Liga Super Indonesia. Pemain tersebut juga kelahiran Medan. “Orang Medan, tapi dia sekarang main di luar untuk tim liga super. Pembicaraan sudah dilakukan, dia menyatakan mempertimbangkannya dan mengaku senang bisa dipercaya membela PSMS,” sebutnya lagi.
Namun mengapa PSMS berniat merekrut gelandang? Padahal pos striker sangat minim pemain. Saat ini PSMS hanya memiliki empat striker. Gaston Castano dan Kurniawan merupakan pilihan terbatas yang dimiliki pelatih. Dua lainnya, Rinaldo dan Mahadi dinilai minim pengalaman. Hal itu menyebabkan Gaston dan Kurniawan kerap dipaksakan main meski terkadang tampil tidak optimal.
“Kami tahu itu. Tapi yang jelas, penambahan pemain itu nanti dilakukan berdasarkan kebutuhan tim yang sesuai dengan harapan pelatih (Suharto). Pemain tengah itu salah satu diantaranya saja,” sebut Benny.
Suharto yang dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak membantahnya. Tapi menurutnya, hal tersebut masih sebatas wacana. Yang terpenting baginya saat ini adalah mempersiapkan tim menjelang laga menghadapi PSLS Lhokseumawe Selasa (25/1) mendatang. “Yang paling penting itu bagaimana meraih hasil maksimal menghadapi PSLS Lhokseumawe. Saya yakin bisa, asal pemain sungguh-sungguh,” tandasnya.
Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS tengah mengincar seorang gelandang untuk memperkuat skuad. Meskipun Benny enggan menyebutkan nama pemain tersebut. “Ada satu pemain. Tapi siapa namanya tidak usah disebutkan dulu lah, nanti saja. Kompetisi masih berjalan, tunggu sampai jeda nanti,” kata Benny kepada Waspada Online, hari ini.
Kabarnya saat itu sang pemain tengah merumput di kompetisi Liga Super Indonesia. Pemain tersebut juga kelahiran Medan. “Orang Medan, tapi dia sekarang main di luar untuk tim liga super. Pembicaraan sudah dilakukan, dia menyatakan mempertimbangkannya dan mengaku senang bisa dipercaya membela PSMS,” sebutnya lagi.
Namun mengapa PSMS berniat merekrut gelandang? Padahal pos striker sangat minim pemain. Saat ini PSMS hanya memiliki empat striker. Gaston Castano dan Kurniawan merupakan pilihan terbatas yang dimiliki pelatih. Dua lainnya, Rinaldo dan Mahadi dinilai minim pengalaman. Hal itu menyebabkan Gaston dan Kurniawan kerap dipaksakan main meski terkadang tampil tidak optimal.
“Kami tahu itu. Tapi yang jelas, penambahan pemain itu nanti dilakukan berdasarkan kebutuhan tim yang sesuai dengan harapan pelatih (Suharto). Pemain tengah itu salah satu diantaranya saja,” sebut Benny.
Suharto yang dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak membantahnya. Tapi menurutnya, hal tersebut masih sebatas wacana. Yang terpenting baginya saat ini adalah mempersiapkan tim menjelang laga menghadapi PSLS Lhokseumawe Selasa (25/1) mendatang. “Yang paling penting itu bagaimana meraih hasil maksimal menghadapi PSLS Lhokseumawe. Saya yakin bisa, asal pemain sungguh-sungguh,” tandasnya.
PSMS andalkan senjata alternatif
MEDAN - Lawatan ke Bireuen pecan lalu, PSMS Medan gagal membawa pulang tiga poin. Kurniawan Dwi Yulianto cs harus puas berbagi angka satu dengan PSSB dalam laga tanpa gol tersebut. Kini PSLS Lhoukseumauwe yang dijadikan target poin penuh pertama PSMS di laga tandang Divisi Utama Liga Indonesia 2010//2011.
Namun laga di Stadion Nusa Bangsa ini diprediksi akan sulit. Meski merupakan debutan musim ini, PSLS mampu bersaing dan sempat menembus zona empat besar. Meskipun posisinya kini melorot di peringkat enam usai imbang 2-2 atas Pro Titan di laga sebelumnya.
Begitupun, optimisme tinggi tetap diusung The Killer. Arsitek tim Suharto siap memimpin anak asuhnya untuk bermain maksimal. “Tentunya tim siap tampil maksimal. Kondisi pemain dalam keadaan baik. Tidak ada yang cedera. Jadi kami berharap harapan bisa meraih poin maksimal bisa diraih,” kata Suharto tadi malam.
Pelatih yang sejak menangani PSMS gemar mencoba wajah baru ini kemungkinan akan kembali melakukan inovasi baru. Saat menghadapi PSSB, Suharto menurunkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Kurniawan yang tampil kurang maksimal. Hasilnya, Mahadi tampil cukup baik dan nyaris mencetak gol.
Mahadi akan termasuk sebagai salah satu senjata alternatif jika lini depan PSMS yang akan diisi duet Gaston Castano-Kurniawan tak mampu memecah kebuntuan. Satu lagi striker yang bisa menjadi senjata alternatif adalah Rinaldo.
Yang perlu dicatat, Rinaldo merupakan pemain yang turut andil mengantarkan PSLS promosi dari Divisi I musim lalu. Duel ini tentu akan menjadi reuni pertamanya sejak hijrah ke PSMS. Striker yang punya akselerasi cepat ini kemungkinan besar diturunkan di babak kedua.
“Kalau diturunkan tentu saya akan berusaha tampil maksimal. Harus profesional ya mencetak gol,” tukas Rinaldo saat dikonfirmasi.
Para bomber itu akan didukung barisan tengah yang diisi Jose Sebastian, Affan, Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Di belakang, Vagner Luiz akan membentengi gawang Andi Setiawan.
Satu hal yang harus diwaspadai tim yang menghadapi PSMS memiliki motivasi dan semangat berlipat. “Kami meminta pemain untuk tampil sepenuh hati besok,” tegas pemain PSMS era 1980-1990an itu.
Jika PSMS optimis, tuan rumah justru merendah. Didukung penuh publiknya tak membuat tim asuhan Imran Juned ini sesumbar. “Ya, kalau dilihat di atas kertas, PSMS bisa dibilang lebih unggul. Tapi tentunya penonton mengharapkan kami menang dan kami juga akan maksimal,” sebut Imran.
Meski tengah dikabarkan tengah didera masalah finansial, Imran membantahnya dan mengatakan bahwa kondisi itu tak mempengaruhi semangat skuadnya. “Kondisi pemain tak ada masalah, bisa dibilang cukup baik sekarang,” sebut Imran.
Namun laga di Stadion Nusa Bangsa ini diprediksi akan sulit. Meski merupakan debutan musim ini, PSLS mampu bersaing dan sempat menembus zona empat besar. Meskipun posisinya kini melorot di peringkat enam usai imbang 2-2 atas Pro Titan di laga sebelumnya.
Begitupun, optimisme tinggi tetap diusung The Killer. Arsitek tim Suharto siap memimpin anak asuhnya untuk bermain maksimal. “Tentunya tim siap tampil maksimal. Kondisi pemain dalam keadaan baik. Tidak ada yang cedera. Jadi kami berharap harapan bisa meraih poin maksimal bisa diraih,” kata Suharto tadi malam.
Pelatih yang sejak menangani PSMS gemar mencoba wajah baru ini kemungkinan akan kembali melakukan inovasi baru. Saat menghadapi PSSB, Suharto menurunkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Kurniawan yang tampil kurang maksimal. Hasilnya, Mahadi tampil cukup baik dan nyaris mencetak gol.
Mahadi akan termasuk sebagai salah satu senjata alternatif jika lini depan PSMS yang akan diisi duet Gaston Castano-Kurniawan tak mampu memecah kebuntuan. Satu lagi striker yang bisa menjadi senjata alternatif adalah Rinaldo.
Yang perlu dicatat, Rinaldo merupakan pemain yang turut andil mengantarkan PSLS promosi dari Divisi I musim lalu. Duel ini tentu akan menjadi reuni pertamanya sejak hijrah ke PSMS. Striker yang punya akselerasi cepat ini kemungkinan besar diturunkan di babak kedua.
“Kalau diturunkan tentu saya akan berusaha tampil maksimal. Harus profesional ya mencetak gol,” tukas Rinaldo saat dikonfirmasi.
Para bomber itu akan didukung barisan tengah yang diisi Jose Sebastian, Affan, Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Di belakang, Vagner Luiz akan membentengi gawang Andi Setiawan.
Satu hal yang harus diwaspadai tim yang menghadapi PSMS memiliki motivasi dan semangat berlipat. “Kami meminta pemain untuk tampil sepenuh hati besok,” tegas pemain PSMS era 1980-1990an itu.
Jika PSMS optimis, tuan rumah justru merendah. Didukung penuh publiknya tak membuat tim asuhan Imran Juned ini sesumbar. “Ya, kalau dilihat di atas kertas, PSMS bisa dibilang lebih unggul. Tapi tentunya penonton mengharapkan kami menang dan kami juga akan maksimal,” sebut Imran.
Meski tengah dikabarkan tengah didera masalah finansial, Imran membantahnya dan mengatakan bahwa kondisi itu tak mempengaruhi semangat skuadnya. “Kondisi pemain tak ada masalah, bisa dibilang cukup baik sekarang,” sebut Imran.
Jangan Terbebani Target Tandang
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa menegaskan target empat poin yang harus diraih PSMS di tur tandang kedua di Bieruen dan Lhokseumawe. Meski demikian, Benny berharap tim tidak terbebani target tersebut dan tetap bermain baik.
Dari sudut pandang Benny, inilah saatnya Affan Lubis dan kawan-kawan menjaga reputasi PSMS dan harga diri Kota Medan. “Para pemain diminta tetap tampil sebaik mungkin. Kita harus konsen dengan prestise kita sebagai salah satu tim besar. Saya yakin para pemain mempunyai kapabilitas untuk melakukan hal tersebut dan mengembalikan reputasi PSMS,” tegas mantan penjaga gawang PSMS Junior itu.
Dengan kondisi tim saat ini, Benny yakin kalau target tersebut bisa tercapai. “Yang penting jangan terbebani,” sambungnya.
Dua tim yang bakal ditantang merupakan tim yang sulit kandas di kandang sendiri. Hal ini memang jadi batu sandungan tersendiri. Namun target membawa poin harus didapatkan, mengingat peluang PSMS lolos ke babak delapan besar untuk maju ke super liga mulai tertutup karena telah alami empat kekalahan. Tim akan bertolak ke Bieruen dan Lhoeksumawe pada Rabu (19/1) ini menggunakan bus. (ful)
Dari sudut pandang Benny, inilah saatnya Affan Lubis dan kawan-kawan menjaga reputasi PSMS dan harga diri Kota Medan. “Para pemain diminta tetap tampil sebaik mungkin. Kita harus konsen dengan prestise kita sebagai salah satu tim besar. Saya yakin para pemain mempunyai kapabilitas untuk melakukan hal tersebut dan mengembalikan reputasi PSMS,” tegas mantan penjaga gawang PSMS Junior itu.
Dengan kondisi tim saat ini, Benny yakin kalau target tersebut bisa tercapai. “Yang penting jangan terbebani,” sambungnya.
Dua tim yang bakal ditantang merupakan tim yang sulit kandas di kandang sendiri. Hal ini memang jadi batu sandungan tersendiri. Namun target membawa poin harus didapatkan, mengingat peluang PSMS lolos ke babak delapan besar untuk maju ke super liga mulai tertutup karena telah alami empat kekalahan. Tim akan bertolak ke Bieruen dan Lhoeksumawe pada Rabu (19/1) ini menggunakan bus. (ful)
Decky Adrian, tak Sangka Bisa Jadi Kiper Profesional
MEDAN-Dipercaya sebagai penjaga gawang utama Bintang Medan dalam perhelatan Liga Primer Indonesia, tak lantas membuat Decky Ardian Cahyadi berbesar hati.
Meskipun memiliki jam terbang yang terbilang tinggi, namun pria kelahiran Malang, 28 tahun silam itu mengaku tetap akan tampil maksimal untuk semua tim yang dibelanya. Hal itu disampaikan Decky saat dijambangi wartawan, Sabtu (22/1) siang di mess kebun bunga tempat dirinya berdomisili.
Awalnya Decky mengaku, sebelum menjadi penjaga gawang Bintang Medan, Decky pernah dipercaya sebagai penjaga gawang kedua di PSMS setelah Markus Horisson.
Pria dengan tinggi badan 181 cm dan berat badan 76 Kg itu, mengawali karirnya sebagai penjaga gawang di Persema Malang selama dua musim yaitu 2000-2002 di Liga Indonesia.
Selanjutnya Persisas Putera Samarinda 2003, Persebaya Surabaya ,2004, Persiba Balik Papan 2004-2005, Persmin Minahasa 2005, PSMS Medan 2006-2008, Persijap Jepara 2008-2009, dan saat ini Bintang Medan.
Kini ayah dua anak, Javier Alvero (5) dan M. Rafa Alvaro (2) itu tidak ingin bermimpi muluk untuk menjadi penjaga gawang timnas Indonesia. Selain itu menurut Decky, bisa menafkahi sang isteri Endang Brata dan kedua anaknya yang kini tinggal di Malang merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya.
Dibalik kesuksesan karirnya, sesungguhnya Decky tak pernah menyangka jika dirinya akan berkarir sebagai seorang penjaga gawang profesional, sebab pria yang mencintai sepakbola sejak SMP kelas I ini sebelumnya adalah pemain bertahan.
Namun, pada sebuah kesempatan Decky tertarik untuk mencoba posisi baru yakni menjadi penjaga gawang. Setelah dicoba, Decky menemukan kepuasan lain yang sulit dilukiskan dnegan kata-kata, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menekuni karir sebagai seorang penjaga gawang.
Sejak saat itu karir Decky pun terus beranjak, hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini. (uma)
Meskipun memiliki jam terbang yang terbilang tinggi, namun pria kelahiran Malang, 28 tahun silam itu mengaku tetap akan tampil maksimal untuk semua tim yang dibelanya. Hal itu disampaikan Decky saat dijambangi wartawan, Sabtu (22/1) siang di mess kebun bunga tempat dirinya berdomisili.
Awalnya Decky mengaku, sebelum menjadi penjaga gawang Bintang Medan, Decky pernah dipercaya sebagai penjaga gawang kedua di PSMS setelah Markus Horisson.
Pria dengan tinggi badan 181 cm dan berat badan 76 Kg itu, mengawali karirnya sebagai penjaga gawang di Persema Malang selama dua musim yaitu 2000-2002 di Liga Indonesia.
Selanjutnya Persisas Putera Samarinda 2003, Persebaya Surabaya ,2004, Persiba Balik Papan 2004-2005, Persmin Minahasa 2005, PSMS Medan 2006-2008, Persijap Jepara 2008-2009, dan saat ini Bintang Medan.
Kini ayah dua anak, Javier Alvero (5) dan M. Rafa Alvaro (2) itu tidak ingin bermimpi muluk untuk menjadi penjaga gawang timnas Indonesia. Selain itu menurut Decky, bisa menafkahi sang isteri Endang Brata dan kedua anaknya yang kini tinggal di Malang merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya.
Dibalik kesuksesan karirnya, sesungguhnya Decky tak pernah menyangka jika dirinya akan berkarir sebagai seorang penjaga gawang profesional, sebab pria yang mencintai sepakbola sejak SMP kelas I ini sebelumnya adalah pemain bertahan.
Namun, pada sebuah kesempatan Decky tertarik untuk mencoba posisi baru yakni menjadi penjaga gawang. Setelah dicoba, Decky menemukan kepuasan lain yang sulit dilukiskan dnegan kata-kata, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menekuni karir sebagai seorang penjaga gawang.
Sejak saat itu karir Decky pun terus beranjak, hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini. (uma)
Masih Nervous
MEDAN- Bintang Medan sukses mengawali laga perdananya di Liga Primer Indonesia (LPI) dengan kemenangan, setelah menundukkan Aceh United 1-0 (0-0) di Stadion Teladan Medan, kemarin petang (22/1). Tendangan bebas Amin Kamoun di menit ke-31 menjadi satu-satunya gol kemenangan tim asuhan Michael Feichtenbeiner.
Sejak menit awal Bintang Medan tampil menyerang. Duet Yoseph Ostanika dan Cosmin Vance di barisan depan berhasil mengobrak abrik pertahanan Aceh United. Keduanya didukung Syamsul Bahri, Syafari, Fakhruddin dan Rahmat Dwi Adi dari lini kedua. Sementara Amin Kamoun mengomandoi lini belakang bersama Dodi, Rudi Hartono dan Dodi Rahwana.
Tuan rumah membuka peluang lewat kerjasama Yoseph dan Syafari, namun Yoseph terjatuh di kotak penalti dann
tidak digubris wasit. Niko, sapaan akrab Yoseph, lagi-lagi beraksi dengan menerobos kotak penalti lawan sebelum tendangan striker mungil ini diantisipasi Herman Batak yang berdiri di bawah mistar Aceh United.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31. Tendangan bebas tidak langsung bek Tunisia, Amin Kamoun melesak ke sudut kiri gawang lawan tanpa mampu dihalau Herman. Tujuh menit kemudian, Cosmin yang mendapat umpan terobosan dari Niko gagal memaksimalkannya menjadi gol. Begitu juga dengan peluang Fakhruddin yang masih membentur tiang gawang.
Aceh United berusaha bangkit di babak kedua. Lewat duo Yum Dong Jin dan Park Dae Sik asal Korea, tim tamu berusaha menembus pertahanan tuan rumah. Masuknya Zamrony cukup meningkatkan daya dobrak tim, namun serangan berkali-kali kandas di kaki Amin Kamoun dkk.
Peluang terbaik yang dimiliki Aceh United lahir lewat tendangan bebas bek asal Kamerun, Pierre Njanka, yang masih membentur tiang gawang. Sementara Bintang Medan terus mengancam lawan. Tandukan kapten Syamsul Bahri masih mampu diamankan Herman. Begitu juga dengan Cosmin yang berkali-kali mendapatkan peluang di kotak penalti.
“Beberapa pemain tadi masih nervous (grogi), mungkin karena ini pertandingan perdananya. Yang pasti, saya sangat puas dengan kemenangan ini. Tapi ke depannya saya harus menambah beberapa pemain asing untuk memperkuat tim, apalagi kondisi lapangan cukup buruk hingga menyulitkan pemain untuk mengembangkan permainan,” ujar Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner.
Sementara itu, Pelatih Aceh United, Lionel Charbonnier mengaku kebersamaannya dengan tim yang singkat membuat Pierre Njanka dkk belum memahami betul skema yang dijalankan.
“Saya baru seminggu menangani tim. Kerjasama tim belum terlihat dan anak-anak belum benar-benar paham metode latihan,” tukas Pelatih asal Prancis itu. (uma)
Sejak menit awal Bintang Medan tampil menyerang. Duet Yoseph Ostanika dan Cosmin Vance di barisan depan berhasil mengobrak abrik pertahanan Aceh United. Keduanya didukung Syamsul Bahri, Syafari, Fakhruddin dan Rahmat Dwi Adi dari lini kedua. Sementara Amin Kamoun mengomandoi lini belakang bersama Dodi, Rudi Hartono dan Dodi Rahwana.
Tuan rumah membuka peluang lewat kerjasama Yoseph dan Syafari, namun Yoseph terjatuh di kotak penalti dann
tidak digubris wasit. Niko, sapaan akrab Yoseph, lagi-lagi beraksi dengan menerobos kotak penalti lawan sebelum tendangan striker mungil ini diantisipasi Herman Batak yang berdiri di bawah mistar Aceh United.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31. Tendangan bebas tidak langsung bek Tunisia, Amin Kamoun melesak ke sudut kiri gawang lawan tanpa mampu dihalau Herman. Tujuh menit kemudian, Cosmin yang mendapat umpan terobosan dari Niko gagal memaksimalkannya menjadi gol. Begitu juga dengan peluang Fakhruddin yang masih membentur tiang gawang.
Aceh United berusaha bangkit di babak kedua. Lewat duo Yum Dong Jin dan Park Dae Sik asal Korea, tim tamu berusaha menembus pertahanan tuan rumah. Masuknya Zamrony cukup meningkatkan daya dobrak tim, namun serangan berkali-kali kandas di kaki Amin Kamoun dkk.
Peluang terbaik yang dimiliki Aceh United lahir lewat tendangan bebas bek asal Kamerun, Pierre Njanka, yang masih membentur tiang gawang. Sementara Bintang Medan terus mengancam lawan. Tandukan kapten Syamsul Bahri masih mampu diamankan Herman. Begitu juga dengan Cosmin yang berkali-kali mendapatkan peluang di kotak penalti.
“Beberapa pemain tadi masih nervous (grogi), mungkin karena ini pertandingan perdananya. Yang pasti, saya sangat puas dengan kemenangan ini. Tapi ke depannya saya harus menambah beberapa pemain asing untuk memperkuat tim, apalagi kondisi lapangan cukup buruk hingga menyulitkan pemain untuk mengembangkan permainan,” ujar Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner.
Sementara itu, Pelatih Aceh United, Lionel Charbonnier mengaku kebersamaannya dengan tim yang singkat membuat Pierre Njanka dkk belum memahami betul skema yang dijalankan.
“Saya baru seminggu menangani tim. Kerjasama tim belum terlihat dan anak-anak belum benar-benar paham metode latihan,” tukas Pelatih asal Prancis itu. (uma)
Tuesday, January 18, 2011
Buta Kekuatan Lawan
MEDAN- PSMS akan melakoni laga away ke markas PSSB Bieuren dan PSLS Lhoeksumawe pada 21 dan 25 Januari mendatang. Pada lawatan kali ini, PSMS bertekad bawa empat poin.
Sayang, upaya untuk itu tampaknya bakal berat. Pasalnya pihak PSMS belum tahu pasti kekuatan bakal lawan. “Keseluruhan kita belum tahu, tapi sekadar informasi sudah saya dapatkan,” kata Suharto, arsitek PSMS Minggu (16/1).
Ditambahkan Suharto, informasi yang diperoleh terkait kekuatan lawan bisa saja tidak tepat. Maka itu, kesiapan timnya tetap jadi prioritas. “Belum tentu benar. Informasi bisa saja salah. Yang terpenting adalah tetap konsentrasi berlatih,” tambahnya.
Sejauh ini, kondisi psikis dan fisik PSMS berada dalam top performa. Kemenangan dua laga tak dipungkiri menambah kepercayaandiri punggawa Ayam Kinantan. Kalaupun ada yang kuran fit hanya Vagner Luis seorang. Bek impor asal Brasil itu alami cedera ringan di pahanya. “Tapi tak masalah, karena Vagner bisa pulih saat pertandingan,” tambah mantan pelatih PS AD itu.
Untuk tur away kedua ini, Suharto berencana membawa seluruh skuad PSMS yang kini berjumlah 21 pemain. Terlebih tim akan berangkat lewat jalur darat, sehingga ongkos perjalanan bisa ditekan. “Rencananya memang semua pemain ikut,” lanjutnya.
Sebelumnya Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa meminta agar pelatih dan pemain bisa membawa pulang poin dari lawatan tersebut.
Secara matematika, PSMS dianggap mampu meraih tiga angka ketika melawan PSSB Bieruen yang kondisinya tak lebih baik dari PSMS. Sedangkan melawan PSLS manajemen berharap PSMS bisa curi satu angka. (ful)
Sayang, upaya untuk itu tampaknya bakal berat. Pasalnya pihak PSMS belum tahu pasti kekuatan bakal lawan. “Keseluruhan kita belum tahu, tapi sekadar informasi sudah saya dapatkan,” kata Suharto, arsitek PSMS Minggu (16/1).
Ditambahkan Suharto, informasi yang diperoleh terkait kekuatan lawan bisa saja tidak tepat. Maka itu, kesiapan timnya tetap jadi prioritas. “Belum tentu benar. Informasi bisa saja salah. Yang terpenting adalah tetap konsentrasi berlatih,” tambahnya.
Sejauh ini, kondisi psikis dan fisik PSMS berada dalam top performa. Kemenangan dua laga tak dipungkiri menambah kepercayaandiri punggawa Ayam Kinantan. Kalaupun ada yang kuran fit hanya Vagner Luis seorang. Bek impor asal Brasil itu alami cedera ringan di pahanya. “Tapi tak masalah, karena Vagner bisa pulih saat pertandingan,” tambah mantan pelatih PS AD itu.
Untuk tur away kedua ini, Suharto berencana membawa seluruh skuad PSMS yang kini berjumlah 21 pemain. Terlebih tim akan berangkat lewat jalur darat, sehingga ongkos perjalanan bisa ditekan. “Rencananya memang semua pemain ikut,” lanjutnya.
Sebelumnya Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa meminta agar pelatih dan pemain bisa membawa pulang poin dari lawatan tersebut.
Secara matematika, PSMS dianggap mampu meraih tiga angka ketika melawan PSSB Bieruen yang kondisinya tak lebih baik dari PSMS. Sedangkan melawan PSLS manajemen berharap PSMS bisa curi satu angka. (ful)
Saturday, January 15, 2011
PSMS Junior bawa 20 pemain ke Jakarta
Tim PSMS Junior (Jr) berkekuatan 20 pemain mengikuti babak 16 besar nasional Piala Suratin U-18 yang digelar di lapangan Tugu Jakarta, 18-21 Januari mendatang.
Demikian disampaikan Manajer Tim PSMS Jr Alexander Gho di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Alex didampingi pelatih Iwan Karo Karo, Azhari Tanjung dan Iskak menjelaskan sebelumnya di putaran ketiga zona Sumatera di Muba Banyuasin, Sumatera Selatan, diperkuat 23 pemain.
Menurut Alex, ke-20 pemain yang dibawa sesuai kebutuhan tim dalam melakoni babak 16 besar. Ke-20 pemain itu adalah Airlangga Pribadi, Dodi Pramudi, Yogi Novrizal, Dedi Nurdiansyah Nasution, Yuwandi, Zumanda, Madya Siregar, Dede Darmawan, Zainuddin Siregar, Bonny Farjer, Ade Rio Pratama, Tirta Maulana, M Imam Sakti Ritonga, Arsyad Habibi, Hendra Lubis, Suwandi Tarigan, M Wiranda, Supriyadi, Julius dan Zahlul.
Pada kesempatan itu, Alex menyampaikan terima kasih atas perhatian tokoh masyarakat Sumut khususnya Medan yang tidak ingin anak-anak PSMS Jr rutin menggelar latihan kalah sebelum bertanding di Piala Suratin.
Lantaran tidak semua tim bisa berpartisipasi dalam perebutan piala bergengsi di Indonesia tersebut, untuk mencari pemain yang berpotensi untuk masuk tim nasional Indonesia junior.
Selaku manajer tim, Alex mengharapkan pemain memikiri hal lain dalam menyongsong partai 16 nasional yang semakin dekat itu.
Alex melihat, PSMS Jr telah banyak kemajuan dalam soal stamina dan kerjasama tim. Dengan begitu, tim Ayam Kinantan muda ini diharapkan bisa masuk final dan bisa membawa pulang Piala Suratin tersebut ke kota Medan.
Untuk bisa memboyong Piala Suratin ke kota Medan, tentunya para pemain harus bekerja keras dan pantang menyerah dalam setiap pertandingan. "Kalau itu sudah tertanam kepada pemain, PSMS Junior sulit dikalahkan," paparnya.
Dia sangat bangga kepada timnya itu, pemain mempunyai disiplin dan kemauan kuat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Medan."Mudah-mudahan Madya Siregar cs bisa main bagus di Jakarta," tandasnya.
Demikian disampaikan Manajer Tim PSMS Jr Alexander Gho di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Alex didampingi pelatih Iwan Karo Karo, Azhari Tanjung dan Iskak menjelaskan sebelumnya di putaran ketiga zona Sumatera di Muba Banyuasin, Sumatera Selatan, diperkuat 23 pemain.
Menurut Alex, ke-20 pemain yang dibawa sesuai kebutuhan tim dalam melakoni babak 16 besar. Ke-20 pemain itu adalah Airlangga Pribadi, Dodi Pramudi, Yogi Novrizal, Dedi Nurdiansyah Nasution, Yuwandi, Zumanda, Madya Siregar, Dede Darmawan, Zainuddin Siregar, Bonny Farjer, Ade Rio Pratama, Tirta Maulana, M Imam Sakti Ritonga, Arsyad Habibi, Hendra Lubis, Suwandi Tarigan, M Wiranda, Supriyadi, Julius dan Zahlul.
Pada kesempatan itu, Alex menyampaikan terima kasih atas perhatian tokoh masyarakat Sumut khususnya Medan yang tidak ingin anak-anak PSMS Jr rutin menggelar latihan kalah sebelum bertanding di Piala Suratin.
Lantaran tidak semua tim bisa berpartisipasi dalam perebutan piala bergengsi di Indonesia tersebut, untuk mencari pemain yang berpotensi untuk masuk tim nasional Indonesia junior.
Selaku manajer tim, Alex mengharapkan pemain memikiri hal lain dalam menyongsong partai 16 nasional yang semakin dekat itu.
Alex melihat, PSMS Jr telah banyak kemajuan dalam soal stamina dan kerjasama tim. Dengan begitu, tim Ayam Kinantan muda ini diharapkan bisa masuk final dan bisa membawa pulang Piala Suratin tersebut ke kota Medan.
Untuk bisa memboyong Piala Suratin ke kota Medan, tentunya para pemain harus bekerja keras dan pantang menyerah dalam setiap pertandingan. "Kalau itu sudah tertanam kepada pemain, PSMS Junior sulit dikalahkan," paparnya.
Dia sangat bangga kepada timnya itu, pemain mempunyai disiplin dan kemauan kuat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Medan."Mudah-mudahan Madya Siregar cs bisa main bagus di Jakarta," tandasnya.
Friday, January 14, 2011
PSMS MENANG LAGI
Derbi Deli edisi perdana antara PSMS versus Pro Titan akan tersaji malam ini di Stadion Teladan mulai pukul 19.00 WIB. Sebagai klub yang lebih dulu mapan, PSMS diunggulkan untuk meraih poin penuh. Tapi, apakah Pro Titan akan menyerah begitu saja?
Lewat perhitungan di atas kertas, Kuda Pegasus memang berat meraih angka maksimal. Bahkan, pihak manajemen Pro Titan terkesan sudah menyerah sebelum bertanding. Setidaknya, pihak klub pindahan dari Jogjakarta tersebut tak begitu bernafsu untuk menang. Ya, bila berhasil seri, maka Pro Titan sudah menganggap sebagai kemenangan. Setidaknya hal itu diutarakan Wahyu Wahab, asisten manajer Pro Titan saat temu pers Selasa (11/1) kemarin. “Kita tidak muluk-muluk. Berhasil seri sama dengan menang. Itu sudah bagus,” katanya.
Mental pemain Pro Titan pun dikhawatirkan sedang drop. Dua hari sebelum laga, pelatih Welly Podungge didepak karena gagal capai target angka dari manajemen. Namun, hal ini ditepis Wahyu Wahab. “Tidak ada masalah dengan pemain. Kita memang kalah materi pemain, tapi gaya main tetap dipertahankan,” jelasnya.
Namun ada sisi lain yang patut diwaspadai punggawa Ayam Kinantan. Meski bakal lawan tengah didera masalah kepercayaan diri usai tak pernah menang di enam laga terakhir, M Junaedi dkk diyakini punya tenaga ekstra untuk mencoba memberi kejutan bagi PSMS.
Hal itu sudah diwanti-wanti pihak PSMS, setidaknya lewat asisten manajer, Benny Tomasoa. “Kita harus mewaspadai semua lawan, termasuk Pro Titan. Mereka dihuni pemain muda dan bisa tampil sangat ngotot,” kata Benny.
Membedah kekuatan lawan, PSMS lebih unggul di segala posisi. Di belakang, PSMS punya bek asing, Vagner Luis yang punya postur bagus untuk menghentikan pergerakan striker Pro Titan yang berpostur kecil. Vagner akan didampingi bek lokal yang tak kalah besar, Novi Hendriawan.
Di lini tengah, PSMS punya gelandang sarat pengalaman. Sang kapten tim, Affan Lubis patut diwaspadai, sebab visi passing gelandang senior satu ini masih kerap menyulitkan pertahanan lawan. Kalau Jose Sebastian fit, bisa jadi gelandang asal Argentina ini dipasang sebagai starter. Dengan demikian, permainan lini tengah PSMS akan lebih dihidup. Terlebih bila dipadukan power Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Kedua pemain ini memiliki stamina dan determinasi cukup baik. Kelebihan itu masih dilengkapi ketajaman bila sukses mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Di lini depan, PSMS juga lebih diunggulkan. Duet Gaston Castano dan Kurniawan Dwi Yulianto semakin padu. Diyakini kerjasama kedua pemain ini akan kembali mencatatkan gol bagi Ayam Kinantan.
Sebaliknya, kekuatan Pro Titan musim ini hanya terfokus di lini belakang. Di bawah mistar, kualitas dua pemain, Mukti Ali Raja dan Dede Pranata sama baiknya. Meskipun belakangan Mukti jarang diturunkan, Dede berhasil mengawal gawang Kuda Pegasus-julukan Pro Titan dengan baik.
Barisan pertahanan, nama Suyatno masih jadi andalan Pro Titan. Iksan Sania di sisi kiri pertahanan juga jadi motor serangan balik. Ketangguhan lini belakang PSMS akan menjadi batu sandungan bagi Gaston dan Kurniawan. Namun striker sarat pengalaman seperti Gaston dan Kurniawan diyakini bisa melepaskan diri dari tekanan.
Ditanya soal peluang PSMS, Suharto sebagai pelatih lebih senang merendah. Menurutnya kedua tim memiliki peluang. “Yang jelas tim kami bakal tampil full team karena tidak ada yang cedera,” katanya. (ful)
Lewat perhitungan di atas kertas, Kuda Pegasus memang berat meraih angka maksimal. Bahkan, pihak manajemen Pro Titan terkesan sudah menyerah sebelum bertanding. Setidaknya, pihak klub pindahan dari Jogjakarta tersebut tak begitu bernafsu untuk menang. Ya, bila berhasil seri, maka Pro Titan sudah menganggap sebagai kemenangan. Setidaknya hal itu diutarakan Wahyu Wahab, asisten manajer Pro Titan saat temu pers Selasa (11/1) kemarin. “Kita tidak muluk-muluk. Berhasil seri sama dengan menang. Itu sudah bagus,” katanya.
Mental pemain Pro Titan pun dikhawatirkan sedang drop. Dua hari sebelum laga, pelatih Welly Podungge didepak karena gagal capai target angka dari manajemen. Namun, hal ini ditepis Wahyu Wahab. “Tidak ada masalah dengan pemain. Kita memang kalah materi pemain, tapi gaya main tetap dipertahankan,” jelasnya.
Namun ada sisi lain yang patut diwaspadai punggawa Ayam Kinantan. Meski bakal lawan tengah didera masalah kepercayaan diri usai tak pernah menang di enam laga terakhir, M Junaedi dkk diyakini punya tenaga ekstra untuk mencoba memberi kejutan bagi PSMS.
Hal itu sudah diwanti-wanti pihak PSMS, setidaknya lewat asisten manajer, Benny Tomasoa. “Kita harus mewaspadai semua lawan, termasuk Pro Titan. Mereka dihuni pemain muda dan bisa tampil sangat ngotot,” kata Benny.
Membedah kekuatan lawan, PSMS lebih unggul di segala posisi. Di belakang, PSMS punya bek asing, Vagner Luis yang punya postur bagus untuk menghentikan pergerakan striker Pro Titan yang berpostur kecil. Vagner akan didampingi bek lokal yang tak kalah besar, Novi Hendriawan.
Di lini tengah, PSMS punya gelandang sarat pengalaman. Sang kapten tim, Affan Lubis patut diwaspadai, sebab visi passing gelandang senior satu ini masih kerap menyulitkan pertahanan lawan. Kalau Jose Sebastian fit, bisa jadi gelandang asal Argentina ini dipasang sebagai starter. Dengan demikian, permainan lini tengah PSMS akan lebih dihidup. Terlebih bila dipadukan power Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Kedua pemain ini memiliki stamina dan determinasi cukup baik. Kelebihan itu masih dilengkapi ketajaman bila sukses mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Di lini depan, PSMS juga lebih diunggulkan. Duet Gaston Castano dan Kurniawan Dwi Yulianto semakin padu. Diyakini kerjasama kedua pemain ini akan kembali mencatatkan gol bagi Ayam Kinantan.
Sebaliknya, kekuatan Pro Titan musim ini hanya terfokus di lini belakang. Di bawah mistar, kualitas dua pemain, Mukti Ali Raja dan Dede Pranata sama baiknya. Meskipun belakangan Mukti jarang diturunkan, Dede berhasil mengawal gawang Kuda Pegasus-julukan Pro Titan dengan baik.
Barisan pertahanan, nama Suyatno masih jadi andalan Pro Titan. Iksan Sania di sisi kiri pertahanan juga jadi motor serangan balik. Ketangguhan lini belakang PSMS akan menjadi batu sandungan bagi Gaston dan Kurniawan. Namun striker sarat pengalaman seperti Gaston dan Kurniawan diyakini bisa melepaskan diri dari tekanan.
Ditanya soal peluang PSMS, Suharto sebagai pelatih lebih senang merendah. Menurutnya kedua tim memiliki peluang. “Yang jelas tim kami bakal tampil full team karena tidak ada yang cedera,” katanya. (ful)
Rangkap Lima Jabatan, Idris Terancam Sanksi PSSI
Idris SE kembali bikin sensasi. Bak tak puas merangkap tiga jabatan di PSMS sebagai Sekretaris Umum, Manajer Tim, dan Ketua paniti pelaksana (Panpel), kini dia menjabat General Manajer (GM) dan Ketua Panpel Bintang Medan yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).
Kepastian kabar ini didapat dari Chief Executive Officer (CEO) PT Bintang Metropolitan, perusahaan yang mengelola Bintang Medan, Dityo Pramono. Dia menyebutkan Idris merupakan orang PSMS yang dilibatkan masuk ke dalam Bintang Medan. “Idris memang akan masuk ke Bintang Medan. Dia diposisikan sebagai GM Bintang Medan,” ujarnya.
Alasannya penunjukkan itu, menurut Dityo, PSMS sebagai pemegang lima persen saham Bintang Medan diberi hak tersebut. “Saham Bintang Medan itu 95 persen diantaranya dimiliki PT LPI sedangkan lima persen lagi milik PSMS,” katanya.
Tidak itu saja, sebagai ketua panpel pertandingan Bintang Medan nantinya, kemungkinan besar, Idris akan didaulat untuk menjalankannya. “Urusan pertandingan juga akan diurus Pak Idris,” sebut Dityo lagi.
Rangkap jabatan tersebut tergolong aneh. Apalagi, PSMS yang notabene merupakan peserta kompetisi resmi PT Liga Indonesia (LI) Divisi Utama, berseberangan dengan LPI. Bahkan, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko pernah mengatakan, pihaknya akan memberikan surat teguran kepada klub yang pengurusnya memiliki jabatan rangkap karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami akan memberikan teguran keras,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan pengurus klub sepak bola untuk merangkap beberapa jabatan bukanlah hal yang disetujui otoritas liga sepak bola di tanah air ini. “Pada prinsipnya, PT LI tidak merekomendasikan rangkap jabatan di klub sepak bola. Karena akan mengganggu perputaran roda klub tersebut,” katanya.
Idris yang dikonfirmasi kemarin tidak membantah kabar tersebut. Dia mengaku memang menerima jabatan itu. “saya terima job itu, tapi saya tidak mau terlalu aktif,” bebernya.
Darwis yang kembali dikonfirmasi terkait rangkap jabatan ini, kemarin, mengaku telah mendengar informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dulu mengenai kabar tersebut. “Kami akan selidiki dulu. Kalau belum tahu keabsahannya, kami tidak mau sembarangan,” paparnya. Tapi dia memastikan, sanksi akan diberikan jika memang hal itu terbukti. “Kalau memang terbukti kita berikan sanksi. Itu akan jadi kerjaan komdis (komisi disiplin) PSSI,” tambahnya. (ful/sumutpos)
Kepastian kabar ini didapat dari Chief Executive Officer (CEO) PT Bintang Metropolitan, perusahaan yang mengelola Bintang Medan, Dityo Pramono. Dia menyebutkan Idris merupakan orang PSMS yang dilibatkan masuk ke dalam Bintang Medan. “Idris memang akan masuk ke Bintang Medan. Dia diposisikan sebagai GM Bintang Medan,” ujarnya.
Alasannya penunjukkan itu, menurut Dityo, PSMS sebagai pemegang lima persen saham Bintang Medan diberi hak tersebut. “Saham Bintang Medan itu 95 persen diantaranya dimiliki PT LPI sedangkan lima persen lagi milik PSMS,” katanya.
Tidak itu saja, sebagai ketua panpel pertandingan Bintang Medan nantinya, kemungkinan besar, Idris akan didaulat untuk menjalankannya. “Urusan pertandingan juga akan diurus Pak Idris,” sebut Dityo lagi.
Rangkap jabatan tersebut tergolong aneh. Apalagi, PSMS yang notabene merupakan peserta kompetisi resmi PT Liga Indonesia (LI) Divisi Utama, berseberangan dengan LPI. Bahkan, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko pernah mengatakan, pihaknya akan memberikan surat teguran kepada klub yang pengurusnya memiliki jabatan rangkap karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami akan memberikan teguran keras,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan pengurus klub sepak bola untuk merangkap beberapa jabatan bukanlah hal yang disetujui otoritas liga sepak bola di tanah air ini. “Pada prinsipnya, PT LI tidak merekomendasikan rangkap jabatan di klub sepak bola. Karena akan mengganggu perputaran roda klub tersebut,” katanya.
Idris yang dikonfirmasi kemarin tidak membantah kabar tersebut. Dia mengaku memang menerima jabatan itu. “saya terima job itu, tapi saya tidak mau terlalu aktif,” bebernya.
Darwis yang kembali dikonfirmasi terkait rangkap jabatan ini, kemarin, mengaku telah mendengar informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dulu mengenai kabar tersebut. “Kami akan selidiki dulu. Kalau belum tahu keabsahannya, kami tidak mau sembarangan,” paparnya. Tapi dia memastikan, sanksi akan diberikan jika memang hal itu terbukti. “Kalau memang terbukti kita berikan sanksi. Itu akan jadi kerjaan komdis (komisi disiplin) PSSI,” tambahnya. (ful/sumutpos)
Tuesday, January 11, 2011
BONUS PERDANA
MEDAN - Bonus kemenangan yang dijanjikan pengurus PSMS untuk kerja keras pemain akhirnya terealisasi. Para pemain diguyur bonus menyusul kemenangan atas Persires 3-0 pada Jumat (7/1) lalu di Stadion Teladan.
Bonus sebesar 10 juta rupiah itu dikucurkan kepada 21 pemain. Juga kepada ofisial yang setia mendampingi tim. Hal itu dibenarkan Sekretaris Umum PSMS, Idris saat dikonfirmasi tadi
sore. Menurutnya, untuk menambah semangat pemain, pengurus merasa perlu memberikan apresiasi atas kemenangan menghadapi Persires.
“Bonus itu untuk menambah semangat bagi pemain. Bonus itu diberikan Sabtu kemarin,” kata Idris menambahkan pemberian dana tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur pengurus atas kemenangan.
“Kebanggaan pemain juga kebahagiaan bagi kami pengurus. Jadi kita perlu apresiasi,” bebernya.
Meski tidak menjanjikan, Idris menyatakan jika meraih hasil yang baik pada laga berikutnya, pengurus tetap akan mempertimbangkan untuk memberi penghargaan atas jerih payah pemain.
“Kita tidak menjanjikan. Tapi kalau hasilnya bagus, bisa saja ada bonus lagi. Kalau pengurus punya rezeki lebih,” ungkapnya sambil berseloroh.
Biasanya, tim sepakbola akan melebihkan besaran bonus ketika tim menang di laga tandang. Tapi di PSMS, Idris menegaskan, jumlah nominal yang akan diberikan masih akan dipertimbangkan.
“Mungkin masih fluktuatif. Yang jelas, kalau pengurus punya rejeki nomplok, kenapa
tidak,” pungkasnya.
Benar saja, efek dari pemberian bonus itu pun terlihat pada sesi latihan tadi sore. Para pemain melakoni latihan dengan semangat. Artinya bonus perdana itu cukup berarti meningkatkan semangat para pemain. Apalagi menjelang laga penting kontra Pro Titan pada Rabu (12/1) mendatang.
Bonus sebesar 10 juta rupiah itu dikucurkan kepada 21 pemain. Juga kepada ofisial yang setia mendampingi tim. Hal itu dibenarkan Sekretaris Umum PSMS, Idris saat dikonfirmasi tadi
sore. Menurutnya, untuk menambah semangat pemain, pengurus merasa perlu memberikan apresiasi atas kemenangan menghadapi Persires.
“Bonus itu untuk menambah semangat bagi pemain. Bonus itu diberikan Sabtu kemarin,” kata Idris menambahkan pemberian dana tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur pengurus atas kemenangan.
“Kebanggaan pemain juga kebahagiaan bagi kami pengurus. Jadi kita perlu apresiasi,” bebernya.
Meski tidak menjanjikan, Idris menyatakan jika meraih hasil yang baik pada laga berikutnya, pengurus tetap akan mempertimbangkan untuk memberi penghargaan atas jerih payah pemain.
“Kita tidak menjanjikan. Tapi kalau hasilnya bagus, bisa saja ada bonus lagi. Kalau pengurus punya rezeki lebih,” ungkapnya sambil berseloroh.
Biasanya, tim sepakbola akan melebihkan besaran bonus ketika tim menang di laga tandang. Tapi di PSMS, Idris menegaskan, jumlah nominal yang akan diberikan masih akan dipertimbangkan.
“Mungkin masih fluktuatif. Yang jelas, kalau pengurus punya rejeki nomplok, kenapa
tidak,” pungkasnya.
Benar saja, efek dari pemberian bonus itu pun terlihat pada sesi latihan tadi sore. Para pemain melakoni latihan dengan semangat. Artinya bonus perdana itu cukup berarti meningkatkan semangat para pemain. Apalagi menjelang laga penting kontra Pro Titan pada Rabu (12/1) mendatang.
Monday, January 10, 2011
Jelang PSMS v Pro Titan Derbi Deli Milik Siapa?
Tak lebih tiga hari sebelum Derbi Deli antara PSMS kontra Pro Titan digeber, persiapan PSMS untuk menang sudah dirancang. Hal itu terlihat dari sesi latihan Minggu (9/1) sore.
Laga itu sendiri akan kick off Rabu (12/1) malam. Inilah laga derbi perdana antara sesama tim sekota, setelah rival PSMS seperti Medan Jaya yang kini menjadi Madina Medan Jaya berlaga di Divisi 1 dan Pardedetex yang tak lagi eksis di dunia bola.
Di era sepak bola profesional, pertemuan PSMS dan Pro Titan dalam kancah resmi memang baru terjadi musim ini. Bakal lawan merupakan klub yang awalnya bernama Pro Duta Bandung. Klub itu lalu diakuisisi oleh pengusaha Sihar Sitorus dengan prediksi nilai Rp50 miliar.
Usai dikuasai seluruhnya, Pro Duta memilih berkompetisi di Sleman, Jogjakarta. Dan musim ini, Sihar memutuskan klub miliknya berkandang di Medan dengan nama Pro Titan. Maka, derbi perdana pun bakal tersaji, meski sebelumnya sempat dilaksanakan uji coba kedua tim yang dimenangkan PSMS dengan skor tipis 1-0.
Sayangnya, ketika kompetisi berjalan, suasana persaingan antara kedua tim cenderung tak bergaung. Memang, manajemen Pro Titan sempat menekan pelatih untuk meraih tiga angka melawan PSMS. Tapi, target itu bukan upaya perang urat syaraf. Sebab nyatanya Pro Titan gagal memaksimalkan dua laga di kandang sendiri.
Dari pihak PSMS, kondisi tim saat ini sedikit lebih baik. Usai meraih tiga angka dan sukses cetak tiga gol ke gawang Persires, mental pemain mendulang. Kondisi positif ini dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih baru, Suharto. Menu latihan yang diberi mulai menjurus ke arah strategi.
Sore kemarin, Suharto berharap anak buahnya bisa memaksimalkan serangan lewat umpan silang. Ya, Suharto rupanya kerap mengamati perkembangan klub asuhan Welly Podungge itu.
Lini belakang Pro Titan, meski didominasi pemain muda, namun ada Mukti ALi Raja dan Suyatno yang sarat pengalaman. Postur tubuh juga lumayan bagus. Namun, masih ada celah yang bisa dimanfaatkan lewat upaya umpan silang maksimal.
Terlebih Suharto senang bermain dengan formasi 4-4-2, yang kerap memaksimalkan serangan lewat sayap. Tampaknya Suharto ingin mencari tahu, siapa pemain yang siap diplot sebagai pengumpan andal di kanan dan kiri. Sebelumnya, Suharto percayakan tugas ini kepada Ari Yuganda di kanan dan Faisal Azmi di kiri. Bertindak sebagai goal getter masih pada duet Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano.
Sayang Suharto enggan berkomentar lebih banyak soal Derbi Deli perdana tersebut. “Ya kita lihat saja nanti. Yang jelas kita saat ini memaksimalkan umpan silang dulu,” katanya.
Sedangkan persiapan Pro Titan juga sudah digeber. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri sudah dilupakan. Welly menyatakan anak buahnya sudah dicekoki upaya untuk lebih tenang dalam menghadapi bola-bola mati. Utamanya ketika terjadi di daerah kotak penalti. Skuad yang didominasi darah muda tak harus jadi alasan. “Saya harap anak-anak bisa lebih tenang dalam setiap pertandingan,” ungkap Welly. (ful/sumutpos)
Laga itu sendiri akan kick off Rabu (12/1) malam. Inilah laga derbi perdana antara sesama tim sekota, setelah rival PSMS seperti Medan Jaya yang kini menjadi Madina Medan Jaya berlaga di Divisi 1 dan Pardedetex yang tak lagi eksis di dunia bola.
Di era sepak bola profesional, pertemuan PSMS dan Pro Titan dalam kancah resmi memang baru terjadi musim ini. Bakal lawan merupakan klub yang awalnya bernama Pro Duta Bandung. Klub itu lalu diakuisisi oleh pengusaha Sihar Sitorus dengan prediksi nilai Rp50 miliar.
Usai dikuasai seluruhnya, Pro Duta memilih berkompetisi di Sleman, Jogjakarta. Dan musim ini, Sihar memutuskan klub miliknya berkandang di Medan dengan nama Pro Titan. Maka, derbi perdana pun bakal tersaji, meski sebelumnya sempat dilaksanakan uji coba kedua tim yang dimenangkan PSMS dengan skor tipis 1-0.
Sayangnya, ketika kompetisi berjalan, suasana persaingan antara kedua tim cenderung tak bergaung. Memang, manajemen Pro Titan sempat menekan pelatih untuk meraih tiga angka melawan PSMS. Tapi, target itu bukan upaya perang urat syaraf. Sebab nyatanya Pro Titan gagal memaksimalkan dua laga di kandang sendiri.
Dari pihak PSMS, kondisi tim saat ini sedikit lebih baik. Usai meraih tiga angka dan sukses cetak tiga gol ke gawang Persires, mental pemain mendulang. Kondisi positif ini dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih baru, Suharto. Menu latihan yang diberi mulai menjurus ke arah strategi.
Sore kemarin, Suharto berharap anak buahnya bisa memaksimalkan serangan lewat umpan silang. Ya, Suharto rupanya kerap mengamati perkembangan klub asuhan Welly Podungge itu.
Lini belakang Pro Titan, meski didominasi pemain muda, namun ada Mukti ALi Raja dan Suyatno yang sarat pengalaman. Postur tubuh juga lumayan bagus. Namun, masih ada celah yang bisa dimanfaatkan lewat upaya umpan silang maksimal.
Terlebih Suharto senang bermain dengan formasi 4-4-2, yang kerap memaksimalkan serangan lewat sayap. Tampaknya Suharto ingin mencari tahu, siapa pemain yang siap diplot sebagai pengumpan andal di kanan dan kiri. Sebelumnya, Suharto percayakan tugas ini kepada Ari Yuganda di kanan dan Faisal Azmi di kiri. Bertindak sebagai goal getter masih pada duet Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano.
Sayang Suharto enggan berkomentar lebih banyak soal Derbi Deli perdana tersebut. “Ya kita lihat saja nanti. Yang jelas kita saat ini memaksimalkan umpan silang dulu,” katanya.
Sedangkan persiapan Pro Titan juga sudah digeber. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri sudah dilupakan. Welly menyatakan anak buahnya sudah dicekoki upaya untuk lebih tenang dalam menghadapi bola-bola mati. Utamanya ketika terjadi di daerah kotak penalti. Skuad yang didominasi darah muda tak harus jadi alasan. “Saya harap anak-anak bisa lebih tenang dalam setiap pertandingan,” ungkap Welly. (ful/sumutpos)
PSMS Medan Gaston-Kurniawan Makin Padu
Dalam beberapa kesempatan, duet lini depan PSMS antara Gaston Castano dengan Kurniawan Dwi Yulianto kian hangat saja. Keberadaan kedua striker ini bahkan kian tajam.
Terutama bagi Gaston. Kekasih artis Julia Perez ini kerap mencetak gol dari kerjasamanya dengan Kurniawan. Gaya main keduanya juga sudah mulai klop dan saling pengertian.
Pada laga kontra Persires yang berakhir 3-0 untuk kemenangan PSMS, Gaston sukses kemas dua gol. Kurniawan juga mencetak satu gol pada laga itu. “Saya senang sekali duet dengan Kurniawan,” kata Gaston saat dihubungi kemarin malam.
Awalnya, gaya main Gaston sempat tidak bisa diikuti dengan baik oleh para skuad PSMS. Praktis monopoli umpan kerap terjadi antara Jose Sebastian dan Gaston saja yang sama-sama berasal dari Argentina. Bahkan pada kesempatan latihan, kedua kerap berkomunikasi dengan bahasa mereka.
Namun seiring waktu, Gaston mulai menyatu dengan tim. “Saya pada dasarnya hanya mengikuti teman-teman. Semua bermain baik dan saya senang tim bisa meraih kemenangan,” katanya.
Kini Gaston telah mengoleksi lima gol dari tujuh penampilan. Atas perolehan ini, pemain bernomor punggung 32 itu mengaku punya target pribadi. Utamanya dalam urusan menggedor gawang lawan. Tapi Gaston enggan menarget jumlah gol. “Kalau itu saya pendam saja. Yang terpenting tim bisa menang. Itu sudah menyenangkan bagi kami,” lanjut mantan bintang iklan kondom Sutra itu.
Soal gonta-ganti pelatih di PSMS sejauh ini, Gaston mengaku tak ingin ambil pusing. Di bawah kepelatihan Suharto, Gaston dkk juga merasa baik-baik saja. Tapi ia juga menyayangkan pemberhentian Rudi Keltjes. “Tim tidak ada masalah. Semua kondusif, tapi saya pribadi menyayangkan pelatih bagus seperti Rudi Keltjes harus keluar. Tapi tidak ada masalah,” uingkap Gaston.
Lalu bagaimana soal dukungan kekasih hatinya Julia Perez? Menjawab masalah pribadi ini, Gaston sedikit lebih terbuka. “Ya hubungan kami baik-baik saja. Tapi mungkin dia belum akan mendukung PSMS secara langsung seperti kemarin karena dia sedang banyak urusan,” pungkasnya. (ful/sumutpos)
Terutama bagi Gaston. Kekasih artis Julia Perez ini kerap mencetak gol dari kerjasamanya dengan Kurniawan. Gaya main keduanya juga sudah mulai klop dan saling pengertian.
Pada laga kontra Persires yang berakhir 3-0 untuk kemenangan PSMS, Gaston sukses kemas dua gol. Kurniawan juga mencetak satu gol pada laga itu. “Saya senang sekali duet dengan Kurniawan,” kata Gaston saat dihubungi kemarin malam.
Awalnya, gaya main Gaston sempat tidak bisa diikuti dengan baik oleh para skuad PSMS. Praktis monopoli umpan kerap terjadi antara Jose Sebastian dan Gaston saja yang sama-sama berasal dari Argentina. Bahkan pada kesempatan latihan, kedua kerap berkomunikasi dengan bahasa mereka.
Namun seiring waktu, Gaston mulai menyatu dengan tim. “Saya pada dasarnya hanya mengikuti teman-teman. Semua bermain baik dan saya senang tim bisa meraih kemenangan,” katanya.
Kini Gaston telah mengoleksi lima gol dari tujuh penampilan. Atas perolehan ini, pemain bernomor punggung 32 itu mengaku punya target pribadi. Utamanya dalam urusan menggedor gawang lawan. Tapi Gaston enggan menarget jumlah gol. “Kalau itu saya pendam saja. Yang terpenting tim bisa menang. Itu sudah menyenangkan bagi kami,” lanjut mantan bintang iklan kondom Sutra itu.
Soal gonta-ganti pelatih di PSMS sejauh ini, Gaston mengaku tak ingin ambil pusing. Di bawah kepelatihan Suharto, Gaston dkk juga merasa baik-baik saja. Tapi ia juga menyayangkan pemberhentian Rudi Keltjes. “Tim tidak ada masalah. Semua kondusif, tapi saya pribadi menyayangkan pelatih bagus seperti Rudi Keltjes harus keluar. Tapi tidak ada masalah,” uingkap Gaston.
Lalu bagaimana soal dukungan kekasih hatinya Julia Perez? Menjawab masalah pribadi ini, Gaston sedikit lebih terbuka. “Ya hubungan kami baik-baik saja. Tapi mungkin dia belum akan mendukung PSMS secara langsung seperti kemarin karena dia sedang banyak urusan,” pungkasnya. (ful/sumutpos)
Saturday, January 8, 2011
PSMS Junior benahi fisik
MEDAN - Sukses melaju ke Putaran Final Piala Suratin U-18 , PSMS Junior langsung berbenah. Dengan kualitas lawan yang diyakini lebih baik, Ayam Kinantan Junior tentu tak ingin datang dengan kekuatan yang sama. Peningkatan kualitas coba dilakukan Arsitek tim, Iwan Karo-karo.
Sekembalinya dari Banyuasin, Iwan pun langsung menggeber skuadnya dengan latihan. Jika biasanya hanya tiga kali seminggu, kini Zumanda cs digeber dengan latihan setiap hari. Pasalnya meski belum ada jadwal pasti, skuad hijau-hijau akan berlaga di bulan Januari ini.
“Kita akan latihan setiap hari untuk meningkatkan performa anak-anak. Tak ada waktu lagi karena Bulan ini kita akan bertanding lagi,” tukas Iwan usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan.
Yang menjadi fokus perhatian Iwan adalah fisik anak asuhnya. Tak dipungkiri perjalanan jauh cukup menguras stamina anak asuhnya. Hal itu yang coba ditingkatkannya agar para pemainnya tidak lekas lelah dalam pertarungan nanti.
“Kita kan main di luar dan menempuh perjalanan jauh. Seperti ketika di Banyuasin kita menggunakan bus dan cukup membuat anak-anak kelelahan . Fisik mereka yang coba kita tingkatkan,” tambah eks stopper PSMS dan Medan Jaya ini.
Untuk masalah teknis lainnya menurut Iwan sudah tidak ada masalah. Lini depan yang awalnya dikhawatirkannya justru tampil tajam. Salah seorang strikernya, Dede Darmawan sudah mengemas empat gol saat berlaga di Banyuasin.
“Masalah lain tidak ada masalah. Hanya tinggal pematangan saja. Lini depan kita juga main bagus,” tambah pria berkumis ini.
PSMS Junior yang tampil sebagai runner up di Banyuasin, dikabarkan akan berada satu grup dengan Arema Junior, Villa 2000 Jakarta dan PS Payakumbuh di putaran final nanti. “Mudah-mudahan kita mampu melewatinya,” ujar Manajer tim, Alexander GHO.
Untuk itu, Alex meminta publik Medan mendukung penuh perjuangan PSMS Junior. “Kita bertarung demi nama baik PSMS dan Medan. Jadi kita harap masyarakat Medan mendukung baik lewat doa maupun suntikan moril,” tambah pria berkacamata ini.
Sekembalinya dari Banyuasin, Iwan pun langsung menggeber skuadnya dengan latihan. Jika biasanya hanya tiga kali seminggu, kini Zumanda cs digeber dengan latihan setiap hari. Pasalnya meski belum ada jadwal pasti, skuad hijau-hijau akan berlaga di bulan Januari ini.
“Kita akan latihan setiap hari untuk meningkatkan performa anak-anak. Tak ada waktu lagi karena Bulan ini kita akan bertanding lagi,” tukas Iwan usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan.
Yang menjadi fokus perhatian Iwan adalah fisik anak asuhnya. Tak dipungkiri perjalanan jauh cukup menguras stamina anak asuhnya. Hal itu yang coba ditingkatkannya agar para pemainnya tidak lekas lelah dalam pertarungan nanti.
“Kita kan main di luar dan menempuh perjalanan jauh. Seperti ketika di Banyuasin kita menggunakan bus dan cukup membuat anak-anak kelelahan . Fisik mereka yang coba kita tingkatkan,” tambah eks stopper PSMS dan Medan Jaya ini.
Untuk masalah teknis lainnya menurut Iwan sudah tidak ada masalah. Lini depan yang awalnya dikhawatirkannya justru tampil tajam. Salah seorang strikernya, Dede Darmawan sudah mengemas empat gol saat berlaga di Banyuasin.
“Masalah lain tidak ada masalah. Hanya tinggal pematangan saja. Lini depan kita juga main bagus,” tambah pria berkumis ini.
PSMS Junior yang tampil sebagai runner up di Banyuasin, dikabarkan akan berada satu grup dengan Arema Junior, Villa 2000 Jakarta dan PS Payakumbuh di putaran final nanti. “Mudah-mudahan kita mampu melewatinya,” ujar Manajer tim, Alexander GHO.
Untuk itu, Alex meminta publik Medan mendukung penuh perjuangan PSMS Junior. “Kita bertarung demi nama baik PSMS dan Medan. Jadi kita harap masyarakat Medan mendukung baik lewat doa maupun suntikan moril,” tambah pria berkacamata ini.
Divisi Utama PSMS Sikat Persires 3-0
PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya mendulang raihan tiga angka setelah mengalahkan tamunya Persires Rengat 3-0 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2011 putaran pertama di Stadion Teladan Medan, Jumat.
Kemenangan ini sekaligus merupakan kado manis buat pelatih baru PSMS, Suharto yang dipercaya menangani PSMS oleh manajemen pasca ditinggalkan pelatih sebelumnya Rudi Keltjes.
"Terimakasih buat anak-anak yang telah bermain maksimal. Dengan kemenangan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap PSMS kembali muncul," kata Pelatih PSMS Suharto usai pertandingan.
Ketiga gol PSMS tersebut masing-masing diciptakan Kurniawan Dwi Julianto di menit ke-5 dan pemain asingnya Cristian Gaston Castano di menit 57 dan 72.
Sebenarnya anak-anak PSMS dapat saja menang lebih dari tiga gol, melihat dari banyaknya peluang-peluang emas yang mereka ciptakan, namun peluang tersebut terbuang sia-sia akibat kurangnya kesabaran barisan depan PSMS dalam mengeksekusi bola.
Misalnya, di menit 22, Gaston gagal memanfaatkan hadiah penalti yang dihadiahkan buat PSMS setelah pemain belakang melakukan handsball di kotak terlarang. Namun sayang kesempatan ini disia-siakan Gaston, karena bola tendangannya yang diarahkan ke sudut kanan gawang terlalu lemah, sehingga bola dapat ditangkap kiper Persires.
Begitu juga di menit 43, Kurniawan yang sudah berhadapan dengan kiper Persires Rengat, gagal mencetak gol setelah bola sontekannya berhasil ditepis keluar lapangan.
Asisten pelatih PSMS, Edy Syahputra, mengatakan, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kekompakan pemain dan kedisiplinan dalam memerankan tugasnya masing-masing.
"Sebenarnya kita bisa mencetak lebih dari tiga gol, namun berapa pun gol yang diciptakan ke jala lawan patut kita syukuri. Kemenangan ini sekaligus menjadi penambah kekuatan moral bagi anak-anak yang sempat drop pasca kalah dari Persih Tembilahan," katanya.
Manager Persires Rengat Zulfahmi Adrian, mengatakan, tim sudah bermain maksimal dan berjuang dengan sekuat tenaga menghadapi semangat juang anak-anak PSMS, apalagi PSMS memang bermain di hadapan pendukungnya.
"Cuma kalah 0-3 sudah lumayan, mengingat stok pemain kita sangat minim," katanya. (antara)
Kemenangan ini sekaligus merupakan kado manis buat pelatih baru PSMS, Suharto yang dipercaya menangani PSMS oleh manajemen pasca ditinggalkan pelatih sebelumnya Rudi Keltjes.
"Terimakasih buat anak-anak yang telah bermain maksimal. Dengan kemenangan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap PSMS kembali muncul," kata Pelatih PSMS Suharto usai pertandingan.
Ketiga gol PSMS tersebut masing-masing diciptakan Kurniawan Dwi Julianto di menit ke-5 dan pemain asingnya Cristian Gaston Castano di menit 57 dan 72.
Sebenarnya anak-anak PSMS dapat saja menang lebih dari tiga gol, melihat dari banyaknya peluang-peluang emas yang mereka ciptakan, namun peluang tersebut terbuang sia-sia akibat kurangnya kesabaran barisan depan PSMS dalam mengeksekusi bola.
Misalnya, di menit 22, Gaston gagal memanfaatkan hadiah penalti yang dihadiahkan buat PSMS setelah pemain belakang melakukan handsball di kotak terlarang. Namun sayang kesempatan ini disia-siakan Gaston, karena bola tendangannya yang diarahkan ke sudut kanan gawang terlalu lemah, sehingga bola dapat ditangkap kiper Persires.
Begitu juga di menit 43, Kurniawan yang sudah berhadapan dengan kiper Persires Rengat, gagal mencetak gol setelah bola sontekannya berhasil ditepis keluar lapangan.
Asisten pelatih PSMS, Edy Syahputra, mengatakan, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kekompakan pemain dan kedisiplinan dalam memerankan tugasnya masing-masing.
"Sebenarnya kita bisa mencetak lebih dari tiga gol, namun berapa pun gol yang diciptakan ke jala lawan patut kita syukuri. Kemenangan ini sekaligus menjadi penambah kekuatan moral bagi anak-anak yang sempat drop pasca kalah dari Persih Tembilahan," katanya.
Manager Persires Rengat Zulfahmi Adrian, mengatakan, tim sudah bermain maksimal dan berjuang dengan sekuat tenaga menghadapi semangat juang anak-anak PSMS, apalagi PSMS memang bermain di hadapan pendukungnya.
"Cuma kalah 0-3 sudah lumayan, mengingat stok pemain kita sangat minim," katanya. (antara)
Friday, January 7, 2011
PSMS Medan Kalah, Suharto Bisa Diganti Lagi?
Keberadaan Idris SE di manajemen PSMS membawa dampak negatif. Sebagai manajer, Idris kerap membuat suasana tidak nyaman. Setidaknya hal ini diungkapkan pengurus PSSI Medan yang juga pengamat sepak bola, Asrul Batubara.
Menurut Asrul, tekanan dan intervensi Idris kepada pelatih diyakini sebagai penyebab anjloknya kepercayaan diri para pemain dan jajaran pelatih PSMS. “Bagaimana PSMS bisa maju kalau satu pertandingan saja pelatih langsung diganti. Memperbaiki butuh waktu, Jangan menimpakan kesalahan langsung pada pelatih,” kata Asrul kemarin.
Asrul juga heran melihat kinerja manajemen PSMS saat ini. Mundurnya Rudi Keltjes karena belum menandatangani kontrak hingga hampir sebulan di PSMS. Hal itu menurutnya merupakan pola pengelolaan yang tidak pada tempatnya. Dia menyatakan, selayaknya manajemen sadar, untuk mendapatkan kualitas lebih tentunya juga disertai dengan harga yang pantas pula. Sesuai dengan istilah profesional yang selama ini didengungkan pengurus dan manajemen PSMS.
”Bagaimana pelatih mau berkonsentrasi melatih dan bertahan kalau statusnya di PSMS juga belum jelas. Pelatih juga punya kebutuhan hidup yang jarus dipenuhi. Sudah sepantasnya dia menuntut haknya apabila setelah melaksanakan kewajiban sebagai pelatih,” katanya.
Sebelumnya, Parlin Siagian juga menyayangkan keputusan mendepak pelatih hanya dari satu pertandingan. Keberadaan manajer PSMS saat ini yang kerap intervensi pelatih sangat tidak profesional.
“Setelah mendepak Rudi Keltjes, Suharto ditunjuk. Kalau kalah lagi, apakah Suharto juga akan dipecat!” kata Parlin.
Di lain hal, Idris awalnya sempat menyatakan kalau sosok seorang manajer di PSMS harus bisa mendatangkan sponsor dan memiliki modal setidaknya Rp1 milyar. Hal itu diutarakannya saat PSMS belum memiliki manajer. Akhirnya, setelah jadi manajer, Idris tak terlihat melakukan apa yang diucapkannya. (ful/sumutpos)
Menurut Asrul, tekanan dan intervensi Idris kepada pelatih diyakini sebagai penyebab anjloknya kepercayaan diri para pemain dan jajaran pelatih PSMS. “Bagaimana PSMS bisa maju kalau satu pertandingan saja pelatih langsung diganti. Memperbaiki butuh waktu, Jangan menimpakan kesalahan langsung pada pelatih,” kata Asrul kemarin.
Asrul juga heran melihat kinerja manajemen PSMS saat ini. Mundurnya Rudi Keltjes karena belum menandatangani kontrak hingga hampir sebulan di PSMS. Hal itu menurutnya merupakan pola pengelolaan yang tidak pada tempatnya. Dia menyatakan, selayaknya manajemen sadar, untuk mendapatkan kualitas lebih tentunya juga disertai dengan harga yang pantas pula. Sesuai dengan istilah profesional yang selama ini didengungkan pengurus dan manajemen PSMS.
”Bagaimana pelatih mau berkonsentrasi melatih dan bertahan kalau statusnya di PSMS juga belum jelas. Pelatih juga punya kebutuhan hidup yang jarus dipenuhi. Sudah sepantasnya dia menuntut haknya apabila setelah melaksanakan kewajiban sebagai pelatih,” katanya.
Sebelumnya, Parlin Siagian juga menyayangkan keputusan mendepak pelatih hanya dari satu pertandingan. Keberadaan manajer PSMS saat ini yang kerap intervensi pelatih sangat tidak profesional.
“Setelah mendepak Rudi Keltjes, Suharto ditunjuk. Kalau kalah lagi, apakah Suharto juga akan dipecat!” kata Parlin.
Di lain hal, Idris awalnya sempat menyatakan kalau sosok seorang manajer di PSMS harus bisa mendatangkan sponsor dan memiliki modal setidaknya Rp1 milyar. Hal itu diutarakannya saat PSMS belum memiliki manajer. Akhirnya, setelah jadi manajer, Idris tak terlihat melakukan apa yang diucapkannya. (ful/sumutpos)
Wednesday, January 5, 2011
Suporter sesalkan pergantian pelatih
MEDAN - Belum genap sebulan Rudy William Keltjes menangani PSMS, keadaan memaksanya hengkang lebih awal. Gagal mempersembahkan kemenangan di kesempatan pertamanya kontra Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan kemarin.
Pengurus pun memutuskan untuk kembali melakukan pergantian pelatih. Suharto ditunjuk sebagai pengganti. Musim ini bukan kali pertama PSMS melakukan pergantian pelatih. Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu lebih dulu merasakan tangan dingin pengurus. Pelatih yang akrab disapa Bang Zul ini dipecat usai melakoni lima laga kompetisi. Keltjes yang diplot sebagai pengganti malah hanya merasakan satu pertandingan.
Tak ayal pergantian ini sangat disesalkan supporter pendukung, PSMS Fans Club (PFC). Sekretaris Umum PFC Muh Mukhlis menyatakan, PFC kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih.
“Kami PFC kecewa dengan pengurus yang telah mengganti pelatih beberapa kali. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?!” keluh Mukhlis.
Ke depan dia meminta pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Super Liga. “Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Masyarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke LIga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” tambahnya.
Bukan musim ini saja PSMS gonta ganti pelatih. Musim sebelumnya tiga orang yang berbeda menempati kursi kepelatihan Ayam Kinantan. Mulai dari Suimin Diharja digantikan Kustiono hingga duet Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian.
Padahal jika ditilik kinerja Keltjes tidak seburuk yang dinilai. Beberapa perubahan positif dibawanya dalam waktu singkat. Salah satunya disiplin yang kini mulai diterapkan Kurniawan cs.
"Disiplin itu penting. Saya harap itu bisa tetap dijaga pelatih selanjutnya," ujar Keltjes.
Pengurus pun memutuskan untuk kembali melakukan pergantian pelatih. Suharto ditunjuk sebagai pengganti. Musim ini bukan kali pertama PSMS melakukan pergantian pelatih. Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu lebih dulu merasakan tangan dingin pengurus. Pelatih yang akrab disapa Bang Zul ini dipecat usai melakoni lima laga kompetisi. Keltjes yang diplot sebagai pengganti malah hanya merasakan satu pertandingan.
Tak ayal pergantian ini sangat disesalkan supporter pendukung, PSMS Fans Club (PFC). Sekretaris Umum PFC Muh Mukhlis menyatakan, PFC kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih.
“Kami PFC kecewa dengan pengurus yang telah mengganti pelatih beberapa kali. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?!” keluh Mukhlis.
Ke depan dia meminta pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Super Liga. “Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Masyarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke LIga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” tambahnya.
Bukan musim ini saja PSMS gonta ganti pelatih. Musim sebelumnya tiga orang yang berbeda menempati kursi kepelatihan Ayam Kinantan. Mulai dari Suimin Diharja digantikan Kustiono hingga duet Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian.
Padahal jika ditilik kinerja Keltjes tidak seburuk yang dinilai. Beberapa perubahan positif dibawanya dalam waktu singkat. Salah satunya disiplin yang kini mulai diterapkan Kurniawan cs.
"Disiplin itu penting. Saya harap itu bisa tetap dijaga pelatih selanjutnya," ujar Keltjes.
Rudi Keltjes Mundur
Kebersamaan Rudi William Keltjes dengan PSMS tak berlangsung lama. Pelatih asal Surabaya itu resmi mengundurkan diri dari kursi kepelatihan, Selasa (4/1).
Meski memutuskan mundur, Keltjes menampik kekalahan 2-3 kontra Persih Tembilahan jadi penyebab utamanya. “Saya tidak sanggup lagi berada di balik kepelatihan PSMS. Saya mundur bukan karena kekalahan kemarin,” kata Keltjes.
Keltjes berharap keputusannya mengundurkan diri bisa memberikan kesempatan kepada pelatih lain untuk menukangi PSMS. Dalam pertimbangan lainnya, dia menilai, di tangannya, PSMS tidak akan punya progres yang lebih baik dari pada saat ini. Menurutnya, mungkin kalau ditangani mantan pemain asli Medan, tim Ayam Kinantan bisa lebih baik. “Kalau saya di sini, saya melihat tim ini tidak akan lebih bagus,” sebutnya lagi.
Ditanyakan soal intervensi yang diberikan pihak pengurus, Keltjes pun menampiknya. Lagi-lagi ia menuturkan keputusan mundur murni pilihan pribadinya tanpa ada intervensi pihak manapun, termasuk pengurus dan manajemen PSMS. “Selama saya menukangi PSMS, saya tidak ada intervensi, begitu juga dengan pengunduran diri saya,” sambung mantan bintang Niac Mitra itu.
Apakah ada klub lain yang akan dibesut Keltjes? Menjawab itu, dengan tegas Keltjes mengatakan tidak. “Tampaknya tidak akan ada klub yang akan saya bela dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.
Meski akan hengkang, Keltjes tetap menyatakan kecintaannya dengan PSMS.
Sementara pihak pengurus PSMS menyatakan keberadaan Keltjes memang tidak lagi diinginkan pengurus. Keltjes dianggap gagal oleh Idris, Sekretaris Umum PSMS yang juga manajer tim. “Dia gagal membawa kemenangan bagi PSMS. Pengurus sepakat mengakhiri tugasnya di PSMS,” kata Idris. Dikabarkan, pengurus telah menujuk Suharto untuk menjadi pelatih PSMS. Namun saat dihubungi, asisten pelatih Bintang Medan itu menampik kabar tersebut. (ful)
Meski memutuskan mundur, Keltjes menampik kekalahan 2-3 kontra Persih Tembilahan jadi penyebab utamanya. “Saya tidak sanggup lagi berada di balik kepelatihan PSMS. Saya mundur bukan karena kekalahan kemarin,” kata Keltjes.
Keltjes berharap keputusannya mengundurkan diri bisa memberikan kesempatan kepada pelatih lain untuk menukangi PSMS. Dalam pertimbangan lainnya, dia menilai, di tangannya, PSMS tidak akan punya progres yang lebih baik dari pada saat ini. Menurutnya, mungkin kalau ditangani mantan pemain asli Medan, tim Ayam Kinantan bisa lebih baik. “Kalau saya di sini, saya melihat tim ini tidak akan lebih bagus,” sebutnya lagi.
Ditanyakan soal intervensi yang diberikan pihak pengurus, Keltjes pun menampiknya. Lagi-lagi ia menuturkan keputusan mundur murni pilihan pribadinya tanpa ada intervensi pihak manapun, termasuk pengurus dan manajemen PSMS. “Selama saya menukangi PSMS, saya tidak ada intervensi, begitu juga dengan pengunduran diri saya,” sambung mantan bintang Niac Mitra itu.
Apakah ada klub lain yang akan dibesut Keltjes? Menjawab itu, dengan tegas Keltjes mengatakan tidak. “Tampaknya tidak akan ada klub yang akan saya bela dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.
Meski akan hengkang, Keltjes tetap menyatakan kecintaannya dengan PSMS.
Sementara pihak pengurus PSMS menyatakan keberadaan Keltjes memang tidak lagi diinginkan pengurus. Keltjes dianggap gagal oleh Idris, Sekretaris Umum PSMS yang juga manajer tim. “Dia gagal membawa kemenangan bagi PSMS. Pengurus sepakat mengakhiri tugasnya di PSMS,” kata Idris. Dikabarkan, pengurus telah menujuk Suharto untuk menjadi pelatih PSMS. Namun saat dihubungi, asisten pelatih Bintang Medan itu menampik kabar tersebut. (ful)
Ketua Umum Harus Bertindak Tegas
Kegagalan PSMS meraih sejumlah kemenangan, dikatakan sejumlah fans PSMS tak hanya mutlak salah pelatih. Unsur pengurus juga harus bertanggung jawab, termasuk Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin.
“Kenapa PSMS selalu kalah? Karena pelatih mungkin saja salah, tapi kami juga melihat pemain tidak berdedikasi maksimal di lapangan. Kenapa begitu? Ya tentu saja karena kurangnya perhatian dari pengurus dan Ketua Umum PSMS,” koar Nata Simangunsong, ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, Selasa (4/1).
Mundurnya Rudi Keltjes juga disayangkan pihak SMeCK. Dikatakan Nata, hendaknya pengurus evaluasi diri, kenapa PSMS bisa sampai seperti ini. “Unsur nonteknis tidak diperhatikan oleh pengurus. Setiap ada kekalahan, selalu menyalahkan pelatih atau pemain. Pengurus harus berkaca, karena semua pecinta bola di Medan sudah tahu benar kiprah pengurus,” lanjut Nata.
Kritikan kepada pengurus juga datang dari barisan suporter PSMS Medan Fans Club (PMFC). Sekretaris Umum PMFC, Muh Mukhlis menyatakan, pihaknya kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih. “Kami sebagai kelompok suporter di PMFC kecewa dengan pengurus yang terus mengganti pelatih. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?” beber Mukhlis.
Ke depan dia meminta, pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Liga Super Indonesia.
“Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Mayarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke Liga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” pungkasnya. (ful)
“Kenapa PSMS selalu kalah? Karena pelatih mungkin saja salah, tapi kami juga melihat pemain tidak berdedikasi maksimal di lapangan. Kenapa begitu? Ya tentu saja karena kurangnya perhatian dari pengurus dan Ketua Umum PSMS,” koar Nata Simangunsong, ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, Selasa (4/1).
Mundurnya Rudi Keltjes juga disayangkan pihak SMeCK. Dikatakan Nata, hendaknya pengurus evaluasi diri, kenapa PSMS bisa sampai seperti ini. “Unsur nonteknis tidak diperhatikan oleh pengurus. Setiap ada kekalahan, selalu menyalahkan pelatih atau pemain. Pengurus harus berkaca, karena semua pecinta bola di Medan sudah tahu benar kiprah pengurus,” lanjut Nata.
Kritikan kepada pengurus juga datang dari barisan suporter PSMS Medan Fans Club (PMFC). Sekretaris Umum PMFC, Muh Mukhlis menyatakan, pihaknya kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih. “Kami sebagai kelompok suporter di PMFC kecewa dengan pengurus yang terus mengganti pelatih. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?” beber Mukhlis.
Ke depan dia meminta, pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Liga Super Indonesia.
“Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Mayarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke Liga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” pungkasnya. (ful)
Teladan Tak Angker Lagi
MEDAN-Stadion Teladan tak angker lagi. Siapapun tim yang datang bisa saja membawa pulang tiga angka dari PSMS. Kisah yang berbalik 180 derajat jika dibandingkan dengan era perserikatan.
Tren kalah di kandang berlanjut ketika PSMS takluk di kandang sendiri kontra Persih Tembilahan, Senin (3/1). Sempat unggul 2-0 lewat Zulkarnain dan Gaston Castano, PSMS akhirnya kalah lewat sontekan Leonardo Veron di menit 45 dan 76 serta sontekan Friday Gbeneme di menit 61.
Di era perserikatan, dukungan fans di Stadion Teladan bagai air yang menyegarkan. Yel-yel dukungan selalu diberikan. Namun kini, caci maki kerap dilontarkan oleh fans sendiri jika PSMS kebobolan atau sedang main jelek.
Sejarah mulai mencatat, PSMS mulai mudah dikalahkan di kandang sendiri sejak era sepak bola memasuki profesionaln
Kali pertama PSMS kandas di hadapan pendukung sendiri adalah ketika takluk dari Persitara Jakarta Utara dengan skor tipis 0-1 pada Divisi Utama 2006.
Kekalahan selanjutnya di kandang terjadi 26 Agustus 2007 saat dipecundangi Persib 1-2. Selanjutnya, PSMS juga pernah takluk 1-3 dari Persikabo Bogor pada 10 Februari 2010 disusul oleh Persipasi 1-2 di tahun dan ajang yang sama.
Pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes menyebutkan kekalahan itu dikarenakan skuad tidak berhasil mempertahankan permainan. Hilangnya ciri khas keras ala Medan juga tak terlihat. “Malah sebaliknya tim lawan yang main keras. Sebaliknya PSMS ketakutan jika sedang kuasai bola,” kata Keltjes, usai laga. (ful)
Tren kalah di kandang berlanjut ketika PSMS takluk di kandang sendiri kontra Persih Tembilahan, Senin (3/1). Sempat unggul 2-0 lewat Zulkarnain dan Gaston Castano, PSMS akhirnya kalah lewat sontekan Leonardo Veron di menit 45 dan 76 serta sontekan Friday Gbeneme di menit 61.
Di era perserikatan, dukungan fans di Stadion Teladan bagai air yang menyegarkan. Yel-yel dukungan selalu diberikan. Namun kini, caci maki kerap dilontarkan oleh fans sendiri jika PSMS kebobolan atau sedang main jelek.
Sejarah mulai mencatat, PSMS mulai mudah dikalahkan di kandang sendiri sejak era sepak bola memasuki profesionaln
Kali pertama PSMS kandas di hadapan pendukung sendiri adalah ketika takluk dari Persitara Jakarta Utara dengan skor tipis 0-1 pada Divisi Utama 2006.
Kekalahan selanjutnya di kandang terjadi 26 Agustus 2007 saat dipecundangi Persib 1-2. Selanjutnya, PSMS juga pernah takluk 1-3 dari Persikabo Bogor pada 10 Februari 2010 disusul oleh Persipasi 1-2 di tahun dan ajang yang sama.
Pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes menyebutkan kekalahan itu dikarenakan skuad tidak berhasil mempertahankan permainan. Hilangnya ciri khas keras ala Medan juga tak terlihat. “Malah sebaliknya tim lawan yang main keras. Sebaliknya PSMS ketakutan jika sedang kuasai bola,” kata Keltjes, usai laga. (ful)
PSMS KALAH KELAS
MEDAN- Di luar dugaan, PSMS takluk 2-3 dari tamunya Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Teladan, Senin (3/1). PSMS sempat unggul lebih dulu lewat Zulkarnaen di menit 32 disusul gol Gaston Castano di menit 43.
Leading 2-0, PSMS lengah. Berselang dua menit, Leonardo Veron berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum turun minum.
Di awal laga, PSMS main dengan tempo lambat. Namun Affan Lubis dkk berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sentuhan-sentuhan pendek diperagakan para pemain.
Meski begitu, terlihat para pemain tidak sempurna memainkan pola baru ala arsitek Rudi William Keltjes. Memainkan formasi 4-2-3-1, Ayam Kinantan tidak bisa maksimal dalam menyerang dan bertahan.
Yang jadi sorotan besar adalah buruknya lini pertahanan. Ada kesan terlalu memaksakan Harry Syahputra untuk main di sisi kanan pertahanan. Harry pun main buruk. Dua gol Persih tercipta dari sisi yang dikawal Harry.
Penjaga gawang PSMS yang dikawal Syahbani pun tak bermain dengan performa terbaiknya. Gol pertama Persih tercipta akibat kesalahan lini belakang yang tidak berkomunikasi baik dengan kiper.
Di babak kedua, PSMS masih mencoba main menekan. Namun sebaliknya, tim tamu yang justru berhasil memainkan irama. Pada menit 61, petaka datang dari Friday Gbeneme. Ia berhasil melewati Harry Syahputra dan mencetak gol dari sudut sempit. Skor sama 2-2 membuat PSMS seperti kehilangan gaya permainan. Bola hanya berputar di tengah.
Malang tak dapat ditolak, PSMS malah balik ketinggalan. Kali ini Leonardo Veron yang berhasil menggetarkan gawang Syahbani untuk kali kedua. Gol ini juga tercipta dari kesalahan Harry Syahputra meskipun tak secara langsung. Sebelumnya, Harry dengan keras mengganjal pemain Persih. Bahkan ada unsur kesengajaan di sana, sehingga wasit memberikannya kartu kuning. Bola mati pun diambil oleh Friday yang langsung diterima Leonardo Veron untuk dikirim ke gawang PSMS. Skor berbalik 2-3 untuk keunggulan tim tamu.
Keadaan pun makin kacau. Tekanan dari penonton membuat permainan PSMS makin buruk. Padahal PSMS selalu berhasil memegang bola di saat-saat terakhir. Sayang, para pemain terburu-buru ingin mencetak gol sehingga bola dengan mudah dihadang bek lawan. Tambahan waktu tiga menit tak berhasil membuat PSMS menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor 2-3.
“Saya tak menyangka akan kalah. Anak-anak pada dasarnya menguasai bola. Tapi tidak berhasil mempertahankan kemenangan,” kata Keltjes usai laga. “Kita memang benar-benar kalah kelas. Wajar kalah karena tim lawan memang lebih baik,” sambungnya. Pihak Persih sendiri meluapkan bahagianya bisa mengalahkan PSMS di kandang sendiri. “Saya percaya pada kemampuan anak-anak dan bisa membalas ketertinggalan,” kata Raja Faisal, asisten pelatih Persih. (ful)
Leading 2-0, PSMS lengah. Berselang dua menit, Leonardo Veron berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum turun minum.
Di awal laga, PSMS main dengan tempo lambat. Namun Affan Lubis dkk berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sentuhan-sentuhan pendek diperagakan para pemain.
Meski begitu, terlihat para pemain tidak sempurna memainkan pola baru ala arsitek Rudi William Keltjes. Memainkan formasi 4-2-3-1, Ayam Kinantan tidak bisa maksimal dalam menyerang dan bertahan.
Yang jadi sorotan besar adalah buruknya lini pertahanan. Ada kesan terlalu memaksakan Harry Syahputra untuk main di sisi kanan pertahanan. Harry pun main buruk. Dua gol Persih tercipta dari sisi yang dikawal Harry.
Penjaga gawang PSMS yang dikawal Syahbani pun tak bermain dengan performa terbaiknya. Gol pertama Persih tercipta akibat kesalahan lini belakang yang tidak berkomunikasi baik dengan kiper.
Di babak kedua, PSMS masih mencoba main menekan. Namun sebaliknya, tim tamu yang justru berhasil memainkan irama. Pada menit 61, petaka datang dari Friday Gbeneme. Ia berhasil melewati Harry Syahputra dan mencetak gol dari sudut sempit. Skor sama 2-2 membuat PSMS seperti kehilangan gaya permainan. Bola hanya berputar di tengah.
Malang tak dapat ditolak, PSMS malah balik ketinggalan. Kali ini Leonardo Veron yang berhasil menggetarkan gawang Syahbani untuk kali kedua. Gol ini juga tercipta dari kesalahan Harry Syahputra meskipun tak secara langsung. Sebelumnya, Harry dengan keras mengganjal pemain Persih. Bahkan ada unsur kesengajaan di sana, sehingga wasit memberikannya kartu kuning. Bola mati pun diambil oleh Friday yang langsung diterima Leonardo Veron untuk dikirim ke gawang PSMS. Skor berbalik 2-3 untuk keunggulan tim tamu.
Keadaan pun makin kacau. Tekanan dari penonton membuat permainan PSMS makin buruk. Padahal PSMS selalu berhasil memegang bola di saat-saat terakhir. Sayang, para pemain terburu-buru ingin mencetak gol sehingga bola dengan mudah dihadang bek lawan. Tambahan waktu tiga menit tak berhasil membuat PSMS menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor 2-3.
“Saya tak menyangka akan kalah. Anak-anak pada dasarnya menguasai bola. Tapi tidak berhasil mempertahankan kemenangan,” kata Keltjes usai laga. “Kita memang benar-benar kalah kelas. Wajar kalah karena tim lawan memang lebih baik,” sambungnya. Pihak Persih sendiri meluapkan bahagianya bisa mengalahkan PSMS di kandang sendiri. “Saya percaya pada kemampuan anak-anak dan bisa membalas ketertinggalan,” kata Raja Faisal, asisten pelatih Persih. (ful)
Tuesday, January 4, 2011
Keltjes minta dukungan bukan makian
MEDAN - Kekalahan PSMS Medan di Stadion Teladan tak ayal memicu amarah publik Medan. Betapa tidak, harapan menggunung yang awalnya disandangkan di tangan pelatih baru, Rudy Keltjes untuk melihat PSMS lebih baik gagal terwujud.
Di ujian pertamanya, Keltjes gagal mempersembahkan kemenangan untuk Ayam Kinantan. Tak ayal suasana di Stadion Teladan memanas. Usai laga, beberapa lemparan botol air mineral diarahkan langsung ke bench pemain cadangan PSMS.
Teriakan-teriakan makian juga ditujukan kepada pelatih bertubuh jangkung ini. Beberapa di antaranya meminta Keltjes mundur. Para penonton juga mememecahkan kaca depan ruang pers. Keltjes yang awalnya mencoba tenang akhirnya tak tahan. Saat diamankan petugas keamanan menuju ruang ganti wajahnya tampak gusar.
“Saya juga tidak menyangka kita bisa kalah. Tapi harus saya akui lawan lebih baik. Kekalahan itu biasa dalam sepakbola,” tukasnya menambahkan jika tekanan terus ditujukan kepada dirinya, ia tak segan-segan angkat koper dari tim.
“Kalau saya berpikir itu wajar dalam sepakbola. Siapa yang mau melihat tim kalah di kandang sendiri. Tapi saya kan butuh waktu. Kalau terus menerus dimaki seperti ini mana bisa tahan. Bisa saja saya meninggalkan tim ini sekarang juga. Saya juga tidak ada ikatan kerja hitam di atas putih,” tukasnya.
Diakui Keltjes ia tidak berpikir tentang kontraknya. Tujuannya ke Medan tak lain untuk mengembalikan PSMS ke Liga Super Indonesia. Hutang yang coba dilunasinya setelah sebelumnya gagal di ISL 2008.
“Sejak awal saya cuma berpikir kalau Liga Super itu harus ada PSMS dan Persebaya. Itu yang membuat saya datang ke sini. Tapi tentunya saya butuh dukungan penuh dari publik Medan,” ujar pelatih yang pernah membesut Persebaya dan PSS Sleman ini.
Usai pertandingan, Keltjes mengakui timnya kalah kelas dari tim tamu. Permainan solid dan tak kenal menyerah dari Persih Tembilahan membuat pelatih bertubuh jangkung itu tak percaya tim lawan tidak punya persiapan panjang.
“Saya harus akui tim lawan lebih baik. Bohong kalau tim ini (Persih-red) hanya mempersiapkan diri secara singkat. Melihat permainan dan ketenangan mereka, sepertinya tim ini sudah dipersiapkan lama. Kita kalah kelas,” tukas Keltjes.
Apakah pola baru yang diterapkan Keltjes belum bisa diterapkan oleh anak asuhnya? Keltjes membantah hal itu. Menurutnya permainan yang diperagakan Kurniawan Dwi Yulianto cs sudah cukup baik.
“Tidak ada masalah dengan pola. Buktinya kita mampu menguasai permainan. Anak-anak mainnya enak dan aliran bola cukup baik. Hanya saja kita lengah. Kendati begitu, kekalahan ini akan menjadi evaluasi untuk tim. Ya, tentunya kalau kita kalah harus lebih baik selanjutnya. Saya yakin anak-anak bisa,” ujarnya
Di ujian pertamanya, Keltjes gagal mempersembahkan kemenangan untuk Ayam Kinantan. Tak ayal suasana di Stadion Teladan memanas. Usai laga, beberapa lemparan botol air mineral diarahkan langsung ke bench pemain cadangan PSMS.
Teriakan-teriakan makian juga ditujukan kepada pelatih bertubuh jangkung ini. Beberapa di antaranya meminta Keltjes mundur. Para penonton juga mememecahkan kaca depan ruang pers. Keltjes yang awalnya mencoba tenang akhirnya tak tahan. Saat diamankan petugas keamanan menuju ruang ganti wajahnya tampak gusar.
“Saya juga tidak menyangka kita bisa kalah. Tapi harus saya akui lawan lebih baik. Kekalahan itu biasa dalam sepakbola,” tukasnya menambahkan jika tekanan terus ditujukan kepada dirinya, ia tak segan-segan angkat koper dari tim.
“Kalau saya berpikir itu wajar dalam sepakbola. Siapa yang mau melihat tim kalah di kandang sendiri. Tapi saya kan butuh waktu. Kalau terus menerus dimaki seperti ini mana bisa tahan. Bisa saja saya meninggalkan tim ini sekarang juga. Saya juga tidak ada ikatan kerja hitam di atas putih,” tukasnya.
Diakui Keltjes ia tidak berpikir tentang kontraknya. Tujuannya ke Medan tak lain untuk mengembalikan PSMS ke Liga Super Indonesia. Hutang yang coba dilunasinya setelah sebelumnya gagal di ISL 2008.
“Sejak awal saya cuma berpikir kalau Liga Super itu harus ada PSMS dan Persebaya. Itu yang membuat saya datang ke sini. Tapi tentunya saya butuh dukungan penuh dari publik Medan,” ujar pelatih yang pernah membesut Persebaya dan PSS Sleman ini.
Usai pertandingan, Keltjes mengakui timnya kalah kelas dari tim tamu. Permainan solid dan tak kenal menyerah dari Persih Tembilahan membuat pelatih bertubuh jangkung itu tak percaya tim lawan tidak punya persiapan panjang.
“Saya harus akui tim lawan lebih baik. Bohong kalau tim ini (Persih-red) hanya mempersiapkan diri secara singkat. Melihat permainan dan ketenangan mereka, sepertinya tim ini sudah dipersiapkan lama. Kita kalah kelas,” tukas Keltjes.
Apakah pola baru yang diterapkan Keltjes belum bisa diterapkan oleh anak asuhnya? Keltjes membantah hal itu. Menurutnya permainan yang diperagakan Kurniawan Dwi Yulianto cs sudah cukup baik.
“Tidak ada masalah dengan pola. Buktinya kita mampu menguasai permainan. Anak-anak mainnya enak dan aliran bola cukup baik. Hanya saja kita lengah. Kendati begitu, kekalahan ini akan menjadi evaluasi untuk tim. Ya, tentunya kalau kita kalah harus lebih baik selanjutnya. Saya yakin anak-anak bisa,” ujarnya
Persih Permalukan PSMS di Medan
PSMS Medan kembali menelan pil pahit. Ambisi memetik poin penuh di kandang harus dikubur dalam-dalam menyusul kekalahan dari Persih Tembilahan 2-3 di Stadion Teladan tadi malam.
Comeback Persih lewat dua gol Leonardo Veron dan satu dari Gbeneme Friday membuat pesta kemenangan tuan rumah batal. Sebelumnya, Ayam Kinantan lebih dulu unggul lewat Zulkarnaen dan Gaston Castano.
Didukung penuh publiknya plus Julia Perez yang menyaksikan permainan dari tribun VIP, PSMS gencar melakukan serangan sejak awal. Tampil dengan skema 4-2-3-1 andalan Keltjes dengan mengandalkan Gaston sebagai ujung tombak didukung Kurniawan, Jose Sebastian dan Ari Yuganda, PSMS mendominasi jalannya laga.
Peluang lewat tendangan spekulasi Jose dan M Affan Lubis namun masih bisa diamankan kiper lawan, Agus Salim. Tendangan akrobatik Ari Yuganda juga mengancam gawang lawan. Kebuntuan pun pecah di menit ke 32 lewat Zulkarnaen.
Sebelas menit berselang, PSMS memperbesar keunggulan. Kali ini giliran Gaston yang mengoyak jala lawan lewat tandukannya. Gol bermula dari umpan kepala Kurniawan yang diteruskan Ari Yuganda dengan tendangan voli. Bola rebound dan disambar striker Argentina itu lewat tandukan kepala.
Unggul 2-0, tuan rumah justru lengah di injury time babak pertama. Kemelut di depan gawang Sabani dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Argentina, Leonardo Veron. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan PSMS 2-1.
Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS melemah. Serangan balik Persih berbuah petaka untuk PSMS setelah Gbeneme Friday mampu lolos dari hadangan Harry Syahputra sebelum akhirnya menakhlukkan Sabani di menit 61.
Veron menciptakan neraka untuk PSMS setelah di menit ke 76 mampu memperdaya Sabani dan membalikkan keadaaan 3-2 untuk kemenangan Persih. Pergantian yang dilakukan Keltjes dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Alfian Habibi tidak banyak merubah keadaan. Hingga laga berakhir PSMS menyerah 2-3.
Usai laga, kubu Persih menyambut kemenangan dengan suka cita. Asisten Pelatih Persih, Raja Faisal mengakui timnya sangat bersyukur bisa mencuri poin di kandang PSMS. “Kita sangat bersyukur bisa menang disini (Teladan-red). Anak-anak tidak panik sewaktu tertinggal 2-0 dan akhirnya tampil tenang,” ujar Raja. (dat04/wol/waspada)
Comeback Persih lewat dua gol Leonardo Veron dan satu dari Gbeneme Friday membuat pesta kemenangan tuan rumah batal. Sebelumnya, Ayam Kinantan lebih dulu unggul lewat Zulkarnaen dan Gaston Castano.
Didukung penuh publiknya plus Julia Perez yang menyaksikan permainan dari tribun VIP, PSMS gencar melakukan serangan sejak awal. Tampil dengan skema 4-2-3-1 andalan Keltjes dengan mengandalkan Gaston sebagai ujung tombak didukung Kurniawan, Jose Sebastian dan Ari Yuganda, PSMS mendominasi jalannya laga.
Peluang lewat tendangan spekulasi Jose dan M Affan Lubis namun masih bisa diamankan kiper lawan, Agus Salim. Tendangan akrobatik Ari Yuganda juga mengancam gawang lawan. Kebuntuan pun pecah di menit ke 32 lewat Zulkarnaen.
Sebelas menit berselang, PSMS memperbesar keunggulan. Kali ini giliran Gaston yang mengoyak jala lawan lewat tandukannya. Gol bermula dari umpan kepala Kurniawan yang diteruskan Ari Yuganda dengan tendangan voli. Bola rebound dan disambar striker Argentina itu lewat tandukan kepala.
Unggul 2-0, tuan rumah justru lengah di injury time babak pertama. Kemelut di depan gawang Sabani dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Argentina, Leonardo Veron. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan PSMS 2-1.
Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS melemah. Serangan balik Persih berbuah petaka untuk PSMS setelah Gbeneme Friday mampu lolos dari hadangan Harry Syahputra sebelum akhirnya menakhlukkan Sabani di menit 61.
Veron menciptakan neraka untuk PSMS setelah di menit ke 76 mampu memperdaya Sabani dan membalikkan keadaaan 3-2 untuk kemenangan Persih. Pergantian yang dilakukan Keltjes dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Alfian Habibi tidak banyak merubah keadaan. Hingga laga berakhir PSMS menyerah 2-3.
Usai laga, kubu Persih menyambut kemenangan dengan suka cita. Asisten Pelatih Persih, Raja Faisal mengakui timnya sangat bersyukur bisa mencuri poin di kandang PSMS. “Kita sangat bersyukur bisa menang disini (Teladan-red). Anak-anak tidak panik sewaktu tertinggal 2-0 dan akhirnya tampil tenang,” ujar Raja. (dat04/wol/waspada)
Subscribe to:
Posts (Atom)