Friday, January 28, 2011

PSMS tutup Putaran I dengan 20 poin?

MEDAN - Asa menembus kembali ke Liga Super Indonesia masih terus ditiupkan PSMS Medan. Sudah 10 laga dilakoni Kurniawan Dwi Yulianto cs dan bertengger di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dan Ayam Kinantan hanya punya dua laga sisa kontra Persipasi Bekasi dan Persita Tangerang untuk menyelesaikan putaran pertama.

Peluang besar dimiliki skuad asuhan Suharto ini karena dua laga terakhir, PSMS bermain di Stadion Teladan. Stadion yang angker bagi tim tamu. Hanya sekali PSMS terjungkal di tangan Persih Tembilahan. Selebihnyaberakhir dengan kemenangan yang keseluruhannya merupakan jumlah kemenangan PSMS sampai saat ini yakni empat kali.

Untuk itu, dua laga terakhir harus dimaksimalkan dengan raihan poin penuh. Jika kedua laga PSMS bisa melakukan sapu bersih, maka putaran pertama akan ditutup The Killer dengan 20 poin. Mampukah skuad hijau mencapai target terakhir ini?

Menurut Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, hal itu bukan mustahil. Syaratnya, para pemain harus lebih bertanggung jawab memainkan peranannya masing-masing. Menurutnya, kondisi kondusif yang dibangun semenjak kehadiran Suharto diharapkan bisa membuat seluruh punggawa lebih konsentrasi pada pertandingan berikutnya.

“Itu artinya, dua laga terakhir putaran (pertama) ini, tim harus bisa meraih poin sempurna untuk memperbesar peluang lolos ke Liga Super. Dengan 20 poin di putaran pertama, hitungan-hitungan di putaran kedua bisa lebih jelas. Jadi kami harap pemain lebih konsentrasi,” ujar Benny kepada Waspada Online, tadi malam.

Apalagi, hasil di dua pertandingan tersebut menurutnya akan menentukan nasib pemain di putaran kedua nanti. PSMS akan melakuka evaluasi terhadap pemain. “Di putaran kedua, jelas akan ada evaluasi untuk pemain. Jadi kami minta kesungguhan pemain. Ini bukan ancaman tapi imbauan agar bisa lebih maksimal,” ungkap pria berdarah Ambon itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya di putaran kedua, PSMS akan menambah pemain untuk memperkuat tim yang ada. Kabarnya seorang gelandang asal klub Superliga tengah diincar.

Sementara itu, PSMS tetap bertekad mempertahankan rekor bagus di kandang musim ini (empat kali menang, sekali kalah), Satu hal yang menjadi perhatian Pelatih Suharto adalah sektor pertahanan. Meski PSMS mencatat clean sheet dalam empat laga terakhir, koordinasi antar pemain belakang masih kerap membahayakan gawang sendiri.

“Saya tidak mau menyalahkan pemain secara perorangan, karena di dalam sepakbola, mempertahankan daerah sendiri dari ancaman musuh menjadi tanggung jawab semua pemain. Yang jelas, ada evaluasi atas buruknya koordinasi di lini belakang,” ungkapnya lagi.

Namun bukan berarti lini lain tidak dievaluasi. Dikatakan, sektor tengah dan depan juga tidak optimal dalam dua laga terakhir. Para penggedor lini kedua dinilai kurang memberikan suplai bola ke depan yang berujung kebuntuan.

“Ya, kami mengakui lini tengah juga kurang kontribusi. Jadi, lini tengah dan depan juga akan dievaluasi di sisi waktu ini,” beber Suharto.

Bintang Medan Rekrut Pemain Korsel

Mantan pemain tim nasional Korea Selatan (Korsel), Ahn Hyo Yean, bergabung dengan klub sepak bola Bintang Medan FC untuk memperkuat klub tersebut berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner, di Medan, Kamis (27/1/2011), mengatakan, menjelang batas tempo transfer pemain di LPI akhir Januari 2011 ini, Bintang Medan FC telah mengontrak mantan pemain timnas Korsel, Ahn Hyo Yean.

Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan pemain gelandang serang itu untuk mengisi posisi penyerang di barisan depan Bintang Medan. Dengan demikian, daya gedor tim tersebut diharapkan akan lebih meningkat lagi menghadapi lawan-lawan yang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Dia memang jago di tengah, khususnya untuk menyerang dari kiri ataupun kanan. Tapi, saya mau pakai dia sebagai striker di tim saya," kata mantan pelatih Stuttgart ini.

Selain mengontrak Ahn Hyo-Yeon yang sebelumnya sempat bergabung di Persela Lamongan, pelatih asal Jerman itu juga sempat mendatangkan Daniel untuk diuji kualifikasinya. Namun, akhirnya ia dipulangkan karena alasan posisi taktis.

"Saya sedang melihat kemungkinan pemain deep midfielder yang biasa bermain dari belakang," ujarnya.

Mengenai kesiapan Bintang Medan untuk laga keduanya melawan Real Mataram di Yogyakarta, Minggu (30/1/ 2011), menurut Feichtenbeiner, timnya siap dan yakin bermain semaksimal mungkin.

"Kami berharap dapat meraih kemenangan selanjutnya dengan skuad terbaik kami," katanya.

Sebelumnya, Bintang Medan telah memiliki dua pemain asing, yakni Amine Kamoun dari Tunisia dan Cosmin Vanesa dari Rumania. Kedua pemain asing ini juga telah membuktikan kontribusi yang cukup besar ketika Bintang Medan menaklukkan Aceh United 1-0, Sabtu (22/1/2011) di Stadion Teladan Medan. (antara)

Wednesday, January 26, 2011

PSMS beruntung miliki Andi Setiawan

PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh usai bermain imbang tanpa gol menghadapi PSLS di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe tadi sore. Hasil imbang ini menjadi kedua kali setelah sebelumnya ditahan PSSB Bireuen. Tur ke tanah Aceh kali ini PSMS membawa pulang dua poin.

Pada laga tad sore, Pelatih PSMS, Suharto kembali memasang strategi berbeda. Kali ini bukan Kurniawan yang tampil berduet dengan Gaston Castano. Namun striker muda, Rinaldo yang untuk pertama kali tampil sebagai starter. Keduanya didukung Jose Sebastian, Zulkarnaen dan Affan Lubis sebagai penyuplai bola.

Gempuran PSMS dimulai sejak menit-menit awal. Belum genap satu menit Rinaldo mendapatkan peluang. Berawal dari tendangan bebas Jose Sebastian, striker berusia 25 tahun itu mendapatkan peluang di kotak penalti. Namun tendangannya terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Ali yang berdiri di bawah mistar.

Di menit 20, gantian tuan rumah yang mengancam gawang lawan. Salah pengertian antara Putra Habibi dan Ari Yuganda berbuah blunder yang hampir dimanfaatkan Taufik Hamid. Namun tendangannya melenceng di atas gawang Andi Setiawan. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS kembali tampil dengan pola serangan dari kaki ke kaki. Sementara tim lawan yang letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal
Bandung.

Top skor sementara PSMS, Gaston beraksi di menit 62. Namun tandukan striker Argentina itu masih tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian ketegangan terjadi antara bek PSMS, Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis gerah dan mendorong Rahmad menyusul tekel keras eks pemain Persiraja itu. Laga dilanjutkan setelah keduanya mereda.

Rinaldo yang gagal mencetak gol pada duel reuninya digantikan Suharto dengan Mahadi Rais. Namun pergantian tidak banyak menciptakan perubahan. Sebaliknya justru tuan rumah hampir saja menciptakan gol menit ke 71 ketika striker tuan rumah Anton Irawan tinggal berhadapan dengan kiper Andi Setiawan. Namun Andi melakukan aksi heroik dengan
menepis tendangan Anton. Hingga laga berakhir skor tetap imbang tanpa gol.

“Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Pelatih PSLS, Imran.
(dat04/wol)

Tuesday, January 25, 2011

PSMS bakal tambah pemain

MEDAN –Meski bursa transfer putaran kedua belum lagi dibuka, PSMS sudah mulai mewacanakan untuk menambah pemain.

Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS tengah mengincar seorang gelandang untuk memperkuat skuad. Meskipun Benny enggan menyebutkan nama pemain tersebut. “Ada satu pemain. Tapi siapa namanya tidak usah disebutkan dulu lah, nanti saja. Kompetisi masih berjalan, tunggu sampai jeda nanti,” kata Benny kepada Waspada Online, hari ini.

Kabarnya saat itu sang pemain tengah merumput di kompetisi Liga Super Indonesia. Pemain tersebut juga kelahiran Medan. “Orang Medan, tapi dia sekarang main di luar untuk tim liga super. Pembicaraan sudah dilakukan, dia menyatakan mempertimbangkannya dan mengaku senang bisa dipercaya membela PSMS,” sebutnya lagi.

Namun mengapa PSMS berniat merekrut gelandang? Padahal pos striker sangat minim pemain. Saat ini PSMS hanya memiliki empat striker. Gaston Castano dan Kurniawan merupakan pilihan terbatas yang dimiliki pelatih. Dua lainnya, Rinaldo dan Mahadi dinilai minim pengalaman. Hal itu menyebabkan Gaston dan Kurniawan kerap dipaksakan main meski terkadang tampil tidak optimal.

“Kami tahu itu. Tapi yang jelas, penambahan pemain itu nanti dilakukan berdasarkan kebutuhan tim yang sesuai dengan harapan pelatih (Suharto). Pemain tengah itu salah satu diantaranya saja,” sebut Benny.

Suharto yang dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak membantahnya. Tapi menurutnya, hal tersebut masih sebatas wacana. Yang terpenting baginya saat ini adalah mempersiapkan tim menjelang laga menghadapi PSLS Lhokseumawe Selasa (25/1) mendatang. “Yang paling penting itu bagaimana meraih hasil maksimal menghadapi PSLS Lhokseumawe. Saya yakin bisa, asal pemain sungguh-sungguh,” tandasnya.

PSMS andalkan senjata alternatif

MEDAN - Lawatan ke Bireuen pecan lalu, PSMS Medan gagal membawa pulang tiga poin. Kurniawan Dwi Yulianto cs harus puas berbagi angka satu dengan PSSB dalam laga tanpa gol tersebut. Kini PSLS Lhoukseumauwe yang dijadikan target poin penuh pertama PSMS di laga tandang Divisi Utama Liga Indonesia 2010//2011.

Namun laga di Stadion Nusa Bangsa ini diprediksi akan sulit. Meski merupakan debutan musim ini, PSLS mampu bersaing dan sempat menembus zona empat besar. Meskipun posisinya kini melorot di peringkat enam usai imbang 2-2 atas Pro Titan di laga sebelumnya.

Begitupun, optimisme tinggi tetap diusung The Killer. Arsitek tim Suharto siap memimpin anak asuhnya untuk bermain maksimal. “Tentunya tim siap tampil maksimal. Kondisi pemain dalam keadaan baik. Tidak ada yang cedera. Jadi kami berharap harapan bisa meraih poin maksimal bisa diraih,” kata Suharto tadi malam.

Pelatih yang sejak menangani PSMS gemar mencoba wajah baru ini kemungkinan akan kembali melakukan inovasi baru. Saat menghadapi PSSB, Suharto menurunkan striker muda Mahadi Rais menggantikan Kurniawan yang tampil kurang maksimal. Hasilnya, Mahadi tampil cukup baik dan nyaris mencetak gol.

Mahadi akan termasuk sebagai salah satu senjata alternatif jika lini depan PSMS yang akan diisi duet Gaston Castano-Kurniawan tak mampu memecah kebuntuan. Satu lagi striker yang bisa menjadi senjata alternatif adalah Rinaldo.

Yang perlu dicatat, Rinaldo merupakan pemain yang turut andil mengantarkan PSLS promosi dari Divisi I musim lalu. Duel ini tentu akan menjadi reuni pertamanya sejak hijrah ke PSMS. Striker yang punya akselerasi cepat ini kemungkinan besar diturunkan di babak kedua.

“Kalau diturunkan tentu saya akan berusaha tampil maksimal. Harus profesional ya mencetak gol,” tukas Rinaldo saat dikonfirmasi.

Para bomber itu akan didukung barisan tengah yang diisi Jose Sebastian, Affan, Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Di belakang, Vagner Luiz akan membentengi gawang Andi Setiawan.

Satu hal yang harus diwaspadai tim yang menghadapi PSMS memiliki motivasi dan semangat berlipat. “Kami meminta pemain untuk tampil sepenuh hati besok,” tegas pemain PSMS era 1980-1990an itu.

Jika PSMS optimis, tuan rumah justru merendah. Didukung penuh publiknya tak membuat tim asuhan Imran Juned ini sesumbar. “Ya, kalau dilihat di atas kertas, PSMS bisa dibilang lebih unggul. Tapi tentunya penonton mengharapkan kami menang dan kami juga akan maksimal,” sebut Imran.

Meski tengah dikabarkan tengah didera masalah finansial, Imran membantahnya dan mengatakan bahwa kondisi itu tak mempengaruhi semangat skuadnya. “Kondisi pemain tak ada masalah, bisa dibilang cukup baik sekarang,” sebut Imran.

Jangan Terbebani Target Tandang

Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa menegaskan target empat poin yang harus diraih PSMS di tur tandang kedua di Bieruen dan Lhokseumawe. Meski demikian, Benny berharap tim tidak terbebani target tersebut dan tetap bermain baik.

Dari sudut pandang Benny, inilah saatnya Affan Lubis dan kawan-kawan menjaga reputasi PSMS dan harga diri Kota Medan. “Para pemain diminta tetap tampil sebaik mungkin. Kita harus konsen dengan prestise kita sebagai salah satu tim besar. Saya yakin para pemain mempunyai kapabilitas untuk melakukan hal tersebut dan mengembalikan reputasi PSMS,” tegas mantan penjaga gawang PSMS Junior itu.

Dengan kondisi tim saat ini, Benny yakin kalau target tersebut bisa tercapai. “Yang penting jangan terbebani,” sambungnya.

Dua tim yang bakal ditantang merupakan tim yang sulit kandas di kandang sendiri. Hal ini memang jadi batu sandungan tersendiri. Namun target membawa poin harus didapatkan, mengingat peluang PSMS lolos ke babak delapan besar untuk maju ke super liga mulai tertutup karena telah alami empat kekalahan. Tim akan bertolak ke Bieruen dan Lhoeksumawe pada Rabu (19/1) ini menggunakan bus. (ful)

Decky Adrian, tak Sangka Bisa Jadi Kiper Profesional

MEDAN-Dipercaya sebagai penjaga gawang utama Bintang Medan dalam perhelatan Liga Primer Indonesia, tak lantas membuat Decky Ardian Cahyadi berbesar hati.

Meskipun memiliki jam terbang yang terbilang tinggi, namun pria kelahiran Malang, 28 tahun silam itu mengaku tetap akan tampil maksimal untuk semua tim yang dibelanya. Hal itu disampaikan Decky saat dijambangi wartawan, Sabtu (22/1) siang di mess kebun bunga tempat dirinya berdomisili.

Awalnya Decky mengaku, sebelum menjadi penjaga gawang Bintang Medan, Decky pernah dipercaya sebagai penjaga gawang kedua di PSMS setelah Markus Horisson.

Pria dengan tinggi badan 181 cm dan berat badan 76 Kg itu, mengawali karirnya sebagai penjaga gawang di Persema Malang selama dua musim yaitu 2000-2002 di Liga Indonesia.

Selanjutnya Persisas Putera Samarinda 2003, Persebaya Surabaya ,2004, Persiba Balik Papan 2004-2005, Persmin Minahasa 2005, PSMS Medan 2006-2008, Persijap Jepara 2008-2009, dan saat ini Bintang Medan.
Kini ayah dua anak, Javier Alvero (5) dan M. Rafa Alvaro (2) itu tidak ingin bermimpi muluk untuk menjadi penjaga gawang timnas Indonesia. Selain itu menurut Decky, bisa menafkahi sang isteri Endang Brata dan kedua anaknya yang kini tinggal di Malang merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya.

Dibalik kesuksesan karirnya, sesungguhnya Decky tak pernah menyangka jika dirinya akan berkarir sebagai seorang penjaga gawang profesional, sebab pria yang mencintai sepakbola sejak SMP kelas I ini sebelumnya adalah pemain bertahan.

Namun, pada sebuah kesempatan Decky tertarik untuk mencoba posisi baru yakni menjadi penjaga gawang. Setelah dicoba, Decky menemukan kepuasan lain yang sulit dilukiskan dnegan kata-kata, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menekuni karir sebagai seorang penjaga gawang.

Sejak saat itu karir Decky pun terus beranjak, hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini. (uma)

Masih Nervous

MEDAN- Bintang Medan sukses mengawali laga perdananya di Liga Primer Indonesia (LPI) dengan kemenangan, setelah menundukkan Aceh United 1-0 (0-0) di Stadion Teladan Medan, kemarin petang (22/1). Tendangan bebas Amin Kamoun di menit ke-31 menjadi satu-satunya gol kemenangan tim asuhan Michael Feichtenbeiner.

Sejak menit awal Bintang Medan tampil menyerang. Duet Yoseph Ostanika dan Cosmin Vance di barisan depan berhasil mengobrak abrik pertahanan Aceh United. Keduanya didukung Syamsul Bahri, Syafari, Fakhruddin dan Rahmat Dwi Adi dari lini kedua. Sementara Amin Kamoun mengomandoi lini belakang bersama Dodi, Rudi Hartono dan Dodi Rahwana.

Tuan rumah membuka peluang lewat kerjasama Yoseph dan Syafari, namun Yoseph terjatuh di kotak penalti dann
tidak digubris wasit. Niko, sapaan akrab Yoseph, lagi-lagi beraksi dengan menerobos kotak penalti lawan sebelum tendangan striker mungil ini diantisipasi Herman Batak yang berdiri di bawah mistar Aceh United.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31. Tendangan bebas tidak langsung bek Tunisia, Amin Kamoun melesak ke sudut kiri gawang lawan tanpa mampu dihalau Herman. Tujuh menit kemudian, Cosmin yang mendapat umpan terobosan dari Niko gagal memaksimalkannya menjadi gol. Begitu juga dengan peluang Fakhruddin yang masih membentur tiang gawang.

Aceh United berusaha bangkit di babak kedua. Lewat duo Yum Dong Jin dan Park Dae Sik asal Korea, tim tamu berusaha menembus pertahanan tuan rumah. Masuknya Zamrony cukup meningkatkan daya dobrak tim, namun serangan berkali-kali kandas di kaki Amin Kamoun dkk.

Peluang terbaik yang dimiliki Aceh United lahir lewat tendangan bebas bek asal Kamerun, Pierre Njanka, yang masih membentur tiang gawang. Sementara Bintang Medan terus mengancam lawan. Tandukan kapten Syamsul Bahri masih mampu diamankan Herman. Begitu juga dengan Cosmin yang berkali-kali mendapatkan peluang di kotak penalti.
“Beberapa pemain tadi masih nervous (grogi), mungkin karena ini pertandingan perdananya. Yang pasti, saya sangat puas dengan kemenangan ini. Tapi ke depannya saya harus menambah beberapa pemain asing untuk memperkuat tim, apalagi kondisi lapangan cukup buruk hingga menyulitkan pemain untuk mengembangkan permainan,” ujar Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner.

Sementara itu, Pelatih Aceh United, Lionel Charbonnier mengaku kebersamaannya dengan tim yang singkat membuat Pierre Njanka dkk belum memahami betul skema yang dijalankan.
“Saya baru seminggu menangani tim. Kerjasama tim belum terlihat dan anak-anak belum benar-benar paham metode latihan,” tukas Pelatih asal Prancis itu. (uma)

Tuesday, January 18, 2011

Buta Kekuatan Lawan

MEDAN- PSMS akan melakoni laga away ke markas PSSB Bieuren dan PSLS Lhoeksumawe pada 21 dan 25 Januari mendatang. Pada lawatan kali ini, PSMS bertekad bawa empat poin.

Sayang, upaya untuk itu tampaknya bakal berat. Pasalnya pihak PSMS belum tahu pasti kekuatan bakal lawan. “Keseluruhan kita belum tahu, tapi sekadar informasi sudah saya dapatkan,” kata Suharto, arsitek PSMS Minggu (16/1).
Ditambahkan Suharto, informasi yang diperoleh terkait kekuatan lawan bisa saja tidak tepat. Maka itu, kesiapan timnya tetap jadi prioritas. “Belum tentu benar. Informasi bisa saja salah. Yang terpenting adalah tetap konsentrasi berlatih,” tambahnya.

Sejauh ini, kondisi psikis dan fisik PSMS berada dalam top performa. Kemenangan dua laga tak dipungkiri menambah kepercayaandiri punggawa Ayam Kinantan. Kalaupun ada yang kuran fit hanya Vagner Luis seorang. Bek impor asal Brasil itu alami cedera ringan di pahanya. “Tapi tak masalah, karena Vagner bisa pulih saat pertandingan,” tambah mantan pelatih PS AD itu.

Untuk tur away kedua ini, Suharto berencana membawa seluruh skuad PSMS yang kini berjumlah 21 pemain. Terlebih tim akan berangkat lewat jalur darat, sehingga ongkos perjalanan bisa ditekan. “Rencananya memang semua pemain ikut,” lanjutnya.

Sebelumnya Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa meminta agar pelatih dan pemain bisa membawa pulang poin dari lawatan tersebut.

Secara matematika, PSMS dianggap mampu meraih tiga angka ketika melawan PSSB Bieruen yang kondisinya tak lebih baik dari PSMS. Sedangkan melawan PSLS manajemen berharap PSMS bisa curi satu angka. (ful)

Saturday, January 15, 2011

PSMS Junior bawa 20 pemain ke Jakarta

Tim PSMS Junior (Jr) berkekuatan 20 pemain mengikuti babak 16 besar nasional Piala Suratin U-18 yang digelar di lapangan Tugu Jakarta, 18-21 Januari mendatang.

Demikian disampaikan Manajer Tim PSMS Jr Alexander Gho di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Alex didampingi pelatih Iwan Karo Karo, Azhari Tanjung dan Iskak menjelaskan sebelumnya di putaran ketiga zona Sumatera di Muba Banyuasin, Sumatera Selatan, diperkuat 23 pemain.

Menurut Alex, ke-20 pemain yang dibawa sesuai kebutuhan tim dalam melakoni babak 16 besar. Ke-20 pemain itu adalah Airlangga Pribadi, Dodi Pramudi, Yogi Novrizal, Dedi Nurdiansyah Nasution, Yuwandi, Zumanda, Madya Siregar, Dede Darmawan, Zainuddin Siregar, Bonny Farjer, Ade Rio Pratama, Tirta Maulana, M Imam Sakti Ritonga, Arsyad Habibi, Hendra Lubis, Suwandi Tarigan, M Wiranda, Supriyadi, Julius dan Zahlul.

Pada kesempatan itu, Alex menyampaikan terima kasih atas perhatian tokoh masyarakat Sumut khususnya Medan yang tidak ingin anak-anak PSMS Jr rutin menggelar latihan kalah sebelum bertanding di Piala Suratin.

Lantaran tidak semua tim bisa berpartisipasi dalam perebutan piala bergengsi di Indonesia tersebut, untuk mencari pemain yang berpotensi untuk masuk tim nasional Indonesia junior.
Selaku manajer tim, Alex mengharapkan pemain memikiri hal lain dalam menyongsong partai 16 nasional yang semakin dekat itu.

Alex melihat, PSMS Jr telah banyak kemajuan dalam soal stamina dan kerjasama tim. Dengan begitu, tim Ayam Kinantan muda ini diharapkan bisa masuk final dan bisa membawa pulang Piala Suratin tersebut ke kota Medan.

Untuk bisa memboyong Piala Suratin ke kota Medan, tentunya para pemain harus bekerja keras dan pantang menyerah dalam setiap pertandingan. "Kalau itu sudah tertanam kepada pemain, PSMS Junior sulit dikalahkan," paparnya.

Dia sangat bangga kepada timnya itu, pemain mempunyai disiplin dan kemauan kuat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Medan."Mudah-mudahan Madya Siregar cs bisa main bagus di Jakarta," tandasnya.

Friday, January 14, 2011

PSMS MENANG LAGI

Derbi Deli edisi perdana antara PSMS versus Pro Titan akan tersaji malam ini di Stadion Teladan mulai pukul 19.00 WIB. Sebagai klub yang lebih dulu mapan, PSMS diunggulkan untuk meraih poin penuh. Tapi, apakah Pro Titan akan menyerah begitu saja?

Lewat perhitungan di atas kertas, Kuda Pegasus memang berat meraih angka maksimal. Bahkan, pihak manajemen Pro Titan terkesan sudah menyerah sebelum bertanding. Setidaknya, pihak klub pindahan dari Jogjakarta tersebut tak begitu bernafsu untuk menang. Ya, bila berhasil seri, maka Pro Titan sudah menganggap sebagai kemenangan. Setidaknya hal itu diutarakan Wahyu Wahab, asisten manajer Pro Titan saat temu pers Selasa (11/1) kemarin. “Kita tidak muluk-muluk. Berhasil seri sama dengan menang. Itu sudah bagus,” katanya.

Mental pemain Pro Titan pun dikhawatirkan sedang drop. Dua hari sebelum laga, pelatih Welly Podungge didepak karena gagal capai target angka dari manajemen. Namun, hal ini ditepis Wahyu Wahab. “Tidak ada masalah dengan pemain. Kita memang kalah materi pemain, tapi gaya main tetap dipertahankan,” jelasnya.

Namun ada sisi lain yang patut diwaspadai punggawa Ayam Kinantan. Meski bakal lawan tengah didera masalah kepercayaan diri usai tak pernah menang di enam laga terakhir, M Junaedi dkk diyakini punya tenaga ekstra untuk mencoba memberi kejutan bagi PSMS.

Hal itu sudah diwanti-wanti pihak PSMS, setidaknya lewat asisten manajer, Benny Tomasoa. “Kita harus mewaspadai semua lawan, termasuk Pro Titan. Mereka dihuni pemain muda dan bisa tampil sangat ngotot,” kata Benny.
Membedah kekuatan lawan, PSMS lebih unggul di segala posisi. Di belakang, PSMS punya bek asing, Vagner Luis yang punya postur bagus untuk menghentikan pergerakan striker Pro Titan yang berpostur kecil. Vagner akan didampingi bek lokal yang tak kalah besar, Novi Hendriawan.

Di lini tengah, PSMS punya gelandang sarat pengalaman. Sang kapten tim, Affan Lubis patut diwaspadai, sebab visi passing gelandang senior satu ini masih kerap menyulitkan pertahanan lawan. Kalau Jose Sebastian fit, bisa jadi gelandang asal Argentina ini dipasang sebagai starter. Dengan demikian, permainan lini tengah PSMS akan lebih dihidup. Terlebih bila dipadukan power Faisal Azmi dan Zulkarnaen. Kedua pemain ini memiliki stamina dan determinasi cukup baik. Kelebihan itu masih dilengkapi ketajaman bila sukses mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Di lini depan, PSMS juga lebih diunggulkan. Duet Gaston Castano dan Kurniawan Dwi Yulianto semakin padu. Diyakini kerjasama kedua pemain ini akan kembali mencatatkan gol bagi Ayam Kinantan.

Sebaliknya, kekuatan Pro Titan musim ini hanya terfokus di lini belakang. Di bawah mistar, kualitas dua pemain, Mukti Ali Raja dan Dede Pranata sama baiknya. Meskipun belakangan Mukti jarang diturunkan, Dede berhasil mengawal gawang Kuda Pegasus-julukan Pro Titan dengan baik.

Barisan pertahanan, nama Suyatno masih jadi andalan Pro Titan. Iksan Sania di sisi kiri pertahanan juga jadi motor serangan balik. Ketangguhan lini belakang PSMS akan menjadi batu sandungan bagi Gaston dan Kurniawan. Namun striker sarat pengalaman seperti Gaston dan Kurniawan diyakini bisa melepaskan diri dari tekanan.
Ditanya soal peluang PSMS, Suharto sebagai pelatih lebih senang merendah. Menurutnya kedua tim memiliki peluang. “Yang jelas tim kami bakal tampil full team karena tidak ada yang cedera,” katanya. (ful)

Rangkap Lima Jabatan, Idris Terancam Sanksi PSSI

Idris SE kembali bikin sensasi. Bak tak puas merangkap tiga jabatan di PSMS sebagai Sekretaris Umum, Manajer Tim, dan Ketua paniti pelaksana (Panpel), kini dia menjabat General Manajer (GM) dan Ketua Panpel Bintang Medan yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Kepastian kabar ini didapat dari Chief Executive Officer (CEO) PT Bintang Metropolitan, perusahaan yang mengelola Bintang Medan, Dityo Pramono. Dia menyebutkan Idris merupakan orang PSMS yang dilibatkan masuk ke dalam Bintang Medan. “Idris memang akan masuk ke Bintang Medan. Dia diposisikan sebagai GM Bintang Medan,” ujarnya.

Alasannya penunjukkan itu, menurut Dityo, PSMS sebagai pemegang lima persen saham Bintang Medan diberi hak tersebut. “Saham Bintang Medan itu 95 persen diantaranya dimiliki PT LPI sedangkan lima persen lagi milik PSMS,” katanya.

Tidak itu saja, sebagai ketua panpel pertandingan Bintang Medan nantinya, kemungkinan besar, Idris akan didaulat untuk menjalankannya. “Urusan pertandingan juga akan diurus Pak Idris,” sebut Dityo lagi.

Rangkap jabatan tersebut tergolong aneh. Apalagi, PSMS yang notabene merupakan peserta kompetisi resmi PT Liga Indonesia (LI) Divisi Utama, berseberangan dengan LPI. Bahkan, Manajer Administrasi Kompetisi PT LI Darwis Satmoko pernah mengatakan, pihaknya akan memberikan surat teguran kepada klub yang pengurusnya memiliki jabatan rangkap karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami akan memberikan teguran keras,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan pengurus klub sepak bola untuk merangkap beberapa jabatan bukanlah hal yang disetujui otoritas liga sepak bola di tanah air ini. “Pada prinsipnya, PT LI tidak merekomendasikan rangkap jabatan di klub sepak bola. Karena akan mengganggu perputaran roda klub tersebut,” katanya.

Idris yang dikonfirmasi kemarin tidak membantah kabar tersebut. Dia mengaku memang menerima jabatan itu. “saya terima job itu, tapi saya tidak mau terlalu aktif,” bebernya.

Darwis yang kembali dikonfirmasi terkait rangkap jabatan ini, kemarin, mengaku telah mendengar informasi tersebut. Menurutnya, pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dulu mengenai kabar tersebut. “Kami akan selidiki dulu. Kalau belum tahu keabsahannya, kami tidak mau sembarangan,” paparnya. Tapi dia memastikan, sanksi akan diberikan jika memang hal itu terbukti. “Kalau memang terbukti kita berikan sanksi. Itu akan jadi kerjaan komdis (komisi disiplin) PSSI,” tambahnya. (ful/sumutpos)

Tuesday, January 11, 2011

BONUS PERDANA

MEDAN - Bonus kemenangan yang dijanjikan pengurus PSMS untuk kerja keras pemain akhirnya terealisasi. Para pemain diguyur bonus menyusul kemenangan atas Persires 3-0 pada Jumat (7/1) lalu di Stadion Teladan.

Bonus sebesar 10 juta rupiah itu dikucurkan kepada 21 pemain. Juga kepada ofisial yang setia mendampingi tim. Hal itu dibenarkan Sekretaris Umum PSMS, Idris saat dikonfirmasi tadi
sore. Menurutnya, untuk menambah semangat pemain, pengurus merasa perlu memberikan apresiasi atas kemenangan menghadapi Persires.

“Bonus itu untuk menambah semangat bagi pemain. Bonus itu diberikan Sabtu kemarin,” kata Idris menambahkan pemberian dana tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur pengurus atas kemenangan.

“Kebanggaan pemain juga kebahagiaan bagi kami pengurus. Jadi kita perlu apresiasi,” bebernya.

Meski tidak menjanjikan, Idris menyatakan jika meraih hasil yang baik pada laga berikutnya, pengurus tetap akan mempertimbangkan untuk memberi penghargaan atas jerih payah pemain.

“Kita tidak menjanjikan. Tapi kalau hasilnya bagus, bisa saja ada bonus lagi. Kalau pengurus punya rezeki lebih,” ungkapnya sambil berseloroh.

Biasanya, tim sepakbola akan melebihkan besaran bonus ketika tim menang di laga tandang. Tapi di PSMS, Idris menegaskan, jumlah nominal yang akan diberikan masih akan dipertimbangkan.

“Mungkin masih fluktuatif. Yang jelas, kalau pengurus punya rejeki nomplok, kenapa
tidak,” pungkasnya.

Benar saja, efek dari pemberian bonus itu pun terlihat pada sesi latihan tadi sore. Para pemain melakoni latihan dengan semangat. Artinya bonus perdana itu cukup berarti meningkatkan semangat para pemain. Apalagi menjelang laga penting kontra Pro Titan pada Rabu (12/1) mendatang.

Monday, January 10, 2011

Jelang PSMS v Pro Titan Derbi Deli Milik Siapa?

Tak lebih tiga hari sebelum Derbi Deli antara PSMS kontra Pro Titan digeber, persiapan PSMS untuk menang sudah dirancang. Hal itu terlihat dari sesi latihan Minggu (9/1) sore.

Laga itu sendiri akan kick off Rabu (12/1) malam. Inilah laga derbi perdana antara sesama tim sekota, setelah rival PSMS seperti Medan Jaya yang kini menjadi Madina Medan Jaya berlaga di Divisi 1 dan Pardedetex yang tak lagi eksis di dunia bola.

Di era sepak bola profesional, pertemuan PSMS dan Pro Titan dalam kancah resmi memang baru terjadi musim ini. Bakal lawan merupakan klub yang awalnya bernama Pro Duta Bandung. Klub itu lalu diakuisisi oleh pengusaha Sihar Sitorus dengan prediksi nilai Rp50 miliar.

Usai dikuasai seluruhnya, Pro Duta memilih berkompetisi di Sleman, Jogjakarta. Dan musim ini, Sihar memutuskan klub miliknya berkandang di Medan dengan nama Pro Titan. Maka, derbi perdana pun bakal tersaji, meski sebelumnya sempat dilaksanakan uji coba kedua tim yang dimenangkan PSMS dengan skor tipis 1-0.

Sayangnya, ketika kompetisi berjalan, suasana persaingan antara kedua tim cenderung tak bergaung. Memang, manajemen Pro Titan sempat menekan pelatih untuk meraih tiga angka melawan PSMS. Tapi, target itu bukan upaya perang urat syaraf. Sebab nyatanya Pro Titan gagal memaksimalkan dua laga di kandang sendiri.

Dari pihak PSMS, kondisi tim saat ini sedikit lebih baik. Usai meraih tiga angka dan sukses cetak tiga gol ke gawang Persires, mental pemain mendulang. Kondisi positif ini dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih baru, Suharto. Menu latihan yang diberi mulai menjurus ke arah strategi.

Sore kemarin, Suharto berharap anak buahnya bisa memaksimalkan serangan lewat umpan silang. Ya, Suharto rupanya kerap mengamati perkembangan klub asuhan Welly Podungge itu.

Lini belakang Pro Titan, meski didominasi pemain muda, namun ada Mukti ALi Raja dan Suyatno yang sarat pengalaman. Postur tubuh juga lumayan bagus. Namun, masih ada celah yang bisa dimanfaatkan lewat upaya umpan silang maksimal.

Terlebih Suharto senang bermain dengan formasi 4-4-2, yang kerap memaksimalkan serangan lewat sayap. Tampaknya Suharto ingin mencari tahu, siapa pemain yang siap diplot sebagai pengumpan andal di kanan dan kiri. Sebelumnya, Suharto percayakan tugas ini kepada Ari Yuganda di kanan dan Faisal Azmi di kiri. Bertindak sebagai goal getter masih pada duet Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano.

Sayang Suharto enggan berkomentar lebih banyak soal Derbi Deli perdana tersebut. “Ya kita lihat saja nanti. Yang jelas kita saat ini memaksimalkan umpan silang dulu,” katanya.

Sedangkan persiapan Pro Titan juga sudah digeber. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri sudah dilupakan. Welly menyatakan anak buahnya sudah dicekoki upaya untuk lebih tenang dalam menghadapi bola-bola mati. Utamanya ketika terjadi di daerah kotak penalti. Skuad yang didominasi darah muda tak harus jadi alasan. “Saya harap anak-anak bisa lebih tenang dalam setiap pertandingan,” ungkap Welly. (ful/sumutpos)

PSMS Medan Gaston-Kurniawan Makin Padu

Dalam beberapa kesempatan, duet lini depan PSMS antara Gaston Castano dengan Kurniawan Dwi Yulianto kian hangat saja. Keberadaan kedua striker ini bahkan kian tajam.

Terutama bagi Gaston. Kekasih artis Julia Perez ini kerap mencetak gol dari kerjasamanya dengan Kurniawan. Gaya main keduanya juga sudah mulai klop dan saling pengertian.

Pada laga kontra Persires yang berakhir 3-0 untuk kemenangan PSMS, Gaston sukses kemas dua gol. Kurniawan juga mencetak satu gol pada laga itu. “Saya senang sekali duet dengan Kurniawan,” kata Gaston saat dihubungi kemarin malam.

Awalnya, gaya main Gaston sempat tidak bisa diikuti dengan baik oleh para skuad PSMS. Praktis monopoli umpan kerap terjadi antara Jose Sebastian dan Gaston saja yang sama-sama berasal dari Argentina. Bahkan pada kesempatan latihan, kedua kerap berkomunikasi dengan bahasa mereka.

Namun seiring waktu, Gaston mulai menyatu dengan tim. “Saya pada dasarnya hanya mengikuti teman-teman. Semua bermain baik dan saya senang tim bisa meraih kemenangan,” katanya.

Kini Gaston telah mengoleksi lima gol dari tujuh penampilan. Atas perolehan ini, pemain bernomor punggung 32 itu mengaku punya target pribadi. Utamanya dalam urusan menggedor gawang lawan. Tapi Gaston enggan menarget jumlah gol. “Kalau itu saya pendam saja. Yang terpenting tim bisa menang. Itu sudah menyenangkan bagi kami,” lanjut mantan bintang iklan kondom Sutra itu.

Soal gonta-ganti pelatih di PSMS sejauh ini, Gaston mengaku tak ingin ambil pusing. Di bawah kepelatihan Suharto, Gaston dkk juga merasa baik-baik saja. Tapi ia juga menyayangkan pemberhentian Rudi Keltjes. “Tim tidak ada masalah. Semua kondusif, tapi saya pribadi menyayangkan pelatih bagus seperti Rudi Keltjes harus keluar. Tapi tidak ada masalah,” uingkap Gaston.

Lalu bagaimana soal dukungan kekasih hatinya Julia Perez? Menjawab masalah pribadi ini, Gaston sedikit lebih terbuka. “Ya hubungan kami baik-baik saja. Tapi mungkin dia belum akan mendukung PSMS secara langsung seperti kemarin karena dia sedang banyak urusan,” pungkasnya. (ful/sumutpos)

Saturday, January 8, 2011

PSMS Junior benahi fisik

MEDAN - Sukses melaju ke Putaran Final Piala Suratin U-18 , PSMS Junior langsung berbenah. Dengan kualitas lawan yang diyakini lebih baik, Ayam Kinantan Junior tentu tak ingin datang dengan kekuatan yang sama. Peningkatan kualitas coba dilakukan Arsitek tim, Iwan Karo-karo.

Sekembalinya dari Banyuasin, Iwan pun langsung menggeber skuadnya dengan latihan. Jika biasanya hanya tiga kali seminggu, kini Zumanda cs digeber dengan latihan setiap hari. Pasalnya meski belum ada jadwal pasti, skuad hijau-hijau akan berlaga di bulan Januari ini.

“Kita akan latihan setiap hari untuk meningkatkan performa anak-anak. Tak ada waktu lagi karena Bulan ini kita akan bertanding lagi,” tukas Iwan usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan.

Yang menjadi fokus perhatian Iwan adalah fisik anak asuhnya. Tak dipungkiri perjalanan jauh cukup menguras stamina anak asuhnya. Hal itu yang coba ditingkatkannya agar para pemainnya tidak lekas lelah dalam pertarungan nanti.

“Kita kan main di luar dan menempuh perjalanan jauh. Seperti ketika di Banyuasin kita menggunakan bus dan cukup membuat anak-anak kelelahan . Fisik mereka yang coba kita tingkatkan,” tambah eks stopper PSMS dan Medan Jaya ini.

Untuk masalah teknis lainnya menurut Iwan sudah tidak ada masalah. Lini depan yang awalnya dikhawatirkannya justru tampil tajam. Salah seorang strikernya, Dede Darmawan sudah mengemas empat gol saat berlaga di Banyuasin.

“Masalah lain tidak ada masalah. Hanya tinggal pematangan saja. Lini depan kita juga main bagus,” tambah pria berkumis ini.

PSMS Junior yang tampil sebagai runner up di Banyuasin, dikabarkan akan berada satu grup dengan Arema Junior, Villa 2000 Jakarta dan PS Payakumbuh di putaran final nanti. “Mudah-mudahan kita mampu melewatinya,” ujar Manajer tim, Alexander GHO.

Untuk itu, Alex meminta publik Medan mendukung penuh perjuangan PSMS Junior. “Kita bertarung demi nama baik PSMS dan Medan. Jadi kita harap masyarakat Medan mendukung baik lewat doa maupun suntikan moril,” tambah pria berkacamata ini.

Divisi Utama PSMS Sikat Persires 3-0

PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya mendulang raihan tiga angka setelah mengalahkan tamunya Persires Rengat 3-0 (1-0) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2011 putaran pertama di Stadion Teladan Medan, Jumat.

Kemenangan ini sekaligus merupakan kado manis buat pelatih baru PSMS, Suharto yang dipercaya menangani PSMS oleh manajemen pasca ditinggalkan pelatih sebelumnya Rudi Keltjes.

"Terimakasih buat anak-anak yang telah bermain maksimal. Dengan kemenangan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap PSMS kembali muncul," kata Pelatih PSMS Suharto usai pertandingan.

Ketiga gol PSMS tersebut masing-masing diciptakan Kurniawan Dwi Julianto di menit ke-5 dan pemain asingnya Cristian Gaston Castano di menit 57 dan 72.

Sebenarnya anak-anak PSMS dapat saja menang lebih dari tiga gol, melihat dari banyaknya peluang-peluang emas yang mereka ciptakan, namun peluang tersebut terbuang sia-sia akibat kurangnya kesabaran barisan depan PSMS dalam mengeksekusi bola.

Misalnya, di menit 22, Gaston gagal memanfaatkan hadiah penalti yang dihadiahkan buat PSMS setelah pemain belakang melakukan handsball di kotak terlarang. Namun sayang kesempatan ini disia-siakan Gaston, karena bola tendangannya yang diarahkan ke sudut kanan gawang terlalu lemah, sehingga bola dapat ditangkap kiper Persires.

Begitu juga di menit 43, Kurniawan yang sudah berhadapan dengan kiper Persires Rengat, gagal mencetak gol setelah bola sontekannya berhasil ditepis keluar lapangan.

Asisten pelatih PSMS, Edy Syahputra, mengatakan, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kekompakan pemain dan kedisiplinan dalam memerankan tugasnya masing-masing.

"Sebenarnya kita bisa mencetak lebih dari tiga gol, namun berapa pun gol yang diciptakan ke jala lawan patut kita syukuri. Kemenangan ini sekaligus menjadi penambah kekuatan moral bagi anak-anak yang sempat drop pasca kalah dari Persih Tembilahan," katanya.

Manager Persires Rengat Zulfahmi Adrian, mengatakan, tim sudah bermain maksimal dan berjuang dengan sekuat tenaga menghadapi semangat juang anak-anak PSMS, apalagi PSMS memang bermain di hadapan pendukungnya.

"Cuma kalah 0-3 sudah lumayan, mengingat stok pemain kita sangat minim," katanya. (antara)

Friday, January 7, 2011

PSMS Medan Kalah, Suharto Bisa Diganti Lagi?

Keberadaan Idris SE di manajemen PSMS membawa dampak negatif. Sebagai manajer, Idris kerap membuat suasana tidak nyaman. Setidaknya hal ini diungkapkan pengurus PSSI Medan yang juga pengamat sepak bola, Asrul Batubara.

Menurut Asrul, tekanan dan intervensi Idris kepada pelatih diyakini sebagai penyebab anjloknya kepercayaan diri para pemain dan jajaran pelatih PSMS. “Bagaimana PSMS bisa maju kalau satu pertandingan saja pelatih langsung diganti. Memperbaiki butuh waktu, Jangan menimpakan kesalahan langsung pada pelatih,” kata Asrul kemarin.

Asrul juga heran melihat kinerja manajemen PSMS saat ini. Mundurnya Rudi Keltjes karena belum menandatangani kontrak hingga hampir sebulan di PSMS. Hal itu menurutnya merupakan pola pengelolaan yang tidak pada tempatnya. Dia menyatakan, selayaknya manajemen sadar, untuk mendapatkan kualitas lebih tentunya juga disertai dengan harga yang pantas pula. Sesuai dengan istilah profesional yang selama ini didengungkan pengurus dan manajemen PSMS.

”Bagaimana pelatih mau berkonsentrasi melatih dan bertahan kalau statusnya di PSMS juga belum jelas. Pelatih juga punya kebutuhan hidup yang jarus dipenuhi. Sudah sepantasnya dia menuntut haknya apabila setelah melaksanakan kewajiban sebagai pelatih,” katanya.

Sebelumnya, Parlin Siagian juga menyayangkan keputusan mendepak pelatih hanya dari satu pertandingan. Keberadaan manajer PSMS saat ini yang kerap intervensi pelatih sangat tidak profesional.

“Setelah mendepak Rudi Keltjes, Suharto ditunjuk. Kalau kalah lagi, apakah Suharto juga akan dipecat!” kata Parlin.

Di lain hal, Idris awalnya sempat menyatakan kalau sosok seorang manajer di PSMS harus bisa mendatangkan sponsor dan memiliki modal setidaknya Rp1 milyar. Hal itu diutarakannya saat PSMS belum memiliki manajer. Akhirnya, setelah jadi manajer, Idris tak terlihat melakukan apa yang diucapkannya. (ful/sumutpos)

Wednesday, January 5, 2011

Suporter sesalkan pergantian pelatih

MEDAN - Belum genap sebulan Rudy William Keltjes menangani PSMS, keadaan memaksanya hengkang lebih awal. Gagal mempersembahkan kemenangan di kesempatan pertamanya kontra Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Teladan kemarin.

Pengurus pun memutuskan untuk kembali melakukan pergantian pelatih. Suharto ditunjuk sebagai pengganti. Musim ini bukan kali pertama PSMS melakukan pergantian pelatih. Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu lebih dulu merasakan tangan dingin pengurus. Pelatih yang akrab disapa Bang Zul ini dipecat usai melakoni lima laga kompetisi. Keltjes yang diplot sebagai pengganti malah hanya merasakan satu pertandingan.

Tak ayal pergantian ini sangat disesalkan supporter pendukung, PSMS Fans Club (PFC). Sekretaris Umum PFC Muh Mukhlis menyatakan, PFC kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih.

“Kami PFC kecewa dengan pengurus yang telah mengganti pelatih beberapa kali. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?!” keluh Mukhlis.

Ke depan dia meminta pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Super Liga. “Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Masyarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke LIga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” tambahnya.

Bukan musim ini saja PSMS gonta ganti pelatih. Musim sebelumnya tiga orang yang berbeda menempati kursi kepelatihan Ayam Kinantan. Mulai dari Suimin Diharja digantikan Kustiono hingga duet Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian.

Padahal jika ditilik kinerja Keltjes tidak seburuk yang dinilai. Beberapa perubahan positif dibawanya dalam waktu singkat. Salah satunya disiplin yang kini mulai diterapkan Kurniawan cs.

"Disiplin itu penting. Saya harap itu bisa tetap dijaga pelatih selanjutnya," ujar Keltjes.

Rudi Keltjes Mundur

Kebersamaan Rudi William Keltjes dengan PSMS tak berlangsung lama. Pelatih asal Surabaya itu resmi mengundurkan diri dari kursi kepelatihan, Selasa (4/1).

Meski memutuskan mundur, Keltjes menampik kekalahan 2-3 kontra Persih Tembilahan jadi penyebab utamanya. “Saya tidak sanggup lagi berada di balik kepelatihan PSMS. Saya mundur bukan karena kekalahan kemarin,” kata Keltjes.

Keltjes berharap keputusannya mengundurkan diri bisa memberikan kesempatan kepada pelatih lain untuk menukangi PSMS. Dalam pertimbangan lainnya, dia menilai, di tangannya, PSMS tidak akan punya progres yang lebih baik dari pada saat ini. Menurutnya, mungkin kalau ditangani mantan pemain asli Medan, tim Ayam Kinantan bisa lebih baik. “Kalau saya di sini, saya melihat tim ini tidak akan lebih bagus,” sebutnya lagi.

Ditanyakan soal intervensi yang diberikan pihak pengurus, Keltjes pun menampiknya. Lagi-lagi ia menuturkan keputusan mundur murni pilihan pribadinya tanpa ada intervensi pihak manapun, termasuk pengurus dan manajemen PSMS. “Selama saya menukangi PSMS, saya tidak ada intervensi, begitu juga dengan pengunduran diri saya,” sambung mantan bintang Niac Mitra itu.

Apakah ada klub lain yang akan dibesut Keltjes? Menjawab itu, dengan tegas Keltjes mengatakan tidak. “Tampaknya tidak akan ada klub yang akan saya bela dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.
Meski akan hengkang, Keltjes tetap menyatakan kecintaannya dengan PSMS.

Sementara pihak pengurus PSMS menyatakan keberadaan Keltjes memang tidak lagi diinginkan pengurus. Keltjes dianggap gagal oleh Idris, Sekretaris Umum PSMS yang juga manajer tim. “Dia gagal membawa kemenangan bagi PSMS. Pengurus sepakat mengakhiri tugasnya di PSMS,” kata Idris. Dikabarkan, pengurus telah menujuk Suharto untuk menjadi pelatih PSMS. Namun saat dihubungi, asisten pelatih Bintang Medan itu menampik kabar tersebut. (ful)

Ketua Umum Harus Bertindak Tegas

Kegagalan PSMS meraih sejumlah kemenangan, dikatakan sejumlah fans PSMS tak hanya mutlak salah pelatih. Unsur pengurus juga harus bertanggung jawab, termasuk Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin.

“Kenapa PSMS selalu kalah? Karena pelatih mungkin saja salah, tapi kami juga melihat pemain tidak berdedikasi maksimal di lapangan. Kenapa begitu? Ya tentu saja karena kurangnya perhatian dari pengurus dan Ketua Umum PSMS,” koar Nata Simangunsong, ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, Selasa (4/1).

Mundurnya Rudi Keltjes juga disayangkan pihak SMeCK. Dikatakan Nata, hendaknya pengurus evaluasi diri, kenapa PSMS bisa sampai seperti ini. “Unsur nonteknis tidak diperhatikan oleh pengurus. Setiap ada kekalahan, selalu menyalahkan pelatih atau pemain. Pengurus harus berkaca, karena semua pecinta bola di Medan sudah tahu benar kiprah pengurus,” lanjut Nata.

Kritikan kepada pengurus juga datang dari barisan suporter PSMS Medan Fans Club (PMFC). Sekretaris Umum PMFC, Muh Mukhlis menyatakan, pihaknya kecewa dengan tindakan pengurus yang berulang kali mengganti pelatih. “Kami sebagai kelompok suporter di PMFC kecewa dengan pengurus yang terus mengganti pelatih. Seharusnya pengurus malu melakukan itu berulang-ulang. Kenapa tidak pengurusnya saja yang diganti?” beber Mukhlis.

Ke depan dia meminta, pengurus berbenah diri untuk meloloskan target PSMS kembali ke jenjang tertinggi sepakbola tanah air, Liga Super Indonesia.

“Pengurus harus jelas dan transparan. Kalau memang tidak sanggup jadi pengurus, mundur saja. Mayarakat Medan meminta tahun depan PSMS bisa ke Liga Super, bukan dua atau tiga tahun lagi,” pungkasnya. (ful)

Teladan Tak Angker Lagi

MEDAN-Stadion Teladan tak angker lagi. Siapapun tim yang datang bisa saja membawa pulang tiga angka dari PSMS. Kisah yang berbalik 180 derajat jika dibandingkan dengan era perserikatan.

Tren kalah di kandang berlanjut ketika PSMS takluk di kandang sendiri kontra Persih Tembilahan, Senin (3/1). Sempat unggul 2-0 lewat Zulkarnain dan Gaston Castano, PSMS akhirnya kalah lewat sontekan Leonardo Veron di menit 45 dan 76 serta sontekan Friday Gbeneme di menit 61.

Di era perserikatan, dukungan fans di Stadion Teladan bagai air yang menyegarkan. Yel-yel dukungan selalu diberikan. Namun kini, caci maki kerap dilontarkan oleh fans sendiri jika PSMS kebobolan atau sedang main jelek.
Sejarah mulai mencatat, PSMS mulai mudah dikalahkan di kandang sendiri sejak era sepak bola memasuki profesionaln
Kali pertama PSMS kandas di hadapan pendukung sendiri adalah ketika takluk dari Persitara Jakarta Utara dengan skor tipis 0-1 pada Divisi Utama 2006.

Kekalahan selanjutnya di kandang terjadi 26 Agustus 2007 saat dipecundangi Persib 1-2. Selanjutnya, PSMS juga pernah takluk 1-3 dari Persikabo Bogor pada 10 Februari 2010 disusul oleh Persipasi 1-2 di tahun dan ajang yang sama.
Pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes menyebutkan kekalahan itu dikarenakan skuad tidak berhasil mempertahankan permainan. Hilangnya ciri khas keras ala Medan juga tak terlihat. “Malah sebaliknya tim lawan yang main keras. Sebaliknya PSMS ketakutan jika sedang kuasai bola,” kata Keltjes, usai laga. (ful)

PSMS KALAH KELAS

MEDAN- Di luar dugaan, PSMS takluk 2-3 dari tamunya Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Teladan, Senin (3/1). PSMS sempat unggul lebih dulu lewat Zulkarnaen di menit 32 disusul gol Gaston Castano di menit 43.

Leading 2-0, PSMS lengah. Berselang dua menit, Leonardo Veron berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum turun minum.

Di awal laga, PSMS main dengan tempo lambat. Namun Affan Lubis dkk berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sentuhan-sentuhan pendek diperagakan para pemain.

Meski begitu, terlihat para pemain tidak sempurna memainkan pola baru ala arsitek Rudi William Keltjes. Memainkan formasi 4-2-3-1, Ayam Kinantan tidak bisa maksimal dalam menyerang dan bertahan.

Yang jadi sorotan besar adalah buruknya lini pertahanan. Ada kesan terlalu memaksakan Harry Syahputra untuk main di sisi kanan pertahanan. Harry pun main buruk. Dua gol Persih tercipta dari sisi yang dikawal Harry.
Penjaga gawang PSMS yang dikawal Syahbani pun tak bermain dengan performa terbaiknya. Gol pertama Persih tercipta akibat kesalahan lini belakang yang tidak berkomunikasi baik dengan kiper.

Di babak kedua, PSMS masih mencoba main menekan. Namun sebaliknya, tim tamu yang justru berhasil memainkan irama. Pada menit 61, petaka datang dari Friday Gbeneme. Ia berhasil melewati Harry Syahputra dan mencetak gol dari sudut sempit. Skor sama 2-2 membuat PSMS seperti kehilangan gaya permainan. Bola hanya berputar di tengah.
Malang tak dapat ditolak, PSMS malah balik ketinggalan. Kali ini Leonardo Veron yang berhasil menggetarkan gawang Syahbani untuk kali kedua. Gol ini juga tercipta dari kesalahan Harry Syahputra meskipun tak secara langsung. Sebelumnya, Harry dengan keras mengganjal pemain Persih. Bahkan ada unsur kesengajaan di sana, sehingga wasit memberikannya kartu kuning. Bola mati pun diambil oleh Friday yang langsung diterima Leonardo Veron untuk dikirim ke gawang PSMS. Skor berbalik 2-3 untuk keunggulan tim tamu.

Keadaan pun makin kacau. Tekanan dari penonton membuat permainan PSMS makin buruk. Padahal PSMS selalu berhasil memegang bola di saat-saat terakhir. Sayang, para pemain terburu-buru ingin mencetak gol sehingga bola dengan mudah dihadang bek lawan. Tambahan waktu tiga menit tak berhasil membuat PSMS menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor 2-3.

“Saya tak menyangka akan kalah. Anak-anak pada dasarnya menguasai bola. Tapi tidak berhasil mempertahankan kemenangan,” kata Keltjes usai laga. “Kita memang benar-benar kalah kelas. Wajar kalah karena tim lawan memang lebih baik,” sambungnya. Pihak Persih sendiri meluapkan bahagianya bisa mengalahkan PSMS di kandang sendiri. “Saya percaya pada kemampuan anak-anak dan bisa membalas ketertinggalan,” kata Raja Faisal, asisten pelatih Persih. (ful)

Tuesday, January 4, 2011

Keltjes minta dukungan bukan makian

MEDAN - Kekalahan PSMS Medan di Stadion Teladan tak ayal memicu amarah publik Medan. Betapa tidak, harapan menggunung yang awalnya disandangkan di tangan pelatih baru, Rudy Keltjes untuk melihat PSMS lebih baik gagal terwujud.

Di ujian pertamanya, Keltjes gagal mempersembahkan kemenangan untuk Ayam Kinantan. Tak ayal suasana di Stadion Teladan memanas. Usai laga, beberapa lemparan botol air mineral diarahkan langsung ke bench pemain cadangan PSMS.

Teriakan-teriakan makian juga ditujukan kepada pelatih bertubuh jangkung ini. Beberapa di antaranya meminta Keltjes mundur. Para penonton juga mememecahkan kaca depan ruang pers. Keltjes yang awalnya mencoba tenang akhirnya tak tahan. Saat diamankan petugas keamanan menuju ruang ganti wajahnya tampak gusar.

“Saya juga tidak menyangka kita bisa kalah. Tapi harus saya akui lawan lebih baik. Kekalahan itu biasa dalam sepakbola,” tukasnya menambahkan jika tekanan terus ditujukan kepada dirinya, ia tak segan-segan angkat koper dari tim.

“Kalau saya berpikir itu wajar dalam sepakbola. Siapa yang mau melihat tim kalah di kandang sendiri. Tapi saya kan butuh waktu. Kalau terus menerus dimaki seperti ini mana bisa tahan. Bisa saja saya meninggalkan tim ini sekarang juga. Saya juga tidak ada ikatan kerja hitam di atas putih,” tukasnya.

Diakui Keltjes ia tidak berpikir tentang kontraknya. Tujuannya ke Medan tak lain untuk mengembalikan PSMS ke Liga Super Indonesia. Hutang yang coba dilunasinya setelah sebelumnya gagal di ISL 2008.

“Sejak awal saya cuma berpikir kalau Liga Super itu harus ada PSMS dan Persebaya. Itu yang membuat saya datang ke sini. Tapi tentunya saya butuh dukungan penuh dari publik Medan,” ujar pelatih yang pernah membesut Persebaya dan PSS Sleman ini.

Usai pertandingan, Keltjes mengakui timnya kalah kelas dari tim tamu. Permainan solid dan tak kenal menyerah dari Persih Tembilahan membuat pelatih bertubuh jangkung itu tak percaya tim lawan tidak punya persiapan panjang.

“Saya harus akui tim lawan lebih baik. Bohong kalau tim ini (Persih-red) hanya mempersiapkan diri secara singkat. Melihat permainan dan ketenangan mereka, sepertinya tim ini sudah dipersiapkan lama. Kita kalah kelas,” tukas Keltjes.

Apakah pola baru yang diterapkan Keltjes belum bisa diterapkan oleh anak asuhnya? Keltjes membantah hal itu. Menurutnya permainan yang diperagakan Kurniawan Dwi Yulianto cs sudah cukup baik.

“Tidak ada masalah dengan pola. Buktinya kita mampu menguasai permainan. Anak-anak mainnya enak dan aliran bola cukup baik. Hanya saja kita lengah. Kendati begitu, kekalahan ini akan menjadi evaluasi untuk tim. Ya, tentunya kalau kita kalah harus lebih baik selanjutnya. Saya yakin anak-anak bisa,” ujarnya

Persih Permalukan PSMS di Medan

PSMS Medan kembali menelan pil pahit. Ambisi memetik poin penuh di kandang harus dikubur dalam-dalam menyusul kekalahan dari Persih Tembilahan 2-3 di Stadion Teladan tadi malam.

Comeback Persih lewat dua gol Leonardo Veron dan satu dari Gbeneme Friday membuat pesta kemenangan tuan rumah batal. Sebelumnya, Ayam Kinantan lebih dulu unggul lewat Zulkarnaen dan Gaston Castano.

Didukung penuh publiknya plus Julia Perez yang menyaksikan permainan dari tribun VIP, PSMS gencar melakukan serangan sejak awal. Tampil dengan skema 4-2-3-1 andalan Keltjes dengan mengandalkan Gaston sebagai ujung tombak didukung Kurniawan, Jose Sebastian dan Ari Yuganda, PSMS mendominasi jalannya laga.

Peluang lewat tendangan spekulasi Jose dan M Affan Lubis namun masih bisa diamankan kiper lawan, Agus Salim. Tendangan akrobatik Ari Yuganda juga mengancam gawang lawan. Kebuntuan pun pecah di menit ke 32 lewat Zulkarnaen.

Sebelas menit berselang, PSMS memperbesar keunggulan. Kali ini giliran Gaston yang mengoyak jala lawan lewat tandukannya. Gol bermula dari umpan kepala Kurniawan yang diteruskan Ari Yuganda dengan tendangan voli. Bola rebound dan disambar striker Argentina itu lewat tandukan kepala.

Unggul 2-0, tuan rumah justru lengah di injury time babak pertama. Kemelut di depan gawang Sabani dimanfaatkan dengan baik oleh gelandang Argentina, Leonardo Veron. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan PSMS 2-1.

Di babak kedua, dominasi PSMS berlanjut. Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS melemah. Serangan balik Persih berbuah petaka untuk PSMS setelah Gbeneme Friday mampu lolos dari hadangan Harry Syahputra sebelum akhirnya menakhlukkan Sabani di menit 61.

Veron menciptakan neraka untuk PSMS setelah di menit ke 76 mampu memperdaya Sabani dan membalikkan keadaaan 3-2 untuk kemenangan Persih. Pergantian yang dilakukan Keltjes dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Alfian Habibi tidak banyak merubah keadaan. Hingga laga berakhir PSMS menyerah 2-3.

Usai laga, kubu Persih menyambut kemenangan dengan suka cita. Asisten Pelatih Persih, Raja Faisal mengakui timnya sangat bersyukur bisa mencuri poin di kandang PSMS. “Kita sangat bersyukur bisa menang disini (Teladan-red). Anak-anak tidak panik sewaktu tertinggal 2-0 dan akhirnya tampil tenang,” ujar Raja. (dat04/wol/waspada)

Friday, December 31, 2010

Keltjes siapkan resep hindari kejenuhan

udah hampir dua pekan pelatih PSMS, Rudy W Keltjes menggeber skuadnya dengan latihan keras. Diawali dengan penggenjotan fisik di pekan pertama, kini Harry Syahputra cs dibekali dengan latihan taktik dan strategi. Menu latihan ekstra menjadi tambahan untuk memperbaiki stamina beberapa pemain yang tidak stabil.

Seperti biasa, Keltjes mengagumi semangat dari anak asuhnya. Meskipun porsi latihan yang diberikannya cukup berat, namun keceriaan tetap ditunjukkan para pemain.

“Ya saya senang melihat mereka yang selalu ceria. Ada duit ceria, gak ada duit pun tetap tidak menurunkan semangat mereka. Semangat ini yang harus saya jaga,” ujar Keltjes tadi sore.

Meskipun begitu tak dipungkiri potensi timbulnya kejenuhan cukup besar. Betapa tidak, setiap hari pemain dijejali dengan latihan dua kali sehari. Dengan porsi latihan yang cukup keras.

Untuk itu Eks Pelatih Persebaya ini kerap melakukan variasi-variasi dalam menu latihannya. “Saya usahakan selalu ada variasi-variasi dalam latihan. Agar tidak ada kejenuhan,” tambahnya.

Seperti pada latihan tadi sore, seusai simulasi pertandingan, Keltjes mengintruksikan skuadnya berlatihan shooting ke gawang. Dengan metode yang unik, para pemain disuruh berebutan bola sebelum melakukan tendangan ke gawang. Tak ayal suasana santai tapi serius tergambar pada latihan.

Keltjes mengaku selalu menyiapkan racikan resep untuk tetap membuat suasana latihan santai dan menyenangkan. “Lihat sendiri, semakin hari latihan semakin menyenangkan, tidak ada yang mengeluh. Tapi bisa saja anak-anak jenuh. Saya selalu siapkan resep supaya mereka tidak jenuh,” pungkasnya.

Legiun asing bersemangat

Setelah sebelumnya dibuat kesal oleh legiun asingnya, kini Pelatih PSMS, Rudy W Keltjes bisa bernafas lega. Betapa tidak, trio legiun asingnya mulai menunjukkan keseriusannya. Semangat tinggi diperlihatkan trio latin itu dalam sesi latihan.

Yang paling membuat Keltjes lega tak lain performa fisik dua legiun asing, Jose Sebastian dan Gaston Castano yang baru bergabung dalam latihan tidak seburuk yang dibayangkan. Hal itu terlihat pada sesi latihan tambahan tadi pagi.

“Saya tidak sangka ketahanan fisik Gaston dan Jose baik. Pada latihan tadi pagi, mereka menunjukkan semangat,” ujar Rudy, tadi sore.

Keltjes pun memuji penampilan Gaston dan Jose yang semakin membaik. Rasa kesal dan marah yang sebelumnya menumpuk di kepalanya perlahan mulai menjauh.

Gaston dan Jose sangat menggebu-gebu menjalani sesi ketahanan kecepatan dan kelenturan badan. Meskipun keduanya baru digenjot staminanya tadi pagi, duo Argentina itu tetap memperlihatkan keseriusan pada simulasi game tadi sore.

“Gaston latihan menggebu-gebu. Jose juga kelihatan lebih powerful. Saya fikir mereka akan ambruk dengan latihan itu, tapi nyatanya tidak., Ini menunjukkan mereka menjaga kondisi fisiknya,” sebut mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Namun tetap saja Keltjes menuntut pembuktian pada laga sesungguhnya, bukan hanya saat latihan. “Bagi saya tidak hanya harus serius di latihan tapi juga pada saat pertandingan nanti. Kita akan lihat apakah mereka mampu mempertahankan,” bebernya.

Sayangnya, trio asing masih juga menunjukkan berlaku indisipliner dalam latihan. Peraturan untuk mengenakan perangkat lengkap dalam latihan belum juga diindahkan para legiun asing. Tak satupun dari ketiganya menggunakan pelindung kulit kaki (skin decker) pada latihan tadi sore. Artinya sudah dua kali peraturan dilanggar Vagner, Jose dan Gaston.

“Ya kita lihat saja nanti pada latihan yang memungkinkan adanya benturan. Nanti mereka juga yang rugi pada saat benturan kaki dan mengakibatkan cedera. Kalau masalah denda kan sudah umum,” tukas Keltjes.

Dua Klub Sumut di Divisi Utama tak Cukup

Kala Timnas Indonesia menorehkan prestasi sekaligus setumpuk catatan di Piala AFF, adakah sepak bola Sumatera Utara ikut terlibat? Memang ada Markus Horison dan Oktovianus Maniani yang notebene mantan punggawa PSMS, namun adakah hal itu menunjukkan sepak bola Sumut telah kembali ke jalur yang benar?

Kalau bicara soal sejarah sepak bola Sumut, rasanya tak akan habis satu halaman Sumut Soccer ini. Begitu banyak cerita menyenangkan, kepahlawanan, dan keberhasilan yang membuat Sumut sempat menjadi lumbung punggawa Timnas Indonesia. Sudahlah, romantika tersebut telah berlalu, semacam tahun 2010 yang menyisakan sekian jam lagi.

Catatan akhir tahun ini pun tak berusaha menjadi rangkuman detail dari peristiwa yang terjadi selama setahun ke belakang. Saya lebih cenderung ingin melihat ke depan. Ya, ada apa di tahun 2011, adakah Sumut bisa berjaya?
Ramalan atau prediksi tentunya akan semakin marak dengan kehadiran tahun yang baru. Tapi yang harus diingat, ramalan maupun prediksi tersebut tak sekadar muncul secara tiba-tiba. Dia membutuhkan sinyal alias tanda. Istilah olahraganya adalah statistik. Nah, soal statistik atawa data, dengan dua klub Sumut yang terlibat di Divisi Utama, mungkinkah Sumut akan berbicara lantang di pentas nasional?

Ah, jenuh juga jika catatan ini penuh dengan kalimat tanya. Namun, mau bagaimana lagi, Sumut hanya memiliki PSMS dan Pro Titan di pentas sepak bola nasional; itu pun di kompetisi kasta kedua. Menariknya, jika saja Pro Titan yang sebelumnya bernama Pro Duta tidak memilih Medan sebagai kandang, tentunya hanya PSMS yang mewakili Sumut. Parahnya, kedua klub yang diharapkan mampu mengharumkan nama Sumut, malah biasa-biasa saja. PSMS sebagai saudara tua, yang telah memiliki jam terbang di kancah nasional, tidak menunjukkan keperkasaannya. Dalam lima laga yang telah dijalani, Ayam Kinantan hanya mampu menang dua kali dan tiga kali kalah. Dua kemenangan pun diraih di Stadion Teladan dengan dua puluh ribu fans setiap laganya. Bagaimana dengan Pro Titan? Tak jauh beda, dari lima laga, Kuda Pegasus meraih satu kemenangan, dua seri, dan dua kalah. Ujung-ujungnya, PSMS berada di posisi 9 klasemen sementara Grup I dan Pro Titan peringkat 11.

Terus terang saya iri dengan provinsi tetangga, Nanggroe Aceh Darusallam. Bagaimana tidak, dari negeri Serambih Mekah tersebut ada empat tim yang berlaga di Divisi Utama (Persiraja Banda Aceh, PSLS Lhokseumawe, PSAP Sigli, dan PSSB Biruen). Secara prestasi, cukup membanggakan, Persiraja memuncaki klasemen sementara dengan lima kemenangan dari lima laga. Tidak itu saja, PSLS pun mengikuti di posisi dua. Hebatnya lagi, keempat klub Aceh tersebut tidak ada yang posisinya berada di bawah PSMS dan Pro Titan!

Mungkin, pecinta bola Sumut masih bisa membela diri dengan mengatakan kompetisi masih panjang. Ya, hal itu memang benar. Namun, yang jadi catatan saya bukan sekadar prestasi saat ini saja. Untuk Divisi Utama musim depan, ternyata Aceh telah meloloskan satu klub lagi yakni PSBL Langsa yang berhasil promosi dari Divisi I. Bisa bayangkan jika PSGL Gayo Luwes juga berhasil promosi?

Maka, di mana klub asal Sumut, masihkah bisa bicara? Seharusnya masih bisa. Ya, seandainya saja PSDS tidak mundur dari kompetisi, tentunya ada tiga wakil Sumut di Divisi Utama. Pun, seandainya Madina Medan Jaya berhasil promosi ke Divisi Utama, tentunya akan ada empat wakil Sumut bukan? Sayangnya, hal itu tak terjadi. Sumut pun harus menunggu dua musim ke depan lagi. Masih ada yang mau membela diri kalau sepak bola itu dinilai dari kualiatas dan bukan kuantitas? Baiklah, akan saya jawab dengan kalimat: simak baik-baik klasemen sementara.
Jujurlah, sepak bola Sumut seakan tiarap. Selain klubnya tak ada yang berlaga di Indonesia Super League, bintang asal Sumut seakan terdiam. Di mana Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan lainnya yang sempat meramaikan sepak bola nasional? Adakah Garuda di dada mereka ketika Piala AFF bergulir? Sekali lagi, memang masih ada Markus.

Beruntunglah, kehadiran Markus tetap mempertahankan status Sumut sebagai penyumbang kiper nasional. Ya, sebelum Markus, ada Ronny Paslah dan Ponirin Meka yang lebih dulu bersinar. Tapi, setelah itu? Sejatinya, seperti kata pemerhati sepak bola Sumut Rafriandi Nasution belum lama ini, PSMS tak bisa lagi mengandalkan masa lalu. Bergerak dan siapkan masa depan. Pertanyaannya, apa yang harus digerakkan dan apa yang harus disiapkan? Adakah konsep matang untuk kemajuan sepak bola Sumut?

Saya kini berharap pada Ayam Kinantan Muda yang berlaga di Piala Suratin. Berhasil juara mungkin bisa menjadi pelipur lara. Tapi, ada kecemasan juga. Ya, setelah juara, mereka mau dibawa kemana? Seperti pemain PSDS Jr yang tahun lalu menjadi juara tiga, gaungnya kini hilang. Apakah mereka hilang sendiri karena tak mampu bersaing atau dihilangkan oleh sistem yang tak jelas. Entahlah.

Resmi Dibesut Pelatih Asal Jerman

Bintang Medan, klub yang disiapkan untuk berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) sah dilatih oleh pelatih asing asal Jerman, Michael Feichtenbeiner. Ia juga sudah memulai sentuhan pertamanya di Stadion Kebun Bunga Medan.
Tidak datang sendiri, pelatih berkacamata itu membawa serta satu orang asisten berkewarganegaraan Belanda, Robert Roloefsen. Pelatih yang baru tiba dari Makasar itu resmi melatih skuad yang sebelumnya ditangani Suharto tersebut.

“Dialah pelatih Bintang Medan untuk kompetisi LPI mendatang. Dia satu paket bersama asistennya (Robert Roloefsen). Dia akan memimpin Bintang Medan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Bintang Metropolitan, PT yang menangani Bintang Medan, Dityo Pramono, kepada wartawan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Menurut Dibyo, selain pelatih asing, PSMS juga akan diperkuat oleh lima pemain asing sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh penyelenggara LPI PT Liga Primer Indonesia. Pelatih berhak menentukan nama pemain yang menurutnya cocok. “Pemain asing wewenang pelatih. Kami akan berikan keleluasaan,” ungkapnya.

Ditanya soal mepetnya waktu penentuan pemain asing lantaran LPI yang akan bergulir 8 Januari tahun depan, Dityo mengatakan, LPI tetap berjalan sesuai jadwal yang sedang disusun panitia pelaksana. Lagipula, bisa saja jadwal tersebut akan menyesuaikan dengan kesiapan 19 tim yang menjadi kontestan kompetisi tersebut. “Jadwal kemungkinan tetap seperti yang disebutkan sebelumnya. Untuk tim yang belum siap, akan menyusul, lagipula kompetisi akan dibagi dalam tiga wilayah,” ungkap mantan direktur utama PT PSPS Pekanbaru itu.
Sementara Feichtenbeiner menuturkan, menangani klub di Indonesia merupakan pengalaman pertamanya. “Ini pertama kali saya menangani tim Indonesia, sebelumnya saya pernah di Liga Malaysia menangani Selangor FC,” ucap pria kelahiran Stuttgart ini.

Pria yang menguasai bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol itu mengaku cukup puas dengan performa skuad yang dibentuk Suharto itu, terutama performa fisik yang prima. Namun, untuk skill, perlu banyak pembenahan, meski diakuinya, skill dasar bermain bola Dodi Rahwana dkk cukup baik. “Kesan pertama saya terhadap tim, kinerja pelatih lokal mempersiapkan tim ini cukup bagus terutama dari segi fisik, pemain cukup kuat untuk ukuran orang Indonesia,” ungkap pria kelahrian 9 Juli 1960 ini.

“Untuk pemain asing saya sudah ada calon, tapi masih saya simpan di kepala saya. Tapi, petunjuknya pemain tersebut saya utamakan dari Eropa, terutama pemain Jerman,” paparnya. Diceritakannya, sebelum ke Medan, dirinya sudah lebih dulu berada di Makasar untuk menangani Makassar City (klub Makassar untuk LPI). Namun kemudian dia diminta untuk melatih Bitang Medan. “Yang jelas tujuan saya itu untuk meningkatkan kemampuan tim ini agar bisa berprestasi di LPI,” tegasnya. Meski optimis, Feichtenbeiner juga mengaku kesulitan komunikasi. “Saya berjanji akan belajar Bahasa Indonesia,” pungkasnya. (ful)

Affan dan Kurniawan Menolak

MEDAN-Menghadapi Persih Tembilahan 3 Januari ini, skuad PSMS akan dipimpin kapten baru. Dia adalah Syahbani, kiper plontos yang baru saja diangkat jadi kapten tim oleh skuad PSMS yang lainnya.

Pemilihan kapten di tubuh PSMS di bawah asuhan arsitek baru, Rudi W Keltjes memang lebih mirip Pilkada. Ya, seluruh skuad PSMS diwajibkan memilih sendiri pemain yang mereka anggap layak jadi kapten. Mekanismenya adalah masing-masing pemain menuliskan satu nama di atas kertas. Kemudian nama itu diberikan kepada pelatih.
Sebenarnya, M Syahbani bukan merupakan calon tunggal. Gelandang M Afan Lubis beserta striker Kurniawan Dwi Yulianto memperoleh suara terbanyak pada pemungutan suara untuk jadi kapten. Sementara Syahbani hanya meraih tempat ketiga dari banyaknya pemain yang memilih. Tapi, karena keduanya lebih ingin fokus untuk bermain, seluruh pemain akhirnya menyepakati Syahbani menyandang ban kapten.

“Mayoritas pemain memilih Bang Afan dan Bang Kurniawan. Tapi keduanya tidak mau. Lantas karena perolehan suara ketiga terbanyak jatuh kepada bang Syahbani, akhirnya semua sepakat untuk menetapkannya sebagai kapten,” kata gelandang muda PSMS, Tri YUdha Handoko.

Sementara itu, Keltjes mengatakan, pemilihan kapten sengaja dilakukannya lewat pemungutan suara untuk menghindari sosok kapten yang tidak sesuai dengan harapan pemain lainnya. “Kalau saya yang pilih, takutnya tidak cocok dengan anak-anak. Jadi biarkan mereka yang menetapkannya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, setelah terpilih, kapten baru dengan sendirinya akan memahami tugas-tugasnya, apalagi sebagai pemain yang telah banyak merasakan asam garam di berbagai klub, dia menuturkan, mantan kiper Persijap Jepara itu tentunya paham. “Dengan sendirinya dia akan tahu tugasnya seperti apa kalau di luar lapangan,” ujar mantan bintang Niac Mitra itu.

Sementara Syahbani yang dikonfirmasi kemarin mengaku tidak menyangka akan terpilih sebagai kapten. Menurutnya, pemilihan dirinya terjadi lantaran calon lainnya menolak. “Saya yang dipilih, yang lain bilang ingin fokus di pertandingan,” ungkapnya. (ful)

Bintang Medan Feichtenbeiner: Lapangan Harus Diperbaiki

Pelatih impor asal Jerman, Michael Feichtenbeiner yang ditunjuk jadi manajer coach Bintang Medan yang disiapkan berlaga di Liga Primer Indonesia, terheran-heran melihat kondisi Stadion Kebun Bunga.

Buruknya lapangan dan fasilitas di sana membuatnya sedikit kecewa. Padahal Kebun Bunga merupakan wadah latihan utama tim Bintang Medan. Namun begitu, Feichtenbeiner masih fokus kepada pembentukan tim. Pada hari kedua setelah dia resmi menangani Bintang Medan kemarin, keluhan itu terlontar. Menurutnya, kondisi lapangan yang menjadi tempat skuad berlatih tersebut jauh dari kelayakan.

Dia mengkhawatirkan, buruknya lapangan menjadi penyebab cedera pemain. “Kondisi lapangan buruk. Latihan tidak bisa terus-terusan di sini. Bisa-bisa pemain cedera dan kami tidak mau itu terjadi. Banyak lubang,” katanya.

Itu pula yang membuatnya bersama asisten pelatih asal Belanda Robert Roloefsen dan Suharto tidak melakukan latihan berat kemarin sore. Pemain hanya diberi latihan shooting ke gawang serta melakukan perannya sesuai dengan posisinya masing-masing. “Kalau mau latihan di sini, lapangan harus diperbaiki. Tapi sementara kami akan menggunakan lapangan di tempat lain yang lebih baik. Ada beberapa tempat yang bagus, tapi harus bayar sewa,” katanya lagi.

Di samping itu, melakoni peran sebagai pelatih di negeri orang diakuinya sedikit membuatnya rindu kampung halaman, terutama saat perayaan pergantian tahun. Untuk hari yang ditunggu umat manusia di seluruh dunia itu, pria kelahiran Stuttgart Jerman itu mengaku tidak punya kegiatan yang spesial.

Sebagai orang baru di Medan, dia menyatakan akan merayakan pergantian tahun baru di Medan. “Saya saat ini sedang fokus menangani tim LPI. Untuk kegiatan malam tahun baru dan tahun baru, paling cuma merayakan di Medan.

Di mana kira-kira tempat yang banyak orang merayakan malam tahun baru?” ungkapnya setengah berseloroh.

Untuk tiga asisten pelatih lokal yang mendampinginya, saat ini dia mengaku tetap dibutuhkannya dan kemungkinan besar akan dipertahankan. (ful/sumutpos)

Thursday, December 30, 2010

Keltjes biarkan pemain tentukan kapten

MEDAN - Pelatih baru, kapten juga berbeda. Meski di tangah pelatih sebelumnya, Zulkarnaen yang mengenakan ban kapten di lengannya, perubahan tampaknya akan terjadi di tangan pelatih baru, Rudy Keljtes.

Posisi kapten akan ditentukan lewat voting. Siapa yang meraih suara terbanyak, dialah yang berhak menyandang posisi kapten tim. Menurut Keltjes, terobosan tersebut dilakukannya karena pemain yang lebih tahu memilih pemimpinnya di lapangan hijau. Apalagi, pemain bisa saja beranggapan pelatih keliru untuk menentukan sosok pimpinan tim di lapangan.

“Selasa ini, pemilihan kapten dilakukan sendiri oleh anak-anak (pemain) lewat voting. Biarkan mereka memilih kapten yang sesuai menurutnya.Karena kalau pun seandainya dirasa tidak cocok, mereka sudah memilih, jadi tidak ada yang bisa disalahkan,” sebut pria 59 tahun itu.

Selain kapten, pemungutan suara juga akan dilakukan untuk memilih wakil kapten. “Tidak selamanya kapten itu akan terus main, jadi voting juga dilakukan untuk memilih wakil kapten,” ungkapnya.

Seperti apa kriteria kapten yang diinginkan Keltjes bagi timnya? Bertanggung jawab menjadi syarat utama. Meskipun begitu, Keljtes mengatakan tidak semua pemain sanggup menyandang posisi tersebut. Meskipun dikenal tegas dan pemberani di lapangan, tak jaminan pemain sanggup menjadi pemimpin bagi pemain lainnya.

Untuk itu, dia berharap, pemain bisa memilih kapten yang tampil ngotot namun juga bisa menegakkan kedisiplinan bagi pemain lainnya, tidak hanya di lapangan tapi juga di luar lapangan.

“Ada pemain yang bagus tapi jadi tidak bagus jika diberi tugas sebagai seorang kapten. Ada pemain baik tapi tidak bisa berlaku tegas jika melihat ada yang tidak beres di tim. Untuk itu, sosok kapten itu hendaknya pemain yang baik, menjadi contoh, juga berani bersuara jika menemukan yang tidak benar,” ujar pria yang juga sempat membesut PSS Sleman ini.

Lalu siapa saja kandidat kapten tim? Biasanya para pemain berpengalaman yang kerap dipercaya mengenakan ban kapten di lengannya. Zulkarnaen bisa saja kembali ditetapkan sebagai kapten. Eks gelandang Persiraja ini cukup disegani pemain-pemain lainnya.

Selain itu ada Kurniawan Dwi Yulianto yang kenyang pengalaman. Ban kapten tentunya bukan hal yang asing bagi eks striker timnas ini. M Affan Lubis dan Harry Syahputra juga berpeluang sebagai kapten tim.

PSMS raih kemenangan ganda

MEDAN - Ujicoba pertama PSMS Medan di bawah asuhan Rudy Keltjes sukses dilalui dengan kemenangan. PS Klambir Lima Putra dan PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) dipaksa menyerah tadi sore di Stadion Teladan Medan.

Pada laga ujicoba estafet berdurasi 50 menit itu, Klambir Lima Putra lebih dulu dihajar 3-0, sebelum menggulung TGM 1-0. Menghadapi Klambir Lima Putra, PSMS menurunkan kerangka tim utamanya dengan skema andalan 4-2-3-1.

Duet Rahmat dan Vagner Luis di jantung pertahanan didampingi Novi Handriawan dan Harry Syahputra menyusur sisi kiri dan kanan lapangan. Di tengah, Keljtes mempercayakan M Affan Lubis dan Ari Yuganda.

Trio Kurniawan Dwi Julianto, Zulkarnaen dan Jose Sebastian ditempatkan di belakang striker tunggal yang dihuni Gaston Castano. PSMS langsung menggebrak sejak menit awal. 18 menit laga berjalan, Vagner Luiz mengoyak jala lawan lewat tandukannya meneruskan sepak pojok Jose Sebastian.

Tidak butuh waktu lama, PSMS menambah keunggulan lewat sontekan Ari Yuganda memanfaatkan umpang silang Gaston. 10 menit menjelang laga berakhir, Kurniawan menyempurnakan kemenangan timnya saat terjadi kemelut di depan gawang. Gol ‘Si Kurus’ menutup laga dengan kemenangan PSMS.

Pada laga selanjutnya, giliran TGM yang harus mengakui ketangguhan Ayam Kinantan. Tampil dengan susunan pemain yang berbeda, kali ini Keltjes menerapkan skema 4-4-2. Duet Mahadi Rais dan Rinaldo menghiasi lini depan didukung Tri Yudha, Faisal Azmi dan Stefan.

Lini pertahanan digalang Putra Habibi, Parlin dan dua bek sayap Rifky Firdaus serta Juanda Effendi. Yudha cs pun tampil mendominasi sejak awal. Beberapa kali peluang emas hadir lewat Rinaldo dan Mahadi.

Peluang terbaik diperoleh Alfian Habibi yang gagal meneruskan umpan matang Rinaldo. Begitu juga dengan Mahadi Rais yang beberapa kali lolos dari jebakan offside lawan. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir lewat kaki Mahadi Rais.

Striker muda PSMS ini tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang memanfaatkan blunder penjaga gawang lawan. Meskipun begitu TGM bukannya tanpa peluang. Beberapa kali barisan depan TGM merepotkan barisan pertahanan PSMS. Penampilan gemilang Irwin Ramadhana yang tampil menggantikan Andi Setiawan turut andil mengamankan gawang PSMS.

Hingga laga berakhir skor tetap 1-0 untuk kemenangan PSMS. Seusai laga, Rudy mengakui skema yang diusungnya belum mampu diterapkan sepenuhnya oleh pemain.

“Namanya sistem baru tentunya pemain butuh adaptasi. Untungnya kita gelar ujicoba, jadi kita tahu sampai di mana kelemahan-kelemahan tim ini. Masih ada waktu untuk membenahinya,” tukas Keltjes.

Bintang PSMS Tundukkan Medan Chief

Derbi Deli antara kembaran PSMS, Bintang PSMS dan kembaran Pro Titan, Medan Chief kembali tersaji sore kemarin di Stadion Teladan. Namun derbi itu masih sebatas uji coba kedua tim yang disiapkan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) itu.

Bintang PSMS pun unggul 2-0 lewat sontekan Rudi Hartono dan Bambang Nurdiantoro.
Meski menang, Pelatih Bintang PSMS, Suharto belum puas dengan performa anak asuhnya. Terutama di babak pertama, terlihat koordinasi antar pemain masih buruk. “Anak-anak tidak biasanya main seperti ini. Terlihat mereka sangat tegang sehingga di babak pertama permainan kacau. Untungnya mereka tampil lebih baik di babak kedua dan mampu membuat dua gol kemenangan,” ujar Suharto usai laga.

Menghadapi lawan sepadan, Suharto melihat masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. “Peningkatan memang terlihat pada cara main anak-anak yang semakin baik. Kolektivitas tim yang paling penting. Secara keseluruhan lini perlini masih banyak kekurangan,” tukas Mantan pemain PSMS era 80-an ini.

Bintang PSMS tampil dengan skema andalannya. Dicky tampil di bawah mistar dikawal kuarter pertahanan Dodi Rahwana, Dody, Sugiono, dan Sutiono. Sementara barisan tengah diisi Rudi Hartono, Safari, Syamsul Bahri dan Syafri Juanda mendukung dua bomber Nico dan Hamdan.

Meski di bahwa tekanan suporter PSMS, SMeCK Hooligan, Medan Chief mampu tampil menekan sejak awal. Mengandalkan Irvin Museng, klub milik pengusaha Sihar Sitorus ini mampu merepotkan tuan rumah di awal laga. Namun pertahanan tangguh yang digalang Dodi cs membuat Aun Carbiny cs kesulitan menembus gawang Bintang PSMS.

Gol Bintang PSMS terjadi di menit ke 60, kebuntuan terpecahkan lewat Rudi Hartono yang mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang. Rudi meneruskan sundulan Bambang Nurdiantoro.

Tujuh belas menit kemudian, giliran Bambang yang menggetarkan jala lawan. Pemain berambut cepak ini sukses menanduk umpan silang Dodi Rahwana. Bintang PSMS memimpin 2-0. Sayang, skuad Medan Chiefs yang mencoba bangkit dengan mengandalkan striker asing asal Maroko, La Akad dan gelandang asingnya, Luis Eduardo tak kuasa mencetak gol. Padahal Bintang PSMS tidak diperkuat satu pun pemain asingnya. (ful

PEMAIN MUDA PSMS

Langkah gemilang sukses dicatat PSMS Junior di Babak Ketiga Piala Suratin Zona Sumatera. Anak asuh Iwan Karokaro itu unggul 4-1 atas PS Siak Riau, Selasa (28/12) di Stadion Sekayu Musi Banyuasin.

Atas hasil ini, PSMS Junior lolos ke babak berikutnya usai duduk di puncak klasemen dengan koleksi enam poin. Di laga sebelumnya, PSMS menundukkan Persikomet, 3-0.

Tampil di bawah cuaca terik tak menyurutkan semangat Zumanda cs untuk memetik poin penuh. Sejak awal Iwan Karokaro menginstruksikan skuadnya untuk tampil offensif. Namun PS Siak justru mampu mengejutkan PSMS Junior. Lewat kapten tim, Rudi, tim asal Riau itu unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, PSMS Junior mencoba bangkit. Gelandang Supriadi sukses menyamakan kedudukan 1-1. Tak cukup sampai disitu, striker lincah, Dede Darmawan membalikkan keadaaan 2-1 hingga turun minum.
Di babak kedua, gempuran PSMS Junior berlanjut. Dede Darmawan dan Supriadi kembali menjadi pahlawan kemenangan timnya dengan tambahan masing-masing satu gol. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, PSMS Junior tetap unggul 4-1. Iwan Karokaro menyambut sukacita hasil ini. Ia memuji semangat pantang menyerah yang diperlihatkan anak asuhnya meski tampil di bawah tekanan. “Kita main di pertandingan awal jam 2 siang. Alhamdulillah kita lolos ke babak berikutnya,” ujar Iwan.

Begitupun masih ada satu laga lagi yang harus dilalui Dede Darmawan dkk. Besok sore, giliran tuan rumah Persimuba Musi Banyuasin yang menjadi lawan terakhir.

Buang 4 Pemain

Memiliki banyak pemain namun tak banyak memeberikan kontribusi bagi tim bisa menjadi bumerang. Setidaknya, anggaran belanja tim bisa membengkak. Padahal, kinerja pemain yang digaji tak begitu signifikan.
Nah, tampaknya pemikiran itu disadari benar oleh PSMS. Karenanya manajemen Ayam Kinantan akan mengumumkan empat pemain yang akan dicoret dari skuad inti, Rabu (29/12). Keempat pemain ini merupakan hasil rekomendasi pelatih baru PSMS, Rudi William Keltjes.

Secara langsung, manajemen akan langsung menyampaikan pencoretan tersebut kepada pemain yang bersangkutan. “Besok akan kami sampaikan langsung kepada pemain yang bersangkutan,” ujar Manajer PSMS, Idris, Selasa (28/12).
Namun, empat pemain itu tak langsung menganggur. Keempatnya akan dihijrahkan ke tim Bintang PSMS yang disiapkan untuk ikut Liga Primer Indonesia (LPI). Tapi, kalau ada pemain yang tak ingin berlaga di LPI, maka pemain tersebut dipersilahkan mundur.

Pertimbangan mencoret empat pemain itu menurut Idris dilakukan untuk memangkas anggaran belanja tim yang cukup membengkak. Dengan pencoretan pemain yang belum mampu bersaing dengan pemain yang lain, angaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya.

“Saat ini anggaran untuk pembayaran gaji pemain cukup besar. Lagipula hal itu mendapat persetujuan dari pelatih, makanya kami laksanakan. Kalau enggan ke LPI, maka silahkan saja,” sebutnya lagi.

Sebelum akhirnya menetapkan pemain yang bakal dicoret, Keltjes lebih dulu memberikan surat rekomendasi kepada manajemen untuk mempertimbangkan mencoret empat pilar PSMS. Namun, keputusan sempat ditunda lantaran ia menyatakan masih akan mempertimbangkan keputusan tersebut. “Ada beberapa pemain yang semula direkomendasikan untuk diistirahatkan, tapi karena pelatih mempunyai pertimbangan lain, pemain tersebut tetap dipantau. Tadi (kemarin), pelatih meminta saya untuk menetapkannya,” ungkap Idris lagi.

Bagi Keltjes, pencoretan pemain dilakukan untuk memberi kesempatan bagi pemain untuk mencoba klub baru selain PSMS. Pasalnya, di PSMS, mereka dinilai belum mampu bersaing. Jadi, tidak ada unsur suka atau tidak suka. Menurut Ketljes, keputusan itu mutlak untuk kebaikan pemain. (ful)

Saturday, December 18, 2010

Bawah Keropos

MEDAN- Lini pertahanan PSMS musim ini sulit dikatakan lebih baik dari musim sebelumnya. Bukti masih buruknya pertahanan PSMS tentu saja dapat dilihat dari persentase kebobolan yang relatif tinggi.
Dari lima laga terakhir, PSMS sudah kebobolan delapan kali.

Awalnya, pihak PSMS sempat mengklaim bahwa pertahanan tim sudah solid. Namun, hal itu tak lagi relevan jika melihat data tersebut. Ironisnya, PSMS baru bisa mengemas empat gol yang semuanya hanya bisa dicipta di kandang sendiri.

Padahal di lini pertahanan, PSMS punya beberapa nama bagus. Sebut saja Harry Syahputra dan bek asing, Vagner Luis. Namun khusus Harry, pelatih terdahulu tidak

pernah mempercayakan mantan bek timnas ini jadi starter. Vagner juga baru bisa bergabung ketika melawat ke kandang lawan di Sigli dan Banda Aceh termasuk Bengkulu. Namun, dia tidak main maksimal. Bahkan, pemain asal Brasil itu sempat buat gol bunuh diri.

Selebihnya, nama seperti Rahmat, Novi, Azuan Lubis dan Ari Yuganda dianggap belum berperan baik mengamankan daerahnya. Di bawah mistar, nama Syahbani juga sempat dijadikan kambing hitam. Namun pada sejumlah amatan selama ini, solidnya lini belakang memang belum tercipta. Komunikasi antar bek ini dianggap kurang sempurna.
Di bahwa kendali pelatih baru, Rudi William Keltjes, pertahanan tampaknya akan berubah. Nama Harry Syahputra kemungkinan besar akan dijadikan starter jika kondisinya fit selalu. Peran wing bek, Azuan Lubis dan Ari Yuganda mungkin akan lebih ditarik ke dalam. Jadi dua pemain ini kemungkinan bakal mendapat tugas untuk lebih fokus mengawal pertahanan.

Atau kalau Keltjes jadi memasang pola 4-2-3-1 atau bahkan 4-4-2, maka kedua pemain ini akan lebih sering dijadikan pemain sayap. “Pertahanan harus lebih kokoh. Mungkin bakal ada perubahan,” kata Keltjes.
Khusus untuk penjaga gawang, latihan keras juga sudah digeber. Tiga penjaga gawang, Syahbani, Irwin Ramadhana dan Andi Setiawan sudah merasakan kerasnya latihan di bahwa arahan pelatih kiper, Doni Latuperissa. Di bahwa tangan dingin pelatih bertubuh kekar itu, tiga kiper ini akan kembali bersaing menemukan posisi utama di bawah mistar. (ful)

Friday, December 17, 2010

Gonzales Bawa Kemenangan Indonesia

Vagner Pulang

Tiga pemain asing yang dimiliki PSMS belum juga tampak di latihan Ayam Kinantan. Sekian tanya muncul terkait hal itu, mungkinkah pemain yang dibayar mahal tersebut sudah tak bergabung lagi dengan skuad PSMS?

Ternyata, dugaan atau jawaban dari pertanyaan yang belum terjawab tersebut berujung pada kabar baru. Ya, dipastikan, satu dari tiga pemain asing tersebut akan tiba di Medan hari ini. Dan pemain yang dimaksud adalah Vagner Luis. Ceritanya, Vagner lebih cepat bergabung karena urusan Kartu Izin Sementara (Kitas) miliknya sudah kelar.
“Saat ini Vagner sudah berada di Jakarta dan akan tiba di Medan besok siang (hari ini),” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin.

Sejauh ini, pihak PSMS kecewa karena tiga pemain asing belum ada yang bergabung dengan pelatih baru. Alasan yang dilontarkan adalah mengurus Kitas ke Singapura. Namun alasan ini tak akan lama-lama ditolerir. Manajemen dan pelatih PSMS menekankan kepada para legiun impor itu untuk segera bergabung dengan tim, Senin (20/12). Jika ultimatum itu tak diindahkan, bisa jadi pemain asing tidak akan masuk skuad Keltjes karena dianggap tak disiplin.
Memang, secara tertulis maupun lisan, tidak ada ancaman hukuman yang akan dijatuhkan pada pemain asing. Namun pada praktiknya nanti, Keltjes bisa saja tidak memberi tempat kepada para pemain yang tak disiplin. “Tidak ada tempat bagi pemain yang indisipliner,” tegas Keltjes.

Dua pemain asing lainnya, Jose Sebastian dan Gaston Castano sejauh ini mengaku masih berada di Singapura. Namun, pihak manajemen tidak tahu pasti kapan kedua pemain asal Argentina tersebut akan tiba di Medan. “Beberapa kali saya hubungi mereka tidak angkat telepon. Kalau pemain asing bertingkah, pelatih tahu benar apa yang harus dilakukan untuk menghukum mereka,” pungkas Benny. (ful)

Bintang PSMS Meyakinkan

Kesebelasan Bintang PSMS yang disiapkan untuk berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), kembali melakoni uji coba. Kamis (16/12) kemarin, Bintang PSMS melawan HPM FC di Stadion Kebun Bunga dan berhasil menang telak 5-1.

Gol demi gol Bintang PSMS sudah dikemas sejak awal laga. Di menit kedua, Heri Suwondo membuka gol lewat tendangan bebas. Tim yang diasuh Suharto ini kembali menebar ancaman. Skill individu striker Yosep Ostanika yang membawa bola sendirian, akhirnya berhasil menjebol gawang lawan pada menit delapan.

Karena lawan yang dipilih sengaja lebih rendah kualitasnya dibanding Bintang PSMS, maka lawan tak banyak berkutik. Hamdan, striker Bintang PSMS kembali menambah gol di menit 12. skor 3-0 untuk tuan rumah.
HPM FC berhasil memperkecil ketinggalan di menit 15 lewat Ijal Kaloko. Tendangan hasil bola liar di kotak penalti berhasil dimanfaatkannya dengan baik. Skor 3-1.

Pada menit 20, Syamsul pemain Bintang PSMS dipercaya jadi algojo penalti karena pemain belakang lawan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Syamsul dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Hamdan kembali mencetak gol keduanya untuk melengkapi kemenangan 5-1 bagi Bintang PSMS di menit 39. Golnya bermula dari umpan silang Syamsul Bahri. Hingga usai laga skor 5-1 untuk kemenangan Bintang PSMS.

Usai laga, hal utama yang disorot adalah pertahanan tuan rumah. Melawan tim lemah, seharusnya bisa menang tanpa kebobolan. Dan hal itu juga disorot pelatih kiper Bintang PSMS, Syahril Nasution. Menurutnya, gol itu kesalahan kiper. “Tepisan kiper tidak sempurna sehingga membahayakan gawang sendiri.

Sementara pelatih kepala, Suharto secara keseluruhan merasa cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Hanya saja Suharto setuju kalau lini belakang timnya masih perlu diperhatikan. Pun kekompakan pemain dikatakannya sudah membaik. “Kompak sudah mulai bagus. Mencapai 80 persen sejauh ini. Namun begitu masih banyak yang akan diperbaiki,” kata Suharto.

Sejauh ini, tim yang disiapkan berlaga di LPI ini masih gelar seleksi. Soal kontrak pemain dan pelatih juga belum ada. (ful)

Ubah Menu Makanan

EDAN-Kehadiran Rudi Keltjes di tubuh PSMS terus memunculkan pembaruan. Setelah menerapkan disiplin keras dan berusaha mengubah mental pemain, kini Keltjes membuat terobosan lain lagi. Yakni, mengubah menu makanan pemain.

Mungkin bagi sebagian orang soal menu makanan adalah hal sepele. Tapi tidak bagi pelatih yang dua musim silam sempat melatih PSMS tersebut. Ya, Keltjes tampaknya sadar betul dengan kebutuhan pemainnya. Bagaimana tidak, sebagai pesepakbola, punggawa Ayam Kinantan memang membutuhkan asupan gizi yang seimbang. “Kita telah ubah beberapa menu makanan. Asupan gizi harus lebih baik lagi. Karena, anak-anak bekerja ekstra,” terang pria 59 tahun itu.

Dihubungi terpisah, dr Roriwansyah Pane selaku dokter tim mengamini rencana perubahan menu itu. Terlebih latihan yang digeber selama ini berkaitan dengan fisik yang harus disesuaikan dengan gizi seimbang. Menurut Rori, kalori yang dibutuhkan pemain jika digeber fisiknya, mencapai 4700-5200 kalori. “Pasti akan ada perubahan nilai gizi. Kita akan perhatikan hal itu dengan kerjasama dengan tim katering,” terang Rori.

“Setiap pekan, laporan nilai gizi yang diasup pemain akan terus dipantau. Ini demi kebaikan stamina di lapangan,” sambung dokter yang bertugas di Dinas kesehatan Kota Medan itu.

Masalah makanan ini memang sejalan dengan fokus Keltjes dalam membidani PSMS, yakni membenahi fisik para pemain. Dalam satu pekan ini, fokus genjot fisik menjadi prioritas. Bahkan, Keltjes tak segan menyuruh skuad latihan tiga kali sehari. Hal ini penting, sebab Keltjes menemukan berat badan para pemain tak ideal. Hampir seluruh pemain PSMS kelebihan berat badan.

Meski demikian, skuad PSMS tampak senang mengikuti latihan. Tak seorang pun pemain berani absen. Kecuali tiga pemain asing yang masih beralasan mengurus dokumen di Singapura. “Saya salut lihat pemain Medan. Dalam latihan tiga kali sehari mereka masih begitu antusias mengikutinya,” kata Keltjes.

Meski latihan fisik yang digeber, namun Keltjes menyertai dengan metode berbeda. Pemain diperkenankan berlatih dengan menggunakan bola. Ini beda, sebab biasanya latihan fisik digeber tanpa bola.

“Kalau anak-anak kita beri latihan fisik seperti biasa tanpa bola, pemain akan cepat jenuh,” sambung Keltjes.
Keltjes menambahkan, dirinya tambah bersemangat untuk mengembalikan PSMS ke kastanya. Pasalnya, dia melihat skuad PSMS memiliki tekad yang kuat. “Walau setiap hari kita fokuskan latihan fisik, mereka tidak ada yang mengeluh. Dan sepertinya mereka malah terbiasa dengan latihan yang saya buat,” lanjut pelatih asal Surabaya itu. (ful)

Cari Tim Inti

Di bawah asuhan pelatih anyar, Rudi William Keltjes, PSMS akan mengubah gaya main, strategi, formasi dan tentu saja pemain yang akan diplot sebagai pemain inti. Untuk urusan cari pemain inti, Keltjes masih punya cukup waktu.
Sejauh ini, latihan masih difokuskan kepada kesiapan fisik para pemain. Dua kali latihan digelar di Stadion Teladan, fokus memang untuk mencari tahu sejauh mana kekuatan fisik pemain PSMS. Dan hal itu mulai membuahkan hasil. “Sudah mulai ada kemajuan. Anak-anak bersemangat. Kalau begini, tim ini sebenarnya sangat bagus,” kata Keltjes optimis.

Diperkirakan, mulai pekan depan seluruh skuad sudah dipantau untuk penerapan strategi baru. “Seminggu ini kami beri latihan fisik untuk memperkuat stamina dahulu. Senin (20/12) latihan akan masuk taktik dan strategi,” lanjut Keltjes. Menurutnya, latihan taktik dan strategi tersebut akan diselingi dengan beberapa ujicoba. Itu pula yang akan menjadi dasar baginya untuk menentukan the winning team. “Uji coba pasti ada. Mungkin pekan depan baru bisa dioptimalkan,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.

Dua latihan terakhir, fisik pemain memang masih digenjot. Tidak ada ampun dan kesempatan bagi pemain untuk berleha-leha. Para pemain harus kerja keras. Namun begitu, motivasi latihan yang ditawarkan Keltjes tampaknya mulai bisa diserap para pemain. Meski latihan berat, namun masih ada pemain yang bisa tersenyum.

Sedangkan siapa saja yang bakal jadi andalannya, Keltjes tentu belum bisa menentukan. Namun, dari pertemuan dengan para pemain di setiap latihan dua hari belakangan, tampaknya Keltjes mulai mengetahui kemampuan pemain. Menurutnya, pemain PSMS musim ini memiliki skill individu yang baik. (ful)

Wednesday, December 15, 2010

PSMS Ultimatum Legiun Asing

ejak kandas kontra PS Bengkulu lalu, tak seorang pemain asing PSMS tampak bergabung dengan tim. Bahkan di tangan pelatih baru Rudi William Keltjes, ketiga pemain asing milik PSMS, Gaston Castano, Jose Sebastian dan Vagner Luis tak kunjung ikut latihan bersama.

Diketahui, ketiga pemain asing ini sedang berada di Singapura untuk melanjutkan pengurusan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Namun disinyalir, urusan Kitas ini sebenarnya sudah selesai sejak jauh hari. Besar kemungkinan para pemain asing sengaja memperlama izin yang diberikan untuk menghindari latihan.

Maka itu, arsitek baru PSMS pun tak kuasa menahan amarah. Keltjes pun mendeadline, jika dalam pekan ini tak bergabung bersama tim, maka sebaiknya pemain asing tidak usah dipakai. Dan, hal ini diamini pengurus dan manajemen tim.

“Pemain asing dibayar mahal, kok tidak profesional. Kalau sejak awal saya tangani, tidak ada manja-manja. Mereka harus segera kembali bergabung bersama tim,” kata Keltjes usai memimpin latihan di Stadion Teladan Selasa (14/12).

Kehadiran seluruh pemain tentu hal mutlak, sebab Keltjes akan segera meracik strategi. “Tim akan sudah melakukan latihan taktik dan strategi secepatnya. Tapi kalau tidak ada pemain asing, saya sulit menentukan pemain inti,” sambung Keltjes.

Sejauh ini, beredar kabar bahwa baru Vagner Luis yang sudah berada di Singapura untuk mengurus dokumen dimaksud. Sedangkan duo Argentina, Gaston dan Jose Sebastian dikabarkan masih berada di Jakarta. Entah apa yang dilakukan kedua pemain ini di Jakarta. Pihak manajemen mengaku sudah menghubungi para pemain asing tersebut.

“Saya sudah telepon Gaston agar segera pulang ke Medan. Tapi, ia membantah dan hendak mengurus dokumen itu dulu. Tapi sudah saya tekankan kepada mereka agar segera kembali untuk latihan,” terang Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS kemarin.

“Kalau masih membandel, maka akan kita beri sanksi tegas. Bila perlu tak usah kembali lagi ke Medan,” pungkas Benny. (ful/sumutpos)

Penjaga Gawang Bersaing Lagi

Pelatih penjaga gawang PSMS yang baru, Doni Latuperisa mulai memberikan menu latihan bagi tiga kiper PSMS, Syahbani, Irwin Ramadhana, dan Andi Setiawan.

Yang utama digenjot adalah fisik. Ke depan, Doni mengaku akan menaikkan kemampuan lompat dan jangkauan para kiper ini. “Fisik masih kurang. Tapi pada dasarnya para kiper lumayan bagus. Hanya saja mereka harus lebih giat berlatih,” kata Doni.

Untuk itu, posisi utama kiper PSMS juga akan kembali bersaing. Selama ini, Syahbani dipercaya jadi kiper inti yang selalu diturunkan kali pertama dalam setiap pertandingan.

Di bahwa kepelatihan Doni, para kiper harus bersaing lagi untuk jadi yang utama. “Kiper harus senantiasa bersaing. Mereka tak boleh lengah,” katanya. “Saya melihat mereka masih belum menunjukkan kemampuan sesungguhnya. Kiper itu harus sudah bisa melompat setengah meter tingginya,” lanjut Doni. Khusus untuk Andi Setiawan, Doni menegaskan agar lebih banyak melatih kemampuan fisiknya. “Yang namanya Andi itu tampaknya masih terlalu lemah. Ia harus meningkatkan kemampuan lebih baik lagi,” pungkas Doni. (ful)

Ramai-ramai Turunkan Berat Badan

Ternyata, hampir seluruh pemain PSMS musim ini kelebihan berat badan. Di tangan Keltjes, para pemain dengan bobot tubuh berlebih ini diwajibkan menurunkan berat badannya dalam waktu yang telah ditentukan. Di samping banyak pemain tambun, ada juga pemain yang diharuskan menambah berat badannya.

Diet merupakan jawaban. Apalagi Keltjes sudah menyatakan kepada para pemain agar mengembalikan gaya main ala PSMS di masa lampau. Keras, bermutu dan tak kenal kompromi. “Empat pemain tercatat kelebihan berat badan. Kalau terlalu gemuk, akan membuat pemain cepat capek. Di masa jeda ini, seluruh pemain yang punya masalah dengan berat badan, harus bisa kembali ke berat ideal,” kata Keltjes.

Empat pemain dengan berat tak ideal ini, tampaknya harus kerja keras menurunkan berat badan. Pasalnya, selisih berat yang ideal cukup mencengangkan. Ada pemain yang harus menurunkan berat badan hingga 6,6 Kg dan 5,7 Kg. Selebihnya standar, antara 2,5 sampai 3 kg.

Permainan keras ala PSMS dulu, hanya bisa dilakukan dengan berat badan ideal. Untuk itu, dia akan mewanti-wanti pemain untuk berlatih sendiri menurunkan berat badan. Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura ini berharap pemain lebih profesional untuk mengurangi berat badannya.

Bagi yang gagal turunkan berat badan, bangku cadangan tampaknya akan menjadi teman setia para pemain tambun itu. “Saya sudah anjurkan agar kembalikan berat ke posisi ideal. Kalau tak bisa, berarti si pemain tak mau. Pemain begini hanya bisa duduk di bangku cadangan,” kata Keltjes.

Tiga pemain asing juga tak luput dari kondisi ini. Yang terpantau cukup mengalami masalah ini adalah Jose Sebastian. Konon Sebastian over berat badan hingga 8 Kg.

Sedangkan pemain yang kekurusan, dianjurkan untuk lebih sering menyantap makanan bergizi tinggi. Ada di antara pemain PSMS yang kekurangan berat badan 2-5,5 Kg. (ful)

Tuesday, December 14, 2010

Rudi bangun kedekatan dengan pemain

MEDAN - Hubungan emosional yang kental antar pemain dengan pelatih berdampak besar pada perkembangan tim. Jika hubungan antar kedua elemen harmonis, tentunya suasana dalam tim akan positif sehingga tujuan yang ingin dicapai lebih mudah terwujud.

Hal itu yang disadari Rudi Keltjes sebagai langkah awal yang dilakukan dalam menjalani tugasnya sebagai arsitek baru PSMS. Sebagai orang baru, ia tentu belum terlalu kenal dengan skuad yang ada saat ini. Untuk itu Rudi mulai membangun hubungan emosionalnya dengan Kurniawan Dwi Yulianto cs.

Salah satunya dengan bersilaturahmi ke rumah para pemain. Rumah stoper PSMS Hary Syaputra menjadi pemain yang pertama dikunjungi.

Pemain yang pernah merasakan tangan dingin Rudy Keltjes di timnas Indonesia U-19 itu menerima kedatangan mantan pelatih Persebaya Surabaya itu. “Di tim ini, pemain itu anak-anak saya. Sebagai bapak saya harus bisa jadi orangtua yang baik,” ujarnya.

Harry yang sebelumnya sempat tergoyahkan posisi sebagai starter, menurut Rudi, punya talenta yang dibutuhkan timnya. Ditangannya, ia optimis masa depan mantan pemain timnas itu akan kembali bersinar.

“Saya tahu Hary, dia itu pemain bagus. Saya yang ambil dia waktu di timnas U-19 (Piala Pelajar Asia U-19 tahun 2000 lalu), bersama Firman Utina (kapten timnas saat ini). Bahkan Hary lebih senior dari Firman,” bebernya.

Setelah Harry, Rudi akan bergiliran melakukan kunjungan ke rumah pemain lainnya. Tentunya para pemain yang bertempat tinggal di Medan. Pola pendekatan yang dilakukan mantan bintang Niac Mitra ini kepada skuad PSMS pun disambut positif Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Sebagai pelatih baru, menurut Benny, pendekatan yang dijalankan Keltjes kepada pemain memang sangat tepat. “Saya tahu dia mau mengunjungi rumah pemain. Menurut saya itu tepat,” sebut Benny.