Tuesday, December 14, 2010

Keltjes akan bawa PSMS ke ISL?


MEDAN – Kegagalan mempertahankan posisi PSMS di kancah Liga Super Indonesia sampai sekarang masih menghantui Rudi Keltjes. Bagi pelatih yang telah resmi menangani PSMS ini, hal itu merupakan kegagalan yang cukup pahit dalam karirnya sebagai pelatih.

Untuk itu, pelatih bernama lengkap Rudi William Keltjes ini tidak ingin kegagalan itu menerpa dirinya lagi. Musim ini, Keltjes bertekad mengantarkan kembali PSMS ke habitatnya, yakni kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional Indonesia Super Lengue (ISL). Bukan di Divisi Utama seperti saat ini.

“Saya pernah bersama PSMS sebelumnya. Di tujuh sisa pertandingan saya diminta untuk membangkitkan tim. Saat itu saya anggap saya gagal. Tapi tidak kali ini. Saya ingin di sisa hidup saya ini PSMS lebih baik,” ujar Keltjes, tadi malam. Hal itu juga disampaikannya dalam visi dan misinya kepada pengurus dan manajemen di Garuda Plaza Hotel Medan.

Keltjes memang tidak muluk-muluk. Meskipun kalah beruntun dalam tiga laga terakhir, kompetisi masih panjang. Artinya, belum tertutup kesempatan untuk PSMS bisa kembali berlaga di ISL. Di tangan pelatih yang rambutnya dipenuhi uban ini harapan yang sebelumnya redup kembali hidup.

Apalagi, menurut Keltjes, PSMS saat ini punya materi yang mumpuni untuk mewujudkan harapan itu. Kehadiran Kurniawan Dwi Yulianto plus wajah-wajah asing seperti Jose Sebastian dan Gaston selayaknya membuat Ayam Kinantan diperhitungkan.

“Saya penasaran dengan tim ini. Itu kenapa ketika ada tawaran saya langsung mau. Padahal, ada beberapa tim lain yang sebelumnya sudah menghubungi saya, tapi PSMS berbeda. Liga Super kalau tidak ada PSMS dan Persebaya tidak lengkap. Kesempatan itu masih terbuka,” ucap mantan bintang Niac Mitra ini.

Dia berharap, di tangannya, pelatih dan manajemen bisa bekerjasama membangun PSMS.

Keltjes Ingin Benahi Mental Pemain

PSMS akan gelar latihan perdana bersama pelatih anyar, Rudi William Keltjes, hari ini. Banyak hal yang harus dibenahi pelatih asal Surabaya itu. Terutama mental dan ketahanan fisik pemain.

Mental merupakan hal utama yang dilirik Keltjes. Hal itu terbukti dengan kunjungannya ke sejumlah kediaman pemain. Setidaknya ada tiga pemain yang sudah dikunjunginya secara pribadi. Mereka adalah Harry Syahputra, Kurniawan Dwi Yulianto dan Affan Lubis.Kunjungan itu dianggap penting. Selain berbicara dengan pemain, Keltjes juga tak sungkan ngobrol dengan kelurga pemain. Tentu tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemain menatap kompetisi selanjutnya. Mental harus tetap terjaga. “Saya sudah berbicara dengan pemain sesaat setelah saya datang ke Medan. Namun di saat jeda, saya juga berkunjung ke rumah para pemain dan berbicara lebih pribadi,” kata Keltjes Minggu (12/12).

Untuk latihan perdana hari ini, Keltjes mengatakan akan melihat dulu kondisi terakhir tim. Ia akan melihat sejauh mana ketahanan fisik pemain. Kalau dinilai kurang, kemungkinan akan digenjot lebih dulu sebelum masuk ke materi lainnya. “Kalau sudah cukup, berarti tinggal mempertahankan stamina yang sudah ada saja,” katanya.

Di samping itu, Keltjes juga kerap memotivasi para pemain. Keltjes berharap skuad PSMS saat ini bisa bermain dengan ciri khas Medan yang sempat membahana. Apalagi kalau bukan gaya rap-rap. “Anak Medan, wajib main seperti anak Medan. Itu yang sudah lama tak terlihat,” sambungnya. (ful)

Monday, December 13, 2010

Keltjes Latih Perdana PSMS

Pelatih baru PSMS Medan Rudy William Keltjes,Senin (13/12), memulai latihan perdana di Stadion Kebun Bunga Medan, markas PSMS. Latihan hari ini merupakan latihan pertama bagi Kurniawan Dwi Yulianto dkk setelah manajemen Ayam Kinantan mengganti pelatih kepala Zulkarnain Pasaribu dengan Rudy Wiliiam Keltjes, pekan lalu.

Zulkarnain Pasaribu diganti manajemen terkait hasil buruk yang diderita PSMS selama pertandingan tandang ke Aceh dan Bangkulu pekan lalu dalam lanjutan Liga Divisi Utama 2010/2011. Manajemen berkesimpulan Zulkarnain penyebab kekalahan beruntun itu.

Latihan perdana lebih banyak diisi saling berkenalan dilanjutkan latihan ringan. "TIdak ada yang istimewa dari latihan hari ini.Pelatih Rudy Keltjes masih melatih dengan teknik yang ringan saja.Sore nanti latihan akan dilanjutkan," kata Asisten Palatih PSMS Suyono kepada Tempo.

Menurut Suyono, pemain menyambut penggantian pelatih. "Semua menyambut positif sebagai pemain bola profesional," ujar Suyono.

Azuan Lubis, pemain tengah PSMS mengatakan pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah. "Kami wajib mendukung siapa pun pelatihnya. Kami bermain baik bukan untuk seorang pelatih, tapi untuk mengangkat prestasi tim PSMS," kata Lubis.

Pemain bertahan PSMS Harry Ayahputra menambahkan, visi di PSMS mengangkat prestasi tim Ayam Kinantan. "Jadi siapapun pelatihnya akan kami dukung," kata Harry. (sehat simatupang/tempo)

Friday, November 26, 2010

Ubah Taktik

PSMS mulai melakoni laga away pertama musim ini dengan lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Minggu (28/11) mendatang. Persiraja merupakan lawan berat. Apalagi harus dilawan di kandang mereka. Maka itu, perubahan taktik mulai diperagakan.

Dalam dua pertandingan tandang terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan belum pernah sekalipun merah angka. 18 Oktober 2007 silam, PSMS ditaklukkan 1-0. Sementara 23 Februari yang lalu, PSMS juga harus menerima kekalahan 2-0.

Perubahan taktik dimaksudkan agar PSMS bisa mencuri poin dari lawatan itu. Tak tanggung-tanggung, poin yang ditargetkan tercuri adalah tiga poin. Kalau tak mampu, satu angka minimal mesti dibawa pulang.

Untuk mengusung tekad tersebut, 18 pemain diboyong ke markas Persiraja. Tim akan bertolak menuju Banda Aceh Jumat (26/11) sore ini menggunakan pesawat dan dipimpin Pelatih Kepala Zulkarnain Pasaribu.

“Targetnya mencuri poin. Kalau bisa tiga poin kenapa harus satu poin. Tapi paling tidak kami bisa meraih satu poin,” kata asisten pelatih PSMS, Suyono.

Untuk memuluskan langkah meraih tiga angka, perubahan taktik mulai diperagakan pada latihan terakhir di Stadion Teladan kemarin sore. Ada perubahan signifikan yang terjadi pada skema tim yang bakal diplot untuk meredam ambisi tim tuan rumah. Di lini belakang, Zulkarnain tetap memplot tiga pemain belakang. Nama seperti Vagner Luis, Novi Hendriawan dan Rachmat tampak diplot sebagai pemain inti. Perubahan mencolok terjadi di lini tengah. Memperkuat pertahanan di lini medio ini, gelandang bertahan senior M Affan Lubis dipasang menggantikan Jose Sebastian dan diduetkan dengan tandemnya Faisal Azmi bersama Zulkarnain membantu sektor penyerangan. Di sayap belakang, duet Ari Yuganda dan pemain mungil Azuan Lubis tak tergantikan.

Di lini depan, skema seperti laga tandang tetap diusung. Mengandalkan duet striker Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano untuk menjadi penambang gol.

Menurut Suyono, perubahan sosok playmaker dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun, skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan punya asisst yang baik. Posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” kata Yono. Pergantian itu juga tak lepas dari buruknya performa Jose pada laga terakhir menghadapi Persikabo Bogor. “Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir,” sebutnya.

Menurut Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Apalagi, PSMS akan langsung membawa pemain mengikuti dua laga berikutnya menghadapi PSAP 2 Desember mendatang dan PS Bengkulu 7 Desember.
“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan, pelatih fisik PSMS yang tidak ikut tur. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan langsung terbang ke Bengkulu,” pungkasnya. (ful)

SMeCK dan PSMS FC Saling Lempar Batu (hal Ini Jangan Dicontoh...)

Usai meraih poin penuh melawan Persikabo (23/11) lalu, PSMS harus menanggung malu. Hal itu disebabkan ributnya dua kelompok suporter PSMS antara Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan dan PSMS Medan
Fans Club.

Keributan itu dipicu perselisihan kedua kelompok, saat mengawal bus pemain PSMS menuju mess pemain di Stadion Kebun Bunga. Menurut pihak PSMS FC, keributan dipicu arogansi kelompok SMeCK saat mengawal tim di Stadion Teladan. Hal itu diutarakan Ketua PSMS FC, Jannes Simanjuntak. “Beberapa dari mereka (anggota SMeCK) ditunjuk panpel sebagai steward menjaga pemain. Melihat banyaknya fans yang mengerubungi pemain usai pertandingan, anggota PSMS FC berinsiatif membantu. Tapi, mereka menolak dengan kasar,” ungkap Jannes.

Keributan berlanjut ketika PSMS FC mencoba mengikuti tim ke Stadion Kebun Bunga. Di sana, anggota PSMS FC dihadang tak boleh masuk Stadion Kebun Bunga. Karena mendesak masuk, terjadi saling lempar batu. Beruntung tak ada yang terluka.

Pihak SMeCK pun berusaha klarifikasi. Lewat ketuanya Nata Simangunsong, didapat penjelasan bahwa pihaknya sudah berdamai dengan PSMS FC. Menurut Nata, cek-cok itu terjadi akibat miss komunikasi. “Kami sudah selesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Untuk hal ini pasti ada evaluasi” kata Nata.

Akibat keributan itu, pemain dan pengurus PSMS yang jadi korban. Sebut saja istri kapten tim Zulkarnain yang harus menahan sakit di dada karena lemparan batu. Mobil Sekum PSMS, Idris pun lecet bagian depannya karena lemparan batu. Idris membenarkan kejadian itu. Namun, pihaknya telah mendamaikan kedua suporter PSMS itu. “Sudah kami damaikan saat itu juga. Kami ajak duduk bersama. Kalau memang terjadi lagi, mereka akan langsung berurusan dengan polisi,” tegas Idris. (ful)

Menanti Konsistensi Gaston

Gaston Castano sudah mendapatkan tempat di hati pecinta PSMS di Kota Medan. Itu berkat dua gol yang dikemasnya di dua laga terakhir. Satu gol saat melawan Persitara, dan satu lagi saat PSMS sua Persikabo.

Konsistensi mencetak gol si Gaston yang makin tenar karena pacaran dengan artis Julia Perez itu, masih harus dipertanyakan. Pada lawatan perdana PSMS ke Tanah Rencong, Gaston diharapkan mampu menunjukkan ketajamannya.
Dan hal itu tampaknya masih bisa dilakukan. Besar kemungkinan, Gaston akan diturunkan sebagai starter berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto, saat melawan Persiraja. Hal itu terlihat pada simulasi yang dilakukan pada sesi latihan kemarin.

Soal capaian Gaston di kompetisi sesungguhnya, dikatakan asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa sebagai sebuah pembuktian. Sepanjang uji coba pra musim, Gaston sangat diragukan. Bahkan banyak pihak menilai, kontrak Gaston tak sesuai dengan kemampuannya. Ketika dituntut tampil lebih impressif, Gaston saat itu selalu bilang bahwa dia akan menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang sesungguhnya. Oke, tim pelatih dan pengurus menunggu hal itu.
“Dan dia sejauh ini berhasil membuktikannya. Dua gol dalam dua laga. Itu cukup baik,” kata Benny.

Jajaran pelatih pun tampaknya cukup puas. Kepercayaan masih diberikan. “Gaston sedang bagus. Dia harus menunjukkan kemampuannya di partai away,” seru Suyono. (ful)

Dana Beli Sepatu Rp500 Ribu

Prestasi gemilang PSMS di dua laga kandang ternyata tak begitu berpengaruh pada fasilitas punggawa Ayam Kinantan. Ya, setelah tak mendapat bonus kemenangan, menjelang lawatan ke markas Persiraja, pemain PSMS pun hanya mendapat duit sedikit. Per orang memperoleh Rp500 ribu. Dan, dana itu hanya untuk beli sepatu.

Bagi pebola masa kini, jumlah itu memang tidak banyak. Tapi lumayanlah untuk jadi pelipur lara. Apalagi pemain juga mendapatkan sepatu jogging dari manajemen dan panpel pertandingan.“Jadi anak-anak dapat sediki uang untuk beli sepatu. Uang itu sudah mulai dibagikan sejak kemarin,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sekretaris Umum PSMS yang juga merangkap sebagai Manajer tim, Idris menuturkan, uang itu diberikan agar pemain bisa membeli sepatu pertandingan yang baru. Memang musim ini manajamen PSMS tidak menyediakan sepatu untuk para pemain. “Kenapa uang? Karena kami rasa lebih tepat. Kalau memang pemain menginginkan sepatu yang lebih bagus, dia bisa menambah dengan uang pribadinya,” ungkap Idris.

Pengurus dan manajemen juga menuturkan, dana hasil penjualan tiket pertandingan kandang sebagian akan disisihkan untuk biaya operasioal tim selama musim Divisi Utama 2010/2011 ini. Sebagai informasi, pada laga pertama melawan Persitara, panitia pelaksana berhasil meraup dana Rp120 juta dari penjualan tiket. Pada laga kedua melawan Persikabo, pendapatan dari tiket meningkat menjadi Rp140 juta.

“Dana tim seperti uang untuk tur berasal dari hasil jualan tiket pertandingan. Dana yang didapat dari tiket juga ada yang disisihkan untuk tim,” sambung Sekretaris PSMS, Agus Suriyono. (ful)

Affan Lubis jadi ‘starter’ lawan Persiraja

EDAN - Jelang menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, Minggu (28/11) mendatang, perubahan susunan starter tampaknya bakal terjadi di barisan tengah.

Hal itu menyusul performa buruk gelandang asing PSMS, Jose Sebastian saat bentrok kontra Persikabo Bogor Selasa lalu. Untuk itu, posisi Jose di tim utama kemungkinan akan tergeser dan penggantinya tak lain adalah Affan Lubis.

Visi bermain Affan tampaknya masih dibutuhkan Ayam Kinantan untuk mendobrak lawan. Umpan-umpan matang gelandang berusia 34 tahun itu juga masih terlihat. Itu yang dibutuhkan duet Kurniawan dan Gaston Castano sebagai goal getter The Killer, julukan lain PSMS.

Asisten Pelatih PSMS Suyono membenarkan hal itu. Menurutnya, perubahan sosok playmaker di lini tengah dilakukan untuk memperkuat sektor tengah. Dengan adanya Affan, pertahanan PSMS akan lebih baik, namun skema penyerangan tetap akan tercipta dengan baik.

“Affan sengaja dipasangkan untuk memperkuat lini tengah. Selain punya asupan bola yang baik, posisinya sebagai gelandang bertahan akan menghambat laju permainan lawan,” ujar Suyono malam ini.

Sementara penampilan Jose memang terlihat menurun daripada laga perdana. Saat menghadapi Persikabo, Gelandang asal Argentina itu ditarik lebih awal bahkan sebelum babak pertama berakhir.

Sikapnya yang tempramental juga terlihat saat terlibat kericuhan dengan pemain Persikabo. Akibatnya ia harus menerima kartu kuning yang merupakan kerugian bagi PSMS. Ujungnya ia terlihat tidak terima saat ditarik keluar.

“Jose bermain kurang maksimal di laga terakhir. Kemungkinan dia akan kita cadangkan dulu,” sebut Suyono.

Begitupun Jose tetap termasuk daftar pemain yang diboyong untuk tiga laga tandang melawan Persiraja, PSAP Sigli (2/12) dan PS Bengkulu pada 7 Desember mendatang.

Tiga laga tandang, PSMS bawa 18 pemain

[(WOL Photo/Austin Antariksa)] MEDAN - Dua ujian awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 telah mampu dilalui dengan manis oleh PSMS Medan. Kemenangan atas Persikabo Bogor (2-1 dan Persitara Jakarta Utara (2-1) menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan menghadapi ujian berikutnya.

Tiga lawan berat siap menghadang skuad asuhan Zulkarnain Pasaribu itu di kandang masing-masing. Yang pertama adalah Persiraja Banda Aceh pada 28 November. Selanjutnya, PSAP Sigli (3 Desember) dan PS Bengkulu (7 November). Untuk itu, PSMS mempersiapkan amunisinya dengan kekuatan 18 pemain yang akan bertolak dari Medan Jumat sore via Bandara Polonia.

Menurut Asisten Pelatih PSMS, Suyono, 18 pemain yang dibawa masih merupakan angka standar. Jika nanti selama tur ada yang cedera, pemain yang tinggal akan menyusul didampingi pelatih kiper Nasib Iwan.

“Bisa saja pemain cedera selama tur nanti. Antisipasinya, kami akan memangil beberapa pemain yang tinggal di Medan melalui Nasib Iwan yang ‘jaga kandang’. Karena dari Banda Aceh, tim akan langsung ke Sigli dan terbang ke Bengkulu,” tandasnya.

18 pemain yang dibawa antara lain M Syahbani, Andi Setiawan (kiper), Novi Handriawan, Vagner Luis, Rachmad, Hary Syahputra, Putra Habibi, Ari Yuganda, Azuan Lubis, Juanda Effendi (bek), M Affan Lubis, Zulkarnain, Jose Sebastian, Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko (tengah), Gaston Castano, Kurniawan Dwi Yulianto dan Rinaldo (depan).

Rata-rata pemain tersebut sudah diturunkan di dua laga awal. Kecuali Vagner yang sebelumnya dokumennya urung tuntas. Juga Rinaldo dan Juanda Effendi yang masih menanti debutnya di Divisi Utama.

Khusus untuk Persiraja, inilah kesempatan PSMS untuk revans atas dua kekalahan musim lalu baik di kandang maupun tandang. Meskipun tak dipungkiri klub kota Serambi Mekah itu sangat sulit ditaklukkan di kandang.

Untuk itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengharapkan masyarakat Medan untuk terus mendukung dan mendoakan PSMS selama tur laga tandang. Dia berharap, PSMS bisa mencuri poin maksimal pada tiga laga tersebut.

“Yang pasti PSMS meminta dukungan dan doa masyarakat Medan untuk keberhasilan tim ini. Kami berharap, tur ini bias meraih hasil pon maksimal,” tandas Benny.

Musim ini PSMS tanpa bonus

MEDAN - Perjuangan Kurniawan Dwi Julianto cs meraih dua kemenangan pada laga awal Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 selayaknya mendapat penghargaan dari pengurus.

Dalam hal ini tak lain adalah bonus yang merupakan tunjangan di luar gaji jika tim sukses meraih target yang dicanangkan. Jika musim lalu kucuran bonus yang didapatkan pemain minim, kondisi lebih parah justru terjadi musim ini karena ditiadakan.

"Tidak ada bonus. Walaupun kita menang dua kali, pemain pun juga tidak menuntut bonus," ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa baru-baru ini.

Sebelumnya memang Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin telah memastikan itu di hadapan seluruh pemain saat memberi motivasi kemarin. Tak dipungkiri keterbatasan dana menjadi alasan kuat ditiadakannya bonus musim ini.

“Hingga saat ini, PSMS hanya menggunakan APBD untuk membiayai tim. Belum ada sponsor dan pihak yang membantu keuangan tim,” jelas Eldin.

Padahal dua kemenangan yang diraih bukannya tanpa perjuangan ekstra keras. Lihat saja laga kontra Persikabo Bogor kemarin di mana skuad Ayam Kinantan jatuh bangun mengejar ketinggalan hingga akhirnya sukses meraih tiga poin. Bonus kemenangan tentu menjadi motivasi di laga berikutnya untuk tampil lebih baik.

Meskipun begitu, ditiadakannya bonus akan diganti dengan memberikan penghargaan kepada pemain berprestasi. Tidak jelas kapan akan diberikan reward tersebut, namun untuk setiap pertandingan akan ditunjuk beberapa orang yang terus memantau pemain berprestasi untuk dipertimbangkan mendapat ganjaran.

“Bagi pemain berprestasi akan ada reward nanti dan bagi pemain yang tidak berprestasi, ya hanya menerima gaji,” sebutnya lagi.

Keterbatasan dana PSMS juga membuat pembayaran gaji musim ini dua kali mengalami keterlambatan. Eldin sendiri berjanji agar bulan selanjutnya hal itu tak lagi terjadi. “Kami akan berupaya agar mulai bulan depan, pembayaran gaji tidak lagi akan terlambat,” ungkapnya.

Wednesday, November 24, 2010

Tendangan bebas penyemangat dari Yudha

MEDAN - Suasana di Stadion Teladan tegang. Betapa tidak, hingga 10 menit terakhir, PSMS masih tertinggal 0-1 dari tim tamu Persikabo Bogor dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Ketegangan pun menyelimuti hampir seluruh penjuru stadion.

Harapan terbesit saat wasit Fuji Suprayetno memberikan tendangan bebas untuk PSMS tepat di luar kotak penalti di menit ke 80. Affan Lubis, dan Tri Yudha Handoko salah satunya akan tampil sebagai eksekutor. Ternyata kesempatan diberikan kepada Yudha.

Eks gelandang PSDS itu pun menjawab kepercayaan itu. Tendangan kerasnya meluncur deras dan sedikit membentur mistar. Bola tak dapat diantisipasi Wawan Darmawan yang tampil di bawah mistar Persikabo. Kebuntuan pun pecah. Gol gelandang berusia 25 tahun itu menyelamatkan PSMS dari kekalahan.

Selanjutnya seisi stadion pun bersemangat terutama para pemain yang bertekad meraih tiga poin. Hingga akhirnya doa masyarakat Medan terkabul menyusul gol dari Gaston Castano yang memberikan kemenangan PSMS 2-1.

Usai peluit panjang, Yudha pun tak mampu menahan haru. Dia bersujud syukur di lapangan. Pelukan hangat dari pemain-pemain lainnya dan fans pun diterimanya. “Ini hari yang indah. Hari yang luar biasa. Saya tak dapat melukiskannya dengan kata-kata,” ungkap alumni Fakultas FISIP USU ini.

Gol itu pun dipersembahkannya untuk orang-orang yang disayanginya. Tak lain kedua orangtuanya dan tunangannya. “Gol ini untuk Ayah dan Ibu saya yang sedang berada di Mekkah menunaikan ibadah haji. Juga untuk tunangan saya Vivie yang selalu mendoakan dan mensupport saya,” tukas Yudha.

Sebelumnya tugas sebagai eksekutor tendangan bebas sebetulnya bukan menjadi perannya. Dalam latihan Affan Lubis, Jose Sebastian dan Gaston Castano yang ditunjuk sebagai eksekutor jika PSMS mendapatkan tendangan bebas.

“Memang biasanya Jose Sebastian, Affan dan Gaston yang kita tugaskan kalau ada tendangan bebas. Yudha tidak termasuk. Jadi tadi merupakan inisiatifnya. Tapi tendangannya memang bagus dan dia punya potensi untuk itu,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Suyono.

Gol dari tendangan bebas ini bukan kali pertama dilakukannya di PSMS. Sebelumnya pada laga ujicoba pramusim Yudha pernah mencetak gol lewat bola mati.

Ayam Kinantan menang dramatis

MEDAN - Dramatis! Itulah gambaran duel PSMS Medan kontra Persikabo Bogor di Stadion Teladan tadi malam. Kemenangan 2-1 yang diraih Zulkarnaen cs diraih dengan susah payah setelah sempat tertinggal hingga 10 menit menjelang laga berakhir.

Adalah Tri Yudha Handoko dan Gaston Castano yang tampil sebagai penyelamat lewat golnya di menit 80 dan 82. Pada laga tersebut, PSMS tampil dengan skema yang sama seperti sebelumnya.

Tidak ada nama Vagner Luiz yang sebelumnya dikabarkan sudah bisa diturunkan. Arsitek PSMS Zulkarnain Pasaribu menurunkan trio Putra Habibi, Novi Handriawan dan Rahmad mengawal barisan belakang. Di depan, tampil Gaston dan Kurniawan Dwi Yulianto didukung Faisal Azmi, Zulkarnaen dan Jose Sebastian.

Meski PSMS didukung puluhan ribu pendukungnya tak membuat Persikabo gentar. Anak asuh Mahyadi Rakasiwi itu justru mampu menyulitkan Ayam Kinantan. Kali ini, Saeran dipercayakan berduet dengan Ilham Hasan di barisan depan. Kepercayaan itu coba dijawab terobosan Saeran yang gagal disambar Ilham di menit 11.

Ketatnya duel tak ayal menimbulkan emosi tinggi bagi kedua tim. Di menit 22, sempat terjadi kericuhan antar kedua kubu yang menyebabkan wasit Fuji Suprayetno memberi sanksi kartu kuning untuk Sebastian. Di menit 31, tuan rumah tersentak setelah Salim Alydrus mencetak gol akibat kelengahan barisan belakang PSMS.

Gol tersebut membuat kepanikan di kubu PSMS. Pelatih Zulkarnain Pasaribu pun memasukkan Affan Lubis menggantikan Sebastian untuk meningkatkan daya dobrak PSMS. Enam menit babak kedua berjalan, Kurniawan yang lepas dari kawalan pemain belakang lawan mendapat peluang emas namun tendangan si Kurus mampu diamankan kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Zulkarnain Pasaribu kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Tri Yudha Handoko dan Harry Syahputra. Kepercayaan itu pun dijawab Yudha dengan sebuah gol dari tendangan bebas di menit 80. Dua menit berselang, keadaan berbalik ketka Gaston melepaskan tendangan yang sempat membentur pemain belakang Persikabo.

Bola yang berubah arah membuat kiper PersikaboWawan Darmawan tertegun dan PSMS unggul 2-1 hingga laga berakhir. Kemenangan ini pun disambut suka cita oleh anak-anak Ayam Kinantan.

“Terutama di babak pertama kita memang tidak bisa bermain lepas dan di bawah tekanan. Namun di babak kedua mereka mampu tampil lebih baik dan akhirnya kita bersyukur bisa meraih tiga angka,” tukas Asisten Pelatih PSMS, Suyono.

Susunan Pemain:
PSMS (4-3-3) Syahbani; Putra Habibi, Novi Handriawan, Rahmad; Ari Yuganda, Azuan Lubis, Faisal Azmi, Zulkarnain, Jose Sebastian; Gaston Castano, Kurniawan Dwi Yulianto

Persikabo (4-4-2): Wawan Darmawan; Kahudi Wahyu, Donny Fahamsyah, Susanto, Nopianto; Bona Simanjuntak, Dede Ariandi, Salim Alydrus, Dian Irawan; Saeran, Ilham Hasan

Tuesday, November 23, 2010

Ayam Kinantan siap berkokok lagi

MEDAN - PSMS Medan bersiap melakoni laga kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 kontra Persikabo Bogor besok malam di Stadion Teladan. Duet syarat gengsi ini bisa bertajuk pertarungan anak Medan. Mengapa demikian?

Pasalnya tak lain karena Mahyadi Rakasiwi, arsitek Persikabo merupakan eks pemain PSMS. Artinya duel ini merupakan reuni bagi gelandang PSMS era awal 90-an itu di Medan. Beradu taktik dengan seniornya, Zulkarnain Pasaribu, yang membesut PSMS merupakan kesempatan yang tak ingin dilewatkannya.

"PSMS klub yang pernah membesarkan saya. Jadi duel ini sangat penting bagi kami. Apalagi kita juga tidak ingin kehilangan poin di sini. Minimal satu poin sudah bagus," ujar Mahyadi, tadi malam.

Ditambah lagi dengan keberadaan beberapa anak Medan dalam skuad asuhan Mahyadi. Tercatat Bona Simanjuntak dan Nopianto merupakan pemain yang dibesarkan di Medan.

"Kita juga diperkuat pemain Medan. Jadi kita paham karakternya. Kita harapkan mereka mampu menghadang laju pemain PSMS dengan bermain all out," tukasnya.

Kehilangan Jean Boumsong yang cukup berpengaruh di barisan depan akan coba ditutupi dengan striker lainnya. "Selain Jibby, kita sudah siapkan pengganti Boumsong," tambahnya.

Bagi tuan rumah tak ada cerita gentar. Kemenangan atas Persitara 2-1 di laga perdana tak dipungkiri menjadi motivasi bagi Kurniawan cs. Kesempatan terbuka lebar untuk tiga poin berikutnya. Dengan dukungan penuh pendukungnya, PSMS tampil lebih bersemangat.

Untuk skema permainan, tidak akan terlalu banyak perubahan. Duet Gaston dan Kurniawan kembali menjadi andalan. Dua gol PSMS ke gawang Persitara menjadi bukti duet anyar itu pantas diandalkan. Perubahan akan terjadi di lini tengah.

Affan Lubis yang performanya menawan pada laga sebelumnya akan turun di posisi line up. Posisi Faisal Azmi akan tergeser, sementara Jose Sebastian yang sempat cedera dipastikan bisa tampil.

Kabar baik berhembus untuk barisan belakang. Vagner Luiz yang sebelumnya absen karena verifikasi belum turun hampir pasti bisa diturunkan. Verifikasi dari PT Liga Indonesia telah diterima PSMS dan tinggal menunggu pengesahan.

"Vagner sudah tidak ada masalah. Pengesahannya paling lama akan kita terima besok," tukas Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

So, tidak ada alasan bagi PSMS untuk gagal mempersembahkan poin penuh. Ayam Kinantan pun siap berkokok lagi di Teladan.

Perkiraan Pemain:
PSMS (3-5-2): Sabani; Novi, Vagner, Rahmat; Azuan Lubis, Affan Lubis, Jose Sebastian, Zulkarnaen, Ari Yuganda; Gaston Castano, Kurniawan

Persikabo (4-4-2): Wawan Darmawan; Kahudi Wahyu, Nanmi Hughes, Rozaly,

Nopianto; Salim Alydrus, Bona Simanjuntak, Anton Sambas, Chyril Chana; Jibby Wuwungan, Ilham Hasan

Panpel raup Rp116 juta dari laga perdana

MEDAN - Laga perdana PSMS Medan kontra Persitara Jakarta Utara yang digelar Jumat (19/11) malam lalu mendatangkan keuntungan. Seperti target awal, panitia pelaksana bertekad mendatangkan warga Medan lebih banyak ke Stadion Teladan.

Dari 15 ribu tiket yang dicetak pada laga perdana dengan rincian 400 tribun VIP, 4600 tribun tertutup, 7000 tribun terbuka dan 3000 untuk fans, panpel meraup Rp116.950.000 dari penjualan tiket.

"Tiket memang tidak habis terjual, namun kita meraih 116 juta lebih dari penjualan tiket," ujar Wakil Ketua Panpel, Hendra DS tadi sore.

Pada laga kontra Persikabo Bogor besok(hari ini), panpel akan mencetak tiket yang sama seperti laga perdana. "Tidak ada perubahan. Kita harapkan kali ini akan lebih banyak yang menyaksikan PSMS di stadion," tukas eks Manajer PSMS musim lalu ini.

Menurut Sekretaris Umum PSMS yang juga Ketua Panpel, Idris SE, peningkatan jumlah penonton memang signifikan daripada saat laga digelar sore hari. "Sangat signifikan. Bisa mencapai 200 persen," terang Idris.

Begitupun laga yang digelar malam bukannya tanpa pertimbangan. Selain keuntungan, ternyata banyak keluhan yang disampaikan. Contohnya dari media yang mengeluhkan kondisi pencahayaan yang menghambat fotografer menghasilkan foto bagus. Menurut koordinator teknis, Julius Raja, akan menggelar evaluasi terkait penyelenggaraan pertandingan di malam hari.

"Memang main malam itu juga memiliki hambatan, misalnya lampu membutuhkan oli, keamanan juga dilipatgandakan karena tidak terlalu jelas jika ada lemparan. Satu lagi kalau hujan lebat, kita tidak bisa menunda pertandingan. Nanti setelah dua kali laga kandang, kita akan evaluasi," tukas pria yang akrab disapa King ini.

Pembalasan

MEDAN-PSMS akan kembali menjalani laga kandang di Stadion Teladan Medan, pukul 19.00 WIB malam ini. Lawan yang bakal dijegal adalah Persikabo Bogor.

PSMS vs PERSIKABO

Pertandingan nanti malam sarat gengsi dan kental aroma dendam. PSMS akan menuntaskan ambisi menebus kekalahan musim lalu saat dipermalukan Persikabo di kandang sendiri dengan skor 0-1.
”Tidak ada alasan kembali kalah. Apalagi di kandang sendiri. Anak-anak sudah siap tempur,” kata Suyono asisten pelatih PSMS kemarin (22/11).Kepercayaan diri tinggi itu diperkuat dengan bakal kompletnya skuad Ayam Kinantan-julukan PSMS.

Ya, Jose Sebastian, gelandang im por andalan PSMS musim ini telah pulih dari cedera. Kabar baik juga datang dari Vagner Luis. Bek impor asal Brasil itu juga besar kemungkinan bisa dimainkann
karena verfikasinya dari PT Liga Indonesia sudah keluar.

Di lini depan, PSMS masih diperkuat duet maut Kurniawan Dwi Yulianto dan Gaston Castano. “Kedua striker kita juga sedang on fire. Mereka harus mencetak gol lagi di pertandingan melawan Persikabo ini,” sebut Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Laga malam ini juga bakal lebih meriah, karena ada desas-desus artis Julia Perez yang merupakan kekasih Gaston Castano ini bakal hadir ke Stadion Teladan. Kehadiran Jupe-panggilan akrab artis satu ini, memang masih sebatas isu. Namun pihak fans PSMS sudah begitu antusias menanti kehadiran artis seksi itu di stadion kebanggan Masyarakat Medan. (ful)

PSMS Semangkin Solid

PSMS bakal menghadapi Persikabo Bogor Selasa (23/11) ini. Kubu tuan rumah sedang berada pada mental terbaiknya. Itu terjadi usai mengandaskan perlawanan Persitara Jakarta Utara pada laga pembuka Divisi Utama akhir pekan lalu. Sedangkan calon lawannya Persikabo tengah luka, sebab dikandaskan Pro Titan dengan skor tipis 1-0.
“Yang penting itu konsisten menang, dan main bagus. Jangan lengah, karena tak fokus membuat kita gampang dikalahkan,” sebut Zulkarnain Pasaribu.

Meski yakin bakal meraih tren positif di laga kedua, Zulkarnain enggan muluk-muluk tentang peluang tim asuhannya bakal memenangi kompetisi musim ini. “Kompetisi masih panjang. Saya cuma berharap tim bermain konsisten dan melupakan hasil tadi,” sambung Zulkarnain.

Secara teknis, PSMS dan Persikabo seimbang. PSMS diperkuat dua pemain asingnya, dengan catatan Jose Sebastian pulih tepat waktu dari cedera engkelnya. Hal serupa juga dinanti kubu tim tamu. Persikabo juga diperkuat dua pemain asing. Namun satu libero mereka Nami Hughes, tampaknya masih berkutat dengan cedera hamstring.

Dengan demikian, laga ini dipastikan bakal seru. Awalnya, PSMS sempat percaya diri karena Persikabo dengan mudah dikandaskan Pro Titan yang mayoritas pemainnya masih muda, dan tak diperkuat pemain asing. Meski demikian, PSMS mensinyalir kekuatan yang disimpan klub berjuluk.

Laskar Padjajaran itu masih cukup besar. Untuk itu, PSMS tidak mau ambil risiko dengan memandang sebelah mata. Apalagi, bertaburnya pemain potensial seperti Salim Alaydrus, Zaenal Arif, Jibby Wuwungan serta JP Boumsong membuat tim sepak bola Kabupaten Bogor itu merupakan salah satu kekuatan di kasta kedua liga di tanah air ini.
“Melawan Pro Titan kemarin (Sabtu 20/11) Persikabo memang tidak bagus, belum bermain pada performa mereka sebenarnya. Tapi bisa saja saat melawan PSMS Selasa (besok) nanti berbeda,” ujar Asisten Pelatih PSMS Suyono saat dihubungi kemarin malam.

Pada laga Pro Titan versus Persikabo lalu, Suyono memang sengaja datang menonton untuk mengetahui kekuatan lawan. Untuk itu, PSMS akan evaluasi. “Ada beberapa kesalahan mendasar yang seharusnya bisa tidak terjadi. Saking semangatnya bertanding, pemain tak mau umpan bola kepada rekan yang sebenarnya punya posisi lebih bagus untuk menyerang,” kata Yono menanggapi persiapan Ayam Kinantan.

“Pada pertandingan sebelumnya, kami melihat pemain terlalu bernafsu sehingga mengabaikan teamwork. Kali ini, mengantisipasi kesalahan seperti yang dilakukan pemain belakang waktu terciptanya gol balasan Persitara, maksimalkan compact defense akan dilakukan,” sambung pria yang juga pegawai Kantor Pos Medan itu.

Suyono pun cukup lega karena ada pemain lawan yang cedera. Tapi menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya. “Kalau memang ada pemain asing Persikabo yang tidak tampil, pasti sedikit banyak melemahkan tim itu,” pungkasnya. (ful)

PSMS Tuntut Hak Siar

MEDAN- Saat masih berlaga di Indonesian Super League (ISL), PSMS tak pernah luput dari tayangan langsung di layar kaca. Saat itu, PSMS salah satu tim yang selalu mendapatkan keberuntungan karena penampilannya kerap disorot.
Itu dulu. Kini ketika Ayam Kinantan terjerembab ke Divisi Utama, tak ada lagi jatah siaran langsung. Padahal, klub-klub di Jawa mendapatkan hak siar tersebut. Sebut saja PSIS Semarang dan Persik Kediri, yang kini juga sudah turun kelas ke Divisi Utama. Kedua tim itu, mendapatkan siaran langsung di laga awal Divisi Utama wilayah tengah musim ini. Nah, kenapa PSMS tak mendapatkan kesempatan serupa?

Menanggapi hal itu, pengurus PSMS lewat Benny Tomasoa angkat suara. Menurutnya, pihak PSMS sudah menghubungi PT Liga Indonesia (PT LI) dan menanyakan hal itu. “Kenapa melulu tim-tim Pulau Jawa yang mendapatkan hak siar. Di Medan juga banyak penonton. Mestinya PT LI adil,” harap Benny.

Musim ini, ketika Divisi Utama mendapatkan sponsor dari salah satu telepon selular buatan Cina, kesempatan meraih hak siar kembali terbuka. “Animo masyarakat yang mencintai sepak bola di sini tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung Surabaya dan kota lain di Jawa dan luar Jawa. Jadi menurut saya, Medan pantas menjadi salah satu tim yang memperoleh hak siar,” ungkapnya.

Tak dapat dipungkiri, banyak manfaat yang akan diperoleh sponsor utama Divisi Utama jika menayangkan pertandingan langsung PSMS. Sosialisasi produk bakal langsung menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Keuntungan tidak hanya bagi sponsor, PSMS yang selama dua musim terakhir tidak memperoleh dukungan sponsor, disinyalir akan membuka peluang perusahaan yang ingin memasarkan produknya. “Yang jelas, siaran langsung itu perlu bagi PSMS,” kata Benny.

Sementara itu, Manajer Kompetisi PT LI Darwis mengakui, selain PSMS, beberapa klub Divisi Utama di Pulau Sumatera juga sudah menyuarakan keinginan untuk memperoleh hak siar. PT LI menanggapi hal itu dengan positif, dan akan segera menggelar pertemuan untuk membahas hal itu. “Kami perlu mengadakan rembuk di PT LI bersama dengan stasiun televisi pemegang hak siar pertandingan,” ungkapnya.

Salah satu syarat yang diutarakan Darwis agar mendapatkan hak siar, harus mencakup aspek pendukung. Misalnya, animo masyarakat yang bagus. Jaminan pertandingan bisa berjalan aman dan lancar dan banyak hal lainnya. “Kalau animo masyarakat baik dan pertandingan bisa berlangsung aman, kenapa tidak? Kami juga berharap siaran langsung tidak hanya di Jawa,” pungkasnya. (ful)

Monday, November 22, 2010

Jelang Lawang Persikabo PSMS Makin Percaya Diri

PSMS bakal menghadapi Persikabo Bogor Selasa (23/11) ini. Kubu tuan rumah sedang berada pada mental terbaiknya. Itu terjadi usai mengandaskan perlawanan Persitara Jakarta Utara pada laga pembuka Divisi Utama akhir pekan lalu. Sedangkan calon lawannya Persikabo tengah luka, sebab dikandaskan Pro Titan dengan skor tipis 1-0.

“Yang penting itu konsisten menang, dan main bagus. Jangan lengah, karena tak fokus membuat kita gampang dikalahkan,” sebut Zulkarnain Pasaribu.

Meski yakin bakal meraih tren positif di laga kedua, Zulkarnain enggan muluk-muluk tentang peluang tim asuhannya bakal memenangi kompetisi musim ini. “Kompetisi masih panjang. Saya cuma berharap tim bermain konsisten dan melupakan hasil tadi,” sambung Zulkarnain.

Secara teknis, PSMS dan Persikabo seimbang. PSMS diperkuat dua pemain asingnya, dengan catatan Jose Sebastian pulih tepat waktu dari cedera engkelnya. Hal serupa juga dinanti kubu tim tamu. Persikabo juga diperkuat dua pemain asing. Namun satu libero mereka Nami Hughes, tampaknya masih berkutat dengan cedera hamstring.

Dengan demikian, laga ini dipastikan bakal seru. Awalnya, PSMS sempat percaya diri karena Persikabo dengan mudah dikandaskan Pro Titan yang mayoritas pemainnya masih muda, dan tak diperkuat pemain asing. Meski demikian, PSMS mensinyalir kekuatan yang disimpan klub berjuluk.

Laskar Padjajaran itu masih cukup besar. Untuk itu, PSMS tidak mau ambil risiko dengan memandang sebelah mata. Apalagi, bertaburnya pemain potensial seperti Salim Alaydrus, Zaenal Arif, Jibby Wuwungan serta JP Boumsong membuat tim sepak bola Kabupaten Bogor itu merupakan salah satu kekuatan di kasta kedua liga di tanah air ini.

“Melawan Pro Titan kemarin (Sabtu 20/11) Persikabo memang tidak bagus, belum bermain pada performa mereka sebenarnya. Tapi bisa saja saat melawan PSMS Selasa (besok) nanti berbeda,” ujar Asisten Pelatih PSMS Suyono saat dihubungi kemarin malam.

Pada laga Pro Titan versus Persikabo lalu, Suyono memang sengaja datang menonton untuk mengetahui kekuatan lawan. Untuk itu, PSMS akan evaluasi. “Ada beberapa kesalahan mendasar yang seharusnya bisa tidak terjadi. Saking semangatnya bertanding, pemain tak mau umpan bola kepada rekan yang sebenarnya punya posisi lebih bagus untuk menyerang,” kata Yono menanggapi persiapan Ayam Kinantan.

“Pada pertandingan sebelumnya, kami melihat pemain terlalu bernafsu sehingga mengabaikan teamwork. Kali ini, mengantisipasi kesalahan seperti yang dilakukan pemain belakang waktu terciptanya gol balasan Persitara, maksimalkan compact defense akan dilakukan,” sambung pria yang juga pegawai Kantor Pos Medan itu.

Suyono pun cukup lega karena ada pemain lawan yang cedera. Tapi menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya. “Kalau memang ada pemain asing Persikabo yang tidak tampil, pasti sedikit banyak melemahkan tim itu,” pungkasnya. (ful/sumutpos)

Wednesday, November 10, 2010

MEDAN - Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 sudah di ambang pintu. Pada 19 November mendatang, PSMS diplot menjadi tuan rumah pada laga kontra Persi

MEDAN - Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 sudah di ambang pintu. Pada 19 November mendatang, PSMS diplot menjadi tuan rumah pada laga kontra Persitara Jakarta Utara.

Waktu yang tidak lagi lama membuat panitia pelaksana pertandingan home PSMS punya pekerjaan rumah yang berat untuk mensukseskan laga. Untuk itu, Panitia Pelaksana yang diketuai Sekum PSMS Idris SE menggelar rapat perdana di Mess Kebun Bunga Medan kemarin malam.

Pada pertemuan tersebut dibahas program kerja dari berbagai bidang secara keseluruhan. Beberapa koordinator bidang menyampaikan masukan yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan pertandingan PSMS.

Untuk itu, Idris meminta masing-masing koordinator untuk menyiapkan konsep terkait pelaksanaan pertandingan kandang nanti. Nantinya hal tersebut akan dibahas pada rapat-rapat selanjutnya.

“Kita ingin tiap bidang berperan dengan baik demi kesuksesan pertandingan kandang. Kami minta kepada masing-masing koordinator untuk mematangkan konsep kerja di bidangnya masing-masing untuk dirembukkan pada rapat berikutnya,” sebut Manajer PSMS tersebut.

Dua langkah perdana yang akan dibuat panpel adalah menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah sepakbola maupaun sekolah umum di Medan. Hal itu akan digelar mulai Jumat (12/11) mendatang.

Untuk itu, panpel berencana untuk mencetak tiket sendiri bagi dua klub fans PSMS. Pasalnya kerap kali terjadi kecurangan dalam hal penjualan tiket fans yang murah oleh oknum tertentu kepada agen.

“Tapi itu semua akan dirembukkan lagi, kami juga nanti akan meminta masukan kepada dua klub penggemar PSMS (SMeCK Hooligans dan PMFC),” ungkap Idris.

Selanjutnya, Idris menghimbau seluruh panitia serius dalam mengemban tugasnya. “Kami harap seluruh bidang di panpel akan melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Idris.

Kiper Utama Belum Pasti

MEDAN- Penjaga gawang PSMS mulai mengulah. Di saat kompetisi sudah di ambang pintu, pelatih dipusingkan dengan tindakan indisipliner lini pertahanan terakhir itu.

Dari tiga kiper yang saat ini memperkuat PSMS, belum satupun yang akan diplot jadi starter. Terlebih masih ada kiper yang tak disiplin dengan kerap datang terlambat saat latihan.

Maka itu, satu penjaga gawang baru bernama Iswandi diseleksi dan mulai mengikuti latihan bersama skuad PSMS lainnya. Kabarnya Iswandi pernah bemain di PSP Padang. Hal itu diamini pelatih kepala PSMS Zulkarnain Pasaribu. “Dia mulai ikut latihan hari ini, coba tanyakan saja kepada pelatih kiper (Waluyo),” ujar Zulkarnain.

Dan Waluyo pun mengakui bahwa posisi kiper utama belum aman. “Namanya Iswandi, dia itu mantan kiper binaan PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar) binaan saya. Kalau memang kemampuannya lebih bagus dari kiper yang ada sekarang, bisa saja satu kiper lama akan kita buang untuk digantikan kehadirannya,” kata Waluyo.

“Saya selalu tekankan kepada kiper untuk tampil baik dan disiplin, begitu juga dengan Iswandi. Kalau tidak patuh dan bermalas-malasan, bisa saja kiper dibuang. Yang jelas di tim PSMS, siapa yang terbaik yang kami ambil, bukan yang bermalas-malasan,” sebut mantan kiper PSMS era 80 an awal 90 an itu.

Memang, saat ini, diakui Waluyo, performa Andi Setiawan, Syahbani dan Irwin Ramadhana cukup berimbang, namun, kedisiplinan penjaga mistar gawang menjadi perhatian pihaknya saat ini. “Yang tidak disiplin bisa saja kami ganti dengan yang disiplin, kiper harus memperhatikan itu. Untuk Iswandi, kami akan memantau perkembangannya hingga seminggu ke depan,” tegasnya. (ful)

Uji Yedija FC

PSMS semakin memantapkan persiapan jelang kompetisi. Karena kompetisi sudah dekat, lawan yang akan dihadapi tak lagi yang berada di satu level kemampuan. Maka itu Yedija FC sebuah klub amatir ditantang.

Ujicoba itu sedianya akan digelar di Stadion Teladan Medan hari ini mulai pukul 07.00 Wib. Sengaja digelar malam, sebab PSMS memang tengah beradaptasi main malam. Dikabarkan, PSMS memang berencana main malam hari pada kompetisi Divisi Utama musim ini. Namun hal itu masih menanti izin dari PSSI atau BLI.

Yedija FC merupakan klub yang baru saja dibentuk. Klub ini dimiliki oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa. Tampaknya ujicoba melawan klub lemah ini diamini Benny, sehingga pria berdarah Ambon ini mengajukan timnya untuk sparring partner. “Persiapan sudah semakin mantap. Sekarang pihak pelatih ingin melawan tim-tim yang kualitasnya di bawah,” kata Benny Selasa (10/11). Meski begitu, Yedija FC akan diperkuat mantan pemain PSDS Fajar Andika yang kini berkostum PSPS Pekan Baru.

Berhubung kompetisi sedang libur, Fajar dikatakan Benny sedang pulang kampung. “Rencana Fajar Andika ikut main bersama Yedija. Ya sebagai pengisi waktu luang liburannya,” sambung Benny. Pihak PSMS lewat asisten pelatih Suyono senang, ujicoba bisa dimainkan malam hari. “Kita harus sering-sering adaptasi main malam hari. Kalau diizinkan menggelar pertandingan malam hari, anak-anak tak lagi grogi,” kata Suyono.

Selain menghadapi Yedija FC, PSMS juga akan menantang Tasbih FC. Dalam satu malam dua laga diemban. (ful)

Kostum tanpa Sponsor, hingga Perkenalan ke Sekolah

Jelang Peluncuran PSMS Menghadapi Divisi Utama

Dalam waktu dekat, rencananya 14 November ini, PSMS akan dikenalkan ke publik. Persiapan kenalan itu mulai dibincangkan sejak beberapa hari terakhir. Banyak ide bermunculan untuk memeriahkan peluncuran itu.

Syaifullah, Medan

Kali ini, pengurus PSMS menyerahkan konsep kegiatan peluncuran tim kepada dua barisan pendukung PSMS. Yakni Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans dan PSMS Medan Fans Club (PMFC).

Tidak ingin berlama-lama, dua klub penggemar PSMS tersebut mulai menggelar rapat penyusunan konsep acara di Mes Kebun Bunga kemarin. Dihadiri beberapa pentolannya, dua klub akhirnya memutuskan untuk menentukan lokasi acara hari ini.

“Stadon Teladan dan Lapangan Merdeka menjadi tempat yang diwacanakan sebagai tempat menggelar launching itu. Memang belum pasti, tapi rencananya besok (hari ini) kami akan menetapkan venue penyelenggaraannya,” ujar Ketua SMeCK Wahyudinata Simangunsong yang ditemui di sela-sela rapat tersebut.

Jika digelar di Stadion Teladan, rencananya peluncuran tim akan menggunakan tiket masuk. Pendapatan dari tiketing itu dikatakan Nata akan disumbangkan sepenuhnya untuk PSMS. “Itulah yang bisa kita berikan kepada PSMS. Semoga bermanfaat untuk biaya operasional,” sambun Nata.

Untuk memeriahkan peluncuran, SMeCK dan PMFC juga akan menggelar aneka hiburan seperti live music, hingga juggling. Tentu sekaligus memperkenalkan jersey terbaru PSMS.

Sayangnya, soal kostum ini tampak tidak akan ada kejutan selain kejutan yang benar-benar mengejutkan. Ya, klub sebesar PSMS mulai musim depan tak akan memakai kostum dengan label produk alias tanpa sponsor. Jadi sifatnya mandiri. Musim lalu saja PSMS kerjasama dengan Specs. Musim sebelumnya, hampir tak pernah PSMS tampil tanpa sponsor.

“Tidak ada sponsor. Kita rencananya mandiri saja,” sebut Idris Sekum PSMS yang dihubungi Senin (8/11). Tapi itu bukan soal besar, sebab persiapan tim lebih utama.

Kemudian, rencananya PSMS akan mengenalkan diri dengan mencoba mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan. Sekolah bola juga direncanakan dihadiri para punggawa PSMS. “Ya itu untuk regenasi saya kira sangat bagus,” kata Benny Tomasoa menyikapi rencana road show itu.

Sekretaris PMFC Muh Mukhlis juga menyatakan pihaknya bersama SMeCK Hooligans melanjutkan rapat untk menyamakan visi terkait konsep kegiatan peluncuran tim PSMS. “Setelah diputuskan, kami akan menyerahkan proposal kepada Asisten Manajer (Benny Tomasoa). Intinya kami berharap, Ketua Umum PSMS (Dzulmi Eldin) bisa mendukung,” sebut Muhklis. (*)

Jangan Sampai jadi Tim Musafir

Target Indonesia Super League tentunya harus serius disikapi PSMS. Tidak hanya soal pemain, fasilitas yang ada juga wajib disesuaikan. Pasalnya, jika target itu tercapai, apakah PSMS mau menjadi pemain musafir lagi?.

Hal ini diungkapkan Lisna, seorang pegawai di DPRD Medan.”Iya, lucukan kalau PSMS jadi klub musafir. Terus, kita yang mau menonton PSMS harus pergi dari Medan, kan tak praktis,” aku Lisna.

Seperti diketahui, PSMS akan memakai Stadion Teladan sebagai kandang. Di Divisi Utama hal itu tidak begitu bermasalah, namun jika masuk ISL, tentunya keadaan Stadion Teladan bisa menghambat. “Stadion Teladan memang sudah tak layak, perlu renovasi di segala sisi,” sambung Lisna.

“Harusnya hal itu juga dipikirkan ketika pengurus mulai membentuk pemain, jadi harus berbarengan,” imbuh Lisna.
Perempuan berambut panjang ini tak menyalahkan siapa-siapa soal terbengkalainya standar Stadion Teladan yang sesuai dengan ISL. Namun, dia menyayangkan jika PSMS yang namanya begitu besar di kancah sepak bola Indonesia tak memiliki stadion yang bisa diandalkan. “Stadion harus direnovasi sesuai ISL kalau bisa standar internasional. Jadi pemerintah Kota Medan jangan hanya memikirkan mal dan hotel mewah saja,” pungkasnya. (mag-20)

Memaksimalkan Sentuhan Akhi

MEDAN- Jelang bergulirnya Divisi Utama, skuad PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu tampaknya tak mengalami banyak soal secara teknis. Lini perlini Ayam Kinantan maksimal digeber. Kecuali lini depan, yang hingga kini masih jadi sorotan.

Ya, lagi-lagi lini depan terlihat bagai momok. Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS kesulitan mencipta goal getter andal. Di Indonesian Super League (ISL), top skor dipegang Martin Zada yang notabane gelandang. Musim lalu, striker juga tak memberi kontribusi maksimal.

Musim ini PSMS sudah punya nama bagus di lini depan. Ada Kurniawan Dwi Julianto yang kenyang makan asam garam liga. Ada juga pemain asing Gaston Castano. Jangan lupa, ada juga nama Zulkarnain yang musim ini di PSMS diplot jadi gelandang serang. Selama membela Persiraja, Zulkarnain kerap jadi penyerang andalan.

Maka itu, konsep menyerang dengan ketajaman lini depan mulai dimaksimalkan. Peluang demi peluang yang diharap tercipta dari bola-bola mati atau set piece juga disorot. “Seminggu ini harus fokus penyelesaian akhir. Kita harus bisa membuat gol,” terang asisten pelatih PSMS Suyono. Mencipta peluang dari bola mati juga diperhatikan. Untuk pengeksekusi bola-bola mati ini, pelatih mempercayakan kepada gelandang asing Jose Sebastian. “Terutama untuk tendangan bebas langsung. Sebastian sejauh ini kita geber kemampuannya,” sambung Yono.

Sebastian awalnya juga kerap diplot mengambil tendangan penjuru. “Tendangan sudut juga akan dirotasi. Kita cari siapa yang paling tepat,” tambah Yono.

Sayang, untuk menggeber latihan finising touch dan tendangan bebas, Stadion Kebun Bunga yang selama ini dipakai tak lagi bisa diajak kompromi. Permukaan lapangan yang berbukit-bukit plus pertumbuhan rumput yang tak karuan, membuat proses latihan babak-belur. Bahkan kata Yono, seorang Lionel Messi pun bakal kehilangan kemampuan di Kebun Bunga. (ful)

Adaptasi Main Malam

Ada kemungkinan bahwa PSMS akan melangsungkan laga Divisi Utama di malam hari. Tujuannya tentu saja untuk menghimpun penonton sebanyak-banyaknya. Bukankah kalau digelar sore hari masih banyak Warga Medan yang bekerja.

“Main malam sedang kita jajaki. Semoga tidak ada masalah. Kalau laga digelar malam, pasti penonton bakal ramai,” sebut Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Senin (8/11).

PSMS percaya diri, bahwa pertandingan malam hari bisa digeber. Pasalnya PSMS sudah memiliki lampu stadion yang memenuhi standar. Konon kualitas lampu sudah bisa diloloskan untuk menggelar ISL. “Tampaknya tak adas persoalan dari segi teknis. Stadion sudah bisa dipakai, lampu juga terang,” tambah Benny.
Dengan demikian, pihak PSMS saat ini tengah mengajukan izin kepada PSSI maupun Badan Liga Indonesia agar rencana main malam itu direstui.

Dengan mengajukan izin main malam, dikatakan Benny juga akan menjadi nilai lebih bagi PSMS. Terlebih target main di ISL sudah sangat memuncak. “Inilah sedang dibicarakan kepada BLI atau PSSI. Kalau kita dapat izin main malam, ada nilai tersendiri,” terang Benny.

Menyoroti keinginan main malam, pihak pelatih pun ancang-ancang adaptasi. Dalam beberapa kesempatan latihan ke depannya, Zulkarnain Pasaribu dan jajaran pelatih sudah merembukkan kemungkinan untuk itu. (ful)

Monday, November 8, 2010

Bintang Medan Tunggu Hasil Verifikasi

Giliran Bintang Medan, nama lain PSMS untuk tampil di Liga Primer Indonesia (LPI), menerima modal Rp1 miliar dari konsorsium LPI tinggal menunggu waktu. Semua masih menanti hasil verifikasi dari pihak LPI.

Bintang Medan yang kabarnya akan diisi pemain besutan Suharto, sudah diverifikasi sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini hasilnya belum diumumkan oleh LPI. “Kita sifatnya menanti hasil verifikasi saja. Kalau sudah ada hasilnya, maka akan diberikan. Tapi tak tahu apakah langsung utuh Rp1 miliar atau dicicil,” sebut Agus Suriono sekretaris PSMS yang dipercaya bertanggung jawab atas keikutsertaan di LPI.

Nah, jika uang segar itu sudah masuk ke rekening Bintang Medan, maka dana itu langsung digunakan untuk membenahi tim. Prioritas utama kabarnya untuk mendatangkan pemain asing, dan ikat kontrak pemain lokal.
“Dana itu kan modal untuk mandiri. Maka kita harus benar-benar memanfaatkan agar ke depannya klub ini mampu mandiri. Semua bidang akan kita danai lewat dana awal itu,” terang Agus.

Sementara itu, klub asuhan Suharto yang kini lebih dikenal PSMS ‘President’ oleh para pendukung setianya terus berbenah. Meski belum dihuni pemain asing, namun kepercayaan diri membuncah. Seperti yang diutarakan Suharto beberapa waktu lalu, timnya siap turun di kompetisi mana saja. (ful)

Bintang Medan Belum Dapat Rp1 Miliar

Konsorsium PT Liga Primer Indonesia (LPI) mulai membuktikan omongannya. Saat ini klub-klub yang berkomitmen ikut kompetisi sudah dikucuri dana. Masing-masing klub kebagian dana awal Rp1 miliar.
Menariknya, PSMS yang memakai baju Bintang Medan untuk LPI malah belum mengetahui hal tersebut. Sekretaris Umum PSMS, Idris, menegaskan hal tersebut ketika dikonfirmasi Sumut Pos. “Belum ada. Kita malah tak tahu,” katanya, Kamis (4/11).

Idris menambahkan, jika memang dana tersebut dicairkan, Bintang Medan harusnya dapat. “Itu kan untuk peserta, jadi kita tunggu saja. Yang, jelas saya belum tahu,” tambahnya.

Apa yang dikatakan Idris ini berbanding terbalik dengan Semarang United. Direktur Utama Semarang United, Novel Al Bakrie, mengaku timnya sudah mendapat dana awal Rp1 miliar dari LPI. Dana itu sebagian sudah digunakan untuk memberi uang muka kepada 15 pemain lokal.

“Kami sudah mendapat kucuran dana Rp 1 miliar dari LPI. Setelah ini kami akan mengajukan calon skuad tim kepada konsorsium dan mereka yang akan memberesi persoalan kontraknya,” kata Novel.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama Batavia Persitara Yon Moeis. Dia mengaku timnya sudah mulai mendapat kucuran dana dari konsorsium LPI. “Dari alokasi Rp1 miliar, sementara ini baru kami terima Rp350 juta. Sisanya tidak lama lagi akan cair,” ujarnya.

Dana yang sudah diterima itu langsung dibagikan kepada pemain untuk kesepakatan kontrak. Saat ini Tim Batavia Persitara FC tengah bergerak mencari pelatih usai ditinggal Suimin Diharja yang hengkang ke Persijap Jepara belum lama ini. Kabarnya Batavia FC akan merekrut satu pelatih asing kelahiran Brasil yang menetap di Spanyol. Menurut Yon Moeis pelatih asing itu akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini. “Nama pelatih itu Roberto Luiz Bianchi Pelliser, dia akan terbang dari Madrid Jumat (5/11), dan akan datang di Indonesia hari Sabtu (6/11),” jelas Yon. (ali/jpnn/rmd)

Si Kurus Betah di Medan

Nama Kurniawan Dwi Julianto masih tenar di kancah sepak bola nasional. Dan ketika pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ resmi berkostum PSMS musim ini, pendukung setia pun menyambut baik. Berbekal nama besar dan seabrek pengalaman, membuat nama Kurniawan dielu-elukan.

Menariknya lagi, Kurniawan juga masuk daftar pemain yang berpeluang jadi kapten tim. Dia bersaing dengan dua nama Zulkarnaen dan Sahbani.

Tapi ditanya soal ini, ia tak begitu anstusia. “Wah soal kapten tim itu terserah pelatih. Saya tidak maksa mau jadi kapten,” katanya saat dihubungi Jumat (5/11) malam. “Yang penting, tim main bagus dan meraih tiga angka. Itu yang jadi target saya,” sambung pemain yang akrab disapa Si Kurus itu.

Ngomong-ngomong, Kurniawan ternyata sudah mulai kerasan atau betah tinggal di Kota Medan. Menurutnya Medan kota yang bagus. “Ya sudahlah. Saya betah di sini. Kotanya bagus, tim solid. Pengurus dan fans memberi semangat kepada saya untuk tampil lebih baik,” kata Kurniawan. Selama di Medan, Kurniawan mengaku belum banyak kelayapan ke mana-mana. “Paling ke Merdeka Walk, mal dan tempat di inti kota saja,” katanya sambil senyum.

Nah, kira-kira ada tidak ya target gol yang akan dicetak Kurniawan di PSMS? Menjawab itu, Kurniawan tak muluk-muluk. Ia lebih berharap tim bisa tampil kompak dan meraih kemenangan. “Kalau target gol tentu ada. Karena itu tugas saya sebagai penyerang. Tapi saya lebih mengedepankan kepentingan tim dan kekompakan. Kalau ada peluang, pasti saya akan usahakan cetak gol sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (ful)

Dua Kandang, Tiga Away

Tampaknya ada keuntungan bagi PSMS menatap laga pembuka Divisi Utama musim ini. Dua laga awal digelar di Stadion Teladan. Lawan yang dihadapi cukup berat, yakni Persitara (19/11) disusul Persikabo Bogor (23/11). Enam poin wajib diamankan tentunya.

Untuk memantapkan persiapan, skuad PSMS masih akan digeber dengan sejumlah uji coba. Termasuk upaya untuk meruncingkan lini depan, yang hingga kini masih dianggap tumpul. Khusus untuk lini depan, sorotan mengarah kepada sejumlah nama besar, yakni Kurniawan Dwi Julianto dan Gaston Castano. Meski diperkuat pemain sarat pengalaman, namun pundi-pundi gol di partai uji coba urung terkumpul maksimal.

“Secara teknis tim siap untuk Divisi Utama. Tim akan menggelar beberapa uji coba lagi dengan tim yang levelnya di bawah untuk memantapkan performa pemain,” kata Zulkarnain Pasaribu pelatih kepala PSMS, Sabtu (6/11). Meski demikian, Zul berharap kepada manajemen untuk segera melengkapi kebutuhan tim secepatnya.

Usai melakoni laga home, PSMS akan terbang ke provinsi tetangga Nanggroe Aceh Darusallam. Di sana, PSMS akan dihadapi Persiraja (28/11) disusul PSAP Sigli (2/12). Sedangkan satu away lagi digelar di Bengkulu menghadapi PS Bengkulu (7/12). (ful)

PSMS, Waspada pada kinerja wasit

MEDAN-Persiapan menuju musim Divisi Utama 2010/2011 bagi PSMS tak sekadar soal skuad saja. Segala lini wajib diperhatikan, baik soal gizi, kostum, dan sebagainya. Dan, tidak lupa soal nonteknis.

Setidaknya hal ini diungkapkan asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurut lelaki berdarah Ambon ini, kadang soal nonteknis malah lebih berperan untuk hasil akhir pertandingan. Ya, Benny memang sedang menyoroti kinerja perangkat pertandingan yang sering merugikan tim yang pertandingan. Contoh nyata adalah pengalaman PSMS saat menjalani Divisi Utama musim lalu.

Benny menerangkan, meski secara kualitas skuad PSMS musim lalu berada pada level pas-pasan, kekalahan yang dialami PSMS bukan semata-mata karena kekurangsiapan materi yang dimiliki. Segi nonteknis menjadi hal nomor satu yang menggagalkan tim untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Berapa kali PSMS dikerjai musim lalu? Tidak hanya partai tandang, tapi di partai kandang sekalipun, tim tetap dikerjai. Perilaku berat sebelah oknum wasit yang memimpin pertandingan menjadi penyebab kekalahan,” ungkapnya, Minggu (7/11).

Kata fair play, tambah Benny, yang dilukis pada bendera sebelum pertandingan sepak bola merupakan slogan yang diharapkan bisa membuat kedua tim sepak bola bermain sportif dan wasit berlaku adil. Namun kenyataan di lapangan tidak selalu seiring dengan slogan tersebut. Masih tetap ada wasit yang berlaku curang dan berpihak kepada salah satu klub yang bertanding serta merugikan tim yang lain termasuk PSMS. “Segi nonteknis tetap bisa menjadi kendala bagi perolehan hasil pertandingan bagi PSMS Medan,” aku Benny.

Namun, diakuinya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah hal itu terulang kembali selain berharap PSSI bisa mengawasi kinerja wasit. “Ya, berharap agar oknum wasit bisa menerima sanksi yang tegas,” tambahnya. (ful)

Medan Fans Club dan SMeCK

Pengurus PSMS bertemu dengan dua basis suporter di Restoran Garuda Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (6/11) kemarin. Pertemuan itu penting, sebab antara klub dan pengurus butuh satu kesepakatan yang intinya bertujuan memajukan PSMS.

Dua basis suporter yang diundang adalan Medan Fans Club (PMFC) dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans. Sekretaris Umum PSMS Idris mengatakan, jelang bergulirnya Divisi Utama, PSMS punya banyak pekerjaan yang harus dibenahi, salah satunya adalah menyukseskan pertandingan PSMS khususnya laga kandang.
“Kami berharap bisa melibatkan suporter untuk bekerjasama dengan PSMS menyukseskan perhelatan Divisi Utama yang akan bergulir 19 November nanti. Lagipula suporter adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari klub,” ujarnya.

Pada silaturahmi yang juga dihadiri Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa, Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu dan Asisten Suyono, PSMS melakukan sosialisasi program yang dibuat untuk dijalankan kepada pihak suporter untuk dibicarakan lebih lanjut di hari berikutnya.

Pihak suporter berharap pengurus juga bisa mencarikan jalan keluar atas beberapa hal yang mereka minta. Seperti harga tiket dan permintaan agar pertandingan kandang digelar di malam hari. Termasuk juga sosialisasi PSMS ke sekolah-sekolah di Medan dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan semangat kerjasama dengan suporter ini bisa mencapai prestasi puncaknya tahun ini,” kata Idris lagi.

Sementara Benny Tomasoa menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti PSMS. “Semua masukan yang disampaikan supporter akan kami pertimbangkan dan akan diberikan jawaban secepatnya,” kata Benny.
Sementara itu, Ketua SMeCK Hooligans Wahyudinata Simangunsong mengatakan, silaturahmi yang dirangkai dengan makan siang itu dilakukan untuk menyatukan visi-misi antara PSMS dan suporter.

“Pertemuan ini sebagai ajang rembuk awal dengan PSMS, seperti waktu pertandingan, harga tiket serta konsep launching nanti. Intinya untuk mendekatkan suporter dan pengurus mencapai kata sepakat atas masukan-masukan program yang disampaikan,” katanya.

Selanjutnya, SMeCK dan Fans Club akan menggelar pertemuan lagi mungkin Senin (8/11) nanti untuk memutuskan langkah-langkah yang akan diambil. (ful)

Launcing Pemain 14 November

Kompetisi sudah di ambang pintu, PSMS pun berencana mengenalkan diri ke publik sepak bola Kota Medan dan sekitarnya. Untuk berkenalan dengan khalayak ramai, PSMS akan diluncurkan segera pada 14 November mendatang. Tapi jadwal itu belum fix benar.

Konsep yang akan diusung juga terpikirkan. Maka itu, pada pertemuan dengan para fans kemarin, pengurus berharap ada solusi launching yang siap digeber.

Namun yang pasti, upaya launching disiapkan dengan gelegar meriah.
“Launching rencananya tanggal 14 November nanti. Konsep sementara dengan sederhana, namun kita upayakan tetap meriah,” kata Idris Sekum PSMS. (ful)

PSMS Belum Terdaftar Badan Liga Indonesia

Dari sejumlah kontestan yang bakal berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS masuk klub yang persiapannya sudah oke. Kerangka tim termasuk legiun asing sudah selesai dibentuk sejak beberapa bulan lalu. Artinya, Taji Ayam Kinantan sudah siap benar menerkam lawan-lawannya guna capai target kembali ke Indonesian Super League (ISL).

Sayangnya, skuad PSMS yang bakal diturunkan untuk berlaga di Divisi Utama belum didaftarkan ke Badan Liga Indonesia (BLI). Di situs resmi Liga Indonesia, PSMS termasuk salah satu yang belum mencantumkan skuadnya. Sedangkan klub se-kota Pro Titan sudah melengkapinya.

Begitu juga dengan klub-klub yang bakal jadi saingan di wilayah I Divisi Utama. Nama besar seperti Persitara, Persita, Persipasi, Persikabo, hingga PSAP Sigli sudah melengkapi skuadnya. “Sudah kita lengkapi. Tinggal daftarkan saja. Kita menanti sampai semua administrasi benar-benar kelar,” sebut Benny Tomasoa asisten manajer tim yang baru saja kembali dari Jakarta untuk mengurus masalah ini, Jumat (5/11).

Persoalan memang tampak tak ada lagi, terlebih untuk pemain lokal. Bahkan, enam pemain magang sudah dialihkan statusnya menjadi pemain profesional. Yang masih dinanti adalah rampungnya administrasi pemain asing. “Kitas semua pemain asing sudah diurus. Tampaknya yang paling cepat siap milik Jose Sebastian. Milik Gaston dan Vagnes juga sedang proses,” sebut Benny.

Jika pemain asing sudah beres, dapat dipastikan pendaftaran skuad segera direalisasikan.

Meski demikian, Benny yakin PSMS sudah siap benar bertempur. Menilik persiapan tim lainnya, Benny optimis tim besutan Zulkarnain Pasaribu ini mampu berbicara banyak. “Dari kontestan yang ada, kita termasuk yang paling siap. Tim sudah dibentuk jauh-jauh hari. Makin hari persiapan makin baik, dan ada kemajuan. Semoga ini terpelihara hingga kompetisi nanti,” harap pria berdarah Ambon ini.

Sayang, isu pemecatan pelatih tiba-tiba saja beredar di kalangan pemain dan pengurus PSMS. Kabarnya, Zulkarnain Pasaribu bakal didepak karena berseberangan pola pikir dengan beberapa pengurus. Namun hal ini langsung dibantah Benny. “Sejauh ini tim sudah sangat kondusif. Isu pergantian pelatih ini jangan sampai memecah konsentrasi. Tidak ada itu. Saya termasuk yang tak setuju kalau ada pergantian pelatih, sementara kompetisi sudah diambang pintu,” lanjut Benny. (ful)

Friday, November 5, 2010

Tim Pelapis

MEDAN-PSMS berhasil memenangi laga kontra PSTS Selection Tanjung Balai, dengan skor tak mencolok 2-0. Meski jauh di bawah kualitas PSMS, PSTS memberikan perlawanan maksimal. Terlebih laga ini memang dikhususkan untuk menurunkan skuad lapis dua PSMS.

Maka wajar jika skor akhir tak begitu memuaskan. Begitulah setidaknya yang tercermin dari wawancara dengan Suyono asisten pelatih PSMS, lewat sambungan telepon Rabu (3/11). “Kita memang sedang mengupayakan mencari pemain lapis dua yang tepat. Antisipasi pemain lapis dua ini sangat penting,” kata Yono-panggilan akrabnya.
Terutama adalah pemain tengah dan belakang. Sedangkan lini depan tetap diisi pemain inti.

Menurut Yono, pemain lapis dua yang diturunkan kemarin cukup meyakinkan. Di lini tengah, pemain lapis yang dimainkan adalah Alfian Habibi dan Tri Yudha Handoko. Keduanya bermain cukup menjanjikan. Di bawah, ada nama Rifki Firdaus yang dipasang. Rifki sukses mengawal sisi pertahanan dengan fight dan tak kenal kompromi. “Syukur mereka (pelapis, Red) main bagus. Jadi tidak ada masalah lagi,” sambung Yono.

Percobaan akan pemain pelapis ini vital. Pasalnya, pemain utama tak digaransi akan baik-baik saja sepanjang musim. Pada laga-laga uji coba lain ke depannya, Yono mengatakan akan lebih memaksimalkan peran para subtitution ini. “Mana ada jaminan pemain utama tak bakal cedera, akumulasi kartu atau halangan lain. Maka peran pemain cadangan ini penting di saat genting,” lanjut pegawai Kantor Pos ini.

Pada laga itu, skaud PSTS awalnya dominan menyerang. Panik, lini belakang PSMS sempat melanggar penyerang PSTS. Penalti diberikan wasit. Beruntung kiper PSMS, Syahbani, berhasil menggagalkan penalti itu.
Pada menit ke-12, Kurniawan berhasil mencetak gol lewat titik penalti. Si kurus dilanggar di kotak terlarang dan dengan dingin mengecoh kiper lawan. Tak lama berselang, Juanda Effendi menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan di babak pertama. Sayang, di babak kedua tak ada lagi gol terjadi. (ful)

Tim Pelapis

MEDAN-PSMS berhasil memenangi laga kontra PSTS Selection Tanjung Balai, dengan skor tak mencolok 2-0. Meski jauh di bawah kualitas PSMS, PSTS memberikan perlawanan maksimal. Terlebih laga ini memang dikhususkan untuk menurunkan skuad lapis dua PSMS.

Maka wajar jika skor akhir tak begitu memuaskan. Begitulah setidaknya yang tercermin dari wawancara dengan Suyono asisten pelatih PSMS, lewat sambungan telepon Rabu (3/11). “Kita memang sedang mengupayakan mencari pemain lapis dua yang tepat. Antisipasi pemain lapis dua ini sangat penting,” kata Yono-panggilan akrabnya.
Terutama adalah pemain tengah dan belakang. Sedangkan lini depan tetap diisi pemain inti.

Menurut Yono, pemain lapis dua yang diturunkan kemarin cukup meyakinkan. Di lini tengah, pemain lapis yang dimainkan adalah Alfian Habibi dan Tri Yudha Handoko. Keduanya bermain cukup menjanjikan. Di bawah, ada nama Rifki Firdaus yang dipasang. Rifki sukses mengawal sisi pertahanan dengan fight dan tak kenal kompromi. “Syukur mereka (pelapis, Red) main bagus. Jadi tidak ada masalah lagi,” sambung Yono.

Percobaan akan pemain pelapis ini vital. Pasalnya, pemain utama tak digaransi akan baik-baik saja sepanjang musim. Pada laga-laga uji coba lain ke depannya, Yono mengatakan akan lebih memaksimalkan peran para subtitution ini. “Mana ada jaminan pemain utama tak bakal cedera, akumulasi kartu atau halangan lain. Maka peran pemain cadangan ini penting di saat genting,” lanjut pegawai Kantor Pos ini.

Pada laga itu, skaud PSTS awalnya dominan menyerang. Panik, lini belakang PSMS sempat melanggar penyerang PSTS. Penalti diberikan wasit. Beruntung kiper PSMS, Syahbani, berhasil menggagalkan penalti itu.
Pada menit ke-12, Kurniawan berhasil mencetak gol lewat titik penalti. Si kurus dilanggar di kotak terlarang dan dengan dingin mengecoh kiper lawan. Tak lama berselang, Juanda Effendi menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan di babak pertama. Sayang, di babak kedua tak ada lagi gol terjadi. (ful)

Thursday, October 28, 2010

TAk Mau Kalah

PSMS besutan Suharto akan menguji ketangguhan dengan melawan Persiraja Banda Aceh, besok. Seakan tak mau kalah, PSMS Medan besutan Zulkarnain Pasaribu alias Bang Zul juga melakukan hal yang sama. Yakni melakukan uji coba hari ini melawan PTPN IV.

Ya, uji coba yang akan digelar sore hari di Stadion Teladan Medan ini direncanakan untuk pemantapan skuad. Karena itu, starter yang akan dipasang tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Punggawa Ayam Kinantan yang dipastikan absen hanya gelandang Zuanda Effendi. “Ya starter masih sama, mungkin Zuanda Effendi saja yang tak ikut, dia lagi demam,” ucap asisten pelatih PSMS Suyono.

Gaston Castano yang absen kala PSMS berlaga di Derby Deli melawan Pro Titan beberapa waktu lalu pun dipastikan akan merumput. Dengan begitu, kerinduan masyarakat Medan untuk menonton duet idaman, Kurniawan dan Gaston, kemungkinan besar akan terwujud. “Saya targetkan menang. Yang pasti dalam uji coba kali ini kita ingin melihat bagaimana sebuah gol tercipta melalui kerja sama tim,” tambah Suyono.

Sementara itu pemain PSMS Erwinsyah Hasibuan berharap mendapat kepercayaan pelatih. Dirinya ingin diturunkan agar bisa memberikan kontribusi pada PSMS. “Kalau saya turun, saya akan melakukan instruksi pelatih serta memberi penampilan terbaikku,” tutur pemain yang akrab dipanggil Monang tersebut sambil senyum

Rudi Keltjes Masih Punya Utang di PSMS

EDAN- Masih ingat Rudi William Keltjes? Ya, pelatih keenam PSMS dalam satu musim di zaman manajemen Sihar Sitorus itu tiba-tiba jadi buah bibir. Belakangan, namanya disebut-sebut akan kembali menukangi Ayam Kinantan musim mendatang.

Isu ini langsung dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Ketika dihubungi via telepon Rabu (27/10) malam, Rudi Keltjes tak menampik keinginan besar kembali ke Medan dan jadi arsitek PSMS. Namun, baru sekadar ingin. Tak ada konfirmasi yang diterimanya dari pengurus.

“Wah, mau sekali. Sekarang sedang tidak ada tim. Tapi yang coba kontak dan menawari banyak. Sayang PSMS belum ada menghubungi,” katanya kepada Sumut Pos.

Kalau benar ditawari melatih PSMS, bahkan Rudi bersedia digaji kecil. “Kembali melatih PSMS merupakan tanggung jawab,” katanya.

Tanggung jawab? Tentu saja, di masa kepelatihannya PSMS gagal bertahan di ISL. Sebagai pelatih keenam dalam satu musim, Rudi saat itu merasa mewarisi tim yang sudah bobrok. Maka itu, ia ingin kembali diberi kesempatan dari awal menukangi PSMS.

“Kalau dari awal abang dikasih kesempatan, pasti akan abang sanggupi. Urusan kontrak belakangan. Yang penting PSMS kembali ke ISL,” sambung Rudi.

Masa lalu kelam ketika gagal membawa PSMS bertahan di ISL, bahkan dikatakan Rudi masih menjadi mimpi buruknya. “Sampai saat ini abang masih tak enak tidur. Ingin kembali bersama-sama dengan fans dan pengurus, membawa PSMS bangkit,” ujarnya.

Ditanyakan soal ini kepada Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS, didapat jawaban bahwa pengurus belum ada rencana mencari pelatih baru. “Wah, saya baru dengar kabar ini. Tampaknya belum ada rencana ke sana,” sebut Benny singkat.

Enam Pemain Ubah Status

Jadwal kick off kompetisi Divisi Utama telah diambang pintu. Seluruh klub peserta mulai melakukan pengurusan administrasi pemainnya ke PSSI, termasuk PSMS. Ya, meski belum juga pengurus menentukan tim mana yang akan diturunkan di kompetisi kelas dua tersebut.

Terlepas dari itu, tim besutan Zulkarnain Pasaribu tak ingin terlambat mengurus administrasi itu. Pasalnya, dari 25 pemain yang telah resmi berkostum Ayam Kinantan, enam diantaranya masih berstatus sebagai pemain amatir. Keenam pemain tersebut Juanda Effendi, Azuan Lubis, M Parlin, Alfian Habibi, Rinaldo, dan Mahadi Rais Syahputra. Hal itu dilakukan lantaran pemain yang boleh tampil di Indonesia Super League (ISL) harus pemain profesional, maka manajemen PSMS kemudian melakukan pengurus alih status enam pemain amatir tersebut menjadi pemain profesional ke PSSI, sebelum didaftarkan secara resmi sebagai bagian dari skuad PSMS musim kompetisi 2010/2011.

“Segala kelengkapan untuk mengurus alih status enam pemai itu sudah dipersiapkan. Mulai berkas berkas-berkas yang menjadi persyaratan alih status dari amatir ke profesional,” ucap Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dikatakannya, pihaknya hanya tinggal mengirimkan pengajuan alih status Rinaldo, Mahadi, Parlin, Juanda, Alfian, dan Azwan ke PSSI. Sedangkan untuk 19 pemain lainnya sudah berstatus pemain profesional. “Sesegera mungkin, kami akan segera daftarkan ke PT LI untuk disahkan,” ungkapnya.

Tidak hanya pemain lokal, pihaknya juga telah melengkapi berkas pengurusan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) tiga pemain asing Vagner Luis Oliviera de Marins, Jose Sebastian dan striker Gaston Castano untuk segera diberikan kepada masing-masing agen pemain untuk diproses secepatnya

Tim Zulkarnain untuk Divisi Utama?

Tim yang akan diturunkan berlaga di Divisi Utama tampaknya mengarah kepada skuad yang diasuh Zulkarnain Pasaribu. Hal ini mengutip pernyataan Idris, Sekretaris Umum PSMS, menyinggung klub mana yang akan disiapkan untuk kompetisi.

Saat ditanyakan akan hal itu, Idris memang tak meresmikan pasti tim mana yang akan main di Divisi Utama atau Liga Primer Indonesia (LPI). Namun secara tersirat ada ungkapan yang mengarah ke sana.

“Belum dilakukan rapat pengurus tentang penetapan tersebut, namun kita akan tunjuk tim yang pantas dan layak serta mempunyai pengalaman yang tinggi,” kata Idris ketika dihubungi Senin (25/10). Idris sendiri saat ini masih berada di Jakarta menghadiri rapat LPI.

Diketahui bersama, skuad PSMS yang lebih dulu dibentuk adalah garapan Zulkarnain Pasaribu. Pemainnya pun sudah komplit termasuk tiga pemain asing. Sedangkan tim yang diasuh Suharto hingga kini masih berkutat dengan seleksi pemain. Soal pengalaman, skuad Zulkarnain juga dianggap paling layak. Selain dihuni pemain lokal yang rata-rata sudah sering main di Liga, pemain asing yang dipunya juga sudah kenyang asam garam Liga Indonesia. Sebut saja Gaston Castano misalnya. Tapi hal itu tak bergaransi hingga pengurus PSMS merapatkan hal itu.

Sementara itu, keikutsertaan PSMS di Divisi Utama sudah dipastikan. Namun Idris bilang pihaknya sejauh ini masih sebatas mendaftarkan tim sedangkan nama pemain belum.

PSMS Pakai Nama Bintang Medan di LPI

Kickoff Mulai 8 Januari 2011

Liga Primer Indonesia (LPI) terus bergerak. Minggu (24/10) siang kemarin, kompetisi sepak bola yang dicap illegal oleh PSSI ini dilaunching di E-Plaza, Semarang. Semua perwakilan calon peserta LPI hadir, termasuk tentu saja penggagas LPI Arifin Panigoro. Dalam kesempatan itu PSMS diwakili Sekretaris Agus Suryono.

Sebanyak 17 tim telah dinyatakan resmi bergabung ke dalam LPI. “Sebenarnya sudah ada 20 tim yang berminat berkompetisi di LPI. Namun masih ada tiga tim yang belum menandatangani kesepakatan tampil yaitu Persiba Bantul, Persisam Samarinda dan Deltras Sidoarjo,” kata General Manager LPI Bidang Liga, Arya Abhiseka.

Dalam launching tersebut juga diumumkan menurut jadwal, LPI sendiri akan mulai digulirkan 8 Januari 2011 mendatang. Mundurnya kick-off LPI dari jadwal semula yang direncanakan yakni 17 Oktober 2010 tersebut menurut Arya, karena LPI ini benar-benar harus dimatangkan konsepnya agar hasilnya sesuai rencana.

Penggagas LPI Arifin Panigoro menegaskan, konsep kompetisi yang digulirkan oleh LPI tersebut mengacu pada konsep pembangunan sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Sekretaris Umum PSMS, Idris, ketika dikonfirmasi menyatakan kebenaran kabar tersebut. “Kita pakai nama Bintang Medan, jadi tidak PSMS,” ungkapnya kepada Sumut Pos.

Sayangnya, Idris belum bisa mengatakan skuad besutan siapa yang akan berlaga di LPI. “Sabarlah, kita akan rapatkan secepatnya dengan Ketua Umum. Yang jelas, masukan masyarakat Medan menjadi catatan bagi kita,” tambah Idris.(rmd/bas/smu/jpnn)

Kinantan Muda Tantang Generasi

PSMS Junior telah lelah menunggu jadwal pertandingan lanjutan dari Piala Suratin zona Sumatera. Namun, bukan berarti Kinantan Muda boleh bersantai. Buktinya, hari ini mereka akan uji tanding melawan SSB Generasi.
Laga persahabatan ini akan digelar di Lapangan Kosek, Rabu (27/10) sore. Dalam laga tersebut PSMS Junior dipastikan tetap menurunkan pemain andalanya yang turut mangantarkan mereka ke tangga Runner up di wilayah Sumut.
Pelatih PSMS Junior Iwan Karokaro mengatakan Dirinya selalu siap untuk mengantarkan PSMS Junior jadi juara Piala Suratin. Selanjutnya, untuk melakukan kekompakan serta persiapan yang matang dalam menghadapi tim lawan nantinya, setidaknya tim tersebut harus memiliki persiapan yang utuh. “Saya selalu berjuang buat PSMS Junior ini, serta bisa mengantarkannya jadi juara, namun perlu adanya persiapan yang matang,” kata Iwan Karokaro.

Persiapan tersebut tercermin dari pemain yang sering melakukan latihan serta laga uji coba dengan tim lain demi untuk membantu tim dalam melakukan evaluasi kelemahan, dan antisipasi terhadap kelemahan tersebut. “Persiapan kita haru matang agar semakin optimis dalam meraih kemenangan, serta evaluasi buat kelemahan tim,” tutupnya. (mag-5)

Wednesday, October 27, 2010

PSMS Jajal Persiraja

PSMS kembali menggelar uji coba melawan tim Divisi Utama. Setelah mengkandaskan Pro Titan, kini Persiraja Banda Aceh pun dijajal. Bedanya, kali ini yang akan turun adalah skuad asuhan Suharto.

Pada uji coba yang akan di gelar pada Jumat (29/10) mendatang ini, Suharto memastikan akan menjadikan ajang tersebut sebagai evaluasi tim.

“Laga ini juga sebagai dasar melihat kekuatan dan kelemahan kita, apalagi berhadapan dengan salah satu tim peserta Divisi Utama,” ungkap Suharto, Selasa (26/10).

Yang menjadi catatan bagi Suharto, melawan Persiraja juga sebagai pemantapan gaya rap-rap yang mulai ditinggalkan. Dengan kata lain, Persiraja merupakan lawan tradisional bagi PSMS. Di musim lalu, dua tim telah bertemu dua kali. Pertemuan pertama di Medan, 27 Desember 2009, PSMS sebagai tuan rumah hanya mampu menahan seri tim dari Tanah Rencong tersebut dengan skor 1-1. Sementara ketika PSMS bertandang ke Banda Aceh, 23 April 2010, Ayam Kinantan ditekuk dengan skor 0-2 oleh Persiraja.

“Kita berharap gaya dan ciri khas anak Medan tetap muncul, agar sebutan tersebut masih melekat dalam diri pemain PSMS” harapnya.

Pelatih PSMS ini mengakui dalam melakukan uji coba tersebut, merupakan suatu cara yang paling tepat untuk melihat kelemahan serta kekurangan Heri Suwondo dkk di masing-masing lini. Di samping itu juga pertandingan yang digelar tersebut diharapkan mampu memperagakan semua yang telah diinstruksikannya.

Masalah target, Suharto tidak berani bayak berkomentar. Dirinya hanya menunggu hasil di lapangan saja. Pasalnya, gol atau kemenangan bukan hal yang utama dalam uji coba tersebut. Yang akan dituju dalam pertandingan tersebut adalah catatan untuk membuat tim jauh lebih baik lagi.

“Target, ya maunya menang, namun kita lihat aja hasilnya nanti. Itu bukan tujuan awal, melainkan kerjasama pemain dan evaluasi terhadap tim adalah yang utama,” tegasnya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, October 26, 2010

Gaston harusnya diberi sanksi tegas

MEDAN - Seminggu absen mengikuti latihan, striker asing PSMS Medan akhirnya kembali bergabung dengan rekan-rekannya. Gaston mulai terlihat Senin tadi di Stadion Teladan Medan. Namun sanksi tampaknya akan segera menghampiri istri kekasih Julia Perez ini.

Seperti diketahui Gaston dikabarkan mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS)nya yang sudah memasuki overstay. Namun sikap Gaston yang terkesan indisipliner membuat tim pelatih kecewa.

Hal itu terlihat pada latihan tadi sore. Gaston seperti diacuhkan oleh tim pelatih. Buktinya pada simulasi pertandingan, Gaston dipasang di tim lapis dua. Padahal biasanya ia kerap bermain di tim inti.

Asisten pelatih PSMS, Suyono mengakui memang ada sikap berbeda yang ditunjukkan tim pelatih. Hal itu dilakukan agar Gaston bisa memperbaiki diri. “Mestinya dia sadar apa yang sudah dilakukannya, meminta maaf atau apa-lah,” tandas Suyono.

Meskipun bukan semacam sanksi tegas, itu merupakan bentuk hukuman dari tim pelatih untuk eks striker Persiba dan PSIS itu. “Kami hanya berharap dia mendapat sanksi atas perbuatannya. Kalau kami bisa apalah,” tambahnya.

Memang hanya manajemen yang berhak menjatuhkan sanksi untuk Gaston. Apalagi selayaknya Gaston sebagai pemain asing mampu menjadi contoh untuk pemain lainnya. Menurut Suyono, ulah Gaston bisa jadi memicu pemain lain melakukan tindakan serupa.

“Sanksi administratif seharusnya diberikan kepadanya sebagai shock therapy, agar tidak diulangi lagi,” ungkap mantan pemain PSMS junior itu.

Namun tampaknya hal itu sulit terjadi. Manajer PSMS, Idris SE sendiri sepertinya sudah merestui kepergian Gaston ke luar negeri. "Ya, izinnya sudah habis enam bulan. Dia memang mengurusnya disana. Dan kita memang memantaunya,. Kan ada orang kita di sana," ujar Idris yang juga menjabat Sekretaris Umum PSMS itu.

Saturday, October 23, 2010

Kebun Bunga Dibagi Dua

Ada yang menarik dalam latihan PSMS kemarin, Jumat (22/10), di Stadion Kebun Bunga. Lapangan yang masih belum seratus persen direnovasi tersebut dibagi dua karena harus digunakan oleh dua tim PSMS yang latihan.

Ini semakin menarik karena Kebun Bunga cenderung tak bersahabat dengan pesepakbola. Ya, apalagi soal kondisi lapangan yang belum rata. Beberapa pemain telah menjadi korban. Sebut saja Ari Yuganda, kiper Sahbani, Kurniawan Dwi Yulianto, serta Novi Hendriawan.

“Ada lubang, pada saat berlari, kebetulan kaki pemain kena ke lubang itu dan menyebabkan keseleo, “ kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Tapi kenyataannya, lapangan ala kadarnya itu tetap digunakan untuk latihan. PSMS besutan Suharto terlihat serius berlatih, tidak ketinggalan PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu juga demikian. (mag-5)

Pembagian Grup Divisi Utama 2010/2011

PT Liga Indonesia akhirnya mengumumkan pembagian grup untuk divisi utama musim 2010/2011. Hingga berita ini turun dipastikan ada 39 klub yang ambil bagian.

Pengumuman dilakukan di kantor PT Liga Indonesia pada Kamis (22/10/2010). Joko Driyono selaku CEO mengaku telah menyerahkan surat untuk ditanda tangani ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang isinya mencakup tiga poin penting.

Pertama ialah mengenai keikutsertaan 39 klub, termasuk Persis Solo yang menggantikan PSDS. Penunjukkan itu sendiri dilakukan oleh badan Exco PSSI dengan mengacu pada komposisi klasemen nasional.

Sementara untuk Persebaya dan Persitara yang sebelumnya disebut-sebut bermasalah, tetap dianggap ambil bagian karena telah memenuhi syarat administratif.

Untuk poin kedua yakni penetapan kick-off pada 15 November 2010 mendatang. Sementara poin ketiga mengenai pembagian grup menjadi tiga.

Berikut pembagian grup divisi utama:
Grup 1
PERSIRAJA
PSAP SIGLI
PSSB BIREUN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSMS MEDAN
PRO TITAN FC
PERSIH TEMBILAHAN
PS. BENGKULU
PERSIPASI BEKASI
PERSIKABO KABUPATEN BOGOR
PERSITARA JAKARTA UTARA
PERSITA TANGERANG
PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG

Grup 2
PERSIKOTA TANGERANG
PSIS SEMARANG
PSCS CILACAP
PPSM MAGELANG
PSIM YOGYAKARTA
PERSIS SOLO
GRESIK UNITED
PSBI BLITAR
PERSIK KEDIRI
MITRA KUKAR
PERSELMARA TUAL
PERSISAM RAJA AMPAT
PERSEMAN MANOKWARI

Grup 3
PSS SLEMAN
PERSIBA BANTUL
PERSIKU KUDUS
PSIR REMBANG
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS. MOJOKERTO PUTRA
PERSEBAYA SURABAYA
PERSEKAM METRO FC
PERSIKUBAR KUTAI BARAT
PS. BARITO PUTRA
PERSIGO GORONTALO
PERSERU SERUI
PERSIDAFON JAYAPURA (muchamad syuhada/okezone)

Wednesday, October 20, 2010

Masyarakat Pilih Divisi Utama

MEDAN- Niat pengurus mengutamakan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) ketimbang Divisi Utama, membuat sebagian besar Masyarakat Medan tak habis pikir. Kebanyakan Warga Medan berharap PSMS lebih fokus ke Divisi Utama yang lebih jelas tujuan dan keabsahannya.

“Kami mohon PSMS asuhan Zulkarnaen memilih Divisi Utama. Ini suara hati Masyarat Medan,” kata Ronal warga Perjuangan Senin (18/10).

Hal itu diamini seorang dosen yang mengaku telah mengikuti perkembangan PSMS selama 20 tahun lebih. Dia adalah Drs Ahmad Sofian. “ Ya, maunya PSMS yang sudah lama mempersiapkan timlah yang diplot ke Liga divisi utama,” katanya.

Menurutnya tim yang sudah lama melakukan latihan serta persiapan, dalam menggelar laga lebih siap dan lebih matang, serta lebih berpangalaman dalam melakukan pertandingan. “Kan lebih matang dalam bermain” tambahnya.
Sofyan berharap kejayaan kembali menyelimuti PSMS, dan berharap kesuksesan PSMS di kancah persepakbolaan Indonesia kembali terulang.

Menurutnya PSMS tim yang sudah tua dan sudah langganan Liga Indonesia. Sudah sepantasnya menyandang gelar sejati, bukan malah menurun serta mendekati kemusnahan. “Kita juga ingin PSMS berjaya lagi, bukan malah padam, sejarah kejayaan PSMS kembali,” harapapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan Nata Simangunsong. Ia mengatakan PSMS yang berlaga di Divisi Utama merupakan tim yang sudah matang terhadap persiapan dan pengalaman dalam bermain, serta sudah terbukti dalam hal pertandingan yang telah dilaluinya. “Ya kita mengharapkan tim yang sudah matang persiapan untuk mengikuti divisi utama ini,” kata Nata.

“Pengurus harusnya bisa membedakan mana liga yang diakui dan harus jadi prioritas. Kalau ikut LPI, kita belum tahu ujungnya kemana. Kalau Divisi Utama, juara maka akan masuk Super Liga Indonesia,” sambung Nata.

Menanggapi hal itu, pengurus PSMS mau tak mau harus merespon. “Kalau itu permintaan masyarakat, maka akan kita pertimbangkan dalam rapat pengurus nantinya. PSMS ini bukan milik pengurus, tapi milik Masyarakat Medan. Solusi membangun begini harus dipertimbangkan,” kata Idris.hariansumutpos

Tuesday, October 19, 2010

ISL Salah Asuhan, IPL Salah Kaprah

Kontroversi yang menabrak fair play code. Kerusuhan cukup kental dibanding respek terhadap lawan, wasit, maupun penonton. Penegakan regulasi berubah-ubah, apalagi kalau menyangkut promosi-degradasi. Hukuman banyak dianulir. Jadwal kompe­tisi kembang-kempis. Kasus pengaturan pertanding­an hanya sempat mencuat sesaat.

Problematik di Indonesia Super League memunculkan banyak kekecewaan. Persebaya bahkan merasa jadi korban pemaksaan dengah berbagai cara agar degradasi karena berse­be­rangan dengan PSSI.Tahun lalu, di final Piala Indonesia, Persipura juga merasa dikerjai. Duel melawan Sriwijaya idealnya di tempat netral, tapi Sriwijaya malah menjadi tuan rumah. Saat pertandingan pun, Persipura menganggap wasit lebih memihak tuan rumah hingga akhirnya memilih walk out.

ISL memang jauh dari profe­sional. Seba­gian besar klub tidak mandiri dan lebih suka menyusu pada dana APBD. Ironisnya uang rakyat banyak dipakai un­tuk mengontrak pemain asing hingga 5 orang, sesuai jatah maksimal di ISL. Padahal banyaknya pemain asing tidak berbanding lurus dengan peningkatan prestasi.

Klub-klub antusias mendatang­kan pemain asing, termasuk dari Asia sesuai keinginan AFC. Memasuki musim 2010/11 ada 64 pemain asing di ISL, termasuk 22 dari Asia. Negara dengan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi dari negeri ini seperti Korea Selatan meramaikan ISL dengan 10 pemain, Singapura 5, dan Jepang 3. Bagaimana pemain kita? Tak satu pun pemain kita bermain di luar negeri.

ISL menjadi surga bagi pemain asing karena mereka dibayar lumayan tinggi. Untuk satu musim yang hanya berjalan 8 bulan, banyak pemain asing digaji berkisar 1 miliar rupiah atau 125 juta sebulan. Direktur BUMN yang tanggung jawabnya jauh lebih krusial pun gajinya banyak yang lebih kecil, seperti direktur Perusahaan Gas Negara (102 juta rupiah), direktur PT Aneka Tambang (110 juta), atau direktur BNI (81 juta).

PSSI selalu bangga menyebut Liga Super berada di urutan 8 di Asia. Dari 10 kriteria yang dinilai, ISL mendapat nilai 286,5. Nilai itu pun sebetulnya masih jauh dari angka maksimal 500 yang dicanangkan AFC. Poin tinggi ISL didapat dari kriteria penonton dengan 69,2 dari maksimal 100 dan partisipasi klub yakni 44,9 dari maksimal 50. Jadi, euforia penonton dan klub memberi kontribusi terbesar yang mem­bawa ISL berada di urutan 8. Lihat kriteria technical standard di mana ISL hanya menda­­pat 24,4 dari maksimal 100. Angka itu terting­gal jauh dari Jepang, Korea, Arab Saudi, bah­kan Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Saat klub ISL bertarung di antarklub Asia pun hanya menjadi bulan-bulanan. Musim lalu Sriwijaya di Liga Champion hanya menang sekali dan kalah 5 kali dengan mencetak 7 gol dan kemasukan 24 gol. Persiwa di AFC Cup juga menjadi juru kunci setelah hanya mendapat nilai 1 dari 6 laga dengan membuat 8 gol dan kebobolan 21 gol. Persipura di Liga Champion 2010 juga hancur-hancuran. Dari 6 kali tampil, Persipura hanya sekali menang dan kalah 5 kali dengan memasukkan 4 gol dan kemasukkan 29 gol.

Kegagalan tim nasional di ber­bagai level juga menjadi cerminan salah asuhan. Yang baru berlalu, timnas U-16 menjadi juru kunci di Piala AFF meski sebagai tuan rumah. Mereka bahkan kalah dari Timor Leste, yang dulunya hanyalah provinsi di negeri ini.
Indikasi sederhana juga bisa dilihat dari posisi Indonesia di ranking FIFA. Pada 2003 ketika Nurdin Halid naik menjadi Ketua Umum PSSI, Indonesia berada di posisi ke-91. Setelah tujuh tahun berlalu, Indonesia kini di urutan 131 atau disalip 40 negara.

Tidak Realistis

Indonesia Premier League tengah bergerilya. Kubu peng­ga­gas menyatakan banyak klub ISL yang akan bergabung, tapi 18 klub ternyata tetap di ISL. Uang 20 miliar rupiah yang dijanji­kan untuk peserta IPL juga hanya ada dalam angan selama belum diterima klub. Hitungan 250 miliar dari spon­sor dan 250 miliar dari hak siar juga rasanya jauh dari realistis.
Belum lagi soal perangkat pertan­dingan, regulasi, sistem kompetisi, dll. Asosiasi dari negara tetangga katanya siap membantu.

Tapi, kalau PSSI mengirim surat keberatan termasuk ke AFC dan FIFA, itu akan sulit terealisasi.

Salah satu acuan IPL adalah Premier League di Inggris, di mana liga dikelola oleh perkum­pulan klub. Betul, Premier League lahir dari konsorsium klub elite, tapi FA tetaplah penguasa tertinggi ba

hkan FA memiliki hak veto untuk menggagalkan kebijakan Premier League jika salah arah.
Di Premier League juga ada aturan keras bahwa sebuah klub dilarang tampil di kompetisi lain. Pada Section E artikel 10 dari Premier League Rules, FA menyebut a club shall not enter or play in any competition other than: Liga Champion, UEFA Cup (kini Europa League), FA Cup, Community Shield, Piala Liga, serta kompetisi yang dibuat oleh asosiasi di mana klub terdaftar (dalam hal ini FA dan Wales FA).

Di Statuta AFC juga tercantum pada Article 16 yang mengatur bahwa statuta klub, liga, asosiasi regional, atau kelompok stake holder lain yang berafiliasi kepada asosiasi, maka mereka harus tunduk kepada asosiasi (untuk kasus di Indonesa tentu PSSI).

Jika berdebat klub bisa berkom­petisi di ISL dan IPL, tidak ada ujungnya. Yang pasti, PSSI akan mencabut keanggotaan klub yang tampil di IPL. Kecuali kalau IPL berafiliasi atau menjadi bagian dari kompetisi di PSSI. Namun, kalau statusnya tandingan, tidak pas berada di dua kompetisi yang berseberangan. Menangani satu klub saja para pengurus belepotan, apalagi dua klub.

Intinya, pada kasus ISL vs IPL, posisi PSSI lebih kuat karena memang lembaga resmi yang diakui AFC dan FIFA. Ide IPL tidak elok, kecuali jika Arifin Panigoro sudah menguasai PSSI. Program IPL malah bisa melemah­kan sosok dan juga perbaikan yang diingin­kan semua kalangan, terma­suk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Untuk menggoyang Nurdin dengan cara bergerilya ke klub hingga iming-iming materi di IPL pasti berliku. Apalagi status quo memiliki akses lebih cepat kepada pemilik suara. Sebetulnya ada cara yang tidak perlu melibat­kan banyak orang atau biaya mahal seperti Kongres Sepak Bola Nasional, yakni SBY tinggal telepon dan bertemu Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Jelaskan bahwa semua unsur di Indonesia termasuk pemeri­n­tah ingin memajukan sepak bola. Blatter cukup mema­hami potensi Indonesia dan yang terpenting adalah mem­per­ta­nya­kan Pasal 32 Ayat 4 Standard Statutes FIFA yang berbunyi: “The members of the Executive Committee shall be no older than … (age to be completed by the Association) and no younger than … (age to be completed by the Association). They shall have already been active in football, must not have been previously guilty of a criminal offence and have residency within the territory of X”.

Statuta itu disahkan Blatter pada Juni 2005 dan hingga kini masih berlaku meski PSSI memiliki terjemahan sendiri. Jika yang mempertanyakan seorang presiden, Blatter bisa jadi malah melarang Nurdin untuk menca­lonkan lagi pada kongres tahun depan dan jalan perbaikan yang diinginkan bisa terbuka, termasuk untuk kubu Arifin Panigoro yang ingin menguasai PSSI.

Itu bukan intervensi, tapi lobi tingkat tinggi yang lebih elegan dari­pada buang-buang uang dan ribut tanpa ada kejelas­an perbaikan seperti yang dipertanyakan SBY.
(Yudhi Oktaviadhi-bolanews)

Monday, October 18, 2010

Ujicoba Lawan Klub Lokal PSMS Selection Kembalikan Gay Rap-rap

PSMS Selection yang dibesut Suharto kembali melakukan uji coba. Setelah menumbangkan Bank Sumut 4-1, Kamis (14/10), kini Dodi Rahwana dkk akan menguji PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM).

Pada laga yang akan digelar sore nanti, Sabtu (16/10), di lapangan TGM Jalan Kapten Sumarsono, Medan, Ayam Kinantan bertekad akan mengembalikan gaya rap-rap yang menjadi ciri khasnya. “Kembali kita bangkitkan gaya rap-rap. Bermain keras namun memakai teknik yang tinggi agar terhindar dari kartu,” ungkap Pelatih PSMS Selection, Suharto.

Selain menampilkan gaya khas PSMS, Suharto tak munafik dengan target. Kemenangan adalah harga mutlak. Bagaimana pun, skuad yang dibesutnya ini direncanakan untuk Divisi Utama, jadi persiapan memanag harus maksimal. “Saya dan pelatih lainnya akan berusaha keras, dan kita usahakan untuk merebut kemenangan,” tambahnya.

Dalam laga nanti, PSMS Selection akan kembali mengandalkan duet striker Saju Ginting dengan Heri Ichsanto. Kerjasama kedua pemain tersebut lumayan berhasil saat PSMS menghajar Bank Sumut. Diharapkan, pada laga sore nanti, kedua pemain semakin padu dan mampu menciptakan gol.
Untuk pertahanan terakhir, PSMS akan memasang Oki Rangga. Pengalaman mantan penjaga gawang PSDS Deli Serdang tersebut akan dijadikan modal dalam menghadapi gempuran pemain TGM.

Asisten Pelatih Edi Syahputra juga mengungkapkan hal yang senada dengan pelatih kepala. Menurutnya, PSMS sudah saatnya kembali ke tempat asalnya. Yakni, dipandang sebagai sebuah tim yang memiliki wibawa di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dirinya dan tim pelatih, berusdaha untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi PSMS yang sudah lama tidak pernah diraih, utamanya di tingkat nasional. “Kami akan memberi kontribusi yang besar, biar PSMS kembali berjaya, dan kembali menerapkan ciri khas PSMS yang sudah lama ditinggalkan,” akunya.

Kesempatan ini bisa jadi kenyataan. Pasalnya, PSMS Selection diplot untuk menjadi tim yang bertanding ke Divisi Utama. Di kompestisi ini, siapa yang berprestasi akan naik ke kasta sepak bola yang lebih tinggi, Indonesia Super League (ISL).

Menariknya, dengan jenjang kompetisi yang ketat tersebut, PSMS hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyiapkan tim. Halk ini berbeda dengan tim PSMS yang diplot untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Selain persiapan yang lama, pemainnya terdiri dari beberapa bintang. Misalnya Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano, dan pemain yang telah membela PSMS sejak musim lalu. “Belum ditentukan mana yang untuk LPI dan Divisi Utama, tunggu keputusan Ketua Umum,” elak Sekum PSMS, Idris, Kamis (14/10) lalu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pilih 15 Pemain Untuk Tim Divisi Utama

Pelatih PSMS yang diplot untuk Divisi Utama, Suharto, akhirnya memilih 15 pemain usai uji coba melawan TGM dimana mereka meraih hasil buruk kekelahan 0-1. Ke-15 pemain tersebut diharapkan mampu mengangkat nama baik PSMS dan mengembalikan Ayam Kinatan ke tempatnya, Indonesia Super League (ISL.)

Menariknya, dari pemain yang terpilih tersebut muncul nama-nama yang tak asing lagi. Sebut saja pahlawan PSMS di laga penentu Divisi Utama musim lalu, Dodi Rahwana. Lolosnya pemain ini bisa menjadi perbincangan menarik, pasalnya pemain yang musim lalu memakai nomor punggung sebelas tersebut dianggap tak layak masuk skuad PSMS yang diasuh Zulkarnain Pasaribu.

Selain Dodi, nama Heri Suwondo dan Ahmad Maulana juga tertera. Selain dari ketiga nama tersebut, pemain PSDS juga mendominasi dalam skuad PSMS kali ini. Di antara tujuh pemain yang mengikuti seleksi, tercatat tiga diantaranya lolos untuk dijadikan sebagai pemain PSMS musim. Mereka adalah Mardiansyah, Dody, serta Rudi Hartono. Selain dari pemain PSMS serta PSDS nama lainnya dihuni oleh pemain muda dari berbagai klub di dalam maupun luar Sumut.

“Pemain yang terpili diharapkan mampu membawa PSMS ke ISL. Yang jelas, seleksi ini dilakukan dengan profesional dan dengan cara yang ketat,” jelas Suharto.

Selanjutnya 15 pemain ini akan direkomendasikan oleh pelatih kepada manajemen untuk ditindaklanjuti. “ Untuk memenuhi kuota pemain ya kita tambah seiring berjalanlah. Belum bisa ditentukan, tapi akan kita lakukan jemput bola mencari pemain yang bagus,” tambahnya.

Suharto juga menegaskan sampai saat ini belum menemukan pemain asing yang diinginkannya. “Pemain asing belum ada yang cocok, masih mencari tiga pemain, posisinya sesuai kebutuhan tim,” tuturnya.

Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan berterima kasih kepada pelatih yang telah menentukan pemain yang layak buat PSMS nantinya. Rekomendasi dari pelatih tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Ya sudah bagus itu dan segera mencari pemain asing maupun lokal untuk tambahan pemain,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai manajer PSMS itu. (mag-5/sumutpos)

PSMS Medan Belum Tentukan Tim ke Divisi Utama dan LPI

Pembentukan dua tim oleh PSMS guna mengakali dua kompetisi yang diikuti bisa dikatakan sebagai langkah bijak. Namun, seiring semakin dekatnya kick off Divisi Utama, strategi pengurus tersebut mulai diperbincangkan.

Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS musim ini akan mengikuti dua kompetisi yakni Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI). Ceritanya, untuk tim yang berlaga di LPI adalah skuad besutan Zulkarnain Pasaribu, sedangkan untuk Divisi Utama tim yang diarsiteki Suharto. Pembagian ini sejatinya tak bermasalah seandainya persiapan kedua tim tersebut berimbang. Setidaknya hal ini ditekankan oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos.

“Sebaiknya, tim yang terbentuk di bawah asuhan Zulkarnain Pasaribu ini bertanding di Divisi Utama,” kata Raja.

Sosok yang akrab dipanggil The King ini menambahkan, pemilihan skuad Zulkarnain dikarenakan tim tersebut lebih matang. Skuad itu, tambah Raja, telah terbentuk jauh lebih lama dibanding tim besutan Suharto.

“Tim yang telah terbentuk sudah cukup bagus, sebaiknya tim ini dipersiapkan untuk berlaga di Divisi Utama, jangan di LPI. Hal ini disebabkan Divisi Utama sudah jelas jadwalnya yang direncanakan bergulir 30 Oktober mendatang. Sementara LPI jadwalnya belum jelas kapan akan bergulir,” terangnya.

Selain terbentuk lebih lama, tim Zulkarnain juga memiliki pemain bintang yang bisa mengangkat prestasi PSMS. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang sudah banyak makan asam garam di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Belum lagi, Gaston Castano. Kebintangan kekasih artis Julia Perez sudah tak diragukan, setidaknya dia sempat membela PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan. Selain itu ada nama Hary Syahputra yang sempat membela timnas.

“Bermain di Divisi Utama kan menuju Indonesia Super League (ISL), jadi yang bagus lah. LPI itu kan tak ada kastanya, jadi tak begitu berisiko,” tambah Raja.

Pemikiran Raja ini berbeda dengan Sekretaris Umum PSMS, Idris. Menurutnya, tim Zulkarnain diplot untuk LPI karena tim ini dianggap mampu bersaing.

“Tim yang telah terbentuk dipersiapkan untuk menghadapi LPI karena tim ini sudah pantas untuk berlaga dengan tim yang lebih baik di pesta persepakbolaan Indonesia. Selain itu, pihak penyelenggara memberikan bantuan dana untuk biaya selama tim berlaga,” akunya. (mag-5/sumutpos)