MEDAN - Seminggu absen mengikuti latihan, striker asing PSMS Medan akhirnya kembali bergabung dengan rekan-rekannya. Gaston mulai terlihat Senin tadi di Stadion Teladan Medan. Namun sanksi tampaknya akan segera menghampiri istri kekasih Julia Perez ini.
Seperti diketahui Gaston dikabarkan mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS)nya yang sudah memasuki overstay. Namun sikap Gaston yang terkesan indisipliner membuat tim pelatih kecewa.
Hal itu terlihat pada latihan tadi sore. Gaston seperti diacuhkan oleh tim pelatih. Buktinya pada simulasi pertandingan, Gaston dipasang di tim lapis dua. Padahal biasanya ia kerap bermain di tim inti.
Asisten pelatih PSMS, Suyono mengakui memang ada sikap berbeda yang ditunjukkan tim pelatih. Hal itu dilakukan agar Gaston bisa memperbaiki diri. “Mestinya dia sadar apa yang sudah dilakukannya, meminta maaf atau apa-lah,” tandas Suyono.
Meskipun bukan semacam sanksi tegas, itu merupakan bentuk hukuman dari tim pelatih untuk eks striker Persiba dan PSIS itu. “Kami hanya berharap dia mendapat sanksi atas perbuatannya. Kalau kami bisa apalah,” tambahnya.
Memang hanya manajemen yang berhak menjatuhkan sanksi untuk Gaston. Apalagi selayaknya Gaston sebagai pemain asing mampu menjadi contoh untuk pemain lainnya. Menurut Suyono, ulah Gaston bisa jadi memicu pemain lain melakukan tindakan serupa.
“Sanksi administratif seharusnya diberikan kepadanya sebagai shock therapy, agar tidak diulangi lagi,” ungkap mantan pemain PSMS junior itu.
Namun tampaknya hal itu sulit terjadi. Manajer PSMS, Idris SE sendiri sepertinya sudah merestui kepergian Gaston ke luar negeri. "Ya, izinnya sudah habis enam bulan. Dia memang mengurusnya disana. Dan kita memang memantaunya,. Kan ada orang kita di sana," ujar Idris yang juga menjabat Sekretaris Umum PSMS itu.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, October 26, 2010
Saturday, October 23, 2010
Kebun Bunga Dibagi Dua
Ada yang menarik dalam latihan PSMS kemarin, Jumat (22/10), di Stadion Kebun Bunga. Lapangan yang masih belum seratus persen direnovasi tersebut dibagi dua karena harus digunakan oleh dua tim PSMS yang latihan.
Ini semakin menarik karena Kebun Bunga cenderung tak bersahabat dengan pesepakbola. Ya, apalagi soal kondisi lapangan yang belum rata. Beberapa pemain telah menjadi korban. Sebut saja Ari Yuganda, kiper Sahbani, Kurniawan Dwi Yulianto, serta Novi Hendriawan.
“Ada lubang, pada saat berlari, kebetulan kaki pemain kena ke lubang itu dan menyebabkan keseleo, “ kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.
Tapi kenyataannya, lapangan ala kadarnya itu tetap digunakan untuk latihan. PSMS besutan Suharto terlihat serius berlatih, tidak ketinggalan PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu juga demikian. (mag-5)
Ini semakin menarik karena Kebun Bunga cenderung tak bersahabat dengan pesepakbola. Ya, apalagi soal kondisi lapangan yang belum rata. Beberapa pemain telah menjadi korban. Sebut saja Ari Yuganda, kiper Sahbani, Kurniawan Dwi Yulianto, serta Novi Hendriawan.
“Ada lubang, pada saat berlari, kebetulan kaki pemain kena ke lubang itu dan menyebabkan keseleo, “ kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.
Tapi kenyataannya, lapangan ala kadarnya itu tetap digunakan untuk latihan. PSMS besutan Suharto terlihat serius berlatih, tidak ketinggalan PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu juga demikian. (mag-5)
Pembagian Grup Divisi Utama 2010/2011
PT Liga Indonesia akhirnya mengumumkan pembagian grup untuk divisi utama musim 2010/2011. Hingga berita ini turun dipastikan ada 39 klub yang ambil bagian.
Pengumuman dilakukan di kantor PT Liga Indonesia pada Kamis (22/10/2010). Joko Driyono selaku CEO mengaku telah menyerahkan surat untuk ditanda tangani ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang isinya mencakup tiga poin penting.
Pertama ialah mengenai keikutsertaan 39 klub, termasuk Persis Solo yang menggantikan PSDS. Penunjukkan itu sendiri dilakukan oleh badan Exco PSSI dengan mengacu pada komposisi klasemen nasional.
Sementara untuk Persebaya dan Persitara yang sebelumnya disebut-sebut bermasalah, tetap dianggap ambil bagian karena telah memenuhi syarat administratif.
Untuk poin kedua yakni penetapan kick-off pada 15 November 2010 mendatang. Sementara poin ketiga mengenai pembagian grup menjadi tiga.
Berikut pembagian grup divisi utama:
Grup 1
PERSIRAJA
PSAP SIGLI
PSSB BIREUN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSMS MEDAN
PRO TITAN FC
PERSIH TEMBILAHAN
PS. BENGKULU
PERSIPASI BEKASI
PERSIKABO KABUPATEN BOGOR
PERSITARA JAKARTA UTARA
PERSITA TANGERANG
PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG
Grup 2
PERSIKOTA TANGERANG
PSIS SEMARANG
PSCS CILACAP
PPSM MAGELANG
PSIM YOGYAKARTA
PERSIS SOLO
GRESIK UNITED
PSBI BLITAR
PERSIK KEDIRI
MITRA KUKAR
PERSELMARA TUAL
PERSISAM RAJA AMPAT
PERSEMAN MANOKWARI
Grup 3
PSS SLEMAN
PERSIBA BANTUL
PERSIKU KUDUS
PSIR REMBANG
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS. MOJOKERTO PUTRA
PERSEBAYA SURABAYA
PERSEKAM METRO FC
PERSIKUBAR KUTAI BARAT
PS. BARITO PUTRA
PERSIGO GORONTALO
PERSERU SERUI
PERSIDAFON JAYAPURA (muchamad syuhada/okezone)
Pengumuman dilakukan di kantor PT Liga Indonesia pada Kamis (22/10/2010). Joko Driyono selaku CEO mengaku telah menyerahkan surat untuk ditanda tangani ketua Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang isinya mencakup tiga poin penting.
Pertama ialah mengenai keikutsertaan 39 klub, termasuk Persis Solo yang menggantikan PSDS. Penunjukkan itu sendiri dilakukan oleh badan Exco PSSI dengan mengacu pada komposisi klasemen nasional.
Sementara untuk Persebaya dan Persitara yang sebelumnya disebut-sebut bermasalah, tetap dianggap ambil bagian karena telah memenuhi syarat administratif.
Untuk poin kedua yakni penetapan kick-off pada 15 November 2010 mendatang. Sementara poin ketiga mengenai pembagian grup menjadi tiga.
Berikut pembagian grup divisi utama:
Grup 1
PERSIRAJA
PSAP SIGLI
PSSB BIREUN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSMS MEDAN
PRO TITAN FC
PERSIH TEMBILAHAN
PS. BENGKULU
PERSIPASI BEKASI
PERSIKABO KABUPATEN BOGOR
PERSITARA JAKARTA UTARA
PERSITA TANGERANG
PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG
Grup 2
PERSIKOTA TANGERANG
PSIS SEMARANG
PSCS CILACAP
PPSM MAGELANG
PSIM YOGYAKARTA
PERSIS SOLO
GRESIK UNITED
PSBI BLITAR
PERSIK KEDIRI
MITRA KUKAR
PERSELMARA TUAL
PERSISAM RAJA AMPAT
PERSEMAN MANOKWARI
Grup 3
PSS SLEMAN
PERSIBA BANTUL
PERSIKU KUDUS
PSIR REMBANG
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS. MOJOKERTO PUTRA
PERSEBAYA SURABAYA
PERSEKAM METRO FC
PERSIKUBAR KUTAI BARAT
PS. BARITO PUTRA
PERSIGO GORONTALO
PERSERU SERUI
PERSIDAFON JAYAPURA (muchamad syuhada/okezone)
Wednesday, October 20, 2010
Masyarakat Pilih Divisi Utama
MEDAN- Niat pengurus mengutamakan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) ketimbang Divisi Utama, membuat sebagian besar Masyarakat Medan tak habis pikir. Kebanyakan Warga Medan berharap PSMS lebih fokus ke Divisi Utama yang lebih jelas tujuan dan keabsahannya.
“Kami mohon PSMS asuhan Zulkarnaen memilih Divisi Utama. Ini suara hati Masyarat Medan,” kata Ronal warga Perjuangan Senin (18/10).
Hal itu diamini seorang dosen yang mengaku telah mengikuti perkembangan PSMS selama 20 tahun lebih. Dia adalah Drs Ahmad Sofian. “ Ya, maunya PSMS yang sudah lama mempersiapkan timlah yang diplot ke Liga divisi utama,” katanya.
Menurutnya tim yang sudah lama melakukan latihan serta persiapan, dalam menggelar laga lebih siap dan lebih matang, serta lebih berpangalaman dalam melakukan pertandingan. “Kan lebih matang dalam bermain” tambahnya.
Sofyan berharap kejayaan kembali menyelimuti PSMS, dan berharap kesuksesan PSMS di kancah persepakbolaan Indonesia kembali terulang.
Menurutnya PSMS tim yang sudah tua dan sudah langganan Liga Indonesia. Sudah sepantasnya menyandang gelar sejati, bukan malah menurun serta mendekati kemusnahan. “Kita juga ingin PSMS berjaya lagi, bukan malah padam, sejarah kejayaan PSMS kembali,” harapapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan Nata Simangunsong. Ia mengatakan PSMS yang berlaga di Divisi Utama merupakan tim yang sudah matang terhadap persiapan dan pengalaman dalam bermain, serta sudah terbukti dalam hal pertandingan yang telah dilaluinya. “Ya kita mengharapkan tim yang sudah matang persiapan untuk mengikuti divisi utama ini,” kata Nata.
“Pengurus harusnya bisa membedakan mana liga yang diakui dan harus jadi prioritas. Kalau ikut LPI, kita belum tahu ujungnya kemana. Kalau Divisi Utama, juara maka akan masuk Super Liga Indonesia,” sambung Nata.
Menanggapi hal itu, pengurus PSMS mau tak mau harus merespon. “Kalau itu permintaan masyarakat, maka akan kita pertimbangkan dalam rapat pengurus nantinya. PSMS ini bukan milik pengurus, tapi milik Masyarakat Medan. Solusi membangun begini harus dipertimbangkan,” kata Idris.hariansumutpos
“Kami mohon PSMS asuhan Zulkarnaen memilih Divisi Utama. Ini suara hati Masyarat Medan,” kata Ronal warga Perjuangan Senin (18/10).
Hal itu diamini seorang dosen yang mengaku telah mengikuti perkembangan PSMS selama 20 tahun lebih. Dia adalah Drs Ahmad Sofian. “ Ya, maunya PSMS yang sudah lama mempersiapkan timlah yang diplot ke Liga divisi utama,” katanya.
Menurutnya tim yang sudah lama melakukan latihan serta persiapan, dalam menggelar laga lebih siap dan lebih matang, serta lebih berpangalaman dalam melakukan pertandingan. “Kan lebih matang dalam bermain” tambahnya.
Sofyan berharap kejayaan kembali menyelimuti PSMS, dan berharap kesuksesan PSMS di kancah persepakbolaan Indonesia kembali terulang.
Menurutnya PSMS tim yang sudah tua dan sudah langganan Liga Indonesia. Sudah sepantasnya menyandang gelar sejati, bukan malah menurun serta mendekati kemusnahan. “Kita juga ingin PSMS berjaya lagi, bukan malah padam, sejarah kejayaan PSMS kembali,” harapapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan Nata Simangunsong. Ia mengatakan PSMS yang berlaga di Divisi Utama merupakan tim yang sudah matang terhadap persiapan dan pengalaman dalam bermain, serta sudah terbukti dalam hal pertandingan yang telah dilaluinya. “Ya kita mengharapkan tim yang sudah matang persiapan untuk mengikuti divisi utama ini,” kata Nata.
“Pengurus harusnya bisa membedakan mana liga yang diakui dan harus jadi prioritas. Kalau ikut LPI, kita belum tahu ujungnya kemana. Kalau Divisi Utama, juara maka akan masuk Super Liga Indonesia,” sambung Nata.
Menanggapi hal itu, pengurus PSMS mau tak mau harus merespon. “Kalau itu permintaan masyarakat, maka akan kita pertimbangkan dalam rapat pengurus nantinya. PSMS ini bukan milik pengurus, tapi milik Masyarakat Medan. Solusi membangun begini harus dipertimbangkan,” kata Idris.hariansumutpos
Tuesday, October 19, 2010
ISL Salah Asuhan, IPL Salah Kaprah
Kontroversi yang menabrak fair play code. Kerusuhan cukup kental dibanding respek terhadap lawan, wasit, maupun penonton. Penegakan regulasi berubah-ubah, apalagi kalau menyangkut promosi-degradasi. Hukuman banyak dianulir. Jadwal kompetisi kembang-kempis. Kasus pengaturan pertandingan hanya sempat mencuat sesaat.
Problematik di Indonesia Super League memunculkan banyak kekecewaan. Persebaya bahkan merasa jadi korban pemaksaan dengah berbagai cara agar degradasi karena berseberangan dengan PSSI.Tahun lalu, di final Piala Indonesia, Persipura juga merasa dikerjai. Duel melawan Sriwijaya idealnya di tempat netral, tapi Sriwijaya malah menjadi tuan rumah. Saat pertandingan pun, Persipura menganggap wasit lebih memihak tuan rumah hingga akhirnya memilih walk out.
ISL memang jauh dari profesional. Sebagian besar klub tidak mandiri dan lebih suka menyusu pada dana APBD. Ironisnya uang rakyat banyak dipakai untuk mengontrak pemain asing hingga 5 orang, sesuai jatah maksimal di ISL. Padahal banyaknya pemain asing tidak berbanding lurus dengan peningkatan prestasi.
Klub-klub antusias mendatangkan pemain asing, termasuk dari Asia sesuai keinginan AFC. Memasuki musim 2010/11 ada 64 pemain asing di ISL, termasuk 22 dari Asia. Negara dengan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi dari negeri ini seperti Korea Selatan meramaikan ISL dengan 10 pemain, Singapura 5, dan Jepang 3. Bagaimana pemain kita? Tak satu pun pemain kita bermain di luar negeri.
ISL menjadi surga bagi pemain asing karena mereka dibayar lumayan tinggi. Untuk satu musim yang hanya berjalan 8 bulan, banyak pemain asing digaji berkisar 1 miliar rupiah atau 125 juta sebulan. Direktur BUMN yang tanggung jawabnya jauh lebih krusial pun gajinya banyak yang lebih kecil, seperti direktur Perusahaan Gas Negara (102 juta rupiah), direktur PT Aneka Tambang (110 juta), atau direktur BNI (81 juta).
PSSI selalu bangga menyebut Liga Super berada di urutan 8 di Asia. Dari 10 kriteria yang dinilai, ISL mendapat nilai 286,5. Nilai itu pun sebetulnya masih jauh dari angka maksimal 500 yang dicanangkan AFC. Poin tinggi ISL didapat dari kriteria penonton dengan 69,2 dari maksimal 100 dan partisipasi klub yakni 44,9 dari maksimal 50. Jadi, euforia penonton dan klub memberi kontribusi terbesar yang membawa ISL berada di urutan 8. Lihat kriteria technical standard di mana ISL hanya mendapat 24,4 dari maksimal 100. Angka itu tertinggal jauh dari Jepang, Korea, Arab Saudi, bahkan Thailand, Vietnam, dan Singapura.
Saat klub ISL bertarung di antarklub Asia pun hanya menjadi bulan-bulanan. Musim lalu Sriwijaya di Liga Champion hanya menang sekali dan kalah 5 kali dengan mencetak 7 gol dan kemasukan 24 gol. Persiwa di AFC Cup juga menjadi juru kunci setelah hanya mendapat nilai 1 dari 6 laga dengan membuat 8 gol dan kebobolan 21 gol. Persipura di Liga Champion 2010 juga hancur-hancuran. Dari 6 kali tampil, Persipura hanya sekali menang dan kalah 5 kali dengan memasukkan 4 gol dan kemasukkan 29 gol.
Kegagalan tim nasional di berbagai level juga menjadi cerminan salah asuhan. Yang baru berlalu, timnas U-16 menjadi juru kunci di Piala AFF meski sebagai tuan rumah. Mereka bahkan kalah dari Timor Leste, yang dulunya hanyalah provinsi di negeri ini.
Indikasi sederhana juga bisa dilihat dari posisi Indonesia di ranking FIFA. Pada 2003 ketika Nurdin Halid naik menjadi Ketua Umum PSSI, Indonesia berada di posisi ke-91. Setelah tujuh tahun berlalu, Indonesia kini di urutan 131 atau disalip 40 negara.
Tidak Realistis
Indonesia Premier League tengah bergerilya. Kubu penggagas menyatakan banyak klub ISL yang akan bergabung, tapi 18 klub ternyata tetap di ISL. Uang 20 miliar rupiah yang dijanjikan untuk peserta IPL juga hanya ada dalam angan selama belum diterima klub. Hitungan 250 miliar dari sponsor dan 250 miliar dari hak siar juga rasanya jauh dari realistis.
Belum lagi soal perangkat pertandingan, regulasi, sistem kompetisi, dll. Asosiasi dari negara tetangga katanya siap membantu.
Tapi, kalau PSSI mengirim surat keberatan termasuk ke AFC dan FIFA, itu akan sulit terealisasi.
Salah satu acuan IPL adalah Premier League di Inggris, di mana liga dikelola oleh perkumpulan klub. Betul, Premier League lahir dari konsorsium klub elite, tapi FA tetaplah penguasa tertinggi ba
hkan FA memiliki hak veto untuk menggagalkan kebijakan Premier League jika salah arah.
Di Premier League juga ada aturan keras bahwa sebuah klub dilarang tampil di kompetisi lain. Pada Section E artikel 10 dari Premier League Rules, FA menyebut a club shall not enter or play in any competition other than: Liga Champion, UEFA Cup (kini Europa League), FA Cup, Community Shield, Piala Liga, serta kompetisi yang dibuat oleh asosiasi di mana klub terdaftar (dalam hal ini FA dan Wales FA).
Di Statuta AFC juga tercantum pada Article 16 yang mengatur bahwa statuta klub, liga, asosiasi regional, atau kelompok stake holder lain yang berafiliasi kepada asosiasi, maka mereka harus tunduk kepada asosiasi (untuk kasus di Indonesa tentu PSSI).
Jika berdebat klub bisa berkompetisi di ISL dan IPL, tidak ada ujungnya. Yang pasti, PSSI akan mencabut keanggotaan klub yang tampil di IPL. Kecuali kalau IPL berafiliasi atau menjadi bagian dari kompetisi di PSSI. Namun, kalau statusnya tandingan, tidak pas berada di dua kompetisi yang berseberangan. Menangani satu klub saja para pengurus belepotan, apalagi dua klub.
Intinya, pada kasus ISL vs IPL, posisi PSSI lebih kuat karena memang lembaga resmi yang diakui AFC dan FIFA. Ide IPL tidak elok, kecuali jika Arifin Panigoro sudah menguasai PSSI. Program IPL malah bisa melemahkan sosok dan juga perbaikan yang diinginkan semua kalangan, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk menggoyang Nurdin dengan cara bergerilya ke klub hingga iming-iming materi di IPL pasti berliku. Apalagi status quo memiliki akses lebih cepat kepada pemilik suara. Sebetulnya ada cara yang tidak perlu melibatkan banyak orang atau biaya mahal seperti Kongres Sepak Bola Nasional, yakni SBY tinggal telepon dan bertemu Presiden FIFA, Sepp Blatter.
Jelaskan bahwa semua unsur di Indonesia termasuk pemerintah ingin memajukan sepak bola. Blatter cukup memahami potensi Indonesia dan yang terpenting adalah mempertanyakan Pasal 32 Ayat 4 Standard Statutes FIFA yang berbunyi: “The members of the Executive Committee shall be no older than … (age to be completed by the Association) and no younger than … (age to be completed by the Association). They shall have already been active in football, must not have been previously guilty of a criminal offence and have residency within the territory of X”.
Statuta itu disahkan Blatter pada Juni 2005 dan hingga kini masih berlaku meski PSSI memiliki terjemahan sendiri. Jika yang mempertanyakan seorang presiden, Blatter bisa jadi malah melarang Nurdin untuk mencalonkan lagi pada kongres tahun depan dan jalan perbaikan yang diinginkan bisa terbuka, termasuk untuk kubu Arifin Panigoro yang ingin menguasai PSSI.
Itu bukan intervensi, tapi lobi tingkat tinggi yang lebih elegan daripada buang-buang uang dan ribut tanpa ada kejelasan perbaikan seperti yang dipertanyakan SBY.
(Yudhi Oktaviadhi-bolanews)
Problematik di Indonesia Super League memunculkan banyak kekecewaan. Persebaya bahkan merasa jadi korban pemaksaan dengah berbagai cara agar degradasi karena berseberangan dengan PSSI.Tahun lalu, di final Piala Indonesia, Persipura juga merasa dikerjai. Duel melawan Sriwijaya idealnya di tempat netral, tapi Sriwijaya malah menjadi tuan rumah. Saat pertandingan pun, Persipura menganggap wasit lebih memihak tuan rumah hingga akhirnya memilih walk out.
ISL memang jauh dari profesional. Sebagian besar klub tidak mandiri dan lebih suka menyusu pada dana APBD. Ironisnya uang rakyat banyak dipakai untuk mengontrak pemain asing hingga 5 orang, sesuai jatah maksimal di ISL. Padahal banyaknya pemain asing tidak berbanding lurus dengan peningkatan prestasi.
Klub-klub antusias mendatangkan pemain asing, termasuk dari Asia sesuai keinginan AFC. Memasuki musim 2010/11 ada 64 pemain asing di ISL, termasuk 22 dari Asia. Negara dengan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi dari negeri ini seperti Korea Selatan meramaikan ISL dengan 10 pemain, Singapura 5, dan Jepang 3. Bagaimana pemain kita? Tak satu pun pemain kita bermain di luar negeri.
ISL menjadi surga bagi pemain asing karena mereka dibayar lumayan tinggi. Untuk satu musim yang hanya berjalan 8 bulan, banyak pemain asing digaji berkisar 1 miliar rupiah atau 125 juta sebulan. Direktur BUMN yang tanggung jawabnya jauh lebih krusial pun gajinya banyak yang lebih kecil, seperti direktur Perusahaan Gas Negara (102 juta rupiah), direktur PT Aneka Tambang (110 juta), atau direktur BNI (81 juta).
PSSI selalu bangga menyebut Liga Super berada di urutan 8 di Asia. Dari 10 kriteria yang dinilai, ISL mendapat nilai 286,5. Nilai itu pun sebetulnya masih jauh dari angka maksimal 500 yang dicanangkan AFC. Poin tinggi ISL didapat dari kriteria penonton dengan 69,2 dari maksimal 100 dan partisipasi klub yakni 44,9 dari maksimal 50. Jadi, euforia penonton dan klub memberi kontribusi terbesar yang membawa ISL berada di urutan 8. Lihat kriteria technical standard di mana ISL hanya mendapat 24,4 dari maksimal 100. Angka itu tertinggal jauh dari Jepang, Korea, Arab Saudi, bahkan Thailand, Vietnam, dan Singapura.
Saat klub ISL bertarung di antarklub Asia pun hanya menjadi bulan-bulanan. Musim lalu Sriwijaya di Liga Champion hanya menang sekali dan kalah 5 kali dengan mencetak 7 gol dan kemasukan 24 gol. Persiwa di AFC Cup juga menjadi juru kunci setelah hanya mendapat nilai 1 dari 6 laga dengan membuat 8 gol dan kebobolan 21 gol. Persipura di Liga Champion 2010 juga hancur-hancuran. Dari 6 kali tampil, Persipura hanya sekali menang dan kalah 5 kali dengan memasukkan 4 gol dan kemasukkan 29 gol.
Kegagalan tim nasional di berbagai level juga menjadi cerminan salah asuhan. Yang baru berlalu, timnas U-16 menjadi juru kunci di Piala AFF meski sebagai tuan rumah. Mereka bahkan kalah dari Timor Leste, yang dulunya hanyalah provinsi di negeri ini.
Indikasi sederhana juga bisa dilihat dari posisi Indonesia di ranking FIFA. Pada 2003 ketika Nurdin Halid naik menjadi Ketua Umum PSSI, Indonesia berada di posisi ke-91. Setelah tujuh tahun berlalu, Indonesia kini di urutan 131 atau disalip 40 negara.
Tidak Realistis
Indonesia Premier League tengah bergerilya. Kubu penggagas menyatakan banyak klub ISL yang akan bergabung, tapi 18 klub ternyata tetap di ISL. Uang 20 miliar rupiah yang dijanjikan untuk peserta IPL juga hanya ada dalam angan selama belum diterima klub. Hitungan 250 miliar dari sponsor dan 250 miliar dari hak siar juga rasanya jauh dari realistis.
Belum lagi soal perangkat pertandingan, regulasi, sistem kompetisi, dll. Asosiasi dari negara tetangga katanya siap membantu.
Tapi, kalau PSSI mengirim surat keberatan termasuk ke AFC dan FIFA, itu akan sulit terealisasi.
Salah satu acuan IPL adalah Premier League di Inggris, di mana liga dikelola oleh perkumpulan klub. Betul, Premier League lahir dari konsorsium klub elite, tapi FA tetaplah penguasa tertinggi ba
hkan FA memiliki hak veto untuk menggagalkan kebijakan Premier League jika salah arah.
Di Premier League juga ada aturan keras bahwa sebuah klub dilarang tampil di kompetisi lain. Pada Section E artikel 10 dari Premier League Rules, FA menyebut a club shall not enter or play in any competition other than: Liga Champion, UEFA Cup (kini Europa League), FA Cup, Community Shield, Piala Liga, serta kompetisi yang dibuat oleh asosiasi di mana klub terdaftar (dalam hal ini FA dan Wales FA).
Di Statuta AFC juga tercantum pada Article 16 yang mengatur bahwa statuta klub, liga, asosiasi regional, atau kelompok stake holder lain yang berafiliasi kepada asosiasi, maka mereka harus tunduk kepada asosiasi (untuk kasus di Indonesa tentu PSSI).
Jika berdebat klub bisa berkompetisi di ISL dan IPL, tidak ada ujungnya. Yang pasti, PSSI akan mencabut keanggotaan klub yang tampil di IPL. Kecuali kalau IPL berafiliasi atau menjadi bagian dari kompetisi di PSSI. Namun, kalau statusnya tandingan, tidak pas berada di dua kompetisi yang berseberangan. Menangani satu klub saja para pengurus belepotan, apalagi dua klub.
Intinya, pada kasus ISL vs IPL, posisi PSSI lebih kuat karena memang lembaga resmi yang diakui AFC dan FIFA. Ide IPL tidak elok, kecuali jika Arifin Panigoro sudah menguasai PSSI. Program IPL malah bisa melemahkan sosok dan juga perbaikan yang diinginkan semua kalangan, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk menggoyang Nurdin dengan cara bergerilya ke klub hingga iming-iming materi di IPL pasti berliku. Apalagi status quo memiliki akses lebih cepat kepada pemilik suara. Sebetulnya ada cara yang tidak perlu melibatkan banyak orang atau biaya mahal seperti Kongres Sepak Bola Nasional, yakni SBY tinggal telepon dan bertemu Presiden FIFA, Sepp Blatter.
Jelaskan bahwa semua unsur di Indonesia termasuk pemerintah ingin memajukan sepak bola. Blatter cukup memahami potensi Indonesia dan yang terpenting adalah mempertanyakan Pasal 32 Ayat 4 Standard Statutes FIFA yang berbunyi: “The members of the Executive Committee shall be no older than … (age to be completed by the Association) and no younger than … (age to be completed by the Association). They shall have already been active in football, must not have been previously guilty of a criminal offence and have residency within the territory of X”.
Statuta itu disahkan Blatter pada Juni 2005 dan hingga kini masih berlaku meski PSSI memiliki terjemahan sendiri. Jika yang mempertanyakan seorang presiden, Blatter bisa jadi malah melarang Nurdin untuk mencalonkan lagi pada kongres tahun depan dan jalan perbaikan yang diinginkan bisa terbuka, termasuk untuk kubu Arifin Panigoro yang ingin menguasai PSSI.
Itu bukan intervensi, tapi lobi tingkat tinggi yang lebih elegan daripada buang-buang uang dan ribut tanpa ada kejelasan perbaikan seperti yang dipertanyakan SBY.
(Yudhi Oktaviadhi-bolanews)
Monday, October 18, 2010
Ujicoba Lawan Klub Lokal PSMS Selection Kembalikan Gay Rap-rap
PSMS Selection yang dibesut Suharto kembali melakukan uji coba. Setelah menumbangkan Bank Sumut 4-1, Kamis (14/10), kini Dodi Rahwana dkk akan menguji PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM).
Pada laga yang akan digelar sore nanti, Sabtu (16/10), di lapangan TGM Jalan Kapten Sumarsono, Medan, Ayam Kinantan bertekad akan mengembalikan gaya rap-rap yang menjadi ciri khasnya. “Kembali kita bangkitkan gaya rap-rap. Bermain keras namun memakai teknik yang tinggi agar terhindar dari kartu,” ungkap Pelatih PSMS Selection, Suharto.
Selain menampilkan gaya khas PSMS, Suharto tak munafik dengan target. Kemenangan adalah harga mutlak. Bagaimana pun, skuad yang dibesutnya ini direncanakan untuk Divisi Utama, jadi persiapan memanag harus maksimal. “Saya dan pelatih lainnya akan berusaha keras, dan kita usahakan untuk merebut kemenangan,” tambahnya.
Dalam laga nanti, PSMS Selection akan kembali mengandalkan duet striker Saju Ginting dengan Heri Ichsanto. Kerjasama kedua pemain tersebut lumayan berhasil saat PSMS menghajar Bank Sumut. Diharapkan, pada laga sore nanti, kedua pemain semakin padu dan mampu menciptakan gol.
Untuk pertahanan terakhir, PSMS akan memasang Oki Rangga. Pengalaman mantan penjaga gawang PSDS Deli Serdang tersebut akan dijadikan modal dalam menghadapi gempuran pemain TGM.
Asisten Pelatih Edi Syahputra juga mengungkapkan hal yang senada dengan pelatih kepala. Menurutnya, PSMS sudah saatnya kembali ke tempat asalnya. Yakni, dipandang sebagai sebuah tim yang memiliki wibawa di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dirinya dan tim pelatih, berusdaha untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi PSMS yang sudah lama tidak pernah diraih, utamanya di tingkat nasional. “Kami akan memberi kontribusi yang besar, biar PSMS kembali berjaya, dan kembali menerapkan ciri khas PSMS yang sudah lama ditinggalkan,” akunya.
Kesempatan ini bisa jadi kenyataan. Pasalnya, PSMS Selection diplot untuk menjadi tim yang bertanding ke Divisi Utama. Di kompestisi ini, siapa yang berprestasi akan naik ke kasta sepak bola yang lebih tinggi, Indonesia Super League (ISL).
Menariknya, dengan jenjang kompetisi yang ketat tersebut, PSMS hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyiapkan tim. Halk ini berbeda dengan tim PSMS yang diplot untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Selain persiapan yang lama, pemainnya terdiri dari beberapa bintang. Misalnya Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano, dan pemain yang telah membela PSMS sejak musim lalu. “Belum ditentukan mana yang untuk LPI dan Divisi Utama, tunggu keputusan Ketua Umum,” elak Sekum PSMS, Idris, Kamis (14/10) lalu. (mag-5/sumutpos)
Pada laga yang akan digelar sore nanti, Sabtu (16/10), di lapangan TGM Jalan Kapten Sumarsono, Medan, Ayam Kinantan bertekad akan mengembalikan gaya rap-rap yang menjadi ciri khasnya. “Kembali kita bangkitkan gaya rap-rap. Bermain keras namun memakai teknik yang tinggi agar terhindar dari kartu,” ungkap Pelatih PSMS Selection, Suharto.
Selain menampilkan gaya khas PSMS, Suharto tak munafik dengan target. Kemenangan adalah harga mutlak. Bagaimana pun, skuad yang dibesutnya ini direncanakan untuk Divisi Utama, jadi persiapan memanag harus maksimal. “Saya dan pelatih lainnya akan berusaha keras, dan kita usahakan untuk merebut kemenangan,” tambahnya.
Dalam laga nanti, PSMS Selection akan kembali mengandalkan duet striker Saju Ginting dengan Heri Ichsanto. Kerjasama kedua pemain tersebut lumayan berhasil saat PSMS menghajar Bank Sumut. Diharapkan, pada laga sore nanti, kedua pemain semakin padu dan mampu menciptakan gol.
Untuk pertahanan terakhir, PSMS akan memasang Oki Rangga. Pengalaman mantan penjaga gawang PSDS Deli Serdang tersebut akan dijadikan modal dalam menghadapi gempuran pemain TGM.
Asisten Pelatih Edi Syahputra juga mengungkapkan hal yang senada dengan pelatih kepala. Menurutnya, PSMS sudah saatnya kembali ke tempat asalnya. Yakni, dipandang sebagai sebuah tim yang memiliki wibawa di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dirinya dan tim pelatih, berusdaha untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap prestasi PSMS yang sudah lama tidak pernah diraih, utamanya di tingkat nasional. “Kami akan memberi kontribusi yang besar, biar PSMS kembali berjaya, dan kembali menerapkan ciri khas PSMS yang sudah lama ditinggalkan,” akunya.
Kesempatan ini bisa jadi kenyataan. Pasalnya, PSMS Selection diplot untuk menjadi tim yang bertanding ke Divisi Utama. Di kompestisi ini, siapa yang berprestasi akan naik ke kasta sepak bola yang lebih tinggi, Indonesia Super League (ISL).
Menariknya, dengan jenjang kompetisi yang ketat tersebut, PSMS hanya memiliki waktu dua minggu untuk menyiapkan tim. Halk ini berbeda dengan tim PSMS yang diplot untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Selain persiapan yang lama, pemainnya terdiri dari beberapa bintang. Misalnya Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano, dan pemain yang telah membela PSMS sejak musim lalu. “Belum ditentukan mana yang untuk LPI dan Divisi Utama, tunggu keputusan Ketua Umum,” elak Sekum PSMS, Idris, Kamis (14/10) lalu. (mag-5/sumutpos)
PSMS Pilih 15 Pemain Untuk Tim Divisi Utama
Pelatih PSMS yang diplot untuk Divisi Utama, Suharto, akhirnya memilih 15 pemain usai uji coba melawan TGM dimana mereka meraih hasil buruk kekelahan 0-1. Ke-15 pemain tersebut diharapkan mampu mengangkat nama baik PSMS dan mengembalikan Ayam Kinatan ke tempatnya, Indonesia Super League (ISL.)
Menariknya, dari pemain yang terpilih tersebut muncul nama-nama yang tak asing lagi. Sebut saja pahlawan PSMS di laga penentu Divisi Utama musim lalu, Dodi Rahwana. Lolosnya pemain ini bisa menjadi perbincangan menarik, pasalnya pemain yang musim lalu memakai nomor punggung sebelas tersebut dianggap tak layak masuk skuad PSMS yang diasuh Zulkarnain Pasaribu.
Selain Dodi, nama Heri Suwondo dan Ahmad Maulana juga tertera. Selain dari ketiga nama tersebut, pemain PSDS juga mendominasi dalam skuad PSMS kali ini. Di antara tujuh pemain yang mengikuti seleksi, tercatat tiga diantaranya lolos untuk dijadikan sebagai pemain PSMS musim. Mereka adalah Mardiansyah, Dody, serta Rudi Hartono. Selain dari pemain PSMS serta PSDS nama lainnya dihuni oleh pemain muda dari berbagai klub di dalam maupun luar Sumut.
“Pemain yang terpili diharapkan mampu membawa PSMS ke ISL. Yang jelas, seleksi ini dilakukan dengan profesional dan dengan cara yang ketat,” jelas Suharto.
Selanjutnya 15 pemain ini akan direkomendasikan oleh pelatih kepada manajemen untuk ditindaklanjuti. “ Untuk memenuhi kuota pemain ya kita tambah seiring berjalanlah. Belum bisa ditentukan, tapi akan kita lakukan jemput bola mencari pemain yang bagus,” tambahnya.
Suharto juga menegaskan sampai saat ini belum menemukan pemain asing yang diinginkannya. “Pemain asing belum ada yang cocok, masih mencari tiga pemain, posisinya sesuai kebutuhan tim,” tuturnya.
Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan berterima kasih kepada pelatih yang telah menentukan pemain yang layak buat PSMS nantinya. Rekomendasi dari pelatih tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Ya sudah bagus itu dan segera mencari pemain asing maupun lokal untuk tambahan pemain,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai manajer PSMS itu. (mag-5/sumutpos)
Menariknya, dari pemain yang terpilih tersebut muncul nama-nama yang tak asing lagi. Sebut saja pahlawan PSMS di laga penentu Divisi Utama musim lalu, Dodi Rahwana. Lolosnya pemain ini bisa menjadi perbincangan menarik, pasalnya pemain yang musim lalu memakai nomor punggung sebelas tersebut dianggap tak layak masuk skuad PSMS yang diasuh Zulkarnain Pasaribu.
Selain Dodi, nama Heri Suwondo dan Ahmad Maulana juga tertera. Selain dari ketiga nama tersebut, pemain PSDS juga mendominasi dalam skuad PSMS kali ini. Di antara tujuh pemain yang mengikuti seleksi, tercatat tiga diantaranya lolos untuk dijadikan sebagai pemain PSMS musim. Mereka adalah Mardiansyah, Dody, serta Rudi Hartono. Selain dari pemain PSMS serta PSDS nama lainnya dihuni oleh pemain muda dari berbagai klub di dalam maupun luar Sumut.
“Pemain yang terpili diharapkan mampu membawa PSMS ke ISL. Yang jelas, seleksi ini dilakukan dengan profesional dan dengan cara yang ketat,” jelas Suharto.
Selanjutnya 15 pemain ini akan direkomendasikan oleh pelatih kepada manajemen untuk ditindaklanjuti. “ Untuk memenuhi kuota pemain ya kita tambah seiring berjalanlah. Belum bisa ditentukan, tapi akan kita lakukan jemput bola mencari pemain yang bagus,” tambahnya.
Suharto juga menegaskan sampai saat ini belum menemukan pemain asing yang diinginkannya. “Pemain asing belum ada yang cocok, masih mencari tiga pemain, posisinya sesuai kebutuhan tim,” tuturnya.
Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan berterima kasih kepada pelatih yang telah menentukan pemain yang layak buat PSMS nantinya. Rekomendasi dari pelatih tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Ya sudah bagus itu dan segera mencari pemain asing maupun lokal untuk tambahan pemain,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai manajer PSMS itu. (mag-5/sumutpos)
PSMS Medan Belum Tentukan Tim ke Divisi Utama dan LPI
Pembentukan dua tim oleh PSMS guna mengakali dua kompetisi yang diikuti bisa dikatakan sebagai langkah bijak. Namun, seiring semakin dekatnya kick off Divisi Utama, strategi pengurus tersebut mulai diperbincangkan.
Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS musim ini akan mengikuti dua kompetisi yakni Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI). Ceritanya, untuk tim yang berlaga di LPI adalah skuad besutan Zulkarnain Pasaribu, sedangkan untuk Divisi Utama tim yang diarsiteki Suharto. Pembagian ini sejatinya tak bermasalah seandainya persiapan kedua tim tersebut berimbang. Setidaknya hal ini ditekankan oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos.
“Sebaiknya, tim yang terbentuk di bawah asuhan Zulkarnain Pasaribu ini bertanding di Divisi Utama,” kata Raja.
Sosok yang akrab dipanggil The King ini menambahkan, pemilihan skuad Zulkarnain dikarenakan tim tersebut lebih matang. Skuad itu, tambah Raja, telah terbentuk jauh lebih lama dibanding tim besutan Suharto.
“Tim yang telah terbentuk sudah cukup bagus, sebaiknya tim ini dipersiapkan untuk berlaga di Divisi Utama, jangan di LPI. Hal ini disebabkan Divisi Utama sudah jelas jadwalnya yang direncanakan bergulir 30 Oktober mendatang. Sementara LPI jadwalnya belum jelas kapan akan bergulir,” terangnya.
Selain terbentuk lebih lama, tim Zulkarnain juga memiliki pemain bintang yang bisa mengangkat prestasi PSMS. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang sudah banyak makan asam garam di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Belum lagi, Gaston Castano. Kebintangan kekasih artis Julia Perez sudah tak diragukan, setidaknya dia sempat membela PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan. Selain itu ada nama Hary Syahputra yang sempat membela timnas.
“Bermain di Divisi Utama kan menuju Indonesia Super League (ISL), jadi yang bagus lah. LPI itu kan tak ada kastanya, jadi tak begitu berisiko,” tambah Raja.
Pemikiran Raja ini berbeda dengan Sekretaris Umum PSMS, Idris. Menurutnya, tim Zulkarnain diplot untuk LPI karena tim ini dianggap mampu bersaing.
“Tim yang telah terbentuk dipersiapkan untuk menghadapi LPI karena tim ini sudah pantas untuk berlaga dengan tim yang lebih baik di pesta persepakbolaan Indonesia. Selain itu, pihak penyelenggara memberikan bantuan dana untuk biaya selama tim berlaga,” akunya. (mag-5/sumutpos)
Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS musim ini akan mengikuti dua kompetisi yakni Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI). Ceritanya, untuk tim yang berlaga di LPI adalah skuad besutan Zulkarnain Pasaribu, sedangkan untuk Divisi Utama tim yang diarsiteki Suharto. Pembagian ini sejatinya tak bermasalah seandainya persiapan kedua tim tersebut berimbang. Setidaknya hal ini ditekankan oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos.
“Sebaiknya, tim yang terbentuk di bawah asuhan Zulkarnain Pasaribu ini bertanding di Divisi Utama,” kata Raja.
Sosok yang akrab dipanggil The King ini menambahkan, pemilihan skuad Zulkarnain dikarenakan tim tersebut lebih matang. Skuad itu, tambah Raja, telah terbentuk jauh lebih lama dibanding tim besutan Suharto.
“Tim yang telah terbentuk sudah cukup bagus, sebaiknya tim ini dipersiapkan untuk berlaga di Divisi Utama, jangan di LPI. Hal ini disebabkan Divisi Utama sudah jelas jadwalnya yang direncanakan bergulir 30 Oktober mendatang. Sementara LPI jadwalnya belum jelas kapan akan bergulir,” terangnya.
Selain terbentuk lebih lama, tim Zulkarnain juga memiliki pemain bintang yang bisa mengangkat prestasi PSMS. Sebut saja Kurniawan Dwi Julianto yang sudah banyak makan asam garam di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Belum lagi, Gaston Castano. Kebintangan kekasih artis Julia Perez sudah tak diragukan, setidaknya dia sempat membela PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persiba Balikpapan. Selain itu ada nama Hary Syahputra yang sempat membela timnas.
“Bermain di Divisi Utama kan menuju Indonesia Super League (ISL), jadi yang bagus lah. LPI itu kan tak ada kastanya, jadi tak begitu berisiko,” tambah Raja.
Pemikiran Raja ini berbeda dengan Sekretaris Umum PSMS, Idris. Menurutnya, tim Zulkarnain diplot untuk LPI karena tim ini dianggap mampu bersaing.
“Tim yang telah terbentuk dipersiapkan untuk menghadapi LPI karena tim ini sudah pantas untuk berlaga dengan tim yang lebih baik di pesta persepakbolaan Indonesia. Selain itu, pihak penyelenggara memberikan bantuan dana untuk biaya selama tim berlaga,” akunya. (mag-5/sumutpos)
Friday, October 15, 2010
Kurang tegas........
Masyarakat Medan yang ingin melihat PSMS kembali ke Indonesia Super League (ISL) tampaknya harus mengelus dada. Pasalnya, manajemen kini sudah tidak terlihat bernafsu lagi mengembalikan PSMS ke tempat yang seharusnya. Buktinya, target lolos ISL musim depan kini mengawang.
“Kami berharap, tim bisa tampil maksimal di ajang Divisi Utama,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris, Selasa (12/10).
Apa yang dikatakan oleh Idris setali tiga uang dengan kenyataan di lapangan. Bagaimana tidak, tim yang dibentuk sekian lama dengan mengikat beberapa pemain lama dan bintang sepak bola nasional malah disiapkan untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Nah, untuk PSMS yang di Divisi Utama malah baru diseleksi. Hebatnya, Idris mengaku tak perlu kuatir dengan pemain yang sedang disiapkan untuk Divisi Utama. Pasalnya, talenta di Sumut sangat berlimpah. “Kalau untuk bakat sepak bola, Sumut tidak akan ada habisnya. Jadi, jangan khawatir kita tidak akan dapat lagi pemain bagus,” jelasnya.
Idris menambahkan, selain talenta yang tersedia, dana juga tak begitu menjadi masalah. “Untuk membentuk satu tim membutuhkan dana paling tidak Rp6 miliar. Tapi, dengan dana yang ada sekarang, kita pikir cukup untuk membentuk satu tim lagi untuk dua kompetisi. Kenapa tidak?” urainya.
Seperti diberitakan, seleksi tahap awal pemain PSMS untuk Divisi Utama telah menghasilkan 25 nama. Namun, dari 25 pemain tersebut belum ada yang merupakan pemain asing. Nah, karena waktu semakin mepet, manajemen langsung mencari tiga pemain asing untuk menopang pemain lokal yang terpilih nantinya. Tapi, keinginan manajemen sedikit berseberangan dengan kemauan pelatih. “Rencananya kita akan datangkan hari ini (kemarin, Red), tapi menurut pelatih tidak usah dulu karena tim lokal belum terbentuk. Nanti setelah terbentuk, baru dimantapkan dengan kehadiran pemain asing,” jelas Idris.
Pertanyaannya, dengan sisa waktu dua minggu lagi, mungkinkah PSMS akan mendapatkan pemain asing yang bagus. Berkaca dengan pengalaman, untuk pembentukan tim yang ikut LPI saja manajemen sampai menyeleksi 31 pemain asing. “Kita sesuaikan dengan waktu yang singkat ini, tapi bukan berarti kita tidak selektif,” tegas Idris. (mag-5)
“Kami berharap, tim bisa tampil maksimal di ajang Divisi Utama,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris, Selasa (12/10).
Apa yang dikatakan oleh Idris setali tiga uang dengan kenyataan di lapangan. Bagaimana tidak, tim yang dibentuk sekian lama dengan mengikat beberapa pemain lama dan bintang sepak bola nasional malah disiapkan untuk Liga Primer Indonesia (LPI). Nah, untuk PSMS yang di Divisi Utama malah baru diseleksi. Hebatnya, Idris mengaku tak perlu kuatir dengan pemain yang sedang disiapkan untuk Divisi Utama. Pasalnya, talenta di Sumut sangat berlimpah. “Kalau untuk bakat sepak bola, Sumut tidak akan ada habisnya. Jadi, jangan khawatir kita tidak akan dapat lagi pemain bagus,” jelasnya.
Idris menambahkan, selain talenta yang tersedia, dana juga tak begitu menjadi masalah. “Untuk membentuk satu tim membutuhkan dana paling tidak Rp6 miliar. Tapi, dengan dana yang ada sekarang, kita pikir cukup untuk membentuk satu tim lagi untuk dua kompetisi. Kenapa tidak?” urainya.
Seperti diberitakan, seleksi tahap awal pemain PSMS untuk Divisi Utama telah menghasilkan 25 nama. Namun, dari 25 pemain tersebut belum ada yang merupakan pemain asing. Nah, karena waktu semakin mepet, manajemen langsung mencari tiga pemain asing untuk menopang pemain lokal yang terpilih nantinya. Tapi, keinginan manajemen sedikit berseberangan dengan kemauan pelatih. “Rencananya kita akan datangkan hari ini (kemarin, Red), tapi menurut pelatih tidak usah dulu karena tim lokal belum terbentuk. Nanti setelah terbentuk, baru dimantapkan dengan kehadiran pemain asing,” jelas Idris.
Pertanyaannya, dengan sisa waktu dua minggu lagi, mungkinkah PSMS akan mendapatkan pemain asing yang bagus. Berkaca dengan pengalaman, untuk pembentukan tim yang ikut LPI saja manajemen sampai menyeleksi 31 pemain asing. “Kita sesuaikan dengan waktu yang singkat ini, tapi bukan berarti kita tidak selektif,” tegas Idris. (mag-5)
Friday, October 8, 2010
Manager PSMS MEdan
MEDAN–Akhirnya PSMS memiliki manajer baru untuk musim kompetisi ke depan. Tidak jauh-jauh, jabatan itu dipegang langsung oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE. Menariknya, selain menjadi manajer dan sekretaris umum, Idris juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS.
“Tawaran sebagai manajer sempat diberikan kepada pengurus lainnya, namun karena tidak ada yang berkenan, saya yang ditunjuk,” ujar Idris.
Pria 47 tahun itu juga menuturkan, tanggung jawab sebagai manajer merupakan titah yang diberikan padanya. Apalagi awalnya dia berharap agar ada pihak-pihak yang mau menjadi manajer tim PSMS dengan syarat mampu memberikan kontribusi pendanaan bagi tim. Bahkan, Idris pernah mengumumkan, bagi pihak yang ingin menjadi manajer, mampu memberikan kontribusi paling tidak 1 miliar rupiah selama satu musim. Dan, manajer akan digaji sebesar 50 juta rupiah tiap bulannya.
Terlepas dari itu, merangkap tiga jabatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi, masing-masing tugas yang diemban memiliki tanggung jawab tinggi dan perlu penanganan total dan keseriusan dari orang tersebut agar bisa berhasil maksimal. Untuk hal ini, Idris mengaku siap. “Setiap orang yang bertugas punya jobs description (paparan tugas). Lantas agar tugas masing-masing yang bekerja di bidangnya itu bisa maksimal, mereka harus difungsikan dengan baik. Sementara tugas saya sebagai manajer mengamati pekerjaan mereka,” terangnya.
Dari pengalaman sebelumnya dia melihat, selama ini tugas bidang-bidang di PSMS sering diambil alih oleh ketua bidang, tanpa memfungsikan para anggota yang ada di bawahnya. “Kalau para anggota bisa difungsikan sesuai bidangnya, ketua bidang tidak perlu harus turun tangan, sama seperti manajer,” tambahnya.
Sebagai manajer, dia juga akan didampingi dua orang asisten yang bertugas untuk membantu menangani PSMS yaitu Benny Tomasoa, mantan asisten manajer PSMS musim lalu, serta Sekretaris Komisi A dan Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah.
Sementara itu Benny yang dikonfirmasi mengakui, dirinya telah diinformasikan sebagai asisten manajer PSMS. Pria berdarah Ambon ini menyatakan kesiapannya menjalanan kepercayaan ini. “Ini kepercayaan dari Ketua Umum PSMS (Dzulmi Eldin, Red) dan saya siap melaksanakannya,” ujarnya.
Meski belum menerima surat keputusan (SK), dia berharap dengan kerja sama yang terjalin antara seluruh elemen yang ada di PSMS, The Killer—julukan lain PSMS— bisa mewujudkan target lolos ke Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. “Harapan saya kita semua bagaimana agar PSMS bisa sampai ke ISL. Meski, SK belum sampai pada saya, pada prinsipnya saya bersyukur dan berterima kasih atas tugas ini,” tambahnya.
Lalu, bagaimana prosesnya hingga Idris bisa menjadi ketua panpel? Ceritanya, sebagai manajer, Idris mengaku ditunjuk oleh pengurus. Namun, sebagai ketua panpel, ayah tiga anak ini mengaku mengajukan diri. Dia berpandangan, panpel merupakan salah satu bidang yang sensitif yang di musim kompetisi lalu terdapat beberapa kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. “Kami tentunya ingin aman dan meraih keuntungan untuk kelangsungan tim. Jadi untuk itu, kami akan berbenah dan bekerja sebaik mungkin,” harapnya.
“Tawaran sebagai manajer sempat diberikan kepada pengurus lainnya, namun karena tidak ada yang berkenan, saya yang ditunjuk,” ujar Idris.
Pria 47 tahun itu juga menuturkan, tanggung jawab sebagai manajer merupakan titah yang diberikan padanya. Apalagi awalnya dia berharap agar ada pihak-pihak yang mau menjadi manajer tim PSMS dengan syarat mampu memberikan kontribusi pendanaan bagi tim. Bahkan, Idris pernah mengumumkan, bagi pihak yang ingin menjadi manajer, mampu memberikan kontribusi paling tidak 1 miliar rupiah selama satu musim. Dan, manajer akan digaji sebesar 50 juta rupiah tiap bulannya.
Terlepas dari itu, merangkap tiga jabatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi, masing-masing tugas yang diemban memiliki tanggung jawab tinggi dan perlu penanganan total dan keseriusan dari orang tersebut agar bisa berhasil maksimal. Untuk hal ini, Idris mengaku siap. “Setiap orang yang bertugas punya jobs description (paparan tugas). Lantas agar tugas masing-masing yang bekerja di bidangnya itu bisa maksimal, mereka harus difungsikan dengan baik. Sementara tugas saya sebagai manajer mengamati pekerjaan mereka,” terangnya.
Dari pengalaman sebelumnya dia melihat, selama ini tugas bidang-bidang di PSMS sering diambil alih oleh ketua bidang, tanpa memfungsikan para anggota yang ada di bawahnya. “Kalau para anggota bisa difungsikan sesuai bidangnya, ketua bidang tidak perlu harus turun tangan, sama seperti manajer,” tambahnya.
Sebagai manajer, dia juga akan didampingi dua orang asisten yang bertugas untuk membantu menangani PSMS yaitu Benny Tomasoa, mantan asisten manajer PSMS musim lalu, serta Sekretaris Komisi A dan Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah.
Sementara itu Benny yang dikonfirmasi mengakui, dirinya telah diinformasikan sebagai asisten manajer PSMS. Pria berdarah Ambon ini menyatakan kesiapannya menjalanan kepercayaan ini. “Ini kepercayaan dari Ketua Umum PSMS (Dzulmi Eldin, Red) dan saya siap melaksanakannya,” ujarnya.
Meski belum menerima surat keputusan (SK), dia berharap dengan kerja sama yang terjalin antara seluruh elemen yang ada di PSMS, The Killer—julukan lain PSMS— bisa mewujudkan target lolos ke Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. “Harapan saya kita semua bagaimana agar PSMS bisa sampai ke ISL. Meski, SK belum sampai pada saya, pada prinsipnya saya bersyukur dan berterima kasih atas tugas ini,” tambahnya.
Lalu, bagaimana prosesnya hingga Idris bisa menjadi ketua panpel? Ceritanya, sebagai manajer, Idris mengaku ditunjuk oleh pengurus. Namun, sebagai ketua panpel, ayah tiga anak ini mengaku mengajukan diri. Dia berpandangan, panpel merupakan salah satu bidang yang sensitif yang di musim kompetisi lalu terdapat beberapa kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. “Kami tentunya ingin aman dan meraih keuntungan untuk kelangsungan tim. Jadi untuk itu, kami akan berbenah dan bekerja sebaik mungkin,” harapnya.
Daniel Out, PSMS Bentuk Dua Tim
Pemain asing, Daniel White, dipastikan angkat koper dariu Kebun Bunga. Pemain yang diplot untuk mengisi posisi gelandang bertahan tersebut dianggap tak laya. Menariknya, di saat bersamaa, PSMS malah berencana untuk membuat dua tim, yang bermain di laga yang berbeda, yakni Liga Primer Indonesia (LPI) serta Divisi Utama 2010/2011.
Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan, pemain yang baru menginjakkan kakinya di Medan pada Senin (4/10) lalu itu dipandang tidak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya dan masih belum menemui kriteria yang diinginkan oleh pelatih. “Ya, belum bisa dimasukkan, belum memenuhi kriteria. Tiga hari ini permainannya tidak memperlihatkan kemajuan, malah kemunduran,” ucap Suyono.
Pemain asal Nigeria ini dijadwalkan akan meninggalkan Medan hari ini.”Besok (hari ini, Red) dia pulang, sudah kami rekomendasikan kepada pengurus,” tambah Suyono.
Soal pembentukan dua tim PSMS ditegaskan langsung oleh Sekretaris Umum merangkap Manajer Ayam Kinantan, Idris SE. “Ya kita tambah pemain, biar bisa dua tim, termasuk pemain asing dan pelatihnya” kata Idris.
Menyangkut tentang pembiayaan pemain yang direncanakan ditambah 23 pemain lagi, Idris menjelaskan bahwa PSMS yang mengikuti LPI dibiayai oleh PT LPI, sedangkan pemain PSMS yang tergabung dalam skuad yang akan membela PSMS dalam Divisi Utama dibiayai oleh APBD. “Ya ini antisipasi menjaga konsentrasi pemain dan fisik pemain yang tentunya berat mengikuti dua kompetisi sekaligus. Apalagi, kita menargetkan masuk super liga,” lanjut Idris.
Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan, pemain yang baru menginjakkan kakinya di Medan pada Senin (4/10) lalu itu dipandang tidak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya dan masih belum menemui kriteria yang diinginkan oleh pelatih. “Ya, belum bisa dimasukkan, belum memenuhi kriteria. Tiga hari ini permainannya tidak memperlihatkan kemajuan, malah kemunduran,” ucap Suyono.
Pemain asal Nigeria ini dijadwalkan akan meninggalkan Medan hari ini.”Besok (hari ini, Red) dia pulang, sudah kami rekomendasikan kepada pengurus,” tambah Suyono.
Soal pembentukan dua tim PSMS ditegaskan langsung oleh Sekretaris Umum merangkap Manajer Ayam Kinantan, Idris SE. “Ya kita tambah pemain, biar bisa dua tim, termasuk pemain asing dan pelatihnya” kata Idris.
Menyangkut tentang pembiayaan pemain yang direncanakan ditambah 23 pemain lagi, Idris menjelaskan bahwa PSMS yang mengikuti LPI dibiayai oleh PT LPI, sedangkan pemain PSMS yang tergabung dalam skuad yang akan membela PSMS dalam Divisi Utama dibiayai oleh APBD. “Ya ini antisipasi menjaga konsentrasi pemain dan fisik pemain yang tentunya berat mengikuti dua kompetisi sekaligus. Apalagi, kita menargetkan masuk super liga,” lanjut Idris.
Thursday, October 7, 2010
PSMS Medan Daniel White Rawan Coret
Masalah gelandang bertahan ternyata belum terpecahkan juga. Pemain asing asal Nigeria, Daniel White, yang diharapkan tidak juga memberikan sinar terang. Tak pelak, posisi mantan pemain Singapore Football Club Army Force itu pun rawan coret. “Belum tampak juga kualitasnya, bisa dibilang biasa-biasa seperti pemain lokal. Kalau tetap demikian, dia akan kami pulangkan,” ujar Asisten Pelatih PSMS Suyono.
Sesuai prinsip dari pengurus dan tim pelatih, kualitas pemain asing haruslah lebih menonjol dari pemain lokal. Namun, performa Daniel sendiri malah kalah kelas dari pemain lokal. “Dia harusnya punya kemampuan yang lebih dari pemain lokal seperti Faisal, tapi kita tidak melihat itu,” tambah Suyono.
Skill yang dimaksudkan tak lain kengototan dalam bermain, sentuhan, dan akurasi umpan. Sebagai gelandang bertahan, PSMS memang butuh pemain yang punya sentuhan rap-rap serta akurasi passing yang baik. Belum lagi, Daniel juga kesulitan berkomunikasi dengan pemain lainnya karena tidak bisa berbahasa Indonesia.
Rencananya Nasib Daniel akan ditentukan kemarin, Rabu (6/10). Namun, mengingat PSMS Medan tidak melakukan latihan rutin, jadi kepastian tersebut masih gelap. “Kepastiannya, tunggu latihan lagi lah, belum bisa sekarang” pungkas Suyono. (mag-5/sumutpos)
Sesuai prinsip dari pengurus dan tim pelatih, kualitas pemain asing haruslah lebih menonjol dari pemain lokal. Namun, performa Daniel sendiri malah kalah kelas dari pemain lokal. “Dia harusnya punya kemampuan yang lebih dari pemain lokal seperti Faisal, tapi kita tidak melihat itu,” tambah Suyono.
Skill yang dimaksudkan tak lain kengototan dalam bermain, sentuhan, dan akurasi umpan. Sebagai gelandang bertahan, PSMS memang butuh pemain yang punya sentuhan rap-rap serta akurasi passing yang baik. Belum lagi, Daniel juga kesulitan berkomunikasi dengan pemain lainnya karena tidak bisa berbahasa Indonesia.
Rencananya Nasib Daniel akan ditentukan kemarin, Rabu (6/10). Namun, mengingat PSMS Medan tidak melakukan latihan rutin, jadi kepastian tersebut masih gelap. “Kepastiannya, tunggu latihan lagi lah, belum bisa sekarang” pungkas Suyono. (mag-5/sumutpos)
Tuesday, October 5, 2010
PSMS Terus Datangkan Pemain Asing
Untuk mempersiapkan diri di ajang Liga Primer Indonesia (LPI), PSMS tampaknya akan menambah dua pemain asing. Meskipun sebelumnya tiga pemain asing sudah dikontrak, yakni Gaston Castano, Jose sebastian serta Vagner Luis. Sebelumnya, Cristian Carasco dan Gustavo Hernan ortiz yang juga ikut seleksi sudah dipulangkan.
Menariknya, pengurus kembali mendatangkan satu pemain asing asal Nigeria Daniel White yang merupakan mantan gelandang serang klub Army Singapore. Pemain kelahiran 14 Oktober 1982 itu, tiba di Mess Kebun Bunga sekitar pukul 09.00 WIB Minggu (3/10). Senin (4/10), pemain ini langsung mengikuti latihan bersama tim di Stadion Teladan Medan.
Asisten Pelatih Suyono belum bisa mengeluarkan komentar tentang pemain tersebut. Dikabarkan, pemain asing yang akan direkrut untuk memenuhi posisi di dua ajang yang akan diikuti. Di LPI, tiap tim boleh punya lima pemain asing dan diturunkan bersamaan. Hal inilah yang jadi alasan pengurus masih akan mencoba menyeleksi pemain asing baru. “LPI akan membolehkan lima pemain, makanya kita masih butuh dua orang lagi,” terang Suyono. Masalahnya, hal ini bertentangan dengan komentar Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin sebelumnya.
Eldin yang juga Wakil Wali Kota Medan itu awalnya menegaskan bahwa perekrutan pemain asing sudah dihentikan. Meski menarget juara di LPI dan Divisi Utama, namun Eldin tampaknya tetap tidak akan menambah legiun impor. “PSMS harus bisa jadi kampiun LPI dan promosi ke LSI tahun depan,” katanya saat meninjau Sungai Deli (4/10) kemarin. Pada kesempatan itu pula, Eldin menegaskan, PSMS akan menstop pembelian pemain asing.
“Memang stamina pemain yang akan bertarung di dua kompetisi tersebut pasti terkuras. Tapi bukan berarti harus membeli pemain asing lagi. Intinya, pembelian pemain asing distop dulu dan akan lebih banyak merekrut pemain lokal,” pungkasnya. (mag-5/ari/sumutpos)
Menariknya, pengurus kembali mendatangkan satu pemain asing asal Nigeria Daniel White yang merupakan mantan gelandang serang klub Army Singapore. Pemain kelahiran 14 Oktober 1982 itu, tiba di Mess Kebun Bunga sekitar pukul 09.00 WIB Minggu (3/10). Senin (4/10), pemain ini langsung mengikuti latihan bersama tim di Stadion Teladan Medan.
Asisten Pelatih Suyono belum bisa mengeluarkan komentar tentang pemain tersebut. Dikabarkan, pemain asing yang akan direkrut untuk memenuhi posisi di dua ajang yang akan diikuti. Di LPI, tiap tim boleh punya lima pemain asing dan diturunkan bersamaan. Hal inilah yang jadi alasan pengurus masih akan mencoba menyeleksi pemain asing baru. “LPI akan membolehkan lima pemain, makanya kita masih butuh dua orang lagi,” terang Suyono. Masalahnya, hal ini bertentangan dengan komentar Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin sebelumnya.
Eldin yang juga Wakil Wali Kota Medan itu awalnya menegaskan bahwa perekrutan pemain asing sudah dihentikan. Meski menarget juara di LPI dan Divisi Utama, namun Eldin tampaknya tetap tidak akan menambah legiun impor. “PSMS harus bisa jadi kampiun LPI dan promosi ke LSI tahun depan,” katanya saat meninjau Sungai Deli (4/10) kemarin. Pada kesempatan itu pula, Eldin menegaskan, PSMS akan menstop pembelian pemain asing.
“Memang stamina pemain yang akan bertarung di dua kompetisi tersebut pasti terkuras. Tapi bukan berarti harus membeli pemain asing lagi. Intinya, pembelian pemain asing distop dulu dan akan lebih banyak merekrut pemain lokal,” pungkasnya. (mag-5/ari/sumutpos)
Persiapan Liga Primer PSMS Jajal Kekuatan Persetara
Setelah menjuarai Turnamen Ngogesa Sitepu Cup I di Lapangan Alun-aluan Langkat, kini PSMS kembali persiapkan diri untuk melakukan uji coba dengan Persatuan Sepak Bola Tasik Raja (Persetara).
Laga itu akan digelar di desa Bukit Tujuh, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan Minggu (10/10) mendatang.
“Uji coba ini sebagai langkah awal persiapan dalam menyambut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) nantinya” ungkap Asisten pelatih Suyono Kepada Sumut Pos di mess Kebun Bunga.
Dalam laga uji coba kali ini, PSMS Medan akan membawa semua pemain yang tergabung dalam PSMS. Namun, untuk pemain yang akan dijadikan starter masih melihat perkembangan berikutnya.
“Ya, belum tergambarlah, tunggu dulu, kan uji coba ini hanya sebagai melihat perkembangan pemain saja,” tambahnya.
Sementara itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengatakan, dengan uji coba tersebut diharapkan permainan PSMS lebih bagus.
Pasalnya, dirinya menilai permainan yang dilaksanakan di Langkat belum begitu sempurna. Maka, PSMS msih butuh laga tanding-laga tanding lainnya sebelum masuk dalam kompetisi yang sesungguhnya. “Kekompakan semakin baik, laga ini sebagai pemanasan untuk mengikuti LPI nantinya,” kata Idris.
Idris juga menambahkan pedukung setia PSMS selalu jadi garda terdepan dalam dukungan terhadap kemajuan PSMS. ”Harapan kita PSMs tetap dapat dukungan fanatik, jangan saling menjelekkan dan men jatuhkan,” tambahnya Idris. (mag-5/sumutpos)
Laga itu akan digelar di desa Bukit Tujuh, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan Minggu (10/10) mendatang.
“Uji coba ini sebagai langkah awal persiapan dalam menyambut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) nantinya” ungkap Asisten pelatih Suyono Kepada Sumut Pos di mess Kebun Bunga.
Dalam laga uji coba kali ini, PSMS Medan akan membawa semua pemain yang tergabung dalam PSMS. Namun, untuk pemain yang akan dijadikan starter masih melihat perkembangan berikutnya.
“Ya, belum tergambarlah, tunggu dulu, kan uji coba ini hanya sebagai melihat perkembangan pemain saja,” tambahnya.
Sementara itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengatakan, dengan uji coba tersebut diharapkan permainan PSMS lebih bagus.
Pasalnya, dirinya menilai permainan yang dilaksanakan di Langkat belum begitu sempurna. Maka, PSMS msih butuh laga tanding-laga tanding lainnya sebelum masuk dalam kompetisi yang sesungguhnya. “Kekompakan semakin baik, laga ini sebagai pemanasan untuk mengikuti LPI nantinya,” kata Idris.
Idris juga menambahkan pedukung setia PSMS selalu jadi garda terdepan dalam dukungan terhadap kemajuan PSMS. ”Harapan kita PSMs tetap dapat dukungan fanatik, jangan saling menjelekkan dan men jatuhkan,” tambahnya Idris. (mag-5/sumutpos)
PSMS Pulangkan Ortiz-Carasco
Harapan publik Medan untuk melihat Cristian Carasco berkostum PSMS musim ini sirna sudah. Bersama Gustavo Hernan Ortiz, dirinya resmi dipulangkan oleh pengurus PSMS. Dengan kepastian ini, tercatat 27 pemain asing yang telah dipulangkan oleh klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini.
Kualitas pemain adalah faktor utama yang dijadikan alasan pengurus untuk memulangkan dua pemain asing tersebut. “Saya terima keputusan itu. Kalau belum layak mau bagaimana lagi,” ungkap Ortiz.
Senada dengan Ortiz, Carasco juga cenderung menerima keputusan tersebut. Pemain yang mengantar PSMS menjadi delapan besar Liga Indonesia itu tak mau ambil pusing. Bahkan, dirinya sudah bersiap pulang dan akan terbang meninggalkan Medan hari ini, Senin (4/10). “Saya memang mau pulang, lama kali keputusannya. Janjinya saya dilihat cuma sekali pertandingan, nyatanya tidak,” aku Carasco.
Pihak PSMS ketika dikonfirmasi mengaminkan peryataan dua legiun asing tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Minggu (3/10). “Kita harus objektif, kan demi kebaikan PSMS. Kalau belum sesuai dengan kriteria pelatih, ya kita belum bisa masukkan dalam daftar tim,” jelas Idris.
Idris menambahkan, mengikat pemain untuk PSMS sejatinya sederhana saja. Pelatih merekomendasikan nama yang diinginkannya, pengurus mempelajarinya, dan langsung teken kontrak. “Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari ketua umum. Layaknya Vagner Luis, Gaston Castanio, dan Jose Sebastian,” paparnya.
Objektifitas dalam pemilihan pun menjadi nilai penting bagi PSMS. Ya, meski sang pemain memiliki ikatan emosional dengan Medan karena sempat menjadi punggawa Ayam Kinantan, bukan berarti pemain itu langsung diikat. Contohnya, Carasco. “Kita akan pulangkan kalau tak cocok” tegas Idris. (mag-5/sumutpos)
Kualitas pemain adalah faktor utama yang dijadikan alasan pengurus untuk memulangkan dua pemain asing tersebut. “Saya terima keputusan itu. Kalau belum layak mau bagaimana lagi,” ungkap Ortiz.
Senada dengan Ortiz, Carasco juga cenderung menerima keputusan tersebut. Pemain yang mengantar PSMS menjadi delapan besar Liga Indonesia itu tak mau ambil pusing. Bahkan, dirinya sudah bersiap pulang dan akan terbang meninggalkan Medan hari ini, Senin (4/10). “Saya memang mau pulang, lama kali keputusannya. Janjinya saya dilihat cuma sekali pertandingan, nyatanya tidak,” aku Carasco.
Pihak PSMS ketika dikonfirmasi mengaminkan peryataan dua legiun asing tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Minggu (3/10). “Kita harus objektif, kan demi kebaikan PSMS. Kalau belum sesuai dengan kriteria pelatih, ya kita belum bisa masukkan dalam daftar tim,” jelas Idris.
Idris menambahkan, mengikat pemain untuk PSMS sejatinya sederhana saja. Pelatih merekomendasikan nama yang diinginkannya, pengurus mempelajarinya, dan langsung teken kontrak. “Tentunya setelah mendapatkan persetujuan dari ketua umum. Layaknya Vagner Luis, Gaston Castanio, dan Jose Sebastian,” paparnya.
Objektifitas dalam pemilihan pun menjadi nilai penting bagi PSMS. Ya, meski sang pemain memiliki ikatan emosional dengan Medan karena sempat menjadi punggawa Ayam Kinantan, bukan berarti pemain itu langsung diikat. Contohnya, Carasco. “Kita akan pulangkan kalau tak cocok” tegas Idris. (mag-5/sumutpos)
Saturday, October 2, 2010
PSMS Hentikan Perburuan Pemain Asing
etua Umum PSMS, Dzulmi Eldin berkata bahwa amunisi impor Ayam Kinantan akan segera dihentikan. Ungkapannya itu bisa jadi tanda, bahwa PSMS tidak akan menambah pemain yang dikontrak. Sejauh ini tiga pemain asing sudah diikat. Namun begitu masih ada pemain asing yang seleksi.
Kalau melihat nafsu besar PSMS ikut dua kompetisi sekaligus, Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI), seharusnya penambahan pemain berkualitas bisa jadi bahan renungan. Namun Eldin bergeming.
“Untuk pemain asing sepertinya cukup. Tinggal kita tunggu saja hasil seleksi pemain asingnya,” terang pria yang juga Wakil Wali Kota Medan itu.
Pun begitu, Eldin juga yakin bahwa skuad lokal yang dipunya PSMS kini sudah mengisyaratkan kualitas. Maka itu keberadaan pemain asing tak lagi ditambah.
“Pemain lokal juga sudah solid ya. Tidak ada lagi penambahan,” sambungnya.
Lantas, bagaimana soal kebulatan tekad ikut LPI? Menjawab ini Eldin sangat yakin PSMS bisa bagi waktu, tenaga, pikiran dan mungkin dana lebih untuk turun di dua kompetisi sekaligus.
“Bertarung di dua kompetisi bukan hal yang tabu. Artinya, PSMS tetap akan menjadi salah satu klub peserta LPI dan juga kompetisi divisi utama PSSI,” sambung Eldin mantap.
Dijelaskannya, keikutsertaan PSMS di dua kompetisi itu, selain ingin mengembalikan kejayaan PSMS di pentas persepakbolaan nasional, tapi juga sebagai wadah pembibitan bagi tim PSMS sendiri.
Meski nafsu besar main di dua kompetisi, namun tampaknya PSMS harus mengetahui bahwa hal itu tidak akan mudah. Terlebih sentimentil PSSI terhadap LPI masih sangat besar.
Bisa jadi penjadwalan antara Divisi Utama dan LPI akan bentrok. Belum lagi ancaman turun kasta yang dikeluarkan PSSI. Lalu mana yang mau dipilih?
Kalau melihat nafsu besar PSMS ikut dua kompetisi sekaligus, Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia (LPI), seharusnya penambahan pemain berkualitas bisa jadi bahan renungan. Namun Eldin bergeming.
“Untuk pemain asing sepertinya cukup. Tinggal kita tunggu saja hasil seleksi pemain asingnya,” terang pria yang juga Wakil Wali Kota Medan itu.
Pun begitu, Eldin juga yakin bahwa skuad lokal yang dipunya PSMS kini sudah mengisyaratkan kualitas. Maka itu keberadaan pemain asing tak lagi ditambah.
“Pemain lokal juga sudah solid ya. Tidak ada lagi penambahan,” sambungnya.
Lantas, bagaimana soal kebulatan tekad ikut LPI? Menjawab ini Eldin sangat yakin PSMS bisa bagi waktu, tenaga, pikiran dan mungkin dana lebih untuk turun di dua kompetisi sekaligus.
“Bertarung di dua kompetisi bukan hal yang tabu. Artinya, PSMS tetap akan menjadi salah satu klub peserta LPI dan juga kompetisi divisi utama PSSI,” sambung Eldin mantap.
Dijelaskannya, keikutsertaan PSMS di dua kompetisi itu, selain ingin mengembalikan kejayaan PSMS di pentas persepakbolaan nasional, tapi juga sebagai wadah pembibitan bagi tim PSMS sendiri.
Meski nafsu besar main di dua kompetisi, namun tampaknya PSMS harus mengetahui bahwa hal itu tidak akan mudah. Terlebih sentimentil PSSI terhadap LPI masih sangat besar.
Bisa jadi penjadwalan antara Divisi Utama dan LPI akan bentrok. Belum lagi ancaman turun kasta yang dikeluarkan PSSI. Lalu mana yang mau dipilih?
Monday, September 27, 2010
Siap Maksimal

MEDAN-PSMS siap tampil maksimal di Turnamen Piala Ngogesa di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T Amir Hamzah, Stabat, Langkat. Dan, lawan yang akan dihadapi hari ini adalah Madina Medan Jaya.
Pertemuan kedua tim ini bisa dikatakan menarik, setidaknya kedua tim sempat terlibat dalam turnamen yang beberapa waktu lalu digelar di Karo. Saat itu, PSMS yang menjadi pemenangannya. “Ya harapan kita menang, Medan Jaya kan sudah pernah kita kalahkan di Karo, setidaknya kita sudah mengenal permainan mereka,” kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.
Dalam persiapannya, PSMS membawa 26 pemain, di antaranya 22 pemain lokal ditambah dengan 4 pemain asingnya. Pemain lokal yang akan diturunkan yakni pemain yang sudah tanda tangan kontrak plus satu pemain magang. Sedangkan pemain asing, selain dari tiga pemain yang akan dilakukan tanda tangan kontrak, akan ditambah satu pemain yang akan dilihat penampilan perdananya dan sekaligus merupakan acuan untuk menentukan nasibnya, Cristian Carrasco.
Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu mengatakan belum memiliki starter pemain yang akan diturunkan, namun tergantung kondisi kebugaran pemain. “Belum ada starter pemain, lihat kondisi besok lah, tapi siapa pun besok yang akan diturunkan, semua siapnya itu,” kata pelatih yang akrab dipanggil Bang Zul itu.
Menghadapi Medan Jaya, Bang Zul tetap memilih dengan formasi 3-5-2. “Ya, melakukan pemantapan posisi depan sebagai ujung tombak pergerakan dalam melakukan gol,” tambahnya.
Meski tidak ada yang mau menjelaskan siapa yang akan jadi starter, menurut pantauan Sumut Pos, kemungkinan besar Striker Kurniawan akan dijadikan cadangan. Pasalnya, pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ ini baru akan tiba ke Medan hari ini, Senin (27/9). Selain itu, tampaknya pengurus ingin melihat duet asing di lini depan. Ya, di posisi depan diisi oleh Cristian Carasco dengan Gaston Castano, dan sebagai pemain pengganti Kurniawan. Di posisi tengah, diisi oleh Jose Sebastian, Zulkarnain, Faisal Azmi, Ari Yuganda serta pemain mungil, Azuan Lubis, sedangkan M Affan lubis kemungkinan akan didudukkan sebagai pemain cadangan. Untuk posisi bawah kemungkinan akan dipasang Vagner Luis, Hary Syahputra, serta Novi Hendriawan. Kiper kemungkinan besar akan memakai Sabani. “Siap kalau pelatih percaya dengan aku,” ungkap gelandang PSMS Azuan Lubis.
Turnamen ini diikuti oleh PSMS, PSDS, Madina Medan Jaya, dan PS Langkat Selection. Untuk juara pertama mendapatkan hadiah piala bergilir ditambah dengan piala tetap dan uang tunai Rp15 juta.(mag-5)sumutpos
Saturday, September 25, 2010
Liga Primer Jadi Prioritas PSMS
Tekad PSMS mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) sudah bulat. Meski ada ancaman tak boleh berlaga di kejuaraan yang dianggap haram oleh PSSI itu, PSMS bergeming. Malah PSMS berencana ikut dua kompetisi secara bersamaan, LPI dan Divisi Utama.
Hal itu diutarakan Dzulmi Eldin, Ketum PSMS yang juga Wakil Wali Kota Medan, Selasa (21/9). “Kita belum dengar kalau ikut LPI, maka akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Kita akan ikut dua-dua kompetisi itu,” kata Eldin.
Di lapangan, beredar desas-desus bahwa PSMS akan lebih memilih berlaga di LPI. Bahkan jika harus digusur dari Divisi Utama, hal itu tidak akan jadi soal. Ini dikarenakan keyakinan bahwa menggeser klub dari sebuah kompetisi resmi tidak sembarangan. Jadi PSSI tidak boleh sembarangan untuk itu.
“Yang pasti tim sekarang harus siap untuk ikut dua kompetisi sekaligus,” sambung Eldin.
Dan keseriusan ikut LPI terlihat kemarin, saat utusan dari LPI mengunjungi Stadion Kebun Bunga. Ada delapan delegasi yang berkunjung untuk melakukan perbincangan dengan pengurus PSMS.
Salah satu delegasi LPI adalah Yon Moeis. Ia mengatakan, kedatangan tim ke PSMS, adalah untuk memastikan manajerial PSMS baik itu kelengkapan data dan administrasi. Hal itu menyusul kesepatan yang sudah diteken PSMS dengan LPI bahwa PSMS benar-benar akan turun di turnamen itu.
“Kelengkapan administrasi PSMS lengkap semua. Tetapi karena masih acak-acakan, kita akan menurunkan satu orang dari tim kita untuk tinggal dan membereskannya,” ujar Moeis.
Ditambahkan Moeis, PSMS juga harus punya badan yang disebut PT. Hal itu mutlak karena PSMS harus profesional untuk ikut LPI. Lebih tegas lagi, LPI mengharamkan klub mengemis APBD dari pemerintah kota masing-masing.
“Semua klub yang ada dilarang mendapat kucuran dana dari APBD. Semua harus profesional dan mandiri. Untuk itu kita mengucurkan dana untuk klub,” ujar Moeis.
Kehadiran LPI dikatakan Moeis, juga bukan untuk menandingi atau berusaha keluar dari PSSI. Tetapi kehadirannya untuk menciptakan sikap profesional di dunia persepakbolaan tanah air.
Kedatangan tim delegasi LPI ini juga didampingi oleh tim mediasi dari Delloite, sebuah akuntan publik yang fokus ke sepak bola dan telah berkembang di 112 negara. Ini menandakan bahwa LPI benar-benar serius mencipta kompetisi.
Nah, soal kucuran dana yang bakal diterima tim peserta LPI, hingga kini belum begitu jelas. Menurut Moeis, setiap tim akan menerima antar Rp20-27 milyar. Namun jumlah itu akan diberikan secara bertahap. Menyikapi hal itu, Dzulmi Eldin pun mengaku belum tahu pasti. “Soal kucuran dana saya belum tahu pasti,” singkatnya. (ful/mag-5/mag-20/sumutpos)
Hal itu diutarakan Dzulmi Eldin, Ketum PSMS yang juga Wakil Wali Kota Medan, Selasa (21/9). “Kita belum dengar kalau ikut LPI, maka akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Kita akan ikut dua-dua kompetisi itu,” kata Eldin.
Di lapangan, beredar desas-desus bahwa PSMS akan lebih memilih berlaga di LPI. Bahkan jika harus digusur dari Divisi Utama, hal itu tidak akan jadi soal. Ini dikarenakan keyakinan bahwa menggeser klub dari sebuah kompetisi resmi tidak sembarangan. Jadi PSSI tidak boleh sembarangan untuk itu.
“Yang pasti tim sekarang harus siap untuk ikut dua kompetisi sekaligus,” sambung Eldin.
Dan keseriusan ikut LPI terlihat kemarin, saat utusan dari LPI mengunjungi Stadion Kebun Bunga. Ada delapan delegasi yang berkunjung untuk melakukan perbincangan dengan pengurus PSMS.
Salah satu delegasi LPI adalah Yon Moeis. Ia mengatakan, kedatangan tim ke PSMS, adalah untuk memastikan manajerial PSMS baik itu kelengkapan data dan administrasi. Hal itu menyusul kesepatan yang sudah diteken PSMS dengan LPI bahwa PSMS benar-benar akan turun di turnamen itu.
“Kelengkapan administrasi PSMS lengkap semua. Tetapi karena masih acak-acakan, kita akan menurunkan satu orang dari tim kita untuk tinggal dan membereskannya,” ujar Moeis.
Ditambahkan Moeis, PSMS juga harus punya badan yang disebut PT. Hal itu mutlak karena PSMS harus profesional untuk ikut LPI. Lebih tegas lagi, LPI mengharamkan klub mengemis APBD dari pemerintah kota masing-masing.
“Semua klub yang ada dilarang mendapat kucuran dana dari APBD. Semua harus profesional dan mandiri. Untuk itu kita mengucurkan dana untuk klub,” ujar Moeis.
Kehadiran LPI dikatakan Moeis, juga bukan untuk menandingi atau berusaha keluar dari PSSI. Tetapi kehadirannya untuk menciptakan sikap profesional di dunia persepakbolaan tanah air.
Kedatangan tim delegasi LPI ini juga didampingi oleh tim mediasi dari Delloite, sebuah akuntan publik yang fokus ke sepak bola dan telah berkembang di 112 negara. Ini menandakan bahwa LPI benar-benar serius mencipta kompetisi.
Nah, soal kucuran dana yang bakal diterima tim peserta LPI, hingga kini belum begitu jelas. Menurut Moeis, setiap tim akan menerima antar Rp20-27 milyar. Namun jumlah itu akan diberikan secara bertahap. Menyikapi hal itu, Dzulmi Eldin pun mengaku belum tahu pasti. “Soal kucuran dana saya belum tahu pasti,” singkatnya. (ful/mag-5/mag-20/sumutpos)
Pemain Prancis Coba Peruntungan di PSMS
Ahandour Mounir pemain asal Prancis kembali menyemarakkan seleksi pemain asing PSMS. Pemain kelahiran 23 Maret 1983 itu, menggenapkan angka 27 pemain asing PSMS yang selama ini sudah melamar. Dari jumlah itu, nantinya hanya tiga pemain PSMS yang akan teken kontrak.
Dengan kehadiran pemain ini, persaingan pun semakin ketat. Mounir yang berposisi sebagai gelandang serang itu akan bersaing dengan pemain depan, dan lini tengah.
Di depan, Mounir akan bersaing dengan Jorge Alberto. Di tengah, tampaknya dia sudah kalah bersaing dengan Jose Sebastian yang sudah dinyatakan akan diikat kontrak.
Pada penampilan perdananya kemarin, Mounir terlihat tidak terlalu mencuri perhatian. Mungkin karena baru saja tiba, dan masih butuh adaptasi. Tapi tim pelatih akan memberikan kesempatan hingga Sabtu (25/9) ini. Pada hari itu, seluruh pemain asing yang ikut seleksi akan segera diputuskan siapa yang akan dikontrak.
“Kita lihat saja kepastiannya. Sampai Sabtu semua akan diputuskan,” kata Suyono asisten pelatih. (ful/mag-5/sumutpos)
Dengan kehadiran pemain ini, persaingan pun semakin ketat. Mounir yang berposisi sebagai gelandang serang itu akan bersaing dengan pemain depan, dan lini tengah.
Di depan, Mounir akan bersaing dengan Jorge Alberto. Di tengah, tampaknya dia sudah kalah bersaing dengan Jose Sebastian yang sudah dinyatakan akan diikat kontrak.
Pada penampilan perdananya kemarin, Mounir terlihat tidak terlalu mencuri perhatian. Mungkin karena baru saja tiba, dan masih butuh adaptasi. Tapi tim pelatih akan memberikan kesempatan hingga Sabtu (25/9) ini. Pada hari itu, seluruh pemain asing yang ikut seleksi akan segera diputuskan siapa yang akan dikontrak.
“Kita lihat saja kepastiannya. Sampai Sabtu semua akan diputuskan,” kata Suyono asisten pelatih. (ful/mag-5/sumutpos)
Thursday, September 23, 2010
Gaston-Jorge Unjuk Kebolehan di PSMS
Aroma persaingan dua kandidat striker asing PSMS Medan terjadi di Stadion Teladan kemarin. Gaston Castano tampil baik, Jorge Roberto Paraedes pun tidak mengecewakan.
Pada latihan kemarin Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu sengaja memantau performa empat legiun asing seleksi tim Ayam Kinantan lewat uji coba game. Nama Gaston sengaja diplot sebagai pemain inti bersama gelandang rekomendasi Jose Sebastian. Di sisi lain, performa mencolok juga dipertontonkan Alberto yang masuk tim lapis kedua.
“Belum, kami belum bisa memberikan penilaian kepada empat pemain asing itu. Kami rasa penilaian tepat bisa dilakukan saat Turnamen Piala Bupati Langkat nanti, kalau sekarang masih terlalu dini,” ujar Zulkarnain. (syukri amal/sindo)
Pada latihan kemarin Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu sengaja memantau performa empat legiun asing seleksi tim Ayam Kinantan lewat uji coba game. Nama Gaston sengaja diplot sebagai pemain inti bersama gelandang rekomendasi Jose Sebastian. Di sisi lain, performa mencolok juga dipertontonkan Alberto yang masuk tim lapis kedua.
“Belum, kami belum bisa memberikan penilaian kepada empat pemain asing itu. Kami rasa penilaian tepat bisa dilakukan saat Turnamen Piala Bupati Langkat nanti, kalau sekarang masih terlalu dini,” ujar Zulkarnain. (syukri amal/sindo)
Persaingan Pemain Asing PSMS Ketat
Persaingan sesama pemain impor PSMS makin panas saja. Dengan kemampuan yang tidak begitu berbeda, enam pemain asing yang kin ikut seleksi bersaing keras meraih kontrak.
Ya, sejauh ini hanya pemain asing yang belum dikontrak. Sedangkan 20 pemain lokal plus satu pemain magang sudah lebih dulu bernafas lega. Namun nama Kurniawan Dwi Julianto belum juga mendapatkan kepastian.
Enam pemain asing yang masih berjibaku dengan seleksi adalah, Vagner Luis, Jose Sebastian, Thierry Gathuessi, Kanda Lansana, Jorge Alberto dan Gaston Gastano. Nama terakhir, bahkan sanggup menyedot perhatian ratusan fans PSMS yang sengaja datang ke Stadion Teladan kemarin, untuk melihat sosok kekasih artis seksi Julia Perez itu.
Khusus pemain asing ini, persaingan memang semakin ciamik. Di lini belakang, nama Vagner Luis, Thierry Gathuessi dan Kande Lansana. Yang paling berpeluang konon jatuh kepada nama Vagner Luis. Meksipun belum ada pernyataan resmi akan hal itu.
Di lini tengah, sejauh ini hanya Jose Sebastian tunggal ikuti seleksi. Pemain asal Argentina yang sempat main di Persibom itu, sukses memetik hati fans kemarin. Saban membawa bola, menggiring, mengumpang hingga mencetak gol Jose mendapatkan aplaus dari fans. Meski demikian, kontrak tetap berada di tangan pengurus.
Nah, di lini depan yang sejauh ini dianggap mandul PSMS punya dua pemain asing yang ikut seleksi. Ada Jorge Alberto dan Gaston Castano di lini krusial itu. Dua nama ini juga masih bersaing ketat. Belum ada satupun pemain yang dianggap memetik hati pelatih. “Gaston maupun Jorge masih dipantau. Kita lihat saja kemampuan terbaiknya,” tutur Suyono asisten pelatih.
Kejelasan akan kepastian kontrak pemain asing juga belum tergambar sama sekali. Yang terpenting bagi PSMS saat ini adalah terus mengupayakan yang terbaik. Setidaknya itulah yang terus diutarakan pengurus dengan mencoba mendatangkan sejumlah pemain asing. (ful/sumutpos)
Ya, sejauh ini hanya pemain asing yang belum dikontrak. Sedangkan 20 pemain lokal plus satu pemain magang sudah lebih dulu bernafas lega. Namun nama Kurniawan Dwi Julianto belum juga mendapatkan kepastian.
Enam pemain asing yang masih berjibaku dengan seleksi adalah, Vagner Luis, Jose Sebastian, Thierry Gathuessi, Kanda Lansana, Jorge Alberto dan Gaston Gastano. Nama terakhir, bahkan sanggup menyedot perhatian ratusan fans PSMS yang sengaja datang ke Stadion Teladan kemarin, untuk melihat sosok kekasih artis seksi Julia Perez itu.
Khusus pemain asing ini, persaingan memang semakin ciamik. Di lini belakang, nama Vagner Luis, Thierry Gathuessi dan Kande Lansana. Yang paling berpeluang konon jatuh kepada nama Vagner Luis. Meksipun belum ada pernyataan resmi akan hal itu.
Di lini tengah, sejauh ini hanya Jose Sebastian tunggal ikuti seleksi. Pemain asal Argentina yang sempat main di Persibom itu, sukses memetik hati fans kemarin. Saban membawa bola, menggiring, mengumpang hingga mencetak gol Jose mendapatkan aplaus dari fans. Meski demikian, kontrak tetap berada di tangan pengurus.
Nah, di lini depan yang sejauh ini dianggap mandul PSMS punya dua pemain asing yang ikut seleksi. Ada Jorge Alberto dan Gaston Castano di lini krusial itu. Dua nama ini juga masih bersaing ketat. Belum ada satupun pemain yang dianggap memetik hati pelatih. “Gaston maupun Jorge masih dipantau. Kita lihat saja kemampuan terbaiknya,” tutur Suyono asisten pelatih.
Kejelasan akan kepastian kontrak pemain asing juga belum tergambar sama sekali. Yang terpenting bagi PSMS saat ini adalah terus mengupayakan yang terbaik. Setidaknya itulah yang terus diutarakan pengurus dengan mencoba mendatangkan sejumlah pemain asing. (ful/sumutpos)
Tuesday, September 21, 2010
Posisi Manajer PSMS Masih Lowong
PSMS hingga kini tak kunjung mendapatkan sosok seorang manajer tim. Padahal skuad lokal sudah fix dibentuk plus tiga legiun impor bakal menyusul kontrak. Artinya, PSMS sudah punya tim namun belum punya manajer. Kompetisi juga sudah semakin dekat.
Menurut pengurus, pencarian terhadap manajer tim sudah empat bulan digelar. Sayang hal itu belum juga membuahkan hasil. “Belum ada yang pas,” kata Idris Sekum PSMS di Stadion Kebun Bunga kemarin (19/9).
Diakui Idris, pihaknya pernah melobi tiga nama yang akan diplot jadi manajer. Tapi tampaknya belum sesuai dengan kriteria. Sayangnya tiga nama calon manajer itu enggan diutarakan pria asal NAD itu.
Idris menambahkan sosok yang pantas dijadikan sebagai manajer tim adalah orang yang loyal dan mau mengeluarkan uangnya demi kepentingan tim. Dengan arti lain, manajer PSMS itu tak boleh pelit. Manajer tim juga harus mampu mendatangkan sponsor aktif dalam mendukung PSMS.
Memang tampaknya pengurus musim ini masih agak matrealistis untuk urusan manajemen tim. Seorang manajer harus punya lobi-lobi tinggi kepada calon investor. “Disamping loyal, manajer pun harus bisa melobi pengusaha untuk menginvestorkan uangnya minimal satu miliyar untuk PSMS,” tambahnya.
Lebih dari itu, menurut Idris seorang manajer itu juga harus ngerti bola. Itu salah satu poin terpenting. “Harus mengerti bola, paham kondisi lapangan, serta mampu bekerjasama antar semua pihak yang ada di PSMS termasuk wartawan,” sambungnya.
Untuk itu, pengurus akan segera membuat standar prosedur rekrutmen manajer. Dengan demikian, diharapkan pihak manajer nantinya dan sanggup sama-sama mengerti dan paham kewenangan masing-masing pihak, termasuk tugas dan fungsinya. Karena manajer hanya berwenang mendampingi tim, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan tim, serta bekerjasama dengan pelatih maupun pengurus. “ Kita butuh manajer yang paham kondisi dan mau bekerjasama,” sebut Idris.
Karena hingga kini sosos manajer tak juga didapat, bisa jadi posisi itu akan diisi oleh Idris sendiri dengan sistem rangkap jabatan. Ditanyakan akan kemungkinan itu, Idris bungkam. Namun dia mengaku akan menjalankan segala perintah ketua umum.
“Ya kalau gak ada, gimana lagi, kalau itu perintah ketua umum kita siap. Tembok pun kita terobos asal itu perintah ketua” tutur Idris sambil tertawa.
Idris juga berharap bisa membawa PSMS kembali bersinar dan diperhitungkan. Sebagai klub dengan sejarah dan prestasi besar, PSMS memang harus dibenahi. Butuh pengorbanan besar untuk itu. “Sama-samalah bekerja. Jangan banyak bicara dan buruk sangka,” tutur Idris menutup pembicaraan. (mag-5/sumutpos)
Menurut pengurus, pencarian terhadap manajer tim sudah empat bulan digelar. Sayang hal itu belum juga membuahkan hasil. “Belum ada yang pas,” kata Idris Sekum PSMS di Stadion Kebun Bunga kemarin (19/9).
Diakui Idris, pihaknya pernah melobi tiga nama yang akan diplot jadi manajer. Tapi tampaknya belum sesuai dengan kriteria. Sayangnya tiga nama calon manajer itu enggan diutarakan pria asal NAD itu.
Idris menambahkan sosok yang pantas dijadikan sebagai manajer tim adalah orang yang loyal dan mau mengeluarkan uangnya demi kepentingan tim. Dengan arti lain, manajer PSMS itu tak boleh pelit. Manajer tim juga harus mampu mendatangkan sponsor aktif dalam mendukung PSMS.
Memang tampaknya pengurus musim ini masih agak matrealistis untuk urusan manajemen tim. Seorang manajer harus punya lobi-lobi tinggi kepada calon investor. “Disamping loyal, manajer pun harus bisa melobi pengusaha untuk menginvestorkan uangnya minimal satu miliyar untuk PSMS,” tambahnya.
Lebih dari itu, menurut Idris seorang manajer itu juga harus ngerti bola. Itu salah satu poin terpenting. “Harus mengerti bola, paham kondisi lapangan, serta mampu bekerjasama antar semua pihak yang ada di PSMS termasuk wartawan,” sambungnya.
Untuk itu, pengurus akan segera membuat standar prosedur rekrutmen manajer. Dengan demikian, diharapkan pihak manajer nantinya dan sanggup sama-sama mengerti dan paham kewenangan masing-masing pihak, termasuk tugas dan fungsinya. Karena manajer hanya berwenang mendampingi tim, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan tim, serta bekerjasama dengan pelatih maupun pengurus. “ Kita butuh manajer yang paham kondisi dan mau bekerjasama,” sebut Idris.
Karena hingga kini sosos manajer tak juga didapat, bisa jadi posisi itu akan diisi oleh Idris sendiri dengan sistem rangkap jabatan. Ditanyakan akan kemungkinan itu, Idris bungkam. Namun dia mengaku akan menjalankan segala perintah ketua umum.
“Ya kalau gak ada, gimana lagi, kalau itu perintah ketua umum kita siap. Tembok pun kita terobos asal itu perintah ketua” tutur Idris sambil tertawa.
Idris juga berharap bisa membawa PSMS kembali bersinar dan diperhitungkan. Sebagai klub dengan sejarah dan prestasi besar, PSMS memang harus dibenahi. Butuh pengorbanan besar untuk itu. “Sama-samalah bekerja. Jangan banyak bicara dan buruk sangka,” tutur Idris menutup pembicaraan. (mag-5/sumutpos)
Gaston Castano Merapat ke PSMS

Kehadiran striker Kurniawan Dwi Yulianto tak membuat PSMS Medan puas dalam perburuan pemain. Kabar terbaru, pengurus Ayam Kinantan kini ganti membidik eks bomber Persiba Balikpapan Gaston Castano.
Pria bernama lengkap Christian Gaston Castano ini dinilai klop dengan ambisi PSMS promosi ke Liga Super 2011/2012. Pembicaraan sudah dilakukan, bahkan sejak kemarin legiun asal Argentina ini telah berada di Medan dan memantau latihan Ayam Kinantan di Stadion Teladan.
’’Sesuai jadwal, sekitar pukul 15.00 WIB) tadi sore (kemarin) dia sampai di Medan. Dia belum ikut bergabung latihan dengan tim, tapi besok dia pasti sudah ikut latihan,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris kepada SINDO kemarin. (syukri amal/sindo)
Monday, September 20, 2010
Kurniawan Capai Kesepakatan dengan PSMS

Kepastian Kurniawan Dwi Julianto untuk bergabung dengan PSMS Medan mendekati kenyataan. Dari segi nilai kontrak, pemain yang pernah menjadi "icon" sepak bola nasional itu sudah sepakat dan tinggal menunggu hasil tes kesehatan tim dokter PSMS. Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Jumat (17/9).
Secara terpisah, Kurniawan Dwi Julianto menyatakan siap membela PSMS di persaingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Baginya, PSMS adalah sebuah tim yang memiliki nama besar. "Saya siap membela PSMS dan berusaha semaksimal mungkin mengantarkan timberjuluk "Ayam Kinantan" ini ke Liga Super Indonesia," ujar Kurniawan kepada wartawan usai latihan.
Setelah Kurniawan dihadirkan di Stadion Teladan, ternyata pengurus juga sedang menyeleksi dua pemain asing baru lainnya, yakni Jose Sebastian Vasquez dari Argentina dan Ibe Johnson asal Nigeria. Dengan demikian, sudah 22 pemain asing yang ikut seleksi di PSMS.
Jose Sebastian pemain kelahiran 24 September 1982 ini pernah merumput di Indonesia membela Deltras Sidoarjo. Pemain yang menempati posisi gelandang serang ini pada musim lalu juga membela tim Divisi Utama Persibom Bolang Mongondow.
Hanya saja, tim yang dibelanya ini gagal promosi ke Indonesia Super League (ISL) seperti tim dahulunya, Deltras serta dua tim lain Persibo Bojonegoro dan PS Semen Padang.
Sedangkan Ibe Johnson pemain kelahiran 4 Oktober 1980, mantan gelandang VB Sport Maldive yang bermain di Liga Maladewa dan pemain berkulit hitam ini juga turut memperkuat timnya saat berlaga di Piala AFC 2010 melawan Persiwa Wamena.
Sedikit banyak dirinya sudah pernah melihat penampilan pemain yang pernah berlaga di Liga Indonesia. Kedua pemain ini diharapkan mengisi posisi gelandang untuk pemain asing, setelah ditinggalkan oleh Alejandro Tobar, beberapa waktu lalu.
Lalu, bagaimana nasib Amos Marah Kicmett dan Roberto Acosta yang telah lebih dulu mengikuti seleksi, menurut Sekretaris PSMS itu, Amos dan Acosta sudah tidak lagi mengikuti latihan bersama PSMS sejak Senin (13/9) lalu. "Amos sudah kita pulangkan. Tapi Acosta kita tahan dulu menunggu penampilan permainan legiun asing yang baru datang," kata Idris. (antara)
PSMS Segera Rekrut Jose Sebastian
Akhirnya pelatih PSMS kepincut satu pemain asing. Mantan gelandang Persibom Bolang Mangondow, Jose Sebastian, adalah orangnya.
Penampilannya yang semakin hari semakin memukau, ternyata diam-diam mencuri perhatian pelatih PSMS. Tak pelak, pemain kelahiran 24 September 1982 tersebut menjadi nama yang direkomendasikan oleh pelatih kepada pengurus.
“Dia (Jose) bagus, skil, dan penguasan bolanya lumayan. Berbeda dibandingkan yang lainnya, semangat yang tinggi pantang menyerah juga terlihat dalam dirinya,” jelas Asisten Pelatih PSMS Suyono kepada Sumut Pos (Sabtu 18/9).
“Fisiknya juga mendukung, serta daya dobrakannya yang cukup baik, menjadi alasan pelatih untuk merekomendasikannya,” tambah Suyono.
Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris umum PSMS Idris tak membantah kalau pelatih telah merekomendasikan nama Sebastian. “Ya kita teriama namanya, kalau sudah itu yang layak, tapi tetap juga harus melewati pemeriksaan kesehatan,” jelas Idris.
Terkait dengan waktu melakukan ikatan kontrak pemain asing, pengurus masih menunggu hasil kesehatan dan dua pemain asing lainnya. (mag-5/sumutpos)
Penampilannya yang semakin hari semakin memukau, ternyata diam-diam mencuri perhatian pelatih PSMS. Tak pelak, pemain kelahiran 24 September 1982 tersebut menjadi nama yang direkomendasikan oleh pelatih kepada pengurus.
“Dia (Jose) bagus, skil, dan penguasan bolanya lumayan. Berbeda dibandingkan yang lainnya, semangat yang tinggi pantang menyerah juga terlihat dalam dirinya,” jelas Asisten Pelatih PSMS Suyono kepada Sumut Pos (Sabtu 18/9).
“Fisiknya juga mendukung, serta daya dobrakannya yang cukup baik, menjadi alasan pelatih untuk merekomendasikannya,” tambah Suyono.
Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris umum PSMS Idris tak membantah kalau pelatih telah merekomendasikan nama Sebastian. “Ya kita teriama namanya, kalau sudah itu yang layak, tapi tetap juga harus melewati pemeriksaan kesehatan,” jelas Idris.
Terkait dengan waktu melakukan ikatan kontrak pemain asing, pengurus masih menunggu hasil kesehatan dan dua pemain asing lainnya. (mag-5/sumutpos)
PSMS Gelar Turnamen Segitiga
PSMS Medan resmi menyatakan keikutsertaannya dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Untuk mematangkan persiapan, PSMS berencana menggelar turnamen segitiga.
Laga itu digelar memperebutkan Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diikuti PSMS bersama dua tim Liga Super PSPS Pekanbaru dan Semen Padang.
“Liga segitiga ini akan memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang bertujuan membentuk mental pemain pada persiapan menjelang kompetisi. Rencananya, pertandingan akan digelar di Stadion Teladan awal Oktober nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris.
Menurut dia, turnamen segitiga ini sengaja digelar di Stadion Teladan agar atmosfer keras yang diberikan penonton fanatik PSMS mampu membangun mental pemain yang baik.
Laga itu digelar memperebutkan Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diikuti PSMS bersama dua tim Liga Super PSPS Pekanbaru dan Semen Padang.
“Liga segitiga ini akan memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang bertujuan membentuk mental pemain pada persiapan menjelang kompetisi. Rencananya, pertandingan akan digelar di Stadion Teladan awal Oktober nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris.
Menurut dia, turnamen segitiga ini sengaja digelar di Stadion Teladan agar atmosfer keras yang diberikan penonton fanatik PSMS mampu membangun mental pemain yang baik.
Monday, September 6, 2010
Performa PSMS Mulai Menjanjikan
Lagi, PSMS mendulang kemenangan dalam laga uji coba. Menjamu Sumut Selection, Ayam Kinantan menang dengan tiga gol tanpa balas. Gol PSMS diciptakan oleh Hary Syahputra, Affan Lubis, dan Roberto Acosta.
Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.
Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.
Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.
Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.
Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.
“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5/sumutpos)
Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.
Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.
Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.
Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.
Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.
“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5/sumutpos)
Thursday, September 2, 2010
PSMS Incar Hasil Maksimal di Ujicoba
PSMS kembali menggelar uji coba jelang bergulirnya Divisi Utama 2010/2011. Setelah meraih hasil positif saat melawan TGM dan Sumut FC, kini skuad besutan Zulkarnain Pasaribu akan menguji ketangguhan tim dari Aceh, PSGL Gayo Luwes.
Pada laga yang akan digelar di Stadion Teladan sore ini (1/9), target maksimal kembali didengungkan oleh pengurus dan jajaran pelatih PSMS. “Tentunya kita mencari menang. Selain itu, kita juga akan mengubah strategi. Gaya saat melawan Sumut FC akan kita tinggalkan,” ungkap asisten pelatih Suyono kepada Sumut Pos, Selasa (31/8).
Suyono menambahkan, perubahan yang dimaksud tak lain soal pemain yang diturunkan. Tidak ada lagi pembentukan dua grup pemain. “Formasi yang kita turunkan hanya satu tim. Kita sudah melihat kerangka tim, tinggal pemantapan saja. Paling yang ingin kita pantau lini pertahanan dan gelandang saja,” jelas Suyono.
Dengan kata lain Suyono mengatakan untuk formasi striker sudah tak ada masalah di tubuh PSMS. Dapat dipastikan lini depan akan diisi Zulkarnaen dan Rinaldo yang tampil gemilang di dua laga uji coba sebelumnya.
Sayangnya, untuk laga nanti PSMS dipastikan tidak diperkuat Ari Yuganda. Pemain bertahan yang memiliki mobilitas tinggi tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit. Karena itu, lii belakang PSMS kemungkinan besar akan diisi oleh Hari Syahputra, Ahmad Maulana, Rifki Firdaus, dan Novi Hendrawan. Untuk gelandang, tambah Suyono, akan diisi oleh Affan Lubis, Faisal Azmi, Tobar, dan Tri Yudha Handoko. “Kita akan memakai pola 4-4-1-1 dengan Zulkarnain sebagai targetman,” jelas Suyono.
Senada dengan Suyono, pelatih kiper Waluyo juga mengungkapkan keyakinannya akan meraih hasil positif. “Untuk kiper akan kita pakai Sabani. Andi Setiawan akan kita istirahatkan dulu,” kata Waluyo.
Pegawai Dispora ini menambahkan kalau PSGL bukanlah tim baru bagi PSMS. Pasalnya, tim dari Aceh itu diasuh oleh tiga pelatih yang sudah tak asing lagi bagi PSMS. Pelatih yang dimaksud adalah Ansyari Lubis, Slamet Riyadi, dan M Halim. “Halim tampaknya akan menjadi pelatih sekaligus kiper mereka,” jelas Waluyo.
Di kesempatan berbeda, punggawa PSMS Faisal Azmi mengungkapkan siap memberikan hal terbaik. “Pastilah, Bang, siapa yang tak mau menang. Yang pasti, saya akan ikuti instruksi pelatih dan bermain maksimal,” katanya. (mag-5/sumutpos)
Pada laga yang akan digelar di Stadion Teladan sore ini (1/9), target maksimal kembali didengungkan oleh pengurus dan jajaran pelatih PSMS. “Tentunya kita mencari menang. Selain itu, kita juga akan mengubah strategi. Gaya saat melawan Sumut FC akan kita tinggalkan,” ungkap asisten pelatih Suyono kepada Sumut Pos, Selasa (31/8).
Suyono menambahkan, perubahan yang dimaksud tak lain soal pemain yang diturunkan. Tidak ada lagi pembentukan dua grup pemain. “Formasi yang kita turunkan hanya satu tim. Kita sudah melihat kerangka tim, tinggal pemantapan saja. Paling yang ingin kita pantau lini pertahanan dan gelandang saja,” jelas Suyono.
Dengan kata lain Suyono mengatakan untuk formasi striker sudah tak ada masalah di tubuh PSMS. Dapat dipastikan lini depan akan diisi Zulkarnaen dan Rinaldo yang tampil gemilang di dua laga uji coba sebelumnya.
Sayangnya, untuk laga nanti PSMS dipastikan tidak diperkuat Ari Yuganda. Pemain bertahan yang memiliki mobilitas tinggi tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit. Karena itu, lii belakang PSMS kemungkinan besar akan diisi oleh Hari Syahputra, Ahmad Maulana, Rifki Firdaus, dan Novi Hendrawan. Untuk gelandang, tambah Suyono, akan diisi oleh Affan Lubis, Faisal Azmi, Tobar, dan Tri Yudha Handoko. “Kita akan memakai pola 4-4-1-1 dengan Zulkarnain sebagai targetman,” jelas Suyono.
Senada dengan Suyono, pelatih kiper Waluyo juga mengungkapkan keyakinannya akan meraih hasil positif. “Untuk kiper akan kita pakai Sabani. Andi Setiawan akan kita istirahatkan dulu,” kata Waluyo.
Pegawai Dispora ini menambahkan kalau PSGL bukanlah tim baru bagi PSMS. Pasalnya, tim dari Aceh itu diasuh oleh tiga pelatih yang sudah tak asing lagi bagi PSMS. Pelatih yang dimaksud adalah Ansyari Lubis, Slamet Riyadi, dan M Halim. “Halim tampaknya akan menjadi pelatih sekaligus kiper mereka,” jelas Waluyo.
Di kesempatan berbeda, punggawa PSMS Faisal Azmi mengungkapkan siap memberikan hal terbaik. “Pastilah, Bang, siapa yang tak mau menang. Yang pasti, saya akan ikuti instruksi pelatih dan bermain maksimal,” katanya. (mag-5/sumutpos)
Tuesday, August 31, 2010
PSMS Berharap Kemampuan Tobar
Tiga legiun impor PSMS yang sempat ikut seleksi dua pekan lebih, telah dipulangkan. Praktis hanya tinggal seorang pemain asing yang tersisa. Dialah Alejandro Tobar-mantan punggawa PSMS tiga musim silam. Sepeninggal Tobar, PSMS meredup. Prestasi terbaik Ayam Kinantan adalah runner-up Divisi Utama 2006-2007 lalu.
Kini, Tobar yang terakhir main di Persikab Bandung itu merasa ingin kembali membangun PSMS menjadi tim yang disegani. Kemampuannya pun dipantau hingga saat ini. Kalau memungkinkan direkrut, Tobar diharap akan menjadi tumpuan tim.
Meski menjadi harapan tim, namun tim talent scouting PSMS masih kurang yakin dengan kebugaran Tobar. Dalam uji coba di Stadion Teladan Senin (30/8), Tobar memang jadi tontonan fans, namun dia juga mengeluhkan sakit di pahanya saat uji coba. Ini yang jadi pertimbangan perekrutan jadi atau tidak.
“Sentuhannya masih ada, tapi saat ini dia masih menunjukkan penampilan 60 persen. Nyeri di pahanya membuat dia tampil belum pada performa maksimalnya. Jika memang dia bergabung, untuk kompetisi setidaknya harus fit 80 sampai 90 persen. Kalau bisapun harus 100 persen,” ujar Anggota Talent Scouting, Nasib Iwan.
Untuk mengetahui kondisi fisiknya secara detail, Tobar akan menjalani serangkaian tes lanjutan. Di antaranya VO2 Max.
“Kita akan tes dulu kondisinya. Kemungkinan kita tes VO2 Max sehabis lebaran. Kita akan genjot staminanya selama setengah bulan, paling tidak sebelum kompetisi harus sudah siap,” tambah mantan asisten pelatih PSDS Deli Serdang ini. Sosok playmaker murni seperti Tobar diakui memang sangat dibutuhkan PSMS saat ini.
“PSMS selama ini tak punya playmaker. Mudah-mudahan kehadiran Tobar bisa membawa perubahan ke tim ini,” ujar anggota tim pemandu bakat lainnya, Suyono.
Sementara itu sekum PSMS Idris mengatakan akan lebih serius dalam mengupayakan kesembuhan palymaker jangkung itu. (mag-5/sumutpos)
Kini, Tobar yang terakhir main di Persikab Bandung itu merasa ingin kembali membangun PSMS menjadi tim yang disegani. Kemampuannya pun dipantau hingga saat ini. Kalau memungkinkan direkrut, Tobar diharap akan menjadi tumpuan tim.
Meski menjadi harapan tim, namun tim talent scouting PSMS masih kurang yakin dengan kebugaran Tobar. Dalam uji coba di Stadion Teladan Senin (30/8), Tobar memang jadi tontonan fans, namun dia juga mengeluhkan sakit di pahanya saat uji coba. Ini yang jadi pertimbangan perekrutan jadi atau tidak.
“Sentuhannya masih ada, tapi saat ini dia masih menunjukkan penampilan 60 persen. Nyeri di pahanya membuat dia tampil belum pada performa maksimalnya. Jika memang dia bergabung, untuk kompetisi setidaknya harus fit 80 sampai 90 persen. Kalau bisapun harus 100 persen,” ujar Anggota Talent Scouting, Nasib Iwan.
Untuk mengetahui kondisi fisiknya secara detail, Tobar akan menjalani serangkaian tes lanjutan. Di antaranya VO2 Max.
“Kita akan tes dulu kondisinya. Kemungkinan kita tes VO2 Max sehabis lebaran. Kita akan genjot staminanya selama setengah bulan, paling tidak sebelum kompetisi harus sudah siap,” tambah mantan asisten pelatih PSDS Deli Serdang ini. Sosok playmaker murni seperti Tobar diakui memang sangat dibutuhkan PSMS saat ini.
“PSMS selama ini tak punya playmaker. Mudah-mudahan kehadiran Tobar bisa membawa perubahan ke tim ini,” ujar anggota tim pemandu bakat lainnya, Suyono.
Sementara itu sekum PSMS Idris mengatakan akan lebih serius dalam mengupayakan kesembuhan palymaker jangkung itu. (mag-5/sumutpos)
Monday, August 30, 2010
Alejandro Tobar Kembali ke PSMS

Mantan gelandang PSMS Alejandro Tobar terlihat mengikuti latihan rutin PSMS, Jumat (27/8) di Stadion Teladan. Besar kemungkinan Tobar akan kembali ikut seleksi untuk kembali membela Ayam Kinantan.
Pemain yang pernah membawa PSMS menjadi tim yang ditakuti lawan ini bilang bahwa dia sangat merindukan PSMS. Makanya ia mencoba kembali peruntungan membela klub kebanggaan Kota Medan ini. “Ya, rindu main aja, trus enak main dengan PSMS,” katanya di sela-sela latihan.
Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan, pihaknya serius ingin menjadikan PSMS kembali dihuni pemain bintang. Target Indonesia Super League (ISL) juga masih menjadi perhatian pengurus.
“Pengurus serius dalam pembenahan tim. Kita akan coba terus menerus mendatangkan pemain asing, maupun pemain yang pernah bergabung bersama PSMS,” kata Idris.
Optimisme muncul saat diketahui banyak legiun asing yang ingin bergabung bersama PSMS. “Semoga pemain yang pernah merumput bersama PSMS dapat berkontribusi terhadap tim yang pernah membesarkan nama mereka,” harap pria asal Tanah Rencong itu.
Meski demikian, pengurus mengaku tidak akan langsung menerima Tobar. Perkembangannya akan dilihat selama seminggu ke depan. “Kita pantau dulu, nanti takutnya sudah kita kontrak rupanya tinggal nama besar saja kualitas tak ada,” beber Idris lagi.
Sementara itu, PSMS dijadwalkan akan melangsung laga uji coba kontra Sumut FC sore ini di Stadion Teladan. Laga yang dijadwalkan akan dimainka pukul 17.00 WIB itu akan memainkan seluruh pemain asingnya dan pemain lokal yang sejauh ini masih ada yang masih tahap seleksi. (mag-5/sumutpos)
PSMS Kembali Menang Dalam Ujicoba
PSMS Medan kembali memperoleh hasil positif dalam laga uji coba. Melawan Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Sabtu (28/8), Ayam Kinantan menang telak, 4-0.
Dalam laga kemarin, PSMS membagi dua grup pemain. Grup pertama yang diturunkan merupakan pemain rekrutan dan dibantu oleh pemain inti beberapa orang. Rodrigo Santoni, satu-satunya pemain asing yang berada di grup pertama sempat menggebrak di awal-awal laga. Sayang usahanya yang kemudian diteruskan M Affan lubis tak berbuah hasil. Pun dengan pemain Sumut FC, sekian peluang gagal dimanfaatkan. Babak pertama ini berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, seluruh pemain PSMS digantikan grup kedua. Terlihat di posisi gelandang Alejandro Tobar. Untuk lini depan, PSMS menurunkan tiga striker langsung. Yakni Zulkarnain, Rinaldo, dengan pemain legiun asing Martial Poungeo. Untuk lini belakang, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu memakai legiun asing Luciano yang dibantu oleh M Parlin, Erwinsyah, dan Rifki Firdaus.
Hasilnya, baru tiga menit laga berjalan, Alejandro Tobar menunjukan kualitasnya. Melalui umpan matangnya Zulkarnaen mampu mengubah papan skor menjadi 1-0. Unggul satu gol membuat Ayam Kinantan semakin beringas. Melalui tendangan bebas berjarak 15 meter, Martial menambah keunggulan menjadi 2-0.
Seakan tak puas dengan dua gol, punggawa PSMS semakin panas. Sayang permainan menjurus keras. Tercatat Tobar menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Sumut FC. Tak lama berselang, Rinaldo dijatuhkan di kotak enam belas. Akibatnya, wasit menunjuk titik putih. Martial yang ditunjuk sebagai algojo tak menyiakan kesempatan emas tersebut. Skor pun menjadi 3-0.
Setelah unggul 3-0, Zulkarnain memasukan Alfian Habibi. Hasilnya, permainan PSMS semakin berkembang. Dan, sepuluh menit menjelang bubaran, Rinaldo menunjukkan kemampuannya sebagai striker tajam. Melalui umpan kerja sama apik antara Azuan dan Rifki Firdaus, sundulan Rinaldo tak bisa diantisipasi kiper Sumut FC. Skor 4-0 pun menutup laga. “Saya puas dengan perkembangan pemain, hasil ini sungguh bagus,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai laga. (mag-5/sumutpos)
Dalam laga kemarin, PSMS membagi dua grup pemain. Grup pertama yang diturunkan merupakan pemain rekrutan dan dibantu oleh pemain inti beberapa orang. Rodrigo Santoni, satu-satunya pemain asing yang berada di grup pertama sempat menggebrak di awal-awal laga. Sayang usahanya yang kemudian diteruskan M Affan lubis tak berbuah hasil. Pun dengan pemain Sumut FC, sekian peluang gagal dimanfaatkan. Babak pertama ini berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, seluruh pemain PSMS digantikan grup kedua. Terlihat di posisi gelandang Alejandro Tobar. Untuk lini depan, PSMS menurunkan tiga striker langsung. Yakni Zulkarnain, Rinaldo, dengan pemain legiun asing Martial Poungeo. Untuk lini belakang, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu memakai legiun asing Luciano yang dibantu oleh M Parlin, Erwinsyah, dan Rifki Firdaus.
Hasilnya, baru tiga menit laga berjalan, Alejandro Tobar menunjukan kualitasnya. Melalui umpan matangnya Zulkarnaen mampu mengubah papan skor menjadi 1-0. Unggul satu gol membuat Ayam Kinantan semakin beringas. Melalui tendangan bebas berjarak 15 meter, Martial menambah keunggulan menjadi 2-0.
Seakan tak puas dengan dua gol, punggawa PSMS semakin panas. Sayang permainan menjurus keras. Tercatat Tobar menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Sumut FC. Tak lama berselang, Rinaldo dijatuhkan di kotak enam belas. Akibatnya, wasit menunjuk titik putih. Martial yang ditunjuk sebagai algojo tak menyiakan kesempatan emas tersebut. Skor pun menjadi 3-0.
Setelah unggul 3-0, Zulkarnain memasukan Alfian Habibi. Hasilnya, permainan PSMS semakin berkembang. Dan, sepuluh menit menjelang bubaran, Rinaldo menunjukkan kemampuannya sebagai striker tajam. Melalui umpan kerja sama apik antara Azuan dan Rifki Firdaus, sundulan Rinaldo tak bisa diantisipasi kiper Sumut FC. Skor 4-0 pun menutup laga. “Saya puas dengan perkembangan pemain, hasil ini sungguh bagus,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai laga. (mag-5/sumutpos)
PSMS Pulangkan Tiga Pemain Asing
Tiga pemain asing yang sempat menjalani seleksi di PSMS, dianggap tidak memenuhi syarat. Alhasil ketiga pemain impor itu terpaksa angkat koper dari mess PSMS Kebun Bunga Medan.
Ketiga pemain itu adalah Martial Pounguoe, striker asal Kamerun, Rodrigo Santoni, mantan striker Persikabo, serta Luciano Theiler mantan pemain Persiba.
Pemulangan ketiga pemain impor itu diakui oleh anggota tim seleksi, Suyono saat ditemui di mess kebun bunga Minggu (29/8).
“Saat dipantau selama ini, ketiganya tidak mampu menunjukan permainan terbaik selayaknya pemain asing. Malahan dari beberapa laga uji coba sebelumnya pemain lokal lebih dominan menunjukan kualitas permainannya dibandingkan mereka,” sebutnya.
Meskipun pada beberapa pertandingan ujicoba sebelumnya, Martial Pounguoe sering membuat gol. Namun Suyono bilang, nyaris semua gol yang diciptakannya berawal dari bola mati. Ditambahkan Suyonom Martial Ponguoe telah meninggalkan Medan sejak Minggu malam (29/8) sekitar pukul 19.00 Wib.
“Kedua pemain lainnya direncanakan pulang besok (hari ini-red),” kata Suyono lagi. Sekretaris Umum PSMS, Idris juga membenarkan perihal kepulangan tiga legiun asing itu.
Menurutnya, dalam waktu dekat manajemen PSMS akan mencari gantinya dengan mendatangkan Striker asing baru asal Paraguay Roberto A.Costa.
“Sebelumnya kita berencana mendatangkan Roberto pada Sabtu (28/8) lalu, namun karena terjadi sedikit masalah dalam jadwal keberangkatan, akhirnya hal tersebut tertunda.
Namun kini dirinya (Roberto) telah berada di Jakarta, dan kemungkinan besar besok (hari ini-red) dirinya sudah bergabung dalam seleksi pemain PSMS,” terang Idris.
Dengan pulangnya tiga legiun asing itu, PSMS saat ini hanya menyisakan Alejandro Tobar. “Kita sudah mengantongi nama pemain asing yang berasal dari Afrika, namun belum bisa kita pastikan. Rencananya kedua pemain asing tersebut akan datang pada hari Selasa,” ungkap Idris. PSMS sendiri dikabarkan sangat membutuhkan keberadaan bomber haus gol. Baik itu asing ataupun lokal. (mag-5/sumutpos)
Ketiga pemain itu adalah Martial Pounguoe, striker asal Kamerun, Rodrigo Santoni, mantan striker Persikabo, serta Luciano Theiler mantan pemain Persiba.
Pemulangan ketiga pemain impor itu diakui oleh anggota tim seleksi, Suyono saat ditemui di mess kebun bunga Minggu (29/8).
“Saat dipantau selama ini, ketiganya tidak mampu menunjukan permainan terbaik selayaknya pemain asing. Malahan dari beberapa laga uji coba sebelumnya pemain lokal lebih dominan menunjukan kualitas permainannya dibandingkan mereka,” sebutnya.
Meskipun pada beberapa pertandingan ujicoba sebelumnya, Martial Pounguoe sering membuat gol. Namun Suyono bilang, nyaris semua gol yang diciptakannya berawal dari bola mati. Ditambahkan Suyonom Martial Ponguoe telah meninggalkan Medan sejak Minggu malam (29/8) sekitar pukul 19.00 Wib.
“Kedua pemain lainnya direncanakan pulang besok (hari ini-red),” kata Suyono lagi. Sekretaris Umum PSMS, Idris juga membenarkan perihal kepulangan tiga legiun asing itu.
Menurutnya, dalam waktu dekat manajemen PSMS akan mencari gantinya dengan mendatangkan Striker asing baru asal Paraguay Roberto A.Costa.
“Sebelumnya kita berencana mendatangkan Roberto pada Sabtu (28/8) lalu, namun karena terjadi sedikit masalah dalam jadwal keberangkatan, akhirnya hal tersebut tertunda.
Namun kini dirinya (Roberto) telah berada di Jakarta, dan kemungkinan besar besok (hari ini-red) dirinya sudah bergabung dalam seleksi pemain PSMS,” terang Idris.
Dengan pulangnya tiga legiun asing itu, PSMS saat ini hanya menyisakan Alejandro Tobar. “Kita sudah mengantongi nama pemain asing yang berasal dari Afrika, namun belum bisa kita pastikan. Rencananya kedua pemain asing tersebut akan datang pada hari Selasa,” ungkap Idris. PSMS sendiri dikabarkan sangat membutuhkan keberadaan bomber haus gol. Baik itu asing ataupun lokal. (mag-5/sumutpos)
Friday, August 27, 2010
Timnas Masih Tunggu Sergio van Dijk (Special Berita)

Badan Tim Nasional (BTN) masih menunggu jawaban dari Serginho van Dijk untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Sergio, biasa Serginho disapa, adalah pemain blasteran Indonesia-Belanda yang saat ini bermain di Liga Australia.
Sergio memegang paspor Belanda. Jika memutuskan bergabung dengan timnas Indonesia, maka Sergio harus memegang paspor Indonesia.
"Saat ini ia telah mendiskusikan dengan keluarganya efek dari keputusannya jika menjadi WNI. Sebab ia akan kehilangan banyak hal yang selama ini ia dapat selama menjadi warga negara Belanda, misalnya asuransi. Kami masih menunggu keputusannya," ujar Direktur Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arief, Rabu malam (25/8).
Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl, kata Iman, berharap jika Sergio memutuskan membela Indonesia, Sergio harus bergabung paling lambat di bulan November. Iman mengaku sudah memberikan surat pengajuan menjadi WNI kepada Sergio, seperti yang juga sudah diberikannya kepada Kim Jeffry Kurniawan. Bedanya, kata Iman, Kim sudah setuju menjadi WNI. Pengurusan berkas para pemain ini nantinya akan memakan waktu singkat.
BTN akan melakukan pola serupa untuk timnas U-23 yang akan tampil di SEA Games 2011 dengan mendata pemain keturunan Indonesia di luar negeri.
Iman menyebutkan pihaknya akan menghubungi Syaffarizal Mursalin, pemain berusia 18 tahun yang bermain di Liga Qatar. BTN, masih, kata Iman, saat ini baru sekadar mengontak Fari, namun belum melakukan pembicaraan apapun. Fari asli WNI berdarah Aceh, namun sejak kecil menetap di Qatar karena orangtuanya bekerja di sana. (israr/endro yuwanto/republika)
PSMS Medan Pemain Asing Seleksi Dibawah Standar
Tim seleksi skuad asing PSMS Medan menilai legiun asing yang diuji selama ini masih di bawah standar. Alhasil, waktu proses seleksi terhadap pemain asing akan ditambah.
Seleksi terhadap legiun asing ini seyogyanya telah berakhir Rabu (25/8). Dan seandainya seluruh skuad telah terangkum, artinya pelatih sudah bisa fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.
Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan selama ini, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pouengoe, pemain berposisi striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria, dan masih dibawah standar.
Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing di tiga posisi, bek, tengah dan depan. Sedangkan Bruno Kasmir yang diminati manajemen PSMS sudah lebih dulu terbang untuk membela Deltras Sidoarjo. “Ya Bruno sudah pulang tadi pagi (selasa-red),” ujar sekretaris umum PSMS, Idris, kemarin.
Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. “Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau makan waktu yang lama,” tambahnya.
“Kalau terburu-buru, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu,” sambung pria berdarah Aceh ini.
Rabu kemarin, dua pemain asing kembali didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul.
Dua pemain ini juga sudah diseleksi kemarin. Sedangkan satu lagi pemain asing bernama Ferry Asomah asal Liberia akan menyusul ke Medan.
Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.
Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat beruji coba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM. Striker lokal dinilai cukup aman karena kedatangan Febri Setiadi Hamzah Striker dari Seman Padang. (mag-5/sumutpos)
Seleksi terhadap legiun asing ini seyogyanya telah berakhir Rabu (25/8). Dan seandainya seluruh skuad telah terangkum, artinya pelatih sudah bisa fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.
Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan selama ini, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pouengoe, pemain berposisi striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria, dan masih dibawah standar.
Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing di tiga posisi, bek, tengah dan depan. Sedangkan Bruno Kasmir yang diminati manajemen PSMS sudah lebih dulu terbang untuk membela Deltras Sidoarjo. “Ya Bruno sudah pulang tadi pagi (selasa-red),” ujar sekretaris umum PSMS, Idris, kemarin.
Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. “Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau makan waktu yang lama,” tambahnya.
“Kalau terburu-buru, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu,” sambung pria berdarah Aceh ini.
Rabu kemarin, dua pemain asing kembali didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul.
Dua pemain ini juga sudah diseleksi kemarin. Sedangkan satu lagi pemain asing bernama Ferry Asomah asal Liberia akan menyusul ke Medan.
Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.
Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat beruji coba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM. Striker lokal dinilai cukup aman karena kedatangan Febri Setiadi Hamzah Striker dari Seman Padang. (mag-5/sumutpos)
Wednesday, August 25, 2010
Mbom Julien Tolak Tawaran Nilai Kontrak PSMS Kekurangan Pemain Lini Depan
Usai seleksi pemain selama dua bulan, PSMS Medan masih belum menemukan sosok striker yang pas. Terlebih Jacky Pasarela striker yang awalnya diandalkan PSMS memilih hengkang ke PSM Makassar. Kondisi musim lalu berpeluang terjadi.
Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.
Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.
Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.
Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.
Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.
Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.
“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin. (mag-5/sumutpos)
Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.
Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.
Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.
Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.
Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.
Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.
“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin. (mag-5/sumutpos)
PSMS Medan Negosiasi Pemain Masih Alot
Usai diseleksi, skuad PSMS Medan musim mendatang kini tengah negosiasi kontrak. Satu pekan sudah waktu diberikan pengurus untuk negosiasi. Sementara ini pemain lokal yang didulukan, legiun asing menyusul sesudahnya.
Meski sudah diberi waktu satu pekan, namun proses negosiasi masih terlihat alot. Tidak semua pemain terlihat gembira soal nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Senin (23/8) kemarin, nego terakhir digelar di Stadion Kebun Bunga. Satu persatu pemain dipanggil masuk ruang pengurus untuk mengetahui masa depannya.
Di ruangan, negosiator dari pengurus terdiri dari Idris SE Sekum PSMS, wakil sekretaris Agus Suriono dan tim talent scouting.
“Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir, pengurus juga berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti,” ujar pemain yang enggan disebutkan namanya.
Idris bilang, negosiasi harga dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati. “Setelah disepakati, baru nanti kita tentukan nilai kontraknya. Kita beri kesempatan pemain untuk berpikir nilai yang kita tawarkan,” beber Idris.
Meski kemarin terakhir negosiasi, namun pengurus belum mengumumkan skuad yang sudah oke akan nilai kontraknya.
Usai mengurus nego kontrak pemain lokal, pengurus segera melobi kontrak pemain asing. Hal itu dijadwalkan bulan ini juga. “ Ya, secepatnya kita akan kontrak, tapi kita lihat dulu perkembangannya. Kita kan juga sedang menunggu satu pemain lain Robert Acosta yang datang 28 Agustus nanti,” sambung Idris.
Untuk menjamin keabsahan kontrak, pengurus menyatakan akan menyiapkan notaris. Ini tidak dilakukan musim lalu. “Semua kontrak ditandatangani di depan notaris. Notarisnya sudah ada, tapi namanya nanti sajalah,” pungkas pria berdarah Aceh ini.
Pada sesi latihan kemarin, pemain asing yang tersisa hanya tiga orang. Empat lainnya tampaknya sudah dipulangkan pengurus karena tak sesuai dengan kebutuhan tim. Tiga pemain asing tersisa adalah Etouguo, Martial Poungoeu, serta Bruno Kasmir. Ketiga pemain tersebut juga belum tentu mendapatkan kontrak, karena masih tahap dipantau kemampuannya. (mag-5/sumutpos)
Meski sudah diberi waktu satu pekan, namun proses negosiasi masih terlihat alot. Tidak semua pemain terlihat gembira soal nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Senin (23/8) kemarin, nego terakhir digelar di Stadion Kebun Bunga. Satu persatu pemain dipanggil masuk ruang pengurus untuk mengetahui masa depannya.
Di ruangan, negosiator dari pengurus terdiri dari Idris SE Sekum PSMS, wakil sekretaris Agus Suriono dan tim talent scouting.
“Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir, pengurus juga berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti,” ujar pemain yang enggan disebutkan namanya.
Idris bilang, negosiasi harga dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati. “Setelah disepakati, baru nanti kita tentukan nilai kontraknya. Kita beri kesempatan pemain untuk berpikir nilai yang kita tawarkan,” beber Idris.
Meski kemarin terakhir negosiasi, namun pengurus belum mengumumkan skuad yang sudah oke akan nilai kontraknya.
Usai mengurus nego kontrak pemain lokal, pengurus segera melobi kontrak pemain asing. Hal itu dijadwalkan bulan ini juga. “ Ya, secepatnya kita akan kontrak, tapi kita lihat dulu perkembangannya. Kita kan juga sedang menunggu satu pemain lain Robert Acosta yang datang 28 Agustus nanti,” sambung Idris.
Untuk menjamin keabsahan kontrak, pengurus menyatakan akan menyiapkan notaris. Ini tidak dilakukan musim lalu. “Semua kontrak ditandatangani di depan notaris. Notarisnya sudah ada, tapi namanya nanti sajalah,” pungkas pria berdarah Aceh ini.
Pada sesi latihan kemarin, pemain asing yang tersisa hanya tiga orang. Empat lainnya tampaknya sudah dipulangkan pengurus karena tak sesuai dengan kebutuhan tim. Tiga pemain asing tersisa adalah Etouguo, Martial Poungoeu, serta Bruno Kasmir. Ketiga pemain tersebut juga belum tentu mendapatkan kontrak, karena masih tahap dipantau kemampuannya. (mag-5/sumutpos)
Tuesday, August 24, 2010
Andika Yudistira Seleksi di Sriwijaya

Andika Yudistira Lubis turut meramaikan seleksi pemain Sriwijaya FC. Bomber tim nasional U-23 itu, kemarin, (23/4) sudah ikut latihan bersama Budi Sudarsono dan kawan-kawan di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus. Andika sendiri mengaku persaingan cukup berat. Lantaran masih ada beberapa nama pemain berpengalaman seperti Josh Maguire, Rudi Widodo dan Khusnul Yakin. Meski begitu pemain asal Medan itu, tetap tidak berkecil hati dan tetap semangat.
"Tujuan mengikuti seleksi jelas ingin menjadi bagian dari Sriwijaya. Soal masuk engaknya itu urusan nanti," ujar Andika kepada wartawan, kemarin (23/8).
Sekadar informasi Andika merupakan pemain muda penuh talenta. Sejak berusia muda namanya selalu menghiasi pasukan tim nassional mulai dari U-15 sampai U-23. Beberapa klub profesional juga sempat dibelanya seperti PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Sayang saat memperkuat PSPS selama setengah musim Andika kurang bersinar dari 7 laga tak mampu menciptakan satu gol pun. "Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin," tukas Andika
Sementara itu, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Handri Zainuddin, mengatakan, Andika masih harus bersaing dengan beberapa pemain seleksi lain. Untuk kans sendiri Hendri masih belum tahu meskipun kualitas permainan pemuda kelahiran 11 Apr 1986 itu, boleh dikata cukup mumpuni.
“Semua tahu selain memperkuat timnas U-23 Andika juga pernah memperkuat PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Kalau permainannya saya rasa sudah tidak ada masalah tinggal selera pelatih saja,” tambah pria berkacamata itu.
Sementara, coach Ivan Kolev menyambut baik kehadiran pemain depan yang merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi di Universitas Muhamaddiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan itu. “Kita beruntung bisa mendatangkan Andika. Paling tidak kita semakin banyak pilihan untuk posisi pemain depan,” timpal Kolev.
Meski begitu, pelatih asal Bulgaria itu, masih belum bisa memastikan satu tempat untuk Andika. Kata Kolev, Andika harus menenjukan peforma terbaiknya dulu selama latihan pada beberapa hari kedepan. ”Kami harus pantau terus kondisi semua pemain seleksi dalam beberapa hari kedepan. Uji coba melawan PS Bangka besak juga akan menjadi ajang seleksi bagi mereka,” tambah eks pelatih timnas Senior edisi 2007 itu.
(mg42/sumeks)
PSMS Ikat Satu Pemain Asing
Pantauan terhadap performa calon legiun asing yang masuk skuad PSMS Medan sudah memasuki babak akhir. Nasib tujuh pemain asing yang ikut seleksi pun akhirnya diumumkan. Jawabnya, baru satu yang pasti diikat.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu malam (22/8). “Dari tujuh yang ikut seleksi baru satu yang kita ikat. Yakni, Martial Poungoue, pemain asal Kamerun,” jelas Idris.
Sayangnya, Idris tidak mau terbuka soal nilai kontrak pemain yang sebelumnya main di klub Unisport FC Kam itu. “Off the record lah,” tambahnya singkat.
Meski begitu, tidak serta merta pemain asing lainnya yang belum dikontrak akan dipulangkan. Setidaknya ada beberapa pemain asing lainnya masih dipantau.
Termasuk Etogou yang berhasil mencetak dua gol saat PSMS menghanjar TGM 5-1 beberapa hari lalu. “Seperti Etougo dan Bruno (Kasmir) masih kita pantau untuk beberapa waktu ke depan. Yang jelas, hingga saat ini baru Martial yang layak membela PSMS,” ungkap Idris.
Untuk kuota pemain yang diambil, tambah Idris, rencananya PSMS akan merekrut tiga pemain dari tujuh pemain asing peserta seleksi. Masing-masing posisi diambil satu pemain. Nantinya akan dilengkapi dengan Robet Acosta, eks striker PSM yang rencananya akan didatangkan pada 25 Agustus mendatang. “Kita akan ambil tiga pemain saja. Mungkin satu di belakang, di tengah dan di depan,” tambah Idris.
Selain para legiun asing, pemain lokal seperti Rinaldo dan Habibi yang tampil gemilang saat uji coba melawan TGM pun tak luput dari pantauan. Kedau pemain tersebut masih dalam pemantau pelatih dan pengurus. Diharapkan, tambah Idris, dalam beberapa hari ke depan keputusan sudah didapat. “Rinaldo cukup gesit untuk striker dan Habibi main,” jelas Asisten Pelatih Suyono.
“Ya, saya melihat lebih menginginkan dua Striker dan satu gelandang karena pemain belakang yang tersedia sekarang sudah enam orang,” tambah asisten lainnya, Waluyo.
Sebelumnya satu pemain asing yang mengikuti seleksi telah hengkang lebih dulu. Pemain yang dimaksud adalah Moukwelle. Gelandang berkebangsaan Prancis itu dikabarkan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.
“Iya Moukwelle sudah tidak lagi seleksi di sini, kabarnya dia ke Deltras. Padahal, dia termasuk gelandang pekerja keras dan kita butuh gelandang bertahan,” kata Suyono. (mag-5/sumutpos)
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu malam (22/8). “Dari tujuh yang ikut seleksi baru satu yang kita ikat. Yakni, Martial Poungoue, pemain asal Kamerun,” jelas Idris.
Sayangnya, Idris tidak mau terbuka soal nilai kontrak pemain yang sebelumnya main di klub Unisport FC Kam itu. “Off the record lah,” tambahnya singkat.
Meski begitu, tidak serta merta pemain asing lainnya yang belum dikontrak akan dipulangkan. Setidaknya ada beberapa pemain asing lainnya masih dipantau.
Termasuk Etogou yang berhasil mencetak dua gol saat PSMS menghanjar TGM 5-1 beberapa hari lalu. “Seperti Etougo dan Bruno (Kasmir) masih kita pantau untuk beberapa waktu ke depan. Yang jelas, hingga saat ini baru Martial yang layak membela PSMS,” ungkap Idris.
Untuk kuota pemain yang diambil, tambah Idris, rencananya PSMS akan merekrut tiga pemain dari tujuh pemain asing peserta seleksi. Masing-masing posisi diambil satu pemain. Nantinya akan dilengkapi dengan Robet Acosta, eks striker PSM yang rencananya akan didatangkan pada 25 Agustus mendatang. “Kita akan ambil tiga pemain saja. Mungkin satu di belakang, di tengah dan di depan,” tambah Idris.
Selain para legiun asing, pemain lokal seperti Rinaldo dan Habibi yang tampil gemilang saat uji coba melawan TGM pun tak luput dari pantauan. Kedau pemain tersebut masih dalam pemantau pelatih dan pengurus. Diharapkan, tambah Idris, dalam beberapa hari ke depan keputusan sudah didapat. “Rinaldo cukup gesit untuk striker dan Habibi main,” jelas Asisten Pelatih Suyono.
“Ya, saya melihat lebih menginginkan dua Striker dan satu gelandang karena pemain belakang yang tersedia sekarang sudah enam orang,” tambah asisten lainnya, Waluyo.
Sebelumnya satu pemain asing yang mengikuti seleksi telah hengkang lebih dulu. Pemain yang dimaksud adalah Moukwelle. Gelandang berkebangsaan Prancis itu dikabarkan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.
“Iya Moukwelle sudah tidak lagi seleksi di sini, kabarnya dia ke Deltras. Padahal, dia termasuk gelandang pekerja keras dan kita butuh gelandang bertahan,” kata Suyono. (mag-5/sumutpos)
Monday, August 23, 2010
Jecky Pasarella Hengkang, PSMS Tak Punya Striker
PSMS yang bersiap menuju Divisi Utama musim 2010/2011 kembali mengalami kejadian tidak menyenangkan. Skuad yang mulai terbentuk kini mencair lagi. Pasalnya, satu-satunya striker yang dimiliki lepas.
Ya, beberapa waktu lalu PSMS telah mengumumkan skuad lolos seleksi. Tercatat sembilan belas pemain yang terpilih. Nah, dari sembilan belas pemain itu, hanya satu yang berposisi striker. Siapa lagi kalau bukan Jecky Pasarella.
Sayangnya, Jecky yang sudah membela Ayam Kinantan sejak musim lalu itu kini melepas seragam hijau kebanggaan PSMS. Dia pun memilih hengkang.
Kepastian striker yang membukukan lima go di Divisi Utama musim lalu ini terlihat setelah PSMS menggelar latihan di PPLP.
“Ia (Jecky, Red) sudah tidak lagi di PSMS. Ia memilih klub lain dari informasi yang saya terima dia ke Makassar (PSM, Red),” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (20/8).
Idris menambahkan, sejatinya keputusan Jecky sudah mengemuka sejak Rabu (18/8) lalu.
“Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena nilai kontrak di sana lebih besar. Itu masih dugaan, namun yang disayangkan, ia tidak memberitahukannya kepada kami pengurus,” tambah Idris.
Menurut pantauan Sumut Pos, Jecky sempat mengikuti sesi latihan Selasa (17/8) lalu di Stadion Teladan. Dan, pada Senin (16/8), dirinya masih sempat melakukan negosiasi kontrak dengan pengurus PSMS. Nah, usai pembahasan kontrak tersebut Jecky terlihat tak bersemangat. Ketika dikonfirmasi, dirinya sama sekali tak mau berkomentar soal hasil pembahasan kontrak tersebut.
Dengan hengkangnya Jecky, praktis PSMS Medan saat ini tidak memiliki striker. Kalaupun ada hanya Mahadi Rais, pemain yang masih berstatus magang.
Tak pelak, hal ini yang memaksa PSMS Medan agar bergegas untuk mencari striker.
Menurut kabar yang terdenggar, selain dua pemain striker asing, PSMS juga akan mencari striker lokal. Yakni, pemain yang berasal dari klub Indonesia Super League (ISL). “Ya kita akan menambah Striker, ya kalo bisa pemain lokalnya yang bermain di ISL dan asingnya mungkin dua orang. Tapi, kita masih lihat perkemban dulu,” jelas Idris. Menariknya, pengurus tampaknya tak mau ambil pusing soal hengkangnya Jecky.
“Masih banyak penggantinya, PSMS tidak merasa kekurangan pemain, sampai hari ini (kemarin, Red) orang berduyun-duyun mau kesini. Ada dua pemain asal Afrika dan satu striker lokal yang mau ikut uji coba, tapi lihat saja besok (hari ini). PSMS tidak akan kekurangan striker,” tegas Idris.
Jecky sendiri ketika dikonfirmasi tidak membantah kabar ini. “Ingin mencari pengalaman baru, Bang,” kata striker berusia 24 tahun itu.
Sementara itu, mantan PSMS yang juga sempat diwacanakan akan bergabung dengan Ayam Kinantan, Fadli Hariri juga bergabung dengan Jecky ke PSM Makassar.
Pemain yang dipinjamkan oleh Pro Titan musim lalu ke Persela Lamongan ini, mengatakan sebernarnya dirinya masih menghargai PSMS Medan untuk memintanya bergabung. Namun, tunggu dan trerus menunggu pihak pengurus tidak ada kabar. Ya, sudah, menurut Fadli, daripada tak jelas, dia harus mengambil keputusan mencari klub yang mau menghargainya.
“Ya kita kan hidup di bola, harus profesional. Pihak pengurus tak ada kabar, sudah ditunggu lama sejak habis kompetisi,” kata Fadli.
Fadli menambahkan, dirinya dan Jecky telah resmi dikontrak klub asal Pulau Sulawesi tersebut. “Ya kami di kontrak Rabu lalu,” pungkas Fadli. (mag-5/sumutpos)
Ya, beberapa waktu lalu PSMS telah mengumumkan skuad lolos seleksi. Tercatat sembilan belas pemain yang terpilih. Nah, dari sembilan belas pemain itu, hanya satu yang berposisi striker. Siapa lagi kalau bukan Jecky Pasarella.
Sayangnya, Jecky yang sudah membela Ayam Kinantan sejak musim lalu itu kini melepas seragam hijau kebanggaan PSMS. Dia pun memilih hengkang.
Kepastian striker yang membukukan lima go di Divisi Utama musim lalu ini terlihat setelah PSMS menggelar latihan di PPLP.
“Ia (Jecky, Red) sudah tidak lagi di PSMS. Ia memilih klub lain dari informasi yang saya terima dia ke Makassar (PSM, Red),” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (20/8).
Idris menambahkan, sejatinya keputusan Jecky sudah mengemuka sejak Rabu (18/8) lalu.
“Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena nilai kontrak di sana lebih besar. Itu masih dugaan, namun yang disayangkan, ia tidak memberitahukannya kepada kami pengurus,” tambah Idris.
Menurut pantauan Sumut Pos, Jecky sempat mengikuti sesi latihan Selasa (17/8) lalu di Stadion Teladan. Dan, pada Senin (16/8), dirinya masih sempat melakukan negosiasi kontrak dengan pengurus PSMS. Nah, usai pembahasan kontrak tersebut Jecky terlihat tak bersemangat. Ketika dikonfirmasi, dirinya sama sekali tak mau berkomentar soal hasil pembahasan kontrak tersebut.
Dengan hengkangnya Jecky, praktis PSMS Medan saat ini tidak memiliki striker. Kalaupun ada hanya Mahadi Rais, pemain yang masih berstatus magang.
Tak pelak, hal ini yang memaksa PSMS Medan agar bergegas untuk mencari striker.
Menurut kabar yang terdenggar, selain dua pemain striker asing, PSMS juga akan mencari striker lokal. Yakni, pemain yang berasal dari klub Indonesia Super League (ISL). “Ya kita akan menambah Striker, ya kalo bisa pemain lokalnya yang bermain di ISL dan asingnya mungkin dua orang. Tapi, kita masih lihat perkemban dulu,” jelas Idris. Menariknya, pengurus tampaknya tak mau ambil pusing soal hengkangnya Jecky.
“Masih banyak penggantinya, PSMS tidak merasa kekurangan pemain, sampai hari ini (kemarin, Red) orang berduyun-duyun mau kesini. Ada dua pemain asal Afrika dan satu striker lokal yang mau ikut uji coba, tapi lihat saja besok (hari ini). PSMS tidak akan kekurangan striker,” tegas Idris.
Jecky sendiri ketika dikonfirmasi tidak membantah kabar ini. “Ingin mencari pengalaman baru, Bang,” kata striker berusia 24 tahun itu.
Sementara itu, mantan PSMS yang juga sempat diwacanakan akan bergabung dengan Ayam Kinantan, Fadli Hariri juga bergabung dengan Jecky ke PSM Makassar.
Pemain yang dipinjamkan oleh Pro Titan musim lalu ke Persela Lamongan ini, mengatakan sebernarnya dirinya masih menghargai PSMS Medan untuk memintanya bergabung. Namun, tunggu dan trerus menunggu pihak pengurus tidak ada kabar. Ya, sudah, menurut Fadli, daripada tak jelas, dia harus mengambil keputusan mencari klub yang mau menghargainya.
“Ya kita kan hidup di bola, harus profesional. Pihak pengurus tak ada kabar, sudah ditunggu lama sejak habis kompetisi,” kata Fadli.
Fadli menambahkan, dirinya dan Jecky telah resmi dikontrak klub asal Pulau Sulawesi tersebut. “Ya kami di kontrak Rabu lalu,” pungkas Fadli. (mag-5/sumutpos)
PSMS Menang Telak Lawan Tim Lokal
Penyerang tim PSMS Medan yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 terlihat cukup tajam, menaklukkan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) 5-1 dalam pertandingan ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Diperkuat tujuh pemain asing yang tengah menjalani seleksi, awalnya PSMS kesulitan menembus pertahanan TGM.
Dua pemain asing yang ditempatkan di lini depan, Willian asal Brasil dan Martial Poungoue (Kamerun) dibantu gelandang asal Argentina Klein sepertinya tak berdaya menembus benteng TGM.
Parahnya lagi, para pemain lokal yang dinyatakan sudah lolos seleksi juga tak mampu memperagakan permainan terbaiknya, sehingga pada babak pertama PSMS hanya mampu mencetak satu gol melalui Zulkarnain di menit ke-36.
Di babak kedua, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu mengganti materi pemainnya, dengan memasukkan tiga pemain asing lainnya, yakni Amarildo de Souza (Brasil), Bikdi Daniel (Kamerun), serta Etougou (Kamerun).
Hasilnya, PSMS mampu menambah empat gol kemenangan. Dua gol di antaranya dipersembahkan striker asal Kamerun yang musim lalu membela Persih Tembilahan, Etougou, masing-masing pada menit ke-59 dan 64. Dua gol lainnya dicetak striker Rinaldo (menit 49 dan 76).
Satu-satunya gol balasan TGM dicetak Syahidansah Lubis pada masa injury time.
Usai pertandingan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menilai penampilan ketujuh pemain asing itu lumayan baik. Hanya saja, PSMS tidak mungkin memakai mereka semua.
"Kita akan menyisakan tiga pemain asing. Insya Allah hari Minggu sudah bisa kita umumkan siapa-siapa yang harus angkat koper," ujar Idris.
Begitu pun, Idris tidak menampik kalau pihaknya masih terus memburu pemain-pemain asing lain yang lebih berkualitas. (antara)
Diperkuat tujuh pemain asing yang tengah menjalani seleksi, awalnya PSMS kesulitan menembus pertahanan TGM.
Dua pemain asing yang ditempatkan di lini depan, Willian asal Brasil dan Martial Poungoue (Kamerun) dibantu gelandang asal Argentina Klein sepertinya tak berdaya menembus benteng TGM.
Parahnya lagi, para pemain lokal yang dinyatakan sudah lolos seleksi juga tak mampu memperagakan permainan terbaiknya, sehingga pada babak pertama PSMS hanya mampu mencetak satu gol melalui Zulkarnain di menit ke-36.
Di babak kedua, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu mengganti materi pemainnya, dengan memasukkan tiga pemain asing lainnya, yakni Amarildo de Souza (Brasil), Bikdi Daniel (Kamerun), serta Etougou (Kamerun).
Hasilnya, PSMS mampu menambah empat gol kemenangan. Dua gol di antaranya dipersembahkan striker asal Kamerun yang musim lalu membela Persih Tembilahan, Etougou, masing-masing pada menit ke-59 dan 64. Dua gol lainnya dicetak striker Rinaldo (menit 49 dan 76).
Satu-satunya gol balasan TGM dicetak Syahidansah Lubis pada masa injury time.
Usai pertandingan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menilai penampilan ketujuh pemain asing itu lumayan baik. Hanya saja, PSMS tidak mungkin memakai mereka semua.
"Kita akan menyisakan tiga pemain asing. Insya Allah hari Minggu sudah bisa kita umumkan siapa-siapa yang harus angkat koper," ujar Idris.
Begitu pun, Idris tidak menampik kalau pihaknya masih terus memburu pemain-pemain asing lain yang lebih berkualitas. (antara)
Thursday, August 19, 2010
PSMS Medan Empat Asing Merapat
Seusai liburan bulan puasa, PSMS Medan kembali latihan rutin seperti biasanya. Menariknya, jadwal yang ditetapkan pada Senin (16/8) lalu, ternoda. Tak ada pemain PSMS yang hadir di Stadion Teladan. Begitu pun dengan 7 legiun asing yang dijanjikan.
“Anak-anak lagi kecapekan karena baru pulang dari kampungnya masing-masing,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE saat dikonfirmasi.
Beruntung, pada Selasa (17/8) latihan mulai berjalan. Tercatat hanya Ari Yuganda dan Novi Hendriawan yang absen. Ari dikabarkan absen karena terjebak hujan di Lubukpakam, sementara Novi tidak ada konfirmasi. Latihan sendiri dimulai pada pukul 15.40 WIB.
Pada latihan yang digelar di Stadion Teladan itu pun dihadiri pemain asing. Tercatat ada empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Moukwelle, Klein, Amarildo de Souza, dan William (lengkapnya lihat grafis). Sementara tiga pemain asing lainnya belum juga muncul. “Pemain yang pernah mengikuti seleksi Timnas U-23 Paraguay, Irenio Roberto Acosta, kepastian kedatangannya tanggal 25 Agustus mendatang,” jelas Idris.
Idris menambahkan, keempat pemain yang telah ikut seleksi belum bisa dipastikan akan memperkuat PSMS untuk musim mendatang. “Kualitasnya lumayan, patut dipertimbangkan. Namun, kesepakatan soal mengontrak atau tidak, masih kita tunggu,” timpal Asisten Pelatih Waluyo.
Terkait pembentukan tim, pengurus dan pelatih tampaknya sudah menentukan asisten pelatih baru. Adalah Nasib Iwan yang sebelumnya di PSDS direkrut untuk menjadi pelatih fisik. “Dia memiliki pengalaman yang bisa diandalkan,” ungkap Idris.
Sebelumnya, pihak pengurus sedang melakukan nego soal kontrak pemain. Dikabarkan ada dua jenis kontrak yang ditawarkan. Yakni, kontrak A untuk pemain inti dan kontrak B untuk pemain cadangan. (mag-5/sumutpos)
“Anak-anak lagi kecapekan karena baru pulang dari kampungnya masing-masing,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE saat dikonfirmasi.
Beruntung, pada Selasa (17/8) latihan mulai berjalan. Tercatat hanya Ari Yuganda dan Novi Hendriawan yang absen. Ari dikabarkan absen karena terjebak hujan di Lubukpakam, sementara Novi tidak ada konfirmasi. Latihan sendiri dimulai pada pukul 15.40 WIB.
Pada latihan yang digelar di Stadion Teladan itu pun dihadiri pemain asing. Tercatat ada empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Moukwelle, Klein, Amarildo de Souza, dan William (lengkapnya lihat grafis). Sementara tiga pemain asing lainnya belum juga muncul. “Pemain yang pernah mengikuti seleksi Timnas U-23 Paraguay, Irenio Roberto Acosta, kepastian kedatangannya tanggal 25 Agustus mendatang,” jelas Idris.
Idris menambahkan, keempat pemain yang telah ikut seleksi belum bisa dipastikan akan memperkuat PSMS untuk musim mendatang. “Kualitasnya lumayan, patut dipertimbangkan. Namun, kesepakatan soal mengontrak atau tidak, masih kita tunggu,” timpal Asisten Pelatih Waluyo.
Terkait pembentukan tim, pengurus dan pelatih tampaknya sudah menentukan asisten pelatih baru. Adalah Nasib Iwan yang sebelumnya di PSDS direkrut untuk menjadi pelatih fisik. “Dia memiliki pengalaman yang bisa diandalkan,” ungkap Idris.
Sebelumnya, pihak pengurus sedang melakukan nego soal kontrak pemain. Dikabarkan ada dua jenis kontrak yang ditawarkan. Yakni, kontrak A untuk pemain inti dan kontrak B untuk pemain cadangan. (mag-5/sumutpos)
Wednesday, August 18, 2010
Andika tak Antusias
MEDAN- Kabar baik muncul dari mantan striker PSMS era Freddy Muli, Andika Yudistira. Pemain yang sempat dipanggil Timnas U-23 ini tampaknya kian dekat ke Sriwijaya FC. Menariknya, disinggung soal kemungkinan comeback ke PSMS, Andika malah tampak tidak begitu antusias.
Meski begitu, Andika mengaku pernah dihubungi pengurus PSMS sebelum Pilkada Medan beberapa waktu lalu. Namun tidak ada kabar selanjutnya. “Kalau kembali ke PSMS pasti sebagai anak Medan asli ada keinginan yang kuat. Tapi itu butuh keseriusan. Dulu sempat dipanggil, tapi tidak ada kelanjutannya,” beber Andika, Minggu (15/8).
Kalau jadi ke Sriwijaya, kemungkinan besar Andika akan reuni dengan sejumlah seniornya di PSMS dulu. Ya, Mahyadi Panggabean sudah lebih dulu merapat ke klub juara Piala Indonesia itu. Pascalibur musim kompetisi nasional yang juga masa transfer, Andika kini berada di kediamannya di Medan. Namun komunikasi soal transfer terus berlangsung via sambungan telepon. “Sedang nego. Nampaknya sudah mulai ada kepastian. Tapi saya tak mau buru-buru, harus dipikirkan matang-matang,” kata Andika.
Sementara itu, hari ini, PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5)
Meski begitu, Andika mengaku pernah dihubungi pengurus PSMS sebelum Pilkada Medan beberapa waktu lalu. Namun tidak ada kabar selanjutnya. “Kalau kembali ke PSMS pasti sebagai anak Medan asli ada keinginan yang kuat. Tapi itu butuh keseriusan. Dulu sempat dipanggil, tapi tidak ada kelanjutannya,” beber Andika, Minggu (15/8).
Kalau jadi ke Sriwijaya, kemungkinan besar Andika akan reuni dengan sejumlah seniornya di PSMS dulu. Ya, Mahyadi Panggabean sudah lebih dulu merapat ke klub juara Piala Indonesia itu. Pascalibur musim kompetisi nasional yang juga masa transfer, Andika kini berada di kediamannya di Medan. Namun komunikasi soal transfer terus berlangsung via sambungan telepon. “Sedang nego. Nampaknya sudah mulai ada kepastian. Tapi saya tak mau buru-buru, harus dipikirkan matang-matang,” kata Andika.
Sementara itu, hari ini, PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5)
PSMS mulai negosiasi kontrak pemain
MEDAN - Setelah memastikan pemain yang lolos seleksi untuk mengisi skuad menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS mulai melakukan negosiasi harga kontrak dengan pemain.
Negoisasi kontrak pemain itu berlangsung, tadi sore, di Mess Kebun Bunga. Negosiasi dilakukan antara pengurus PSMS yang berbicara secara tertutup dengan pemain.
Satu-persatu pemain mengantri untuk dipanggil ke ruangan sekretariat. Terlihat Jecky Pasarella, Sabani, Andi Setiawan dan beberapa pemain lainnya telah menjalani pembicaraan dengan tim negosiasi yang terdiri dari sekum PSMS, Idris, wakil sekretaris, Agus Suriono, dan tim talent scouting.
Namun persoalan waktu tidak memungkinkan pembicaraan dilakukan terhadap seluruh pemain. Apalagi tidak seluruh pemain hadir. Faisal Azmi saat ini masih berada di kampung halamannya, Pekan Baru.
Sementara Alryan saat ini masih dirawat di rumah sakit karena menderita sakit demam berdarah. Sedangkan Novi Handriawan juga tidak hadir. Beberapa reaksi tampak dari raut wajah pemain usai keluar dari ruang negosiasi. Ada yang tersenyum, bingung dan cemberut.
"Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir. Mereka juga lagi berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti," ujar Andi Setiawan eks kipper Produta.
Menurut sekretaris umum PSMS, Idris, negosiasi harga memang mulai dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati.
"Kita masih berunding soal harga. Nantinya akan kita pertimbangkan kalau memang kualitas mereka sesuai. Dari negosiasi tadi ada beberapa yang cocok dan beberapa pemain masih mikir-mikir," ujarnya.
Idris mengatakan, proses negosiasi kontrak memang tidak buru-buru diselesaikan dalam satu hari. "Tidak mungkin satu hari karena waktunya tidak cukup. Dan kita memang pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Kemungkinan tiga hari ke depan, sudah selesai," tambahnya.
Seperti rencana di awal, setelah kesepakatan harga, para pemain akan menandatangani kontrak di depan Notaris. Hal yang tidak dilakukan musim lalu. "Ya jadi di depan notaris. Kita sudah siapkan notarisnya," pungkas pria berdarah Aceh ini.
Disisi lain, latihan yang seyogyanya dimulai tadi sore akan mulai digelar Selasa (17/8) sore di Stadion Teladan. Sehubungan dengan Stadion Kebun Bunga yang masih direnovasi. "Besok kita latihan di Teladan. Kita sudah bicarakan dengan pelatih," ujar Idris.
Negoisasi kontrak pemain itu berlangsung, tadi sore, di Mess Kebun Bunga. Negosiasi dilakukan antara pengurus PSMS yang berbicara secara tertutup dengan pemain.
Satu-persatu pemain mengantri untuk dipanggil ke ruangan sekretariat. Terlihat Jecky Pasarella, Sabani, Andi Setiawan dan beberapa pemain lainnya telah menjalani pembicaraan dengan tim negosiasi yang terdiri dari sekum PSMS, Idris, wakil sekretaris, Agus Suriono, dan tim talent scouting.
Namun persoalan waktu tidak memungkinkan pembicaraan dilakukan terhadap seluruh pemain. Apalagi tidak seluruh pemain hadir. Faisal Azmi saat ini masih berada di kampung halamannya, Pekan Baru.
Sementara Alryan saat ini masih dirawat di rumah sakit karena menderita sakit demam berdarah. Sedangkan Novi Handriawan juga tidak hadir. Beberapa reaksi tampak dari raut wajah pemain usai keluar dari ruang negosiasi. Ada yang tersenyum, bingung dan cemberut.
"Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir. Mereka juga lagi berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti," ujar Andi Setiawan eks kipper Produta.
Menurut sekretaris umum PSMS, Idris, negosiasi harga memang mulai dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati.
"Kita masih berunding soal harga. Nantinya akan kita pertimbangkan kalau memang kualitas mereka sesuai. Dari negosiasi tadi ada beberapa yang cocok dan beberapa pemain masih mikir-mikir," ujarnya.
Idris mengatakan, proses negosiasi kontrak memang tidak buru-buru diselesaikan dalam satu hari. "Tidak mungkin satu hari karena waktunya tidak cukup. Dan kita memang pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Kemungkinan tiga hari ke depan, sudah selesai," tambahnya.
Seperti rencana di awal, setelah kesepakatan harga, para pemain akan menandatangani kontrak di depan Notaris. Hal yang tidak dilakukan musim lalu. "Ya jadi di depan notaris. Kita sudah siapkan notarisnya," pungkas pria berdarah Aceh ini.
Disisi lain, latihan yang seyogyanya dimulai tadi sore akan mulai digelar Selasa (17/8) sore di Stadion Teladan. Sehubungan dengan Stadion Kebun Bunga yang masih direnovasi. "Besok kita latihan di Teladan. Kita sudah bicarakan dengan pelatih," ujar Idris.
PSMS SANGAT HATI-HATI
PSMS Medan tampaknya akan benar-benar selektif memilih pemain asing yang akan direkrutnya. Kualitas yang menonjol menjadi syarat utama mengisi skuad PSMS musim depan.
Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.
Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.
“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.
Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.
Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.
Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.
"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.
Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.
Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.
“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.
Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.
Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.
Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.
"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.
PSMS Kedatangan Tujuh Pemain Asing
PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)
Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.
Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.
Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)
Wednesday, August 4, 2010
PSMS Butuh Penjaga Gawang Andal
Pelatih kiper PSMS Waluyo Santoso memastikan persaingan untuk mengisi pos di bawah mistar tim Ayam Kinantan akan tetap berlangsung seru.
Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).
Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.
“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.
Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.
Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.
Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.
“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)
Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).
Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.
“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.
Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.
Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.
Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.
“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)
Subscribe to:
Posts (Atom)