Monday, September 27, 2010

Siap Maksimal


MEDAN-PSMS siap tampil maksimal di Turnamen Piala Ngogesa di Lapangan Sepak Bola Alun-Alun T Amir Hamzah, Stabat, Langkat. Dan, lawan yang akan dihadapi hari ini adalah Madina Medan Jaya.

Pertemuan kedua tim ini bisa dikatakan menarik, setidaknya kedua tim sempat terlibat dalam turnamen yang beberapa waktu lalu digelar di Karo. Saat itu, PSMS yang menjadi pemenangannya. “Ya harapan kita menang, Medan Jaya kan sudah pernah kita kalahkan di Karo, setidaknya kita sudah mengenal permainan mereka,” kata Asisten Pelatih PSMS Suyono.

Dalam persiapannya, PSMS membawa 26 pemain, di antaranya 22 pemain lokal ditambah dengan 4 pemain asingnya. Pemain lokal yang akan diturunkan yakni pemain yang sudah tanda tangan kontrak plus satu pemain magang. Sedangkan pemain asing, selain dari tiga pemain yang akan dilakukan tanda tangan kontrak, akan ditambah satu pemain yang akan dilihat penampilan perdananya dan sekaligus merupakan acuan untuk menentukan nasibnya, Cristian Carrasco.

Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu mengatakan belum memiliki starter pemain yang akan diturunkan, namun tergantung kondisi kebugaran pemain. “Belum ada starter pemain, lihat kondisi besok lah, tapi siapa pun besok yang akan diturunkan, semua siapnya itu,” kata pelatih yang akrab dipanggil Bang Zul itu.

Menghadapi Medan Jaya, Bang Zul tetap memilih dengan formasi 3-5-2. “Ya, melakukan pemantapan posisi depan sebagai ujung tombak pergerakan dalam melakukan gol,” tambahnya.

Meski tidak ada yang mau menjelaskan siapa yang akan jadi starter, menurut pantauan Sumut Pos, kemungkinan besar Striker Kurniawan akan dijadikan cadangan. Pasalnya, pemain yang akrab dipanggil ‘Si Kurus’ ini baru akan tiba ke Medan hari ini, Senin (27/9). Selain itu, tampaknya pengurus ingin melihat duet asing di lini depan. Ya, di posisi depan diisi oleh Cristian Carasco dengan Gaston Castano, dan sebagai pemain pengganti Kurniawan. Di posisi tengah, diisi oleh Jose Sebastian, Zulkarnain, Faisal Azmi, Ari Yuganda serta pemain mungil, Azuan Lubis, sedangkan M Affan lubis kemungkinan akan didudukkan sebagai pemain cadangan. Untuk posisi bawah kemungkinan akan dipasang Vagner Luis, Hary Syahputra, serta Novi Hendriawan. Kiper kemungkinan besar akan memakai Sabani. “Siap kalau pelatih percaya dengan aku,” ungkap gelandang PSMS Azuan Lubis.

Turnamen ini diikuti oleh PSMS, PSDS, Madina Medan Jaya, dan PS Langkat Selection. Untuk juara pertama mendapatkan hadiah piala bergilir ditambah dengan piala tetap dan uang tunai Rp15 juta.(mag-5)sumutpos

Saturday, September 25, 2010

Liga Primer Jadi Prioritas PSMS

Tekad PSMS mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) sudah bulat. Meski ada ancaman tak boleh berlaga di kejuaraan yang dianggap haram oleh PSSI itu, PSMS bergeming. Malah PSMS berencana ikut dua kompetisi secara bersamaan, LPI dan Divisi Utama.

Hal itu diutarakan Dzulmi Eldin, Ketum PSMS yang juga Wakil Wali Kota Medan, Selasa (21/9). “Kita belum dengar kalau ikut LPI, maka akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Kita akan ikut dua-dua kompetisi itu,” kata Eldin.

Di lapangan, beredar desas-desus bahwa PSMS akan lebih memilih berlaga di LPI. Bahkan jika harus digusur dari Divisi Utama, hal itu tidak akan jadi soal. Ini dikarenakan keyakinan bahwa menggeser klub dari sebuah kompetisi resmi tidak sembarangan. Jadi PSSI tidak boleh sembarangan untuk itu.

“Yang pasti tim sekarang harus siap untuk ikut dua kompetisi sekaligus,” sambung Eldin.

Dan keseriusan ikut LPI terlihat kemarin, saat utusan dari LPI mengunjungi Stadion Kebun Bunga. Ada delapan delegasi yang berkunjung untuk melakukan perbincangan dengan pengurus PSMS.

Salah satu delegasi LPI adalah Yon Moeis. Ia mengatakan, kedatangan tim ke PSMS, adalah untuk memastikan manajerial PSMS baik itu kelengkapan data dan administrasi. Hal itu menyusul kesepatan yang sudah diteken PSMS dengan LPI bahwa PSMS benar-benar akan turun di turnamen itu.

“Kelengkapan administrasi PSMS lengkap semua. Tetapi karena masih acak-acakan, kita akan menurunkan satu orang dari tim kita untuk tinggal dan membereskannya,” ujar Moeis.

Ditambahkan Moeis, PSMS juga harus punya badan yang disebut PT. Hal itu mutlak karena PSMS harus profesional untuk ikut LPI. Lebih tegas lagi, LPI mengharamkan klub mengemis APBD dari pemerintah kota masing-masing.

“Semua klub yang ada dilarang mendapat kucuran dana dari APBD. Semua harus profesional dan mandiri. Untuk itu kita mengucurkan dana untuk klub,” ujar Moeis.

Kehadiran LPI dikatakan Moeis, juga bukan untuk menandingi atau berusaha keluar dari PSSI. Tetapi kehadirannya untuk menciptakan sikap profesional di dunia persepakbolaan tanah air.

Kedatangan tim delegasi LPI ini juga didampingi oleh tim mediasi dari Delloite, sebuah akuntan publik yang fokus ke sepak bola dan telah berkembang di 112 negara. Ini menandakan bahwa LPI benar-benar serius mencipta kompetisi.

Nah, soal kucuran dana yang bakal diterima tim peserta LPI, hingga kini belum begitu jelas. Menurut Moeis, setiap tim akan menerima antar Rp20-27 milyar. Namun jumlah itu akan diberikan secara bertahap. Menyikapi hal itu, Dzulmi Eldin pun mengaku belum tahu pasti. “Soal kucuran dana saya belum tahu pasti,” singkatnya. (ful/mag-5/mag-20/sumutpos)

Pemain Prancis Coba Peruntungan di PSMS

Ahandour Mounir pemain asal Prancis kembali menyemarakkan seleksi pemain asing PSMS. Pemain kelahiran 23 Maret 1983 itu, menggenapkan angka 27 pemain asing PSMS yang selama ini sudah melamar. Dari jumlah itu, nantinya hanya tiga pemain PSMS yang akan teken kontrak.

Dengan kehadiran pemain ini, persaingan pun semakin ketat. Mounir yang berposisi sebagai gelandang serang itu akan bersaing dengan pemain depan, dan lini tengah.

Di depan, Mounir akan bersaing dengan Jorge Alberto. Di tengah, tampaknya dia sudah kalah bersaing dengan Jose Sebastian yang sudah dinyatakan akan diikat kontrak.

Pada penampilan perdananya kemarin, Mounir terlihat tidak terlalu mencuri perhatian. Mungkin karena baru saja tiba, dan masih butuh adaptasi. Tapi tim pelatih akan memberikan kesempatan hingga Sabtu (25/9) ini. Pada hari itu, seluruh pemain asing yang ikut seleksi akan segera diputuskan siapa yang akan dikontrak.

“Kita lihat saja kepastiannya. Sampai Sabtu semua akan diputuskan,” kata Suyono asisten pelatih. (ful/mag-5/sumutpos)

Thursday, September 23, 2010

Gaston-Jorge Unjuk Kebolehan di PSMS

Aroma persaingan dua kandidat striker asing PSMS Medan terjadi di Stadion Teladan kemarin. Gaston Castano tampil baik, Jorge Roberto Paraedes pun tidak mengecewakan.

Pada latihan kemarin Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu sengaja memantau performa empat legiun asing seleksi tim Ayam Kinantan lewat uji coba game. Nama Gaston sengaja diplot sebagai pemain inti bersama gelandang rekomendasi Jose Sebastian. Di sisi lain, performa mencolok juga dipertontonkan Alberto yang masuk tim lapis kedua.

“Belum, kami belum bisa memberikan penilaian kepada empat pemain asing itu. Kami rasa penilaian tepat bisa dilakukan saat Turnamen Piala Bupati Langkat nanti, kalau sekarang masih terlalu dini,” ujar Zulkarnain. (syukri amal/sindo)

Persaingan Pemain Asing PSMS Ketat

Persaingan sesama pemain impor PSMS makin panas saja. Dengan kemampuan yang tidak begitu berbeda, enam pemain asing yang kin ikut seleksi bersaing keras meraih kontrak.

Ya, sejauh ini hanya pemain asing yang belum dikontrak. Sedangkan 20 pemain lokal plus satu pemain magang sudah lebih dulu bernafas lega. Namun nama Kurniawan Dwi Julianto belum juga mendapatkan kepastian.

Enam pemain asing yang masih berjibaku dengan seleksi adalah, Vagner Luis, Jose Sebastian, Thierry Gathuessi, Kanda Lansana, Jorge Alberto dan Gaston Gastano. Nama terakhir, bahkan sanggup menyedot perhatian ratusan fans PSMS yang sengaja datang ke Stadion Teladan kemarin, untuk melihat sosok kekasih artis seksi Julia Perez itu.

Khusus pemain asing ini, persaingan memang semakin ciamik. Di lini belakang, nama Vagner Luis, Thierry Gathuessi dan Kande Lansana. Yang paling berpeluang konon jatuh kepada nama Vagner Luis. Meksipun belum ada pernyataan resmi akan hal itu.

Di lini tengah, sejauh ini hanya Jose Sebastian tunggal ikuti seleksi. Pemain asal Argentina yang sempat main di Persibom itu, sukses memetik hati fans kemarin. Saban membawa bola, menggiring, mengumpang hingga mencetak gol Jose mendapatkan aplaus dari fans. Meski demikian, kontrak tetap berada di tangan pengurus.

Nah, di lini depan yang sejauh ini dianggap mandul PSMS punya dua pemain asing yang ikut seleksi. Ada Jorge Alberto dan Gaston Castano di lini krusial itu. Dua nama ini juga masih bersaing ketat. Belum ada satupun pemain yang dianggap memetik hati pelatih. “Gaston maupun Jorge masih dipantau. Kita lihat saja kemampuan terbaiknya,” tutur Suyono asisten pelatih.

Kejelasan akan kepastian kontrak pemain asing juga belum tergambar sama sekali. Yang terpenting bagi PSMS saat ini adalah terus mengupayakan yang terbaik. Setidaknya itulah yang terus diutarakan pengurus dengan mencoba mendatangkan sejumlah pemain asing. (ful/sumutpos)

Tuesday, September 21, 2010

Posisi Manajer PSMS Masih Lowong

PSMS hingga kini tak kunjung mendapatkan sosok seorang manajer tim. Padahal skuad lokal sudah fix dibentuk plus tiga legiun impor bakal menyusul kontrak. Artinya, PSMS sudah punya tim namun belum punya manajer. Kompetisi juga sudah semakin dekat.

Menurut pengurus, pencarian terhadap manajer tim sudah empat bulan digelar. Sayang hal itu belum juga membuahkan hasil. “Belum ada yang pas,” kata Idris Sekum PSMS di Stadion Kebun Bunga kemarin (19/9).

Diakui Idris, pihaknya pernah melobi tiga nama yang akan diplot jadi manajer. Tapi tampaknya belum sesuai dengan kriteria. Sayangnya tiga nama calon manajer itu enggan diutarakan pria asal NAD itu.

Idris menambahkan sosok yang pantas dijadikan sebagai manajer tim adalah orang yang loyal dan mau mengeluarkan uangnya demi kepentingan tim. Dengan arti lain, manajer PSMS itu tak boleh pelit. Manajer tim juga harus mampu mendatangkan sponsor aktif dalam mendukung PSMS.

Memang tampaknya pengurus musim ini masih agak matrealistis untuk urusan manajemen tim. Seorang manajer harus punya lobi-lobi tinggi kepada calon investor. “Disamping loyal, manajer pun harus bisa melobi pengusaha untuk menginvestorkan uangnya minimal satu miliyar untuk PSMS,” tambahnya.

Lebih dari itu, menurut Idris seorang manajer itu juga harus ngerti bola. Itu salah satu poin terpenting. “Harus mengerti bola, paham kondisi lapangan, serta mampu bekerjasama antar semua pihak yang ada di PSMS termasuk wartawan,” sambungnya.

Untuk itu, pengurus akan segera membuat standar prosedur rekrutmen manajer. Dengan demikian, diharapkan pihak manajer nantinya dan sanggup sama-sama mengerti dan paham kewenangan masing-masing pihak, termasuk tugas dan fungsinya. Karena manajer hanya berwenang mendampingi tim, dan harus bisa menyesuaikan diri dengan tim, serta bekerjasama dengan pelatih maupun pengurus. “ Kita butuh manajer yang paham kondisi dan mau bekerjasama,” sebut Idris.

Karena hingga kini sosos manajer tak juga didapat, bisa jadi posisi itu akan diisi oleh Idris sendiri dengan sistem rangkap jabatan. Ditanyakan akan kemungkinan itu, Idris bungkam. Namun dia mengaku akan menjalankan segala perintah ketua umum.

“Ya kalau gak ada, gimana lagi, kalau itu perintah ketua umum kita siap. Tembok pun kita terobos asal itu perintah ketua” tutur Idris sambil tertawa.

Idris juga berharap bisa membawa PSMS kembali bersinar dan diperhitungkan. Sebagai klub dengan sejarah dan prestasi besar, PSMS memang harus dibenahi. Butuh pengorbanan besar untuk itu. “Sama-samalah bekerja. Jangan banyak bicara dan buruk sangka,” tutur Idris menutup pembicaraan. (mag-5/sumutpos)

Gaston Castano Merapat ke PSMS


Kehadiran striker Kurniawan Dwi Yulianto tak membuat PSMS Medan puas dalam perburuan pemain. Kabar terbaru, pengurus Ayam Kinantan kini ganti membidik eks bomber Persiba Balikpapan Gaston Castano.

Pria bernama lengkap Christian Gaston Castano ini dinilai klop dengan ambisi PSMS promosi ke Liga Super 2011/2012. Pembicaraan sudah dilakukan, bahkan sejak kemarin legiun asal Argentina ini telah berada di Medan dan memantau latihan Ayam Kinantan di Stadion Teladan.

’’Sesuai jadwal, sekitar pukul 15.00 WIB) tadi sore (kemarin) dia sampai di Medan. Dia belum ikut bergabung latihan dengan tim, tapi besok dia pasti sudah ikut latihan,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris kepada SINDO kemarin. (syukri amal/sindo)

Monday, September 20, 2010

Kurniawan Capai Kesepakatan dengan PSMS


Kepastian Kurniawan Dwi Julianto untuk bergabung dengan PSMS Medan mendekati kenyataan. Dari segi nilai kontrak, pemain yang pernah menjadi "icon" sepak bola nasional itu sudah sepakat dan tinggal menunggu hasil tes kesehatan tim dokter PSMS. Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, Jumat (17/9).

Secara terpisah, Kurniawan Dwi Julianto menyatakan siap membela PSMS di persaingan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Baginya, PSMS adalah sebuah tim yang memiliki nama besar. "Saya siap membela PSMS dan berusaha semaksimal mungkin mengantarkan timberjuluk "Ayam Kinantan" ini ke Liga Super Indonesia," ujar Kurniawan kepada wartawan usai latihan.

Setelah Kurniawan dihadirkan di Stadion Teladan, ternyata pengurus juga sedang menyeleksi dua pemain asing baru lainnya, yakni Jose Sebastian Vasquez dari Argentina dan Ibe Johnson asal Nigeria. Dengan demikian, sudah 22 pemain asing yang ikut seleksi di PSMS.

Jose Sebastian pemain kelahiran 24 September 1982 ini pernah merumput di Indonesia membela Deltras Sidoarjo. Pemain yang menempati posisi gelandang serang ini pada musim lalu juga membela tim Divisi Utama Persibom Bolang Mongondow.

Hanya saja, tim yang dibelanya ini gagal promosi ke Indonesia Super League (ISL) seperti tim dahulunya, Deltras serta dua tim lain Persibo Bojonegoro dan PS Semen Padang.

Sedangkan Ibe Johnson pemain kelahiran 4 Oktober 1980, mantan gelandang VB Sport Maldive yang bermain di Liga Maladewa dan pemain berkulit hitam ini juga turut memperkuat timnya saat berlaga di Piala AFC 2010 melawan Persiwa Wamena.

Sedikit banyak dirinya sudah pernah melihat penampilan pemain yang pernah berlaga di Liga Indonesia. Kedua pemain ini diharapkan mengisi posisi gelandang untuk pemain asing, setelah ditinggalkan oleh Alejandro Tobar, beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana nasib Amos Marah Kicmett dan Roberto Acosta yang telah lebih dulu mengikuti seleksi, menurut Sekretaris PSMS itu, Amos dan Acosta sudah tidak lagi mengikuti latihan bersama PSMS sejak Senin (13/9) lalu. "Amos sudah kita pulangkan. Tapi Acosta kita tahan dulu menunggu penampilan permainan legiun asing yang baru datang," kata Idris. (antara)

PSMS Segera Rekrut Jose Sebastian

Akhirnya pelatih PSMS kepincut satu pemain asing. Mantan gelandang Persibom Bolang Mangondow, Jose Sebastian, adalah orangnya.

Penampilannya yang semakin hari semakin memukau, ternyata diam-diam mencuri perhatian pelatih PSMS. Tak pelak, pemain kelahiran 24 September 1982 tersebut menjadi nama yang direkomendasikan oleh pelatih kepada pengurus.

“Dia (Jose) bagus, skil, dan penguasan bolanya lumayan. Berbeda dibandingkan yang lainnya, semangat yang tinggi pantang menyerah juga terlihat dalam dirinya,” jelas Asisten Pelatih PSMS Suyono kepada Sumut Pos (Sabtu 18/9).

“Fisiknya juga mendukung, serta daya dobrakannya yang cukup baik, menjadi alasan pelatih untuk merekomendasikannya,” tambah Suyono.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris umum PSMS Idris tak membantah kalau pelatih telah merekomendasikan nama Sebastian. “Ya kita teriama namanya, kalau sudah itu yang layak, tapi tetap juga harus melewati pemeriksaan kesehatan,” jelas Idris.

Terkait dengan waktu melakukan ikatan kontrak pemain asing, pengurus masih menunggu hasil kesehatan dan dua pemain asing lainnya. (mag-5/sumutpos)

PSMS Gelar Turnamen Segitiga

PSMS Medan resmi menyatakan keikutsertaannya dalam Liga Primer Indonesia (LPI). Untuk mematangkan persiapan, PSMS berencana menggelar turnamen segitiga.

Laga itu digelar memperebutkan Piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang diikuti PSMS bersama dua tim Liga Super PSPS Pekanbaru dan Semen Padang.

“Liga segitiga ini akan memperebutkan Piala Wali Kota Medan yang bertujuan membentuk mental pemain pada persiapan menjelang kompetisi. Rencananya, pertandingan akan digelar di Stadion Teladan awal Oktober nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris.

Menurut dia, turnamen segitiga ini sengaja digelar di Stadion Teladan agar atmosfer keras yang diberikan penonton fanatik PSMS mampu membangun mental pemain yang baik.

Monday, September 6, 2010

Performa PSMS Mulai Menjanjikan

Lagi, PSMS mendulang kemenangan dalam laga uji coba. Menjamu Sumut Selection, Ayam Kinantan menang dengan tiga gol tanpa balas. Gol PSMS diciptakan oleh Hary Syahputra, Affan Lubis, dan Roberto Acosta.

Sejatinya, laga uji coba kemarin untuk menguji striker asing yang akan bergabung dengan PSMS. Selain Roberto Acosta, satu striker asing yang dipantau adalah Amos Marah Kicmett. Mantan striker Persiraja asal Liberia ini merupakan amunisi tambahan untuk lini depan PSMS. Dengan kata lain, kehadiran Amos membuat tim pelatih punya alternatif untuk calon striker asing.

Hal ini terlihat pada laga uji coba tersebut. Baik Amos maupun Acosta diturunkan berdampingan di lini depan. Bahkan, keduanya tampil penuh sepanjang pertandingan. Hasilnya cukup lumayan. Performa keduanya cukup menjanjikan. Acosta dan Amos tampil padu di lini depan. Padahal, keduanya belum pernah bermain bersama. “Mereka tampil cukup bagus. Amos punya kecepatan. Sementara Acosta juga punya skill yang baik,” ujar Asisten pelatih PSMS, Suyono, usai laga.

Selain itu hasil positif yang didapat dari uji coba kemarin adalah peningkatan performa skuad PSMS. Penampilan punggawa Ayam Kinantan jelas terlihat lebih solid daripada uji coba-uji coba sebelumnya. Organisasi permainan berjalan dengan baik dan serangan-serangan yang dibangun lebih menggigit.

Buktinya, delapan menit babak pertama berjalan, gawang Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi bobol. Adalah Harry Syahputra yang menceploskan gol lewat tandukan kepalanya. Gol itu tercipta setelah Hary mampu memaksimalkan tendangan pojok yang dilesakkan Affan Lubis.

Selanjutnya PSMS terus menggempur pertahanan lawan. Tak pelak, Sumut Selection yang diperkuat mantan PSMS, Dodi Cahyadi pun tak mau ketinggalan. Akibatnya, permainan menjadi panas bahkan menjurus keras. Hasilnya, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah buat pemain Sumut Selection setelah mendapatkan kartu kuning yang kedua. Unggul jumlah pemain mampu dimaksimalkan PSMS. Gol kedua pun tercipta lewat tendangan bebas Affan Lubis pada injury time babak pertama.

Memasuki babak kedua Pelatih PSMS Zulkarnaen memasukkan playmaker asal Chile, Alejandro Tobar, Erwinsyah Hasibuan, dan Tri Yudha Handoko serta pemain belakang Putra Habibi. Keempat pemain tersebut menggantikan M Affan, Zuanda Efendi, Ari Yuganda, dan Hary Syahputra. Hasilnya pun semakin meningkatkan daya dobrak PSMS. Umpan-umpan matang pun sering terlihat, yang menjadi santapan empuk bagi para striker. Kiper Sumut Selection yang dikawal Usman Pribadi pun kembali bobol. Kali ini bintangnya adalah Acosta setelah mendapat umpan matang dari Tobar. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Meski menang dan penampilan pemain asing cukup menjanjikan, PSMS tampaknya masih belum menentukan sikap. Setidaknya untuk Tobar yang tampil gemilang. Hal ini tak lain karena fisik Tobar masih dipertanyakan. Ya, cedera paha yang dideritanya ternyata membuat pemain yang menjadi punggawa PSMS era Mahyadi Panggabean dkk tersebut cenderung menghindari kontak fisik dengan lawan.

“Kita rapatkan dulu dengan pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red) sudah ada keputusan,” tegas Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. (mag-5/sumutpos)

Thursday, September 2, 2010

PSMS Incar Hasil Maksimal di Ujicoba

PSMS kembali menggelar uji coba jelang bergulirnya Divisi Utama 2010/2011. Setelah meraih hasil positif saat melawan TGM dan Sumut FC, kini skuad besutan Zulkarnain Pasaribu akan menguji ketangguhan tim dari Aceh, PSGL Gayo Luwes.

Pada laga yang akan digelar di Stadion Teladan sore ini (1/9), target maksimal kembali didengungkan oleh pengurus dan jajaran pelatih PSMS. “Tentunya kita mencari menang. Selain itu, kita juga akan mengubah strategi. Gaya saat melawan Sumut FC akan kita tinggalkan,” ungkap asisten pelatih Suyono kepada Sumut Pos, Selasa (31/8).

Suyono menambahkan, perubahan yang dimaksud tak lain soal pemain yang diturunkan. Tidak ada lagi pembentukan dua grup pemain. “Formasi yang kita turunkan hanya satu tim. Kita sudah melihat kerangka tim, tinggal pemantapan saja. Paling yang ingin kita pantau lini pertahanan dan gelandang saja,” jelas Suyono.

Dengan kata lain Suyono mengatakan untuk formasi striker sudah tak ada masalah di tubuh PSMS. Dapat dipastikan lini depan akan diisi Zulkarnaen dan Rinaldo yang tampil gemilang di dua laga uji coba sebelumnya.

Sayangnya, untuk laga nanti PSMS dipastikan tidak diperkuat Ari Yuganda. Pemain bertahan yang memiliki mobilitas tinggi tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit. Karena itu, lii belakang PSMS kemungkinan besar akan diisi oleh Hari Syahputra, Ahmad Maulana, Rifki Firdaus, dan Novi Hendrawan. Untuk gelandang, tambah Suyono, akan diisi oleh Affan Lubis, Faisal Azmi, Tobar, dan Tri Yudha Handoko. “Kita akan memakai pola 4-4-1-1 dengan Zulkarnain sebagai targetman,” jelas Suyono.

Senada dengan Suyono, pelatih kiper Waluyo juga mengungkapkan keyakinannya akan meraih hasil positif. “Untuk kiper akan kita pakai Sabani. Andi Setiawan akan kita istirahatkan dulu,” kata Waluyo.

Pegawai Dispora ini menambahkan kalau PSGL bukanlah tim baru bagi PSMS. Pasalnya, tim dari Aceh itu diasuh oleh tiga pelatih yang sudah tak asing lagi bagi PSMS. Pelatih yang dimaksud adalah Ansyari Lubis, Slamet Riyadi, dan M Halim. “Halim tampaknya akan menjadi pelatih sekaligus kiper mereka,” jelas Waluyo.

Di kesempatan berbeda, punggawa PSMS Faisal Azmi mengungkapkan siap memberikan hal terbaik. “Pastilah, Bang, siapa yang tak mau menang. Yang pasti, saya akan ikuti instruksi pelatih dan bermain maksimal,” katanya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, August 31, 2010

PSMS Berharap Kemampuan Tobar

Tiga legiun impor PSMS yang sempat ikut seleksi dua pekan lebih, telah dipulangkan. Praktis hanya tinggal seorang pemain asing yang tersisa. Dialah Alejandro Tobar-mantan punggawa PSMS tiga musim silam. Sepeninggal Tobar, PSMS meredup. Prestasi terbaik Ayam Kinantan adalah runner-up Divisi Utama 2006-2007 lalu.

Kini, Tobar yang terakhir main di Persikab Bandung itu merasa ingin kembali membangun PSMS menjadi tim yang disegani. Kemampuannya pun dipantau hingga saat ini. Kalau memungkinkan direkrut, Tobar diharap akan menjadi tumpuan tim.

Meski menjadi harapan tim, namun tim talent scouting PSMS masih kurang yakin dengan kebugaran Tobar. Dalam uji coba di Stadion Teladan Senin (30/8), Tobar memang jadi tontonan fans, namun dia juga mengeluhkan sakit di pahanya saat uji coba. Ini yang jadi pertimbangan perekrutan jadi atau tidak.

“Sentuhannya masih ada, tapi saat ini dia masih menunjukkan penampilan 60 persen. Nyeri di pahanya membuat dia tampil belum pada performa maksimalnya. Jika memang dia bergabung, untuk kompetisi setidaknya harus fit 80 sampai 90 persen. Kalau bisapun harus 100 persen,” ujar Anggota Talent Scouting, Nasib Iwan.

Untuk mengetahui kondisi fisiknya secara detail, Tobar akan menjalani serangkaian tes lanjutan. Di antaranya VO2 Max.

“Kita akan tes dulu kondisinya. Kemungkinan kita tes VO2 Max sehabis lebaran. Kita akan genjot staminanya selama setengah bulan, paling tidak sebelum kompetisi harus sudah siap,” tambah mantan asisten pelatih PSDS Deli Serdang ini. Sosok playmaker murni seperti Tobar diakui memang sangat dibutuhkan PSMS saat ini.

“PSMS selama ini tak punya playmaker. Mudah-mudahan kehadiran Tobar bisa membawa perubahan ke tim ini,” ujar anggota tim pemandu bakat lainnya, Suyono.

Sementara itu sekum PSMS Idris mengatakan akan lebih serius dalam mengupayakan kesembuhan palymaker jangkung itu. (mag-5/sumutpos)

Monday, August 30, 2010

Alejandro Tobar Kembali ke PSMS


Mantan gelandang PSMS Alejandro Tobar terlihat mengikuti latihan rutin PSMS, Jumat (27/8) di Stadion Teladan. Besar kemungkinan Tobar akan kembali ikut seleksi untuk kembali membela Ayam Kinantan.

Pemain yang pernah membawa PSMS menjadi tim yang ditakuti lawan ini bilang bahwa dia sangat merindukan PSMS. Makanya ia mencoba kembali peruntungan membela klub kebanggaan Kota Medan ini. “Ya, rindu main aja, trus enak main dengan PSMS,” katanya di sela-sela latihan.

Sementara itu Sekum PSMS Idris mengatakan, pihaknya serius ingin menjadikan PSMS kembali dihuni pemain bintang. Target Indonesia Super League (ISL) juga masih menjadi perhatian pengurus.

“Pengurus serius dalam pembenahan tim. Kita akan coba terus menerus mendatangkan pemain asing, maupun pemain yang pernah bergabung bersama PSMS,” kata Idris.

Optimisme muncul saat diketahui banyak legiun asing yang ingin bergabung bersama PSMS. “Semoga pemain yang pernah merumput bersama PSMS dapat berkontribusi terhadap tim yang pernah membesarkan nama mereka,” harap pria asal Tanah Rencong itu.

Meski demikian, pengurus mengaku tidak akan langsung menerima Tobar. Perkembangannya akan dilihat selama seminggu ke depan. “Kita pantau dulu, nanti takutnya sudah kita kontrak rupanya tinggal nama besar saja kualitas tak ada,” beber Idris lagi.

Sementara itu, PSMS dijadwalkan akan melangsung laga uji coba kontra Sumut FC sore ini di Stadion Teladan. Laga yang dijadwalkan akan dimainka pukul 17.00 WIB itu akan memainkan seluruh pemain asingnya dan pemain lokal yang sejauh ini masih ada yang masih tahap seleksi. (mag-5/sumutpos)

PSMS Kembali Menang Dalam Ujicoba

PSMS Medan kembali memperoleh hasil positif dalam laga uji coba. Melawan Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Sabtu (28/8), Ayam Kinantan menang telak, 4-0.

Dalam laga kemarin, PSMS membagi dua grup pemain. Grup pertama yang diturunkan merupakan pemain rekrutan dan dibantu oleh pemain inti beberapa orang. Rodrigo Santoni, satu-satunya pemain asing yang berada di grup pertama sempat menggebrak di awal-awal laga. Sayang usahanya yang kemudian diteruskan M Affan lubis tak berbuah hasil. Pun dengan pemain Sumut FC, sekian peluang gagal dimanfaatkan. Babak pertama ini berakhir dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, seluruh pemain PSMS digantikan grup kedua. Terlihat di posisi gelandang Alejandro Tobar. Untuk lini depan, PSMS menurunkan tiga striker langsung. Yakni Zulkarnain, Rinaldo, dengan pemain legiun asing Martial Poungeo. Untuk lini belakang, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu memakai legiun asing Luciano yang dibantu oleh M Parlin, Erwinsyah, dan Rifki Firdaus.

Hasilnya, baru tiga menit laga berjalan, Alejandro Tobar menunjukan kualitasnya. Melalui umpan matangnya Zulkarnaen mampu mengubah papan skor menjadi 1-0. Unggul satu gol membuat Ayam Kinantan semakin beringas. Melalui tendangan bebas berjarak 15 meter, Martial menambah keunggulan menjadi 2-0.

Seakan tak puas dengan dua gol, punggawa PSMS semakin panas. Sayang permainan menjurus keras. Tercatat Tobar menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Sumut FC. Tak lama berselang, Rinaldo dijatuhkan di kotak enam belas. Akibatnya, wasit menunjuk titik putih. Martial yang ditunjuk sebagai algojo tak menyiakan kesempatan emas tersebut. Skor pun menjadi 3-0.

Setelah unggul 3-0, Zulkarnain memasukan Alfian Habibi. Hasilnya, permainan PSMS semakin berkembang. Dan, sepuluh menit menjelang bubaran, Rinaldo menunjukkan kemampuannya sebagai striker tajam. Melalui umpan kerja sama apik antara Azuan dan Rifki Firdaus, sundulan Rinaldo tak bisa diantisipasi kiper Sumut FC. Skor 4-0 pun menutup laga. “Saya puas dengan perkembangan pemain, hasil ini sungguh bagus,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai laga. (mag-5/sumutpos)

PSMS Pulangkan Tiga Pemain Asing

Tiga pemain asing yang sempat menjalani seleksi di PSMS, dianggap tidak memenuhi syarat. Alhasil ketiga pemain impor itu terpaksa angkat koper dari mess PSMS Kebun Bunga Medan.

Ketiga pemain itu adalah Martial Pounguoe, striker asal Kamerun, Rodrigo Santoni, mantan striker Persikabo, serta Luciano Theiler mantan pemain Persiba.

Pemulangan ketiga pemain impor itu diakui oleh anggota tim seleksi, Suyono saat ditemui di mess kebun bunga Minggu (29/8).

“Saat dipantau selama ini, ketiganya tidak mampu menunjukan permainan terbaik selayaknya pemain asing. Malahan dari beberapa laga uji coba sebelumnya pemain lokal lebih dominan menunjukan kualitas permainannya dibandingkan mereka,” sebutnya.

Meskipun pada beberapa pertandingan ujicoba sebelumnya, Martial Pounguoe sering membuat gol. Namun Suyono bilang, nyaris semua gol yang diciptakannya berawal dari bola mati. Ditambahkan Suyonom Martial Ponguoe telah meninggalkan Medan sejak Minggu malam (29/8) sekitar pukul 19.00 Wib.

“Kedua pemain lainnya direncanakan pulang besok (hari ini-red),” kata Suyono lagi. Sekretaris Umum PSMS, Idris juga membenarkan perihal kepulangan tiga legiun asing itu.

Menurutnya, dalam waktu dekat manajemen PSMS akan mencari gantinya dengan mendatangkan Striker asing baru asal Paraguay Roberto A.Costa.

“Sebelumnya kita berencana mendatangkan Roberto pada Sabtu (28/8) lalu, namun karena terjadi sedikit masalah dalam jadwal keberangkatan, akhirnya hal tersebut tertunda.

Namun kini dirinya (Roberto) telah berada di Jakarta, dan kemungkinan besar besok (hari ini-red) dirinya sudah bergabung dalam seleksi pemain PSMS,” terang Idris.

Dengan pulangnya tiga legiun asing itu, PSMS saat ini hanya menyisakan Alejandro Tobar. “Kita sudah mengantongi nama pemain asing yang berasal dari Afrika, namun belum bisa kita pastikan. Rencananya kedua pemain asing tersebut akan datang pada hari Selasa,” ungkap Idris. PSMS sendiri dikabarkan sangat membutuhkan keberadaan bomber haus gol. Baik itu asing ataupun lokal. (mag-5/sumutpos)

Friday, August 27, 2010

Timnas Masih Tunggu Sergio van Dijk (Special Berita)


Badan Tim Nasional (BTN) masih menunggu jawaban dari Serginho van Dijk untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Sergio, biasa Serginho disapa, adalah pemain blasteran Indonesia-Belanda yang saat ini bermain di Liga Australia.

Sergio memegang paspor Belanda. Jika memutuskan bergabung dengan timnas Indonesia, maka Sergio harus memegang paspor Indonesia.

"Saat ini ia telah mendiskusikan dengan keluarganya efek dari keputusannya jika menjadi WNI. Sebab ia akan kehilangan banyak hal yang selama ini ia dapat selama menjadi warga negara Belanda, misalnya asuransi. Kami masih menunggu keputusannya," ujar Direktur Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arief, Rabu malam (25/8).

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl, kata Iman, berharap jika Sergio memutuskan membela Indonesia, Sergio harus bergabung paling lambat di bulan November. Iman mengaku sudah memberikan surat pengajuan menjadi WNI kepada Sergio, seperti yang juga sudah diberikannya kepada Kim Jeffry Kurniawan. Bedanya, kata Iman, Kim sudah setuju menjadi WNI. Pengurusan berkas para pemain ini nantinya akan memakan waktu singkat.

BTN akan melakukan pola serupa untuk timnas U-23 yang akan tampil di SEA Games 2011 dengan mendata pemain keturunan Indonesia di luar negeri.

Iman menyebutkan pihaknya akan menghubungi Syaffarizal Mursalin, pemain berusia 18 tahun yang bermain di Liga Qatar. BTN, masih, kata Iman, saat ini baru sekadar mengontak Fari, namun belum melakukan pembicaraan apapun. Fari asli WNI berdarah Aceh, namun sejak kecil menetap di Qatar karena orangtuanya bekerja di sana. (israr/endro yuwanto/republika)

PSMS Medan Pemain Asing Seleksi Dibawah Standar

Tim seleksi skuad asing PSMS Medan menilai legiun asing yang diuji selama ini masih di bawah standar. Alhasil, waktu proses seleksi terhadap pemain asing akan ditambah.

Seleksi terhadap legiun asing ini seyogyanya telah berakhir Rabu (25/8). Dan seandainya seluruh skuad telah terangkum, artinya pelatih sudah bisa fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.

Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan selama ini, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pouengoe, pemain berposisi striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria, dan masih dibawah standar.

Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing di tiga posisi, bek, tengah dan depan. Sedangkan Bruno Kasmir yang diminati manajemen PSMS sudah lebih dulu terbang untuk membela Deltras Sidoarjo. “Ya Bruno sudah pulang tadi pagi (selasa-red),” ujar sekretaris umum PSMS, Idris, kemarin.

Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. “Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau makan waktu yang lama,” tambahnya.

“Kalau terburu-buru, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu,” sambung pria berdarah Aceh ini.

Rabu kemarin, dua pemain asing kembali didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul.

Dua pemain ini juga sudah diseleksi kemarin. Sedangkan satu lagi pemain asing bernama Ferry Asomah asal Liberia akan menyusul ke Medan.

Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.

Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat beruji coba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM. Striker lokal dinilai cukup aman karena kedatangan Febri Setiadi Hamzah Striker dari Seman Padang. (mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 25, 2010

Mbom Julien Tolak Tawaran Nilai Kontrak PSMS Kekurangan Pemain Lini Depan

Usai seleksi pemain selama dua bulan, PSMS Medan masih belum menemukan sosok striker yang pas. Terlebih Jacky Pasarela striker yang awalnya diandalkan PSMS memilih hengkang ke PSM Makassar. Kondisi musim lalu berpeluang terjadi.

Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.

Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.

Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.

Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.

Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.

Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.

“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin. (mag-5/sumutpos)

PSMS Medan Negosiasi Pemain Masih Alot

Usai diseleksi, skuad PSMS Medan musim mendatang kini tengah negosiasi kontrak. Satu pekan sudah waktu diberikan pengurus untuk negosiasi. Sementara ini pemain lokal yang didulukan, legiun asing menyusul sesudahnya.

Meski sudah diberi waktu satu pekan, namun proses negosiasi masih terlihat alot. Tidak semua pemain terlihat gembira soal nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Senin (23/8) kemarin, nego terakhir digelar di Stadion Kebun Bunga. Satu persatu pemain dipanggil masuk ruang pengurus untuk mengetahui masa depannya.
Di ruangan, negosiator dari pengurus terdiri dari Idris SE Sekum PSMS, wakil sekretaris Agus Suriono dan tim talent scouting.

“Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir, pengurus juga berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti,” ujar pemain yang enggan disebutkan namanya.

Idris bilang, negosiasi harga dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati. “Setelah disepakati, baru nanti kita tentukan nilai kontraknya. Kita beri kesempatan pemain untuk berpikir nilai yang kita tawarkan,” beber Idris.

Meski kemarin terakhir negosiasi, namun pengurus belum mengumumkan skuad yang sudah oke akan nilai kontraknya.

Usai mengurus nego kontrak pemain lokal, pengurus segera melobi kontrak pemain asing. Hal itu dijadwalkan bulan ini juga. “ Ya, secepatnya kita akan kontrak, tapi kita lihat dulu perkembangannya. Kita kan juga sedang menunggu satu pemain lain Robert Acosta yang datang 28 Agustus nanti,” sambung Idris.

Untuk menjamin keabsahan kontrak, pengurus menyatakan akan menyiapkan notaris. Ini tidak dilakukan musim lalu. “Semua kontrak ditandatangani di depan notaris. Notarisnya sudah ada, tapi namanya nanti sajalah,” pungkas pria berdarah Aceh ini.

Pada sesi latihan kemarin, pemain asing yang tersisa hanya tiga orang. Empat lainnya tampaknya sudah dipulangkan pengurus karena tak sesuai dengan kebutuhan tim. Tiga pemain asing tersisa adalah Etouguo, Martial Poungoeu, serta Bruno Kasmir. Ketiga pemain tersebut juga belum tentu mendapatkan kontrak, karena masih tahap dipantau kemampuannya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, August 24, 2010

Andika Yudistira Seleksi di Sriwijaya


Andika Yudistira Lubis turut meramaikan seleksi pemain Sriwijaya FC. Bomber tim nasional U-23 itu, kemarin, (23/4) sudah ikut latihan bersama Budi Sudarsono dan kawan-kawan di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus. Andika sendiri mengaku persaingan cukup berat. Lantaran masih ada beberapa nama pemain berpengalaman seperti Josh Maguire, Rudi Widodo dan Khusnul Yakin. Meski begitu pemain asal Medan itu, tetap tidak berkecil hati dan tetap semangat.

"Tujuan mengikuti seleksi jelas ingin menjadi bagian dari Sriwijaya. Soal masuk engaknya itu urusan nanti," ujar Andika kepada wartawan, kemarin (23/8).

Sekadar informasi Andika merupakan pemain muda penuh talenta. Sejak berusia muda namanya selalu menghiasi pasukan tim nassional mulai dari U-15 sampai U-23. Beberapa klub profesional juga sempat dibelanya seperti PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Sayang saat memperkuat PSPS selama setengah musim Andika kurang bersinar dari 7 laga tak mampu menciptakan satu gol pun. "Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin," tukas Andika

Sementara itu, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Handri Zainuddin, mengatakan, Andika masih harus bersaing dengan beberapa pemain seleksi lain. Untuk kans sendiri Hendri masih belum tahu meskipun kualitas permainan pemuda kelahiran 11 Apr 1986 itu, boleh dikata cukup mumpuni.

“Semua tahu selain memperkuat timnas U-23 Andika juga pernah memperkuat PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Kalau permainannya saya rasa sudah tidak ada masalah tinggal selera pelatih saja,” tambah pria berkacamata itu.

Sementara, coach Ivan Kolev menyambut baik kehadiran pemain depan yang merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi di Universitas Muhamaddiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan itu. “Kita beruntung bisa mendatangkan Andika. Paling tidak kita semakin banyak pilihan untuk posisi pemain depan,” timpal Kolev.

Meski begitu, pelatih asal Bulgaria itu, masih belum bisa memastikan satu tempat untuk Andika. Kata Kolev, Andika harus menenjukan peforma terbaiknya dulu selama latihan pada beberapa hari kedepan. ”Kami harus pantau terus kondisi semua pemain seleksi dalam beberapa hari kedepan. Uji coba melawan PS Bangka besak juga akan menjadi ajang seleksi bagi mereka,” tambah eks pelatih timnas Senior edisi 2007 itu.
(mg42/sumeks)

PSMS Ikat Satu Pemain Asing

Pantauan terhadap performa calon legiun asing yang masuk skuad PSMS Medan sudah memasuki babak akhir. Nasib tujuh pemain asing yang ikut seleksi pun akhirnya diumumkan. Jawabnya, baru satu yang pasti diikat.

Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu malam (22/8). “Dari tujuh yang ikut seleksi baru satu yang kita ikat. Yakni, Martial Poungoue, pemain asal Kamerun,” jelas Idris.

Sayangnya, Idris tidak mau terbuka soal nilai kontrak pemain yang sebelumnya main di klub Unisport FC Kam itu. “Off the record lah,” tambahnya singkat.

Meski begitu, tidak serta merta pemain asing lainnya yang belum dikontrak akan dipulangkan. Setidaknya ada beberapa pemain asing lainnya masih dipantau.

Termasuk Etogou yang berhasil mencetak dua gol saat PSMS menghanjar TGM 5-1 beberapa hari lalu. “Seperti Etougo dan Bruno (Kasmir) masih kita pantau untuk beberapa waktu ke depan. Yang jelas, hingga saat ini baru Martial yang layak membela PSMS,” ungkap Idris.

Untuk kuota pemain yang diambil, tambah Idris, rencananya PSMS akan merekrut tiga pemain dari tujuh pemain asing peserta seleksi. Masing-masing posisi diambil satu pemain. Nantinya akan dilengkapi dengan Robet Acosta, eks striker PSM yang rencananya akan didatangkan pada 25 Agustus mendatang. “Kita akan ambil tiga pemain saja. Mungkin satu di belakang, di tengah dan di depan,” tambah Idris.

Selain para legiun asing, pemain lokal seperti Rinaldo dan Habibi yang tampil gemilang saat uji coba melawan TGM pun tak luput dari pantauan. Kedau pemain tersebut masih dalam pemantau pelatih dan pengurus. Diharapkan, tambah Idris, dalam beberapa hari ke depan keputusan sudah didapat. “Rinaldo cukup gesit untuk striker dan Habibi main,” jelas Asisten Pelatih Suyono.

“Ya, saya melihat lebih menginginkan dua Striker dan satu gelandang karena pemain belakang yang tersedia sekarang sudah enam orang,” tambah asisten lainnya, Waluyo.

Sebelumnya satu pemain asing yang mengikuti seleksi telah hengkang lebih dulu. Pemain yang dimaksud adalah Moukwelle. Gelandang berkebangsaan Prancis itu dikabarkan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.

“Iya Moukwelle sudah tidak lagi seleksi di sini, kabarnya dia ke Deltras. Padahal, dia termasuk gelandang pekerja keras dan kita butuh gelandang bertahan,” kata Suyono. (mag-5/sumutpos)

Monday, August 23, 2010

Jecky Pasarella Hengkang, PSMS Tak Punya Striker

PSMS yang bersiap menuju Divisi Utama musim 2010/2011 kembali mengalami kejadian tidak menyenangkan. Skuad yang mulai terbentuk kini mencair lagi. Pasalnya, satu-satunya striker yang dimiliki lepas.

Ya, beberapa waktu lalu PSMS telah mengumumkan skuad lolos seleksi. Tercatat sembilan belas pemain yang terpilih. Nah, dari sembilan belas pemain itu, hanya satu yang berposisi striker. Siapa lagi kalau bukan Jecky Pasarella.

Sayangnya, Jecky yang sudah membela Ayam Kinantan sejak musim lalu itu kini melepas seragam hijau kebanggaan PSMS. Dia pun memilih hengkang.

Kepastian striker yang membukukan lima go di Divisi Utama musim lalu ini terlihat setelah PSMS menggelar latihan di PPLP.

“Ia (Jecky, Red) sudah tidak lagi di PSMS. Ia memilih klub lain dari informasi yang saya terima dia ke Makassar (PSM, Red),” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (20/8).

Idris menambahkan, sejatinya keputusan Jecky sudah mengemuka sejak Rabu (18/8) lalu.

“Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena nilai kontrak di sana lebih besar. Itu masih dugaan, namun yang disayangkan, ia tidak memberitahukannya kepada kami pengurus,” tambah Idris.

Menurut pantauan Sumut Pos, Jecky sempat mengikuti sesi latihan Selasa (17/8) lalu di Stadion Teladan. Dan, pada Senin (16/8), dirinya masih sempat melakukan negosiasi kontrak dengan pengurus PSMS. Nah, usai pembahasan kontrak tersebut Jecky terlihat tak bersemangat. Ketika dikonfirmasi, dirinya sama sekali tak mau berkomentar soal hasil pembahasan kontrak tersebut.

Dengan hengkangnya Jecky, praktis PSMS Medan saat ini tidak memiliki striker. Kalaupun ada hanya Mahadi Rais, pemain yang masih berstatus magang.

Tak pelak, hal ini yang memaksa PSMS Medan agar bergegas untuk mencari striker.

Menurut kabar yang terdenggar, selain dua pemain striker asing, PSMS juga akan mencari striker lokal. Yakni, pemain yang berasal dari klub Indonesia Super League (ISL). “Ya kita akan menambah Striker, ya kalo bisa pemain lokalnya yang bermain di ISL dan asingnya mungkin dua orang. Tapi, kita masih lihat perkemban dulu,” jelas Idris. Menariknya, pengurus tampaknya tak mau ambil pusing soal hengkangnya Jecky.

“Masih banyak penggantinya, PSMS tidak merasa kekurangan pemain, sampai hari ini (kemarin, Red) orang berduyun-duyun mau kesini. Ada dua pemain asal Afrika dan satu striker lokal yang mau ikut uji coba, tapi lihat saja besok (hari ini). PSMS tidak akan kekurangan striker,” tegas Idris.

Jecky sendiri ketika dikonfirmasi tidak membantah kabar ini. “Ingin mencari pengalaman baru, Bang,” kata striker berusia 24 tahun itu.

Sementara itu, mantan PSMS yang juga sempat diwacanakan akan bergabung dengan Ayam Kinantan, Fadli Hariri juga bergabung dengan Jecky ke PSM Makassar.

Pemain yang dipinjamkan oleh Pro Titan musim lalu ke Persela Lamongan ini, mengatakan sebernarnya dirinya masih menghargai PSMS Medan untuk memintanya bergabung. Namun, tunggu dan trerus menunggu pihak pengurus tidak ada kabar. Ya, sudah, menurut Fadli, daripada tak jelas, dia harus mengambil keputusan mencari klub yang mau menghargainya.

“Ya kita kan hidup di bola, harus profesional. Pihak pengurus tak ada kabar, sudah ditunggu lama sejak habis kompetisi,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, dirinya dan Jecky telah resmi dikontrak klub asal Pulau Sulawesi tersebut. “Ya kami di kontrak Rabu lalu,” pungkas Fadli. (mag-5/sumutpos)

PSMS Menang Telak Lawan Tim Lokal

Penyerang tim PSMS Medan yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 terlihat cukup tajam, menaklukkan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) 5-1 dalam pertandingan ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Diperkuat tujuh pemain asing yang tengah menjalani seleksi, awalnya PSMS kesulitan menembus pertahanan TGM.

Dua pemain asing yang ditempatkan di lini depan, Willian asal Brasil dan Martial Poungoue (Kamerun) dibantu gelandang asal Argentina Klein sepertinya tak berdaya menembus benteng TGM.

Parahnya lagi, para pemain lokal yang dinyatakan sudah lolos seleksi juga tak mampu memperagakan permainan terbaiknya, sehingga pada babak pertama PSMS hanya mampu mencetak satu gol melalui Zulkarnain di menit ke-36.

Di babak kedua, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu mengganti materi pemainnya, dengan memasukkan tiga pemain asing lainnya, yakni Amarildo de Souza (Brasil), Bikdi Daniel (Kamerun), serta Etougou (Kamerun).

Hasilnya, PSMS mampu menambah empat gol kemenangan. Dua gol di antaranya dipersembahkan striker asal Kamerun yang musim lalu membela Persih Tembilahan, Etougou, masing-masing pada menit ke-59 dan 64. Dua gol lainnya dicetak striker Rinaldo (menit 49 dan 76).

Satu-satunya gol balasan TGM dicetak Syahidansah Lubis pada masa injury time.

Usai pertandingan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menilai penampilan ketujuh pemain asing itu lumayan baik. Hanya saja, PSMS tidak mungkin memakai mereka semua.

"Kita akan menyisakan tiga pemain asing. Insya Allah hari Minggu sudah bisa kita umumkan siapa-siapa yang harus angkat koper," ujar Idris.

Begitu pun, Idris tidak menampik kalau pihaknya masih terus memburu pemain-pemain asing lain yang lebih berkualitas. (antara)

Thursday, August 19, 2010

PSMS Medan Empat Asing Merapat

Seusai liburan bulan puasa, PSMS Medan kembali latihan rutin seperti biasanya. Menariknya, jadwal yang ditetapkan pada Senin (16/8) lalu, ternoda. Tak ada pemain PSMS yang hadir di Stadion Teladan. Begitu pun dengan 7 legiun asing yang dijanjikan.

“Anak-anak lagi kecapekan karena baru pulang dari kampungnya masing-masing,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE saat dikonfirmasi.

Beruntung, pada Selasa (17/8) latihan mulai berjalan. Tercatat hanya Ari Yuganda dan Novi Hendriawan yang absen. Ari dikabarkan absen karena terjebak hujan di Lubukpakam, sementara Novi tidak ada konfirmasi. Latihan sendiri dimulai pada pukul 15.40 WIB.

Pada latihan yang digelar di Stadion Teladan itu pun dihadiri pemain asing. Tercatat ada empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Moukwelle, Klein, Amarildo de Souza, dan William (lengkapnya lihat grafis). Sementara tiga pemain asing lainnya belum juga muncul. “Pemain yang pernah mengikuti seleksi Timnas U-23 Paraguay, Irenio Roberto Acosta, kepastian kedatangannya tanggal 25 Agustus mendatang,” jelas Idris.

Idris menambahkan, keempat pemain yang telah ikut seleksi belum bisa dipastikan akan memperkuat PSMS untuk musim mendatang. “Kualitasnya lumayan, patut dipertimbangkan. Namun, kesepakatan soal mengontrak atau tidak, masih kita tunggu,” timpal Asisten Pelatih Waluyo.

Terkait pembentukan tim, pengurus dan pelatih tampaknya sudah menentukan asisten pelatih baru. Adalah Nasib Iwan yang sebelumnya di PSDS direkrut untuk menjadi pelatih fisik. “Dia memiliki pengalaman yang bisa diandalkan,” ungkap Idris.

Sebelumnya, pihak pengurus sedang melakukan nego soal kontrak pemain. Dikabarkan ada dua jenis kontrak yang ditawarkan. Yakni, kontrak A untuk pemain inti dan kontrak B untuk pemain cadangan. (mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 18, 2010

Andika tak Antusias

MEDAN- Kabar baik muncul dari mantan striker PSMS era Freddy Muli, Andika Yudistira. Pemain yang sempat dipanggil Timnas U-23 ini tampaknya kian dekat ke Sriwijaya FC. Menariknya, disinggung soal kemungkinan comeback ke PSMS, Andika malah tampak tidak begitu antusias.

Meski begitu, Andika mengaku pernah dihubungi pengurus PSMS sebelum Pilkada Medan beberapa waktu lalu. Namun tidak ada kabar selanjutnya. “Kalau kembali ke PSMS pasti sebagai anak Medan asli ada keinginan yang kuat. Tapi itu butuh keseriusan. Dulu sempat dipanggil, tapi tidak ada kelanjutannya,” beber Andika, Minggu (15/8).
Kalau jadi ke Sriwijaya, kemungkinan besar Andika akan reuni dengan sejumlah seniornya di PSMS dulu. Ya, Mahyadi Panggabean sudah lebih dulu merapat ke klub juara Piala Indonesia itu. Pascalibur musim kompetisi nasional yang juga masa transfer, Andika kini berada di kediamannya di Medan. Namun komunikasi soal transfer terus berlangsung via sambungan telepon. “Sedang nego. Nampaknya sudah mulai ada kepastian. Tapi saya tak mau buru-buru, harus dipikirkan matang-matang,” kata Andika.

Sementara itu, hari ini, PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.

Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.

Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5)

PSMS mulai negosiasi kontrak pemain

MEDAN - Setelah memastikan pemain yang lolos seleksi untuk mengisi skuad menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS mulai melakukan negosiasi harga kontrak dengan pemain.

Negoisasi kontrak pemain itu berlangsung, tadi sore, di Mess Kebun Bunga. Negosiasi dilakukan antara pengurus PSMS yang berbicara secara tertutup dengan pemain.

Satu-persatu pemain mengantri untuk dipanggil ke ruangan sekretariat. Terlihat Jecky Pasarella, Sabani, Andi Setiawan dan beberapa pemain lainnya telah menjalani pembicaraan dengan tim negosiasi yang terdiri dari sekum PSMS, Idris, wakil sekretaris, Agus Suriono, dan tim talent scouting.

Namun persoalan waktu tidak memungkinkan pembicaraan dilakukan terhadap seluruh pemain. Apalagi tidak seluruh pemain hadir. Faisal Azmi saat ini masih berada di kampung halamannya, Pekan Baru.

Sementara Alryan saat ini masih dirawat di rumah sakit karena menderita sakit demam berdarah. Sedangkan Novi Handriawan juga tidak hadir. Beberapa reaksi tampak dari raut wajah pemain usai keluar dari ruang negosiasi. Ada yang tersenyum, bingung dan cemberut.

"Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir. Mereka juga lagi berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti," ujar Andi Setiawan eks kipper Produta.

Menurut sekretaris umum PSMS, Idris, negosiasi harga memang mulai dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati.

"Kita masih berunding soal harga. Nantinya akan kita pertimbangkan kalau memang kualitas mereka sesuai. Dari negosiasi tadi ada beberapa yang cocok dan beberapa pemain masih mikir-mikir," ujarnya.

Idris mengatakan, proses negosiasi kontrak memang tidak buru-buru diselesaikan dalam satu hari. "Tidak mungkin satu hari karena waktunya tidak cukup. Dan kita memang pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Kemungkinan tiga hari ke depan, sudah selesai," tambahnya.

Seperti rencana di awal, setelah kesepakatan harga, para pemain akan menandatangani kontrak di depan Notaris. Hal yang tidak dilakukan musim lalu. "Ya jadi di depan notaris. Kita sudah siapkan notarisnya," pungkas pria berdarah Aceh ini.

Disisi lain, latihan yang seyogyanya dimulai tadi sore akan mulai digelar Selasa (17/8) sore di Stadion Teladan. Sehubungan dengan Stadion Kebun Bunga yang masih direnovasi. "Besok kita latihan di Teladan. Kita sudah bicarakan dengan pelatih," ujar Idris.

PSMS SANGAT HATI-HATI

PSMS Medan tampaknya akan benar-benar selektif memilih pemain asing yang akan direkrutnya. Kualitas yang menonjol menjadi syarat utama mengisi skuad PSMS musim depan.

Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.

Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.

“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.

Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.

Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.

Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.

"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.

PSMS Kedatangan Tujuh Pemain Asing

PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.

Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.

Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 4, 2010

PSMS Butuh Penjaga Gawang Andal

Pelatih kiper PSMS Waluyo Santoso memastikan persaingan untuk mengisi pos di bawah mistar tim Ayam Kinantan akan tetap berlangsung seru.

Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).

Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.

“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.

Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.

Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.

Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.

“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)

Tuesday, August 3, 2010

PSMS Belum Temukan Manajer

Seleksi pemain PSMS yang sudah berjalan beberapa pekan ini tanpa dampingan manajer tim. Artinya deal-deal kontrak pemain juga bakal diputuskan bukan oleh manajer melainkan oleh pengurus.

Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE hal itu disebabkan karena belum adanya sosok yang mengajukan diri sebagai manajer PSMS musim 2010/2011 ini. Ya, sejak masa Hendra DS sebagai manajer, memang belum ada sosok baru yang mengajukan diri. Karena itu, proses perekrutan pemain, baik yang melalui seleksi maupun perpanjangan kontrak pun langsung ditangani oleh pengurus.

“Sampai sekarang kita memang belum ada figur yang tepat untuk mendampingi PSMS musim ini. Kita memang tidak mau terburu-buru karena manajer ini adalah penting bagi tim. Jangan karena terburu-buru jadi penyesalan di belakang,” ucap Idris saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (1/8).

Maka dari itu Idris mengaku tidak punya target waktu untuk mengumumkan sosok manajer PSMS nantinya. Hanya saja, pengurus sendiri sudah memiliki alternatif lain. “Untuk itu masih tetap kita koordinasikan dengan Ketua Umum. Jadi saya tidak bisa menjanjikan kapan. Karena sampai sekarang kita masih menunggu. Kalaupun tidak ada, kita sudah siapkan alternatif,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Untuk itu, alternatif seperti yang disampaikan Idris, pengurus akan mengambil peran untuk pencarian dana tim. Langkah itu sendiri sudah dilaksanakan seiring dengan berjalannya seleksi skuad beberapa waktu lalu. “Yang terpenting, sekarang ini bagaimana mempersiapkan tim secara maksimal guna menyongsong super liga 2010/2011. Kita juga tidak mungkin menunggu sampai ada figur yang pas,” tegasnya.

Bagaimanapun peran manajer sangat besar bagi sebuah tim. Salah satunya adalah memastikan pendanaan yang cukup bagi PSMS yang menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang. Tanpa jaminan pendanaan yang cukup hal itu akan sulit terwujud bila hanya bergantung kepada APBD seperti saat ini.

Imbauan senada juga disampaikan Mantan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS sudah saatnya menjemput bola. “Jangan lagi menunggu bola. PSMS memang punya nama besar namun kondisi saat ini sangat berbeda. Sekarang saat yang tepat,” ucap Benny.

Mantan penjaga gawang PSMS Junior ini menjelaskan bila beberapa perusahaan sudah memberi sinyal kepada PSMS untuk kembali melakukan penawaran. “Musim lalu kebetulan saya juga di bagian itu. Dari beberapa perusahaan yang kita hubungi, mereka menyarankan untuk mengajukan penawaran kembali. Pengurus harus cepat memanfaatkan peluang ini,” harap pria berdarah Manado ini.

Sehubungan dengan pembentukan skuad, saat ini PSMS sudah menjaring beberapa pemain yang bakal mengisi tim asuhan Zulkarnain Pasaribu itu. Diantaranya adalah tujuh pemain lama yang dipertahankan. Beberapa pemain lain juga mendapat perhatian seperti Alrian, kiper berusia 19 tahun namun sudah membuktikan kepiawaiannya di bawah mistar. (jul/sumutpos)

Pemain PSMS Tuntut Pelunasan Gaji

Pemain menuntut pembayaran sisa kontrak dari pengurus PSMS Medan setelah mereka dinyatakan tidak lolos seleksi sebagai anggota skuad Ayam Kinantan musim depan.

Sejak 31 Juli lalu, delapan pemain dinyatakan tidak layak memperkuat PSMS. Pengumuman itu disampaikan melalui pemain senior M Afan Lubis. Imbasnya, pemain-pemain itu menuntut agar pengurus mencairkan sisa kontrak yang belum dibayar. Penjaga gawang Muhammad Halim menjadi orang pertama yang buka suara.

Kendati pasrah tidak diperpanjang, Halim meminta pengurus segera melunasi hakhaknya. ’’Kewajiban saya sebagai kiper di PSMS sudah usai, jadi saya harap hak-hak saya yang masih belum dibayarkan segera dilunasi pengurus,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin.

Dia merincikan, berakhirnya kontrak pemain yang dilakukan Agustus ini menyebabkan pengurus harus membayarkan sisa gaji selama tiga bulan, terhitung pembayaran Juni (dibayarkan Juli), bulan Juli (dibayarkan Agustus), dan Agustus (dibayarkan September). (syukri amal/sindo)

Monday, August 2, 2010

PSMS Medan krisis mesin gol

Tidak cukup puas dengan penampilan para striker seleksi, PSMS memulai perburuan striker untuk menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011.

Dua nama yang kini tengah dibidik adalah dua eks striker divisi utama musim lalu. Keduanya saat ini tengah setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Ayam Kinantan.

Nama pertama adalah Jibby Wuwungan, eks striker Persikabo musim lalu. Striker berusia 24 tahun itu menjadi salah satu striker yang diyakini akan mempertajam lini depan PSMS.

Secara kualitas, pengurus menilai Jibby cocok untuk mengatasi masalah lini depan. Sedangkan Teddy Hamzah musim lalu memperkuat Semen Padang. Teddy kerap dipasang di posisi starter dan berduet dengan Marcio Souza (Brazil) saat memperkuat Kebo Sirah (julukan Semen Padang-red).

PSMS Dekati Dua Striker Eks Divisi Utama

Gagal menggaet Saktiawan Sinaga, pengurus PSMS Medan mengalihkan buruan ke beberapa nama. Kali ini yang dibidik adalah stiker Jibby Wuwungan dan Teddy Hamzah.

PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).

’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.

Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)

Wednesday, July 21, 2010

PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United

Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).

Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.

Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.

Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.

Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.

Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.

“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.

Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)

PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United

Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).

Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.

Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.

Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.

Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.

Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.

“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.

Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)

Saturday, July 17, 2010

Pro Dutan dan PSDS Jadi Rekan Prestasi Langkah Awal Zulkarnaen Pasaribu di PSMS

Bertahan di Divisi Utama bisa dijadikan prestasi terbaik bagi PSMS Medan di musim kompetisi 2009/2010 lalu. Bagaimana tidak, klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini nyaris terperosok ke Divisi I. Melalui laga dramatis, PSMS bertahan di turnamen kelas dua di Indonesia tersebut.

Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.

Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.

“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).

Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.

“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.

Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.

Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).

Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.

Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)

Thursday, July 15, 2010

Bursa Pelatih PSMS Makin Panas

Pelatih yang akan membesut PSMS pada musim kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan ditentukan pada 16 Juli. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (13/7).

“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.

Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.

Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.

Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.

Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.

Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.

“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning

Thursday, July 1, 2010

PSMS Medan Sisakan Dua Nama Pelatih

Prihal siapa yang akan menjadi pelatih PSMS menatap musim kompetisi mendatang mulai mengerucut pada dua pelatih senior yang telah malang melintang di pentas sepak bola nasional.

Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.

“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.

Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.

Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.

“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.

“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.

PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.

Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)

Wednesday, June 30, 2010

Reswandi Jalani Seleksi di PSMS

Berbagai terobosan dengan “judul” berbenah terus dilakoni PSMS menyambut kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Salah satunya dengan menyeleksi beberapa pemain dari lawan ujicoba PSMS dan mantan pemain PSMS.

Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).

“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).

Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.

Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.

“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.

Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.

“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.

Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)

Thursday, June 24, 2010

Saktiawan Sinaga Silaturrahmi dengan Skuad PSMS

Selasa (22/6) ini Saktiawan Sinaga yang diancang-ancang bakal memperkuat PSMS di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan berkunjung ke Stadion Kebun Bunga Medan.

Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.

Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.

Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.

Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.

Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.

Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.

Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.

“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.

Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS

PSMS tetap serius

MEDAN - Latihan rutin selama tiga kali seminggu, yang dilakukan Affan Lubis dkk kembali akan diuji lewat laga ujicoba besok sore kontra PS Klambir Lima di Lapangan Klambir Lima Deli Serdang.

Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.

Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.

“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.

Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.

“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.

Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.

“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.

Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.

Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.

Wednesday, June 9, 2010

Saktiawan cs kembali ke PSMS?

MEDAN - Kompetisi Indonesian Super League (ISL) telah usai. Ini berarti mantan pemain PSMS yang berlaga di klub ISL sudah tidak terikat lagi dengan klub lamanya.

Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.

Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.

Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.

“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.

Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.

“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.

Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.

“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.

Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.

“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.

Monday, June 7, 2010

PSMS Bidik Pemain dari Thailand dan Vietnam

Menindaklanjuti hasil buruk yang dicapai pada musim sebelumnya, pengurus PSMS mencoba melakukan terobosan baru terkait rekrutmen pemain menatap musim kompetisi mendatang.

Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.

“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.

Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.

Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.

“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.

Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.

“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.

Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.

Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)

PSMS Perpanjang Kontrak Pemain Berprestasi

Pengurus PSMS akan mempertahankan pemain berprestasi untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 musim depan, agar ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang dapat diwujudkan.

“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).

Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.

Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.

“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.

Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.

“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya

Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.

Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)

Kiper PSMS Siap Tampil Kembali

Usai menjalani perawatan, Penjaga Gawang PSMS M Halim siap menatap agenda berikutnya. Dipastikan Jumat (11/6) nanti dirinya akan tampil dalam laga uji coba menghadapi PS Klambir Lima.

“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).

Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.

Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.

Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.

“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.

M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.

“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.

Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.

“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.

Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.

Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)

Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)

Friday, June 4, 2010

PSMS harus bersatu untuk bangkit

MEDAN - Mantan pelatih Timnas U-16, Mundari Karya, mengaku ikut prihatin atas terpuruknya prestasi PSMS Medan. Sebagai tim yang punya nama besar, pria yang sempat membesut Persikota dan Persih Tembilahan ini, yakin PSMS masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun hal itu akan terjadi jika semua pihak yang terlibat di dalamnya saling bekerjasama.

“Sekarang masalah mau tidak mau, kalau PSMS mau berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal dan melakukan pembenahan disana- sini. Semuanya juga harus bersatu mewujudkan itu,” katanya saat ditemui di Lapangan PS Kwarta, tadi sore.

Menurut Mundari, pengurus, manajemen, pelatih dan pemain harus bahu membahu membangun kembali PSMS yang solid seperti era emasnya dulu.

“PSMS punya nama besar dan pasti bisa bangkit kalau memang semuanya solid. Tidak hanya pemain dan pelatih,” ujarnya.

Mundari mengatakan, masalah intern yang kerap terjadi dalam sebuah klub diyakini merupakan penyebab memburuknya prestasi tim termasuk PSMS.

“Mungkin saja ada masalah intern yang terjadi. Kalau tidak mana mungkin tim sebesar PSMS bisa terpuruk seperti ini,” ujarnya.

Selain itu mengenai pelatih, kata Mundari, cukup banyak pelatih berbakat yang kini menangani klub-klub elit di luar Medan, namun pengurus kurang peka.

“Mengapa mereka lebih suka untuk menangani klub lain, padahal di PSMS sendiri mereka diperlukan dan pasti sebagai pemain yang pernah membela PSMS, mereka lebih berkeinginan membela timnya sendiri. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan pengurus yang selama ini menangani PSMS,” sebutnya.

Untuk itu, pada kompetisi mendatang Mundari berharap, siapapun yang menangani PSMS bisa untuk berfikir jernih dan bekerjasama dengan pelatih yang ada demi kemauan PSMS.

Karena menurutnya, keterpurukan PSMS saat ini juga turut berpengaruh pada buruknya prestasi tim nasional Indonesia.( Ini yang penting... Bahwa PSMS merupakan barometer TIMNAS...Kita, jadi bangga aku sebagai orang medan)