Friday, August 27, 2010

PSMS Medan Pemain Asing Seleksi Dibawah Standar

Tim seleksi skuad asing PSMS Medan menilai legiun asing yang diuji selama ini masih di bawah standar. Alhasil, waktu proses seleksi terhadap pemain asing akan ditambah.

Seleksi terhadap legiun asing ini seyogyanya telah berakhir Rabu (25/8). Dan seandainya seluruh skuad telah terangkum, artinya pelatih sudah bisa fokus mempersiapkan skuadnya menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011 yang akan segera bergulir awal Oktober mendatang.

Namun, dari sepuluh pemain asing yang unjuk kemampuan selama ini, baru satu yang performanya memuaskan yakni, Martial Pouengoe, pemain berposisi striker asal Kamerun. Sementara sisanya dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria, dan masih dibawah standar.

Padahal, PSMS membutuhkan setidaknya tiga pemain asing di tiga posisi, bek, tengah dan depan. Sedangkan Bruno Kasmir yang diminati manajemen PSMS sudah lebih dulu terbang untuk membela Deltras Sidoarjo. “Ya Bruno sudah pulang tadi pagi (selasa-red),” ujar sekretaris umum PSMS, Idris, kemarin.

Menurut Idris, pihaknya akan terus mendatangkan pemain asing ke Medan, sampai nantinya betul-betul mendapatkan yang sesuai harapan. “Pemain asing itu harus lebih menonjol dari pemain lokal. Kalau kualitasnya sama saja untuk apa kita rekrut. Jadi tidak masalah kalau makan waktu yang lama,” tambahnya.

“Kalau terburu-buru, takutnya malah menjadi bumerang bagi kita. Seperti pemain-pemain asing musim lalu,” sambung pria berdarah Aceh ini.

Rabu kemarin, dua pemain asing kembali didatangkan untuk diseleksi. Mereka adalah Rodrigo Santoni, eks striker Persikabo, Luciano Theiler eks pemain Persiba Bantul.

Dua pemain ini juga sudah diseleksi kemarin. Sedangkan satu lagi pemain asing bernama Ferry Asomah asal Liberia akan menyusul ke Medan.

Sementara Robert Acosta, eks striker seleksi timnas U-23 Paraguay, rencananya akan segera tiba dalam minggu ini. Eks striker PSM itu diharapkan dapat memenuhi harapan dari minimnya striker tajam.

Untuk striker lokal, performa Rinaldo, eks striker PSLS Lhoksemauwe tampaknya sudah cukup memuaskan. Dua golnya saat beruji coba dengan Thamrin Graha Metropolitan membuatnya diplot menggantikan posisi Jecky Pasarella, yang telah hengkang ke PSM. Striker lokal dinilai cukup aman karena kedatangan Febri Setiadi Hamzah Striker dari Seman Padang. (mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 25, 2010

Mbom Julien Tolak Tawaran Nilai Kontrak PSMS Kekurangan Pemain Lini Depan

Usai seleksi pemain selama dua bulan, PSMS Medan masih belum menemukan sosok striker yang pas. Terlebih Jacky Pasarela striker yang awalnya diandalkan PSMS memilih hengkang ke PSM Makassar. Kondisi musim lalu berpeluang terjadi.

Ya, musim lalu PSMS tak memiliki striker mumpuni. Sehingga sepanjang musim PSMS termasuk salah satu tim yang paling tak produktif. Hal itu diperparah dengan kualitas pemain secara keseluruhan yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan skuad saat ini.

Sekum Ayam Kinantan Idris SE, menyadari hal itu. Menurutnya proses merekrut pemain tak bisa lagi dengan cara seleksi. Karena hal itu butuh waktu panjang. “Jika tidak segera diatasi, permasalahan tahun lalu akan kembali terulang. PSMS kekurangan penyerang. Padahal target PSMS Medan tahun depan adalah naik ke Indonesia Super League,” kata Idris Selasa (24/8). Dikatakannya, dari puluhan pemain yang ikut seleksi tak satupun layak dijadikan striker.

Dan hal itu pun coba diatasi pengurus. Lini depan pun dibenahi. Satu pemain lokal asal Semen Padang bernama Febri Setiadi Hamzah sudah diundang untuk dilirik kemampuannya. Selasa lalu Febri sudah dites di Stadion Teladan.

Selain Febri, PSMS juga melirik pemain asing yang dianggap tepat untuk mengisi kekosongan lini depan. Martial Poungoeu asal Kamerun menjadi pilihan. Walau demikian, proses nego dengan legiun asing masih gelap.

Awalnya, PSMS sempat melirik mantan striker timnas U-21 bernama Donny Pane. Namun hal itu urung dilakukan karena berbagai alasan.

Sementara itu, satu legiun asing yang sempat membawa PSMS meraih runner-up Mbom Julien dengan tegas menolak bergabung dengan PSMS. Hal ini dikarenakan nilai kontrak yang kurang tepat. Beredar kabar, Mbom meminta kontrak senilai Rp700 juta namun PSMS menyanggupi Rp500 juta. Dan jumlah yang disanggupi PSMS itu juga belum pasti, karena pengurus masih tergantung keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin yang juga wakil wali kota Medan.

“Tampaknya saya urung membela PSMS. Nilai kontrak tidak sesuai. Saya butuh kepastian,” kata Mbom via sambungan telepon kemarin. (mag-5/sumutpos)

PSMS Medan Negosiasi Pemain Masih Alot

Usai diseleksi, skuad PSMS Medan musim mendatang kini tengah negosiasi kontrak. Satu pekan sudah waktu diberikan pengurus untuk negosiasi. Sementara ini pemain lokal yang didulukan, legiun asing menyusul sesudahnya.

Meski sudah diberi waktu satu pekan, namun proses negosiasi masih terlihat alot. Tidak semua pemain terlihat gembira soal nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Senin (23/8) kemarin, nego terakhir digelar di Stadion Kebun Bunga. Satu persatu pemain dipanggil masuk ruang pengurus untuk mengetahui masa depannya.
Di ruangan, negosiator dari pengurus terdiri dari Idris SE Sekum PSMS, wakil sekretaris Agus Suriono dan tim talent scouting.

“Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir, pengurus juga berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti,” ujar pemain yang enggan disebutkan namanya.

Idris bilang, negosiasi harga dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati. “Setelah disepakati, baru nanti kita tentukan nilai kontraknya. Kita beri kesempatan pemain untuk berpikir nilai yang kita tawarkan,” beber Idris.

Meski kemarin terakhir negosiasi, namun pengurus belum mengumumkan skuad yang sudah oke akan nilai kontraknya.

Usai mengurus nego kontrak pemain lokal, pengurus segera melobi kontrak pemain asing. Hal itu dijadwalkan bulan ini juga. “ Ya, secepatnya kita akan kontrak, tapi kita lihat dulu perkembangannya. Kita kan juga sedang menunggu satu pemain lain Robert Acosta yang datang 28 Agustus nanti,” sambung Idris.

Untuk menjamin keabsahan kontrak, pengurus menyatakan akan menyiapkan notaris. Ini tidak dilakukan musim lalu. “Semua kontrak ditandatangani di depan notaris. Notarisnya sudah ada, tapi namanya nanti sajalah,” pungkas pria berdarah Aceh ini.

Pada sesi latihan kemarin, pemain asing yang tersisa hanya tiga orang. Empat lainnya tampaknya sudah dipulangkan pengurus karena tak sesuai dengan kebutuhan tim. Tiga pemain asing tersisa adalah Etouguo, Martial Poungoeu, serta Bruno Kasmir. Ketiga pemain tersebut juga belum tentu mendapatkan kontrak, karena masih tahap dipantau kemampuannya. (mag-5/sumutpos)

Tuesday, August 24, 2010

Andika Yudistira Seleksi di Sriwijaya


Andika Yudistira Lubis turut meramaikan seleksi pemain Sriwijaya FC. Bomber tim nasional U-23 itu, kemarin, (23/4) sudah ikut latihan bersama Budi Sudarsono dan kawan-kawan di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus. Andika sendiri mengaku persaingan cukup berat. Lantaran masih ada beberapa nama pemain berpengalaman seperti Josh Maguire, Rudi Widodo dan Khusnul Yakin. Meski begitu pemain asal Medan itu, tetap tidak berkecil hati dan tetap semangat.

"Tujuan mengikuti seleksi jelas ingin menjadi bagian dari Sriwijaya. Soal masuk engaknya itu urusan nanti," ujar Andika kepada wartawan, kemarin (23/8).

Sekadar informasi Andika merupakan pemain muda penuh talenta. Sejak berusia muda namanya selalu menghiasi pasukan tim nassional mulai dari U-15 sampai U-23. Beberapa klub profesional juga sempat dibelanya seperti PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Sayang saat memperkuat PSPS selama setengah musim Andika kurang bersinar dari 7 laga tak mampu menciptakan satu gol pun. "Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin," tukas Andika

Sementara itu, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Handri Zainuddin, mengatakan, Andika masih harus bersaing dengan beberapa pemain seleksi lain. Untuk kans sendiri Hendri masih belum tahu meskipun kualitas permainan pemuda kelahiran 11 Apr 1986 itu, boleh dikata cukup mumpuni.

“Semua tahu selain memperkuat timnas U-23 Andika juga pernah memperkuat PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru. Kalau permainannya saya rasa sudah tidak ada masalah tinggal selera pelatih saja,” tambah pria berkacamata itu.

Sementara, coach Ivan Kolev menyambut baik kehadiran pemain depan yang merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi di Universitas Muhamaddiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan itu. “Kita beruntung bisa mendatangkan Andika. Paling tidak kita semakin banyak pilihan untuk posisi pemain depan,” timpal Kolev.

Meski begitu, pelatih asal Bulgaria itu, masih belum bisa memastikan satu tempat untuk Andika. Kata Kolev, Andika harus menenjukan peforma terbaiknya dulu selama latihan pada beberapa hari kedepan. ”Kami harus pantau terus kondisi semua pemain seleksi dalam beberapa hari kedepan. Uji coba melawan PS Bangka besak juga akan menjadi ajang seleksi bagi mereka,” tambah eks pelatih timnas Senior edisi 2007 itu.
(mg42/sumeks)

PSMS Ikat Satu Pemain Asing

Pantauan terhadap performa calon legiun asing yang masuk skuad PSMS Medan sudah memasuki babak akhir. Nasib tujuh pemain asing yang ikut seleksi pun akhirnya diumumkan. Jawabnya, baru satu yang pasti diikat.

Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu malam (22/8). “Dari tujuh yang ikut seleksi baru satu yang kita ikat. Yakni, Martial Poungoue, pemain asal Kamerun,” jelas Idris.

Sayangnya, Idris tidak mau terbuka soal nilai kontrak pemain yang sebelumnya main di klub Unisport FC Kam itu. “Off the record lah,” tambahnya singkat.

Meski begitu, tidak serta merta pemain asing lainnya yang belum dikontrak akan dipulangkan. Setidaknya ada beberapa pemain asing lainnya masih dipantau.

Termasuk Etogou yang berhasil mencetak dua gol saat PSMS menghanjar TGM 5-1 beberapa hari lalu. “Seperti Etougo dan Bruno (Kasmir) masih kita pantau untuk beberapa waktu ke depan. Yang jelas, hingga saat ini baru Martial yang layak membela PSMS,” ungkap Idris.

Untuk kuota pemain yang diambil, tambah Idris, rencananya PSMS akan merekrut tiga pemain dari tujuh pemain asing peserta seleksi. Masing-masing posisi diambil satu pemain. Nantinya akan dilengkapi dengan Robet Acosta, eks striker PSM yang rencananya akan didatangkan pada 25 Agustus mendatang. “Kita akan ambil tiga pemain saja. Mungkin satu di belakang, di tengah dan di depan,” tambah Idris.

Selain para legiun asing, pemain lokal seperti Rinaldo dan Habibi yang tampil gemilang saat uji coba melawan TGM pun tak luput dari pantauan. Kedau pemain tersebut masih dalam pemantau pelatih dan pengurus. Diharapkan, tambah Idris, dalam beberapa hari ke depan keputusan sudah didapat. “Rinaldo cukup gesit untuk striker dan Habibi main,” jelas Asisten Pelatih Suyono.

“Ya, saya melihat lebih menginginkan dua Striker dan satu gelandang karena pemain belakang yang tersedia sekarang sudah enam orang,” tambah asisten lainnya, Waluyo.

Sebelumnya satu pemain asing yang mengikuti seleksi telah hengkang lebih dulu. Pemain yang dimaksud adalah Moukwelle. Gelandang berkebangsaan Prancis itu dikabarkan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.

“Iya Moukwelle sudah tidak lagi seleksi di sini, kabarnya dia ke Deltras. Padahal, dia termasuk gelandang pekerja keras dan kita butuh gelandang bertahan,” kata Suyono. (mag-5/sumutpos)

Monday, August 23, 2010

Jecky Pasarella Hengkang, PSMS Tak Punya Striker

PSMS yang bersiap menuju Divisi Utama musim 2010/2011 kembali mengalami kejadian tidak menyenangkan. Skuad yang mulai terbentuk kini mencair lagi. Pasalnya, satu-satunya striker yang dimiliki lepas.

Ya, beberapa waktu lalu PSMS telah mengumumkan skuad lolos seleksi. Tercatat sembilan belas pemain yang terpilih. Nah, dari sembilan belas pemain itu, hanya satu yang berposisi striker. Siapa lagi kalau bukan Jecky Pasarella.

Sayangnya, Jecky yang sudah membela Ayam Kinantan sejak musim lalu itu kini melepas seragam hijau kebanggaan PSMS. Dia pun memilih hengkang.

Kepastian striker yang membukukan lima go di Divisi Utama musim lalu ini terlihat setelah PSMS menggelar latihan di PPLP.

“Ia (Jecky, Red) sudah tidak lagi di PSMS. Ia memilih klub lain dari informasi yang saya terima dia ke Makassar (PSM, Red),” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (20/8).

Idris menambahkan, sejatinya keputusan Jecky sudah mengemuka sejak Rabu (18/8) lalu.

“Alasannya kami tidak tahu, mungkin karena nilai kontrak di sana lebih besar. Itu masih dugaan, namun yang disayangkan, ia tidak memberitahukannya kepada kami pengurus,” tambah Idris.

Menurut pantauan Sumut Pos, Jecky sempat mengikuti sesi latihan Selasa (17/8) lalu di Stadion Teladan. Dan, pada Senin (16/8), dirinya masih sempat melakukan negosiasi kontrak dengan pengurus PSMS. Nah, usai pembahasan kontrak tersebut Jecky terlihat tak bersemangat. Ketika dikonfirmasi, dirinya sama sekali tak mau berkomentar soal hasil pembahasan kontrak tersebut.

Dengan hengkangnya Jecky, praktis PSMS Medan saat ini tidak memiliki striker. Kalaupun ada hanya Mahadi Rais, pemain yang masih berstatus magang.

Tak pelak, hal ini yang memaksa PSMS Medan agar bergegas untuk mencari striker.

Menurut kabar yang terdenggar, selain dua pemain striker asing, PSMS juga akan mencari striker lokal. Yakni, pemain yang berasal dari klub Indonesia Super League (ISL). “Ya kita akan menambah Striker, ya kalo bisa pemain lokalnya yang bermain di ISL dan asingnya mungkin dua orang. Tapi, kita masih lihat perkemban dulu,” jelas Idris. Menariknya, pengurus tampaknya tak mau ambil pusing soal hengkangnya Jecky.

“Masih banyak penggantinya, PSMS tidak merasa kekurangan pemain, sampai hari ini (kemarin, Red) orang berduyun-duyun mau kesini. Ada dua pemain asal Afrika dan satu striker lokal yang mau ikut uji coba, tapi lihat saja besok (hari ini). PSMS tidak akan kekurangan striker,” tegas Idris.

Jecky sendiri ketika dikonfirmasi tidak membantah kabar ini. “Ingin mencari pengalaman baru, Bang,” kata striker berusia 24 tahun itu.

Sementara itu, mantan PSMS yang juga sempat diwacanakan akan bergabung dengan Ayam Kinantan, Fadli Hariri juga bergabung dengan Jecky ke PSM Makassar.

Pemain yang dipinjamkan oleh Pro Titan musim lalu ke Persela Lamongan ini, mengatakan sebernarnya dirinya masih menghargai PSMS Medan untuk memintanya bergabung. Namun, tunggu dan trerus menunggu pihak pengurus tidak ada kabar. Ya, sudah, menurut Fadli, daripada tak jelas, dia harus mengambil keputusan mencari klub yang mau menghargainya.

“Ya kita kan hidup di bola, harus profesional. Pihak pengurus tak ada kabar, sudah ditunggu lama sejak habis kompetisi,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, dirinya dan Jecky telah resmi dikontrak klub asal Pulau Sulawesi tersebut. “Ya kami di kontrak Rabu lalu,” pungkas Fadli. (mag-5/sumutpos)

PSMS Menang Telak Lawan Tim Lokal

Penyerang tim PSMS Medan yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 terlihat cukup tajam, menaklukkan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) 5-1 dalam pertandingan ujicoba di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Diperkuat tujuh pemain asing yang tengah menjalani seleksi, awalnya PSMS kesulitan menembus pertahanan TGM.

Dua pemain asing yang ditempatkan di lini depan, Willian asal Brasil dan Martial Poungoue (Kamerun) dibantu gelandang asal Argentina Klein sepertinya tak berdaya menembus benteng TGM.

Parahnya lagi, para pemain lokal yang dinyatakan sudah lolos seleksi juga tak mampu memperagakan permainan terbaiknya, sehingga pada babak pertama PSMS hanya mampu mencetak satu gol melalui Zulkarnain di menit ke-36.

Di babak kedua, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu mengganti materi pemainnya, dengan memasukkan tiga pemain asing lainnya, yakni Amarildo de Souza (Brasil), Bikdi Daniel (Kamerun), serta Etougou (Kamerun).

Hasilnya, PSMS mampu menambah empat gol kemenangan. Dua gol di antaranya dipersembahkan striker asal Kamerun yang musim lalu membela Persih Tembilahan, Etougou, masing-masing pada menit ke-59 dan 64. Dua gol lainnya dicetak striker Rinaldo (menit 49 dan 76).

Satu-satunya gol balasan TGM dicetak Syahidansah Lubis pada masa injury time.

Usai pertandingan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menilai penampilan ketujuh pemain asing itu lumayan baik. Hanya saja, PSMS tidak mungkin memakai mereka semua.

"Kita akan menyisakan tiga pemain asing. Insya Allah hari Minggu sudah bisa kita umumkan siapa-siapa yang harus angkat koper," ujar Idris.

Begitu pun, Idris tidak menampik kalau pihaknya masih terus memburu pemain-pemain asing lain yang lebih berkualitas. (antara)

Thursday, August 19, 2010

PSMS Medan Empat Asing Merapat

Seusai liburan bulan puasa, PSMS Medan kembali latihan rutin seperti biasanya. Menariknya, jadwal yang ditetapkan pada Senin (16/8) lalu, ternoda. Tak ada pemain PSMS yang hadir di Stadion Teladan. Begitu pun dengan 7 legiun asing yang dijanjikan.

“Anak-anak lagi kecapekan karena baru pulang dari kampungnya masing-masing,” ungkap Sekretaris Umum PSMS Idris SE saat dikonfirmasi.

Beruntung, pada Selasa (17/8) latihan mulai berjalan. Tercatat hanya Ari Yuganda dan Novi Hendriawan yang absen. Ari dikabarkan absen karena terjebak hujan di Lubukpakam, sementara Novi tidak ada konfirmasi. Latihan sendiri dimulai pada pukul 15.40 WIB.

Pada latihan yang digelar di Stadion Teladan itu pun dihadiri pemain asing. Tercatat ada empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Moukwelle, Klein, Amarildo de Souza, dan William (lengkapnya lihat grafis). Sementara tiga pemain asing lainnya belum juga muncul. “Pemain yang pernah mengikuti seleksi Timnas U-23 Paraguay, Irenio Roberto Acosta, kepastian kedatangannya tanggal 25 Agustus mendatang,” jelas Idris.

Idris menambahkan, keempat pemain yang telah ikut seleksi belum bisa dipastikan akan memperkuat PSMS untuk musim mendatang. “Kualitasnya lumayan, patut dipertimbangkan. Namun, kesepakatan soal mengontrak atau tidak, masih kita tunggu,” timpal Asisten Pelatih Waluyo.

Terkait pembentukan tim, pengurus dan pelatih tampaknya sudah menentukan asisten pelatih baru. Adalah Nasib Iwan yang sebelumnya di PSDS direkrut untuk menjadi pelatih fisik. “Dia memiliki pengalaman yang bisa diandalkan,” ungkap Idris.

Sebelumnya, pihak pengurus sedang melakukan nego soal kontrak pemain. Dikabarkan ada dua jenis kontrak yang ditawarkan. Yakni, kontrak A untuk pemain inti dan kontrak B untuk pemain cadangan. (mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 18, 2010

Andika tak Antusias

MEDAN- Kabar baik muncul dari mantan striker PSMS era Freddy Muli, Andika Yudistira. Pemain yang sempat dipanggil Timnas U-23 ini tampaknya kian dekat ke Sriwijaya FC. Menariknya, disinggung soal kemungkinan comeback ke PSMS, Andika malah tampak tidak begitu antusias.

Meski begitu, Andika mengaku pernah dihubungi pengurus PSMS sebelum Pilkada Medan beberapa waktu lalu. Namun tidak ada kabar selanjutnya. “Kalau kembali ke PSMS pasti sebagai anak Medan asli ada keinginan yang kuat. Tapi itu butuh keseriusan. Dulu sempat dipanggil, tapi tidak ada kelanjutannya,” beber Andika, Minggu (15/8).
Kalau jadi ke Sriwijaya, kemungkinan besar Andika akan reuni dengan sejumlah seniornya di PSMS dulu. Ya, Mahyadi Panggabean sudah lebih dulu merapat ke klub juara Piala Indonesia itu. Pascalibur musim kompetisi nasional yang juga masa transfer, Andika kini berada di kediamannya di Medan. Namun komunikasi soal transfer terus berlangsung via sambungan telepon. “Sedang nego. Nampaknya sudah mulai ada kepastian. Tapi saya tak mau buru-buru, harus dipikirkan matang-matang,” kata Andika.

Sementara itu, hari ini, PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.

Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.

Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5)

PSMS mulai negosiasi kontrak pemain

MEDAN - Setelah memastikan pemain yang lolos seleksi untuk mengisi skuad menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS mulai melakukan negosiasi harga kontrak dengan pemain.

Negoisasi kontrak pemain itu berlangsung, tadi sore, di Mess Kebun Bunga. Negosiasi dilakukan antara pengurus PSMS yang berbicara secara tertutup dengan pemain.

Satu-persatu pemain mengantri untuk dipanggil ke ruangan sekretariat. Terlihat Jecky Pasarella, Sabani, Andi Setiawan dan beberapa pemain lainnya telah menjalani pembicaraan dengan tim negosiasi yang terdiri dari sekum PSMS, Idris, wakil sekretaris, Agus Suriono, dan tim talent scouting.

Namun persoalan waktu tidak memungkinkan pembicaraan dilakukan terhadap seluruh pemain. Apalagi tidak seluruh pemain hadir. Faisal Azmi saat ini masih berada di kampung halamannya, Pekan Baru.

Sementara Alryan saat ini masih dirawat di rumah sakit karena menderita sakit demam berdarah. Sedangkan Novi Handriawan juga tidak hadir. Beberapa reaksi tampak dari raut wajah pemain usai keluar dari ruang negosiasi. Ada yang tersenyum, bingung dan cemberut.

"Belum tahulah bang, mereka tanya berapa kita minta dan mereka (pengurus-red) juga tawarkan harga. Ya saya masih mikir-mikir. Mereka juga lagi berunding sepertinya. Kita lihat saja nanti," ujar Andi Setiawan eks kipper Produta.

Menurut sekretaris umum PSMS, Idris, negosiasi harga memang mulai dilakukan pihaknya untuk mengetahui nilai kontrak yang nantinya akan disepakati.

"Kita masih berunding soal harga. Nantinya akan kita pertimbangkan kalau memang kualitas mereka sesuai. Dari negosiasi tadi ada beberapa yang cocok dan beberapa pemain masih mikir-mikir," ujarnya.

Idris mengatakan, proses negosiasi kontrak memang tidak buru-buru diselesaikan dalam satu hari. "Tidak mungkin satu hari karena waktunya tidak cukup. Dan kita memang pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Kemungkinan tiga hari ke depan, sudah selesai," tambahnya.

Seperti rencana di awal, setelah kesepakatan harga, para pemain akan menandatangani kontrak di depan Notaris. Hal yang tidak dilakukan musim lalu. "Ya jadi di depan notaris. Kita sudah siapkan notarisnya," pungkas pria berdarah Aceh ini.

Disisi lain, latihan yang seyogyanya dimulai tadi sore akan mulai digelar Selasa (17/8) sore di Stadion Teladan. Sehubungan dengan Stadion Kebun Bunga yang masih direnovasi. "Besok kita latihan di Teladan. Kita sudah bicarakan dengan pelatih," ujar Idris.

PSMS SANGAT HATI-HATI

PSMS Medan tampaknya akan benar-benar selektif memilih pemain asing yang akan direkrutnya. Kualitas yang menonjol menjadi syarat utama mengisi skuad PSMS musim depan.

Pasalnya, PSMS tidak ingin rugi merekrut pemain asing yang kemampuannya pas-pasan. Apalagi nilai kontrak legiun asing lebih tinggi dari wajah-wajah lokal. Untuk itu dari hasil pantauan, dua pemain Kamerun yang turut memperkuat PSMS di Turnamen Segi Empat PSSK Karo pekan lalu, Nnengue Bienvenue dan Mbouyom Remi, tidak lagi mengikuti seleksi.

Kemampuan dua pemain itu dinilai tidak terlalu istimewa hingga dipulangkan manajemen. Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS, Idris SE. Dikatakan, keduanya dinilai tidak layak memperkuat skuad Ayam Kinantan.

“Mereka tidak lagi akan dipantau dan sudah dipulangkan karena dinilai tidak layak,” tandas Idris, Rabu.

Sebelumnya sempat tersebar wacana, PSMS tidak akan lagi merekrut pemain-pemain asal Afrika terkait memori buruk musim lalu tidak ingin diulangi. Ketika itu, Osas Marvellous Saha, Daniel Ogochukwu (Nigeria) dan Nyeck Nyobe (Kamerun) gagal mengangkat prestasi PSMS dan juga kerap berulah.

Menurut pengurus PSMS, Suryanto Herman, sebenarnya tidak masalah merekrut pemain asal Afrika. Toh, sebelumnya PSMS punya beberapa pilar asal Afrika yang menunjukkan performa gemilang.

Sebut saja Saphou Lassy, James Koko Lomell, Mbom-mbom Julien, Jean Michel Baboaken, Baco Sadissou, Mourmada Marco, Murphy dan lainnya. Bahkan James Koko dan Murphy menjadi pilar penting saat mengantar PSMS ke partai puncak Ligina 2007 sebelum akhirnya ditundukkan Sriwijaya FC 1-3 di final.

"Pemain Afrika juga punya kemampuan yang bagus. Bukan berarti karena musim lalu buruk, semuanya (pemain Afrika-red) seperti itu. Ya, kita harus selektif," ujar pria yang turut ke Jakarta memantau pemain asing bagi PSMS itu.

PSMS Kedatangan Tujuh Pemain Asing

PSMS akan kedatangan tujuh pemain asing yang akan mengikuti seleksi di Stadion Teladan, Medan. “Ada tujuh pemain yang mulai Senin (16/8) nanti akan bergabung mengikuti seleksi di PSMS. Ketujuh pemain itu telah menyatakan kesediaannya untuk datang mengikuti seleksi. Lima merupakan pemain asal Amerika Latin dari negara yang berbeda, dua lagi pemain Afrika,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE.

Sayangnya Idris belum mau menyebutkan nama ketujuh pemaian yang dimaksud. “Lebih baik lihat langsung nanti saja di lapangan, biar jadi kejutan,” tambahnya.

Ketujuh skuad impor tersebut akan diseleksi selama seminggu. Menurut Idris, dari hasil seleksi tersebut, pihaknya akan merekrut dua striker asing dan satu pemain tengah sebagai ganti dari batalnya menggaet eks skuad Persikabo Bogor Jibbi Wuwungan dan Tedd Hamzah. “Jibbi dan Teddy kami batalkan, jadi sebagai gantinya kemungkinan kita akan memilih dua striker dan satu gelandang,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Selain tujuh pemain yang dimaksud, satu pemain asing lain yang berposisi striker eks skuad seleksi timnas U-23 Paraguay Irenio Roberto Acosta Collante juga akan segera bergabung dengan PSMS. (ful/mag-5/sumutpos)

Wednesday, August 4, 2010

PSMS Butuh Penjaga Gawang Andal

Pelatih kiper PSMS Waluyo Santoso memastikan persaingan untuk mengisi pos di bawah mistar tim Ayam Kinantan akan tetap berlangsung seru.

Saat ini terdapat lima peserta seleksi yaitu Syahbani, Sony Gunawan, Irwin Ramadhana, Andi, dan Alrian. “Saya mengusulkan untuk mengambil empat orang, karena sangat riskan hanya memiliki tiga penjaga gawang,” ucap Waluyo, kemarin (2/8).

Apalagi, masih menurut Waluyo, agar dapat promosi ke ajang Superliga, tak ada jalan lain bagi PSMS kecuali memiliki seorang kiper yang andal dan mampu bersikap profesional.

“Selain memiliki refleks yang baik, kiper juga harus mampu membaca permainan lawan serta memiliki mental yang teruji,” bilang Waluyo.

Bila semua syarat seperti yang disebutkan di atas tadi dimiliki, maka peluang tim Ayam Kinantan untuk tidak kebobolan dari lawan yang dihadapi akan semakin besar. “Jika tidak keboblan maka peluang untuk meraih poin sempurna akan semakin besar,” bilangnya.

Terkait kiper yang mengikuti seleksi saat ini, Waluyo menaruh harapan kepada Alrian, yang selain muda juga tangguh di bawah mistar. “Dia adalah pemain kelahiran 1989. Tapi saya melihat jika dia punya progres yang menjanjikan. Jika dibina dengan baik, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain bintang,” pungkas Waluyo.

Sementara itu head coach PSMS Zulkarnain Pasaribu menegaskan jika nantinya tidak ditemukan kiper andal, maka dirinya akan meminta ke manajemen untuk mendatangkan seorang kiper yang berkiprah di ajang Superliga.

“Begitupun, kita tetap berharap agar kiper yang akan berada di bawah mistar PSMS nanti adalah mereka-mereka yang saat ini mengikuti seleksi,” harap Zulkarnaen. (jul/sumutpos)

Tuesday, August 3, 2010

PSMS Belum Temukan Manajer

Seleksi pemain PSMS yang sudah berjalan beberapa pekan ini tanpa dampingan manajer tim. Artinya deal-deal kontrak pemain juga bakal diputuskan bukan oleh manajer melainkan oleh pengurus.

Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE hal itu disebabkan karena belum adanya sosok yang mengajukan diri sebagai manajer PSMS musim 2010/2011 ini. Ya, sejak masa Hendra DS sebagai manajer, memang belum ada sosok baru yang mengajukan diri. Karena itu, proses perekrutan pemain, baik yang melalui seleksi maupun perpanjangan kontrak pun langsung ditangani oleh pengurus.

“Sampai sekarang kita memang belum ada figur yang tepat untuk mendampingi PSMS musim ini. Kita memang tidak mau terburu-buru karena manajer ini adalah penting bagi tim. Jangan karena terburu-buru jadi penyesalan di belakang,” ucap Idris saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (1/8).

Maka dari itu Idris mengaku tidak punya target waktu untuk mengumumkan sosok manajer PSMS nantinya. Hanya saja, pengurus sendiri sudah memiliki alternatif lain. “Untuk itu masih tetap kita koordinasikan dengan Ketua Umum. Jadi saya tidak bisa menjanjikan kapan. Karena sampai sekarang kita masih menunggu. Kalaupun tidak ada, kita sudah siapkan alternatif,” jelas pria berdarah Aceh ini.

Untuk itu, alternatif seperti yang disampaikan Idris, pengurus akan mengambil peran untuk pencarian dana tim. Langkah itu sendiri sudah dilaksanakan seiring dengan berjalannya seleksi skuad beberapa waktu lalu. “Yang terpenting, sekarang ini bagaimana mempersiapkan tim secara maksimal guna menyongsong super liga 2010/2011. Kita juga tidak mungkin menunggu sampai ada figur yang pas,” tegasnya.

Bagaimanapun peran manajer sangat besar bagi sebuah tim. Salah satunya adalah memastikan pendanaan yang cukup bagi PSMS yang menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang. Tanpa jaminan pendanaan yang cukup hal itu akan sulit terwujud bila hanya bergantung kepada APBD seperti saat ini.

Imbauan senada juga disampaikan Mantan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa. Menurutnya PSMS sudah saatnya menjemput bola. “Jangan lagi menunggu bola. PSMS memang punya nama besar namun kondisi saat ini sangat berbeda. Sekarang saat yang tepat,” ucap Benny.

Mantan penjaga gawang PSMS Junior ini menjelaskan bila beberapa perusahaan sudah memberi sinyal kepada PSMS untuk kembali melakukan penawaran. “Musim lalu kebetulan saya juga di bagian itu. Dari beberapa perusahaan yang kita hubungi, mereka menyarankan untuk mengajukan penawaran kembali. Pengurus harus cepat memanfaatkan peluang ini,” harap pria berdarah Manado ini.

Sehubungan dengan pembentukan skuad, saat ini PSMS sudah menjaring beberapa pemain yang bakal mengisi tim asuhan Zulkarnain Pasaribu itu. Diantaranya adalah tujuh pemain lama yang dipertahankan. Beberapa pemain lain juga mendapat perhatian seperti Alrian, kiper berusia 19 tahun namun sudah membuktikan kepiawaiannya di bawah mistar. (jul/sumutpos)

Pemain PSMS Tuntut Pelunasan Gaji

Pemain menuntut pembayaran sisa kontrak dari pengurus PSMS Medan setelah mereka dinyatakan tidak lolos seleksi sebagai anggota skuad Ayam Kinantan musim depan.

Sejak 31 Juli lalu, delapan pemain dinyatakan tidak layak memperkuat PSMS. Pengumuman itu disampaikan melalui pemain senior M Afan Lubis. Imbasnya, pemain-pemain itu menuntut agar pengurus mencairkan sisa kontrak yang belum dibayar. Penjaga gawang Muhammad Halim menjadi orang pertama yang buka suara.

Kendati pasrah tidak diperpanjang, Halim meminta pengurus segera melunasi hakhaknya. ’’Kewajiban saya sebagai kiper di PSMS sudah usai, jadi saya harap hak-hak saya yang masih belum dibayarkan segera dilunasi pengurus,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin.

Dia merincikan, berakhirnya kontrak pemain yang dilakukan Agustus ini menyebabkan pengurus harus membayarkan sisa gaji selama tiga bulan, terhitung pembayaran Juni (dibayarkan Juli), bulan Juli (dibayarkan Agustus), dan Agustus (dibayarkan September). (syukri amal/sindo)

Monday, August 2, 2010

PSMS Medan krisis mesin gol

Tidak cukup puas dengan penampilan para striker seleksi, PSMS memulai perburuan striker untuk menghadapi divisi utama Liga Indonesia 2010/2011.

Dua nama yang kini tengah dibidik adalah dua eks striker divisi utama musim lalu. Keduanya saat ini tengah setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Ayam Kinantan.

Nama pertama adalah Jibby Wuwungan, eks striker Persikabo musim lalu. Striker berusia 24 tahun itu menjadi salah satu striker yang diyakini akan mempertajam lini depan PSMS.

Secara kualitas, pengurus menilai Jibby cocok untuk mengatasi masalah lini depan. Sedangkan Teddy Hamzah musim lalu memperkuat Semen Padang. Teddy kerap dipasang di posisi starter dan berduet dengan Marcio Souza (Brazil) saat memperkuat Kebo Sirah (julukan Semen Padang-red).

PSMS Dekati Dua Striker Eks Divisi Utama

Gagal menggaet Saktiawan Sinaga, pengurus PSMS Medan mengalihkan buruan ke beberapa nama. Kali ini yang dibidik adalah stiker Jibby Wuwungan dan Teddy Hamzah.

PSMS tertarik meminang Jibby yang mantan pemain Persikabo Bogor itu dan Teddy Hamzah eks Semen Padang. Keduanya didekati karena memperlihatkan performa yang cukup baik bagi timnya musim lalu. Menurut Sekretaris Umum PSMS Medan Idris, manajemen tengah melakukan negosiasi dengan Jibby dan Teddy karena memiliki kriteria memadai. Untuk Jibby, pendekatan sudah dilakukan sejak empat hari (27 Juli).

’’Tiga hari yang lalu kami hubungi Jibby dan menyatakan kesediaannya bergabung. Sementara Teddy kemungkinan besar akan bergabung,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela memantau seleksi pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga, 31 Juli kemarin.

Selanjutnya kedua pemain itu tetap akan mendapat pantauan dari Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu. Namun, Idris menyatakan keduanya tidak akan mengikuti seleksi seperti pemain lain. ’’Mereka akan berada di PSMS untuk mengikuti kegiatan yang diharapkan pelatih,” paparnya. (syukri amal/sindo)

Wednesday, July 21, 2010

PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United

Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).

Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.

Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.

Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.

Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.

Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.

“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.

Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)

PSMS Hanya Bermain Imbang Lawan Medan United

Kurangnya komunikasi antar pemain membuat PSMS hanya mampu bermain imbang pada laga ujicoba menghadapi Medan United di Stadion TD Pardede Medan, Selasa (20/7).

Dari dua hari seleksi yang digelar, Zulkarnain Pasaribu yang sementara ini dipercaya mengarsiteki PSMS menurunkan pemain musim lalu seperti Faisal Azmi, M Affan Lubis, Affandi Lubis, dan Deny Wahyudi dengan beberapa calon pemain baru seperti, Novi Handriawan, Erwinsyah Hasibuan, Jhonson, dan Andi Setiawan sebagai penjaga gawang.

Namun formasi ini hanya melahirkan satu peluang emas lewat M Affan Lubis lewat tendangan bebas yang melebar. Keputusan Zulkarnaen Pasaribu memasukkan Tri Yudha Handoko di babak kedua berhasil merubah keadaan.

Lewat sentuhan-sentuhannya Yudha membuka ruang kepada Doni Hermawan, Zulkarnain, dan Ikhsan untuk membangun serangan. Bahkan memberi dua peluang kepada Faisal Azmi untuk tendangan ke gawang Medan United. Sayang tendangannya masih jatuh di luar gawang.

Medan United lantas membuat kejutan lewat aksi individu Muharram Ghozali yang berhasil melewati empat pemain belakang PSMS yang diakhiri dengan mengecoh penjaga gawang Irwin Ramadhana.

Tak lama berselang, heading Zulkarnain berhasil menyelamatkan nama besar PSMS dengan menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan 1-1.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi, Selasa (20/7) mengaku laga ujicoba ini merupakan evaluasi dari dua hari seleksi yang digelar. Untuk itu pengurus akan melakukan pencoretan pemain.

“Ya, dari dua hari seleksi yang sudah kita gelar, kita memutuskan ada pencoretan pemain yang dilakukan berdasarkan penilaian pelatih. Itu wewenang mutlak beliau. Siapa yang berhak ikut seleksi tahap ketiga akan dihubungi melalui telepon,” jelas Idris.

Untuk persiapan menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011, PSMS sudah menggelar seleksi sejak Sabtu (17/7) dan berlanjut Senin (19/7). Seleksi berikutnya akan dilaksanakan Kamis (22/7). (jul/sumutpos)

Saturday, July 17, 2010

Pro Dutan dan PSDS Jadi Rekan Prestasi Langkah Awal Zulkarnaen Pasaribu di PSMS

Bertahan di Divisi Utama bisa dijadikan prestasi terbaik bagi PSMS Medan di musim kompetisi 2009/2010 lalu. Bagaimana tidak, klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini nyaris terperosok ke Divisi I. Melalui laga dramatis, PSMS bertahan di turnamen kelas dua di Indonesia tersebut.

Ya, PSMS memang membutuhkan partai terakhir agar bisa lolos dari degradasi. Beruntung, gol Dodi Rahwana di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) lalu, tak mampu dibalas Persires Rengat dalam laga hidup mati tersebut. Punggawa Ayam Kinantan pun berpesta. Dan, di balik pesta tersebut ada satu sosok yang tersenyum bangga. Dia adalah Pelatih Zulkarnaen Pasaribu.

Sosok ini bersama Amrustian adalah tokoh keberhasilan PSMS kala itu. Keduanya ditunjuk untuk menggantikan Kustiono yang tak mampu mengangkat prestasi PSMS. Menariknya, Kustiono pun ditunjuk untuk menggantikan Suimin yang hanya bertahan setengah musim saja di Kebun Bunga. Karenanya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika Pengurus PSMS menetapkan Zulkarnaen menjadi pelatih kepala PSMS untuk musim 2010/2011.

“Pengurus sepakat untuk memakai jasa Bang Zul (Zulkarnaen Pasaribu, Red) karena dia memiliki ikatan yang dalam dengan PSMS,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, kepada Sumut Pos, Jumat (16/7).

Idris tidak memungkiri kalau banyak warga Medan yang begitu peduli dengan perkembangan PSMS. Pun, bisa jadi penetapan Zulkarnaen sebagai pelatih memancing polemik. Pasalnya, sebelum ditetapkan, nama Abdurahman Gurning sempat mengemuka.

“Ya, intinya kita sudah tetapkan. Kini tinggal kita tunggu hasil kerja Bang Zul. Dan, langkah awal yang akan diambilnya adalah memimpin latihan hari ini dan memberikan daftar asisten yang dia inginkan. Dan tidak ketinggalan, daftar pemain yang akan dipertahankan serta yang akan direkrut,” jelas Idris.

Sayang, ketika ditanya soal nilai kontrak Zulkarnaen, Idris tak mau memberikan angka pasti. “Ya, sekitar tigar ratus (juta) gitu lah,” tambahnya.

Terkait dengan kehadiran Pro Duta di Medan, Idris menganggap klub milik Sihar Sitorus itu adalah rekan yang tak harus dimusuhi. Persaingan yang diharapkan muncul adalah persaingan menuju prestasi. “Ya, sama saja dengan PSDS, kita akan menjadi Pro Duta sebagai rekan prestasi. Semua ini demi kemajuan sepak bola Sumut,” katanya.

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, kehadiran Pro Duta di Medan tinggal menunggu waktu saja. Ini berarti ada tiga klub asal Sumut yang akan berlaga di Divisi Utama 2010/2011. “Memang rencana awal kita akhir Juni sudah tiba di Medan. Namun tertunda karena masih ada pembicaraan menuju kesepakatan dengan beberapa sponsor,” ucap Pemilik Pro Duta, Sihar Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).

Sementara PSDS, setelah sempat dikabarkan degradasi karena berada di posisi nomor dua paling bawah klasemen akhir Wilayah Barat, kini mulai menatap Divisi Utama. Setidaknya hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, Joko Driyono, melalui pesan singkat ke Sumut Pos. “Tetap, hanya Persires yang turun,” tulis pesan Joko.

Tak pelak, hal itu membuat kubu PSDS senang sekaligus khawatir. Pasalnya, belum juga menerima surat BLI. “Kita memang belum tahu nasib kita karena BLI belum juga memberi kabar,” ujar Manajer PSDS, Hasiholan Sinaga beberapa waktu lalu. (rmd/sumutpos)

Thursday, July 15, 2010

Bursa Pelatih PSMS Makin Panas

Pelatih yang akan membesut PSMS pada musim kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan ditentukan pada 16 Juli. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (13/7).

“Sore ini (kemarin, Red) saya akan menghadap Ketua Umum (Ketum) untuk meminta arahan dan petunjuk mengenai Pelatih PSMS musim ini. Sebagai Ketum, beliau yang berhak menentukan siapa pelatih sebelum kemudian kita publikasikan. Jadi bisa saja Ketum punya figur lain,” ucap Idris.

Idris juga membantah bila pertemuan yang digelar di Mess PSMS, Senin (12/7) malam untuk memutuskan siapa Pelatih PSMS. “Kita memang ada menggelar pertemuan dengan pengurus untuk membahas kebutuhan tim akan seorang pelatih. Di situ masing-masing pengurus mengutarakan pandangannya mengenai Zulkarnain Pasaribu,” aku pria berdarah Aceh ini.

Seperti yang disampaikan Idris, pengurus yang hadir melihat Zulkarnaen Pasaribu memiliki kemampuan dalam meramu sebuah tim, selain mampu membentuk skil dasar seorang pemain. Zulkarnaen Pasaribu juga dinilai memiliki prestasi di persepakbolaan nasional saat menangani beberapa tim di luar PSMS.

Idris juga berencana untuk menggelar pertemuan dengan figur pelatih lainnya yaitu Abdul Rahman Gurning yang sukses menghantar PSPS ke Indonesia Liga Super (ISL) dan bertahan di peringkat tujuh musim lalu.

Untuk mengangkat prestasi PSMS di pentas sepakbola nasional, pengurus pun melakukan persiapan. Salah satunya menentukan Pelatih PSMS ke depan. Dari pendataan yang dilakukan di awal ditentukan lah tiga figur yang akan mendampingi PSMS musim 2010/2011 ini. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning, Zulkarnaen Pasaribu, dan Mahyadi Rakasiwi yang belakangan mengundurkan diri.

Sementara itu Abdul Rahman Gurning yang dihubungi menyatakan kesiapannya menangani PSMS untuk musim 2010/2011. Sebagai bentuk tanggungjawab moral, dirinya pun membuka pintu untuk membicarakan nilai kontrak dengan Pengurus PSMS.

“Karena saya juga dibesarkan di PSMS, saya juga punya keinginan membawa PSMS kembali berprestasi. Tapi kita kan profesional, kalau tidak terlalu jauh (kontrak, Red) saya akan pilih di Medan karena lebih dekat dengan keluarga,” kata Gurning

Thursday, July 1, 2010

PSMS Medan Sisakan Dua Nama Pelatih

Prihal siapa yang akan menjadi pelatih PSMS menatap musim kompetisi mendatang mulai mengerucut pada dua pelatih senior yang telah malang melintang di pentas sepak bola nasional.

Pasalnya, dari tiga pelatih yang didata sebelumnya, kini hanya menyisakan dua figur. Mereka adalah Abdul Rahman Gurning dan Zulkarnain Pasaribu. Sementara Mahyadi Rakasiwi dipastikan mundur dari bursa pelatih PSMS.

“Secepatnya kita (pengurus, Red) akan menunjuk pelatih kepala. Kalau bisa itu kita lakukan sebelum kontrak pemain berakhir Agustus ini,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (29/6). Ya, seperti yang diberitakan sebelumnya kontrak skuad PSMS musim 2009/2010 lalu akan berakhir Agustus ini. Bahkan H Hary Saputra sudah mengakhiri kontraknya Juli ini.

Tak pelak, kehadiran Pelatih Kepala akan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan sepak terjang PSMS pada musim 2010/2011 sekaligus menuju Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang.

Begitu pun menunggu pilihan dijatuhkan, PSMS sudah mulai menggelar seleksi berjalan melalui laga persahabatan menghadapi tim sepakbola yang ada di Kota Medan sekitarnya. Dari laga tersebut beberapa pemain bagus akan ditarik untuk dipersiapkan sebagai tim pelapis skuad inti.

“Ada tiga pemain dari Belawan All Star, dua pemain dari Kelambir V, dan terakhir kita pantau dua pemain dari Garuda Sakti,” ungkap Idris.

“Kita akan terus jaring pemain melalui laga persahabatan ini untuk nantinya kita bina. Bila dinilai baik oleh pelatih nantinya, pemain itu akan kita sisipkan di skuad inti. Untuk sementara ini kita juga perlu menyiapkan tim pelapis,” jelas Manajer Sumut FC ini.

PSMS kembali akan melakoni laga persahabatannya, Kamis (15/7) di daerah Pabatu. Selain itu PSMS juga akan menggelar laga persahabatan dengan klub sepakbola di Kota Medan setiap Sabtunya.

Pembentukan skuad inti PSMS sendiri lanjutnya belum bisa dilakukan. Selain belum ditunjukkan Pelatih PSMS, beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klub yang dibelanya musim 2009/2010 lalu. Demikian halnya dengan Saktiawan Sinaga yang digadang-gadang bakal memperkuat PSMS musim ini. (jul/sumutpos)

Wednesday, June 30, 2010

Reswandi Jalani Seleksi di PSMS

Berbagai terobosan dengan “judul” berbenah terus dilakoni PSMS menyambut kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Salah satunya dengan menyeleksi beberapa pemain dari lawan ujicoba PSMS dan mantan pemain PSMS.

Kedelapan pemain itu adalah Reswandi (mantan PSMS), Zulkarnain (Persiraja), Mahadi dan Effendi (PS Garuda Sakti), Ari Yuganda (mantan PSDS), Mahdi dan Rony (Citra Buana) dan Gunawan (Sumut FC).

“Kami (pengurus PSMS, Red) terus melakukan perekrutan pemain secara instan melalui pertandingan uji coba dengan beberapa klub di Medan dan daerah lain di Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencari pemain yang berkualitas yang bisa langsung dijaring. Terakhir Sabtu (26/6) lalu, PSMS ujicoba dengan Garuda Sakti di Tanjungmorawa. Berdasarkan penilaian, dua pemain Garuda Sakti kita tarik untuk seleksi ke PSMS,” ujar Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang sihubungi Sumut Pos, Senin (28/6).

Penilaian kedua pemain tersebut menurut Idris dilakukan secara obyektif, dan mereka berhak mengikuti seleksi berdasarkan penampilan mereka dalam pertandingan uji coba melawan PSMS. Mahadi dan Effendi diberikan kesempatan untuk bergabung asal kriterianya sesuai dengan yang diharapkan pelatih.

Kedua pemain akan melakukan latihan perdana di Stadion Kebun Bunga mulai Selasa (29/6) ini bersama pemain seleksi lainnya dan tim PSMS. Idris menyebutkan, dengan bergabungnya kedua pemain ini, ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Dia berharap, seluruh pemain bisa menunjukkan kualitasnya selama proses seleksi.

“Pemain yang mengikuti penyeleksian awal harus benar-benar dapat menunjukkan kualitas. Dan bagi sisa pemain PSMS dan pemain yang mengikuti seleksi sewaktu-waktu dapat didepak jika tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan,” papar pria berdarah Aceh ini.

Sementara itu, kepergian dua pemain PS Garuda menurut Manajernya Wagiran, merupakan awal yang baik bagi pemain tersebut. Dengan terpilihnya dua pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian pemain PSMS, setidaknya dapat membangkitkan semangat dan motivasi bagi pemain Garuda Sakti yang lain untuk berpacu dalam meningkatkan prestasi.

“Terpilihnya pemain Garuda Sakti untuk mengikuti penyeleksian PSMS, selain membuat bangga, pemain lainnya yang ada akan berpacu menjadi pemain yang lebih baik.

Selain itu, bagi Garuda Sakti hal ini juga akan menambah semangat manajemen menempa pribadi-pribadi pemain untuk meningkatkan teknik, stamina dan kekompakan tim,” pungkas wagiran. (jul/sumutpos)

Thursday, June 24, 2010

Saktiawan Sinaga Silaturrahmi dengan Skuad PSMS

Selasa (22/6) ini Saktiawan Sinaga yang diancang-ancang bakal memperkuat PSMS di Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 akan berkunjung ke Stadion Kebun Bunga Medan.

Seperti yang disampaikan Sakti kepada Sumut Pos melalui telepon, Senin (21/6) kehadirannya di Stadion Kebun Bunga hanya untuk bersilaturahmi dengan seluruh skuad PSMS.

Kontrak yang belum berakhir dengan Persik tidak memungkinkan Sakti bergabung dalam latihan Selasa (22/6) sore. “Silaturahmi saja la, karena saya kan masih ada kontrak dengan Persik. Rindu juga dengan Kebun Bunga,” ucapnya.

Sebenarnya Sakti juga bermaksud mengunjungi persiapan tim PSMS Junior, Senin (21/6) lalu. Sekaligus juga memberi motivasi kepada seluruh pemain untuk mencapai hasil maksimal pada Piala Suratin 2010 yang rencananya digelar akhir Juli nanti. Namun akhirnya batal dikarenakan tidak adanya jadwal latihan.

Selain Saktiawan Sinaga, Pengurus PSMS sudah berkomunikasi dengan pemain asal Sumatera Utara (Sumut) yang berlaga di Indonesia Super League seperti Mayadi Panggabean, Doni Siregar, Legimin, Wijay, Aun Carbini dan Agus Cima.

Tidak hanya itu, pada pertandingan persahabatan menghadapi Thamrin Graha Metropolitan (TGM) beberapa waktu lalu, PSMS kedatangan dua pemain yaitu Reswandi dan Zulkarnain.

Zulkarnain yang musim lalu memperkuat Persiraja sebagai gelandang bahkan secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk memperkuat PSMS. “Saya punya keluarga di sini (Medan, Red). Dari pada saya harus bermain di luar Medan, lebih baik saya perkuat klub daerah saya sendiri. Karena jujur, nama PSMS sudah melekat di hati saya,” sebut Zulkarnain.

Bahkan tawaran dari beberapa klub salah satunya Persiraja yang siap mempertahankannya untuk musim 2010/2011 nanti dibiarkannya menggangtung.

“Saya mau main bola tenang, jadi kalau memungkinkan, buat apa saya harus ke luar Sumatera atau Medan kalau di Medan sendiri ada PSMS, lebih baik saya sumbangkan kemampuan saya di sini,” ketusnya.

Zulkarnain pun gembira dengan keinginan Pengurus PSMS untuk merekrut beberapa pemain lokal yang kini tersebar di berbagai klub di Pulau Jawa. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk berkontribusi kepada PSMS

PSMS tetap serius

MEDAN - Latihan rutin selama tiga kali seminggu, yang dilakukan Affan Lubis dkk kembali akan diuji lewat laga ujicoba besok sore kontra PS Klambir Lima di Lapangan Klambir Lima Deli Serdang.

Ini merupakan kali kedua PSMS berujicoba usai kompetisi. Sebelumnya Ayam Kinantan berujicoba dengan Mabar FC, yang diakhiri dengan kemenangan untuk PSMS.

Meskipun ujicoba ini hanya bersifat menjaga kebugaran, Affan Lubis cs bertekad tampil serius dan seperti biasanya di kompetisi.

“Meskipun ini partai ujicoba dan hanya bertujuan menjaga kebugaran kita, tapi kita tetap harus tampil serius. Semua ini karena kita membawa nama besar PSMS, jadi kita tidak mau malu jika tampil setengah hati,” ujar kapten PSMS, Affan Lubis, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga.

Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meskipun tim yang dihadapi kelasnya jauh dibawah PSMS, namun Affan bersama rekan-rekan lainnya berniat menjadikan laga ini tetap berjalan serius dan menarik. Apalagi sudah lama PSMS tidak menjalani pertandingan pasca kompetisi berakhir.

“Ya kita tetap serius karena kita tidak ingin kehilangan sentuhan. Anak-anak yang lain juga tetap tampil seperti biasa. Lagian sudah lama kita tidak main hanya latihan terus,” katanya.

Sementara asisten pelatih PSMS, Suyono, membenarkan ujicoba-ujicoba yang dilakukan dalam waktu dekat ini merupakan bagian dari program pasca kompetisi.

“Kita kan selama ini terus latihan untuk itu harus dibarengi dengan tawaran ujicoba. Kebetulan ada tawaran dari Klambir Lima besok (Jumat 11/6) dan Medan Utara pada Sabtu (11/6) kita coba hasil latihan yang telah diberikan. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Divisi III,” kata Suyono.

Diketahui, PSMS Medan saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi putaran kompetisi divisi utama. Sejauh ini, PSMS masih mencari pemain untuk memperkuat kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut ini, termasuk anak Medan yang bermain di klub luar.

Informasinya, para anak Medan yang telah dihubungi untuk bergabung kembali ke PSMS adalah mereka yang bermain di Indonesia Super Lengue (ISL) seperti, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Mahyadi Panggabean, Vijay, dan Doni F Siregar.

Wednesday, June 9, 2010

Saktiawan cs kembali ke PSMS?

MEDAN - Kompetisi Indonesian Super League (ISL) telah usai. Ini berarti mantan pemain PSMS yang berlaga di klub ISL sudah tidak terikat lagi dengan klub lamanya.

Kondisi itu membuat pengurus PSMS sudah bisa mewujudkan niatnya menarik kembali pemain-pemain Medan, yang kini berlaga di ISL dengan memulai kontak dengan Saktiawan cs.

Hubungan juga sudah meningkat dari awalnya silaturahmi menuju pembicaraan serius untuk musim depan. Apalagi Sakti cs punya keinginan yang sama untuk kembali memperkuat klub kampung halamannya.

Sakti pun mengakui pengurus PSMS telah menghubunginya untuk kembali ke Medan.

“Ya, salah seorang pengurus bernama pak Idris (Sekum PSMS) sudah menghubungi. Dia menanyakan jadwal kepulangan kami dan beliau menunggu kami di Medan,” kata Sakti yang dihubungi lewat telepon, tadi sore.

Sakti berharap keseriusan pengurus dibuktikan dengan manajemen yang profesional. Juga menyangkut pembayaran honor pemain.

“Secara pribadi sebagai putra Medan, saya punya kebanggaan tersendiri bermain di PSMS. Saya pikir pemain yang lain pun demikian.Tapi kita hidup dari main bola dan Saya harap pengurus juga mempertimbangkan itu,” harapnya.

Sekum PSMS, Idris pun membenarkan telah menjalin komunikasi dengan beberapa pemain ISL seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, dan Wijay.

“Mereka sudah saya kontak untuk segera kembali ke Medan. Nantinya kita akan membicarakan negosiasi kontrak. Kita akan buktikan keseriusan kita untuk ke ISL,” tambahnya.

Menanggapi keinginan Sakti cs, Idris pun punya keinginan yang sama
untuk membentuk manajemen yang profesional. Selain itu manajemen juga akan dibentuk lebih efisien.

“Usai pilkada Pak Eldin (Ketum) akan segera menunjuk manajer karena memang itu wewenang beliau. Kita memang akan berusaha untuk lebih profesional. 15 orang cukuplah biar lebihefisien,” terangnya.

Monday, June 7, 2010

PSMS Bidik Pemain dari Thailand dan Vietnam

Menindaklanjuti hasil buruk yang dicapai pada musim sebelumnya, pengurus PSMS mencoba melakukan terobosan baru terkait rekrutmen pemain menatap musim kompetisi mendatang.

Hal itu diungkapkan Sekum PSMS Idris SE yang dihubungi Minggu (6/6). Menurutnya, pada musim kompetisi mendatang PSMS tidak akan mempergunakan pemain yang berasal dari Benua Afrika, dan mengalihkan perhatinnya kepada pemain yang berasal dari Asia Tenggara.

“Kita berencana merekrut pemain nasional dari Vietnam dan Thailand. Mereka lebih bertanggungjawab dibanding pemain asal Afrika. Ini bisa kita lihat dengan hasil yang dicapai Persib yang merekrut pemain dari Thailand,” ujar Idris.

Sementara itu PSMS yang merekrut tiga pemain asal Afrika Nyeck Nyobe (Kamerun), Ikpefua Osas Marvellous (Nigeria) serta Ogochukwu Daniel (Niogeria) gagal meraih hasil maksimal.

Nah, berdasarkan pengalaman ini jajaran pengurus PSMS akan berhati-hati dalam merekrut pemain asing.

“Kami akan turun langsung dan melihat sejauh mana kemampuan mereka. Dan itu akan kami lakukan ketika yang bersangkutan tampil di negaranya,” bilang Idris.

Bila apa yang menjadi rencana pengurus PSMS ini terealisasi maka pengurus PSMS akan membentuk tim pencari bakat yang bertugas mencari pemain hingga ke nagara asalnya.

“Saya rasa, bila Ketua Umum PSMS dan Sekretaris telah menyetujui rencana ini, maka rencana tadi tinggal dilaksanakan saja, sebab yang terpenting dan berhak mengambil keputusan dalam sebuah organisasi sepak bola adalah kedua orang tadi,” bilang Idris.

Memang buruknya performa pemain asing di tubuh tim Ayam Kinantan menimbulkan kekecawan mendalam di benak segenap masyarakat Sumut. Apalagi sepanjang musim kompetisi, tiga pemain asing tadi tak memberikan kontribusi maksimal.

Namun kegagalan PSMS tadi tidak bisa ditimpakan pada pemain asing saja. Terjadinya pergantian pelatih di tengah kompetisi juga menjadi salah satu penyebabnya. “Bagi seorang pemain, pelatih memiliki peran yang sangat besar untuk mendongkrak prestasi tim. Tapi, kalau pelatihnya berulangkali diganti, pastinya pemain tidak bakal fokus,” kata M Halim, kiper PSMS Medan. (jul/sumutpos)

PSMS Perpanjang Kontrak Pemain Berprestasi

Pengurus PSMS akan mempertahankan pemain berprestasi untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 musim depan, agar ambisi menatap Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang dapat diwujudkan.

“Ini merupakan komitmen Ketua Umum (Ketum) PSMS Pak Dzulmi Eldin. Kita ingin PSMS ke depan berprestasi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan mempertahankan pemain yang berprestasi,” ucap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Senin (31/5).

Prestasi yang dimaksud Idris di sini adalah performa pemain selama melakoni kompetisi musim lalu, latihan persiapan, dan laga ujicoba yang akan segera digelar.

Idris melihat kriteria itu dimiliki pemain belakang PSMS H Harry Syahputra. Sebagai pemain profesional dan mantan skuad timnas Indonesia, kapabilitas pemain berpostur 183 cm ini dinilai cukup baik dan pantas untuk kembali memperkuat PSMS musim mendatang.

“Kita tahu sendiri dia (Harry, Red) pemain nasional. Dia juga telah menunjukkan konsistensinya di tim ini. Sebagai atlet profesional dia sudah menunjukkan prestasi yang baik selama di PSMS. Saya akan mengusulkan kepada Ketum PSMS untuk memperpanjang kontrak Harry,” sebut Manajer Sumut FC ini.

Namun, Idris menolak hal itu sebagai sikap inkonsistensi atas kebijakan Pengurus PSMS sendiri. Kebijakan yang dimaksud sehubungan untuk pemain yang akan bergabung di PSMS harus melalui seleksi.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Harry mengaku belum mengetahui kabar ini.

“Saya belum dihubungi pengurus mengenai hal itu. Karena itu saya tidak berani berkomentar apa-apa dulu, takut salah,” sebutnya

Hary menyatakan, seperti yang dia alami di klub-klub lainnya, pihak manajemen ataupun pengurus sudah akan melakukan pembicaraan baru satu bulan sebelum kontrak berakhir, dan sebelum hal itu dilakukan pengurus, dirinya tidak berharap terlalu banyak. “Ya, sekarang ini saya cuma bisa latihan, kalau ditarik lagi sama PSMS syukur, kalaupun tidak, ya cari tim lain,” pungkasnya.

Selain Harry, sempat beredar kabar bila Pengurus PSMS juga akan memperpanjang kontrak Gelandang PSMS Faisal Azmi. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim, PSMS akan menggelar serangkaian ujicoba dengan beberapa klub yang ada di Sumut. (jul/sumutpos)

Kiper PSMS Siap Tampil Kembali

Usai menjalani perawatan, Penjaga Gawang PSMS M Halim siap menatap agenda berikutnya. Dipastikan Jumat (11/6) nanti dirinya akan tampil dalam laga uji coba menghadapi PS Klambir Lima.

“Kalau Jumat (11/6) nanti saya sudah bisa turun lah. Ini juga sudah agak baikan, sudah mulai latihan untuk naikkan kondisi stamina lagi,” ucap M Halim yang dihubungi Sumut Pos melalui telepon, Sabtu (5/6).

Sebelumnya, M Halim terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Hidayah Desa Duren Deli Tua karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu menyebabkan dirinya absen saat skuad PSMS melakoni laga uji coba melawan Mabar FC, Jumat (4/6) lalu.

Halim yang telah keluar dari rumah sakit, kemarin (5/6) berharap mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk kembali memperkuat PSMS pada Kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti. Bahkan dirinya berencana pensiun di PSMS. “Kalau saya masih dipercaya, saya siap membela PSMS. Karena untuk dua tahun ini saya masih ingin eksis di lapangan. Sebelum memutuskan berhenti saya ingin mengantar PSMS kembali ke super liga,” tekadnya.

Menurut Halim, dengan manajemen yang baik, PSMS pasti bisa kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL). Pengalaman di musim sebelumnya pun diharapkan dapat memberi pelajaran yang berharga bagi seluruh elemen yang ada demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang.

“Harus kita akui bila pada musim sebelumnya banyak permasalahan dalam penataan tim ini. Seperti pergantian dalam manajemen tim yang berulang-ulang. Tapi saya yakin, manajemen saat ini cukup profesional dan itu akan menjadi napas baru PSMS,” bebernya.

M Halim juga berharap Pengurus PSMS dapat mendatangkan pemain-pemain Sumut yang kini bermain di ISL. Selain untuk memastikan kesiapan menatap ISL, kehadiran Saktiawan dkk di PSMS juga dapat menjadi motivasi bagi pemain muda lainnya.

“Sebagai pemain asal Kota Medan, Sakti, Legimin, dan pemain lainnya sudah memiliki karakter permainan Medan dan ini sangat menentukan keberhasilan PSMS ke depan. Kehadiran mereka juga dapat meningkatkan motivasi pemain muda begitu juga pemain yang ada untuk saling berbagi pengalaman di lapangan. Saya yakin, mereka juga akan senang kembali bermain untuk PSMS sebagai panggilan moral. Tinggal pendekatan pengurus dengan mereka,” terangnya.

Menanggapi itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE memastikan akan menggunakan manajemen yang profesional dalam menata PSMS ke depan. Baik dalam pendanaan, perekrutan pemain, juga keberadaan tim pelatih. “Ketua Umum PSMS Pak Dzulmi Eldin dan saya komitmen untuk membuat PSMS menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu kita akan menerapkan manajemen yang profesional,” ucap Idris.

“Pelatih akan kita berikan wewenang penuh mulai dari menentukan asisten pelatih juga dalam perekrutan pemain. Karena pelatih paling kenal karakter dan kualitas pemain yang diinginkan untuk mengantar PSMS ke ISL, kita tidak akan intervensi. Yang penting ada komunikasi,” ucap Idris.

Begitu juga menanggapi keberadaan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang belakangan ini disoroti karena wewenang melewati kapabilitasnya. “Ya, asisten pelatih kan orang yang mengerti kemauan pelatih kepala. Jadi kalau pelatih yang kita tunjuk nantinya tidak cocok dengan Suyono, pengurus juga tidak akan mempertahankan Suyono,” tegas Idris yang juga Manajer Sumut FC ini.

Ya, Suyono sempat menuai kritik karena berencana menggelar tes Volume Oksigen Maksimum (VO2Max) sebagai dasar membuat referensi bagi Pengurus PSMS untuk mencoret atau mempertahankan pemain yang ada. Selain dari mantan pemain PSMS, Parlin Siagian kritik terhadap Suyono juga datang dari Dosen FIK Unimed Nimrod Manalu yang juga mantan pelatih fisik PSMS. (jul)

Belakangan Suyono membantah ucapan yang disampaikannya di depan media dan Mantan Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga Medan beberapa waktu lalu. “Itu program pengurus yang diminta untuk saya laksanakan karena saya masih terikat kontrak hingga Agustus. Saya juga tidak terlalu berambisi menjadi pelatih PSMS ya,” ucap Suyono saat dihubungi Sumut Pos melalui telepon beberapa waktu lalu. (jul/sumutpos)

Friday, June 4, 2010

PSMS harus bersatu untuk bangkit

MEDAN - Mantan pelatih Timnas U-16, Mundari Karya, mengaku ikut prihatin atas terpuruknya prestasi PSMS Medan. Sebagai tim yang punya nama besar, pria yang sempat membesut Persikota dan Persih Tembilahan ini, yakin PSMS masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun hal itu akan terjadi jika semua pihak yang terlibat di dalamnya saling bekerjasama.

“Sekarang masalah mau tidak mau, kalau PSMS mau berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal dan melakukan pembenahan disana- sini. Semuanya juga harus bersatu mewujudkan itu,” katanya saat ditemui di Lapangan PS Kwarta, tadi sore.

Menurut Mundari, pengurus, manajemen, pelatih dan pemain harus bahu membahu membangun kembali PSMS yang solid seperti era emasnya dulu.

“PSMS punya nama besar dan pasti bisa bangkit kalau memang semuanya solid. Tidak hanya pemain dan pelatih,” ujarnya.

Mundari mengatakan, masalah intern yang kerap terjadi dalam sebuah klub diyakini merupakan penyebab memburuknya prestasi tim termasuk PSMS.

“Mungkin saja ada masalah intern yang terjadi. Kalau tidak mana mungkin tim sebesar PSMS bisa terpuruk seperti ini,” ujarnya.

Selain itu mengenai pelatih, kata Mundari, cukup banyak pelatih berbakat yang kini menangani klub-klub elit di luar Medan, namun pengurus kurang peka.

“Mengapa mereka lebih suka untuk menangani klub lain, padahal di PSMS sendiri mereka diperlukan dan pasti sebagai pemain yang pernah membela PSMS, mereka lebih berkeinginan membela timnya sendiri. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan pengurus yang selama ini menangani PSMS,” sebutnya.

Untuk itu, pada kompetisi mendatang Mundari berharap, siapapun yang menangani PSMS bisa untuk berfikir jernih dan bekerjasama dengan pelatih yang ada demi kemauan PSMS.

Karena menurutnya, keterpurukan PSMS saat ini juga turut berpengaruh pada buruknya prestasi tim nasional Indonesia.( Ini yang penting... Bahwa PSMS merupakan barometer TIMNAS...Kita, jadi bangga aku sebagai orang medan)

Monday, May 24, 2010

PSMS Genjot Stamina

Menatap kompetisi Divisi Utama 2010/2011 ini, persiapan mulai mengalami kemajuan. Stamina yang menjadi masalah klasik pun siap digeber. Ya, setidaknya minggu ini skuad PSMS akan menjalani tes Volume Oxygen Maximum (VO2Max).

Demikian disampaikan Asisten Pelatih PSMS Suyono yang dipercaya memimpin latihan persiapan skuad PSMS saat ditemui beberapa waktu lalu di Stadion Kebun Bunga Medan. “Ya, minggu ini pemain akan menjalani test VO2 Max. Ini akan mendukung penerapan dua materi yang sudah dilaksanakan sebelumnya,” ucap Suyono.

Ya, skuad PSMS yang berjumlah 17 pemain sudah menggelar tiga latihan sebelumnya yang dimulai Selasa (18/5), Kamis (20/5), dan Sabtu (22/5). Di tiga latihan itu, Suyono menerapkan materi yang berbeda yaitu shooting crossing dan development team yang ditujukan untuk membangun serangan pada latihan, Sabtu (22/) sore di Stadion Kebun Bunga Medan.

Namun lanjutnya semua itu akan sangat baik bila diperankan oleh pemain yang memiliki stamina yang memadai. Untuk itu lah latihan yang memasuki minggu kedua ini akan difokuskan pada penguatan kondisi fisik pemain. “VO2 Max ini akan sangat menentukan bagi kesempurnaan materi tadi. Sembari itu kita akan melihat built up attack dalam sepertiga lapangan,” ucap Suyono yang mengantungi lisensi C AFC ini.

Menatap target PSMS berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 mendatang, dirinya mematok standar untuk VO2Max yang harus dicapai pemain. Ini pula yang akan dijadikan dasar menyusun resume masing-masing pemain untuk menjadi pertimbangan Pengurus PSMS. Apa tetap mempertahankan atau mencoret dari skuad.

“Kalau pemain-pemain Liga Premier itu standarnya saya kira 17 ya. Jadi untuk pemain kita di Indonesia seharusnya sudah bisa mencapai 14. Terutama untuk PSMS yang terkenal dengan permainan rap-rapnya,” jelas Suyono yang kerap menggunakan topi ini.

Artinya, dengan standar VO2Max yang disebut, bakal ada pencoretan besar-besaran di skuad PSMS. Pasalnya sebahagian besar pemain sudah uzur. Kapten M Affan Lubis misalnya. Tentunya hal itu akan menjadi tantangan terbesar untuk pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan ke liga super musim berikutnya.

Menurut mantan pelatih PSMS Amrustian, ambisi untuk merekrut pemain dengan standar VO2Max yang tinggi tadi juga mustahil dilaksanakan sehubungan dengan pendanaan PSMS yang belum jelas. “Apa stamina seperti itu tidak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Sekarang, PSMS ada uang gak untuk memenuhi kebutuhan gizi yang memadai tadi?” ketusnya.

Memang hingga tiga latihan lalu, skuad PSMS hanya mendapat jatah satu galon air isi ulang di usai latihan. Sementara pintu kantin yang dulu selalu terbuka kini selalu tertutup. Tersiar informasi bila penutupan kantin dikarenakan ketiadaan dana PSMS.

Thursday, May 20, 2010

Latihan PSMS Tak Berpola

Latihan skuad PSMS yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (18/5) terkesan dipaksakan. Selain tanpa diikuti seluruh pemain, latihan juga tidak menunjukkan arah atau pola yang jelas.

Dibanding Senin (17/5) yang direncanakan sebagai latihan perdana, ada penambahan pemain yang hadir. Begitupun beberapa pemain masih belum tampak disebabkan masih berada di luar Kota Medan. Seperti Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Halim, dan Heri Suwondo. Latihan pun hanya dilakoni oleh 12 pemain yaitu, Denny Wahyudi, Bambang Tri Sanjaya, Irwin Ramadhana, Jecky Pasarela, Hary Syahputra, Tri Yudha Handoko SSos , Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, M Afan Lubis, Deli Sulistya, Ahmad Afandi, Dodi Rahwana, serta Deli Sulistya.

Latihan yang dipimpin Asisten Pelatih PSMS Suyono tampak kurang bersemangat. Tak salah bila masyarakat yang datang untuk menyaksikan latihan perdana PSMS kecewa. Di sisi lain, latihan yang dijadwalkan tiga kali seminggu itu dapat membuat pemain jenuh. “Bagaimana tim sebesar PSMS latihan tanpa pola yang jelas seperti ini. Itu kan latihan passing dan kontrol. Rupanya semua ini pasti dipakai untuk kompetisi berikutnya?” ucap salah seorang masyarakat yang tak ingin namanya disebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku dapat memakluminya. Begitu pun latihan akan terus dilakukan. “Saya maklum apalagi masyarakat mengharapkan peningkatan prestasi PSMS di musim berikutnya. Latihan ini terus, sampai kita menggelar pemusatan latihan, jadi latihan ini wajib,” sebut Idris.

Menurut Idris, latihan ini digelar untuk semakin memantapkan persiapan tim, meski jadwal Divisi Utama musim mendatang masih cukup lama. “Lebih cepat lebih baik. Saat latihan ini berjalan, kita juga tengah mempersiapkan untuk merekrut pelatih. Jadi ketika latihan intensif sudah digelar, pelatih sudah ada meskipun kita belum tahu kapan, tetapi kita harapkan bisa sesegera mungkin,” sebutnya lagi.

Begitu pun terhadap absennya beberapa pemain Idris memakluminya. Meskipun begitu, dirinya memastikan bila minggu depan seluruh pemain sudah kembali ke mes PSMS untuk menjalani persiapan. “Tidak ada sanksi-sanksi bagi pemain karena koordinasi kita ke mereka sudah cukup lancar, dan mereka juga sudah meminta izin kalau ingin bepergian. Jadi, saya rasa pekan depan, semua pemain sudah akan datang semuanya,” yakin Idris.

Untuk mengatasi kejenuhan yang mungkin timbul, pengurus dan manajemen juga mempersiapkan beberapa laga tanding bagi skuad PSMS. Kesempatan itu pun akan dijadikan momen melakukan perekrutan pemain lokal untuk memperkuat PSMS. “Kita belum tahu kapan, tapi Suyono sedang mencari lawan tanding bagi PSMS, ya kemungkinannya bisa Sumut FC dan dan beberapa tim Divisi II seperti PSKB dan lainnya,” bebernya.

“Perekrutan pemain pun coba kita mulai dari laga-laga tandang ini. Bila dalam tim tersebut ada pemain yang bagus, kita akan rekrut mereka. Dengan begitu kita harapkan tim ini kembali memiliki fanatisme yang besar. Baik dari pemain juga dari masyarakat Sumatera Utara,” tambah Idris.

Tuesday, May 18, 2010

Latihan Perdana PSMS Batal

Minimnya jumlah pemain yang hadir membuat rencana pengurus menggelar latihan perdana bagi skuad PSMS, Senin (17/5) urung dilaksanakan.

Hanya dengan sembilan pemain, M Afan Lubis, Muhammad Halim, Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko, Chico Maradona, Irwin Ramadhana, Dodi Rahwana, Ahmad Maulana, dan Ahmad Affandi, latihan akan terasa kurang bermanfaat.

Belum lagi Stadion Kebun Bunga Medan yang seyogianya menjadi tempat latihan, sedang dipergunakan untuk menggelar persiapan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin 2010.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun mengisi waktu lowong dengan memberi masukan kepada seluruh pemain. Dirinya berharap agar pemain dapat bersikap professional. “Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Kalian itu anak-anak kami jadi kita harus saling mendukung untuk mengangkat prestasi PSMS ke depan. Kita tidak akan menghalangi keinginan kalian untuk bermain, tapi tolong sampaikan terlebih dahulu kepada pengurus,” ucap Idris di hadapan para pemain.

Hal itu disampaikan sehubungan dengan beberapa pemain yang mengikuti turnamen tanpa memberitahukan kepada pengurus. Begitu pun dirinya memastikan tidak akan menjatuhkan sanksi seperti yang pernah diucapkan di beberapa media lokal.

Atas gagalnya latihan perdana, Idris menjelaskan pelaksanaan latihan perdana ini tidak menjadi sebuah keharusan, hanya untuk mengumpulkan seluruh pemain. “Latihan hari ini (kemarin) tidak wajib, cuma untuk mengumpulkan pemain saja, kita berharap selama seminggu ini semua pemain sudah kembali berkumpul,” ujarnya seraya berjanji tidak akan ada pemain yang diberikan sanksi meski tidak hadir.

Setelah melakukan koordinasi dengan manajemen PSMS Junior, begitu juga dengan seluruh pemain yang hadir, latihan kembali akan dilaksanakan Selasa (18/5) ini. Untuk berikutnya berlanjut setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu di Stadion Kebun Bunga.

“Ya, tiga kali seminggu cukuplah, tetapi ke depan intensitasnya akan terus ditambah,” bilang Idris

Wednesday, May 12, 2010

Paling lambat 3 tahun PSMS juara nasional

ENAM belas tahun sudah Liga Indonesia digulirkan oleh PSSI, namun PSMS Medan belum pernah sekalipun meraih gelar juara. Miris, mengingat tim-tim tradisional lainnya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar, telah mengangkat piala supremasi tertinggi sepakbola Indonesia itu.

Wajar jika publik sepakbola Medan kini sangat merindukan PSMS bisa membawa pulang piala tersebut. Sayang, posisi PSMS masih terdampar di Divisi Utama. Dengan demikian, paling tidak tim Ayam Kinantan butuh waktu dua tahun lagi untuk bisa menjuarai Liga Super.

Asa pun kini mengemuka dari Calon Walikota Medan, dr Sofyan Tan. Tidak tanggung-tanggung, calon dengan nomor urut 10 ini dengan tegas mengatakan siap membawa Ayam Kinantan menjadi juara nasional (Liga Super) paling lambat tiga tahun ke depan.

“Jika saya menjadi Walikota Medan, saya menjanjikan akan membawa PSMS Medan juara Liga Super paling lama tiga tahun ke depan,” tegas Sofyan.

Dia menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan Redaktur Olahraga Waspada Online Austin Antariksa Tumengkol dalam acara Bedah Visi Misi Calon Walikota Medan periode 2010-2015 di ruang rapat lantai III Bumi Warta Waspada baru-baru ini.

Pengalaman Sofyan dalam memajukan olahraga bola basket di Sumatera Utara semakin mempertebal keyakinannya bahwa janjinya itu tidak sebatas retorika. Sebagai mantan pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Sumut, Sofyan menceritakan bahwa cabang basket di Sumut yang sempat jaya pada 1970-an sempat mati suri di akhir tahun 1980-an.

Kemudian, pada 2004 lalu, dirinya bersama beberapa penggemar basket di kawasan ini mulai berkecimpung di Perbasi dan menghidupkan event-event basket di Medan. Dari pengalaman itu, kata Sofyan, membuktikan bahwa mengurus pembinaan olahraga tidak melulu berurusan dengan uang.

Begitu pula yang akan diberlakukannya untuk PSMS. Dia mengakui, masih tetap ada dana dari APBD untuk itu. Hanya, dana tersebut sifatnya hanya sebagai stimulus, sedangkan dana terbesar tetap berasal dari pihak swasta.

Menurut Sofyan, tugas Pemko menggaransi pengelola dana dari pihak swasta itu merupakan orang-orang yang kapabel. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana akan diaudit akuntan dan dipublikasikan terbuka.

Walau begitu, sebelum sampai ke sana Sofyan bakal terfokus terlebih dahulu untuk pembenahan Stadion Teladan. “Omong kosong membawa PSMS berprestasi kalau stadionnya saja tidak memadai. Ke depan, kita akan membuat Stadion Teladan juga sebagai sentra bisnis berupa toko-toko olahraga dan tempat makan di sekitarnya,” bebernya.

“Jadi intinya, mengurus olahraga ini sama seperti bawa mobil. Sebagus apapun mobilnya, kalau sopirnya tidak lihai, bisa jadi akan masuk ke parit. Maka itu, manajemennya dulu yang harus kita benahi, baru kemudian kita bisa meyakinkan sponsor untuk masuk,” pungkasnya.

Thursday, April 22, 2010

Di Antara PSMS, Keluarga, dan Wanita Pujaan

Cinta butuh pengorbanan. Kalimat klasik ini tampaknya tepat menggambarkan perjalanan hidup penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana. Ya, kini dia hidup di antara PSMS, keluarga, dan seorang wanita yang singgah di hatinya.

INDRA JULI, Medan

Meskipun kompetisi Divisi Utama 2009/2010 sudah berakhir, pemilik tinggi 185 centimeter dan berat 75 kilo gram ini memilih untuk menetap di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan. Padahal Jalan Karya Jaya Gedung Johor Gang Eka Sempurna No 5 tempat tinggalnya tidak lah jarak yang jauh. “Kan saya masih terikat kontrak, Bang dengan PSMS sampai Agustus nanti. Artinya saya masih punya tanggungjawab di sini. Lagian saya tidak mau menyusahkan keluarga, Bang,” ucap Irwin yang ditemui, Senin (19/4).

Ya, sebagai putra dari mantan gelandang PSMS Muklis Chan (Alm), Irwin merasakan tanggungjawab yang besar. Dan, itu semua diperlihatkan dalam beberapa pertandingan PSMS yang dilakoninya. Penampilannya di akhir kompetisi tersebut pun mendapat sambutan dari masyarakat Kota Medan. “Saya enggak mikir itu, Bang. Yang penting kalau saya dipercaya untuk turun, itu akan saya pertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sebagai penjaga gawang, Irwin memiliki pengalaman yang unik. Diawali kecintaannya dengan sepak bola, Irwin yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) bergabung dengan SSB Generasi. Setahun kemudian berpindah ke SSB Sejati. Pelatihan dilanjutkan dengan bergabung di Klub Kinantan kemudian ke Angkasa. Di Divisi II, dirinya pernah bergabung dengan tim sepak bola Langkat, Tanjung Balai Karimun, dan Padang Sidimpuan.

Prestasi yang dimilikinya membuat pelahap nasi goreng ini langsung bergabung ke Divisi Utama. Tepatnya 2002, bersama Suimin Dihardja dirinya bergabung di PSDS untuk tiga musim lamanya. Berlanjut ke PSSB Bireuen, Persikabo Bogor, dan ke PSMS. “Ya kalau diizinkan saya ingin melanjutkan peran mendiang ayah mengawal PSMS, Bang,” tuturnya.

Meskipun begitu Irwin tetaplah bagian dari manusia pada umumnya. Biarpun latihan tak pernah ditinggalkan, kumpul bersama teman juga sesekali dilakukannya. Dia bisa ditemui di salah satu warung sekitaran Pagaruyung sebagai pusat jajanan malam Kota Medan. Sikapnya yang ramah dan wajah yang tampan membuat Irwin disukai oleh teman-temannya. Bahkan tak sedikit teman wanita yang mengungkapkan rasa kagum melalui acount di situs pertemanan terbesar yang dimilikinya.

Hanya saja kekaguman itu tak terlalu digubris. Pasalnya, dia sedang dekat dengan seorang wanitia berinisia SN. “Cukup inisial aja ya, Bang. Soalnya kami ada masalah sedikit. Jadi biar gak tambah rumit lagi nantinya,” bebernya.

Perekrutan Pemain ISL Mutlak Diperlukan

Berkaca pada kompetisi sebelumnya, rekrutmen pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di Indonesia Super League (ISL) adalah syarat mutlak untuk mewujudkan PSMS kembali ke ISL 2011/2012 mendatang. Untuk itu, kesiapan dana menjadi faktor utamanya. Setidaknya hal ini diungkapkan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa.

“Dengan materi yang sekarang, hanya mengandalkan pemain lokal sekarang, sangat berat lah untuk berbicara mau ke ISL. Kalau memang mau ke sana ya PSMS harus diperkuat pemain ISL juga. Kan Sumut juga punya banyak pemain ISL. Pertanyaannya, pengurus sudah siap gak untuk mendatangkan mereka,” ucap Benny Tomasoa yang dihubungi, Rabu (21/4).

Kesiapan yang dimaksud Benny tak lain adalah keuangan PSMS untuk mendatangkan pemain-pemain seperti Saktiawan Sinaga, Legimin, Doni Siregar, Mahyadi Panggabean, dan sebagainya. Dengan status pemain ISL jelas nilai kontrak mereka jauh dari standar pemain Divisi Utama dan ini akan membutuhkan uang yang cukup besar. “Ok lah mereka memiliki tanggungjawab moral sebagai putra daerah. Tapi tidak bisa dipungkiri bila sepak bola saat ini sudah sebagai industri olahraga. Mereka juga hidup dari bermain sepak bola,” tegas Benny yang juga mantan penjaga gawang PSMS Junior ini.

Sekalipun tidak tertutup kemungkinan, lanjut Benny, langkah ke ISL tentu akan sangat berat. Pasalnya, PSMS dan sepak bola di Indonesia saat ini hanya mengandalkan APBD. Rencana untuk menggandeng sponsorship juga tidak bisa diharapkan. “Kecuali di Eropa, sponsor bisa mendapatkan keuntungan dengan berinventasi pada satu tim. Dari penjualan aksesoris ataupun penyiarannya. Kita tidak bisa lagi mengandalkan nama besar PSMS,” tambahnya.

Menurut Benny, yang harus dilakukan Pengurus PSMS saat ini adalah memastikan kesiapan finansial. Hanya dengan kekuatan keuangan yang memadai, pembentukan tim PSMS yang kuat dapat diwujudkan. “Jadi dari pengalaman yang lalu, ada baiknya pengurus untuk menyiapkan dulu keuangannya. Diharapkan juga dukungan dari pemerintah agar lebih besar dari sebelumnya. Tanpa itu, semua rencana dan komentar di media hanya dianggap orang sedang menghayal. Tiket bermain di ISL itu besar,” ketusnya.

Ucapan senada juga disampaikan Mantan Pelatih PSMS Amrustian. Bahwa pemanggilan pemain ISL mutlak dilakukan untuk mendukung rencana menembus ISL pada 2011/2012 mendatang. “Kalau mau mengharap pemain lokal, sementara kompetisi pun tidak ada, bagaimana mau melihat pemain yang berkualitas. Justru hanya mengandalkan seleksi, peluang untuk pemain titipan itu pun akan terbuka lebar. Kita tidak punya acuan dan pemain yang lulus pun pasti tidak punya pengalaman yang memadai,” tegas Amrustiar yang ditemui di Sekretariat Mantan dan Keluarga Besar PSMS, Rabu (21/4).

Untuk itu senada dengan Benny, Amrustian pun mengingatkan agar pengurus menyelesaikan semua urusan terlebih dahulu sebelum berbicara memanggil pemain berkualitas. “Mereka pasti kontak-kontakan dengan pemain di sini. Kalau laporan dari sini bermasalah, mereka pun akan mikir-mikir,” tukas Amrustian.

Ya seperti yang pernah diberitakan, pembayaran gaji seluruh pemain yang semula dijadwalkan saat HUT ke-60 PSMS, Kamis (15/4) lalu diundur hingga Rabu (22/4). Karena pengunduran gaji itu seluruh pemain pun dilanda keresahan.

Sementara itu di tempat terpisah Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengatakan bahwa kepengurusan yang akan datang sudah konsekuen untuk mendatangkan pemain ISL. Hal itu ditunjukkan dengan komunikasi yang mulai dibangun dengan delapan pemain. Begitu pun dengan besarnya pendanaan yang akan ditanggung untuk mewujudkan hal tersebut.

“Yang pasti pengurus PSMS adalah orang yang bersedia berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan uang. Tidak hanya ngomong saja. Karena itu, kita akan terus dengan rencana mendatangkan pemain ISL yang juga putra Sumatera Utara. Dan pengurus tidak akan mengecewakan mereka seperti yang terjadi sebelumnya,” tegas Idris melalui telepon, Rabu (21/4).

Untuk keuangan lanjut Idris, pengurus akan memanfaatkan APBD sebaik mungkin. Begitu pun pengurus terus menjalin kerja sama dengan beberapa instansi untuk dijadikan sponsor PSMS sepanjang kompetisi yang dilakoninya. “Untuk saat ini kita tidak usah sebut nama instansi tersebut. Tapi kita sudah cuba membicarakannya dengan dua instansi dan mendapat sambutan positif. Sebagai timbal baliknya, kita akan promosikan mereka di setiap pertandingan yang dilakoni PSMS,” bebernya.

Wednesday, April 21, 2010

Jadikan Gedung PSMS Modal Sejarah

Kenangan akan kejayaan di masa lalu tak bisa dipungkiri dapat memacu semangat para pemain yang mengisi skuad PSMS nantinya. Hal ini pula bisa dijadikan modal untuk mencapai target Indonesia Super League (ISL) di 2011/2012 mendatang.

Hal itu pun diakui oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE. Menurutnya, kenangan tersebut bisa menambah fanatisme pemain terhadap tim. Karena itu, Idris memiliki pandangan tersendiri sehubungan dengan keberadaan Gedung PSMS di Jalan Veteran Medan yang belakangan menjadi polemik. “Saya pribadi melihat Gedung PSMS itu adalah sejarah bagi kejayaan sepak bola Kota Medan bahkan Indonesia,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Selasa (20/4) malam.

Untuk itu lanjutnya, perlu pembicaraan lebih jauh sebelum mengambil keputusan akan keberadaan Gedung PSMS. “Kalaupun mau dijual bagaimana menghitungnya dan bagaimana dengan ahli waris. Kita harus ingat kalau gedung itu dibangun dengan keringat para pemain yang menjamu tim-tim luar negeri di era 1950-an. Honor dari penjualan tiket itu mereka sisihkan untuk membangun gedung itu,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, berdalih program inventarisasi sarana dan prasarana milik Pengprov Sumatera Utara, Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) berencana mengambil alih Gedung PSMS di Jalan Veteran Medan. Dalam audiensi yang dilakukan dengan Pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan, Disporasu akan mengubah Gedung PSMS menjadi lahan parkir bagi Gedung Olahraga yang berada di belakangnya.

Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan.

Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi. Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” papar Sakiruddin kala itu.

Namun dalam pertemuan tersebut, baik pihak Disporasu maupun Pengurus PSMS tidak ada yang bisa menjelaskan sejarah keberadaan Gedung PSMS secara pasti. Padahal dari 15 nama pemain yang tertera di monumen dinding bagunan, masih ada dan tinggal di Kota Medan.

Tak heran bila kritik keras disampaikan di beberapa media cetak kepada Pengprov yang dinilai tidak serius memperhatikan sarana dan prasarana olahraga yang ada. Ketua Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar bahkan menilai kondisi sarana dan prasarana olahraga kian menyedihkan. “Kita jangan bicara soal fasilitas olahraga di Pulau Jawa atau Kalimantan. Dengan daerah di Sumatera saja kita jauh tertinggal,” ujar Brilian Moktar.

Sementara itu, terkait membludaknya peserta seleksi PSMS Junior menjadi tantangan bagi tim talent scouting. Pasalnya Piala Suratin akan digelar Juli mendatang. Strategi yang tepat pun disiapkan.

“Caranya kita harus dapat pemain yang betul-betul siap. Jadi sisa waktu yang beberapa bulan itu dapat dimaksimalkan untuk menyiapkan tim,” ucap kepala tim talent scouting PSMS Junior, Iwan Karokaro didampingi Suheri dan Suyono di sela-sela seleksi di Lapangan Disporasu Jalan Pancing Medan, Selasa (20/4).

Menurut Iwan, hingga hari kedua seleksi masih melibatkan 200-an peserta dari 600 peserta yang terdaftar. Untuk itu seleksi yang dijadwalkan berakhir Sabtu (24/4) nanti akan coba dimaksimalkan untuk memantau potensi yang ada.

Seleksi ini sendiri digelar untuk mencari 30 pemain yang akan dipersiapan menatap Piala Suratin yang digelar Juli nanti. Pada kejuaraan ini PSMS Junior ditargetkan untuk keluar sebagai Juara. Gelar Juara terakhir diraih PSMS Junior yaitu di era 1980-an dan setelah itu fakum.

Rabu (21/4) ini seleksi kembali digelar di Lapangan PPLP Sunggal yang dimulai pukul 14.30 WIB. Untuk itu seluruh peserta diharapkan dapat tiba tepat pukul 14.00 WIB di Lapangan PPLP Sunggal. Pemain yang baru tiba saat seleksi berlangsung akan dinyatakan gugur

Monday, April 19, 2010

Peserta seleksi PSMS Juniar Membludak....

MEDAN - Memasuki hari kelima pendaftaran seleksi PSMS Junior, Jumat kemarin, peserta yang mendaftar semakin membludak. Dari data panitia, sudah hampir 300-an peserta yang mencoba peruntungannya. Jumlah ini masih besar kemungkinan untuk bertambah mengingat waktu pendaftaran masih menyisakan satu hari lagi hingga Sabtu ini.

“Belum mencapai 350-lah. Tapi sudah 300 an orang. Cukup besar memang antusias peserta,” ujar salah seorang panitia, Cenda saat ditemui di Mess Kebun Bunga.

Menurut pantauan Waspada Online, beberapa peserta tampak mengembalikan formulir. Bahkan ada beberapa yang terpaksa menunda pendaftaran karena tidak membawa ijazah ataupun melewati jam yang telah ditentukan. “Besok (Sabtu) ke sini lagi lah, tapi sebelum jam 17.00 WIB,” kata Cenda kepada peserta yang terlambat.

Dikatakan Pengurus PSMS, H.Saryono di mess Kebun Bunga tadi sore, antusias dari anak-anak Medan untuk mengikuti seleksi ini sangat tinggi. Bahkan banyak peserta yang belum mencapai batas umur yang ditetapkan ikut mendaftarkan diri.

“Peserta yang mendaftar kebanyakan berusia 15-16 tahun. Padahal batas usia idealnya adalah 17-18 tahun. Tapi kata pak Idris (Sekum-red) tetap ditampung saja,” kata Saryono.

Menurutnya, meskipun pemain tersebut punya skill yang bisa mengimbangi usia yang diatasnya, namun pemain yang berada di usia tersebut belum seharusnya bermain di level diatasnya. “Untuk usia segitu kan masih zonanya SSB. Waktu untuk mereka dua atau tiga tahun lagi. Makanya sangat riskan jika dipaksakan untuk bersaing untuk usia di atasnya. Apalagi ini untuk pembinaan jangka panjang,” ujar Saryono.

Untuk kuota pemain yang diambil menurut Saryono belum ada kepastian. “Yang pasti satu tim lah. Biasanya 30-an orang. Tapi nantinya akan seleksi-seleksi lanjutan,” katanya.

Seleksi PSMS Junior akan digelar pada Senin (19/4) mendatang di Lapangan PPLP Sumut. Tim Seleksi diperkuat Suyono, Suheri, dan Syahril Nasution. Tim ini rencananya akan dipersiapkan mengikuti Piala Suratin pada Juli 2010 mendatang dan sebagai ajang regenerasi PSMS ke depannya.

Senin, seleksi PSMS Junior

MEDAN - Pengurus PSMS Medan akan menggelar seleksi pembentukan tim PSMS Junior menghadapi Piala Suratin U-18 tahun 2010 di lapangan PPLP Sumut kawasan Sunggal (depan SMAN 15 Medan) mulai Senin besok pukul 14.30 WIB.

Kepada para pemain yang telah mendaftarkan diri diingatkan datang tepat waktu dan yang terlambat akan dicoret. Hingga penutupan pendaftaran, 400 pemain junior sudah mendaftarkan diri. Sesuai ketentuan, pendaftaran pemain berusia 17-18 tahun adalah mereka yang lahir pada 1993.

Alexander GHO ditunjuk sebagai manajer tim bersama Suyono. Sedangkan tim talent scouting terdiri dari Iwan Karo-karo, Suheri, Suyono dan Syahril Nasution (kiper). Dari seleksi ini nantinya akan dijaring 30 pemain untuk dipersiapkan bagi skuad PSMS Jr.

Pelaksanaan seleksi akan berlangsung selama lima hari dan terdiri dari beberapa tahap, seperti kemampuan pemain melalui game normal, fisik dan tes kesehatan. Seleksi pemain senior yang awalnya dijadwalkan mulai membuka pendaftaran pada Senin (19/4) ini dengan seleksi 26 April mendatang di Stadion Teladan, ditunda hingga usai Pilkada Walikota Medan.

Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi mengintruksikan seleksi ditunda hingga usainya Pilkada Kota Medan. ”Penundaan ini karena kesibukan Ketua Umum terhadap Pilkada tersebut,” ujar seorang pengurus PSMS.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan, seleksi tim senior ini diharapkan berlangsung ketat agar bisa memperoleh pemain-pemain berbobot. “Keseriusan ini telah diperlihatkan Ketua Umum, di antaranya menyediakan diri untuk ikut terlibat,” jelas Idris.

Menyikapi tentang persiapan dana pembentukan tim, Idris mengatakan mudah-mudahan teratasi bila dana hibah KONI Medan cair. “Kita juga akan mencari sponsor untuk mendanai perjalanan tim PSMS mengikuti kompetisi ke depan,” katanya.

Mencari yang Terbaik

Sebagai cikal bakal skuad PSMS, pelaksanaan seleksi PSMS Junior yang digelar di Lapangan PPLP Sunggal pada 19-24 April ini akan berlangsung ketat dan objektif. Demikian kesepakatan yang dibuat Manajer PSMS Junior Alexander Gho bersama tim pemandu bakat disaksikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE pada rapat persiapan seleksi PSMS Junior di Medan, Sabtu (17/4).
“Pemilihan pemain adalah wewenang tim pemandu bakat sepenuhnya. Tidak ada istilah pemain titipan di sini. Kita mau pemain nantinya benar-benar yang terbaik karena mereka ini adalah masa depan PSMS,” ucap Alexander Gho.

Sebagai Pembina di salah satu klub pembinaan sepak bola usia dini, Alexander mengakui bila tekanan akan muncul sepanjang seleksi nantinya. Bahkan hingga Sabtu (17/4) siang itu dirinya mengaku banyak menerima pesan singkat yang berisi permintaan tolong agar salah seorang peserta seleksi diluluskan pada seleksi. “Lulus tidaknya peserta tergantung pada hasil penilaian,” tegas Alexander yang sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi tekanan nantinya.
Selain pada penilaian yang objektif, seleksi PSMS Junior juga akan dilaksanakan secara ketat. Peserta yang dinilai tidak disiplin akan dinyatakan gugur. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta seleksi untuk tepat waktu. “Seluruh peserta kita imbau agar sudah tiba di Lapangan PPLP Sunggal tepat pukul 14.00 WIB. Peserta yang tiba setelah kegiatan dimulai kita nyatakan gugur,” pesannya.

Seperti yang disampaikan Alexander, seleksi akan dimulai Senin (19/4) hingga 24 April dengan empat tahapan. Dari situ nantinya akan diambil 30 pemain dengan formasi penjaga gawang (4), wing back (4), center back (7), gelandang (9), dan striker (6). Adapun tim pemandu bakat untuk PSMS Junior terdiri dari Iwan Karokaro, Suheri, Suyono, dan Syahril Nasution sebagai pelatih kipper.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik komitmen yang dibuat tim pemandu bakat PSMS Junior tersebut. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta memberikan yang terbaik selama mengikuti seleksi nantinya. “Pemain yang potensial akan kita rekomendasikan untuk mengisi skuad inti PSMS ke depan. Jadi seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menampilkan yang terbaik,” imbaunya.

PSMS Junior diharapkan dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin yang akan digelar Juli mendatang. PSMS Junior sendiri pernah meraih juara di tingkat nasional pada 1980-an. Dan selama tiga periode turnamen Piala Suratin PSMS sempat absen.

Mencari yang Terbaik

Sebagai cikal bakal skuad PSMS, pelaksanaan seleksi PSMS Junior yang digelar di Lapangan PPLP Sunggal pada 19-24 April ini akan berlangsung ketat dan objektif. Demikian kesepakatan yang dibuat Manajer PSMS Junior Alexander Gho bersama tim pemandu bakat disaksikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE pada rapat persiapan seleksi PSMS Junior di Medan, Sabtu (17/4).
“Pemilihan pemain adalah wewenang tim pemandu bakat sepenuhnya. Tidak ada istilah pemain titipan di sini. Kita mau pemain nantinya benar-benar yang terbaik karena mereka ini adalah masa depan PSMS,” ucap Alexander Gho.

Sebagai Pembina di salah satu klub pembinaan sepak bola usia dini, Alexander mengakui bila tekanan akan muncul sepanjang seleksi nantinya. Bahkan hingga Sabtu (17/4) siang itu dirinya mengaku banyak menerima pesan singkat yang berisi permintaan tolong agar salah seorang peserta seleksi diluluskan pada seleksi. “Lulus tidaknya peserta tergantung pada hasil penilaian,” tegas Alexander yang sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi tekanan nantinya.
Selain pada penilaian yang objektif, seleksi PSMS Junior juga akan dilaksanakan secara ketat. Peserta yang dinilai tidak disiplin akan dinyatakan gugur. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta seleksi untuk tepat waktu. “Seluruh peserta kita imbau agar sudah tiba di Lapangan PPLP Sunggal tepat pukul 14.00 WIB. Peserta yang tiba setelah kegiatan dimulai kita nyatakan gugur,” pesannya.

Seperti yang disampaikan Alexander, seleksi akan dimulai Senin (19/4) hingga 24 April dengan empat tahapan. Dari situ nantinya akan diambil 30 pemain dengan formasi penjaga gawang (4), wing back (4), center back (7), gelandang (9), dan striker (6). Adapun tim pemandu bakat untuk PSMS Junior terdiri dari Iwan Karokaro, Suheri, Suyono, dan Syahril Nasution sebagai pelatih kipper.

Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik komitmen yang dibuat tim pemandu bakat PSMS Junior tersebut. Untuk itu diharapkan agar seluruh peserta memberikan yang terbaik selama mengikuti seleksi nantinya. “Pemain yang potensial akan kita rekomendasikan untuk mengisi skuad inti PSMS ke depan. Jadi seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan menampilkan yang terbaik,” imbaunya.

PSMS Junior diharapkan dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin yang akan digelar Juli mendatang. PSMS Junior sendiri pernah meraih juara di tingkat nasional pada 1980-an. Dan selama tiga periode turnamen Piala Suratin PSMS sempat absen.

PSMS Fokus Pemain Lokal

Melihat antusias yang begitu besar pada seleksi PSMS Junior, untuk perekrutan skuad PSMS mendatang akan difokuskan pada pemain lokal. Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE usai menggelar rapat persiapan seleksi PSMS Junior, Sabtu (17/4).

“Saya lihat dari seleksi PSMS Junior ini yang mendapat antusias masyarakat Sumatera Utara, merupakan gambaran betapa besar potensi pemain untuk mengisi skuad PSMS musim depan. Saya pikir ini akan kita tindak lanjuti untuk menghasilkan pemain-pemain masa depan,” ucap Idris.

Menurut Idris, kondisi itu disebabkan pada terputusnya pembinaan pada Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tumbuh pesat di Sumut khususnya Kota Medan. Dimana pembinaan yang digelar hingga usia 15 tahun. Setelah itu pembinaan terputus dengan minimnya kompetisi yang digelar. Apalagi di 2011, pengurus menargetkan PSMS kembali berlaga di Indonesia Super League (ISL)

Meskipun begitu lanjutnya, untuk mewujudkan impian tersebut, menggapai impian tersebut, perekrutan skuad inti PSMS tetap masih melibatkan para pemain Sumut yang kini berlaga di ISL. Sejauh ini pengurus PSMS sendiri sudah melakukan komunikasi dengan delapan pemain yaitu Saktiawan Sinaga, Mayadi Panggabean, Legimin, Doni Siregar, Wijai, Agus Sima, dan Adi Candra.

“Benar kita tetap akan merekrut pemain-pemain ISL. Bagaimanapun mereka akan menjadi nilai jual PSMS itu sendiri kan. Selain itu, pengalaman mereka berlaga di liga super juga nantinya dapat ditularkan kepada seluruh pemain yang masih muda,” jelasnya.

Keinginan itu pun tampaknya dibarengi dengan program yang sudah dipersiapkan khususnya dalam pembiayaan tim. Selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah dijanjikan, pengurus juga akan menggandeng beberapa perusahaan dan pihak swasta yang nantinya sebagai sponsorship. Untuk itu pengurus sudah melakukan pendekatan kepada pihak yang dimaksud. Namun, Idris menolak menyebut nama perusahaan dan instansi yang dimaksud untuk menjaga kesepakatan.

Dalam hal ini, pengurus nantinya juga sangat mengharapkan kontribusi dari masyarakat Sumut khususnya Kota Medan sebagai lokasi basis PSMS. Adapun kontribusi yang dimaksud yaitu dengan menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan Medan. Untuk ini pengurus sendiri sedang menyiapkan satu konsep yang diyakini dapat memaksimalkan kontribusi masyarakat tadi. “Kita akan hapuskan tiket gratis yang diganti dengan id card hanya untuk pihak tertentu seperti pejabat pemerintah dan pers. Jadi untuk menonton, masyarakat harus membeli tiket,” beber Idris.