MEDAN - Ambisi menggapai Indonesia Super League menjadi target utama PSMS pada musim 2010/2011 mendatang. Satu hal yang menjadi masalah utama yang kerap menghambat, tak lain adalah kesalahan pengadaan dana.
Membentuk sebuah tim yang kuat membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya, PSMS tak memungkiri ketergantungannya Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah Kota Medan. Dan tampaknya, APBD Kota Medan sangat diharapkan sebagai sumber dana terbesar untuk membiayai kebutuhan tim selama satu musim kompetisi. Terakhir kali PSMS mengandalkan APBD Kota Medan adalah ketika format kompetisi belum berubah seperti sekarang di tahun 2007.
“Kita memang mengandalkan pos terbesar dana itu dari APBD Kota Medan. Sisanya baru kita cari kepada para sponsor. Kita akui memang cukup sulit karena PSMS berlaga di kasta kedua. Tapi akan terus kita upayakan. Termasuk mengharapkan bantuan perorangan dari pengusaha-pengusaha kota Medan yang perduli pada PSMS,” kata sekretaris umum PSMS, Idris, saat dihubungi Waspada Online, malam ini.
Memang, larangan penggunaan APBD kepada klub-klub sepakbola memaksa klub untuk swadaya. Namun hal itu tak pelak juga juga membunuh klub-klub kecil. Tak sedikit klub yang akhirnya batal ikut kompetisi karena tidak punya dana yang cukup. Ini membuktikan klub-klub Indonesia belum siap untuk pengelolaan secara swasta.
Masalah finansial juga dirasakan PSMS pada musim ini. Ditinggalkan Sihar, PSMS kelimpungan dalam pendanaan. Tak satupun sponsor besar yang mau melirik PSMS. Jika pun ada, hanya sebatas memberikan kebutuhan berupa seragam dan sepatu. Dana yang terbatas membuat Ayam Kinantan tak leluasa mengontrak pemain yang diinginkan. Alhasil PSMS hanya dihuni pemain-pemain seadanya. Target ke ISL pun kembali menjadi mimpi, bahkan harus berjuang menghindari degradasi.
Di pertengahan musim, melalui KONI Medan, PSMS sempat punya harapan dengan cairnya APBD sebesar enam miliar. Namun hingga berakhirnya kompetisi, dana tersebut belum sepeserpun masuk ke kas PSMS. “Kita memang masih menunggu. Katanya pencairannya (APBD - red) dalam bulan ini. Kita sangat membutuhkannya untuk persiapan menghadapi musim depan,” kata Idris.
Idris mengakui untuk pembiayaan PSMS menuju ISL tidak sedikit. Apalagi PSMS punya hasrat untuk mendatangkan kembali mantan bintangnya yang kini berlaga di ISL. “Sedikitnya kita butuh sepuluh milyar untuk memenuhi kebutuhan selama satu musim. Termasuk mengontrak pemain,” tambahnya.
Untuk itu Idris juga mengharapkan perhatian dari Gubsu, Syamsul Arifin untuk turut perduli terhadap PSMS. “PSMS bukan hanya milik kota Medan, tetapi juga kebanggaan Sumut. Saya harapkan Gubsu mau memberikan kontribusinya untuk PSMS,” tambah Idris
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, April 12, 2010
Dituntut Profesional
MEDAN-Kabar Pengurus PSMS untuk merekrut punggawa sebelumnya untuk memperkuat PSMS menuju Indonesia Super League (ISL) terus mencuat. Kini, tuntutan kepada pengurus dan manajemen untuk profesional pun semakin menguat.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos. Idris menambahkan, dengan target menembus ISL 2011 Ketua Umum PSMS Drs Dzulmi Eldin mengimbau seluruh pengurus untuk meningkatkan keprofesionalismeannya. Diharapkan hal itu bisa terlaksana secepatnya. “Saya dan Pak Eldin sudah komitmen untuk memulainya. Mulai sekarang semua pembicaraan akan dilakukan secara profesional. Termasuk pembicaraan mengenai pemain,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4).
Semua itu, lanjutnya, akan sangat bermanfaat dalam proses mendatangkan kembali pemain-pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di Indonesia Super League (ISL). Tanpa itu, keinginan untuk mendatangkan Saktiawan Sinaga, Legimin, Mayadi Panggabean (Persik Kediri), Doni Siregar (Persijap Jepara), Wijay (Persebaya), dan lainnya hanya akan menemui jalan buntu.
Hal itu yang terjadi saat perekrutan pemain di awal musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 lalu. Beberapa pengurus hanya mengharapkan semangat fanatisme kedaerahaan dari seluruh pemain. Namun, semangat tersebut tidak diikuti dengan penghargaan yang wajar. Doni Siregar misalnya hanya ditawari kontrak senilai Rp100 juta. Sementara saat ini Doni membela Persijap Jepara dengan kontrak Rp350-400 juta.
“Saya memang prihatin dengan peristiwa tersebut. Tapi semua itu tidak akan terjadi lagi karena PSMS sudah memiliki manajemen yang baru. Memang kita juga mengharapkan semangat fanatisme dari seluruh pemain dan untuk itu kita akan membuka pembicaraan mengenai gaji dan biaya pemain. Kita tidak akan mengecewakan mereka,” beber Idris.
Untuk itu Idris melalui pengurus lainnya dikabarkan sudah melakukan komunikasi dengan sembilan mantan pemain PSMS. Meskipun sejauh ini pembicaraan yang dilakukan hanya sebatas silaturahmi. “Ya kita juga menjaga status mereka dengan tim saat ini. Jadi hanya say hello saja, belum ada tawaran apa pun hingga akhir kompetisi ISL,” jelas Idris.
Menariknya, beberapa pemain yang diklaim telah dihubungi malah membantah hal tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Saktiawan Sinaga. “Kita kan masih kompetisi dan kontrak saya dengan Persik baru berakhir Agustus. Dan, saya pribadi juga belum ada dapat kontak dari pengurus,” ucap Saktiawan Sinaga.
Menurut informasi yang didapat Sumut Pos, dari nama-nama di atas baru Wijay yang telah dihubungi. “Sebagai putra daerah kita sangat senang bisa kembali memperkuat PSMS apalagi ini targetnya ke ISL. Itu yang kita harapkan selain pendekatan pengurus dengan pemain yang harus bisa professional juga lah,” tutur Doni Siregar yang dihubungi terpisah.
Pun dengan Saktiawan, dirinya setuju dengan apa yang dikatakan Doni. Setidaknya, PSMS lah yang membesarkan nama mereka. “Kita juga tidak akan memperhitungkan biaya lah,” pungkas Saktiawan Sinaga. (jul)
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos. Idris menambahkan, dengan target menembus ISL 2011 Ketua Umum PSMS Drs Dzulmi Eldin mengimbau seluruh pengurus untuk meningkatkan keprofesionalismeannya. Diharapkan hal itu bisa terlaksana secepatnya. “Saya dan Pak Eldin sudah komitmen untuk memulainya. Mulai sekarang semua pembicaraan akan dilakukan secara profesional. Termasuk pembicaraan mengenai pemain,” ucap Idris yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4).
Semua itu, lanjutnya, akan sangat bermanfaat dalam proses mendatangkan kembali pemain-pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di Indonesia Super League (ISL). Tanpa itu, keinginan untuk mendatangkan Saktiawan Sinaga, Legimin, Mayadi Panggabean (Persik Kediri), Doni Siregar (Persijap Jepara), Wijay (Persebaya), dan lainnya hanya akan menemui jalan buntu.
Hal itu yang terjadi saat perekrutan pemain di awal musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 lalu. Beberapa pengurus hanya mengharapkan semangat fanatisme kedaerahaan dari seluruh pemain. Namun, semangat tersebut tidak diikuti dengan penghargaan yang wajar. Doni Siregar misalnya hanya ditawari kontrak senilai Rp100 juta. Sementara saat ini Doni membela Persijap Jepara dengan kontrak Rp350-400 juta.
“Saya memang prihatin dengan peristiwa tersebut. Tapi semua itu tidak akan terjadi lagi karena PSMS sudah memiliki manajemen yang baru. Memang kita juga mengharapkan semangat fanatisme dari seluruh pemain dan untuk itu kita akan membuka pembicaraan mengenai gaji dan biaya pemain. Kita tidak akan mengecewakan mereka,” beber Idris.
Untuk itu Idris melalui pengurus lainnya dikabarkan sudah melakukan komunikasi dengan sembilan mantan pemain PSMS. Meskipun sejauh ini pembicaraan yang dilakukan hanya sebatas silaturahmi. “Ya kita juga menjaga status mereka dengan tim saat ini. Jadi hanya say hello saja, belum ada tawaran apa pun hingga akhir kompetisi ISL,” jelas Idris.
Menariknya, beberapa pemain yang diklaim telah dihubungi malah membantah hal tersebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Saktiawan Sinaga. “Kita kan masih kompetisi dan kontrak saya dengan Persik baru berakhir Agustus. Dan, saya pribadi juga belum ada dapat kontak dari pengurus,” ucap Saktiawan Sinaga.
Menurut informasi yang didapat Sumut Pos, dari nama-nama di atas baru Wijay yang telah dihubungi. “Sebagai putra daerah kita sangat senang bisa kembali memperkuat PSMS apalagi ini targetnya ke ISL. Itu yang kita harapkan selain pendekatan pengurus dengan pemain yang harus bisa professional juga lah,” tutur Doni Siregar yang dihubungi terpisah.
Pun dengan Saktiawan, dirinya setuju dengan apa yang dikatakan Doni. Setidaknya, PSMS lah yang membesarkan nama mereka. “Kita juga tidak akan memperhitungkan biaya lah,” pungkas Saktiawan Sinaga. (jul)
Kebun Bunga Tunggu Pasir
Meskipun belum terlihat geliat pembangunan, perbaikan Stadion Kebun Bunga Medan sedang berjalan. Demikian disampaikan Sekretaris Umum Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/4).
“Renovasi sedang dalam proses. Kita tunggu pencarian pasir yang sesuai untuk membuat Stadion Kebun Bunga ini jadi lebih lembut. Menurut orang ahli, pasir itu bisa dibilang jarang. Ini lah sedang dicari,” ucap Idris.
Menurut Idris, komposisi tanah didukung dengan iklim Kota Medan yang panas membuat Stadion Kebun Bunga menjadi demikian keras. Hal tersebut jelas mengganggu dalam proses latihan skuad PSMS. Untuk itu pengurus menilai sangat penting melakukan renovasi untuk meningkatkan kualitas latihan.
Perombakan sendiri lanjutnya akan dimulai dari struktur dasar dengan membuat timbunan dengan materi pasir khusus tadi. Dengan demikian lapangan akan menjadi lebih lembut dan nyaman digunakan untuk menggelar latihan.
“Memang tidak mudah ya dan pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ini akan coba kita atasi dengan menjalin hubungan dengan beberapa pihak maupun instansi. Kita sangat berharap semua pihak dapat terlibat dalam renovasi ini demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang,” jelasnya.
Seperti yang disampaikan Idris, sejauh ini baru satu orang yang sudah menyampaikan komitmennya untuk mendukung renovasi Stadion Kebun Bunga. Adapun sumbangan dari rang yang tidak ingin disebut namanya itu adalah satu truk pasir timbun. “Kita tidak berharap yang terlalu besar, hanya sumbangan materi saja. Pengerjaannya akan ditanggung pengurus dan manajemen,” pungkas Idris
“Renovasi sedang dalam proses. Kita tunggu pencarian pasir yang sesuai untuk membuat Stadion Kebun Bunga ini jadi lebih lembut. Menurut orang ahli, pasir itu bisa dibilang jarang. Ini lah sedang dicari,” ucap Idris.
Menurut Idris, komposisi tanah didukung dengan iklim Kota Medan yang panas membuat Stadion Kebun Bunga menjadi demikian keras. Hal tersebut jelas mengganggu dalam proses latihan skuad PSMS. Untuk itu pengurus menilai sangat penting melakukan renovasi untuk meningkatkan kualitas latihan.
Perombakan sendiri lanjutnya akan dimulai dari struktur dasar dengan membuat timbunan dengan materi pasir khusus tadi. Dengan demikian lapangan akan menjadi lebih lembut dan nyaman digunakan untuk menggelar latihan.
“Memang tidak mudah ya dan pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ini akan coba kita atasi dengan menjalin hubungan dengan beberapa pihak maupun instansi. Kita sangat berharap semua pihak dapat terlibat dalam renovasi ini demi kemajuan PSMS di masa yang akan datang,” jelasnya.
Seperti yang disampaikan Idris, sejauh ini baru satu orang yang sudah menyampaikan komitmennya untuk mendukung renovasi Stadion Kebun Bunga. Adapun sumbangan dari rang yang tidak ingin disebut namanya itu adalah satu truk pasir timbun. “Kita tidak berharap yang terlalu besar, hanya sumbangan materi saja. Pengerjaannya akan ditanggung pengurus dan manajemen,” pungkas Idris
Saturday, April 10, 2010
Manajemen Mulai Disorot
Untuk mencapai target promosi di Indonesia Super League (ISL), PSMS melakukan perubahan secara besar-besaran. Tidak hanya sekedar skuad, evaluasi pengurus pun didengungkan. Selain itu, manajemen tim juga wajib disoroti.
Hal itu pun disadari betul oleh Idris SE yang masuk di putaran kedua sebagai Sekretaris Umum menggantikan Hardi Mulyono. Terkait evaluasi pengurus, meskipun masih menunggu, Idris sudah mengusulkan untuk dilakukan pengecilan kepengurusan. Menurut Idris, kepengurusan saat ini yang terlalu buncit membuat koordinasi sulit dijalin.
Perombakan pun dikabarkan akan dilakukan pada tatanan manajemen PSMS. Namun seperti pengecilan kepengurusan, soal manajemen PSMS pun masih menunggu keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin. “Pergantian pengurus maupun manajemen itu hak prerogatif Ketua Umum. Untuk sekarang hal itu memang kita tunda dulu sampai habis Pilkada nanti,” jelas Idris saat dihubungi Sumut Pos.
Meski begitu, Idris menekankan, pengurus tidak akan menyerahkan PSMS pada pihak ketiga. Ya, seperti diketahui, manajemen PSMS sempat dipegang PT Togos Gopas yang dipimpin Sihar Sitorus dalam ISL 2008/2009. Hasilnya, skuad PSMS yang saat itu dihuni Markus Horison, Eli Aiboy, Fadli Hariri, dan lainnya terlepar dari kompetisi tertinggi di Indonesia tersebut setelah ditaklukkan Persebaya dalam playoff. “Oh tidak, kita akan membangun tim ini sendiri. Apalagi, soal dana sudah bukan masalah,” kata Idris.
“Kita terbuka dengan pengusaha di Medan yang ingin membantu PSMS, tapi sebagai sponsor dan bukan sebagai pihak yang mengelola,” tambahnya.
Terkait manajemen saat ini, seperti informasi yang diperoleh Sumut Pos, tampaknya tatanan manajemen akan mengalami perubahan. Pasalnya, dikabarkan Manajer PSMS Hendra DS menolak untuk kembali menempati posisi itu pada musim 2010/2011 ini. Namun, saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (9/4), Hendra DS menolak berkomentar. “Kita lihat nanti saja ya,” ucapnya singkat.
Di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010, Hendra DS dikabarkan pernah mengajukan pengunduran diri sebagai Manajer PSMS. Namun mengingat tanggungjawabnya sebagai masyarakat Kota Medan, jabatan itu diteruskan hingga kompetisi berakhir manis, PSMS bertahan di Divisi Utama.
Keinginan PSMS untuk kembali berlaga di ISL 2011 mendatang akan membuat beban manajemen lebih besar. Untuk itu butuh kreativitas untuk mengatasi masalah yang selama ini menerpa PSMS terutama pendanaan.
Hal itu pun disadari betul oleh Idris SE yang masuk di putaran kedua sebagai Sekretaris Umum menggantikan Hardi Mulyono. Terkait evaluasi pengurus, meskipun masih menunggu, Idris sudah mengusulkan untuk dilakukan pengecilan kepengurusan. Menurut Idris, kepengurusan saat ini yang terlalu buncit membuat koordinasi sulit dijalin.
Perombakan pun dikabarkan akan dilakukan pada tatanan manajemen PSMS. Namun seperti pengecilan kepengurusan, soal manajemen PSMS pun masih menunggu keputusan Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin. “Pergantian pengurus maupun manajemen itu hak prerogatif Ketua Umum. Untuk sekarang hal itu memang kita tunda dulu sampai habis Pilkada nanti,” jelas Idris saat dihubungi Sumut Pos.
Meski begitu, Idris menekankan, pengurus tidak akan menyerahkan PSMS pada pihak ketiga. Ya, seperti diketahui, manajemen PSMS sempat dipegang PT Togos Gopas yang dipimpin Sihar Sitorus dalam ISL 2008/2009. Hasilnya, skuad PSMS yang saat itu dihuni Markus Horison, Eli Aiboy, Fadli Hariri, dan lainnya terlepar dari kompetisi tertinggi di Indonesia tersebut setelah ditaklukkan Persebaya dalam playoff. “Oh tidak, kita akan membangun tim ini sendiri. Apalagi, soal dana sudah bukan masalah,” kata Idris.
“Kita terbuka dengan pengusaha di Medan yang ingin membantu PSMS, tapi sebagai sponsor dan bukan sebagai pihak yang mengelola,” tambahnya.
Terkait manajemen saat ini, seperti informasi yang diperoleh Sumut Pos, tampaknya tatanan manajemen akan mengalami perubahan. Pasalnya, dikabarkan Manajer PSMS Hendra DS menolak untuk kembali menempati posisi itu pada musim 2010/2011 ini. Namun, saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (9/4), Hendra DS menolak berkomentar. “Kita lihat nanti saja ya,” ucapnya singkat.
Di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010, Hendra DS dikabarkan pernah mengajukan pengunduran diri sebagai Manajer PSMS. Namun mengingat tanggungjawabnya sebagai masyarakat Kota Medan, jabatan itu diteruskan hingga kompetisi berakhir manis, PSMS bertahan di Divisi Utama.
Keinginan PSMS untuk kembali berlaga di ISL 2011 mendatang akan membuat beban manajemen lebih besar. Untuk itu butuh kreativitas untuk mengatasi masalah yang selama ini menerpa PSMS terutama pendanaan.
Friday, April 9, 2010
Tim Pemandu Bakat Butuh SK
Tim pemandu bakat atau talenscouting membutuh kepastian kerja yang jelas. Pasalnya, tanggung jawab yang besar menanti mereka dalam melaksanakan tugas. Ya, sejak keputusan dibuat, Senin (5/4) lalu, mereka belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Pengurus PSMS.
Menurut salah seorang anggota tim talenscouting, Amrustian kepastian tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tanpa SK tim akan kesulitan untuk membangun koordinasi. “Ya sampai sekarang kita belum bisa buat pertemuan untuk membahas apa yang akan dikerjakan. Padahal, kita harus koordinasi dulu dengan Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala,” ucap Amrustian yang dihubungi, Kamis (8/4).
Hal itu lanjutnya menyebabkan tim belum punya gambaran untuk melaksanakan seleksi yang dimulai 26 April ini. “Kita belum tahu persyaratannya untuk ikut seleksi ini. Meskipun untuk tim lapis kedua kan kita perlu tahu apa kriteria pemain yang bisa ikut misalnya pernah bermain di Divisi I atau Divisi II. Kalau tidak ada kriteria bisa ribuan pesertanya. Takutnya tidak efektif,” jelasnya.
Tugas sebagai tim talenscouting menurut Amrustian bukan pekerjaan gampang juga beresiko dituntut. “Kan pemain yang lolos seleksi nanti akan kita bina dan selama itu kan mereka sudah digaji. Tapi kalau tidak menunjukkan peningkatan sehingga tak layak kan buang uang. Kami bisa dituntut bila demikian,” ketusnya.
Menurut salah seorang anggota tim talenscouting, Amrustian kepastian tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya. Tanpa SK tim akan kesulitan untuk membangun koordinasi. “Ya sampai sekarang kita belum bisa buat pertemuan untuk membahas apa yang akan dikerjakan. Padahal, kita harus koordinasi dulu dengan Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala,” ucap Amrustian yang dihubungi, Kamis (8/4).
Hal itu lanjutnya menyebabkan tim belum punya gambaran untuk melaksanakan seleksi yang dimulai 26 April ini. “Kita belum tahu persyaratannya untuk ikut seleksi ini. Meskipun untuk tim lapis kedua kan kita perlu tahu apa kriteria pemain yang bisa ikut misalnya pernah bermain di Divisi I atau Divisi II. Kalau tidak ada kriteria bisa ribuan pesertanya. Takutnya tidak efektif,” jelasnya.
Tugas sebagai tim talenscouting menurut Amrustian bukan pekerjaan gampang juga beresiko dituntut. “Kan pemain yang lolos seleksi nanti akan kita bina dan selama itu kan mereka sudah digaji. Tapi kalau tidak menunjukkan peningkatan sehingga tak layak kan buang uang. Kami bisa dituntut bila demikian,” ketusnya.
Pemain PSMS 2009/2010 Harus Dites Ulang
Tes ulang terhadap seluruh pemain lokal harus dilakukan bila ingin mewujudkan impian PSMS bermain ke ISL 2011 mendatang. Dengan demikian skuad musim ini benar-benar diisi oleh pemain yang berkualitas.
Melihat performa skuad PSMS 2009/2010 lalu, tampak permainan yang kurang greget ditampilkan seluruh pemain. Hal itu menunjukkan adanya indikasi standar VO2 Max atau daya tahan tubuh yang pas-pasan bahkan dibawah standar dari beberapa pemain. Hal ini akan menjadi kendala untuk melakoni kompetisi musim ini.
VO2 max merupakan jumlah maksimal oksigen yang bisa diserap dan digunakan oleh seseorang selama mereka melakukan kegiatan fisik. Pada atlet, semakin besar VO2 max yang dimiliki maka daya tahan pemain tersebut akan semakin baik. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada prestasi tim yang dibawanya.
Adanya pemain dengan nilai VO2 Max yang buruk dalam skuad PSMS musim 2009/2010 ini pun dibenarkan Asisten pelatih PSMS 2009/2010, Suyono. “Ada beberapa (pemain) di antara yang masuk skuad ini memiliki VO2 max di bawah level. Dan itu mempengaruhi daya tahannya untuk bermain selama 90 menit,” ujarnya saat ditemui di Mess Kebun Bunga, Rabu (7/4)
Namun, masih menurut Suyono, biasanya klub-klub punya pertimbangan sendiri apakah pemain tersebut layak dikontrak, meski daya tahannya buruk. “Kalau daya tahannya buruk tapi skill yang bisa menutupi kelemahannya. Seperti umpan-umpan yang baik. Klub biasanya melihat dari sisi itu,” tambah pria yang kerap menggunakan topi ini.
Untuk itu pemain-pemain yang dipertahankan saat ini harus dites ulang untuk mengetahui VO2 maxnya. Sehingga dapat diketahui layak tidaknya pemain tersebut menghuni skuad PSMS nanti. “Seharusnya ada evaluasi dari pelatih, jadi ada rekomendasi siapa yang layak dipertahankan atau tidak. Tapi karena terus terjadi pergantian pelatih, kita jadi kesulitan untuk melakukan evaluasi. Tapi saya yakin pelatih kepala nanti sudah punya nama-nama yang akan dipertahankannya,” kata pelatih SSB Generasi ini
Melihat performa skuad PSMS 2009/2010 lalu, tampak permainan yang kurang greget ditampilkan seluruh pemain. Hal itu menunjukkan adanya indikasi standar VO2 Max atau daya tahan tubuh yang pas-pasan bahkan dibawah standar dari beberapa pemain. Hal ini akan menjadi kendala untuk melakoni kompetisi musim ini.
VO2 max merupakan jumlah maksimal oksigen yang bisa diserap dan digunakan oleh seseorang selama mereka melakukan kegiatan fisik. Pada atlet, semakin besar VO2 max yang dimiliki maka daya tahan pemain tersebut akan semakin baik. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada prestasi tim yang dibawanya.
Adanya pemain dengan nilai VO2 Max yang buruk dalam skuad PSMS musim 2009/2010 ini pun dibenarkan Asisten pelatih PSMS 2009/2010, Suyono. “Ada beberapa (pemain) di antara yang masuk skuad ini memiliki VO2 max di bawah level. Dan itu mempengaruhi daya tahannya untuk bermain selama 90 menit,” ujarnya saat ditemui di Mess Kebun Bunga, Rabu (7/4)
Namun, masih menurut Suyono, biasanya klub-klub punya pertimbangan sendiri apakah pemain tersebut layak dikontrak, meski daya tahannya buruk. “Kalau daya tahannya buruk tapi skill yang bisa menutupi kelemahannya. Seperti umpan-umpan yang baik. Klub biasanya melihat dari sisi itu,” tambah pria yang kerap menggunakan topi ini.
Untuk itu pemain-pemain yang dipertahankan saat ini harus dites ulang untuk mengetahui VO2 maxnya. Sehingga dapat diketahui layak tidaknya pemain tersebut menghuni skuad PSMS nanti. “Seharusnya ada evaluasi dari pelatih, jadi ada rekomendasi siapa yang layak dipertahankan atau tidak. Tapi karena terus terjadi pergantian pelatih, kita jadi kesulitan untuk melakukan evaluasi. Tapi saya yakin pelatih kepala nanti sudah punya nama-nama yang akan dipertahankannya,” kata pelatih SSB Generasi ini
Pengurus Sudah Kontak Mantan Bintang PSMS
Keseriusan pengurus mengangkat PSMS kembali ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang bukan isapan jempol belaka. Meskipun kompetisi baru digelar September mendatang, Pengurus PSMS sudah membangun komunikasi dengan seluruh pemain Sumatera Utara (Sumut) yang kini berlaga di ISL.
Sekretaris Umum Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Kamis (8/4) mengatakan sudah menghubungi sembilan mantan pemain PSMS yang kini berlaga di ISL. Di antaranya Vijay, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan Legimin. Diharapkan mereka dapat memperkuat skuad PSMS pada kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti.
“Memang kita masih menjalin komunikasi dengan sembilan pemain. Ya kita harap sebagai putra daerah mereka memiliki semangat marsipature hutana be, mengangkat kembali PSMS ke masa jaya yang pernah mereka berikan,” ucap Idris.
Dalam komunikasi tersebut lanjutnya, ke sembilan pemain yang dihubungi memperlihatkan sambutan positif. “Mereka juga memiliki keinginan untuk kembali memperkuat PSMS yang juga kampung halaman mereka ini,” tambahnya.
Selain mencoba menyentuh moral kesembilan pemain, pengurus juga bersedia untuk menggelar pembicaraan mengenai gaji dan biaya seluruh pemain tersebut nantinya. Hal ini memang tidak bisa diabaikan mengingat perkembangan olahraga sepakbola saat ini sudah menjadi sebuah industri.
Ini memang akan menjadi tantangan bagi pengurus mengingat pengalaman perekrutan musim kemarin yang tidak mendapat sambutan para pemain. Ketika itu pengurus mengharapkan semangat fanatisme kedaerahan seluruh pemain untuk bermain di PSMS. Namun pemain sendiri dibayar dengan kontrak kecil. Jelas saja beberapa pemain seperti Doni Siregar dkk menolak.
“Ya, kita akan bicarakan itu dengan pemain setelah yang bersangkutan bersedia untuk memperkuat PSMS. Yang pasti kita tidak akan mengecewakan mereka dengan bayaran yang tidak jauh berbeda dari yang diterima di daerah lain. Misalnya, Vijay yang dibayar Persebaya Rp350 juta, kita akan bayar Rp300 juta,” jelas pembina salah satu klub sepak bola usia dini ini.
Meskipun begitu, Idris memastikan seluruh pemain tetap mengikuti seleksi. Masuk tidaknya ke dalam tim inti itu akan ditentukan pada hasil seleksi yang digelar Juni nanti. Seleksi sendiri langsung ditangani oleh Zulkarnaen Pasaribu yang ditunjuk sebagai pelatih kepala PSMS. Hal ini dilakukan untuk memastikan skuad diisi oleh pemain yang benar-benar berkualitas.
Begitu juga untuk perekrutan pemain asing nantinya, Idris mengharapkan kualitas yang melebihi pemain lokal. Baik dalam skill atau pun daya tahan dan performa di lapangan. “Selama kepengurusan di bawah Pak Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, kita akan pastikan skuad PSMS diisi pemain yang betul-betul murni dipilih berdasarkan kualitasnya,” pungkas Idris.
Sekretaris Umum Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Kamis (8/4) mengatakan sudah menghubungi sembilan mantan pemain PSMS yang kini berlaga di ISL. Di antaranya Vijay, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan Legimin. Diharapkan mereka dapat memperkuat skuad PSMS pada kompetisi Divisi Utama 2010/2011 nanti.
“Memang kita masih menjalin komunikasi dengan sembilan pemain. Ya kita harap sebagai putra daerah mereka memiliki semangat marsipature hutana be, mengangkat kembali PSMS ke masa jaya yang pernah mereka berikan,” ucap Idris.
Dalam komunikasi tersebut lanjutnya, ke sembilan pemain yang dihubungi memperlihatkan sambutan positif. “Mereka juga memiliki keinginan untuk kembali memperkuat PSMS yang juga kampung halaman mereka ini,” tambahnya.
Selain mencoba menyentuh moral kesembilan pemain, pengurus juga bersedia untuk menggelar pembicaraan mengenai gaji dan biaya seluruh pemain tersebut nantinya. Hal ini memang tidak bisa diabaikan mengingat perkembangan olahraga sepakbola saat ini sudah menjadi sebuah industri.
Ini memang akan menjadi tantangan bagi pengurus mengingat pengalaman perekrutan musim kemarin yang tidak mendapat sambutan para pemain. Ketika itu pengurus mengharapkan semangat fanatisme kedaerahan seluruh pemain untuk bermain di PSMS. Namun pemain sendiri dibayar dengan kontrak kecil. Jelas saja beberapa pemain seperti Doni Siregar dkk menolak.
“Ya, kita akan bicarakan itu dengan pemain setelah yang bersangkutan bersedia untuk memperkuat PSMS. Yang pasti kita tidak akan mengecewakan mereka dengan bayaran yang tidak jauh berbeda dari yang diterima di daerah lain. Misalnya, Vijay yang dibayar Persebaya Rp350 juta, kita akan bayar Rp300 juta,” jelas pembina salah satu klub sepak bola usia dini ini.
Meskipun begitu, Idris memastikan seluruh pemain tetap mengikuti seleksi. Masuk tidaknya ke dalam tim inti itu akan ditentukan pada hasil seleksi yang digelar Juni nanti. Seleksi sendiri langsung ditangani oleh Zulkarnaen Pasaribu yang ditunjuk sebagai pelatih kepala PSMS. Hal ini dilakukan untuk memastikan skuad diisi oleh pemain yang benar-benar berkualitas.
Begitu juga untuk perekrutan pemain asing nantinya, Idris mengharapkan kualitas yang melebihi pemain lokal. Baik dalam skill atau pun daya tahan dan performa di lapangan. “Selama kepengurusan di bawah Pak Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, kita akan pastikan skuad PSMS diisi pemain yang betul-betul murni dipilih berdasarkan kualitasnya,” pungkas Idris.
Wednesday, April 7, 2010
Butuh Dua Tahun untuk Pembinaan
Mengingat kosongnya kaderisasi pemain untuk mengisi skuad PSMS, pengurus pun menggelar seleksi pemain pada 26 April ini di Stadion Kebun Bunga Medan. Namun masih butuh waktu untuk menghasilkan pemain berkualitas dari proses tersebut.
Hal itu dipertegas mantan pemain sekaligus Pengurus PSMS Fredy Hutabarat yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4). “Para pemain ini harus menjalani pembinaan minimal dua tahun. Masih banyak yang harus dipersiapkan dari mereka sebelum benar-benar bisa diturunkan pada pertandingan,” ucap Freddy.
Meskipun begitu lanjutnya waktu dua tahun itu dapat dimaksimalkan dengan melibatkan pemain potensial di sisa pertandingan. Dengan demikian si pemain memiliki pengalaman yang dapat menempa mentalnya. “Kalau memang dia potensi, misalnya 10 menit terakhir bisa diturunkan. Saya yakin dalam 10 pertandingan sudah menempa mentalnya sebagai pemain profesional,” jelas Freddy.
Hal yang sama pun disampaikan Julius Raja yang akrab disapa The King. Untuk itu dirinya lebih berkonsentrasi pada pengadaan dana PSMS. Dengan demikian skuad PSMS ke depan diisi oleh para pemain berkualitas. Pasalnya materi pemain juga berperan penuh dalam mewujudkan keinginan untuk berlaga di Indonesia Super League (ISL. “Lebih bagus kita konsentrasi mempersiapkan keuangan PSMS untuk merekrut para pemain yang berkualitas super liga,” ucapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada 26 April ini Pengurus PSMS akan menggelar seleksi pemain. Seleksi sendiri dibagi dalam dua tahapan yaitu seleksi pemain untuk lapis kedua dengan usia 19-25 tahun dan seleksi pemain junior 18-23 tahun. Senin (5/4) pengurus bahkan sudah membentuk tim pemandu bakat yaitu Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian, Syamsir Alamsyah, dan Waluyo.
Hal itu dipertegas mantan pemain sekaligus Pengurus PSMS Fredy Hutabarat yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4). “Para pemain ini harus menjalani pembinaan minimal dua tahun. Masih banyak yang harus dipersiapkan dari mereka sebelum benar-benar bisa diturunkan pada pertandingan,” ucap Freddy.
Meskipun begitu lanjutnya waktu dua tahun itu dapat dimaksimalkan dengan melibatkan pemain potensial di sisa pertandingan. Dengan demikian si pemain memiliki pengalaman yang dapat menempa mentalnya. “Kalau memang dia potensi, misalnya 10 menit terakhir bisa diturunkan. Saya yakin dalam 10 pertandingan sudah menempa mentalnya sebagai pemain profesional,” jelas Freddy.
Hal yang sama pun disampaikan Julius Raja yang akrab disapa The King. Untuk itu dirinya lebih berkonsentrasi pada pengadaan dana PSMS. Dengan demikian skuad PSMS ke depan diisi oleh para pemain berkualitas. Pasalnya materi pemain juga berperan penuh dalam mewujudkan keinginan untuk berlaga di Indonesia Super League (ISL. “Lebih bagus kita konsentrasi mempersiapkan keuangan PSMS untuk merekrut para pemain yang berkualitas super liga,” ucapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada 26 April ini Pengurus PSMS akan menggelar seleksi pemain. Seleksi sendiri dibagi dalam dua tahapan yaitu seleksi pemain untuk lapis kedua dengan usia 19-25 tahun dan seleksi pemain junior 18-23 tahun. Senin (5/4) pengurus bahkan sudah membentuk tim pemandu bakat yaitu Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian, Syamsir Alamsyah, dan Waluyo.
PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan
Mengintip Aktivitas Stadion Kebun Bunga Pasca-Kompetisi
Empat siswa SMU Negeri 4 Medan setia duduk bersila di batu berpasir. Cerita dalam canda pun mengalir tanpa mengalihkan pandangan mereka dari Stadion Kebun Bunga Medan, markas tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS.
INDRA JULI HUTAPEA, Medan
Ya, Nico, Andriano Purba, Christian Tambunan, dan Norwin merupakan gambaran rasa cinta yang masih tinggi kepada PSMS dari masyarakat Kota Medan. Sekalipun tidak ada jadwal latihan, keempatnya tak langsung beranjak pergi. Tanpa menghiraukan seragam sekolah yang melekat, mereka duduk bersila di halaman mess menghadap Stadion Kebun Bunga.
“Akh, jadi gak ada lagi pemain yang di sini (Mess PSMS, Red), Bang? Karena kami dengar hari ini (Selasa, Red) PSMS ada latihan,” ucap Nico yang bertubuh tambun.
Mereka pun membayangkan pemain favorit tengah beraksi di lapangan sesuai dengan posisinya masing-masing. Nico sendiri menjagokan Hary Saputra di posisi pertahanan. Andriano Purba tampaknya mengagumi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan. Christian Tambunan menjagokan Faisal Azmi dengan agresivitasnya di sisi wing. Sementara Norwin, memuja Tri Yudha Handoko.
Mereka bahkan optimis bila pemain favoritnya akan terus dipertahankan mengisi skuad PSMS musim yang akan datang. “Bukan apa-apa Bang, selama satu musim ini hanya mereka yang penampilannya paten. Sayang aja Irwin tidak diturunkan sejak awal,” ketus Andriano.
Rencana Pengurus mengantar PSMS ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang pun disambut mereka dengan bangga. Meskipun untuk itu anggota salah satu fans club PSMS ini mencatat beberapa pekerjaan yang harus dilakukan para pengurus. Menurut keempatnya, kemerosotan prestasi PSMS tak terlepas dari keprofesionalismean pengurus. “Kalau orang yang duduk di pengurus ngerti sepakbola, mereka pasti bisa mencari jalan keluar,” beber Christian yang disambut riuh tiga temannya.
Selain itu, bak seorang komentator bandal, Norwin menegaskan bila pemilihan pemain juga berpengaruh dalam mewujudkan ambisi bermain di ISL. “Kalau kita mau jujur, dengan pemain saat ini omong kosong mau ke ISL. Makanya, seleksi ke depan harus benar-benar lah. Dari sekarang sudah bisa dikumpulkan uang untuk membeli pemain yang berkualitas. Jangan lagi yang pas-pasan,” tegasnya.
Komentar Norwin juga mengundang tawa yang lain. Mereka lalu menerka-nerka para pemain yang diistilahkan dengan pas-pasan itu tadi. Di selembar kertas Norwin menuliskan nama-nama pemain di luar empat pemain paforit mereka. Tanpa ragu secara bergiliran mereka memberikan tanda minus. “Kita berharap pada pelaksanaan seleksi nanti dilaksanakan secara objektif. Kami akan bawa masalah ini ke kawan-kawan dan bila perlu turun mengawal pelaksanaan seleksi. Jadi kalau ada orang yang mau cari kesempatan jangan coba-coba. Kita mewakili masyarakat Kota Medan sayang dengan PSMS dan tidak izin tim ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkap Norwin.
Sebelum beranjak, keempatnya lalu menyatukan tangan sebagai komitmen untuk mengawal persiapan PSMS musim 2010/2011 ini. Teriakan ‘Hidup PSMS’ dari keempatnya terus terdengar meskipun mereka sudah hilang di balik tembok. Ya, meninggalkan gema di Stadion Kebun Bunga yang cerah.
Empat siswa SMU Negeri 4 Medan setia duduk bersila di batu berpasir. Cerita dalam canda pun mengalir tanpa mengalihkan pandangan mereka dari Stadion Kebun Bunga Medan, markas tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS.
INDRA JULI HUTAPEA, Medan
Ya, Nico, Andriano Purba, Christian Tambunan, dan Norwin merupakan gambaran rasa cinta yang masih tinggi kepada PSMS dari masyarakat Kota Medan. Sekalipun tidak ada jadwal latihan, keempatnya tak langsung beranjak pergi. Tanpa menghiraukan seragam sekolah yang melekat, mereka duduk bersila di halaman mess menghadap Stadion Kebun Bunga.
“Akh, jadi gak ada lagi pemain yang di sini (Mess PSMS, Red), Bang? Karena kami dengar hari ini (Selasa, Red) PSMS ada latihan,” ucap Nico yang bertubuh tambun.
Mereka pun membayangkan pemain favorit tengah beraksi di lapangan sesuai dengan posisinya masing-masing. Nico sendiri menjagokan Hary Saputra di posisi pertahanan. Andriano Purba tampaknya mengagumi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan. Christian Tambunan menjagokan Faisal Azmi dengan agresivitasnya di sisi wing. Sementara Norwin, memuja Tri Yudha Handoko.
Mereka bahkan optimis bila pemain favoritnya akan terus dipertahankan mengisi skuad PSMS musim yang akan datang. “Bukan apa-apa Bang, selama satu musim ini hanya mereka yang penampilannya paten. Sayang aja Irwin tidak diturunkan sejak awal,” ketus Andriano.
Rencana Pengurus mengantar PSMS ke Indonesia Super League (ISL) pada 2011 mendatang pun disambut mereka dengan bangga. Meskipun untuk itu anggota salah satu fans club PSMS ini mencatat beberapa pekerjaan yang harus dilakukan para pengurus. Menurut keempatnya, kemerosotan prestasi PSMS tak terlepas dari keprofesionalismean pengurus. “Kalau orang yang duduk di pengurus ngerti sepakbola, mereka pasti bisa mencari jalan keluar,” beber Christian yang disambut riuh tiga temannya.
Selain itu, bak seorang komentator bandal, Norwin menegaskan bila pemilihan pemain juga berpengaruh dalam mewujudkan ambisi bermain di ISL. “Kalau kita mau jujur, dengan pemain saat ini omong kosong mau ke ISL. Makanya, seleksi ke depan harus benar-benar lah. Dari sekarang sudah bisa dikumpulkan uang untuk membeli pemain yang berkualitas. Jangan lagi yang pas-pasan,” tegasnya.
Komentar Norwin juga mengundang tawa yang lain. Mereka lalu menerka-nerka para pemain yang diistilahkan dengan pas-pasan itu tadi. Di selembar kertas Norwin menuliskan nama-nama pemain di luar empat pemain paforit mereka. Tanpa ragu secara bergiliran mereka memberikan tanda minus. “Kita berharap pada pelaksanaan seleksi nanti dilaksanakan secara objektif. Kami akan bawa masalah ini ke kawan-kawan dan bila perlu turun mengawal pelaksanaan seleksi. Jadi kalau ada orang yang mau cari kesempatan jangan coba-coba. Kita mewakili masyarakat Kota Medan sayang dengan PSMS dan tidak izin tim ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkap Norwin.
Sebelum beranjak, keempatnya lalu menyatukan tangan sebagai komitmen untuk mengawal persiapan PSMS musim 2010/2011 ini. Teriakan ‘Hidup PSMS’ dari keempatnya terus terdengar meskipun mereka sudah hilang di balik tembok. Ya, meninggalkan gema di Stadion Kebun Bunga yang cerah.
PSMS Perbaiki Mes dan Tempat Latihan
Usaha PSMS untuk membenahi diri tidak hanya menyentuh sektor tim. Tapi juga pembenahan dilakukan pada fasilitas yang ada. Seperti Mes dan Stadion Kebun Bunga yang selama ini menjadi pusat aktivitas tim. Rencananya, markas PSMS itu akan dibenahi dalam waktu dua bulan ke depan.
Menurut Sekum PSMS, Idris SE, waktu libur kompetisi ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan kawasan yang terletak di area Kampung Madras tersebut. “Stadion akan kita tutup selama dua bulan ke depan dan kita akan lakukan perbaikan. Karena memang tim sedang tidak ada aktivitas, karena latihan diliburkan sampai 12 Mei (sebelumnya ditulis 12 April, Red) nanti,” ucap Idris.
Stadion Kebun Bunga yang menjadi tempat aktivitas latihan paling mendesak untuk dibenahi. Pasalnya, kondisi stadion yang sarat sejarah itu memang cukup parah, terutama di bagian lapangan. Tanah yang keras dan bergelombang kerap membuat para pemain dan pelatih mengeluh. Selain tidak nyaman, juga akan berakibat fatal pada cederanya pemain. Beberapa pemain sempat mengalami cedera karena kondisi tersebut.
“Memang yang paling menjadi perhatian kita yakni di sektor lapangan. Tanah yang tidak rata akan kita timbun dan kita ratakan. Supaya pemain bisa leluasa untuk latihan,” ujarnya.
Sementara bagian tepi-tepi lapangan akan diperindah agar terlihat menarik. Nantinya Stadion ini akan coba diberdayakan untuk menarik sponsor. “Selesai renovasi kita menerima jika nantinya ada perusahaan-perusahaan yang mau menaruh papan reklame di sisi lapangan. Seperti, di Stadion Teladan. Bagi yang berminat bisa datang langsung ke sekretariat PSMS di Kebun Bunga,” ucapnya.
Sedangkan untuk mes menginap pemain akan dilakukan sedikit pembenahan. “Sebelumnya kan sudah sempat diperbaiki. Jadi kita hanya tinggal perbaiki sedikit lagi,” tambah pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
Untuk pendanaan, pengurus PSMS mengharapkan bantuan dari pengusaha-pengusaha di Medan. Saat ini sedang dalam tahap pengajuan. “Kita harapkan donasi dari pengusaha-pengusaha Medan yang peduli dengan PSMS. Untuk saat ini, baru ada satu yang sudah deal,” tuturnya.
Sayangnya, mengenai nama orang budiman tersebut masih dirahasiakan Idris. Pasalnya, yang bersangkutan memang tidak ingin disebutkan namanya. “Beliau memang tidak ingin namanya disebutkan. Yang jelas dari kalangan pengusaha Medan. Kita juga berharap yang lain bisa ikut membantu,” tutup Idris
Menurut Sekum PSMS, Idris SE, waktu libur kompetisi ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan kawasan yang terletak di area Kampung Madras tersebut. “Stadion akan kita tutup selama dua bulan ke depan dan kita akan lakukan perbaikan. Karena memang tim sedang tidak ada aktivitas, karena latihan diliburkan sampai 12 Mei (sebelumnya ditulis 12 April, Red) nanti,” ucap Idris.
Stadion Kebun Bunga yang menjadi tempat aktivitas latihan paling mendesak untuk dibenahi. Pasalnya, kondisi stadion yang sarat sejarah itu memang cukup parah, terutama di bagian lapangan. Tanah yang keras dan bergelombang kerap membuat para pemain dan pelatih mengeluh. Selain tidak nyaman, juga akan berakibat fatal pada cederanya pemain. Beberapa pemain sempat mengalami cedera karena kondisi tersebut.
“Memang yang paling menjadi perhatian kita yakni di sektor lapangan. Tanah yang tidak rata akan kita timbun dan kita ratakan. Supaya pemain bisa leluasa untuk latihan,” ujarnya.
Sementara bagian tepi-tepi lapangan akan diperindah agar terlihat menarik. Nantinya Stadion ini akan coba diberdayakan untuk menarik sponsor. “Selesai renovasi kita menerima jika nantinya ada perusahaan-perusahaan yang mau menaruh papan reklame di sisi lapangan. Seperti, di Stadion Teladan. Bagi yang berminat bisa datang langsung ke sekretariat PSMS di Kebun Bunga,” ucapnya.
Sedangkan untuk mes menginap pemain akan dilakukan sedikit pembenahan. “Sebelumnya kan sudah sempat diperbaiki. Jadi kita hanya tinggal perbaiki sedikit lagi,” tambah pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
Untuk pendanaan, pengurus PSMS mengharapkan bantuan dari pengusaha-pengusaha di Medan. Saat ini sedang dalam tahap pengajuan. “Kita harapkan donasi dari pengusaha-pengusaha Medan yang peduli dengan PSMS. Untuk saat ini, baru ada satu yang sudah deal,” tuturnya.
Sayangnya, mengenai nama orang budiman tersebut masih dirahasiakan Idris. Pasalnya, yang bersangkutan memang tidak ingin disebutkan namanya. “Beliau memang tidak ingin namanya disebutkan. Yang jelas dari kalangan pengusaha Medan. Kita juga berharap yang lain bisa ikut membantu,” tutup Idris
Seleksi Digelar 26 April
MEDAN-Menyambut Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011, PSMS akan menggelar seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (26/4) mendatang. Seleksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut akan melibatkan pemain usia 19 tahun hingga 25 tahun.
Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga usai memimpin rapat pengurus, Senin (5/4). “Seleksi ini kita gelar dalam rangka persiapan tim lapis kedua PSMS. Nantinya pemain yang memiliki potensi mencukupi akan kita promosikan ke skuad inti PSMS. Jadi kaderisasi pemain tetap berjalan dan PSMS tidak akan kesulitan dalam masalah pemain,” ucap Idris.
Seleksi sendiri lanjutnya akan berlangsung selama sepekan di bawah pengawasan tim pemandu bakat yang dipimpin Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian,
Syamsir Alamsyah dan Wiluyo sebagai anggota. Mereka juga didampingi dua tim kesehatan yaitu dr Rori Pane dan dr Nasrul Anas. Idris sendiri sebagai Ketua Tim akan langsung memantau jalannya seleksi didampingi Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan H Sakiruddin SE dari Dispora Sumut.
“Memang ini menjadi beban tambahan. Tapi ini harus dilakukan untuk mencegah adanya permainan dalam proses seleksi nanti. Kita menginginkan pemain yang berkualitas yang memenuhi kriteria penilaian,” tegasnya.
Para pemain yang berkeinginan mengikuti seleksi terlebih dahulu mendaftarkan diri ke sekretariat PSMS stadion Kebun Bunga Medan pada 19 hingga 23 April dengan membawa bio data.
Kepada seluruh perkumpulan sepak bola klub anggota PSMS diharapkan dapat mengirimkan para pemainnya untuk mengikuti seleksi tersebut.
Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir dihunjuk sebagai project officer tim usia 19-25 tahun. “Untuk kedua kategori seperti yang disebutkan tadi para pemain saat mendaftarkan dirinya harus menyertai bio data,” kata Idris. (jul)
Demikian Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga usai memimpin rapat pengurus, Senin (5/4). “Seleksi ini kita gelar dalam rangka persiapan tim lapis kedua PSMS. Nantinya pemain yang memiliki potensi mencukupi akan kita promosikan ke skuad inti PSMS. Jadi kaderisasi pemain tetap berjalan dan PSMS tidak akan kesulitan dalam masalah pemain,” ucap Idris.
Seleksi sendiri lanjutnya akan berlangsung selama sepekan di bawah pengawasan tim pemandu bakat yang dipimpin Zulkarnaen Pasaribu didampingi Ismail Ruslan, Amrustian,
Syamsir Alamsyah dan Wiluyo sebagai anggota. Mereka juga didampingi dua tim kesehatan yaitu dr Rori Pane dan dr Nasrul Anas. Idris sendiri sebagai Ketua Tim akan langsung memantau jalannya seleksi didampingi Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan H Sakiruddin SE dari Dispora Sumut.
“Memang ini menjadi beban tambahan. Tapi ini harus dilakukan untuk mencegah adanya permainan dalam proses seleksi nanti. Kita menginginkan pemain yang berkualitas yang memenuhi kriteria penilaian,” tegasnya.
Para pemain yang berkeinginan mengikuti seleksi terlebih dahulu mendaftarkan diri ke sekretariat PSMS stadion Kebun Bunga Medan pada 19 hingga 23 April dengan membawa bio data.
Kepada seluruh perkumpulan sepak bola klub anggota PSMS diharapkan dapat mengirimkan para pemainnya untuk mengikuti seleksi tersebut.
Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir dihunjuk sebagai project officer tim usia 19-25 tahun. “Untuk kedua kategori seperti yang disebutkan tadi para pemain saat mendaftarkan dirinya harus menyertai bio data,” kata Idris. (jul)
Dapat Dukungan Menteri
MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.
Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.
Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.
Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.
Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.
“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).
Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.
Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.
Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.
“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)
Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.
Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.
Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.
Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.
“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).
Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.
Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.
Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.
“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)
Dapat Dukungan Menteri
MEDAN-Kondisi PSMS yang terus menurun memang memprihatinkan semua pihak. Setelah terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL), musim ini pun sempat terancam turun ke Divisi I jika pada pertandingan terakhir gagal mengalahkan Persires.
Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.
Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.
Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.
Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.
“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).
Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.
Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.
Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.
“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)
Ditengarai itu bisa terjadi karena selama ini PSMS selalu bergantung kepada APBD. Nah ketika pengunaan APBD dilarang, tak pelak, banyak pengurus yang kelimpungan, bahkan ada pula yang mundur dari jabatannya karena tak mampu menanggulangi untuk mendatangkan pemain andal.
Kondisi semakin parah ketika sejumah pemain asing yang direkrut tidak tak mampu mendongkrak performa tim.
Memang perekrutan pemain tidak berdasarkan kualitas lagi, melainkan berdasarkan kemampuan keuangan.
Kendati begitu, target untuk mencapai ISL di musim depan yang didengungkan pengurus melalui Sekretaris Umum Idris SE dianggap menjadi momentum untuk memecahkan kebuntuan. Meskipun bisa dipastikan untuk langkah ke arah sana cukup banyak aral yang melintang.
Syukurnya, saat ini masih ada juga pihak-pihak yang turut memperhatikan dan merasa prihatin dengan kondisi ini. Salah satunya adalah perhatian yang didapat dari Kementerian Pemberdayaan Wanita, Sri Linda Agum Gumelar yang disampaikan kepada salah seorang pengurus PSMS Julius Raja saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
Seperti yang sampaikan Julius Raja bahwa Sri Linda Agum Gumelar yang alumni SMU Negeri 1 Medan ini menyampaikan keprihatinannya terhadap PSMS dan berjanji untuk membantu semampunya.
“Saya dua kali bertemu dengan Ibu Linda Agum Gumelar di Hotel Santika dan Stadion Kanjuruan. Di kedua pertemuan itu beliau hanya menanyakan penyebab kemunduran PSMS,” ucap Julius Raja kepada Sumut Pos yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Senin (5/4).
Pada kesempatan itu lanjut Julius Raja, Sri Linda Agum Gumelar menyarankan agar PSMS secara resmi mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Wanita. Pengajuan itu akan menjadi jalan untuk memberi bantuan finansial kepada PSMS.
Menanggapi hal itu Idris SE selaku Sekretaris Umum PSMS menyambut positif. Dirinya berencana akan menggelar pertemuan untuk membahas tindak lanjut tawaran tersebut.
“Ya kita sangat berterimakasih dengan perhatian yang diberikan kepada PSMS. Tapi ada baiknya hal ini kita bahas di tataran pengurus sehingga tidak menjadi polemik,” ucap Idris.
Idris pun menghimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam perjalanan PSMS menuju ISL pada 2011 mendatang. Beberapa program pun sudah disiapkan untuk mengatasi masalah keuangan yang selama ini.
“Kita juga menghimbau kiranya pengusaha maupun perusahaan yang ada di Kota Medan dapat berpartisipasi. Bagaimanapun PSMS adalah ikon Kota Medan yang juga milik masyarakat Kota Medan itu sendiri,” pungkasnya. (jul)
Zulkarnaen Pasaribu Pelatih PSMS Musim Depan
Zulkarnaen Pasaribu dipastikan menjadi pelatih PSMS menatap gelaran Devisi Utama musim mendatang. Demikian hasil rapat pengurus yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (5/4) saat memutuskan Zulkarnaen Pasaribu sebagai pelatih kepala PSMS.
“Ya seluruh pengurus sudah sepakat menunjuk Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala PSMS. Bang Zul juga akan terlibat di seleksi pemain dalam waktu dekat ini,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang segera menyampaikan pemberitahuan kepada Zulkarnaen Pasaribu.
Seperti yang dipaparkan Idris, nantinya Zulkarnaen akan diberi wewenang penuh untuk menunjuk asisten pelatih yang akan menemaninya menangani si Ayam Kinantan. Begitu juga dalam penunjukan pemain yang akan mengisi skuad PSMS untuk musim 2010-2011 nanti. Dengan demikian keinginan menatap ISL dapat diwujudkan.
“Kita berkaca dari pengalaman di musim 2009/2011 ini. Jadi kita pengurus akan menyerahkan sepenuhnya urusan perekrutan pemain kepada Pelatih Kepala. Karena bagaimanapun yang mengerti teknis dan kebutuhan sebuah tim adalah pelatih. Dari pengurus hanya berharap di 2011 nanti PSMS main di ISL,” bebernya.
Penunjukan Zulkarnaen Pasaribu sendiri lanjut Idris, mengingat keberhasilannya bersama Amrustian dalam memanfaatkan empat pertandingan sisa untuk membuat PSMS bertahan di Divisi Utama. Selain itu, pengurus juga berencana akan merekrut pemain asing asal Asia. Meskipun masih terbuka kemungkinan untuk menggunakan pemain asal Afrika
“Ya seluruh pengurus sudah sepakat menunjuk Bang Zul (sapaan akrab Zulkarnaen Pasaribu, Red) sebagai pelatih kepala PSMS. Bang Zul juga akan terlibat di seleksi pemain dalam waktu dekat ini,” ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang segera menyampaikan pemberitahuan kepada Zulkarnaen Pasaribu.
Seperti yang dipaparkan Idris, nantinya Zulkarnaen akan diberi wewenang penuh untuk menunjuk asisten pelatih yang akan menemaninya menangani si Ayam Kinantan. Begitu juga dalam penunjukan pemain yang akan mengisi skuad PSMS untuk musim 2010-2011 nanti. Dengan demikian keinginan menatap ISL dapat diwujudkan.
“Kita berkaca dari pengalaman di musim 2009/2011 ini. Jadi kita pengurus akan menyerahkan sepenuhnya urusan perekrutan pemain kepada Pelatih Kepala. Karena bagaimanapun yang mengerti teknis dan kebutuhan sebuah tim adalah pelatih. Dari pengurus hanya berharap di 2011 nanti PSMS main di ISL,” bebernya.
Penunjukan Zulkarnaen Pasaribu sendiri lanjut Idris, mengingat keberhasilannya bersama Amrustian dalam memanfaatkan empat pertandingan sisa untuk membuat PSMS bertahan di Divisi Utama. Selain itu, pengurus juga berencana akan merekrut pemain asing asal Asia. Meskipun masih terbuka kemungkinan untuk menggunakan pemain asal Afrika
Monday, April 5, 2010
Pangdam siap dukung PSMS
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M Noer Muis menyatakan kesiapannya mendukung pembentukan tim PSMS Medan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011.
Menurut jendral berbintang dua itu di Stadion Teladan Medan, Selasa, usai memberi selamat kepada Bambang Tri Sanjaya cs yang mengalahkan Persires Rengat 1-0 lewat gol semata wayang Dodi Rahwana, persiapan Ayam Kinantan ini harus dimulai sekarang agar pembentukan timnya benar-benar matang.
Pangdam, langsung menyaksikan laga terakhir Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia ini, menilai PSMS masih banyak kelemahan khususnya masalah stamina dan kualitas pemain yang kurang memiliki semangat juang bertanding tidak seperti masa jayanya di tahun 1960-an.
Kala itu, angkatan Ramli Yatim bersaudara (Ramlan Yatim) dan kawan-kawan menjadi tim tangguh di Indonesia dan bahkan Asia. Tercatat masa itu, mereka pernah menahan tim tangguh dari Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade.
Lalu generasi selanjutnya terdiri dari angkatan Ahmadsyah Ipong Silalahi, Zulkarnaean Pasaribu, Yuswardi, Ronny Paslah cs yang dilanjutkan masa Sunardi B cs menjadikan PSMS tetap tangguh dan dianggap momok menakutkan oleh setiap lawan.
Namun sekarang kehebatan mereka mulai melorot dan ini harus dibangkitkan lagi di masa kepengurusan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin. Didampingi Kapendam I Bukit Barisan Letkol Caj DR H Asren Nasution, Pangdam mengajak para komandan Koramil di Sumut membangkitkan persepakbolaan di daerahnya masing-masing. “Bila ini bisa terwujud, saya yakin akan banyak lahir-lahir bibit pesepakbola berkualitas,” katanya.
“Saya sendiri siap mendukung untuk memajukan persepakbolaan di Medan khsususnya dan Sumut umumnya,” kata mantan pemain PSSI Aceh Junior semasa SLTA dulu.
Terkait itu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik sikap Pangdam dan pihaknya akan mengandeng beliau untuk membentuk tim PSMS yang tangguh menjelang kompetisi mendatang.
Atas keberhasilannya bertahan di Divisi Utama. Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS merencanakan akan menjamu para anak yatim piatu sebagai rasa syukur atas keberhasilan Jecky Pasarella cs di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat (2/4) nanti.
Menurut jendral berbintang dua itu di Stadion Teladan Medan, Selasa, usai memberi selamat kepada Bambang Tri Sanjaya cs yang mengalahkan Persires Rengat 1-0 lewat gol semata wayang Dodi Rahwana, persiapan Ayam Kinantan ini harus dimulai sekarang agar pembentukan timnya benar-benar matang.
Pangdam, langsung menyaksikan laga terakhir Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia ini, menilai PSMS masih banyak kelemahan khususnya masalah stamina dan kualitas pemain yang kurang memiliki semangat juang bertanding tidak seperti masa jayanya di tahun 1960-an.
Kala itu, angkatan Ramli Yatim bersaudara (Ramlan Yatim) dan kawan-kawan menjadi tim tangguh di Indonesia dan bahkan Asia. Tercatat masa itu, mereka pernah menahan tim tangguh dari Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade.
Lalu generasi selanjutnya terdiri dari angkatan Ahmadsyah Ipong Silalahi, Zulkarnaean Pasaribu, Yuswardi, Ronny Paslah cs yang dilanjutkan masa Sunardi B cs menjadikan PSMS tetap tangguh dan dianggap momok menakutkan oleh setiap lawan.
Namun sekarang kehebatan mereka mulai melorot dan ini harus dibangkitkan lagi di masa kepengurusan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin. Didampingi Kapendam I Bukit Barisan Letkol Caj DR H Asren Nasution, Pangdam mengajak para komandan Koramil di Sumut membangkitkan persepakbolaan di daerahnya masing-masing. “Bila ini bisa terwujud, saya yakin akan banyak lahir-lahir bibit pesepakbola berkualitas,” katanya.
“Saya sendiri siap mendukung untuk memajukan persepakbolaan di Medan khsususnya dan Sumut umumnya,” kata mantan pemain PSSI Aceh Junior semasa SLTA dulu.
Terkait itu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyambut baik sikap Pangdam dan pihaknya akan mengandeng beliau untuk membentuk tim PSMS yang tangguh menjelang kompetisi mendatang.
Atas keberhasilannya bertahan di Divisi Utama. Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS merencanakan akan menjamu para anak yatim piatu sebagai rasa syukur atas keberhasilan Jecky Pasarella cs di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat (2/4) nanti.
KONI mengelar syukuran
Bertempat di Mess Kebun Bunga siang tadi, pengurus, manajemen dan KONI Medan mengundang seratus anak yatim dari Yayasan Al-Washliyah, Kecamatan Gedung Johor dan Yayasan Zending Islam dalam syukuran PSMS Medan.
Turut hadir pada gelaran itu di antaranya Sekum PSMS Idris SE, Manajer Drs Hendra DS, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis dan mantan Pj Walikota Medan, Rahudman Harahap.
Bersama dengan segenap pemain Ayam Kinantan, tak henti-hentinya ucapan syukur dikumandangkan atas keberhasilan PSMS bertahan di Divisi Utama. Tak lupa doa dipanjatkan agar PSMS meraih prestasi lebih baik di musim depan.
“Ini merupakan wujud syukur kita atas keberhasilan bertahan di Divisi Utama. Untuk itu, kita berikan sedikit santunan kepada seratus anak yatim. Kita mencoba berbagilah dengan mereka yang membutuhkan,” kata Sekum PSMS, Idris SE.
Pada kesempatan itu, mantan Pj Walikota Rahudman Harahap mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh pemain menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi. “Ini berbicara tentang harga diri kota Medan dan perjuangan kalian berhasil menyelamatkan PSMS. Ini merupakan kerja keras kalian,” ujarnya di hadapan M Affan Lubis cs.
Menurutnya, kondisi sulit yang terjadi belakangan ini di tubuh PSMS menjadi cambuk bagi seluruh awak tim untuk lebih baik lagi di kesempatan berikutnya. “Baik itu pengurus, manajemen, pelatih maupun pemain harus berfikir cara meningkatkan kualitas PSMS lebih baik ke depannya. Tentunya dengan manajemen yang modern dan pengayoman pengurus terhadap pemain itu bisa dilakukan,” pesannya.
Diakui Rahudman, situasi yang terjadi belakangan kurang menguntungkan bagi PSMS. Yang paling krusial akibat minimnya dana untuk pembiayaan kebutuhan tim selama satu musim kompetisi.
“Saya tahu PSMS belakangan dalam kondisi sulit dalam pendanaan. Untuk itu, anggaran PSMS dari APBD harus lebih ditingkatkan. Bahkan kalau perlu sampai 10 kali lipat,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kondisi PSMS harus menjadi perhatian bagi Walikota Medan mendatang. “PSMS adalah harga diri kota Medan dan ini tanggung jawab moral bagi Walikota Medan. Jadi siapapun Walikota Medan nanti, ke depannya harus bertanggung jawab dan memperhatikan kondisi Ayam Kinantan,” kata Rahudman lagi.
Turut hadir pada gelaran itu di antaranya Sekum PSMS Idris SE, Manajer Drs Hendra DS, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis dan mantan Pj Walikota Medan, Rahudman Harahap.
Bersama dengan segenap pemain Ayam Kinantan, tak henti-hentinya ucapan syukur dikumandangkan atas keberhasilan PSMS bertahan di Divisi Utama. Tak lupa doa dipanjatkan agar PSMS meraih prestasi lebih baik di musim depan.
“Ini merupakan wujud syukur kita atas keberhasilan bertahan di Divisi Utama. Untuk itu, kita berikan sedikit santunan kepada seratus anak yatim. Kita mencoba berbagilah dengan mereka yang membutuhkan,” kata Sekum PSMS, Idris SE.
Pada kesempatan itu, mantan Pj Walikota Rahudman Harahap mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh pemain menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi. “Ini berbicara tentang harga diri kota Medan dan perjuangan kalian berhasil menyelamatkan PSMS. Ini merupakan kerja keras kalian,” ujarnya di hadapan M Affan Lubis cs.
Menurutnya, kondisi sulit yang terjadi belakangan ini di tubuh PSMS menjadi cambuk bagi seluruh awak tim untuk lebih baik lagi di kesempatan berikutnya. “Baik itu pengurus, manajemen, pelatih maupun pemain harus berfikir cara meningkatkan kualitas PSMS lebih baik ke depannya. Tentunya dengan manajemen yang modern dan pengayoman pengurus terhadap pemain itu bisa dilakukan,” pesannya.
Diakui Rahudman, situasi yang terjadi belakangan kurang menguntungkan bagi PSMS. Yang paling krusial akibat minimnya dana untuk pembiayaan kebutuhan tim selama satu musim kompetisi.
“Saya tahu PSMS belakangan dalam kondisi sulit dalam pendanaan. Untuk itu, anggaran PSMS dari APBD harus lebih ditingkatkan. Bahkan kalau perlu sampai 10 kali lipat,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kondisi PSMS harus menjadi perhatian bagi Walikota Medan mendatang. “PSMS adalah harga diri kota Medan dan ini tanggung jawab moral bagi Walikota Medan. Jadi siapapun Walikota Medan nanti, ke depannya harus bertanggung jawab dan memperhatikan kondisi Ayam Kinantan,” kata Rahudman lagi.
Lokal bertahan, Asing terbuang
PSMS segera menentukan langkahnya ke depan mengingat ambisi menggapai Liga Super Indonesia 2011 bukan hal mudah. Langkah pertama yang dilakukan pengurus dan manajemen adalah menentukan nasib para pemain yang ada saat ini.
Kepastian pun terjawab setelah pertemuan internal antara pengurus, manajemen dengan seluruh pemain PSMS di mess Kebun Bunga kemarin. Pertemuan itu menghasilkan keputusan di mana para pemain lokal tetap dipertahankan dan trio pemain asing tidak akan digunakan lagi jasanya.
Ini berarti Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe akan segera angkat kaki dari PSMS. Kontribusi ketiga pemain asing itu dianggap minim oleh pengurus dan manajemen.
“Kita sepakat untuk melepas ketiga pemain asing yang ada saat ini, sementara pemain lokal akan kita pertahankan dan libatkan pada pembentukan tim pertengahan April nanti,” kata Sekum PSMS Idris SE didampingi Manajer Drs Hendra DS.
Untuk penyelesaian hak ketiga legiun asing berupa gaji, pengurus dan manajemen berjanji segera melunasinya pada medio April nanti. Untuk pemain lokal yang dipertahankan, mereka akan tetap dibayarkan gajinya per bulan sampai Juli mendatang.
Uniknya, Saha cs memang tidak berniat lagi untuk memperkuat skuad Ayam Kinantan. Sebelum pertemuan, Saha malah menegaskan dirinya akan mencoba peruntungan di klub lain. “Di PSMS? Kayaknya nggak lagi lah,” katanya.
Sementara untuk kursi pelatih, PSMS berniat mempertahankan duet Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk musim depan. "Memang belum ada pembicaraan langsung dengan mereka, tapi kita berniat untuk mempertahankan keduanya," ujar Hendra.
Keduanya juga dipercaya sebagai tim pencari bakat bersama Suyono dan Jamaluddin Hutauruk pada seleksi yang akan digelar pertengahan April nanti. Seleksi juga akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut (Disporasu).
“Kita harapkan klub-klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain-pemain terbaiknya. Untuk pemain lokal yang ada saat ini, kami himbau agar masing-masing tetap menjaga kondisi,” ujar Idris.
Kepastian pun terjawab setelah pertemuan internal antara pengurus, manajemen dengan seluruh pemain PSMS di mess Kebun Bunga kemarin. Pertemuan itu menghasilkan keputusan di mana para pemain lokal tetap dipertahankan dan trio pemain asing tidak akan digunakan lagi jasanya.
Ini berarti Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe akan segera angkat kaki dari PSMS. Kontribusi ketiga pemain asing itu dianggap minim oleh pengurus dan manajemen.
“Kita sepakat untuk melepas ketiga pemain asing yang ada saat ini, sementara pemain lokal akan kita pertahankan dan libatkan pada pembentukan tim pertengahan April nanti,” kata Sekum PSMS Idris SE didampingi Manajer Drs Hendra DS.
Untuk penyelesaian hak ketiga legiun asing berupa gaji, pengurus dan manajemen berjanji segera melunasinya pada medio April nanti. Untuk pemain lokal yang dipertahankan, mereka akan tetap dibayarkan gajinya per bulan sampai Juli mendatang.
Uniknya, Saha cs memang tidak berniat lagi untuk memperkuat skuad Ayam Kinantan. Sebelum pertemuan, Saha malah menegaskan dirinya akan mencoba peruntungan di klub lain. “Di PSMS? Kayaknya nggak lagi lah,” katanya.
Sementara untuk kursi pelatih, PSMS berniat mempertahankan duet Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk musim depan. "Memang belum ada pembicaraan langsung dengan mereka, tapi kita berniat untuk mempertahankan keduanya," ujar Hendra.
Keduanya juga dipercaya sebagai tim pencari bakat bersama Suyono dan Jamaluddin Hutauruk pada seleksi yang akan digelar pertengahan April nanti. Seleksi juga akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut (Disporasu).
“Kita harapkan klub-klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain-pemain terbaiknya. Untuk pemain lokal yang ada saat ini, kami himbau agar masing-masing tetap menjaga kondisi,” ujar Idris.
Pengakuan Saha
Usai sudah kisah tiga legiun asing PSMS Medan. Keputusan pengurus dan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Ikfepua Osas Marvellous Saha, Ogochukwu Daniel dan Nyeck Nyobe mengakhiri kiprah trio asing itu di Medan.
Namun ternyata keputusan tersebut memang sejalan keinginan ketiganya untuk tak lagi mengenakan kaos kebesaran PSMS. Seperti pengakuan striker PSMS asal Nigeria, Osas Saha, dirinya memang sudah memutuskan segera hengkang ke klub lain. Baginya, pengalaman semusim di PSMS sudah cukup membuatnya jenuh.
“Sudah cukuplah. Saya tidak akan bertahan di sini,” ucap Saha sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang langkahnya ke depan.
Menurut Saha, satu hal yang diperlukan dalam sebuah tim adalah kenyamanan, bukan semata mengejar uang. Karena kenyamanan akan membuat suasana hati tenang dan hal itu yang tidak ia temukan sewaktu membela Ayam Kinantan.
“Kita bisa main bagus jika suasana hati kita senang, tidak sekedar uang. Kalau ada uang tapi hati kita tidak senang, sama saja,” ucap Saha.
Saha mencontohkannya saat membela PSDS musim lalu. Ketika itu suasananya dirasakannya sangat nyaman, meskipun kondisi keuangan klub memaksa mereka terlambat menerima gaji sampai hampir 10 bulan.
“Saya tidak akan pernah lupa waktu main di PSDS. Kebersamaannya sangat tinggi, kita susah dan senang sama-sama. Walau tidak ada uang, kita tetap hepi,” kenang pria yang mengaku bersahabat dengan mantan striker Inter, Obafemi Martins.
Ucapan Saha memang bukan bualan. Terbukti ia mencetak banyak gol untuk skuad Traktor Kuning. 18 gol dalam semusim membuatnya menjadi pujaan publik Deli Serdang dan rekor itu berbanding terbalik musim ini.
Kini Saha meminta pengurus dan Manajemen PSMS segera melunasi haknya berupa sisa gaji sesuai dengan perjanjian kontrak. Ia ingin segera angkat kaki dan tidak ingin menunggu sampai Juli nanti.
Mengenai klub yang akan dia singgahi berikutnya, Saha belum bisa memutuskan. “Lihat saja nanti di TV,” ucap Saha diiringi tawanya.
Namun ternyata keputusan tersebut memang sejalan keinginan ketiganya untuk tak lagi mengenakan kaos kebesaran PSMS. Seperti pengakuan striker PSMS asal Nigeria, Osas Saha, dirinya memang sudah memutuskan segera hengkang ke klub lain. Baginya, pengalaman semusim di PSMS sudah cukup membuatnya jenuh.
“Sudah cukuplah. Saya tidak akan bertahan di sini,” ucap Saha sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya tentang langkahnya ke depan.
Menurut Saha, satu hal yang diperlukan dalam sebuah tim adalah kenyamanan, bukan semata mengejar uang. Karena kenyamanan akan membuat suasana hati tenang dan hal itu yang tidak ia temukan sewaktu membela Ayam Kinantan.
“Kita bisa main bagus jika suasana hati kita senang, tidak sekedar uang. Kalau ada uang tapi hati kita tidak senang, sama saja,” ucap Saha.
Saha mencontohkannya saat membela PSDS musim lalu. Ketika itu suasananya dirasakannya sangat nyaman, meskipun kondisi keuangan klub memaksa mereka terlambat menerima gaji sampai hampir 10 bulan.
“Saya tidak akan pernah lupa waktu main di PSDS. Kebersamaannya sangat tinggi, kita susah dan senang sama-sama. Walau tidak ada uang, kita tetap hepi,” kenang pria yang mengaku bersahabat dengan mantan striker Inter, Obafemi Martins.
Ucapan Saha memang bukan bualan. Terbukti ia mencetak banyak gol untuk skuad Traktor Kuning. 18 gol dalam semusim membuatnya menjadi pujaan publik Deli Serdang dan rekor itu berbanding terbalik musim ini.
Kini Saha meminta pengurus dan Manajemen PSMS segera melunasi haknya berupa sisa gaji sesuai dengan perjanjian kontrak. Ia ingin segera angkat kaki dan tidak ingin menunggu sampai Juli nanti.
Mengenai klub yang akan dia singgahi berikutnya, Saha belum bisa memutuskan. “Lihat saja nanti di TV,” ucap Saha diiringi tawanya.
PSMS Akan Rekrut Pemain Asing dari Asia
Manajemen PSMS Medan berencana merekrut pemain asing dari Asia untuk memperkuat tim tersebut menghadapi lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (LI) tahun 2010/2011 Agustus mendatang.
"Pemain bola dari Asia yang akan dikontrak PSMS itu, berasal dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang," ujar Manajer Tim PSMS, Hendra DS , di Medan, Minggu.
Dengan menggunakan pemain dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang itu, menurut dia, sangat tepat dan pemain dari negara itu dapat dengan mudah menyesuaikan pola dan teknik permainan di PSMS.
Manajemen PSMS sudah saatnya memanfaatkan pemain dari Asia itu, sebab selama ini tim PSMS hanya menggunakan pemain Kamerun, Nigeria, Brazil, Argentina dan dari negara lainnya.
"Untuk putaran kompetisi tahun ini, PSMS akan menggunakan pemain Asia. Pemain Asia yang dipakai itu, tentunya yang memiliki kualitas dan sudah memiliki pengalaman tanding di Asia," kata Hendra.
Ia menambahkan, pemain Asia yang dikontrak atau "dibayar" oleh manajemen PSMS itu adalah mantan-mantan pemain nasional yang terbaik dan sudah punya nama di negara mereka.
Sebelum pemain Asia itu diikat kontrak oleh manajemen PSMS, akan diseleksi lebih dahulu, baik fisik, mental, kesehatan dan lainnya sehingga PSMS akan mendapatkan pemain asing yang benar -benar berkualitas seperti yang diharapkan.
"Manajemen akan memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk menyeleksi ketat para pemain asing itu," tegas Hendra
"Pemain bola dari Asia yang akan dikontrak PSMS itu, berasal dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang," ujar Manajer Tim PSMS, Hendra DS , di Medan, Minggu.
Dengan menggunakan pemain dari Thailand, Korea Selatan atau Jepang itu, menurut dia, sangat tepat dan pemain dari negara itu dapat dengan mudah menyesuaikan pola dan teknik permainan di PSMS.
Manajemen PSMS sudah saatnya memanfaatkan pemain dari Asia itu, sebab selama ini tim PSMS hanya menggunakan pemain Kamerun, Nigeria, Brazil, Argentina dan dari negara lainnya.
"Untuk putaran kompetisi tahun ini, PSMS akan menggunakan pemain Asia. Pemain Asia yang dipakai itu, tentunya yang memiliki kualitas dan sudah memiliki pengalaman tanding di Asia," kata Hendra.
Ia menambahkan, pemain Asia yang dikontrak atau "dibayar" oleh manajemen PSMS itu adalah mantan-mantan pemain nasional yang terbaik dan sudah punya nama di negara mereka.
Sebelum pemain Asia itu diikat kontrak oleh manajemen PSMS, akan diseleksi lebih dahulu, baik fisik, mental, kesehatan dan lainnya sehingga PSMS akan mendapatkan pemain asing yang benar -benar berkualitas seperti yang diharapkan.
"Manajemen akan memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk menyeleksi ketat para pemain asing itu," tegas Hendra
PSMS Hapus Pemain Titipan
Belajar dari masa lalu, Sekretaris Umum PSMS Idris SE akan turun memantau proses pembentukan skuad PSMS yang dipromosikan menuju Indonesia Super League (ISL) pada 2011. Pemain titipan pihak tertentu dipastikan sulit menembus skuad Ayam Kinantan.
“Selama masih ada saya di PSMS, tidak akan ada pemain-pemain titipan. Semua akan dinilai secara objektif. Sekalipun punya nama besar tapi tidak memenuhi penilaian tetap saja tidak masuk. Kita akan coba bersihkan praktik ini dari tubuh PSMS,” tegasnya.
Sebagai pengurus dan pembina salah satu klub sepakbola usia dini di Kota Medan, Idris mengakui bila praktik pemain titipan itu sudah berlangsung lama. Begitu juga dalam perekrutan pemain PSMS belakangan ini. Untuk itu selain membentuk tim pencari bakat, penjaringan pemain pun sepenuhnya akan diserahkan kepada pelatih.
Sepertinya Idris belajar dari proses perekrutan skuad PSMS pada kompetisi musim ini. Tidak seperti biasanya, sebagai Pelatih Kepala Suimin Dihardja justru diserahkan paket pemain oleh pengurus. Rekomendasi dari pelatih mengenai pemain yang diinginkan justru tidak terpenuhi sehubungan keterbatasan dana saat itu.
Pergantian pelatih dari Suimin Dihardja ke Kustiono di tengah musim pun menjadi celah calo pemain untuk bermain. PSMS pun kebobolan dengan menerima Nikwako Ogochukwu Daniel yang tidak dapat turun di empat laga terakhir dengan alasan cedera. Daniel dibawa oleh agennya Omluck Jr setelah dihubungi salah seorang pengurus yang dikabarkan mendapat komisi dari kontrak Daniel.
“Terlebih dahulu kita akan tunjuk pelatih kepala. Nah, pelatih kepala ini kita beri wewenang penuh untuk memilih tim pelatih lainnya begitu juga mengenai pemain yang dibutuhkan untuk mencapai ISL 2011 mendatang,” tambah Idris
“Selama masih ada saya di PSMS, tidak akan ada pemain-pemain titipan. Semua akan dinilai secara objektif. Sekalipun punya nama besar tapi tidak memenuhi penilaian tetap saja tidak masuk. Kita akan coba bersihkan praktik ini dari tubuh PSMS,” tegasnya.
Sebagai pengurus dan pembina salah satu klub sepakbola usia dini di Kota Medan, Idris mengakui bila praktik pemain titipan itu sudah berlangsung lama. Begitu juga dalam perekrutan pemain PSMS belakangan ini. Untuk itu selain membentuk tim pencari bakat, penjaringan pemain pun sepenuhnya akan diserahkan kepada pelatih.
Sepertinya Idris belajar dari proses perekrutan skuad PSMS pada kompetisi musim ini. Tidak seperti biasanya, sebagai Pelatih Kepala Suimin Dihardja justru diserahkan paket pemain oleh pengurus. Rekomendasi dari pelatih mengenai pemain yang diinginkan justru tidak terpenuhi sehubungan keterbatasan dana saat itu.
Pergantian pelatih dari Suimin Dihardja ke Kustiono di tengah musim pun menjadi celah calo pemain untuk bermain. PSMS pun kebobolan dengan menerima Nikwako Ogochukwu Daniel yang tidak dapat turun di empat laga terakhir dengan alasan cedera. Daniel dibawa oleh agennya Omluck Jr setelah dihubungi salah seorang pengurus yang dikabarkan mendapat komisi dari kontrak Daniel.
“Terlebih dahulu kita akan tunjuk pelatih kepala. Nah, pelatih kepala ini kita beri wewenang penuh untuk memilih tim pelatih lainnya begitu juga mengenai pemain yang dibutuhkan untuk mencapai ISL 2011 mendatang,” tambah Idris
Wednesday, March 31, 2010
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS Selamat, Persires Rengat Turun
Permainan keras di babak kedua, PSMS melawan Persires Rengat, Riau, Selasa (30/3) di Stadion Teladan Medan, diakhiri dengan kemenangan klub ayam kinantan. Melalui tembakan keras Dodi Rahwana yang memberi kemenangan bagi PSMS. Sekaligus menjadi keceriaan seribuan pendukung dan official PSMS, di pengujung Divisi Utama Liga Indonesia.
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
PSMS berhasil mempertahanankan posisi di Divisi Utama Liga Indonesia. Kemenangan PSMS 1-0 atas Persires Rengat, dilalui dengan permainan ketat dan panas antara kedua kesebelasan.
Wasit asal Malang, Suwandi bahkan mendapat protes keras pemain Persires Rengat, Taufiq Siregar, dipaksa keluar karena dua kali mendapatkan kartu kuning. Kericuhan di lapangan sempat terjadi.
Taufiq yang digancar kartu kuning kedua setelah menjegal dari belakang, pemain depan PSMS, Ikpeftua Marvellous Osas Saha. Tindakan itu direspon dengan pluit oleh wasit. Gerak badan Taufiq memicu kericuhan di lapangan. Taufiq mendatangi dan menyentuhkan dadanya kepada dada Suwandi. Selama memimpin pertandingan, wasit Suwandi mengeluarkan empat kartu kuning kepada kedua kesebelasan dan satu kartu merah kepada pemain Persires Rengat.
Di babak awal, Persires Rengat nyaris kecolongan tiga gol. Dua peluang mencetak gol gagal dimanfaatkan maksimal oleh Saha, pemain asal Kamerun. Peluang lainnya diperoleh Nyeck Nyobe Georges Clement asal Nigeria. Serangan balik yang dilancarkan anak asuh Syaiful Bahri, nyaris membuat kelabakan Irwin Ramadhana, penjaga gawang PSMS.
Usai turun minum, tempo permainan kedua kesebelasan berlangsung cepat dan keras. Bongkar pasang pemain terus dilakukan kedua kesebelasan. Perangkat offside yang diterapkan pemain Persires Rengat tampak bermanfaat. Beberapa peluang yang diperoleh anak asuh Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian, tak bisa berkutik.
Perangkap offside yang diterapkan Persires Rengat, berhasil merubah keadaan. Dodi Rahwana yang mengantikan Bambang Tri Sanjaya, berhasil memaksa Hendra Wahyudi, penjaga gawang Persires Rengat memungut bola. Tendangan setengah poli yang dilepaskan Dodi, tak bisa dihalau Hendra. Kedudukan berubah menjadi 1-0, bagi kemenangan PSMS hingga pluit babak kedua berakhir.
Manajer PSMS, Hendra DS menyambut baik kemenangan ini. ”Kemenangan ini mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” kata Hendra. Untuk memacu prestasi PSMS, Hendra dan PSMS berjanji akan meraih tiket ke superliga. ”Tahun depan kita akan promosi ke Liga Super Indonesia,” ujar Hendra. Untuk mencapai target itu, Hendra mengaku akan melakukan beberapa transfer pemain.
Pelatih Persires Rengat, Syaiful Bahri mengaku sudah maksimal menerapkan taktik permainan. ”Kita sudah berusaha dengan membongkar pasang pemain. Tapi kewalahan karena pemain dikeluarkan karena kartu merah,” sebut Syaiful.
Klub yang baru promosi ke Divis Utama Liga Indonesia ini, diapstikan terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia. Namun, Syaiful berharap Kongres PSSI mendatang dapat membuat kebijakan baru, dan menyelamatkan klubnya tetap bertahan di Divisi Utama. ”Berharap pada Kongres PSSI agar merubah klub yang terbuang dari Divisi Utama hanya satu klub saja,” ungkapnya
Tuesday, March 30, 2010
Ajak Masyarakat Medan Menjadi Saksi
MEDAN-Sekretaris Umum PSMS Idris SE mengharapkan agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat menyaksikan pertandingan PSMS mengahadapi Persires di Stadion Teladan Medan, Selasa (30/3) nanti.
“Saya mewakili Pengurus PSMS mengharapkan masyarakat Kota Medan bersedia menjadi saksi perjuangan PSMS untuk bertahan di Divisi Utama. Bagaimanapun kehadiran masyarakat merupakan bonus tersendiri dalam memotivasi pemain untuk tampil habis-habisan. Jadilah saksi dari moment yang menentukan ini,” ucap Idris kepada Sumut Pos, Minggu (28/3).
Idris sendiri memastikan kepuasan bagi masyarakat Kota Medan yang menonton pertandingan terakhir PSMS saat menjamu Persires nanti. Pasalnya Idris dan manajemen sudah menghimbau kepada pemain untuk tampil all-out pada laga tersebut. Permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS akan kembali ditampilkan di sepanjang pertandingan.
“Memang selama ini masyarakat kecewa dengan kekalahan yang terus diderita PSMS khususnya di putaran kedua. Tapi saya pastikan bila dibawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, PSMS sudah menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan atas Persih adalah bukti bila pertandingan nanti juga akan berakhir dengan kemenangan untuk PSMS. Mari kita sama-sama merayakannya,” tutur Idris yang juga pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
“Kami pengurus sudah menyiapkan bonus bila PSMS tidak degradasi dari Divisi Utama. Namun kami tahu itu masih kecil dibanding semangat seluruh pemain. Jadi, dengan membeli tiket pertandingan berarti masyarakat Kota Medan turut andil dalam memberikan bonus kepada PSMS,” pungkasnya.
Himbauan Idris tidaklah berlebihan. Meskipun berhasil menundukkan Persih 2-0, PSMS belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi 18 poin, PSMS masih terancam untuk dilewati PSDS yang hanya terpisah satu poin. Pertandingan menghadapi Persires merupakan penentu keberlangsungan PSMS di Divisi Utama musim berikutnya.
Persires yang kini bercokol di dasar klasemen grup I tentunya berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang degradasi. Setelah dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang, pertandingan menghadapi PSMS ini tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi hingga berita ini diturunkan tak satu pun kontestan grup I Divisi Utama yang mengetahui jumlah tim yang akan didegradasi musim ini.
Ditengarai jika pengunduran Musi Banyuasin di awal kompetisi melahirkan pertanyaan, apakah dua tim yang terdegradasi termasuk mereka. Yang pasti manual liga menetapkan dua tim di tiap grup akan didegradasi menyusul naiknya enam tim dari Divisi Satu. (jul)
“Saya mewakili Pengurus PSMS mengharapkan masyarakat Kota Medan bersedia menjadi saksi perjuangan PSMS untuk bertahan di Divisi Utama. Bagaimanapun kehadiran masyarakat merupakan bonus tersendiri dalam memotivasi pemain untuk tampil habis-habisan. Jadilah saksi dari moment yang menentukan ini,” ucap Idris kepada Sumut Pos, Minggu (28/3).
Idris sendiri memastikan kepuasan bagi masyarakat Kota Medan yang menonton pertandingan terakhir PSMS saat menjamu Persires nanti. Pasalnya Idris dan manajemen sudah menghimbau kepada pemain untuk tampil all-out pada laga tersebut. Permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS akan kembali ditampilkan di sepanjang pertandingan.
“Memang selama ini masyarakat kecewa dengan kekalahan yang terus diderita PSMS khususnya di putaran kedua. Tapi saya pastikan bila dibawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, PSMS sudah menemukan permainan terbaiknya. Kemenangan atas Persih adalah bukti bila pertandingan nanti juga akan berakhir dengan kemenangan untuk PSMS. Mari kita sama-sama merayakannya,” tutur Idris yang juga pembina salah satu klub sepakbola usia dini ini.
“Kami pengurus sudah menyiapkan bonus bila PSMS tidak degradasi dari Divisi Utama. Namun kami tahu itu masih kecil dibanding semangat seluruh pemain. Jadi, dengan membeli tiket pertandingan berarti masyarakat Kota Medan turut andil dalam memberikan bonus kepada PSMS,” pungkasnya.
Himbauan Idris tidaklah berlebihan. Meskipun berhasil menundukkan Persih 2-0, PSMS belum sepenuhnya aman. Dengan koleksi 18 poin, PSMS masih terancam untuk dilewati PSDS yang hanya terpisah satu poin. Pertandingan menghadapi Persires merupakan penentu keberlangsungan PSMS di Divisi Utama musim berikutnya.
Persires yang kini bercokol di dasar klasemen grup I tentunya berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari lubang degradasi. Setelah dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang, pertandingan menghadapi PSMS ini tentu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi hingga berita ini diturunkan tak satu pun kontestan grup I Divisi Utama yang mengetahui jumlah tim yang akan didegradasi musim ini.
Ditengarai jika pengunduran Musi Banyuasin di awal kompetisi melahirkan pertanyaan, apakah dua tim yang terdegradasi termasuk mereka. Yang pasti manual liga menetapkan dua tim di tiap grup akan didegradasi menyusul naiknya enam tim dari Divisi Satu. (jul)
Monday, March 29, 2010
Ayam Kinantan Bermandi Pujian
M Affan Lubis dkk sudah membuktikan janjinya untuk tidak mengecewakan masyarakat Kota Medan. Itu setelah Jumat (26/3) di Stadion Teladan Medan, PSMS menundukkan Persih dengan skor 2-0. Meskipun belum pasti aman dari ancaman degradasi, perjuang keras seluruh pemain mendapat sambutan positif dari berbagai pihak.
Sabtu (27/3) Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan melalui Ketua Bidang Organisasi, Nunuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sekretaris Umum PSMS Idris SE di Stadion Kebun Bunga Medan. “Kita sangat berterimakasih dan bangga atas perjuangan para pemain. Bagaimanapun PSMS adalah barometer sepak bola di Kota Medan,” ucapnya.
Dirinya juga berharap kiranya pada pertandingan Selasa (30/3) nanti, semangat yang sama kembali ditampilkan sehingga PSMS bisa bertahan di Divisi Utama musim yang akan datang. Untuk itu, PSSI Kota Medan siap memberikan dukungan moralnya.
“Ya, kita segenap pengurus akan datang menyaksikan pertandingan itu sebagai dukungan moral yang bisa diberikan. Kita tidak akan rela bila PSMS sebagai motivasi pemain muda terdegradasi ke Divisi Satu,” tambahnya.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun menyambut baik dukungan yang diberikan Pengcab PSSI Medan kepada seluruh pemain. “Itu akan sangat membangun semangat para pemain. Begitu juga dengan kehadiran masyarakat Kota Medan yang merupakan bonus tak terkira bagi tim,” ucap Idris.
Menurut Idris, masyarakat yang datang menonton dengan membeli tiket secara tidak langsung memberi bonus kepada seluruh pemain. “Jadi bonus itu tidak harus dalam jumlah yang besar. Kita pengurus memang sudah menyiapkan sejumlah bonus, namun itu tidak ada apa-apanya dari yang dapat diberikan masyarakat yang datang menonton,” jelasnya.
Begitupun dengan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis yang tak hentinya mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS sebagai bentuk dukungan. “Penonton adalah pemain ke-12 PSMS yang berpengaruh pada kemenangan,” imbaunya.
Pengurus PSMS dan KONI Medan sudah menyiapkan bonus bila PSMS bisa bertahan di Divisi Utama. Sudah tentu, masyarakat sebagai pemilik sebenarnya PSMS tidak akan mau kalah. (jul)
Sabtu (27/3) Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan melalui Ketua Bidang Organisasi, Nunuk menyampaikan ucapan selamat kepada Sekretaris Umum PSMS Idris SE di Stadion Kebun Bunga Medan. “Kita sangat berterimakasih dan bangga atas perjuangan para pemain. Bagaimanapun PSMS adalah barometer sepak bola di Kota Medan,” ucapnya.
Dirinya juga berharap kiranya pada pertandingan Selasa (30/3) nanti, semangat yang sama kembali ditampilkan sehingga PSMS bisa bertahan di Divisi Utama musim yang akan datang. Untuk itu, PSSI Kota Medan siap memberikan dukungan moralnya.
“Ya, kita segenap pengurus akan datang menyaksikan pertandingan itu sebagai dukungan moral yang bisa diberikan. Kita tidak akan rela bila PSMS sebagai motivasi pemain muda terdegradasi ke Divisi Satu,” tambahnya.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE pun menyambut baik dukungan yang diberikan Pengcab PSSI Medan kepada seluruh pemain. “Itu akan sangat membangun semangat para pemain. Begitu juga dengan kehadiran masyarakat Kota Medan yang merupakan bonus tak terkira bagi tim,” ucap Idris.
Menurut Idris, masyarakat yang datang menonton dengan membeli tiket secara tidak langsung memberi bonus kepada seluruh pemain. “Jadi bonus itu tidak harus dalam jumlah yang besar. Kita pengurus memang sudah menyiapkan sejumlah bonus, namun itu tidak ada apa-apanya dari yang dapat diberikan masyarakat yang datang menonton,” jelasnya.
Begitupun dengan Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis yang tak hentinya mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang menyaksikan setiap pertandingan kandang PSMS sebagai bentuk dukungan. “Penonton adalah pemain ke-12 PSMS yang berpengaruh pada kemenangan,” imbaunya.
Pengurus PSMS dan KONI Medan sudah menyiapkan bonus bila PSMS bisa bertahan di Divisi Utama. Sudah tentu, masyarakat sebagai pemilik sebenarnya PSMS tidak akan mau kalah. (jul)
Pekerjaan Belum Selesai
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Pekerjaan Belum Selesai
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu memang patut dirayakan. Namun pekerjaan belum selesai. Bagaimanapun kemenangan itu hanyalah pembukaan menuju pertandi ngan sebenarnya yaitu menghadapi Persires, Selasa (30/3) nanti.
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Saat ini PSMS berhasil mempertahankan posisinya di peringkat sembilan klasemen sementara grup 1 pada Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini. Dengan tambahan tiga poin, PSMS menjauhi Persires yang semula menempel. Persires sendiri usai dilibas 0-4 oleh Semen Padang turun ke dasar klasemen menggantikan PSDS yang pada waktu bersamaan menundukkan PSAP dengan skor 1-0 dan naik ke peringkat 10.
PSDS pun hanya terpisah satu poin dari PSMS dan siap menyalip bila terjadi kesalahan pada pertandingan nanti. Apalagi di putaran pertama lalu, PSDS memetik kemenangan 1-0 dari kandang PSSB Bireuen. Ini membuat si Traktor Kuning yakin untuk kembali memetik tiga poin di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Bila itu terwujud, PSDS akan mengemas 20 poin.
Artinya duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian hanya punya satu jalan keluar yaitu memenangkan pertandingan. Hasil seri akan sangat diharamkan pada laga nanti karena PSMS hanya akan mengoleksi 19 poin. PSDS akan melesat meninggalkan Persires dan PSMS di urutan dua terbawah klasmen.
Kondisi ini pun tidak akan enak mengingat belum ada kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI) mengenai jumlah tim yang akan degradasi di masing-masing wilayah. Pengunduran PS Banyuasin pun masih teka-teki mengingat hal itu dilakukan sebelum kompetisi digelar. Yang pasti peraturan manual BLI menyatakan ada dua tim yang terdegradasi musim ini.
Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian pun melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut. Untuk itu keduanya ti dak akan berspekulasi mengenai degradasi musim ini. Kemenangan mutlak adalah target yang dipasang pada laga, Selasa (30/3) nanti. “Ya, kita ti dak akan mengambil resiko karena sampai sekarang tidak ada kepastian dari BLI berapa yang akan didegradasi. Jadi, kita akan berpegang pada manual BLI, dan harus memenangkan pertandingan terakhir nanti,” ucap Amrustian yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (27/3).
Meskipun berhasil menahan Persires saat tandang ke Rengat di putaran pertama lalu, baik Zulkarnaen maupun Amrustian tidak akan anggap remeh pada laga nanti. Pasalnya, Persires yang baru dilibas 0-4 oleh PS Semen Padang akan bertarung habis-habisan untuk lepas dari ancaman degradasi. Keberhasilan menundukkan Persikabo 2-0 merupakan bukti Persires adalah tim yang tak bisa dipandang sebelah mata.
PSMS sendiri punya masalah di lini belakang. Di mana Chiko Maradona dipastikan absen karena akumulasi kartu yang didapat saat menantang PSAP dan Persih. Untunglah Deny Wahyudi dikabarkan sudah sembuh dari cedera yang memaksanya absen. “Dua hari ini akan kita lihat perkembangan anak-anak. Memang tidak ada masalah untuk mengisi kekosongan posisi Chiko meski materi kita sedikit. Masih ada Deny dan itu akan kita maksimalkan. Kita hanya berharap pengurus tidak mengecewakan harapan para pemain,” jelas Amrustian. (jul)
Makin Yakin
MEDAN-Kemenangan 2-0 atas Persih yang baru diraih meningkatkan rasa percaya diri skuad PSMS menatap laga terakhir sekaligus penentu, Selasa (30/3) nanti dengan menjamu Persires. Hal itu pula yang ditunjukkan dalam latihan, Minggu (28/3) sore yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di bawah arahan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, M Affan Lubis dkk melaksanakan semua materi, simulasi, shooting, dan game dengan baik. Beberapa gol berhasil dicetak striker PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang dimanjakan assist dari Faizal Azmi. “Anak-anak tetap menunjukkan semangatnya bahkan terus meningkat. Mereka tetap menjaga komitmennya untuk membela PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sampai menyelesaikan pertandingan, Selasa (30/3) nanti,” ucap Amrustian usai latihan.
Pemandangan serupa terlihat pada latihan menjelang laga menghadapi Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSMS dengan skor 2-0. Dua gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Nyeck Nyobe dan Osas Saha yang didukung dengan permainan rap-rap dari seluruh pemain. “Kita tidak akan mengadakan perubahan karena pola ini yang diinginkan masyarakat Kota Medan dan fans PSMS. Jadi tinggal melihat kesiapan pemain yang akan diturunkan. Yang penting bagaimana semangat anak-anak untuk turun dan bertarung habis-habisan. Kita tidak akan melihat label lagi,” tambahnya.
Kabar baik lainnya seluruh pemain dalam kondisi fit. Deny Wahyudi pun dipastikan siap untuk diturunkan mengisi posisi Chiko Maradona yang harus absen karena akumulasi kartu di lini belakang. Sebelumnya Deny cedera spear, hal ini membuat Deny yang musim sebelumnya membela PSDS harus absen saat menjamu Persih. Begitu juga gelandang PSMS, Daniel.
“Deny sudah sangat fit dan saat menghadapi Persih juga dia sudah mengenakan kostum PSMS kok. Saya yakin dia sudah bisa diturunkan. Kalau Daniel memang dia tidak diturunkan oleh pelatih. Tapi saya lihat dia juga sudah bisa kok diturunkan. Yang pasti tidak ada pemain yang bermasalah,” ucap Medis PSMS Dr Rorywansyah yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (28/3).
Adapun Daniel yang mengalami ganguan perut harus absen di dua laga tandang PSMS; PSSB dan PSAP dan kandangnya saat menjamu Persih di Stadion Teladan Medan. Memang dalam latihan terlihat Daniel seperti kesakitan setiap melakukan tendangan yang keras. Bagaimanapun penampilannya akan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemenangan.
Begitu juga dengan Tri Yudha Handoko yang menjadi inspirator gol Saha saat menundukkan Persih. Bersama Faizal Azmi, dirinya akan memanjakan Saha di barisan depan. Agresivitas Saiful Ramadhan pun diharapkan dalam memainkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Kepercayaan diri punggawa PSMS tampaknya semakin jadi. Pasalnya, pengurus dan manajemen PSMS ternyata telah mencairkan bonus untuk skuad Ayam Kinantan. Setidaknya ini dipastikan oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu (28/3). “Rp15 Juta dari pengurus dan manajemen sudah kita berikan kemarin (Sabtu, Red). Besok (hari ini, Red) sebagai penambah semangat, pihak KONI Medan juga mengajak skuad makan siang. Kita harapkan pemain bisa maksimal dan meraih kemenangan,” jelas Idris. (jul)
Di bawah arahan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian, M Affan Lubis dkk melaksanakan semua materi, simulasi, shooting, dan game dengan baik. Beberapa gol berhasil dicetak striker PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang dimanjakan assist dari Faizal Azmi. “Anak-anak tetap menunjukkan semangatnya bahkan terus meningkat. Mereka tetap menjaga komitmennya untuk membela PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Kita berharap kondisi ini terus terjaga sampai menyelesaikan pertandingan, Selasa (30/3) nanti,” ucap Amrustian usai latihan.
Pemandangan serupa terlihat pada latihan menjelang laga menghadapi Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) lalu. Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSMS dengan skor 2-0. Dua gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Nyeck Nyobe dan Osas Saha yang didukung dengan permainan rap-rap dari seluruh pemain. “Kita tidak akan mengadakan perubahan karena pola ini yang diinginkan masyarakat Kota Medan dan fans PSMS. Jadi tinggal melihat kesiapan pemain yang akan diturunkan. Yang penting bagaimana semangat anak-anak untuk turun dan bertarung habis-habisan. Kita tidak akan melihat label lagi,” tambahnya.
Kabar baik lainnya seluruh pemain dalam kondisi fit. Deny Wahyudi pun dipastikan siap untuk diturunkan mengisi posisi Chiko Maradona yang harus absen karena akumulasi kartu di lini belakang. Sebelumnya Deny cedera spear, hal ini membuat Deny yang musim sebelumnya membela PSDS harus absen saat menjamu Persih. Begitu juga gelandang PSMS, Daniel.
“Deny sudah sangat fit dan saat menghadapi Persih juga dia sudah mengenakan kostum PSMS kok. Saya yakin dia sudah bisa diturunkan. Kalau Daniel memang dia tidak diturunkan oleh pelatih. Tapi saya lihat dia juga sudah bisa kok diturunkan. Yang pasti tidak ada pemain yang bermasalah,” ucap Medis PSMS Dr Rorywansyah yang dihubungi Sumut Pos, Minggu (28/3).
Adapun Daniel yang mengalami ganguan perut harus absen di dua laga tandang PSMS; PSSB dan PSAP dan kandangnya saat menjamu Persih di Stadion Teladan Medan. Memang dalam latihan terlihat Daniel seperti kesakitan setiap melakukan tendangan yang keras. Bagaimanapun penampilannya akan sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemenangan.
Begitu juga dengan Tri Yudha Handoko yang menjadi inspirator gol Saha saat menundukkan Persih. Bersama Faizal Azmi, dirinya akan memanjakan Saha di barisan depan. Agresivitas Saiful Ramadhan pun diharapkan dalam memainkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Kepercayaan diri punggawa PSMS tampaknya semakin jadi. Pasalnya, pengurus dan manajemen PSMS ternyata telah mencairkan bonus untuk skuad Ayam Kinantan. Setidaknya ini dipastikan oleh Sekretaris Umum PSMS Idris SE kepada Sumut Pos, Minggu (28/3). “Rp15 Juta dari pengurus dan manajemen sudah kita berikan kemarin (Sabtu, Red). Besok (hari ini, Red) sebagai penambah semangat, pihak KONI Medan juga mengajak skuad makan siang. Kita harapkan pemain bisa maksimal dan meraih kemenangan,” jelas Idris. (jul)
Saturday, March 27, 2010
PSMS Kalahkan Persih 2-0
PSMS Medan mengalahkan Persih Tembilahan dengan skor 2-0 (1-0) pada lanjutan kompetisi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Jumat.
Gol pertama PSMS diciptakan Nyeck Nyobe Georges Clement pada menit ke-11 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persih, Agus Salim.
Persih yang kecolongan 0-1 berusaha melancarkan serangan melalui beberapa pemain seperti Pablo Rojas, Leonardo Veron, Mahadirga dan Riky Ohorela, namun selalu berhasil dihalau barisan pertahanan PSMS yang dimotori Chiko Maradona, Syaiful Ramadhan dan Hary Saputra.
Penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana juga harus bekerja ektra keras menyelamatkan gawangnya.
Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-77, Ikpepua Marvelllous Osas Saha berhasil menggandakan kemenangan tuan rumah melalui sebuah serangan balik.
Pada pertandingan itu, wasit Asrizal (Padang) menghadiahi tiga kartu kuning kepada pemain Persih, masing-masing Sumardi, Doni Famansyah dan Glen Paloakan.
Kemenangan itu belum menjamin PSMS aman dari ancaman degradasi.
Partai yang sangat menentukan akan terjadi saat PSMS menjamu Persires Rengat, Selasa (30/3) pekan depan. Jika memang, PSMS akan bertahaan di Divisi Utama
Gol pertama PSMS diciptakan Nyeck Nyobe Georges Clement pada menit ke-11 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persih, Agus Salim.
Persih yang kecolongan 0-1 berusaha melancarkan serangan melalui beberapa pemain seperti Pablo Rojas, Leonardo Veron, Mahadirga dan Riky Ohorela, namun selalu berhasil dihalau barisan pertahanan PSMS yang dimotori Chiko Maradona, Syaiful Ramadhan dan Hary Saputra.
Penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhana juga harus bekerja ektra keras menyelamatkan gawangnya.
Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-77, Ikpepua Marvelllous Osas Saha berhasil menggandakan kemenangan tuan rumah melalui sebuah serangan balik.
Pada pertandingan itu, wasit Asrizal (Padang) menghadiahi tiga kartu kuning kepada pemain Persih, masing-masing Sumardi, Doni Famansyah dan Glen Paloakan.
Kemenangan itu belum menjamin PSMS aman dari ancaman degradasi.
Partai yang sangat menentukan akan terjadi saat PSMS menjamu Persires Rengat, Selasa (30/3) pekan depan. Jika memang, PSMS akan bertahaan di Divisi Utama
Friday, March 26, 2010
PSMS Dukungan Penuh Penonton
Sore ini di Stadion Teladan Medan, PSMS akan menjamu Persih dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010. Laga ini pun merupakan penentu apakah PSMS masih akan berlaga di Divisi Utama atau terdegradasi ke Divisi Satu di musim yang akan datang. Begitu juga dengan laga terakhir, Selasa (30/3) nanti.
Meskipun persiapan tim sudah ditangani duet pelatih kawakan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian (baca preview di halaman 15), namun M Affan Lubis dkk sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Kota Medan. Peran penonton pun kerap diidentikkan sebagai pemain ke-12 yang berpengaruh besar pada kemenangan sebuah tim.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE sangat mengharapkan kehadiran masyarakat Kota Medan di dua laga kandang terakhir PSMS ini. Bahkan untuk itu Idris yang juga Ketua Panitia Divisi Utama di Medan menurunkan harga tiket. Adapun harga tiket yang diterapkan adalah Rp50.000 untuk VIP, Rp35.000 untuk tribun tertutup, dan Rp10.000 untuk tribun terbuka. Selain penurunan tiket, panitia juga akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Selain itu, karena pertandingan digelar di hari kerja, Panpel mengundurkan jadwal dan dimulai pukul 16.30 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sejak awal.
“Kita berharap pertandingan besok (hari ini, Red) seluruh masyarakat Kota Medan datang untuk memberi dukungan kepada PSMS. Karena dua laga kandang ini adalah hidup mati di Divisi Utama. Mari kita penuhi Stadion Teladan Medan dan menjadi saksi perjuangan skuad PSMS keluar dari ancaman degradasi,” ucap Idris yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (25/3).
Besarnya pengaruh penonton terhadap kemenangan PSMS di dua laga kandang ini pun dibenarkan pelatih kawakan Suimin Dihardja. “Kita semua tentu berharap PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Saya juga tidak rela kalau PSMS terdegradasi. Mari kita ramaikan Stadion Teladan sebagai dukungan moral untuk PSMS,” ucap Suimin. [jul/sumutpos]
Meskipun persiapan tim sudah ditangani duet pelatih kawakan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian (baca preview di halaman 15), namun M Affan Lubis dkk sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat Kota Medan. Peran penonton pun kerap diidentikkan sebagai pemain ke-12 yang berpengaruh besar pada kemenangan sebuah tim.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE sangat mengharapkan kehadiran masyarakat Kota Medan di dua laga kandang terakhir PSMS ini. Bahkan untuk itu Idris yang juga Ketua Panitia Divisi Utama di Medan menurunkan harga tiket. Adapun harga tiket yang diterapkan adalah Rp50.000 untuk VIP, Rp35.000 untuk tribun tertutup, dan Rp10.000 untuk tribun terbuka. Selain penurunan tiket, panitia juga akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Selain itu, karena pertandingan digelar di hari kerja, Panpel mengundurkan jadwal dan dimulai pukul 16.30 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat menyaksikan pertandingan sejak awal.
“Kita berharap pertandingan besok (hari ini, Red) seluruh masyarakat Kota Medan datang untuk memberi dukungan kepada PSMS. Karena dua laga kandang ini adalah hidup mati di Divisi Utama. Mari kita penuhi Stadion Teladan Medan dan menjadi saksi perjuangan skuad PSMS keluar dari ancaman degradasi,” ucap Idris yang ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (25/3).
Besarnya pengaruh penonton terhadap kemenangan PSMS di dua laga kandang ini pun dibenarkan pelatih kawakan Suimin Dihardja. “Kita semua tentu berharap PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Saya juga tidak rela kalau PSMS terdegradasi. Mari kita ramaikan Stadion Teladan sebagai dukungan moral untuk PSMS,” ucap Suimin. [jul/sumutpos]
PSMS Menunggu List Copa
JAKARTA - Menghuni papan bawah klasemen Wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia 2009/10 membuat peluang PSMS Medan tampil di Copa Indonesia musim ini berat, karena hanya akan masuk waiting list.
Hal itu terkait dengan kebijakan PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi non amatir sepakbola nasional, yang hanya mengikutkan 12 tim dari kasta kedua di turnamen bergengsi tersebut, yakni hanya mereka yang lolos ke babak kedua.
Sisanya berasal dari 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) saat ini dan dua tim dari divisi satu, sehingga nantinya ada total 32 tim yang akan memperebutkan piala yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini.
“Kebijakan untuk menetapkan peserta seperti itu lebih karena pertimbangan kualitas pertandingan. Karena itu, kami haru menunggu kepastian tim divisi utama yang akan ikut ambil bagian,’ kata Joko dalam keterangan pers usai penanda tangan kerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional RCTI selaku pemegang hak siar Piala Indonesia di Kantor Liga, Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis.
Mengenai peluang PSMS memang belum tertutup dan masih sama seperti tim lain, sebab bisa saja mereka masuk dalam daftar tunggu. Tapi itu pun harus bersaing dengan tim lain yang juga ingin masuk dalam waiting list.
“Daftar tunggu ini memang kami berikan jatah untuk mereka yang tidak memenuhi persyaratan dari segi klasemen. Hanya saja mereka punya minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi di turnamen ini,” beber Joko menambahkan baru Pro Duta Sleman yang sudah resmi mengajukan diri masuk dalam daftar tunggu.
Tigor Sahlomboboy, Sekertaris Liga ditemui di tempat yang sama menyatakan, kesempatan Ayam Kinantan berada di Divisi Utama musim depan masih terbuka lebar. Sebab, Liga membatalkan rencana menambah kuota tim yang degradasi ke Divisi I. Semula, imbuh Tigor, pihaknya berencana menurunkan empat tim peringkat terbawah dari tiga grup yang ada ke divisi satu musim depan.
Hal itu terkait dengan kebijakan PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi non amatir sepakbola nasional, yang hanya mengikutkan 12 tim dari kasta kedua di turnamen bergengsi tersebut, yakni hanya mereka yang lolos ke babak kedua.
Sisanya berasal dari 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) saat ini dan dua tim dari divisi satu, sehingga nantinya ada total 32 tim yang akan memperebutkan piala yang sebelumnya bernama Copa Dji Sam Soe ini.
“Kebijakan untuk menetapkan peserta seperti itu lebih karena pertimbangan kualitas pertandingan. Karena itu, kami haru menunggu kepastian tim divisi utama yang akan ikut ambil bagian,’ kata Joko dalam keterangan pers usai penanda tangan kerjasama dengan stasiun televisi swasta nasional RCTI selaku pemegang hak siar Piala Indonesia di Kantor Liga, Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis.
Mengenai peluang PSMS memang belum tertutup dan masih sama seperti tim lain, sebab bisa saja mereka masuk dalam daftar tunggu. Tapi itu pun harus bersaing dengan tim lain yang juga ingin masuk dalam waiting list.
“Daftar tunggu ini memang kami berikan jatah untuk mereka yang tidak memenuhi persyaratan dari segi klasemen. Hanya saja mereka punya minat yang cukup tinggi untuk berpartisipasi di turnamen ini,” beber Joko menambahkan baru Pro Duta Sleman yang sudah resmi mengajukan diri masuk dalam daftar tunggu.
Tigor Sahlomboboy, Sekertaris Liga ditemui di tempat yang sama menyatakan, kesempatan Ayam Kinantan berada di Divisi Utama musim depan masih terbuka lebar. Sebab, Liga membatalkan rencana menambah kuota tim yang degradasi ke Divisi I. Semula, imbuh Tigor, pihaknya berencana menurunkan empat tim peringkat terbawah dari tiga grup yang ada ke divisi satu musim depan.
Aura Positif
Cerahnya kostum yang dikenakan pemain PSMS menghadirkan nuansa lain pada latihan Rabu (24/3) sore di Stadion Teladan Medan. Apakah ini pertanda kemenangan di dua laga yang akan dilakoni di akhir musim ini?
Pantauan Sumut Pos di lapangan, tampak M Affan Lubis dkk begitu bersemangat melakoni latihan di bawah arahan duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar. Kerja sama di berbagai lini pun sudah terlihat. Sejalan dengan komunikasi antar pemain yang tak pernah kosong.
Begitu pun saat memasuki game, semangat para pemain berhasil membangkitkan kembali ciri khas PSMS, permainan rap-rap. Tak ada ragu dari Hary Syahputra saat menghentikan serangan dari pemain lain. Begitu juga Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Jecky Pasarella, dan M Affan Lubis yang menjadi andalan di barisan tengah.
Meskipun tidak menghasilkan gol, duet striker asing PSMS tampil ceria. Khususnya, Nyeck Nyobe yang selama ini diposisikan sebagai libero. Bahkan, dikabarkan legiun asal Kamerun ini enggan bila ditarik kembali ke lini belakang. “Memang anak-anak sudah berkomitmen untuk memenangkan dua laga kandang ini. Apalagi kita banyak kehilangan poin dan pertandingan ini adalah penentu. Kita bertekad untuk tidak lagi mengecewakan masyarakat Kota Medan,” ucap Kapten PSMS M Affan Lubis usai latihan.
Yah sepanjang putaran kedua, PSMS banyak kehilangan poin. Diawali dengan kalahkan 0-1 atas Persikabo, ditahan seri 1-1 oleh Persita, dan kalah 1-2 dari Persipasi, PSMS sudah kehilangan delapan poin. Seharusnya saat ini PSMS sudah mengoleksi 23 poin. Namun nasi sudah menjadi bubur, mencari kambing hitam pun tak ada guna.
Keinginan M Affan Lubis dkk itu pun disambut baik duet pelatih PSMS. Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar memang lebih memusatkan perhatiannya pada persiapan tim menghadapi dua pertandingan sisa. “Ya, kita tidak akan pulang dari jalan yang sama,” ucap Amrustian mengutip pepatah yang sempat terkenal di kalangan mafia Itali.
Bahkan, kekurangan yang ada dianggap angin lalu. “Kita memang kekurangan cadangan libero dan gelandang sayap. Tapi, semangat para pemain bisa menutupi kekurangan itu. Pemain yang ada akan kita maksimalkan untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Aura positif ini pun diperkuat dengan dukungan dari luar lapangan oleh salah fans PSMS. Tampak pula mantan Pelatih PSMS, Suimin Dihardja didampingi mantan Manajer PSMS 2001 Aritonang, dan Joni Sembiring yang setia memantau perkembangan PSMS. “Kita datang menyaksikan latihan sore ini sebagai dukungan moral kepada seluruh pemain. Besar harapan kita agar dua pertandingan ini berakhir dengan kemenangan. Bagaimanapun juga, kita tidak rela bila PSMS sampai terdegradasi dari Divisi Utama,” ucap Suimin kepada Sumut Pos.
Sayang, semangat pemain maupun harapan seluruh masyarakat pecinta PSMS tidak disaksikan oleh pengurus. Tak satu pun pengurus terlihat di Stadion Teladan Medan, Rabu (24/3) sore itu. Padahal kehadiran para pengurus merupakan motivasi tersendiri bagi seluruh pemain yang bertekad untuk habis-habisan di akhir musim ini. (jul)
Pantauan Sumut Pos di lapangan, tampak M Affan Lubis dkk begitu bersemangat melakoni latihan di bawah arahan duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar. Kerja sama di berbagai lini pun sudah terlihat. Sejalan dengan komunikasi antar pemain yang tak pernah kosong.
Begitu pun saat memasuki game, semangat para pemain berhasil membangkitkan kembali ciri khas PSMS, permainan rap-rap. Tak ada ragu dari Hary Syahputra saat menghentikan serangan dari pemain lain. Begitu juga Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Jecky Pasarella, dan M Affan Lubis yang menjadi andalan di barisan tengah.
Meskipun tidak menghasilkan gol, duet striker asing PSMS tampil ceria. Khususnya, Nyeck Nyobe yang selama ini diposisikan sebagai libero. Bahkan, dikabarkan legiun asal Kamerun ini enggan bila ditarik kembali ke lini belakang. “Memang anak-anak sudah berkomitmen untuk memenangkan dua laga kandang ini. Apalagi kita banyak kehilangan poin dan pertandingan ini adalah penentu. Kita bertekad untuk tidak lagi mengecewakan masyarakat Kota Medan,” ucap Kapten PSMS M Affan Lubis usai latihan.
Yah sepanjang putaran kedua, PSMS banyak kehilangan poin. Diawali dengan kalahkan 0-1 atas Persikabo, ditahan seri 1-1 oleh Persita, dan kalah 1-2 dari Persipasi, PSMS sudah kehilangan delapan poin. Seharusnya saat ini PSMS sudah mengoleksi 23 poin. Namun nasi sudah menjadi bubur, mencari kambing hitam pun tak ada guna.
Keinginan M Affan Lubis dkk itu pun disambut baik duet pelatih PSMS. Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar memang lebih memusatkan perhatiannya pada persiapan tim menghadapi dua pertandingan sisa. “Ya, kita tidak akan pulang dari jalan yang sama,” ucap Amrustian mengutip pepatah yang sempat terkenal di kalangan mafia Itali.
Bahkan, kekurangan yang ada dianggap angin lalu. “Kita memang kekurangan cadangan libero dan gelandang sayap. Tapi, semangat para pemain bisa menutupi kekurangan itu. Pemain yang ada akan kita maksimalkan untuk menciptakan gol sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Aura positif ini pun diperkuat dengan dukungan dari luar lapangan oleh salah fans PSMS. Tampak pula mantan Pelatih PSMS, Suimin Dihardja didampingi mantan Manajer PSMS 2001 Aritonang, dan Joni Sembiring yang setia memantau perkembangan PSMS. “Kita datang menyaksikan latihan sore ini sebagai dukungan moral kepada seluruh pemain. Besar harapan kita agar dua pertandingan ini berakhir dengan kemenangan. Bagaimanapun juga, kita tidak rela bila PSMS sampai terdegradasi dari Divisi Utama,” ucap Suimin kepada Sumut Pos.
Sayang, semangat pemain maupun harapan seluruh masyarakat pecinta PSMS tidak disaksikan oleh pengurus. Tak satu pun pengurus terlihat di Stadion Teladan Medan, Rabu (24/3) sore itu. Padahal kehadiran para pengurus merupakan motivasi tersendiri bagi seluruh pemain yang bertekad untuk habis-habisan di akhir musim ini. (jul)
Masih Bernapas
MEDAN-Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya. (jul)
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya. (jul)
Bonus Rp30 Juta Menanti
Berbagai usaha pun dilakukan untuk mempertahankan PSMS tetap di Divisi Utama di musim berikutnya. Dari sisi teknis, tim pelatih sudah menyiapkan semua kebutuhan untuk kemenangan di dua laga kandang sisa.
Namun harus diakui, dalam kondisi saat ini faktor teknis saja tak cukup. Faktor nonteknis juga memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Ya, faktor ini yang dapat membangkitkan semangat para pemain untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.
Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (23/3). Untuk itu sejumlah bonus pun disiapkan kepada seluruh pemain bila berhasil mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Bonus sendiri merupakan sumbangan dari seluruh pengurus PSMS. “Ini sebagai harapan seluruh pengurus agar PSMS tidak didegradasi,” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Idris, untuk saat ini bonus yang disiapkan oleh pengurus berupa uang pembinaan sejumlah Rp30 juta. Tidak berhenti di situ, bersama pengurus lainnya masih akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pihak guna memberi bonus yang lebih besar lagi. “Kita juga akan minta dukungan dari pengusaha yang ada di Kota Medan agar bersumbangsih untuk perjuangan seluruh pemain. Kita harapkan juga perhatian dari Gubernur Sumut untuk tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,” tambahnya.
Motivasi lainnya pun datang dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Melalui telepon, Selasa (23/3) pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini juga sudah menyiapkan penghargaan bila PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Penghargaan itu tidak hanya kepada pemain juga pelatih hingga ofisial. “Kita akan menghormati perjuangan seluruh pemain. Bonus sudah kita siapkan bila PSMS berhasil bertahan di Divisi Utama. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan dengan menyaksikan dua pertandingan ini sebagai dukungan kepada PSMS,” ucapnya. (jul)
Namun harus diakui, dalam kondisi saat ini faktor teknis saja tak cukup. Faktor nonteknis juga memiliki kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Ya, faktor ini yang dapat membangkitkan semangat para pemain untuk mencapai kemenangan demi kemenangan.
Hal itu diakui Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi Sumut Pos, Selasa (23/3). Untuk itu sejumlah bonus pun disiapkan kepada seluruh pemain bila berhasil mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Bonus sendiri merupakan sumbangan dari seluruh pengurus PSMS. “Ini sebagai harapan seluruh pengurus agar PSMS tidak didegradasi,” ucapnya.
Seperti yang disampaikan Idris, untuk saat ini bonus yang disiapkan oleh pengurus berupa uang pembinaan sejumlah Rp30 juta. Tidak berhenti di situ, bersama pengurus lainnya masih akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pihak guna memberi bonus yang lebih besar lagi. “Kita juga akan minta dukungan dari pengusaha yang ada di Kota Medan agar bersumbangsih untuk perjuangan seluruh pemain. Kita harapkan juga perhatian dari Gubernur Sumut untuk tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,” tambahnya.
Motivasi lainnya pun datang dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Melalui telepon, Selasa (23/3) pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini juga sudah menyiapkan penghargaan bila PSMS tidak terdegradasi dari Divisi Utama. Penghargaan itu tidak hanya kepada pemain juga pelatih hingga ofisial. “Kita akan menghormati perjuangan seluruh pemain. Bonus sudah kita siapkan bila PSMS berhasil bertahan di Divisi Utama. Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan dengan menyaksikan dua pertandingan ini sebagai dukungan kepada PSMS,” ucapnya. (jul)
Wednesday, March 24, 2010
Asa PSMS Bertahan di Divisi Utama
Kalah dari PSAP Sigli memang membuat kubu PSMS murung. Divisi Satu Liga Indonesia pun tergambar dibenak pengurus dan manajemen. Namun, harapan untuk bertahan di Divisi Utama ternyata masih ada.
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya[jul/sumutpos]
Ya, Ayam Kinantan masih bisa bernapas karena Persires Rengat ternyata dikalahkan oleh Pesikabo Bogor, 0-2. Hasil itu membuat PSMS naik peringkat ke tangga 9, satu strip di atas zona degradasi. PSMS dan Persires memiliki poin sama, yakni 15. Namun, Affan Lubis dkk masih unggul dalam selisih gol, yakni satu gol. Tak pelak, dua laga kandang yang masih tersisa wajib dimaksimalkan.
Meskipun begitu bukan berarti tim besutan Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian ini bisa lenggang kangkung. Masih tersisa beberapa celah yang harus dijaga untuk bertahan di Divisi Utama. Bila kedua laga kandang bisa dimaksimalkan dengan kemenangan, PSMS pun dipastikan bisa bernapas lega. Karena, PSMS masih unggul satu poin dari PSDS yang nantinya hanya mengoleksi 20 poin dari dua kemenangan di kandang.
Namun, PSMS tak bisa melepas perhatiannya dari Persires yang akan melakoni dua laga tandang di sisa musim ini. Yaitu menghadapi Semen Padang dan PSMS. Semen Padang sendiri akan menjadi lawan yang berat mengingat persaingannya dengan Persipasi untuk menjadi yang terbaik di grup 1. Semen Padang terpisah satu poin dari Persipasi di peringkat kedua dengan koleksi 35 poin.
Nah, pertemuan dengan Persires di akhir musim kompetisi tentunya menjadi penentu bagi tim besutan Manajer Hendra DS ini. Pasalnya, dengan hasil seri 0-0 atas yang diraih PSMS saat bertandang ke Persih di putaran pertama, laga menjamu Persih di Stadion Teladan Medan, Jumat (26/3) nanti diharapkan akan ditutup dengan kemenangan.
Main mata pun sangat diharamkan dalam laga ini. Pasalnya PSDS juga menyisakan dua laga kandang yang siap menyuplai tambahan enam poin untuk menyodok keduanya. Memang hanya kemenangan mutlak yang dapat menyelamatkan si Ayam Kinantan.
Itu pun diamini duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian. Untuk itu, pada latihan, Rabu (24/3) pagi ini keduanya akan menggelar beberapa materi berdasarkan evaluasi yang dilakukan pascalaga menghadapi PSAP, Senin (22/3) lalu. “Dari evaluasi yang kita lakukan ada kemajuan pada komunikasi antarpemain di lapangan. Meskipun masih ada kekurangan yang akan kita maksimalkan untuk meraih kemenangan di dua sisa laga ini,” ucap Amrustian.
Seperti yang disampaikan Amrustiar, dari formasi baru yang diterapkan masih terdapat ketidakdisiplinan para pemain di menit-menit akhir pertandingan. Ketidakdisiplinan itu sendiri menyangkut pada peran pemain di posisi yang ditempatinya. Untuk itu sisa waktu menjelang laga akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menutupi kelemahan itu.
“Ketidakdisiplinan itu bisa dikarenakan banyak faktor salah satunya kehabisan napas. Kalau pemain kecapaian kan bisa mengganggu konsentrasinya. Untuk itu pada latihan pagi nanti masalah ini akan kita pecahkan bersama,” tambahnya.
Komunikasi antarpemain yang menunjukkan peningkatan pun membuat Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian optimis menatap kemenangan di dua laga kandang nanti. “Kita optimis kalau di dua pertandingan kandang ini meraih poin penuh. Pemain juga sudah menyampaikan kepada kita untuk mati-matian membela PSMS.
Tinggal bagaimana keseriusan pengurus untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” tuturnya[jul/sumutpos]
Berharap Bangkit
MEDAN-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah gambaran yang dialami PSMS saat ditekuk 0-1 oleh PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli, Senin (22/3). Pasalnya, selain kehilangan angka, beberapa punggawa tim Ayam Kinantan mendapat perlakukan tidak sportif dari pemain PSAP.
Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.
Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.
“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.
Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.
Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.
Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.
Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.
Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.
Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.
Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.
Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)
Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.
Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.
“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.
Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.
Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.
Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.
Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.
Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.
Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.
Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.
Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)
PSMS Fokus Dua Pertandingan Sisa
okus untuk bertahan di Divisi Utama, membuat duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian tak ambil pusing dengan kekalahan 0-1 yang mereka derita atas PSAP, kemarin (22/3).
Bagi keduanya, dua laga kandang yang akan dilakoni PSMS pada 26 dan 30 Maret mendatang sangat penting untuk dimenangkan. Karenanya, ketika wasit banyak merugikan tim Ayam Kinantan saat berhadapan dengan PSAP, keduanya mencoba bersikap legowo.
“Biasa lah. Justru dari aksi mereka yang seperti itu, mental para pemain jadi tertempa. Dan ini diharapkan dapat membantu penampilan pemain di dua laga sisa nanti. Kita konsen ke tim saja lah, tak usah mencari kambing hitam,” ucap Amrustian.
Keinginan yang sama juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi usai pertandingan, Senin (22/3). “Kau pun macam tidak tahu saja bagaimana kinerja wasit,” ketusnya.
Sikap pesimis Fityan pun tak berlebihan. Pasalnya, selama menjabat sebagai Sekretaris Tim PSMS musim ini, Fityan sudah mengirim enam surat pengaduan atas ketidakadilan yang diterima PSMS. Namun hingga saat ini tak satu pengaduan pun yang ditanggapi.
Anehnya setiap pengaduan tim tamu di Stadion Teladan Medan sepertinya mendapat perlakukan khusus dari PSSI. Yang paling dekat misalnya saat menjamu Persipasi Bekasi. Panitia langsung dikenai denda sebesar Rp15 juta. “Yang penting sekarang kita bisa bertahan di Divisi Utama. Titik,” pungkas pria bergelar Insinyur ini.[jul/sumutpos]
Bagi keduanya, dua laga kandang yang akan dilakoni PSMS pada 26 dan 30 Maret mendatang sangat penting untuk dimenangkan. Karenanya, ketika wasit banyak merugikan tim Ayam Kinantan saat berhadapan dengan PSAP, keduanya mencoba bersikap legowo.
“Biasa lah. Justru dari aksi mereka yang seperti itu, mental para pemain jadi tertempa. Dan ini diharapkan dapat membantu penampilan pemain di dua laga sisa nanti. Kita konsen ke tim saja lah, tak usah mencari kambing hitam,” ucap Amrustian.
Keinginan yang sama juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi usai pertandingan, Senin (22/3). “Kau pun macam tidak tahu saja bagaimana kinerja wasit,” ketusnya.
Sikap pesimis Fityan pun tak berlebihan. Pasalnya, selama menjabat sebagai Sekretaris Tim PSMS musim ini, Fityan sudah mengirim enam surat pengaduan atas ketidakadilan yang diterima PSMS. Namun hingga saat ini tak satu pengaduan pun yang ditanggapi.
Anehnya setiap pengaduan tim tamu di Stadion Teladan Medan sepertinya mendapat perlakukan khusus dari PSSI. Yang paling dekat misalnya saat menjamu Persipasi Bekasi. Panitia langsung dikenai denda sebesar Rp15 juta. “Yang penting sekarang kita bisa bertahan di Divisi Utama. Titik,” pungkas pria bergelar Insinyur ini.[jul/sumutpos]
Monday, March 22, 2010
Coba Duet Asing
Setelah ditundukkan PSSB Bireuen 2-1, Senin (22/3) ini PSMS kembali diuji kemampuannya saat menghadapi PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli. Perubahan mencolok pun ditampilkan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk menghempang serangan tuan rumah.
Nyeck Nyobe yang oleh dua pelatih sebelumnya, Suimin Dihardja dan Kustiono, ditempatkan sebagai libero ditarik ke depan mendampingi Ikpefua Osas Marvellous. Tampaknya Zulkarnaen memahami betul Nyeck yang memiliki tendangan keras dapat dimanfaatkan untuk menciptakan rebound yang akan membuka peluang bagi Osas.
Keduanya akan mendapat dukungan dari lini tengah yang diisi Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Jecky Pasarella, dan Syaiful Ramadhan. Di barisan belakang trio Hari Syahputra, Denny Wahyudi dan Chico Maradona. ¨Formasi ini adalah yang terbaik yang dimiliki PSMS saat ini setelah tiga pemain pilarnya Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana dan Tri Yudha Handoko dipastikan absen akibat akumulasi dua kartu kuning,” jelas Amrustian mengenai perubahan yang dilakukan tim pelatih PSMS.
Untuk pertahanan terakhir, tim pelatih pun mempercayakan Irwin Ramadhan sebagai kiper PSMS. Keputusan itu sehubungan dengan hasil mengecewakan dari penjaga gawang M Halim di beberapa pertandingan. Kesalahan yang dilakukan bahkan menimbulkan kritik dari berbagai pihak yang terus memantau perkembangan PSMS. Irwin pun sudah menunjukkan kebolehannya saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu meskipun di awal babak kedua Irwin harus meninggalkan lapangan akibat kakinya kram. Seperti yang disampaikan Amrustian, perubahan itu dibuat menurut gambaran kekuatan tim lawan. “Secara tim, PSAP Sigli merupakan tim yang lengkap dan biasa tampil kuat dihadapan pendukungnya. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan. Ini yang coba kita manfaatkan besok (hari ini, Red),” tutur Amrustian.
Meskipun berat, Zulkarnaen bertekad untuk merebut poin dari pertandingan sore ini. Diharapkan dengan satu poin yang bisa diambil akan menambah enam poin dari dua laga kandang sisa yaitu menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3) nanti. Tambahan tujuh poin ini akan menyelamatkan PSMS yang kini mengoleksi 15 poin dari ancaman degradasi.
Sekalipun begitu, Pelatih PSAP Sigli Bambang Nurdiansyah mengaku tidak ada menganggap remeh PSMS Medan. “Ayam Kinantan memang di papan bawah klasemen sementara grup I. Otomatis mereka akan berjuang habis-habisan untuk luput dari degradasi. PSMS masih tim tangguh yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang yang dihubungi, Minggu (21/3).
Kehadiran Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sebagai pelatih juga dilihat akan membawa warna baru dalam permainan PSMS. Meskipun begitu Bambang yang juga mantan striker nasional memastikan tim asuhannya untuk memetik hasil sempurna guna upaya untuk membuka peluang empat besar di grup I.
¨PSAP juga memiliki pemain muka baru sebanyak lima orang untuk mengejar target menjadi salah satu peserta Piala Copa Indonesia,” pungkasnya.
Nyeck Nyobe yang oleh dua pelatih sebelumnya, Suimin Dihardja dan Kustiono, ditempatkan sebagai libero ditarik ke depan mendampingi Ikpefua Osas Marvellous. Tampaknya Zulkarnaen memahami betul Nyeck yang memiliki tendangan keras dapat dimanfaatkan untuk menciptakan rebound yang akan membuka peluang bagi Osas.
Keduanya akan mendapat dukungan dari lini tengah yang diisi Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Jecky Pasarella, dan Syaiful Ramadhan. Di barisan belakang trio Hari Syahputra, Denny Wahyudi dan Chico Maradona. ¨Formasi ini adalah yang terbaik yang dimiliki PSMS saat ini setelah tiga pemain pilarnya Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana dan Tri Yudha Handoko dipastikan absen akibat akumulasi dua kartu kuning,” jelas Amrustian mengenai perubahan yang dilakukan tim pelatih PSMS.
Untuk pertahanan terakhir, tim pelatih pun mempercayakan Irwin Ramadhan sebagai kiper PSMS. Keputusan itu sehubungan dengan hasil mengecewakan dari penjaga gawang M Halim di beberapa pertandingan. Kesalahan yang dilakukan bahkan menimbulkan kritik dari berbagai pihak yang terus memantau perkembangan PSMS. Irwin pun sudah menunjukkan kebolehannya saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu meskipun di awal babak kedua Irwin harus meninggalkan lapangan akibat kakinya kram. Seperti yang disampaikan Amrustian, perubahan itu dibuat menurut gambaran kekuatan tim lawan. “Secara tim, PSAP Sigli merupakan tim yang lengkap dan biasa tampil kuat dihadapan pendukungnya. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan. Ini yang coba kita manfaatkan besok (hari ini, Red),” tutur Amrustian.
Meskipun berat, Zulkarnaen bertekad untuk merebut poin dari pertandingan sore ini. Diharapkan dengan satu poin yang bisa diambil akan menambah enam poin dari dua laga kandang sisa yaitu menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3) nanti. Tambahan tujuh poin ini akan menyelamatkan PSMS yang kini mengoleksi 15 poin dari ancaman degradasi.
Sekalipun begitu, Pelatih PSAP Sigli Bambang Nurdiansyah mengaku tidak ada menganggap remeh PSMS Medan. “Ayam Kinantan memang di papan bawah klasemen sementara grup I. Otomatis mereka akan berjuang habis-habisan untuk luput dari degradasi. PSMS masih tim tangguh yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang yang dihubungi, Minggu (21/3).
Kehadiran Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sebagai pelatih juga dilihat akan membawa warna baru dalam permainan PSMS. Meskipun begitu Bambang yang juga mantan striker nasional memastikan tim asuhannya untuk memetik hasil sempurna guna upaya untuk membuka peluang empat besar di grup I.
¨PSAP juga memiliki pemain muka baru sebanyak lima orang untuk mengejar target menjadi salah satu peserta Piala Copa Indonesia,” pungkasnya.
PSAP Siap Balas Kekalahan dari PSMS
PSAP Sigli menyatakan tekadnya untuk membalas kekalahan mereka dari PSMS pada putaran pertama di Stadion Teladan Medan lalu pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Senin (22/3) ini. Demikian dikatakan Kapten PSAP Sigli Suheri Daud yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/3).
Dirinya menegaskan pertandingan ini akan menjadi penyembuh derita Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) pasca dikalahkan 1-2 oleh M Affan Lubis dkk. Pasalnya kemenangan PSMS saat itu dianggap sebagai ulah wasit dan hakim garis yang mengesahkan gol ke gawang PSAP yang kawal Agus Rohcman.
“Menjamu PSMS di Kuta Asan, kita sudah berkomitmen dan bertekad harus menang. Tidak ada istilah tawar menawar menghadapi Ayam Kinantan. Kerbau Merah (julukan Semen Padang, Red) saja kita sikat, apalagi Ayam,” tegasnya.
Meskipun begitu besar keinginan untuk menundukkan Ayam Kinantan, sang Kapten The LAN itu tetap berharap agar para suporter dan pendukung PSAP Sigli dapat memberi dukungan sportif kepada kedua tim serta tidak perlu melakukan tindakan anarkis yang bisa mendapat sangsi dari Komdis PSSI.
“PSAP ingin menang sportif,” harap putra asal Kembang Tanjung Pidie itu.
Pernyataan Suheri Daud paling tidak gambaran betapa beratnya perjuangan yang akan dilakoni M Affandi Lubis dkk. Kemenangan tentulah bukan hal yang mudah diraih di Stadion Kuta Asan.
Selain dukungan penuh suporternya, PSAP Sigli juga akan diperkuat striker impor asal Brasil Michel Adolfo De Sauza dan Suheri Daud yang acap kali jadi ancaman tamu di Kuta Asan.
Dirinya menegaskan pertandingan ini akan menjadi penyembuh derita Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) pasca dikalahkan 1-2 oleh M Affan Lubis dkk. Pasalnya kemenangan PSMS saat itu dianggap sebagai ulah wasit dan hakim garis yang mengesahkan gol ke gawang PSAP yang kawal Agus Rohcman.
“Menjamu PSMS di Kuta Asan, kita sudah berkomitmen dan bertekad harus menang. Tidak ada istilah tawar menawar menghadapi Ayam Kinantan. Kerbau Merah (julukan Semen Padang, Red) saja kita sikat, apalagi Ayam,” tegasnya.
Meskipun begitu besar keinginan untuk menundukkan Ayam Kinantan, sang Kapten The LAN itu tetap berharap agar para suporter dan pendukung PSAP Sigli dapat memberi dukungan sportif kepada kedua tim serta tidak perlu melakukan tindakan anarkis yang bisa mendapat sangsi dari Komdis PSSI.
“PSAP ingin menang sportif,” harap putra asal Kembang Tanjung Pidie itu.
Pernyataan Suheri Daud paling tidak gambaran betapa beratnya perjuangan yang akan dilakoni M Affandi Lubis dkk. Kemenangan tentulah bukan hal yang mudah diraih di Stadion Kuta Asan.
Selain dukungan penuh suporternya, PSAP Sigli juga akan diperkuat striker impor asal Brasil Michel Adolfo De Sauza dan Suheri Daud yang acap kali jadi ancaman tamu di Kuta Asan.
Friday, March 19, 2010
Masuk Zona Merah
Akhirnya PSMS berada di zona merah. Prestasi menyesakkan ini dipastikan setelah Ayam Kinantan tidak mampu membukukan kemenangan dari tim tuan rumah PSSB Birueun. Yakni, setelah kalah 1-2 dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Cot Gapu Birueun Kamis (18/3).
Sangat menyedihkan karena ini merupakan kesempatan untuk menambah koleksi poin yang dimiliki M Affan Lubis dkk selain dua laga kandang yang akan dilakoninya di akhir musim ini. Yaitu, menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Tak pelak, peluang terakhir adalah saat menantang PSAP Sigli, Senin (22/3). Seandainya pada pertandingan itu PSMS juga tidak mampu memetik kemenangan, degradasi ke Divisi Satu sudah menjadi kepastian yang tak terbantahkan. Jumat (19/3) pagi ini PSMS akan bertolak ke Sigli.
Kekalahan atas PSSB membuat sekretaris umum PSMS Idris SE begitu juga duo pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar terpukul sekaligus kecewa. Pasalnya, strategi yang diterapkannya tidak mampu dicerna oleh pemain sejak pertandingan dimulai. Mental yang baru saja diangkat begitu mudah anjlok hanya dengan kebobolan di awal babak pertama.
“Kalah terutama di Medan berarti kiamat bagi PSMS dan harus ikhlas bermain di kasta ketiga di Liga Indonesia (Divisi Satu, Red) pada kompetisi tahun depan,” kata Idris saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (18/3).
Adalah Penjaga gawang Muhammad Halim membuat kesalahan fatal, ketika dia kurang sigap memanfaatkan bola dari savety first Hari Syahputra di menit ke-17 sehingga membuat pemain depan PSSB Birueun, Pondra berhasil mencuri sekaligus menjebol gawang PSMS. PSSB pun unggul 1-0.
Hari Syahputra yang ikut membantu serangan di menit ke-21 berhasil menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan umpan silang dari Osas Saha. Gol Hari Syahputra itu sekaligus pula membuat kembalinya kepercayaan diri pemain. Hanya saja, menjelang menit empat menit lagi babak pertama bubaran penjaga gawang M Halim kembali membuat kesalahan. Gagal mengantisipasi kedatangan bola yang tidak terlalu keras menciptakan kemelut di muka gawang yang dimanfaatkan M Rizal Juzli untuk membawa PSSB kembali unggul 2-1.
Herannya Zulkarnain tidak langsung menggantikan M Halim dengan Irwin Ramadhan yang tampil baik saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan, Sabtu (13/3) lalu. Akibatnya pemain-pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe dkk mulai kehilangan konsentrasi. Tekanan pun membuat mereka tidak dapat lagi bermain lepas.
Ditambah lagi keputusan wasit asal Bandung Ahmad Suparman yang membuat keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah membuat skuad PSMS terbawa emosi. Akibatnya empat pemain PSMS seperti Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan dan Tri Yudha Handoko mendapat kartu kuning
Sangat menyedihkan karena ini merupakan kesempatan untuk menambah koleksi poin yang dimiliki M Affan Lubis dkk selain dua laga kandang yang akan dilakoninya di akhir musim ini. Yaitu, menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Tak pelak, peluang terakhir adalah saat menantang PSAP Sigli, Senin (22/3). Seandainya pada pertandingan itu PSMS juga tidak mampu memetik kemenangan, degradasi ke Divisi Satu sudah menjadi kepastian yang tak terbantahkan. Jumat (19/3) pagi ini PSMS akan bertolak ke Sigli.
Kekalahan atas PSSB membuat sekretaris umum PSMS Idris SE begitu juga duo pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar terpukul sekaligus kecewa. Pasalnya, strategi yang diterapkannya tidak mampu dicerna oleh pemain sejak pertandingan dimulai. Mental yang baru saja diangkat begitu mudah anjlok hanya dengan kebobolan di awal babak pertama.
“Kalah terutama di Medan berarti kiamat bagi PSMS dan harus ikhlas bermain di kasta ketiga di Liga Indonesia (Divisi Satu, Red) pada kompetisi tahun depan,” kata Idris saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (18/3).
Adalah Penjaga gawang Muhammad Halim membuat kesalahan fatal, ketika dia kurang sigap memanfaatkan bola dari savety first Hari Syahputra di menit ke-17 sehingga membuat pemain depan PSSB Birueun, Pondra berhasil mencuri sekaligus menjebol gawang PSMS. PSSB pun unggul 1-0.
Hari Syahputra yang ikut membantu serangan di menit ke-21 berhasil menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan umpan silang dari Osas Saha. Gol Hari Syahputra itu sekaligus pula membuat kembalinya kepercayaan diri pemain. Hanya saja, menjelang menit empat menit lagi babak pertama bubaran penjaga gawang M Halim kembali membuat kesalahan. Gagal mengantisipasi kedatangan bola yang tidak terlalu keras menciptakan kemelut di muka gawang yang dimanfaatkan M Rizal Juzli untuk membawa PSSB kembali unggul 2-1.
Herannya Zulkarnain tidak langsung menggantikan M Halim dengan Irwin Ramadhan yang tampil baik saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan, Sabtu (13/3) lalu. Akibatnya pemain-pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe dkk mulai kehilangan konsentrasi. Tekanan pun membuat mereka tidak dapat lagi bermain lepas.
Ditambah lagi keputusan wasit asal Bandung Ahmad Suparman yang membuat keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah membuat skuad PSMS terbawa emosi. Akibatnya empat pemain PSMS seperti Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan dan Tri Yudha Handoko mendapat kartu kuning
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Sudah jatuh tertima tangga. Itulah pepatah yang tepat menggambarkan kondisi PSMS saat ini. Bagaimana tidak, kekalahan 1-2 atas PSSB Bireuen, Kamis (18/3) merupakan kehilangan akan kesempatan untuk keluar dari ancaman degradasi musim ini.
Padahal pertandingan ini diharapkan dapat mendukung enam poin yang dipastikan diraih dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat yang akan dihadapi di Stadion Teladan Medan di akhir musim ini. Namun yang didapat justru kekecewaan. Sekalipun menyisakan tiga pertandingan lagi, namun laga menghadapi PSAP Sigli tidaklah mudah. Tinggallah harapan pada dua laga kandang belaka.
Yang lebih menyakitkan, kekalahan dari PSSB Bireuen ini disertai pula hukuman kepada PSMS. Hukuman itu diberikan sehubungan dengan dikartukuningkannya empat pemain Ayam Kinantan. Mereka adalah Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan, dan Tri Yudha Handoko.
Karena itu, peraturan manual mengharuskan PSMS membayar denda sebesar Rp10 juta. Jumlah yang cukup besar di tengah keterpurukan prestasi saat ini. Tak pelak hal ini pun mengecewakan seluruh masyarakat Kota Medan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Ir Fityan Hamdy, hukuman empat kartu dalam satu pertandingan dalam peraturan manual liga dinyatakan sebagai sikap tidak sportif. “Memang tidak harus dibayar sebelum bertanding melawan PSAP Sigli. Kita akan menunggu siding Komisi Disiplin (Komdis),” ucap Fityan.
Sebelumnya, PSMS juga pernah kena hukuman serupa yaitu saat menantang Persita Tangerang di putaran pertama lalu. Saat itu PSMS ditekuk 1-3.
Padahal pertandingan ini diharapkan dapat mendukung enam poin yang dipastikan diraih dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat yang akan dihadapi di Stadion Teladan Medan di akhir musim ini. Namun yang didapat justru kekecewaan. Sekalipun menyisakan tiga pertandingan lagi, namun laga menghadapi PSAP Sigli tidaklah mudah. Tinggallah harapan pada dua laga kandang belaka.
Yang lebih menyakitkan, kekalahan dari PSSB Bireuen ini disertai pula hukuman kepada PSMS. Hukuman itu diberikan sehubungan dengan dikartukuningkannya empat pemain Ayam Kinantan. Mereka adalah Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan, dan Tri Yudha Handoko.
Karena itu, peraturan manual mengharuskan PSMS membayar denda sebesar Rp10 juta. Jumlah yang cukup besar di tengah keterpurukan prestasi saat ini. Tak pelak hal ini pun mengecewakan seluruh masyarakat Kota Medan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Ir Fityan Hamdy, hukuman empat kartu dalam satu pertandingan dalam peraturan manual liga dinyatakan sebagai sikap tidak sportif. “Memang tidak harus dibayar sebelum bertanding melawan PSAP Sigli. Kita akan menunggu siding Komisi Disiplin (Komdis),” ucap Fityan.
Sebelumnya, PSMS juga pernah kena hukuman serupa yaitu saat menantang Persita Tangerang di putaran pertama lalu. Saat itu PSMS ditekuk 1-3.
Subscribe to:
Posts (Atom)