MEDAN-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah gambaran yang dialami PSMS saat ditekuk 0-1 oleh PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli, Senin (22/3). Pasalnya, selain kehilangan angka, beberapa punggawa tim Ayam Kinantan mendapat perlakukan tidak sportif dari pemain PSAP.
Seperti disampaikan pelatih PSMS Amrustian yang dihubungi Sumut Pos, terkuak jika pertandingan antara PSAP kontra PSMS sempat diwarnai kericuhan, saat kapten tim PSAP Sigli Suheri Daud melayangkan pukulan ke wajah pemain belakang PSMS Chico Maradona.
Di babak kedua Hari Syahputra juga mendapat pukulan diwajah dari pemain PSAP Sigli. Lagi-lagi wasit tidak mengambil tindakan atas sikap tak sportif pemain PSAP tadi.
“Memang mereka (PSAP Sigli, Red) memasang target harus menang saat menjamu kita (PSMS, red). Jadi, wajar saja jika mereka tampil seperti itu. Untungnya, pemain kita tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Amrustian, pelatih PSMS.
Baik Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sendiri memang tidak menarget apapun di pertandingan kemarin. Keduanya mengaku fokus pada dua laga kandang di akhir musim ini saat menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3).
“Laga ini kita manfaatkan untuk mematangkan formasi baru yang kita buat sebagai persiapan menatap laga menghadapi Persih dan Persires,” tutur Amrustian.
Menurut Amrustian, formasi baru yang digunakan saat menghadapi PSAP berjalan sesuai rencana. Tak sampai di situ, beberapa peluang bahkan berhasil diciptakan meskipun belum membuahkan gol.
Peluang itu datang dari Bambang Tri Sanjaya saat tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang PSAP Sigli. Begitu juga dengan peluang dari Ahmad Afandi Lubis yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Deny Wahyudi masih dapat ditepis Agus Rochman.
Selain itu, di sektor pertahanan, Hary Syahputra yang mengkordinir lini pertahanan tim Ayam Mkianntan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga ketika babak pertama usai, striker PSAP tidak dapat membobol gawang tim Ayam Kinantan.
Jikapun akhirnya PSAP dapat membobol gawang PSMS lewat aksi striker asing Michel Adolfo De Souza, namun secara keseluruhan penampilan PSMS sangat memuaskan. Bahkan seluruh pemain seperi tak kehilangan semangat meskipun sudah tertinggal 0-1 dari lawannya.
Serangan gencar terus dilakukan anak-anak PSMS, meskipun akhirnya hingga pertandingan usai skor tak berubah, tetap 1-0 untuk kemenangan PSAP.
Wasit Asrizaki memberikan dua kartu kuning kepada Mathias Udie (PASAP Sigli) yang melanggar Saha, dan Hari Syahputra (PSMS) yang menjatuhkan Suheri Daud pada menit ke- 50 dan ke-72.
Dengan kekalahan ini PSMS masih belum beranjak dari peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Dibayangi oleh Persires Rengat yang mengoleksi 14 poin.
Dengan kondisi ini, praktis persaingan untuk menghindar dari jerat degradasi semakin seru dan menarik. Apalagi tiga tim yang berada di sana yakni PSMS, Persires dan PSDS sama-sama memiliki dua laga tersisa.
Terlebih, selain PSMS, ternyata PSDS juga memiliki dua laga kandang yakni saat menjamu PSSB Bireuen dan PSAP Sigli.
“Ya kita masih bisa disalip oleh tim manapun juga. Agar itu tidak terjadi, pada dua pertadningan sisa, kita harus memenangkan pertandingan. Caranya, jangan melakukan kesalahan sekecil apapun juga,” pungkas Amrustian.Sementara itu di sisi lain, kemenangan yang diraih PSAP kemarin membuat tim besutan Bambang Nurdiansyah mengoleksi 26 poin. Hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk menyamai raihan Persikabo Bogor yang menempati peringkat keempat.
Pada pertandingan berikutnya PSAP Sigli akan melakoni dua laga tandang yaitu menghadapi PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. (jul)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, March 24, 2010
PSMS Fokus Dua Pertandingan Sisa
okus untuk bertahan di Divisi Utama, membuat duet pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian tak ambil pusing dengan kekalahan 0-1 yang mereka derita atas PSAP, kemarin (22/3).
Bagi keduanya, dua laga kandang yang akan dilakoni PSMS pada 26 dan 30 Maret mendatang sangat penting untuk dimenangkan. Karenanya, ketika wasit banyak merugikan tim Ayam Kinantan saat berhadapan dengan PSAP, keduanya mencoba bersikap legowo.
“Biasa lah. Justru dari aksi mereka yang seperti itu, mental para pemain jadi tertempa. Dan ini diharapkan dapat membantu penampilan pemain di dua laga sisa nanti. Kita konsen ke tim saja lah, tak usah mencari kambing hitam,” ucap Amrustian.
Keinginan yang sama juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi usai pertandingan, Senin (22/3). “Kau pun macam tidak tahu saja bagaimana kinerja wasit,” ketusnya.
Sikap pesimis Fityan pun tak berlebihan. Pasalnya, selama menjabat sebagai Sekretaris Tim PSMS musim ini, Fityan sudah mengirim enam surat pengaduan atas ketidakadilan yang diterima PSMS. Namun hingga saat ini tak satu pengaduan pun yang ditanggapi.
Anehnya setiap pengaduan tim tamu di Stadion Teladan Medan sepertinya mendapat perlakukan khusus dari PSSI. Yang paling dekat misalnya saat menjamu Persipasi Bekasi. Panitia langsung dikenai denda sebesar Rp15 juta. “Yang penting sekarang kita bisa bertahan di Divisi Utama. Titik,” pungkas pria bergelar Insinyur ini.[jul/sumutpos]
Bagi keduanya, dua laga kandang yang akan dilakoni PSMS pada 26 dan 30 Maret mendatang sangat penting untuk dimenangkan. Karenanya, ketika wasit banyak merugikan tim Ayam Kinantan saat berhadapan dengan PSAP, keduanya mencoba bersikap legowo.
“Biasa lah. Justru dari aksi mereka yang seperti itu, mental para pemain jadi tertempa. Dan ini diharapkan dapat membantu penampilan pemain di dua laga sisa nanti. Kita konsen ke tim saja lah, tak usah mencari kambing hitam,” ucap Amrustian.
Keinginan yang sama juga disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi usai pertandingan, Senin (22/3). “Kau pun macam tidak tahu saja bagaimana kinerja wasit,” ketusnya.
Sikap pesimis Fityan pun tak berlebihan. Pasalnya, selama menjabat sebagai Sekretaris Tim PSMS musim ini, Fityan sudah mengirim enam surat pengaduan atas ketidakadilan yang diterima PSMS. Namun hingga saat ini tak satu pengaduan pun yang ditanggapi.
Anehnya setiap pengaduan tim tamu di Stadion Teladan Medan sepertinya mendapat perlakukan khusus dari PSSI. Yang paling dekat misalnya saat menjamu Persipasi Bekasi. Panitia langsung dikenai denda sebesar Rp15 juta. “Yang penting sekarang kita bisa bertahan di Divisi Utama. Titik,” pungkas pria bergelar Insinyur ini.[jul/sumutpos]
Monday, March 22, 2010
Coba Duet Asing
Setelah ditundukkan PSSB Bireuen 2-1, Senin (22/3) ini PSMS kembali diuji kemampuannya saat menghadapi PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli. Perubahan mencolok pun ditampilkan duet Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian untuk menghempang serangan tuan rumah.
Nyeck Nyobe yang oleh dua pelatih sebelumnya, Suimin Dihardja dan Kustiono, ditempatkan sebagai libero ditarik ke depan mendampingi Ikpefua Osas Marvellous. Tampaknya Zulkarnaen memahami betul Nyeck yang memiliki tendangan keras dapat dimanfaatkan untuk menciptakan rebound yang akan membuka peluang bagi Osas.
Keduanya akan mendapat dukungan dari lini tengah yang diisi Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Jecky Pasarella, dan Syaiful Ramadhan. Di barisan belakang trio Hari Syahputra, Denny Wahyudi dan Chico Maradona. ¨Formasi ini adalah yang terbaik yang dimiliki PSMS saat ini setelah tiga pemain pilarnya Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana dan Tri Yudha Handoko dipastikan absen akibat akumulasi dua kartu kuning,” jelas Amrustian mengenai perubahan yang dilakukan tim pelatih PSMS.
Untuk pertahanan terakhir, tim pelatih pun mempercayakan Irwin Ramadhan sebagai kiper PSMS. Keputusan itu sehubungan dengan hasil mengecewakan dari penjaga gawang M Halim di beberapa pertandingan. Kesalahan yang dilakukan bahkan menimbulkan kritik dari berbagai pihak yang terus memantau perkembangan PSMS. Irwin pun sudah menunjukkan kebolehannya saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu meskipun di awal babak kedua Irwin harus meninggalkan lapangan akibat kakinya kram. Seperti yang disampaikan Amrustian, perubahan itu dibuat menurut gambaran kekuatan tim lawan. “Secara tim, PSAP Sigli merupakan tim yang lengkap dan biasa tampil kuat dihadapan pendukungnya. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan. Ini yang coba kita manfaatkan besok (hari ini, Red),” tutur Amrustian.
Meskipun berat, Zulkarnaen bertekad untuk merebut poin dari pertandingan sore ini. Diharapkan dengan satu poin yang bisa diambil akan menambah enam poin dari dua laga kandang sisa yaitu menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3) nanti. Tambahan tujuh poin ini akan menyelamatkan PSMS yang kini mengoleksi 15 poin dari ancaman degradasi.
Sekalipun begitu, Pelatih PSAP Sigli Bambang Nurdiansyah mengaku tidak ada menganggap remeh PSMS Medan. “Ayam Kinantan memang di papan bawah klasemen sementara grup I. Otomatis mereka akan berjuang habis-habisan untuk luput dari degradasi. PSMS masih tim tangguh yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang yang dihubungi, Minggu (21/3).
Kehadiran Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sebagai pelatih juga dilihat akan membawa warna baru dalam permainan PSMS. Meskipun begitu Bambang yang juga mantan striker nasional memastikan tim asuhannya untuk memetik hasil sempurna guna upaya untuk membuka peluang empat besar di grup I.
¨PSAP juga memiliki pemain muka baru sebanyak lima orang untuk mengejar target menjadi salah satu peserta Piala Copa Indonesia,” pungkasnya.
Nyeck Nyobe yang oleh dua pelatih sebelumnya, Suimin Dihardja dan Kustiono, ditempatkan sebagai libero ditarik ke depan mendampingi Ikpefua Osas Marvellous. Tampaknya Zulkarnaen memahami betul Nyeck yang memiliki tendangan keras dapat dimanfaatkan untuk menciptakan rebound yang akan membuka peluang bagi Osas.
Keduanya akan mendapat dukungan dari lini tengah yang diisi Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Jecky Pasarella, dan Syaiful Ramadhan. Di barisan belakang trio Hari Syahputra, Denny Wahyudi dan Chico Maradona. ¨Formasi ini adalah yang terbaik yang dimiliki PSMS saat ini setelah tiga pemain pilarnya Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana dan Tri Yudha Handoko dipastikan absen akibat akumulasi dua kartu kuning,” jelas Amrustian mengenai perubahan yang dilakukan tim pelatih PSMS.
Untuk pertahanan terakhir, tim pelatih pun mempercayakan Irwin Ramadhan sebagai kiper PSMS. Keputusan itu sehubungan dengan hasil mengecewakan dari penjaga gawang M Halim di beberapa pertandingan. Kesalahan yang dilakukan bahkan menimbulkan kritik dari berbagai pihak yang terus memantau perkembangan PSMS. Irwin pun sudah menunjukkan kebolehannya saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu meskipun di awal babak kedua Irwin harus meninggalkan lapangan akibat kakinya kram. Seperti yang disampaikan Amrustian, perubahan itu dibuat menurut gambaran kekuatan tim lawan. “Secara tim, PSAP Sigli merupakan tim yang lengkap dan biasa tampil kuat dihadapan pendukungnya. Tapi setiap tim pasti punya kelemahan. Ini yang coba kita manfaatkan besok (hari ini, Red),” tutur Amrustian.
Meskipun berat, Zulkarnaen bertekad untuk merebut poin dari pertandingan sore ini. Diharapkan dengan satu poin yang bisa diambil akan menambah enam poin dari dua laga kandang sisa yaitu menjamu Persih Tembilahan (26/3) dan Persires Rengat (30/3) nanti. Tambahan tujuh poin ini akan menyelamatkan PSMS yang kini mengoleksi 15 poin dari ancaman degradasi.
Sekalipun begitu, Pelatih PSAP Sigli Bambang Nurdiansyah mengaku tidak ada menganggap remeh PSMS Medan. “Ayam Kinantan memang di papan bawah klasemen sementara grup I. Otomatis mereka akan berjuang habis-habisan untuk luput dari degradasi. PSMS masih tim tangguh yang perlu diwaspadai,” ujar Bambang yang dihubungi, Minggu (21/3).
Kehadiran Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustian sebagai pelatih juga dilihat akan membawa warna baru dalam permainan PSMS. Meskipun begitu Bambang yang juga mantan striker nasional memastikan tim asuhannya untuk memetik hasil sempurna guna upaya untuk membuka peluang empat besar di grup I.
¨PSAP juga memiliki pemain muka baru sebanyak lima orang untuk mengejar target menjadi salah satu peserta Piala Copa Indonesia,” pungkasnya.
PSAP Siap Balas Kekalahan dari PSMS
PSAP Sigli menyatakan tekadnya untuk membalas kekalahan mereka dari PSMS pada putaran pertama di Stadion Teladan Medan lalu pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Senin (22/3) ini. Demikian dikatakan Kapten PSAP Sigli Suheri Daud yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/3).
Dirinya menegaskan pertandingan ini akan menjadi penyembuh derita Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) pasca dikalahkan 1-2 oleh M Affan Lubis dkk. Pasalnya kemenangan PSMS saat itu dianggap sebagai ulah wasit dan hakim garis yang mengesahkan gol ke gawang PSAP yang kawal Agus Rohcman.
“Menjamu PSMS di Kuta Asan, kita sudah berkomitmen dan bertekad harus menang. Tidak ada istilah tawar menawar menghadapi Ayam Kinantan. Kerbau Merah (julukan Semen Padang, Red) saja kita sikat, apalagi Ayam,” tegasnya.
Meskipun begitu besar keinginan untuk menundukkan Ayam Kinantan, sang Kapten The LAN itu tetap berharap agar para suporter dan pendukung PSAP Sigli dapat memberi dukungan sportif kepada kedua tim serta tidak perlu melakukan tindakan anarkis yang bisa mendapat sangsi dari Komdis PSSI.
“PSAP ingin menang sportif,” harap putra asal Kembang Tanjung Pidie itu.
Pernyataan Suheri Daud paling tidak gambaran betapa beratnya perjuangan yang akan dilakoni M Affandi Lubis dkk. Kemenangan tentulah bukan hal yang mudah diraih di Stadion Kuta Asan.
Selain dukungan penuh suporternya, PSAP Sigli juga akan diperkuat striker impor asal Brasil Michel Adolfo De Sauza dan Suheri Daud yang acap kali jadi ancaman tamu di Kuta Asan.
Dirinya menegaskan pertandingan ini akan menjadi penyembuh derita Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) pasca dikalahkan 1-2 oleh M Affan Lubis dkk. Pasalnya kemenangan PSMS saat itu dianggap sebagai ulah wasit dan hakim garis yang mengesahkan gol ke gawang PSAP yang kawal Agus Rohcman.
“Menjamu PSMS di Kuta Asan, kita sudah berkomitmen dan bertekad harus menang. Tidak ada istilah tawar menawar menghadapi Ayam Kinantan. Kerbau Merah (julukan Semen Padang, Red) saja kita sikat, apalagi Ayam,” tegasnya.
Meskipun begitu besar keinginan untuk menundukkan Ayam Kinantan, sang Kapten The LAN itu tetap berharap agar para suporter dan pendukung PSAP Sigli dapat memberi dukungan sportif kepada kedua tim serta tidak perlu melakukan tindakan anarkis yang bisa mendapat sangsi dari Komdis PSSI.
“PSAP ingin menang sportif,” harap putra asal Kembang Tanjung Pidie itu.
Pernyataan Suheri Daud paling tidak gambaran betapa beratnya perjuangan yang akan dilakoni M Affandi Lubis dkk. Kemenangan tentulah bukan hal yang mudah diraih di Stadion Kuta Asan.
Selain dukungan penuh suporternya, PSAP Sigli juga akan diperkuat striker impor asal Brasil Michel Adolfo De Sauza dan Suheri Daud yang acap kali jadi ancaman tamu di Kuta Asan.
Friday, March 19, 2010
Masuk Zona Merah
Akhirnya PSMS berada di zona merah. Prestasi menyesakkan ini dipastikan setelah Ayam Kinantan tidak mampu membukukan kemenangan dari tim tuan rumah PSSB Birueun. Yakni, setelah kalah 1-2 dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Cot Gapu Birueun Kamis (18/3).
Sangat menyedihkan karena ini merupakan kesempatan untuk menambah koleksi poin yang dimiliki M Affan Lubis dkk selain dua laga kandang yang akan dilakoninya di akhir musim ini. Yaitu, menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Tak pelak, peluang terakhir adalah saat menantang PSAP Sigli, Senin (22/3). Seandainya pada pertandingan itu PSMS juga tidak mampu memetik kemenangan, degradasi ke Divisi Satu sudah menjadi kepastian yang tak terbantahkan. Jumat (19/3) pagi ini PSMS akan bertolak ke Sigli.
Kekalahan atas PSSB membuat sekretaris umum PSMS Idris SE begitu juga duo pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar terpukul sekaligus kecewa. Pasalnya, strategi yang diterapkannya tidak mampu dicerna oleh pemain sejak pertandingan dimulai. Mental yang baru saja diangkat begitu mudah anjlok hanya dengan kebobolan di awal babak pertama.
“Kalah terutama di Medan berarti kiamat bagi PSMS dan harus ikhlas bermain di kasta ketiga di Liga Indonesia (Divisi Satu, Red) pada kompetisi tahun depan,” kata Idris saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (18/3).
Adalah Penjaga gawang Muhammad Halim membuat kesalahan fatal, ketika dia kurang sigap memanfaatkan bola dari savety first Hari Syahputra di menit ke-17 sehingga membuat pemain depan PSSB Birueun, Pondra berhasil mencuri sekaligus menjebol gawang PSMS. PSSB pun unggul 1-0.
Hari Syahputra yang ikut membantu serangan di menit ke-21 berhasil menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan umpan silang dari Osas Saha. Gol Hari Syahputra itu sekaligus pula membuat kembalinya kepercayaan diri pemain. Hanya saja, menjelang menit empat menit lagi babak pertama bubaran penjaga gawang M Halim kembali membuat kesalahan. Gagal mengantisipasi kedatangan bola yang tidak terlalu keras menciptakan kemelut di muka gawang yang dimanfaatkan M Rizal Juzli untuk membawa PSSB kembali unggul 2-1.
Herannya Zulkarnain tidak langsung menggantikan M Halim dengan Irwin Ramadhan yang tampil baik saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan, Sabtu (13/3) lalu. Akibatnya pemain-pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe dkk mulai kehilangan konsentrasi. Tekanan pun membuat mereka tidak dapat lagi bermain lepas.
Ditambah lagi keputusan wasit asal Bandung Ahmad Suparman yang membuat keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah membuat skuad PSMS terbawa emosi. Akibatnya empat pemain PSMS seperti Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan dan Tri Yudha Handoko mendapat kartu kuning
Sangat menyedihkan karena ini merupakan kesempatan untuk menambah koleksi poin yang dimiliki M Affan Lubis dkk selain dua laga kandang yang akan dilakoninya di akhir musim ini. Yaitu, menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Tak pelak, peluang terakhir adalah saat menantang PSAP Sigli, Senin (22/3). Seandainya pada pertandingan itu PSMS juga tidak mampu memetik kemenangan, degradasi ke Divisi Satu sudah menjadi kepastian yang tak terbantahkan. Jumat (19/3) pagi ini PSMS akan bertolak ke Sigli.
Kekalahan atas PSSB membuat sekretaris umum PSMS Idris SE begitu juga duo pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu dan Amrustiar terpukul sekaligus kecewa. Pasalnya, strategi yang diterapkannya tidak mampu dicerna oleh pemain sejak pertandingan dimulai. Mental yang baru saja diangkat begitu mudah anjlok hanya dengan kebobolan di awal babak pertama.
“Kalah terutama di Medan berarti kiamat bagi PSMS dan harus ikhlas bermain di kasta ketiga di Liga Indonesia (Divisi Satu, Red) pada kompetisi tahun depan,” kata Idris saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (18/3).
Adalah Penjaga gawang Muhammad Halim membuat kesalahan fatal, ketika dia kurang sigap memanfaatkan bola dari savety first Hari Syahputra di menit ke-17 sehingga membuat pemain depan PSSB Birueun, Pondra berhasil mencuri sekaligus menjebol gawang PSMS. PSSB pun unggul 1-0.
Hari Syahputra yang ikut membantu serangan di menit ke-21 berhasil menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan umpan silang dari Osas Saha. Gol Hari Syahputra itu sekaligus pula membuat kembalinya kepercayaan diri pemain. Hanya saja, menjelang menit empat menit lagi babak pertama bubaran penjaga gawang M Halim kembali membuat kesalahan. Gagal mengantisipasi kedatangan bola yang tidak terlalu keras menciptakan kemelut di muka gawang yang dimanfaatkan M Rizal Juzli untuk membawa PSSB kembali unggul 2-1.
Herannya Zulkarnain tidak langsung menggantikan M Halim dengan Irwin Ramadhan yang tampil baik saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan, Sabtu (13/3) lalu. Akibatnya pemain-pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe dkk mulai kehilangan konsentrasi. Tekanan pun membuat mereka tidak dapat lagi bermain lepas.
Ditambah lagi keputusan wasit asal Bandung Ahmad Suparman yang membuat keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah membuat skuad PSMS terbawa emosi. Akibatnya empat pemain PSMS seperti Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan dan Tri Yudha Handoko mendapat kartu kuning
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Sudah jatuh tertima tangga. Itulah pepatah yang tepat menggambarkan kondisi PSMS saat ini. Bagaimana tidak, kekalahan 1-2 atas PSSB Bireuen, Kamis (18/3) merupakan kehilangan akan kesempatan untuk keluar dari ancaman degradasi musim ini.
Padahal pertandingan ini diharapkan dapat mendukung enam poin yang dipastikan diraih dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat yang akan dihadapi di Stadion Teladan Medan di akhir musim ini. Namun yang didapat justru kekecewaan. Sekalipun menyisakan tiga pertandingan lagi, namun laga menghadapi PSAP Sigli tidaklah mudah. Tinggallah harapan pada dua laga kandang belaka.
Yang lebih menyakitkan, kekalahan dari PSSB Bireuen ini disertai pula hukuman kepada PSMS. Hukuman itu diberikan sehubungan dengan dikartukuningkannya empat pemain Ayam Kinantan. Mereka adalah Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan, dan Tri Yudha Handoko.
Karena itu, peraturan manual mengharuskan PSMS membayar denda sebesar Rp10 juta. Jumlah yang cukup besar di tengah keterpurukan prestasi saat ini. Tak pelak hal ini pun mengecewakan seluruh masyarakat Kota Medan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Ir Fityan Hamdy, hukuman empat kartu dalam satu pertandingan dalam peraturan manual liga dinyatakan sebagai sikap tidak sportif. “Memang tidak harus dibayar sebelum bertanding melawan PSAP Sigli. Kita akan menunggu siding Komisi Disiplin (Komdis),” ucap Fityan.
Sebelumnya, PSMS juga pernah kena hukuman serupa yaitu saat menantang Persita Tangerang di putaran pertama lalu. Saat itu PSMS ditekuk 1-3.
Padahal pertandingan ini diharapkan dapat mendukung enam poin yang dipastikan diraih dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat yang akan dihadapi di Stadion Teladan Medan di akhir musim ini. Namun yang didapat justru kekecewaan. Sekalipun menyisakan tiga pertandingan lagi, namun laga menghadapi PSAP Sigli tidaklah mudah. Tinggallah harapan pada dua laga kandang belaka.
Yang lebih menyakitkan, kekalahan dari PSSB Bireuen ini disertai pula hukuman kepada PSMS. Hukuman itu diberikan sehubungan dengan dikartukuningkannya empat pemain Ayam Kinantan. Mereka adalah Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana, Syaiful Ramadhan, dan Tri Yudha Handoko.
Karena itu, peraturan manual mengharuskan PSMS membayar denda sebesar Rp10 juta. Jumlah yang cukup besar di tengah keterpurukan prestasi saat ini. Tak pelak hal ini pun mengecewakan seluruh masyarakat Kota Medan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Ir Fityan Hamdy, hukuman empat kartu dalam satu pertandingan dalam peraturan manual liga dinyatakan sebagai sikap tidak sportif. “Memang tidak harus dibayar sebelum bertanding melawan PSAP Sigli. Kita akan menunggu siding Komisi Disiplin (Komdis),” ucap Fityan.
Sebelumnya, PSMS juga pernah kena hukuman serupa yaitu saat menantang Persita Tangerang di putaran pertama lalu. Saat itu PSMS ditekuk 1-3.
Thursday, March 18, 2010
PSSB v PSMS Tak Ada Pilihan Selain Menang
PSSB Bireuen telah mematangkan persiapannya untuk menjamu PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Kamis sore ini.
Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.
Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.
“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.
Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.
“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.
Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.
Facebook PSSB
Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.
Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya
Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.
Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.
“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.
Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.
“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.
Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.
Facebook PSSB
Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.
Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya
PSSB v PSMS Tak Ada Pilihan Selain Menang
PSSB Bireuen telah mematangkan persiapannya untuk menjamu PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Kamis sore ini.
Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.
Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.
“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.
Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.
“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.
Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.
Facebook PSSB
Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.
Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya
Menjamu PSMS, tim Laskar Kota Juang berambisi meraih poin maksimal. Selain bermain di kandang, kemenangan juga dibidik untuk mengamankan posisi PSSB dari ancaman degradasi.
Manajer PSSB M Zaini Yusuf, Selasa mengatakan, melawan PSMS Medan merupakan partai hidup mati bagi anak-anak didik Rudi Saari. Pasalnya, Ayam Kinantan merupakan tim tangguh dan sempat ditukangi Rudi Saari yang kini menangani PSSB.
“Tidak ada pilihan lain kecuali menang. Saya telah memohon kepada pelatih untuk terus mengenjot stamina pemain supaya menang dan mengungguli lawan,” kata mantan pemain PSSB Bireuen era 1990an itu.
Menurutnya, PSMS yang kini dilatih duet Zulkarnaen dan Amrustian pasca mundurnya Kustiono, sebenarnya tidak mudah dikalahkan. Dikatakan, kekuatan PSMS sekarang ini tambah baik, makanya pemain harus hati-hati.
“Saya percaya Bang Rudi (Saari-red) lebih mengerti masalah ini. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, Pondra cs akan mampu mendapat hasil maksmal,” katanya seraya berharap para pecinta PSSB datang beramai-ramai mendukung tim kesayangannya itu.
Kepada Panpel, M Zaini mengharapkan untuk bekerja maksimal sehingga tidak lagi kecolongan tiket palsu agar warga semakin percaya kepada tim dan panpel itu sendiri.
Facebook PSSB
Masih menurut Zaini, manajemen PSSB telah membuka facebook PSSB dengan nama PSSB Bireuen supaya para pecinta dapat mengikuti segala perkembangan tim melalui situs itu. “Melalui facebook itu, kita berharap mendapat saran, kritik dan komentar tentang PSSB,” katanya.
Sekarang ini, lanjutnya, penggemar PSSB di facebook mencapai dua ribuan dan diperkirakan akan terus bertambah.
“Ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa bagi manajemen PSSB. Walaupun hanya lewat facebook, tetapi itu suatu wujud kecintaan kepada PSSB,” pungkasnya
Janji Irwin
Pengalaman tampil perdana menjadi pelajaran tersendiri bagi penjaga gawang PSMS Irwin Ramadhan . Karena itu, dia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kesempatan berikutnya.
Ya, Irwin membuktikan keraguan selama ini dengan penampilan yang memukau saat menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. Sekalipun untuk itu, putra dari mantan gelandang PSMS Alm Muchlis Chan ini, harus jatuh-bangun. “Sebagai pemain tentu keinginan untuk diturunkan kuat, Bang. Mungkin karena terlalu bersemangat sampai keram,” ucap Irwin yang ditemui di Mes PSMS, Senin (15/3). Karena menderita keram di babak kedua Irwin pun ditarik dan digantikan dengan M Halim.
Siapa sangka pergantian itu tidak bisa mempertahankan kedudukan 1-1 saat Irwin meninggalkan lapangan. Tak lama berselang, setelah digantikan M Halim, gawang PSMS kembali kebobolan. Hingga wasit Tardianis meniup peluit panjang, PSMS harus mengakui keunggulan Persipasi Bekasi.
Kekalahan itu tak bisa dipungkiri Irwin turut berdampak baginya. Pujian yang diberikan pun hanya ditanggapi dingin. “Mau sebagus apapun penampilan kita kalau tim kalah, tetap saja kalah. Apalagi sebagai penjaga gawang sebagai benteng terakhir tetap itu menjadi kesalahan kita, Bang,” tutur Irwin yang sempat bermain di PSDS pada 2000-2002.
Berkaca pada kejadian itu, Irwin yang mengaku sudah baikan, sudah tidak sabar untuk membalas kesalahan pada masa lalu. Dia berharap kembali diberikan kesempatan dan kepercayaan dalam mengawal PSMS saat menghadapi PSSB Bireuen, Kamis (18/3) ini. Melihat kondisi PSMS yang genting, semangat seorang Irwin telak sangat dibutuhkan. Meskipun untuk itu, dirinya harus terlebih dahulu meyakinkan duet pelatih PSMS saat ini yaitu Zulkarnain Pasaribu dan Amrustiar.
Sementara itu, sembari berjuang bertahan di Divisi Utama, pembenahan terus dilakukan untuk PSMS yang lebih baik lagi ke depan. Selain mempersiapkan tim melalui penjaringan bertingkat, beberapa program turut disiapkan oleh Pengurus PSMS sehubungan dengan masalah keuangan selama ini.
Seperti yang kita ketahui keberadaan materi pemain saat ini menjadi satu faktor buruknya performa PSMS pada musim ini. Pasalnya materi yang ada diakui karena minimnya dana yang ada untuk merekrut pemain dengan kualitas memadai. Artinya dana yang pas-pasan menjadi gambaran pemain yang pas-pasan juga.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyiapkan beberapa pembenahan dalam mengatasi masalah finansial tersebut. Kepada Sumut Pos, Idris menyebut pembenahan tersebut akan dimulai dari Mes PSMS. “Mess pemain ini memiliki potensi untuk membantu keuangan PSMS. Jadi kita akan membenahi mess khususnya gedung dua untuk kemudian bisa dimanfaatkan,” buka Idris.
Menurut Idris, penggunaan mess pemain khususnya gedung dua masih terlalu mubazir. Pasalnya beberapa ruangan terkesan tak berfungsi. Tak heran bila saat ini gedung dua tadi mengalami kerusakan di beberapa bagian. Seperti kebocoran di saluran air yang membuat lantai dua tergenang. Begitu juga ruang pertemuan yang pemanfaatannya tidak maksimal.
Untuk itu Idris berencana melakukan perubahan terhadap fungsi gedung dua ini. “Kalau itu dicat dan dilakukan perbaikan di beberapa bahagian, saya pikir itu bisa dimanfaatkan untuk penginapan tim tamu sehingga bisa menekan biaya dibanding menyewa hotel. Otomatis itu masuk ke kas PSMS. Pemain kita gabung saja di gedung satu,” beber Idris.
Selain itu, pembenahan juga akan dilakukan kepada Stadion Kebun Bunga itu sendiri. Pembenahan itu menyangkut struktur tanah yang selama ini menyebabkan stadion menjadi keras agar lebih lembut. “Saya sudah tanya-tanya bagaimana agar stadion ini bisa lebih lembut tanpa mengubah materi dasarnya. Tapi saya yakin hal itu bisa dilakukan sehingga para pemain bisa latihan dengan nyaman nantinya,” jelas Idris.
Dari lapangan pembenahan merambat ke sarana dan prasarana lainnya. Seperti podium penonton dan tembok di sekeliling lapangan. Momen ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan yang ada di Kota Medan untuk mempromosikan produk maupun nama perusahaannya pada dinding di sekeliling stadion. “Dinding nantinya akan kita bersihkan kemudian kita tawarkan ke perusahaan-perusahaan untuk berpromosi. Ya kan bisa bantu-bantu keuangan PSMS juga,” tambahnya.
Ya, Irwin membuktikan keraguan selama ini dengan penampilan yang memukau saat menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. Sekalipun untuk itu, putra dari mantan gelandang PSMS Alm Muchlis Chan ini, harus jatuh-bangun. “Sebagai pemain tentu keinginan untuk diturunkan kuat, Bang. Mungkin karena terlalu bersemangat sampai keram,” ucap Irwin yang ditemui di Mes PSMS, Senin (15/3). Karena menderita keram di babak kedua Irwin pun ditarik dan digantikan dengan M Halim.
Siapa sangka pergantian itu tidak bisa mempertahankan kedudukan 1-1 saat Irwin meninggalkan lapangan. Tak lama berselang, setelah digantikan M Halim, gawang PSMS kembali kebobolan. Hingga wasit Tardianis meniup peluit panjang, PSMS harus mengakui keunggulan Persipasi Bekasi.
Kekalahan itu tak bisa dipungkiri Irwin turut berdampak baginya. Pujian yang diberikan pun hanya ditanggapi dingin. “Mau sebagus apapun penampilan kita kalau tim kalah, tetap saja kalah. Apalagi sebagai penjaga gawang sebagai benteng terakhir tetap itu menjadi kesalahan kita, Bang,” tutur Irwin yang sempat bermain di PSDS pada 2000-2002.
Berkaca pada kejadian itu, Irwin yang mengaku sudah baikan, sudah tidak sabar untuk membalas kesalahan pada masa lalu. Dia berharap kembali diberikan kesempatan dan kepercayaan dalam mengawal PSMS saat menghadapi PSSB Bireuen, Kamis (18/3) ini. Melihat kondisi PSMS yang genting, semangat seorang Irwin telak sangat dibutuhkan. Meskipun untuk itu, dirinya harus terlebih dahulu meyakinkan duet pelatih PSMS saat ini yaitu Zulkarnain Pasaribu dan Amrustiar.
Sementara itu, sembari berjuang bertahan di Divisi Utama, pembenahan terus dilakukan untuk PSMS yang lebih baik lagi ke depan. Selain mempersiapkan tim melalui penjaringan bertingkat, beberapa program turut disiapkan oleh Pengurus PSMS sehubungan dengan masalah keuangan selama ini.
Seperti yang kita ketahui keberadaan materi pemain saat ini menjadi satu faktor buruknya performa PSMS pada musim ini. Pasalnya materi yang ada diakui karena minimnya dana yang ada untuk merekrut pemain dengan kualitas memadai. Artinya dana yang pas-pasan menjadi gambaran pemain yang pas-pasan juga.
Untuk itu Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyiapkan beberapa pembenahan dalam mengatasi masalah finansial tersebut. Kepada Sumut Pos, Idris menyebut pembenahan tersebut akan dimulai dari Mes PSMS. “Mess pemain ini memiliki potensi untuk membantu keuangan PSMS. Jadi kita akan membenahi mess khususnya gedung dua untuk kemudian bisa dimanfaatkan,” buka Idris.
Menurut Idris, penggunaan mess pemain khususnya gedung dua masih terlalu mubazir. Pasalnya beberapa ruangan terkesan tak berfungsi. Tak heran bila saat ini gedung dua tadi mengalami kerusakan di beberapa bagian. Seperti kebocoran di saluran air yang membuat lantai dua tergenang. Begitu juga ruang pertemuan yang pemanfaatannya tidak maksimal.
Untuk itu Idris berencana melakukan perubahan terhadap fungsi gedung dua ini. “Kalau itu dicat dan dilakukan perbaikan di beberapa bahagian, saya pikir itu bisa dimanfaatkan untuk penginapan tim tamu sehingga bisa menekan biaya dibanding menyewa hotel. Otomatis itu masuk ke kas PSMS. Pemain kita gabung saja di gedung satu,” beber Idris.
Selain itu, pembenahan juga akan dilakukan kepada Stadion Kebun Bunga itu sendiri. Pembenahan itu menyangkut struktur tanah yang selama ini menyebabkan stadion menjadi keras agar lebih lembut. “Saya sudah tanya-tanya bagaimana agar stadion ini bisa lebih lembut tanpa mengubah materi dasarnya. Tapi saya yakin hal itu bisa dilakukan sehingga para pemain bisa latihan dengan nyaman nantinya,” jelas Idris.
Dari lapangan pembenahan merambat ke sarana dan prasarana lainnya. Seperti podium penonton dan tembok di sekeliling lapangan. Momen ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan yang ada di Kota Medan untuk mempromosikan produk maupun nama perusahaannya pada dinding di sekeliling stadion. “Dinding nantinya akan kita bersihkan kemudian kita tawarkan ke perusahaan-perusahaan untuk berpromosi. Ya kan bisa bantu-bantu keuangan PSMS juga,” tambahnya.
Tuan Rumah Ngotot Menang
MESKI tak pernah mencatat kemenangan dari pertemuan dengan PSMS, PSSB Bireuen tidak akan mau kehilangan muka di depan publik sendiri. Ego pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari yang juga mantan pemain PSMS memastikan atmosfer pertandingan akan berlangsung panas. Adu gengsi sesama anak Medan tak bisa dihindari.
Tidak itu saja, Laskar Kota Juang pun dipastikan akan tampil ngotot untuk menjaga tiga poin. “Saya sudah mengintruksikan anak-anak agar bisa bermain ngotot dan memenangi pertandingan petang ini,” ujar Saari kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Rabu (17/3). Saari mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menahan laju punggawa Ayam Kinantan. Termasuk, meredam gaya rap-rap yang kemungkinan besar diusung tim yang bermarkas di Stadion Kebun Bunga Medan tersebut. “Ini pertandingan final bagi saya. Saya sudah instruksi pada pemain untuk memanfaatkan peluang sekecil apapun yang ada secara maksimal,” kata Saari. Kubu PSSB sedikit diuntungkan dengan keadaan PSMS yang labil. Pasalnya, pergantian pelatih yang mendadak, tentunya membuat pola bermain dan kesatuan tim menjadi rawan.
“Saya sebenarnya belum tahu banyak dengan kemampuan masing- masing pemain serta karakternya, jadi saya mencoba mengutamakan membakar fanatisme untuk menjadi pemain yang baik dalam upaya membawa tim memenangkan pertandingan,” kata pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu kepada Sumut Pos. Zulkarnaen yang akrab dipanggil bang Zul itu mengaku, dia sangat gembira melihat kondisi para pemainnya padahal mereka sebelumnya baru melakukan perjalanan panjang dari Medan ke Bireuen melalui jalan darat. “Memang saya sempat khawatir dengan kondisi Faisal Azmi dkk, mengingat lamanya melakukan perjalanan. Ternyata kekhawatiran saya itu tidak benar setelah mereka menunjukkan latihan dengan penuh semangat,” tambahnya. Seakan tak mau kalah dengan tamu, tuan rumah juga mengusung semangat sama. “Saya optimis dengan PSSB. Dan, ada pemain yang pernah memperkuat PSMS akan dapat mengalahkan anak asuh Zulkarnain dan Amrustian,” pungkas Saari
Tidak itu saja, Laskar Kota Juang pun dipastikan akan tampil ngotot untuk menjaga tiga poin. “Saya sudah mengintruksikan anak-anak agar bisa bermain ngotot dan memenangi pertandingan petang ini,” ujar Saari kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Rabu (17/3). Saari mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menahan laju punggawa Ayam Kinantan. Termasuk, meredam gaya rap-rap yang kemungkinan besar diusung tim yang bermarkas di Stadion Kebun Bunga Medan tersebut. “Ini pertandingan final bagi saya. Saya sudah instruksi pada pemain untuk memanfaatkan peluang sekecil apapun yang ada secara maksimal,” kata Saari. Kubu PSSB sedikit diuntungkan dengan keadaan PSMS yang labil. Pasalnya, pergantian pelatih yang mendadak, tentunya membuat pola bermain dan kesatuan tim menjadi rawan.
“Saya sebenarnya belum tahu banyak dengan kemampuan masing- masing pemain serta karakternya, jadi saya mencoba mengutamakan membakar fanatisme untuk menjadi pemain yang baik dalam upaya membawa tim memenangkan pertandingan,” kata pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu kepada Sumut Pos. Zulkarnaen yang akrab dipanggil bang Zul itu mengaku, dia sangat gembira melihat kondisi para pemainnya padahal mereka sebelumnya baru melakukan perjalanan panjang dari Medan ke Bireuen melalui jalan darat. “Memang saya sempat khawatir dengan kondisi Faisal Azmi dkk, mengingat lamanya melakukan perjalanan. Ternyata kekhawatiran saya itu tidak benar setelah mereka menunjukkan latihan dengan penuh semangat,” tambahnya. Seakan tak mau kalah dengan tamu, tuan rumah juga mengusung semangat sama. “Saya optimis dengan PSSB. Dan, ada pemain yang pernah memperkuat PSMS akan dapat mengalahkan anak asuh Zulkarnain dan Amrustian,” pungkas Saari
Beban Berat Duo Pelatih
Dikawal dua pelatih baru Zulkarnain Pasaribu dan Amrustiar, Kamis (18/3) sore ini PSMS akan melakoni laga lanjutan Divisi Utama 2009/ 2010 menantang PSSB Bireuen di Stadion Cot Gapu Bireuen. Tak pelak, pertandingan ini akan menjadi ujian pertama Zulkarnain dan Amrustiar. Ya, pascapergantian pelatih PSMS dari Suimin Dihardja ke Kustiono di awal putaran kedua, Ayam Kinantan seolah kehilangan tajinya. Bagaimana tidak, laga di kandang yang seharusnya lumbung poin bahkan tak bisa dimanfaatkan. Hasil terbaik yang diraih adalah seri sementara empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Semua itu membawa PSMS kian terpuruk di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Hanya unggul satu poin dari Persires Rengat dan PSDS yang masingmasing mengoleksi 14 poin. Tentu saja, bila ingin memastikan dirinya aman di Divisi Utama musim depan, M Affan Lubis dkk harus pulang dengan tiga poin. Setelah PSSB B i r e u e n , PSMS akan melanjutkan laga
tandangnya ke kandang PSAP Sigli. Partai ini pun akan menjadi sangat berat bila dilihat dari hasil pertandingan di Stadion Teladan Medan pada putaran pertama lalu. Artinya, PSMS hanya bisa berharap besar pada dua laga kandang sisa yaitu menghadapi Persih Tembilahan dan Persires Rengat.
Meskipun keduanya sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan nasional, tetap saja pertandingan ini menjadi ujian bagi pelatih baru PSMS yang katanya ‘terpanggil’ secara moral untuk mengawal PSMS tetap di Divisi Utama musim berikutnya.
Menghadapi Laskar Batee Kureng (julukan PSSB Bireuen) yang menghuni peringkat delapan, Zulkarnain berencana menerapkan skema 4-4-2 untuk mematikan pergerakan pemain PSSB. Dengan mengandalkan permainan sayap dan umpan panjang, diharapkan dapat membuka peluang untuk Osas Saha dan Jecky Pasarela untuk mendobrak pertahanan lawan.
“Saya harap kita dapat mencuri poin disini,” papar Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (17/3). Hanya saja, pada pertandingan sore ini, PSMS tidak akan diperkuat pemain pilarnya Deny Wahyudi karena akumulasi kartu saat menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Persipasi Bekasi. Begitupun kubu PSMS masih bisa bernafas lega sehubungan hukuman Komdis (Komisi Disiplin) PSSI kepada Nyek Nyobe sudah berakhir.
“Kami bisa sedikit lega dengan kembalinya Nyek kedalam tim, walaupun di satu sisi kami kehilangan Deny. Namun kami optimis dan akan berusaha untuk meraih kemenangan disini. Dan anak-anak juga sudah lebih baik daripada kemarin,” ungkapnya.
Idris-Hendra Saling Puji
Perpisahan tidak berarti akhir dari segalanya. Pertemuan setelah sekian lama pun kembali menghadirkan kisah-kisah indah yang pernah ada. Ini lah yang tampak di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3) lalu antara Sekretaris Umum PSMS Idris SE dan Manajer PSMS Hendra DS.
Keduanya merupakan siswa SMA Negeri Labuhan Deli Medan Belawan angkatan 1982/1983. Setelah menyelesaikan pendidikan Idris di IPA dan Hendra di IPS, keduanya mengaku belum pernah bertemu. Hingga jabatan masing-masing di PSMS yang mempertemukan keduanya. Tak pelak cerita lama pun terulang kembali.
Menurut Idris, selama bersekolah Hendra memiliki ciri khas. “Hendra terkenal dengan tas yang dibuat dari karung gandum, kemudian ditenteng. Hendra juga merupakan idola di sekolah, khususnya bagi pelajar putri,” kenang Idris tentang Hendra DS.
Tahu rahasianya dibongkar, Hendra hanya tersenyum kalem. Sepertinya Hendra memiliki kesan tersendiri terhadap Idris. “Orangnya pandai bergaul dan tidak pernah menyusahkan teman. Kalau nakal-nakal itu kan biasa. Dulu kita juga sering bersama-sama,” bebernya.
Semua itu membawa PSMS kian terpuruk di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Hanya unggul satu poin dari Persires Rengat dan PSDS yang masingmasing mengoleksi 14 poin. Tentu saja, bila ingin memastikan dirinya aman di Divisi Utama musim depan, M Affan Lubis dkk harus pulang dengan tiga poin. Setelah PSSB B i r e u e n , PSMS akan melanjutkan laga
tandangnya ke kandang PSAP Sigli. Partai ini pun akan menjadi sangat berat bila dilihat dari hasil pertandingan di Stadion Teladan Medan pada putaran pertama lalu. Artinya, PSMS hanya bisa berharap besar pada dua laga kandang sisa yaitu menghadapi Persih Tembilahan dan Persires Rengat.
Meskipun keduanya sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan nasional, tetap saja pertandingan ini menjadi ujian bagi pelatih baru PSMS yang katanya ‘terpanggil’ secara moral untuk mengawal PSMS tetap di Divisi Utama musim berikutnya.
Menghadapi Laskar Batee Kureng (julukan PSSB Bireuen) yang menghuni peringkat delapan, Zulkarnain berencana menerapkan skema 4-4-2 untuk mematikan pergerakan pemain PSSB. Dengan mengandalkan permainan sayap dan umpan panjang, diharapkan dapat membuka peluang untuk Osas Saha dan Jecky Pasarela untuk mendobrak pertahanan lawan.
“Saya harap kita dapat mencuri poin disini,” papar Pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (17/3). Hanya saja, pada pertandingan sore ini, PSMS tidak akan diperkuat pemain pilarnya Deny Wahyudi karena akumulasi kartu saat menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Persipasi Bekasi. Begitupun kubu PSMS masih bisa bernafas lega sehubungan hukuman Komdis (Komisi Disiplin) PSSI kepada Nyek Nyobe sudah berakhir.
“Kami bisa sedikit lega dengan kembalinya Nyek kedalam tim, walaupun di satu sisi kami kehilangan Deny. Namun kami optimis dan akan berusaha untuk meraih kemenangan disini. Dan anak-anak juga sudah lebih baik daripada kemarin,” ungkapnya.
Idris-Hendra Saling Puji
Perpisahan tidak berarti akhir dari segalanya. Pertemuan setelah sekian lama pun kembali menghadirkan kisah-kisah indah yang pernah ada. Ini lah yang tampak di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3) lalu antara Sekretaris Umum PSMS Idris SE dan Manajer PSMS Hendra DS.
Keduanya merupakan siswa SMA Negeri Labuhan Deli Medan Belawan angkatan 1982/1983. Setelah menyelesaikan pendidikan Idris di IPA dan Hendra di IPS, keduanya mengaku belum pernah bertemu. Hingga jabatan masing-masing di PSMS yang mempertemukan keduanya. Tak pelak cerita lama pun terulang kembali.
Menurut Idris, selama bersekolah Hendra memiliki ciri khas. “Hendra terkenal dengan tas yang dibuat dari karung gandum, kemudian ditenteng. Hendra juga merupakan idola di sekolah, khususnya bagi pelajar putri,” kenang Idris tentang Hendra DS.
Tahu rahasianya dibongkar, Hendra hanya tersenyum kalem. Sepertinya Hendra memiliki kesan tersendiri terhadap Idris. “Orangnya pandai bergaul dan tidak pernah menyusahkan teman. Kalau nakal-nakal itu kan biasa. Dulu kita juga sering bersama-sama,” bebernya.
Wednesday, March 17, 2010
Ayam Kinantan khawatir
Kubu PSMS Medan khawatir dengan kondisi fisik pemain, mengingat mereka melakukan perjalanan hampir sembilan jam dari Medan ke Bireuen via darat dalam rangka menghadapi tuan rumah PSSB pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 pada Kamis besok.
Kendati begitu, Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu menyikapinya dengan tenang dan berharap istirahat sehari pada Rabu sudah bisa mengembalikan kondisi M Affan Lubis dan kawan-kawan.
Sebelum bertolak dari Medan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan seyogyanya rombongan Ayam Kinantan bertolak Minggu lalu namun tertunda karena pengurus dan manajemen belum mendapatkan kepastian pengganti Kustiono yang mundur sebagai pelatih pasca kekalahan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan.
Setelah dipastikan Zulkarnaen dan Amrustian mengisi posisi pelatih dalam sisa kompetisi pada Senin, skuad Ayam Kinantan melakukan latihan dua kali dan baru bersiap untuk diberangkatkan.
Idris, didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS dan Sekretaris PSMS Drs Agus Suriono, berharap keterlambatan tersebut tidak membuat pemain tidak pada kondisi terbaiknya. Hendra dan Agus juga berharap masyarakat Medan dan Sumut turut mendoakan agar PSMS bisa tampil maksimal dan bangkit di tangan kedua pelatih baru.
"Laga kontra PSSB adalah duel hidup-mati. Kemenangan di Bireuen pun merupakan tekad PSMS. Ini mengingat dari sisa empat pertandingan (dua tandang dan dua kandang), Ahmad Maulana Putra cs harus bisa meraih minimal tujuh poin untuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi," timpal Agus.
Dalam rombongan ke Bireuen, PSMS memberangkatkan M Halim, Irwin Ramadhan, Deli Sulistio (kiper), Nyeck Nyobe, Hari Syahputra, Deni Wahyudi, Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana (belakang), Syaiful Ramadhan, Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Ogochukwu Daniel, Ahmad Afandi Lubis (tengah), Osas Saha, Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring
Kendati begitu, Pelatih PSMS Zulkarnaen Pasaribu menyikapinya dengan tenang dan berharap istirahat sehari pada Rabu sudah bisa mengembalikan kondisi M Affan Lubis dan kawan-kawan.
Sebelum bertolak dari Medan, Sekretaris Umum PSMS Idris SE menyebutkan seyogyanya rombongan Ayam Kinantan bertolak Minggu lalu namun tertunda karena pengurus dan manajemen belum mendapatkan kepastian pengganti Kustiono yang mundur sebagai pelatih pasca kekalahan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan.
Setelah dipastikan Zulkarnaen dan Amrustian mengisi posisi pelatih dalam sisa kompetisi pada Senin, skuad Ayam Kinantan melakukan latihan dua kali dan baru bersiap untuk diberangkatkan.
Idris, didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS dan Sekretaris PSMS Drs Agus Suriono, berharap keterlambatan tersebut tidak membuat pemain tidak pada kondisi terbaiknya. Hendra dan Agus juga berharap masyarakat Medan dan Sumut turut mendoakan agar PSMS bisa tampil maksimal dan bangkit di tangan kedua pelatih baru.
"Laga kontra PSSB adalah duel hidup-mati. Kemenangan di Bireuen pun merupakan tekad PSMS. Ini mengingat dari sisa empat pertandingan (dua tandang dan dua kandang), Ahmad Maulana Putra cs harus bisa meraih minimal tujuh poin untuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi," timpal Agus.
Dalam rombongan ke Bireuen, PSMS memberangkatkan M Halim, Irwin Ramadhan, Deli Sulistio (kiper), Nyeck Nyobe, Hari Syahputra, Deni Wahyudi, Chico Maradona, Ahmad Maulana Putra, Dodi Rahwana (belakang), Syaiful Ramadhan, Heri Suwondo, Faisal Azmi, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Ogochukwu Daniel, Ahmad Afandi Lubis (tengah), Osas Saha, Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring
Digawangi Pelatih Lawas
Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian dipercaya membesut PSMS di sisa laga yang akan dilakoni musim ini. Demikian keputusan rapat pengurus PSMS yang dipimpin Sekum Idris SE di Mess PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (15/3).
Turut hadir Wakil Sekretaris Agus Suryono, Ketua Bidang Pembinaan dan Pertandingan Freddy Hutabarat. Dari pihak manajemen hadir Manajer PSMS Hendra DS didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa, dan Sekretaris Tim Fityan Hamdi. Juga hadir Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis.
Seperti yang disampaikan Idris, keputusan menggandeng keduanya berdasarkan ketentuan dan kebutuhan PSMS saat ini. Sebelumnya selain Zulkarnain Pasaribu, nama H Nobon Kayamudin dan Meiyadi Rakasiwi juga digadang-gadang bakal menangani tim Ayam Kinantan.
Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, utamanya yang menyangkut lisensi kepelatihan, maka nama Nobon ditepikan karena tidak memenuhi standar untuk membawa tim berlaga di ajang Divisi Utama. Sedangkan nama Meiyadi Rakasiwi dicoret karena yang bersangkutan masih berada di Depok.
“Kita memilih Zulkarnain karena dia terkenal sebagai sosok pelatih yang mampu mengayomi para pemainnya. Sedangkan Amrustian kita pilih karena dia mampu melakukan pendekatan dengan cara yang khas, sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh pelatih-pelatih yang berasal dari Medan. Diharapkan dengan bergabungnya dua pelatih berbeda generasi dan beda gaya ini, maka performa PSMS akan semakin meningkat,” jelas Idris.
Memang, ketika nama kedua orang ini mengapung ke permukaan untuk menangani PSMS, banyak yang bertanya-tanya, kenapa harus dua pelatih? Tapi jika berkaca pada perjalanan sejarah PSMS, maka keberadaan dua pelatih di satu tim bukanlah sesuatu yang baru di tubuh tim Ayam Kinantan.
Sebagai contoh, kala PSMS menjuarai Liga Perserikatan 1985 lalu, yang mana Amrustian masih terlibat sebagai pemain, tim Ayam Kinantan justru ditangani tiga pelatih. Mereka adalah Wibisono, Zulkarnain Pasaribu, dan Parlin Siagian.
“Kita berharap dengan masuknya Zulkarnain dan Amrustian, maka semangat seperti yang diusung pada tahun 1985 bisa kembali terulang,” harap Idris.
Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu adalah Pelatih PSSB Bireun sementara Amrustian merupakan mantan Pelatih Persidi Idi.
Sehubungan dengan pergantian yang terkesan mendadak, Idris mengaku bila keberadaan Zulkarnain dan Amrustian sebagai Pelatih PSMS tidak disertai dengan perjanjian hitam di atas putih, sebagaimana layaknya ikatan kerjasama antara klub dan seorang pelatih. Dengan demikian tidak ada konsekuensi yang harus ditanggung keduanya jika gagal mempertahankan PSMS di Divisi Utama musim ini.
Beberapa saat setelah terpilih sebagai pelatih tim Ayam Kinantan, baik Zulkarnaen Pasaribu maupun Amrustian berkenalan dengan seluruh pemain di mess pemain yang berada di kompleks Stadion Kebun Bunga Medan.
Pada kesempatan itu Manajer Tim Hendra DS pun memperkenalkan sekaligus menyerahkan pemain untuk ditangani kepada dua pelatih anyar tersebut.
Pada kesempatan itu Zulkarnaen dan Amrustian menyampaikan dua poin yang harus dilakukan agar PSMS dapat tampil maksimal.
“Kita harus saling terbuka. Kalau ada kendala yang mengganjal di hati, segera beritahu kepada pelatih biar disampaikan ke manajemen. Kita juga harus mau dikoreksi,” tuturnya.
Menurut Amrustian, pendekatan dengan pemain menjadi prioritas utama dalam meningkatkan performa tim. Lewat pendekatan itu tadi, diharapkan potensi seluruh pemain dapat ditingkatkan melalui penempatan pemain pada posisi yang tepat.
“Seorang pemain akan lebih bersemangat bila ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Kalau pemain basah kita tempatkan di posisi kering, ya mampus lah dia. Makanya, kita akan lihat dulu materi pemain yang ada, selanjutkan kita kembalikan ke posisi yang sesuai dengan kemampuannya,” jelas Amrustian.
Menanggapi belum adanya perjanjian yang jelas dengan pengurus mengenai keberadaan keduanya di PSMS, Amrustian yang ditunjuk sebagai wakil Zulkarnain tidak mempersoalkannya. Bagaimanapun keputusan untuk maju sebagai Pelatih PSMS didasari panggilan sebagai mantan pemain yang tidak rela PSMS terdegradasi dari Divisi Utama.
“Kita tidak ingin memikirkan kekalahan, karena kita menginginkan kemenangan dari empat pertandingan sisa. Saya yakin para pemain juga tidak ingin jatuh,” bilang Amrustian.
Beruntung ajakan kedua pelatih tadi disambut baik oleh seluruh pemain. Bahkan sebagian besar pemain yakin jika kedua pelatih itu mampu meningkatkan kemampuan mereka.
“Pada prinsipnya kita akan mendukung siapapun pelatih yang menangani PSMS. Anak-anak juga berkomitmen untuk tampil habis-habisan membela PSMS agar tetap di Divisi Utama musim depan. Kita tidak mau sejarah mencatat jika kita salah seorang pemain yang mengantarkan PSMS jatuh ke Divisi I,” tegas Kapten Tim PSMS H Affan Lubis.
Turut hadir Wakil Sekretaris Agus Suryono, Ketua Bidang Pembinaan dan Pertandingan Freddy Hutabarat. Dari pihak manajemen hadir Manajer PSMS Hendra DS didampingi Asisten Manajer Benny Tomasoa, dan Sekretaris Tim Fityan Hamdi. Juga hadir Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis.
Seperti yang disampaikan Idris, keputusan menggandeng keduanya berdasarkan ketentuan dan kebutuhan PSMS saat ini. Sebelumnya selain Zulkarnain Pasaribu, nama H Nobon Kayamudin dan Meiyadi Rakasiwi juga digadang-gadang bakal menangani tim Ayam Kinantan.
Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, utamanya yang menyangkut lisensi kepelatihan, maka nama Nobon ditepikan karena tidak memenuhi standar untuk membawa tim berlaga di ajang Divisi Utama. Sedangkan nama Meiyadi Rakasiwi dicoret karena yang bersangkutan masih berada di Depok.
“Kita memilih Zulkarnain karena dia terkenal sebagai sosok pelatih yang mampu mengayomi para pemainnya. Sedangkan Amrustian kita pilih karena dia mampu melakukan pendekatan dengan cara yang khas, sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh pelatih-pelatih yang berasal dari Medan. Diharapkan dengan bergabungnya dua pelatih berbeda generasi dan beda gaya ini, maka performa PSMS akan semakin meningkat,” jelas Idris.
Memang, ketika nama kedua orang ini mengapung ke permukaan untuk menangani PSMS, banyak yang bertanya-tanya, kenapa harus dua pelatih? Tapi jika berkaca pada perjalanan sejarah PSMS, maka keberadaan dua pelatih di satu tim bukanlah sesuatu yang baru di tubuh tim Ayam Kinantan.
Sebagai contoh, kala PSMS menjuarai Liga Perserikatan 1985 lalu, yang mana Amrustian masih terlibat sebagai pemain, tim Ayam Kinantan justru ditangani tiga pelatih. Mereka adalah Wibisono, Zulkarnain Pasaribu, dan Parlin Siagian.
“Kita berharap dengan masuknya Zulkarnain dan Amrustian, maka semangat seperti yang diusung pada tahun 1985 bisa kembali terulang,” harap Idris.
Sebelumnya Zulkarnain Pasaribu adalah Pelatih PSSB Bireun sementara Amrustian merupakan mantan Pelatih Persidi Idi.
Sehubungan dengan pergantian yang terkesan mendadak, Idris mengaku bila keberadaan Zulkarnain dan Amrustian sebagai Pelatih PSMS tidak disertai dengan perjanjian hitam di atas putih, sebagaimana layaknya ikatan kerjasama antara klub dan seorang pelatih. Dengan demikian tidak ada konsekuensi yang harus ditanggung keduanya jika gagal mempertahankan PSMS di Divisi Utama musim ini.
Beberapa saat setelah terpilih sebagai pelatih tim Ayam Kinantan, baik Zulkarnaen Pasaribu maupun Amrustian berkenalan dengan seluruh pemain di mess pemain yang berada di kompleks Stadion Kebun Bunga Medan.
Pada kesempatan itu Manajer Tim Hendra DS pun memperkenalkan sekaligus menyerahkan pemain untuk ditangani kepada dua pelatih anyar tersebut.
Pada kesempatan itu Zulkarnaen dan Amrustian menyampaikan dua poin yang harus dilakukan agar PSMS dapat tampil maksimal.
“Kita harus saling terbuka. Kalau ada kendala yang mengganjal di hati, segera beritahu kepada pelatih biar disampaikan ke manajemen. Kita juga harus mau dikoreksi,” tuturnya.
Menurut Amrustian, pendekatan dengan pemain menjadi prioritas utama dalam meningkatkan performa tim. Lewat pendekatan itu tadi, diharapkan potensi seluruh pemain dapat ditingkatkan melalui penempatan pemain pada posisi yang tepat.
“Seorang pemain akan lebih bersemangat bila ditempatkan sesuai dengan kemampuannya. Kalau pemain basah kita tempatkan di posisi kering, ya mampus lah dia. Makanya, kita akan lihat dulu materi pemain yang ada, selanjutkan kita kembalikan ke posisi yang sesuai dengan kemampuannya,” jelas Amrustian.
Menanggapi belum adanya perjanjian yang jelas dengan pengurus mengenai keberadaan keduanya di PSMS, Amrustian yang ditunjuk sebagai wakil Zulkarnain tidak mempersoalkannya. Bagaimanapun keputusan untuk maju sebagai Pelatih PSMS didasari panggilan sebagai mantan pemain yang tidak rela PSMS terdegradasi dari Divisi Utama.
“Kita tidak ingin memikirkan kekalahan, karena kita menginginkan kemenangan dari empat pertandingan sisa. Saya yakin para pemain juga tidak ingin jatuh,” bilang Amrustian.
Beruntung ajakan kedua pelatih tadi disambut baik oleh seluruh pemain. Bahkan sebagian besar pemain yakin jika kedua pelatih itu mampu meningkatkan kemampuan mereka.
“Pada prinsipnya kita akan mendukung siapapun pelatih yang menangani PSMS. Anak-anak juga berkomitmen untuk tampil habis-habisan membela PSMS agar tetap di Divisi Utama musim depan. Kita tidak mau sejarah mencatat jika kita salah seorang pemain yang mengantarkan PSMS jatuh ke Divisi I,” tegas Kapten Tim PSMS H Affan Lubis.
Muncul Tiga Calon
Sang nahkoda telah mundur. Sementara, kapal harus terus berlayar dalam keadaan payah. Apalagi, kapal yang bernama PSMS itu masih memiliki banyak bocor di haluan, kabin, bahkan buritannya. Tak pelak, hal ini menjadi kenyataan yang pahit. Mencari dan menyiapkan nahkoda baru yang tahu benar soal angin dan badai adalah langkah bijak yang harus segera dilakukan agar kapal tak karam.
Nah, Senin (15/3) siang ini, pengurus PSMS akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah atas pengunduran diri Kustiono sebagai pelatih. Sentuhan moral diharapkan dapat menggugah mantan pemain untuk berpartisipasi dalam usaha menyelamatkan PSMS dari ancaman degradasi di Divisi Utama.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) menjelaskan pengunduran Kustiono merupakan jawaban atas tuntutan dari masyarakat Kota Medan usai kekalahan 1-2 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. “Saya bangga dengan Kustiono yang memahami aspirasi masyarakat Medan. Kita juga berterima kasih atas semua usaha yang telah dilakukan meskipun hasilnya belum berbuah maksimal,” ucap Idris.
Menurut Idris, ada tiga figur yang telah menyatakan kesiapannya mengawal M Affan Lubis dkk hingga musim 2009/2010 ini berakhir. Mereka merupakan mantan pemain PSMS yang kini menjadi pelatih tim sepak bola nasional. “Sudah ada tiga calon pelatih yaitu Meiyadi Rakasiwi yang selama ini melatih di Persikad Depok, Zulkarnaen Pasaribu, dan Nobon Kayamudin yang Minggu (14/3) pagi ketemu dengan saya. Mereka bersedia mencurahkan semua daya dan upayanya untuk menyelamatkan PSMS tetap di Divisi Utama,” jelas pembina SSB Sumut FC ini.
Namun, keputusan akan pengganti Kustiono pun menimbulkan tarik menarik di antara pengurus. Untuk itu Senin (15/3) siang ini pembahasan tersebut akan digelar sehingga tercapai keputusan yang terbaik untuk PSMS. “Biar dalam membuat keputusan tetap pada visi dan misi awal yaitu memberikan yang terbaik untuk PSMS,” jelasnya.
Selain ketiga figur tersebut, Idris juga telah menghubungi beberapa mantan pemain yang diharapkan dapat mengangkat peringkat PSMS saat ini. Namun, Parlin Siagian yang masih terikat kontrak dengan salah satu kontestan Divisi Utama dari grup III tidak dapat memenuhi panggilan tersebut. Parlin Siagian pernah membawa PSMS menjadi Juara Liga Indonesia. Begitu juga dengan M Khaidir sebagai lulusan terbaik di masanya masih harus menyelesaikan tugasnya bersama Persigo Gorontalo.
Lalu apakah dengan pergantian pelatih menjamin PSMS lepas dari ancaman degradasi? Bagaimana bila pelatih yang baru nantinya juga gagal mengawal PSMS tetap di Divisi Utama pada musim berikutnya? Ini merupakan dilema bagi pengurus dan manajemen yang bertanggung jawab kepada masyarakat Kota Medan tentang masa depan PSMS. Idris pun tidak bisa memberi jaminan seperti halnya motivasi untuk ketiga figur tersebut.
Idris bersyukur dengan komitmen yang tetap tinggi dari seluruh pemain. Kabar pengunduran diri Kustiono tidak sedikitpun menurunkan semangat punggawa Ayam Kinantan Hal itu dibenarkan Kapten PSMS Affan Lubis yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) malam.
“Sebenarnya kita menyayangkan pengunduran diri tersebut, tapi kita seluruh pemain akan terus berjuang mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Saya yakin itu,” ucap Affan
Nah, Senin (15/3) siang ini, pengurus PSMS akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah atas pengunduran diri Kustiono sebagai pelatih. Sentuhan moral diharapkan dapat menggugah mantan pemain untuk berpartisipasi dalam usaha menyelamatkan PSMS dari ancaman degradasi di Divisi Utama.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) menjelaskan pengunduran Kustiono merupakan jawaban atas tuntutan dari masyarakat Kota Medan usai kekalahan 1-2 atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) lalu. “Saya bangga dengan Kustiono yang memahami aspirasi masyarakat Medan. Kita juga berterima kasih atas semua usaha yang telah dilakukan meskipun hasilnya belum berbuah maksimal,” ucap Idris.
Menurut Idris, ada tiga figur yang telah menyatakan kesiapannya mengawal M Affan Lubis dkk hingga musim 2009/2010 ini berakhir. Mereka merupakan mantan pemain PSMS yang kini menjadi pelatih tim sepak bola nasional. “Sudah ada tiga calon pelatih yaitu Meiyadi Rakasiwi yang selama ini melatih di Persikad Depok, Zulkarnaen Pasaribu, dan Nobon Kayamudin yang Minggu (14/3) pagi ketemu dengan saya. Mereka bersedia mencurahkan semua daya dan upayanya untuk menyelamatkan PSMS tetap di Divisi Utama,” jelas pembina SSB Sumut FC ini.
Namun, keputusan akan pengganti Kustiono pun menimbulkan tarik menarik di antara pengurus. Untuk itu Senin (15/3) siang ini pembahasan tersebut akan digelar sehingga tercapai keputusan yang terbaik untuk PSMS. “Biar dalam membuat keputusan tetap pada visi dan misi awal yaitu memberikan yang terbaik untuk PSMS,” jelasnya.
Selain ketiga figur tersebut, Idris juga telah menghubungi beberapa mantan pemain yang diharapkan dapat mengangkat peringkat PSMS saat ini. Namun, Parlin Siagian yang masih terikat kontrak dengan salah satu kontestan Divisi Utama dari grup III tidak dapat memenuhi panggilan tersebut. Parlin Siagian pernah membawa PSMS menjadi Juara Liga Indonesia. Begitu juga dengan M Khaidir sebagai lulusan terbaik di masanya masih harus menyelesaikan tugasnya bersama Persigo Gorontalo.
Lalu apakah dengan pergantian pelatih menjamin PSMS lepas dari ancaman degradasi? Bagaimana bila pelatih yang baru nantinya juga gagal mengawal PSMS tetap di Divisi Utama pada musim berikutnya? Ini merupakan dilema bagi pengurus dan manajemen yang bertanggung jawab kepada masyarakat Kota Medan tentang masa depan PSMS. Idris pun tidak bisa memberi jaminan seperti halnya motivasi untuk ketiga figur tersebut.
Idris bersyukur dengan komitmen yang tetap tinggi dari seluruh pemain. Kabar pengunduran diri Kustiono tidak sedikitpun menurunkan semangat punggawa Ayam Kinantan Hal itu dibenarkan Kapten PSMS Affan Lubis yang dihubungi melalui telepon, Minggu (14/3) malam.
“Sebenarnya kita menyayangkan pengunduran diri tersebut, tapi kita seluruh pemain akan terus berjuang mempertahankan PSMS di Divisi Utama. Saya yakin itu,” ucap Affan
Jadikan Momen untuk Bangkit
Pengunduran diri Kustiono yang dilakukan di tengah perjuangan PSMS bertahan di Divisi Utama turut mendapat pujian dari Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis. Tindakan itu dinilai sebagai rasa tanggung jawab seorang Kustiono.
“Bagaimanapun dia (Kustiono, Red) sudah berusaha, itu perlu diingat. Kalau hasilnya masih belum maksimal itu bukan sepenuhnya kesalahan seorang Kustiono. Ini dapat menjadi pelajaran kepada pelatih yang PSMS akan datang. Kalau tidak yakin dan mengecewakan masyarakat Kota Medan, lebih baik mundur,” tegas Zulhifzi yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Opunk juga mengingatkan agar seluruh skuad tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut. Sebaliknya momen ini menjadi saat yang tepat untuk menjawab harapan masyarakat Kota Medan dengan kemenangan demi kemenangan.
Begitupun dukungan masyarakat kepada PSMS agar tidak pernah berhenti. “Pemain harus tetap semangat. Bagaimanapun PSMS tetap mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan,” lanjutnya.
Menatap sosok pelatih PSMS stelah Kustiono, dirinya menilai Nobon Kayamudin adalah tokoh yang tepat. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk memberi dukungan kepada Nobon.
“Saya mendukung Nobon sebagai pelatih PSMS. Bagaimanapun dia adalah orang Medan yang pernah bermain dan juga melatih PSMS. Saya yakin Nobon akan bekerja sekuat tenaga untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” beber Opunk.
“Bagaimanapun dia (Kustiono, Red) sudah berusaha, itu perlu diingat. Kalau hasilnya masih belum maksimal itu bukan sepenuhnya kesalahan seorang Kustiono. Ini dapat menjadi pelajaran kepada pelatih yang PSMS akan datang. Kalau tidak yakin dan mengecewakan masyarakat Kota Medan, lebih baik mundur,” tegas Zulhifzi yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Opunk juga mengingatkan agar seluruh skuad tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut. Sebaliknya momen ini menjadi saat yang tepat untuk menjawab harapan masyarakat Kota Medan dengan kemenangan demi kemenangan.
Begitupun dukungan masyarakat kepada PSMS agar tidak pernah berhenti. “Pemain harus tetap semangat. Bagaimanapun PSMS tetap mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan,” lanjutnya.
Menatap sosok pelatih PSMS stelah Kustiono, dirinya menilai Nobon Kayamudin adalah tokoh yang tepat. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk memberi dukungan kepada Nobon.
“Saya mendukung Nobon sebagai pelatih PSMS. Bagaimanapun dia adalah orang Medan yang pernah bermain dan juga melatih PSMS. Saya yakin Nobon akan bekerja sekuat tenaga untuk mempertahankan PSMS di Divisi Utama,” beber Opunk.
PSMS Boyong 20 Pemain ke Aceh
Menatap pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010, sebanyak 20 pemain disiapkan untuk menghadapi dua laga tandang yang berlangsung di Negeri Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darusallam (NAD). Kemenangan pun menjadi diusung oleh seluruh skuad PSMS, yang rencananya berangkat, Selasa (16/3) ini.
Menurut jadwal, Kamis (18/3) ini PSMS akan bertanding menghadapi PSSB Bireuen. Lawatan berikutnya, Minggu (22/3) adalah ke kandang PSAP Sigli.
Diharapkan dari kedua laga tandang ini tim Ayam Kinantan mampu mencuri poin dari kandang lawan, sehingga ketika menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat di Stadion teladan Medan, Affan Lubis dkk tidak terlalu terbebani.
Saat ini PSMS baru mengoleksi 15 poin, atau berselisih satu poin dengan Persires Rengat dan PSDS yang menempati peringkat 10 dan 11.
Tak ayal kondisi ini membetri tantangan bagi dua pelatih PSMS anyar PSMS, Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian. Terlebih sebelumnya Affan Lubis dkk dipermalukan Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 di depan publiknya sendiri.
Untuk itu, tanpa membuang waktu keduanya langsung melakukan pendekatan kepada seluruh pemain. Selain untuk berkenalan, melalui pendekatan itu keduanya ingin mengangkat motivasi seluruh pemain.
Dengan semangat yang tinggi dari pemain, keduanya optimis dapat memaksimalkan waktu untuk menggelar persiapan. PSMS hanya punya waktu dua kali latihan sebelum melakoni pertandingan yakni Selasa (16/3) pagi dan ketika mencoba Stadion Cut Gapu Bierun, markas PSSB, Rabtu (17/3) pagi.
¨Ya, saat ini kita memang belum tahu skil dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pemain. Untuk itu kita akan pantau besok pagi (hari ini, Red) di dalam latihan. Kita masih harus banyak bertanya tentang pemain kepada asisten pelatih (Suyono dan Jampi Hutauruk, Red),” sebut Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/3).
Persiapan yang akan digelar pun berhubungan dengan reposisi pemain. Menurut Amrustian yang terus mengamati perkembangan PSMS, penempatan pemain yang tidak tepat menjadi salah satu faktor tidak maksimalnya performa pemain di lapangan. Seperti penempatan Nyeck Nyobe sebagai libero. Padahal selama bermain di Persib Bandung, pemain asal Kamerun itu berperan sebagai gelandang serang. Begitu juga Faisal Azmi yang akan ditarik kembali sebagai gelandang serang. Meskipun untuk itu (reposisi, Red) keduanya akan melakukan secara bertahap.
Di sisi lain kabar bagus menyertai keberangkatan Ayam Kinantan, Selasa (16/3) ini. Nyeck Nyobe yang absen pada pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) lalu dikabarkan akan memperkuat PSMS pada pertandingan, Kamis (18/3) ini.
Menurut Sekretaris Tim Fityan Hamdy, Senin (15/3) sore, Nyeck bertolak dari Jakarta ke Medan.
Selain itu penjaga gawang ketiga PSMS Delly pun dipastikan sudah mendapat izin dari BLI untuk diturunkan memperkuat PSMS. Keputusan yang dilakukan secara lisan itu pun langsung ditindaklanjuti, Senin (15/3) dengan pengiriman berkas Delly ke BLI.
Kebenarnan itu kembali disampaikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE. “Nyeck Nyobe sudah bisa diturunkan menghadapi PSSB Bireun, dengan catatan membayar denda sebesar Rp10 juta. Kita sudah melakukan pembicaraan dengan Komdis (komisi disiplin) PSSI dan Nyeck akan bersama tim ke Bireun,” sebut Idris.
Namun, PSMS juga dipastikan tidak akan diperkuat Denny Wahyudi yang terkena akumulasi kartu kuning saat menghadapi Persipasi bekasi Sabtu (13/3) lalu.
Meskipun begitu Denny tetap dibawa untuk memperkuat tim saat menghadapi PSAP Sigli pada lawatan berikutnya. memang tidak bisa¨diturunkan di Bireun, tapi dia tetap ikut bersama tim, karena tanggal 23¨Maret mendatang menghadapi PSAP Sigli, dia sudah bisa diturunkan,” tandas¨Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy
Menurut jadwal, Kamis (18/3) ini PSMS akan bertanding menghadapi PSSB Bireuen. Lawatan berikutnya, Minggu (22/3) adalah ke kandang PSAP Sigli.
Diharapkan dari kedua laga tandang ini tim Ayam Kinantan mampu mencuri poin dari kandang lawan, sehingga ketika menjamu Persih Tembilahan dan Persires Rengat di Stadion teladan Medan, Affan Lubis dkk tidak terlalu terbebani.
Saat ini PSMS baru mengoleksi 15 poin, atau berselisih satu poin dengan Persires Rengat dan PSDS yang menempati peringkat 10 dan 11.
Tak ayal kondisi ini membetri tantangan bagi dua pelatih PSMS anyar PSMS, Zulkarnain Pasaribu dan Amrustian. Terlebih sebelumnya Affan Lubis dkk dipermalukan Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 di depan publiknya sendiri.
Untuk itu, tanpa membuang waktu keduanya langsung melakukan pendekatan kepada seluruh pemain. Selain untuk berkenalan, melalui pendekatan itu keduanya ingin mengangkat motivasi seluruh pemain.
Dengan semangat yang tinggi dari pemain, keduanya optimis dapat memaksimalkan waktu untuk menggelar persiapan. PSMS hanya punya waktu dua kali latihan sebelum melakoni pertandingan yakni Selasa (16/3) pagi dan ketika mencoba Stadion Cut Gapu Bierun, markas PSSB, Rabtu (17/3) pagi.
¨Ya, saat ini kita memang belum tahu skil dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pemain. Untuk itu kita akan pantau besok pagi (hari ini, Red) di dalam latihan. Kita masih harus banyak bertanya tentang pemain kepada asisten pelatih (Suyono dan Jampi Hutauruk, Red),” sebut Pelatih PSMS Amrustian di Stadion Kebun Bunga, Senin (15/3).
Persiapan yang akan digelar pun berhubungan dengan reposisi pemain. Menurut Amrustian yang terus mengamati perkembangan PSMS, penempatan pemain yang tidak tepat menjadi salah satu faktor tidak maksimalnya performa pemain di lapangan. Seperti penempatan Nyeck Nyobe sebagai libero. Padahal selama bermain di Persib Bandung, pemain asal Kamerun itu berperan sebagai gelandang serang. Begitu juga Faisal Azmi yang akan ditarik kembali sebagai gelandang serang. Meskipun untuk itu (reposisi, Red) keduanya akan melakukan secara bertahap.
Di sisi lain kabar bagus menyertai keberangkatan Ayam Kinantan, Selasa (16/3) ini. Nyeck Nyobe yang absen pada pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) lalu dikabarkan akan memperkuat PSMS pada pertandingan, Kamis (18/3) ini.
Menurut Sekretaris Tim Fityan Hamdy, Senin (15/3) sore, Nyeck bertolak dari Jakarta ke Medan.
Selain itu penjaga gawang ketiga PSMS Delly pun dipastikan sudah mendapat izin dari BLI untuk diturunkan memperkuat PSMS. Keputusan yang dilakukan secara lisan itu pun langsung ditindaklanjuti, Senin (15/3) dengan pengiriman berkas Delly ke BLI.
Kebenarnan itu kembali disampaikan Sekretaris Umum PSMS Idris SE. “Nyeck Nyobe sudah bisa diturunkan menghadapi PSSB Bireun, dengan catatan membayar denda sebesar Rp10 juta. Kita sudah melakukan pembicaraan dengan Komdis (komisi disiplin) PSSI dan Nyeck akan bersama tim ke Bireun,” sebut Idris.
Namun, PSMS juga dipastikan tidak akan diperkuat Denny Wahyudi yang terkena akumulasi kartu kuning saat menghadapi Persipasi bekasi Sabtu (13/3) lalu.
Meskipun begitu Denny tetap dibawa untuk memperkuat tim saat menghadapi PSAP Sigli pada lawatan berikutnya. memang tidak bisa¨diturunkan di Bireun, tapi dia tetap ikut bersama tim, karena tanggal 23¨Maret mendatang menghadapi PSAP Sigli, dia sudah bisa diturunkan,” tandas¨Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy
Monday, March 15, 2010
Siapkan Pemain Muda masa depan!!
Kekalahan menyesakkan dari Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan membuat PSMS harus sadar diri. Selain aib kalah di kandang, prestasi PSMS musim ini memang jauh dari maksimal.
Karena itu, meskipun masih menyisakan beberapa pertandingan sebelum kompetisi Divisi Utama musim ini berakhir, pembenahan pun mulai digelar. Indonesia Super League (ISL) adalah tempat yang disiapkan pengurus untuk PSMS dari musim yang akan datang. “Kita banyak belajar dari awal musim ini digelar. Dari situ akan kita pilah-pilah mana yang baik dan layak terus dijalankan dan mana yang tidak benar untuk tidak diulangi pada musim yang akan datang,” ucap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE.
Menurut Idris, terdapat beberapa pembenahan yang mendesak untuk dilakukan. Beberapa langkah pun sudah disiapkan dalam rangka mempersiapkan skuad promosi di masa yang akan datang. Langkah tersebut antara lain memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menjaring pemain berbakat. Untuk itu, usai kompetisi April nanti pengurus bersama manajemen akan menggelar seleksi pemain.
Seleksi sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa tahap seperti melalui kompetisi antarklub yang digelar PSSI Medan maupun secara internal.“Usai kompetisi kita langsung buka pendaftaran untuk penjaringan pemain. Kita mengharapkan seluruh klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain terbaiknya. Kita nantikan kedatangnya di Stadion Kebun Bunga,” jelas Idris.
Stadion Kebun Bunga sebagai tempat pelaksanaan seleksi diyakini memiliki efek yang punya sejarah dalam membangkitkan fanatisme pemain. Ya, fanatismelah yang mungkin bisa dikatakan sebagai kambing hitam dari buruknya prestasi Ayam Kinantan kini. “Pemilihan pemain sendiri akan kita serahkan sepenuhnya kepada manajemen khususnya pelatih yang paling paham akan kebutuhan tim. Kita hanya menunggu rekomendasi dari mereka untuk pengesahannya. Ini pelajaran yang kita ambil dari musim ini,” lanjut Idris.
Kerjasama juga akan dibangun dengan Dispora yang memiliki fasilitas penunjang dalam penilaian terhadap kualitas pemain. Seperti penilaian V2O Max juga Inteligen seluruh pemain. “Jadi kita mau seluruh pemain juga punya IQ yang bisa memahami materi dari pelatih untuk diaplikasikan di lapangan dengan maksimal. Untuk apa pemain bagus tapi tidak punya nalar? Kita tidak mau seperti itu lagi,” pungkasnya
Karena itu, meskipun masih menyisakan beberapa pertandingan sebelum kompetisi Divisi Utama musim ini berakhir, pembenahan pun mulai digelar. Indonesia Super League (ISL) adalah tempat yang disiapkan pengurus untuk PSMS dari musim yang akan datang. “Kita banyak belajar dari awal musim ini digelar. Dari situ akan kita pilah-pilah mana yang baik dan layak terus dijalankan dan mana yang tidak benar untuk tidak diulangi pada musim yang akan datang,” ucap Sekretaris Umum PSMS, Idris SE.
Menurut Idris, terdapat beberapa pembenahan yang mendesak untuk dilakukan. Beberapa langkah pun sudah disiapkan dalam rangka mempersiapkan skuad promosi di masa yang akan datang. Langkah tersebut antara lain memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menjaring pemain berbakat. Untuk itu, usai kompetisi April nanti pengurus bersama manajemen akan menggelar seleksi pemain.
Seleksi sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa tahap seperti melalui kompetisi antarklub yang digelar PSSI Medan maupun secara internal.“Usai kompetisi kita langsung buka pendaftaran untuk penjaringan pemain. Kita mengharapkan seluruh klub yang ada di Sumut mengirimkan pemain terbaiknya. Kita nantikan kedatangnya di Stadion Kebun Bunga,” jelas Idris.
Stadion Kebun Bunga sebagai tempat pelaksanaan seleksi diyakini memiliki efek yang punya sejarah dalam membangkitkan fanatisme pemain. Ya, fanatismelah yang mungkin bisa dikatakan sebagai kambing hitam dari buruknya prestasi Ayam Kinantan kini. “Pemilihan pemain sendiri akan kita serahkan sepenuhnya kepada manajemen khususnya pelatih yang paling paham akan kebutuhan tim. Kita hanya menunggu rekomendasi dari mereka untuk pengesahannya. Ini pelajaran yang kita ambil dari musim ini,” lanjut Idris.
Kerjasama juga akan dibangun dengan Dispora yang memiliki fasilitas penunjang dalam penilaian terhadap kualitas pemain. Seperti penilaian V2O Max juga Inteligen seluruh pemain. “Jadi kita mau seluruh pemain juga punya IQ yang bisa memahami materi dari pelatih untuk diaplikasikan di lapangan dengan maksimal. Untuk apa pemain bagus tapi tidak punya nalar? Kita tidak mau seperti itu lagi,” pungkasnya
Telan Pil Pahit
PSMS kembali menelan pil pahit setelah menyerah dari tamunya Persipasi Bekasi dengan skor 1-2 dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Kekalahan ini memperpanjang rekor tak pernah menang dalam lima laga kandang terakhir. Tak pelak, cercaan dari pendukung mengiringi setiap langkah Affan Lubis dkk.
Bonus yang dijanjikan Pengcab PSSI Medan maupun pengurus, plus yel-yel dukungan suporter ternyata belum mampu mendongkrak performa PSMS. Tidak ada permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS sepanjang pertandingan.
Hanya pola kasar yang membuat dua pemain PSMS Denny Wahyudi dan Faisal Azmi harus diganjar kartu kuning. Tanpa ada kontribusi yang berarti, dua pemain asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Ogochukwu Daniel pun ibarat pelengkap penderitaan semata. Ironisnya lagi, kekalahan itu disaksikan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nughroho dan Ketua Pengda PSSI Sumut, Risudin.
Bagaimanapun PSMS kembali kehilangan kesempatan untuk merebut poin setelah sebelumnya PSMS hanya mampu bermain seri saat menghadapi Semen Padang dan Persita Tangerang. Sedangkan empat pertandingan lain PSMS takluk dan itu membuatnya bertahan dengan nilai 15.
Strategi menyerang dengan menduetkan Saha dengan Jecky Pasarela yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih PSMS berhasil hanya untuk di 25 menit babak pertama. Peluang emas tercipta lewat Saha di menit ke-18. Namun, tendangan striker asal Nigeria itu dapat ditepis kiper Persipasi, Diki Zulkarnain.
M Affan Lubis dkk juga tidak berhasil memanfatkan rapuhnya pertahanan lawan. Bahkan, beberapa kali Nuralim dkk juga dibuat leluasa melakukan serangan balik. Di menit ke-26, misalnya, striker asing Persipasi Bekasi Jean Casmire Boumsong mengancam gawang PSMS. Namun, kiper PSMS Irwin Ramadhan berhasil mengatasinya. Irwin yang lama dicadangkan kembali tampil memukau setelah menyelamatkan gawangnya dari tendangan Arif Kurniawan.
Apa yang ditunggu fans PSMS di Stadion Teladan Medan menjadi kenyataan. Ya, Faisal Azmi berhasil memecahkan kebuntuan bagi PSMS di menit ke-43. Memanfaatkan tendangan bebas M Affan Lubis yang dilanjutkan dengan heading cantik ke gawang Persipasi. Skor 1-0 bertahan untuk PSMS hingga turun minum.
Unggul satu gol di babak pertama membuat fans yang memadati Stadion Teladan sumringah. Kemenangan memang menjadi barang langka bagi fans PSMS. Sayang, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Satu menit babak kedua berjalan, Persipasi berhasil menyamakan kedudukan lewat striker berkebangsaan Kamerun Boumsong.
Tak pelak, gol tersebut meruntuhkan mental bertanding Affan Lubis dkk. Terbukti serangan-serangan yang dibangun lewat Faisal Azmi dan Daniel terlalu mudah dipatahkan Persipasi. Ditambah lagi disiplin tinggi barisan belakang Laskar Patriot – julukan Persipasi- yang dikomandoi Nuralim menyulitkan barisan depan PSMS. Di saat genting seperti ini, Irwin Ramadhan, kiper muda yang diharapkan gemilang harus keluar lapangan karena kram. Padahal, selama berada di lapangan, Irwin lumayan tampil bagus. M Halim yang duduk di bangku cadangan pun masuk.
Dan, apa yang ditakutkan pencinta Ayam Kinantan menjadi kenyataan. Tak lama kemudian, lewat sebuah serangan balik, Persipasi membuat publik tuan rumah terdiam.
Boumsong kembali menjadi pahlawan lewat golnya sontekannya di menit ke-83. M Halim gagal mengantisipasi datangnya bola ke jantung pertahanan PSMS.
Aroma kalah semakin terasa di Stadion Teladan. Usaha punggawa Ayam Kinantan untuk membalas gol dan berusaha mencari kemanangan tidak begitu terlihat. Serangan demi serangan begitu gampang dipatahkan.
Bahkan, Persipasi hampir menambah keunggulan lewat Arif atas dua peluang yang dimilikinya. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit Tardianis asal Sumatera Barat, skor tetap 2- 1 untuk keunggulan Persipasi.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSMS Suyono mengakui lini belakangnya cukup rawan ditembus tanpa kehadiran Nyeck Nyobe. “Strategi menyerang yang kita peragakan memang sedikit meninggalkan lubang di pertahanan. Beberapa pemain yang kita instruksikan melapis pertahanan namun tetap tidak berhasil,” katanya.
Sementara Pelatih Persipasi Warta Kesuma menyambut gembira tiga poin yang berhasil diraihnya. Hasil ini membuat peluang Persipasi untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) masih terjaga.
“Setelah berhasil menahan imbang Semen Padang, kita memang yakin akan merebut poin disini. Kemenangan ini sangat kami syukuri. Untuk promosi, kita butuhkan tambahan delapan poin,” katanya.
Bonus yang dijanjikan Pengcab PSSI Medan maupun pengurus, plus yel-yel dukungan suporter ternyata belum mampu mendongkrak performa PSMS. Tidak ada permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS sepanjang pertandingan.
Hanya pola kasar yang membuat dua pemain PSMS Denny Wahyudi dan Faisal Azmi harus diganjar kartu kuning. Tanpa ada kontribusi yang berarti, dua pemain asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Ogochukwu Daniel pun ibarat pelengkap penderitaan semata. Ironisnya lagi, kekalahan itu disaksikan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nughroho dan Ketua Pengda PSSI Sumut, Risudin.
Bagaimanapun PSMS kembali kehilangan kesempatan untuk merebut poin setelah sebelumnya PSMS hanya mampu bermain seri saat menghadapi Semen Padang dan Persita Tangerang. Sedangkan empat pertandingan lain PSMS takluk dan itu membuatnya bertahan dengan nilai 15.
Strategi menyerang dengan menduetkan Saha dengan Jecky Pasarela yang diterapkan Kustiono sebagai pelatih PSMS berhasil hanya untuk di 25 menit babak pertama. Peluang emas tercipta lewat Saha di menit ke-18. Namun, tendangan striker asal Nigeria itu dapat ditepis kiper Persipasi, Diki Zulkarnain.
M Affan Lubis dkk juga tidak berhasil memanfatkan rapuhnya pertahanan lawan. Bahkan, beberapa kali Nuralim dkk juga dibuat leluasa melakukan serangan balik. Di menit ke-26, misalnya, striker asing Persipasi Bekasi Jean Casmire Boumsong mengancam gawang PSMS. Namun, kiper PSMS Irwin Ramadhan berhasil mengatasinya. Irwin yang lama dicadangkan kembali tampil memukau setelah menyelamatkan gawangnya dari tendangan Arif Kurniawan.
Apa yang ditunggu fans PSMS di Stadion Teladan Medan menjadi kenyataan. Ya, Faisal Azmi berhasil memecahkan kebuntuan bagi PSMS di menit ke-43. Memanfaatkan tendangan bebas M Affan Lubis yang dilanjutkan dengan heading cantik ke gawang Persipasi. Skor 1-0 bertahan untuk PSMS hingga turun minum.
Unggul satu gol di babak pertama membuat fans yang memadati Stadion Teladan sumringah. Kemenangan memang menjadi barang langka bagi fans PSMS. Sayang, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Satu menit babak kedua berjalan, Persipasi berhasil menyamakan kedudukan lewat striker berkebangsaan Kamerun Boumsong.
Tak pelak, gol tersebut meruntuhkan mental bertanding Affan Lubis dkk. Terbukti serangan-serangan yang dibangun lewat Faisal Azmi dan Daniel terlalu mudah dipatahkan Persipasi. Ditambah lagi disiplin tinggi barisan belakang Laskar Patriot – julukan Persipasi- yang dikomandoi Nuralim menyulitkan barisan depan PSMS. Di saat genting seperti ini, Irwin Ramadhan, kiper muda yang diharapkan gemilang harus keluar lapangan karena kram. Padahal, selama berada di lapangan, Irwin lumayan tampil bagus. M Halim yang duduk di bangku cadangan pun masuk.
Dan, apa yang ditakutkan pencinta Ayam Kinantan menjadi kenyataan. Tak lama kemudian, lewat sebuah serangan balik, Persipasi membuat publik tuan rumah terdiam.
Boumsong kembali menjadi pahlawan lewat golnya sontekannya di menit ke-83. M Halim gagal mengantisipasi datangnya bola ke jantung pertahanan PSMS.
Aroma kalah semakin terasa di Stadion Teladan. Usaha punggawa Ayam Kinantan untuk membalas gol dan berusaha mencari kemanangan tidak begitu terlihat. Serangan demi serangan begitu gampang dipatahkan.
Bahkan, Persipasi hampir menambah keunggulan lewat Arif atas dua peluang yang dimilikinya. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit Tardianis asal Sumatera Barat, skor tetap 2- 1 untuk keunggulan Persipasi.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSMS Suyono mengakui lini belakangnya cukup rawan ditembus tanpa kehadiran Nyeck Nyobe. “Strategi menyerang yang kita peragakan memang sedikit meninggalkan lubang di pertahanan. Beberapa pemain yang kita instruksikan melapis pertahanan namun tetap tidak berhasil,” katanya.
Sementara Pelatih Persipasi Warta Kesuma menyambut gembira tiga poin yang berhasil diraihnya. Hasil ini membuat peluang Persipasi untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) masih terjaga.
“Setelah berhasil menahan imbang Semen Padang, kita memang yakin akan merebut poin disini. Kemenangan ini sangat kami syukuri. Untuk promosi, kita butuhkan tambahan delapan poin,” katanya.
Saturday, March 13, 2010
Usung Kolektivitas
Laga kandang melawan Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), mendatang bisa dikatakan partai hidup mati bagi PSMS. Karena itu, PSMS wajib memiliki strategi khusus untuk memastikan tiga poin.
Ya, poin penuh memang menjadi penting bagi Ayam Kinantan yang berada di posisi rawan degradasi dari Divisi Utama. Tidak ada kata lain, kemenangan adalah harga mati. Maka dari itu, pelatih dan asistennya diharapkan mampu memilih strategi jitu. Pasalnya, secara materi pemain, punggawa PSMS masih kalah kelas dari Persipasi.
Tim pelatih PSMS yang dipimpin Kustiono mengakui hal itu. Dia mengungkapkan, permainan kolektif akan mengimbangi materi pemain Persipasi. Dengan itu pula pihaknya optimis mampu mengamankan tiga poin pada pertandingan itu. Kustiono menambahkan, materi pemain yang dimiliki skuad Ayam Kinantan tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif.
“Latihan hari ini, kita terapkan metode permainan menyerang, bermain dari kaki ke kaki agar bisa secepatnya membuat gol,” ujarnya usai memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (10/3).
Menurut Kustiono, latihan yang terus-menerus dia lakukan untuk menggeber kemampuan M Afan Lubis dkk pun sudah menunjukkan hasil. Permainan kolektif mulai terasah melalui game simulasi.
“Anak-anak sudah bermain kolektif dan tampaknya mereka cukup memahami skema permaianan yang kita susun itu,” tambah pelatih berusia 48 tahun itu.
Strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu. Pada simulasi yang digelar Rabu itu, beberapa kali striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvelous yang sengaja dipasangkan bersama Ahmad Afandi di lini depan membuat peluang. Begitu juga barisan lini tengah PSMS juga terlihat cukup baik menyuplai umpan-umpan dari tengah, sayap kiri, dan kanan.
Namun, penyelesaian akhir belum begitu baik. Selain itu, Kustiono yang melakukan eksperimen dengan menduetkan Ahmad Afandi menguraikan, hal itu dilakukan sebagai bentuk eksperimen sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan seperti cedera dan sebagainya. “Afandi punya potensi bagus, kita sengaja duetkan dia dengan Osas untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan pada Osas saat pertandingan, Afandi bisa kita turunkan,” paparnya.
Di sisi lain, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga berharap agar para pemain hendaknya menunjukkan mental bertanding yang tak kenal menyerah, terutama striker PSMS, Osas. “Kita perlu poin, jadi saya harap semua pemain bisa menunjukkan semangat juangnya. Kami yakin bila itu dilakukan, kita bisa meraih angka penuh,” sebutnya.
Ya, poin penuh memang menjadi penting bagi Ayam Kinantan yang berada di posisi rawan degradasi dari Divisi Utama. Tidak ada kata lain, kemenangan adalah harga mati. Maka dari itu, pelatih dan asistennya diharapkan mampu memilih strategi jitu. Pasalnya, secara materi pemain, punggawa PSMS masih kalah kelas dari Persipasi.
Tim pelatih PSMS yang dipimpin Kustiono mengakui hal itu. Dia mengungkapkan, permainan kolektif akan mengimbangi materi pemain Persipasi. Dengan itu pula pihaknya optimis mampu mengamankan tiga poin pada pertandingan itu. Kustiono menambahkan, materi pemain yang dimiliki skuad Ayam Kinantan tidak ada yang terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata relatif berimbang. Tidak adanya pemain bintang ataupun figur pemain sentral inilah yang membuat dirinya lebih memilih untuk menerapkan permainan kolektif.
“Latihan hari ini, kita terapkan metode permainan menyerang, bermain dari kaki ke kaki agar bisa secepatnya membuat gol,” ujarnya usai memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (10/3).
Menurut Kustiono, latihan yang terus-menerus dia lakukan untuk menggeber kemampuan M Afan Lubis dkk pun sudah menunjukkan hasil. Permainan kolektif mulai terasah melalui game simulasi.
“Anak-anak sudah bermain kolektif dan tampaknya mereka cukup memahami skema permaianan yang kita susun itu,” tambah pelatih berusia 48 tahun itu.
Strategi permainan kolektif dan pressing ketat diharapkan bisa berjalan efektif untuk menahan gempuran tim tamu. Pada simulasi yang digelar Rabu itu, beberapa kali striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvelous yang sengaja dipasangkan bersama Ahmad Afandi di lini depan membuat peluang. Begitu juga barisan lini tengah PSMS juga terlihat cukup baik menyuplai umpan-umpan dari tengah, sayap kiri, dan kanan.
Namun, penyelesaian akhir belum begitu baik. Selain itu, Kustiono yang melakukan eksperimen dengan menduetkan Ahmad Afandi menguraikan, hal itu dilakukan sebagai bentuk eksperimen sebagai antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan seperti cedera dan sebagainya. “Afandi punya potensi bagus, kita sengaja duetkan dia dengan Osas untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan pada Osas saat pertandingan, Afandi bisa kita turunkan,” paparnya.
Di sisi lain, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga berharap agar para pemain hendaknya menunjukkan mental bertanding yang tak kenal menyerah, terutama striker PSMS, Osas. “Kita perlu poin, jadi saya harap semua pemain bisa menunjukkan semangat juangnya. Kami yakin bila itu dilakukan, kita bisa meraih angka penuh,” sebutnya.
PSMS v Persipasi Sama-sama Target Menang
Perlawanan yang akan diberikan Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) sore ini membuat PSMS harus tampil habis-habisan. Kemenangan pun harga yang tak bisa ditawar lagi oleh H Affan Lubis dkk.
Setelah gagal meraih kemenangan di dua laga kandang atas Persikabo dan Persita Tangerang, PSMS harus memaksimalkan sisa tiga laga kandangnya. Tak pelak laga sore ini akan menjadi penentu kelanjutan PSMS dan persepakbolaan Sumatera Utara di masa yang akan datang.
Harus di akui bila PSMS adalah barometer sepak bola tidak hanya di Sumatera Utara saja. Terbukti tidak sedikit pemain jebolan PSMS yang bermain di tim-tim sepak bola nasional. Berkostum PSMS pun menjadi impian pesepakbola junior di Sumatera Utara. Tak bisa dibayangkan bila PSMS sampai didegradasi dari Divisi Utama setelah sebelumnya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL).
Menyadari hal itu, Pelatih PSMS Kustiono pun berjanji untuk tak membuang peluang. Dengan kondisi skuad PSMS yang ada dirinya siap untuk mewujudkan harapan tersebut. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan besok (hari ini, Red). Performa pemain saat ini dalam kondisi on fire. Selain bermain di hadapan pendukung, kita harap motivasi tinggi dari pemain bisa mewujudkan kemenangan bagi kita,” ujarnya.
Tidak hanya keyakinan semata, Kustiono juga mengaku memiliki modal yang cukup untuk membungkam tim tamu. Kala masih menangani PSAP di awal musim lalu, tim besutannya mengalahkan Persipasi 1-0. “Saya pernah melihat kekuatan Persipasi di putaran pertama lalu. Saat itu kita PSAP menang 1-0. Itu menjadi modal bagi kita,” katanya.
Modal tersebut nantinya akan menjadi ajang untuk membalas atas kekalahan 1-3 saat menantang ke kandang Persipasi Bekasi Stadion Patriot di putaran pertama lalu. Apalagi kemenangan Persipasi kala itu dipengaruhi kinerja wasit yang berat sebelah dan merugikan PSMS. Ditambah lagi motivasi yang baru diterima dari jajaran pengurus dan manajemen juga KONI Medan belum lama ini membangkitkan komitmen seluruh pemain untuk menunjukkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Tidak hadirnya Nyeck Nyobe pun diyakinkan tidak akan memberi masalah bagi barisan belakang. “Memang kita tidak akan diperkuat Nyeck Nyobe. Tapi kita punya 20 pemain, dan itu sudah disiapkan,” tutur Kustiono.
Striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous yang mendapat perhatian dari pengurus dan manajemen juga berjanji untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Hanya saja, Osas tidak mau sesumbar tentang berapa gol yang akan diciptakannya. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan atas Persipasi,” ungkapnya.
Begitu pun, Sabtu (13/3) pagi ini dikabarkan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho bersama Pengprov PSSI Sumut akan bersilaturahmi ke Mes PSMS sekaligus memberi motivasi kepada seluruh pemain. Bonus pun siap menanti.
Sementara itu, dengan target berlaga di ISL di musim mendatang, Persipasi Bekasi tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma bahkan menargetkan poin penuh. Strategi pun disiapkan untuk meredam permainan rap-rap PSMS selain menurunkan tiga pemain asingnya.
“Kita terget poin penuh. Untuk gaya rap-rapnya PSMS, saya akan batasi pemain lawan supaya tidak masuk ke daerah 16,” ucap Warta kepada Sumut Pos, Jumat (12/3)
Setelah gagal meraih kemenangan di dua laga kandang atas Persikabo dan Persita Tangerang, PSMS harus memaksimalkan sisa tiga laga kandangnya. Tak pelak laga sore ini akan menjadi penentu kelanjutan PSMS dan persepakbolaan Sumatera Utara di masa yang akan datang.
Harus di akui bila PSMS adalah barometer sepak bola tidak hanya di Sumatera Utara saja. Terbukti tidak sedikit pemain jebolan PSMS yang bermain di tim-tim sepak bola nasional. Berkostum PSMS pun menjadi impian pesepakbola junior di Sumatera Utara. Tak bisa dibayangkan bila PSMS sampai didegradasi dari Divisi Utama setelah sebelumnya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL).
Menyadari hal itu, Pelatih PSMS Kustiono pun berjanji untuk tak membuang peluang. Dengan kondisi skuad PSMS yang ada dirinya siap untuk mewujudkan harapan tersebut. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan besok (hari ini, Red). Performa pemain saat ini dalam kondisi on fire. Selain bermain di hadapan pendukung, kita harap motivasi tinggi dari pemain bisa mewujudkan kemenangan bagi kita,” ujarnya.
Tidak hanya keyakinan semata, Kustiono juga mengaku memiliki modal yang cukup untuk membungkam tim tamu. Kala masih menangani PSAP di awal musim lalu, tim besutannya mengalahkan Persipasi 1-0. “Saya pernah melihat kekuatan Persipasi di putaran pertama lalu. Saat itu kita PSAP menang 1-0. Itu menjadi modal bagi kita,” katanya.
Modal tersebut nantinya akan menjadi ajang untuk membalas atas kekalahan 1-3 saat menantang ke kandang Persipasi Bekasi Stadion Patriot di putaran pertama lalu. Apalagi kemenangan Persipasi kala itu dipengaruhi kinerja wasit yang berat sebelah dan merugikan PSMS. Ditambah lagi motivasi yang baru diterima dari jajaran pengurus dan manajemen juga KONI Medan belum lama ini membangkitkan komitmen seluruh pemain untuk menunjukkan permainan rap-rap sebagai ciri khas PSMS.
Tidak hadirnya Nyeck Nyobe pun diyakinkan tidak akan memberi masalah bagi barisan belakang. “Memang kita tidak akan diperkuat Nyeck Nyobe. Tapi kita punya 20 pemain, dan itu sudah disiapkan,” tutur Kustiono.
Striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous yang mendapat perhatian dari pengurus dan manajemen juga berjanji untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Hanya saja, Osas tidak mau sesumbar tentang berapa gol yang akan diciptakannya. “Saya optimis PSMS bisa meraih kemenangan atas Persipasi,” ungkapnya.
Begitu pun, Sabtu (13/3) pagi ini dikabarkan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjonugroho bersama Pengprov PSSI Sumut akan bersilaturahmi ke Mes PSMS sekaligus memberi motivasi kepada seluruh pemain. Bonus pun siap menanti.
Sementara itu, dengan target berlaga di ISL di musim mendatang, Persipasi Bekasi tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma bahkan menargetkan poin penuh. Strategi pun disiapkan untuk meredam permainan rap-rap PSMS selain menurunkan tiga pemain asingnya.
“Kita terget poin penuh. Untuk gaya rap-rapnya PSMS, saya akan batasi pemain lawan supaya tidak masuk ke daerah 16,” ucap Warta kepada Sumut Pos, Jumat (12/3)
Friday, March 12, 2010
Pemain PSMS Dijanjikan Bonus
idak melulu urusan teknis, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan performa skuad Ayam Kinantan di pengujung kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Satu diantaranya dengan mengadakan pertemuan antara pengurus PSMS-KONI dan seluruh pemain PSMS di Mes Kebun Bunga, Kamis (11/3).
Intinya, pertemuan yang digelar dengan melibatkan mantan pemain PSMS Sugeng Rahayu dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) yang diwakili Ketuanya Nata Simangunsong beserta anggota tersebut digelar untuk menyatukan visi antara seluruh elemen di PSMS beserta KONI. Yakni, sama-sama berkomitmen untuk menyapu bersih lima sisa laga yang akan digelar.
Sekretaris Umum PSMS Idris kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang diprakarsai Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis tersebut berawal dari keinginan KONI dan pengurus yang ingin PSMS termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Medan. “Tentunya untuk meningkatkan semangat bertanding pemain, KONI dan pengurus berjanji akan mempersiapkan bonus,” sebut Idris tanpa menjelaskan besar bonus yang akan diberikan.
Idris juga mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan KONI Medan dan berharap ke 20 pemain PSMS mampu mewujudkannya dengan karya nyata di lapangan. “Kami berharap, semoga kekompakan ini mampu mengangkat citra tim ini di masyarakat, dan kami juga meminta dukungan seluruh masyarakat Medan dan Sumut demi majunya PSMS,” tegasnya.
Sementara itu, Drs H Dzulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opunk Ladon menuturkan, pertemuan tersebut didasari keprihatinan KONI atas menurunnya performa PSMS di beberapa laga terakhir. Untuk itu dia berharap, pemain PSMS mampu menunjukkan komitmennya pada pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang. “Pertemuan ini merupakan dukungan moral dari KONI Medan untuk perkembangan olahraga di Medan, dan kegiatan seperti ini juga tidak hanya kami lakukan kepada PSMS, juga kepada cabang olahraga lainnya di Medan ini,” akunya.
Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk terus memberikan dukungan kepada PSMS. “Janganlah lagi ada cibiran-cibiran kepada tim termasuk dari klub suporter, mari sama-sama kita dukung tim ini,” ucapnya.
Dampak pertemuan tersebut juga terasa pada latihan persiapan jelang laga kontra Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin sore, seluruh pemain tampak serius mendengarkan arahan yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono. “Kita bangga perhatian yang diberikan pengurus kepada tim ini, semoga ini menjadi isyarat bagi permainan PSMS yang lebih baik,” tegas Kustiono.
Sementara itu, PSMS agaknya bisa bernafas lega setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya menjatuhkan sanksi sesuai peraturan manual kepada pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe.
Demikian kabar yang didapat pascasidang Komdis yang digelar di Jakarta, Kamis (11/3). Menurut Asisten Manager PSMS Benny Tomasoa, sanksi yang terbilang ringan itu sehubungan dengan catatan Nyeck yang ada di PSSI. “Nyeck memiliki catatan yang baik di PSSI. Bahkan kartu merah ini merupakan kartu pertama Nyeck sepanjang merumput di Indonesia baik di Liga Super maupun Divisi Utama,” ucap Benny kepada Sumut Pos melalui telepon, Kamis (11/3).
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya mewakili manajemen akan tetap melakukan pendekatan kepada Komdis untuk memastikan tidak ada perubahan dalam hal sanksi Nyeck tadi. Disinggung sidang atas insiden saat menjamu Persita di Stadion Teladan , Benny sudah memberikan klarifikasi seperti apa adanya.
“Komdis hanya berpesan agar semua pihak mencari jalan yang terbaik. Itu juga yang kita inginkan,” tambahnya
Intinya, pertemuan yang digelar dengan melibatkan mantan pemain PSMS Sugeng Rahayu dan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) yang diwakili Ketuanya Nata Simangunsong beserta anggota tersebut digelar untuk menyatukan visi antara seluruh elemen di PSMS beserta KONI. Yakni, sama-sama berkomitmen untuk menyapu bersih lima sisa laga yang akan digelar.
Sekretaris Umum PSMS Idris kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang diprakarsai Ketua KONI Medan Dzulhifzi Lubis tersebut berawal dari keinginan KONI dan pengurus yang ingin PSMS termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Medan. “Tentunya untuk meningkatkan semangat bertanding pemain, KONI dan pengurus berjanji akan mempersiapkan bonus,” sebut Idris tanpa menjelaskan besar bonus yang akan diberikan.
Idris juga mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan KONI Medan dan berharap ke 20 pemain PSMS mampu mewujudkannya dengan karya nyata di lapangan. “Kami berharap, semoga kekompakan ini mampu mengangkat citra tim ini di masyarakat, dan kami juga meminta dukungan seluruh masyarakat Medan dan Sumut demi majunya PSMS,” tegasnya.
Sementara itu, Drs H Dzulhifzi Lubis atau yang akrab disapa Opunk Ladon menuturkan, pertemuan tersebut didasari keprihatinan KONI atas menurunnya performa PSMS di beberapa laga terakhir. Untuk itu dia berharap, pemain PSMS mampu menunjukkan komitmennya pada pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang. “Pertemuan ini merupakan dukungan moral dari KONI Medan untuk perkembangan olahraga di Medan, dan kegiatan seperti ini juga tidak hanya kami lakukan kepada PSMS, juga kepada cabang olahraga lainnya di Medan ini,” akunya.
Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk terus memberikan dukungan kepada PSMS. “Janganlah lagi ada cibiran-cibiran kepada tim termasuk dari klub suporter, mari sama-sama kita dukung tim ini,” ucapnya.
Dampak pertemuan tersebut juga terasa pada latihan persiapan jelang laga kontra Persipasi Bekasi di Stadion Teladan kemarin sore, seluruh pemain tampak serius mendengarkan arahan yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono. “Kita bangga perhatian yang diberikan pengurus kepada tim ini, semoga ini menjadi isyarat bagi permainan PSMS yang lebih baik,” tegas Kustiono.
Sementara itu, PSMS agaknya bisa bernafas lega setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI hanya menjatuhkan sanksi sesuai peraturan manual kepada pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe.
Demikian kabar yang didapat pascasidang Komdis yang digelar di Jakarta, Kamis (11/3). Menurut Asisten Manager PSMS Benny Tomasoa, sanksi yang terbilang ringan itu sehubungan dengan catatan Nyeck yang ada di PSSI. “Nyeck memiliki catatan yang baik di PSSI. Bahkan kartu merah ini merupakan kartu pertama Nyeck sepanjang merumput di Indonesia baik di Liga Super maupun Divisi Utama,” ucap Benny kepada Sumut Pos melalui telepon, Kamis (11/3).
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya mewakili manajemen akan tetap melakukan pendekatan kepada Komdis untuk memastikan tidak ada perubahan dalam hal sanksi Nyeck tadi. Disinggung sidang atas insiden saat menjamu Persita di Stadion Teladan , Benny sudah memberikan klarifikasi seperti apa adanya.
“Komdis hanya berpesan agar semua pihak mencari jalan yang terbaik. Itu juga yang kita inginkan,” tambahnya
PSMS Turunkan Harga Tiker
Dukungan dari masyarakat Kota Medan sangat dibutuhkan dalam memotivasi semangat para pemain PSMS untuk tampil maksimal. Apalagi kala Ayam Kinantan dalam ancaman degradasi yang terus menghantui.
Hal ini disadari sepenuhnya oleh Pengurus PSMS dengan melakukan terobosan menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) ini.
Terobosan yang dilakukan pengurus melalui Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS adalah menurunkan harga tiket pertandingan pada tiga laga kandang sisa nanti. Diharapkan langkah itu dapat meningkatkan dukungan kepada PSMS melalui kehadiran masyarakat Kota Medan yang menyaksikan setiap pertandingan.
“Bagaimanapun masyarakat Kota Medan adalah pemain ke-12 PSMS. Dengan memberikan harga yang terjangkau kita berharap dapat meningkatkan jumlah penonton untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,”ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Di samping itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini menilai harga tiket yang diterapkan selama ini, sehubungan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang tinggi, masih terbilang mahal. Kenyataan ini ditengarai menjadi faktor penyebab minimnya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan. Dia juga menuturkan, penurunan tiket tersebut efektif berlaku mulai saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, (harga baru lihat grafis).
“Keputusan ini juga kita buat berdasarkan komentar dari masyarakat yang menilai harga tiket PSMS terbilang mahal. Jadi saya harap, langkah ini dapat mengembalikan minat masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan di setiap pertandingan tim kesayangan kita ini. Hanya ini batas yang bisa kita lakukan dan harga ini juga saya piker sudah cukup terjangkau lah,” tambah Idris yang juga Ketua Panpel Pertandingan PSMS ini.
Selain itu, pihak Panpel tetap akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Idris mengharapkan penonton untuk peduli dengan babak ini. Pasalnya, lucky draw memang disipakan bagi penonton yang beruntung.
“Jadi penonton jangan membuang dulu potongan tiketnya, karena akan kita undi saat jeda pertandingan, bagi dua orang yang beruntung, panitia menyediakan hadiah yang menarik,” pungkas Idris
Hal ini disadari sepenuhnya oleh Pengurus PSMS dengan melakukan terobosan menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) ini.
Terobosan yang dilakukan pengurus melalui Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS adalah menurunkan harga tiket pertandingan pada tiga laga kandang sisa nanti. Diharapkan langkah itu dapat meningkatkan dukungan kepada PSMS melalui kehadiran masyarakat Kota Medan yang menyaksikan setiap pertandingan.
“Bagaimanapun masyarakat Kota Medan adalah pemain ke-12 PSMS. Dengan memberikan harga yang terjangkau kita berharap dapat meningkatkan jumlah penonton untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini,”ucap Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang ditemui di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Di samping itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini menilai harga tiket yang diterapkan selama ini, sehubungan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang tinggi, masih terbilang mahal. Kenyataan ini ditengarai menjadi faktor penyebab minimnya masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Teladan Medan. Dia juga menuturkan, penurunan tiket tersebut efektif berlaku mulai saat PSMS menjamu Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, (harga baru lihat grafis).
“Keputusan ini juga kita buat berdasarkan komentar dari masyarakat yang menilai harga tiket PSMS terbilang mahal. Jadi saya harap, langkah ini dapat mengembalikan minat masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan di setiap pertandingan tim kesayangan kita ini. Hanya ini batas yang bisa kita lakukan dan harga ini juga saya piker sudah cukup terjangkau lah,” tambah Idris yang juga Ketua Panpel Pertandingan PSMS ini.
Selain itu, pihak Panpel tetap akan menggelar lucky draw dengan hadiah yang cukup menarik. Idris mengharapkan penonton untuk peduli dengan babak ini. Pasalnya, lucky draw memang disipakan bagi penonton yang beruntung.
“Jadi penonton jangan membuang dulu potongan tiketnya, karena akan kita undi saat jeda pertandingan, bagi dua orang yang beruntung, panitia menyediakan hadiah yang menarik,” pungkas Idris
Wednesday, March 10, 2010
PSMS Pantau Calon Lawan
Kemenangan PSDS 3-1 atas Persires Rengat pada lanjutan Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Selasa (9/3) membuat PSMS kian terjepit. Meskipun begitu, Sekretaris PSMS Idris SE tetap optimis bila tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu dapat lolos dari degradasi.
“Kita hanya butuh tujuh poin untuk aman. Saya pikir enam poin bisa kita ambil dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat ditambah poin dari dua laga tandang PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Bukan tidak mungkin pula kita menambah poin dari Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) nanti,” ucap Idris yang ditemui di Mess PSMS Medan, Selasa (9/3).
Untuk mewujudkan itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini memastikan seluruh pemain tidak bermasalah. Salah satunya mengambil alih pengurusan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang diyakini menjadi penyebab turunnya penampilan striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous.
“Kita sudah mengurus ke imigrasi. Dia (Osas, Red) tinggal melapor ke imigrasi untuk selanjutnya mengambil Kitasnya. Kita juga sudah mengusahakan surat keterangan untuk Osas yang berlaku dua bulan ini,” paparnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun memahami keinginan Idris. Setelah mempersiapkan performa menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), dirinya memboyong seluruh pemain untuk memantau performa calon lawannya Persires Rengat kala dijamu PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam.
Ya, meski Persires Rengat akan menjadi lawan Ayam Kinantan di laga penutup, antisipasi peta kekuatan lawan dinilai merupakan harga yang perlu diperjuangkan.
“Ke sana bukan untuk menonton. Saya meminta semua pemain untuk memantau kira-kira apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Persires. Itu akan saya pertanyakan besok (hari ini, Red) dan kita lanjutkan dengan drill di lapangan,” jelas Kustiono di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Program ini, menurutnya, akan mengajak pemain untuk mempelajari skema permainan lawannya. Setelah itu bertukar pikiran dengan pelatih dalam menentukan strategi apa yang sebaiknya diterapkan. Begitu juga pemain yang patut diwaspadai.
“Tapi hal itu tidak termasuk pada program latihan kita menghadapi Persipasi. Kalau untuk itu sudah kita persiapkan,” paparnya.
Mantan Pelatih PSAP Sigli menyatakan, skema di setiap pertandingan tidak sama, perlu ada beberapa modifikasi di setiap pertandingan.
“Memang formasi dasar kita 3-5-2. Tapi di setiap pertandingan, skemanya tidak sama, ada modifikasi di beberapa lini. Sama halnya dengan menghadapi Persires Rengat di pertandingan terakhir nanti,” sebut pelatih berusia 48 tahun ini
“Kita hanya butuh tujuh poin untuk aman. Saya pikir enam poin bisa kita ambil dari Persih Tembilahan dan Persires Rengat ditambah poin dari dua laga tandang PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Bukan tidak mungkin pula kita menambah poin dari Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) nanti,” ucap Idris yang ditemui di Mess PSMS Medan, Selasa (9/3).
Untuk mewujudkan itu, Idris yang juga pembina sepak bola usia dini ini memastikan seluruh pemain tidak bermasalah. Salah satunya mengambil alih pengurusan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang diyakini menjadi penyebab turunnya penampilan striker asing PSMS Ikpefua Osas Marvellous.
“Kita sudah mengurus ke imigrasi. Dia (Osas, Red) tinggal melapor ke imigrasi untuk selanjutnya mengambil Kitasnya. Kita juga sudah mengusahakan surat keterangan untuk Osas yang berlaku dua bulan ini,” paparnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun memahami keinginan Idris. Setelah mempersiapkan performa menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3), dirinya memboyong seluruh pemain untuk memantau performa calon lawannya Persires Rengat kala dijamu PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam.
Ya, meski Persires Rengat akan menjadi lawan Ayam Kinantan di laga penutup, antisipasi peta kekuatan lawan dinilai merupakan harga yang perlu diperjuangkan.
“Ke sana bukan untuk menonton. Saya meminta semua pemain untuk memantau kira-kira apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Persires. Itu akan saya pertanyakan besok (hari ini, Red) dan kita lanjutkan dengan drill di lapangan,” jelas Kustiono di Stadion Kebun Bunga, Selasa (9/3).
Program ini, menurutnya, akan mengajak pemain untuk mempelajari skema permainan lawannya. Setelah itu bertukar pikiran dengan pelatih dalam menentukan strategi apa yang sebaiknya diterapkan. Begitu juga pemain yang patut diwaspadai.
“Tapi hal itu tidak termasuk pada program latihan kita menghadapi Persipasi. Kalau untuk itu sudah kita persiapkan,” paparnya.
Mantan Pelatih PSAP Sigli menyatakan, skema di setiap pertandingan tidak sama, perlu ada beberapa modifikasi di setiap pertandingan.
“Memang formasi dasar kita 3-5-2. Tapi di setiap pertandingan, skemanya tidak sama, ada modifikasi di beberapa lini. Sama halnya dengan menghadapi Persires Rengat di pertandingan terakhir nanti,” sebut pelatih berusia 48 tahun ini
Tuesday, March 9, 2010
PSMS fokuskan strategi menyerang
PSMS Medan terus mempersiapkan diri untuk laga kontra Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama, Sabtu mendatang. Pada sesi latihan di Stadion Teladan kemarin, arsitek PSMS Kustiono memfokuskan pada pressure attack.
Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.
Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.
“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.
Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.
Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono
Upaya untuk meraih poin maksimal dalam lima laga sisa menjadi target utama PSMS jika tidak ingin terjerumus dalam degradasi. Dalam formasi latihan itu, Kustiono menempatkan Osas Saha bersama Jecky Pasarella di lini depan.
Di lini tengah, Kustiono menumpuk kapten M Affan Lubis, Oguchukwu Daniel dan adiknya Ahmad Affandi. Sementara Faisal Azmi dan Suwondo tampaknya semakin nyetel ketika dipasang di posisi wing.
“Kita fokuskan menyerang. Namun penempatan pemain beberapa masih coba-coba seperti Ahmad Affandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan. Sesekali Saha kita tarik ke tengah,” ujar Kustiono.
Di belakang, krisis terus berlanjut. Absennya Nyeck Nyobe akibat sanksi diikuti dengan cederanya Ahmad Maulana Putra, bek PSMS bertubuh jangkung. Cederanya Maulana terjadi ketika bentrok dengan Bank Sumut dalam ujicoba akhir pekan lalu.
Maulana tampak absen dalam sesi latihan tim di Stadion Teladan. Meskipun cedera Maulana tidak terlalu berat, ia diragukan tampil saat menjamu Persipasi. “Kita pastinya berharap dia bisa diturunkan karena stok pemain belakang sangat sedikit menyusul absennya Nyeck. Jika tetap tidak sembuh pada waktunya, kita akan siapkan Chico Maradona,” kata Kustiono
Lini Belakang Alami Krisis
Menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3) PSMS Medan dilanda krisis.
Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.
Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).
Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.
Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang
Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.
Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.
Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I
Sebut saja nama Ahmad Maulana Putra yang terancam absen. Padahal pemuda lajang kelahiran Binjai tersebut disiapkan sebagai pengganti Nyeck Nyobe yang dipastikan absen setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Persiraja di Banda Aceh dua pekan lalu.
Ahmad Maulana Putra yang belakangan penampilannya cukup memukau terutama ketika merumput di Banda Aceh, diharapkan pelatih Kustiono bisa menjadi tembok untuk menahan gempuran anak-anak Persipasi Bekasi.
Namun apa hendak dikata, Ahmad Maulana mengalami cedera saat PSMS melakoni laga ujicoba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3).
Sekalipun bukan cedera berat, Maulana tetap tidak dapat bergabung dalam latihan yang berlangsung Senin (8/3) sore. Untuk itu Pelatih PSMS Kustiono segera menyiapkan pemain alternatif untuk mengisi posisi Maulana tadi. “Ya semoga Maulana bisa sembuh dan diturunkan,” harap Kustiono.
Seperti yang dijanjikan usai menggelar laga ujicoba, pelatih yang berhasil membawa PSAP Sigli promosi ke Divisi Utama ini menggelar latihan yang berorintasi pada skema permainan menyerang
Ikpefua ‘Osas’ Marvellous bersama Jecky Pasarella didrop sebagai penyerang di dukung tiga pemain tengah Ahmad Afandi Lubis, Oguchukwu Daniel dan M Affan Lubis. Sementara dua wing beknya Heri Suwondo dan Faisal Azmi membantu dari dua sayap.
“Strategi latihan Senin sore itu bukan berarti final. Dalam beberapa hari ini saya akan mencoba formasi lainnya. Seperti menempatkan Ahmad Afandi Lubis dan Jecky Pasarella di depan dan menarik Osas ke tengah bersama M Affan Lubis dan Daniel. Kita lihat mana yang lebih efisien,” ujarnya.
Materi itu sendiri lanjutnya akan menitikberatkan poada strategi permainan menyerang. Karena dalam laga ini PSMS harus bisa memenangkan pertandingan guna menjauhi jurang degradasi.
Dalam laga putaran pertama lalu di Bekasi, PSMS dikalahkan Persikasi 1-3 dan satu-satunya gol PSMS diciptakan oleh Osas. PSMS saat ini mengantongi nilai 15 diurutan tiga paling bawah di klasemen sementara grup I
Daniel Ngomong Minang
Meskipun sudah mengusung bendera PSMS, bukan berarti masa lalu berlalu begitu saja. Seperti halnya gelandang asing Oqochukwu Daniel. Pada latihan, Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan terdengar Daniel berbincang dengan salah seorang fans dalam bahasa Minang. “Saketek-saketek,” ucap Daniel menjawab pertanyaan seorang fans yang tak ingin namanya dikorankan.
Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.
Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.
Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang
Menurut fans tersebut, dirinya baru bertanya apakah Daniel dapat berbahasa Minang. Inisiatif mengajukan pertanyaan itu mengingat Daniel yang pernah memperkuat tim Divisi I PSP Padang untuk waktu yang lama. “Tadi cuma iseng ngajak dia ngomong minang, rupanya masih bisa juga dia,” bebernya.
Dari pengakuan Daniel, pengetahuan berbahasa Minang yang dimilikinya juga berkat hubungan yang dijalin dengan wanita Minang. Sayang dirinya tidak mau menjelaskan apakah hubungan itu masih berlanjut atau sudah berakhir. “Pacar saya juga orang awak,” ucap Daniel.
Daniel masuk ke skuad PSMS pada putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini. Sebelumnya dua tahun lamanya pemain asal Nigeria ini bermain di PSP Padang
Nyeck Aman
Keputusan untuk mempertahankan Nyeck Nyobe di skuad PSMS membuktikan jika manajemen PSMS tak dapat bertindak tegas, bahkan terkesan plin-plan terhadap keputusan yang telah dikeluarkan.
Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.
Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.
Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.
Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.
Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.
Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.
“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.
Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.
Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.
Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.
Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.
Pasalnya, belum lama ini Sekum PSMS Idris SE telah menyampaikan rencana pihaknya untuk mendepak pemain berkebangsaan Kamerun tersebut.
Alasan untuk mendepak Nyeck pun sangat kuat karena saat laga menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa NAD, beberapa waktu lalu, Nyek mendapat kartu merah akibat aksinya mendorong wasit hingga terjengkang.
Imbas dari aksinya tadi, pemain ini terancam absen tiga pertandingan, belum lagi skorsing yang akan diterimanya dari komisi disiplin (Komdis) PSSI, yang kemungkinan besar membuatnya absen lebih lama lagi.
Menyikapi kondisi ini, beberapa waktu lalu manajemen PSMS sempat menggelar seleksi pemain. Mantan punggawa asing yang pernah merumput bersama Sriwijaya FC Okoye Emeke Obidiah pun menjadi salah seorang pemain yang diproyeksikan menggenapi kuota pemain asing yang ditinggalkan Ntyek Nyobe.
Tapi apa lacur? Ternyata penampilan Okoye jauh dari kata memuaskan. Dirinya pun dipulangkan setelah sempat mengikuti seleksi selama tiga hari berturut-turut.
Setelah kepergian Okoye, nama mantan pemain PSMS dan Medan Jaya asal Cile Ariel Guiterez digadang-gadang sebagai pengganti guna memperkuat lini tengah tim Ayam Kinantan.
Namun, Senin (8/3) Idris justru membatalkan rencana melakukan rekrutmen pemain asing. Itu disebabkan belum jatuhnya vonis Nyeck Nyobe sehingga membuka peluang bagi manajemen PSMS untuk melakukan pendekatan kepada PSSI.
“Nyeck tetap di tim. Kita akan berusaha melakukan pendekatan kepada PSSI agar Nyeck dapat turun di dua atau tiga pertandingan terakhir,” kata Idris.
Menurut Idris, keberadaan Nyeck di tubuh tim Ayam Kinantan masih mungkin dimaksimalkan lagi, untuk mendongkrak penampilan M Affan Lubis dkk untuk menghindari zona degradasi.
“Dengan dipertahankannya Nyeck Nyobe, berarti upaya kita mencari pemain asing ditutup, tidak ada lagi penambahan, kita tetap akan berupaya maksimal di sisa pertandingan dengan skuad yang ada,” beber Idris.
Selain itu, lanjut Idris, keputusan pengurus untuk mempertahankan Nyeck Nyobe didukung oleh Kustiono, pelatih PSMS yang menilai penampilan Ariel Guiterez sudah jauh menurun, sehingga dianggap tak layak mempergunakan kostum PSMS.
Apalagi mantan pelatih PSAP Sigli itu meyakinkan bila yang dibutuhkan saat ini adalah kehadiran seorang striker. “Ya, kalau memang pelatih tidak mau Ariel, berarti tidak jadi, pelatih punya wewenang untuk menentukan keputusan, yang jelas keputusan tersebut kita hargai. Baik buruknya performa tim, semuanya adalah tanggung jawab pelatih. Kalau timnya baik, pelatih yang dipuji ataupun sebaliknya. Kita bisa pahami itu,” sebut Idris.
Kustiono yang dikonfirmasi membenarkan keputusan Sekum PSMS tersebut. Menurutnya mengupayakan pemain asing ke PSMS kepada PSSI dapat mengundang protes tim lain. “Kalau kita juga ngotot untuk merekrut pemain, nggak enak sama tim lain, jadi saya rasa memang tidak perlu,” ungkapnya.
Dengan kekuatan yang ada, dirinya tetap akan terus berupaya membangun kerjasama yang baik dengan pemain untuk hasil yang lebih baik bagi PSMS. “Kita tidak boleh menyerah, kita terus berupaya bagaimana tim ini bisa jadi baik, meski dengan kekuatan yang ada. Intinya kerjasama di semua lini,” pungkasnya.
Lini Tengah PSMS Dinilai Cukup
Keinginan Sekretaris Umum PSMS Idris SE agar PSMS memasukkan nama Ariel Guiterez agar berkostum PSMS tampaknya tidak mendapat persetujuan dari Pelatih PSMS Kustiono. Menurutnya, kualitas Ariel belum jaminan.
Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.
“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).
Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.
“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.
Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.
Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.
Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.
Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.
“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu
Setelah menyelidiki pemain asal Chile tersebut, Kustiono menilai langkah yang dilakukan Idris tersebut bukanlah langkah yang terbaik untuk mengangkat kembali performa tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini.
“Memang Idris belum pernah membicarakan hal itu langsung kepada saya, tapi menurut saya kalau Ariel yang dipanggil itu tidak perlu lagi, di lini tengah saya rasa kita sudah solid,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).
Meski pernah berada dalam kondisi terbaiknya kala membela PSMS beberapa tahun lalu, lanjut Kustiono, performa yang dimiliki pemain tersebut sangatlah berbeda saat ini. Selain sudah berumur, kecepatan pemain yang saat ini berdomisili di Kota Medan itu sudah mulai berkurang.
“Sekarang dia (Ariel) sudah tak seperti dulu lagi, apalagi riwayat cederanya juga kita tahu, jadi saya rasa merekrut dia itu tidak terlalu mengubah keadaan, apalagi sekarang ini yang kita butuhkan striker,” katanya lagi.
Bahkan, mantan pemain Mercu Buana itu menyatakan kalau hanya untuk merekrut Ariel, lebih baik memanggil kembali Okoye Emeka Obidiah, mantan pemain Sriwijaya yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi PSMS. “Lebih baik si Obidiah, karena dia itu memang striker,” tegasnya.
Menurutnya, daripada hanya sekedar menghambur-hamburkan uang untuk merekrut pemain asal Chile tersebut, mantan pelatih PSAP Sigli tersebut mengaku lebih baik saat ini memberdayakan skuad yang ada. “Kalau tidak ada lagi, lebih baik tidak usah merekrut pemain lagi, percuma, karena kita hanya berharap ada satu striker asing untuk menuntaskan masalah krisis gol di tim ini,” jelasnya.
Memang dari beberapa pertandingan baik kompetisi maupun laga uji coba, punggawa PSMS banyak membuang peluang yang ada. Hal itu disebabkan minimnya finishing touch dari pemain di lini depan. Kustiono pun berharap dengan selesainya masalah Kitas, Saha dapat kembali tampil dalam performa terbaiknya. Apalagi, selama membela PSDS musim lalu, Saha menyumbangkan 18 gol dan berhasil membuat PSDS bertahan di divisi utama.
Pada laga uji coba di lapangan PPLP Sumut Sunggal, Sabtu (6/3) Idris menyampaikan rencana menambahkan pemain asing di dalam skuad PSMS. Rencana tersebut sehubungan dengan krisis gol yang melanda M Affan Lubis dkk dan keinginan untuk bertahan di Divisi Utama.
“Kita hanya membutuhkan tujuh poin dan saat ini kita krisis gol. Bagaimanapun kita harus bisa meraih poin tersebut di tiga laga kandang sisa,” ucap Idris kala itu
Monday, March 8, 2010
PSMS ingin daftarkan Ariel Guiterez
Absennya bek Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Nyeck Nyobe, karena sanksi untuk beberapa pertandingan membuat PSMS tengah mencari penggantinya. Ariel Guiterez, pemain asal Chile, menjadi kandidat kuat untuk direkrut. Meskipun berposisi sebagai gelandang, PSMS butuh tambahan pemain asing berkualitas untuk direkrut.
Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.
“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.
Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.
Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya
Ariel menjadi kandidat kuat mengingat sulitnya mencari pemain asing berkualitas dengan harga yang murah. Apalagi waktunya juga sempit, karena PSMS akan menjalani laga kontra Persipasi pada 13 Maret mendatang di Stadion Teladan.
“Tidak mudah memang mencari pemain asing yang berkualitas. Daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar sekretaris umum PSMS, Idris, sore ini.
Ariel memang bukan wajah baru bagi PSMS. Saat masih ditangani Suimin Diharja sebelum paruh musim, Ariel menjadi bagian dari tim meskipun statusnya belum jelas. Ia selalu mengikuti latihan bersama pemain-pemain lainnya, meskipun urung diturunkan karena belum didaftarkan.
Namun keinginan pengurus PSMS akan terganjal dengan batas deadline pendaftaran pemain paruh musim yang telah berakhir 12 Februari lalu. “Meskipun pendaftaran pemain sudah lewat, kita akan terus upayakan. Langkahnya kita akan pendekatan dengan PSSI. Manajemen yang akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, arsitek PSMS, Kustiono menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya yang terpenting semua dilakukan untuk mendongkrak performa tim. “Ya itu semua keputusan manajemen dan pengurus, yang jelas kita berharap kita bisa maksimal di sisa laga ini,” pungkasnya
Saha batal dibuang
Performa striker Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, Osas Saha, yang menurun dalam beberapa laga terakhir Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 sempat membuat posisinya terancam sebagai ujung tombak lini depan PSMS. Namun penampilan apiknya saat laga ujicoba kontra PPLP Sumut, Sabtu (6/3) kemarin di Lapangan PPLP Sunggal membantah spekulasi yang menyebutkan Saha bakal didepak. Tiga gol diceploskannya dan membawa Ayam Kinantan unggul 4-1.
Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.
“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.
Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.
Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.
“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.
Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan
Mantan striker PSDS tersebut memang tampil mengesankan sore itu dan sukses meyakinkan pengurus PSMS untuk tetap memakai jasanya hingga akhir musim. Penegasan tersebut disampaikan sekretaris umum PSMS, Idris.
“Kita butuh tambahan poin di lima sisa laga terakhir. Untuk itu kita harapkan Saha mampu membantu PSMS mewujudkannya. Dan ia berjanji untuk itu,” ujarnya, sore ini.
Menurut Idris, menurunnya performa Saha akibat masalah dokumen Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang belum selesai. “Saha bermain buruk mungkin karena bentuk protesnya atas pengurusan izin KITAS yang belum selesai. Memang ada kesalahan dalam mengurus surat izin tinggalnya kemarin. Agennya mungkin kekurangan biaya hingga terhenti. Tapi kini manajemen yang ambil alih,” lanjutnya.
Berlarutnya pengurusan KITAS striker berusia 23 tahun, lanjut Idris, dikarenakan ulah salah satu oknum pengurus yang awalnya menjanjikan akan menyelesaikan biaya pengurusan dokumen. Namun oknum tersebut ingkar janji.
“ Ada pengurus yang menjanjikan untuk melengkapi biaya mengurus dokumen tersebut. Tapi hingga sekarang belum juga dipenuhi,” papar Idris.
Untuk itu setelah berbicara empat mata dengan Saha, pengurus berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Saha diminta untuk meningkatkan performanya di lapangan. Memang cukup riskan jika Saha didepak. PSMS sedang krisis striker saat ini. Penampilan striker baru PSMS, Obidiah juga masih jauh dari harapan
Punggawa PSMS ke Kondangan
Pesepakbola cenderung identik dengan keringat yang bercucuran. Dengan kata lain, kesan bersih dan rapi seakan jauh dari dirinya. Namun hal itu tidak terlihat pada Sabtu (6/3) siang.
Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.
“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.
Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).
Ya, pada siang tersebut, tampak ada yang berbeda di mes PSMS, beberapa pemain berpakaian rapi layaknya selebritis. Ternyata, dari Tri Yudha Handoko, diketahui bila siang itu mereka akan menghadiri undangan pernikahan salah seorang supporter PSMS.
“Ke undangan anak Smeck (Suporter Medan Cinta Kinantan) Hooligan, Ibnu. Gak enak kalau gak datang, apalagi dia langsung yang mengundang,” ucap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Sumatera Utara ini.
Yudha pun berangkat ditemani Faisal Azmi dan Jecky Pasarella dengan mengendarai mobil Toyota Avanza Biru. Kepada Sekretaris Tim Fityan Hamdy ketiganya berjanji akan tiba di mes pukul 14.30 WIB. Pasalnya sore itu PSMS menggelar laga uji coba ketiga menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di lapangan PPLP Sunggal. Sebelumnya PSMS sudah menggelar dua laga uji coba. Menghadapi Bank Sumut FC, Kamis (4/3) PSMS menang 3-0 dan menang 2-0 atas Sinar Sakti FC, Jumat (5/3).
Pemanggilan Ditunda Lagi
Tampaknya pemanggilan sidang Komdis PSSI atas asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa dan Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan (14/2) kembali diundur hingga tanggal yang belum ditentukan.
Demikian Benny Tomasoa yang hingga Kamis (4/3) masih berada di Kota Medan. Dirinya bahkan tidak mengetahui alasan pengunduran sidang. “Enggak tahu kenapa, saya kembali batal dipanggil komdis, padahal harusnya hari ini (kemarin, Red),” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lanjutan putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 dimana PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan Minggu (14/2) lalu berakhir ricuh. Penyebabnya keputusan wasit asal Bandung Isna Triana yang tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella ditekel di kotak penalti oleh pemain Persita.
Benny yang tidak terima dengan keputusan Isna langsung merengsek ke lapangan dengan maksud mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, upaya itu digagalkan petugas keamanan yang berada di lapangan. “Waktu itu saya mengejar wasit karena ingin menanyakan kenapa dia tidak memberikan ganjaran penalti bagi PSMS karena Jecky dan Saha ditekel di kotak penalti, saya berhak untuk menanyakan hal itu,” tutur Benny.
Penundaan ini merupakan kali kedua setelah pemanggilan pertama yang dijadwalkan Kamis (25/2) lalu juga batal.
Demikian Benny Tomasoa yang hingga Kamis (4/3) masih berada di Kota Medan. Dirinya bahkan tidak mengetahui alasan pengunduran sidang. “Enggak tahu kenapa, saya kembali batal dipanggil komdis, padahal harusnya hari ini (kemarin, Red),” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lanjutan putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 dimana PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan Minggu (14/2) lalu berakhir ricuh. Penyebabnya keputusan wasit asal Bandung Isna Triana yang tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella ditekel di kotak penalti oleh pemain Persita.
Benny yang tidak terima dengan keputusan Isna langsung merengsek ke lapangan dengan maksud mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, upaya itu digagalkan petugas keamanan yang berada di lapangan. “Waktu itu saya mengejar wasit karena ingin menanyakan kenapa dia tidak memberikan ganjaran penalti bagi PSMS karena Jecky dan Saha ditekel di kotak penalti, saya berhak untuk menanyakan hal itu,” tutur Benny.
Penundaan ini merupakan kali kedua setelah pemanggilan pertama yang dijadwalkan Kamis (25/2) lalu juga batal.
Formasi Tim Mulai Pas Gulung
-Hasil dua kali uji coba mulai memperlihatkan formasi ideal bagi PSMS. Ya, karena itu, sebagai Pelatih PSMS Kustiono tidak akan melakukan perubahan formasi untuk menghadapi laga ujicoba terakhir, Sabtu (6/3) ini menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sunggal.
“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.
Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.
Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.
Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.
Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.
“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.
Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)
“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.
Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.
Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.
Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.
Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.
“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.
Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)
Saha Tantang Kustiono, Obidiah Kayak Kuda Kepang
LAGA uji coba PSMS menghadapi Sinar Sakti FC di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore diawali dengan cek-cok antara Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Pelatih PSMS Kustiono. Keduanya sempat adu mulut, sebelum akhirnya ditengahi oleh Kiper Pelatih PSMS, Jampi Hutauruk.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
Saha Tampil Ceria
PSMS kembali meraih hasil positif dalam laga uji cobanya. Kali ini, PPLP Sunggal dilumat tim besutan Kustiono ini dengan skor 4-1. Dalam laga tersebut, striker asing PSMS, Osas "Saha" Mervellous berhasil menciptakan hat-trick. Satu gol PSMS lainnya diciptakan M Affan Lubis.
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Friday, March 5, 2010
PSMS masih perlu pembenahan
alaupun menang tiga gol tanpa balas dalam laga ujicoba melawan PS Bank Sumut, pelatih PSMS Kustiono belum puas. Dia merasa masih perlu pembenahan di beberapa sektor, sebelum tim Ayam Kinantan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) mendatang.
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
PSMS canangkan tiga ujicoba
Arsitek PSMS Kustiono tak mau ambil resiko dalam persiapan menghadapi Persipasi Bekasi. Rangkaian ujicoba pun bakalan digelar dalam menerapkan strategi untuk tidak malu di hadapan pendukung sendiri.
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Sukses Coba-coba
Setelah selesai menggenjot fisik pemain, Pelatih PSMS Kustiono pun menyiapkan strategi baru untuk menyambut Persipasi Bekasi, Kamis (13/3) mendatang di Stadion Teladan Medan. Satu diantaranya adalah perombakan formasi.
Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.
Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.
Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.
Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono
Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.
Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.
Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.
Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono
Dua Asing Rawan Coret
Nasib dua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Okoye Emeka Obidiah akan ditentukan hari ini. Demikian dikatakan Manajer PSMS Hendra DS yang dihubungi melalui telepon, Kamis (4/3). “Besok (hari ini, Red) kita akan buat keputusan resmi mengenai dua pemain itu,” ucap Hendra DS.
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.
Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.
Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.
Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.
Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.
Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.
Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.
Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.
Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra
Pertahankan Gedung Sekuat Tenaga
Seperti yang dipaparkan Muhammad TWH bahwa inisiatif untuk pembangunan gedung di tanah pemerintah kota Medan itu datang dari pengurus dan ke-23 pemain tadi sebagai kontribusi pembangunan sarana olahraga, khususnya sepakbola di Kota Medan.
INDRA JULI-Medan
Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.
“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.
Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.
Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.
INDRA JULI-Medan
Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.
“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.
Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.
Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)