-Hasil dua kali uji coba mulai memperlihatkan formasi ideal bagi PSMS. Ya, karena itu, sebagai Pelatih PSMS Kustiono tidak akan melakukan perubahan formasi untuk menghadapi laga ujicoba terakhir, Sabtu (6/3) ini menghadapi tim sepakbola PPLP Sumut di Lapangan PPLP Sunggal.
“Saya tidak akan mengubah formasi besok (hari ini, Red). Saya kira tujuan untuk fokus pada bola dari kaki ke kaki ini sudah bisa dipahami pemain dengan komposisi yang baru ini. Tinggal bagaimana para pemain mempertahankan irama saat ini di setiap pertandingan. Besok (hari ini, Red) kita coba lihat,” ucap Kustiono usai laga kontra Sinar Sakti.
Setelah menundukkan Bank Sumut FC 3-0 di laga uji coba pertama, Kamis (4/3), PSMS kembali menggulung Sinar Sakti dengan skor 2-0 pada laga uji coba kedua di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore. Gol kemenangan PSMS masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Afandi dan Tri Yudha Handoko.
Turun dengan lapisan keduanya, PSMS tampak sedikit kesulitan untuk membangun serangan di awal babak pertama. Setelah penyesuaian, serangan pun berhasil dibangun. Blunder yang dilakukan penjaga gawang Sinar Sakti Rozy Arya Kesuma dimanfaatkan dengan baik oleh Ahmad Afandi untuk membawa PSMS unggul 1-0.
Masuknya Faisal Azmi dan Jecky Pasarella di babak kedua memberi warna lain pada permainan Ayam Kinantan. Tidak membutuhkan waktu lama, Tri Yudha Handoko menambah kemenangan PSMS menjadi 2-0. Dengan memanfaatkan umpan matang dari Faisal Azmi, Yudha yang berdiri bebas langsung melepas tendangan keras tampa bisa diantisipasi oleh Rozy. Oqochukwu Daniel, bahkan, hampir memperbesar keunggulan kalau saja tendangannya tidak melewati mistar gawang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laga uji coba ini dimanfaatkan Kustiono untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain. Di hari pertama Kamis (4/3) mantan pelatih PSAP Sigli ini menarik Jecky Pasarella yang semula striker untuk mengisi posisi wing kanan. Begitu juga Faisal Azmi yang ditarik sebagai gelandang kiri.
Namun di laga uji coba kedua ini Kustiono tidak menurunkan Saha. Untuk itu, Abdul Kamil Sembiring pun disandingkan dengan Daniel dibantu oleh Tri Yudha Handoko dari baris tengah. Bambang Tri Sanjaya, Syaiful Ramadhan dan Chico Maradona sengaja diturunkan menggantikan posisi Nyeck Nyobe yang juga tidak diturunkan.
“Namanya uji coba pemain lapis kedua dimaksimalkan dulu, tujuannya apakah dia layak jadi starter, karena meningat posisi Nyeck Nyobe yang absen pada beberapa pertandingan ke depan, ya kita siapkan cadangan,” jelas Kustiono.
Meskipun begitu, Kustiono mengakui bila skuad binaannya masih lemah dalam finishing touch. Seperti halnya di laga uji coba pertama, saat menghadapi Sinar Sakti, Jumat (5/3) sore itu pun masih banyak peluang yang terbuang percuma.
“Meski banyak peluang tercipta, namun hanya dua saja saja yang bias dimaksimalkan,” kata Kustiono. (jul)
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, March 8, 2010
Saha Tantang Kustiono, Obidiah Kayak Kuda Kepang
LAGA uji coba PSMS menghadapi Sinar Sakti FC di Stadion Teladan, Jumat (5/3) sore diawali dengan cek-cok antara Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous dan Pelatih PSMS Kustiono. Keduanya sempat adu mulut, sebelum akhirnya ditengahi oleh Kiper Pelatih PSMS, Jampi Hutauruk.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
“Tadi dia tidak latihan pagi, kemarin juga. Kalau saya izinkan dia latihan bagaimana nanti dengan pemain lainnya. Mereka bakal bilang saya takut lah. Ini sekaligus menjadi contoh bagi seluruh pemain untuk disiplin,” jelas Pelatih PSMS Kustiono sebelum laga uji coba digelar.
Kustiono juga menyesalkan sikap Saha yang mencampuradukkan masalah administrasi dengan persoalan teknis, sehingga bisa berpengaruh pada tim. “Kalau pemain tidak suka dengan pelatih itu biasa. Tapi, kalau pelatih yang tidak suka dengan pemain berarti ada yang tidak benar. Saya tidak senang cara dia berlatih bersama PSMS, bukan tidak suka dengan dia,” tegas mantan pemain Mercubuana ini.
Keputusan Kustiono itu pun didukung oleh manajemen PSMS. Manajer PSMS, Hendra DS bahkan menyarankan Kustiono untuk membuat laporan tertulis sehingga bisa dilakukan tindakan. “Ini kan masih lisan, kita tunggu laporan tertulisnya dari pelatih. Kita pasti akan memberikan tindakan terhadap pemain yang tidak disiplin. Bisa pemotongan gaji,” tegas Hendra.
Sementara itu Saha yang dikomfirmasi justru menyampaikan tantangan. Striker ini sempat menghardik Kustiono yang sedang berbincang dengan Sumut Pos dan mengingatkan agar mantan pelatih PSAP Sigli itu untuk tidak berkomentar yang tidak-tidak.
Perihal absen di dua latihan pagi, Saha mengakui karena tidak memiliki ongkos. “Tadi pagi (kemarin) latihan di Kebun bunga, aku tak punya uang untuk ke sana. Aku belum gajian, seribu rupiah pun aku tidak ada pegang. Saya sampai utang sama tukang becak untuk bisa latihan,” beber pemain yang menetap di kawasan Jalan Air Bersih Medan itu.
Keputusan Kustiono tidak memberinya kostum latihan dilihat sebagai sikap yang tidak profesional. “Dia tidak profesional seperti itu karena aku juga bisa latihan sendiri. Malah lebih baik berlatih sendiri karena tidak ada yang bisa aku dapat dari cara dia (Kustiono, Red) melatih. Kalau aku salah ayo ke PSSI, buat laporan. Aku tidak takut,” tambah Saha.
Sementara itu, manajemen PSMS resmi membatalkan rencana kontrak mengikat pemain asing yang didatangkan dari Sriwijaya FC Okoye Emeka Obidiah. Jumat (5/3) siang tampak Okoye bertolak dari Mess PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan diantar oleh Nyeck Nyobe.“Tadi malam sudah kita sampaikan pada Obidiah. Kayak kuda kepang pulak kutengok mainnya,” ucap Manajer PSMS Hendra DS.
Keputusan untuk membatalkan kontrak Obidiah lanjut Hendra dibuat berdasarkan pantauan pribadinya dan tentu saja sesuai laporan pelatih PSMS Kustiono. “Dia memang tidak memenuhi kualitas untuk mengenakan kostum PSMS. Tapi, saya salut dengan dia. Orangnya tahu diri. Itu dia sendiri yang mengundurkan diri kok,” ucap Kustiono.
Saha Tampil Ceria
PSMS kembali meraih hasil positif dalam laga uji cobanya. Kali ini, PPLP Sunggal dilumat tim besutan Kustiono ini dengan skor 4-1. Dalam laga tersebut, striker asing PSMS, Osas "Saha" Mervellous berhasil menciptakan hat-trick. Satu gol PSMS lainnya diciptakan M Affan Lubis.
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Menariknya, pada laga yang digelar di lapangan PPLP Sunggal tersebut, Saha sejak babak pertama tampil ceria. Senyum selalu tersungging di senyumnya yang menjadikan pemain asal Nigeria ini favorit penonton.
Saha membawa PSMS unggul lebih dulu setelah sukses mengesekusi tendangan penalti yang diakibatkan pelanggaran terhadap kapten PSMS M Affan Lubis. Diselingi gol oleh M Affan Lubis, Saha kembali menyumbangkan dua gol di babak kedua melalui aksi solo run dan memanfaatkan bola blunder di depan gawang PPLP Sumut. Rangga menutup pertandingan dengan melesakkan satu gol balasan untuk PPLP Sumut.
Usut punya usut, peningkatan prestasi Saha ini ternyata didasari oleh kehadiran Sekretaris Umum PSMS Idris SE dalam laga tersebut. Pasalnya, kedatangan Idris membawa kabar baik sehubungan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas) yang selama ini menjadi beban pikiran Saha.
“Ada kesalahan dalam pengurusan Kitasnya, dari pihak agennya mungkin kekurangan biaya untuk pengurusan sehingga belum kelar sampai sekarang. Jadi Ketua Umum (Drs Dzulmi Eldin, Red) yang terus mengikuti perkembangan, tadi menginstruksikan agar kita mengambil alih pengurusan Kitas Saha,” jelas Idris kepada Sumut Pos di sela-sela pertandingan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya pengurusan Kitas yang tak kunjung selesai berpengaruh pada buruknya penampilan Saha di lapangan. Bagaimana tidak overstay yang mencapai empat bulan ini membuat Saha harus membayar dalam jumlah besar. Belum lagai ancaman dideportasi. Padahal, manajemen sudah berjanji Kitas Saha akan diurus setelah menghadapi Semen Padang di awal putaran kedua lalu.
Di lain pihak, Idris juga tengah memeprsiapkan rencana untuk merekrut satu pemain asing sebagai penganti bek PSMS Nyeck Nyobe yang mendapatkan kartu merah ketika PSMS bentrok dengan Persiraja Banda Aceh 23 Februari lalu, mantan pemain PSMS Ariel Guiterez pun menjadi salah satu kandidat.
“Ya, kita kesulitan cari pemain asing yang berkualitas, daripada jauh-jauh, kita sedang mengupayakan Ariel Guiterez untuk bisa memperkuat PSMS di sisa lima pertandingan ini,” papar pria berdarah Aceh ini.
Memang menurutnya, perlu upaya keras dari PSMS untuk bisa memasukkan Ariel di akhir kompetisi ini, pasalnya pendaftaran pemain di putaran kedua sudah berakhir 12 Februari lalu.
“Tapi, kita akan terus upayakan, kita akan lakukan pendekatan ke PSSI, kita harap ada pertimbangan. Selain itu manajemen akan mengurus kelengkapan dokumennya, kabarnya biayanya sekitar 30 juta rupiah,” ungkapnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun menyambut baik penampilan Saha sore itu. Tak ada lagi permusuhan seperti yang tampak saat akan menghadapi Sinar Sakti FC pada laga ujicoba kedua di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/3) lalu. Ketika itu Kustiono tidak mengizinkan Saha mengenakan kostum latihan karena absen pada dua latihan pagi.
“Jadi saya bukan tanpa alasan menghukum Saha waktu itu dan semua sudah selesai. Kalau tidak dia (Saha, Red) tidak saya kasih main hari ini,” ucap Kustiono.
Namun mantan Pelatih PSAP Sigli ini tak dapat menyembunyikan kekesalannya atas Dodi Rahwana yang dinilai melakukan kesalahan fatal sehingga PSMS kebobolan satu gol. Apalagi dua laga uji coba sebelumnya berakhir dengan kemenangan telak tampa kebobolan. “Ini kesalahan Dodi,” ketusnya.
Terhadap ketiga laga uji coba, Kustiono sendiri mengaku target yang diinginkan sudah tercapai. Untuk itu dirinya akan melanjutkan materi yang baru pada latihan Senin (8/3) sore di Stadion Teladan Medan
“Keep to the ball yang ingin kita capai sudah nampak ya. Jadi minggu depan saya akan bawa materi menyerang dan mengejar bola yang sudah hilang,” beber pelatih berusia 48 tahun ini.
Kedua materi itu diharapkan dapat memberi perlawanan saat menghadapi Persipasi Bekasi dalam lanjutan Divisi Utama 2009/2010, Sabtu (13/3) mendatang. Saat ini PSMS berada di peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin
Friday, March 5, 2010
PSMS masih perlu pembenahan
alaupun menang tiga gol tanpa balas dalam laga ujicoba melawan PS Bank Sumut, pelatih PSMS Kustiono belum puas. Dia merasa masih perlu pembenahan di beberapa sektor, sebelum tim Ayam Kinantan menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu (13/3) mendatang.
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
Kendati begitu, Kustiono masih bersyukur timnya menunjukkan pola permainan menyerang yang cukup baik. Dalam ujicoba Kamis di Stadion Teladan, ketiga gol PSMS dihasilkan Kamil Sembiring, Deni Wahyudi dan Jecky Pasarella.
Melawan Bank Sumut, Jecky Pasarella dan kawan-kawan bermain lebih tenang dan tidak tergesa-gesa dalam membangun serangan. Menurutnya, faktor cuaca panas sempat mengganggu konsentrasi anak-anak hingga menimbulkan hidrasi.
Disinggung mengenai ujian akhir, Kustiono kembali mengatakan masih ada dua hari untuk menggelar laga ujicoba lainnya. Pada Jumat ini, PSMS akan melawan Sinar Sakti dan esok harinya menghadapi PPLP Sumut.
Sementara itu, penampilan Okeye Emeka Obidih asal Nigeria dinilai belum menunjukkan permainan terbaiknya. "Dia sengaja kita turun sejak awal guna melihat kemampuannya, namun ia gagal dan terpaksa kita ganti dengan pemain lain," ujar eks pelatih PSAP Sigli terhadap permainan pemain asing PSMS baru itu
PSMS canangkan tiga ujicoba
Arsitek PSMS Kustiono tak mau ambil resiko dalam persiapan menghadapi Persipasi Bekasi. Rangkaian ujicoba pun bakalan digelar dalam menerapkan strategi untuk tidak malu di hadapan pendukung sendiri.
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Kustiono menyadari laga melawan Persipasi dianggap sebagai penentu dalam mempertahankan posisi Ayam Kinantan bertengger di Divisi Utama. Mantan pemain Mercu Buana ini lantas mencanangkan tiga ujicoba melawan PS Telkom, PS Putra Buana dan PS Sinar Sakti. "Uji coba ini penting dalam kesiapan mental pemain dan kerjasama tim," terangnya, Selasa.
Kustiono menilai, di samping teknik, kekuatan fisik sangat dibutuhkan untuk meredam kemampuan lawan yang dinilai jauh di atas kemampuan para pemain PSMS. “Kita terpaksa mengandalkan semangat dan fisik, karena dengan teknik dan mental, PSMS masih kalah dari lawan,” paparnya.
Dia juga mengaku, masih kewalahan dalam menempatkan posisi pemain dalam partai uji coba. Pasalnya masih ada beberapa pemain yang absen. Dua pemain asing Nyeck Nyobe dan Ogochukwu Daniel.
Menurut rumor, Daniel dan Nyeck dikabarkan sedang menderita sakit pasca melawan Persiraja Banda Aceh. "Daniel lagi sakit perut, sedangkan Nyeck menderita demam," tambah asisten pelatih Suyono
Sukses Coba-coba
Setelah selesai menggenjot fisik pemain, Pelatih PSMS Kustiono pun menyiapkan strategi baru untuk menyambut Persipasi Bekasi, Kamis (13/3) mendatang di Stadion Teladan Medan. Satu diantaranya adalah perombakan formasi.
Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.
Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.
Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.
Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono
Hal ini terlihat saat melakoni pertandingan uji coba menghadapi Bank Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (4/3). Pada laga tersebut Kustiono tampak melakukan beberapa manuver dengan menggeser beberapa pemain pada posisi yang baru. Adalah Jecky Pasarella yang berposisi sebagai striker ditarik menjadi pemain sayap kanan. Begitu juga Faisal Azmi, pemain berambut gondrong ini dijadikan penguasa sisi kiri. Urusan mencetak gol pun diserahkan kepada Ikpefua Osas “Saha” Marvellous dengan tandemnya Abdul Kamil Sembiring.
“Selama ini kita kesulitan menjalankan serangan dari sisi kiri maupun kanan lapangan. Saya pikir Jecky dan Azmi yang memiliki kecepatan dan gerakan yang gesit bisa mendukung dalam crossing ke lini depan. Sehingga kita bisa memaksimalkan peluang untuk mencetak gol,” jelas Kustiono kepada Sumut Pos.
Siapa sangka perombakan sederhana ini mampu menghidupkan variasi serangan dari kedua sisi. Serangan tidak lagi terpaku dari tengah seperti yang terlihat selama ini. Baik Jecky maupun Faisal pun menjalankan perannya dengan lewat umpan-umpang menyilang yang akurat. Begitu pula Oqochukwu Daniel yang ditarik menjadi gelandang bertahan turut menyumbangkan umpan yang merepotkan pertahanan Bank Sumut FC. PSMS pun menutup laga uji coba pertamanya dengan kemenangan telak 3-0 atas Bank Sumut FC.
Adapun kemenangan PSMS diawali striker muda PSMS Abdul Kamil Sembiring lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain belakang Denny Wahyudi memperbesar kemenangan si Ayam Kinantan setelah tendangan yang tak terlalu kuat namun terarah berhasil merobek gawang Bank Sumut FC. Dan, aksi solo run dari Jecky Pasarella di babak kedua melahirkan gol ketiga untuk PSMS. Kedudukan 3-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Atas hasil pertandingan, Kustiono mengaku cukup senang. Namun menyangkut permainan dengan formasi yang baru, dirinya masih menahan diri. “Dalam penciptaan gol saya bersyukur apalagi lebih dari yang ditargetkan. Bukankah sepak bola adalah untuk mencetak gol,” ujar Kustiono
“Bank Sumut FC memang tim yang kita pilih mengingat mereka latihannya konstan. Mereka juga mampu memberi perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Kalau tim itu tidak rutin latihan mungkin bisa bobol lebih besar lagi. Namun, ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kemajuan yang dicapai ya. Masih ada dua uji coba lagi,” tambahnya.
Di tengah peningkatan yang ditunjukkan skuad PSMS, Okoye Emeka Obidiah justru belum menunjukkan kualitas yang layak untuk mengenakan kostum PSMS. Pergerakan Okoye masih terbilang lambat begitu pula akurasi yang belum meyakinkan. Terlebih saat kehilangan bola, Okoye langsung menyerah tampa usaha untuk merebut kembali. “Memang belum terlihat. Kita lihat lagi saja pada dua pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Harapan Kustiono ini berbanding terbalik dengan asistennya, Suyono. Menurut sang asisten, Okoye sama sekali tidak punya harapan. “Parah, dia tidak punya kecepatan,” ketus Asisten Pelatih Suyono
Dua Asing Rawan Coret
Nasib dua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Okoye Emeka Obidiah akan ditentukan hari ini. Demikian dikatakan Manajer PSMS Hendra DS yang dihubungi melalui telepon, Kamis (4/3). “Besok (hari ini, Red) kita akan buat keputusan resmi mengenai dua pemain itu,” ucap Hendra DS.
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.
Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.
Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.
Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.
Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra
Aksinya mendorong wasit Tardianis hingga tersungkur saat menghadapi Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu, Nyeck dipastikan absen di tiga laga PSMS.
Belum lagi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang sudah menunggu memastikan mantan pemain Persib Bandung ini tidak akan memperkuat PSMS di lima laga sisa.
Tidak bisa diturunkan, Nyeck pun tidak ada artinya lagi untuk tim. Selain itu sikap Nyeck yang beberapa kali tidak menunjukkan keprofesionalismean menjadi dasar manajemen untuk mendepak pemain berusia 26 tahun ini. Bahkan, usaha untuk mencari pemain pengganti terus dilakukan. Pascapertandingan melawan Persiraja Banda Aceh, Nyeck langsung terbang ke Jakarta untuk menikmati liburan dan absen saat latihan mulai digelar Sabtu (27/2). Nyeck baru terlihat, Kamis (4/3) di Stadion Teladan.
Selain itu, manajemen dipastikan batal mengontrak Okoye. Pasalnya dari dua latihan yang digelar sejak Selasa (2/3) mantan pemain Sriwijaya FC itu tampil sangat buruk. Demikian pula laporan tim pelatih yang disampaikan kepada manajemen perihal Okoye. “Obidiah belum pantas menjadi penggantinya. Selain laporan Kustiono yang bilang dia tidak bagus, saya juga ikut memantau perkembangan pemain asal Nigeria itu. Memang dia belum pantas di tim ini, keputusan resminya besok (hari ini, Red)” tegas Hendra.
Tak pelak keputusan itu akan menjadi pekerjaan rumah manajemen untuk mencari pemain pengganti. Manajemen pun harus berlomba dengan waktu sebelum pertandingan menghadapi Persipasi, Bekasi, Kamis (13/3) nanti. “Kita punya waktu cukup sempit, tetapi kita akan berupaya mencari satu striker, karena selama ini memang, kita lemah mencetak gol,” pungkas Hendra
Pertahankan Gedung Sekuat Tenaga
Seperti yang dipaparkan Muhammad TWH bahwa inisiatif untuk pembangunan gedung di tanah pemerintah kota Medan itu datang dari pengurus dan ke-23 pemain tadi sebagai kontribusi pembangunan sarana olahraga, khususnya sepakbola di Kota Medan.
INDRA JULI-Medan
Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.
“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.
Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.
Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.
INDRA JULI-Medan
Sekaligus sebagai kenangan akan masa jaya yang pernah diraih PSMS saat memukul tim-tim luar negeri di Stadion Teladan.
“Pokonya tak ada cerita, tim luar negeri yang datang ke Stadion Teladan pasti kita bantai (kalahkan). Karenanya, kemampuan para pemain sangat diakui, disebabkan kemampuan mereka melewati empat hingga lima pemain lawan, sebelum akhirnya mencetak gol,” kenang Muhammad TWH.
Sayangnya, meskipun telah menunggu sekilan lama, namun permintaan untuk mempertahankan bagungan yang sejatinya menjadi prasasti atas kehebatan PSMS di masa lalu itu, tak pernah berbalasa.
“Pernah saya menunggu dari pukul 07.00 – 09.00 WIB di rumah Abdillah yang berada di Jalan Perak tapi tidak ketemu. Semua dokumen akhirnya saya titipkan ke ajudannya. Ya sampai sekarang tidak ada follow up,” sesalnya.
Muhammad TWH sendiri mengakui tidak tahu perihal pengalihan fungsi gedung seperti saat ini. “Meskipun pernah ditertibkan tapi hanya sementara saja, untuk kemudian kembali lagi menjadi tempat penyimpanan barang seperti itu. Gak tahu bagaimana kerjasama mereka mungkin dengan preman atau oknum yang pintar memanfaatkan keadaan,” bebernya.
Mencuatnya berita tentang pengambilalihan gedung bangunan PSMS untuk selanjutnya dirobohkan berawal dari kedatangan pihak Disporasu ke Mess PSMS yang terdapat di Stadion Kebun Bunga Medan.
Di situ Kadisporasu Parlautan Sibarani menyampaikan niat pemerintah provinsi untuk mengalihfungsikan gedung PSMS sebagai bahagian program inventarisasi fasilitas Pemprov menjadi lahan parkir.
Untuk itu Muhammad TWH mewakili segenap pengurus dan mantan pemain yang masih ada, maupun yang telah tiada berharap kiranya keputusan yang dibuat jangan melupakan jasa ke-23 pemain yang namanya tertera di prasasti tersebut.
“Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan gedung itu. Apalagi ini untuk pembangunan juga. Hanya kalau bisa agar pemerintah memberi perhatian kepada ahli waris dari 23 nama tersebut, karena ke-23 memiliki peran yang sangat besar atas berdirinya bangunan itu,” harapnya.
Thursday, March 4, 2010
Butuh Relaksasi
Untuk menjaga stabilitas mental pemain, kemarin (3/3) tim pelatih PSMSmelakukan perubahan terhadap jadwal latihan.
Sejatinya, latihan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Teladan Medan batal dan dilaksanakan di Stadion Kebun Bunga.
“Saat ini tim membutuhkan suasana yang rileks setelah dua hari berturut latihan di Teladan. Latihan juga kita gelar dengan suasana gembira,” ucap Kustiono, pelatih PSMS.
Menurut mantan pelatih PSAP Sigli ini, jadwal latihan yang disusun untuk dilaksanakan seminggu ini bukan hal yang absolut. Perubahan pun dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan tim. Apalagi dengan kondisi saat ini, ketika skuad PSMS memiliki beban yang berat. Bagaimana tidak, M Affan Lubis dkk harus bisa memanfaatkan lima laga sisa untuk mengumpulkan poin maksimal agar terhindar dari degradasi.
Apalagi dalam jadwal yang sudah disusun, mulai Kamis (4/3) ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini mulai menggelar laga ujicoba menghadapi Bank Sumut dilanjutkan Jumat (5/3) menghadapi Sinar Sakti, dan Sabtu (6/3) dengan tim sepakbola PPLP Sunggal. “Jadi sebelum jadwal yang ketat ini saya mau ajak pemain untuk rileks dulu,” tambahnya.
Hal itu dibenarkan oleh Asisten Pelatih PSMS Suyono. Perubahan lokasi latihan dari Stadion Teladan ke Stadion Kebun Bunga lebih karena materi latihan yang singkat. “Tidak apa-apa, kita cuma latihan satu jam saja, jadi di sini (Stadion Kebun Bunga) saja,” ungkap Suyono.
Sayangnya perubahan jadwal yang terkesan mendadak itu memiliki dampak negatif. Salah satunya Striker Asing PSMS, Ikpefua Osas Marvellous Saha yang terpaksa absen yang mengirim pesan kepada Sekretaris PSMS Fityan Hamdy,
“Saya sudah di Teladan seperti jadwal yang diberitahukan sebelumnya, kalau sekarang berubah tempat, maaf saya tidak bisa datang, uang saya habis, gaji belum dibayar, ini sudah tanggal 3,” isi pesan singkat Saha kepada Fityan Hamdy.
Menurut Fityan, Saha yang tinggal di kawasan Jalan Air Bersih Medan yang tidak jauh dari Stadion Teladan telah menunggu untuk beberapa lama. Namun tim yang tak kunjung datang dijadikan Saha alasan untuk bolos latihan.
Padahal Kustiono sudah meminta Fityan membujuk Saha untuk datang ke Stadion Kebun Bunga. Kustiono bahkan bersedia membayar ongkos pemain asal Nigeria tersebut. Sayang Saha tetap pada pendiriannya semula, tetap tidak mau hadir.
Sejatinya, latihan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Teladan Medan batal dan dilaksanakan di Stadion Kebun Bunga.
“Saat ini tim membutuhkan suasana yang rileks setelah dua hari berturut latihan di Teladan. Latihan juga kita gelar dengan suasana gembira,” ucap Kustiono, pelatih PSMS.
Menurut mantan pelatih PSAP Sigli ini, jadwal latihan yang disusun untuk dilaksanakan seminggu ini bukan hal yang absolut. Perubahan pun dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan tim. Apalagi dengan kondisi saat ini, ketika skuad PSMS memiliki beban yang berat. Bagaimana tidak, M Affan Lubis dkk harus bisa memanfaatkan lima laga sisa untuk mengumpulkan poin maksimal agar terhindar dari degradasi.
Apalagi dalam jadwal yang sudah disusun, mulai Kamis (4/3) ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini mulai menggelar laga ujicoba menghadapi Bank Sumut dilanjutkan Jumat (5/3) menghadapi Sinar Sakti, dan Sabtu (6/3) dengan tim sepakbola PPLP Sunggal. “Jadi sebelum jadwal yang ketat ini saya mau ajak pemain untuk rileks dulu,” tambahnya.
Hal itu dibenarkan oleh Asisten Pelatih PSMS Suyono. Perubahan lokasi latihan dari Stadion Teladan ke Stadion Kebun Bunga lebih karena materi latihan yang singkat. “Tidak apa-apa, kita cuma latihan satu jam saja, jadi di sini (Stadion Kebun Bunga) saja,” ungkap Suyono.
Sayangnya perubahan jadwal yang terkesan mendadak itu memiliki dampak negatif. Salah satunya Striker Asing PSMS, Ikpefua Osas Marvellous Saha yang terpaksa absen yang mengirim pesan kepada Sekretaris PSMS Fityan Hamdy,
“Saya sudah di Teladan seperti jadwal yang diberitahukan sebelumnya, kalau sekarang berubah tempat, maaf saya tidak bisa datang, uang saya habis, gaji belum dibayar, ini sudah tanggal 3,” isi pesan singkat Saha kepada Fityan Hamdy.
Menurut Fityan, Saha yang tinggal di kawasan Jalan Air Bersih Medan yang tidak jauh dari Stadion Teladan telah menunggu untuk beberapa lama. Namun tim yang tak kunjung datang dijadikan Saha alasan untuk bolos latihan.
Padahal Kustiono sudah meminta Fityan membujuk Saha untuk datang ke Stadion Kebun Bunga. Kustiono bahkan bersedia membayar ongkos pemain asal Nigeria tersebut. Sayang Saha tetap pada pendiriannya semula, tetap tidak mau hadir.
Obidiah Belum Sesuai Harapan
Hingga latihan Rabu (3/3) sore di Stadion Kebun Bunga, performa striker asing PSMS yang baru Okoye Emeka Obidiah belum menunjukkan kualitas yang mumpuni. Tak pelak tim pelatih PSMS menerapkan batas deadline hingga Sabtu (6/3) mendatang.
Hal itu tidaklah berlebihan mengingat PSMS sangat membutuhkan striker berkualitas yang diharapkan mampu memecahkan krisis gol di lini depan tim Ayam KinantanPSMS.
Selain itu, untuk mendatangkan Okoye, manajemen telah melepas Nyeck Nyobe George Clement.
Kekecewaan atas performa Okoye justru diperlihatkan Pelatih PSMS Kustiono. Sekalipun enggan mengucapkannya, tapi pelatih berusia 48 tahun ini tak dapat menyembunyikan ketidaktertarikan dengan penampilan striker bertubuh jangkung terebut. “Tidak usah saya yang mengomentari, mungkin masyarakat yang melihat saja sudah bisa menilai, dia layak atau tidak berkostum PSMS,” ujar Kustiono kepada Sumut Pos, Rabu (3/3).
Menurut Kustiono, Okoye tidak memiliki mental seorang striker, begitu pun pergerakan yang dinilai lambat. Belum lagi dengan performa fisiknya yang masih mengkhawatirkan. “Okelah kalau dia memang belum bisa maksimal karena baru tiba. Tapi sebagai striker dia juga tidak bisa lari kencang. Naluri seorang striker untuk mencetak gol sama sekali tidak dia miliki,” kata Kustiono.
Sejatinya, seorang striker selain memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, juga harus mampu membuktikannya lewat gol-gol yang dilesakkannya.
“Anggaran untuk mendtangkan pemain asing tidak sedikit. Di tengah kondisi PSMS yang ada sekarang kita tidak mau salah pilih, kita harus bisa lebih selektif menentukan pemain. Pokoknya pemain yang bergabung di sini (PSMS, Red) harus benar-benar berkualitas,” beber mantan pemain PS Mercu Buana itu.
Walau mengaku tak tertarik untuk merekrut Okoye, namun Kustiono masih memberi kesempatan kepada mantan striker Sriwijaya FC itu untuk memperluihatkan kemampuan terbaiknya.
“Kita beri dia (Okoye, Red) kesempatan sampai hari Sabtu (6/3) nanti. Dari tiga game yang akan kita gelar mulai Kamis (4/3) ini, kita akan lihat bagaimana kemampuannya. Kalau menunjukkan peningkatan, maka dia kita pakai. Kalau tidak ada, terpakas kita cari yang lain,” ungkap Kustiono lagi.
Soal kemampuan fisik, tim pelatih juga akan memberikan latihan khusus kepada pemain dengan tinggi 185 cm tersebut mulai pagi ini. “Agar tidak ada alasan kita salah pilih lagi, kita beri latihan fisik khusus untuknya,” pungkas Kustiono
Hal itu tidaklah berlebihan mengingat PSMS sangat membutuhkan striker berkualitas yang diharapkan mampu memecahkan krisis gol di lini depan tim Ayam KinantanPSMS.
Selain itu, untuk mendatangkan Okoye, manajemen telah melepas Nyeck Nyobe George Clement.
Kekecewaan atas performa Okoye justru diperlihatkan Pelatih PSMS Kustiono. Sekalipun enggan mengucapkannya, tapi pelatih berusia 48 tahun ini tak dapat menyembunyikan ketidaktertarikan dengan penampilan striker bertubuh jangkung terebut. “Tidak usah saya yang mengomentari, mungkin masyarakat yang melihat saja sudah bisa menilai, dia layak atau tidak berkostum PSMS,” ujar Kustiono kepada Sumut Pos, Rabu (3/3).
Menurut Kustiono, Okoye tidak memiliki mental seorang striker, begitu pun pergerakan yang dinilai lambat. Belum lagi dengan performa fisiknya yang masih mengkhawatirkan. “Okelah kalau dia memang belum bisa maksimal karena baru tiba. Tapi sebagai striker dia juga tidak bisa lari kencang. Naluri seorang striker untuk mencetak gol sama sekali tidak dia miliki,” kata Kustiono.
Sejatinya, seorang striker selain memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, juga harus mampu membuktikannya lewat gol-gol yang dilesakkannya.
“Anggaran untuk mendtangkan pemain asing tidak sedikit. Di tengah kondisi PSMS yang ada sekarang kita tidak mau salah pilih, kita harus bisa lebih selektif menentukan pemain. Pokoknya pemain yang bergabung di sini (PSMS, Red) harus benar-benar berkualitas,” beber mantan pemain PS Mercu Buana itu.
Walau mengaku tak tertarik untuk merekrut Okoye, namun Kustiono masih memberi kesempatan kepada mantan striker Sriwijaya FC itu untuk memperluihatkan kemampuan terbaiknya.
“Kita beri dia (Okoye, Red) kesempatan sampai hari Sabtu (6/3) nanti. Dari tiga game yang akan kita gelar mulai Kamis (4/3) ini, kita akan lihat bagaimana kemampuannya. Kalau menunjukkan peningkatan, maka dia kita pakai. Kalau tidak ada, terpakas kita cari yang lain,” ungkap Kustiono lagi.
Soal kemampuan fisik, tim pelatih juga akan memberikan latihan khusus kepada pemain dengan tinggi 185 cm tersebut mulai pagi ini. “Agar tidak ada alasan kita salah pilih lagi, kita beri latihan fisik khusus untuknya,” pungkas Kustiono
Wednesday, March 3, 2010
Hendra DS: Itu Anggaran Satu Tahun
KISRUH perihal dana hibah APBD untuk PSMS sebesar Rp6 miliar yang kian kabur disebabkan adanya kesalahpahaman dari berbagai pihak.
Seperti yang disiarkan salah satu media elektronik, Selasa (2/3) pagi, dimana masyarakat mempertanyakan efektivitas dana demikian besar hanya untuk pemutaran satu kompetisi saja.
Untuk itu Hendra DS sebagai Manajer PSMS yang ditemui di Mess PSMS angkat bicara.
Dikatakannya bila dana berbentuk hibah itu tidak hanya untuk kebutuhan memutar kompetisi. “Dana itu merupakan anggaran untuk satu tahun. Dimulai dari melakukan seleksi sampai mempersiapkan skuad PSMS untuk musim berikutnya,” beber Hendra.
Namun persiapan itu, masih harus menunggu sehubungan dengan prosedur yang ada.
Sebagai mantan anggota dewan, Hendra memastikan pencairan dana paling cepat pada April mendatang. Setelah itu barulah penjaringan pemain dapat dilakukan.
Mengenai pelaksanaan kompetisi, dirinya akan berkoordinasi kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan sebagai pengemban mandat. “Pada prinsipnya kita setuju siapapun yang melaksanakan dan dalam bentuk apa itu (penjaringan, Red). Yang penting, pemain yang lolos dari penjaringan itu benar-benar bermental baja,” tegasnya.
Seperti yang diakuinya, keterpurukan prestasi PSMS di Divisi Utama 2009/2010 ini tak lepas dari lemahnya materi pemain yang ada. Keberadaan pemain asing yang diharapkan dapat menunjang pemain lokal pun belum memuaskan. Bahkan belakangan loyalitas pemain yang dibayar mahal itu justru dipertanyakan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita agar ke depan agar tidak sembarangan merekrut pemain asing. Tapi yang utama kita akan prioritaskan pemain lokal. Karena ini dapat membangkitkan fanatisme,” ujranya
Seperti yang disiarkan salah satu media elektronik, Selasa (2/3) pagi, dimana masyarakat mempertanyakan efektivitas dana demikian besar hanya untuk pemutaran satu kompetisi saja.
Untuk itu Hendra DS sebagai Manajer PSMS yang ditemui di Mess PSMS angkat bicara.
Dikatakannya bila dana berbentuk hibah itu tidak hanya untuk kebutuhan memutar kompetisi. “Dana itu merupakan anggaran untuk satu tahun. Dimulai dari melakukan seleksi sampai mempersiapkan skuad PSMS untuk musim berikutnya,” beber Hendra.
Namun persiapan itu, masih harus menunggu sehubungan dengan prosedur yang ada.
Sebagai mantan anggota dewan, Hendra memastikan pencairan dana paling cepat pada April mendatang. Setelah itu barulah penjaringan pemain dapat dilakukan.
Mengenai pelaksanaan kompetisi, dirinya akan berkoordinasi kepada Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Medan sebagai pengemban mandat. “Pada prinsipnya kita setuju siapapun yang melaksanakan dan dalam bentuk apa itu (penjaringan, Red). Yang penting, pemain yang lolos dari penjaringan itu benar-benar bermental baja,” tegasnya.
Seperti yang diakuinya, keterpurukan prestasi PSMS di Divisi Utama 2009/2010 ini tak lepas dari lemahnya materi pemain yang ada. Keberadaan pemain asing yang diharapkan dapat menunjang pemain lokal pun belum memuaskan. Bahkan belakangan loyalitas pemain yang dibayar mahal itu justru dipertanyakan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita agar ke depan agar tidak sembarangan merekrut pemain asing. Tapi yang utama kita akan prioritaskan pemain lokal. Karena ini dapat membangkitkan fanatisme,” ujranya
Irwin Belum Meyakinkan
KEBERADAAN kiper PSMS Irwin Ramadhana masih meragukan untuk dapat beridiri di bawah mistar gawang tim Ayam Kinantan.
Tak pelak, pilihan agar M Halim menjadi andalan PSMS hingga akhir musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini berakhir kembali berkumandang.
Menurut pelatih kiper PSMS Jampi Hutauruk, keraguan tersebut muncul melihat sikap dari mantan kiper Persikabo Bogor itu setiap latihan digelar. “Penampilannya masih beklum maksimal. Pada sesi latihan dia kerap kebobolan. Nah, itu kalau latihan, bagaimana pula jika dalam pertandingan sesungguhnya. Siapa yang mau ambil resiko?” kata Jampi.
Selain itu, Jampi yang juga mantan kiper PSMS pada 1978-1989 ini menilai Irwin masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti tangkapan bola-bola bawah serta sudut pandang kedatangan bola. Ada pula yang mengatakan bahwa tangkapan Irwin tidak lengket. “Nanti kita lihat lagi dalam latihan, apakah ada peningkatan atau tidak,” tambahnya.
Belum meyakinkannya performa Irwin juga diakui Kustiono. Meskipun begitu dirinya tidak meragukan kualitas yang dimiliki Irwin.
“Ya prinsipnya kan kalau sudah dikontrak oleh PSMS berarti pemain yang punya kualitas. Begitu juga Irwin. Hanya memang untuk memutuskan pemain yang turun, kita masih membutuhkan data yang terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Kustiono.
Untuk itu, Kustiono akan menjadikan tiga laga ujicoba sebagai ujian bagi Irwin. Artinya tinggal kemauan Irwin untuk meyakinkan tim pelatih PSMS atau dia bakal terus duduk manis di bangku cadangan.
Apalagi saat ini selain M Halim dan Irwin Ramadhana, PSMS tengah menseleksi penjaga gawang muda Deli Citra.
“Saya tidak akan mengatakan kelemahan Irwin, sebab itu domain pelatih kiper. Saya baru bisa buat kesimpulan dari tiga laga ujicoba yang akan kita gelar minggu ini. Semoga di sini Irwin bisa membuktikan dirinya memang pantas diturunkan di lima laga sisa,” tambahnya.
Irwin sendiri yang dikomfirmasi melalui telepon, Selasa (2/3) dengan tegas menyangkal anggapan dirinya main-main selama latihan. “Memang saya susah dekat dengan pelatih. Yang pasti saya siap untuk diturunkan kapan saja,” bilang Irwin.
Tak pelak, pilihan agar M Halim menjadi andalan PSMS hingga akhir musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 ini berakhir kembali berkumandang.
Menurut pelatih kiper PSMS Jampi Hutauruk, keraguan tersebut muncul melihat sikap dari mantan kiper Persikabo Bogor itu setiap latihan digelar. “Penampilannya masih beklum maksimal. Pada sesi latihan dia kerap kebobolan. Nah, itu kalau latihan, bagaimana pula jika dalam pertandingan sesungguhnya. Siapa yang mau ambil resiko?” kata Jampi.
Selain itu, Jampi yang juga mantan kiper PSMS pada 1978-1989 ini menilai Irwin masih memiliki beberapa kelemahan. Seperti tangkapan bola-bola bawah serta sudut pandang kedatangan bola. Ada pula yang mengatakan bahwa tangkapan Irwin tidak lengket. “Nanti kita lihat lagi dalam latihan, apakah ada peningkatan atau tidak,” tambahnya.
Belum meyakinkannya performa Irwin juga diakui Kustiono. Meskipun begitu dirinya tidak meragukan kualitas yang dimiliki Irwin.
“Ya prinsipnya kan kalau sudah dikontrak oleh PSMS berarti pemain yang punya kualitas. Begitu juga Irwin. Hanya memang untuk memutuskan pemain yang turun, kita masih membutuhkan data yang terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Kustiono.
Untuk itu, Kustiono akan menjadikan tiga laga ujicoba sebagai ujian bagi Irwin. Artinya tinggal kemauan Irwin untuk meyakinkan tim pelatih PSMS atau dia bakal terus duduk manis di bangku cadangan.
Apalagi saat ini selain M Halim dan Irwin Ramadhana, PSMS tengah menseleksi penjaga gawang muda Deli Citra.
“Saya tidak akan mengatakan kelemahan Irwin, sebab itu domain pelatih kiper. Saya baru bisa buat kesimpulan dari tiga laga ujicoba yang akan kita gelar minggu ini. Semoga di sini Irwin bisa membuktikan dirinya memang pantas diturunkan di lima laga sisa,” tambahnya.
Irwin sendiri yang dikomfirmasi melalui telepon, Selasa (2/3) dengan tegas menyangkal anggapan dirinya main-main selama latihan. “Memang saya susah dekat dengan pelatih. Yang pasti saya siap untuk diturunkan kapan saja,” bilang Irwin.
PSMS Akan Depak Nyeck Nyobe
Ucapan Kustiono beberapa waktu lalu, prihal akan adanya pemain asing yang terdepak dari tim Ayam Kinantan, ternyata tak omong kosong belaka.
Buktinya, saat tim Ayam Kinantan melakukan latihan di Stadion Teladan Medan, kemarin (2/3) telah terlihat satu legiun asing anyar melakoni latihan bersama pilar PSMS lainnya.
Artinya, dengan masuknya seorang pemain baru, maka akan ada pemain asing yang didepak, guna memberi kesempatan kepada asing tadi untuk dapat bergabung bersama Affan Lubis dkk. Pertanyaannya, siapakan pemain asing yang akan didepak itu?
Nama Nyeck Nyobe menempati urutan pertama daftar pemain asing yang akan didepak, selain selama ini tak mampu memberi kontribusi maksimal, juga disebabkan kartu merah yang diterimanya saat bertanding ke markas Persiraja, beberapa waktu lalu.
Imbas dari kartu merah tadi, Nyek diastikan menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Jelas ini merugikan PSMS yang saat ini membutuhkan poin penuh pada setiap laga yang dilakoni agar terhindar dari jerat degradasi.
Lantas, siapakah pemain yang diproyeksikan menggantikan posisi Nyek Nyobe? Adalah Okoye Emeka Ibidiah pemain yang berasal dari Sriwijaya FC digadang-gadang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nyek.
“Kita memiliki lima pertandingan sisa. Jadi kalau sampai Nyek harus menjalani skorsing hingga dua pertandingan, jelas ini akan mengurangi kekuatan kita. Jadi pengurus, manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk mengganti Nyeck Nyobe,” ujar Manajer PSMS Hendra DS kepada wartawan koran ini di Stadion Kebun Bunga Medan.
Memang, hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hukuman apa yang akan diberikan kepada Nyeck pasca insiden yang terjadi di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Tapi dari banyak kasus serupa, besar kemungkinan pemain berusia 26 tahun ini akan menerima sanksi yang cukup berat.
Pengurus dan manajemen sendiri baru akan menginformasikan masalah terdepaknya Nyek kepada yang bersangkutan, setelah dirinya berada di mess pemain.
Meskipun begitu, pengurus maupun manajemen tidak buru-buru dalam memutuskan keberadaan Okoye di skuad PSMS. Keputusan baru akan dibuat setelah mendapat rekomendasi dari Pelatih PSMS Kustiono yang dianggap paling mengerti tentang kebutuhan tim.
“Manajemen akan memberitahu Nyeck prihal keputusan ini setelah dia kembali ke Medan, kalau untuk Ibidiha, belum pasti dia yang kita rekrut. Sebab pelatih ingin melihat penampilannya dalam beberapa hari ke depan, sehingga kita tak salah pilih ketika membeli pemain,” kata Hendra lagi.
Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memastikan bila pergantian pemain masih mungkin dilakukan. Apalagi Okoye sudah terdaftar di putaran pertama bersama Sriwijaya FC. “Sistem seperti ini boleh, masuk satu keluar satu. Nyeck digantikan Ibidiah yang sebelumnya sudah pernah main di Indonesia Super League,” ungkap Benny.
Bagaimana nasib Osas Saha yang musim kompetisi lalu masih memperkuat PSDS?
Pada pertemuan dengan Saha yang berlangsung kemarin (2/3), manajemen serta pengurus meminta agar striker asal Nigeria ini memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
“Biar nanti kita sama-sama enak mengakhiri musim ini. Jadi tadi kita ajak Saha bertukar fikiran, sehingga dia dapat tampil maksimal. Kita harapkan itu bisa dilakukannya saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan,” beber Benny.
Belakangan ini Saha memang menjadi sorotan apalagi penampilannya saat menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam beberapa waktu lalu.
Diharapkan dengan kehadiran Okoye motivasi Saha untuk tampil maksimal semakin meningkat.
Pada latihan, Selasa (2/3) sore gelandang serang PSMS Oqochukwu Daniel yang dikabarkan sakit sudah kembali bergabung. Menurut dokter PSMS dr Rorywansyah Pane, Daniel menderita gumpalan di otot selangkangan.
“Dari pemeriksaan, Daniel hanya menderita gumpalan di otot selangkangannya. Ini biasa. Tinggal dilakukan perawatan terhadap otot di selangkangan hingga nantinya kembali pulih,” ucap dr Rorywansyah.[jul/sumutpos]
Buktinya, saat tim Ayam Kinantan melakukan latihan di Stadion Teladan Medan, kemarin (2/3) telah terlihat satu legiun asing anyar melakoni latihan bersama pilar PSMS lainnya.
Artinya, dengan masuknya seorang pemain baru, maka akan ada pemain asing yang didepak, guna memberi kesempatan kepada asing tadi untuk dapat bergabung bersama Affan Lubis dkk. Pertanyaannya, siapakan pemain asing yang akan didepak itu?
Nama Nyeck Nyobe menempati urutan pertama daftar pemain asing yang akan didepak, selain selama ini tak mampu memberi kontribusi maksimal, juga disebabkan kartu merah yang diterimanya saat bertanding ke markas Persiraja, beberapa waktu lalu.
Imbas dari kartu merah tadi, Nyek diastikan menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Jelas ini merugikan PSMS yang saat ini membutuhkan poin penuh pada setiap laga yang dilakoni agar terhindar dari jerat degradasi.
Lantas, siapakah pemain yang diproyeksikan menggantikan posisi Nyek Nyobe? Adalah Okoye Emeka Ibidiah pemain yang berasal dari Sriwijaya FC digadang-gadang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nyek.
“Kita memiliki lima pertandingan sisa. Jadi kalau sampai Nyek harus menjalani skorsing hingga dua pertandingan, jelas ini akan mengurangi kekuatan kita. Jadi pengurus, manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk mengganti Nyeck Nyobe,” ujar Manajer PSMS Hendra DS kepada wartawan koran ini di Stadion Kebun Bunga Medan.
Memang, hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hukuman apa yang akan diberikan kepada Nyeck pasca insiden yang terjadi di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Tapi dari banyak kasus serupa, besar kemungkinan pemain berusia 26 tahun ini akan menerima sanksi yang cukup berat.
Pengurus dan manajemen sendiri baru akan menginformasikan masalah terdepaknya Nyek kepada yang bersangkutan, setelah dirinya berada di mess pemain.
Meskipun begitu, pengurus maupun manajemen tidak buru-buru dalam memutuskan keberadaan Okoye di skuad PSMS. Keputusan baru akan dibuat setelah mendapat rekomendasi dari Pelatih PSMS Kustiono yang dianggap paling mengerti tentang kebutuhan tim.
“Manajemen akan memberitahu Nyeck prihal keputusan ini setelah dia kembali ke Medan, kalau untuk Ibidiha, belum pasti dia yang kita rekrut. Sebab pelatih ingin melihat penampilannya dalam beberapa hari ke depan, sehingga kita tak salah pilih ketika membeli pemain,” kata Hendra lagi.
Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa memastikan bila pergantian pemain masih mungkin dilakukan. Apalagi Okoye sudah terdaftar di putaran pertama bersama Sriwijaya FC. “Sistem seperti ini boleh, masuk satu keluar satu. Nyeck digantikan Ibidiah yang sebelumnya sudah pernah main di Indonesia Super League,” ungkap Benny.
Bagaimana nasib Osas Saha yang musim kompetisi lalu masih memperkuat PSDS?
Pada pertemuan dengan Saha yang berlangsung kemarin (2/3), manajemen serta pengurus meminta agar striker asal Nigeria ini memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
“Biar nanti kita sama-sama enak mengakhiri musim ini. Jadi tadi kita ajak Saha bertukar fikiran, sehingga dia dapat tampil maksimal. Kita harapkan itu bisa dilakukannya saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan,” beber Benny.
Belakangan ini Saha memang menjadi sorotan apalagi penampilannya saat menghadapi PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam beberapa waktu lalu.
Diharapkan dengan kehadiran Okoye motivasi Saha untuk tampil maksimal semakin meningkat.
Pada latihan, Selasa (2/3) sore gelandang serang PSMS Oqochukwu Daniel yang dikabarkan sakit sudah kembali bergabung. Menurut dokter PSMS dr Rorywansyah Pane, Daniel menderita gumpalan di otot selangkangan.
“Dari pemeriksaan, Daniel hanya menderita gumpalan di otot selangkangannya. Ini biasa. Tinggal dilakukan perawatan terhadap otot di selangkangan hingga nantinya kembali pulih,” ucap dr Rorywansyah.[jul/sumutpos]
Tuesday, March 2, 2010
Evaluasi untuk Daniel
Tidak adanya peningkatan performa PSMS di putaran kedua Divisi Utama 2009/2010 ini memaksa manajemen menggelar evaluasi. Dalam hal ini perihal perekrutan pemain asing di waktu jeda lalu menjadi sorotan karena belum adanya kontribusi yang nyata.
Sebut saja Nyeck Nyoba yang ditarik dari Persib Bandung. Sebagai mantan pemain tim Indonesia Super League (ISL), Nyeck gagal menjalankan perannya sebagai libero. Bahkan beberapa blunder yang dilakukannya menjadi awal kekalahan PSMS.
Begitu juga dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha yang hanya menyumbang dua gol dengan satu gol bunuh diri. Penampilan pemain asal Nigeria ini sungguh sangat mengecewakan.
Sekarang gelandang serang Asing PSMS, N’wakwo Ogochukwu Daniel pun mulai dipertanyakan. Peranannya di PSMS yang semula diharapkan membawa perubahan tak kunjung terealisasi
Pelatih PSMS Kustiono yang ditemui di Mess Kebun Bunga, Senin (1/3) sebelum berangkat latihan sore di Stadion Teladan Medan pun tak menampik hal tersebut. “Daniel memang belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sampai saat ini kita melihat jika penampilannya masih biasa-biasa saja,” ujar Kustiono.
Sebagai gelandang serang, lanjutnya, Daniel diharapkan dapat menjadi penyuplay bola dan umpan-umpan matang kepada striker seperti Osas Saha dan Jecky Pasarella. Kenyataannya penampilan Daniel justru kalah dari pemain lokal seperti Tri Yudha Handoko maupun gelandang bertahan senior PSMS M Afan Lubis yang dinilai masih lebih baik.
Bahkan Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan bahwa buruknya performa Daniel bisa saja disebabkan penyakit hernia yang dideritanya.
“Entah memang sakit turun perut nya itu diperoleh setelah bersama PSMS, atau sebelum dia bergabung ke mari. Yang pasti, penyakitnya itu membuat penampilannya tak maksimal,” bilang Suyono.
Kenyataan bila Daniel mengidap Hernia sangat mengejutkan. Pasalnya, akibat penyakitnya itu, dirinya sering tak ikut latihan.
“Daniel izin tidak latihan karena sakit, katanya sakit turun perut, tapi takutnya itu cuma alasan, kita sudah minta dr Rori untuk mengeceknya,” tukas Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, kemarin (1/3).
Kebenaran penyakit Daniel itu pun diakui dokter tim dr Rorywansyah Pane. Bahkan untuk beberapa pertandingan dirinya harus memberikan Daniel obat Voltaren guna meredam rasa sakit yang timbul sepanjang pertandingan.
“Dari pemeriksanaan yang dilakukan, dia (Daniel, Red) kena turun perut, ada pemain yang memang seperti itu, tapi biasanya enggak masalah,” tuturnya.
Mengenai Voltaren, dr Rory menjelaskan bila terkadang dibutuhkan pemain untuk lebih membuatnya nyaman dari gangguan perutnya. “Kadang dia minta injeksi Voltaren dari saya, tapi itu biasa,” pungkas Rory
Sebut saja Nyeck Nyoba yang ditarik dari Persib Bandung. Sebagai mantan pemain tim Indonesia Super League (ISL), Nyeck gagal menjalankan perannya sebagai libero. Bahkan beberapa blunder yang dilakukannya menjadi awal kekalahan PSMS.
Begitu juga dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha yang hanya menyumbang dua gol dengan satu gol bunuh diri. Penampilan pemain asal Nigeria ini sungguh sangat mengecewakan.
Sekarang gelandang serang Asing PSMS, N’wakwo Ogochukwu Daniel pun mulai dipertanyakan. Peranannya di PSMS yang semula diharapkan membawa perubahan tak kunjung terealisasi
Pelatih PSMS Kustiono yang ditemui di Mess Kebun Bunga, Senin (1/3) sebelum berangkat latihan sore di Stadion Teladan Medan pun tak menampik hal tersebut. “Daniel memang belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sampai saat ini kita melihat jika penampilannya masih biasa-biasa saja,” ujar Kustiono.
Sebagai gelandang serang, lanjutnya, Daniel diharapkan dapat menjadi penyuplay bola dan umpan-umpan matang kepada striker seperti Osas Saha dan Jecky Pasarella. Kenyataannya penampilan Daniel justru kalah dari pemain lokal seperti Tri Yudha Handoko maupun gelandang bertahan senior PSMS M Afan Lubis yang dinilai masih lebih baik.
Bahkan Asisten Pelatih PSMS Suyono mengatakan bahwa buruknya performa Daniel bisa saja disebabkan penyakit hernia yang dideritanya.
“Entah memang sakit turun perut nya itu diperoleh setelah bersama PSMS, atau sebelum dia bergabung ke mari. Yang pasti, penyakitnya itu membuat penampilannya tak maksimal,” bilang Suyono.
Kenyataan bila Daniel mengidap Hernia sangat mengejutkan. Pasalnya, akibat penyakitnya itu, dirinya sering tak ikut latihan.
“Daniel izin tidak latihan karena sakit, katanya sakit turun perut, tapi takutnya itu cuma alasan, kita sudah minta dr Rori untuk mengeceknya,” tukas Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, kemarin (1/3).
Kebenaran penyakit Daniel itu pun diakui dokter tim dr Rorywansyah Pane. Bahkan untuk beberapa pertandingan dirinya harus memberikan Daniel obat Voltaren guna meredam rasa sakit yang timbul sepanjang pertandingan.
“Dari pemeriksanaan yang dilakukan, dia (Daniel, Red) kena turun perut, ada pemain yang memang seperti itu, tapi biasanya enggak masalah,” tuturnya.
Mengenai Voltaren, dr Rory menjelaskan bila terkadang dibutuhkan pemain untuk lebih membuatnya nyaman dari gangguan perutnya. “Kadang dia minta injeksi Voltaren dari saya, tapi itu biasa,” pungkas Rory
Sekretariat PSMS Dirobohkan
-Akibat tak dimanfaatkan lagi, Gedung Sekretariat PSMS yang berada di Jalan Veteran Medan terancam akan dirobohkan.
Demikian disampaikan rombongan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) saat berkunjung ke markas PSMS di Kebun Bunga Medan, Senin (1/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kadisporasu Parlautan Sibarani SH meminta kejelasan tentang gedung PSMS yang konon didirikan oleh para pemain PSMS tahun 1950-an itu sehubungan dengan program pendataan inventarisasi milik Pemerintah Provinsi.
“Kebetulan Gedung PSMS itu berada di atas tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang berarti salah satu inventarisasi daerah ini. Jadi kita ingin sosialisasi sekaligus mendapatkan keterangan perihal gedung tersebut,” ucap Sibarani.
Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan. Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi.
Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” paparnya.
Anehnya, pihak PSMS Medan sendiri tidak mengetahui tentang pengelolaan gedung tersebut. “Gedung tersebut dibangun pada tahun 1950-an, tapi saat ini kita tidak tahu siapa pengelolanya,” kata Ke tua Harian PSMS Agus P Simorangkir.
Demikian pula halnya Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dikomfirmasi melalui telepon sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan gedung tersebut. Dirinya pun enggan memberi jawaban perihal rencana perobohan gedung oleh Disporasu
Demikian disampaikan rombongan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) saat berkunjung ke markas PSMS di Kebun Bunga Medan, Senin (1/3).
Dalam pertemuan tersebut, Kadisporasu Parlautan Sibarani SH meminta kejelasan tentang gedung PSMS yang konon didirikan oleh para pemain PSMS tahun 1950-an itu sehubungan dengan program pendataan inventarisasi milik Pemerintah Provinsi.
“Kebetulan Gedung PSMS itu berada di atas tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov), yang berarti salah satu inventarisasi daerah ini. Jadi kita ingin sosialisasi sekaligus mendapatkan keterangan perihal gedung tersebut,” ucap Sibarani.
Menurut Kasubdis Olahraga Disporasu H Sakiruddin MM, gedung PSMS yang terletak di Jalan Veteran yang berhadapan dengan Gedung Olahraga saat ini merupakan Sekretariat PSMS pertama kali. Hingga 1980-an gedung itu bahkan masih berkontribusi terhadap perjalanan PSMS sebagai tim kesayangan masyarakat Kota Medan. Namun setelah itu gedung itu pun sudah beralih fungsi.
Parahnya gedung itu menjadi tempat penyimpanan barang dagangan atau gudang dan tidak terawat. “Kebetulan Gedung Olahraga tidak memiliki lahan parkir. Jadi kita (Disporasu, Red) berencana merobohkan gedung itu untuk memberikan lahan parkir bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan Gedung Olahraga,” paparnya.
Anehnya, pihak PSMS Medan sendiri tidak mengetahui tentang pengelolaan gedung tersebut. “Gedung tersebut dibangun pada tahun 1950-an, tapi saat ini kita tidak tahu siapa pengelolanya,” kata Ke tua Harian PSMS Agus P Simorangkir.
Demikian pula halnya Sekretaris Umum PSMS Idris SE yang dikomfirmasi melalui telepon sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan gedung tersebut. Dirinya pun enggan memberi jawaban perihal rencana perobohan gedung oleh Disporasu
Kustiono Fokus Benahi Fisik Pemain
ETAHANAN fisik akan menjadi andalan skuad PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Teladan nanti. Program untuk itu pun sudah disiapkan Kustiono sebagai pelatih.
Program itu sendiri dimulai Senin (1/3), dengan materi flexibility di pagi hari sore hari menggelar rally game di Stadion Teladan Medan. Kedua materi itu akan dipertahankan hingga Rabu (3/3) nanti untuk meningkatkan ketahanan seluruh pemain.
Selanjutnya M Affan Lubis akan menggelar laga ujicoba. Dijadwalkan Kamis (4/3) menghadapi PS Telkom, Jumat (5/3) menghadapi PS Putra Buana, dan Sabtu (6/3) menantang PS Sinar Sakti.
“Kita tidak mungkin menghadapi Persipasi yang unggul Di sisi teknis. Makanya saya ingin mengangkat semangat pemain dengan menguatkan fisik anak-anak. Ini yang menjadi kekuatan kita nanti,” ucap Kustiono. Menurut Kustiono, energi yang besar dari pemain PSMS akan mampu mengimbangi permainan teknik dari lawan sekaligus untuk mencapai kolektivitas yang lebih baik.
Pada latihan sore di Stadion Teladan, Kustiono menggelar rally game dengan pola man to man marking. Dengan metode latihan itu, mantan pelatih PSAP Sigli ini berharap agar pemain dapat mengontrol kondisinya.
“Rally Game ini untuk menggeber fisik pemain, metodenya dengan man to man marking, yang bertugas menjaga lawan akan terus mengikuti pemain yang bersama bola dan berupaya mencuri bola, intinya kita mau tes fisik pemain,” ujar Kustiono usai pertandingan kemarin.
Pada latihan kemarin, tampak Kustiono dengan serius memantau jalannya pertandingan antar tim PSMS tersebut. Seluruh pemain pun diminta untuk terus berlari dan teguran akan diberikan bagi pemain yang berjalan santai.
Tak jarang terikan keluar dari mulutnya mengkoreksi beberapa kesalahan pemain, termasuk memacu semangat M Afan Lubis dkk untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya.
“Jangan tunduk-tunduk kalau capek, semangat sedikit,” teriaknya. Tak hanya kepada pemain inti, pemain sisipan juga terkena teguran. Dari pemain inti, Kustiono menegur Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous. Begitu juga Ahmad Maulana Pohan karena terlalu sering bermain ke belakang.
Namun pelaksanaan program tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi pemain. Apalagi pasca ditinggal Suimin Dihardja, program perawatan fisik untuk pemain sudah tak lagi digelar. Sebut saja senam aerobik di pagi hari, renang, juga sauna untuk menjaga kebugaran pemain.
Sementara itu, keinginannya untuk merekrut pemain belakang yang sebelumnya dipecat PSMS, M Abduh Juliandi nampaknya belum bisa dilakukan, selain belum ada izin dari manajemen, pantauannya terhadap Abduh pada latihan kemarin juga belum membuatnya bisa mengambil keputusan. “Hari ini dia baik, tapi belum bisa ditentukan, besok mungkin baru kita akan tahu hasilnya,” pungkasnya.
Program itu sendiri dimulai Senin (1/3), dengan materi flexibility di pagi hari sore hari menggelar rally game di Stadion Teladan Medan. Kedua materi itu akan dipertahankan hingga Rabu (3/3) nanti untuk meningkatkan ketahanan seluruh pemain.
Selanjutnya M Affan Lubis akan menggelar laga ujicoba. Dijadwalkan Kamis (4/3) menghadapi PS Telkom, Jumat (5/3) menghadapi PS Putra Buana, dan Sabtu (6/3) menantang PS Sinar Sakti.
“Kita tidak mungkin menghadapi Persipasi yang unggul Di sisi teknis. Makanya saya ingin mengangkat semangat pemain dengan menguatkan fisik anak-anak. Ini yang menjadi kekuatan kita nanti,” ucap Kustiono. Menurut Kustiono, energi yang besar dari pemain PSMS akan mampu mengimbangi permainan teknik dari lawan sekaligus untuk mencapai kolektivitas yang lebih baik.
Pada latihan sore di Stadion Teladan, Kustiono menggelar rally game dengan pola man to man marking. Dengan metode latihan itu, mantan pelatih PSAP Sigli ini berharap agar pemain dapat mengontrol kondisinya.
“Rally Game ini untuk menggeber fisik pemain, metodenya dengan man to man marking, yang bertugas menjaga lawan akan terus mengikuti pemain yang bersama bola dan berupaya mencuri bola, intinya kita mau tes fisik pemain,” ujar Kustiono usai pertandingan kemarin.
Pada latihan kemarin, tampak Kustiono dengan serius memantau jalannya pertandingan antar tim PSMS tersebut. Seluruh pemain pun diminta untuk terus berlari dan teguran akan diberikan bagi pemain yang berjalan santai.
Tak jarang terikan keluar dari mulutnya mengkoreksi beberapa kesalahan pemain, termasuk memacu semangat M Afan Lubis dkk untuk mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaganya.
“Jangan tunduk-tunduk kalau capek, semangat sedikit,” teriaknya. Tak hanya kepada pemain inti, pemain sisipan juga terkena teguran. Dari pemain inti, Kustiono menegur Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous. Begitu juga Ahmad Maulana Pohan karena terlalu sering bermain ke belakang.
Namun pelaksanaan program tersebut dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kondisi pemain. Apalagi pasca ditinggal Suimin Dihardja, program perawatan fisik untuk pemain sudah tak lagi digelar. Sebut saja senam aerobik di pagi hari, renang, juga sauna untuk menjaga kebugaran pemain.
Sementara itu, keinginannya untuk merekrut pemain belakang yang sebelumnya dipecat PSMS, M Abduh Juliandi nampaknya belum bisa dilakukan, selain belum ada izin dari manajemen, pantauannya terhadap Abduh pada latihan kemarin juga belum membuatnya bisa mengambil keputusan. “Hari ini dia baik, tapi belum bisa ditentukan, besok mungkin baru kita akan tahu hasilnya,” pungkasnya.
Mangkir Latihan, Nyeck Nyobe Terancam Sanksi Klub
Manejer tim PSMS Medan, Hendra DS mengisyaratkan bahwa pemain asal Kamerun Nyeck Nyobe akan diberikan sanksi karena mangkir latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu, (27/2).
"Apa pun alasan pemain asing itu. Dia (Nyeck Nyobe) harus dikenakan hukuman, dianggap tidak disiplin," kata Hendra DS di Medan, Senin, saat ditanya mengenai pemain asing yang tidak ikut berlatih.
Menurut dia, prilaku pemain asing yang tidak mau berlatih itu, menunjukkan pemain yang tidak profesional atau dinilai tidak patuh terhadap pelatih.
Apa lagi, jauh-jauh hari sebelumnya, pelatih telah mengingatkan kepada pemain PSMS untuk melaksanakan latihan sesuai dengan jadwal.
Namun, kenyataannya Nyeck Nyobe tidak muncul dan tidak diketahui apa alasannya."Ketidak hadiran pemain asing itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pelatih.Hal ini membuktikan tidak disiplin," ujar Hendra .
Saat para pemain PSMS itu berlatih dan ditangani Kustiono, Nyeck Nyobe berada di Tangerang.
Para pemain PSMS sedang berlatih menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu, (13/3) dalam n pertandingan lanjutan putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009-2010.
Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan pada Nyeck Nyobe, Hendra mengatakan, masih sedang dibicarakan dengan manajemen PSMS."Kita memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya.
Tiga pemain asing
Para pemain asing yang saat ini memperkuat tim PSMS sebanyak tiga orang yakni, Ikpefua M Osas Saha (Nigeria), Nikwakwo Oguchukwu Daniel (Kamerun) dan Nyeck Nyobe (Kamerun)
"Apa pun alasan pemain asing itu. Dia (Nyeck Nyobe) harus dikenakan hukuman, dianggap tidak disiplin," kata Hendra DS di Medan, Senin, saat ditanya mengenai pemain asing yang tidak ikut berlatih.
Menurut dia, prilaku pemain asing yang tidak mau berlatih itu, menunjukkan pemain yang tidak profesional atau dinilai tidak patuh terhadap pelatih.
Apa lagi, jauh-jauh hari sebelumnya, pelatih telah mengingatkan kepada pemain PSMS untuk melaksanakan latihan sesuai dengan jadwal.
Namun, kenyataannya Nyeck Nyobe tidak muncul dan tidak diketahui apa alasannya."Ketidak hadiran pemain asing itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pelatih.Hal ini membuktikan tidak disiplin," ujar Hendra .
Saat para pemain PSMS itu berlatih dan ditangani Kustiono, Nyeck Nyobe berada di Tangerang.
Para pemain PSMS sedang berlatih menghadapi Persipasi Bekasi, Sabtu, (13/3) dalam n pertandingan lanjutan putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2009-2010.
Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan pada Nyeck Nyobe, Hendra mengatakan, masih sedang dibicarakan dengan manajemen PSMS."Kita memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya.
Tiga pemain asing
Para pemain asing yang saat ini memperkuat tim PSMS sebanyak tiga orang yakni, Ikpefua M Osas Saha (Nigeria), Nikwakwo Oguchukwu Daniel (Kamerun) dan Nyeck Nyobe (Kamerun)
Monday, March 1, 2010
INcar Mantan Pemain
Ada yang berbeda saat PSMS menggelar latihan, Sabtu (27/2) lalu. Yakni, pemain PSMS yang didepak usai putaran pertama lalu, M Abduh Juliandi, terlihat terlibat dalam latihan perdana usai Ayam Kinantan dikandaskan Persiraja Banda Aceh beberapa waktu yang lalu.
Usut punya usut, ternyata Abduh yang didepak karena dianggap tak punya kontribusi terhadap tim itu akan bergabung kembali. Tak pelak, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Fans yang hadir di Stadion Kebun Bunga Medan tempat PSMS berlatih pun memunculkan wajah bingung.
Terlepas dari itu, tampaknya, manajemen memang mempertimbangkan kemungkinan untuk menarik M Abduh Juliandi kembali. Pertimbangan itu berhubungan dengan keputusan pengurus dan manajemen saat mendepak M Abduh usai putaran pertama lalu. Ketika itu M Abduh dinilai tidak punya kontribusi memadai selama putaran pertama Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun, kini, tak bisa pula dipungkiri bila salah satu kelemahan PSMS di musim ini adalah minimnya suplai bola dari sayap belakang ke lini depan. Kekurangan ini membuat serangan-serangan yang dibangun oleh striker PSMS kurang efektif.
Nah, sebagai pelatih Kustiono melihat M Abduh memiliki kemampuan untuk menutup kekurangan yang ada. Ditambah lagi pada latihan Sabtu (27/2) pagi itu pemain yang sempat merumput di Persibat Batang Jawa Tengah ini menunjukkan hasil yang sangat baik khususnya untuk ketahanan di lapangan. Hal itulah yang menjadi modal Kustiono saat menyampaikan usul tersebut kepada manajemen.
Meskipun begitu, Kustiono yang juga mengetahui perihal pemecatan M Abduh berjanji untuk tidak ceroboh. Menunggu keputusan manajemen, dirinya akan menyiapkan tiga tahapan tes yang harus dilalui M Abduh. Kabarnya, satu tahapan sudah dilalui dengan baik.
“Saya berharap manajemen menyetujui apalagi dengan kekurangan yang ada kita bisa mengandalkan pemain ini. Sehubungan dengan masalah M Abduh sebelumnya, kita akan siapkan tiga tahap tes bagi Abduh. Tes pertama yaitu tes Vo2 max sudah dilakukannya dan hasilnya sangat baik. Besok (hari ini, Red) kita akan lakukan tes fisik lagi dilanjutkan latihan simulasi pertandingan. Ini akan menjadi penentu dan kita akan terus pantau dia,” ungkap Kustiono.
Gaya bermain M Abduh pun turut menjadi fokus pantauan Kustiono. Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain tersebut. “Kita juga akan pantau, bagaimana karakter bermainnya, apa cocok dengan karakter PSMS, kalau iya, baru kita akan laporkan ke manajemen,” jelasnya.
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi menanggapi secara positif usul merekrut ulang pemain berusia 21 tahun ini. Status Abduh sebagai pemain yang sempat turun di putaran pertama pun tidak akan bertentangan dengan peraturan liga sekalipun pendaftaran pemain sudah ditutup 12 Februari lalu.
“Kita tidak ada masalah, selama itu untuk kepentingan tim ini, saya rasa pelatih punya hak untuk memanggil pemain untuk memperbaiki kekurangan. Apalagi asupan bola dari wing bek yang minim merupakan satu kelemahan PSMS selama ini,” ujar Benny.
Meskipun begitu, Benny mengharapkan pelatih harus bisa memastikan kondisi fisik pemain bersangkutan, karena didepaknya Abduh dari PSMS jelang putaran kedua lalu dikarenakan minimnya kontribusi terkait cedera pangkal paha yang berkepanjangan.
¨Sebelumnya saya juga sudah pernah berkonsultasi dengan pelatih terkait hal itu, namun yang patut dicek kembali adalah fisik pemain. Apalagi kita tahu sepanjang putaran pertama lalu dia tidak diturunkan karena cedera pangkal paha, kita tidak mau masalah serupa terjadi lagi,” ingat Benny
Usut punya usut, ternyata Abduh yang didepak karena dianggap tak punya kontribusi terhadap tim itu akan bergabung kembali. Tak pelak, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Fans yang hadir di Stadion Kebun Bunga Medan tempat PSMS berlatih pun memunculkan wajah bingung.
Terlepas dari itu, tampaknya, manajemen memang mempertimbangkan kemungkinan untuk menarik M Abduh Juliandi kembali. Pertimbangan itu berhubungan dengan keputusan pengurus dan manajemen saat mendepak M Abduh usai putaran pertama lalu. Ketika itu M Abduh dinilai tidak punya kontribusi memadai selama putaran pertama Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun, kini, tak bisa pula dipungkiri bila salah satu kelemahan PSMS di musim ini adalah minimnya suplai bola dari sayap belakang ke lini depan. Kekurangan ini membuat serangan-serangan yang dibangun oleh striker PSMS kurang efektif.
Nah, sebagai pelatih Kustiono melihat M Abduh memiliki kemampuan untuk menutup kekurangan yang ada. Ditambah lagi pada latihan Sabtu (27/2) pagi itu pemain yang sempat merumput di Persibat Batang Jawa Tengah ini menunjukkan hasil yang sangat baik khususnya untuk ketahanan di lapangan. Hal itulah yang menjadi modal Kustiono saat menyampaikan usul tersebut kepada manajemen.
Meskipun begitu, Kustiono yang juga mengetahui perihal pemecatan M Abduh berjanji untuk tidak ceroboh. Menunggu keputusan manajemen, dirinya akan menyiapkan tiga tahapan tes yang harus dilalui M Abduh. Kabarnya, satu tahapan sudah dilalui dengan baik.
“Saya berharap manajemen menyetujui apalagi dengan kekurangan yang ada kita bisa mengandalkan pemain ini. Sehubungan dengan masalah M Abduh sebelumnya, kita akan siapkan tiga tahap tes bagi Abduh. Tes pertama yaitu tes Vo2 max sudah dilakukannya dan hasilnya sangat baik. Besok (hari ini, Red) kita akan lakukan tes fisik lagi dilanjutkan latihan simulasi pertandingan. Ini akan menjadi penentu dan kita akan terus pantau dia,” ungkap Kustiono.
Gaya bermain M Abduh pun turut menjadi fokus pantauan Kustiono. Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki pemain tersebut. “Kita juga akan pantau, bagaimana karakter bermainnya, apa cocok dengan karakter PSMS, kalau iya, baru kita akan laporkan ke manajemen,” jelasnya.
Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang dihubungi menanggapi secara positif usul merekrut ulang pemain berusia 21 tahun ini. Status Abduh sebagai pemain yang sempat turun di putaran pertama pun tidak akan bertentangan dengan peraturan liga sekalipun pendaftaran pemain sudah ditutup 12 Februari lalu.
“Kita tidak ada masalah, selama itu untuk kepentingan tim ini, saya rasa pelatih punya hak untuk memanggil pemain untuk memperbaiki kekurangan. Apalagi asupan bola dari wing bek yang minim merupakan satu kelemahan PSMS selama ini,” ujar Benny.
Meskipun begitu, Benny mengharapkan pelatih harus bisa memastikan kondisi fisik pemain bersangkutan, karena didepaknya Abduh dari PSMS jelang putaran kedua lalu dikarenakan minimnya kontribusi terkait cedera pangkal paha yang berkepanjangan.
¨Sebelumnya saya juga sudah pernah berkonsultasi dengan pelatih terkait hal itu, namun yang patut dicek kembali adalah fisik pemain. Apalagi kita tahu sepanjang putaran pertama lalu dia tidak diturunkan karena cedera pangkal paha, kita tidak mau masalah serupa terjadi lagi,” ingat Benny
Mulai Kamis Gelar Uji Coba
Menjelang pertandingan menghadapi Persipasi Bekasi pada lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010, PSMS menyiapkan beberapa laga uji coba untuk mengisi waktu jeda yang panjang. Diharapkan dengan uji coba dapat meningkatkan performa skuad yang berjuang lepas dari degradasi ini.
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE, uji coba akan sangat bermanfaat sehubungan dengan penampilan M Affan Lubis dkk yang terus menurun. Khususnya dalam mengasah ketajaman para pemain barisan depan yang terkesan mandul. “Program yang sudah berjalan selama ini juga baik. Latihan pagi-sore dengan simulasi menjelang pertandingan. Nah tidak ada salahnya kita bersama pelatih akan mencoba hal yang baru, yaitu latihan uji coba dengan klub-klub lokal,” ucap Idris.
Sebenarnya laga uji coba ini pernah dilakukan PSMS terdahulu saat dibesut Suimin Dihardja dan efeknya dapat langsung dirasakan para pemain. Latihan ini juga efektif untuk mengasah kemampuan pemain untuk mencetak gol yang lebih banyak dibanding simulai dengan tim. “Yang jelas kalau simulasi dengan tim lain pemain bisa lebih termotivasi untuk menyarangkan banyak gol. Beda dengan simulasi antarpemain yang bisa jadi berdampak kurang maksimal,” ungkap Idris.
Pelatih Kustiono didampingi asisten Suyono pun mengaku telah menyiapkan program sehubungan laga uji coba itu. Tim-tim Divisi III seperti PS Putra Buana, Sumut FC, dan PS Telkom akan dijajal untuk memaksimalkan penampilan si Ayam Kinantan di lima laga sisa PSMS di putaran kedua ini.
“Tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan tim setelah latihan pagi, rencananya pertandingan uji coba kita lakukan dengan beberapa tim Divisi III Mulai Kamis (4/3) nanti kita sudah mulai,” beber Kustiono.
Rencananya Kamis (4/3) mendatang, PSMS akan menjajal PS Telkom, disusul Putra Buana Jumat (5/3) dan Sumut FC (Sabtu (6/3) mendatang.
“Jadwal awalnya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan,” pungkas mantan pelatih PSAP Sigli itu
Menurut Sekretaris Umum PSMS Idris SE, uji coba akan sangat bermanfaat sehubungan dengan penampilan M Affan Lubis dkk yang terus menurun. Khususnya dalam mengasah ketajaman para pemain barisan depan yang terkesan mandul. “Program yang sudah berjalan selama ini juga baik. Latihan pagi-sore dengan simulasi menjelang pertandingan. Nah tidak ada salahnya kita bersama pelatih akan mencoba hal yang baru, yaitu latihan uji coba dengan klub-klub lokal,” ucap Idris.
Sebenarnya laga uji coba ini pernah dilakukan PSMS terdahulu saat dibesut Suimin Dihardja dan efeknya dapat langsung dirasakan para pemain. Latihan ini juga efektif untuk mengasah kemampuan pemain untuk mencetak gol yang lebih banyak dibanding simulai dengan tim. “Yang jelas kalau simulasi dengan tim lain pemain bisa lebih termotivasi untuk menyarangkan banyak gol. Beda dengan simulasi antarpemain yang bisa jadi berdampak kurang maksimal,” ungkap Idris.
Pelatih Kustiono didampingi asisten Suyono pun mengaku telah menyiapkan program sehubungan laga uji coba itu. Tim-tim Divisi III seperti PS Putra Buana, Sumut FC, dan PS Telkom akan dijajal untuk memaksimalkan penampilan si Ayam Kinantan di lima laga sisa PSMS di putaran kedua ini.
“Tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan tim setelah latihan pagi, rencananya pertandingan uji coba kita lakukan dengan beberapa tim Divisi III Mulai Kamis (4/3) nanti kita sudah mulai,” beber Kustiono.
Rencananya Kamis (4/3) mendatang, PSMS akan menjajal PS Telkom, disusul Putra Buana Jumat (5/3) dan Sumut FC (Sabtu (6/3) mendatang.
“Jadwal awalnya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada perubahan,” pungkas mantan pelatih PSAP Sigli itu
Ingin Agresif
Menatap laga sisa, Kustiono sebagai pelatih PSMS menargetkan permainan yang lebih agresif. Pemahaman baru pun akan diberikan kepada seluruh pemain PSMS. Demikian Kustiono kepada Sumut Pos saat ditemui di Mes PSMS, Sabtu (27/2).
“Para pemain harus sudah berpikir tidak sekedar latihan, tapi mereka bekerja di PSMS. Karena, kalau latihan hanya sebagai kewajiban tampa ada target yang ingin dicapai. Tapi, kalau kerja mereka akan memiliki rasa tanggung jawab seandainya target tak tercapai. Dan, dari laga sisa saya ingin permainan yang lebih agresif,” ucap Kustiono.
Permainan agresif itu yakin Kustiono merupakan satu-satunya jawaban atas kondisi PSMS saat ini. Dengan koleksi poin 15 dari 15 laga yang dilakoni, sisa laga yang ada harus menjadi lumbung poin bagi PSMS. Khususnya laga kandang menghadapi Persipasi Bekasi, Persih Tembilahan, dan Persires Rengat untuk menambahkan sembilan poin. Jadi hanya butuh satu poin dari dua laga tandang saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, Kustiono pun bakal menegakkan disiplin di antara pemain. Dikabarkan usul sanksi kepada pemain yang bolos latihan sudah diusulkan kepada manajemen. “Saya akan terapkan reward point di setiap latihan. Jadi kalau ada pemain yang bolos latihan ataupun yang tidak menunjukkan keseriusan saya usulkan agar gajinya dipotong saja. Untuk apa dibayar mahal-mahal tapi tidak punya keinginan membela PSMS,” tegas mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Selain itu, guna memanfaatkan waktu luang menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, (13/3) nanti, Kustiono akan menggelar drill untuk memaksimalkan kinerja pemain. Latihan Sabtu (27/2) pagi di Stadion Kebun Bunga misalnya, digelar materi VO2Max untuk meningkatkan stamina pemain.
Dalam latihan tersebut beberapa pemain sudah menunjukkan peningkatan yang memuaskan. “Chico tampil sangat bagus, begitu juga Abdul Kamil. Saya harap ini bisa menjadi motivasi pemain untuk menunjukkan keseriusannya. Karena saya akan mengadakan perombakan komposisi pada laga nanti. Hanya pemain yang sungguh-sungguh yang saya turunkan,” bebernya.
Terhadap kekosongan posisi Nyeck, Kustiono sudah menyiapkan Harry Syahputra. Harry sendiri sudah menyampaikan kesiapannya kepada Kustiono. “Ya Harry sendiri siap untuk saya tempatkan sebagai libero menggantikan Nyeck. Kita juga masih punya Maulana dan Chico yang dari latihan pagi tadi terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.
“Para pemain harus sudah berpikir tidak sekedar latihan, tapi mereka bekerja di PSMS. Karena, kalau latihan hanya sebagai kewajiban tampa ada target yang ingin dicapai. Tapi, kalau kerja mereka akan memiliki rasa tanggung jawab seandainya target tak tercapai. Dan, dari laga sisa saya ingin permainan yang lebih agresif,” ucap Kustiono.
Permainan agresif itu yakin Kustiono merupakan satu-satunya jawaban atas kondisi PSMS saat ini. Dengan koleksi poin 15 dari 15 laga yang dilakoni, sisa laga yang ada harus menjadi lumbung poin bagi PSMS. Khususnya laga kandang menghadapi Persipasi Bekasi, Persih Tembilahan, dan Persires Rengat untuk menambahkan sembilan poin. Jadi hanya butuh satu poin dari dua laga tandang saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, Kustiono pun bakal menegakkan disiplin di antara pemain. Dikabarkan usul sanksi kepada pemain yang bolos latihan sudah diusulkan kepada manajemen. “Saya akan terapkan reward point di setiap latihan. Jadi kalau ada pemain yang bolos latihan ataupun yang tidak menunjukkan keseriusan saya usulkan agar gajinya dipotong saja. Untuk apa dibayar mahal-mahal tapi tidak punya keinginan membela PSMS,” tegas mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Selain itu, guna memanfaatkan waktu luang menjelang laga menghadapi Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, (13/3) nanti, Kustiono akan menggelar drill untuk memaksimalkan kinerja pemain. Latihan Sabtu (27/2) pagi di Stadion Kebun Bunga misalnya, digelar materi VO2Max untuk meningkatkan stamina pemain.
Dalam latihan tersebut beberapa pemain sudah menunjukkan peningkatan yang memuaskan. “Chico tampil sangat bagus, begitu juga Abdul Kamil. Saya harap ini bisa menjadi motivasi pemain untuk menunjukkan keseriusannya. Karena saya akan mengadakan perombakan komposisi pada laga nanti. Hanya pemain yang sungguh-sungguh yang saya turunkan,” bebernya.
Terhadap kekosongan posisi Nyeck, Kustiono sudah menyiapkan Harry Syahputra. Harry sendiri sudah menyampaikan kesiapannya kepada Kustiono. “Ya Harry sendiri siap untuk saya tempatkan sebagai libero menggantikan Nyeck. Kita juga masih punya Maulana dan Chico yang dari latihan pagi tadi terus menunjukkan peningkatan,” pungkasnya.
Nyeck Bolos Latihan
BEK Asing PSMS Nyeck Nyobe kembali berulah. Usai dikartu merah karena mendorong Wasit Tardianis, pemain asal Kamerun tersebut kembali melakukan tindakan tak profesional. Yakni, absen pada latihan PSMS kemarin.
Meski jeda cukup panjang hingga menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, PSMS sudah mempersiapkan diri dengan latihan serius. Sayang, dikala PSMS ngebut melakukan persiapan, beberapa pemain absen, termasuk Nyeck Nyobe yang masih berada di kediamannya di Tangerang.
Hal itu pun mengundang reaksi dari Pelatih PSMS Kustiono, menurutnya, ketidakhadiran Nyeck Nyobe tanpa alasan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan akan diberikan sanksi.
“Ada tiga pemain yang nggak datang latihan tadi pagi (kemarin), selain Nyeck, Faisal Azmi dan Osas Saha juga nggak datang, tapi mereka berdua permisi. Sementara, Nyeck tidak. Tindakan Nyeck itu akan kita kenakan sanksi,” ujar Kustiono di Mess Kebun Bunga kemarin.
Apa sanksi tersebut? Menurutnya, ada beberapa sanksi yang seharusnya diterima pemain dari manajemen dan sanksi tindakan indisipliner dari sang pelatih “Kalau dari saya, pasti ada sanksi untuk pemain yang nggak disiplin. Seperti, dia harus latihan dua kali lipat dari latihan yang kita buat tadi pagi (kemarin, Red). Kalau dari manajemen kita belum tahu sanksinya apa, mungkin sanksi administrasi pengurangan gaji,” bebernya.
Sebagai arsitek tim, pelatih 48 tahun menyatakan, ada sistem reward and punishment yang harus diterapkannya kepada pemain. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hukuman dan penghargaan kepada pemain.
Sementara itu, Asisten Pelatih Suyono menyatakan, pihaknya memang tidak mendeadline ketidakhadiran Nyeck. Namun, menurutnya, tetap ada sanksi yang jelas untuk indisipliner yang ditunjukkan Nyeck Nyobe. “Kita tunggu dia datang baru kita kasih sanksi,” ucapnya
Meski jeda cukup panjang hingga menghadapi Persipasi Bekasi Sabtu (13/3) mendatang, PSMS sudah mempersiapkan diri dengan latihan serius. Sayang, dikala PSMS ngebut melakukan persiapan, beberapa pemain absen, termasuk Nyeck Nyobe yang masih berada di kediamannya di Tangerang.
Hal itu pun mengundang reaksi dari Pelatih PSMS Kustiono, menurutnya, ketidakhadiran Nyeck Nyobe tanpa alasan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan akan diberikan sanksi.
“Ada tiga pemain yang nggak datang latihan tadi pagi (kemarin), selain Nyeck, Faisal Azmi dan Osas Saha juga nggak datang, tapi mereka berdua permisi. Sementara, Nyeck tidak. Tindakan Nyeck itu akan kita kenakan sanksi,” ujar Kustiono di Mess Kebun Bunga kemarin.
Apa sanksi tersebut? Menurutnya, ada beberapa sanksi yang seharusnya diterima pemain dari manajemen dan sanksi tindakan indisipliner dari sang pelatih “Kalau dari saya, pasti ada sanksi untuk pemain yang nggak disiplin. Seperti, dia harus latihan dua kali lipat dari latihan yang kita buat tadi pagi (kemarin, Red). Kalau dari manajemen kita belum tahu sanksinya apa, mungkin sanksi administrasi pengurangan gaji,” bebernya.
Sebagai arsitek tim, pelatih 48 tahun menyatakan, ada sistem reward and punishment yang harus diterapkannya kepada pemain. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak memberikan hukuman dan penghargaan kepada pemain.
Sementara itu, Asisten Pelatih Suyono menyatakan, pihaknya memang tidak mendeadline ketidakhadiran Nyeck. Namun, menurutnya, tetap ada sanksi yang jelas untuk indisipliner yang ditunjukkan Nyeck Nyobe. “Kita tunggu dia datang baru kita kasih sanksi,” ucapnya
Saturday, February 27, 2010
PSMS Jaring Pemain Muda
PSMS telah melakukan penjaringan pemain muda yang disiapkan untuk menjadi PSMS Junior. Pemain muda berusia 15 tahun tersebut dijaring melalui turnamen yang diselenggarakan PSMS.
“Sudah kita jaring 71 orang. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 30 orang. Setelah itu, mereka akan kita mantapkan melalui program yang terencana untuk menjadi PSMS Junior,” jelas Manajer PSMS Hendra DS kepada Sumut Pos, Jumat (26/2).
Hendra DS menambahkan, program penjaringan pemain muda ini tak lain demi perbaikan PSMS di masa yang akan datang. Selain usia 15, PSMS juga akan menjaring pemain berusia 21 tahun melalui turnamen yang akan disiapkan untuk menjadi punggawa Ayam Kinantan. Namun, untuk penjaringan yang terakhir ini, pihaknya mengaku akan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditujukan kepada PSMS. “Kita tunggulah kan gak mungkin gelar kompetisi pakai daun,” ucap Hendra.
Hal ini pun dibenarkan Ketua Bidang Komisi Pertandingan Freddy Hutabarat. “Kita sudah menyampaikan surat kepada Pengcab PSSI Medan dan mereka tidak keberatan dengan catatan kompetisi yang digelar untuk internal PSMS. Karena memang bukan wewenang kita menggelar kompetisi,” jelas Freddy yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (26/2).
Freddy pun menilai desas-desus pembatalan dana APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan itu tidak benar. Pasalnya dalam pertemuan di Garuda Plaza Hotel beberapa waktu lalu, KONI Medan sudah menyatakan dukungannya dalam pembinaan pemain cikal bakal PSMS di masa mendatang.
Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (26/2) membantah kabar pembatalan dana APBD untuk PSMS. “Sebagai induk olahraga kita tidak pernah menghalangi pembinaan prestasi di semua cabang olahraga. Apalagi PSMS yang menjadi salah satu ikon Kota Medan,” tegas pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Masih menurut Opunk, pihaknya bahkan siap mendukung tidak hanya untuk pemutaran turnamen saja. Untuk itu, pengurus diminta untuk menyampaikan program yang akan digelar sehubungan dengan pembinaan tadi. “Apa membina pemain itu juga tidak butuh dana? Kita akan berusaha sekuat tenaga tidak hanya untuk kompetisi internal,” tambahnya.
Dirinya pun tak lupa menghimbau seluruh masyrakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan PSMS dari pintu degradasi Divisi Utama. “Mari kita sama-sama berusaha untuk mengembalikan kejayaan PSMS seperti dulu. Saya yakin dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan pemain-pemain lokal yang berbakat,” pungkas Opunk
“Sudah kita jaring 71 orang. Nanti akan kita kerucutkan menjadi 30 orang. Setelah itu, mereka akan kita mantapkan melalui program yang terencana untuk menjadi PSMS Junior,” jelas Manajer PSMS Hendra DS kepada Sumut Pos, Jumat (26/2).
Hendra DS menambahkan, program penjaringan pemain muda ini tak lain demi perbaikan PSMS di masa yang akan datang. Selain usia 15, PSMS juga akan menjaring pemain berusia 21 tahun melalui turnamen yang akan disiapkan untuk menjadi punggawa Ayam Kinantan. Namun, untuk penjaringan yang terakhir ini, pihaknya mengaku akan memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditujukan kepada PSMS. “Kita tunggulah kan gak mungkin gelar kompetisi pakai daun,” ucap Hendra.
Hal ini pun dibenarkan Ketua Bidang Komisi Pertandingan Freddy Hutabarat. “Kita sudah menyampaikan surat kepada Pengcab PSSI Medan dan mereka tidak keberatan dengan catatan kompetisi yang digelar untuk internal PSMS. Karena memang bukan wewenang kita menggelar kompetisi,” jelas Freddy yang dihubungi Sumut Pos, Jumat (26/2).
Freddy pun menilai desas-desus pembatalan dana APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan itu tidak benar. Pasalnya dalam pertemuan di Garuda Plaza Hotel beberapa waktu lalu, KONI Medan sudah menyatakan dukungannya dalam pembinaan pemain cikal bakal PSMS di masa mendatang.
Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis saat dikomfirmasi melalui telepon, Jumat (26/2) membantah kabar pembatalan dana APBD untuk PSMS. “Sebagai induk olahraga kita tidak pernah menghalangi pembinaan prestasi di semua cabang olahraga. Apalagi PSMS yang menjadi salah satu ikon Kota Medan,” tegas pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.
Masih menurut Opunk, pihaknya bahkan siap mendukung tidak hanya untuk pemutaran turnamen saja. Untuk itu, pengurus diminta untuk menyampaikan program yang akan digelar sehubungan dengan pembinaan tadi. “Apa membina pemain itu juga tidak butuh dana? Kita akan berusaha sekuat tenaga tidak hanya untuk kompetisi internal,” tambahnya.
Dirinya pun tak lupa menghimbau seluruh masyrakat Kota Medan untuk turut berpartisipasi dalam menyelamatkan PSMS dari pintu degradasi Divisi Utama. “Mari kita sama-sama berusaha untuk mengembalikan kejayaan PSMS seperti dulu. Saya yakin dengan kebersamaan, kita bisa melahirkan pemain-pemain lokal yang berbakat,” pungkas Opunk
Dana hibah PSMS terancam
Belum terwujudnya keinginan KONI Medan agar PSMS menggelar kompetisi di lingkungannya membuat KONI Medan enggan mencairkan dana hibah APBD sebesar Rp6 miliar.
Menurut sumber di kalangan pengurus KONI Medan dan pengurus PSMS di Medan kemarin, dana tersebut akan dikembalikan KONI ke Pemko Medan apabila hingga batas waktu tidak juga PSMS menggelar kompetisi ataupun pertandingan lainnya dalam rangka menjaring pemain muda.
Kalangan pengurus KONI dan PSMS menyesalkan Ketua Bidang Kompetisi PSMS Drs H Freddy Hutabarat yang ditugasi Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi tidak juga menggelar laga antar klub anggota PSMS atau yang berdomisili di Medan.
“Memang diakui, untuk menggelar kompetisi ini PSMS terkendala dengan Pengcab PSSI Medan yang sebenarnya memiliki hak memutar kompetisi klub di Medan. Tapi apalah salahnya PSMS juga menggelar pertandingan lainnya yang melibatkan klub dalam upaya menjaring pemain muda,” tanya mereka.
Dikatakan, seharusnya mereka mencontoh SSB Patriot Medan yang diketuai Drs Hendra DS dan mampu membuat turnamen dalam rangka menjaring pemain usia dini dengan mencari dana dukungan dari sponsor.
Konon pula PSMS yang sebelumnya juga sebenarnya memiliki dana bantuan hibah APBD sebesar Rp1,5 miliar, seharusnya bisa menggelar kegiatan dalam menjaring pemain untuk membentuk tim PSMS ke depan.
“Ketua Umum perlu meninjau kembali keberadaan Ketua Bidang Kompetisi PSMS itu, karena ketidakmampuannya atau tiadanya niat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum PSMS,” tambah mereka.
Kalangan pengurus KONI Medan juga mencerca sikap Freddy yang menyesalkan sikap Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang dianggap mengejar wasit pertandingan PSMS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Padahal Benny mengaku ingin menanyakan perihal tidak diberikannya tendangan penalti. “Benar tidaknya, Freddy tidak boleh menghujat rekannya sesama pengurus PSMS ke media massa,” kata mereka
Menurut sumber di kalangan pengurus KONI Medan dan pengurus PSMS di Medan kemarin, dana tersebut akan dikembalikan KONI ke Pemko Medan apabila hingga batas waktu tidak juga PSMS menggelar kompetisi ataupun pertandingan lainnya dalam rangka menjaring pemain muda.
Kalangan pengurus KONI dan PSMS menyesalkan Ketua Bidang Kompetisi PSMS Drs H Freddy Hutabarat yang ditugasi Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi tidak juga menggelar laga antar klub anggota PSMS atau yang berdomisili di Medan.
“Memang diakui, untuk menggelar kompetisi ini PSMS terkendala dengan Pengcab PSSI Medan yang sebenarnya memiliki hak memutar kompetisi klub di Medan. Tapi apalah salahnya PSMS juga menggelar pertandingan lainnya yang melibatkan klub dalam upaya menjaring pemain muda,” tanya mereka.
Dikatakan, seharusnya mereka mencontoh SSB Patriot Medan yang diketuai Drs Hendra DS dan mampu membuat turnamen dalam rangka menjaring pemain usia dini dengan mencari dana dukungan dari sponsor.
Konon pula PSMS yang sebelumnya juga sebenarnya memiliki dana bantuan hibah APBD sebesar Rp1,5 miliar, seharusnya bisa menggelar kegiatan dalam menjaring pemain untuk membentuk tim PSMS ke depan.
“Ketua Umum perlu meninjau kembali keberadaan Ketua Bidang Kompetisi PSMS itu, karena ketidakmampuannya atau tiadanya niat untuk melaksanakan perintah dari Ketua Umum PSMS,” tambah mereka.
Kalangan pengurus KONI Medan juga mencerca sikap Freddy yang menyesalkan sikap Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang dianggap mengejar wasit pertandingan PSMS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Padahal Benny mengaku ingin menanyakan perihal tidak diberikannya tendangan penalti. “Benar tidaknya, Freddy tidak boleh menghujat rekannya sesama pengurus PSMS ke media massa,” kata mereka
Nyeck Terancam Sanksi
Usai menuai dukungan, kini giliran pemain belakang PSMS Nyeck Nyobe terancam sanksi skorsing dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tak pelak, hal ini kian menambah beban PSMS untuk bertahan di Divisi Utama 2010 ini. Pasalnya sanksi tersebut diluar dari hukuman absen dalam dua laga PSMS ke depan.
Artinya Nyeck tidak akan turun memperkuat PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan (13/3) dan menantang PSSB Bireun (18/3) mendatang. Ditambah sanksi skorsing tadi, kemungkinan besar Nyeck juga absen saat pada partai tandang menghadapi PSAP Sigli (22/3).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pada pertandingan tandang ke Persiraja Banda Aceh, Nyeck dengan jelas mendorong (sebelumnya ditulis menendang, Red) Wasit Tardianis hingga terjungkal. Alasannya wasit asal Padang ini tidak mengganjar Persiraja yang melakukan pelanggaran kepada Tri Yudha Handoko di kotak penalti. Nyeck pun dikeluarkan dari lapangan di menit ke-31.
Selain sanksi skorsing, Komdis PSSI juga akan mengenakan denda dengan jumlah uang yang cukup besar kepada mantan pemain Persib Bandung ini. Sesuai dengan peraturan Komdis, kartu merah setelah dikenakan kartu kuning dikenakan denda Rp5 juta.
Namun, kartu merah yang diterima Nyeck tanpa kartu kuning terlebih dahulu. Tak pelak, denda yang akan diterima tentunya lebih besar lagi. Dikabarkan denda tersebut akan dikenakan kepada Nyeck secara pribadi mengingat aksi yang dilakukan juga merupakan inisiatif pribadi, bukan secara tim.
Aksi kekerasan terhadap wasit juga pernah terjadi saat pertandingan antara PSIS berhadapan dengan PSMS Oktober 2008 silam. Ketika itu manajer PSIS Yoyok Sukawi berupaya melakukan pemukulan kepada wasit Sunaryo Joko saat jeda pertandingan babak pertama. Komdis PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada Yoyok untuk tidak boleh aktif dalam kegiatan klub sepak bola selama enam bulan dan denda Rp30 juta.
Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan yang dikomfirmasi melalui telepon, Kamis (25/2) mengaku pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada Nyeck Nyobe untuk diminta penjelasannya. “Jadi, pada peraturan manual liga jelas, jangankan memukul, berupaya atau berniat untuk melakukan pemukulan terhadap wasit saja akan dihukum apalagi mendorong dan menyebabkan wasit hingga terjatuh. Hukuman bisa jadi lebih berat,” ucapnya.
Sementara itu, setelah sempat ditunda akhirnya Komdis menjadwal ulang sidang terkait pertandingan PSMS kontra Persita pada Kamis, (4/3) mendatang. Penjadwalan ulang sendiri berkaitan dengan keterlambatan surat pemanggilan yang diterima oleh Pengurus PSMS. “Ya kita sudah menjadwal ulang sidang Komdis sehubungan dengan insiden pada pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010 antara PSMS menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan. Sidang akan kita gelar Kamis (4/3) depan,” ucap Hinca. Menurut Hinca, sidang digelar untuk mendengar penjelasan dari PSMS dan pihak panitia sehubungan kerusuhan pascapertandingan tersebut. Mengenai kemungkinan sanksi untuk PSMS, Hinca menjawab diplomatis. “ Ya itu tergantung keputusan sidang nanti ya. Saya tidak bisa jawab sekarang,” kilahnya.
Pengurus dan manajemen PSMS sendiri sudah mengetahui penjadwalan ulang sidang Komdis PSSI tersebut. Pihak panitia pelaksana akan diwakili oleh Sekretaris I PSMS, Agus Suriyono. Asisten Manajer Benny Tomasoa bahkan mengaku sudah tidak sabar. “Ini kesempatan kita untuk membuka bobroknya kinerja wasit waktu itu,” ucap Benny, Kamis (25/2).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pertandingan PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan berakhir ricuh. Pasalnya wasit asal Bandung Isna Triana tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella yang ditekel di Kotak Penalti. Usai pertandingan Benny Tomasoa langsung merengsek ke lapangan untuk mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, aksi itu berhasil digagalkan petugas keamanan yang berada si lapangan
Artinya Nyeck tidak akan turun memperkuat PSMS saat menjamu Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan (13/3) dan menantang PSSB Bireun (18/3) mendatang. Ditambah sanksi skorsing tadi, kemungkinan besar Nyeck juga absen saat pada partai tandang menghadapi PSAP Sigli (22/3).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pada pertandingan tandang ke Persiraja Banda Aceh, Nyeck dengan jelas mendorong (sebelumnya ditulis menendang, Red) Wasit Tardianis hingga terjungkal. Alasannya wasit asal Padang ini tidak mengganjar Persiraja yang melakukan pelanggaran kepada Tri Yudha Handoko di kotak penalti. Nyeck pun dikeluarkan dari lapangan di menit ke-31.
Selain sanksi skorsing, Komdis PSSI juga akan mengenakan denda dengan jumlah uang yang cukup besar kepada mantan pemain Persib Bandung ini. Sesuai dengan peraturan Komdis, kartu merah setelah dikenakan kartu kuning dikenakan denda Rp5 juta.
Namun, kartu merah yang diterima Nyeck tanpa kartu kuning terlebih dahulu. Tak pelak, denda yang akan diterima tentunya lebih besar lagi. Dikabarkan denda tersebut akan dikenakan kepada Nyeck secara pribadi mengingat aksi yang dilakukan juga merupakan inisiatif pribadi, bukan secara tim.
Aksi kekerasan terhadap wasit juga pernah terjadi saat pertandingan antara PSIS berhadapan dengan PSMS Oktober 2008 silam. Ketika itu manajer PSIS Yoyok Sukawi berupaya melakukan pemukulan kepada wasit Sunaryo Joko saat jeda pertandingan babak pertama. Komdis PSSI pun menjatuhkan sanksi kepada Yoyok untuk tidak boleh aktif dalam kegiatan klub sepak bola selama enam bulan dan denda Rp30 juta.
Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan yang dikomfirmasi melalui telepon, Kamis (25/2) mengaku pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada Nyeck Nyobe untuk diminta penjelasannya. “Jadi, pada peraturan manual liga jelas, jangankan memukul, berupaya atau berniat untuk melakukan pemukulan terhadap wasit saja akan dihukum apalagi mendorong dan menyebabkan wasit hingga terjatuh. Hukuman bisa jadi lebih berat,” ucapnya.
Sementara itu, setelah sempat ditunda akhirnya Komdis menjadwal ulang sidang terkait pertandingan PSMS kontra Persita pada Kamis, (4/3) mendatang. Penjadwalan ulang sendiri berkaitan dengan keterlambatan surat pemanggilan yang diterima oleh Pengurus PSMS. “Ya kita sudah menjadwal ulang sidang Komdis sehubungan dengan insiden pada pertandingan lanjutan Divisi Utama 2009/2010 antara PSMS menjamu Persita Tangerang di Stadion Teladan. Sidang akan kita gelar Kamis (4/3) depan,” ucap Hinca. Menurut Hinca, sidang digelar untuk mendengar penjelasan dari PSMS dan pihak panitia sehubungan kerusuhan pascapertandingan tersebut. Mengenai kemungkinan sanksi untuk PSMS, Hinca menjawab diplomatis. “ Ya itu tergantung keputusan sidang nanti ya. Saya tidak bisa jawab sekarang,” kilahnya.
Pengurus dan manajemen PSMS sendiri sudah mengetahui penjadwalan ulang sidang Komdis PSSI tersebut. Pihak panitia pelaksana akan diwakili oleh Sekretaris I PSMS, Agus Suriyono. Asisten Manajer Benny Tomasoa bahkan mengaku sudah tidak sabar. “Ini kesempatan kita untuk membuka bobroknya kinerja wasit waktu itu,” ucap Benny, Kamis (25/2).
Seperti yang diberitakan sebelumnya pertandingan PSMS menjamu Persita di Stadion Teladan berakhir ricuh. Pasalnya wasit asal Bandung Isna Triana tidak menjatuhkan hukuman penalti saat striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous dan Jecky Pasarella yang ditekel di Kotak Penalti. Usai pertandingan Benny Tomasoa langsung merengsek ke lapangan untuk mempertanyakan keputusan wasit tersebut. Namun, aksi itu berhasil digagalkan petugas keamanan yang berada si lapangan
Aroma Degradasi Membayangi
Hasil buruk dalam lima pertandingan terakhir membuat PSMS berada dalam posisi sulit. Dengan koleksi 15 poin dari 15 pertandingan yang dilakoninya, tim berjulukan Ayam Kinantan kini bertahan di peringkat sembilan grup I Divisi Utama Liga Indonesa 2009/2010. Sedikit kesalahan akan membuat tim besutan Kustiono ini terdegradasi dari Divisi Utama.
Kepastian adanya degradasi di Divisi Utama disampaikan Djoko Driyono dari Badan Liga Indonesia kepada salah seorang pengurus yang tak ingin namanya disebut dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta. “Ada dua tim yang akan didegradasi,” kata pengurus tersebut menirukan ucapan Djoko dari BLI kepada Sumut Pos, Kamis (25/2).
Artinya, pascapengunduran diri PS Banyuasin yang sebelumnya berada di Grup 1 bersama PSMS dan sepuluh tim lainnya, degradasi hanya menyisakan satu kursi lagi dan tentunya tim yang berada di posisi terbawah. Gawatnya satu kursi tadi juga disiapkan untuk Grup 1 ini.
Dengan posisi saat ini PSMS tetap dibayangi kemungkinan tersebut. Pasalnya M Affan Lubis dkk hanya memiliki jarak dua poin dari Persires Rengat yang sudah mengoleksi 13 dari 13 pertandingan yang dilakoninya. Persires sendiri masih memiliki tujuh pertandingan, dua pertandingan lebih banyak dari PSMS, yang dapat dimanfaatkan mengumpulkan poin.
Begitu pun PSDS yang saat ini berada di posisi sebelas dengan koleksi delapan poin dari 13 pertandingan yang sudah dijalani. Sekalipun berat, bukan tidak mungkin si Traktor Kuning menyalip. Empat sisa laga kandang dan kehadiran dua pemain asing Friday dan Angel yang tampil bagus bisa menjadi bumerang bagi PSMS.
PSMS sendiri, pascapergantian pelatih dari Suiin Dihardja ke Kustiono belum pernah mencatat satu pun kemenangan. Ditambah lagi di sisa laga kandang nanti, M Affan Lubis dkk akan menghadapi tim yang tidak bisa dianggap remeh. Sebut saja Persipasi Bekasi yang berada di peringkat enam dengan koleksi 19 poin dari 12 laga yang dijalani. Pertemuan di putaran pertama bahkan PSMS dihajar 1-3. Begitu juga tim peringkat lima Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Dua partai tandang PSSB Bireun dan PSAP Sigli juga bukan lumbung gol bagi PSMS.
Untuk itu, semangat yang tinggi dari seluruh pemain akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini. Semangat untuk meraih poin penuh di semua pertandingan sisa tampa mencari argumen pembenaran atau kambing hitam. “Yang penting saat ini adalah bertahan di Divisi Utama, kita akan berupaya semakismal mungkin untuk membangun kedekatan emosi antara pengurus dan pemain sehingga mereka lebih termotivasi untuk bermain lebih baik lagi,” kata Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Motivasi itu pun akan lengkap dengan evaluasi yang harus dilakukan untuk memperbaiki tim. “Kita akan bahas penyebab kegagalan tim sejauh ini, sebagai bahan untuk mengevaluasi untuk hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun sepertinya sepakat dengan Idris SE dalam motivasi dan evaluasi secara keseluruhan. “Jeda waktu ini kita akan terus memotivasi pemain dan meminta pengertian kepada pemain untuk lebih bermain enjoy,” ungkapnya
Kepastian adanya degradasi di Divisi Utama disampaikan Djoko Driyono dari Badan Liga Indonesia kepada salah seorang pengurus yang tak ingin namanya disebut dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta. “Ada dua tim yang akan didegradasi,” kata pengurus tersebut menirukan ucapan Djoko dari BLI kepada Sumut Pos, Kamis (25/2).
Artinya, pascapengunduran diri PS Banyuasin yang sebelumnya berada di Grup 1 bersama PSMS dan sepuluh tim lainnya, degradasi hanya menyisakan satu kursi lagi dan tentunya tim yang berada di posisi terbawah. Gawatnya satu kursi tadi juga disiapkan untuk Grup 1 ini.
Dengan posisi saat ini PSMS tetap dibayangi kemungkinan tersebut. Pasalnya M Affan Lubis dkk hanya memiliki jarak dua poin dari Persires Rengat yang sudah mengoleksi 13 dari 13 pertandingan yang dilakoninya. Persires sendiri masih memiliki tujuh pertandingan, dua pertandingan lebih banyak dari PSMS, yang dapat dimanfaatkan mengumpulkan poin.
Begitu pun PSDS yang saat ini berada di posisi sebelas dengan koleksi delapan poin dari 13 pertandingan yang sudah dijalani. Sekalipun berat, bukan tidak mungkin si Traktor Kuning menyalip. Empat sisa laga kandang dan kehadiran dua pemain asing Friday dan Angel yang tampil bagus bisa menjadi bumerang bagi PSMS.
PSMS sendiri, pascapergantian pelatih dari Suiin Dihardja ke Kustiono belum pernah mencatat satu pun kemenangan. Ditambah lagi di sisa laga kandang nanti, M Affan Lubis dkk akan menghadapi tim yang tidak bisa dianggap remeh. Sebut saja Persipasi Bekasi yang berada di peringkat enam dengan koleksi 19 poin dari 12 laga yang dijalani. Pertemuan di putaran pertama bahkan PSMS dihajar 1-3. Begitu juga tim peringkat lima Persih Tembilahan dan Persires Rengat. Dua partai tandang PSSB Bireun dan PSAP Sigli juga bukan lumbung gol bagi PSMS.
Untuk itu, semangat yang tinggi dari seluruh pemain akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini. Semangat untuk meraih poin penuh di semua pertandingan sisa tampa mencari argumen pembenaran atau kambing hitam. “Yang penting saat ini adalah bertahan di Divisi Utama, kita akan berupaya semakismal mungkin untuk membangun kedekatan emosi antara pengurus dan pemain sehingga mereka lebih termotivasi untuk bermain lebih baik lagi,” kata Sekretaris Umum PSMS Idris SE.
Motivasi itu pun akan lengkap dengan evaluasi yang harus dilakukan untuk memperbaiki tim. “Kita akan bahas penyebab kegagalan tim sejauh ini, sebagai bahan untuk mengevaluasi untuk hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Pelatih PSMS Kustiono pun sepertinya sepakat dengan Idris SE dalam motivasi dan evaluasi secara keseluruhan. “Jeda waktu ini kita akan terus memotivasi pemain dan meminta pengertian kepada pemain untuk lebih bermain enjoy,” ungkapnya
Kalah, Anak Medan di Banda Aceh Emosi
Kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Namun, jika sudah kalah dimaki oleh suporter sendiri, tentunya sangat tidak menyenangkan.
Ya, kekalahan PSMS saat bertandang ke Banda Aceh, kandang Persiraja, memang banyak menimbulkan kesan. PSMS sebagai tim besar di daratan Sumatera menjadi magnet masyarakat Banda Aceh. Tak terkecuali, anak Medan yang tinggal di ibu kota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam tersebut. Dan, ketika PSMS keok, kekecewaan tak terkira mengemukan dari fans PSMS yang mendatangi Stadion Harapan Bangsa, Lampeunerut, Banda Aceh, Selasa (23/02).
Tak pelak, julukan Ayam Kinantan yang penuh marwah itu langsung mereka ubah menjadi ‘Ayam Penyet’. Ya, suatu kejengkelan bagi mereka ketika PSMS dikalahkan Persiraja dengan skor telak, 2-0.
Bukan hanya itu, seusai pertandingan beberapa hari lalu, anak Medan yang kecewa dengan permainan tim andalannya, menyempatkan melontarkan caci maki ke tim PSMS sesaat sebelum menaiki kendaraan untuk kembali ke penginapan. “Ah, tidak usah, aku sebutkan, apa isi makianku, kemarin itu. Pokoknya, puas kali aku, sesudah memaki mereka karena kalah. Tidak pantas pun dijuluki lagi Ayam Kinantan karena tidak secantik itu lagi permainannya. Makanya, kami pun sepakat menggantikannya menjadi Ayam Penyet. Abis kalah sich,” kata SZ Damanik, staf sebuah LSM kepada Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos), Rabu (24/2) sore, di Banda Aceh.
Damanik mengungkapkan, tim kebanggaanya itu sudah tidak secemerlang dulu. “Sebelum ini pun mereka kalah dan kemarin kalah lagi 0-2 dengan Persiraja. Kekalahan berturut-turut ini membuat orang-orang Medan di Aceh emosi,” tambahnya
Ya, kekalahan PSMS saat bertandang ke Banda Aceh, kandang Persiraja, memang banyak menimbulkan kesan. PSMS sebagai tim besar di daratan Sumatera menjadi magnet masyarakat Banda Aceh. Tak terkecuali, anak Medan yang tinggal di ibu kota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam tersebut. Dan, ketika PSMS keok, kekecewaan tak terkira mengemukan dari fans PSMS yang mendatangi Stadion Harapan Bangsa, Lampeunerut, Banda Aceh, Selasa (23/02).
Tak pelak, julukan Ayam Kinantan yang penuh marwah itu langsung mereka ubah menjadi ‘Ayam Penyet’. Ya, suatu kejengkelan bagi mereka ketika PSMS dikalahkan Persiraja dengan skor telak, 2-0.
Bukan hanya itu, seusai pertandingan beberapa hari lalu, anak Medan yang kecewa dengan permainan tim andalannya, menyempatkan melontarkan caci maki ke tim PSMS sesaat sebelum menaiki kendaraan untuk kembali ke penginapan. “Ah, tidak usah, aku sebutkan, apa isi makianku, kemarin itu. Pokoknya, puas kali aku, sesudah memaki mereka karena kalah. Tidak pantas pun dijuluki lagi Ayam Kinantan karena tidak secantik itu lagi permainannya. Makanya, kami pun sepakat menggantikannya menjadi Ayam Penyet. Abis kalah sich,” kata SZ Damanik, staf sebuah LSM kepada Rakyat Aceh (Grup Sumut Pos), Rabu (24/2) sore, di Banda Aceh.
Damanik mengungkapkan, tim kebanggaanya itu sudah tidak secemerlang dulu. “Sebelum ini pun mereka kalah dan kemarin kalah lagi 0-2 dengan Persiraja. Kekalahan berturut-turut ini membuat orang-orang Medan di Aceh emosi,” tambahnya
Thursday, February 25, 2010
Manajemen Mulai Sibuk
PSMS Medan tampaknya wajib berduka. Bagaimana tidak, di kala tabungan poin wajib ditambah, Ayam Kinantan malah seakan jalan di tempat.
Ya, tiga kekalahan dan dua hasil seri yang diraih PSMS dalam lima pertandingan di putaran kedua lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 membuat skuad asuhan Kustiono ini terdampar hingga peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Tak pelak, pengurus dan manajemen mulai sibuk. Wacana perbaikan segera dicetuskan. Karena itu, selama jeda cukup panjang sebelum menghadapi Persipasi 13 Maret mendatang, dijadikan masa untuk perbaikan seluruh tim. “Kita akan membuat laporan dulu mengenai hasil yang diperoleh tim selama lima pertandingan kepada ketua umum (Dzulmi Eldin, Red). Laporan itu kita buat setelah berunding dengan manajer (Hendra DS, Red),” kata Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa sesampainya di Bandara Udara Polonia Medan, Rabu (24/2) sore.
“Semua kegagalan sudah kita alami dan harus ada perbaikan, jangan alasan wasit lagi. Meski benar seperti itu, kita akui tim kita juga sedang ada masalah,” tambah Benny.
Benny menilai, pemain sebenarnya tidak lagi harus mencari kesalahan pemain tim lawan dan mengharapkan wasit akan mengganjarnya dengan penalti atau hukuman lain. Tetapi, harus bisa memaksimalkan peluang sekecil apapun itu. “Kita tahu pemain itu salah, tapi kalau kita sudah seperti ini terus, kita gak perlu buka peluang untuk diganjar hadiah penalti,” papar Benny.
Selain itu, masalah utama PSMS menurutnya adalah kesulitan mencetak gol, dikarenakan minimnya suport dari lini tengah kepada striker. Untuk itu, pihaknya akan meminta Kustiono untuk mendrill lini yang bermasalah.
“Saya mantan kiper PSMS, sedikit banyak saya tahu apa yang kurang di tim ini. Salah satunya pergerakan wing back juga gak ada, kita akan mewanti-wanti pelatih karena kalau begini terus, kita akan semakin sulit keluar,” ketusnya.
Kustiono yang sebelumnya tak mau menyinggung kekalahan timnya karena wasit berat sebelah, kini mulai buka suara. Dengan kata lain, jika sebelumnya dia tak mau dianggap mencari kambing hitam, kini dia siap dianggap seperti itu.
Pasalnya, kenyataan di lapangan memang begitu. “Memang kita akui, masih ada beberapa kelemahan di tim ini, tapi dengan wasit yang berat sebelah, mental pemain semakin turun. Akan sangat susah bagi kita untuk berkembang kalau begini, kita selalu dikerjai,” ungkapnya.
Ke depan, Kustiono siap melakukan perbaikan-perbaikan lini per lini skuad asuhannya selama tenggang waktu jelang laga kandang Ayam Kinantan untuk menjamu Persipasi 13 Maret mendatang. “Tidak ada cerita, kita sudah siapkan program bagi pemain Sabtu (27/2) pagi nanti,” pungkasnya
Ya, tiga kekalahan dan dua hasil seri yang diraih PSMS dalam lima pertandingan di putaran kedua lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 membuat skuad asuhan Kustiono ini terdampar hingga peringkat sembilan dengan koleksi 15 poin. Tak pelak, pengurus dan manajemen mulai sibuk. Wacana perbaikan segera dicetuskan. Karena itu, selama jeda cukup panjang sebelum menghadapi Persipasi 13 Maret mendatang, dijadikan masa untuk perbaikan seluruh tim. “Kita akan membuat laporan dulu mengenai hasil yang diperoleh tim selama lima pertandingan kepada ketua umum (Dzulmi Eldin, Red). Laporan itu kita buat setelah berunding dengan manajer (Hendra DS, Red),” kata Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa sesampainya di Bandara Udara Polonia Medan, Rabu (24/2) sore.
“Semua kegagalan sudah kita alami dan harus ada perbaikan, jangan alasan wasit lagi. Meski benar seperti itu, kita akui tim kita juga sedang ada masalah,” tambah Benny.
Benny menilai, pemain sebenarnya tidak lagi harus mencari kesalahan pemain tim lawan dan mengharapkan wasit akan mengganjarnya dengan penalti atau hukuman lain. Tetapi, harus bisa memaksimalkan peluang sekecil apapun itu. “Kita tahu pemain itu salah, tapi kalau kita sudah seperti ini terus, kita gak perlu buka peluang untuk diganjar hadiah penalti,” papar Benny.
Selain itu, masalah utama PSMS menurutnya adalah kesulitan mencetak gol, dikarenakan minimnya suport dari lini tengah kepada striker. Untuk itu, pihaknya akan meminta Kustiono untuk mendrill lini yang bermasalah.
“Saya mantan kiper PSMS, sedikit banyak saya tahu apa yang kurang di tim ini. Salah satunya pergerakan wing back juga gak ada, kita akan mewanti-wanti pelatih karena kalau begini terus, kita akan semakin sulit keluar,” ketusnya.
Kustiono yang sebelumnya tak mau menyinggung kekalahan timnya karena wasit berat sebelah, kini mulai buka suara. Dengan kata lain, jika sebelumnya dia tak mau dianggap mencari kambing hitam, kini dia siap dianggap seperti itu.
Pasalnya, kenyataan di lapangan memang begitu. “Memang kita akui, masih ada beberapa kelemahan di tim ini, tapi dengan wasit yang berat sebelah, mental pemain semakin turun. Akan sangat susah bagi kita untuk berkembang kalau begini, kita selalu dikerjai,” ungkapnya.
Ke depan, Kustiono siap melakukan perbaikan-perbaikan lini per lini skuad asuhannya selama tenggang waktu jelang laga kandang Ayam Kinantan untuk menjamu Persipasi 13 Maret mendatang. “Tidak ada cerita, kita sudah siapkan program bagi pemain Sabtu (27/2) pagi nanti,” pungkasnya
Ahmad Maulana Terjebak di Lift Selama 15 Menit
KEKALAHAN 0-2 PSMS saat bertandang menghadapi Persiraja, Selasa (23/2), punya cerita lain yang akan membekas bagi salah seorang pemain. Ya, usai pertandingan, Selasa (23/2) akan menjadi kenangan tersendiri bagi pemain belakang PSMS Ahmad Maulana Pohan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, selama 15 menit Maulana terjebak di lift Hotel Sulthan Banda Aceh tempat tim PSMS menginap.
Ceritanya, karena lebih praktis, Maulana memilih menggunakan fasilitas lift untuk naik ke kamarnya di nomor 411. Malangnya, pasokan listrik dari genset sebagai pengganti listrik yang padam tidak mampu mengangkat lift tersebut sehingga Maulana harus merasakan berada dalam lift selama 15 menit.
Entah apa yang ada dalam benaknya, namun orang yang pertama dihubunginya saat itu adalah Fityan Hamdy yang tengah santai di kamarnya pascapertandingan. Mendengar penjelasan Maulana melalui telepon selulernya, Fityan mengaku langsung tertawa. “Jangan nangis kau, kok aku yang kau telepon, resepsionisnya lah. Ya udahlah, biar abang yang nelpon orang hotel,” ujar pria berkacamata itu mengulangi percakapan dengan Maulana.
Seperti yang dipaparkan, Fityan pun segera menghubungi resepsionis Hotel bernama Uli, menjelaskan perihal terjebaknya Maulana di lift. Sang resepsionis dikabarkan segera menyuruh seorang teknisi.
Maulana mengaku pengalaman itu sungguh membuatnya jantungan. “Awalnya aku mau keluar hotel, jadi maksudku ambil jaket dulu ke kamar (lantai empat, Red), tapi pas udah di lift, kok nggak naik-naik, terus feelingku bilang liftnya nyangkut, kucoba buka sedikit, di depan kulihat tembok, aku panik dan teriak-teriak, tapi nggak ada yang dengar,” kenangnya.
“Setelah itu aku nggak mau naik lift lagi, trauma, lebih baik naik tangga,” sambungnya
Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy, selama 15 menit Maulana terjebak di lift Hotel Sulthan Banda Aceh tempat tim PSMS menginap.
Ceritanya, karena lebih praktis, Maulana memilih menggunakan fasilitas lift untuk naik ke kamarnya di nomor 411. Malangnya, pasokan listrik dari genset sebagai pengganti listrik yang padam tidak mampu mengangkat lift tersebut sehingga Maulana harus merasakan berada dalam lift selama 15 menit.
Entah apa yang ada dalam benaknya, namun orang yang pertama dihubunginya saat itu adalah Fityan Hamdy yang tengah santai di kamarnya pascapertandingan. Mendengar penjelasan Maulana melalui telepon selulernya, Fityan mengaku langsung tertawa. “Jangan nangis kau, kok aku yang kau telepon, resepsionisnya lah. Ya udahlah, biar abang yang nelpon orang hotel,” ujar pria berkacamata itu mengulangi percakapan dengan Maulana.
Seperti yang dipaparkan, Fityan pun segera menghubungi resepsionis Hotel bernama Uli, menjelaskan perihal terjebaknya Maulana di lift. Sang resepsionis dikabarkan segera menyuruh seorang teknisi.
Maulana mengaku pengalaman itu sungguh membuatnya jantungan. “Awalnya aku mau keluar hotel, jadi maksudku ambil jaket dulu ke kamar (lantai empat, Red), tapi pas udah di lift, kok nggak naik-naik, terus feelingku bilang liftnya nyangkut, kucoba buka sedikit, di depan kulihat tembok, aku panik dan teriak-teriak, tapi nggak ada yang dengar,” kenangnya.
“Setelah itu aku nggak mau naik lift lagi, trauma, lebih baik naik tangga,” sambungnya
Nyeck ke Jakarta
PERASAAN kesal atas keputusan wasit Tarjianis pada pertandingan PSMS menantang Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) lalu masih terbayang di wajah pemain belakang PSMS, Nyeck Nyobe. Bahkan, Nyeck tiba di mes dengan menggunakan taksi. Tampaknya, mantan pemain Persib Bandung ini tak ingin merepotkan tim. Atau, karena sebab lain?
Nah, anehnya setelah sisa rombongan tiba, pemain yang memiliki tinggi 185 centimeter ini terlihat keluar dari kamar sembari menenteng travel bag. “Ke Jakarta,” aku Nyek kepada Sumut Pos. “Take off jam tujuh malam,” tambahnya.
Nyeck sepertinya berencana menghabiskan masa libur untuk menenangkan diri di Jakarta. Memang akibat aksi menendang Tarjianis hingga tersungkur, dirinya mendapat kartu merah sehingga dipastikan absen dua laga ke depan. Tapi, di lain sisi aksi Nyeck tampaknya dimaklumi rekan setimnya sebagai klimaks dari emosi yang selama ini terpendam sehubungan dengan serongnya wasit mengerjai PSMS, tidak hanya di pertandingan tandang juga di kandang.
Nah, anehnya setelah sisa rombongan tiba, pemain yang memiliki tinggi 185 centimeter ini terlihat keluar dari kamar sembari menenteng travel bag. “Ke Jakarta,” aku Nyek kepada Sumut Pos. “Take off jam tujuh malam,” tambahnya.
Nyeck sepertinya berencana menghabiskan masa libur untuk menenangkan diri di Jakarta. Memang akibat aksi menendang Tarjianis hingga tersungkur, dirinya mendapat kartu merah sehingga dipastikan absen dua laga ke depan. Tapi, di lain sisi aksi Nyeck tampaknya dimaklumi rekan setimnya sebagai klimaks dari emosi yang selama ini terpendam sehubungan dengan serongnya wasit mengerjai PSMS, tidak hanya di pertandingan tandang juga di kandang.
Wednesday, February 24, 2010
Persiraja (2) vs PSMS (0)
PSMS harus membayar mahal dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 saat menantang Persiraja di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) kemarin. Selain ditundukkan 0-2, Nyeck Nyobe pun kena ganjar kartu merah dan dipaksa meninggalkan lapangan.
Asisten Manager PSMS, Benny Tomasoa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun pada dasarnya dirinya puas akan penampilan M Affan Lubis dkk di lapangan sore itu. “Ya, mau dibilang apa lagi, kita sudah kalah, tapi saya akui, anak-anak sudah bermain bagus. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayang tidak bisa dimanfaatkan. Dan kita akui, Persiraja juga tampil bagus di depan pendukungnya,” ucap Benny yang dihubungi Sumut Pos, usai pertandingan.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE pun mengakui materi pemain menjadi penyebab kekalahan si Ayam Kinantan atas Persiraja Banda Aceh. Demikian pula dengan kegagalan meraih kemenangan di lima laga terakhir putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 ini. “Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelatih atas kegagalan ini, tetapi memang materi pemain kita juga tidak memadai, tapi kita berharap pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” ungkap Idris.
Seperti yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono, skuad sudah bermain bagus. Tekanan yang dilakukan Persiraja sejak menit pertama pun berhasil digagalkan oleh barisan belakangan yang dikawal Nyeck Nyobe dkk. Adapun gol kemenangan Persiraja keduanya tercipta dari bola mati. “Para pemain sebenarnya sudah bermain bagus. Peluang juga kita punya beberapa, namun memang belum bintangnya,” ucap Kustiono.
Adapun gol Persiraja tercipta lewat kaki Zulkarnain di menit ke-10 dan 62’. Keduanya merupakan bola mati. Di menit ke sembilan, Persiraja berhasil membuka peluang lewat dari tendangan pojok, dan tendangan pojok ketiga berhasil dimanfaatkan pemain tengah Persiraja Zulkarnain menit ke 10 lewat heading cantiknya. Skor berubah untuk keunggulan Persiraja 1-0.
Ketinggalan satu gol, PSMS berusaha untuk bangkit, lewat umpan panjang, M Afan Lubis dkk berupaya membuka peluang, namun, kawalan ketat skuad Lantak Laju, julukan Persiraja hanya membuat serangan PSMS kandas di tengah lapangan, sementara suplai bola yang minim kepada dua striker PSMS, Ikpefua ‘Saha’ Osas Marvellous dan Jecky Pasarella membuat kedua pemain tersebut tak bisa berbuat apa-apa.
Malah, serangan-serangan yang dilakukan PSMS berbalik, di menit 15 Roger batoum hampir saja menambah keunggulan namun kawalan ketat Ahmad Maulana berhasil menghentikan laju mantan pemain Persikabo Bogor itu. Menit 19, giiliran PSMS membalas lewat Saha, tapi sayang, tendangan pemain asal Nigeria itu tidak mencapai sasaran dan mampu dibendung penjaga gawang Persiraja Sukirmanto.
Kepemimpinan wasit sekali lagi merugikan PSMS, ketika Tri Yudha Handoko dilanggar di kotak penalti, namun Tarjianis tidak menganggap hal itu pelanggaran. Sontak, bek PSMS Nyek Nyobe naik pitam dan mendorong wasit dan akhirnya diganjar kartu merah menit 29’. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.
Berlangsung di bawah guyuran hujan, PSMS tetap memainkan pola menyerang di babak kedua. Hal itu berhasil menggoyang Persiraja yang memainkan skema bertahan. Menit ke-60 Syaiful Ramadhan hampir menyamakan kedudukan. Namun serangan balik yang dilancarkan Persiraja di menit ke-62 menjadi mimpi buruk bagi PSMS, Zulkarnain lagi-lagi berhasil menjebol gawang M Halim dan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini lewat sundulan buah tendangan pojok.
Untuk mempertajam lini serang, Kustiono melakukan tiga kali pergantian pemain, Ahmad Afandi masuk menggantikan Daniel, di susul Syaiful Ramadhan yang keluar dan digantikan Heri Suwiondo. Dan terakhir, Kamil Sembiring menggantikan Tri Yudha Handoko. Namun, skema tersebut tidak juga mengubah keadaan, kedudukan berakhir untuk keunggulan Persiraja 2-0
Asisten Manager PSMS, Benny Tomasoa tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun pada dasarnya dirinya puas akan penampilan M Affan Lubis dkk di lapangan sore itu. “Ya, mau dibilang apa lagi, kita sudah kalah, tapi saya akui, anak-anak sudah bermain bagus. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayang tidak bisa dimanfaatkan. Dan kita akui, Persiraja juga tampil bagus di depan pendukungnya,” ucap Benny yang dihubungi Sumut Pos, usai pertandingan.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE pun mengakui materi pemain menjadi penyebab kekalahan si Ayam Kinantan atas Persiraja Banda Aceh. Demikian pula dengan kegagalan meraih kemenangan di lima laga terakhir putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 ini. “Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pelatih atas kegagalan ini, tetapi memang materi pemain kita juga tidak memadai, tapi kita berharap pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” ungkap Idris.
Seperti yang disampaikan Pelatih PSMS Kustiono, skuad sudah bermain bagus. Tekanan yang dilakukan Persiraja sejak menit pertama pun berhasil digagalkan oleh barisan belakangan yang dikawal Nyeck Nyobe dkk. Adapun gol kemenangan Persiraja keduanya tercipta dari bola mati. “Para pemain sebenarnya sudah bermain bagus. Peluang juga kita punya beberapa, namun memang belum bintangnya,” ucap Kustiono.
Adapun gol Persiraja tercipta lewat kaki Zulkarnain di menit ke-10 dan 62’. Keduanya merupakan bola mati. Di menit ke sembilan, Persiraja berhasil membuka peluang lewat dari tendangan pojok, dan tendangan pojok ketiga berhasil dimanfaatkan pemain tengah Persiraja Zulkarnain menit ke 10 lewat heading cantiknya. Skor berubah untuk keunggulan Persiraja 1-0.
Ketinggalan satu gol, PSMS berusaha untuk bangkit, lewat umpan panjang, M Afan Lubis dkk berupaya membuka peluang, namun, kawalan ketat skuad Lantak Laju, julukan Persiraja hanya membuat serangan PSMS kandas di tengah lapangan, sementara suplai bola yang minim kepada dua striker PSMS, Ikpefua ‘Saha’ Osas Marvellous dan Jecky Pasarella membuat kedua pemain tersebut tak bisa berbuat apa-apa.
Malah, serangan-serangan yang dilakukan PSMS berbalik, di menit 15 Roger batoum hampir saja menambah keunggulan namun kawalan ketat Ahmad Maulana berhasil menghentikan laju mantan pemain Persikabo Bogor itu. Menit 19, giiliran PSMS membalas lewat Saha, tapi sayang, tendangan pemain asal Nigeria itu tidak mencapai sasaran dan mampu dibendung penjaga gawang Persiraja Sukirmanto.
Kepemimpinan wasit sekali lagi merugikan PSMS, ketika Tri Yudha Handoko dilanggar di kotak penalti, namun Tarjianis tidak menganggap hal itu pelanggaran. Sontak, bek PSMS Nyek Nyobe naik pitam dan mendorong wasit dan akhirnya diganjar kartu merah menit 29’. Hingga turun minum, kedudukan belum berubah untuk keunggulan tuan rumah.
Berlangsung di bawah guyuran hujan, PSMS tetap memainkan pola menyerang di babak kedua. Hal itu berhasil menggoyang Persiraja yang memainkan skema bertahan. Menit ke-60 Syaiful Ramadhan hampir menyamakan kedudukan. Namun serangan balik yang dilancarkan Persiraja di menit ke-62 menjadi mimpi buruk bagi PSMS, Zulkarnain lagi-lagi berhasil menjebol gawang M Halim dan mencetak gol keduanya pada pertandingan ini lewat sundulan buah tendangan pojok.
Untuk mempertajam lini serang, Kustiono melakukan tiga kali pergantian pemain, Ahmad Afandi masuk menggantikan Daniel, di susul Syaiful Ramadhan yang keluar dan digantikan Heri Suwiondo. Dan terakhir, Kamil Sembiring menggantikan Tri Yudha Handoko. Namun, skema tersebut tidak juga mengubah keadaan, kedudukan berakhir untuk keunggulan Persiraja 2-0
Tendang Wasit, Solidaritas ala Nyeck
SEKALI lagi keputusan wasit menjadi pemicu kerusuhan dalam pertandingan sepak bola. Namun kali ini, wasit Tarjianis yang mendapat ganjarannya. Bukan dari pihak berwajib seperti yang terjadi pada wasit Dery Wahyudi yang memimpin pertandingan PSIS menghadapi Mitra Kukar, tapi dari pemain PSMS yaitu Nyeck Nyobe.
Menurut Pelatih Kustiono, aksi brutal Nyeck Nyobe dipicu oleh keputusan Tarjianis yang tidak melihat pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persiraja terhadap Tri Yudha Handoko. Apalagi pelanggaran itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya PSMS mendapatkan kesempatan tendangan penalti.
“Waktu itu Yudha masuk dari tengah lapangan hampir melewati barisan belakang kalau tidak dijegal pemain belakang Persiraja. Tapi wasit membiarkan saja, ya Nyeck marah,” tutur Kustiono.
Tak terima dengan keputusan wasit ditambah Yudha yang terkapar membakar emosi Nyeck yang selama ini bersikap tertutup. Tendangan kerasnya pun bersarang di bokong Tarjianis hingga menyebabkan wasit asal Padang itu jatuh tersungkur. Sekalipun sedikit menyesalkan, Kapten PSMS M Affan Lubis dapat memaklumi aksi Nyeck tersebut. “Dia itu kan pendiam sebenarnya, tetapi tindakannya itu merupakan klimaks dari perlakuan wasit yang selama ini selalu merugikan tim kami,” ujar Afan.
Menurutnya, ada tipe pemain bola yang masih bisa bersabar dengan tindakan berat sebelah wasit tersebut, tetapi ada juga tipe pemain yang meledak-ledak. “Mungkin saya bisa sabar, tetapi tidak begitu dengan pemain lain, itu sebagai bentuk kekesalan karena selama ini dia rasakan, wasit yang berat sebelah,” beber Afan lagi.
Nyeck Nyobe sendiri mengaku kesal atas perlakukan wasit. Dia mengaku heran dengan nasib PSMS yang selalu dikerjai. “Selama 10 tahun saya main bola, belum pernah saya jumpai tim saya selalu dikerjai wasit seperti ini,” tambah Afan menirukan kalimat Nyeck. Sebelumnya, suporter pendukung Persiraja Banda Aceh; Skull dan Laskar Rencong dilaporkan menguras lapangan yang becek. Aksi itu dilakukan sebagai protes ke PSMS sehubungan dengan permintaan Asisten Manajer Benny Tomasoa yang meminta pertandingan untuk sementara ditunda.
Alasannya hujan membuat lapangan tergenang air. Selama 10 menit pertandingan tertunda.
“Kalau wasit bilang masih bisa main dengan kondisi begitu, sah-sah saja, tapi pemain yang merasakan bisa atau tidak, dan kami sampaikan keluhan mereka kemari (Pelaksana Pertandingan),” ungkap Benny.
Untuk melaksanakan aksi itu mereka memanfaatkan berbagai alat yang bisa mereka temui seperti ember diambil dari stadion. Anehnya, aksi suporter tersebut terjadi tanpa ada halangan dari panitia pelaksana yang seharusnya menghentikan aksi tersebut.
Menurut Pelatih Kustiono, aksi brutal Nyeck Nyobe dipicu oleh keputusan Tarjianis yang tidak melihat pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persiraja terhadap Tri Yudha Handoko. Apalagi pelanggaran itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya PSMS mendapatkan kesempatan tendangan penalti.
“Waktu itu Yudha masuk dari tengah lapangan hampir melewati barisan belakang kalau tidak dijegal pemain belakang Persiraja. Tapi wasit membiarkan saja, ya Nyeck marah,” tutur Kustiono.
Tak terima dengan keputusan wasit ditambah Yudha yang terkapar membakar emosi Nyeck yang selama ini bersikap tertutup. Tendangan kerasnya pun bersarang di bokong Tarjianis hingga menyebabkan wasit asal Padang itu jatuh tersungkur. Sekalipun sedikit menyesalkan, Kapten PSMS M Affan Lubis dapat memaklumi aksi Nyeck tersebut. “Dia itu kan pendiam sebenarnya, tetapi tindakannya itu merupakan klimaks dari perlakuan wasit yang selama ini selalu merugikan tim kami,” ujar Afan.
Menurutnya, ada tipe pemain bola yang masih bisa bersabar dengan tindakan berat sebelah wasit tersebut, tetapi ada juga tipe pemain yang meledak-ledak. “Mungkin saya bisa sabar, tetapi tidak begitu dengan pemain lain, itu sebagai bentuk kekesalan karena selama ini dia rasakan, wasit yang berat sebelah,” beber Afan lagi.
Nyeck Nyobe sendiri mengaku kesal atas perlakukan wasit. Dia mengaku heran dengan nasib PSMS yang selalu dikerjai. “Selama 10 tahun saya main bola, belum pernah saya jumpai tim saya selalu dikerjai wasit seperti ini,” tambah Afan menirukan kalimat Nyeck. Sebelumnya, suporter pendukung Persiraja Banda Aceh; Skull dan Laskar Rencong dilaporkan menguras lapangan yang becek. Aksi itu dilakukan sebagai protes ke PSMS sehubungan dengan permintaan Asisten Manajer Benny Tomasoa yang meminta pertandingan untuk sementara ditunda.
Alasannya hujan membuat lapangan tergenang air. Selama 10 menit pertandingan tertunda.
“Kalau wasit bilang masih bisa main dengan kondisi begitu, sah-sah saja, tapi pemain yang merasakan bisa atau tidak, dan kami sampaikan keluhan mereka kemari (Pelaksana Pertandingan),” ungkap Benny.
Untuk melaksanakan aksi itu mereka memanfaatkan berbagai alat yang bisa mereka temui seperti ember diambil dari stadion. Anehnya, aksi suporter tersebut terjadi tanpa ada halangan dari panitia pelaksana yang seharusnya menghentikan aksi tersebut.
Memalukan! Ayam Kinantan kalah lagi
Tindakan ceroboh palang pintu Nyeck Nyobe membuat PSMS Medan keluar dengan kepala tertunduk dari Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Selasa. Bermain dengan 10 orang sejak menit 30, PSMS ditundukkan Persiraja Banda Aceh 2-0.
Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 itu berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Sejak peluit pertama berbunyi, air menggenangi lapangan dan permainan kedua tim tidak berkembang.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Banda Aceh pun lahir di menit ke-10 lewat jasa Zulkarnaen yang memanfaatkan kemelut di depan gawang M Halim. Bola tersebut berawal dari sepak pojok Erik Saputra yang kemudian dimaksimalkan oleh Zulkarnaen.
Petaka menimpa pasukan Ayam Kinantan setelah Nyeck Nyobe terkena kartu merah oleh wasit Tardanis. Bek tangguh PSMS tersebut kedapatan mendorong wasit hingga terjatuh, karena protes tidak diberi hadiah tendangan bebas. Sejak menit ke-30, skuad asuhan Kustiono pun terpaksa bermain dengan 10 orang.
Perjuangan Ahmad Maulana cs untuk menyamakan kedudukan pun kerap menemui batu sandungan. Bahkan dengan kondisi kurang pemain, Deni Wahyudi cs kelimpungan menghentikan pergerakan striker tuan rumah, Amos Marah dan Bautoum Roger.
Belum sempat menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali memperbesar keunggulan lewat tandukan Zulkarnaen di menit 62 yang kembali memanfaatkan umpan dari Erik Saputra. Kendati telah memainkan Heri Suwondo, Afandi Lubis dan Abdul Karim Sembiring, nasib PSMS tidak tertolong lagi dan makin terpuruk di papan klasemen
Laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 itu berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Sejak peluit pertama berbunyi, air menggenangi lapangan dan permainan kedua tim tidak berkembang.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Banda Aceh pun lahir di menit ke-10 lewat jasa Zulkarnaen yang memanfaatkan kemelut di depan gawang M Halim. Bola tersebut berawal dari sepak pojok Erik Saputra yang kemudian dimaksimalkan oleh Zulkarnaen.
Petaka menimpa pasukan Ayam Kinantan setelah Nyeck Nyobe terkena kartu merah oleh wasit Tardanis. Bek tangguh PSMS tersebut kedapatan mendorong wasit hingga terjatuh, karena protes tidak diberi hadiah tendangan bebas. Sejak menit ke-30, skuad asuhan Kustiono pun terpaksa bermain dengan 10 orang.
Perjuangan Ahmad Maulana cs untuk menyamakan kedudukan pun kerap menemui batu sandungan. Bahkan dengan kondisi kurang pemain, Deni Wahyudi cs kelimpungan menghentikan pergerakan striker tuan rumah, Amos Marah dan Bautoum Roger.
Belum sempat menyamakan kedudukan, tuan rumah kembali memperbesar keunggulan lewat tandukan Zulkarnaen di menit 62 yang kembali memanfaatkan umpan dari Erik Saputra. Kendati telah memainkan Heri Suwondo, Afandi Lubis dan Abdul Karim Sembiring, nasib PSMS tidak tertolong lagi dan makin terpuruk di papan klasemen
Tuesday, February 23, 2010
Bonus Menanti
ntuk membakar semangat para pemain menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Selasa (23/2) sore ini, pengurus dan manajemen PSMS menyediakan bonus. Beban Kustiono sebagai Pelatih PSMS pun sedikit berkurang.
“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretaris Umum Idris SE dan Manager Hendra DS atas inisiatif tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah semangat pemain untuk memberi yang terbaik,” ucap Kustiono yang dihubungi, Senin (22/2).
Berada di peringkat sembilan dengan koleksi 14 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, PSMS membutuhkan tambahan minimal 11 poin untuk bisa bertahan di Divisi Utama. Sekalipun berat, pada pertandingan sore ini skuad berjuluk Ayam Kinantan harus bisa minimal mencuri poin. Namun Kustiono tampaknya punya perhitungan lain sehingga optimis untuk meraih poin penuh dari Tarmizi dkk.
Tri Yudha Handoko dan Ahmad Maulana Putra tampaknya akan diplot sebagai play maker menggantikan Faisal Azmi dan double stopper Heri Syahputra yang absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, Kustiono juga menyiapkan dua pemain lainnya sebagai pelapis kedua yaitu Chico Maradona dan Heri Suwondo.
“Kita harapkan agar pemain yang menggantikan peran Faisal dan Syahputra memiliki semangat yang tinggi. Saya berharap absennya dua pemain tersebut justru bisa menjadi pemicu pemain pengganti untuk tampil lebih baik,” kata Kustiono.
“Peluang PSMS untuk mencuri poin dari tuan rumah sangat terbuka, mengingat M Affan Lubis dan kawan-kawan punya motivasi tinggi setelah kehadiran sekretaris umum baru PSMS Idris SE menggantikan Hardi Mulyono yang “cicing” (mundur) di saat klub milik kota Medan ini dalam kondisi memprihatinkan.
“Bersama manajer tim Drs Hendra DS, dia (Idris, Red) melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain, layaknya seorang ayah dengan anaknya,” tambah Kustiono.
Pada pertandingan hari ini Kustiono akan bermain terbuka dengan mengusung skema 3-5-2. Walau begitu, Kustiono mengatakan bahwa para pemainnya diharapkan dapat melakukan serangan balik dengan cepat andai lawan melakukan gempuran.
“Strategi ini akan memaksa mereka (Persiraja) untuk bermain cepat. Jika pada kenyataannya nanti lawan mampu mengantisipasi strategi ini, maka para pemain harus jeli melihat kondisi untuk berbalik melakukan serangan,” kata pelatih yang sukses mengantarkan PSAP Sigli ke kasta Divisi Utama Liga Indonesia ini.
Kustiono juga mengaku bila dari sisi materi pemain tim berjuluk Tanah Rencong memiliki pemain yang kuat di semua lini terutama di tengah dan depan. Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh pemain untuk berusaha mengimbangi permainan lawan. “Kita harus bersikap realistis saat main di kandang lawan. Apapun hasilnya di lapangan, itulah yang terbaik yang bisa kita capai,” tambah Kustiono.
Terkait posisi di bawah mistar gawang yang selama ini menjadi sorotan tajam pecinta tim Ayam Kianantan, Kustiono mengatakan bahwa untuk posisi ini M. Halim masih yang terbaik
“Saya sangat berterimakasih kepada Sekretaris Umum Idris SE dan Manager Hendra DS atas inisiatif tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah semangat pemain untuk memberi yang terbaik,” ucap Kustiono yang dihubungi, Senin (22/2).
Berada di peringkat sembilan dengan koleksi 14 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilakoni, PSMS membutuhkan tambahan minimal 11 poin untuk bisa bertahan di Divisi Utama. Sekalipun berat, pada pertandingan sore ini skuad berjuluk Ayam Kinantan harus bisa minimal mencuri poin. Namun Kustiono tampaknya punya perhitungan lain sehingga optimis untuk meraih poin penuh dari Tarmizi dkk.
Tri Yudha Handoko dan Ahmad Maulana Putra tampaknya akan diplot sebagai play maker menggantikan Faisal Azmi dan double stopper Heri Syahputra yang absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, Kustiono juga menyiapkan dua pemain lainnya sebagai pelapis kedua yaitu Chico Maradona dan Heri Suwondo.
“Kita harapkan agar pemain yang menggantikan peran Faisal dan Syahputra memiliki semangat yang tinggi. Saya berharap absennya dua pemain tersebut justru bisa menjadi pemicu pemain pengganti untuk tampil lebih baik,” kata Kustiono.
“Peluang PSMS untuk mencuri poin dari tuan rumah sangat terbuka, mengingat M Affan Lubis dan kawan-kawan punya motivasi tinggi setelah kehadiran sekretaris umum baru PSMS Idris SE menggantikan Hardi Mulyono yang “cicing” (mundur) di saat klub milik kota Medan ini dalam kondisi memprihatinkan.
“Bersama manajer tim Drs Hendra DS, dia (Idris, Red) melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada pemain, layaknya seorang ayah dengan anaknya,” tambah Kustiono.
Pada pertandingan hari ini Kustiono akan bermain terbuka dengan mengusung skema 3-5-2. Walau begitu, Kustiono mengatakan bahwa para pemainnya diharapkan dapat melakukan serangan balik dengan cepat andai lawan melakukan gempuran.
“Strategi ini akan memaksa mereka (Persiraja) untuk bermain cepat. Jika pada kenyataannya nanti lawan mampu mengantisipasi strategi ini, maka para pemain harus jeli melihat kondisi untuk berbalik melakukan serangan,” kata pelatih yang sukses mengantarkan PSAP Sigli ke kasta Divisi Utama Liga Indonesia ini.
Kustiono juga mengaku bila dari sisi materi pemain tim berjuluk Tanah Rencong memiliki pemain yang kuat di semua lini terutama di tengah dan depan. Untuk itu dirinya menginstruksikan seluruh pemain untuk berusaha mengimbangi permainan lawan. “Kita harus bersikap realistis saat main di kandang lawan. Apapun hasilnya di lapangan, itulah yang terbaik yang bisa kita capai,” tambah Kustiono.
Terkait posisi di bawah mistar gawang yang selama ini menjadi sorotan tajam pecinta tim Ayam Kianantan, Kustiono mengatakan bahwa untuk posisi ini M. Halim masih yang terbaik
Sikap Saha Bikin Geram
Menatap laga menghadapi Persiraja hari ini kubu Ayam Kinantan disibukkaan dengan sikap tidak professional yang diperlihatkan legiun asingnya Osas Saha.
Dikabarkan karena masalah keterangan izin tinggal sementara (Kitas) yang belum dibayar, pemain asal Nigeria itu ngambek dan menolak untuk diturunkan sore ini. Kustiono yang sempat geram pun nyaris memulangkan Saha ke Medan.
Begitupun, seperti yang disampaikan Kustiono Saha masih bergabung saat uji coba lapangan kemarin pagi. “Memang Saha sudah bisa merobah sikapnya dengan catatan ada pembicaraan mengenai Kitas sebelum pertandingan dimulai. Dirinya pun mencurigai adanya tekanan kepada Saha sehubungan dengan agen Saha yang merupakan putra daerah asal Aceh.
Sebagai antisipasi, Kustiono pun menyiapkan pemain pengganti. Anehnya, pemain itu adalah Afandi Lubis yang juga saudara kandung kapten PSMS M Affan Lubis yang selama ini di drop sebagai gelandang.
Rencana itu sendiri disambut baik Afandi. “Saatnya saya akan memperlihatkan siapa diri saya sebenarnya, dengan mempersembahkan gol buat PSMS,” kata Afandi Lubis.
Kepada Sumut Pos, Saha bahkan mengaku siap dilaporkan ke Komdis PSSI sehubungan dengan aksi boikot tersebut. “Saya punya semua bukti kalau Benny Tomasoa belum membayar uang Kitas saya. Dia bohong kepada Manager Hendra DS yang menyerahkan uang itu kepada Benny,” ucap Saha melalui telepon.
Dikabarkan karena masalah keterangan izin tinggal sementara (Kitas) yang belum dibayar, pemain asal Nigeria itu ngambek dan menolak untuk diturunkan sore ini. Kustiono yang sempat geram pun nyaris memulangkan Saha ke Medan.
Begitupun, seperti yang disampaikan Kustiono Saha masih bergabung saat uji coba lapangan kemarin pagi. “Memang Saha sudah bisa merobah sikapnya dengan catatan ada pembicaraan mengenai Kitas sebelum pertandingan dimulai. Dirinya pun mencurigai adanya tekanan kepada Saha sehubungan dengan agen Saha yang merupakan putra daerah asal Aceh.
Sebagai antisipasi, Kustiono pun menyiapkan pemain pengganti. Anehnya, pemain itu adalah Afandi Lubis yang juga saudara kandung kapten PSMS M Affan Lubis yang selama ini di drop sebagai gelandang.
Rencana itu sendiri disambut baik Afandi. “Saatnya saya akan memperlihatkan siapa diri saya sebenarnya, dengan mempersembahkan gol buat PSMS,” kata Afandi Lubis.
Kepada Sumut Pos, Saha bahkan mengaku siap dilaporkan ke Komdis PSSI sehubungan dengan aksi boikot tersebut. “Saya punya semua bukti kalau Benny Tomasoa belum membayar uang Kitas saya. Dia bohong kepada Manager Hendra DS yang menyerahkan uang itu kepada Benny,” ucap Saha melalui telepon.
Dapat Dukungan dari Mantan Pemain
Mantan pemain nasional dan PSMS Medan Ismail Ruslan bersama pengurus KONI Medan Drs Azam Nasution MAP, Senin (22/2) sore meminta para pemain PSMS bersikap sebagai seorang pemain professional. Tidak cengeng bila ingin meraih kemenangan atas tim tuan rumah Persiraja Banda Aceh di stadion Harapan Bangsa, Selasa (23/2) sore ini.
“Pertandingan nanti bukan turnamen, tetapi kompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yang harus tetap konsisten dan siap membawa kemenangan,” kata pemain bertahan yang merumput di tahun 70-an ini.
Ismail Ruslan yang dikenal dengan permainan kerasnya berharap pertandingan nanti Jecky Pasarella dkk tidak terpengaruh oleh permainan lawan maupun ulah suporternya.
“Bermainlah dengan lepas tanpa beban serta tidak ikut langgam permainan lawan dan tetap harus sabar dalam arti kalau pertahanan lawan lagi rapat kita harus pancing mereka keluar dari daerahnya dengan bermain di daerah sendiri. Kalau sudah begini, pasti mereka keluar untuk menyerang dan disaat itulah kita langsung melakukan serangan,” kata Ismail Ruslan.
Disamping itu lanjut Ismail, pemain bawah dan tengah PSMS harus bisa membuat pihak lawan lebih dahulu frustasi sehingga permainan lawan tidak berkembang. Sementara Azam Nasution meminta kepada pelatih Kustiono jangan sungkan-sungkan ataupun ragu untuk menurunkan pemain-pemain muda
“Pertandingan nanti bukan turnamen, tetapi kompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yang harus tetap konsisten dan siap membawa kemenangan,” kata pemain bertahan yang merumput di tahun 70-an ini.
Ismail Ruslan yang dikenal dengan permainan kerasnya berharap pertandingan nanti Jecky Pasarella dkk tidak terpengaruh oleh permainan lawan maupun ulah suporternya.
“Bermainlah dengan lepas tanpa beban serta tidak ikut langgam permainan lawan dan tetap harus sabar dalam arti kalau pertahanan lawan lagi rapat kita harus pancing mereka keluar dari daerahnya dengan bermain di daerah sendiri. Kalau sudah begini, pasti mereka keluar untuk menyerang dan disaat itulah kita langsung melakukan serangan,” kata Ismail Ruslan.
Disamping itu lanjut Ismail, pemain bawah dan tengah PSMS harus bisa membuat pihak lawan lebih dahulu frustasi sehingga permainan lawan tidak berkembang. Sementara Azam Nasution meminta kepada pelatih Kustiono jangan sungkan-sungkan ataupun ragu untuk menurunkan pemain-pemain muda
18 Pemain Saja
Akumulasi kartu membuat PSMS kehilangan dua pemain pilar, Hary Syahputra dan Faisal Azmi pada laga lanjutan Kompetisi Divisi Utama 2009/2010 menghadapi Persiraja Banda Aceh, Selasa (23/2) nanti. Ke-18 pemain pun coba dimaksimalkan untuk mencapai target yang dibuat.
Beda saat menghadapi PSDS, Pelatih PSMS Kustiono justru optimistis. Bahkan, tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih AC Milan saat ini Jose Mourinho. “Gak ada istilah curi poin, harus poin penuh,” ucap Kustiono yang didampingi Asistennya Suyono saat ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2).
Keyakinan pelatih berusia 48 tahun ini sehubungan dengan keberadaannya yang sempat menangani tim asal Negeri Rencong lainnya, PSAP Sigli. Ditambah lagi performa yang terus membaik di dua laga terakhir PSMS. Bagi Kustiono, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS Deli Serdang. Dengan demikian dirinya sudah punya gambaran strategi yang akan digunakan, Selasa (23/2) nanti.
Meskipun begitu dirinya tak sesumbar. Buktinya persiapan tetap digelar setiba di Hotel Sultan tempat skuad Ayam Kinantan menginap. “Sore nanti harus latihan sekalipun hanya untuk peregangan saja. Besok (hari ini, Red) kita akan uji lapangan jadi tidak ada bicara teknis. Tapi saya akan gelar konsolidasi dengan seluruh pemain dalam menentukan strategi untuk menghadapi Tarmizi dkk,” jelasnya.
Absennya Hary Syahputra dan Faisal Azmi pun dipastikan bukan merupakan satu masalah bagi tim. Malah dijadikan ajang kompetisi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing pemain. Apalagi Kustiono masih punya banyak pilihan yakni Maulana diplot mengisi posisi Hary begitu juga Tri Yudha Handoko yang dicalonkan di posisi Faisal. “Tinggal bagaimana pemain dapat mengadopsi hasil latihan dan coba memahami kebutuhan tim di lapangan,” tambah Kustiono seraya berharap pemain percaya diri.
Kustiono juga akan melakukan pembicaraan dengan striker asing PSMS Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous yang belakangan ini jadi sorotan akibat penampilan buruk yang diperlihatkan di tiga laga terakhir. Kondisi saat ini tampaknya memaksa Kustiono untuk mempertahankan mantan striker PSDS ini. “Saya akan bicara empat mata. Bagaimanapun PSMS hanya memiliki satu striker yaitu Saha. Secara psikologis juga keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi pemain lawan sekaligus menjadi motivasi bagi tim secara keseluruhan,” tutur mantan pelatih PSAP Sigli ini.
Keinginan kuat untuk meraih poin penuh di kandang Persiraja Banda Aceh pun disuarakan Kapten PSMS, M Affan Lubis. Namun, dirinya juga tidak melupakan peranan wasit dalam pertandingan. “Bila saya lihat dari performa kawan-kawan, saya yakin kita bisa menang. Tinggal bagaimana wasit yang nanti memimpin lah. Karena faktor nonteknis perannya justru lebih besar dalam menentukan hasil pertandingan dibanding faktor teknis,” ketus Affan yang pagi itu diantar sang istri.
Skuad PSMS didampingi Sekretaris Umum PSMS Idris SE, Sekretaris Tim Fityan Hamdy. Tampak Manajer PSMS Hendra DS melepas keberangkatan tim di Bandar Udara Polonia Medan.
Manajer Beri Peringatan Keras
Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada para pemain dengan sanksi berat apabila tidak bisa memperlihatkan permainan baiknya.
“Jangankan pemain, pelatih bersama para asistennya apabila tidak bisa membawa PSMS lebih baik lagi, manajemen akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang,,” kata Hendra di bandara Polonia Medan, Minggu (21/2) siang.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi. “Seandainya kita sudah main baik tetapi akhirnya kalah juga itu bisa kita maklumi, karena dalam olahraga ada menang dan ada yang kalah atau seri,” sebutnya.
Kepada pelatih Kustiono dia minta supaya benar-benar menurunkan pemain yang dalam kondisi prima dan membuat strategi yang tepat. “Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya, biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, setelah lama diam, akhirnya Saha angkat suara. Ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2) Saha mengaku sedang resah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan dirinya belum mengurus perpanjangan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas). “Bagaimana saya mau buat gol dalam kondisi tidak tenang. Mereka (pengurus, Red) belum membayar uang Kitas saya sejak bertanding dari Semen Padang dulu,” ketus Saha.
Artinya sudah dua bulan Saha menunggak untuk mengurus Kitasnya. Dirinya mengkhawatirkan pihak imigrasi. Karena itu, Saha pun mengancam tidak akan turun menghadapi Persiraja nanti. “Kalau itu Kitas belum dibayar, saya tidak akan main. Tolong bilang itu sama Benny (asisten manajer, Red), mana uang Kitas saya,” kesal Saha.
Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Benny mengatakan kontrak Saha di PSMS dengan nilai Rp250 juta sudah termasuk dengan pengurusan Kitas. Manajemen juga sudah menyerahkan Rp35 juta kepada Saha untuk tambahan pengurusan Kitas. “Tidak ada masalah untuk Kitas. Ini kambing hitam dia saja,” ucap Benny, Minggu (21/2)
“Jangankan pemain, pelatih bersama para asistennya apabila tidak bisa membawa PSMS lebih baik lagi, manajemen akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang,,” kata Hendra di bandara Polonia Medan, Minggu (21/2) siang.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi. “Seandainya kita sudah main baik tetapi akhirnya kalah juga itu bisa kita maklumi, karena dalam olahraga ada menang dan ada yang kalah atau seri,” sebutnya.
Kepada pelatih Kustiono dia minta supaya benar-benar menurunkan pemain yang dalam kondisi prima dan membuat strategi yang tepat. “Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya, biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi,” tegasnya.
Sementara itu, setelah lama diam, akhirnya Saha angkat suara. Ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Minggu (21/2) Saha mengaku sedang resah. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan dirinya belum mengurus perpanjangan Keterangan Izin Tinggal Sementara (Kitas). “Bagaimana saya mau buat gol dalam kondisi tidak tenang. Mereka (pengurus, Red) belum membayar uang Kitas saya sejak bertanding dari Semen Padang dulu,” ketus Saha.
Artinya sudah dua bulan Saha menunggak untuk mengurus Kitasnya. Dirinya mengkhawatirkan pihak imigrasi. Karena itu, Saha pun mengancam tidak akan turun menghadapi Persiraja nanti. “Kalau itu Kitas belum dibayar, saya tidak akan main. Tolong bilang itu sama Benny (asisten manajer, Red), mana uang Kitas saya,” kesal Saha.
Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Benny mengatakan kontrak Saha di PSMS dengan nilai Rp250 juta sudah termasuk dengan pengurusan Kitas. Manajemen juga sudah menyerahkan Rp35 juta kepada Saha untuk tambahan pengurusan Kitas. “Tidak ada masalah untuk Kitas. Ini kambing hitam dia saja,” ucap Benny, Minggu (21/2)
Monday, February 22, 2010
Hendra beri ‘warning’
Manajer tim PSMS Medan Drs Hendra DS memberi warning kepada M Affan Lubis cs dengan sanksi berat, apabila gagal memperlihatkan permainan terbaiknya saat menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Selasa (23/2) besok.
"Jangankan pemain, bila pelatih bersama para asistennya tidak bisa membawa PSMS ke tingkat lebih baik tidak tertutup kemungkinan kami akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang yang tidak sanggup mencetak gol dari begitu banyak peluang yang dimiliki," kata Hendra saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Minggu.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari jurang degradasi. Karenanya, pertemuan kedua tim bersaudara nanti wajib dimenangi Osas Saha dan kawan-kawan.
“Seandainya kita sudah main maksimal tetapi kalah juga, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima kalau pemain bermain buruk terus menerus, padahal fasilitas dan kebutuhan sudah diupayakan sebaik-baiknya,” sebut Hendra lagi.
Kepada pelatih Kustiono, Hendra pun me minta agar benar-benar menurunkan pemain dalam kondisi prima dan membuat strategi jitu sesuai yang telah dipraktekkan dalam sesi latihan.
"Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya. Biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi. Untuk apa mempertahankan pemain yang tidak berguna lagi," timpal Humas H Syahputra MS.
Namun target kemenangan yang dicanangkan PSMS bisa jadi terancam setelah Faisal Azmi dan Heri Syahputra dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kendati begitu, Kustiono justru optimis bahkan tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih Inter Milan Jose Mourinho dengan menargetkan poin penuh.
Baginya, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS. Absennya Hery dan Faisal pun dipastikan tidak menjadi masalah bagi skuad Ayam Kinantan. Kustiono juga mengaku sudah menyiapkan taktik menyerang dengan mengandalkan Nyeck Nyobe, Dodi Rahwana, M Affan Lubis, Osas Saha, Jecky Passarela dan Ogochukwu Daniel.
Kustiono pun menegaskan akan berbicara dengan Saha yang belakangan ini kurang memperlihatkan performa tajam sebagai bomber PSMS. "Saya akan bicara empat mata. Secara psikologis, keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi lawan sekaligus motivasi bagi tim secara keseluruhan," tutur mantan pelatih PSAP Sigli itu
"Jangankan pemain, bila pelatih bersama para asistennya tidak bisa membawa PSMS ke tingkat lebih baik tidak tertutup kemungkinan kami akan meninjau kembali keberadaan mereka. Saya tidak mau lagi melihat penampilan PSMS seperti menghadapi PSDS Deli Serdang yang tidak sanggup mencetak gol dari begitu banyak peluang yang dimiliki," kata Hendra saat melepas keberangkatan tim di Bandara Polonia Medan, Minggu.
Menghadapi Persiraja, pengurus PSMS menyatukan visi untuk menyelamatkan Ayam Kinantan dari jurang degradasi. Karenanya, pertemuan kedua tim bersaudara nanti wajib dimenangi Osas Saha dan kawan-kawan.
“Seandainya kita sudah main maksimal tetapi kalah juga, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima kalau pemain bermain buruk terus menerus, padahal fasilitas dan kebutuhan sudah diupayakan sebaik-baiknya,” sebut Hendra lagi.
Kepada pelatih Kustiono, Hendra pun me minta agar benar-benar menurunkan pemain dalam kondisi prima dan membuat strategi jitu sesuai yang telah dipraktekkan dalam sesi latihan.
"Tolong catat siapa pemain yang tidak bermain serius dan tidak memiliki fanatisme terhadap timnya. Biar kita usul kepada Ketua Umum supaya diberi sanksi. Untuk apa mempertahankan pemain yang tidak berguna lagi," timpal Humas H Syahputra MS.
Namun target kemenangan yang dicanangkan PSMS bisa jadi terancam setelah Faisal Azmi dan Heri Syahputra dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kendati begitu, Kustiono justru optimis bahkan tak ragu-ragu menirukan gaya pelatih Inter Milan Jose Mourinho dengan menargetkan poin penuh.
Baginya, Persiraja memiliki karakter bermain yang tidak jauh beda dengan PSDS. Absennya Hery dan Faisal pun dipastikan tidak menjadi masalah bagi skuad Ayam Kinantan. Kustiono juga mengaku sudah menyiapkan taktik menyerang dengan mengandalkan Nyeck Nyobe, Dodi Rahwana, M Affan Lubis, Osas Saha, Jecky Passarela dan Ogochukwu Daniel.
Kustiono pun menegaskan akan berbicara dengan Saha yang belakangan ini kurang memperlihatkan performa tajam sebagai bomber PSMS. "Saya akan bicara empat mata. Secara psikologis, keberadaan pemain asing akan menjadi pertimbangan bagi lawan sekaligus motivasi bagi tim secara keseluruhan," tutur mantan pelatih PSAP Sigli itu
Saha Siaga
-Keberadaan Ikpefua Osas ‘Saha’ Marvellous sebagai striker PSMS sampai saat ini tampaknya aman. Demikian disampaikan Asisten Manager Benny Tomasoa yang dihubungi Sumut Pos, Sabtu (20/2). “Saha bisa tetap di PSMS, bisa juga tidak. Jadi belum ada satu keputusan resmi dari manajemen PSMS,” isi pesan Benny.
Menurut Benny baik manajemen maupun pengurus butuh pertimbangan yang matang untuk membuat keputusan terkait Saha. Khususnya dengan anjloknya prestasi PSMS yang kini terancam degradasi dari Divisi Utama dan masukan dari Pelatih PSMS Kustiono.
Evaluasi yang dilakukan kepada Saha terpaksa dilakukan mengingat buruknya penampilan striker asal Nigeria ini pada tiga laga terakhir. Puncaknya saat PSMS menantang PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) lalu. Pertandingan derby Sumatera Utara itu sendiri berakhir seri 0-0.
Memang sepanjang pertandingan, Saha menunjukkan performa yang buruk. Tak satu pun dari lima peluang dapat dimanfaatkan untuk mencetak gol. Padahal, Saha memiliki dua peluang emas yaitu di menit ke-44 dan 67’ dimana Saha tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSDS Oki Rengga. Kustiono yang kecewa pun menarik Saha dan digantikan dengan Kamil di menit ke-70.
Kustiono yang dihubungi di tempat terpisah juga mengaku terkejut dengan buruknya penampilan Saha. “Padahal sebelum tanding saya sudah berbicara dengan Saha dan memotivasi dia. Permintaan dia untuk umpan-umpan matang juga sudah dipenuhi Affan Lubis. Jujur saya juga heran,” kata Kustiono.
Namun sebagai mantan pemain sepak bola Kustiono berusaha untuk maklum karena ada hari tertentu bagi seorang pemain buruk. Kustiono pun memberi kesempatan kepada Saha untuk memperbaiki penampilannya saat bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh. Bukan tidak mungkin pertandingan ini akan menjadi akhir Saha di PSMS.
“Saya bukan bilang Saha tidak profesional. Dia pemain bagus dan punya kesempatan yang panjang. Tapi, kesalahan itu tidak bisa diulangi. Kita akan lihat di Banda Aceh nanti, semoga Saha bisa menyumbangkan gol,” bela Kustiono.
Saha sendiri usai pertandingan, Jumat (19/2) terlihat gusar dengan penampilannya. “Pemain Eropa pun sering berada di posisi saya. Ini hari bukan untuk saya. This is my unlucky day,” ungkapnya.
Menurut Benny baik manajemen maupun pengurus butuh pertimbangan yang matang untuk membuat keputusan terkait Saha. Khususnya dengan anjloknya prestasi PSMS yang kini terancam degradasi dari Divisi Utama dan masukan dari Pelatih PSMS Kustiono.
Evaluasi yang dilakukan kepada Saha terpaksa dilakukan mengingat buruknya penampilan striker asal Nigeria ini pada tiga laga terakhir. Puncaknya saat PSMS menantang PSDS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (19/2) lalu. Pertandingan derby Sumatera Utara itu sendiri berakhir seri 0-0.
Memang sepanjang pertandingan, Saha menunjukkan performa yang buruk. Tak satu pun dari lima peluang dapat dimanfaatkan untuk mencetak gol. Padahal, Saha memiliki dua peluang emas yaitu di menit ke-44 dan 67’ dimana Saha tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSDS Oki Rengga. Kustiono yang kecewa pun menarik Saha dan digantikan dengan Kamil di menit ke-70.
Kustiono yang dihubungi di tempat terpisah juga mengaku terkejut dengan buruknya penampilan Saha. “Padahal sebelum tanding saya sudah berbicara dengan Saha dan memotivasi dia. Permintaan dia untuk umpan-umpan matang juga sudah dipenuhi Affan Lubis. Jujur saya juga heran,” kata Kustiono.
Namun sebagai mantan pemain sepak bola Kustiono berusaha untuk maklum karena ada hari tertentu bagi seorang pemain buruk. Kustiono pun memberi kesempatan kepada Saha untuk memperbaiki penampilannya saat bertandang ke kandang Persiraja Banda Aceh. Bukan tidak mungkin pertandingan ini akan menjadi akhir Saha di PSMS.
“Saya bukan bilang Saha tidak profesional. Dia pemain bagus dan punya kesempatan yang panjang. Tapi, kesalahan itu tidak bisa diulangi. Kita akan lihat di Banda Aceh nanti, semoga Saha bisa menyumbangkan gol,” bela Kustiono.
Saha sendiri usai pertandingan, Jumat (19/2) terlihat gusar dengan penampilannya. “Pemain Eropa pun sering berada di posisi saya. Ini hari bukan untuk saya. This is my unlucky day,” ungkapnya.
PSMS Laminating Berita Sumut Pos
SIKAP Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo terkait sepak bola mendapat respon dari masyarakat. Ya, seperti diberitakan Sumut Pos, Sabtu (20/2), Alex Bambang Riatmodjo menangkap wasit Dedy Wahyudi asal Denpasar usai memimpin pertandingan PSIS menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (19/2). Sikap ini dianggap bisa jadi awal kebangkitan sepak bola tanah air.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris I PSMS Agus Suryono didampingi Sekretaris tim Fityan Hamdy. “Ini merupakan nafas baru bagi tim-tim yang selama ini teraniaya dengan keputusan wasit di lapangan. Kita berharap sikap Kapolda Jateng ini dapat diikuti Kapolda lainnya di Indonesia untuk mewujudkan pertandingan yang benar-benar fair play tidak hanya diucapan juga di lapangan,” ucap Agus.
Fityan sendiri berencana menggunting dan melaminating pemberitaan tersebut untuk dibawa ke Banda Aceh dan diperlihatkan saat menggelar tehnical meeting. “Biar panitia di sana (Banda Aceh, Red) juga tahu kalau wasit juga bisa diperiksa bila terindikasi bersalah,” katanya.
Sambutan posotif dari Agus maupun Fityan ini tak lepas dari perlakuan wasit kepada PSMS dalam tiga tiga terakhir. Dimana saat menjamu Persikabo Bogor dan Persita Tangerang keputusan wasit dinilai tidak tepat dan merugikan PSMS. Bahkan keputusan wasit saat menjamu Persita Tangerang memicu kerusuhan di lapangan. Begitu juga saat PSMS menantang PSDS, Jumat (19/2) lalu yang menyebabkan bentrok di antara pemain.
Memang pemeriksaan wasit oleh pihak kepolisian tidak ada dalam draft PSSI. Namun, keputusan yang dapat menyulut kerusuhan juga dapat dijadikan dasar. “Terbukti atau tidak itu nanti setelah pemeriksaan,” tambah Fityan.
Setidaknya hal ini diungkapkan Sekretaris I PSMS Agus Suryono didampingi Sekretaris tim Fityan Hamdy. “Ini merupakan nafas baru bagi tim-tim yang selama ini teraniaya dengan keputusan wasit di lapangan. Kita berharap sikap Kapolda Jateng ini dapat diikuti Kapolda lainnya di Indonesia untuk mewujudkan pertandingan yang benar-benar fair play tidak hanya diucapan juga di lapangan,” ucap Agus.
Fityan sendiri berencana menggunting dan melaminating pemberitaan tersebut untuk dibawa ke Banda Aceh dan diperlihatkan saat menggelar tehnical meeting. “Biar panitia di sana (Banda Aceh, Red) juga tahu kalau wasit juga bisa diperiksa bila terindikasi bersalah,” katanya.
Sambutan posotif dari Agus maupun Fityan ini tak lepas dari perlakuan wasit kepada PSMS dalam tiga tiga terakhir. Dimana saat menjamu Persikabo Bogor dan Persita Tangerang keputusan wasit dinilai tidak tepat dan merugikan PSMS. Bahkan keputusan wasit saat menjamu Persita Tangerang memicu kerusuhan di lapangan. Begitu juga saat PSMS menantang PSDS, Jumat (19/2) lalu yang menyebabkan bentrok di antara pemain.
Memang pemeriksaan wasit oleh pihak kepolisian tidak ada dalam draft PSSI. Namun, keputusan yang dapat menyulut kerusuhan juga dapat dijadikan dasar. “Terbukti atau tidak itu nanti setelah pemeriksaan,” tambah Fityan.
Surat Komdis Dijadwal Ulang
SAMPAI berita ini diturunkan, pengurus PSMS belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Suart yang dimaksud terkait kerusuhan pada pertandingan PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) lalu.
Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.
Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.
Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos
Demikian ditegaskan Sekretaris I PSMS Agus Suryono yang ditemui di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (20/2). Namun, dirinya mengaku mengetahui adanya surat pemanggilan tersebut. “Sebenarnya saya juga heran karena selama ini urusan surat menyurat selalu ditujukan ke kita. Kalau tidak melalui pos ya lewat mesin fax. Makanya Jumat (18/2) itu saya langsung menghubungi orang Komdis PSSI, Lauren. Memang dia tidak bilang ada surat tapi akan dijadwal ulang. Berarti memang ada,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya pengurus akan menunggu kedatangan surat yang telah dijadwal ulang tadi untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Apakah PSMS berkemungkinan terkena denda, Agus pun enggan menjawab. “Ya itu tergantung laporan yang diterima Komdis. Kalau memang terkait pertandingan melawan Persita, kita juga punya penjelasannya kok,” tutur Agus.
Menurut Agus pada pertandingan tersebut jelas bagaimana wasit tidak memberikan tendangan penalti saat pemain belakang Persita Tangerang menarik baju striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous tepat di kotak penalti. Begitu juga pelanggaran yang dilakukan terhadap striker PSMS lainnya, Jecky Pasarela. Semua ini akan dipaparkan pada pertemuan dengan Komdis nantinya. “Kita tidak pernah takut atau menghindar apalagi membangkang pada organisasi,” tegasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait kerusuhan pertandingan PSMS dan Persita Tangerang, Komdis PSSI mengirimkan surat panggilan yang diterima Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Sumut, Rabu (17/2). Pemanggilan ditujukan kepada Asisten Manager Benny Tomasoa dan Ketua Panitia Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 putaran kedua antara PSMS menghadapi Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2).
Benny yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit merengsek masuk ke lapangan usai pertandingan. Namun aksi mengejar wasit itu berhasil digagalkan petugas keamanan. Belakangan aksi Benny itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Medan.
Benny Tomasoa sendiri siap memenuhi panggilan yang ditujukan kepadanya. “Ini sudah saya tunggu-tunggu. Nanti akan saya paparkan bagaimana wasit telah mengerjai PSMS,” ucap Benny kepada Sumut Pos
Subscribe to:
Posts (Atom)