Monday, February 15, 2010

Jurang degradasi mulai terbentang

Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.

“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.

Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.

Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.

Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.

Jurang degradasi mulai terbentang

Presiden SMeCK Hooligan Nata S menilai, target PSMS Medan kembali menuju Liga Super Indonesia sudah buyar setelah bermain imbang 1-1 dengan Persita Tangerang, Minggu.

“Tak hanya itu, kini di depan PSMS mulai terbentang jurang degradasi. Makanya, pelatih harus diganti dan beberapa pengurus yang tidak mengerti sepakbola harus juga direvisi eksistensinya," tuturnya di Stadion Teladan Medan usai pertandingan.

Bersama ribuan Smeck Hooligan, Nata menegaskan bahwa menjelang laga melawan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam, 19 Februari mendatang, PSMS harus sudah memiliki pelatih baru dengan visi jelas untuk menangani tim kesayangan masyarakat Kota Medan yang tengah sekarat ini.

Nata juga menyesalkan sikap Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi yang memakai orang-orang tidak mengerti bola dalam kepengurusan. "Malah di antaranya ada yang mencari keuntungan. “Saya bisa buktikan,” tambah Nata.

Pihaknya juga terkejut panpel mengeluarkan dana Rp50 juta untuk menggelar satu laga di Medan. “Ke mana saja uang sebanyak itu digunakan panpel yang diketuai Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP,” tanya Nata sembari menilai panpel telah gagal dalam merekrut penonton.

Gol Jecky sia-sia

Tampil lebih baik dari pertandingan sebelumnya, PSMS Medan kembali harus menuai hasil kurang memuaskan saat ditahan imbang 1-1 oleh Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Minggu.

Bertekad memperbaiki penampilan pasca kekalahan memalukan dari Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu, anak-anak Ayam Kinantan langsung menyerang sejak peluit pertama. Kali ini, pelatih PSMS Kustiono menduetkan Osas Saha dan Jecky Pasarella di lini depan serta mempercayakan lini tengah kepada Ogochukwu Daniel.

Peluang pertama didapat tuan rumah ketika umpan tarik Saha yang sisi kiri pertahanan lawan ditepis penjaga gawang Persita, Bayu Cahyo. Bola yang tidak sempurna ditepis masih sempat disundul winger PSMS, Syaiful Ramadhan. Uniknya, Syaiful yang sudah di muka gawang kosong gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.

Begitu juga sepakan Daniel masih membentur mistar atas gawang tim tamu setelah sempat tersentuh kiper lawan. Sebaliknya, Persita yang mengandalkan serangan balik hanya sesekali mengancam gawang M Halim.

Semenit menjelang jeda, seisi Stadion Teladan langsung bersorak gembira. Pasalnya, kebuntuan PSMS mampu dipecahkan oleh Jecky dengan golnya. Sayangnya, selebrasi pasukan Kustiono tak berlangsung lama karena Persita langsung menyamakan skor di masa injury time babak pertama.

Dihiasi teriakan-teriakan “Pengurus Mundur” dari suporter fanatik Ayam Kinantan, M Affan Lubis cs berusaha mencetak gol kedua di 45 menit tersisa. Tercatat dua peluang Saha hanya sebatas nyaris membuahkan angka karena kegemilangan Bayu Cahyo di bawah mistar gawang Persita.

Masuknya Tri Yudha Handoko sempat memberi asa bagi tuan rumah, namun tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih bisa diblok pemain belakang skuad Elly Idris itu. Alhasil, PSMS harus puas meraih satu poin dalam pertandingan yang juga ditandai keributan kecil di akhir pertandingan akibat ulah kepemimpinan wasit.

SMeCK Hooligans dukung Persita

SMeCK Hooligans memastikan diri akan mendukung Persita Tangerang daripada skuad Ayam Kinantan, karena tidak sejalan dengan kebijakan pengurus PSMS Medan.

Demikian dikatakan Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong di Medan kemarin. Menurut Nata, kekalahan memalukan saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu lalu, disinyalir beberapa klub suporter sebagai akibat arogansi oknum-oknum pengurus terutama sekretaris umumnya.

"Penggantian Suimin Dihardja yang dianggap indisipliner merupakan bukti nyata pengurus tidak bisa dikritik dan tidak mau mendengar berbagai masukan demi kebaikan klub kebanggaan kota Medan ini," ujar Nata.

Dia mensinyalir, oknum Sekretaris Umum PSMS berinisial HM menjadi dalang hancurnya prestasi Ayam Kinantan. "Dia merupakan sosok yang tidak mau menerima kritikan," sesal Nata.

"Bila tersinggung akan langsung bertindak arogan termasuk terhadap Suimin yang seringkali protes,” tambah Nata di Polsek Medan Kota, terkait penangkapan suporter yang melakukan tindakan anarkis atas kekalahan PSMS.

Nata menambahkan, bila suara SMeCK tidak didengar demi keselamatan PSMS, maka pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan dan balik mendukung Persita, Minggu besok

Laga Berat di Kandang

Setelah beberapa hari lalu kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, hari ini (14/2) tim kebanggaan masyarakat Medan, PSMS kembali melakoni laga dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI di Stadion Teladan Medan menghadapi Persita Tangerang.

Bagi PSMS yang akan mendapat dukungan dari para pendukungnya, kemenangan merupakan harga mati.

Hal itu disampaikan Asisten Manager PSMS Beny Tomasoa didampingi Sekretaris Tim Firyan Hamdy, Sabtu (13/2).
“Kita telah melupakan kekalahan atas Persikabo, karena kita ingin meraih kemenangan dari Persita,” ucapnya.

Menurut Beny, untuk menghadapi pertandingan kali ini seluruh pemain sudah sepakat untuk tampil all out. Tak hanya pemain, Kustiono, pelatih PSMS telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi laga kontra Persita guna menebus kekalahan yang terjadi pada putaran pertama lalu.

“Pertandingan ini merupakan partai balas dendam, sebab pada pertandingan pertama PSMS kalah dari Persita. Jadi, mumpung tampil di hadapan pendukung sendiri, kita harus mampu memetik kemenangan,” ujar Kustiono, pelatih PSMS.
Untuk merealisasikan ambisinya itu pada pertandingan nanti Kustiono mengaku telah menyiapkan strategi khusus yang selama ini belum pernah diterapkannya.

“Anak-anak telah fasih melakoni metode permainan yang akan diterapkan tadi,” bilang mantan pelatih PSAP Sigli itu.
Rencananya, untuk lini depan nanti Kustiono akan menduetkan striker Osas Saha dan Jecky Passarela. “Jacky memiliki kecepatan. Itu akan membuat lawan kesulitan mengawalnya. Selain itu dia juga memiliki passing yang bagus. Jadi sangat tepat bila ditempatkan sebagai second striker.
Dengan tampilnya Jacky, maka lagiun asing PSMS yang pada debutnya melawan Persikabo ditempatkan digaris depan Ogochukwu Daniel akan dikembalikan ke posisi awalnya, sebagai seorang gelandang.

Sah-sah saja jika Kustiono merasa optimis bila anak asuhnya mampu membungkam Persita. Pasalnya, sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di berbagai ajang, tim manapun yang tampil sebagai tuan rumah selalu tampil sebagai pemenang.

Terlebih pada pertandingan hari ini Persita tak diperkuat striker Rishadi Fauzi yang terkena akumulasi kartu.
“Kondisi ini jelas menguntungkan kita. Tapi kita tak boleh larut, karena siapapun pemain yang diletakkan di lini depan tim itu, mereka selalu mampu merepotkan lini pertahanan lawan,” bilang Kustiono.

Kendati begitu, asisten pelatih Persita Rahman Sidik tak menampik jika mental pemainnya sempat hancur pasca kalah 0-1 dari Semen Padang.
“Kami tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kami ingin kemenangan untuk menebus poin yang hilang dalam lawatan ke Padang,” bilangnya.
Terkait pola main PSMS yang selama ini terkenal keras dan fanatik, Rahman mengatakan bahwa timnya tak terkejut dengan cara main seperti itu. Apalagi selama ini kedua tim sudah sering bertemu.

“Tidak perlu takut menghadapi PSMS. Kami sudah saling mengenal permainan masing-masing,” pungkas Rahman mantap.

Jacky Jadi Starter

UNTUK tampil maksimal pada laga di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) nanti, skuad PSMS telah bertekad membalas kekecewaan yang didapat saat kalah 0-1 atas Persikabo Bogor, Rabu (10/2) lalu.

Untuk itu Kustiono mengajak seluruh pemain untuk tetap fokus serta tak lupa memaksimalkan variasi serangan seperti yang dilakukan pada latihan yang berlangsung di Stadion TD Pardede, Jumat (12/2) sore.

”Anak-anak kita himbau untuk memaksimalkan variasi serangan di lapangan. Ini yang menjadi kendala dan penyebab kekalahan atas Persikabo Bogor beberapa waktu lalu, yang mana para pemain terlalu terpaku pada konsep yang telah ditetapkan,” ujar Kustiono usai latihan.
Pada latihan tersebut, Kustiono terlihat menurunkan pemain dengan posisi yang berbeda pada saat pertandingan, Rabu (10/2) lalu.
Kemarin, Jacky Pasarella langsung dimainkan untuk mendampingi Osas Saha.

“Osas adalah seorang striker murni. Selama ini dia kekurangan suplai bola yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol,” ucap Kustiono.
Selanjutnya Kustiono tak menampik jika metode permainan yang diterapkannya nanti membutuhkan pemain dengan kondisi fisik yang prima.
“Terpenting adalah seorang pemain harus mampu bermain happy. Bila itu dilakukan, maka takkan sulit bagi kita untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Tak asal ngomong. Agar para pemainnya dapat tampil maksimal Kustiono telah melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh pemainnya.

Ia berharap dengan cara itu maka motivasi seluruh pemain dapat terdongkrak . Selain itu membangun komunikasi yang baik di antara pemain mutlak dilakukan. Bagaimanapun, komunikasi masih menjadi kendala yang harus segra diatasi.

Di tempat terpisah, pelatih kiper Jampi Hutahuruk menegaskan bila kekalahan atas Persikabo Bogor bukan sepenuhnya kesalahan M Halim sebagai penjaga gawang PSMS.

Meskipun begitu dirinya tetap menambah porsi latihan. “M Halim sudah memopsisikan dirinya dengan tepat waktu itu (Rabu, Red), hanya saja dia kurang cepat mundur ke gawang. Mungkin kalau diulang sampai 10 kali, bola itu belum tentu gol,” bela Jampi.

Dilanda Krisis Finansial

Punggawa Ayam Kinantan dilanda krisis finansial menjelang berlaga kontra Persita Tangerang di Stadion Teladan Medan, Minggu (14/2) besok. Hingga kemarin, dana hibah dari APBD Kota Medan belum juga turun. Akibatnya, gaji pemain terlambat dibayar.
Salah seorang pemain yang tak mau ditulis namanya mengaku, belakangan ini gaji memang terlambat dibayar. “Memang tak sampai tak dibayar, hanya terlambat beberapa hari. Tak seperti biasanya. Biasanya paling lama tanggal 7 sudah diserahkan tapi bulan ini sampai tanggal 9,” kata pemain itu.

Tapi, pemain memaklumi karena kondisi finansial PSMS memang lagi bermasalah. “Ya semua tim juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah. Kita hanya terlambat beberapa hari saja kok,” sambung pemain itu.Kini, pengurus dipaksa untuk mencari dana talangan dari donatur yang mau mendahulukan, agar gaji pemain tak terlambat dan bisa konsentrasi menghadapi Persita serta laga sisa putaran kedua.

Pengurus mengaku, dana talangan itu akan dibayar kepada donatur palaing lambat bulan April mendatang karena dana hibah kabarnya turun bulan April mendatang. “Kita pengurus dan manajemen bersedia kok untuk diaudit. Bila perlu donatur itu langsung berhubungan dengan pemain,” kata Ketua Bidang Teknik PSMS, Freddy Hutabarat saat ditemui di Mes Kebun Bunga Medan, Jumat (12/2).

Apa ada yang mau? Sementara ada oknum pengurus yang disenangi oleh pengusaha sehingga urung memberikan bantuan untuk PSMS? “Kalau memang itu kendalanya, kita bisa membicarakannya. Sejauh itu untuk kemajuan PSMS, kita akan meminta oknum yang bersangkutan untuk mundur. Begitupun status di pengurusan sebagai dasar untuk mengumpulkan dana bisa kita bicarakan,” tegas Freddy. Pelatih PSMS, Kustiono pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa memberikan masukan. Mantan Pelatih PSAP Sigli itu bilang, lembaga yudikatif, eksekutif dan pengusaha di daerah harus ikut mendukung untuk mengatasi krisis finansial yang melanda PSMS

Hapus Trauma, tak Takut Rap-rap

Punggawa Ayam Kinantan benar-benar trauma dengan kekalahan atas Persikabo Bogor, Rabu 10/2) lalu. Untuk menghapus trauma itu, Pelatih PSMS, Kustiono pun memindahkan latihan ke Stadion TD Pardede di Jalan Medan-Binjai, Jumat petang (12/2).
Rombongan punggawa PSMS berangkat dengan menggunakan bus yang selalu membawa tim kalau akan melakukan pertandingan. Ada informasi, dipindahkannya latihan selain menghilangkan trauma, pengurus juga takut kalau pecinta PSMS masih emosi dan mengamuk lagi begitu melihat tim kesayangannya latihan di Stadion Teladan Medan.

Tapi, hal itu dibantah oleh Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa. Menurutnya, pemindahan tempat latihan karena kondisi lapangan Stadion Teladan Medan terlalu keras untuk menggelar latihan dan dapat menyebabkan cedera. “Tidak, kita dan seluruh suporter sama-sama menyayangi PSMS jadi tidak mungkin mereka menyakiti para pemain. Apalagi kita juga siap menampung aspirasi mereka. Pemindahan ini lebih kepada kondisi lapangan. Ke depan ini akan menjadi pembicaraan antara manajemen dan pengurus,” ucap Benny.

Sementara itu kubu Persita Tangerang mengaku sudah siap menghadapi PSMS meskipun main di Stadion Teladan Medan. Bahkan, kemarin (12/2) pagi, Persita sudah menggelar latihan di Stadion Mini USU.

Pelatih Persita, Elly Idris sudah menyiapkan para pemain untuk menghadapi permainan rap-rap PSMS. “Kita sudah tahu PSMS merupakan tim dengan ciri khas rap-rapnya. Apalagi bermain di kandang, saya yakin pola permainan ini akan lebih terasa. Yang pasti kita akan coba mencuri kemenangan,” kata Elly Idris.Pendekar Cisadane juga tak terpengaruh kekalahan atas Semen Padang dan absennya striker muda, Rishadi Fauzi akibat akumulasi kartu.

“Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan pemain dan mereka sudah bisa menerima kekalahan atas Semen Padang, karena lengahnya pemain belakang dan itu sudah kita perbaiki. Kenangan mengalahkan PSMS di Tangerang akan menjadi motivasi pemain,” tegasnya. Dalam lawatannya ke Medan, Elly Idris hanya memboyong 15 pemain karena satu pemainnya terpaksa dipulangkan karena sakit.

Diam-diam Pengurus Hubungi Keltjes

Pengurus memang sudah sepakat untuk mempertahankan Kustiono hingga akhir musim. Tapi, posisinya di luar terus digoyong. Kemarin (12/2), diam-diam ada pengurus yang sudah melobi mantan Pelatih PSMS di ISL, Rudi W Keltjes untuk kembali melatih punggawa Ayam Kinantan.
Rudi W Keltjes yang dihubungi mengaku memang ada menjalin pembicaraan dengan Doni Latuperissa. “Doni ada tanya sama saya mengenai PSMS tapi saya hanya mau ngomong dengan orang yang berkepentingan,” kata Rudi.

Rudi mengaku, memiliki keinginan untuk berperan dalam perbaikan PSMS ke depan. Itu pun dengan beberapa catatan. “Masalah PSMS tidak terletak di tangan pelatih saja. Dengan pemain muda dan tenaga yang masih segar merupakan modal menjadi tim kuat, meskipun itu bukan kerja yang mudah. Asalkan pengurus mau makan ikan asin bersama pemain, saya yakin PSMS bisa kembali seperti dulu,” pungkasnya.
Yang pasti, manajer PSMS, Hendra DS memutuskan untuk mempertahankan Kustiono sebagai pelatih hingga akhir musim, tapi dengan catatan mampu membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sudah hilang.

“Pergantian pelatih itu selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” ujar Hendra DS

Friday, February 12, 2010

Dua Suporter Sudah Dilepas, Posisi Kustiono Aman


Pecinta PSMS dan Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan meminta pengurus harus bertanggung jawab terhadap dua suporter yang kini ditahan polisi di tahanan Mapolsekta Medan Kota, karena terlibat kerusuhan usai PSMS dikalahkan Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, kemarin (10/2).

“Pengurus harus bertanggungjawab terhadap kedua suporter. Bagaimanapun kerusuhan itu diakibatkan masyarakat tidak terima kekalahan PSMS. Kedua suporter ini juga membeli tiket kok, jadi sudah seharusnya pengurus turun memberikan perhatian kepada mereka,” beber Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong, Kamis (11/2). Tadi malam, wartawan koran ini mendapat informasi, kalau kedua suporter tersebut sudah dilepas oleh polisi. “Iya, sudah dilepas. Keduanya masih berstatus pelajar SMP dan kita yang mengurusnya,” kata Kabid Pembinaan dan Wakil Ketua Panpel PSMS, Freddy Hutabarat saat dihubungi, tadi malam.

Pengurus Mendadak Gelar Rapat Evaluasi
Buruknya penampilan PSMS di awal putaran kedua kompetisi Divisi Utama 2009/2010 membuat pengurus jadi sorotan pecinta Ayam Kinantan. Buntutnya, kemarin (11/2), beberapa unsur pengurus dan manajemen mendadak bertemu untuk melakukan evaluasi.

Pertemuan yang dipimpin Manajer PSMS, Hendra DS itu dihadiri oleh Ketua Bidang Teknik PSMS, Julius Raja dan Penasehat Teknis, Surianto Herman dilakukan untuk membahas langkah-langkah PSMS di sisa paruh kedua, sekaligus meminta penjelasan kepada tim pelatih masing-masing Pelatih Kepala, Kustiono, Asisten Pelatih Suryono dan Asisten Pelatih, Jampi Hutauruk

Lantas apa yang ditanya pengurus dan apa hasilnya? “Kita mempertanyakan kepada pelatih kenapa menghadapi Persikabo Bogor di awal begitu lemah dan baru bangkit setelah kebobolan. Tapi tetap saja belum memperlihatkan gaya khas PSMS yaitu rap-rap. Ke depan kita harapkan tim pelatih dapat mewujudkan itu semua,” kata Manajer PSMS, Hendra DS, usai pertemuan, Kamis (11/2).

Pertemuan itu, katanya, diakhiri dengan satu kesepakatan bahwa pengurus, manajemen dan pemain harus satu persepsi bila ingin bertahan di divisi utama untuk musim berikutnya. Manajemen, sambungnya, akan tetap mempertahankan Pelatih Kustiono hingga akhir musim.
Menurut Hendra, mengganti pelatih tidak akan memberikan jaminan untuk bisa mengangkat kembali prestasi PSMS ke arah yang lebih baik. “Pergantian pelatih itu, selain akan membuat kita mengeluarkan cost yang lebih banyak, juga tidak ada jaminan bahwa sosok pelatih yang baru bisa membawa tim ke arah yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, katanya, penggantian pelatih akan semakin membuat manajemen dan pengurus kembali dipersalahkan, seandainya perekrutan itu malah membawa tim menjadi lebih buruk. “Saat ini kita sudah dipersalahkan masyarakat karena diangap tidak becus. Nah, seandainya kita ganti pelatih tapi juga kalah atas Persita tentu kita akan semakin dihujat lagi. Kita kan tidak mungkin mengganti pelatih terus setiap kali kalah,” ungkapnya.
Untuk itu manajemen meminta kepada Kustiono untuk meninjau ulang program pelatihan yang sudah dijalankan. Bahkan, secara tegas manajemen meminta Kustiono untuk membangkitkan fanatisme dari sebahagian pemain yang merupakan penduduk asli Sumatera Utara.

Pelatih PSMS, Kustiono menilai pertemuan tersebut sebuah hal positif yang biasa dilakukan satu tim demi perbaikan ke depan. Kustiono pun berjanji untuk melakukan hal yang sama terhadap seluruh pemain saat menggelar latihan, Jumat (12/2) pagi ini di Stadion Kebun Bunga.
“Saya sama sekali tidak sakit hati. Justru saya bangga akhirnya kita seluruh unsur yang terlibat di PSMS bisa duduk bersama berbicara dari hati ke hati untuk satu tujuan, PSMS lebih baik ke depan,” ucap Kustiono di sela-sela latihan, Kamis (11/2) sore.

Kustiono mengaku, kekalahan atas Persikabo Bogor hanya karena kurangnya faktor luck. Begitu pula permainan keras baru terlihat di babak kedua karena mental pemain rendah. “Konsep itu kan tidak harus seperti robot. Pemain juga bisa membuat inovasi selagi itu dinilai baik. Seperti peluang yang dimiliki Tri Yudha Handoko begitu juga Osas Saha kemungkinan bisa menciptakan gol bila menerapkan quick shooting, Sebagai seorang striker murni, selama latihan Osas menunjukkan performa yang bagus makanya saya juga bingung dengan penampilannya kemarin,” jelasnya.

Ke depan sesuai dengan keinginan pengurus dan manajemen, Kustiono akan fokus pada pembentukan mental pemain. Hal itu dirasa perlu untuk membangkitkan kembali permainan rap-rap yang sebenarnya. Bahkan untuk itu dirinya bersiap melakukan regulasi pemain. “Untuk membawakan gaya rap-rap, kita butuh pemain yang benar-benar siap. Jadi bakal ada perubahan formasi pemain ke depan,” tegasnya

Thursday, February 11, 2010

Osas dan Nyek Bakal Didepak

Kekalahan PSMS atas Persikabo tak hanya membuat kursi pelatih jadi sorotan, sinyal perombakan pemain secara besar-besaran langsung bergulir. Striker asing Osas Saha dan defender Nyek Nyobe pun kemungkinan bakal terkena imbas didepak.

Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa mengatakan akan melakukan evaluasi total atas hasil mengecewakan melawan Persikabo, Rabu (10/2). “Kita memang sudah berusaha maksimal, tapi keberuntungan yang masih jauh. Secepatnya kita akan berbenah untuk membawa kebaikan bagi PSMS di masa yang akan datang,” kata Beny .

Belakangan ini, permainan Osas Saha menurun. Hal itu disebabkan karena terdengar kabar Osas tengah dilirik oleh Pro Duta. Begitu juga Nyek Nyobe sudah lama ingin meninggalkan PSMS, sehingga penampilan Nyek semakin buruk.

Kursi Kustiono Langsung Panas

Kekalahan atas Persikabo di kandang sendiri membuat pecinta Ayam Kinantan dan masyarakat Kota Medan marah. Meskipun berhasil mendominasi sepanjang pertandingan, pecinta PSMS tetap tak terima karena kenyataannya tim kesayangannya tetap kebobolan.
Buntutnya, pecinta PSMS pun ngamuk dan melemparkan botol air mineral ke tengah lapangan. Bukan itu saja kekecewaan pun ditujukan kepada Pelatih PSMS, Kustiono. Mereka menuntut pelatih yang baru sepekan menangani PSMS itu pun diminta turun dari kursi pelatih.

Ketua PS Global Medan, Uhum Enesty melalui SMS kepada wartawan koran ini meminta segera lakukan perbaikan dan resuffle kepengurusan. “Dan yang terpenting datangkan pelatih yang berkualitas dengan menggunakan uang APBD,” tulisnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Suporter Medan Cinta Kinantan (Smeck) Hooligan, Nata Simangunsong. “Ritme pemain menjadi hilang akibat pergantian pelatih yang tiba-tiba dari Suimin Dihardja ke Kustiono. Padahal semasa bertandang ke Persikabo, PSMS masih menguasai ritme permainan. Apalagi secara materi Persikabo Bogor masih di bawah PSMS. Pengurus juga turut andil di sini,” kata Nata.

“Kita menuntut Kustiono diganti dan tidak lagi pelatih PSMS saat menjamu Persita Minggu (14/2). Atau, kita akan turun ke jalan untuk memboikot pertandingan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Kustiono menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “Ya itu semua wewenang manajemen. Saya siap menerima apapun keputusan manajemen,” ucapnya. Asisten Manajer PSMS, Beny Tomaso yang dikonfirmasi mengaku akan membahas hal itu terlebih dahulu. “Soalnya masalah pelatih itu bukan hak saya,” kilahnya.

Tapi, desakan untuk segera mengganti pelatih bakal tak terwujud hingga akhir musim. Pasalnya, pasca pemecatan Suimin Dihardja, pengurus memberi wewenang kepada manajemen untuk menunjuk pelatih baru. Artinya manajemen bisa malu karena salah membuang Suimin

Markus Horison Diserang Fans PSMS


Markus Horison diserang oleh mantan fansnya di Medan. Aksi suporter yang menyerukan agar Markus kembali memperkuat PSMS itu berakhir brutal.

Saat hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan seusai menonton laga Divisi Utama PSMS kontra Persikabo Bogor, Rabu sore, 10 Februari 2010, Markus mengaku sudah dikerumuni oleh beberapa suporter PSMS. Mereka meminta agar Markus kembali memperkuat Ayam Kinantan.

Namun, Markus tetap memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju mobilnya. "Saya ditarik-tarik sepanjang perjalanan menuju mobil. Mereka juga berteriak-teriak minta saya kembali ke PSMS," kata Markus.

Saat tiba di mobil, kerumunan suporter tak juga bubar. Bahkan, mereka memilih untuk mengerumuni mobil Honda Jazz milik Markus.

"Saat itu mobil saya sudah lecet dan tergores," beber Markus.

Aksi massa semakin liar. Menurut Markus, saat berusaha untuk menjauh dari kerumunan, kaca belakang mobilnya tiba-tiba pecah. "Saya tidak tahu apakah dilempar atau dipukul," kata kiper yang berganti nama menjadi Markus Haris Maulana setelah masuk Islam ini.

Aksi ini akhirnya mengundang perhatian polisi. Beberapa pelaku perusakan langsung diamankan. Markus selanjutnya berusaha untuk menerobos kerumunan penonton dan menjauh dari Stadion Teladan.

"Terakhir, saya masih lihat bus Persikabo dilempar batu. Beberapa orang yang ada di dalamnya terlihat berdarah karena serangan tersebut," pungkas Markus.

Tampaknya, suporter Ayam Kinantan meluapkan kekesalannya kepada kiper 28 tahun itu. Maklum, tuan rumah PSMS ditaklukkan Persikabo 0-1.

Markus sempat menjadi ikon PSMS bersama Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean. Namun, trio pemain tim nasional ini memutuskan untuk hijrah ke Persik Kediri pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009.

Namun, krisis keuangan yang menimpa Persik membuat Markus memilih untuk kembali ke PSMS pada putaran kedua. Sayangnya, kehadiran kiper berkepala plontos itu tak mampu menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi.

Pada ISL 2009/2010, Markus bergabung dengan Arema Malang. Namun, kebersamaan Markus dan Singo Edan berakhir jelang putaran kedua. Rencananya, Markus akan bergabung dengan Persib Bandung

Markus Horison Sesalkan Kebrutalan Fans PSMS


Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison menyesalkan perusakan yang dilakukan oleh suporter PSMS Medan terhadap mobilnya, Rabu 10 Februari 2010.

Mobil Markus diserang dan dilempari mantan fansnya itu. Kiper 28 tahun ini meminta agar aksi itu tidak sampai menimpa mantan pemain PSMS lainnya.

"Aksi seperti ini menunjukkan ketidakdewasaan suporter. Kalau seperti ini terus, saya pikir sepakbola kita tidak akan maju," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Kamis 11 Februari 2010.

Markus juga mengaku tak akan mengadukan aksi kekerasan yang menimpanya kepada pihak kepolisian. Dia hanya berharap kejadian ini tidak sampai berulang dan menimpa mantan pemain PSMS lainnya.

"Tidak ada gunanya kalau saya lapor polisi. Biarlah saya yang menanggung semuanya. Namun, saya berharap kejadian ini tidak berulang lagi," kata Markus.

"Cukup saya saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi mantan pemain PSMS yang mengalami hal seperti ini," tambahnya.

Niat Markus untuk bernostalgia dengan klub lamanya, PSMS berakhir petaka. Mobil Honda Jazz milik Markus dirusak oleh suporter Ayam Kinantan saat hendak meninggalkan Sstadion Teladan, Medan, Rabu 10 Februari 2010.

Markus hadir di Stadion Teladan untuk menyaksikan duel PSMS vs Persikabo Bogor. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan tim tamu 1-0

PSMS 0 - 1 Persikabo Jalan Makin Terja

Jalan PSMS Medan untuk kembali berlaga di kasta tertinggi Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Setelah dalam laga krusial dipermalukan oleh Persikabo Bogor di kandangnya Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2) dengan skor 0-1 (0-0).

Sebenarnya PSMS berpeluang besar memenangkan pertandingan. Soalnya, sepanjang pertandingan M Affan Lubis dkk tampil mendominasi. Strategi formasi 3-5-2 yang diterapkan Pelatih PSMS, Kustiono pun manjur melakukan gebrakan ke pertahanan Persikabo dan memaksa pemain Persikabo bermain setengah lapangan.

Namun, serangan yang dibangun melalui kaki Hari Saputra dkk tak berhasil menjebol gawang lawan meskipun tercatat beberapa kali peluang didapat oleh Osas Saha dan Daniel. Hingga babak pertama usai skor tetap bertahan 0-0.

Di babak kedua, barisan pertahanan PSMS yang dikawal Hary Saputra, Nyeck Nyobe dan Ahmad Maulana Putra mulai kelabakan dengan serangan balik yang dibangun oleh pemain Persikabo. Nyek Nyobe tiga kali membuat blunder dan nyaris berbuah gol.

Petaka pun akhirnya menimpa pada menit ke-54. Melalui serangan balik Jibby Wuwungan yang dipanggil menggantikan Rodrigo Santoni berhasil menciptakan gol ke gawang PSMS yang dijaga oleh M Halim. Kecolongan satu gol, Kustiono pun langsung merubah formasi dari 3-5-2 menjadi 3-4-3.

Syaiful Ramadan ditarik dan digantikan Dodi Rahwana, sedangkan Jacky Pasarela masuk mengganti M Affan Lubis. Masuknya amunisi baru berhasil membalikkan serangan. Beberapa peluang kembali berhasil diciptakan. Sayangnya, peluang itu gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Osas, Daniel, Yudha serta Jacky.

Menjelang menit-menit akhir pemain PSMS semakin frustasi sehingga permainan menjurus kasar. Ribuan suporter juga mulai tidak terkontrol dan mulai melemparan botol air mineral ke dalam lapangan.

Tapi, hingga wasit Suharto meniup pluit panjang skor tetap bertahan 0-1 untuk keunggulan Persikabo. Tak terima timnya kalah, pendukung PSMS pun buat ribut di luar lapangan. Ratusan suporter PSMS melakukan penghadangan kepada tim Persikabo. Bukan itu saja, saat bus yang membawa pemain Persikabo hendak meninggalkan Stadion Teladan Medan, suporter pun ikut mengiringi sambil melakukan lemparan. Tapi, aksi itu akhirnya berhasil diamankan oleh aparat keamanan.

Pelatih PSMS, Kustiono mengaku, kekalahan tersebut akibat pemain tak tenang. “Strategi kita berhasil mendapatkan banyak peluang. Tapi pemain sepertinya tidak tenang sehingga semua peluang hilang,” jelas Kustiono.

“Ya dengan hasil tadi langkah kita ke ISL jelas akan semakin berat.

Tapi ini bukan akhir segalanya, paling tidak kita masih bisa bertahan di divisi utama dan berbenah lebih baik ke depan,” sambung Asisten Manajer PSMS, Beny Tomasoa, usai pertandingan.

Sementara Asisten Pelatih Tim Persikabo, Hasyim Azmi mengaku, instruksi yang diberikan pelatih berhasil mematikan pergerakan pemain lawan. “Meskipun jujur saja, ini bukan kemenangan dari skema yang bagus,” kata Hasyim Azmi

Pelatih-pengurus arogan baiknya mundur


Kekalahan memalukan yang diderita PSMS Medan kala menjamu Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan kemarin, disinyalir suporter PSMS SMeCK Hooligan sebagai akibat arogansi dan egois oknum pengurus yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.

“Sebaiknya sosok seperti ini segera mundur! Bila masih ngotot bertahan, kita minta Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin memecatnya. Begitu juga dengan pelatih Kustiono yang dipecat dari PSAP Sigli karena tidak berkualitas agar segera diganti,” ujar Presiden SMeCK Hooligans Nata Simangunsong.

Menurutnya, pengangkatan Kustiono sebagai pelatih PSMS karena adanya indikasi oknum pengurus mempunyai kepentingan pribadi. “Kalau tidak, mana mungkin dia menjadi pelatih. Masih banyak sosok pelatih yang cocok menukangi PSMS. Kenapa harus dia?” lanjutnya menambahkan dirinya tahu oknum pengurus yang mengusulkan Kustiono kepada Ketua Umum PSMS.

Nata juga mengatakan mendengar adanya pengurus yang menolak kehadiran Kustiono dan menunjuk pelatih kawakan Yuswardi. Sayangnya, usulan tersebut tidak ditanggapi dan oknum-oknum pengurus tersebut tetap mempertahankan Kustiono.

“Inilah akibat dari sikap sok kuasa dari pengurus PSMS tersebut, sehingga akhirnya PSMS yang didanai uang rakyat hancur. Di samping itu, pengurus yang berani kritik dan protes oknum pengurus yang arogan selalu disingkirkan. Termasuk pelatih Suimin Dihardja dipecat karena pengurus teras PSMS tidak sejalan dengannya,” ketus Nata lagi.

Akibatnya, dampak perekrutan Kustiono sebagai suksesor semakin melemahkan tim. Meski dikawal pemain-pemain yang lebih baik dibanding putaran pertama, M Affan Lubis cs mengalami kekalahan perdananya di kandang musim ini.

“Melawan Persikabo, PSMS tidak punya pola dan ritme. Ini tentu bukti tidak becusnya Kustiono menangani tim, hingga perekrutan pemain di putaran kedua ini bukan memperbaiki kondisi tapi malah makin hancur,” kata si Bos, sapaan akrabnya.

Untuk itu, SMeCK Hooligans meminta Ketua Umum merevisi keberadaan Ketua Harian Agus Simorangkir, Ketua Panpel Hardi Mulyono dan Sekretaris PSMS Agus Suriono karena tak kunjung memberikan kontribusi positif.

SMeCK juga mengultimatum manajemen segera memecat Kustiono sebagai pelatih, karena tidak layak. “Sebelum menghadapi Persita Tangerang, Minggu (14/2) nanti, kami minta Kustiono dan pengurus yang tidak punya visi membangun tim mundur. Kalau tidak, kami akan gelar aksi di Kebun Bunga,” bebernya sembari menegaskan pihaknya justru akan memberikan dukungan kepada skuad Pendekar Cisadane

Ayam Kinantan keok

PSMS Medan dipermalukan oleh Persikabo Bogor 0-1 di kandang sendiri dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Teladan Medan, Rabu.

Kekalahan dialami tim Ayam Kinantan lewat gol pada babak kedua hasil tendangan spekulasi Jibby Wuwungan yang tak terhadang kiper M Halim. Ketinggalan satu angka sejak menit 56, sempat membuat ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan benar-benar kecewa atas penampilan tim kesayangannya.

Di babak pertama, serangan lebih banyak didominasi anak-anak Ayam Kinantan namun berbagai peluang yang didapat Nyek Nyobe, Ogochukwu Daniel, Faisal Azmi maupun Osas Saha tak satu pun berhasil menggetarkan gawang Sahari Gultom.

Masuknya Jecky Pasarella dan Dodi Rahwana di babak kedua menggantikan M Affan Lubis dan Syaiful Ramadhan sempat meningkatkan daya serang PSMS. Kendati begitu, hingga peluit akhir berbunyi PSMS tetap gagal mencetak gol balasan.

Usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengatakan, kekalahan itu tidak diduga sama sekali. “Dari segi permainan, PSMS lebih unggul. Ya, begitulah permainan bola tidak bisa dipastikan,” beber Benny.

Menurut dia, dalam menghadapi Persikabo dewi fortuna memang belum berpihak pada tim asuhannya

Wednesday, February 10, 2010

Iwan Setiawan Was-was

Kemenangan berbau kontroversi saat menghadapi PSMS di Stadion Persikabo Cibinong Bogor beberapa waktu lalu, ternyata membuat Pelatih Persikabo, Iwan Setiawan was-was.

Akibatnya, mantan pelatih PSMS itu menolak untuk diwawancarai wartawan. Bahkan, saat menggelar uji coba lapangan Iwan juga enggan berkomentar. Begitu juga saat konferensi pers, Iwan mengutus dua asistennya.

Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong sudah siap untuk membalas perlakuan suporter Persikabo saat PSMS main di Bogor. “Kita akan membalas apa yang mereka lakukan sama PSMS waktu di Bogor,” kata Nata.

Tapi, panitia pelaksana pertandingan PSMS sudah mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan. Panitia pelaksana juga meminta wasit agar memimpin pertandingan dengan objektif. “Kita panitia sudah mengingatkan wasit agar memimpin pertandingan dengan benar. Karena dari pengalaman, lancar tidaknya satu pertandingan ini berhubungan dengan keputusan wasit,” tegas wakil ketua panitia pelaksana pertandingan PSMS, Julius Raja

Suporter Minta Wasit Fair

Sebagai pertandingan penentu dan bermain di kandang sendiri di Stadion Teladan Medan, PSMS harus meraih kemenangan saat menjamu Persikabo Bogor, petang nanti (10/2).

“Tidak ada cerita seri apalagi kalah. Kita harus menjadi tuan rumah di sini (Stadion Teladan Medan, Red). Smeck pun siap menjadi pendukung militan demi PSMS. Ingat apa yang terjadi waktu PSMS main di Bogor,” tegas Presiden Smeck Hooligan, Nata Simangunsong.
Dukungan militan yang dimaksud Nata yaitu mengawal pertandingan agar berjalan fair play dan objektif. Smack Hooligan akan mengawal setiap keputusan wasit sepanjang pertandingan. “Biarlah waktu di kandang Persikabo Bogor kita dikerjai wasit. Tapi di sini (Medan, Red) akan kita buktikan kalau PSMS bukan tim cengeng yang mengandalkan dukungan wasit,” katanya.

Untuk itu, katanya, semua pihak khususnya wasit untuk menjaga sportifitas pada pertandingan nanti. Karena hinaan fans Persikabo Bogor kepada pemain PSMS masih membekas di hati anggota Smack Hooligan. Asisten Manajer, Beny Tomasoa mengaku, keberadaan Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang memastikan kemenangan PSMS. “Untuk meraih kemenangan PSMS tidak bisa sendiri. Smack Hooligan akan menjadi pemain ke-12 yang akan mengawal jalannya pertandingan sekaligus memastikan kemenangan melalui pertandingan yang sportif,” kata Beny

PSMS v Persikabo Laga Krusial Ayam Kinantan

Peluang PSMS untuk bersaing merebut satu tempat di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan masih ada. Syaratnya, Ayam Kinantan tak boleh kalah di sembilan pertandingan di putaran kedua. Nah, petang nanti (10/2), punggawa PSMS akan mengawali sembilan laga krusial itu dengan menjamu Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan.

Untuk memaksimalkan hasil tersebut, Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah menyiapkan strategi untuk mematikan pergerakan pemain Persikabo. Tapi, Kustiono tak berani memasang target.

“Bola itu bulat dan kita tidak bisa berandai-andai. Kalau bisa menang ngapain harus kalah? Dan besok (hari ini, Red) PSMS akan menang,” tegas Kustiono.

Menurutnya, dia sudah mempelajari karakter permainan Persikabo dari dua pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta yaitu saat melawan Persiraja dan PSAP Sigli. Permainan rap-rap pun disiapkan untuk membendung permainan Persikabo.

Kustiono optimis bisa menerapkan strategi tersebut karena tak satupun pemain yanng cedera. “Kita tahu, permainan bola tim Pulau Jawa akan mengandalkan skill individu dan passing-passing akurat, kita akan antisipasi itu dengan permainan keras. Jujur saja, secara tim Persikabo Bogor bukanlah tim yang dikhawatirkan. Tim asal Pulau Jawa kebanyakan mengandalkan teknik. Asal tidak ikut pola permainan mereka kita pasti menang,” ungkap Kustiono. Mantan Pelatih PSAP itu juga sudah bisa bernafas lega karena pemain asing baru hasil seleksi Daniel sudah bisa dimainkan dan akan ditandemkan dengan Osas Saha.

“Saya akan memberikan yang terbaik dalam laga yang menentukan ini. Seluruh pemain pun diinstruksikan menghentikan laju Yusuke Sasa yang dianggap sebagai motor permainan Persikabo,” sambung Nyek Nyobe, defender PSMS.

Persikabo juga tak akan menyerah begitu saja meskipun pemain asingnya Rodrigo Santoni tak bisa diturunkan karena cedera, Azis diskor tak boleh main serta hengkangnya Roger Batoum.

“Kita ada mendatangkan Jibby Wuwungan dari Persema Manado juga masih ada David dan Yusuke Sasa untuk mengisi posisi Aziz yang diskor tidak boleh main. Kita juga ada anak Medan seperti Markus yang dulu main di PSDS dan Saharai Gultom,” kata Asisten Pelatih Hasyim Azmi Azhari didampingi Asisten Pelatih Fisik Anwar Salim, dan Kapten Persikabo Syaifullah, saat konferensi pers di Aula Stadion Kebun Bunga, kemarin (9/2). “Kita harapkan pertandingan besok (hari ini, Red) mengutamakan sportifitas,” sambung Azmi.

Pupus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 tertutup. Sebab, surat garansi pemerintah kepada PSSI untuk dilampirkan ke FIFA sampai hari terakhir pendaftaran (9/1) tidak ada.

"Tanpa surat itu, Indonesia dipastikan gagal mengikuti bidding. Sebab, surat garansi merupakan salah satu syarat mutlak," ujar Deputi Sekjen PSSI Suryadarma Dali Tahir di Jakarta kemarin (8/1).

Dali tak bisa menutupi kekesalannya. Sebab, ini merupakan kesempatan emas Indonesia untuk menjadi tuan rumah even akbar. Giliran ke Asia akan datang lagi 25 tahun mendatang.

"PSSI masih bisa melobi FIFA agar batas waktu sampai 9 Februari diperpanjang," tuturnya. Surat dukungan juga dibutuhkan sebagai jaminan. Di dalamnya, terdapat nota kesepahaman dengan delapan kementerian. Di antaranya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Indonesia, menurut Dali, sejatinya berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Minimal, kita bekerja sama dengan Australia sebagai tuan rumah bersama," ujarnya.

Itu didasarkan pada peta persaingan dan keputusan FIFA untuk menggeber Piala Dunia di Asia. Korea Selatan dan Jepang sebagai kompetitor pernah menjadi tuan rumah piala dunia. Sedangkan Qatar, yang juga mengajukan diri, memiliki suhu udara tinggi, sekitar 40 derajat Celsius pada Juli.

"Australia tak ingin head to head dengan kami. Sebab, mereka melihat Indonesia sebagai mitra strategis. Mereka lebih memilih menggandeng kita. Tapi, tanpa surat garansi pemerintah, Indonesia sudah pasti didiskualifikasi," ujar Dali.

Joko Driyono, juru bicara bidding Piala Dunia, menyatakan bahwa surat jaminan itu memang tak diatur dalam manual bidding. Meski demikian, FIFA tetap menjadikan surat tersebut sebagai salah satu penilaian.

"FIFA tidak akan menolak saat ini. Tapi, mereka bakal menolak saat pengumuman nanti. Kami harap, proses dilanjutkan agar Indonesia tetap berkesempatan menjadi tuan rumah even internasional lainnya. Misalnya, piala dunia kelompok umur," tutur Joko

Ujian berat Kustiono


Pasca kekalahan dalam debutnya kala dikalahkan Semen Padang beberapa waktu lalu, pelatih PSMS Medan Kustiono dihadapkan ujian berat di Stadion Teladan Medan, Rabu sore besok.

Pasalnya, masyarakat pecinta PSMS tentunya menuntut mantan arsitek PSAP Sigli itu mampu memberi kemenangan kala menjamu Persikabo Bogor dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indoensia 2009/2010 nanti.

Terkait itu, Kustiono dan segenap skuad Ayam Kinantan pun bertekad meraih poin penuh guna membuka celah menuju Liga Super Indonesia musim mendatang. Dalam temu pers di Stadion Kebun Bunga, Selasa, Kustiono menegaskan tidak ada istilah kalah.

Menghadapi Persikabo, dijelaskan bahwa tim asuhannya tengah dalam keadaan on fire dan siap bertarung untuk memenangkan laga pasca dilibas Semen Padang 1-3 di Sijungjung.

"Pola kita tetap 4-4-2 dengan formasi menyerang dan "menikam" setiap pergerakan lawan," tambahnya didampingi Sekretaris Tim Fityan Hamdani dan Asisten Manajer Benny Tomasoa.

Disingggung keberadaan lawan, Kustiono menilai Persikabo secara tim bukanlah tim yang terlalu dikhawatirkan. Pelatih berkumis tebal itu pun optimis PSMS akan mengendalikan permainan di hadapan pendukung fanatik Ayam Kinantan itu.

Dari kubu Persikabo, kemenangan kontroversial di Bogor saat menjamu PSMS membuat mereka sedikit khawatir. Karena itu, Asisten Pelatih Persikabo Hasyim Azmi berharap agar pertandingan dapat berjalan aman dan sportif.

“Kita harapkan seluruh elemen pada pertandingan tersebut termasuk suporter bisa sportif, karena kita tidak ingin kejadian buruk terjadi,” tutur Hasyim menambahkan striker asing Rodrigo Santoni kemungkinan absen karena cedera.

“Hengkangnya Roger Batoum ke Persiraja dan absennya Santoni akan menjadikan kekuatan kami berkurang, namun kami optimis mantan pemain Persema Manado Jibbi Wuwungan dan gelandang Yusuke Sasa (Jepang) bisa menutup kekurangan tersebut,” harapnya sembari menjelaskan dua nama terakhir adalah rekrutan baru timnya

Tuesday, February 9, 2010

Pelatih Utak-atik Susunan Pemain

Laga kontra Persikabo Bogor di Stadion Teladan Medan, Rabu (10/2), tinggal menyisakan hitungan jam, namun performa punggawa Ayam Kinantan masih stagnan dan belum menunjukkan permainan rap-rap yang sesungguhnya. Padahal, pertandingan tersebut sangat menentukan langkah PSMS apakah bisa naik kasta atau malah terjerembab lagi ke Divisi I.

Pasca kekalahan dari Semen Padang, M Affan Lubis dkk hanya menyisakan sembilan pertandingan. Sementara saat ini PSMS hanya mengoleksi 13 poin di putaran pertama. Untuk bisa bersaing lolos ke Indonesia Super League (ISL) PSMS membutuhkan tambahan 25 poin di putaran kedua. Artinya PSMS harus bisa meraih kemenangan minimal delapan pertandingan dan satu hasil seri.

Tapi, dalam latihan game beberapa hari terakhir ini para pemain hanya menghasilkan tiga gol. Diawali gol Ikpefua Osas Marveleus Saha, M Affan Lubis, dan satu gol tercipta melalui penalti. Jacky Pasarella juga belum bisa mencetak gol. Cedera lutut yang dideritanya membuat pergerakan Jacky menjadi lambat. Begitu juga keberadaan tiga pemain baru belum banyak memberikan kontribusi.

Pelatih PSMS, Kustiono pun sudah beberapa kali harus mengutak-atik susunan pemain, terutama di lini tengah untuk memaksimalkan pressing. Menurut Kustiono, hal itu dilakukan untuk mencari skema terbaik untuk mengamankan kemenangan menghadapi Persikabo.
“Saya memang sudah menemukan kerangka tim yang baku, tapi perlu pergantian pola, karena kita harus bisa menjebol gawang lawan sebanyak-banyaknya. Jadi di babak kedua kita memperlambat tempo, dengan memaksimalkan counter attack, pola itu saya harap bisa mengamankan kemenangan,” bebernya.

Skema tersebut, katanya, juga untuk membuat tim bisa maksimal bertanding selama babak kedua, untuk itu pemain-pemain yang menjadi pengganti juga terus dilatih ketajamannya. “Yang jelas kita menerapkan skema win-win solution, kita tetap optimis bisa meraih angka penuh,” pungkas Kustiono.

Kustiono juga ingin menempatkan pemain lokal di posisi striker untuk menambah ketajaman serangan. Namun sepertinya hal itu sulit diwujudkan. Selain belum adanya pemain baru, tenggat pendaftaran pemain juga sudah dekat yaitu Jumat (12/2). Sementara untuk ketiga pemain yang direkomendasikan sudah dipastikan belum dapat turun pada pertandingan menjamu Persikabo Bogor.

“Kalau untuk Persikabo Bogor, kita belum bisa menurunkan ketiga pemain yang direkomendasikan lulus seleksi. Mereka harus berusaha menunjukkan penampilannya yang terbaik dahulu,” ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy.

Sementara itu, Manajer PSMS, Hendra DS yang datang menyaksikan latihan sore di Stadion Teladan Medan kemarin, geleng-geleng kepala sembari mengeluhkan permainan pemain yang belum meningkat.

“Belum nampak lagi rap-rapnya. Kalau skill pemain sih sudah bagus tapi sikap ngotot belum ada. Padahal, sebahagian besar pemain kan orang Medan,” keluh Hendra DS.

Apakah hal itu karena gaji telat dibayar? Hendra sudah mengultimatum Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy untuk membayar gaji pemain, Selasa (9/2) hari ini. “Paling lama besok malam. Saya baru tahu kalau sebagian pengurus ada di Jakarta makanya pembayaran gaji telat,” kata Hendra.

Markus Horison Ingin Kembali

Ambisi manajemen untuk membangun PSMS agar kembali ditakuti lawan bukan hanya isapan jempol belaka. Salah satunya ingin menarik kembali kiper Timnas, Markus Horison. Makanya, pasca mundur dari Arema Indonesia manajemen melalui Sekretaris Tim, Fityan Hamdy sudah menjalin komunikasi melalui telepon.

Menurut Manajer PSMS, Hendra DS, dia sudah mendengar keinginan Markus untuk kembali membela PSMS. Tapi, Markus masih terikat kontrak dengan Arema.

“Ya kan tidak mungkin kalau kita yang membayar denda dua kali lipat dari kontrak Markus. Bayangkan kalau kontraknya Rp700 juta berarti kita harus bayar Rp1,4 miliar. Lebih bagus buat kompetisi kan. Tapi kalau memang pengunduran dirinya sudah diterima manajemen Arema, artinya statusnya sudah free, kita jelas wellcome. Kita pun yang akan menghubungi,” tukas Hendra DS.

Sementara Fityan mengaku, Markus sudah menyampaikan keinginannya bertemu di Stadion Teladan Medan sembari menyaksikan latihan PSMS. api, hingga usai latihan Markus tak kunjung terlihat

Berkat Komentar di Facebook

Aksi dukungan melalui jejaring sosial ternyata cukup ampuh untuk membawa perubahan di PSMS. Buktinya, akibat komentar pendukung PSMS melalui facebook saat latihan Senin (8/2) di Stadion Teladan Medan, punggawa Ayam Kinantan tidak lagi minum air isi ulang. Tiga kotak air mineral dan dua kotak minuman kesehatan sudah tersedia di lapangan.

Seperti diketahui sebelumnya setiap sesi latihan skuad PSMS hanya minum air isi ulang. Akibatnya, banyak pecinta Ayam Kinantan melakukan kritik melalui facebook.

Namun Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy membantah bila keberadaan minuman mineral dan kesehatan itu bukan karena kiritk pecinta PSMS di facebook. “Selama ini juga kalau latihan di Stadion pemain kita minuman kesehatan kok. Cuma memangbelakangan saya dengar seperti itu, pemain minum air isi ulang,” tutur Fityan

Ditilang Polisi, Telat Latihan

M Affan Lubis telat latihan. Pasalnya, gelandang PSMS itu ditilang polisi di Jalan Ir Juanda saat hendak latihan di Stadion Teladan Medan, Senin (8/2). Keterlambatan Affan langsung mengundang reaksi dari Pelatih PSMS, Kustiono.

Sekretaris Tim PSMS, Fityan Hamdy diminta segera menghubungi Afan. “Kalau memang nggak bisa tepat waktu untuk apa. Tidak perlu setia dengan pelatih, saya hanya minta setia untuk PSMS lah. Atau ditendang aja,” kata Kustiono.

Fityan kemudian menjawab, “Katanya dia kena tilang. Tapi sudah di jalan kok.” Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Maulana serta pemain asing Osas Saha yang ditilang polisi di seputaran Medan Plaza, tepatnya Jalan Iskandar Muda Medan.

Monday, February 8, 2010

Maksimalkan yang Ada


Laga menghadapi Persikabo yang akan berlangsung Rabu (10/2) mendatang telah di depan mata dan seakan tak menyisakan waktu kepada para punggawa tim Ayam Kinantan untuk berleha-leha.

Karenanya tak ada pilihan lain bagi pelatih PSMS Kustiono kecuali memaksimalkan persiapan agar tampil tak tampil mengecewakan, apalagi sampai kehilangan angka di hadapan pendukungnya sendiri.

“Rencananya, besok pagi (hari ini, Red) tim akan berlatih lagi. Materi yang akan diterapkan pada latihan nanti adalah pressing ketat ke jantung pertahanan lawan,” ucap Kus (sapaan akrab Kustiono, Red) yang dihubungi melalui telepon, Minggu (7/2).
Diharapkan dengan ketatnya pressing yang dilakukan Faisal Azmi dkk maka Persikabo takkan mampu mengembangkan permainan, apalagi sampai mendikte tim Ayam Kinantan.

“Saya pernah menyaksikan penampilan mereka saat menghadapi Persiraja dan PSAP. Saya pikir, jika anak-anak dapat tampil tenang, maka kemenangan akan kita dapatkan,” bilang Kustiono.

Terkait tiga pemain baru yang telah direkomendasikan untuk bergabung dengan tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku jika ketiganya sedang menunggu keputusan dari manajemen.

“Akan lebih baik jika ketiganya dapat tampil saat kita menghadapi Persikabo. Tapi bila semua urusan belum beres, ya terpaksa kita memaksimalkan pemain yang ada,” bilang Kustiono.

Adapun tiga pemain yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Kustiono untuk bergabung ke PSMS adalah Kussusanto, Mawan, dan Dedek Ariandi

Pertanyaannya, jika ketiga pemain tadi tak dapat diturunkan hingga saat laga kontra Persikabo berlangsung, apa yang akan dilakukan oleh mantan pelatih PSAP ini?

“Itu bukan masalah karena seluruh pemain telah menyatakan kesiapannya untuk meraih poin sempurna atas Persikabo. Bukan hanya tekad, para pemain pun telah membuktikannya pada setiap sesi latihan. Mereka terlihat lebih disiplin,” bilang Kus lagi.

Bahkan khusus untuk legiun asing PSMS Nyek Nyobe yang dalam beberapa penampilan terakhir terlihat mengalami penurunan performa, Kus mengaku jika dirinya telah mengajak pemain asal Kamerun itu berbicara dari hati ke hati.

“Saya sudah bicara berdua dan dia memastikan tidak ada masalah dengan pelatih. Nyek juga menyatakan akan membuktikan ucapannya pada saat berhadapan dengan Persikabo nanti. Meskipun begitu, saya juga akan buat penilaian tersendiri untuknya. Kalau masih buruk juga performanya, saya akan berkoordinasi kepada pengurus untuk tindakan selanjutnya,” janji pelatih berusia 48 tahun ini.

“Pemain lain juga sudah mulai paham dengan kemauan saya. Waktu latihan, anak-anak sudah tidak ada yang jalan, semua lebih aktif. Begitupun saat mau latihan semua langsung mengenakan pakaiannya, tidak lagi harus dibilang. Semoga ini sebuah pertanda bangkitnya semangat tim ini,” tambahnya.

Keuntungan Kustiono lainnya yaitu penampilan Ogochukuwu Daniel yang kian memuaskan. Bahkan pemain asal Nigeria yang setengah musim lalu membela PSP Padang ini bakal disiapkan sebagai pemain dengan dua posisi.

“Daniel dan Saha sudah saling mengerti kemauan masing-masing, begitu juga dengan Nyek yang akan menjadi leader di lini pertahanan,” beber Kustiono.

Sementara itu Sekretaris Tim PSMS Fityan Hamdy yang dihubungi mengaku belum menerima rekomendasi. Meskipun begitu dirinya juga memastikan bila PSMS akan menghadapi Persikabo tanpa diperkuat pemain baru.

“Bisa saja rekomendasi langsung diserahkan kepada manejer tim. Jika itu, tetap saja mereka belum bisa diturunkan saat menghadapi Persikabo Bogor nanti,” jelas Fityan.

Di tempat terpisah manejer tim PSMS Hendra DS tak membantah jika rekomendasi tiga pemain baru memang telah diserahkan Kustiono kepada dirinya. “Semuanya masih diproses,” bilangnya

Sekali Lagi


encetak gol untuk tim merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Begitu pula yang dirasakan gelandang bertahan PSMS Tri Yudha Handoko usai mencetak gol spektakuler saat latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/2) sore.

Karenanya Yudha berjanji untuk kembali mengulangi gol itu saat timnya menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) ini. “Saya tidak menyangka kalau bola itu bisa gol. Saya akan buat gol seperti itu lagi saat menghadapi Persikabo Bogor,” janji pemain yang baru mendapatkan gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara ini.

Saat latihan Jumat sore itu, Yudha menciptakan gol spektakuler dari jarak 60 meter. Mantan gelandang bertahan PSDS ini berhasil menyarangkan bola tepat di sisi tiang gawang atas. Posisi yang paling sulit untuk dijangkau oleh penjaga gawang.

Bahkan aksi tersebut mengundang decak kagum dari Pelatih PSMS Kustiono. “Ini menggambarkan kemajuan seluruh tim. Saya pikir dengan mempertahankan permainan seperti ini, untuk meraih poin penuh dari Persikabo Bogor bukanlah mustahil,” ucapnya.

Pada latihan Jumat (5/2) sore itu, tercipta empat gol. Osas Saha mencetak dua gol, sedangkan Ogochukuwu Daniel dan Tri Yudha Handoko masing-masing mencetak satu gol

Berharap Dukungan Pengusaha


Sebagai kota nomor empat terbesar di Indonesia jelas merupakan kebanggaan bagi Kota Medan. Namun dengan kekayaan potensi dan pendapatan yang demikian besar, justru tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS kian terperosok.

Bagaimana tidak, masalah keuangan yang tak pernah lepas membuat pembayaran gaji pemain kerap terlambat. Satu per satu pemainnya pun hengkang seperti Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan yang lain. Ironisnya, untuk mempertahankan nama besar PSMS pemain yang didatangkan pun tidak lagi berdasarkan kualitas, melainkan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Hasilnya, sebuah tim dengan kemampuan yang pas-pasan pun tercipta. Puncaknya, PSMS tersingkir dari Indonesia Super League (ISL) dan kini bermain di Divisi Utama.

Tentunya ini sangat menyakitkan tidak saja bagi insan sepakbola juga masyarakat Kota Medan pada umumnya. Tapi kita pasti tidak mau terus terjatuh. Sebagai tim kesayangan dan kebanggaan masyarakat Kota Medan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada PSMS. Sudah saatnya para pelaku usaha di Kota Medan berperan demi kebangkitan PSMS. Demikian himbauan Drs H Zulhifzi Lubis, Ketua Umum KONI Medan kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

“Tak salah bila para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan usahanya di Kota Medan ini menyisihkan sebahagian dananya untuk PSMS. Dengan bantuan tersebut diharapkan PSMS bisa memiliki pemain berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk Ladon mengaku prihatin dengan pemberitaan belakangan ini mengenai kondisi tim berjuluk Ayam Kinantan. Dari minimnya suplemen, sepatu pemain, hingga pemain yang minum air isi ulang pada setiap sesi latihan. “Bahkan sekelas SSB saja bisa menyediakan aqua gelas untuk para pemain. Artinya PSMS saat ini sangat membutuhkan perhatian. Tanpa itu PSMS akan sulit berprestasi,” ketusnya.

Dirinya lantas memberikan gambaran bagaimana abang-abang becak se-Kota Medan bersedia menyumbangkan sedikit dari penghasilannya saat Parlin Siagian membawa PSMS menjadi juara tahun 1985 lalu.

“Kalau dana dari abang besak saja mampu menyulap PSMS menjadi lebih kuat, apalagi dana dari pengusaha. Begitupun, bila nantinya ada pengusaha yang bersedia menjadi sponsorship, maka semuanya harus transparan sehingga tak melahirkan prasangka di jajaran pengurus dan manajemen,” bilang Opmung

Kustiono takut berkomentar

Pelatih PSMS Medan Kustiono terkesan takut memberikan komentar tentang perkembangan skuad Ayam Kinantan, dikarenakan mantan pelatih PSAP Sigli itu takut salah bicara.

Hal ini terjadi kala Kustiono memimpin latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat. Dimintai keterangannya tentang perkembangan empat pemain yang sedang mengikuti seleksi, Kustiono enggan menjawabnya. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya singkat.

Tentang berapa pemain yang layak masuk skuad PSMS dari empat pemain tersebut, Kustiono hanya mengatakan tergantung manajemen. “Kita lihat dulu kemampuan dana manajemen,” ujarnya.

Sebagai pelatih kepala yang mengetahui tentang teknis pemain, Kustiono seharusnya berhak memberikan rekomendasi tentang pemain yang layak masuk skuad. Setelah itu, manajeman akan melakukan negoisasi dengan pemain tersebut.

Menurut Ketua SmeCK Holligans Nata Simangunsong, tindakan Kustiono yang terkesan takut berkomentar tidak beralasan.

Sebagai pelatih, kata Nata, Kustiono paling berhak menentukan pemain yang layak masuk tim atau tidak karena lebih tahu akan kebutuhan tim dari para pengurus. “Jangan nanti pengurus pula yang menentukan pemain yang masuk PSMS,” jelas Nata.

Rekomendasikan Tiga Pemain

Setelah melalui proses yang ketat, pelatih PSMS Kustiono merekomendasikan tiga nama untuk menambah skuad PSMS. Direncanakan, Sabtu (6/2) malam, rekomendasi itu sudah diserahkan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.

Adapun ketiga pemain tersebut adalah Kussusanto yang bertindak sebagai pemain bawah, Mawan sebagai wing back, dan Dedek Ariandi sebagagi gelandang.

“Ya hanya ketiga pemain ini yang memenuhi kriteria selama pengamatan kita hingga simulasi Jumat (5/2) di Stadion Teladan Medan,” ucap Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan pelatih kiper Jampi Hutauruk, Sabtu (6/2).
Namun dari ketiga pemain tersebut hanya Mawan yang lulus dengan angka tertinggi khususnya jika di lihat dari skil individu. Adapun Kussusanto dan Dedek Ariandi lulus dengan nilai tiga.

Namun Kustiono belum bisa memastikan kapan dan dengan siapa ketiganya dipasangkan. “Kalau Dedek mungkin bisa dipasangkan dengan Azmi, tapi yang pasti kita menunggu keputusan dari manajemen,” tambahnya.

Sebenarnya ada lima pemain lokal yang mendaftarkan diri pada seleksi pemain PSMS. Selain ketiga nama di atas, masih ada Mahmud Azis rekan Marwan semasa di Persidi Idi dan Hamtiar. Hamtiar sendiri merupakan peserta seleksi sebelumnya.

Kehadiran ketiga pemain tadi diharapkan dapat menjadi darah segar bagi PSMS untuk mengarungi kerasnya persaingan Divisi Utama musim ini. Walaupun secara keseluruhan Kustiono mengaku persiapan tim sudah lebih baik. Terbukti dalam latihan, Jumat (5/2) sore yang melahirkan empat gol. Dua gol tercipta atas nama Osas Saha, satu gol dari Ogochukuwu Daniel, dan satu gol lagi disumbangkan Tri Yudha Handoko.
“Kalau bicara teknik semua tim bisa dibilang sama saja, tidak ada yang istimewa. Tapi komunikasi pemain sudah kelihatan, ini sudah bagus. Tinggal memantapkan stamina,” ucap Kustiono.

Latihan fisik tersebut, lanjut Kustiono akan menundukung keinginan untuk menunjukkan permainan rap-rap saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu (10/2) nanti di Stadion Teladan Medan.

Menanggapi rekomendasi pemain dari tim pelatih, Sekretaris tim Fityan Hamdy berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun status ketiganya masih belum dipastikan.

“Memang kita belum menerima rekomendasi itu, tapi secepatnya kita akan menindaklanjuti. Kalau status ketiganya akan kita bahas terlebih dahulu karena ini berhubungan dengan nilai kontrak yang diajukan nantinya,” jelas Fityan

Nyek Nyobe Mulai Bertingkah

PERFORMA buruk di lapangan membuat status Nyek Nyobe di PSMS dipertanyakan. Sinyal untuk mendepak pun diberikan. Pertandingan melawan Persikabo Bogor akan menentukan status Nyek.

Nyek dinilai sangat pasif di lapangan dan sulit berkomunikasi dengan pemain. Hal ini membuat barisan pertahanan PSMS sangat rentan kecolongan.

Hal itu terbukti dengan mudahnya gawang PSMS diobrak abrik tim lawan. Bukannya berusaha berbenah, Nyek justru semakin menjadi di putaran kedua ini. Sepulang dari Padang misalnya, Nyek tidak ikut latihan karena baru tiba di mess Kebun Bunga saat latihan sore hampir usai.
Karena ulahnya itu, Jumat (5/2) Nyek pun mendapat teguran dari Penasehat Teknik Suryanto Herman dan tim pelatih Kustiono, Suyono, dan Jampi Hutauruk di ruang breafing sebelum bertolak ke Stadion Teladan.

“Sampai sekarang dia (Nyek Nyobe) belum ada ngomong kenapa dia seperti itu. Kita juga jadi bingung apa memang begitu orangnya?” kesal Kustiono, Sabtu (6/2)

Kustiono bahkan menyebut Nyek terkena ‘bengkel hati’ kondisi seseorang yang tidak punya loyalitas dan dedikasi terhadap tim. Untuk itu, Kustiono memberi kesempatan kepada Nyek hingga pertandingan menghadapi Persikabo Bogor nanti. Setelah itu, Kustiono akan memutuskan apakah Nyek dipertahankan atau ditendang.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris tim Fityan Hamdy.

“Memang Nyek kita kontrak untuk satu musim ini. Tapi kita akan lihat kesimpulan dari tim pelatih. Kalau memang ada yang mau barter ya bisa saja kita buang apalagi mainnya seperti itu,” ucap Fityan.

Kabarnya tingkah yang buruk, introvet dan tidak mau berkomunikasi dengan pemain pula yang menyebabkan Nyek didepak dari Persib Bandung. Terkait sikap Nyek Nyobe ini asisten manager Beni Tomasoa mengaku baru tahu perihal sikap introvet Nyek. “Saya sudah melakukan pendekatan kepada Nyek dan dia bilang tidak ada masalah. Sebelumnya saya juga sudah sampaikan ke pihak manager nyek tapi kita lihat ke depan lah. Semoga Nyek bisa lebih baik lagi. Tapi yang pasti Nyek tidak ada keinginan meninggalkan PSMS,” jelasnya.

Friday, February 5, 2010

Tak Jadi Latihan di Teladan

RENCANA PSMS Medan memantapkan persiapan di putaran kedua Divisi Utama PSSI 2009-2010 sedikit terganggu. Pasalnya pintu masuk Stadion Teladan Medan, Kamis (4/2) tertutup rapat tampa alasan yang jelas. Akibatnya, rombongan pemain gagal menggelar latihan dan balik kanan kembali untuk menggelar latihan di Stadion Kebun Bunga.

“Rencananya kita mau memaksimalkan saja persiapan menatap pertandingan menghadapi Persikabo Bogor. Sekaligus biar pemain beradaptasi dengan lapangan sehingga kita benar-benar menjadi tuan rumah di Stadion Teladan,” jelas Kustiono.
Kustiono tidak mengetahui alasan kenapa pintu masuk Stadion Teladan ditutup. “Padahal sejak pagi sudah kita kabari dan dari stadion sudah ok. Makanya saya heran,” ucap Sekretaris Tim, Fityan Hamdy.

Tidak maksimalnya persiapan PSMS Medan sebagai dampak terkendalanya latihan, Kamis (4/2) sore juga melahirkan kekecewaan dari pecinta tim berjuluk Ayam Kinantan. Pasalnya, puluhan pendukung PSMS dari Smack Hooligan sudah menunggu di Stadion Teladan untuk memberikan dukungan.

“Bagaimana rupanya koordinasi dengan Stadion? Kita semua dapat kabar kalau latihan di Teladan, tapi tidak jadi. Kan persiapan jadi tidak maksimal,” kesal Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong.

Jalan Terjal PSMS Menuju ISL


Kekalahan 1-3 atas Semen Padang membuat jalan PSMS Medan untuk kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Bagaimana tidak, koleksi poin PSMS yang baru 13 poin masih jauh dari target aman yakni 38 poin.

Namun, Pelatih PSMS, Kustiono mencoba menepis kenyataan itu dengan memastikan bila peluang itu masih ada. “Peluang PSMS masih ada tapi berat dan itu bukan kerja gampang. Kita jalani saja dulu dan berusaha sebaik-baiknya bagaimana mendapatkan hasil maksimal,” ucap Kustiono kepada Sumut Pos usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (4/2).

Memang bukan kerja yang gampang. Dengan sisa sembilan pertandingan, PSMS Medan harus bisa meraih delapan kemenangan dengan satu hasil seri, sehingga target 25 poin bisa tercapai. Itu kalau tim berjuluk Ayam Kinantan tidak ingin bergantung hasil pertandingan tim lainnya.

Masalahnya performa para pemain seolah tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dari latihan yang digelar, masih banyak peluang yang tidak dapat dimanfaatkan pemain untuk mencetak gol. Begitu juga lini tengah yang terkesan lamban. “Kurang mobilitas di lini tengah, begitu juga dengan penyerang masih kurang greget,” jelas mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Kustino pun sudah berencana untuk menambha pemain karena masih ada waktu hingga 12 Februari ini. Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Fitian Hamdany, saat ini PSMS baru mendaftarkan 20 pemain. Masih tersisa 10 pemain lagi.

“Yang baru diproses masih Deli Sulistia. Deli memang pemain kita, tapi statusnya selama ini magang. Di bawah kepemimpinan Kustiono tidak ada lagi pemain berstatus magang. Tapi rencananya sekalian saja dengan yang akan lulus seleksi nantinya biar tidak bolak-balik,” ucap Fitian.

Bersamaan dengan itu, sejak pagi hari ada empat pemain lokal yang akan menjalani seleksi. Ada Mawan dan Mahmud Azis dari Persidi Pidie, Dedi Ariandi asal Persikad Depok, pemain yang direkomendasikan Mayadi Rakasiwi dan Kustanto. Keempatnya pun dalam pengawasan yang ketat dari pelatih Kustianto.

Sementara gelandang baru PSMS, Ogochukuwu Daniel terlambat ikut latihan. Ogochukuwu Daniel telat sampai di Medan karena pesawatnya mengalami keterlambatan. Daniel mengaku pesawat Mandala yang ditumpanginya kembali ke Padang setelah terbang beberapa menit.

Daniel baru tiba di Stadion Kebun Bunga pukul 17.00 WIB dengan menggunakan taksi. Usai membayar ongkos taksi, Daniel langsung berkemas dan bergabung

Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

Osas Saha: Hati Saya Tetap di PSMS

KARIR legiun asing PSMS yang sejauh ini telah mencetak empat gol Osas Saha nampaknya akan semakin bersinar di pentas sepak bola nasional. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan, tempatnya bernaung saat ini sangat bergantung kepada kepiawaiannya untuk membobol gawang lawan.
Besarnya ketergantungan PSMS kepada pemain berambut keriwil ini ternyata menarik perhatian kontestan Divisi Utama lainnya, Pro Duta Jogjakarta untuk merekrutnya “Memang manajemen Pro Duta telah menyampaikan niatnya untuk merekrut Osas Saha. Tapi keputusan sutuju atau tidaknya melepas Osas Saha tergantung dengan manajemen PSMS, “ ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (3/2). Di tempat terpisah Osas Saha mengaku tidak tahu menahu mengenai keinginan Pro Duta meminang dirinya. Kendati demikian, bukan berarti Osas akan menolak seadainya pihak Pro Duta jadi merekrutnya.

“Saya sudah terikat kontrak di sini. Tapi kalau manajemen PSMS memang tak menginginkan saya lagi, maka saya pun terpaksa pindah ke Pro Duta. Tapi sejujurnya, saya berat untuk pindah karena hati saya masih untuk PSMS,” bilang Osas Saha.

Tak ingin disebut sekedar omong belaka, Osas Saha pun mengaku jika dirinya sudah tak sabar kembali berkostum PSMS saat menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) mendatang.

“Saya ingin memberikan yang terbaik saat kami menghadapi Persikabo. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga,” janjinya

Rehat Sejenak

Usai menelan kekalahan 1-3 atas Semen Padang di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, pelatih PSMS Kustiono mengaku jika dirinya memiliki program khusus yang ke depannya dapat mendongkrak performa tim Ayam Kinantan.

Beruntung bagi Affan Lubis dkk, karena sebelum digenjot habis-habisan oleh Kustiono, mereka sempat menikmati indahnya panorama Kota Padang, selepas melakoni kewajibannya bertanding dengan Semen Padang di Sijunjung, Senin (1/2) lalu.

“Rencananya, anak-anak akan kembali digenjot pada hari Kamis (4/2). Beberapa program sudah saya siapkan secara matang. Saya berharap seusai melahap metode itu penampilan anak-anak akan membaik, utamanya saat menghadapi Persikabo yang telah ada di depan mata,” ucap Kustiono, Selasa (2/2).

Meskipun tidak merinci program latihan yang akan diterapkannya, namun mantan pelatih PSAP ini menganggap jika dirinya perlu melakukan sebuah terobosan, terlebih Persikabo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Mereka (Persikabo Bogor, Red) merupakan salah satu tim kuat di ajang Divisi Utama musim ini. Jadi semua hal yang berkaitan dengan kekuatan tim itu akan kita pantau guna menemukan formulasi yang paling tepat untuk memetik poin sempurna,” paparnya.
Terkait obsesinya untuk membawa PSMS meraih kemenangan atas Persikabo, pria murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya masih bersandar pada kepiawaian Osas Saha dalam merobek gawang lawan.

“Osas merupakan pemain berbakat yang dari hari ke hari memperlihatkan peningkatan permainan. Bahkan, jika selama ini dia terkesan malas mengejar bola yang telah lepas, kemarin (saat menghadapi Semen Padang, Red) dia justru terlihat mobile dan mengejar ke manapun bola mengalir,” ingkap Kustiono.

Lantas bagimana dengan penampilan dua punggawa anyar tim Ayam Kinantan Daniel dan Harry Syahputra?
“Lini tengah kita (PSMS, Red) jadi lebih hidup sejak kehadirannya. Selain itu dia mampu bekerjasama dengan Affan Lubis dalam membangun serangan,” urai Kustiono tentang Daniel.

Nah, itu penilaiannya tentang Daniel. Bagimana dengan Harry Syahputra?

“Kartu kuning yang didapatkannya saat kita berhadapan dengan Semen Padang, kemarin justru membuktikan totalitas dirinya. Ini sebuah keuntungan bagi kita, mengingat salah satu titik lemah tim kita selama ini adalah sektor belakang,” urainya.

Totalitas juga dimiliki oleh Dodi Rahwana, yang karena kegigihannya mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan tim Ayam Kinantan justru membuat pemain Semen Padang emosi dan melakukan kecurangan yang mengakibatkannya cedera di bagian pelipis.

“Saya istirahatkan dia beberapa hari, agar saat menghadapi Persikabo nanti dia sudah benar-benar fit ,” beber Kustiono

Diliburkan, Pulang ke Rumah Masing-masing

Meskipun sempat mengalami delay (penundaan keberangkatan pesawat), namun rombongan PSMS Medan tetap kembali dalam keadaan selamat saat menjejakkan kaki di Kota Medan. Kerinduan terhadap orang-orang terdekat pun siap ditumpahkan. Terlebih, Kustiono, pelatih PSMS masih meliburkan pemainnya dari rutinitas latihan.

“Jam delapan sudah berangkat dari Sijunjung, kemudian empat jam berada di Kota Padang, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Medan,” cerita winger PSMS Dodi Rahwana saat bertemu Sumut Pos di mess pemain Stadion Kebun Bunga, kemarin (2/2).
Tapi ternyata, tak semua pemain pulang ke mes pemain. Libur satu hari yang diberikan pelatih dimanfaatkan sebagian pemain untuk pulang ke rumahnya masing-maisng.

Tak terkecuali Osas Saha. Striker yang pernah berseragam PSDS ini memilih pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Stadion Teladan Medan untuk melepas rindu dengan sang istri tercinta.

Sama halnya dengan pelatih dan sekretaris tim. Sementara Dodi yang kemarin ditemui Sumut Pos juga terlihat tergesa-gesa ingin meninggalkan kamarnya.

Saat ditanya seputar insiden yang menimpa dirinya, mantan siswa SSB Generasi Medan ini mengungkapkan jika dia hanya bisa pasrah saat tim medis telat melakukan pertolongan.

“Tak langsung dijahit sih, soalnya tim medis panitia gak punya jarum. Jadi, yang menjahit ini adalah dokter tim,” ungkap Dodi sembari menunjuk luka di pelipisnya itu.

Seperti yang dipaparkan Dodi, insiden berdarah itu dialaminya pada babak kedua saat menggantikan Heri Suwondo.
Tak tahu entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja siku pemain asing Semen Padang Edgard Wilson telah bersarang di pelipisnya.
Karena tidak langsung terjatuh, wasit tidak menghentikan pertandingan. Dodi baru terjatuh saat darah sudah menutupi mata kirinya.
Sayangnya wasit tidak menghentikan pertandingan, padahal beberapa pemain PSMS terlihat bengong menyaksikan nasib naas yang dialami Dodi.
Kondisi ini dimanfaatkan anak-anak Semen Padang untuk membobol gawang PSMS yang kemarin dikawal M Halim.

“Ya… mau bagaimana lagi? Memang begitulah kondisi sepakbola kita. Jadi jangan heran bila tim tamu dikerjai oleh wasit,” bilang Dodi.

Tuesday, February 2, 2010

Korban Unfair Play


Buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh klub yang mentas di ajang Superliga dan Divisi Utama PSSI.

Tak terkecuali dengan PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini pun kemarin (1/2) mengalami nasib tak mengenakkan saat takluk 1-3 dari tuan rumah, Semen Padang di Stadion Sijunjung.

Buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suparman (Bandung) ditengarai menjadi penyebab kekalahan Affan Lubis dkk dalam laga perdana putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia.

Kebobrokan wasit saat memimpin pertandingan paling terlihat ketika Doni Rahwana yang masuk menggantikan Maulana terjatuh dan mengalami cedera dibagian pelipis akibat dipukul pemain Semen Padang. Tapi saat itu wasit seolah tidak melihat dan tetap tetap melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini dimanfaatkan pemain Semen Padang untuk terus membawa bola melewati para pemain PSMS yang terpana untuk selanjutnya melesakkan gol kedua pada menit ke-70.

Tindakan tidak fair lainnya juga diperlihatkan saat Antonio Claudio menjegal striker PSMS Osas Marveleous Saha yang berhasil menerobos pertahanan sampai di kotak finalti, namun Ahmad Suparman justru memberikan kartu kuning kepada Osas yang dianggapnya sengaja melakukan diving.

“Luar biasa kepemimpinan wasit hari ini. Kalau memang kalah, kita terima kok, tapi kalau kalahnya seperti ini, jelas kita dikerjai wasit. Gol pertama yang jelas-jelas offside tetap disahkan, begitu juga saat Dodi dipukul sampai jatuh yang menyebabkan anak-anak terpaku, hingga akhirnya gol kedua tercipta,” beber Pelatih PSMS Kustiono yang dihubungi Sumut Pos, Senin (1/2).

Hal itu pun dipertegas asisten manager PSMS, Zulkifli Husein. “Kekalahan PSMS pada pertandingan kali ini merupakan tanggung jawab wasit karena tidak menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pertandingan yang fair,” ketusnya.

Meski kalah, Kustiono, pelatih PSMS mengaku puas dengan penampilan para pemainnya yang mulai menunjukkan peningkatan. “Ball position sudah bagus. Para pemain sudah berani melakukan terobosan, shooting, dan melakukan gerakan tanpa bola,” tambahnya.
Sesungguhnya, di awal babak pertama anak asuh Kustiyono mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Kerjasama satu dua di antara pemain depan PSMS berhasil membuat pertahanan Semen Padang kerepotan.

Bahkan satu umpan panjang dari Syaful Ramadhan di menit ke-2 membuat Ahmad Kurniawan, kiper Semen Padang berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang, Semen Padang berhasil keluar untuk berbalik membongkar pertahanan PSMS yang dikomando Harry Syaputra. Akan tetapi lincahnya striker Semen Padang Wilson Junior memaksa Harry Syahputra mengganjalnya sehingga wasit memberi kartu kuning untuk pemain anyar PSMS itu.

Hingga memasuki menit ke-17, permainan kedua tim kurang berkembang. Begitupun, Wilson Junior berhasil memaksimalkan kelengahan pemain bawah PSMS untuk membobol gawang yang dikawal M. Halim. Kedudukan 1-0 untuk Semen Padang bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang bermain cerdik dengan dengan mengatur tempo permainan, sehingga Affan Lubis dkk terpancing bermain terbuka.

Imbasnya, lini pertahanan PSMS menjadi rapuh, utamanya setelah Maulana keluar dan digantikan Dodi Rahwana serta Hery Swondo diganti dengan Dedi Wahyudi.

Kondisi ini membuat koordinadi antar pemain menjadi kurang padu, hingga akhirnya tercipta gol kedua bagi Semen Padang pada menit ke-70.
Ketinggalan dua gol membuat pemain PSMS kembali menekan lini pertahan tim Kabau Sirah. Masuknya Jeky Pasarella menggantikan Afan Lubis memompa semangat pemain depan PSMS. Kerjasama yang dibangunnya bersama Daniel dan Osas Saha berhasil menerobos pertahanan Semen Padang sehingga Antonio Claudio harus menjegalnya di kotak finalti. Sayang, wasit justru mengangap Saha melakukan diving dan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Tak putus asa, Osas Saha dkk terus menggempur lini pertahanan Semen Padang, hingga akhirnya gol tercipta pada menit ke-85, dan berubahlah kedudukan menjadi 2-1.

Namun skor itu tak bertahan lama karena kecerobohan yang dilakukan Syaiful Ramadhan dan Deny Wahyudi menyebabkan gawang PSMS kebobolan untuk ketiga kali.

Suporter Khawatir PSMS Terdegradasi


Kekalahan yang dialami PSMS dari Semen Padang kemarin (1/2) kiranya menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para penggemarnya. Bahkan kubu SMeCK Holligan yang rela-rela datang langsung ke Sijunjung untuk memberi dukungan kepada Affan Lubis dkk tak kuasa menahan rasa sesalnya.

“Kita di sini (Padang, Red) berjumlah 13 orang dan menjadi saksi kekalahan yang menyakitkan ini,” ucap Presiden SmeCK Hooligan Nata Simangunsong yang dihubungi via telepon, Senin (1/2).

Tapi Nata dan yang lainnya mengaku tidak kecewa dengan penampilan para pemain. Sebab, masih menurutnya, seluruh pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya.

“Begitupun, saya melihat jika para pemain seperti kehilangan nyali serta tidak memiliki visi permainan yang jelas,” tutur Nata.
Menurutnyna lagi, kacaunya koordinasi di antara pemain membuktikan jika Kustiono tidak memiliki kemampuan untuk menangani tim sebesar Ayam Kinantan.

Untuk itu, mewakili SMeCK Hooligan yang ada di Medan, Nata meminta agar pengurus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Kustiono selakuk pelatih PSMS .

“Bisa dibilang kemampuan individu pemain yang meningkat itu merupakan hasil dari binaan pelatih sebelumnya. Makanya kita heran, kenapa ketika pemain sudah menemukan irama dan pola permainan yang, justru pelatihnya harus didepak,” kesalnya.
Pada kesempatan itu, Nata mengingatkan pengurus PSMS akan malapetaka yang kemungkinan besar terjadi bila mempertahankan Kustiono sebagai pelatih PSMS.

“PSMS merupakan klub kebanggaan dan milik masyarakat Medan. Kita tidak akan terima bila PSMS harus turun kasta dari Divisi Utama ke Divisi I,” pungkasnya

Minus Tim Medis

ekalahan PSMS dari tim tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 di Stadion M. Yamin Kabupaten Sijunjung Sumbar lebih dikarenakan faktor teknis serta faktor mental pemain.

Karenanya, pengawas pertandingan Nasrudin yang berasal dari Aceh harus bertanggung jawab atas berbagai kejanggalan yang terjadi, seperti tidak adanya tim dokter dalam pertandingan tersebut.

Ini terbukti ketika pemain belakang PSMS Dody Rahwana mengalami cedera namun tak kunjung mendapatkan perawatan dari tim medis.
Dokter PSMS Rorywansyah Pane pun berang. Dikatakannya PSSI sengaja menimbulkan berbagai permasalahan dengan tidak memberi jaminan keselamatan kepada pemain. “Saat technical meeeting kemarin, pengawas pertandingan (PP) berjanji akan menjamin keselataman dan kesehatan pemain, tapi nyatanya itu tak terbukti. Padahal, ini bertentangan dengan panduan manual liga,” tuturnya.

Dia juga menguraikan selain ketiadaan tim medis, wasit yang memimpin pertandingan pun sangat berpihak kepada Semen Padang. “Banyak keputusan wasit yang berat sebelah. Ini akan kita laporkan kepada BLI,” tuturnya didampingi oleh Zulkifli Husein asisten manager PSMS.
Sementara itu asisten manejer tim Zulkifli Husein mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi.

Ayam Kinantan gagal 3-1 untuk semen padang

SIJUNJUNG, Sumbar - PSMS Medan kembali menjadi korban keganasan Semen Padang di kandangnya sendiri, setelah takluk 1-3 dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Prof HM Yamin SH, Senin.

Kekalahan tim asuhan Kustiono itu juga tidak terlepas dari keboborokan wasit Ahmad Suparman dari Bandung serta kedua asistennya, Rosid dan Novendri yang juga berasal dari Bandung.

Turun dengan komposisi M Halim, Nyeck Nyobe, Harry Syahputra, Ahmad Maulana, Heri Suwondo, Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Oguchukwu Daniel dan Osas Saha, PSMS bermain di bawah form. Parahnya, Semen Padang pun tidak tampil istimewa.

Melalui umpan-umpan pendek yang divariasikan long passing, PSMS mampu menekan petrtahanan Si Kabau Sirah. Bahkan tembakan keras Syaiful Ramadhan nyaris membobol gawang Ahmad Kurniawan, begitu pula sepakan Faisal Azmi yang masih menyentuh mistar gawang.

Sejak itu, serangan PSMS malah menurun dan Semen Padang justru berhasil memperdayai M Halim di menit ke-17. Gol pertama tuan rumah berawal dari perangkap offside yang dilakukan Nyeck Nyobe yang justru menjadi kartu mati PSMS. Alhasil, Edwar Wilson Junior dengan mudah melesakkan bola ke gawang Ayam Kinantan.

Tertinggal satu angka, PSMS mencoba mengejar tapi duet Osas Saha dan Daniel kurang maksimal di lini depan. Belum lagi kurang dukungan dan distribusi bola dari lini tengah untuk keduanya membuat hilang kesempatan PSMS mengejar poin.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS tidak berubah dan untuk kedua kalinya gawang M Halim kebobolan. Kali ini, pemain pengganti Budi Kurnia mencetak gol bagi timnya.

PSMS masih sempat memiliki asa ketika aksi individu Saha memperkecil kekalahan di menit ke-84. Namun menjelang bubaran, tuan rumah memastikan raihan poin penuh ketika Syaiful Ramadhan melakukan gol bunuh diri.