Monday, February 8, 2010

Sekali Lagi


encetak gol untuk tim merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Begitu pula yang dirasakan gelandang bertahan PSMS Tri Yudha Handoko usai mencetak gol spektakuler saat latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat (5/2) sore.

Karenanya Yudha berjanji untuk kembali mengulangi gol itu saat timnya menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) ini. “Saya tidak menyangka kalau bola itu bisa gol. Saya akan buat gol seperti itu lagi saat menghadapi Persikabo Bogor,” janji pemain yang baru mendapatkan gelar Sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara ini.

Saat latihan Jumat sore itu, Yudha menciptakan gol spektakuler dari jarak 60 meter. Mantan gelandang bertahan PSDS ini berhasil menyarangkan bola tepat di sisi tiang gawang atas. Posisi yang paling sulit untuk dijangkau oleh penjaga gawang.

Bahkan aksi tersebut mengundang decak kagum dari Pelatih PSMS Kustiono. “Ini menggambarkan kemajuan seluruh tim. Saya pikir dengan mempertahankan permainan seperti ini, untuk meraih poin penuh dari Persikabo Bogor bukanlah mustahil,” ucapnya.

Pada latihan Jumat (5/2) sore itu, tercipta empat gol. Osas Saha mencetak dua gol, sedangkan Ogochukuwu Daniel dan Tri Yudha Handoko masing-masing mencetak satu gol

Berharap Dukungan Pengusaha


Sebagai kota nomor empat terbesar di Indonesia jelas merupakan kebanggaan bagi Kota Medan. Namun dengan kekayaan potensi dan pendapatan yang demikian besar, justru tim kesayangan masyarakat Kota Medan, PSMS kian terperosok.

Bagaimana tidak, masalah keuangan yang tak pernah lepas membuat pembayaran gaji pemain kerap terlambat. Satu per satu pemainnya pun hengkang seperti Markus Horison, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dan yang lain. Ironisnya, untuk mempertahankan nama besar PSMS pemain yang didatangkan pun tidak lagi berdasarkan kualitas, melainkan disesuaikan dengan keuangan yang ada. Hasilnya, sebuah tim dengan kemampuan yang pas-pasan pun tercipta. Puncaknya, PSMS tersingkir dari Indonesia Super League (ISL) dan kini bermain di Divisi Utama.

Tentunya ini sangat menyakitkan tidak saja bagi insan sepakbola juga masyarakat Kota Medan pada umumnya. Tapi kita pasti tidak mau terus terjatuh. Sebagai tim kesayangan dan kebanggaan masyarakat Kota Medan, sudah seharusnya kita memberikan dukungan kepada PSMS. Sudah saatnya para pelaku usaha di Kota Medan berperan demi kebangkitan PSMS. Demikian himbauan Drs H Zulhifzi Lubis, Ketua Umum KONI Medan kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

“Tak salah bila para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan usahanya di Kota Medan ini menyisihkan sebahagian dananya untuk PSMS. Dengan bantuan tersebut diharapkan PSMS bisa memiliki pemain berkualitas,” kata pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini.

Opunk Ladon mengaku prihatin dengan pemberitaan belakangan ini mengenai kondisi tim berjuluk Ayam Kinantan. Dari minimnya suplemen, sepatu pemain, hingga pemain yang minum air isi ulang pada setiap sesi latihan. “Bahkan sekelas SSB saja bisa menyediakan aqua gelas untuk para pemain. Artinya PSMS saat ini sangat membutuhkan perhatian. Tanpa itu PSMS akan sulit berprestasi,” ketusnya.

Dirinya lantas memberikan gambaran bagaimana abang-abang becak se-Kota Medan bersedia menyumbangkan sedikit dari penghasilannya saat Parlin Siagian membawa PSMS menjadi juara tahun 1985 lalu.

“Kalau dana dari abang besak saja mampu menyulap PSMS menjadi lebih kuat, apalagi dana dari pengusaha. Begitupun, bila nantinya ada pengusaha yang bersedia menjadi sponsorship, maka semuanya harus transparan sehingga tak melahirkan prasangka di jajaran pengurus dan manajemen,” bilang Opmung

Kustiono takut berkomentar

Pelatih PSMS Medan Kustiono terkesan takut memberikan komentar tentang perkembangan skuad Ayam Kinantan, dikarenakan mantan pelatih PSAP Sigli itu takut salah bicara.

Hal ini terjadi kala Kustiono memimpin latihan di Stadion Teladan Medan, Jumat. Dimintai keterangannya tentang perkembangan empat pemain yang sedang mengikuti seleksi, Kustiono enggan menjawabnya. “Kita lihat saja nanti,” ucapnya singkat.

Tentang berapa pemain yang layak masuk skuad PSMS dari empat pemain tersebut, Kustiono hanya mengatakan tergantung manajemen. “Kita lihat dulu kemampuan dana manajemen,” ujarnya.

Sebagai pelatih kepala yang mengetahui tentang teknis pemain, Kustiono seharusnya berhak memberikan rekomendasi tentang pemain yang layak masuk skuad. Setelah itu, manajeman akan melakukan negoisasi dengan pemain tersebut.

Menurut Ketua SmeCK Holligans Nata Simangunsong, tindakan Kustiono yang terkesan takut berkomentar tidak beralasan.

Sebagai pelatih, kata Nata, Kustiono paling berhak menentukan pemain yang layak masuk tim atau tidak karena lebih tahu akan kebutuhan tim dari para pengurus. “Jangan nanti pengurus pula yang menentukan pemain yang masuk PSMS,” jelas Nata.

Rekomendasikan Tiga Pemain

Setelah melalui proses yang ketat, pelatih PSMS Kustiono merekomendasikan tiga nama untuk menambah skuad PSMS. Direncanakan, Sabtu (6/2) malam, rekomendasi itu sudah diserahkan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.

Adapun ketiga pemain tersebut adalah Kussusanto yang bertindak sebagai pemain bawah, Mawan sebagai wing back, dan Dedek Ariandi sebagagi gelandang.

“Ya hanya ketiga pemain ini yang memenuhi kriteria selama pengamatan kita hingga simulasi Jumat (5/2) di Stadion Teladan Medan,” ucap Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan pelatih kiper Jampi Hutauruk, Sabtu (6/2).
Namun dari ketiga pemain tersebut hanya Mawan yang lulus dengan angka tertinggi khususnya jika di lihat dari skil individu. Adapun Kussusanto dan Dedek Ariandi lulus dengan nilai tiga.

Namun Kustiono belum bisa memastikan kapan dan dengan siapa ketiganya dipasangkan. “Kalau Dedek mungkin bisa dipasangkan dengan Azmi, tapi yang pasti kita menunggu keputusan dari manajemen,” tambahnya.

Sebenarnya ada lima pemain lokal yang mendaftarkan diri pada seleksi pemain PSMS. Selain ketiga nama di atas, masih ada Mahmud Azis rekan Marwan semasa di Persidi Idi dan Hamtiar. Hamtiar sendiri merupakan peserta seleksi sebelumnya.

Kehadiran ketiga pemain tadi diharapkan dapat menjadi darah segar bagi PSMS untuk mengarungi kerasnya persaingan Divisi Utama musim ini. Walaupun secara keseluruhan Kustiono mengaku persiapan tim sudah lebih baik. Terbukti dalam latihan, Jumat (5/2) sore yang melahirkan empat gol. Dua gol tercipta atas nama Osas Saha, satu gol dari Ogochukuwu Daniel, dan satu gol lagi disumbangkan Tri Yudha Handoko.
“Kalau bicara teknik semua tim bisa dibilang sama saja, tidak ada yang istimewa. Tapi komunikasi pemain sudah kelihatan, ini sudah bagus. Tinggal memantapkan stamina,” ucap Kustiono.

Latihan fisik tersebut, lanjut Kustiono akan menundukung keinginan untuk menunjukkan permainan rap-rap saat menjamu Persikabo Bogor, Rabu (10/2) nanti di Stadion Teladan Medan.

Menanggapi rekomendasi pemain dari tim pelatih, Sekretaris tim Fityan Hamdy berjanji akan segera menindaklanjuti. Namun status ketiganya masih belum dipastikan.

“Memang kita belum menerima rekomendasi itu, tapi secepatnya kita akan menindaklanjuti. Kalau status ketiganya akan kita bahas terlebih dahulu karena ini berhubungan dengan nilai kontrak yang diajukan nantinya,” jelas Fityan

Nyek Nyobe Mulai Bertingkah

PERFORMA buruk di lapangan membuat status Nyek Nyobe di PSMS dipertanyakan. Sinyal untuk mendepak pun diberikan. Pertandingan melawan Persikabo Bogor akan menentukan status Nyek.

Nyek dinilai sangat pasif di lapangan dan sulit berkomunikasi dengan pemain. Hal ini membuat barisan pertahanan PSMS sangat rentan kecolongan.

Hal itu terbukti dengan mudahnya gawang PSMS diobrak abrik tim lawan. Bukannya berusaha berbenah, Nyek justru semakin menjadi di putaran kedua ini. Sepulang dari Padang misalnya, Nyek tidak ikut latihan karena baru tiba di mess Kebun Bunga saat latihan sore hampir usai.
Karena ulahnya itu, Jumat (5/2) Nyek pun mendapat teguran dari Penasehat Teknik Suryanto Herman dan tim pelatih Kustiono, Suyono, dan Jampi Hutauruk di ruang breafing sebelum bertolak ke Stadion Teladan.

“Sampai sekarang dia (Nyek Nyobe) belum ada ngomong kenapa dia seperti itu. Kita juga jadi bingung apa memang begitu orangnya?” kesal Kustiono, Sabtu (6/2)

Kustiono bahkan menyebut Nyek terkena ‘bengkel hati’ kondisi seseorang yang tidak punya loyalitas dan dedikasi terhadap tim. Untuk itu, Kustiono memberi kesempatan kepada Nyek hingga pertandingan menghadapi Persikabo Bogor nanti. Setelah itu, Kustiono akan memutuskan apakah Nyek dipertahankan atau ditendang.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris tim Fityan Hamdy.

“Memang Nyek kita kontrak untuk satu musim ini. Tapi kita akan lihat kesimpulan dari tim pelatih. Kalau memang ada yang mau barter ya bisa saja kita buang apalagi mainnya seperti itu,” ucap Fityan.

Kabarnya tingkah yang buruk, introvet dan tidak mau berkomunikasi dengan pemain pula yang menyebabkan Nyek didepak dari Persib Bandung. Terkait sikap Nyek Nyobe ini asisten manager Beni Tomasoa mengaku baru tahu perihal sikap introvet Nyek. “Saya sudah melakukan pendekatan kepada Nyek dan dia bilang tidak ada masalah. Sebelumnya saya juga sudah sampaikan ke pihak manager nyek tapi kita lihat ke depan lah. Semoga Nyek bisa lebih baik lagi. Tapi yang pasti Nyek tidak ada keinginan meninggalkan PSMS,” jelasnya.

Friday, February 5, 2010

Tak Jadi Latihan di Teladan

RENCANA PSMS Medan memantapkan persiapan di putaran kedua Divisi Utama PSSI 2009-2010 sedikit terganggu. Pasalnya pintu masuk Stadion Teladan Medan, Kamis (4/2) tertutup rapat tampa alasan yang jelas. Akibatnya, rombongan pemain gagal menggelar latihan dan balik kanan kembali untuk menggelar latihan di Stadion Kebun Bunga.

“Rencananya kita mau memaksimalkan saja persiapan menatap pertandingan menghadapi Persikabo Bogor. Sekaligus biar pemain beradaptasi dengan lapangan sehingga kita benar-benar menjadi tuan rumah di Stadion Teladan,” jelas Kustiono.
Kustiono tidak mengetahui alasan kenapa pintu masuk Stadion Teladan ditutup. “Padahal sejak pagi sudah kita kabari dan dari stadion sudah ok. Makanya saya heran,” ucap Sekretaris Tim, Fityan Hamdy.

Tidak maksimalnya persiapan PSMS Medan sebagai dampak terkendalanya latihan, Kamis (4/2) sore juga melahirkan kekecewaan dari pecinta tim berjuluk Ayam Kinantan. Pasalnya, puluhan pendukung PSMS dari Smack Hooligan sudah menunggu di Stadion Teladan untuk memberikan dukungan.

“Bagaimana rupanya koordinasi dengan Stadion? Kita semua dapat kabar kalau latihan di Teladan, tapi tidak jadi. Kan persiapan jadi tidak maksimal,” kesal Presiden Smack Hooligan, Nata Simangunsong.

Jalan Terjal PSMS Menuju ISL


Kekalahan 1-3 atas Semen Padang membuat jalan PSMS Medan untuk kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim depan semakin terjal. Bagaimana tidak, koleksi poin PSMS yang baru 13 poin masih jauh dari target aman yakni 38 poin.

Namun, Pelatih PSMS, Kustiono mencoba menepis kenyataan itu dengan memastikan bila peluang itu masih ada. “Peluang PSMS masih ada tapi berat dan itu bukan kerja gampang. Kita jalani saja dulu dan berusaha sebaik-baiknya bagaimana mendapatkan hasil maksimal,” ucap Kustiono kepada Sumut Pos usai latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (4/2).

Memang bukan kerja yang gampang. Dengan sisa sembilan pertandingan, PSMS Medan harus bisa meraih delapan kemenangan dengan satu hasil seri, sehingga target 25 poin bisa tercapai. Itu kalau tim berjuluk Ayam Kinantan tidak ingin bergantung hasil pertandingan tim lainnya.

Masalahnya performa para pemain seolah tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Dari latihan yang digelar, masih banyak peluang yang tidak dapat dimanfaatkan pemain untuk mencetak gol. Begitu juga lini tengah yang terkesan lamban. “Kurang mobilitas di lini tengah, begitu juga dengan penyerang masih kurang greget,” jelas mantan pelatih PSAP Sigli itu.

Kustino pun sudah berencana untuk menambha pemain karena masih ada waktu hingga 12 Februari ini. Seperti yang disampaikan Sekretaris Tim Fitian Hamdany, saat ini PSMS baru mendaftarkan 20 pemain. Masih tersisa 10 pemain lagi.

“Yang baru diproses masih Deli Sulistia. Deli memang pemain kita, tapi statusnya selama ini magang. Di bawah kepemimpinan Kustiono tidak ada lagi pemain berstatus magang. Tapi rencananya sekalian saja dengan yang akan lulus seleksi nantinya biar tidak bolak-balik,” ucap Fitian.

Bersamaan dengan itu, sejak pagi hari ada empat pemain lokal yang akan menjalani seleksi. Ada Mawan dan Mahmud Azis dari Persidi Pidie, Dedi Ariandi asal Persikad Depok, pemain yang direkomendasikan Mayadi Rakasiwi dan Kustanto. Keempatnya pun dalam pengawasan yang ketat dari pelatih Kustianto.

Sementara gelandang baru PSMS, Ogochukuwu Daniel terlambat ikut latihan. Ogochukuwu Daniel telat sampai di Medan karena pesawatnya mengalami keterlambatan. Daniel mengaku pesawat Mandala yang ditumpanginya kembali ke Padang setelah terbang beberapa menit.

Daniel baru tiba di Stadion Kebun Bunga pukul 17.00 WIB dengan menggunakan taksi. Usai membayar ongkos taksi, Daniel langsung berkemas dan bergabung

Thursday, February 4, 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub


Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema

Digenjot

Laga menghadapi Persikabo Bogor nanti akan menjadi pertandingan berat bagi PSMS Medan. Bagaimana tidak, saat ini Persikabo menempati peringkat kedua klasemen sementara grup I.

Waktu tersisa jelang pertandingan itu hanya tujuh hari lagi, tapi kubu PSMS justru belum melakukan persiapan.

Kendati begitu, pelatih PSMS Medan Kustiono mengaku jika anak asuhnya akan mampu mengatasi perlawanan Persikabo. Terlebih pria murah senyum ini telah dua kali menyaksikan pertandingan Persikabo sehingga tahu secara persis seperti apa permainan tim itu.

“Dari dua kali melihat penampilan mereka yakni ketika menghadapi Persiraja dan PSAP, saya sudah punya gambaran tentang strategi yang pas saat menghadapi mereka nantinya,” bilang Kustiono, kemarin (3/2).

Agar para pemain dapat memahami strategi yang akan diterapkannya nanti, sepulang dari lawatan ke Kota Padang, Kustiono telah meliburkan pemainnya dari kewajiban berlatih, sehingga saat digenjot seluruh pemain dalam keadaan bugar.

“Mustahil pemain yang kelelahan mampu menyerap strategi permainan yang kita rancang. Jadi, daripada buang energi percuma, kan lebih bagus diliburkan. Itu pun dengan satu syarat, para pemain harus mampu menjaga kebugaran tubuhnya,” beber Kustiono.

Apakah waktu libur yang diberikan kepada pemain tidak menggangu kerjasama tim, utamanya yang melibatkan pemain baru seperti Daniel dan Hary Syahputra?

“Mereka berdua (Daniel dan Hary, Red) adalah pemain yang matang. Artinya, di waktu yang tersisa ini mereka pasti akan langsung nyetel dengan gaya permainan rekan-rekannya,” bilang Kustiono. Ungkapan Kustiono ini tak terlepas dari pengamatannya saat tim Ayam Kinantan bertandang ke markas Semen Padang, beberapa hari lalu.

Menurutnya, dari pertandingan itu terlihat jelas jika kedua pemain anyar yang dimiliki PSMS itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Memang butuh adaptasi, tapi tidak sesulit yang dibayangkan,” terang Kustiono.

Selain memberi perhatian khusus kepada dua pemain anyarnya tadi, mantan pelatih PSAP Sigli ini pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada striker asingnya, Osas Saha.

Menurutnya, Osas Saha sudah semakin matang dan mau bekerjakeras. Karena sikapnya itu pula beberapa pemain muda pun ikut termotivasi untuk ikut-ikutan tampil maskimal,” beber Kustiono.

Di rentang waktu yang singkat pasca menggantikan posisi Suimin Diharja sebagai allenatore tim Ayam Kinantan, Kustiono mengaku sudah mulai memahami satu persatu karakter dan sifat anak asuhnya.

Menurutnya, mengenal sifat serta karakter pemain mutlak dilakukan karena hal itu akan mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan. Lantas apa kiat Kustiono sehingga para pemain dapat menerima kehadirannya?

“Semuanya harus terbuka dan saling menghargai, sehingga segala permasalahan yang ada dapat dipecahkan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terkait persiapan timnya menatap laga kontra Persikabo, Kustiono membeberkan jika seluruh pemain akan kembali digembleng di Stadion Kebun Bunga Medan, hari ini.

Di sisi lain, latihan hari ini selain latihan perdana pasca laga kontra Semen Padang, juga sebagai ajang seleksi bagi beberapa pemain lokal yang berhasrat bergabung ke PSMS. Sayangnya, hingga kemarin Kustiono belum mengetahui secara persis siapa nama pemain yang mengikuti seleksi itu.

“Kalau masih ada pemain yang ingin bergabung dengan tim ini, itu bagus. Apalagi jika pemain yang ingin bergabung memiliki kemampuan yang lebih baik daripada pemain yan telah ada,” pungkasnya

Osas Saha: Hati Saya Tetap di PSMS

KARIR legiun asing PSMS yang sejauh ini telah mencetak empat gol Osas Saha nampaknya akan semakin bersinar di pentas sepak bola nasional. Terlebih, tim berjuluk Ayam Kinantan, tempatnya bernaung saat ini sangat bergantung kepada kepiawaiannya untuk membobol gawang lawan.
Besarnya ketergantungan PSMS kepada pemain berambut keriwil ini ternyata menarik perhatian kontestan Divisi Utama lainnya, Pro Duta Jogjakarta untuk merekrutnya “Memang manajemen Pro Duta telah menyampaikan niatnya untuk merekrut Osas Saha. Tapi keputusan sutuju atau tidaknya melepas Osas Saha tergantung dengan manajemen PSMS, “ ucap Sekretaris Tim PSMS, Fityan yang dihubungi Sumut Pos, Rabu (3/2). Di tempat terpisah Osas Saha mengaku tidak tahu menahu mengenai keinginan Pro Duta meminang dirinya. Kendati demikian, bukan berarti Osas akan menolak seadainya pihak Pro Duta jadi merekrutnya.

“Saya sudah terikat kontrak di sini. Tapi kalau manajemen PSMS memang tak menginginkan saya lagi, maka saya pun terpaksa pindah ke Pro Duta. Tapi sejujurnya, saya berat untuk pindah karena hati saya masih untuk PSMS,” bilang Osas Saha.

Tak ingin disebut sekedar omong belaka, Osas Saha pun mengaku jika dirinya sudah tak sabar kembali berkostum PSMS saat menghadapi Persikabo Bogor, Rabu (10/2) mendatang.

“Saya ingin memberikan yang terbaik saat kami menghadapi Persikabo. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga,” janjinya

Rehat Sejenak

Usai menelan kekalahan 1-3 atas Semen Padang di awal putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, pelatih PSMS Kustiono mengaku jika dirinya memiliki program khusus yang ke depannya dapat mendongkrak performa tim Ayam Kinantan.

Beruntung bagi Affan Lubis dkk, karena sebelum digenjot habis-habisan oleh Kustiono, mereka sempat menikmati indahnya panorama Kota Padang, selepas melakoni kewajibannya bertanding dengan Semen Padang di Sijunjung, Senin (1/2) lalu.

“Rencananya, anak-anak akan kembali digenjot pada hari Kamis (4/2). Beberapa program sudah saya siapkan secara matang. Saya berharap seusai melahap metode itu penampilan anak-anak akan membaik, utamanya saat menghadapi Persikabo yang telah ada di depan mata,” ucap Kustiono, Selasa (2/2).

Meskipun tidak merinci program latihan yang akan diterapkannya, namun mantan pelatih PSAP ini menganggap jika dirinya perlu melakukan sebuah terobosan, terlebih Persikabo bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

“Mereka (Persikabo Bogor, Red) merupakan salah satu tim kuat di ajang Divisi Utama musim ini. Jadi semua hal yang berkaitan dengan kekuatan tim itu akan kita pantau guna menemukan formulasi yang paling tepat untuk memetik poin sempurna,” paparnya.
Terkait obsesinya untuk membawa PSMS meraih kemenangan atas Persikabo, pria murah senyum ini mengatakan bahwa dirinya masih bersandar pada kepiawaian Osas Saha dalam merobek gawang lawan.

“Osas merupakan pemain berbakat yang dari hari ke hari memperlihatkan peningkatan permainan. Bahkan, jika selama ini dia terkesan malas mengejar bola yang telah lepas, kemarin (saat menghadapi Semen Padang, Red) dia justru terlihat mobile dan mengejar ke manapun bola mengalir,” ingkap Kustiono.

Lantas bagimana dengan penampilan dua punggawa anyar tim Ayam Kinantan Daniel dan Harry Syahputra?
“Lini tengah kita (PSMS, Red) jadi lebih hidup sejak kehadirannya. Selain itu dia mampu bekerjasama dengan Affan Lubis dalam membangun serangan,” urai Kustiono tentang Daniel.

Nah, itu penilaiannya tentang Daniel. Bagimana dengan Harry Syahputra?

“Kartu kuning yang didapatkannya saat kita berhadapan dengan Semen Padang, kemarin justru membuktikan totalitas dirinya. Ini sebuah keuntungan bagi kita, mengingat salah satu titik lemah tim kita selama ini adalah sektor belakang,” urainya.

Totalitas juga dimiliki oleh Dodi Rahwana, yang karena kegigihannya mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan tim Ayam Kinantan justru membuat pemain Semen Padang emosi dan melakukan kecurangan yang mengakibatkannya cedera di bagian pelipis.

“Saya istirahatkan dia beberapa hari, agar saat menghadapi Persikabo nanti dia sudah benar-benar fit ,” beber Kustiono

Diliburkan, Pulang ke Rumah Masing-masing

Meskipun sempat mengalami delay (penundaan keberangkatan pesawat), namun rombongan PSMS Medan tetap kembali dalam keadaan selamat saat menjejakkan kaki di Kota Medan. Kerinduan terhadap orang-orang terdekat pun siap ditumpahkan. Terlebih, Kustiono, pelatih PSMS masih meliburkan pemainnya dari rutinitas latihan.

“Jam delapan sudah berangkat dari Sijunjung, kemudian empat jam berada di Kota Padang, sebelum akhirnya bertolak kembali ke Medan,” cerita winger PSMS Dodi Rahwana saat bertemu Sumut Pos di mess pemain Stadion Kebun Bunga, kemarin (2/2).
Tapi ternyata, tak semua pemain pulang ke mes pemain. Libur satu hari yang diberikan pelatih dimanfaatkan sebagian pemain untuk pulang ke rumahnya masing-maisng.

Tak terkecuali Osas Saha. Striker yang pernah berseragam PSDS ini memilih pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Stadion Teladan Medan untuk melepas rindu dengan sang istri tercinta.

Sama halnya dengan pelatih dan sekretaris tim. Sementara Dodi yang kemarin ditemui Sumut Pos juga terlihat tergesa-gesa ingin meninggalkan kamarnya.

Saat ditanya seputar insiden yang menimpa dirinya, mantan siswa SSB Generasi Medan ini mengungkapkan jika dia hanya bisa pasrah saat tim medis telat melakukan pertolongan.

“Tak langsung dijahit sih, soalnya tim medis panitia gak punya jarum. Jadi, yang menjahit ini adalah dokter tim,” ungkap Dodi sembari menunjuk luka di pelipisnya itu.

Seperti yang dipaparkan Dodi, insiden berdarah itu dialaminya pada babak kedua saat menggantikan Heri Suwondo.
Tak tahu entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja siku pemain asing Semen Padang Edgard Wilson telah bersarang di pelipisnya.
Karena tidak langsung terjatuh, wasit tidak menghentikan pertandingan. Dodi baru terjatuh saat darah sudah menutupi mata kirinya.
Sayangnya wasit tidak menghentikan pertandingan, padahal beberapa pemain PSMS terlihat bengong menyaksikan nasib naas yang dialami Dodi.
Kondisi ini dimanfaatkan anak-anak Semen Padang untuk membobol gawang PSMS yang kemarin dikawal M Halim.

“Ya… mau bagaimana lagi? Memang begitulah kondisi sepakbola kita. Jadi jangan heran bila tim tamu dikerjai oleh wasit,” bilang Dodi.

Tuesday, February 2, 2010

Korban Unfair Play


Buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh klub yang mentas di ajang Superliga dan Divisi Utama PSSI.

Tak terkecuali dengan PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini pun kemarin (1/2) mengalami nasib tak mengenakkan saat takluk 1-3 dari tuan rumah, Semen Padang di Stadion Sijunjung.

Buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suparman (Bandung) ditengarai menjadi penyebab kekalahan Affan Lubis dkk dalam laga perdana putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia.

Kebobrokan wasit saat memimpin pertandingan paling terlihat ketika Doni Rahwana yang masuk menggantikan Maulana terjatuh dan mengalami cedera dibagian pelipis akibat dipukul pemain Semen Padang. Tapi saat itu wasit seolah tidak melihat dan tetap tetap melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini dimanfaatkan pemain Semen Padang untuk terus membawa bola melewati para pemain PSMS yang terpana untuk selanjutnya melesakkan gol kedua pada menit ke-70.

Tindakan tidak fair lainnya juga diperlihatkan saat Antonio Claudio menjegal striker PSMS Osas Marveleous Saha yang berhasil menerobos pertahanan sampai di kotak finalti, namun Ahmad Suparman justru memberikan kartu kuning kepada Osas yang dianggapnya sengaja melakukan diving.

“Luar biasa kepemimpinan wasit hari ini. Kalau memang kalah, kita terima kok, tapi kalau kalahnya seperti ini, jelas kita dikerjai wasit. Gol pertama yang jelas-jelas offside tetap disahkan, begitu juga saat Dodi dipukul sampai jatuh yang menyebabkan anak-anak terpaku, hingga akhirnya gol kedua tercipta,” beber Pelatih PSMS Kustiono yang dihubungi Sumut Pos, Senin (1/2).

Hal itu pun dipertegas asisten manager PSMS, Zulkifli Husein. “Kekalahan PSMS pada pertandingan kali ini merupakan tanggung jawab wasit karena tidak menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pertandingan yang fair,” ketusnya.

Meski kalah, Kustiono, pelatih PSMS mengaku puas dengan penampilan para pemainnya yang mulai menunjukkan peningkatan. “Ball position sudah bagus. Para pemain sudah berani melakukan terobosan, shooting, dan melakukan gerakan tanpa bola,” tambahnya.
Sesungguhnya, di awal babak pertama anak asuh Kustiyono mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Kerjasama satu dua di antara pemain depan PSMS berhasil membuat pertahanan Semen Padang kerepotan.

Bahkan satu umpan panjang dari Syaful Ramadhan di menit ke-2 membuat Ahmad Kurniawan, kiper Semen Padang berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang, Semen Padang berhasil keluar untuk berbalik membongkar pertahanan PSMS yang dikomando Harry Syaputra. Akan tetapi lincahnya striker Semen Padang Wilson Junior memaksa Harry Syahputra mengganjalnya sehingga wasit memberi kartu kuning untuk pemain anyar PSMS itu.

Hingga memasuki menit ke-17, permainan kedua tim kurang berkembang. Begitupun, Wilson Junior berhasil memaksimalkan kelengahan pemain bawah PSMS untuk membobol gawang yang dikawal M. Halim. Kedudukan 1-0 untuk Semen Padang bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang bermain cerdik dengan dengan mengatur tempo permainan, sehingga Affan Lubis dkk terpancing bermain terbuka.

Imbasnya, lini pertahanan PSMS menjadi rapuh, utamanya setelah Maulana keluar dan digantikan Dodi Rahwana serta Hery Swondo diganti dengan Dedi Wahyudi.

Kondisi ini membuat koordinadi antar pemain menjadi kurang padu, hingga akhirnya tercipta gol kedua bagi Semen Padang pada menit ke-70.
Ketinggalan dua gol membuat pemain PSMS kembali menekan lini pertahan tim Kabau Sirah. Masuknya Jeky Pasarella menggantikan Afan Lubis memompa semangat pemain depan PSMS. Kerjasama yang dibangunnya bersama Daniel dan Osas Saha berhasil menerobos pertahanan Semen Padang sehingga Antonio Claudio harus menjegalnya di kotak finalti. Sayang, wasit justru mengangap Saha melakukan diving dan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Tak putus asa, Osas Saha dkk terus menggempur lini pertahanan Semen Padang, hingga akhirnya gol tercipta pada menit ke-85, dan berubahlah kedudukan menjadi 2-1.

Namun skor itu tak bertahan lama karena kecerobohan yang dilakukan Syaiful Ramadhan dan Deny Wahyudi menyebabkan gawang PSMS kebobolan untuk ketiga kali.

Suporter Khawatir PSMS Terdegradasi


Kekalahan yang dialami PSMS dari Semen Padang kemarin (1/2) kiranya menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para penggemarnya. Bahkan kubu SMeCK Holligan yang rela-rela datang langsung ke Sijunjung untuk memberi dukungan kepada Affan Lubis dkk tak kuasa menahan rasa sesalnya.

“Kita di sini (Padang, Red) berjumlah 13 orang dan menjadi saksi kekalahan yang menyakitkan ini,” ucap Presiden SmeCK Hooligan Nata Simangunsong yang dihubungi via telepon, Senin (1/2).

Tapi Nata dan yang lainnya mengaku tidak kecewa dengan penampilan para pemain. Sebab, masih menurutnya, seluruh pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya.

“Begitupun, saya melihat jika para pemain seperti kehilangan nyali serta tidak memiliki visi permainan yang jelas,” tutur Nata.
Menurutnyna lagi, kacaunya koordinasi di antara pemain membuktikan jika Kustiono tidak memiliki kemampuan untuk menangani tim sebesar Ayam Kinantan.

Untuk itu, mewakili SMeCK Hooligan yang ada di Medan, Nata meminta agar pengurus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Kustiono selakuk pelatih PSMS .

“Bisa dibilang kemampuan individu pemain yang meningkat itu merupakan hasil dari binaan pelatih sebelumnya. Makanya kita heran, kenapa ketika pemain sudah menemukan irama dan pola permainan yang, justru pelatihnya harus didepak,” kesalnya.
Pada kesempatan itu, Nata mengingatkan pengurus PSMS akan malapetaka yang kemungkinan besar terjadi bila mempertahankan Kustiono sebagai pelatih PSMS.

“PSMS merupakan klub kebanggaan dan milik masyarakat Medan. Kita tidak akan terima bila PSMS harus turun kasta dari Divisi Utama ke Divisi I,” pungkasnya

Minus Tim Medis

ekalahan PSMS dari tim tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 di Stadion M. Yamin Kabupaten Sijunjung Sumbar lebih dikarenakan faktor teknis serta faktor mental pemain.

Karenanya, pengawas pertandingan Nasrudin yang berasal dari Aceh harus bertanggung jawab atas berbagai kejanggalan yang terjadi, seperti tidak adanya tim dokter dalam pertandingan tersebut.

Ini terbukti ketika pemain belakang PSMS Dody Rahwana mengalami cedera namun tak kunjung mendapatkan perawatan dari tim medis.
Dokter PSMS Rorywansyah Pane pun berang. Dikatakannya PSSI sengaja menimbulkan berbagai permasalahan dengan tidak memberi jaminan keselamatan kepada pemain. “Saat technical meeeting kemarin, pengawas pertandingan (PP) berjanji akan menjamin keselataman dan kesehatan pemain, tapi nyatanya itu tak terbukti. Padahal, ini bertentangan dengan panduan manual liga,” tuturnya.

Dia juga menguraikan selain ketiadaan tim medis, wasit yang memimpin pertandingan pun sangat berpihak kepada Semen Padang. “Banyak keputusan wasit yang berat sebelah. Ini akan kita laporkan kepada BLI,” tuturnya didampingi oleh Zulkifli Husein asisten manager PSMS.
Sementara itu asisten manejer tim Zulkifli Husein mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi.

Ayam Kinantan gagal 3-1 untuk semen padang

SIJUNJUNG, Sumbar - PSMS Medan kembali menjadi korban keganasan Semen Padang di kandangnya sendiri, setelah takluk 1-3 dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Prof HM Yamin SH, Senin.

Kekalahan tim asuhan Kustiono itu juga tidak terlepas dari keboborokan wasit Ahmad Suparman dari Bandung serta kedua asistennya, Rosid dan Novendri yang juga berasal dari Bandung.

Turun dengan komposisi M Halim, Nyeck Nyobe, Harry Syahputra, Ahmad Maulana, Heri Suwondo, Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Oguchukwu Daniel dan Osas Saha, PSMS bermain di bawah form. Parahnya, Semen Padang pun tidak tampil istimewa.

Melalui umpan-umpan pendek yang divariasikan long passing, PSMS mampu menekan petrtahanan Si Kabau Sirah. Bahkan tembakan keras Syaiful Ramadhan nyaris membobol gawang Ahmad Kurniawan, begitu pula sepakan Faisal Azmi yang masih menyentuh mistar gawang.

Sejak itu, serangan PSMS malah menurun dan Semen Padang justru berhasil memperdayai M Halim di menit ke-17. Gol pertama tuan rumah berawal dari perangkap offside yang dilakukan Nyeck Nyobe yang justru menjadi kartu mati PSMS. Alhasil, Edwar Wilson Junior dengan mudah melesakkan bola ke gawang Ayam Kinantan.

Tertinggal satu angka, PSMS mencoba mengejar tapi duet Osas Saha dan Daniel kurang maksimal di lini depan. Belum lagi kurang dukungan dan distribusi bola dari lini tengah untuk keduanya membuat hilang kesempatan PSMS mengejar poin.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS tidak berubah dan untuk kedua kalinya gawang M Halim kebobolan. Kali ini, pemain pengganti Budi Kurnia mencetak gol bagi timnya.

PSMS masih sempat memiliki asa ketika aksi individu Saha memperkecil kekalahan di menit ke-84. Namun menjelang bubaran, tuan rumah memastikan raihan poin penuh ketika Syaiful Ramadhan melakukan gol bunuh diri.

Monday, February 1, 2010

Ayam Kinantan matangkan diri

Sumbar - Pada laga pembuka putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Pelatih PSMS Medan Kustiono berharap mimpi meraih nilai mengawali debutnya bisa terwujud saat dijamu Semen Padang di Stadion M Yamin, Sijunjung, Senin nanti.

Tak ingin menuai kekalahan dari tuan rumah, Kustiono terus mematangkan persiapan dengan fokus utama mengasah kecepatan dan ketahanan fisik para pemain. Ini mengingat perjalanan jauh dari kota Padang ke Kabupaten Sijungjung membuat M Affan Lubis cs sedikit kelelahan.

Setibanya di penginapan Wisma Anggrek Sijunjung, Sabtu, Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan Jamaluddin Hutauruk mengembalikan kondisi fisik dan kebugaran pemain pasca perjalanan empat jam melalui darat.

Kegagalan memanfaatkan peluang saat menjamu si Kabau Sirah di putaran pertama lalu di Medan membuat beban PSMS cukup berat mencuri angka dari Antonio Claudio cs yang masih memimpin klasemen sementara. Hasil imbang tersebut membuat PSMS tak memiliki pilihan lain kecuali meraih kemenangan ataupun minimal seri.

"Kami harus mampu meraih poin dalam pertandingan ini, sebab permasalahan pasca dipecatnya Suimin Dihardja menjadikan saya optimis berbuat maksimal," tambah Kustiono.

Mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga menegaskan, recovery pemain melalui pendekatan dan suntikan motivasi tetap dilakukan tim pelatih. Disinggung keberadaan Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra, Kustiono mengaku keduanya akan diupayakan untuk tampil melawan Semen Padang.

Secara terpisah, kubu Semen Padang kembali merasa resah karena Marcio Souza da Silva terancam tidak bisa merumput terkait dipanggilnya pemain Brazil itu oleh Komdis PSSI akibat kasus keributan di Tangerang saat Semen Padang menghadapi Persita, 8 Januari lalu.

Namun asisten pelatih si Kabau Sirah Nil Maizar mengisyaratkan, Souza tetap berpeluang tampil sebelum Komdis mernjatuhkan hukumannya. Di samping itu, Manajer Semen Padang Asdian ST mengaku, absen tidaknya mantan striker Persela Lamongan ini tidak menjadi masalah, karena Semen Padang juga telah merekrut dua pemain baru yaitu Alexander Pulalo dan Ismail Pabanyo.

"Keduanya sudah deal untuk memperkuat Semen Padang menghadapi PSMS nanti," lanjut Mizar

Ogochukwu positif turun

Sumbar - Pemain asing baru PSMS Medan asal Nigeria, Nkwakeo Ogochukwu Daniel, positif bisa turun memperkuat timnya menghadapi Semen Padang di awal laga putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion M Yamim Sijunjung Sumbar, Senin besok.

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan asistennya Drs Benny Tomasoa menyampaikan hal tersebut, Minggu. Dikatakan, PSSI sudah memberi keabsahan bagi Daniel memperkuat PSMS dan surat resminya akan dikirim ke pihak Pengawas Pertandingan (PP) Semen Padang dan PSMS.

Terkait itu, Pelatih PSMS Kustiono menyambut gembira kepastian gelandang menyerang anyarnya itu. Pasalnya, Kustiono menilai kehadirannya mendampingi Osas Saha sebagai tandem di depan akan mempertajam daya serang Ayam Kinantan.

"Bila ini terjadi, PSMS tidak akan mengalami kesulitan mendongkrak pertahanan solid si Kabau Merah," ujarnya usai memimpin latihan tim, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Hendra juga meminta kepada M Affan Lubis cs harus bisa mewujudkan impian masyarakat Medan membawa pulang nilai dari tur Sumbar. Hendra menekankan, para pemain harus mewaspadai pergerakan setiap pemain Semen Padang khususnya target man

Semen Padang vs PSMS

Di bawah rancangan arsitek baru Kustiono, PSMS akan melakoni laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama PSSI.
Lawan yang bakal dihadapi pun bukan tim sembarangan. Semen Padang siap menantang, dengan dukungan ribuan pendukungnya di Stadion Sijunjung sore ini (1/2).

Walau sulit untuk memenangkan laga ini, namun Kustiono, pelatih PSMS mengaku optimis jika anak-anak Medan mampu memberi kejutan. Kejutan apa? Ini yang masih menjadi tanda tanya. Menang atau kalah?

Kalau PSMS mampu memetik poin sempurna bukan tak mungkin pamor Kustiono selaku pelatih baru PSMS menggantikan pelatih senior Suimin Diharja bakal meningkat pesat.

Elu-elu pendukung pasti didapatnya. Tapi kalau sampai kalah, bukan tak mungkin dirinya akan menjadi bahan pelampiasan kekesalan para suporter.

Terlepas dari itu semuanya, akan lebih bijak jika kekuatan serta kekurangan PSMS yang bertindak sebagai tim tamu dan Semen Padang selaku tuan rumah dikupas habis sebelum laga antara keduanya berlangsung.
Ya, tak dapat dipungkiri jika untuk musim kompetisi tahun ini kondisi Semen Padang jauh lebih baik dari pada PSMS.
Tak hanya untuk ukuran finansial semata, untuk materi pemain yang memperkuat kedua tim pun, sekilas tuan rumah lebih unggul dibanding sang tamu.
Bahkan jika melihat kepada posisi kedua tim di klasemen sementara grup I Divisi Utama PSSI, posisi Semen Padang pun di atas PSMS.
Sejauh ini tim berjuluk Kabau Sirah nangkring di peringkat pertama, sedangkan PSMS harus puas menempati peringkat tujuh dengan raihan 13 angka.

Tapi kalau bicara sejarah pertemuan di antara kedua tim, PSMS bolehkan sedikit bangga. Untuk catatan di atas kertas, sejak tahun 2004 PSMS hanya takluk dua kali melawan Semen Padang.

Selebihnya dari 11 pertemuan di ajang Divisi Utama dan Copa Indonesia, PSMS tujuh kali menang. Sisanya berakhir imbang.
Catatan di atas jelas berpihak pada PSMS. Tapi apakah dengan berbekal catatan itu PSMS dapat dengan mudah memetik poin sempurna dari sang empunya stadion?

“Bertandang ke markas Semen Padang tentu saja berat. Tapi kita tak pernah gentar. Anak-anak harus lebih konsentrasi untuk mencuri peluang,” kata Kustiono, pelatih PSMS.

Ya, masalah utama yang dihadapi PSMS adalah mental dan tumpulnya lini depan. Namun hal ini tampaknya sudah bisa diatasi pasca bergabungnya dua pemain baru, Ogockuhwu Daniel.

Keuntungan lainnya adalah bahwa menatap laga ini tim besutan Kustiono dapat tampil full team, menyusul dibatalkannya hukuman larangan tampil bagi Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.

Sedang dua punggawa anyar PSMS Daniel dan Harry kabarnya sudah mendapatkan pengesahan dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama PSMS.

Selain faktor di atas, absennya Enjang Rohiman yang terkena akumulasi jelas menguntungkan PSMS. Tapi, kubu Ayam Kinantan harus tetap waspada karena Marcio Sauza telah terbebas dari sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.
“Sebagai tuan rumah, jelas kami ingin mengamankan poin penuh. Kalau itu tercapai, posisi di puncak klasemen akan semakin kokoh. Kami yakin mampu mengatasi PSMS,” beber Arcan Iurie, pelatih Semen Padang.

Harapkan Pemain tak Tertekan

PASCA menggelar latihan terakhir sore kemarin (31-/1), Kustiono arsitek PSMS menegaskan agar seluruh skuad tidak terbebani dengan laga menghadapi Semen Padang yang berstatus pemuncak klasemen.

Pelatih berusia 48 tahun itu meminta kepada pemain agar menghadapi setiap permasalahan di dalam tim dengan senyuman. Diharapkan, dengan cara itu PSMS mampu meredam ambisi Semen Padang yang ingin meraih angka penuh dari Ayam Kinantan. “Yang terpenting gembira saja. Jangan terlalu terbebani,” tutur Kustiono.

Ini salah satu trik yang diterapkan Kustiono untuk melakukan pendekatan kepada pemain. Itu dari sisi psikologis, tapi kalau secara taktik dan strategi Kustiono mengaku tidak melakukan banyak perubahan. Artinya, apa yang telah dibangun Suimin Diharja selama ini, masih akan dipertahankan. Paling hanya akan ada sedikit perubahan saja.

“Saya yakin anak-anak sudah bisa bermain maksimal. Oleh sebab itu formasi tim tidak akan jauh berbeda dari formasi sebelumnya, hanya saja pendekatan psikologis di antara pemain dan pelatih akan tetap kami lakukan,” tambah Kustiono.
Meladeni Semen Padang, memang Kustiono enggan membeberkan strategi khusus yang akan diterapkan. Yang penting, Kustiono berharap skuad mampu memperlihatkan penampilan keras dan berani.

“Intinya disiplin, waspada dan tetap konsentrasi. Semoga dengan begitu kita mampu meredam permainan cepat Semen Padang yang akan tampil di hadapan para pendukungnya nanti,” harap Kustiono

Lebih Baik Jualan dari pada Nonton Semen Padang

ADA hal menarik seputar persiapan laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang akan mempertemukan tim tuan rumah Semen Padang versus PSMS, sore ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Semen Padang kini menjadikan Stadion Sijunjung sebagai markas sejak beberapa waktu lalu. Sijungjung sendiri merupakan sebuah kabupaten yang berjarak tempuh empat jam via darat dari Kota Padang.

Kalaupun nantinya laga itu dipenuhi suporter tim tuan rumah, Panitia Pelaksana Pertandingan mengatakan bahwa fans itu sebagian besar berasal dari Padang. Hanya beberapa yang datang dari Sijunjung.

Hal itu terjadi karena mayoritas warga Sijunjung tidak menyukai sepak bola. Apalagi yang bertanding Semen Padang. Warga setempat mengakui lebih senang berjualan dari pada harus buang uang dan waktu untuk menonton pertandingan sepak bola.
Kalau benar begitu kondisinya, jelas ini menguntungkan PSMS. Terlebih PSMS akan didukung langsung oleh sejumlah fans yang datang dari Medan.

“Kawan-kawan fans Semen Padang menyambut baik kehadiran kami, dan kami telah sepakat untuk tetap sportif,” bilang Nata.

Kendala Recovery

Menatap laga kontra Semen Padang, Senin (1/2) besok, pelatih PSMS Kustiono menegaskan skuad asuhannya akan tampil ngotot. Untuk itu, kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi.

Tak hanya sekedar ngomong, buktinya setiba di kawasan Sijunjung markas Semen Padang, kemarin (31/1), Kustiono langsung menggeber pemainnya untuk mengembalikan stamina dan motivasi Affan Lubis dkk.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk melakoni laga tandang kali ini. Pasalnya, untuk sampai ke Kabupaten Sijunjung, Affan Lubis dkk harus menghabiskan waktu tak kurang dari empat jam jika bertolak dari Kota Padang.
“Mengembalikan kebugaran pemain menjadi prioritas utama kita sebelum melakoni laga berat nanti,” bilang Kustiono.

Kendati tak menampik jika para pemainnya mengalami kelelahan, namun mantan pelatih PSAP Sigli ini tetap mengapungkan ambisi yang membubung.

“Kami pasti main habis-habisan. Walau tandang, tapi skuad tak boleh gentar menghadapi pertandingan ini. Intinya kalau ada peluang, semua pemain harus mampu memaksimalkannya menjadi gol sebagai modal awal meraih kemenangan,” beber pelatih berusia 48 tahun itu.
Ungkapan Kustiono seakan sebuah pernyataan jika dirinya tak terpengaruh dengan hasil imbang 0-0 ketika kedua tim bertanding di Stadion Teladan Medan beberapa waktu lalu.

Sah-sah saja jika Kustiono bersikap seperti itu, karena ketika hasil imbang itu terjadi, dirinya justru masih membesut PSAP Sigli. Lantas bagaimana dengan mental pemain yang terlibat pertandingan yang berlangsung di putaran pertama lalu?

“Ya, saat melawan Semen Padang di Teladan lalu, skornya hanya draw 0-0. Jelas hasil tersebut akan mempengaruhi mental anak-anak,” jawab Kustiono.

Mengantisipasi semua kendala yang menghinggapi timnya jelang laga nanti, Kustiyono mengatakan bahwa dirinya berusaha membangkitkan motivasi seluruh pemain melalui pendekatan persuasif.

Terkait keberadaan legiun anyar PSMS Nkwakwo Ogochukwu Daniel dan Hary Saputra diporeh informasi melalui sekretaris tim Fityan jika kedua pemain itu tetap diupayakan untuk bisa bermain melawan Semen Padang. “Kita sangat berharap kedua pemain ini mempu memberi kontribusi maksimal kepada tim. Artinya, jika kedua pemain ini bisa tampil, maka kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan,” tambah Fityan.
Sementara itu terkait nasib pemain yang sebelumnya sempat terkena sanksi dari Komdis PSSI seperti Maulana dan Faisal Azmi, didapat kabar jika keduanya sudah bisa tampil. Hanya saja, keduanya harus dapat mengontrol emosinya, karena sedang berada dalam pengawasan Komdis

Ketiduran, Daniel Nyaris Ketinggalan Pesawat

Sejak awal, memang terlihat ada yang aneh pada tingkah legiun impor PSMS terbaru, Ogochukwu Daniel.
Sejak ikut seleksi di PSMS beberapa waktu lalu, Daniel memang terlihat punya sifat pemalu dan sedikit kocak.
Dan kekocakannya itu kembali terlihat ketika tim hendak bertolak ke Padang, kemarin (29/1). Ironisnya, kekocakannya kali ini nyaris menimbulkan masalah.

Bagaimana tidak, saat tim tengah menunggu delay-nya pesawat Mandala Airlines tujuan Padang di Bandara Polonia, Daniel sempat-sempatnya tidur di ruang tunggu bandara.

Akibatnya, Daniel nyaris tertinggal pesawat karena tak ada satu pun rekannya yang melihat Daniel tertidur.
Hingga tiba saatnya naik ke pasawat, hanya Daniel yang belum muncul. Seluruh skuad pun cemas. Bahkan pramugari terlihat mencoba menghubungi pihak bandara untuk mencari penumpang bernama Daniel. Semua panik.

Menanti beberapa waktu, Saha pun mencoba menghubungi rekan senegaranya itu. Lama tak dijawab, tiba-tiba Daniel naik ke pesawat dengan wajah tak berdosa. Sambil menguap, Daniel bilang dia ketiduran. Mendengar hal itu, seluruh skuad pun meneriaki Daniel sambil tertawa.
“Saya ketiduran di Bandara, saya tidak tahu, apakah kita sudah berangkat atau belum. Untung ada penumpang yang bangunin,” ujarnya sembari menguap.

Itu masalah Daniel. Masalah Faisal Azmi lain lagi. Gelandang gondrong bernomor punggung tujuh itu mengalami pengalaman unik yang lebih menggelikan lagi.

Setelah sampai di Bandara Minang Kabau, Padang, pemain yang baru dikaruniai anak kedua ini tanpa banyak cerita langsung naik sebuah bus Damri.

Dikiranya, bus itu-lah yang akan membawa rombongan PSMS ke markas Semen Padang di Sijunjung. Sial, ternyata dugaannya meleset.
Pada dasarnya, bus yang akan membawa skuad PSMS adalah bus milik Semen Padang. Dampaknya tak kalah membuat panik. Seluruh skuad yang telah nangkring di bus Semen Padang, merasa ada yang hilang. Setelah dihitung, ternyata Faisal yang tak ada.

Semua sibuk mencari. Official tim sibuk memantau ke seluruh area. Jekcy Pasarela rekan satu tim Faisal pun berteriak memanggil. Rupanya Faisal mendengar. Diapun lantas berlari turun dari bus yang salah dinaikinya itu.

“Gawat, bisa sampai salah gini. Bikin malu saja. Saya letih karena perjalanan jauh sehingga konsentrasi jadi buyar. Lain kali, kami berharap agar waktu keberangkatan lebih dipercepat,” harap Faisal

Fans Susul Tim ke Padang

Ada yang menarik ketika skuad PSMS melakoni laga away ke markas Semen Padang di Sijunjung. Selain telah berganti arsitek, laga kali itu juga lebih bermakna karena barisan suporter PSMS dari Medan turut serta mendampingi tim untuk didukung.

Meski tak banyak jumlahnya, namun kehadiran fans cukup memberikan rasa lega di antara skuad PSMS karena dengan hadirnya mereka, skuad merasa tak berjuang sendirian.

Dari Medan, barisan fans yang bernaung di label Suporter Medan Cinta Kinantan (SmeCK) Hooligan menyusul dengan menggunakan bus. Belasan fans dari SMeCK siap mendukung PSMS dengan sepenuh hati. Selain SMeCK, kabarnya fans dari PSMS Medan Fans Club juga hadir di sana.
“Kehadiran fans jelas semakin meningkatkan moralitas permainan anak-anak. Mereka harus memberikan yang terbaik demi pendukung dan masyarakat Medan,” kata Kustiono menyoal kehadiran fans ini.

Affan Lubis kapten tim juga menyambut hangat rekan-rekan fans. Affan bilang, fans harus mendukung dengan tertib dan tak melupakan fanatisme khas PSMS.

“Terimakasih fans datang mendukung kami. Semoga kami bisa menunjukkan permainan terbaik kami dan meraih angka melawan Semen Padang,” ucap Affan.

Sedangkan pihak fans dari SMeCK lewat Nata Simangunsong selaku ketua berharap agar pemain PSMS, bermain lepas dan tak kenal kompromi.
“Kita butuhkan angka penuh agar tetap eksis. Ribak sude setiap lawanmu, pantang menyerang karena kami para fans berada di belakang kalian,” koar Nata

Saturday, January 30, 2010

Full Team

PSMS terbang ke Padang dengan materi pemain yang lengkap. Dengan begitu, target untuk meraih poin penuh di Stadion Sijunjung (markas Semen Padang) mungkin saja tercapai. 18 skuad diboyong untuk melakoni laga berat itu, termasuk dua pemain anyar Harry Syahputra dan Oguchukwu Daniel.

Skuad bertolak ke Padang, Jumat (29/1) lalu dengan menumpang Mandala Airlines pada pukul 19.00 WIB. Karenanya, hal utama yang harus diwaspadai oleh PSMS adalah bagaimana menjaga kebugaran pemain. Pasalnya, skuad harus menempuh perjalanan berliku yang cukup jauh.

Sejak beberapa waktu belakangan, markas Semen Padang memang telah berpindah ke daerah Sijunjung. Kota kecil itu berjarak tempuh 4 jam dari Kota Padang yang hanya bisa ditempuh melalui jalur darat.

Diperkirakan, skuad akan sampai ke Sijunjung pada pukul 24.00 WIB. Kondisi itu tentu saja berpengaruh kepada kondisi fisik Affan Lubis dkk. Sialnya, hingga saat ini pengurus PSMS belum menunjuk pelatih fisik menggantikan Nimrot Manalu yang diberhentikan.

Meski begitu, sejumlah pemain terlihat optimis bisa memberikan penampilan terbaiknya. Kustiono arsitek baru PSMS pun memiliki keyakinan yang sama.

“Tim sudah siap tampil. Saya harap kita mampu mencuri poin di Padang,” kata Kustiono.Skuad yang diboyong, dijelaskan Kustiono, merupakan pemain yang benar-benar siap untuk tampil fight. Hal itu ditentukannya setelah menggelar latihan selama satu pekan.

Jecky Pasarela dan Kamil Sembiring juga dibawa. Padahal Jecky awalnya disinyalir menderita cedera telapak kaki. Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Jecky, Kustiono memutuskan jika pemain bernomor punggung 18 itu sudah bisa tampil. Yang menarik adalah dengan bakal masuk line up-nya Harry Syahputra dan Ogochukwu Daniel. Kedua pemain ini kabarnya telah mendapatkan lampu hijau dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama Ayam Kinantan.

Meski demikian, pihak PSMS sebenarnya belum menerima berkas administrasi pengesahan dari PT LI. Kalau sehari sebelum laga itu digelar surat pengesahan itu belum juga sampai ke tangan PSMS, dipastikan kedua pemain itu bakal absen.
“Agen Daniel pagi tadi sudah mengurus administrasi Daniel ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa segera merumput. Sama halnya dengan Harry Syahputra, yang juga kita daftarkan,” kata Hendra DS Manajer PSMS.

Kehadiran kedua pemain ini memang cukup melegakan. Walaupun pada dasarnya PSMS masih mencari seorang gelandang dan striker tajam. Keberadaan Osas Saha di lini depan tampaknya masih jauh dari memuaskan. Di putaran kedua ini, PSMS harus lebih produktif agar mampu bersaing dengan kontestan lainnya di Divisi Utama Liga Indonesia.

Ban Kapten Pindah ke Lengan Affan Lubis

M Affan Lubis diprediksi menggantikan posisi Slamet Riyadi sebagai kapten PSMS. Ya, sebelumnya Affan hanya menjadi wakil kapten PSMS ketika Slamet Riyadi masih bersama PSMS.Pasca didepaknya Slamet Riyadi, posisi kapten tim memang sempat kosong. Dan menatap laga perdana di putaran kedua ini, Affan dianggap sosok yang tepat menggantikan Slamet Riyadi.

Affan memang termasuk salah satu pemain senior di PSMS musim ini. Selain Affan memang ada juga M Halim yang bertugas di bawah mistar. Namun pengalaman Affan sebagai kapten tim lebih banyak dari pada M Halim. Musim lalu, Affan juga pernah menjabat sebagai kapten tim PSMS. Jabatan itu cukup lama diembannya, sebelum digantikan oleh Esteban Gulien di paro musim.

Di klub sebelumnya, Semen Padang Affan juga lama menjabat kapten tim.
”Tidak ada yang beda, ketika saya dipercaya sebagai kapten atau tidak. Intinya kami harus tampil lepas dan tetap konsentrasi,” kata Affan.Pemain berusia 34 tahun itu juga dianggap mampu membimbing skuad saat bertanding.

Pertimbangan lainnya, Affan dinilai mampu mengontrol emosinya. Hal ini menjadi nilai lebih, karena sosok kapten tim merupakan pilar terdepan ketika berurusan dengan wasit. Jampi Hutauruk, pelatih kiper PSMS juga setuju kalau seandainya Affan yang dipilih menjadi kapten tim. “Kemungkinan kapten tim akan dijabat Affan, dia yang paling layak,” kata Jampi

Dana Hibah Segera Cair, Kompetisi Harus Diputar

KESULITAN PSMS dalam mencari pemain lokal berkualitas tampaknya membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan gerah. Terlebih pada setiap tahunnya masalah seperti ini kerap naik ke permukaan bila PSMS melakukan persiapan menatap gelaran kompetisi.

Jikapun pada akhirnya ditemukan pemain dengan bakat mumpuni, nilai kontraknya kepalang mahal, sehingga tim berjuluk Ayam Kinantan tak memiliki pilihan lain kecuali menolak dan mencari pemain dengan harga murah meskipun kualitasnya pas-pasan.

Karena hal tersebut Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis berharap agar kompetisi antar klub kembali bergulir dengan harapan dapat ditemukan pemain muda potensial yang ke depannya dapat mendongkrak prestasi PSMS dan sepak bola Sumut secara keseluruhan.

Apa yang diharapkan oleh pria yang akrab disapa Opung Ladon ini sesungguhnya pernah dilakukan pada tahun 2007. Tapi karena saat itu mengalami kesulitan dana, terpaksa kompetisi dihentikan.

Imbas dari pemberhentian kompetisi, PSMS yang saat itu menaungi 40 klub memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta kepada tiap-tiap klub yang telah terdaftar sebagai peserta kompetisi (saat itu diikuti oleh 38 klub anggota PSMS).
“Jika ingin mendapatkan pemain yang bagus dan murah, tak ada jalan lain kecuali memutar roda kompetisi. Mustahil seorang pemain yang dibina selama tiga tahun tak bisa jadi pemain hebat,” kata Opung lagi.

Ungkapan Opung ini terkait dengan bakal dikucurkannya dana hibah senilai Rp6 miliar demi kelangsungan PSMS. “Pada dasarnya saya lebih senang bila sebagian uang itu dipergunakan untuk memutar kompetisi. Toh, jika pun dipakai untuk membeli pemain asing dan lolos ke Superliga, belum tentu PSMS bisa main di Superliga mengingat banyaknya persyaratan yang belum bisa dipenuhi. Jadi, sembari menunggu segala sesuatunya beres, alangkah bijaksananya jika kita menyiapkan dan mencetak pemain andal,” saran Opung lagi.

Namun, di balik pernyataan Opung tadi timbul sebuah pertanyaan.
Pasalnya, jika dana hibah sebesar Rp6 miliar tadi diserahkan ke PSMS, haruskah PSMS yang memutar kompetisi? Bukankah perkara memutar roda kompetisi menjadi urusan Pengcab PSSI Medan?

“Harus ada koordinasi antara PSMS dan PSSI Medan Medan untuk memutar roda kompetisi. Yang jelas, seluruh masyarakat Kota Medan berharap agar para pemain yang memperkuat PSMS adalah putra daerah yang nyata-nyata memiliki fanatisme berlebih jika dibanding rekan-rekannya yang berasal dari luar Kota Medan,” pungkas Opung

Ditolak Persija, Irfan Bidik Aussie


Striker Irfan Bachdim akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Pemuda blasteran Indonesia-Belanda itu akan terbang ke Amisterdam sebelum mencari klub baru di daratan Australia.

Irfan sebenarnya ingin merumput di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Rencananya dia ingin memperkuat Persija pada putaran kedua nanti.

Sayang mimpinya harus tertunda. Manajemen Macan Kemayoran tidak menempatkannya sebagai prioritas utama. Sebaliknya, tim ibu kota justru sedang giat-giatnya mencari dua pemain asing.

"Persija tidak bersedia mengontraknya pada putaran kedua nanti. Katanya mereka sedang menunggu dua pemain asing untuk posisi gelandang dan striker,:" kata Nouval Bachdim, ayah Irfan Bachdim kepada Artha Tidar, watawan GOSport, Jumat, 29 Januari 2010.

Meski kecil, Irfan masih punya kesempatan untuk bergabung bersama Persija musim ini. Pasalnya, Irfan menurut Nouval merupakan kandidat kuat pengganti dua pemain asing yang dicari Persija bila ternyata tidak sesuai harapan.

"Sayang, dari CV dan video yang ada, seharusnya Irfan tidak perlu melewati proses panjang seperti ini. Tapi, karena Irfan tidak keberatan, maka ia mau mengikuti proses seleksi hingga hari ini,” tukas Nouval.

Gagal merebut hati manajemen Persija, Irfan rencananya akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Dia sudah merencanakan perjalanan ini sebagai antisipasi bila Persija tidak jadi mengontraknya.

Bersama sang ayah, Irfan selanjutnya berniat untuk mencari peruntungan di Australia. "Saya ingin sekali berbaju timnas Indonesia. Kalau saya main di Indonesia, pelatih akan lebih mudah memantau saya," kata Irfan.

"Saya akan coba buktikan kalau saya punya kualitas untuk menjadi pemain timnas. Secepatnya, saya pasti kembali ke Indonesia,” pungkas Irfan

Friday, January 29, 2010

PSMS Siapkan Pilar Baru ke Padang


Menjelang tandang ke Markas Semen Padang, Kustiono arsitek PSMS mulai meningkatkan ritme latihan. Belakangan, materi latihan telah masuk sesi taktik alias strategi. Pemain yang benar-benar siaplah yang akan dipasang Kustiono untuk menghadapi Semen Padang.

Bahkan, pemilihan 18 pemain yang akan dibawa ke Padang, dijelaskan Kustiono, akan dibeberkan melalui data yang telah dibuatnya satu pekan belakangan sejak menukangi tim.

Untuk menentukan pemain yang akan dibawa, Kustiono menjelaskan akan merapatkan terlebih dulu hal itu kepada tim pelatih. Setelah itu, barulah Kus-sapaan akrab pelatih 48 tahun itu akan mengajukannya ke manajemen tim.

“Pemain yang akan dibawa akan saya presentasikan dulu melalui data yang saya rangkum selama ini. Intinya begini, kalau mereka menunjukkan yang terbaik saat latihan itu tandanya mereka menggambarkan bayangan penampilan mereka sendiri di pertandingan sesungguhnya,” beber Kustiono Kamis (28/1) di Stadion Kebun Bunga.

Nah, menyoal siapa saja pemain yang bakal masuk ke dalam rencananya, Kustiono tampaknya masih enggan membeberkan nama. Namun, starting eleven yang bakal dipasangnya masih tak jauh beda dari nama-nama selama ini. Hanya saja bakal ada tambahan dua nama baru. Yakni, Harry Syahputra dan Ogucukwhu Daniel legiun impor asal Nigeria.

“Latihan sudah mulai masuk kepada taktik dan strategi melawan Semen Padang. Walaupun bertandang, saya tetap ingin anak-anak mampu menyerang dan bertahan dengan baik,” sambung Kustiono.

Kustiono mengaku tidak suka ciri permainan santai. Untuk itu, Kustiono akan mencoba menggunakan formasi 3-5-2. Kehadiran Daniel di tubuh tim menjadi prioritasnya untuk membangkitkan gaya baru PSMS musim ini. Pasalnya, Daniel merupakan pemain bertipikal pekerja keras.

“Dengan masuknya pemain baru, saya berterima kasih kepada manajemen. Semoga mereka mampu memberikan angin segar ke dalam tim,” kata Kustiono.

Namun ketika berbicara soal target pada laga itu, Kustiono mengaku tak ingin muluk-muluk. Target satu angka sudah cukup realistis. Padahal saat ini PSMS betul-betul membutuhkan asupan poin agar tetap mampu bersaing dengan kontestan Divisi Utama lainnya di wilayah satu. “Target awal saya tidak kalah saja sudah bagus. Begitupun, kami tetap akan mencoba fight dan tak mengecewakan warga Medan,” pungkas mantan arsitek PSAP Sigli itu

PSMS makin ‘pede’ ke Sumbar

Bebasnya skorsing Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra serta masuknya Ogochukwu Daniel dan H Hery Syahputra membuat pelatih PSMS Medan Kustiono makin pede dalam tur ke Sumbar menghadapi Semen Padang mengawali putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Senin (1/2) mendatang.

Akibatnya, tim asuhan Manajer Drs Hendra DS itu kian optimis meraih poin sebelum bertolak ke Padang via Bandara Polonia Medan, Jumat ini. Awalnya, Faisal dan Maulana terjerat skoring tidak boleh merumput satu pertandingan dan denda Rp5 juta, akibat tuduhan memukul asisten wasit dalam laga kontra Persikabo Bogor.

Setelah melakukan banding dan tidak terbuktinya ada pemukulan, hukuman skorsing keduanya dihapus namun denda tetap berlaku. Dengan demikian, Kustiono dapat berkonsentrasi penuh meladeni Semen Padang dengan skuad yang berkekuatan penuh.

Kustiono mengaku datang ke PSMS bukan untuk main-main melainkan ingin membawa Ayam Kinantan tetap bertahan di Divisi Utama atau meloloskan mereka ke Liga Super Indonesia sebagaimana target manajemen.

Menyadari target itu, Kustiono tidak tanggung-tanggung mengusulkan untuk merekrut pemain baru guna memperkuat barisan pemain yang sudah ada. Karenanya, pelatih yang murah senyum dan taat beribadah itu meminta kepada masyarakat Medan untuk mendoakan PSMS agar mampu memenuhi keinginan manajemen, pengurus serta pecinta Ayam Kinantan meraih kesuksesan.

"Bila berhasil meraih hasil maksimal di Sijunjung nanti, itu akan menjadi sebuah kado mengawali saya sebagai arsitek PSMS,” katanya.

Dalam tur ke Padang, PSMS berkekuatan 18 pemain yang terdiri dari M Halim, Irwin Ramadhana (kiper), Nyeck Nyobe, Deni Wahyudi, Ahmad Maulana Putra, Chico Maradona, Bambang Tri Sanjaya, Dodi Rahwana, Herry Syahputra (belakang), Syaiful Ramadhan, Hery Suwondo, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Ahmad Affandi Lubis, Ogochukwu Daniel (tengah) serta Jecky Pasarella dan Ikpefua Marvellous Osas Saha (depan

KONI Medan putar lagi kompetisi klub

PSMS Medan harus memutar lagi kompetisi antar klub anggota PSMS, supaya dapat menjaring pemain-pemain untuk dibina sebagai persiapan mencari pengganti pemain-pemain yang dimiliki Ayam Kinantan.

Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis di Medan menyebutkan, dengan terjaringnya para pemain tersebut untuk ke depan PSMS tidak lagi mengalami kesulitan merekrut pemain memperkuat skuad menghadapi kompetisi pada masa mendatang.

“Di samping itu, biaya untuk mengontrak mereka juga tidak begitu besar seperti saat ini dibandingkan merekrut pemain-pemain yang sudah jadi,” saran Opung, panggilan akrab Zulhifzi, kepada pengurus yang dipimpin Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dalam pertemuan antara keduanya di Garuda Plaza Hotel Medan.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum KONI didampingi beberapa pengurus lainnya menyarankan, dalam kompetisi itu sebaiknya PSMS menetapkan usia 21 tahun ke bawah agar pembinaan tidak sia-sia akibat pemain termakan usia.

Ketua Umum PSMS sendiri didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS, Ketua Bidang Teknik Julius Raja, Ketua Bidang Kompetisi Drs H Freddy Hutabarat dan lainnya menanggapi positif saran dari Opung dan berjanji segera memutar kompetisi di lingkungan anggota klub PSMS.

Dia juga berterima kasih atas ungkapan Zulhifzi bahwa masyarakat Medan bangga atas eksisnya PSMS dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. "PSMS sendiri paling tidak menargetkan lolos ke Liga Super Indonesia atau bertahan di Divisi Utama," kata Eldin.

Eldin juga mengakui, para pengurus tidak mendapat gaji. “Yang mendapat gaji hanya petugas sekretariat, sekretaris tim dan tim kesehatan. Selebihnya bekerja tanpa pamrih hingga ada pengurus yang telah mengeluarkan uang pribadinya demi PSMS,” imbuh Eldin.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Medan Drs H Parlindungan Batubara dan Ketua Fraksi PAN DPRD Medan H Ahmad Arif SE mengisyaratkan dana PSMS harus digunakan sesuai ketentuan. Kalau hal ini dapat dilakukan, berarti pengurus PSMS aman di dunia dan bahagia di akhirat.

Keduanya optimis bila PSMS bisa berprestasi, bantuan untuk PSMS akan bisa diperjuangkan sehingga menghadapi putaran delapan besar ataupun kompetisi mendatang tidak mengalami kesulitan dana lagi.

Drs Hendra DS mengatakan, pihaknya telah menggelar turnamen antar SSB usia 15 tahun se Kota Medan dan telah menjaring 60 pemain yang akan disumbangkan kepada PSMS untuk dibina menjadi pemain junior

Utak-Atik Taktik


Menjelang tandang ke Markas Semen Padang, Kustiono arsitek PSMS mulai meningkatkan ritme latihan. Belakangan, materi latihan telah masuk sesi taktik alias strategi. Ceritanya, pemain yang benar-benar siaplah yang akan dipasang Kustiono untuk menghadapi Semen Padang.
Bahkan, pemilihan 18 pemain yang akan dibawa ke Padang, dijelaskan Kustiono, akan dibeberkan melalui data yang telah dibuatnya satu pekan belakangan sejak menukangi tim.

Untuk menentukan pemain yang akan dibawa, Kustiono menjelaskan akan merapatkan terlebih dulu hal itu kepada tim pelatih. Setelah itu, barulah Kus-sapaan akrab pelatih 48 tahun itu akan mengajukannya ke manajemen tim.

“Pemain yang akan dibawa akan saya presentasikan dulu melalui data yang saya rangkum selama ini. Intinya begini, kalau mereka menunjukkan yang terbaik saat latihan itu tandanya mereka menggambarkan bayangan penampilan mereka sendiri di pertandingan sesungguhnya,” beber Kustiono Kamis (28/1) di Stadion Kebun Bunga.

Nah, menyoal siapa saja pemain yang bakal masuk ke dalam rencananya, Kustiono tampaknya masih enggan membeberkan nama. Namun, starting eleven yang bakal dipasangnya masih tak jauh beda dari nama-nama selama ini. Hanya saja bakal ada tambahan dua nama baru. Yakni, Harry Syahputra dan Ogucukwhu Daniel legiun impor asal Nigeria.

“Latihan sudah mulai masuk kepada taktik dan strategi melawan Semen Padang. Walaupun bertandang, saya tetap ingin anak-anak mampu menyerang dan bertahan dengan baik,” sambung Kustiono.

Kustiono mengaku tidak suka ciri permainan santai. Untuk itu, Kustiono akan mencoba menggunakan formasi 3-5-2. Kehadiran Daniel di tubuh tim menjadi prioritasnya untuk membangkitkan gaya baru PSMS musim ini. Pasalnya, Daniel merupakan pemain bertipikal pekerja keras.
“Dengan masuknya pemain baru, saya berterima kasih kepada manajemen. Semoga mereka mampu memberikan angin segar ke dalam tim,” kata Kustiono.

Namun ketika berbicara soal target pada laga itu, Kustiono mengaku tak ingin muluk-muluk. Target satu angka sudah cukup realistis. Padahal saat ini PSMS betul-betul membutuhkan asupan poin agar tetap mampu bersaing dengan kontestan Divisi Utama lainnya di wilayah satu. “Target awal saya tidak kalah saja sudah bagus. Begitupun, kami tetap akan mencoba fight dan tak mengecewakan warga Medan,” pungkas mantan arsitek PSAP Sigli itu.

Berharap Pada Daniel

KALAU saja Ogucuhkwu Daniel jadi dikontrak oleh PSMS, orang pertama yang cukup gembira adalah pelatih baru PSMS, Kustiono. Pelatih yang sempat menukangi PSAP itu mengaku senang dengan gaya bermain Daniel yang menurutnya cocok diterapkan di PSMS.

Ya, dengan hadirnya Daniel, Kustiono berhadap akan ada perubahan di kubu PSMS. Utamanya terkait semangat juang PSMS yang sejauh ini kurang mumpuni. “PSMS itu bertipikal keras dan tanpa kompromi. Tak pernah lelah dan berani. Saya melihat hal itu di diri Daniel. Semoga dia bisa masuk dalam tim,” kata Kustiono.

Kalau Daniel berkostum Kinantan, Kustiono juga yakin Daniel mampu menularkan gaya bermainnya yang keras dan tak kenal lelah. Itu yang utama diharapkan oleh pelatih 48 tahun itu. “Semoga kehadiran Daniel mampu menularkan semangat juang pantang menyerah,” lanjut Kustiono.
Terlebih kalau Daniel bisa langsung bergabung bersama PSMS saat melakoni laga melawan Semen Padang nanti. Kabarnya, urusan administrasi Daniel sudah tidak ada masalah. Daniel hanya menunggu pendaftaran di PSSI sebagai pemain PSMS, sama dengan pemain lokal lainnya.

Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian dari manajemen terkait kontrak Daniel. Kabarnya, pemain asing satu ini meminta bayaran sebesar Rp150 juta selama setengah musim. Namun sayangnya Daniel meminta DP yang terlalu besar, yakni Rp100 juta. Hal inilah yang sedang dibahas oleh pengurus dan manajemen PSMS.

Tapak Kaki Jecky Pasarela Bermasalah

KONDISI fisik Jecky Pasarela yang telah mengemas dua gol tampaknya masih tanda tanya. Sungguh disayangkan, pasalnya, saat PSMS harus melakoni laga berat ke markas Semen Padang, di situ pula Jecky mengalami gangguan pada telapak kakinya.

Meski masuk kategori cedera ringan, namun dalam latihan terakhir Jekcy terlihat parkir di pinggir lapangan untuk menyaksikan rekan-rekannya berlatih. Kalau cederanya tak kunjung pulih sebelum melakoni laga kontra Semen Padang, Jecky tampaknya harus rela tak masuk rencana pelatih Kustiono.

Ini riskan, pasalnya PSMS butuh striker yang haus gol. Walaupun sepanjang putaran pertama, Jecky kerap menunjukkan penampilan buruk jika harus bertandang ke markas klub lain. Namun melawan Semen Padang, Jecky punya kesempatan mengubah stigma itu karena Padang merupakan kampung halamannya.

Bermain di kampung halaman sendiri, tentu saja akan mempengaruhi moral dan kepercayaan diri pemain bernomor punggung 18 itu. Tapi apa daya, cedera bisa menghambatnya. “Belum tahu juga bisa main apa tidak. Kita lihat sajalah,” kata Jecky.

Kalau Jecky sampai absen, pilihan pengganti tampaknya akan jatuh kepada pemain asing terbaru PSMS Oguckhwu Daniel. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini, kabarnya biasa juga main sebagai striker. Maka itu, duetnya dengan Osas Saha diharapkan mampu memberikan kejutan di daerah kotak penalti lawan.

Dengan bakal absennya Jecky, problem utama PSMS masih akan tetap stagnan pada lemahnya lini depan. Urusan cetak gol memang masih menjadi momok menakutkan bagi Ayam Kinantan musim ini. Berbeda dengan lini belakang yang kian kokoh pasca hadirnya Harry Syahputra. Pun, kembalinya Nyeck Nyobe diharapkan mampu meredam serangan lawan

Thursday, January 28, 2010

Faisal-Maulana Bisa Main

Kabar baik menyertai PSMS menatap laga kontra Semen Padang nanti. Pasalnya skuad bakal turun full team karena hukuman larangan tampil yang awalnya diberikan kepada Fiasal Azmi dan Ahmad Maulana urung diputuskan Komisi Disiplin PSSI.

Ya, kedua pemain ini awalnya diragukan tampil karena mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI karena dianggap melakukan pemukulan terhadap wasit, saat PSMS berlaga kontra Persikabo beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu lalu, kedua pemain ini bahkan telah menghadiri panggilan Komdis untuk dimintai keterangan. Dari sana, Komdis awalnya menjatuhi hukuman denda Rp5 juta kepada masing-masing pemain dan larangan tampil satu partai.
Namun siang kemarin, faks dari PSSI mendarat di markas PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi faks itu menyebutkan kalau kedua pemain tadi tidak jadi dihukum larangan bermain, hanya denda saja.

“Faisal dan Maulana sudah bisa main. Hukuman dari Komdis hanya denda saja. Ini bagus, karena skuad yang kita punya lengkap saat melawan Semen Padang nanti,” kata Suyono asisten pelatih PSMS.

Mengetahui hal itu, Ahmad Maulana pun girang. Dengan dibatalkannya hukuman itu, Maulana masih memiliki kesempatan untuk diturunkan sebagai starter. Pun lebih dari itu, Maulana bilang dia bangga masih tetap diberikan kepercayaan untuk turut bahu membahu membangun PSMS.
“Syukur hukuman itu tidak jadi diberikan kepada kami. Kalau diturunkan, saya siap tampil habis-habisan demi hasil terbaik bagi tim ini,” kata Maulana.

Nah, itu kabar baiknya. Kabar buruk juga ternyata menghinggapi PSMS. Striker lokal Jecky Pasarela yang telah mengemas dua gol bagi PSMS, tampaknya bakal absen karena cedera. Kabarnya Jecky mengalami cedera telapak kaki yang memaksanya harus istirahat beberapa hari.
“Belum tahu bisa main tidak saat ke Padang. Saya harap bisa pulih tepat waktu,” harap Jecky

Patenkan Skema

Hingga tiga hari memimpin latihan, pelatih anyar PSMS Kustiono masih terus mencari skema permainan terbaik yang akan diterapkannya saat melawan Semen Padang (1/2) nanti.

Dari mayoritas pemain yang masuk rencana Kustiono, tampaknya masih tak jauh beda dengan pilihan Suimin Diharja, arsitek PSMS sebelumnya.
Namun pola yang akan diterapkannya saat bertandang ke markas Semen Padang kemungkinan besar adalah formasi 3-5-2.
“Sejauh ini, strategi itu yang masih kita terapkan karena kita fokus pada pertandingan away. Rencananya, skema ini akan terus diterapkan pada setiap laga away. Jadi, kita belum berfikir tentang pertandingan kandang,” terang Suyono, asisten pelatih PSMS di sela-sela latihan yang berlangsung Rabu (27/1).

Ya, dalam aplikasi latihan kemarin, terlihat susunan calon pemain inti yang akan dipasangkan ketika melawat ke Padang. Di bawah mistar, ada M Halim. Di belakang, Nyeck Nyobe menjadi stoper utama ditemani Ahmad Maulana dan Harry Syahputra. Sedikit ke kiri atas, ada Dodi Rahwana berduet dengan Bambang Tri di kanan.

Di tengah, Faisal Azmi dan Tri Yudha tampaknya masih jadi pendamping Affan Lubis. Satu legium impor yang masih seleksi, Ogochukwu Daniel juga bakal mendapatkan tempat di lini tengah. Di depan, Osas Saha masih akan dipercaya sebagai tombak permainan
Terkait pemain asing Daniel, Suyono optimis kalau dia sudah bisa diturunkan ketika melawan Semen Padang.
Pasalnya, urusan administrasi pemain ini telah diurus jauh-jauh hari.

“Pemain asing dan pemain seleksi yang telah terpilih hanya tinggal didaftarkan saja. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” harap Yono-panggilan akrab mantan pelatih Sumut FC itu.

Pada latihan kemarin, penampilan seluruh skuad PSMS memang cukup menjanjikan.

Di sisi lain, latihan kemarin juga diwarnai dengan kehadiran tiga wajah baru. Ketiga pemain lokal itu masing-masing bernama Popo asal Aceh yang berposisi sebagai gelandang, Amtiar bek dari PS Idi dan Sigit striker asal Persikad Depok.

Menariknya, ketiga pemain seleksi ini tampil cukup baik pada latihan yang sekaligus seleksi bagi mereka.
Namun keputusan untuk merekrut mereka masih berada di tangan pelatih yang merekomendasikan dan harus direstui pengurus

Pemain Berdarah Indonesia Diincar AS Roma Radja Nainggolan, 13 Tahun Ditinggal Ayah


Radja Nainggolan akan kembali menjadi buah bibir jika nanti direkrut AS Roma. Pemain Piacenza berdarah Indonesia ini pernah punya kenangan pahit ketika lama lama ditinggal sang ayah, Marianus.

Marianus mengenalkan Radja dan saudara kembarnya, Riana kepada sepakbola. Sejak 4 tahun, Radja dan Riana selalu diajak nonton dan bermain sepakbola oleh Marianus di Antwerpen, Belgia.

Sayangnya, sejak usia 6, kedua saudara kembar ini harus berpisah dengan sang ayah. Marianus kembali ke Bali, Indonesia, untuk meneruskan kembali usahanya. Ya, pria berdarah Batak ini memang menjadi pengusaha di Pulau Dewata itu.

Setelah Marianus kembali ke Indonesia, Radja mendapat dorongan dari ibunya Lizi Bogaerd dalam menggeluti sepakbola. Sejak medio 2005, Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia.

Di klub Serie B ini, karir Radja mulai bersinar. Gelandang berusia 21 ini telah mencetak empat gol dari 41 penampilan.

Di Piacenza pula, Radja kembali dipertemukan dengan ayahnya. Momen itu terjadi pada akhir 2007.

"Setelah 13 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana,“ kata Radja seperti dilansir blog Sepakbolanda.

Meski berdarah Indonesia, Radja saat ini tercatat sebagai anggota Timnas Belgia U-21. Sementara itu, Riana Nainggolan juga bermain sepakbola. Sampai sekarang ia masih aktif di klub sepakbola wanita Belgia, Kontich. Klub ini berkiprah di kompetisi nasional Belgia

Fiorentina Incar Pemain Berdarah Indonesia

Masih ingat Radja Nainggolan? Pemain berdarah Indonesia itu kini diincar klub Liga Italia, Fiorentina.

Kubu La Viola menyatakan ketertarikannya kepada gelandang klub Serie B, Piacenza itu. Menurut tribal, pemain 21 tahun yang mengantongi paspor Belgia itu mengesankan Direktur Olahraga Fiorentina, Pantaleo Corvino.

Corvino akan terus memantau penampilannya. Ia berencana untuk merekrut Nainggolan di akhir musim ini. Syaratnya, pemain berayah Batak dan ibu Belgia ini mempertahankan penampilannya.

Tentu, ini kabar bagus buat Radja yang telah memasuki musim keempat berjuang di kerasnya Liga Italia. Sebelumnya, ia juga ditaksir AS Roma, musim lalu. Sayangnya, Roma batal merekrutnya karena banyaknya stok gelandang di Olimpico.

Radja memperkuat Piacenza sejak 2005. Anak pasangan Marianus Nainggolan dan Lizi Bogaerd ini telah tampil dalam 41 laga dan mencetak empat gol.

Pemain Berdarah Batak Perkuat Klub Serie-A


Klub Serie-A Cagliari resmi mengikat Radja Nainggolan untuk memperkuat tim asal Sardinia itu. Nainggolan ditukar dengan Mikhail Sivakov.

Sebelumnya Nainggolan memperkuat Piacenza sejak 2005. Seperti diberitakan Football Italia, ia pindah ke Cagliari dengan status pinjaman. Cagliari mendapat opsi untuk membelinya di akhir musim ini.

Walau punya nama Batak, Nainggolan berkewarganegaraan Belgia. Darah Bataknya datang dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

Usia gelandang potensial ini baru 21 tahun. Ia sempat ditaksir dua tim besar yakni Fiorentina dan AS Roma

Irfan Bachdim sudah menentukan pilihan. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu mengaku ingin bergabung dengan asal ibu kota Persija Jakarta.

Selain Persija, Irfan sebenarnya sempat berlatih bersama Persib Bandung. Namun dia mengaku lebih tertarik dengan tim Macan Kemayoran.

"Saya suka klub dan saya juga cara bermain Persija. Saya sudah memutuskan untuk memilih Persija," kata Irfan saat ditemui wartawan usai menyaksikan duel Persija vs Bontang FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGB), Senayan, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

Irfan telah menginap di mes Persija sejak Minggu, 25 Januari 2010. Namun menurutnya proses negosiasi dengan manajemen Macan Kemayorn masih berjalan.

"Sampai saat ini respon Persija cukup baik. Namun masih ada beberapa poin yang perlu dibicarakan," kata pemain yang baru berusia 21 tahun itu.

Mengenai status kewarganegaraanya, Irfan mengaku telah mengantongi paspor Indonesia. Karena itu, mantan pemain FC Utrecht dan HFC Haarlem itu tidak masalah bila kontraknya disamakan dengan pemain lokal lainnya.

"Tapi mungkin ada sedikti perbedaan karena saya lahir di Belanda. Namun kalau memang jadi, saya akan masuk sebagai pemain lokal karena saya sudah punya paspor Indonesia," ujarnya.

"Saya memang sengaja ingin main di Indonesia agar punya kesempatan untuk masuk timnas," tambahnya.

Irfan merupakan pemain berdarah Indonesia yang lahir di Amisterdam , 11 Agustus 1988 lalu. Selama di Belanda, Irfan sempat meniti karir di tim junior Ajax Amisterdam, SV Argon, dan FC Ultrecht.

Sedangkan menurut situs Wikipedia, Irfan sempat membela tim senior FC Ultrecht dan HFC Haarlern. Irfan mengaku bisa tampil di berbagai posisi, mulai dari striker hingga gelandang.

"Saya bisa main sebagai pemain depan. Bisa gelandang atau second striker," katanya.

Sementara itu, Direktur Teknis Persija, Benny Dolo belum memutuskan status Irfan. Mantan pelatih Arema Malang itu masih terus memantau perkembangannya.

"Kami masih terus lihat perkembangannya. Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai dia (Irfan)," kata Bendol.

Bendol juga mengatakan akan mencari dua pemain asing tambahan. Salah satunya akan ditempatkan sebagai pelapis tiga striker yang dimiliki Persija saat ini

Pengurus tekad perbaiki komunikasi

Banyak mendapat kritik dari kalangan pecinta PSMS Medan, pengurus dan manajemen menyampaikan tekadnya untuk memperbaiki komunikasi dengan pemain dan unsur lain.

Demikian dikatakan Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS didampingi Drs Freddy Hutabarat, Julius Raja dan Suryanto Herman dalam diskusi terbuka di Executive Room Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu.

Selain dihadiri para wartawan media cetak dan elektronik, kelompok suporter pendukung PSMS seperti Smeck Hooligan, Ultras 1950 dan fans club PSMS juga memberikan masukan terhadap nasib tim Ayam Kinantan.

"Kita berharap pemecatan pelatih Suimin Dihardja juga didukung dengan direvisinya pengurus PSMS yang hanya numpang nama dalam jajaran kepengurusan," tutur Nata, Presiden Smeck Hooligan.

Dia menjelaskan bahwa banyak pengurus tidak memiliki kepedulian dalam membangun PSMS ini, seperti halnya Sekretaris Umum dan Ketua Harian yang tidak pernah muncul untuk memberikan suport kepada pemain.

"Sejauh ini apa yang telah mereka buat untuk tim, alasannya hanya masalah klasik yaitu dana. Kalau tidak sanggup menjadi pengurus, kenapa mau menjadi mengurusi PSMS?" tanyanya.

Saat disinggung target yang dicapai PSMS di era kepelatihan Kustiono, Hendra menjelaskan sebagai tim yang punya nama besar, dirinya berharap PSMS kembali tampil di Liga Super Indonesia yang juga merupakan impian seluruh masyarakat Medan atau minimal bertahan di Divisi Utama.

"Kita akan tetap berjuang untuk membenahi berbagai masalah, sebab mengurus PSMS ini merupakan pengabdian demi prestasi tanpa adanya unsur politik yang memboncenginya. Karena itu, mari kita bersama membangun PSMS agar lebih baik ke depan," pungkas Hendra menambahkan pihaknya tetap terbuka menerima saran dan kritik dari pecinta Ayam Kinantan

Wednesday, January 27, 2010

Siang ini diskusi terbuka PSMS

Pengurus bersama manajemen tim PSMS akan menggelar diskusi terbuka bersama para suporter dan kalangan wartawan olahraga di Garuda Plaza Hotel, Jl SM Raja Medan, Rabu siang.

Menurut Humas PSMS Habibul Chair di Stadion Kebun Bunga Medan, diskusi digelar dalam rangka menjelaskan sekaligus membahas permasalahan klub tersebut pasca diberhentikannya pelatih Suimin Dihardja serta persiapan menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Diskusi tersebut nantinya juga membahas perkembangan PSMS selama berlangsungnya kompetisi putaran pertama lalu dan menghadapi putaran kedua yang dijadwalkan 1 Februari mendatang.

Dikatakan, serangkaian berakhirnya putaran pertama, pengurus dan manajemen akan melaksanakan diskusi terbuka dengan seluruh lapisan masyarakat terutama pecinta sepakbola di provinsi ini.

“Diskusi itu juga untuk menyikapi banyaknya argumentasi dari masyarakat atas kekalahan-kekalahan sebelumnya dan pemutusan hubungan kerja dengan Suimin plus enam pemain yang dinilai tidak memberi kontribusi seraya mencari solusi agar meraih hasil maksimal di putaran kedua nanti,” kata pengurus PSMS yang membidangi teknik, Julius Raja SE.

Diakuinya, sehubungan itu pihak pengurus dan manajemen PSMS akan membahas permasalahan yang ada di tubuh klub milik masyarakat Medan khususnya dan Sumut umumnya tersebut. Melalui diskusi tersebut diharapkan seluruh lapisan masyarakat mengerti kondisi klub yang kini ditangani pelatih baru, Kustiono

Minggu (1/2) nanti, PSMS akan kembali melakoni laga di putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Lawan yang ditantang bukan klub sembarangan. Yakni Semen Padang. Parahnya, skuad Ayam Kinantan harus melawat ke Stadion di Sijunjung markas Semen Padang.
Nah, untuk itu latihan pun telah digeber sejak beberapa hari belakangan. Awalnya, arsitek sebelumnya Suimin Diharja sudah menyiapkan simulasi untuk laga itu. Namun karena tongkat estafet pelatih telah diberikan kepada arsitek anyar Kustiono, gaya baru di kubu tim ini pun segera diadaptasi.

Dua hari memimpin latihan, Kustiono sejauh mengaku masih melakukan adaptasi. Terlepas dari menu latihan yang juga telah dibeberkannya. Sore kemarin, menu latihan yang diberikannya adalah game monitoring. Ini bertujuan untuk mencari kerangka tim yang akan dipasang saat menantang Semen Padang nanti.

Sebelum menggeber aplikasi latihan di lapangan, Kustiono lebih dulu memberikan materi di dalam ruangan. Di sini terjadi interaksi unik antara Kustiono dengan pemain. Saat masuk sesi tanya jawab, dua pemain Osas Saha dan Harry Syahputra terlihat tidak puas dengan apa yang dibeberkan pelatih. Maka itu, terlihat semacam masukan yang diajukan kedua pemain tadi kepada pelatih. Syukurnya Kustiono menerima hal itu.
“Namanya sharing, kita harus selalu berinteraksi. Itu bukan dikte dari pemain. Itu hanya masukan yang bisa diterima,” kata Kustiono terkait hal itu.
Lalu, apa target ketika Ayam Kinantan terbang ke Padang? Meski terlihat serius memimpin latihan, nyatanya Kustiono tak berani menargetkan tiga angka saat melawan Semen Padang nanti. Dijelaskannya, meski sepak bola ini misteri tapi Kus-sapaan akrabnya mengaku hanya ingin mencuri angka di Padang.

“Saya harap tim jangan sampai kalah di Padang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya tetap ingin konsentrasi terhadap persiapan tim,” aku Kustiono di Stadion Kebun Bunga Selasa (26/1) kemarin.

Kalau target yang diemban hanya tidak kalah, alias imbang, tampaknya hal itu tak bisa diterima oleh kubu suporter. Pasalnya, saat ini PSMS sangat membutuhkan asupan poin penuh di setiap laga. Hal ini penting demi konsistensi mengejar target masuk ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.

“Apapun itu, target utama mesti tiga angka. Kami tak ingin melihat tim ini terpuruk di tangan pelatih baru,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK Hooligan