Tuesday, February 2, 2010

Korban Unfair Play


Buruknya kinerja wasit yang memimpin pertandingan hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh klub yang mentas di ajang Superliga dan Divisi Utama PSSI.

Tak terkecuali dengan PSMS. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini pun kemarin (1/2) mengalami nasib tak mengenakkan saat takluk 1-3 dari tuan rumah, Semen Padang di Stadion Sijunjung.

Buruknya kepemimpinan wasit Ahmad Suparman (Bandung) ditengarai menjadi penyebab kekalahan Affan Lubis dkk dalam laga perdana putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia.

Kebobrokan wasit saat memimpin pertandingan paling terlihat ketika Doni Rahwana yang masuk menggantikan Maulana terjatuh dan mengalami cedera dibagian pelipis akibat dipukul pemain Semen Padang. Tapi saat itu wasit seolah tidak melihat dan tetap tetap melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini dimanfaatkan pemain Semen Padang untuk terus membawa bola melewati para pemain PSMS yang terpana untuk selanjutnya melesakkan gol kedua pada menit ke-70.

Tindakan tidak fair lainnya juga diperlihatkan saat Antonio Claudio menjegal striker PSMS Osas Marveleous Saha yang berhasil menerobos pertahanan sampai di kotak finalti, namun Ahmad Suparman justru memberikan kartu kuning kepada Osas yang dianggapnya sengaja melakukan diving.

“Luar biasa kepemimpinan wasit hari ini. Kalau memang kalah, kita terima kok, tapi kalau kalahnya seperti ini, jelas kita dikerjai wasit. Gol pertama yang jelas-jelas offside tetap disahkan, begitu juga saat Dodi dipukul sampai jatuh yang menyebabkan anak-anak terpaku, hingga akhirnya gol kedua tercipta,” beber Pelatih PSMS Kustiono yang dihubungi Sumut Pos, Senin (1/2).

Hal itu pun dipertegas asisten manager PSMS, Zulkifli Husein. “Kekalahan PSMS pada pertandingan kali ini merupakan tanggung jawab wasit karena tidak menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pertandingan yang fair,” ketusnya.

Meski kalah, Kustiono, pelatih PSMS mengaku puas dengan penampilan para pemainnya yang mulai menunjukkan peningkatan. “Ball position sudah bagus. Para pemain sudah berani melakukan terobosan, shooting, dan melakukan gerakan tanpa bola,” tambahnya.
Sesungguhnya, di awal babak pertama anak asuh Kustiyono mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Kerjasama satu dua di antara pemain depan PSMS berhasil membuat pertahanan Semen Padang kerepotan.

Bahkan satu umpan panjang dari Syaful Ramadhan di menit ke-2 membuat Ahmad Kurniawan, kiper Semen Padang berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya.

Keasyikan menyerang, Semen Padang berhasil keluar untuk berbalik membongkar pertahanan PSMS yang dikomando Harry Syaputra. Akan tetapi lincahnya striker Semen Padang Wilson Junior memaksa Harry Syahputra mengganjalnya sehingga wasit memberi kartu kuning untuk pemain anyar PSMS itu.

Hingga memasuki menit ke-17, permainan kedua tim kurang berkembang. Begitupun, Wilson Junior berhasil memaksimalkan kelengahan pemain bawah PSMS untuk membobol gawang yang dikawal M. Halim. Kedudukan 1-0 untuk Semen Padang bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang bermain cerdik dengan dengan mengatur tempo permainan, sehingga Affan Lubis dkk terpancing bermain terbuka.

Imbasnya, lini pertahanan PSMS menjadi rapuh, utamanya setelah Maulana keluar dan digantikan Dodi Rahwana serta Hery Swondo diganti dengan Dedi Wahyudi.

Kondisi ini membuat koordinadi antar pemain menjadi kurang padu, hingga akhirnya tercipta gol kedua bagi Semen Padang pada menit ke-70.
Ketinggalan dua gol membuat pemain PSMS kembali menekan lini pertahan tim Kabau Sirah. Masuknya Jeky Pasarella menggantikan Afan Lubis memompa semangat pemain depan PSMS. Kerjasama yang dibangunnya bersama Daniel dan Osas Saha berhasil menerobos pertahanan Semen Padang sehingga Antonio Claudio harus menjegalnya di kotak finalti. Sayang, wasit justru mengangap Saha melakukan diving dan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Tak putus asa, Osas Saha dkk terus menggempur lini pertahanan Semen Padang, hingga akhirnya gol tercipta pada menit ke-85, dan berubahlah kedudukan menjadi 2-1.

Namun skor itu tak bertahan lama karena kecerobohan yang dilakukan Syaiful Ramadhan dan Deny Wahyudi menyebabkan gawang PSMS kebobolan untuk ketiga kali.

Suporter Khawatir PSMS Terdegradasi


Kekalahan yang dialami PSMS dari Semen Padang kemarin (1/2) kiranya menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi para penggemarnya. Bahkan kubu SMeCK Holligan yang rela-rela datang langsung ke Sijunjung untuk memberi dukungan kepada Affan Lubis dkk tak kuasa menahan rasa sesalnya.

“Kita di sini (Padang, Red) berjumlah 13 orang dan menjadi saksi kekalahan yang menyakitkan ini,” ucap Presiden SmeCK Hooligan Nata Simangunsong yang dihubungi via telepon, Senin (1/2).

Tapi Nata dan yang lainnya mengaku tidak kecewa dengan penampilan para pemain. Sebab, masih menurutnya, seluruh pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya.

“Begitupun, saya melihat jika para pemain seperti kehilangan nyali serta tidak memiliki visi permainan yang jelas,” tutur Nata.
Menurutnyna lagi, kacaunya koordinasi di antara pemain membuktikan jika Kustiono tidak memiliki kemampuan untuk menangani tim sebesar Ayam Kinantan.

Untuk itu, mewakili SMeCK Hooligan yang ada di Medan, Nata meminta agar pengurus melakukan evaluasi terhadap keberadaan Kustiono selakuk pelatih PSMS .

“Bisa dibilang kemampuan individu pemain yang meningkat itu merupakan hasil dari binaan pelatih sebelumnya. Makanya kita heran, kenapa ketika pemain sudah menemukan irama dan pola permainan yang, justru pelatihnya harus didepak,” kesalnya.
Pada kesempatan itu, Nata mengingatkan pengurus PSMS akan malapetaka yang kemungkinan besar terjadi bila mempertahankan Kustiono sebagai pelatih PSMS.

“PSMS merupakan klub kebanggaan dan milik masyarakat Medan. Kita tidak akan terima bila PSMS harus turun kasta dari Divisi Utama ke Divisi I,” pungkasnya

Minus Tim Medis

ekalahan PSMS dari tim tuan rumah Semen Padang dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama 2009-2010 di Stadion M. Yamin Kabupaten Sijunjung Sumbar lebih dikarenakan faktor teknis serta faktor mental pemain.

Karenanya, pengawas pertandingan Nasrudin yang berasal dari Aceh harus bertanggung jawab atas berbagai kejanggalan yang terjadi, seperti tidak adanya tim dokter dalam pertandingan tersebut.

Ini terbukti ketika pemain belakang PSMS Dody Rahwana mengalami cedera namun tak kunjung mendapatkan perawatan dari tim medis.
Dokter PSMS Rorywansyah Pane pun berang. Dikatakannya PSSI sengaja menimbulkan berbagai permasalahan dengan tidak memberi jaminan keselamatan kepada pemain. “Saat technical meeeting kemarin, pengawas pertandingan (PP) berjanji akan menjamin keselataman dan kesehatan pemain, tapi nyatanya itu tak terbukti. Padahal, ini bertentangan dengan panduan manual liga,” tuturnya.

Dia juga menguraikan selain ketiadaan tim medis, wasit yang memimpin pertandingan pun sangat berpihak kepada Semen Padang. “Banyak keputusan wasit yang berat sebelah. Ini akan kita laporkan kepada BLI,” tuturnya didampingi oleh Zulkifli Husein asisten manager PSMS.
Sementara itu asisten manejer tim Zulkifli Husein mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi.

Ayam Kinantan gagal 3-1 untuk semen padang

SIJUNJUNG, Sumbar - PSMS Medan kembali menjadi korban keganasan Semen Padang di kandangnya sendiri, setelah takluk 1-3 dalam laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Prof HM Yamin SH, Senin.

Kekalahan tim asuhan Kustiono itu juga tidak terlepas dari keboborokan wasit Ahmad Suparman dari Bandung serta kedua asistennya, Rosid dan Novendri yang juga berasal dari Bandung.

Turun dengan komposisi M Halim, Nyeck Nyobe, Harry Syahputra, Ahmad Maulana, Heri Suwondo, Faisal Azmi, Syaiful Ramadhan, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Oguchukwu Daniel dan Osas Saha, PSMS bermain di bawah form. Parahnya, Semen Padang pun tidak tampil istimewa.

Melalui umpan-umpan pendek yang divariasikan long passing, PSMS mampu menekan petrtahanan Si Kabau Sirah. Bahkan tembakan keras Syaiful Ramadhan nyaris membobol gawang Ahmad Kurniawan, begitu pula sepakan Faisal Azmi yang masih menyentuh mistar gawang.

Sejak itu, serangan PSMS malah menurun dan Semen Padang justru berhasil memperdayai M Halim di menit ke-17. Gol pertama tuan rumah berawal dari perangkap offside yang dilakukan Nyeck Nyobe yang justru menjadi kartu mati PSMS. Alhasil, Edwar Wilson Junior dengan mudah melesakkan bola ke gawang Ayam Kinantan.

Tertinggal satu angka, PSMS mencoba mengejar tapi duet Osas Saha dan Daniel kurang maksimal di lini depan. Belum lagi kurang dukungan dan distribusi bola dari lini tengah untuk keduanya membuat hilang kesempatan PSMS mengejar poin.

Memasuki babak kedua, permainan PSMS tidak berubah dan untuk kedua kalinya gawang M Halim kebobolan. Kali ini, pemain pengganti Budi Kurnia mencetak gol bagi timnya.

PSMS masih sempat memiliki asa ketika aksi individu Saha memperkecil kekalahan di menit ke-84. Namun menjelang bubaran, tuan rumah memastikan raihan poin penuh ketika Syaiful Ramadhan melakukan gol bunuh diri.

Monday, February 1, 2010

Ayam Kinantan matangkan diri

Sumbar - Pada laga pembuka putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Pelatih PSMS Medan Kustiono berharap mimpi meraih nilai mengawali debutnya bisa terwujud saat dijamu Semen Padang di Stadion M Yamin, Sijunjung, Senin nanti.

Tak ingin menuai kekalahan dari tuan rumah, Kustiono terus mematangkan persiapan dengan fokus utama mengasah kecepatan dan ketahanan fisik para pemain. Ini mengingat perjalanan jauh dari kota Padang ke Kabupaten Sijungjung membuat M Affan Lubis cs sedikit kelelahan.

Setibanya di penginapan Wisma Anggrek Sijunjung, Sabtu, Kustiono didampingi asisten pelatih Suyono dan Jamaluddin Hutauruk mengembalikan kondisi fisik dan kebugaran pemain pasca perjalanan empat jam melalui darat.

Kegagalan memanfaatkan peluang saat menjamu si Kabau Sirah di putaran pertama lalu di Medan membuat beban PSMS cukup berat mencuri angka dari Antonio Claudio cs yang masih memimpin klasemen sementara. Hasil imbang tersebut membuat PSMS tak memiliki pilihan lain kecuali meraih kemenangan ataupun minimal seri.

"Kami harus mampu meraih poin dalam pertandingan ini, sebab permasalahan pasca dipecatnya Suimin Dihardja menjadikan saya optimis berbuat maksimal," tambah Kustiono.

Mantan pelatih PSAP Sigli tersebut juga menegaskan, recovery pemain melalui pendekatan dan suntikan motivasi tetap dilakukan tim pelatih. Disinggung keberadaan Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra, Kustiono mengaku keduanya akan diupayakan untuk tampil melawan Semen Padang.

Secara terpisah, kubu Semen Padang kembali merasa resah karena Marcio Souza da Silva terancam tidak bisa merumput terkait dipanggilnya pemain Brazil itu oleh Komdis PSSI akibat kasus keributan di Tangerang saat Semen Padang menghadapi Persita, 8 Januari lalu.

Namun asisten pelatih si Kabau Sirah Nil Maizar mengisyaratkan, Souza tetap berpeluang tampil sebelum Komdis mernjatuhkan hukumannya. Di samping itu, Manajer Semen Padang Asdian ST mengaku, absen tidaknya mantan striker Persela Lamongan ini tidak menjadi masalah, karena Semen Padang juga telah merekrut dua pemain baru yaitu Alexander Pulalo dan Ismail Pabanyo.

"Keduanya sudah deal untuk memperkuat Semen Padang menghadapi PSMS nanti," lanjut Mizar

Ogochukwu positif turun

Sumbar - Pemain asing baru PSMS Medan asal Nigeria, Nkwakeo Ogochukwu Daniel, positif bisa turun memperkuat timnya menghadapi Semen Padang di awal laga putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion M Yamim Sijunjung Sumbar, Senin besok.

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan asistennya Drs Benny Tomasoa menyampaikan hal tersebut, Minggu. Dikatakan, PSSI sudah memberi keabsahan bagi Daniel memperkuat PSMS dan surat resminya akan dikirim ke pihak Pengawas Pertandingan (PP) Semen Padang dan PSMS.

Terkait itu, Pelatih PSMS Kustiono menyambut gembira kepastian gelandang menyerang anyarnya itu. Pasalnya, Kustiono menilai kehadirannya mendampingi Osas Saha sebagai tandem di depan akan mempertajam daya serang Ayam Kinantan.

"Bila ini terjadi, PSMS tidak akan mengalami kesulitan mendongkrak pertahanan solid si Kabau Merah," ujarnya usai memimpin latihan tim, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Hendra juga meminta kepada M Affan Lubis cs harus bisa mewujudkan impian masyarakat Medan membawa pulang nilai dari tur Sumbar. Hendra menekankan, para pemain harus mewaspadai pergerakan setiap pemain Semen Padang khususnya target man

Semen Padang vs PSMS

Di bawah rancangan arsitek baru Kustiono, PSMS akan melakoni laga perdana putaran kedua kompetisi Divisi Utama PSSI.
Lawan yang bakal dihadapi pun bukan tim sembarangan. Semen Padang siap menantang, dengan dukungan ribuan pendukungnya di Stadion Sijunjung sore ini (1/2).

Walau sulit untuk memenangkan laga ini, namun Kustiono, pelatih PSMS mengaku optimis jika anak-anak Medan mampu memberi kejutan. Kejutan apa? Ini yang masih menjadi tanda tanya. Menang atau kalah?

Kalau PSMS mampu memetik poin sempurna bukan tak mungkin pamor Kustiono selaku pelatih baru PSMS menggantikan pelatih senior Suimin Diharja bakal meningkat pesat.

Elu-elu pendukung pasti didapatnya. Tapi kalau sampai kalah, bukan tak mungkin dirinya akan menjadi bahan pelampiasan kekesalan para suporter.

Terlepas dari itu semuanya, akan lebih bijak jika kekuatan serta kekurangan PSMS yang bertindak sebagai tim tamu dan Semen Padang selaku tuan rumah dikupas habis sebelum laga antara keduanya berlangsung.
Ya, tak dapat dipungkiri jika untuk musim kompetisi tahun ini kondisi Semen Padang jauh lebih baik dari pada PSMS.
Tak hanya untuk ukuran finansial semata, untuk materi pemain yang memperkuat kedua tim pun, sekilas tuan rumah lebih unggul dibanding sang tamu.
Bahkan jika melihat kepada posisi kedua tim di klasemen sementara grup I Divisi Utama PSSI, posisi Semen Padang pun di atas PSMS.
Sejauh ini tim berjuluk Kabau Sirah nangkring di peringkat pertama, sedangkan PSMS harus puas menempati peringkat tujuh dengan raihan 13 angka.

Tapi kalau bicara sejarah pertemuan di antara kedua tim, PSMS bolehkan sedikit bangga. Untuk catatan di atas kertas, sejak tahun 2004 PSMS hanya takluk dua kali melawan Semen Padang.

Selebihnya dari 11 pertemuan di ajang Divisi Utama dan Copa Indonesia, PSMS tujuh kali menang. Sisanya berakhir imbang.
Catatan di atas jelas berpihak pada PSMS. Tapi apakah dengan berbekal catatan itu PSMS dapat dengan mudah memetik poin sempurna dari sang empunya stadion?

“Bertandang ke markas Semen Padang tentu saja berat. Tapi kita tak pernah gentar. Anak-anak harus lebih konsentrasi untuk mencuri peluang,” kata Kustiono, pelatih PSMS.

Ya, masalah utama yang dihadapi PSMS adalah mental dan tumpulnya lini depan. Namun hal ini tampaknya sudah bisa diatasi pasca bergabungnya dua pemain baru, Ogockuhwu Daniel.

Keuntungan lainnya adalah bahwa menatap laga ini tim besutan Kustiono dapat tampil full team, menyusul dibatalkannya hukuman larangan tampil bagi Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.

Sedang dua punggawa anyar PSMS Daniel dan Harry kabarnya sudah mendapatkan pengesahan dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama PSMS.

Selain faktor di atas, absennya Enjang Rohiman yang terkena akumulasi jelas menguntungkan PSMS. Tapi, kubu Ayam Kinantan harus tetap waspada karena Marcio Sauza telah terbebas dari sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.
“Sebagai tuan rumah, jelas kami ingin mengamankan poin penuh. Kalau itu tercapai, posisi di puncak klasemen akan semakin kokoh. Kami yakin mampu mengatasi PSMS,” beber Arcan Iurie, pelatih Semen Padang.

Harapkan Pemain tak Tertekan

PASCA menggelar latihan terakhir sore kemarin (31-/1), Kustiono arsitek PSMS menegaskan agar seluruh skuad tidak terbebani dengan laga menghadapi Semen Padang yang berstatus pemuncak klasemen.

Pelatih berusia 48 tahun itu meminta kepada pemain agar menghadapi setiap permasalahan di dalam tim dengan senyuman. Diharapkan, dengan cara itu PSMS mampu meredam ambisi Semen Padang yang ingin meraih angka penuh dari Ayam Kinantan. “Yang terpenting gembira saja. Jangan terlalu terbebani,” tutur Kustiono.

Ini salah satu trik yang diterapkan Kustiono untuk melakukan pendekatan kepada pemain. Itu dari sisi psikologis, tapi kalau secara taktik dan strategi Kustiono mengaku tidak melakukan banyak perubahan. Artinya, apa yang telah dibangun Suimin Diharja selama ini, masih akan dipertahankan. Paling hanya akan ada sedikit perubahan saja.

“Saya yakin anak-anak sudah bisa bermain maksimal. Oleh sebab itu formasi tim tidak akan jauh berbeda dari formasi sebelumnya, hanya saja pendekatan psikologis di antara pemain dan pelatih akan tetap kami lakukan,” tambah Kustiono.
Meladeni Semen Padang, memang Kustiono enggan membeberkan strategi khusus yang akan diterapkan. Yang penting, Kustiono berharap skuad mampu memperlihatkan penampilan keras dan berani.

“Intinya disiplin, waspada dan tetap konsentrasi. Semoga dengan begitu kita mampu meredam permainan cepat Semen Padang yang akan tampil di hadapan para pendukungnya nanti,” harap Kustiono

Lebih Baik Jualan dari pada Nonton Semen Padang

ADA hal menarik seputar persiapan laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia yang akan mempertemukan tim tuan rumah Semen Padang versus PSMS, sore ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Semen Padang kini menjadikan Stadion Sijunjung sebagai markas sejak beberapa waktu lalu. Sijungjung sendiri merupakan sebuah kabupaten yang berjarak tempuh empat jam via darat dari Kota Padang.

Kalaupun nantinya laga itu dipenuhi suporter tim tuan rumah, Panitia Pelaksana Pertandingan mengatakan bahwa fans itu sebagian besar berasal dari Padang. Hanya beberapa yang datang dari Sijunjung.

Hal itu terjadi karena mayoritas warga Sijunjung tidak menyukai sepak bola. Apalagi yang bertanding Semen Padang. Warga setempat mengakui lebih senang berjualan dari pada harus buang uang dan waktu untuk menonton pertandingan sepak bola.
Kalau benar begitu kondisinya, jelas ini menguntungkan PSMS. Terlebih PSMS akan didukung langsung oleh sejumlah fans yang datang dari Medan.

“Kawan-kawan fans Semen Padang menyambut baik kehadiran kami, dan kami telah sepakat untuk tetap sportif,” bilang Nata.

Kendala Recovery

Menatap laga kontra Semen Padang, Senin (1/2) besok, pelatih PSMS Kustiono menegaskan skuad asuhannya akan tampil ngotot. Untuk itu, kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi.

Tak hanya sekedar ngomong, buktinya setiba di kawasan Sijunjung markas Semen Padang, kemarin (31/1), Kustiono langsung menggeber pemainnya untuk mengembalikan stamina dan motivasi Affan Lubis dkk.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk melakoni laga tandang kali ini. Pasalnya, untuk sampai ke Kabupaten Sijunjung, Affan Lubis dkk harus menghabiskan waktu tak kurang dari empat jam jika bertolak dari Kota Padang.
“Mengembalikan kebugaran pemain menjadi prioritas utama kita sebelum melakoni laga berat nanti,” bilang Kustiono.

Kendati tak menampik jika para pemainnya mengalami kelelahan, namun mantan pelatih PSAP Sigli ini tetap mengapungkan ambisi yang membubung.

“Kami pasti main habis-habisan. Walau tandang, tapi skuad tak boleh gentar menghadapi pertandingan ini. Intinya kalau ada peluang, semua pemain harus mampu memaksimalkannya menjadi gol sebagai modal awal meraih kemenangan,” beber pelatih berusia 48 tahun itu.
Ungkapan Kustiono seakan sebuah pernyataan jika dirinya tak terpengaruh dengan hasil imbang 0-0 ketika kedua tim bertanding di Stadion Teladan Medan beberapa waktu lalu.

Sah-sah saja jika Kustiono bersikap seperti itu, karena ketika hasil imbang itu terjadi, dirinya justru masih membesut PSAP Sigli. Lantas bagaimana dengan mental pemain yang terlibat pertandingan yang berlangsung di putaran pertama lalu?

“Ya, saat melawan Semen Padang di Teladan lalu, skornya hanya draw 0-0. Jelas hasil tersebut akan mempengaruhi mental anak-anak,” jawab Kustiono.

Mengantisipasi semua kendala yang menghinggapi timnya jelang laga nanti, Kustiyono mengatakan bahwa dirinya berusaha membangkitkan motivasi seluruh pemain melalui pendekatan persuasif.

Terkait keberadaan legiun anyar PSMS Nkwakwo Ogochukwu Daniel dan Hary Saputra diporeh informasi melalui sekretaris tim Fityan jika kedua pemain itu tetap diupayakan untuk bisa bermain melawan Semen Padang. “Kita sangat berharap kedua pemain ini mempu memberi kontribusi maksimal kepada tim. Artinya, jika kedua pemain ini bisa tampil, maka kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan,” tambah Fityan.
Sementara itu terkait nasib pemain yang sebelumnya sempat terkena sanksi dari Komdis PSSI seperti Maulana dan Faisal Azmi, didapat kabar jika keduanya sudah bisa tampil. Hanya saja, keduanya harus dapat mengontrol emosinya, karena sedang berada dalam pengawasan Komdis

Ketiduran, Daniel Nyaris Ketinggalan Pesawat

Sejak awal, memang terlihat ada yang aneh pada tingkah legiun impor PSMS terbaru, Ogochukwu Daniel.
Sejak ikut seleksi di PSMS beberapa waktu lalu, Daniel memang terlihat punya sifat pemalu dan sedikit kocak.
Dan kekocakannya itu kembali terlihat ketika tim hendak bertolak ke Padang, kemarin (29/1). Ironisnya, kekocakannya kali ini nyaris menimbulkan masalah.

Bagaimana tidak, saat tim tengah menunggu delay-nya pesawat Mandala Airlines tujuan Padang di Bandara Polonia, Daniel sempat-sempatnya tidur di ruang tunggu bandara.

Akibatnya, Daniel nyaris tertinggal pesawat karena tak ada satu pun rekannya yang melihat Daniel tertidur.
Hingga tiba saatnya naik ke pasawat, hanya Daniel yang belum muncul. Seluruh skuad pun cemas. Bahkan pramugari terlihat mencoba menghubungi pihak bandara untuk mencari penumpang bernama Daniel. Semua panik.

Menanti beberapa waktu, Saha pun mencoba menghubungi rekan senegaranya itu. Lama tak dijawab, tiba-tiba Daniel naik ke pesawat dengan wajah tak berdosa. Sambil menguap, Daniel bilang dia ketiduran. Mendengar hal itu, seluruh skuad pun meneriaki Daniel sambil tertawa.
“Saya ketiduran di Bandara, saya tidak tahu, apakah kita sudah berangkat atau belum. Untung ada penumpang yang bangunin,” ujarnya sembari menguap.

Itu masalah Daniel. Masalah Faisal Azmi lain lagi. Gelandang gondrong bernomor punggung tujuh itu mengalami pengalaman unik yang lebih menggelikan lagi.

Setelah sampai di Bandara Minang Kabau, Padang, pemain yang baru dikaruniai anak kedua ini tanpa banyak cerita langsung naik sebuah bus Damri.

Dikiranya, bus itu-lah yang akan membawa rombongan PSMS ke markas Semen Padang di Sijunjung. Sial, ternyata dugaannya meleset.
Pada dasarnya, bus yang akan membawa skuad PSMS adalah bus milik Semen Padang. Dampaknya tak kalah membuat panik. Seluruh skuad yang telah nangkring di bus Semen Padang, merasa ada yang hilang. Setelah dihitung, ternyata Faisal yang tak ada.

Semua sibuk mencari. Official tim sibuk memantau ke seluruh area. Jekcy Pasarela rekan satu tim Faisal pun berteriak memanggil. Rupanya Faisal mendengar. Diapun lantas berlari turun dari bus yang salah dinaikinya itu.

“Gawat, bisa sampai salah gini. Bikin malu saja. Saya letih karena perjalanan jauh sehingga konsentrasi jadi buyar. Lain kali, kami berharap agar waktu keberangkatan lebih dipercepat,” harap Faisal

Fans Susul Tim ke Padang

Ada yang menarik ketika skuad PSMS melakoni laga away ke markas Semen Padang di Sijunjung. Selain telah berganti arsitek, laga kali itu juga lebih bermakna karena barisan suporter PSMS dari Medan turut serta mendampingi tim untuk didukung.

Meski tak banyak jumlahnya, namun kehadiran fans cukup memberikan rasa lega di antara skuad PSMS karena dengan hadirnya mereka, skuad merasa tak berjuang sendirian.

Dari Medan, barisan fans yang bernaung di label Suporter Medan Cinta Kinantan (SmeCK) Hooligan menyusul dengan menggunakan bus. Belasan fans dari SMeCK siap mendukung PSMS dengan sepenuh hati. Selain SMeCK, kabarnya fans dari PSMS Medan Fans Club juga hadir di sana.
“Kehadiran fans jelas semakin meningkatkan moralitas permainan anak-anak. Mereka harus memberikan yang terbaik demi pendukung dan masyarakat Medan,” kata Kustiono menyoal kehadiran fans ini.

Affan Lubis kapten tim juga menyambut hangat rekan-rekan fans. Affan bilang, fans harus mendukung dengan tertib dan tak melupakan fanatisme khas PSMS.

“Terimakasih fans datang mendukung kami. Semoga kami bisa menunjukkan permainan terbaik kami dan meraih angka melawan Semen Padang,” ucap Affan.

Sedangkan pihak fans dari SMeCK lewat Nata Simangunsong selaku ketua berharap agar pemain PSMS, bermain lepas dan tak kenal kompromi.
“Kita butuhkan angka penuh agar tetap eksis. Ribak sude setiap lawanmu, pantang menyerang karena kami para fans berada di belakang kalian,” koar Nata

Saturday, January 30, 2010

Full Team

PSMS terbang ke Padang dengan materi pemain yang lengkap. Dengan begitu, target untuk meraih poin penuh di Stadion Sijunjung (markas Semen Padang) mungkin saja tercapai. 18 skuad diboyong untuk melakoni laga berat itu, termasuk dua pemain anyar Harry Syahputra dan Oguchukwu Daniel.

Skuad bertolak ke Padang, Jumat (29/1) lalu dengan menumpang Mandala Airlines pada pukul 19.00 WIB. Karenanya, hal utama yang harus diwaspadai oleh PSMS adalah bagaimana menjaga kebugaran pemain. Pasalnya, skuad harus menempuh perjalanan berliku yang cukup jauh.

Sejak beberapa waktu belakangan, markas Semen Padang memang telah berpindah ke daerah Sijunjung. Kota kecil itu berjarak tempuh 4 jam dari Kota Padang yang hanya bisa ditempuh melalui jalur darat.

Diperkirakan, skuad akan sampai ke Sijunjung pada pukul 24.00 WIB. Kondisi itu tentu saja berpengaruh kepada kondisi fisik Affan Lubis dkk. Sialnya, hingga saat ini pengurus PSMS belum menunjuk pelatih fisik menggantikan Nimrot Manalu yang diberhentikan.

Meski begitu, sejumlah pemain terlihat optimis bisa memberikan penampilan terbaiknya. Kustiono arsitek baru PSMS pun memiliki keyakinan yang sama.

“Tim sudah siap tampil. Saya harap kita mampu mencuri poin di Padang,” kata Kustiono.Skuad yang diboyong, dijelaskan Kustiono, merupakan pemain yang benar-benar siap untuk tampil fight. Hal itu ditentukannya setelah menggelar latihan selama satu pekan.

Jecky Pasarela dan Kamil Sembiring juga dibawa. Padahal Jecky awalnya disinyalir menderita cedera telapak kaki. Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Jecky, Kustiono memutuskan jika pemain bernomor punggung 18 itu sudah bisa tampil. Yang menarik adalah dengan bakal masuk line up-nya Harry Syahputra dan Ogochukwu Daniel. Kedua pemain ini kabarnya telah mendapatkan lampu hijau dari PT Liga Indonesia untuk merumput bersama Ayam Kinantan.

Meski demikian, pihak PSMS sebenarnya belum menerima berkas administrasi pengesahan dari PT LI. Kalau sehari sebelum laga itu digelar surat pengesahan itu belum juga sampai ke tangan PSMS, dipastikan kedua pemain itu bakal absen.
“Agen Daniel pagi tadi sudah mengurus administrasi Daniel ke Jakarta. Mudah-mudahan bisa segera merumput. Sama halnya dengan Harry Syahputra, yang juga kita daftarkan,” kata Hendra DS Manajer PSMS.

Kehadiran kedua pemain ini memang cukup melegakan. Walaupun pada dasarnya PSMS masih mencari seorang gelandang dan striker tajam. Keberadaan Osas Saha di lini depan tampaknya masih jauh dari memuaskan. Di putaran kedua ini, PSMS harus lebih produktif agar mampu bersaing dengan kontestan lainnya di Divisi Utama Liga Indonesia.

Ban Kapten Pindah ke Lengan Affan Lubis

M Affan Lubis diprediksi menggantikan posisi Slamet Riyadi sebagai kapten PSMS. Ya, sebelumnya Affan hanya menjadi wakil kapten PSMS ketika Slamet Riyadi masih bersama PSMS.Pasca didepaknya Slamet Riyadi, posisi kapten tim memang sempat kosong. Dan menatap laga perdana di putaran kedua ini, Affan dianggap sosok yang tepat menggantikan Slamet Riyadi.

Affan memang termasuk salah satu pemain senior di PSMS musim ini. Selain Affan memang ada juga M Halim yang bertugas di bawah mistar. Namun pengalaman Affan sebagai kapten tim lebih banyak dari pada M Halim. Musim lalu, Affan juga pernah menjabat sebagai kapten tim PSMS. Jabatan itu cukup lama diembannya, sebelum digantikan oleh Esteban Gulien di paro musim.

Di klub sebelumnya, Semen Padang Affan juga lama menjabat kapten tim.
”Tidak ada yang beda, ketika saya dipercaya sebagai kapten atau tidak. Intinya kami harus tampil lepas dan tetap konsentrasi,” kata Affan.Pemain berusia 34 tahun itu juga dianggap mampu membimbing skuad saat bertanding.

Pertimbangan lainnya, Affan dinilai mampu mengontrol emosinya. Hal ini menjadi nilai lebih, karena sosok kapten tim merupakan pilar terdepan ketika berurusan dengan wasit. Jampi Hutauruk, pelatih kiper PSMS juga setuju kalau seandainya Affan yang dipilih menjadi kapten tim. “Kemungkinan kapten tim akan dijabat Affan, dia yang paling layak,” kata Jampi

Dana Hibah Segera Cair, Kompetisi Harus Diputar

KESULITAN PSMS dalam mencari pemain lokal berkualitas tampaknya membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan gerah. Terlebih pada setiap tahunnya masalah seperti ini kerap naik ke permukaan bila PSMS melakukan persiapan menatap gelaran kompetisi.

Jikapun pada akhirnya ditemukan pemain dengan bakat mumpuni, nilai kontraknya kepalang mahal, sehingga tim berjuluk Ayam Kinantan tak memiliki pilihan lain kecuali menolak dan mencari pemain dengan harga murah meskipun kualitasnya pas-pasan.

Karena hal tersebut Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis berharap agar kompetisi antar klub kembali bergulir dengan harapan dapat ditemukan pemain muda potensial yang ke depannya dapat mendongkrak prestasi PSMS dan sepak bola Sumut secara keseluruhan.

Apa yang diharapkan oleh pria yang akrab disapa Opung Ladon ini sesungguhnya pernah dilakukan pada tahun 2007. Tapi karena saat itu mengalami kesulitan dana, terpaksa kompetisi dihentikan.

Imbas dari pemberhentian kompetisi, PSMS yang saat itu menaungi 40 klub memberikan kompensasi sebesar Rp5 juta kepada tiap-tiap klub yang telah terdaftar sebagai peserta kompetisi (saat itu diikuti oleh 38 klub anggota PSMS).
“Jika ingin mendapatkan pemain yang bagus dan murah, tak ada jalan lain kecuali memutar roda kompetisi. Mustahil seorang pemain yang dibina selama tiga tahun tak bisa jadi pemain hebat,” kata Opung lagi.

Ungkapan Opung ini terkait dengan bakal dikucurkannya dana hibah senilai Rp6 miliar demi kelangsungan PSMS. “Pada dasarnya saya lebih senang bila sebagian uang itu dipergunakan untuk memutar kompetisi. Toh, jika pun dipakai untuk membeli pemain asing dan lolos ke Superliga, belum tentu PSMS bisa main di Superliga mengingat banyaknya persyaratan yang belum bisa dipenuhi. Jadi, sembari menunggu segala sesuatunya beres, alangkah bijaksananya jika kita menyiapkan dan mencetak pemain andal,” saran Opung lagi.

Namun, di balik pernyataan Opung tadi timbul sebuah pertanyaan.
Pasalnya, jika dana hibah sebesar Rp6 miliar tadi diserahkan ke PSMS, haruskah PSMS yang memutar kompetisi? Bukankah perkara memutar roda kompetisi menjadi urusan Pengcab PSSI Medan?

“Harus ada koordinasi antara PSMS dan PSSI Medan Medan untuk memutar roda kompetisi. Yang jelas, seluruh masyarakat Kota Medan berharap agar para pemain yang memperkuat PSMS adalah putra daerah yang nyata-nyata memiliki fanatisme berlebih jika dibanding rekan-rekannya yang berasal dari luar Kota Medan,” pungkas Opung

Ditolak Persija, Irfan Bidik Aussie


Striker Irfan Bachdim akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Pemuda blasteran Indonesia-Belanda itu akan terbang ke Amisterdam sebelum mencari klub baru di daratan Australia.

Irfan sebenarnya ingin merumput di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Rencananya dia ingin memperkuat Persija pada putaran kedua nanti.

Sayang mimpinya harus tertunda. Manajemen Macan Kemayoran tidak menempatkannya sebagai prioritas utama. Sebaliknya, tim ibu kota justru sedang giat-giatnya mencari dua pemain asing.

"Persija tidak bersedia mengontraknya pada putaran kedua nanti. Katanya mereka sedang menunggu dua pemain asing untuk posisi gelandang dan striker,:" kata Nouval Bachdim, ayah Irfan Bachdim kepada Artha Tidar, watawan GOSport, Jumat, 29 Januari 2010.

Meski kecil, Irfan masih punya kesempatan untuk bergabung bersama Persija musim ini. Pasalnya, Irfan menurut Nouval merupakan kandidat kuat pengganti dua pemain asing yang dicari Persija bila ternyata tidak sesuai harapan.

"Sayang, dari CV dan video yang ada, seharusnya Irfan tidak perlu melewati proses panjang seperti ini. Tapi, karena Irfan tidak keberatan, maka ia mau mengikuti proses seleksi hingga hari ini,” tukas Nouval.

Gagal merebut hati manajemen Persija, Irfan rencananya akan meninggalkan Indonesia, 30 Januari 2010. Dia sudah merencanakan perjalanan ini sebagai antisipasi bila Persija tidak jadi mengontraknya.

Bersama sang ayah, Irfan selanjutnya berniat untuk mencari peruntungan di Australia. "Saya ingin sekali berbaju timnas Indonesia. Kalau saya main di Indonesia, pelatih akan lebih mudah memantau saya," kata Irfan.

"Saya akan coba buktikan kalau saya punya kualitas untuk menjadi pemain timnas. Secepatnya, saya pasti kembali ke Indonesia,” pungkas Irfan

Friday, January 29, 2010

PSMS Siapkan Pilar Baru ke Padang


Menjelang tandang ke Markas Semen Padang, Kustiono arsitek PSMS mulai meningkatkan ritme latihan. Belakangan, materi latihan telah masuk sesi taktik alias strategi. Pemain yang benar-benar siaplah yang akan dipasang Kustiono untuk menghadapi Semen Padang.

Bahkan, pemilihan 18 pemain yang akan dibawa ke Padang, dijelaskan Kustiono, akan dibeberkan melalui data yang telah dibuatnya satu pekan belakangan sejak menukangi tim.

Untuk menentukan pemain yang akan dibawa, Kustiono menjelaskan akan merapatkan terlebih dulu hal itu kepada tim pelatih. Setelah itu, barulah Kus-sapaan akrab pelatih 48 tahun itu akan mengajukannya ke manajemen tim.

“Pemain yang akan dibawa akan saya presentasikan dulu melalui data yang saya rangkum selama ini. Intinya begini, kalau mereka menunjukkan yang terbaik saat latihan itu tandanya mereka menggambarkan bayangan penampilan mereka sendiri di pertandingan sesungguhnya,” beber Kustiono Kamis (28/1) di Stadion Kebun Bunga.

Nah, menyoal siapa saja pemain yang bakal masuk ke dalam rencananya, Kustiono tampaknya masih enggan membeberkan nama. Namun, starting eleven yang bakal dipasangnya masih tak jauh beda dari nama-nama selama ini. Hanya saja bakal ada tambahan dua nama baru. Yakni, Harry Syahputra dan Ogucukwhu Daniel legiun impor asal Nigeria.

“Latihan sudah mulai masuk kepada taktik dan strategi melawan Semen Padang. Walaupun bertandang, saya tetap ingin anak-anak mampu menyerang dan bertahan dengan baik,” sambung Kustiono.

Kustiono mengaku tidak suka ciri permainan santai. Untuk itu, Kustiono akan mencoba menggunakan formasi 3-5-2. Kehadiran Daniel di tubuh tim menjadi prioritasnya untuk membangkitkan gaya baru PSMS musim ini. Pasalnya, Daniel merupakan pemain bertipikal pekerja keras.

“Dengan masuknya pemain baru, saya berterima kasih kepada manajemen. Semoga mereka mampu memberikan angin segar ke dalam tim,” kata Kustiono.

Namun ketika berbicara soal target pada laga itu, Kustiono mengaku tak ingin muluk-muluk. Target satu angka sudah cukup realistis. Padahal saat ini PSMS betul-betul membutuhkan asupan poin agar tetap mampu bersaing dengan kontestan Divisi Utama lainnya di wilayah satu. “Target awal saya tidak kalah saja sudah bagus. Begitupun, kami tetap akan mencoba fight dan tak mengecewakan warga Medan,” pungkas mantan arsitek PSAP Sigli itu

PSMS makin ‘pede’ ke Sumbar

Bebasnya skorsing Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra serta masuknya Ogochukwu Daniel dan H Hery Syahputra membuat pelatih PSMS Medan Kustiono makin pede dalam tur ke Sumbar menghadapi Semen Padang mengawali putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Senin (1/2) mendatang.

Akibatnya, tim asuhan Manajer Drs Hendra DS itu kian optimis meraih poin sebelum bertolak ke Padang via Bandara Polonia Medan, Jumat ini. Awalnya, Faisal dan Maulana terjerat skoring tidak boleh merumput satu pertandingan dan denda Rp5 juta, akibat tuduhan memukul asisten wasit dalam laga kontra Persikabo Bogor.

Setelah melakukan banding dan tidak terbuktinya ada pemukulan, hukuman skorsing keduanya dihapus namun denda tetap berlaku. Dengan demikian, Kustiono dapat berkonsentrasi penuh meladeni Semen Padang dengan skuad yang berkekuatan penuh.

Kustiono mengaku datang ke PSMS bukan untuk main-main melainkan ingin membawa Ayam Kinantan tetap bertahan di Divisi Utama atau meloloskan mereka ke Liga Super Indonesia sebagaimana target manajemen.

Menyadari target itu, Kustiono tidak tanggung-tanggung mengusulkan untuk merekrut pemain baru guna memperkuat barisan pemain yang sudah ada. Karenanya, pelatih yang murah senyum dan taat beribadah itu meminta kepada masyarakat Medan untuk mendoakan PSMS agar mampu memenuhi keinginan manajemen, pengurus serta pecinta Ayam Kinantan meraih kesuksesan.

"Bila berhasil meraih hasil maksimal di Sijunjung nanti, itu akan menjadi sebuah kado mengawali saya sebagai arsitek PSMS,” katanya.

Dalam tur ke Padang, PSMS berkekuatan 18 pemain yang terdiri dari M Halim, Irwin Ramadhana (kiper), Nyeck Nyobe, Deni Wahyudi, Ahmad Maulana Putra, Chico Maradona, Bambang Tri Sanjaya, Dodi Rahwana, Herry Syahputra (belakang), Syaiful Ramadhan, Hery Suwondo, M Affan Lubis, Tri Yudha Handoko, Faisal Azmi, Ahmad Affandi Lubis, Ogochukwu Daniel (tengah) serta Jecky Pasarella dan Ikpefua Marvellous Osas Saha (depan

KONI Medan putar lagi kompetisi klub

PSMS Medan harus memutar lagi kompetisi antar klub anggota PSMS, supaya dapat menjaring pemain-pemain untuk dibina sebagai persiapan mencari pengganti pemain-pemain yang dimiliki Ayam Kinantan.

Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis di Medan menyebutkan, dengan terjaringnya para pemain tersebut untuk ke depan PSMS tidak lagi mengalami kesulitan merekrut pemain memperkuat skuad menghadapi kompetisi pada masa mendatang.

“Di samping itu, biaya untuk mengontrak mereka juga tidak begitu besar seperti saat ini dibandingkan merekrut pemain-pemain yang sudah jadi,” saran Opung, panggilan akrab Zulhifzi, kepada pengurus yang dipimpin Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dalam pertemuan antara keduanya di Garuda Plaza Hotel Medan.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum KONI didampingi beberapa pengurus lainnya menyarankan, dalam kompetisi itu sebaiknya PSMS menetapkan usia 21 tahun ke bawah agar pembinaan tidak sia-sia akibat pemain termakan usia.

Ketua Umum PSMS sendiri didampingi Manajer Tim Drs Hendra DS, Ketua Bidang Teknik Julius Raja, Ketua Bidang Kompetisi Drs H Freddy Hutabarat dan lainnya menanggapi positif saran dari Opung dan berjanji segera memutar kompetisi di lingkungan anggota klub PSMS.

Dia juga berterima kasih atas ungkapan Zulhifzi bahwa masyarakat Medan bangga atas eksisnya PSMS dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. "PSMS sendiri paling tidak menargetkan lolos ke Liga Super Indonesia atau bertahan di Divisi Utama," kata Eldin.

Eldin juga mengakui, para pengurus tidak mendapat gaji. “Yang mendapat gaji hanya petugas sekretariat, sekretaris tim dan tim kesehatan. Selebihnya bekerja tanpa pamrih hingga ada pengurus yang telah mengeluarkan uang pribadinya demi PSMS,” imbuh Eldin.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Medan Drs H Parlindungan Batubara dan Ketua Fraksi PAN DPRD Medan H Ahmad Arif SE mengisyaratkan dana PSMS harus digunakan sesuai ketentuan. Kalau hal ini dapat dilakukan, berarti pengurus PSMS aman di dunia dan bahagia di akhirat.

Keduanya optimis bila PSMS bisa berprestasi, bantuan untuk PSMS akan bisa diperjuangkan sehingga menghadapi putaran delapan besar ataupun kompetisi mendatang tidak mengalami kesulitan dana lagi.

Drs Hendra DS mengatakan, pihaknya telah menggelar turnamen antar SSB usia 15 tahun se Kota Medan dan telah menjaring 60 pemain yang akan disumbangkan kepada PSMS untuk dibina menjadi pemain junior

Utak-Atik Taktik


Menjelang tandang ke Markas Semen Padang, Kustiono arsitek PSMS mulai meningkatkan ritme latihan. Belakangan, materi latihan telah masuk sesi taktik alias strategi. Ceritanya, pemain yang benar-benar siaplah yang akan dipasang Kustiono untuk menghadapi Semen Padang.
Bahkan, pemilihan 18 pemain yang akan dibawa ke Padang, dijelaskan Kustiono, akan dibeberkan melalui data yang telah dibuatnya satu pekan belakangan sejak menukangi tim.

Untuk menentukan pemain yang akan dibawa, Kustiono menjelaskan akan merapatkan terlebih dulu hal itu kepada tim pelatih. Setelah itu, barulah Kus-sapaan akrab pelatih 48 tahun itu akan mengajukannya ke manajemen tim.

“Pemain yang akan dibawa akan saya presentasikan dulu melalui data yang saya rangkum selama ini. Intinya begini, kalau mereka menunjukkan yang terbaik saat latihan itu tandanya mereka menggambarkan bayangan penampilan mereka sendiri di pertandingan sesungguhnya,” beber Kustiono Kamis (28/1) di Stadion Kebun Bunga.

Nah, menyoal siapa saja pemain yang bakal masuk ke dalam rencananya, Kustiono tampaknya masih enggan membeberkan nama. Namun, starting eleven yang bakal dipasangnya masih tak jauh beda dari nama-nama selama ini. Hanya saja bakal ada tambahan dua nama baru. Yakni, Harry Syahputra dan Ogucukwhu Daniel legiun impor asal Nigeria.

“Latihan sudah mulai masuk kepada taktik dan strategi melawan Semen Padang. Walaupun bertandang, saya tetap ingin anak-anak mampu menyerang dan bertahan dengan baik,” sambung Kustiono.

Kustiono mengaku tidak suka ciri permainan santai. Untuk itu, Kustiono akan mencoba menggunakan formasi 3-5-2. Kehadiran Daniel di tubuh tim menjadi prioritasnya untuk membangkitkan gaya baru PSMS musim ini. Pasalnya, Daniel merupakan pemain bertipikal pekerja keras.
“Dengan masuknya pemain baru, saya berterima kasih kepada manajemen. Semoga mereka mampu memberikan angin segar ke dalam tim,” kata Kustiono.

Namun ketika berbicara soal target pada laga itu, Kustiono mengaku tak ingin muluk-muluk. Target satu angka sudah cukup realistis. Padahal saat ini PSMS betul-betul membutuhkan asupan poin agar tetap mampu bersaing dengan kontestan Divisi Utama lainnya di wilayah satu. “Target awal saya tidak kalah saja sudah bagus. Begitupun, kami tetap akan mencoba fight dan tak mengecewakan warga Medan,” pungkas mantan arsitek PSAP Sigli itu.

Berharap Pada Daniel

KALAU saja Ogucuhkwu Daniel jadi dikontrak oleh PSMS, orang pertama yang cukup gembira adalah pelatih baru PSMS, Kustiono. Pelatih yang sempat menukangi PSAP itu mengaku senang dengan gaya bermain Daniel yang menurutnya cocok diterapkan di PSMS.

Ya, dengan hadirnya Daniel, Kustiono berhadap akan ada perubahan di kubu PSMS. Utamanya terkait semangat juang PSMS yang sejauh ini kurang mumpuni. “PSMS itu bertipikal keras dan tanpa kompromi. Tak pernah lelah dan berani. Saya melihat hal itu di diri Daniel. Semoga dia bisa masuk dalam tim,” kata Kustiono.

Kalau Daniel berkostum Kinantan, Kustiono juga yakin Daniel mampu menularkan gaya bermainnya yang keras dan tak kenal lelah. Itu yang utama diharapkan oleh pelatih 48 tahun itu. “Semoga kehadiran Daniel mampu menularkan semangat juang pantang menyerah,” lanjut Kustiono.
Terlebih kalau Daniel bisa langsung bergabung bersama PSMS saat melakoni laga melawan Semen Padang nanti. Kabarnya, urusan administrasi Daniel sudah tidak ada masalah. Daniel hanya menunggu pendaftaran di PSSI sebagai pemain PSMS, sama dengan pemain lokal lainnya.

Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian dari manajemen terkait kontrak Daniel. Kabarnya, pemain asing satu ini meminta bayaran sebesar Rp150 juta selama setengah musim. Namun sayangnya Daniel meminta DP yang terlalu besar, yakni Rp100 juta. Hal inilah yang sedang dibahas oleh pengurus dan manajemen PSMS.

Tapak Kaki Jecky Pasarela Bermasalah

KONDISI fisik Jecky Pasarela yang telah mengemas dua gol tampaknya masih tanda tanya. Sungguh disayangkan, pasalnya, saat PSMS harus melakoni laga berat ke markas Semen Padang, di situ pula Jecky mengalami gangguan pada telapak kakinya.

Meski masuk kategori cedera ringan, namun dalam latihan terakhir Jekcy terlihat parkir di pinggir lapangan untuk menyaksikan rekan-rekannya berlatih. Kalau cederanya tak kunjung pulih sebelum melakoni laga kontra Semen Padang, Jecky tampaknya harus rela tak masuk rencana pelatih Kustiono.

Ini riskan, pasalnya PSMS butuh striker yang haus gol. Walaupun sepanjang putaran pertama, Jecky kerap menunjukkan penampilan buruk jika harus bertandang ke markas klub lain. Namun melawan Semen Padang, Jecky punya kesempatan mengubah stigma itu karena Padang merupakan kampung halamannya.

Bermain di kampung halaman sendiri, tentu saja akan mempengaruhi moral dan kepercayaan diri pemain bernomor punggung 18 itu. Tapi apa daya, cedera bisa menghambatnya. “Belum tahu juga bisa main apa tidak. Kita lihat sajalah,” kata Jecky.

Kalau Jecky sampai absen, pilihan pengganti tampaknya akan jatuh kepada pemain asing terbaru PSMS Oguckhwu Daniel. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini, kabarnya biasa juga main sebagai striker. Maka itu, duetnya dengan Osas Saha diharapkan mampu memberikan kejutan di daerah kotak penalti lawan.

Dengan bakal absennya Jecky, problem utama PSMS masih akan tetap stagnan pada lemahnya lini depan. Urusan cetak gol memang masih menjadi momok menakutkan bagi Ayam Kinantan musim ini. Berbeda dengan lini belakang yang kian kokoh pasca hadirnya Harry Syahputra. Pun, kembalinya Nyeck Nyobe diharapkan mampu meredam serangan lawan

Thursday, January 28, 2010

Faisal-Maulana Bisa Main

Kabar baik menyertai PSMS menatap laga kontra Semen Padang nanti. Pasalnya skuad bakal turun full team karena hukuman larangan tampil yang awalnya diberikan kepada Fiasal Azmi dan Ahmad Maulana urung diputuskan Komisi Disiplin PSSI.

Ya, kedua pemain ini awalnya diragukan tampil karena mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI karena dianggap melakukan pemukulan terhadap wasit, saat PSMS berlaga kontra Persikabo beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu lalu, kedua pemain ini bahkan telah menghadiri panggilan Komdis untuk dimintai keterangan. Dari sana, Komdis awalnya menjatuhi hukuman denda Rp5 juta kepada masing-masing pemain dan larangan tampil satu partai.
Namun siang kemarin, faks dari PSSI mendarat di markas PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi faks itu menyebutkan kalau kedua pemain tadi tidak jadi dihukum larangan bermain, hanya denda saja.

“Faisal dan Maulana sudah bisa main. Hukuman dari Komdis hanya denda saja. Ini bagus, karena skuad yang kita punya lengkap saat melawan Semen Padang nanti,” kata Suyono asisten pelatih PSMS.

Mengetahui hal itu, Ahmad Maulana pun girang. Dengan dibatalkannya hukuman itu, Maulana masih memiliki kesempatan untuk diturunkan sebagai starter. Pun lebih dari itu, Maulana bilang dia bangga masih tetap diberikan kepercayaan untuk turut bahu membahu membangun PSMS.
“Syukur hukuman itu tidak jadi diberikan kepada kami. Kalau diturunkan, saya siap tampil habis-habisan demi hasil terbaik bagi tim ini,” kata Maulana.

Nah, itu kabar baiknya. Kabar buruk juga ternyata menghinggapi PSMS. Striker lokal Jecky Pasarela yang telah mengemas dua gol bagi PSMS, tampaknya bakal absen karena cedera. Kabarnya Jecky mengalami cedera telapak kaki yang memaksanya harus istirahat beberapa hari.
“Belum tahu bisa main tidak saat ke Padang. Saya harap bisa pulih tepat waktu,” harap Jecky

Patenkan Skema

Hingga tiga hari memimpin latihan, pelatih anyar PSMS Kustiono masih terus mencari skema permainan terbaik yang akan diterapkannya saat melawan Semen Padang (1/2) nanti.

Dari mayoritas pemain yang masuk rencana Kustiono, tampaknya masih tak jauh beda dengan pilihan Suimin Diharja, arsitek PSMS sebelumnya.
Namun pola yang akan diterapkannya saat bertandang ke markas Semen Padang kemungkinan besar adalah formasi 3-5-2.
“Sejauh ini, strategi itu yang masih kita terapkan karena kita fokus pada pertandingan away. Rencananya, skema ini akan terus diterapkan pada setiap laga away. Jadi, kita belum berfikir tentang pertandingan kandang,” terang Suyono, asisten pelatih PSMS di sela-sela latihan yang berlangsung Rabu (27/1).

Ya, dalam aplikasi latihan kemarin, terlihat susunan calon pemain inti yang akan dipasangkan ketika melawat ke Padang. Di bawah mistar, ada M Halim. Di belakang, Nyeck Nyobe menjadi stoper utama ditemani Ahmad Maulana dan Harry Syahputra. Sedikit ke kiri atas, ada Dodi Rahwana berduet dengan Bambang Tri di kanan.

Di tengah, Faisal Azmi dan Tri Yudha tampaknya masih jadi pendamping Affan Lubis. Satu legium impor yang masih seleksi, Ogochukwu Daniel juga bakal mendapatkan tempat di lini tengah. Di depan, Osas Saha masih akan dipercaya sebagai tombak permainan
Terkait pemain asing Daniel, Suyono optimis kalau dia sudah bisa diturunkan ketika melawan Semen Padang.
Pasalnya, urusan administrasi pemain ini telah diurus jauh-jauh hari.

“Pemain asing dan pemain seleksi yang telah terpilih hanya tinggal didaftarkan saja. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” harap Yono-panggilan akrab mantan pelatih Sumut FC itu.

Pada latihan kemarin, penampilan seluruh skuad PSMS memang cukup menjanjikan.

Di sisi lain, latihan kemarin juga diwarnai dengan kehadiran tiga wajah baru. Ketiga pemain lokal itu masing-masing bernama Popo asal Aceh yang berposisi sebagai gelandang, Amtiar bek dari PS Idi dan Sigit striker asal Persikad Depok.

Menariknya, ketiga pemain seleksi ini tampil cukup baik pada latihan yang sekaligus seleksi bagi mereka.
Namun keputusan untuk merekrut mereka masih berada di tangan pelatih yang merekomendasikan dan harus direstui pengurus

Pemain Berdarah Indonesia Diincar AS Roma Radja Nainggolan, 13 Tahun Ditinggal Ayah


Radja Nainggolan akan kembali menjadi buah bibir jika nanti direkrut AS Roma. Pemain Piacenza berdarah Indonesia ini pernah punya kenangan pahit ketika lama lama ditinggal sang ayah, Marianus.

Marianus mengenalkan Radja dan saudara kembarnya, Riana kepada sepakbola. Sejak 4 tahun, Radja dan Riana selalu diajak nonton dan bermain sepakbola oleh Marianus di Antwerpen, Belgia.

Sayangnya, sejak usia 6, kedua saudara kembar ini harus berpisah dengan sang ayah. Marianus kembali ke Bali, Indonesia, untuk meneruskan kembali usahanya. Ya, pria berdarah Batak ini memang menjadi pengusaha di Pulau Dewata itu.

Setelah Marianus kembali ke Indonesia, Radja mendapat dorongan dari ibunya Lizi Bogaerd dalam menggeluti sepakbola. Sejak medio 2005, Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia.

Di klub Serie B ini, karir Radja mulai bersinar. Gelandang berusia 21 ini telah mencetak empat gol dari 41 penampilan.

Di Piacenza pula, Radja kembali dipertemukan dengan ayahnya. Momen itu terjadi pada akhir 2007.

"Setelah 13 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana,“ kata Radja seperti dilansir blog Sepakbolanda.

Meski berdarah Indonesia, Radja saat ini tercatat sebagai anggota Timnas Belgia U-21. Sementara itu, Riana Nainggolan juga bermain sepakbola. Sampai sekarang ia masih aktif di klub sepakbola wanita Belgia, Kontich. Klub ini berkiprah di kompetisi nasional Belgia

Fiorentina Incar Pemain Berdarah Indonesia

Masih ingat Radja Nainggolan? Pemain berdarah Indonesia itu kini diincar klub Liga Italia, Fiorentina.

Kubu La Viola menyatakan ketertarikannya kepada gelandang klub Serie B, Piacenza itu. Menurut tribal, pemain 21 tahun yang mengantongi paspor Belgia itu mengesankan Direktur Olahraga Fiorentina, Pantaleo Corvino.

Corvino akan terus memantau penampilannya. Ia berencana untuk merekrut Nainggolan di akhir musim ini. Syaratnya, pemain berayah Batak dan ibu Belgia ini mempertahankan penampilannya.

Tentu, ini kabar bagus buat Radja yang telah memasuki musim keempat berjuang di kerasnya Liga Italia. Sebelumnya, ia juga ditaksir AS Roma, musim lalu. Sayangnya, Roma batal merekrutnya karena banyaknya stok gelandang di Olimpico.

Radja memperkuat Piacenza sejak 2005. Anak pasangan Marianus Nainggolan dan Lizi Bogaerd ini telah tampil dalam 41 laga dan mencetak empat gol.

Pemain Berdarah Batak Perkuat Klub Serie-A


Klub Serie-A Cagliari resmi mengikat Radja Nainggolan untuk memperkuat tim asal Sardinia itu. Nainggolan ditukar dengan Mikhail Sivakov.

Sebelumnya Nainggolan memperkuat Piacenza sejak 2005. Seperti diberitakan Football Italia, ia pindah ke Cagliari dengan status pinjaman. Cagliari mendapat opsi untuk membelinya di akhir musim ini.

Walau punya nama Batak, Nainggolan berkewarganegaraan Belgia. Darah Bataknya datang dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

Usia gelandang potensial ini baru 21 tahun. Ia sempat ditaksir dua tim besar yakni Fiorentina dan AS Roma

Irfan Bachdim sudah menentukan pilihan. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu mengaku ingin bergabung dengan asal ibu kota Persija Jakarta.

Selain Persija, Irfan sebenarnya sempat berlatih bersama Persib Bandung. Namun dia mengaku lebih tertarik dengan tim Macan Kemayoran.

"Saya suka klub dan saya juga cara bermain Persija. Saya sudah memutuskan untuk memilih Persija," kata Irfan saat ditemui wartawan usai menyaksikan duel Persija vs Bontang FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGB), Senayan, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2010.

Irfan telah menginap di mes Persija sejak Minggu, 25 Januari 2010. Namun menurutnya proses negosiasi dengan manajemen Macan Kemayorn masih berjalan.

"Sampai saat ini respon Persija cukup baik. Namun masih ada beberapa poin yang perlu dibicarakan," kata pemain yang baru berusia 21 tahun itu.

Mengenai status kewarganegaraanya, Irfan mengaku telah mengantongi paspor Indonesia. Karena itu, mantan pemain FC Utrecht dan HFC Haarlem itu tidak masalah bila kontraknya disamakan dengan pemain lokal lainnya.

"Tapi mungkin ada sedikti perbedaan karena saya lahir di Belanda. Namun kalau memang jadi, saya akan masuk sebagai pemain lokal karena saya sudah punya paspor Indonesia," ujarnya.

"Saya memang sengaja ingin main di Indonesia agar punya kesempatan untuk masuk timnas," tambahnya.

Irfan merupakan pemain berdarah Indonesia yang lahir di Amisterdam , 11 Agustus 1988 lalu. Selama di Belanda, Irfan sempat meniti karir di tim junior Ajax Amisterdam, SV Argon, dan FC Ultrecht.

Sedangkan menurut situs Wikipedia, Irfan sempat membela tim senior FC Ultrecht dan HFC Haarlern. Irfan mengaku bisa tampil di berbagai posisi, mulai dari striker hingga gelandang.

"Saya bisa main sebagai pemain depan. Bisa gelandang atau second striker," katanya.

Sementara itu, Direktur Teknis Persija, Benny Dolo belum memutuskan status Irfan. Mantan pelatih Arema Malang itu masih terus memantau perkembangannya.

"Kami masih terus lihat perkembangannya. Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai dia (Irfan)," kata Bendol.

Bendol juga mengatakan akan mencari dua pemain asing tambahan. Salah satunya akan ditempatkan sebagai pelapis tiga striker yang dimiliki Persija saat ini

Pengurus tekad perbaiki komunikasi

Banyak mendapat kritik dari kalangan pecinta PSMS Medan, pengurus dan manajemen menyampaikan tekadnya untuk memperbaiki komunikasi dengan pemain dan unsur lain.

Demikian dikatakan Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS didampingi Drs Freddy Hutabarat, Julius Raja dan Suryanto Herman dalam diskusi terbuka di Executive Room Hotel Garuda Plaza Medan, Rabu.

Selain dihadiri para wartawan media cetak dan elektronik, kelompok suporter pendukung PSMS seperti Smeck Hooligan, Ultras 1950 dan fans club PSMS juga memberikan masukan terhadap nasib tim Ayam Kinantan.

"Kita berharap pemecatan pelatih Suimin Dihardja juga didukung dengan direvisinya pengurus PSMS yang hanya numpang nama dalam jajaran kepengurusan," tutur Nata, Presiden Smeck Hooligan.

Dia menjelaskan bahwa banyak pengurus tidak memiliki kepedulian dalam membangun PSMS ini, seperti halnya Sekretaris Umum dan Ketua Harian yang tidak pernah muncul untuk memberikan suport kepada pemain.

"Sejauh ini apa yang telah mereka buat untuk tim, alasannya hanya masalah klasik yaitu dana. Kalau tidak sanggup menjadi pengurus, kenapa mau menjadi mengurusi PSMS?" tanyanya.

Saat disinggung target yang dicapai PSMS di era kepelatihan Kustiono, Hendra menjelaskan sebagai tim yang punya nama besar, dirinya berharap PSMS kembali tampil di Liga Super Indonesia yang juga merupakan impian seluruh masyarakat Medan atau minimal bertahan di Divisi Utama.

"Kita akan tetap berjuang untuk membenahi berbagai masalah, sebab mengurus PSMS ini merupakan pengabdian demi prestasi tanpa adanya unsur politik yang memboncenginya. Karena itu, mari kita bersama membangun PSMS agar lebih baik ke depan," pungkas Hendra menambahkan pihaknya tetap terbuka menerima saran dan kritik dari pecinta Ayam Kinantan

Wednesday, January 27, 2010

Siang ini diskusi terbuka PSMS

Pengurus bersama manajemen tim PSMS akan menggelar diskusi terbuka bersama para suporter dan kalangan wartawan olahraga di Garuda Plaza Hotel, Jl SM Raja Medan, Rabu siang.

Menurut Humas PSMS Habibul Chair di Stadion Kebun Bunga Medan, diskusi digelar dalam rangka menjelaskan sekaligus membahas permasalahan klub tersebut pasca diberhentikannya pelatih Suimin Dihardja serta persiapan menghadapi putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Diskusi tersebut nantinya juga membahas perkembangan PSMS selama berlangsungnya kompetisi putaran pertama lalu dan menghadapi putaran kedua yang dijadwalkan 1 Februari mendatang.

Dikatakan, serangkaian berakhirnya putaran pertama, pengurus dan manajemen akan melaksanakan diskusi terbuka dengan seluruh lapisan masyarakat terutama pecinta sepakbola di provinsi ini.

“Diskusi itu juga untuk menyikapi banyaknya argumentasi dari masyarakat atas kekalahan-kekalahan sebelumnya dan pemutusan hubungan kerja dengan Suimin plus enam pemain yang dinilai tidak memberi kontribusi seraya mencari solusi agar meraih hasil maksimal di putaran kedua nanti,” kata pengurus PSMS yang membidangi teknik, Julius Raja SE.

Diakuinya, sehubungan itu pihak pengurus dan manajemen PSMS akan membahas permasalahan yang ada di tubuh klub milik masyarakat Medan khususnya dan Sumut umumnya tersebut. Melalui diskusi tersebut diharapkan seluruh lapisan masyarakat mengerti kondisi klub yang kini ditangani pelatih baru, Kustiono

Minggu (1/2) nanti, PSMS akan kembali melakoni laga di putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Lawan yang ditantang bukan klub sembarangan. Yakni Semen Padang. Parahnya, skuad Ayam Kinantan harus melawat ke Stadion di Sijunjung markas Semen Padang.
Nah, untuk itu latihan pun telah digeber sejak beberapa hari belakangan. Awalnya, arsitek sebelumnya Suimin Diharja sudah menyiapkan simulasi untuk laga itu. Namun karena tongkat estafet pelatih telah diberikan kepada arsitek anyar Kustiono, gaya baru di kubu tim ini pun segera diadaptasi.

Dua hari memimpin latihan, Kustiono sejauh mengaku masih melakukan adaptasi. Terlepas dari menu latihan yang juga telah dibeberkannya. Sore kemarin, menu latihan yang diberikannya adalah game monitoring. Ini bertujuan untuk mencari kerangka tim yang akan dipasang saat menantang Semen Padang nanti.

Sebelum menggeber aplikasi latihan di lapangan, Kustiono lebih dulu memberikan materi di dalam ruangan. Di sini terjadi interaksi unik antara Kustiono dengan pemain. Saat masuk sesi tanya jawab, dua pemain Osas Saha dan Harry Syahputra terlihat tidak puas dengan apa yang dibeberkan pelatih. Maka itu, terlihat semacam masukan yang diajukan kedua pemain tadi kepada pelatih. Syukurnya Kustiono menerima hal itu.
“Namanya sharing, kita harus selalu berinteraksi. Itu bukan dikte dari pemain. Itu hanya masukan yang bisa diterima,” kata Kustiono terkait hal itu.
Lalu, apa target ketika Ayam Kinantan terbang ke Padang? Meski terlihat serius memimpin latihan, nyatanya Kustiono tak berani menargetkan tiga angka saat melawan Semen Padang nanti. Dijelaskannya, meski sepak bola ini misteri tapi Kus-sapaan akrabnya mengaku hanya ingin mencuri angka di Padang.

“Saya harap tim jangan sampai kalah di Padang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya tetap ingin konsentrasi terhadap persiapan tim,” aku Kustiono di Stadion Kebun Bunga Selasa (26/1) kemarin.

Kalau target yang diemban hanya tidak kalah, alias imbang, tampaknya hal itu tak bisa diterima oleh kubu suporter. Pasalnya, saat ini PSMS sangat membutuhkan asupan poin penuh di setiap laga. Hal ini penting demi konsistensi mengejar target masuk ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.

“Apapun itu, target utama mesti tiga angka. Kami tak ingin melihat tim ini terpuruk di tangan pelatih baru,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK Hooligan

wajib menang

iang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

“Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Ketika Manajer Curhat

Siang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Pemain Asing Baru Terjerembab di Kebun Bunga

Lagi-lagi ada saja hal yang unik ketika melihat skuad PSMS berlatih di Stadion Kebun Bunga. Selain asyik melihat tingkah laku pemain, asyik juga menyoroti hal pendukung tingkah laku itu.

Sebelumnya, Osas Saha legiun impor PSMS enggan minum air isi ulang yang disediakan saat latihan. Selasa (26/1) kemarin, giliran ekspatriat Saha yang baru masuk tim untuk seleksi Ogochukwu Daniel yang memancing decak kagum ratusan fans yang setia menyaksikan skuad berlatih. Selain menunjukkan performa lumayan apik, Daniel juga menyita perhatian fans karena gaya rambutnya yang unik.

Keriting merupakan ciri khas orang-orang yang ada di Afrika. Kebetulan, Daniel merupakan rekan se negara Saha dari Nigeria yang masuk belahan benua Afrika. Jadi tak perlu heran kalau rambutnya keriting.

Tapi yang menarik, Daniel memodifikasi rambut keritingnya itu dengan cat rambut warna kuning keemasan. Nah, dengan demikian, Daniel memang jadi lebih gampang ditandai. Yang menarik, ketika latihan kemarin memasuki materi game monitoring. Tujuan latihan kemarin adalah mencari kerangka tim. Jadi Kustiono pelatih baru PSMS menggelar latihan game, tim A melawan tim B. Sebagai pemain seleksi, Daniel awalnya masuk tim B. Namun setengah babak, Daniel masuk tim A.

Sakingkan semangatnya ingin menunjukkan bahwa dia layak masuk skuad PSMS, Daniel tak henti-hentinya berlari dan berlari. Agresitifitas pemain berusia 23 tahun itu cukuplah mendapatkan acungan jempol. Tapi karena agresifnya itu pula akhirnya Daniel sampai terjerembab ke dalam sebuah lubang besar yang menganga di sudut lapangan Stadion Kebun Bunga.

Begini ceritanya. Saat persitiwa unik itu terjadi, Daniel hendak mengambil tendangan sudut. Hal unik lainnya, Daniel kebingungan hendak meletakkan bola, karena lapangan Kebun Bunga memang tak dilengkapi garis lapangan. Dia pun mencari-cari tempat yang pas untuk meletakkan si kulit bundar. Karena tak jua menemukan tanda, Daniel pun meletakkan bola sembarangan yang lebih dekat ke arah lubang yang tak diketahuinya sebelumnya.

Saat mengambil ancang-ancang melakukan tendangan, kaki kiri Daniel pun masuk ke lubang maut itu. setengah terjerembab, raut wajah Daniel pun berubah kemerahan meredam malu. Hasil sepakan pojoknya pun berubah seketika. Bola yang dilesakkannya itu tidak terbang seperti yang diinginkan, sehingga lebih mudah dijangkau bek dan penjaga gawang. ‘Dasar lubang sialan!’ Mungkin itu yang ada di dalam hati Daniel.
Tapi hal itu tak mempengaruhi niatan manajemen untuk merekrutnya. Setelah dites dua hari, Kustiono pun tampaknya senang akan pemain satu itu. Kata Kustiono, Daniel tipikal gelandang pekerja keras yang cocok masuk skuad PSMS.

Menanggapi kemungkinan perekrutannya, manajemen PSMS lewat Hendra DS menjelaskan bahwa akan ada pembicaraan terkait kontrak Daniel. Dari kabar awal, Daniel minta Rp150 juta untuk setengah musim. Jumlah itu sebenarnya akan disanggupi kalau memang demi kebutuhan tim. Tapi yang menjadi soal, Daniel kabarnya meminta DP sebesar Rp 100 juta.

“DP-nya ini yang berat. Kalau 40 persen dari nilai kontrak yang diajukannya mungkin akan dipertimbangkan. Kami akan bicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Hendra.

Ogochukwu-Harry gabung

Gelandang asal Nigeria, Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra (libero) dipastikan memperkuat skuad PSMS Medan pada lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Pada Selasa malam, kedua pemain menandatangani kontrak di sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan disaksikan Manajer Tim Drs Hendra DS. Kendati berposisi sebagai gelandang, Ogochukwu akan mempertajam daya serangan Ayam Kinantan bersama pemain asing lainnya Osas Saha dan Jecky Pasarella.

Harry Syahputra akan memperkokoh lini belakang yang dikoordinir Nyeck Nyobe. Bahkan keduanya dikabarkan akan ikut bersama 16 pemain lainnya menghadapi Semen Padang di Sijunjung, 1 Februari mendatang. Demikian disampaikan Hendra DS didampingi Sekretaris Tim, Ir Fityan Hamdi.

Pada laga pembuka itu, PSMS yang kini ditangani pelatih anyar Kustiono diharapkan bisa memberikan hasil terbaik, apalagi sudah menambah kekuatan dengan kehadiran dua pemain yang berkualitas. Rombongan tim juga akan dipimpin Hendra sendiri melalui Bandara Polonia Medan, Jumat (29/1) nanti.

Dari latihan kedua PSMS di bawah asuhan Kustiono, para pemain masih melakukan games di sore hari dan fisik di pagi hari. Begitu juga penempatan pemain masih dilakukan acak dengan beberapa perombakan posisi.

"Bayangan siapa yang akan ditampilkan di Sijunjung nanti sudah ada, jadi sekarang ini menjelang laga awal bulan depan materi pemain sudah tidak ada masalah," kata Kustiono.

Dalam latihan itu, Kustiono bersama pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk mempercayakan dua penjaga gawang, Irwin Ramdahan dan Delly Sulistia, tampil seraya mengistirahatkan kiper utama, M Halim.

Secara terpisah, pengamat dan pemerhati berat PSMS Muhammad Arif SE dan mantan pemain PSMS Edu Juanda, meminta pelatih Kustiono harus mampu berkomunikasi baik dengan pemain.

"Jangan sampai mantan pelatih PSAP Sigli itu kesulitan berkomunikasi dengan pemain, karena hasilnya pasti tidak maksimal," kata keduanya menanggapi pelatih pengganti Suimin Dihardja tersebut.

"Saya pikir kehadiran Kustiono harus didukung karena ini merupakan pilihan para pengurus dan manajemen demi peningkatan Ayam Kinantan," katanya

Beban Berat Pelatih Baru PSMS

Beban berat akan siap menimpa Kustino arsitek baru PSMS. Masuk menggantikan Suimin Diharja yang didepak pengurus, Kustiono tetap harus mewarisi target dari manajemen, yakni masuk Superliga.

Meraih 13 angka di paro pertama, setidaknya PSMS harus menambah sekitar 24 lagi untuk benar-benar aman mengambil satu tiket ke babak delapan besar. Nah kalaupun hal itu tercapai, PSMS masih harus bertarung dengan klub terbaik di wilayah lain. Di sanalah ujian sesungguhnya akan terjadi.

Riwayat kepelatihan Kustiono di PSAP pun tidak berakhir mesra. Diakui Kustiono, di PSAP dia didepak. Namun alasan pendepakan itu dikatakan Kustiono didasarkan perbedaan prinsip yang terjadi antara manajemen.

“Benar saya diberhentikan di PSAP. Tapi itu lebih dikarenakan perbedaan prinsip,” kata Kustiono.

Sepanjang putaran pertama, PSAP Sigli saat ditangani Kustiono di putaran pertama meraih 13 angka dari 10 pertandingan yang digelar dengan perincian empat kali menang, satu kali imbang, serta lima kali kalah.

Menyikapi hal ini, Suimin sendiri tak ingin meributkan hal apapun kecuali kewajiban manajemen membayarkan sisa gaji dan hal lainnya. Untuk urusan tim, Suimin telah legowo dan menganggap hari-harinya bersama PSMS hanyalah masa lalu.

“Sudahlah, saya ikhlas dengan keputusan ini. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Saya harapkan pemain tetap profesional dan mendukungprogram pelatih baru. Semoga tim ini bisa lebih baik lagi,” kata Suimin.

Kus Didemo

Hari perdana berdiri di tengah-tengah skuad, Kustiono suksesor Suimin Diharja harus bekerja di bawah tekanan. Senin (25/1) kemarin, Kustiono yang menggeber latihan di Stadion Kebun Bunga didampingi oleh sejumlah fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). Tak hanya didampingi, teriakan yel-yel tak percaya kepada Kustiono juga dilontarkan.

Dalam beberapa kesempatan, fans dari SMeCK juga mengucapkan slogan-slogan terkait kekecewaan mereka atas digantinya Suimin. Alhasil, pengurus lagi-lagi jadi bahan cercaan. Yang lebih unik, SMeCK juga mengarang lagu dari lagu nasional ‘gugur bunga’ tapi syairnya diganti yang isinya mencari tahu di mana keberadaan Suimin.

Tapi hal itu tak mengganggu jalannya latihan. Seluruh skuad PSMS tampak serius mengikuti intruksi dari Kustiono. Walaupun tak bisa dipungkiri seluruh pemain terlihat grogi karena belum terbiasa.

Latihan kemarin, Kustiono langsung memberikan menu khusus. Yang utama digebernya adalah finishing touch sejumlah striker PSMS. Latihan berat memang lebih terarah kepada ujung tombak PSMS yang selama ini tumpul.

“Hari ini saya coba memberikan latihan finishing. Di samping itu, saya juga ingin beradaptasi dengan pemain. Ya, cari suasana barulah,” kata Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli itu.

Terkait tekanan dari pihak fans tadi, Kustiono menjelaskan bahwa hal itu dapat dimakluminya. Malah Kustiono mengaku senang masih diperhatikan oleh fans. “Saya rasa mereka itu mendukung saya. Cuma kata-katanya saja yang agak beda,” kata Kustiono.

Sedangkan pihak fans sendiri menjelaskan bahwa mereka tidak terima dengan keputusan yang diambil pengurus, terkait pemberhentian pelatih. Di samping materi pemain yang kurang mumpuni, fans juga berharap pengurus dievaluasi.

Sementara itu, untuk menambah amunisi, manajemen PSMS kembali mendatangkan sejumlah pemain untuk diseleksi. Sore kemarin, dua pemain baru terlihat ikuti latihan. Satu di antaranya pemain asing asal Nigeria yang sebelumnya main di PSP Padang. Nama legiun impor itu Ogochukwu Daniel. Sedangkan seorang lagi pemain lokal asal Asahan bernama Deddy Syahputra.

“Pemain asing baru saja datang, belum bisa kita nilai. Di sini kan ada tim yang siap membahas masalah ini bersama-sama,” kata Kustiono mengomentari pemain seleksi

Saha Takut Minum Air Isi Ulang

Ada yang menarik saat digelarnya latihan di Stadion Kebun Bunga sore kemarin. Adalah hal biasa ketika seluruh skuad turun minum ketika diberikan jeda latihan oleh pelatih. Sama seperti kemarin, di sela-sela latihan yang dipimpin pelatih baru Kustiono, menu yang diberikan cukup berat.

Tak ayal, pemain pun gampang merasa dahaga ketika mengikuti proses latihan. Dan ketika diberikan kesempatan untuk turun minum, pemain pun berhamburan ke pinggir lapangan untuk menghampiri wadah minum itu.

Di PSMS musim ini, jangan harap akan ada minuman suplemen. Asal latihan, air minum yang diberikan adalah air isi ulang atau air mineral merek nomor dua. Kalaupun minum minuman suplemen itu menjelang hari H pertandingan.

Nah, kemarin sore air minum yang disediakan seperti biasa. Yakni air mineral isi ulang yang diwadahi ke dalam galon. Ada dua galon air terlihat di sana. Bersama kotak air mineral sungguhan.

Tak jadi soal, pemain pun menyerbu air minum itu. Tapi tidak dengan Osas Saha legiun impor berposisi striker PSMS. Dia jelas-jelas enggan menyentuh air minum isi ulang itu. Sebagai gantinya, dia meminta kepada ibu-ibu tim konsumsi PSMS agar diambilkan air matang satu gelas. Air matang itulah yang ditenggaknya. “Ini tidak steril. Saya khawatir minum air ini,” kata Saha singkat

Monday, January 25, 2010

Suimin Lengser


Usai sudah kebersamaan Suimin Diharja dengan para pemain PSMS musim ini. Mantan pelatih Pesrikabo ini didepak dari tim Ayam Kinantan bersama enam pemain lainnya Sony Gunawan, Hardi Citra, Slamet Riyadi, Edu Juanda, Abduh Juliandi, Rachi Kumar dan pelatih fisik Nimrot Manalu.

Keputusan untuk mendepak Suimin dari tim diambil setelah jajaran pengurus dan manajemen PSMS menggelar rapat evaluasi di Hotel Polonia, Sabtu (24/1) lalu.

Terkait pemecatan itu, pengurus dan manajemen mengatakan bahwa keputusan itu diambil semata demi kepentingan tim. Ada beberapa poin yang dijadikan dasar pertimbangan untuk mendepak Suimin selaku pelatih PSMS. Salah satunya adalah kegagalan dirinya mencapai terget yang diembankan sepanjang putaran pertama lalu.

“Pergantian pelatih diambil lewat pertimbangan yang matang, di antaranya karena pelatih dianggap gagal meraih target poin di putaran pertama. Kedua, ini dilakukan untuk penyegaran tim,” kata Hendra DS, Manajer Tim PSMS di Hotel Dharma Deli, Minggu (24/1) usai rapat penunjukkan pelatih PSMS berikutnya.

Sedangkan pemain yang didepak, jelas dianggap tidak memberikan kontribusi nyata bagi tim. Di samping itu, pendepakan pemain juga didasari riwayat cedera yang mengakibatkan mereka jarang tampil di lapangan saat tim sedang bertanding.

Nah, setelah mendepak Suimin, pengurus dan manajemen pun telah memutuskan siapa calon pengganti.
Nama Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli didaulat menjadi suksesor Suimin. Bahkan Kustiono sudah akan memimpin latihan hari ini juga.

Pada rapat lanjutan terkait penunjukkan pelatih anyar kemarin, sebenarnya tak hanya Kustiono yang dipanggil. Di samping Kustiono, ada juga kandidat pelastih lain seperti Amrustian dan Lisuardi. Namun dua nama terakhir tidak bersedia menjadi pelatih PSMS. Alhasil, pilihan jatuh kepada Kustiono.

Kustiono yang langsung datang ke rapat tersebut menjelaskan bahwa dia siap menukangi PSMS. Walaupun pelatih yang sempat jadi asisten Suimin di PSMS Junior tahun 1994 lalu itu, mengaku bahwa tidak mudah menjadi pelatih di tim sebesar PSMS.

“Insya Allah saya siap dan mampu menjadi pelatih PSMS. Meski berat, tapi saya akan mencobanya,” kata Kustiono.
Tak hanya mengganti pelatih, manajemen juga menunjuk penasehat teknis. Di posisi ini di tempatkan Suryanto Herman, Freddy Hutabarat dan Julius Raja. Lantas bagaimana dengan nasib asisten pelatih Suyono dan Jampi Hutahuruk?

Suyono dan pelatih penjaga gawang Jampi Hutauruk tetap dipertahankan. Untuk pelatih fisik, hingga kini belum jelas siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nimrot Manalu.

Sedangkan calon pengganti pemain yang didepak, manajemen mengatakan akan mencari empat pemain. Satu pemain Harry Syahputra berposisi sebagai stopper sudah dipastikan bergabung.

Sedangkan tiga pemain lainnya masih dicari. Masing-masing yang diharapkan masuk tim adalah striker asing, gelandang, dan penjaga gawang.
Terkait pemberhentiannya sebagai pelatih, Suimin hingga kini masih belum berkomentar apa-apa. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Suimin telah menyatakan siap digeser asal demi kepentingan tim.

“Saya datang kemari untuk mengembalikan nama besar PSMS, bukan semata karena uang. Jadi, tidak masalah jika akhirnya saya dipecat,” kata Suimin

Fans Sayangkan Pemecatan Pelatih

PEMECATAN arsitek PSMS, Suimin Diharja ternyata menuai reaksi keras dari jajaran fans PSMS. Yang cukup vokal menolak pemecatan itu adalah barisan fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan.

Menurut fans yang bernaung di SMeCK, pemecatan terhadap pelatih adalah salah kaprah. Sebab, bobroknya prestasi PSMS musim ini bukan karena ketidak mampuan pelatih, tapi karena pemain yang menjadi pilar di tim berjuluk Ayam Kinantan itu tak memiliki skil yang mumpuni.
“Pemain yang kurang bagus, kok pelatih yang diganti. Dalam 10 pertandingan yang digelar murni tanpa bantuan apapun, Suimin berhasil kumpulkan 13 poin. Tapi kok malah dipecat,” tandas Nata Simangunsong ketua SMeCK, kemarin.

Lebih lanjut, Nata menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi di PSMS, pada dasarnya fans mendukung asalkan itu demi kebaikan tim. “Kita dukung kebijakan yang bertujuan demi kebaikan tim. Menurut kami, lebih baik pemainnya yang dibenahi,” sambung Nata.

Terlebih ketika pihak SMeCK mengetahui bahwa yang menjadi pengganti adalah Kustiono, yang memiliki track record kurang bagus saat bersama PSAP. “Kalau mau ganti pelatih, jangan tanggung-tanggung. Ini gantinya berkualitas masih di bawah Suimin,” sesal Nata.

“Di PSAP saja Kustiono dipecat. Padahal PSAP adalah klub kecil. Setelah dibuang klub kecil, kenapa diambil tim sebesar PSMS,” pungkasnya.
Tak hanya SMeCK, barisan suporter dari Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan (KAMPAK) Fans Club juga menyanyangkan terjadinya pemecatan terhadap Suimin dan Nimrot Manalu. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan pentolan KAMPAK, mereka jelas-jelas menolak penunjukkan Kustiono sebagia pelatih baru PSMS.

“Sebagai fans kami mewakili masyarakat Medan. Dan kami tidak setuju kalau Suimin digantikan oleh Kustiono. Kalau mau ganti pelatih sekalian yang lebih baik, semisal Benny Dolo, Danurwindo atau Fabio Capello sekalian. Karena masalah yang dihadapi PSMS sekarang ini adalah minimnya pemain berkualitas, bukan karena pelatih yang tak mampu,” koar Dicky.

Raih Sarjana, Yudha Gelar Syukuran

SETELAH lebih lima tahun menuntut ilmu di Universitas Sumatera Utara (USU), Tri Yudha Handoko gelandang PSMS akhirnya meraih gelar Sarjana Sosial. Hal ini tentu saja membanggakan. Maka itu Yudha berniat menggelar syukuran di kediamannya di kawasan Pulo Brayan hari ini.
Kabarnya, seluruh rekan satu tim Yudha juga akan hadir dalam sukuran itu, termasuk rekan-rekan di kampusnya.

“Setelah melewati perjuangan berat, akhirnya saya berhasil wisuda dan jadi sarjana. Ini sangat melegakan. Semoga ilmu yang saya dapatkan bermanfaat,” harap Yudha.

Ya, sepanjang menjalani perkuliahannya Yudha memang kerap dibebani oleh masalah pembagian waktu. Selain harus konsen kuliah, Yudha juga harus sibuk melakoni karirnya sebagai pesepakbola. Namanya pesepakbola profesional, Yudha sudah tentu harus sering ke luar kota untuk bertanding.

“Kenangan semasa kuliah yang paling terasa adalah soal membagi waktu. Soalnya saya sering keluar kota untuk tanding bersama klub saya. Di samping itu, di masa perkuliahan jugalah saya menemukan kekasih hati sampai saat ini,” kenang Yudha sembari tersenyum.

Benar, saat awal-awal kuliah dahulu, Yudha secara tak sengaja juga bertemu dengan tambatan hatinya yang biasa dipanggil Fifi. Dasar tipe pria setia, Yudha masih tetap menjalin hubungan dengan gadis bernama Fifi itu hingga kini. “Insya Allah serius. Walaupun kami berjauhan, tapi komunikasi tetap bagus,” kata Yudha menyoal separuh jiwanya itu

Kustiono tangani PSMS

Manajemen PSMS Medan merekrut mantan pelatih PSAP Sigli, Kustiono, sebagai pelatih menggantikan Suimin Dihardja untuk menangani skuad Ayam Kinantan pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 yang dijadwalkan mulai 29 Januari mendatang.

Di samping pergantian Suimin, pengurus juga mencoret enam pemain masing-masing adalah penjaga gawang Sony Gunawan, libero Selamet Riyadi, playmaker Edu Juanda, Abduh Juliandi, penyerang Hardi Citra serta pemain magang Raci Kumar.

Menurut Humas PSMS, Habibul Chair, di Hotel Dharma Deli Medan, Minggu, pergantian ini dalam rangka penyegaran sebagai salah satu usaha mencapai target lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi pengurus harian bersama ketua-ketua bidang di antaranya sekretaris umum Hardi Mulyono, Drs Agus Sriono, Habibul Chair, Freddy Hutabarat, Suryanto Herman, Sabar S Sitepu, Ahmad Arif bersama manajemen yang dipimpin langsung Ketua Umum Dzulmi Eldin di Hotel Polonia Medan kemarin malam.

Habibul juga membantah dalam pergantian pemain ini terkait masalah pribadi tapi lebih sebagai usaha penyegaran. Selain itu, beberapa pemain juga mengalami cedera berkepanjangan dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

“Sementara ini, baru Heri Syahputra yang sudah positif bergabung dengan Ayam Kinantan. Selebihnya masih dalam tahap pembicaraan,” timpal Manajer tim Hendra DS.

Dalam visi misinya, Kustiono sendiri merasa optimis dengan adanya penambahan pemain oleh manajemen untuk membawa PSMS lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Kustiono juga menyambut baik rencana manajemen mendatangkan striker tambahan sebagai pendamping Osas Saha dan Jecky Pasarella seraya berharap usul merekrut striker asal Makassar, Sigit, dikabulkan manajemen.

Menurutnya, kehadiran Sigit akan menambah tajamnya daya serangan M Affan Lubis cs. Ketika hendak dikonfirmasi, Suimin Dihardja tidak berhasil dihubungi setelah telepon genggamnya tidak bisa dikontak

Awal baru Ayam Kinantan


Diketuknya palu tanda pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan belum lama ini oleh DPRD Medan, menjadi awal baru bagi PSMS Medan untuk lebih leluasa menatap putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Dana APBD yang diperuntukkan bagi KONI Medan sebesa Rp6 miliar tersebut merupakan hibah bagi PSMS dan harus dipergunakan untuk lebih memaksimalkan hasil yang akan dicapai tim di putaran kedua, seperti penambahan pemain. Demikian dikatakan Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution, baru-baru ini.

Rafriandi menambahkan dengan disahkannya dana hibah bagi PSMS itu, manajemen harus segera mengajukan proposal ke pengurus yang berisi program-program ke depan manajemen terkait pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus bentuk pertanggungjawaban ke pengurus, kalau memang dana tersebut digunakan hanya untuk kepentingan manajemen,” ujarnya.

Seandainya dana APBD tersebut juga terdapat hak pengurus, baik antara manajemen dan pengurus harus sama-sama mengetahui berapa persentase dana untuk keduanya. “Supaya tidak terjadi perdebatan di kemudian hari, harus jelas dulu berapa persentase untuk pengurus dan manajemen,” sebutnya lagi.

Rafriandi pun menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat itu bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Karenanya, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program lewat anggaran tersebut.

“Program itu juga berfungsi, agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggarannya dan juga meminimalisasi kemungkinan kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” jelasnya.

Sementara itu, klub Supporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans meminta agar uang Rp6 miliar tersebut benar-benar digunakan untuk pengembangan tim. Menurut Nata Simangunsong selaku ketua, SMeCK berharap manajemen melakukan langkah-langkah taktis sebagai persiapan putaran kedua mendatang.

“Kalau memang anggaran tersebut untuk tim, biarkan manajemen yang akan melakukan langkah-langkah seperti merekrut pemain yang potensial. Jangan ada campur tangan dari pihak-pihak lain!” tegasnya.

Nata juga menyatakan, SMeCK siap untuk memantau penggunaan dana tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Seandainya ada penyelewengan, kita akan berkoordinasi dengan pers dan melakukan langkah-langkah protes terhadap oknum yang melakukan penyimpangan tersebut,” pungkasnya

Masih Misteri

Rapat evaluasi yang digelar manajemen PSMS di Hotel Polonia, Sabtu (23/1) lalu, ternyata tak membuahkan hasil. Namun pada rapat itu telah dibicarakan mengenai beberapa kemungkinan terkait perubahan di dalam tim. Hasil rapat itu sendiri baru akan diputuskan Senin besok.
Yang menarik, pengurus akhirnya sadar juga bahwa kedekatan antara pemain dan pengurus merupakan faktor penting dalam mengarungi kompetisi. Sepanjang putaran pertama, interaksi antara tim dan pengurus bisa dibilang tak berjalan mesra. Maka, pada putaran kedua nanti hal ini tak boleh lagi terjadi.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim usai rapat. Menurutnya, rapat evaluasi tadi membahas setiap detail yang bertujuan demi kebaikan tim. “Rapat tadi membahas seluruh hal di PSMS, baik itu tim, Panpel pertandingan hingga pengurus sendiri. Yang menarik, adalah usulan agar kemesraan dengan pemain itu dijalin kembali seperti yang lalu-lalu,” kata Hendra.

Tak hanya itu, Hendra juga menjelaskan bakal ada kemungkinan membuang skuad yang dianggap tak memberi kontribusi maksimal bagi PSMS.
Ada enam yang sedang diusulkan untuk tak diperpanjang kontraknya. Di samping itu, manajemen juga akan mencari tiga pemain tambahan untuk masuk skuad di putaran kedua nanti.

“Pemain yang tak berkontribusi akan dibuang. Mungkin ada sekitar enam pemain yang dibahas. Di samping itu, kami akan mencari tiga pemain baru untuk masuk skuad,” lanjutnya.

Terkait skuad yang bakal dibuang maupun yang bakal masuk, Hendra belum menjelaskan secara rinci. Namun untuk pemain yang bakal masuk, dikatakannya ada dua pemain lokal dan satu pemain asing.

Yang sudah hampir pasti akan berkostum Kinantan di putaran kedua nanti adalah Harry Syahputra, pemain yang berposisi sebagai stopper. Harry sendiri sudah berada di Medan untuk ikuti tes bersama tim. Saat dites kemampuannya, Harry tampil cukup menjanjikan, sehingga manajemen tertarik untuk segera menyodorinya kontrak. “Baru dia yang sudah kita lihat dan bagus kualitasnya. Sedangkan Ronny Van Carvalho dari Brazil itu akan kita pulangkan karena kualitasnya masih diragukan,” sambung asisten manajer Benny Tomasoa.

Nah, isu yang juga menyebutkan akan terjadi penggantian pelatih juga kabarnya dibahas dalam rapat itu. Namun untuk masalah itu belum ada keputusan. “Semua masih belum bisa kita putuskan. Kami dari jajaran manajemen tim juga belum pasti akan tetap di tim ini. Semua tergantung ketua umum,” lanjut Hendra.

Dengan demikian, keputusan apa yang akan terjadi di PSMS masih menjadi misteri. Semoga saja keputusan apapun yang diambil nanti tidak salah langkah.

Nyeck Pulang Bawa Pemain

Sempat diisukan bakal merumput bersama PSM Makassar di putaran kedua nanti, Nyeck Nyobe bek impor asal Kamerun yang musim lalu membela Persib Bandung itu dipastikan akan tetap bersama PSMS. Hal itu diutarakan manajemen PSMS kemarin.

“Nyeck akan tetap berkostum PSMS. PSM tidak bisa sembarangan mengontak Nyeck untuk bergabung dengan mereka tanpa menghubungi kita terlebih dahulu. Karena Nyeck masih terikat kontrak dengan kita,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Dijadwalkan, Nyeck akan kembali ke Medan hari ini. Selama ini, Nyeck diketahui berada di Malaysia untuk mengurus Visa kerjanya di kedutaan Kamerun di sana.

Yang menarik, kepulangan Nyeck ke Medan juga disertai oleh seorang pemain asing yang juga asal Kamerun bernama Noah Romuald. Pemain satu ini berposisi sebagai gelandang. Paro musim lalu, Noah membela Semen Padang namun tidak pernah diturunkan tanpa alasan yang jelas.“Kita lihat dulu. Kalau memang pemain yang dibawa Nyeck itu bagus, akan kita pertimbangkan,” kata Benny

Saturday, January 23, 2010

Nyeck Bolos Dua Hari

Isu seputar bakal hengkangnya palang pintu tangguh PSMS, Nyeck Nyobe ke peserta Indonesian Super League (ISL) PSM Makassar, masih menjadi pembicaraan hangat. Pasalnya, hingga satu pekan tim menggelar latihan, batang hidung Nyeck belum juga kelihatan.

Walaupun kabar terakhir yang diterima manajemen tim Nyeck masih berada di Malaysia, untuk mengurus visa-nya, namun hingga kini tak ada kabar terbaru yang dikirimkan Nyeck. Menurut janji, kemungkinan Nyeck sudah harus ikuti latihan bersama tim pada Kamis lalu. Namun hingga Jumat kemarin, Nyeck belum menunjukkan tanda-tanda keberadaannya.

Benny Tomasoa asisten manajer PSMS pun mengaku tak tahu kabar Nyeck. Biasanya, Nyeck selalu memberikan kabar terkait keberadaannya dan keperluan ketika izin tidak ikuti latihan. “Sampai sekarang Nyeck masih belum ada kabar. Mungkin dia sibuk mengurus visa-nya itu,” terang Benny.

Karena isu bakal hengkangnya Nyeck kian santer, pendapat baru pun muncul terkait hal itu. Beberapa pihak mengatakan tidak ada masalah kalau memang Nyeck akhirnya direkrut PSM. Namun transfer itu harus sesuai prosedur yang berlaku karena Nyeck masih terikat kontrak selama satu tahun bersama PSMS.

Benny pun menyadari hal itu. Bahkan, kalau memang PSM serius ingin memakai tenaga Nyeck, harusnya manajemen PSM menghubungi PSMS. Manajemen pun tak masalah kalau harus melepas Nyeck. Asalkan ada hasil dari penjualan Nyeck ke PSM. “Kalau memang Nyeck ditransfer oleh PSM, itu saya kira sah-sah saja. Malah bagus kalau hasil transfer itu bisa membeli pemain baru. Bisa jadi hasil penjualan Nyeck bisa beli sampai dua pemain bagus,” kata Suimin mengomentari hal itu