Wednesday, January 27, 2010

wajib menang

iang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

“Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Ketika Manajer Curhat

Siang itu, Hendra DS Manajer PSMS musim ini tengah termenung di ruangan di kantornya. Sembari melamun, tatapan matanya tak lepas ke arah sebuah komputer di depannya. Jemarinya gesit berselancar di sebuah situs jejaring sosial di dunia maya yang bernama Facebook. Ketika sedang asyik melihat kabar-kabar terbaru dari para sahabat, pria 45 tahun itu kaget melihat sebuah pesan dinding yang dikirimkan seorang fans ke profilnya di FB itu.

Intinya, fans tadi mengirimkan sebuah kritikan yang cukup menyakiti hatinya. Bunyi kritik itu adalah : Pengurus taunya makan duit aja! Wah, Hendra terenyuh membaca pesan itu.

“Saya langsung balas tulisan itu dengan curahan dari hati yang paling dalam. Jujur, saya ini siap digantikan apabila ada yang lebih baik dari saya untuk jadi manajer PSMS,” kata Hendra ketika melihat skuad berlatih di Stadion Kebun Bunga sore kemarin.

Kata-kata selanjutnya adalah pernbincangan yang tak henti soal PSMS musim ini. Tak henti pula, Hendra memberberkan bahwa kerja sejumlah pengurus di PSMS ini murni kerja bakti. Tidak ada gaji, tidak ada keuntungan.

Justru saya banyak korban. Korban uang, waktu, pekerjaan, keluarga, dan tentu saja korban pikiran. Kok malah dianggap makan duit saja,” sambung Bos SSB Patriot itu.

Nah, puncaknya Hendra pun menantang pihak yang memang lebih siap secara lahir dan batin untuk menjadi manajer tim PSMS. (ful)
Dari arah-arahnya, tampaknya memang ada beberapa pihak yang bisa saja menggantikan posisi Hendra sebagai manajer. Dan bila hal itu terjadi, Hendra mangaku siap mundur.

“Sekali lagi, saya siap mundur dari posisi sebagai manajer di PSMS kalau memang ada yang lebih baik dari saya. Kerja saya di PSMS adalah murni kerja bakti demi kecintaan terhadap PSMS. Tidak ada alasan lain. Kalau ada yang mau jadi manajer, silahkan,” pungkasnya kesal.

Pemain Asing Baru Terjerembab di Kebun Bunga

Lagi-lagi ada saja hal yang unik ketika melihat skuad PSMS berlatih di Stadion Kebun Bunga. Selain asyik melihat tingkah laku pemain, asyik juga menyoroti hal pendukung tingkah laku itu.

Sebelumnya, Osas Saha legiun impor PSMS enggan minum air isi ulang yang disediakan saat latihan. Selasa (26/1) kemarin, giliran ekspatriat Saha yang baru masuk tim untuk seleksi Ogochukwu Daniel yang memancing decak kagum ratusan fans yang setia menyaksikan skuad berlatih. Selain menunjukkan performa lumayan apik, Daniel juga menyita perhatian fans karena gaya rambutnya yang unik.

Keriting merupakan ciri khas orang-orang yang ada di Afrika. Kebetulan, Daniel merupakan rekan se negara Saha dari Nigeria yang masuk belahan benua Afrika. Jadi tak perlu heran kalau rambutnya keriting.

Tapi yang menarik, Daniel memodifikasi rambut keritingnya itu dengan cat rambut warna kuning keemasan. Nah, dengan demikian, Daniel memang jadi lebih gampang ditandai. Yang menarik, ketika latihan kemarin memasuki materi game monitoring. Tujuan latihan kemarin adalah mencari kerangka tim. Jadi Kustiono pelatih baru PSMS menggelar latihan game, tim A melawan tim B. Sebagai pemain seleksi, Daniel awalnya masuk tim B. Namun setengah babak, Daniel masuk tim A.

Sakingkan semangatnya ingin menunjukkan bahwa dia layak masuk skuad PSMS, Daniel tak henti-hentinya berlari dan berlari. Agresitifitas pemain berusia 23 tahun itu cukuplah mendapatkan acungan jempol. Tapi karena agresifnya itu pula akhirnya Daniel sampai terjerembab ke dalam sebuah lubang besar yang menganga di sudut lapangan Stadion Kebun Bunga.

Begini ceritanya. Saat persitiwa unik itu terjadi, Daniel hendak mengambil tendangan sudut. Hal unik lainnya, Daniel kebingungan hendak meletakkan bola, karena lapangan Kebun Bunga memang tak dilengkapi garis lapangan. Dia pun mencari-cari tempat yang pas untuk meletakkan si kulit bundar. Karena tak jua menemukan tanda, Daniel pun meletakkan bola sembarangan yang lebih dekat ke arah lubang yang tak diketahuinya sebelumnya.

Saat mengambil ancang-ancang melakukan tendangan, kaki kiri Daniel pun masuk ke lubang maut itu. setengah terjerembab, raut wajah Daniel pun berubah kemerahan meredam malu. Hasil sepakan pojoknya pun berubah seketika. Bola yang dilesakkannya itu tidak terbang seperti yang diinginkan, sehingga lebih mudah dijangkau bek dan penjaga gawang. ‘Dasar lubang sialan!’ Mungkin itu yang ada di dalam hati Daniel.
Tapi hal itu tak mempengaruhi niatan manajemen untuk merekrutnya. Setelah dites dua hari, Kustiono pun tampaknya senang akan pemain satu itu. Kata Kustiono, Daniel tipikal gelandang pekerja keras yang cocok masuk skuad PSMS.

Menanggapi kemungkinan perekrutannya, manajemen PSMS lewat Hendra DS menjelaskan bahwa akan ada pembicaraan terkait kontrak Daniel. Dari kabar awal, Daniel minta Rp150 juta untuk setengah musim. Jumlah itu sebenarnya akan disanggupi kalau memang demi kebutuhan tim. Tapi yang menjadi soal, Daniel kabarnya meminta DP sebesar Rp 100 juta.

“DP-nya ini yang berat. Kalau 40 persen dari nilai kontrak yang diajukannya mungkin akan dipertimbangkan. Kami akan bicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Hendra.

Ogochukwu-Harry gabung

Gelandang asal Nigeria, Ogochukwu Daniel dan H Harry Syahputra (libero) dipastikan memperkuat skuad PSMS Medan pada lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Pada Selasa malam, kedua pemain menandatangani kontrak di sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga Medan disaksikan Manajer Tim Drs Hendra DS. Kendati berposisi sebagai gelandang, Ogochukwu akan mempertajam daya serangan Ayam Kinantan bersama pemain asing lainnya Osas Saha dan Jecky Pasarella.

Harry Syahputra akan memperkokoh lini belakang yang dikoordinir Nyeck Nyobe. Bahkan keduanya dikabarkan akan ikut bersama 16 pemain lainnya menghadapi Semen Padang di Sijunjung, 1 Februari mendatang. Demikian disampaikan Hendra DS didampingi Sekretaris Tim, Ir Fityan Hamdi.

Pada laga pembuka itu, PSMS yang kini ditangani pelatih anyar Kustiono diharapkan bisa memberikan hasil terbaik, apalagi sudah menambah kekuatan dengan kehadiran dua pemain yang berkualitas. Rombongan tim juga akan dipimpin Hendra sendiri melalui Bandara Polonia Medan, Jumat (29/1) nanti.

Dari latihan kedua PSMS di bawah asuhan Kustiono, para pemain masih melakukan games di sore hari dan fisik di pagi hari. Begitu juga penempatan pemain masih dilakukan acak dengan beberapa perombakan posisi.

"Bayangan siapa yang akan ditampilkan di Sijunjung nanti sudah ada, jadi sekarang ini menjelang laga awal bulan depan materi pemain sudah tidak ada masalah," kata Kustiono.

Dalam latihan itu, Kustiono bersama pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk mempercayakan dua penjaga gawang, Irwin Ramdahan dan Delly Sulistia, tampil seraya mengistirahatkan kiper utama, M Halim.

Secara terpisah, pengamat dan pemerhati berat PSMS Muhammad Arif SE dan mantan pemain PSMS Edu Juanda, meminta pelatih Kustiono harus mampu berkomunikasi baik dengan pemain.

"Jangan sampai mantan pelatih PSAP Sigli itu kesulitan berkomunikasi dengan pemain, karena hasilnya pasti tidak maksimal," kata keduanya menanggapi pelatih pengganti Suimin Dihardja tersebut.

"Saya pikir kehadiran Kustiono harus didukung karena ini merupakan pilihan para pengurus dan manajemen demi peningkatan Ayam Kinantan," katanya

Beban Berat Pelatih Baru PSMS

Beban berat akan siap menimpa Kustino arsitek baru PSMS. Masuk menggantikan Suimin Diharja yang didepak pengurus, Kustiono tetap harus mewarisi target dari manajemen, yakni masuk Superliga.

Meraih 13 angka di paro pertama, setidaknya PSMS harus menambah sekitar 24 lagi untuk benar-benar aman mengambil satu tiket ke babak delapan besar. Nah kalaupun hal itu tercapai, PSMS masih harus bertarung dengan klub terbaik di wilayah lain. Di sanalah ujian sesungguhnya akan terjadi.

Riwayat kepelatihan Kustiono di PSAP pun tidak berakhir mesra. Diakui Kustiono, di PSAP dia didepak. Namun alasan pendepakan itu dikatakan Kustiono didasarkan perbedaan prinsip yang terjadi antara manajemen.

“Benar saya diberhentikan di PSAP. Tapi itu lebih dikarenakan perbedaan prinsip,” kata Kustiono.

Sepanjang putaran pertama, PSAP Sigli saat ditangani Kustiono di putaran pertama meraih 13 angka dari 10 pertandingan yang digelar dengan perincian empat kali menang, satu kali imbang, serta lima kali kalah.

Menyikapi hal ini, Suimin sendiri tak ingin meributkan hal apapun kecuali kewajiban manajemen membayarkan sisa gaji dan hal lainnya. Untuk urusan tim, Suimin telah legowo dan menganggap hari-harinya bersama PSMS hanyalah masa lalu.

“Sudahlah, saya ikhlas dengan keputusan ini. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Saya harapkan pemain tetap profesional dan mendukungprogram pelatih baru. Semoga tim ini bisa lebih baik lagi,” kata Suimin.

Kus Didemo

Hari perdana berdiri di tengah-tengah skuad, Kustiono suksesor Suimin Diharja harus bekerja di bawah tekanan. Senin (25/1) kemarin, Kustiono yang menggeber latihan di Stadion Kebun Bunga didampingi oleh sejumlah fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). Tak hanya didampingi, teriakan yel-yel tak percaya kepada Kustiono juga dilontarkan.

Dalam beberapa kesempatan, fans dari SMeCK juga mengucapkan slogan-slogan terkait kekecewaan mereka atas digantinya Suimin. Alhasil, pengurus lagi-lagi jadi bahan cercaan. Yang lebih unik, SMeCK juga mengarang lagu dari lagu nasional ‘gugur bunga’ tapi syairnya diganti yang isinya mencari tahu di mana keberadaan Suimin.

Tapi hal itu tak mengganggu jalannya latihan. Seluruh skuad PSMS tampak serius mengikuti intruksi dari Kustiono. Walaupun tak bisa dipungkiri seluruh pemain terlihat grogi karena belum terbiasa.

Latihan kemarin, Kustiono langsung memberikan menu khusus. Yang utama digebernya adalah finishing touch sejumlah striker PSMS. Latihan berat memang lebih terarah kepada ujung tombak PSMS yang selama ini tumpul.

“Hari ini saya coba memberikan latihan finishing. Di samping itu, saya juga ingin beradaptasi dengan pemain. Ya, cari suasana barulah,” kata Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli itu.

Terkait tekanan dari pihak fans tadi, Kustiono menjelaskan bahwa hal itu dapat dimakluminya. Malah Kustiono mengaku senang masih diperhatikan oleh fans. “Saya rasa mereka itu mendukung saya. Cuma kata-katanya saja yang agak beda,” kata Kustiono.

Sedangkan pihak fans sendiri menjelaskan bahwa mereka tidak terima dengan keputusan yang diambil pengurus, terkait pemberhentian pelatih. Di samping materi pemain yang kurang mumpuni, fans juga berharap pengurus dievaluasi.

Sementara itu, untuk menambah amunisi, manajemen PSMS kembali mendatangkan sejumlah pemain untuk diseleksi. Sore kemarin, dua pemain baru terlihat ikuti latihan. Satu di antaranya pemain asing asal Nigeria yang sebelumnya main di PSP Padang. Nama legiun impor itu Ogochukwu Daniel. Sedangkan seorang lagi pemain lokal asal Asahan bernama Deddy Syahputra.

“Pemain asing baru saja datang, belum bisa kita nilai. Di sini kan ada tim yang siap membahas masalah ini bersama-sama,” kata Kustiono mengomentari pemain seleksi

Saha Takut Minum Air Isi Ulang

Ada yang menarik saat digelarnya latihan di Stadion Kebun Bunga sore kemarin. Adalah hal biasa ketika seluruh skuad turun minum ketika diberikan jeda latihan oleh pelatih. Sama seperti kemarin, di sela-sela latihan yang dipimpin pelatih baru Kustiono, menu yang diberikan cukup berat.

Tak ayal, pemain pun gampang merasa dahaga ketika mengikuti proses latihan. Dan ketika diberikan kesempatan untuk turun minum, pemain pun berhamburan ke pinggir lapangan untuk menghampiri wadah minum itu.

Di PSMS musim ini, jangan harap akan ada minuman suplemen. Asal latihan, air minum yang diberikan adalah air isi ulang atau air mineral merek nomor dua. Kalaupun minum minuman suplemen itu menjelang hari H pertandingan.

Nah, kemarin sore air minum yang disediakan seperti biasa. Yakni air mineral isi ulang yang diwadahi ke dalam galon. Ada dua galon air terlihat di sana. Bersama kotak air mineral sungguhan.

Tak jadi soal, pemain pun menyerbu air minum itu. Tapi tidak dengan Osas Saha legiun impor berposisi striker PSMS. Dia jelas-jelas enggan menyentuh air minum isi ulang itu. Sebagai gantinya, dia meminta kepada ibu-ibu tim konsumsi PSMS agar diambilkan air matang satu gelas. Air matang itulah yang ditenggaknya. “Ini tidak steril. Saya khawatir minum air ini,” kata Saha singkat

Monday, January 25, 2010

Suimin Lengser


Usai sudah kebersamaan Suimin Diharja dengan para pemain PSMS musim ini. Mantan pelatih Pesrikabo ini didepak dari tim Ayam Kinantan bersama enam pemain lainnya Sony Gunawan, Hardi Citra, Slamet Riyadi, Edu Juanda, Abduh Juliandi, Rachi Kumar dan pelatih fisik Nimrot Manalu.

Keputusan untuk mendepak Suimin dari tim diambil setelah jajaran pengurus dan manajemen PSMS menggelar rapat evaluasi di Hotel Polonia, Sabtu (24/1) lalu.

Terkait pemecatan itu, pengurus dan manajemen mengatakan bahwa keputusan itu diambil semata demi kepentingan tim. Ada beberapa poin yang dijadikan dasar pertimbangan untuk mendepak Suimin selaku pelatih PSMS. Salah satunya adalah kegagalan dirinya mencapai terget yang diembankan sepanjang putaran pertama lalu.

“Pergantian pelatih diambil lewat pertimbangan yang matang, di antaranya karena pelatih dianggap gagal meraih target poin di putaran pertama. Kedua, ini dilakukan untuk penyegaran tim,” kata Hendra DS, Manajer Tim PSMS di Hotel Dharma Deli, Minggu (24/1) usai rapat penunjukkan pelatih PSMS berikutnya.

Sedangkan pemain yang didepak, jelas dianggap tidak memberikan kontribusi nyata bagi tim. Di samping itu, pendepakan pemain juga didasari riwayat cedera yang mengakibatkan mereka jarang tampil di lapangan saat tim sedang bertanding.

Nah, setelah mendepak Suimin, pengurus dan manajemen pun telah memutuskan siapa calon pengganti.
Nama Kustiono yang paro musim lalu menukangi PSAP Sigli didaulat menjadi suksesor Suimin. Bahkan Kustiono sudah akan memimpin latihan hari ini juga.

Pada rapat lanjutan terkait penunjukkan pelatih anyar kemarin, sebenarnya tak hanya Kustiono yang dipanggil. Di samping Kustiono, ada juga kandidat pelastih lain seperti Amrustian dan Lisuardi. Namun dua nama terakhir tidak bersedia menjadi pelatih PSMS. Alhasil, pilihan jatuh kepada Kustiono.

Kustiono yang langsung datang ke rapat tersebut menjelaskan bahwa dia siap menukangi PSMS. Walaupun pelatih yang sempat jadi asisten Suimin di PSMS Junior tahun 1994 lalu itu, mengaku bahwa tidak mudah menjadi pelatih di tim sebesar PSMS.

“Insya Allah saya siap dan mampu menjadi pelatih PSMS. Meski berat, tapi saya akan mencobanya,” kata Kustiono.
Tak hanya mengganti pelatih, manajemen juga menunjuk penasehat teknis. Di posisi ini di tempatkan Suryanto Herman, Freddy Hutabarat dan Julius Raja. Lantas bagaimana dengan nasib asisten pelatih Suyono dan Jampi Hutahuruk?

Suyono dan pelatih penjaga gawang Jampi Hutauruk tetap dipertahankan. Untuk pelatih fisik, hingga kini belum jelas siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Nimrot Manalu.

Sedangkan calon pengganti pemain yang didepak, manajemen mengatakan akan mencari empat pemain. Satu pemain Harry Syahputra berposisi sebagai stopper sudah dipastikan bergabung.

Sedangkan tiga pemain lainnya masih dicari. Masing-masing yang diharapkan masuk tim adalah striker asing, gelandang, dan penjaga gawang.
Terkait pemberhentiannya sebagai pelatih, Suimin hingga kini masih belum berkomentar apa-apa. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Suimin telah menyatakan siap digeser asal demi kepentingan tim.

“Saya datang kemari untuk mengembalikan nama besar PSMS, bukan semata karena uang. Jadi, tidak masalah jika akhirnya saya dipecat,” kata Suimin

Fans Sayangkan Pemecatan Pelatih

PEMECATAN arsitek PSMS, Suimin Diharja ternyata menuai reaksi keras dari jajaran fans PSMS. Yang cukup vokal menolak pemecatan itu adalah barisan fans dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan.

Menurut fans yang bernaung di SMeCK, pemecatan terhadap pelatih adalah salah kaprah. Sebab, bobroknya prestasi PSMS musim ini bukan karena ketidak mampuan pelatih, tapi karena pemain yang menjadi pilar di tim berjuluk Ayam Kinantan itu tak memiliki skil yang mumpuni.
“Pemain yang kurang bagus, kok pelatih yang diganti. Dalam 10 pertandingan yang digelar murni tanpa bantuan apapun, Suimin berhasil kumpulkan 13 poin. Tapi kok malah dipecat,” tandas Nata Simangunsong ketua SMeCK, kemarin.

Lebih lanjut, Nata menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi di PSMS, pada dasarnya fans mendukung asalkan itu demi kebaikan tim. “Kita dukung kebijakan yang bertujuan demi kebaikan tim. Menurut kami, lebih baik pemainnya yang dibenahi,” sambung Nata.

Terlebih ketika pihak SMeCK mengetahui bahwa yang menjadi pengganti adalah Kustiono, yang memiliki track record kurang bagus saat bersama PSAP. “Kalau mau ganti pelatih, jangan tanggung-tanggung. Ini gantinya berkualitas masih di bawah Suimin,” sesal Nata.

“Di PSAP saja Kustiono dipecat. Padahal PSAP adalah klub kecil. Setelah dibuang klub kecil, kenapa diambil tim sebesar PSMS,” pungkasnya.
Tak hanya SMeCK, barisan suporter dari Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan (KAMPAK) Fans Club juga menyanyangkan terjadinya pemecatan terhadap Suimin dan Nimrot Manalu. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan pentolan KAMPAK, mereka jelas-jelas menolak penunjukkan Kustiono sebagia pelatih baru PSMS.

“Sebagai fans kami mewakili masyarakat Medan. Dan kami tidak setuju kalau Suimin digantikan oleh Kustiono. Kalau mau ganti pelatih sekalian yang lebih baik, semisal Benny Dolo, Danurwindo atau Fabio Capello sekalian. Karena masalah yang dihadapi PSMS sekarang ini adalah minimnya pemain berkualitas, bukan karena pelatih yang tak mampu,” koar Dicky.

Raih Sarjana, Yudha Gelar Syukuran

SETELAH lebih lima tahun menuntut ilmu di Universitas Sumatera Utara (USU), Tri Yudha Handoko gelandang PSMS akhirnya meraih gelar Sarjana Sosial. Hal ini tentu saja membanggakan. Maka itu Yudha berniat menggelar syukuran di kediamannya di kawasan Pulo Brayan hari ini.
Kabarnya, seluruh rekan satu tim Yudha juga akan hadir dalam sukuran itu, termasuk rekan-rekan di kampusnya.

“Setelah melewati perjuangan berat, akhirnya saya berhasil wisuda dan jadi sarjana. Ini sangat melegakan. Semoga ilmu yang saya dapatkan bermanfaat,” harap Yudha.

Ya, sepanjang menjalani perkuliahannya Yudha memang kerap dibebani oleh masalah pembagian waktu. Selain harus konsen kuliah, Yudha juga harus sibuk melakoni karirnya sebagai pesepakbola. Namanya pesepakbola profesional, Yudha sudah tentu harus sering ke luar kota untuk bertanding.

“Kenangan semasa kuliah yang paling terasa adalah soal membagi waktu. Soalnya saya sering keluar kota untuk tanding bersama klub saya. Di samping itu, di masa perkuliahan jugalah saya menemukan kekasih hati sampai saat ini,” kenang Yudha sembari tersenyum.

Benar, saat awal-awal kuliah dahulu, Yudha secara tak sengaja juga bertemu dengan tambatan hatinya yang biasa dipanggil Fifi. Dasar tipe pria setia, Yudha masih tetap menjalin hubungan dengan gadis bernama Fifi itu hingga kini. “Insya Allah serius. Walaupun kami berjauhan, tapi komunikasi tetap bagus,” kata Yudha menyoal separuh jiwanya itu

Kustiono tangani PSMS

Manajemen PSMS Medan merekrut mantan pelatih PSAP Sigli, Kustiono, sebagai pelatih menggantikan Suimin Dihardja untuk menangani skuad Ayam Kinantan pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 yang dijadwalkan mulai 29 Januari mendatang.

Di samping pergantian Suimin, pengurus juga mencoret enam pemain masing-masing adalah penjaga gawang Sony Gunawan, libero Selamet Riyadi, playmaker Edu Juanda, Abduh Juliandi, penyerang Hardi Citra serta pemain magang Raci Kumar.

Menurut Humas PSMS, Habibul Chair, di Hotel Dharma Deli Medan, Minggu, pergantian ini dalam rangka penyegaran sebagai salah satu usaha mencapai target lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi pengurus harian bersama ketua-ketua bidang di antaranya sekretaris umum Hardi Mulyono, Drs Agus Sriono, Habibul Chair, Freddy Hutabarat, Suryanto Herman, Sabar S Sitepu, Ahmad Arif bersama manajemen yang dipimpin langsung Ketua Umum Dzulmi Eldin di Hotel Polonia Medan kemarin malam.

Habibul juga membantah dalam pergantian pemain ini terkait masalah pribadi tapi lebih sebagai usaha penyegaran. Selain itu, beberapa pemain juga mengalami cedera berkepanjangan dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

“Sementara ini, baru Heri Syahputra yang sudah positif bergabung dengan Ayam Kinantan. Selebihnya masih dalam tahap pembicaraan,” timpal Manajer tim Hendra DS.

Dalam visi misinya, Kustiono sendiri merasa optimis dengan adanya penambahan pemain oleh manajemen untuk membawa PSMS lolos ke Liga Super Indonesia atau minimal bertahan di Divisi Utama.

Kustiono juga menyambut baik rencana manajemen mendatangkan striker tambahan sebagai pendamping Osas Saha dan Jecky Pasarella seraya berharap usul merekrut striker asal Makassar, Sigit, dikabulkan manajemen.

Menurutnya, kehadiran Sigit akan menambah tajamnya daya serangan M Affan Lubis cs. Ketika hendak dikonfirmasi, Suimin Dihardja tidak berhasil dihubungi setelah telepon genggamnya tidak bisa dikontak

Awal baru Ayam Kinantan


Diketuknya palu tanda pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan belum lama ini oleh DPRD Medan, menjadi awal baru bagi PSMS Medan untuk lebih leluasa menatap putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Dana APBD yang diperuntukkan bagi KONI Medan sebesa Rp6 miliar tersebut merupakan hibah bagi PSMS dan harus dipergunakan untuk lebih memaksimalkan hasil yang akan dicapai tim di putaran kedua, seperti penambahan pemain. Demikian dikatakan Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution, baru-baru ini.

Rafriandi menambahkan dengan disahkannya dana hibah bagi PSMS itu, manajemen harus segera mengajukan proposal ke pengurus yang berisi program-program ke depan manajemen terkait pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus bentuk pertanggungjawaban ke pengurus, kalau memang dana tersebut digunakan hanya untuk kepentingan manajemen,” ujarnya.

Seandainya dana APBD tersebut juga terdapat hak pengurus, baik antara manajemen dan pengurus harus sama-sama mengetahui berapa persentase dana untuk keduanya. “Supaya tidak terjadi perdebatan di kemudian hari, harus jelas dulu berapa persentase untuk pengurus dan manajemen,” sebutnya lagi.

Rafriandi pun menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat itu bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Karenanya, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program lewat anggaran tersebut.

“Program itu juga berfungsi, agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggarannya dan juga meminimalisasi kemungkinan kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” jelasnya.

Sementara itu, klub Supporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans meminta agar uang Rp6 miliar tersebut benar-benar digunakan untuk pengembangan tim. Menurut Nata Simangunsong selaku ketua, SMeCK berharap manajemen melakukan langkah-langkah taktis sebagai persiapan putaran kedua mendatang.

“Kalau memang anggaran tersebut untuk tim, biarkan manajemen yang akan melakukan langkah-langkah seperti merekrut pemain yang potensial. Jangan ada campur tangan dari pihak-pihak lain!” tegasnya.

Nata juga menyatakan, SMeCK siap untuk memantau penggunaan dana tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Seandainya ada penyelewengan, kita akan berkoordinasi dengan pers dan melakukan langkah-langkah protes terhadap oknum yang melakukan penyimpangan tersebut,” pungkasnya

Masih Misteri

Rapat evaluasi yang digelar manajemen PSMS di Hotel Polonia, Sabtu (23/1) lalu, ternyata tak membuahkan hasil. Namun pada rapat itu telah dibicarakan mengenai beberapa kemungkinan terkait perubahan di dalam tim. Hasil rapat itu sendiri baru akan diputuskan Senin besok.
Yang menarik, pengurus akhirnya sadar juga bahwa kedekatan antara pemain dan pengurus merupakan faktor penting dalam mengarungi kompetisi. Sepanjang putaran pertama, interaksi antara tim dan pengurus bisa dibilang tak berjalan mesra. Maka, pada putaran kedua nanti hal ini tak boleh lagi terjadi.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim usai rapat. Menurutnya, rapat evaluasi tadi membahas setiap detail yang bertujuan demi kebaikan tim. “Rapat tadi membahas seluruh hal di PSMS, baik itu tim, Panpel pertandingan hingga pengurus sendiri. Yang menarik, adalah usulan agar kemesraan dengan pemain itu dijalin kembali seperti yang lalu-lalu,” kata Hendra.

Tak hanya itu, Hendra juga menjelaskan bakal ada kemungkinan membuang skuad yang dianggap tak memberi kontribusi maksimal bagi PSMS.
Ada enam yang sedang diusulkan untuk tak diperpanjang kontraknya. Di samping itu, manajemen juga akan mencari tiga pemain tambahan untuk masuk skuad di putaran kedua nanti.

“Pemain yang tak berkontribusi akan dibuang. Mungkin ada sekitar enam pemain yang dibahas. Di samping itu, kami akan mencari tiga pemain baru untuk masuk skuad,” lanjutnya.

Terkait skuad yang bakal dibuang maupun yang bakal masuk, Hendra belum menjelaskan secara rinci. Namun untuk pemain yang bakal masuk, dikatakannya ada dua pemain lokal dan satu pemain asing.

Yang sudah hampir pasti akan berkostum Kinantan di putaran kedua nanti adalah Harry Syahputra, pemain yang berposisi sebagai stopper. Harry sendiri sudah berada di Medan untuk ikuti tes bersama tim. Saat dites kemampuannya, Harry tampil cukup menjanjikan, sehingga manajemen tertarik untuk segera menyodorinya kontrak. “Baru dia yang sudah kita lihat dan bagus kualitasnya. Sedangkan Ronny Van Carvalho dari Brazil itu akan kita pulangkan karena kualitasnya masih diragukan,” sambung asisten manajer Benny Tomasoa.

Nah, isu yang juga menyebutkan akan terjadi penggantian pelatih juga kabarnya dibahas dalam rapat itu. Namun untuk masalah itu belum ada keputusan. “Semua masih belum bisa kita putuskan. Kami dari jajaran manajemen tim juga belum pasti akan tetap di tim ini. Semua tergantung ketua umum,” lanjut Hendra.

Dengan demikian, keputusan apa yang akan terjadi di PSMS masih menjadi misteri. Semoga saja keputusan apapun yang diambil nanti tidak salah langkah.

Nyeck Pulang Bawa Pemain

Sempat diisukan bakal merumput bersama PSM Makassar di putaran kedua nanti, Nyeck Nyobe bek impor asal Kamerun yang musim lalu membela Persib Bandung itu dipastikan akan tetap bersama PSMS. Hal itu diutarakan manajemen PSMS kemarin.

“Nyeck akan tetap berkostum PSMS. PSM tidak bisa sembarangan mengontak Nyeck untuk bergabung dengan mereka tanpa menghubungi kita terlebih dahulu. Karena Nyeck masih terikat kontrak dengan kita,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Dijadwalkan, Nyeck akan kembali ke Medan hari ini. Selama ini, Nyeck diketahui berada di Malaysia untuk mengurus Visa kerjanya di kedutaan Kamerun di sana.

Yang menarik, kepulangan Nyeck ke Medan juga disertai oleh seorang pemain asing yang juga asal Kamerun bernama Noah Romuald. Pemain satu ini berposisi sebagai gelandang. Paro musim lalu, Noah membela Semen Padang namun tidak pernah diturunkan tanpa alasan yang jelas.“Kita lihat dulu. Kalau memang pemain yang dibawa Nyeck itu bagus, akan kita pertimbangkan,” kata Benny

Saturday, January 23, 2010

Nyeck Bolos Dua Hari

Isu seputar bakal hengkangnya palang pintu tangguh PSMS, Nyeck Nyobe ke peserta Indonesian Super League (ISL) PSM Makassar, masih menjadi pembicaraan hangat. Pasalnya, hingga satu pekan tim menggelar latihan, batang hidung Nyeck belum juga kelihatan.

Walaupun kabar terakhir yang diterima manajemen tim Nyeck masih berada di Malaysia, untuk mengurus visa-nya, namun hingga kini tak ada kabar terbaru yang dikirimkan Nyeck. Menurut janji, kemungkinan Nyeck sudah harus ikuti latihan bersama tim pada Kamis lalu. Namun hingga Jumat kemarin, Nyeck belum menunjukkan tanda-tanda keberadaannya.

Benny Tomasoa asisten manajer PSMS pun mengaku tak tahu kabar Nyeck. Biasanya, Nyeck selalu memberikan kabar terkait keberadaannya dan keperluan ketika izin tidak ikuti latihan. “Sampai sekarang Nyeck masih belum ada kabar. Mungkin dia sibuk mengurus visa-nya itu,” terang Benny.

Karena isu bakal hengkangnya Nyeck kian santer, pendapat baru pun muncul terkait hal itu. Beberapa pihak mengatakan tidak ada masalah kalau memang Nyeck akhirnya direkrut PSM. Namun transfer itu harus sesuai prosedur yang berlaku karena Nyeck masih terikat kontrak selama satu tahun bersama PSMS.

Benny pun menyadari hal itu. Bahkan, kalau memang PSM serius ingin memakai tenaga Nyeck, harusnya manajemen PSM menghubungi PSMS. Manajemen pun tak masalah kalau harus melepas Nyeck. Asalkan ada hasil dari penjualan Nyeck ke PSM. “Kalau memang Nyeck ditransfer oleh PSM, itu saya kira sah-sah saja. Malah bagus kalau hasil transfer itu bisa membeli pemain baru. Bisa jadi hasil penjualan Nyeck bisa beli sampai dua pemain bagus,” kata Suimin mengomentari hal itu

Harap-harap cemas

Hari ini seluruh skuad PSMS tampaknya harap-harap cemas. Perasaan dag dig dug ini bisa jadi karena ada rencana pengurus untuk menggelar evaluasi. Dengan kata lain, evaluasi tersebut akan menentukan siapa yang layak atau yang tidak dalam kubu Ayam Kinantan.

Ya, rencananya, rapat itu akan digelar di Hotel Polonia Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (23/1). Sayangnya, kurang begitu jelas agenda yang diangkat. Hanya saja santer beredar kabar di markas PSMS di Stadion Kebun Bunga, bahwa akan ada pembicaraan terkait perubahan besar di PSMS. Satu di antaranya rencana mendepak mayoritas skuad, bahkan jajaran pelatih. Menariknya, tak ada kabar yang menyebutkan bahwa pengurus juga akan dievaluasi.

Terkait isu rencana perombakan jajaran tim dan pelatih itu, Freddy Hutabarat, seorang pengurus tak menampik akan kemungkinan itu. Namun secara pribadi, Freddy menyatakan akan mencoba bersuara pada rapat evaluasi nanti kalau ada keputusan yang tidak mencerminkan satu pemecahanan persoalan.

“Benar, kabar ke arah perubahan tim kemungkinan akan dibahas. Saya akan coba dengar dulu. Intinya, rapat evaluasi harus benar-benar bersifat evaluasi,” kata Freddy di Stadion Kebun Bunga, Jumat (22/1) kemarin. Nah, terkait isu mendepat mayoritas pemain dan jajaran tim pelatih, Freddy terlihat tidak sependapat. Menurutnya, hal itu bukanlah solusi yang tepat. “Kita lihat saja pada rapat nanti. Kalau memang ada rencana penggantian, utamanya pelatih saya tidak sependapat. Karena rencana itu akan merusak persiapan dan moral pemain,” lanjut Freddy.

Di samping itu, sejumlah fans PSMS juga berencana turut serta memantau jalannya rapat evaluasi itu. Walaupun tidak ada undangan dari pengurus, suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan menyatakan akan coba mengetahui secara langsung apa yang akan dibahas dalam rapat evaluasi itu.

Fans berharap agar rapat itu benar-benar demi kebaikan tim dan bukan karena kepentingan-kepentingan oknum tertentu di kepengurusan. “Kami berharap evaluasi benar-benar beralasan untuk kebaikan tim. Apalagi target kita jelas. Jangan ada kepentingan dengan alasan senang tidak senang dalam setiap keputusan yang diambil,” koar Nata Simangunsong ketua SMeCK Hooligan yang kemarin menonton skuad berlatih di Kebun Bunga.

Menyikapi hal itu, jajaran pelatih PSMS terlihat tenang dan tetap fokus kepada proses latihan. Tidak ada komentar akan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Yang jelas, Suimin Diharja arsitek tim bilang, dia akan tetap berusaha menjalankan program latihan sesuai rencana sebelum ada keputusan akan masa depan jajaran tim pelatih di klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

Untuk menghormati rapat evaluasi itu, rencananya skuad hari ini akan diliburkan dari proses latihan. “Hari ini dan besok kita libur untuk, berhubung akan digelarnya rapat evaluasi,” kata Suimin singkat

Faisal-Maulana kena sanksi

Dalam sidangnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain PSMS Medan, Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra, berupa denda masing-masing Rp5 juta dan sekali larangan tampil membela timnya di lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Hal tersebut diputuskan setelah kedua pemain Ayam Kinantan itu terbukti melakukan tindakan tidak terpuji kepada perangkat pertandingan, saat membela timnya menghadapi tuan rumah Persikabo di Bogor, 8 Januari lalu.

Sementara Chico Maradona yang juga dipanggil Komdis tidak mendapat hukuman karena status pemanggilan yang bersangkutan sebagai saksi atas pemukulan yang dialami dari salah seorang pemain Persikabo.

"Berdasarkan laporan yang kami terima serta komentar beberapa saksi, kedua pemain PSMS itu terbukti melakukan pelanggaran," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan.

Masih kata Hinca, pada sidang kedelapan Komdis kali ini, sedikitnya 22 kasus menjadi agenda sidang. Salah satunya memberikan sanksi kepada panpel Arema Malang membayar denda Rp50 juta dan menjalani sekali laga kandang tanpa penonton.

Menurut Hinca, sanksi dan hukuman tersebut dijatuhkan karena melubernya penonton hingga ke pinggir lapangan, saat Arema menjamu Persema dalam derbi Malang beberapa waktu lalu.

"Tanggung jawab panpel adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi tim tamu. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi berupa denda Rp50 juta dan sekali pertandingan kandang tanpa penonton kepada Arema," sebut Hinca.

Hinca juga menunjukkan tindakan tidak terpuji yang kembali dilakukan Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Pelita Jaya. Oleh Komdis, para Bonek dikenai larangan mendampingi timnya saat away selama dua tahun

Faisal-Maulana kena sanksi

Dalam sidangnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada dua pemain PSMS Medan, Faisal Azmi dan Ahmad Maulana Putra, berupa denda masing-masing Rp5 juta dan sekali larangan tampil membela timnya di lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.

Hal tersebut diputuskan setelah kedua pemain Ayam Kinantan itu terbukti melakukan tindakan tidak terpuji kepada perangkat pertandingan, saat membela timnya menghadapi tuan rumah Persikabo di Bogor, 8 Januari lalu.

Sementara Chico Maradona yang juga dipanggil Komdis tidak mendapat hukuman karena status pemanggilan yang bersangkutan sebagai saksi atas pemukulan yang dialami dari salah seorang pemain Persikabo.

"Berdasarkan laporan yang kami terima serta komentar beberapa saksi, kedua pemain PSMS itu terbukti melakukan pelanggaran," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan.

Masih kata Hinca, pada sidang kedelapan Komdis kali ini, sedikitnya 22 kasus menjadi agenda sidang. Salah satunya memberikan sanksi kepada panpel Arema Malang membayar denda Rp50 juta dan menjalani sekali laga kandang tanpa penonton.

Menurut Hinca, sanksi dan hukuman tersebut dijatuhkan karena melubernya penonton hingga ke pinggir lapangan, saat Arema menjamu Persema dalam derbi Malang beberapa waktu lalu.

"Tanggung jawab panpel adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi tim tamu. Karena itu, kami menjatuhkan sanksi berupa denda Rp50 juta dan sekali pertandingan kandang tanpa penonton kepada Arema," sebut Hinca.

Hinca juga menunjukkan tindakan tidak terpuji yang kembali dilakukan Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Pelita Jaya. Oleh Komdis, para Bonek dikenai larangan mendampingi timnya saat away selama dua tahun

PSMS kunjungi Semen Padang

PSMS Medan akan mengawali laganya di putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I dengan mengunjungi markas Semen Padang, 1 Februari mendatang.

Sekretaris Tim PSMS, Ir Fityan Hamdi menyebutkan, setelah menghadapi si Kabau Sirah maka tim asuhan pelatih Suimin Dihardja akan menghadapi dua laga di Stadion Teladan melawan Persikabo Bogor (10 Februari) dan Persita Tangerang (14 Februari).

Pada 19 Februari, anak-anak Ayam Kinantan akan terlibat laga derbi dengan PSDS Deli Serdang di Lubukpakam dan Persiraja di Banda Aceh pada 23 Februari mendatang.

Setelah itu, PSMS kembali bertanding di kandang menghadapi Persipasi Bekasi (13 Maret). Berikutnya, tandang melawan PSSB Bireuen (18 Maret) dan PSAP Sigli (22 Maret). Pada 26 dan 30 Maret, PSMS akan menjamu Persih Tembilah dan Persires Rengat di Stadion Teladan.

Dalam latihan di Stadion Teladan Medan kemarin, salah seorang pemain asal Brazil Ronnie Von de Carvalho ikut bergabung bersama skuad. Pemain kelahiran 16 April 1979 itu memiliki tinggi badan 189 cm dan menempati posisi striker atau gelandang.

Sebelumnya, Ronnie memperkuat Persibat, Persiba Balikpapan dan terakhir Persikab Kabupaten Bandung. Di sisi lain, palang pintu PSMS Nyeck Nyobe belum terlihat dalam latihan sejak Senin lalu. Dikatakan, Nyeck masih berada di Singapura sedang memperpanjang izin tinggalnya di Indonesia

Dana hibah Rp6 M gol

Bantuan dana sejumlah Rp6 miliar dari dana hibah APBD Kota Medan ke KONI Medan gol dan direncanakan Februari nanti sudah bisa cair. Demikian Wakil Ketua DPRD Medan H Sabar S Sitepu baru-baru ini.

Menurutnya, dana itu diperuntukkan untuk pembinaan dan pembentukan tim PSMS menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Sabar yang juga pengurus PSMS, berharap dana itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meloloskan ke Liga Super Indonesia pada kompetisi musim depan.

Sama halnya dengan Ketua Fraksi PAN di DPRD Medan yang juga pengurus PSMS, Ahmad Arif SE. Dikatakan, walau masih belum mencukupi keperluan Ayam Kinantan, para pengurus harus berupaya mencari tambahan dan tidak berpangku tangan.

Selain itu, ditambahkan pihak panpel harus mengevaluasi kinerjanya serta memperbaiki kelemahan yang ada selama ini sehingga hasil penjualan tiket bisa meningkat lagi pada putaran kedua nanti.

"Hanya pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh saja tiket menghasilkan di atas seratus juta lebih, selebihnya antara lima atau enam puluh juta. Inikan kerja yang kurang memuaskan dari panpel," salah seorang pengurus PSMS

Curi Fokus

Harry Syahputra calon pemain anyar PSMS, Kamis (21/1) kemarin dites kemampuannya oleh tim pelatih PSMS di Stadion Teladan. Lumayan, Harry kerap mendapatkan aplaus dari ratusan fans yang setia menyaksikan PSMS latihan.

Ya, Harry didatangkan dengan maksud menutupi kelemahan lini belakang PSMS. Sebagai mantan pemain Tim Nasional Merah Putih, kelas yang ditunjukkan Harry cukup meyakinkan. Tampil penuh percaya diri, tenang, dan dengan raut wajah yang lugu, ternyata Harry mampu mendapatkan tempat di hati fans PSMS.

Hal itu terlihat ketika materi latihan yang diberikan Suimin Diharja sore kemarin masuk kategori simulasi. Simulasi yang diterapkan mulai masuk kepada taktik dan strategi melawan Semen Padang, yang merupakan lawan perdana Ayam Kinantan di laga pembuka putaran kedua nanti.
Simulasi itu dimainkan oleh dua tim, utama dan cadangan. Harry Syahputra masuk tim utama yang sore kemarin memakai kostum hijau-hijau. Sedangkan tim cadangan yang juga dihuni oleh beberapa pemain seleksi memakai kostum merah-merah. Skor pada simulasi itu 4-3 untuk tim utama.

Menariknya, Harry termasuk pemain yang punya andil dalam simulasi itu. Padahal, dia baru kali ini ikuti tim berlatih penuh. Seolah sudah tahu apa yang harus dilakukannya, Harry sukses memborong dua gol. Pertama lewat rebound, dan kedua lewat tandukannya menyambut sepak pojok Affan Lubis.

Mengomentari penampilan Harry, Suimin bilang bahwa dia cukup puas. Bahkan, Suimin berharap agar pemain yang dites saat seleksi baiknya lewat rekomendasi terlebih dahulu. Hal ini dianggap penting karena tidak akan menggangu proses latihan yang telah dibangun.
“Maunya yang masuk tim itu yang begini (Harry, Red). Jadi kita tidak buang waktu lagi untuk seleksi karena sudah direkomendasikan terlebih dulu,” harap Suimin.

Benny Tomasoa asisten manajer PSMS yang juga turut serta mengamati latihan kemarin, yakin kalau kehadiran Harry di lini belakang PSMS akan semakin memperkuat pertahanan tim.

Maka itu, Benny menegaskan akan mengajukan Harry agar mendapatkan kontrak di PSMS walaupun hanya separo putaran kompetisi. “Kita lihat bersama. Harry cukup menunjukkan kepercayaan kepada kita bahwa dia layak dikontrak,” kata Benny.
Senada dengan harapan manajemen dan pelatih, barisan fans PSMS pun bersemangat melihat calon tambahan pemain PSMS. Fans yang tergabung dalam naungan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan juga menyatakan senang dengan kehadiran Harry di tengah-tengah skuad PSMS.

“Kalau dia (Harry, Red) kami sudah yakin. Kan sejak awal dia sudah ikut seleksi di sini. Kami berharap dia mendapatkan tempat di tim ini, agar lini belakang kian solid,” kata Nata Simangunsong ketua SmeCK, yang bersama rekan-rekannya menyaksikan PSMS berlatih kemarin.

Harry Ingin Membela PSMS Selamanya

EANDAINYA Harry Syahputra jadi bergabung dengan PSMS, pemain berusia 28 tahun kelahiran Medan itu tentu akan sangat bersuka cita. Pasalnya, sejak memutuskan bergelut di dunia sepak bola, Harry selalu punya keinginan kuat untuk bergabung dengan PSMS.

Ditemui usai latihan kemarin, Harry mengaku senang seandainya bisa mendapatkan tempat di PSMS. Sebelumnya, Harry bahkan sudah datang ikut seleksi ketika pembentukan skuad awal musim lalu. Namun karena ada miskomunikasi antara dia dan pengurus, niatnya itu urung terjadi.
Sebagai putra daerah yang besar di rantau, Harry punya keinginan kuat untuk kembali ke kampung halamannya. Terlebih kedua orangtuanya tinggal di Medan. “Besar keinginan saya untuk bisa merumput bersama PSMS. Tidak hanya kali ini, saya ingin tetap di klub ini seterusnya,” beber pemain yang baru saja pulang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji itu.

Ya, pemain yang kini telah bergelar haji itu tampaknya harus segera disodori kontrak kalau memang dibutuhkan oleh tim. Pasalnya, ada beberapa klub yang ingin memakai tenaganya. Di antaranya adalah Persikab Bandung. Kubu Persikab bahkan telah melobi lebih dulu sebelum Harry akhirnya memilih untuk tes ke PSMS.

Hal itu dibenarkan oleh Benny Tomasoa asisten manejer, yang melakukan pembicaraan langsung dengan Harry sebelumnya. Menurut Benny, pihak PSMS harus lebih cepat untuk negosiasi dengan Harry sebelum pemain bertinggi 185 cm ini ditawari kontrak oleh klub lain. “Kalau Harry tidak cepat diberikan kepastian, kita pasti ditekong klub lain. Maka, harus ada kepastian segera. Saya juga sudah bicara kontrak kepadanya. Syukurnya, dia tak mempermasalahkan nilai kontrak yang telah disodori,” terang Benny.

Ketika Sepatu Kamil Sembiring Disita Suimin

ABDUL Kamil Sembiring merupakan aset bertalenta masa depan yang dipunya PSMS musim ini. Jebolan Akademi Sepak Bola Medan United yang sebelumnya menimba ilmu di SSB Generasi Medan itu, kini menghuni skuad magang PSMS.

Satu keyakinan dibubuhkan Suimin Diharja arsitek PSMS, bahwa suatu saat Kamil punya kans untuk jadi pemain besar. Syaratnya, pemain bernomor kostum 9 itu harus mau menjaga disiplin dan tak henti belajar mengembangkan talenta yang ada.

Di balik itu, ada kisah unik yang menyertai perjalanan karir Kamil di PSMS musim ini. Hal unik itu bermuara dari sebuah sepatu. Ya, sepatu bermerek Nike terbaru berwarna hijau cerah, yang cukup menggoda mata setiap yang melihatnya.

Walau sepatu itu berharga cukup mahal dan stylis, tapi nyatanya sepatu yang awalnya kerap menjadi kebanggaan Kamil ketika dikenakannya itu tak senyaman yang dipikirkan. Walhasil, Kamil kerap mengalami gangguan penampilan ketika memaksakan kehendak memakai sepatu dengan merek yang juga dipakai bintang kelas dunia itu.

Pasalnya, kaki Kamil lebih besar dari nomor sepatu Nike-nya itu. Ceritanya Nike Kamil bernomor 43 3/4, sementara kaki Kamil berukuran 44. Jadi, ada sekitar 1/4 ukuran sepatu yang tak pas. Dengan kata lain, sepatu itu kekecilan. Masalahnya, Kamil tak mau memakai sepatu lain selain sepatu itu.

Hal ini rupanya sampai ke telinga pelatih. Diam-diam Suimin mengamati tingkah Kamil ketika dia memakai sepatu itu. Benar, Kamil terlihat beda penampilannya dibanding ketika latihan tanpa memakai sepatu itu.

Suimin pun bertindak. Usut punya usut, kabarnya Suimin telah menyita sepatu Nike Kamil itu untuk sementara waktu. Tujuannya agar Kamil tak lagi memakai sepatu itu, dan bisa bebas bergerak dengan improvisasinya. “Sudah, sepatunya yang kesempitan itu sudah saya sita untuk sementara waktu. Nanti kalau sudah waktunya, saya kembalikan lagi,” beber Suimin.

Hasilnya ternyata ada. Dalam beberapa kesempatan tampil tanpa sepatu andalannya itu, Kamil kerap menunjukkan peningkatan performa. Di ajang resmi, Kamil tercatat diturunkan ketika main di kandang melawan Persiraja. Di luar, Kamil mendapatkan kesempatan main sebagai pengganti ketika menghadapi Persikabo Bogor.

Kemarin sore, saat digelar simulasi Kamil juga menunjukkan kemampuan yang lumayan apik. Dia mencetak satu gol tim utama melawan tim cadangan dalam simulasi itu. Dan gol itu dilesakkannya tanpa memakai sepatu Nike-nya itu.

Friday, January 22, 2010

Tak Ada Pemain yang Bermanja-manja

SKUAD PSMS menunjukkan performa apik ketika menggeber latihan di Stadion Teladan Rabu (20/1) kemarin. Seluruh skuad tampil layaknya berada dalam pertandingan sebenarnya. Bak bertempur di medan juang, tak ada satupun pemain yang loyo. Ancaman bakal didepak, tampaknya mempengaruhi akan hal itu.

Ya, pascamelakoni seluruh laga di putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, manajemen PSMS menyatakan akan membuang hampir 50 persen skuad yang ada karena dianggap tak layak berkostum Kinantan.

Maka itu, tanda tanya besar kerap bernaung di kepala seluruh pemain. Apakah akan tetap dipertahankan atau didepak. Satu-satunya jawaban agar tetap aman di dalam tim adalah dengan menunjukkan performa menawan. Tak ada lagi istilah bermanja-manja.

“Dari beberapa laga terakhir di putaran pertama lalu, anak-anak memang sudah menunjukkan performa meningkat. Maka, itu saya berharap skuad yang ada dipertahankan. Kalau mau, pemain baru ditambah saja tanpa mengurangi pemain yang ada,” kata Suimin Diharja arsitek tim di sela-sela latihan kemarin.

Pada sesi latihan kemarin, seluruh skuad telah berkumpul kecuali Nyeck Nyobe yang kabarnya masih berada di Malaysia untuk urusan visa kerjanya di Indonesia. Namun menurut pernyataan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Nyeck belum memberikan kabar terakhirnya belakangan ini.
Walau demikian, manajemen tak ingin berburuk sangka dengan isu yang menyatakan kalau Nyeck akan segera berlabuh ke PSM Makassar seperti diberitakan sebelumnya.

Pada latihan kemarin, dua pemain baru pun telah ikut latihan. Tak ada program khusus bagi pemain seleksi. Suimin memasukkan calon pemain itu dalam menu latihan yang telah diberikan kepada skuad. Tujuannya jelas agar program latihan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari tak terganggu. “Saya tidak ingin kehadiran pemain seleksi mengganggu program latihan yang telah ada. Jadi mereka ikut saja latihan ini. Kalau memang ada potensi kita perhatikan,” lanjut Suimin.

Dua pemain yang masuk kemarin adalah Ronnie van de Carvalho striker asal Brasil yang sempat merumput di Persiba dan Persikab Bandung. Seorang lagi pemain lokal asal Kwarta Fc bernama Kiki Lissusanto.

Hari ini, dikabarkan Harry Syahputra pemain lokal berposisi sebagai bek akan merapat untuk ikuti seleksi.
Sementara itu, jadwal kompetisi di putaran kedua telah diumumkan oleh PT Liga Indonesia. Kemarin, tiga lembar faximile dikirimkan ke Sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Pada jadwal itu, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga pertamanya melawan Semen Padang pada 1 Februari mendatang

Siap Awasi Penggunaan Dana Hibah APBD

KABAR baik tersiar terkait pendanaan PSMS. Ya danah Hibah APBD Kota Medan ke KONI sebesar Rp6 miliar akhirnya disahkan. Tak pelak, kabar ini disambut sumringah oleh pengurus dan manejemen PSMS.

Nah, barisan suporter PSMS yang bernaung di wadah Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan menyatakan siap untuk memantau pemakaian dana hibah itu.

Hal itu dikatakan Nata Simangunsong pentolan SMeCK kemarin. “Tim ini tengah sekarat dengan minimnya dana. Jangan sampai ada kecurangan pemakaian dana itu,” kata Nata.

Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, manajemen harus segera mengajukan profosal ke pengurus yang berisi program pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban ke pengurus,” ujarnya.(ful)
Rafriandi juga menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat tersebut bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Oleh karena itu, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program apa yang akan dilakukan lewat anggaran tersebut.

“Program itu juga berfungsi agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggaran tersebut, dan juga untuk meminimalisasi kemungkinan kecurangan-kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” pungkasnya

Komdis Panggil Tiga Pemain PSMS

Menjelang putaran kedua Divisi Utama bergulir kabar tak sedap diterima PSMS. Ya, ketika tim sedang digodok, tiga punggawa PSMS malah dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).

Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.

Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.

“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.

Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer

Komdis Panggil Tiga Pemain PSMS

Menjelang putaran kedua Divisi Utama bergulir kabar tak sedap diterima PSMS. Ya, ketika tim sedang digodok, tiga punggawa PSMS malah dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).

Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.

Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.

“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.

Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer

Thursday, January 21, 2010

Pemain PSMS Cukup Profesional

DALAM beberapa kesempatan, isu membuang hampir setengah dari skuad yang ada saat ini ditanggapi dingin oleh sejumlah pengamat sepak bola di Medan. Beberapa mantan pemain PSMS juga menyayangkan apabila hal itu sampai terjadi.

Seorang pengamat yang angkat bicara adalah Amrustian, eks skuad PSMS di era tahun 1980-an yang kini berprofesi sebagai pelatih. Menurut pria yang sehari-hari mengikuti perkembangan PSMS saat ini di Stadion Kebun Bunga, langkah itu dianggap keliru. Dia mengatakan, skuad yang ada di PSMS saat ini sudah cukup baik dan telah membukukan prestasi dalam kategori yang cukup lumayan di putaran pertama. Hal itu dibuktikan dengan torehan hasil yang dikumpulkan.

Dari 10 laga, PSMS mampu meraih 13 angka dengan rincian, 3 kali menang, 4 imbang dan tiga kalah. Dan kekalahan itu lebih dikarenakan hal nonteknis.

“Ada faktor nonteknis yang membuat PSMS kalah dan seharusnya hal itu yang disikapi, bukannya malah membuang pemain. Pemain sudah cukup profesional dengan menerima segala keterbatasan di tim ini namun tetap bermain cukup baik,” ujarnya.

Keterbatasan itu menurut mantan pelatih Persidi Idi ini menyangkut berbagai hal, seperti ketiadaan bonus, fasilitas pendukung yang apa adanya, serta minimnya perhatian dari pengurus. “Tapi kita lihat sendiri, faktor yang seharusnya bisa melemahkan mental pemain itu, sama sekali tidak kita temukan di tim ini. Ya, dengan kemauan keras mereka tetap menunjukkan kemampuannya,” ungkap pemain PSMS era 80 an ini.
Amrustian menyayangkan, di saat pemain sudah membangun PSMS dari titik nol menjadi seperti sekarang, jerih payah mereka sama sekali tidak mendapatkan apresiasi. Nah, ketika akhirnya ada segenggam harapan dengan bakal cairnya dana hibah dari APBD Medan, malah pemain yang dari awal membangun klub ini akan dibuang.

“Jangan habis manis sepah dibuang-lah, mereka bangun tim ini dari saat gak punya dana, masa setelah punya dana, jasa mereka dilupakan. Sebaliknya yang menikmati APBD itu nantinya pemain yang tidak merasakan susahnya di PSMS sebelumnya, kan enggak adil,” ungkapnya.
Amrustian pun mengungkapkan, sebagai klub yang pernah membesarkannya, dia menilai, perhatian pengurus terhadap tim sangat minim. Kegagalan dan kesuksesan yang diraih tim tidak pernah mendapatkan apresiasi dari sosok-sosok yang ada dalam kepengurusan.

“Apalah salahnya ucapan selamat kalau tim memperoleh kemenangan untuk semakin memotivasi pemain dan sedikit teguran bersifat membangun kalau pemain sedang bermain buruk. Perhatian itu yang dibutuhkan pemain, ini malah sama sekali tidak ada, pemain enggak punya panutan selain pelatih,” sesalnya.

Sementara itu, mantan pemain PSMS lainnya, Muanda yang didampingi Sugeng Rahayu yang juga mantan penjaga gawang PSMS era 80-an mengungkapkan, hasil yang diperoleh PSMS ini merupakan hasil yang cukup signifikan untuk ukuran tim yang apa adanya. “Bayangkan, dari 10 pertandingan yang telah digelar dan, PSMS hanya tiga kali kalah, dan empat kali seri. Itu berarti, anak-anak masih bisa termotivasi walau dalam kondisi memprihatinkan. Namun, yang perlu disesali adalah minimnya perhatian yang diberikan pengurus dan manajemen,” bebernya.

Menurut Muanda, manajemen boleh saja menambah beberapa pemain yang berkualitas, tetapi skuad yang ada saat ini tetap dipertahankan. “Pengurus dan manajemen selalu mengingatkan pemain bersabar, namun saat sudah punya uang, jasa mereka kok dilupakan, inikan enggak benar,” timpal Sugeng

Penambahan Pemain PSMS Kejar Waktu

Persiapan PSMS menatap putaran kedua semakin digeber. Selain mempersiapkan program latihan teranyar, kubu Ayam Kinantan juga telah kedatangan beberapa pemain baru yang siap mengikuti seleksi masuk skuad. Terbaru, seorang legiun impor asal Brasil merapat. Dia adalah Ronnie van de Carvalho mantan pemain Persiba Balikpapan.

Menurut rencana, Ronnie akan bergabung bersama skuad sore ini untuk langsung dites kemampuannya. Sedangkan Harry Syahputra, dikabarkan akan merapat besok. Hal itu dituturkan oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.

Dijelaskan Benny, seluruh pemain yang bakal masuk untuk seleksi belum dapat dipastikan dikontrak. Kalau ternyata mereka menunjukkan performa menawan, barulah manajemen merapatkan kemungkinan menyodori pemain tersebut untuk dikontrak.

“Harry harusnya datang hari ini (kemarin) tetapi untuk persiapan ke Medan, dia memutuskan menundanya hingga hari Kamis (besok, Red), sekaligus latihan mempersiapkan diri,” kata Benny. “Hal yang sama juga dilakukan Ronnie. Dia akan segera bergabung untuk seleksi,” sambung pria berdarah Ambon itu.

Pada dasarnya, proses pemanggilan pemain untuk seleksi ini merupakan inisiatif dari tim manajemen. Pengurus tampaknya tak ada memperhatikan hal ini. Hal ini diambil karena masa jeda putaran pertama akan segera berakhir. Untuk itu, proses pencarian pemain baru harus lebih dimantafkan agar tak terburu menyusun skuad baru.

“Kita lihat waktu kan agak mepet, kalau tidak sekarang kita mulai, kapan lagi, lagipula beberapa pemain lainnya rencananya akan kita datangkan, jadi memang butuh waktu yang cukup banyak,” beber Benny.

Proses pemanggilan pemain untuk ikut seleksi di PSMS ini, tampaknya akan terus dilakukan. Target utama adalah pemain yang sedang tak terikat dengan klub manapun. Dan yang paling utama, pemain yang bakal berkostum Kinantan harus paham akan kondisi keuangan PSMS yang tengah carut marut.

Untuk urusan satu itu, manajemen sudah terlebih dulu melobi kepada pemain yang akan bergabung. Termasuk, Harry dan Ronnie tadi. Khusus Ronnie, dijelaskan Sekretaris Tim Fityan Handy yang langsung berhubungan dengan Ronnie via sambungan telepon kemarin, menjelaskan bahwa Ronnie mengaku tak mempersoalkan urusan keuangan. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan kesempatan berlaga.

“Saat ini Ronnie sedang tak ada klub. Saat saya hubungi, dia bilang tak mempersoalkan besaran nilai kontrak. Yang terpenting, dia sangat ingin bergabung bersama PSMS yang menurutnya punya nama besar,” kata Fityan.

Wednesday, January 20, 2010

Jangan hanya Wacana

Manajemen PSMS Medan harus berani mencoret pemainnya termasuk pemain asingnya yang dianggap kurang produktif dalam membawa kemenangan bagi Ayam Kinantan menjelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mendatang.

"Kami menilai kontribusi beberapa pemain lokal termasuk dua pemain asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, kurang maksimal. Tercatat, selama putaran pertama PSMS minus dalam memasukkan gol dibandingkan kemasukannya.," kata penggemar PSMS Muhammad Arif SE, di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, manajemen harus segera memberikan keputusannya demi kelangsungan PSMS menggapai targetnya lolos ke Liga Super Indonesia. "Pencoretan pemain merupakan hak manajemen, apalagi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak ada kesepakatan awal jika tidak memberikan kontribusi maksimal," ujarnya.

Dikatakan, di putaran pertama PSMS gagal memenuhi targetnya mencapai nilai 18. Ini saja satu bukti produktivitas para pemain yang terasa sulit mencetak gol,” kata Arif.

Arif mengakui, awalnya manajemen pasti berharap dua pemain asingnya akan mencetak gol di setiap laga. Hanya saja, Osas Saha yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang itu kurang ganas dan minim menyumbangkan gol.

Sebagai gantinya, PSMS harus mendatangkan pemain asing yang lebih produktif. Begitu juga dengan pemain lokal. "Dimungkinkan PSMS merekrut lima atau enam pemain lokal dan satu pemain asing. Yang jelas, penambahan pemain lokal ini disesuaikan kebutuhan," ujarnya.

Menurut Manajer PSMS Drs Hendra DS, semua rencana pergantian dan perekrutan pemain maupun pelatih tergantung dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Sabtu (23/1) mendatang

Tuesday, January 19, 2010

Saha Barter Benson

Manajemen PSMS mendapatkan tawaran menarik dari kubu Persiraja untuk saling tukar atau barter legiun asing. Persiraja mengajukan tawaran untuk membarter striker asing PSMS Osas Marvelous Saha dengan gelandang serang impor Persiraja, Esaiah Pello Benson asal Liberia.
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.

Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.

Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.

Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.

Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.

“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.

Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.

“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin

Putaran Kedua Digeber 29 Januari

Senin (18/1) pagi, sebuah fax dari PT Liga Indonesia masuk ke sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi fax itu tak lain mengenai pemberitahuan jadwal kick off putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam fax itu, kompetisi akan kembali digelar pada 29 Januari.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.

Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.

Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.

Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.

“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.

Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.

Rachmat Yes, Arema No

Lini depan PSMS masih terus mendapatkan sorotan karena minim ketajamannya. Hal itu dibuktikan di klasemen sementara dengan torehan delapan gol dan kebobolan 11 gol. Keberadaan satu legiun impor asal Nigeria Osas Saha juga tak mampu menutupi lemahnya lini depan. Untuk itu, menatap putaran kedua nanti, manajemen pun lebih fokus untuk mencari pemain depan berkualitas. Selain berharap mendapatkan seorang lagi pemain depan berlabel impor, manajemen juga tak menutup kemungkinan mendatangkan pemain lokal.

Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.

Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.

“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.

Monday, January 18, 2010

Gelar Seleksi

Sadar dengan kekurangan kualitas pemain yang dimiliki, PSMS akan melakukan satu langkah taktis. Ya, manajemen PSMS memutuskan untuk mencari pemain baru guna menambal kekurangan tersebut. Dan, langkah yang dipakai adalah seleksi pemain.

Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.

Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.

“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.

Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.

Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.

Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.

“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.

“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny

Kembali berlatih

Skuad PSMS akan kembali melakoni latihan, hari ini di Stadion Kebun Bunga. Meski belum ada mengenai kejelasan nasib seluruh perangkat tim, namun sikap profesional akan terus dijunjung.

“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.

Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.

Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.

“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.

Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin

Niat untuk merobak team hanya sebatas "wacana"

Niat PSMS untuk memburu pemain baru, tampaknya harus berpacu dengan waktu. Pasalnya, putaran kedua dipastikan akan diputar kembali pada 8 Februari mendatang. Lewat masa itu, maka transfer pemain akan ditutup.

Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.

Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.

“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.

Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.

Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.

Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.

Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu

PSMS perlu pembinaan Pemain Muda

Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS selalu harus bersusah payah bongkar pasang skuad ketika hendak melakoni musim baru. Ironisnya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini kerap kesusahan mencari pemain lokal berkualitas yang punya komitmen tinggi kepada PSMS.
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.

Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.

Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.

Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.

“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.

Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.

Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya

Saturday, January 16, 2010

Awas Duri

Keadaan PSMS terkini memang tidak begitu menyenangkan. Bak memakan ikan berduri, meskipun dagingnya manis, namun kalau tidak hati-hati bisa tertancap tenggorokan dan gusi. Karena itu, duri yang bisa mencelakakan wajib diwaspadai.
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.

Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.

Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.

Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.

Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.

Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.

Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.

Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.

Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?

Wacanakan Pertandingan Malam

Pemasukan dari hasil tiket masih dianggap jauh dari harapan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS di kandang. Karena itu, Panpel berencana menyusun cara agar laga PSMS di Stadion Teladan bisa digelar pada malam hari. Tujuannya, agar seluruh masyarakat pecinta sepak bola khususnya PSMS di Medan, dapat menonton tim kesayangannya bertanding.

Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.

Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.

Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.

Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan

Friday, January 15, 2010

Pengurus dan Pemain Kurang Mesra

FANS PSMS meminta agar pengurus dan manajemen tim punya sinergi terkait visi dan misi guna mencapai target berlaga di Indonesian Super League (ISL). Setidaknya hal ini dikemukan fans PSMS yang tergabung dalam barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan,
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.

“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.

“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.

Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”

Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.

Pemain Bukan Sapi Perah

DALAM beberapa kesempatan, acapkali pengurus meminta tanggungjawab pemain PSMS agar tampil profesional dan selalu menang karena mereka telah digaji secara profesional. Hal ini nyatanya gagal total. Pasalnya, tim membutuhkan lebih dari sekedar gaji dan fasilitas yang diberikan.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.

Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.

“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.

Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.

Nyeck hengkang

Isu yang menyebutkan Nyeck Nyobe bakal merapat ke PSM Makassar, tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pemain asal Kamerun itu kini tak lagi berada di mess pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga.

Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.

Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.

Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.

Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.

Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.

“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.

Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.

Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab

Jaga Skuad

Hasil tak memuaskan diraihkan PSMS dalam menjalani putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Karena itu, evaluasi pun wajib dilaksanakan.

Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.

Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.

“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.

Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.

Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.

Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.

Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.

“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing

Gunung ISL Makin Sulit Didaki

MAU tak mau, perombakan besar-besaran di tubuh PSMS wajib direalisasikan. Ditarget lolos ke Indonesian Super League (ISL) musim depan, PSMS ibarat tak diberikan amunisi andal. Hasilnya?

Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.

Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.

Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.

Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.

Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.

Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka