EANDAINYA Harry Syahputra jadi bergabung dengan PSMS, pemain berusia 28 tahun kelahiran Medan itu tentu akan sangat bersuka cita. Pasalnya, sejak memutuskan bergelut di dunia sepak bola, Harry selalu punya keinginan kuat untuk bergabung dengan PSMS.
Ditemui usai latihan kemarin, Harry mengaku senang seandainya bisa mendapatkan tempat di PSMS. Sebelumnya, Harry bahkan sudah datang ikut seleksi ketika pembentukan skuad awal musim lalu. Namun karena ada miskomunikasi antara dia dan pengurus, niatnya itu urung terjadi.
Sebagai putra daerah yang besar di rantau, Harry punya keinginan kuat untuk kembali ke kampung halamannya. Terlebih kedua orangtuanya tinggal di Medan. “Besar keinginan saya untuk bisa merumput bersama PSMS. Tidak hanya kali ini, saya ingin tetap di klub ini seterusnya,” beber pemain yang baru saja pulang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji itu.
Ya, pemain yang kini telah bergelar haji itu tampaknya harus segera disodori kontrak kalau memang dibutuhkan oleh tim. Pasalnya, ada beberapa klub yang ingin memakai tenaganya. Di antaranya adalah Persikab Bandung. Kubu Persikab bahkan telah melobi lebih dulu sebelum Harry akhirnya memilih untuk tes ke PSMS.
Hal itu dibenarkan oleh Benny Tomasoa asisten manejer, yang melakukan pembicaraan langsung dengan Harry sebelumnya. Menurut Benny, pihak PSMS harus lebih cepat untuk negosiasi dengan Harry sebelum pemain bertinggi 185 cm ini ditawari kontrak oleh klub lain. “Kalau Harry tidak cepat diberikan kepastian, kita pasti ditekong klub lain. Maka, harus ada kepastian segera. Saya juga sudah bicara kontrak kepadanya. Syukurnya, dia tak mempermasalahkan nilai kontrak yang telah disodori,” terang Benny.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, January 23, 2010
Ketika Sepatu Kamil Sembiring Disita Suimin
ABDUL Kamil Sembiring merupakan aset bertalenta masa depan yang dipunya PSMS musim ini. Jebolan Akademi Sepak Bola Medan United yang sebelumnya menimba ilmu di SSB Generasi Medan itu, kini menghuni skuad magang PSMS.
Satu keyakinan dibubuhkan Suimin Diharja arsitek PSMS, bahwa suatu saat Kamil punya kans untuk jadi pemain besar. Syaratnya, pemain bernomor kostum 9 itu harus mau menjaga disiplin dan tak henti belajar mengembangkan talenta yang ada.
Di balik itu, ada kisah unik yang menyertai perjalanan karir Kamil di PSMS musim ini. Hal unik itu bermuara dari sebuah sepatu. Ya, sepatu bermerek Nike terbaru berwarna hijau cerah, yang cukup menggoda mata setiap yang melihatnya.
Walau sepatu itu berharga cukup mahal dan stylis, tapi nyatanya sepatu yang awalnya kerap menjadi kebanggaan Kamil ketika dikenakannya itu tak senyaman yang dipikirkan. Walhasil, Kamil kerap mengalami gangguan penampilan ketika memaksakan kehendak memakai sepatu dengan merek yang juga dipakai bintang kelas dunia itu.
Pasalnya, kaki Kamil lebih besar dari nomor sepatu Nike-nya itu. Ceritanya Nike Kamil bernomor 43 3/4, sementara kaki Kamil berukuran 44. Jadi, ada sekitar 1/4 ukuran sepatu yang tak pas. Dengan kata lain, sepatu itu kekecilan. Masalahnya, Kamil tak mau memakai sepatu lain selain sepatu itu.
Hal ini rupanya sampai ke telinga pelatih. Diam-diam Suimin mengamati tingkah Kamil ketika dia memakai sepatu itu. Benar, Kamil terlihat beda penampilannya dibanding ketika latihan tanpa memakai sepatu itu.
Suimin pun bertindak. Usut punya usut, kabarnya Suimin telah menyita sepatu Nike Kamil itu untuk sementara waktu. Tujuannya agar Kamil tak lagi memakai sepatu itu, dan bisa bebas bergerak dengan improvisasinya. “Sudah, sepatunya yang kesempitan itu sudah saya sita untuk sementara waktu. Nanti kalau sudah waktunya, saya kembalikan lagi,” beber Suimin.
Hasilnya ternyata ada. Dalam beberapa kesempatan tampil tanpa sepatu andalannya itu, Kamil kerap menunjukkan peningkatan performa. Di ajang resmi, Kamil tercatat diturunkan ketika main di kandang melawan Persiraja. Di luar, Kamil mendapatkan kesempatan main sebagai pengganti ketika menghadapi Persikabo Bogor.
Kemarin sore, saat digelar simulasi Kamil juga menunjukkan kemampuan yang lumayan apik. Dia mencetak satu gol tim utama melawan tim cadangan dalam simulasi itu. Dan gol itu dilesakkannya tanpa memakai sepatu Nike-nya itu.
Satu keyakinan dibubuhkan Suimin Diharja arsitek PSMS, bahwa suatu saat Kamil punya kans untuk jadi pemain besar. Syaratnya, pemain bernomor kostum 9 itu harus mau menjaga disiplin dan tak henti belajar mengembangkan talenta yang ada.
Di balik itu, ada kisah unik yang menyertai perjalanan karir Kamil di PSMS musim ini. Hal unik itu bermuara dari sebuah sepatu. Ya, sepatu bermerek Nike terbaru berwarna hijau cerah, yang cukup menggoda mata setiap yang melihatnya.
Walau sepatu itu berharga cukup mahal dan stylis, tapi nyatanya sepatu yang awalnya kerap menjadi kebanggaan Kamil ketika dikenakannya itu tak senyaman yang dipikirkan. Walhasil, Kamil kerap mengalami gangguan penampilan ketika memaksakan kehendak memakai sepatu dengan merek yang juga dipakai bintang kelas dunia itu.
Pasalnya, kaki Kamil lebih besar dari nomor sepatu Nike-nya itu. Ceritanya Nike Kamil bernomor 43 3/4, sementara kaki Kamil berukuran 44. Jadi, ada sekitar 1/4 ukuran sepatu yang tak pas. Dengan kata lain, sepatu itu kekecilan. Masalahnya, Kamil tak mau memakai sepatu lain selain sepatu itu.
Hal ini rupanya sampai ke telinga pelatih. Diam-diam Suimin mengamati tingkah Kamil ketika dia memakai sepatu itu. Benar, Kamil terlihat beda penampilannya dibanding ketika latihan tanpa memakai sepatu itu.
Suimin pun bertindak. Usut punya usut, kabarnya Suimin telah menyita sepatu Nike Kamil itu untuk sementara waktu. Tujuannya agar Kamil tak lagi memakai sepatu itu, dan bisa bebas bergerak dengan improvisasinya. “Sudah, sepatunya yang kesempitan itu sudah saya sita untuk sementara waktu. Nanti kalau sudah waktunya, saya kembalikan lagi,” beber Suimin.
Hasilnya ternyata ada. Dalam beberapa kesempatan tampil tanpa sepatu andalannya itu, Kamil kerap menunjukkan peningkatan performa. Di ajang resmi, Kamil tercatat diturunkan ketika main di kandang melawan Persiraja. Di luar, Kamil mendapatkan kesempatan main sebagai pengganti ketika menghadapi Persikabo Bogor.
Kemarin sore, saat digelar simulasi Kamil juga menunjukkan kemampuan yang lumayan apik. Dia mencetak satu gol tim utama melawan tim cadangan dalam simulasi itu. Dan gol itu dilesakkannya tanpa memakai sepatu Nike-nya itu.
Friday, January 22, 2010
Tak Ada Pemain yang Bermanja-manja
SKUAD PSMS menunjukkan performa apik ketika menggeber latihan di Stadion Teladan Rabu (20/1) kemarin. Seluruh skuad tampil layaknya berada dalam pertandingan sebenarnya. Bak bertempur di medan juang, tak ada satupun pemain yang loyo. Ancaman bakal didepak, tampaknya mempengaruhi akan hal itu.
Ya, pascamelakoni seluruh laga di putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, manajemen PSMS menyatakan akan membuang hampir 50 persen skuad yang ada karena dianggap tak layak berkostum Kinantan.
Maka itu, tanda tanya besar kerap bernaung di kepala seluruh pemain. Apakah akan tetap dipertahankan atau didepak. Satu-satunya jawaban agar tetap aman di dalam tim adalah dengan menunjukkan performa menawan. Tak ada lagi istilah bermanja-manja.
“Dari beberapa laga terakhir di putaran pertama lalu, anak-anak memang sudah menunjukkan performa meningkat. Maka, itu saya berharap skuad yang ada dipertahankan. Kalau mau, pemain baru ditambah saja tanpa mengurangi pemain yang ada,” kata Suimin Diharja arsitek tim di sela-sela latihan kemarin.
Pada sesi latihan kemarin, seluruh skuad telah berkumpul kecuali Nyeck Nyobe yang kabarnya masih berada di Malaysia untuk urusan visa kerjanya di Indonesia. Namun menurut pernyataan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Nyeck belum memberikan kabar terakhirnya belakangan ini.
Walau demikian, manajemen tak ingin berburuk sangka dengan isu yang menyatakan kalau Nyeck akan segera berlabuh ke PSM Makassar seperti diberitakan sebelumnya.
Pada latihan kemarin, dua pemain baru pun telah ikut latihan. Tak ada program khusus bagi pemain seleksi. Suimin memasukkan calon pemain itu dalam menu latihan yang telah diberikan kepada skuad. Tujuannya jelas agar program latihan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari tak terganggu. “Saya tidak ingin kehadiran pemain seleksi mengganggu program latihan yang telah ada. Jadi mereka ikut saja latihan ini. Kalau memang ada potensi kita perhatikan,” lanjut Suimin.
Dua pemain yang masuk kemarin adalah Ronnie van de Carvalho striker asal Brasil yang sempat merumput di Persiba dan Persikab Bandung. Seorang lagi pemain lokal asal Kwarta Fc bernama Kiki Lissusanto.
Hari ini, dikabarkan Harry Syahputra pemain lokal berposisi sebagai bek akan merapat untuk ikuti seleksi.
Sementara itu, jadwal kompetisi di putaran kedua telah diumumkan oleh PT Liga Indonesia. Kemarin, tiga lembar faximile dikirimkan ke Sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Pada jadwal itu, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga pertamanya melawan Semen Padang pada 1 Februari mendatang
Ya, pascamelakoni seluruh laga di putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, manajemen PSMS menyatakan akan membuang hampir 50 persen skuad yang ada karena dianggap tak layak berkostum Kinantan.
Maka itu, tanda tanya besar kerap bernaung di kepala seluruh pemain. Apakah akan tetap dipertahankan atau didepak. Satu-satunya jawaban agar tetap aman di dalam tim adalah dengan menunjukkan performa menawan. Tak ada lagi istilah bermanja-manja.
“Dari beberapa laga terakhir di putaran pertama lalu, anak-anak memang sudah menunjukkan performa meningkat. Maka, itu saya berharap skuad yang ada dipertahankan. Kalau mau, pemain baru ditambah saja tanpa mengurangi pemain yang ada,” kata Suimin Diharja arsitek tim di sela-sela latihan kemarin.
Pada sesi latihan kemarin, seluruh skuad telah berkumpul kecuali Nyeck Nyobe yang kabarnya masih berada di Malaysia untuk urusan visa kerjanya di Indonesia. Namun menurut pernyataan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Nyeck belum memberikan kabar terakhirnya belakangan ini.
Walau demikian, manajemen tak ingin berburuk sangka dengan isu yang menyatakan kalau Nyeck akan segera berlabuh ke PSM Makassar seperti diberitakan sebelumnya.
Pada latihan kemarin, dua pemain baru pun telah ikut latihan. Tak ada program khusus bagi pemain seleksi. Suimin memasukkan calon pemain itu dalam menu latihan yang telah diberikan kepada skuad. Tujuannya jelas agar program latihan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari tak terganggu. “Saya tidak ingin kehadiran pemain seleksi mengganggu program latihan yang telah ada. Jadi mereka ikut saja latihan ini. Kalau memang ada potensi kita perhatikan,” lanjut Suimin.
Dua pemain yang masuk kemarin adalah Ronnie van de Carvalho striker asal Brasil yang sempat merumput di Persiba dan Persikab Bandung. Seorang lagi pemain lokal asal Kwarta Fc bernama Kiki Lissusanto.
Hari ini, dikabarkan Harry Syahputra pemain lokal berposisi sebagai bek akan merapat untuk ikuti seleksi.
Sementara itu, jadwal kompetisi di putaran kedua telah diumumkan oleh PT Liga Indonesia. Kemarin, tiga lembar faximile dikirimkan ke Sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Pada jadwal itu, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga pertamanya melawan Semen Padang pada 1 Februari mendatang
Siap Awasi Penggunaan Dana Hibah APBD
KABAR baik tersiar terkait pendanaan PSMS. Ya danah Hibah APBD Kota Medan ke KONI sebesar Rp6 miliar akhirnya disahkan. Tak pelak, kabar ini disambut sumringah oleh pengurus dan manejemen PSMS.
Nah, barisan suporter PSMS yang bernaung di wadah Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan menyatakan siap untuk memantau pemakaian dana hibah itu.
Hal itu dikatakan Nata Simangunsong pentolan SMeCK kemarin. “Tim ini tengah sekarat dengan minimnya dana. Jangan sampai ada kecurangan pemakaian dana itu,” kata Nata.
Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, manajemen harus segera mengajukan profosal ke pengurus yang berisi program pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban ke pengurus,” ujarnya.(ful)
Rafriandi juga menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat tersebut bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Oleh karena itu, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program apa yang akan dilakukan lewat anggaran tersebut.
“Program itu juga berfungsi agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggaran tersebut, dan juga untuk meminimalisasi kemungkinan kecurangan-kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” pungkasnya
Nah, barisan suporter PSMS yang bernaung di wadah Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan menyatakan siap untuk memantau pemakaian dana hibah itu.
Hal itu dikatakan Nata Simangunsong pentolan SMeCK kemarin. “Tim ini tengah sekarat dengan minimnya dana. Jangan sampai ada kecurangan pemakaian dana itu,” kata Nata.
Ketua Badan Liga Instansi Sumut, Rafriandi Nasution juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, manajemen harus segera mengajukan profosal ke pengurus yang berisi program pengembangan tim. “Proposal tersebut sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban ke pengurus,” ujarnya.(ful)
Rafriandi juga menyatakan, publik tentunya menginginkan uang rakyat tersebut bisa tepat guna dan tidak terjadi penyelewengan. Oleh karena itu, manajemen dan pengurus juga harus menyertakan program-program apa yang akan dilakukan lewat anggaran tersebut.
“Program itu juga berfungsi agar publik juga bisa melihat transparansi pengunaan anggaran tersebut, dan juga untuk meminimalisasi kemungkinan kecurangan-kecurangan yang dilakukan kedua belah pihak,” pungkasnya
Komdis Panggil Tiga Pemain PSMS
Menjelang putaran kedua Divisi Utama bergulir kabar tak sedap diterima PSMS. Ya, ketika tim sedang digodok, tiga punggawa PSMS malah dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).
Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.
Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.
“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.
Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer
Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).
Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.
Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.
“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.
Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer
Komdis Panggil Tiga Pemain PSMS
Menjelang putaran kedua Divisi Utama bergulir kabar tak sedap diterima PSMS. Ya, ketika tim sedang digodok, tiga punggawa PSMS malah dipanggil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).
Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.
Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.
“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.
Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer
Ini semua adalah buntut dari laga sarat emosi kontra Persikabo Bogor yang digelar beberapa waktu lalu. Tiga pemain yang dipanggil adalah Faisal Azmi, Ahmad Maulana, dan Chiko Maradona. Ketiganya dipastikan akan menghadap Komdis hari ini, Kamis (21/1).
Dalam surat yang dikeluarkan Komdis, Faisal dan Ahmad Maulana akan dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan terhadap asisten wasit. Saat itu, beberapa pemain PSMS memang tak puas dengan keputusan asisten wasit yang mengesahkan gol kontroversial David Pagbe yang dianggap belum sempat melewati garis gawang.
Dalam protes, dikabarkan ada beberapa skuad yang diduga memukul wasit. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Komdis. Sedangkan Chiko juga akan dimintai keterangan karena mendapatkan tindakan kasar dari seorang pemain Persikabo bernama Abdul Gani Sapulessi. Menghadap Komdis, ketiga pemain ini akan didampingi oleh Sekretaris Tim Fiytan Hamdy.
“Dua pemain, Faisal dan Maulana akan dimintai keterangan seputar dugaan pemukulan wasit. Sedangkan Chiko dimintai keterangan terkait aksi pemukulan seorang pemain Persikabo kepada dirinya,” kata Fityan sembari menyatakan mereka akan bertolak dari Bandara Polonia ke Jakarta pukul 10.00 WIB hari ini.
Belum diketahui kira-kira gambaran hukuman yang akan diterima kedua pemain yang diduga memukul asisten wasit. Sekadar perkiraan, kedua pemain itu terancam sangksi denda. “Tampaknya tak sampai skorsing. Mungkin denda saja. Itupun kalau tindakan mereka terbukti. Kalau tidak yang bebas,” jelas Benny Tomasoa, asisten manajer
Thursday, January 21, 2010
Pemain PSMS Cukup Profesional
DALAM beberapa kesempatan, isu membuang hampir setengah dari skuad yang ada saat ini ditanggapi dingin oleh sejumlah pengamat sepak bola di Medan. Beberapa mantan pemain PSMS juga menyayangkan apabila hal itu sampai terjadi.
Seorang pengamat yang angkat bicara adalah Amrustian, eks skuad PSMS di era tahun 1980-an yang kini berprofesi sebagai pelatih. Menurut pria yang sehari-hari mengikuti perkembangan PSMS saat ini di Stadion Kebun Bunga, langkah itu dianggap keliru. Dia mengatakan, skuad yang ada di PSMS saat ini sudah cukup baik dan telah membukukan prestasi dalam kategori yang cukup lumayan di putaran pertama. Hal itu dibuktikan dengan torehan hasil yang dikumpulkan.
Dari 10 laga, PSMS mampu meraih 13 angka dengan rincian, 3 kali menang, 4 imbang dan tiga kalah. Dan kekalahan itu lebih dikarenakan hal nonteknis.
“Ada faktor nonteknis yang membuat PSMS kalah dan seharusnya hal itu yang disikapi, bukannya malah membuang pemain. Pemain sudah cukup profesional dengan menerima segala keterbatasan di tim ini namun tetap bermain cukup baik,” ujarnya.
Keterbatasan itu menurut mantan pelatih Persidi Idi ini menyangkut berbagai hal, seperti ketiadaan bonus, fasilitas pendukung yang apa adanya, serta minimnya perhatian dari pengurus. “Tapi kita lihat sendiri, faktor yang seharusnya bisa melemahkan mental pemain itu, sama sekali tidak kita temukan di tim ini. Ya, dengan kemauan keras mereka tetap menunjukkan kemampuannya,” ungkap pemain PSMS era 80 an ini.
Amrustian menyayangkan, di saat pemain sudah membangun PSMS dari titik nol menjadi seperti sekarang, jerih payah mereka sama sekali tidak mendapatkan apresiasi. Nah, ketika akhirnya ada segenggam harapan dengan bakal cairnya dana hibah dari APBD Medan, malah pemain yang dari awal membangun klub ini akan dibuang.
“Jangan habis manis sepah dibuang-lah, mereka bangun tim ini dari saat gak punya dana, masa setelah punya dana, jasa mereka dilupakan. Sebaliknya yang menikmati APBD itu nantinya pemain yang tidak merasakan susahnya di PSMS sebelumnya, kan enggak adil,” ungkapnya.
Amrustian pun mengungkapkan, sebagai klub yang pernah membesarkannya, dia menilai, perhatian pengurus terhadap tim sangat minim. Kegagalan dan kesuksesan yang diraih tim tidak pernah mendapatkan apresiasi dari sosok-sosok yang ada dalam kepengurusan.
“Apalah salahnya ucapan selamat kalau tim memperoleh kemenangan untuk semakin memotivasi pemain dan sedikit teguran bersifat membangun kalau pemain sedang bermain buruk. Perhatian itu yang dibutuhkan pemain, ini malah sama sekali tidak ada, pemain enggak punya panutan selain pelatih,” sesalnya.
Sementara itu, mantan pemain PSMS lainnya, Muanda yang didampingi Sugeng Rahayu yang juga mantan penjaga gawang PSMS era 80-an mengungkapkan, hasil yang diperoleh PSMS ini merupakan hasil yang cukup signifikan untuk ukuran tim yang apa adanya. “Bayangkan, dari 10 pertandingan yang telah digelar dan, PSMS hanya tiga kali kalah, dan empat kali seri. Itu berarti, anak-anak masih bisa termotivasi walau dalam kondisi memprihatinkan. Namun, yang perlu disesali adalah minimnya perhatian yang diberikan pengurus dan manajemen,” bebernya.
Menurut Muanda, manajemen boleh saja menambah beberapa pemain yang berkualitas, tetapi skuad yang ada saat ini tetap dipertahankan. “Pengurus dan manajemen selalu mengingatkan pemain bersabar, namun saat sudah punya uang, jasa mereka kok dilupakan, inikan enggak benar,” timpal Sugeng
Seorang pengamat yang angkat bicara adalah Amrustian, eks skuad PSMS di era tahun 1980-an yang kini berprofesi sebagai pelatih. Menurut pria yang sehari-hari mengikuti perkembangan PSMS saat ini di Stadion Kebun Bunga, langkah itu dianggap keliru. Dia mengatakan, skuad yang ada di PSMS saat ini sudah cukup baik dan telah membukukan prestasi dalam kategori yang cukup lumayan di putaran pertama. Hal itu dibuktikan dengan torehan hasil yang dikumpulkan.
Dari 10 laga, PSMS mampu meraih 13 angka dengan rincian, 3 kali menang, 4 imbang dan tiga kalah. Dan kekalahan itu lebih dikarenakan hal nonteknis.
“Ada faktor nonteknis yang membuat PSMS kalah dan seharusnya hal itu yang disikapi, bukannya malah membuang pemain. Pemain sudah cukup profesional dengan menerima segala keterbatasan di tim ini namun tetap bermain cukup baik,” ujarnya.
Keterbatasan itu menurut mantan pelatih Persidi Idi ini menyangkut berbagai hal, seperti ketiadaan bonus, fasilitas pendukung yang apa adanya, serta minimnya perhatian dari pengurus. “Tapi kita lihat sendiri, faktor yang seharusnya bisa melemahkan mental pemain itu, sama sekali tidak kita temukan di tim ini. Ya, dengan kemauan keras mereka tetap menunjukkan kemampuannya,” ungkap pemain PSMS era 80 an ini.
Amrustian menyayangkan, di saat pemain sudah membangun PSMS dari titik nol menjadi seperti sekarang, jerih payah mereka sama sekali tidak mendapatkan apresiasi. Nah, ketika akhirnya ada segenggam harapan dengan bakal cairnya dana hibah dari APBD Medan, malah pemain yang dari awal membangun klub ini akan dibuang.
“Jangan habis manis sepah dibuang-lah, mereka bangun tim ini dari saat gak punya dana, masa setelah punya dana, jasa mereka dilupakan. Sebaliknya yang menikmati APBD itu nantinya pemain yang tidak merasakan susahnya di PSMS sebelumnya, kan enggak adil,” ungkapnya.
Amrustian pun mengungkapkan, sebagai klub yang pernah membesarkannya, dia menilai, perhatian pengurus terhadap tim sangat minim. Kegagalan dan kesuksesan yang diraih tim tidak pernah mendapatkan apresiasi dari sosok-sosok yang ada dalam kepengurusan.
“Apalah salahnya ucapan selamat kalau tim memperoleh kemenangan untuk semakin memotivasi pemain dan sedikit teguran bersifat membangun kalau pemain sedang bermain buruk. Perhatian itu yang dibutuhkan pemain, ini malah sama sekali tidak ada, pemain enggak punya panutan selain pelatih,” sesalnya.
Sementara itu, mantan pemain PSMS lainnya, Muanda yang didampingi Sugeng Rahayu yang juga mantan penjaga gawang PSMS era 80-an mengungkapkan, hasil yang diperoleh PSMS ini merupakan hasil yang cukup signifikan untuk ukuran tim yang apa adanya. “Bayangkan, dari 10 pertandingan yang telah digelar dan, PSMS hanya tiga kali kalah, dan empat kali seri. Itu berarti, anak-anak masih bisa termotivasi walau dalam kondisi memprihatinkan. Namun, yang perlu disesali adalah minimnya perhatian yang diberikan pengurus dan manajemen,” bebernya.
Menurut Muanda, manajemen boleh saja menambah beberapa pemain yang berkualitas, tetapi skuad yang ada saat ini tetap dipertahankan. “Pengurus dan manajemen selalu mengingatkan pemain bersabar, namun saat sudah punya uang, jasa mereka kok dilupakan, inikan enggak benar,” timpal Sugeng
Penambahan Pemain PSMS Kejar Waktu
Persiapan PSMS menatap putaran kedua semakin digeber. Selain mempersiapkan program latihan teranyar, kubu Ayam Kinantan juga telah kedatangan beberapa pemain baru yang siap mengikuti seleksi masuk skuad. Terbaru, seorang legiun impor asal Brasil merapat. Dia adalah Ronnie van de Carvalho mantan pemain Persiba Balikpapan.
Menurut rencana, Ronnie akan bergabung bersama skuad sore ini untuk langsung dites kemampuannya. Sedangkan Harry Syahputra, dikabarkan akan merapat besok. Hal itu dituturkan oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dijelaskan Benny, seluruh pemain yang bakal masuk untuk seleksi belum dapat dipastikan dikontrak. Kalau ternyata mereka menunjukkan performa menawan, barulah manajemen merapatkan kemungkinan menyodori pemain tersebut untuk dikontrak.
“Harry harusnya datang hari ini (kemarin) tetapi untuk persiapan ke Medan, dia memutuskan menundanya hingga hari Kamis (besok, Red), sekaligus latihan mempersiapkan diri,” kata Benny. “Hal yang sama juga dilakukan Ronnie. Dia akan segera bergabung untuk seleksi,” sambung pria berdarah Ambon itu.
Pada dasarnya, proses pemanggilan pemain untuk seleksi ini merupakan inisiatif dari tim manajemen. Pengurus tampaknya tak ada memperhatikan hal ini. Hal ini diambil karena masa jeda putaran pertama akan segera berakhir. Untuk itu, proses pencarian pemain baru harus lebih dimantafkan agar tak terburu menyusun skuad baru.
“Kita lihat waktu kan agak mepet, kalau tidak sekarang kita mulai, kapan lagi, lagipula beberapa pemain lainnya rencananya akan kita datangkan, jadi memang butuh waktu yang cukup banyak,” beber Benny.
Proses pemanggilan pemain untuk ikut seleksi di PSMS ini, tampaknya akan terus dilakukan. Target utama adalah pemain yang sedang tak terikat dengan klub manapun. Dan yang paling utama, pemain yang bakal berkostum Kinantan harus paham akan kondisi keuangan PSMS yang tengah carut marut.
Untuk urusan satu itu, manajemen sudah terlebih dulu melobi kepada pemain yang akan bergabung. Termasuk, Harry dan Ronnie tadi. Khusus Ronnie, dijelaskan Sekretaris Tim Fityan Handy yang langsung berhubungan dengan Ronnie via sambungan telepon kemarin, menjelaskan bahwa Ronnie mengaku tak mempersoalkan urusan keuangan. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan kesempatan berlaga.
“Saat ini Ronnie sedang tak ada klub. Saat saya hubungi, dia bilang tak mempersoalkan besaran nilai kontrak. Yang terpenting, dia sangat ingin bergabung bersama PSMS yang menurutnya punya nama besar,” kata Fityan.
Menurut rencana, Ronnie akan bergabung bersama skuad sore ini untuk langsung dites kemampuannya. Sedangkan Harry Syahputra, dikabarkan akan merapat besok. Hal itu dituturkan oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa kemarin.
Dijelaskan Benny, seluruh pemain yang bakal masuk untuk seleksi belum dapat dipastikan dikontrak. Kalau ternyata mereka menunjukkan performa menawan, barulah manajemen merapatkan kemungkinan menyodori pemain tersebut untuk dikontrak.
“Harry harusnya datang hari ini (kemarin) tetapi untuk persiapan ke Medan, dia memutuskan menundanya hingga hari Kamis (besok, Red), sekaligus latihan mempersiapkan diri,” kata Benny. “Hal yang sama juga dilakukan Ronnie. Dia akan segera bergabung untuk seleksi,” sambung pria berdarah Ambon itu.
Pada dasarnya, proses pemanggilan pemain untuk seleksi ini merupakan inisiatif dari tim manajemen. Pengurus tampaknya tak ada memperhatikan hal ini. Hal ini diambil karena masa jeda putaran pertama akan segera berakhir. Untuk itu, proses pencarian pemain baru harus lebih dimantafkan agar tak terburu menyusun skuad baru.
“Kita lihat waktu kan agak mepet, kalau tidak sekarang kita mulai, kapan lagi, lagipula beberapa pemain lainnya rencananya akan kita datangkan, jadi memang butuh waktu yang cukup banyak,” beber Benny.
Proses pemanggilan pemain untuk ikut seleksi di PSMS ini, tampaknya akan terus dilakukan. Target utama adalah pemain yang sedang tak terikat dengan klub manapun. Dan yang paling utama, pemain yang bakal berkostum Kinantan harus paham akan kondisi keuangan PSMS yang tengah carut marut.
Untuk urusan satu itu, manajemen sudah terlebih dulu melobi kepada pemain yang akan bergabung. Termasuk, Harry dan Ronnie tadi. Khusus Ronnie, dijelaskan Sekretaris Tim Fityan Handy yang langsung berhubungan dengan Ronnie via sambungan telepon kemarin, menjelaskan bahwa Ronnie mengaku tak mempersoalkan urusan keuangan. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan kesempatan berlaga.
“Saat ini Ronnie sedang tak ada klub. Saat saya hubungi, dia bilang tak mempersoalkan besaran nilai kontrak. Yang terpenting, dia sangat ingin bergabung bersama PSMS yang menurutnya punya nama besar,” kata Fityan.
Wednesday, January 20, 2010
Jangan hanya Wacana
Manajemen PSMS Medan harus berani mencoret pemainnya termasuk pemain asingnya yang dianggap kurang produktif dalam membawa kemenangan bagi Ayam Kinantan menjelang putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mendatang.
"Kami menilai kontribusi beberapa pemain lokal termasuk dua pemain asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, kurang maksimal. Tercatat, selama putaran pertama PSMS minus dalam memasukkan gol dibandingkan kemasukannya.," kata penggemar PSMS Muhammad Arif SE, di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, manajemen harus segera memberikan keputusannya demi kelangsungan PSMS menggapai targetnya lolos ke Liga Super Indonesia. "Pencoretan pemain merupakan hak manajemen, apalagi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak ada kesepakatan awal jika tidak memberikan kontribusi maksimal," ujarnya.
Dikatakan, di putaran pertama PSMS gagal memenuhi targetnya mencapai nilai 18. Ini saja satu bukti produktivitas para pemain yang terasa sulit mencetak gol,” kata Arif.
Arif mengakui, awalnya manajemen pasti berharap dua pemain asingnya akan mencetak gol di setiap laga. Hanya saja, Osas Saha yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang itu kurang ganas dan minim menyumbangkan gol.
Sebagai gantinya, PSMS harus mendatangkan pemain asing yang lebih produktif. Begitu juga dengan pemain lokal. "Dimungkinkan PSMS merekrut lima atau enam pemain lokal dan satu pemain asing. Yang jelas, penambahan pemain lokal ini disesuaikan kebutuhan," ujarnya.
Menurut Manajer PSMS Drs Hendra DS, semua rencana pergantian dan perekrutan pemain maupun pelatih tergantung dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Sabtu (23/1) mendatang
"Kami menilai kontribusi beberapa pemain lokal termasuk dua pemain asing, Osas Saha dan Nyeck Nyobe, kurang maksimal. Tercatat, selama putaran pertama PSMS minus dalam memasukkan gol dibandingkan kemasukannya.," kata penggemar PSMS Muhammad Arif SE, di Medan, Selasa.
Ia mengatakan, manajemen harus segera memberikan keputusannya demi kelangsungan PSMS menggapai targetnya lolos ke Liga Super Indonesia. "Pencoretan pemain merupakan hak manajemen, apalagi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak ada kesepakatan awal jika tidak memberikan kontribusi maksimal," ujarnya.
Dikatakan, di putaran pertama PSMS gagal memenuhi targetnya mencapai nilai 18. Ini saja satu bukti produktivitas para pemain yang terasa sulit mencetak gol,” kata Arif.
Arif mengakui, awalnya manajemen pasti berharap dua pemain asingnya akan mencetak gol di setiap laga. Hanya saja, Osas Saha yang sebelumnya membela PSDS Deli Serdang itu kurang ganas dan minim menyumbangkan gol.
Sebagai gantinya, PSMS harus mendatangkan pemain asing yang lebih produktif. Begitu juga dengan pemain lokal. "Dimungkinkan PSMS merekrut lima atau enam pemain lokal dan satu pemain asing. Yang jelas, penambahan pemain lokal ini disesuaikan kebutuhan," ujarnya.
Menurut Manajer PSMS Drs Hendra DS, semua rencana pergantian dan perekrutan pemain maupun pelatih tergantung dari hasil evaluasi yang akan dilakukan Sabtu (23/1) mendatang
Tuesday, January 19, 2010
Saha Barter Benson
Manajemen PSMS mendapatkan tawaran menarik dari kubu Persiraja untuk saling tukar atau barter legiun asing. Persiraja mengajukan tawaran untuk membarter striker asing PSMS Osas Marvelous Saha dengan gelandang serang impor Persiraja, Esaiah Pello Benson asal Liberia.
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.
Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.
Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.
Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.
Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.
“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.
Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.
“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.
Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.
Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.
Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.
Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.
“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.
Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.
“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin
Putaran Kedua Digeber 29 Januari
Senin (18/1) pagi, sebuah fax dari PT Liga Indonesia masuk ke sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi fax itu tak lain mengenai pemberitahuan jadwal kick off putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam fax itu, kompetisi akan kembali digelar pada 29 Januari.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.
Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.
Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.
Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.
Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.
Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.
Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.
Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.
Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.
Rachmat Yes, Arema No
Lini depan PSMS masih terus mendapatkan sorotan karena minim ketajamannya. Hal itu dibuktikan di klasemen sementara dengan torehan delapan gol dan kebobolan 11 gol. Keberadaan satu legiun impor asal Nigeria Osas Saha juga tak mampu menutupi lemahnya lini depan. Untuk itu, menatap putaran kedua nanti, manajemen pun lebih fokus untuk mencari pemain depan berkualitas. Selain berharap mendapatkan seorang lagi pemain depan berlabel impor, manajemen juga tak menutup kemungkinan mendatangkan pemain lokal.
Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.
Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.
“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.
Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.
Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.
“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.
Monday, January 18, 2010
Gelar Seleksi
Sadar dengan kekurangan kualitas pemain yang dimiliki, PSMS akan melakukan satu langkah taktis. Ya, manajemen PSMS memutuskan untuk mencari pemain baru guna menambal kekurangan tersebut. Dan, langkah yang dipakai adalah seleksi pemain.
Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.
Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.
“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.
Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.
Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.
Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.
“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.
“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny
Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.
Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.
“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.
Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.
Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.
Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.
“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.
“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny
Kembali berlatih
Skuad PSMS akan kembali melakoni latihan, hari ini di Stadion Kebun Bunga. Meski belum ada mengenai kejelasan nasib seluruh perangkat tim, namun sikap profesional akan terus dijunjung.
“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.
Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.
Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.
“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.
Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin
“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.
Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.
Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.
“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.
Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin
Niat untuk merobak team hanya sebatas "wacana"
Niat PSMS untuk memburu pemain baru, tampaknya harus berpacu dengan waktu. Pasalnya, putaran kedua dipastikan akan diputar kembali pada 8 Februari mendatang. Lewat masa itu, maka transfer pemain akan ditutup.
Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.
Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.
“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.
Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.
Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.
Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.
Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu
Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.
Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.
“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.
Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.
Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.
Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.
Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu
PSMS perlu pembinaan Pemain Muda
Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS selalu harus bersusah payah bongkar pasang skuad ketika hendak melakoni musim baru. Ironisnya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini kerap kesusahan mencari pemain lokal berkualitas yang punya komitmen tinggi kepada PSMS.
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.
Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.
Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.
Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.
“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.
Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.
Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.
Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.
Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.
Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.
“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.
Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.
Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya
Saturday, January 16, 2010
Awas Duri
Keadaan PSMS terkini memang tidak begitu menyenangkan. Bak memakan ikan berduri, meskipun dagingnya manis, namun kalau tidak hati-hati bisa tertancap tenggorokan dan gusi. Karena itu, duri yang bisa mencelakakan wajib diwaspadai.
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.
Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.
Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.
Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.
Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.
Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.
Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.
Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.
Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.
Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.
Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.
Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.
Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.
Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.
Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.
Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.
Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?
Wacanakan Pertandingan Malam
Pemasukan dari hasil tiket masih dianggap jauh dari harapan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS di kandang. Karena itu, Panpel berencana menyusun cara agar laga PSMS di Stadion Teladan bisa digelar pada malam hari. Tujuannya, agar seluruh masyarakat pecinta sepak bola khususnya PSMS di Medan, dapat menonton tim kesayangannya bertanding.
Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.
Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.
Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.
Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan
Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.
Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.
Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.
Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan
Friday, January 15, 2010
Pengurus dan Pemain Kurang Mesra
FANS PSMS meminta agar pengurus dan manajemen tim punya sinergi terkait visi dan misi guna mencapai target berlaga di Indonesian Super League (ISL). Setidaknya hal ini dikemukan fans PSMS yang tergabung dalam barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan,
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.
“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.
“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.
Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”
Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.
“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.
“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.
Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”
Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.
Pemain Bukan Sapi Perah
DALAM beberapa kesempatan, acapkali pengurus meminta tanggungjawab pemain PSMS agar tampil profesional dan selalu menang karena mereka telah digaji secara profesional. Hal ini nyatanya gagal total. Pasalnya, tim membutuhkan lebih dari sekedar gaji dan fasilitas yang diberikan.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.
Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.
“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.
Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.
Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.
“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.
Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.
Nyeck hengkang
Isu yang menyebutkan Nyeck Nyobe bakal merapat ke PSM Makassar, tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pemain asal Kamerun itu kini tak lagi berada di mess pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga.
Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.
Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.
Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.
Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.
Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.
“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.
Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.
Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab
Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.
Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.
Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.
Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.
Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.
“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.
Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.
Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab
Jaga Skuad
Hasil tak memuaskan diraihkan PSMS dalam menjalani putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Karena itu, evaluasi pun wajib dilaksanakan.
Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.
Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.
“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.
Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.
Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.
Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.
Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.
“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing
Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.
Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.
“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.
Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.
Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.
Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.
Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.
“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing
Gunung ISL Makin Sulit Didaki
MAU tak mau, perombakan besar-besaran di tubuh PSMS wajib direalisasikan. Ditarget lolos ke Indonesian Super League (ISL) musim depan, PSMS ibarat tak diberikan amunisi andal. Hasilnya?
Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.
Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.
Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.
Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.
Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.
Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka
Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.
Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.
Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.
Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.
Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.
Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka
Wednesday, January 13, 2010
Target PSMS buyar
Target PSMS Medan di putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I buyar, setelah tidak mampu mengungguli si Kabau Sirah Semen Padang dan hanya bisa bermain seri 0-0 di Stadion Teladan Medan, Selasa.
Kegagalan memetik kemenangan dari pasukan Arcan Iurie itu melengkapi derita Ayam Kinantan setelah sebelumnya gagal di dua laga away terakhir di Tangerang dan Bogor pekan lalu.
Target menggapai nilai 18 di putaran pertama ini membuat peluang PSMS ke putaran delapan besar semakin berat, karena di putaran kedua nanti minimal harus mengumpulkan 28 poin dari lima partai tandang di Lubukpakam menghadapi PSDS, Padang (Semen Padang), Banda Aceh (Persiraja), Bireuen (PSSB) dan Sigli (PSAP).
Menyadari beratnya perjuangan itu, Manajer Tim PSMS Medan Drs Hendra DS tidak segan-segan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim. "Manajemen paling tidak harus merombak 50 persen materi pemain yang ada sekarang," katanya menambahkan tidak tertutup kemungkinan pelatih bersama ofisial lainnya bernasib serupa.
Dengan anggaran hibah dari APBD ke KONI Medan sejumlah Rp6 miliar nantinya akan digunakan untuk mencari pemain yang lebih berkualitas. Di samping itu, manajemen akan lebih teliti dalam perekrutan pemain.
Pelatih Suimin Dihardja sendiri mengakui, anak-anak didiknya sudah berjuang keras dan bermain baik melawan Semen Padang, namun faktor luck tidak berpihak pada Ayam Kinantan termasuk peluang penalti yang seharusnya diterima pupus setelah wasit Mulyadi (Bogor) menganggap pelanggaran terhadap Tri Yudha Handoko oleh Gusrifen Effendi bukan satu kesalahan.
Hasil seri 0-0 ini membuat posisi PSMS di berada urutan ketujuh dengan nilai 13 dari tiga kali menang, empat seri dan tiga kali kalah. Semen Padang sendiri makin kokoh di puncak dengan nilai 20
Kegagalan memetik kemenangan dari pasukan Arcan Iurie itu melengkapi derita Ayam Kinantan setelah sebelumnya gagal di dua laga away terakhir di Tangerang dan Bogor pekan lalu.
Target menggapai nilai 18 di putaran pertama ini membuat peluang PSMS ke putaran delapan besar semakin berat, karena di putaran kedua nanti minimal harus mengumpulkan 28 poin dari lima partai tandang di Lubukpakam menghadapi PSDS, Padang (Semen Padang), Banda Aceh (Persiraja), Bireuen (PSSB) dan Sigli (PSAP).
Menyadari beratnya perjuangan itu, Manajer Tim PSMS Medan Drs Hendra DS tidak segan-segan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim. "Manajemen paling tidak harus merombak 50 persen materi pemain yang ada sekarang," katanya menambahkan tidak tertutup kemungkinan pelatih bersama ofisial lainnya bernasib serupa.
Dengan anggaran hibah dari APBD ke KONI Medan sejumlah Rp6 miliar nantinya akan digunakan untuk mencari pemain yang lebih berkualitas. Di samping itu, manajemen akan lebih teliti dalam perekrutan pemain.
Pelatih Suimin Dihardja sendiri mengakui, anak-anak didiknya sudah berjuang keras dan bermain baik melawan Semen Padang, namun faktor luck tidak berpihak pada Ayam Kinantan termasuk peluang penalti yang seharusnya diterima pupus setelah wasit Mulyadi (Bogor) menganggap pelanggaran terhadap Tri Yudha Handoko oleh Gusrifen Effendi bukan satu kesalahan.
Hasil seri 0-0 ini membuat posisi PSMS di berada urutan ketujuh dengan nilai 13 dari tiga kali menang, empat seri dan tiga kali kalah. Semen Padang sendiri makin kokoh di puncak dengan nilai 20
Siap All Out
PSMS wajib melupakan kesialan dalam dua laga terakhir. Ya, memori dua laga tandang tanpa poin – yang didapat melalui jalan yang kontroversi – tak boleh menjadi penghalang dan beban untuk meraih tiga poin. Ayam Kinantan wajib all out kala menjamu Semen Padang sore ini, Selasa (12/1), di Stadion Teladan Medan.
Apalagi, sua Semen Padang ini merupakan laga pamungkas PSMS di putaran pertama Divisi Utama wilayah 1. Tiga poin yang ditargetkan harus diraih untuk modal memasuki putaran 2 dan berujung lolos ke Indonesia Super League.
Dengan dasar ini, arsitek PSMS Suimin Diharja telah memberi instruksi kepada anak asuhnya agar tampil all out ketika melawan Semen Padang. Masalahnya, pertemuan kedua tim ini ibarat langit dan bumi. Semen Padang, datang dengan motivasi tinggi mencuri angka di Medan. Pun skuad yang dipunyai lebih mumpuni dibanding dengan yang dipunya PSMS.
Belum lagi menilik perolehan poin sementara. Saat ini Semen Padang menjadi raja dengan memuncaki klasemen sementara wilayah I dengan raihan 19 angka hasil dari enam menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Sedangkan PSMS, masih berkutat di peringkat enam dengan torehan 12 angka hasil dari tiga menang, tiga imbang dan tiga kalah.
Berkaca dari data dan fakta sementara tersebut, PSMS memang jelas kalah segala-galanya. Namun, kalau melihat sejarah pertemuan kedua tim, PSMS masih boleh sedikit berbangga hati. Pasalnya, sepanjang perjalanan kedua tim di Divisi Utama dahulu, tercatat keduanya telah bertemu 10 kali. Termasuk dua kali laga di ajang Copa Indonesia. Menarik, PSMS lebih digdaya dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Paten-nya lagi, kemenangan PSMS atas Semen Padang dahulu tak selalu diraih di kandang sendiri.
Tak berlebihan, tentu, jika sedikit membandingkan. Setidaknya, pihak Semen Padang mengakui akan hal itu. Saat jumpa pers kemarin sore di Stadion Kebun Bunga, pihak Semen Padang yang diwakili asisten pelatih Nil Maizar mengatakan kalau PSMS tetaplah tim yang masih punya nama besar. “PSMS itu ikon Sumatera! Nama besar itu masih melekat hingga kini. Namun begitu, kami tetap akan berupaya meraih poin di sini,” terang Nil.
Untuk meredam ambisi PSMS meraih poin penuh di kandang sendiri, Nil pun menjelaskan kalau pihaknya tak akan banyak mengubah taktik dan strategi. “PSMS bagus. Saya kenal betul klub ini selalu punya fighting spirit yang meledak-ledak, apalagi main di kandang. Tapi, kami rasa tidak ada persiapan khusus. Biasa-biasa saja,” lanjut Nil.
Walau demikian, pihak PSMS tetap akan waspada ekstra tinggi. Suimin bilang pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menang. Kerangka dan simulasi pun sudah diterapkan. “Benar kita kalah segala-galanya atas Semen Padang musim ini. Tapi kami tak akan menyerah sebelum bertanding. Semangat Medan akan dipertontonkan,” beber Suimin.
Sayang, kubu PSMS tampaknya masih tak akan diperkuat seluruh pilarnya. Dua pemain belakang, Ahmad Maulana dan kapten tim Slamet Riyadi dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Edu Juanda masih dibekap cedera tulang kering, sehingga dipastikan juga bakal absen.
Sedangkan kubu Semen Padang, tampil lebih sempurna. Hampir pemain utamanya bisa diturunkan. Yang absen hanya Marcio Sauza striker asal Brasil yang musim lalu memperkuat Persela Lamongan
Apalagi, sua Semen Padang ini merupakan laga pamungkas PSMS di putaran pertama Divisi Utama wilayah 1. Tiga poin yang ditargetkan harus diraih untuk modal memasuki putaran 2 dan berujung lolos ke Indonesia Super League.
Dengan dasar ini, arsitek PSMS Suimin Diharja telah memberi instruksi kepada anak asuhnya agar tampil all out ketika melawan Semen Padang. Masalahnya, pertemuan kedua tim ini ibarat langit dan bumi. Semen Padang, datang dengan motivasi tinggi mencuri angka di Medan. Pun skuad yang dipunyai lebih mumpuni dibanding dengan yang dipunya PSMS.
Belum lagi menilik perolehan poin sementara. Saat ini Semen Padang menjadi raja dengan memuncaki klasemen sementara wilayah I dengan raihan 19 angka hasil dari enam menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Sedangkan PSMS, masih berkutat di peringkat enam dengan torehan 12 angka hasil dari tiga menang, tiga imbang dan tiga kalah.
Berkaca dari data dan fakta sementara tersebut, PSMS memang jelas kalah segala-galanya. Namun, kalau melihat sejarah pertemuan kedua tim, PSMS masih boleh sedikit berbangga hati. Pasalnya, sepanjang perjalanan kedua tim di Divisi Utama dahulu, tercatat keduanya telah bertemu 10 kali. Termasuk dua kali laga di ajang Copa Indonesia. Menarik, PSMS lebih digdaya dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Paten-nya lagi, kemenangan PSMS atas Semen Padang dahulu tak selalu diraih di kandang sendiri.
Tak berlebihan, tentu, jika sedikit membandingkan. Setidaknya, pihak Semen Padang mengakui akan hal itu. Saat jumpa pers kemarin sore di Stadion Kebun Bunga, pihak Semen Padang yang diwakili asisten pelatih Nil Maizar mengatakan kalau PSMS tetaplah tim yang masih punya nama besar. “PSMS itu ikon Sumatera! Nama besar itu masih melekat hingga kini. Namun begitu, kami tetap akan berupaya meraih poin di sini,” terang Nil.
Untuk meredam ambisi PSMS meraih poin penuh di kandang sendiri, Nil pun menjelaskan kalau pihaknya tak akan banyak mengubah taktik dan strategi. “PSMS bagus. Saya kenal betul klub ini selalu punya fighting spirit yang meledak-ledak, apalagi main di kandang. Tapi, kami rasa tidak ada persiapan khusus. Biasa-biasa saja,” lanjut Nil.
Walau demikian, pihak PSMS tetap akan waspada ekstra tinggi. Suimin bilang pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menang. Kerangka dan simulasi pun sudah diterapkan. “Benar kita kalah segala-galanya atas Semen Padang musim ini. Tapi kami tak akan menyerah sebelum bertanding. Semangat Medan akan dipertontonkan,” beber Suimin.
Sayang, kubu PSMS tampaknya masih tak akan diperkuat seluruh pilarnya. Dua pemain belakang, Ahmad Maulana dan kapten tim Slamet Riyadi dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Edu Juanda masih dibekap cedera tulang kering, sehingga dipastikan juga bakal absen.
Sedangkan kubu Semen Padang, tampil lebih sempurna. Hampir pemain utamanya bisa diturunkan. Yang absen hanya Marcio Sauza striker asal Brasil yang musim lalu memperkuat Persela Lamongan
Semuaya harus di evaluasi
JAUH hari sebelum melakoni laga terakhirnya di putaran pertama ini, perangkat tim PSMS telah mendapatkan kabar harus segera dievaluasi. Tak hanya evaluasi, ancaman bakal terjadi pendepakan pemain pun diwacanakan.
Tentu saja tak fair kalau hanya tim yang mendapatkan sorotan yang begitu tajam. Beberapa elemen di kubu PSMS juga harus mendapatkan perhatian serupa, demi kebaikan PSMS.
Untuk urusan satu ini, barisan pendukung PSMS dari bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan berharap, agar pengurus dan panitia pelaksana pertandingan juga instropeksi diri.
“Kurang fair rasanya kalau hanya tim yang disoroti habis-habisan. Sementara pengurus tak ada yang mengevaluasi. Sementara kami amati banyak pengurus yang tak jelas apa kerjanya,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK kepada Sumut Pos kemarin.
Kemudian, terkait rencana manajemen untuk melakukan bongkar pasang skuad di menatap putaran kedua nanti, SMeCK menyatakan mendukung. “Oke kalau skuad dievaluasi, karena memang masih tak sesuai dengan peta persaingan di divisi utama. Kami tunggu janji manajemen akan hal ini. Tapi ingat, kami juga berharap adanya perbaikan dari pengurus,” sambung Nata yang masih tercatat sebagai mahasiswa ITM itu.
Hal ini ternyata juga telah disadari oleh beberapa pengurus. Freddy Hutabarat misalnya. Pegawai Bank Sumut yang aktif sebagai pengurus bidang kompetisi, dan duduk sebagai wakil ketua Panpel pertandingan PSMS itu, juga menginginkan adanya perubahan di pihak pengurus.
Freddy bahkan miris melihat kondisi tim PSMS, yang sejauh ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian. “Tanpa menyalahkan siapapun karena kita adalah tim. Maka itu, saya berharap ada perubahan sikap di kepengurusan. Saya pun merasa bahwa tim tak mendapatkan perhatian yang baik dari pengurus. Ini kami ubah bersama,” beber Freddy.
Bahkan Freddy menantang agar pengurus yang tak berkonstribusi nyata agar mundur dari jabatannya. “Bukan apa-apa, kalau mau sama-sama kerja marilah bersama-sama. Kalau tidak, mari sama-sama mundur,” koarnya.
Melihat hal itu, Agus Suriono sekretaris PSMS menyatakan bahwa pihaknya memang sudah merencanakan menggelar evaluasi. “Untuk evaluasi, kita akan gelar menyeluruh. Termasuk pengurus dan Panpel,” katanya
Tentu saja tak fair kalau hanya tim yang mendapatkan sorotan yang begitu tajam. Beberapa elemen di kubu PSMS juga harus mendapatkan perhatian serupa, demi kebaikan PSMS.
Untuk urusan satu ini, barisan pendukung PSMS dari bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan berharap, agar pengurus dan panitia pelaksana pertandingan juga instropeksi diri.
“Kurang fair rasanya kalau hanya tim yang disoroti habis-habisan. Sementara pengurus tak ada yang mengevaluasi. Sementara kami amati banyak pengurus yang tak jelas apa kerjanya,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK kepada Sumut Pos kemarin.
Kemudian, terkait rencana manajemen untuk melakukan bongkar pasang skuad di menatap putaran kedua nanti, SMeCK menyatakan mendukung. “Oke kalau skuad dievaluasi, karena memang masih tak sesuai dengan peta persaingan di divisi utama. Kami tunggu janji manajemen akan hal ini. Tapi ingat, kami juga berharap adanya perbaikan dari pengurus,” sambung Nata yang masih tercatat sebagai mahasiswa ITM itu.
Hal ini ternyata juga telah disadari oleh beberapa pengurus. Freddy Hutabarat misalnya. Pegawai Bank Sumut yang aktif sebagai pengurus bidang kompetisi, dan duduk sebagai wakil ketua Panpel pertandingan PSMS itu, juga menginginkan adanya perubahan di pihak pengurus.
Freddy bahkan miris melihat kondisi tim PSMS, yang sejauh ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian. “Tanpa menyalahkan siapapun karena kita adalah tim. Maka itu, saya berharap ada perubahan sikap di kepengurusan. Saya pun merasa bahwa tim tak mendapatkan perhatian yang baik dari pengurus. Ini kami ubah bersama,” beber Freddy.
Bahkan Freddy menantang agar pengurus yang tak berkonstribusi nyata agar mundur dari jabatannya. “Bukan apa-apa, kalau mau sama-sama kerja marilah bersama-sama. Kalau tidak, mari sama-sama mundur,” koarnya.
Melihat hal itu, Agus Suriono sekretaris PSMS menyatakan bahwa pihaknya memang sudah merencanakan menggelar evaluasi. “Untuk evaluasi, kita akan gelar menyeluruh. Termasuk pengurus dan Panpel,” katanya
Saha Harus Bikin Gol
TAK bisa dipungkiri, kinerja Osas Saha legiun impor PSMS makin hari makin menunjukkan tanda-tanda penurunan. Tak seperti laga-laga awal bersama PSMS, Saha terlihat begitu trengginas di depan gawang lawan.
Belakangan, grafik performa Saha memang merosot tajam. Kurang begitu jelas apa faktor yang dialami pemain asal Nigeria ini. Meski begitu, Saha masih akan diberikan kepercayaan untuk tampil ketika melawan Semen Padang.
Menyoroti penampilan anak asuhnya itu, Suimin menegaskan kalau dia akan berbicara terlebih dahulu kepada pemain bernomor punggung 10 itu. Kalau penampilan Saha sampai kembali menunjukkan tanda-tanda tak membaik, manajemen kabarnya siap mendepak mantan pemain PSDS satu ini.
“Benar Saha mengalami kemerosotan performa. Tapi dia tetap menjadi rencana dalam line up kontra Semen Padang. Inilah kesempatan terakhirnya membuktikan kalau dia masih layak berkostum Kinantan,” terang Suimin.
Saat membela PSDS musim lalu, striker berambut gimbal itu tampil cukup apik. 18 gol dikemasnya bersama tim berjuluk Traktor Kuning tersebut. Keganasannya sempat ditunjukkan ketika dia menjalani seleksi di PSMS. Bahkan, pemain berusia 23 tahun itu mengalahkan pesaingnya sesama pemain asing Adolfo Sauza dalam seleksi. Dari pihak manajemen sendiri sudah menyatakan kekecewaannya dengan penampilan Saha. Benny Tomasoa, asisten manajer, berharap agar Saha mampu kembali ke performa terbaiknya. Kalau tidak, Benny mengusulkan agar Saha didepak
Belakangan, grafik performa Saha memang merosot tajam. Kurang begitu jelas apa faktor yang dialami pemain asal Nigeria ini. Meski begitu, Saha masih akan diberikan kepercayaan untuk tampil ketika melawan Semen Padang.
Menyoroti penampilan anak asuhnya itu, Suimin menegaskan kalau dia akan berbicara terlebih dahulu kepada pemain bernomor punggung 10 itu. Kalau penampilan Saha sampai kembali menunjukkan tanda-tanda tak membaik, manajemen kabarnya siap mendepak mantan pemain PSDS satu ini.
“Benar Saha mengalami kemerosotan performa. Tapi dia tetap menjadi rencana dalam line up kontra Semen Padang. Inilah kesempatan terakhirnya membuktikan kalau dia masih layak berkostum Kinantan,” terang Suimin.
Saat membela PSDS musim lalu, striker berambut gimbal itu tampil cukup apik. 18 gol dikemasnya bersama tim berjuluk Traktor Kuning tersebut. Keganasannya sempat ditunjukkan ketika dia menjalani seleksi di PSMS. Bahkan, pemain berusia 23 tahun itu mengalahkan pesaingnya sesama pemain asing Adolfo Sauza dalam seleksi. Dari pihak manajemen sendiri sudah menyatakan kekecewaannya dengan penampilan Saha. Benny Tomasoa, asisten manajer, berharap agar Saha mampu kembali ke performa terbaiknya. Kalau tidak, Benny mengusulkan agar Saha didepak
Tuesday, January 12, 2010
Pembuktian
Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.
Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.
“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.
Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.
Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.
“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.
Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.
Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL
Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.
“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.
Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.
Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.
“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.
Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.
Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL
Rachmat Affandi Ingin Pulang
RENCANA perombakan skuad PSMS menatap putaran kedua nanti, ternyata mulai terendus ke berbagai klub di tanah air. Termasuk klub Indonesia Super League (ISL). Mendengar kabar tersebut, Rachmat Affandi striker Arema Malang yang musim lalu sempat memperkuat PSMS, menyatakan ketertartikannya bergabung kembali ke PSMS.
Terlebih selama berkostum Arema, Rachmat jarang mendapatkan tempat karena harus bersaing dengan striker asing asal Singapura Moh Alam milik Arema. Padahal, Rachmat termasuk striker haus gol yang cukup tajam.
Pemain berusia 25 tahun yang dibesarkan Pelita Jaya itu, sempat mencetak tak kurang 9 gol bersama PSMS musim lalu. Jumlah itu termasuk yang disarangkannya di kancah AFC Cup yang diikuti PSMS musim lalu.
Karena tak mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Arema-lah Rachmat ingin kembali ke PSMS agar punya kesempatan tampil lebih banyak dan tentu saja mencetak banyak gol. “Saya sebenarnya terikat kontrak satu tahun bersama Arema. Tapi saya ingin juga kembali main untuk PSMS asalkan urusan kontrak diurus oleh manajemen PSMS dan Arema,” kata Rachmat.
Bagi Rachmat, yang terpenting baginya adalah pengembangan karir. Dia tak ingin berada di klub besar yang walaupun berada di ISL, tapi jarang mendapatkan kesempatan tampil. “Yang penting adalah karir. Saya tak ingin hanya duduk di bangku cadangan, karena hanya akan menumpulkan permainan saya. Biar berada di klub dengan kasta kompetisi rendah, asalkan jam terbang saya terjaga dan bertambah,” tambahnya.
Dikonfirmasikan kepada Hendra DS manajer PSMS, dikatakan bahwa perekrutan pemain lokal tetap akan jadi priorotas. Termasuk juga mendatangkan Rachmat Affandi. “Setelah menggelar evaluasi, saya akan ajukan penambahan pemain. Dan siapa saja yang bakal direkrut akan dibicarakan bersama,” katanya.
Terlebih selama berkostum Arema, Rachmat jarang mendapatkan tempat karena harus bersaing dengan striker asing asal Singapura Moh Alam milik Arema. Padahal, Rachmat termasuk striker haus gol yang cukup tajam.
Pemain berusia 25 tahun yang dibesarkan Pelita Jaya itu, sempat mencetak tak kurang 9 gol bersama PSMS musim lalu. Jumlah itu termasuk yang disarangkannya di kancah AFC Cup yang diikuti PSMS musim lalu.
Karena tak mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Arema-lah Rachmat ingin kembali ke PSMS agar punya kesempatan tampil lebih banyak dan tentu saja mencetak banyak gol. “Saya sebenarnya terikat kontrak satu tahun bersama Arema. Tapi saya ingin juga kembali main untuk PSMS asalkan urusan kontrak diurus oleh manajemen PSMS dan Arema,” kata Rachmat.
Bagi Rachmat, yang terpenting baginya adalah pengembangan karir. Dia tak ingin berada di klub besar yang walaupun berada di ISL, tapi jarang mendapatkan kesempatan tampil. “Yang penting adalah karir. Saya tak ingin hanya duduk di bangku cadangan, karena hanya akan menumpulkan permainan saya. Biar berada di klub dengan kasta kompetisi rendah, asalkan jam terbang saya terjaga dan bertambah,” tambahnya.
Dikonfirmasikan kepada Hendra DS manajer PSMS, dikatakan bahwa perekrutan pemain lokal tetap akan jadi priorotas. Termasuk juga mendatangkan Rachmat Affandi. “Setelah menggelar evaluasi, saya akan ajukan penambahan pemain. Dan siapa saja yang bakal direkrut akan dibicarakan bersama,” katanya.
Modal Besar Hadapi Semen Padang
MATERI pemain yang dimiliki Semen Padang, memang lebih berkelas dari pada skuad yang dimiliki PSMS. Maka itu, untuk mengandaskan perlawanan klub asuhan Arcan Euri itu bukan perkara mudah. Walaupun, main di kandang sendiri.
Namun kalau menilik fakta, pertemuan kedua klub sebenarnya lebih banyak dimenangi PSMS. Dalam 10 pertemuan terakhir baik di ajang Divisi Utama dan Copa Dji Sam Soe sejak tahun 2004, PSMS tercatat tujuh kali menang, sekali seri dan hanya dua kali kalah.
Menilik sejarah tentu saja tak ada salahnya. Pertemuan pertama kedua tim di Divisi Utama terjadi pada 20 Januari 2004. Saat itu PSMS melawat ke markas Semen Padang, namun berhasil menang 1-3. Pada Divisi Utama 2005, PSMS kalah tipis 1-0 ketika laga digelar di kandang Semen Padang. Setahun berikutnya, PSMS juga kalah di kandang Semen Padang dengan skor 2-0.
Selebihnya, PSMS tak terkalahkan termasuk pada pertemuan terakhir kedua tim di Divisi Utama pada 28 November 2007. Saat itu PSMS menang 2-0 di Stadion Teladan.
Kini, materi pemain Semen Padang tampaknya lebih baik dari PSMS. Namun semangat berdasarkan sejarah yang lebih baik, membuat kubu PSMS yakin bisa mendulang angka penuh. “Mau tak mau kita memang harus meraih tiga angka. Apalagi digelar di kandang sendiri,” kata Suimin Diharja arsitek tim.
Kabar baiknya, kubu Semen Padang bakalan tak diperkuat legiun impornya asal Brazil Marcio Sauza yang musim lalu berkostum Persela. Marcio dipastikan absen karena menerima kartu merah saat Semen Padang menang 2-1 kontra Persita. Hal ini tentu saja sedikit melegakan karena sebaliknya PSMS, bakal diperkuat seluruh skuadnya. Termasuk Nyeck Nyobe yang telah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning
Namun kalau menilik fakta, pertemuan kedua klub sebenarnya lebih banyak dimenangi PSMS. Dalam 10 pertemuan terakhir baik di ajang Divisi Utama dan Copa Dji Sam Soe sejak tahun 2004, PSMS tercatat tujuh kali menang, sekali seri dan hanya dua kali kalah.
Menilik sejarah tentu saja tak ada salahnya. Pertemuan pertama kedua tim di Divisi Utama terjadi pada 20 Januari 2004. Saat itu PSMS melawat ke markas Semen Padang, namun berhasil menang 1-3. Pada Divisi Utama 2005, PSMS kalah tipis 1-0 ketika laga digelar di kandang Semen Padang. Setahun berikutnya, PSMS juga kalah di kandang Semen Padang dengan skor 2-0.
Selebihnya, PSMS tak terkalahkan termasuk pada pertemuan terakhir kedua tim di Divisi Utama pada 28 November 2007. Saat itu PSMS menang 2-0 di Stadion Teladan.
Kini, materi pemain Semen Padang tampaknya lebih baik dari PSMS. Namun semangat berdasarkan sejarah yang lebih baik, membuat kubu PSMS yakin bisa mendulang angka penuh. “Mau tak mau kita memang harus meraih tiga angka. Apalagi digelar di kandang sendiri,” kata Suimin Diharja arsitek tim.
Kabar baiknya, kubu Semen Padang bakalan tak diperkuat legiun impornya asal Brazil Marcio Sauza yang musim lalu berkostum Persela. Marcio dipastikan absen karena menerima kartu merah saat Semen Padang menang 2-1 kontra Persita. Hal ini tentu saja sedikit melegakan karena sebaliknya PSMS, bakal diperkuat seluruh skuadnya. Termasuk Nyeck Nyobe yang telah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning
Laga Lawan Semen Padang Jadi Pembuktian Pemain PSMS
Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.
Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.
“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.
Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.
Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.
“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.
Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.
Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL
Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.
“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.
Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.
Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.
“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.
Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.
Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL
Persela Berniat Perpanjang Pinjaman Duo PSMS
Persela Lamongan menolak untuk melepas duo bek yang dipinjam dari PSMS Medan, Aun Carbini dan Fadli Hariri. Padahal, dua bek ini sangat diidam-idamkan untuk bisa kembali ke Medan. Bahkan, Laskar Joko Tingkir ingin meminjam lagi dua pemain ini untuk musim depan.
Ketua Tim Pembentukan yang juga bendahara Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, pihaknya menolak untuk memberikan Aun dan Fadli ke PSMS meski keduanya berstatus pinjaman. Sebab, kedua pemain itu masih dibutuhkan oleh Persebaya hingga akhir musim nanti.
Ia menejelaskan, dua pemain ini memang masih terikat kontrak dengan PT Topas Gopas. Namun tenggang waktu peminjaman adalah satu musim. 'Setelah itu baru kami kembalikan atau kami pinjam lagi. Tapi untuk sekarang tenaganya masih diperlukan di Persela," kata Yuhronur, Senin (11/1/2010).
Persela memang bertekad tidak akan melakukan perubahan di lini tengah. Sebab sejauh ini lini belakang mereka jadi salah satu yang terbaik dari jajaran tim Jawa Timur yang berlaga di Superliga. Dari 12 kali tanding, mereka hanya kebobolan 8 gol. Mereka terpaut empat gol dari Arema Malang yang menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Superliga musim ini.
"Kalau ada evaluasi, paling itu lini tenhah atau lini depan. Sebab kita sangat sedikit cetak gol. Untuk lini belakang kita masih jadi salah satu yang terbaik hingga kini," lanjutnya.
Penampilan Aus dan Fadli musim ini memang tak terlalu mencolok. Mereka lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi ban serep kapten Persela, Fabiano da Rosa. Padahal musim lalu peran keduanya di PSMS sangat sentral. Meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, tapi setidaknya dua pemain ini layak disebut sebagai pemain masa depan Indonesia.
"Jika Fabiano absen, tidak ada lagi pemain yang bisa mengantikan selain Aun. Termasuk juga Hariri. Meski keduanya lebih banyak di bangku cadangan bukan berarti tidak bagus," ucap arsitek Persela, Widodo C Putra
Ketua Tim Pembentukan yang juga bendahara Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, pihaknya menolak untuk memberikan Aun dan Fadli ke PSMS meski keduanya berstatus pinjaman. Sebab, kedua pemain itu masih dibutuhkan oleh Persebaya hingga akhir musim nanti.
Ia menejelaskan, dua pemain ini memang masih terikat kontrak dengan PT Topas Gopas. Namun tenggang waktu peminjaman adalah satu musim. 'Setelah itu baru kami kembalikan atau kami pinjam lagi. Tapi untuk sekarang tenaganya masih diperlukan di Persela," kata Yuhronur, Senin (11/1/2010).
Persela memang bertekad tidak akan melakukan perubahan di lini tengah. Sebab sejauh ini lini belakang mereka jadi salah satu yang terbaik dari jajaran tim Jawa Timur yang berlaga di Superliga. Dari 12 kali tanding, mereka hanya kebobolan 8 gol. Mereka terpaut empat gol dari Arema Malang yang menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Superliga musim ini.
"Kalau ada evaluasi, paling itu lini tenhah atau lini depan. Sebab kita sangat sedikit cetak gol. Untuk lini belakang kita masih jadi salah satu yang terbaik hingga kini," lanjutnya.
Penampilan Aus dan Fadli musim ini memang tak terlalu mencolok. Mereka lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi ban serep kapten Persela, Fabiano da Rosa. Padahal musim lalu peran keduanya di PSMS sangat sentral. Meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, tapi setidaknya dua pemain ini layak disebut sebagai pemain masa depan Indonesia.
"Jika Fabiano absen, tidak ada lagi pemain yang bisa mengantikan selain Aun. Termasuk juga Hariri. Meski keduanya lebih banyak di bangku cadangan bukan berarti tidak bagus," ucap arsitek Persela, Widodo C Putra
Monday, January 11, 2010
PSMS rapatkan barisan
Pelatih Suimin Dihardja menegaskan skuad PSMS Medan harus segera merapatkan barisan untuk menghadapi juara grup I putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Semen Padang, di Stadion Teladan Medan, Selasa (12/1) nanti.
Kekalahan menyakitkan di laga away terakhir di Tangerang dan Bogor harus dilupakan. Namun, pelatih kampung itu meminta seluruh barisan Ayam Kinantan harus padu mengakhiri paruh musim ini dengan manis.
Walaupun secara pribadi kecewa karena tak mampu mencapai target meraih 18 poin, Suimin menilai tim sudah berbuat maksimal sesuai kemampuan yang dimilikinya. “Inilah perjuangan anak-anak. Kami sudah berjuang dengan maksimal. Di putaran kedua, kami akan lakukan yang lebih baik lagi,” katanya.
Memang, sejauh ini PSMS baru mengumpulkan 12 dari 18 poin yang ditargetkan. Berdasarkan fakta dan statistik, raihan 12 poin tak terlalu berlebihan, terlebih kalau akhirnya M Affan Lubis cs berhasil meraih tiga angka dari Semen Padang.
Kalau itu tercapai, artinya PSMS hanya kehilangan tiga poin dari target semula. “Maka itu, saya berharap pecinta PSMS memiliki satu suara untuk meraih tiga angka ketika melawan Semen Padang, apalagi kita main di kandang,” tambahnya.
Untuk memenuhi target itu, tampaknya peluang besar berpihak kepada PSMS. Hal itu dikarenakan faktor cedera pemain yang mulai berkurang plus hukuman akumulasi juga sudah terbebas dari Deni Wahyudi dan Nyeck Nyobem, namun sebaliknya kapten Selamet Riyadi terpaksa absen karena akumulasi kartu.
Semen Padang sendiri dipastikan tak diperkuat striker asingnya yang musim lalu membela Persela Lamongan, Marcio Souza. Melawan Persita, Jumat lalu, Marcio terkena kartu merah.
“Itu kabar baiknya. Semoga anak-anak bisa memaksimalkan laga terakhirnya di kandang sendiri. Motivasi pasti berlipat, karena itu laga terakhir di putaran pertama,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.
Di samping itu, laga pamungkas ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk skuad agar membuktikan kontibusi maksimalnya. Pasalnya, manajemen sudah mengutarakan akan merombak hampir 50 persen skuad untuk menatap putaran kedua nanti
Kekalahan menyakitkan di laga away terakhir di Tangerang dan Bogor harus dilupakan. Namun, pelatih kampung itu meminta seluruh barisan Ayam Kinantan harus padu mengakhiri paruh musim ini dengan manis.
Walaupun secara pribadi kecewa karena tak mampu mencapai target meraih 18 poin, Suimin menilai tim sudah berbuat maksimal sesuai kemampuan yang dimilikinya. “Inilah perjuangan anak-anak. Kami sudah berjuang dengan maksimal. Di putaran kedua, kami akan lakukan yang lebih baik lagi,” katanya.
Memang, sejauh ini PSMS baru mengumpulkan 12 dari 18 poin yang ditargetkan. Berdasarkan fakta dan statistik, raihan 12 poin tak terlalu berlebihan, terlebih kalau akhirnya M Affan Lubis cs berhasil meraih tiga angka dari Semen Padang.
Kalau itu tercapai, artinya PSMS hanya kehilangan tiga poin dari target semula. “Maka itu, saya berharap pecinta PSMS memiliki satu suara untuk meraih tiga angka ketika melawan Semen Padang, apalagi kita main di kandang,” tambahnya.
Untuk memenuhi target itu, tampaknya peluang besar berpihak kepada PSMS. Hal itu dikarenakan faktor cedera pemain yang mulai berkurang plus hukuman akumulasi juga sudah terbebas dari Deni Wahyudi dan Nyeck Nyobem, namun sebaliknya kapten Selamet Riyadi terpaksa absen karena akumulasi kartu.
Semen Padang sendiri dipastikan tak diperkuat striker asingnya yang musim lalu membela Persela Lamongan, Marcio Souza. Melawan Persita, Jumat lalu, Marcio terkena kartu merah.
“Itu kabar baiknya. Semoga anak-anak bisa memaksimalkan laga terakhirnya di kandang sendiri. Motivasi pasti berlipat, karena itu laga terakhir di putaran pertama,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.
Di samping itu, laga pamungkas ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk skuad agar membuktikan kontibusi maksimalnya. Pasalnya, manajemen sudah mengutarakan akan merombak hampir 50 persen skuad untuk menatap putaran kedua nanti
Performa Saha menurun
Performa striker impor PSMS Medan, Ikpefua Osas Marvellous Saha, belakangan ini mulai menunjukkan grafik menurun khususnya di pertandingan terakhir saat membela PSMS menghadapi Persikabo Bogor.
Puncaknya ketika bermain sejak awal melawan Persikabo. Tak satu pun peluang yang berhasil diciptakannya sebagai seorang striker. Alhasil, Suimin menilai pemain asal Nigeria itu tak ayalnya layak pemain lokal.
Bahkan ketika seluruh pemain banting tulang pada laga kontra Persikabo lalu, Saha terlihat kurang memperlihatkan semangat juang yang diharapkan darinya. Berbeda ketika Saha bermain pada debutnya kontra Persipasi Bekasi lalu di mana terlihat kelasnya sebagai striker tajam. Namun pasca cedera di laga itu, Saha seperti kehilangan hampir 40 persen kemampuannya.
“Kita akan berikan kesempatan untuk Saha. Saya masih yakin dia bisa berbuat banyak, tapi itu tergantung sang pemain. Sejauh ini, saya nilai kualitasnya tak ayal seperti pemain lokal dan karenanya dia harus meningkatkan kemampuannya,” komentar Suimin.
Sementara itu, niat manajemen mendatangkan pemain baru pada putaran kedua mendatang kian serius. Beberapa pemain sudah dihubungi dan salah satu yang tengah didekati selain Aun Carbiny dan Fadli Hariri, adalah Harry Syahputra yang notabene mantan bek PSSI semasa pelatih Ivan Kolev.
Untuk lini depan, sejauh ini belum tergambar siapa yang akan dipinang, namun Suimin lebih menginginkan striker asing. Kalaupun pemain lokal yang direkrut, Suimin berharap Saktiawan Sinaga yang mengisi lini depan PSMS. “Kalau lokal bisa, saya berharap Saktiawan. Tapi apa dia mau?,” tanya Suimin.
Menyoal hal ini, tampaknya manajemen perlu mempertimbangkan untuk segera melobi pihak Persik Kediri yang merupakan klub tempat Sakti bernaung sekarang ini
Puncaknya ketika bermain sejak awal melawan Persikabo. Tak satu pun peluang yang berhasil diciptakannya sebagai seorang striker. Alhasil, Suimin menilai pemain asal Nigeria itu tak ayalnya layak pemain lokal.
Bahkan ketika seluruh pemain banting tulang pada laga kontra Persikabo lalu, Saha terlihat kurang memperlihatkan semangat juang yang diharapkan darinya. Berbeda ketika Saha bermain pada debutnya kontra Persipasi Bekasi lalu di mana terlihat kelasnya sebagai striker tajam. Namun pasca cedera di laga itu, Saha seperti kehilangan hampir 40 persen kemampuannya.
“Kita akan berikan kesempatan untuk Saha. Saya masih yakin dia bisa berbuat banyak, tapi itu tergantung sang pemain. Sejauh ini, saya nilai kualitasnya tak ayal seperti pemain lokal dan karenanya dia harus meningkatkan kemampuannya,” komentar Suimin.
Sementara itu, niat manajemen mendatangkan pemain baru pada putaran kedua mendatang kian serius. Beberapa pemain sudah dihubungi dan salah satu yang tengah didekati selain Aun Carbiny dan Fadli Hariri, adalah Harry Syahputra yang notabene mantan bek PSSI semasa pelatih Ivan Kolev.
Untuk lini depan, sejauh ini belum tergambar siapa yang akan dipinang, namun Suimin lebih menginginkan striker asing. Kalaupun pemain lokal yang direkrut, Suimin berharap Saktiawan Sinaga yang mengisi lini depan PSMS. “Kalau lokal bisa, saya berharap Saktiawan. Tapi apa dia mau?,” tanya Suimin.
Menyoal hal ini, tampaknya manajemen perlu mempertimbangkan untuk segera melobi pihak Persik Kediri yang merupakan klub tempat Sakti bernaung sekarang ini
Kontroversi
PSMS tak mampu mencuri poin saat bertandang ke kandang Persikabo. Pada laga yang digelar di Stadion Persikabo, Bogor, Jumat (8/1) itu, Ayam Kinantan menyerah dengan skor tipis 0-1.
Lucunya, gol tak pernah bersarang ke gawang PSMS. Namun wasit Puji Prasetyo yang pimpin laga itu menyatakan kalau tandukan Pagbe David pada menit ke-41’ sah telah masuk ke dalam gawang PSMS.
Tak pelak, keputusan itu menuai ketidakpuasaan kubu PSMS. Meskipun kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, namun ketika kekalahan itu terjadi karena hal tak sportif, tentu saja sulit diterima.
Gol kontroversial itu bermula ketika terjadi sedikit kemelut di daerah kotak penalti PSMS. Bola akhirnya berhasil dipindahkan oleh skuad Persikabo ke sisi kiri pertahanan PSMS, dan diumpan silang tepat ke arah gawang PSMS yang dikawal M Halim.
Dua pemain bertahan PSMS, Dodi Rahwana dan Heri Suwondo berada tepat di sebelah tiang gawang.
Ketika menyadari datang bola ke arah M Halim, lewat tandukan Pagbe David, dengan sigap Heri Suwondo menyundul bola sebelum bola lewati garis gawang.
Anehnya, wasit utama yang memimpin laga berada tak jauh dari gawang dan melihat kejadian itu, bahkan dia tak menyatakan kalau terjadi gol. Namun ketika melihat asisten wasit menyatakan gol, wasit utama pun menyatakan gol.
Melihat kondisi itu, PSMS tentu saja tak terima. Seluruh pemain menyatakan protes kepada asisten wasit. Tapi apa daya, gol telah ditetapkan.
Tak lama usai gol aneh itu terjadi, permainan pun mulai panas. Beberapa kali skuad PSMS tampil lebih keras dan tak kenal kompromi.
Setiap ada bola mendekat ke gawang, langsung dilibas tak ada ampun. Walhasil, dua pemain PSMS terkena kartu kuning. Mereka adalah Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.
Sebaliknya, tim tuan rumah juga bermain lebih emosional. Tak jarang beberapa pemain tim tuan rumah terlihat memukul pemain PSMS. Atas tingkah tak sportif itu, tiga pemain Persikabo diganjar kartu kuning. Masing-masing Mukmin, Julianhar Buyung, dan Roger Batoum.
Di babak kedua, penampilan PSMS masih coba berada dalam kontrol. Permainan masih berhasil diimbangi. Walaupun nyaris tak ada serangan ke gawang Persikabo.
Penguasaan bola bisa dibilang dimiliki oleh Persikabo. Faktor dukungan 10 ribu fans fanatik tim tuan rumah, membuat mental bermain Persikabo lebih dominan.
Namun, penampilan lini per lini skuad PSMS pun sebenarnya tak kalah baiknya. Tercatat, Persikabo punya lebih dari empat peluang emas. Namun karena kekompakan lini belakang PSMS, peluang itu tak berbuah jadi gol.
Di pengujung laga, PSMS mencoba mencuri gol. Permainan taktis yang cepat, cukup berhasil membuat barisan pertahanan Persikabo lengah.
Peluang emas yang dimiliki PSMS, tercipta pada menit ke-89. Saat itu Kamil Sembiring yang dimasukkan menggantikan Dodi Rahwana di menit 80, mendapatkan peluang di dalam kotak penalti.
Namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang lawan. Saat itu, ruang gerak Kamil memang sangat sempit karena dikawal tiga pemain belakang lawan. Hingga usai laga, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Persikabo.
Saat jumpa pers, pihak PSMS yang diwakili oleh asisten manajer Benny Tomasoa dan asisten pelatih Nimrot Manalu memaparkan kalau PSMS benar-benar kecewa. Menurut rencana, manajemen PSMS akan kembali mengadukan kinerja wasit ke Komisi Wasit PSSI.
“Hasil sudah kita terima. Namun kita akan menyatakan keberatan atas kinerja wasit. Kalau tidak dibenahi, sampai kapanpun sepak bola nasional tak akan maju,” koar Benny yang diamini Nimrot.
Sementara dari pihak Persikabo lewat pelatih Iwan Setiawan mengatakan bahwa dia puas dengan kemenangan yang diterima.
“Selanjutnya tinggal menatap laga terdekat. Kemenangan ini sangat berarti,” bebernya.
Lucunya, gol tak pernah bersarang ke gawang PSMS. Namun wasit Puji Prasetyo yang pimpin laga itu menyatakan kalau tandukan Pagbe David pada menit ke-41’ sah telah masuk ke dalam gawang PSMS.
Tak pelak, keputusan itu menuai ketidakpuasaan kubu PSMS. Meskipun kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, namun ketika kekalahan itu terjadi karena hal tak sportif, tentu saja sulit diterima.
Gol kontroversial itu bermula ketika terjadi sedikit kemelut di daerah kotak penalti PSMS. Bola akhirnya berhasil dipindahkan oleh skuad Persikabo ke sisi kiri pertahanan PSMS, dan diumpan silang tepat ke arah gawang PSMS yang dikawal M Halim.
Dua pemain bertahan PSMS, Dodi Rahwana dan Heri Suwondo berada tepat di sebelah tiang gawang.
Ketika menyadari datang bola ke arah M Halim, lewat tandukan Pagbe David, dengan sigap Heri Suwondo menyundul bola sebelum bola lewati garis gawang.
Anehnya, wasit utama yang memimpin laga berada tak jauh dari gawang dan melihat kejadian itu, bahkan dia tak menyatakan kalau terjadi gol. Namun ketika melihat asisten wasit menyatakan gol, wasit utama pun menyatakan gol.
Melihat kondisi itu, PSMS tentu saja tak terima. Seluruh pemain menyatakan protes kepada asisten wasit. Tapi apa daya, gol telah ditetapkan.
Tak lama usai gol aneh itu terjadi, permainan pun mulai panas. Beberapa kali skuad PSMS tampil lebih keras dan tak kenal kompromi.
Setiap ada bola mendekat ke gawang, langsung dilibas tak ada ampun. Walhasil, dua pemain PSMS terkena kartu kuning. Mereka adalah Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.
Sebaliknya, tim tuan rumah juga bermain lebih emosional. Tak jarang beberapa pemain tim tuan rumah terlihat memukul pemain PSMS. Atas tingkah tak sportif itu, tiga pemain Persikabo diganjar kartu kuning. Masing-masing Mukmin, Julianhar Buyung, dan Roger Batoum.
Di babak kedua, penampilan PSMS masih coba berada dalam kontrol. Permainan masih berhasil diimbangi. Walaupun nyaris tak ada serangan ke gawang Persikabo.
Penguasaan bola bisa dibilang dimiliki oleh Persikabo. Faktor dukungan 10 ribu fans fanatik tim tuan rumah, membuat mental bermain Persikabo lebih dominan.
Namun, penampilan lini per lini skuad PSMS pun sebenarnya tak kalah baiknya. Tercatat, Persikabo punya lebih dari empat peluang emas. Namun karena kekompakan lini belakang PSMS, peluang itu tak berbuah jadi gol.
Di pengujung laga, PSMS mencoba mencuri gol. Permainan taktis yang cepat, cukup berhasil membuat barisan pertahanan Persikabo lengah.
Peluang emas yang dimiliki PSMS, tercipta pada menit ke-89. Saat itu Kamil Sembiring yang dimasukkan menggantikan Dodi Rahwana di menit 80, mendapatkan peluang di dalam kotak penalti.
Namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang lawan. Saat itu, ruang gerak Kamil memang sangat sempit karena dikawal tiga pemain belakang lawan. Hingga usai laga, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Persikabo.
Saat jumpa pers, pihak PSMS yang diwakili oleh asisten manajer Benny Tomasoa dan asisten pelatih Nimrot Manalu memaparkan kalau PSMS benar-benar kecewa. Menurut rencana, manajemen PSMS akan kembali mengadukan kinerja wasit ke Komisi Wasit PSSI.
“Hasil sudah kita terima. Namun kita akan menyatakan keberatan atas kinerja wasit. Kalau tidak dibenahi, sampai kapanpun sepak bola nasional tak akan maju,” koar Benny yang diamini Nimrot.
Sementara dari pihak Persikabo lewat pelatih Iwan Setiawan mengatakan bahwa dia puas dengan kemenangan yang diterima.
“Selanjutnya tinggal menatap laga terdekat. Kemenangan ini sangat berarti,” bebernya.
Saturday, January 9, 2010
Aun, Fadli siap mudik
Untuk memuluskan langkah PSMS Medan menuju Liga Super Indonesia musim depan, manajemen berencana menambah lima pemain berkualitas dan dua di antaranya adalah dua pemain belakang, Fadli Hariri dan Aun Carbini.
Keduanya ketika dihubungi di Lamongan menyatakan, siap membela PSMS apabila manajemen Persela dan pihak PT Togos Gopas mengizinkannya. Rencana akan segera digelontorkannya dana hibah PSMS lewat APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan membuat manajemen lebih berani mengupayakan perburuan pemain.
Menurut Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS di Bogor, kurang maksimalnya hasil yang diperoleh Ayam Kinantan saat ini membuat pihaknya merasa perlu untuk mengupayakan perekrutan pemain baru.
“Kita akan ambil lima pemain untuk putaran kedua ini dan langsung lakukan setelah putaran pertama berakhir. Ini mengingat beberapa pemain yang ada tidak punya kontribusi yang memadai," ujarnya.
Selain Fadli dan Aun, Hendra enggan menyebutkan nama pemain-pemain lain namun ditegaskannya mereka adalah putra daerah Medan. "Yang jelas kita utamakan putra daerah. Kita harapkan mereka mau menerima tawaran kami," tukas mantan anggota DPRD Medan itu.
"Manajemen PSMS sudah menghubungi Aun dan Fadly, mereka bersedia danbilang bahwa urusan transfer dengan PT Togos Gopas diserahkan sepenuhnya kepada manajemen PSMS,” katanya
Keduanya ketika dihubungi di Lamongan menyatakan, siap membela PSMS apabila manajemen Persela dan pihak PT Togos Gopas mengizinkannya. Rencana akan segera digelontorkannya dana hibah PSMS lewat APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan membuat manajemen lebih berani mengupayakan perburuan pemain.
Menurut Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS di Bogor, kurang maksimalnya hasil yang diperoleh Ayam Kinantan saat ini membuat pihaknya merasa perlu untuk mengupayakan perekrutan pemain baru.
“Kita akan ambil lima pemain untuk putaran kedua ini dan langsung lakukan setelah putaran pertama berakhir. Ini mengingat beberapa pemain yang ada tidak punya kontribusi yang memadai," ujarnya.
Selain Fadli dan Aun, Hendra enggan menyebutkan nama pemain-pemain lain namun ditegaskannya mereka adalah putra daerah Medan. "Yang jelas kita utamakan putra daerah. Kita harapkan mereka mau menerima tawaran kami," tukas mantan anggota DPRD Medan itu.
"Manajemen PSMS sudah menghubungi Aun dan Fadly, mereka bersedia danbilang bahwa urusan transfer dengan PT Togos Gopas diserahkan sepenuhnya kepada manajemen PSMS,” katanya
PSMS pulang tanpa hasil
Laga away terakhir PSMS Medan di putaran I kembali menuai hasil hampa. Dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I, PSMS harus mengakui keunggulan Persikabo Bogor 0-1 di Stadion Persikabo, Jumat.
Layaknya di Tangerang ketika melawan Persita, kali ini gol kontroversial kembali bersarang di gawang Ayam Kinantan. Sundulan Roger Batoum itu sebenarnya berhasil dihalau Heri Suwondo yang berdiri persis di bawah mistar gawang M Halim, namun asisten wasit menyatakan bola melewati garis hingga wasit H Puji Suprayetno pun berpendapat demikian.
Menyadari sikap asisten wasit itu, para pemain PSMS memprotes sehingga sempat membuat pertandingan terhenti selama lima menit. Namun, wasit tetap pada keputusannya hingga Selamet Riyadi cs ‘terpaksa’ menerima gol tersebut dengan jiwa besar.
Secara keseluruhan, Persikabo tampil lebih mendominasi pertandingan, namun rapatnya lini pertahanan PSMS membuat setiap serangan tuan rumah berhasil dimentahkan. Apalagi M Halim menunjukkan kepiawaiannya di mistar gawang PSMS.
Pada temu pers usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Drs Benny Tomasoa kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dikatakan, kemenangan Persikabo murni merupakan kesalahan asisten pelatih.
“Sekali lagi kami dikerjai, entah sudah berapa kali kepemimpinan wasit merugikan PSMS. Sudah capek kita protes, tapi tetap dikerjai juga,” ujar Benny kesal.
Sementara itu, pelatih fisik PSMS Nimrot Manalu mengungkapkan tidak mungkin Heri Suwondo menghalau bola jika sudah masuk dalam gawang. “Gol itu tidak sah!” tegas Nimrot.
Manajer Tim Drs Hendra DS menilai secara keseluruhan penampilan Jecky Pasarella cs cukup baik. “Biarlah orang yang menilai kinerja wasit. Sebagai seorang pembina, kita harus menerima apapun hasil pertandingan dengan jiwa besar,” katanya.
Iwan Setiawan berpendapat kemenangan tersebut merupakan jawaban dari
rumor tidak sedap yang selama ini terjadi pada tim asuhannya. Meski sebelumnya khawatir akan kedekatan pemain dengan sosok Suimin, Iwan mengaku puas dengan kemenangan timnya.
Kekalahan ketiga PSMS ini membuat posisi Ayam Kinantan bertahan di urutan keenam dengan nilai 12. Dengan demikian, target mencapai nilai 18 di putaran pertama gagal.
Layaknya di Tangerang ketika melawan Persita, kali ini gol kontroversial kembali bersarang di gawang Ayam Kinantan. Sundulan Roger Batoum itu sebenarnya berhasil dihalau Heri Suwondo yang berdiri persis di bawah mistar gawang M Halim, namun asisten wasit menyatakan bola melewati garis hingga wasit H Puji Suprayetno pun berpendapat demikian.
Menyadari sikap asisten wasit itu, para pemain PSMS memprotes sehingga sempat membuat pertandingan terhenti selama lima menit. Namun, wasit tetap pada keputusannya hingga Selamet Riyadi cs ‘terpaksa’ menerima gol tersebut dengan jiwa besar.
Secara keseluruhan, Persikabo tampil lebih mendominasi pertandingan, namun rapatnya lini pertahanan PSMS membuat setiap serangan tuan rumah berhasil dimentahkan. Apalagi M Halim menunjukkan kepiawaiannya di mistar gawang PSMS.
Pada temu pers usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Drs Benny Tomasoa kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dikatakan, kemenangan Persikabo murni merupakan kesalahan asisten pelatih.
“Sekali lagi kami dikerjai, entah sudah berapa kali kepemimpinan wasit merugikan PSMS. Sudah capek kita protes, tapi tetap dikerjai juga,” ujar Benny kesal.
Sementara itu, pelatih fisik PSMS Nimrot Manalu mengungkapkan tidak mungkin Heri Suwondo menghalau bola jika sudah masuk dalam gawang. “Gol itu tidak sah!” tegas Nimrot.
Manajer Tim Drs Hendra DS menilai secara keseluruhan penampilan Jecky Pasarella cs cukup baik. “Biarlah orang yang menilai kinerja wasit. Sebagai seorang pembina, kita harus menerima apapun hasil pertandingan dengan jiwa besar,” katanya.
Iwan Setiawan berpendapat kemenangan tersebut merupakan jawaban dari
rumor tidak sedap yang selama ini terjadi pada tim asuhannya. Meski sebelumnya khawatir akan kedekatan pemain dengan sosok Suimin, Iwan mengaku puas dengan kemenangan timnya.
Kekalahan ketiga PSMS ini membuat posisi Ayam Kinantan bertahan di urutan keenam dengan nilai 12. Dengan demikian, target mencapai nilai 18 di putaran pertama gagal.
Friday, January 8, 2010
Duel Mantan Pelatih masing 2club
ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?
Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.
Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.
Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.
Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.
Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.
Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.
“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin
Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.
Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.
Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.
Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.
Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.
Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.
“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin
Duel Mantan Pelatih masing 2club
ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?
Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.
Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.
Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.
Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.
Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.
Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.
“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin
Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.
Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.
Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.
Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.
Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.
Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.
“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin
Ayam Kinantan Bertekad Curi Poin
Dalam sejarah pertemuan Persikabo versus PSMS, rekor manis masih ditorehkan PSMS. Sepanjang keikutsertaan kedua tim di ajang Divisi Utama, memang keduanya baru dua kali bertemu pada 2007 silam dengan hasil sekali kemenangan bagi PSMS dan sekali imbang.
Pertemuan pertama terjadi pada 16 Desember 2007. Partai yang digelar di Stadion Teladan itu dimenangi dengan mudah oleh PSMS dengan skor 3-1. Pada 21 Desember, ketika laga keduanya digelar di Stadion Persikabo, Bogor, PSMS mampu menahan imbang dengan skor 1-1.
Berkaca pada sejarah, bisa jadi PSMS meneruskan tradisi bagus ketika bertemu Persikabo. Berhubung laga di musim ini digelar lebih dulu di Bogor, tampaknya raihan satu angka tak terlalu sulit didapat PSMS.
Ya, hari ini, Jumat (8/1), PSMS akan melakoni laga away terakhirnya di paro musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia kali ini. Target membawa angka dari laga away terakhir ini pun sangat diharapkan pendukung PSMS, yang juga diamini manajemen.
Sayang, PSMS datang ke Bogor dengan langkah gontai. Skuad Ayam Kinantan tak komplit, menyusul cederanya sejumlah pemain pilar. Hal ini diperparah dengan bakal absennya Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi karena terkena akumulasi kartu.
Alhasil, Suimin Diharja arsitek PSMS yang musim lalu menukangi Persikabo, harus putar otak lebih keras. Taktik dan strategi mumpuni harus dikemas hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Ya, PSMS hanya punya waktu recovery kurang dari 36 jam usai melakoni laga kontra Persita.
Perbedaan kelas pemain kedua tim cukup siginifikan. Persikabo diperkuat mayoritas pemain yang sarat pengalaman, plus tiga legiun impor. Sedangkan PSMS mayoritas dihuni pemain minim pengalaman. Legiun impor PSMS yang bakal diturunkan pun hanya Osas Saha, yang sebenarnya kondisinya masih belum seratus persen pulih dari cedera engkel.
“Target kita untuk mencuri angka dari lawatan away terakhir ini adalah ketika melawan Persikabo. Semoga hal itu bisa tercapai,” kata Suimin.
Untuk urusan satu ini memang harus ditindaklanjuti. Pasalnya, PSMS masih kekurangan tiga poin lagi untuk melengkapi target meraih 18 poin di putaran pertama. Artinya, PSMS harus menang kontra Persikabo dan Semen Padang di Stadion Teladan 12 Januari mendatang. Kalau tidak, target awal gagal tercapai yang ujungnya bakal memberatkan langkah di putaran kedua nanti.
“Target 18 angka harus diupayakan agar kita lebih mudah melangkah di putaran kedua. Tiga angka kontra Persikabo harus bisa diambil, sama halnya ketika nanti menjamu Semen Padang,” timpal Benny Tomasoa asisten manajer PSMS yang mendampingi tim di Tangerang.
Sebaliknya, tim tuan rumah bakal turun dengan kekuatan komplit. Klub asuhan Iwan Setiawan itu bakal menurunkan tiga pemain asingnya sekaligus, plus pemain lokal yang mayoritas pemain Persikabo musim lalu. Dihubungi Sumut Pos, Rabu (6/1), Iwan mengaku akan menargetkan tiga angka di kandang sendiri. Terlebih posisi Persikabo saat ini berada dalam kondisi tak mengenakkan di klasemen sementara
Pertemuan pertama terjadi pada 16 Desember 2007. Partai yang digelar di Stadion Teladan itu dimenangi dengan mudah oleh PSMS dengan skor 3-1. Pada 21 Desember, ketika laga keduanya digelar di Stadion Persikabo, Bogor, PSMS mampu menahan imbang dengan skor 1-1.
Berkaca pada sejarah, bisa jadi PSMS meneruskan tradisi bagus ketika bertemu Persikabo. Berhubung laga di musim ini digelar lebih dulu di Bogor, tampaknya raihan satu angka tak terlalu sulit didapat PSMS.
Ya, hari ini, Jumat (8/1), PSMS akan melakoni laga away terakhirnya di paro musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia kali ini. Target membawa angka dari laga away terakhir ini pun sangat diharapkan pendukung PSMS, yang juga diamini manajemen.
Sayang, PSMS datang ke Bogor dengan langkah gontai. Skuad Ayam Kinantan tak komplit, menyusul cederanya sejumlah pemain pilar. Hal ini diperparah dengan bakal absennya Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi karena terkena akumulasi kartu.
Alhasil, Suimin Diharja arsitek PSMS yang musim lalu menukangi Persikabo, harus putar otak lebih keras. Taktik dan strategi mumpuni harus dikemas hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Ya, PSMS hanya punya waktu recovery kurang dari 36 jam usai melakoni laga kontra Persita.
Perbedaan kelas pemain kedua tim cukup siginifikan. Persikabo diperkuat mayoritas pemain yang sarat pengalaman, plus tiga legiun impor. Sedangkan PSMS mayoritas dihuni pemain minim pengalaman. Legiun impor PSMS yang bakal diturunkan pun hanya Osas Saha, yang sebenarnya kondisinya masih belum seratus persen pulih dari cedera engkel.
“Target kita untuk mencuri angka dari lawatan away terakhir ini adalah ketika melawan Persikabo. Semoga hal itu bisa tercapai,” kata Suimin.
Untuk urusan satu ini memang harus ditindaklanjuti. Pasalnya, PSMS masih kekurangan tiga poin lagi untuk melengkapi target meraih 18 poin di putaran pertama. Artinya, PSMS harus menang kontra Persikabo dan Semen Padang di Stadion Teladan 12 Januari mendatang. Kalau tidak, target awal gagal tercapai yang ujungnya bakal memberatkan langkah di putaran kedua nanti.
“Target 18 angka harus diupayakan agar kita lebih mudah melangkah di putaran kedua. Tiga angka kontra Persikabo harus bisa diambil, sama halnya ketika nanti menjamu Semen Padang,” timpal Benny Tomasoa asisten manajer PSMS yang mendampingi tim di Tangerang.
Sebaliknya, tim tuan rumah bakal turun dengan kekuatan komplit. Klub asuhan Iwan Setiawan itu bakal menurunkan tiga pemain asingnya sekaligus, plus pemain lokal yang mayoritas pemain Persikabo musim lalu. Dihubungi Sumut Pos, Rabu (6/1), Iwan mengaku akan menargetkan tiga angka di kandang sendiri. Terlebih posisi Persikabo saat ini berada dalam kondisi tak mengenakkan di klasemen sementara
Anak Medan minta PSMS serius
Warga asal Medan di Jakarta dan sekitarnya berharap PSMS Medan mampu bermain lebih serius saat menghadapi Persikabo di Stadion Persikabo Bogor pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Jumat besok.
“Kami benar-benar kecewa atas kekalahan PSMS di Tangerang dan itu bisa terobati bila anak-anak Ayam Kinantan menang melawan Persikabo,” ujar Akir di Hotel Cibinong Bogor saat mengunjungi ofisial dan pemain PSMS baru-baru ini.
Penggemar berat Ayam Kinantan itu berjanji akan datang ke Bogor pada pertandingan bersama dengan anak-anak Medan lainnya. Pengusaha tambang ini menghimbau agar pemain tetap mengandalkan fanatisme tinggi dan tampil ngotot sepanjang pertandingan.
Secara terpisah, anak Medan lainnya Ali Gultom dan Muhammad Juansyah mengingatkan Tri Yudha Handoko cs bahwa kekalahan dari Persikabo akan memperkecil peluang PSMS lolos ke babak delapan besar.
“Jadi tidak ada istilah lagi kalah dari Persikabo yang pernah ditangani pelatih Suimin Dihardja tersebut,” tukas Gultom.
Juansyah menyatakan, Suimin sudah tahu apa yang akan diperbuatnya, karena mengenal betul karakter dan bentuk permainan lawan terakhir. Di samping itu, Suimin atau pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk harus berani menurunkan penjaga gawang ketiga Irwin Ramadhana.
Ini dikarenakan dua penjaga gawang inti yakni Sony Gunawan dan M Halim kerap memperlihatkan penurunan dalam penampilannya. “Irwin, mantan kiper Persikabo, pasti termotivasi ingin memperlihatkan kemampuannya dalam debutnya membela PSMS kepada publik Bogor dan manajemen,” tambah Juan
“Kami benar-benar kecewa atas kekalahan PSMS di Tangerang dan itu bisa terobati bila anak-anak Ayam Kinantan menang melawan Persikabo,” ujar Akir di Hotel Cibinong Bogor saat mengunjungi ofisial dan pemain PSMS baru-baru ini.
Penggemar berat Ayam Kinantan itu berjanji akan datang ke Bogor pada pertandingan bersama dengan anak-anak Medan lainnya. Pengusaha tambang ini menghimbau agar pemain tetap mengandalkan fanatisme tinggi dan tampil ngotot sepanjang pertandingan.
Secara terpisah, anak Medan lainnya Ali Gultom dan Muhammad Juansyah mengingatkan Tri Yudha Handoko cs bahwa kekalahan dari Persikabo akan memperkecil peluang PSMS lolos ke babak delapan besar.
“Jadi tidak ada istilah lagi kalah dari Persikabo yang pernah ditangani pelatih Suimin Dihardja tersebut,” tukas Gultom.
Juansyah menyatakan, Suimin sudah tahu apa yang akan diperbuatnya, karena mengenal betul karakter dan bentuk permainan lawan terakhir. Di samping itu, Suimin atau pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk harus berani menurunkan penjaga gawang ketiga Irwin Ramadhana.
Ini dikarenakan dua penjaga gawang inti yakni Sony Gunawan dan M Halim kerap memperlihatkan penurunan dalam penampilannya. “Irwin, mantan kiper Persikabo, pasti termotivasi ingin memperlihatkan kemampuannya dalam debutnya membela PSMS kepada publik Bogor dan manajemen,” tambah Juan
Atmosfer Bogor memanas
Menjelang perseteruan PSMS Medan dengan Persikabo Bogor dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Persikabo, Jumat ini, atmosfer kota hujan tersebut benar-benar memanas.
Bagi PSMS yang ingin menggapai nilai 18 di putaran pertama dan Persikabo yang ingin melepaskan diri dari ancaman degradasi, sama-sama akan menjadi laga nanti sebagai momen penentu poin penuh.
Usai kalah 0-3 atas Persita Tangerang, Selasa lalu, tidak ada kata lain bagi PSMS selain membukukan kemenangan atas skuad asuhan Iwan Setiawan. Arsitek PSMS, Suimin Diharja mengatakan hal itu di penginapan Ayam Kinantan seraya memotivasi tim asuhannya tampil habis-habisan menghadapi mantan timnya tersebut.
“Kita harus menang! Tidak bisa tidak, karena kesempatan pertama kita untuk mencuri poin telah gagal dari Persita,” ujar Suimin.
Hal lainnya, menurut Suimin, ini bukan hanya pertarungan antara PSMS melawan Persikabo, tapi ini merupakan pembuktian bagi publik Kota Medan bahwa menghadapi Persikabo juga merupakan tarung penuh prestise bagi dirinya yang pernah menangani skuad Laskar Padjajaran itu.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk tim, tetapi pembuktian saya juga untuk masyarakat Medan. Meski mereka pernah saya latih, tidak ada cerita karena PSMS perlu kemenangan ini,” katanya.
Namun, menghadapi Persikabo tidaklah mudah apalagi akumulasi kartu kuning yang diterima Nyeck Nyobe dan Denny Wahyudi disinyalir akan membuat lini pertahanan PSMS rapuh. Beruntung Selamet Riyadi telah pulih dari cedera akan menjadi tumpuan pertahanan bersama Chico Maradona dan Ahmad Maulana Putra.
Di lini depan, Ayam Kinantan dipastikan akan lebih tajam pasca pulihnya striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous Saha. “Kondisi Saha baik dan kita harapkan dia bisa maksimal berperan di lini depan bersama Jecky Pasarella,” tegas pelatih kampung itu
Bagi PSMS yang ingin menggapai nilai 18 di putaran pertama dan Persikabo yang ingin melepaskan diri dari ancaman degradasi, sama-sama akan menjadi laga nanti sebagai momen penentu poin penuh.
Usai kalah 0-3 atas Persita Tangerang, Selasa lalu, tidak ada kata lain bagi PSMS selain membukukan kemenangan atas skuad asuhan Iwan Setiawan. Arsitek PSMS, Suimin Diharja mengatakan hal itu di penginapan Ayam Kinantan seraya memotivasi tim asuhannya tampil habis-habisan menghadapi mantan timnya tersebut.
“Kita harus menang! Tidak bisa tidak, karena kesempatan pertama kita untuk mencuri poin telah gagal dari Persita,” ujar Suimin.
Hal lainnya, menurut Suimin, ini bukan hanya pertarungan antara PSMS melawan Persikabo, tapi ini merupakan pembuktian bagi publik Kota Medan bahwa menghadapi Persikabo juga merupakan tarung penuh prestise bagi dirinya yang pernah menangani skuad Laskar Padjajaran itu.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk tim, tetapi pembuktian saya juga untuk masyarakat Medan. Meski mereka pernah saya latih, tidak ada cerita karena PSMS perlu kemenangan ini,” katanya.
Namun, menghadapi Persikabo tidaklah mudah apalagi akumulasi kartu kuning yang diterima Nyeck Nyobe dan Denny Wahyudi disinyalir akan membuat lini pertahanan PSMS rapuh. Beruntung Selamet Riyadi telah pulih dari cedera akan menjadi tumpuan pertahanan bersama Chico Maradona dan Ahmad Maulana Putra.
Di lini depan, Ayam Kinantan dipastikan akan lebih tajam pasca pulihnya striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous Saha. “Kondisi Saha baik dan kita harapkan dia bisa maksimal berperan di lini depan bersama Jecky Pasarella,” tegas pelatih kampung itu
Thursday, January 7, 2010
Fans Dukung Perombakan
PADA putaran kedua nanti, tampaknya bakal ada perombakan di tubuh tim. Beberapa pemain yang tak memiliki kontribusi bagi tim dipastikan akan terdegradasi. Hal itu juga sudah diamini Hendra DS, manajer PSMS.
Menurut Hendra, evaluasi secara keseluruhan akan diupayakan guna mencapai target lolos ke Indonesia Super League musim depan. Terlebih pascakekalahan kontra Persita dua hari lalu, cukup menyesakkan. Hendra kecewa dengan hasil itu. Begitupun, pria 45 tahun tersebut masih optimis kalau PSMS masih bisa berbuat banyak. “Kini, saatnya PSMS menatap laga selanjutnya. Semoga kita mampu meraih hasil baik kontra Persikabo nanti,” beber Hendra.
Untuk hal itu, wacana menambah pemain juga dibawa Hendra. Menurutnya, akan ada penambahan sekitar tiga pemain untuk menambah pasukan Ayam Kinantan. “Rencananya kita akan menambah penyerang, baik itu asing maupun lokal. dan pemain belakang,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan akan rencana menambah pemain langsung disambut fans yang bernaung di bendera PSMS Medan Fans Club. Lewat Tony Nainggolan kordinator PSMS Medan FC di kawasan Jabodetabe yang menonton langsung laga kontra Persita. “Hal itu mendesak, karena saingan di Divisi Utama sangat ketat,” kata Tony
Menurut Hendra, evaluasi secara keseluruhan akan diupayakan guna mencapai target lolos ke Indonesia Super League musim depan. Terlebih pascakekalahan kontra Persita dua hari lalu, cukup menyesakkan. Hendra kecewa dengan hasil itu. Begitupun, pria 45 tahun tersebut masih optimis kalau PSMS masih bisa berbuat banyak. “Kini, saatnya PSMS menatap laga selanjutnya. Semoga kita mampu meraih hasil baik kontra Persikabo nanti,” beber Hendra.
Untuk hal itu, wacana menambah pemain juga dibawa Hendra. Menurutnya, akan ada penambahan sekitar tiga pemain untuk menambah pasukan Ayam Kinantan. “Rencananya kita akan menambah penyerang, baik itu asing maupun lokal. dan pemain belakang,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan akan rencana menambah pemain langsung disambut fans yang bernaung di bendera PSMS Medan Fans Club. Lewat Tony Nainggolan kordinator PSMS Medan FC di kawasan Jabodetabe yang menonton langsung laga kontra Persita. “Hal itu mendesak, karena saingan di Divisi Utama sangat ketat,” kata Tony
Ke BWSI Bawa Rekaman Pertandingan
Kinerja wasit di kompetisi tanah air, memang belum menunjukkan kata memuaskan. Tak jarang kinerja wasit kerap merugikan tim, terutama tim tamu yang bertandang ke markas lawan.
Puncak kejenggelen manajemen PSMS, akan kinerja wasit terjadi saat laga kontra Persita, Selasa (6/1). PSMS yang kandas 3-0, tidak bisa menerima kinerja wasit yang terkesan sangat bodoh dan memihak.
Tak main-main, manajemen PSMS akan melaporkan kinerja wasit Sholichin asal Surabaya yang sore itu memimpin pertandingan ke Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI).
Terlebih gol pertama bagi Pendekar Cisadane yang jelas-jelas harusnya tak boleh disahkan karena pemain Persita sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit saat ini.
Untuk menguatkan bukti buruknya kinerja wasit yang memimpin laga itu, manajemen PSMS bahkan berencana membawa bukti rekaman pertandingan. Kebetulan, saat laga itu digelar ada reporter sebuah televisi swasta yang mengabadikan momen tersebut. Beberapa foto juga akan dibawa serta. “Kita tidak sembarangan menyatakan protes. Untuk itu kita akan sertakan bukti rekaman dan foto terkait insiden memalukan itu. Kenapa memalukan? Karena wasit Solichin telah menodai pertandingan tersebut,” ujar Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kesal.
Hal ini dilakukan, ternyata bukan berarti manajemen PSMS meminta hasil laga itu dibatalkan. Namun lebih kepada peringatan akan kinerja wasit, yang sering merugikan klub.
“Kita bukan meminta hasil pertandingan dibatalkan. Yang terpenting, kalau protes kita tidak ditanggapi, persepakbolaan nasional kita tidak akan pernah berkembang,” sambung Benny.
Untuk menghindari agar tak lagi ‘dikerjai’ wasit, manajemen berencana merekam setiap pertandingan PSMS. “Karena terus-terusan dikerjai wasit, Ketum Dzulmi Eldin pun kesal. Dia berharap kita merekam setiap pertandingan PSMS, agar kalau seandainya terjadi hal-hal serupa kita punya bukti untuk melapor,” pungkas manajer berdarah Ambon itu
Puncak kejenggelen manajemen PSMS, akan kinerja wasit terjadi saat laga kontra Persita, Selasa (6/1). PSMS yang kandas 3-0, tidak bisa menerima kinerja wasit yang terkesan sangat bodoh dan memihak.
Tak main-main, manajemen PSMS akan melaporkan kinerja wasit Sholichin asal Surabaya yang sore itu memimpin pertandingan ke Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI).
Terlebih gol pertama bagi Pendekar Cisadane yang jelas-jelas harusnya tak boleh disahkan karena pemain Persita sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit saat ini.
Untuk menguatkan bukti buruknya kinerja wasit yang memimpin laga itu, manajemen PSMS bahkan berencana membawa bukti rekaman pertandingan. Kebetulan, saat laga itu digelar ada reporter sebuah televisi swasta yang mengabadikan momen tersebut. Beberapa foto juga akan dibawa serta. “Kita tidak sembarangan menyatakan protes. Untuk itu kita akan sertakan bukti rekaman dan foto terkait insiden memalukan itu. Kenapa memalukan? Karena wasit Solichin telah menodai pertandingan tersebut,” ujar Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kesal.
Hal ini dilakukan, ternyata bukan berarti manajemen PSMS meminta hasil laga itu dibatalkan. Namun lebih kepada peringatan akan kinerja wasit, yang sering merugikan klub.
“Kita bukan meminta hasil pertandingan dibatalkan. Yang terpenting, kalau protes kita tidak ditanggapi, persepakbolaan nasional kita tidak akan pernah berkembang,” sambung Benny.
Untuk menghindari agar tak lagi ‘dikerjai’ wasit, manajemen berencana merekam setiap pertandingan PSMS. “Karena terus-terusan dikerjai wasit, Ketum Dzulmi Eldin pun kesal. Dia berharap kita merekam setiap pertandingan PSMS, agar kalau seandainya terjadi hal-hal serupa kita punya bukti untuk melapor,” pungkas manajer berdarah Ambon itu
Subscribe to:
Posts (Atom)