Tuesday, January 19, 2010

Saha Barter Benson

Manajemen PSMS mendapatkan tawaran menarik dari kubu Persiraja untuk saling tukar atau barter legiun asing. Persiraja mengajukan tawaran untuk membarter striker asing PSMS Osas Marvelous Saha dengan gelandang serang impor Persiraja, Esaiah Pello Benson asal Liberia.
Hal itu dikatakan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa saat memantau latihan perdana skuad PSMS saat libur paroh musim, Senin (18/1) di Stadion Kebun Bunga. “Manajemen Persiraja menghubungi saya untuk kemungkinan barter pemain. Mereka minta Osas Saha. Sebagai gantinya, kita diberikan Esaiah Pello Benson,” kata Benny.

Belum ada tindakan lebih lanjut akan kemungkinan itu. Pasalnya, manajemen saat ini masih menanti rapat evaluasi antara manajemen tim dan pengurus, yang sedianya akan digelar 23 Januari mendatang.

Mendapatkan tawaran itu, arsitek tim Suimin Diharja tampaknya tertarik. Saat ini, tim asuhannya memang sedang membutuhkan satu gelandang serang yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Terlebih hingga kini PSMS tak punya gelandang impor.
“Kalau memungkinkan, saya setuju barter itu dilakukan. Kebetulan kita butuh pemain asing di lini tengah. Benson termasuk satu pemain yang saya sudah tahu betul kualitasnya,” bilang Suimin.

Masalahnya, PSMS juga harus mendatangkan pemain anyar di lini depan kalau seandainya hal itu terjadi. Ya, sepanjang melakoni laga di putaran pertama, masalah sejati Ayam Kinantan adalah tumpulnya lini depan. Sialnya, acapkali PSMS mendapatkan peluang bagus di areal kotak penalti lawan. Namun jarang sekali peluang itu menjadi gol. “Kalau barter itu jadi, tentu saja kita harus mencari striker yang haus gol,” lanjut Suimin.

Masalahnya, hingga kini manajemen belum menemukan satu pemain pun yang siap diplot mengisi lini depan. Malah yang datang adalah pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Kemarin, seorang pemain bernama Alit Awaluddin yang sempat masuk skuad Persija U-21 merapat.
Pemain satu ini mengaku biasa bermain untuk posisi bek kiri, bek kanan dan stoper. Di samping itu, manajemen juga telah mengumumkan akan menseleksi dua pemain yang juga berposisi sebagai bek. Yakni Harry Syahputra dan Defi Ariandi.

“Sampai saat ini kita baru bisa menghubungi pemain yang kebetulan pemain belakang. Pada dasarnya ada beberapa pemain lagi yang mau tes seleksi, termasuk pemain asing. Tapi kami belum berani panggil, karena nasib kami juga belum tahu,” pungkas Benny.

Sementara itu, kabar akan masa depan Nyeck Nyobe di PSMS juga masih belum begitu jelas. Pada latihan perdana yang mulai digeber kemarin, Nyeck tak tampak ikuti latihan. Pemain asing asal Kamerun itu dikatakan manajemen tengah izin ke kedutaan besar Kamerun di Malaysia untuk mengurus perpanjangan visa-nya.

“Nyeck tadi telepon saya izin masih mengurus visa. Sebenarnya sudah beres, namun dia tak mendapatkan pesawat ke Medan, jadi minta waktu. Selain Nyeck, Faisal Azmi juga izin menjenguk keluarganya di Pekan Baru. Dalam waktu dekat, kedua pemain itu harus sudah ikut latihan bersama tim,” kata Suimin

Putaran Kedua Digeber 29 Januari

Senin (18/1) pagi, sebuah fax dari PT Liga Indonesia masuk ke sekretariat PSMS di Stadion Kebun Bunga. Isi fax itu tak lain mengenai pemberitahuan jadwal kick off putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam fax itu, kompetisi akan kembali digelar pada 29 Januari.
Menariknya, fax yang menyatakan akan waktu diputarnya putaran kedua kompetisi, tak disertai oleh jadwal putaran kedua. PT LI menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dalam waktu dekat ini.

Ada lima poin yang tercantum pada fax yang dikirimkan PT LI kemarin. Antara lain adalah waktu pendaftaran pemain putaran kedua yang sudah bisa dilakukan mulai 18 Januari, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.

Selain itu, PT LI juga menyatakan memperbolehkan melakukan penambahan pemain, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak melewati kuota 30 pemain untuk masing-masing klub. Terakhir, PT LI juga mengimbau akan menggelar evaluasi pelaksanaan kompetisi pada putaran pertama pada 26 Januari mendatang.

Menyikapi mepetnya waktu persiapan, Suimin Diharja pun menggeber latihan dengan program anyar. Program mingguan sudah tercatat dengan seksama dan sudah diumumkan kepada pemain. Dalam program itu, Suimin mengacu pada perkiraan lawan yang bakal dihadapi pertama kali. Dalam amatannya selama ini, biasanya usai jeda putaran pertama, lawan yang dihadapi adalah tim yang terakhir ditantang. Artinya, kemungkinan PSMS akan melawat ke markas Semen Padang.

“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan singkat, padat dan bermutu. Acuan sementara adalah lawan Semen Padang,” terang Suimin.
Hal-hal utama yang dianggap menjadi batu sandungan di putaran pertama, menjadi perhatian utama. Yang paling menyulitkan Suimin adalah minimnya skuad. Sehingga setiap akan menyusun line up, pelatih 58 tahun itu kerap kesulitan menentukan the winning team, karena bisa saja pemain sedang cedera, akumulasi atau berada dalam kondisi yang tak bugar.

Untuk urusan satu ini, Suimin berharap diadakannya penambahan skuad untuk menatap putaran kedua nanti. “Saya harap ada penambahan pemain. Idealnya, kita punya 25 pemain termasuk tiga penjaga gawang. Jadi saya punya banyak pilihan untuk menentukan winning team ketika akan melakoni pertandingan,” pungkasnya.

Rachmat Yes, Arema No

Lini depan PSMS masih terus mendapatkan sorotan karena minim ketajamannya. Hal itu dibuktikan di klasemen sementara dengan torehan delapan gol dan kebobolan 11 gol. Keberadaan satu legiun impor asal Nigeria Osas Saha juga tak mampu menutupi lemahnya lini depan. Untuk itu, menatap putaran kedua nanti, manajemen pun lebih fokus untuk mencari pemain depan berkualitas. Selain berharap mendapatkan seorang lagi pemain depan berlabel impor, manajemen juga tak menutup kemungkinan mendatangkan pemain lokal.

Dari beberapa pemain yang digodok nama Rachmat Affandi- striker Arema Malang mencuat. Pemain berusia 25 tahun yang musim lalu berkostum PSMS itu bahkan menyatakan ketertarikannya kembali merumput bersama PSMS. Walaupun saat ini PSMS bermain di kasta kompetisi kedua, namun Fandi-panggilan akrabnya tak mempersoalkan karena dia lebih butuh tambahan jam terbang.

Ya, selama di Arema, Fandi lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal ketika pemain yang dibesarkan Pelita Jaya itu diberikan kesempatan, tak jarang dia main bagus. Satu gol telah dikemasnya bersama Arema dengan statusnya sebagai pemain pelapis. Namun manajemen PSMS lewat asisten manejer Benny Tomasoa yang mengaku telah melobi Fandi ke manajemen Arema, mendapatkan pil pahit karena Fandi dinyatakan tak untuk dijual. Benny awalnya menanyakan hal itu kepada asisten pelatih Arema asal Medan, Liestiadi. Liestiadi lantas menanyakan akan hal itu ke manajemen Arema, dan didapatlah kepastian bahwa pemain yang biasa memakai nomor kostum 16 itu tak dijual.

“Rachmat Affandi kabarnya tak dijual. Secara pribadi, saya ingin mengajukan pemain ini kepada pelatih. Kita lihat saja kabarnya nanti,” kata Benny. Fandi sendiri ketika dihubungi Sumut Pos baru-baru ini menyatakan tertarik membela PSMS. “Itu tergantung manajemen. Saya betah di Arema, tapi tak menutup kemungkinan saya kembali ke PSMS,” kata Fandi.

Monday, January 18, 2010

Gelar Seleksi

Sadar dengan kekurangan kualitas pemain yang dimiliki, PSMS akan melakukan satu langkah taktis. Ya, manajemen PSMS memutuskan untuk mencari pemain baru guna menambal kekurangan tersebut. Dan, langkah yang dipakai adalah seleksi pemain.

Seleksi pemain yang dimaksud manajemen adalah seleksi secara tertutup. Dengan kata lain, tidak seperti seleksi awal pembentukan tim yang digelar beberapa waktu lalu. Jadi, beberapa pemain yang dilirik manajemen, akan dipanggil dan mengikuti seleksi tertutup ini.
Nah, hari ini, rencananya dua pemain akan diseleksi oleh tim pelatih PSMS. Kedua pemain itu adalah Harry Syahputra – yang berposisi sebagai bek – dan Defi Ariandi, mantan pemain Persikad Depok yang berposisi sebagai gelandang.

Hal itu dikatakan Benny Tomasoa asisten manajer PSMS, Minggu (17/1). Menurut Benny, perekrutan pemain baru sudah cukup mendesak. Selain demi kebutuhan tim agar lebih berkualitas, PSMS juga dikejar-kejar deadline dari PT Liga Indonesia.
Dikejar waktu karena putaran kedua dipastikan akan bergulir pada 8 Februari mendatang. Di masa tenggang inilah, peserta Divisi Utama mendapatkan waktu untuk mendatangkan pemain baru.

“Kalau tak ada halangan, kita akan segera seleksi dua pemain. Harry Syahputra dan Defi Ariandi. Kalau pelatih setuju merekrut kedua pemain tadi, pembicaraan selanjutnya akan segera dilakukan,” kata Benny.

Hal ini juga akan segera dikoordinasikan kepada jajaran pelatih. Ya, karena keputusan merekrut pemain memang idealnya ditangan pelatih karena dialah yang paham akan kebutuhan timnya.

Dan, seleksi itu dilakukan tertutup karena manajemen tak ingin program latihan terganggu dengan agenda seleksi.
“Seleksi kita buat tertutup saja. Karena kita tak ingin program latihan skuad terganggu. Jadi sifatnya, kita cari pemain, kita hubungi dan kita wajibkan seleksi,” lanjut Benny.

Menurut arsitek tim Suimin Diharja, tim yang diasuhnya kini sangat membutuhkan seorang striker yang haus gol dan palang pintu andal. Di lini tengah, Suimin juga butuh seorang pengatur serangan yang punya visi tajam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Namun sejauh ini, yang coba didatangkan manajemen, baru pemain yang bertugas di sektor belakang. Kedua pemain tadi, Harry dan Defi memang lebih punya karakter kuat menjaga pertahanan. Termasuk Defi yang menurut Benny bisa main sebagai gelandang bertahan, bek kanan, dan bek kiri.

“Sejauh ini baru dua pemain yang bisa kita tawarkan. Karena kami juga belum mendapatkan kejelasan soal perekrutan pemain,” tambah Benny. Ya, urusan soal kontrak pemain baru dan evaluasi seluruh tim setelah melewati putaran pertama baru akan dilakukan pada 23 Januari nanti.
Terkait kontrak dua pemain seleksi tadi, Benny juga menyatakan bahwa keduanya siap menerima kontrak yang nilainya tidak besar. Kabarnya, Harry rela dibayar Rp150 juta untuk setengah kompetisi. Khusus Harri, PSMS memang tampaknya harus segera melakukan kontrak kalau memang membutuhkan pemain belakang. Pasalnya, Harry dikabarkan juga tengah diincar Persikab Bandung.

“Setelah kami berembuk dengan tim manajer, kami putuskan untuk memanggil Harry untuk dilihat kemampuannya. Pasalnya dia juga tengah diburu Persikab Bandung karena kualitasnya memang telah diketahui, karena sempat main di Timnas masa Ivan Kolev,” pungkas Benny

Kembali berlatih

Skuad PSMS akan kembali melakoni latihan, hari ini di Stadion Kebun Bunga. Meski belum ada mengenai kejelasan nasib seluruh perangkat tim, namun sikap profesional akan terus dijunjung.

“Libur satu pekan saya rasa cukuplah untuk mengembalikan semangat, dan menghilangkan kejenuhan pemain. Senin ini harus sudah latihan lagi, agar kondisi kebugaran tetap terjaga,” kata Suimin Diharja arsitek tim kemarin.
Usai melakoni kompetisi di putaran pertama dengan lawan terakhir Semen Padang lalu, memang skuad PSMS diliburkan selama satu pekan. Tak ada aktivitas sama sekali di Stadion Kebun Bunga.

Namun sejak hari ini, Stadion Kebun Bunga dipastikan akan kembali bergelora. Walaupun pada hati masing-masing perangkat tim masih bertanya-tanya apakah akan dipertahankan masuk skuad dalam menyongsong putaran kedua nanti.

Menurut Suimin, yang nasibnya juga masih belum jelas, sepanjang dia masih dipercaya dan belum ada kepastian akan kontraknya di PSMS, dia akan tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Bahkan kalau seandainya Suimin harus didepak, dia siap asalkan alasan pemecatannya itu untuk kebaikan tim. Sejauh ini memang beredar rumor tak mengenakkan akan dia dan beberapa perangkat tim, yang kabarnya hendak didepak dari PSMS karena kerap merecoki keuangan PSMS.

“Kalau saya harus angkat kaki dari tim ini, saya ikhlas. Asalkan itu demi kebaikan tim. Kalau untuk alasan lain, saya tak terima. Karena niat saya adalah mencoba mengembalikan nama besar PSMS di kancah sepak bola nasional,” koar pelatih 58 tahun itu.

Sementara, kabar tak sedap mengenai rencana perombakan manajemen dan skuad, Suimin enggan mengomentari lebih jauh.
“Anak-anak harus konsentrasi sepanjang belum ada kejelasan hitam di atas putih akan nasib mereka di tim ini. Begitu juga dengan saya. Latihan harus tetap berjalan normal,” pungkas Suimin

Niat untuk merobak team hanya sebatas "wacana"

Niat PSMS untuk memburu pemain baru, tampaknya harus berpacu dengan waktu. Pasalnya, putaran kedua dipastikan akan diputar kembali pada 8 Februari mendatang. Lewat masa itu, maka transfer pemain akan ditutup.

Nah, masalahnya adalah hingga saat ini PSMS belum melakukan pembenahan apapun. Dengan kata lain, Ayam Kinantan masih jalan di tempat. Pasalnya, pengurus dan manajemen malah baru akan menggelar rapat evaluasi pada 23 Januari mendatang.
Dijelaskan asisten manajer Benny Tomasoa, pihak manajemen sejauh ini belum berani melakukan pendekatan lebih kepada pemain yang sudah menjadi target. Alasan utama adalah karena belum jelasnya titah pengurus.

Parahnya, kabar mengenai akan digusurnya beberapa orang di manajemen hingga jajaran kepelatihan masih saja terdengar. Ini yang masih menjadi tanda tanya besar di kubu manajemen.

“Kami belum tahu bagaimana nasib kami ke depannya. Maka itu kami pun belum berani memberikan kepastian kepada pemain yang awalnya sudah dihubungi untuk gabung bersama PSMS,” kata Benny.

Intinya, saat ini PSMS harus lebih gesit lagi mengurus persiapan PSMS dalam menatap putaran kedua nanti. Kerja ekstra keras wajib digalakkan kalau ingin memberikan hasil terbaik bagi seluruh pecinta PSMS di kota ini.
“Saya sudah hubungi PT LI, dikabarkan bahwa jadwal putaran kedua akan segera dikeluarkan. Menurut PT LI, pada 8 Februari mendatang kompetesi akan segera diputar kembali,” lanjut Benny.

Kurang begitu jelas apa yang akan dilakukan pengurus PSMS. Buktinya hingga saat ini belum ada kepastian rencana menatap putaran kedua. Meski belum ada kepastian, seluruh skuad PSMS masih akan tetap melakukan latihan rutin yang akan kembali digelar Senin ini.
Suimin Diharja arsitek tim menegaskan hal itu. “Kita kesempatan libur satu pekan kepada seluruh skuad. Setelah itu kami akan tetap melakukan latihan rutin. Sepanjang masa libur itu, kami jajaran pelatih akan menyiapkan evaluasi selama putaran pertama,” kata Suimin.

Hal ini dianggap sangat penting untuk menjaga performa pemain menatap putaran kedua. Apalagi Suimin menilai, performa anak asuhannya menunjukkan perkembangan yang pesat. “Kita tidak ingin penampilan anak-anak menurun, karena di putaran kedua nanti, kita harapkan hasil yang maksimal sesuai target bisa ke Liga Super musim depan,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.

Di samping itu, Osas Saha legiun impor PSMS yang dikabarkan akan hengkang pada putaran kedua nanti menyatakan sikapnya untuk tetap bertahan di klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Dihubungi kemarin, Saha menyatakan dia akan tetap menghargai kontraknya bersama PSMS. “Benar, ada klub yang menyatakan tertarik merekrut saya. Namun, saya pastikan akan tetap di PSMS, karena saya menghormati kontrak,” tutur pemain asal Nigeria itu

PSMS perlu pembinaan Pemain Muda

Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS selalu harus bersusah payah bongkar pasang skuad ketika hendak melakoni musim baru. Ironisnya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini kerap kesusahan mencari pemain lokal berkualitas yang punya komitmen tinggi kepada PSMS.
Hal ini sudah sejak lama dibahas. Namun, tak ada penyelesaian karena tak adanya pembinaan pemain usia muda. Musim ini, urusan pembinaan pemain muda mulai kembali dibicarakan. Dan, biaya yang dibutuhkan tak kurang dari Rp1 miliar.

Freddy Hutabarat, Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan PSMS menyatakan akan membicarakan dan segera mengajukan profosal yang memuat konsep pembinaan pemain muda jangka panjang.

Namun tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Freddy menganggap hal ini selalu menghadirkan kendala klasik, yakni pendanaan. Ya, dibutuhkan dana yang tak sedikit untuk membina pemain muda sehingga layak menjadi pemain profesional.
Meski demikian, Freddy yakin pihaknya mampu melaksanakan pembinaan jangka panjang dengan budget yang lebih ringan namun hasilnya maksimal. Dibeberkannya, cara pembinaan pemain muda yang sedang dikonsepnya antara lain adalah dengan mencari bakat di berbagai pelosok Sumatera Utara.

Setiap bakat yang ditemukan, diberikan kesempatan berlatih di tim muda PSMS dengan waktu yang telah ditentukan. Sebelumnya, apabila tim pelatih pemain muda yakin ada bakat besar pada diri seseorang pemain, maka manajemen akan langsung mengikat kontraknya lebih dari satu tahun.

“Banyak pemain berbakat di Medan. Setelah kita temukan, kita ikat kontrak jangka panjang hanya untuk berlatih dan berlatih. Kalau sudah matang, pemain tadi bisa kita promosikan ke tim inti atau bahkan dijual ke klub lain dengan harga yang tinggi,” beber Freddy.

Kalau hal ini disetujui nantinya, berarti pembinaan pemain muda yang awalnya diinginkan oleh Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin akan sejalan dan selaran. Tapi itu tadi, masalah dana sangat mengganggu.

Dituturkan Freddy, sedikitnya dibutuhkan dana Rp1 miliar untuk membina pemain muda hingga benar-benar jadi pemain berkelas. “Rp1 miliar itu angka ideal bagi pembinaan. Mahal memang, tapi hasilnya pasti bagus.Kalau seandainya ini direstui, kami siap melaksanakannya dengan pertanggungjawaban yang sebaik-baiknya. Bila perlu diaudit setiap saat kemana saja aliran dananya,” lanjut Freddy.
“Kalau ini berjalan, saya yakin PSMS tak akan pernah kekurangan pemain. Malah kita bisa melakukan penjualan pemain ke klub lain yang membutuhkan pemain. Lebih dari itu, nama besar Medan sebagai penghasil pemain berkualitas pun akan tetap harum,” pungkasnya

Saturday, January 16, 2010

Awas Duri

Keadaan PSMS terkini memang tidak begitu menyenangkan. Bak memakan ikan berduri, meskipun dagingnya manis, namun kalau tidak hati-hati bisa tertancap tenggorokan dan gusi. Karena itu, duri yang bisa mencelakakan wajib diwaspadai.
Ya, menatap putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSMS harus lebih dari sekadar berbenah. Skuad berjuluk Ayam Kinantan itu harus lebih mawas diri lagi dari ancaman hal-hal nonteknis di luar persiapan teknis.

Sejauh ini, pengurus fokus besar pada pembenahan skuad. Benar, perlu terjadi perbaikan skuad agar peta persaingan tak lepas dari genggaman. Namun, hal yang tak kalah pentingnya dalam sepak bola nasional adalah sisi nonteknis yang kerap menjadi duri penghalang tim ini berprestasi.

Satu di antaranya adalah kinerja perangkat pertandingan, termasuk ulah wasit yang bekerja bak wasit amatiran. Memang, terlalu cengeng ketika wasit selalu menjadi kambing hitam kegagalan PSMS meraih angka maksimal. Namun pada fakta di lapangan, sisi satu ini kerap mengganggu.

Bahkan PSMS sudah berulang kali melapor ke badan wasit PSSI. Dari sekian laporan, yang ditanggapi hanya pada saat PSMS takluk 3-0 kontra Persita Tangerang. Saat itu wasit yang mempimpin laga, Solihin asal Surabaya akhirnya mendapat hukuman tak boleh memimpin pertandingan hingga beberapa bulan.

Nah, hal inilah yang coba didalami oleh kubu PSMS. Sia-sia rasanya tim ini dibentuk dengan dana yang tak sedikit, namun akhirnya dikandaskan oleh ulah tak sportif dari wasit yang memimpin laga. Hendra DS Manajer Tim sudah melihat arah ke sana. “Tak melulu kegagalan tim ini disebabkan oleh buruknya skuad yang kita miliki. Faktor nonteknis seperti wasit juga banyak merugikan kita,” keluh Hendra.

Saking kesalnya dengan ulah wasit selama ini, Hendra bahkan menanyakan apa salah dan dosa PSMS kepada PSSI. “Tak tahu apa salah dan dosa, tapi nyatanya kita ini tampak lebih sering dikerjai wasit. Kalau mereka menjalankan tugasnya dengan berbekal peraturan yang berlaku, ya saya rasa hal ini tak perlu terjadi,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.
Lantas, apa antisipasi yang akan dilakukan PSMS? Hendra mengaku tak tahu pasti langkah seperti apa yang akan ditempuh. Tapi yang jelas, Hendra tetap akan mengikuti jalan yang berlaku. Yakni kompetisi dijalankan apa adanya tanpa ada rekayasa. Tim yang paling siap dan terbaik, dialah yang menang.

Meski hal itu tentu saja riskan dilakukan di kompetisi nasional, Hendra akan mencoba menggelar rapat terlebih dahulu kepada pengurus PSMS. Yang jelas, Hendra bilang target PSMS adalah Indonesia Super League (ISL)
“Hal-hal nonteknis akan kita pantau juga. Mau tak mau, target kita jelas yakni masuk ISL kompetisi mendatang. Tak hanya akan fokus membenahi tim, kami juga akan melakukan hal-hal yang perlu kami lakukan agar tujuan kita tercapai,” koar Hendra.

Itu urusan nonteknis, secara teknis manajemen tim juga sudah mempersiapkan beberapa pembenahan. Di antaranya adalah penambahan skuad. “Dalam waktu dekat akan ada rapat antara pengurus dan manajemen. Dalam rapat itu akan dibicarakan penambahan pemain. Terlebih dana hibah dari APBD kemungkinan besar akan cair,” ungkap Hendra.
Kabar yang beredar, PSMS akan menambah sekitar lima pemain yang masing-masing berposisi di lini depan, tengah dan belakang. Belum diketahui pasti kuota itu akan bertambah atau tidak. Kesepakatan belum diambil mengingat belum terjadi rapat antara pengurus dan manajemen tim.

Nah, melihat keadaan ini, jikapun PSMS memiliki skuad yang mumpuni, tampaknya akan percuma jika faktor nonteknis tadi belum juga terkendali. Bak, semanis apapun daging ikan, jika ada duri yang melekat di dalamnya, harus hati-hati memakannya bukan?

Wacanakan Pertandingan Malam

Pemasukan dari hasil tiket masih dianggap jauh dari harapan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS di kandang. Karena itu, Panpel berencana menyusun cara agar laga PSMS di Stadion Teladan bisa digelar pada malam hari. Tujuannya, agar seluruh masyarakat pecinta sepak bola khususnya PSMS di Medan, dapat menonton tim kesayangannya bertanding.

Setidaknya hal ini diungkapkan Freddy Hutabarat, wakil ketua Panpel, Jumat (15/1) kepada Sumut Pos. Ditemui di Stadion kebun Bunga, Freddy memang mengaku akan menyiapkan kemungkinan akan hal itu. “Soal main malam memang sedang kita wacanakan. Yang jelas, hal ini akan kita bahas dalam rapat Panpel nanti. Semoga ada hasilnya,” kata Freddy.

Menariknya, apa yang diungkapkan Freddy ini bukan sekadar wacana. Pasalnya, kesiapan di lapangan pun sudah mulai digelar. Dalam beberapa hari belakangan, lampu Stadion Teladan sudah kerap dites tingkat keterangannya.

Seperti Kamis (14/1) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, areal Stadion Teladan terlihat terang benderang. Peningkatan kualitas cahaya lampu Stadion Teladan memang meningkat tajam, setelah digantinya lampu lama. Kini, kadar cahaya lampu Teladan sudah 1200 lux seperti yang diminta PT Liga Indonesia sebagai syarat melakoni laga di Indonesian Super League.
“Sudah beberapa malam lampu Teladan dites. Hasilnya cukup bagus. Tingkat keterangannya pun mantap. Saya yakin kita sudah sangat siap menggelar laga di malam hari,” jelas Freddy.

Benar, tingkat cahaya lampu Stadion Teladan cukup benderang hingga mampu terlihat dari kawasan Makam Pahlawan dan ruas Jalan Sisingamaraja lainnya. Nah, dengan keadaan ini, bukan halangan lagi bagi Panpel untuk menggelar laga malam. Apalagi, menurut Freddy, laga malam banyak dinanti fans PSMS. “Sejauh ini banyak yang sudah minta kepada kita agar pertandingan PSMS digelar malam hari. Karena banyak masyarakat yang kerja pada jam bertandingnya PSMS,” tambah Freddy.
Sementara itu, soal tiket pertandingan tampaknya masih menjadi masalah. Setidaknya, beberapa PSMS pun menyayangkan harga tiket yang dianggap terlalu mahal. “Harga tiket PSMS yang hanya main di Divisi Utama masak lebih mahal dari pertandingan Persija yang main di ISL. Ini harus jadi bahan pertimbangan Panpel agar penonton lebih ramai,” kata Nata Simangunsong pentolan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan

Friday, January 15, 2010

Pengurus dan Pemain Kurang Mesra

FANS PSMS meminta agar pengurus dan manajemen tim punya sinergi terkait visi dan misi guna mencapai target berlaga di Indonesian Super League (ISL). Setidaknya hal ini dikemukan fans PSMS yang tergabung dalam barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan,
Sejauh ini, memang terkesan tak ada sinergi yang terjalin mesra antara pengurus dan tim. Hal itu merupakan modal besar bagi ketentraman antara sesama pemain yang ujungnya mempengaruhi performa. Bahkan, Freddy Hutabarat seorang pengurus menyadari hal itu.
Hanya saja tak ada tindakan nyata dari pengurus untuk menggelar pendekatan secara psikologis kepada pemain. “Saya sadar bahwa kami di kepengurusan tak ada pendekatan kepada pemain. Padahal itu adalah salah satu motivasi kepada pemain, di samping iming-iming uang belaka,” kata Freddy.

“Saya tak ada menyalahkan siapapun di dalam kepengurusan. Saya hanya ingin ada kedekatan lebih antara pengurus dan tim,” sambung Freddy.
Nah, menyoroti hal inilah SMeCK berencana mengajukan revisi besar-besaran di kubu pengurus. Nata Simangunsong, pentolan SMeCK bilang sejak awal pengurus harusnya selaras dalam menatap kompetisi kali ini.

“Yang kami lihat, pengurus dan manajemen seolah berjalan sendiri-sendiri. Ketika tim berjuang, pengurus terlihat tak berbuat apa-apa,” koar Nata.
Tanpa ingin menyebut nama, Nata juga menyayangkan banyaknya pengurus yang tak paham bola namun duduk manis di kepengurusan. Belum lagi jumlah pengurus yang hanya menumpang nama tanpa ada kerja.

Tak hanya itu, Panitia Pelaksana pertandingan juga mendapatkan sorotan. Terkait harga tiket yang juga dinilai kemahalan bagi masyarakat pecinta sepak bola di Kota Medan. “Kinerja Panpel terlihat over acting. Padahal, tak sesuai dengan yang kita harapkan. Kabar yang berkembang, dana hasil dari tiket juga tak pernah sampai kepada kebutuhan tim, jadi uangnya kemana?”

Sebelumnya hal ini pernah dikonformasikan ke Panpel, namun tak ada jawaban yang memuaskan. Pihak mantan pemain PSMS juga menyerukan adanya perombakan kepengurusan. “Kami melihat tak ada kedekatan dan kontribusi pengurus saat ini kepada pemain. Katanya profesional, masak pengurusnya tak mencerminkan sikap profesional ,” koar Sugeng Rahayu mantan pemain PSMS era 1980-an.

Pemain Bukan Sapi Perah

DALAM beberapa kesempatan, acapkali pengurus meminta tanggungjawab pemain PSMS agar tampil profesional dan selalu menang karena mereka telah digaji secara profesional. Hal ini nyatanya gagal total. Pasalnya, tim membutuhkan lebih dari sekedar gaji dan fasilitas yang diberikan.
Hal itu diutarakan Aritonang, pria paruh baya yang sempat menjadi manajer PSMS. Di masa Aritonang, PSMS sukses dua kali masuk babak delapan besar. Bahkan, sekali sampai ke semifinal.

Dibeberkan Aritonang, ada beberapa hal yang tampaknya tak terperhatikan oleh pengurus sekarang. Salah satunya adalah pendekatan mendalam kepada skuad. “Pemain ini bukan sapi perahan. Mereka adalah manusia yang punya perasaan. Mereka juga butuh perhatian, di samping gaji semata. Ada hal-hal kecil yang terkadang mampu memicu semangat mereka untuk bertarung dengan sepenuh hati,” kata Aritonang ketika ditemui di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Berdasarkan pantauan sepanjang putaran pertama ini, kesan menjadikan pemain bak sapi perah memang begitu terlihat. Pemain dipaksa agar bersikap profesional, namun beberapa suntikan untuk menjadi pemain yang benar-benar rela mati untuk timnya tak pernah ada. Misalnya, bonus kemenangan dan perhatian sepenuh hati dari pengurus. “Kita berharap prestasi, tapi pemain dianggap sapi perah. Harusnya kalau mau begitu, sekalian anggap pemain sebagai sapi karapan. Selain diberikan perawatan maksimal, sapi karapan itu diperhatikan juga gizinya, cambukannya agar kuat berlari,” beber Aritonang.

“Aplikasinya kepada pemain kita tentu saja bukan demikian, namun bisa dijadikan sebagai contoh. Diberikan perawatan, misalnya diperhatikan gizinya, dicambuk misalnya diberikanlah pemicu semangat seperti bonus dan sebagainya,” tambahnya.

Di putaran kedua nanti, Aritonang berharap agar pengurus akan melakukan hal itu. Tujuannya jelas agar tim ini selaras menggapai satu tiket ke Indonesian Super League (ISL). “Kesempatan selalu masih ada. Semua tim punya kesempatan untuk itu, maka kita harus bekerja sama agar hal itu tercapai,” pungkasnya.

Nyeck hengkang

Isu yang menyebutkan Nyeck Nyobe bakal merapat ke PSM Makassar, tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pemain asal Kamerun itu kini tak lagi berada di mess pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga.

Berdasarkan keterangan sementara, dikabarkan Nyeck pulang ke rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai di kawasan Tangerang. Namun uniknya, Nyeck turut serta membawa seluruh pakaiannya. Bahkan, televisi yang dibelinya di Medan dan menghiasi kamarnya pun telah dibawa serta. Hanya satu unit spring bed yang tak dibawanya mudik ke Tangerang.

Hal ini semakin memberikan tanda tanya besar, apakah Nyeck benar-benar akan meninggalkan PSMS di putaran kedua ini. Benar, hingga beberapa waktu PSM Makassar terlihat begitu getol menghubungi Nyeck via sambungan telepon.

Tak jarang Nyeck mengangkat telepon ketika sedang bersama beberapa rekan satu timnya. Walhasil, bukan rahasia umum kalau Nyeck memang terlihat sudah tak betah berkostum Kinantan.

Dijelaskan salah seorang pemain yang enggan dikorankan namanya, diketahui Nyeck sudah kesal dengan tak adanya bonus kemenangan bagi timnya walaupun tim menang. Soal nilai kontrak dan gaji, Nyeck sebenarnya tak mempersalahkannya. “Bonus itu yang diharapkannya. Jadi kontrak dan gaji yang kecil jumlahnya bisa ditabung. Jadi biaya hidup sehari-hari pakai bonus itu. Demikian harapan yang kerap disampaikan Nyeck ke kita,” beber pemain tadi.

Nah, dikonfirmasikan akan hal itu, manajemen PSMS pun berang. Manajer Tim Hendra DS menyatakan akan menuntut Nyeck kalau sampai hal itu terjadi. Pasalnya, Nyeck sudah terikat kontrak sepanjang satu musim dengan PSMS. Walaupun manajemen sejauh ini baru menyelesaikan kewajiban resmi misal DP kontrak sebesar 30 persen, dan membayarkan sisanya sebagai gaji.

“Wah Nyeck tak bisa begitu. Dia sudah kita ikat kontrak satu tahun. Jadi dia harus berkostum PSMS selama jangka kontraknya. Kalau memang PSM mau merekrutnya, mereka harus membayarkan sisa kontraknya kepada PSMS,” koar Hendra ketika dihubungi kemarin.
Kalau hal itu tidak dipedulikan, maka Hendra akan mengambil tindakan tegas. “Kalau memang dia mau hengkang, tanpa mengindahkan kontrak, kita siap menuntut,” tambah Hendra.

Tak hanya Nyeck, kabar serupa juga menyambangi Osas Saha. Menurut penuturan Amrus Tiar mantan pemain PSMS yang biasa nongkrong di Kebun Bunga, dia juga sudah mendengar kabar kalau Saha dan Nyeck bersiap mencari klub baru. Namun hal itu masih sebatas kabar burung. “Saya dengar begitu. Mungkin saja mereka tak puas di tim ini. Bisa saja terjadi. Tapi mereka harusnya mengindahkan kontrak,” katanya.

Kepastian itu tampaknya masih harus menanti hingga Senin depan. Usai melakoni laga kontra Semen Padang lalu, skuad praktis diliburkan satu pekan. Senin, skuad sudah harus berkumpul kembali untuk melakoni latihan rutin. Kalau pada hari H kedua pemain tak tampak ikut berlatih, maka tanda tanya itu bakal terjawab

Jaga Skuad

Hasil tak memuaskan diraihkan PSMS dalam menjalani putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Karena itu, evaluasi pun wajib dilaksanakan.

Nah, terkait rencana evaluasi yang dihembuskan manajemen kepada skuad Ayam Kinantan, tim pelatih pun mulai menyiapkan laporan pertanggungjawaban putaran pertama. Pada laporan pertanggungjawaban tersebut, rekaman seluruh penilaian dan rapor pemain bakal diajukan.
Di antara yang akan dilaporkan, Peletih Suimin Diharja bilang ada beberapa poin yang selama ini jadi perhatian. Yakni, penampilan, hukuman kartu, gol, mental bertanding, dan jam terbang keseluruhan. Seluruh item itu ada nilainya masing-masing.

Di samping itu, Suimin juga akan menyertakan laporan mingguan masing-masing pemain yang telah tersimpan rapi dalam bank data miliknya. Hal inilah yang akan dilaporkan guna menjadi bahan pertimbangan pengurus.

“Saat ini kami sedang dalam masa rehat. Namun, kami jajaran pelatih sedang menyiapkan laporan akan evaluasi pemain,” bebernya. “Butuh waktu hingga Senin untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tambah pelatih 58 tahun itu.

Menariknya, walaupun Suimin akan menyerahkan laporan evalusasi pemain berdasarkan fakta di lapangan, Suimin tetap meminta kepada manajemen dan pengurus untuk mempertahankan pemain yang ada saat ini. Untuk perombakan tim, Suimin lebih setuju apapila dilakukan penambahan saja tanpa adanya pengurangan.

Menurutnya, alasan yang akan disampaikan cukup jelas. “Terkait rencana perombakan skuad, saya kurang setuju. Saya tetap berharap agar skuad yang ada saat ini dipertahankan. Karena, sejauh ini pemain menunjukkan peningkatan performa,” katanya.
Bukti meningkatnya performa pemain, sejauh ini juga dicatat akurat dalam bank data milik pelatih berjuluk pelatih kampung itu. Terlebih dalam tiga laga terakhir, skuad menunjukkan penampilan dengan fighting spirit anak Medan. Walaupun pada akhirnya tak ada hasil yang membanggakan karena faktor nonteknis.

Meski berkehendak demikian, namun tampaknya manajemen dan pengurus PSMS tetap pada pendirian semula. Yakni, membuang sejumlah pemain yang dinilai tak punya kontribusi nyata dalam tim.

Hendra DS manajer tim menyatakan sejauh ini banyak pemain yang memang harus digantikan dengan pemain yang lebih baik. Tujuannya agar ada pencerahan menatap putaran kedua nanti.

“Saya rasa pembuangan pemain tetap akan kita lakukan. Ini sebagai langkah agar putaran kedua nanti, kita bisa lebih baik lagi,” beber Hendra.
Nah, untuk urusan satu ini tampaknya manajemen juga semakin gencar mendekati calon pemain yang bakal berkostum Kinantan di putaran kedua nanti. Meski belum menambahkan nama baru, tampaknya daftar pemain yang akan diburu kian bertambah. Termasuk, satu nama pemain asing

Gunung ISL Makin Sulit Didaki

MAU tak mau, perombakan besar-besaran di tubuh PSMS wajib direalisasikan. Ditarget lolos ke Indonesian Super League (ISL) musim depan, PSMS ibarat tak diberikan amunisi andal. Hasilnya?

Diketahui sendiri, PSMS musim ini memang tak diperkuat pemain bintang. Skuad yang apa adanya inilah yang coba dipoles sedemikian rupa oleh Suimin Diharja arsitek tim. Pelatih yang juga tenar dengan kemampuan motivasinya ini, hanya mampu meraih 13 angka dari 10 laga yang dilakoninya.

Manajemen pun tak tutup mata akan hal itu. “Langkah ke depan adalah segera melirik pemain yang bisa direkrut,” ujar Hendra DS manajer PSMS usai laga kontra Semen Padang beberapa hari lalu.

Ya, setidaknya langkah selanjutnya untuk kembali berkompetisi menuju pendakian ke kasta kompetisi sepak bola yang lebih tinggi kembali dibahas. Kalau tidak, PSMS akan semakin tertinggal pada pendakian itu.

Jalan terjal berliku sudah ada di depan mata untuk itu. Kalaupun akhirnya ada keajaiban yang memungkingkan PSMS finish di peringkat pertama wilayah satu pada akhir musim ini, sistem kompetisi masih akan berlanjut. Yakni, zona delapan besar. Di sini, masing-masing jagoan dari wilayah masing-masing akan bertemu. Walaupun belum sampai menatap hal itu, perjuangan PSMS meraih posisi tiga besar saja kian berat.

Pesaing lain di wilayah I semakin menjauh dari raihan poin milik PSMS. Saat ini PSMS berada di peringkat enam klasemen sementara dengan 13 poin. Pemuncak klasemen sementara masih Semen Padang dengan 20 poin. Di peringkat kedua, ada Persita yang telah meraih 18 angka dan masih menyisakan dua pertandingan sisa. Di peringkat tiga, Persih Tembilahan bercokol dengan 18 angka juga. Di peringkat empat, Persipasi juga meraih 18 angka. Setingkat di atas PSMS, ada Persiraja dengan 14 angka.

Sialnya, pemuncak klasemen dan runner up masih berpeluang memperkaya angka karena masih mempunya sisa pertandingan. Sedangkan PSMS sudah mengakhiri paro musim dengan 13 angka

Wednesday, January 13, 2010

Target PSMS buyar

Target PSMS Medan di putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I buyar, setelah tidak mampu mengungguli si Kabau Sirah Semen Padang dan hanya bisa bermain seri 0-0 di Stadion Teladan Medan, Selasa.

Kegagalan memetik kemenangan dari pasukan Arcan Iurie itu melengkapi derita Ayam Kinantan setelah sebelumnya gagal di dua laga away terakhir di Tangerang dan Bogor pekan lalu.

Target menggapai nilai 18 di putaran pertama ini membuat peluang PSMS ke putaran delapan besar semakin berat, karena di putaran kedua nanti minimal harus mengumpulkan 28 poin dari lima partai tandang di Lubukpakam menghadapi PSDS, Padang (Semen Padang), Banda Aceh (Persiraja), Bireuen (PSSB) dan Sigli (PSAP).

Menyadari beratnya perjuangan itu, Manajer Tim PSMS Medan Drs Hendra DS tidak segan-segan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim. "Manajemen paling tidak harus merombak 50 persen materi pemain yang ada sekarang," katanya menambahkan tidak tertutup kemungkinan pelatih bersama ofisial lainnya bernasib serupa.

Dengan anggaran hibah dari APBD ke KONI Medan sejumlah Rp6 miliar nantinya akan digunakan untuk mencari pemain yang lebih berkualitas. Di samping itu, manajemen akan lebih teliti dalam perekrutan pemain.

Pelatih Suimin Dihardja sendiri mengakui, anak-anak didiknya sudah berjuang keras dan bermain baik melawan Semen Padang, namun faktor luck tidak berpihak pada Ayam Kinantan termasuk peluang penalti yang seharusnya diterima pupus setelah wasit Mulyadi (Bogor) menganggap pelanggaran terhadap Tri Yudha Handoko oleh Gusrifen Effendi bukan satu kesalahan.

Hasil seri 0-0 ini membuat posisi PSMS di berada urutan ketujuh dengan nilai 13 dari tiga kali menang, empat seri dan tiga kali kalah. Semen Padang sendiri makin kokoh di puncak dengan nilai 20

Siap All Out

PSMS wajib melupakan kesialan dalam dua laga terakhir. Ya, memori dua laga tandang tanpa poin – yang didapat melalui jalan yang kontroversi – tak boleh menjadi penghalang dan beban untuk meraih tiga poin. Ayam Kinantan wajib all out kala menjamu Semen Padang sore ini, Selasa (12/1), di Stadion Teladan Medan.

Apalagi, sua Semen Padang ini merupakan laga pamungkas PSMS di putaran pertama Divisi Utama wilayah 1. Tiga poin yang ditargetkan harus diraih untuk modal memasuki putaran 2 dan berujung lolos ke Indonesia Super League.

Dengan dasar ini, arsitek PSMS Suimin Diharja telah memberi instruksi kepada anak asuhnya agar tampil all out ketika melawan Semen Padang. Masalahnya, pertemuan kedua tim ini ibarat langit dan bumi. Semen Padang, datang dengan motivasi tinggi mencuri angka di Medan. Pun skuad yang dipunyai lebih mumpuni dibanding dengan yang dipunya PSMS.

Belum lagi menilik perolehan poin sementara. Saat ini Semen Padang menjadi raja dengan memuncaki klasemen sementara wilayah I dengan raihan 19 angka hasil dari enam menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Sedangkan PSMS, masih berkutat di peringkat enam dengan torehan 12 angka hasil dari tiga menang, tiga imbang dan tiga kalah.

Berkaca dari data dan fakta sementara tersebut, PSMS memang jelas kalah segala-galanya. Namun, kalau melihat sejarah pertemuan kedua tim, PSMS masih boleh sedikit berbangga hati. Pasalnya, sepanjang perjalanan kedua tim di Divisi Utama dahulu, tercatat keduanya telah bertemu 10 kali. Termasuk dua kali laga di ajang Copa Indonesia. Menarik, PSMS lebih digdaya dengan menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang dan dua kali kalah. Paten-nya lagi, kemenangan PSMS atas Semen Padang dahulu tak selalu diraih di kandang sendiri.

Tak berlebihan, tentu, jika sedikit membandingkan. Setidaknya, pihak Semen Padang mengakui akan hal itu. Saat jumpa pers kemarin sore di Stadion Kebun Bunga, pihak Semen Padang yang diwakili asisten pelatih Nil Maizar mengatakan kalau PSMS tetaplah tim yang masih punya nama besar. “PSMS itu ikon Sumatera! Nama besar itu masih melekat hingga kini. Namun begitu, kami tetap akan berupaya meraih poin di sini,” terang Nil.

Untuk meredam ambisi PSMS meraih poin penuh di kandang sendiri, Nil pun menjelaskan kalau pihaknya tak akan banyak mengubah taktik dan strategi. “PSMS bagus. Saya kenal betul klub ini selalu punya fighting spirit yang meledak-ledak, apalagi main di kandang. Tapi, kami rasa tidak ada persiapan khusus. Biasa-biasa saja,” lanjut Nil.

Walau demikian, pihak PSMS tetap akan waspada ekstra tinggi. Suimin bilang pihaknya sudah menyiapkan tim untuk menang. Kerangka dan simulasi pun sudah diterapkan. “Benar kita kalah segala-galanya atas Semen Padang musim ini. Tapi kami tak akan menyerah sebelum bertanding. Semangat Medan akan dipertontonkan,” beber Suimin.

Sayang, kubu PSMS tampaknya masih tak akan diperkuat seluruh pilarnya. Dua pemain belakang, Ahmad Maulana dan kapten tim Slamet Riyadi dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan Edu Juanda masih dibekap cedera tulang kering, sehingga dipastikan juga bakal absen.
Sedangkan kubu Semen Padang, tampil lebih sempurna. Hampir pemain utamanya bisa diturunkan. Yang absen hanya Marcio Sauza striker asal Brasil yang musim lalu memperkuat Persela Lamongan

Semuaya harus di evaluasi

JAUH hari sebelum melakoni laga terakhirnya di putaran pertama ini, perangkat tim PSMS telah mendapatkan kabar harus segera dievaluasi. Tak hanya evaluasi, ancaman bakal terjadi pendepakan pemain pun diwacanakan.

Tentu saja tak fair kalau hanya tim yang mendapatkan sorotan yang begitu tajam. Beberapa elemen di kubu PSMS juga harus mendapatkan perhatian serupa, demi kebaikan PSMS.

Untuk urusan satu ini, barisan pendukung PSMS dari bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan berharap, agar pengurus dan panitia pelaksana pertandingan juga instropeksi diri.

“Kurang fair rasanya kalau hanya tim yang disoroti habis-habisan. Sementara pengurus tak ada yang mengevaluasi. Sementara kami amati banyak pengurus yang tak jelas apa kerjanya,” beber Nata Simangunsong pentolan SMeCK kepada Sumut Pos kemarin.

Kemudian, terkait rencana manajemen untuk melakukan bongkar pasang skuad di menatap putaran kedua nanti, SMeCK menyatakan mendukung. “Oke kalau skuad dievaluasi, karena memang masih tak sesuai dengan peta persaingan di divisi utama. Kami tunggu janji manajemen akan hal ini. Tapi ingat, kami juga berharap adanya perbaikan dari pengurus,” sambung Nata yang masih tercatat sebagai mahasiswa ITM itu.

Hal ini ternyata juga telah disadari oleh beberapa pengurus. Freddy Hutabarat misalnya. Pegawai Bank Sumut yang aktif sebagai pengurus bidang kompetisi, dan duduk sebagai wakil ketua Panpel pertandingan PSMS itu, juga menginginkan adanya perubahan di pihak pengurus.
Freddy bahkan miris melihat kondisi tim PSMS, yang sejauh ini tampaknya kurang mendapatkan perhatian. “Tanpa menyalahkan siapapun karena kita adalah tim. Maka itu, saya berharap ada perubahan sikap di kepengurusan. Saya pun merasa bahwa tim tak mendapatkan perhatian yang baik dari pengurus. Ini kami ubah bersama,” beber Freddy.

Bahkan Freddy menantang agar pengurus yang tak berkonstribusi nyata agar mundur dari jabatannya. “Bukan apa-apa, kalau mau sama-sama kerja marilah bersama-sama. Kalau tidak, mari sama-sama mundur,” koarnya.

Melihat hal itu, Agus Suriono sekretaris PSMS menyatakan bahwa pihaknya memang sudah merencanakan menggelar evaluasi. “Untuk evaluasi, kita akan gelar menyeluruh. Termasuk pengurus dan Panpel,” katanya

Saha Harus Bikin Gol

TAK bisa dipungkiri, kinerja Osas Saha legiun impor PSMS makin hari makin menunjukkan tanda-tanda penurunan. Tak seperti laga-laga awal bersama PSMS, Saha terlihat begitu trengginas di depan gawang lawan.

Belakangan, grafik performa Saha memang merosot tajam. Kurang begitu jelas apa faktor yang dialami pemain asal Nigeria ini. Meski begitu, Saha masih akan diberikan kepercayaan untuk tampil ketika melawan Semen Padang.
Menyoroti penampilan anak asuhnya itu, Suimin menegaskan kalau dia akan berbicara terlebih dahulu kepada pemain bernomor punggung 10 itu. Kalau penampilan Saha sampai kembali menunjukkan tanda-tanda tak membaik, manajemen kabarnya siap mendepak mantan pemain PSDS satu ini.

“Benar Saha mengalami kemerosotan performa. Tapi dia tetap menjadi rencana dalam line up kontra Semen Padang. Inilah kesempatan terakhirnya membuktikan kalau dia masih layak berkostum Kinantan,” terang Suimin.

Saat membela PSDS musim lalu, striker berambut gimbal itu tampil cukup apik. 18 gol dikemasnya bersama tim berjuluk Traktor Kuning tersebut. Keganasannya sempat ditunjukkan ketika dia menjalani seleksi di PSMS. Bahkan, pemain berusia 23 tahun itu mengalahkan pesaingnya sesama pemain asing Adolfo Sauza dalam seleksi. Dari pihak manajemen sendiri sudah menyatakan kekecewaannya dengan penampilan Saha. Benny Tomasoa, asisten manajer, berharap agar Saha mampu kembali ke performa terbaiknya. Kalau tidak, Benny mengusulkan agar Saha didepak

Tuesday, January 12, 2010

Pembuktian

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.
“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Rachmat Affandi Ingin Pulang

RENCANA perombakan skuad PSMS menatap putaran kedua nanti, ternyata mulai terendus ke berbagai klub di tanah air. Termasuk klub Indonesia Super League (ISL). Mendengar kabar tersebut, Rachmat Affandi striker Arema Malang yang musim lalu sempat memperkuat PSMS, menyatakan ketertartikannya bergabung kembali ke PSMS.

Terlebih selama berkostum Arema, Rachmat jarang mendapatkan tempat karena harus bersaing dengan striker asing asal Singapura Moh Alam milik Arema. Padahal, Rachmat termasuk striker haus gol yang cukup tajam.

Pemain berusia 25 tahun yang dibesarkan Pelita Jaya itu, sempat mencetak tak kurang 9 gol bersama PSMS musim lalu. Jumlah itu termasuk yang disarangkannya di kancah AFC Cup yang diikuti PSMS musim lalu.

Karena tak mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Arema-lah Rachmat ingin kembali ke PSMS agar punya kesempatan tampil lebih banyak dan tentu saja mencetak banyak gol. “Saya sebenarnya terikat kontrak satu tahun bersama Arema. Tapi saya ingin juga kembali main untuk PSMS asalkan urusan kontrak diurus oleh manajemen PSMS dan Arema,” kata Rachmat.

Bagi Rachmat, yang terpenting baginya adalah pengembangan karir. Dia tak ingin berada di klub besar yang walaupun berada di ISL, tapi jarang mendapatkan kesempatan tampil. “Yang penting adalah karir. Saya tak ingin hanya duduk di bangku cadangan, karena hanya akan menumpulkan permainan saya. Biar berada di klub dengan kasta kompetisi rendah, asalkan jam terbang saya terjaga dan bertambah,” tambahnya.

Dikonfirmasikan kepada Hendra DS manajer PSMS, dikatakan bahwa perekrutan pemain lokal tetap akan jadi priorotas. Termasuk juga mendatangkan Rachmat Affandi. “Setelah menggelar evaluasi, saya akan ajukan penambahan pemain. Dan siapa saja yang bakal direkrut akan dibicarakan bersama,” katanya.

Modal Besar Hadapi Semen Padang

MATERI pemain yang dimiliki Semen Padang, memang lebih berkelas dari pada skuad yang dimiliki PSMS. Maka itu, untuk mengandaskan perlawanan klub asuhan Arcan Euri itu bukan perkara mudah. Walaupun, main di kandang sendiri.

Namun kalau menilik fakta, pertemuan kedua klub sebenarnya lebih banyak dimenangi PSMS. Dalam 10 pertemuan terakhir baik di ajang Divisi Utama dan Copa Dji Sam Soe sejak tahun 2004, PSMS tercatat tujuh kali menang, sekali seri dan hanya dua kali kalah.

Menilik sejarah tentu saja tak ada salahnya. Pertemuan pertama kedua tim di Divisi Utama terjadi pada 20 Januari 2004. Saat itu PSMS melawat ke markas Semen Padang, namun berhasil menang 1-3. Pada Divisi Utama 2005, PSMS kalah tipis 1-0 ketika laga digelar di kandang Semen Padang. Setahun berikutnya, PSMS juga kalah di kandang Semen Padang dengan skor 2-0.

Selebihnya, PSMS tak terkalahkan termasuk pada pertemuan terakhir kedua tim di Divisi Utama pada 28 November 2007. Saat itu PSMS menang 2-0 di Stadion Teladan.

Kini, materi pemain Semen Padang tampaknya lebih baik dari PSMS. Namun semangat berdasarkan sejarah yang lebih baik, membuat kubu PSMS yakin bisa mendulang angka penuh. “Mau tak mau kita memang harus meraih tiga angka. Apalagi digelar di kandang sendiri,” kata Suimin Diharja arsitek tim.

Kabar baiknya, kubu Semen Padang bakalan tak diperkuat legiun impornya asal Brazil Marcio Sauza yang musim lalu berkostum Persela. Marcio dipastikan absen karena menerima kartu merah saat Semen Padang menang 2-1 kontra Persita. Hal ini tentu saja sedikit melegakan karena sebaliknya PSMS, bakal diperkuat seluruh skuadnya. Termasuk Nyeck Nyobe yang telah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning

Laga Lawan Semen Padang Jadi Pembuktian Pemain PSMS

Manajemen PSMS telah membulatkan tekad untuk merombak skuad usai putaran pertama ini berakhir. Maka itu, laga kontra Semen Padang di laga pamungkas putaran pertama nanti menjadi pembuktian bagi skuad yang ada. Ya, mereka wajib mempertontonkan penampilan terbaiknya kalau tak ingin tergerus perombakan pemain.

Hal itu dikatakan Hendra DS manajer tim. Dihubungi kemarin, Hendra meminta agar skuad tampil lepas dan memperlihatkan semangat juang tinggi, agar mampu mengandaskan perlawanan Semen Padang di Stadion Teladan Selasa (12/1) ini.

“Menatap laga kontra Semen Padang, pemain harus tampil lebih baik dari sebelumnya. Hal itu sekaligus membuktikan kalau mereka masih layak berkostum Kinantan. Kalau tidak, akan segera diumumkan degradasi pemain,” bebernya.

Ya, urusan mendatangkan pemain memang tampaknya telah final dibicarakan. Meskipun manajemen terlebih dulu akan mengevaluasi penampilan secara keseluruhan bersama arsitek tim Suimin Diharja.

Melewati seluruh laga di Divisi Utama ini, Hendra juga bilang bahwa skuad yang dimiliki PSMS sama sekali kalah kelas dengan peserta Divisi Utama lainnya. Maka itu, Hendra sebenarnya sudah cukup takjub ketika PSMS berhasil meraih 12 angka sejauh ini. Tapi begitu, perombakan pemain tetap akan digalang agar PSMS tetap mampu berkompetisi menuju kasta ISL.

“Berdasarkan fakta, kita jelas kalah kelas dengan skuad tim lainnya yang berada di Divisi Utama. Maka itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus ada perombakan pemain,” tambah Hendra.

Menurutnya, pada putaran kedua nanti akan ada penambahan sekitar empat sampai lima pemain baru. Tak menutup kemungkinan pemain asing juga masuk. Namun pada dasarnya, Hendra berharap mendapatkan pemain lokal berkualitas.

Berdasarkan posisi, Hendra bilang akan menambah pemain di sektor depan, tengah, bek hingga penjaga gawang.

“Termasuk penjaga gawang juga akan kita cari yang lebih baik,” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Terkait modal untuk itu, Hendra menyatakan bahwa dana hibah dari APBD Kota Medan telah dibicarakan. Dan diketahui telah mendapatkan persetujuan dari para anggota dewan, agar kiranya dihibahkanlah dana senilai Rp6 milyar untuk PSMS. Terlebih seluruh masyarakat Medan ingin menyaksikan kembali PSMS main di ISL

Persela Berniat Perpanjang Pinjaman Duo PSMS

Persela Lamongan menolak untuk melepas duo bek yang dipinjam dari PSMS Medan, Aun Carbini dan Fadli Hariri. Padahal, dua bek ini sangat diidam-idamkan untuk bisa kembali ke Medan. Bahkan, Laskar Joko Tingkir ingin meminjam lagi dua pemain ini untuk musim depan.

Ketua Tim Pembentukan yang juga bendahara Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, pihaknya menolak untuk memberikan Aun dan Fadli ke PSMS meski keduanya berstatus pinjaman. Sebab, kedua pemain itu masih dibutuhkan oleh Persebaya hingga akhir musim nanti.

Ia menejelaskan, dua pemain ini memang masih terikat kontrak dengan PT Topas Gopas. Namun tenggang waktu peminjaman adalah satu musim. 'Setelah itu baru kami kembalikan atau kami pinjam lagi. Tapi untuk sekarang tenaganya masih diperlukan di Persela," kata Yuhronur, Senin (11/1/2010).

Persela memang bertekad tidak akan melakukan perubahan di lini tengah. Sebab sejauh ini lini belakang mereka jadi salah satu yang terbaik dari jajaran tim Jawa Timur yang berlaga di Superliga. Dari 12 kali tanding, mereka hanya kebobolan 8 gol. Mereka terpaut empat gol dari Arema Malang yang menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Superliga musim ini.

"Kalau ada evaluasi, paling itu lini tenhah atau lini depan. Sebab kita sangat sedikit cetak gol. Untuk lini belakang kita masih jadi salah satu yang terbaik hingga kini," lanjutnya.

Penampilan Aus dan Fadli musim ini memang tak terlalu mencolok. Mereka lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi ban serep kapten Persela, Fabiano da Rosa. Padahal musim lalu peran keduanya di PSMS sangat sentral. Meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, tapi setidaknya dua pemain ini layak disebut sebagai pemain masa depan Indonesia.

"Jika Fabiano absen, tidak ada lagi pemain yang bisa mengantikan selain Aun. Termasuk juga Hariri. Meski keduanya lebih banyak di bangku cadangan bukan berarti tidak bagus," ucap arsitek Persela, Widodo C Putra

Monday, January 11, 2010

PSMS rapatkan barisan

Pelatih Suimin Dihardja menegaskan skuad PSMS Medan harus segera merapatkan barisan untuk menghadapi juara grup I putaran pertama kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Semen Padang, di Stadion Teladan Medan, Selasa (12/1) nanti.

Kekalahan menyakitkan di laga away terakhir di Tangerang dan Bogor harus dilupakan. Namun, pelatih kampung itu meminta seluruh barisan Ayam Kinantan harus padu mengakhiri paruh musim ini dengan manis.

Walaupun secara pribadi kecewa karena tak mampu mencapai target meraih 18 poin, Suimin menilai tim sudah berbuat maksimal sesuai kemampuan yang dimilikinya. “Inilah perjuangan anak-anak. Kami sudah berjuang dengan maksimal. Di putaran kedua, kami akan lakukan yang lebih baik lagi,” katanya.

Memang, sejauh ini PSMS baru mengumpulkan 12 dari 18 poin yang ditargetkan. Berdasarkan fakta dan statistik, raihan 12 poin tak terlalu berlebihan, terlebih kalau akhirnya M Affan Lubis cs berhasil meraih tiga angka dari Semen Padang.

Kalau itu tercapai, artinya PSMS hanya kehilangan tiga poin dari target semula. “Maka itu, saya berharap pecinta PSMS memiliki satu suara untuk meraih tiga angka ketika melawan Semen Padang, apalagi kita main di kandang,” tambahnya.

Untuk memenuhi target itu, tampaknya peluang besar berpihak kepada PSMS. Hal itu dikarenakan faktor cedera pemain yang mulai berkurang plus hukuman akumulasi juga sudah terbebas dari Deni Wahyudi dan Nyeck Nyobem, namun sebaliknya kapten Selamet Riyadi terpaksa absen karena akumulasi kartu.

Semen Padang sendiri dipastikan tak diperkuat striker asingnya yang musim lalu membela Persela Lamongan, Marcio Souza. Melawan Persita, Jumat lalu, Marcio terkena kartu merah.

“Itu kabar baiknya. Semoga anak-anak bisa memaksimalkan laga terakhirnya di kandang sendiri. Motivasi pasti berlipat, karena itu laga terakhir di putaran pertama,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.

Di samping itu, laga pamungkas ini juga merupakan kesempatan terakhir untuk skuad agar membuktikan kontibusi maksimalnya. Pasalnya, manajemen sudah mengutarakan akan merombak hampir 50 persen skuad untuk menatap putaran kedua nanti

Performa Saha menurun

Performa striker impor PSMS Medan, Ikpefua Osas Marvellous Saha, belakangan ini mulai menunjukkan grafik menurun khususnya di pertandingan terakhir saat membela PSMS menghadapi Persikabo Bogor.

Puncaknya ketika bermain sejak awal melawan Persikabo. Tak satu pun peluang yang berhasil diciptakannya sebagai seorang striker. Alhasil, Suimin menilai pemain asal Nigeria itu tak ayalnya layak pemain lokal.

Bahkan ketika seluruh pemain banting tulang pada laga kontra Persikabo lalu, Saha terlihat kurang memperlihatkan semangat juang yang diharapkan darinya. Berbeda ketika Saha bermain pada debutnya kontra Persipasi Bekasi lalu di mana terlihat kelasnya sebagai striker tajam. Namun pasca cedera di laga itu, Saha seperti kehilangan hampir 40 persen kemampuannya.

“Kita akan berikan kesempatan untuk Saha. Saya masih yakin dia bisa berbuat banyak, tapi itu tergantung sang pemain. Sejauh ini, saya nilai kualitasnya tak ayal seperti pemain lokal dan karenanya dia harus meningkatkan kemampuannya,” komentar Suimin.

Sementara itu, niat manajemen mendatangkan pemain baru pada putaran kedua mendatang kian serius. Beberapa pemain sudah dihubungi dan salah satu yang tengah didekati selain Aun Carbiny dan Fadli Hariri, adalah Harry Syahputra yang notabene mantan bek PSSI semasa pelatih Ivan Kolev.

Untuk lini depan, sejauh ini belum tergambar siapa yang akan dipinang, namun Suimin lebih menginginkan striker asing. Kalaupun pemain lokal yang direkrut, Suimin berharap Saktiawan Sinaga yang mengisi lini depan PSMS. “Kalau lokal bisa, saya berharap Saktiawan. Tapi apa dia mau?,” tanya Suimin.

Menyoal hal ini, tampaknya manajemen perlu mempertimbangkan untuk segera melobi pihak Persik Kediri yang merupakan klub tempat Sakti bernaung sekarang ini

Kontroversi

PSMS tak mampu mencuri poin saat bertandang ke kandang Persikabo. Pada laga yang digelar di Stadion Persikabo, Bogor, Jumat (8/1) itu, Ayam Kinantan menyerah dengan skor tipis 0-1.

Lucunya, gol tak pernah bersarang ke gawang PSMS. Namun wasit Puji Prasetyo yang pimpin laga itu menyatakan kalau tandukan Pagbe David pada menit ke-41’ sah telah masuk ke dalam gawang PSMS.

Tak pelak, keputusan itu menuai ketidakpuasaan kubu PSMS. Meskipun kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, namun ketika kekalahan itu terjadi karena hal tak sportif, tentu saja sulit diterima.

Gol kontroversial itu bermula ketika terjadi sedikit kemelut di daerah kotak penalti PSMS. Bola akhirnya berhasil dipindahkan oleh skuad Persikabo ke sisi kiri pertahanan PSMS, dan diumpan silang tepat ke arah gawang PSMS yang dikawal M Halim.
Dua pemain bertahan PSMS, Dodi Rahwana dan Heri Suwondo berada tepat di sebelah tiang gawang.
Ketika menyadari datang bola ke arah M Halim, lewat tandukan Pagbe David, dengan sigap Heri Suwondo menyundul bola sebelum bola lewati garis gawang.

Anehnya, wasit utama yang memimpin laga berada tak jauh dari gawang dan melihat kejadian itu, bahkan dia tak menyatakan kalau terjadi gol. Namun ketika melihat asisten wasit menyatakan gol, wasit utama pun menyatakan gol.
Melihat kondisi itu, PSMS tentu saja tak terima. Seluruh pemain menyatakan protes kepada asisten wasit. Tapi apa daya, gol telah ditetapkan.

Tak lama usai gol aneh itu terjadi, permainan pun mulai panas. Beberapa kali skuad PSMS tampil lebih keras dan tak kenal kompromi.

Setiap ada bola mendekat ke gawang, langsung dilibas tak ada ampun. Walhasil, dua pemain PSMS terkena kartu kuning. Mereka adalah Faisal Azmi dan Ahmad Maulana.

Sebaliknya, tim tuan rumah juga bermain lebih emosional. Tak jarang beberapa pemain tim tuan rumah terlihat memukul pemain PSMS. Atas tingkah tak sportif itu, tiga pemain Persikabo diganjar kartu kuning. Masing-masing Mukmin, Julianhar Buyung, dan Roger Batoum.

Di babak kedua, penampilan PSMS masih coba berada dalam kontrol. Permainan masih berhasil diimbangi. Walaupun nyaris tak ada serangan ke gawang Persikabo.

Penguasaan bola bisa dibilang dimiliki oleh Persikabo. Faktor dukungan 10 ribu fans fanatik tim tuan rumah, membuat mental bermain Persikabo lebih dominan.

Namun, penampilan lini per lini skuad PSMS pun sebenarnya tak kalah baiknya. Tercatat, Persikabo punya lebih dari empat peluang emas. Namun karena kekompakan lini belakang PSMS, peluang itu tak berbuah jadi gol.
Di pengujung laga, PSMS mencoba mencuri gol. Permainan taktis yang cepat, cukup berhasil membuat barisan pertahanan Persikabo lengah.

Peluang emas yang dimiliki PSMS, tercipta pada menit ke-89. Saat itu Kamil Sembiring yang dimasukkan menggantikan Dodi Rahwana di menit 80, mendapatkan peluang di dalam kotak penalti.

Namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang lawan. Saat itu, ruang gerak Kamil memang sangat sempit karena dikawal tiga pemain belakang lawan. Hingga usai laga, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Persikabo.
Saat jumpa pers, pihak PSMS yang diwakili oleh asisten manajer Benny Tomasoa dan asisten pelatih Nimrot Manalu memaparkan kalau PSMS benar-benar kecewa. Menurut rencana, manajemen PSMS akan kembali mengadukan kinerja wasit ke Komisi Wasit PSSI.

“Hasil sudah kita terima. Namun kita akan menyatakan keberatan atas kinerja wasit. Kalau tidak dibenahi, sampai kapanpun sepak bola nasional tak akan maju,” koar Benny yang diamini Nimrot.

Sementara dari pihak Persikabo lewat pelatih Iwan Setiawan mengatakan bahwa dia puas dengan kemenangan yang diterima.
“Selanjutnya tinggal menatap laga terdekat. Kemenangan ini sangat berarti,” bebernya.

Saturday, January 9, 2010

Aun, Fadli siap mudik

Untuk memuluskan langkah PSMS Medan menuju Liga Super Indonesia musim depan, manajemen berencana menambah lima pemain berkualitas dan dua di antaranya adalah dua pemain belakang, Fadli Hariri dan Aun Carbini.

Keduanya ketika dihubungi di Lamongan menyatakan, siap membela PSMS apabila manajemen Persela dan pihak PT Togos Gopas mengizinkannya. Rencana akan segera digelontorkannya dana hibah PSMS lewat APBD sebesar Rp6 miliar melalui KONI Medan membuat manajemen lebih berani mengupayakan perburuan pemain.

Menurut Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS di Bogor, kurang maksimalnya hasil yang diperoleh Ayam Kinantan saat ini membuat pihaknya merasa perlu untuk mengupayakan perekrutan pemain baru.

“Kita akan ambil lima pemain untuk putaran kedua ini dan langsung lakukan setelah putaran pertama berakhir. Ini mengingat beberapa pemain yang ada tidak punya kontribusi yang memadai," ujarnya.

Selain Fadli dan Aun, Hendra enggan menyebutkan nama pemain-pemain lain namun ditegaskannya mereka adalah putra daerah Medan. "Yang jelas kita utamakan putra daerah. Kita harapkan mereka mau menerima tawaran kami," tukas mantan anggota DPRD Medan itu.

"Manajemen PSMS sudah menghubungi Aun dan Fadly, mereka bersedia danbilang bahwa urusan transfer dengan PT Togos Gopas diserahkan sepenuhnya kepada manajemen PSMS,” katanya

PSMS pulang tanpa hasil

Laga away terakhir PSMS Medan di putaran I kembali menuai hasil hampa. Dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I, PSMS harus mengakui keunggulan Persikabo Bogor 0-1 di Stadion Persikabo, Jumat.

Layaknya di Tangerang ketika melawan Persita, kali ini gol kontroversial kembali bersarang di gawang Ayam Kinantan. Sundulan Roger Batoum itu sebenarnya berhasil dihalau Heri Suwondo yang berdiri persis di bawah mistar gawang M Halim, namun asisten wasit menyatakan bola melewati garis hingga wasit H Puji Suprayetno pun berpendapat demikian.

Menyadari sikap asisten wasit itu, para pemain PSMS memprotes sehingga sempat membuat pertandingan terhenti selama lima menit. Namun, wasit tetap pada keputusannya hingga Selamet Riyadi cs ‘terpaksa’ menerima gol tersebut dengan jiwa besar.

Secara keseluruhan, Persikabo tampil lebih mendominasi pertandingan, namun rapatnya lini pertahanan PSMS membuat setiap serangan tuan rumah berhasil dimentahkan. Apalagi M Halim menunjukkan kepiawaiannya di mistar gawang PSMS.

Pada temu pers usai pertandingan, Asisten Manajer PSMS Drs Benny Tomasoa kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Dikatakan, kemenangan Persikabo murni merupakan kesalahan asisten pelatih.

“Sekali lagi kami dikerjai, entah sudah berapa kali kepemimpinan wasit merugikan PSMS. Sudah capek kita protes, tapi tetap dikerjai juga,” ujar Benny kesal.

Sementara itu, pelatih fisik PSMS Nimrot Manalu mengungkapkan tidak mungkin Heri Suwondo menghalau bola jika sudah masuk dalam gawang. “Gol itu tidak sah!” tegas Nimrot.

Manajer Tim Drs Hendra DS menilai secara keseluruhan penampilan Jecky Pasarella cs cukup baik. “Biarlah orang yang menilai kinerja wasit. Sebagai seorang pembina, kita harus menerima apapun hasil pertandingan dengan jiwa besar,” katanya.

Iwan Setiawan berpendapat kemenangan tersebut merupakan jawaban dari
rumor tidak sedap yang selama ini terjadi pada tim asuhannya. Meski sebelumnya khawatir akan kedekatan pemain dengan sosok Suimin, Iwan mengaku puas dengan kemenangan timnya.

Kekalahan ketiga PSMS ini membuat posisi Ayam Kinantan bertahan di urutan keenam dengan nilai 12. Dengan demikian, target mencapai nilai 18 di putaran pertama gagal.

Friday, January 8, 2010

Duel Mantan Pelatih masing 2club

ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?

Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.

Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.

Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.

Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.

Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.

Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.

“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin

Duel Mantan Pelatih masing 2club

ADA yang menarik kalau kita cermati laga Persikabo kontra PSMS, sore ini, Jumat 8(/1). Coba lirik siapa orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi masing-masing tim?

Ya, di kubu Persikabo ada Iwan Setiawan yang musim lalu sempat menukangi PSMS walau hanya dua laga di ajang Indonesian Super League. Sedangkan di kubu PSMS, ada Suimin Diharja yang dua musim belakangan membesut Persikabo.
Dengan fakta itu, bukan berarti akan ada istilah rekanan antarkeduanya. Di atas kertas, masing-masing pelatih sudah menyiapkan strategi masing-masing. Termasuk di atas rumput nanti. Kedua tim dipastikan akan turun dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan siapa yang paling baik.
Yang layak dicermati, adalah gambaran Suimin akan tim yang bakal dihadapinya itu. Walaupun bakal main di kandang lawan, Suimin yakin mampu mengimbangi permainan Persikabo. “Tidak ada yang harus ditakuti. Hanya saja anak-anak harus mampu menjaga konsentrasi hingga usai pertandingan,” sebut Suimin.

Kubu Persikabo yang ditangani Iwan musim ini kerap memainkan bola-bola pendek ketika sadar timnya mengusai jalannya laga. Hal ini dipertunjukkan ketika Persikabo dikalahkan PSDS 1-2.

Nah, ketika tertinggal, Iwan kerap menginstruksikan anak buahnya agar buru-buru mengejar ketertinggalan. Untuk serangan cepat ini, Iwan akan memaksakan pemainnya memainkan umpan-umpan panjang ke depan. Sayangnya, lini belakang kerap ikut naik sehingga ketinggalan saat mendapatkan serangan balik.

Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Suimin. Teori compact defense juga bakal diusung Suimin agar pemain Persikabo terkungkung oleh pressing lini kedua PSMS.

Tujuannya agar Persikabo tak semena-mena menguasai bola di separuh sisi lapangan.

Serangan balik cepatlah yang akan coba dimanfaatkan kalau seandainya konsep strategi Suimin berjalan. Aktor yang dipersiapankan untuk memainkan serangan balik cepat, tampaknya masih akan ditumpukan kepada Affan Lubis, Yudha Handoko. Kedua gelandang ini akan bertugas mengantarkan bola kepada Osas Saha atau Jecky Pasarela di lini depan.

“Meraih satu angka dari kandang Persikabo sudah cukup bagus. Tapi kita ingin lebih dari itu,” tegas Suimin

Ayam Kinantan Bertekad Curi Poin

Dalam sejarah pertemuan Persikabo versus PSMS, rekor manis masih ditorehkan PSMS. Sepanjang keikutsertaan kedua tim di ajang Divisi Utama, memang keduanya baru dua kali bertemu pada 2007 silam dengan hasil sekali kemenangan bagi PSMS dan sekali imbang.

Pertemuan pertama terjadi pada 16 Desember 2007. Partai yang digelar di Stadion Teladan itu dimenangi dengan mudah oleh PSMS dengan skor 3-1. Pada 21 Desember, ketika laga keduanya digelar di Stadion Persikabo, Bogor, PSMS mampu menahan imbang dengan skor 1-1.

Berkaca pada sejarah, bisa jadi PSMS meneruskan tradisi bagus ketika bertemu Persikabo. Berhubung laga di musim ini digelar lebih dulu di Bogor, tampaknya raihan satu angka tak terlalu sulit didapat PSMS.

Ya, hari ini, Jumat (8/1), PSMS akan melakoni laga away terakhirnya di paro musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia kali ini. Target membawa angka dari laga away terakhir ini pun sangat diharapkan pendukung PSMS, yang juga diamini manajemen.

Sayang, PSMS datang ke Bogor dengan langkah gontai. Skuad Ayam Kinantan tak komplit, menyusul cederanya sejumlah pemain pilar. Hal ini diperparah dengan bakal absennya Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi karena terkena akumulasi kartu.

Alhasil, Suimin Diharja arsitek PSMS yang musim lalu menukangi Persikabo, harus putar otak lebih keras. Taktik dan strategi mumpuni harus dikemas hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Ya, PSMS hanya punya waktu recovery kurang dari 36 jam usai melakoni laga kontra Persita.

Perbedaan kelas pemain kedua tim cukup siginifikan. Persikabo diperkuat mayoritas pemain yang sarat pengalaman, plus tiga legiun impor. Sedangkan PSMS mayoritas dihuni pemain minim pengalaman. Legiun impor PSMS yang bakal diturunkan pun hanya Osas Saha, yang sebenarnya kondisinya masih belum seratus persen pulih dari cedera engkel.

“Target kita untuk mencuri angka dari lawatan away terakhir ini adalah ketika melawan Persikabo. Semoga hal itu bisa tercapai,” kata Suimin.

Untuk urusan satu ini memang harus ditindaklanjuti. Pasalnya, PSMS masih kekurangan tiga poin lagi untuk melengkapi target meraih 18 poin di putaran pertama. Artinya, PSMS harus menang kontra Persikabo dan Semen Padang di Stadion Teladan 12 Januari mendatang. Kalau tidak, target awal gagal tercapai yang ujungnya bakal memberatkan langkah di putaran kedua nanti.

“Target 18 angka harus diupayakan agar kita lebih mudah melangkah di putaran kedua. Tiga angka kontra Persikabo harus bisa diambil, sama halnya ketika nanti menjamu Semen Padang,” timpal Benny Tomasoa asisten manajer PSMS yang mendampingi tim di Tangerang.

Sebaliknya, tim tuan rumah bakal turun dengan kekuatan komplit. Klub asuhan Iwan Setiawan itu bakal menurunkan tiga pemain asingnya sekaligus, plus pemain lokal yang mayoritas pemain Persikabo musim lalu. Dihubungi Sumut Pos, Rabu (6/1), Iwan mengaku akan menargetkan tiga angka di kandang sendiri. Terlebih posisi Persikabo saat ini berada dalam kondisi tak mengenakkan di klasemen sementara

Anak Medan minta PSMS serius

Warga asal Medan di Jakarta dan sekitarnya berharap PSMS Medan mampu bermain lebih serius saat menghadapi Persikabo di Stadion Persikabo Bogor pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010, Jumat besok.

“Kami benar-benar kecewa atas kekalahan PSMS di Tangerang dan itu bisa terobati bila anak-anak Ayam Kinantan menang melawan Persikabo,” ujar Akir di Hotel Cibinong Bogor saat mengunjungi ofisial dan pemain PSMS baru-baru ini.

Penggemar berat Ayam Kinantan itu berjanji akan datang ke Bogor pada pertandingan bersama dengan anak-anak Medan lainnya. Pengusaha tambang ini menghimbau agar pemain tetap mengandalkan fanatisme tinggi dan tampil ngotot sepanjang pertandingan.

Secara terpisah, anak Medan lainnya Ali Gultom dan Muhammad Juansyah mengingatkan Tri Yudha Handoko cs bahwa kekalahan dari Persikabo akan memperkecil peluang PSMS lolos ke babak delapan besar.

“Jadi tidak ada istilah lagi kalah dari Persikabo yang pernah ditangani pelatih Suimin Dihardja tersebut,” tukas Gultom.

Juansyah menyatakan, Suimin sudah tahu apa yang akan diperbuatnya, karena mengenal betul karakter dan bentuk permainan lawan terakhir. Di samping itu, Suimin atau pelatih kiper Jamaluddin Hutauruk harus berani menurunkan penjaga gawang ketiga Irwin Ramadhana.

Ini dikarenakan dua penjaga gawang inti yakni Sony Gunawan dan M Halim kerap memperlihatkan penurunan dalam penampilannya. “Irwin, mantan kiper Persikabo, pasti termotivasi ingin memperlihatkan kemampuannya dalam debutnya membela PSMS kepada publik Bogor dan manajemen,” tambah Juan

Atmosfer Bogor memanas

Menjelang perseteruan PSMS Medan dengan Persikabo Bogor dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia grup I di Stadion Persikabo, Jumat ini, atmosfer kota hujan tersebut benar-benar memanas.

Bagi PSMS yang ingin menggapai nilai 18 di putaran pertama dan Persikabo yang ingin melepaskan diri dari ancaman degradasi, sama-sama akan menjadi laga nanti sebagai momen penentu poin penuh.

Usai kalah 0-3 atas Persita Tangerang, Selasa lalu, tidak ada kata lain bagi PSMS selain membukukan kemenangan atas skuad asuhan Iwan Setiawan. Arsitek PSMS, Suimin Diharja mengatakan hal itu di penginapan Ayam Kinantan seraya memotivasi tim asuhannya tampil habis-habisan menghadapi mantan timnya tersebut.

“Kita harus menang! Tidak bisa tidak, karena kesempatan pertama kita untuk mencuri poin telah gagal dari Persita,” ujar Suimin.

Hal lainnya, menurut Suimin, ini bukan hanya pertarungan antara PSMS melawan Persikabo, tapi ini merupakan pembuktian bagi publik Kota Medan bahwa menghadapi Persikabo juga merupakan tarung penuh prestise bagi dirinya yang pernah menangani skuad Laskar Padjajaran itu.

“Kemenangan ini bukan hanya untuk tim, tetapi pembuktian saya juga untuk masyarakat Medan. Meski mereka pernah saya latih, tidak ada cerita karena PSMS perlu kemenangan ini,” katanya.

Namun, menghadapi Persikabo tidaklah mudah apalagi akumulasi kartu kuning yang diterima Nyeck Nyobe dan Denny Wahyudi disinyalir akan membuat lini pertahanan PSMS rapuh. Beruntung Selamet Riyadi telah pulih dari cedera akan menjadi tumpuan pertahanan bersama Chico Maradona dan Ahmad Maulana Putra.

Di lini depan, Ayam Kinantan dipastikan akan lebih tajam pasca pulihnya striker PSMS Ikpefua Osas Marvellous Saha. “Kondisi Saha baik dan kita harapkan dia bisa maksimal berperan di lini depan bersama Jecky Pasarella,” tegas pelatih kampung itu

Thursday, January 7, 2010

Fans Dukung Perombakan

PADA putaran kedua nanti, tampaknya bakal ada perombakan di tubuh tim. Beberapa pemain yang tak memiliki kontribusi bagi tim dipastikan akan terdegradasi. Hal itu juga sudah diamini Hendra DS, manajer PSMS.

Menurut Hendra, evaluasi secara keseluruhan akan diupayakan guna mencapai target lolos ke Indonesia Super League musim depan. Terlebih pascakekalahan kontra Persita dua hari lalu, cukup menyesakkan. Hendra kecewa dengan hasil itu. Begitupun, pria 45 tahun tersebut masih optimis kalau PSMS masih bisa berbuat banyak. “Kini, saatnya PSMS menatap laga selanjutnya. Semoga kita mampu meraih hasil baik kontra Persikabo nanti,” beber Hendra.

Untuk hal itu, wacana menambah pemain juga dibawa Hendra. Menurutnya, akan ada penambahan sekitar tiga pemain untuk menambah pasukan Ayam Kinantan. “Rencananya kita akan menambah penyerang, baik itu asing maupun lokal. dan pemain belakang,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan akan rencana menambah pemain langsung disambut fans yang bernaung di bendera PSMS Medan Fans Club. Lewat Tony Nainggolan kordinator PSMS Medan FC di kawasan Jabodetabe yang menonton langsung laga kontra Persita. “Hal itu mendesak, karena saingan di Divisi Utama sangat ketat,” kata Tony

Ke BWSI Bawa Rekaman Pertandingan

Kinerja wasit di kompetisi tanah air, memang belum menunjukkan kata memuaskan. Tak jarang kinerja wasit kerap merugikan tim, terutama tim tamu yang bertandang ke markas lawan.

Puncak kejenggelen manajemen PSMS, akan kinerja wasit terjadi saat laga kontra Persita, Selasa (6/1). PSMS yang kandas 3-0, tidak bisa menerima kinerja wasit yang terkesan sangat bodoh dan memihak.

Tak main-main, manajemen PSMS akan melaporkan kinerja wasit Sholichin asal Surabaya yang sore itu memimpin pertandingan ke Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI).

Terlebih gol pertama bagi Pendekar Cisadane yang jelas-jelas harusnya tak boleh disahkan karena pemain Persita sudah lebih dulu berdiri dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit saat ini.

Untuk menguatkan bukti buruknya kinerja wasit yang memimpin laga itu, manajemen PSMS bahkan berencana membawa bukti rekaman pertandingan. Kebetulan, saat laga itu digelar ada reporter sebuah televisi swasta yang mengabadikan momen tersebut. Beberapa foto juga akan dibawa serta. “Kita tidak sembarangan menyatakan protes. Untuk itu kita akan sertakan bukti rekaman dan foto terkait insiden memalukan itu. Kenapa memalukan? Karena wasit Solichin telah menodai pertandingan tersebut,” ujar Benny Tomasoa asisten manajer PSMS kesal.
Hal ini dilakukan, ternyata bukan berarti manajemen PSMS meminta hasil laga itu dibatalkan. Namun lebih kepada peringatan akan kinerja wasit, yang sering merugikan klub.

“Kita bukan meminta hasil pertandingan dibatalkan. Yang terpenting, kalau protes kita tidak ditanggapi, persepakbolaan nasional kita tidak akan pernah berkembang,” sambung Benny.

Untuk menghindari agar tak lagi ‘dikerjai’ wasit, manajemen berencana merekam setiap pertandingan PSMS. “Karena terus-terusan dikerjai wasit, Ketum Dzulmi Eldin pun kesal. Dia berharap kita merekam setiap pertandingan PSMS, agar kalau seandainya terjadi hal-hal serupa kita punya bukti untuk melapor,” pungkas manajer berdarah Ambon itu

Suimin Dipusingkan Absennya Pemain

Hasil buruk yang ditorehkan PSMS ketika dibantai Persita 3-0 Selasa (5/1) lalu, membuat Suimin Diharja harus putar otak lebih keras lagi. Hasil serupa tentu saja tak boleh terulang ketika Ayam Kinantan menantang Persikabo Bogor (8/1) mendatang.

Sepanjang putaran pertama ini, memang lawatan ke markas Persita dan Persikabo adalah lawatan terberat. Menatap laga kontra Persikabo, PSMS punya target tersendiri. Setelah dikuranginya tiga poin Persikabo karena masalah kontrak pemain asing, pada kompetisi sebelumnya, dianggap jadi celah yang bagus. Sudah pasti kubu Persikabo kini tengah mengalami masalah mental bertanding, karena hal itu. Kondisi inilah yang coba dimanfaatkan Suimin. Walaupun pada hakikatnya, laga itu dipastikan bakal berlangsung sengit.

Persikabo diperkuat tiga pemain asing yang siap turun. Sedangkan PSMS, dipastikan kehilangan dua pemain belakangnya karena akumulasi kartu. Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi yang dipastikan absen.

Untuk urusan satu ini, Suimin benar-benar pusing. 18 skuad yang dibawa, tidak semua dalam top performa. Ujungnya, Suimin memanggil dua pemain yang awalnya ditinggal, untuk bergabung dengan tim. Osas Saha dan Chiko Maradona pemain yang akhirnya menyusul ke Bogor.

Tumpuan besar diharapkan mampu diemban Osas Saha, yang diharapkan mampu merepotkan pemain belakang lawan. Sedangkan Chiko diharapkan mampu menggantikan peran Deni Wahyudi.

“Kebutuhan akan tambahan pemain sangat mendesak. Beruntung manajemen tanggap dan mendatangkan dua pemain,” kata Suimin.

Menyoal cedera Saha, tampaknya tak lagi jadi soal. Sebelum memutuskan mendatangkan Saha, Suimin sudah lebih dulu berkordinasi dengan Suyono asisten pelatih yang menemani pemain yang ditinggal di Medan. Menurut Suyono, Saha sudah bisa kembali dimainkan.

“Setelah berkordinasi dengan Yono, didapat keputusan bahwa Saha sudah bisa kembali merumput. Di sini, tinggal cek lagi cederanya oleh tim dokter. Semoga kehadiran Saha bisa membawa angin segar bagi tim,” lanjut pelatih kampung itu.

Saha dan Chiko juga menyatakan kesiapannya bergabung dengan tim, dan tentu saja turut serta berjuang memberikan hasil terbaik bagi PSMS. “Saya sudah siap turun. Tidak begitu masalah lagi cedera yang menghadang. Kami inginkan satu kemenangan di Bogor,” beber Saha.

Chiko juga menyatakan hal serupa. “Saya tak hanya siap membela PSMS saat meladeni Persikabo. Saya juga sangat siap untuk membawa PSMS memenangi laga nanti,” katanya optimis

Wednesday, January 6, 2010

Dua Pemain Absen di Bogor

DALAM laga klasik antara Persita kontra PSMS sore kemarin, PSMS benar-benar tak berdaya. Laga dua alumni Indonesian Super League (ISL) itu menghasilkan kemenangan bagi Persita dan petaka bagi PSMS.

Ya, selain kandas, PSMS juga bakal tak diperkuat dua pilarnya di lini belakang saat menghadapi Persikabo 8 Januari mendatang. Mereka yang akan absen adalah Nyeck Nyobe dan Deni Wahyudi yang mendapatkan larangan tampil karena terkena akumulasi kartu kuning.
Kedua pemain ini awalnya telah menerima kartu kuning saat PSMS menjamu PSDS, 31 Desember lalu. Dan saat meladeni Persita, keduanya kembali menerima kartu dari wasit Sholichin. Pada laga itu, empat pemain PSMS memang diganjar kartu kuning. Selain Nyeck dan Deni, Maulana dan Tri Yudha Handoko juga mendapatkannya.

“Ini masalah baru yang harus mendapatkan perhatian lebih. Saya akan mensimulasikan kerangka pengganti keduanya dalam waktu dekat ini,” beber Suimin menyoal bakal timpangnya lini belakang PSMS.
Kabar baiknya, Osas Saha striker impor PSMS dikabarkan akan meluncur untuk bergabung dengan tim hari ini. Kondisi cederanya yang sudah membaik, memungkinkan Saha untuk bermain kontra Persikabo.
Kehadiran Saha memang tampaknya akan sangat diharapkan. Tanpa pemain asal Nigeria itu, lini depan PSMS terlihat begitu tumpul. Terlebih Jecky Pasarela yang diharapkan sebagai ujung tombak, kerap bermain buruk kalau bertandang ke kandang lawan. Sebaliknya Saha punya mental yang lebih baik ketika bertandang. Hal itu dibuktikan ketika dia berhasil menyumbang satu-satunya gol kontra Persipasi beberapa waktu lalu.

“Saha sudah pulih. Besok (hari ini, Red), dia akan menyusul bergabung dengan tim. Semoga dia bisa membawa angin segar untuk tim ini,” kata Suimin.

Rekor Buruk

PSMS akhirnya memperpanjang rekor ketika melawat ke Stadion Benteng markas Persita Tangerang, Selasa (5/1) dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia. Sayang, rekor yang diperpanjang bukan rekor membanggakan melainkan rekor tak pernah menang di markas klub berjuluk Pendekar Cisadane itu sejak tahun 2005.

Pada laga itu, Ayam Kinantan kalah telak, 3-0. Buruknya lini belakang tampaknya menjadi sorotan utama yang harus segera dibenahi Suimin Diharja selaku nakhoda tim. Tampil dengan percaya diri yang sedikit redup, skuad PSMS awalnya mampu mengimbangi permainan Persita yang diasuh Elly Idris itu.

Di babak pertama, laga yang harusnya digelar tanpa penonton itu berjalan cukup mulus bagi PSMS. Ayam Kinantan berhasil menguasai jalannya pertandingan. Malah Persita yang sedikit bingung, sehingga lebih sering melancarkan serangan balik lewat umpan-umpan panjang.
Petaka muncul di masa injury time babak pertama. Saat itu terjadi tendangan bebas untuk Persita, yang dieksekusi secara matang oleh satu legiun impornya Antonio Teles. Sony Gunawan penjaga gawang PSMS awalnya berhasil menepis bola, namun tak sempurna dan menghasilkan rebound.

Di saat terjadi bola kemelut, Ilham Jaya Kesuma-lah yang berhasil menyontek bola masuk ke dalam gawang Sony. Tapi gol itu sangat kontroversional. Pasalnya Ilham sudah berdiri di dalam posisi offside. Hal itu dibuktikan dengan diangkatnya bendera tanda offside oleh asisten wasit. Namun wasit utama Sholichin asal Surabaya tak menghiraukan hal itu dan tetap mengesahkan gol. 1-0 untuk tim tuan rumah mengantarkan laga untuk jeda turun minum.

Untuk hal ini, kubu PSMS dipastikan akan mengajukan surat protes ke Komisi Wasit PSSI. “Kita akan ajukan surat protes akan kinerja wasit. Walaupun pesimis akan mendapatkan tanggapan yang baik, tapi ini sebagai kriktik yang semoga didengar oleh PSSI. Temasuk untuk melaporkan bahwa tetap ada penonton yang jumlahnya sekitar 100-an yang masuk ke stadion, walaupun sudah jelas dilarang,” koar Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS usai laga saat dihubungi Sumut Pos, Selasa (5/1).

Bermain cukup baik di awal, tak cukup bagi PSMS. Terlebih mental skuad keburu down atas ulah wasit. Di babak kedua, giliran PSMS menjadi bulan-bulanan. Permainan sepenuhnya didominasi oleh Persita. Tak sekalipun PSMS melakukan serangan matang karena hanya menempatkan Jecky Pasarela seorang di lini depan.

Petaka edisi kedua pun terjadi. Tepat menit ke-67, Persita lewat Fauzi berhasil membukukan gol kedua pada laga itu. Gol ini murni kesalahan Sony yang gagal mengantisipasi bola. Buntutnya kemelut terjadi dan dengan mudah membuat Fauzi mengemas gol.

10 menit berselang. Petaka edisi terakhir terjadi lagi. Kali ini pemain Persita bernama Julian Hontong sukses memperdaya Sony untuk dipaksa memungut bola dari gawangnya sendiri. Gol terakhir ini sebenarnya tak perlu terjadi, jika saja lini belakang PSMS solid dan tegas menghalau bola.

Kesalahan seperti yang dilakukan ketika melawat ke markas Persipasi kembali terjadi. Bek PSMS yang dikawal Nyeck Nyobe kerap memainkan bola di barisan pertahanan sendiri. Alhasil, bola pun gampang direbut. Skor 3-0 untuk Persita diukir hingga usai laga. “Sebenarnya kita sudah bisa mengimbangi permainan Persita. Tapi, hilang konsentrasi,” beber Suimin usai laga.

Bagi kubu Persita, hasil ini sangat menggembirakan. Pasalnya Persita telah mengumpulkan 15 angka dalam enam partai yang dilakoni. “Kemenangan ini sangat baik bagi moral tim. Apalagi lawan yang dihadapi adalah PSMS,” tutur Elly Idris

Kalah 3-0 Dari Persita, PSMS Minta PSSI Pecat Tiga Wasit

Manajemen PSMS Medan meminta PSSI untuk memecat tiga wasit yang memimpin pertandingan Ayam Kinantan melawan Persita Tangerang, Banten dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009-2010 di Stadion Benteng, Tangerang, hari ini.

"Kami akan melayangkan surat kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk memecat tiga wasit yang memimpin pertandingan ketika bertemu Persita," kata Asisten Menejer PSMS, Beny Tomasoa, di Tangerang.

Tiga wasit dimaksud adalah Solikin asal Surabaya, asisten wasit, Nurdin, asal Aceh dan Minto Hartono dari Lampung.

Menurutnya, kepemimpinan tiga wasit itu sangat memihak tuan rumah sehingga memicu kerusuhan. Beny berharap PSSI tidak lagi menggunakan tenaga mereka.

Dalam pertandingan melawan Persita, PSMS mengalami kekalahan 3-0 (1-0) dan menanggap kekalahan ini akibat keberpihakan wasit terhadap tuan rumah.

Gol tuan Pendekar Cisadane - julukan Persita - dicetak Ilham Jaya Kesuma pada menit ke-44, Rishadi Fauzi menit ke-70 dan Julian Hontong menit 81.

Menurut Benny tiga gol yang dicetak Persita tidak sah karena pemain berdiri pada posisi off side.

Benny juga menyinggung soal pemain Persita Teles yang menghina wasit dengan kata-kata kasar, tapi tidak diberikan kartu oleh wasit, padahal menurutnya seharusnya mendapat ganjaran kartu merah.

Setelah sampai di Medan, surat permintaan pemecatan terhadap ketiga wasit tersebut akan dikirimkan ke pengurus PSSI di Jakarta, ungkap asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa

Ayam Kinantan tak berkutik

Tampil tanpa penonton, tuan rumah Persita Tangerang berhasil mengalahkan PSMS Medan 3-0 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Benteng, Tangerang, Selasa.

Gol tuan rumah dicetak Ilham Jaya Kesuma hasil memanfaatkan kemelut di mulut gawang PSMS, sehingga kiper Soni Gunawan gagal menyelamatkan gawangnya. Dua gol Persita lainnya diciptakan Rishadi Fauzi (70) dan Julian Hontong (81).

Di babak awal, tuan rumah terus mengempur lini pertahanan PSMS yang dijaga trio Nyek Nyobe, Ahmad Maulana dan Deni Wahyudi. Namun ketangguhan trio tersebut membuat Persita gagal mencetak gol hingga turun minum.

Memasuki 45 menit kedua, Persita kembali menyerang dengan mengandalkan Ilham Jaya Kesuma dan Rishadi Fauzi didukung Julain Hontong. Hal ini menjadikan pemain belakang tim tamu kewalahan.

Setelah gawangnya kebobolan, pelatih PSMS Suimin Dihardja menerapkan strategi pemain lebih menyerang tanpa menunggu. Sayangnya, berberapa serangan PSMS tersebut hanya sebatas mengancam pertahanan Persita yang dikawal Luis Edmondo, Abduk Rahman dan Rohmat.

Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSMS Nimrot Manalu mengatakan kemenangan Persita banyak ditentukan wasit yang tidak adil dan lebih memihak tuan rumah. "Kalah dan menang itu biasa, tapi bila wasit yang berpihak ke Persita dan dibiarkan begitu saja oleh inspektur pertandingan, hal ini baru luar biasa!" katanya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persita Endang Hartono mengatakan, kemenangan timnya bukan karena wasit, tapi memang serangan timnya ampuh dalam menciptakan peluang gol

PSMS protes kemenangan Persita

TANGERANG - PSMS Medan akan melayangkan protes ke PSSI atas kepemimpinan wasit Solihin yang merugikan Jecky Pasarella cs saat menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Benteng Tangerang, Selasa.

“Selain itu, protes kedua akan ditujukan kepada pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan yang tidak mematuhi keputusan PSSI menghukum Persita bermain tanpa penonton,” ujar Asisten Manajer Tim PSMS, Drs Benny Tomasoa.

Ternyata larangan PSSI itu tidak berlaku bagi panpel, terbukti stadion masih didatangi seratusan penonton yang merupakan pendukung fanatik pendekar Cisadane. Benny juga sependapat dengan pelatih Suimin Dihardja, bahwa gol pertama Persita dari kaki Ilham Jaya Kesuma berbau offside.

“Kita semata bukan meminta hasil pertandingannya ditinjau kembali, tetapi yang terpenting wasit Solihin bersama asisten wasit Nurdin AB diistirahatkan. Kalau protes kita tidak ditanggapi, jangan harap sepakbola nasional bisa maju,” lanjut Benny berang.

Secara terpisah, Manajer Tim Drs Hendra DS menanggapi kekalahan besar tersebut menjadikan manajemen bersama pengurus akan melakukan evaluasi baik terhadap pemain maupun pelatih dalam waktu dekat.

Dikatakan Hendra, tidak tertutup kemungkinan dilakukan perombakan besar-besaran di skuad PSMS termasuk ofisialnya bila itu dapat menyelamatkan target Ayam Kinantan kembali ke Liga Super Indonesia musim depan.

“Karena itu, sudah pasti manajemen akan mendatangkan pemain yang berkualitas begitu juga dengan pelatih maupun perangkatnya,” tegas Hendra

Monday, January 4, 2010

Jecky cs disiplin jalani latihan

N - Skuad PSMS Medan mulai berlatih dengan mencoba lapangan Stadion Benteng Tangerang sekaligus latihan ringan di sekitar tempat penginapan jelang duel kontra tuan rumah Persita pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, Selasa besok.

Sesi latihan pagi itu langsung ditangani pelatih Suimin Dihardja bersama dua asistennya Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu dengan membagi pemain dalam dua tim. Para pemain yang tiba di Tangerang, Sabtu (2/1), pun terlihat dalam suasana gembira dan santai, namun tetap serius mengikuti instruksi pelatih.

"Mereka siap tampil ****out menghadapi pertandingan Selasa nanti. Semua anak-anak sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya," kata Suimin.

Dalam pertandingan tersebut, Suimin mengaku pula akan menurunkan para pemain terbaiknya dan dalam kondisi prima. Ditambahkan Suimin, permainan Persita juga tidak dapat diremehkan, terlebih dalam pertandingan sebelumnya mereka tampil cukup bagus dan baru sekali kalah dari lima pertandingan.

Suimin juga tidak sesumbar bisa mengalahkan tuan rumah. Mengingat lawan yang baik serta kurang lengkapnya materi pemain Ayam Kinantan plus cederanya beberapa pemain seperti Selamet Riyadi, Sony Gunawan dan Affandi Lubis.

"Saya tahu gaya permainan Persita, tapi kondisi kami juga tidak jauh beda. Beberapa pemain kami juga tidak bisa main, karena cedera. Jadi tidak mudah bagi tim manapun untuk menaklukkan Persita di Stadion Benteng," katanya.

Disebutkan, ****playmaker Edu Juanda dan Osas Saha tidak bisa diturunkan pada laga penting ini. "Mereka (Persita) selalu punya motivasi berlipat main di depan ribuan suporter fanatiknya. Saya juga pernah merasakan suasana itu," tambah pelatih kampung itu.

Namun, Suimin berharap, tekanan suporter tuan rumah tidak sampai mengganggu permainan anak asuhnya. "Kami akan main menyerang seperti biasa dan mencoba memanfaatkan kelemahan lawan untuk membuat gol," katanya pula

Benteng Angker

MEDAN- PSMS Medan akan menjalani sebuah laga berat melawan Persita Tangerang. Bagaimana tidak, lawan PSMS kali ini adalah klub yang bermarkas di Stadion Benteng Tangerang, sebuah stadion yang begitu angker bagi klub kebanggaan Kota Medan ini.

Setidaknya menurut catatan, sejak 2005, Ayam Kinantan selalu dikalahkan Pendekar Cisadane jika bermain di stadion itu. Dan besok, Edu Juanda dkk akan kembali merasakan keangkeran stadion tersebut.

13 April 2005, mungkin waktu yang sulit dilupakan PSMS ketika dibantai 4-0 tanpa balas dalam ajang Divisi Utama. Itulah kekalahan terbesar PSMS di Stadion Benteng. Setelah itu, PSMS hanya kalah tipis ketika bertandang ke Stadion Benteng.

Menariknya, keangkeran Stadion Benteng bagi PSMS juga setali tiga uang dengan Stadion Teladan Medan bagi Persita. Ya, Persita juga tak pernah menang ketika meladeni PSMS di kandangnya sendiri sejak 2005. Kekelahan terbesar Persita di Stadion Teladan adalah 3-1 pada 12 Maret 2006 di ajang Divisi Utama.

Nah, agar sejarah sedikit lebih baik, maka ada baiknya kalau PSMS berusaha menang ketika meladeni Persita, Selasa (5/1) nanti dalam lanjutan Divisi Utama. Selain berhasil menorehkan sejarah baru, PSMS juga berpeluang menyalip Persita di klasemen sementara dengan asupan tiga angka.
Kalau menang, PSMS akan mengumpulkan 15 angka dari delapan main. Bisa jadi PSMS akan menggeser Persita yang kini nangkring di peringkat tiga sementara dengan perolehan nilai yang sama. Namun, Persita baru melakoni lima laga.

“Sepak bola itu hal misteri, banyak hal yang mungkin bisa terjadi. Benar, PSMS belum pernah menang di Stadion Benteng. Tapi bukan berarti kita akan kalah sebelum berlaga. Tiga angka akan kami upayakan,” beber Suimin Diharja, arsitek PSMS ketika dihubungi Sumut Pos, Minggu (3/1).
Di atas kertas, raihan tiga angka kontra Persita masih bisa tergapai. Bahkan tim asuhan Elly Idris itu menjadi sasaran utama raihan angka dalam lawatan ke Pulau Jawa. Kalau gagal, satu angka pun sangat berharga bagi PSMS. Apalagi Suimin menargetkan PSMS mampu meraih 18 angka di putaran pertama ini.

“Persita target utama untuk mencuri poin. Setelah itu baru memikirkan melawan Persikabo,” tambah pelatih yang telah punya dua cucu itu.
Untuk memenuhi ambisi tersebut, Suimin pun mulai menggelar latihan bagi skuadnya di lapangan yang berada di belakang Stadion Benteng kemarin pagi. Latihan itu sekaligus pemulihan kondisi fisik dan teknik pemain, yang berlangsung satu jam lebih.

“Latihan tadi pagi (kemarin, Red) sekaligus maintenance dan conditioning. Ball posession juga diperagakan tim yang bersama bola dengan dua sentuhan, tim yang tanpa bola bermain pressing. Tujuannya mengembalikan kondisi fisik dan teknik pemain,” beber pelatih yang lebih satu dekade menekuni dunia kepelatihan nasional itu.

Walau yakin dan penuh tekad, tentu saja bukan perkara mudah untuk mewujudkan hal itu. Segudang problem diusung skuad ketika bertandang ke Tangerang. Mulai soal cedera pemain, hingga soal gaji dan bonus yang belum terbayarkan. Ujung-ujungnya, kondisi psikologi pemain yang diserang. Kalau hal ini dibiarkan berlarut hingga laga digelar, maka bisa jadi PSMS akan kembali pulang dengan kepala tertunduk.

Beruntung ada sedikit lagi harapan. Kabarnya, Agus Simorangkir, ketua harian PSMS, akan bertolak ke Tangerang dan bergabung dengan tim. Semoga saja kehadiran Agus mampu menjadi pelipur lara, terlebih kalau dia membawa gaji dan bonus pemain.”Memang kabarnya Ketua Harian mau datang. Saya juga sudah terangkan soal gaji dan bonus,” kata Sekretaris Tim, Fityan Hamdy.

Sepatu Pemain Bisa Jadi Masalah

SAAT menggelar latihan kemarin pagi, Suimin khawatir kalau sampai turun hujan lagi sehari sebelum laga digelar. Pasalnya, lapangan di Stadion Benteng kerap bermasalah ketika hujan datang.

Dua hari belakangan, Tangerang memang selalu diguyur hujan. Pengaruhnya tentu saja lapangan menjadi becek dan berlumpur. Parahnya, skuad datang dengan ‘persenjataan’ tak lengkap. Ibarat bertempur tanpa amunisi lengkap, hasilnya pasti bakal mengecewakan. PSMS sepertinya bakal merasakan hal itu kalau sampai hujan turun lagi.

Apa masalah? Masalah yang dialami skuad kecil memang. Tapi sangat berpengaruh dalam performa. Sepatu dengan pul lapangan becek! Ya, benda wajib bagi pesepakbola ini ternyata tak semua dimiliki pemain. Sepatu bola biasa pasti ada. Tapi yang bagus dipakai dalam kondisi lapangan becek tidak ada.

“Memang kondisi lapangan di sini (Tangerang) kerap becek ketika datang hujan. Hal itu dikarenakan tekstur tanah yang kebanyakan tanah liat atau tanah merah. Kalau sampai hujan, lumpur akan melekat di sepatu pemain. Akibatnya bertambah beban berat. Ujung-ujungnya lari pun sulit,” terang Suimin terkait hal yang diprediksi terjadi kalau sampai hujan.

Sepanjang berlatih, skuad sejauh ini hanya memakai sepatu bola biasa. Sepatu yang dimiliki skuad didesain untuk lapangan normal, dengan tekstur tanah yang keras dan kering. Belum ada alternatif untuk mencegah hal itu sampai terjadi, selain harapan agar hujan sehari sebelum pertandingan berlangsung.

“Ya, mudah-mudahan saja sehari sebelum dan saat pertandingan berlangsung, hujan tidak turun sehingga lapangan kering. Kalau tidak itu akan jadi masalah. Pasalnya hanya beberapa pemain saja yang punya sepatu pul. Kalau sepatu untuk lapangan keras dipakai di lapangan berlumpur, pemain bisa cedera,” harapnya.

Syukurnya, laga kontra Persita tampaknya bakal digelar tanpa pendung tim tuan rumah. Larangan menggelar pertandingan dengan penonton sejauh ini masih berlaku bagi Persita, karena tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian