Thursday, December 24, 2009

Saha kambuh

Sial betul nasib yang dialami Osas Saha. Striker impor PSMS itu harus kembali meringis di pinggir lapangan karena cedera engkel kakinya kembali kambuh saat menjalani latihan kemarin (21/12).

Tentu ini jadi kerugian bagi tim. Pasalnya laga kandang kontra Persiraja sudah di depan mata. Sementara proses pemulihan cedera memakan waktu lebih dari satu pekan. Padahal sebelumnya Saha sudah hampir pulih dari cedera yang didapatnya saat tim bertemu dengan Persipasi beberapa waktu lalu.

Cedera yang dialami Saha kemarin tak lepas dari buruknya kondisi lapangan Stadion Teladan. Karena permukaan lapangan tak rata, pemain rentan alami cedera.

“Sebenarnya Saha sudah pulih 65 persen tetapi kondisi lapangan yang tidak rata membuat kakinya kembali terkilir, cedera yang sama, dan saya rasa malah ini lebih parah,” ujar tim medis PSMS dr Rori Pane.

Sudah barang tentu hal ini akan sedikit mengganggu simulasi yang selama ini sudah dibangun oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
Suimin pun meradang dan kian khawatir. Terlebih Sony Gunawan juga bakal menepi karena mengalami cedera pinggang saat latihan kemarin.
“Dengan cederanya beberapa pemain, praktis kita hanya punya 15 pemain lapangan plus dua kiper, sangat minim, apalagi Ahmad Afandi dan Edu Juanda kondisinya belum pulih benar, kita terus koordinasi denga dokter tim dan pelatih fisik agar Edu dan Afandi bisa pulih, kalau tidak, maka usaha kita untuk masuk ISL akan semakin berat,” sebutnya.

Terkait hal itu, Rori sendiri belum dapat memastikan kapan pastinya pemain cedera akan segera pulih. Peluangnya memang cukup terbuka, yakni fifty-fify. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Upaya PSMS memperoleh hasil maksimal pada laga kandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan Minggu (27/12) mendatang bakal terkendala, pasalnya beberapa pilar utama PSMS kembali didera cedera dan diragukan bisa tampil.

Satu persatu pemain PSMS tumbang, setelah Kapten tim PSMS Slamet Riyadi masih harus merasakan nyeri di tumit kanannya, sementara Abduh Juliandi juga masih belum bisa tampil karena cedera di pangkal paha kanannya.

Nasib sama juga dirasakan oleh kiper PSMS, Sonny Gunawan, dia pun harus merasakan sakit di pingang akibat berusaha menangkap bola dan mendarat dengan posisi hampr telungkup dan membentur tanah menonjol di lapangan, Sonny pun akhirnya harus keluar.

“Kondisi ini membuat pemain harus memulai terapi dari nol lagi, sebagai masseur kita akan upayakan agar semua pemain bias kembali pulih sebelum pertandingan melawan Persiraja, saya akan dampingi pemain pagi dan sore,” kata Rori.

Sejauh ini Rori belum bisa memastikan kapan pemain tersebut bisa sembuh, dan hanya menyebutkan peluang pemain bias pulih kembali adalah 50 banding 50. “Belum tahu seperti apa, yang jelas kita berusaha agar pemain bisa pulih, sejauh ini peluangnya masih 50-50,” bebernya.
Sebenarnya, sejak lama Suimin telah mengkhawatrikan keadaan ini, cederanya pemain akan sangat merugikan bagi tim terlebih kalau tidak ada pengganti.

Karenanya, Suimin sudah meminta kepada manajemen untuk mendaftarkan tiga nama pemain yang saat ini masih berstatus magang untuk dimasukkan ke skuad inti, seperti Usman, Raci Kumar dan Ariel Guiterez. Sayang harapan itu masih di awang-awang karena belum ada tindakan dari manajemen.

“Kita harapkan Usman, Raci dan Ariel bisa didaftarkan ke PT LI (PT Liga Indonesia), sehingga pemain yang cedera bisa tertutupi, namun belum ada jawaban pasti dari pihak manajemen, apa boleh buat, kita cuma bisa berupaya dengan kekuatan yang ada,” keluh mantan pelatih Persikabo Bogor itu.

Tidak mau larut dalam ketidakpastian, Suimin pun memulai rencana B. Keinginannya untuk menambah daya gedor serangan PSMS dengan menempatkan Nyeck Nyobe di lini depan terpaksa diurungkan, pasalnya Slamet Riyadi belum bisa dipastikan tampil begitu juga dengan Saha.
Tak ayal, pemain asal Kamerun itu harus kembali ke posisi awalnya sebagai bek, menutupi lini belakang.“Sudah diantisipasi, dan saat ini yang kita mainkan itu rencana B, tanpa Saha, kita hanya akan memainkan Jecky sebagai striker tunggal, sementara untuk menutupi lini belakang dengan absennya Slamet, Nyeck Nyobe terpaksa ditarik ke belakang,” tuturnya.

Jika sampai hari Kamis (24/12) mendatang pemain yang cedera tetap tidak bisa tampil, kemungkinan besar Suimin tetap akan memakai formasi dengan striker tunggal.”Kamis (24/12) itu simulai terakhir, kalau belum pulih, ya mau tidak mau kita akan pakai formasi ini,” pungkasnya.

Wednesday, December 23, 2009

Edu Juanda Siap Tampil

Meski sudah masuk kategori pemain gaek, Edu Juanda nyatanya masih punya kontribusi besar di PSMS musim ini. Tanpa kehadirannya, skema permainan bisa berubah drastis. Hal itu diperlihatkan saat Edu terpaksa ditarik keluar lapangan saat cedera ketika melawan Persipasi.
Oleh karenanya, kehadiran Edu di tengah-tengah lapangan sangat dibutuhkan. Terlebih Edu perlahan tapi pasti sudah diplot menjadi pengatur serangan, dan pengendali ritme permainan. Tentu saja dia tak sendirian. Edu kerap disandingkan dengan Affan Lubis yang juga termasuk pemain kunci musim ini.

Syukurnya, Edu sudah mulai pulih dari cederanya. Pada latihan kemarin, Edu sudah mulai berlatih bersama rekan-rekan satu timnya. “Sudah mulai pulih. Tadi juga sudah tak ada masalah saat latihan. Semoga kondisi ini terus bertahan hingga pertandingan nanti,” beber suami Mulyani Selvia itu.
Dengan tampilnya Edu, setidaknya dapat mengurangi beban pikiran pelatih PSMS, Suimin yang saat ini mengalami dilema terkait banyaknya pemain yang cedera. Terlebih pemain cedera merupakan pilar tim. “Target utama adalah mengamankan seluruh laga kandang. Makanya melawan Persiraja harusnya kita turun dengan kekuatan penuh. Tapi banyak pemain cedera. Begitupun kami siap fight,” tambah ayah dari Nadine Aqila Juanda itu.

Lebih lanjut, pemain berusia 29 tahun itu juga punya target sama dengan seluruh komponen di tubuh tim. Yakni kembali membawa klub berjuluk Ayam Kinantan itu kembali ke habitat semestinya, di kompetisi tertinggi tanah air.
“Mendapatkan kesempatan kembali memperkuat PSMS, tentu merupakan satu kebanggaan bagi saya. Maka itu, kami seluruh pemain berharap mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini. Utamanya harus bisa membawa PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain yang pernah membela Persebaya itu.

Koin Buat PSMS, Mampukah?

MEDAN-Sukses besar program koin untuk Prita Mulyasari-terdakwa kasus pencemaran nama baik, mensugesti kalangan suporter PSMS untuk diaplikasikan kepada tim kesayangan mereka.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan krisis keuangan yang mendera tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Syukur-syukur aksi penggalangan koin itu mampu menghasilkan dana yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim.

Hal itu diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) saat menyaksikan skuad PSMS berlatih di Stadion Teladan kemarin. “Saya rasa tidak ada salahnya kalau kita gagas program koin untuk PSMS, sebagai wujud kecintaan masyarakat Medan akan PSMS. Seratus rupiah yang Anda berikan akan sangat berarti bagi tim ini,” bilang Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Meski baru sebatas wacana, namun konsep untuk penggalangan koin itu tampaknya bakal segera digeber. “Memang masih baru sebatas wacana. Tapi saya yakin banyak yang setuju akan niatan ini. Semoga bisa diaplikasikan segera. Saya harap masyarakat juga turut berpartisipasi seandainya ini jadi terealisasi,” tambah Nata.

Kenapa koin yang dipilih? Nata tak menampik jika pilihan menjadi koin sebagai alat untuk membantu PSMS terinsipirasi dari kesuksesan dan wujud kepedulian masyarakat akan kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik sebuah rumah sakit.
Koin adalah bagian terkecil dari mata uang kita, dan itu diibaratkan sebuah simbol dari masyarakat miskin. Selain itu, masyarakat pun tak pernah keberatan jika harus menyumbangkan uang receh berbentuk koin untuk sesuatu yang dicintainya. Bagaimana, apakah Anda setuju?

Tuesday, December 22, 2009

Pemain Cedera Mulai Pulih

KABAR gembira menyambangi PSMS. Tiga pemain yang cedera sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Bahkan Osas Saha dan Edu Juanda sudah mulai mengikuti latihan bersama tim dalam latihan terakhir.

Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.

Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.

“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.

“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.

“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.

Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.

Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.

Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong

Sony Siap Unjuk Gigi

Dalam empat laga berturut-turut di Divisi Utama, Sony Gunawan penjaga gawang PSMS mendapatkan kesempatan untuk menjadi starter. Padahal sebelumnya Sony digadang hanya akan menjadi kiper kedua PSMS, setelah M Halim.

Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.

Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.

Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL). “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony

Monday, December 21, 2009

Mantapkan Simulasi

MEDAN-Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia akhirnya terperosok ke peringkat enam. Meski masih punya tabungan dua lagaebih banyak, namun kondisi ini tetap saja merisaukan para fans.

Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.
Nah, agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati.

Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri.

Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.
Prinsipnya, biar main jelek asal menang! Walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.
“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.
Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.

Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.

Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan.
Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.
Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.

Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri.
Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua. (ful)
Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS.

Slamet Riyadi Tekad ISL seorang Veteran

Siapa yang tak kenal Slamet Riyadi, salah satu pemain senior PSMS yang berposisi sebagai pengawal lini belakang. Di lengan kanannya terlilit ban kapten, sebagai tanda bahwa Slamet adalah pemimpin rekan-rekannya di lapangan.

Usia bukan halangan bagi Slamet untuk tetap menunjukkan kelasnya sebagai seorang pesepakbola profesional. Lahir 30 Juni 1975, tentu saja bukan usia muda bagi pemain bola zaman sekarang. Namun hal itu tak berpengaruh banyak pada kondisi kebugarannya. Bahkan dari lima laga terakhir bersama PSMS, Slamet sukses menyumbang satu gol lewat tandukan kepalanya.

Suami dari Rofiko Rabiatul Adawiah yang telah dikarunia dua anak, Diah Ajeng Pratiwi dan Zikrillah Qolbi Elok itu, tak juga dapat dipungkiri bahwa dia adalah salah satu ruh tim. Tanpa kehadirannya di lini belakang, PSMS bakal pincang. Hal itu terbukti saat PSMS dihajar Persipasi 3-1 beberapa waktu lalu. Saat itu Slamet terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera tumit.

Bahkan hingga kini, Slamet masih berkutat dengan masalah di tumit kakinya itu. “Saya masih terus menjalani terapi pemulihan cedera saya. Besar harapan saya agar bisa segera pulih sebelum laga melawan Persiraja nanti,” beber mantan pemain Timnas Merah Putih di ajang SEA Games 1999 dan Piala Asia 2000 itu.

Pemain yang mengawali karir menggocek si kulit bundar sejak SD itu, juga punya karisma dan pemahaman bagus di dalam lapangan. Komunikasinya dengan rekan satu tim, plus kemampuannya bernegosiasi dengan wasit juga layak membuatnya diangkat menjadi kapten tim.
Di PSMS musim ini, Slamet juga punya harapan serupa dengan seluruh skuad yang ada. Yakni kembali membawa Ayam Kinantan berkokok kembali di ajang Indonesian Super League (ISL). Miris rasanya membiarkan klub yang punya sejarah besar ini harus main di kompetisi kasta kedua. Itulah sebabnya Slamet rela menerima bayaran yang tidak setinggi ketika dia masih bermain untuk klub lain.

“Apapun ceritanya, kami seluruh skuad PSMS punya target serupa untuk membawa tim ini main di ISL,” tandas pemain yang ngefans kepada Rio Ferdinand itu

Sulit Dapatkan Replika

Tak hanya di Medan, pendukung PSMS juga tersebar di berbagai kota di negeri ini. Salah satunya di kawasan Jabodetabek. Di sana ada PSMS Medan Fans Klub, yang sebenarnya juga ada di Medan.

Ya walaupun berjauhan, tetap saja fans di sana selalu ingin tahu apa kabar dari tim kesayangannya itu. Bukan perkara mudah untuk menyatukan massa yang kebanyakan perantauan asal Medan untuk punya satu komitmen : “mendukung PSMS”.

Begitupun, nyatanya PSMS FC punya massa yang lumayan banyak di sana. Walhasil, ketika PSMS harus melawat ke kawasan Jabodetabek untuk menghadapi, Persipasi, Persita Tangerang hingga Persikabo Bogor, PSMS tidak akan pernah sendirian.

Tekad besar mereka adalah selalu berusaha menghijaukan stadion tim tuan rumah dengan kehadiran dan dukungan kepada PSMS. Masalahnya, beberapa fans di sana mengaku kesulitan mendapatkan replika kostum PSMS terbaru.

Dalam beberapa kesempatan, PSMS FC kerap menanyakan bagaimana caranya memperoleh replika kostum PSMS dari Medan.

Ya, untuk marchendise satu ini, sebenarnya di Medan ada salah satu toko sport bernama Kagaya yang dapat izin memperbanyak reflika PSMS.
Namun tidak serta merta mirip dengan yang aslinya. Kostum PSMS saat ini disponsori Specs. Namun pada replikanya, tidak ada logo Specs. Selebihnya, motif dan warna tentu saja serupa dengan yang dipergunakan pemain PSMS di ajang Divisi Utama.

Nah, dari reflika yang terjual, pihak Kagaya Sport juga diharuskan menyisihkan Rp1000 untuk PSMS. Karena PSMS saat ini sudah dipatenkan, sehingga reflika PSMS tidak boleh dijiplak sembarang orang tanpa izin tertulis dari manajemen PSMS. “Setiap satu kostum yang laku, akan disisihkan Rp1000 ke PSMS. Tujuannya tentu saja untuk membantu keuangan PSMS musim ini,” terang Hengki Ahmad bos Kagaya Sport.
Maka itu, pihak fans di Jabodetabek berencana membeli reflika kostum PSMS dari Medan. “Saat ini kami masih memakai kostum musim lalu. Maka itu kami ingin menggantinya dengan kostum terbaru. Ya, karena pada dasarnya kami punya tekad untuk terus mendampingi PSMS bertanding di daerah kami dengan menghijaukan sebagian stadion,” kata Pio Sembiring anggota PSMS Medan Fans Club

Awasi Persikabo

MEDAN- Laga antara PSMS melawan Persikabo memang masih lama lagi. Keduanya akan saling berhadapan pada 8 Januari nanti. Kendati demikian, bukan berarti kekuatan tim asal Kabupaten Bogor ini akan dilewatkan begitu saja.

Kubu Ayam Kinantan tetap menaruh perhatian khusus kepada calon lawannya itu. Apalagi, Suimin Diharja, pelatih PSMS, sempat beberapa musim menukangi Persikabo.
Tak pelak, laga antara PSDS kontra Persikabo yang berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, kemarin (18/12) mendapat sorotan khusus pelatih bertubuh subur itu.

Sayangnya, ketika Suimin ingin menonton laga antara PSDS kontra Persikabo kemarin, kondisi kesehatan Suimin belum sepenuhnya pulih. Tak ayal hasrat menggebu untuk menyaksikan laga itu pun diurungkan.
Walau Suimin gagal menyaksikan laga antara PSDS kontra Persikabo, bukan berarti PSMS tak mengutus orang untuk menyaksikan pertandingan kemarin.

Suyono, asisten pelatih PSMS mendapat kepercayaan untuk memantau kekuatan sang calon lawan. “Di babak pertama, Persikabo main cukup bagus. Sayangnya, justru di babak pertama pula strategi PSDS dapat berjalan dengan lancar, hingga akhirnya mendikte permainan Persikabo secara keseluruhan,” kata Suyono.

Dalam catatanya, Suyono menangkap bahwa Persikabo punya pemain dengan kemampuan krosing yang cukup baik. Di samping itu, striker asing milik Persikabo Roger Bathoum yang pernah merumput bersama PSMS beberapa tahun lalu, masih menunjukkan kelasnya sebagai striker yang patut diperhitungkan.

“Pada pertandingan kemarin pemain bawah PSDS sangat disiplin mengawal pergerakan Roger. Jadi tak heran bila dia (Roger Bathoum, Red) mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dan mencari peluang. Artinya, kalau Roger dapat lebih tenang, bukan tak mungkin kehadiran pemain ini akan menyulitkan lini pertahanan PSDS,” tambah Suyono.

Karena hal tersebut di atas, Suyono optimis jika Slamet Ryadi dkk mampu memetik poin penuh atas Persikabo, meskipun pertandingan itu berlangsung di kandang lawan.

“Kalau permainan Persikabo tak berubah, tak akan sulit untuk mencuri poin dari mereka,” lanjut Suyono.
Terlepas dari hal tersebut di atas, sesungguhnya laga kontra Persiraja Banda Aceh adalah laga yang paling dekat untuk dilakoni Slamet Riyadi dkk.
Raihan tiga angka wajib hukumnya untuk diraih saat tampil di hadapan pendukung sendiri. “Selain ingin memberi hiburan kepada para fans, kemenangan atas Persiraja diharapkan dapat mendongkrak posisi PSMS di klasemen sementara Divisi Utama Wilayah I,” bilang Suyono.

Digusur PSAP

MESKI Persikabo Bogor kandas di tangan PSDS, namun posisi PSMS di klasemen sementara harus tergurus. Pasalnya, di tempat terpisah PSAP menang 1-0 atas Persipasi, sehingga tim besutan Kustiono itu naik ke peringkat empat klasemen dengan raihan 10 poin.

Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.

Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.

Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.

Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.

Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri.

Kejar Target

EDAN- Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah barat Divisi Utama Liga Indonesia, semakin terancam geser. Saat ini PSMS berada di urutan 4 dengan raihan 8 angka dari hasil dua seri, dua menang dan sekali kandas.

Kalau pada laga selanjutnya PSMS tidak mampu mengamankan poin penuh, dapat dipastikan PSMS akan semakin tenggelam. Pasalnya, sejumlah pesaing PSMS terlihat gesit menuju puncak klasemen yang sekarang ini dipegang Persipasi Bekasi.

Sialnya, beberapa pesaing PSMS masih punya tabungan laga. Persikabo Bogor misalnya. Klub asuhan Iwan Setiawan itu kini baru melakoni tiga laga dengan raihan 7 poin, dan sekarang berada di peringkat 5 setingkat di bawah PSMS.

Bakal lengsernya PSMS dari empat besar klasemen sementara, tergantung hasil dari laga PSDS kontra Persikabo yang akan digelar sore ini di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam. Kalau Persikabo sampai menang, mau tak mau PSMS harus merelakan posisinya di empat besar kepada Persikabo.

Maka itu, PSMS harus kejar target dengan menyapu bersih semua laga kandang dengan gemilang. Setidaknya itu yang sudah direncanakan Suimin Diharja, arsitek tim. Di atas kertas, Suimin menargetkan mampu meraih 15 angka di kandang pada putaran pertama plus dua angka dari away ke Rengat dan Tembilahan.

Nah, di putaran kedua Suimin juga berharap mampu meraih poin penuh di lima laga kandangnya plus satu laga away ke markas PSDS. “Di atas kertas, saya punya hitung-hitungan sapu bersih semua laga kandang,” ungkap Suimin, kemarin. Dengan hitungan seperti ini, Suimin yakin, babak delapan besar sudah di tangan. “Ya, kalau semua berlangsung sesuai target, di akhir musim PSMS mampu meraih 33 poin. Dan, itu saya rasa sudah cukup meloloskan kita ke babak delapan besar,” sambung Suimin.

PSMS sendiri sudah melakoni dua laga kandang dan berhasil meraih poin penuh. Di setengah musim ini, ada tiga partai kandang tersisa. Yakni kontra Persiraja Banda Aceh (27/12), PSDS Deli Serdang (31/12) dan Semen Padang (12/1)
Hadangan selanjutnya tentu saja Persiraja Banda Aceh. Sebelum melakoni laga itu, PSMS punya waktu dua pekan untuk membenahi kelemahan. Diharapkan, seluruh pemain PSMS sudah berada dalam baik.

Terlebih saat ini ada tiga pemain kunci didera cedera. Slamet Riyadi, Edu Juanda, dan Osas Saha. Dengan kata lain, Suimin beranggapan, kondisi tim memang sangat menentukan berhasil atau tidaknya target yang dicanangkan. Ya, poinnya adalah fisik pemain tidak bermasalah. Kalau soal permainan, itu bisa diatur dan diolah sambil jalan.

“Saya harap seluruh skuad sudah berada dalam kondisi terbaiknya, terutama yang cedera. Hingga, skema dan strategi yang kita buat tak terganggu. Saya tidak minta pemain main super cantik tapi akhirnya kalah. Yang penting bisa mengamankan tiga angka. Itulah harapan kita semua,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu

Menanti Duet Nyeck-Saha

Melawan Persiraja Banda Aceh 27 Desember nanti, ada kemungkinan Suimin bakal kembali memplot Nyeck Nyobe untuk dimainkan di lini depan. Kalau Osas Saha pulih tepat waktu dari cedera engkelnya, Nyeck tampaknya bakal ditemani oleh Saha.

Simulasi untuk itu sudah mulai diterapkan dalam latihan selama ini. Syaratnya, Saha harus pulih secepat mungkin. Beruntung ada kemajuan berarti dalam proses pemulihan cederanya.

Kalau simulasi itu jadi diterapkan, lantas kemana Jecky Pasarela akan ditempatkan? Selama main di kandang, Jecky menujukkan performa apik dan sudah mengemas dua gol. Sudah barang tentu Jecky akan kembali dimainkan sebagai starter kalau kondisi fisik dan performanya stabil.
Nah, untuk urusan satu ini Jecky harus membiasakan diri bermain di lini kedua sebagai second striker. “Kita butuh pressing di semua lini. Terutama di lini depan. Pemain harus mampu menekan sejak awal dan mencetak lebih dari satu gol. Agar target sapu bersih di kandang berhasil masuk dalam genggaman,” kata Suimin menyoal kemungkinan reposisi pemain itu.

Masalahnya, selama latihan dengan skema itu, Nyeck belum pernah berduet langsung dengan Saha, karena pemain asal Nigeria itu masih dibekap cedera. Begitupun, dukungan dari seluruh pemain sangat menentukan hasil terbaik pada laga kandang selanjutnya. Selanjutnya, mari kita lihat saja bagaimana hasilnya

Pantau Persikabo

Menurut rencana, skuad PSMS akan bertolak ke Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, untuk menyaksikan partai antara PSDS kontra Persikabo Bogor sore ini. Tujuannya jelas, guna memantau permainan kedua tim.

Hal itu diutarakan Suimin sore kemarin. Menurutnya, Persikabo merupakan tim yang masuk dalam daftar saingan berat. Maka itu, pantauan harus dilakukan berhubung skuad tidak ada jadwal latihan hari ini karena libur 1 Muharam.

Walau pernah menukangi Persikabo selama dua musim, Suimin masih merasa perlu memantau kekuatan tim asuhan Iwan Setiawan tersebut. Pasalnya, PSMS akan segera melakoni laga away ke Bogor pada 8 Januari mendatang, setelah sebelumnya ditantang Persita Tangerang pada 4 Januari.

Kemarin, Suimin juga sempat menyambangi hotel di mana skuad Persikabo menginap untuk sekadar anjangsana dan bertegur sapa, dengan skuad yang dahulu sempat diasuhnya.

Persikabo saat ini merupakan tim yang tangguh. Mereka baru tiga kali main dan meraih 7 angka hasil dari dua menang dan sekali imbang. Artinya masih ada sisa pertandingan yang menguntungkan Persikabo. “Sudah lama tidak melihat Persikabo bertanding. Kebetulan mereka main lawan PSDS, kan dekat. Saya harap kita bisa nonton langsung calon lawan kita bertanding,” kata Suimin.

Masalahnya, hal ini tampaknya belum seratus persen terlaksana. Pasalnya dana untuk membayar tiket masuk nonton pertandingan itu belum tersedia. “Manajer ke luar negeri karena satu urusan. Belum tau jadi tidak nonton PSDS lawan Persikabo karena dana untuk tiket masuk nonton belum didapat,” beber Fityan Hamdi sekretaris tim kemarin

Digusur PSAP

MESKI Persikabo Bogor kandas di tangan PSDS, namun posisi PSMS di klasemen sementara harus tergurus. Pasalnya, di tempat terpisah PSAP menang 1-0 atas Persipasi, sehingga tim besutan Kustiono itu naik ke peringkat empat klasemen dengan raihan 10 poin.

Walau posisi PSMS melorot, namun setidaknya PSMS memiliki satu laga lebih banyak dibanding PSAP yang sudah melakoni enam laga.
Selain PSAP, Persita juga meraih tiga angka saat melawat ke markas Persiraja. Walhasil, Persita juga berhasil merangkak naik peringkat. Persita yang baru melakoni empat laga kini memiliki 9 angka.

Artinya, kini PSMS harus terlempar dari posisi empat besar ke posisi lima. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain meraih tiga angka saat menjamu Persiraja nanti.

Di atas kertas, laga itu bisa diamankan oleh PSMS yang punya waktu recovery lebih panjang disbanding Persiraja. Di samping itu, Persiraja yang sudah melakoni enam laga baru saja kandas. Secara psikologis hal itu tentu saja menguntungkan Slamet Riyadi dkk.
“Harus bisa meraih kemenangan saat melakoni laga kandang. Saat ini tim lain semakin menunjukkan permainan terbaiknya. Kita juga harus demikian,” kata Suimin menyoal persaingan yang semakin ketat.

Untuk itu, target semula untuk mengamankan setiap laga kandang yang dilakoni memang harus diselaraskan dengan permainan apik seluruh skuad Ayam Kinantan. Di atas kertas, Suimin yakin mampu meraih 15 poin di kandang musim ini, termasuk dua angka yang diraih saat melawan ke Rengat dan Tembilahan.

Dengan demikian, langkah PSMS untuk kembali ke ajang Indonesia Super Legue (ISL) akan semakin mudah, karena Suimin pun memiliki target yang tak kalah hebatnya di putaran kedua nanti. Terutama saat Slamet Riyadi dkk main di kandang sendiri

Suimin: Biar Main Jelek, Asal Menang

Posisi PSMS di klasemen sementara wilayah I Divisi Utama Liga Indonesia akhirnya terperosok ke peringkat enam. Meski masih punya tabungan dua lagaebih banyak, namun kondisi ini tetap saja merisaukan para fans.

Memang tidak begitu jauh perbedaan nilai dari pemuncak klasemen sementara, yang dikuasai Persih Tembilahan. Tim asal Riau itu kini punya 12 angka dari tujuh laga yang telah dilakoni. Sedangkan PSMS baru mengumpulkan 8 angka dari lima kali main.

Agar tak tergelincir kian dalam, PSMS harus mampu memetik tiga angka saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan, 27 Desember nanti. Ya, raihan tiga angka adalah harga mati. Agar hal itu tak meleset kubu PSMS terus mematangkan simulasi guna meraih hasil maksimal di kandang sendiri.

Suimin Diharja pelatih PSMS berencana memasang strategi anyar. Sebenarnya tidak terlalu baru, karena Suimin berencana bertarung dengan gaya rap-rap sepanjang melakoni laga di kandang sendiri. Hal itu selama ini belum terlihat dengan apik, walaupun dua laga di kandang berhasil dengan kemenangan.

Prinsipnya, biar main jelek asal menang, walaupun pada kenyataannya, Suimin tetap menginginkan skuad bermain apik. Tapi apa daya, materi pemain PSMS saat ini mayoritas dihuni pemain muda yang belum syarat pengalaman. Begitupun, tanpa lelah simulasi untuk itu terus digeber.

“Saat ini kita sangat membutuhkan kemenangan. Biarlah main jelek asalkan kita mampu mengamankan tiga angka di laga kandang. Hal ini berhubung skuad yang kita miliki masih dihuni pemain minim pengalaman,” beber Suimin.

Beruntung pemain tidak ada yang pesimis dengan kondisi yang ada. Semangat muda plus gairah bermain apik di hadapan ribuan pendukung sendiri, begitu memotivasi.

Tidak ada cara lain kecuali meraih tiga angka di kandang sendiri. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur karena punya waktu cukup panjang untuk recovery,” ujar Syaiful Ramadhan striker kidal PSMS.

Karenanya, pada latihan kemarin sore yang dipimpin asisten pelatih Suyono, masih memfokuskan kepada pressing permainan. Hal ini bertujuan untuk menguasai jalannya laga agar kesempatan untuk mencetak gol lebih terbuka.

Latihan masih terfokus pada pressing permainan yang dikombinasikan dengan latihan fisik, baik dengan bola maupun tanpa bola,” kata Suyono yang mewakili Suimin.

Di klasemen, memang posisi PSMS begitu rawan kian tenggelam kalau sampai kandas atau hanya meraih hasil seri. Selain Persih, Persipasi juga sudah mengumpulkan 12 angka dan berada di peringkat dua.

Di peringkat tiga, berkutat semen Padang dengan 10 angka dan masih punya dua tabungan laga. Sedangkan posisi 4 dihuni Persita yang sudah mengemas 9 angka dari 4 laga. Artinya, Persita punya tabungan tiga laga dan tentu saja sangat mungkin menambah keunggulan poin dari PSMS

Thursday, December 17, 2009

Rombak Pola

MEDAN-Pasca menjalani libur usai melakoni laga kontra Persikasi Bekasi, kemarin (15/12) sore bertempat di Stadion Kebun Bunga skuad Ayam Kinantan kembali melakoni latihan. Tak tangung-tangung, meski latihan perdana, namun Affan Lubis dkk tetap digembleng lebih dari satu jam.
Hebatnya lagi, pada latihan perdana itu seluruh pemain memperlihatkan disiplin yang pantas mendapat acungan jempol, karena tak satu pemain pun yang absen.

Padahal, meski seluruhnya hadir, namun beberapa pemain yang cedera seperti Osas Saha, Edu Juanda dan Slamet Riyadi tak dapat berlatih dengan rekan-rekannya. Ketiga pemain ini hanya melakoni latihan ringan di pinggir lapangan.
Pemandangan yang berbeda justru terjadi ditengah-tengah lapangan, di mana para pemain yang dalam keadaan bugar justru menjalani serangkaian sesi latihan yang berat.

Tujuannya, untuk mengembalikan kubagaran serta semangat bertanding para pemain pasca menderita kekalahan dari Persipasi. Terlebih pada tanggal 27 Desember mendatang Affan Lubis dkk kembali harus melakoni laga melawan tim yang kekuatannya tak dapat dipandang sebelah mata, Persiraja Banda Aceh.

Karenanya, Suimin tak punya pilihan lain kecuali meningkatkan porsi latihan dengan tujuan para pemain mampu menaikkan tempo permainan saat tampil di hadapan para pendukung yang bakal hadir di Stadion Teladan nanti.

“Dari dua laga kandang terdahulu kita mampu memetik enam poin. Tapi secara umum, kami melihat jika permainan kita belum maksimal. Dan saya yakin jika penampilan anak-anak masih bisa ditingkatkan lagi,” bilang Suimin Diharja, pelatih PSMS.
Ya, mumpung pertandingan melawan Persiraja Banda Aceh masih akan berlangsung dua minggu lagi, namun Suimin seakan tak ingin membuang-buang waktu.

“Secepatnya kita harus mampu merubah pola permainan, karena kita tak semata mencari kemenangan di kandang, tapi lebih dari itu kita menginginkan konsistensi permainan, karena laga-laga selanjutnya jelas akan lebih berat,” tandas Suimin.
Beruntung, ketika Suimin memiliki tekad yang membara untuk memperbaiki kinerja tim asuhannya, di saat itu pula para pemain menunjukkan animo yang membubung seakan sepaham dengan sang mentor.

Buktinya, meskipun latihan yang digelar semakin berat, Affan Lubis dkk tetap melakoninya dengan sepenuh hati.
“Pada latihan tadi (kemarin-Red), anak-anak mampu menyerap semua yang saya instruksikan. Padahal, jika mau jujur, latihan hari ini jelas lebih berat dari pada latihan sebelumnya. Tapi kita bisa lihat, jika mereka tetap bersemangat melakoninya,” lanjut pria berjuluk pelatih kampung itu.
Selanjutnya, latihan masih akan dilanjutkan pagi ini. Khusus pagi ini Suimin berencana memberikan menu latihan dengan materi akurasi tendangan ke arah gawang.

Rencananya, Suimin akan memberikan waktu kepada seluruh pemain untuk melakukan akurasi tendangan sampai sempurna. Baru pada sore harinya, latihan akan masuk ke sesi simulasi sebagai persiapan menjamu Persiraja.

“Sejauh ini saya melihat jika sepanjang pertandingan pemain kita jarang melakukan tendangan dari luar kotak penalti, meskipun kondisinya sangat memungkinkan,” ungkap Suimin.

“Ini harus segera dibenahi. Paling tidak para pemain harus berani melakukannya. Masalah hasil, itu urusan nanti. Tapi yang pasti, jika tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan tahu apakah kita mampu melakukannya, atau tidak. Jadi tendangan dari luar kotak penalti harus tetap dilakukan,” pungkasnya

Geber Terapi Pemulihan

TIGA permain pilar PSMS dikhawatirkan akan menepi ketika tim berjuluk Ayam Kinantan menjamu Persiraja pada 27 Desember mendatang. Pasalnya Osas Saha, Edu Juanda dan Slamet Riyadi didera cedera usai timnya takluk 1-3 kontra Persipasi.

Saha mengalami cedera engkel, sama dengan yang dialami Edu Juanda. Sedangkan Slamet Riyadi harus menepi karena tumitnya bermasalah
Belum didapat informasi kapan ketiga pemain ini akan pulih. Tapi tim medis PSMS dr. Rory Pane menerangkan bahwa pihaknya akan berupaya mempercepat kesembuhan ketiga pemain itu secepatnya. Kalau memungkinkan, harapannya tentu saja sebelum laga kontra Persiraja digelar.
Untuk itu, proses terapi wajib digeber di samping pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan. Dijadwalkan, hari ini ketiga itu akan memulai fisioterapi sebagai proses penyembuhan.

Kabarnya, dr. Rory berencana membawa ketiga pemain yang cedera tadai ke sebuah rumah sakit besar di Medan mempunyai perlengkapan medis memadai. “Fisioterapi harus sering diberikan kepada pemain yang cedera. Saya tidak tahu kapan ketiganya akan pulih. Tapi yang jelas, kami akan berusaha semampu kami agar ketiganya sembuh tepat waktu.,” kata Rory.

Terkait cedera yang dialami ketiga pemaina pilar tadi, Suimin Diharja, pelatih PSMS sempat panik. Penyebabnya, apalagi kalau bukan kekhawatiran jika tim akan tampil pincang jika ketiganya tak dapat tampil saat tim menghadapi Persiraja nanti. “Saya sangat berharap agar pemain yang cedera segera sembuh. Tanpa kehadiran mereka, jelas kekuatan tim ini akan berkurang. Terlebih yang cedera adalah pemain kunci yang selama ini menjadi motivator tim,” beber Suimin

Evaluasi Pemain PSMS Setelah Lima Pertandingan

Skuad Ayam Kinantan telah melakoni lima partai di Divisi Utama Liga Indonesia musim ini. Hasil yang diraih tidak begitu buruk. Namun tetap perlu evaluasi demi kebaikan tim.

Sejauh ini, PSMS masih bertahan di peringkat 3 klasemen sementara dengan raihan delapan angka dari dua seri, dua menang dan sekali kandas.
Bersumber dari bank data milik Suimin Diharja, sang arsitek tim, didapat evaluasi khusus penilaian penampilan dalam lima partai terakhir. Yakni saat melawan Persires Rengat, Persih Tembilahan, PSAP Sigli, PSSB Bieruen dan Persipasi Bekasi.

Kesimpulan dari nilai penampilan yang tersimpan dengan rapi di bank data milik Suimin itu, adalah masih harus dibenahinya lini belakang PSMS. Sedangkan lini tengah sudah mulai menunjukkan penampilan terbaik walaupun tentu saja belum ada yang istimewa.

Di lini tengah, diwakili oleh penampilan dengan grafik stabil atas nama Faisal Azmi pemain bernomor punggung 7 dengan gaya rambut khasnya itu. Dari lima penampilan, Faisal empat kali meraih nilai 8 yakni saat melawan Persires, Persih, PSAP dan PSSB. Dan ketika melawan Persipasi Faisal mendapat nilai 7.

Selain Faisal, Tri Yudha Handoko juga bisa dibilang cukup stabil. Dari lima partai bersama PSMS, Yudha mendapatkan tiga kali nilai 7, sekali 8 dan sekali 6.

Di belakang, Slamet Riyadi sebenarnya mewakili raihan nilai yang bagus. Dari lima laga. Slamet meraih nilai 8 sebanyak tiga kali, 7 sekali dan sekali 6. Sedangkan Nyeck Nyobe yang baru main empat kali bersama PSMS, masing-masing meraih nilai 8 dua kali, sekali 7 dan sekali 6.

Selebihnya, pemain belakang seperti Maulana dan Deni Wahyudi, Dodi bahkan Bambang Tri Sanjaya mendapatkan nilai yang kurang baik. Maulana yang selau turun di lima partai PSMS meraih nilai 5 sebanyak tiga kali, sekali 6 dan sekali 4. Deni dalam lima partai meraih dua kali nilai 5, sekali 7, dan dua kali mendapatkan nilai 6. Sedangkan Bambang yang diberi kesempatan tampil di tiga laga harus menerima nilai yang cukup jelek yakni 3.
“Ini sebuah penilaian yang objektif sesuai dengan penampilan mereka. Seluruh data akan perkembangan tim ada dalam bank data yang saya rangkum setiap kali bertanding dan selama proses latihan. Saya sangat berharap agar seluruh pemain lebih serius dalam berlatih demi kemajuan di setiap penampilannya,” beber Suimin

Wednesday, December 16, 2009

Disiplin adalah Kunci Pertahankan Performa

DALAM lima laga terakhir, Faizal Azmi pemain serba bisa PSMS masih menujukkan performa menawan. Permainannya tetap stabil walaupun tim dalam kondisi tertekan. Bahkan Bank Data milik pelatih PSMS Suimin Diharja mencatat, bahwa Faisal selalu menorehkan nilai baik sepanjang melakoni laga bersama PSMS di ajang resmi.

Menariknya, Faisal kerap melakoni posisi yang bukan posisi resminya sebagai gelandang bertahan.

Oleh Suimin, Faisal kerap digeser ke kanan bawah alias jadi wing bek. Tak masalah, itu dilakoninya juga dengan hasil memuaskan.
Pertukaran posisi ini memang sudah menjadi kamus baru bagi Suimin. Bukan ingin mencoba kemampuan pemain belaka, namun lebih dari itu, ni dilakukan karena keterbatasan skuad yang ada. Beruntung Suimin punya pemain yang bisa digeser-geser posisinya sesuai kebutuhan. Selain Faisal, Suimin masih punya Nyeck Nyobe dan beberapa pemain lainnya yang siap dipindah-pindah.

Lantas apa resep Faisal dalam menjaga performanya? Kemarin (14/12) sore Sumut Pos berbincang dengan Faisal di Stadion Kebun Bunga, markas PSMS.

Dijelaskan pemain gondrong bernomor punggung 7 itu, jika dirinya hanya mencoba membiasakan hidup disiplin. Sebagai atlet, disiplin memang nomor satu.

“Saya kira tidak ada yang istimewa. Sebagai seorang pesepakbola, saya hanya mencoba menerapkan disiplin yang diterapkan pelatih,” beber mantan pemain PSDS, PSKPS, PSPS dan Persitara itu.

Di usianya yang baru 25 tahun, Faisal punya mimpi besar di PSMS. Ya, meski terlahir sebagai putra daerah Deli Serdang, kecintaan Faisal kepada PSMS ternyata sudah dimilikinya sejak kecil. Bahkan obsesi untuk memperkuat PSMS terus mengusik hatinya, meskipun dirinya telah memperkuat PSDS.

“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi pemain PSMS. Sekarang kesempatan itu sudah menjadi kenyataan. Jadi, yang harus saya lakukan sekarang ini adalah bermain bagus pada setiap pertandingan yang dilakoni. Bahkan, kalau memungkinkan, saya juga ingin bermain di PSMS selamanya,” tambah ayah seorang balita bernama Faza itu.

Lebih jauh, Faisal juga bertekad membawa PSMS kembali berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air yakni Indonesia Super League (ISL).

“Saya bersama seluruh pemain dan perangkat tim punya satu tekad, yakni membawa PSMS kembali ke ajang ISL. Itu merupakan target tertinggi yang kami apungkan. Semoga saja kami mampu melakukannya,” pungkas suami Yona Purnama Oktarina menutup pembicaraan.

Berdarah Ambon, Cinta Mati kepada PSMS

Benny Tomasoa, Asisten Manajer Tim PSMS

Kerja keras, pengorbanan bahkan isu negatif kerap mengiringi kru yang berada di balik tim PSMS dalam menatap kompetisi musim ini. Terdepak dari kompetisi tertinggi tanah air, merupakan pukulan telak bagi masyarakat Medan utamanya pecinta sepak bola. Kini, PSMS mencoba bangkit. Sayang, berbagai problem masih terus menghantui.

SYAIFULLAH-Medan

Salah satu kru yang membidani terbentuknya tim PSMS musim ini adalah Benny Tomasoa.

“Bento” begitu dia biasa disapa adalah pria berdarah Ambon. Begitupun, Benny yang lahir dan besar di Medan mengaku sangat mencintai PSMS.
Apalagi dia merupakan mantan pemain PSMS di era 80-an. Ya walaupun tidak setenar Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk dkk. Mengapa Ponirin Meka atau Jampi Hutauruk? Ya karena ketika masih menjadi pemain, Benny berposisi sebagai penjaga gawang. Sama seperti Ponirin dan Jampi.
Bahkan Benny punya “dendam” kepada Ponirin Meka. Pasalnya, selama Ponirin aktif berada di bawah mistar PSMS, selama itu pula Benny selalu berada di bawah bayang-bayang mantan kiper timnas itu. Namun, dendam itu merupakan dendam yang positif.

“Saat itu saya selalu berada di bawah nama besar Ponirin Meka. Kesempatan saya tampil hanya kalau senior saya itu cedera atau dipanggil Timnas. Tapi saya menikmati saat-saat itu,” kenang Benny kepada Sumut Pos kemarin (14/12).

Bersama PSMS, Benny benar-benar memulai karir dari bawah. Pria kelahiran 6 Oktober 1967 itu memulai masuk skuad PSMS remaja pada tahun 1982. Setahun berikutnya, Benny diberi kesempatan masuk tim junior yang mengkuti Piala Suratin. Hal itu diulangi tahun 1985. Baru pada tahun 1986 Benny berhasil masuk tim senior. Di sinilah Benny merasa jika dirinya harus mencari klub baru agar bisa terbebas dari bayang-bayang Ponirin Meka.

Pada tahun 1987 dia mencoba peruntungan ke Jakarta dengan masuk klub Warna Agung yang berkiprah di kompetisi Galatama. Namun akhirnya dia kembali ke Medan.

“Masa-masa menjadi seorang pesepak bola adalah masa yang indah dan sulit dilupakan. Bahkan akhirnya saya menjadi seperti ini, itu semua tak lepas dari sepak bola,” tambah fans Edwin Van Der Sar dan Jose Maurinho itu.

Ya, selepas dari sepak bola, Benny mencoba mencari sesuatu yang memang tak ada kaitannya sama sekali dari sepak bola.
Beberapa tahun belakangan, Benny berhasil mendirikan satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor.
Namun jiwa sepak bolan seolah tak ingin enyah dari ayah dua anak bernama Yosefina dan Grevance Yohanes itu.
Terlebih Benny miris melihat akhirnya PSMS harus terdepak dari ISL.

Besar tekadnya untuk saling bahi-membahu dengan pengurus dan manajemen lainnya untuk kembali memposisikan PSMS kembali duduk di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Tidak ada kebanggan terbesar bagi pengurus dan manajemen PSMS saat ini, kecuali berhasil meloloskan tim ini kembali ke ISL. Itulah motivasi besar saya menjadi asisten manajer PSMS. Tidak ada yang lain,,” tambah fans berat Barcelona itu.

Lebih dari itu, motivasi dan niat saja tampaknya sangat tidak cukup untuk mengembalikan PSMS ke ISL.
“Dibutuhkan lebih dari sekadar nama besar untuk mengambalikan kejayaan PSMS. Semua pihak di kepengurusan dan manajemen saat ini harus kompak dan satu visi,” bilangnya.

“Saya rasa dengan kebersamaan dan keyakinan, PSMS bisa meraih hasil sesuai harapan kita semua,” pungkas Benny

Suimin Bidik Ariel Guiteres

Dua legiun impor PSMS Nyeck Nyobe dan Osas Saha sudah diabsahkan statusnya membela PSMS di ajang Divisi Utama musim ini. Hanya saja, memiliki dua pemain asing ternyata dianggap masih kurang untuk mendongkrak performa tim guna bersaing menjadi yang terbaik untuk kembali berlaga di pentas Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Tak pelak, kondisi ini memaksa manajemen tim Ayam Kinantan berusaha mendapatkan satu pemain asing tambahan. Kebetulan pemain asing yang dilirik adalah pemain yang sebelumnya pernah berkostum PSMS, Ariel Guiteres.

Pertanyaannya, akankah Ariel segera berkostum hijau-hijau khas PSMS? Sebuah pertanyaan yang hingga kini belum bisa dijawab oleh jajaran pengurus maupun manajemen PSMS.

Saat ini peluang bagi Ariel untuk kembali berkostum PSMS menjadi terbuka pasca merebaknya isu yang menyebutkan jika Trimedya Panjaitan, seorang anggota Komisi III DPR RI berencana menggalang dana bagi PSMS.

Kalau rencana mulia itu terwujud, dana yang terkumpul lebih dulu diprioritaskan untuk mengurus dokumen pemain asing. Siapa lagi pemain asing yang dimaksud kalau bukan Ariel!

Ya, sejauh ini memang tinggal Ariel legiun impor yang belum memiliki kejelasan status. Padahal, pemain berkebangsaan Chili itu bukan sosok asing bagi fans PSMS. Pasalnya, selain pernah menjadi anggota tim, pemain ini pun ternyata telah menikah dengan wanita asal Medan.

Meski sudah mulai berumur, Suimin Diharja arsitek PSMS masih yakin kalau Ariel masih punya kualitas untuk menggalang kekuatan di lini tengah tim Ayam Kinantan. Seandainya Ariel jadi bergabung, Suimin yakin jika ke depannya kekuatan tim akan lebih baik lagi.

“Di depan ada Saha, di belakang ada Nyeck. Di tengah, saya harapkan kehadiran pemain asing juga. Ariel Guiteres adalah pemain asing yang saya inginkan, karena menurut saya dia masih memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain yang ada saat ini,” kata Suimin belum lama ini.

Bagaimanapun, untuk mengikat pemain asing tambahan, nama Ariel ada di barisan paling depan. Terlebih PT Liga Indonesia pun memperbolehkan klub di Divisi Utama untuk merekrut tiga pemain asing. Dan ketiganya boleh dimainkan sekaligus dalam satu pertandingan. Dan hal itu sudah diterapkan oleh hampir mayoritas klub lainnya.

Sementara itu PSMS, yang punya target lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, harusnya melakukan hal serupa untuk menjaga posisi untuk terus bersaing dengan para rival di ajang Divisi Utama Wilayah I.

Terlepas dari masalah itu, Ariel sendiri pun hingga kini masih setia mengikuti sesi latihan bersama PSMS. Padahal, kabar yang berhembus menyebutkan jika pemain yang pernah merumput bersama Medan Jaya ini tidak meminta bayaran selangit, walaupun dia masih tercatat sebagai pemain asing.

“Kenapa Ariel masih kita perbolehkan latihan bersama tim? Itu karena dia punya kualitas sebagai pemain asing, namun menuntut nilai kontrak layaknya pemain lokal. Karenanya, saya berharap agar Ariel segera masuk ke dalam tim,” terang Suimin menyoal Ariel.

Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS juga turut angkat bicara mengenai urusan Ariel. Menurutnya, kalau benar Trimedya jadi membantu PSMS, maka dana yang berhasil digalang akan digunakan untuk mengurusi kontrak Ariel.

“Rencana awalnya begitu. Kalau benar Bang Trimedya jadi bantu kita, maka urusan Ariel akan diutamakan,” kata Benny

Tuesday, December 15, 2009

Legalitas

Trimedya Panjaitan, anggota komisi III DPR RI ternyata tidak hanya asal ngomong terkait niatnya membantu PSMS. Malah Trimedya meminta sebuah legalitas agar proses penggalangan dana bagi PSMS terkonsep dengan jelas dan bebas dari unsur-unsur fitnah.

Memang, legalitas merupakan harga mati bagi dirinya sebagai elit politik. Tujuannya adalah menghindari suara-suara miring apabila dirinya membantu PSMS. Terlebih Trimedya merupakan tokoh yang berasal dari partai politik besar di Indonesia. Dikhawatirkan jika prosedurnya asal-asalan, kedepannya hanya akan menjadi santapan empuk lawan politik sehingga memudahkan mereka melakukan manuver-manuver politik.
Setidaknya ini yang disampaikan oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS kepada Sumut Pos kemarin (13/12). Secara pribadi, dirinya dan jajaran manajemen lainnya berpandangan lurus. Bahkan usulan Trimedya untuk meminta legalitas di kubu PSMS wajib dipertimbangkan.

“Bang Trimedya bilang, jika dia menggelar malam penggalangan dana dengan mengundang berbagai pihak seperti pengusaha dan pihak-pihak lain, maka kubu PSMS harus mengeluarkan legalitas terkait keberadaannya di tubuh Ayam Kianntan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya suara-suara miring tadi,” beber Benny.

Secara pribadi Benny mengaku salut dengan langkah-langkah yang ingin dilakukan tokoh dari PDIP tersebut. Tetapi Benny juga khawatir akan banyak orang yang berpandangan negatif terhadap niat tulusnya itu, meskipun sesungguhnya mereka tetap menginginkan agar PSMS tetap aksis di ajang Divisi Utama.

“Untuk berbuat baik, terkadang banyak orang yang tidak suka dan berpikir macam-macam. Tetapi saya tetap memuji langkah Bang Trimedya,” sebut Benny lagi.

Selanjutnya pria berdarah Ambon ini mengatakan bahwa dalam waktu dekat dia bersama Ketua Harian PSMS Agus Simorangkir akan melakukan pembicaraan dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin, untuk membahas langkah-langkah berikutnya.

“Kita akan melaporkan hal ini kepada Ketua Umum, biar nanti beliau yang memutuskannya,” jelas ayah dua anak ini
Benny menegaskan bahwa salama ini, Ketua Umum dan pengurus serta manajemen telah bersusah payah untuk mencari dana bagi tim Ayam Kinantan. Hasilnya, tidak sedikit jumlah uang yang telah digelontorkan demi kelangsungan tim. Jadi, kalau ada orang yang ingin membantu, jelas harus disambut.

“Yang jelas, jika tujuannya untuk membangun PSMS, menurut kita tidak ada masalah, jika ada yang berniat menggalang dana, kenapa tidak? Banyak orang Medan yang telah berhasil di Jakarta, jadi saya rasa tidak akan sulit untuk melakukannya,” pungkas mantan kiper PSMS ini.

Osas Saha di Antara Debut, Gol, Cedera dan Kekalahan

OSAS Saha legiun impor PSMS memang benar-benar bernasib apes. Itu bisa dilihat pada debutnya bersama PSMS. Padahal, sebenarnya dia tampil apik saat melawan Persipasi Bekasi. Tak hanya itu, diapun mampu mencetak satu-satunya gol untuk PSMS.
Sayang, gol perdananya sekaligus gol pembuka pada laga itu menjadi sia-sia karena akhirnya PSMS takluk 1-3. Tak hanya itu, Saha juga mengalami cedera engkel yang mengharuskannya ditarik keluar lapangan.

Soal gol perdananya bagi PSMS di ajang resmi itu, Saha sedikit kesal. Dia berharap saat itu tim mampu mempertahankan keunggulan. Tapi nyatanya tidak. Tiga menit berselang justru gawang PSMS yang kebobolan.

“Saya senang karena berhasil mencetak gol pada debut saya bersama PSMS. Sayang kami akhirnya kalah. Seharusnya kami bisa mempertahankan keunggulan. Tapi itu sulit dilakukan karena kami main di kandang lawan,” beber Saha ketika dihubungi kemarin.

Nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan tidak ada gunanya. Sekarang, bagaimana kesiapan menatap laga selanjutnya. Untuk urusan satu itu, Saha mengaku sangat siap. Ya, walaupun dia masih punya masalah dengan cederanya.

“Engkel saya masih terasa sakit. Tapi saya yakin jika cedera ini akan pulih tepat pada waktunya, atau sebelum pertandingan melawan Persiraja pada 29 Desember berlangsung,” lanjut pecinta musik blues dan hip-hop itu.

Apapun itu, skuad Kinantan memang harus segera bangkit dari kekelahan itu. Terlebih partai selanjutnya akan digelar di kandang sendiri.
Terkait kekuatan sang calon lawan, jelas tak dapat dipandang sebelah mata, karena pada musim kompetisi tahun ini Persiraja Banda Aceh memiliki rekor pertandingan yang cukup bagus.

Rehat Sejenak

SKUAD PSMS diistirahatkan selama dua hari pasca kandas dari Persipasi Bekasi Jumat lalu. Hal ini dikarenakan faktor keletihan fisik dan masa recovery pemain.

Memang, selain karena faktor keletihan fisik cukup mendera skuad Kinantan, PSMS juga punya waktu senggang cukup panjang. Tercatat ada lebih dari satu pekan PSMS diberikan masa senggang. Karena laga selanjutnya baru akan digelar 29 Desember mendatang dengan lawan Persiraja di Stadion Teladan.

Nah, kondisi ini langsung dimanfaatkan sedemikian rupa. Terlebih ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Sebut saja Osas Saha, Edu Juanda, dan Slamet Riyadi.Affandi Lubis juga tampaknya masih berkutat dengan cederanya.

“Sejauh ini kita terus menggelar latihan penuh tanpa libur kecuali libur mingguan. Maka itu, berhubung punya waktu luang, akan dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik pemain,” kata Suimin Diharja arsitek PSMS kemarin.

Menurut jadwal, skuad diwajibkan kembali menggelar latihan pada Selasa (15/12) sore besok. Di samping itu, sosok Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS juga sedang berada di luar negeri tepatnya di Australia untuk urusan dinas. Diharapkan pada saat menggelar latihan kembali nanti, seluruh perangkat tim sudah berkumpul bersama.

Monday, December 14, 2009

Rawan Tergusur

Setelah melakoni empat pertandingan tanpa terkalahkan, akhirnya pada pertandingan kelima saat bertandang ke markas Persipasi Bekasi, anak asuh Suimin Diharja menemui karang terjal yang memaksa mereka pulang tanpa membawa poin sebiji pun.

Padahal, dalam empat pertandingan sebelumnya, Affan Lubis dkk sukses mengumpulkan poin 8, hasil dari dua kali bermain imbang, yakni atas Persih Tembilahan dan Persires rengat, masing-masing dengan skor 0-0, serta dua kali meraih kemenangan, masing- masing atas PSAP Sigli (2-1) dan PSSB (3-2).

Terlepas dari rasa sesal dan kecewa akibat kekalahan yang dialami dari Persipasi kemarin (11/12), namun sebagai tim yang menargetkan kembali ke ajang Indonesia Super League (ISL) ada baiknya kekalahan itu menjadi bahan evaluasi demi perbaikan tim ke depannya.
Apalagi, laga Divisi Utama musim ini pun baru menyelesaikan lima pertandingan. Artinya, masih cukup panjang jalan yang harus dilalui sebelum akhirnya promosi dan kembali mentas di kancah sepak bola paling elit di negeri ini.

Tapi sebelum melangkah terlalu jauh, ada baiknya bila sejak sekarang seluruh pemain, pengurus dan offisial tim terus menghitung seberapa besar peluang yang dimiliki tim Ayam Kinantan untuk terus bersaing di papan atas Divisi Utama musim ini.
Misalnya, setelah takluk dari Persipasi kemarin, Affan Lubis dkk menduduki peringkat ketiga. Tapi, apakah posisi yang tepat di bawah Semen Padang dan Persipasi ini sudah cukup aman dari kejaran para pesaingnya?

Tentunya tidak. Pasalnya, sejauh ini bersama Persih, Persires, PSSB dan PSAP, tim Ayam Kinantan tercatat sebagai tim yang paling sering tampil, yakni sebanyak lima kali.

Bahkan Semen Padang yang memimpin klasemen Wilayah Satu Divisi Utama baru melakoni laga sebanyak empat kali, atau memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak dibanding PSMS.

Tak hanya tim Kabau Sirah (julukan Semen Padang), empat tim yang posisinya tepat di bawah PSMS pun memiliki jumlah pertandingan yang lebih sedikit.

Persikabo dan Persiraja yang menempati peringkat ketiga dan keempat dengan masing-masing mendulang poin 7, baru melakoni laga sebanyak tiga kali (Persikabo) dan empat kali (Persiraja).

Nah, jika kedua tim ini mampu melakukan sapu bersih atas dua pertandingan sisa, praktis keduanya akan mendulang poin 13, atau 5 angka lebih banyak dari yang ditabung PSMS. Ancaman juga datang dari Persita, yang meskipun saat ini menempati peringkat ketujuh, namun tim berjuluk Pendekar Cisadane ini baru memainkan tiga laga.

Andai tim asal Tangerang ini mampu memenangkan dua laga ke depan, maka jumah poin yang mereka kumpulkan adalah 12, atau empat angka lebih banyak dari PSMS, meskipun jumah pertandingan yang dimainkan sama jumlahnya. Artinya, posisi ketiga yang ditempati tim Ayam Kinantan masih rawan tergusur oleh tim lainnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini dari PT Liga Indonesia menyebutkan jika dua tim teratas dari masing-masing grup di Divisi Utama akan memiliki satu tiket ke babak delapan besar.

Nah, bagi juara Divisi Utama, runner up dan peringkat tiga akan lolos langsung, sementara peringkat empat harus melewati babak playoff sebelum berlaga di ajang ISL. Pertanyaannya, mampukah PSMS menjadi satu di antara tiga tim yang lolos secara otomatis ke ajang ISL?
“Kita harus segera berbenah. Masih banyak yang hilang dari skema permainan yang ditelah rancang sebelumnya. Jelas ini mempengaruhi hasil akhir dan posisi kita di klasemen sementara. Mumpung masih menyisakan banyak pertandingan, kita harus segera menemukan solusi agar permainan tim kian solid,” kata Suimin Diharja, pelatih PSMS, kemarin.

Ternyata tak hanya Suimin, barisan suporter PSMS yang berada di Bekasi pun memiliki penilaian yang sama.
Pio Sembiring dari PSMS Medan Fans Club yang menonton langsung pertandingan antara PSMS melawan Persipasi mengatakan bahwa penampilan PSMS cenderung tak berpola pasca Edu Juanda dan Osas Saha ditarik keluar lapangan.

“Lini tengah PSMS kacau saat Edu ditarik. Imbasnya, pemain Persipasi berhasil mengambil alih alur serangan dan mendikte permainan, karena menguasai lini tengah yang mengakibatkan suplai bola ke lini pertahanan lawan mudah dibaca. Sebaliknya dengan Persipasi, keberhasilan mereka menguasai lini tengah membuat aliran bola ke lini depan semakin lancar dan kerap membahayakan pertahanan PSMS,” kata Pio

Menanti Uluran Tangan Trimedya

TERNYATA jamuan makan malam yang digelar Trimedya Panjaitan-anggota DPR RI asal Sumut usai PSMS takluk 1-3 dari Persipasi lalu bukan sekadar perjamuan biasa.

Setidaknya seperti yang diungkapkan oleh manejer tim PSMS Drs Hendra DS, bahwa Trimedya memiliki niat untuk membantu PSMS Medan dalam mengarungi Divisi kerasnya persaingan di ajang Divisi Utama musim ini.

Apa yang disampaikan oleh Hendra DS ini tentu saja kabar bagus, bukan hanya bagi punggawa tim Ayam Kinantan, tapi juga masyarakat sepak bola Sumut, utamanya pecinta tim Ayam Kinantan. Sayangnya, belum dijelaskan secar rinci dalam bentuk apa bantuan yang akan diberikan Trimedya Panjaitan tadi.

Hanya satu yang pasti, Trimedya akan membantu membereskan dokumen milik punggawa lawas Ariel Guiteres, yang semua dokumennya sudah kedaluarsa sehingga urung memperkuat PSMS Medan di ajang Divisi Utama musim ini.

Di samping itu, menurut Hendra, Trimedya juga menawarkan rekan-rekannya yang diperkirakan bersedia menjadi sponsorship bagi PSMS.
“Trimedya memang berencana membantu PSMS. Terutama untuk urusan administrasi pemain asing. Karenanya, kita telah sampaikan kepadanya (Trimedya, Red) untuk membantu segala hal yang berhubungan dengan dokumen Ariel Guiteres, “ kata Hendra.
“Kalau memang rencana membantu PSMS ini terlaksana, sungguh ini sebuah berkah bagi PSMS. Karenanya, niat tulus itu harus diimbangi dengan tekad membara untuk meloloskan tim berlaga di Superliga,” tambah Hendra.

Rencananya, apa yang diungkapkan oleh Trimedya tadi segera direalisasikan Senin (14/12) besok. “Hari Senin semuanya akan dimulai, terutama segala hal yang berkaitan dengan dokumen pemain asing,” lanjut Hendra.

Jika Ariel dapat memperkuat PSMS, praktis problem lini tengah yang selama ini bergantung kepada duet gelandang senior Affan Lubis dan Edu Juanda sedikit teratasi.

Kemungkinan untuk itu terbuka lebar, karena sejauh ini PSMS baru memiliki dua pemain asing Osas Saha dan Nyek Nyobe. Padahal kuota yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLIL) adalah tiga pemain asing bagi seluruh klub yang berlaga di Divisi Utama.
Sialnya, meski semua permasalahan telah menemukan solusi, bisa jadi semuanya akan mentah ditengah jalan, karena minimnya anggaran yang dimiliki PSMS.

Ini bisa dilihat dari perjalanan PSMS sejauh ini. Jangankan untuk menyodorkan kontrak kerja kepada Ariel Guiteres, untuk memenuhi kebutuhan tim dengan pemain yang sudah ada pun manajemen PSMS sudah kewalahan, sehingga sempat beredar rumor yang menyebutkan jika Suimin Diharja, pelatih PSMS yang terkenal akrab dengan seluruh pemain akan didepak dari tim Ayam Kinantan. Jadi?

Badai Cedera

TIGA skuad PSMS harus digotong keluar lapangan saat PSMS dikandaskan Persipasi kemarin. Mereka adalah Edu Juanda, Osas Saha dan kapten tim Slamet Riyadi. Edu dan Saha cedera karena mendapatkan perlakuan kasar pemain Persipasi, sedangkan Slamet kembali mengalami gangguan pada tumit kakinya.

Di antara ketiga pemain itu, Saha mengalami cedera yang paling parah. Usai mencetak gol pada parti resmi perdananya bersama PSMS melawan Persipasi, pengawalan Saha diperketat barisan pertahanan Persipasi. Bahkan terkesan kasar sehingga menyebabkan Saha tergeletak di tengah lapangan.

Sedangkan Edu hanya mengalami benturan, sehingga cederanya diprediksi tidak begitu parah dan tidak memakan waktu lama untuk pulih.
Beruntung PSMS punya waktu cukup luang setelah partai kontra Persipasi. Baru pada tanggal 27 Desember nanti PSMS kembali merumput di kandang sendiri melawan Persiraja Banda Aceh. Melihat kondisi itulah dr Rory Pane selaku dokter tim yakin masih cukup waktu untuk kembali memulihkan kondisi cedera pemain.

“Tidak terlalu parah. Saha kena engkelnya, Edu dan Slamet hanya terbentur. Kita punya cukup waktu untuk melakukan perawatan setelah kembali ke Medan,” terang dr. Rory.

Suimin juga yakin bahwa cedera yang dialami tiga pemainnya itu tidak berlangsung lama. “Faktor lelah plus permainan keras tuan rumah membuat beberapa pemain cedera. Mudah-mudahan cepat pulih karena cederanya tidak terlalu parah,’ harap Suimin.

Selain ketiga pemain tersebut, Affandi Lubis juga sudah lebih dulu meringis ketika mengalami cedera saat PSMS menang 3-2 melawan PSSB Bieruen. Kalau para pemain yang cedera tidak pulih saat PSMS melakoni laga selanjutnya, bisa jadi Suimin bakal kelimpungan karena minimnya skuad yang ada

Mendapat Jamuan dari Trimedya Panjaitan

MESKI menelan duka karena kalah melawan Persipasi, namun Suimin Diharja dan seluruh perangkat tim tetap masih mensyukuri satu hal. Yakni rasa kebersamaan dan kecintaan masyarakat perantau yang ada di kawsan sekitar Bekasi kepada PSMS.
“Kita berduka karena PSMS kalah. Tapi kita juga patut bersyukur ternyata PSMS tidak berjuang sendirian. Masih banyak yang peduli dengan PSMS,” kata Suimin.

Ya, usai laga kemarin seluruh skuad dijamu makan malam di Restoran Sederhana oleh anggota Komisi 3 DPR RI Trimedya Panjaitan SH yang merupakan putra daerah Medan.

Dihubungi, Trimedya Panjaitan mengatakan miris dengan kondisi PSMS saat ini. Meskipun sudah mempunyai seabrek kesibukan di Ibu Kota, rupanya Trimedya tetap memantau perkembangan PSMS lewat surat kabar.

“Sejak dulu saya memang cinta PSMS. Sebagai orang Medan, tentu saja hal itu wajar. Sayangnya sekarang PSMS seperti kehilangan taji. Saya berharap siapapun yang mengurus PSMS haruslah paham dan cinta sepak bola,” kata politisi dari partai PDIP itu.

“Walau akhirnya PSMS turun kasta ke Divisi Utama, dukungan harus tetap kita berikan. Intinya, semua pihak harus saling dukung agar PSMS bisa kembali menunjukkan kelasnya,” tambah Ketua Umum Serikat Pengacara Indonesia itu.
Trimedya yang juga menonton langsung saat PSMS takluk dari Persipasi mengatakan jika PSMS masih punya potensi untuk kembali menunjukkan kelasnya.

Khusus pada laga melawan Persipasi, Trimedya pun mengaku tidak puas dengan kepemimpinan wasit. “Wasit tampaknya memang kurang netral dalam memimpin pertandingan. Padahal di awal-awal pertandingan, penampilan anak-anak sangat menjanjikan,” lanjutnya.
Karena hal tersebut di atas menajer tim PSMS Hendra berharap agar seluruh pemain mampu menjaga mental dan semangat bertandingnya. “Ini bukan akhir segalanya. Perjuangan masih panjang. Semua harus tetap semangat untuk kembali bangkit,” beber Hendra

Saturday, December 12, 2009

PSMS taklu 3-1

PSMS mengalami kekalahan perdana dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia, ketika takluk 3-1 dari tuan rumah Persipasi Bekasi di Stadion Patriot Jumat (11/12).

Secara teknis, PSMS bermain cukup bagus sejak awal laga. Sayang, kepemimpinan wasit yang cenderung berat sebelah membuat malapetaka bagi PSMS. Terlebih ketika skuad Ayam Kinantan berhasil unggul lebih dulu di menit ke-22, ketika Osas Saha mnjebol gawang Persipasi.
Menyadari tim tamu unggul lebih dulu, Persipasi mulai mendapatkan berbagai keuntungan dari wasit Chairul Shaleh asal Jawa Timur.
Banyak keputusan yang diambil wasit terkesan ragu-ragu. Setidaknya hal itu yang dikatakan asisten manajer Benny Tomasoa.
“Kalah itu biasa, dan kita siap merima kekalahan. Tapi secara permainan anak-anak main bagus. Hanya saja kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Biasalah ketika kita bermain di kandang orang,” beber Benny.

Usai gol Saha, Mennoh legiun impor andalan Persipasi berhasil membalasnya pada menit ke-26. Tak lama berselang, tuan rumah kembali menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Steven Mennoh yang berhasil mencetak gol lewat tendangan bebas di luar kota penalti. Skor berbalik 2-1. Hingga turun minum, skor itu bertahan.

Memasuki babak kedua, skuad PSMS pincang. Dua pemain pilar Osas Saha dan Edu Juanda terpaksa ditarik keluar lapangan karena mendapatkan perlakuan kasar pemain Persipasi. Pasca keluarnya Edu dan Saha, permainan PSMS praktis mengendur.
Buntutnya, tim tuan rumah bisa menambah keunggulan. Lagi-lagi lewat Mennoh yang berhasil mengeksekusi penalti dengan apik di menit 58. Proses terjadinya penalti juga membuat PSMS geram.

Pasalnya, seorang pemain Persipasi diduga diving di kotak penalti namun wasit langsung menunjuk titik putih.
Ketika Slamet Riyadi kapten PSMS menanyakan siapa yang melanggar pemain Persipasi tersebut, wasit mengaku tidak tahu. Namun penalti tetap diberikan. Skor 3-1 untuk tuan rumah.

Pasca penalti, permainan tim Ayam Kinantan semakin parah. Tidak hanya pemain yang emosi, pendukung PSMS asal Bekasi dan sekitarnya pun marah karena tindakan wasit yang selalu merugikan tim besutan Suimin Diharja ini.
Imbasnya, sempat terjadi aksi saling lempar di antara dua pendukung tim yang bertanding.

Suimin Diharja arsitek PSMS yang dihubungi usai laga mengatakan, bahwa skuad sudah berusaha tampil baik. Namun buruknya kinerja wasit membuyarkan konsentrasi anak-anak (pemain PSMS,Red).

“Awalnya anak-anak main cukup bagus. Namun setelah keluarnya Saha, Edu, dan Slamet plus kepemimpinn wasit yang jelek membuat permainan kita menjadi kacau,” kata Suimin.

“Kami tidak puas dengan kinerja wasit, saya harapkan PSSI harus lebih sering meninjau kinerja wasit yang memimpin pertandingan,” bilang Benny kesal.

Sementara dari pihak Persipasi lewat pelatihnya Warta Kesumah mengatakan jika skuad asuhannya berhasil memanfaatkan keletihan fisik tim tamu. “Kami berhasil mengalahkan PSMS karena kami mampu memanfaatkan keletihan yang mendera mereka,” kata Warta

Friday, December 11, 2009

Ikfepua Marvellous Osas Saha dapat di turunkan

Ikfepua Marvellous Osas Saha akhirnya bisa diturunkan saat PSMS bertandang ke Stadion Patriot, markas Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, Jumat (11/12) besok.

Setelah menempuh berbagai jalan berliku, akhirnya dokumen Saha-panggilan akrab pemain bernomor punggung 10 itu beres juga.
Itu setelah PT Liga Indonesia mengirimkan fax resmi ke Stadion Kebun Bunga, Rabu (9/12). Fax berisikan formulir E5 bernomor 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember tertulis secara jelas mengenai pengesahan Osasa Saha memperkuat PSMS Medan musim ini.
Artinya, pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah dikeluarkan PT LI sejak 7 Desember lalu. Namun regulasi terbaru PT LI menyebutkan bahwa pemain yang disahkan pada hari yang sama dengan hari pertandingan tidak diperkenankan bermain.

Karenanya, penampilan perdana Saha bersama PSMS di ajang resmi baru akan dilakoninya ketika Ayam Kinantan menantang Persipasi.
“Masuknya Saha ke dalam skuad merupakan sebuah keuntungan. Sejak awal saya memang menanti kehadirannya disebabkan minimnya pemain yang ada di tim ini, terutama yang mengisi lini depan,” kata Suimin Diharja pelatih PSMS.

Dengan kehadiran Saha mengisi lini depan PSMS, praktis semakin banyak pilihan bagi Suimin saat menentukan pemain yang akan diturunkan. Walau begitu, diperkirakan jika mantan pelatih Persikabo ini takkan banyak merombak formasi tim dari simulasi yang digelar beberapa hari sebelum bertolak ke Bekasi.

Padahal sebelumnya, disebabkan minimnya jumlah pemain yang dimiliki, pelatih bertubuh tambun ini sempat melaukan berbagai ekperimen. Bahkan saat menghadapi PSS Bireuen, gelandang senior Edu Juanda sempat menempati tiga posisi berbeda.

Di awal laga, Edu dipasang sebagai starter di lini tengah. Di babak kedua, Edu ditarik ke sisi kanan pertahanan menggantikan Dodi Rahwana. Selanjutnya Edu diplot menjadi stoper saat kapten tim Slamet Riyadi ditarik keluar karena cedera.

Hal yang sama juga dialami Nyeck Nyobe. Meskipun posisi awalnya adalah seorang bek, namun pemain bertubuh jangkung ini sempat didorong Suimin untuk mengisi lini depan. Beruntung, saat itu dia tampil bagis dan mencetak satu gol bagi tim Ayam Kinantan.

Tapi kini, dengan masuknya Saha maka seluruh pemain dapat berkonsentrasi secara penuh diposisi idealnya selama ini. “Kita akan turun dengan kekuatan penuh. Tidak ada lagi upaya menggeser posisi pemain,” bilang mantan pelatih termahal itu.

Tak Ingin Sesumbar

TIDAK ada raut gembira di wajah Osas Saha, ketika mengetahui dirinya sudah disahkan sebagai pemain PSMS. Kemndati kelihatan tenang, bukan berarti hati Saha tak bergolak. Apa pasal?

Ya, laga melawan Persipasi Bekasi nanti akan menjadi debutnya mempergunakan kostum hijau kebesaran PSMS Medan.
Seperti menemukan sebuah tantangan yang tak ringan. Itulah yang ada dibenak Saha. Sebabnya, ketika PSMS tampil tanpa dirinya, tim berjuluk Ayam Kinantan ini belum menderita kekalahan. Bahkan, dua laga kandang yang berlangsung di Stadion Teladan Medan diakhiri dengan kemenangan.

“Saya sudah tak sabar untuk segera main. Apalagi saat menghadapi PSSB beberapa hari yang lalu saya sudah sempat mempergunakan kostum. Tapi belum juga diperbolehkan main. Jadi, kita lihat saja nanti, apakah saya sudah benar-benar diperbolehkan main atau tidak,” tandas Saha.

Walau dirinya masih ragu, bukan berarti pemain berambut keriwil ini tak memiliki target saat memperkuat PSMS. Setidaknya 18 gol seperti yang pernah ia torehkan bersama PSDS musim lalu menjadi targetnya bersama PSMS musim ini. “Saya tidak ingin terlalu pede. Tapi apalah salahnya jika saya mempunyai target pribadi. Benar, sepak bola adalah pembuktian di lapangan, bukan sekedar bicara,” beber pemain dengan tinggi 178 cm dan berat 72 Kg itu.

Urusan mencetak gol, sudah barang tentu menjadi tugas pokoknya sebagai striker. Sepanjang uji coba, Saha tampil cukup mengesankan. Bahkan saat menjalani seleksi di PSMS dirinya mampu menyingkirkan pesaingnya Adolfo Sauza, padahal Adolfo jauh lebih berpengalaman di pentas sepak bola nasional.

“Saha punya naluri mencetak gol yang lebih baik. Itulah alasan saya untuk memilihnya. Semoga penampilannya terus meningkat,” harap Suimin-arsitek PSMS

Jaga Kekompakan, Jangan Dengarkan Isu-isu tak Jelas

Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin Lepas Tim ke Bekasi

Dzulmi Eldin, Ketua Umum PSMS yang juga seorang Sekretaris Daerah Kota Medan tentu punya kesibukan seabrek. Begitupun, dengan sekuat tenaga dirinya mencoba untuk tetap berada di tengah-tengah pemain dan siap menampung berbagai keluh kesah mereka.

SYAIFULLAH-Medan

Rabu (9/12) kemarin Eldin bertandang ke Stadion Kebun Bunga-markas PSMS. Tepat tengah hari Eldin tiba di Stadion yang didirikan tahun 70-an itu. Karena bertepatan dengan jam makan siang, Eldin pun makan siang di sana.

Hidangan makan siang terbilang cukup istimewa namun sederhana. Ditemani Hendra DS manajer tim dan Suimin Diharja arsitek tim, Eldin menyantap makanan penuh selera.

Bukan berarti hanya ingin sekadar makan siang di sana, Eldin datang dengan tujuan memberikan arahan kepada skuad sebelum melakoni laga away ketiga melawan Persipasi Bekasi Jumat (9/12) mendatang.

Berada di saat dan waktu yang tepat, kehadiran Eldin kali ini cukup menentramkan. Terlebih ketika Eldin kembali menjelaskan bahwa sejauh ini skuad sudah berjuang dengan apik dengan hasil yang cukup memuaskan.

“Sudah empat laga kita jalani dengan hasil bagus. Saya harapkan semua pemain bisa tetap menjaga kekompakannya. Kita sadar bahwa saat ini sedang sulit. Tapi bukan berarti kita lemah. Kita tetap menujukkan bahwa kita bisa bangkit,” kata Eldin.

Seusai memberikan sambutan, Suimin Diharja pelatih PSMS giliran memberikan wejangan kepada pemain. Dalam wejangannya itu, Suimin bilang kepada anak asuhnya bahwa sosok Ketua Umum adalah ayah angkat bagi tim ini. Mendengar pernyataan yang kemudian disambut semangat seluruh skuad itu, Eldin tersenyum sembari mengatakan bahwa pihaknya bersama pengurus lainnya akan terus memperjuangkan PSMS, hingga akhir kompetisi.

Di luar itu, kepada Sumut Pos Eldin bilang bahwa isu yang terjadi beberapa hari ini, terkait adanya oknum di jajaran pengurus teras PSMS yang menginginkan memecat Suimin tidak perlu ditanggapi.

“Kita harus tetap menjaga kekompakan. Tidak ada ada itu isu pemecatan pelatih. Saat ini lebih baik tim fokus kepada pertandingan selanjutnya. Kalau ada keluhan atas isu yang belum jelas muasalnya itu, lebih baik dibicarakan bersama,” bilang pria berusia 49 tahun itu.
Lebih lanjut dijelaskan penggemar Timnas Jerman ini, bahwa PSMS tetap pada keyakinan awalnya untuk kembali lolos ke Indonesian Super League musim depan. Bukan perkara mudah memang, tapi Eldin yakin semua itu bisa dilakukan asalkan sama-sama bekerjasama dan saling mendukung

Thursday, December 10, 2009

Saha main lawan Persipasi

BEKASI - Setelah absen dalam liga pertandingan perdana PSMS Medan, striker Ikpefua Marvellous Osas Saha dipastikan main melawan tuan rumah Persipasi Bekasi dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I di Stadion Bekasi, Jumat besok.

Kepastian tersebut diperoleh kubu PSMS kemarin malam, setelah Ketua PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla melalui surat No 080/BLI-Kompetisi/DU/XII-09 tertanggal 7 Desember 2009 mengesahkan status striker asal Nigeria tersebut
Dengan demikian, striker berusia 23 tahun yang tetap ikut dalam rombongan ke Bekasi, makin mantap mempersiapkan diri menjelang debutnya musim ini.

Kepada Waspada, pelatih PSMS Suimin Dihardja pun mengaku lega dan siap memainkan sang goal getter handal tersebut.

"Saat lawan Persipasi nanti, kemungkinan besar saya akan memasang dua penyerang sejajar dibanding saat menghadapi PSAP Sigli dan PSSB Bireuen," kata pelatih kampung itu.

Atas rampungnya izin KITAS Saha, pemain bernomor punggung 10 itu akan diduetkan dengan Jecky Pasarella di lini depan dengan alternatif Syaiful Ramadhan. "Mungkin Saha, mungkin juga Syaiful. Kita lihat perkembangan hingga menjelang pertandingan nanti. Di lini belakang, saya hanya mengganti Selamet Riyadi bila belum pulih dari cedera," katanya.

Suimin juga mengingatkan para pemain harus membuat permainan yang dapat membuat frustasi lawan. "Sudah seharusnya kita bermain ngotot serta mental anak-anak tidak boleh sedikitpun terpengaruh terhadap permainan lawan," imbuh Suimin lagi.

Salah seorang pengurus PS Pemko Medan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi di Medan menilai, Persipasi bukanlah tim yang istimewa hingga tidak tertutup peluang PSMS mengalahkan mereka walau bermain di kandangnya.

Karena itu, Azam berharap anak-anak Ayam Kinantan segera menemukan kembali permainan aslinya. Bila ini terjadi, tentunya Persipasi akan mengalami kesulitan menerobos pertahanan Nyeck Nyobe cs.

"Saya tahu ciri khas tim yang dipegang Suimin. Biasanya, bola cepat dari kaki ke kaki, mengandalkan kekuatan dan kecepatan pemain serta determinasi yang tinggi. Inilah ciri permainan modern," tutup Azam

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Ayam Kinantan incar kemenangan

Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS menegaskan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan away pertama saat dijamu Persipasi Bekasi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Bekasi, Jumat (11/12) mendatang.

"Sebenarnya dalam pertandingan nanti adalah bagaimana pemain mampu mengatasi dirinya sendiri, karena kalau dilihat semua tim di kompetisi ini kekuatannya hampir merata," katanya di Medan, Selasa.

Menurut Hendra, kemenangan di laga tandang ini adalah harapan dari manajemen. "Tim mana yang tidak mau menang? Karenanya, pemain yang harus menunjukkan hal itu," katanya.

Hendra berharap pemainnya bisa meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemain. "Kami sudah melakukan evaluasi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain akan tampil maksimal," janjinya.

Kemenangan pada laga tandang ketiga PSMS ini jelas akan menjadi modal tambahan guna menghadapi laga berikutnya. Menanggapi masih absennya Ikpefua Marvellous Osas Saha, Hendra menegaskan tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan timnya. Apalagi, sejumlah pemain pelapis sudah disiapkan, namun akan lebih solid jika Saha sudah bisa main.

"PSMS optimis bisa merebut poin di Bekasi, tapi kami juga harus mewaspadai kekuatan lawan," ujarnya.

Diakui Hendra, manajemen telah mengusung motivasi dan semangat tinggi Jecky Pasarella cs untuk meredam tuan rumah Persipasi. Dua kemenangan tipis dari PSAP Sigli dan PSSB Bireuen pun telah menumbuhkan motivasi anak asuhnya.

"Semua pemain Persipasi perlu diwaspadai, tapi PSMS tidak perlu menerapkan pengawalan khusus. Anak-anak harus bermain disiplin dan tidak boleh memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan," tambahnya.

Hingga empat pertandingan, anak-anak Ayam Kinantann telah mengantongi delapan poin dari dua kali menang dan dua kali seri serta menempati urutan kedua klasemen grup I di bawah Semen Padang

Mantan pemain kecam blunder Sony-Deni

Mantan pemain PSMS Medan Drs OK Khaidar Aswan mengecam blunder gol yang bersarang di gawang tim Ayam Kinantan, ketika menang 3-2 atas PSSB Bireuen di Stadion Teladan kemarin.

"Kedua gol PSSB itu sangat tidak pantas. Blunder yang benar-benar tidak wajar sepertinya telah dilakukan kiper Sony Gunawan dan bek Deni Wahyudi," kecam Khaidar.

Akibat blunder Sony-Deni, PSSB sempat memimpin lebih dahulu menit 24 memanfaatkan kelemahan Deni di sisi kanan pertahanan PSMS. Bola yang disodorkan Deni ke Sony justru membuat kiper nomor 1 tim Ayam Kinantan itu membuang bola ke gawangnya sendiri.

"Selain aneh, gol itu juga sangat jelek. Kita tidak dapat mengerti apa sebenarnya yang terjadi antara Deni dan Sony," sesal mantan gelandang PSMS yang menjuarai divisi utama Persirakatan PSSI pada 1984 dan 1985 tersebut.

Gol kedua tim tamu pun prosesnya nyaris sama. Saat kedudukan 1-1, penyerang PSSB Pondra berhasil mencuri bola blunder Deni untuk kemudian memperdaya Sony.

Buruknya koordinasi di benteng pertahanan PSMS yang digalang Slamet Riyadi itu, menurut Khaidar, perlu mendapat perhatian serius tim manajemen dan pelatih Suimin Diharja. "Apa yang telah terjadi, itu yang harus dijawab," pintanya.

Jika memang blunder karena keterbatasan kualitas teknis, menurut Khaidar, itu menjadi tugas dan tanggung jawab Suimin untuk membenahinya. "Tapi jika sudah menyangkut moral dan mental, manajemen mesti turun tangan. Jika di Teladan saja bisa begitu, bagaimana nantinya saat tandang," katanya lagi.

Selain mengecam blunder Sony-Deni, dia pun memuji perubahan kebijakan Suimin terhadap peran Edu Juanda. "Suimin sepertinya sudah mengarahkan Edu menjadi jendral lapangan tengah. Bagaimanapun PSMS perlu playmaker, supaya bisa mengatur tempo dan ritme permainan," jelas Khaidar.

Kendati saat menjamu PSSB peran jendral lapangan belum maksimal dilakoni Edu, Khaidar tetap yakin, performa gelandang senior PSMS itu nantinya bakal terus meningkat. "Jika terus mendapat kepercayaan jadi jendral lapangan tengah, kualitas Edu nantinya bisa saja menyamai Ansyari Lubis. Itu yang kita harapkan, supaya PSMS berjaya kembali," harapnya

Percaya Diri

Sore ini skuad PSMS akan bertolak ke Bekasi untuk melakoni laga kontra Persipasi, dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Jumat (11/12) mendatang. 16 pemain dibawa serta termasuk Osas Saha, pemain yang keabsahan dokumennya sedang diusahakan manajemen.
Skuad berangkat dengan motivasi dan mental menjulang. Meraih enam angka di kandang sendiri cukuplah untuk membakar semangat untuk kembali meraih hasil baik.

Apalagi soal masalah gaji yang belum dibayar dan menghantui pemain sebelum keberangkatan, sudah mendapat sinyal positif dari manajer PSMS Hendra DS. “Ketua Umum sudah menyatakan akan segera membayarkan gaji sesaat sebelum berangkat. Jadi rencana berangkat pagi dibatalkan untuk menanti pemberian gaji. Itu lebih baik juga agar ketika sampai di Bekasi bisa langsung istirahat,” terang Hendra.

Bermain tanpa beban plus motovasi tinggi untuk memenuhi target mencuri poin tampaknya bukan perkara sulit.

Suimin Diharja pun sudah mempersiapkan ramuan khusus. Ya, arsitek Kinantan itu sudah membaca strategi dan peta kekuatan calon lawannya itu. Kebetulan, saat PSMS menjamu PSSB Bireuen kemarin, Persipasi bermain di Deli Serdang melawan PSDS. Karena jarak yang dekat, Suimin mengutus Subono AT ke Stadion Baharoedin Siregar untuk mengamati kekuatan lawan. Subono yang juga seorang pelatih itu lantas memberikan sejumlah bocoran akan kekuatan Persipasi.

“Yang jelas Persipasi itu solid. Materi mereka dihuni sejumlah mantan pemain Timnas. Pemain asingnya ada tiga. Di kandang lawan saja mereka bisa main bagus dan menang. Kita harus ekstra waspada,” kata Suimin di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.

Besar kemungkinan Suimin akan kembali menerapkan skema pertahanan merapat alias compact defend. Rencana akan menggunakan formasi 3-6-1 atau 4-5-1. Di samping itu, skuad juga diharapkan mampu menerapkan ball posisition sepanjang laga. “Jadi kita tidak boleh buru-buru. Pemain harus bisa menunjukkan kesabarannya dalam menguasai bola. Compact defend salah satu cara ampuh meredam tekanan lawan,” tambah kakek dua cucu itu.

Sepanjang melakoni laga away kontra Rengat dan Tembilahan lalu, skema ini cukup berhasil diterapkan skuad. Terlebih kalau Nyeck Nyobe dikembalikan ke posisi asalnya di lini belakang. Syaratnya Saha harus sudah bisa main

Dua Laga, Panpel Raih Rp125 Juta

SUDAH dua laga kandang digelar Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSMS di Stadion Teladan. Melawan PSAP Sigli (3/12) dan PSSB Bireuen (7/12) lalu. Meski mengaku sudah bekerja maksimal, namun kekurangan di sejumlah lini masih terlihat.

Pertama dari buruknya sistem pengamanan dan sweeping panitia akan masuknya benda-benda keras ke dalam stadion. Dengan demikian, aksi pelemparan dari penonton masih terjadi. Sangsi dari Komisi Disiplin PSSI pun terancam mendarat di PSMS.

Dari segi pemasukan tiket juga tidak memuaskan. Dari laporan Ketua Panpel Hardi Mulyono kepada pers baru-baru ini, dijelaskan bahwa tiket yang terjual saat melawan PSAP hanya sekitar 2000 lembar. Yakni 410 di tribun tertutup dan 1700-an di tribun terbuka.

Harga tiket di tribun tertutup Rp50 ribu sedangkan tribun terbuka Rp20 ribu. Total pemasukan Panpel hanya berkisar Rp71.385.000.
Melawan PSSB Bireuen lebih parah lagi. Panpel mengaku hanya meraih pemasukan sekitar Rp54 juta. Hal ini dijelaskan Hendra DS saat digelar rapat evaluasi kemarin di Garuda Plaza Hotel. “Melawan PSSB cuma meraih Rp54 juta. Maka itu pada rapat evaluasi kemarin, dibahas juga mengenai tiketing ini. Mungkin bakal ada sistem baru yang diterapkan untuk menambah jumlah penonton,” terang Hendra.

Dengan demikian, Panpel baru mengumpulkan Rp125 juta dari pemasukan tiket dalam dua laga kandang. Parahnya lagi, Panpel menyebut bahwa hasil pemasukan itu merupakan hasil kotor belum dikurangi biaya teknis pelaksanaan termasuk pajak.

Julius Raja, Kordinator Teknis Panpel yang bertanggung jawab atas kondisi di dalam lapangan secara keseluruhan, juga berharap agar penonton bersikap damai. “Masih banyak kekurangan dari pelaksanaan pertandingan di kandang kemarin. Kita berharap penonton tidak bersikap anarkis,” kata Julius.

Julius juga menyebutkan pihaknya sudah disurati Komisi Disiplin PSSI. “Kita sudah terima surat dari Komdis, tapi saya akan jelaskan bahwa sebenarnya bukan kita yang lebih dulu memicu keributan,” pungkas Julius

Saha Selangkah Lagi

Meski belum ada kepastian bisa dimainkan melawan Persipasi Bekasi Jumat (11/12) nanti, Osas Saha tetap diikutkan dalam rombongan. Kabar terakhir menyebutkan urusan dokumen pengesahan Saha sebagai pemain PSMS sudah berjalan lebih dari 50 persen.
Dijelaskan Hendra DS manajer, urusan pengesahan administrasi Saha sudah diserahkan kepada asisten manajer Benny Tomasoa. Sejauh ini, urusan Saha sudah sampai tahapan pengesahan ke pihak PT Liga Indonesia.

Agen Saha juga dilibatkan dalam pengurusan dokumen-dokumen tersebut. Termasuk Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang memang terkenal rumit dan mahal pengurusannya.

“Sudah diurus. Sebenarnya waktu melawan PSSB kemarin Saha sudah hampir bisa main. Hanya tinggal menanti fax dari PT LI terkait pemberitahuan bahwa Saha memang sudah bisa turun. Namun PT LI menunda hal itu karena masih ada dokumen yang belum lengkap,” kata Hendra. Melawan Persipasi, Suimin pun berharap Saha bisa dimainkan. Karena yakin pengurus dokumen Saha sudah diurus, maka Suimin tak ragu memasukkan Saha dalam daftar pemain yang diboyong.

“Kemarin saat melawan PSSB Saha hampir bisa main. Kita tinggal menanti fax pemberitahuan dari PT LI. Tapi rupanya belum difax juga. Artinya, pengurusannya memang sudah dijalani. Kalau benar-benar serius mengurusnya, saya yakin Saha bisa main,” beber Suimin.
Tanpa kehadiran Saha sejauh ini, lini depan PSMS memang belum tajam. Dari empat laga yang sudah dilakoni, PSMS baru menyarangkan 5 gol dan 3 kebobolan. Terlebih stok lini depan sangat terbatas. Tak ayal, dalam beberapa pertandingan Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek tulen diplot jadi striker.

“Kalau Saha main, skema serangan kita akan lebih kaya. Jecky dan Yudha bisa membantu dari lini kedua. Taktik strategi pun tidak mudah terbaca lawan,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu

Wednesday, December 9, 2009

Tren Positif

PSMS kembali membuktikan kalau mereka begitu perkasa ketika bertanding di kandang sendiri. Itu setelah kemarin (7/12) di Stadion Teladan Medan sukses meraih tiga angka usai menaklukkan PSSB Bireuen dengan skor 3-2, dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.
Tampil dengan kekuatan yang belum lengkap karena absennya Osas Saha, ternyata tak menghalangi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk menguasai jalannya pertandingan. Walau menguasai jalannya pertandingan, namun justru PSSB yang unggul lebih dulu akibat lemahnya koordinasi yang dilakukan pemain belakang PSMS.

Pada menit kie-23, Deni Wahyudi mencoba back pass kepada Nyeck Nyobe namun tidak sempurna. Parahnya bola yang meluncur ke gawang tidak bisa ditendang dengan sempurna oleh Sony Gunawan kiper PSMS. Bola pun mengalir tanpa ada yang menghalangi ke gawang PSMS. Skor 0-1 untuk tim tamu.

Tak menanti lama, PSMS langsung menyamakan kedudukan lewat kaki Jecky Pasarela pada menit ke-25. Jecky berada di posisi yang tepat untuk menerima umpan tarik Faisal Azmi. Skor manjadi imbang 1-1.

Tiga menit berselang, PSMS kembali kebobolan. Lagi-lagi payahnya koordinasi lini belakang membuat pertahanan PSMS menjadi rapuh. Podra striker PSSB berhasil lolos dari kawalan dan menceploskan bola dari sudut sempit tepat di menit 28. Skor berbalik 1-2 untuk PSSB.
Usai gol itu, tempo permainan pun kian cepat. Hasilnya, pada menit ke-29 gelandang Tri Yudha Handoko mengetarkan gawang PSSB.
Gol itu tercipta berkat kecerdikan Yudha memanfaatkan kecerobohan kiper PSSB Firmansyah. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, permainan Ayam Kinantan mulai terarah. Nyeck Nyobe yang di babak pertama dipasang sebagai bek, kali ini disorong lebih ke depan. Sebaliknya, Syaiful Ramadhan yang awalnya diplot jadi striker, ditarik ke belakang.

Naas bagi PSMS, Slamet Riyadi kapten tim yang juga palang pintu harus ditarik keluar karena engkelnya cedera.
Sementara Nyeck, di awal-awal babak kedua penampilannya tidak begitu apik.

Kawalan ketat dari beberapa bek lawan membuat Nyeck kehilangan akal untuk bergerak. Terlebih lini kedua PSMS selalu memberikan umpan panjang kepada Nyeck.

Walau begitu, tepat pada menit ke-80 Nyeck berhasil mengoyak gawang lawan setelah memanfaatkan umpan Jecky. Skor 3-2 untuk tuan rumah bertahan hingga usai laga.

Tiga poin yang diraih Affan Lubis merupakan hasil yang cukup baik bagi PSMS untuk mengarungi pertandingan di laga-laga berikutnya. Diharapkan kemenangan ini dapat meredam isu pergantian pelatih yang dihembuskan oknum pengurus PSMS yang tak bertanggung jawab.
Selain itu, dengan kemenangan ini maka untuk sementara PSMS berada di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Utama Wilayah 1 dengan raihan delapan angka.

“Kita bersyukur karena meraih hasil sempurna di kandang sendiri. Padahal saat ini tim sedang didera isu tidak sedap, namun kemenangan ini membuktikan jika kekompakan tim masih terjaga,” kata Benny Tomasoa asisten manajer PSMS.

Sementara itu pelatih PSSB Bireuen Rudi Saari mengaku meski timnya kalah, namun dirinya tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya yang tak kenal takut saat berhadapan dengan PSMS yang notabene memiliki nama besar di pentas sepak bola nasional.
“Secara keseluruhan anak-anak sudah main bagus. Hanya saja beberapa pemain kehilangan konsentrasi yang berhasil dimanfaatkan pemain PSMS,” kata Rudi.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Langsung Tatap Laga Away

SUKSES meraih hasil sempurna di dua laga kandang, diharapkan skuad PSMS berada dalam top performa saat melawat ke Bekasi guna meladeni Persipasi, 11 Desember mendatang. Secara teknis tidak ada masalah berarti untuk dibawa ke Bekasi, kecuali masih diragukannya Osas Saha untuk tampil.

Saat melawan PSSB kemarin, Saha sebenarnya nyaris diturunkan. Saha sendiri sudah mengenakan kostum dan turut serta dalam briefing dan simulasi. Sayangnya, 15 menit sebelum laga dimulai Pengawas Pertandingan (PP) mengatakan bahwa Saha belum bisa dimainkan.

Masalahnya masih serupa. Yakni belum disahkannya ia oleh PT Liga Indonesia untuk bisa main. Lambatnya pengesahan ini terkait lambatnya penyelesaian dokumen Saha dikerjakan. Meskipun beberapa hari sebelum tanding, manajemen sudah membayarkan sejumlah uang kepada agen Saha agar dokumennya diurus. “Harapan saya Saha bisa segera turun saat melawan Persipasi. Lihat sendiri bagaimana kacaunya permainan tim karena kerap merotasi posisi pemain,” terang Suimin. “Melihat itu, saya harap manajemen lebih serius lagi mengurus dokumen Saha,” tambah kakek dua cucu itu.

Sementara itu, terkait laga kemarin, Suimin menilai timnya memang sempat mengalami ketegangan. Tekanan tingkat tinggi melanda terkait hembusan isu tidak mengenakkan. Di samping itu, kondisi lapangan Stadion Teladan juga sangat tidak layak karena tidak rata.

“Anak-anak tegang. Kordinasi antar lini tidak terjalin dengan baik. Ditambah kondisi lapangan yang parah pula. Tadi gol bunuh diri kita itu kan karena kondisi lapangan yang tak rata. Ketika hendak ditendang bolanya naik,” beber Suimin.

Apapun itu, laga selanjutnya siap menghadang. Persipasi sedang dalam kondisi terbaiknya karena baru saja menang di laga away melawan PSDS kemarin. Meraih tiga angka pasti akan sulit. Target realistis sepanjang away adalah mencuri satu angka.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.

Gol untuk Suimin

TERNYATA isu yang menyebutkan bakal terjadi pergantian pelatih di kubu PSMS, benar-benar berpengaruh kepada persiapan tim. Isu yang konon dihembuskan oleh oknum pengurus itu terbukti mengganggu konsentrasi tim sebelum laga kontra PSSB digelar. Beruntung, isu itu tidak membuat penampilan tim Ayam Kinantan menjadi loyo

Terbukti, tiga pencetak gol PSMS saat menghadapi PSSB kemarin Jecky Pasarela, Tri Yudha Handoko dan Nyeck Nyobe mendedikasikan gol itu untuk Suimin Diharja sang arsitek.

Setidaknya ungkapan itu tulus, sebagai bentuk dukungan moral kepada Suimin. “Kembali mencetak gol di laga resmi merupakan satu kenikmatan terbesar. Saya ingin membagi kenikmatan itu dengan Bang Suimin yang sedang diterpa isu tidak mengenakkan. Semoga PSMS bisa kembali meraih hasil bagus,” kata Jecky.

Yudha juga menyatakan hal serupa. Gol pertamanya bersama PSMS musim ini juga diberikan kepada Suimin. Yudha berharap seluruh skuad tetap padu dan berbesar hati untuk kembali meraih hasil maksimal.

“Sebelum berangkat, kami biasa menggelar briefing. Dalam briefing itu dijelaskan mengenai isu tersebut. Kami sebagai pemain merasa sangat terpukul. Gol tadi saya hadiahkan kepada pelatih, keluarga dan pacar saya,” beber Yudha.

Itu wujud dukungan moral dari pemain terhadap Suimin. Barisan suporter yang bernaung di bendera Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan juga menyatakan dukungan penuh terhadap Suimin. “PSMS sejauh ini berhasil meraih hasil baik. Kenapa sampai ada isu pergantian pelatih yang dihembuskan pengurus. Kalau benar begitu, kami SMeCK siap menggelar aksi yang lebih besar,” koar Nata Simangunsong pentolan SMeCK.