Dua legiun asing yang dimiliki PSMS, Osas Saha dan Nyeck Nyobe dikhawatirkan tidak bisa turun dalam laga perdana kompetisi Divisi Utama. Pasalnya, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) mereka yang belum kelar hingga saat ini.
Kondisi ini sempat mempengaruhi kondisi tim. Sebab, simulasi dalam latihan yang difokuskan selama ini melibatkan kedua pemain asing tersebut.
Kalau sampai keduanya tidak diperkenankan main karena tak disetujui PT Liga Indonesia, maka Suimin Diharja arsitek PSMS akan menjadi orang yang paling pusing.
Ya, dengan absennya mereka berdua, praktis Suimin harus merombak sistem dan strategi latihan. Sialnya, PSMS tidak punya cukup waktu untuk itu.
“Hal-hal seperti ini harus segera diatasi, karena kurang dari dua pekan lagi kompetisi segera bergulir,” beber Suimin Diharja, pelatih PSMS.
“Kalau sampai dua pemain asing kita tidak bisa main, artinya simulasi latihan akan berubah lagi. Jadi ini cukup merepotkan persiapan tim,” tambah kakek dua cucu itu, usai latihan di Stadion Kebun Bunga, kemarin (16/11).
Dikonfirmasi ke manajemen, sejauh ini pihaknya sedang mengupayakan dengan sekuat tenaga untuk menyelesaikan administrasi kedua pemain asing PSMS. Hal itu disampaikan Benny Tomasoa asisten manajer.
“Memang proses pengurusan KITAS cukup rumit dan memakan waktu. Namun kita tetap mengupayakan agar siap tepat waktu. Kita juga sudah berkordinasi dengan PT Liga Indonesia. Semoga ada jalan keluar dalam waktu satu pekan ini,” kata Benny, kemarin.
Saha yang ditemui usai latihan memilih bungkam ketika ditanyakan prihal KITAS ini. Menurutnya, sebagai pemain, dia hanya memfokuskan diri kepada proses latihan.
“Mungkin itu lebih baik ditanyakan ke manajemen. Kami pemain hanya fokus berlatih dan berlatih. Sejatinya, kami siap dimainkan,” kata pemain yang memilih nomor kostum 10 di PSMS itu.
Kalau kedua pemain asing PSMS ini belum mendapatkan izin untuk dimainkan, maka tekad PSMS mencuri poin dari dua laga away perdana musim ini terancam gagal.
Cukup riskan memang, karena di saat bersamaan PSMS mendapatkan jadwal yang kurang menguntungkan. Pada laga pembuka Divisi Utama 25 November nanti, PSMS harus melawat ke Persires Rengat. Partai keduanya, PSMS juga harus bertandang ke markas Persih Tembilahan pada 29 November. Laga home perdana PSMS sendiri baru akan digelar pada 3 Desember mendatang, dengan PSAP Sigli sebagai lawannya
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, November 17, 2009
Jecky Pasarella cs sesuaikan diri
PSMS Medan mulai berlatih pukul 15.00 WIB sejak Senin hingga Sabtu mendatang tepat sehari sebelum bertolak ke Rengat dalam rangka persiapan menghadapi tuan rumah Persires dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010, 25 November mendatang.
“Latihan ini guna para pemain menyesuaikan diri, karena di Rengat nantinya pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB. Jadi kita perlu membuat program latihan mulai pukul 15.00 WIB agar Jecky Pasarella cs terbiasa bermain pada jam tersebut," ujar pelatih PSMS Suimin Dihardja usai latihan di Stadion Kebun Bunga, Senin.
Pelatih kampung itu mengaku, pada latihan pertama pemain masih terlibat melakukan pergerakan lamban. "Ini bisa dimengerti, sebab pukul 15.00 merupakan jam istrahat pemain. Tetapi pada hari ketiga (Rabu-red) nanti, saya perkirakan mereka sudah terbiasa," lanjut Suimin.
Menanggapi lawan perdana The Killer itu, Suimin mengaku buta kekuatan dan hanya tahu pelatih lawan yakni mantan pemain nasional Mundari Karya. Selain itu, Suimin juga hanya mengenal salah seorang pemainnya asal Medan, Coli Misrun.
"Kita mengenal karakter pelatih Persires, tetapi tidak tahu karakter pemainnya. Sebagai pelatih, saya tidak mempersoalkan kekuatan lawan, melainkan bagaimana kita mempersiapkan tim. Itu saya rasa sudah cukup untuk berupaya menciptakan kemenangan,” lanjutnya lagi.
Namun Suimin yang berhasil membawa PSMS menjadi semifinalis di Liga Indonesia VII, tidak dapat menyembunyikan diri sebenarnya sudah mengenal karakter para pemain Persires dan umumnya terdiri dari pemain-pemain kelahiran Kalimantan.
Rencananya, rombongan PSMS bertolak ke Rengat melalui Pekanbaru pada Minggu (22/11). Menanggapi penampilan PSMS ketika menghadapi Penang FC Sabtu lalu, Suimin menilai banyak pemain khususnya debutan masih grogi bermain di depan penonton banyak.
"Saya juga harus memberi pengertian kepada pemain-pemain muda untuk tidak memikirkan penonton, melainkan menganggapnya sebagai dukungan agar bisa bermain semaksimal mungkin," kata kakek dua cucu ini.
“Latihan ini guna para pemain menyesuaikan diri, karena di Rengat nantinya pertandingan dimulai pukul 15.30 WIB. Jadi kita perlu membuat program latihan mulai pukul 15.00 WIB agar Jecky Pasarella cs terbiasa bermain pada jam tersebut," ujar pelatih PSMS Suimin Dihardja usai latihan di Stadion Kebun Bunga, Senin.
Pelatih kampung itu mengaku, pada latihan pertama pemain masih terlibat melakukan pergerakan lamban. "Ini bisa dimengerti, sebab pukul 15.00 merupakan jam istrahat pemain. Tetapi pada hari ketiga (Rabu-red) nanti, saya perkirakan mereka sudah terbiasa," lanjut Suimin.
Menanggapi lawan perdana The Killer itu, Suimin mengaku buta kekuatan dan hanya tahu pelatih lawan yakni mantan pemain nasional Mundari Karya. Selain itu, Suimin juga hanya mengenal salah seorang pemainnya asal Medan, Coli Misrun.
"Kita mengenal karakter pelatih Persires, tetapi tidak tahu karakter pemainnya. Sebagai pelatih, saya tidak mempersoalkan kekuatan lawan, melainkan bagaimana kita mempersiapkan tim. Itu saya rasa sudah cukup untuk berupaya menciptakan kemenangan,” lanjutnya lagi.
Namun Suimin yang berhasil membawa PSMS menjadi semifinalis di Liga Indonesia VII, tidak dapat menyembunyikan diri sebenarnya sudah mengenal karakter para pemain Persires dan umumnya terdiri dari pemain-pemain kelahiran Kalimantan.
Rencananya, rombongan PSMS bertolak ke Rengat melalui Pekanbaru pada Minggu (22/11). Menanggapi penampilan PSMS ketika menghadapi Penang FC Sabtu lalu, Suimin menilai banyak pemain khususnya debutan masih grogi bermain di depan penonton banyak.
"Saya juga harus memberi pengertian kepada pemain-pemain muda untuk tidak memikirkan penonton, melainkan menganggapnya sebagai dukungan agar bisa bermain semaksimal mungkin," kata kakek dua cucu ini.
Menyambung Jejak yang Telah Dirintis Sang Ayah
Jecky Pasarela, Striker Muda PSMS
Sepanjang kiprahnya bersama tim Ayam Kinantan, striker muda Jecky Pasarela berhasil mencuri perhatian pecinta PSMS. Apalagi, dalam beberapa uji coba, Jecky kerap menyumbangkan gol penting bagi tim Ayam Kinantan.
Ya, nama Jecky Pasarela sebelumnya memang telah akrab di telinga publik sepak bola Kota Medan, karena yang bersangkutan pernah menjadi pemain pilar Medan Jaya pada tahun 2005/1006.
Jika tiga tahun lalu, namannya hanya sesekali singgah di telinga pecandu si kulit bundar Kota Medan, maka dalam beberapa bulan ke depan nama Jecky Pasarella akan semakin sering terdengar, mengingat aksinya yang menawan bersama PSMS Medan.
Itu sudah dibuktikannya dalam beberapa laga uji coba yang dilakoni tim Ayam Kinantan. Nyaris setiap kali dipercaya mengisi lini depan PSMS, maka pemain yang memulai karir sepak bolanya di SSB Generasi ini selalu mencetak gol.
Bagi Jecky Pasarela, sepakbola merupakan bagian dari hidupnya yang akan terus dia lakukan hingga dia merasa tidak layak lagi untuk terjun di dunia olahraga itu. Selain itu, kiprahnya sebagai pemain bola profesional mendapat dukungan penuh dari sang Ayah.
Sang ayah, Jamalius, yang juga mantan pemain bola, sangat berharap agar Jecki meraih sukses di lapangan hijau. Dukungan pun terus diberikan kepada anaknya. Jamalius sering datang ke Stadion Kebun Bunga untuk memantau perkembangan anaknya.
“Bapak saya dulu juga pemain bola di klub Dinamo, dan memang dia sangat ingin saya menjadi pesepakbola profesional, meneruskan apa yang telah dirintisnya dahulu,” kata Jecky.
Terpuruknya PSMS ke Divisi Utama juga membuatnya termotivasi untuk bergabung memperkuat tim kota kelahirannya tersebut. Proses seleksi penentuan skuad PSMS di Stadion Teladan pun dilakoninya dengan harapan bisa menjadi bagian PSMS.
Setelah terpilih, bersama pemain lainnya, Jecky bertekad untuk membawa PSMS kembali ke ajang Indonesia Super League (ISL). “PSMS adalah tim besar, pantasnya di papan atas ISL. Itu adalah target yang kami apungkan tahun ini,” ungkap anak pasangan Jamalius dan Suwarni ini.
Menurut pemain yang pernah memperkuat Medan Jaya dan Persikad Depok ini mengakui, kerjasama tim merupakan segala-galanya, pemain hebat sekalipun tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya kerjasama tim.
Dia juga tidak mau menyombongkan diri, dan menganggap apa yang ada pada dirinya adalah semata-mata upaya untuk membangun PSMS dari keterpurukan.
“Ya, yang paling utama adalah bersyukur, selalu berusaha melakukan yang terbaik buat PSMS dan meningkatkan prestasi saya secara pribadi. Dengan begitu semoga kita bisa sama-sama membangkitkan PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain kelahiran 4 oktober 1986 ini
Sepanjang kiprahnya bersama tim Ayam Kinantan, striker muda Jecky Pasarela berhasil mencuri perhatian pecinta PSMS. Apalagi, dalam beberapa uji coba, Jecky kerap menyumbangkan gol penting bagi tim Ayam Kinantan.
Ya, nama Jecky Pasarela sebelumnya memang telah akrab di telinga publik sepak bola Kota Medan, karena yang bersangkutan pernah menjadi pemain pilar Medan Jaya pada tahun 2005/1006.
Jika tiga tahun lalu, namannya hanya sesekali singgah di telinga pecandu si kulit bundar Kota Medan, maka dalam beberapa bulan ke depan nama Jecky Pasarella akan semakin sering terdengar, mengingat aksinya yang menawan bersama PSMS Medan.
Itu sudah dibuktikannya dalam beberapa laga uji coba yang dilakoni tim Ayam Kinantan. Nyaris setiap kali dipercaya mengisi lini depan PSMS, maka pemain yang memulai karir sepak bolanya di SSB Generasi ini selalu mencetak gol.
Bagi Jecky Pasarela, sepakbola merupakan bagian dari hidupnya yang akan terus dia lakukan hingga dia merasa tidak layak lagi untuk terjun di dunia olahraga itu. Selain itu, kiprahnya sebagai pemain bola profesional mendapat dukungan penuh dari sang Ayah.
Sang ayah, Jamalius, yang juga mantan pemain bola, sangat berharap agar Jecki meraih sukses di lapangan hijau. Dukungan pun terus diberikan kepada anaknya. Jamalius sering datang ke Stadion Kebun Bunga untuk memantau perkembangan anaknya.
“Bapak saya dulu juga pemain bola di klub Dinamo, dan memang dia sangat ingin saya menjadi pesepakbola profesional, meneruskan apa yang telah dirintisnya dahulu,” kata Jecky.
Terpuruknya PSMS ke Divisi Utama juga membuatnya termotivasi untuk bergabung memperkuat tim kota kelahirannya tersebut. Proses seleksi penentuan skuad PSMS di Stadion Teladan pun dilakoninya dengan harapan bisa menjadi bagian PSMS.
Setelah terpilih, bersama pemain lainnya, Jecky bertekad untuk membawa PSMS kembali ke ajang Indonesia Super League (ISL). “PSMS adalah tim besar, pantasnya di papan atas ISL. Itu adalah target yang kami apungkan tahun ini,” ungkap anak pasangan Jamalius dan Suwarni ini.
Menurut pemain yang pernah memperkuat Medan Jaya dan Persikad Depok ini mengakui, kerjasama tim merupakan segala-galanya, pemain hebat sekalipun tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa adanya kerjasama tim.
Dia juga tidak mau menyombongkan diri, dan menganggap apa yang ada pada dirinya adalah semata-mata upaya untuk membangun PSMS dari keterpurukan.
“Ya, yang paling utama adalah bersyukur, selalu berusaha melakukan yang terbaik buat PSMS dan meningkatkan prestasi saya secara pribadi. Dengan begitu semoga kita bisa sama-sama membangkitkan PSMS kembali ke ISL,” pungkas pemain kelahiran 4 oktober 1986 ini
Monday, November 16, 2009
PSMS Fokus Liga
Menatap gelaran kompetisi Divisi Utama PSSI tahun 2009/2010 yang hanya tersisa beberapa hari lagi, pelatih PSMS Suimin Diharja tampaknya tak ingin mengambil resiko dengan melakoni sejumlah pertandingan ujiacoba yang berpotensi membuat pemainnya cedera.
Mantan pelatih Persikabo ini ingin fokus pada peningkatan kerja sama tim. Kendati demikian Suimin mengaku jika dirinya tak ingin terjebak dengan kondisi yang tercipta sekarang ini.
Benar jika di semua lini tim Ayam Kinantan masih terdapat banyak kekurangan yang harus dibenahi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu Suimin optimis jika segala kekurangan tadi akan dapat diatasi.
“Yang terpenting adalah membuat pemain paham akan strategi yang diterapkan saat menghadapi dua lawan di laga perdana. Apalagi keduanya, baik Persires Rengat maupun Persih Tembilahan bukan lawan yang mudah ditaklukkan jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri,” bilang Suimin.
Besarnya dukungan yang diberikan oleh para suporter ditengarai akan membangkitkan motivasi kedua tim itu untuk mempermalukan PSMS.
“Tim mana pun yang menjadi lawan PSMS di Divisi Utama nanti pasti akan termotivasi untuk mencuri poin. Ingat, PSMS memiliki sejarah panjang di pentas sepak bola nasional,” bilang Suimin.
Karena hal itu pula Suimin mengatakan bahwa bukan tugas yang ringan bagi dirinya dan seluruh punggawa tim Ayam Kinantan untuk menjaga dan mengembalikan nama besar PSMS.
“Saya percaya anak-anak akan mampu melakukannya. Tapi, untuk tak membebani mereka (pemain PSMS, Red) saya tak ingin mematok target yang muluk-muluk. Meraih dua poin dalam lawatan tandang merupakan hasil yang cukup bagus untuk kami,” beber pelatih bertubuh subur itu.
Target yang dicanangkan Suimin tadi bukannya tanpa perhitungan yang realistis. Terbukti, untuk mewujudkannya Suimin berani memasang tiga striker di lini depan timnya dalam balutan formasi 4-3-3.
Beruntung bagi Suimin, di saat dirinya sedang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, di saat itu pula berhembus kabar sedap terkait diizinkannya gelandang senior Edu Juanda merumput bersama tim Ayam Kinantan.
“Walaupun namanya terlambat didaftarkan ke PT Liga Indonesia, namun karena dia tidak sedang menjalani hukuman, maka dirinya diizinkan tampil di laga awal. Ini sangat bagus, karena dia bisa ditempatkan di lini tengah, bersama Affan Lubis,” tambah Suimin.
“Praktis, terhitung sejak hari ini (kemarin, Red), kita masih memiliki waktu lebih dari satu pekan untuk berlatih dan mengembalikan nuansa berkompetisi kepada seluruh pemain. Semoga di waktu tersisa itu kita bisa menutupi semua kekurangan yang ada di tim ini,” pungkasnya
Mantan pelatih Persikabo ini ingin fokus pada peningkatan kerja sama tim. Kendati demikian Suimin mengaku jika dirinya tak ingin terjebak dengan kondisi yang tercipta sekarang ini.
Benar jika di semua lini tim Ayam Kinantan masih terdapat banyak kekurangan yang harus dibenahi. Tapi seiring dengan berjalannya waktu Suimin optimis jika segala kekurangan tadi akan dapat diatasi.
“Yang terpenting adalah membuat pemain paham akan strategi yang diterapkan saat menghadapi dua lawan di laga perdana. Apalagi keduanya, baik Persires Rengat maupun Persih Tembilahan bukan lawan yang mudah ditaklukkan jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri,” bilang Suimin.
Besarnya dukungan yang diberikan oleh para suporter ditengarai akan membangkitkan motivasi kedua tim itu untuk mempermalukan PSMS.
“Tim mana pun yang menjadi lawan PSMS di Divisi Utama nanti pasti akan termotivasi untuk mencuri poin. Ingat, PSMS memiliki sejarah panjang di pentas sepak bola nasional,” bilang Suimin.
Karena hal itu pula Suimin mengatakan bahwa bukan tugas yang ringan bagi dirinya dan seluruh punggawa tim Ayam Kinantan untuk menjaga dan mengembalikan nama besar PSMS.
“Saya percaya anak-anak akan mampu melakukannya. Tapi, untuk tak membebani mereka (pemain PSMS, Red) saya tak ingin mematok target yang muluk-muluk. Meraih dua poin dalam lawatan tandang merupakan hasil yang cukup bagus untuk kami,” beber pelatih bertubuh subur itu.
Target yang dicanangkan Suimin tadi bukannya tanpa perhitungan yang realistis. Terbukti, untuk mewujudkannya Suimin berani memasang tiga striker di lini depan timnya dalam balutan formasi 4-3-3.
Beruntung bagi Suimin, di saat dirinya sedang memiliki kepercayaan diri yang tinggi, di saat itu pula berhembus kabar sedap terkait diizinkannya gelandang senior Edu Juanda merumput bersama tim Ayam Kinantan.
“Walaupun namanya terlambat didaftarkan ke PT Liga Indonesia, namun karena dia tidak sedang menjalani hukuman, maka dirinya diizinkan tampil di laga awal. Ini sangat bagus, karena dia bisa ditempatkan di lini tengah, bersama Affan Lubis,” tambah Suimin.
“Praktis, terhitung sejak hari ini (kemarin, Red), kita masih memiliki waktu lebih dari satu pekan untuk berlatih dan mengembalikan nuansa berkompetisi kepada seluruh pemain. Semoga di waktu tersisa itu kita bisa menutupi semua kekurangan yang ada di tim ini,” pungkasnya
Harga diri
Akankah PSMS Medan menyapu bersih seluruh rangkaian pertandingan uji coba menatap bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim ini?
Hal itu dapat dilihat sore ini pukul 16.00 WIB di Stadion Mini USU saat menjamu Penang FC (klub Liga Super Malaysia). Mampukah PSMS menjaga rekor atau sebaliknya, klub negeri jiran yang sukses mencabik harga diri tim Ayam Kinantan (julukan PSMS), yang secara tak langsung mewakili Indonesia!
Memang laga ini hanya sebatas uji coba. Namun gengsi tingkat tinggi bakal tersaji di pertandingan ini. Perseteruan sarat gengsi ini mencakup nasionalisme skuad PSMS.
Memang secara teknis, tidak ada dampak buruk jikapun di pertandingan ini Affan Lubis dkk menderita kekalahan. Namun jika itu (kekalahan, Red) terjadi, tak pelak cibiran dari supporter akan didapat anak asuh Suimin Diharja.
Tak ingin itu terjadi, kemarin (13/11) di Stadion Kebun Bunga Medan, Suimin berharap agar anak asuhnya tampil maksimal sehingga marwah sebagai tuan rumah yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri takkan terkoyak.
“Persiapan yang kita lakukan bukan sekedar menghadapi Penang FC semata, tapi lebih dari itu, kita juga mempersiapkan tim ini menghadapi laga away di kompetisi Divisi Utama. Saya senang bisa menjajal kekuatan Penang FC karena bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi kekuatan tim,” kata Suimin.
Dari pihak Penang FC, terbetik kabar jika mereka tidak begitu siap menatap laga persahabatan ini. Pasalnya, rangkaian tur ke Medan yang disertai Gubernur Penang FC, seyogianya dalam rangka menghadiri gelaran promosi pariwisata di Sumut.
Tak pelak, aroma bisnis tercium begitu kental dalam lawatan ini. Dijelaskan Todd, Bendahara Penang FC yang berkunjung ke Stadion Kebun Bunga bersama Sekretaris Arifin Yatim, kemarin (13/11) jika pihaknya ingin menjalin persahabatan dan menjaga keakraban yang sudah mengakar dengan masyarakat Medan.
“Uji coba ini murni persahabatan. Masyarakat Penang dan Medan sudah sering bekerjasama dalam berbagai urusan, termasuk pariwisata, kesehatan dan lain sebagainya,” kata Todd.
Sementara itu Arifin menambahkan jika Penang FC ingin melakukan “cuci gudang” terhadap seluruh pemainnya Masalahnya, kompetisi Liga Super di Malaysia baru saja berakhir. Sialnya, Penang FC hanya finish di urutan 13 dari 15 peserta. Wajar, jikas manajemen ingin melakukan perombakan besar-besaran menatap liga musim depan.
“Kalau ditanya secara pribadi, jelas kami ingin mengalahkan PSMS. Tapi kami juga menyadari mustahil para pemain mau tampil all out yang riskan menyebabkan cedera,” beber Arifin.
Artinya, kondisi bahkan prestasi Penang FC setali tiga uang dengan tim Ayam Kinantan. Karenanya, ketika banyak masyarakat Medan yang mengaku prihatin dengan persiapan PSMS menatap kompetisi Divisi Utama nanti, Arifin justru mengaku takjub.
“Ini bagus sekali, tempat tinggal pemain sama dengan tempat latihan. Penang FC tidak punya pemusatan latihan seperti ini,” pungkasnya
Hal itu dapat dilihat sore ini pukul 16.00 WIB di Stadion Mini USU saat menjamu Penang FC (klub Liga Super Malaysia). Mampukah PSMS menjaga rekor atau sebaliknya, klub negeri jiran yang sukses mencabik harga diri tim Ayam Kinantan (julukan PSMS), yang secara tak langsung mewakili Indonesia!
Memang laga ini hanya sebatas uji coba. Namun gengsi tingkat tinggi bakal tersaji di pertandingan ini. Perseteruan sarat gengsi ini mencakup nasionalisme skuad PSMS.
Memang secara teknis, tidak ada dampak buruk jikapun di pertandingan ini Affan Lubis dkk menderita kekalahan. Namun jika itu (kekalahan, Red) terjadi, tak pelak cibiran dari supporter akan didapat anak asuh Suimin Diharja.
Tak ingin itu terjadi, kemarin (13/11) di Stadion Kebun Bunga Medan, Suimin berharap agar anak asuhnya tampil maksimal sehingga marwah sebagai tuan rumah yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri takkan terkoyak.
“Persiapan yang kita lakukan bukan sekedar menghadapi Penang FC semata, tapi lebih dari itu, kita juga mempersiapkan tim ini menghadapi laga away di kompetisi Divisi Utama. Saya senang bisa menjajal kekuatan Penang FC karena bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi kekuatan tim,” kata Suimin.
Dari pihak Penang FC, terbetik kabar jika mereka tidak begitu siap menatap laga persahabatan ini. Pasalnya, rangkaian tur ke Medan yang disertai Gubernur Penang FC, seyogianya dalam rangka menghadiri gelaran promosi pariwisata di Sumut.
Tak pelak, aroma bisnis tercium begitu kental dalam lawatan ini. Dijelaskan Todd, Bendahara Penang FC yang berkunjung ke Stadion Kebun Bunga bersama Sekretaris Arifin Yatim, kemarin (13/11) jika pihaknya ingin menjalin persahabatan dan menjaga keakraban yang sudah mengakar dengan masyarakat Medan.
“Uji coba ini murni persahabatan. Masyarakat Penang dan Medan sudah sering bekerjasama dalam berbagai urusan, termasuk pariwisata, kesehatan dan lain sebagainya,” kata Todd.
Sementara itu Arifin menambahkan jika Penang FC ingin melakukan “cuci gudang” terhadap seluruh pemainnya Masalahnya, kompetisi Liga Super di Malaysia baru saja berakhir. Sialnya, Penang FC hanya finish di urutan 13 dari 15 peserta. Wajar, jikas manajemen ingin melakukan perombakan besar-besaran menatap liga musim depan.
“Kalau ditanya secara pribadi, jelas kami ingin mengalahkan PSMS. Tapi kami juga menyadari mustahil para pemain mau tampil all out yang riskan menyebabkan cedera,” beber Arifin.
Artinya, kondisi bahkan prestasi Penang FC setali tiga uang dengan tim Ayam Kinantan. Karenanya, ketika banyak masyarakat Medan yang mengaku prihatin dengan persiapan PSMS menatap kompetisi Divisi Utama nanti, Arifin justru mengaku takjub.
“Ini bagus sekali, tempat tinggal pemain sama dengan tempat latihan. Penang FC tidak punya pemusatan latihan seperti ini,” pungkasnya
Ayam Kinantan Terancam tanpa Kandang
Kompetisi belum dimulai namun PSMS sudah harus hijrah dari Stadion Teladan saat hendak menjamu Penang, FC klub asal negeri jiran Malaysia. Walau berstatus ujicoba, laga itu idealnya digelar di stadion kebanggaan masyarakat Medan yang dibangun tahun 1950 itu. Bahkan ada kekhawatiran publik jika renovasi Stadion Teladan tidak bisa rampung tepat waktu.
Jumat (13/11), Sumut Pos mengunjungi Stadion Teladan yang hingga saat ini masih dipermak. Begitu masuk, areal tribun langsung mencuri perhatian. Lama dibiarkan tak terawat, kini warna-warninya pasca dicat cukup menyegarkan mata.
Ya, tribun memang sudah bisa dibilang oke. Tribun utamanya juga sudah bebas dari bocor dan bunyi bising saat diterpa angin.
Namun ketika pandangan beralih ke arah lapangan, tanda tanya pun muncul. Kenapa lapangan tidak lebih dulu dibenahi?
Sejauh ini, lapangan di Stadion Teladan baru sebatas tambal sulam. Rumput yang sekarat diganti rumput baru. Sayangnya, kondisi lapangan menjadi tidak rata. Ada rumput yang sudah hijau dan cantik, ada yang masih jarang-jarang tumbuhnya dan beda warna.
“Seharusnya lapangan jadi prioritas utama. Karena di situlah pertandingan akan berlangsung. Kalau tidak selesai juga sampai Desember, PSMS bisa kena denda dari PT Liga Indonesia. Walaupun masih berstatus Divisi Utama, tapi peraturan tampaknya sudah sangat ketat,” beber Benny Tomasoa, asisten manajer yang baru saja kembali dari manajer meeting di Jakarta, kemarin.
Memang di sekeliling lapangan, drainase sudah bisa beroperasi. Jadi, ketika turun hujan saat pertandingan berlangsung, dipastikan lapangan tak akan tergenang seperti biasanya.
Di pinggir lapangan, bench bagi offisial dan pemain dibuat portable alias bisa diangkat saat dibutuhkan, dan bisa disimpan saat tidak dipakai.
Yang menarik, adalah pembuatan kanopi untuk keluar masuk pemain yang tepat dari arah masuk utama. Konon, kanopi itu juga portable karena terdapat roda di setiap sisi bawahnya.
Ruang dalam juga mendapat perhatian. Ruang wasit, ruang ganti pemain dan toilet sudah dibehani. Hanya saja seluruhnya belum masuk tahapan finishing. Walaupun pekerja di sana mengatakan kalau tahap pengerjaan sudah mulai masuk penyelesaian akhir.
Buktinya, lampu Stadion saja belum dipasang. Malah ada kabar jika tiangnya bakal diturunkan dan diganti dengan tiang baru. Tapi itu belum terlaksana.
Di sekitar lapangan dan ruang dalam, puing-puing sisa pengerjaan renovasi juga masih berserakan. Diprediksi, Desember renovasi akan kelar.
Tapi melihat kondisi di lapangan, tampaknya hal itu sulit tercapai. Bisa-bisa pengerjaan baru selesai Januari mendatang. “Kita harus yakin ketika PSMS menjalani laga home pertama pada bulan Desember nanti, Stadion Teladan pasti sudah bisa dipakai,” kata Julius Raja Kabid Teknik PSMS
Jumat (13/11), Sumut Pos mengunjungi Stadion Teladan yang hingga saat ini masih dipermak. Begitu masuk, areal tribun langsung mencuri perhatian. Lama dibiarkan tak terawat, kini warna-warninya pasca dicat cukup menyegarkan mata.
Ya, tribun memang sudah bisa dibilang oke. Tribun utamanya juga sudah bebas dari bocor dan bunyi bising saat diterpa angin.
Namun ketika pandangan beralih ke arah lapangan, tanda tanya pun muncul. Kenapa lapangan tidak lebih dulu dibenahi?
Sejauh ini, lapangan di Stadion Teladan baru sebatas tambal sulam. Rumput yang sekarat diganti rumput baru. Sayangnya, kondisi lapangan menjadi tidak rata. Ada rumput yang sudah hijau dan cantik, ada yang masih jarang-jarang tumbuhnya dan beda warna.
“Seharusnya lapangan jadi prioritas utama. Karena di situlah pertandingan akan berlangsung. Kalau tidak selesai juga sampai Desember, PSMS bisa kena denda dari PT Liga Indonesia. Walaupun masih berstatus Divisi Utama, tapi peraturan tampaknya sudah sangat ketat,” beber Benny Tomasoa, asisten manajer yang baru saja kembali dari manajer meeting di Jakarta, kemarin.
Memang di sekeliling lapangan, drainase sudah bisa beroperasi. Jadi, ketika turun hujan saat pertandingan berlangsung, dipastikan lapangan tak akan tergenang seperti biasanya.
Di pinggir lapangan, bench bagi offisial dan pemain dibuat portable alias bisa diangkat saat dibutuhkan, dan bisa disimpan saat tidak dipakai.
Yang menarik, adalah pembuatan kanopi untuk keluar masuk pemain yang tepat dari arah masuk utama. Konon, kanopi itu juga portable karena terdapat roda di setiap sisi bawahnya.
Ruang dalam juga mendapat perhatian. Ruang wasit, ruang ganti pemain dan toilet sudah dibehani. Hanya saja seluruhnya belum masuk tahapan finishing. Walaupun pekerja di sana mengatakan kalau tahap pengerjaan sudah mulai masuk penyelesaian akhir.
Buktinya, lampu Stadion saja belum dipasang. Malah ada kabar jika tiangnya bakal diturunkan dan diganti dengan tiang baru. Tapi itu belum terlaksana.
Di sekitar lapangan dan ruang dalam, puing-puing sisa pengerjaan renovasi juga masih berserakan. Diprediksi, Desember renovasi akan kelar.
Tapi melihat kondisi di lapangan, tampaknya hal itu sulit tercapai. Bisa-bisa pengerjaan baru selesai Januari mendatang. “Kita harus yakin ketika PSMS menjalani laga home pertama pada bulan Desember nanti, Stadion Teladan pasti sudah bisa dipakai,” kata Julius Raja Kabid Teknik PSMS
Saturday, November 14, 2009
Dikunjungi Ricky Yakobi
Ricky Yakobi, eks punggawa PSMS di era 80-an kemarin bertandang ke Stadion Kebun Bunga. Saat skuad PSMS berlatih, Ricky yang kini bekerja sebagai staf manajer promosi dan marketing Specs pun turut serta berlatih.
Maksud hati kedatangan mantan pemain Timnas itu juga berkaitan dengan niatnya menyaksikan PSMS berlaga kontra Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. “Ya saya datang dengan tujuan utama menonton PSMS bertanding melawan Penang FC. Sekalian melihat kondisi PSMS saat inilah,” katanya.
Ditanya mengenai pendapatnya akan PSMS musim ini, Ricky menilai skuad PSMS tetap punya kans untuk kembali berlaga di Indonesian Super League (ISL). Meski begitu, Ricky berharap materi PSMS yang sebagian besar dipenuhi pemain muda, harus lebih memaksimalkan kondisi. Kesempatan memberi jam terbang kepada pemain muda, dikatakan Ricky menjadi salah satu target pelatih.
“Saya lihat pemain PSMS masih muda-muda. Masih ada waktu untuk menciptakan kekompakkan di antara mereka. Begitupun, peluang kembali ke ISL masih terbuka. Walaupun tim di Jawa sangat ngotot masuk ISL, tapi saya rasa kekuatannya cukup berimbang. Nama besar PSMS saya kira masih cukup berpengaruh di kancah sepak bola nasional,” tambah Ricky yang sempat main di Liga Jepang itu.
Nah, menyoal sponsorship, Ricky merasa bangga PSMS mau menggandeng pihaknya. Memang, sejauh ini, Specs perusahaan perlengkapan olahraga tanah air itu menjadi penyedia peralatan dan perlengkapan PSMS. Segala sesuatu bermerek Specs terlihat di Mess Kebun Bunga. Mulai dari bola, rompi, sepatu, hingga kostum latihan. Yang belum terlihat hanya kostum PSMS saat menjalani kompetisi. “Sekarang kita lihat, apakah PSMS bisa menapaki prestasi ketika bekerjasama dengan Specs,” pungkas Ricky
Maksud hati kedatangan mantan pemain Timnas itu juga berkaitan dengan niatnya menyaksikan PSMS berlaga kontra Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. “Ya saya datang dengan tujuan utama menonton PSMS bertanding melawan Penang FC. Sekalian melihat kondisi PSMS saat inilah,” katanya.
Ditanya mengenai pendapatnya akan PSMS musim ini, Ricky menilai skuad PSMS tetap punya kans untuk kembali berlaga di Indonesian Super League (ISL). Meski begitu, Ricky berharap materi PSMS yang sebagian besar dipenuhi pemain muda, harus lebih memaksimalkan kondisi. Kesempatan memberi jam terbang kepada pemain muda, dikatakan Ricky menjadi salah satu target pelatih.
“Saya lihat pemain PSMS masih muda-muda. Masih ada waktu untuk menciptakan kekompakkan di antara mereka. Begitupun, peluang kembali ke ISL masih terbuka. Walaupun tim di Jawa sangat ngotot masuk ISL, tapi saya rasa kekuatannya cukup berimbang. Nama besar PSMS saya kira masih cukup berpengaruh di kancah sepak bola nasional,” tambah Ricky yang sempat main di Liga Jepang itu.
Nah, menyoal sponsorship, Ricky merasa bangga PSMS mau menggandeng pihaknya. Memang, sejauh ini, Specs perusahaan perlengkapan olahraga tanah air itu menjadi penyedia peralatan dan perlengkapan PSMS. Segala sesuatu bermerek Specs terlihat di Mess Kebun Bunga. Mulai dari bola, rompi, sepatu, hingga kostum latihan. Yang belum terlihat hanya kostum PSMS saat menjalani kompetisi. “Sekarang kita lihat, apakah PSMS bisa menapaki prestasi ketika bekerjasama dengan Specs,” pungkas Ricky
Jadi Tempat Curhat Adik Kandungnya Afandi Lubis
Affan Lubis, Pemain Senior PSMS
Affan Lubis, merupakan satu-satunya pemain yang musim lalu membela PSMS berlaga di ISL, dan kini masih berkostum Kinantan. Memang ada Bambang Trisanjaya yang musim lalu juga sempat berkostum Kinantan, namun hanya setengah musim. Dengan pengalaman bertanding di ISL, Affan berharap mampu menginspirasi rekan satu timnya.
SYAIFULLAH, Medan
Ya, Affan diharapkan mampu menjadi mentor bagi skuad PSMS lainnya. Tak jarang nasehat demi nasehat diutarakannya ke sejumlah pemain muda PSMS. Termasuk kepada adiknya sendiri, Afandi Lubis. Afandi Lubis memang bermain untuk PSMS musim ini. Berposisi sebagai striker, Afandi punya kans untuk mengembangkan diri.
Tak jarang, Afandi juga sering mencurahkan isi hatinya kepada Affan. Utamanya urusan sepak bola. Sebagai pemain muda, Afandi kerap berada di bawah tekanan penonton. Untuk itu, dia merasa perlu curhat dengan abangnya. “Sering juga curhat dengan Bang Affan. Karena dia kan lebih pengalaman,” kata Afandi yang tinggal satu kamar dengan Affan di Mess Kebun Bunga.
Dikatakan Affan, PSMS musim ini masih berpeluang besar kembali ke ISL. Hanya saja, mental untuk kembali ke ISL perlu ditingkatkan. Diisi pemain muda, Affan yakin PSMS punya modal dan semangat untuk itu. “Pada dasarnya klub di Indonesia sama saja. Tinggal mengasah mental juara, maka peluang untuk itu terbuka. Pada dasarnya saya pribadi tidak pernah gentar melawan tim manapun, saya harap PSMS musim ini juga mampu bersikap begitu,” kata Affan.
Sejauh ini, memang persoalan PSMS terletak di persoalan mental. Di tangan Suimin Diharja pelatih PSMS, mental itu yang terus digodok di samping pendalaman akan urusan teknis.
Terkadang, tekanan yang datang dari pelatih atau penonton dalam partai uji coba sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk urusan satu ini, Affan sering bilang ke rekannya agar tetap konsentrasi dan fokus ke permainan. “Ketika kita mendapatkan tekanan dari penonton, fokus dan ketenangan harus tetap terjaga. Jangan sampai kita terlena dengan tekanan itu, yang pada akhirnya akan menambah buruk permainan tim,” beber pemain berusia 34 tahun itu.
Pemain yang akrab dengan nomor punggung 8 itu, digadang berpeluang besar kembali di angkat menjadi kapten PSMS musim ini. Ditanyakan soal itu, Affan bilang pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan siapa pun kapten PSMS. “Saya pribadi tidak masalah siapa pun kaptennya. Asalkan demi kebaikan tim, saya siap menjadi kapten ataupun tidak terpilih menjadi kapten,” pungkas mantan pemain PSPS, Semen Padang dan Persikabo Bogor itu
Affan Lubis, merupakan satu-satunya pemain yang musim lalu membela PSMS berlaga di ISL, dan kini masih berkostum Kinantan. Memang ada Bambang Trisanjaya yang musim lalu juga sempat berkostum Kinantan, namun hanya setengah musim. Dengan pengalaman bertanding di ISL, Affan berharap mampu menginspirasi rekan satu timnya.
SYAIFULLAH, Medan
Ya, Affan diharapkan mampu menjadi mentor bagi skuad PSMS lainnya. Tak jarang nasehat demi nasehat diutarakannya ke sejumlah pemain muda PSMS. Termasuk kepada adiknya sendiri, Afandi Lubis. Afandi Lubis memang bermain untuk PSMS musim ini. Berposisi sebagai striker, Afandi punya kans untuk mengembangkan diri.
Tak jarang, Afandi juga sering mencurahkan isi hatinya kepada Affan. Utamanya urusan sepak bola. Sebagai pemain muda, Afandi kerap berada di bawah tekanan penonton. Untuk itu, dia merasa perlu curhat dengan abangnya. “Sering juga curhat dengan Bang Affan. Karena dia kan lebih pengalaman,” kata Afandi yang tinggal satu kamar dengan Affan di Mess Kebun Bunga.
Dikatakan Affan, PSMS musim ini masih berpeluang besar kembali ke ISL. Hanya saja, mental untuk kembali ke ISL perlu ditingkatkan. Diisi pemain muda, Affan yakin PSMS punya modal dan semangat untuk itu. “Pada dasarnya klub di Indonesia sama saja. Tinggal mengasah mental juara, maka peluang untuk itu terbuka. Pada dasarnya saya pribadi tidak pernah gentar melawan tim manapun, saya harap PSMS musim ini juga mampu bersikap begitu,” kata Affan.
Sejauh ini, memang persoalan PSMS terletak di persoalan mental. Di tangan Suimin Diharja pelatih PSMS, mental itu yang terus digodok di samping pendalaman akan urusan teknis.
Terkadang, tekanan yang datang dari pelatih atau penonton dalam partai uji coba sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Untuk urusan satu ini, Affan sering bilang ke rekannya agar tetap konsentrasi dan fokus ke permainan. “Ketika kita mendapatkan tekanan dari penonton, fokus dan ketenangan harus tetap terjaga. Jangan sampai kita terlena dengan tekanan itu, yang pada akhirnya akan menambah buruk permainan tim,” beber pemain berusia 34 tahun itu.
Pemain yang akrab dengan nomor punggung 8 itu, digadang berpeluang besar kembali di angkat menjadi kapten PSMS musim ini. Ditanyakan soal itu, Affan bilang pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan siapa pun kapten PSMS. “Saya pribadi tidak masalah siapa pun kaptennya. Asalkan demi kebaikan tim, saya siap menjadi kapten ataupun tidak terpilih menjadi kapten,” pungkas mantan pemain PSPS, Semen Padang dan Persikabo Bogor itu
Pindah ke Stadion Mini USU
PSMS Medan gagal menggelar pertandingan internasional melawan Penang FC Malaysia di Stadion Teladan, Sabtu sore ini, setelah pihak Dinas Pertamanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan renovasi sesuai janjinya kepada manajemen PSMS.
Tidak ingin mengecewakan publik sepakbola Medan, manajemen bersama pengurus PSMS yang membidangi teknik Julius Raja SE mengalihkan pertandingan ke Stadion Mini USU, Jl Dr Mansyur Medan.
"Mujur bagi kami karena Pembantu Rektor (PR) V USU Ir H Isman Nuryadi bersedia meminjamkan stadionnya. Kalau tidak, ke mana muka kita diletakkan kepada tim tamu," sesal Raja.
Pihak manajemen sendiri menyesalkan keteledoran pihak Dinas Pertamanan yang sudah diingatkan agar tepat janji menyelesaikan proses renovasi stadion pada 14 November. Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Sabar Sitepu pun sudah mengingatkan Dinas Pertamanan.
Terkait itu, Sabar meragukan PSMS bakal menjamu PSAP Sigli dalam laga kompetisi Divisi Utama di stadion yang dibangun pada tahun 1950 itu, 3 Desember 2010 mendatang.
Sementara itu, Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang baru tiba di Medan setelah mengikuti meetting manager di Jakarta menyebutkan, pihak Dinas Pertamanan seharusnya melibatkan manajemen PSMS dalam perbaikan itu, karena versi mereka dengan versi yang ditentukan PSSI berbeda.
Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan akan menampilkan pemain yang sudah pasti bisa bermain di Rengat melawn Persires (25 November) saat menghadapi Penang FC sore ini. "Ini perlu sebagai penambah jam terbang atau pengalaman Jecky Pasarella cs," katanya.
Kemungkinan Nyeck Nyobe, Saha dan Edu Juanda tidak tampil sore nanti. Kita akan mencoba pemain yang benar-benar sudah pasti bermain di laga pertama PSMS di kompetisi tersebut, lanjut Suimin dan menambahkan agar publik sepakbola Medan memakluminya.
Sebaliknya, kubu Penang FC menganggap laganya dengan PSMS merupakan penutup sekaligus bertekad tampil sebaik mungkin dan memberikan perlawanan. Demikian dikatakan Sekretaris Tim Penang FC Ariffin Yatim didampingi Todd Teoh.
“Pada liga Malaysia yang berakhir Oktober lalu, Penang FC berada di urutan ke 13 dari 15 klub,” tutur Ariffin yang memuji sistem pemusatan latihan yang diterapkan PSMS atau klub Indonesia lain. “Di Penang tidak seperti ini, pemain memang berlatih setiap hari tapi ada pemain yang jarang datang,” tandas mantan pesepakbola Malaysia itu
Tidak ingin mengecewakan publik sepakbola Medan, manajemen bersama pengurus PSMS yang membidangi teknik Julius Raja SE mengalihkan pertandingan ke Stadion Mini USU, Jl Dr Mansyur Medan.
"Mujur bagi kami karena Pembantu Rektor (PR) V USU Ir H Isman Nuryadi bersedia meminjamkan stadionnya. Kalau tidak, ke mana muka kita diletakkan kepada tim tamu," sesal Raja.
Pihak manajemen sendiri menyesalkan keteledoran pihak Dinas Pertamanan yang sudah diingatkan agar tepat janji menyelesaikan proses renovasi stadion pada 14 November. Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Sabar Sitepu pun sudah mengingatkan Dinas Pertamanan.
Terkait itu, Sabar meragukan PSMS bakal menjamu PSAP Sigli dalam laga kompetisi Divisi Utama di stadion yang dibangun pada tahun 1950 itu, 3 Desember 2010 mendatang.
Sementara itu, Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa yang baru tiba di Medan setelah mengikuti meetting manager di Jakarta menyebutkan, pihak Dinas Pertamanan seharusnya melibatkan manajemen PSMS dalam perbaikan itu, karena versi mereka dengan versi yang ditentukan PSSI berbeda.
Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan akan menampilkan pemain yang sudah pasti bisa bermain di Rengat melawn Persires (25 November) saat menghadapi Penang FC sore ini. "Ini perlu sebagai penambah jam terbang atau pengalaman Jecky Pasarella cs," katanya.
Kemungkinan Nyeck Nyobe, Saha dan Edu Juanda tidak tampil sore nanti. Kita akan mencoba pemain yang benar-benar sudah pasti bermain di laga pertama PSMS di kompetisi tersebut, lanjut Suimin dan menambahkan agar publik sepakbola Medan memakluminya.
Sebaliknya, kubu Penang FC menganggap laganya dengan PSMS merupakan penutup sekaligus bertekad tampil sebaik mungkin dan memberikan perlawanan. Demikian dikatakan Sekretaris Tim Penang FC Ariffin Yatim didampingi Todd Teoh.
“Pada liga Malaysia yang berakhir Oktober lalu, Penang FC berada di urutan ke 13 dari 15 klub,” tutur Ariffin yang memuji sistem pemusatan latihan yang diterapkan PSMS atau klub Indonesia lain. “Di Penang tidak seperti ini, pemain memang berlatih setiap hari tapi ada pemain yang jarang datang,” tandas mantan pesepakbola Malaysia itu
Thursday, November 12, 2009
Saha Bangkitkan semangat Ayam Kinantan

Kekhawatiran pendukung fanatik PSMS Medan, akhirnya berubah menjadi gembira begitu striker asing Ikpefua Osas Marvellous Saha berhasil membangkitkan semangat rekan-rekannya dalam laga ujicoba melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu.
Sebelumnya tim asuhan Manajer Tim Drs Hendra DS ketinggalan 0-1 di babak pertama setelah Ahmad Maulana melakukan handsball di kotak penalti pada menit 10. Alhasil, tim asuhan Pelatih Kustiono unggul lewat eksekusi Mathias yang berhasil memperdayai M Halim di bawah mistar gawang tuan rumah.
Tampil dengan materi 60 persen pemain lapis kedua, membuat PSMS sulit mengembangkan permainan di babak pertama. Kondisi inilah yang membuat publik sepakbola Medan termasuk di antaranya tokoh olahraga Drs H Darwin Syamsul dan Hendra DS khawatir akan kemampuan tim besutan pelatih Suimin Dihardja.
Mujur akibat kurang baiknya peneyelesaian akhir dari pemain-pemain depan PSAP serta solidnya pertahanan Selamet Riyadi cs, serangan demi serangan PSAP selalu gagal. Sadar kurang menggigitnya barisan depan, Suimin memasang Osas Saha menjelang jeda.
Hasilnya, Osas membuat permainan PSMS lebih hidup dan acap kali menekan barisan pertahanan PSAP. Kala babak kedua baru dimulai beberapa menit, sebuah tendangan keras Saha langsung merobek gawang PSAP sekaligus menyamakan skor 1-1. Tiga menit berselang, pemain debutan PSMS, Jecky Pasarella, menciptakan gol kedua bagi skuad Ayam Kinantan sebelum melengkapi kemenangannya lewat gol penalti Saha.
Tidak stabilnya penampilan anak-anak Sigli itu serta stamina melorot juga menjadi salah satu faktor PSMS membuat tiga gol di babak kedua. Baik Hendra DS maupun Darwin Syamsul mengakui, permainan PSMS harus ditingkatkan lagi sebelum tampil di kompetisi.
Sebaliknya Suimin mengakui memang sengaja menurunkan pemain muda terlebih dahulu, karena dalam laga ujicoba itu memprioritaskan untuk melihat penampilan para pemain muda.
"Ternyata tanpa dukungan dari pemain senior dan legiun asingnya, Ayam Kinantan belum solid. Inilah keuntungannya kita lakukan laga ujicoba, agar tahu kekuatan dan kelemahan tim," kata Suimin.
PSMS akan kembali melakukan uji kekuatan dengan salah satu tim Liga Malaysia, Penang FC di Stadion Teladan, Sabtu (14/11) mendatang. Dikatakan pengurus PSMS, pertandingan bergengsi tersebut akan dikutip bayaran
Persires lawan perdana PSMS di Kompetisi Divisi Utama

PSMS Medan akan mengawali laga perdananya di kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 dengan bertandang melawan Persires Rengat, 25 November mendatang, saat bersamaan PSDS Deli Serdang start di Bireuen melawan PSSB.
Pengurus Bidang Teknik PSMS, Julius Raja SE, Selasa mengatakan, laga kedua tim asuhan Manajer Drs Hendra DS, Drs Benny Tomasoa dan Zulkifli Husen setelah Persires adalah menghadapi Persih di Tembilahan pada 29 November.
Pada tanggal yang sama, PSDS bertandang ke Sigli menghadapi PSAP. Setelah menghadapi dua laga away, PSMS baru menjamu PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan pada 3 Desember dan PSSB Bireuun (7 Desember).
Setelah melawan PSSB, The Killer bertandang ke kandang Persipasi Bekasi (11 Desember) sebelum kembali ke Teladan untuk menjamu Persiraja Banda Aceh (27 Desember) dan PSDS dalam duel derbi (31 Desember). PSMS lalu dijamu Persita Tangerang (4 Januari 2010) dan empat hari kemudian menantang Persikabo Bogor sekaligus mengakhiri laganya di putaran pertama.
Secara terpisah, pelatih PSMS Suimin Dihardja menyatakan, anak-anak asuhannya siap berlaga melawan PSAP dalam laga ujicoba di Stadion Kebun Bunga, Rabu sore ini pukul 16.15 WIB.
Diakui Suimin pada latihan kemarin, salah seorang pemain asingnya yakni Ikpefua Osas Marvellous Saha masih berduka setelah putranya meninggal dunia di Solo dan kemungkinan baru Kamis besok kembali ke Medan.
Menanggapi jadwal yang telah ditetapkan PSSI, Suimin menegaskan tidak ada masalah karena PSMS siap bertempur di mana saja dan kapan saja. Sama halnya dengan manajer tim Drs Hendra DS yang tidak mempermasalahkan jadwal PSMS.
"Yang penting, kami minta doa restu dari masyarakat Medan khususnya pecinta PSMS agar perjuangan Selamet Riyadi cs memapak kembali ke Liga Super terwujud," kata Hendra singkat
PSAP dapat kehormatan Ayam Kinantan

Bila dibandingkan Persiraja Banda Aceh, skuad PSAP Sigli merasa mendapat kehormatan dari PSMS Medan. Sebab, mereka diberi kesempatan bertanding dalam laga persahabatan di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore.
Padahal, tim Ayam Kinantan padat jadwal dan eksibisi bahkan dilakukan tiga pekan menjelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim 2009/2010.
”Persiraja tidak seberuntung PSAP yang berkesempatan melakukan pertandingan ujicoba dengan PSMS. Kami tidak tahu apa istimewanya PSAP bagi PSMS yang bersedia menerima tantangan tersebut. Setahu kami, PSMS menolak tanding dengan Persiraja,” kata Irham Tarigan, pendukung PSMS, Selasa.
Pendukung tim Ayam Kinantna juga sudah lama menantikan pertandingan nanti. Menurut Irham, sudah sepatutnya PSMS tidak menerima tantangan Persiraja karena tim Laskar Rencong itu sudah diketahui pola permainannya.
Wakil Panpel Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 Kab Pidie, Nyong Ramli, mengungkapkan bahwa sebagian anggota manajemen tim telah tiba di Medan, Senin, selanjutnya melakukan persiapan. "Selasa, seluruh pemain PSAP dan ofisial tim telah tiba di Medan dan sore harinya melakukan latihan di lapangan Medan Percut,” kata Ramli.
Pelatih PSAP Kustiono mengatakan, kondisi kesehatan pemain setelah tiba di Medan tetap fit dan siap tanding melawan PSMS. Dalam pertandingan itu, Hendra dan kawan-kawan diharapkan bermain maksimal kendati merupakan partai ujicoba.
Tuesday, November 10, 2009
Mencoba Profesional Meski Buah Hati Telah Tiada
Sampai saat ini, Saha memang belum kembali dari urusan semula. Sempat beredar kabar bahwa manajemen kesal dengan sikapnya. Terutama, PSMS bakal menjalani jadwal padat uji coba. Di sela-sela rasa kesal itu, Osas tiba-tiba mengirim pesan ke manajemen, yang menyatakan kalau dirinya kemungkinan memperpanjang masa izin hingga Selasa (12/11). Alasan utamanya, istrinya yang orang Solo sedang hamil tua dan segera naik meja operasi untuk melahirkan karena tidak bisa melahirkan secara normal.
Meski maklum, kesal masih menyelimuti suasana hati manajemen. Profesionalitas pun dipertanyakan.
Ketika rasa kesal masih menyelimuti manajemen, eh, dua hari kemudian Saha kembali mengirim pesan.
“Selamat malam boss. Istri saya melahirkan dengan operasi cesar kemarin malam. Tapi ada masalah boss. Belum sampai 24 jam lahir bayi laki-laki saya meninggal boss pagi ini. Dan saya akan tetap memegang janji saya waktu itu bahwa saya akan datang sebelum tanggal 12 boss. Mohon bantuan doa boss. Terimakasih boss. Osas Saha,” isi pesan elektronik yang ditunjukkan Hendra DS, manajer PSMS.
Tak pelak, sisi kemanusiaan manajemen PSMS tentu saja terusik. Izin pun diberikan hingga 12 November sesuai janji Saha. Musibah yang dialami Saha ini memang masih bisa dimaklumi. Walau berstatus pemain profesional, sehingga Saha diberi waktu untuk menenangkan istrinya yang sudah pasti tengah berduka. Begitupun, Saha mencoba menentramkan hati manajemen dengan berusaha kembali berlatih pada 12 November.
“Kami dari manajemen PSMS tentu saja maklum akan musibah yang dialami Saha. Semoga musibah ini tetap membuatnya sabar, tabah dan tidak sampai mengganggu karirnya di sepak bola,” bilang Hendra DS.
Sepanjang keikutsertaanya dengan PSMS, Saha cukup menunjukkan bukti kalau dia pemain yang dibutuhkan tim. Sepanjang seleksi, Saha berhasil mencetak gol. Walaupun setelah diikat kontrak, saha seolah kehilangan taji. Namun kepada manajemen, Saha berjanji akan mencetak gol saat kompetisi sebenarnya bergulir.
Pemain berusia 23 tahun yang musim lalu membela PSDS itu, juga tetap berupaya untuk menjalani latihan yang diberikan pelatih dengan seksama. Meski hampir pasti tidak ada saingan di lini depan, namun di bawah asuhan Suimin Diharja, Saha bisa saja tidak dimainkan, kalau memang dia tak menujukkan kemampuan terbaiknya.
Pasalnya, beberapa pemain muda PSMS di lini depan, seperti Kamil Sembiring, Afandi Lubis, hingga Hardi Citra belakangan ini menujukkan grafik peningkatan performa yang cukup signifikan
Meski maklum, kesal masih menyelimuti suasana hati manajemen. Profesionalitas pun dipertanyakan.
Ketika rasa kesal masih menyelimuti manajemen, eh, dua hari kemudian Saha kembali mengirim pesan.
“Selamat malam boss. Istri saya melahirkan dengan operasi cesar kemarin malam. Tapi ada masalah boss. Belum sampai 24 jam lahir bayi laki-laki saya meninggal boss pagi ini. Dan saya akan tetap memegang janji saya waktu itu bahwa saya akan datang sebelum tanggal 12 boss. Mohon bantuan doa boss. Terimakasih boss. Osas Saha,” isi pesan elektronik yang ditunjukkan Hendra DS, manajer PSMS.
Tak pelak, sisi kemanusiaan manajemen PSMS tentu saja terusik. Izin pun diberikan hingga 12 November sesuai janji Saha. Musibah yang dialami Saha ini memang masih bisa dimaklumi. Walau berstatus pemain profesional, sehingga Saha diberi waktu untuk menenangkan istrinya yang sudah pasti tengah berduka. Begitupun, Saha mencoba menentramkan hati manajemen dengan berusaha kembali berlatih pada 12 November.
“Kami dari manajemen PSMS tentu saja maklum akan musibah yang dialami Saha. Semoga musibah ini tetap membuatnya sabar, tabah dan tidak sampai mengganggu karirnya di sepak bola,” bilang Hendra DS.
Sepanjang keikutsertaanya dengan PSMS, Saha cukup menunjukkan bukti kalau dia pemain yang dibutuhkan tim. Sepanjang seleksi, Saha berhasil mencetak gol. Walaupun setelah diikat kontrak, saha seolah kehilangan taji. Namun kepada manajemen, Saha berjanji akan mencetak gol saat kompetisi sebenarnya bergulir.
Pemain berusia 23 tahun yang musim lalu membela PSDS itu, juga tetap berupaya untuk menjalani latihan yang diberikan pelatih dengan seksama. Meski hampir pasti tidak ada saingan di lini depan, namun di bawah asuhan Suimin Diharja, Saha bisa saja tidak dimainkan, kalau memang dia tak menujukkan kemampuan terbaiknya.
Pasalnya, beberapa pemain muda PSMS di lini depan, seperti Kamil Sembiring, Afandi Lubis, hingga Hardi Citra belakangan ini menujukkan grafik peningkatan performa yang cukup signifikan
4 pemain tereliminasi
Bananda Suandi, Muhammad Yusuf, Febri Irawan Saragih dan Citra Kesuma harus tereliminasi dari skuad PSMS Medan. Sedangkan Edu Juanda dipastikan memperkuat tim yang dimanajeri Drs Hendra DS itu di kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 mendatang.
Pelatih Suimin Dihardja di sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, tereliminasi keempat pemain tersebut dinilai rapornya selama mengikuti pemusatan latihan tidak menunjukkan peningkatan.
Pelatih kampung itu didampingi Hendra DS dan asisten manajer Drs Benny Tomasoa menambahkan direkrutnya Edu Juanda memperkuat lini tengah karena dinilai layak menambal kelemahan The Killer di sektor vital tersebut.
"Edu memiliki ketrampilan mendesain skema permainan sehingga dari lapangan tengah bisa mendampingi M Affan Lubis atau Jacky Pasarela sebagai destroyer," kata Suimin.
Diakuinya, Bananda dan Muhammad Yusuf yang sempat terlanjur didaftarkan ke PT Liga Indonesia terpaksa ditarik kembali dan digantikan Edu Juanda, sedangkan Febri Irawan dan Citra Kesuma selama ini berstatus sebagai pemain magang. Posisi mereka kemudian diisi Usman.
Menanggapi masuknya Edu, dua pemerhati dan penggemar berat PSMS Muhammad Arif SE dan Hakim secara terpisah mengakui tim asuhan pelatih Suimin Dihardja masih memiliki kelemahan yang harus segara dibenahi, seperti pressing lawan.
Dikatakan, perombakan tim dan pembenah belum terlambat karena kompetisi masih dua pekan lagi atau tepatnya 25 November nanti. Selain itu, Hendra DS dan Benny menambahkan pada Rabu besok, PSMS akan menguji kekuatannya melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan
Pelatih Suimin Dihardja di sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, tereliminasi keempat pemain tersebut dinilai rapornya selama mengikuti pemusatan latihan tidak menunjukkan peningkatan.
Pelatih kampung itu didampingi Hendra DS dan asisten manajer Drs Benny Tomasoa menambahkan direkrutnya Edu Juanda memperkuat lini tengah karena dinilai layak menambal kelemahan The Killer di sektor vital tersebut.
"Edu memiliki ketrampilan mendesain skema permainan sehingga dari lapangan tengah bisa mendampingi M Affan Lubis atau Jacky Pasarela sebagai destroyer," kata Suimin.
Diakuinya, Bananda dan Muhammad Yusuf yang sempat terlanjur didaftarkan ke PT Liga Indonesia terpaksa ditarik kembali dan digantikan Edu Juanda, sedangkan Febri Irawan dan Citra Kesuma selama ini berstatus sebagai pemain magang. Posisi mereka kemudian diisi Usman.
Menanggapi masuknya Edu, dua pemerhati dan penggemar berat PSMS Muhammad Arif SE dan Hakim secara terpisah mengakui tim asuhan pelatih Suimin Dihardja masih memiliki kelemahan yang harus segara dibenahi, seperti pressing lawan.
Dikatakan, perombakan tim dan pembenah belum terlambat karena kompetisi masih dua pekan lagi atau tepatnya 25 November nanti. Selain itu, Hendra DS dan Benny menambahkan pada Rabu besok, PSMS akan menguji kekuatannya melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan
Monday, November 9, 2009
Saha diragukan tampil

Striker PSMS Medan, Osas Saha, diragukan tampil menghadapi laga ujicoba melawan PSAP Sigli di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu (11/11) sore. Legiun asing asal Nigeria itu kehilangan anak pertama yang meninggal usai dilahirkan lewat operasi caesar di Solo, Sabtu kemarin.
Namun begitu, Saha sudah memesan tiket pesawat ke Medan, Selasa (10/11), sehari sebelum pertandingan melawan PSAP. Pemain berkulit hitam yang musim lalu bersama PSDS Deli Serdang memiliki istri warga negara Indonesia menetap di Solo. Saha absen pada pertandingan melawan PS. BTN, Sabtu, saat tim berjulukan Ayam Kinantan menang 8-0.
Pelatih Suimin Dihardja mengakui bahwa dia mengharapkan kehadiran Saha pada pertandingan ujicoba melawan PSAP. Menghadapi tim asal Aceh itu, Suimin tidak berandai-andai dengan membuat eksperimen. Namun bukan berarti eksperimen tidak dibutuhkan. Buktinya, Ayam Kinantan dapat memetik kemenangan besar saat melawan BTN FC walau tidak diperkuat sejumlah pemain inti.
Suimin bereksperimen dengan mempercayakan pemain bertahan asal Kamerun Nyeck Nyobe ditempatkan sebagai striker. "Kita melihat dulu perkembangan Saha. Kalau dia dalam kondisi prima, akan diturunkan melawan PSAP," terang pelatih "Kampung" ini.
Namun tidak tertutup kemungkinan Saha diistirahatkan untuk pertandingan melawan tim dari Liga Utama Malaysia, Penang FC, Sabtu (14/11) nanti. Dua pertandingan ujicoba dalam minggu sangat penting karena keduanya adalah tim tangguh
Suimin Umumkan Nama Pemain
Daftar pemain yang bakal enyah dari skuad PSMS sudah tersimpan rapi di dalam catatan Suimin Diharja sang arsitek. Hari ini, nama pemain yang bakal didepak akan diumumkan.
Sebenarnya Jumat malam, manajemen dan jajaran pelatih sudah menggelar rapat. Namun, mereka masih bungkam mengenai siapa saja yang bakal didepak. Jumlahnya pun masih dirahasiakan dengan alasan menanti keputusan hasil rapat.
“Segala seuatu mengenai degradasi-promosi pemain masih akan kita rapatkan dengan manajemen. Tapi yang jelas secepatnya akan kita umumkan,” bilang Suimin sebelum latihan di Stadion Kebun Bunga, Jumat (6/11).
Sejatinya, nama pemain yang terancam depak sebenarnya sudah terlihat. Namun lagi-lagi hal itu hanya menjadi terkaan tanpa jawaban pasti. Yang ada, pemain mulai berdebar, sama halnya dengan pendukung PSMS yang sehari-hari setia menyaksikan PSMS berlatih. Setiap waktu, para fans selalu bertanya siapa yang bakal didepak. Pertanyaan yang masih menyisakan rasa penasaran yang teramat dalam. Bahkan tak jarang mereka menerka-nerka.
“Pencoretan pemain kalau memang demi kebutuhan tim, saya rasa wajar. Makanya kami juga penasaran siapa yang bakal keluar,” bilang Johan fans PSMS yang tak pernah absen menonton PSMS latihan sejak 2002 lalu.
Di balik sistem promosi-degradasi ini, nada-nada sumbang masih saja terdengar. Beberapa pihak dikabarkan tidak senang dengan keputusan wasit yang mengganggap kepetusan pelatih keliru.
Menanggapi hal itu, Hendra DS, manajer PSMS bilang bahwa pada dasarnya pihaknya tetap mendukung pelatih asalkan, memang menyangkut kebutuhan tim. “Selama itu baik untuk tim kita akan mendukung. Selanjutnya, segala keputusan juga akan disesuaikan dengan kemampuan, baik itu soal dana dan lainnya,” kata Hendra belum lama ini.
Nah, untuk mendegrasikan pemain, sudah barang tentu akan ada pemain yang promosi. Dalam hal ini dua nama mencuat. Mereka adalah Edu Juanda dan Ariel Guiteres. Jumlah itu masih bisa bertambah atau malah berkurang. sistem pencatutan nama keduanya kalau mau berkostum Kinantan adalah menerima kontrak dengan sistem oper kontrak. Maksudnya, pemain yang bakal masuk harus melanjutkan sisa kontrak yang pernah diterima pemain yang lebih dulu menerima kontrak. Namun, penyesuaian masih mungkin dilakukan.
“Jadi, pemain yang mau masuk ini kan kalau diibaratkan kendaraan, mereka kendaraan yang sedikit lebih mahal. Sedangkan yang keluar adalah kendaraan yang murah. Nah, penyesuaian inilah yang akan dibicarakan, baik kepada pemain bersangkutan maupun kepada manajemen,” terang Suimin.
Pemberitahuan awal, Suimin bilang sudah bicara ke pemain soal oper kontrak ini. Dan didapati jawaban secara lisan yang menyebutkan kalau pemain mau menjalani sisa kontrak pemain yang sudah lebih dulu menerima kontrak
Sebenarnya Jumat malam, manajemen dan jajaran pelatih sudah menggelar rapat. Namun, mereka masih bungkam mengenai siapa saja yang bakal didepak. Jumlahnya pun masih dirahasiakan dengan alasan menanti keputusan hasil rapat.
“Segala seuatu mengenai degradasi-promosi pemain masih akan kita rapatkan dengan manajemen. Tapi yang jelas secepatnya akan kita umumkan,” bilang Suimin sebelum latihan di Stadion Kebun Bunga, Jumat (6/11).
Sejatinya, nama pemain yang terancam depak sebenarnya sudah terlihat. Namun lagi-lagi hal itu hanya menjadi terkaan tanpa jawaban pasti. Yang ada, pemain mulai berdebar, sama halnya dengan pendukung PSMS yang sehari-hari setia menyaksikan PSMS berlatih. Setiap waktu, para fans selalu bertanya siapa yang bakal didepak. Pertanyaan yang masih menyisakan rasa penasaran yang teramat dalam. Bahkan tak jarang mereka menerka-nerka.
“Pencoretan pemain kalau memang demi kebutuhan tim, saya rasa wajar. Makanya kami juga penasaran siapa yang bakal keluar,” bilang Johan fans PSMS yang tak pernah absen menonton PSMS latihan sejak 2002 lalu.
Di balik sistem promosi-degradasi ini, nada-nada sumbang masih saja terdengar. Beberapa pihak dikabarkan tidak senang dengan keputusan wasit yang mengganggap kepetusan pelatih keliru.
Menanggapi hal itu, Hendra DS, manajer PSMS bilang bahwa pada dasarnya pihaknya tetap mendukung pelatih asalkan, memang menyangkut kebutuhan tim. “Selama itu baik untuk tim kita akan mendukung. Selanjutnya, segala keputusan juga akan disesuaikan dengan kemampuan, baik itu soal dana dan lainnya,” kata Hendra belum lama ini.
Nah, untuk mendegrasikan pemain, sudah barang tentu akan ada pemain yang promosi. Dalam hal ini dua nama mencuat. Mereka adalah Edu Juanda dan Ariel Guiteres. Jumlah itu masih bisa bertambah atau malah berkurang. sistem pencatutan nama keduanya kalau mau berkostum Kinantan adalah menerima kontrak dengan sistem oper kontrak. Maksudnya, pemain yang bakal masuk harus melanjutkan sisa kontrak yang pernah diterima pemain yang lebih dulu menerima kontrak. Namun, penyesuaian masih mungkin dilakukan.
“Jadi, pemain yang mau masuk ini kan kalau diibaratkan kendaraan, mereka kendaraan yang sedikit lebih mahal. Sedangkan yang keluar adalah kendaraan yang murah. Nah, penyesuaian inilah yang akan dibicarakan, baik kepada pemain bersangkutan maupun kepada manajemen,” terang Suimin.
Pemberitahuan awal, Suimin bilang sudah bicara ke pemain soal oper kontrak ini. Dan didapati jawaban secara lisan yang menyebutkan kalau pemain mau menjalani sisa kontrak pemain yang sudah lebih dulu menerima kontrak
Bentuk Gaya Rap-rap
MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.
Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.
Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.
Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.
Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.
”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.
Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin
Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.
Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.
Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.
Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.
”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.
Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin
Bentuk Gaya Rap-rap
MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.
Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.
Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.
Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.
Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.
”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.
Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin
Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.
Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.
Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.
Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.
”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.
Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin
Tantang BTN, Tolak Tawaran Persiraja
BERHUBUNG kompetisi semakin dekat, PSMS pun menambah jumlah uji cobanya. Berkaitan dengan agenda itu, satu lagi klub asal NAD, Persiraja Banda Aceh ingin juga mengetes kemampuan Ayam Kinantan. Tapi hal itu masih dipertimbangkan, karena jadwal uji coba PSMS sudah cukup ketat dengan waktu yang berdekatan.
Hari ini, dijadwalkan PSMS akan menjamu skuad Bank Tabungan Negara (BTN) di Stadion Kebun Bunga. Kemudian, 11 November, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga kontra peserta Divisi Utama pula yakni PSAP Sigli. Kemudian pada 14 November, PSMS harus meladeni gempuran Penang FC klub Liga Super Malaysia.
Di saat jadwal padat, kemarin datang lagi utusan dari Persiraja yang menyampaikan undangan uji coba. Hal itu lantas ditolak secara halus oleh Suimin Diharja arsitek tim. Menurutnya, jadwal uji coba yang terlalu padat dan waktunya berdekatan bisa membahayakan kondisi pemain.
“Sepertinya kita tidak bisa meladeni semua undangan ujicoba. Karena jadwal sudah padat, dan kompetisi sudah mau bergulir,” kata Suimin kemarin.
Apalagi, Persiraja mengharapkan PSMS untuk bertanding tanggal 9 November mendatang, atau hanya selisih dua hari sesudah uji coba kontra BTN dan dua hari sebelum meladeni PSAP Sigli. Menurut Suimin, egoisme tim untuk menang, cenderung terjadi pada laga uji coba yang mempertemukan lawan satu kompetisi plus melawan klub luar negeri. “Jadwal cukup padat, apalagi tim lawan kita nanti cukup berat, jadi kalau ditambah dengan Persiraja, saya takut pemain cedera, dan saya tak mau ambil resiko,” katanya.
“Kita tidak mau dengar umpatan dan cemoohan oknum-oknum tertentu yang bilang macam-macam kalau seandainya kita setujui harapan Persiraja, apalagi kita juga nggak mengharapkan pengurus gusar kalau nanti ada beberapa pemain yang bakal cedera dan tidak bisa main di Divisi Utama padahal sudah dibayar cukup besar,” pungkas Suimin.
Hari ini, dijadwalkan PSMS akan menjamu skuad Bank Tabungan Negara (BTN) di Stadion Kebun Bunga. Kemudian, 11 November, PSMS dijadwalkan akan melakoni laga kontra peserta Divisi Utama pula yakni PSAP Sigli. Kemudian pada 14 November, PSMS harus meladeni gempuran Penang FC klub Liga Super Malaysia.
Di saat jadwal padat, kemarin datang lagi utusan dari Persiraja yang menyampaikan undangan uji coba. Hal itu lantas ditolak secara halus oleh Suimin Diharja arsitek tim. Menurutnya, jadwal uji coba yang terlalu padat dan waktunya berdekatan bisa membahayakan kondisi pemain.
“Sepertinya kita tidak bisa meladeni semua undangan ujicoba. Karena jadwal sudah padat, dan kompetisi sudah mau bergulir,” kata Suimin kemarin.
Apalagi, Persiraja mengharapkan PSMS untuk bertanding tanggal 9 November mendatang, atau hanya selisih dua hari sesudah uji coba kontra BTN dan dua hari sebelum meladeni PSAP Sigli. Menurut Suimin, egoisme tim untuk menang, cenderung terjadi pada laga uji coba yang mempertemukan lawan satu kompetisi plus melawan klub luar negeri. “Jadwal cukup padat, apalagi tim lawan kita nanti cukup berat, jadi kalau ditambah dengan Persiraja, saya takut pemain cedera, dan saya tak mau ambil resiko,” katanya.
“Kita tidak mau dengar umpatan dan cemoohan oknum-oknum tertentu yang bilang macam-macam kalau seandainya kita setujui harapan Persiraja, apalagi kita juga nggak mengharapkan pengurus gusar kalau nanti ada beberapa pemain yang bakal cedera dan tidak bisa main di Divisi Utama padahal sudah dibayar cukup besar,” pungkas Suimin.
PSMS Jago Uji Coba
PSMS musim ini tampaknya bisa mendapat predikat baru sebagai tim yang jago uji coba. Bagaimana tidak, selama uji coba yang pernah digelar, PSMS tidak pernah kalah. Yang terbaru, Afan Lubis dkk malah membantai Bank Tabungan Negara (BTN) FC, 8-0, di Stadion Kebun Bunga, Sabtu (7/11).
Hasil ini tentunya membusungkan dada pengurus, pelatih, dan pemain PSMS. Namun, tolak ukur kemampuan PSMS sesungguhnya baru bisa dibuktikan dalam partai uji coba selanjutnya melawan PSAP Sigli atau Penang FC.
Ya, meski dalam uji coba, BTN bukanlah lawan yang setara. Pemain PSMS bisa begitu leluasa bermain dan berekspresi. Maka, jangan heran kalau Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek berhasil mencetak empat gol pada laga itu.
Pada babak pertama, Nyeck mengemas dua gol lewat umpan Faisal Azmi dan satu gol lainnya dikemas berkat cerobohnya lini belakang BTN. Tak lama Jecky Pasarela gantian mendapatkan kesempatan mencetak gol. Di babak pertama, PSMS unggul 3-0.
Usai jeda, PSMS masih buas. Terlihat betul laga itu tak seimbang. Begitupun, Ayam Kinantan masih kerap kehilangan kans menambah gol. Beberapa kesalahan tak perlu kerap diperagakan pemain.
Syukurnya PSMS masih bisa membuat gol. Nyeck Nyobe menambah dua gol lagi di babak kedua. Seakan tak mau kalah dengan Nyobe, Jecky yang sejatinya striker pun menambah pundi golnya.
Tak tanggung-tanggung, tiga gol dilesakkan pemain ini. Skor 8-0 bertahan hingga laga usai. Kemenangan versus BTN itu merupakan rekor kemenangan terbesar plus menambah daftar belum terkalahkannya PSMS di sepanjang uji coba.
Uji coba kemarin juga menghasilkan kartu merah perdana yang tercatat atas nama Maulana bek PSMS. Memang, aroma rap-rap mulai terlihat pada laga itu memasuki babak kedua. Entah emosi atau letih, awalnya BTN yang bermain cukup keras di babak pertama. Afan Lubis dan Ariel sempat merasakan kerasnya laga sehingga sempat menyibukkan dokter tim.
“Uji coba yang dilakoni ke depannya, memfokuskan kepada keserasian antarlini. Mencakup pembentukan karakter tim,” bilang Suimin usai laga.
Sayang, usai laga Suimin belum juga mengumumkan nama pemain yang dicoret. “Sudah ada namanya. Sabarlah, masih kita perbaiki kontraknya. Senin nanti (9/11) pasti kita umumkan,” jelas Suimin.
Pada saat bersamaan, Aritonang mantan manajer PSMS pada 2000-an menyatakan bahwa skuad PSMS tidak boleh besar kepala dahulu dengan kemenangan ini. “Intinya harus terus mengasah kemampuan dan profesionalitas. Menang di uji coba bukan jaminan. Setidaknya kalau mau mengukur kemampuan, melawan PSAP nanti bisa sedikit jadi acuan kekuatan PSMS,” beber manajer yang dua kali mengantarkan PSMS ke delapan besar Divisi Utama, dan dua kali semifinal itu.
Hasil ini tentunya membusungkan dada pengurus, pelatih, dan pemain PSMS. Namun, tolak ukur kemampuan PSMS sesungguhnya baru bisa dibuktikan dalam partai uji coba selanjutnya melawan PSAP Sigli atau Penang FC.
Ya, meski dalam uji coba, BTN bukanlah lawan yang setara. Pemain PSMS bisa begitu leluasa bermain dan berekspresi. Maka, jangan heran kalau Nyeck Nyobe yang seharusnya berposisi sebagai bek berhasil mencetak empat gol pada laga itu.
Pada babak pertama, Nyeck mengemas dua gol lewat umpan Faisal Azmi dan satu gol lainnya dikemas berkat cerobohnya lini belakang BTN. Tak lama Jecky Pasarela gantian mendapatkan kesempatan mencetak gol. Di babak pertama, PSMS unggul 3-0.
Usai jeda, PSMS masih buas. Terlihat betul laga itu tak seimbang. Begitupun, Ayam Kinantan masih kerap kehilangan kans menambah gol. Beberapa kesalahan tak perlu kerap diperagakan pemain.
Syukurnya PSMS masih bisa membuat gol. Nyeck Nyobe menambah dua gol lagi di babak kedua. Seakan tak mau kalah dengan Nyobe, Jecky yang sejatinya striker pun menambah pundi golnya.
Tak tanggung-tanggung, tiga gol dilesakkan pemain ini. Skor 8-0 bertahan hingga laga usai. Kemenangan versus BTN itu merupakan rekor kemenangan terbesar plus menambah daftar belum terkalahkannya PSMS di sepanjang uji coba.
Uji coba kemarin juga menghasilkan kartu merah perdana yang tercatat atas nama Maulana bek PSMS. Memang, aroma rap-rap mulai terlihat pada laga itu memasuki babak kedua. Entah emosi atau letih, awalnya BTN yang bermain cukup keras di babak pertama. Afan Lubis dan Ariel sempat merasakan kerasnya laga sehingga sempat menyibukkan dokter tim.
“Uji coba yang dilakoni ke depannya, memfokuskan kepada keserasian antarlini. Mencakup pembentukan karakter tim,” bilang Suimin usai laga.
Sayang, usai laga Suimin belum juga mengumumkan nama pemain yang dicoret. “Sudah ada namanya. Sabarlah, masih kita perbaiki kontraknya. Senin nanti (9/11) pasti kita umumkan,” jelas Suimin.
Pada saat bersamaan, Aritonang mantan manajer PSMS pada 2000-an menyatakan bahwa skuad PSMS tidak boleh besar kepala dahulu dengan kemenangan ini. “Intinya harus terus mengasah kemampuan dan profesionalitas. Menang di uji coba bukan jaminan. Setidaknya kalau mau mengukur kemampuan, melawan PSAP nanti bisa sedikit jadi acuan kekuatan PSMS,” beber manajer yang dua kali mengantarkan PSMS ke delapan besar Divisi Utama, dan dua kali semifinal itu.
Saturday, November 7, 2009
Bentuk Gaya Rap-rap
MEDAN-Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja, sudah mulai membentuk kerangka tim untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama nanti. Ada ciri khas permainan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini, yakni, gaya bermain rap-rap (hajar terus-Red)). “Saya berharap, tim ini bisa memainkan pola bermain cepat dengan umpan-umpan pendek saja. Secara tak langsung, gaya bermain seperti itu merupakan ciri utama rap-rap. Tinggal dibumbui sedikit mental dan semangat keras pasti jadi,” kata Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (5/11) kemarin.
Nah, dalam periode satu pekan ke depan latihan akan terfokus mencipta style of play ini. Utamanya dalam satu tim. Maka itu Suimin mengharapkan kepada seluruh pemain mampu mengadopsi gaya permainan yang diinginkannya.
Inspiras atas minimnya skill mumpuni, Suimin berharap kepada skuad PSMS mampu menunjukan gaya bermain dengan umpan-umpan pendek dan cepat. Gaya ini sebenarnya biasa diadopsi klub-klub di Liga Inggris.
Bila ditilik, masih banyak pemain yang kehilangan dalam mengontrol bola. Maka sulit memainkan skema permainan manis dengan peran utamanya pemain yang berposisi sebagai winger. Maka itu, gaya bermain cepat dengan umpan satu-dua menjadi pilihan Suimin, yang sebenarnya kalau diaplikasikan dengan baik oleh pemain akan menghasilkan permainan ciamik.
Untuk itu ruh permainan wajib dicari. Dengan masuknya Edu Juanda meski baru berstatus seleksi, pilihan sudah terlihat. Edu akan ditemani Afan Lubis yang akan diplot sebagai jenderal lini tengah. Arah dan pola serangan, mereka berdualah yang akan menentukan.
Menarik memang untuk didalami. Gaya rap-rap PSMS yang sempat pudar belakangan ini bisa kembali dibangkitkan. Catatan akan hal itu masih melekat di sosok Edu Juanda. Kalau pemain mungil ini jadi masuk skuad, rap-rap pun bisa kembali dihidupkan. Pada masa jayanya, Edu termasuk pemain yang turut serta menyemarakkan rap-rap.
”Edu dan Afan pemain penting di lini tengah. Maka itu, harapan saya adalah memuluskan langkah Edu bermain di PSMS musim ini. Dan saya berharap tidak ada lagi rintangan. Semuanya demi kebaikan tim ini,” lanjut Suimin.
Sementara pengumuman akan adanya degradasi-promosi pemain, tampaknya belum bakal terlaksana. Dikatakan Suimin, hal itu akan diutarakan begitu sinyal gajian diterima. Sejauh ini, skuad masih menanti gaji yang sedang diurus administrasinya. “Jadi, begitu kita ketahui besok gajian, maka malamnya saya akan rapat dengan manajemen tim. Kalau seandainya Ketua Umum mau ikut dalam rapat itu akan lebih bagus.
Karena pada pengumuman itu ke manajemen, saya akan presentasikan keputusan yang dibuat jajaran pelatih. Jadi semuanya terbuka dan tanpa intervensi,” pungkas Suimin.
Suimin Mulai Puas
Beberapa bulan lalu, ketika PSMS menjadi awal-awal pembentukan Suimin Diharja-arsitek tim sempat menyebut kalau dirinya letih. Sebagai pelatih yang bisa dikatakan masuk jajaran lima besar pelatih top tanah air, ternyata bisa juga mengalami tingkat stressing yang cukup parah.
Bahkan saat tim nyaris terbentuk beberapa pekan lalu, Suimin sempat berujar di sisi lapangan Stadion Kebun Bunga bahwa tugas menangani PSMS, merupakan pucak dari rasa letihnya sebagai pelatih. ”Betul, capek kali. Inilah capek yang paling parah sejak saya melatih,” katanya waktu itu.
Itu dulu. Kini, Suimin mulai tersenyum. Meski tidak sering-sering, karena umpatan dan instruksi dengan nada keras kepada pemain masih sering juga dilontarkannya. Artinya, sedikit kemajuan sudah mulai terlihat. “Sekarang sudah mulai tenang. Walau belum 100 persen, setidaknya pemain mulai paham akan latihan yang selama ini diberikan. Hal itu cukup melegakan saya,” kata Suimin. Buktinya mulai nyata. Dalam belasan kali ujicoba yang sudah digelar, PSMS belum kandas sekalipun. Meskipun masih banyak nada-nada bertanya, kenapa melawan tim kecil PSMS belum mampu mencuri gol dengan jumlah besar. Semua itu tentu ada alasannya, yang nantinya bakal terungkap
Wednesday, November 4, 2009
Tekad ke ISL bulat
Tekad PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.
Dzulmi Edlin, ketua umum PSMS sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Terutama dari sektor kualitas.
“Setelah melalui perbincangan yang panjang, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” ujar Hendra mewakili Dzulmi.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tapi tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Bahkan Ketum berencana untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi, Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak, dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Hal ini terkait dengan sistem promosi-degradasi yang dilancarkan Suimin Diharja -arsitek PSMS. Dengan rencana itu, ada beberapa pemain yang duduk di daftar tunggu. Seandainya ada pemain yang dicoret karena dianggap tak bermutu, maka akan segera ada gantinya. Dan pemain yang duduk di daftar tunggu itu rata-rata pemain yang awalnya sempat seleksi pembentukan skuad PSMS tahap pertama di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Nah, itulah yang akan disoroti bersama
Dzulmi Edlin, ketua umum PSMS sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Terutama dari sektor kualitas.
“Setelah melalui perbincangan yang panjang, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” ujar Hendra mewakili Dzulmi.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tapi tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Bahkan Ketum berencana untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi, Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak, dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Hal ini terkait dengan sistem promosi-degradasi yang dilancarkan Suimin Diharja -arsitek PSMS. Dengan rencana itu, ada beberapa pemain yang duduk di daftar tunggu. Seandainya ada pemain yang dicoret karena dianggap tak bermutu, maka akan segera ada gantinya. Dan pemain yang duduk di daftar tunggu itu rata-rata pemain yang awalnya sempat seleksi pembentukan skuad PSMS tahap pertama di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Nah, itulah yang akan disoroti bersama
Lampu hijau Edu, Ariel

PT Liga Indonesia (LI) memberi lampu hijau kepada dua calon pemain PSMS, Edu Juanda dan Ariel Gutieres, masuk skuad tim asuhan pelatih Suimin Dihardja tampil di Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 yang dijadwalkan 25 November mendatang.
Menurut keterangan yang diperoleh Waspada, Selasa, Direkur PT LI Joko Driyono kepada manajemen PSMS memberi harapan bagi status dua gelandang yang tengah mengikuti seleksi itu.
Kendati begitu, PT LI mengisyaratkan masuknya Ariel dan Edu yang nasibnya masih menggantung akan menyebabkan dua pemain yang sudah didaftar berkurang. Di samping itu, keduanya belum bisa memperkuat PSMS di laga pertama nanti.
Kepastian itu didapat, setelah seorang ofisial menanyakan langsung perihal kemungkinan bisa tidaknya PSMS melakukan penggantian pemain. “Direktur PT LI bilang tidak ada masalah, yang jelas minimal dua pemain dicoret sebagai ganti masuknya Edu dan Ariel,” lanjut sumber.
Itu berarti, meski belum mendapat restu dari manajemen, harapan Suimin memperkuat lini tengah juga terbuka karena sebelumnya beredar kabar tidak boleh ada revisi ke-23 pemain yang sudah didaftar.
"Meski belum tentu manajemen atau Ketua Umum mengizinkan, yang jelas PT LI sudah memberi jalan. Kini tinggal memberi masukan kepada manajemen tentang betapa besarnya kekuatan bertambah dengan kehadiran kedua pemain tersebut,” jelas Suimin.
Suimin juga membeberkan, Edu dan Ariel menambah warna ritme permainan PSMS. Selain itu, peran gelandang bertahan (Edu) dan gelandang menyerang (Ariel) tersebut cukup vital di tim dan menjadi motor daya dobrak tim.
Terkait riwayat cedera Edu, Suimin menilai bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. “Kalau saya lihat, Edu mampu mengikuti latihan fisik yang diberikan Nimrot (pelatih fisik PSMS),” jelas Suimin lagi.
Pembagian Grup Divisi Utama:
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSDS Deli Serdang, PSAP Sigli, PSSB Bireuen, PSMS Medan, Semen Padang, Persires Rengat, Persih Tembilahan, Persita Tangerang, Persikabo Bogor, Persipasi, PS Banyuasin.
Grup 2: Persikad, Persikota, Persikab Bandung, Persis Solo, Gresik United, Persidafon, PSIS Semarang, PPSM Sakti Magelang, PS Deltras Sidoarjo, PS Mitra Kukar, PS Pro Duta (Sleman) dan Persiba Bantul.
Grup 3: PSIR Rembang, Persiku Kudus, PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persigo Gorontalo, Persibom Bolmong, PS Mojokerto Putra, Persibo Bojonegoro, Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, PSBI Blitar dan Persipro Probolinggo
Kans Edu Tipis
MEDAN- Tampil mengesankan selama seleksi, tak menjamin tempat untuk Edu Juanda. Mantan gelandang Timnas SEA Games 2001 itu, harus bersabar dan membuktikan bahwa dia layak berkostum PSMS. Untuk Divisi Utama, kuota pemain setiap klub yang wajib didaftarkan ke PT Liga Indonesia hanya 23 pemain. Dan PSMS sudah mendaftarkan 23 pemainnya, termasuk dua pemain asing Osas Saha dan Nyeck Nyobe. Dengan begitu, peluang bagi Edu Juanda untuk masuk skuad Ayam Kinantan semakin terjepit.
Kalaupun ada peluang bagi Edu untuk membela PSMS, itu baru akan terjadi untuk putaran kedua Divisi Utama. Atau paling cepat Januari mendatang. Dalam draft peraturan mengenai pendaftaran pemain yang di-fax-kan PT LI ke PSMS, dijelaskan pendaftaran pemain terakhir sampai 15 Desember. Tidak dijelaskan mengenai penambahan atau pengurangan pemain.
Secara teori, kans Edu memang masih ada, namun sangat tipis. Itu bila dilihat dari sistem penerapkan promosi-degradasi yang dilakukan arsitek PSMS, Suimin Diharja. Artinya, bisa saja pemain dicoret karena prestasinya anjlok. Konsekwensi dari mencoret pemain, tentu saja harus ada penggantinya agar kuota tetap cukup. Nah, di sinilah celah bagi Edu untuk masuk skuad. Lantas, apakah PT LI akan setuju?
Nah, ini dia yang belum ada jawabannya. Hendra DS manajer PSMS yang ditanyai akan hal itu kemarin, mengaku tidak tahu menahu akan peraturan tersebut. “Sejauh ini, PT LI baru menerangkan seputar pendaftaran pemain. Jadi peluang untuk Edu sebenarnya tidak memungkinkan lagi. Karena kita sudah daftarkan 23 pemain sesuai kuota yang ditetapkan,” beber Hendra. “Kalau pun mungkin, paling tidak Edu harus menanti hingga transfer selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” lanjut Hendra.
Pada dasarnya, manajemen sebenarnya masih khawatir mengenai riwayat cedera Edu Juanda yang sempat mengharuskan pemain asli Medan ini istirahat total selama 3 tahun. Saat membela Persebaya, Edu memang sempat mengalami cedera lutut parah.
Menariknya, selama seleksi di PSMS beberapa pekan belakangan, Edu seolah tak pernah merasakan cedera. Puncak penampilan apiknya dibuktikan saat PSMS ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini. Dia sukses mengemban peran sebagai motor lini tengah PSMS bersama Afan Lubis.
Maka itu, Suimin tertarik untuk mempekerjakan Edu di lini tengah PSMS. “Edu masih punya kelebihan sebagai geladang. Dia punya umpan-umpan terukur yang bisa memanjakan lini depan PSMS. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajukan namanya ke manajamen untuk dikontrak,” bilang Suimin.
Kalaupun ada peluang bagi Edu untuk membela PSMS, itu baru akan terjadi untuk putaran kedua Divisi Utama. Atau paling cepat Januari mendatang. Dalam draft peraturan mengenai pendaftaran pemain yang di-fax-kan PT LI ke PSMS, dijelaskan pendaftaran pemain terakhir sampai 15 Desember. Tidak dijelaskan mengenai penambahan atau pengurangan pemain.
Secara teori, kans Edu memang masih ada, namun sangat tipis. Itu bila dilihat dari sistem penerapkan promosi-degradasi yang dilakukan arsitek PSMS, Suimin Diharja. Artinya, bisa saja pemain dicoret karena prestasinya anjlok. Konsekwensi dari mencoret pemain, tentu saja harus ada penggantinya agar kuota tetap cukup. Nah, di sinilah celah bagi Edu untuk masuk skuad. Lantas, apakah PT LI akan setuju?
Nah, ini dia yang belum ada jawabannya. Hendra DS manajer PSMS yang ditanyai akan hal itu kemarin, mengaku tidak tahu menahu akan peraturan tersebut. “Sejauh ini, PT LI baru menerangkan seputar pendaftaran pemain. Jadi peluang untuk Edu sebenarnya tidak memungkinkan lagi. Karena kita sudah daftarkan 23 pemain sesuai kuota yang ditetapkan,” beber Hendra. “Kalau pun mungkin, paling tidak Edu harus menanti hingga transfer selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” lanjut Hendra.
Pada dasarnya, manajemen sebenarnya masih khawatir mengenai riwayat cedera Edu Juanda yang sempat mengharuskan pemain asli Medan ini istirahat total selama 3 tahun. Saat membela Persebaya, Edu memang sempat mengalami cedera lutut parah.
Menariknya, selama seleksi di PSMS beberapa pekan belakangan, Edu seolah tak pernah merasakan cedera. Puncak penampilan apiknya dibuktikan saat PSMS ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini. Dia sukses mengemban peran sebagai motor lini tengah PSMS bersama Afan Lubis.
Maka itu, Suimin tertarik untuk mempekerjakan Edu di lini tengah PSMS. “Edu masih punya kelebihan sebagai geladang. Dia punya umpan-umpan terukur yang bisa memanjakan lini depan PSMS. Kalau memang memungkinkan, saya ingin mengajukan namanya ke manajamen untuk dikontrak,” bilang Suimin.
Reposisi Ala Suimin
Sejak menjatuhkan pilihan menjadi pelatih profesional, Suimin Diharja arsitek PSMS musim ini bisa dibilang penuh kejutan. Itu bisa diingat saat Suimin memutuskan hengkang dari PSMS dan berlabuh ke PSPS beberapa tahun lalu. Padahal, selama mengarsiteki PSMS, Suimin berhasil mengembalikan nama besar PSMS yang ketika itu dalam keterpurukan.
Nah, di PSMS musim ini akankan Suimin mengulang prestasi-prestasinya itu ? Meski belum dapat diketahui saat ini, tapi tampaknya Suimin sudah mulai memperlihatkan pemain yang bakal bersinar. Di lini depan, ada nama Jecky Pasarela yang sepanjang ujicoba selalu mencetak gol. Satu lagi ada juga A Kamil Sembiring pemain paling bungsu alias paling muda di jajaran skuad PSMS musim ini. Meski masih labil, Kamil dianggap punya potensi yang bisa membesarkan namanya kelak.
Di tengah, ada Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko hingga Afan Lubis yang sinarnya tampaknya akan kembali terang musim ini. Di bawah, Suimin berani menggembleng pemain yang belum pernah tampil di Divisi Utama bernama Rachi Kumar. Pemain berdarah Tamil ini dimagangkan di PSMS dan berpeluang masuk skuad utama kalau menunjukkan grafik peningkatan kualitas. Di bawah mistar pun demikian, ada nama Irwin Ramadana dan Delli Sulistya yang masih muda dibandingkan kiper senior saat ini, M Halim dan Sony Gunawan.
Menariknya lagi, dalam upaya memunculkan pemain, Suimin masih mengandalkan gaya reposisi alias geser-geser posisi. Yang teranyar, Faisal Azmi. Pemain gondrong yang sejatinya pemain tengah, bisa jadi gelandang serang dan bisa juga bertahan.
Namun, pada ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini, secara mengejutkan Faisal diplot sebagai bek kanan tampil apik dan mencetak satu gol . Tak hanya sekali itu, hingga sesi latihan kemarin Faisal masih berpos sebagai wing bek kanan.
“Ini namanya reposisi. Kalau memungkinkan posisi baru bagi pemain malah menguntungkan,” terang Suimin.
Lantas apa kata pemain yang direposisi? “Awalnya sudah pasti merengut. Tapi kalau ternyata posisi itu bagus, gantian mereka gak mau dipindah-pindah lagi,” lanjut Suimin
Nah, di PSMS musim ini akankan Suimin mengulang prestasi-prestasinya itu ? Meski belum dapat diketahui saat ini, tapi tampaknya Suimin sudah mulai memperlihatkan pemain yang bakal bersinar. Di lini depan, ada nama Jecky Pasarela yang sepanjang ujicoba selalu mencetak gol. Satu lagi ada juga A Kamil Sembiring pemain paling bungsu alias paling muda di jajaran skuad PSMS musim ini. Meski masih labil, Kamil dianggap punya potensi yang bisa membesarkan namanya kelak.
Di tengah, ada Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko hingga Afan Lubis yang sinarnya tampaknya akan kembali terang musim ini. Di bawah, Suimin berani menggembleng pemain yang belum pernah tampil di Divisi Utama bernama Rachi Kumar. Pemain berdarah Tamil ini dimagangkan di PSMS dan berpeluang masuk skuad utama kalau menunjukkan grafik peningkatan kualitas. Di bawah mistar pun demikian, ada nama Irwin Ramadana dan Delli Sulistya yang masih muda dibandingkan kiper senior saat ini, M Halim dan Sony Gunawan.
Menariknya lagi, dalam upaya memunculkan pemain, Suimin masih mengandalkan gaya reposisi alias geser-geser posisi. Yang teranyar, Faisal Azmi. Pemain gondrong yang sejatinya pemain tengah, bisa jadi gelandang serang dan bisa juga bertahan.
Namun, pada ujicoba kontra PSKB Binjai baru-baru ini, secara mengejutkan Faisal diplot sebagai bek kanan tampil apik dan mencetak satu gol . Tak hanya sekali itu, hingga sesi latihan kemarin Faisal masih berpos sebagai wing bek kanan.
“Ini namanya reposisi. Kalau memungkinkan posisi baru bagi pemain malah menguntungkan,” terang Suimin.
Lantas apa kata pemain yang direposisi? “Awalnya sudah pasti merengut. Tapi kalau ternyata posisi itu bagus, gantian mereka gak mau dipindah-pindah lagi,” lanjut Suimin
Ingin Habiskan Karir di PSMS
SEANDAINYA disuruh memilih klub Liga yang ada di Indonesia ini, Edu Juanda memilih PSMS. Bahkan ia rela bersabar menanti keputusan manajemen PSMS untuk merekrutnya.
Usai malang melintang ke sejumlah klub, Edu merasa ingin menghabiskan karir di klub yang membesarkan namanya itu. Gelandang mungil berusia 29 tahun itu memang punya riwayat cedera yang mengerikan. Saat berkostum Bajul Ijo julukan Persebaya, Edu sempat merasakan pahitnya cedera. Ada urat di lututnya yang putus karena Edu salah mengambil posisi saat hendak mengumpan.
Akibat cederanya itu, Edu tiga tahun harus gantung sepatu. Itu demi proses penyembuhan cederanya. Sarana pengobatan yang dipilih Edu saat itu adalah terapi. Meski lama namun tidak sia-sia.
Merasa sudah pulih, Edu pun mulai merumput kembali. Persikabo Bogor tempatnya berlabuh pada tahun 2007, bersama Suimin Diharja sebagai arsitek tim. Satu musim di sana, Edu lantas pindah ke Medan Jaya. Selama berkarir lagi sebagai pesepak bola, Edu mengaku tidak pernah kambuh. Bahkan dia masih sanggup main selama 90 menit waktu normal di setiap laganya. “Benar saya sempat cedera panjang. Dan saya maklum kalau manajemen PSMS saat ini masih meragukan hal itu. Dan karena itu pula, saya terus berusaha menunjukkan ke manajeman kalau saya masih layak dipertimbangkan,” kata Edu usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Mengenai kemungkinan bergabung bersama PSMS sangat tipis, namun Edu rela bersabar. “Saya ikhlas kalau harus menanti kepastian. Tapi dalam waktu yang saya anggap normal. Yang terpenting bagi saya saat ini, adalah menunjukkan dan menunjukkan. Kalau ada kesempatan, saya bertekad menghabiskan karir di PSMS,” lanjut Edu.
Satu pekan ikut seleksi, Edu tampaknya cukup menujukkan kalau dia memang belum habis. Umpan-umpannya masih akurat. Kemampuanya membawa alur permainan tim pun masih mumpuni. Begitupun, segala sesuatunya tergantung manajemen dan regulasi PT LI. Secara pribadi, Suimin Diharja pelatih PSMS sudah yakin untuk mengajukan nama Edu menjadi jajaran skuad. Kita lihat saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Usai malang melintang ke sejumlah klub, Edu merasa ingin menghabiskan karir di klub yang membesarkan namanya itu. Gelandang mungil berusia 29 tahun itu memang punya riwayat cedera yang mengerikan. Saat berkostum Bajul Ijo julukan Persebaya, Edu sempat merasakan pahitnya cedera. Ada urat di lututnya yang putus karena Edu salah mengambil posisi saat hendak mengumpan.
Akibat cederanya itu, Edu tiga tahun harus gantung sepatu. Itu demi proses penyembuhan cederanya. Sarana pengobatan yang dipilih Edu saat itu adalah terapi. Meski lama namun tidak sia-sia.
Merasa sudah pulih, Edu pun mulai merumput kembali. Persikabo Bogor tempatnya berlabuh pada tahun 2007, bersama Suimin Diharja sebagai arsitek tim. Satu musim di sana, Edu lantas pindah ke Medan Jaya. Selama berkarir lagi sebagai pesepak bola, Edu mengaku tidak pernah kambuh. Bahkan dia masih sanggup main selama 90 menit waktu normal di setiap laganya. “Benar saya sempat cedera panjang. Dan saya maklum kalau manajemen PSMS saat ini masih meragukan hal itu. Dan karena itu pula, saya terus berusaha menunjukkan ke manajeman kalau saya masih layak dipertimbangkan,” kata Edu usai latihan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Mengenai kemungkinan bergabung bersama PSMS sangat tipis, namun Edu rela bersabar. “Saya ikhlas kalau harus menanti kepastian. Tapi dalam waktu yang saya anggap normal. Yang terpenting bagi saya saat ini, adalah menunjukkan dan menunjukkan. Kalau ada kesempatan, saya bertekad menghabiskan karir di PSMS,” lanjut Edu.
Satu pekan ikut seleksi, Edu tampaknya cukup menujukkan kalau dia memang belum habis. Umpan-umpannya masih akurat. Kemampuanya membawa alur permainan tim pun masih mumpuni. Begitupun, segala sesuatunya tergantung manajemen dan regulasi PT LI. Secara pribadi, Suimin Diharja pelatih PSMS sudah yakin untuk mengajukan nama Edu menjadi jajaran skuad. Kita lihat saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Tuesday, November 3, 2009
Ayah Angkat Makin Dekat
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra
Nyobe dan Osas Siap Tampil
MEDAN-Kedua pemain asing PSMS, Nyeck Nyobe dan Osas Saha sudah menyepakati kontraknya dengan PSMS. Baru-baru ini, keduanya sudah meneken draf kontrak yang diajukan manajemen. Yang masih mengganjal hanyalah Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).
Dan, tanpa menunda waktu keduanya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengurus KITAS. “Kontrak pemain asing sudah beres dan tidak ada masalah. Besok (Senin, Red) mereka akan ke Jakarta untuk urusan KITAS,” beber Hendra DS manajer PSMS.
Nama keduanya pun sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI). Artinya, saat ini sudah 23 pemain PSMS yang didaftarkan. “Keduanya pun sudah tak ada masalah di PT LI. keduanya sudah bisa main asalkan KITASnya selesai diurus,” lanjut Hendra.
Sementara itu, urusan ayah angkat hingga saat ini dikatakan Hendra tidak ada masalah. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai siapa calon ayah angkat yang diharapkan berbaik hati untuk menyumbangkan dana bagi PSMS. Khususnya membiayai pemain asing. “Pada dasarnya ayah angkat tidak ada masalah. Kita tinggal tunggu saat yang tepat untuk mengumumkannya,” jelas Hendra.
Nah, terkait dengan dana, untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama, setidaknya PSMS butuh dana sebesar Rp7 miliar.
“Setelah dihitung dengan hitungan paling sedikit, PSMS butuh Rp5-7 miliar untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama,” kata Hendra.
Sejauh ini PSMS baru mendapatkan dana APBD yang diserap melalui KONI Medan tak lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itulah dibentuk tim, termasuk mengontrak dua pemain asing. Lantas, sisanya dari mana mau didapat? Beberapa waktu lalu, jajaran pengurus PSMS sempat mendatangi Gubsu Syamsul Arifin. Dari pertemuan itu, didapat dukungan dari Gubsu. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari hal tersebut.
Mencermati itu berbagai masukan diajukan sejumlah pengamat sepak bola Medan. Kemarin, Rafriandi Nasution mantan anggota dewan yang juga Ketua Badan Liga Instansi Sumut berharap agar ada keselerasan antara pengurus dan pemerintah kota. Dalam hal ini, Wali Kota Medan Rahudman Harahap Pjs diharapkan mendukung PSMS.
Dijelaskan Rafriandi, komunikasi antara wali kota dan DPRD Medan harus digelar untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan pendanaan PSMS musim ini.
“Komunikasi antara pengurus dengan wali kota dan DPRD Medan harus sinergi. Semoga ada jalan keluar untuk mendapatkan dana bagi PSMS,” kata Rafriandi.
Hal itu diutarakannya mengingat berprestasi atau tidaknya PSMS akan terkait dengan citra Kota Medan baik di mata masyarakat lokal maupun nasional. Maka itu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kemungkinan anggaran bagi PSMS yang bisa saja dialokasikan di APBD tahun mendatang. Alokasi APBD itu dikatakan Rafriandi bisa saja dalam bentuk pinjaman, hibah, atau kesepakatan lainnya yang tidak mengikat.
“Sekadar untuk menyelamatkan PSMS, tak ada salahnya mengupayakan kemungkinan alokasi dana pada perencanaan APBD 2010 mendatang. Hal ini penting, karena berkaitan dengan prestasi. Dan, memang prestasi itu ada harganya,” pungkasnya.
Dan, tanpa menunda waktu keduanya juga akan berangkat ke Jakarta untuk mengurus KITAS. “Kontrak pemain asing sudah beres dan tidak ada masalah. Besok (Senin, Red) mereka akan ke Jakarta untuk urusan KITAS,” beber Hendra DS manajer PSMS.
Nama keduanya pun sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI). Artinya, saat ini sudah 23 pemain PSMS yang didaftarkan. “Keduanya pun sudah tak ada masalah di PT LI. keduanya sudah bisa main asalkan KITASnya selesai diurus,” lanjut Hendra.
Sementara itu, urusan ayah angkat hingga saat ini dikatakan Hendra tidak ada masalah. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai siapa calon ayah angkat yang diharapkan berbaik hati untuk menyumbangkan dana bagi PSMS. Khususnya membiayai pemain asing. “Pada dasarnya ayah angkat tidak ada masalah. Kita tinggal tunggu saat yang tepat untuk mengumumkannya,” jelas Hendra.
Nah, terkait dengan dana, untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama, setidaknya PSMS butuh dana sebesar Rp7 miliar.
“Setelah dihitung dengan hitungan paling sedikit, PSMS butuh Rp5-7 miliar untuk mengarungi satu musim kompetisi di Divisi Utama,” kata Hendra.
Sejauh ini PSMS baru mendapatkan dana APBD yang diserap melalui KONI Medan tak lebih dari Rp2 miliar. Dari jumlah itulah dibentuk tim, termasuk mengontrak dua pemain asing. Lantas, sisanya dari mana mau didapat? Beberapa waktu lalu, jajaran pengurus PSMS sempat mendatangi Gubsu Syamsul Arifin. Dari pertemuan itu, didapat dukungan dari Gubsu. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari hal tersebut.
Mencermati itu berbagai masukan diajukan sejumlah pengamat sepak bola Medan. Kemarin, Rafriandi Nasution mantan anggota dewan yang juga Ketua Badan Liga Instansi Sumut berharap agar ada keselerasan antara pengurus dan pemerintah kota. Dalam hal ini, Wali Kota Medan Rahudman Harahap Pjs diharapkan mendukung PSMS.
Dijelaskan Rafriandi, komunikasi antara wali kota dan DPRD Medan harus digelar untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan pendanaan PSMS musim ini.
“Komunikasi antara pengurus dengan wali kota dan DPRD Medan harus sinergi. Semoga ada jalan keluar untuk mendapatkan dana bagi PSMS,” kata Rafriandi.
Hal itu diutarakannya mengingat berprestasi atau tidaknya PSMS akan terkait dengan citra Kota Medan baik di mata masyarakat lokal maupun nasional. Maka itu, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kemungkinan anggaran bagi PSMS yang bisa saja dialokasikan di APBD tahun mendatang. Alokasi APBD itu dikatakan Rafriandi bisa saja dalam bentuk pinjaman, hibah, atau kesepakatan lainnya yang tidak mengikat.
“Sekadar untuk menyelamatkan PSMS, tak ada salahnya mengupayakan kemungkinan alokasi dana pada perencanaan APBD 2010 mendatang. Hal ini penting, karena berkaitan dengan prestasi. Dan, memang prestasi itu ada harganya,” pungkasnya.
Monday, November 2, 2009
Ketum Diminta Turun ke Lapangan
TEKAD PSMS untuk melaju ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu musim degradasinya ke Divisi Utama, kembali digaungkan. Beberapa tindakan guna mencapai tekad itu pelan-pelan dipoles.
Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.
“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.
“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.
“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.
Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus
Dzulmi Edlin, Ketum PSMS kemarin sudah menyatakan kesepakatan akan kontrak pemain asing. Di samping itu, pemain lokal juga terus mendapatkan sorotan. Utamanya soal kualitas.
“Setelah berbincang semalam suntuk, Ketum akhirnya menyetujui kontrak pemain asing. Artinya, segala sesuatu untuk tekad kembali ke ISL musim depan memang menjadi harapan bersama,” bilang Hendra DS.
Awalnya, penggalangan dana merupakan hal utama yang diupayakan untuk mencapai tekad tersebut. Tak melulu pendanaan, kesiapan tim pun menjadi prioritas. Ada rencana Ketum untuk turut memperhatikan kondisi tim. Dalam artian, pemain yang dilaporkan pelatih akan kinerjanya selama ini, akan dievaluasi bersama oleh jajaran manajemen dan pengurus PSMS.
“Jadi Ketum juga ingin tahu pemain yang diajukan untuk dikontrak dan yang diajukan untuk dibuang. Setelah kami menerima laporan dari pelatih, hasilnya akan dimusyawarahkan bersama,” lanjutnya.
Begitupun, pengharapan lebih dari sosok Ketum juga menjadi perhatian beberapa pihak. Utamanya yang diutarakan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan. Ada harapan agar Ketum dapat meluangkan sedikit waktunya untuk hadir ke tengah-tengah skuad.
Benar, kalau sosok Ketum sejauh ini terus memantau perkembangan tim. Tetapi harapan mereka, kedekatan emosional antara Ketum dan jajaran skuad diyakini memiliki sisi positif bagi tim.
“Maunya Ketum itu menyempatkan dirinya untuk duduk bersama dengan pemain dan pelatih. Tidak perlu dijadwal, kehadirannya di tengah-tengah pemain pasti memberikan efek positif ke diri pemain itu sendiri. Karena kesan ayah dan anak lebih dibutuhkan dalam sebuah tim,” kata Nata Simangunsong pentolan SMeCK baru-baru ini.
“Beberapa klub lain juga sudah melakukan hal itu. Kedekatan antara Ketum dan pemain bisa memberikan semangat sendiri. Kan tidak ada salahnya meniru hal itu,” sambungnya.
Dikonfirmasi akan hal itu, lewat Sekretaris PSMS Agus Sariono menjelaskan, bahwa sejauh ini keinginan Ketum untuk itu selalu ada. Namun karena kesibukan dinas, maka Ketum sudah mendelegasikan beberapa pengurus untuk selalu mendampingi perkembangan tim.
“Sebenarnya porsi masing-masing pengurus sudah ada. Ketum selalu punya keinginan untuk datang dan berbaur dengan pemain. Tapi karena beberapa kesibukan, hal itu mungkin belum bisa terlaksana,” terang Agus
PSMS berharap Edu Juanda
PSMS Medan masih mengalami berbagai kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya pemain serba bisa yang akan menjadi jenderal di lapangan tengah. Hal ini ditegaskan pelatih PSMS Suimin Diharja di Medan, Minggu.
“Kita masih mencari pemain yang bisa menjadi motor serangan di lapangan tengah,” ujar Suimin yang hingga saat ini masih kesulitan menemukan pemain yang bisa menempati poisi tersebut.
Sementara ini, Suimin hanya mempunyai pilihan kepada M Affan Lubis, Edu Juanda dan Ariel Guiterres kendati nasibnya belum jelas. Kuota pemain asing untuk Divisi Utama belum dikeluarkan BLI, jadi posisi Ariel belum bisa dipastikan.
PSMS sendiri baru mengontrak dua pemain asing, yakni Nyeck Nyobe dan Osas Saha. “Kalau kuota pemain asing menjadi tiga, maka kita akan mengambil Ariel. Kalau dua, kita terpaksa hanya mengandalkan Nyeck dan Osas,” tandasnya.
Untuk menutup kelemahan di lini tengah, Suimin berharap kepada pemain senior Edu Juanda yang saat ini terus melakukan seleksi. Edu adalah pemain tengah yang menjadi motor serangan bagi PSMS beberapa tahun lalu sebelum pindah ke PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor.
“Edu mempunyai kemampuan komplit menjadi seorang jenderal lapangan tengah,” terangnya. Sebagai mantan pemain nasional memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Malaysia, Edu sarat pengalaman di kancah sepakbola nasional.
Namun, Suimin menyayangkan dengan cedera yang sering menerpa Edu. Menurutnya, pemain seperti Edu jarang bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pemain lokal. Ditambahkan Suimin, Edu akan lebih bagus dari Syamsul Chairuddin (PSM Makassar) dan Handoyo (Persik Kediri) bila dalam kondisi fit.
“Syamsul adalah pemain yang bisa berlari sepanjang pertandingan, tapi tidak mempunyai skill dan umpan yang bagus. Begitu juga Handoyo bisa menjadi motor serangan, tapi kurang bagus dalam urusan umpan. Nah, Edu mempunyai kelebihan kedua-duanya,” tegas Suimin lagi
“Kita masih mencari pemain yang bisa menjadi motor serangan di lapangan tengah,” ujar Suimin yang hingga saat ini masih kesulitan menemukan pemain yang bisa menempati poisi tersebut.
Sementara ini, Suimin hanya mempunyai pilihan kepada M Affan Lubis, Edu Juanda dan Ariel Guiterres kendati nasibnya belum jelas. Kuota pemain asing untuk Divisi Utama belum dikeluarkan BLI, jadi posisi Ariel belum bisa dipastikan.
PSMS sendiri baru mengontrak dua pemain asing, yakni Nyeck Nyobe dan Osas Saha. “Kalau kuota pemain asing menjadi tiga, maka kita akan mengambil Ariel. Kalau dua, kita terpaksa hanya mengandalkan Nyeck dan Osas,” tandasnya.
Untuk menutup kelemahan di lini tengah, Suimin berharap kepada pemain senior Edu Juanda yang saat ini terus melakukan seleksi. Edu adalah pemain tengah yang menjadi motor serangan bagi PSMS beberapa tahun lalu sebelum pindah ke PSPS Pekanbaru dan Persikabo Bogor.
“Edu mempunyai kemampuan komplit menjadi seorang jenderal lapangan tengah,” terangnya. Sebagai mantan pemain nasional memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Malaysia, Edu sarat pengalaman di kancah sepakbola nasional.
Namun, Suimin menyayangkan dengan cedera yang sering menerpa Edu. Menurutnya, pemain seperti Edu jarang bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pemain lokal. Ditambahkan Suimin, Edu akan lebih bagus dari Syamsul Chairuddin (PSM Makassar) dan Handoyo (Persik Kediri) bila dalam kondisi fit.
“Syamsul adalah pemain yang bisa berlari sepanjang pertandingan, tapi tidak mempunyai skill dan umpan yang bagus. Begitu juga Handoyo bisa menjadi motor serangan, tapi kurang bagus dalam urusan umpan. Nah, Edu mempunyai kelebihan kedua-duanya,” tegas Suimin lagi
Kontrak Legiun Asing PSMS Beres
Satu demi satu masalah di tubuh PSMS tampaknya mulai berguguran. Yang terbaru, kepastian Nyeck Nyobe dan Osas Saha untuk segera berkostum PSMS semakin terang. Rencananya, kedua pemain asing itu segera meneken kontrak.
Hal itu dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Jumat (30/10) kemarin. Artinya, ketika kontrak sudah diajukan, ketersediaan dana untuk itu sudah terganggulangi. Pun koordinasi dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin sudah berjalan dengan baik.
“Setelah berbincang dengan Ketum, akhirnya kesepakatan mengontrak pemain asing sudah disepakati. Ketersediaan dana juga sudah ada, makanya kita segera mengikat kedua pemain itu,” terang Hendra.
Asupan dana tersebut, dijelaskan Hendra, merupakan buah dari kinerja manajemen dan pengurus PSMS dalam merangkul ayah angkat. Meskipun belum ada kepastian hitam di atas putih, namun kesepakatan secara lisan sudah terjadi.
Saat ini, klausul kontrak bagi keduanya juga sedang digembleng. Kemungkinan akan ada beberapa poin yang akan ditambahkan. “Kalau memungkinkan kita memang ingin memasukkan beberapa poin di klausul kontrak mereka,” lanjut Hendra.
Poin yang dimaksud Hendra adalah upaya memasukkan nilai kedisiplinan kepada pemain khususnya pemain asing. Pasalnya, dikhawatirkan pemain bersangkutan berlaku indisipliner saat laga berlangsung. Misalnya, sering mendapatkan kartu merah atau kuning karena melakukan pelanggaran keras yang tak perlu, ataupun memukul wasit.
“Kalau hal itu terjadi, tentu saja tim sendiri yang rugi. Makanya, rencana memasukkan beberapa poin akan kedisiplinan menjadi sorotan yang harus dicantumkan,” bilang Hendra lagi.
Usai terjadi kesepakatan antara manajemen dan pemain yang bersangkutan, Down Payment (DP) akan segera diberikan. Namun untuk sementara, DP akan dibayarkan sebesar 15 persen dahulu sebagai tanda jadinya mereka diikat oleh PSMS. Hal itu juga karena masih terbatasnya jumlah dana yang dimiliki PSMS.
“DP Mereka akan segera dibayarkan. Jumlahnya sementara 15 persen dari nilai kontrak sebagai tanda jadi. Sisanya akan segera kita bayarkan secepatnya,” tambah Hendra.
Sementara itu, keistimewaan bagi calon ayah angkat yang rela merogoh koceknya untuk pemain asing PSMS, dijelaskan pula oleh Hendra. Salah satunya adalah dengan mengistimewakan ayah angkat setiap kali pertandingan home PSMS digelar. Di antaranya dengan menyediakan tribun khusus bagi mereka saat menonton.
Apabila ayah angkat memiliki bidang usaha, maka nama atau logo usahanya itu juga akan dimasukkan ke dalam kostum PSMS. Bahkan ada rencana untuk memasangkan banner logo usahanya itu di Stadion Teladan sebagai markas PSMS menjamu tamunya di Divisi Utama.
Dan, siapa saja nama ayah angkat yang siap mendanai kontrak pemain asing dan beberapa kebutuhan tim, akan segera diumumkan di media massa. “Jadi, kalau nanti pemain asing sudah oke, maka kita akan segera umumkan di media massa. Yang jelas, kebaikan hati mereka akan kita hargai sebisa mungkin,” pungkas Hendra
Hal itu dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Jumat (30/10) kemarin. Artinya, ketika kontrak sudah diajukan, ketersediaan dana untuk itu sudah terganggulangi. Pun koordinasi dengan Ketua Umum (Ketum) PSMS Dzulmi Eldin sudah berjalan dengan baik.
“Setelah berbincang dengan Ketum, akhirnya kesepakatan mengontrak pemain asing sudah disepakati. Ketersediaan dana juga sudah ada, makanya kita segera mengikat kedua pemain itu,” terang Hendra.
Asupan dana tersebut, dijelaskan Hendra, merupakan buah dari kinerja manajemen dan pengurus PSMS dalam merangkul ayah angkat. Meskipun belum ada kepastian hitam di atas putih, namun kesepakatan secara lisan sudah terjadi.
Saat ini, klausul kontrak bagi keduanya juga sedang digembleng. Kemungkinan akan ada beberapa poin yang akan ditambahkan. “Kalau memungkinkan kita memang ingin memasukkan beberapa poin di klausul kontrak mereka,” lanjut Hendra.
Poin yang dimaksud Hendra adalah upaya memasukkan nilai kedisiplinan kepada pemain khususnya pemain asing. Pasalnya, dikhawatirkan pemain bersangkutan berlaku indisipliner saat laga berlangsung. Misalnya, sering mendapatkan kartu merah atau kuning karena melakukan pelanggaran keras yang tak perlu, ataupun memukul wasit.
“Kalau hal itu terjadi, tentu saja tim sendiri yang rugi. Makanya, rencana memasukkan beberapa poin akan kedisiplinan menjadi sorotan yang harus dicantumkan,” bilang Hendra lagi.
Usai terjadi kesepakatan antara manajemen dan pemain yang bersangkutan, Down Payment (DP) akan segera diberikan. Namun untuk sementara, DP akan dibayarkan sebesar 15 persen dahulu sebagai tanda jadinya mereka diikat oleh PSMS. Hal itu juga karena masih terbatasnya jumlah dana yang dimiliki PSMS.
“DP Mereka akan segera dibayarkan. Jumlahnya sementara 15 persen dari nilai kontrak sebagai tanda jadi. Sisanya akan segera kita bayarkan secepatnya,” tambah Hendra.
Sementara itu, keistimewaan bagi calon ayah angkat yang rela merogoh koceknya untuk pemain asing PSMS, dijelaskan pula oleh Hendra. Salah satunya adalah dengan mengistimewakan ayah angkat setiap kali pertandingan home PSMS digelar. Di antaranya dengan menyediakan tribun khusus bagi mereka saat menonton.
Apabila ayah angkat memiliki bidang usaha, maka nama atau logo usahanya itu juga akan dimasukkan ke dalam kostum PSMS. Bahkan ada rencana untuk memasangkan banner logo usahanya itu di Stadion Teladan sebagai markas PSMS menjamu tamunya di Divisi Utama.
Dan, siapa saja nama ayah angkat yang siap mendanai kontrak pemain asing dan beberapa kebutuhan tim, akan segera diumumkan di media massa. “Jadi, kalau nanti pemain asing sudah oke, maka kita akan segera umumkan di media massa. Yang jelas, kebaikan hati mereka akan kita hargai sebisa mungkin,” pungkas Hendra
Lini Tengah PSMS Makin Solid

Suimin Diharja-arsitek PSMS tampak tersenyum kecil usai timnya menang kontra PSKB Binjai dengan skor 2-0, pada laga uji coba kemarin. Senyumnya sarat makna penuh keyakinan, bahwa sesungguhnya dua gelandang yang saat ini seleksi, Edu Juanda dan Ariel Guiters layak berkostum PSMS.
Memang keduanya tidak mengemas gol, tapi keduanya bermain apik bersama gelandang lainnya, Afan Lubis dan Faisal Azmi. Artinya, keinginan Suimin untuk mengajukan kontrak keduanya ke manajemen semakin bulat.
“Edu berperan penting di pertandingan ini, dengan masuknya Edu dan Ariel di lapangan tengah, serangan lebih variatif,” ujar Suimin usai laga itu.
Menurut Suimin, Edu yang tampil 2 x 45 menit cukup stabil. “Kalau katanya cedera, saya enggak yakin, buktinya dia tampil baik 90 menit penuh, riwayat cederanya itu enggak berpengaruh apa-apa pada performanya,” kata pelatih 58 tahun ini.
Sebaliknya, Suimin malah kecewa dengan penampilan lini depan PSMS. Termasuk penampilan striker asing teranyar Osas Saha. Menurut Suimin, striker PSMS Terlihat ingin menang sendiri alias lebih condong bermain individu.
“Beberapa pemain yang masih egois dan bermain lebih mengarah ke individual, pemain depan asal dapat bola selalu hilang, ini PR ke depannya. Artinya dengan buruknya lini depan, lini belakang dan tengah bisa frustrasi,” kritik Suimin.
Pada laga itu, Jecky Pasarela kembali menunjukkan ketajamannya di lini depan. Gol yang dilesakkan dengan keras dari luar kotak penalti lawan di babak pertama cukup untuk melemahkan perjuangan anak-anak PSKB. 1-0 untuk PSMS.
Meski bertanding di kandang lawan dengan dihadiri mayoritas suporter pendukung PSKB, skuad Ayam Kinantan tidak gentar, malahan sejak awal, PSMS yang digawangi mayoritas skuad muda lokal ini tampil mendominasi.
Unggul satu gol, M Afan Lubis dkk tidak menurunkan tempo permainannya, berkali-kali peluang tercipta, begitupun PSKB juga memberikan perlawanan sengit, meski serangan selalu kandas di kaki pemain bertahan PSMS. Suimin yang sengaja menurunkan gelandang asal Chile, Ariel Gutterez dan Edu Juanda terbukti bisa memaksimalkan daya serang tim, namun lini depan tidak mampu menyelesaikan dengan baik.
Praktis selama 45 menit pertama serang menyerang terjadi antara kedua kubu, tetapi hingga peluit tanda jeda babak pertama, The Killer—julukan lain PSMS—masih belum mampu menambah keunggulan.
Di babak kedua, suhu pertandingan semakin meninggi, skuad asuhan pelatih Suyud yang tidak mau kehilangan muka di depan publik pendukung, terus berusaha menekan, beberapa kali peluang berhasil diciptakan lewat counter attack, tetapi kawalan barisan belakang PSMS tidak tertembus.
Di pertengahan babak kedua publik Binjai dibuat terdiam oleh gol yang berhasil dilesakkan dengan baik oleh gelandang serang, Faisal Azmi. Lolos dari kawalan pemain belakang lawan, pesepakbola berambut gondrong tersebut sukses melesakkan bola ke sisi kanan gawang lawan. Skor 2-0 bertahan untuk keunggulan PSMS hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua di tiup wasit.
Sementara sang arsitek PSKB, Suyud, mengakui, PSMS bermain baik dan brilian terutama di sektor tengah. “Mereka bagus, selamat. Pemain tengah lawan terutama Edu Juanda dan Afan Lubis bisa berlari bebas tanpa terkawal, dan saya akui memang kualitas tim kita tidak merata, apalagi sebelum pertandingan ini kita baru dua kali latihan,”sebutnya.
Selain itu, masalah finansial juga masih menjadi persoalan buruknya performa anak asuhnya. “Kita saat ini terkendala finansial sebenarnya potensi pemain cukup bagus. Oleh karena itu kami mohon bantuan masyarakat Binjai untuk kemajuan tim ini,” harapnya
Friday, October 30, 2009
Ayam Kinantan jajal PSKB
Setelah menjajal PSGL Gayo Lues di Stadion Kebun Bunga, PSMS Medan kembali akan melakoni ujicoba tandang melawan PSKB Binjai di Stadion Binjai, Sabtu besok.
Dalam laga tersebut, pelatih PSMS Suimin Dihardja akan membawa seluruh pemain termasuk dua legiun asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha. Pada latihan Kamis, Suimin bersama Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan pelatih fisik Nimrot Manalu memfokuskan kebugaran pemain.
Menjajal PSKB yang merupakan penghuni Divisi II, Suimin menyebutkan akan menggunakan formasi sama seperti saat menghadapi PSGL. Dalam ujicoba yang dimenangkan PSMS 3-0, pelatih ‘kampung’ itu mengakui masih banyak kelemahan.
"Kalau ingin target lolos ke Super Liga musim depan terpenuhi, kita harus benahi kelemahan kita," terangnya sembari menambahkan kelemahan terlihat pada minimnya komunikasi antara pemain belakang.
Nyeck Nyobe yang menempati posisi palang pintu bersama Selamet Riadi juga turut membantu penyerangan. Mantan bek Persib Bandung musim lalu turut membantu pergerakan Affan Lubis cs di lini tengah. Menghadapi PSKB, Suimin menekankan kepada pemain untuk tidak menghambur-hamburkan bola.
“Melawan PSGL, pemain banyak melakukan kesalahan umpan sehingga bola terbuang sia-sia. Penampilan Osas Saha di lini depan sudah baik. Walaupun mendapat pengawalan ketat, dia masih dapat memberikan kontribusi kepada Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring. Bahkan satu gol cetakan Jecky berasal dari 9 assist Saha,” tutur Suimin.
Suimin mengakui melihat situasi dalam menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-3-3 atau 3-5-2. Kalau duet penyerang dipakai Saha dan Jecky Pasarella, sedangkan Kamil sebagai second striker atau sebaliknya Jecky yang menjadi second striker. Itu melihat situasi di lapangan dan bukan mustahil pemain depan lainnya seperti Hardi Citra menjadi starter,” tambah Suimin lagi
Dalam laga tersebut, pelatih PSMS Suimin Dihardja akan membawa seluruh pemain termasuk dua legiun asing, Nyeck Nyobe dan Osas Saha. Pada latihan Kamis, Suimin bersama Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan pelatih fisik Nimrot Manalu memfokuskan kebugaran pemain.
Menjajal PSKB yang merupakan penghuni Divisi II, Suimin menyebutkan akan menggunakan formasi sama seperti saat menghadapi PSGL. Dalam ujicoba yang dimenangkan PSMS 3-0, pelatih ‘kampung’ itu mengakui masih banyak kelemahan.
"Kalau ingin target lolos ke Super Liga musim depan terpenuhi, kita harus benahi kelemahan kita," terangnya sembari menambahkan kelemahan terlihat pada minimnya komunikasi antara pemain belakang.
Nyeck Nyobe yang menempati posisi palang pintu bersama Selamet Riadi juga turut membantu penyerangan. Mantan bek Persib Bandung musim lalu turut membantu pergerakan Affan Lubis cs di lini tengah. Menghadapi PSKB, Suimin menekankan kepada pemain untuk tidak menghambur-hamburkan bola.
“Melawan PSGL, pemain banyak melakukan kesalahan umpan sehingga bola terbuang sia-sia. Penampilan Osas Saha di lini depan sudah baik. Walaupun mendapat pengawalan ketat, dia masih dapat memberikan kontribusi kepada Jecky Pasarella dan Kamil Sembiring. Bahkan satu gol cetakan Jecky berasal dari 9 assist Saha,” tutur Suimin.
Suimin mengakui melihat situasi dalam menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-3-3 atau 3-5-2. Kalau duet penyerang dipakai Saha dan Jecky Pasarella, sedangkan Kamil sebagai second striker atau sebaliknya Jecky yang menjadi second striker. Itu melihat situasi di lapangan dan bukan mustahil pemain depan lainnya seperti Hardi Citra menjadi starter,” tambah Suimin lagi
Selamet cs siap jaga keangkeran Teladan

Para pemain PSMS Medan menjanjikan akan menjadikan Stadion Teladan Medan selama musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010 untuk tetap menjaga keangkerannya saat menjamu tim tamu mulai 25 November mendatang.
Palang pintu PSMS, Selamet Riyadi, Kamis mengaku, mereka sudah siap tampil di kompetisi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Medan khususnya kepada Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap sebagai orang nomor satu di kota Medan dan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi beserta unsur pengurus PSMS.
“Kepercayaan yang telah diberikan kepada kami tidak akan kami sia-siakan. Kami juga siap bermandikan keringat demi membela PSMS,” lanjut Selamet yang pernah menjadi kapten tim PSMS ketika menjadi semifinalis di kompetsi Perserikatan beberapa tahun lalu.
Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Kamis (29/10) mengatakan, bermain di stadion kebanggaan kota Medan itu tidak ada alasan bagi tim Ayam Kinantan untuk tidak meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan yang dilakoni.
Respon positif suporter PSMS sendiri bahkan sudah terlihat sejak melakukan persiapan. Dari seratusan penonton yang hadir menyaksikan latihan skuad Ayam Kinantan setiap sore di Stadion Kebun Bunga, tidak sedikit yang memberikan aplaus kepada Affan Lubis cs.
"Kita akan tampil sesuai karakter kami selama ini. Mudah-mudahan publik Medan suka dengan gaya permainan kami sekaligus mendukung penuh saat berlaga nanti," harap Suimin.
Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa juga berharap agar ketika bermain di Stadion Teladan, suporter Medan bisa memberikan dukungan penuh untuk tim asuhannya.
Hendra mengakui, pihaknya sedang mempersiapkan tim menghadapi pertandingan ujicoba dengan Penang FC (Malaysia) dan PSAP Sigli yang menurut rencana akan digelar di Stadion Teladan, 13 November nanti.
Sementara itu, Manajer PSAP M Yasin mengatakan, laga ujicoba melawan PSMS dan Penang FC tersebut penting karena dapat menjadi ajang pihaknya melihat kemampuan tim besutan pelatih Kustiono.
“Terlebih lagi para pemain PSAP yang direkrut umumnya masih muda dan tergolong baru dalam kancah dunia sepakbola Divisi Utama. Selain itu, duel kali ini merupakan kesempatan baik untuk kami mengukur kekuatan dan kesiapan tim menjelang kompetisi,” jelas Yasin.
Lounching Direncanakan Sederhana
MESKI telah menggelar beberapa kali rapat persiapan peluncuran (launching) PSMS, akhirnya disepakati perkenalan PSMS kepada masyarakat Medan akan digelar sederhana tidak dengan gaya glamor sebagaimana rencana awal.
Sebelumnya, manajemen menganggarkan dana Rp100 untuk lounching PSMS tersebut. Karena tak ada kesepakatan antara pengurus, manajemen dan panitia pelaksana, maka lounchingnya dibuat sederhana saja.
Itu disampaikan Manajer PSMS, Hendra DS kepada wartawan kemarin.”Launching tetap jadi, tapi tidak dibuat besar-besaran dibuat sederhana aja dengan perkenalan yang biasa saja,” kata Hendra.
Tujuan awal Launching menurutnya diagendakan untuk menarik simpati masyarakat, terutama pengusaha kota Medan agar menjadi sponsor pendukung tim berjulukan Ayam Kinantan ini. Tetapi panpel yang sedianya melaksanakan program itu berpandangan lain.
“Ya, memang kita harapkan ada perhatian dari pihak pengusaha di Medan, agar mau jadi “ayah angkat” khususnya untuk menanggulangi kontrak pemain asing,” lanjut Hendra.
Sementara Sekretaris PSMS, Agus Suryono membenarkan kemungkinan batalnya launching tersebut, dan akan diganti dengan acara yang lebih sederhana. Ini mengingat dana untuk menggelar perhelatan tersebut. “Semua masih digodok, kita belum tahu bagaimana kelanjutan dari rencana peluncuran itu, berapa dana yang akan dipakai, itu belumj jelas, kita tidak ingin jika peluncuran itu nantinya bak besar pasak daripada tiang, kalau memang seperti itu, buat apa digelar besar-besaran,” tandas Agus.
Beredar kabar, seremonial perkenalan M Afan Lubis dkk ke publik Medan itu akan dilakukan dengan menggelar makan malam bersama saja antara pengurus, manajemen, pelatih seluruh skuad PSMS dengan mengundang pihak pengusaha Medan, serta Gubsu Syamsul Arifin sebagai tamu kehormatan.
Gubsu pun menyatakan komitmenya untuk datang saat Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan pengurus PSMS lainnya menyambangi kantor gubernur beberapa waktu yang lalu.
“Tidak mungkin kita menggelar acara launching dengan budget (anggaran) 150 juta,
sementara hasil yang didapatkan cuma 200 juta. Sama saja dengan balik modal kan. Lebih baik kita buat acara dengan modal 50 juta, tetapi yang didapat lebih dari 200 juta,” urai Agus
Sebelumnya, manajemen menganggarkan dana Rp100 untuk lounching PSMS tersebut. Karena tak ada kesepakatan antara pengurus, manajemen dan panitia pelaksana, maka lounchingnya dibuat sederhana saja.
Itu disampaikan Manajer PSMS, Hendra DS kepada wartawan kemarin.”Launching tetap jadi, tapi tidak dibuat besar-besaran dibuat sederhana aja dengan perkenalan yang biasa saja,” kata Hendra.
Tujuan awal Launching menurutnya diagendakan untuk menarik simpati masyarakat, terutama pengusaha kota Medan agar menjadi sponsor pendukung tim berjulukan Ayam Kinantan ini. Tetapi panpel yang sedianya melaksanakan program itu berpandangan lain.
“Ya, memang kita harapkan ada perhatian dari pihak pengusaha di Medan, agar mau jadi “ayah angkat” khususnya untuk menanggulangi kontrak pemain asing,” lanjut Hendra.
Sementara Sekretaris PSMS, Agus Suryono membenarkan kemungkinan batalnya launching tersebut, dan akan diganti dengan acara yang lebih sederhana. Ini mengingat dana untuk menggelar perhelatan tersebut. “Semua masih digodok, kita belum tahu bagaimana kelanjutan dari rencana peluncuran itu, berapa dana yang akan dipakai, itu belumj jelas, kita tidak ingin jika peluncuran itu nantinya bak besar pasak daripada tiang, kalau memang seperti itu, buat apa digelar besar-besaran,” tandas Agus.
Beredar kabar, seremonial perkenalan M Afan Lubis dkk ke publik Medan itu akan dilakukan dengan menggelar makan malam bersama saja antara pengurus, manajemen, pelatih seluruh skuad PSMS dengan mengundang pihak pengusaha Medan, serta Gubsu Syamsul Arifin sebagai tamu kehormatan.
Gubsu pun menyatakan komitmenya untuk datang saat Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan pengurus PSMS lainnya menyambangi kantor gubernur beberapa waktu yang lalu.
“Tidak mungkin kita menggelar acara launching dengan budget (anggaran) 150 juta,
sementara hasil yang didapatkan cuma 200 juta. Sama saja dengan balik modal kan. Lebih baik kita buat acara dengan modal 50 juta, tetapi yang didapat lebih dari 200 juta,” urai Agus
Lapangan Mirip Rawa-rawa
Soal fasilitas tampaknya PSMS harus mengelus dada. Bagaimana tidak, tak hanya Stadion Teladan yang kondisinya mengerikan, Stadion Kebun Bunga yang telah diplot sebagai home ground pun kondisinya tak jauh beda. Utamanya lapangan, ketika hujan langsung mirip rawa-rawa.
Belum lagi tingkat kedatarannya sungguh ironis. Selain tak sedap dipandang mata, lapangan Kebun Bunga pun dikhawatirkan akan mencederai pemain. Minimal terkilir karena jatuh ke bagian lapangan yang tak rata.
Keadaan ini menjadi ironi. Bagaimana mau main cantik, mengumpan dan mengontrol bola pun tak bisa diterapkan dengan baik oleh para pemain.
Semua pihak, khususnya pelatih Suimin Diharja sudah berulang kali mengeluhkan persoalan ini. Pemain pun tak ragu untuk mengeluhkan kondisi itu.
“Ada beberapa bagian di lapangan yang sangat parah, banyak lubang terutama di sekitar kotak penalti, dan sudah saatnya diperbaiki,” ujarnya.
Senada dengan Suimin, pemain senior PSMS, M Afan Lubis juga berharap agar lapangan Kebun Bunga segera direnovasi. Selain bisa mencederai pemain, performa pemain juga sedikit berkembang oleh keadaan tersebut. “Selesai main kaki lumayan sakit di bagian telapak, aliran bola juga enggak lancar, cukup kuatir juga memang kalau enggak main hati-hati, karena bisa cedera. Tampaknya sudah saatnya diperbaiki, minimal ditimbun dan diratakanlah,” harap Afan.
Lebih parahnya, melihat kondisi itu, Johan fans PSMS yang saban hari mengunjung Stadion Kebun Bunga menyeletuk, “MU pun mana bisa main di Kebun Bunga,” ucapnya
Belum lagi tingkat kedatarannya sungguh ironis. Selain tak sedap dipandang mata, lapangan Kebun Bunga pun dikhawatirkan akan mencederai pemain. Minimal terkilir karena jatuh ke bagian lapangan yang tak rata.
Keadaan ini menjadi ironi. Bagaimana mau main cantik, mengumpan dan mengontrol bola pun tak bisa diterapkan dengan baik oleh para pemain.
Semua pihak, khususnya pelatih Suimin Diharja sudah berulang kali mengeluhkan persoalan ini. Pemain pun tak ragu untuk mengeluhkan kondisi itu.
“Ada beberapa bagian di lapangan yang sangat parah, banyak lubang terutama di sekitar kotak penalti, dan sudah saatnya diperbaiki,” ujarnya.
Senada dengan Suimin, pemain senior PSMS, M Afan Lubis juga berharap agar lapangan Kebun Bunga segera direnovasi. Selain bisa mencederai pemain, performa pemain juga sedikit berkembang oleh keadaan tersebut. “Selesai main kaki lumayan sakit di bagian telapak, aliran bola juga enggak lancar, cukup kuatir juga memang kalau enggak main hati-hati, karena bisa cedera. Tampaknya sudah saatnya diperbaiki, minimal ditimbun dan diratakanlah,” harap Afan.
Lebih parahnya, melihat kondisi itu, Johan fans PSMS yang saban hari mengunjung Stadion Kebun Bunga menyeletuk, “MU pun mana bisa main di Kebun Bunga,” ucapnya
Thursday, October 29, 2009
Pembangunan sepakbola merupakan investasi
Orang yang memimpin olahraga khususnya cabang sepakbola harus dinamis, tidak boleh defensif dan pesimis serta harus mendedikasikan dirinya bagi kemajuan sepakbola.
Lagipula sepakbola memiliki dampak besar bagi daerah dan masyarakat. Pembangunan olahraga di cabang tersebut bukan merupakan pembangunan sia-sia, namun investasi bagi daerah dan masyarakat.
Demikian diungkapkan salah seorang penggemar berat PSMS Medan Muhammad Arif SE ketika dihubungi di Medan, Selasa. Arif pun berharap Ketua Umum PSMS Drs H Eldin Dzulmi MSi dapat membawa kemajuan dalam kondisi apapun.
"Karenanya, ketika Pemko Medan memperhatikan sepakbola, itu merupakan kepentingan masyarakat dan bukan sia-sia. Namun sebuah investasi bagi daerahnya," ujar Arif.
Arif menganalogikan ketika dibangunnya kawasan Gelanggang Bung Karno yang masih sepi. “Kini, kawasan itu telah ramai dan menjadi kawasan ekonomis,” sebutnya menirukan ucapan Ketua Umum PSSI H Nurdin Halid.
"Ini kan pembangunan yang tidak sia-sia, tapi investasi di masa depan. Semoga saja pengurus PSMS dapat melakukan terobosan dan pengembangan serupa bagi kemajuan sepakbola ini,” tambah Arif.
Dia juga mengingatkan manajemen agar tetap memperhatikan kesejahteraan pemain baik lokal maupun asing yang dipercaya memperkuat PSMS pada kompetisi Divisi Utama PSSI, November mendatang.
Ditambahkan, dengan diperhatikannya kesejahteraan dan lancarnya pembayaran gaji, jelas akan semakin menambah semangat pemain dan rasa tanggungjawab untuk membela The Killer
Lagipula sepakbola memiliki dampak besar bagi daerah dan masyarakat. Pembangunan olahraga di cabang tersebut bukan merupakan pembangunan sia-sia, namun investasi bagi daerah dan masyarakat.
Demikian diungkapkan salah seorang penggemar berat PSMS Medan Muhammad Arif SE ketika dihubungi di Medan, Selasa. Arif pun berharap Ketua Umum PSMS Drs H Eldin Dzulmi MSi dapat membawa kemajuan dalam kondisi apapun.
"Karenanya, ketika Pemko Medan memperhatikan sepakbola, itu merupakan kepentingan masyarakat dan bukan sia-sia. Namun sebuah investasi bagi daerahnya," ujar Arif.
Arif menganalogikan ketika dibangunnya kawasan Gelanggang Bung Karno yang masih sepi. “Kini, kawasan itu telah ramai dan menjadi kawasan ekonomis,” sebutnya menirukan ucapan Ketua Umum PSSI H Nurdin Halid.
"Ini kan pembangunan yang tidak sia-sia, tapi investasi di masa depan. Semoga saja pengurus PSMS dapat melakukan terobosan dan pengembangan serupa bagi kemajuan sepakbola ini,” tambah Arif.
Dia juga mengingatkan manajemen agar tetap memperhatikan kesejahteraan pemain baik lokal maupun asing yang dipercaya memperkuat PSMS pada kompetisi Divisi Utama PSSI, November mendatang.
Ditambahkan, dengan diperhatikannya kesejahteraan dan lancarnya pembayaran gaji, jelas akan semakin menambah semangat pemain dan rasa tanggungjawab untuk membela The Killer
Taklukkan PSGL 3-0

PSMS Medan memetik kemenangan 3-0 atas PSGL Gayo Lues pada partai eksebsi di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu. Kendati mampu menaklukkan tamunya, namun permainan skuad Ayam Kinantan besutan Suimin Dihardja itu belum kompak.
Strategi perangkap offside yang diperagakan pemain belakang PSMS bahkan nyaris membuahkan gol bagi tim asal Aceh itu. Suimin Dihardja membenarkan pemain belakang pasukannya kurang komunikasi dan laga itu juga merupakan pertama bagi Nyeck Nyobe sejak kedatangannya mengikuti seleksi.
Mantan bek Persib Bandung itu pun diharapkan dapat berkomunikasi lebih baik lagi dengan rekan-rekannya. Pasalnya, dua jebakan offside yang diterapkan nyaris membuahkan gol, namun striker PSGL tidak mampu memaksimalkan peluang tersebut hingga gagal menaklukkan kiper Irwin Ramadhana.
Menit-menit awal, tim tamu Divisi II itu melakukan tekanan namun Ayam Kinantan berhasil melepaskan diri dari pressure lawan. Gol pertama tercipta pada menit ke-22 melalui heading Jecky Pasarella yang meneruskan umpan Osas Saha.
Unggul satu gol mengangkat kepercayaan diri Affan Lubis cs. Mereka memperagakan permainan umpan pendek, namun selalu kandas karena lapangan licin hingga menyulitkan kedua tim mengembangkan permainan.
Jecky kembali tampil gemilang dan mencetak gol keduanya pada menit 35 kala memanfaatkan kesalahan pertahanan PSGL. Kedudukan 2-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Suimin merotasi tim dengan hampir menukar seluruh pemain. Hardi Citra akhirnya menambah kemenangan skuad Ayam Kinantan di pertengahan babak kedua. Berawal dari kesalahan pemain belakang PSGL, Hardi tanpa kesulitan merobek gawang lawan.
Suimin menambahkan, sebelum laga perdana pada kompetisi sesungguhnya PSMS menggelar pertandingan ujicoba. Pada Sabtu (31/10), PSMS dijadwalkan bertandang ke markas PSKB Binjai
Pemantapan Skema
Agenda uji coba kembali digelar oleh PSMS. Rencananya, sore ini di Stadion Kebun Bunga, PSMS akan meladeni perlawanan klub Divisi II PSGL Gayo Luwes asal NAD. Kali ini, target yang akan dicari adalah pemantapan skema plus pematangan kerangka tim.
Secara kasat mata, skuad inti sebenarnya sudah mulai dimunculkan oleh Suimin Diharja arsitek PSMS. Namun, pelatih kampung itu masih sering merasa ada yang kurang pas dalam kerangka yang mulai dibangunnya itu.
“Maka itu, dalam setiap latihan, proses pemantapan selalu menjadi target utama sebelum akhirnya fokus kepada pematangan. Uji coba melawan PSGL ini salah satu cara mencari target-target tersebut,” beber Suimin usai latihan kemarin.
Maka itu, bongkar pasang skuad masih sangat mungkin terjadi. Tak lepas dari program promosi-degradasi yang masih dipertahankan Suimin hingga berakhirnya bulan ini. Artinya, ada kemungkinan penambahan skuad baru dan melepas skuad lama yang bahkan sudah ikat kontrak.
“Khusus kerangka tim saya rasa kalian juga sudah bisa melihat. Tapi saya masih merasa ada yang kurang pas. Maka itu saya terus mencari siapa pemain yang layak masuk kerangka tim inti. Dan sampai saat ini, masih selalu ada kemungkinan-kemungkinan lain,” kata Suimin lagi.
Syukurnya, berkat ancaman degradasi itu, performa skuad PSMS dikatakan Suimin meningkat. Beberapa pemain muda yang kadang tak masuk hitungan, pelan-pelan menujukkan kemampuan yang
yang sebenarnyaBeberapa pemain yang selama ini tidak begitu baik penampilannya, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Saya senang dengan kondisi ini. Semoga saja bisa terus terjaga sampai kompetisi sebenarnya digulirkan,” lanjut Suimin.
Untuk itu, agenda uji coba rencananya dua kali akan digelar pekan ini. Sore ini PSGL, sementara Sabtu mendatang PSKB Binjai yang akan menjamu PSMS di Binjai
Secara kasat mata, skuad inti sebenarnya sudah mulai dimunculkan oleh Suimin Diharja arsitek PSMS. Namun, pelatih kampung itu masih sering merasa ada yang kurang pas dalam kerangka yang mulai dibangunnya itu.
“Maka itu, dalam setiap latihan, proses pemantapan selalu menjadi target utama sebelum akhirnya fokus kepada pematangan. Uji coba melawan PSGL ini salah satu cara mencari target-target tersebut,” beber Suimin usai latihan kemarin.
Maka itu, bongkar pasang skuad masih sangat mungkin terjadi. Tak lepas dari program promosi-degradasi yang masih dipertahankan Suimin hingga berakhirnya bulan ini. Artinya, ada kemungkinan penambahan skuad baru dan melepas skuad lama yang bahkan sudah ikat kontrak.
“Khusus kerangka tim saya rasa kalian juga sudah bisa melihat. Tapi saya masih merasa ada yang kurang pas. Maka itu saya terus mencari siapa pemain yang layak masuk kerangka tim inti. Dan sampai saat ini, masih selalu ada kemungkinan-kemungkinan lain,” kata Suimin lagi.
Syukurnya, berkat ancaman degradasi itu, performa skuad PSMS dikatakan Suimin meningkat. Beberapa pemain muda yang kadang tak masuk hitungan, pelan-pelan menujukkan kemampuan yang
yang sebenarnyaBeberapa pemain yang selama ini tidak begitu baik penampilannya, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang luar biasa. Saya senang dengan kondisi ini. Semoga saja bisa terus terjaga sampai kompetisi sebenarnya digulirkan,” lanjut Suimin.
Untuk itu, agenda uji coba rencananya dua kali akan digelar pekan ini. Sore ini PSGL, sementara Sabtu mendatang PSKB Binjai yang akan menjamu PSMS di Binjai
Dua Pemain Diistirahatkan
DUA pemain seleksi masing-masing Deli Lionto alias Aheng dan Najib Husain, untuk sementara diistirahatkan oleh Suimin Diharja pelatih PSMS. Bukan langsung dibuang karena dianggap layak berkostum Kinantan, tapi lebih kepada fokus kepada pembentukan tim inti.
“Kedua pemain itu sudah diketahui kemampuannya. Jadi karena kita memasuki fokus pembentukan kerangka tim, mereka diisirahatkan dulu. Sewaktu-waktu mereka bisa saja kembali lagi kalau memang dibutuhkan,” terang Suimin.
Artinya, kedua pemain itu sebenarnya telah disiapkan sebagai pelapis. Seandainya pemain yang ada saat ini nantinya ada yang terdegradasi, maka Aheng atau Najib yang akan dipanggil.
Dan kepastian akan hal itu akan segera diketahui memasuki awal bulan depan. Karena sesuai jadwal, Suimin rencananya akan membeberkan rapor masing-masing pemain kepada manajemen dan pengurus PSMS. Siapa yang memang layak dibuang, ya akan dibuang. Dan siapa yang akan dijadikan pelapis, maka akan diutarakan juga.
“Jadi rapor pemain itu selalu saya isi. Rapor itu rangkuman perkembangan latihan selama satu pekan. Jadi dalam satu bulan, akan ada empat rapor masing-masing pemain. Itulah yang akan saya presentasikan kepada manajemen,” lanjut Suimin.
Termasuk sosok Ariel Guiteres dan beberapa pemain yang masih terus seleksi selama ini. Khusus Ariel, Suimin sudah pernah menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya. Sama halnya dengan Edu Juanda. Meski kedua pemain ini dikabarkan mengalami cedera panjang, namun Suimin masih yakin keduanya masih bisa berbuat banyak bagi PSMS.
“Maka itu, semuanya akan saya utarakan saat presentasi rapor para pemain awal bulan nanti,” pungkas Suimin.
“Kedua pemain itu sudah diketahui kemampuannya. Jadi karena kita memasuki fokus pembentukan kerangka tim, mereka diisirahatkan dulu. Sewaktu-waktu mereka bisa saja kembali lagi kalau memang dibutuhkan,” terang Suimin.
Artinya, kedua pemain itu sebenarnya telah disiapkan sebagai pelapis. Seandainya pemain yang ada saat ini nantinya ada yang terdegradasi, maka Aheng atau Najib yang akan dipanggil.
Dan kepastian akan hal itu akan segera diketahui memasuki awal bulan depan. Karena sesuai jadwal, Suimin rencananya akan membeberkan rapor masing-masing pemain kepada manajemen dan pengurus PSMS. Siapa yang memang layak dibuang, ya akan dibuang. Dan siapa yang akan dijadikan pelapis, maka akan diutarakan juga.
“Jadi rapor pemain itu selalu saya isi. Rapor itu rangkuman perkembangan latihan selama satu pekan. Jadi dalam satu bulan, akan ada empat rapor masing-masing pemain. Itulah yang akan saya presentasikan kepada manajemen,” lanjut Suimin.
Termasuk sosok Ariel Guiteres dan beberapa pemain yang masih terus seleksi selama ini. Khusus Ariel, Suimin sudah pernah menyatakan ketertarikan untuk merekrutnya. Sama halnya dengan Edu Juanda. Meski kedua pemain ini dikabarkan mengalami cedera panjang, namun Suimin masih yakin keduanya masih bisa berbuat banyak bagi PSMS.
“Maka itu, semuanya akan saya utarakan saat presentasi rapor para pemain awal bulan nanti,” pungkas Suimin.
Wednesday, October 28, 2009
Butuh Rp600 Juta
FUNGSI “ayah angkat” sangat diperlukan guna membantu pengelolaan PSMS, termasuk menanggulangi kontrak pemain asing. Untuk itu PSMS membentuk tim kecil untuk mencari “ayah angkat”.
Tim kecil yang dibentuk itu terdiri dari seluruh pengurus dan manajemen tim PSMS. Tugasnya, membawa profosal yang akan dimasukkan ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Medan. Sebelumnya, manajemen hanya menanti kepastian dari calon penyandang dana yang hingga kini belum jelas.
Menurut Zulkifli Husain, asisten manejer PSMS, saat ini sudah saatnya PSMS bergerak cepat dan menjemput bola. “Waktu semakin mepet. Kita harus bergerak cepat. Kalau profosal sudah siap, maka masing-masing dari kami akan jalan dan mencari dana. Sejauh ini, sudah ada beberapa daftar yang siap menyumbang bagi PSMS. Maka itu kita harus jemput bola,” beber Zulkifli.
Khusus pemain asing, PSMS saat ini butuh dana segar senilai Rp600 juta. Sebenarnya jumlah itu terbilang murah, namun sayang PSMS tidak memiliki dana lebih musim ini karena tidak lagi diperbolehkan menyerap dana dari APBD. Sialnya lagi, PSMS hingga kini belum satu pun mendapat sponsor yang siap mengucurkan dananya untuk mengarungi Divisi Utama yang tak lama lagi akan bergulir
Tim kecil yang dibentuk itu terdiri dari seluruh pengurus dan manajemen tim PSMS. Tugasnya, membawa profosal yang akan dimasukkan ke sejumlah perusahaan dan pengusaha di Medan. Sebelumnya, manajemen hanya menanti kepastian dari calon penyandang dana yang hingga kini belum jelas.
Menurut Zulkifli Husain, asisten manejer PSMS, saat ini sudah saatnya PSMS bergerak cepat dan menjemput bola. “Waktu semakin mepet. Kita harus bergerak cepat. Kalau profosal sudah siap, maka masing-masing dari kami akan jalan dan mencari dana. Sejauh ini, sudah ada beberapa daftar yang siap menyumbang bagi PSMS. Maka itu kita harus jemput bola,” beber Zulkifli.
Khusus pemain asing, PSMS saat ini butuh dana segar senilai Rp600 juta. Sebenarnya jumlah itu terbilang murah, namun sayang PSMS tidak memiliki dana lebih musim ini karena tidak lagi diperbolehkan menyerap dana dari APBD. Sialnya lagi, PSMS hingga kini belum satu pun mendapat sponsor yang siap mengucurkan dananya untuk mengarungi Divisi Utama yang tak lama lagi akan bergulir
Subscribe to:
Posts (Atom)