Barisan Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan Fans Club, meminta agar pemain PSMS termasuk pemain asing bersabar dan maklum dengan kondisi tim saat ini. Oleh karena itu, mereka meminta pemain fokus kepada pembentukan tim dan manajemen harusnya lebih bijaksana dalam mengikat kontrak pemain.
Kebutuhan akan pemain asing, memang tak bisa dipungkiri sangat terasa bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Begitupun, melihat kondisi finansial klub, masing-masing harus saling pengertian.
“Toh bukannya tidak dibayar sama sekali. Manajemen tetap berusaha memberikan yang terbaik, namun saat ini kondisinya mungkin belum tepat. Kita lihat saja nanti, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sama-sama senang,” kata Nata Simangunsong Ketua SMeCK Holigan di Stadion Kebun Bunga kemarin.
Sejauh ini, memang belum ada pembicaraan lebih lanjut akan negosiasi. Menurut Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS yang bertugas melobi kontrak pemain asing, kepastian dari pihak menajemen akan hal ini baru akan diputuskan pada Selasa mendatang.
Benny menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini masih berusaha mengejar ayah angkat, dan beberapa sponsor lagi. “Sejauh ini, nego masih berlangsung. Dan keputusannya akan diutarakan pada Selasa mendatang,” beber Benny.
Sementara dari persiapan tim, Suimin bilang bahwa sistem promosi-degradasi masih akan digelar hingga berakhirnya bulan ini. Dengan demikian, kemungkinan diputusnya kontrak beberapa pemain masih akan mungkin terjadi. Bahkan Suimin bilang, tak menutup kemungkinan akan banyak pemain yang akan diputus kontraknya kalau memang tak menujukkan grafik peningkatan performa.
“Siapapun belum aman di tim ini. Kalau mau aman, maka cara satu-satunya adalah menujukkan kemampuan terbaiknya,” bilang Suimin.
Maka itu, beberapa pemain pun masih ada yang turut seleksi. Sebut saja Edu Juanda yang kembali seleksi, Nasjib Husain, dan Aheng alias Deli Lionto yang sempat masuk tim PON Sumut tahun lalu itu.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Saturday, October 24, 2009
Terlalu Mahal
MEDAN- Kesepakatan harga antara pemain asing terekomendasi Nyeck Nyobe dan Osas Saha dengan manajemen PSMS tampaknya terancam batal. Pasalnya, kedua pemain asing itu menawarkan harga yang cukup tinggi dan tak mampu dipenuhi manajemen.
Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.
Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.
Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.
“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.
Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.
“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.
“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.
Setelah menyadari bahwa diri keduanya dibutuhkan tim, memang ada sedikit kesan jual mahal yang dilancarkan kedua pemain asing tersebut. Padahal, dalam beberapa kesempatan latihan, keduanya juga menujukkan tren menurun dalam performa selama latihan.
Dengan demikian, kesepakatan kontrak bisa jadi dievaluasi. Seperti diutarakan Hendra DS, manajer PSMS. Dijelaskannya, bahwa pihak manajemen tetap komitmen dengan harga semula yakni di bawah Rp300 juta. Kalau pemain bersangkutan tak mau, maka akan segera dicari pemain asing lainnya.
Bahkan kabar yang menyebar, kedua pemain asing tersebut membatasi manajemen untuk berpikir mengenai negosiasi hingga Senin mendatang. Kalau tidak, mereka mengancam akan hengkang dan mencari klub lain. Padahal sebelumnya, baik Saha maupun Nyeck menyatakan kalau urusan kontrak akan dibicarakan belakangan, karena tekad mereka adalah membantu PSMS kembali ke ISL.
“Sejauh ini kita bertahan dengan tawaran harga di bawah Rp300 juta. Maka itu, proses nego masih akan digelar, dan semoga saja semuanya lancar,” bilang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Jumat (23/10) kemarin.
Mendengar hal itu, Suimin Diharja pelatih PSMS sedikit berang. Meskipun dikatakan Suimin, pengajuan nilai kontrak yang dilancarkan pemain tersebut masih wajar karena sekarang zamannya profesional. Begitupun, Suimin berharap agar pemain sadar dengan kondisi PSMS saat ini.
“Urusan kontrak sebenarnya bukan wewenang saya karena masing-masing sudah punya job description. Tapi kalau manajemen meminta saya untuk membantu, maka saya akan membantu berbicara dengan pemain tersebut,” bilang Suimin.
Diketahui, Nyeck meminta kontrak senilai Rp450 juta per musim, sedangkan Osas meminta Rp350 juta. Jumlah itu sebenarnya sudah cukup terjangkau, namun mengingat kondisi PSMS saat ini jumlah itu masih terasa cukup besar.
“Hal ini sudah dibicarakan dengan ketua umum. Menanti dia kembali dari perjalanan dinasnya ke Padang, maka pembicaraan akan kembali digelar. Semoga semua lancar,” pungkas Hendra.
Friday, October 23, 2009
Sanggup Rp300 Juta
Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Sanggup Rp300 Juta
Manajemen PSMS segera menggelar proses nego dengan dua pemain asing yang sudah direkomendasikan pelatih Suimin Diharja. Belum diketahui secara pasti berapa rupiah yang diminta kedua pemain asing itu. Yang jelas, budget untuk itu terbatas.
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Dikatakan Hendra DS manajer tim, kesanggupan maksimal membayar kontrak pemain asing hanya berkisar di angka Rp300 juta. Kalau memang ada dana lebih, jumlah itu tentu saja bisa bertambah sesuai kemampuan.
“Kita masih menanti Ketua Umum yang sedang ada tugas. Begitu Ketum siap, maka kami akan ajukan tawaran kontrak kepada kedua pemain asing terpilih. Semoga prosesnya lancar dan disepakati kedua pihak,” terang Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Kamis (22/10).
Memang, setelah melihat kemampuan kedua asing tersebut plus mepetnya waktu, proses nego harus segera digeber. Pasalnya PSMS sudah didesak agar mengajukan nama pemain agar didaftarkan ke PT Liga Indonesia. Sejauh ini, manajemen tim baru mengajukan 21 pemain, yang seluruhnya pemain lokal. Pemain asing belum satu pun yang masuk daftar.
Urusan harga, desas-desus yang beredar di lapangan, Osas Saha kabarnya meminta Rp250 juta. Namun Saha masih enggan membeberkan hal itu. Ditemui usai latihan kemarin, Saha mengaku belum ingin bicarakan kontrak. “Belum ada pembicaraan akan kontrak. Saya juga tidak berani bicarakan apa-apa, kecuali sudah ada pembicaraan resmi dengan manajemen,” bilang mantan pemain PSDS itu.
Sedangkan Nyeck Nyobe kabarnya meminta kontrak sebesar Rp500 juta. Namun Nyeck sama sekali tidak bersedia membeberkan satu katapun terkait masa depannya di PSMS. Dia masih memilih bungkam.
Ditambahkan Hendra, seandainya proses nego tidak menemukan kesepakatan, maka tak ada jalan lain kecuali mencari pemain lain secepat mungkin. “Kita tetap bertahan dengan tawaran semula karena ketiadaan dana. Kalau mentok juga mau bagaimana lagi. Begitupun, kita tetap menggalang bantuan dari ayah angkat yang bersedia membantu,” katanya
Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup
menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Pro Duta Siap Ikut Triangle Cup
menggelar turnamen segitiga antara PSMS, Penang FC dan satu tim tamu lainnya tampaknya bakal segera terwujud. Belakangan, ada dua klub Divisi Utama yang ngebet ingin ikut turnamen yang dicetus Penang FC dan PSMS itu. Adalah PSAP Sigli dan Pro Duta Jogjakarta – milik Sihar Sitorus, mantan manajer PSMS musim lalu.
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Menurut jadwal, turnamen bertajuk pemanasan pra kompetisi plus ajang penggalangan dana bagi PSMS itu akan digelar pada 12 November mendatang. Penang FC sendiri sudah menyatakan kesiapannya turut serta. Dijelaskan Hendra DS manajer PSMS, Penang akan mendarat di Medan pada 12 November mendatang.
Yang menarik adalah keinginan kuat PSAP Sigli dalam keikutsertaanya pada turnamen itu. Bahkan, kabarnya PSAP Sigli rela menyumbang Rp25 juta untuk membantu PSMS yang menjadi tuan rumah.
Di saat PSAP Sigli sangat ingin ikut serta, Pro Duta menyatakan ketertarikannya untuk ikut. Hal itu diketahui lewat bos Pro Duta, Sihar Sitorus. Dihubungi Kamis (22/10) kemarin, Sihar mengaku tidak takut sendainya Pro Duta diundang untuk ikuti turnamen tersebut. “Siapa takut. Kalau dulu moto kita ‘Berani di Mana pun Medannya’ maka kini, kami punya moto baru ‘Berani di manapun Jogjanya’,” canda Sihar.
Sebagai ajang pemanasan, turnamen ini tentu saja sangat pas diikuti. Masalahnya, Stadion Teladan yang sedianya bakal dijadikan venue buat turnamen itu, masih dalam tahap renovasi. Meskipun didapat jaminan bahwa sebelum 12 November Stadion Teladan sudah dapat dipakai.
“Kita sudah cek Teladan, kata pihak yang mengerjakan renovasi, Teladan akan selesai pada10 November. Kita lihat sajalah, semoga semuanya berjalan lancar,” kata Hendra.
Namanya ajang penggalangan dana bagi PSMS, turnamen itu rencana akan digelar di Stadion Teladan dan bagi fans yang ingin menyaksikan wajib membeli tiket. Namun hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut. Kalaupun wajib beli tiket, maka harga tiketnya dipastikan tidak terlalu mahal
Thursday, October 22, 2009
Dilema Suimin
Pilihan dilematis mulai menyambangi arsitek PSMS, Suimin Diharja. Pelatih yang akrab dengan sapaan ‘Pelatih Kampung’ itu mulai mengerutkan dahi ketika pertanyaan mengenai pilihan pemain asing diapungkan padanya. Saha atau Adolfo?
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.
Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.
“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).
Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.
Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.
Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.
Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.
“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan
Bukan tanpa kriteria, benak pelatih berusia 58 tahun itu sebenarnya hampir pasti menentukan salah satu di antara dua legiun asing yang sama-sama berposisi sebagai tukang gedor gawang lawan.
Adalah Adolfo Sauza pemain gimbal asal Brasil itu yang belakangan berusaha mencuri perhatian publik Medan. Namun, pada penampilan perdananya kemarin, tidak ada yang terlalu istimewa. Fans Ayam Kinantan masih semangat kalau melihat aksi Osas Saha yang musim lalu tampil ciamik bersama PSDS.
“Semua peluang selalu terbuka. Tidak ada yang menghalangi pemain untuk bergabung bersama tim ini. Yang penting bagi saya adalah, tunjukkan kemampuan terbaik, maka sodoran kontrak akan menyusul,” beber Sumin, Selasa (20/10).
Usai latihan, Adolfo menyatakan kalau dia pun punya keinginan besar agar diperkenankan membela PSMS. Adolfo sebaliknya ingin membuktikan kelasnya kalau dia memang layak berkostum hijau-hijau ala PSMS. “Pelatih sudah tahu kualitas saya. Saya punya pengalaman dan sangat siap bersaing dengan pemain lainnya. Kalau akhirnya saya tak terpilih saya ikhlas saja dan akan mencari klub lain,” kata Adolfo. “Kontrak belakangan saja. Pembicaraan akan hal itu sama sekali belum ada kami lakukan dengan manajemen,” lanjutnya.
Kedua striker itu, Saha dan Adolfo, dikatakan Suimin punya beberapa kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Saha, dikatakan Suimin punya skill yang lebih baik dari Adolfo. Sedangkan Adolfo menurut Suimin punya fighting spirit yang lebih aduhai dibanding Saha. Secara gaya, Adolfo lebih mencerminkan pemain Medan yang terkenal keras dan tak ada kata menyerah.
Kalau boleh memilih, sebenarnya Suimin pasti akan memilih keduanya untuk masuk skuad. Masalahnya, kuota bagi pemain asing di PSMS musim ini dikabarkan hanya akan ada dua tempat. “Ada dua pemain asing di lini depan yang seleksi, sebenarnya menguntungkan kita. Karena kita bisa memilih. Hal ini terkait nilai kontrak yang diinginkan mereka nantinya. Kalau ada yang rela lebih murah dan disanggupi manajemen, maka pemain itu bisa jadi yang akan masuk tim,” jelas Suimin.
Sementara itu, peluang bagi pemain lokal untuk berkostum Kinantan rupanya belum tertutup. Setelah pemain bernama Usman masuk, kini satu lagi pemain keturunan Tionghoa bernama Deli ‘Aheng’ Leonto terlihat mengikuti seleksi. Aplus dari penonton Aheng lumayan bergemuruh. Walau masih berusia 23 tahun, namun Aheng cukup berhasil menunjukkan kalau dia punya bakat.
“Tentu ini suatu kebanggan karena saya diberikan kesempatan untuk ikuti seleksi di tim sebesar PSMS. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, karena saya memang cinta PSMS dan ingin bergabung di tim ini,” kata Aheng usai latihan
Ayah Angkat Makin Dekat
Depan » Olahraga » Ayam Kinantan » Ayah Angkat Makin Dekat
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.
Ayah Angkat Makin Dekat
10:22 | Wednesday, 21 October 2009
PERBURUAN ayah angkat – yang nantinya dimintai membantu PSMS – tampaknya mulai cerah. Dikatakan Hendra DS, manajer PSMS belakangan ada tiga pengusaha yang tampaknya rela merogoh koceknya demi Ayam Kinantan. Namun ketiga manusia baik itu tidak disebutkan namanya oleh Hendra.
Ditemui di sela-sela latihan kemarin, Hendra menyampaikan kabar bahagia itu. Meskipun belum ada kepastian di atas kertas, namun secara lisan sudah ditemui kesepakatan. “Sejauh ini sudah ada tiga calon ayah angkat yang sudah mau membantu PSMS. Memang belum ada kesepakatan tertulis karena mereka masih menanti sodoran resmi berupa proposal taksasi dana seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain asing. Dan, proposal itu sedang kita kerjakan,” terang Hendra.
“Mereka ingin tahu, kira-kira berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji pemain asing. Jadi dari tiga orang itu, bisa saja berniat patungan untuk itu,” lanjut Hendra.
Memang, polemik pendanaan PSMS saat ini masih cukup pelik. Terutama dengan niatan merekrut pemain asing. Rata-rata, dikabarnya bahwa biaya untuk merekrut pemain asing, dibutuhkan dana lebih dari Rp500 juta.
Maka itu, sosok ayah angkat yang rela membayar gaji pemain asing sangat dibutuhkan oleh tim. Setidaknya untuk meringankan beban PSMS dalam mengarungi kompetsi musim ini. “Doakan saja semua berjalan lancar. Kita sampai saat ini masih disibukkan dengan lobi ke beberapa pihak yang rela membantu PSMS. Dan hasilnya sudah mulai ada, walaupun belum ada kepastian, namun arahnya sudah jelas. Mari doakan bersama,” pungkas Hendra.
Suimin pilih Nyeck, Saha
Pelatih PSMS Medan Suimin Dihardja menjatuhkan pilihan kepada Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha untuk direkomendasikan kepada manajemen dalam memperkuat skuad Ayam Kinantan ke Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2009/2010.
"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.
Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.
Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.
Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.
Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.
Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.
Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.
Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi
"Saya rekomendasikan Nyeck dan Saha," kata Suimin usai mengadakan pertemuan dengan asistennya Suyono dan Jamaluddin Hutauruk di Sekretariat PSMS Kebun Bunga Medan, Rabu malam.
Suimin tidak dapat menyebutkan nilai kontrak yang diminta Nyeck dan Saha. "Itu bukan wewenang saya. Manajemen hanya meminta dua nama legiun asing, maka saya ajukan kedua nama tersebut," terang ‘Pelatih Kampung’ ini.
Nyeck, mantan bek asal Persib Bandung, selama mengikuti seleksi tampil konsisten. Begitu juga dengan Saha yang merupakan mantan striker PSDS Deli Serdang, Saha. Bahkan Saha mendapat nilai plus dari Suimin karena mencetak gol dalam sesi latihan game kemarin sore.
Dalam latihan tersebut, Suimin memasangkan seluruh pemain asing seperti Nyeck Nyobe, Saha, Ariel Guitterez, Adolfo Souza dan Pato. "Saya memang sengaja tidak menggabungkan Nyeck dan Saha untuk melihat upaya Saha menerobos pertahanan Selamat Riyadi dan Nyeck. Ya, dia mendapat nilai plus dengan membuat gol melalui teknik dan nalurinya," jelasnya.
Namun, akunya, kedua legiun asing itu belum pasti membela Ayam Kinantan karena masih menunggu keputusan manajemen PSMS. Apabila keduanya tidak cocok negosiasi harga, legiun asing yang masih berada di PSMS menjadi alternatif di antaranya Ariel Guitterez dan Adolfo Souza.
Selain menjalani pelatihan, Suimin mempunyai program pertandingan segitiga yang dijadwalkan pada 13 dan 14 November mendatang. PSMS mengundang Penang FC dan Pro Duta untuk bertanding segitiga di Stadion Teladan. "Kalau Pro Duta tidak bisa, cadangannya PSAP Sigli," ujar Suimin.
Sementara itu, Manajer tim Drs Hendra DS, asisten Benny Tomasoa dan Julius Raja mengakui skuad membutuhkan legiun asing. "Kita akan negosiasi harga kedua pemain yang diajukan pelatih," kata Hendra menambahkan sekarang ini sudah 21 pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia.
Hendra yang turut menyaksikan latihan PSMS mengharapkan adanya peningkatan permainan. Animo masyarakat untuk memperkuat PSMS juga tinggi, selain legiun asing sejumlah pemain lokal termasuk satu pemain WNI Tionghoa Deli "Aheng" Leonto mengikuti seleksi
Monday, October 19, 2009
Osas: Uang Belakangan
PENAMPILAN apik selama seleksi ditunjukkan Osas Saha mantan pemain PSDS asal Nigeria itu. Sudah tiga gol dikemasnya dalam sesi selesksi game yang digelar Suimin Diharja. Tak ayal, fans pun antusias melihat penampilan apiknya selama seleksi.
Melihat kontribusinya tampaknya bakal dibutuhkan tim, Suimin pun tak ingin langsung membuang pemain berusia 23 tahun itu. Begitupun, Osas mengaku tak sesumbar bahwa dirinya bakal diterima di PSMS.
Usai latihan kemarin, Osas menuturkan kalau dirinya sangat ingin bergabung dengan PSMS. Dan menariknya, Osas tak ingin langsung bicara uang. Menurutnya, dia ingin bahu-membahu dengan pemain lainnya agar PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya akan bergabung dengan PSMS. Itu semua tergantung pelatih dan manjemen. Saya hanya mengeluarkan seluruh kemampuan saya, dan selanjutnya dipilih oleh pelatih,” kata pemain yang sempat ikut seleksi di PSM Makassar itu.
“Secara pribadi, saya tidak mendahulukan uang. Saya ingin membantu kalau memang dibutuhkan agar PSMS kembali ke ISL,” lanjut pemain yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu.
Nah, kalau PSMS sudah berhasil masuk kembali ke ISL, barulah Osas akan bicarakan uang. Artinya, ada sinyal positif yang menyatakan bahwa Osas benar-benar ingin bermain di PSMS. Dan kalau lobi manajemen berhasil, bisa saja Osas rela dibayar seharga pemain lokal lainnya. Walaupun pastinya agak lebih tinggi.
Sama dengan yang diutarakan Nyobe. Dia bilang bahwa target utamanya ingin bergabung di PSMS adalah ingin mengembalikan taji Ayam Kinantan di ISL. “Selalu ada warna tersendiri ketika satu tim mendatangkan pemain asing. Maka itu, saya sangat berharap ada pihak yang mau membantu PSMS untuk mendatangkan pemain asing berkualitas,” kata Benny Tomasoa
Melihat kontribusinya tampaknya bakal dibutuhkan tim, Suimin pun tak ingin langsung membuang pemain berusia 23 tahun itu. Begitupun, Osas mengaku tak sesumbar bahwa dirinya bakal diterima di PSMS.
Usai latihan kemarin, Osas menuturkan kalau dirinya sangat ingin bergabung dengan PSMS. Dan menariknya, Osas tak ingin langsung bicara uang. Menurutnya, dia ingin bahu-membahu dengan pemain lainnya agar PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) musim depan.
“Saya tidak bisa bilang kalau saya akan bergabung dengan PSMS. Itu semua tergantung pelatih dan manjemen. Saya hanya mengeluarkan seluruh kemampuan saya, dan selanjutnya dipilih oleh pelatih,” kata pemain yang sempat ikut seleksi di PSM Makassar itu.
“Secara pribadi, saya tidak mendahulukan uang. Saya ingin membantu kalau memang dibutuhkan agar PSMS kembali ke ISL,” lanjut pemain yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu.
Nah, kalau PSMS sudah berhasil masuk kembali ke ISL, barulah Osas akan bicarakan uang. Artinya, ada sinyal positif yang menyatakan bahwa Osas benar-benar ingin bermain di PSMS. Dan kalau lobi manajemen berhasil, bisa saja Osas rela dibayar seharga pemain lokal lainnya. Walaupun pastinya agak lebih tinggi.
Sama dengan yang diutarakan Nyobe. Dia bilang bahwa target utamanya ingin bergabung di PSMS adalah ingin mengembalikan taji Ayam Kinantan di ISL. “Selalu ada warna tersendiri ketika satu tim mendatangkan pemain asing. Maka itu, saya sangat berharap ada pihak yang mau membantu PSMS untuk mendatangkan pemain asing berkualitas,” kata Benny Tomasoa
Mantan Kapten Merapat Lagi
Perburuan skuad asing PSMS masih berlangsung. Terakhir, Patricio Jimenez, bek kidal asal Chile siap merapat. Kedatangan Pato – panggilan Partricio Jimenez – ini bisa dikatakan menarik. Pasalnya, kala PSMS dibesut Iwan Setiawan beberapa waktu lalu, Pato adalah kapten PSMS.
Ya, meski tidak lama menjabat kapten – hanya dua kali laga, setelah itu kapten dipegang Afan Lubis – Pato tentunya bukan orang asing lagi bagi Stadion Kebun Bunga. Lucunya, posisi yang diincar Pato sudah ditempati legiun asing yang sedang naik daun, Nyeck Nyobe. Apalagi, Nyobe, sudah nyaris diikat kontrak dengan manajemen.
Selain Pato, legiun asing yang dikabarkan akan merapat hari ini adalah striker Adolfo Sauza. Nah, kedatangan pemain ini juga menarik. Pasalnya, Osas Saha mulai mengambil hati manajemen dan pelatih. Dengan kata lain, perseteruan dua striker ini dipastikan panas untuk merebut satu tiket.
“Dua-dua (Osas dan Adolfo, Red) akan kita lihat dahulu. Kalau memang layak, salah satunya akan segera saya pilih. Target saya, dalam satu pekan ke depan, tim ini sudah memfokuskan penunjukkan kerangka tim. Jadi tidak sibuk seleksi lagi,” beber Pelatih PSMS, Suimin Diharja, kemarin.
Sebelumnya, PSMS bakal memulangkan Christian Bekatal dan Paulo Ezenwa. Dua asing itu dianggap tidak layak berkostum Kinantan. “Mereka masih di mes, kita tinggal tunggu agen mereka menjemput,” jelas Asisten Manajer, Benny Tomasoa.
Tersiar kabar bahwa PSMS musim ini berencana merekrut tiga pemain asing. Satu di lini depan, tengah dan belakang. Di bawah, Nyobe diprediksi bakal dikontrak. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu.
Maka itu, kedatangan Pato tentu saja akan menjadikan dilematis tersendiri bagi Suimin. Pasalnya, Nyobe sudah datang dan ikut seleksi “Saya hanya bertugas mengevaluasi pemain yang saya anggap layak membela PSMS. Selanjutnya, manajemen yang menentukan,” kata Suimin.
Sama halnya dengan bakal hadirnya Adolfo Sauza. Penyerang yang musim lalu berkostum Persita itu bakal bersaing keras dengan Osas Saha yang lebih dulu ikut seleksi. Ditanyakan akan kemungkinan-kemungkinan pilihan, Suimin menjawab bahwa dirinya masih akan melihat dengan seksama.
Adolfo Sauza, memiliki pengalaman dan jam terbang yang tentu saja lebih banyak dibandingkan Osas yang hanya bermain di Divisi Utama. Beda dengan Adolfo yang sudah merasakan kerasnya ISL. Begitupun, Osas seolah tak ingin dikesampingkan. Dalam beberapa uji coba akan dirnya, Osas menunjukkan kegesitan dan feeling mencipta gol dan peluang yang mumpuni
Ya, meski tidak lama menjabat kapten – hanya dua kali laga, setelah itu kapten dipegang Afan Lubis – Pato tentunya bukan orang asing lagi bagi Stadion Kebun Bunga. Lucunya, posisi yang diincar Pato sudah ditempati legiun asing yang sedang naik daun, Nyeck Nyobe. Apalagi, Nyobe, sudah nyaris diikat kontrak dengan manajemen.
Selain Pato, legiun asing yang dikabarkan akan merapat hari ini adalah striker Adolfo Sauza. Nah, kedatangan pemain ini juga menarik. Pasalnya, Osas Saha mulai mengambil hati manajemen dan pelatih. Dengan kata lain, perseteruan dua striker ini dipastikan panas untuk merebut satu tiket.
“Dua-dua (Osas dan Adolfo, Red) akan kita lihat dahulu. Kalau memang layak, salah satunya akan segera saya pilih. Target saya, dalam satu pekan ke depan, tim ini sudah memfokuskan penunjukkan kerangka tim. Jadi tidak sibuk seleksi lagi,” beber Pelatih PSMS, Suimin Diharja, kemarin.
Sebelumnya, PSMS bakal memulangkan Christian Bekatal dan Paulo Ezenwa. Dua asing itu dianggap tidak layak berkostum Kinantan. “Mereka masih di mes, kita tinggal tunggu agen mereka menjemput,” jelas Asisten Manajer, Benny Tomasoa.
Tersiar kabar bahwa PSMS musim ini berencana merekrut tiga pemain asing. Satu di lini depan, tengah dan belakang. Di bawah, Nyobe diprediksi bakal dikontrak. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu.
Maka itu, kedatangan Pato tentu saja akan menjadikan dilematis tersendiri bagi Suimin. Pasalnya, Nyobe sudah datang dan ikut seleksi “Saya hanya bertugas mengevaluasi pemain yang saya anggap layak membela PSMS. Selanjutnya, manajemen yang menentukan,” kata Suimin.
Sama halnya dengan bakal hadirnya Adolfo Sauza. Penyerang yang musim lalu berkostum Persita itu bakal bersaing keras dengan Osas Saha yang lebih dulu ikut seleksi. Ditanyakan akan kemungkinan-kemungkinan pilihan, Suimin menjawab bahwa dirinya masih akan melihat dengan seksama.
Adolfo Sauza, memiliki pengalaman dan jam terbang yang tentu saja lebih banyak dibandingkan Osas yang hanya bermain di Divisi Utama. Beda dengan Adolfo yang sudah merasakan kerasnya ISL. Begitupun, Osas seolah tak ingin dikesampingkan. Dalam beberapa uji coba akan dirnya, Osas menunjukkan kegesitan dan feeling mencipta gol dan peluang yang mumpuni
Divisi Utama mulai 25 November
Kompetisi Sepakbola Divisi Utama PSSI 2009/2010 dijadwalkan mulai digelar 25 November mendatang, usai Tim Nasional memainkan pertandingan babak kualifikasi Piala Asia.
Menurut Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat, jadwal ini diperoleh manajemen berdasarkan informasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).
Dikatakan, sebelum pertandingan dimulai akan didahului dengan berbagai kegiatan di antaranya pendaftaran pemain (hingga 20 Oktober) namun setelah itu setiap tim masih diberi kesempatan menambah pemain. Benny mengakui, masing-masing tim diberi jatah menambah maksimal dua pemain pada 21 Oktober hingga 15 Desember nanti.
Saat ini, Ayam Kinantan sudah memiliki 21 pemain dan terakhir telah dicapai kesepakatan antara manajemen dengan pengurus tentang diizinkannya mengontrak pemain asing sebanyak dua orang dari jumlah tiga legiun asing sesuai kebutuhan tim.
Legiun asing asal Kamerun Bekatal Cristian dan Nyeck Nyobe tengah mengikuti seleksi dan Aldofo Sousa dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha menyusul.
Untuk lini belakang, Benny mengatakan mungkin merekrut Nyobe dan lini depan diupayakan diisi mantan pemain Persita Tangerang, Adolfo Sousa, yang menurut rencana tiba di Medan Senin (19/10) mendatang. Kendati begitu, keputusan tetap di tangan pelatih Suimin Dihardja.
Benny menambahkan, penyerahan daftar manajemen tim dan panitia pelaksana (panpel) adalah 30 Oktober, lalu workshop panpel dan manajer digelar di Jakarta pada 11 November mendatang.
Pertemuan antar manajer juga digelar di Jakarta pada waktu yang bersamaan. "Kemungkinan setelah itu dilakukan pembagian grup dan jadwal pertandingan," katanya
Menurut Asisten Manajer Tim PSMS Drs Benny Tomasoa di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat, jadwal ini diperoleh manajemen berdasarkan informasi dari Badan Liga Indonesia (BLI).
Dikatakan, sebelum pertandingan dimulai akan didahului dengan berbagai kegiatan di antaranya pendaftaran pemain (hingga 20 Oktober) namun setelah itu setiap tim masih diberi kesempatan menambah pemain. Benny mengakui, masing-masing tim diberi jatah menambah maksimal dua pemain pada 21 Oktober hingga 15 Desember nanti.
Saat ini, Ayam Kinantan sudah memiliki 21 pemain dan terakhir telah dicapai kesepakatan antara manajemen dengan pengurus tentang diizinkannya mengontrak pemain asing sebanyak dua orang dari jumlah tiga legiun asing sesuai kebutuhan tim.
Legiun asing asal Kamerun Bekatal Cristian dan Nyeck Nyobe tengah mengikuti seleksi dan Aldofo Sousa dengan Ikpefua Osas Marvellous Saha menyusul.
Untuk lini belakang, Benny mengatakan mungkin merekrut Nyobe dan lini depan diupayakan diisi mantan pemain Persita Tangerang, Adolfo Sousa, yang menurut rencana tiba di Medan Senin (19/10) mendatang. Kendati begitu, keputusan tetap di tangan pelatih Suimin Dihardja.
Benny menambahkan, penyerahan daftar manajemen tim dan panitia pelaksana (panpel) adalah 30 Oktober, lalu workshop panpel dan manajer digelar di Jakarta pada 11 November mendatang.
Pertemuan antar manajer juga digelar di Jakarta pada waktu yang bersamaan. "Kemungkinan setelah itu dilakukan pembagian grup dan jadwal pertandingan," katanya
Friday, October 16, 2009
Geber Legiun Asing
Nyeck Merapat, Bekatal Terancam
MEDAN- Upaya mendatangkan legiun asing terus digeber PSMS. Rabu (14/10) Nyeck Nyobe mantan bek Persib Bandung resmi bergabung untuk mengikuti seleksi. Di samping itu, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza mantan striker Persita Tangerang musim lalu.javascript:void(0)
Sebaliknya, Christian Bekatal yang sudah lebih dulu bergabung dan dua kali ikuti proses seleksi, tampaknya terancam dipulangkan. Kebutuhan akan penyerang murni, itu alasan utama yang dilontarkan manajemen PSMS lewat Benny Tomasoa asisten manajer, kemarin.
“Ada kemungkinan untuk memulangkan Bekatal. Tapi kita masih menanti rekomendasi dari pelatih kepala. Bukan karena apa-apa, tapi melainkan karena kebutuhan tim akan striker. Sedangkan Bekatal merupakan pemain yang cenderung main di lini kedua atau playmaker,” terang Benny.
Dalam uji coba kontra Medan United baru-baru ini, Suimin Diharja arsitek PSMS memang sudah melihat hal itu. Berdasarkan pengamatannya, Bekatal memang lebih sering mundur ke belakang dan membantu second line PSMS yang sudah dikawal oleh Afan Lubis. Maka itu, rekomendasi dari Suimin akan segera dijadikan patokan.
Sementara Nyeck, dijelaskan akan segera ikuti seleksi begitu bergabung. Saat dihubungi kemarin sore, Benny mengaku sedang menjemput Nyeck di Bandara Polonia. “Nyeck punya komitmen kuat untuk bergabung bersama PSMS. Ini terbukti dari pilihannya untuk seleksi di PSMS daripada menerima tawaran Persija. Mungkin besok (hari ini, Red) dia usah bergabung dengan tim,” terang Benny.
Tak hanya Nyeck, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza yang musim lalu berkostum Persita. Menurut Benny, Adolfo akan didatangkan pada Jumat (16/1) besok. “Rencana kita juga akan mendatangkan Adolfo untuk ikuti seleksi. Tapi keputusan pastinya belum diketahui. Yang jelas, tim ini membutuhkan sosok striker asing,” pungkas Benny. (ful)
MEDAN- Upaya mendatangkan legiun asing terus digeber PSMS. Rabu (14/10) Nyeck Nyobe mantan bek Persib Bandung resmi bergabung untuk mengikuti seleksi. Di samping itu, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza mantan striker Persita Tangerang musim lalu.javascript:void(0)
Sebaliknya, Christian Bekatal yang sudah lebih dulu bergabung dan dua kali ikuti proses seleksi, tampaknya terancam dipulangkan. Kebutuhan akan penyerang murni, itu alasan utama yang dilontarkan manajemen PSMS lewat Benny Tomasoa asisten manajer, kemarin.
“Ada kemungkinan untuk memulangkan Bekatal. Tapi kita masih menanti rekomendasi dari pelatih kepala. Bukan karena apa-apa, tapi melainkan karena kebutuhan tim akan striker. Sedangkan Bekatal merupakan pemain yang cenderung main di lini kedua atau playmaker,” terang Benny.
Dalam uji coba kontra Medan United baru-baru ini, Suimin Diharja arsitek PSMS memang sudah melihat hal itu. Berdasarkan pengamatannya, Bekatal memang lebih sering mundur ke belakang dan membantu second line PSMS yang sudah dikawal oleh Afan Lubis. Maka itu, rekomendasi dari Suimin akan segera dijadikan patokan.
Sementara Nyeck, dijelaskan akan segera ikuti seleksi begitu bergabung. Saat dihubungi kemarin sore, Benny mengaku sedang menjemput Nyeck di Bandara Polonia. “Nyeck punya komitmen kuat untuk bergabung bersama PSMS. Ini terbukti dari pilihannya untuk seleksi di PSMS daripada menerima tawaran Persija. Mungkin besok (hari ini, Red) dia usah bergabung dengan tim,” terang Benny.
Tak hanya Nyeck, manajemen PSMS juga berencana mendatangkan Adolfo Sauza yang musim lalu berkostum Persita. Menurut Benny, Adolfo akan didatangkan pada Jumat (16/1) besok. “Rencana kita juga akan mendatangkan Adolfo untuk ikuti seleksi. Tapi keputusan pastinya belum diketahui. Yang jelas, tim ini membutuhkan sosok striker asing,” pungkas Benny. (ful)
Suimin sambut gembira trio asing
Dua lagi pemain asing asal Afrika, Nyeck Nyobe dan Ikpefua Osas Marvellous Saha, bakal bergabung dalam skuad PSMS Medan. Sedangkan Aldofo Sousa masih ditunggu kedatangannya.
Pelatih Suimin Dihardja yang ditemui usai memimpin Selamet Riyadi cs berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis, menyambut gembira kehadiran trio asing tersebut memperkuat skuad Ayam Kinantan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010, November nanti.
“Kepastian mereka masuk skuad PSMS tergantung hasil seleksi. Siapapun dia, walau pemain bersangkutan punya nama besar dan berprestasi sebelumnya, tidak menjadi patokan manajemen maupun pelatih memilihnya,” kata Suimin.
Manajer tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa mengakui, direkrutnya pemain asing karena ada harapan pihak bapak angkat (sponsor) mau membiayainya. Kalau tidak, Hendra menambahkan terasa sulit bagi PSMS mengontrak para pemain tersebut.
Hendra dan Benny optimis pihaknya akan mendapatkan bapak angkat. Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengakui pada 14 November nanti PSMS akan melakukan dadar kekuatan dengan Penang FC asal Malaysia di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Hendra berharap pelatih sudah menentukan pemainnya dan tidak lagi bongkar pasang.
Benny sendiri mengakui sependapat dengan pelatih bahwa pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, bukan pemain depan murni melainkan gelandang menyerang. Hal itu berdasarkan karakter permainannya pada Selasa (13/10) lalu ketika Bekatal lebih banyak melakukan umpan ketimbang mencari peluang untuk membuat gol.
"Dengan kehadiran Saha dan Sousa, satu di antaranya mungkin bisa menggantikan Bekatal di depan, sedangkan Nyeck Nyobe akan bermain sebagai libero," kata Suimin.
Menanggapi status mantan pemain PSDS Deli Serdang Imam Faisal, dikatakan bahwa pengurus PSMS tidak lagi menambah pemain lokal dari jumlah pemain yang ada sehingga mantan pemain PON Sumut itu tertutup peluangnya masuk skuad PSMS
Pelatih Suimin Dihardja yang ditemui usai memimpin Selamet Riyadi cs berlatih di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis, menyambut gembira kehadiran trio asing tersebut memperkuat skuad Ayam Kinantan guna menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010, November nanti.
“Kepastian mereka masuk skuad PSMS tergantung hasil seleksi. Siapapun dia, walau pemain bersangkutan punya nama besar dan berprestasi sebelumnya, tidak menjadi patokan manajemen maupun pelatih memilihnya,” kata Suimin.
Manajer tim Drs Hendra DS didampingi Drs Benny Tomasoa mengakui, direkrutnya pemain asing karena ada harapan pihak bapak angkat (sponsor) mau membiayainya. Kalau tidak, Hendra menambahkan terasa sulit bagi PSMS mengontrak para pemain tersebut.
Hendra dan Benny optimis pihaknya akan mendapatkan bapak angkat. Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengakui pada 14 November nanti PSMS akan melakukan dadar kekuatan dengan Penang FC asal Malaysia di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Hendra berharap pelatih sudah menentukan pemainnya dan tidak lagi bongkar pasang.
Benny sendiri mengakui sependapat dengan pelatih bahwa pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, bukan pemain depan murni melainkan gelandang menyerang. Hal itu berdasarkan karakter permainannya pada Selasa (13/10) lalu ketika Bekatal lebih banyak melakukan umpan ketimbang mencari peluang untuk membuat gol.
"Dengan kehadiran Saha dan Sousa, satu di antaranya mungkin bisa menggantikan Bekatal di depan, sedangkan Nyeck Nyobe akan bermain sebagai libero," kata Suimin.
Menanggapi status mantan pemain PSDS Deli Serdang Imam Faisal, dikatakan bahwa pengurus PSMS tidak lagi menambah pemain lokal dari jumlah pemain yang ada sehingga mantan pemain PON Sumut itu tertutup peluangnya masuk skuad PSMS
Wednesday, October 14, 2009
Suimin akui mulai berkembang
Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Minggu mengakui, penampilan anak-anak besutannya mulai menunjukkan peningkatan dari pertandingan ujicoba yang sudah dilakoni.
“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.
Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.
Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.
Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.
Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.
Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.
“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman
“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.
Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.
Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.
Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.
Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.
Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.
“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman
Bekatal merapat ke PSMS
Pemain asing asal Kamerun, Bekatal Cristian, merapat ke skuad PSMS Medan. Namun belum ada kepastian dia membela tim kebanggaan kota Medan ini pada kompetisi Divisi Utama PSSI 2009 yang dijadwalkan November mendatang.
Asisten Manajer tim PSMS Drs Benny Tomasoa ketika dihubungi saat menyaksikan latihan tim asuhan Suimin Dihardja di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, kehadiran pemain yang memperkuat Persita Tangerang tahun lalu itu masih berstatus seleksi.
Bersama Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan Zulkifli Husin, Benny belum memastikan biaya yang harus dikeluarkan manajemen untuk mendapatkan Bekatal. Dikatakana, manajemen juga harus berkonsultasi dengan Ketua Umum sebelum merekrut Bekatal memperkuat Ayam Kinantan.
Dalam latihan pagi dan sore, Bekatal langsung mendapat latihan fisik. “Mungkin dia masih kelelahan, jadi kita belum bisa menilai kemampuannya,” kata Benny seraya mengakui pada Selasa ini PSMS akan melakukan ujicoba melawan Medan United di Stadion DR TD Pardede, Jl Binjai Medan.
Sebelum latihan, Manajer Tim Drs Hendra DS dan Asisten Manajer Benny Tomasoa menyerahkan sumbangan ke korban gempa di Sumatera Barat kepada fans PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), yang akan meneruskannya kepada korban.
Di samping bantuan dari pemain, manajer dan asisten manajer plus pelatih Suimin Dihardja, rombongan fans PSMS itu juga membawa bahan-bahan sembako dan obat-obatan dengan uang tunai setotal Rp10 juta lebih.
"Sebagai pelatih PSMS, saya salut dengan kepedulian yang ditunjukkan SmeCK dan berharap bantuan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya,” kata Suimin.
Sementara itu, Firman mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan kerjasama antara SMeCK dan PSMS sekaligus sebagai bukti dari kekompakan kedua belah pihak. "Melalui kegiatan ini, kami menyatakan SMeCK selalu memberikan dukungan kepada PSMS apapun kondisi yang saat ini terjadi dan berharap mereka bisa menunjukkan tajinya untuk kembali ke Liga Super musim depan," bebernya
Asisten Manajer tim PSMS Drs Benny Tomasoa ketika dihubungi saat menyaksikan latihan tim asuhan Suimin Dihardja di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin menyebutkan, kehadiran pemain yang memperkuat Persita Tangerang tahun lalu itu masih berstatus seleksi.
Bersama Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS dan Zulkifli Husin, Benny belum memastikan biaya yang harus dikeluarkan manajemen untuk mendapatkan Bekatal. Dikatakana, manajemen juga harus berkonsultasi dengan Ketua Umum sebelum merekrut Bekatal memperkuat Ayam Kinantan.
Dalam latihan pagi dan sore, Bekatal langsung mendapat latihan fisik. “Mungkin dia masih kelelahan, jadi kita belum bisa menilai kemampuannya,” kata Benny seraya mengakui pada Selasa ini PSMS akan melakukan ujicoba melawan Medan United di Stadion DR TD Pardede, Jl Binjai Medan.
Sebelum latihan, Manajer Tim Drs Hendra DS dan Asisten Manajer Benny Tomasoa menyerahkan sumbangan ke korban gempa di Sumatera Barat kepada fans PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), yang akan meneruskannya kepada korban.
Di samping bantuan dari pemain, manajer dan asisten manajer plus pelatih Suimin Dihardja, rombongan fans PSMS itu juga membawa bahan-bahan sembako dan obat-obatan dengan uang tunai setotal Rp10 juta lebih.
"Sebagai pelatih PSMS, saya salut dengan kepedulian yang ditunjukkan SmeCK dan berharap bantuan tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya,” kata Suimin.
Sementara itu, Firman mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan kerjasama antara SMeCK dan PSMS sekaligus sebagai bukti dari kekompakan kedua belah pihak. "Melalui kegiatan ini, kami menyatakan SMeCK selalu memberikan dukungan kepada PSMS apapun kondisi yang saat ini terjadi dan berharap mereka bisa menunjukkan tajinya untuk kembali ke Liga Super musim depan," bebernya
Manajer gusar menang 2-1
Akibat PSMS Medan cuma menang 2-1 atas Medan United (MU) pada laga persahabatan di Stadion DR TD Pardede, Selasa, Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS gusar.
Bahkan Hendra menilai empat pemain tengah layak dipertimbangkan keberadaannya untuk tetap berada di skuad Ayam Kinantan tersebut. Pada laga ke-13 itu, PSMS hanya mampu menciptakan dua gol di babak kedua lewat Imam Faisal dan M Affan Lubis, sementara MU memperkecil ketinggalan lewat kaki Tambun Naibaho.
“Pelatih Suimin Diharja saat ini terus memantau perkembangan tim dengan mencatat laporan masing-masing pemain setiap harinya hingga beberapa minggu ke depan. Tentunya, tidak semua pemain dipertahankan dan akan ada sekitar empat pemain yang masih harus dipertimbangkan statusnya,” ucap Hendra tegas tanpa menyebutkan nama-nama pemain tersebut.
Untuk pemain asing, pemain Kamerun Bekatal Christian masih terus mendapatkan perhatian serius dari tim pelatih. “Kita belum bisa memutuskan statusnya di PSMS, karena masih menunggu pemain asing lainnya yang rencananya datang dalam waktu dekat. Perbandingan belum bisa kita lakukan, karena hanya Bekatal yang baru ada,” ucap Hendra lagi.
Sama halnya dengan Bekatal, Ariel Guttierez yang tetap berlatih di PSMS dan diturunkan pada laga kontra skuad asuhan Parlin Siagian itu juga belum punya kejelasan. “Semua mungkin, tetapi kemampuannya masih terus kita pantau,” tambah Hendra.
Suimin pun mengamini apa yang diungkapkan Hendra, karena saat ini dirinya tengah membentuk kerangka tim yang akan diplot sebagai skuad inti. Untuk pemain asing, Suimin menyatakan masih menunggu kedatangan beberapa pemain impor.
“Tim kita (PSMS) tidak mampu mengembangkan permainan dengan baik. Mereka terkejut melihat compact defense yang dibangun Medan United, sehingga seringkali serangan yang dibangun kandas. Sebaliknya, performa MU cukup baik,” sebutnya.
Parlin Siagian tidak mau berkomentar banyak. “Pertandingan ini hanya friendly match. Kalau kita berkomentar yang aneh-aneh, kesan PSMS di masyarakat tidak akan baik. Jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” tandasnya.
Bahkan Hendra menilai empat pemain tengah layak dipertimbangkan keberadaannya untuk tetap berada di skuad Ayam Kinantan tersebut. Pada laga ke-13 itu, PSMS hanya mampu menciptakan dua gol di babak kedua lewat Imam Faisal dan M Affan Lubis, sementara MU memperkecil ketinggalan lewat kaki Tambun Naibaho.
“Pelatih Suimin Diharja saat ini terus memantau perkembangan tim dengan mencatat laporan masing-masing pemain setiap harinya hingga beberapa minggu ke depan. Tentunya, tidak semua pemain dipertahankan dan akan ada sekitar empat pemain yang masih harus dipertimbangkan statusnya,” ucap Hendra tegas tanpa menyebutkan nama-nama pemain tersebut.
Untuk pemain asing, pemain Kamerun Bekatal Christian masih terus mendapatkan perhatian serius dari tim pelatih. “Kita belum bisa memutuskan statusnya di PSMS, karena masih menunggu pemain asing lainnya yang rencananya datang dalam waktu dekat. Perbandingan belum bisa kita lakukan, karena hanya Bekatal yang baru ada,” ucap Hendra lagi.
Sama halnya dengan Bekatal, Ariel Guttierez yang tetap berlatih di PSMS dan diturunkan pada laga kontra skuad asuhan Parlin Siagian itu juga belum punya kejelasan. “Semua mungkin, tetapi kemampuannya masih terus kita pantau,” tambah Hendra.
Suimin pun mengamini apa yang diungkapkan Hendra, karena saat ini dirinya tengah membentuk kerangka tim yang akan diplot sebagai skuad inti. Untuk pemain asing, Suimin menyatakan masih menunggu kedatangan beberapa pemain impor.
“Tim kita (PSMS) tidak mampu mengembangkan permainan dengan baik. Mereka terkejut melihat compact defense yang dibangun Medan United, sehingga seringkali serangan yang dibangun kandas. Sebaliknya, performa MU cukup baik,” sebutnya.
Parlin Siagian tidak mau berkomentar banyak. “Pertandingan ini hanya friendly match. Kalau kita berkomentar yang aneh-aneh, kesan PSMS di masyarakat tidak akan baik. Jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” tandasnya.
Tuesday, October 13, 2009
Stop Pemain Lokal
Legiun asing mulai merapat ke klub berjuluk Ayam Kinantan. Minggu (11/10) kemarin, mantan striker Persita asal Kamerun bernama Christian Bekapal bertandang ke Stadion Kebun Bunga markas PSMS. Kedatangan Christian tentu saja untuk mengikuti seleksi tim asuhan Suimin Diharja itu.
Christian datang bersama Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Dijelaskan Benny, komitmen manajemen PSMS untuk berusaha mendatangkan legiun asing memang terus digalakkan. Bahkan sempat beredar kabar manajemen PSMS rela patungan untuk mendatangkan legiun asing.
Tidak hanya itu, upaya untuk mendatangkan ayah angkat yang rela membayar kebutuhan pemain asing juga masih diupayakan manajemen. “Sementara, baru Christian Bekapal yang kami datangkan untuk seleksi. Kalau pelatih berkenan, dia akan bersama kita. Kalau tidak maka kita cari yang lain,” beber Benny.
Christian yang diwawancarai Sumut Pos pun mengaku senang, bisa diberi kesempatan testing di PSMS. Menurutnya, PSMS merupakan tim bagus dan punya nama besar.
“Saya senang seandainya bisa bergabung di PSMS. Ini merupakan tim yang besar dan disegani. Kalau memang terpilih masuk skuad, saya akan bertekad membawa PSMS kembali ke ISL,” kata Christian dengan bahasa Indonesianya yang terbata-bata.
Sedangkan Nyeck Nyobe yang awalnya juga digadang bakal berlabuh di PSMS, akan datang Selasa ini. “Sebenarnya Nyek Nyobe mau datang hari ini (Minggu, Red) juga. Tapi saya bilang sabar dulu menanti konfirmasi dari pengurus. Maka itu Nyeck kemungkinan besar akan datang Selasa ini,” lanjut Benny.
Kalau rekrutmen asing mulai digalakkan, maka tidak demikian dengan upaya menambah skuad lokal. Dijelaskan Benny, pemilihan akan pemain asing dengan kemampuan yang setingkat lebih baik dari pemain lokal akan menjadi prioritas.
Kebetulan legiun asing yang akan didatangkan menurut Benny, tidak minta macam-macam dan bersedia dikontrak dengan harga di bawah standar pemain asing. Seperti Nyeck Nyobe yang siap dikontrak di bawah harga Rp500 juta.
“Untuk pemain lokal tampaknya kita tidak akan menambah skuad. Sebaliknya akan kita cari pemain asing yang harganya terjangkau dengan kemampuan lebih baik. Seperti Nyeck, dia sudah bilang pada saya siap dibayar di bawah standar asalkan main untuk PSMS. Dia hanya minta dikontrakkan rumah untuk keluarganya. Itu saja,” pungkas Benny
Christian datang bersama Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Dijelaskan Benny, komitmen manajemen PSMS untuk berusaha mendatangkan legiun asing memang terus digalakkan. Bahkan sempat beredar kabar manajemen PSMS rela patungan untuk mendatangkan legiun asing.
Tidak hanya itu, upaya untuk mendatangkan ayah angkat yang rela membayar kebutuhan pemain asing juga masih diupayakan manajemen. “Sementara, baru Christian Bekapal yang kami datangkan untuk seleksi. Kalau pelatih berkenan, dia akan bersama kita. Kalau tidak maka kita cari yang lain,” beber Benny.
Christian yang diwawancarai Sumut Pos pun mengaku senang, bisa diberi kesempatan testing di PSMS. Menurutnya, PSMS merupakan tim bagus dan punya nama besar.
“Saya senang seandainya bisa bergabung di PSMS. Ini merupakan tim yang besar dan disegani. Kalau memang terpilih masuk skuad, saya akan bertekad membawa PSMS kembali ke ISL,” kata Christian dengan bahasa Indonesianya yang terbata-bata.
Sedangkan Nyeck Nyobe yang awalnya juga digadang bakal berlabuh di PSMS, akan datang Selasa ini. “Sebenarnya Nyek Nyobe mau datang hari ini (Minggu, Red) juga. Tapi saya bilang sabar dulu menanti konfirmasi dari pengurus. Maka itu Nyeck kemungkinan besar akan datang Selasa ini,” lanjut Benny.
Kalau rekrutmen asing mulai digalakkan, maka tidak demikian dengan upaya menambah skuad lokal. Dijelaskan Benny, pemilihan akan pemain asing dengan kemampuan yang setingkat lebih baik dari pemain lokal akan menjadi prioritas.
Kebetulan legiun asing yang akan didatangkan menurut Benny, tidak minta macam-macam dan bersedia dikontrak dengan harga di bawah standar pemain asing. Seperti Nyeck Nyobe yang siap dikontrak di bawah harga Rp500 juta.
“Untuk pemain lokal tampaknya kita tidak akan menambah skuad. Sebaliknya akan kita cari pemain asing yang harganya terjangkau dengan kemampuan lebih baik. Seperti Nyeck, dia sudah bilang pada saya siap dibayar di bawah standar asalkan main untuk PSMS. Dia hanya minta dikontrakkan rumah untuk keluarganya. Itu saja,” pungkas Benny
Monday, October 12, 2009
PSMS-Gumarang FC terkumpul Rp930 Ribu
Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Minggu mengakui, penampilan anak-anak besutannya mulai menunjukkan peningkatan dari pertandingan ujicoba yang sudah dilakoni.
“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.
Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.
Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.
Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.
Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.
Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.
“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman.
“Perkembangan permainan sudah mulai terlihat. Setidaknya materi latihan selama ini sudah mulai nampak. Gol dalam partai uji coba tidak terlalu kita cari,” beber Suimin usai menang 3-1 atas Gumarang FC di Stadion Kebun Bunga Medan.
Skuad Ayam Kinantan lebih dulu unggul di awal babak pertama ketika Heri Swondo memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Imam Faisal. Dengan sedikit sontekan kepalanya, skor berubah 1-0 yang bertahan hingga paruh laga.
Untuk suplai tenagan, tiga pemain digantikan di babak kedua. M Affan Lubis, Selamat Riadi dan M Yusuf masuk menggantikan Chiko Maradona, Heri Swondo dan Usman.
Belum genap lima menit babak kedua dimulai, Imam Faisal yang statusnya belum jelas di PSMS menunjukkan kelasnya. Lewat satu kesalahan pemain belakang Gumarang FC, Imam melepaskan tendangan menyusur tanah yang langsung membobol gawang lawan.
Unggul 2-0, anak-anak PSMS terus mendominasi permainan. Sayangnya, beberapa peluang yang diperoleh Ahmad Affandi dan Jacky Pasarela belum menemui sasaran. Keasyikan menyerang, PSMS lengah bertahan dan berakibat Syafri Koto memperkecil ketinggalan Gumarang FC.
Di pengujung laga, Imam Faisal semakin menunjukkan dirinya pantas diandalkan skuad Ayam Kinantan. Lewat satu kemelut di depan mulut gawang, tendangan first time mantan pemain PSDS Deli Serdang ini memastikan kemenangan timnya. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dalam partai bertajuk laga amal "PSMS Peduli Gempa Sumbar", segenap pemain, ofisial menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa. Dari sumbangan yang digalang Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), terkumpul dana sejumlah Rp930 ribu. Sumbangan itu dikumpulkan dengan dana yang telah digalang 10 hari oleh SMeCK dengan total lebih dari Rp7 juta.
“Rencananya, kami akan langsung menyalurkan sumbangan ini ke Sumbar pada Senin ini,” beber Ketua SMeCK Nata didampingi koordinator penggalangan dana Firman.
Saturday, October 10, 2009
Pemain Kamerun Mendekat
Persoalan striker di tubuh PSMS masih mengganjal hingga saat ini. Dari striker yang ada, baru Jacky Pasarela yang menujukkan performa lumayan. Di tengah kekosongan lini depan itu, manajemen PSMS berencana mendatangkan stopper bernama Nyeck Nyobe George, legiun asing asal kamerun berusia 27 tahun.
Dijelaskan Benny Tomasoa dan Zulkifli Husain Asisten Manajer PSMS, bahwa pada dasarnya manajemen tim sudah memusyawarahkan untuk segera mendatangkan skuad asing. Sementara ini, yang hampir pasti adalah Nyeck Nyobe yang musim lalu sempat memperkuat Persib Bandung. “Sementara ini, yang sudah hampir pasti ingin bergabung bersama kita adalah Nyeck Nyobe. Dan ini hasil dari swadaya dari sesama pengurus dulu. Semoga dengan hadirnya Nyeck, pemain asing lain juga segera merapat,” beber Benny di Stadion Kebun Bungan kemarin sore.
“Awalnya kita sudah menawari Roger Batoum, namun dia lebih dulu ikat kontrak dengan tim dari timur. Sebenarnya Nyeck juga mau dipaketkan dengan Roger, namun dia memilih bergabung ke PSMS,” sambung Zulkifli.
Dijelaskan Benny, rencananya dalam pekan ini Nyeck akan menjalani tes bersama PSMS. Setidaknya untuk ditunjukkan kepada pelatih Suimin Diharja terlebih dahulu. “Seminggu ini mungkin Nyeck bakal merapat. Saat ini dia sedang berada di Jakarta,” lanjut Benny.
Pertimbangan mendatangkan Nyeck Nyobe, terkait agresifitas stopper yang satu ini ternyata mendapat perhatian serius dari menajemen.
“Saat ini manajemen tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Nyeck Nyobe kedalam tim. Memang, masih sebatas perundingan, tetapi kalau harga disepakati, kemungkinan Nyeck Nyobe menjadi salah satu prioritas kita,” lanjut Benny.
Soal harga, diketahui Nyeck meminta kontrak di bawah Rp500 juta. Dan jumlah itu dipertimbangkan kembali oleh pengurus. “Saya sudah bertemu dengan Ketum PSMS untuk membicarakan urusan mendatangkan pemain asing. Dan beliau setuju asalkan yang terbaik bagi PSMS,” beber Benny menambahkan.
Tidak hanya Nyeck Nyobe, Benny menuturkan ada beberapa pemain asing yang menyatakan ingin mengadu nasib di PSMS dan menyatakan bersedia mengikuti seleksi. Itu berarti peluang Nyeck Nyobe dan pemain asing lainnya di PSMS masih sama besar. “Tidak Cuma Nyeck, ada beberapa pemain asing lain yang mau mengadu nasib di tim kita. Rencananya, kita akan merekrut satu pemain depan dan satu pemain belakang,” timpal Zukifli. “Manajemen akan berusaha mengumpulkan dana dan kalau perlu patungan, karena pemain asing itu krusial, tanpa pemain asing kita akan sulit bersaing, apalagi rata-rata tim saingan kita diperkuat skuad asing,” tandas Zulkifli.
Dijelaskan Benny Tomasoa dan Zulkifli Husain Asisten Manajer PSMS, bahwa pada dasarnya manajemen tim sudah memusyawarahkan untuk segera mendatangkan skuad asing. Sementara ini, yang hampir pasti adalah Nyeck Nyobe yang musim lalu sempat memperkuat Persib Bandung. “Sementara ini, yang sudah hampir pasti ingin bergabung bersama kita adalah Nyeck Nyobe. Dan ini hasil dari swadaya dari sesama pengurus dulu. Semoga dengan hadirnya Nyeck, pemain asing lain juga segera merapat,” beber Benny di Stadion Kebun Bungan kemarin sore.
“Awalnya kita sudah menawari Roger Batoum, namun dia lebih dulu ikat kontrak dengan tim dari timur. Sebenarnya Nyeck juga mau dipaketkan dengan Roger, namun dia memilih bergabung ke PSMS,” sambung Zulkifli.
Dijelaskan Benny, rencananya dalam pekan ini Nyeck akan menjalani tes bersama PSMS. Setidaknya untuk ditunjukkan kepada pelatih Suimin Diharja terlebih dahulu. “Seminggu ini mungkin Nyeck bakal merapat. Saat ini dia sedang berada di Jakarta,” lanjut Benny.
Pertimbangan mendatangkan Nyeck Nyobe, terkait agresifitas stopper yang satu ini ternyata mendapat perhatian serius dari menajemen.
“Saat ini manajemen tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Nyeck Nyobe kedalam tim. Memang, masih sebatas perundingan, tetapi kalau harga disepakati, kemungkinan Nyeck Nyobe menjadi salah satu prioritas kita,” lanjut Benny.
Soal harga, diketahui Nyeck meminta kontrak di bawah Rp500 juta. Dan jumlah itu dipertimbangkan kembali oleh pengurus. “Saya sudah bertemu dengan Ketum PSMS untuk membicarakan urusan mendatangkan pemain asing. Dan beliau setuju asalkan yang terbaik bagi PSMS,” beber Benny menambahkan.
Tidak hanya Nyeck Nyobe, Benny menuturkan ada beberapa pemain asing yang menyatakan ingin mengadu nasib di PSMS dan menyatakan bersedia mengikuti seleksi. Itu berarti peluang Nyeck Nyobe dan pemain asing lainnya di PSMS masih sama besar. “Tidak Cuma Nyeck, ada beberapa pemain asing lain yang mau mengadu nasib di tim kita. Rencananya, kita akan merekrut satu pemain depan dan satu pemain belakang,” timpal Zukifli. “Manajemen akan berusaha mengumpulkan dana dan kalau perlu patungan, karena pemain asing itu krusial, tanpa pemain asing kita akan sulit bersaing, apalagi rata-rata tim saingan kita diperkuat skuad asing,” tandas Zulkifli.
PSMS Belum Terkalahkan
PSMS masih tak terkalahkan dalam beberapa partai uji coba yang digelar selama ini. Rabu (7/10) kemarin di Stadion Kebun Bunga, Sumut FC yang menjadi lawan tanding menyerah 1-0. Sayang, laga itu berjalan kurang menarik. Hujan deras menyebabkan lapangan tergenang.
Suimin Diharja arsitek tim, mengeluhkan kondisi itu. Menurutnya, apa yang telah diinstruksikan kepada skuad, tidak maksimal diterapkan.
“Apa yang sudah diinstruksikan, tidak bisa diterapkan dengan baik oleh anak-anak. Faktor lapangan sangat mempengaruhi jalannya pertandingan,” beber Suimin usai uji coba.
Pada laga itu, gol tunggal PSMS dikemas gelandang senior Afan Lubis. Tendangan bebasnya berhasil bersarang di gawang Sumut FC, ketika laga masih berjalan satu babak. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga.
Sebenarnya, sepanjang laga dominasi serangan dikuasai Ayam Kinantan. Namun sayangnya, finishing gol PSMS masih jauh dari sempurna. “Seharusnya beberapa peluang bisa menjadi gol. Sayang penyelesaian pemain masih sangat buruk,” kata Suimin.
Bahkan Suimin sempat berencana memberikan hukuman bagi skuadnya, karena tak juga mampu mengemas gol tambahan. Tapi melihat kondisi pemain, hukuman urung diberikan.
Di lain pihak, manajer Sumut FC Idris, SE menyatakan bahwa PSMS harus lebih mempersiapkan diri untuk menatap kompetisi. Menurut Idris, laga ujicoba itu sudah berjalan baik, namun tidak bisa sepenuhnya melihat kemampuan kedua tim karena lapangan yang tergenang.
“Persiapan mereka (PSMS, Red) harus digeber lebih keras lagi. Walaupun tim kami kalah, tapi kami masih berhasil memberikan perlawanan. Maka itu, semua elemen di PSMS harus lebih serius mempersiapkan diri. Keseriusan manajemen PSMS juga sangat dibutuhkan tentunya,” kata Idris.
Sementara itu, Aritonang, eks manajer PSMS di era 90-an akhir menyatakan optimismenya akan tim ini. Bahkan menilik skuad yang ada saat ini, Aritonang mengaku PSMS masih cukup menggetarkan lawan-lawannya di Divisi Utama. Terlebih PSMS dilatih arsitek sekelas Suimin Diharja.
“Siapa bilang PSMS tidak punya peluang lolos kembali ke ISL musim depan. Bahkan dengan tim yang ada saat ini. Tapi kalau memang memungkinkan, ada baiknya ditambah seorang pemain di lini depan. Kalau bisa pemain asing yang memang punya kualitas,” beber Aritonang.
Memang, urusan striker masih menjadi soal yang harus segera dibereskan. Dalam beberapa uji coba yang digelar, PSMS masih bisa dibilang paceklik gol. Tercatat, hanya Jacky Pasarela yang produktif mengemas gol. Sisanya, gol bagi PSMS tercipta dari bola mati. “Mengandalkan Jacky seorang tidaklah mungkin. Maka itu, minimal satu legiun asing sudah cukup membantu lini depan,” pungkas Aritonang.
Suimin Diharja arsitek tim, mengeluhkan kondisi itu. Menurutnya, apa yang telah diinstruksikan kepada skuad, tidak maksimal diterapkan.
“Apa yang sudah diinstruksikan, tidak bisa diterapkan dengan baik oleh anak-anak. Faktor lapangan sangat mempengaruhi jalannya pertandingan,” beber Suimin usai uji coba.
Pada laga itu, gol tunggal PSMS dikemas gelandang senior Afan Lubis. Tendangan bebasnya berhasil bersarang di gawang Sumut FC, ketika laga masih berjalan satu babak. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga.
Sebenarnya, sepanjang laga dominasi serangan dikuasai Ayam Kinantan. Namun sayangnya, finishing gol PSMS masih jauh dari sempurna. “Seharusnya beberapa peluang bisa menjadi gol. Sayang penyelesaian pemain masih sangat buruk,” kata Suimin.
Bahkan Suimin sempat berencana memberikan hukuman bagi skuadnya, karena tak juga mampu mengemas gol tambahan. Tapi melihat kondisi pemain, hukuman urung diberikan.
Di lain pihak, manajer Sumut FC Idris, SE menyatakan bahwa PSMS harus lebih mempersiapkan diri untuk menatap kompetisi. Menurut Idris, laga ujicoba itu sudah berjalan baik, namun tidak bisa sepenuhnya melihat kemampuan kedua tim karena lapangan yang tergenang.
“Persiapan mereka (PSMS, Red) harus digeber lebih keras lagi. Walaupun tim kami kalah, tapi kami masih berhasil memberikan perlawanan. Maka itu, semua elemen di PSMS harus lebih serius mempersiapkan diri. Keseriusan manajemen PSMS juga sangat dibutuhkan tentunya,” kata Idris.
Sementara itu, Aritonang, eks manajer PSMS di era 90-an akhir menyatakan optimismenya akan tim ini. Bahkan menilik skuad yang ada saat ini, Aritonang mengaku PSMS masih cukup menggetarkan lawan-lawannya di Divisi Utama. Terlebih PSMS dilatih arsitek sekelas Suimin Diharja.
“Siapa bilang PSMS tidak punya peluang lolos kembali ke ISL musim depan. Bahkan dengan tim yang ada saat ini. Tapi kalau memang memungkinkan, ada baiknya ditambah seorang pemain di lini depan. Kalau bisa pemain asing yang memang punya kualitas,” beber Aritonang.
Memang, urusan striker masih menjadi soal yang harus segera dibereskan. Dalam beberapa uji coba yang digelar, PSMS masih bisa dibilang paceklik gol. Tercatat, hanya Jacky Pasarela yang produktif mengemas gol. Sisanya, gol bagi PSMS tercipta dari bola mati. “Mengandalkan Jacky seorang tidaklah mungkin. Maka itu, minimal satu legiun asing sudah cukup membantu lini depan,” pungkas Aritonang.
AFC mulai perhitungkan binaan PSMS
Para pemain binaan PSMS Medan dewasa ini tidak hanya menjadi incaran PSSI untuk direkrut masuk tim nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).
“Pemain binaan PSMS yang dilirik AFC adalah penjaga gawang Markus Horison yang akan bertarung untuk dipilih menjadi pemain terbaik di Asia bersama 14 kandidat lain,” kata M Chaidir, mantan pelatih PSMS di Medan, Jumat.
Putra kelahiran Langkat yang juga alumni PPLP Sumut itu cukup lama memperkuat PSMS dan belakangan selalu menjadi andalan tim nasional. Markus sendiri saat ini tidak lagi membela tim "Ayam Kinantan", melainkan sudah pindah memperkuat Arema Malang.
Chaidir mengatakan, dengan masuknya Markus dalam pemilihan pemain terbaik di Asia tidak hanya sebuah penghormatan bagi PSSI melainkan juga bagi PSMS. Menurut dia, tidak bagi seorang pemain untuk bisa masuk dalam nominasi pemain terbaik AFC, karena harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang cukup ketat.
"Jadi Indonesia perlu bangga dengan terpilihnya Markus sebagai nominator. Semoga dia dapat terpilih dan ini penghormatan yang cukup tinggi terhadap sepak bola Indonesia," ujar Chaidir yang juga mantan pemain PSAD itu.
Lebih jauh ia mengatakan, Markus menjadi penjaga gawang PSMS saat dia dipercaya mengarsiteki tim itu. Keberhasilan Markus diharapkan bisa diikuti pemain lain, apalagi PSMS selama ini sudah dikenal sebagai gudangnya pemain terbaik dan banyak dipercaya memperkuat PSSI masuk timnas.
Menurut situs resmi AFC, nama Markus masuk dalam 15 nominasi peraih penghargaan pemain terbaik Asia 2009. Pemain Terbaik Asia 2009 nantinya diumumkan pada 24 November mendatang di Markas AFC di Kuala Lumpur.
“Pemain binaan PSMS yang dilirik AFC adalah penjaga gawang Markus Horison yang akan bertarung untuk dipilih menjadi pemain terbaik di Asia bersama 14 kandidat lain,” kata M Chaidir, mantan pelatih PSMS di Medan, Jumat.
Putra kelahiran Langkat yang juga alumni PPLP Sumut itu cukup lama memperkuat PSMS dan belakangan selalu menjadi andalan tim nasional. Markus sendiri saat ini tidak lagi membela tim "Ayam Kinantan", melainkan sudah pindah memperkuat Arema Malang.
Chaidir mengatakan, dengan masuknya Markus dalam pemilihan pemain terbaik di Asia tidak hanya sebuah penghormatan bagi PSSI melainkan juga bagi PSMS. Menurut dia, tidak bagi seorang pemain untuk bisa masuk dalam nominasi pemain terbaik AFC, karena harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang cukup ketat.
"Jadi Indonesia perlu bangga dengan terpilihnya Markus sebagai nominator. Semoga dia dapat terpilih dan ini penghormatan yang cukup tinggi terhadap sepak bola Indonesia," ujar Chaidir yang juga mantan pemain PSAD itu.
Lebih jauh ia mengatakan, Markus menjadi penjaga gawang PSMS saat dia dipercaya mengarsiteki tim itu. Keberhasilan Markus diharapkan bisa diikuti pemain lain, apalagi PSMS selama ini sudah dikenal sebagai gudangnya pemain terbaik dan banyak dipercaya memperkuat PSSI masuk timnas.
Menurut situs resmi AFC, nama Markus masuk dalam 15 nominasi peraih penghargaan pemain terbaik Asia 2009. Pemain Terbaik Asia 2009 nantinya diumumkan pada 24 November mendatang di Markas AFC di Kuala Lumpur.
Monday, October 5, 2009
Sebatas Wacana
Kebutuhan akan pemain asing di PSMS sudah semakin mendesak. Khususnya pemain yang berposisi sebagai penyerang dan pemain belakang. Sayang, rencana merekrut legiun asing memang masih sebatas wacana.
Dana mungkin mencari faktor utama bagi PSMS untuk melaksanakan niat tersebut. Selain itu, regulasi pemain asing yang ditetapkan PT Liga Indonesia (PT LI) juga menjadi alasan penundaan tersebut. Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS masih menunggu regulasi resmi dari PT LI baru mencari pemain asing yang dibutuhkan Ayam Kinantan.
Nah, jika saja semuanya tak ada masalah dan pelatih Suimin Diharja diberi mandat mencari pemain asing yang dia inginkan, tanpa basa-basi ‘Pelatih Kampung’ ini membeberkan pemain yang diinginkannya. Pertama, dijelaskan Suimin kalau striker, pemain asing yang akan direkrutnya harus memiliki screen ball dan punya naluri yang kuat untuk mencetak gol. Di samping itu, pemain asing yang berposisi di lini depan juga harus kreatif. Tidak hanya mampu membuat peluang bagi rekan setimnya, tapi juga mampu membuka peluang bagi dirinya sendiri.
“Dan, yang terpenting tentu saja mampu mencetak gol. Buat apa kita pakai pemain asing yang tak mampu mencetak gol,” kata Suimin. Sayang Suimin masih enggan menyebut nama siapa pemain asing yang diliriknya hingga kini.
Kalau pemain bawah, Suimin berharap agar si pemain mampu menunjukkan fighting spirit yang tinggi. Di samping itu postur tubuh juga dipertimbangkan. Tujuannya adalah agar pemain belakang mampu mengantisipasi bola-bola lambung atau umpan silang dari pemain lawan. Pasalnya, menurut Suimin bola crossing itu sangat berbahaya.
Tak hanya mantap di lapangan, Suimin juga meminta pemain asing bagi PSMS itu mantap di luar lapangan. Suimin tidak ingin pemain asing yang banyak tingkah. Banyak mintanya dan sebagainya. Kalau sudah bergabung di PSMS, pemain asing sebintang apapun dia, harus mau tinggal di mess bersama pemain lainnya.
“Pemain asing itu harus diperlakukan sama seperti pemain lainnya. Kalau tidak mau tinggal bersama pemain lainnya, silahkan cari klub lain. Saya tidak ingin terjadi kecemburuan di antara para pemain. Kecemburuan bisa membuat suasana di klub tak harmonis,” pungkas Suimin.
Dana mungkin mencari faktor utama bagi PSMS untuk melaksanakan niat tersebut. Selain itu, regulasi pemain asing yang ditetapkan PT Liga Indonesia (PT LI) juga menjadi alasan penundaan tersebut. Ya, seperti berulang kali diberitakan, PSMS masih menunggu regulasi resmi dari PT LI baru mencari pemain asing yang dibutuhkan Ayam Kinantan.
Nah, jika saja semuanya tak ada masalah dan pelatih Suimin Diharja diberi mandat mencari pemain asing yang dia inginkan, tanpa basa-basi ‘Pelatih Kampung’ ini membeberkan pemain yang diinginkannya. Pertama, dijelaskan Suimin kalau striker, pemain asing yang akan direkrutnya harus memiliki screen ball dan punya naluri yang kuat untuk mencetak gol. Di samping itu, pemain asing yang berposisi di lini depan juga harus kreatif. Tidak hanya mampu membuat peluang bagi rekan setimnya, tapi juga mampu membuka peluang bagi dirinya sendiri.
“Dan, yang terpenting tentu saja mampu mencetak gol. Buat apa kita pakai pemain asing yang tak mampu mencetak gol,” kata Suimin. Sayang Suimin masih enggan menyebut nama siapa pemain asing yang diliriknya hingga kini.
Kalau pemain bawah, Suimin berharap agar si pemain mampu menunjukkan fighting spirit yang tinggi. Di samping itu postur tubuh juga dipertimbangkan. Tujuannya adalah agar pemain belakang mampu mengantisipasi bola-bola lambung atau umpan silang dari pemain lawan. Pasalnya, menurut Suimin bola crossing itu sangat berbahaya.
Tak hanya mantap di lapangan, Suimin juga meminta pemain asing bagi PSMS itu mantap di luar lapangan. Suimin tidak ingin pemain asing yang banyak tingkah. Banyak mintanya dan sebagainya. Kalau sudah bergabung di PSMS, pemain asing sebintang apapun dia, harus mau tinggal di mess bersama pemain lainnya.
“Pemain asing itu harus diperlakukan sama seperti pemain lainnya. Kalau tidak mau tinggal bersama pemain lainnya, silahkan cari klub lain. Saya tidak ingin terjadi kecemburuan di antara para pemain. Kecemburuan bisa membuat suasana di klub tak harmonis,” pungkas Suimin.
Kalahkan PS Medan Deli, Ditahan PSKB Binjai
Skuad PSMS kembali melakoni laga uji coba, Sabtu (3/10) di Stadion Kebun Bunga. Kali ini lawan yang dipilih adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Meski tidak kalah dalam laga itu, Suimin Diharja arsitek PSMS mengaku masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
Melawan PS Medan Deli, PSMS menang terlihat lebih mendominasi serangan. Mesi sempat tertekan di awan-awal laga, namun Afan Lubis dkk berhasil membalikkan keadaan dan menekan.
Karena terus ditekan, barisan pertahanan Medan Deli panik. M Yusuf gelandang PSMS yang musim lalu membela Persik Kediri, ditekel di kotak penalti. Saat itu laga baru memasuki pertengahan babak kedua. Wasit pun menunjuk titik putih. Afan Lubis mendapat tugas mengeksekusi penalti. Dengan mudah tugas itu pun diembannya. 1-0 untuk PSMS.
Di babak kedua, serangan demi serangan masih dilancarkan barisan depan PSMS yang dimotori Jacky Pasarela dan Ahmad Affandi. Instruksi yang dilancarkan Suimin kepada anak buahnya, pun terlaksana dengan baik. Adapun instruksi itu tak lain untuk memberikan tekanan kepada PS Medan Deli. Tim lawan, tidak boleh menguasai bola lebih dari tujuh sentuhan. Jadi, begitu lawan menguasai bola, pressing harus segera dilancarkan. Di uji coba pertama, PSMS sukses menuruti kemauan pelatih.
Maka itu, satu gol lagi pun berhasil dikemas dengan apik oleh Jacky Pasarela. Lewat satu kemelut di mulut gawang, Jacky yang berada di posisi yang tepat pun langsung menceploskan si kulit bundar. Skor 2-0.
Di laga kedua, PSKB Binjai menjadi lawan yang bisa dibilang hampir sepadan. PSKB Binjai yang diarsiteki Amran Liza itu berhasil membuat skuad PSMS sedikit frustasi. Begitupun, target untuk tak memberikan lawan kesempatan untuk menguasai bola dengan tujuh sentuhan terbilang berhasil.
Namun, keberhasilan itu tidak didukung dengan target lainnya. Yakni melancarkan empat kali serangan balik dan menciptakan gol. Sebenarnya, empat serangan balik sudah hampir terlaksana dengan baik. Namun tidak ada satu gol pun tercipta atas serangan balik itu.
Konsentrasi yang mulai pudar lantaran sudah lelah meladeni PS Medan Deli, menjadi alasan utama. Namun sang pelatih memang ingin melihat, sejauh mana skuad PSMS mampu keluar dari tekanan.
Sejatinya pada laga kontra PSKB Binjai, PSMS sebenarnya hampir bisa menyarangkan gol. Hadiah penalti kembali diberikan karena pemain belakang PSKB Binjai menyentuh bola di kotak terlarang. Afan Lubis kembali menjadi algojo. Namun kali ini tendangan ke arah kanan gawang berhasil dimentahkan penjaga gawang PSKB Binjai yang bermain apik sepanjang pertandingan.
Sebelumnya, Faisal Azmi skuad PSMS bernomor kostum 7 juga hampir menjebol gawang PSKB, namun tendangan volinya berhasil ditepis penjaga gawang. Sama halnya dengan kesempatan yang didapat Jacky Pasarela yang akhirnya kandas di tangan penjaga gawang PSKB. Hingga usai laga, skor kacamata bertahan.
“Beberapa target berhasil dicapai dengan baik. Namun ada target lain yang tidak bisa tercapai. Salah satunya serangan balik yang harusnya berbuah gol,” terang Suimin usai laga.
Sementara dari pihak PSKB yang saat ini berlaga di Divisi Dua mengaku cukup kesulitan menghadapi PSMS. Namun Amran Riza pelatih PSKB didamping Usmayadi manajer tim, mengaku cukup puas berhasil menahan imbang PSMS. “Target kami juara Divisi Dua musim ini. Maka itu kesempatan menjajal PSMS sangat kami syukuri. Terlebih usai Ramadan lalu, kami baru tiga kali menggelar latihan,” sebut Amran
Melawan PS Medan Deli, PSMS menang terlihat lebih mendominasi serangan. Mesi sempat tertekan di awan-awal laga, namun Afan Lubis dkk berhasil membalikkan keadaan dan menekan.
Karena terus ditekan, barisan pertahanan Medan Deli panik. M Yusuf gelandang PSMS yang musim lalu membela Persik Kediri, ditekel di kotak penalti. Saat itu laga baru memasuki pertengahan babak kedua. Wasit pun menunjuk titik putih. Afan Lubis mendapat tugas mengeksekusi penalti. Dengan mudah tugas itu pun diembannya. 1-0 untuk PSMS.
Di babak kedua, serangan demi serangan masih dilancarkan barisan depan PSMS yang dimotori Jacky Pasarela dan Ahmad Affandi. Instruksi yang dilancarkan Suimin kepada anak buahnya, pun terlaksana dengan baik. Adapun instruksi itu tak lain untuk memberikan tekanan kepada PS Medan Deli. Tim lawan, tidak boleh menguasai bola lebih dari tujuh sentuhan. Jadi, begitu lawan menguasai bola, pressing harus segera dilancarkan. Di uji coba pertama, PSMS sukses menuruti kemauan pelatih.
Maka itu, satu gol lagi pun berhasil dikemas dengan apik oleh Jacky Pasarela. Lewat satu kemelut di mulut gawang, Jacky yang berada di posisi yang tepat pun langsung menceploskan si kulit bundar. Skor 2-0.
Di laga kedua, PSKB Binjai menjadi lawan yang bisa dibilang hampir sepadan. PSKB Binjai yang diarsiteki Amran Liza itu berhasil membuat skuad PSMS sedikit frustasi. Begitupun, target untuk tak memberikan lawan kesempatan untuk menguasai bola dengan tujuh sentuhan terbilang berhasil.
Namun, keberhasilan itu tidak didukung dengan target lainnya. Yakni melancarkan empat kali serangan balik dan menciptakan gol. Sebenarnya, empat serangan balik sudah hampir terlaksana dengan baik. Namun tidak ada satu gol pun tercipta atas serangan balik itu.
Konsentrasi yang mulai pudar lantaran sudah lelah meladeni PS Medan Deli, menjadi alasan utama. Namun sang pelatih memang ingin melihat, sejauh mana skuad PSMS mampu keluar dari tekanan.
Sejatinya pada laga kontra PSKB Binjai, PSMS sebenarnya hampir bisa menyarangkan gol. Hadiah penalti kembali diberikan karena pemain belakang PSKB Binjai menyentuh bola di kotak terlarang. Afan Lubis kembali menjadi algojo. Namun kali ini tendangan ke arah kanan gawang berhasil dimentahkan penjaga gawang PSKB Binjai yang bermain apik sepanjang pertandingan.
Sebelumnya, Faisal Azmi skuad PSMS bernomor kostum 7 juga hampir menjebol gawang PSKB, namun tendangan volinya berhasil ditepis penjaga gawang. Sama halnya dengan kesempatan yang didapat Jacky Pasarela yang akhirnya kandas di tangan penjaga gawang PSKB. Hingga usai laga, skor kacamata bertahan.
“Beberapa target berhasil dicapai dengan baik. Namun ada target lain yang tidak bisa tercapai. Salah satunya serangan balik yang harusnya berbuah gol,” terang Suimin usai laga.
Sementara dari pihak PSKB yang saat ini berlaga di Divisi Dua mengaku cukup kesulitan menghadapi PSMS. Namun Amran Riza pelatih PSKB didamping Usmayadi manajer tim, mengaku cukup puas berhasil menahan imbang PSMS. “Target kami juara Divisi Dua musim ini. Maka itu kesempatan menjajal PSMS sangat kami syukuri. Terlebih usai Ramadan lalu, kami baru tiga kali menggelar latihan,” sebut Amran
Butuh dua pemain asing
PSMS Medan membutuhkan dua pemain asing di posisi penyerang dan belakang guna memperkuat pasukan pada kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
“The Killer saat ini telah memiliki beberapa striker termasuk debutan Jacky Pasarella, namun belum cukup untuk membawa skuad kebanggaan warga kota Medan ini berkiprah di laga Divisi Utama,” ujar seorang pemerhati dan penggemar berat PSMS, Muhammad Arif SE, di Medan Jumat.
Salah seorang ofisial PSMS sendiri mengakui, Ayam Kinantan membutuhkan pelapis striker yang telah ada karena kompetisi mendatang sangat ketat. Begitu juga dengan bek, diperlukan seorang pemain asing untuk memperkuat benteng.
Pengurus PSMS H Syahputra MS, sependapat skuad PSMS harus memiliki striker dan libero asing yang berkualitas. Striker yang dimiliki PSMS saat ini belum cukup untuk membawa Ayam Kinantan memenuhi target promosi ke Liga Super Indonesia tahun depan.
"PSMS harus memaksimalkan kuota yang ada dan yang dibutuhkan adalah seorang striker dan libero," kata Arif menambahkan pemain harus konsisten dan punya sense of belonging pada klub.
Hingga Jumat, PSMS dikabarkan telah mendaftarkan sejumlah 21 pemain ke BLI tanpa satupun pemain asing. Padahal BLI sudah memutuskan setiap klub di Divisi Utama diizinkan menggunakan tiga pemain asing.
Menanggapi pemain asing, Arif mengusulkan PSMS merekrut mantan pemain Persib Nyeck Yobe dan Batoum Roger. Selain itu, Arif juga tidak menerima alasan pengurus kesulitan dana untuk merekrut pemain asing, karena dikabarkan PSMS kabarnya sudah mendapat aliran dana APBD melalui hibah KONI Medan sebesar Rp1 miliar plus rencana Pemko Medan memasukkan anggaran PSMS Rp7 miliar di PAPBD.
"Jadi tidak masuk akal kalau dengan dana tersebut plus dari dana hibah KONI Medan Rp1 miliar, Ayam Kinantan kesulitan dana,” tegas Arif.
“The Killer saat ini telah memiliki beberapa striker termasuk debutan Jacky Pasarella, namun belum cukup untuk membawa skuad kebanggaan warga kota Medan ini berkiprah di laga Divisi Utama,” ujar seorang pemerhati dan penggemar berat PSMS, Muhammad Arif SE, di Medan Jumat.
Salah seorang ofisial PSMS sendiri mengakui, Ayam Kinantan membutuhkan pelapis striker yang telah ada karena kompetisi mendatang sangat ketat. Begitu juga dengan bek, diperlukan seorang pemain asing untuk memperkuat benteng.
Pengurus PSMS H Syahputra MS, sependapat skuad PSMS harus memiliki striker dan libero asing yang berkualitas. Striker yang dimiliki PSMS saat ini belum cukup untuk membawa Ayam Kinantan memenuhi target promosi ke Liga Super Indonesia tahun depan.
"PSMS harus memaksimalkan kuota yang ada dan yang dibutuhkan adalah seorang striker dan libero," kata Arif menambahkan pemain harus konsisten dan punya sense of belonging pada klub.
Hingga Jumat, PSMS dikabarkan telah mendaftarkan sejumlah 21 pemain ke BLI tanpa satupun pemain asing. Padahal BLI sudah memutuskan setiap klub di Divisi Utama diizinkan menggunakan tiga pemain asing.
Menanggapi pemain asing, Arif mengusulkan PSMS merekrut mantan pemain Persib Nyeck Yobe dan Batoum Roger. Selain itu, Arif juga tidak menerima alasan pengurus kesulitan dana untuk merekrut pemain asing, karena dikabarkan PSMS kabarnya sudah mendapat aliran dana APBD melalui hibah KONI Medan sebesar Rp1 miliar plus rencana Pemko Medan memasukkan anggaran PSMS Rp7 miliar di PAPBD.
"Jadi tidak masuk akal kalau dengan dana tersebut plus dari dana hibah KONI Medan Rp1 miliar, Ayam Kinantan kesulitan dana,” tegas Arif.
Friday, October 2, 2009
Latihan Ringan
Mendekati musim kompetisi 2009/10 digulirkan, Suimin Diharja arsitek PSMS mulai menyesuaikan jadwal latihan bagi anak buahnya. Kalau sebelumnya saban hari skuad Ayam Kinantan harus berpeluh kesah di lapangan, kini mereka diberi kesempatan untuk libur.
Penyesuaian yang diterapkan Suimin karena terkait akan bergulirnya kompetisi. Tujuannya agar para pemain paham dalam urusan menjaga kondisi tubuh, sesudah dan sebelum bertanding nantinya.”Saat ini sudah memasuki program khusus sesuai dengan jadwal liga yang akan bergulir. Maka itu, pemain diberikan kesempatan recovering sama halnya ketika liga dimulai nanti,” terang Suimin.
Memang, kemarin skuad PSMS libur dari latihan. Ke depannya, Suimin akan tetap melaksanakan latihan setiap hari Senin-Rabu. Jumat-Sabtu juga akan tetap latihan. Sedangkan Kamis dan Minggu giliran pemain merecovering kondisi fisiknya. Walhasil, waktu berlibur dan memanjakan diri bagi para pemain diberikan dua hari dalam satu pekan. Namun jadwal itu masih bisa saja berubah sewaktu-waktu kalau pelatih menginginkan latihan tambahan.
Meski begitu, semakin dekatnya kompetisi bergulir, Suimin tetap akan memberikan latihan penuh dengan ragam menu yang lebih bervariatif. Agenda ujicoba juga masih akan menjadi target utama. Dalam ujicoba itu, Suimin menargetkan dapat segera menemukan line up PSMS. Target awal, 8-10 pemain diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dipertimbangkan masuk skuad inti.
Sementara itu, Sabtu ini PSMS rencananya akan kembali menggelar ujicoba. Lawan yang bakal ditantang kemungkinan besar adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Penang FC juga rencananya bakal menguji tajam tidaknya taji skuad Ayam Kinantan
Penyesuaian yang diterapkan Suimin karena terkait akan bergulirnya kompetisi. Tujuannya agar para pemain paham dalam urusan menjaga kondisi tubuh, sesudah dan sebelum bertanding nantinya.”Saat ini sudah memasuki program khusus sesuai dengan jadwal liga yang akan bergulir. Maka itu, pemain diberikan kesempatan recovering sama halnya ketika liga dimulai nanti,” terang Suimin.
Memang, kemarin skuad PSMS libur dari latihan. Ke depannya, Suimin akan tetap melaksanakan latihan setiap hari Senin-Rabu. Jumat-Sabtu juga akan tetap latihan. Sedangkan Kamis dan Minggu giliran pemain merecovering kondisi fisiknya. Walhasil, waktu berlibur dan memanjakan diri bagi para pemain diberikan dua hari dalam satu pekan. Namun jadwal itu masih bisa saja berubah sewaktu-waktu kalau pelatih menginginkan latihan tambahan.
Meski begitu, semakin dekatnya kompetisi bergulir, Suimin tetap akan memberikan latihan penuh dengan ragam menu yang lebih bervariatif. Agenda ujicoba juga masih akan menjadi target utama. Dalam ujicoba itu, Suimin menargetkan dapat segera menemukan line up PSMS. Target awal, 8-10 pemain diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dipertimbangkan masuk skuad inti.
Sementara itu, Sabtu ini PSMS rencananya akan kembali menggelar ujicoba. Lawan yang bakal ditantang kemungkinan besar adalah PS Medan Deli dan PSKB Binjai. Penang FC juga rencananya bakal menguji tajam tidaknya taji skuad Ayam Kinantan
Mencari Tandem Jacky
Ibarat sayur tanpa garam, pembentukan skuad PSMS musim ini masih memiliki cita rasa yang kurang enak. Meski terus menunjukkan perkembangan, lini depan masih sangat disorot. Saat ini PSMS memiliki satu striker bernama Jacky Pasarela yang kemampuannya dianggap lumayan. Sayang, Jacky belum memiliki tandem kawan setimpal.
Awalnya, Suimin Diharja sudah klop betul dengan Zulkarnaen striker yang musim lalu membela Persiraja Banda Aceh. Sayangnya, Zul-sapaan akrabnya, lebih dulu angkat kaki karena tidak adanya kecocokan masalah kontrak.
Zul merupakan tipikal striker yang ngotot dan mampu mencetak gol dengan berbagai cara. Sama halnya dengan Jacky, yang selama ujicoba telah mengemas enam gol bagi PSMS. Dari lima kali ujicoba, PSMS berhasil mengemas 12 gol. Namun tidak semuanya murni, karena ada yang tercipta bola-bola mati. Positifnya, PSMS bisa mengemas gol dari lini apa saja.
Negatifnya, kinerja striker disoroti benar kapasitasnya dalam urusan mengemas gol. Maka itu, untuk mensiasatinya Suimin awalnya berencana mengorbitkan penyerang yang saat ini masih magang di PSMS. Ada nama A Kamil Sembiring yang masih berusia 18 tahun. Namun diberi beberapa kesempatan, Kami tak kunjung mencetak gol.
“Masih banyak catatan saya terhadap Kamil. Dia punya potensi, tapi memang belum bisa dikeluarkan secara maksimal. Butuh waktu untuk mencetaknya menjadi pemain bagus,” kata Suimin kemarin di Stadion Kebun Bunga.
Nah, dengan kondisi saat ini rupanya Suimin sempat khawatir. Bukan pesimis, namun sedikit miris. Bagi Suimin, tak ada gunanya satu tim itu bagus dalam bertahan saja.
Tapi ketika menyerang tak kunjung mampu mencetak gol. “Saya tidak ingin PSMS saat ini hanya mampu bertahan setiap bertanding. Kan gak lucu juga kalau hasil akhirnya selalu 0-0,” kata Suimin menyoal krisis lini depan PSMS.
Maka itu, angan-angan mendatangkan legiun asing pun semakin ramai dibicarakan. Suimin pun mengidamkan sosok striker asing yang bisa mendongkrak performa tim.
Di pihak suporter, pembicaraan pemain asing pun sangat menarik perhatian. Nata Simangunsong, dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMECK) Holigan menyerukan agar manajemen mengusahakan perekrutan pemain asing. Menurut mereka, keberadaan skuad asing di PSMS musim ini begitu mendesak.
“Dari skuad yang ada saat ini, tampaknya manajemen harus berusaha menambal sisi-sisi yang bolong dengan kehadiran pemain asing. Memang isu memunculkan semangat daerah sangat bagus. Namun untuk bersaing di Divisi Utama bakal berat tanpa adanya pencetak gol,” katanya
Awalnya, Suimin Diharja sudah klop betul dengan Zulkarnaen striker yang musim lalu membela Persiraja Banda Aceh. Sayangnya, Zul-sapaan akrabnya, lebih dulu angkat kaki karena tidak adanya kecocokan masalah kontrak.
Zul merupakan tipikal striker yang ngotot dan mampu mencetak gol dengan berbagai cara. Sama halnya dengan Jacky, yang selama ujicoba telah mengemas enam gol bagi PSMS. Dari lima kali ujicoba, PSMS berhasil mengemas 12 gol. Namun tidak semuanya murni, karena ada yang tercipta bola-bola mati. Positifnya, PSMS bisa mengemas gol dari lini apa saja.
Negatifnya, kinerja striker disoroti benar kapasitasnya dalam urusan mengemas gol. Maka itu, untuk mensiasatinya Suimin awalnya berencana mengorbitkan penyerang yang saat ini masih magang di PSMS. Ada nama A Kamil Sembiring yang masih berusia 18 tahun. Namun diberi beberapa kesempatan, Kami tak kunjung mencetak gol.
“Masih banyak catatan saya terhadap Kamil. Dia punya potensi, tapi memang belum bisa dikeluarkan secara maksimal. Butuh waktu untuk mencetaknya menjadi pemain bagus,” kata Suimin kemarin di Stadion Kebun Bunga.
Nah, dengan kondisi saat ini rupanya Suimin sempat khawatir. Bukan pesimis, namun sedikit miris. Bagi Suimin, tak ada gunanya satu tim itu bagus dalam bertahan saja.
Tapi ketika menyerang tak kunjung mampu mencetak gol. “Saya tidak ingin PSMS saat ini hanya mampu bertahan setiap bertanding. Kan gak lucu juga kalau hasil akhirnya selalu 0-0,” kata Suimin menyoal krisis lini depan PSMS.
Maka itu, angan-angan mendatangkan legiun asing pun semakin ramai dibicarakan. Suimin pun mengidamkan sosok striker asing yang bisa mendongkrak performa tim.
Di pihak suporter, pembicaraan pemain asing pun sangat menarik perhatian. Nata Simangunsong, dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMECK) Holigan menyerukan agar manajemen mengusahakan perekrutan pemain asing. Menurut mereka, keberadaan skuad asing di PSMS musim ini begitu mendesak.
“Dari skuad yang ada saat ini, tampaknya manajemen harus berusaha menambal sisi-sisi yang bolong dengan kehadiran pemain asing. Memang isu memunculkan semangat daerah sangat bagus. Namun untuk bersaing di Divisi Utama bakal berat tanpa adanya pencetak gol,” katanya
Sapu Bersih
Kalahkan PTPN IV dan PPLP Sumut
MEDAN- PSMS masih menunjukkan kelasnya sebagai klub kebanggan warga Medan. Dalam lima kali uji coba, PSMS memperlihatkan kemajuan yang siginifikan. Lima uji coba disapu bersih dengan 4 kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemarin, Rabu (30/9), bertempat di Stadion Kebun Bunga, skuad Ayam Kinantan kembali berhasil menujukkan performa lumayan di partai uji coba. Kesebelasan PTPN IV dibantai 5-0 tanpa balas. Sedangkan PPLP Sumut berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0.
Menariknya, uji coba itu digelar estafet. Jadi, dua kesebelasan ditantang sekaligus. Pertama, PTPN IV yang diladeni perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga
perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga itu berakhir untuk kemenangan PSMS 5-0.
Hanya beberapa menit istirahat, PSMS harus melanjutkan uji coba melawan PPLP Sumut. Laga kontra kader atlet sepak bola Sumut itu tampaknya terasa berat. Kondisi fisik skuad PSMS yang mulai ketar-ketir, harus digenjot terus untuk meladeni tenaga baru para pemain muda PPLP.
Pressing yang coba dilancarkan skuad PSMS, malah sempat berbalik. Anak-anak PPLP mencoba menekan Ayam Kinantan. Begitupun, PSMS mencoba keluar dari tekanan. Di ujung laga babak pertama, Jacky Pasarela berhasil memperdaya penjaga gawang PPLP. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga ujicoba.
Dikatakan Suimin Diharja-arsitek PSMS, tujuan utama uji coba kali ini adalah kemampuan mengkordinasikan pressing dan ketahanan fisik. “Makanya sengaja saya atur melawan PTPN IV dahulu, yang kita bilang kemampuannya masih di bawah kita. Baru, PPLP yang dijadikan lawan kedua. Agar pemain terlatih untuk keluar dari tekanan bertanding, dengan kondisi yang tidak bugar lagi,” kata Suimin usai uji coba.
Target utama dari laga itu, ditambahkan Suimin adalah bagaimana konsentrasi pemain agar tidak memainkan bola lebih dari tujuh sentuhan. Dan, syukurnya target itu tercapai dalam uji coba kemarin.
Selanjutnya, laga uji coba masih akan berlanjut. Penang FC kabarnya serius ingin menjajal PSMS. Kemarin, bertepatan berlangsungnya uji coba, manajer Penang FC sudah datang dan berbicara dengan manajer PSMS. Namun laga uji coba kontra klub asal negeri tetangga itu masih belum diketahui kapan pastinya. (ful)
Lini Depan Masih Jadi Sorotan
SATU evaluasi mendasar akan ketersedian striker di PSMS, kembali disorot dalam partai uji coba kemarin. Pasca hengkangnya Zulkarnaen, Suimin Diharja mengaku cukup bimbang.
Sejauh ini, nama Jacky Pasarela cukup membuat pelatih Ayam Kinantan cukup tenang. Kemampuannya dalam mendobrak pertahanan lawan dan mengemas gol masih bisa diandalkan. Nah, masalahnya, PSMS butuh pemain yang punya kemampuan setara dengan Jacky atau bahkan lebih baik.
“Kalau cuma berpatok pada Jacky, permainan PSMS akan mudah dibaca pemain bertahan lawan. Selain butuh tandem bagi Jacky, PSMS juga harus melatih lini kedua yang bisa datang tiba-tiba dan mengemas gol,” kata Suimin.
Maka itu, kepergian Zulkarnaen karena tidak sepakat masalah kontrak cukup membuat Suimin pusing. Belakangan, pelatih berusia 58 tahun itu berencana mengorbitkan striker dari pemain magang. Tapi itu masih butuh waktu. Masalahnya, kompetisi akan segera dimulai akhir Oktober ini.
Maka itu, kebutuhan akan legiun asing di lini depan pun semakin mendesak. Sayangnya, belum ada kepastian akahkan PSMS mendatangkan pemain asing. Menurut keterangan Suimin, sebenarnya banyak pemain asing yang bersedia bergabung bersama PSMS. Sumber di manajemen juga menyebutkan bahwa saat ini ada banyak pemain lewat agen, yang terus memantau perkembangan PSMS.
Kalau boleh menyebut nama, pemain seperti Roger Batoum juga sudah menyatakan ketertarikannya berlabuh di PSMS. Bahkan Patricio Jimenez juga ingin bergabung kembali. “Saya mengetahui ada beberapa pemain asing yang mau bergabung. Tapi semuanya bergantung dari manajemen,” kata Suimin beberapa waktu lalu.
MEDAN- PSMS masih menunjukkan kelasnya sebagai klub kebanggan warga Medan. Dalam lima kali uji coba, PSMS memperlihatkan kemajuan yang siginifikan. Lima uji coba disapu bersih dengan 4 kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemarin, Rabu (30/9), bertempat di Stadion Kebun Bunga, skuad Ayam Kinantan kembali berhasil menujukkan performa lumayan di partai uji coba. Kesebelasan PTPN IV dibantai 5-0 tanpa balas. Sedangkan PPLP Sumut berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0.
Menariknya, uji coba itu digelar estafet. Jadi, dua kesebelasan ditantang sekaligus. Pertama, PTPN IV yang diladeni perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga
perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga itu berakhir untuk kemenangan PSMS 5-0.
Hanya beberapa menit istirahat, PSMS harus melanjutkan uji coba melawan PPLP Sumut. Laga kontra kader atlet sepak bola Sumut itu tampaknya terasa berat. Kondisi fisik skuad PSMS yang mulai ketar-ketir, harus digenjot terus untuk meladeni tenaga baru para pemain muda PPLP.
Pressing yang coba dilancarkan skuad PSMS, malah sempat berbalik. Anak-anak PPLP mencoba menekan Ayam Kinantan. Begitupun, PSMS mencoba keluar dari tekanan. Di ujung laga babak pertama, Jacky Pasarela berhasil memperdaya penjaga gawang PPLP. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga ujicoba.
Dikatakan Suimin Diharja-arsitek PSMS, tujuan utama uji coba kali ini adalah kemampuan mengkordinasikan pressing dan ketahanan fisik. “Makanya sengaja saya atur melawan PTPN IV dahulu, yang kita bilang kemampuannya masih di bawah kita. Baru, PPLP yang dijadikan lawan kedua. Agar pemain terlatih untuk keluar dari tekanan bertanding, dengan kondisi yang tidak bugar lagi,” kata Suimin usai uji coba.
Target utama dari laga itu, ditambahkan Suimin adalah bagaimana konsentrasi pemain agar tidak memainkan bola lebih dari tujuh sentuhan. Dan, syukurnya target itu tercapai dalam uji coba kemarin.
Selanjutnya, laga uji coba masih akan berlanjut. Penang FC kabarnya serius ingin menjajal PSMS. Kemarin, bertepatan berlangsungnya uji coba, manajer Penang FC sudah datang dan berbicara dengan manajer PSMS. Namun laga uji coba kontra klub asal negeri tetangga itu masih belum diketahui kapan pastinya. (ful)
Lini Depan Masih Jadi Sorotan
SATU evaluasi mendasar akan ketersedian striker di PSMS, kembali disorot dalam partai uji coba kemarin. Pasca hengkangnya Zulkarnaen, Suimin Diharja mengaku cukup bimbang.
Sejauh ini, nama Jacky Pasarela cukup membuat pelatih Ayam Kinantan cukup tenang. Kemampuannya dalam mendobrak pertahanan lawan dan mengemas gol masih bisa diandalkan. Nah, masalahnya, PSMS butuh pemain yang punya kemampuan setara dengan Jacky atau bahkan lebih baik.
“Kalau cuma berpatok pada Jacky, permainan PSMS akan mudah dibaca pemain bertahan lawan. Selain butuh tandem bagi Jacky, PSMS juga harus melatih lini kedua yang bisa datang tiba-tiba dan mengemas gol,” kata Suimin.
Maka itu, kepergian Zulkarnaen karena tidak sepakat masalah kontrak cukup membuat Suimin pusing. Belakangan, pelatih berusia 58 tahun itu berencana mengorbitkan striker dari pemain magang. Tapi itu masih butuh waktu. Masalahnya, kompetisi akan segera dimulai akhir Oktober ini.
Maka itu, kebutuhan akan legiun asing di lini depan pun semakin mendesak. Sayangnya, belum ada kepastian akahkan PSMS mendatangkan pemain asing. Menurut keterangan Suimin, sebenarnya banyak pemain asing yang bersedia bergabung bersama PSMS. Sumber di manajemen juga menyebutkan bahwa saat ini ada banyak pemain lewat agen, yang terus memantau perkembangan PSMS.
Kalau boleh menyebut nama, pemain seperti Roger Batoum juga sudah menyatakan ketertarikannya berlabuh di PSMS. Bahkan Patricio Jimenez juga ingin bergabung kembali. “Saya mengetahui ada beberapa pemain asing yang mau bergabung. Tapi semuanya bergantung dari manajemen,” kata Suimin beberapa waktu lalu.
Thursday, October 1, 2009
PSMS Butuh Dukungan Fans
PSMS Seolah-olah tidak punya pendukung. Padahal banyak pihak mengakui bahwa mereka cinta PSMS. Namun nyatanya, saat PSMS beruji coba tidak banyak fans yang rela meluangkan sedikit waktunya untuk mendukung Ayam Kinantan berlaga.
Oleh karena itulah Suimin Diharja berharap barisan pendukung PSMS sudi memberikan dukungan kepada tim yang diasuhnya itu. “Agar tidak terlihat bahwa PSMS ini seolah-olah berjuang sendirian, saya harap fans berbondong-bondong datang melihat PSMS bertanding. Yang saya utarakan ini adalah salah satu suara hati dari para pemain juga. Mereka ingin melihat bahwa masyarakat Medan itu selalu mendukung PSMS hingga tetes darah penghabisan,” kata Suimin.
“Kalau kami, semua sudah sepakat akan terus memajukan PSMS dengan perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya ingin melihat para pendukung datang dan berpikiran sama dengan kami,” lanjut pelatih yang hobi merawat motor tua itu.
Dikonfirmasi ke barisan pendukung PSMS, baru Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan yang menyatakan akan hadir. Tapi Nata Simangunsong pentolan SMeCK Holigan belum dapat memastikan berapa banyak yang akan hadir. “Sebisa mungkin kami akan hadir dan mendukung PSMS,” kata Nata.
Sedangkan pihak Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), belum dapat memastikan apakah akan datang mendukung PSMS. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan presiden KAMPAK, pihaknya belum berkordinasi dengan anggota lainnya.
“Wah, tampaknya belum ada rencana. Pasalnya besok (hari ini, red) hari kerja. Dan saya baru tahu kalau PSMS akan uji coba. Tapi secara moral kami tetap dukung PSMS kok,” kata Dicky.
Oleh karena itulah Suimin Diharja berharap barisan pendukung PSMS sudi memberikan dukungan kepada tim yang diasuhnya itu. “Agar tidak terlihat bahwa PSMS ini seolah-olah berjuang sendirian, saya harap fans berbondong-bondong datang melihat PSMS bertanding. Yang saya utarakan ini adalah salah satu suara hati dari para pemain juga. Mereka ingin melihat bahwa masyarakat Medan itu selalu mendukung PSMS hingga tetes darah penghabisan,” kata Suimin.
“Kalau kami, semua sudah sepakat akan terus memajukan PSMS dengan perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya ingin melihat para pendukung datang dan berpikiran sama dengan kami,” lanjut pelatih yang hobi merawat motor tua itu.
Dikonfirmasi ke barisan pendukung PSMS, baru Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan yang menyatakan akan hadir. Tapi Nata Simangunsong pentolan SMeCK Holigan belum dapat memastikan berapa banyak yang akan hadir. “Sebisa mungkin kami akan hadir dan mendukung PSMS,” kata Nata.
Sedangkan pihak Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), belum dapat memastikan apakah akan datang mendukung PSMS. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan presiden KAMPAK, pihaknya belum berkordinasi dengan anggota lainnya.
“Wah, tampaknya belum ada rencana. Pasalnya besok (hari ini, red) hari kerja. Dan saya baru tahu kalau PSMS akan uji coba. Tapi secara moral kami tetap dukung PSMS kok,” kata Dicky.
Zulkarnaen Didepak
Zulkarnaen, kandidat striker PSMS harus angkat kaki lebih awal dari skuad Ayam Kinantan. Pemain yang digadang mampu menjadi goal getter PSMS itu harus rela mengemas kopernya karena tidak kunjung terjadi kesepakatan nilai kontrak. Kabarnya, Zul-sapaan akrab pemain asal NAD itu meminta bayaran Rp160 juta dalam satu musim, namun manajemen PSMS hanya mampu membayar Rp100 juta.
Walhasil Zul pun mengalah untuk tidak membela PSMS. Kebetulan, Persiraja kabarnya tertarik kembali memaki jasa striker yang sempat mengumpulkan 11 gol saat masih membela klub asal NAD itu. Setidaknya hal ini dikatakan oleh salah satu sumber di PSMS.
Dihubungi Selasa (29/9), Zul mengaku bahwa dia sudah tidak bersama PSMS lagi. Tidak adanya kecocokan mengenai kontrak akhirnya membuat Zul harus memilih. “Benar Bang, saya tidak lagi bersama PSMS. Belum ada kesamaan pendapat mengenai kontrak. Klub yang tertarik merekrut saya sudah ada. Tapi saya belum bisa katakan. Yang jelas, nanti juga akan diketahui,” kata Zul.
Hal itu diakui oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Menurut Benny, memang belum ada kesepakatan antara manajemen dengan Zulkarnaen.
“Sampai dengan kemarin, tidak terjadi kesepakatan antara Zul dengan manajemen. Nilainya tidak pas lah,” kata Benny.
Melihat kondisi ini, Suimin Diharja arsitek PSMS pun kecewa sekaligus khawatir. Bahkan Suimin mengibaratkan dengan pepatah: rokok sudah tidak ada, rotan pun dihisap.
Menurut Suimin, dari skuad PSMS yang ada saat ini, Zul merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi mencetak gol. Dari beberapa kali uji coba, Suimin melihat hal itu. “Dari 4 kali ujicoba, PSMS mencetak 6 gol. Beberapa di antaranya dikemas lewat bola mati. Namun, Zul bisa mencetak gol lewat usahanya menerobos barisan pemain bawah lawan. Ini nilai plus, karena kita tidak ingin bermain tanpa kemampuan mencetak gol,” kata Suimin.
“Jujur saja saya kecewa. Zul merupakan kebutuhan tim yang saya yakini mampu berkembang. Reputasinya dalam urusan mencetak gol saya rasa cukup memuaskan. Tapi beginilah adanya, mau apa lagi,” lanjut Suimin.
Nasi sudah menjadi bubur. Bukan berarti PSMS harus meratapi kepergian Zul. Sebagai pelatih sekelas Suimin, tentunya dia sudah punya alternatif pengganti. Dikatakan siapa yang bakal menjadi pengganti Zul, Suimin malah menyebut bahwa dia akan mengorbitkan pemain magang yang dimiliki PSMS. Di samping terus menggembleng striker yang dimiliki PSMS saat ini.
“Saya harus mencoba mengorbitkan pemain muda yang bahkan masih magang. Tim tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Menjadi tim juara, semua elemen juga harus berpikir juara,” pungkas Suimin.
Walhasil Zul pun mengalah untuk tidak membela PSMS. Kebetulan, Persiraja kabarnya tertarik kembali memaki jasa striker yang sempat mengumpulkan 11 gol saat masih membela klub asal NAD itu. Setidaknya hal ini dikatakan oleh salah satu sumber di PSMS.
Dihubungi Selasa (29/9), Zul mengaku bahwa dia sudah tidak bersama PSMS lagi. Tidak adanya kecocokan mengenai kontrak akhirnya membuat Zul harus memilih. “Benar Bang, saya tidak lagi bersama PSMS. Belum ada kesamaan pendapat mengenai kontrak. Klub yang tertarik merekrut saya sudah ada. Tapi saya belum bisa katakan. Yang jelas, nanti juga akan diketahui,” kata Zul.
Hal itu diakui oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Menurut Benny, memang belum ada kesepakatan antara manajemen dengan Zulkarnaen.
“Sampai dengan kemarin, tidak terjadi kesepakatan antara Zul dengan manajemen. Nilainya tidak pas lah,” kata Benny.
Melihat kondisi ini, Suimin Diharja arsitek PSMS pun kecewa sekaligus khawatir. Bahkan Suimin mengibaratkan dengan pepatah: rokok sudah tidak ada, rotan pun dihisap.
Menurut Suimin, dari skuad PSMS yang ada saat ini, Zul merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi mencetak gol. Dari beberapa kali uji coba, Suimin melihat hal itu. “Dari 4 kali ujicoba, PSMS mencetak 6 gol. Beberapa di antaranya dikemas lewat bola mati. Namun, Zul bisa mencetak gol lewat usahanya menerobos barisan pemain bawah lawan. Ini nilai plus, karena kita tidak ingin bermain tanpa kemampuan mencetak gol,” kata Suimin.
“Jujur saja saya kecewa. Zul merupakan kebutuhan tim yang saya yakini mampu berkembang. Reputasinya dalam urusan mencetak gol saya rasa cukup memuaskan. Tapi beginilah adanya, mau apa lagi,” lanjut Suimin.
Nasi sudah menjadi bubur. Bukan berarti PSMS harus meratapi kepergian Zul. Sebagai pelatih sekelas Suimin, tentunya dia sudah punya alternatif pengganti. Dikatakan siapa yang bakal menjadi pengganti Zul, Suimin malah menyebut bahwa dia akan mengorbitkan pemain magang yang dimiliki PSMS. Di samping terus menggembleng striker yang dimiliki PSMS saat ini.
“Saya harus mencoba mengorbitkan pemain muda yang bahkan masih magang. Tim tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Menjadi tim juara, semua elemen juga harus berpikir juara,” pungkas Suimin.
Suimin belum puas
Kemenangan PSMS Medan atas PS PTPN IV dan tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Sumatera Utara (PPLP Sumut) dalam pertandingan ujicoba di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu, bukan jaminan skuad Ayam Kinantan sudah solid.
"Kita belum puas, masih ada kekurangan. PSMS akan kembali melakukan ujicoba," aku pelatih PSMS Suimin Dihardja usai kemenangan 5-0 atas PTPN IV dan 1-0 atas PPLP Sumut.
Pada pertandingan pertama menghadapi PTPN IV selama 60 menit, PSMS berhasil menguasai jalannya pertandingan. Kali ini, Suimin memasang trio penyerang Jacky Pasarela, Kamil Sembiring dan Saiful Ramadhan di lini depan.
Strategi menyerang yang diterapkan Sumin berjalan baik. Baru lima menit pertandingan dimulai, playmaker Faisal Azmi berhasil membuat PSMS unggul. Tujuh menit kemudian, Saiful memperbesar keunggulan timnya. Pasca jeda, PSMS menambah tiga gol melalui Faisal Azmi dan dua gol dari Jacky Pasarella maisng-masing pada menit 20 dan 32.
Laga kedua melawan PPLP Sumut, Suimin melakukan pergantian beberapa pemain. Sayangnya, para pemain tidak mampu berbuat banyak bermain 120 menit. Permainan cepat yang diperagakan anak-anak PPLP Sumut seperti mengagetkan pemain PSMS yang lebih senior.
Bahkan Faisal Azmi yang menjadi motor serangan tidak mampu berbuat banyak, sehingga terpaksa diganti. Satu-satunya gol kemenangan PSMS akhirnya kembali dicetak Jacky Pasarella.
Menurut Suimin, strategi pertandingan pertama berjalan baik, namun sebaliknya saat melawan PPLP Sumut. “Saat melawan PPLP, defense yang kita pakai tidak berjalan dan anak-anak sepertinya keteteran,” terang Suimin.
Jajak sponsor
Secara terpisah, Manajer tim PSMS Drs Hendra DS menyebutkan skuad Ayam Kinantan harus dimatangkan sebelum kompetisi bergulir. Diakui, pertandingan ujicoba masih harus rutin dilakukan untuk persiapan matang.
"Saya tadi (Rabu-red) bertemu dengan Presiden Penang FC membicarakan pertandingan ujicoba, namun mereka hanya punya waktu pada November karena sibuk menghadapi Piala Malaysia," terang Hendra.
Pada kesempatan itu pula, Hendra menambahkan kucuran dana dari APBD tidak bisa diharapkan. "Sekarang ini sponsor utama belum ada. Karenya, kita masih mengadakan penjajakan," ucapnya
"Kita belum puas, masih ada kekurangan. PSMS akan kembali melakukan ujicoba," aku pelatih PSMS Suimin Dihardja usai kemenangan 5-0 atas PTPN IV dan 1-0 atas PPLP Sumut.
Pada pertandingan pertama menghadapi PTPN IV selama 60 menit, PSMS berhasil menguasai jalannya pertandingan. Kali ini, Suimin memasang trio penyerang Jacky Pasarela, Kamil Sembiring dan Saiful Ramadhan di lini depan.
Strategi menyerang yang diterapkan Sumin berjalan baik. Baru lima menit pertandingan dimulai, playmaker Faisal Azmi berhasil membuat PSMS unggul. Tujuh menit kemudian, Saiful memperbesar keunggulan timnya. Pasca jeda, PSMS menambah tiga gol melalui Faisal Azmi dan dua gol dari Jacky Pasarella maisng-masing pada menit 20 dan 32.
Laga kedua melawan PPLP Sumut, Suimin melakukan pergantian beberapa pemain. Sayangnya, para pemain tidak mampu berbuat banyak bermain 120 menit. Permainan cepat yang diperagakan anak-anak PPLP Sumut seperti mengagetkan pemain PSMS yang lebih senior.
Bahkan Faisal Azmi yang menjadi motor serangan tidak mampu berbuat banyak, sehingga terpaksa diganti. Satu-satunya gol kemenangan PSMS akhirnya kembali dicetak Jacky Pasarella.
Menurut Suimin, strategi pertandingan pertama berjalan baik, namun sebaliknya saat melawan PPLP Sumut. “Saat melawan PPLP, defense yang kita pakai tidak berjalan dan anak-anak sepertinya keteteran,” terang Suimin.
Jajak sponsor
Secara terpisah, Manajer tim PSMS Drs Hendra DS menyebutkan skuad Ayam Kinantan harus dimatangkan sebelum kompetisi bergulir. Diakui, pertandingan ujicoba masih harus rutin dilakukan untuk persiapan matang.
"Saya tadi (Rabu-red) bertemu dengan Presiden Penang FC membicarakan pertandingan ujicoba, namun mereka hanya punya waktu pada November karena sibuk menghadapi Piala Malaysia," terang Hendra.
Pada kesempatan itu pula, Hendra menambahkan kucuran dana dari APBD tidak bisa diharapkan. "Sekarang ini sponsor utama belum ada. Karenya, kita masih mengadakan penjajakan," ucapnya
Wednesday, September 30, 2009
Logo PSMS Dipatenkan
Pengelolaan secara profesional terus digalakkan manajemenPSMS saat ini. Tak cuma menuntut para pemain profesional, manajemen kini berupaya melindungi aset PSMS.
Dalam rapat pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (28/9) kemarin dirumuskan niatan untuk segera mempatenkan logo PSMS dalam waktu dekat ini. Pematenan logo PSMS ini dilakukan sebelum diluncurkan ke publik. Jika mempatenkan logo PSMS terlaksana. Jadi, tidak sembarangan pihak membajak segala yang berkaitan dengan PSMS. Semisal kostum atau merchandise.
Hal itu dikatakan Hendra DS Manajer PSMS di sela-sela rapat. “Sudah lama kita rumuskan mengenai niat mempatenkan logo PSMS. Dengan demikian, diharapkan PSMS mampu mencoba menjadi klub yang benar-benar profesional. Salah satunya kemungkinan mendatangkan pemasukan dari sektor bisnis merchandise,” terang Hendra.
Setelah pematenan logo PSMS berjalan, maka manajemen PSMS dengan mudah menunjuk satu produsen untuk bekerjasama menciptakan perlengkapan PSMS yang original.
Dari sektor merchandising inilah diharapkan sumber pendapatan PSMS bertambah. Sejauh ini, banyak pihak dengan bebas menjiplak produk yang membawa nama PSMS.
“Hal itu tidak bisa disalahkan karena PSMS tidak dipatenkan. Nah, saat PSMS sudah dipatenkan, tidak bisa lagi sembarang orang menjiplak PSMS sesuka hatinya, karena kita bakal dilindungi undang-undang hak paten,” lanjut Hendra DS.
Di samping itu, pengurus juga masih terus menggelar rapat lounching PSMS yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang. Pihak pengurus dan Even Organizer yang ditunjuk mempersiapkan kegiatan tersebut masih membahas seputar anggaran dana dan hal-hal berkembang lainnya
Dalam rapat pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (28/9) kemarin dirumuskan niatan untuk segera mempatenkan logo PSMS dalam waktu dekat ini. Pematenan logo PSMS ini dilakukan sebelum diluncurkan ke publik. Jika mempatenkan logo PSMS terlaksana. Jadi, tidak sembarangan pihak membajak segala yang berkaitan dengan PSMS. Semisal kostum atau merchandise.
Hal itu dikatakan Hendra DS Manajer PSMS di sela-sela rapat. “Sudah lama kita rumuskan mengenai niat mempatenkan logo PSMS. Dengan demikian, diharapkan PSMS mampu mencoba menjadi klub yang benar-benar profesional. Salah satunya kemungkinan mendatangkan pemasukan dari sektor bisnis merchandise,” terang Hendra.
Setelah pematenan logo PSMS berjalan, maka manajemen PSMS dengan mudah menunjuk satu produsen untuk bekerjasama menciptakan perlengkapan PSMS yang original.
Dari sektor merchandising inilah diharapkan sumber pendapatan PSMS bertambah. Sejauh ini, banyak pihak dengan bebas menjiplak produk yang membawa nama PSMS.
“Hal itu tidak bisa disalahkan karena PSMS tidak dipatenkan. Nah, saat PSMS sudah dipatenkan, tidak bisa lagi sembarang orang menjiplak PSMS sesuka hatinya, karena kita bakal dilindungi undang-undang hak paten,” lanjut Hendra DS.
Di samping itu, pengurus juga masih terus menggelar rapat lounching PSMS yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang. Pihak pengurus dan Even Organizer yang ditunjuk mempersiapkan kegiatan tersebut masih membahas seputar anggaran dana dan hal-hal berkembang lainnya
Monday, September 28, 2009
PSMS kembalikan ciri khas
Permainan keras dalam batas sportivitas bakal menjadi andalan para laskar Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Pasalnya, dalam tiga hari latihan pasca libur Idul Fitri, arsitek PSMS Suimin Dihardja menggenjot habis pressing pemain.
Kalau Jumat (25/9) Suimin menerapkan individual pressing, maka Sabtu (26/9) latihan pressing team. Pelatihan ekstra keras di bawah komando Suimin bersama asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu sebagai pelatih fisik.
"Kita tidak bisa main-main. Pemain harus digenjot semangat dan stamina, namun tidak mengesampingkan teknik individual," terang Suimin, Minggu (27/9).
PSMS menggelar latihan pagi dan sore setiap hari kecuali Minggu, berbeda dengan skuad PSMS sebelumnya yang bertabur bintang. Tanpa pemain asing dan pemain top asal Pulau Jawa dan Papua, Suimin diharuskan mengemas skuad PSMS yang solid dan ini bukan pekerjaan mudah mengingat waktu cukup sempit.
"Affan Lubis dan kawan-kawan tidak boleh memberikan peluang bagi lawan memegang bola lama-lama. Lawan dapat bola, terus melakukan pressing. Kabarnya, kompetisi bergulir awal Oktober namun kami belum menerima jadwal kompetisi. Seharusnya sekarang ini sudah diketahui kapan dilaksanakannya kompetisi," aku Suimin.
Cukup beralasan, karena Suimin harus mempersiapkan program misalnya pertandingan ujicoba di antaranya laga segitiga antara PSMS, Persidi Pidie (Aceh Timur) dan Penang FC Malaysia.
Sebelumnya, Ayam Kinantan menggelar empat pertandingan masing-masing dua penampilan melawan PSDS Deli Serdang, PS Dharma Putra dan PS Bank Sumut. Di laga pertama, PSMS mengungguli PSDS 1-0 dan kembali menang 2-0 atas Dharma Putra. Lalu bermain imbang melawan PS Bank Sumut 1-1 dan hasil serupa saat bertandang ke Stadion Baharoeddin Siregar.
Dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan dari empat pertandingan, Suimin kembali memutar otak dalam menyusun strategi. Top skor sementara PSMS dipegang Jecky dengan tiga gol, disusul M Affan Lubis dan Febry masing-masing satu.
Suimin pun tidak memungkiri skuadnya kali ini merupakan perpaduan wajah lama dan baru. Wajah lama tampak M Halim dan Sony Gunawan (penjaga gawang), Selamet Riyadi (belakang) dan M Affan Lubis (tengah).
"Pemain lama dibutuhkan pengalamannya. Kalau pemain debutan, selain diharapkan stamina dan teknik prima juga dibutuhkan mental dan team work," tambahnya
Kalau Jumat (25/9) Suimin menerapkan individual pressing, maka Sabtu (26/9) latihan pressing team. Pelatihan ekstra keras di bawah komando Suimin bersama asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu sebagai pelatih fisik.
"Kita tidak bisa main-main. Pemain harus digenjot semangat dan stamina, namun tidak mengesampingkan teknik individual," terang Suimin, Minggu (27/9).
PSMS menggelar latihan pagi dan sore setiap hari kecuali Minggu, berbeda dengan skuad PSMS sebelumnya yang bertabur bintang. Tanpa pemain asing dan pemain top asal Pulau Jawa dan Papua, Suimin diharuskan mengemas skuad PSMS yang solid dan ini bukan pekerjaan mudah mengingat waktu cukup sempit.
"Affan Lubis dan kawan-kawan tidak boleh memberikan peluang bagi lawan memegang bola lama-lama. Lawan dapat bola, terus melakukan pressing. Kabarnya, kompetisi bergulir awal Oktober namun kami belum menerima jadwal kompetisi. Seharusnya sekarang ini sudah diketahui kapan dilaksanakannya kompetisi," aku Suimin.
Cukup beralasan, karena Suimin harus mempersiapkan program misalnya pertandingan ujicoba di antaranya laga segitiga antara PSMS, Persidi Pidie (Aceh Timur) dan Penang FC Malaysia.
Sebelumnya, Ayam Kinantan menggelar empat pertandingan masing-masing dua penampilan melawan PSDS Deli Serdang, PS Dharma Putra dan PS Bank Sumut. Di laga pertama, PSMS mengungguli PSDS 1-0 dan kembali menang 2-0 atas Dharma Putra. Lalu bermain imbang melawan PS Bank Sumut 1-1 dan hasil serupa saat bertandang ke Stadion Baharoeddin Siregar.
Dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan dari empat pertandingan, Suimin kembali memutar otak dalam menyusun strategi. Top skor sementara PSMS dipegang Jecky dengan tiga gol, disusul M Affan Lubis dan Febry masing-masing satu.
Suimin pun tidak memungkiri skuadnya kali ini merupakan perpaduan wajah lama dan baru. Wajah lama tampak M Halim dan Sony Gunawan (penjaga gawang), Selamet Riyadi (belakang) dan M Affan Lubis (tengah).
"Pemain lama dibutuhkan pengalamannya. Kalau pemain debutan, selain diharapkan stamina dan teknik prima juga dibutuhkan mental dan team work," tambahnya
Suimin genjot ‘pressing’ pemain
Setelah sepekan liburan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, skuad PSMS kembali masuk pemusatan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Di bawah instruksi pelatih Suimin Dihardja, para pemain digenjot latihan pressing.
"Setelah liburan lebaran, skuad mulai masuk pelatihan Kamis kemarin. Namun mulai aktif menggelar pelatihan hari ini (Jumat-red)," kata Suimin kepada Waspada di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat.
Suimin didampingi asisten Suyono dan Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) serta Nimrot Manalu pelatih fisik mengakui, kebugaran para pemain sudah menunjukkan kemajuan setelah istirahat satu minggu.
Dalam pelatihan, Suimin yang dijuluki pelatih "kampung" ini menerapkan pelatihan pressing. "Pelatihan pressing selama 25 menit kondisinya lumayan. Sabtu (26/9) ini, baru melakukan pelatihan tim pressing," terangnya.
Pelatihan ini, menurut Suimin sangat diperlukan. Bagusnya pressing pemain harus diimbangi stamina yang baik pula, karenanya pemain akan menjalani latihan pagi dan sore. Pagi harinya, para pemain akan menjalani pemantapan fisik di bawah bimbingan pelatih fisik Nimrot Manalu.
Pada program pelatihan ini, para pemain akan dicoba daya tahan fisiknya dengan memanfaatkan oksigen yang tersimpan dalam tubuhnya. Beda dengan program latihan ****speed and endurance, di mana para pemain memanfaatkan oksigen yang ada di alam terbuka.
Suimin mengakui ada pemain yang masih berstatus magang termasuk Zulkarnain mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Imam Faisal yang sebelumnya memperkuat PSDS Deli Serdang. Kehadiran Zulkarnain dan Imam, menurut Suimin, menambah daya serang.
Zulkarnain merupakan top skor dengan 10 gol untuk Persiraja kompetisi lalu. Dia menambahkan, selama Ramadhan PSMS menggelar empat pertandingan uji coba dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan. Tiga gol disumbangkan Jecky, sedangkan Affan dan Febri masing-masing satu gol.
Suimin mengakui kehadiran Zulkarnain nantinya dapat menjadi second striker dan Imam Faisal sebagai pemain sayap. "Jika Jecky mendapat pengawalan ketat lawan, Zulkarnain bisa menggantikannya," ujarnya
"Setelah liburan lebaran, skuad mulai masuk pelatihan Kamis kemarin. Namun mulai aktif menggelar pelatihan hari ini (Jumat-red)," kata Suimin kepada Waspada di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat.
Suimin didampingi asisten Suyono dan Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) serta Nimrot Manalu pelatih fisik mengakui, kebugaran para pemain sudah menunjukkan kemajuan setelah istirahat satu minggu.
Dalam pelatihan, Suimin yang dijuluki pelatih "kampung" ini menerapkan pelatihan pressing. "Pelatihan pressing selama 25 menit kondisinya lumayan. Sabtu (26/9) ini, baru melakukan pelatihan tim pressing," terangnya.
Pelatihan ini, menurut Suimin sangat diperlukan. Bagusnya pressing pemain harus diimbangi stamina yang baik pula, karenanya pemain akan menjalani latihan pagi dan sore. Pagi harinya, para pemain akan menjalani pemantapan fisik di bawah bimbingan pelatih fisik Nimrot Manalu.
Pada program pelatihan ini, para pemain akan dicoba daya tahan fisiknya dengan memanfaatkan oksigen yang tersimpan dalam tubuhnya. Beda dengan program latihan ****speed and endurance, di mana para pemain memanfaatkan oksigen yang ada di alam terbuka.
Suimin mengakui ada pemain yang masih berstatus magang termasuk Zulkarnain mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Imam Faisal yang sebelumnya memperkuat PSDS Deli Serdang. Kehadiran Zulkarnain dan Imam, menurut Suimin, menambah daya serang.
Zulkarnain merupakan top skor dengan 10 gol untuk Persiraja kompetisi lalu. Dia menambahkan, selama Ramadhan PSMS menggelar empat pertandingan uji coba dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan. Tiga gol disumbangkan Jecky, sedangkan Affan dan Febri masing-masing satu gol.
Suimin mengakui kehadiran Zulkarnain nantinya dapat menjadi second striker dan Imam Faisal sebagai pemain sayap. "Jika Jecky mendapat pengawalan ketat lawan, Zulkarnain bisa menggantikannya," ujarnya
Friday, September 25, 2009
Timnas U-23 ke SEA Games 2009
PSSI hanya membawa 18 pemain menuju SEA Games XXV/2009 Laos pada Desember mendatang. Itu sesuai kuota yang diberikan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kepada induk organisasi sepak bola tanah air dalam menghadapi multieven antarbangsa Asia Tenggara kemarin.
Jumlah tersebut termasuk minim. Itu disebabkan pada SEA Games 2007, Indonesia membawa 23 pemain.
Memang, KOI masih membebaskan induk cabang olahraga, termasuk PSSI, untuk menambah kuota, asal bisa membiayai sendiri. 'Dengan kekuatan itu, cukuplah timnas (tim nasional) menghadapi SEA Games nanti. Justru kami akan menambah jumlah ofisial lagi," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di Jakarta kemarin (15/9).
Ya, selain 18 pemain, KOI hanya memberikan kursi untuk empat ofisial. Jumlah itu sudah habis untuk pelatih dan asistennya serta manajer dan asisten manajer.
Menurut Nugraha, selain empat personel tersebut, tim masih harus didampingi dokter, media officer, security officer, dan masseur.
Sebanyak 18 pemain itu dipastikan sampai entry by name ditutup 26 Oktober nanti. Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN), sudah siap dengan keputusan KOI itu. Pihaknya sudah memprediksi bahwa tim yang bakal dibiayai KOI hanya 18 pemain. Itu terkait kuota pelatnas sepak bola yang memang hanya 18 pemain.
'Yang penting sudah mendapatkan jaminan timnas sepak bola berangkat ke Laos," ujar Rahim.
Saat ini pelatnas timnas U-23 dihuni 30 pemain. Yang berarti, akan ada pencoretan 12 nama. 'Kami akan terus mengadakan pemantauan sejak dari pemain masuk pelatnas hari pertama pada 25 September nanti," ujar Nugraha.
Maklum, target yang dipatok KOI tak mudah, timnas harus membawa pulang minimal medali perunggu. Target itu memang cukup berat jika melihat hasil Indonesia dua tahun lalu di Thailand. Saat itu tim polesan pelatih Bulgaria Ivan Venkov Kolev gagal menembus babak penyisihan setelah kalah 1-2 oleh tuan rumah pada laga penentuan. Padahal, tim Merah Putih hanya membutuhkan seri untuk bisa melangkah ke semifinal.
Pada dua pelaksanaan even serupa, Indonesia juga tak menuai hasil optimal. Di SEA Games edisi 2005 di Manila, Filipina, Indonesia hanya berada di urutan keempat setelah kalah oleh Thailand pada perebutan tempat ketiga. Dua tahun sebelumnya di Vietnam, Indonesia juga tak lolos babak penyisihan grup.
Terakhir, Indonesia menuai medali SEA Games pada edisi 1999 di Brunei Darussalam dengan mengantongi perunggu. Torehan itu didapatkan dengan memenangi perebutan tempat ketiga atas Singapura. Kesempatan ke final gagal setelah Indonesia kalah oleh Vietnam
Jumlah tersebut termasuk minim. Itu disebabkan pada SEA Games 2007, Indonesia membawa 23 pemain.
Memang, KOI masih membebaskan induk cabang olahraga, termasuk PSSI, untuk menambah kuota, asal bisa membiayai sendiri. 'Dengan kekuatan itu, cukuplah timnas (tim nasional) menghadapi SEA Games nanti. Justru kami akan menambah jumlah ofisial lagi," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di Jakarta kemarin (15/9).
Ya, selain 18 pemain, KOI hanya memberikan kursi untuk empat ofisial. Jumlah itu sudah habis untuk pelatih dan asistennya serta manajer dan asisten manajer.
Menurut Nugraha, selain empat personel tersebut, tim masih harus didampingi dokter, media officer, security officer, dan masseur.
Sebanyak 18 pemain itu dipastikan sampai entry by name ditutup 26 Oktober nanti. Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN), sudah siap dengan keputusan KOI itu. Pihaknya sudah memprediksi bahwa tim yang bakal dibiayai KOI hanya 18 pemain. Itu terkait kuota pelatnas sepak bola yang memang hanya 18 pemain.
'Yang penting sudah mendapatkan jaminan timnas sepak bola berangkat ke Laos," ujar Rahim.
Saat ini pelatnas timnas U-23 dihuni 30 pemain. Yang berarti, akan ada pencoretan 12 nama. 'Kami akan terus mengadakan pemantauan sejak dari pemain masuk pelatnas hari pertama pada 25 September nanti," ujar Nugraha.
Maklum, target yang dipatok KOI tak mudah, timnas harus membawa pulang minimal medali perunggu. Target itu memang cukup berat jika melihat hasil Indonesia dua tahun lalu di Thailand. Saat itu tim polesan pelatih Bulgaria Ivan Venkov Kolev gagal menembus babak penyisihan setelah kalah 1-2 oleh tuan rumah pada laga penentuan. Padahal, tim Merah Putih hanya membutuhkan seri untuk bisa melangkah ke semifinal.
Pada dua pelaksanaan even serupa, Indonesia juga tak menuai hasil optimal. Di SEA Games edisi 2005 di Manila, Filipina, Indonesia hanya berada di urutan keempat setelah kalah oleh Thailand pada perebutan tempat ketiga. Dua tahun sebelumnya di Vietnam, Indonesia juga tak lolos babak penyisihan grup.
Terakhir, Indonesia menuai medali SEA Games pada edisi 1999 di Brunei Darussalam dengan mengantongi perunggu. Torehan itu didapatkan dengan memenangi perebutan tempat ketiga atas Singapura. Kesempatan ke final gagal setelah Indonesia kalah oleh Vietnam
Masih Banyak Klub yang Belum Daftar
Divisi Utama sepi peminat. Di antara 36 klub yang terdaftar, baru 23 tim yang menyatakan resmi siap mengikuti kompetisi sepak bola kasta kedua tanah air itu. Artinya, masih ada 13 tim yang belum menyatakan siap bersaing dalam Divisi Utama.
Kondisi tersebut membuat PT Liga Indonesia (LI) harus bersabar. Regulator sepak bola tanah air itu memperpanjang waktu pendaftaran satu hari lagi. Mereka menerapkan sistem jemput bola, meminta konfirmasi dari klub-klub yang belum mendaftar. "Kami segera menyelesaikan pendaftaran, jangan sampai berlarut-larut. Besok (hari ini, Red) diperoleh tim-tim yang memang siap bersaing di Divisi Utama," ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy di Jakarta kemarin (16/9).
Menurut Tigor, berapa pun jumlah tim yang mendaftar, Divisi Utama tetap berjalan. Hanya, memang ada dua aspek yang terpengaruh, yakni pembagian grup dan jadwal pertandingan. Jika Divisi Utama diikuti jumlah tim yang ideal, yakni 36 tim, klub akan dikelompokkan ke dalam tiga grup.
"Berkaitan dengan jadwal pertandingan, kalau klub terlalu sedikit, ending-nya terlalu cepat. Kan ada babak playoff nanti," tutur dia.
Babak playoff akan mempertemukan tim berperingkat keempat Divisi Utama kontra tim urutan ke-15 Indonesia Super League (ISL). Menurut gambaran PT LI, kompetisi itu akan dimulai pada 25 Oktober atau pertengahan November nanti
Kondisi tersebut membuat PT Liga Indonesia (LI) harus bersabar. Regulator sepak bola tanah air itu memperpanjang waktu pendaftaran satu hari lagi. Mereka menerapkan sistem jemput bola, meminta konfirmasi dari klub-klub yang belum mendaftar. "Kami segera menyelesaikan pendaftaran, jangan sampai berlarut-larut. Besok (hari ini, Red) diperoleh tim-tim yang memang siap bersaing di Divisi Utama," ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy di Jakarta kemarin (16/9).
Menurut Tigor, berapa pun jumlah tim yang mendaftar, Divisi Utama tetap berjalan. Hanya, memang ada dua aspek yang terpengaruh, yakni pembagian grup dan jadwal pertandingan. Jika Divisi Utama diikuti jumlah tim yang ideal, yakni 36 tim, klub akan dikelompokkan ke dalam tiga grup.
"Berkaitan dengan jadwal pertandingan, kalau klub terlalu sedikit, ending-nya terlalu cepat. Kan ada babak playoff nanti," tutur dia.
Babak playoff akan mempertemukan tim berperingkat keempat Divisi Utama kontra tim urutan ke-15 Indonesia Super League (ISL). Menurut gambaran PT LI, kompetisi itu akan dimulai pada 25 Oktober atau pertengahan November nanti
Libur Sepekan
Menyambut Idul Fitri 1430 H, PSMS meliburkan pemainnya. Tercatat mulai latihan terakhir pada 17 September lalu dan akan berlatih lagi mulai 24 September yang akan datang.
Nah, sebagai profesional, skuad PSMS dituntut menjaga kondisi kebugarannya. Usai liburan, anak-anak Medan harus bisa mengontrol berat tubuhnya usai menjalani libur lebaran. Oleh karenanya, pada sesi latihan Kamis lalu berat badan pun ditimbang.
Harapannya, saat latihan usai, seluruh skuad diharapkan tetap memiliki porsi berat badan ideal. Menariknya, untuk menjaga itu Suimin mengaku tak memberikan sangsi kalau-kalau pemain sampai kelebihan berat badan.
“Saya ingin melihat sejauh mana profesionalisme para pemain. Tidak ada ancaman sangsi secara khusus. Tapi kan saya mencatat,” kata Suimin saat latihan terakhir Kamis, (17/9) lalu.
Oleh karenanya, anak-anak Medan digeber fisiknya sebelum dan sesudah lebaran. Sudah hampir enam hari, skuad PSMS ditangani oleh Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS. Menurut jadwal, fisik pemain akan kembali digenjot usai lebaran nanti.
Kompetisi yang akan segera berputar, ternyata cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Kata Suimin, materi latihan yang selama ini diberikan belum sepenuhnya mampu diserap para pemain. Dia melihat sektor fisik masih jadi kendala utama. Maka itu, dia meminta Nimrot membenahi fisik terlebih dahulu baru kemudian materi selanjutnya ditambah.
“Yang saya harapkan dari pemain, adalah mereka mampu menyerap materi latihan seutuhnya. Dan harus dimulai kembali dari pembenahan fisik,” lanjut Suimin.
Dari segi penggemblengan fisik, Nimrot menjelaskan bahwa yang pertama diutamakan harus kelar adalah kekuatan, ketahanan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, usai lebaran ini akan banyak hal yang akan digeber jajaran pengurus maupun pelatih. Salah satunya rencana menggelar uji coba, seleksi pemain asing hingga peluncuran PSMS atau lounching.
Untuk urusan uji coba, kabarnya PSMS bakal merencanakan tur ke luar Medan. Menurut Suimin, di Medan dan sekitarnya, PSMS sulit mendapatkan lawan setimpal. Paling dekat ke Aceh, tapi sayang klub di Aceh juga kabarnya batal ikut kompetisi karena pailit. Maka itu, jadwal uji coba akan dirembukkan dahulu ke manajemen.
Sedangkan seleksi pemain asing, Suimin juga masih menanti kejelasan regulasi dari PT Liga Indonesia. Kalau pelamar sendiri, dijelaskan Suimin banyak pemain asing yang berminat bergabung dengan klub berjuluk Ayam Kinantan itu. “Pelamar banyak, ada sekitar 6 pemain. Dan mereka itu pemain kelas semua. Tapi itu tadi, semua harus menanti kejelasan dari PT LI dulu,” lanjut ayah anak tiga itu.
Terakhir, rencana lounching juga sudah digeber dengan matang. Dua kali sepekan, tim EO yang sedianya bakal mengurusi kegiatan lounching itu kerap menggelar rapat dengan pengurus di Stadion Kebun Bunga.
Nah, sebagai profesional, skuad PSMS dituntut menjaga kondisi kebugarannya. Usai liburan, anak-anak Medan harus bisa mengontrol berat tubuhnya usai menjalani libur lebaran. Oleh karenanya, pada sesi latihan Kamis lalu berat badan pun ditimbang.
Harapannya, saat latihan usai, seluruh skuad diharapkan tetap memiliki porsi berat badan ideal. Menariknya, untuk menjaga itu Suimin mengaku tak memberikan sangsi kalau-kalau pemain sampai kelebihan berat badan.
“Saya ingin melihat sejauh mana profesionalisme para pemain. Tidak ada ancaman sangsi secara khusus. Tapi kan saya mencatat,” kata Suimin saat latihan terakhir Kamis, (17/9) lalu.
Oleh karenanya, anak-anak Medan digeber fisiknya sebelum dan sesudah lebaran. Sudah hampir enam hari, skuad PSMS ditangani oleh Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS. Menurut jadwal, fisik pemain akan kembali digenjot usai lebaran nanti.
Kompetisi yang akan segera berputar, ternyata cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Kata Suimin, materi latihan yang selama ini diberikan belum sepenuhnya mampu diserap para pemain. Dia melihat sektor fisik masih jadi kendala utama. Maka itu, dia meminta Nimrot membenahi fisik terlebih dahulu baru kemudian materi selanjutnya ditambah.
“Yang saya harapkan dari pemain, adalah mereka mampu menyerap materi latihan seutuhnya. Dan harus dimulai kembali dari pembenahan fisik,” lanjut Suimin.
Dari segi penggemblengan fisik, Nimrot menjelaskan bahwa yang pertama diutamakan harus kelar adalah kekuatan, ketahanan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, usai lebaran ini akan banyak hal yang akan digeber jajaran pengurus maupun pelatih. Salah satunya rencana menggelar uji coba, seleksi pemain asing hingga peluncuran PSMS atau lounching.
Untuk urusan uji coba, kabarnya PSMS bakal merencanakan tur ke luar Medan. Menurut Suimin, di Medan dan sekitarnya, PSMS sulit mendapatkan lawan setimpal. Paling dekat ke Aceh, tapi sayang klub di Aceh juga kabarnya batal ikut kompetisi karena pailit. Maka itu, jadwal uji coba akan dirembukkan dahulu ke manajemen.
Sedangkan seleksi pemain asing, Suimin juga masih menanti kejelasan regulasi dari PT Liga Indonesia. Kalau pelamar sendiri, dijelaskan Suimin banyak pemain asing yang berminat bergabung dengan klub berjuluk Ayam Kinantan itu. “Pelamar banyak, ada sekitar 6 pemain. Dan mereka itu pemain kelas semua. Tapi itu tadi, semua harus menanti kejelasan dari PT LI dulu,” lanjut ayah anak tiga itu.
Terakhir, rencana lounching juga sudah digeber dengan matang. Dua kali sepekan, tim EO yang sedianya bakal mengurusi kegiatan lounching itu kerap menggelar rapat dengan pengurus di Stadion Kebun Bunga.
Tunggu Regulasi PT LI
Terlalu dini membicarakan rencana Ayam Kinantan untuk mendatangkan legiun asing. Walaupun, tak bisa dipungkiri bahwa mereka dibutuhkan tim yang berdiri sejak 1950 itu.
Niat PSMS untul merekrut pemain asing ini sedikit terkendala. Pasalnya, regulasi atau peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini berubah nama jadi PT Liga Indonesia belum jelas. Hingga kini, pihak PSMS belum menerima surat resmi mengenai berbagai peraturan yang harus ditaati kontestan Divisi Utama musim 2009/10. Termasuk urusan mendatangkan legiun asing.
Kalau di Indonesia Super League (ISL) sudah jelas. Untuk kuota pemain asing, PT LI membolehkan klub-klub ISL meminang 5 pemain asing. Syaratnya, dua harus berasal dari Asia. Sisanya terserah, mau didatangkan dari negara lainnya.
Nah, di Divisi Utama musim ini memang santer terdengar bahwa masing-masing klub liga kasta kedua Indonesia ini boleh menggunakan tiga pemain asing. Namun, hal itu kabarnya masih sebatas wacana. Buktinya, hingga kini PSMS masih belum tahu regulasi resmi dari PT LI. Dari jumlah yang diperbolehkan, belum diketahui juga apakah keseluruhannya bebas direkrut dari mana negara mana saja.
Karena itu, Suimin Diharja arsitek PSMS belum mau komentar terlalu banyak soal pemain asing. Yang jelas, fokus saat ini adalah bagaimana memperdayakan pemain yang ada.
“Untuk pemain asing, yang pasti kita akan mencari yang sesuai kebutuhan tim. Sejauh ini, kita butuh seorang striker dan bek. Tapi hal itu baru bisa kita ajukan ke manajemen, kalau regulasi dari PT LI sudah kita terima,” beber Suimin di Stadion Kebun Bunga, Rabu (16/9).
Walaupun begitu, beberapa pemain asing sudah mulai ditawarkan ke PSMS. Beberapa agen berlomba mencarikan pemain terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Namun, semuanya masih belum bisa dipastikan. Usai lebaran, rencananya legiun asing akan diseleksi langsung oleh Suimin.
Tak hanya urusan legiun asing yang masih belum jelas. Sistem kompetisi yang masih rancu juga menjadi bahan pikiran. Di Divisi Utama musim ini, PT LI membagi tiga wilayah, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Beda dari musim sebelumnya yang hanya dua wilayah.
Nah, di akhir musim, belum diketahui berapa tim yang akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan tiket ke ISL. Ada kabar yang menyebutkan bahwa di akhir musim, masing-masing wilayah akan diambil empat tim. Jadi ada 12 tim yang akan kembali dilaga. Lagi-lagi itu masih wacana. “Kita tunggu saja kabar dari PT LI. Kalau semua sudah jelas, kita akan lebih mudah bergerak,” pungkas Suimin.
Niat PSMS untul merekrut pemain asing ini sedikit terkendala. Pasalnya, regulasi atau peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini berubah nama jadi PT Liga Indonesia belum jelas. Hingga kini, pihak PSMS belum menerima surat resmi mengenai berbagai peraturan yang harus ditaati kontestan Divisi Utama musim 2009/10. Termasuk urusan mendatangkan legiun asing.
Kalau di Indonesia Super League (ISL) sudah jelas. Untuk kuota pemain asing, PT LI membolehkan klub-klub ISL meminang 5 pemain asing. Syaratnya, dua harus berasal dari Asia. Sisanya terserah, mau didatangkan dari negara lainnya.
Nah, di Divisi Utama musim ini memang santer terdengar bahwa masing-masing klub liga kasta kedua Indonesia ini boleh menggunakan tiga pemain asing. Namun, hal itu kabarnya masih sebatas wacana. Buktinya, hingga kini PSMS masih belum tahu regulasi resmi dari PT LI. Dari jumlah yang diperbolehkan, belum diketahui juga apakah keseluruhannya bebas direkrut dari mana negara mana saja.
Karena itu, Suimin Diharja arsitek PSMS belum mau komentar terlalu banyak soal pemain asing. Yang jelas, fokus saat ini adalah bagaimana memperdayakan pemain yang ada.
“Untuk pemain asing, yang pasti kita akan mencari yang sesuai kebutuhan tim. Sejauh ini, kita butuh seorang striker dan bek. Tapi hal itu baru bisa kita ajukan ke manajemen, kalau regulasi dari PT LI sudah kita terima,” beber Suimin di Stadion Kebun Bunga, Rabu (16/9).
Walaupun begitu, beberapa pemain asing sudah mulai ditawarkan ke PSMS. Beberapa agen berlomba mencarikan pemain terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Namun, semuanya masih belum bisa dipastikan. Usai lebaran, rencananya legiun asing akan diseleksi langsung oleh Suimin.
Tak hanya urusan legiun asing yang masih belum jelas. Sistem kompetisi yang masih rancu juga menjadi bahan pikiran. Di Divisi Utama musim ini, PT LI membagi tiga wilayah, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Beda dari musim sebelumnya yang hanya dua wilayah.
Nah, di akhir musim, belum diketahui berapa tim yang akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan tiket ke ISL. Ada kabar yang menyebutkan bahwa di akhir musim, masing-masing wilayah akan diambil empat tim. Jadi ada 12 tim yang akan kembali dilaga. Lagi-lagi itu masih wacana. “Kita tunggu saja kabar dari PT LI. Kalau semua sudah jelas, kita akan lebih mudah bergerak,” pungkas Suimin.
Pengurus Patungan
PSMS saat ini dalam kondisi berbenah. Sisi finansial rupanya masih menjadi momok yang sangat menakutkan. Kekhawatiran terbesar tentu saja kalau klub kebanggaan warga Medan ini harus terhenti di tengah jalan akibat krisis moneter.
Agus Simorangkir Ketua Harian PSMS, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar PSMS bisa bertahan. Ada beberapa hal yang sudah digodok untuk hal itu. “Untuk menyelamatkan dana bagi PSMS, kita akan lakukan apa saja. Kita saat ini sedang usahakan sponsorsip, tak hanya dari Medan, tapi dari luar Medan. Masih banyak cara untuk mencari dana bagi PSMS,” kata Agus.
Itu cerita nanti. Karena hasilnya saat ini belum terlihat. Untuk memulai pembenahan tim ini, PSMS masih dibantu KONI Medan yang rela menghibahkan anggarannya bagi PSMS. Sisanya, beberapa pengurus rela juga patungan kumpul dana untuk merenovasi Stadion Kebun Bunga, dan Mess pemain.
Nah, bagaimana kondisi keuangan PSMS saat ini? Dengan jujur Agus menyatakan bahwa PSMS masih membutuhkan sumbangan. Entah itu dari pengusaha, ataupun masyarakat Medan yang cinta PSMS. Tak lupa, kebaikan hati sponsor juga ditunggu.
Yang jelas, sistem kerjasama dengan para sponsor nantinya akan saling menguntungkan. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS sudah berupaya meyakinkan sponsor untuk urusan satu itu. Menurut Benny, PSMS ini masih punya nama besar, yang bisa menjual nilai satu produk yang turut bekerjasama dengan PSMS. “PSMS masih disegani. Mendengar namanya saja tim lain sudah gentar. Hal itu semoga saja masih memancing minat sponsor untuk kerjasama dengan PSMS. Asal dikelola secara profesional, PSMS pasti bisa bangkit,” kata Benny
Agus Simorangkir Ketua Harian PSMS, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar PSMS bisa bertahan. Ada beberapa hal yang sudah digodok untuk hal itu. “Untuk menyelamatkan dana bagi PSMS, kita akan lakukan apa saja. Kita saat ini sedang usahakan sponsorsip, tak hanya dari Medan, tapi dari luar Medan. Masih banyak cara untuk mencari dana bagi PSMS,” kata Agus.
Itu cerita nanti. Karena hasilnya saat ini belum terlihat. Untuk memulai pembenahan tim ini, PSMS masih dibantu KONI Medan yang rela menghibahkan anggarannya bagi PSMS. Sisanya, beberapa pengurus rela juga patungan kumpul dana untuk merenovasi Stadion Kebun Bunga, dan Mess pemain.
Nah, bagaimana kondisi keuangan PSMS saat ini? Dengan jujur Agus menyatakan bahwa PSMS masih membutuhkan sumbangan. Entah itu dari pengusaha, ataupun masyarakat Medan yang cinta PSMS. Tak lupa, kebaikan hati sponsor juga ditunggu.
Yang jelas, sistem kerjasama dengan para sponsor nantinya akan saling menguntungkan. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS sudah berupaya meyakinkan sponsor untuk urusan satu itu. Menurut Benny, PSMS ini masih punya nama besar, yang bisa menjual nilai satu produk yang turut bekerjasama dengan PSMS. “PSMS masih disegani. Mendengar namanya saja tim lain sudah gentar. Hal itu semoga saja masih memancing minat sponsor untuk kerjasama dengan PSMS. Asal dikelola secara profesional, PSMS pasti bisa bangkit,” kata Benny
Ambisi Ayam Kinantan Mengarungi Musim Depan
Semangat menggebu-gebu ditunjukkan manajemen dan perangkat skuad PSMS. Kamis (17/9) kemarin bertempat di Stadion Kebun Bunga, manajemen mendadak menggelar jumpa pers. Yang dibahas, tentu saja persiapan tim menatap Divisi Utama musim 2009/2010 yang sedianya akan digulirkan Oktober mendatang.
Agus Simorangkir, Ketua Harian PSMS bahkan menyebut bahwa PSMS tidak mementingkan juara di Divisi Utama. Yang terpenting baginya, adalah bagaimana caranya PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu tahun. “Masih ada waktu untuk berbenah. Kita harus saling bahu-membahu untuk mengejar target tembus ke Super Liga. Tak harus juara, yang penting lolos saja dulu,” katanya.
Manajer PSMS, Hendra DS pun tak kalah semangat. Menurutnya, PSMS harus mampu mengembalikan semangat fanatisme Medan seperti yang ditunjukkan PSMS di era tahun 70-an. Bahkan saat itu PSMS sama sekali tak diperkuat tenaga asing. Hasilnya, PSMS mampu menjadi yang terbaik di era persirakatan.
Kondisi saat itu, sedikit banyak mirip dengan kondisi PSMS saat ini. Begitupun, di era dengan persaingan yang lebih ketat seperti saat ini, tentunya PSMS harus lebih mawas diri. Terlalu naif kalau PSMS bertahan dengan komitmen menggunakan tenaga lokal seratus persen.
Maka itu, isu mendatangkan legiun asing pun tak dikesampingkan. Usai lebaran, beberapa pemain asing kabarnya bakal diseleksi. “Intinya kita siap perang melawan kontestan Divisi Utama lainnya. Nah, apa-apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi target lolos ke ISL dipersiapkan sebaik mungkin,” beber Hendra.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Patriot itu menegaskan bahwa peta kekuatan di wilayah barat Divisi Utama musim ini, boleh dikatakan merata. Bahkan PSMS diyakini mampu bersaing untuk meraih peringkat terbaik. “Di wilayah barat, kekuatan timnya masih sama. Bahkan bisa dibilang masih lebih baik kita, karena beberapa tim sudah menyatakan mundur, dan ada yang belum persiapan, masih syukur PSMS masih ada hingga saat ini,” sambung Hendr
Agus Simorangkir, Ketua Harian PSMS bahkan menyebut bahwa PSMS tidak mementingkan juara di Divisi Utama. Yang terpenting baginya, adalah bagaimana caranya PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu tahun. “Masih ada waktu untuk berbenah. Kita harus saling bahu-membahu untuk mengejar target tembus ke Super Liga. Tak harus juara, yang penting lolos saja dulu,” katanya.
Manajer PSMS, Hendra DS pun tak kalah semangat. Menurutnya, PSMS harus mampu mengembalikan semangat fanatisme Medan seperti yang ditunjukkan PSMS di era tahun 70-an. Bahkan saat itu PSMS sama sekali tak diperkuat tenaga asing. Hasilnya, PSMS mampu menjadi yang terbaik di era persirakatan.
Kondisi saat itu, sedikit banyak mirip dengan kondisi PSMS saat ini. Begitupun, di era dengan persaingan yang lebih ketat seperti saat ini, tentunya PSMS harus lebih mawas diri. Terlalu naif kalau PSMS bertahan dengan komitmen menggunakan tenaga lokal seratus persen.
Maka itu, isu mendatangkan legiun asing pun tak dikesampingkan. Usai lebaran, beberapa pemain asing kabarnya bakal diseleksi. “Intinya kita siap perang melawan kontestan Divisi Utama lainnya. Nah, apa-apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi target lolos ke ISL dipersiapkan sebaik mungkin,” beber Hendra.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Patriot itu menegaskan bahwa peta kekuatan di wilayah barat Divisi Utama musim ini, boleh dikatakan merata. Bahkan PSMS diyakini mampu bersaing untuk meraih peringkat terbaik. “Di wilayah barat, kekuatan timnya masih sama. Bahkan bisa dibilang masih lebih baik kita, karena beberapa tim sudah menyatakan mundur, dan ada yang belum persiapan, masih syukur PSMS masih ada hingga saat ini,” sambung Hendr
Saktiawan Melepas Rindu
Kebetulan, Saktiawan Sinaga eks striker PSMS yang kini memperkuat Persik Kediri, sedang dapat libur lebaran. Proses latihan sudah dihentikan sejak beberapa hari lalu. Namun Sakti (sapaan akrab Saktiawan ) pun mudik pulang ke Medan tanah kelahirannya.
Di sela-sela masa liburnya, Sakti rupanya teringat akan PSMS. Maka itu, bersama keluarganya, Kamis (17/9) kemarin Sakti menyempatkan anjangsana ke Stadion Kebun Bunga-tempat dia berlatih dulu.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Sakti terlihat berdiri di pinggiran lapangan menyaksikan penggemblengan fisik skuad PSMS. Ada bangga yang keluar dari ucapannya. “Meski beberapa anak Medan kini berlabuh di klub lain, tapi saya yakin hati mereka masih di PSMS. Saya senang PSMS sudah berbenah dan mulai bangkit. Di luar sana, nama besar PSMS masih menggema,” ungkapnya.
Sakti mengaku mengenal beberapa nama skuad PSMS sekarang ini. “Saya lihat ada beberapa striker PSMS yang bagus-bagus, ada Zulkarnaen, Imam Faisal. Mereka striker yang bagus kok,” urai Sakti.
Menurutnya, PSMS saat ini krisis striker. Sebelumnya, Sakti sempat berminat kembali ke PSMS, karena nilai kontraknya tinggi, akhirnya PSMS batal merekrutnya dan Sakti pun kembali ke Persik Kediri.
Begitupun, Sakti juga punya saran bagi PSMS. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda utamanya U-23 harus lebih ditingkatkan. Jadi saat tim butuh pemain, bisa dicomot dari skuad mudanya. “PSM Makassar salah satu yang bagus pembinaannya. Jadi waktu klub kesulitan dana, bisa memakai tenaga pemain muda yang sudah lama dibina. Tentu saja harganya bisa jauh lebih murah,” pungkas striker yang dijuluki Sakti The Dragon itu.
Di sela-sela masa liburnya, Sakti rupanya teringat akan PSMS. Maka itu, bersama keluarganya, Kamis (17/9) kemarin Sakti menyempatkan anjangsana ke Stadion Kebun Bunga-tempat dia berlatih dulu.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Sakti terlihat berdiri di pinggiran lapangan menyaksikan penggemblengan fisik skuad PSMS. Ada bangga yang keluar dari ucapannya. “Meski beberapa anak Medan kini berlabuh di klub lain, tapi saya yakin hati mereka masih di PSMS. Saya senang PSMS sudah berbenah dan mulai bangkit. Di luar sana, nama besar PSMS masih menggema,” ungkapnya.
Sakti mengaku mengenal beberapa nama skuad PSMS sekarang ini. “Saya lihat ada beberapa striker PSMS yang bagus-bagus, ada Zulkarnaen, Imam Faisal. Mereka striker yang bagus kok,” urai Sakti.
Menurutnya, PSMS saat ini krisis striker. Sebelumnya, Sakti sempat berminat kembali ke PSMS, karena nilai kontraknya tinggi, akhirnya PSMS batal merekrutnya dan Sakti pun kembali ke Persik Kediri.
Begitupun, Sakti juga punya saran bagi PSMS. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda utamanya U-23 harus lebih ditingkatkan. Jadi saat tim butuh pemain, bisa dicomot dari skuad mudanya. “PSM Makassar salah satu yang bagus pembinaannya. Jadi waktu klub kesulitan dana, bisa memakai tenaga pemain muda yang sudah lama dibina. Tentu saja harganya bisa jauh lebih murah,” pungkas striker yang dijuluki Sakti The Dragon itu.
Wednesday, September 16, 2009
Pato Ingin Bergabung
MEDAN- Rencana mendatangkan pemain asing mulai terang. Kabarnya, usai lebaran pemain asing akan segera diseleksi. Siapa pun pemain asing yang ingin bergabung dengan PSMS harus melewati proses seleksi. Salah satu yang menaruh minat besar kepada PSMS adalah Patricio Jimenez, mantan bek Persib, Sriwijaya FC dan PSMS.
Pato-demikian pemain asal Uruguay ini disapa, memang tak asing lagi bagi publik PSMS. Awal musim lalu, Pato sempat menjabat kapten tim. Namun performanya saat itu tak seperti yang diharapkan. Paruh musim bersama PSMS, Pato pun didepak entah kemana.
Dan Pato, juga sudah dikenal baik oleh arsitek PSMS Suimin Diharja. Saat masih menukangi Sriwijaya, Pato sempat ditatar oleh Suimin. Dan mungkin karena faktor pelatih ini juga yang membuat Pato ingin kembali menjajal keberuntungan di PSMS.
Benny Tomasoa, manajer I menyatakan bahwa Pato memang salah satu yang serius ingin menjajal PSMS. Kabarnya, usai lebaran Pato akan datang ke Medan. “Tidak hanya Pato yang ingin main di PSMS. Ada beberapa, namun yang paling serius Pato. Usai lebaran dia menyatakan akan datang ke Medan,” terang Benny.
Sesuai kebutuhan tim saat ini, PSMS tak hanya membutuhkan seorang bek asing, namun juga striker impor. Nah, sesuai kebutuhan tim ini Benny menjelaskan akan meminta bantuan agen. “Ada agen yang mengurus kedatangan pemain asing untuk diseleksi sesuai kebutuhan tim. Kita lihat saja usai lebaran nanti,” lanjut Benny.
Suimin menyambut baik hal ini. Memang dia sudah cukup puas dengan skuad lokal yang ada. Namun kalau ingin bersaing di pentas sekelas Divisi Utama, mau tak mau legiun asing harus didatangkan. Untuk urusan ini, Suimin lebih senang pemain asing yang sudah pernah main di Indonesia. Terlebih pemain itu sudah sempat ditanganinya di beberapa klub yang pernah diarsiteki Suimin.
“Siapapun pemain asing yang bakal datang, harus seleksi lagi. Tapi seleksinya tak perlu lama-lama, terlebih kalau kita sudah tahu kualitasnya. Pasalnya, waktu untuk persiapan juga sudah semakin mepet,” bilang Suimin.
Pato-demikian pemain asal Uruguay ini disapa, memang tak asing lagi bagi publik PSMS. Awal musim lalu, Pato sempat menjabat kapten tim. Namun performanya saat itu tak seperti yang diharapkan. Paruh musim bersama PSMS, Pato pun didepak entah kemana.
Dan Pato, juga sudah dikenal baik oleh arsitek PSMS Suimin Diharja. Saat masih menukangi Sriwijaya, Pato sempat ditatar oleh Suimin. Dan mungkin karena faktor pelatih ini juga yang membuat Pato ingin kembali menjajal keberuntungan di PSMS.
Benny Tomasoa, manajer I menyatakan bahwa Pato memang salah satu yang serius ingin menjajal PSMS. Kabarnya, usai lebaran Pato akan datang ke Medan. “Tidak hanya Pato yang ingin main di PSMS. Ada beberapa, namun yang paling serius Pato. Usai lebaran dia menyatakan akan datang ke Medan,” terang Benny.
Sesuai kebutuhan tim saat ini, PSMS tak hanya membutuhkan seorang bek asing, namun juga striker impor. Nah, sesuai kebutuhan tim ini Benny menjelaskan akan meminta bantuan agen. “Ada agen yang mengurus kedatangan pemain asing untuk diseleksi sesuai kebutuhan tim. Kita lihat saja usai lebaran nanti,” lanjut Benny.
Suimin menyambut baik hal ini. Memang dia sudah cukup puas dengan skuad lokal yang ada. Namun kalau ingin bersaing di pentas sekelas Divisi Utama, mau tak mau legiun asing harus didatangkan. Untuk urusan ini, Suimin lebih senang pemain asing yang sudah pernah main di Indonesia. Terlebih pemain itu sudah sempat ditanganinya di beberapa klub yang pernah diarsiteki Suimin.
“Siapapun pemain asing yang bakal datang, harus seleksi lagi. Tapi seleksinya tak perlu lama-lama, terlebih kalau kita sudah tahu kualitasnya. Pasalnya, waktu untuk persiapan juga sudah semakin mepet,” bilang Suimin.
Monday, September 14, 2009
Kembalikan Rap-rap
MEDAN- Persiapan PSMS menuju Divisi Utama memang belum menjanjikan. Skuad yang ada belum memiliki jam terbang tinggi dan hanya memiliki kemampuan rata-rata. Tak pelak, hal ini membuat miris.
Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.
“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.
Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.
Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.
“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.
Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.
Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin
Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.
“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.
Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.
Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.
“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.
Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.
Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin
PSMS disarankan pakai pemain Afrika
Manajemen PSMS Medan dalam mencari legiun asing disarankan dapat merekrut pemain dari Afrika, karena umumnya mereka disiplin, mudah diatur dan cepat menyesuaikan diri dengan pemain lokal.
"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.
Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.
“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.
Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah
"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.
Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.
“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.
Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah
PSMS tahan PSDS 1-1
LUBUK PAKAM - Mental bertanding tim PSMS Medan masih belum memuaskan. Bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoedin Siregar Lubuk Pakam, anak-anak PSMS tidak tampil dengan peforma terbaik dan hanya bermain imbang 1-1, Sabtu.
Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.
"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.
Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.
Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.
Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.
"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.
Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.
"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.
Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.
Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya
Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.
"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.
Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.
Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.
Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.
"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.
Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.
"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.
Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.
Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya
Subscribe to:
Posts (Atom)