Kalahkan PTPN IV dan PPLP Sumut
MEDAN- PSMS masih menunjukkan kelasnya sebagai klub kebanggan warga Medan. Dalam lima kali uji coba, PSMS memperlihatkan kemajuan yang siginifikan. Lima uji coba disapu bersih dengan 4 kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemarin, Rabu (30/9), bertempat di Stadion Kebun Bunga, skuad Ayam Kinantan kembali berhasil menujukkan performa lumayan di partai uji coba. Kesebelasan PTPN IV dibantai 5-0 tanpa balas. Sedangkan PPLP Sumut berhasil dikalahkan dengan skor tipis 1-0.
Menariknya, uji coba itu digelar estafet. Jadi, dua kesebelasan ditantang sekaligus. Pertama, PTPN IV yang diladeni perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga
perlawanannya. Pada laga pertama itu, tidak terlihat perimbangan yang setimpal antara kedua tim. PSMS dengan mudah mengusai bola dan bermain-main dengan ball position. Hasilnya, belum genap lima menit laga berjalan, Faisal Azmi berhasil mengemaskan gol akibat sedikit kemelut di depan gawang PPLP.
Usai itu, masing-masing gol dikemas bergantian antara Syaiful Odeng dan Jacky Pasarela. Jacky Pasarela bahkan mengemas dua gol pada partai itu. Faisal juga menambah satu gol di ujung laga babak kedua. Laga itu berakhir untuk kemenangan PSMS 5-0.
Hanya beberapa menit istirahat, PSMS harus melanjutkan uji coba melawan PPLP Sumut. Laga kontra kader atlet sepak bola Sumut itu tampaknya terasa berat. Kondisi fisik skuad PSMS yang mulai ketar-ketir, harus digenjot terus untuk meladeni tenaga baru para pemain muda PPLP.
Pressing yang coba dilancarkan skuad PSMS, malah sempat berbalik. Anak-anak PPLP mencoba menekan Ayam Kinantan. Begitupun, PSMS mencoba keluar dari tekanan. Di ujung laga babak pertama, Jacky Pasarela berhasil memperdaya penjaga gawang PPLP. Skor 1-0 itu bertahan hingga usainya laga ujicoba.
Dikatakan Suimin Diharja-arsitek PSMS, tujuan utama uji coba kali ini adalah kemampuan mengkordinasikan pressing dan ketahanan fisik. “Makanya sengaja saya atur melawan PTPN IV dahulu, yang kita bilang kemampuannya masih di bawah kita. Baru, PPLP yang dijadikan lawan kedua. Agar pemain terlatih untuk keluar dari tekanan bertanding, dengan kondisi yang tidak bugar lagi,” kata Suimin usai uji coba.
Target utama dari laga itu, ditambahkan Suimin adalah bagaimana konsentrasi pemain agar tidak memainkan bola lebih dari tujuh sentuhan. Dan, syukurnya target itu tercapai dalam uji coba kemarin.
Selanjutnya, laga uji coba masih akan berlanjut. Penang FC kabarnya serius ingin menjajal PSMS. Kemarin, bertepatan berlangsungnya uji coba, manajer Penang FC sudah datang dan berbicara dengan manajer PSMS. Namun laga uji coba kontra klub asal negeri tetangga itu masih belum diketahui kapan pastinya. (ful)
Lini Depan Masih Jadi Sorotan
SATU evaluasi mendasar akan ketersedian striker di PSMS, kembali disorot dalam partai uji coba kemarin. Pasca hengkangnya Zulkarnaen, Suimin Diharja mengaku cukup bimbang.
Sejauh ini, nama Jacky Pasarela cukup membuat pelatih Ayam Kinantan cukup tenang. Kemampuannya dalam mendobrak pertahanan lawan dan mengemas gol masih bisa diandalkan. Nah, masalahnya, PSMS butuh pemain yang punya kemampuan setara dengan Jacky atau bahkan lebih baik.
“Kalau cuma berpatok pada Jacky, permainan PSMS akan mudah dibaca pemain bertahan lawan. Selain butuh tandem bagi Jacky, PSMS juga harus melatih lini kedua yang bisa datang tiba-tiba dan mengemas gol,” kata Suimin.
Maka itu, kepergian Zulkarnaen karena tidak sepakat masalah kontrak cukup membuat Suimin pusing. Belakangan, pelatih berusia 58 tahun itu berencana mengorbitkan striker dari pemain magang. Tapi itu masih butuh waktu. Masalahnya, kompetisi akan segera dimulai akhir Oktober ini.
Maka itu, kebutuhan akan legiun asing di lini depan pun semakin mendesak. Sayangnya, belum ada kepastian akahkan PSMS mendatangkan pemain asing. Menurut keterangan Suimin, sebenarnya banyak pemain asing yang bersedia bergabung bersama PSMS. Sumber di manajemen juga menyebutkan bahwa saat ini ada banyak pemain lewat agen, yang terus memantau perkembangan PSMS.
Kalau boleh menyebut nama, pemain seperti Roger Batoum juga sudah menyatakan ketertarikannya berlabuh di PSMS. Bahkan Patricio Jimenez juga ingin bergabung kembali. “Saya mengetahui ada beberapa pemain asing yang mau bergabung. Tapi semuanya bergantung dari manajemen,” kata Suimin beberapa waktu lalu.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Friday, October 2, 2009
Thursday, October 1, 2009
PSMS Butuh Dukungan Fans
PSMS Seolah-olah tidak punya pendukung. Padahal banyak pihak mengakui bahwa mereka cinta PSMS. Namun nyatanya, saat PSMS beruji coba tidak banyak fans yang rela meluangkan sedikit waktunya untuk mendukung Ayam Kinantan berlaga.
Oleh karena itulah Suimin Diharja berharap barisan pendukung PSMS sudi memberikan dukungan kepada tim yang diasuhnya itu. “Agar tidak terlihat bahwa PSMS ini seolah-olah berjuang sendirian, saya harap fans berbondong-bondong datang melihat PSMS bertanding. Yang saya utarakan ini adalah salah satu suara hati dari para pemain juga. Mereka ingin melihat bahwa masyarakat Medan itu selalu mendukung PSMS hingga tetes darah penghabisan,” kata Suimin.
“Kalau kami, semua sudah sepakat akan terus memajukan PSMS dengan perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya ingin melihat para pendukung datang dan berpikiran sama dengan kami,” lanjut pelatih yang hobi merawat motor tua itu.
Dikonfirmasi ke barisan pendukung PSMS, baru Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan yang menyatakan akan hadir. Tapi Nata Simangunsong pentolan SMeCK Holigan belum dapat memastikan berapa banyak yang akan hadir. “Sebisa mungkin kami akan hadir dan mendukung PSMS,” kata Nata.
Sedangkan pihak Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), belum dapat memastikan apakah akan datang mendukung PSMS. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan presiden KAMPAK, pihaknya belum berkordinasi dengan anggota lainnya.
“Wah, tampaknya belum ada rencana. Pasalnya besok (hari ini, red) hari kerja. Dan saya baru tahu kalau PSMS akan uji coba. Tapi secara moral kami tetap dukung PSMS kok,” kata Dicky.
Oleh karena itulah Suimin Diharja berharap barisan pendukung PSMS sudi memberikan dukungan kepada tim yang diasuhnya itu. “Agar tidak terlihat bahwa PSMS ini seolah-olah berjuang sendirian, saya harap fans berbondong-bondong datang melihat PSMS bertanding. Yang saya utarakan ini adalah salah satu suara hati dari para pemain juga. Mereka ingin melihat bahwa masyarakat Medan itu selalu mendukung PSMS hingga tetes darah penghabisan,” kata Suimin.
“Kalau kami, semua sudah sepakat akan terus memajukan PSMS dengan perjuangan yang tidak akan ada habisnya. Maka itu, saya ingin melihat para pendukung datang dan berpikiran sama dengan kami,” lanjut pelatih yang hobi merawat motor tua itu.
Dikonfirmasi ke barisan pendukung PSMS, baru Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Holigan yang menyatakan akan hadir. Tapi Nata Simangunsong pentolan SMeCK Holigan belum dapat memastikan berapa banyak yang akan hadir. “Sebisa mungkin kami akan hadir dan mendukung PSMS,” kata Nata.
Sedangkan pihak Kesatuan Anak Medan Cinta Kinantan Fans Club (KAMPAK FC), belum dapat memastikan apakah akan datang mendukung PSMS. Menurut Dicky Anugerah Panjaitan presiden KAMPAK, pihaknya belum berkordinasi dengan anggota lainnya.
“Wah, tampaknya belum ada rencana. Pasalnya besok (hari ini, red) hari kerja. Dan saya baru tahu kalau PSMS akan uji coba. Tapi secara moral kami tetap dukung PSMS kok,” kata Dicky.
Zulkarnaen Didepak
Zulkarnaen, kandidat striker PSMS harus angkat kaki lebih awal dari skuad Ayam Kinantan. Pemain yang digadang mampu menjadi goal getter PSMS itu harus rela mengemas kopernya karena tidak kunjung terjadi kesepakatan nilai kontrak. Kabarnya, Zul-sapaan akrab pemain asal NAD itu meminta bayaran Rp160 juta dalam satu musim, namun manajemen PSMS hanya mampu membayar Rp100 juta.
Walhasil Zul pun mengalah untuk tidak membela PSMS. Kebetulan, Persiraja kabarnya tertarik kembali memaki jasa striker yang sempat mengumpulkan 11 gol saat masih membela klub asal NAD itu. Setidaknya hal ini dikatakan oleh salah satu sumber di PSMS.
Dihubungi Selasa (29/9), Zul mengaku bahwa dia sudah tidak bersama PSMS lagi. Tidak adanya kecocokan mengenai kontrak akhirnya membuat Zul harus memilih. “Benar Bang, saya tidak lagi bersama PSMS. Belum ada kesamaan pendapat mengenai kontrak. Klub yang tertarik merekrut saya sudah ada. Tapi saya belum bisa katakan. Yang jelas, nanti juga akan diketahui,” kata Zul.
Hal itu diakui oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Menurut Benny, memang belum ada kesepakatan antara manajemen dengan Zulkarnaen.
“Sampai dengan kemarin, tidak terjadi kesepakatan antara Zul dengan manajemen. Nilainya tidak pas lah,” kata Benny.
Melihat kondisi ini, Suimin Diharja arsitek PSMS pun kecewa sekaligus khawatir. Bahkan Suimin mengibaratkan dengan pepatah: rokok sudah tidak ada, rotan pun dihisap.
Menurut Suimin, dari skuad PSMS yang ada saat ini, Zul merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi mencetak gol. Dari beberapa kali uji coba, Suimin melihat hal itu. “Dari 4 kali ujicoba, PSMS mencetak 6 gol. Beberapa di antaranya dikemas lewat bola mati. Namun, Zul bisa mencetak gol lewat usahanya menerobos barisan pemain bawah lawan. Ini nilai plus, karena kita tidak ingin bermain tanpa kemampuan mencetak gol,” kata Suimin.
“Jujur saja saya kecewa. Zul merupakan kebutuhan tim yang saya yakini mampu berkembang. Reputasinya dalam urusan mencetak gol saya rasa cukup memuaskan. Tapi beginilah adanya, mau apa lagi,” lanjut Suimin.
Nasi sudah menjadi bubur. Bukan berarti PSMS harus meratapi kepergian Zul. Sebagai pelatih sekelas Suimin, tentunya dia sudah punya alternatif pengganti. Dikatakan siapa yang bakal menjadi pengganti Zul, Suimin malah menyebut bahwa dia akan mengorbitkan pemain magang yang dimiliki PSMS. Di samping terus menggembleng striker yang dimiliki PSMS saat ini.
“Saya harus mencoba mengorbitkan pemain muda yang bahkan masih magang. Tim tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Menjadi tim juara, semua elemen juga harus berpikir juara,” pungkas Suimin.
Walhasil Zul pun mengalah untuk tidak membela PSMS. Kebetulan, Persiraja kabarnya tertarik kembali memaki jasa striker yang sempat mengumpulkan 11 gol saat masih membela klub asal NAD itu. Setidaknya hal ini dikatakan oleh salah satu sumber di PSMS.
Dihubungi Selasa (29/9), Zul mengaku bahwa dia sudah tidak bersama PSMS lagi. Tidak adanya kecocokan mengenai kontrak akhirnya membuat Zul harus memilih. “Benar Bang, saya tidak lagi bersama PSMS. Belum ada kesamaan pendapat mengenai kontrak. Klub yang tertarik merekrut saya sudah ada. Tapi saya belum bisa katakan. Yang jelas, nanti juga akan diketahui,” kata Zul.
Hal itu diakui oleh Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS. Menurut Benny, memang belum ada kesepakatan antara manajemen dengan Zulkarnaen.
“Sampai dengan kemarin, tidak terjadi kesepakatan antara Zul dengan manajemen. Nilainya tidak pas lah,” kata Benny.
Melihat kondisi ini, Suimin Diharja arsitek PSMS pun kecewa sekaligus khawatir. Bahkan Suimin mengibaratkan dengan pepatah: rokok sudah tidak ada, rotan pun dihisap.
Menurut Suimin, dari skuad PSMS yang ada saat ini, Zul merupakan salah satu pemain yang memiliki potensi mencetak gol. Dari beberapa kali uji coba, Suimin melihat hal itu. “Dari 4 kali ujicoba, PSMS mencetak 6 gol. Beberapa di antaranya dikemas lewat bola mati. Namun, Zul bisa mencetak gol lewat usahanya menerobos barisan pemain bawah lawan. Ini nilai plus, karena kita tidak ingin bermain tanpa kemampuan mencetak gol,” kata Suimin.
“Jujur saja saya kecewa. Zul merupakan kebutuhan tim yang saya yakini mampu berkembang. Reputasinya dalam urusan mencetak gol saya rasa cukup memuaskan. Tapi beginilah adanya, mau apa lagi,” lanjut Suimin.
Nasi sudah menjadi bubur. Bukan berarti PSMS harus meratapi kepergian Zul. Sebagai pelatih sekelas Suimin, tentunya dia sudah punya alternatif pengganti. Dikatakan siapa yang bakal menjadi pengganti Zul, Suimin malah menyebut bahwa dia akan mengorbitkan pemain magang yang dimiliki PSMS. Di samping terus menggembleng striker yang dimiliki PSMS saat ini.
“Saya harus mencoba mengorbitkan pemain muda yang bahkan masih magang. Tim tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Menjadi tim juara, semua elemen juga harus berpikir juara,” pungkas Suimin.
Suimin belum puas
Kemenangan PSMS Medan atas PS PTPN IV dan tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Sumatera Utara (PPLP Sumut) dalam pertandingan ujicoba di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu, bukan jaminan skuad Ayam Kinantan sudah solid.
"Kita belum puas, masih ada kekurangan. PSMS akan kembali melakukan ujicoba," aku pelatih PSMS Suimin Dihardja usai kemenangan 5-0 atas PTPN IV dan 1-0 atas PPLP Sumut.
Pada pertandingan pertama menghadapi PTPN IV selama 60 menit, PSMS berhasil menguasai jalannya pertandingan. Kali ini, Suimin memasang trio penyerang Jacky Pasarela, Kamil Sembiring dan Saiful Ramadhan di lini depan.
Strategi menyerang yang diterapkan Sumin berjalan baik. Baru lima menit pertandingan dimulai, playmaker Faisal Azmi berhasil membuat PSMS unggul. Tujuh menit kemudian, Saiful memperbesar keunggulan timnya. Pasca jeda, PSMS menambah tiga gol melalui Faisal Azmi dan dua gol dari Jacky Pasarella maisng-masing pada menit 20 dan 32.
Laga kedua melawan PPLP Sumut, Suimin melakukan pergantian beberapa pemain. Sayangnya, para pemain tidak mampu berbuat banyak bermain 120 menit. Permainan cepat yang diperagakan anak-anak PPLP Sumut seperti mengagetkan pemain PSMS yang lebih senior.
Bahkan Faisal Azmi yang menjadi motor serangan tidak mampu berbuat banyak, sehingga terpaksa diganti. Satu-satunya gol kemenangan PSMS akhirnya kembali dicetak Jacky Pasarella.
Menurut Suimin, strategi pertandingan pertama berjalan baik, namun sebaliknya saat melawan PPLP Sumut. “Saat melawan PPLP, defense yang kita pakai tidak berjalan dan anak-anak sepertinya keteteran,” terang Suimin.
Jajak sponsor
Secara terpisah, Manajer tim PSMS Drs Hendra DS menyebutkan skuad Ayam Kinantan harus dimatangkan sebelum kompetisi bergulir. Diakui, pertandingan ujicoba masih harus rutin dilakukan untuk persiapan matang.
"Saya tadi (Rabu-red) bertemu dengan Presiden Penang FC membicarakan pertandingan ujicoba, namun mereka hanya punya waktu pada November karena sibuk menghadapi Piala Malaysia," terang Hendra.
Pada kesempatan itu pula, Hendra menambahkan kucuran dana dari APBD tidak bisa diharapkan. "Sekarang ini sponsor utama belum ada. Karenya, kita masih mengadakan penjajakan," ucapnya
"Kita belum puas, masih ada kekurangan. PSMS akan kembali melakukan ujicoba," aku pelatih PSMS Suimin Dihardja usai kemenangan 5-0 atas PTPN IV dan 1-0 atas PPLP Sumut.
Pada pertandingan pertama menghadapi PTPN IV selama 60 menit, PSMS berhasil menguasai jalannya pertandingan. Kali ini, Suimin memasang trio penyerang Jacky Pasarela, Kamil Sembiring dan Saiful Ramadhan di lini depan.
Strategi menyerang yang diterapkan Sumin berjalan baik. Baru lima menit pertandingan dimulai, playmaker Faisal Azmi berhasil membuat PSMS unggul. Tujuh menit kemudian, Saiful memperbesar keunggulan timnya. Pasca jeda, PSMS menambah tiga gol melalui Faisal Azmi dan dua gol dari Jacky Pasarella maisng-masing pada menit 20 dan 32.
Laga kedua melawan PPLP Sumut, Suimin melakukan pergantian beberapa pemain. Sayangnya, para pemain tidak mampu berbuat banyak bermain 120 menit. Permainan cepat yang diperagakan anak-anak PPLP Sumut seperti mengagetkan pemain PSMS yang lebih senior.
Bahkan Faisal Azmi yang menjadi motor serangan tidak mampu berbuat banyak, sehingga terpaksa diganti. Satu-satunya gol kemenangan PSMS akhirnya kembali dicetak Jacky Pasarella.
Menurut Suimin, strategi pertandingan pertama berjalan baik, namun sebaliknya saat melawan PPLP Sumut. “Saat melawan PPLP, defense yang kita pakai tidak berjalan dan anak-anak sepertinya keteteran,” terang Suimin.
Jajak sponsor
Secara terpisah, Manajer tim PSMS Drs Hendra DS menyebutkan skuad Ayam Kinantan harus dimatangkan sebelum kompetisi bergulir. Diakui, pertandingan ujicoba masih harus rutin dilakukan untuk persiapan matang.
"Saya tadi (Rabu-red) bertemu dengan Presiden Penang FC membicarakan pertandingan ujicoba, namun mereka hanya punya waktu pada November karena sibuk menghadapi Piala Malaysia," terang Hendra.
Pada kesempatan itu pula, Hendra menambahkan kucuran dana dari APBD tidak bisa diharapkan. "Sekarang ini sponsor utama belum ada. Karenya, kita masih mengadakan penjajakan," ucapnya
Wednesday, September 30, 2009
Logo PSMS Dipatenkan
Pengelolaan secara profesional terus digalakkan manajemenPSMS saat ini. Tak cuma menuntut para pemain profesional, manajemen kini berupaya melindungi aset PSMS.
Dalam rapat pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (28/9) kemarin dirumuskan niatan untuk segera mempatenkan logo PSMS dalam waktu dekat ini. Pematenan logo PSMS ini dilakukan sebelum diluncurkan ke publik. Jika mempatenkan logo PSMS terlaksana. Jadi, tidak sembarangan pihak membajak segala yang berkaitan dengan PSMS. Semisal kostum atau merchandise.
Hal itu dikatakan Hendra DS Manajer PSMS di sela-sela rapat. “Sudah lama kita rumuskan mengenai niat mempatenkan logo PSMS. Dengan demikian, diharapkan PSMS mampu mencoba menjadi klub yang benar-benar profesional. Salah satunya kemungkinan mendatangkan pemasukan dari sektor bisnis merchandise,” terang Hendra.
Setelah pematenan logo PSMS berjalan, maka manajemen PSMS dengan mudah menunjuk satu produsen untuk bekerjasama menciptakan perlengkapan PSMS yang original.
Dari sektor merchandising inilah diharapkan sumber pendapatan PSMS bertambah. Sejauh ini, banyak pihak dengan bebas menjiplak produk yang membawa nama PSMS.
“Hal itu tidak bisa disalahkan karena PSMS tidak dipatenkan. Nah, saat PSMS sudah dipatenkan, tidak bisa lagi sembarang orang menjiplak PSMS sesuka hatinya, karena kita bakal dilindungi undang-undang hak paten,” lanjut Hendra DS.
Di samping itu, pengurus juga masih terus menggelar rapat lounching PSMS yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang. Pihak pengurus dan Even Organizer yang ditunjuk mempersiapkan kegiatan tersebut masih membahas seputar anggaran dana dan hal-hal berkembang lainnya
Dalam rapat pengurus PSMS di Stadion Kebun Bunga, Senin (28/9) kemarin dirumuskan niatan untuk segera mempatenkan logo PSMS dalam waktu dekat ini. Pematenan logo PSMS ini dilakukan sebelum diluncurkan ke publik. Jika mempatenkan logo PSMS terlaksana. Jadi, tidak sembarangan pihak membajak segala yang berkaitan dengan PSMS. Semisal kostum atau merchandise.
Hal itu dikatakan Hendra DS Manajer PSMS di sela-sela rapat. “Sudah lama kita rumuskan mengenai niat mempatenkan logo PSMS. Dengan demikian, diharapkan PSMS mampu mencoba menjadi klub yang benar-benar profesional. Salah satunya kemungkinan mendatangkan pemasukan dari sektor bisnis merchandise,” terang Hendra.
Setelah pematenan logo PSMS berjalan, maka manajemen PSMS dengan mudah menunjuk satu produsen untuk bekerjasama menciptakan perlengkapan PSMS yang original.
Dari sektor merchandising inilah diharapkan sumber pendapatan PSMS bertambah. Sejauh ini, banyak pihak dengan bebas menjiplak produk yang membawa nama PSMS.
“Hal itu tidak bisa disalahkan karena PSMS tidak dipatenkan. Nah, saat PSMS sudah dipatenkan, tidak bisa lagi sembarang orang menjiplak PSMS sesuka hatinya, karena kita bakal dilindungi undang-undang hak paten,” lanjut Hendra DS.
Di samping itu, pengurus juga masih terus menggelar rapat lounching PSMS yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang. Pihak pengurus dan Even Organizer yang ditunjuk mempersiapkan kegiatan tersebut masih membahas seputar anggaran dana dan hal-hal berkembang lainnya
Monday, September 28, 2009
PSMS kembalikan ciri khas
Permainan keras dalam batas sportivitas bakal menjadi andalan para laskar Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010. Pasalnya, dalam tiga hari latihan pasca libur Idul Fitri, arsitek PSMS Suimin Dihardja menggenjot habis pressing pemain.
Kalau Jumat (25/9) Suimin menerapkan individual pressing, maka Sabtu (26/9) latihan pressing team. Pelatihan ekstra keras di bawah komando Suimin bersama asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu sebagai pelatih fisik.
"Kita tidak bisa main-main. Pemain harus digenjot semangat dan stamina, namun tidak mengesampingkan teknik individual," terang Suimin, Minggu (27/9).
PSMS menggelar latihan pagi dan sore setiap hari kecuali Minggu, berbeda dengan skuad PSMS sebelumnya yang bertabur bintang. Tanpa pemain asing dan pemain top asal Pulau Jawa dan Papua, Suimin diharuskan mengemas skuad PSMS yang solid dan ini bukan pekerjaan mudah mengingat waktu cukup sempit.
"Affan Lubis dan kawan-kawan tidak boleh memberikan peluang bagi lawan memegang bola lama-lama. Lawan dapat bola, terus melakukan pressing. Kabarnya, kompetisi bergulir awal Oktober namun kami belum menerima jadwal kompetisi. Seharusnya sekarang ini sudah diketahui kapan dilaksanakannya kompetisi," aku Suimin.
Cukup beralasan, karena Suimin harus mempersiapkan program misalnya pertandingan ujicoba di antaranya laga segitiga antara PSMS, Persidi Pidie (Aceh Timur) dan Penang FC Malaysia.
Sebelumnya, Ayam Kinantan menggelar empat pertandingan masing-masing dua penampilan melawan PSDS Deli Serdang, PS Dharma Putra dan PS Bank Sumut. Di laga pertama, PSMS mengungguli PSDS 1-0 dan kembali menang 2-0 atas Dharma Putra. Lalu bermain imbang melawan PS Bank Sumut 1-1 dan hasil serupa saat bertandang ke Stadion Baharoeddin Siregar.
Dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan dari empat pertandingan, Suimin kembali memutar otak dalam menyusun strategi. Top skor sementara PSMS dipegang Jecky dengan tiga gol, disusul M Affan Lubis dan Febry masing-masing satu.
Suimin pun tidak memungkiri skuadnya kali ini merupakan perpaduan wajah lama dan baru. Wajah lama tampak M Halim dan Sony Gunawan (penjaga gawang), Selamet Riyadi (belakang) dan M Affan Lubis (tengah).
"Pemain lama dibutuhkan pengalamannya. Kalau pemain debutan, selain diharapkan stamina dan teknik prima juga dibutuhkan mental dan team work," tambahnya
Kalau Jumat (25/9) Suimin menerapkan individual pressing, maka Sabtu (26/9) latihan pressing team. Pelatihan ekstra keras di bawah komando Suimin bersama asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk dan Nimrot Manalu sebagai pelatih fisik.
"Kita tidak bisa main-main. Pemain harus digenjot semangat dan stamina, namun tidak mengesampingkan teknik individual," terang Suimin, Minggu (27/9).
PSMS menggelar latihan pagi dan sore setiap hari kecuali Minggu, berbeda dengan skuad PSMS sebelumnya yang bertabur bintang. Tanpa pemain asing dan pemain top asal Pulau Jawa dan Papua, Suimin diharuskan mengemas skuad PSMS yang solid dan ini bukan pekerjaan mudah mengingat waktu cukup sempit.
"Affan Lubis dan kawan-kawan tidak boleh memberikan peluang bagi lawan memegang bola lama-lama. Lawan dapat bola, terus melakukan pressing. Kabarnya, kompetisi bergulir awal Oktober namun kami belum menerima jadwal kompetisi. Seharusnya sekarang ini sudah diketahui kapan dilaksanakannya kompetisi," aku Suimin.
Cukup beralasan, karena Suimin harus mempersiapkan program misalnya pertandingan ujicoba di antaranya laga segitiga antara PSMS, Persidi Pidie (Aceh Timur) dan Penang FC Malaysia.
Sebelumnya, Ayam Kinantan menggelar empat pertandingan masing-masing dua penampilan melawan PSDS Deli Serdang, PS Dharma Putra dan PS Bank Sumut. Di laga pertama, PSMS mengungguli PSDS 1-0 dan kembali menang 2-0 atas Dharma Putra. Lalu bermain imbang melawan PS Bank Sumut 1-1 dan hasil serupa saat bertandang ke Stadion Baharoeddin Siregar.
Dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan dari empat pertandingan, Suimin kembali memutar otak dalam menyusun strategi. Top skor sementara PSMS dipegang Jecky dengan tiga gol, disusul M Affan Lubis dan Febry masing-masing satu.
Suimin pun tidak memungkiri skuadnya kali ini merupakan perpaduan wajah lama dan baru. Wajah lama tampak M Halim dan Sony Gunawan (penjaga gawang), Selamet Riyadi (belakang) dan M Affan Lubis (tengah).
"Pemain lama dibutuhkan pengalamannya. Kalau pemain debutan, selain diharapkan stamina dan teknik prima juga dibutuhkan mental dan team work," tambahnya
Suimin genjot ‘pressing’ pemain
Setelah sepekan liburan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, skuad PSMS kembali masuk pemusatan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat. Di bawah instruksi pelatih Suimin Dihardja, para pemain digenjot latihan pressing.
"Setelah liburan lebaran, skuad mulai masuk pelatihan Kamis kemarin. Namun mulai aktif menggelar pelatihan hari ini (Jumat-red)," kata Suimin kepada Waspada di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat.
Suimin didampingi asisten Suyono dan Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) serta Nimrot Manalu pelatih fisik mengakui, kebugaran para pemain sudah menunjukkan kemajuan setelah istirahat satu minggu.
Dalam pelatihan, Suimin yang dijuluki pelatih "kampung" ini menerapkan pelatihan pressing. "Pelatihan pressing selama 25 menit kondisinya lumayan. Sabtu (26/9) ini, baru melakukan pelatihan tim pressing," terangnya.
Pelatihan ini, menurut Suimin sangat diperlukan. Bagusnya pressing pemain harus diimbangi stamina yang baik pula, karenanya pemain akan menjalani latihan pagi dan sore. Pagi harinya, para pemain akan menjalani pemantapan fisik di bawah bimbingan pelatih fisik Nimrot Manalu.
Pada program pelatihan ini, para pemain akan dicoba daya tahan fisiknya dengan memanfaatkan oksigen yang tersimpan dalam tubuhnya. Beda dengan program latihan ****speed and endurance, di mana para pemain memanfaatkan oksigen yang ada di alam terbuka.
Suimin mengakui ada pemain yang masih berstatus magang termasuk Zulkarnain mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Imam Faisal yang sebelumnya memperkuat PSDS Deli Serdang. Kehadiran Zulkarnain dan Imam, menurut Suimin, menambah daya serang.
Zulkarnain merupakan top skor dengan 10 gol untuk Persiraja kompetisi lalu. Dia menambahkan, selama Ramadhan PSMS menggelar empat pertandingan uji coba dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan. Tiga gol disumbangkan Jecky, sedangkan Affan dan Febri masing-masing satu gol.
Suimin mengakui kehadiran Zulkarnain nantinya dapat menjadi second striker dan Imam Faisal sebagai pemain sayap. "Jika Jecky mendapat pengawalan ketat lawan, Zulkarnain bisa menggantikannya," ujarnya
"Setelah liburan lebaran, skuad mulai masuk pelatihan Kamis kemarin. Namun mulai aktif menggelar pelatihan hari ini (Jumat-red)," kata Suimin kepada Waspada di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat.
Suimin didampingi asisten Suyono dan Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) serta Nimrot Manalu pelatih fisik mengakui, kebugaran para pemain sudah menunjukkan kemajuan setelah istirahat satu minggu.
Dalam pelatihan, Suimin yang dijuluki pelatih "kampung" ini menerapkan pelatihan pressing. "Pelatihan pressing selama 25 menit kondisinya lumayan. Sabtu (26/9) ini, baru melakukan pelatihan tim pressing," terangnya.
Pelatihan ini, menurut Suimin sangat diperlukan. Bagusnya pressing pemain harus diimbangi stamina yang baik pula, karenanya pemain akan menjalani latihan pagi dan sore. Pagi harinya, para pemain akan menjalani pemantapan fisik di bawah bimbingan pelatih fisik Nimrot Manalu.
Pada program pelatihan ini, para pemain akan dicoba daya tahan fisiknya dengan memanfaatkan oksigen yang tersimpan dalam tubuhnya. Beda dengan program latihan ****speed and endurance, di mana para pemain memanfaatkan oksigen yang ada di alam terbuka.
Suimin mengakui ada pemain yang masih berstatus magang termasuk Zulkarnain mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Imam Faisal yang sebelumnya memperkuat PSDS Deli Serdang. Kehadiran Zulkarnain dan Imam, menurut Suimin, menambah daya serang.
Zulkarnain merupakan top skor dengan 10 gol untuk Persiraja kompetisi lalu. Dia menambahkan, selama Ramadhan PSMS menggelar empat pertandingan uji coba dengan hasil lima memasukkan dan dua kemasukan. Tiga gol disumbangkan Jecky, sedangkan Affan dan Febri masing-masing satu gol.
Suimin mengakui kehadiran Zulkarnain nantinya dapat menjadi second striker dan Imam Faisal sebagai pemain sayap. "Jika Jecky mendapat pengawalan ketat lawan, Zulkarnain bisa menggantikannya," ujarnya
Friday, September 25, 2009
Timnas U-23 ke SEA Games 2009
PSSI hanya membawa 18 pemain menuju SEA Games XXV/2009 Laos pada Desember mendatang. Itu sesuai kuota yang diberikan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kepada induk organisasi sepak bola tanah air dalam menghadapi multieven antarbangsa Asia Tenggara kemarin.
Jumlah tersebut termasuk minim. Itu disebabkan pada SEA Games 2007, Indonesia membawa 23 pemain.
Memang, KOI masih membebaskan induk cabang olahraga, termasuk PSSI, untuk menambah kuota, asal bisa membiayai sendiri. 'Dengan kekuatan itu, cukuplah timnas (tim nasional) menghadapi SEA Games nanti. Justru kami akan menambah jumlah ofisial lagi," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di Jakarta kemarin (15/9).
Ya, selain 18 pemain, KOI hanya memberikan kursi untuk empat ofisial. Jumlah itu sudah habis untuk pelatih dan asistennya serta manajer dan asisten manajer.
Menurut Nugraha, selain empat personel tersebut, tim masih harus didampingi dokter, media officer, security officer, dan masseur.
Sebanyak 18 pemain itu dipastikan sampai entry by name ditutup 26 Oktober nanti. Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN), sudah siap dengan keputusan KOI itu. Pihaknya sudah memprediksi bahwa tim yang bakal dibiayai KOI hanya 18 pemain. Itu terkait kuota pelatnas sepak bola yang memang hanya 18 pemain.
'Yang penting sudah mendapatkan jaminan timnas sepak bola berangkat ke Laos," ujar Rahim.
Saat ini pelatnas timnas U-23 dihuni 30 pemain. Yang berarti, akan ada pencoretan 12 nama. 'Kami akan terus mengadakan pemantauan sejak dari pemain masuk pelatnas hari pertama pada 25 September nanti," ujar Nugraha.
Maklum, target yang dipatok KOI tak mudah, timnas harus membawa pulang minimal medali perunggu. Target itu memang cukup berat jika melihat hasil Indonesia dua tahun lalu di Thailand. Saat itu tim polesan pelatih Bulgaria Ivan Venkov Kolev gagal menembus babak penyisihan setelah kalah 1-2 oleh tuan rumah pada laga penentuan. Padahal, tim Merah Putih hanya membutuhkan seri untuk bisa melangkah ke semifinal.
Pada dua pelaksanaan even serupa, Indonesia juga tak menuai hasil optimal. Di SEA Games edisi 2005 di Manila, Filipina, Indonesia hanya berada di urutan keempat setelah kalah oleh Thailand pada perebutan tempat ketiga. Dua tahun sebelumnya di Vietnam, Indonesia juga tak lolos babak penyisihan grup.
Terakhir, Indonesia menuai medali SEA Games pada edisi 1999 di Brunei Darussalam dengan mengantongi perunggu. Torehan itu didapatkan dengan memenangi perebutan tempat ketiga atas Singapura. Kesempatan ke final gagal setelah Indonesia kalah oleh Vietnam
Jumlah tersebut termasuk minim. Itu disebabkan pada SEA Games 2007, Indonesia membawa 23 pemain.
Memang, KOI masih membebaskan induk cabang olahraga, termasuk PSSI, untuk menambah kuota, asal bisa membiayai sendiri. 'Dengan kekuatan itu, cukuplah timnas (tim nasional) menghadapi SEA Games nanti. Justru kami akan menambah jumlah ofisial lagi," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, di Jakarta kemarin (15/9).
Ya, selain 18 pemain, KOI hanya memberikan kursi untuk empat ofisial. Jumlah itu sudah habis untuk pelatih dan asistennya serta manajer dan asisten manajer.
Menurut Nugraha, selain empat personel tersebut, tim masih harus didampingi dokter, media officer, security officer, dan masseur.
Sebanyak 18 pemain itu dipastikan sampai entry by name ditutup 26 Oktober nanti. Rahim Soekasah, ketua Badan Tim Nasional (BTN), sudah siap dengan keputusan KOI itu. Pihaknya sudah memprediksi bahwa tim yang bakal dibiayai KOI hanya 18 pemain. Itu terkait kuota pelatnas sepak bola yang memang hanya 18 pemain.
'Yang penting sudah mendapatkan jaminan timnas sepak bola berangkat ke Laos," ujar Rahim.
Saat ini pelatnas timnas U-23 dihuni 30 pemain. Yang berarti, akan ada pencoretan 12 nama. 'Kami akan terus mengadakan pemantauan sejak dari pemain masuk pelatnas hari pertama pada 25 September nanti," ujar Nugraha.
Maklum, target yang dipatok KOI tak mudah, timnas harus membawa pulang minimal medali perunggu. Target itu memang cukup berat jika melihat hasil Indonesia dua tahun lalu di Thailand. Saat itu tim polesan pelatih Bulgaria Ivan Venkov Kolev gagal menembus babak penyisihan setelah kalah 1-2 oleh tuan rumah pada laga penentuan. Padahal, tim Merah Putih hanya membutuhkan seri untuk bisa melangkah ke semifinal.
Pada dua pelaksanaan even serupa, Indonesia juga tak menuai hasil optimal. Di SEA Games edisi 2005 di Manila, Filipina, Indonesia hanya berada di urutan keempat setelah kalah oleh Thailand pada perebutan tempat ketiga. Dua tahun sebelumnya di Vietnam, Indonesia juga tak lolos babak penyisihan grup.
Terakhir, Indonesia menuai medali SEA Games pada edisi 1999 di Brunei Darussalam dengan mengantongi perunggu. Torehan itu didapatkan dengan memenangi perebutan tempat ketiga atas Singapura. Kesempatan ke final gagal setelah Indonesia kalah oleh Vietnam
Masih Banyak Klub yang Belum Daftar
Divisi Utama sepi peminat. Di antara 36 klub yang terdaftar, baru 23 tim yang menyatakan resmi siap mengikuti kompetisi sepak bola kasta kedua tanah air itu. Artinya, masih ada 13 tim yang belum menyatakan siap bersaing dalam Divisi Utama.
Kondisi tersebut membuat PT Liga Indonesia (LI) harus bersabar. Regulator sepak bola tanah air itu memperpanjang waktu pendaftaran satu hari lagi. Mereka menerapkan sistem jemput bola, meminta konfirmasi dari klub-klub yang belum mendaftar. "Kami segera menyelesaikan pendaftaran, jangan sampai berlarut-larut. Besok (hari ini, Red) diperoleh tim-tim yang memang siap bersaing di Divisi Utama," ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy di Jakarta kemarin (16/9).
Menurut Tigor, berapa pun jumlah tim yang mendaftar, Divisi Utama tetap berjalan. Hanya, memang ada dua aspek yang terpengaruh, yakni pembagian grup dan jadwal pertandingan. Jika Divisi Utama diikuti jumlah tim yang ideal, yakni 36 tim, klub akan dikelompokkan ke dalam tiga grup.
"Berkaitan dengan jadwal pertandingan, kalau klub terlalu sedikit, ending-nya terlalu cepat. Kan ada babak playoff nanti," tutur dia.
Babak playoff akan mempertemukan tim berperingkat keempat Divisi Utama kontra tim urutan ke-15 Indonesia Super League (ISL). Menurut gambaran PT LI, kompetisi itu akan dimulai pada 25 Oktober atau pertengahan November nanti
Kondisi tersebut membuat PT Liga Indonesia (LI) harus bersabar. Regulator sepak bola tanah air itu memperpanjang waktu pendaftaran satu hari lagi. Mereka menerapkan sistem jemput bola, meminta konfirmasi dari klub-klub yang belum mendaftar. "Kami segera menyelesaikan pendaftaran, jangan sampai berlarut-larut. Besok (hari ini, Red) diperoleh tim-tim yang memang siap bersaing di Divisi Utama," ujar Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy di Jakarta kemarin (16/9).
Menurut Tigor, berapa pun jumlah tim yang mendaftar, Divisi Utama tetap berjalan. Hanya, memang ada dua aspek yang terpengaruh, yakni pembagian grup dan jadwal pertandingan. Jika Divisi Utama diikuti jumlah tim yang ideal, yakni 36 tim, klub akan dikelompokkan ke dalam tiga grup.
"Berkaitan dengan jadwal pertandingan, kalau klub terlalu sedikit, ending-nya terlalu cepat. Kan ada babak playoff nanti," tutur dia.
Babak playoff akan mempertemukan tim berperingkat keempat Divisi Utama kontra tim urutan ke-15 Indonesia Super League (ISL). Menurut gambaran PT LI, kompetisi itu akan dimulai pada 25 Oktober atau pertengahan November nanti
Libur Sepekan
Menyambut Idul Fitri 1430 H, PSMS meliburkan pemainnya. Tercatat mulai latihan terakhir pada 17 September lalu dan akan berlatih lagi mulai 24 September yang akan datang.
Nah, sebagai profesional, skuad PSMS dituntut menjaga kondisi kebugarannya. Usai liburan, anak-anak Medan harus bisa mengontrol berat tubuhnya usai menjalani libur lebaran. Oleh karenanya, pada sesi latihan Kamis lalu berat badan pun ditimbang.
Harapannya, saat latihan usai, seluruh skuad diharapkan tetap memiliki porsi berat badan ideal. Menariknya, untuk menjaga itu Suimin mengaku tak memberikan sangsi kalau-kalau pemain sampai kelebihan berat badan.
“Saya ingin melihat sejauh mana profesionalisme para pemain. Tidak ada ancaman sangsi secara khusus. Tapi kan saya mencatat,” kata Suimin saat latihan terakhir Kamis, (17/9) lalu.
Oleh karenanya, anak-anak Medan digeber fisiknya sebelum dan sesudah lebaran. Sudah hampir enam hari, skuad PSMS ditangani oleh Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS. Menurut jadwal, fisik pemain akan kembali digenjot usai lebaran nanti.
Kompetisi yang akan segera berputar, ternyata cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Kata Suimin, materi latihan yang selama ini diberikan belum sepenuhnya mampu diserap para pemain. Dia melihat sektor fisik masih jadi kendala utama. Maka itu, dia meminta Nimrot membenahi fisik terlebih dahulu baru kemudian materi selanjutnya ditambah.
“Yang saya harapkan dari pemain, adalah mereka mampu menyerap materi latihan seutuhnya. Dan harus dimulai kembali dari pembenahan fisik,” lanjut Suimin.
Dari segi penggemblengan fisik, Nimrot menjelaskan bahwa yang pertama diutamakan harus kelar adalah kekuatan, ketahanan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, usai lebaran ini akan banyak hal yang akan digeber jajaran pengurus maupun pelatih. Salah satunya rencana menggelar uji coba, seleksi pemain asing hingga peluncuran PSMS atau lounching.
Untuk urusan uji coba, kabarnya PSMS bakal merencanakan tur ke luar Medan. Menurut Suimin, di Medan dan sekitarnya, PSMS sulit mendapatkan lawan setimpal. Paling dekat ke Aceh, tapi sayang klub di Aceh juga kabarnya batal ikut kompetisi karena pailit. Maka itu, jadwal uji coba akan dirembukkan dahulu ke manajemen.
Sedangkan seleksi pemain asing, Suimin juga masih menanti kejelasan regulasi dari PT Liga Indonesia. Kalau pelamar sendiri, dijelaskan Suimin banyak pemain asing yang berminat bergabung dengan klub berjuluk Ayam Kinantan itu. “Pelamar banyak, ada sekitar 6 pemain. Dan mereka itu pemain kelas semua. Tapi itu tadi, semua harus menanti kejelasan dari PT LI dulu,” lanjut ayah anak tiga itu.
Terakhir, rencana lounching juga sudah digeber dengan matang. Dua kali sepekan, tim EO yang sedianya bakal mengurusi kegiatan lounching itu kerap menggelar rapat dengan pengurus di Stadion Kebun Bunga.
Nah, sebagai profesional, skuad PSMS dituntut menjaga kondisi kebugarannya. Usai liburan, anak-anak Medan harus bisa mengontrol berat tubuhnya usai menjalani libur lebaran. Oleh karenanya, pada sesi latihan Kamis lalu berat badan pun ditimbang.
Harapannya, saat latihan usai, seluruh skuad diharapkan tetap memiliki porsi berat badan ideal. Menariknya, untuk menjaga itu Suimin mengaku tak memberikan sangsi kalau-kalau pemain sampai kelebihan berat badan.
“Saya ingin melihat sejauh mana profesionalisme para pemain. Tidak ada ancaman sangsi secara khusus. Tapi kan saya mencatat,” kata Suimin saat latihan terakhir Kamis, (17/9) lalu.
Oleh karenanya, anak-anak Medan digeber fisiknya sebelum dan sesudah lebaran. Sudah hampir enam hari, skuad PSMS ditangani oleh Nimrot Manalu pelatih fisik PSMS. Menurut jadwal, fisik pemain akan kembali digenjot usai lebaran nanti.
Kompetisi yang akan segera berputar, ternyata cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Kata Suimin, materi latihan yang selama ini diberikan belum sepenuhnya mampu diserap para pemain. Dia melihat sektor fisik masih jadi kendala utama. Maka itu, dia meminta Nimrot membenahi fisik terlebih dahulu baru kemudian materi selanjutnya ditambah.
“Yang saya harapkan dari pemain, adalah mereka mampu menyerap materi latihan seutuhnya. Dan harus dimulai kembali dari pembenahan fisik,” lanjut Suimin.
Dari segi penggemblengan fisik, Nimrot menjelaskan bahwa yang pertama diutamakan harus kelar adalah kekuatan, ketahanan, dan faktor pendukung lainnya.
Sementara itu, usai lebaran ini akan banyak hal yang akan digeber jajaran pengurus maupun pelatih. Salah satunya rencana menggelar uji coba, seleksi pemain asing hingga peluncuran PSMS atau lounching.
Untuk urusan uji coba, kabarnya PSMS bakal merencanakan tur ke luar Medan. Menurut Suimin, di Medan dan sekitarnya, PSMS sulit mendapatkan lawan setimpal. Paling dekat ke Aceh, tapi sayang klub di Aceh juga kabarnya batal ikut kompetisi karena pailit. Maka itu, jadwal uji coba akan dirembukkan dahulu ke manajemen.
Sedangkan seleksi pemain asing, Suimin juga masih menanti kejelasan regulasi dari PT Liga Indonesia. Kalau pelamar sendiri, dijelaskan Suimin banyak pemain asing yang berminat bergabung dengan klub berjuluk Ayam Kinantan itu. “Pelamar banyak, ada sekitar 6 pemain. Dan mereka itu pemain kelas semua. Tapi itu tadi, semua harus menanti kejelasan dari PT LI dulu,” lanjut ayah anak tiga itu.
Terakhir, rencana lounching juga sudah digeber dengan matang. Dua kali sepekan, tim EO yang sedianya bakal mengurusi kegiatan lounching itu kerap menggelar rapat dengan pengurus di Stadion Kebun Bunga.
Tunggu Regulasi PT LI
Terlalu dini membicarakan rencana Ayam Kinantan untuk mendatangkan legiun asing. Walaupun, tak bisa dipungkiri bahwa mereka dibutuhkan tim yang berdiri sejak 1950 itu.
Niat PSMS untul merekrut pemain asing ini sedikit terkendala. Pasalnya, regulasi atau peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini berubah nama jadi PT Liga Indonesia belum jelas. Hingga kini, pihak PSMS belum menerima surat resmi mengenai berbagai peraturan yang harus ditaati kontestan Divisi Utama musim 2009/10. Termasuk urusan mendatangkan legiun asing.
Kalau di Indonesia Super League (ISL) sudah jelas. Untuk kuota pemain asing, PT LI membolehkan klub-klub ISL meminang 5 pemain asing. Syaratnya, dua harus berasal dari Asia. Sisanya terserah, mau didatangkan dari negara lainnya.
Nah, di Divisi Utama musim ini memang santer terdengar bahwa masing-masing klub liga kasta kedua Indonesia ini boleh menggunakan tiga pemain asing. Namun, hal itu kabarnya masih sebatas wacana. Buktinya, hingga kini PSMS masih belum tahu regulasi resmi dari PT LI. Dari jumlah yang diperbolehkan, belum diketahui juga apakah keseluruhannya bebas direkrut dari mana negara mana saja.
Karena itu, Suimin Diharja arsitek PSMS belum mau komentar terlalu banyak soal pemain asing. Yang jelas, fokus saat ini adalah bagaimana memperdayakan pemain yang ada.
“Untuk pemain asing, yang pasti kita akan mencari yang sesuai kebutuhan tim. Sejauh ini, kita butuh seorang striker dan bek. Tapi hal itu baru bisa kita ajukan ke manajemen, kalau regulasi dari PT LI sudah kita terima,” beber Suimin di Stadion Kebun Bunga, Rabu (16/9).
Walaupun begitu, beberapa pemain asing sudah mulai ditawarkan ke PSMS. Beberapa agen berlomba mencarikan pemain terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Namun, semuanya masih belum bisa dipastikan. Usai lebaran, rencananya legiun asing akan diseleksi langsung oleh Suimin.
Tak hanya urusan legiun asing yang masih belum jelas. Sistem kompetisi yang masih rancu juga menjadi bahan pikiran. Di Divisi Utama musim ini, PT LI membagi tiga wilayah, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Beda dari musim sebelumnya yang hanya dua wilayah.
Nah, di akhir musim, belum diketahui berapa tim yang akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan tiket ke ISL. Ada kabar yang menyebutkan bahwa di akhir musim, masing-masing wilayah akan diambil empat tim. Jadi ada 12 tim yang akan kembali dilaga. Lagi-lagi itu masih wacana. “Kita tunggu saja kabar dari PT LI. Kalau semua sudah jelas, kita akan lebih mudah bergerak,” pungkas Suimin.
Niat PSMS untul merekrut pemain asing ini sedikit terkendala. Pasalnya, regulasi atau peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini berubah nama jadi PT Liga Indonesia belum jelas. Hingga kini, pihak PSMS belum menerima surat resmi mengenai berbagai peraturan yang harus ditaati kontestan Divisi Utama musim 2009/10. Termasuk urusan mendatangkan legiun asing.
Kalau di Indonesia Super League (ISL) sudah jelas. Untuk kuota pemain asing, PT LI membolehkan klub-klub ISL meminang 5 pemain asing. Syaratnya, dua harus berasal dari Asia. Sisanya terserah, mau didatangkan dari negara lainnya.
Nah, di Divisi Utama musim ini memang santer terdengar bahwa masing-masing klub liga kasta kedua Indonesia ini boleh menggunakan tiga pemain asing. Namun, hal itu kabarnya masih sebatas wacana. Buktinya, hingga kini PSMS masih belum tahu regulasi resmi dari PT LI. Dari jumlah yang diperbolehkan, belum diketahui juga apakah keseluruhannya bebas direkrut dari mana negara mana saja.
Karena itu, Suimin Diharja arsitek PSMS belum mau komentar terlalu banyak soal pemain asing. Yang jelas, fokus saat ini adalah bagaimana memperdayakan pemain yang ada.
“Untuk pemain asing, yang pasti kita akan mencari yang sesuai kebutuhan tim. Sejauh ini, kita butuh seorang striker dan bek. Tapi hal itu baru bisa kita ajukan ke manajemen, kalau regulasi dari PT LI sudah kita terima,” beber Suimin di Stadion Kebun Bunga, Rabu (16/9).
Walaupun begitu, beberapa pemain asing sudah mulai ditawarkan ke PSMS. Beberapa agen berlomba mencarikan pemain terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Medan ini. Namun, semuanya masih belum bisa dipastikan. Usai lebaran, rencananya legiun asing akan diseleksi langsung oleh Suimin.
Tak hanya urusan legiun asing yang masih belum jelas. Sistem kompetisi yang masih rancu juga menjadi bahan pikiran. Di Divisi Utama musim ini, PT LI membagi tiga wilayah, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Beda dari musim sebelumnya yang hanya dua wilayah.
Nah, di akhir musim, belum diketahui berapa tim yang akan melaju ke putaran final untuk memperebutkan tiket ke ISL. Ada kabar yang menyebutkan bahwa di akhir musim, masing-masing wilayah akan diambil empat tim. Jadi ada 12 tim yang akan kembali dilaga. Lagi-lagi itu masih wacana. “Kita tunggu saja kabar dari PT LI. Kalau semua sudah jelas, kita akan lebih mudah bergerak,” pungkas Suimin.
Pengurus Patungan
PSMS saat ini dalam kondisi berbenah. Sisi finansial rupanya masih menjadi momok yang sangat menakutkan. Kekhawatiran terbesar tentu saja kalau klub kebanggaan warga Medan ini harus terhenti di tengah jalan akibat krisis moneter.
Agus Simorangkir Ketua Harian PSMS, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar PSMS bisa bertahan. Ada beberapa hal yang sudah digodok untuk hal itu. “Untuk menyelamatkan dana bagi PSMS, kita akan lakukan apa saja. Kita saat ini sedang usahakan sponsorsip, tak hanya dari Medan, tapi dari luar Medan. Masih banyak cara untuk mencari dana bagi PSMS,” kata Agus.
Itu cerita nanti. Karena hasilnya saat ini belum terlihat. Untuk memulai pembenahan tim ini, PSMS masih dibantu KONI Medan yang rela menghibahkan anggarannya bagi PSMS. Sisanya, beberapa pengurus rela juga patungan kumpul dana untuk merenovasi Stadion Kebun Bunga, dan Mess pemain.
Nah, bagaimana kondisi keuangan PSMS saat ini? Dengan jujur Agus menyatakan bahwa PSMS masih membutuhkan sumbangan. Entah itu dari pengusaha, ataupun masyarakat Medan yang cinta PSMS. Tak lupa, kebaikan hati sponsor juga ditunggu.
Yang jelas, sistem kerjasama dengan para sponsor nantinya akan saling menguntungkan. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS sudah berupaya meyakinkan sponsor untuk urusan satu itu. Menurut Benny, PSMS ini masih punya nama besar, yang bisa menjual nilai satu produk yang turut bekerjasama dengan PSMS. “PSMS masih disegani. Mendengar namanya saja tim lain sudah gentar. Hal itu semoga saja masih memancing minat sponsor untuk kerjasama dengan PSMS. Asal dikelola secara profesional, PSMS pasti bisa bangkit,” kata Benny
Agus Simorangkir Ketua Harian PSMS, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar PSMS bisa bertahan. Ada beberapa hal yang sudah digodok untuk hal itu. “Untuk menyelamatkan dana bagi PSMS, kita akan lakukan apa saja. Kita saat ini sedang usahakan sponsorsip, tak hanya dari Medan, tapi dari luar Medan. Masih banyak cara untuk mencari dana bagi PSMS,” kata Agus.
Itu cerita nanti. Karena hasilnya saat ini belum terlihat. Untuk memulai pembenahan tim ini, PSMS masih dibantu KONI Medan yang rela menghibahkan anggarannya bagi PSMS. Sisanya, beberapa pengurus rela juga patungan kumpul dana untuk merenovasi Stadion Kebun Bunga, dan Mess pemain.
Nah, bagaimana kondisi keuangan PSMS saat ini? Dengan jujur Agus menyatakan bahwa PSMS masih membutuhkan sumbangan. Entah itu dari pengusaha, ataupun masyarakat Medan yang cinta PSMS. Tak lupa, kebaikan hati sponsor juga ditunggu.
Yang jelas, sistem kerjasama dengan para sponsor nantinya akan saling menguntungkan. Benny Tomasoa, asisten manajer PSMS sudah berupaya meyakinkan sponsor untuk urusan satu itu. Menurut Benny, PSMS ini masih punya nama besar, yang bisa menjual nilai satu produk yang turut bekerjasama dengan PSMS. “PSMS masih disegani. Mendengar namanya saja tim lain sudah gentar. Hal itu semoga saja masih memancing minat sponsor untuk kerjasama dengan PSMS. Asal dikelola secara profesional, PSMS pasti bisa bangkit,” kata Benny
Ambisi Ayam Kinantan Mengarungi Musim Depan
Semangat menggebu-gebu ditunjukkan manajemen dan perangkat skuad PSMS. Kamis (17/9) kemarin bertempat di Stadion Kebun Bunga, manajemen mendadak menggelar jumpa pers. Yang dibahas, tentu saja persiapan tim menatap Divisi Utama musim 2009/2010 yang sedianya akan digulirkan Oktober mendatang.
Agus Simorangkir, Ketua Harian PSMS bahkan menyebut bahwa PSMS tidak mementingkan juara di Divisi Utama. Yang terpenting baginya, adalah bagaimana caranya PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu tahun. “Masih ada waktu untuk berbenah. Kita harus saling bahu-membahu untuk mengejar target tembus ke Super Liga. Tak harus juara, yang penting lolos saja dulu,” katanya.
Manajer PSMS, Hendra DS pun tak kalah semangat. Menurutnya, PSMS harus mampu mengembalikan semangat fanatisme Medan seperti yang ditunjukkan PSMS di era tahun 70-an. Bahkan saat itu PSMS sama sekali tak diperkuat tenaga asing. Hasilnya, PSMS mampu menjadi yang terbaik di era persirakatan.
Kondisi saat itu, sedikit banyak mirip dengan kondisi PSMS saat ini. Begitupun, di era dengan persaingan yang lebih ketat seperti saat ini, tentunya PSMS harus lebih mawas diri. Terlalu naif kalau PSMS bertahan dengan komitmen menggunakan tenaga lokal seratus persen.
Maka itu, isu mendatangkan legiun asing pun tak dikesampingkan. Usai lebaran, beberapa pemain asing kabarnya bakal diseleksi. “Intinya kita siap perang melawan kontestan Divisi Utama lainnya. Nah, apa-apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi target lolos ke ISL dipersiapkan sebaik mungkin,” beber Hendra.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Patriot itu menegaskan bahwa peta kekuatan di wilayah barat Divisi Utama musim ini, boleh dikatakan merata. Bahkan PSMS diyakini mampu bersaing untuk meraih peringkat terbaik. “Di wilayah barat, kekuatan timnya masih sama. Bahkan bisa dibilang masih lebih baik kita, karena beberapa tim sudah menyatakan mundur, dan ada yang belum persiapan, masih syukur PSMS masih ada hingga saat ini,” sambung Hendr
Agus Simorangkir, Ketua Harian PSMS bahkan menyebut bahwa PSMS tidak mementingkan juara di Divisi Utama. Yang terpenting baginya, adalah bagaimana caranya PSMS bisa kembali ke Indonesian Super League (ISL) hanya dalam satu tahun. “Masih ada waktu untuk berbenah. Kita harus saling bahu-membahu untuk mengejar target tembus ke Super Liga. Tak harus juara, yang penting lolos saja dulu,” katanya.
Manajer PSMS, Hendra DS pun tak kalah semangat. Menurutnya, PSMS harus mampu mengembalikan semangat fanatisme Medan seperti yang ditunjukkan PSMS di era tahun 70-an. Bahkan saat itu PSMS sama sekali tak diperkuat tenaga asing. Hasilnya, PSMS mampu menjadi yang terbaik di era persirakatan.
Kondisi saat itu, sedikit banyak mirip dengan kondisi PSMS saat ini. Begitupun, di era dengan persaingan yang lebih ketat seperti saat ini, tentunya PSMS harus lebih mawas diri. Terlalu naif kalau PSMS bertahan dengan komitmen menggunakan tenaga lokal seratus persen.
Maka itu, isu mendatangkan legiun asing pun tak dikesampingkan. Usai lebaran, beberapa pemain asing kabarnya bakal diseleksi. “Intinya kita siap perang melawan kontestan Divisi Utama lainnya. Nah, apa-apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi target lolos ke ISL dipersiapkan sebaik mungkin,” beber Hendra.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Patriot itu menegaskan bahwa peta kekuatan di wilayah barat Divisi Utama musim ini, boleh dikatakan merata. Bahkan PSMS diyakini mampu bersaing untuk meraih peringkat terbaik. “Di wilayah barat, kekuatan timnya masih sama. Bahkan bisa dibilang masih lebih baik kita, karena beberapa tim sudah menyatakan mundur, dan ada yang belum persiapan, masih syukur PSMS masih ada hingga saat ini,” sambung Hendr
Saktiawan Melepas Rindu
Kebetulan, Saktiawan Sinaga eks striker PSMS yang kini memperkuat Persik Kediri, sedang dapat libur lebaran. Proses latihan sudah dihentikan sejak beberapa hari lalu. Namun Sakti (sapaan akrab Saktiawan ) pun mudik pulang ke Medan tanah kelahirannya.
Di sela-sela masa liburnya, Sakti rupanya teringat akan PSMS. Maka itu, bersama keluarganya, Kamis (17/9) kemarin Sakti menyempatkan anjangsana ke Stadion Kebun Bunga-tempat dia berlatih dulu.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Sakti terlihat berdiri di pinggiran lapangan menyaksikan penggemblengan fisik skuad PSMS. Ada bangga yang keluar dari ucapannya. “Meski beberapa anak Medan kini berlabuh di klub lain, tapi saya yakin hati mereka masih di PSMS. Saya senang PSMS sudah berbenah dan mulai bangkit. Di luar sana, nama besar PSMS masih menggema,” ungkapnya.
Sakti mengaku mengenal beberapa nama skuad PSMS sekarang ini. “Saya lihat ada beberapa striker PSMS yang bagus-bagus, ada Zulkarnaen, Imam Faisal. Mereka striker yang bagus kok,” urai Sakti.
Menurutnya, PSMS saat ini krisis striker. Sebelumnya, Sakti sempat berminat kembali ke PSMS, karena nilai kontraknya tinggi, akhirnya PSMS batal merekrutnya dan Sakti pun kembali ke Persik Kediri.
Begitupun, Sakti juga punya saran bagi PSMS. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda utamanya U-23 harus lebih ditingkatkan. Jadi saat tim butuh pemain, bisa dicomot dari skuad mudanya. “PSM Makassar salah satu yang bagus pembinaannya. Jadi waktu klub kesulitan dana, bisa memakai tenaga pemain muda yang sudah lama dibina. Tentu saja harganya bisa jauh lebih murah,” pungkas striker yang dijuluki Sakti The Dragon itu.
Di sela-sela masa liburnya, Sakti rupanya teringat akan PSMS. Maka itu, bersama keluarganya, Kamis (17/9) kemarin Sakti menyempatkan anjangsana ke Stadion Kebun Bunga-tempat dia berlatih dulu.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Sakti terlihat berdiri di pinggiran lapangan menyaksikan penggemblengan fisik skuad PSMS. Ada bangga yang keluar dari ucapannya. “Meski beberapa anak Medan kini berlabuh di klub lain, tapi saya yakin hati mereka masih di PSMS. Saya senang PSMS sudah berbenah dan mulai bangkit. Di luar sana, nama besar PSMS masih menggema,” ungkapnya.
Sakti mengaku mengenal beberapa nama skuad PSMS sekarang ini. “Saya lihat ada beberapa striker PSMS yang bagus-bagus, ada Zulkarnaen, Imam Faisal. Mereka striker yang bagus kok,” urai Sakti.
Menurutnya, PSMS saat ini krisis striker. Sebelumnya, Sakti sempat berminat kembali ke PSMS, karena nilai kontraknya tinggi, akhirnya PSMS batal merekrutnya dan Sakti pun kembali ke Persik Kediri.
Begitupun, Sakti juga punya saran bagi PSMS. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda utamanya U-23 harus lebih ditingkatkan. Jadi saat tim butuh pemain, bisa dicomot dari skuad mudanya. “PSM Makassar salah satu yang bagus pembinaannya. Jadi waktu klub kesulitan dana, bisa memakai tenaga pemain muda yang sudah lama dibina. Tentu saja harganya bisa jauh lebih murah,” pungkas striker yang dijuluki Sakti The Dragon itu.
Wednesday, September 16, 2009
Pato Ingin Bergabung
MEDAN- Rencana mendatangkan pemain asing mulai terang. Kabarnya, usai lebaran pemain asing akan segera diseleksi. Siapa pun pemain asing yang ingin bergabung dengan PSMS harus melewati proses seleksi. Salah satu yang menaruh minat besar kepada PSMS adalah Patricio Jimenez, mantan bek Persib, Sriwijaya FC dan PSMS.
Pato-demikian pemain asal Uruguay ini disapa, memang tak asing lagi bagi publik PSMS. Awal musim lalu, Pato sempat menjabat kapten tim. Namun performanya saat itu tak seperti yang diharapkan. Paruh musim bersama PSMS, Pato pun didepak entah kemana.
Dan Pato, juga sudah dikenal baik oleh arsitek PSMS Suimin Diharja. Saat masih menukangi Sriwijaya, Pato sempat ditatar oleh Suimin. Dan mungkin karena faktor pelatih ini juga yang membuat Pato ingin kembali menjajal keberuntungan di PSMS.
Benny Tomasoa, manajer I menyatakan bahwa Pato memang salah satu yang serius ingin menjajal PSMS. Kabarnya, usai lebaran Pato akan datang ke Medan. “Tidak hanya Pato yang ingin main di PSMS. Ada beberapa, namun yang paling serius Pato. Usai lebaran dia menyatakan akan datang ke Medan,” terang Benny.
Sesuai kebutuhan tim saat ini, PSMS tak hanya membutuhkan seorang bek asing, namun juga striker impor. Nah, sesuai kebutuhan tim ini Benny menjelaskan akan meminta bantuan agen. “Ada agen yang mengurus kedatangan pemain asing untuk diseleksi sesuai kebutuhan tim. Kita lihat saja usai lebaran nanti,” lanjut Benny.
Suimin menyambut baik hal ini. Memang dia sudah cukup puas dengan skuad lokal yang ada. Namun kalau ingin bersaing di pentas sekelas Divisi Utama, mau tak mau legiun asing harus didatangkan. Untuk urusan ini, Suimin lebih senang pemain asing yang sudah pernah main di Indonesia. Terlebih pemain itu sudah sempat ditanganinya di beberapa klub yang pernah diarsiteki Suimin.
“Siapapun pemain asing yang bakal datang, harus seleksi lagi. Tapi seleksinya tak perlu lama-lama, terlebih kalau kita sudah tahu kualitasnya. Pasalnya, waktu untuk persiapan juga sudah semakin mepet,” bilang Suimin.
Pato-demikian pemain asal Uruguay ini disapa, memang tak asing lagi bagi publik PSMS. Awal musim lalu, Pato sempat menjabat kapten tim. Namun performanya saat itu tak seperti yang diharapkan. Paruh musim bersama PSMS, Pato pun didepak entah kemana.
Dan Pato, juga sudah dikenal baik oleh arsitek PSMS Suimin Diharja. Saat masih menukangi Sriwijaya, Pato sempat ditatar oleh Suimin. Dan mungkin karena faktor pelatih ini juga yang membuat Pato ingin kembali menjajal keberuntungan di PSMS.
Benny Tomasoa, manajer I menyatakan bahwa Pato memang salah satu yang serius ingin menjajal PSMS. Kabarnya, usai lebaran Pato akan datang ke Medan. “Tidak hanya Pato yang ingin main di PSMS. Ada beberapa, namun yang paling serius Pato. Usai lebaran dia menyatakan akan datang ke Medan,” terang Benny.
Sesuai kebutuhan tim saat ini, PSMS tak hanya membutuhkan seorang bek asing, namun juga striker impor. Nah, sesuai kebutuhan tim ini Benny menjelaskan akan meminta bantuan agen. “Ada agen yang mengurus kedatangan pemain asing untuk diseleksi sesuai kebutuhan tim. Kita lihat saja usai lebaran nanti,” lanjut Benny.
Suimin menyambut baik hal ini. Memang dia sudah cukup puas dengan skuad lokal yang ada. Namun kalau ingin bersaing di pentas sekelas Divisi Utama, mau tak mau legiun asing harus didatangkan. Untuk urusan ini, Suimin lebih senang pemain asing yang sudah pernah main di Indonesia. Terlebih pemain itu sudah sempat ditanganinya di beberapa klub yang pernah diarsiteki Suimin.
“Siapapun pemain asing yang bakal datang, harus seleksi lagi. Tapi seleksinya tak perlu lama-lama, terlebih kalau kita sudah tahu kualitasnya. Pasalnya, waktu untuk persiapan juga sudah semakin mepet,” bilang Suimin.
Monday, September 14, 2009
Kembalikan Rap-rap
MEDAN- Persiapan PSMS menuju Divisi Utama memang belum menjanjikan. Skuad yang ada belum memiliki jam terbang tinggi dan hanya memiliki kemampuan rata-rata. Tak pelak, hal ini membuat miris.
Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.
“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.
Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.
Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.
“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.
Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.
Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin
Setidaknya, hal ini dirasakan manajer PSMS yang baru, Hendra DS. Satu hal yang membuat keyakinannya muncul adalah skuad yang beranggota pemain lokal. Menurut Hendra, skuad yang berisikan pemain lokal bukan berarti tak bisa diandalkan, tapi malah memiliki potensi besar. Yakni, mengembalikan kekhasan PSMS dengan rap-rapnya.
“Kalau melihat sejak beberapa waktu digelarnya TC ini, jujur saja saya sedikit khawatir. Tapi saya juga melihat potensi yang dimiliki para pemain. Kita lihat saja nanti,” kata Hendra di sela-sela latihan di Stadion Kebun Bunga Rabu (9/9) kemarin.
Hendra yang baru resmi menjadi manajer awal pekan ini menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan para skuad PSMS. Hal itu dilakukan di sela-sela pemberian materi di kelas sebelum diterapkan di lapangan oleh Suimin Diharja, arsitek PSMS.
“Ya sedikit berkenalanlah agar lebih dekat. Di samping saya juga ingin memberikan sepatah kata tentang PSMS di masa lalu tepatnya di era 70-an. Saat itu PSMS tak diperkuat pemain asing, namun mampu juara di era perserikatan. Saya harap skuad PSMS saat ini juga mampu berbuat demikian,” lanjutnya.
Meski begitu, Hendra tak menampik bahwa skuad PSMS bakal diisi oleh pemain asing. Walaupun hal itu tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Jujur saja kita tampaknya akan butuh dengan pemain asing. Walaupun demikian, saat ini kita berdayakan saja dulu yang ada,” sambung Hendra.
Begitupun, ada sedikti kebanggaan yang dirasakan Hendra. Salah satunya adalah kemampuan PSMS berdiri dengan murni menggunakan tenaga lokal. Harapan dengan kondisi ini, gaya rap-rap PSMS seperti dulu akan kembali terulang.
“Syukurnya kita mampu membentuk tim dengan pemain lokal 100 persen, ini sebuah kebanggaan yang bisa berbuah manis. Setidaknya gaya rap-rap khas PSMS di masa lalu berpeluang kembali,” tambah Hendra.
Di tubuh tim sendiri, Suimin beberapa hari ini sedang berupaya mencari target man yang mampu melesakkan gol ke gawang lawan. Maka itu, materi latihan difokuskan kepada tata cara mencipta gol. Latihan kemarin, materi build up attack from midfielder digeber. Sayang, hasilnya belum memuaskan.
Untuk mengevaluasi hasil latihan selama ini, uji coba akan digeber kembali. Yang sudah pasti, uji coba kontra PSDS Sabtu mendatang. Usai lebaran, uji coba melawan Penang FC asal Malaysia juga bakal digelar di Stadion Teladan.
“Ujicoba perlu diterapkan sebagai evaluasi atas latihan selama ini. Yang jelas sku
ad PSMS masih harus dibenahi, termasuk menambah skuad asing,” kata Suimin
PSMS disarankan pakai pemain Afrika
Manajemen PSMS Medan dalam mencari legiun asing disarankan dapat merekrut pemain dari Afrika, karena umumnya mereka disiplin, mudah diatur dan cepat menyesuaikan diri dengan pemain lokal.
"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.
Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.
“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.
Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah
"Pemain asing asal Afrika cukup berkualitas dan banyak dikontrak klub-klub di Eropa termasuk oleh klub sepak bola di Indonesia," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Jumat.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi rencana manajemen PSMS yang akan mencari pemain asing untuk memperkuat tim itu dalam menghadapi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Kompetisi itu rencananya akan digelar pada Oktober 2009, tim PSMS saat ini baru saja merekrut 25 pemain lokal, namun belum ada terdapat pemain asing. Suryanto mengatakan, dengan merekrut pemain asal Afrika itu, diharapkan skuad PSMS dapat menjadi tim yang dikalahkan lawan, dan bisa menjadi juara Divisi Utama PSSI.
Selama ini, katanya, tim PSMS yang memakai pemain Afrika itu, tidak pernah mengecewakan, karena mereka memiliki tanggung jawab besar untuk membela tim. Dalam memilih pemain luar, manajemen PSMS perlu selektif dan hati-hati.
“PSMS harus tetap menyeleksi ketat para pemain asing itu, sehingga dapat diketahui kemampuan dan pengalaman tanding mereka,” tambah Suryanto yang juga pelatih PO Polda Sumut.
Selain itu, jelasnya, manajemen juga jangan sampai terpengaruh dengan bujukrayu agen pemain asing yang menawarkan pemain asal Brazil, Argentina dan lainnya kendati berharga murah
PSMS tahan PSDS 1-1
LUBUK PAKAM - Mental bertanding tim PSMS Medan masih belum memuaskan. Bertandang ke kandang PSDS Deli Serdang di Stadion Baharoedin Siregar Lubuk Pakam, anak-anak PSMS tidak tampil dengan peforma terbaik dan hanya bermain imbang 1-1, Sabtu.
Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.
"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.
Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.
Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.
Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.
"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.
Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.
"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.
Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.
Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya
Beberapa kali tim Ayam Kinantan harus kehilangan bola karena bermain kurang tenang. Anak-anak Medan tampak tak kuasa menstabilkan mental. Tekanan dari publik tuan rumah yang terus menerus, ternyata membuat mereka tidak ‘pede’. Hal itu diakui Suimin Diharja sang arsitek PSMS.
"Penampilan anak-anak masih banyak yang harus dibenahi, termasuk mental bertanding. Target semula mendapatkan 40 persen dari hasil latihan, ternyata baru mampu mereka serap sekitar 20-30 persen saja," kata Suimin.
Sejak peluit babak pertama ditiupkan, skuad PSDS terlihat lebih mendominasi serangan. Sayang, anak asuh Sutrisno itu selalu gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, PSMS lebih fokus bertahan. Padahal, porsi latihan di pemusatan latihan dua pekan belakangan adalah tata cara menyerang dan mencetak gol.
Beruntung M Afan Lubis dapat mendongkrak sedikit mental PSMS. Lewat satu tendangan bebas Afan, PSMS unggul sementara 1-0 di babak pertama. Sepanjang babak pertama, pertandingan itu kental dengan aksi keras bahkan menjurus kasar yang diperagakan kedua tim. Dari PSMS, Slamet Riadi bahkan harus enyah dari lapangan karena diberi kartu merah.
Memasuki babak kedua, PSMS lagi-lagi kecolongan lewat aksi serangan balik skuad PSDS yang digawangi Khairil Ansari. Alhasil, PSMS harus kebobolan di awal-awal babak kedua. Junarto yang tak terkawal barisan pertahanan PSMS melakukan aksi individu dan memperdaya Sony Gunawan di bawah mistar PSMS. Skor 1-1 bertahan hingga usai laga.
"Dua pekan latihan, fokus kita adalah menyerang. Pada ujicoba ini kok malah kebanyakan bertahan," kata Suimin usai laga.
Kubu PSDS melalui sang arsitek, Sutrisno menyatakan tidak begitu kecewa dengan penampilan anak asuhnya. Walaupun Sutrisno masih mengkritisi penyelesaian akhir para pemain yang masih jauh dari memuaskan.
"Startegi yang saya berikan, sudah mulai diterapkan dengan cukup bagus. Hanya saja peluang yang kami dapatkan selalu terbuang sia-sia karena anak-anak kurang tenang," kata Sutrisno.
Usai laga, perjamuan buka puasa bersama pun digelar. Dengan menu sederhana, seluruh skuad tampak begitu menikmati menu berbuka. Menurut rencana, PSMS yang dimanajeri Drs Hendra DS bakal kembali menggelar latihan pada Senin (14/9) ini.
Fokus latihan berikutnya menurut Suimin, adalah penggemblengan fisik. “Sampai Oktober fisik masih akan menjadi hal utama yang harus dibenahi," jelasnya
Thursday, September 10, 2009
Ditantang Penang FC
Nama besar PSMS rupanya masih cukup menggema. Bahkan negeri jiran Malaysia masih menganggap PSMS sebagai tim kuat yang layak dijajal dalam satu partai uji coba.
Adalah Penang FC yang berniat bertandang ke Medan demi meladeni kekuatan PSMS usai lebaran nanti. Kebetulan sekali, Suimin Diharja arsitek PSMS sedang getol-getolnya menggeber jam terbang skuad PSMS yang mayoritas dihuni pemain muda minim pengalaman.
Dalam pekan ini saja, Suimin berencana menggelar partai uji coba melawan klub tetangga sebelah PSDS Deli Serdang. Kalau tak ada halangan, maka Sabtu mendatang PSMS akan menjamu PSDS di Stadion Kebun Bunga. Sepekan kemudian, baru PSMS bertandang ke Stadion Baharudin Siregar di Lubukpakam.
Tak hanya itu, usai latihan Rabu (2/9) kemarin di Stadion Kebun Bunga, Suimin kembali mengutarakan niatannya menggelar latihan bersama. Adalah klub Darma Putra yang rencananya diajak latihan bersama. Bisa saja ada juga menu latihan game, yang artinya bakal ada ujicoba.
“Jumat ini mungkin kita akan latihan bersama Darma Putra. Sabtunya kita menjamu PSDS. Ini penting guna melihat jam terbang anak-anak,” beber Suimin.
Memang, mayoritas pemain yang masih junior dan minim jam terbang cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Walau pada dasarnya mereka optimis bahwa pemain bisa berkembang lebih bagus lagi.
Di samping itu, beberapa poin juga diharapkan Suimin mampu dicerna anak asuhnya. Termasuk menu latihan selama dua pekan ini. “Kalau bisa diterapkan apa yang sudah didapatkan selama latihan, itu sudah bagus. Terutama mental bertanding mereka,” lanjut Suimin.
Menyoal permintaan uji coba oleh pihak Penang FC, Suimin menyambut baik hal itu. Suimin juga mengaku siap meladeni perlawanan Penang FC. “PSDS saja kita ajak bertanding uji coba, masak ada klub dari luar negeri yang ingin menantang kita tolak. Kita siap menghadapi mereka,” beber Suimin.
Mengenai rencana kedatangan Penang FC, pengurus PSMS lewat Sekum Hardi Mulyono membenarkan hal itu. Walau hampir pasti, namun Hardi belum bisa menjelaskan kapan pastinya uji coba itu akan digelar. “Benar, Penang FC sudah menghubungi kita. Saat ini kami masih membahas kapan waktu yang tepat untuk menggelar uji coba. Yang pasti usai lebaran mendatang,” terang Hardi
Adalah Penang FC yang berniat bertandang ke Medan demi meladeni kekuatan PSMS usai lebaran nanti. Kebetulan sekali, Suimin Diharja arsitek PSMS sedang getol-getolnya menggeber jam terbang skuad PSMS yang mayoritas dihuni pemain muda minim pengalaman.
Dalam pekan ini saja, Suimin berencana menggelar partai uji coba melawan klub tetangga sebelah PSDS Deli Serdang. Kalau tak ada halangan, maka Sabtu mendatang PSMS akan menjamu PSDS di Stadion Kebun Bunga. Sepekan kemudian, baru PSMS bertandang ke Stadion Baharudin Siregar di Lubukpakam.
Tak hanya itu, usai latihan Rabu (2/9) kemarin di Stadion Kebun Bunga, Suimin kembali mengutarakan niatannya menggelar latihan bersama. Adalah klub Darma Putra yang rencananya diajak latihan bersama. Bisa saja ada juga menu latihan game, yang artinya bakal ada ujicoba.
“Jumat ini mungkin kita akan latihan bersama Darma Putra. Sabtunya kita menjamu PSDS. Ini penting guna melihat jam terbang anak-anak,” beber Suimin.
Memang, mayoritas pemain yang masih junior dan minim jam terbang cukup mengkhawatirkan jajaran pelatih. Walau pada dasarnya mereka optimis bahwa pemain bisa berkembang lebih bagus lagi.
Di samping itu, beberapa poin juga diharapkan Suimin mampu dicerna anak asuhnya. Termasuk menu latihan selama dua pekan ini. “Kalau bisa diterapkan apa yang sudah didapatkan selama latihan, itu sudah bagus. Terutama mental bertanding mereka,” lanjut Suimin.
Menyoal permintaan uji coba oleh pihak Penang FC, Suimin menyambut baik hal itu. Suimin juga mengaku siap meladeni perlawanan Penang FC. “PSDS saja kita ajak bertanding uji coba, masak ada klub dari luar negeri yang ingin menantang kita tolak. Kita siap menghadapi mereka,” beber Suimin.
Mengenai rencana kedatangan Penang FC, pengurus PSMS lewat Sekum Hardi Mulyono membenarkan hal itu. Walau hampir pasti, namun Hardi belum bisa menjelaskan kapan pastinya uji coba itu akan digelar. “Benar, Penang FC sudah menghubungi kita. Saat ini kami masih membahas kapan waktu yang tepat untuk menggelar uji coba. Yang pasti usai lebaran mendatang,” terang Hardi
Butuh Perhatian
Menjelang berputarnya kompetisi Divisi Utama Oktober mendatang, skuad PSMS masih terus digeber performanya. Salah satu yang masih harus mendapatkan perhatian khusus adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dari skuad PSMS itu sendiri.
Pemusatan latihan sudah berjalan hampir dua pekan, namun beragam menu yang diberikan kepada para pemain diakui Suimin Diharja arsitek PSMS, baru 20 persen yang terserap. Padahal banyak target yang dipasangkan Suimin kepada anak asuhnya.
Dari evaluasi sementara, Suimin memang tak sepenuhnya menyalahkan pemain. Dia sebagai pelatih juga turut instropeksi diri, apakah menu latihan yang dilatihkannya kepada para pemain mampu diserap secara maksimal.
“Secara organisasi sebenarnya sudah cukup lumayan. Hanya saja ada beberapa hal yang memang ditargetkan tapi belum tercapai,” terang Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Selasa (8/9) kemarin.
“Ini terkait dengan SDM yang kita miliki. Mungkin dalam memahami metode latihan yang saya berikan, dituntut konsentrasi, improvisasi dan fokus. Kalau sudah begitu, saya rasa tak sulit untuk diterapkan,” sambung Suimin.
Latihan kemarin, skuad PSMS digodok mengenai tata cara membantu serangan dari lini belakang. Ada alur dan teknik menyerang yang disebut build up from defender. Namun pada kenyataannya, latihan itu masih gagal dan harus di-drill ulang hingga pemain faham. “Ada yang maunya asal cetak gol saja, padahal itu tidak ada nilainya pada saat latihan. Benar, tujuan dalam satu pertandingan adalah mencetak gol. Tapi dalam latihan, ada syarat, teknik dan cara mencetak gol,” terang Suimin.
Untuk lebih memantapkan latihan, uji coba kembali akan digelar. Kalau deal, Jumat mendatang PSMS akan menjamu PS Bank Sumut. Dan Sabtunya akan kembali berlaga kontrak PSDS. Khusus melawan PSDS, PSMS akan away ke markasnya di Lubukpakam.
“Ujicoba akan terus digeber dalam pekan ini. Uji coba juga salah satu menu latihan yang harus rutin digelar untuk mengetahui sejauh mana anak-anak menguasai materi latihan selama ini,” pungkas Suimin.
Di Stadion Kebun Bunga kemarin, juga digelar acara berbuka puasa bersama antara wartawan dan pengurus KONI Medan. Tidak ada pembahasan akan PSMS pada kegiatan itu, murni hanya sebatas silaturahmi saja. “Tidak ada yang istimewa, hanya mempererat silaturahmi saja,” kata Irvan Siregar Humas Koni Medan
Pemusatan latihan sudah berjalan hampir dua pekan, namun beragam menu yang diberikan kepada para pemain diakui Suimin Diharja arsitek PSMS, baru 20 persen yang terserap. Padahal banyak target yang dipasangkan Suimin kepada anak asuhnya.
Dari evaluasi sementara, Suimin memang tak sepenuhnya menyalahkan pemain. Dia sebagai pelatih juga turut instropeksi diri, apakah menu latihan yang dilatihkannya kepada para pemain mampu diserap secara maksimal.
“Secara organisasi sebenarnya sudah cukup lumayan. Hanya saja ada beberapa hal yang memang ditargetkan tapi belum tercapai,” terang Suimin usai latihan di Stadion Kebun Bunga Selasa (8/9) kemarin.
“Ini terkait dengan SDM yang kita miliki. Mungkin dalam memahami metode latihan yang saya berikan, dituntut konsentrasi, improvisasi dan fokus. Kalau sudah begitu, saya rasa tak sulit untuk diterapkan,” sambung Suimin.
Latihan kemarin, skuad PSMS digodok mengenai tata cara membantu serangan dari lini belakang. Ada alur dan teknik menyerang yang disebut build up from defender. Namun pada kenyataannya, latihan itu masih gagal dan harus di-drill ulang hingga pemain faham. “Ada yang maunya asal cetak gol saja, padahal itu tidak ada nilainya pada saat latihan. Benar, tujuan dalam satu pertandingan adalah mencetak gol. Tapi dalam latihan, ada syarat, teknik dan cara mencetak gol,” terang Suimin.
Untuk lebih memantapkan latihan, uji coba kembali akan digelar. Kalau deal, Jumat mendatang PSMS akan menjamu PS Bank Sumut. Dan Sabtunya akan kembali berlaga kontrak PSDS. Khusus melawan PSDS, PSMS akan away ke markasnya di Lubukpakam.
“Ujicoba akan terus digeber dalam pekan ini. Uji coba juga salah satu menu latihan yang harus rutin digelar untuk mengetahui sejauh mana anak-anak menguasai materi latihan selama ini,” pungkas Suimin.
Di Stadion Kebun Bunga kemarin, juga digelar acara berbuka puasa bersama antara wartawan dan pengurus KONI Medan. Tidak ada pembahasan akan PSMS pada kegiatan itu, murni hanya sebatas silaturahmi saja. “Tidak ada yang istimewa, hanya mempererat silaturahmi saja,” kata Irvan Siregar Humas Koni Medan
Liestiadi ke Arema Malang
Batu loncatan Liestiadi mantan pelatih PSMS Medan lumayan juga. Tak sampai satu musim menjadi arsitek PSMS, namun kemampuannya lumayan diperhitungkan klub lain. Buktinya kini pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu berlabuh di Arema Malang, walaupun hanya menjadi asisten pelatih.
Pengakuan Liestiadi yang dihubungi Selasa (8/9) kemarin, setidaknya ada tiga klub yang berminat dengan tenaganya. Bahkan ada dua yang memintanya jadi pelatih kepala. Pertama, Persiraja Banda Aceh dan Persiwa Wamena. Karena beberapa alasan, kedua klub ini akhirnya ditolaknya.
Pelatih yang sempat menjadi tim seleksi PSMS baru-baru ini akhirnya memutuskan berlabuh di Arema. “Persiraja baru sebatas menghubungi tidak ada tindak lanjut. Persiwa saya pikir terlalu jauh dengan keluarga di Medan. Akhirnya saya pilih Arema walau hanya jadi asisten,” kata Liestiadi sumringah.
Pelatih yang mengawali karir di SSB Tasbih ini terikat kontrak hingga satu musim ke depan. Namun dia enggan menyebutkan nilai kontraknya. “Arema salah satu tim bagus di Indonesia. Dan saya hargai keseriusan mereka meminang saya. Saya dipanggil ke sana dan diberikan tiket, maka itu saya bersedia mengikat kontrak satu musim bersama Singo Edan,” pungkas pelatih berdarah Tionghoa itu.
Menanggapi karirnya yang cukup cemerlang, Jhon Ismadi Lubis Pembina SSB Tasbih menyambut baik keberhasilan Liestiadi. “Liestiadi itu pelatih yang masih muda. Dan dia berasal dari kalangan pendidik, maka itu dia punya kelebihan bisa dekat dengan pelatih. Di samping itu, Liestiadi juga punya semangat belajar yang terus menerus. Saya yakin, dengan jam terbang yang mulai dibangunnya kini, pasti dia bisa menjadi pelatih besar di kemudian hari,” kata Jhon yang juga menjabat Ketua Harian KONI Sumut itu
Pengakuan Liestiadi yang dihubungi Selasa (8/9) kemarin, setidaknya ada tiga klub yang berminat dengan tenaganya. Bahkan ada dua yang memintanya jadi pelatih kepala. Pertama, Persiraja Banda Aceh dan Persiwa Wamena. Karena beberapa alasan, kedua klub ini akhirnya ditolaknya.
Pelatih yang sempat menjadi tim seleksi PSMS baru-baru ini akhirnya memutuskan berlabuh di Arema. “Persiraja baru sebatas menghubungi tidak ada tindak lanjut. Persiwa saya pikir terlalu jauh dengan keluarga di Medan. Akhirnya saya pilih Arema walau hanya jadi asisten,” kata Liestiadi sumringah.
Pelatih yang mengawali karir di SSB Tasbih ini terikat kontrak hingga satu musim ke depan. Namun dia enggan menyebutkan nilai kontraknya. “Arema salah satu tim bagus di Indonesia. Dan saya hargai keseriusan mereka meminang saya. Saya dipanggil ke sana dan diberikan tiket, maka itu saya bersedia mengikat kontrak satu musim bersama Singo Edan,” pungkas pelatih berdarah Tionghoa itu.
Menanggapi karirnya yang cukup cemerlang, Jhon Ismadi Lubis Pembina SSB Tasbih menyambut baik keberhasilan Liestiadi. “Liestiadi itu pelatih yang masih muda. Dan dia berasal dari kalangan pendidik, maka itu dia punya kelebihan bisa dekat dengan pelatih. Di samping itu, Liestiadi juga punya semangat belajar yang terus menerus. Saya yakin, dengan jam terbang yang mulai dibangunnya kini, pasti dia bisa menjadi pelatih besar di kemudian hari,” kata Jhon yang juga menjabat Ketua Harian KONI Sumut itu
Silahkan kritik membangun
Tugas berat dan menantang bakal dihadapi Drs Hendra DS yang baru ditunjuk sebagai Manajer Tim PSMS Medan ke Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
"Silahkan kritik. PSMS ke depan transparan, namun diharapkan kritikan membangun untuk kembali mengangkat PSMS naik kelas," kata Hendra DS di Medan kemarin.
Dia menyadari menangani sebuah tim yang sudah memiliki nama besar seperti tim Ayam Kinantan, bukan segampang membalikkan telapak tangan. Langkah awalnya, jelas Hendra, berkoordinasi dengan Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi.
"Koordinasi sangat diperlukan dengan Ketua Umum PSMS. Tentunya kita bekerja tidak sendirian, namun perlu kekompakkan dan kebersamaan," ujar Redaktur Senior Harian Waspada itu.
Selanjutnya, tambah Hendra, memberikan suasana nyaman kepada pelatih dan pemain. 20 Pemain termasuk tiga pemain magang sudah diberikan panjar kontrak. "PSMS akan mengontrak 21 pemain dalam menghadapi Liga Indonesia 2009/2010," tambah Hendra penerima penghargaan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Sumatera Utara tahun 2008 untuk kategori pembinaan sepakbola usia dini.
Kalau sebelumnya Hendra membawa tim kelompok umur juara di tingkat nasional, kali ini dia menyatakan optimis menghadapi tantangan membawa tim senior menuai prestasi yang sama.
Apakah pemain yang dikontrak seluruhnya pemain lokal? "Ya. Kita berusaha untuk mengangkat fanatisme PSMS. Disadari belakangan PSMS kurang memiliki fanatisme, karena PSMS dijejali pemain impor dan dari Pulau Jawa," tuturnya.
Tentunya berharap kepercayaan yang diberikan kepada pemain lokal dapat dipertanggungjawabkan. Lahirnya PSMS tahun 1950-an hingga 1980-an, tim yang berkostum hijau-hijau ini diperkuat pemain lokal, namun prestasinya menggembirakan. "Bukan hanya klub-klub nasional yang segan, namun klub manca negara dibabat habis," ujar Hendra yang membawa Tim Sumut U-13 menjuarai Piala Yamaha 2009.
Namun begitu tidak tertutup kemungkinan PSMS diperkuat pemain asing. Hendra memberikan kesempatan kepada pecinta PSMS atau pihak sponsor menjadi bapak angkat pemain asing. "Kita memberikan kesempatan kepada bapak angkat pemain asing untuk memperkuat PSMS. Tentunya kualitas pemain asing sudah teruji," terangnya.
"Tugas saya sekarang adalah membangun kembali PSMS. Tentunya dibutuhkan dukungan masyarakat dan pemerhati sepakbola, sebab tanpa dukungan sulit menjadikan PSMS berprestasi," harap Hendra
"Silahkan kritik. PSMS ke depan transparan, namun diharapkan kritikan membangun untuk kembali mengangkat PSMS naik kelas," kata Hendra DS di Medan kemarin.
Dia menyadari menangani sebuah tim yang sudah memiliki nama besar seperti tim Ayam Kinantan, bukan segampang membalikkan telapak tangan. Langkah awalnya, jelas Hendra, berkoordinasi dengan Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi.
"Koordinasi sangat diperlukan dengan Ketua Umum PSMS. Tentunya kita bekerja tidak sendirian, namun perlu kekompakkan dan kebersamaan," ujar Redaktur Senior Harian Waspada itu.
Selanjutnya, tambah Hendra, memberikan suasana nyaman kepada pelatih dan pemain. 20 Pemain termasuk tiga pemain magang sudah diberikan panjar kontrak. "PSMS akan mengontrak 21 pemain dalam menghadapi Liga Indonesia 2009/2010," tambah Hendra penerima penghargaan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Sumatera Utara tahun 2008 untuk kategori pembinaan sepakbola usia dini.
Kalau sebelumnya Hendra membawa tim kelompok umur juara di tingkat nasional, kali ini dia menyatakan optimis menghadapi tantangan membawa tim senior menuai prestasi yang sama.
Apakah pemain yang dikontrak seluruhnya pemain lokal? "Ya. Kita berusaha untuk mengangkat fanatisme PSMS. Disadari belakangan PSMS kurang memiliki fanatisme, karena PSMS dijejali pemain impor dan dari Pulau Jawa," tuturnya.
Tentunya berharap kepercayaan yang diberikan kepada pemain lokal dapat dipertanggungjawabkan. Lahirnya PSMS tahun 1950-an hingga 1980-an, tim yang berkostum hijau-hijau ini diperkuat pemain lokal, namun prestasinya menggembirakan. "Bukan hanya klub-klub nasional yang segan, namun klub manca negara dibabat habis," ujar Hendra yang membawa Tim Sumut U-13 menjuarai Piala Yamaha 2009.
Namun begitu tidak tertutup kemungkinan PSMS diperkuat pemain asing. Hendra memberikan kesempatan kepada pecinta PSMS atau pihak sponsor menjadi bapak angkat pemain asing. "Kita memberikan kesempatan kepada bapak angkat pemain asing untuk memperkuat PSMS. Tentunya kualitas pemain asing sudah teruji," terangnya.
"Tugas saya sekarang adalah membangun kembali PSMS. Tentunya dibutuhkan dukungan masyarakat dan pemerhati sepakbola, sebab tanpa dukungan sulit menjadikan PSMS berprestasi," harap Hendra
Hendra bakar fanatisme pemain
Manajer Tim PSMS Drs Hendra DS membakar fanatisme pemain PSMS sebelum melakukan latihan di Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu sore.
"Kalian dipercaya sebagai pemain profesional. Untuk itu, buktikan bahwa kalian pantas masuk dalam skuad tim PSMS," kata Hendra didampingi Asisten Manajer Tim Benny Tomasoa dan Zulkifli Husein.
Hendra mengakui sebelum ditunjuk sebagai Manajer Tim PSMS terlebih dulu dipanggil oleh Ketua Umum PSMS. Ketika itu, Ketua Umum PSMS menyebutkan bahwa skuad tim PSMS diperkuat hampir 100 persen pemain lokal.
"Hal ini yang membuat saya tertarik dan bersedia menjadi Manajer Tim PSMS. Saya yakin dengan mengandalkan pemain lokal akan terbangun fanatisme kedaerahan yang dulu pernah mengangkat citra PSMS sebagai tim disegani dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," optimis Hendra.
Namun begitu, lanjut Hendra, PSMS tidak menutup diri terhadap pemain asing sebagai pelengkap fanatisme kedaerahan bukan seperti selama ini menjadi andalan skuad tim PSMS. "Saat ini sudah 20 pemain terikat kontrak termasuk pelatih dan asisten pelatih," terang Hendra.
Dia berharap dengan waktu tersisa menjelang Liga Indonesia bergulir Oktober mendatang para pemain di bawah asuhan pelatih Suimin Dihardja semakin matang dan siap bertempur di lapangan demi prestasi menggembirakan.
"Kita berharap PSMS musim depan sudah kembali bermain ke Liga Super. Meskipun untuk menuju ke sana membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, namun dengan semangat fanatisme pemain, kita optimis harapan itu Insya Allah terwujud," terangnya.
Selain menggelar latihan rutin di bulan Ramadhan, PSMS juga akan menggelar pertandingan ujicoba termasuk melakoni duel derbi melawan PSDS Deli Serdang dalam waktu dekat ini.
"Kalian dipercaya sebagai pemain profesional. Untuk itu, buktikan bahwa kalian pantas masuk dalam skuad tim PSMS," kata Hendra didampingi Asisten Manajer Tim Benny Tomasoa dan Zulkifli Husein.
Hendra mengakui sebelum ditunjuk sebagai Manajer Tim PSMS terlebih dulu dipanggil oleh Ketua Umum PSMS. Ketika itu, Ketua Umum PSMS menyebutkan bahwa skuad tim PSMS diperkuat hampir 100 persen pemain lokal.
"Hal ini yang membuat saya tertarik dan bersedia menjadi Manajer Tim PSMS. Saya yakin dengan mengandalkan pemain lokal akan terbangun fanatisme kedaerahan yang dulu pernah mengangkat citra PSMS sebagai tim disegani dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," optimis Hendra.
Namun begitu, lanjut Hendra, PSMS tidak menutup diri terhadap pemain asing sebagai pelengkap fanatisme kedaerahan bukan seperti selama ini menjadi andalan skuad tim PSMS. "Saat ini sudah 20 pemain terikat kontrak termasuk pelatih dan asisten pelatih," terang Hendra.
Dia berharap dengan waktu tersisa menjelang Liga Indonesia bergulir Oktober mendatang para pemain di bawah asuhan pelatih Suimin Dihardja semakin matang dan siap bertempur di lapangan demi prestasi menggembirakan.
"Kita berharap PSMS musim depan sudah kembali bermain ke Liga Super. Meskipun untuk menuju ke sana membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, namun dengan semangat fanatisme pemain, kita optimis harapan itu Insya Allah terwujud," terangnya.
Selain menggelar latihan rutin di bulan Ramadhan, PSMS juga akan menggelar pertandingan ujicoba termasuk melakoni duel derbi melawan PSDS Deli Serdang dalam waktu dekat ini.
Wednesday, September 9, 2009
Persela Klaim Resmi Miliki Zada

Martins Zada sudah menginjakkan kaki di Lamongan kemarin (5/9). Pemain Brazil yang musim lalu membela PSMS Medan itu langsung membubuhkan tanda tangan sebagai pemain Persela.
"Zada resmi milik kami. Meskipun penandatanganan baru taraf prakontrak, kami sudah berani menyatakan bahwa Zada resmi pemain Persela. Sebab, dalam sehari atau dua hari ini urusan selanjutnya bakal diselesaikan. Yang bersangkutan sudah oke," tutur Ketua Umum Persela Masfuk.
Satu bukti lagi yang tidak bisa dibantah, lanjut Masfuk yang juga bupati Lamongan itu, beberapa jam kemudian Zada langsung mengikuti latihan bersama Fabiano Rossa Beltrame dkk dengan menu fitness dan aerobik di Gresik.
"Informasi dari Widodo (pelatih Persela, Red), sebelumnya Zada diberi tahu bahwa dirinya diperbolehkan untuk tidak ikut latihan dulu. Tapi, dia ngotot untuk tetap ikut latihan," imbuhnya.
Widodo membenarkan hal tersebut. Zada menyatakan senang. Artinya, sebagai pemain yang baru datang dan langsung bergabung untuk latihan, Zada dinilai profesional. Diharapkan sikap demikian itu tidak hanya ditunjukkan ketika baru bergabung, tapi juga selama memperkuat Persela.
"Bukan hanya Zada, kami berharap semuanya juga selalu menunjukkan sikap profesional sebagai pemain sepak bola. Sebab, dengan menjunjung tinggi dan menjalankan tugas secara profesional, hasil yang diraih tentu lebih memuaskan," ucapnya.
Dengan hadirnya Zada, pupus sudah harapan sejumlah pemain asing yang ingin bergabung ke Persela. Demikian juga perburuan tim Persela terhadap sejumlah pemain untuk mengisi posisi playmaker, terpaksa harus diakhiri. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu sudah mendapatkannya.
Hadirnya Zada berarti skuad Persela sudah lengkap. Tinggal seorang pemain yang sampai saat ini belum bisa bergabung, yaitu Varney Pas Boakay asal Liberia. Sudah hampir dua bulan Persela melakoni latihan, tapi mantan striker Persibo Bojonegoro itu belum juga menampakkan diri
Monday, August 31, 2009
Suimin minta pemain asing
Pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja mengaku, menginginkan pemain asing untuk memperkuat tim milik masyarakat Medan itu menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
"Saya sudah mengajukannya kepada pengurus atau manajemen untuk segera mengontrak pemain asing," katanya saat ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu.
Para pemain asing tersebut memang dibutuhkan, mengingat beberapa pemain inti seperti penjaga gawang Markus Horison, Fadli Hariri, Oktovianus Maniani dan Elly Aiboy sudah bergabung dengan klub lain.
Suimin berharap manajemen dapat merekrut hingga lima pemain asing, sehingga dapat memperkuat beberapa lini yang ditinggalkan pemain lama. Menghadapi kompetisi Divisi Utama yang atmosfir pertandingannya tentu saja akan terasa ketat. PSMS sangat membutuhkan sosok pemain asing yang berkualitas.
"Jika kualitas pemain-pemain asing tidak sesuai yang diharapkan, tentu lebih baik merekrut pemain lokal saja," katanya.
Terkait dengan peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI mengenai batasan pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama, Suimin menyatakan akan menunggu keputusan dari BLI tersebut.
"Apabila batasan pemain asing diperbolehkan tiga pemain, kita akan memakai tiga pemain saja," kata Suimin yang pada awal 1990-an pernah melatih tim PSMS lalu pindah ke PSPS Pekanbaru.
Ditanya soal harga beli pemain yang akan dianggarkan, Suimin tidak mengetahui dalam hal ini, namun pemain yang dihargai tinggi tentu harus ditunjang dengan kualitas yang baik. "Namun, itu semua tergantung dengan kekuatan keuangan di manajemen sendiri," katanya
"Saya sudah mengajukannya kepada pengurus atau manajemen untuk segera mengontrak pemain asing," katanya saat ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu.
Para pemain asing tersebut memang dibutuhkan, mengingat beberapa pemain inti seperti penjaga gawang Markus Horison, Fadli Hariri, Oktovianus Maniani dan Elly Aiboy sudah bergabung dengan klub lain.
Suimin berharap manajemen dapat merekrut hingga lima pemain asing, sehingga dapat memperkuat beberapa lini yang ditinggalkan pemain lama. Menghadapi kompetisi Divisi Utama yang atmosfir pertandingannya tentu saja akan terasa ketat. PSMS sangat membutuhkan sosok pemain asing yang berkualitas.
"Jika kualitas pemain-pemain asing tidak sesuai yang diharapkan, tentu lebih baik merekrut pemain lokal saja," katanya.
Terkait dengan peraturan dari Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI mengenai batasan pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama, Suimin menyatakan akan menunggu keputusan dari BLI tersebut.
"Apabila batasan pemain asing diperbolehkan tiga pemain, kita akan memakai tiga pemain saja," kata Suimin yang pada awal 1990-an pernah melatih tim PSMS lalu pindah ke PSPS Pekanbaru.
Ditanya soal harga beli pemain yang akan dianggarkan, Suimin tidak mengetahui dalam hal ini, namun pemain yang dihargai tinggi tentu harus ditunjang dengan kualitas yang baik. "Namun, itu semua tergantung dengan kekuatan keuangan di manajemen sendiri," katanya
Tuesday, August 25, 2009
Markus pilih Arema
Persija Jakarta pantas gigit jari setelah gagal mendapatkan kiper utama tim nasional Indonesia, Markus Horison. Menilai Persija plin-plan, Markus akhirnya berlabuh di Arema Malang.
Mantan kiper PSMS Medan itu memilih Arema, meski awalnya mengutamakan Macan Kemayoran siap menawarkan kontrak Rp750 juta setahun. "Saya akan bergabung dengan Arema. Rabu besok, saya akan berangkat ke Malang," kata Markus.
Markus mengaku awalnya tak hanya dihubungi Arema. Menurut kiper berkepala plontos itu, Persija juga telah memintanya untuk bergabung. "Saya juga telah dihubungi oleh Persija. Namun setelah saya tunggu-tunggu, mereka tidak memberikan kabar lagi," kata Markus.
Markus sebenarnya lebih tertarik untuk membela Macan Kemayoran. Sayangnya, manajemen Persija tak kunjung mengikat kiper 28 tahun ini dengan perjanjian kontrak. "Saya bahkan sudah tanya-tanya ke Bepe (Bambang Pamungkas). Tapi, sampai saat ini tidak ada juga kelanjutannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Arema," kata Markus lagi.
Persija memang belum bisa berbuat banyak untuk mendatangkan Markus. Pasalnya, Manajemen Macan Kemayoran tak kunjung terbentuk. Tak hanya itu, Persija juga baru saja kehilangan investor yang bersedia mengucurkan dana hingga Rp30 miliar per musim.
Mantan kiper PSMS Medan itu memilih Arema, meski awalnya mengutamakan Macan Kemayoran siap menawarkan kontrak Rp750 juta setahun. "Saya akan bergabung dengan Arema. Rabu besok, saya akan berangkat ke Malang," kata Markus.
Markus mengaku awalnya tak hanya dihubungi Arema. Menurut kiper berkepala plontos itu, Persija juga telah memintanya untuk bergabung. "Saya juga telah dihubungi oleh Persija. Namun setelah saya tunggu-tunggu, mereka tidak memberikan kabar lagi," kata Markus.
Markus sebenarnya lebih tertarik untuk membela Macan Kemayoran. Sayangnya, manajemen Persija tak kunjung mengikat kiper 28 tahun ini dengan perjanjian kontrak. "Saya bahkan sudah tanya-tanya ke Bepe (Bambang Pamungkas). Tapi, sampai saat ini tidak ada juga kelanjutannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Arema," kata Markus lagi.
Persija memang belum bisa berbuat banyak untuk mendatangkan Markus. Pasalnya, Manajemen Macan Kemayoran tak kunjung terbentuk. Tak hanya itu, Persija juga baru saja kehilangan investor yang bersedia mengucurkan dana hingga Rp30 miliar per musim.
Monday, August 24, 2009
Ramadhan, PSMS tetap berlatih
MEDAN - Sebanyak 23 pemain PSMS yang baru saja terpilih untuk memperkuat tim itu tetap berlatih selama bulan puasa ini untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010.
"Pemain itu hanya diliburkan pada puasa pertama hingga ketiga (Sabtu, Minggu dan Senin) dan seterusnya akan berlatih seperti biasanya di Stadion Kebun Bunga Medan," kata anggota tim pemandu bakat, Suryanto Herman, tadi malam.
Menurut dia, ke-23 pemain yang baru direkrut itu, mulai resminya berlatih, Selasa, (25/ 8) yang langsung ditangani pelatih Suimin Diharja.
Suimin Diharja dipercaya oleh manajemen PSMS untuk membesut tim " Ayam Kinantan" julukan dari pemain PSMS itu.
Selain Suimin Diharja, juga dipercaya Suyono sebagai asisten pelatih, Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) dan Nimrod Manalu (pelatih fisik).
"Para pelaitih yang baru saja terpilih itu, diharapkan mampu memberikan terobosan bagi tim PSMS, sehingga mampu meraih peringkat terbaik pada Kompetisi Utama PSSI, " kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS itu,
Selanjutnya ia mengatakan, latihan yang dilakukan pemain PSMS pada bulan Ramadhan itu, karena persiapan menghadapi Kompetisi PSSI sudah sangat dekat, yakni pada bulan Oktober 2009.
"Jadi tidak ada waktu lagi bagi pemain PSMS untuk berleha-leha, apalagi lawan-lawan yang dihadapi tim itu cukup tangguh dan berat," ujarnya. Ia mengatakan, tanpa melakukan latihan secara teratur dan kontinu, sulit rasanya bagi PSMS untuk mengejar prestasi.
Pada kompetisi itu PSMS harus serius dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dicita-citakan untuk meraih peringkat terbaik dapat tercapai. "PSMS diharapkan bisa menjadi tim yang tangguh dan sulit dikalahkan lawan," katanya.
Sebanyak 23 pemain PSMS yang baru direkrut itu, beberapa di antaranya, Selamat Riadi, Affan Lubis, Sony Gunawan, Muhammad Alim, Deny Wahyudi, Abdu Julianto dan Ciko Maradona
"Pemain itu hanya diliburkan pada puasa pertama hingga ketiga (Sabtu, Minggu dan Senin) dan seterusnya akan berlatih seperti biasanya di Stadion Kebun Bunga Medan," kata anggota tim pemandu bakat, Suryanto Herman, tadi malam.
Menurut dia, ke-23 pemain yang baru direkrut itu, mulai resminya berlatih, Selasa, (25/ 8) yang langsung ditangani pelatih Suimin Diharja.
Suimin Diharja dipercaya oleh manajemen PSMS untuk membesut tim " Ayam Kinantan" julukan dari pemain PSMS itu.
Selain Suimin Diharja, juga dipercaya Suyono sebagai asisten pelatih, Jamaluddin Hutauruk (pelatih kiper) dan Nimrod Manalu (pelatih fisik).
"Para pelaitih yang baru saja terpilih itu, diharapkan mampu memberikan terobosan bagi tim PSMS, sehingga mampu meraih peringkat terbaik pada Kompetisi Utama PSSI, " kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS itu,
Selanjutnya ia mengatakan, latihan yang dilakukan pemain PSMS pada bulan Ramadhan itu, karena persiapan menghadapi Kompetisi PSSI sudah sangat dekat, yakni pada bulan Oktober 2009.
"Jadi tidak ada waktu lagi bagi pemain PSMS untuk berleha-leha, apalagi lawan-lawan yang dihadapi tim itu cukup tangguh dan berat," ujarnya. Ia mengatakan, tanpa melakukan latihan secara teratur dan kontinu, sulit rasanya bagi PSMS untuk mengejar prestasi.
Pada kompetisi itu PSMS harus serius dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dicita-citakan untuk meraih peringkat terbaik dapat tercapai. "PSMS diharapkan bisa menjadi tim yang tangguh dan sulit dikalahkan lawan," katanya.
Sebanyak 23 pemain PSMS yang baru direkrut itu, beberapa di antaranya, Selamat Riadi, Affan Lubis, Sony Gunawan, Muhammad Alim, Deny Wahyudi, Abdu Julianto dan Ciko Maradona
Wednesday, August 12, 2009
Empat Pemain Tolak PSMS
Keseriusan pengurus PSMS Medan mengembalikan pamor Ayam Kinantan mendapat ujian serius setelah empat pemain sarat pengalaman menolak teken kontrak.
Gejala itu terlihat dari hasil negosiasi pemain yang dilakukan di Hotel Dharma Deli, Medan. Total ada 23 pemain rekomendasi Pelatih Suimin Diharja yang datang melakukan pembicaraan kontrak. Namun, dari 23 calon pemain, hanya 15 yang sepakat memperkuat Ayam Kinantan musim depan.
Dari 15 pemain tersebut, nama Harry Syahputra, M Affan Lubis, Doni F Siregar, dan Syahbani justru tidak masuk daftar yang bersedia. Sekretaris Umum PSMS Hardy Mulyono tidak menampik informasi tersebut. Meski begitu, Hardy mengaku pengurus masih terus melakukan negosiasi dengan pemain hingga beberapa hari ke depan.
’’Kami belum menentukan nama-nama pemain yang terpilih karena proses negosiasi masih terus kami jalani hingga beberapa hari ke depan. Kita tunggu saja,” ujar Hardy saat ditemui di Stadion Teladan, Medan, kemarin. Kabar ini jelas menjadi sinyal mengkhawatirkan buat PSMS
Gejala itu terlihat dari hasil negosiasi pemain yang dilakukan di Hotel Dharma Deli, Medan. Total ada 23 pemain rekomendasi Pelatih Suimin Diharja yang datang melakukan pembicaraan kontrak. Namun, dari 23 calon pemain, hanya 15 yang sepakat memperkuat Ayam Kinantan musim depan.
Dari 15 pemain tersebut, nama Harry Syahputra, M Affan Lubis, Doni F Siregar, dan Syahbani justru tidak masuk daftar yang bersedia. Sekretaris Umum PSMS Hardy Mulyono tidak menampik informasi tersebut. Meski begitu, Hardy mengaku pengurus masih terus melakukan negosiasi dengan pemain hingga beberapa hari ke depan.
’’Kami belum menentukan nama-nama pemain yang terpilih karena proses negosiasi masih terus kami jalani hingga beberapa hari ke depan. Kita tunggu saja,” ujar Hardy saat ditemui di Stadion Teladan, Medan, kemarin. Kabar ini jelas menjadi sinyal mengkhawatirkan buat PSMS
Chico teken kontrak
Chico Maradona, satu-satunya debutan yang meneken kontrak dengan manajemen PSMS Medan, sehingga dipastikan memperkuat skuad The Killer pada kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Kesepakatan Chico dengan manajemen PSMS terjadi di Hotel Dharma Deli Medan, Selasa. Sayangnya, tidak disebutkan nilai kontrak yang disetujui Chico. Sementara itu, pemain lainnya belum menemui kesepakatan dan masih juga ada beberapa pemain berada di luar kota.
Rabu ini, kabarnya 10 pemain akan menentukan sikapnya untuk menerima nilai kontrak yang telah ditetapkan manajemen dan sisanya tetap bersikeras dengan nilai kontrak yang mereka ajukan.
"Kalau melihat nilai kontrak yang diajukan para pemain, sulit bagi manajemen memenuhinya karena nilai rata-ratanya di atas 200-an juta. Malah di antaranya ada yang mencapai Rp400 juta," lanjut sumber yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.
Pelatih Suimin Dihardja yang ditetapkan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai pelatih, berharap manajemen dapat mengikat 27 pemain yang diajukannya atau minimal 25 pemain sesegera mungkin mengingat kompetisi sudah semakin dekat.
Sumber juga menambahkan, dua pemain Liga Super Indonesia tahun lalu yang memperkuat Persema Malang, Herry Syahputra dan Donny Fernando Siregar, telah menyatakan sikapnya tidak bersedia masuk skuad PSMS karena kondisi keuangannya yang memprihatinkan.
Saat dikonfirmasi, kalangan kandidat pengurus PSMS bersama tim talent scouting tidak mau buka suara. "Masalah ini adalah hak Ketua Umum, namun mereka berharap dalam beberapa hari ini ditemui kesepakatan antara pemain dengan manajemen," ujar salah seorang anggota tim talent scouting
Kesepakatan Chico dengan manajemen PSMS terjadi di Hotel Dharma Deli Medan, Selasa. Sayangnya, tidak disebutkan nilai kontrak yang disetujui Chico. Sementara itu, pemain lainnya belum menemui kesepakatan dan masih juga ada beberapa pemain berada di luar kota.
Rabu ini, kabarnya 10 pemain akan menentukan sikapnya untuk menerima nilai kontrak yang telah ditetapkan manajemen dan sisanya tetap bersikeras dengan nilai kontrak yang mereka ajukan.
"Kalau melihat nilai kontrak yang diajukan para pemain, sulit bagi manajemen memenuhinya karena nilai rata-ratanya di atas 200-an juta. Malah di antaranya ada yang mencapai Rp400 juta," lanjut sumber yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.
Pelatih Suimin Dihardja yang ditetapkan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai pelatih, berharap manajemen dapat mengikat 27 pemain yang diajukannya atau minimal 25 pemain sesegera mungkin mengingat kompetisi sudah semakin dekat.
Sumber juga menambahkan, dua pemain Liga Super Indonesia tahun lalu yang memperkuat Persema Malang, Herry Syahputra dan Donny Fernando Siregar, telah menyatakan sikapnya tidak bersedia masuk skuad PSMS karena kondisi keuangannya yang memprihatinkan.
Saat dikonfirmasi, kalangan kandidat pengurus PSMS bersama tim talent scouting tidak mau buka suara. "Masalah ini adalah hak Ketua Umum, namun mereka berharap dalam beberapa hari ini ditemui kesepakatan antara pemain dengan manajemen," ujar salah seorang anggota tim talent scouting
Nego tak Lancar Calon Pemain PSMS Mulai Hengkang
Proses negosiasi kontrak antara pengurus PSMS dengan 23 pemain yang ditawarkan Suimin Diharja, telah berlangsung mulai Selasa (11/8) kemarin. Sayangnya, beberapa pemain mengaku tak puas dengan nilai kontrak yang ditawarkan pengurus. Alhasil, mereka memilih untuk kabur mencari klub lain.
Yang mengaku sudah hampir pasti kabur adalah Doni F Siregar. Eks gelandang Persijap Jepara itu merasa nilai kontrak yang ditawarkan kepadanya terlalu kecil. Hal itu mengaca dari nilai kontraknya di Persijap musim lalu.
“Kecil kali bang nilai kontraknya. Saya rasa saya akan pergi ke klub lainlah. Sia-sia aja selama ini ikut seleksi PSMS. Seolah tak dihargai. Saya rasa beberapa pemain juga banyak yang gak deal,” kata Doni.
Nah, kalau saja pengurus mau menaikkan nilai kontrak kepada beberapa pemain yang memang dianggap layak memperkuat PSMS, mungkin akan lain ceritanya. Tapi hal itu tampaknya bakal sulit terealisasi. Mengingat kas PSMS musim ini kritis.
Hardi Mulyono, Pengerus PSMS mengatakan sejauh ini ada lima pemain yang sudah deal dengan kontrak yang diajukan. Namun Hardi tak ingin menyebutkan ke lima pemain itu. “Yang jelas mereka mantan pemain liga. Nilai kontraknya bervariasi, ada yang Rp150 juta dan lainnya,” kata Hardi.
Penawaran ini berlangsung mengacu pada nilai kontrak yang ditawarkan oleh para pemain sendiri, yang digelar di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Dalam kesepakatan sebelumnya, pemain diminta mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau terpilih menjadi skuad PSMS.
Artinya, kalau ada pemain yang mencantumkan jumlah yang tak mampu disanggupi PSMS, maka akan ada penawaran. Dari penawaran itulah beberapa pemain kecewa karena tawarannya kekecilan. Seperti yang dirasakan Doni.
Proses nego ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sedangkan nasib Suimin Diharja masih akan menanti hingga esok. Tampaknya antara pengurus PSMS dan Suimin juga sedang terjadi negosasi. Kalau tak ada keputusan dalam waktu dekat, Suimin mungkin akan berpindah ke lain hati.
Yang mengaku sudah hampir pasti kabur adalah Doni F Siregar. Eks gelandang Persijap Jepara itu merasa nilai kontrak yang ditawarkan kepadanya terlalu kecil. Hal itu mengaca dari nilai kontraknya di Persijap musim lalu.
“Kecil kali bang nilai kontraknya. Saya rasa saya akan pergi ke klub lainlah. Sia-sia aja selama ini ikut seleksi PSMS. Seolah tak dihargai. Saya rasa beberapa pemain juga banyak yang gak deal,” kata Doni.
Nah, kalau saja pengurus mau menaikkan nilai kontrak kepada beberapa pemain yang memang dianggap layak memperkuat PSMS, mungkin akan lain ceritanya. Tapi hal itu tampaknya bakal sulit terealisasi. Mengingat kas PSMS musim ini kritis.
Hardi Mulyono, Pengerus PSMS mengatakan sejauh ini ada lima pemain yang sudah deal dengan kontrak yang diajukan. Namun Hardi tak ingin menyebutkan ke lima pemain itu. “Yang jelas mereka mantan pemain liga. Nilai kontraknya bervariasi, ada yang Rp150 juta dan lainnya,” kata Hardi.
Penawaran ini berlangsung mengacu pada nilai kontrak yang ditawarkan oleh para pemain sendiri, yang digelar di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Dalam kesepakatan sebelumnya, pemain diminta mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau terpilih menjadi skuad PSMS.
Artinya, kalau ada pemain yang mencantumkan jumlah yang tak mampu disanggupi PSMS, maka akan ada penawaran. Dari penawaran itulah beberapa pemain kecewa karena tawarannya kekecilan. Seperti yang dirasakan Doni.
Proses nego ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sedangkan nasib Suimin Diharja masih akan menanti hingga esok. Tampaknya antara pengurus PSMS dan Suimin juga sedang terjadi negosasi. Kalau tak ada keputusan dalam waktu dekat, Suimin mungkin akan berpindah ke lain hati.
Tuesday, August 11, 2009
Nego pemain PSMS tertunda
Sejumlah 27 pemain yang diajukan pelatih Suimin Dihardja masuk skuad PSMS Medan menuju kompetisi Divisi Utama 2009/2010 masih memerlukan waktu dievaluasi selama dua atau tiga hari ini.
Negosiasinya masih tertunda, sebagaimana diungkapkan kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP usai mendampingi Ketua Umum terpilih H Dzulmi Eldin MSi menerima Suimin kepada wartawan di Balai Kota Medan, Senin.
“Setelah Ketua Umum menerima nama-nama yang diajukan pelatih, usulan tersebut dibawa dalam rapat dengan tim talent scouting dan beberapa kandidat pengurus PSMS,” ujar Hardi.
Namun dalam rapat tidak dapat diambil keputusan terhadap nama-nama yang diajukan Suimin yang lengkap dengan nilai kontraknya, karena masih terdapat nilai kontrak pemain yang dinilai terlalu tinggi.
Ketua Umum bersama tim talent scouting dan unsur pengurus masih memerlukan waktu dua atau tiga hari untuk membicarakannya, sehingga rencana pengumuman nama-nama pemain yang masuk skuad PSMS ditunda.
Latihan The Killer pun terpaksa dihentikan setelah KONI Medan akan menggelar Porkot Medan di Stadion Teladan yang notabene tempat seleksi dan latihan PSMS. Begitu juga dengan Stadion Kebun Bunga yang rencananya dipergunakan PSMS menggelar latihan juga dipergunakan untuk kegiatan Porkot.
“Seharusnya pihak Dinas Pertamanan Medan selaku pengelola yang selama ini memberi izin Stadion Teladan dipergunakan buat pembentukan tim PSMS, koordinasi dengan pengurus PSMS sebelum mengeluarkan izin kepada panpel Porkot,” ujar salah seorang penggemar dan pemerhati berat PSMS di kantor Walikota Medan.
Bila ada koordinasi antara pihak PSMS dengan Dinas Pertamanan dipastikan tidak akan membuat persiapan PSMS yang merupakan tim kesayangan masyarakat Medan ini jadi terhenti.
“Kalau sudah begini, yang rugi kan PSMS padahal persiapan menghadapi kompetisi mendatang sangat singkat,” kata seorang salah satu pengurus klub anggota PSMS.
Negosiasinya masih tertunda, sebagaimana diungkapkan kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE MAP usai mendampingi Ketua Umum terpilih H Dzulmi Eldin MSi menerima Suimin kepada wartawan di Balai Kota Medan, Senin.
“Setelah Ketua Umum menerima nama-nama yang diajukan pelatih, usulan tersebut dibawa dalam rapat dengan tim talent scouting dan beberapa kandidat pengurus PSMS,” ujar Hardi.
Namun dalam rapat tidak dapat diambil keputusan terhadap nama-nama yang diajukan Suimin yang lengkap dengan nilai kontraknya, karena masih terdapat nilai kontrak pemain yang dinilai terlalu tinggi.
Ketua Umum bersama tim talent scouting dan unsur pengurus masih memerlukan waktu dua atau tiga hari untuk membicarakannya, sehingga rencana pengumuman nama-nama pemain yang masuk skuad PSMS ditunda.
Latihan The Killer pun terpaksa dihentikan setelah KONI Medan akan menggelar Porkot Medan di Stadion Teladan yang notabene tempat seleksi dan latihan PSMS. Begitu juga dengan Stadion Kebun Bunga yang rencananya dipergunakan PSMS menggelar latihan juga dipergunakan untuk kegiatan Porkot.
“Seharusnya pihak Dinas Pertamanan Medan selaku pengelola yang selama ini memberi izin Stadion Teladan dipergunakan buat pembentukan tim PSMS, koordinasi dengan pengurus PSMS sebelum mengeluarkan izin kepada panpel Porkot,” ujar salah seorang penggemar dan pemerhati berat PSMS di kantor Walikota Medan.
Bila ada koordinasi antara pihak PSMS dengan Dinas Pertamanan dipastikan tidak akan membuat persiapan PSMS yang merupakan tim kesayangan masyarakat Medan ini jadi terhenti.
“Kalau sudah begini, yang rugi kan PSMS padahal persiapan menghadapi kompetisi mendatang sangat singkat,” kata seorang salah satu pengurus klub anggota PSMS.
Nasib Suimin Menggantung
23 Pemain Akan Disodori Kontrak
MEDAN- Para calon pemain PSMS yang lolos seleksi talent scooting akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Rencana kontrak mereka sudah dibicarakan dan akan diputus dalam dua hari ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah pengurus bertemu kandidat pelatih kepala Suimin Diharja di Pemko Medan, Senin (10/8).
Keterangan Suimin tersebut diamini Hardi Mulyono, Sekum PSMS. Hardi berjanji akan memanggil ke-23 pemain untuk membicarakan nilai kontrak. “Mulai besok (hari ini, Red), pemain yang diajukan Suimin akan kami panggil untuk nego kontrak,” ujarnya.
Hardi mengakui nama-nama pemain yang ditawarkan Suimin sebagai ketua tim talent scooting merupakan pemain terbaik. Namun untuk sampai ke tahapan kontrak, katanya, masih akan melalui tahapan negoisasi.
“Walaupun pemain itu (berkualitas) bagus, kalau tidak sepakat dalam urusan kontrak, kami tak akan pakai. Ini terkait dana yang dimiliki PSMS,” terang Hardi.
Belum diketahui pasti, di mana akan dilakukan proses negoisasi itu. Yang jelas, sebelum lebaran, skuad PSMS dipastikan akan segera terbentuk. “Kita tunggu saja. Yang pasti tidak lama lagi skuad PSMS akan terbentuk,” tambah Hardi.
Bila kontrak para calon pemain sudah memperlihatkan tanda-tanda, nasib Suimin tampaknya masih mengambang. “Nasib saya baru bisa ditentukan dua hari lagi. Setelah itu baru saya berkomentar rencana selanjutnya. Kalau dalam dua hari saya tak dapat kabar dari PSMS, berarti saya bebas transfer,” beber Suimin.
Hardi Mulyono tak membantah ucapan pelatih kampung tersebut. “Kalau pelatih, baru dua hari lagi ditentukan. Saat ini masih nego masalah kontrak,” katanya. Tapi Hardi enggan membeberkan nilai kontrak yang diinginkan Suimin.
Kemana Suimin akan berlabuh andai kesepakatan kontrak tak menemui titik temu? “Nantilah… Kalau nasib saya belum dijelaskan, yang pasti saya akan pergi. Tak mungkin saya tetap di sini kalau tak dibutuhkan,” katanya.
Belakangan, beredar rumor yang menyebutkan bahwa keberadaan Suimin Diharja sebagai calon kuat pelatih PSMS mulai digoyang. Walaupun hingga saat ini belum ada kandidat lain yang digadang bakal menjadi pelatih PSMS. Bila kontrak tidak disepakati, Suimin dikabarkan akan berlabuh ke klub Semen Padang.
Soal pendanaan, kabar terbaru cukup menggembirakan. Satu lagi calon sponsor kabarnya sudah mulai merapat. Adalah Specs, produsen peralatan olahraga ternama nasional yang kabarnya mulai menyambut niat PSMS untuk bekerjasama. Hal itu diutarakan Benny Tomasoa, sebagai tim pencari dana PSMS.
“Mudah-mudahan Specs bisa menjadi sponsor kita. Saat ini sudah ada pembicaraan antara kita dengan Specs. Mulai besok saya akan ajukan penawaran kerjasama,” terang Benny.
Hal ini cukup menggembirakan, mengingat produsen alat olahraga lainnya, Diadora yang juga ditawari kerjasama dengan PSMS, resmi mundur karena lebih tertarik menjalin kerjasama dengan kontestan Indonesian Super League (ISL).
Benny juga menyebutkan ada sponsor dari BUMN yang juga sudah bersedia membantu PSMS. Walaupun dia masih enggan menyebutkan nama BUMN yang dimaksud. “Nantilah, karena mereka masih belum ingin dipublikasikan. Kalau sudah deal, kita pasti akan umumkan,” pungkas Benny.
MEDAN- Para calon pemain PSMS yang lolos seleksi talent scooting akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Rencana kontrak mereka sudah dibicarakan dan akan diputus dalam dua hari ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah pengurus bertemu kandidat pelatih kepala Suimin Diharja di Pemko Medan, Senin (10/8).
Keterangan Suimin tersebut diamini Hardi Mulyono, Sekum PSMS. Hardi berjanji akan memanggil ke-23 pemain untuk membicarakan nilai kontrak. “Mulai besok (hari ini, Red), pemain yang diajukan Suimin akan kami panggil untuk nego kontrak,” ujarnya.
Hardi mengakui nama-nama pemain yang ditawarkan Suimin sebagai ketua tim talent scooting merupakan pemain terbaik. Namun untuk sampai ke tahapan kontrak, katanya, masih akan melalui tahapan negoisasi.
“Walaupun pemain itu (berkualitas) bagus, kalau tidak sepakat dalam urusan kontrak, kami tak akan pakai. Ini terkait dana yang dimiliki PSMS,” terang Hardi.
Belum diketahui pasti, di mana akan dilakukan proses negoisasi itu. Yang jelas, sebelum lebaran, skuad PSMS dipastikan akan segera terbentuk. “Kita tunggu saja. Yang pasti tidak lama lagi skuad PSMS akan terbentuk,” tambah Hardi.
Bila kontrak para calon pemain sudah memperlihatkan tanda-tanda, nasib Suimin tampaknya masih mengambang. “Nasib saya baru bisa ditentukan dua hari lagi. Setelah itu baru saya berkomentar rencana selanjutnya. Kalau dalam dua hari saya tak dapat kabar dari PSMS, berarti saya bebas transfer,” beber Suimin.
Hardi Mulyono tak membantah ucapan pelatih kampung tersebut. “Kalau pelatih, baru dua hari lagi ditentukan. Saat ini masih nego masalah kontrak,” katanya. Tapi Hardi enggan membeberkan nilai kontrak yang diinginkan Suimin.
Kemana Suimin akan berlabuh andai kesepakatan kontrak tak menemui titik temu? “Nantilah… Kalau nasib saya belum dijelaskan, yang pasti saya akan pergi. Tak mungkin saya tetap di sini kalau tak dibutuhkan,” katanya.
Belakangan, beredar rumor yang menyebutkan bahwa keberadaan Suimin Diharja sebagai calon kuat pelatih PSMS mulai digoyang. Walaupun hingga saat ini belum ada kandidat lain yang digadang bakal menjadi pelatih PSMS. Bila kontrak tidak disepakati, Suimin dikabarkan akan berlabuh ke klub Semen Padang.
Soal pendanaan, kabar terbaru cukup menggembirakan. Satu lagi calon sponsor kabarnya sudah mulai merapat. Adalah Specs, produsen peralatan olahraga ternama nasional yang kabarnya mulai menyambut niat PSMS untuk bekerjasama. Hal itu diutarakan Benny Tomasoa, sebagai tim pencari dana PSMS.
“Mudah-mudahan Specs bisa menjadi sponsor kita. Saat ini sudah ada pembicaraan antara kita dengan Specs. Mulai besok saya akan ajukan penawaran kerjasama,” terang Benny.
Hal ini cukup menggembirakan, mengingat produsen alat olahraga lainnya, Diadora yang juga ditawari kerjasama dengan PSMS, resmi mundur karena lebih tertarik menjalin kerjasama dengan kontestan Indonesian Super League (ISL).
Benny juga menyebutkan ada sponsor dari BUMN yang juga sudah bersedia membantu PSMS. Walaupun dia masih enggan menyebutkan nama BUMN yang dimaksud. “Nantilah, karena mereka masih belum ingin dipublikasikan. Kalau sudah deal, kita pasti akan umumkan,” pungkas Benny.
Monday, August 10, 2009
Empat pemain gagal tes kesehatan
Empat pemain seleksi PSMS Medan gagal menjalani tes kesehatan, setelah mangkir saat tes dilakukan di Unimed Medan, Selasa. Beruntung, keempatnya masih diberi toleransi untuk mengikuti tes pada hari lain.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
8 calon pemain tolak permohonan kontrak
Delapan pemain liga yang mengikuti seleksi tim PSMS ke kompetisi Divisi Utama PSSI 2009-2010 terancam dicoret, karena menolak untuk membuat permohonan dan mengajukan nilai kontrak yang diminta manajemen, Rabu.
Sementara itu, pemain lainnya termasuk sembilan pemain non Liga seluruhnya telah menyerahkan permohonan dan nilai kontraknya. Kedelapan pemain itu, dua di antaranya mantan pemain PSMS musim lalu yakni, M Affan Lubis dan Reswandi. Lima lainnya adalah Novianto, Nico Susanto, Bona Simajuntak, Doni Fernando Siregar, Harri Syahputra dan Vijai.
Kecuali Vijay yang tahun lalu memperkuat Sriwijaya FC, enam pemain yang menolak menyerahkan permohonan nilai kontraknya saat berlangsung di Stadion Teladan Medan, Sabtu lalu, berada di lokasi.
Vijai bahkan dikabarkan telah menandatangani ikatan kontrak dengan Persebaya Surabaya senilai Rp550 juta kendati masih terlihat mengikuti seleksi Rabu kemarin. Kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE menyebutkan, kedelapan pemain tidak menyampaikan alasan penolakan tersebut.
Hardi, didampingi Julius Raja SE, H Saryono dan Drs H Freddy Hutabarat menilai, sikap ketujuh pemain tidak memperlihatkan keinginannya membela skuad The Killer. "Itu tidak menjadi persoalan, bagi kita siapa yang mau dan mempunyai kemampuan dialah yang diprioritaskan masuk skuad," ujarnya.
Menanggapi terhadap pelatih Suimin Dihardja, Hardi menegaskan saat ini pelatih kampung itu masih berstatus sebagai tim kepala talent scouting karena pelatih PSMS belum ditetapkan sebelum dibicarakan antara Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi dan para kandidat pengurus.
Pada Senin, M Affan Lubis, Reswandi, Chico Maradona dan Harry Syahputra gagal tes kesehatan karena ketidakhadiran mereka di Unimed Medan
Sementara itu, pemain lainnya termasuk sembilan pemain non Liga seluruhnya telah menyerahkan permohonan dan nilai kontraknya. Kedelapan pemain itu, dua di antaranya mantan pemain PSMS musim lalu yakni, M Affan Lubis dan Reswandi. Lima lainnya adalah Novianto, Nico Susanto, Bona Simajuntak, Doni Fernando Siregar, Harri Syahputra dan Vijai.
Kecuali Vijay yang tahun lalu memperkuat Sriwijaya FC, enam pemain yang menolak menyerahkan permohonan nilai kontraknya saat berlangsung di Stadion Teladan Medan, Sabtu lalu, berada di lokasi.
Vijai bahkan dikabarkan telah menandatangani ikatan kontrak dengan Persebaya Surabaya senilai Rp550 juta kendati masih terlihat mengikuti seleksi Rabu kemarin. Kandidat Sekretaris Umum PSMS H Hardi Mulyono SE menyebutkan, kedelapan pemain tidak menyampaikan alasan penolakan tersebut.
Hardi, didampingi Julius Raja SE, H Saryono dan Drs H Freddy Hutabarat menilai, sikap ketujuh pemain tidak memperlihatkan keinginannya membela skuad The Killer. "Itu tidak menjadi persoalan, bagi kita siapa yang mau dan mempunyai kemampuan dialah yang diprioritaskan masuk skuad," ujarnya.
Menanggapi terhadap pelatih Suimin Dihardja, Hardi menegaskan saat ini pelatih kampung itu masih berstatus sebagai tim kepala talent scouting karena pelatih PSMS belum ditetapkan sebelum dibicarakan antara Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi dan para kandidat pengurus.
Pada Senin, M Affan Lubis, Reswandi, Chico Maradona dan Harry Syahputra gagal tes kesehatan karena ketidakhadiran mereka di Unimed Medan
Kembali ke Manajemen
Suimin Diharja sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ketua tim seleksi calon skuad PSMS musim mendatang. Sebanyak 23 pemain sudah diajukan namanya ke manjemen PSMS, Sabtu (8/8) kemarin.
Masalahnya, kepastian kapan pengumuman skuad PSMS masih belum jelas. Nama-nama skuad PSMS juga belum bisa dibeberkan oleh Suimin. Karena menurutnya setelah tugasnya selesai, maka selanjutnya urusan manajemenlah yang akan mengumumkan siapa yang layak berkostum Kinantan.
Namun, Suimin memberikan sinyal beberapa nama yang bakal dipakainya untuk masuk skuad. “Yang jelas hampir 60 persen pemain lama yang punya cukup pengalaman dipertahankan,” bebernya usai seleksi kemarin.
Selain nama yang diajukan ke manajemen yang berjumlah 23 orang, santer juga terdengar bahwa ada beberapa pemain asing yang juga akan diajukan untuk mengisi skuad PSMS. Untuk yang satu ini tmpaknya masih belum jelas juga, karena keuangan PSMS masih gulita. Jangankan mengontrak pemain asing, pemain yang ada dan pelatih saja tak kunjung mendapatkan kejelasan.
Memang, di awal-awal seleksi lalu Suimin sudah mengatakan akan menawarkan beberapa nama pemain asing yang dibutuhkan PSMS. Terutama posisi striker dan lini belakang. Nama Jhon Takfor awalnya sempat diinginkan Suimin, namun sudah keburu ditekong Persebaya.
Keputusan untuk mengajukan nama pemain asing itu, beredar dari pengurus. Kabarnya ada tiga pemain asing yang bakal diusulkan. Namun belum jelas siapa dan berapa ketersediaan dana untuk itu. Yang pasti, pada saat berakhirnya seleksi terakhir, nama bakal calon skuad PSMS sudah diajukan. Prosesnya tak tahu hingga kapan.
Sementara itu, kabar terbaru datang dari Andika Yudistira eks striker PSMS musim lalu. Kabarnya Andika sedang bimbang menentukan pilihan pinangan dua klub raksasa Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Berdasarkan pengakuan Andika, dua klub ini terlihat serius mendatangkannya. Nilai kontraknya juga lumayan besar.
“Sejauh ini saya belum bisa putuskan. Yang jelas dua klub itu getol betul menghubungi saya. Nanti akan saya putuskan. Tapi yang jelas saat ini saya fokus persiapan Timnas U-23 dahulu untuk persiapan SEA Games,” bebernya.
Lantas apakah Andika tak ingin kembali ke PSMS? Dikatakannya dia masih dan tetap cinta pada PSMS. Namun, rasa cinta itu sama besarnya dengan kekecewaannya karena tak dihargai oleh PSMS sendiri. “Sudah 2,5 musim lebih saya berkostum PSMS, tapi kenapa klub lain yang berani menghargai saya. Saya ingin kembali ke PSMS, tapi saya enggan kalau harus seleksi lagi,” pungkasnya.
Masalahnya, kepastian kapan pengumuman skuad PSMS masih belum jelas. Nama-nama skuad PSMS juga belum bisa dibeberkan oleh Suimin. Karena menurutnya setelah tugasnya selesai, maka selanjutnya urusan manajemenlah yang akan mengumumkan siapa yang layak berkostum Kinantan.
Namun, Suimin memberikan sinyal beberapa nama yang bakal dipakainya untuk masuk skuad. “Yang jelas hampir 60 persen pemain lama yang punya cukup pengalaman dipertahankan,” bebernya usai seleksi kemarin.
Selain nama yang diajukan ke manajemen yang berjumlah 23 orang, santer juga terdengar bahwa ada beberapa pemain asing yang juga akan diajukan untuk mengisi skuad PSMS. Untuk yang satu ini tmpaknya masih belum jelas juga, karena keuangan PSMS masih gulita. Jangankan mengontrak pemain asing, pemain yang ada dan pelatih saja tak kunjung mendapatkan kejelasan.
Memang, di awal-awal seleksi lalu Suimin sudah mengatakan akan menawarkan beberapa nama pemain asing yang dibutuhkan PSMS. Terutama posisi striker dan lini belakang. Nama Jhon Takfor awalnya sempat diinginkan Suimin, namun sudah keburu ditekong Persebaya.
Keputusan untuk mengajukan nama pemain asing itu, beredar dari pengurus. Kabarnya ada tiga pemain asing yang bakal diusulkan. Namun belum jelas siapa dan berapa ketersediaan dana untuk itu. Yang pasti, pada saat berakhirnya seleksi terakhir, nama bakal calon skuad PSMS sudah diajukan. Prosesnya tak tahu hingga kapan.
Sementara itu, kabar terbaru datang dari Andika Yudistira eks striker PSMS musim lalu. Kabarnya Andika sedang bimbang menentukan pilihan pinangan dua klub raksasa Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Berdasarkan pengakuan Andika, dua klub ini terlihat serius mendatangkannya. Nilai kontraknya juga lumayan besar.
“Sejauh ini saya belum bisa putuskan. Yang jelas dua klub itu getol betul menghubungi saya. Nanti akan saya putuskan. Tapi yang jelas saat ini saya fokus persiapan Timnas U-23 dahulu untuk persiapan SEA Games,” bebernya.
Lantas apakah Andika tak ingin kembali ke PSMS? Dikatakannya dia masih dan tetap cinta pada PSMS. Namun, rasa cinta itu sama besarnya dengan kekecewaannya karena tak dihargai oleh PSMS sendiri. “Sudah 2,5 musim lebih saya berkostum PSMS, tapi kenapa klub lain yang berani menghargai saya. Saya ingin kembali ke PSMS, tapi saya enggan kalau harus seleksi lagi,” pungkasnya.
Seleksi Terakhir Segera Ajukan 23 Pemain
Masa tugas Suimin Diharja sebagai ketua tim seleksi skuad Ayam Kinantan, akan berakhir Sabtu (8/8) hari ini. Di pengujung tugasnya sebagai ketua tim seleksi, Suimin akan segera mengajukan 23 nama pemain ke manajemen PSMS untuk segera diproses kontraknya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Mulai Gelisah
Pelatih dan calon pemain PSMS mulai gelisah. Tandatanda penawaran kontrak dari pengurus PSMS belum juga terang. Syukurnya hal itu belum sampai merusak skema seleksi yang masih berlangsung selama ini. Bagi eks pemain liga, tampaknya proses seleksi yang terlalu lama sudah begitu menjemukan.
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
PT HM Sampoerna Mendekat
MESKI belum ada yang pasti mau bergandengan tangan dengan PSMS, namun setidaknya sudah ada satu calon sponsor yang bersedia bekerja sama dengan Ayam Kinantan. Salah satunya, PT HM Sampoerna Tbk.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Friday, August 7, 2009
Tunda Tanda Tangan
MEDAN- Tampaknya PSMS tak mau kehilangan pemain yang diincarnya lagi. Ya, setidaknya kasus Wijay yang menyeberang ke Persebaya bisa dijadikan catatan. Karena itu, pengurus PSMS langsung menyodorkan kontrak bagi pemain yang lolos seleksi.
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Wednesday, August 5, 2009
PSMS targetkan promosi LSI
Promosi ke Liga Super Indonesia 2010 merupakan target harga mati PSMS Medan. Guna mencapai target itu, Ketua Umum Drs H Dzulmi Edin MSi minta kepada pelatih Suimin Dihardja benar-benar menemukan pemain-pemain berkualitas masuk skuad The Killer dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Empat pemain gagal tes kesehatan
Empat pemain seleksi PSMS Medan gagal menjalani tes kesehatan, setelah mangkir saat tes dilakukan di Unimed Medan, Selasa. Beruntung, keempatnya masih diberi toleransi untuk mengikuti tes pada hari lain.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Home Base di Kebun Bunga
Sedikit demi sedikit, persiapan pengurus PSMS membentuk tim yang tangguh untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2009/2010 mulai terlihat. Setelah menyeleksi pemain dan mempersiapkan pelatih, pengurus kini fokus membenahi Stadion Kebun Bunga. Stadion ini akan diplot sebagai home base, tempat latihan dan mes pemain.
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Markus Horison Masih Mencari Klub yang Cocok
Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison masih menganggur. Markus belum mendapat klub setelah mengakhiri kebersamaannya dengan PSMS Medan belum lama ini.
Markus memilih balik kandang dari Persik Kediri pada putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 lalu. Sayangnya, kehadirannya tak mampu menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi.
PSMS akhirnya degradasi ke Divisi Utama setelah di babak play off, Juni 2009, dikalahkan Persebaya lewat sebuah drama adu penalti. Green Force pun menggantikan posisi PSMS di LSI 2009/2010.
Markus tak ingin berlaga di kasta kedua sepakbola nasional itu. Karena itu, dia memilih untuk meninggalkan PSMS. Namun, Markus belum mendapat klub yang diinginkannya.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Saat ini saya masih mencari klub yang cocok," kata markus saat dihubungi VIVAnews.
Persisam sempat menaruh hati kepada Markus. Namun, belakangan tim berjuluk Elang Borneo itu mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Markus. Saat ini, Persisam bahkan sudah menggelar TC di Batu Malang, tanpa kehadiran Markus.
"Saya masih berada di Medan. Sampai saat ini belum ada klub yang cocok. Karena itu, saya masih menunggu tawaran dari klub-klub yang lain," tandas Markus.
Tuesday, August 4, 2009
Markus Horison, Belum Sempat Telepon Mbah Surip
Kepergian Mbah Surip menyisakan duka yang mendalam di hati kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison. Markus yang mengidolakan Mbah Surip belum sempat berbicara langsung dengan pelantun lagu 'Tak Gendong Kemana-mana' itu.
Markus merupakan idola Mbah Surip, demikian juga sebaliknya. Kedua figur publik ini memang saling mengidolakan.
Saat menghadiri sebuah acara di tvone, awal Juli 2009, Mbah Surip tidak segan-segan memeluk mantan kiper Persik Kediri dan PSMS Medan.
"Ini pemain idola saya. Ha..ha..ha," kata Mbah Surip dengan tawa khasnya.
Awalnya Markus kaget dengan sikap Mbah Surip itu. Namun, belakangan dia mengaku sangat tersanjung jadi idola Mbah Surip.
"Biasanya orang-orang yang mengidolakan Mbah Surip. Saya hampir tidak percaya kalau dia kenal dan mengidolakan saya," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Selasa 4 Agustus 2009.
Itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir Markus dengan Mbah Surip. Pasalnya, penyanyi nyentrik dengan rambut gimbal itu telah meninggal dunia, Selasa 4 Agustus 2009, sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saya baru dengar kabar ini saat membuka telepon genggam saya. Dan saya nyaris tidak percaya. Terus terang, saya sangat sedih dan nyaris tidak percaya dengan kabar ini," kata Markus.
Kesedihan Markus semakin dalam setelah dia gagal berkomunikasi langsung dengan fansnya itu. Padahal, sejak sepekan lalu, dia sudah mencari tahu nomor telepon Mbah Surip.
"Saya ingin sekali berbicara dengan Mbah Surip. Saya sudah minta nomornya sejak sepekan lalu kepada teman saya yang ada di Jakarta," lanjut Markus.
"Tapi sampai saat ini, saya tidak berhasil mendapatkannya. Kalau ada di Jakarta, saya pasti akan melayat almarhum. Selamat jalan Mbah Surip!" ujar Markus.
Friday, July 31, 2009
Wijay Pilih PSMS
Setelah ditunggu sekian hari, akhirnya Wijay memutuskan untuk turut ikut serta dalam seleksi pemain PSMS, Rabu (29/7). Seleksi yang diikuti Wijay ini merupakan seleksi terakhir sebelum masuk tahap 3 Jumat (31/7) besok di Stadion Teladan Medan.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
47 calon Pemain Berkostum Kinantan
SEBANYAK 47 pemain akhirnya dinyatakan lolos seleksi pemain PSMS tahap kedua. Selanjutnya, 47 pemain itu akan kembali dites fisiknya dan kesehatannya. Kalau memenuhi kriteria, sebanyak 47 pemain akan segera berseragam PSMS.
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Subscribe to:
Posts (Atom)