Suimin Diharja sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ketua tim seleksi calon skuad PSMS musim mendatang. Sebanyak 23 pemain sudah diajukan namanya ke manjemen PSMS, Sabtu (8/8) kemarin.
Masalahnya, kepastian kapan pengumuman skuad PSMS masih belum jelas. Nama-nama skuad PSMS juga belum bisa dibeberkan oleh Suimin. Karena menurutnya setelah tugasnya selesai, maka selanjutnya urusan manajemenlah yang akan mengumumkan siapa yang layak berkostum Kinantan.
Namun, Suimin memberikan sinyal beberapa nama yang bakal dipakainya untuk masuk skuad. “Yang jelas hampir 60 persen pemain lama yang punya cukup pengalaman dipertahankan,” bebernya usai seleksi kemarin.
Selain nama yang diajukan ke manajemen yang berjumlah 23 orang, santer juga terdengar bahwa ada beberapa pemain asing yang juga akan diajukan untuk mengisi skuad PSMS. Untuk yang satu ini tmpaknya masih belum jelas juga, karena keuangan PSMS masih gulita. Jangankan mengontrak pemain asing, pemain yang ada dan pelatih saja tak kunjung mendapatkan kejelasan.
Memang, di awal-awal seleksi lalu Suimin sudah mengatakan akan menawarkan beberapa nama pemain asing yang dibutuhkan PSMS. Terutama posisi striker dan lini belakang. Nama Jhon Takfor awalnya sempat diinginkan Suimin, namun sudah keburu ditekong Persebaya.
Keputusan untuk mengajukan nama pemain asing itu, beredar dari pengurus. Kabarnya ada tiga pemain asing yang bakal diusulkan. Namun belum jelas siapa dan berapa ketersediaan dana untuk itu. Yang pasti, pada saat berakhirnya seleksi terakhir, nama bakal calon skuad PSMS sudah diajukan. Prosesnya tak tahu hingga kapan.
Sementara itu, kabar terbaru datang dari Andika Yudistira eks striker PSMS musim lalu. Kabarnya Andika sedang bimbang menentukan pilihan pinangan dua klub raksasa Indonesian Super League (ISL), Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Berdasarkan pengakuan Andika, dua klub ini terlihat serius mendatangkannya. Nilai kontraknya juga lumayan besar.
“Sejauh ini saya belum bisa putuskan. Yang jelas dua klub itu getol betul menghubungi saya. Nanti akan saya putuskan. Tapi yang jelas saat ini saya fokus persiapan Timnas U-23 dahulu untuk persiapan SEA Games,” bebernya.
Lantas apakah Andika tak ingin kembali ke PSMS? Dikatakannya dia masih dan tetap cinta pada PSMS. Namun, rasa cinta itu sama besarnya dengan kekecewaannya karena tak dihargai oleh PSMS sendiri. “Sudah 2,5 musim lebih saya berkostum PSMS, tapi kenapa klub lain yang berani menghargai saya. Saya ingin kembali ke PSMS, tapi saya enggan kalau harus seleksi lagi,” pungkasnya.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Monday, August 10, 2009
Seleksi Terakhir Segera Ajukan 23 Pemain
Masa tugas Suimin Diharja sebagai ketua tim seleksi skuad Ayam Kinantan, akan berakhir Sabtu (8/8) hari ini. Di pengujung tugasnya sebagai ketua tim seleksi, Suimin akan segera mengajukan 23 nama pemain ke manajemen PSMS untuk segera diproses kontraknya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Namun, hal itu tidak serta merta akan disetujui oleh manajemen. Pasalnya, pasti akan ada pertanyaan yang mengkritisi pelihan Suimin akan pemain yang menurutnya dibutuhkan tim. Oleh karena itu, Suimin belum berani memberberkan nama-nama pemain yang sudah ada dalam benaknya.
“Nama pemain yang akan saya ajukan ke manajemen sudah ada. Usai seleksi hari terakhir ini saya akan segera temui manajemen. Saat ini saya tidak bisa membeberkan nama-nama pemain itu karena selanjutnya urusan manajemen,” beber Suimin usia latihan Jumat (7/8) kemarin.
Meski nama-nama pemain nantinya sudah diajukan, proses kontrak masih mungkin akan memakan waktu yang panjang. Pasalnya pengurus sah PSMS saja hingga saat ini belum disahkan. Baru Dzulmi Eldin Ketua Umum seorang yang sudah sah. Lainnya masih sebatas ucapan saja, belum ada hitam di atas putih.
Lantas bagaimana nasib Suimin? “Nasib saya tentu saja akan saya tanyakan juga. Apakah saya tetap jadi pelatih atau tidak. Yang jelas, sampai ada kejelasan saya akan tetap berada di PSMS. Kecuali saya diminta untuk pergi dari tim ini maka saya akan pergi,” lanjut pelatih dengan julukan Pelatih Kampung itu.
Syukurnya, dalam proses seleksi selama ini belum ada pemain yang terbang ke lain hati. Meskipun sebelumnya ada beberapa pemain yang enggan meneken surat pernyataan, namun pada saat digelarnya seleksi sejumlah pemain masih terlihat serius ikuti seleksi.
Pada seleksi kemarin, hanya Doni F Siregar yang terlihat absen. Meski absen, Suimin menampik bahwa Doni sudah dipinang klub lain. Memang sebelumnya Doni ada menanyakan akan kejelasannya di PSMS. “Benar, Doni ada menemui saya untuk menanyakan masa depannya di PSMS. Dan saya hanya bilang bersabarlah hingga seleksi hari terakhir,” kata ayah tiga anak itu.
Selanjutnya, tak ada yang dapat memastikan kapan skuad inti PSMS yang diajukan ke Badan Liga Indonesia (BLI), bakal diumumkan.
Yang pasti, persiapan PSMS dalam menatap Divisi Utama musim ini terkesan sangat lambat. Klub rival daerah tetangga, PSDS, saja sudah menggelar persiapan matang. Bahkan, PSDS juga sudah menggelar beberapa kali uji tanding dengan klub lainnya.
Mulai Gelisah
Pelatih dan calon pemain PSMS mulai gelisah. Tandatanda penawaran kontrak dari pengurus PSMS belum juga terang. Syukurnya hal itu belum sampai merusak skema seleksi yang masih berlangsung selama ini. Bagi eks pemain liga, tampaknya proses seleksi yang terlalu lama sudah begitu menjemukan.
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
Walaupun sebagian lainnya masih bertahan dengan tetap eksis ikuti proses seleksi. Berdasarkan niatan Pelatih Suimin Diharja, kerangka tim utama berjumlah 23 orang akan segera diumumkannya akhir pekan ini. Dan, 23 nama itu akan diusulkan ke pengurus untuk mendapatkan sodoran kontrak. Lantas bagaimana dengan dirinya sebagai calon utama pelatih PSMS? PT HM Sampoerna Mendekat Menjawab pertanyaan itu, Suimin memilih tersenyum. “Jangankan pemain, saya juga masih belum ada tanda- tanda bakal dikontrak,” katanya berkelakar. Akibat lambatnya tindakan pengurus mengikat pelatih dan pemain yang dianggap berkualitas, isu aneh pun menggema.
Kaitannya adalah dengan enggannya beberapa pemain untuk meneken surat pernyataan akan nilai kontrak yang diinginkan apabila jadi masuk skuad PSMS, oleh pengurus beberapa waktu lalu. Suimin berkisah, ada selintingan yang menyebutkan ada isu pemain yang enggan meneken surat itu karena masih menanti Suimin untuk turut diajak ke Semen Padang. Lho? Memang, hingga saat ini Suimin masih terus diburu pengurus Semen Padang untuk dijadikan pelatih.
Maka itu, isu itu pun mengalir. Menjawab isu itu, Suimin dengan tegas rela menanti sampai kapan pun pengurus ajak dia berbicara untuk urusan kontrak. Dikatakannya, kalau PSMS benar-benar inginkan tenaganya, Suimin rela menunggu hingga satu tahun ke depan. Itu sebuah komitmen yang diutarakannya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berlabuh di PSMS kembali. “Jadi, jangan ragukan lagi komitmen saya. Dengan tegas saya ingin mengabdi di PSMS. Saya juga berniat pensiun di klub yang membesarkan saya. Jadi aneh kalau ada isu yang menyebutkan bahwa saya berniat membawa pemain ke Semen Padang,” koar Suimin.
Salah satu alasan mematikan ponsel, selain untuk menghindari pemain titipan, disebutkan Suimin juga karena ingin menghindari bujukan pihak Semen Padang. “Kalau saya aktifkan ponsel saya, nanti mereka kembali meminta saya untuk datang ke Semen Padang,” lanjut pelatih bergelar Pelatih Kampung itu. Tapi, kesabaran setiap orang tentu a d a batasnya! Kalau tak juga mendapatkan kejelasan, bukan tak mungkin Suimin benarbenar hengkang mencari klub lain.
Namanya cukup dikenal dan masih diminati oleh beberapa klub. “Kalau memang saya tak dibutuhkan di PSMS, baru saya akan keluar dari tim ini. Tapi kalau belum ada pernyataan dari pengurus saya rela menanti hingga satu tahun bila perlu. Inilah komitmen saya di PSMS, membangun dan kembali membawa PSMS ke masa jayanya,” pungkasnya
PT HM Sampoerna Mendekat
MESKI belum ada yang pasti mau bergandengan tangan dengan PSMS, namun setidaknya sudah ada satu calon sponsor yang bersedia bekerja sama dengan Ayam Kinantan. Salah satunya, PT HM Sampoerna Tbk.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Perusahaan ini dikabarkan sudah secara resmi bersedia membuka pembicaraan dengan pengurus PSMS. Memang dari sekian banyak sponsor yang didekati, baru Sampoerna yang kabarnya menyambut baik. Sebelumnya, Diadora juga sudah didekati. Tapi sayang, Diadora tak tertarik bekerjasama dengan klub non Indonesia Super League (ISL). Walhasil, Diadora batal jadi sponsor bagi PSMS. Benny Tomasoa, Komisaris PT PSMS kemarin mengungkan bahwa Sampoerna sudah membuka diri seputar kerjasama yang diajukan PSMS. Dari pembicaraan awal, tampaknya Sampoerna mulai tertarik. Tapi secara profesional, mereka inginkan proposal nyata berserta gambaran program yang ditawarkan pengurus ke PSMS. “Sejauh ini kami baru bicara secara lisan. Dan
Sampoerna membuka diri untuk bekerjasama dengan PSMS. Mereka tinggal menanti bentuk tawaran yang kita inginkan. Karena dari pembicaraan awal, mereka tertarik dengan konsep yang kita tawarkan kepada mereka,” terang Benny ketika melihat proses latihan di Stadion Teladan Kamis (6/8)
kemarin.
Namun, Benny masih enggan membicarakan seperti apa bentuk kerjasama antara keduanya. Tapi yang pasti, Sampoerna enggan
menjadi sponsor utama. Pasalnya anak usaha Sampoerna juga terlibat dalam even Copa Indonesia. “Tampaknya bukan sponsor
utama. Karena mereka tidak ingin terlibat secara langsung. Hanya saja mereka terlihat welcome dan ini merupakan awal yang bagus bagi PSMS. Mari kita doakan saja agar semuanya berjalan lancar,” lanjut Benny. Selanjutnya, Benny akan mengajukan kabar ini ke Ketua Umum (Ketum) PSMS.
Sebelumnya, Benny sudah mengajukan kabar ini ke Sekretaris
Umum (Sekum) PSMS, Hardi Mulyono. “Saya tidak
enak kalau langsung ngomong ke Ketum. Tapi saya sudah sampaikan ke
Sekum. Dan, Sekum-lah nanti yang kabarkan ke Ketum. Secepatnya kita akan segera ajukan proposal dimaksud ke Sampoerna,” beber Benny.
Ya, semoga berhasil. Pasalnya PSMS sampai saat ini kabarnya masih tak punya kas. Sehingga untuk membeli perlengkapan pertandingan saja masih harus menunggu hingga beberapa waktu. Pelatih dan pemain juga belum mendapatkan kepastian kapan segera disodori kontrak.
Friday, August 7, 2009
Tunda Tanda Tangan
MEDAN- Tampaknya PSMS tak mau kehilangan pemain yang diincarnya lagi. Ya, setidaknya kasus Wijay yang menyeberang ke Persebaya bisa dijadikan catatan. Karena itu, pengurus PSMS langsung menyodorkan kontrak bagi pemain yang lolos seleksi.
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Menariknya, meski kas PSMS masih nihil, pengurus PSMS berani menyodori seluruh pemain yang sedang seleksi dengan satu kesepakatan mirip kontrak kerja, Rabu (5/8) di Stadion Teladan kemarin. Dalam surat kesepakatan itu, pengurus meminta pemain mencantumkan nilai kontrak yang diinginkannya kalau nanti terpilih menjadi skuad PSMS. Tak pelak, kenyataan itu membuat beberapa pemain menunda tanda tangan mereka.
Agenda mendadak itu digeber pengurus guna mendapatkan gambaran akan besaran kontrak, yang dibutuhkan selama mengarungi musim kompetisi 2009/10 di Divisi Utama. “Ini untuk mengetahui gambaran nilai kontrak yang kita butuhkan untuk gaji pemain,” beber Freddy Hutabarat pengurus yang turut hadir.
Kegiatan itu sendiri langsung dipimpin Sekum PSMS, Hardi Mulyono dan sejumlah pengurus lainnya. Hampir seluruh pemain terlihat hadir pada kesempatan itu. Namun, sosok Suimin Diharja justru tak terlihat.
Sayangnya Hardi tak mau membeberkan berapa perkiraan dana yang dibutuhkan untuk kontrak itu. “Belumlah, nanti akan kita hitung. Yang jelas kita hanya akan mengikat kontrak 23 pemain dahulu untuk diajukan ke BLI. Tadi hanya untuk gambaran saja dulu,” kata Hardi Mulyono.
Pada kesempatan itu, sejumlah pemain terlihat bingung. Sebab tanpa ada penjelasan terlebih dahulu akan niatan pengurus menggelar agenda itu. Sistemnya, satu persatu pemain dipanggil dan disodori secarik kertas bermatrai Rp6000 dengan sejumlah poin.
Poin paling utama adalah jumlah kontrak yang diinginkan pemain selama tiga musim atau kurang. Setelah itu, ada beberapa poin yang juga harus disepakati pemain seandainya mereka terpilih menjadi pemain PSMS. Di antaranya, bersedia bermain di PSMS selama 3 musim dengan kontrak yang diajukan pemain. Bersedia menerima pembayaran kontrak dengan bertahap.
Bersedia mematuhi disiplin yang berlaku. Bersedia menerima pemotongan gaji 0,25 persen dari jumlah kontrak kalau melanggar disiplin. Bersedia diberhentikan oleh pengurus kalau tidak memiliki kontribusi yang jelas, atau kalau pindah ke klub lain dalam masa kontrak harus mengembalikan nilai kontrak yang pernah diterima dari PSMS.
Pemain nonliga yang ikuti seleksi, langsung meneken kesepakatan itu. Sedangkan pemain yang sudah berpengalaman, memilih untuk menunda. Mereka yang belum meneken antara lain Harry Syahputra, Bona Simanjuntak, Novianto, dan Niko Susanto. Affan Lubis, Anda Hermawan, Doni F Siregar, dan Reswandi juga enggan meneken kesepakatan itu.
Meski demikian, pada sesi latihan yang digelar sore harinya, seluruh pemain seleksi masih terlihat hadir ikuti proses jalannya latihan
Wednesday, August 5, 2009
PSMS targetkan promosi LSI
Promosi ke Liga Super Indonesia 2010 merupakan target harga mati PSMS Medan. Guna mencapai target itu, Ketua Umum Drs H Dzulmi Edin MSi minta kepada pelatih Suimin Dihardja benar-benar menemukan pemain-pemain berkualitas masuk skuad The Killer dalam kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Namun menurut Ketua Umum PSMS itu didampingi beberapa kandidat pengurus PSMS periode 2009/2013 seperti Ketua Harian Drs H Randiman Tarigan, Sekum H Hardi Mulyono SE MAP, Julius Raja SE, Drs H Freddy Hutabarat dan pelatih Suimin di sela-sela seleksi fisik di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pihaknya tidak akan mencampuri urusan pemilihan pemain maupun masalah teknik tim.
"Pengurus hanya mengurus manajemen. Masalah pemain dan teknik adalah urusan pelatih," ujar Eldin yang juga Sekda Pemkot Medan sekaligus mengakui optimis Suimin yang memiliki segudang pengalaman dan ketrampilan bakal mewujudkan target pengurus PSMS.
Eldin cs mendukung sepenuhnya niat Suimin yang akan menggunakan anak-anak Medan, karena anak daerah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain dari luar Medan, yaitu fanatisme.
"Kalau anak Medan sudah berkumpul dalam satu tim, fanatisme The Killer akan muncul dengan sendirinya. Kalau PSMS sudah bermain dengan fanatismenya, lawan manapun akan kesulitan menghadapinya," timpal Randiman.
Jumlah 200 pemain yang mengikuti seleksi sejak dari awal yang begitu mbludak ditambah pemain yang yang pernah merumput di Liga sebanyak 45 orang, membuktikan antusias masyarakat bola di Medan terhadap PSMS cukup tinggi dan harus disambut positif.
Secara terpisah, pelatih Suimin menegaskan pihaknya terpaksa mencoret Anda Hermawan dari seleksi PSMS karena sejak hari pertama hingga terakhir seleksi fisik (31/7, 1/8), pemain asal Pupuk Kaltim Bontang itu tidak hadir tanpa pemberitahuan sehingga digantikan Bananda.
Suimin juga mengakui sebelum pihaknya menetapkan pemain-pemain untuk masuk skuad tim A dan B, mereka seluruhnya akan menjalani tes kesehatan pada Senin (3/8) di Unimed Medan.
Empat pemain gagal tes kesehatan
Empat pemain seleksi PSMS Medan gagal menjalani tes kesehatan, setelah mangkir saat tes dilakukan di Unimed Medan, Selasa. Beruntung, keempatnya masih diberi toleransi untuk mengikuti tes pada hari lain.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Salah seorang tim talent scouting, H Saryono, ketika dikonfirmasi di Stadion Teladan Medan mengaku, keempatnya gagal tes kesehatan yang diwajibkan pengurus PSMS sebelum ditetapkan masuk skuad The Killer.
Tetapi ketidakhadiran mereka punya alasan dan pihak tim talent scouting bisa menerimanya. Keempatnya akan menjalani tes kesehatan pada hari lain yang ditentukan kemudian. Namun, bila tes kesehatan kedua nanti keempatnya juga absen, mereka akan mendapat sanksi pencoretan.
Hasil tes kesehatan itu pun belum ditetapkan jadwal pengumumannya, karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Ketua Umum Drs H Dzulmi Eldin MSi. Pelatih Suimin Dihardja mengaku, tes kesehatan merupakan salah satu syarat menjadi pemain PSMS dan ini telah ditetapkan Ketua Umum.
Pada seleksi Selasa, Suimin menggelar latihan game dan menempatkan beberapa pemain debutan di posisi striker seperti Jecky Pasarella, Chico Maradona, Hardi Citra, A Afandi, Irwansyah Sinaga dan Marwin Hanafi bersama pemain-pemain Liga seperti Nico Susanto dan Zulkarnaen.
Malah Suimin, menyadari tim asuhannya minim striker, mencoba centre back Chico Maradono yang memiliki shooting keras dan fisik yang memenuhi persyaratan menjadi striker. Sayangnya, Chico belum dapat memenuhi keinginan pelatih mengingat kebiasaannya sebagai pemain bawah masih cukup mempengaruhi permainannya.
"Namanya pun baru pertama kali, jadi biasalah penampilan Chico masih belum memuaskan. Tapi saya yakin dia akan menjadi striker handal," kata pelatih kampung tersebut.
Hal senada diungkapkan tiga mantan pemain PSMS, yakni Drs Benny Tomasoa, Nirwanto dan Suheri. Suheri malah memuji para gelandang yang sudah memperlihatkan gaya permainan PSMS.
“Seleksi akan terus dilakukan hingga sepekan ini,” timpal kandidat pengurus PSMS Julius Raja SE yang mendampingi Suimin.
“Pada Rabu pagi ini mulai pukul 10.00 WIB di Stadion Teladan, akan dilakukan tatap muka antara Ketua Umum PSMS bersama para kandidat pengurus dan calon pemain,” tambah Saryono.
Home Base di Kebun Bunga
Sedikit demi sedikit, persiapan pengurus PSMS membentuk tim yang tangguh untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2009/2010 mulai terlihat. Setelah menyeleksi pemain dan mempersiapkan pelatih, pengurus kini fokus membenahi Stadion Kebun Bunga. Stadion ini akan diplot sebagai home base, tempat latihan dan mes pemain.
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Senin (3/8) pagi, Ketua Umum PSMS, Dzulmi Eldin dan perangkat pengurus lainnya memantau kondisi stadion di Jalan Candi Borobudur Medan itu. Direncanakan, seluruh pemain yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan di mes lingkungan stadion.
“Urusan rehab stadion, dananya sudah ada dan sudah disetujui oleh DPRD. Kita tinggal menanti realisasi rehabnya saja. Yang jelas dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ungkap Ketua Harian PSMS, Randiman Tarigan, kemarin (3/8).
Bukan hanya Stadion Kebun Bunga yang diperbaiki. Stadion Teladan sebagai stadion Ayam Kinantan menjamu lawan-lawannya juga akan ’disulap’. Kabarnya, perbaikan stasion ini sedang dalam proses tender.
Berbicara soal kejelasan sumber dana untuk kompetisi, pengurus PSMS optimis akan segera tuntas. Menurut Randiman, sejauh ini tiga sumber dana dari sponsor masih terus dijajaki. Pengurus yakin PSMS bisa berbicara musim ini. “Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga. Untuk urusan sponsor sedang kita kejar. Intinya, PSMS pasti bisa bangkit kembali,” kata Randiman yakin.
Syukurnya, kata Randiman, pemain hasil seleksi tahap awal serta dan pelatih masih bertahan dengan kondisi ini. Kemarin, tes kesehatan sudah digelar. Saat ini seleksi sudah masuk tahapan pembentukan skuad utama dan skuad bayangan.
Pengurus boleh saja terlihat santai dan penuh percaya diri sampai saat ini. Namun sejumlah pemain yang diseleksi mulai menunjukkan kebimbangan. Eks pemain liga mulai menanyakan kejelasan masa depan bersama PSMS. Bahkan beberapa di antara mereka mulai sering absen. Pada seleksi terakhir kemarin, tercatat empat pemain tidak hadir yakni Affan Lubis, Doni F Siregar, Wijay dan Harry Syahputra. Ditengarai para pemain yang sudah punya nama ini mulai mengalihkan perhatian kepada klub lain yang masih membutuhkan tenaga mereka.
Doni Siregar misalnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini sedang memikirkan untuk memperpanjang kontraknya di Persijap. “Kalau ada yang lebih jelas, saya akan memutuskan yang terbaik bagi karir dan masa depan saya pastinya. Tapi untuk itu saya harus berpikir dengan jernih. Nanti pasti akan saya putuskan,” beber Doni, kemarin
Markus Horison Masih Mencari Klub yang Cocok
Kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison masih menganggur. Markus belum mendapat klub setelah mengakhiri kebersamaannya dengan PSMS Medan belum lama ini.
Markus memilih balik kandang dari Persik Kediri pada putaran 2 Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 lalu. Sayangnya, kehadirannya tak mampu menyelamatkan PSMS dari jurang degradasi.
PSMS akhirnya degradasi ke Divisi Utama setelah di babak play off, Juni 2009, dikalahkan Persebaya lewat sebuah drama adu penalti. Green Force pun menggantikan posisi PSMS di LSI 2009/2010.
Markus tak ingin berlaga di kasta kedua sepakbola nasional itu. Karena itu, dia memilih untuk meninggalkan PSMS. Namun, Markus belum mendapat klub yang diinginkannya.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Saat ini saya masih mencari klub yang cocok," kata markus saat dihubungi VIVAnews.
Persisam sempat menaruh hati kepada Markus. Namun, belakangan tim berjuluk Elang Borneo itu mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Markus. Saat ini, Persisam bahkan sudah menggelar TC di Batu Malang, tanpa kehadiran Markus.
"Saya masih berada di Medan. Sampai saat ini belum ada klub yang cocok. Karena itu, saya masih menunggu tawaran dari klub-klub yang lain," tandas Markus.
Tuesday, August 4, 2009
Markus Horison, Belum Sempat Telepon Mbah Surip
Kepergian Mbah Surip menyisakan duka yang mendalam di hati kiper tim nasional Indonesia, Markus Horison. Markus yang mengidolakan Mbah Surip belum sempat berbicara langsung dengan pelantun lagu 'Tak Gendong Kemana-mana' itu.
Markus merupakan idola Mbah Surip, demikian juga sebaliknya. Kedua figur publik ini memang saling mengidolakan.
Saat menghadiri sebuah acara di tvone, awal Juli 2009, Mbah Surip tidak segan-segan memeluk mantan kiper Persik Kediri dan PSMS Medan.
"Ini pemain idola saya. Ha..ha..ha," kata Mbah Surip dengan tawa khasnya.
Awalnya Markus kaget dengan sikap Mbah Surip itu. Namun, belakangan dia mengaku sangat tersanjung jadi idola Mbah Surip.
"Biasanya orang-orang yang mengidolakan Mbah Surip. Saya hampir tidak percaya kalau dia kenal dan mengidolakan saya," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Selasa 4 Agustus 2009.
Itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir Markus dengan Mbah Surip. Pasalnya, penyanyi nyentrik dengan rambut gimbal itu telah meninggal dunia, Selasa 4 Agustus 2009, sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saya baru dengar kabar ini saat membuka telepon genggam saya. Dan saya nyaris tidak percaya. Terus terang, saya sangat sedih dan nyaris tidak percaya dengan kabar ini," kata Markus.
Kesedihan Markus semakin dalam setelah dia gagal berkomunikasi langsung dengan fansnya itu. Padahal, sejak sepekan lalu, dia sudah mencari tahu nomor telepon Mbah Surip.
"Saya ingin sekali berbicara dengan Mbah Surip. Saya sudah minta nomornya sejak sepekan lalu kepada teman saya yang ada di Jakarta," lanjut Markus.
"Tapi sampai saat ini, saya tidak berhasil mendapatkannya. Kalau ada di Jakarta, saya pasti akan melayat almarhum. Selamat jalan Mbah Surip!" ujar Markus.
Friday, July 31, 2009
Wijay Pilih PSMS
Setelah ditunggu sekian hari, akhirnya Wijay memutuskan untuk turut ikut serta dalam seleksi pemain PSMS, Rabu (29/7). Seleksi yang diikuti Wijay ini merupakan seleksi terakhir sebelum masuk tahap 3 Jumat (31/7) besok di Stadion Teladan Medan.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
Sebelumnya, Wijay masih bimbang mengambil keputusan. Namun setelah berbicara dengan arsitek anyar PSMS, Suimin Diharja. Wijay akhirnya mengambil keputusan bergabung dengan PSMS.
Secara kebetulan, kontrak Wijay di Sriwijaya FC mantan klubnya musim lalu memang tak lagi diperpanjang. Terlebih Sriwijaya sudah kedatangan gelandang baru Ponaryo Astaman yang direkrut dari Persija. Maka itu, tempatnya di skuad Laskar Wong Kito pun gelap.
“Sebagia anak Medan, tentu saja saya berkeinginan main di PSMS. Untuk ke depannya, kita lihat saja perkembangannya. Yang jelas sosok pelatih Suimin juga mempengaruhi saya karena dia yang turut membesarkan nama saya,” bilang Wijay usai seleksi kemarin.
Hal itu tentu saja disambut baik oleh Suimin. Sebagai seorang pelatih, Suimin memang melihat ada bakat pada diri Wijay yang dibutuhkan PSMS dalam melakoni musim depan. Sayang, Wijay telat mengambil keputusan sehingga dia hanya mengikuti seleksi pada hari terakhir.
“Saya memang sempat berbicara kepada Wijay agar dirinya segera memberikan keputusan. Apakah mau ikuti seleksi di PSMS atau tidak sama sekali. Kalau mau, silahkan datang, kalau tidak ya sudah. Dan kita lihat bersama, dia hari datang seleksi, artinya dia mau bergabung bersama PSMS,” beber Suimin.
Kedatangan Wijay dalam mengikuti seleksi, ternyata membuat Suimin bisa tersenyum lebar. Tak hanya karena Wijay sudi ikuti seleksi di PSMS, tapi karena juga dirinya kedatangan tamu tak diundang yang juga ikuti seleksi di PSMS. Adalah Harry Sahputra, mantan bek Persema yang konon sempat memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Ivan Kolev beberapa tahun lalu.
Suimin bahkan sempat tak mengizinkan Harry untuk ikuti seleksi. Pasalnya seleksi yang digelar selama ini lebih diperuntukkan bagi pemain lokal. Namun, karena Suimin mendengar bahwa Harry juga anak Medan yang telah lama merantau ke Pulau Jawa, akhirnya Suimin mengizinkan Harry ikut seleksi.
“Saya sempat tolak Harry ikuti seleksi. Tapi, rupanya dia juga pemain asal Medan. Maka, saya izinkan. Jadi hari ini saya merasa cukup beruntung, karena ada dua pemain liga yang datang dan ikuti seleksi,” terang Suimin.
Dengan hadirnya kedua pemain itu, lini tengah PSMS dan lini belakang tampaknya tak mengalami kendala berarti. Sayang, lini depan masih kosong dari talenta yang dibutuhkan tim.
Oleh karena itu, ke depannya Suimin mungkin saja merekrut pemain asing untuk mengisi lowongan di posisi ujung tombak. Namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Suimin mengaku masih akan menanti regulasi dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), terkait peraturan pemain asing di Divisi Utama. “Kita masih akan tunggu keputusan BLI, apakah pemain asing yang boleh bermain di Divisi Utama itu harus berasal dari Asia atau boleh juga berasa dari benua lainnya. Kalau hal itu sudah mendapatkan kepastian, mungkin kita akan mencoba ajukan kebutuhan akan pemain asing kepada pengurus,” pungkas Suimin.
47 calon Pemain Berkostum Kinantan
SEBANYAK 47 pemain akhirnya dinyatakan lolos seleksi pemain PSMS tahap kedua. Selanjutnya, 47 pemain itu akan kembali dites fisiknya dan kesehatannya. Kalau memenuhi kriteria, sebanyak 47 pemain akan segera berseragam PSMS.
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Sebanyak 47 pemain itu, dikatakan Suimin Diharja pelatih PSMS akan dibagi ke dalam dua tim. Tim utama dan tim bayangan. Artinya, jumlah itu kemungkinan tidak akan berkurang lagi, kecuali kalau memang ditemukan kriteria yang memang tak memenuhi syarat sama sekali.
Dari setiap posisi, dikatakan Suimin akan ditempati oleh 4 pemain. Mulai dari posisi penjaga gawang, bek kanan bek kiri bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri dan penyerang. Ditotal, jumlahnya 47 pemain.
Untuk masuk skuad utama, nantinya akan ada negosiasi dari manajemen. Dari empat itu, diutamakan yang paling tinggi nilainya. Kalau dua pemain teratas dari empat posisi itu gagal negosiasi, maka dua pemain yang berada di bawahnya otomatis akan naik ke skuad utama.
“Sesuai keinginan pengurus yang ingin membentuk dua tim, maka kami putuskan akan mengambil 47 pemain. Dari jumlah itu akan dibagi 4 orang dari tiap-tiap posisi,” kata Suimin usai seleksi kemarin di Stadin Teladan.
Selanjutnya, ke 47 pemain itu akan dites kembali fisiknya dan kesehatannya. Menurut jadwal, tes fisik akan digelar di Stadion Teladan pada Jumat (31/7) nanti. Dan tes kesehatan akan segera digeber pada Sabtu (1/8) di Rumah Sakit Umum di Medan.
Kalau para pemain terpilih lolos tes tahap akhir, seragam PSMS akan segera melekat di tubuh mereka. Pengumuman skuad PSMS terpilih akan segera diumumkan usai tes kesehatan digelar, atau paling lama Senin (3/8) mendatang
Wednesday, July 29, 2009
Tiga Sponsor Mendekat
MEDAN- Turun kasta bukan berarti surut rezeki. Meski PSMS tidak lagi berlaga di Indonesian Super League (ISL), klub kebanggaan warga Medan ini masih diminati investor. Beberapa sponsor kini sudah mendekati kata sepakat dengan manajemen PSMS. Bila kedua belah pihak setuju, pengurus Ayam Kinantan bisa tersenyum. Beban biaya menjalani musim kompetisi Divisi Utama 2009/2010 akan lebih ringan.
“Untuk sponsor sudah ada tanda-tanda sepakat. Kalau sudah benar-benar sepakat, kita akan segera umumkan,” kata Randiman di Stadion Teladan Senin (27/7) kemarin.
Mantan Manajer PSMS yang digadang-gadang akan diplot menjadi Ketua Harian PSMS merangkap manajer ini belum mau menjelaskan bentuk kesepakatan dimaksud. “Nantilah kita terangkan. Kita kan baru mulai, jadi wajar saja kas masih nol. Tapi dalam waktu dekat semoga saja kita akan mendapatkan sponsor,” lanjut mantan Kadis Pertamanan Kota Medan itu.
Sponsorship itu sendiri, katakan Randiman berasal dari dalam negeri. Jawaban itu sekaligus menepis rumors yang menyebutkan bahwa ada perusahaan asing dari negeri tetangga yang siap mensponsori PSMS. “Sejauh ini masih dari dalam negeri,” beber Randiman.
“Kami sudah kirimkan agrementnya, tapi kami tidak bisa memaksa dan masih menunggu adanya penandatangan kontrak,” katanya lagi.
Randiman menambahkan, sekarang ini pihaknya tetap bekerja keras dan masih membuka lebar bagi perusahaan atau pihak yang ingin menjadi donatur PSMS. Ketika disinggung berapa anggaran yang dibutuhkan tahap awal ini, dirinya enggan membeberkan. Tapi, dia hanya menyebutkan PSMS memang butuh anggaran untuk eksistensinya agar bisa masuk ke ISL.
Sebelumnya beredar kabar, ada tiga sponsor yang saat ini dibidik manajemen PSMS. Informasi yang diterima wartawan koran ini, ketiga bakal donatur yang sudah dijajaki yakni Petronas, Diadora dan Unilever. Tapi, hingga kini ketiganya belum menyatakan setuju.
Selain sponsor baru, eks manajer PSMS musim lalu di bawah bendera PT Togos Gopas, Sihar Sitorus menyatakan minatnya membantu. Sihar memberi sinyal, pihaknya menantikan proposal dari manajemen baru PSMS. “Saya lihat dululah proposalnya,” katanya singkat, belum lama ini.
Menanggapi penawaran Sihar, pengurus tak ingin menampik niat baik seseorang. “Kalau memang benar Sihar mau jadi sponsor kita lagi, tentu akan kami sambut baik. Tapi untuk pengelolaan, tetap kita yang akan pegang,” bilang Randiman
“Untuk sponsor sudah ada tanda-tanda sepakat. Kalau sudah benar-benar sepakat, kita akan segera umumkan,” kata Randiman di Stadion Teladan Senin (27/7) kemarin.
Mantan Manajer PSMS yang digadang-gadang akan diplot menjadi Ketua Harian PSMS merangkap manajer ini belum mau menjelaskan bentuk kesepakatan dimaksud. “Nantilah kita terangkan. Kita kan baru mulai, jadi wajar saja kas masih nol. Tapi dalam waktu dekat semoga saja kita akan mendapatkan sponsor,” lanjut mantan Kadis Pertamanan Kota Medan itu.
Sponsorship itu sendiri, katakan Randiman berasal dari dalam negeri. Jawaban itu sekaligus menepis rumors yang menyebutkan bahwa ada perusahaan asing dari negeri tetangga yang siap mensponsori PSMS. “Sejauh ini masih dari dalam negeri,” beber Randiman.
“Kami sudah kirimkan agrementnya, tapi kami tidak bisa memaksa dan masih menunggu adanya penandatangan kontrak,” katanya lagi.
Randiman menambahkan, sekarang ini pihaknya tetap bekerja keras dan masih membuka lebar bagi perusahaan atau pihak yang ingin menjadi donatur PSMS. Ketika disinggung berapa anggaran yang dibutuhkan tahap awal ini, dirinya enggan membeberkan. Tapi, dia hanya menyebutkan PSMS memang butuh anggaran untuk eksistensinya agar bisa masuk ke ISL.
Sebelumnya beredar kabar, ada tiga sponsor yang saat ini dibidik manajemen PSMS. Informasi yang diterima wartawan koran ini, ketiga bakal donatur yang sudah dijajaki yakni Petronas, Diadora dan Unilever. Tapi, hingga kini ketiganya belum menyatakan setuju.
Selain sponsor baru, eks manajer PSMS musim lalu di bawah bendera PT Togos Gopas, Sihar Sitorus menyatakan minatnya membantu. Sihar memberi sinyal, pihaknya menantikan proposal dari manajemen baru PSMS. “Saya lihat dululah proposalnya,” katanya singkat, belum lama ini.
Menanggapi penawaran Sihar, pengurus tak ingin menampik niat baik seseorang. “Kalau memang benar Sihar mau jadi sponsor kita lagi, tentu akan kami sambut baik. Tapi untuk pengelolaan, tetap kita yang akan pegang,” bilang Randiman
Dua Tim, Diumumkan Rabu
Nama besar PSMS memang bagai magnet. Seleksi pemain tetap menarik minat 45 pemain yang pernah merasakan ingar bingar liga. Di antara jumlah itu, terdapat beberapa nama mantan pemain PSMS musim lalu. Mereka adalah Erwinsyah Hasibuan, Affan Lubis, Reswandi dan Bambang Trisanjaya. Tak ketinggalan Doni F Siregar, mantan gelandang Persijap. Sedangkan Wijay, mantan gelandang Sriwijaya FC tak terlihat batang hidungnya.
Suimin Diharja, arsitek anyar PSMS mengatakan akan segera mengumumkan siapa saja pemain yang berhak bergabung dengan skuad Ayam Kinantan, pada Rabu (29/7) nanti. Nama-nama itu masih akan diseleksi tahap dua bidang fisik dan kesehatan.
Hari pertama seleksi bagi mantan pemain liga, Suimin mengaku sudah mulai melihat bakat-bakat yang dibutuhkan tim. “Tapi namanya belum boleh saya sampaikan, karena besok-besok pemain itu takutnya tak bermain maksimal lagi,” beber mantan pelatih Persikabo itu.
Untuk membentuk skuad, tampaknya Suimin harus lebih jeli. Pasalnya pengurus meminta skuad PSMS akan terdiri dari dua tim, Tim A dan Tim B. Tim A sebagai tim inti yang akan diturunkan di kompetisi reguler, sedangkan Tim B menjadi tim pelapis skuad inti. Tim ini juga menjadi bagian program pembinaan pemain muda lokal kota Medan.
“Ini yang harus kembali dibicarakan. Kalau benar mau dibentuk dua tim, yang pasti harus ada garis komando yang jelas agar pemain itu mendapatkan porsi latihan yang sama,” kata Suimin.
Jika suatu saat Tim A butuh pemain, memang pengurus tidak repot lagi mencari pemain baru. Selain bisa menghemat anggaran, juga dianggap lebih tepat sasaran dalam urusan regenerasi pemain. “Saya setuju saja tim dibentuk jadi dua. Asalkan formatnya selaras,” pungkas Suimin
Suimin Diharja, arsitek anyar PSMS mengatakan akan segera mengumumkan siapa saja pemain yang berhak bergabung dengan skuad Ayam Kinantan, pada Rabu (29/7) nanti. Nama-nama itu masih akan diseleksi tahap dua bidang fisik dan kesehatan.
Hari pertama seleksi bagi mantan pemain liga, Suimin mengaku sudah mulai melihat bakat-bakat yang dibutuhkan tim. “Tapi namanya belum boleh saya sampaikan, karena besok-besok pemain itu takutnya tak bermain maksimal lagi,” beber mantan pelatih Persikabo itu.
Untuk membentuk skuad, tampaknya Suimin harus lebih jeli. Pasalnya pengurus meminta skuad PSMS akan terdiri dari dua tim, Tim A dan Tim B. Tim A sebagai tim inti yang akan diturunkan di kompetisi reguler, sedangkan Tim B menjadi tim pelapis skuad inti. Tim ini juga menjadi bagian program pembinaan pemain muda lokal kota Medan.
“Ini yang harus kembali dibicarakan. Kalau benar mau dibentuk dua tim, yang pasti harus ada garis komando yang jelas agar pemain itu mendapatkan porsi latihan yang sama,” kata Suimin.
Jika suatu saat Tim A butuh pemain, memang pengurus tidak repot lagi mencari pemain baru. Selain bisa menghemat anggaran, juga dianggap lebih tepat sasaran dalam urusan regenerasi pemain. “Saya setuju saja tim dibentuk jadi dua. Asalkan formatnya selaras,” pungkas Suimin
Monday, July 27, 2009
Rampung Pekan Ini
Suimin Diharja, Arsitek anyar PSMS akan mengumumkan skuad PSMS dalam kurun waktu satu pekan ke depan. Kalau semuanya berjalan sesuai dengan rencana mungkin, Senin (3/8) sudah rampung.
Sejauh ini, proses perekrutan pemain masih digelar dengan cara seleksi. Tiga hari lalu waktunya pemain non liga diuji kemampuannya. Rencananya Senin (27/7) ini giliran pemain liga yang akan dites.
Itupun belum serta merta selesai. Tes fisik dan kesehatan juga akan digelar dalam pekan-pekan ini. “Kalau semua berjalan lancar, kita akan segera umumkan skuad pilihan kita, Senin awal Agustus nanti. Setelah tim terbentuk, proses latihan akan langsung digelar secepatnya,” terang Suimin Sabtu (25/7) kemarin.
Untuk prosesi menentukan skuad, tak hanya kualitas yang dicari Suimin. Kondisi PSMS yang tengah sekarat dalam pembiayaan, harus diutarakan juga kepada pemain terpilih. “Ini yang harus diutarakan kepada para pemain. Saya akan tanyakan komitmen mereka, apakah mereka siap bermain untuk PSMS dengan kondisi saat ini atau tidak. Kalau tidak siap, maka silahkan angkat kaki dari PSMS,” lanjut Suimin.
Rencana awalnya, skuad PSMS akan dihuni sekitar 23 pemain. Ditambah beberapa pemain usia muda yang siap dibina untuk ke depannya. Sedangkan siapa yang bakal menjadi asisten Suimin, itu belum terjadi dalam waktu dekat ini. Namun beberapa calon sudah ada di benak Suimin. “Pokoknya segala sesuatu tentang kerangka tim akan segera kita umumkan secepatnya. Ini sudah cukup mendesak maka itu semua pihak harus bersama-sama bekerja demi kemajuan PSMS ke depannya,” pungkas pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu.
Sejauh ini, proses perekrutan pemain masih digelar dengan cara seleksi. Tiga hari lalu waktunya pemain non liga diuji kemampuannya. Rencananya Senin (27/7) ini giliran pemain liga yang akan dites.
Itupun belum serta merta selesai. Tes fisik dan kesehatan juga akan digelar dalam pekan-pekan ini. “Kalau semua berjalan lancar, kita akan segera umumkan skuad pilihan kita, Senin awal Agustus nanti. Setelah tim terbentuk, proses latihan akan langsung digelar secepatnya,” terang Suimin Sabtu (25/7) kemarin.
Untuk prosesi menentukan skuad, tak hanya kualitas yang dicari Suimin. Kondisi PSMS yang tengah sekarat dalam pembiayaan, harus diutarakan juga kepada pemain terpilih. “Ini yang harus diutarakan kepada para pemain. Saya akan tanyakan komitmen mereka, apakah mereka siap bermain untuk PSMS dengan kondisi saat ini atau tidak. Kalau tidak siap, maka silahkan angkat kaki dari PSMS,” lanjut Suimin.
Rencana awalnya, skuad PSMS akan dihuni sekitar 23 pemain. Ditambah beberapa pemain usia muda yang siap dibina untuk ke depannya. Sedangkan siapa yang bakal menjadi asisten Suimin, itu belum terjadi dalam waktu dekat ini. Namun beberapa calon sudah ada di benak Suimin. “Pokoknya segala sesuatu tentang kerangka tim akan segera kita umumkan secepatnya. Ini sudah cukup mendesak maka itu semua pihak harus bersama-sama bekerja demi kemajuan PSMS ke depannya,” pungkas pelatih yang telah mengantongi lisensi A itu.
Tak Semua Dukung Suimin
Kepulangan Suimin ‘Pelatih Kampung’ Diharja menangani PSMS banyak mendapat apresiasi positif dari pecinta sepak bola di Medan. Namun, benarkah semuanya setuju?
Jawabnya, tidak. Adalah barisan pendukung Ayam Kinantan, PSMS Medan Fans Club, yang menantang. Bahkan, Sekum PSMS Medan Fans Club, Tatang Tarigan, mengutarakan hal itu baru-baru ini secara terbuka. Ada beberapa poin dari sosok Suimin yang tak disukai oleh mereka.
“Jujur saja kami sangat kecewa dengan keputusan pengurus untuk memakai Suimin sebagai pelatih. Selain track record yang kurang bagus, masih ingat dalam ingatan kami bahwa Suimin pernah memilih menyeberang ke PSPS Pekan Baru karena nilai kontraknya lebih besar dari yang ditawarkan PSMS. Kami yakin hal ini bakal kembali terulang ketika Suimin kembali menaikkan pamornya dengan menukangi PSMS,” beber Tatang.
Menjawab hal itu, Suimin dengan tegas menyatakan akan tetap membela PSMS selama masih dibutuhkan. Bahkan Suimin berniat pensiun di PSMS.
“Terimakasih dengan ungkapan yang disampaikan kawan-kawan. Bagi saya ini salah satu masukan yang harus diterima dengan lapang dada. Kalau memang mereka tidak percaya, yang jelas saya berniat pensiun melatih di PSMS. Niat saya menukangi PSMS musim ini lebih dikarenakan tanggungjawab moral sebagai warga Medan,” beber Suimin.
Pemilihan Sumin sebagai pelatih didasari oleh pemikiran pengurus PSMS yang baru, yang menganggap ‘Pelatih Kampung’ ini dianggap layak mengembalikan kejayaan PSMS. Setidaknya, hal itu terbukti ketika Suimin mampu mengangkat pamor PSMS ke sepak bola nasional beberapa musim lalu.
Yang menjadi masalah sekarang adalah kepastian dana bagi PSMS. Keadaan yang tidak jelas malah menimbulkan rumor baru. Ya, berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar Sitorus pengelola PSMS musim lalu, akan kembali digandeng untuk ikut membantu keuangan PSMS.
Menariknya, pihak pengurus tidak menepis rumor itu. Tapi sayangnya hal itu juga masih belum dapat dipastikan secara rinci. Pasalnya kedua pihak sama-sama belum bertemu dan membicarakan hal ini.
Dari pihak pengurus lewat Julius Raja, yang ditemui wartawan koran ini Jumat (24/7) kemarin di Stadion Teladan mengatakan, memang arah ke sana tak tertutup. “Kalau Sihar memang mau menjadi sponsor, kenapa kita harus halangi. Itu sebuah kerjasama yang memang kita harapkan,” terang Julius Raja.
Tapi dikatakan Julius, kalau pun nantinya ada kesepakatan antara pengurus dengan Sihar, maka yang terjadi hanyalah kerjasama sebagai sponsorship belaka. Tidak akan ada kesempatan untuk Sihar untuk kembali menjadi pengelola PSMS. “Kalau memang dia mau jadi sponsor, kita akan sambut baik. Tapi tampaknya kesempatan untuk kepengelolaan tak lagi ada untuk dia,” lanjut Sihar. Masalahnya, apakah Sihar mau kembali menggelontorkan uangnya untuk PSMS?
Secara spesifik, Sihar sama sekali tak mencerminkan niatannya itu. Dihubungi kemarin, Sihar mengaku belum ada dihubungi pihak pengurus untuk masalah satu ini. “Tak satu pun pengurus yang menghubungi saya akan hal ini,” jawabnya singkat via pesan singkatnya.
Artinya, kesempatan Sihar kembali ke PSMS tak lebih dari hubungan sponsorshipnya saja. Tak lebih dari itu. “Memang begitu, pengelolaan musim ini akan tetap kita tangani sendiri,” beber Julius Raja lagi.
Untuk urusan cari sponsor, kabarnya pengurus memang sedang galak mengendusnya. Beberapa waktu lalu, Randiman Tarigan menegaskan bahwa sudah ada beberapa sponsor yang sudah siap membantu PSMS musim ini. Beni Tomasoa dari PT PSMS juga mengutarakan hal serupa. Sayangnya belum ada satupun yang jelas.
Jawabnya, tidak. Adalah barisan pendukung Ayam Kinantan, PSMS Medan Fans Club, yang menantang. Bahkan, Sekum PSMS Medan Fans Club, Tatang Tarigan, mengutarakan hal itu baru-baru ini secara terbuka. Ada beberapa poin dari sosok Suimin yang tak disukai oleh mereka.
“Jujur saja kami sangat kecewa dengan keputusan pengurus untuk memakai Suimin sebagai pelatih. Selain track record yang kurang bagus, masih ingat dalam ingatan kami bahwa Suimin pernah memilih menyeberang ke PSPS Pekan Baru karena nilai kontraknya lebih besar dari yang ditawarkan PSMS. Kami yakin hal ini bakal kembali terulang ketika Suimin kembali menaikkan pamornya dengan menukangi PSMS,” beber Tatang.
Menjawab hal itu, Suimin dengan tegas menyatakan akan tetap membela PSMS selama masih dibutuhkan. Bahkan Suimin berniat pensiun di PSMS.
“Terimakasih dengan ungkapan yang disampaikan kawan-kawan. Bagi saya ini salah satu masukan yang harus diterima dengan lapang dada. Kalau memang mereka tidak percaya, yang jelas saya berniat pensiun melatih di PSMS. Niat saya menukangi PSMS musim ini lebih dikarenakan tanggungjawab moral sebagai warga Medan,” beber Suimin.
Pemilihan Sumin sebagai pelatih didasari oleh pemikiran pengurus PSMS yang baru, yang menganggap ‘Pelatih Kampung’ ini dianggap layak mengembalikan kejayaan PSMS. Setidaknya, hal itu terbukti ketika Suimin mampu mengangkat pamor PSMS ke sepak bola nasional beberapa musim lalu.
Yang menjadi masalah sekarang adalah kepastian dana bagi PSMS. Keadaan yang tidak jelas malah menimbulkan rumor baru. Ya, berhembus kabar yang menyebutkan bahwa Sihar Sitorus pengelola PSMS musim lalu, akan kembali digandeng untuk ikut membantu keuangan PSMS.
Menariknya, pihak pengurus tidak menepis rumor itu. Tapi sayangnya hal itu juga masih belum dapat dipastikan secara rinci. Pasalnya kedua pihak sama-sama belum bertemu dan membicarakan hal ini.
Dari pihak pengurus lewat Julius Raja, yang ditemui wartawan koran ini Jumat (24/7) kemarin di Stadion Teladan mengatakan, memang arah ke sana tak tertutup. “Kalau Sihar memang mau menjadi sponsor, kenapa kita harus halangi. Itu sebuah kerjasama yang memang kita harapkan,” terang Julius Raja.
Tapi dikatakan Julius, kalau pun nantinya ada kesepakatan antara pengurus dengan Sihar, maka yang terjadi hanyalah kerjasama sebagai sponsorship belaka. Tidak akan ada kesempatan untuk Sihar untuk kembali menjadi pengelola PSMS. “Kalau memang dia mau jadi sponsor, kita akan sambut baik. Tapi tampaknya kesempatan untuk kepengelolaan tak lagi ada untuk dia,” lanjut Sihar. Masalahnya, apakah Sihar mau kembali menggelontorkan uangnya untuk PSMS?
Secara spesifik, Sihar sama sekali tak mencerminkan niatannya itu. Dihubungi kemarin, Sihar mengaku belum ada dihubungi pihak pengurus untuk masalah satu ini. “Tak satu pun pengurus yang menghubungi saya akan hal ini,” jawabnya singkat via pesan singkatnya.
Artinya, kesempatan Sihar kembali ke PSMS tak lebih dari hubungan sponsorshipnya saja. Tak lebih dari itu. “Memang begitu, pengelolaan musim ini akan tetap kita tangani sendiri,” beber Julius Raja lagi.
Untuk urusan cari sponsor, kabarnya pengurus memang sedang galak mengendusnya. Beberapa waktu lalu, Randiman Tarigan menegaskan bahwa sudah ada beberapa sponsor yang sudah siap membantu PSMS musim ini. Beni Tomasoa dari PT PSMS juga mengutarakan hal serupa. Sayangnya belum ada satupun yang jelas.
Senin, seleksi PSMS tahap II
Sejumlah pemain yang pernah berkibar di kompetisi Liga Super Indonesia dan Divisi Utama akan mengadu kemampuan dengan pemain-pemain debutan yang lolos dari seleksi tahap pertama PSMS di Stadion Teladan Medan, Senin sore ini pukul 15.00 WIB.
Tercatat sejumlah 18 nama-nama yang pernah membawa PSMS ke semifinal Liga Indonesia dan finalis Liga Super Indonesia akan merumput di seleksi tahap kedua PSMS melawan pemain-pemain hasil pilihan tim penilai yang dibentuk Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi.
Mereka yang terlihat menyaksikan jalannya seleksi tahap pertama, antara lain Selamat Riyadi, M Halim, M Syahbani, M Affan Nasution, Bona Simajuntak, Nico Susanto, Reswandi, Vijai, Tri Yudha Handoko, Didi Firmansyah Hermawan, Bambang Tri Sanjaya dan lainnya.
Sementara pemain-pemain debutan yang terpilih adalah Haryanto, Gunawan, Deli Sulistia, Ahmad Maulana, Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi Sembiring, Hadi Putra, Citra Kesuma, Chandra Syahputra, Syaiful Mahodeng, Kamil, Hadi Citra, Ridho, Febry, Sujex, Sayuti Nasution, Erwin, Roy David, Anggi, Haris, Ariwan, Andi Afdel dan Raci.
Salah seorang tim penilai AKP Suryanto Herman menyebutkan, ke-25 pemain debutan tersebut yang merupakan terpilih lolos seleksi tahap pertama diminta hadir di Stadion Teladan, Senin.
Seperti disebutkan sumber, pelatih Suimin Dihardja akan terlibat dalam seleksi tahap kedua dan mempunyai hak penuh memilih pemain yang akan memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama nanti.
Tercatat sejumlah 18 nama-nama yang pernah membawa PSMS ke semifinal Liga Indonesia dan finalis Liga Super Indonesia akan merumput di seleksi tahap kedua PSMS melawan pemain-pemain hasil pilihan tim penilai yang dibentuk Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi.
Mereka yang terlihat menyaksikan jalannya seleksi tahap pertama, antara lain Selamat Riyadi, M Halim, M Syahbani, M Affan Nasution, Bona Simajuntak, Nico Susanto, Reswandi, Vijai, Tri Yudha Handoko, Didi Firmansyah Hermawan, Bambang Tri Sanjaya dan lainnya.
Sementara pemain-pemain debutan yang terpilih adalah Haryanto, Gunawan, Deli Sulistia, Ahmad Maulana, Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi Sembiring, Hadi Putra, Citra Kesuma, Chandra Syahputra, Syaiful Mahodeng, Kamil, Hadi Citra, Ridho, Febry, Sujex, Sayuti Nasution, Erwin, Roy David, Anggi, Haris, Ariwan, Andi Afdel dan Raci.
Salah seorang tim penilai AKP Suryanto Herman menyebutkan, ke-25 pemain debutan tersebut yang merupakan terpilih lolos seleksi tahap pertama diminta hadir di Stadion Teladan, Senin.
Seperti disebutkan sumber, pelatih Suimin Dihardja akan terlibat dalam seleksi tahap kedua dan mempunyai hak penuh memilih pemain yang akan memperkuat skuad Ayam Kinantan pada kompetisi Divisi Utama nanti.
30 nama masuk nominasi
Sejumlah 30 pemain masuk nominasi lolos seleksi tahap pertama pembentukan tim PSMS Medan ke kompetisi Divisi Utama 2009/2010, Sabtu.
Ke-30 pemain ini nantinya akan kembali menjalani seleksi tahap kedua bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia dan Divisi Utama musim lalu di Stadion Teladan Medan mulai Senin besok.
Salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, didampingi Julius Raja SE dan H Saryono menilai, sejumlah pemain tersebut memiliki kemampuan yang lebih dari pemain lainnya serta jam terbang bermain yang cukup baik.
Suryanto juga mengakui, untuk mengumumkan nama-nama pemain yang lolos seleksi seyogyanya dilakukan Sabtu, namun karena antusias pesepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim The Killer, maka tim penilai yang terdiri dari Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi menundanya.
"Untuk seleksi tahap terakhir Sabtu kemarin saja ada 20 pemain yang mendaftarkan diri dan ini juga memerlukan waktu untuk menseleksi mereka," kata pengurus klub PO Polisi tersebut.
“Direncanakan Minggu ini, nama-nama mereka bisa diumumkan. Penundaan tersebut juga memerlukan waktu bagi tim penilai untuk berkonsultasi dengan Ketua Umum PSMS terpilih Drs H Dzulmi Eldin MSi,” lanjut Herman.
Dari pantauan Waspada, ke-30 nama-nama yang masuk nominasi di antaranya Hidayat Berutu, Gunawan, Haryanto, Deli Sulistia (penjaga gawang), ditambah Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi, Hadi Putra, Chandra, Syaiful, Citra, Kamil, Hadi Citra, Andi Haris, Sayuti Nasution, Roy David, Erwin, Anggi, Sujek, Ridho, Febri dan Roby
Ke-30 pemain ini nantinya akan kembali menjalani seleksi tahap kedua bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia dan Divisi Utama musim lalu di Stadion Teladan Medan mulai Senin besok.
Salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, didampingi Julius Raja SE dan H Saryono menilai, sejumlah pemain tersebut memiliki kemampuan yang lebih dari pemain lainnya serta jam terbang bermain yang cukup baik.
Suryanto juga mengakui, untuk mengumumkan nama-nama pemain yang lolos seleksi seyogyanya dilakukan Sabtu, namun karena antusias pesepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim The Killer, maka tim penilai yang terdiri dari Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi menundanya.
"Untuk seleksi tahap terakhir Sabtu kemarin saja ada 20 pemain yang mendaftarkan diri dan ini juga memerlukan waktu untuk menseleksi mereka," kata pengurus klub PO Polisi tersebut.
“Direncanakan Minggu ini, nama-nama mereka bisa diumumkan. Penundaan tersebut juga memerlukan waktu bagi tim penilai untuk berkonsultasi dengan Ketua Umum PSMS terpilih Drs H Dzulmi Eldin MSi,” lanjut Herman.
Dari pantauan Waspada, ke-30 nama-nama yang masuk nominasi di antaranya Hidayat Berutu, Gunawan, Haryanto, Deli Sulistia (penjaga gawang), ditambah Bahrum, Chiko, Majid, Rinaldi, Hadi Putra, Chandra, Syaiful, Citra, Kamil, Hadi Citra, Andi Haris, Sayuti Nasution, Roy David, Erwin, Anggi, Sujek, Ridho, Febri dan Roby
Hari ini tahap I berakhir
Antusias para pemain sepakbola di Medan dan sekitarnya begitu besar mengikuti seleksi pembentukan tim PSMS Medan, hingga membuat tim penilai mudah memilih pemain masuk ke skuad Ayam Kinantan menghadapi kompetisi Divisi Utama 2009/2010.
Demikian dikatakan salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, di Stadion Teladan Medan, Jumat. Menurutnya, selama dua hari jalannya seleksi telah melebihi jumlah 200 orang peserta, namun hanya beberapa pemain yang lolos seleksi tahap pertama.
"Pada Sabtu ini, nama-nama pemain yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan," ujar Herman didampingi rekannya, H Saryono.
Para pemain yang lolos ini nantinya akan kembali mengikuti seleksi tahap kedua pada Senin (27/7) nanti bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia maupun Divisi Utama musim lalu.
Bagi pemain yang berhasil lolos seleksi tahap kedua, akan diajukan kepada pelatih sebelum resmi ditetapkan masuk skuad Ayam Kinantan. Sebelumnya, hasil seleksi akan dievaluasi Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Drs H Randiman Tarigan MAP bersama tim penilai.
Dengan mekanisme seperti ini, diakui pula oleh anggota tim penilai lainnya, Julius Raja SE, akan ditemukan pemain-pemain yang berkualitas sehingga harapan menaikkan kembali pamor The Killer ke kasta Liga Indonesia terwujud.
Sebelumnya, Randiman Tarigan yang didominasikan menjadi Ketua Harian PSMS periode 2009/2013 berharap, dalam seleksi ini akan muncul pemain-pemain berkualitas. Pihaknya sendiri tidak memberi prioritas terhadap pemain tertentu, di mana semua peserta seleksi wajib menjalani proses seleksi khususnya segi kesehatan.
Tim penilai PSMS terdiri dari para mantan pemain PSMS dan pelatih klub-klub anggota PSMS seperti Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi.
Demikian dikatakan salah seorang tim penilai, AKP Suryanto Herman, di Stadion Teladan Medan, Jumat. Menurutnya, selama dua hari jalannya seleksi telah melebihi jumlah 200 orang peserta, namun hanya beberapa pemain yang lolos seleksi tahap pertama.
"Pada Sabtu ini, nama-nama pemain yang lolos seleksi tahap pertama akan diumumkan," ujar Herman didampingi rekannya, H Saryono.
Para pemain yang lolos ini nantinya akan kembali mengikuti seleksi tahap kedua pada Senin (27/7) nanti bersama pemain-pemain yang pernah mengikuti Liga Super Indonesia maupun Divisi Utama musim lalu.
Bagi pemain yang berhasil lolos seleksi tahap kedua, akan diajukan kepada pelatih sebelum resmi ditetapkan masuk skuad Ayam Kinantan. Sebelumnya, hasil seleksi akan dievaluasi Ketua Umum PSMS Drs H Dzulmi Eldin MSi dan Drs H Randiman Tarigan MAP bersama tim penilai.
Dengan mekanisme seperti ini, diakui pula oleh anggota tim penilai lainnya, Julius Raja SE, akan ditemukan pemain-pemain yang berkualitas sehingga harapan menaikkan kembali pamor The Killer ke kasta Liga Indonesia terwujud.
Sebelumnya, Randiman Tarigan yang didominasikan menjadi Ketua Harian PSMS periode 2009/2013 berharap, dalam seleksi ini akan muncul pemain-pemain berkualitas. Pihaknya sendiri tidak memberi prioritas terhadap pemain tertentu, di mana semua peserta seleksi wajib menjalani proses seleksi khususnya segi kesehatan.
Tim penilai PSMS terdiri dari para mantan pemain PSMS dan pelatih klub-klub anggota PSMS seperti Jamaluddin Hutauruk, Suharto, Khaidir, Suyono, Mardianto dan Lestiadi.
Bangkitkan semangat kedaerahan
Mantan pemain nasional dan PSMS, H Dollah Unai menilai, fanatisme semangat kedaerahan pemain PSMS dalam musim kompetisi lalu mulai mengendur dan hendaknya dapat terangkat kembali menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2009/2010.
"Saya optimis fanatisme pemain akan bangkit dengan dukungan masyarakat Medan dan sekitarnya," terang Dollah Unai saat menyaksikan seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis.
Untuk membangkitkan fanatisme, tentunya dibutuhkan pemain yang memiliki talenta semangat kedaerahan. "Dengan mencintai daerahnya sendiri, tentunya si pemain akan tampil ngotot dengan semangat juang memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan," ujar Dollah Unai yang juga mantan pelatih Perlis Malaysia ini.
Kegagalan PSMS di Liga Super Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi. Dollah pun sependapat pemain lokal hendaknya diutamakan dengan syarat layak dan memiliki kemampuan.
“Dulu banyak pemain PSMS dari daerah perkebunan, sebut saja Sunardi A, Sunardi B, Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Yusuf Siregar, Cornell Siahaan, Saiban dan lainnya. Mereka pun telah mengharumkan PSMS di kancah nasional dan internasional," ujar Dollah Unai yang senantiasa memantau perkembangan PSMS.
Dollah Unai juga menyampaikan harapan kepada Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang baru dilantik oleh Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE, Rabu (22/7), turut memperhatikan dan melihat langsung persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Saya yakin Walikota dapat memberikan motivasi, apalagi beliau adalah orang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.
"Saya optimis fanatisme pemain akan bangkit dengan dukungan masyarakat Medan dan sekitarnya," terang Dollah Unai saat menyaksikan seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis.
Untuk membangkitkan fanatisme, tentunya dibutuhkan pemain yang memiliki talenta semangat kedaerahan. "Dengan mencintai daerahnya sendiri, tentunya si pemain akan tampil ngotot dengan semangat juang memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan," ujar Dollah Unai yang juga mantan pelatih Perlis Malaysia ini.
Kegagalan PSMS di Liga Super Indonesia hendaknya dapat menjadikan pelajaran berharga agar tidak terulang lagi. Dollah pun sependapat pemain lokal hendaknya diutamakan dengan syarat layak dan memiliki kemampuan.
“Dulu banyak pemain PSMS dari daerah perkebunan, sebut saja Sunardi A, Sunardi B, Ramlan Yatim, Ramli Yatim, Yusuf Siregar, Cornell Siahaan, Saiban dan lainnya. Mereka pun telah mengharumkan PSMS di kancah nasional dan internasional," ujar Dollah Unai yang senantiasa memantau perkembangan PSMS.
Dollah Unai juga menyampaikan harapan kepada Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM yang baru dilantik oleh Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE, Rabu (22/7), turut memperhatikan dan melihat langsung persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Saya yakin Walikota dapat memberikan motivasi, apalagi beliau adalah orang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.
200 pemain ikut seleksi PSMS
PSMS Medan mulai melakukan seleksi pemain yang akan memperkuat tim kebanggaan Kota Medan itu pada Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009 pada Oktober mendatang, Kamis.
Di Stadion Teladan Medan, seleksi pemain turut dihadiri Ketua Umum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin. Seleksi tahap awal ini pun diikuti sekitar 200 pemain yang merupakan pemain lama dan baru dari beberapa klub.
Menurut Ketua Tim Seleksi, Suimin Diharja, seleksi ini akan dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama berlangsung Kamis hingga Sabtu (25/7) yang diikuti pemain debutan yang belum pernah bermain dalam kompetisi Liga Indonesia.
Pemain yang lolos tahap pertama akan mengikuti seleksi tahap kedua, Senin (27/7). Seleksi tahap kedua ini merupakan gabungan pemain non liga dengan pemain liga. Pemain yang lolos seleksi tahap kedua kembali mengikuti seleksi tahap ketiga, Kamis (30/7). Seleksi tahap ketiga ini merupakan seleksi kondisi fisik, sedangkan seleksi tahap keempat berlangsung selama latihan menjelang musim kompetisi dimulai.
Selama seleksi, Suimin mengatakan pihaknya akan mengamati kemampuan dan teknik bermain individu masing-masing pemain. “Kita butuh pemain yang betul-betul memiliki kemampuan dan teknik bermain personal yang berkualitas. Bukan sekedar gaya dan penampilan, tapi punya ambisi,” ujarnya.
Suimin mengakui, pihaknya tidak ingin gagal dan terlambat membentuk kerangka tim seperti saat PSMS mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia musim lalu. Dengan menggelar seleksi lebih awal, kerangka tim dapat terbentuk lebih baik dan sempurna sesuai keinginan termasuk tipikal pemain yang dibutuhkan skuad.
Pelatih yang musim lalu menukangi Persikabo Bogor itu mengatakan, kerangka tim sudah harus terbentuk medio September mendatang, sehingga menu latihan segera bisa dijadwalkan
Di Stadion Teladan Medan, seleksi pemain turut dihadiri Ketua Umum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin. Seleksi tahap awal ini pun diikuti sekitar 200 pemain yang merupakan pemain lama dan baru dari beberapa klub.
Menurut Ketua Tim Seleksi, Suimin Diharja, seleksi ini akan dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama berlangsung Kamis hingga Sabtu (25/7) yang diikuti pemain debutan yang belum pernah bermain dalam kompetisi Liga Indonesia.
Pemain yang lolos tahap pertama akan mengikuti seleksi tahap kedua, Senin (27/7). Seleksi tahap kedua ini merupakan gabungan pemain non liga dengan pemain liga. Pemain yang lolos seleksi tahap kedua kembali mengikuti seleksi tahap ketiga, Kamis (30/7). Seleksi tahap ketiga ini merupakan seleksi kondisi fisik, sedangkan seleksi tahap keempat berlangsung selama latihan menjelang musim kompetisi dimulai.
Selama seleksi, Suimin mengatakan pihaknya akan mengamati kemampuan dan teknik bermain individu masing-masing pemain. “Kita butuh pemain yang betul-betul memiliki kemampuan dan teknik bermain personal yang berkualitas. Bukan sekedar gaya dan penampilan, tapi punya ambisi,” ujarnya.
Suimin mengakui, pihaknya tidak ingin gagal dan terlambat membentuk kerangka tim seperti saat PSMS mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia musim lalu. Dengan menggelar seleksi lebih awal, kerangka tim dapat terbentuk lebih baik dan sempurna sesuai keinginan termasuk tipikal pemain yang dibutuhkan skuad.
Pelatih yang musim lalu menukangi Persikabo Bogor itu mengatakan, kerangka tim sudah harus terbentuk medio September mendatang, sehingga menu latihan segera bisa dijadwalkan
Thursday, July 23, 2009
Pelatih Kampung Mudik
MEDAN- Ketua Umum telah dipilih, pemain pun mulai diseleksi, namun ada yang masih terlewat. Yakni, siapa pelatih PSMS untuk musim ini?
Tidak perlu berlama-lama, kepada Sumut Pos, Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin, mengatakan telah memilih dan menatapkan Suimin Diharja sebagai pelatih Ayam Kinantan untuk musim ini. ”Suimin memiliki kemampuan dan pengalaman yang bagus. Selain itu, dia juga warga Kota Medan dan tidak terlalu memandang sesuatu dari sudut kontrak kerja. Inilah yang sangat membantu PSMS,” kata Eldin saat ditemui di rumah dinas Wali Kota Medan, Rabu (22/7).
Eldin berharap dengan ditunjuknya pelatih yang berjuluk ’Pelatih Kampung’ ini menambah semangat baru bagi PSMS Medan. Apalagi kemauannya melatih PSMS Medan bukan diakibatkan nilai kontrak-nya, melainkan loyalitas demi memajukan PSMS Medan.
Randiman Tarigan, seorang pengurus PSMS, juga mengakui kabar ini. Randiman menyebutkan, pihaknya sudah berbicara dengan Suimin prihal ini. Kesiapannya bersama untuk memperjuangkan PSMS agar tetap eksis ternyata satu sikap. Hal inilah yang mempermudah pengurus lebih cepat bersikap.
Setelah ditetapkannya pelatih dan sudah dijadwalkannya pencarian pemain PSMS Medan, kini giliran mencari penghidupan PSMS Medan dari sisi anggaran. Eldin mengakui, sampai sekarang ini belum ada donatur yang tanda tangan kerjasama, melainkan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan donatur. “Kami tetap berusaha mencari donaturnya,” bilangnya.
Informasi yang diterima wartawan koran ini salah satu perusahan bermerk Diadora sudah mulai merapat. Bahkan, tinggal satu pertemuan lagi sudah diputuskan sebagai donatur tetap PSMs Medan. Tapi, selain Diadora ada pula perusahan minyak Malaysi, Petronas yang juga akan masuk menjadi penyantun PSMS Medan. Tak cukup di situ, perusahaan besar di Indonesia sekelas Unilever juga akan ikutan menjadi donaturnya.
Terkait dengan itu, dua barisan besar pendukung PSMS Medan, KAMPAK FC dan SMeCK memastikan dukungan kepada sosok Suimin, sebagai pelatih PSMS musim kompetisi 2009/10. Sosok Suimin, selama ini dianggap suporter lebih mengenali karakter PSMS sesungguhnya. Di tangan Suimin, PSMS diharapkan mampu kembali mengeluarkan tajinya. Lebih dari itu, Suimin juga dinilai pernah berjaya bersama PSMS, walaupun tak sampai juara.
Dicky Anugerah Panjaitan, pentolan Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) Fans Club menilai hal itu cukup untuk mendukung Suimin kembali mengarsiteki PSMS. “Kalau ditanya, kami sebagai pendukung PSMS akan mendukung sosok Suimin sebagai pelatih. Di tangannya, PSMS saya rasa bisa kembali berjaya,” bebernya kemarin.
Sama halnya dengan yang diutarakan Nata Simangunsong dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). “Suimin itu paham benar karakter PSMS. Sebagai orang Medan, Suimin saya rasa layak kembali ke PSMS. Selain mampu merangkul pemain, Suimin juga dikenal dekat dengan pendukung PSMS,” kata Nata.
Lantas apa kata Suimin? Dihubungi kemarin, pelatih yang puas makan asam garam kepelatihan itu tak menampik keinginannya kembali menukangi PSMS. Ya, kondisi PSMS yang terpuruk, ternyata membuatnya merasa terpanggil untuk turut serta membenahi. “Pembicaraan via telepon sudah dilakukan, namun belum bertemu langsung dengan pengurus. Seharusnya hari ini (kemarin, Red) kami bertemu, tapi karena ada pelatikan wali kota, jadi batal,” beber Suimin.
“Untuk kembali membawa PSMS ke tempat yang sewajarnya, tentu saja saya tak bisa sendirian. Harus ada kerjasama dari segala pihak terkait. Untuk itu, langkah awal kalau saya dipercaya melatih PSMS adalah dengan mengajak semua pihak terkait duduk bersama,” tambahnya.
Untuk menukangi PSMS, bahkan Suimin tak terlalu mempersoalkan dana. “Ada kalanya kita bicarakan uang. Dan ada kalanya kita harus mengedepankan potensi daerah. Artinya, kalau saya memang dibutuhkan, sebagai putra daerah saya siap,” tambah Suimin.(ful/ril)kan Suimin menyambut baik prihal niatan Ketum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin yang berencana mengisi skuad PSMS dengan 70 persen pemain lokal. “Saya yakin, kalau memang mau memperdayakan pemain lokal, PSMS masih bisa berprestasi. Ada banyak potensi lokal di Medan dan sekitarnya yang selama ini mampu berbicara di pentas Timnas. Maka itu, saya sangat setuju dengan niatan Ketum untuk mendahulukan pemain lokal. Kalau boleh jujur, itulah impian saya sejak dulu,” pungkas Suimin.
Tidak perlu berlama-lama, kepada Sumut Pos, Ketua Umum PSMS Dzulmi Eldin, mengatakan telah memilih dan menatapkan Suimin Diharja sebagai pelatih Ayam Kinantan untuk musim ini. ”Suimin memiliki kemampuan dan pengalaman yang bagus. Selain itu, dia juga warga Kota Medan dan tidak terlalu memandang sesuatu dari sudut kontrak kerja. Inilah yang sangat membantu PSMS,” kata Eldin saat ditemui di rumah dinas Wali Kota Medan, Rabu (22/7).
Eldin berharap dengan ditunjuknya pelatih yang berjuluk ’Pelatih Kampung’ ini menambah semangat baru bagi PSMS Medan. Apalagi kemauannya melatih PSMS Medan bukan diakibatkan nilai kontrak-nya, melainkan loyalitas demi memajukan PSMS Medan.
Randiman Tarigan, seorang pengurus PSMS, juga mengakui kabar ini. Randiman menyebutkan, pihaknya sudah berbicara dengan Suimin prihal ini. Kesiapannya bersama untuk memperjuangkan PSMS agar tetap eksis ternyata satu sikap. Hal inilah yang mempermudah pengurus lebih cepat bersikap.
Setelah ditetapkannya pelatih dan sudah dijadwalkannya pencarian pemain PSMS Medan, kini giliran mencari penghidupan PSMS Medan dari sisi anggaran. Eldin mengakui, sampai sekarang ini belum ada donatur yang tanda tangan kerjasama, melainkan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan donatur. “Kami tetap berusaha mencari donaturnya,” bilangnya.
Informasi yang diterima wartawan koran ini salah satu perusahan bermerk Diadora sudah mulai merapat. Bahkan, tinggal satu pertemuan lagi sudah diputuskan sebagai donatur tetap PSMs Medan. Tapi, selain Diadora ada pula perusahan minyak Malaysi, Petronas yang juga akan masuk menjadi penyantun PSMS Medan. Tak cukup di situ, perusahaan besar di Indonesia sekelas Unilever juga akan ikutan menjadi donaturnya.
Terkait dengan itu, dua barisan besar pendukung PSMS Medan, KAMPAK FC dan SMeCK memastikan dukungan kepada sosok Suimin, sebagai pelatih PSMS musim kompetisi 2009/10. Sosok Suimin, selama ini dianggap suporter lebih mengenali karakter PSMS sesungguhnya. Di tangan Suimin, PSMS diharapkan mampu kembali mengeluarkan tajinya. Lebih dari itu, Suimin juga dinilai pernah berjaya bersama PSMS, walaupun tak sampai juara.
Dicky Anugerah Panjaitan, pentolan Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) Fans Club menilai hal itu cukup untuk mendukung Suimin kembali mengarsiteki PSMS. “Kalau ditanya, kami sebagai pendukung PSMS akan mendukung sosok Suimin sebagai pelatih. Di tangannya, PSMS saya rasa bisa kembali berjaya,” bebernya kemarin.
Sama halnya dengan yang diutarakan Nata Simangunsong dari Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK). “Suimin itu paham benar karakter PSMS. Sebagai orang Medan, Suimin saya rasa layak kembali ke PSMS. Selain mampu merangkul pemain, Suimin juga dikenal dekat dengan pendukung PSMS,” kata Nata.
Lantas apa kata Suimin? Dihubungi kemarin, pelatih yang puas makan asam garam kepelatihan itu tak menampik keinginannya kembali menukangi PSMS. Ya, kondisi PSMS yang terpuruk, ternyata membuatnya merasa terpanggil untuk turut serta membenahi. “Pembicaraan via telepon sudah dilakukan, namun belum bertemu langsung dengan pengurus. Seharusnya hari ini (kemarin, Red) kami bertemu, tapi karena ada pelatikan wali kota, jadi batal,” beber Suimin.
“Untuk kembali membawa PSMS ke tempat yang sewajarnya, tentu saja saya tak bisa sendirian. Harus ada kerjasama dari segala pihak terkait. Untuk itu, langkah awal kalau saya dipercaya melatih PSMS adalah dengan mengajak semua pihak terkait duduk bersama,” tambahnya.
Untuk menukangi PSMS, bahkan Suimin tak terlalu mempersoalkan dana. “Ada kalanya kita bicarakan uang. Dan ada kalanya kita harus mengedepankan potensi daerah. Artinya, kalau saya memang dibutuhkan, sebagai putra daerah saya siap,” tambah Suimin.(ful/ril)kan Suimin menyambut baik prihal niatan Ketum PSMS terpilih, Dzulmi Eldin yang berencana mengisi skuad PSMS dengan 70 persen pemain lokal. “Saya yakin, kalau memang mau memperdayakan pemain lokal, PSMS masih bisa berprestasi. Ada banyak potensi lokal di Medan dan sekitarnya yang selama ini mampu berbicara di pentas Timnas. Maka itu, saya sangat setuju dengan niatan Ketum untuk mendahulukan pemain lokal. Kalau boleh jujur, itulah impian saya sejak dulu,” pungkas Suimin.
Aun dan Fadli Berlabuh ke Persela
Sihar Sitorus, eks manajer PSMS musim lalu yang kini memiliki Pro Duta Bandung tak menampik rumor yang menyebutkan bahwa dua pemainnya bakal dipinjamkan ke Persela Lamongan musim depan. Adalah Aun Carbiny dan Fadli Hairi yang bakal dipinjam tenaganya selama satu musim kompetisi.
Kedua palang pintu PSMS musim lalu itu, memang masih terikat kontrak selama tiga tahun bersama PT Togos Gopas yang mengelola PSMS. Jadi, pihak PT Togos Gopas dengan leluasa memakai tenaganya selama kurun waktu tersebut. Termasuk hak meminjamkan ke klub lain.
“Benar, mereka akan saya pinjamkan ke Persela. Tapi saya enggan membicarakan nilai kontraknya. Masih banyak detail yang harus diselesaikan,” terang Sihar kemarin.
Kedua pemain Fadli Hariri dan Aun Carbiny sendiri tak menyanggah kabar itu. Keduanya sama-sama mengaku masih sangat ingin memperkuat PSMS. Tapi apa daya, kontrak berbicara.
“Sepertinya sudah bakal pasti. Tapi belum ada hitam di atas putih, jadi belum tahu juga dealnya. Semua tergantung manajemen,” kata Fadli yang musim lalu memakai nomor punggung 3 itu.
“Seandainya PSMS mau memakai tenaga saya, tentu saja pilihan utama adalah Ayam Kinantan. Tapi semuanya tergantung manajemen. Terserah mereka mau pinjamkan ke mana, dan saya harus ikut. Di kontrak tertulis seperti itu,” lanjut Fadli.
Aun juga mengutarakan hal serupa. Selama ini Persela Lamongan begitu ingin menggunakan tenaga mereka. Oleh karena itu, Persela sangat mungkin berhasil meminjamnya. “Setelah dijelaskan bahwa kami masih etrikat kontrak dengan manajemen, Persela tak menyerah dan membicarakan hal ini ke manajemen. Kami sebagai pemain, tentu saja menurut dengan aturan manajemen. Kalau secara pribadi, jujur saja aku masih ingin tetap berkostum Kinantan,” beber pengemas tiga gol di ISL itu.
Peminjaman itu, diakui Sihar akan banyak bermanfaat bagi kedua pemain itu sendiri. Oleh karena itu, ini lebih dari sekadar uang. “Alasan utama meminjamkan kedua pemain itu, adalah agar mereka mampu mencapai potensi bakatnya. Bukan semata uang,” pungkas Sihar
Kedua palang pintu PSMS musim lalu itu, memang masih terikat kontrak selama tiga tahun bersama PT Togos Gopas yang mengelola PSMS. Jadi, pihak PT Togos Gopas dengan leluasa memakai tenaganya selama kurun waktu tersebut. Termasuk hak meminjamkan ke klub lain.
“Benar, mereka akan saya pinjamkan ke Persela. Tapi saya enggan membicarakan nilai kontraknya. Masih banyak detail yang harus diselesaikan,” terang Sihar kemarin.
Kedua pemain Fadli Hariri dan Aun Carbiny sendiri tak menyanggah kabar itu. Keduanya sama-sama mengaku masih sangat ingin memperkuat PSMS. Tapi apa daya, kontrak berbicara.
“Sepertinya sudah bakal pasti. Tapi belum ada hitam di atas putih, jadi belum tahu juga dealnya. Semua tergantung manajemen,” kata Fadli yang musim lalu memakai nomor punggung 3 itu.
“Seandainya PSMS mau memakai tenaga saya, tentu saja pilihan utama adalah Ayam Kinantan. Tapi semuanya tergantung manajemen. Terserah mereka mau pinjamkan ke mana, dan saya harus ikut. Di kontrak tertulis seperti itu,” lanjut Fadli.
Aun juga mengutarakan hal serupa. Selama ini Persela Lamongan begitu ingin menggunakan tenaga mereka. Oleh karena itu, Persela sangat mungkin berhasil meminjamnya. “Setelah dijelaskan bahwa kami masih etrikat kontrak dengan manajemen, Persela tak menyerah dan membicarakan hal ini ke manajemen. Kami sebagai pemain, tentu saja menurut dengan aturan manajemen. Kalau secara pribadi, jujur saja aku masih ingin tetap berkostum Kinantan,” beber pengemas tiga gol di ISL itu.
Peminjaman itu, diakui Sihar akan banyak bermanfaat bagi kedua pemain itu sendiri. Oleh karena itu, ini lebih dari sekadar uang. “Alasan utama meminjamkan kedua pemain itu, adalah agar mereka mampu mencapai potensi bakatnya. Bukan semata uang,” pungkas Sihar
PSMS SELEKSI PEMAIN
MEDAN - Meski kepengurusan PSMS Medan periode 2009-2014 belum tersusun, Ketua Umum terpilih Drs Dzulmi Eldin MSi bersama mantan Sekum PSMS Drs Randiman Tarigan akan memulai pembentukan tim Ayam Kinantan menghadapi Kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.
Randiman yang disebut-sebut akan menjadi Ketua Harian PSMS ini, Selasa menyebutkan, persiapan tahap pertama adalah seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis besok.
Mantan manajer PSMS yang sukses membawa The Killer menjadi finalis kompetisi 2008/2009 itu berharap pada Kamis nanti para pemain baik yang berdomisili di Medan maupun di luar kota dapat ikut seleksi, agar pihaknya dapat mencari pemain-pemain berbakat dan berkualitas.
Menanggapi tim pemantau, diakuinya sementara dilakukan pihaknya sendiri bersama tim perumus maupun formatur yang baru-baru ini terbentuk saat berlangsungnya Rapat Kerja Klub Anggota PSMS di Hotel Dharma Deli, Sabtu lalu.
Dalam pemilihan, pihaknya tidak ada memberi prioritas dan semua pemain harus menjalani seleksi khususnya dari segi kesehatan. Ditanya masalah pelatih, Kadis Pendapatan Pemko Medan itu mengaku pihaknya sudah memiliki beberapa nama untuk dikontrak musim depan.
Sayangnya, Randiman enggan mengungkapkan identitas pelatih tersebut karena masih tahap pembicaraan. Kendati begitu, Randiman berjanji akan memberitahukan sang pelatih anyar kalau sudah ada kata sepakat. "Yang jelas, pelatih nanti dari dalam negeri dan berkualitas," katanya.
Diungkapkan, PSMS memilih pelatih yang sesuai dengan kriterianya di antaranya memiliki sertifikat dan pernah membawa klub yang dibina meraih prestasi baik di Liga Super Indonesia atau Divisi Utama.
Selain itu, pelatih tersebut harus bisa menuntun anak-anak asuhannya serta mampu menempatkan pemain dan mengambil sikap tegas jika ada pemain yang melakukan kesalahan
Randiman yang disebut-sebut akan menjadi Ketua Harian PSMS ini, Selasa menyebutkan, persiapan tahap pertama adalah seleksi pemain di Stadion Teladan Medan, Kamis besok.
Mantan manajer PSMS yang sukses membawa The Killer menjadi finalis kompetisi 2008/2009 itu berharap pada Kamis nanti para pemain baik yang berdomisili di Medan maupun di luar kota dapat ikut seleksi, agar pihaknya dapat mencari pemain-pemain berbakat dan berkualitas.
Menanggapi tim pemantau, diakuinya sementara dilakukan pihaknya sendiri bersama tim perumus maupun formatur yang baru-baru ini terbentuk saat berlangsungnya Rapat Kerja Klub Anggota PSMS di Hotel Dharma Deli, Sabtu lalu.
Dalam pemilihan, pihaknya tidak ada memberi prioritas dan semua pemain harus menjalani seleksi khususnya dari segi kesehatan. Ditanya masalah pelatih, Kadis Pendapatan Pemko Medan itu mengaku pihaknya sudah memiliki beberapa nama untuk dikontrak musim depan.
Sayangnya, Randiman enggan mengungkapkan identitas pelatih tersebut karena masih tahap pembicaraan. Kendati begitu, Randiman berjanji akan memberitahukan sang pelatih anyar kalau sudah ada kata sepakat. "Yang jelas, pelatih nanti dari dalam negeri dan berkualitas," katanya.
Diungkapkan, PSMS memilih pelatih yang sesuai dengan kriterianya di antaranya memiliki sertifikat dan pernah membawa klub yang dibina meraih prestasi baik di Liga Super Indonesia atau Divisi Utama.
Selain itu, pelatih tersebut harus bisa menuntun anak-anak asuhannya serta mampu menempatkan pemain dan mengambil sikap tegas jika ada pemain yang melakukan kesalahan
Tuesday, July 21, 2009
Mesti segera susun pengurus
Mantan pemain PSSI/PSMS H Dollah Unai, Minggu, meminta PSMS Medan segera membentuk kepengurusan dalam menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang digelar mulai Oktober mendatang. Susunan pengurus sangat mendesak untuk mempersiapkan skuad yang tangguh.
"Belajar dari kompetisi tahun lalu, hendaknya segera membentuk susunan kepengurusan tim. Karena dalam membentuk tim tangguh tidak dapat secara instant," ucap mantan pemain nasional era 60-an ini menanggapi digelarnya musyawarah klub-klub PSMS dalam memilih ketua umum.
Menurut dia, terpilihnya Sekretaris Daerah Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai Ketua Umum PSMS periode 2009-2013 dengan otomatis PSMS tetap ditangani Pemko Medan setelah periode sebelumnya dipimpin Drs H Abdillah Ak MBA yang juga Walikota Medan.
"Kita memberikan dukungan kepada Eldin untuk memimpin PSMS lima tahun ke depan. Tentunya diharapkan ketua umum nantinya dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi baik secara moril dan materil," katanya lagi.
Namun dia mengingatkan agar waspada dalam memilih manajer tim. "Sosok manajer tim selain memiliki pendanaan yang kuat juga harus mengerti sepakbola dan memiliki kebersamaan dengan pemain," ujarnya.
Ada beberapa nama yang layak menjadi manajer, di antaranya Drs H Randiman Tarigan, yang sudah mengerti seluk beluk dunia sepakbola. Randiman pernah membawa Ayam Kinantan sebagai finalis Divisi Utama 2007-2008. "Dia pantas sebagai manajer tim untuk mengangkat PSMS ke Liga Super Indonesia," terang Dollah.
Soal pelatih, selain mesti memiliki track record bagus, orangnya juga memiliki rasa kebersamaan dengan pemain. "Saya pikir pelatih asal Medan juga layak menjadi pelatih PSMS di Divisi Utama," saran Dollah, yang sependapat dengan Eldin untuk mengutamakan pemain lokal
"Belajar dari kompetisi tahun lalu, hendaknya segera membentuk susunan kepengurusan tim. Karena dalam membentuk tim tangguh tidak dapat secara instant," ucap mantan pemain nasional era 60-an ini menanggapi digelarnya musyawarah klub-klub PSMS dalam memilih ketua umum.
Menurut dia, terpilihnya Sekretaris Daerah Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi sebagai Ketua Umum PSMS periode 2009-2013 dengan otomatis PSMS tetap ditangani Pemko Medan setelah periode sebelumnya dipimpin Drs H Abdillah Ak MBA yang juga Walikota Medan.
"Kita memberikan dukungan kepada Eldin untuk memimpin PSMS lima tahun ke depan. Tentunya diharapkan ketua umum nantinya dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi baik secara moril dan materil," katanya lagi.
Namun dia mengingatkan agar waspada dalam memilih manajer tim. "Sosok manajer tim selain memiliki pendanaan yang kuat juga harus mengerti sepakbola dan memiliki kebersamaan dengan pemain," ujarnya.
Ada beberapa nama yang layak menjadi manajer, di antaranya Drs H Randiman Tarigan, yang sudah mengerti seluk beluk dunia sepakbola. Randiman pernah membawa Ayam Kinantan sebagai finalis Divisi Utama 2007-2008. "Dia pantas sebagai manajer tim untuk mengangkat PSMS ke Liga Super Indonesia," terang Dollah.
Soal pelatih, selain mesti memiliki track record bagus, orangnya juga memiliki rasa kebersamaan dengan pemain. "Saya pikir pelatih asal Medan juga layak menjadi pelatih PSMS di Divisi Utama," saran Dollah, yang sependapat dengan Eldin untuk mengutamakan pemain lokal
Kejayaan PSMS harus dibangkitkan kembali
Wali Kota Medan, Afifuddin Lubis mengharapkan, kepada pengurus PSMS yang terpilih nantinya, harus dapat membangkitkan kembali kejayaan tim tersebut dalam persepakbolaan Indonesia.
"Marwah PSMS harus bisa dikembalikan. Kita tidak ingin nama besar PSMS itu hilang begitu saja," katanya, siang ini.
Walikota mengatakan, kehebatan PSMS pada era 1960-an yang dulu sangat ditakuti dan disegani tim lawan dapat kembali diwujudkan pada tahun mendatang.
"Ini merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus yang terpilih nantinya, dan harus dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat," katanya.
Keberhasilan PSMS itu hanya dapat diwujudkan melalui kekompakan dan kerja sama antar sesama pengurus dan tidak ada yang berpangku tangan.
Apalagi, katanya, dalam mengejar segala ketertinggalan
yang sedang dialami PSMS itu, para pengurus harus tetap bersinergi dan berusaha meraih prestasi yang terbaik.
"Bila mengenang kembali masa kejayaan PSMS pada masa lalu,saya merasa bangga sebagai warga Medan," kata Afifuddin.
Karena PSMS yang dijuluki tim "ayam kinantan" selalu tampil bermain di Stadion Senayan Jakarta (saat ini Stadion Gelora Bung Karno,red). Tidak mudah bagi klub di tanah air untuk bisa "bermain" di ibukota negara itu.
Ia mengharapkan pada kompetisi tahun depan, PSMS baru terdegradasi ke Divisi Utama bisa lagi bermain di stadion tersebut, sekaligus bisa meraih yang terbaik.
Sementara, Ketua KONI Medan, H. Zulhifzi Lubis, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya siap mengucurkan bantuan dana untuk menopang kemajuan PSMS.
Peningkatan prestasi PSMS itu, juga merupakan tanggungjawab KONI. "KONI tidak ingin membiarkan prestasi PSMS turun begitu saja, apalagi sampai mengalami degredasi.
"KONI tetap berusaha membantu PSMS, sehingga bisa kembali meraih prestasi yang lebih baik, sulit dikalahkan lawan," kata Zulhifzi yang juga Sekretaris Pengprov IMI Sumut
"Marwah PSMS harus bisa dikembalikan. Kita tidak ingin nama besar PSMS itu hilang begitu saja," katanya, siang ini.
Walikota mengatakan, kehebatan PSMS pada era 1960-an yang dulu sangat ditakuti dan disegani tim lawan dapat kembali diwujudkan pada tahun mendatang.
"Ini merupakan tugas dan tanggungjawab pengurus yang terpilih nantinya, dan harus dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat," katanya.
Keberhasilan PSMS itu hanya dapat diwujudkan melalui kekompakan dan kerja sama antar sesama pengurus dan tidak ada yang berpangku tangan.
Apalagi, katanya, dalam mengejar segala ketertinggalan
yang sedang dialami PSMS itu, para pengurus harus tetap bersinergi dan berusaha meraih prestasi yang terbaik.
"Bila mengenang kembali masa kejayaan PSMS pada masa lalu,saya merasa bangga sebagai warga Medan," kata Afifuddin.
Karena PSMS yang dijuluki tim "ayam kinantan" selalu tampil bermain di Stadion Senayan Jakarta (saat ini Stadion Gelora Bung Karno,red). Tidak mudah bagi klub di tanah air untuk bisa "bermain" di ibukota negara itu.
Ia mengharapkan pada kompetisi tahun depan, PSMS baru terdegradasi ke Divisi Utama bisa lagi bermain di stadion tersebut, sekaligus bisa meraih yang terbaik.
Sementara, Ketua KONI Medan, H. Zulhifzi Lubis, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya siap mengucurkan bantuan dana untuk menopang kemajuan PSMS.
Peningkatan prestasi PSMS itu, juga merupakan tanggungjawab KONI. "KONI tidak ingin membiarkan prestasi PSMS turun begitu saja, apalagi sampai mengalami degredasi.
"KONI tetap berusaha membantu PSMS, sehingga bisa kembali meraih prestasi yang lebih baik, sulit dikalahkan lawan," kata Zulhifzi yang juga Sekretaris Pengprov IMI Sumut
Eldin pimpin PSMS 2009-2013
Drs H Dzulmi Eldin MSi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum PSMS Medan periode 2009-2013 dalam rapat kerja klub anggota PSMS di Hotel Dharma Deli Medan, Sabtu.
Sebanyak 28 peserta rapat kerja klub anggota PSMS dari total 30 klub menunjuk Sekda Pemko Medan tersebut menjadi Ketua Umum PSMS empat tahun ke depan. Sementara itu, klub Bintang Utara dan Tasbi melakukan walk out dari ruangan sidang, karena menolak sikap pimpinan sidang Hardi Mulyono SE MAP yang bersikeras tidak merubah keputusan yang telah disetujui.
Rapat kerja, berjalan mulus walau sempat terjadi perdebatan sengit yang umumnya demi kebaikan PSMS, sebelumnya dibuka Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi dan turut dihadiri Ketua Kehormatan PSMS Drs H Amran YS, Ketua Pengcab PSSI Medan Drs H Darwin Syamsul, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifni Lubis dan unsur pengurus periode 2005-2009.
Di samping menunjuk Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, peserta rapat juga menerima pertanggungjawaban kepengurusan lama. Salah seorang peserta rapat H Syahputra MS dari PS Perisai Pajak bersama rekannya Suyud, meminta kepengurusan PSMS mendatang untuk membayar hutang pengurus lama dari pihak ketiga sebesar Rp2 miliar lebih.
Menurut Drs H Randiman Tarigan MAP yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas nama Ketua Umum Drs H Abdillah Ak MBA, hutang pengurus lama tersebut terdiri dari pinjaman tahun 2005 senilai Rp4 miliar 690 juta, Rp450 juta (2006), Rp560 juta (2007), Rp2 miliar 950 juta (2008). Total Rp8 miliar 650 juta dan baru dibayar Rp6 miliar 519 juta dengan sisa Rp2 miliar 131 juta lagi.
Pinjaman-pinjaman ini dilakukan guna menutupi biaya pembentukan tim PSMS menghadapi kompetisi Divisi Utama dan Liga Super Indonesia, khususnya akibat pengunduran jadwal pertandingan Liga Indonesia 2007. Di samping itu untuk kebutuhan pertandingan dari Januari hingga Februari 2008, sementara pada 2008 tidak ada lagi sumber keuangan PSMS dari APBD maupun penjualan tiket.
Menanggapi laporan dan desakan peserta rapat ini, pimpinan sidang H Hardi Mulyono berjanji akan menyampaikannya kepada pengurus baru. Sedangkan Presiden KAMPAK FC Dicky Anugrah berharap KAMPAK FC dimasukkan menjadi anggota klub PSMS, karena juga mempunyai tanggung jawab membawa PSMS berkibar kembali.
Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Drs H Dzulmi Eldin berjanji segera membentuk tim PSMS untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI, Oktober mendatang. Eldin juga meminta semua kalangan membantu usahanya kembali mengangkat kejayaan PSMS yang saat ini turun kasta.
Sebanyak 28 peserta rapat kerja klub anggota PSMS dari total 30 klub menunjuk Sekda Pemko Medan tersebut menjadi Ketua Umum PSMS empat tahun ke depan. Sementara itu, klub Bintang Utara dan Tasbi melakukan walk out dari ruangan sidang, karena menolak sikap pimpinan sidang Hardi Mulyono SE MAP yang bersikeras tidak merubah keputusan yang telah disetujui.
Rapat kerja, berjalan mulus walau sempat terjadi perdebatan sengit yang umumnya demi kebaikan PSMS, sebelumnya dibuka Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi dan turut dihadiri Ketua Kehormatan PSMS Drs H Amran YS, Ketua Pengcab PSSI Medan Drs H Darwin Syamsul, Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifni Lubis dan unsur pengurus periode 2005-2009.
Di samping menunjuk Dzulmi Eldin sebagai Ketua Umum, peserta rapat juga menerima pertanggungjawaban kepengurusan lama. Salah seorang peserta rapat H Syahputra MS dari PS Perisai Pajak bersama rekannya Suyud, meminta kepengurusan PSMS mendatang untuk membayar hutang pengurus lama dari pihak ketiga sebesar Rp2 miliar lebih.
Menurut Drs H Randiman Tarigan MAP yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas nama Ketua Umum Drs H Abdillah Ak MBA, hutang pengurus lama tersebut terdiri dari pinjaman tahun 2005 senilai Rp4 miliar 690 juta, Rp450 juta (2006), Rp560 juta (2007), Rp2 miliar 950 juta (2008). Total Rp8 miliar 650 juta dan baru dibayar Rp6 miliar 519 juta dengan sisa Rp2 miliar 131 juta lagi.
Pinjaman-pinjaman ini dilakukan guna menutupi biaya pembentukan tim PSMS menghadapi kompetisi Divisi Utama dan Liga Super Indonesia, khususnya akibat pengunduran jadwal pertandingan Liga Indonesia 2007. Di samping itu untuk kebutuhan pertandingan dari Januari hingga Februari 2008, sementara pada 2008 tidak ada lagi sumber keuangan PSMS dari APBD maupun penjualan tiket.
Menanggapi laporan dan desakan peserta rapat ini, pimpinan sidang H Hardi Mulyono berjanji akan menyampaikannya kepada pengurus baru. Sedangkan Presiden KAMPAK FC Dicky Anugrah berharap KAMPAK FC dimasukkan menjadi anggota klub PSMS, karena juga mempunyai tanggung jawab membawa PSMS berkibar kembali.
Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Drs H Dzulmi Eldin berjanji segera membentuk tim PSMS untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI, Oktober mendatang. Eldin juga meminta semua kalangan membantu usahanya kembali mengangkat kejayaan PSMS yang saat ini turun kasta.
Friday, July 17, 2009
Markus Horison siap hadang MU
Terjawab sudah 21 pemain Indonesia All Star yang akan menghadapi Manchester United pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Juli mendatang. Tidak ada kejutan pada hasil polling.
Seperti yang diprediksi sebelumnya, para pemain yang masuk dalam skuad Indonesia All Star adalah pemain yang biasa membela tim nasional Indonesia. Hal ini pastinya membuat pelatih Benny Dollo bisa dengan mudah meracik skuadnya untuk menghadapi pasukan Sir Alex Ferguson.
Untuk lini depan, nama-nama seperti Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), TA Mushafry (Persiba Balikpapan), dan striker Persik Kediri Saktiawan Sinaga masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia pada polling SMS.
Sedangkan di lini tengah Indonesia All Star akan diperkuat antara lain oleh Ponaryo Astaman (Persija), Firman Utina (Pelita Jaya), dan Syamsul Chaerudin (PSM Makasar).
Di lini belakang, Charis Yulianto, Maman Aburahman, Nova Arianto, M Ridwan, Ricardo Salampessy, M Roby, Isnan Ali, dan Ismed Sofyan adalah langganan timnas yang terpilih menghadapi MU.
Untuk tiga posisi kiper juga tidak ada kejutan, setelah Markus Harison, Ferry Rotinsulu, dan Dian Agus Prasetya masih menjadi pilihan utama.
Skuad Indonesia All Star:
Penjaga Gawang: Markus Harison (PSMS Medan), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Dian Agus Prasetya (Pelita Jaya)
Belakang: Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Maman Aburahman (Persib Bandung), Nova Arianto (Persib Bandung), M Ridwan (Pelita Jaya), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), M Roby (Persik Kediri), Isnan Ali (Sriwijaya FC), dan Ismed Sofyan (Persija Jakarta)
Tengah: Syamsul Chaerudin (PSM Makassar), Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Ellie Aiboy (PSMS Medan), Eka Ramdhani (Persib Bandung), Firman Utina (Pelita Jaya)
Depan: Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Saktiawan Sinaga (Persik Kediri), TA Mushafry (Persiba Balikpapan)
Seperti yang diprediksi sebelumnya, para pemain yang masuk dalam skuad Indonesia All Star adalah pemain yang biasa membela tim nasional Indonesia. Hal ini pastinya membuat pelatih Benny Dollo bisa dengan mudah meracik skuadnya untuk menghadapi pasukan Sir Alex Ferguson.
Untuk lini depan, nama-nama seperti Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), TA Mushafry (Persiba Balikpapan), dan striker Persik Kediri Saktiawan Sinaga masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia pada polling SMS.
Sedangkan di lini tengah Indonesia All Star akan diperkuat antara lain oleh Ponaryo Astaman (Persija), Firman Utina (Pelita Jaya), dan Syamsul Chaerudin (PSM Makasar).
Di lini belakang, Charis Yulianto, Maman Aburahman, Nova Arianto, M Ridwan, Ricardo Salampessy, M Roby, Isnan Ali, dan Ismed Sofyan adalah langganan timnas yang terpilih menghadapi MU.
Untuk tiga posisi kiper juga tidak ada kejutan, setelah Markus Harison, Ferry Rotinsulu, dan Dian Agus Prasetya masih menjadi pilihan utama.
Skuad Indonesia All Star:
Penjaga Gawang: Markus Harison (PSMS Medan), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Dian Agus Prasetya (Pelita Jaya)
Belakang: Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Maman Aburahman (Persib Bandung), Nova Arianto (Persib Bandung), M Ridwan (Pelita Jaya), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), M Roby (Persik Kediri), Isnan Ali (Sriwijaya FC), dan Ismed Sofyan (Persija Jakarta)
Tengah: Syamsul Chaerudin (PSM Makassar), Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Ellie Aiboy (PSMS Medan), Eka Ramdhani (Persib Bandung), Firman Utina (Pelita Jaya)
Depan: Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC), Saktiawan Sinaga (Persik Kediri), TA Mushafry (Persiba Balikpapan)
Thursday, July 16, 2009
Eldin & Randiman dijagokan ketuai PSMS
Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.
"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.
Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.
Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super
"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.
Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.
Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super
Dukung terus Ayam Kinantan
egagalan PSMS Medan bertahan di Liga Super Indonesia (LSI) setelah gagal memenangi laga playoff menghadapi Persebaya Surabaya, hendaknya tidak mengendurkan semangat pecinta PSMS Medan untuk terus mendukung tim Ayam Kinantan.
“PSMS harus bangkit untuk dapat kembali tampil di liga super dan ini tentunya dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, khususnya pecinta Ayam Kinantan baik moril maupun materil,” ujar pendukung fanatik PSMS Medan, Ahmad Pasundan Tarigan, kemarin.
Dikatakan, semua pencinta Ayam Kinantan pastilah kecewa dengan turun kastanya tim kebanggaan kota Medan itu ke Divisi Utama. “Namun kekecewaan itu jangan sampai membuat kita berpaling dari PSMS yang selalu membutuhkan dukungan moril untuk dapat kembali meraih tiket LSI,” ucapnya.
Untuk itu, lanjutnya, PSMS harus segera mempersiapkan tim yang solid dengan merekrut pemain-pemain berkualitas. “Siapa pun pelatihnya, kalau tanpa didukung materi pemain yang berkualitas, akan sulit mengangkat prestasi PSMS menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Tarigan, tidak menjadi jaminan PSMS akan meraih prestasi gemilang meski bermain di Divisi Utama. “Divisi Utama bukanlah level yang buruk, setiap tim juga diperkuat pemain berkualitas termasuk pemain asing. Untuk itu, PSMS harus tetap mempersiapkan tim yang baik jika ingin kembali tampil di liga super,” katanya.
Selain materi pemain, tambahnya, pengurus PSMS juga harus yang benar-benar ingin mengabdi untuk kejayaan Ayam Kinantan, di samping juga mampu mencari dana untuk kebutuhan tim.
“Jika ditangani oleh pengurus yang benar-benar murni untuk memajukan tim dan didukung dengan pemain berkualitas, kita yakin PSMS akan bangkit sebagai tim yang memiliki nama besar di kancah sepakbola nasional,” jelas Tarigan.
“PSMS harus bangkit untuk dapat kembali tampil di liga super dan ini tentunya dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat, khususnya pecinta Ayam Kinantan baik moril maupun materil,” ujar pendukung fanatik PSMS Medan, Ahmad Pasundan Tarigan, kemarin.
Dikatakan, semua pencinta Ayam Kinantan pastilah kecewa dengan turun kastanya tim kebanggaan kota Medan itu ke Divisi Utama. “Namun kekecewaan itu jangan sampai membuat kita berpaling dari PSMS yang selalu membutuhkan dukungan moril untuk dapat kembali meraih tiket LSI,” ucapnya.
Untuk itu, lanjutnya, PSMS harus segera mempersiapkan tim yang solid dengan merekrut pemain-pemain berkualitas. “Siapa pun pelatihnya, kalau tanpa didukung materi pemain yang berkualitas, akan sulit mengangkat prestasi PSMS menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Tarigan, tidak menjadi jaminan PSMS akan meraih prestasi gemilang meski bermain di Divisi Utama. “Divisi Utama bukanlah level yang buruk, setiap tim juga diperkuat pemain berkualitas termasuk pemain asing. Untuk itu, PSMS harus tetap mempersiapkan tim yang baik jika ingin kembali tampil di liga super,” katanya.
Selain materi pemain, tambahnya, pengurus PSMS juga harus yang benar-benar ingin mengabdi untuk kejayaan Ayam Kinantan, di samping juga mampu mencari dana untuk kebutuhan tim.
“Jika ditangani oleh pengurus yang benar-benar murni untuk memajukan tim dan didukung dengan pemain berkualitas, kita yakin PSMS akan bangkit sebagai tim yang memiliki nama besar di kancah sepakbola nasional,” jelas Tarigan.
PSMS sulit tetap LSI
Ambisi PSMS Medan tetap tampil di pentas Indoesia Super Liga musim depan dipastikan sulit terwujud. Hal tersebut jika merujuk pada pernyataan Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, terkait kontestan kasta tertinggi sepakbola nasional edisi kedua musim depan.
Menurut Joko, pihaknya memastikan bakal menerapkan aturan ketat, terkait regulasi peserta kompetisi Super Liga. Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, sudah pasti akan langusng dieliminasi ke Divisi Utama.
Sebagai ganti agar kuota 18 tim tetap terpenuhi, akan diambil dari tim kasta kedua yang musim ini menembus babak delapan besar.
Empat tim yang terkena degradasi musim ini adalah PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang. Keempat tim tetap turun kasta dan tidak diberikan kesempatan bertahan di Super Liga.
"Sesuai regulasinya memang demikian. Jadi, tim yang akan mengganti bagi mereka yang tidak lolos verifikasi berasal dari Divisi Utama. Mereka harus diberikan kesempatan untuk promosi," sebut Joko baru-baru ini.
Masih kata Joko, pihaknya akan memberikan pemerataan kesempata untuk tampil di Super Liga, bagi tim Divisi Utama. Tentunya, kesempatan itu akan diberikan, sekiranya ada tim yang tidak memenuhi syarat.
"Tapi, mereka yang akan menjadi pengganti pun harus memenuhi syarat. Jika tidak, tentu mereka tidak bisa ikut dan kesempatan tampil di Super Liga diberikan kepada tim lainnya," jelas Joko sembari menyinggung penyatuan dua tim atau merger dua tim Malang, Arema dan Persema serta dua tim ibukota Persija-Persitara.
"BLI tidak mengenal istilah merger. Kami hanya mengizinkan pengelolaan satu tim tampil di Super Liga musim depan. Silahkan saja jika ada tim yang ingin kerjasama, tapi harus sesuai dengan yang tercantum di dalam manual liga. Jika tidak, mereka dipastikan sulit ikut Super Liga," tandas Joko
Menurut Joko, pihaknya memastikan bakal menerapkan aturan ketat, terkait regulasi peserta kompetisi Super Liga. Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, sudah pasti akan langusng dieliminasi ke Divisi Utama.
Sebagai ganti agar kuota 18 tim tetap terpenuhi, akan diambil dari tim kasta kedua yang musim ini menembus babak delapan besar.
Empat tim yang terkena degradasi musim ini adalah PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang. Keempat tim tetap turun kasta dan tidak diberikan kesempatan bertahan di Super Liga.
"Sesuai regulasinya memang demikian. Jadi, tim yang akan mengganti bagi mereka yang tidak lolos verifikasi berasal dari Divisi Utama. Mereka harus diberikan kesempatan untuk promosi," sebut Joko baru-baru ini.
Masih kata Joko, pihaknya akan memberikan pemerataan kesempata untuk tampil di Super Liga, bagi tim Divisi Utama. Tentunya, kesempatan itu akan diberikan, sekiranya ada tim yang tidak memenuhi syarat.
"Tapi, mereka yang akan menjadi pengganti pun harus memenuhi syarat. Jika tidak, tentu mereka tidak bisa ikut dan kesempatan tampil di Super Liga diberikan kepada tim lainnya," jelas Joko sembari menyinggung penyatuan dua tim atau merger dua tim Malang, Arema dan Persema serta dua tim ibukota Persija-Persitara.
"BLI tidak mengenal istilah merger. Kami hanya mengizinkan pengelolaan satu tim tampil di Super Liga musim depan. Silahkan saja jika ada tim yang ingin kerjasama, tapi harus sesuai dengan yang tercantum di dalam manual liga. Jika tidak, mereka dipastikan sulit ikut Super Liga," tandas Joko
Pengurus Masih Tunggu Rapat
Bermain di Divisi Utama, PSMS tidak membutuhkan badan hukum layaknya berlaga di Indonesian Super League (ISL). Tapi PT PSMS yang terlanjur dibentuk menyatakan siap kalau nantinya dibutuhkan.
Dirut PT PSMS, Ir Doli Siregar menegaskan kesiapannya membantu PSMS untuk kembali berlaga di ISL musim yang akan datang. “Kami siap mendukung kiprah PSMS musim depan. Tergantung sikap pengurus nantinya. Karena PT PSMS sekalipun memang tidak bisa juga jalan sendiri,” terang Doli yang ditemui wartawan koran ini, Selasa (14/7) kemarin.
Pihak PT PSMS sudah punya ancang-ancang dari segi bisnis. Sebagai badan hukum sah PSMS, manajemen perseroan terbatas ini sadar tidak bisa sekadar berbangku tangan. Sumbangsih pemikiran dan membantu sektor pembiayaan pasti menjadi hal utama yang harus dipikirkan manajemen PT PSMS. Doli Siregar selaku direktur utama mengaku sudah menganalisa kemungkinan-kemungkinan bisnisnya.
“Untuk mengarungi kompetisi, pasti membutuhkan banyak biaya. Dan PT PSMS berpikir juga untuk melebarkan sayap dalam mencari solusi keuangan dengan mencari cara berbisnis. Tidak hanya dari olahraga tapi dari lingkup lainnya. Dan hasilnya kita kembalikan ke PSMS,” beber Doli.
Sisi bisnis yang dimaksud Doli bisa saja dari marchandise atau lainnya. Terlebih PSMS sudah balik kandang. Kerinduan fans akan tim kebanggaannya memperlihatkan satu celah bisnis. Terutama dari tiket masuk, atau aksesoris. Sedikit banyak, lingkup lain di luar bisnis bisa juga menjadi sasaran PT PSM.
Bagaimana sikap pengurus PSMS? Menjawab hal itu, Hardi Mulyono Kabid Organisasi PSMS belum bisa memberi kepastian apakah akan bekerja sama dengan PT PSMS atau tidak. Tapi Hardi berjanji akan merumuskan kembali seperti apa langkah dan kerja sama apa saja yang bisa mereka lakukan demi prestasi PSMS.
“Kalau ditanyakan kerjasamanya, pasti kita akan selaraskan langkah. Namun bentuknya seperti apa, masih akan kita rumuskan kembali usai pemilihan ketua mmum PSMS nanti,” beber Hardi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010. Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief berpendapat, dua nama itu memiliki visi yang dibutuhkan untuk memajukan tim Ayam Kinantan.
Anggota DPRD Medan itu menilai, PSMS membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
“Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman,” ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. “Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya,” tambah Arief
Dirut PT PSMS, Ir Doli Siregar menegaskan kesiapannya membantu PSMS untuk kembali berlaga di ISL musim yang akan datang. “Kami siap mendukung kiprah PSMS musim depan. Tergantung sikap pengurus nantinya. Karena PT PSMS sekalipun memang tidak bisa juga jalan sendiri,” terang Doli yang ditemui wartawan koran ini, Selasa (14/7) kemarin.
Pihak PT PSMS sudah punya ancang-ancang dari segi bisnis. Sebagai badan hukum sah PSMS, manajemen perseroan terbatas ini sadar tidak bisa sekadar berbangku tangan. Sumbangsih pemikiran dan membantu sektor pembiayaan pasti menjadi hal utama yang harus dipikirkan manajemen PT PSMS. Doli Siregar selaku direktur utama mengaku sudah menganalisa kemungkinan-kemungkinan bisnisnya.
“Untuk mengarungi kompetisi, pasti membutuhkan banyak biaya. Dan PT PSMS berpikir juga untuk melebarkan sayap dalam mencari solusi keuangan dengan mencari cara berbisnis. Tidak hanya dari olahraga tapi dari lingkup lainnya. Dan hasilnya kita kembalikan ke PSMS,” beber Doli.
Sisi bisnis yang dimaksud Doli bisa saja dari marchandise atau lainnya. Terlebih PSMS sudah balik kandang. Kerinduan fans akan tim kebanggaannya memperlihatkan satu celah bisnis. Terutama dari tiket masuk, atau aksesoris. Sedikit banyak, lingkup lain di luar bisnis bisa juga menjadi sasaran PT PSM.
Bagaimana sikap pengurus PSMS? Menjawab hal itu, Hardi Mulyono Kabid Organisasi PSMS belum bisa memberi kepastian apakah akan bekerja sama dengan PT PSMS atau tidak. Tapi Hardi berjanji akan merumuskan kembali seperti apa langkah dan kerja sama apa saja yang bisa mereka lakukan demi prestasi PSMS.
“Kalau ditanyakan kerjasamanya, pasti kita akan selaraskan langkah. Namun bentuknya seperti apa, masih akan kita rumuskan kembali usai pemilihan ketua mmum PSMS nanti,” beber Hardi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010. Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief berpendapat, dua nama itu memiliki visi yang dibutuhkan untuk memajukan tim Ayam Kinantan.
Anggota DPRD Medan itu menilai, PSMS membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
“Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman,” ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. “Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya,” tambah Arief
Pengawalan MU Mirip Pengawalan Bill Clinton
Keamanan super ketat akan diterapkan oleh panitia lokal terhadap Manchester United saat berada di Indonesia. Namun fans masih mendapat kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan pemain-pemain idolanya.
Koordinator Bidang Keamanan Panitia Lokal kedatangan MU, Nugroho Setiawan mengatakan, sistem keamanan yang diterapkan terhadap pemain MU tidak jauh berbeda dengan keamanan Presiden AS Bill Clinton saat berkunjung ke Indonesia. Artinya pemain masih diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan fansnya.
"Bila ada fans yang sudah mengganggu, kami tidak akan menangkap mereka. Namun kami akan menyelamatkan pemain yang bersangkutan. Ini mirip seperti saat Bill Clinton di Indonesia," kata Nugroho.
Dijelaskan Nugroho, proses pengamanan terhadap Clinton yang datang ke Indonesia sekitar lima belas tahun lalu berbeda dengan pengamanan Presiden AS, George Bush saat berkunjung ke Indonesia. Bush yang mendapat pengawalan ketat dari pasukan khusus sama sekali tidak bisa berinteraksi dengan masyarakat.
"MU datang untuk bertemu dengan fansnya. Jadi kalau pengamanannya terlalu ketat, mereka tidak akan bisa berinteraksi dengan penggemarnya. Jadi sistem yang kami pakai boleh dikatakan mirip dengan Clinton," kata Nugroho.
Manchester United akan berhadapan dengan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 20 Juli 2009. MU diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, pukul 23.00 WIB, 18 Juli 2009.
Koordinator Bidang Keamanan Panitia Lokal kedatangan MU, Nugroho Setiawan mengatakan, sistem keamanan yang diterapkan terhadap pemain MU tidak jauh berbeda dengan keamanan Presiden AS Bill Clinton saat berkunjung ke Indonesia. Artinya pemain masih diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan fansnya.
"Bila ada fans yang sudah mengganggu, kami tidak akan menangkap mereka. Namun kami akan menyelamatkan pemain yang bersangkutan. Ini mirip seperti saat Bill Clinton di Indonesia," kata Nugroho.
Dijelaskan Nugroho, proses pengamanan terhadap Clinton yang datang ke Indonesia sekitar lima belas tahun lalu berbeda dengan pengamanan Presiden AS, George Bush saat berkunjung ke Indonesia. Bush yang mendapat pengawalan ketat dari pasukan khusus sama sekali tidak bisa berinteraksi dengan masyarakat.
"MU datang untuk bertemu dengan fansnya. Jadi kalau pengamanannya terlalu ketat, mereka tidak akan bisa berinteraksi dengan penggemarnya. Jadi sistem yang kami pakai boleh dikatakan mirip dengan Clinton," kata Nugroho.
Manchester United akan berhadapan dengan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 20 Juli 2009. MU diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, pukul 23.00 WIB, 18 Juli 2009.
Wednesday, July 15, 2009
Kembalikan Kejayaan Sepakbola Medan
Menyikapi banyaknya keluhan yang disampaikan oleh klub-klub sepakbola yang ada di Medan, Pengda PSSI Sumut melalui surat bernomor 060/PSSI-SU/KU/VII/2009 memberikan mandat kepada Drs H Darwin Syamsul, Edy Anthony Wendri, dan Ongku Zulfin Nasution untuk menggelar masyawarah cabang (Muscab) I PSSI Medan.
Terkait dengan pemberian mandat itu, kemarin (13/7) bertempat di Hotel Asean digelar Muscab PSSI Medan yang dihadiri oleh 26 dari 31 klub yang mengajukan permohonan mandat menggelar Musda ke PSSI Sumut, beberapa waktu lalu.
Para anggota Muscab menunjuk H Saryono (Ketua), Ariyadi, Halim Panggabean, Herry Ryanto, dan Ongku Zulfin Nasution sebagai panitia yang meminpin jalannya Muscab.
Adapun hasil Muscab memutuskan tim formatur yang terdiri dari Drs H Darwin Syamsul, Edi Anthoni Wendri dan Ongku Zulfin Nasution bertugas menyusun kepengurusan PSSI Medan dalam rentang waktu 12 hari sejak gelaran Muscab I berlangsung.
“Jika mengacu pada surat mandat yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP, kami memiliki waktu 15 hari ke depan untuk menyusun kepengurusan. Tapi saya yakin dalam waktu 12 hari susunan pengurus PSSI Medan akan segera terbentuk,” bilang Ketua PSSI Medan terpilih Drs H Darwin Syamsul, kepada wartawan koran ini.
Optimisme yang diusung Darwin ini terkait kerinduan yang dirasakan oleh insan sepakbola di Medan yang telah lama tak merasakan kompetisi. “Jika disusun lebih cepat, maka program kerja akan lebih cepat berjalan. Artinya, kompetisi antar klub akan semakin cepat digelar,” bilang Darwin.
Dengan terbentuknya Pengurus Cabang PSSI Kota Medan, secara otomatis berdasarkan Pedoman Dasar PSSI maka status 40 klub yang selama ini bernaung di bawah panji PSMS, resmi menjadi anggota PSSI Kota Medan.
Namun Pimpinan sidang H Saryono belum berani mengatakan jika status ke-40 klub itu akan ‘putus hubungan’ dengan PSMS. “Kami belum memahami secara menyeluruh tentang isi Pedoman Dasar PSSI. Lagi pula 40 klub yang akan bergabung ke PSSI Medan adalah pemegang saham PT PSMS,” bilang pemilik PS Kinantan ini.
“Seharusnya Ketua Umum PSSI Sumut yang menjelaskan hal ini, sehingga tak terjadi kerancuan dan multi tafsir atas aturan yang berlaku. Jadi sangat kami sesalkan bila pada kesempatan ini beliau (Ketua Umum PSSI Sumut) hanya mengutus salah seorang anggota biro alih status Affendi Marico sebagai pemantau Muscab,” tambah pria yang akrab disapa Pak Haji ini.
Sementara itu Walikota Medan Drs H Afifuddin MSi dalam sambutannya ketika membuka Muscab tersebut mengatakan, ada tiga faktor pendukung untuk membina sekaligus meningkatkan prestasi sepakbola di Medan. Ketiga faktor tersebut adalah sarana, finansial, dan organisasi. Tanpa ketiga faktor itu, mustahil prestasi dapat diraih.
Selanjutnya Walikota berharap dengan terbentuknya Pengcab PSSI Kota Medan maka atmosfer sepakbola di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini kembali hidup. “Dari dulu, sepakbola selalu mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan. Olahraga ini benar-benar telah menyatu dengan masyarakat Kota Medan,” kata Walikota.
Karenanya Walikota berharap agar para pengurus yang terpilih memimpin PSSI Medan memiliki visi dan misi yang jelas dan terarah agar kejayaan sepakbola Sumut terulang kembali “Yang terpenting adalah kepengurusan PSSI Medan solid. Karena itulah sarat mutlak agar program kerja dapat berjalan sesuai rencana,” imbuh Walikota
Terkait dengan pemberian mandat itu, kemarin (13/7) bertempat di Hotel Asean digelar Muscab PSSI Medan yang dihadiri oleh 26 dari 31 klub yang mengajukan permohonan mandat menggelar Musda ke PSSI Sumut, beberapa waktu lalu.
Para anggota Muscab menunjuk H Saryono (Ketua), Ariyadi, Halim Panggabean, Herry Ryanto, dan Ongku Zulfin Nasution sebagai panitia yang meminpin jalannya Muscab.
Adapun hasil Muscab memutuskan tim formatur yang terdiri dari Drs H Darwin Syamsul, Edi Anthoni Wendri dan Ongku Zulfin Nasution bertugas menyusun kepengurusan PSSI Medan dalam rentang waktu 12 hari sejak gelaran Muscab I berlangsung.
“Jika mengacu pada surat mandat yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP, kami memiliki waktu 15 hari ke depan untuk menyusun kepengurusan. Tapi saya yakin dalam waktu 12 hari susunan pengurus PSSI Medan akan segera terbentuk,” bilang Ketua PSSI Medan terpilih Drs H Darwin Syamsul, kepada wartawan koran ini.
Optimisme yang diusung Darwin ini terkait kerinduan yang dirasakan oleh insan sepakbola di Medan yang telah lama tak merasakan kompetisi. “Jika disusun lebih cepat, maka program kerja akan lebih cepat berjalan. Artinya, kompetisi antar klub akan semakin cepat digelar,” bilang Darwin.
Dengan terbentuknya Pengurus Cabang PSSI Kota Medan, secara otomatis berdasarkan Pedoman Dasar PSSI maka status 40 klub yang selama ini bernaung di bawah panji PSMS, resmi menjadi anggota PSSI Kota Medan.
Namun Pimpinan sidang H Saryono belum berani mengatakan jika status ke-40 klub itu akan ‘putus hubungan’ dengan PSMS. “Kami belum memahami secara menyeluruh tentang isi Pedoman Dasar PSSI. Lagi pula 40 klub yang akan bergabung ke PSSI Medan adalah pemegang saham PT PSMS,” bilang pemilik PS Kinantan ini.
“Seharusnya Ketua Umum PSSI Sumut yang menjelaskan hal ini, sehingga tak terjadi kerancuan dan multi tafsir atas aturan yang berlaku. Jadi sangat kami sesalkan bila pada kesempatan ini beliau (Ketua Umum PSSI Sumut) hanya mengutus salah seorang anggota biro alih status Affendi Marico sebagai pemantau Muscab,” tambah pria yang akrab disapa Pak Haji ini.
Sementara itu Walikota Medan Drs H Afifuddin MSi dalam sambutannya ketika membuka Muscab tersebut mengatakan, ada tiga faktor pendukung untuk membina sekaligus meningkatkan prestasi sepakbola di Medan. Ketiga faktor tersebut adalah sarana, finansial, dan organisasi. Tanpa ketiga faktor itu, mustahil prestasi dapat diraih.
Selanjutnya Walikota berharap dengan terbentuknya Pengcab PSSI Kota Medan maka atmosfer sepakbola di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini kembali hidup. “Dari dulu, sepakbola selalu mendapat tempat di hati masyarakat Kota Medan. Olahraga ini benar-benar telah menyatu dengan masyarakat Kota Medan,” kata Walikota.
Karenanya Walikota berharap agar para pengurus yang terpilih memimpin PSSI Medan memiliki visi dan misi yang jelas dan terarah agar kejayaan sepakbola Sumut terulang kembali “Yang terpenting adalah kepengurusan PSSI Medan solid. Karena itulah sarat mutlak agar program kerja dapat berjalan sesuai rencana,” imbuh Walikota
Eldin & Randiman dijagokan ketuai PSMS
Sekretaris Daerah Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Randiman Tarigan dijagokan sebagai Ketua Umum PSMS Medan untuk musim kompetisi Divisi Utama PSSI 2009/2010.
"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.
Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.
Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super.
"Siapa pun sebenarnya yang memimpin PSMS Medan sepanjang layak, oke-oke saja, tapi Eldin dan Randiman saya pikir cukup bagus untuk memimpin," kata Ketua Umum Klub PS Shimponi, Ahmad Arief.
Anggota DPRD Medan itu menilai, tim "Ayam Kinantan" membutuhkan sosok ketua umum yang loyal dan mampu mengangkat kembali prestasi PSMS setelah terdegradasi dari Liga Super Indonesia. Jika tak ada pihak swasta yang berminat menangani klub ini, pilihan paling rasional jatuh kepada Eldin dan Randiman. Arief berharap agar satu dari antara dua figur tersebut bisa membawa PSMS kembali masuk ke Liga Super Indonesia.
"Masalah utama PSMS adalah dana. Jika tak ada swasta yang mau, jalan yang mungkin ditempuh supaya PSMS tetap hidup adalah bantuan APBD dan sumbangan. Di sinilah diharapkan peran Eldin atau Randiman," ujar Ketua F-PAN DPRD Medan itu.
Soal bantuan APBD, menurut dia, masih dimungkinkan asal penyalurannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini merujuk pada klub daerah lain seperti Persija Jakarta atau Persebaya Surabaya.
Pemilihan pengurus baru PSMS rencananya akan digelar dalam musyawarah pada 18 Juli mendatang. "Diharapkan musyawarah bisa berjalan sukses agar PSMS bisa kembali berjaya," tambah Arief.
Musim depan, PSMS harus berlaga di Liga Divisi Utama. Mereka tersisih setelah kalah dari Persebaya Surabaya dalam playoff untuk memperebutkan satu tiket di Liga Super.
Tuesday, July 14, 2009
Masih Gelap
Tampaknya pembentukan skuad PSMS Medan yang akan mengarungi musim depan di Divisi Utama, tak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Seluruhnya akan ditentukan usai ditentukannya Ketua Umum PSMS, yang gelaran musyawarahnya akan dilaksanakan 18 Juli nanti.
Hal itu diungkapkan Hardi Mulyono, Kabid Organisasi PSMS Minggu (12/7) kemarin. Walhasil, siapa yang digadang bakal menukangi PSMS musim depan, serta siapa saja pemain yang bakal direkrut juga masih gelap.
“Kita tentu saja belum bisa menentukan pembentukan kerangka tim dalam waktu dekat ini. Semua masih menunggu hingga Ketua Umum ditentukan,” beber Hardi Mulyono.
Sejauh ini, isu yang beredar untuk menjabat PSMS I masih juga buram. Kabar yang beredar adalah Dzulmi Eldin Sekdakot Medan yang berpeluang besar menjadi Ketua Umum. “Kalau Bakal Calon Ketua Umum, nama Dzulmi Eldin masih mengemuka. Kita lihat saja nanti,” sambung Hardi.
Mengenai waktu yang tak terlalu panjang untuk membentuk tim, Hardi tidak terlalu mengkhawatirkannya. Berdasarkan jadwal semula, Divisi Utama akan dimulai Oktober mendatang. “Masih ada waktu. Dan semuanya akan berjalan sesuai rencana,” tambah Hardi.
Karena Ketua Umum belum ditentukan, kerangka tim juga tentu saja belum dapat dipastikan. Siapa yang akan menjadi manajer juga belum dapat dipastikan. “Kalau itu Ketua Umum nantinya yang akan menunjuk.
Semuanya masih blank. Kita tunggu saja, semoga semua bisa lebih cepat terbentuk,” pungkas Hardi. Untuk posisi pelatih, nama Suimin Diharja kembali mengemuka untuk menukangi PSMS musim depan. Tapi niatannya itu masih harus menunggu kepastian dari manajemen PSMS musim ini.
Sementara dari manajemen musim lalu, belum dapat dipastikan kapan pastinya mandat akan segera diserahterimakan. Sejauh ini Sihar Sitorus selaku manajer musim lalu, masih menghitung dan menyusun laporan pertanggungjawabannya kepada pengurus PSMS.
Hal itu diungkapkan Hardi Mulyono, Kabid Organisasi PSMS Minggu (12/7) kemarin. Walhasil, siapa yang digadang bakal menukangi PSMS musim depan, serta siapa saja pemain yang bakal direkrut juga masih gelap.
“Kita tentu saja belum bisa menentukan pembentukan kerangka tim dalam waktu dekat ini. Semua masih menunggu hingga Ketua Umum ditentukan,” beber Hardi Mulyono.
Sejauh ini, isu yang beredar untuk menjabat PSMS I masih juga buram. Kabar yang beredar adalah Dzulmi Eldin Sekdakot Medan yang berpeluang besar menjadi Ketua Umum. “Kalau Bakal Calon Ketua Umum, nama Dzulmi Eldin masih mengemuka. Kita lihat saja nanti,” sambung Hardi.
Mengenai waktu yang tak terlalu panjang untuk membentuk tim, Hardi tidak terlalu mengkhawatirkannya. Berdasarkan jadwal semula, Divisi Utama akan dimulai Oktober mendatang. “Masih ada waktu. Dan semuanya akan berjalan sesuai rencana,” tambah Hardi.
Karena Ketua Umum belum ditentukan, kerangka tim juga tentu saja belum dapat dipastikan. Siapa yang akan menjadi manajer juga belum dapat dipastikan. “Kalau itu Ketua Umum nantinya yang akan menunjuk.
Semuanya masih blank. Kita tunggu saja, semoga semua bisa lebih cepat terbentuk,” pungkas Hardi. Untuk posisi pelatih, nama Suimin Diharja kembali mengemuka untuk menukangi PSMS musim depan. Tapi niatannya itu masih harus menunggu kepastian dari manajemen PSMS musim ini.
Sementara dari manajemen musim lalu, belum dapat dipastikan kapan pastinya mandat akan segera diserahterimakan. Sejauh ini Sihar Sitorus selaku manajer musim lalu, masih menghitung dan menyusun laporan pertanggungjawabannya kepada pengurus PSMS.
Zada batal ke Persela
Persela Lamongan terus mencari pengganti gelandang asal Brazil, Leonardo Martin Dinelli Zada, yang batal bergabung dan memilih merapat ke klub lain untuk kompetisi Liga Super Indonesia musim 2009-2010.
Koordinator Pembentukan Tim Persela, Yuhronur Efendi mengatakan, pihaknya mendapat tawaran dari sejumlah agen pemain asing untuk posisi gelandang, antara lain dari Amerika Latin dan Portugal.
"Kami sudah lihat rekaman pemain asing yang ditawarkan agen tersebut, tapi belum berani memutuskan. Semua pemain yang ditawarkan belum pernah merumput di Indonesia," katanya.
Menurut Yuhronur, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam merekrut pemain, agar tidak salah pilih seperti yang terjadi pada musim lalu. Kasus itu terjadi saat Persela mengontrak Epala Jordan, tapi akhirnya jarang dimainkan karena kualitasnya pas-pasan.
"Yang jelas, kami ingin mencari pemain yang memiliki kualitas bagus dan cocok dengan kebutuhan tim. Kami juga berkonsultasi dengan pelatih untuk mencari pemain yang diinginkan," tambahnya.
Sebelumnya, manajemen Persela sudah hampir mencapai kesepakatan dengan Martin Zada. Namun, mantan pemain PSMS Medan tersebut, masih memilih bergabung dengan klub lain. Kabarnya, tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" itu, juga mendapat tawaran pemain dari Singapura dan Malaysia, namun tidak tertarik untuk merekrutnya.
Persela kini baru mengontrak dua pemain asing, yakni Fabiano Rosa Beltrame (Brazil/bek) dan Varney Pas Boakay (Liberia/striker). Total sudah ada 16 pemain yang dimiliki Persela dan tinggal mencari sekitar delapan pemain tambahan.
Pelatih Persela, Widodo Cahyono Putro mengaku, tidak terlalu yakin dengan kualitas pemain asing yang ditawarkan agen pemain, sebelum melihat langsung penampilan mereka.
"Belum tentu penampilan di rekaman video, sama dengan kualitas pemain yang sesungguhnya. Kalau memang kualitasnya tidak bagus, lebih baik kami mencari pemain yang sudah pernah bermain di Indonesia," katanya.
Koordinator Pembentukan Tim Persela, Yuhronur Efendi mengatakan, pihaknya mendapat tawaran dari sejumlah agen pemain asing untuk posisi gelandang, antara lain dari Amerika Latin dan Portugal.
"Kami sudah lihat rekaman pemain asing yang ditawarkan agen tersebut, tapi belum berani memutuskan. Semua pemain yang ditawarkan belum pernah merumput di Indonesia," katanya.
Menurut Yuhronur, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam merekrut pemain, agar tidak salah pilih seperti yang terjadi pada musim lalu. Kasus itu terjadi saat Persela mengontrak Epala Jordan, tapi akhirnya jarang dimainkan karena kualitasnya pas-pasan.
"Yang jelas, kami ingin mencari pemain yang memiliki kualitas bagus dan cocok dengan kebutuhan tim. Kami juga berkonsultasi dengan pelatih untuk mencari pemain yang diinginkan," tambahnya.
Sebelumnya, manajemen Persela sudah hampir mencapai kesepakatan dengan Martin Zada. Namun, mantan pemain PSMS Medan tersebut, masih memilih bergabung dengan klub lain. Kabarnya, tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" itu, juga mendapat tawaran pemain dari Singapura dan Malaysia, namun tidak tertarik untuk merekrutnya.
Persela kini baru mengontrak dua pemain asing, yakni Fabiano Rosa Beltrame (Brazil/bek) dan Varney Pas Boakay (Liberia/striker). Total sudah ada 16 pemain yang dimiliki Persela dan tinggal mencari sekitar delapan pemain tambahan.
Pelatih Persela, Widodo Cahyono Putro mengaku, tidak terlalu yakin dengan kualitas pemain asing yang ditawarkan agen pemain, sebelum melihat langsung penampilan mereka.
"Belum tentu penampilan di rekaman video, sama dengan kualitas pemain yang sesungguhnya. Kalau memang kualitasnya tidak bagus, lebih baik kami mencari pemain yang sudah pernah bermain di Indonesia," katanya.
Monday, July 13, 2009
Masih Bisa Nego
Sejumlah pemain muda potensial PSMS musim lalu, mendapatkan kontrak cukup panjang dari PT Togos Gopas sebagai pengelola PSMS di bawah pimpinan Sihar Sitorus. Kabar beredar, beberapa di antara pemain juga sudah deal dengan Pro Duta klub baru yang akan dikelola Sihar.
Namun, hal itu ternyata tidak seratus persen berlaku. Meski sudah terikat kontrak, prosesi nego ulang antara pemain dan manajemen masih bisa terjadi. Oleh karena itu, beberapa pemain masih bisa pindah ke klub lain. Walaupun, klub peminat itu harus berhubungan langsung dengan manajemen Pro Duta.
Fadly Hariri, salah satu pemain yang mendapatkan kontrak dengan PT Togos Gopas hingga 3 tahun. Masa yang sama dengan Aun Carbiny dan Rahmadani.
Ditanyakan apakah Fadly pasti akan bergabung ke Pro Duta, ternyata jawabannya juga masih belum dapat dipastikan.
Secara pribadi, Fadly sebenarnya masih sangat ingin dapat membela PSMS musim depan. Hal itu didasari oleh rasa kecintaan akan PSMS dan tanggung jawab besar karena PSMS degradasi.
“Memang saya sudah terikat kontrak dengan Pro Duta. Tapi, masih akan ada nego ulang. Beberapa klub ada menghubungi saya dan meminta saya bergabung dengan mereka. Tapi saya serahkan kepada manajemen. Kalau manajemen merestui dan saya bersedia pindah, ya bisa saja,” beber Fadly, Jumat (10/7) kemarin.
“Jujur, saya masih sangat ingin membela PSMS. Kalau semua jelas, saya bersedia kembali main di PSMS,” lanjut Fadly.
Walhasil, dari beberapa pemain PSMS yang masih terikat kontrak, hanya beberapa yang memang sudah pasti berlabuh ke Pro Duta. Mereka antara lain, Galih Sudaryono dan Oktovianus Maniani. Selebihnya masih buram. Tiga legiun asing PSMS, Zada, Costas dan Esteban juga masih gulita kepastiannya untuk dipertahankan manajemen Pro Duta.
Kabar terakhir menyebutkan bahwa Zada tidak bersedia main di Pro Duta, walaupun nyatanya tenaga Zada masih dibutuhkan manajemen. Pemain sekelas Zada tentunya ingin main di kompetisi kasta tertinggi. Dan untungnya beberapa klub besar Indonesia Super Liga (ISL) menyatakan ingin merekrutnya.
Sihar Sitorus beberapa waktu lalu berkata, kalau memang ada klub yang serius ingin merekrut pemain yang masih terikat kontrak dengannya harus menghubunginya dan memperbincangkan dengan serius. “Kalau memang ada klub yang serius, mereka pasti menghubungi saya,” beber Sihar waktu itu. Nah, segala keputusan tentu saja ada di pihak pemain dan manjemen. Satu lagi, pengurus PSMS yang ingin merekrut pemain PSMS musim lalu, juga harus bertindak cepat membentuk tim sebelum kompetisi dimulai
Namun, hal itu ternyata tidak seratus persen berlaku. Meski sudah terikat kontrak, prosesi nego ulang antara pemain dan manajemen masih bisa terjadi. Oleh karena itu, beberapa pemain masih bisa pindah ke klub lain. Walaupun, klub peminat itu harus berhubungan langsung dengan manajemen Pro Duta.
Fadly Hariri, salah satu pemain yang mendapatkan kontrak dengan PT Togos Gopas hingga 3 tahun. Masa yang sama dengan Aun Carbiny dan Rahmadani.
Ditanyakan apakah Fadly pasti akan bergabung ke Pro Duta, ternyata jawabannya juga masih belum dapat dipastikan.
Secara pribadi, Fadly sebenarnya masih sangat ingin dapat membela PSMS musim depan. Hal itu didasari oleh rasa kecintaan akan PSMS dan tanggung jawab besar karena PSMS degradasi.
“Memang saya sudah terikat kontrak dengan Pro Duta. Tapi, masih akan ada nego ulang. Beberapa klub ada menghubungi saya dan meminta saya bergabung dengan mereka. Tapi saya serahkan kepada manajemen. Kalau manajemen merestui dan saya bersedia pindah, ya bisa saja,” beber Fadly, Jumat (10/7) kemarin.
“Jujur, saya masih sangat ingin membela PSMS. Kalau semua jelas, saya bersedia kembali main di PSMS,” lanjut Fadly.
Walhasil, dari beberapa pemain PSMS yang masih terikat kontrak, hanya beberapa yang memang sudah pasti berlabuh ke Pro Duta. Mereka antara lain, Galih Sudaryono dan Oktovianus Maniani. Selebihnya masih buram. Tiga legiun asing PSMS, Zada, Costas dan Esteban juga masih gulita kepastiannya untuk dipertahankan manajemen Pro Duta.
Kabar terakhir menyebutkan bahwa Zada tidak bersedia main di Pro Duta, walaupun nyatanya tenaga Zada masih dibutuhkan manajemen. Pemain sekelas Zada tentunya ingin main di kompetisi kasta tertinggi. Dan untungnya beberapa klub besar Indonesia Super Liga (ISL) menyatakan ingin merekrutnya.
Sihar Sitorus beberapa waktu lalu berkata, kalau memang ada klub yang serius ingin merekrut pemain yang masih terikat kontrak dengannya harus menghubunginya dan memperbincangkan dengan serius. “Kalau memang ada klub yang serius, mereka pasti menghubungi saya,” beber Sihar waktu itu. Nah, segala keputusan tentu saja ada di pihak pemain dan manjemen. Satu lagi, pengurus PSMS yang ingin merekrut pemain PSMS musim lalu, juga harus bertindak cepat membentuk tim sebelum kompetisi dimulai
Suimin tunggu pinangan
Mantan pelatih Persikabo Kabupaten Bogor, Suimin Diharja menegaskan, dirinya sedang menunggu pinangan PSMS Medan. Sebab, secara kebetulan kontraknya dengan Persikabo sudah berakhir dan belum diperpanjang.
Diakui Suimin, dirinya akan dengan senang hati bisa menukangi PSMS, jika pengurus memberikan kepercayaan. Terlebih karena dia lahir dan besar di Medan, sehingga sangat faham dengan karakter permainan yang cocok untuk Ayam Kinantan.
"Saya ini lahir dan besar di Medan. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa menyumbangkan tenaga untuk daerah sendiri. Tapi, sampai sejauh ini, belum ada pengurus PSMS yang menghubungi saya," jelas Suimin dihubungi Waspada, Sabtu.
Ditambahkannya, beberapa tim memang sudah menghubunginya. Hanya saja, belum ada satu pun yang serius melakukan pembicaraan. Karena itu, ia berharap bisa segera mendapat kepastian dari manajemen PSMS, sebelum tim lain menawarinya kontrak.
"Saya memang berharap demikian. Sebab, bakal sulit bagi saya untuk menolak tawaran dari tim lain, sementara dari PSMS sendiri masih kabur. Sebagai pelatih profesional, saya tentu ingin segera mendapat tempat," katanya.
Masih kata Suimin, dirinya akan memprioritaskan PSMS sekiranya mendapat tawaran secara bersamaan. Hal itu karena, ia mengaku sudah lama ingin kembali membesut skuad tim kebanggaan warga Kota Medan ini tanpa mempedulikan musim depan harus tampil di Divisi Utama.
Ia bahkan mengaku telah memiliki program sekiranya kembali dipercaya menukangi PSMS. Salah satunya dengan memberdayakan pemain muda lokal Sumut, yang menurutnya memiliki cukup banyak talenta yang bisa diandalkan.
"Bagi saya, hal seperti ini bukan hal baru. Bahkan pemain sekelas Ismed Sofyan (Persija) adalah hasil binaan saya. Tapi, itu semua tergantung dari keinginan pengurus PSMS. Sebab, merekalah yang menentukan, apakah akan menggunakan tenaga saya atau tidak," pungkasnya.
Diakui Suimin, dirinya akan dengan senang hati bisa menukangi PSMS, jika pengurus memberikan kepercayaan. Terlebih karena dia lahir dan besar di Medan, sehingga sangat faham dengan karakter permainan yang cocok untuk Ayam Kinantan.
"Saya ini lahir dan besar di Medan. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bisa menyumbangkan tenaga untuk daerah sendiri. Tapi, sampai sejauh ini, belum ada pengurus PSMS yang menghubungi saya," jelas Suimin dihubungi Waspada, Sabtu.
Ditambahkannya, beberapa tim memang sudah menghubunginya. Hanya saja, belum ada satu pun yang serius melakukan pembicaraan. Karena itu, ia berharap bisa segera mendapat kepastian dari manajemen PSMS, sebelum tim lain menawarinya kontrak.
"Saya memang berharap demikian. Sebab, bakal sulit bagi saya untuk menolak tawaran dari tim lain, sementara dari PSMS sendiri masih kabur. Sebagai pelatih profesional, saya tentu ingin segera mendapat tempat," katanya.
Masih kata Suimin, dirinya akan memprioritaskan PSMS sekiranya mendapat tawaran secara bersamaan. Hal itu karena, ia mengaku sudah lama ingin kembali membesut skuad tim kebanggaan warga Kota Medan ini tanpa mempedulikan musim depan harus tampil di Divisi Utama.
Ia bahkan mengaku telah memiliki program sekiranya kembali dipercaya menukangi PSMS. Salah satunya dengan memberdayakan pemain muda lokal Sumut, yang menurutnya memiliki cukup banyak talenta yang bisa diandalkan.
"Bagi saya, hal seperti ini bukan hal baru. Bahkan pemain sekelas Ismed Sofyan (Persija) adalah hasil binaan saya. Tapi, itu semua tergantung dari keinginan pengurus PSMS. Sebab, merekalah yang menentukan, apakah akan menggunakan tenaga saya atau tidak," pungkasnya.
PSMS harus selektif pilih pelatih
PSMS Medan harus seletif dalam membentuk skuad Ayam Kinantan termasuk dalam menentukan pelatih sehingga tidak terjebak di tengah roda kompetisi gonta-ganti pelatih. Pelatih PSMS tidak mesti putra daerah, terbuka bagi siapa saja yang memiliki kualitas dan loyalitas kepada PSMS.
"Tentunya pelatih tersebut memiliki track record dalam menangani klub dengan prestasi menggembirakan," kata pemerhati sepakbola Drs Azzam Nasution yang juga pengurus KONI Kota Medan kepada Waspada, Minggu.
Azzam yang mengurusi PS Deli Putra dan Pemko Medan ini mengakui membentuk dan mengurusi sebuah tim yang solid tidak gampang, bahkan sering orang menyebutkan lebih mudah mengurusi dua juta penduduk ketimbang membentuk sebuah tim yang solid.
"Saya menyambut positif komentar para pemerhati sepakbola menyahuti pelatih yang bakal mengarsiteki Ayam Kinantan pada kompetisi 2009-2010. Tentunya tantangannya lebih berat agar dapat lolos kembali ke Liga Super Indonesia," terang Azzam.
Menanggapi adanya komentar bahwa Suimin Dihardja diharapkan dapat menukangi PSMS, Azzam mengakui sah-sah saja. Namun dia menambahkan, dalam menentukan seorang pelatih kepala hendaknya pengurus PSMS ke depan harus melihat track record dan prestasi yang sudah diperbuat dalam mengurusi klub.
Azzam menambahkan, pelatih PSMS tidak mesti orang Medan. "Pelatih tersebut tentunya memiliki prestasi dalam mengurusi sebuah tim serta punya kualitas dan loyal terhadap PSMS. Sudah berapa banyak pelatih bukan putra daerah yang mengurusi PSMS. Jadi bukan mesti orang Medan," katanya lagi.
Seperti kompetisi 2007-2008 PSMS ditangani pelatih Freddy Mulli dan hasilnya menggembirakan menjadi finalis di tangan manajer tim Randiman Tarigan. Bisa saja PSMS merekrut pelatih top misalnya Jacksen F Tiago yang membawa Persipura Jayapura menjadi juara Liga Super Indonesia 2009.
Menurutnya, PSMS ke depan tidak kembali terjebak dalam situasi plin plan dalam membangun sebuah tim. "Kegagalan PSMS bertahan di Liga Super Indonesia hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terulang lagi dan dapat bangkit lolos ke Liga Super Indonesia," katanya lagi.
Dia juga setuju setelah Musda PSMS 18 Juli mendatang, segera dibentuk komposisi skuad PSMS mulai manajer tim, pelatih hingga pemain. "Dengan persiapan lebih awal tentunya peluang membentuk skuad yang tangguh dapat tercapai," ujarnya.
"Tentunya pelatih tersebut memiliki track record dalam menangani klub dengan prestasi menggembirakan," kata pemerhati sepakbola Drs Azzam Nasution yang juga pengurus KONI Kota Medan kepada Waspada, Minggu.
Azzam yang mengurusi PS Deli Putra dan Pemko Medan ini mengakui membentuk dan mengurusi sebuah tim yang solid tidak gampang, bahkan sering orang menyebutkan lebih mudah mengurusi dua juta penduduk ketimbang membentuk sebuah tim yang solid.
"Saya menyambut positif komentar para pemerhati sepakbola menyahuti pelatih yang bakal mengarsiteki Ayam Kinantan pada kompetisi 2009-2010. Tentunya tantangannya lebih berat agar dapat lolos kembali ke Liga Super Indonesia," terang Azzam.
Menanggapi adanya komentar bahwa Suimin Dihardja diharapkan dapat menukangi PSMS, Azzam mengakui sah-sah saja. Namun dia menambahkan, dalam menentukan seorang pelatih kepala hendaknya pengurus PSMS ke depan harus melihat track record dan prestasi yang sudah diperbuat dalam mengurusi klub.
Azzam menambahkan, pelatih PSMS tidak mesti orang Medan. "Pelatih tersebut tentunya memiliki prestasi dalam mengurusi sebuah tim serta punya kualitas dan loyal terhadap PSMS. Sudah berapa banyak pelatih bukan putra daerah yang mengurusi PSMS. Jadi bukan mesti orang Medan," katanya lagi.
Seperti kompetisi 2007-2008 PSMS ditangani pelatih Freddy Mulli dan hasilnya menggembirakan menjadi finalis di tangan manajer tim Randiman Tarigan. Bisa saja PSMS merekrut pelatih top misalnya Jacksen F Tiago yang membawa Persipura Jayapura menjadi juara Liga Super Indonesia 2009.
Menurutnya, PSMS ke depan tidak kembali terjebak dalam situasi plin plan dalam membangun sebuah tim. "Kegagalan PSMS bertahan di Liga Super Indonesia hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terulang lagi dan dapat bangkit lolos ke Liga Super Indonesia," katanya lagi.
Dia juga setuju setelah Musda PSMS 18 Juli mendatang, segera dibentuk komposisi skuad PSMS mulai manajer tim, pelatih hingga pemain. "Dengan persiapan lebih awal tentunya peluang membentuk skuad yang tangguh dapat tercapai," ujarnya.
Saturday, July 11, 2009
Minta Suimin tangani PSMS
Nama pelatih yang mencuat untuk PSMS Medan antara lain Suimin Dihardja. Arsitek yang berjulukan 'pelatih kampung' ini pernah mengangkat Ayam Kinantan kembali di Liga Super Indonesia.
Sepak terjang Suimin pun tak perlu diragukan. Apalagi, dia pernah mengangkat citra PSMS dari sebelumnya yang tak diminati penonton hingga membuat Stadion Teladan menjadi penuh sesak.
"Saya meminta kepada Suimin, agar turun gunung (kembali ke Medan) untuk menangani PSMS pada putaran kompetisi divisi utama tahun depan. Sebab menurut saya, selain asli putra daerah, dia juga mengerti tentang karakter orang Medan," kata pemerhati sepakbola Benny Tomasoa dalam siaran persnya kepada Waspada, Jumat.
Suimin yang mulanya hanya melatih klub-klub kecil di Medan, berkat ketekunannya berhasil menyandang predikat pelatih dengan julukan "Sang Motivator" versi beberapa media ibukota.
Karenanya Benny kembali mengatakan, kalau PSMS ingin lebih baik lagi ke depan, harus secepatnya mengikat Suimin sebelum digaet klub lain. "Kompetisi belum diputar saja, pelatih kampung itu dikabarkan sudah dilirik klub besar seperti Persija Jakarta, PKT Bontang dan Semen Padang," jelasnya.
Dia juga meminta para pengurus menyatukan persepsi agar nama baik Medan dapat terangkat kembali seperti pada zaman perserikatan beberapa tahun silam. "Jujur saja demi PSMS Medan, saya sudah melobi beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor. Dari hasil usaha tersebut, kita hanya tinggal menunggu jawaban saja," ucapnya.
Begitu juga dengan sikap dalam menentukan calon ketua umum dan ketua harian pada 18 Juli mendatang melalui Musyawarah Antar Klub yang harus dilaksanakan dengan arif dan bijaksana. "Sebab kalau hanya melihat sosok dan bukan kualitas, maka jangan harap klub kebanggaan kota ini mampu berbicara lebih baik lagi di putaran kompetisi Divisi Utama musim mendatang," tegasnya.
Sebelumnya mantan pemain nasional dan PSMS era 60-an H Dollah Unai pun mendesak, segera benahi PSMS. Dollah melihat sosok Drs H Randiman Tarigan bertangan dingin menangani tim Ayam Kinantan.
Sepak terjang Suimin pun tak perlu diragukan. Apalagi, dia pernah mengangkat citra PSMS dari sebelumnya yang tak diminati penonton hingga membuat Stadion Teladan menjadi penuh sesak.
"Saya meminta kepada Suimin, agar turun gunung (kembali ke Medan) untuk menangani PSMS pada putaran kompetisi divisi utama tahun depan. Sebab menurut saya, selain asli putra daerah, dia juga mengerti tentang karakter orang Medan," kata pemerhati sepakbola Benny Tomasoa dalam siaran persnya kepada Waspada, Jumat.
Suimin yang mulanya hanya melatih klub-klub kecil di Medan, berkat ketekunannya berhasil menyandang predikat pelatih dengan julukan "Sang Motivator" versi beberapa media ibukota.
Karenanya Benny kembali mengatakan, kalau PSMS ingin lebih baik lagi ke depan, harus secepatnya mengikat Suimin sebelum digaet klub lain. "Kompetisi belum diputar saja, pelatih kampung itu dikabarkan sudah dilirik klub besar seperti Persija Jakarta, PKT Bontang dan Semen Padang," jelasnya.
Dia juga meminta para pengurus menyatukan persepsi agar nama baik Medan dapat terangkat kembali seperti pada zaman perserikatan beberapa tahun silam. "Jujur saja demi PSMS Medan, saya sudah melobi beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor. Dari hasil usaha tersebut, kita hanya tinggal menunggu jawaban saja," ucapnya.
Begitu juga dengan sikap dalam menentukan calon ketua umum dan ketua harian pada 18 Juli mendatang melalui Musyawarah Antar Klub yang harus dilaksanakan dengan arif dan bijaksana. "Sebab kalau hanya melihat sosok dan bukan kualitas, maka jangan harap klub kebanggaan kota ini mampu berbicara lebih baik lagi di putaran kompetisi Divisi Utama musim mendatang," tegasnya.
Sebelumnya mantan pemain nasional dan PSMS era 60-an H Dollah Unai pun mendesak, segera benahi PSMS. Dollah melihat sosok Drs H Randiman Tarigan bertangan dingin menangani tim Ayam Kinantan.
Galih bantah Persisam
Persisam Putra Samarinda kembali gagal mendapatkan penjaga gawang handal. Kali ini, klub promosi Liga Super Indonesia musim depan itu berencana menggaet kiper muda asal PSMS Medan, Galih Sudaryono.
Galih pun segera membantah pernyataan manajer tim Persisam Aidil Fitri yang menyatakan dirinya bakal bergabung dengan tim Elang Borneo tersebut di musim kompetisi 2009/10 nanti. Galih sendiri menjadi buruan Persisam setelah Markus Horison tidak memberikan jawaban pasti mengenai pinangannya.
Bahkan, Aidil menyatakan bila Galih akan mulai mengikuti latihan perdana di Batu, Malang, 20 Juli nanti. Menurut Galih, dirinya sudah terikat kontrak dengan PT Togos Gopas yang mengelola klub Divisi Utama Liga Indonesia, Pro Duta Bandung, sebelum Superliga 2008/09 berakhir. PT Togos Gopas dimiliki Sihar Sitorus, mantan pengelola PSMS Medan tempat Galih bernaung musim lalu.
"Saya sudah putuskan untuk bermain di Pro Duta, walaupun hanya main di Divisi Utama. Kalau Persisam ingin mendapatkan saya, mereka harus bicara kepada bos dulu," ujar Galih, Jumat.
Pernyataan Galih itu juga menunjukkan ia tidak keberatan meninggalkan Pro Duta jika ada klub Superliga yang ingin meminang dirinya. Hanya saja, Galih menginginkan agar proses kepindahannya ditempuh melalui jalur yang benar.
Galih pun segera membantah pernyataan manajer tim Persisam Aidil Fitri yang menyatakan dirinya bakal bergabung dengan tim Elang Borneo tersebut di musim kompetisi 2009/10 nanti. Galih sendiri menjadi buruan Persisam setelah Markus Horison tidak memberikan jawaban pasti mengenai pinangannya.
Bahkan, Aidil menyatakan bila Galih akan mulai mengikuti latihan perdana di Batu, Malang, 20 Juli nanti. Menurut Galih, dirinya sudah terikat kontrak dengan PT Togos Gopas yang mengelola klub Divisi Utama Liga Indonesia, Pro Duta Bandung, sebelum Superliga 2008/09 berakhir. PT Togos Gopas dimiliki Sihar Sitorus, mantan pengelola PSMS Medan tempat Galih bernaung musim lalu.
"Saya sudah putuskan untuk bermain di Pro Duta, walaupun hanya main di Divisi Utama. Kalau Persisam ingin mendapatkan saya, mereka harus bicara kepada bos dulu," ujar Galih, Jumat.
Pernyataan Galih itu juga menunjukkan ia tidak keberatan meninggalkan Pro Duta jika ada klub Superliga yang ingin meminang dirinya. Hanya saja, Galih menginginkan agar proses kepindahannya ditempuh melalui jalur yang benar.
Sesalkan Ayam Kinantan
elum berhasilnya PSMS Medan bertahan di Liga Super Indonesia masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati sepakbola. Penyebabnya tak lain ketidakmampuan para pemain Ayam Kinantan memberikan kontribusi terbaik saat menghadapi Persebaya Surabaya di laga playoff lewat drama adu penalti di Stadion Siliwangi Bandung beberapa waktu lalu.
"Jelas ini kesalahan para pemain dan bukan kesalahan dari pihak manajemen yang dipimpin Sihar Sitorus. Sebab pengusaha muda itu telah banyak mengeluarkan dana," sesal H Sakiruddin SE MM di Medan, Rabu.
Menurut mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Pemprovsu ini, pihak manajemen tidak salah dan telah berbuat semaksimal mungkin menjadikan tim Ayam Kinantan lebih baik dari sebelumnya. Namun, mengingat seluruh pemain yang dipercayakan membela skuad PSMS tidak memiliki jiwa profesional, Ayam Kinantan harus rela turun kasta ke Divisi Utama musim mendatang.
"Yang paling menyedihkan adalah Sihar Sitorus. Mengapa? Karena ia sudah banyak mengeluarkan dana namun hasil yang didapat tak lain pil pahit," bebernya kesal.
Padahal dari penilaian masyarakat Medan ketika menyaksikan pertandingan antara PSMS melawan Persebaya, anak-anak Medan banyak peluang menciptakan gol. Tapi akibat terburu-buru dan tidak memiliki mental, setiap serangan terbuang sia-sia.
Menanggapi ucapan pelatih Rudi William Keltjes yang mengatakan dirinya masuk dalam skuad di pertengahan jalan sehingga tak mampu berbuat banyak, Sakiruddin mengatakan alasan tersebut salah.
"Seharusnya Rudi sudah punya analisa terhadap PSMS sebelum menerima tawaran dari pihak manajemen. Tapi sudah jalan baru berkata seperti itu, berarti ia bisa dikatakan melepaskan tanggung jawab dalam arti PSMS hanya sebagai tempat lapangan pekerjaan baru untuknya," ujarnya tegas.
Untuk itu, dia menghimbau para pelatih baik di Sumut dan di mana pun berada dalam menanggapi tawaran menangani sebuah tim, lihatlah dulu dan jangan asal terima. “Karena, kalau kinerja tidak becus, klub tersebut bisa-bisa terperosok ke jurang yang lebih dalam,” tambahnya.
"Cukuplah PSMS Medan yang mengalami hal ini dan mudah-mudahan ke depannya mampu berbicara lagi musim mendatang," imbuh Sakiruddin.
"Jelas ini kesalahan para pemain dan bukan kesalahan dari pihak manajemen yang dipimpin Sihar Sitorus. Sebab pengusaha muda itu telah banyak mengeluarkan dana," sesal H Sakiruddin SE MM di Medan, Rabu.
Menurut mantan pemain Persiraja Banda Aceh dan Pemprovsu ini, pihak manajemen tidak salah dan telah berbuat semaksimal mungkin menjadikan tim Ayam Kinantan lebih baik dari sebelumnya. Namun, mengingat seluruh pemain yang dipercayakan membela skuad PSMS tidak memiliki jiwa profesional, Ayam Kinantan harus rela turun kasta ke Divisi Utama musim mendatang.
"Yang paling menyedihkan adalah Sihar Sitorus. Mengapa? Karena ia sudah banyak mengeluarkan dana namun hasil yang didapat tak lain pil pahit," bebernya kesal.
Padahal dari penilaian masyarakat Medan ketika menyaksikan pertandingan antara PSMS melawan Persebaya, anak-anak Medan banyak peluang menciptakan gol. Tapi akibat terburu-buru dan tidak memiliki mental, setiap serangan terbuang sia-sia.
Menanggapi ucapan pelatih Rudi William Keltjes yang mengatakan dirinya masuk dalam skuad di pertengahan jalan sehingga tak mampu berbuat banyak, Sakiruddin mengatakan alasan tersebut salah.
"Seharusnya Rudi sudah punya analisa terhadap PSMS sebelum menerima tawaran dari pihak manajemen. Tapi sudah jalan baru berkata seperti itu, berarti ia bisa dikatakan melepaskan tanggung jawab dalam arti PSMS hanya sebagai tempat lapangan pekerjaan baru untuknya," ujarnya tegas.
Untuk itu, dia menghimbau para pelatih baik di Sumut dan di mana pun berada dalam menanggapi tawaran menangani sebuah tim, lihatlah dulu dan jangan asal terima. “Karena, kalau kinerja tidak becus, klub tersebut bisa-bisa terperosok ke jurang yang lebih dalam,” tambahnya.
"Cukuplah PSMS Medan yang mengalami hal ini dan mudah-mudahan ke depannya mampu berbicara lagi musim mendatang," imbuh Sakiruddin.
Tuesday, July 7, 2009
Leonardo Martins Dinelli ‘Zada’, Pemain PSMS Medan
Faktor Nonteknis di Indonesia di Luar Kewajaran
Atmosfer sepak bola nasional menyisakan banyak catatan yang mendesak dibenahi. Salah satunya, tingginya faktor nonteknis yang menuai kontroversi. Leonardo Martins Dinelli ‘Zada’ menjadikan hal itu sebagai pengalaman.
ZADA tak banyak bicara ketika PSMS Medan selesai mencoba lapangan sehari sebelum bertanding melawan Persebaya dalam playoff 30 Juni lalu. Dia tidak ngambek, kecewa, atau melakukan aksi protes. Tapi, dia hanya berbicara seperlunya kepada rekan-rekannya di tim. Dia memang tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia.
Kalaupun mengobrol, itu hanya pada Esteban Javier Guillen Tejera. Dengan Esteban, mantan pemain Alajuelense Kosta Rika tersebut berbicara dalam bahasa Portugal. Itu wajar. Sebab, musim kompetisi 2008/2009 kali ini merupakan musim pertama Zada.
Meski kiprahnya belum genap setahun, dia mulai memancarkan daya magnet. Beberapa tim ISL santer dikabarkan meminatinya. Di antaranya, Persela Lamongan dan Pelita Jaya.
Selama bergabung dengan PSMS, Zada memang menjadi roh permainan Ayam Kinantan (julukan PSMS). Dia menyatakan senang bisa menjadi bagian dari PSMS. Sebab, dia sudah beradaptasi dengan ciri permainan tim asal Sumatera Utara itu.
Dia memang baru semusim menikmati atmosfer kompetisi di Indonesia. Tapi, dia banyak belajar tentang rimba sepak bola nasional. Salah satunya, faktor nonteknis di luar kewajaran yang terjadi di kancah sepak bola nasional. ‘’Semua bisa menilai dan melihat bagaimana kejadian nonteknis dalam sepak bola di sini,’’ ujarnya.
Zada menyatakan belum pernah menemui hal serupa sepanjang karirnya. Padahal, pria 32 tahun itu bisa dikatakan banyak makan asam garam di dunia sepak bola profesional. Di antaranya, bermain untuk Alajuelense (Kosta Rika) serta Vasco da Gama dan Fluminense (Brazil).
Namun, hal tersebut tidak membuat Zada antipati. Dia kerasan bermain di Indonesia. Menurut dia, sepak bola di negeri ini cukup prospektif. Dia berharap agar semua masih bisa diperbaiki. ‘’Saya harap PSSI maupun BLI bisa memperbaiki penyelenggaraan liga di Indonesia,’’ katanya.
Jika penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia bisa lebih baik, dia yakin, prestasi Indonesia di kancah internasional akan terus meningkat
Atmosfer sepak bola nasional menyisakan banyak catatan yang mendesak dibenahi. Salah satunya, tingginya faktor nonteknis yang menuai kontroversi. Leonardo Martins Dinelli ‘Zada’ menjadikan hal itu sebagai pengalaman.
ZADA tak banyak bicara ketika PSMS Medan selesai mencoba lapangan sehari sebelum bertanding melawan Persebaya dalam playoff 30 Juni lalu. Dia tidak ngambek, kecewa, atau melakukan aksi protes. Tapi, dia hanya berbicara seperlunya kepada rekan-rekannya di tim. Dia memang tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia.
Kalaupun mengobrol, itu hanya pada Esteban Javier Guillen Tejera. Dengan Esteban, mantan pemain Alajuelense Kosta Rika tersebut berbicara dalam bahasa Portugal. Itu wajar. Sebab, musim kompetisi 2008/2009 kali ini merupakan musim pertama Zada.
Meski kiprahnya belum genap setahun, dia mulai memancarkan daya magnet. Beberapa tim ISL santer dikabarkan meminatinya. Di antaranya, Persela Lamongan dan Pelita Jaya.
Selama bergabung dengan PSMS, Zada memang menjadi roh permainan Ayam Kinantan (julukan PSMS). Dia menyatakan senang bisa menjadi bagian dari PSMS. Sebab, dia sudah beradaptasi dengan ciri permainan tim asal Sumatera Utara itu.
Dia memang baru semusim menikmati atmosfer kompetisi di Indonesia. Tapi, dia banyak belajar tentang rimba sepak bola nasional. Salah satunya, faktor nonteknis di luar kewajaran yang terjadi di kancah sepak bola nasional. ‘’Semua bisa menilai dan melihat bagaimana kejadian nonteknis dalam sepak bola di sini,’’ ujarnya.
Zada menyatakan belum pernah menemui hal serupa sepanjang karirnya. Padahal, pria 32 tahun itu bisa dikatakan banyak makan asam garam di dunia sepak bola profesional. Di antaranya, bermain untuk Alajuelense (Kosta Rika) serta Vasco da Gama dan Fluminense (Brazil).
Namun, hal tersebut tidak membuat Zada antipati. Dia kerasan bermain di Indonesia. Menurut dia, sepak bola di negeri ini cukup prospektif. Dia berharap agar semua masih bisa diperbaiki. ‘’Saya harap PSSI maupun BLI bisa memperbaiki penyelenggaraan liga di Indonesia,’’ katanya.
Jika penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia bisa lebih baik, dia yakin, prestasi Indonesia di kancah internasional akan terus meningkat
Pengurus Tunggu LPj Sihar
MEDAN- Kelangsungan PSMS di kancah sepak bola Nasional masih tertunda. Pasalnya, setelah degradasi ke Divisi Utama musim depan, pihak yang terkait seakan mengunci mulut dan belum ada tindakan taktis dari pengurus.
Apalagi setelah pihak manajemen PSMS musim lalu, PT Togos Gopas, membubarkan skuad PSMS. Karena itu, pengurus PSMS berusaha cepat mengantisipasi segala hal yang tidak diingankan. Sayangnya, Sihar Sitorus dati PT Togos Gopas sebagai manajemen PSMS, belum juga melaporkan pertanggungjawaban kepengelolaan selama satu musim. Demikian diutarakan Hardi Mulyono selaku Ketua Bidang Organisasi PSMS Minggu (5/7) kemarin.
“Masalah kapan mau diserahkan mandat, kita sampai saat ini sedang menunggu hal itu dari manejemen saat ini. Kita mau pertanyakan apa saja masalah satu musim sehingga akhirnya sampai degradasi,” beber Hardi.
Memang sejauh ini belum ada tanda-tanda bakal terjadi pertemuan antara pengurus dan manajemen. Pihak manejemen juga belum dapat memastikan pertemuan itu.
Sementara itu, agenda terdekat pengurus saat ini adalah menggelar Musda pemilihan ketua umum PSMS baru. Satu musim menjalani kompetisi, PSMS tanpa ketua. Oleh karena itu, hal satu ini tak boleh ditunda-tunda lagi.
“Jadwal Musda sudah dipastikan akan digelar 18 Juli bertempat di Hotel Dharma Deli. Kalau yang satu ini memang sudah dipastikan. Tapi kalau menyoal mandat, kami masih menunggu manajemen,” lanjut Hardi.
Di samping itu, Hardi Mulyono juga menyatakan akan segera merenovasi Stadion Teladan. Walau sudah turun kasta, renovasi Teladan tetap akan digelar. Saat ini sudah proses tender dan ditarget selesai tahun ini.
“Main di Divisi Utama, sebenarnya tak masalah dengan kondisi stadion teladan saat ini. Tapi kita tetap akan menggelar renovasi. Karena kita target kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim berikutnya. Target harus selesai dalam tahun ini juga,” kata Hardi
Apalagi setelah pihak manajemen PSMS musim lalu, PT Togos Gopas, membubarkan skuad PSMS. Karena itu, pengurus PSMS berusaha cepat mengantisipasi segala hal yang tidak diingankan. Sayangnya, Sihar Sitorus dati PT Togos Gopas sebagai manajemen PSMS, belum juga melaporkan pertanggungjawaban kepengelolaan selama satu musim. Demikian diutarakan Hardi Mulyono selaku Ketua Bidang Organisasi PSMS Minggu (5/7) kemarin.
“Masalah kapan mau diserahkan mandat, kita sampai saat ini sedang menunggu hal itu dari manejemen saat ini. Kita mau pertanyakan apa saja masalah satu musim sehingga akhirnya sampai degradasi,” beber Hardi.
Memang sejauh ini belum ada tanda-tanda bakal terjadi pertemuan antara pengurus dan manajemen. Pihak manejemen juga belum dapat memastikan pertemuan itu.
Sementara itu, agenda terdekat pengurus saat ini adalah menggelar Musda pemilihan ketua umum PSMS baru. Satu musim menjalani kompetisi, PSMS tanpa ketua. Oleh karena itu, hal satu ini tak boleh ditunda-tunda lagi.
“Jadwal Musda sudah dipastikan akan digelar 18 Juli bertempat di Hotel Dharma Deli. Kalau yang satu ini memang sudah dipastikan. Tapi kalau menyoal mandat, kami masih menunggu manajemen,” lanjut Hardi.
Di samping itu, Hardi Mulyono juga menyatakan akan segera merenovasi Stadion Teladan. Walau sudah turun kasta, renovasi Teladan tetap akan digelar. Saat ini sudah proses tender dan ditarget selesai tahun ini.
“Main di Divisi Utama, sebenarnya tak masalah dengan kondisi stadion teladan saat ini. Tapi kita tetap akan menggelar renovasi. Karena kita target kembali ke Indonesia Super League (ISL) musim berikutnya. Target harus selesai dalam tahun ini juga,” kata Hardi
Subscribe to:
Posts (Atom)