Saturday, June 20, 2009

PSMS, Pemain Muda Rawan Hengkang

Di tengah persiapan PSMS menghadapi laga lanjutan AFC dan playoff Indonesia Super League (ISL), terdengar kabar tak sedap. Sihar Sitorus, manajer PSMS, dikabarkan telah menggelontorkan dana Rp8 miliar ke Produta Bandung.
Hal ini menegaskan kalau Sihar bakal membesut tim yang tahun ini promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia itu. Jika demikian, maka Sihar tentunya akan meninggalkan PSMS dan memilih fokus kepada tim yang telah dibelinya. Pertanyaanya, apakah Sihar akan membawa serta sejumlah pemain yang saat ini bersinar di PSMS?

Memang, saat ini terdapat sejumlah pemain potensial PSMS yang memiliki kontrak panjang bersama PT Togos Gopas, yang merupakan sponsor PSMS di ISL musim ini. Sebagai Dirut PT Togos Gopas, Sihar Sitorus punya kuasa akan pemain yang sudah membubuhkan tanda tangannya.

Nama-nama seperti Fadli Hariri, Aun Carbiny, Rachmadani, Oktovianus Maniani, hingga Galih Sudaryono merupakan segelintir pemain muda yang memiliki kontra jangka panjang bersama PT Togos Gopas dengan kisaran masa kerja hingga 3 tahun.

Sangat besar kemungkinan PSMS akan kehilangan pemain potensial itu, karena para pemain telah menyatakan akan menghargai kontrak.
Menanggapi hal itu, Sihar masih enggan berkomentar. Dirinya masih belum dapat memastikan apakah pihaknya akan menarik seluruh barisan muda PSMS ke Pro Duta. “Untuk yang satu ini saya belum bisa menjawab,” beber Sihar singkat.

Ke depan, Pro Duta sendiri akan rencananya akan bermarkas di Jogyakarta. “Kan tidak mungkin di Medan. Jadi saya akan pilih Jogjakarta saja,” lanjut Sihar.
Padahal, Pro Duta sebenarnya bisa saja bermarkas di Medan. Toh Sihar sudah membeli klub itu. Sama halnya dengan kasus Persijatim yang berubah nama jadi Sriwijaya FC karena sudah berpindah kepemilikan.

Fadli Hariri, bek PSMS mengatakan siap saja ke mana pun dirinya akan membela tim barunya. Sebagai anak Medan, Fadli sebenarnya ingin tetap membela PSMS, namun kontraknya yang mencapai 3 tahun bersama PT Togos Gopas mau tak mau harus diselesaikan. Jadi, kemungkinan besar Fadli akan membela Pro Duta dan ikhlas main di Divisi Utama. Sama halnya dengan Oktovianus yang menyebutkan bahwa dia akan menghargai kontraknya bersama Togos Gopas. “Saya ingin juga membela klub asal kota saya, Persipura. Tapi tampaknya hal itu tak akan terjadi dalam waktu dekat, karena saya masih terikat kontrak dengan PT Togos Gopas,” bebernya beberapa waktu lalu.

Galih Tolak Tawaran Persija

GALIH Sudaryono, kiper kedua PSMS mengaku sudah mendapatkan tawaran dari klub besar ISL, Persija Jakarta. Danurwindo, pelatih Persija yang langsung berbicara kepadanya usai laga Persija v PSMS di akhir kompetisi ISL lalu yang berakhir imbang 1-1.

“Sejauh ini baru Persija yang sudah tampak serius menginginkan saya. Kemarin usai laga lawan Persija, Danurwindo langsung mendatangi saja dan menawarkan apakah saya ingin main di Persija,” terang Galih beberapa waktu lalu.
Sebuah prestasi besar juga tampaknya di tengah karir Galih yang sedang meroket dalam beberapa tahun belakangan. Usai membela Timnas U-20 di ajang Sea Games, nama Galih memang berkibar.
Setelah bermain setengah musim untuk PS Sleman, Galih diboyong ke PSMS dan sempat menjadi kiper utama selama setengah musim, sebelum akhirnya Markus Horison datang di putaran kedua.

Pindah ke Persija tentu saja akan semakin mendongkrak karirnya. Tapi sayang, Galih sudah menyatakan menolak pinangan Persija. Apa pasal? Tentu saja lagi-lagi karena sudah terikat kontrak dengan Togos Gopas, perusahaan yang menjadi sponsor PSMS musim ini di ISL. “Baru saja saya perbarui kontrak dengan Togos Gopas. Sebelum ISL berakhir kemarin, saya sudah teken kontrak baru. Artinya, saya siap main untuk PT ini, yang kabarnya sudah membeli Pro Duta,” kata Galih.
Dengan demikian, artinya Galih akan memilih bermain di kasta lebih rendah dari ISL. Dan hal itu tidak terlalu mengganggu pikirannya. “Saya memikirkan masa depan juga, dan jujur saja tentu mengenai materi. Karena saya lihat klub lain di ISL termasuk Persija juga sedang kesulitan keuangan. Saya memilih ambil amannya saja,” pungkas pengidola Buffon kiper Timnas Italia itu. (ful)

Keltjes bantah didepak

asih tetap fokus menyiapkan anak asuhnya, pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes membantah dipecat manajemen Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada, Kamis.

Keltjes membantah dirinya didepak manajemen Ayam Kinantan menjelang melakoni laga playoff memperebutkan satu tiket Superliga musim depan dengan menghadapi tim divisi utama Persebaya Surabaya.

Menurutnya, sejauh ini dirinya tidak ada masalah dengan manajemen tim. Ia bahkan mengaku sedang melakukan persiapan untuk terbang ke Thailand, menghadapi tuan rumah Chonbury FC di babak 16 besar Piala AFC.

"Kabar pemecatan itu tidak benar. Saat ini saya sedang berada di Medan bersama tim dan siap berangkat ke Thailand. Kami memang fokus menghadapi dua laga, yakni di babak 16 Piala Asia dan playoff Superliga," sebut Rudy saat dikonfirmasi terkait berita pemecatan dirinya.

Rumor pemecatan itu mencuat setelah dianggap gagal meloloskan PSMS dari jurang degradasi karena tetap berada di zona playoff. Selain itu, lawan yang akan dihadapi nanti adalah Persebaya yang juga daerah asalnya hingga dikhawatirkan Rudy bertindak tidak fair.

Terkait itu, Rudy mengaku tidak akan kompromi dengan tim kota asalnya karena dirinya seorang pelatih sepakbola profesional. Ia pun memastikan dirinya tetap akan bekerja profesional dalam mengantar timnya menghadapi setiap laga, termasuk dalam duel playoff nanti yang sesuai rencana digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 30 Juni mendatang.

"Memang saya warga Surabaya, tapi yang menafkahi saya saat ini adalah PSMS. Sebagai pelatih profesional, saya tentu akan bekerja maksimal untuk membantu skuad tim di mana saya berada. Sama sekali tidak beralasan, kalau nanti saya akan 'main mata' dengan Persebaya," tegasnya.

Bintang Emas Copa Dji Sam Soe, Tinggal sisakan Okto

KEGAGALAN tim PSMS Medan melaju ke babak semifinal Copa Indonesia berpengaruh besar dengan nasib beberapa pemain dan pelatih yang sebelumnya masuk 10 nominasi Anugerah Bintang Emas Copa Djie Sam Soe 2008/2009 untuk terpilih masuk lima nominasi pada enam kategori umum.

Terbukti, pada meeting juri nasional dan regional tahap kedua di kantor PT HM Sampoerna Jakarta baru-baru ini, para dewan juri yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air termasuk Waspada, mengugurkan sederet nama pemain PSMS termasuk pelatih dan hanya menyisakan pemain muda Octavianus Maniani (Okto) pada kategori best rising star (debutan).

Padahal saat penjurian tahap pertama yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta Mei lalu, selain Otto, ada enam pemain lain yang masuk 10 nominasi yakni Markus Horison, Galih Sudaryono (best kiper), Aun Carbini (best defender), Elie Aiboy, Asri Akbar (best midfielder) dan Rahmad Affandi (best striker).

Keputusan para dewan juri tidak meloloskan para pemain PSMS masuk lima nominasi bintang emas, tentunya sangat beralasan dan penuh pertimbangan. Terutama karena tim kebanggaan warga Kota Medan itu gagal lolos ke semifinal.
Karena itu, secara otomatis para pemain sudah tidak dapat dinilai. Apalagi, sederet nominasi yang timnya lolos ke semifinal memiliki kans yang tidak kalah dengan Markus cs. Begitu pun, para juri tetap mempertahankan Okto.

Pemain asal Papua ini dianggap masih layak disejajarkan atau bersaing dengan empat nominasi lainnya, yakni Syamsul Arif (Persibo), Boaz Salossa (Persipura), Immanuel Wanggai (Peripura) dan Johan Juanyah (Persijap). Selain memenuhi kriteria sebagai calon pemain debutan terbaik, Okto pun merupakan pemain termuda yang merumput di ajang Copa dengan usianya yang belum genap 20 tahun.

Sementara itu, Persipura dan Sriwijaya FC (SFC) mendominasi nominasi Anugerah Bintang Emas. Persipura berhasil meloloskan enam pemainnya masing-masing Jendri Pitoy (best goalkeeper), Boaz (best striker/best rising star), Alberto Goncalves (best striker), Eduard Ivakdalam (best midfielder), Ricardo Salampessy, Bhio Pauline Pierre (best defender), Immanuel Wanggai (best rising star) dan Jackson F Tiago (best head coach).

SFC meloloskan Ferry Rotinsulu, Dede Sulaiman (best goalkeeper), Anoure Obiora (best striker), Zah Rahan (best midfielder), Charis Yulianto, Ambrizal (best defender), M Nasuha (best rising star) dan Rahmad Dharmawan (best head coach).

Friday, June 19, 2009

Prestasi PSMS Menurun

Untuk tingkat Asia, PSMS berbangga melaju ke babak 16 besar. Namun pada kompetisi tingkat nasional, tim berjulukan Ayam Kinantan tidak dapat berbuat banyak. Nyaris degradasi dari Liga Super Indonesia dan bertarung mempertahankan gengsi di babak playoff melawan Persebaya Surabaya, kemudian terdepak di Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Ini bukan hanya menjadi perhatian kalangan sepakbola Medan dan umumnya Sumatera Utara. Kalangan pemerhati sepakbola Papua dan wartawan ibukota juga menyesalkan anjloknya prestasi PSMS tersebut. Tentunya kita berharap ke depan dapat lebih baik lagi, karena PSMS adalah tim yang telah memiliki nama bukan hanya tingkat nasional, tetapi internasional.

Jarot Supriadi, salah satu asisten pelatih Persipura menilai, manajemen PSMS salah menempatkan orang yang duduk di posisi penting dalam tim. Daniel Siahaan, wartawan harian olahraga Go Sport Jakarta, sepakat dengan Jarot. "Ya memang. Kita berharap PSMS dapat bangkit dan tetap bertahan di kompetisi bergengsi nasional ini," terangnya.

Di Medan banyak pemerhati dan pembina sepakbola yang sudah memiliki akses di tingkat nasional, hendaknya dapat menyatukan persepsi dalam mengembalikan kejayaan tim Ayam Kinantan. Itu cukup berasalan. Sebab, Jayapura yang hanya 1/3 dari Kota Medan yang berpenduduk dua juta jiwa lebih, tapi prestasi klubnya luar biasa.

Itu hendaknya menjadi perhatian bagi insan sepakbola Medan agar prestasi daerah ini bisa lebih baik lagi

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

PSMS Setuju Utus Mata-Mata

Keinginan Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes untuk mengirim matamata ke Chonburi FC mendapat tanggapan serius dari manajemen Ayam Kinantan. Manajer PSMS Sihar PH Sitorus menilai usul itu cukup bagus.

Sihar mengatakan keputusan manajemen melepas laga babak 8 besar Piala Indonesia harus ditebus dengan tampil bagus saat babak 16 besar Piala AFC melawan Chonburi, Selasa (23/6). “Kami tentu berharap sejarah persepakbolaan Indonesia di tingkat internasional bisa terukir indah.

Kami sangat menginginkan PSMS bisa mewujudkan hal tersebut dengan mengalahkan Chonburi di babak 16 besar nanti,” ujar Sihar. Menurutnya, mengutus orang ke Thailand merupakan langkah yang cukup bagus. “Kami juga belum mengetahui jadwal Chonburi di liga Thailand apakah ada sebelum 23 Juni mendatang,” ungkapnya.

Penggunaan Pemain Asing di Playoff, Regulasi BLI Untungkan PSMS

Persebaya Surabaya tak bisa berbuat banyak untuk menanggapi aturan pertandingan playoff yang lebih menguntungkan lawannya, PSMS Medan. Regulasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) itu menyebutkan bahwa kedua tim bisa menggunakan pemain asing sesuai dengan level kompetisi yang diikuti.

Artinya, PSMS mendapatkan kebebasan memasang lima pemain asingnya. Sebab, sesuai dengan ketentuan kompetisi yang diikuti PSMS, Djarum Indonesia Super League (DISL), setiap tim boleh menggunakan lima pemain asing.

Sementara itu, Persebaya yang berlaga di divisi utama hanya bisa memasang tiga pemain asing. Padahal, sejauh ini, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut memiliki empat pemain asing. Yakni, Jairon Feliciano, Batoum Roger, Mourad Faris, dan Anderson da Silva.

Menanggapi aturan tersebut, pelatih Aji Santoso menyatakan tidak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah menjadi aturan yang ditetapkan, mau apa lagi?" ujarnya setelah memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 Nopember. Tapi, secara teknis, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh Aji. Dia menuturkan bahwa Persebaya tetap tampil fight di laga penentuan itu.

Lagi pula, pelatih yang juga mantan pengusaha sepatu bola tersebut punya pengalaman cukup bagus soal efektivitas pemain lokal. Ketika membesut Persik Kediri di putaran kedua DISL, Aji mampu membawa mereka bertengger di empat besar. Meski, Macan Putih -julukan Persik- hanya menggunakan seorang pemain asing, Ronald Fagundes, saat itu.

Menurut Aji, kualitas pemain asing PSMS memang cukup bagus. Apalagi, papar dia, saat ini PSMS sangat fokus pada laga playoff tersebut. "Indikasinya, mereka sengaja menyimpan semua pemain asing yang dimiliki saat pertandingan Copa Indonesia melawan Persipura," jelasnya.

Meski begitu, dia tetap berhasrat memaksimalkan potensi pemain Persebaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Soal persiapan, dia menyatakan bahwa Endra Prasetya dkk mulai menunjukkan progres atas latihan yang selama ini diberikannya. "Sebelumnya, memang pemain canggung dengan latihan yang saya berikan. Tapi, saat ini mereka mulai bisa mengikuti," terang pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut.

Bahkan, Aji menyebut kondisi fisik pemain Green Force sudah mencapai 70 persen dan akan terus ditingkatkan. Salah satu cara untuk mencapai target itu, pemain diberi menu latihan fisik, seperti berlari 50 meter sebanyak lima kali di sela latihan strategi dan teknik. Karena itu, dia menganggap anak asuhnya siap melakoni uji coba pada 25 Juni nanti. "Sangat mungkin dengan tim internal Persebaya, yang setidaknya punya karakter mirip PSMS," katanya.

Namun, hingga kini potensi dua penyerang Persebaya belum tergarap secara maksimal dalam latihan organisasi atau strategi tim. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Aji. Penyebabnya, selama ini dia masih fokus memoles lini belakang dan tengah.

Thursday, June 18, 2009

Markus tak takut MU

Penjaga gawang PSMS Medan, Markus Horison Ririhina, menyatakan tak gentar berhadapan dengan tim sebesar Manchester United jika terpilih sebagai salah satu pemain tim Indonesia All Stars untuk laga persahabatan di Jakarta.

"Terpilih masuk tim nasional, apalagi untuk berhadapan MU merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi pemain. Saya tak akan gentar menghadapi MU," ujar Markus, Selasa.

Tim Indonesia All Stars akan berhadapan dengan MU pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Juli mendatang. Markus, kelahiran Pangkalan Brandan 14 Maret 1981 mengatakan, tak pernah bermimpi terpilih sebagai anggota Timnas.

Pemain bertinggi badan 185 sentimeter ini telah memperkuat Timnas sejak lima tahun terakhir dan bersaing dengan Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Jendri Pitoy (Persipura) dan Dian Agus Prasetyo (Pelita Jaya).

Meski demikian Markus mengaku hati kecilnya tetap memiliki keinginan untuk terpilih menghadapi MU. Tentang materi Timnas sendiri, Markus mempercayakan sepenuhnya kepada hasil pilihan masyarakat.

Markus mengungkapkan, pasca Liga Super Indonesia timnya kini sedang bersiap-siap menghadapi dua pertandingan penting, yakni melawan Chonbury FC Thailand di ajang Piala AFC dan playoff LSI melawan Persebaya Surabaya.

Tuesday, June 16, 2009

BLI Putuskan Play Off Digelar di Soreang

Badan Liga Indonesia (BLI) belum juga mengantongi izin untuk menggelar play off di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Meski demikian, BLI tidak akan merubah keputusannya dan memindahkan duel ke tenmpat lain.

Demikian dikemukakan Direktur Bidang Kompetisi BLI, Joko Driyono saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 16 Juni 2009. "Play off sudah pasti di Jalak Harupat. Saat ini kami sedang mengurus perizinannya," kata Joko.

Play off Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 akan mempertemukan PSMS Medan dan Persebaya Surabaya. PSMS merupakan tim yang berada di peringkat ke-15 LSI, sedangkan Persebaya adalah pemegang peringkat ke-4 Divisi Utama.

Awalnya, Dirketur BLI, Andi Darussalam Tabussala menunjuk Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, sebagai venue play off. Namun karena identik dengan kandang PSMS, BLI akhirnya memindahkannya ke Si Jalak Harupat, Bandung.

BLI telah mengurus izin pertandingan sejak Senin, 15 Juni 2009. Namun hingga hari ini belum ada kepastian apakah izin tersebut terbit atau tidak.

Meski belum mengantongi izin, Joko mengaku optimistis duel tak akan mengalami kendala. Pasalnya, pihaknya pengda (pengurus daerah) PSSI Jawa Barat, memberi sinyal positif atas duel tersebut.

"Dari komunikasi dengan Pengda Jawa Barat, semuanya tidak ada kendala lainnya. Artinya tinggal menunggu surat izin turun saja," kata Joko.

Ayam Kinantan kini fokus AFC

Pupus sudah harapan untuk merebut Piala Copa Djie Sam Soe Indonesia 2009. Kini PSMS akan penuh berkonsentrasi untuk menguji kemampuan di babak 16 besar Piala AFC dengan berhadapan wakil Thailand, Chon Burry, pada 23 Juni mendatang.

"Kita sudah berupaya maksimal. Ketiadaan pemain sangat menyulitkan, setelah seluruh pemain asing dan beberapa pemain lokal berkonsentrasi menghadapi Piala AFC," kata asisten pelatih Donny Latuperisa, Senin kepada Waspada di Jayapura.

Hanya Markus Horison dan Michel Nere yang duduk di bangku cadangan. Markus tidak diturunkan, karena kiper tim nasional Indonesia itu juga dipersiapkan menghadapi Piala AFC. Apakah Ayam Kinantan memang melepaskan Copa?

"Realitas saja, kita sudah kalah di kandang dan tampil di kandang Persipura mustahil untuk menang. Mereka unggul segalanya baik dari materi pemain maupun dukungan penonton," tambahnya.

Donny juga menyesalkan sikap PSSI yang membuat jadwal terlalu dekat antara Liga Super Indonesia, Copa, bahkan Piala AFC. "Kita dikejar-kejar oleh jadwal padat, sehingga berdampak pada kebugaran pemain," terang mantan kiper nasional itu.

Di Piala AFC yang digelar di Thailand, Ayam Kinantan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selasa ini, skuad PSMS tiba dari Jayapura dan kembali berlatih esok harinya. Di samping itu, PSMS juga memiliki tugas berat menghindari degradasi melawan Persebaya Surabaya dalam laga playoff, 30 Juni mendatang.

"Tentunya PSMS berupaya tidak terdepak dari Liga Super Indonesia. Karena itu, kami berharap dukungan masyarakat Sumatera Utara agar dapat mewujudkan hal itu. Tanpa dukungan, sulit bagi tim mencapai hasil terbaik pada Piala AFC dan playoff nanti," imbuh Donny lagi

Persipura Melenggang ke Empat Besar

Persipura Jayapura menjaga peluang merengkuh gelar ganda (double winner) musim ini. Persipura berhasil melaju ke semifinal Copa Indonesia 2009 setelah di leg 2 unggul 4-1 atas tamunya, PSMS Medan.

Gol Persipura dicetak Ricardo Salampessy (menit 22), Boaz Solossa (penalti 44', 88') dan Eduard Ivakdalam (68'). Sedangkan gol balasan tim tamu dilesakkan oleh Komang Adyana di menit 27. Dengan kemenangan ini, Tim Mutiara Hitam berhak lolos ke semifinal setelah unggul dengan agregat 6-1.

Bertanding di Stadion Mandala, Senin 15 Juni 2009, tim besutan Jacksen Ferreira Tiago memang terus mengurung pertahanan tim Ayam Kinantan. Gol Ricardo tercipta dari sundulan hasil umpan tendangan penjuru. Meski pemain PSMS menumpuk, Ricardo berhasil menyarangkan bola ke sudut kiri jala Galih Sudaryono.

PSMS langsung merespon. Berawal dari serangan balik yang dilakukan Oktavianus "Otto" Maniani di menit 26, berhasil membuahkan tendangan bebas. Dengan tenang, Komang berhasil mengeksekusi bola mati yang gagal dihalau kiper Jendri Pitoy.

Namun, Persipura kembali membuktikan diri sebagai jawara Liga Super Indonesia 2008/2009. Berwal dari handsball Aun Carbiny, Boaz berhasil mengeksekusi penalti sekaligus menutup babak pertama buat keunggulan Persipura 2-0.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Persipura tetap memegang kendali permainan. Pertandingan babak kedua baru berjalan tiga menit, Persipura langsung membuat peluang lewat Ian Luis Kabes. Beruntung tendangan Kabes masih bisa ditip Galih.

Pada menit 65 Boaz kembali mengancam. Sayangnya, tendangan sudut Boaz yang meluncur ke arah gawang masih bisa dihalau Edi Sibung. Tiga menit berselang, Persipura berhasil memperlebar jarak.

Lagi-lagi berawal dari handsball Aun Carbiny, Eduard Ivakdalam berhasil mengeksekusi tendangan bebas dengan cantik. Sepakan kapten Persipura itu meluncur deras ke sisi kanan jala Galih yang hanya bisa terpaku. Kedudukan sementara 3-1.

Boaz kembali membuktikan diri layak menyandang gelar sebagai Pemain Terbaik Indonesia tahun ini. Berawal dari bola sodoran Ivakdalam, Ernest Jeremiah memberikan umpan terukur buat Boaz yang tinggal berhadapan dengan Galih. Dengan tenang, Boaz berhasil menceploskan bola sekaligus mengubah kedudukan menjadi 4-1.

Gol itu menjadi yang kelima milik Top Skorer LSI 2008/2009 ini di ajang Copa Indonesia. Meski terus menciptakan peluang, namun Persipura gagal menambah pundi-pundi golnya. Hingga 90 menit pertandingan, kedudukan 4-1 tak berubah untuk Persipura.

Persipura akan menjamu Deltras Sidoarjo di semifinal leg 1, 19 Juni 2009. Deltras lolos ke semifinal setelah unggul agregat 4-3 atas Persija Jakarta.

Susunan Pemain
Persipura: Jendry Pitoy; Victor Igbonefo, Jack Komboy, Bio Pauline Pierre, Ian Louis Kabes; Imanuel Wanggai (Gerard Pangkali, 84'), Eduard Ivakdalam , Ricardo Salampessy (Stevie Bonsapia, 74'), Tinus Pae (Ortizan Solossa, 61'); Boaz Solossa, Ernest Jeremiah.

PSMS Medan: Galih Sudaryono; Fadly Hariri, Aun Carbiny, Ruben Sanaoy, Dodi Cahyadi; Edi Sibung, Komang Adyana, Yohanes Tjoe, Elly Iboy (Mitchell Nere, 70'); Oktavianus 'Otto' Maniani, Andhika Yudhistira.

Monday, June 15, 2009

Persipura vs PSMS, Mission Impossible

SMS Medan harus bisa membalikkan keadaan dengan menang 3-0 atau lebih saat dijamu Persipura Jayapura, Senin (15/6) ini di Stadion Mandala kalau ingin melaju ke semifinal Copa Indonesia. Pasalnya, pada leg pertama lalu yang digelar di Stadion Teladan, anak asuh Rudi Keltjes ini kandas 0-2. Jadi, sebuah mission impossible akan tersaji jika benar Ayam Kinantan ingin menundukkan Mutiara Hitam.

Terlebih, usai juara Indonesian Super League (ISL), mental pasukan Papua tentunya semakin meninggi. Sebaliknya, PSMS sedang dilingkari kekhawatiran karena harus melawati babak playoff kalau ingin bertahan di ISL. Dan, perlu menjadi catatan, Persipura juga punya ambisi untuk meraih double winner musim ini, sama seperti yang dilakukan Sriwijaya FC musim lalu.

Jauh-jauh hari manajemen PSMS sudah memutuskan untuk tak terlalu ngotot meraih kemenangan di leg kedua delapan besar Copa Indonesia ini. Fokus utama lebih diarahkan kepada laga di 16 besar AFC sua Chonburi dan babak playoff versus Persebaya.

Meskipun pelatih PSMS Rudi Keltjes yakin, bahwa anak asuhnya akan mampu merepotkan Persipura. Kartu AS kunci sukses Persipura sudah dikantongi Rudi Keltjes. Dan pada laga lanjutan ISL 6 Juni lalu, PSMS sudah berhasil menahan permainan cepat Persipura. Sayang, PSMS dikalahkan penalti.

Nah, pada pertemuan kali ini, taktik dan strategi yang sama tentu saja akan kembali diusung. Dan tampaknya pihak Persipura tidak menyadari hal ini. Karena segenap skuad mereka tentu saja akan menganggap enteng PSMS. “Saya dan pemain punya mimpi untuk meraih double winner musim ini. Sriwijaya mampu melakukannya kenapa kami tidak. Tapi tentu saja hal itu tak mudah, meskipun sudah unggul 2 gol dari PSMS, mereka tetap saja akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan. Saya tegaskan kepada para pemain agar tidak anggap enteng lawan,” beber Jackson.

Dan, PSMS tak mau tinggal diam. Meskipun dipastikan tak diperkuat 5 pemain intinya, Rudi Keltjes tetap punya strategi. Yang utama, tentu saja PSMS akan tampak lebih bertahan. Meskipun kemungkinan dia hanya akan menempatkan 3 pemain bertahan di bawah. Sisanya, taktik serangan balik lewat Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani.

“Mau tak mau memang kita harus membawa pulang sejumlah pemain inti untuk istirahat. Tapi begitu, saya yakin Persipura akan sulit melawan PSMS kalau anak-anak menjalankan taktik yang saya terangkan,” terang Rudi.

Menariknya, PSMS akan tampil tanpa bantuan satu pun pemain asingnya. Dari tiga pemain asing yang dimiliki PSMS saat ini, seluruhnya sudah diboyong ke Medan untuk istirahat dan menggelar latihan di sana.
Saat ini legiun asing PSMS yang tersisa adalah Loenardo Zada, Esteban Guillen, dan Mario Costas. Peran ketiga pemain asing ini belakangan cukup terlihat bagi PSMS.

Nah, saat melawan Persipura nanti, ketiga andalan PSMS ini bakal absen. Lantas problema mencetak gol tampaknya akan segera menjadi kendala bagi PSMS. Terlebih peran Costas sebagai ujung tombak akan digantikan Andika Yudistira, yang notabanenya bukan seorang striker murni. Harapan mencetak gol tampaknya terletak dari sayap. Peran Elie Aiboy dan Oktovianus bisa menjadi pelipur lara.
Tapi, tampaknya segala sesuatunya akan lebih berat, pasalnya sang arsitek Rudi Keltjes juga dipastikan akan absen mendamping tim dan diwakilkan oleh asisten saat ini, Doni Latuperissa. Apakah akan ada keajaiban? Semoga saja.

Terlebih Zada yang yang bertindak sebagai pengatur serangan PSMS. Umpan-umpan yang diciptakan Zada kerap menjadi santapan empuk Costas. Tak hanya itu, Zada juga piawai mencetak gol.

Sebagai seorang gelandang serang, rasanya torehan 12 gol di ISL cukup membuktikan ketajamannya. Jumlah itu cukup pula mengantarkan Zada sebagai top skor PSMS musim ini.

Esteban juga punya peran yang vital. Sejak bergabung ke PSMS tengah musim lalu, Esteban langsung diangkat jadi kapten tim menggantikan Affan Lubis. Jabatannya sebagai kapten langsung bisa mengangkat moral pemain muda PSMS. Bertugas di lini tengah, Esteban juga bisa menjadi seorang penyuplai bola yang cukup baik. Tak jarang Esteban juga bahkan menyumbang gol penting dari second line.

Costas juga mulai menampakkan kemajuan. Penyerang asal Argentina itu saat ini rajin mencetak gol. Dari sejumlah laga terakhirnya, Costas selalu mengemas gol. Teramasuk dua gol ke gawang Persitara beberapa waktu lalu. Pemain yang sempat merumput di liga Kolombia itu juga tajam di ajang AFC Cup. Perannya jugalah yang membawa PSMS bisa melaju ke babak 16 besar AFC Cup.

Persipura Sementara Unggul Atas PSMS

Persipura Jayapura unggul 2-1 atas PSMS Medan sampai babak 1 di Stadion Mandala Jayapura, Senin 15 Juni 2009. Ini merupakan laga leg 2 babak 8 besar Copa Indonesia 2009.

Dalam laga yang disiarkan langsung tvone itu, gol Persipura diciptakan Ricardo Salampessy (menit 22) dan Boaz Salosa (penalti 44). Sedangkan gol balasan tim tamu dilesakkan oleh Komang Adnyana di menit 27.

Tim Mutiara Hitam yang sudah mengantongi aggregat 2-0 di kandang PSMS, terlihat tidak bermain santai dan terus menggempur pertahanan lawannya itu. Bahkan dalam waktu 10 menit, tercatat lima kali serangan berbahaya dilakukan oleh tim tuan rumah.

Gol Ricardo tercipta dari sundulan hasil umpan tendangan penjuru. Meski pemain PSMS menumpuk, Ricardo berhasil menyarangkan bola ke sudut kiri jala Galih Sudaryono.

Tidak mau kalah, PSMS pun memberi perlawanan lewat serangan balik. Hasilnya di menit 26, serangan Otto membuat Persipura harus menghentikannya dengan ganjalan keras. Dan mau tak mau, hal itu membuahkan tendangan bebas buat PSMS.

Dengan tenang, Komang mengeksekusi bola mati itu. Si kulit bundar melayang dan tepat bersarang di jala tuan rumah. Gol cantik ini sempat membuat PSMS bernapas lega karena bisa memperkecil ketertinggalan.

Sayangnya, hal itu tak bertahan lama. Di menit akhir babak pertama, pemain PSMS malah melakukan handsball di kotak penaltinya sendiri. Tanpa ampun, wasit pun memberi hadiah penalti buat tim Mutiara Hitam.

Ditunjuk sebagai eksekutor adalah Pemain Terbaik Liga Super Indonesia musim ini, Boaz. Pemain berkulit hitam itu mengeksekusi bola dengan baik dan membuat kedudukan sementara 2-1 untuk Persipura.

Ayam Kinantan krisis pemain

PSMS Medan terancam kehilangan pemain pilar karena sakit menjelang duel melawan Persipura Jayapura pada leg kedua 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Mandala Jayapura, Senin besok.

Menurut pelatih PSMS Rudy William Keltjes, empat pemainnya yakni Aun Carbini, Agus Supriyanto, Elie Aiboy dan Leonardo ‘Zada’ Martins menderita demam tinggi usai menjalani laga tandang melawan Persiwa Wamena di pekan terakhir Liga Super, Rabu lalu.

“Mereka demam akibat perubahan cuaca dari Jayapura ke Wamena. Cuaca Jayapura cukup panas tapi di Wamena justru dingin. Saat bertanding melawan Persiwa, mereka sampai batuk-batuk di lapangan,” kata Rudy.

Bila belum fit, Rudy tidak akan menurunkan keempat pemain tadi. Ia tak ingin mengambil resiko karena PSMS masih akan menjalani playoff Liga Super melawan tim Divisi Utama Persebaya Surabaya dan Piala AFC.

“Saya akan melihat kondisi terakhir keempat pemain itu. Jika belum sembuh, saya sudah siapkan pemain lain yang akan menggantikan posisi mereka,” imbuh Rudy yang pernah menangani Persipura.

PSMS harus bekerja keras untuk merebut tiket ke semifinal setelah menderita kalah 0-2 pada leg pertama di Medan. Kekalahan itu membuat mereka harus menang minimal 3-0 untuk menyingkirkan Persipura. Sebaliknya, Persipura lebih berpeluang lolos dan cukup bermain imbang untuk menghadapi pemenang antara Persija Jakarta Pusat dan Deltras Sidoarjo.

Hanya, pelatih Jacksen F. Tiago tak ingin timnya terlena. Mereka juga tidak merayakan pesta juara Liga Indonesia secara berlebihan. Jacksen tegaskan setelah meraih trofi di Liga, kini Persipura membidik Copa Dji Sam Soe Indonesia. “Saya selalu mengingatkan tugas kami belum selesai karena masih ada lagi yang harus direbut, yaitu Copa Dji Sam Soe Indonesia,” tegas Jacks

PSMS tinggal 13 pemain

Persipura Jayapura berada di atas angin menjelang leg kedua babak 8 besar melawan PSMS Medan di Stadion Mandala Jayapura, Senin ini. Tim Mutiara Hitam unggul 2-0 di leg pertama dan dijagokan melaju ke semifinal.

Latihan ringan yang disajikan jawara Liga Super Indonesia 2009 di Stadion Mandala, Minggu, berkapasitas sekitar 15.000 penonton mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Arsitek Persipura Jaksen F Tiago yang baru diberi penghargaan masyarakat Jayapura menyampaikan optimis melaju ke semifinal untuk mengawinkan gelar tahun ini.

Sebaliknya, PSMS mengalami tekanan berat pasca empat pemain asing yakni Esteban Guillen, Leonardo Zada, Mario Costas dan Mauro Pinto meninggalkan Jayapura dan dipastikan absen bersama empat pemain lainnya. Alhasil, skuad PSMS kini hanya tinggal 13 pemain dan asisten pelatih Donny Latuperisa. Demikian dilaporkan Setia Budi Siregar dari Jayapura.

Tersisanya 13 pemain menjadikan PSMS sebagai tim underdog. Menanggapi absennya legiun asing PSMS itu, Donny menyebutkan sebagai salah satu rangkaian persiapan menghadapi babak 16 besar Piala AFC dan laga playoff Liga Super Indonesia, 30 Juni mendatang.

Mereka yang tersisa adalah Elie Aiboy, Oktovianus Maniani, Ruben Sanadi, Michel Nere, Johannes Cho, Fadli Hariri, Aun Carbiny, Edi Sibung, Dodi Cahyadi, Andika Yudisthira, I Komang Adyana dan dua penjaga gawang Markus Horison dan Galih Sudaryono.

Doni pun akan menjadi pendamping tim PSMS menyusul pelatih Rudy Keltjes tidak ikut ke Jayapura. Dikatakan, lima pemain asal Papua akan menjadi andalan untuk meladeni serangan Boaz Salossa cs. "Pertandingan ini menjadikan duel sesama Papua. Diharapkan karakter permainan cepat dan menyerang Persipura dapat diladeni para pemain PSMS yang tampil tanpa beban," tutur Doni

Lokasi Play Off Masih Belum Jelas

Badan Liga Indonesia (BLI) kembali mengubah rencana dalam menentukan venue bagi babak play off Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Setelah sebelumnya, Direktur BLI, Andi Darussalam Tabusala menunjuk Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, kini muncul opsi lain, yakni Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung.

Andi membenarkan telah menetapkan Jakabaring sebagai opsi pertama. Namun karena PSMS selama ini tampil di sana, maka BLI melempar opsi kedua yang lebih netral.

“Dari sisi netralitas, selama ini Jakabaring lekat dengan home ground PSMS Medan. Jadi, dengan pertimbangan itu, kami mengajukan opsi kedua, yakni Stadion Jalak Harupat, di Soreang, Jawa Barat.Toh, lebih netral dari PSMS maupun Persebaya Surabaya,” kata Andi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Babak play off akan mempertemukan PSMS Medan yang menempat peringkat ke-15 klasemen tetap LSI 2008/2009 dengan Persebaya yang merupakan peringkat ke-4 Divisi Utama 2008/2009. Keduanya akan bertarung dalam satu laga untuk memperebutkan satu tempat di LSI musim depan.

Menurut Ketua Andi, play off digelar setelah pertandingan final Copa Indonesia 2008/2009 selesai, Minggu 28 Juni 2009.

"Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus terkait perubahan jadwal play off. Tapi, akhirnya diputuskan pada akhir Juni. Agenda PSMS cukup padat karena harus bermain di Piala AFC," jelas Andi.

BLI sebelumnya merencanakan play off digelar Minggu, 21 Juni 2009. Namun, mereka menyiapkan beberapa skenario menyangkut kontestan play off yang waktu itu masih potensial diisi oleh PSMS, PKT, atau Persitara.

PSMS sendiri memang memiliki jadwal yang cukup padat. Antara lain, Ayam Kinantan harus menghadapi wakil Thailand, Chonbury FC, di babak 16 Besar Piala AFC pada Selasa (23 Juni). Inilah yang menjadi alasan BLI untuk kembali merubah jadwal.

BLI Belum Kantongi Izin Si Jalak Harupat
Meski mengajukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai opsi kedua, BLI ternyata belum mengantongi izin keamanan dari pihak berwajib setempat. Menurut Andi, izin baru diurus, Senin, 15 Juni 2009.

Meski demikian, Andi mengaku optimistis. "Kami masih mengusahakan izinnya. Saya akan mengurusnya pada Senin (15/6) nanti. Tapi, saya yakin izin akan kita miliki. Semoga tidak terjadi apa-apa, mengingat situasi dan kondisi sekarang," katanya

PSMS Bingung dengan Jadwal Play Off

Perubahan jadwal play off mendapat tanggapan keras dari kubu PSMS Medan. Menurut Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, perubahan ini cukup merugikan timnya dan sebaliknya menguntungkan pihak Persebaya dibanding PSMS.

Menurut Abdi, PSMS awalnya hanya mendapat kabar bahwa play off digelar 30 Juni 2009. Tempatnya sendiri masih tentatif. Namun usai Liga Indonesia (LSI) 2008/2009, 10 Juni lalu, Direktur Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusala menetapkan Stadion Jakabarin Palembang sebagai venue play off.

“Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, kami berharap di Palembang. Ternyata, setelah resmi diumumkan di Palembang, statusnya kini berubah lagi ke Soreang."

"Kami rugi karena perubahan ini tidak bersifat mengikat dan kepastiannya juga masih berpeluang berubah. Padahal, kami harus menyiapkan segala sesuatunya sejak awal. Lantas, mana informasi yang bisa kami pegang sebagai acuan idealnya,” ujar Abdi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Selain harus bertanding di babak playoff, PSMS juga masih harus tampil di babak 16 besar AFC Cup 2009. Pada even ini, Ayam Kinantan akan berhadapan dengan wakil Thailand, Chonbury FC, 23 Juni 2009.

PSMS Bingung dengan Jadwal Play Off

Perubahan jadwal play off mendapat tanggapan keras dari kubu PSMS Medan. Menurut Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, perubahan ini cukup merugikan timnya dan sebaliknya menguntungkan pihak Persebaya dibanding PSMS.

Menurut Abdi, PSMS awalnya hanya mendapat kabar bahwa play off digelar 30 Juni 2009. Tempatnya sendiri masih tentatif. Namun usai Liga Indonesia (LSI) 2008/2009, 10 Juni lalu, Direktur Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusala menetapkan Stadion Jakabarin Palembang sebagai venue play off.

“Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, kami berharap di Palembang. Ternyata, setelah resmi diumumkan di Palembang, statusnya kini berubah lagi ke Soreang."

"Kami rugi karena perubahan ini tidak bersifat mengikat dan kepastiannya juga masih berpeluang berubah. Padahal, kami harus menyiapkan segala sesuatunya sejak awal. Lantas, mana informasi yang bisa kami pegang sebagai acuan idealnya,” ujar Abdi kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Sabtu, 13 Juni 2009.

Selain harus bertanding di babak playoff, PSMS juga masih harus tampil di babak 16 besar AFC Cup 2009. Pada even ini, Ayam Kinantan akan berhadapan dengan wakil Thailand, Chonbury FC, 23 Juni 2009.

Friday, June 12, 2009

Playoff PSMS vs Persebaya di Palembang

Badan Liga Indonesia (BLI) menetapkan jadwal playoff Liga Super Indonesia digelar Selasa, 30 Juni 2009. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang ditunjuk sebagai venue.

Satu tiket LSI musim depan akan diperebutkan oleh PSMS Medan dengan Persebaya Surabaya melalui fase playoff. Ayam Kinantan harus melalui pertandingan hidup mati lantaran berada di posisi 15 LSI 2008/2009, kalah bersaing dengan PKT Bontang dan Persitara Jakarta Utara.

Persebaya wajib menjalani playoff karena kalah bersaing dengan PSPS Pekanbaru di perebuitan posisi 3 Divisi Utama. Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusala mengungkapkan, playoff digelar setelah pertandingan final Copa Indonesia pada Minggu, 28 Juni 2009.

"Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus terkait perubahan jadwal playoff. Tapi, itu diputuskan akhir bulan. Agenda PSMS cukup padat karena harus bermain di AFC Cup," jelas Andi kepada wartawan GOSport, Arta Tidar.

BLI sebelumnya merencanakan playoff digelar Minggu, 21 Juni 2009. Namun, mereka menyiapkan beberapa skenario menyangkut kontestan playoff yang waktu itu potensial diikuti PSMS, PKT atau Persitara.

Agenda padat memang dimiliki Ayam Kinantan. Rahmad Afandi cs harus menghadapi Chonbury FC, Thailand, di babak 16 besar Piala AFC, Selasa 23 Juni 2009. Andi menambahkan, Gelora Sriwijaya akan dipakai sebagai tempat menggelar playoff.

"Jakabaring cukup representatif. Stadion itu selama ini digunakan sebagai home ground PSMS. Tapi, tempatnya cukup netral. Bagaimana pun, status PSMS hanya menyewa tempat," terangnya.

Namun, pertandingan tersebut masih menyisakan problem perizinan. BLI mengaku belum mengantongi izin dari aparat kepolisian.

"Masalah izin memang belum. Tapi, secepatnya akan diurus. Semoga tidak terjadi apa-apa, mengingat situasi dan kondisi sekarang. Kami sebenarnya akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (Soreang Bandung) sebagai tempat pertandingan, tapi terbentur izin," katanya.

Ditunjuknya Palembang sebagai venue direspon positif Ayam Kinantan. Pelatih PSMS, Rudi Keltjes mengatakan, klubnya sudah mengenal karakter lapangan.

"Kami senang bila playoff digelar di sana, meski mau bermain di mana pun sama saja. Tapi, itu nanti. Fokus klub kini adalah AFC Cup. PSMS menjadi satu-satunya klub Indonesia yang tersisa di Asia. Itu juga satu-satunya cara kami berprestasi musim ini," ujarnya.

Rudi mengakui, jalan PSMS pada babak 8 besar Copa Indonesia cukup berliku. Ayam Kinantan kalah 0-2 dari Persipura Jayapura pada leg 1.

"Kami tampaknya sulit menang di Jayapura pada leg 2. Tapi, kami tidak mau menyerah. Kami mulai konsentrasi di playoff usai AFC Cup. Kami harus berpikir per pertandingan," jelasnya.

“Kami cuma mendapat kabar dari BLI, bahwa playoff main 30 Juni, sedang tempat masih tentatif. Dari awal, kami berharap pertandingan dilangsungkan di tempat netral dan nyaman, dan kami berharap di Palembang,” ujar Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan.

Thursday, June 11, 2009

Pemain Inti Mulai Diincar

Tim inti PSMS musim ini dipastikan akan segera hengkang ke tim lain, jika tidak ada tindak lanjut dari manajemen untuk musim depan.Pasalnya, sejumlah klub perserta Super Liga sudah mulai melirik beberapa para pemain PSMS.

Menariknya, saat ini skuad lokal PSMS mengaku sudah menuai banyak tawaran dari klub lain. Nama-nama seperti Markus Horison, Fadli Hariri, Andika Yudistira hingga Zada sudah tampaknya sudah mulai tergoda dengan godaan klub lain.
Meskipun sebenarnya di benak anak-anak Medan, mereka ingin membela PSMS dan memenangkan kompetisi hingga berhasil juara. Fadli misalnya. Pemain bernomor punggung tiga itu mengaku sudah ditawar empat klub Super Liga. Meskipun dia tak ingin menyebutkan nama timnya.

“Secara pribadi saya ingin terus membela PSMS. Tapi kalau tak ada kejelasan di akhir musim, saya tentu berpikir masa depan. Mau tak mau saya akan hengkang,” katanya.

Markus juga menyatakan serupa. Kiper berusia 28 tahun itu mengaku sudah ditawar dua klub peserta Super Liga. Namun Markus sama sekali belum bertindak apa-apa sampai kontraknya berakhir Juli mendatang. “ Sudah ada dua klub yang ingin tenaga saya. Tapi saya belum kepikiran pindah,” katanya.

Kalau manajemen musim depan tak serius membentuk atau menjaga pemain inti potensial PSMS agar tak hengkang, bukan tak mungkin ekspansi besar-besaran bintang PSMS jilid dua akan kembali terjadi.

Sementara itu, perasaan Reswandi, pemain belakangan PSMS saat ini sedang gusar. Ibunda eks pemain Sriwijaya itu dirawat intensif di ruamh sakit akibat penyakitnya kambuh. Tak hanya itu, istrinya juga saat ini sedang hamil mempersiapkan dan menanti kelahiran anaknya. Untuk itu, Reswandi pun memutuskan pulang ke Medan, Senin (7/6). “Reswandi harus pulang untuk melihat kondisi ibu dan istrinya. Kita harus maklumi dan berharap tidak terjadi apa-apa,”kata Hendrik Lumbanraja Asistem Manajer PSMS

Fokus Copa

PSMS saat ini lebih fokus menuju laga playoff dan putaran kedua delapan besar Copa Indonesia melawan Persipura 15 Juni mendatang ketimbang menghadapi Persiwa Wamena, Rabu (10/6) besok, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL).

Hal itu menyusul kekecewaan manajemen dengan buruknya kinerja BLI (Badan Liga Indonesia). Rudi mengatakan jadwal yang carut marut di lakoni PSMS menjadi alasan utama buruknya kondisi fisik pemain PSMS.

“Dari awal saya selalu minta kepada BLI untuk memundurkan jadwal satu hari saja, tapi sampai tak pernah diberi izin. Sebaliknya tim lain yang minta izin selalu diberi. Kenapa bisa begitu?” kata Rudi.

Karena itu, dari pada tampil habis-habisan melawan Persiwa, lebih baik fokus kepada laga selanjutnya yang jadwalnya sangat berdekatan. Bayangkan saja, melawan Persiwa di ajang ISL akan digeber 10 Juni, dan melawan Persipura di ajang Copa Indonesia dimainkan 15 Juni. Kemudian anak-anak Medan harus terbang lagi ke Surabaya untuk melakoni laga playoff tanggal 20 Juni. Tiga hari kemudian, tepatnya 23 Juni harus kembali terbang ke Thailand menghadapi Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup.

Makanya, sambung Rudi, PSMS harus pandai-pandai menjaga kondisi kebugaran para pemain. Jika tidak, maka laga yang lebih penting akan terbuang dengan kekalahan. Untuk itu, fokus utama PSMS coba dialihkan kepada Copa Indonesia. Rudi berjanji akan memberikan kejutan kepada tim tuan rumah, meskipun cukup berat bagi PSMS untuk bisa membalikkan keadaan. Di Medan, saat leg pertama lalu, PSMS kandas 2-0, dan kalau mau melaju ke semifinal maka PSMS harus bisa menang dengan skor 3-0.

“Saya sudah hafal benar main Persipura. Kemarin kita hanya kalah 0-1 dan anak-anak Persipura tidak berkembang mainnya. Taktik yang saya berikan kepada anak-anak sudah benar, hanya saja kita kalah strategi. Dan kita akan perbaiki hal itu di leg kedua delapan besar Copa nanti,” terang Rudi.

Setelah laga di leg kedua Copa, lantas perhatian utama PSMS pada laga di babak playoff kontra Persebaya. PSMS memang sudah dapat dipastikan akan finish di peringkat 15 di akhir kompetisi. Bisa saja PSMS naik satu tingkat ke peringkat 14 dan terhindar dari playoff, tapi syaratnya berat. Yakni harus menang lawan Persiwa dan berharap keberuntungan dari PKT yang berada di peringkat 14, kalah lawan Pelita Jaya. Sepertinya keinginan itu bakal sulit terwujud, karena PKT bermain di kandang sendiri, sedangkan PSMS harus berjuang di kandang lawan.

“Saya juga sudah siapkan ancang-ancang saat melawan Persebaya. Sebuah keuntungan bisa bertemu Persebaya, karena mereka saat ini jujur saja di bawah kita. Asal anak-anak serius, mudah-mudahan bisa terlepas dari degradasi,” pungkas Rudi.

PSMS pastikan 'playoff'

WAMENA - Laga penentu di akhir kompetisi Liga Super Indonesia 2008/2009 terasa pahit bagi anak-anak PSMS Medan setelah kalah 0-5 dari tuan rumah Persiwa di Stadion Pendidikan Wamena, tadi sore.

Alhasil, skuad besutan Rudy Williams Keltjes tersebut wajib memainkan laga playoff melawan Persebaya Surabaya guna menentukan peraih satu tempat tersisa untuk kompetisi musim depan. Duel hidup mati tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 19 Juni mendatang.

"Kami harus mengakui Persiwa memang susah dikalahkan di kandangnya. Tapi daripada meratapi kekalahan, lebih baik kami fokus menyiapkan tim jelang playoff," kata Keltjes.

Kepastian memainkan laga playoff dikarenakan PSMS tertahan di posisi 15 klasemen akhir. Nasib mereka sedikit lebih baik dibanding PSIS Semarang, Persita Tangerang dan Deltras Sidoarjo yang langsung terkena degradasi.

Posisi ketiga tim ini akan diganti tiga tim promosi dari Divisi Utama, yakni Persisam Samarinda, Persema Malang dan PSPS Pekanbaru. Persebaya sendiri terpaksa menjalani playoff setelah menempati posisi empat.

Di Jayapura, Persipura mengukuhkan statusnya sebagai jawara LSI 2008/09 setelah menutup laga kompetisi paling bergengsi di tanah air dengan melumat Sriwijaya FC 4-1.

Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung fanatiknya, Mutiara Hitam tampil agresif dan membuka gol di menit 23 hasil sontekan Alberto ‘Beto' Goncalves. Sukses mencetak gol membuat Persipura kian bersemangat.

Hasilnya, Ernest Jeremiah berhasil menggandakan keunggulan timnya pada menit 38 hasil memanfaatkan umpan terukur Ian Kabes. Peluang memperkecil defisit sebetulnya diperoleh SFC setelah mendapat hadiah penalti di menit 61. Sayangnya, Ngon A Djam gagal menjalankan tugasnya dengan baik akibat tendangannya diblok Jendry Pitoy.

Kegagalan mengeksekusi penalti itu rupanya sedikit meruntuhkan semangat para pemain SFC. Boaz Salossa memanfaatkan kondisi tersebut guna mencetak dua gol. SFC baru memecah kebuntunannya setelah Budi Sudarsono yang tampil dari bangku cadangan mencetak gol di menit 86.

Usai pertandingan, penyerahan gelar dan hadiah Rp2 miliar kepada Persipura diserahkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Selain itu, Boaz juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik LSI tahun ini

Tuesday, June 9, 2009

Persipura lirik Okto

MEDAN - Sukses winger lingah PSMS Medan, Octavianus Maniani, menunjukkan penampilan ciamik sepanjang kompetisi, membuat Persipura Jayapura meliriknya untuk musim depan.

Adalah penampilan Okto saat bentrok dengan Persipura di laga lanjutan putaran kedua Superliga 2008/09 pada Sabtu (6/6) lalu membuat sejumlah pemain Mutiara Hitam melirik pemain muda berbakat satu ini.

Maklum saja, karena pergerakan mantan pemain PON Papua ini cukup merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Ia bahkan beberapa kali mampu melewati hadangan Ricardo Salampessy yang mengawal sektor kanan pertahanan Persipura.

Tidak hanya itu, sayap kidal ini pun sukses mencetak gol di laga tersebut. Sayang, golnya dianulir wasit karena ia dianggap berdiri offside sebelum menjebloskan bola ke gawang Jendri Pitoy.

"Tampaknya manajemen sudah harus melirik dia (Okto-red), sebab dia sudah layak masuk ke Persipura. Semua pasti setuju dengan saya jika merujuk pada penampilannya di lapangan," jelas kapten Persipura, Eduard Ivakdalam, mengomentari penampilan Okto.

Sayang, meski mengaku cukup tertarik, tapi manajemen Mutiara Hitam belum bersedia membicarakan hal ini. Maklum, karena konsentrasi mereka masih tertuju pada laga puncak melawan Sriwijaya FC di laga penutup Superliga, Rabu besok.

Ancaman Bagi PSMS "Motivasi Tinggi Persebaya Hadapi 'Play Off'"

ara pemain Persebaya kembali menjalani latihan untuk persiapan menghadapi pertandingan 'play off' setelah satu pekan diliburkan.

Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.

Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).

"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.

"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.

Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.

"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya

Monday, June 8, 2009

Persita Degradasi, PSMS di Bibir Playoff

Persita Tangerang dipastikan lengser ke Divisi Utama untuk musim depan. Sedangkan PSMS Medan tinggal menunggu waktu untuk tampil di babak playoff Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.

Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.

Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.

Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.

Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.

Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.

Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.

Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.

Persipura Kalahkan PSMS Medan 1-0

Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura, berhasil mengalahkan PSMS Medan yang berjuluk "Ayam Khinatan", dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan Djarum Indonesia Super Liga, Sabtu.

Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.

Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.

Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.

Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.

Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.

Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.

Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.

Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.

Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.

"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.

Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.

Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009

Saturday, June 6, 2009

Persaingan Menuju Playoff

Pemilik tiket playoff Liga Super 2008/2009 segera diketahui hari ini. PSMS Medan, Persitara Jakarta Utara, atau PKT Bontang tetap berpeluang sama.

Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.

Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.

Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.

”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.

Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.

”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.

”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.

Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.

Okto cs batal gabung timnas

Skuad timnas U-23 proyeski SEA Games Laos dipastikan hanya bisa menambah satu pemain. Padahal sebelumnya, jajaran pelatih timnas junior ini merekomendasikan empat pemain baru.

Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.

Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.

"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.

Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.

"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.

Keltjes bantah main sabun

Pelatih PSMS Medan, Rudi William Keltjes, membantah Sriwijaya FC memberikan kemenangan atau main sabun ketika berhadapan dengan PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruan Malang, Selasa (2/6) lalu, yang berakhir 3-1 untuk PSMS.

"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.

Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.

Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.

Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.

"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.

Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.

Friday, June 5, 2009

PSMS Hanya Bawa 2 Pemain Impor ke Papua

PSMS Medan dipastikan tidak bisa tampil full team dalam dua laga terakhirnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Pasalnya, tiga pemain asing yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto, dan Juan Daniel Salabbery , tidak ikut dalam rombongan.

Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.

"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.

Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.

Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.

Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009

PSMS Waspadai Eduard Ivakdalam

PSMS akan berhadapan dengan Persipura Jayapura, Sabtu 6 Juni 2009. Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengaku tak khawatir dengan kekuatan pemain-pemain Mutiara Hitam kecuali Eduard Ivakdalam.

Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.

"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.

Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.

Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.

"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy

Rudy: Kalau Bisa Saya Ingin Buat Edu Mabuk

Pelatih PSMS Medan, Rudy Keltjes menilai penampilan Persipura Jayapura sangat bergantung pada sosok playmaker Eduard Ivakdalam. Karena itu, Rudy berhadap Edu tidak dalam top performa saat dijajal Ayam Kinantan.

"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.

Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.

"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.

Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.

Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.

"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy

Tambah Amunisi Menuju Papua

Sukses mengalahkan Sriwijaya FC (2/6), PSMS Medan kini menatap dua laga terakhir yang tak kalah penting. Yakni bertandang ke Papua, menghadapi Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6).

Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.

Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.

'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.

Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.

Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.

'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.

Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.

Wednesday, June 3, 2009

Kebersamaan Liestiadi dan PSMS Berakhir

Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi resmi hengkang dari PSMS. Pasalnya, kontrak pria yang sempat menjabat sebagai pelatih kepala PSMS itu sudah berakhir 31 Mei 2009.

Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.

"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.

Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.

Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.

Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.

Tekuk SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi

PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.

Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.

Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.

Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.

Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.

Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.

SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.

Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.

Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.

Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.

Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.

SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.

Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.


Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas

Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,

PSMS Sementara Ungguli Sriwijaya FC

PSMS Medan untuk sementara memimpin duel kontra Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Hingga babak pertama berakhir, Ayam Kinantan unggul 1-0 atas Laskar Wong Kito.

Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.

Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.

Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.

Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.

Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.

SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.

Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS

PSMS Jauhi Zona Degradasi


PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.

Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.

Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.

Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.

Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.

Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.

SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.

Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.

Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.

Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.

Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.

Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.

SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.

Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.


Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas

Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam

Tuesday, June 2, 2009

Adu Gengsi Raksasa Andalas

Duel ke-14 penguasa Sumatera antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC (SFC) malam ini memang bukan untuk perebutan takhta.

Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.

Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.

Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.

Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.

Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.

Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.

Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.

Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya

Elie-Okto Mulai Banjir Tawaran

Dua pemain PSMS Medan Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani mulai banjir tawaran. Secara terbuka keduanya mengaku sudah mendapat pinangan dari beberapa tim Divisi Utama dan Liga Super.

Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.

Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.

Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.

Kerap Kurang Greget


Rudi William Keltjes, arsitek PSMS Medan tak habis pikir kenapa para pemainnya masih saja kerap tampil kurang greget. Padahal saat ini PSMS sedang berada dalam posisi genting, di ambang jurang degradasi.

Lihat saja saat skuad Ayam Kinantan bertemu Macan Kemayoran julukan Persija, Sabtu (30/5) lalu. Persija yang seolah memberi jalan bagi PSMS untuk menang, dengan hanya menurunkan pemain cadangan, tak juga mampu dimaksimalkan pemain PSMS. Kedua tim harus puas berbagi angka akibat hasil imbang 1-1. Padahal, PSMS lebih dulu unggul lewat kaki Zada di tengah babak pertama.

Sikap cepat puas begitu kentara ditunjukkan anak-anak Medan. Padahal Persija main jelek dengan kesalahan-kesalahan pemain belakangnya. Wajar saja Rudi Keltjes sangat kecewa dengan hasil itu.

“Saya bingung, padahal segala cara dan upaya sudah saya terapkan ke dalam tim ini. Tapi pemain masih saja kurang greget. Saya sampai berpikir apakah saya yang tidak cocok menangani tim ini,” beber Rudi usai laga kontra Persija Sabtu lalu.

Meski demikian, PSMS tentunya tak ingin menyerah begitu saja. Hasil imbang kontra Persija memang terasa kurang bagus, tapi cukuplah untuk menambah raihan satu angka. Meskipun tak mempengaruhi posisi PSMS di klasemen sementara. PSMS saat ini tetap nangkring di peringkat 15 dengan raihan 28 angka. Syukur Deltras dibantai Persib Bandung 6-1, sehingga Deltas tetap berada di bawah PSMS. Seandainya Deltras menang, posisi PSMS rawan geser.

Selasa (2/6) ini, PSMS akan kembali menghadapi cobaan. Sriwijaya merupakan batu sandungan selanjutnya yang harus segera ditangani. PSMS bertindak sebagai tuan rumah atas laga itu. Namun markas yang dipilih PSMS saat ini tak lagi Gelora Jakabaring Palembang, melainkan Stadion Kanjuruhan Malang.

Fokus tim segera dialihkan kepada laga ini. Kemenangan kembali ditarget, meskipun hal itu tentu saja tidak mudah. “Selain memberikan menu latihan seperti biasa, saya juga mengutarakan kepada para pemain agar bermain lebih profesional lagi. Sebagai pemain yang dibayar mahal oleh klub, skuad PSMS harusnya membuktikan bahwa mereka layak dipakai tenaganya. Dan itu semua memang kembali kepada pemain. Semoga PSMS bisa meraih hasil memuaskan pada laga ini,” terang Keltjes.

Syukurnya seluruh skuad PSMS saat ini tak ada yang cedera. Tapi Oktovianus dan Edi Sibung harus rela diparkir karena kedua pemain tengah menerima hukuman akumulasi dua kartu kuning.

Absennya dua pilar PSMS itu, cukup membuat timpang persiapan tim. Meskipun Rudi sudah menyiapkan gantinya. Tapi sampai saat ini Rudi masih belum memastikan siapa yang bakal melapis Okto. Opsi ada dua pilihan, bisa saja Mitchel Nere atau Andika yang akan diplot sebagai starter.

Madina MJ Jr atasi PSMS Jr ( Berita Khusus)

Peluang tim tuan rumah PS Madina MJ Jr melaju ke putaran selanjutnya semakin terbuka, setelah menekuk PSMS Jr 2-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Remaja U-17 Piala Suratin 2009 Zona Sumatera Utara di Stadion Kompi- B Manggadua Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin.

Dengan keberhasilan mendulang poin penuh itu, anak-anak asuhan Manajer H Waskito Daulay kini mengoleksi nilai 4 atau sama dengan tim PSSA Asahan Jr yang berhasil menundukkan Thamrin Metropolitan Graha Jr 3-0.

Sementara dua tim tamu lainnya PSMS Jr memperoleh nilai 3 yakni menang 2-0 atas TMG Jr dan kalah 1-2 dari Madina MJ Jr. TMG sama sekali belum memperoleh nilai karena dalam dua pertandinganya mengalami kekalahan dari PSMS Jr dan PSSA.

Disaksikan Ketua Panitia Piala Suratin 2009 Sugeng Rahayu dan Kadispora Madina Syahdan Lubis AP, Madina MJ Jr polesan pelatih Edi Saputra tampil percaya diri. Dua gol tim Madina MJ Jr dihasilkan lewat kaki stiker Apriansyah menit 51 dan Didit Ukhrawi menit 70. Gol balasan PSMS Jr dicetak Richo AD Siahaan.

"Kita menyisakan satu pertandingan dan peluang semakin terbuka menuju putaran selanjutnya," kata Ketua Umum yang juga Manajer PS Madina MJ Jr H Waskito Daulay menambahkan Selasa ini timnya menjajal TMG Jr.

Pada pertandingan pertama yang dipimpin wasit Rorim Situmeang, PSSA Asahan Jr juga membuka peluang setelah dalam laga keduanya berhasil menundukkan TMG Jr 3-0. Ketiga gol kemenangan tim asuhan Drs Jamal Abdul Nasir Siregar diciptakan hatrik Diki Syahputra masing-masing di menit 27, 42 dan 79.

Ayam Kinantan belum aman

Langkah PSMS Medan mempertahankan diri di Liga Super Indonesia belum aman, karena hanya bermain imbang 1-1 dengan Persija Jakarta di Malang, Sabtu (30/5) lalu.

Dengan hasil tersebut, tidak ada pilihan lain bagi tim Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan dalam tiga sisa laganya. Demikian ditegaskan pelatih PSMS Rudi William Keltjes ketika dihubungi Waspada, Senin. Pasukan The Killer harus mampu memenangkan pertandingan khususnya Selasa (2/6) ini melawan Sriwijaya FC, kemudian Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6) di kandang kedua tim.

"Saya tidak mau lagi anak-anak terbawa ritme permainan lawan. Saya sudah berusaha menekan kepada pemain supaya memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak seperti ketika menghadapi Macan Kemayoran," katanya.

"Ketiga laga ini, khususnya melawan Persipura dan Persiwa cukup berat. Tentunya Fadli Hariri dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih poin demi target bertahan di Liga Super Indonesia tercapai," tambah Keltjes.

PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 laga, skuad Ayam Kinantan masih harus berjuang tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional. Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS mengunci babak playoff melawan Persebaya Surabaya. Bahkan bila Persitara Jakarta Utara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.

Pertanggungjawaban
Pengurus Ayam Kinantan pun harus meminta pertanggungjawaban pelatih dan manajemen tim menyusul penampilan buruk apalagi bila mereka gagal bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.

Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa mengaku sangat prihatin dengan hasil buruk yang dialami The Killer di Liga Super Indonesia. Pengurus harus memanggil pelatih dan manajemen tim, juga pemain untuk meminta penjelasan penampilan M Affan Lubis cs terpuruk seperti itu.

"Segala upaya sudah dilakukan manajemen. Gaji pemain tidak ada masalah, bonus juga disiapkan dan upaya lain telah dilakukan, tapi kok bisa hasilnya memalukan begitu," ujar Benny.

"Sebenarnya tidak masalah PSMS gagal merebut juara, asalkan bisa tetap bertahan di Liga Super tanpa harus playoff," tambah Benny lagi.

Hindari Degradasi, PSMS Bidik Sriwijaya FC

PSMS Medan akan berharapan dengan Sriwijaya FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini merupakan laga hidup mati bagi Ayam Kinantan.

PSMS yang saat ini mengantongi 28 poin masih menyisakan tiga pertandingan. Selain lawan SFC, Ayam Kinantan juga bertemu Persipura (6 Juni) dan Persiwa Wamena (10 Juni).

Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi mengatakan, PSMS butuh minimal 3 poin untuk bisa lepas dari zona degradasi. Karena itu, Ayam Kinantan akan berjuang mati-matian di tiga laga yang tersisa.

"Kami akan berusaha untuk merebut poin di seluruh pertandingan yang tersisa. Paling tidak kami harus bisa menambah tiga poin untuk bisa lepas dari degradasi," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.

Menurut Liestiadi, peluang terbesar PSMS untuk mendapatkan tiga angka adalah lawan SFC. Pasalnya, dalam duel ini, Ayam Kinantan akan bertindak sebagai tuan rumah.

"Dua pertandingan lainnya, yakni lawan Persipura dan Persiwa akan digelar di Papua. Semua juga tahu, kalau sulit untuk mendapat poin bila tampil di sana," kata Liestiadi.

PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 kali laga, PSMS masih harus berjuang untuk bisa tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional.

Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS untuk mengunci babak playoff sebagai perjuangan menuju LSI musim depan. Bahkan bila Persitara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.

LIVE antv 18.30 WIB; Laga Penentuan Bagi Ayam Kinantan

PSMS Medan akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Pertandingan ini akan menjadi penentu nasib Ayam Kinantan di pentas Liga Super Indonesia (LSI).

PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi di pentas LSI 2008/2009. Selain lawan Sriwijaya FC, dua duel lainnya akan digelar di tanah Papua kontra Persipura dan Persiwa Wamena.

Menurut Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi, pertandingan lawan SFC merupakan kesempatan mereka untuk merebut poin penuh. Pasalnya, PSMS akan menjadi tuan rumah dalam duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini.

"Semua juga tahu sangat sulit mendapat poin bila tampil di Papua. Dua tim yang ada disana, Persipura dan Persiwa cukup tangguh bila tampil di hadapan publiknya," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.

PSMS memang membutuhkan poin untuk tetap bertahan di pentas LSI. Saat ini PSMS baru mengantongi 28 poin dari 31 pertandingan. Koleksi ini membuat posisi PSMS masih rentan untuk terlempar ke divisi utama musim depan.

"Ini merupakan partai hidup mati kami. Kalau ingin tambahan poin, saya pikir pertandingan inilah saatnya," kata Liestiadi.

Tak ingin gagal mendapatkan poin penuh, pelatih PSMS, Rudy Keltjes pun akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Strategi jitu juga sudah disiapkan mantan pelatih Persipura itu, termasuk mencari pengganti bagi dua pemainnya yang absen, Octavianus Maniani dan Edi Simbung.

Keduanya harus absen karena akumulasi kartu. "Saya pikir pelatih sudah punya pengganti bagi pemain-pemain tersebut. Yang pasti, PSMS pasti akan tampil all out lawan SFC," tandas Liestiadi.

SFC juga tak mau kalah. Laskar Wong Kito akan berusaha memetik poin maksimal untuk mengamankan posisinya di posisi 4 besar. Karena itu pelatih Rahmad Darmawan juga sudah menyiapkan strategi jitu bagi pemain-pemainnya.

Perkiraan pemain:

PSMS Medan: Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Andhika Yudistira, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi

Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (g); Christian Warobay, Charis Yulianto, Jacques Joel Tsimi, M Nasuha; Slamet Riyadi, Wijay, Zah Rahan, Benben Berlian, Anoure Obiora, Keith Kayamba

RUdi Siapkan strategi


PSMS Medan sedang bergairah. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan menahan imbang Persija Jakarta 1-1 membuat mereka siap menantang Sriwijaya FC (SFC) besok.

Saat melawan Persija, kondisi PSMS sebenarnya tidak bisa dibilang baik. Sederet pemain pilar tidak bisa diturunkan karena berbagai alasan. Bek tengah Mauro Pinto, bek kanan Reswandi, dan gelandang jangkar Agus Supriyanto adalah sederet nama yang tidak bisa merumput dalam laga klasik melawan Macan Kemayoran.

Absennya tiga nama ini membuat Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes membatalkan rencana menggunakan skema 3-4-3 yang membuat Persitara tersungkur dan memilih ke pakem lama 4-3-2-1. Akibatnya, daya ledak Ayam Kinantan menjadi sedikit berkurang. Melawan SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rudy akan kembali menggunakan pola 3-4-3.

Formasi yang diharapkan bisa meredam sekaligus menjungkalkan Laskar Wong Kito, julukan SFC, demi gengsi penguasa Andalas. ”Saya ingin pasang tiga pemain bertahan dan menempatkan empat pemain gelandang serta tiga striker. Formasi ini lebih tepat buat kami dengan melihat kondisi beberapa pemain sudah pulih,” ujar Rudy

Monday, June 1, 2009

Derby Andalas di Malang

Tempat pertarungan PSMS Medan kontra Sriwijaya FC Palembang sudah tidak menjadi teka-teki. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) telah menetapkan tempat pertandingan derby Andalas -sebutan Sumatera- tersebut. 'Pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 2 Juni,' terang Darwis Satmoko, staf kompetisi BLI.

Sebelum keputusan tersebut keluar, arena bentrok dua tim Sumatera itu memang kabur. Pihak PSMS mengajukan opsi bahwa pertandingan dilangsungkan di Stadion Mandala, Jayapura. Di sisi lain, BLI berharap Ayam Kinantan -julukan PSMS- tetap memainkan laga home-nya tersebut di stadion yang telah ditentukan sebelumnya. Yakni, Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang sejatinya merupakan kandang Sriwijaya FC.

Keputusan itu pun membuat jadwal laga tersebut bergeser. Sebab, semula BLI menjadwalkan pertandingan tersebut digelar pada 1 Juni. Adanya pergesaran itu berarti BLI melanggar janji. Sebab, sebelumnya mereka menegaskan tidak akan ada lagi penjadwalan ulang pertandingan.

Keputusan tersebut mengundang kekecewaan pihak Sriwijaya FC. Sebagai tamu, mereka merasa dirugikan. 'Seharusnya, BLI memutuskan pertandingan tetap di Palembang,' kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.

Menurut dia, pernyataannya tersebut tidak bermaksud mengambil keuntungan. Tapi, itu lebih mengacu pada keinginannya melihat konsistensi BLI dalam menerapkan aturan. [

PSMS Tahan Imbang Persija

PSMS Medan belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara Liga Super Indonesia 2008-09, setelah pada laga lanjutan Sabtu (30/5) mereka hanya bermain imbang 1-1 lawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang.

"Hari ini masih mujur kami tidak kalah. Pemain-pemain kami cukup kelelahan dengan jadwal pertandingan yang sangat ketat," tutur pelatih PSMS Medan, Rudy W Keeltjes usai pertandingan.

Kesebelasan ayam kinantan ini berharap pada laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, Selasa (2/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, mereka bisa meraih poin penuh agar bisa naik peringkat.

Pada laga kali ini, sebenarnya PSMS Medan unggul terlebih dahulu di menit ke-24. Gelandangnya Leonardo Martin Zada, berhasil mengelabuhi pemain belakang Persija Danan Puspito dan Abanda Herman sebelum akhirnya berhasil menyarangkan tendangan cepat ke gawang Hendro Kartiko.

Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persija berusaha meningkatkan tempo permainan. Hanya saja dengan sejumlah pemain lapis kedua seperti Danan Puspito, Ramdani Lestaluhu, dan Ade Suhendra, daya serang Macan Kemayoran tersebut belum maksimal. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan PSMS Medan bertahan hingga babak pertama usai.

Usai turun minum pelatih Persija Danurwindo tampak mulai memasukkan sejumlah pemain intinya guna mengangkat tempo permainan anak-anak didiknya. Danurwindo memasukkan M.Ilham menggantikan Ramadani di menit 46, dan mengganti striker Aliyudin dengan Bambang Pamungkas di menit 64.

Tiga menit setelah memasukkan Bambang Pamungkas, Persija berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Tendangan Bambang dari depan gawang PSMS, meski sempat mental, namun berhasil diselesaikan oleh Greg Nwokolo untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal Markus Horison. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

"Dalam laga ini kami menurunkan setidaknya lima pemain muda. Rotasi ini terus kami lakukan agar anak-anak tidak kelelahan pada setiap pertandingan. Mengingat, tiga hari sekali kami harus bertanding," ujar Danurwindo.

Meski kemampuan para pemain lapis kedua ini dinilai Danurwindo masih jauh dibandingkan skuad inti, namun hal itu dilakukan agar laga berikutnya anak-anak didiknya terus bisa bermain bagus pada laga-laga berikutnya.

Dengan hasil seri itu, Persija masih bertahan di peringkat lima klasemen sementara liga super dengan 15 kali menang dari 32 kali bermain. Sedangkan PSMS Medan masih bercokol di empat terbawah klasemen, dengan lima kemenangan dari 31 kali bermain.

Selasa (2/6) mendatang, Persija akan kembali bertemu Deltras Sidoarjo, namun dalam laga Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Gajayana Malang

Saturday, May 30, 2009

Merawat Asa Ayam Kinantan

Peluang bertahan di Djarum Indonesia Super League (DISL) belum tertutup bagi PSMS Medan. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut masih sangat berpeluang mencicipi atmosfer DISL musim depan.

PSMS pun sadar betul akan situasi tersebut. Mereka ingin terus merawat harapan tersebut sekaligus mewujudkan asa bertahan di DISL. Karena itu, PSMS ingin terus menabung poin dalam empat laga tersisa. Tak terkecuali saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang, sore nanti (30/5) (siaran langsung Antv pukul 15.30 WIB).

"Kami memang belum habis. Kami akan terus berjuang agar lolos dari degradasi. Untuk itu, kami tidak sekadar mendapatkan satu poin saat bertemu Persija kali ini," tegas Rudy Keltjes, pelatih PSMS Medan.

Satu poin memang cukup berarti bagi PSMS. Namun, kemenangan jauh lebih bermakna. Karena itu, Affan Lubis dkk ingin memperoleh kemenangan tersebut saat dijamu Persija.

Dengan kemenangan, PSMS bisa menyamai poin Persitara Jakarta Utara yang berada satu setrip di atasnya. Jika tiga angka bisa diraih dari Persija, posisi PSMS bisa terkatrol keluar dari zona degradasi maupun playoff.

"Kemenangan atas Persitara di pertandingan sebelumnya membuat kami sangat termotivasi. Semoga motivasi itu mampu membawa kami memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red)," ujar Rudy.

Kans PSMS untuk memenangkan pertarungan melawan Persija pun masih sangat terbuka. Sebab, motivasi Persija kini tak sebesar sebelumnya. Mereka sudah kehilangan mimpinya menjadi juara DISL edisi perdana ini. Bahkan, untuk finis di urutan kedua pun, mereka sudah tak lagi bisa.

Konsentrasi Macan Kemayoran -sebutan Persija- pun saat ini sudah beralih. Mereka kini fokus membidik juara Copa Indonesia IV. "Memang sudah tidak ada yang kami kejar di DISL. Tapi, kami tidak ingin malu. Kami tetap ingin memenangkan setiap pertandingan," sebut Ismed Sofyan, salah seorang pilar Persija

Pantang Kalah

Jika ingin meraih posisi agar aman dari zona degradasi tak ada kata lain bagi punggawa Ayam Kinantan selain memenangkan empat sisa laga. Nah, besok petang (30/5), PSMS Medan akan mencoba mendulang poin penuh saat bentrok Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang markas sementara Persija.

Jika kalah, harapan untuk bertahan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim depan bakal tipis. Tapi, kemenangan 3-0 PSMS Medan atas Persitara Jakarta Utara, pada laga Selasa (26/5), tampaknya menambah kepercayaan diri pemain PSMS.

Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengatakan, tim asuhannya telah siap tempur. “Kemenangan dari Deltras kemarin semoga menambah tren positif bagi anak-anak, apalagi kami sangat membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi. Tapi bukan masalah gampang mengalahkan mereka, selain kualitas pemain yang bagus mereka juga solid di semua lini. Namun kami tak akan menyerah dan akan berusaha keras mencuri poin dari mereka,” kata Rudy.

Mantan pelatih Persipura itu juga mengungkapkan, tim asuhannya akan tampil all out. Sayangnya, mereka tak akan diperkuat dua pemainnya Reswandi dan Agus Supriyanto yang terkena akumulasi kartu kuning. Tapi, PSMS mendapat keuntungan karena Persija harus terusir dari markasnya di Stadion Gelora Bung Karno karena tak diberi izin dari kepolisian. Berlaga di tempat netral dianggap sebagai keuntungan. PSMS yang sudah terbiasa main di kandang orang, tampaknya akan bisa berbuat banyak. Meskipun yang dihadapi klub besar bertabur bintang.

“Selalu ada harapan untuk meraih tiga angka. Walaupun yang dihadapi klub penuh bintang. Tapi ingat, kita bermain di divisi yang sama, jadi tak ada yang harus dikhawatirkan,” beber Keltjes. “Sebagai pelatih, saya instruksikan kepada anak-anak agar mampu meraih kemenangan.,”sambung Keltjes.

Costas Ditarget


Sadar bakal mendapatkan tekanan berat dari Permainan skuad Persija, pelatih PSMS, Rudi Keltjes berencana kembali menggunakan perpaduan menyerang dan bertahan. Format satu striker kembali diusung dengan hanya menempatkan Mario Costas sebagai target man.

“Melawan Persija saya akan menerapkan kembali skema lama. Melawan klub dengan kemampuan menyerang seperti Persija, saya rasa skema lama masih lebih bagus. Sebab anak-anak juga sudah sering menerapkan skema lama, susah juga kalau harus diganti-ganti, karena memang kita tak punya waktu cukup,” kata pelatih asal Situbondo itu