ara pemain Persebaya kembali menjalani latihan untuk persiapan menghadapi pertandingan 'play off' setelah satu pekan diliburkan.
Dalam latihan yang dipimpin tiga asisten pelatih Hartono, Ibnu Grahan dan Kasiyanto tersebut, dua pemain belum bergabung, yakni Andi Odang dan Nurcholis.
Sedangkan pelatih kepala Aji Santoso yang diberi mandat menangani tim, baru akan memimpin sesi latihan mulai Kamis (11/6), setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir Rabu (10/6).
"Kendati Aji Santoso belum gabung, tapi dia terus memantau perkembangan tim. Program latihan pemain juga dikonsultasikan dengan dia," tambah Hartono.
"Kami tidak menduga, kalau ternyata kondisi fisik anak-anak tetap bagus, meskipun sepekan tidak berlatih. Motivasi mereka juga masih menggebu-gebu untuk melahap porsi latihan pagi dan sore," tambahnya.
Mantan pemain Persebaya ini, mengaku belum mendengar kabar soal kemungkinan diundurnya jadwal play off. Pengunduran jadwal itu dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dan motivasi pemain.
"Pengaruhnya buat pemain jelas ada, tapi mudah-mudahan (pengunduran jadwal) itu tidak terjadi," ujarnya
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, June 9, 2009
Monday, June 8, 2009
Persita Degradasi, PSMS di Bibir Playoff
Persita Tangerang dipastikan lengser ke Divisi Utama untuk musim depan. Sedangkan PSMS Medan tinggal menunggu waktu untuk tampil di babak playoff Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persita Tangerang dipastikan turun kasta setelah gagal merebut kemenangan pada pertandingan ke-33. Berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Kanjurhan, Malang, Sabtu, 6 Juni 2009, Persita keok di tangan tuan rumah Arema Malang 1-4.
Kekalahan ini membuat Persita tak mampu mendongkrak posisinya. Dengan koleksi 25 poin dari 33 laga, Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-17 klasemen sementara. Meski menang di laga terakhirnya, Persita dipastikan tak akan mampu keluar dari zona degradasi.
Sementara itu, nasib naas juga dialami oleh PSMS Medan. Pasalnya, peluang Ayam Kinantan untuk tampil di babak playoff terbuka lebar setelah gagal merebut kemenangan di pertandingan ke-33.
Berhadapan dengan juara LSI 2008/2009, Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu, 6 Juni 2009, PSMS juga keok dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat PSMS kesulitan untuk menghindari babak playoff mengingat dua pesaing terdekatnya PKT dan Persitara sukses merebut 3 poin.
Tampil di kandang, Stadion Mulawarman, Bontang, PKT sukses mempermalukan PSIS Semarang, 3-0. Sedangkan Persitara kembali mengejutkan dengan membantai saudara sekotanya Persija Jakarta 4-2.
Dengan kemenangan ini PKT unggul tiga poin atas PSMS Medan. Untuk lolos dari degradasi, PKT hanya butuh hasil seri di pertandingan terakhir.
Persitara bernasib lebih baik. Kemenangan atas Persijat membuat Persitara tak perlu memeras keringat di partai terakhir. Tambahan tiga angka telah membuat Persitara aman untuk tetap berlaga di LSI musim depan.
Persipura Kalahkan PSMS Medan 1-0
Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura, berhasil mengalahkan PSMS Medan yang berjuluk "Ayam Khinatan", dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan Djarum Indonesia Super Liga, Sabtu.
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Bermain dihadapan pendukungnya di stadion Mandala Jayapura, Persipura Jayapura dan PSMS Medan sama-sama menampilkan permainan terbuka, dimana kedua tim saling silih berganti melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan.
Hingga bapak pertama usai kedua tim tidak mampu mencetak gol, karena keduanya memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
Memasuki babak kedua, guna mempertajam lini depan, PSMS Medan menarik keluar Oktovianus Maniani, Elly Eboy dan Dani.
Gol kemenangan persipura baru tercipta pada babak kedua melalui striker haus golnya, asal Papua yang bernomor punggung 86 Boas Sallosa yang biasa disapaa oleh para penggemarnya dengan panggilan Boci pada menit ke-70 lewat titik putih.
Ketinggalan satu gol membuat anak-anak Medan terhenyak dan langsung meningkatkan tempo pertandingan, namun penyerang PSMS tidak mampu menembus pertahanan Persipura yang dikawal Jack Komboy, Viktor Ikbonefo dan Bio Paulin.
Pada pertandingan babak kedua yang dipimpin wasit Jumadi Efendi tersebut, kedua tim tetap saling menyerang, terbukti dari banyaknya peluang yang dibuat oleh kedua tim.
Sedikitnya tiga peluang untuk Persipura dan Tiga buat PSMS Medan tercipta, diantaranya ada yang menghasilkan gol namun dianulir oleh wasit karena adanya pelanggaran.
Hingga pertandingan babak kedua usai kedua tim tidak berhasil memmbuat gol sehingga kedudukan akhir tetap 1-0 untuk Persipura Jayapura.
Dalam pertandigan ini, wasit mengeluarkan satu buah kartu kuning untuk Persipura Jayapura yakni, Imanuel wanggai.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago, mengatakan sangat bersyukur timnya dapat memperoleh kemenangan, meskipun dengan skor tipis. Ia mengakui kalau PSMS Medan adalah lawan kuat.
"meskipun menang, permainan anak-anak tadi tidak menunjukan kolektivitas yang baik, sehingga kedepannya akan dibenahi," kata Jaksen, kepada wartawan seusai pertandingan.
Sementara, sementara pelatih PSMS Medan, Rudi Keltjes mengatakan Persipura memang pantas menang, dan menjadi juara umum dalam kompetisi kali ini.
Persipura akan kembali bertanding pada 10 Juni nanti dengan menjamu Sriwijaya FC, sekaligus akan merayakan kemenangan sebagai juara umum dalam kompetisi Djarum ISL 2008-2009
Saturday, June 6, 2009
Persaingan Menuju Playoff
Pemilik tiket playoff Liga Super 2008/2009 segera diketahui hari ini. PSMS Medan, Persitara Jakarta Utara, atau PKT Bontang tetap berpeluang sama.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Zona merah memang mencapai titik didih, imbas rivalitas Persipura Jayapura kontra PSMS, PKT melawan PSIS Semarang, dan Persija Jakarta versus Persitara. Tiket playoff sementara dipegang PKT yang terdampar di peringkat 15 dengan nilai 31 poin dari 32 pertandingan. Satu setrip di atasnya ada PSMS dengan nilai dan jumlah laga sama, tapi unggul produktivitas gol.
Posisi relatif aman justru dimiliki Persitara yang menempati peringkat 13 dengan nilai 33 dari 32 laga. Raihan hasil berbeda ketiga klub otomatis memengaruhi pergerakan klasemen. Rivalitas justru menjadi jenuh tatkala PSMS atau PKT menelan kekalahan, tapi Persitara tidak kehilangan angka. Hasil buruk kedua klub akan membenamkan mereka ke zona playoff.
Keseragaman hasil seri justru membuat posisi klasemen semakin membara sampai laga terakhir. Namun, alih-alih perhitungan teknis status PSMS terjepit karena dijamu juara Liga Super Persipura.
”Kami sadar, Persipura ingin menyempurnakan prestasi. Tapi, kami tidak ingin dipermalukan lagi. Kualitas individu kami memang kalah. Tapi, PSMS memiliki kebersamaan. Kami selalu berjuang bersama,” tandass Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes.
Ayam Kinantan, julukan PSMS, kalah 0-1 dari Persipura pada leg pertama. Dari lima pertemuan, mereka hanya sekali menang dan sekali seri, lalu menelan tiga kekalahan. Problem bertambah setelah Leonardo Martin Zada dan Mario Pinto absen dengan alasan berbeda.
”Ini masalah serius. Zada pengatur serangan. Esteban Gulien nanti akan berperan ganda. Kami harus berusaha agar posisi aman,” kata Rudy. Berbeda dengan PSMS, garansi tiga angka sepertinya dimiliki PKT. Performa PSIS yang berada di kerak degradasi memang kurang menjanjikan. Dari tiga pertemuan, PKT belum pernah kalah, yakni sekali menang dan dua kali seri.
”Kami akan bermain terbuka. Klub butuh kemenangan agar bisa menyalip Persitara. Kami harus mencari posisi aman. PKT akan turun full team karena tidak ada masalah pemain,” tutur Pelatih PKT Fachri Husaini. Bukan hanya terlibat rivalitas segitiga, tekanan juga datang dari Persita Tangerang yang dijamu Arema Malang.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mengaku siap menjadi duri. Berada di peringkat 17 dengan nilai 25 dari 32 pertandingan, mereka masih bermimpi playoff. ”Pilihan Persita adalah menang untuk membuka peluang playoff. Tapi, kami juga sangat tergantung hasil klub lain,” ungkap Manajer Persita Andi Mulyadi.
Okto cs batal gabung timnas
Skuad timnas U-23 proyeski SEA Games Laos dipastikan hanya bisa menambah satu pemain. Padahal sebelumnya, jajaran pelatih timnas junior ini merekomendasikan empat pemain baru.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Tiga dari empat pemain itu merupakan pilar PSMS Medan, yakni Octovianus Maniani, Andhika Yudistira dan Ghali Sudaryono. Sedangkan satu pemain yang masuk adalah D Tubun dari PKT Bontang. Dengan begitu, timnas U-23 yang sedang dipersiapkan melakoni ujicoba di Malaysia (13/6) dan Singapura (21/6) berkekuatan 21 pemain.
Menurut Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI Hamka B Kadi kepada Waspada di Sekertariat PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (3/6), batalnya tiga pilar Ayam Kinantan tersebut bergabung karena pihak manajemen tim bersangkutan tidak melepasnya.
"Manajemen PSMS masih membutuhkan tenaga ketiganya di laga terakhir Superliga. Sebab, mereka saat ini tengah berjuang lolos dari zona degradasi. Untuk itu, kami tidak jadi memanggil ketiga pemain tadi," kata Hamka.
Masih kata Hamka, ketiga pemain PSMS tersebut masih bisa bergabung dengan timnas U-23. Hanya saja imbuhnya, semua tergantung kebutuhan dari skuad yang ada sekarang. Ditambahkanya, hal yang sama juga berlaku bagi pilar Persipura Jayapura Boaz Salossa dan Immanuel Wangai.
"Boaz dan Wanggai adalah pemain yang sudah siap pakai. Jadi kapan pun keduanya pasti ready. Karena itu, kedua pemain ini tidak perlu ikut masa persiapan," tutur Hamka.
Keltjes bantah main sabun
Pelatih PSMS Medan, Rudi William Keltjes, membantah Sriwijaya FC memberikan kemenangan atau main sabun ketika berhadapan dengan PSMS Medan dalam lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Kanjuruan Malang, Selasa (2/6) lalu, yang berakhir 3-1 untuk PSMS.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
"Saya menyatakan secara tegas laga ini tidak terjadi pengaturan hasil pertandingan yang mengindikasikan Sriwijaya FC membantu PSMS tidak terdegradasi ke," kata Keltjes ketika dihubungi Waspada, kemarin.
Menurutnya, kekalahan juara bertahan dan juara Copa Indonesia 2008 itu lebih disebabkan karena tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak diperkuat beberapa pemain utamanya.
Diakui Keltjes, sepanjang pertandingan lawan terus mendapat tekanan dari Leonardo Martins Zada cs. Begitu juga absennya beberapa pemain inti seperti Keith Kayamba, Tsimi dan Ambrizal yang terganjal kartu kuning plus cedera Isnan Ali. "Jadi wajar saja PSMS menuai hasil menggembirakan," ujarnya.
Keltjes sependapat dengan salah seorang ofisial SFC yang menyatakan anak-anak asal Medan itu bermain maksimal dan memiliki semangat luar biasa untuk meraih kemenangan. "PSMS mengusung semangat laga hidup mati, sehingga tampil habis-habisan dan ini membawa hasil Ayam Kinantan tampil lebih agresif," lanjutnya.
"Meskipun sama-sama merumput di daerah Sumatera, bukan berarti pihak lawan berbelas kasihan dan membantu kami. Tidak ada itu!" tegas Keltjes.
Secara terpisah, Wakil Manajer SFC Hendri Zainuddin membantah timnya sengaja memberikan kemenangan kepada PSMS. "Kami nyatakan secara tegas bahwa tidak terjadi pengaturan hasil dalam pertandingan," katanya.
Friday, June 5, 2009
PSMS Hanya Bawa 2 Pemain Impor ke Papua
PSMS Medan dipastikan tidak bisa tampil full team dalam dua laga terakhirnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Pasalnya, tiga pemain asing yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto, dan Juan Daniel Salabbery , tidak ikut dalam rombongan.
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy Keltjes saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 4 Juni 2009. Menurut Rudy, hanya ada dua pemain asing yang akan tampil dalam tur Papua kali ini. Keduanya adalah Esteban Gullien dan Mario Costas.
"Kami terpaksa meninggalkan beberapa pemain karena cedera. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa mendapat poin dari dua pertandingan ini," kata Rudy.
Keterangan Rudy berbeda dengan mantan asistennya, Liestiadi. Menurutnya dua pemain asing PSMS, yakni Pinto dan Salabbery memang sudah tidak bersama PSMS lagi.
Kontrak kedua pemain tersebut sudah habis 31 Mei 2009 lalu dan manajemen tidak memperpanjangnya. Nasib yang sama juga dialami oleh Liestiadi. Kontrak pria yang sempat menjadi pelatih kepala PSMS itu juga tidak diperpanjang oleh manajemen Ayam Kinantan.
Dalam tur Papua kali ini, PSMS lebih dulu menjajal kekuatan Persipura, Sabtu, 6 Juni 2009. Setelah itu Ayam Kinantan baru bertemu Persiwa Wamena, Rabu, 10 Juni 2009
PSMS Waspadai Eduard Ivakdalam
PSMS akan berhadapan dengan Persipura Jayapura, Sabtu 6 Juni 2009. Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengaku tak khawatir dengan kekuatan pemain-pemain Mutiara Hitam kecuali Eduard Ivakdalam.
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Menurut Rudy, kekuatan Mutiara Hitam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tim-tim lain. Namun, kehadiran Eduard Ivakdalam di dalam tubuh jawara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini membuat penampilan Boaz Solossa cs lebih matang.
"Saya tiga tahun melatih Persipura. Jadi saya tahu seperti apa Eduard. Dia pemain yang cerdik dan tipikal pemimpin di lapangan," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menghadapi Persipura, PSMS dipastikan tidak bisa tampil full team. Ayam Kinantan terpaksa meninggalkan tiga pemain asingnya: Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery.
Meski demikian, Rudy mengaku bakal berusaha mencuri poin di kandang Persipura, Stadion Mandala Jayapura. Bila tak mampu mencuri poin sempurna, Rudy berharap timnya bisa mencuri hasil seri.
"Memang sulit mengalahkan Persipura di hadapan publiknya sendiri. Tapi, kami akan berusaha. Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan sampai kalah," tandas Rudy
Rudy: Kalau Bisa Saya Ingin Buat Edu Mabuk
Pelatih PSMS Medan, Rudy Keltjes menilai penampilan Persipura Jayapura sangat bergantung pada sosok playmaker Eduard Ivakdalam. Karena itu, Rudy berhadap Edu tidak dalam top performa saat dijajal Ayam Kinantan.
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
"Edu merupakan sosok sentral di Persipura. Tanpa dia, Persipura tidak ada apa-apanya. Namun, sangat sulit menghambat pergerakan Edu," kata Rudy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 4 Juni 2009.
Menurut Rudy, Edu merupakan pemain yang cerdas. Dia juga merupakan sosok pemimpin yang benar-benar dihormati oleh pemain. Tanpa Edu, Rudy yakin Persipura tidak akan mampu tampil bagus.
"Tiga tahun saya bersama Edu. Karena itu saya tahu seperti apa dia. Dia merupakan pemain yang tidak banyak bicara, tapi sangat cerdas di dalam lapangan," kata Rudy.
Saat berhadapan dengan Persipura, Ayam Kinantan dipastikan tidak bisa tampil full team. Tiga pemain asing tim kebanggaan warga Medan itu, yakni Leonardo Zada, Mauro Pinto dan Juan Daniel Salabbery tidak ikut dalam rombongan.
Dengan kekuatan yang ada, Rudy mengaku timnya bakal kesulitan mengimbangi Persipura. Satu-satunya cara untuk mendulang poin adalah dengan mematikan pergerakan Edu.
"Saya hanya berharap malam sebelum pertandingan Edu mabuk. Sehingga Edu tidak bisa tampil maksimal saat pertandingan. Kalau dia bisa saya mabukkan, saya akan lakukan itu," kata Rudy
Tambah Amunisi Menuju Papua
Sukses mengalahkan Sriwijaya FC (2/6), PSMS Medan kini menatap dua laga terakhir yang tak kalah penting. Yakni bertandang ke Papua, menghadapi Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6).
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Meski tak mungkin lagi terdegradasi, dua laga itu sangat penting bagi PSMS. Tambahan poin bakal mengamankan posisi mereka di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebaliknya, jika kalah PSMS terancam melakoni playoff melawan Persebaya Surabaya yang menjadi tim peringkat keempat Divisi Utama.
Masalahnya, tidak mudah meraih angka di Papua. Persipura dan Persiwa sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Hampir semua tim tamu yang bertandang ke sana dikirim pulang dengan kekalahan.
'Saya tidak pernah takut dengan sesama tim Superliga. Karena toh PSMS bermain di level yang sama. Yang saya khawatirkan hanya kondisi tim yang kerap tak bugar. Jadwal padat masih menjadi momok bagi kita, ditambah tak konsistennya permainan anak-anak,' ujar Rudy Keltjes, pelatih PSMS.
Untuk mengantisipasi kelelahan, manajemen akan menambah pemain yang dibawa ke Papua. Kemungkinannya adalah menarik beberapa pemain dari tim PSMS U-21. Bisa juga memanggil kembali pemain yang dipinjamkan ke klub lain seperti Erwinsyah.
Yang pasti, PSMS akan membawa seluruh skuad inti termasuk sejumlah pemain asal Papua, seperti Elie Aiboy, Oktovianus, Mitchel Nere, dan Ruben Sanadi. Kehadiran pemain asal Papua ini diharapkan mampu menambah warna tersendiri bagi tim Ayam Kinantan.
'Pemain yang sebelumnya ditinggal karena akumulisi akan kita bawa. Ada Okto dan Edi Sibung yang masuk dalam daftar pemain yang dibawa. Pemain inti tentu saja akan diboyong,' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.
Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil menahan imbang Persiwa dengan skor 2-2. Sedangkan saat bertemu Persipura takluk 0-1. 'Laga melawan tim Papua tentu berat. Tapi bukan berarti tak ada harapan. Dengan kerja keras semua lini, saya rasa tak ada yang tak mungkin,' tegas Sihar.
Wednesday, June 3, 2009
Kebersamaan Liestiadi dan PSMS Berakhir
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi resmi hengkang dari PSMS. Pasalnya, kontrak pria yang sempat menjabat sebagai pelatih kepala PSMS itu sudah berakhir 31 Mei 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, manajemen sudah tidak memperpanjang kontraknya. Karena itu, sejak Juni 2009, dia sudah tidak berada di tim pelatih Ayam Kinantan.
"Saya sudah tidak di PSMS lagi. Manajemen tidak memperpanjang kontrak saya yang berakhir 31 Mei lalu," kata Liestiadi ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 3 Juni 2009.
Liestiadi sebenarnya sempat menjabat sebagai pelatih kepala di PSMS Medan mengganti Erick Williams. Namun perannya kemudian digantikan oleh Rudy Keltjes yang masuk di pertengahan putaran kedua.
Selain memimpin PSMS di LSI, Liestiadi juga sempat mendampingi PSMS di AFC Cup 2009. Bersama Liestiadi PSMS berhasil memenangkan beberapa pertandingan di babak kualifikasi sebelum akhirnya digantikan oleh Rudy.
Saat ini, PSMS telah lolos ke babak 16 besar. Pada perebutan tiket 8 besar ini, PSMS akan berhadapan dengan tim asal Thailand, Chonburi FC, 23 Juni 2009.
Tekuk SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi
PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam,
PSMS Sementara Ungguli Sriwijaya FC
PSMS Medan untuk sementara memimpin duel kontra Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Hingga babak pertama berakhir, Ayam Kinantan unggul 1-0 atas Laskar Wong Kito.
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
Misi berat diusung PSMS pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung antv ini. Posisi Ayam Kinantan yang masih berada di zona merah degradasi menuntut Ellie Aiboy cs untuk bisa memetik poin penuh.
Di babak pertama, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS
PSMS Jauhi Zona Degradasi

PSMS Medan berhasil mengamankan tiga poin saat bertemu SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu, PSMS unggul 3-1 atas Laskar Wong Kito.
Tambahan tiga poin membuat PSMS untuk sementara keluar dari zona degradasi. Dengan koleksi 31 poin dari 32 laga, PSMS berada di peringkat ke-16 klasemen sementara menggantikan posisi Persitara Jakarta Utara.
Di babak pertama due yang disiarkan oleh antv ini, PSMS memilih untuk bermain terbuka. Serangan demi serangan terus dilancarkan pasukan Rudy William Keltjes sepanjang 45 menit babak pertama.
Saat pertandingan memasuki menit ke-19, SFC yang merupakan jawara Divisi Utama musim lalu dikejutkan oleh gol yang dicetak Mario Costas setelah menerima umpan silang dari Elle Aiboy.
Keunggulan 1-0 tak membuat serangan PSMS kendur. Sebaliknya Ayam Kinantan justru meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya, tuan rumah kembali mendapat peluang emas di menit ke-30.
Namun sayang, kali ini PSMS gagal menyempurnakannya menjadi gol. Tendangan Esteban Gullien dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
SFC mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun disiplinnya barisan pertahanan PSMS membuat serangan Laskar Wong Kito kerap kandas. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilancarkan penyerang SFC juga belum maksimal.
Akibatnya, hingga pertandingan babak pertama usai, skor tidak berubah 1-0 untuk PSMS.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS kembali membombardir barisan pertahanan SFC. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Mario Costas cs bahkan memaksa pemain belakang SFC, Mauly Lessy melakukan pelanggaran fatal di menit ke-47.
Berniat mengusir bola dari kotak penalti sendiri, Lessy jutru melakukan pelanggaran kepada Leonardo Zada. Wasit Jajat Sudrajat langsung mencabut kartu merah dan memberikan penalti kepada PSMS.
Esteban Gullien yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun kembali berubah menjadi 2-0 untuk PSMS.
Unggul jumlah pemain membuat PSMS semakin leluasa melakukan serangan ke jantung pertahanan SFC. Hasilnya, pada menit ke-58, Leonardo Martin Zada mencetak gol ketiga bagi PSMS.
SFC sendiri akhirnya berhasil memperkecil kekalahan lewat titik putih penalti pada menit ke-79. Jajat Sudrajat menunjuk titik putih setelah pemain PSMS Aun Carbiny melakukan handsball di kotak penalti.
Ngon A Djam ditunjuk sebagai eksekutor. Striker jangkung ini sukses menjalankan tugasnya dan merubah skor menjadi 1-3 untuk SFC. Skor ini pun bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadli Hariri, Aun Carbini, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Supriyanto/Ruben, Leonardo Martin Zada, Ellie Aiboy/Doni Cahyadi, Andhika Yudistira/Michael Nere, Mario Costas
Sriwijaya FC
Ferry Rotinsulu (g), Charis Yulianto, Mauly Lessy-kk, Safarudin, Christian Warobay, M Nasuha, wijay/Alamsyah, Zah Rahan, Obiora, Budi Sudarsono, Ngon A Djam
Tuesday, June 2, 2009
Adu Gengsi Raksasa Andalas
Duel ke-14 penguasa Sumatera antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC (SFC) malam ini memang bukan untuk perebutan takhta.
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Namun,kedua tim punya kepentingan berbeda. Dilihat dari dua laga terakhir, duo Andalas ini samasama mencatatkan tren positif. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan hasil imbang dengan Persija Jakarta 1-1 membuat PSMS siap memberi perlawanan kepada Charis Yulianto dkk. SFC pun tidak kalah mentereng, dengan terus menunjukkan grafik peningkatan.
Seusai melibas raksasa China Shandong Luneng 4-2 di Liga Champions Asia, giliran Persibo Bojonegoro yang diberi pelajaran dihajar SFC 5-0 di leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Tapi, pada laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, pekan ini,PSMS sangat membutuhkan kemenangan demi menghindari jerat degradasi.
Sementara SFC tak lagi memiliki potensi menjadi kampiun musim ini.Kontradiksi inilah yang memunculkan pertanyaan: akankah ada kemungkinan solidaritas antartim Andalas? Tidak mudah memang menjawabnya. Apalagi, melihat rivalitas kedua tim yang sudah mulai menapaki fase kritis.Sebagai tim tertua di Sumatera, Ayam Kinantan sempat merasa terganggu dengan kehadiran Laskar Wong Kito.
Sebagai tim metamorfosa dari Persijatim Solo FC, pasukan Rahmad Darmawan ternyata langsung menarik perhatian. Double winner musim lalu jadi bukti sahih bagaimana SFC telah mencuri perhatian dan menurunkan gengsi Ayam Kinantan sebagai tertua di Sumatera. Tapi, saat kedua tim bertemu hari ini, pendukung Kota Medan boleh jadi berharap agar Laskar Wong Kito tak terlalu menebar ambisi serius.
Toh kemenangan juga tak akan membuat mereka menjadi kampiun sehingga tidak seharusnya ”persaudaraan”dikorbankan. Namun, Arsitek PSMS Rudy Williams Keltjes tak berharap kepada tim lain. Baginya, kemenangan harus diraih atas jerih payah sendiri,bukan belas kasihan pihak ketiga.
Mantan arsitek Deltras Sidoarjo dan Persipura Jayapura ini mengaku siap memberikan komando kepada skuad asuhannya untuk mengamankan tiga poin. Formasi 3-4-3 pun didaulat sebagai strategi jitu untuk memaksimalkan hasil menghadapi tim asuhan Rahmad. ”Pemain sudah pulih dan skema itu (3-4-3) pasti kami mainkan besok karena enggak ada cara lain bagi kami untuk mengamankan tiga poin,”ujar Rudy.
Di lain pihak,Rahmad berjanji timnya tetap akan bermain maksimal dan mengedepankan permainan kolektivitas.”Yang jelas anakanak harus konsentrasi dan jangan sampai kecolongan.Yang terpenting adalah kolektivitas tim,” paparnya. Apalagi, pilar-pilar utama SFC,mulai dari barisan tengah dan depan dalam kondisi siap tempur.
Hanya ada dua pemain di barisan pertahanan yang bakal absen, yakni Tsimi Jaqcues dan Ambrizal lantaran akumulasi kartu. ”Kami sudah mengantisipasi hal tersebut sejak kami latihan di Palembang kemarin. Bahkan, sebelum melawan Persibo, kami sudah mencoba memasang Maully Lessy dan mencoba pola 3-4-3 dengan menggunakan tiga bek tengah. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,”tuturnya
Elie-Okto Mulai Banjir Tawaran
Dua pemain PSMS Medan Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani mulai banjir tawaran. Secara terbuka keduanya mengaku sudah mendapat pinangan dari beberapa tim Divisi Utama dan Liga Super.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Elie, misalnya, mengaku ada beberapa tim yang telah melakukan pendekatan. Sayangnya, mantan pemain Persija Jakarta ini belum mau menyebut tim yang sudah melakukan lobi itu. ”Memang ada beberapa klub yang tidak bisa saya sebutkan namanya dan berapa nilai kontraknya.
Karena, saya masih terikat kontrak dengan PSMS beberapa waktu lagi sehingga harus saya hargai,” kata Elie kepada Harian Seputar Indonesia kemarin. Untuk urusan kontrak, prioritas bagi dia terletak pada sikap profesionalitas yang ditunjukkan manajemen klub tersebut.
Karena itu, dia tak terlalu memusingkan apakah klub itu berasal dari tim Liga Super ataupun klub kasta kedua, Divisi Utama. ”Terserah, mau klub Divisi Utama atau Liga Super, itu bukan prioritas dan saya tidak akan pilih-pilih. Yang terpenting, manajemen klub tersebut bisa secara profesional dan transparan menyebutkan nilai kontrak,” ucapnya.
Kerap Kurang Greget
.gif)
Rudi William Keltjes, arsitek PSMS Medan tak habis pikir kenapa para pemainnya masih saja kerap tampil kurang greget. Padahal saat ini PSMS sedang berada dalam posisi genting, di ambang jurang degradasi.
Lihat saja saat skuad Ayam Kinantan bertemu Macan Kemayoran julukan Persija, Sabtu (30/5) lalu. Persija yang seolah memberi jalan bagi PSMS untuk menang, dengan hanya menurunkan pemain cadangan, tak juga mampu dimaksimalkan pemain PSMS. Kedua tim harus puas berbagi angka akibat hasil imbang 1-1. Padahal, PSMS lebih dulu unggul lewat kaki Zada di tengah babak pertama.
Sikap cepat puas begitu kentara ditunjukkan anak-anak Medan. Padahal Persija main jelek dengan kesalahan-kesalahan pemain belakangnya. Wajar saja Rudi Keltjes sangat kecewa dengan hasil itu.
“Saya bingung, padahal segala cara dan upaya sudah saya terapkan ke dalam tim ini. Tapi pemain masih saja kurang greget. Saya sampai berpikir apakah saya yang tidak cocok menangani tim ini,” beber Rudi usai laga kontra Persija Sabtu lalu.
Meski demikian, PSMS tentunya tak ingin menyerah begitu saja. Hasil imbang kontra Persija memang terasa kurang bagus, tapi cukuplah untuk menambah raihan satu angka. Meskipun tak mempengaruhi posisi PSMS di klasemen sementara. PSMS saat ini tetap nangkring di peringkat 15 dengan raihan 28 angka. Syukur Deltras dibantai Persib Bandung 6-1, sehingga Deltas tetap berada di bawah PSMS. Seandainya Deltras menang, posisi PSMS rawan geser.
Selasa (2/6) ini, PSMS akan kembali menghadapi cobaan. Sriwijaya merupakan batu sandungan selanjutnya yang harus segera ditangani. PSMS bertindak sebagai tuan rumah atas laga itu. Namun markas yang dipilih PSMS saat ini tak lagi Gelora Jakabaring Palembang, melainkan Stadion Kanjuruhan Malang.
Fokus tim segera dialihkan kepada laga ini. Kemenangan kembali ditarget, meskipun hal itu tentu saja tidak mudah. “Selain memberikan menu latihan seperti biasa, saya juga mengutarakan kepada para pemain agar bermain lebih profesional lagi. Sebagai pemain yang dibayar mahal oleh klub, skuad PSMS harusnya membuktikan bahwa mereka layak dipakai tenaganya. Dan itu semua memang kembali kepada pemain. Semoga PSMS bisa meraih hasil memuaskan pada laga ini,” terang Keltjes.
Syukurnya seluruh skuad PSMS saat ini tak ada yang cedera. Tapi Oktovianus dan Edi Sibung harus rela diparkir karena kedua pemain tengah menerima hukuman akumulasi dua kartu kuning.
Absennya dua pilar PSMS itu, cukup membuat timpang persiapan tim. Meskipun Rudi sudah menyiapkan gantinya. Tapi sampai saat ini Rudi masih belum memastikan siapa yang bakal melapis Okto. Opsi ada dua pilihan, bisa saja Mitchel Nere atau Andika yang akan diplot sebagai starter.
Madina MJ Jr atasi PSMS Jr ( Berita Khusus)
Peluang tim tuan rumah PS Madina MJ Jr melaju ke putaran selanjutnya semakin terbuka, setelah menekuk PSMS Jr 2-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Remaja U-17 Piala Suratin 2009 Zona Sumatera Utara di Stadion Kompi- B Manggadua Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Senin.
Dengan keberhasilan mendulang poin penuh itu, anak-anak asuhan Manajer H Waskito Daulay kini mengoleksi nilai 4 atau sama dengan tim PSSA Asahan Jr yang berhasil menundukkan Thamrin Metropolitan Graha Jr 3-0.
Sementara dua tim tamu lainnya PSMS Jr memperoleh nilai 3 yakni menang 2-0 atas TMG Jr dan kalah 1-2 dari Madina MJ Jr. TMG sama sekali belum memperoleh nilai karena dalam dua pertandinganya mengalami kekalahan dari PSMS Jr dan PSSA.
Disaksikan Ketua Panitia Piala Suratin 2009 Sugeng Rahayu dan Kadispora Madina Syahdan Lubis AP, Madina MJ Jr polesan pelatih Edi Saputra tampil percaya diri. Dua gol tim Madina MJ Jr dihasilkan lewat kaki stiker Apriansyah menit 51 dan Didit Ukhrawi menit 70. Gol balasan PSMS Jr dicetak Richo AD Siahaan.
"Kita menyisakan satu pertandingan dan peluang semakin terbuka menuju putaran selanjutnya," kata Ketua Umum yang juga Manajer PS Madina MJ Jr H Waskito Daulay menambahkan Selasa ini timnya menjajal TMG Jr.
Pada pertandingan pertama yang dipimpin wasit Rorim Situmeang, PSSA Asahan Jr juga membuka peluang setelah dalam laga keduanya berhasil menundukkan TMG Jr 3-0. Ketiga gol kemenangan tim asuhan Drs Jamal Abdul Nasir Siregar diciptakan hatrik Diki Syahputra masing-masing di menit 27, 42 dan 79.
Dengan keberhasilan mendulang poin penuh itu, anak-anak asuhan Manajer H Waskito Daulay kini mengoleksi nilai 4 atau sama dengan tim PSSA Asahan Jr yang berhasil menundukkan Thamrin Metropolitan Graha Jr 3-0.
Sementara dua tim tamu lainnya PSMS Jr memperoleh nilai 3 yakni menang 2-0 atas TMG Jr dan kalah 1-2 dari Madina MJ Jr. TMG sama sekali belum memperoleh nilai karena dalam dua pertandinganya mengalami kekalahan dari PSMS Jr dan PSSA.
Disaksikan Ketua Panitia Piala Suratin 2009 Sugeng Rahayu dan Kadispora Madina Syahdan Lubis AP, Madina MJ Jr polesan pelatih Edi Saputra tampil percaya diri. Dua gol tim Madina MJ Jr dihasilkan lewat kaki stiker Apriansyah menit 51 dan Didit Ukhrawi menit 70. Gol balasan PSMS Jr dicetak Richo AD Siahaan.
"Kita menyisakan satu pertandingan dan peluang semakin terbuka menuju putaran selanjutnya," kata Ketua Umum yang juga Manajer PS Madina MJ Jr H Waskito Daulay menambahkan Selasa ini timnya menjajal TMG Jr.
Pada pertandingan pertama yang dipimpin wasit Rorim Situmeang, PSSA Asahan Jr juga membuka peluang setelah dalam laga keduanya berhasil menundukkan TMG Jr 3-0. Ketiga gol kemenangan tim asuhan Drs Jamal Abdul Nasir Siregar diciptakan hatrik Diki Syahputra masing-masing di menit 27, 42 dan 79.
Ayam Kinantan belum aman
Langkah PSMS Medan mempertahankan diri di Liga Super Indonesia belum aman, karena hanya bermain imbang 1-1 dengan Persija Jakarta di Malang, Sabtu (30/5) lalu.
Dengan hasil tersebut, tidak ada pilihan lain bagi tim Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan dalam tiga sisa laganya. Demikian ditegaskan pelatih PSMS Rudi William Keltjes ketika dihubungi Waspada, Senin. Pasukan The Killer harus mampu memenangkan pertandingan khususnya Selasa (2/6) ini melawan Sriwijaya FC, kemudian Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6) di kandang kedua tim.
"Saya tidak mau lagi anak-anak terbawa ritme permainan lawan. Saya sudah berusaha menekan kepada pemain supaya memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak seperti ketika menghadapi Macan Kemayoran," katanya.
"Ketiga laga ini, khususnya melawan Persipura dan Persiwa cukup berat. Tentunya Fadli Hariri dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih poin demi target bertahan di Liga Super Indonesia tercapai," tambah Keltjes.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 laga, skuad Ayam Kinantan masih harus berjuang tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional. Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS mengunci babak playoff melawan Persebaya Surabaya. Bahkan bila Persitara Jakarta Utara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
Pertanggungjawaban
Pengurus Ayam Kinantan pun harus meminta pertanggungjawaban pelatih dan manajemen tim menyusul penampilan buruk apalagi bila mereka gagal bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.
Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa mengaku sangat prihatin dengan hasil buruk yang dialami The Killer di Liga Super Indonesia. Pengurus harus memanggil pelatih dan manajemen tim, juga pemain untuk meminta penjelasan penampilan M Affan Lubis cs terpuruk seperti itu.
"Segala upaya sudah dilakukan manajemen. Gaji pemain tidak ada masalah, bonus juga disiapkan dan upaya lain telah dilakukan, tapi kok bisa hasilnya memalukan begitu," ujar Benny.
"Sebenarnya tidak masalah PSMS gagal merebut juara, asalkan bisa tetap bertahan di Liga Super tanpa harus playoff," tambah Benny lagi.
Dengan hasil tersebut, tidak ada pilihan lain bagi tim Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan dalam tiga sisa laganya. Demikian ditegaskan pelatih PSMS Rudi William Keltjes ketika dihubungi Waspada, Senin. Pasukan The Killer harus mampu memenangkan pertandingan khususnya Selasa (2/6) ini melawan Sriwijaya FC, kemudian Persipura Jayapura (6/6) dan Persiwa Wamena (10/6) di kandang kedua tim.
"Saya tidak mau lagi anak-anak terbawa ritme permainan lawan. Saya sudah berusaha menekan kepada pemain supaya memanfaatkan setiap peluang yang ada, tidak seperti ketika menghadapi Macan Kemayoran," katanya.
"Ketiga laga ini, khususnya melawan Persipura dan Persiwa cukup berat. Tentunya Fadli Hariri dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih poin demi target bertahan di Liga Super Indonesia tercapai," tambah Keltjes.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 laga, skuad Ayam Kinantan masih harus berjuang tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional. Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS mengunci babak playoff melawan Persebaya Surabaya. Bahkan bila Persitara Jakarta Utara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
Pertanggungjawaban
Pengurus Ayam Kinantan pun harus meminta pertanggungjawaban pelatih dan manajemen tim menyusul penampilan buruk apalagi bila mereka gagal bertahan di Liga Super Indonesia musim depan.
Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa mengaku sangat prihatin dengan hasil buruk yang dialami The Killer di Liga Super Indonesia. Pengurus harus memanggil pelatih dan manajemen tim, juga pemain untuk meminta penjelasan penampilan M Affan Lubis cs terpuruk seperti itu.
"Segala upaya sudah dilakukan manajemen. Gaji pemain tidak ada masalah, bonus juga disiapkan dan upaya lain telah dilakukan, tapi kok bisa hasilnya memalukan begitu," ujar Benny.
"Sebenarnya tidak masalah PSMS gagal merebut juara, asalkan bisa tetap bertahan di Liga Super tanpa harus playoff," tambah Benny lagi.
Hindari Degradasi, PSMS Bidik Sriwijaya FC
PSMS Medan akan berharapan dengan Sriwijaya FC, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini merupakan laga hidup mati bagi Ayam Kinantan.
PSMS yang saat ini mengantongi 28 poin masih menyisakan tiga pertandingan. Selain lawan SFC, Ayam Kinantan juga bertemu Persipura (6 Juni) dan Persiwa Wamena (10 Juni).
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi mengatakan, PSMS butuh minimal 3 poin untuk bisa lepas dari zona degradasi. Karena itu, Ayam Kinantan akan berjuang mati-matian di tiga laga yang tersisa.
"Kami akan berusaha untuk merebut poin di seluruh pertandingan yang tersisa. Paling tidak kami harus bisa menambah tiga poin untuk bisa lepas dari degradasi," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, peluang terbesar PSMS untuk mendapatkan tiga angka adalah lawan SFC. Pasalnya, dalam duel ini, Ayam Kinantan akan bertindak sebagai tuan rumah.
"Dua pertandingan lainnya, yakni lawan Persipura dan Persiwa akan digelar di Papua. Semua juga tahu, kalau sulit untuk mendapat poin bila tampil di sana," kata Liestiadi.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 kali laga, PSMS masih harus berjuang untuk bisa tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional.
Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS untuk mengunci babak playoff sebagai perjuangan menuju LSI musim depan. Bahkan bila Persitara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
PSMS yang saat ini mengantongi 28 poin masih menyisakan tiga pertandingan. Selain lawan SFC, Ayam Kinantan juga bertemu Persipura (6 Juni) dan Persiwa Wamena (10 Juni).
Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi mengatakan, PSMS butuh minimal 3 poin untuk bisa lepas dari zona degradasi. Karena itu, Ayam Kinantan akan berjuang mati-matian di tiga laga yang tersisa.
"Kami akan berusaha untuk merebut poin di seluruh pertandingan yang tersisa. Paling tidak kami harus bisa menambah tiga poin untuk bisa lepas dari degradasi," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
Menurut Liestiadi, peluang terbesar PSMS untuk mendapatkan tiga angka adalah lawan SFC. Pasalnya, dalam duel ini, Ayam Kinantan akan bertindak sebagai tuan rumah.
"Dua pertandingan lainnya, yakni lawan Persipura dan Persiwa akan digelar di Papua. Semua juga tahu, kalau sulit untuk mendapat poin bila tampil di sana," kata Liestiadi.
PSMS memang belum aman dari jeratan degradasi. Dengan koleksi 28 poin dari 31 kali laga, PSMS masih harus berjuang untuk bisa tetap berada di kasta tertinggi sepakbola nasional.
Meski demikian, tambahan tiga poin cukup bagi PSMS untuk mengunci babak playoff sebagai perjuangan menuju LSI musim depan. Bahkan bila Persitara gagal meraih poin di tiga sisa laganya, PSMS dipastikan lolos degradasi.
LIVE antv 18.30 WIB; Laga Penentuan Bagi Ayam Kinantan
PSMS Medan akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa, 2 Juni 2009. Pertandingan ini akan menjadi penentu nasib Ayam Kinantan di pentas Liga Super Indonesia (LSI).
PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi di pentas LSI 2008/2009. Selain lawan Sriwijaya FC, dua duel lainnya akan digelar di tanah Papua kontra Persipura dan Persiwa Wamena.
Menurut Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi, pertandingan lawan SFC merupakan kesempatan mereka untuk merebut poin penuh. Pasalnya, PSMS akan menjadi tuan rumah dalam duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini.
"Semua juga tahu sangat sulit mendapat poin bila tampil di Papua. Dua tim yang ada disana, Persipura dan Persiwa cukup tangguh bila tampil di hadapan publiknya," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
PSMS memang membutuhkan poin untuk tetap bertahan di pentas LSI. Saat ini PSMS baru mengantongi 28 poin dari 31 pertandingan. Koleksi ini membuat posisi PSMS masih rentan untuk terlempar ke divisi utama musim depan.
"Ini merupakan partai hidup mati kami. Kalau ingin tambahan poin, saya pikir pertandingan inilah saatnya," kata Liestiadi.
Tak ingin gagal mendapatkan poin penuh, pelatih PSMS, Rudy Keltjes pun akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Strategi jitu juga sudah disiapkan mantan pelatih Persipura itu, termasuk mencari pengganti bagi dua pemainnya yang absen, Octavianus Maniani dan Edi Simbung.
Keduanya harus absen karena akumulasi kartu. "Saya pikir pelatih sudah punya pengganti bagi pemain-pemain tersebut. Yang pasti, PSMS pasti akan tampil all out lawan SFC," tandas Liestiadi.
SFC juga tak mau kalah. Laskar Wong Kito akan berusaha memetik poin maksimal untuk mengamankan posisinya di posisi 4 besar. Karena itu pelatih Rahmad Darmawan juga sudah menyiapkan strategi jitu bagi pemain-pemainnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Andhika Yudistira, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (g); Christian Warobay, Charis Yulianto, Jacques Joel Tsimi, M Nasuha; Slamet Riyadi, Wijay, Zah Rahan, Benben Berlian, Anoure Obiora, Keith Kayamba
PSMS masih menyisakan tiga pertandingan lagi di pentas LSI 2008/2009. Selain lawan Sriwijaya FC, dua duel lainnya akan digelar di tanah Papua kontra Persipura dan Persiwa Wamena.
Menurut Asisten Pelatih PSMS, Liestiadi, pertandingan lawan SFC merupakan kesempatan mereka untuk merebut poin penuh. Pasalnya, PSMS akan menjadi tuan rumah dalam duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini.
"Semua juga tahu sangat sulit mendapat poin bila tampil di Papua. Dua tim yang ada disana, Persipura dan Persiwa cukup tangguh bila tampil di hadapan publiknya," kata Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Senin, 1 Juni 2009.
PSMS memang membutuhkan poin untuk tetap bertahan di pentas LSI. Saat ini PSMS baru mengantongi 28 poin dari 31 pertandingan. Koleksi ini membuat posisi PSMS masih rentan untuk terlempar ke divisi utama musim depan.
"Ini merupakan partai hidup mati kami. Kalau ingin tambahan poin, saya pikir pertandingan inilah saatnya," kata Liestiadi.
Tak ingin gagal mendapatkan poin penuh, pelatih PSMS, Rudy Keltjes pun akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Strategi jitu juga sudah disiapkan mantan pelatih Persipura itu, termasuk mencari pengganti bagi dua pemainnya yang absen, Octavianus Maniani dan Edi Simbung.
Keduanya harus absen karena akumulasi kartu. "Saya pikir pelatih sudah punya pengganti bagi pemain-pemain tersebut. Yang pasti, PSMS pasti akan tampil all out lawan SFC," tandas Liestiadi.
SFC juga tak mau kalah. Laskar Wong Kito akan berusaha memetik poin maksimal untuk mengamankan posisinya di posisi 4 besar. Karena itu pelatih Rahmad Darmawan juga sudah menyiapkan strategi jitu bagi pemain-pemainnya.
Perkiraan pemain:
PSMS Medan: Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Andhika Yudistira, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu (g); Christian Warobay, Charis Yulianto, Jacques Joel Tsimi, M Nasuha; Slamet Riyadi, Wijay, Zah Rahan, Benben Berlian, Anoure Obiora, Keith Kayamba
RUdi Siapkan strategi

PSMS Medan sedang bergairah. Kemenangan 3-0 atas Persitara Jakarta Utara dan menahan imbang Persija Jakarta 1-1 membuat mereka siap menantang Sriwijaya FC (SFC) besok.
Saat melawan Persija, kondisi PSMS sebenarnya tidak bisa dibilang baik. Sederet pemain pilar tidak bisa diturunkan karena berbagai alasan. Bek tengah Mauro Pinto, bek kanan Reswandi, dan gelandang jangkar Agus Supriyanto adalah sederet nama yang tidak bisa merumput dalam laga klasik melawan Macan Kemayoran.
Absennya tiga nama ini membuat Pelatih PSMS Rudy Williams Keltjes membatalkan rencana menggunakan skema 3-4-3 yang membuat Persitara tersungkur dan memilih ke pakem lama 4-3-2-1. Akibatnya, daya ledak Ayam Kinantan menjadi sedikit berkurang. Melawan SFC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rudy akan kembali menggunakan pola 3-4-3.
Formasi yang diharapkan bisa meredam sekaligus menjungkalkan Laskar Wong Kito, julukan SFC, demi gengsi penguasa Andalas. ”Saya ingin pasang tiga pemain bertahan dan menempatkan empat pemain gelandang serta tiga striker. Formasi ini lebih tepat buat kami dengan melihat kondisi beberapa pemain sudah pulih,” ujar Rudy
Monday, June 1, 2009
Derby Andalas di Malang
Tempat pertarungan PSMS Medan kontra Sriwijaya FC Palembang sudah tidak menjadi teka-teki. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) telah menetapkan tempat pertandingan derby Andalas -sebutan Sumatera- tersebut. 'Pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 2 Juni,' terang Darwis Satmoko, staf kompetisi BLI.
Sebelum keputusan tersebut keluar, arena bentrok dua tim Sumatera itu memang kabur. Pihak PSMS mengajukan opsi bahwa pertandingan dilangsungkan di Stadion Mandala, Jayapura. Di sisi lain, BLI berharap Ayam Kinantan -julukan PSMS- tetap memainkan laga home-nya tersebut di stadion yang telah ditentukan sebelumnya. Yakni, Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang sejatinya merupakan kandang Sriwijaya FC.
Keputusan itu pun membuat jadwal laga tersebut bergeser. Sebab, semula BLI menjadwalkan pertandingan tersebut digelar pada 1 Juni. Adanya pergesaran itu berarti BLI melanggar janji. Sebab, sebelumnya mereka menegaskan tidak akan ada lagi penjadwalan ulang pertandingan.
Keputusan tersebut mengundang kekecewaan pihak Sriwijaya FC. Sebagai tamu, mereka merasa dirugikan. 'Seharusnya, BLI memutuskan pertandingan tetap di Palembang,' kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.
Menurut dia, pernyataannya tersebut tidak bermaksud mengambil keuntungan. Tapi, itu lebih mengacu pada keinginannya melihat konsistensi BLI dalam menerapkan aturan. [
Sebelum keputusan tersebut keluar, arena bentrok dua tim Sumatera itu memang kabur. Pihak PSMS mengajukan opsi bahwa pertandingan dilangsungkan di Stadion Mandala, Jayapura. Di sisi lain, BLI berharap Ayam Kinantan -julukan PSMS- tetap memainkan laga home-nya tersebut di stadion yang telah ditentukan sebelumnya. Yakni, Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang sejatinya merupakan kandang Sriwijaya FC.
Keputusan itu pun membuat jadwal laga tersebut bergeser. Sebab, semula BLI menjadwalkan pertandingan tersebut digelar pada 1 Juni. Adanya pergesaran itu berarti BLI melanggar janji. Sebab, sebelumnya mereka menegaskan tidak akan ada lagi penjadwalan ulang pertandingan.
Keputusan tersebut mengundang kekecewaan pihak Sriwijaya FC. Sebagai tamu, mereka merasa dirugikan. 'Seharusnya, BLI memutuskan pertandingan tetap di Palembang,' kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC.
Menurut dia, pernyataannya tersebut tidak bermaksud mengambil keuntungan. Tapi, itu lebih mengacu pada keinginannya melihat konsistensi BLI dalam menerapkan aturan. [
PSMS Tahan Imbang Persija
PSMS Medan belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara Liga Super Indonesia 2008-09, setelah pada laga lanjutan Sabtu (30/5) mereka hanya bermain imbang 1-1 lawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang.
"Hari ini masih mujur kami tidak kalah. Pemain-pemain kami cukup kelelahan dengan jadwal pertandingan yang sangat ketat," tutur pelatih PSMS Medan, Rudy W Keeltjes usai pertandingan.
Kesebelasan ayam kinantan ini berharap pada laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, Selasa (2/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, mereka bisa meraih poin penuh agar bisa naik peringkat.
Pada laga kali ini, sebenarnya PSMS Medan unggul terlebih dahulu di menit ke-24. Gelandangnya Leonardo Martin Zada, berhasil mengelabuhi pemain belakang Persija Danan Puspito dan Abanda Herman sebelum akhirnya berhasil menyarangkan tendangan cepat ke gawang Hendro Kartiko.
Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persija berusaha meningkatkan tempo permainan. Hanya saja dengan sejumlah pemain lapis kedua seperti Danan Puspito, Ramdani Lestaluhu, dan Ade Suhendra, daya serang Macan Kemayoran tersebut belum maksimal. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan PSMS Medan bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum pelatih Persija Danurwindo tampak mulai memasukkan sejumlah pemain intinya guna mengangkat tempo permainan anak-anak didiknya. Danurwindo memasukkan M.Ilham menggantikan Ramadani di menit 46, dan mengganti striker Aliyudin dengan Bambang Pamungkas di menit 64.
Tiga menit setelah memasukkan Bambang Pamungkas, Persija berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Tendangan Bambang dari depan gawang PSMS, meski sempat mental, namun berhasil diselesaikan oleh Greg Nwokolo untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal Markus Horison. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
"Dalam laga ini kami menurunkan setidaknya lima pemain muda. Rotasi ini terus kami lakukan agar anak-anak tidak kelelahan pada setiap pertandingan. Mengingat, tiga hari sekali kami harus bertanding," ujar Danurwindo.
Meski kemampuan para pemain lapis kedua ini dinilai Danurwindo masih jauh dibandingkan skuad inti, namun hal itu dilakukan agar laga berikutnya anak-anak didiknya terus bisa bermain bagus pada laga-laga berikutnya.
Dengan hasil seri itu, Persija masih bertahan di peringkat lima klasemen sementara liga super dengan 15 kali menang dari 32 kali bermain. Sedangkan PSMS Medan masih bercokol di empat terbawah klasemen, dengan lima kemenangan dari 31 kali bermain.
Selasa (2/6) mendatang, Persija akan kembali bertemu Deltras Sidoarjo, namun dalam laga Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Gajayana Malang
"Hari ini masih mujur kami tidak kalah. Pemain-pemain kami cukup kelelahan dengan jadwal pertandingan yang sangat ketat," tutur pelatih PSMS Medan, Rudy W Keeltjes usai pertandingan.
Kesebelasan ayam kinantan ini berharap pada laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, Selasa (2/6) di Stadion Kanjuruhan Malang, mereka bisa meraih poin penuh agar bisa naik peringkat.
Pada laga kali ini, sebenarnya PSMS Medan unggul terlebih dahulu di menit ke-24. Gelandangnya Leonardo Martin Zada, berhasil mengelabuhi pemain belakang Persija Danan Puspito dan Abanda Herman sebelum akhirnya berhasil menyarangkan tendangan cepat ke gawang Hendro Kartiko.
Kebobolan terlebih dahulu, para pemain Persija berusaha meningkatkan tempo permainan. Hanya saja dengan sejumlah pemain lapis kedua seperti Danan Puspito, Ramdani Lestaluhu, dan Ade Suhendra, daya serang Macan Kemayoran tersebut belum maksimal. Kedudukan 1-0 bagi keunggulan PSMS Medan bertahan hingga babak pertama usai.
Usai turun minum pelatih Persija Danurwindo tampak mulai memasukkan sejumlah pemain intinya guna mengangkat tempo permainan anak-anak didiknya. Danurwindo memasukkan M.Ilham menggantikan Ramadani di menit 46, dan mengganti striker Aliyudin dengan Bambang Pamungkas di menit 64.
Tiga menit setelah memasukkan Bambang Pamungkas, Persija berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Tendangan Bambang dari depan gawang PSMS, meski sempat mental, namun berhasil diselesaikan oleh Greg Nwokolo untuk menjebol gawang PSMS yang dikawal Markus Horison. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.
"Dalam laga ini kami menurunkan setidaknya lima pemain muda. Rotasi ini terus kami lakukan agar anak-anak tidak kelelahan pada setiap pertandingan. Mengingat, tiga hari sekali kami harus bertanding," ujar Danurwindo.
Meski kemampuan para pemain lapis kedua ini dinilai Danurwindo masih jauh dibandingkan skuad inti, namun hal itu dilakukan agar laga berikutnya anak-anak didiknya terus bisa bermain bagus pada laga-laga berikutnya.
Dengan hasil seri itu, Persija masih bertahan di peringkat lima klasemen sementara liga super dengan 15 kali menang dari 32 kali bermain. Sedangkan PSMS Medan masih bercokol di empat terbawah klasemen, dengan lima kemenangan dari 31 kali bermain.
Selasa (2/6) mendatang, Persija akan kembali bertemu Deltras Sidoarjo, namun dalam laga Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Gajayana Malang
Saturday, May 30, 2009
Merawat Asa Ayam Kinantan
Peluang bertahan di Djarum Indonesia Super League (DISL) belum tertutup bagi PSMS Medan. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut masih sangat berpeluang mencicipi atmosfer DISL musim depan.
PSMS pun sadar betul akan situasi tersebut. Mereka ingin terus merawat harapan tersebut sekaligus mewujudkan asa bertahan di DISL. Karena itu, PSMS ingin terus menabung poin dalam empat laga tersisa. Tak terkecuali saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang, sore nanti (30/5) (siaran langsung Antv pukul 15.30 WIB).
"Kami memang belum habis. Kami akan terus berjuang agar lolos dari degradasi. Untuk itu, kami tidak sekadar mendapatkan satu poin saat bertemu Persija kali ini," tegas Rudy Keltjes, pelatih PSMS Medan.
Satu poin memang cukup berarti bagi PSMS. Namun, kemenangan jauh lebih bermakna. Karena itu, Affan Lubis dkk ingin memperoleh kemenangan tersebut saat dijamu Persija.
Dengan kemenangan, PSMS bisa menyamai poin Persitara Jakarta Utara yang berada satu setrip di atasnya. Jika tiga angka bisa diraih dari Persija, posisi PSMS bisa terkatrol keluar dari zona degradasi maupun playoff.
"Kemenangan atas Persitara di pertandingan sebelumnya membuat kami sangat termotivasi. Semoga motivasi itu mampu membawa kami memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red)," ujar Rudy.
Kans PSMS untuk memenangkan pertarungan melawan Persija pun masih sangat terbuka. Sebab, motivasi Persija kini tak sebesar sebelumnya. Mereka sudah kehilangan mimpinya menjadi juara DISL edisi perdana ini. Bahkan, untuk finis di urutan kedua pun, mereka sudah tak lagi bisa.
Konsentrasi Macan Kemayoran -sebutan Persija- pun saat ini sudah beralih. Mereka kini fokus membidik juara Copa Indonesia IV. "Memang sudah tidak ada yang kami kejar di DISL. Tapi, kami tidak ingin malu. Kami tetap ingin memenangkan setiap pertandingan," sebut Ismed Sofyan, salah seorang pilar Persija
PSMS pun sadar betul akan situasi tersebut. Mereka ingin terus merawat harapan tersebut sekaligus mewujudkan asa bertahan di DISL. Karena itu, PSMS ingin terus menabung poin dalam empat laga tersisa. Tak terkecuali saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang, sore nanti (30/5) (siaran langsung Antv pukul 15.30 WIB).
"Kami memang belum habis. Kami akan terus berjuang agar lolos dari degradasi. Untuk itu, kami tidak sekadar mendapatkan satu poin saat bertemu Persija kali ini," tegas Rudy Keltjes, pelatih PSMS Medan.
Satu poin memang cukup berarti bagi PSMS. Namun, kemenangan jauh lebih bermakna. Karena itu, Affan Lubis dkk ingin memperoleh kemenangan tersebut saat dijamu Persija.
Dengan kemenangan, PSMS bisa menyamai poin Persitara Jakarta Utara yang berada satu setrip di atasnya. Jika tiga angka bisa diraih dari Persija, posisi PSMS bisa terkatrol keluar dari zona degradasi maupun playoff.
"Kemenangan atas Persitara di pertandingan sebelumnya membuat kami sangat termotivasi. Semoga motivasi itu mampu membawa kami memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red)," ujar Rudy.
Kans PSMS untuk memenangkan pertarungan melawan Persija pun masih sangat terbuka. Sebab, motivasi Persija kini tak sebesar sebelumnya. Mereka sudah kehilangan mimpinya menjadi juara DISL edisi perdana ini. Bahkan, untuk finis di urutan kedua pun, mereka sudah tak lagi bisa.
Konsentrasi Macan Kemayoran -sebutan Persija- pun saat ini sudah beralih. Mereka kini fokus membidik juara Copa Indonesia IV. "Memang sudah tidak ada yang kami kejar di DISL. Tapi, kami tidak ingin malu. Kami tetap ingin memenangkan setiap pertandingan," sebut Ismed Sofyan, salah seorang pilar Persija
Pantang Kalah
Jika ingin meraih posisi agar aman dari zona degradasi tak ada kata lain bagi punggawa Ayam Kinantan selain memenangkan empat sisa laga. Nah, besok petang (30/5), PSMS Medan akan mencoba mendulang poin penuh saat bentrok Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang markas sementara Persija.
Jika kalah, harapan untuk bertahan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim depan bakal tipis. Tapi, kemenangan 3-0 PSMS Medan atas Persitara Jakarta Utara, pada laga Selasa (26/5), tampaknya menambah kepercayaan diri pemain PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengatakan, tim asuhannya telah siap tempur. “Kemenangan dari Deltras kemarin semoga menambah tren positif bagi anak-anak, apalagi kami sangat membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi. Tapi bukan masalah gampang mengalahkan mereka, selain kualitas pemain yang bagus mereka juga solid di semua lini. Namun kami tak akan menyerah dan akan berusaha keras mencuri poin dari mereka,” kata Rudy.
Mantan pelatih Persipura itu juga mengungkapkan, tim asuhannya akan tampil all out. Sayangnya, mereka tak akan diperkuat dua pemainnya Reswandi dan Agus Supriyanto yang terkena akumulasi kartu kuning. Tapi, PSMS mendapat keuntungan karena Persija harus terusir dari markasnya di Stadion Gelora Bung Karno karena tak diberi izin dari kepolisian. Berlaga di tempat netral dianggap sebagai keuntungan. PSMS yang sudah terbiasa main di kandang orang, tampaknya akan bisa berbuat banyak. Meskipun yang dihadapi klub besar bertabur bintang.
“Selalu ada harapan untuk meraih tiga angka. Walaupun yang dihadapi klub penuh bintang. Tapi ingat, kita bermain di divisi yang sama, jadi tak ada yang harus dikhawatirkan,” beber Keltjes. “Sebagai pelatih, saya instruksikan kepada anak-anak agar mampu meraih kemenangan.,”sambung Keltjes.
Jika kalah, harapan untuk bertahan di ajang Indonesian Super League (ISL) musim depan bakal tipis. Tapi, kemenangan 3-0 PSMS Medan atas Persitara Jakarta Utara, pada laga Selasa (26/5), tampaknya menambah kepercayaan diri pemain PSMS.
Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengatakan, tim asuhannya telah siap tempur. “Kemenangan dari Deltras kemarin semoga menambah tren positif bagi anak-anak, apalagi kami sangat membutuhkan kemenangan untuk menghindari zona degradasi. Tapi bukan masalah gampang mengalahkan mereka, selain kualitas pemain yang bagus mereka juga solid di semua lini. Namun kami tak akan menyerah dan akan berusaha keras mencuri poin dari mereka,” kata Rudy.
Mantan pelatih Persipura itu juga mengungkapkan, tim asuhannya akan tampil all out. Sayangnya, mereka tak akan diperkuat dua pemainnya Reswandi dan Agus Supriyanto yang terkena akumulasi kartu kuning. Tapi, PSMS mendapat keuntungan karena Persija harus terusir dari markasnya di Stadion Gelora Bung Karno karena tak diberi izin dari kepolisian. Berlaga di tempat netral dianggap sebagai keuntungan. PSMS yang sudah terbiasa main di kandang orang, tampaknya akan bisa berbuat banyak. Meskipun yang dihadapi klub besar bertabur bintang.
“Selalu ada harapan untuk meraih tiga angka. Walaupun yang dihadapi klub penuh bintang. Tapi ingat, kita bermain di divisi yang sama, jadi tak ada yang harus dikhawatirkan,” beber Keltjes. “Sebagai pelatih, saya instruksikan kepada anak-anak agar mampu meraih kemenangan.,”sambung Keltjes.
Costas Ditarget

Sadar bakal mendapatkan tekanan berat dari Permainan skuad Persija, pelatih PSMS, Rudi Keltjes berencana kembali menggunakan perpaduan menyerang dan bertahan. Format satu striker kembali diusung dengan hanya menempatkan Mario Costas sebagai target man.
“Melawan Persija saya akan menerapkan kembali skema lama. Melawan klub dengan kemampuan menyerang seperti Persija, saya rasa skema lama masih lebih bagus. Sebab anak-anak juga sudah sering menerapkan skema lama, susah juga kalau harus diganti-ganti, karena memang kita tak punya waktu cukup,” kata pelatih asal Situbondo itu
Jelang Bentrok Persija
MEDAN- Ujicoba skema diterapkan pelatih PSMS Rudi Keltjes, saat klub kebanggaan warga Medan itu berhasil mengandaskan Persitara Jakarta Utara Selasa (26/5) lalu. Dan kemungkinan strategi serupa akan kembali diterapkan saat dijamu Persija Jakarta Jumat (29/5) nanti di Stadion Gelora Kartini Jepara.
Perubahan yang dilakukan Keltjes adalah dari segi sistem formasi, dari semula 4-3-3 menjadi 3-4-3. Peran sayap kembali dimaksimalkan di samping penambahan daya gedor, dengan tetap mempertahankan tiga striker.
“Sistem 3-4-3 tampaknya lebih pas diterapkan PSMS saat ini. Anak-anak lebih mengerti sistem menyerang dan bertahan, meskipun masih cukup kasar dalam penerapan. Tapi setidaknya determinasi anak-anak sudah mulai terlihat,” kata Rudi Keltjes usai laga kontra Persitara Selasa lalu.
Dan tak menutup kemungkinan, Persija Jakarta juga akan mendapatkan kesulitan dengan sistem yang diterapkan PSMS. Apalagi Persija juga harus rela melanglang buana karena Stadion Gelora Bung Karno tak bisa dipakai karena tak dapat izin dari kepolisian.
Memang, pada laga kontra Persitara, PSMS main cukup baik, tenang dan sedikit taktis. Keberanian pemain belakang untuk membantu serangan ternyata cukup berhasil. Tiga gol berhasil disarangkan, meski seharusnya bisa lebih karena dua gol dianulir secara tak jelas oleh Syafei wasit yang memimpin laga itu.
Kalau PSMS kembali memakai sistem 3-4-3 kontra Persija, sebenarnya cukup beresiko. Pasalnya Persija merupakan tim besar yang memiliki segudang pemain berkualitas di atas rata-rata pemain PSMS. Lini depan Macan Kemayoran masih yang terbaik saat ini. Ujung tombak Persija dihuni striker haus gol bak Bambang Pamungkas hingga Greg Nwokolo. Barisan gelandang mereka juga bisa mencetak gol lewat kaki Ponaryo Astaman atau gelandang impor berkuncir Valentino.
Hal itu tentu saja sudah diantisipasi oleh Keltjes. Meskipun memakai sistem serang, toh Keltjes tak ingin membiarkan barisan pertahanannya ompong. Saat menghadapi Persitara lalu, Keltjes sejatinya tetap memasang empat bek secara bersamaan. Meraka adalah Aun Carbiny, Mauro Pinto, Fadli Hariri, hingga Edi Sibung. Namun peran Pinto tampaknya lebih ditempatkan sebagai gelandang bertahan berdampingan dengan Esteban.
Di lini tengah dan depan juga ada sedikit perubahan. Oktovianus Maniani yang masih berperan sebagai winger, dipaksa juga untuk lebih rajin mengemas gol dengan tusukan-tusukan ke kota penalti lawan. Kalau Okto melakukan serangan, Ruben Sanadi siap melapis di sisi kiri dibawah area Okto. Elie Aiboy juga demikian, meskipun dia lebih sering dapat peran sebagai pengumpan.
Apapun itu, target tiga angka harus dicapai saat melawan Persija. Persija yang harus bermusafir ria tentu lebih mudah dikalahkan. Terlebih berdasarkan data sementara, Persija memang jarang menang di partai-partai terakhirnya yang digelar di luar kadang mereka. (ful)
Perubahan yang dilakukan Keltjes adalah dari segi sistem formasi, dari semula 4-3-3 menjadi 3-4-3. Peran sayap kembali dimaksimalkan di samping penambahan daya gedor, dengan tetap mempertahankan tiga striker.
“Sistem 3-4-3 tampaknya lebih pas diterapkan PSMS saat ini. Anak-anak lebih mengerti sistem menyerang dan bertahan, meskipun masih cukup kasar dalam penerapan. Tapi setidaknya determinasi anak-anak sudah mulai terlihat,” kata Rudi Keltjes usai laga kontra Persitara Selasa lalu.
Dan tak menutup kemungkinan, Persija Jakarta juga akan mendapatkan kesulitan dengan sistem yang diterapkan PSMS. Apalagi Persija juga harus rela melanglang buana karena Stadion Gelora Bung Karno tak bisa dipakai karena tak dapat izin dari kepolisian.
Memang, pada laga kontra Persitara, PSMS main cukup baik, tenang dan sedikit taktis. Keberanian pemain belakang untuk membantu serangan ternyata cukup berhasil. Tiga gol berhasil disarangkan, meski seharusnya bisa lebih karena dua gol dianulir secara tak jelas oleh Syafei wasit yang memimpin laga itu.
Kalau PSMS kembali memakai sistem 3-4-3 kontra Persija, sebenarnya cukup beresiko. Pasalnya Persija merupakan tim besar yang memiliki segudang pemain berkualitas di atas rata-rata pemain PSMS. Lini depan Macan Kemayoran masih yang terbaik saat ini. Ujung tombak Persija dihuni striker haus gol bak Bambang Pamungkas hingga Greg Nwokolo. Barisan gelandang mereka juga bisa mencetak gol lewat kaki Ponaryo Astaman atau gelandang impor berkuncir Valentino.
Hal itu tentu saja sudah diantisipasi oleh Keltjes. Meskipun memakai sistem serang, toh Keltjes tak ingin membiarkan barisan pertahanannya ompong. Saat menghadapi Persitara lalu, Keltjes sejatinya tetap memasang empat bek secara bersamaan. Meraka adalah Aun Carbiny, Mauro Pinto, Fadli Hariri, hingga Edi Sibung. Namun peran Pinto tampaknya lebih ditempatkan sebagai gelandang bertahan berdampingan dengan Esteban.
Di lini tengah dan depan juga ada sedikit perubahan. Oktovianus Maniani yang masih berperan sebagai winger, dipaksa juga untuk lebih rajin mengemas gol dengan tusukan-tusukan ke kota penalti lawan. Kalau Okto melakukan serangan, Ruben Sanadi siap melapis di sisi kiri dibawah area Okto. Elie Aiboy juga demikian, meskipun dia lebih sering dapat peran sebagai pengumpan.
Apapun itu, target tiga angka harus dicapai saat melawan Persija. Persija yang harus bermusafir ria tentu lebih mudah dikalahkan. Terlebih berdasarkan data sementara, Persija memang jarang menang di partai-partai terakhirnya yang digelar di luar kadang mereka. (ful)
Rahmat Affandi dan Asri Akbar Menghilang
PSMS tampaknya akan semakin kekurangan pilarnya, di saat klub berjuluk Ayam Kinantan itu berjuang menjauhi zona degradasi. Rahmat Affandi striker yang telah menyarangkan 9 gol bagi PSMS tak lagi berada bersama tim, sama halnya dengan Asri Akbar yang telah lama kembali ke kampung halamannya.
Ditanyakan akan keberadaan mereka kepada Rudi Keltjes, arsitek PSMS itu tak terlalu memikirkannya. “Fandi sudah sejak lama tak lagi bersama tim. Beberapa pekan lalu, dia izin sakit. Saat itu tim hendak melawat ke Malaysia. Usai kembali dari Malaysia, dia bilang sudah sehat, namun tak kunjung bergabung bersama tim. Saya tidak tahu lagi kabarnya setelah itu,” beber Rudi Keltjes baru-baru ini.
Yang cukup menarik adalah menghilangnya Asri Akbar. Pencetak dua gol ke gawang Persiba Bantul di babak 16 besar Copa Indonesia lalu, menurut Rudi Keltjes telah kembali ke kampung halamannya di Takalar Sulawesi Selatan.
Menurut Rudi, kepulangan Asri karena disuruh istrinya yang tak ingin melihat Asri Akbar menjadi seorang pesepakbola. Istri Asri lebih ingin melihat Asri menjadi seorang pedagang saja. “Kalau Asri memang sudah tak lagi bergabung dengan PSMS. Dia disuruh istrinya pulang kampung untuk menjadi saudagar. Kalau sudah begitu mau bilang apa lagi. Kan artinya memang sudah tak lagi ada komitmen kuat di sepak bola,” kata Rudi.
Kalau Rahmat Affandi, sepertinya masih ada kesempatan untuk kembali bersama tim. Rudi Keljtes sendiri mengaku masih menantinya, meskipun pasti ada hukuman disipilin kepadanya. “Beberapa waktu lalu, Fandi ada hubungi saya, tapi tidak saya angkat karena sedang latihan. Setelah itu tak ada lagi kabar,” pungkas Rudi
Ditanyakan akan keberadaan mereka kepada Rudi Keltjes, arsitek PSMS itu tak terlalu memikirkannya. “Fandi sudah sejak lama tak lagi bersama tim. Beberapa pekan lalu, dia izin sakit. Saat itu tim hendak melawat ke Malaysia. Usai kembali dari Malaysia, dia bilang sudah sehat, namun tak kunjung bergabung bersama tim. Saya tidak tahu lagi kabarnya setelah itu,” beber Rudi Keltjes baru-baru ini.
Yang cukup menarik adalah menghilangnya Asri Akbar. Pencetak dua gol ke gawang Persiba Bantul di babak 16 besar Copa Indonesia lalu, menurut Rudi Keltjes telah kembali ke kampung halamannya di Takalar Sulawesi Selatan.
Menurut Rudi, kepulangan Asri karena disuruh istrinya yang tak ingin melihat Asri Akbar menjadi seorang pesepakbola. Istri Asri lebih ingin melihat Asri menjadi seorang pedagang saja. “Kalau Asri memang sudah tak lagi bergabung dengan PSMS. Dia disuruh istrinya pulang kampung untuk menjadi saudagar. Kalau sudah begitu mau bilang apa lagi. Kan artinya memang sudah tak lagi ada komitmen kuat di sepak bola,” kata Rudi.
Kalau Rahmat Affandi, sepertinya masih ada kesempatan untuk kembali bersama tim. Rudi Keljtes sendiri mengaku masih menantinya, meskipun pasti ada hukuman disipilin kepadanya. “Beberapa waktu lalu, Fandi ada hubungi saya, tapi tidak saya angkat karena sedang latihan. Setelah itu tak ada lagi kabar,” pungkas Rudi
Friday, May 29, 2009
PSMS Tantang Persija di Gajayana

PSMS Medan ingin menjauh dari zona degradasi. Karena itu, saat menjajal Persija di Stadion Gajayana, Malang, Jumat, 29 Mei 2009, Ayam Kinantan bertekad untuk meraih kemenangan.
Kemenangan menjadi harga mati yang diusung oleh PSMS pada duel yang akan disiarkan langsung oleh antv ini. Pasalnya, tambahan tiga angka akan membuat peluang PSMS untuk menjauh dari zona degradasi semakin terbuka.
Saat ini PSMS masih berada di zona merah degradasi. Dengan koleksi 27 poin dari 30 laga PSMS berada di urutan ke-15 klasemen sementara.
"Kemenangan menjadi harga mati yang kami usung untuk setiap pertandingan termasuk lawan Persija," kata Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes mengomentari duel sore ini.
Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura itu, di penghujung kompetisi PSMS tak mengenal lagi perbedaan duel tandang dan kandang. Seluruhnya harus diakhiri dengan poin sempurna.
"Tak ada pilihan lain. Kami harus bisa mengejar poin sebanyak-banyaknya agar tetap bertahan di LSI musim depan," kata Rudy.
Menghadapi Persija, Rudy meminta timnya untuk tetap waspada. Pasalnya, meski belakangan tidak menunjukkan penampilan yang stabil, Persija bukanlah lawan yang gampang untuk ditaklukkan.
"Persija dalam beberapa pertandingan terakhir ini menggunakan beberapa pemain pelapis sebagai starter. Namun kami tidak boleh lengah. Sebaliknya, kami harus bisa memanfaatkannya," tandas Rudy.
Sayang PSMS tak bisa tampil lengkap saat menjajal Persija. Dua pemain pilarnya, Reswandi dan Agus Suprianto harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Persija Juga Ngotot Tiga Angka
Terpisah, Persija Jakarta juga mengaku tak ingin melepas sisa pertandingannya di LSI 2008/2009. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief kepada antvsports.com.
"Meski kami fokus ke Copa, kami juga tidak akan melepas pertandingan di LSI 2008/2009. Kemenangan masih menjadi target kami di seluruh sisa pertandingan yang ada," kata Ferry.
Menghadapi PSMS, Ferry menilai pemain-pemain Persija harus tetap waspada. Sebab, selain memiliki beberapa pemain berkualitas, PSMS juga akan termotivasi untuk lepas dari zona degrasasi.
"Kami harus mewaspadai kebangkitan untuk menjauh dari zona degradasi. Selain itu, PSMS juga punya pemain-pemain berkualitas seperti Ellie Aiboy, Mario Costas, dan Octavianus Maniani," tandas mantan pentolan The Jakmania itu.
Prediksi Line Up
Persija Jakarta (4-4-2)
Hendro Kartiko (g), Ismed Sofyan, Aris Indarto, Abanda Herman, Leo Saputra, Greg Nwokolo, Ponaryo Astaman, Robertino Pugliara, M Ilham, Bambang Pamungkas, Fabio Lopes
PSMS (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo Zada, Esteban, Octavianus Maniani, Mauro Pinto, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi, Mario Costas
Thursday, May 28, 2009
PSMS mulai tinggalkan Zona Merah
PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Perseteruan Degradasi Tiada Henti
Persaingan papan bawah klasemen Liga Super semakin memanas setelah PSMS Medan menaklukkan Persitara Jakarta Utara 3-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (26/5).
Hasil ini membuat Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, dan Persita Tangerang semakin tidak nyaman. Tim yang bakal mendampingi PSIS Semarang ke Divisi Utama musim 2009/2010 hingga kini masih sulit ditebak. Sebab, masih ada lima tim yang berjibaku menghindari peringkat 17, 16, dan 15 klasemen (kalkulasi poin lihat statistik). Salip menyalip posisi masih bisa terjadi karena sisa pertandingan lima tim ini sangat beragam.
Namun, secara matematis, peluang PSMS dan Persitara lebih besar dibandingkan PKT, Deltras, apalagi Persita. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang mengumpulkan poin maksimal 39 jika memenangi sisa pertandingan, melampaui posisi PKT yang hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 37. Posisi yang paling terjepit menimpa Deltras dan Persita. Pasalnya, nasib mereka tidak hanya ditentukan melalui sisa laga, melainkan juga berharap tiga pesaing di atasnya kalah. Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Deltras hanya 35 dan Persita hanya 31 poin.
Masalahnya, hitungan matematis ini sangat mungkin meleset mengingat lawan yang bakal dihadapi PSMS sangat berat. Ayam Kinantan —julukan PSMS— harus berbenturan dengan empat tim papan atas, masing-masing Persija Jakarta, Sriwijaya FC, serta dua raksasa Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sementara Persitara belum aman di peringkat 14 klasemen dengan 30 poin dari 31 kali bertanding. Agar aman, Laskar Si Pitung harus memetik poin maksimal melawan Persib Bandung, Persela Lamongan, serta derby melawan Persija Jakarta.
“Perjuangan di lapangan tidak semudah hitung-hitungan di atas kertas. Tapi, apa pun alasannya, kami harus berjuang habis-habisan di sisa tiga pertandingan,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto
Hasil ini membuat Deltras Sidoarjo, PKT Bontang, dan Persita Tangerang semakin tidak nyaman. Tim yang bakal mendampingi PSIS Semarang ke Divisi Utama musim 2009/2010 hingga kini masih sulit ditebak. Sebab, masih ada lima tim yang berjibaku menghindari peringkat 17, 16, dan 15 klasemen (kalkulasi poin lihat statistik). Salip menyalip posisi masih bisa terjadi karena sisa pertandingan lima tim ini sangat beragam.
Namun, secara matematis, peluang PSMS dan Persitara lebih besar dibandingkan PKT, Deltras, apalagi Persita. Sebab, kedua tim sama-sama berpeluang mengumpulkan poin maksimal 39 jika memenangi sisa pertandingan, melampaui posisi PKT yang hanya bisa mengumpulkan poin maksimal 37. Posisi yang paling terjepit menimpa Deltras dan Persita. Pasalnya, nasib mereka tidak hanya ditentukan melalui sisa laga, melainkan juga berharap tiga pesaing di atasnya kalah. Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Deltras hanya 35 dan Persita hanya 31 poin.
Masalahnya, hitungan matematis ini sangat mungkin meleset mengingat lawan yang bakal dihadapi PSMS sangat berat. Ayam Kinantan —julukan PSMS— harus berbenturan dengan empat tim papan atas, masing-masing Persija Jakarta, Sriwijaya FC, serta dua raksasa Papua, Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Sementara Persitara belum aman di peringkat 14 klasemen dengan 30 poin dari 31 kali bertanding. Agar aman, Laskar Si Pitung harus memetik poin maksimal melawan Persib Bandung, Persela Lamongan, serta derby melawan Persija Jakarta.
“Perjuangan di lapangan tidak semudah hitung-hitungan di atas kertas. Tapi, apa pun alasannya, kami harus berjuang habis-habisan di sisa tiga pertandingan,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto
Wednesday, May 27, 2009
Sumut bidik final Medco
Pengda PSSI Sumut kembali memasang target menembus babak final pada Kompetisi Nasional U-15 Piala Medco 2009, Agustus mendatang. Pada 2008, Sumut juga memasang target serupa, namun hanya sampai di babak delapan besar.
"Kita memang mengalami kegagalan menembus final pada 2008, tapi kegagalan itu tidak akan membuat kita takut kembali memasang target serupa demi kemajuan prestasi sepakbola usia dini Sumut," ujar Ketua Umum Pengda PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP pada temu pers di Sekretariat PSSI Sumut, Selasa.
Dikatakan, kegagalan Sumut tampil di final pada 2008 disebabkan banyak hal, termasuk mundurnya beberapa pemain menjelang keberangkatan tim ke babak 16 besar. "Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Untuk menghindari kejadian serupa, kita akan libatkan orangtua untuk sama-sama mendukung kesuksesan Sumut," pinta Chaerullah.
Sebelumnya, PSSI Sumut telah menetapkan susunan pengurus tim Piala Medco 2009 yang dimanajeri Goklas Butar-Butar SH, Wakil Manajer Sugeng Rahayu, Sekretaris Suwarno dan Bendahara Ronal Sirait SH. Untuk pelatih, Koances Simatupang masih tetap dipercaya mengarsiteki tim Sumut dibantu asisten pelatih Syahril WP.
Dalam kesempatan itu, Goklas menyatakan tekadnya memenuhi target PSSI Sumut menembus babak final. "Kita akan membentuk tim yang solid dan urusan ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Saya berjanji, tidak akan ada intervensi untuk penjaringan pemain," ujar Goklas.
Wakil Manajer Sugeng Rahayu yang juga Bendahara PSSI Sumut menambahkan, seleksi tim akan digelar 29 Mei hingga 1 Juni di Stadion Teladan Medan. "Setiap Sekolah Sepakbola (SSB) di Sumut dihimbau untuk mengirimkan pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi," jelas Sugeng
"Kita memang mengalami kegagalan menembus final pada 2008, tapi kegagalan itu tidak akan membuat kita takut kembali memasang target serupa demi kemajuan prestasi sepakbola usia dini Sumut," ujar Ketua Umum Pengda PSSI Sumut Drs Chaerullah SIP MAP pada temu pers di Sekretariat PSSI Sumut, Selasa.
Dikatakan, kegagalan Sumut tampil di final pada 2008 disebabkan banyak hal, termasuk mundurnya beberapa pemain menjelang keberangkatan tim ke babak 16 besar. "Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi lagi. Untuk menghindari kejadian serupa, kita akan libatkan orangtua untuk sama-sama mendukung kesuksesan Sumut," pinta Chaerullah.
Sebelumnya, PSSI Sumut telah menetapkan susunan pengurus tim Piala Medco 2009 yang dimanajeri Goklas Butar-Butar SH, Wakil Manajer Sugeng Rahayu, Sekretaris Suwarno dan Bendahara Ronal Sirait SH. Untuk pelatih, Koances Simatupang masih tetap dipercaya mengarsiteki tim Sumut dibantu asisten pelatih Syahril WP.
Dalam kesempatan itu, Goklas menyatakan tekadnya memenuhi target PSSI Sumut menembus babak final. "Kita akan membentuk tim yang solid dan urusan ini akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Saya berjanji, tidak akan ada intervensi untuk penjaringan pemain," ujar Goklas.
Wakil Manajer Sugeng Rahayu yang juga Bendahara PSSI Sumut menambahkan, seleksi tim akan digelar 29 Mei hingga 1 Juni di Stadion Teladan Medan. "Setiap Sekolah Sepakbola (SSB) di Sumut dihimbau untuk mengirimkan pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi," jelas Sugeng
PSSA Asahan ikuti Divisi I
PSSA Asahan memastikan diri mengikuti Divisi I Liga Indonesia, Juni mendatang. Kepastian itu ditegaskan Manajer PSSA Asahan, Drs Jamal Abd Nasir Siregar, baru-baru ini.
"Surat pendaftaran tim telah kita layangkan melalui faks. Ini merupakan bukti PSSA bakal meramaikan Divisi I Liga Indonesia 2009," terang Jamal yang juga Kadisporabudpar Asahan.
Disinggung terkait isu terjadinya kemelut antara manajemen PSSA dengan Pengcab PSSI Asahan, Jamal dengan tegas membantah. "Tidak ada itu. Kita baik-baik saja. Bahkan, Pengcab PSSI Asahan pimpinan H Erwis Edi Pauja Lubis SH MAP mendukung penuh," tukas Jamal.
Selain Pengcab PSSI Asahan, tambahnya, KONI Asahan turut memberikan support kepada PSSA mengikuti Divisi I Liga Indonesia dimaksud. Manajer tim berjuluk ‘Naga Berkisar' itu menilai, isu kemelut antara kedua top organisasi sepakbola di Asahan itu diduga sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu.
"Kita tidak melihat adanya kemelut. Mungkin itu sengaja dibesar-besarkan," pungkas Jamal.
Wakil Manajer PSSA, Nurkarim Nehe, yang juga Sekum Pengcab PSSI Asahan mengakui telah melakukan perombakan tim yang akan membawa timnya bertarung di Divisi I Liga Indonesia.
"Perombakan bertujuan memperkuat tim telah disetujui Ketum PSSA Asahan. Selanjutnya, akan digelar seleksi ketat terhadap pemain lokal maupun luar daerah dalam waktu dekat," tukas Nehe.
"Surat pendaftaran tim telah kita layangkan melalui faks. Ini merupakan bukti PSSA bakal meramaikan Divisi I Liga Indonesia 2009," terang Jamal yang juga Kadisporabudpar Asahan.
Disinggung terkait isu terjadinya kemelut antara manajemen PSSA dengan Pengcab PSSI Asahan, Jamal dengan tegas membantah. "Tidak ada itu. Kita baik-baik saja. Bahkan, Pengcab PSSI Asahan pimpinan H Erwis Edi Pauja Lubis SH MAP mendukung penuh," tukas Jamal.
Selain Pengcab PSSI Asahan, tambahnya, KONI Asahan turut memberikan support kepada PSSA mengikuti Divisi I Liga Indonesia dimaksud. Manajer tim berjuluk ‘Naga Berkisar' itu menilai, isu kemelut antara kedua top organisasi sepakbola di Asahan itu diduga sengaja dihembuskan oknum-oknum tertentu.
"Kita tidak melihat adanya kemelut. Mungkin itu sengaja dibesar-besarkan," pungkas Jamal.
Wakil Manajer PSSA, Nurkarim Nehe, yang juga Sekum Pengcab PSSI Asahan mengakui telah melakukan perombakan tim yang akan membawa timnya bertarung di Divisi I Liga Indonesia.
"Perombakan bertujuan memperkuat tim telah disetujui Ketum PSSA Asahan. Selanjutnya, akan digelar seleksi ketat terhadap pemain lokal maupun luar daerah dalam waktu dekat," tukas Nehe.
PSMS pilih Stadion Kanjuruhan
Tiadanya kepastian dari Panitia Pelaksana (Panpel) Jayapura, PSMS Medan akhirnya memilih Stadion Kanjuruhan, Malang, sebagai markas mereka saat menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, 2 Juni nanti.
Sebelumnya, PSMS memilih Stadion Mandala, Jayapura karena keberatan menggunakan Stadion Gelora Jakabaring Palembang sebagai tempat pertandingan dengan alasan akan merugikan mengingat stadion itu merupakan home base SFC.
Sejak awal Maret lalu, skuad Ayam Kinantan telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai kandang untuk laga di AFC Cup dan lanjutan putaran kedua Superliga.
"Lebih baik di Malang. Jadi, lebih menghemat tenaga dan finansial," ujar salah satu pengurus PSMS, Selasa, menambahkan sebelum duel melawan SFC, mereka akan bertanding dengan Persija Jakarta.
Jika sebelumnya SFC diuntungkan dengan pemindahan ke Jayapura, kali ini Charis Yulianto cs terpaksa mengikuti kemauan PSMS dan terbang ke Malang. Padahal, dua laga terakhir SFC akan menghadapi tim asal Papua, yakni Persiwa Wamena (6/6) dan Persipura Jayapura (10/6).
"Kemenangan atas PSMS sangat penting. Itu akan menentukan posisi tim kami di urutan keberapa akhir musim nanti," kata Pelatih SFC, Rahmad Darmawan
Sebelumnya, PSMS memilih Stadion Mandala, Jayapura karena keberatan menggunakan Stadion Gelora Jakabaring Palembang sebagai tempat pertandingan dengan alasan akan merugikan mengingat stadion itu merupakan home base SFC.
Sejak awal Maret lalu, skuad Ayam Kinantan telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai kandang untuk laga di AFC Cup dan lanjutan putaran kedua Superliga.
"Lebih baik di Malang. Jadi, lebih menghemat tenaga dan finansial," ujar salah satu pengurus PSMS, Selasa, menambahkan sebelum duel melawan SFC, mereka akan bertanding dengan Persija Jakarta.
Jika sebelumnya SFC diuntungkan dengan pemindahan ke Jayapura, kali ini Charis Yulianto cs terpaksa mengikuti kemauan PSMS dan terbang ke Malang. Padahal, dua laga terakhir SFC akan menghadapi tim asal Papua, yakni Persiwa Wamena (6/6) dan Persipura Jayapura (10/6).
"Kemenangan atas PSMS sangat penting. Itu akan menentukan posisi tim kami di urutan keberapa akhir musim nanti," kata Pelatih SFC, Rahmad Darmawan
Setetes harapan buat PSMS medan
.gif)
Harapan PSMS untuk lolos dari ancaman degradasi di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 kembali terbuka. Setelah pada pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan kemarin (26/5) sore menang telak dengan skor 0-3.
Sementara bagi Persitara perburuan untuk selamat semakin berat karena calon tim lawan yang akan dihadapi adalah Persib Bandung. Sedang Tim Maung Bandung ini juga sedang berburu poin untuk merebut posisi runner up dari Persiwa Wamena. “Karena kekalahan ini pula, rencana kita bermain di Bandung terpaksa juga kita batalkan. Kita mungkin tetap bertanding di Lamongan saja,” kata pelatih Persitara Doddy Sahetapy.
Jika lawan PSMS kemarin sore Persitara memetik poin penuh, informasinya manajemen berencana saat menjamu Persib Bandung 30 Mei mendatang cukup di Stadion Siliwangi, Bandung. Alasannya, karena hasil apapun dari pertandingan tersebut Persitara tetap lolos dari degradasi. Sisi lain, diharapkan bisa meraup keuntungan karena dipastikan laga itu disaksikan penonton yang biasa memenuhi stadion Siliwangi.
Persitara kemarin tampil tidak seperti tiga pertandingan sebelumnya. Motovasi dan semangat bertanding terlihat sekali menurun drastik. Ini tidak bisa disalahkan karena stamina pemain benar-benar habis terkuras. Terutama usai meladeni Persiwa yang harus dilakukan dua sesion. Pertandingan malam hari terpaksa ditunda esok harinya, karena pada saat memasuki pertandingan babak II lampu stadion Surajaya padam.
Sebenarnya PSMS juga tidak jauh beda. Penampilan tim kesebelasan yang diarsiteki Rudy William Keltjes ini juga terlihat capai. Contohnya Oktovianus Maniani, pemain mungil yang selalu diandalkan karena memiliki kecepatan lari yang luar biasa, kemarin tampak sering terengah-engah dan berhenti di tengah jalan ketika sedang membantu serangan. Kondisi yang sama juga terlihat pada kelincahan John Tarkpor, yang sama-sama memiliki stamina yang bagus. Pemain bernomor punggung itu kemarin tampil menurun.
Adapun tiga gol PSMS dua di antaranya diborong Mario Costas pada menit 36 dan 39. Enam menit menjelang pertandingan babak II yang dipimpin M. Syafei dari Bandung berakhir, Leonardo Martin Zada menambah kemenangan untuk PSMS. “Jangan tanya soal bagaimana kita bisa memenangkan pertandingan. Kita lebih untung itu saja. Anda lihat sendiri, ke dua tim kesebelasan tampil dengan stamina yang loyo. Hanya, kalau kita akhirnya bisa memenangkan pertandingan, itu karena kita lebih segar. Kita capai, tapi Persitara ternyata lebih capai lagi,” kata Rudy Keltjes, usai pertandingan.
Sementara Doddy, pelatih Persitara menambahkan, semoga dengan waktu empat hari untuk persiapan menjamu Persib Bandung anak asuhnya bisa menjalankan recovery dengan baik. Karena tekat Persitara tetap ingin lepas dari ancaman degradasi. “Kita memang terlalu capai. Untuk itu kita akan manfaatkan waktu recovery nanti dengan sebaik-baiknya,” tuturnya
Ga bosen2Nya wasit, Kerjain PSMS Medan
Salah satu barisan pendukung PSMS, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeck) Holigan, sangat menyayangkan keputusan Wasit Syafei yang memimpin pertandingan PSMS kontra Persitara kemarin malam.
Nata Simangunsong, pentolan SMeck Holigan mengaku sangat kecewa dengan sikap wasit selama PSMS merantau keluar kandang. “Melawan Persitara, PSMS menunjukkan bahwa sebenarnya mereka bermain tidak jelek. Tapi kita lihat wasit masih saja melakukan kerugian kepada PSMS,” koarnya saat Smeck menggelar nonton bareng di Aula ITM Selasa (26/5) kemarin.
Berbicara soal hasil, SMeck mengutarakan rasa bangganya. Faktor Rudi Keltjes sang arsitek dinilai cukup positif. “Masalahnya hanya satu, kembalikan PSMS ke kandangnya,” kata Nata lagi.
“Manajemen dan pengurus harus segera diperbaiki. Kami dari SMeck pasti mendukung. Yang penting PSMS jangan degradasi,” lanjut Nata.
Tak hanya SMeck, Rudi Keltjes juga kecewa berat. Seandainya keputusan aneh wasit tidak ada, PSMS bisa menang lebih dari 3 gol. “Saya sama sekali tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya bisa unggul lebih besar lagi,” kata Rudi.
Fadli Hariri, pemain belakang PSMS juga geram. “Kita berhasil menang, tapi sayang masih ada yang merugikan PSMS,” bebernya.
Sihar Sitorus, manajer PSMS juga tak tinggal diam atas keputusan wasit yang menganulir dua gol PSMS. “Pasti akan kita pertanyakan keputusan itu kepada BWSI,” bilang Sihar
Nata Simangunsong, pentolan SMeck Holigan mengaku sangat kecewa dengan sikap wasit selama PSMS merantau keluar kandang. “Melawan Persitara, PSMS menunjukkan bahwa sebenarnya mereka bermain tidak jelek. Tapi kita lihat wasit masih saja melakukan kerugian kepada PSMS,” koarnya saat Smeck menggelar nonton bareng di Aula ITM Selasa (26/5) kemarin.
Berbicara soal hasil, SMeck mengutarakan rasa bangganya. Faktor Rudi Keltjes sang arsitek dinilai cukup positif. “Masalahnya hanya satu, kembalikan PSMS ke kandangnya,” kata Nata lagi.
“Manajemen dan pengurus harus segera diperbaiki. Kami dari SMeck pasti mendukung. Yang penting PSMS jangan degradasi,” lanjut Nata.
Tak hanya SMeck, Rudi Keltjes juga kecewa berat. Seandainya keputusan aneh wasit tidak ada, PSMS bisa menang lebih dari 3 gol. “Saya sama sekali tidak puas dengan keputusan ini. Seharusnya bisa unggul lebih besar lagi,” kata Rudi.
Fadli Hariri, pemain belakang PSMS juga geram. “Kita berhasil menang, tapi sayang masih ada yang merugikan PSMS,” bebernya.
Sihar Sitorus, manajer PSMS juga tak tinggal diam atas keputusan wasit yang menganulir dua gol PSMS. “Pasti akan kita pertanyakan keputusan itu kepada BWSI,” bilang Sihar
Taklukkan Persitara, PSMS Naik Dua Tingkat
PSMS Medan akhirnya berhasil mengamankan tiga poin setelah berhasil menekuk Persitara Jakarta Utara tiga gol tanpa balas. Gol PSMS dicetak Mario Costas dengan dua gol dan Leonardo Zada.
Gol Costas dicetak pada menit ke-35 dan 39. Sedangkan pelengkap dari Zada terjadi di menit ke-84. Dengan kemenangan ini, PSMS berhasil dua tingkat diperingkat ke-15 dengan total poin 27. Tim besutan Rudy Keltjes ini berhasil menggusur Deltras Sidoarjo dan Persita Tangerang.
Sedangkan bagi kubu Persitara, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di peringkat ke-14, atau unggul tiga poin dari PSMS. Kontan hasil ini membuat manajer Laskar Si Pitung Harry 'Gendhar' Ruswanto, kecewa. Namun Gendhar menilai hasil ini imbas dari keletihan pemainnya.
"Fisik kedodoran karena waktu lawan Persiwa pertandingan harus dilanjutkan pagi hari. Hal itu membuat pemain fisiknya sedikit kedodoran," ujar Gendhar kepada Vivanews.
Namun pelatih Ayam Kinantan Rudi W Keltjes lebih menilai faktor semangat yang membuat timnya berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, faktor kelelahan juga dialami PSMS Medan yang harus menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Lamongan.
"Tim kami juga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalan dari Medan ke Lamongan. Hanya semangat tim kami lebih bagus dilapangan sehingga bisa menguasai pertandingan," ujar pelatih PSMS Medan Rudy W Keltjes.
Gol Costas dicetak pada menit ke-35 dan 39. Sedangkan pelengkap dari Zada terjadi di menit ke-84. Dengan kemenangan ini, PSMS berhasil dua tingkat diperingkat ke-15 dengan total poin 27. Tim besutan Rudy Keltjes ini berhasil menggusur Deltras Sidoarjo dan Persita Tangerang.
Sedangkan bagi kubu Persitara, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di peringkat ke-14, atau unggul tiga poin dari PSMS. Kontan hasil ini membuat manajer Laskar Si Pitung Harry 'Gendhar' Ruswanto, kecewa. Namun Gendhar menilai hasil ini imbas dari keletihan pemainnya.
"Fisik kedodoran karena waktu lawan Persiwa pertandingan harus dilanjutkan pagi hari. Hal itu membuat pemain fisiknya sedikit kedodoran," ujar Gendhar kepada Vivanews.
Namun pelatih Ayam Kinantan Rudi W Keltjes lebih menilai faktor semangat yang membuat timnya berhasil meraih kemenangan. Pasalnya, faktor kelelahan juga dialami PSMS Medan yang harus menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Lamongan.
"Tim kami juga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalan dari Medan ke Lamongan. Hanya semangat tim kami lebih bagus dilapangan sehingga bisa menguasai pertandingan," ujar pelatih PSMS Medan Rudy W Keltjes.
Cukur Persitara
PSMS Medan berhasil keluar dari zona degradasi setelah melumat tuan rumah Persitara yang merupakan pesaing mereka tiga gol tanpa balas pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadin Surajaya, Selasa (26/5).
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Kemenangan ini membuat PSMS naik ke posisi 15 yang merupakan posisi play-off degradasi dengan nilai 27. Pasukan Rudy William Keltjes itu cuma terpaut tiga angka dari Persitara yang duduk di urutan 14.
PSMS langsung tampil menyerang sejak awal laga. Alhasil mereka berhasil mencetak gol melalui Mario Costas di pertangahan babak pertama, namun dianulir wasit karena off-side.
Di menit ke-36, PSMS akhirnya mampu membuka keunggulannya ketika tendangan Esteban Guillian yang membentur tiang gawang disambar Costas yang berdiri bebas.
Selang tiga menit kemudian, Costas menggandakan keunggulan PSMS setelah ia menanduk umpan silang Elie Aiboy yang baru masuk ke lapangan satu menit sebelumnya.
Tertinggal dua gol membuat Persitara meningkatkan frekuensi serangannya di babak kedua dengan dimotori Rahmad Rivai dan John Takpork. Namun mereka kesulitan menembus kokohnya pertahanan PSMS.
Justru PSMS mampu menambah satu gol lagi saat laga tersisa enam menit saat umpan tarik Elie dengan baik disambar Leonardo Martin Zada
Tuesday, May 26, 2009
Persitara v PSMS, Bernuansa Laga Final
Surajaya, Lamongan, malam nanti, menentukan masa depan kedua tim.
Siapa kalah, bisa jadi hukumannya. Kedua tim wajib tampil agresif pada laga yang akan ditayangkan langsung antv pukul 18.30 WIB ini. Persaingan papan bawah klasemen memang tidak hanya dihiasi Persitara dan PSMS, melainkan juga Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PKT Bontang. Namun, hanya dua dari lima tim ini akan selamat, sedangkan tiga lainnya harus mendampingi PSIS Semarang terlempar dari kasta bergengsi Liga Super musim depan.
Kepercayaan diri Persitara sedikit lebih baik dibandingkan PSMS. Pasalnya, Laskar Si Pitung — julukan Persitara— memiliki modal kemenangan 1-0 melawan Persiwa Wamena pada laga terakhir. Sementara pada waktu yang nyaris bersamaan, PSMS rontok 0-2 dari Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Indonesia. ”Mental bertanding anak-anak memang sedang bagus. Inilah yang membuat saya yakin bisa mengalahkan PSMS,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.
Persitara akan tampil dengan kekuatan penuh. Suplai bola dari playmaker Jhon Tharkpor sangat dinanti duet striker Prince Kabir Bello dan Rahmat ‘Poci’ Rivai yang semakin padu. Dukungan dari lini tengah bakal terus mengalir melalui dua legiun asing Eseiah Pello Benson dan Banaken Bossoken. Sementara AA Ngurah Trisnajaya dan Ebendje Rudolf bertugas mengawal pertahanan.
”Saya akan kembali menerapkan pola 3-4-3. Pola ini terbukti efektif karena bisa mencetak empat gol dalam dua pertandingan. Sebelumnya saya memakai formasi 4-4-2 sehingga lini tengah menjadi lemah meski serangan dari sayap lebih hidup,” ujar Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy, yang untuk sementara menggantikan Pelatih Dick van Buitelaar yang habis visa kerjanya di Indonesia.
PSMS akan menggempur pertahanan Persitara melalui duet ujung tombak Leonardo ‘Zada’ Dinelli dan Mauro Oliveira Pinto. Dua pemain ini ditopang Mitchell Leonardo Nere, Oktovianus Maniani, serta dua pemain sayap agresif Elie Aiboy dan Reswandi Sumaji.
Dari segi performa, Persitara lebih menjanjikan karena dalam lima laga terakhir Liga Super mampu mengalahkan dua tim papan atas Sriwijaya FC Palembang dan Persiwa dengan skor 1-0. Poci dkk juga mampu menahan imbang juara Liga Super Persipura Jayapura 3-3 dan Persik Kediri 0-0. Bahkan, pada Piala Indonesia, Laskar Si Pitung secara fantastis menyingkirkan Persebaya Surabaya dengan kemenangan 4- 1 pada leg kedua babak 16 besar untuk mengatasi ketinggalan 0-2 pada leg pertama.
Bandingkan dengan PSMS yang menelan kekalahan dalam dua laga terakhir Liga Super. Tim Ayam Kinantan masing-masing ditekuk Persela Lamongan 2-4 dan Persib Bandung 0-2. Sejarah pertemuan kedua tim juga tidak menguntungkan PSMS yang sudah menelan dua kekalahan dan hanya sekali menang. Sementara dua laga sisa berakhir imbang, termasuk pada putaran pertama Liga Super dengan skor 1-1
Siapa kalah, bisa jadi hukumannya. Kedua tim wajib tampil agresif pada laga yang akan ditayangkan langsung antv pukul 18.30 WIB ini. Persaingan papan bawah klasemen memang tidak hanya dihiasi Persitara dan PSMS, melainkan juga Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PKT Bontang. Namun, hanya dua dari lima tim ini akan selamat, sedangkan tiga lainnya harus mendampingi PSIS Semarang terlempar dari kasta bergengsi Liga Super musim depan.
Kepercayaan diri Persitara sedikit lebih baik dibandingkan PSMS. Pasalnya, Laskar Si Pitung — julukan Persitara— memiliki modal kemenangan 1-0 melawan Persiwa Wamena pada laga terakhir. Sementara pada waktu yang nyaris bersamaan, PSMS rontok 0-2 dari Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Indonesia. ”Mental bertanding anak-anak memang sedang bagus. Inilah yang membuat saya yakin bisa mengalahkan PSMS,” kata Manajer Persitara Hary ‘Gendhar’ Ruswanto kepada Harian Seputar Indonesia kemarin.
Persitara akan tampil dengan kekuatan penuh. Suplai bola dari playmaker Jhon Tharkpor sangat dinanti duet striker Prince Kabir Bello dan Rahmat ‘Poci’ Rivai yang semakin padu. Dukungan dari lini tengah bakal terus mengalir melalui dua legiun asing Eseiah Pello Benson dan Banaken Bossoken. Sementara AA Ngurah Trisnajaya dan Ebendje Rudolf bertugas mengawal pertahanan.
”Saya akan kembali menerapkan pola 3-4-3. Pola ini terbukti efektif karena bisa mencetak empat gol dalam dua pertandingan. Sebelumnya saya memakai formasi 4-4-2 sehingga lini tengah menjadi lemah meski serangan dari sayap lebih hidup,” ujar Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy, yang untuk sementara menggantikan Pelatih Dick van Buitelaar yang habis visa kerjanya di Indonesia.
PSMS akan menggempur pertahanan Persitara melalui duet ujung tombak Leonardo ‘Zada’ Dinelli dan Mauro Oliveira Pinto. Dua pemain ini ditopang Mitchell Leonardo Nere, Oktovianus Maniani, serta dua pemain sayap agresif Elie Aiboy dan Reswandi Sumaji.
Dari segi performa, Persitara lebih menjanjikan karena dalam lima laga terakhir Liga Super mampu mengalahkan dua tim papan atas Sriwijaya FC Palembang dan Persiwa dengan skor 1-0. Poci dkk juga mampu menahan imbang juara Liga Super Persipura Jayapura 3-3 dan Persik Kediri 0-0. Bahkan, pada Piala Indonesia, Laskar Si Pitung secara fantastis menyingkirkan Persebaya Surabaya dengan kemenangan 4- 1 pada leg kedua babak 16 besar untuk mengatasi ketinggalan 0-2 pada leg pertama.
Bandingkan dengan PSMS yang menelan kekalahan dalam dua laga terakhir Liga Super. Tim Ayam Kinantan masing-masing ditekuk Persela Lamongan 2-4 dan Persib Bandung 0-2. Sejarah pertemuan kedua tim juga tidak menguntungkan PSMS yang sudah menelan dua kekalahan dan hanya sekali menang. Sementara dua laga sisa berakhir imbang, termasuk pada putaran pertama Liga Super dengan skor 1-1
Saling Sikut Persitara & PSMS
Persitara Jakarta Utara akan berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa 26 Mei 2009. Keduanya sama-sama bertekad menang untuk mengamankan diri dari jerat degradasi.
Persitara dan PSMS sama-sama berada di posisi papan bawah. Persitara sementara berada di urutan ke-14 dengan 30 poin dari 30 laga. Sedangkan PSMS berada di urutan ke-17 dengan 24 poin dari 29 laga.
Bagi kedua tim, duel kali ini sangat berpengaruh terhadap langkah keduanya untuk lepas dari degradasi. "Kekalahan hanya perjalanan kami semakin berat," kata Harry 'Gendhar' Ruswanto, Manajer Persitara, saat dihubungi VIVAnews, Senin, 25 Mei 2009.
Menurut Gendhar, kekalahan memang tidak membuat timnya langsung degradasi. Namun menilik calon lawan yang akan dihadapi di tiga sisa pertandingan, Gendhar khawatir timnya masih bisa terperosok ke zona degradasi.
"Kami akan berhadapan dengan dua tim besar Persija dan Persib serta satu tim yang cukup kuat di kandang Persela Lamongan. Kalau sampai kalah pada pertandingan ini, saya pikir perjuangan kami akan lebih berat," tandas Harry.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga meminta agar pemain-pemainnya mampu mencuri poin sempurna dari Persitara.
"Kami sudah banyak kehilangan poin. Kalau sampai kalah lagi, kami pasti sulit untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya berharap pemain untuk tetap konsentrasi," kata Rudy.
Menghadapi Persitara, Rudy sedikit lebih tenang. Sebab, Ayam Kinantan akan tampil full team. Satu-satunya yang menjadi kendala PSMS adalah tingkat kelelahan pemain yang cukup tinggi akibat padatnya jadwal yang mereka hadapi.
"Pemain kami memang sangat kelelahan. Tapi mau apalagi, kami harus tetap berusaha untuk mencuri poin," tandas Rudy.
Prediksi Line Up
Persitara (4-4-2)
Wawan (g), Ebenje, Banaken Bassoken, Dedi Mulyadi, Jhon Tarkpor, Benson, Mustofa Aji, Yahya Sosomar, Amarzukih, M Rivai, Prince Kabir Bello
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Octavianus Maniani, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Persitara dan PSMS sama-sama berada di posisi papan bawah. Persitara sementara berada di urutan ke-14 dengan 30 poin dari 30 laga. Sedangkan PSMS berada di urutan ke-17 dengan 24 poin dari 29 laga.
Bagi kedua tim, duel kali ini sangat berpengaruh terhadap langkah keduanya untuk lepas dari degradasi. "Kekalahan hanya perjalanan kami semakin berat," kata Harry 'Gendhar' Ruswanto, Manajer Persitara, saat dihubungi VIVAnews, Senin, 25 Mei 2009.
Menurut Gendhar, kekalahan memang tidak membuat timnya langsung degradasi. Namun menilik calon lawan yang akan dihadapi di tiga sisa pertandingan, Gendhar khawatir timnya masih bisa terperosok ke zona degradasi.
"Kami akan berhadapan dengan dua tim besar Persija dan Persib serta satu tim yang cukup kuat di kandang Persela Lamongan. Kalau sampai kalah pada pertandingan ini, saya pikir perjuangan kami akan lebih berat," tandas Harry.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga meminta agar pemain-pemainnya mampu mencuri poin sempurna dari Persitara.
"Kami sudah banyak kehilangan poin. Kalau sampai kalah lagi, kami pasti sulit untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya berharap pemain untuk tetap konsentrasi," kata Rudy.
Menghadapi Persitara, Rudy sedikit lebih tenang. Sebab, Ayam Kinantan akan tampil full team. Satu-satunya yang menjadi kendala PSMS adalah tingkat kelelahan pemain yang cukup tinggi akibat padatnya jadwal yang mereka hadapi.
"Pemain kami memang sangat kelelahan. Tapi mau apalagi, kami harus tetap berusaha untuk mencuri poin," tandas Rudy.
Prediksi Line Up
Persitara (4-4-2)
Wawan (g), Ebenje, Banaken Bassoken, Dedi Mulyadi, Jhon Tarkpor, Benson, Mustofa Aji, Yahya Sosomar, Amarzukih, M Rivai, Prince Kabir Bello
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Octavianus Maniani, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Hadapi Chon Buri, 16 Besar Piala AFC
MEDAN - Runner-up grup F di 16 Besar Piala AFC, PSMS Medan, akan menghadapi Chon Buri di Thailand selaku juara grup C pada 20 Juni mendatang. Demikian dikatakan Pelatih PSMS Rudi William Keltjes, Minggu.
Menurut Keltjes didampingi asistennya Donny Latuperissa, Chon Buri merupakan tim tangguh dan tidak bisa dianggap remeh karena di dalam tim negeri Gajah Putih itu terdapat empat pemain nasional Thailand.
Bagi Keltjes, tidak ada istilah kalah sebelum bertempur. Dikatakan, sebelum pertandingan berakhir, peluang PSMS mengalahkan Chon Buri tetap terbuka. Mantan playmaker timnas itu mengaku sebenarnya sangat menginginkan timnya terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.
"Namun hasil undian menetapkan pihak lawan terlebih dahulu sebagai tuan rumah. Mau bilang apa lagi?!" ujarnya.
PSMS, semakin sulit lepas dari ancaman degradasi di Liga Super Indonesia setelah dua kekalahan dari Persela Lamongan dan Persib Bandung, tidak mau berandai-andai melainkan akan berjuang keras memetik nilai demi nama bangsa.
Keltjes juga tidak membantah faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang sangat padat, belum lagi menghadapi Piala Copa maupun Piala AFC sehingga membuat anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal.
"Seharusnya PSSI mempertimbangkan kita sebagai wakil bangsa agar bisa mengatur jadwal laga baik di liga maupun Copa, agar kondisi pemain tetap stabil dan tidak terkuras," lanjutnya
Menurut Keltjes didampingi asistennya Donny Latuperissa, Chon Buri merupakan tim tangguh dan tidak bisa dianggap remeh karena di dalam tim negeri Gajah Putih itu terdapat empat pemain nasional Thailand.
Bagi Keltjes, tidak ada istilah kalah sebelum bertempur. Dikatakan, sebelum pertandingan berakhir, peluang PSMS mengalahkan Chon Buri tetap terbuka. Mantan playmaker timnas itu mengaku sebenarnya sangat menginginkan timnya terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.
"Namun hasil undian menetapkan pihak lawan terlebih dahulu sebagai tuan rumah. Mau bilang apa lagi?!" ujarnya.
PSMS, semakin sulit lepas dari ancaman degradasi di Liga Super Indonesia setelah dua kekalahan dari Persela Lamongan dan Persib Bandung, tidak mau berandai-andai melainkan akan berjuang keras memetik nilai demi nama bangsa.
Keltjes juga tidak membantah faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang sangat padat, belum lagi menghadapi Piala Copa maupun Piala AFC sehingga membuat anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal.
"Seharusnya PSSI mempertimbangkan kita sebagai wakil bangsa agar bisa mengatur jadwal laga baik di liga maupun Copa, agar kondisi pemain tetap stabil dan tidak terkuras," lanjutnya
PSMS cemas non teknis
LAMONGAN - PSMS Medan kembali akan melanjutkan perjuangannya lolos dari zona degradasi menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Selasa ini.
Jika ingin tetap bertahan di pentas Super Liga, maka torehan poin absolut menjadi harga mati yang harus diperoleh skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes. Sayang, bukan perkara mudah mengalahkan Laskar Si Pitung di kandangnya.
Maklum, tim asal Jakarta Utara ini dikenal sangat tangguh jika tampil sebagai tuan rumah. Itu dibuktikan, dengan sukses mereka menahan imbang juara Superliga musim ini, Persipura Jayapura, serta menghempaskan tim papan atas Persiwa Wamena 1-0.
Karena itu, PSMS tidak bisa berharap banyak bisa membawa pulang poin dari kandang Persitara. Hal ini pun diakui Rudy selaku arsitek tim. Menurutnya, materi pemain Persitara tidak begitu bagus, namun mereka sangat kuat dalam urusan non-teknis.
"Saya pikir, semua juga tahu, Persitara sangat kuat dalam urusan non teknis. Tapi, kami tidak boleh menyerah dan akan memberikan perlawanan," kata Rudy kepada Waspada, Senin.
Ditambahkannya, karena laga nanti bakal disiarkan langsung, dirinya sedikit menaruh harapan tidak kembali dikerjai wasit. Meski demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku telah mengingatkan kepada anak asuhnya tidak terpancing ulah wasit di lapangan.
"Kami memang sudah siap untuk meladeni Persitara. Jika nanti kami dikerjai wasit, kami serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Habis, mau gimana lagi. Mengadu ke PSSI juga percuma, karena tidak pernah akan ditanggapi," tambahnya pasrah.
Masih kata Rudy, pada laga nanti, praktis hanya Elie Aiboy yang tidak bisa diturunkan sejak awal. Pasalnya, striker andalannya itu masih belum pulih benar dari cedera. Secara terpisah, Manajer Sihar Sitorus menegaskan dirinya menantang Persitara bermain fair.
"Pasalnya, kami sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak wajar. Pemain kami sudah sakit hati dan bisa jadi mereka meluapkan kekecewaannya dengan tindakan tidak terpuji pula," tegasnya.
"Jujur saja, kami tidak ingin melakukan hal-hal tidak terpuji di lapangan. Karena itu, kami tetap sabar meski terus dikerjai. Bahkan pemain kami ada yang dikasari, seperti yang dilakukan Budi (Sudarsono), Cristian (Gonzales) serta lainnya," pungkas Sihar
Jika ingin tetap bertahan di pentas Super Liga, maka torehan poin absolut menjadi harga mati yang harus diperoleh skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes. Sayang, bukan perkara mudah mengalahkan Laskar Si Pitung di kandangnya.
Maklum, tim asal Jakarta Utara ini dikenal sangat tangguh jika tampil sebagai tuan rumah. Itu dibuktikan, dengan sukses mereka menahan imbang juara Superliga musim ini, Persipura Jayapura, serta menghempaskan tim papan atas Persiwa Wamena 1-0.
Karena itu, PSMS tidak bisa berharap banyak bisa membawa pulang poin dari kandang Persitara. Hal ini pun diakui Rudy selaku arsitek tim. Menurutnya, materi pemain Persitara tidak begitu bagus, namun mereka sangat kuat dalam urusan non-teknis.
"Saya pikir, semua juga tahu, Persitara sangat kuat dalam urusan non teknis. Tapi, kami tidak boleh menyerah dan akan memberikan perlawanan," kata Rudy kepada Waspada, Senin.
Ditambahkannya, karena laga nanti bakal disiarkan langsung, dirinya sedikit menaruh harapan tidak kembali dikerjai wasit. Meski demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku telah mengingatkan kepada anak asuhnya tidak terpancing ulah wasit di lapangan.
"Kami memang sudah siap untuk meladeni Persitara. Jika nanti kami dikerjai wasit, kami serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Habis, mau gimana lagi. Mengadu ke PSSI juga percuma, karena tidak pernah akan ditanggapi," tambahnya pasrah.
Masih kata Rudy, pada laga nanti, praktis hanya Elie Aiboy yang tidak bisa diturunkan sejak awal. Pasalnya, striker andalannya itu masih belum pulih benar dari cedera. Secara terpisah, Manajer Sihar Sitorus menegaskan dirinya menantang Persitara bermain fair.
"Pasalnya, kami sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak wajar. Pemain kami sudah sakit hati dan bisa jadi mereka meluapkan kekecewaannya dengan tindakan tidak terpuji pula," tegasnya.
"Jujur saja, kami tidak ingin melakukan hal-hal tidak terpuji di lapangan. Karena itu, kami tetap sabar meski terus dikerjai. Bahkan pemain kami ada yang dikasari, seperti yang dilakukan Budi (Sudarsono), Cristian (Gonzales) serta lainnya," pungkas Sihar
Monday, May 25, 2009
Berat!
MEDAN- Langkah menuju semifinal Copa Indonesia musim ini sepertinya bakal tak pernah kesampaian bagi PSMS. Kekalahan 0-2 atas Persipura di kandang sendiri Sabtu (23/5) kemarin, mengganjal target Ayam Kinantan untuk menjuarai kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut.
Seperti diketahui, sistem pertandingan di Copa Indonesia memakai kandang-tandang hingga babak semifinal. Nah, pada laga kemarin, PSMS berkesempatan bertindak sebagai tuan rumah di leg perdana. Dan leg kedua akan digelar satu pekan kemudian, di Stadion Mandala-markas Persipura.
Di leg perdana yang digelar di kandang sendiri saja, PSMS harus mengakui keunggulan Edwardo Ivak Dalam dkk. Bagaimana pada leg kedua nanti. Stadion Mandala merupakan saksi betapa tangguhnya Persipura kalau main di kandang sendiri. Persija Jakarta saja, yang notabanenya lebih bagus dari PSMS dari segi materi, harus menyerah tertunduk dengan skor telak 6-0. Bagaimana dengan PSMS?
Rudi Ketjes arsitek PSMS tak ingin berpatah arang. Baginya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. “Seorang Rudi Keltjes tak akan pernah berpikir kalah sebelum bertanding. Dan hal itu telah saya tekankan kepada pemain. Walau kalah, saya menilai anak-anak main bagus. Terlebih mereka bisa menerima keputusan wasit dan hanya protes sewajarnya meskipun wasit memberikan keputusan salah. Dan, saya bangga kepada pemain,” beber Rudi Keltjes saat konfrensi pers usai laga kemarin.
Memang, seharusnya PSMS mendapatkan satu gol saat Mario Costas berhasil menyundul bola hasil rebound Oktovianus Maniani di menit 68. Sayang, golnya itu dianulir wasit karena menganggap Costas telah berdiri di garis offside. Walhasil seluruh pemain PSMS protes, tapi wasit Mardi tetap kukuh akan keputusannya.
Sejatinya, PSMS sempat menguasai pertandingan di awal-awal laga. Tapi, Persipura memang bermain lepas dan tak terpengaruh tekanan tuan rumah. Di pengujung laga, Beto berhasil mengecoh Markus Horison di menit 34. Gol itu bermula dari lengahnya sektor belakang PSMS yang tak mengawal pergerakan Beto. Skor 1-0 untuk Mutiara Hitam.
Di babak kedua, PSMS mencoba menyerang kembali. Tak jarang pemain belakang ikut serta membantu serangan. Sayang, gol yang diharapkan datang, tak kunjung ada. Malah sebaliknya tim tamu kembali unggul di menit 73. Kali ini lewat aksi Jeremiah yang berhasil memaksa Markus memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah kiper plontos itu gagal memblok tendangan voli Jeremiah. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga.
“Saya mengakui bahwa Persipura memang bagus. PSMS memang kalah kelas. Meskipun PSMS mencoba menyerang, tapi kita belum beruntung,” kata Rudi.
Sedangkan Jackson F Tiago, pelatih Persipura merasa lega bisa sedikit mempermudah jalan ke semifinal atas kemenangan ini. Meskipun pelatih asal Brazil itu mengklaim bahwa hasil ini tak menentukan. “Kemenangan sesungguhnya ditentukan di leg kedua. Meskipun kita tentu saja bersyukur bisa menang di kandang lawan,” kata Jackson.
“Setelah berhasil menjuarai Super Liga, kita tentu saja bertekad menjuarai Copa. Dua gelar tentu saja sangat bagus. Sriwijaya FC pernah melakukannya musim lalu, dan kita terinpirasi untuk melakukan hal serupa,” lanjut Jackson. Apapun itu, yang pasti langkah PSMS bakal berat untuk bisa lolos ke semifinal Copa Indonesia. Di samping itu, PR berat masih harus dipikul seluruh skuad dan pelatih untuk tetap berada di ISL
Seperti diketahui, sistem pertandingan di Copa Indonesia memakai kandang-tandang hingga babak semifinal. Nah, pada laga kemarin, PSMS berkesempatan bertindak sebagai tuan rumah di leg perdana. Dan leg kedua akan digelar satu pekan kemudian, di Stadion Mandala-markas Persipura.
Di leg perdana yang digelar di kandang sendiri saja, PSMS harus mengakui keunggulan Edwardo Ivak Dalam dkk. Bagaimana pada leg kedua nanti. Stadion Mandala merupakan saksi betapa tangguhnya Persipura kalau main di kandang sendiri. Persija Jakarta saja, yang notabanenya lebih bagus dari PSMS dari segi materi, harus menyerah tertunduk dengan skor telak 6-0. Bagaimana dengan PSMS?
Rudi Ketjes arsitek PSMS tak ingin berpatah arang. Baginya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. “Seorang Rudi Keltjes tak akan pernah berpikir kalah sebelum bertanding. Dan hal itu telah saya tekankan kepada pemain. Walau kalah, saya menilai anak-anak main bagus. Terlebih mereka bisa menerima keputusan wasit dan hanya protes sewajarnya meskipun wasit memberikan keputusan salah. Dan, saya bangga kepada pemain,” beber Rudi Keltjes saat konfrensi pers usai laga kemarin.
Memang, seharusnya PSMS mendapatkan satu gol saat Mario Costas berhasil menyundul bola hasil rebound Oktovianus Maniani di menit 68. Sayang, golnya itu dianulir wasit karena menganggap Costas telah berdiri di garis offside. Walhasil seluruh pemain PSMS protes, tapi wasit Mardi tetap kukuh akan keputusannya.
Sejatinya, PSMS sempat menguasai pertandingan di awal-awal laga. Tapi, Persipura memang bermain lepas dan tak terpengaruh tekanan tuan rumah. Di pengujung laga, Beto berhasil mengecoh Markus Horison di menit 34. Gol itu bermula dari lengahnya sektor belakang PSMS yang tak mengawal pergerakan Beto. Skor 1-0 untuk Mutiara Hitam.
Di babak kedua, PSMS mencoba menyerang kembali. Tak jarang pemain belakang ikut serta membantu serangan. Sayang, gol yang diharapkan datang, tak kunjung ada. Malah sebaliknya tim tamu kembali unggul di menit 73. Kali ini lewat aksi Jeremiah yang berhasil memaksa Markus memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah kiper plontos itu gagal memblok tendangan voli Jeremiah. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga.
“Saya mengakui bahwa Persipura memang bagus. PSMS memang kalah kelas. Meskipun PSMS mencoba menyerang, tapi kita belum beruntung,” kata Rudi.
Sedangkan Jackson F Tiago, pelatih Persipura merasa lega bisa sedikit mempermudah jalan ke semifinal atas kemenangan ini. Meskipun pelatih asal Brazil itu mengklaim bahwa hasil ini tak menentukan. “Kemenangan sesungguhnya ditentukan di leg kedua. Meskipun kita tentu saja bersyukur bisa menang di kandang lawan,” kata Jackson.
“Setelah berhasil menjuarai Super Liga, kita tentu saja bertekad menjuarai Copa. Dua gelar tentu saja sangat bagus. Sriwijaya FC pernah melakukannya musim lalu, dan kita terinpirasi untuk melakukan hal serupa,” lanjut Jackson. Apapun itu, yang pasti langkah PSMS bakal berat untuk bisa lolos ke semifinal Copa Indonesia. Di samping itu, PR berat masih harus dipikul seluruh skuad dan pelatih untuk tetap berada di ISL
PSMS Main dimedan, Roda ekonomipun berputar....
PRESTASI Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) masih pasang surut. Pada Indonesia Super League (ISL), Ayam Kinantan terdampar di zona degradasi (urutan 16 dari 18).
Sedikit lebih baik, tim besutan Rudi Keltjes masih tampil di babak delapan besar Copa Indonesia 2009. Yang membanggakan, Esteban Gullien dkk mencetak sejarah di AFC Cup 2009 dengan melaju ke babak 16 besar.
Di atas itu semua, satu yang pasti bahwa PSMS milik masyarakat Medan. Setiap pertandingannya selalu ditunggu. Ribuan orang memadati stadion Teladan, dulu dan sekarang. Seperti halnya saat PSMS menjamu Persipura kemarin.
Ribuan penonton sendiri mewakili deretan kendaraan bermotor baik roda dua juga roda empat di luar Stadion Teladan Medan.
Beberapa pemuda berdiri dalam jarak teratur bersemangat menjaganya. Bagaimana tidak, terbayang kepingan rupiah bakal dibawa pulang.
“Lumayan Lae, untuk beli rokok,” ucap salah seorang pemuda yang tak ingin namanya dicantum mendapat tugas di parkiran roda empat. Kebahagiaan lain turut dirasakan Adrian, pedagang kaos kebanggaan PSMS yang menggelar dagangannya di salah satu ruas jalan depan Stadion Teladan Medan.
“Banyak juga yang beli, khususnya kaos,” ucapnya. Untuk kaos Adrian mematok harga Rp30 ribu per potong dan Rp75 ribu untuk jaket PSMS. Barang dagangan diakui didatangkan dari Bandung.
Adrian pun harus bersaing dengan Dewa dari Sky-Bo Distro yang juga menjual kaos PSMS. Kaos yang diakui Dewa didatangkan langsung dari Panitia Pelaksana itu pun di jual dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. “Kita datangkan kaosnya dari Panitia, jadi pasti asli,” terang Dewa.
Usai pertandingan, baik Dewa, Adrian, dan si tukang parkir pun mulai tersenyum. Rupiah akan sampai di gengaman. Kabar kekalahan PSMS 0-2 atas tamunya Persipura tak mengubah ekspresi mereka. Apapun hasil pertandingan, PSMS selalu menghadirkan senyum di bibir masyarakat.
Sedikit lebih baik, tim besutan Rudi Keltjes masih tampil di babak delapan besar Copa Indonesia 2009. Yang membanggakan, Esteban Gullien dkk mencetak sejarah di AFC Cup 2009 dengan melaju ke babak 16 besar.
Di atas itu semua, satu yang pasti bahwa PSMS milik masyarakat Medan. Setiap pertandingannya selalu ditunggu. Ribuan orang memadati stadion Teladan, dulu dan sekarang. Seperti halnya saat PSMS menjamu Persipura kemarin.
Ribuan penonton sendiri mewakili deretan kendaraan bermotor baik roda dua juga roda empat di luar Stadion Teladan Medan.
Beberapa pemuda berdiri dalam jarak teratur bersemangat menjaganya. Bagaimana tidak, terbayang kepingan rupiah bakal dibawa pulang.
“Lumayan Lae, untuk beli rokok,” ucap salah seorang pemuda yang tak ingin namanya dicantum mendapat tugas di parkiran roda empat. Kebahagiaan lain turut dirasakan Adrian, pedagang kaos kebanggaan PSMS yang menggelar dagangannya di salah satu ruas jalan depan Stadion Teladan Medan.
“Banyak juga yang beli, khususnya kaos,” ucapnya. Untuk kaos Adrian mematok harga Rp30 ribu per potong dan Rp75 ribu untuk jaket PSMS. Barang dagangan diakui didatangkan dari Bandung.
Adrian pun harus bersaing dengan Dewa dari Sky-Bo Distro yang juga menjual kaos PSMS. Kaos yang diakui Dewa didatangkan langsung dari Panitia Pelaksana itu pun di jual dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. “Kita datangkan kaosnya dari Panitia, jadi pasti asli,” terang Dewa.
Usai pertandingan, baik Dewa, Adrian, dan si tukang parkir pun mulai tersenyum. Rupiah akan sampai di gengaman. Kabar kekalahan PSMS 0-2 atas tamunya Persipura tak mengubah ekspresi mereka. Apapun hasil pertandingan, PSMS selalu menghadirkan senyum di bibir masyarakat.
Ayam Kinantan kena patuk
MEDAN - Tuan rumah PSMS Medan gagal memuaskan pendukungnya, setelah dilibas Persipura Jayapura 0-2 pada leg pertama babak 8 besar Copa Djie Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Pertandingan yang disaksikan sekitar 20.000 lebih penonton dan Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Persipura unggul 1-0 hasil sontekan pemain Alberto ‘Beto' Gonsalves pada menit ke-33. PSMS yang dimotori Leonardo Zada, Elie Aiboy dan Octavianus Maniani mencoba melancarkan serangan, namun kerap terhadang Jack Komboy cs.
Kerja sama Zada dengan Otto Maniani sempat mengejutkan pertahanan Persipura, tapi usaha mereka belum berhasil menembus gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Pertandingan sempat ternoda aksi pelemparan penonton terhadap wasit dan asisten wasit setelah menganulir gol Mario Costas.
Berawal dari free kick Zada, bola gagal dikuasai Jendri Pitoy sehingga Costas langsung menyambut bola liar tersebut. Namun, wasit Mardi menganggap gol itu tidak sah hingga kemudian beberapa pemain PSMS protes.
Di babak kedua, Persipura kembali melakukan gebrakan dan gol kedua dihasilkan Ernest Jeremiah di menit ke- 73. Masuknya I Komang Adynyana sempat membuat serangan tuan rumah kian hidup, termasuk tendangannya yang membentur mistar gawang.
Tertahan
Seusai pertandingan, anggota skuad kedua tim sempat tertahan selama satu jam di dalam lapangan dikarenakan menunggu penonton keluar dari stadion. Hal ini terkait penonton kecewa atas kekalahan tim kesayangannya dan tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga petugas terpaksa mengawal pemain memasuki bus.
Usai pertandingan, Pelatih PSMS Rudy William Keltjes mengakui tim asuhan Jacksen F Tiago cukup tangguh dan memiliki kualitas hingga wajar keluar sebagai pemenang. Jacksen sendiri memuji PSMS cukup bagus, baik semangat tanding maupun teknik
Pertandingan yang disaksikan sekitar 20.000 lebih penonton dan Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Persipura unggul 1-0 hasil sontekan pemain Alberto ‘Beto' Gonsalves pada menit ke-33. PSMS yang dimotori Leonardo Zada, Elie Aiboy dan Octavianus Maniani mencoba melancarkan serangan, namun kerap terhadang Jack Komboy cs.
Kerja sama Zada dengan Otto Maniani sempat mengejutkan pertahanan Persipura, tapi usaha mereka belum berhasil menembus gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Pertandingan sempat ternoda aksi pelemparan penonton terhadap wasit dan asisten wasit setelah menganulir gol Mario Costas.
Berawal dari free kick Zada, bola gagal dikuasai Jendri Pitoy sehingga Costas langsung menyambut bola liar tersebut. Namun, wasit Mardi menganggap gol itu tidak sah hingga kemudian beberapa pemain PSMS protes.
Di babak kedua, Persipura kembali melakukan gebrakan dan gol kedua dihasilkan Ernest Jeremiah di menit ke- 73. Masuknya I Komang Adynyana sempat membuat serangan tuan rumah kian hidup, termasuk tendangannya yang membentur mistar gawang.
Tertahan
Seusai pertandingan, anggota skuad kedua tim sempat tertahan selama satu jam di dalam lapangan dikarenakan menunggu penonton keluar dari stadion. Hal ini terkait penonton kecewa atas kekalahan tim kesayangannya dan tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga petugas terpaksa mengawal pemain memasuki bus.
Usai pertandingan, Pelatih PSMS Rudy William Keltjes mengakui tim asuhan Jacksen F Tiago cukup tangguh dan memiliki kualitas hingga wajar keluar sebagai pemenang. Jacksen sendiri memuji PSMS cukup bagus, baik semangat tanding maupun teknik
Persipura Bungkam PSMS di Teladan
PSMS gagal memaksimalkan statusnya sebagai tuan rumah leg pertama babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009. Menjamu Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Medan, Sabtu,23 Mei 2009, PSMS justru keok dengan skor 0-2.
Hasil ini membuat langkah PSMS untuk tampil di babak semifinal semakin berat. Untuk lolos dari babak 8 besar, PSMS harus mampu menang di leg kedua yang akan digelar di kandang Persipura, 3 Juni 2009, minimal dengan selisih 3 gol.
Bertanding di hadapan publiknya sendiri PSMS Medan memilih untuk tampil terbuka. Sejak pluit babak pertama ditiup, Ayam Kinantan yang mendapat suntikan motivasi dari ribuan pendukungnya langsung menggempur barisan pertahanan Persipura.
Sayang serangan demi serangan yang digalang oleh Ellie Aiboy, Lenoardo Zada, dan Octavianus Maniani selalu kandas di kaki pemain bertahan Persipura. Begitu juga upaya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti Persipura.
Persipura sendiri memilih untuk tampil lebih sabar. Pasukan Jacksen F Tiago menurunkan tempo serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.
Meski demikian bukan berarti serangan Persipura tidak berbahaya. Sebaliknya, gempuran Mutiara Hitam justru lebih banyak menciptakan peluang emas.
Salah satunya terjadi di menit ke-6 lewat kaki Ernest Jeremiah. Lewat sebuah kerjasama yang baik, Ernest Jeremiah berhasil mendapat ruan tembak di depan gawang PSMS
Beruntung dalam serangan ini kiper PSMS, Markus Horison dalam posisi yang tepat. Tendangan keras Jeremiah akhirnya mampu ditepis kiper timnas itu dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Pada menit ke-34, Persipura kembali mendapat peluang emas. Namun kali Persipura tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berawal dari umpan terobosan Boaz Solossa, striker Mutiara Hitam, Alberto Beto Goncalves berhasil merobek jala Markus.
Tendangan Beto tak ke pojok kanan gawang PSMS tak mampu dijangkau Markus. Skor pun berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS kembali meningkatkan serangannya. Namun Ellie Aiboy cs masih kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Persipura. Akibatnya, hingga babak pertama usai, skor tak berubah 1-0 untuk tim tamu.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSMS masih tetap mendominasi serangan. Namun sama halnya seperti babak pertama, PSMS masih kesulitan untuk menciptakan peluang emas.
Sebaliknya, Persipura justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol kedua lewat kaki Boaz Solossa pada menit ke-55. Sayang tendangan Boaz masih mampu ditepis Markus setelah sebelumnya membentur pemain belakang PSMS.
PSMS sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipura pada menit ke-66. Berawal dari kegagalan Jandry Pitoy mengantisipasi tendangan bebas dari Leonardo Zada, Mario Costas berhasil menjebol gawang Persipura.
Sayang, gol ini akhirnya dianulir wasit. Pasalnya, Costas telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menyambut bola rebound Jandry. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS mencoba meningkatkan serangannya. Namun alih-alih mendapat gol, PSMS justru kembali kebobolan. Kesalahan yang dilakukan oleh I Nyoman Adhyana dalam mengantisipasi umpan Beto pada menit ke-71 berhasil dimaksimalkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah untuk mencetak gol.
Lewat tendangan kaki kirinya, Jeremiah memaksa Markus untuk memungut bola dari gawangnya. Skor kembali berubah menjadi 2-1.
PSMS mencoba memanfaatkan sisa babak kedua dengan menggempur pertahanan Persipura. Namun Persipura telah memilih untuk menumpuk pemain-pemainnya di lini belakang.
Strategi ini membuat PSMS kembali kesulitan untuk menembus jantung pertahanan PSMS. Begitu juga dengan tendangan dari luar kotak penalti. Hingga pertandingan usai, skor tak berubah 2-0 untuk Persipura.
Susunan Pemain
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Fadly Hariri/Ruben Sanaoy (85), Mauro Pinto, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Suprianto/I Nyoman Adyana (63), Octavianus Maniani, Ellie Aiboy/Andhika(76), Mario Costas, Leonardo Zada
Pelatih : Rudy Keltjes
Persipura Persupura (4-3-3)
Jendry Pitoy (g), Jack Komboy-kk, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Eduwad Ivakdalam/Gerald Pangkaly (76), Ortizan Solossa/Ian Kabes (63), Boaz Solossa, Alberto Goncalvez-kk, Ernest Jeremiah
Pelatih : Jackson F Tiago
Hasil ini membuat langkah PSMS untuk tampil di babak semifinal semakin berat. Untuk lolos dari babak 8 besar, PSMS harus mampu menang di leg kedua yang akan digelar di kandang Persipura, 3 Juni 2009, minimal dengan selisih 3 gol.
Bertanding di hadapan publiknya sendiri PSMS Medan memilih untuk tampil terbuka. Sejak pluit babak pertama ditiup, Ayam Kinantan yang mendapat suntikan motivasi dari ribuan pendukungnya langsung menggempur barisan pertahanan Persipura.
Sayang serangan demi serangan yang digalang oleh Ellie Aiboy, Lenoardo Zada, dan Octavianus Maniani selalu kandas di kaki pemain bertahan Persipura. Begitu juga upaya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti Persipura.
Persipura sendiri memilih untuk tampil lebih sabar. Pasukan Jacksen F Tiago menurunkan tempo serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.
Meski demikian bukan berarti serangan Persipura tidak berbahaya. Sebaliknya, gempuran Mutiara Hitam justru lebih banyak menciptakan peluang emas.
Salah satunya terjadi di menit ke-6 lewat kaki Ernest Jeremiah. Lewat sebuah kerjasama yang baik, Ernest Jeremiah berhasil mendapat ruan tembak di depan gawang PSMS
Beruntung dalam serangan ini kiper PSMS, Markus Horison dalam posisi yang tepat. Tendangan keras Jeremiah akhirnya mampu ditepis kiper timnas itu dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Pada menit ke-34, Persipura kembali mendapat peluang emas. Namun kali Persipura tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berawal dari umpan terobosan Boaz Solossa, striker Mutiara Hitam, Alberto Beto Goncalves berhasil merobek jala Markus.
Tendangan Beto tak ke pojok kanan gawang PSMS tak mampu dijangkau Markus. Skor pun berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS kembali meningkatkan serangannya. Namun Ellie Aiboy cs masih kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Persipura. Akibatnya, hingga babak pertama usai, skor tak berubah 1-0 untuk tim tamu.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSMS masih tetap mendominasi serangan. Namun sama halnya seperti babak pertama, PSMS masih kesulitan untuk menciptakan peluang emas.
Sebaliknya, Persipura justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol kedua lewat kaki Boaz Solossa pada menit ke-55. Sayang tendangan Boaz masih mampu ditepis Markus setelah sebelumnya membentur pemain belakang PSMS.
PSMS sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipura pada menit ke-66. Berawal dari kegagalan Jandry Pitoy mengantisipasi tendangan bebas dari Leonardo Zada, Mario Costas berhasil menjebol gawang Persipura.
Sayang, gol ini akhirnya dianulir wasit. Pasalnya, Costas telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menyambut bola rebound Jandry. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS mencoba meningkatkan serangannya. Namun alih-alih mendapat gol, PSMS justru kembali kebobolan. Kesalahan yang dilakukan oleh I Nyoman Adhyana dalam mengantisipasi umpan Beto pada menit ke-71 berhasil dimaksimalkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah untuk mencetak gol.
Lewat tendangan kaki kirinya, Jeremiah memaksa Markus untuk memungut bola dari gawangnya. Skor kembali berubah menjadi 2-1.
PSMS mencoba memanfaatkan sisa babak kedua dengan menggempur pertahanan Persipura. Namun Persipura telah memilih untuk menumpuk pemain-pemainnya di lini belakang.
Strategi ini membuat PSMS kembali kesulitan untuk menembus jantung pertahanan PSMS. Begitu juga dengan tendangan dari luar kotak penalti. Hingga pertandingan usai, skor tak berubah 2-0 untuk Persipura.
Susunan Pemain
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Fadly Hariri/Ruben Sanaoy (85), Mauro Pinto, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Suprianto/I Nyoman Adyana (63), Octavianus Maniani, Ellie Aiboy/Andhika(76), Mario Costas, Leonardo Zada
Pelatih : Rudy Keltjes
Persipura Persupura (4-3-3)
Jendry Pitoy (g), Jack Komboy-kk, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Eduwad Ivakdalam/Gerald Pangkaly (76), Ortizan Solossa/Ian Kabes (63), Boaz Solossa, Alberto Goncalvez-kk, Ernest Jeremiah
Pelatih : Jackson F Tiago
Saturday, May 23, 2009
Tanpa Kompromi, libas lawan berat

MEDAN– PSMS Medan bertekad untuk memberikan perlawanan saat bentrok dengan juara Indonesia Super League edisi pertama Persipura Jayapura. Bukan itu saja, Ayam Kinantan juga sudah siap meribak tim Mutiara Hitam dengan pertarungan terbuka saat PSMS menjamu Persipura pada leg pertama babak 8 Besar Copa Indonesia 2008/2009, petang nanti.
PSMS sama sekali tak gemetar dengan nama besar Persipura yang baru saja menjadi kampiun Liga Super. Ayam Kinantan justru termotivasi untuk menumbangkan Persipura. Apalagi, mereka bisa tampil di hadapan suporter fanatik di stadion kebanggaannya.
Pelatih PSMS Rudy William Keltjes berharap bisa meraih kemenangan di kandang. Menurutnya, hasil di pertandingan pertama akan sangat menentukan langkah PSMS. “Kami harus bisa mencetak gol lebih dulu, pasti akan lebih memudahkan target kami untuk meraih kemenangan,” jelas pelatih yang pernah menangani Persipura itu.
Tapi, hal itu bakal tak mudah. Soalnya, Persipura merupakan tim yang komplet mulai dari posisi kiper sampai lini depan. “Kekuatan mereka sangat merata. Harus diakui Peripura memiliki banyak kelebihan. Tetapi kami sudah mempelajari kekuatan mereka. Saya yakin di lapangan segala sesuatu bisa terjadi. Ini yang selalu saya tegaskan kepada para pemain,” tandasnya.
Ditambahkannya, PSMS semakin menggembirakan karena pada laga nanti skuadnya bisa tampil dengan kekuatan penuh. Bahkan, semua pemain dalam kondisi siap tempur dan sudah sangat menantikan laga tersebut.
Motivasi tinggi tim tuan rumah tampaknya harus diwaspadai Persipura. Tak jarang keunggulan teknik menjadi tak berarti saat bertemu tim yang memiliki fighting spirit tinggi.
“Satu-satunya cara untuk bisa melewati hadangan PSMS adalah bermain dengan karakter Persipura yaitu kebersamaan dan semangat tinggi,” tandas pelatih Persipura Jacksen F. Tiago.
Ditambahkannya, PSMS tak hanya bermodalkan semangat tinggi tapi juga memiliki pemain berkualitas seperti Elie Aiboy, Leonardo ‘Zada’ Martins dan Esteben Gullien. Di bawah mistar berkiper kiper berbakat Galih Sudaryono dan Markus Horison yang sudah malang-melintang di tim nasional.
“Kami harus tampil maksimal dengan kekuatan terbaik. Mereka memiliki pemain-pemian bagus seperti Elie, Zada, dan Esteben Gullien,” pungkas Jacksen.
Subscribe to:
Posts (Atom)