Persitara Jakarta Utara akan berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa 26 Mei 2009. Keduanya sama-sama bertekad menang untuk mengamankan diri dari jerat degradasi.
Persitara dan PSMS sama-sama berada di posisi papan bawah. Persitara sementara berada di urutan ke-14 dengan 30 poin dari 30 laga. Sedangkan PSMS berada di urutan ke-17 dengan 24 poin dari 29 laga.
Bagi kedua tim, duel kali ini sangat berpengaruh terhadap langkah keduanya untuk lepas dari degradasi. "Kekalahan hanya perjalanan kami semakin berat," kata Harry 'Gendhar' Ruswanto, Manajer Persitara, saat dihubungi VIVAnews, Senin, 25 Mei 2009.
Menurut Gendhar, kekalahan memang tidak membuat timnya langsung degradasi. Namun menilik calon lawan yang akan dihadapi di tiga sisa pertandingan, Gendhar khawatir timnya masih bisa terperosok ke zona degradasi.
"Kami akan berhadapan dengan dua tim besar Persija dan Persib serta satu tim yang cukup kuat di kandang Persela Lamongan. Kalau sampai kalah pada pertandingan ini, saya pikir perjuangan kami akan lebih berat," tandas Harry.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pelatih PSMS, Rudy William Keltjes. Mantan pelatih Persipura Jayapura itu juga meminta agar pemain-pemainnya mampu mencuri poin sempurna dari Persitara.
"Kami sudah banyak kehilangan poin. Kalau sampai kalah lagi, kami pasti sulit untuk keluar dari zona degradasi. Karena itu, saya berharap pemain untuk tetap konsentrasi," kata Rudy.
Menghadapi Persitara, Rudy sedikit lebih tenang. Sebab, Ayam Kinantan akan tampil full team. Satu-satunya yang menjadi kendala PSMS adalah tingkat kelelahan pemain yang cukup tinggi akibat padatnya jadwal yang mereka hadapi.
"Pemain kami memang sangat kelelahan. Tapi mau apalagi, kami harus tetap berusaha untuk mencuri poin," tandas Rudy.
Prediksi Line Up
Persitara (4-4-2)
Wawan (g), Ebenje, Banaken Bassoken, Dedi Mulyadi, Jhon Tarkpor, Benson, Mustofa Aji, Yahya Sosomar, Amarzukih, M Rivai, Prince Kabir Bello
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Aun Carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar,Mauro Pinto, Leonardo Zada, Esteban Gullien, Octavianus Maniani, Mario Costas, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, May 26, 2009
Hadapi Chon Buri, 16 Besar Piala AFC
MEDAN - Runner-up grup F di 16 Besar Piala AFC, PSMS Medan, akan menghadapi Chon Buri di Thailand selaku juara grup C pada 20 Juni mendatang. Demikian dikatakan Pelatih PSMS Rudi William Keltjes, Minggu.
Menurut Keltjes didampingi asistennya Donny Latuperissa, Chon Buri merupakan tim tangguh dan tidak bisa dianggap remeh karena di dalam tim negeri Gajah Putih itu terdapat empat pemain nasional Thailand.
Bagi Keltjes, tidak ada istilah kalah sebelum bertempur. Dikatakan, sebelum pertandingan berakhir, peluang PSMS mengalahkan Chon Buri tetap terbuka. Mantan playmaker timnas itu mengaku sebenarnya sangat menginginkan timnya terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.
"Namun hasil undian menetapkan pihak lawan terlebih dahulu sebagai tuan rumah. Mau bilang apa lagi?!" ujarnya.
PSMS, semakin sulit lepas dari ancaman degradasi di Liga Super Indonesia setelah dua kekalahan dari Persela Lamongan dan Persib Bandung, tidak mau berandai-andai melainkan akan berjuang keras memetik nilai demi nama bangsa.
Keltjes juga tidak membantah faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang sangat padat, belum lagi menghadapi Piala Copa maupun Piala AFC sehingga membuat anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal.
"Seharusnya PSSI mempertimbangkan kita sebagai wakil bangsa agar bisa mengatur jadwal laga baik di liga maupun Copa, agar kondisi pemain tetap stabil dan tidak terkuras," lanjutnya
Menurut Keltjes didampingi asistennya Donny Latuperissa, Chon Buri merupakan tim tangguh dan tidak bisa dianggap remeh karena di dalam tim negeri Gajah Putih itu terdapat empat pemain nasional Thailand.
Bagi Keltjes, tidak ada istilah kalah sebelum bertempur. Dikatakan, sebelum pertandingan berakhir, peluang PSMS mengalahkan Chon Buri tetap terbuka. Mantan playmaker timnas itu mengaku sebenarnya sangat menginginkan timnya terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.
"Namun hasil undian menetapkan pihak lawan terlebih dahulu sebagai tuan rumah. Mau bilang apa lagi?!" ujarnya.
PSMS, semakin sulit lepas dari ancaman degradasi di Liga Super Indonesia setelah dua kekalahan dari Persela Lamongan dan Persib Bandung, tidak mau berandai-andai melainkan akan berjuang keras memetik nilai demi nama bangsa.
Keltjes juga tidak membantah faktor kelelahan akibat jadwal kompetisi yang sangat padat, belum lagi menghadapi Piala Copa maupun Piala AFC sehingga membuat anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal.
"Seharusnya PSSI mempertimbangkan kita sebagai wakil bangsa agar bisa mengatur jadwal laga baik di liga maupun Copa, agar kondisi pemain tetap stabil dan tidak terkuras," lanjutnya
PSMS cemas non teknis
LAMONGAN - PSMS Medan kembali akan melanjutkan perjuangannya lolos dari zona degradasi menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Selasa ini.
Jika ingin tetap bertahan di pentas Super Liga, maka torehan poin absolut menjadi harga mati yang harus diperoleh skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes. Sayang, bukan perkara mudah mengalahkan Laskar Si Pitung di kandangnya.
Maklum, tim asal Jakarta Utara ini dikenal sangat tangguh jika tampil sebagai tuan rumah. Itu dibuktikan, dengan sukses mereka menahan imbang juara Superliga musim ini, Persipura Jayapura, serta menghempaskan tim papan atas Persiwa Wamena 1-0.
Karena itu, PSMS tidak bisa berharap banyak bisa membawa pulang poin dari kandang Persitara. Hal ini pun diakui Rudy selaku arsitek tim. Menurutnya, materi pemain Persitara tidak begitu bagus, namun mereka sangat kuat dalam urusan non-teknis.
"Saya pikir, semua juga tahu, Persitara sangat kuat dalam urusan non teknis. Tapi, kami tidak boleh menyerah dan akan memberikan perlawanan," kata Rudy kepada Waspada, Senin.
Ditambahkannya, karena laga nanti bakal disiarkan langsung, dirinya sedikit menaruh harapan tidak kembali dikerjai wasit. Meski demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku telah mengingatkan kepada anak asuhnya tidak terpancing ulah wasit di lapangan.
"Kami memang sudah siap untuk meladeni Persitara. Jika nanti kami dikerjai wasit, kami serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Habis, mau gimana lagi. Mengadu ke PSSI juga percuma, karena tidak pernah akan ditanggapi," tambahnya pasrah.
Masih kata Rudy, pada laga nanti, praktis hanya Elie Aiboy yang tidak bisa diturunkan sejak awal. Pasalnya, striker andalannya itu masih belum pulih benar dari cedera. Secara terpisah, Manajer Sihar Sitorus menegaskan dirinya menantang Persitara bermain fair.
"Pasalnya, kami sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak wajar. Pemain kami sudah sakit hati dan bisa jadi mereka meluapkan kekecewaannya dengan tindakan tidak terpuji pula," tegasnya.
"Jujur saja, kami tidak ingin melakukan hal-hal tidak terpuji di lapangan. Karena itu, kami tetap sabar meski terus dikerjai. Bahkan pemain kami ada yang dikasari, seperti yang dilakukan Budi (Sudarsono), Cristian (Gonzales) serta lainnya," pungkas Sihar
Jika ingin tetap bertahan di pentas Super Liga, maka torehan poin absolut menjadi harga mati yang harus diperoleh skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes. Sayang, bukan perkara mudah mengalahkan Laskar Si Pitung di kandangnya.
Maklum, tim asal Jakarta Utara ini dikenal sangat tangguh jika tampil sebagai tuan rumah. Itu dibuktikan, dengan sukses mereka menahan imbang juara Superliga musim ini, Persipura Jayapura, serta menghempaskan tim papan atas Persiwa Wamena 1-0.
Karena itu, PSMS tidak bisa berharap banyak bisa membawa pulang poin dari kandang Persitara. Hal ini pun diakui Rudy selaku arsitek tim. Menurutnya, materi pemain Persitara tidak begitu bagus, namun mereka sangat kuat dalam urusan non-teknis.
"Saya pikir, semua juga tahu, Persitara sangat kuat dalam urusan non teknis. Tapi, kami tidak boleh menyerah dan akan memberikan perlawanan," kata Rudy kepada Waspada, Senin.
Ditambahkannya, karena laga nanti bakal disiarkan langsung, dirinya sedikit menaruh harapan tidak kembali dikerjai wasit. Meski demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku telah mengingatkan kepada anak asuhnya tidak terpancing ulah wasit di lapangan.
"Kami memang sudah siap untuk meladeni Persitara. Jika nanti kami dikerjai wasit, kami serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Habis, mau gimana lagi. Mengadu ke PSSI juga percuma, karena tidak pernah akan ditanggapi," tambahnya pasrah.
Masih kata Rudy, pada laga nanti, praktis hanya Elie Aiboy yang tidak bisa diturunkan sejak awal. Pasalnya, striker andalannya itu masih belum pulih benar dari cedera. Secara terpisah, Manajer Sihar Sitorus menegaskan dirinya menantang Persitara bermain fair.
"Pasalnya, kami sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak wajar. Pemain kami sudah sakit hati dan bisa jadi mereka meluapkan kekecewaannya dengan tindakan tidak terpuji pula," tegasnya.
"Jujur saja, kami tidak ingin melakukan hal-hal tidak terpuji di lapangan. Karena itu, kami tetap sabar meski terus dikerjai. Bahkan pemain kami ada yang dikasari, seperti yang dilakukan Budi (Sudarsono), Cristian (Gonzales) serta lainnya," pungkas Sihar
Monday, May 25, 2009
Berat!
MEDAN- Langkah menuju semifinal Copa Indonesia musim ini sepertinya bakal tak pernah kesampaian bagi PSMS. Kekalahan 0-2 atas Persipura di kandang sendiri Sabtu (23/5) kemarin, mengganjal target Ayam Kinantan untuk menjuarai kompetisi kasta kedua Indonesia tersebut.
Seperti diketahui, sistem pertandingan di Copa Indonesia memakai kandang-tandang hingga babak semifinal. Nah, pada laga kemarin, PSMS berkesempatan bertindak sebagai tuan rumah di leg perdana. Dan leg kedua akan digelar satu pekan kemudian, di Stadion Mandala-markas Persipura.
Di leg perdana yang digelar di kandang sendiri saja, PSMS harus mengakui keunggulan Edwardo Ivak Dalam dkk. Bagaimana pada leg kedua nanti. Stadion Mandala merupakan saksi betapa tangguhnya Persipura kalau main di kandang sendiri. Persija Jakarta saja, yang notabanenya lebih bagus dari PSMS dari segi materi, harus menyerah tertunduk dengan skor telak 6-0. Bagaimana dengan PSMS?
Rudi Ketjes arsitek PSMS tak ingin berpatah arang. Baginya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. “Seorang Rudi Keltjes tak akan pernah berpikir kalah sebelum bertanding. Dan hal itu telah saya tekankan kepada pemain. Walau kalah, saya menilai anak-anak main bagus. Terlebih mereka bisa menerima keputusan wasit dan hanya protes sewajarnya meskipun wasit memberikan keputusan salah. Dan, saya bangga kepada pemain,” beber Rudi Keltjes saat konfrensi pers usai laga kemarin.
Memang, seharusnya PSMS mendapatkan satu gol saat Mario Costas berhasil menyundul bola hasil rebound Oktovianus Maniani di menit 68. Sayang, golnya itu dianulir wasit karena menganggap Costas telah berdiri di garis offside. Walhasil seluruh pemain PSMS protes, tapi wasit Mardi tetap kukuh akan keputusannya.
Sejatinya, PSMS sempat menguasai pertandingan di awal-awal laga. Tapi, Persipura memang bermain lepas dan tak terpengaruh tekanan tuan rumah. Di pengujung laga, Beto berhasil mengecoh Markus Horison di menit 34. Gol itu bermula dari lengahnya sektor belakang PSMS yang tak mengawal pergerakan Beto. Skor 1-0 untuk Mutiara Hitam.
Di babak kedua, PSMS mencoba menyerang kembali. Tak jarang pemain belakang ikut serta membantu serangan. Sayang, gol yang diharapkan datang, tak kunjung ada. Malah sebaliknya tim tamu kembali unggul di menit 73. Kali ini lewat aksi Jeremiah yang berhasil memaksa Markus memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah kiper plontos itu gagal memblok tendangan voli Jeremiah. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga.
“Saya mengakui bahwa Persipura memang bagus. PSMS memang kalah kelas. Meskipun PSMS mencoba menyerang, tapi kita belum beruntung,” kata Rudi.
Sedangkan Jackson F Tiago, pelatih Persipura merasa lega bisa sedikit mempermudah jalan ke semifinal atas kemenangan ini. Meskipun pelatih asal Brazil itu mengklaim bahwa hasil ini tak menentukan. “Kemenangan sesungguhnya ditentukan di leg kedua. Meskipun kita tentu saja bersyukur bisa menang di kandang lawan,” kata Jackson.
“Setelah berhasil menjuarai Super Liga, kita tentu saja bertekad menjuarai Copa. Dua gelar tentu saja sangat bagus. Sriwijaya FC pernah melakukannya musim lalu, dan kita terinpirasi untuk melakukan hal serupa,” lanjut Jackson. Apapun itu, yang pasti langkah PSMS bakal berat untuk bisa lolos ke semifinal Copa Indonesia. Di samping itu, PR berat masih harus dipikul seluruh skuad dan pelatih untuk tetap berada di ISL
Seperti diketahui, sistem pertandingan di Copa Indonesia memakai kandang-tandang hingga babak semifinal. Nah, pada laga kemarin, PSMS berkesempatan bertindak sebagai tuan rumah di leg perdana. Dan leg kedua akan digelar satu pekan kemudian, di Stadion Mandala-markas Persipura.
Di leg perdana yang digelar di kandang sendiri saja, PSMS harus mengakui keunggulan Edwardo Ivak Dalam dkk. Bagaimana pada leg kedua nanti. Stadion Mandala merupakan saksi betapa tangguhnya Persipura kalau main di kandang sendiri. Persija Jakarta saja, yang notabanenya lebih bagus dari PSMS dari segi materi, harus menyerah tertunduk dengan skor telak 6-0. Bagaimana dengan PSMS?
Rudi Ketjes arsitek PSMS tak ingin berpatah arang. Baginya tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. “Seorang Rudi Keltjes tak akan pernah berpikir kalah sebelum bertanding. Dan hal itu telah saya tekankan kepada pemain. Walau kalah, saya menilai anak-anak main bagus. Terlebih mereka bisa menerima keputusan wasit dan hanya protes sewajarnya meskipun wasit memberikan keputusan salah. Dan, saya bangga kepada pemain,” beber Rudi Keltjes saat konfrensi pers usai laga kemarin.
Memang, seharusnya PSMS mendapatkan satu gol saat Mario Costas berhasil menyundul bola hasil rebound Oktovianus Maniani di menit 68. Sayang, golnya itu dianulir wasit karena menganggap Costas telah berdiri di garis offside. Walhasil seluruh pemain PSMS protes, tapi wasit Mardi tetap kukuh akan keputusannya.
Sejatinya, PSMS sempat menguasai pertandingan di awal-awal laga. Tapi, Persipura memang bermain lepas dan tak terpengaruh tekanan tuan rumah. Di pengujung laga, Beto berhasil mengecoh Markus Horison di menit 34. Gol itu bermula dari lengahnya sektor belakang PSMS yang tak mengawal pergerakan Beto. Skor 1-0 untuk Mutiara Hitam.
Di babak kedua, PSMS mencoba menyerang kembali. Tak jarang pemain belakang ikut serta membantu serangan. Sayang, gol yang diharapkan datang, tak kunjung ada. Malah sebaliknya tim tamu kembali unggul di menit 73. Kali ini lewat aksi Jeremiah yang berhasil memaksa Markus memungut bola dari gawangnya sendiri, setelah kiper plontos itu gagal memblok tendangan voli Jeremiah. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga.
“Saya mengakui bahwa Persipura memang bagus. PSMS memang kalah kelas. Meskipun PSMS mencoba menyerang, tapi kita belum beruntung,” kata Rudi.
Sedangkan Jackson F Tiago, pelatih Persipura merasa lega bisa sedikit mempermudah jalan ke semifinal atas kemenangan ini. Meskipun pelatih asal Brazil itu mengklaim bahwa hasil ini tak menentukan. “Kemenangan sesungguhnya ditentukan di leg kedua. Meskipun kita tentu saja bersyukur bisa menang di kandang lawan,” kata Jackson.
“Setelah berhasil menjuarai Super Liga, kita tentu saja bertekad menjuarai Copa. Dua gelar tentu saja sangat bagus. Sriwijaya FC pernah melakukannya musim lalu, dan kita terinpirasi untuk melakukan hal serupa,” lanjut Jackson. Apapun itu, yang pasti langkah PSMS bakal berat untuk bisa lolos ke semifinal Copa Indonesia. Di samping itu, PR berat masih harus dipikul seluruh skuad dan pelatih untuk tetap berada di ISL
PSMS Main dimedan, Roda ekonomipun berputar....
PRESTASI Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) masih pasang surut. Pada Indonesia Super League (ISL), Ayam Kinantan terdampar di zona degradasi (urutan 16 dari 18).
Sedikit lebih baik, tim besutan Rudi Keltjes masih tampil di babak delapan besar Copa Indonesia 2009. Yang membanggakan, Esteban Gullien dkk mencetak sejarah di AFC Cup 2009 dengan melaju ke babak 16 besar.
Di atas itu semua, satu yang pasti bahwa PSMS milik masyarakat Medan. Setiap pertandingannya selalu ditunggu. Ribuan orang memadati stadion Teladan, dulu dan sekarang. Seperti halnya saat PSMS menjamu Persipura kemarin.
Ribuan penonton sendiri mewakili deretan kendaraan bermotor baik roda dua juga roda empat di luar Stadion Teladan Medan.
Beberapa pemuda berdiri dalam jarak teratur bersemangat menjaganya. Bagaimana tidak, terbayang kepingan rupiah bakal dibawa pulang.
“Lumayan Lae, untuk beli rokok,” ucap salah seorang pemuda yang tak ingin namanya dicantum mendapat tugas di parkiran roda empat. Kebahagiaan lain turut dirasakan Adrian, pedagang kaos kebanggaan PSMS yang menggelar dagangannya di salah satu ruas jalan depan Stadion Teladan Medan.
“Banyak juga yang beli, khususnya kaos,” ucapnya. Untuk kaos Adrian mematok harga Rp30 ribu per potong dan Rp75 ribu untuk jaket PSMS. Barang dagangan diakui didatangkan dari Bandung.
Adrian pun harus bersaing dengan Dewa dari Sky-Bo Distro yang juga menjual kaos PSMS. Kaos yang diakui Dewa didatangkan langsung dari Panitia Pelaksana itu pun di jual dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. “Kita datangkan kaosnya dari Panitia, jadi pasti asli,” terang Dewa.
Usai pertandingan, baik Dewa, Adrian, dan si tukang parkir pun mulai tersenyum. Rupiah akan sampai di gengaman. Kabar kekalahan PSMS 0-2 atas tamunya Persipura tak mengubah ekspresi mereka. Apapun hasil pertandingan, PSMS selalu menghadirkan senyum di bibir masyarakat.
Sedikit lebih baik, tim besutan Rudi Keltjes masih tampil di babak delapan besar Copa Indonesia 2009. Yang membanggakan, Esteban Gullien dkk mencetak sejarah di AFC Cup 2009 dengan melaju ke babak 16 besar.
Di atas itu semua, satu yang pasti bahwa PSMS milik masyarakat Medan. Setiap pertandingannya selalu ditunggu. Ribuan orang memadati stadion Teladan, dulu dan sekarang. Seperti halnya saat PSMS menjamu Persipura kemarin.
Ribuan penonton sendiri mewakili deretan kendaraan bermotor baik roda dua juga roda empat di luar Stadion Teladan Medan.
Beberapa pemuda berdiri dalam jarak teratur bersemangat menjaganya. Bagaimana tidak, terbayang kepingan rupiah bakal dibawa pulang.
“Lumayan Lae, untuk beli rokok,” ucap salah seorang pemuda yang tak ingin namanya dicantum mendapat tugas di parkiran roda empat. Kebahagiaan lain turut dirasakan Adrian, pedagang kaos kebanggaan PSMS yang menggelar dagangannya di salah satu ruas jalan depan Stadion Teladan Medan.
“Banyak juga yang beli, khususnya kaos,” ucapnya. Untuk kaos Adrian mematok harga Rp30 ribu per potong dan Rp75 ribu untuk jaket PSMS. Barang dagangan diakui didatangkan dari Bandung.
Adrian pun harus bersaing dengan Dewa dari Sky-Bo Distro yang juga menjual kaos PSMS. Kaos yang diakui Dewa didatangkan langsung dari Panitia Pelaksana itu pun di jual dengan harga mulai Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. “Kita datangkan kaosnya dari Panitia, jadi pasti asli,” terang Dewa.
Usai pertandingan, baik Dewa, Adrian, dan si tukang parkir pun mulai tersenyum. Rupiah akan sampai di gengaman. Kabar kekalahan PSMS 0-2 atas tamunya Persipura tak mengubah ekspresi mereka. Apapun hasil pertandingan, PSMS selalu menghadirkan senyum di bibir masyarakat.
Ayam Kinantan kena patuk
MEDAN - Tuan rumah PSMS Medan gagal memuaskan pendukungnya, setelah dilibas Persipura Jayapura 0-2 pada leg pertama babak 8 besar Copa Djie Sam Soe Indonesia 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.
Pertandingan yang disaksikan sekitar 20.000 lebih penonton dan Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Persipura unggul 1-0 hasil sontekan pemain Alberto ‘Beto' Gonsalves pada menit ke-33. PSMS yang dimotori Leonardo Zada, Elie Aiboy dan Octavianus Maniani mencoba melancarkan serangan, namun kerap terhadang Jack Komboy cs.
Kerja sama Zada dengan Otto Maniani sempat mengejutkan pertahanan Persipura, tapi usaha mereka belum berhasil menembus gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Pertandingan sempat ternoda aksi pelemparan penonton terhadap wasit dan asisten wasit setelah menganulir gol Mario Costas.
Berawal dari free kick Zada, bola gagal dikuasai Jendri Pitoy sehingga Costas langsung menyambut bola liar tersebut. Namun, wasit Mardi menganggap gol itu tidak sah hingga kemudian beberapa pemain PSMS protes.
Di babak kedua, Persipura kembali melakukan gebrakan dan gol kedua dihasilkan Ernest Jeremiah di menit ke- 73. Masuknya I Komang Adynyana sempat membuat serangan tuan rumah kian hidup, termasuk tendangannya yang membentur mistar gawang.
Tertahan
Seusai pertandingan, anggota skuad kedua tim sempat tertahan selama satu jam di dalam lapangan dikarenakan menunggu penonton keluar dari stadion. Hal ini terkait penonton kecewa atas kekalahan tim kesayangannya dan tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga petugas terpaksa mengawal pemain memasuki bus.
Usai pertandingan, Pelatih PSMS Rudy William Keltjes mengakui tim asuhan Jacksen F Tiago cukup tangguh dan memiliki kualitas hingga wajar keluar sebagai pemenang. Jacksen sendiri memuji PSMS cukup bagus, baik semangat tanding maupun teknik
Pertandingan yang disaksikan sekitar 20.000 lebih penonton dan Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Persipura unggul 1-0 hasil sontekan pemain Alberto ‘Beto' Gonsalves pada menit ke-33. PSMS yang dimotori Leonardo Zada, Elie Aiboy dan Octavianus Maniani mencoba melancarkan serangan, namun kerap terhadang Jack Komboy cs.
Kerja sama Zada dengan Otto Maniani sempat mengejutkan pertahanan Persipura, tapi usaha mereka belum berhasil menembus gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Pertandingan sempat ternoda aksi pelemparan penonton terhadap wasit dan asisten wasit setelah menganulir gol Mario Costas.
Berawal dari free kick Zada, bola gagal dikuasai Jendri Pitoy sehingga Costas langsung menyambut bola liar tersebut. Namun, wasit Mardi menganggap gol itu tidak sah hingga kemudian beberapa pemain PSMS protes.
Di babak kedua, Persipura kembali melakukan gebrakan dan gol kedua dihasilkan Ernest Jeremiah di menit ke- 73. Masuknya I Komang Adynyana sempat membuat serangan tuan rumah kian hidup, termasuk tendangannya yang membentur mistar gawang.
Tertahan
Seusai pertandingan, anggota skuad kedua tim sempat tertahan selama satu jam di dalam lapangan dikarenakan menunggu penonton keluar dari stadion. Hal ini terkait penonton kecewa atas kekalahan tim kesayangannya dan tak mau beranjak dari tempat duduknya hingga petugas terpaksa mengawal pemain memasuki bus.
Usai pertandingan, Pelatih PSMS Rudy William Keltjes mengakui tim asuhan Jacksen F Tiago cukup tangguh dan memiliki kualitas hingga wajar keluar sebagai pemenang. Jacksen sendiri memuji PSMS cukup bagus, baik semangat tanding maupun teknik
Persipura Bungkam PSMS di Teladan
PSMS gagal memaksimalkan statusnya sebagai tuan rumah leg pertama babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009. Menjamu Persipura Jayapura di Stadion Teladan, Medan, Sabtu,23 Mei 2009, PSMS justru keok dengan skor 0-2.
Hasil ini membuat langkah PSMS untuk tampil di babak semifinal semakin berat. Untuk lolos dari babak 8 besar, PSMS harus mampu menang di leg kedua yang akan digelar di kandang Persipura, 3 Juni 2009, minimal dengan selisih 3 gol.
Bertanding di hadapan publiknya sendiri PSMS Medan memilih untuk tampil terbuka. Sejak pluit babak pertama ditiup, Ayam Kinantan yang mendapat suntikan motivasi dari ribuan pendukungnya langsung menggempur barisan pertahanan Persipura.
Sayang serangan demi serangan yang digalang oleh Ellie Aiboy, Lenoardo Zada, dan Octavianus Maniani selalu kandas di kaki pemain bertahan Persipura. Begitu juga upaya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti Persipura.
Persipura sendiri memilih untuk tampil lebih sabar. Pasukan Jacksen F Tiago menurunkan tempo serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.
Meski demikian bukan berarti serangan Persipura tidak berbahaya. Sebaliknya, gempuran Mutiara Hitam justru lebih banyak menciptakan peluang emas.
Salah satunya terjadi di menit ke-6 lewat kaki Ernest Jeremiah. Lewat sebuah kerjasama yang baik, Ernest Jeremiah berhasil mendapat ruan tembak di depan gawang PSMS
Beruntung dalam serangan ini kiper PSMS, Markus Horison dalam posisi yang tepat. Tendangan keras Jeremiah akhirnya mampu ditepis kiper timnas itu dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Pada menit ke-34, Persipura kembali mendapat peluang emas. Namun kali Persipura tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berawal dari umpan terobosan Boaz Solossa, striker Mutiara Hitam, Alberto Beto Goncalves berhasil merobek jala Markus.
Tendangan Beto tak ke pojok kanan gawang PSMS tak mampu dijangkau Markus. Skor pun berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS kembali meningkatkan serangannya. Namun Ellie Aiboy cs masih kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Persipura. Akibatnya, hingga babak pertama usai, skor tak berubah 1-0 untuk tim tamu.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSMS masih tetap mendominasi serangan. Namun sama halnya seperti babak pertama, PSMS masih kesulitan untuk menciptakan peluang emas.
Sebaliknya, Persipura justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol kedua lewat kaki Boaz Solossa pada menit ke-55. Sayang tendangan Boaz masih mampu ditepis Markus setelah sebelumnya membentur pemain belakang PSMS.
PSMS sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipura pada menit ke-66. Berawal dari kegagalan Jandry Pitoy mengantisipasi tendangan bebas dari Leonardo Zada, Mario Costas berhasil menjebol gawang Persipura.
Sayang, gol ini akhirnya dianulir wasit. Pasalnya, Costas telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menyambut bola rebound Jandry. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS mencoba meningkatkan serangannya. Namun alih-alih mendapat gol, PSMS justru kembali kebobolan. Kesalahan yang dilakukan oleh I Nyoman Adhyana dalam mengantisipasi umpan Beto pada menit ke-71 berhasil dimaksimalkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah untuk mencetak gol.
Lewat tendangan kaki kirinya, Jeremiah memaksa Markus untuk memungut bola dari gawangnya. Skor kembali berubah menjadi 2-1.
PSMS mencoba memanfaatkan sisa babak kedua dengan menggempur pertahanan Persipura. Namun Persipura telah memilih untuk menumpuk pemain-pemainnya di lini belakang.
Strategi ini membuat PSMS kembali kesulitan untuk menembus jantung pertahanan PSMS. Begitu juga dengan tendangan dari luar kotak penalti. Hingga pertandingan usai, skor tak berubah 2-0 untuk Persipura.
Susunan Pemain
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Fadly Hariri/Ruben Sanaoy (85), Mauro Pinto, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Suprianto/I Nyoman Adyana (63), Octavianus Maniani, Ellie Aiboy/Andhika(76), Mario Costas, Leonardo Zada
Pelatih : Rudy Keltjes
Persipura Persupura (4-3-3)
Jendry Pitoy (g), Jack Komboy-kk, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Eduwad Ivakdalam/Gerald Pangkaly (76), Ortizan Solossa/Ian Kabes (63), Boaz Solossa, Alberto Goncalvez-kk, Ernest Jeremiah
Pelatih : Jackson F Tiago
Hasil ini membuat langkah PSMS untuk tampil di babak semifinal semakin berat. Untuk lolos dari babak 8 besar, PSMS harus mampu menang di leg kedua yang akan digelar di kandang Persipura, 3 Juni 2009, minimal dengan selisih 3 gol.
Bertanding di hadapan publiknya sendiri PSMS Medan memilih untuk tampil terbuka. Sejak pluit babak pertama ditiup, Ayam Kinantan yang mendapat suntikan motivasi dari ribuan pendukungnya langsung menggempur barisan pertahanan Persipura.
Sayang serangan demi serangan yang digalang oleh Ellie Aiboy, Lenoardo Zada, dan Octavianus Maniani selalu kandas di kaki pemain bertahan Persipura. Begitu juga upaya untuk melakukan eksekusi dari luar kotak penalti Persipura.
Persipura sendiri memilih untuk tampil lebih sabar. Pasukan Jacksen F Tiago menurunkan tempo serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki.
Meski demikian bukan berarti serangan Persipura tidak berbahaya. Sebaliknya, gempuran Mutiara Hitam justru lebih banyak menciptakan peluang emas.
Salah satunya terjadi di menit ke-6 lewat kaki Ernest Jeremiah. Lewat sebuah kerjasama yang baik, Ernest Jeremiah berhasil mendapat ruan tembak di depan gawang PSMS
Beruntung dalam serangan ini kiper PSMS, Markus Horison dalam posisi yang tepat. Tendangan keras Jeremiah akhirnya mampu ditepis kiper timnas itu dan hanya menghasilkan tendangan pojok.
Pada menit ke-34, Persipura kembali mendapat peluang emas. Namun kali Persipura tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Berawal dari umpan terobosan Boaz Solossa, striker Mutiara Hitam, Alberto Beto Goncalves berhasil merobek jala Markus.
Tendangan Beto tak ke pojok kanan gawang PSMS tak mampu dijangkau Markus. Skor pun berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS kembali meningkatkan serangannya. Namun Ellie Aiboy cs masih kesulitan untuk menembus barisan pertahanan Persipura. Akibatnya, hingga babak pertama usai, skor tak berubah 1-0 untuk tim tamu.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSMS masih tetap mendominasi serangan. Namun sama halnya seperti babak pertama, PSMS masih kesulitan untuk menciptakan peluang emas.
Sebaliknya, Persipura justru mendapat kesempatan untuk mencetak gol kedua lewat kaki Boaz Solossa pada menit ke-55. Sayang tendangan Boaz masih mampu ditepis Markus setelah sebelumnya membentur pemain belakang PSMS.
PSMS sebenarnya berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipura pada menit ke-66. Berawal dari kegagalan Jandry Pitoy mengantisipasi tendangan bebas dari Leonardo Zada, Mario Costas berhasil menjebol gawang Persipura.
Sayang, gol ini akhirnya dianulir wasit. Pasalnya, Costas telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menyambut bola rebound Jandry. Skor pun tidak berubah 1-0 untuk Persipura.
PSMS mencoba meningkatkan serangannya. Namun alih-alih mendapat gol, PSMS justru kembali kebobolan. Kesalahan yang dilakukan oleh I Nyoman Adhyana dalam mengantisipasi umpan Beto pada menit ke-71 berhasil dimaksimalkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah untuk mencetak gol.
Lewat tendangan kaki kirinya, Jeremiah memaksa Markus untuk memungut bola dari gawangnya. Skor kembali berubah menjadi 2-1.
PSMS mencoba memanfaatkan sisa babak kedua dengan menggempur pertahanan Persipura. Namun Persipura telah memilih untuk menumpuk pemain-pemainnya di lini belakang.
Strategi ini membuat PSMS kembali kesulitan untuk menembus jantung pertahanan PSMS. Begitu juga dengan tendangan dari luar kotak penalti. Hingga pertandingan usai, skor tak berubah 2-0 untuk Persipura.
Susunan Pemain
PSMS Medan (4-4-2)
Markus Horison (g), Fadly Hariri/Ruben Sanaoy (85), Mauro Pinto, Reswandi, Rachmadani, Esteban Gullien, Agus Suprianto/I Nyoman Adyana (63), Octavianus Maniani, Ellie Aiboy/Andhika(76), Mario Costas, Leonardo Zada
Pelatih : Rudy Keltjes
Persipura Persupura (4-3-3)
Jendry Pitoy (g), Jack Komboy-kk, Victor Igbonefo, Bio Pauline, Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Eduwad Ivakdalam/Gerald Pangkaly (76), Ortizan Solossa/Ian Kabes (63), Boaz Solossa, Alberto Goncalvez-kk, Ernest Jeremiah
Pelatih : Jackson F Tiago
Saturday, May 23, 2009
Tanpa Kompromi, libas lawan berat

MEDAN– PSMS Medan bertekad untuk memberikan perlawanan saat bentrok dengan juara Indonesia Super League edisi pertama Persipura Jayapura. Bukan itu saja, Ayam Kinantan juga sudah siap meribak tim Mutiara Hitam dengan pertarungan terbuka saat PSMS menjamu Persipura pada leg pertama babak 8 Besar Copa Indonesia 2008/2009, petang nanti.
PSMS sama sekali tak gemetar dengan nama besar Persipura yang baru saja menjadi kampiun Liga Super. Ayam Kinantan justru termotivasi untuk menumbangkan Persipura. Apalagi, mereka bisa tampil di hadapan suporter fanatik di stadion kebanggaannya.
Pelatih PSMS Rudy William Keltjes berharap bisa meraih kemenangan di kandang. Menurutnya, hasil di pertandingan pertama akan sangat menentukan langkah PSMS. “Kami harus bisa mencetak gol lebih dulu, pasti akan lebih memudahkan target kami untuk meraih kemenangan,” jelas pelatih yang pernah menangani Persipura itu.
Tapi, hal itu bakal tak mudah. Soalnya, Persipura merupakan tim yang komplet mulai dari posisi kiper sampai lini depan. “Kekuatan mereka sangat merata. Harus diakui Peripura memiliki banyak kelebihan. Tetapi kami sudah mempelajari kekuatan mereka. Saya yakin di lapangan segala sesuatu bisa terjadi. Ini yang selalu saya tegaskan kepada para pemain,” tandasnya.
Ditambahkannya, PSMS semakin menggembirakan karena pada laga nanti skuadnya bisa tampil dengan kekuatan penuh. Bahkan, semua pemain dalam kondisi siap tempur dan sudah sangat menantikan laga tersebut.
Motivasi tinggi tim tuan rumah tampaknya harus diwaspadai Persipura. Tak jarang keunggulan teknik menjadi tak berarti saat bertemu tim yang memiliki fighting spirit tinggi.
“Satu-satunya cara untuk bisa melewati hadangan PSMS adalah bermain dengan karakter Persipura yaitu kebersamaan dan semangat tinggi,” tandas pelatih Persipura Jacksen F. Tiago.
Ditambahkannya, PSMS tak hanya bermodalkan semangat tinggi tapi juga memiliki pemain berkualitas seperti Elie Aiboy, Leonardo ‘Zada’ Martins dan Esteben Gullien. Di bawah mistar berkiper kiper berbakat Galih Sudaryono dan Markus Horison yang sudah malang-melintang di tim nasional.
“Kami harus tampil maksimal dengan kekuatan terbaik. Mereka memiliki pemain-pemian bagus seperti Elie, Zada, dan Esteben Gullien,” pungkas Jacksen.
Yang Penting Menang Dulu
Pelatih PSMS, Rudi Keltjes begitu yakin anak asuhnya bakal meraih hasil maksimal saat menjamu Persipura Jayapura di Babak 8 Besar Copa Indonesia, petang nanti. Baginya, yang terpenting dilakukan PSMS adalah meraih kemenangan dahulu. Tak peduli berapapun skornya. Setelah itu, baru kembali dipikirkan bagaimana cara menjinakkan Persipura di markasnya di Stadion Mandala Krida Jayapura.
“Kalau kita berhasil menang dengan skor yang mencolok, tentu saja sebuah keuntungan besar bagi kita. Karena di leg kedua, kita tidak akan kerja terlalu berat. Namun bagi saya, yang penting adalah berhasil meraih angka dahulu atau menang. Sesudah itu baru pikirkan mencuri gol lagi,” kata Rudi pada sesi latihan kemarin (22/5).
“Laga melawan Persipura tentu saja laga yang bakal menarik, dan saya menunggu-nunggu momen ini. Peluang kedua tim sebenarnya 50-50. Tapi dengan main di kandang sendiri, PSMS punya nilai plus 5 persen, artinya peluang bagi PSMS menjadi lebih besar 55-45,” sambungnya.
Keyakinan Keltjes untuk meraih hasil maksimal, tak hanya sekadar omongan. Terlebih Rudi Keltjes tahu benar gaya bermain Persipura, karena dia memang sempat melatih klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut beberapa tahun silam. “Sedikit banyak, saya tentu paham betul main Persipura. Sebab saya memang sempat menangani mereka. Tapi sekarang Persipura telah banyak berubah. Para pemainnya saat ini lebih disiplin. Maka itu mereka bisa meraih juara super liga,” sambung Rudi Keltjes.
PSMS juga tak boleh terlalu yakin. Seperti kata big bos-nya PSMS, Sihar Sitorus. “Melawan Persipura tentu saja berat. Tapi tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola,” kata Sihar
“Kalau kita berhasil menang dengan skor yang mencolok, tentu saja sebuah keuntungan besar bagi kita. Karena di leg kedua, kita tidak akan kerja terlalu berat. Namun bagi saya, yang penting adalah berhasil meraih angka dahulu atau menang. Sesudah itu baru pikirkan mencuri gol lagi,” kata Rudi pada sesi latihan kemarin (22/5).
“Laga melawan Persipura tentu saja laga yang bakal menarik, dan saya menunggu-nunggu momen ini. Peluang kedua tim sebenarnya 50-50. Tapi dengan main di kandang sendiri, PSMS punya nilai plus 5 persen, artinya peluang bagi PSMS menjadi lebih besar 55-45,” sambungnya.
Keyakinan Keltjes untuk meraih hasil maksimal, tak hanya sekadar omongan. Terlebih Rudi Keltjes tahu benar gaya bermain Persipura, karena dia memang sempat melatih klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut beberapa tahun silam. “Sedikit banyak, saya tentu paham betul main Persipura. Sebab saya memang sempat menangani mereka. Tapi sekarang Persipura telah banyak berubah. Para pemainnya saat ini lebih disiplin. Maka itu mereka bisa meraih juara super liga,” sambung Rudi Keltjes.
PSMS juga tak boleh terlalu yakin. Seperti kata big bos-nya PSMS, Sihar Sitorus. “Melawan Persipura tentu saja berat. Tapi tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola,” kata Sihar
Bakal habis-habisan
MEDAN - Tak ada istilah lain bagi PSMS Medan kecuali tampil habis-habisan menghadapi Persipura Jayapura pada laga perdana babak delapan besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) di Stadion Teladan Medan, Sabtu, pukul 15.00 WIB.
Sebaliknya, tim tangguh Persipura mencari simpati penonton Medan. Untuk meladeni permainan cepat Persipura, pelatih PSMS Rudy William Keltjes tidak menampik bahwa pemain asal Papua Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani menjadi tumpuan serangan ke jantung pertahanan tim Mutiara Hitam itu.
"Ellie dan Okto tentu diharapkan bermain maksimal," terang Rudy, sempat memoles Persipura, menambahkan playmaker Brazil Leonardo Zada juga dalam kondisi prima. "Kita tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri," ungkapnya.
Rudy mengharapkan penggemar PSMS turut memberikan dukungan langsung ke stadion. Para suporter yang merupakan pemain ke-12 inilah diharapkan bisa memotivasi para pemain menghadapi laga prestisius menjamu Persipura tersebut.
Manajer tim Persipura Rudy Maswi didampingi Wakil Manajer Tim Anton Imbenai kepada Waspada menyebutkan kondisi para pemain cukup prima. Rudy, 20 tahun berkecimpung di Persipura, musim ini mendambakan double winner. Pasalnya, kekuatan skuad Persipura lebih baik dari tahun lalu yang memperoleh runner-up CDSSI dan semifinalis Liga Indonesia. Ditanya tentang penonton Medan, manajer Persipura tersebut berharap bersikap sportif.
Dalam latihan Jumat (22/5), pemain Persipura sempat membagi-bagikan bola kepada penonton. Sedangkan Pelatih Persipura Jacksen F Tiago tidak membebani tim dengan latihan berat. "Kita lihat saja besok (sore ini-red) di lapangan," tambah di sela-sela memimpin latihan Boaz Solossa cs.
Sementara itu, Wagubsu Gatot Pujo Nugroho menyampaikan dukungannya agar tim PSMS tampil maksimal menghadapi Persipura. Hal itu disampaikan Wagubsu saat menerima audiensi Panpel yang dipimpin Ketua Panitia Wahyu Wahab Usman.
"Insya Allah saya akan hadir menyaksikan pertandingan," kata Wagubsu di kediamannya, Kompleks Setia Budi Indah Medan.
Sebaliknya, tim tangguh Persipura mencari simpati penonton Medan. Untuk meladeni permainan cepat Persipura, pelatih PSMS Rudy William Keltjes tidak menampik bahwa pemain asal Papua Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani menjadi tumpuan serangan ke jantung pertahanan tim Mutiara Hitam itu.
"Ellie dan Okto tentu diharapkan bermain maksimal," terang Rudy, sempat memoles Persipura, menambahkan playmaker Brazil Leonardo Zada juga dalam kondisi prima. "Kita tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri," ungkapnya.
Rudy mengharapkan penggemar PSMS turut memberikan dukungan langsung ke stadion. Para suporter yang merupakan pemain ke-12 inilah diharapkan bisa memotivasi para pemain menghadapi laga prestisius menjamu Persipura tersebut.
Manajer tim Persipura Rudy Maswi didampingi Wakil Manajer Tim Anton Imbenai kepada Waspada menyebutkan kondisi para pemain cukup prima. Rudy, 20 tahun berkecimpung di Persipura, musim ini mendambakan double winner. Pasalnya, kekuatan skuad Persipura lebih baik dari tahun lalu yang memperoleh runner-up CDSSI dan semifinalis Liga Indonesia. Ditanya tentang penonton Medan, manajer Persipura tersebut berharap bersikap sportif.
Dalam latihan Jumat (22/5), pemain Persipura sempat membagi-bagikan bola kepada penonton. Sedangkan Pelatih Persipura Jacksen F Tiago tidak membebani tim dengan latihan berat. "Kita lihat saja besok (sore ini-red) di lapangan," tambah di sela-sela memimpin latihan Boaz Solossa cs.
Sementara itu, Wagubsu Gatot Pujo Nugroho menyampaikan dukungannya agar tim PSMS tampil maksimal menghadapi Persipura. Hal itu disampaikan Wagubsu saat menerima audiensi Panpel yang dipimpin Ketua Panitia Wahyu Wahab Usman.
"Insya Allah saya akan hadir menyaksikan pertandingan," kata Wagubsu di kediamannya, Kompleks Setia Budi Indah Medan.
Friday, May 22, 2009
PSMS Janji Tampil Keras
Pelatih PSMS Medan Rudy Keltjes menjanjikan permainan keras khas Ayam Kinantan saat menjamu Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Indonesia di Stadion Teladan besok.
Banyak pihak boleh meragukan kemampuan Ayam Kinantan meredam kekuatan Mutiara Hitam, julukan Persipura. Keraguan itu didasarkan pada performa kedua tim di pentas Liga Super.
PSMS masih harus berjuang untuk lepas dari zona degradasi, sedangkan pasukan Jacksen F Tiago sudah mengunci gelar juara Liga Super. ’’Peluang menang kedua tim fifty-fifty karena pertandingan belum berakhir. Tetapi, saya melihat peluang menang bagi tim kami itu lebih besar,” ucap Rudy, kemarin
Banyak pihak boleh meragukan kemampuan Ayam Kinantan meredam kekuatan Mutiara Hitam, julukan Persipura. Keraguan itu didasarkan pada performa kedua tim di pentas Liga Super.
PSMS masih harus berjuang untuk lepas dari zona degradasi, sedangkan pasukan Jacksen F Tiago sudah mengunci gelar juara Liga Super. ’’Peluang menang kedua tim fifty-fifty karena pertandingan belum berakhir. Tetapi, saya melihat peluang menang bagi tim kami itu lebih besar,” ucap Rudy, kemarin
Pakai Rap-rap
MEDAN- Melawan Persipura Papua Sabtu (23/5) ini di babak delapan besar Copa Indonesia, skuad PSMS bertekad memunculkan kembali semangat rap-rap yang telah pudar sepanjang musim ini. Terlebih laga leg perdana digelar di Stadion Teladan- yang walau buruk begitu tetap menyimpan sihir bagi klub lawan yang datang bertandang.
Oktovianus Maniani, winger belia PSMS menegaskan bahwa dirinya bertekad main bagus dan tetap menjunjung tinggi pembelaan akan klub yang dibelanya. Meskipun dia berasal dan sempat dibesarkan Persipura.
“Namanya saya main untuk Medan, pasti saya akan membela PSMS mati-matian. Saya akan bertindak profesional demi martabat klub ini. Dan, saya yakin PSMS mampu mengatasi Persipura,” kata Okto usai menggelar latihan di Stadion Teladan Kamis (21/5) kemarin.
Sama halnya dengan Mitchel Nere. Penyerang yang juga berasal dari Papua itu juga berpendapat bahwa dirinya akan main ngotot, apabila diberi kesempatan main oleh pelatih. Usai mencetak gol tunggal ke gawang Johor FC, pemain berambut kribo itu punya kepercayaan diri yang tinggi. Dan, tak menutup kemungkinan Rudi Keltjes akan memberinya kesempatan tampil.
“Seandainya saya diberi kepercayaan oleh pelatih, saya tentu akan menunjukkan kemampuan terbaik saya. Tak peduli siapapun lawannya. Termasuk melawan Persipura. Saya yakin tim bisa meraih hasil memuaskan,” beber Mitchel.
Keyakinan anak-anak Medan untuk menumbangkan Persipura lantas diamini oleh kapten tim, Esteban Guillen. Baginya, dengan bertanding di hadapan pendukung sendiri, tentunya akan memberikan semangat lebih pula akan tim. “Selama ini kita selalu bermain tanpa dukungan banyak fans. Dengan bermain di Teladan, saya yakin bisa meraih angka maksimal. Tentunya kami berharap dukungan dan doa yang terus menerus dari fans PSMS di manapun berada,” bilang pemain bernomor punggung 5 itu.
Lantas apa kata Rudi Keltjes? Pelatih yang lebih dua dekade malang melintang di dunia kepelatihan tanah air itu pun sama yakinnya untuk bisa menang. “Yang penting menang dulu. Tak peduli berapa hasilnya. Setelah menang, baru berpikir lagi untuk menambah jumlah gol atau berpikir yang lainnya. Bagi saya, laga kontra Persipura bakal menarik. Saya harap anak-anak mampu bermain lepas dan tak lupa, gaya rap-rap harus dipertontonkan di Medan,” katanya.
Meski demikian, Persipura tetaplah tim yang patut diwaspadai. Usai menjuarai Indonesian Super League (ISL), Persipura juga pastinya ingin mengawinkan gelar dengan meraih juara Copa Indonesia. Tapi, tunggu dulu, PSMS siap menghadang klub berjuluk Mutiara Hitam itu
Oktovianus Maniani, winger belia PSMS menegaskan bahwa dirinya bertekad main bagus dan tetap menjunjung tinggi pembelaan akan klub yang dibelanya. Meskipun dia berasal dan sempat dibesarkan Persipura.
“Namanya saya main untuk Medan, pasti saya akan membela PSMS mati-matian. Saya akan bertindak profesional demi martabat klub ini. Dan, saya yakin PSMS mampu mengatasi Persipura,” kata Okto usai menggelar latihan di Stadion Teladan Kamis (21/5) kemarin.
Sama halnya dengan Mitchel Nere. Penyerang yang juga berasal dari Papua itu juga berpendapat bahwa dirinya akan main ngotot, apabila diberi kesempatan main oleh pelatih. Usai mencetak gol tunggal ke gawang Johor FC, pemain berambut kribo itu punya kepercayaan diri yang tinggi. Dan, tak menutup kemungkinan Rudi Keltjes akan memberinya kesempatan tampil.
“Seandainya saya diberi kepercayaan oleh pelatih, saya tentu akan menunjukkan kemampuan terbaik saya. Tak peduli siapapun lawannya. Termasuk melawan Persipura. Saya yakin tim bisa meraih hasil memuaskan,” beber Mitchel.
Keyakinan anak-anak Medan untuk menumbangkan Persipura lantas diamini oleh kapten tim, Esteban Guillen. Baginya, dengan bertanding di hadapan pendukung sendiri, tentunya akan memberikan semangat lebih pula akan tim. “Selama ini kita selalu bermain tanpa dukungan banyak fans. Dengan bermain di Teladan, saya yakin bisa meraih angka maksimal. Tentunya kami berharap dukungan dan doa yang terus menerus dari fans PSMS di manapun berada,” bilang pemain bernomor punggung 5 itu.
Lantas apa kata Rudi Keltjes? Pelatih yang lebih dua dekade malang melintang di dunia kepelatihan tanah air itu pun sama yakinnya untuk bisa menang. “Yang penting menang dulu. Tak peduli berapa hasilnya. Setelah menang, baru berpikir lagi untuk menambah jumlah gol atau berpikir yang lainnya. Bagi saya, laga kontra Persipura bakal menarik. Saya harap anak-anak mampu bermain lepas dan tak lupa, gaya rap-rap harus dipertontonkan di Medan,” katanya.
Meski demikian, Persipura tetaplah tim yang patut diwaspadai. Usai menjuarai Indonesian Super League (ISL), Persipura juga pastinya ingin mengawinkan gelar dengan meraih juara Copa Indonesia. Tapi, tunggu dulu, PSMS siap menghadang klub berjuluk Mutiara Hitam itu
Perayaan Untuk Zada
TEPAT 21 Mei kemarin, Leonardo Martin Zada-gelandang serang PSMS merayakan ulang tahunnya yang ke-32. Tak menyangka dia, rekan-rekan setim bahkan juga pelatih PSMS merayakan ultahnya itu, meskipun secara kecil-kecilan.
Usai latihan di Stadion Teladan kemarin, Rudi Keltjes menyuruh seluruh skuad Kinantan untuk berkumpul. Zada yang sedikit lelah digiring juga untuk ikuti instruksi pelatih. Raut wajah Zada biasa saja, sama sekali tak menyangka bahwa dirinya bakal dikerjai rekan-rekannya.
Saat Zada akhirnya berada bersama rekan-rekan lainnya, kejutan pun diberikan. Rudi Keltjes sejak awal rupanya telah menyiapkan satu buah kue tar berukuran sedang. Begitu aba-aba dikeluarkan Rudi Keltjes, salah satu anggota PSMS berlari membawa kue tar tersebut.
Tanpa banyak kata, langsung saja kue tar itu dilemparkan ke wajah Zada hingga sekujur tubuhnya. Zada yang terkejut-kejut tak kuasa menampik serbuan belasan rekan-rekannya. Akhirnya dia pasrah saja sembari sedikit menjilati sisa-sisa kue di wajahnya. Suasana keakraban dan kekeluargaan begitu kentara. Terlebih saat Rudi Keltjes dan pemain lainnya menyanyikan lagu Happy Birth Day to You kepada Zada.
Wah, cukup mengharukan juga. Kalau saja tidak ramai orang, Zada juga pasti akan meneteskan air matanya. Tapi dengan gayanya yang memang kalem, Zada hanya senyam-senyum terharu plus bahagia.
“Lihat, ini ada rekan kita yang bertambah lagi usianya satu tahun. Dan dia masih berada di sini untuk mengangkat prestasi PSMS. Ini pelajaran juga bagi kalian yang masih muda untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik untuk tim dan diri sendiri,” bilang Rudi Keltjes menceramahi pasukannya.
Kebahagian itu, diharapkan mampu membawa motivasi lebih saat PSMS menjamu Persipura Sabtu nanti. Tak hanya bagi Zada, seluruh pemain tentu saja termotivasi ingin memberikan kemenangan bagi segenap fans PSMS
Usai latihan di Stadion Teladan kemarin, Rudi Keltjes menyuruh seluruh skuad Kinantan untuk berkumpul. Zada yang sedikit lelah digiring juga untuk ikuti instruksi pelatih. Raut wajah Zada biasa saja, sama sekali tak menyangka bahwa dirinya bakal dikerjai rekan-rekannya.
Saat Zada akhirnya berada bersama rekan-rekan lainnya, kejutan pun diberikan. Rudi Keltjes sejak awal rupanya telah menyiapkan satu buah kue tar berukuran sedang. Begitu aba-aba dikeluarkan Rudi Keltjes, salah satu anggota PSMS berlari membawa kue tar tersebut.
Tanpa banyak kata, langsung saja kue tar itu dilemparkan ke wajah Zada hingga sekujur tubuhnya. Zada yang terkejut-kejut tak kuasa menampik serbuan belasan rekan-rekannya. Akhirnya dia pasrah saja sembari sedikit menjilati sisa-sisa kue di wajahnya. Suasana keakraban dan kekeluargaan begitu kentara. Terlebih saat Rudi Keltjes dan pemain lainnya menyanyikan lagu Happy Birth Day to You kepada Zada.
Wah, cukup mengharukan juga. Kalau saja tidak ramai orang, Zada juga pasti akan meneteskan air matanya. Tapi dengan gayanya yang memang kalem, Zada hanya senyam-senyum terharu plus bahagia.
“Lihat, ini ada rekan kita yang bertambah lagi usianya satu tahun. Dan dia masih berada di sini untuk mengangkat prestasi PSMS. Ini pelajaran juga bagi kalian yang masih muda untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik untuk tim dan diri sendiri,” bilang Rudi Keltjes menceramahi pasukannya.
Kebahagian itu, diharapkan mampu membawa motivasi lebih saat PSMS menjamu Persipura Sabtu nanti. Tak hanya bagi Zada, seluruh pemain tentu saja termotivasi ingin memberikan kemenangan bagi segenap fans PSMS
Jelang Bentrok Persipura
Kemenangan tipis 1-0 kontra Johor FC di ajang AFC Cup lalu, membuat PSMS Medan semakin percaya diri. Asupan energi ekstra pun bakal tersaji saat skuad berjuluk Ayam Kinantan itu menjamu Persipura Papua di babak delapan besar Copa Indonesia, Sabtu (23/5) nanti yang akan digelar di Stadion Teladan Medan.
Rudi Keltjes, orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi PSMS, optimis dirinya bisa meraih hasil sempurna saat menjamu klub berjuluk Mutiara Hitam. Saat dijamu Johor FC lalu, PSMS turun dengan skuad lapis dua dan berhasil menang. Nah, lapis utamanya saat itu sengaja disimpan oleh Rudi Keltjes untuk laga kontra Persipura nanti.
Walhasil, kondisi kebugaran skuad inti PSMS saat ini sedang sangat on fire. Bahkan Elie Aiboy diprediksi sudah bisa turun melawan mantan klubnya itu. Cedera engkel yang dideranya mulai membaik sejak beberapa waktu lalu. Zada juga bisa lebih fresh setelah diistirahatkan beberapa hari. Sama halnya dengan Markus Horison hingga bintang muda PSMS, Oktovianus Maniani.
“Kami berhasil menjawab penilaian orang banyak yang menyebutkan kalau PSMS bakal kalah saat melawan Johor FC lalu. Karena kami menurunkan skuad lapis dua. Ternyata kami berhasil memetik tiga angka. Begitu juga melawan Persipuran, meskipun berat, tapi PSMS pasti bisa meraih hasil maksimal,” kata Rudi kemarin.
Oleh karena itu, skuad PSMS pun langsung digodok begitu pulang dari Johor. Dan penggodokan itu saat ini berlangsung di Medan.
Menghadapi Persipura nanti, tampaknya Rudi Keltjes tak banyak mengubah skema. Berbeda sekali saat PSMS bertandang ke Johor. Saat itu PSMS benar-benar tampil tak biasa. Hanya menempatkan satu striker, dan menumpuk lima gelandang sekaligus. Menariknya, yang menjadi target man saat melawan Johor lalu adalah Komang Adyana-yang notabanenya adalah gelandang.
“Absennya sejumlah pemain, membuat saya harus putar otak. Dan saat menjamu Johor lalu, skema yang saya coba adalah 4-5-1. Tapi melawan Persipura sepertinya tak banyak yang akan berubah. Yang jelas, sebagai tim tuan tumah, PSMS akan main ngotot dan menyerang,” tegas Rudi.
Untuk menyemangati skuad kesayangan masyarakat Kota Medan berlaga, tampaknya kehadiran fans sangat dinanti saat PSMS menjamu Persipura. Seperti kata Rudi Keltjes, bahwa PSMS senantiasa membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh penggemar
Rudi Keltjes, orang yang paling bertanggung jawab di balik strategi PSMS, optimis dirinya bisa meraih hasil sempurna saat menjamu klub berjuluk Mutiara Hitam. Saat dijamu Johor FC lalu, PSMS turun dengan skuad lapis dua dan berhasil menang. Nah, lapis utamanya saat itu sengaja disimpan oleh Rudi Keltjes untuk laga kontra Persipura nanti.
Walhasil, kondisi kebugaran skuad inti PSMS saat ini sedang sangat on fire. Bahkan Elie Aiboy diprediksi sudah bisa turun melawan mantan klubnya itu. Cedera engkel yang dideranya mulai membaik sejak beberapa waktu lalu. Zada juga bisa lebih fresh setelah diistirahatkan beberapa hari. Sama halnya dengan Markus Horison hingga bintang muda PSMS, Oktovianus Maniani.
“Kami berhasil menjawab penilaian orang banyak yang menyebutkan kalau PSMS bakal kalah saat melawan Johor FC lalu. Karena kami menurunkan skuad lapis dua. Ternyata kami berhasil memetik tiga angka. Begitu juga melawan Persipuran, meskipun berat, tapi PSMS pasti bisa meraih hasil maksimal,” kata Rudi kemarin.
Oleh karena itu, skuad PSMS pun langsung digodok begitu pulang dari Johor. Dan penggodokan itu saat ini berlangsung di Medan.
Menghadapi Persipura nanti, tampaknya Rudi Keltjes tak banyak mengubah skema. Berbeda sekali saat PSMS bertandang ke Johor. Saat itu PSMS benar-benar tampil tak biasa. Hanya menempatkan satu striker, dan menumpuk lima gelandang sekaligus. Menariknya, yang menjadi target man saat melawan Johor lalu adalah Komang Adyana-yang notabanenya adalah gelandang.
“Absennya sejumlah pemain, membuat saya harus putar otak. Dan saat menjamu Johor lalu, skema yang saya coba adalah 4-5-1. Tapi melawan Persipura sepertinya tak banyak yang akan berubah. Yang jelas, sebagai tim tuan tumah, PSMS akan main ngotot dan menyerang,” tegas Rudi.
Untuk menyemangati skuad kesayangan masyarakat Kota Medan berlaga, tampaknya kehadiran fans sangat dinanti saat PSMS menjamu Persipura. Seperti kata Rudi Keltjes, bahwa PSMS senantiasa membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh penggemar
Markus dkk ramaikan 10 nominasi Anugerah Bintang Emas Copa Dji Sam Soe
Meski mengalami penurunan prestasi pada Liga Super Indonesia 2008/2009, para pemain PSMS tetap memiliki kans untuk kembali meramaikan ajang pemilihan anugerah Bintang Emas Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.
Beberapa pemain telah tercatat sebagai 10 nominasi pada lima kategori umum pemilihan bintang emas, yakni best striker, best midfielder, best defender, best rising star, best goal keeper dan head coach.
Selain berdasar hasil poling SMS, 10 nominasi bintang emas juga ditentukan lewat meeting juri nasional dan regional yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air, termasuk perwakilan dari Harian Waspada yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta, baru-baru ini.
Pada kategori best striker, PSMS mencatatkan nama Rahmat Affandi yang dinilai layak bersaing dengan sembilan nominasi lainnya. Di kategori best midfielder, PSMS mencatatkan dua nama sekaligus, yakni Elie Aiboy dan Asri Akbar.
Selanjutnya pada kategori defender, PSMS diwakili Aun Carbiny. Dua penjaga gawang PSMS Markus Horison dan Galih Sudharyono bersamaan masuk 10 nominasi best goal keeper.
Begitu juga pada kategori best rising star, anak-anak Ayam Kinantan meloloskan Oktavianus Maniani dan Aun Carbiny. Pelatih PSMS Liestiadi dan Rudi Keltjes juga termasuk 10 nominasi pelatih terbaik.
Selain kategori umum, meeting juri nasional dan regional juga telah menetapkan 10 nominasi kategori khusus, yakni best goal (gol terbaik) dan best save (penyelamatan terbaik).
Dari 10 nominasi, nantinya akan dipilih lima nominasi setelah babak delapan besar Copa Indonesia usai digelar. Manajer Media Relations PT HM Sampoerna Tbk Veranita Kuspratiwi mengatakan, pemilihan lima nominasi terbaik tetap menggunakan SMS poling dan meeting juri nasional-regional.
"Untuk SMS poling tahap kedua yang dimulai pada 22 Mei ini, kita pastikan lebih mudah karena para juri nasional maupun regional cukup melakukan SMS sekali saja," ujar Veranita
Beberapa pemain telah tercatat sebagai 10 nominasi pada lima kategori umum pemilihan bintang emas, yakni best striker, best midfielder, best defender, best rising star, best goal keeper dan head coach.
Selain berdasar hasil poling SMS, 10 nominasi bintang emas juga ditentukan lewat meeting juri nasional dan regional yang terdiri dari wartawan olahraga dari berbagai penjuru tanah air, termasuk perwakilan dari Harian Waspada yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta, baru-baru ini.
Pada kategori best striker, PSMS mencatatkan nama Rahmat Affandi yang dinilai layak bersaing dengan sembilan nominasi lainnya. Di kategori best midfielder, PSMS mencatatkan dua nama sekaligus, yakni Elie Aiboy dan Asri Akbar.
Selanjutnya pada kategori defender, PSMS diwakili Aun Carbiny. Dua penjaga gawang PSMS Markus Horison dan Galih Sudharyono bersamaan masuk 10 nominasi best goal keeper.
Begitu juga pada kategori best rising star, anak-anak Ayam Kinantan meloloskan Oktavianus Maniani dan Aun Carbiny. Pelatih PSMS Liestiadi dan Rudi Keltjes juga termasuk 10 nominasi pelatih terbaik.
Selain kategori umum, meeting juri nasional dan regional juga telah menetapkan 10 nominasi kategori khusus, yakni best goal (gol terbaik) dan best save (penyelamatan terbaik).
Dari 10 nominasi, nantinya akan dipilih lima nominasi setelah babak delapan besar Copa Indonesia usai digelar. Manajer Media Relations PT HM Sampoerna Tbk Veranita Kuspratiwi mengatakan, pemilihan lima nominasi terbaik tetap menggunakan SMS poling dan meeting juri nasional-regional.
"Untuk SMS poling tahap kedua yang dimulai pada 22 Mei ini, kita pastikan lebih mudah karena para juri nasional maupun regional cukup melakukan SMS sekali saja," ujar Veranita
Wednesday, May 20, 2009
Zada Menangkan PSMS
Gol tunggal Leonardo "Zada" Martins Dinelli ke gawang JOHOR FC, sudah cukup bagi PSMS Medan menemani South China melaju ke babak 16 besar di ajang AFC Cup, Selasa (19/5).
Kemenangan tipis ini membuat PSMS berada di posisi runner up Grup F dengan raihan 13 poin, kalah tiga angka dengan South China.
Wakil Hongkong itu sendiri sukses melengkapi laga terakhir mereka tanpa kekalahan sekaligus memantapkan posisi puncak berkat kemenangan 2-1 atas VB Sport di laga terakhir. Dua gol kemenangan diciptakan Chan Siu Ki (4) dan Wong Chung Hung (58).
Di babak 16 besar, tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu akan berjumpa juara grup G yakni Chonburi FC, yang di pertandingan terakhirnya juga memetik kemenangan 3-1 atas wakil Malaysia lainnya, KEDAH.
Bertanding di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, PSMS tampil tanpa beberapa pemain pilarnya seperti Elie Aiboy yang cedera, Oktovianus Maniani, Mario Alejandro Costas dll, mereka tampil lepas mengingat di pertandingan sebelumnya sudah memastikan diri lolos.
Tuan rumah sendiri mampu menciptakan beberapa peluang melalui Azizan Baba, Eddy Helmi dan dua striker mudanya Zurindra Shah Putra dan Mohd Safuam Ridwan, JOHOR sempat merepotkan barisan pertahanan PSMS. Bahkan dua kali tendangan bebas Syaiful Sabtu di babak kedua, masih dapat digagalkan kiper PSMS.
Namun petaka bagi JOHOR akhirnya dihadirkan plymaker PSMS, Zada, yang sukses menjebol gawang mereka di menit ke-66. Gol ini menjadi yang kedua bagi pemain asal Brasil itu setelah sebelumnya ia juga mencetak gol ke gawang JOHOR saat PSMS menang 3-1 di kandang sendiri, Selasa (17/3) lalu
Kemenangan tipis ini membuat PSMS berada di posisi runner up Grup F dengan raihan 13 poin, kalah tiga angka dengan South China.
Wakil Hongkong itu sendiri sukses melengkapi laga terakhir mereka tanpa kekalahan sekaligus memantapkan posisi puncak berkat kemenangan 2-1 atas VB Sport di laga terakhir. Dua gol kemenangan diciptakan Chan Siu Ki (4) dan Wong Chung Hung (58).
Di babak 16 besar, tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu akan berjumpa juara grup G yakni Chonburi FC, yang di pertandingan terakhirnya juga memetik kemenangan 3-1 atas wakil Malaysia lainnya, KEDAH.
Bertanding di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, PSMS tampil tanpa beberapa pemain pilarnya seperti Elie Aiboy yang cedera, Oktovianus Maniani, Mario Alejandro Costas dll, mereka tampil lepas mengingat di pertandingan sebelumnya sudah memastikan diri lolos.
Tuan rumah sendiri mampu menciptakan beberapa peluang melalui Azizan Baba, Eddy Helmi dan dua striker mudanya Zurindra Shah Putra dan Mohd Safuam Ridwan, JOHOR sempat merepotkan barisan pertahanan PSMS. Bahkan dua kali tendangan bebas Syaiful Sabtu di babak kedua, masih dapat digagalkan kiper PSMS.
Namun petaka bagi JOHOR akhirnya dihadirkan plymaker PSMS, Zada, yang sukses menjebol gawang mereka di menit ke-66. Gol ini menjadi yang kedua bagi pemain asal Brasil itu setelah sebelumnya ia juga mencetak gol ke gawang JOHOR saat PSMS menang 3-1 di kandang sendiri, Selasa (17/3) lalu
Pembuktian Anak Muda
Keputusan Rudi William Keltjes-arsitek PSMS Medan untuk melibatkan pemain muda saat melawat ke markas Johor FC, terbukti tepat.
Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..
Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.
Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.
“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.
Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.
Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.
Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.
Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.
Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.
Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.
Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..
Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.
Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.
“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.
Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.
Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.
Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.
Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.
Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.
Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.
AFC Cup 2009, PSMS Medan Kalahkan Wakil Malaysia
PSMS Medan akhirnya melengkapi keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar Piala AFC usai menekuk wakil Malaysia Johor FC lewat gol tunggal Mitchell Leonardo.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Tuesday, May 19, 2009
Main Aman
Meskipun hanya membawa 13 pemain, dan tidak menyertakan pemain intinya, PSMS Medan tak bermaksud meremehkan Johor FC, yang saat ini menjadi juru kunci Grup F AFC Cup. Oleh karena itu, PSMS akan berlaga all out saat digelarnya laga pamungkas Grup F kontra Johor FC di Stadion Pasir Gudang, Selasa (19/5) malam nanti.
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Jual Diri Biar tak Degradasi
Sihar Sitorus-manajer PSMS Medan, memberikan sinyal bahwa dirinya tak akan memperpanjang pengelolaannya akan klub kebanggaan warga Medan ini. Terbesit dari ungkapannya, yang menegaskan bahwa pemain PSMS harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhir musim, sebagai salah satu pemicu agar dilirik klub lain.
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
PSMS Jadikan Johor FC Tumbal LSI
PSMS Medan telah memastikan satu tempat di babak 16 besar AFC Cup 2009. Namun bukan berarti pada laga terakhir kontra Johor FC, Selasa, 19 Mei 2009, Ayam Kinantan bakal tampil setengah hati.
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Monday, May 18, 2009
PSMS Hanya Boyong 13 Pemain ke Malaysia
Pihak PSMS Medan benar-benar menyimpan sejumlah pemain intinya saat melawat ke Stadion Gudang Pasir Johor Malaysia, untuk menghadapi Johor FC pada laga pamungkas Grup F AFC Cup, Selasa (19/5) mendatang. Hal itu terbukti dari hanya 13 pemain yang diboyong ke sana.
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Saturday, May 16, 2009
Tanpa Jagoan, jelang Bentrok Johor FC
MEDAN- PSMS Medan tengah bersiap melawat ke Stadion Pasir Gudang markas Johor FC, dalam laga penyisihan terakhir grup F AFC Cup, yang akan digelar Selasa (19/5) nanti. Laga yang tak lagi menentukan itu, dimaksimalkan PSMS dengan menurunkan skuad lapis duanya. Tak pelak, jagoan seperti Zada, Elie Aiboy, atau Markus Horison dicadangkan.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Simpan Rap-rap
MEDAN-PSMS Medan mulai memikirkan untuk mengesampingkan gaya rap-rapnya di laga sisa Indonesia Super League (ISL). Hal itu dikatakan Rudi Keltjes-arsitek PSMS sebagai salah satu trik menghindar dari kecurangan yang kerap muncul dari sang pengadil lapangan.
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
'Ferguson Bakal Kagum Melihat SUGBK'
Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Thursday, May 14, 2009
Persib Diuntungkan Bola Mati
Kehilangan trio andalannya, Gonzalez, Hilton Moreira dan Cabanas, Persib terlihat begitu sulit menciptakan gol melalui serangan-serangan yang mereka bangun. Kalaupun akhirnya Persib bisa mencetak dua gol, itu berkat kejelian mereka memanfaatkan bola-bola mati.
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Kekeliruan Wasit Nodai Kemenangan Persib Atas PSMS Medan
Persib Bandung berhasil mengamankan tiga angka saat menjamu PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Rabu, 13 Mei 2009. Sayang, kemenangan Maung Bandung diwarnai oleh keputusan kotroversial wasit Suprihatin.
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
PSMS vs SFC Main di Papua
Badan Liga Indonesia memutuskan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) antara PSMS Medan menghadapi Sriwijaya FC pada 23 Mei mendatang, akan digelar di Stadion Mandala, Papua.
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Mantan Pemain PSMS, Jusuf Siregar Meninggal Dunia
Wafatnya mantan pemain PSMS, HM Yusuf Siregar (81) merupakan sebuah kehilangan besar bagi keluarga besar olah raga di Medan. "Keluarga besar PSMS benar-benar kehilangan seorang tokoh sepak bola yang sangat dihormati dan dihargai," kata mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, di Medan, Rabu (13/5).
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
DENGAN PERSIB PSMS, TUNDUK 2-0
Tim maung bandung "Persib" naik keperingkat ketiga klasemen sementara liga super indonesia(LSI)2009 setelah mengalahkan PSMS medan 2-0 di stadion jalak harupat soreang bandung, jabar, rabu malam.
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Wednesday, May 13, 2009
Persib Terancam Ompong Ladeni PSMS
LIVE antv 18.30 WIB
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
PSMS Berpeluang Kalahkan Persib
PSMS Medan berpeluang mengalahkan Persib Bandung yang tanpa diperkuat pemain asing Christian Gonzales dan Hilton Moriera, pada lanjutan kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009 di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Rabu, (13/5).
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
PSMS awali Copa
Laga PSMS Medan menghadapi tim favorit Persipura Jayapura akan mengawali pertarungan babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 pada leg pertama, Sabtu (23/5) mendatang.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Tuesday, May 12, 2009
Persib minus Gonzales-Hilton
Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat duet striker andalannya, Cristian Gonzales dan Hilton Moreira, saat menjamu PSMS Medan karena terkena akumulasi kartu kuning.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Monday, May 11, 2009
Dilibas Persela, PSMS Gagal Perbaiki Posisi
Dilibas tuan rumah Persela Lamongan, PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin, sekaligus memperbaiki posisinya di klasemen sementara.
PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.
Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.
Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.
Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.
Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.
Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.
Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.
Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.
Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.
Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8
PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.
Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.
Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.
Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.
Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.
Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.
Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.
Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.
Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.
Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8
Modal Persib Hadapi Ayam Kinantan
Kemenangan 2-0 di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5), bisa disebut modal baik Maung Bandung sebelum menghadapi jadwal padat pada Mei ini.
Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).
’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.
Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi
Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).
’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.
Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi
Ayam Kinantan pulang dengan Tangan hampa
PSMS Medan akhirnya pulang dengan tangan Hampa dari Lamongan. Menghadapi tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009, Ayam Kinantan Keok 2-4 di tangan Laskar Joko Tingkir.
Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.
Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.
PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.
Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.
Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')
PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas
Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.
Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.
PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.
Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.
Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')
PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas
Babak I Persela vs PSMS Diwarnai Hujan Gol
Hujan gol terjadi di babak pertama duel Persela kontra PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009. Setidaknya lima gol terjadi pada babak I lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu. Untuk sementara Persela unggul 3-2 atas PSMS.
Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum
Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum
Friday, May 8, 2009
BLI rilis jadwal sisipan
JAKARTA - Selain jadwal Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) juga mengeluarkan jadwal lima pertandingan Liga Super yang disisipkan serta jadwal tiga partai yang dijadwal ulang dalam lanjutan Liga Super 2008/2009.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.
BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.
Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.
Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.
Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib
Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.
BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.
Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.
Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.
Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib
Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC
23 Mei jatah PSMS
JAKARTA - Badan Liga Indonesia (BLI) merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009 dengan menyatakan babak perempatfinal akan dimulai 14 Mei hingga 15 Juni mendatang.
Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.
Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.
Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.
Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.
Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Dua Hari Latihan Strategi Redam PSMS
Persiapan terus dilakukan Persela Lamongan menjelang laga ke-28 di Indonesia Super League (ISL) melawan PSMS Medan di Stadion Surajaya Lamongan Minggu (10/5) mendatang.
Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.
Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.
Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.
Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.
Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.
Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.
Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.
Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.
Copa Indonesia, Babak 8 Besar Digelar Sekali Sehari
Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009. Babak perempat final akan dimulai 14 Mei-15 Juni 2009.
Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.
Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.
Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.
Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap
Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB
Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.
Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.
Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.
Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap
Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB
Thursday, May 7, 2009
Copa Indonesia Persipura senang bertemu PSMS
Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menegaskan, dirinya sangat senang bisa bertemu PSMS Medan, di babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, sesuai hasil drawing yang dilakukan di Jakarta, Rabu (6/5) petang.
Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.
"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.
Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.
Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.
"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.
Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.
PSMS Percaya Diri Hadapi Persipura
Drawing babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09 yang digelar Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Rabu (6/5), tampaknya tidak berpihak kepada PSMS Medan.
Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.
Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.
"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.
Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.
"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.
Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .
"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.
Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat
Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.
Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.
"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.
Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.
"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.
Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .
"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.
Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat
Subscribe to:
Posts (Atom)