Keputusan Rudi William Keltjes-arsitek PSMS Medan untuk melibatkan pemain muda saat melawat ke markas Johor FC, terbukti tepat.
Diberi kesempatan emas begitu, pemain muda PSMS sukses mempermalukan Johor FC dengan skor tips 1-0 di Stadion Pasir Gudang Corp Selasa (19/5) kemarin..
Mitchel Nere, penyerang belia PSMS yang juga putra dari Rulli Nere-legenda sepak bola Papua dan Nasional benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang. Pemain dengan gaya rambut mohawk itu berhasil membobol gawang Johor FC untuk kemenangan PSMS.
Mitchel Nere berhasil mencuri gol pada babak kedua tepatnya di menit 66, setelah skuad PSMS bermain apik sepanjang pertandingan. Situs resmi AFC menyebutkan, bahwa PSMS yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar AFC Cup, bermain tanpa beban dan tetap mengusung spirit tinggi hingga usainya laga.
“Cederanya sejumlah pemain PSMS seperti Elie Aiboy, membuat PSMS hanya menyisakan dua pemain cadangan, Andika dan Galih Sudaryono. Tapi mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan spirit yang bagus sejak awal laga. Sementara Johor FC dibawah asuhan Ramlan Rashid gagal start bagus dengan skuad anak mudanya,” demikian tulis situs resmi AFC, www.the-afc.com usai laga kemarin.
Pada laga tersebut, dominasi memang ditunjukkan anak Medan. Terutama di lini tengah. Sejak babak pertama, tekanan demi tekanan diperagakan PSMS. Pada menit 21 terjadi peluang bagus lewat Agus Supriyanto. Sayang peluang itu dimentahkan penjaga gawang Johor FC, yang lebih sigap menyelamatkan bola.
Begitupun, Johor FC bukannya tanpa peluang. Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, tentu membuat mental bermain mereka meningkat. Tercatat ada beberapa peluang dari Azizan Baba, striker muda Johor FC, sayang peluang tersebut melayang di samping gawang Zulbahra yang diturunkan sebagai starter.
Pemain veteran Johor FC, Eddy Helmi Manan juga berusaha mencuri gol. Sayang kerjasamanya dengan Ezaidy Khadar tersangkut di lini tengah PSMS yang bermain ketat.
Di babak kedua, PSMS malah berhasil mencuri gol lewat kaki Mitchel Nere setelah berhasil tendangan pelan tapi terarah yang berhasil meluncur dari bawah kolong penjaga gawang Johor.
Di penghujung laga, Johor mendapatkan dua kali hadiah tendangan bebas dengan jarang yang cukup dekat. Tapi Syaiful Sabtu yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang PSMS yang dikawal Zulbahra.
Menanggapi hasil itu, Sihar Sitorus yang dihubungi Selasa (19/5) malam mengatakan, puas dengan penampilan skuad PSMS. “Saya tentu memberi respek akan pencapaian anak-anak. Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa PSMS itu masih ada dan bisa menyulitkan lawan,” beber Sihar.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Wednesday, May 20, 2009
AFC Cup 2009, PSMS Medan Kalahkan Wakil Malaysia
PSMS Medan akhirnya melengkapi keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar Piala AFC usai menekuk wakil Malaysia Johor FC lewat gol tunggal Mitchell Leonardo.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Pada pertandingan yang digelar di Jcorp Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Selasa, 19 Mei 2009, Liestiadi memang tak menurunkan kekuatan penuh. Pasalnya, pertandingan ini sendiri memang tak lagi menentukan buat Ayam Kinantan.
Wakil Merah Putih ini sebelumnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar setelah menduduki posisi runner-up. PSMS berada dibawah wakil China, South China, yang kini memuncaki klasemen Grup F di Piala AFC 2008/2009 ini.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Irak,Alaa Abed-Al Qader Neama Al Abadee itu, PSMS memang tampil tanpa beban. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, PSMS akhirnya berhasil unggul lewat gol Leonardo di menit ke-67.
Susunan pemain:
Johor FC: JEEVANANTHAM AL GUNASEKARAN, MOHD AZUWAD BIN MD ARIP, MADZALAN BIN EMOI, MOHD AZIZAN BIN BABA, ZULINDRA SHAH PUTRA BIN ADAM, MOHD RIDUWAN BIN MA'ON, MOHAMAD SYAIFUL BIN SABTU, SIVAKUMAR AL M MUNUSAMY, FAHRUZZAHAR BIN ALI (SEE KOK LUEN, 79'), SUMARDI BIN HAJALAN (KUMARESAN AL SRIKUMAR, 64'), MOHD SYAFUAN BIN RIDUWAN.
PSMS MEDAN: ZUL BAHRA, ERWINSYAH HASIBUAN, FADLY HARIRI, GUILEN TEJERA ESTEBAN JAVIER, AUN CARBINY, RESWANDI SUMAJI, MUHAMMAD AFAN, EDI SUKAMTO, I NYOMAN ADNYANA, AGUS SUPRIYANTO, MITCHELL LEONARDO.
Tuesday, May 19, 2009
Main Aman
Meskipun hanya membawa 13 pemain, dan tidak menyertakan pemain intinya, PSMS Medan tak bermaksud meremehkan Johor FC, yang saat ini menjadi juru kunci Grup F AFC Cup. Oleh karena itu, PSMS akan berlaga all out saat digelarnya laga pamungkas Grup F kontra Johor FC di Stadion Pasir Gudang, Selasa (19/5) malam nanti.
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Bagi PSMS, laga tersebut sebenarnya tak lagi menentukan. Pasalnya, Ayam Kinantan telah memastikan satu tiket ke babak 16 besar AFC Cup, usai mengandaskan VB Sport Maladewa 2-1 beberapa waktu lalu. PSMS berhasil finis sebagai runner up Grup F di bawah South China Hongkong, yang tak terkalahkan hingga saat ini. Jadi, PSMS cukup bermain aman dan tidak kalah sudah bagus.
Sementara di kompetisi lokal, PSMS masih harus berjibaku hingga tetes darah penghabisan untuk bisa meloloskan diri dari jurang degradasi. Maka, wajar saja pelatih PSMS, Rudi William Keltjes tak mau mengambil risiko.
Pemain inti, misalnya Zada, Elie Aiboy, Markus Horison, Rahmat Affandi hingga Oktovianus tak disertakan dalam tur ke Johor. Tenaga mereka dinilai Rudi lebih dibutuhkan di Indonesian Super League (ISL). Sebagai gantinya, Rudi membawa anak-anak muda, seperti Mitchel Nere, Zulbahra, Ruben Sanadi, Andika Yudistira bahkan Erwisnyah Hasibuan dipanggil dari Persikota untuk melapis lini belakang Ayam Kinantan.
“Saya khawatir pemain cedera kalau dipaksakan main lawan Johor FC. Sementara jumlah pemain terbatas,” kata Rudi kepada Sumut Pos, Senin (18/5) kemarin.
Target pun tak diemban oleh Rudi pada laga itu. Walaupun sebenarnya dia ingin meraih angka. Terlebih Rudi selalu mengatakan bahwa laga di kancah Asia merupakan laga prestisius, mengingat nama bangsa yang dijual. “Laga di AFC Cup, tentu saja sangat penting. Karena PSMS itu membawa nama bangsa. Jadi kita akan main sebaiknya agar tidak menanggung malu,” sambungnya.
Sedangkan Johor FC tampaknya juga tak ingin terus menjadi pecundang. Pelatih Johor FC, Ramlan Rasyid akan mencoba memetik kemenangan perdana mereka di Grup F kontra PSMS. “Sungguh merupakan pengalaman luar biasa bisa berlaga di ajang AFC Cup. meskipun kami menuai hasil yang kurang bagus. Setidaknya kami mendapatkan pengalaman bertanding,” kata Ramlan seperti dilansir situs resmi AFC, kemarin.
“Kami memang tak lagi mendapatkan tempat di AFC Cup musim ini. Tapi kami akan berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada PSMS, untuk berusaha mencari kemenangan pertama kami di ajang ini,” sambung Ramlan.
Meski demikian, Ramlan juga mencoba merotasi pemainnya. Pada kesempatan ini, Ramlan berencana memberikan kesempatan menurunkan sejumlah pemain muda. “Ambil bagian di ajang ini memberikan kami banyak pelajaran. Oleh karena itu, pemain muda yang kami miliki juga perlu mendapatkan pelajar lebih banyak lagi,” pungkas Ramlan
Jual Diri Biar tak Degradasi
Sihar Sitorus-manajer PSMS Medan, memberikan sinyal bahwa dirinya tak akan memperpanjang pengelolaannya akan klub kebanggaan warga Medan ini. Terbesit dari ungkapannya, yang menegaskan bahwa pemain PSMS harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga akhir musim, sebagai salah satu pemicu agar dilirik klub lain.
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
“Pemain itu harus tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ya istilahnya jual dirilah, agar di awal musim depan ada klub yang melirik tenaga mereka. Dengan demikian, PSMS juga bisa lepas dari ancaman degradasi akibat kesungguhan pemain,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Ungkapan Sihar itu, membangun motivasi para pemain. Tapi juga membersitkan bahwa dirinya juga ingin melihat mantan pemainnya direkrut klub lain di awal musim mendatang. Kata direkrut klub lain, bukan dipertahankan di PSMS, mengindikasikan bahwa masa kepengelolaan Sihar di PSMS akan segera berakhir seiring berakhirnya musim ini.
Berulang kali Sumut Pos menanyakan kepastian, apakah Sihar akan kembali mendapatkan mandat menukangi PSMS. Berulangkali juga dia bilang bahwa dirinya belum bisa memastikan. “Kalau saya bilang akan kembali tangani PSMS, rupanya tidak jadi, kan gak enak. Sebaliknya, saya bilang tidak, rupanya jadi,” kata Sihar beberapa waktu lalu.
Menyoal siapa yang akan kembali menukangi PSMS musim depan, tentu saja belum tergambar benar. Pasalnya, Sihar sendiri hanya diberi mandat satu tahun oleh Ketum PSMS yang juga mantan walikota Medan Abdillah yang kini tengah meringkuk di balik jeruji.
Apalagi, Sihar tampaknya mulai kapok menukangi sebuah klub di Indonesia. Uang habis milyaran, tak sebanding dengan pendapatan. Malahan, fans Chelsea itu kerap dipusingkan dengan birokrasi dan kemelut di sepak bola nasional. Hingga menjelang berakhirnya musim ini, Sihar mengaku telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 miliar. Jumlah itu masih belum diaudit oleh pihaknya. Dan kemungkinan hingga akhir musim akan bertambah lebih besar lagi mengingat PSMS juga berlaga hingga putaran kedua AFC Cup
PSMS Jadikan Johor FC Tumbal LSI
PSMS Medan telah memastikan satu tempat di babak 16 besar AFC Cup 2009. Namun bukan berarti pada laga terakhir kontra Johor FC, Selasa, 19 Mei 2009, Ayam Kinantan bakal tampil setengah hati.
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Tekad ini disampaikan oleh pelatih PSMS, Liestiadi kepada situs Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Senin, 18 Mei 2009. PSMS akan berhadapan dengan Johor FC di Stadion Jcorp Pasir Gudang, Malaysia pada lanjutan kualifikasi grup F.
"Penampilan kami di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak terlalu baik seperti pada AFC Cup. Karena itu kami akan berusaha merebut kemenangan lawan Johor FC sedikit meringankan beban dan memberikan kepuasan bagi pemain," kata Liestiadi.
Di LSI 2008/2009 PSMS memang masih terseok-seok di zona merah degradasi. Hingga pertandingan ke-29, Ayam Kinantan masih berada di urutan ke-15 dengan koleksi 24 poin.
Sebaliknya, pada AFC Cup 2009, PSMS justru tampil gemilang. Saat ini PSMS berada di urutan kedua klasemen sementara grup F dengan koleksi 10 poin dari 5 laga.
Dengan hasil ini PSMS telah memastikan satu tiket di babak 16 besar. Pada perebutan tiket babak 8 besar ini PSMS sudah ditunggu oleh jawara Grup G, Chonburi FC (Thailand).
"Lawan Johor FC, kami tetap menargetkan tiga poin untuk memastikan posisi kami tetap aman di klasemen akhir," tandas Liestiadi.
Target yang sama juga diusung oleh tuan rumah Johor FC. Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid mengaku timnya tak ingin mengakhiri penampilannya di AFC Cup tanpa satu kemenangan pun.
"Kami memang sudah tidak mungkin tampil di babak 16 besar. Namun bukan berarti kami harus menyerah begitu saja kepada PSMS Medan. Kami akan tetap mencoba merebut kemenangan pertama di akhir kompetisi ini," tandas Ramlan.
Prediksi Line Up
PSMS Medan
Markus Horison (g), Fadly Hariri, Esteban Gullien, Aun Carbiny, Reswandi, Andika Yudhistira, Leonardo Zada, Galih Sudaryono, Agus Supriyanto, Mario Costas, Octavianus Maniani
Pelatih : Liestiadi Lo
Johor FC
Mohd Anis Faron (g), Kumaresan, Mohd Hamzani, Mohd Hafiz, Madzalan, Wan Rhoaimi, Mohd Azizan, Mohammad Ezaidy, Mohd Nurul Azwan, Mohd Syaiful, Fahruzzahar
Pelatih : Ramlan Rashid
Monday, May 18, 2009
PSMS Hanya Boyong 13 Pemain ke Malaysia
Pihak PSMS Medan benar-benar menyimpan sejumlah pemain intinya saat melawat ke Stadion Gudang Pasir Johor Malaysia, untuk menghadapi Johor FC pada laga pamungkas Grup F AFC Cup, Selasa (19/5) mendatang. Hal itu terbukti dari hanya 13 pemain yang diboyong ke sana.
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Dari 13 nama, Rudi Keltjes, arsitek PSMS tak menyertakan sejumlah pemain intinya. Nama-nama seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Rahmat Affandi hingga Oktovianus Maniani tak disertakan. “Saya hanya membawa 13 pemain. Dan rata-rata pemain cadangan. Saya khawatir pemain inti cedera kalau saya paksakan main melawan Johor FC. Sementara tenaga mereka lebih dibutuhkan di ISL,” beber Rudi Keltjes kepada wartawan koran ini Sabtu (16/5) kemarin. Memang, dalam daftar nama yang dibawa Rudi, terdapat nama-nama pemain cadangan yang jarang mendapatkan kesempatan di pentas ISL. Di antaranya Mitchel Nere hingga Andika Yudistira. Menariknya, Rudi juga menarik pemain yang sempat dipinjamkan ke Persikota klub Divisi Utama, Erwinsyah alias Monang untuk berlaga kontra Johor FC.
“Pemain kita pas-pasan. Tak mungkin juga kita paksakan untuk laga yang tak lagi menentukan,” sambung Rudi.
Menurut jadwal, PSMS akan bertolak ke Malaysia pada Minggu (17/5) pagi ini pukul 07.00 WIB menggunakan pesawat. Jadwal kontra Johor FC sendiri akan dimainkan pada Selasa (19/5).
Saat melawan Johor FC di Jakabaring Pelembang Maret lalu, PSMS berhasil menang dengan skor 3-1
Saturday, May 16, 2009
Tanpa Jagoan, jelang Bentrok Johor FC
MEDAN- PSMS Medan tengah bersiap melawat ke Stadion Pasir Gudang markas Johor FC, dalam laga penyisihan terakhir grup F AFC Cup, yang akan digelar Selasa (19/5) nanti. Laga yang tak lagi menentukan itu, dimaksimalkan PSMS dengan menurunkan skuad lapis duanya. Tak pelak, jagoan seperti Zada, Elie Aiboy, atau Markus Horison dicadangkan.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Hal itu untuk mengantisipasi kelelahan para pemain inti, yang tenaganya lebih dibutuhkan di kompetisi domestik. Di Indonesian Super League (ISL), PSMS memang sedang terpuruk. Dari 29 laganya, 13 kali PSMS kandas. Walhasil 24 poin baru dikumpul hingga saat ini.
Karena itu, Rudi Keltjes -arsitek PSMS enggan ambil resiko. Khawatir pemain inti cedera atau drop kondisi fisiknya, diyakini PSMS akan menyimpan tenaga Zada, Esteban, Elie Aiboy atau bahkan Markus Horison.
“Melawan Johor, mungkin saya akan mencoba rotasi. Pemain muda kalau memang mereka siap, bisa saja diturunkan. Kita lihat saja hingga saat terakhir nanti,” kata Rudi baru-baru ini.
Hal itu diamini Sihar Sitorus-manajer PSMS. Saat dihubungi Sumut Pos Jumat (15/5) kemarin, Sihar tak menampik kalau pemain inti bakal disimpan.
“Benar, laga melawan Johor FC tak lagi menentukan. Kita tentu akan mencoba main safety. Tenaga pemain lebih dibutuhkan di kancah domestik,” beber Sihar.
PSMS sendiri bakal melawat ke Johor, Malaysia pada Minggu (17/5) mendatang. Saat ini skuad sedang berkumpul di Jakarta dan menggelar latihan di sana. Belum diketahui siapa saja pemain yang bakal dibawa. Masih akan menanti sehari sebelum berangkat.
“Tim bakal berangkat tanggal 17 nanti. Meskipun tanpa pemain inti, saya harap tim bisa meraih hasil maksimal,” pungkas Sihar.
Usai laga kontra Johor FC, PSMS akan kembali menggelar laga di ISL. Lawan yang bakal dihadapi adalah Persitara Jakarta Utara pada 23 Mei mendatang. Usai laga itu, tiga hari kemudian PSMS akan kembali merumput.
Lawan yang dihadapi adalah Sriwijaya. Jadwal superpadat ini, membuat Rudi Keltjes berang. Meski demikian, dia masih optimis timnya mampu meninggalkan zona degradasi di akhir musim.
Simpan Rap-rap
MEDAN-PSMS Medan mulai memikirkan untuk mengesampingkan gaya rap-rapnya di laga sisa Indonesia Super League (ISL). Hal itu dikatakan Rudi Keltjes-arsitek PSMS sebagai salah satu trik menghindar dari kecurangan yang kerap muncul dari sang pengadil lapangan.
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
Evaluasi yang diambil Rudi Keltjes itu diputuskan usai kandas kontra Persib (13/5) lalu. Kepada Sumut Pos Rudi berujar bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pemain agar bermain aman saja, setiap bertandang ke markas lawan. Terlebih saat bola berada di kotak penalti lawan.
“Usai laga kontra Persib, kita punya cukup waktu untuk mencari siasat agar tak lagi dikerjai wasit. Salah satunya dengan mencoba bermain halus di kotak penalti. Atau, bisa saja kita cari cara main aman lainnya,” kata Rudi.
Artinya, PSMS lebih memilih mengalah dengan kondisi. Bosan terus dikerjai, bosan terus mengadu ke PSSI, karena memang tak ada tindakan lanjutan. “Lebih baik kita yang ubah cara bermain. Yang penting bisa lepas dari tipu daya wasit. Semoga pihak-pihak yang curang akan mendapatkan karma setimpal,” lanjutnya.
Masalahnya, Ayam Kinantan sudah terlanjur identik dengan gaya rap-rap. Apakah pilihan ini tidak akan menjadi bumerang? “Yang penting menang dulu. Bagi saya tak masalah main bagus atau jelek, sebab PSMS saat ini butuh hasil menang,” kata Rudi di awal kepelatihan di PSMS Maret lalu.
Sihar Sitorus-manajer PSMS juga sudah pusing dengan situasi ini. “Entahlah. Sudah tak ada gunanya melapor ke PSSI. Yang penting pemain PSMS tetap berlatih dan mempunyai semangat juang untuk menghindari degradasi. Cuma itu yang bisa dilakukan,” beber Sihar.
Keputusan ini diambil Rudi setelah melihat beberapa laga terakhir PSMS. Beberapa laga terakhir PSMS kerap kesulitan meraih hasil sempurna. Terlebih kalau harus melakoni laga ke markas lawan. Contohnya saat melawat ke markas Persijap Jepara dan Persib Bandung.
Saat dijamu Persijap, PSMS sebenarnya main bagus. Buktinya baru dua menit laga berlangsung PSMS bisa mencuri gol lewat kapten tim Esteban Guillen. Sayangnya, usai gol itu wasit mulai berat ke tuan rumah. Salah satunya dengan memberi hadiah penalti kepada tim tamu tanpa alasan yang bisa diterima pemain dan manajemen, dan menganulir gol Zada yang dilesakkan dari tendangan bebas. Padahal bola meluncur jelas ke arah gawang, namun wasit menilai gol itu berbau offside karena ada pemain PSMS yang berdiri di belakang pemain Persijap. Akhirnya PSMS kandas dengan skor 4-2.
Melawan Persib, PSMS juga mendapat cobaan. Yakni saat wasit asal Malang Suprihatin yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah, karena Mauro Pinto-bek PSMS dianggap handsball. Padahal dia sama sekali tak menyentuh bola. Hal itu terlihat dari tayang ulang yang diputar Antv.
Atas hasil buruk itu, PSMS saat ini nangkring di posisi 15 klasemen sementara. Posisi itu merupakan posisi play off degradasi. Kalau PSMS tetap bertahan di posisi itu hingga akhir musim, sebenarnya sudah bagus.
Karena PSMS masih diberi kesempatan menghirup nafas di ISL. Tapi syaratnya PSMS harus rela menjalani laga play off dengan tim peringkat empat divisi utama. Kalau menang tetap bertahan, jika kandas maka ISL musim depan tinggal kenangan
'Ferguson Bakal Kagum Melihat SUGBK'
Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal kagum dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya, pria asal Skotlandia itu tidak akan menduga ada stadion megah di Indonesia.
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Demikian prediksi Anjas Asmara, mantan pemain nasional terhadap kedatangan MU Juli nanti. Anjas merupakan salah seorang pemain yang memperkuat skuad timnas Indonesia saat
menahan imbang MU 0-0, 1975 lalu.
"Saya yakin Ferguson akan kagum dengan Gelora Bung Karno," kata Anjas kepada wartawan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2009.
Kepada wartawan Anjas mengatakan, kemegahan stadion menjadi indikator kualitas sepakbola sebuah negara. Karena itu, saat MU hadir di Jakarta, Ferguson juga akan tahu kalau Indonesia pernah punya tim nasional yang hebat.
"Dulu kami sering menjajal tim-tim besar di SUGBK. Bahkan kami pernah mengalahkan Uruguay 2-1 di sini. Saat itu saya berhasil mencetak satu gol," kata Anjas di Senayan, Jumat, 15 Mei 2009.
Menurut Anjas, kualitas timnas era 1970-an tidak kalah dengan tim-tim asal luar negeri. Karena itu, saat bertemu dengan MU, 1975 lalu, timnas tidak pernah minder apalagi takut.
"Kami berdiri di lapangan dengan tangan di pinggang. Kami tidak takut berhadapan dengan tim sekelas MU saat itu. Yang sulit kami kalahkan adalah Birma (Nyamnar) dan Israel," kata mantan pemain Persija ini.
Anjas menambahkan, kematangan timnas di eranya tak lepas dari bertaburnya talenta-talenta yang ada saat itu. Kondisi ini juga didukung dengan kehadiran pelatih-pelatih ternama dan tingginya jam terbang di pentas internasional yang cukup tinggi.
"Kami biasa bertanding lawan tim-tim besar, terutama dari Brasil. Jadi saat berhadapan dengan MU, kami tidak minder sama sekali."
Saat berhadapan dengan MU, Anjas bermain di posisi gelandang kiri. Selain Anjas, timnas saat itu juga diperkuat oleh Roni Paslah, Junaidi Abdilah, Nobon Kamayudin, Oyong Liza, Sutan Harahara, Iswadi Idris, dan Andi Lala.
"Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah saksi kekuatan timnas era 1970 hingga 1980-an. Dan saya yakin, Ferguson akan kagum dengan satdion ini," tandasnya.
MU akan kembali bertandang ke Jakarta, 18 Juli 2009. Kunjungan ini merupakan rangkaian tur Asia Setan Merah musim ini. Cristiano Ronaldo cs akan berhadapan dengan tim Indonesia All Star, 20 Juli 2009
Thursday, May 14, 2009
Persib Diuntungkan Bola Mati
Kehilangan trio andalannya, Gonzalez, Hilton Moreira dan Cabanas, Persib terlihat begitu sulit menciptakan gol melalui serangan-serangan yang mereka bangun. Kalaupun akhirnya Persib bisa mencetak dua gol, itu berkat kejelian mereka memanfaatkan bola-bola mati.
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Dari sisi permainan kedua tim sebenarnya berimbang. Bahkan PSMS sedikit lebih unggul dalam melakukan tekanan ke gawang Persib. Hanya saja kurang baiknya penyelesaian akhir yang dilakukan pemain-pemain PSMS seperti Zada dan Costas saat mendapatkan peluang, membuat gawang Persib tetap aman.
Selain itu tetap solidnya lini pertahanan Persib yang digalang Maman, Nova dan Nyek Nyobe menjadi kesulitan sendiri bagi PSMS dalam membongkar pertahanan lawan. Tak heran jika serangan yang mereka bangun kerap kandas.
Di barisan tengah Persib, Hariono tampil gemilang. Dia menjadi tembok pertama Persib di barisan tengah yang harus ditaklukan PSMS. Tak heran jika duel lini tengah selalu mampu dimenangkan oleh Persib.
Gol yang diciptakan Nyek Nyobe lewat tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter merupakan gol berkelas yang sangat sulit digagalkan Markus Harison. Keunggulan itulah yang akhirnya bisa membuat kepercayaan diri Persib bertambah di saat mereka juga kesulitan menciptakan gol dari serangan yang mereka bangun.
Sedangkan gol kedua dari Bastos yang diciptakan dari titik penalti memang mengundang tanya apakah benar telah terjadi handball pada pemain belakang PSMS. Namun lepas dari perdebatan tersebut penalti yang dilakukan Bastos sangat baik. Gol kedua Persib tak pelak lagi membuat PSMS makin sulit dan terlihat mental mereka menjadi down karena sulit untuk mengejar dua gol dalam kondisi Persib yang semakin di atas angin
Kekeliruan Wasit Nodai Kemenangan Persib Atas PSMS Medan
Persib Bandung berhasil mengamankan tiga angka saat menjamu PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Rabu, 13 Mei 2009. Sayang, kemenangan Maung Bandung diwarnai oleh keputusan kotroversial wasit Suprihatin.
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
Pada pertandingan yang disiarkan oleh antv ini, Persib berhasil mengalahkan PSMS 2-0. Hasil ini sekaligus mendongkrak posisi Persib ke urutan ke-3 dengan koleksi 54 poin dari 27 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini peluang PSMS untuk lepas dari zona degradasi semakin sulit. Saat ini, Ayam Kinanta masih berada di posisi ke-15 dengan koleksi 24 poin dari 28 laga.
Gol pertama Persib dicetak oleh Nyec Nyobe pada menit ke-20. Sedangkan gol kedua dicetak oleh Rafael Bastos pada menit ke-54 dari titik putih penalti.
Di babak pertama, kedua tim sebenarnya tampil terbuka. Namun, kondisi lapangan yang becek menyulitkan Persib dan PSMS untuk menciptakan peluang-peluang berbahaya.
Persib mencoba menembus pertahanan PSMS pada menit-menit awal lewat serangan yang dimotori oleh Atep. Sayang genangan air beberapa kali menghambat aliran bola sehingga mampu dikuasai oleh pemain belakang PSMS.
Tak ingin mengecewakan pendukungnya seperti saat dikalahkan Pelita 1-2 beberapa waktu lalu, Persib kembali menata serangannya. Kali ini pemain-pemain Maung Bandung mulai berani melakukan eksekusi dari luar kotak penalti.
Namun aksi ini lagi-lagi tak membuahkan hasil hingga Persib mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit 25'. Nyeck Nyobe yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil merobek jala PSMS yang dijaga oleh Markus Horison.
Tendangan pemain asal Kamerun ini meluncur deras di atas pagar betis pemain-pemain PSMS sebelum akhirnya mendarat di pojok kanan atas gawang Markus. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
PSMS memilih untuk mengikuti strategi yang dijalankan oleh Persib. Mario Costas cs mulai berani melancarkan tendangan-tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, dari sederet eksekusi yang dilakukan, tak satupun menemnui sasaran.
Hingga babak pertama berakhir kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan. Skor sementara masih tetap 1-0 untuk Persib.
Babak Kedua
Di babak kedua, PSMS mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun kondisi lapangan yang tidak menguntungkan kembali membuat serangan Mario Costas dan Leonardo Zada kerap kandas di kaki pemain bertahan Persib.
Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti pun tak banyak membantu karena masih meluncur jauh di luar sasaran.
Saat berusaha mengejar ketertinggalannya, PSMS justru dikejutkan dengan keputusan kontrovesial wasit Suprihatin. Pengadil lapangan itu menunjuk titik putih penalti pada menit ke-54.
Sanksi ini diberikan Suprihatin menganggap Mario Pinto melakukan hands ball di kotak terlarang. Padahal, dari tayangan ulang tidak terlihat bahwa bola menyentuh tangan Pinto.
Keputusan wasit ini sempat memicu protes dari pemain PSMS. Namun wasit tetap pada pendiriannya. Rafael Bastos yang ditunjuk sebagai eksekutor pun akhirnya sukses menjalankan tugasnya sekaligus merubah skor menjadi 2-0 untuk Persib.
Ketingggalan 0-2 mulai membuat pemain PSMS frutasi. Mereka pun memilih untuk meladeni Persib dengan permainan keras. Pelanggaran demi pelanggaran kerap dilakukan oleh pemain-pemain belakang PSMS.
Menghadapi situasi ini, Persib mulai menurunkan tempo permainnya. Pasukan Jaya Hartono memilih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, hingga pertandingan usai Maung Bandung berhasil mempertahankan kemenangan 2-0.
Susunan Pemain
Persib Bandung
Tema Mursadat/Cece Supriatna (g); Maman Abdurahman, Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Gilang Angga, Hariono, Eka Ramdani, Atep, Siswanto/Irwan Wijasmara, Airlangga Sutjipto/Zaenal Arif, Rafael Bastos
PSMS Medan
Markus Horison (g), Reswandi, Mauro Pinto, Fadli Hariri, Rahmadhani, Agus Suprianto, Leonardo M Zada, Ruben Sanadi/Andhika Yudistira/Affan Lubis, Rahmat Affandi/I Komang Adyana, Octavianus Maniani, Mario Costas
PSMS vs SFC Main di Papua
Badan Liga Indonesia memutuskan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) antara PSMS Medan menghadapi Sriwijaya FC pada 23 Mei mendatang, akan digelar di Stadion Mandala, Papua.
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Hal ini tak lepas dari keberatan PSMS yang menganggap Stadion Jakabaring, Palembang, sama saja akan menjadi kandang SFC, padahal mereka yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sejak awal Maret lalu, PSMS telah menggunakan Stadion Jakabaring sebagai homebase mereka untuk laga di AFC Cup, dan tiga laga di LSI.
Menanggapi keberatan ini, Manajer SFC, MC Baryadi, mengaku tak mempermasalahkannya. Jadwal tersebut kebetulan sesuai dengan dua laga mereka berikutnya yakni menghadapi Persiwa Wamena (6/6), Persipura Jayapura (10/6).
"Jadwal ini sesuai dengan perjalanan pertandingan SFC melawan Persiwa dan Persipura. Jadi, pertandingan melawan PSMS menjadi laga pembuka pertandingan di Papua," ujarnya, Rabu (13/05).
Senada dengan Brayadi, pelatih Rahmad Darmawan, juga mengakui hal tersebut sangat menguntungkan dari segi biaya.
"Dari pada bolak-balik Palembang-Papua, tentu biaya dan tenaga lebih besar lagi harus dikeluarkan. Sealin itu, anggap saja sekalian saya pulang kampung,” pungkas pelatih yang 2005 lalu meracik sekaligus membawa Persipura menjadi kampiun Liga Indonesia (Ligina) XI
Mantan Pemain PSMS, Jusuf Siregar Meninggal Dunia
Wafatnya mantan pemain PSMS, HM Yusuf Siregar (81) merupakan sebuah kehilangan besar bagi keluarga besar olah raga di Medan. "Keluarga besar PSMS benar-benar kehilangan seorang tokoh sepak bola yang sangat dihormati dan dihargai," kata mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, di Medan, Rabu (13/5).
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
Yusuf Siregar yang terakhir juga berpangkat Letkol Pol (Purn) meninggal dunia di rumah duka di Jalan Masjid Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5), pukul 10.00 WIB.
Almarhum menghadap Sang Pencipta setelah sekian lama menderita sakit.Yusuf Siregar lahir di Sibolga, 8 Agustus 1928. Ia mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM.
Menurut Parlin , dengan wafatnya Yusuf Siregar, PSMS tidak hanya kehilangan seorang tokoh yang selama ini dikenal sebagai bapak, tetapi juga kehilangan pembina yang dikenal arif dan bijaksana.
"Ketika beliau bergabung dengan PSMS pada era 1950-an tim ini sangat disegani tim lawan," katanya.
Di tim PSMS, Yusuf mendapat julukan "the killer" atau sang pembunuh di lapangan hijau.
"Kepribadian Pak Yusuf perlu dicontoh para pemain muda. Beliau dikenal memiliki disiplin tinggi, selalu tekun dan rajin berlatih, sehingga wajar beliau dijadikan tokoh sepak bola nasional," katanya.
Almarhum HM. Jusuf Siregar (81 tahun) yang meninggal dunia Selasa (12/5) telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Medan, Rabu (13/5).
Pemakaman Jusuf Siregar di tempat peristirahatan yang terakhir itu dihadiri sejumlah mantan pemain dan pengurus PSMS Medan, juga dihadiri oleh keluarga, serta kerabat dekat almarhum khususnya dari kalangan kepolisian.
Tampak adik almarhum, Mayjen Pol (Purn) Salim Siregar yang juga mantan Kapolda Riau juga turut hadir pada pemakaman tersebut.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada acara pemakaman tersebut adalah AKBP Robin Hutapea dari Polda Sumut.
HM. Jusuf Siregar yang dengan pangkat terakhir Letkol Pol (Purn) meninggal dunia karena sakit di rumah duka di Jalan Masjid Taufik Gang Perwira No 1 Medan, Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.
Almarhum meninggalkan seorang istri Nurmilan br Rangkuti, tujuh orang anak, lima putra dan dua putri, 17 orang cucu, serta satu cicit.
Jusuf Siregar lahir di Kota Sibolga, 8 Agustus 1928, mengawali karirnya di sepak bola dengan bergabung di Klub TAM di kota tersebut.
Almarhum memperoleh penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara dari Presiden Soeharto pada 1983.
Mantan pelatih PSMS, M. Khaidir mengatakan, keluarga besar PSMS merasa kehilangan terhadap orang yang selama ini sangat dicintai dan banyak berjasa dalam memajukan olah raga sepak bola di Sumut.
Khaidir mengatakan, Jusuf Siregar tidak hanya dikenal sebagai mantan pemain PSMS, tetapi juga sebagai tokoh olah raga di daerah itu
DENGAN PERSIB PSMS, TUNDUK 2-0
Tim maung bandung "Persib" naik keperingkat ketiga klasemen sementara liga super indonesia(LSI)2009 setelah mengalahkan PSMS medan 2-0 di stadion jalak harupat soreang bandung, jabar, rabu malam.
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Gol kemenangan persib di cetak bek Nyek Nyobe Gregorius Clement menit ke 25 dan rafael bastos menit ke 52 hasil 27 kali bertanding, 16 kali menang, 6 kali seri dan 5 kali kalah
Sementara PSMS Medan tertahan di peringkat 14 dengan nilai 24 hasil dari 29 kali bertanding, empat kali menang, 12 seri dan 13 kalah.
Kemenangan ini sekaligus memupus"Mimpi Buruk" persib bandung yang sempat kalah 1-2 di stadion sijalak harupat soreang bandung saat di jamu Pelita Jaa Jabar beberapa waktu lalu.
MEski meraih kemenangan, absennya duet maut Hilton Moriera dan Cristian Gonzales serta gelandang Lorenzo Cabanas yang terkena akumulasi dua kartu kuning mengurangi ketajaman line depan maung bandung yang menurunkan rafael basstos dan Airlangga
Hujan yang turun menjelang "Kick Off" membuat lapangan pertandingan menjadi licin, diawal babak pertama kedua tim harus berjuang melawan genangan air yang menghalangi lajunya si kulit bundar
Kedua tim memberondong lawan dengan tembakan"Canon Ball" dari line tengah, salah satunya gol persib yang di cetak Nyek Nyobe yang dilakukan melalui tembakan bebas dari jarak 35 meter
Ketinggalan 1-0 , PSMS tampil mengurungdengan tembakan-tembakan jarak jauh. beberapa klai Rachmat Affandi dan Mario Costas mengancam gawan Persibyang dikawal Tema Mursadat. Namun hingga babak pertama udai kedudukan bertahan 0-1 untuk persib
Memasuki babak kedua, terjadi duel line tengah yang di motori oleh eka ramdani(persib) dan Zada(PSMS) memasuki menit ke 52 pemain belakang PSMS Mauro Pinto, melakukan Handsball di kotak penalti sehingga wasitsuprihatin dari magelang menunjuk titik putih.
Keputusan penalti sempat di protes pemain medan, namun wasit tetap pada keputusannya,Rafael Bastos yang menjadi Algojo,sukses melakukan eksekusi menaklukan kiper Markus Horison sehingga Persib memimpin 2-0.**
Wednesday, May 13, 2009
Persib Terancam Ompong Ladeni PSMS
LIVE antv 18.30 WIB
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
Persib Bandung tertimpa bala. Untuk kali pertama, Maung Bandung tak bisa menampilkan duet maut Christian "El Loco" Gonzales dan Hilton Moreira.
Keduanya terganjal akumulasi kartu yang memaksanya jadi penonton dalam laga yang disiarkan langsung antv ini. Sialnya, lawan yang akan dihadapi Maung Bandung, Rabu 13 Mei 2009 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, adalah PSMS Medan.
PSMS jadi tim yang memberikan kesulitan tiap kali bentrok di lapangan hijau. Pangeran Biru harus berpikir keras mengatasi perlawanan heroik musuh bebuyutannya itu.
“Memang kekuatan Persib jadi berkurang tanpa keduanya. Apalagi, Gonzales dan Hilton sudah menyatu dan saling memahami tugasnya dalam melambungkan prestasi Maung Bandung. Tapi, sepakbola prestasi tidak boleh berhenti tanpa kehadirannya. Masih ada pemain lain yang bisa menggantikan perannya untuk memberikan perlawanan ketat pada lawan,” jelas Jaya Hartono, pembesut Maung Bandung, kepada wartawan GOSport, Dani Wihara.
Dalam deretan tukang gedor Persib, duo El Loco dan Moreira memang sangat paten. Kolaborasi keduanya sudah menyodorkan banjir gol bagi tim kebanggaan Tanah Pasundan itu.
Tercatat 17 gol sudah disemburkan keduanya ke gawang musuhnya. Makanya, tongkrongan keduanya sangat membekas di sanubari pesaingnya: tajam dan menyengat.
Tapi, bukan berarti tukang gedor lainnya -–di luar figur Gonzales dan Moreira-— dianggap sebelah mata. Sosok Zaenal Arief, Airlangga Sucipto dan Rafael Alves Bastos juga tidak kalah aksi.
Mereka cukup tajam mengoyak gawang lawan. Juga bisa diandalkan agar Maung Bandung tetap mengaum kencang.
“Ketiga striker Persib lainnya juga punya kualitas olah bola yang bagus. Tinggal mereka membuktikannya di lapangan. Jadi, tidak ada alasan untuk melepas kesempatan menuai angka sempurna di hadapan pendukung sendiri. Kami ingin terus menghamparkan prestasi manis di musim kompetisi ini,” ungkap Jaya.
Optimisme dan kepercayaan diri anak-anak Bandung memang sedang menjulang. Mereka akan terus memberi tekanan hebat
kepada semua klub penghuni papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009.
Tetap Bermain Menyerang
Sepakbola menyerang yang merangsang menjadikan Maung Bandung disegani lawan. Dan itu akan terus mereka tebarkan di hadapan puluhan ribu pemuja fanatiknya.
“Main di kandang sendiri, tentu kita harus tampil menyerang. Itu agar tren positif yang tengah menyapa Persib terus berlanjut. Yang penting, pemain tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan,” kata Jaya lagi.
Itu sebabnya, tanpa kehadiran Gonzales dan Hilton plus kemungkinan harus tampil tanpa kehadiran Lorenzo Cabanas yang sedang cedera, tidak menyurutkan langkah Persib terus mengibarkan prestasi. Yang jelas bentrok antara Persib dan PSMS memang sarat gengsi dan prestisius, bahkan menguras emosi jiwa. Tak lain karena latar belakang sejarah panjang kedua klub di pentas sepakbola nasional.
“PSMS memang lawan yang berat. Bahkan selalu membuat repot permainan kami. Apalagi, sepak terjang kedua tim sudah mengurat akar di sepakbola nasional. Karena itulah, kami ingin menutup pertandingan dengan hasil yang bagus,” jelas Eka Ramdani, kapten Persib.
PSMS sendiri datang dengan kondisi nyaris serupa dengan Maung Bandung. Kiper Markus Horison masih terkapar karena cedera. Penggantinya, Galih Sudaryono dan juga Esteban Guillien terjerat akumulasi kartu. Tapi, itu semua tidak menyurutkan ambisi memberi perlawanan untuk menghindari dari jerat degradasi.
“Bentrok dengan ersib pasti menguras emosi. Pertandingan ini pun sangat strategis buat kedua tim. Kami memiliki motivasi kuat untuk bisa menahan Persib di tengah tekanan ribuan bobotohnya,” bilang Rudi William Keltjes, sutradara Ayam Kinantan.
Prakiraan Pemain
Persib: Tema Mursadat; Nova Arianto, Maman Abdurachman, Nyek Nyobe George, Siswanto, Eka Ramdani, Atep, Hariono, Gilang Anggakusuma, Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto.
PSMS: Zulbahra, Mauro Pinto, Aun Carbini, Edi Sebung, Fadly Hariri, Ruben Sanadi, Octavianus Maniani, Leonardo Zada Martins, Affan Lubis, Mario Costa, Rahmat Affandi
PSMS Berpeluang Kalahkan Persib
PSMS Medan berpeluang mengalahkan Persib Bandung yang tanpa diperkuat pemain asing Christian Gonzales dan Hilton Moriera, pada lanjutan kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009 di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Rabu, (13/5).
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
"Peluang PSMS memetik kemenangan dari Persib cukup besar, saya yakin itu akan terkabul," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian yang diminta komentarnya di Medan, Selasa (12/5).
Parlin menilai, dengan tidak hadirnya dua pemain asing itu kekuatan Persib jauh berubah dan diperkirakan tidak seperti pertandingan sebelumnya.
Karena, selama ini motor "penggerak" Persib adalah kedua pemain itu. Tanpa mereka Persib akan sulit menaklukkan lawan-lawannya termasuk saat menjamu PSMS.
"Kesempatan emas ini harus bisa digunakan pemain PSMS untuk meraih angka dari Persib yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim cukup kuat," ujarnya.
Ia memperkirakan, Persib juga merasa kuatir dengan tidak turunnya dua pemain asing itu yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning, kata Siagian yang juga pemain PSSI di era 1970-an itu.
Rugi jika pemain PSMS seperti Leonardo Martin Zada (Brazil), Esteban Javier (Uruguay), Mauro Pinto (Brazil), Elie Eboy dan sejumlah pemain lokal lainnya tidak bisa memanfaatkan moment tersebut.
PSMS awali Copa
Laga PSMS Medan menghadapi tim favorit Persipura Jayapura akan mengawali pertarungan babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 pada leg pertama, Sabtu (23/5) mendatang.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Selanjutnya, PSMS akan melakoni pertandingan tandang ke Jayapura pada 13 Juni. Pelatih Rudy William Keltjes menyatakan tetap yakin PSMS bakal lolos ke semifinal. Terpenting adalah tim mendapat jadwal yang tidak terlalu mepet karena PSMS juga masih berkompetisi Liga Super dan Piala AFC.
"Kami berkompetisi di tiga kejuaraan yaitu Liga Super, Copa Dji Sam Soe, dan Piala AFC. Kondisi itulah yang membuat kami harus pandai mengatur jadwal agar proses pemulihan tenaga pemain berjalan dengan baik," kata Rudy.
Menurut dia, masalah pemulihan akan menjadi faktor utama timnya saat menghadapi Persipura. Apalagi perjalananan menuju Jayapura memakan waktu yang tidak sebentar.
Sementara itu, pertandingan pertama juara bertahan Sriwijaya FC Palembang melawan Persibo Bojonegoro terpaksa diundur. SFC seharusnya menjamu pada leg
pertama, Kamis (14/5). Karena bersamaan dengan jadwal pertandingan di Liga Super, maka laga tersebut diundur menjadi Kamis (28/5).
Babak 8 Besar tetap menggunakan sistem home and away dan mulai digulirkan pada 23 Mei sampai 15 Juni 2009. Jadwal itu telah disesuaikan sehingga 8 tim memiliki waktu cukup untuk persiapan dan pemulihan.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono berharap jadwal ini tidak berubah lagi. Dengan demikian, turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Tuesday, May 12, 2009
Persib minus Gonzales-Hilton
Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat duet striker andalannya, Cristian Gonzales dan Hilton Moreira, saat menjamu PSMS Medan karena terkena akumulasi kartu kuning.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Upaya Persib mengamankan poin maksimal dari laga kandangnya saat menghadapi PSMS dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Rabu besok, sedikit berat.
Hal itu karena Gonzales dan Hilton dipastikan duduk manis di tribun penonton dan menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan, karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning.
Padahal Maung Bandung sedang berupaya merebut kembali posisi di urutan ketiga klasemen yang diambil alih Sriwijaya FC, usai menghentikan perlawanan sesama tim papan atas lainnya Persija Jakarta 4-3.
Meski demikian, kubu Persib mengaku tidak begitu merisaukan hal ini. Menurut pelatih Jaya Hartono, ketidakhadiran duet bomber andalannya tersebut justru bisa dijadikan sebagai ajang pembuktian bagi striker lain yang selama ini kerap duduk di bangku cadangan.
"Ini saatnya pembuktian apakah mereka bisa sejajar dengan Gonzales dan Hilton. Tentu kami berharap agar striker kami yang selama ini menduduki bangku cadangan bisa menunjukan kualitasnya saat menghadapi PSMS," jelas Jaya.
Monday, May 11, 2009
Dilibas Persela, PSMS Gagal Perbaiki Posisi
Dilibas tuan rumah Persela Lamongan, PSMS Medan gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin, sekaligus memperbaiki posisinya di klasemen sementara.
PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.
Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.
Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.
Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.
Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.
Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.
Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.
Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.
Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.
Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8
PSMS Medan harus mengubur ambisinya mendulang poin penuh dari kandang Persela Lamongan, setelah dilibas tuan rumah 4-2, dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Superliga 2008/09 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (10/5) petang.
Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol cepat dari Esteban Gullien ketika pertadingan baru berjalan dua menit, Ayam Kinantan gagal mempertahankan keunggulannya satu menit kemudian. Itu karena, hadiah penalti yang diberikan wasit Alil Rineggo yang menganggap Marcio Souza dilanggar Aunt Carbiny saat berebut bola di kotak terlarang.
Marcio sendiri yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol dan menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Gol tersebut sempat meruntuhkan semangat bertanding para pemain PSMS. Itu bisa dilihat dengan gol kedua Persela lima menit kemudian dari tandukan Carlos Raul Sucati.
Tanpa terkawal, Sucati sukses menyambut bola rebound dari tendangan bebas Fabiano Beltrame yang membentur mistar gawang PSMS. Dengan satu tandukan, ia mampu mengecoh kiper Ghali Sudaryono, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Persela.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 pada menit dua menit berselang melalui tendangan bebas Affan Lubis. Tapi wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut yang membuat pemain PSMS mulai naik pitam. Maklum ini merupakan keputusan kedua dari pengadil lapangan hijau tersebut yang dianggap merugikan, setelah sebelumnya memberikan hukuman penalti kepada tuan rumah.
Tensi permainan pun semakin meninggi yang menjurus kasar. Pada menit ke-30 misalnya, pemain tuan rumah Persela I Wayan Sukadana melakukan tindakan tidak sportif kepada Octavianus Maniani, dengan sengaja menabraknya dari belakang. Padahal bola tidak dalam permainan.
Sukadana pun diganjar kartu kuning kedua yang membuat Persela tampil dengan sepuluh pemain. Sayang hal ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh skuad tim besutan pelatih Ruddy William Keltjes yang tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo. Terbukti, Persela sukses menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Zaenal Arifin pada menit ke-35.
Beruntung, pada penghujung babak pertama, gelandang asing andalan PSMS, Leonardo Martins Dinelli sukses mencetak gol cantik, setelah sebelumnya sukses melewati hadangan beberapa pemain belakang tuan rumah. Gol tersebut sekaligus memperkecil ketinggalan timnya menjadi 3-2 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Hasilnya, dua menit berselang, Octavianus Maniani berhasil menerobos pertahanan tuan rumah. Sayang tendangan kerasnya masih melebar di sisi kiri gawang Persela yang dikawal Nurul Huda.
Setelah itu, PSMS yang berupaya menyamakan kedudukan terus mendominasi permainan. Sayang, usaha tersebut berbuntut pada `hujan` kartu kuning yang diterima pemain PSMS. Bagaimana tidak, pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo memberikan tiga kartu kuning secara beruntun kepada Aun Carbiny, Leonardo Martins, dan Ghali Sudaryono. Padahal sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung telah menerima kartu kuning.
Tindakan Alil tersebut semakin membuat pemain PSMS frustasi yang mengakibatkan mereka kehilangan konsentrasi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik Persela untuk menambah keunggulan. Melalui skema serangan balik yang cepat, Alex Robinson berhasil menjebol gawang PSMS di masa injury time dan mengubah skor menjadi 4-2. Skor akhir ini bertahan hingga pertandingan usai.
Atas kekalahan ini, PSMS gagal memperbaiki posisinya yang saat ini bertengger diurutan ke-14 klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini, dengan torehan 24 poin dari 28 laga. Sementara untuk Persela, kemenangan tersebut membuat mereka naik dua strip dan menggusur posisi PSM Makassar diurutan ke-8
Modal Persib Hadapi Ayam Kinantan
Kemenangan 2-0 di kandang Arema, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (9/5), bisa disebut modal baik Maung Bandung sebelum menghadapi jadwal padat pada Mei ini.
Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).
’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.
Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi
Eka Ramdhani dkk harus melakoni jadwal yang diyakini bakal menguras energi dan pikiran pemain. Sebagai contoh, seusai meladeni Singo Edan, armada Maung Bandung praktis hanya memiliki masa recovery dua hari sebelum meladeni PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Rabu (13/5).
’’Rotasi pemain hanya akan dilakukan jika di antara pemain yang sekarang masuk daftar rancangan tim inti ada yang tak cukup bugar. Sepanjang para pemain tersebut siap secara teknis, fisik, dan mental tak bermasalah, tak ada perubahan materi pemain.
Jadwal padat tak berarti perlu dilakukan rotasi secara ekstrem,” tandas pelatih Persib Jaya Hartono. Selain itu, Jaya juga bisa mengharapkan dukungan ribuan bobotohpada duel klasik versusAyam Kinantan - julukan PSMS- di Siliwangi
Ayam Kinantan pulang dengan Tangan hampa
PSMS Medan akhirnya pulang dengan tangan Hampa dari Lamongan. Menghadapi tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009, Ayam Kinantan Keok 2-4 di tangan Laskar Joko Tingkir.
Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.
Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.
PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.
Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.
Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')
PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas
Pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Babak II
Memasuki babak kedua, PSMS yang unggul dalam jumlah pemain langsung menggempur pertahanan Persela. Dua menit setelah babak kedua bergulir, Octavianus Maniani berhasil menerobos jantung pertahanan tuan rumah. Sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang Nurul Huda.
Persela juga tak mau ketinggalan. Pada menit ke-70 Laskar Joko Tingkir nyaris memperlebar jarak lewat aksi Carlos Raul Sucati. Sayang umpan dari Charles Putiray lebih dekat kepada Galih. Dengan cekatan kiper muda itu berhasil menepis bola sehingga mebuat tandukan Carlos hanya membentur angin.
PSMS kembali mendominasi serangan. Namun langkah anak-anak Medan untuk menambah skor justru berbuah hujan kartu kuning. Pada menit ke-78, wasit Alil Rinenggo setidaknya memberikan tiga kartu kuning secara beruntun. Masing-masing kepada Aun Carbiny, Leonardo Zada, dan Galih Sudaryono. Sebelumnya, Mauro Pinto dan Edi Simbung juga mendapat kartu kuning.
Persela sendiri praktis bertahan di sisa babak kedua. Tuan rumah hanya menyisakan Marcio Souza di lini depan. Kondisi ini coba dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSMS untuk terus meningkatkan daya gempurnya.
Namun sayang, karena keasyikan menyerang, PSMS justru teledor dalam bertahan. Lewat sebuah seranga balik, Alex Robinson berhasil menjebol gawang Galih di masa injury time dan merubah skor menjadi 4-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Persela Lamongan
Khoirul Huda (g); Fabiano Beltrame, FX Yanuar, Agustiar Batubara, Tomy Rifka, Alex Robinson, I Gede Sukadana-2kk (km), Zaenal Arifin/Charles Putiray, Jimmy Suparno, Carlos Raul Sucati, Marcio Souza/Dicky Firasat (90')
PSMS Medan
Galih Sudaryono-kk, Edi Simbung-kk, Aun Carbini, Mauro Pinto-kk, Fadli Hariri/Rahmadani (38'), Esteban Gullien-kk, M Affan Lubis, Ruben Sanadi/Rahmad Affandi (53'), Leonardo Marin Zada-kk, Octavianus Mainani/I Komang Adyana, Mario Costas
Babak I Persela vs PSMS Diwarnai Hujan Gol
Hujan gol terjadi di babak pertama duel Persela kontra PSMS Medan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu, 10 Mei 2009. Setidaknya lima gol terjadi pada babak I lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 itu. Untuk sementara Persela unggul 3-2 atas PSMS.
Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum
Pada pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSMS berhasil mengejutkan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Esteban Gullien pada menit ke-2. Memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Persela, Esteban berhasil mengecoh penjaga gawang Persela, Khoirul Huda lewat sebuah tandukan kerasnya.
Hanya semenit berselang, giliran gawang PSMS yang terancam. Marcio Souza yang jatuh di kotak penalti PSMS usai berebut bola dengan Aun Carbini diterjemahkan wasit Alil Rinenggo sebagai sebuah pelanggaran dan langsung menunjuk titik putih.
Marcio yang ditunjuk sebagai eksekutor akhirnya berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke arah kanan gawang tak mampu dibaca oleh kiper PSMS, Galih Sudaryono. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Berhasil menyamakan kedudukan, membuat semangat pemain-pemain Persela terus meningkat. Hasilnya, pada menit ke-8 pasukan Widodo C Putro kembali mencetak gol. Kali ini lewat aksi dari Carlos Raul Sucati memanfaatkan bola rebound di depan gawang PSMS.
Tendangan bebas Fabiano Beltrame membentur mistar gawang PSMS. Bola kemudian memantul liar di depan gawang Galih. Carlos yang berdiri bebas dengan cekatan menyongsong bola liar itu dengan sebuah tandukan ke pojok kiri gawang Galih. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk tuan ruamh.
PSMS sebenarnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-10. Tendangan bebas dari Affan Lubis berhasil menjembol gawang Laskar Joko Tingkir. Namun wasit Alil Rinenggo menganulir gol tersebut setelah asisten wasit menanggakat bendera tanda off side.
Setelah kejadian ini, pertarungan berjalan dalam tensi tinggi. Pemain-pemain kerap terlibat pelanggaran. Bahkan pada menit ke-30 pertandingan sempat diwarnai aksi tidak sportif pemain Persela, I Wayan Sukadana terhadap pemain PSMS, Octavianus Maniani.
Tindakannya menabrak bagian belakang Octavianus saat bola mati memaksa wasit memberikan kartu kuning kedua padanya. Akibatnya, Persela pun harus bermain dengan 10 pemain.
Sayang PSMS tak mampu memanfaatkan situasi ini. Unggul dalam jumlah pemain justru membuat barisan pertahanan PSMS teledor. Akibatnya, pada menit ke-35, pemain Persela Zaenal Arifin berhasil merobek jala Ayam Kinantan lewat sebuah tandukan memanfaatkan umpan dari Carlos dari sisi kiri pertahanan PSMS. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Di penghujung babak pertama, giliran PSMS yang mencetak gol ke kandang Persela. Lewat aksi gemilang Leonardo Zada yang mampu melewati pemain-pemain belakang Persela pada menit ke-42, PSMS akhirnya memperkecil jarak menjadi 2-3. Skor ini bertahan hingga turun minum
Friday, May 8, 2009
BLI rilis jadwal sisipan
JAKARTA - Selain jadwal Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) juga mengeluarkan jadwal lima pertandingan Liga Super yang disisipkan serta jadwal tiga partai yang dijadwal ulang dalam lanjutan Liga Super 2008/2009.
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.
BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.
Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.
Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.
Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib
Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Jakarta menyatakan, pihaknya memastikan masing-masing jadwal untuk laga Liga Super serta jadwal untuk Copa Indonesia berlangsung mulai medio Mei hingga Juni.
BLI menetapkan lanjutan Liga Super 2008/2009 mulai 7 Mei hingga 10 Juni mendatang. Menurut dia, lima jadwal pertandingan yang batal terselenggara, akhirnya disisipkan, sedang tiga pertandingan lainnya, dijadwal ulang.
Lima duel sisipan ini merupakan pertandingan yang tidak bisa digelar hingga 5 Mei 2009. Masing-masing terdiri atas duel Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija, Persitara Jakarta Utara vs PSMS dan Persitara vs Persib Bandung.
Selain jadwal sisipan, jadwal baru lanjutan putaran Liga Super juga mengalami perubahan untuk tiga pertandingan. Pertandingan itu adalah laga Persela Lamongan vs Sriwijaya FC, Persib vs PSMS dan PSMS vs Sriwijaya FC.
Jadwal Sisipan
29 Mei: Persija vs PSMS
14 Mei: PSIS vs Persija
26 Mei: Persitara vs PSMS
2 Juni: Persitara vs Persib
Perubahan Jadwal
28 Mei: Persela vs Sriwijaya FC
13 Mei: Persib vs PSMS
1 Juni: PSMS vs Sriwijaya FC
23 Mei jatah PSMS
JAKARTA - Badan Liga Indonesia (BLI) merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009 dengan menyatakan babak perempatfinal akan dimulai 14 Mei hingga 15 Juni mendatang.
Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.
Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.
Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni dan semua tim akan bertarung di babak delapan besar dengan menggunakan format home and away. Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro.
Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei. Menurut Direktur BLI Joko Driyono, babak delapan besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko di Jakarta.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg kedua babak 16 besar melawan Persitara Jakarta Utara. Laga penentu itu akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei.
Jadwal Copa Indonesia 2008/2009:
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Dua Hari Latihan Strategi Redam PSMS
Persiapan terus dilakukan Persela Lamongan menjelang laga ke-28 di Indonesia Super League (ISL) melawan PSMS Medan di Stadion Surajaya Lamongan Minggu (10/5) mendatang.
Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.
Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.
Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.
Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.
Pelatih Persela Widodo C Putra beberapa hari terakhir memberikan menu latihan pengembalian kekuatan otot kepada Marcio Souza da Silva dkk. Rencananya, mulai hari ini dan besok, pelatih dengan lisensi A terbaik itu merencanakan latihan strategi dan taktik pertandingan. 'Ini perlu kita persiapkan karena tim calon lawan kita lihat mengalami perkembangan lebih bagus dibanding penampilannya di putaran pertama,' katanya.
Dengan sajian latihan itu, lanjut Widodo, diharapkan anak asuhnya bisa tampil lebih bagus lagi. Menurut dia, tidak ada alasan kelelahan bagi pemain untuk laga melawan PSMS mendatang. 'Karena panjangnya waktu recovery saya nilai sudah sangat cukup. Apalagi, sebelumnya pemain juga sempat kita kasih waktu istirahat,' imbuhnya.
Sementara itu, latihan kemarin tetap digelar di lapangan Stadion Surajaya. John Scarlet yang tidak pernah tampil di putaran II ISL karena cedera, mulai berlatih berat bersama Marcio dkk. Diharapkan, kondisi pemain asal Papua ini kembali pulih dan bisa memperkuat tim. 'Kelihatannya memang sudah sembuh, karena beberapa hari ini dia juga sudah ikut latihan. Tapi, terlihat masih belum maksimal dan kita lihat saja perkembangannya. Mudah-mudahan saja segera sembuh total,' harapnya.
Widodo mengatakan, Persela tetap bisa memenangkan pertandingan saat melawan PSMS mendatang. Alasannya, kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini bermain di kandang sendiri. Mereka bakal mendapatkan dorongan semangat yang berlebih dari ribuan suporternya. 'Apalagi pada putaran pertama kita sudah berhasil mengalahkannya. Padahal waktu itu tempat pertandingan berada di luar kandang,' tuturnya.
Copa Indonesia, Babak 8 Besar Digelar Sekali Sehari
Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya merilis jadwal lanjutan Copa Indonesia 2008/2009. Babak perempat final akan dimulai 14 Mei-15 Juni 2009.
Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.
Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.
Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.
Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap
Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB
Sedangkan semifinal dan final akan digelar dalam rentang waktu 19 Juni-28 Juni 2009. Semua tim akan bertarung di babak perempat final dengan menggunakan format home and away.
Duel pertama akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dan tim Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Keduanya akan bertemu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 14 Mei 2009.
Menurut Direktur Bidang Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, babak 8 besar rata-rata akan mempertandingkan satu laga per harinya.
"Hanya ada dua hari yang mempertandingan dua pertandingan, yakni pada 2 Juni dan 13 Juni. Itu pun kalau Persebaya yang lolos ke babak delapan besar," kata Joko kepada wartawan di kantor BLI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2009.
Persebaya memang belum pasti lolos ke babak delapan besar. Sebab, tim berjuluk Bajul Ijo itu masih menyisakan leg 2 babak 16 besar Copa Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara. Leg 2 akan digelar di kandang Persitara, Kuningan, Jawa Barat, 13 Mei 2009.
Jadwal Lanjutan Copa Indonesia 2008/2009
Babak 16 Besar
13 Mei: Leg 2 Persitara vs Persebaya
Babak 8 Besar
14 Mei: Sriwijaya FC vs Persibo
23 Mei: PSMS vs Persipura
30 Mei: Persitara vs Persijap (jika Persitara lolos)
2 Juni: Persebaya vs Persijap (jika Persebaya lolos), Persija vs Deltras
13 Juni: Persipura vs PSMS, Persijap vs Persebaya/Persitara
14 Juni: Deltras vs Persija
15 Juni: Persibo vs Sriwijaya FC
Semifinal
19 Juni: PSMS/Persipura vs Persija/Deltras
20 Juni: Persebaya/Persitara/Persijap vs Sriwijaya FC/Persibo
23 Juni: Persija/Deltras vs PSMS/Persipura
24 Juni: Sriwijaya FC/Persibo vs Persebaya/Persitara/Persijap
Final
28 Juni: Perebutan tempat ke-3, mulai pukul 15.00 WIB
Grand Final, mulai pukul 19.00WIB
Thursday, May 7, 2009
Copa Indonesia Persipura senang bertemu PSMS
Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menegaskan, dirinya sangat senang bisa bertemu PSMS Medan, di babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09, sesuai hasil drawing yang dilakukan di Jakarta, Rabu (6/5) petang.
Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.
"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.
Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.
Menurutnya, Ayam Kinantan tidak bisa diremehkan karena mereka adalah tim internasional. Itu karena keikutsertaannya di ajang Piala AFC musim ini. Bahkan skuad tim besutan pelatih Rudy William Keltjes ini sukses memastikan diri lolos ke babak kedua ajang bergengsi kasta kedua di Asia tersebut.
"Sangat menyenangkan bisa bertemu tim internasional seperti PSMS. Ini akan menjadi ukuran bagi kami, apakah nanti mampu berlaga di ajang yang sama seperti mereka atau tidak. Itu sekiranya, Tuhan memberikan kesempatan kepada kami tampil di ajang tersebut," jelas Jacksen dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.
Masih kata Jacksen, dirinya tidak ingin melihat posisi yang dicapai tim lawan di klasemen sementara ajang Superliga. Di mana mereka berada di papan bawah. Sukses PSMS lolos ke babak kedua Piala AFC imbuhnya, menjadi indikasi kuat jika tim tersebut memiliki kelebihan.
PSMS Percaya Diri Hadapi Persipura
Drawing babak delapan besar turnamen Copa Indonesia 2008/09 yang digelar Badan Liga Indonesia (BLI) di Jakarta, Rabu (6/5), tampaknya tidak berpihak kepada PSMS Medan.
Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.
Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.
"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.
Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.
"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.
Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .
"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.
Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat
Bagaimana tidak, di babak ketiga turnamen bergengsi ini, Ayam Kinantan sudah harus menghadapi tim kuat yang tak lain adalah pimpinan klasemen sementara Superliga, kompetisi kasta tertinggi pentas sepakbola nasional musim ini, Persipura Jayapura.
Meski demikian, hal itu tidak menciutkan nyali tim kebanggaan warga Kota Medan ini. Bsahkan pelatih Rudy William Keljtes mengaku cukup senang bisa bertemu tim kuat sekalas Persipura, karena sekaligus akan menjadi ajang mengukur kekuatan tim besutannya.
"Tidak masalah bagi kami mau ketemu tim mana pun. Jujur saja, saya lebih senang bertemu tim kuat. Biar kami bisa mengukur kekuatan. Terlebih, karena di babak ini kekuatan semua tim merata," katanya dihubungi GOAL.com beberapa saat usai drawing.
Ditambahkannya, asalkan bisa tampil full team saat menghadapi Mutiara Hitam, dirinya sangat optimis timnya bisa melakukan perlawanan dan merebut tiket ke babak berikut. Meski diakuinya hal itu bukan perkara mudah.
"Tampaknya tidak ada yang perlu ditakuti. Persipura bukanlah tim super kuat yang tidak bisa terkalahkan. Asalkan kami bisa turun dengan kekuatan penuh, saya yakin anak-anak bisa meraih hasil maksimal," tambahnya.
Masih kata Rudy, saat ini yang terpenting adalah jadwal laga melawan Persipura harus segera diketahui. Dengan begitu, dirinya bisa segera menggelar persiapan. Termasuk menjaga performa pemainnya agar bisa berada di puncak saat menghadapi lawannya itu .
"Ketepatan jadwal ini cukup penting. Jika sampai jadwal kembali berubah-ubah, tentu akan menyulitkan kami mempersiapkan tim," katanya sembari berharap agar BLI segera menetapkan jadwal pertandingan yang paten.
Senada dengan itu, manajer PSMS Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, menghadapi Persipura dipastikan bakal seru. Ia pun berharap laga melawan tim papan atas Superliga ini bisa terselenggara dalam waktu dekat
Minus empat pilar
Menjelang bentrok dengan Persela Lamongan, skuad PSMS Medan dipastikan tak komplit. Empat pemain pilar PSMS, Elie Aiboy, Markus Horison, Andika Yudistira, dan Agus Supriyanto tak disertakan dalam rombongan yang dibawa ke Lamongan Rabu (6/5) kemarin.
Hal itu disebutkan Rudi William Keltjes, arsitek PSMS kemarin. Dua nama pertama, Elie Aiboy dan Markus masih berkutat dengan cederanya. Elie Aiboy menderita cedera engkel. Sedangkan Markus belum juga pulih seratus persen dari cedera jari tangannya.
Sementara dua pemain lainnya, Andika dan Agus tak disertakan sebagai skuad yang dipersiapkan buat meladeni Persela akibat akumulasi dua kartu kuning yang diterimanya. Meski demikian, seperti biasanya Rudi Keltjes tetap optimis mampu meraih hasil maksimal.
“Mulai Kamis (7/5) ini kami akan segera menggelar latihan. Tim sendiri sudah bertolak Rabu kemarin. Dengan absennya empat pilar, tentu akan ada sedikit perubahan pada tim. Tapi kita tentu sudah punya strategi lain,” bilang Rudi.
Laga kontra Persela, merupakan laga yang menjadi prioritas usai PSMS berhasil melangkah ke babak 16 besar AFC Cup usai bermain imbang melawan South China Selasa (5/5) lalu. Laga di kompetisi domestik sendiri benar-benar jadi perhatian, mengingat PSMS sedang berjuang menghindari zona degradasi.
Untuk urusan satu ini, Sihar Sitorus manajer PSMS begitu yakin timnya masih mampu merangsek ke posisi yang lebih aman. Syaratnya, seluruh pemain dan jajaran pelatih juga punya keyakinan yang sama. Lihat saja saat PSMS berhasil menahan imbang juara Hongkong South China.
“Kalau pemain mau, mereka bisa. Toh tim sebesar South China saja bisa ditahan imbang. Tak ada yang tak mungkin. Saya pribadi optimis PSMS bisa selamat dari degradasi,” kata Sihar.
Hal itu disebutkan Rudi William Keltjes, arsitek PSMS kemarin. Dua nama pertama, Elie Aiboy dan Markus masih berkutat dengan cederanya. Elie Aiboy menderita cedera engkel. Sedangkan Markus belum juga pulih seratus persen dari cedera jari tangannya.
Sementara dua pemain lainnya, Andika dan Agus tak disertakan sebagai skuad yang dipersiapkan buat meladeni Persela akibat akumulasi dua kartu kuning yang diterimanya. Meski demikian, seperti biasanya Rudi Keltjes tetap optimis mampu meraih hasil maksimal.
“Mulai Kamis (7/5) ini kami akan segera menggelar latihan. Tim sendiri sudah bertolak Rabu kemarin. Dengan absennya empat pilar, tentu akan ada sedikit perubahan pada tim. Tapi kita tentu sudah punya strategi lain,” bilang Rudi.
Laga kontra Persela, merupakan laga yang menjadi prioritas usai PSMS berhasil melangkah ke babak 16 besar AFC Cup usai bermain imbang melawan South China Selasa (5/5) lalu. Laga di kompetisi domestik sendiri benar-benar jadi perhatian, mengingat PSMS sedang berjuang menghindari zona degradasi.
Untuk urusan satu ini, Sihar Sitorus manajer PSMS begitu yakin timnya masih mampu merangsek ke posisi yang lebih aman. Syaratnya, seluruh pemain dan jajaran pelatih juga punya keyakinan yang sama. Lihat saja saat PSMS berhasil menahan imbang juara Hongkong South China.
“Kalau pemain mau, mereka bisa. Toh tim sebesar South China saja bisa ditahan imbang. Tak ada yang tak mungkin. Saya pribadi optimis PSMS bisa selamat dari degradasi,” kata Sihar.
Wednesday, May 6, 2009
Berebut posisi puncak
Sama-sama sudah lolos bukan berarti akan memperlambat tempo permainan. Laga PSMS Medan versus South Hongkong dipastikan berlangsung dengan tempo cepat, apalagi kedua tim saling menargetkan kemenangan.
Ini berdasarkan tim tamu yang tidak mau tergelincir ke posisi kedua dan PSMS yang berniat membalas kekalahan 0-3 di Hongkong. Walaupun berstatus tim tamu pada Selasa malam nanti, South Hongkong tetap menargetkan tiga poin. Tim yang ditangani pelatih Kim Pan Gon ingin menjadikan ajang ini spirit menuju Liga Champions Asia musim depan.
"Kami punya materi pemain yang bagus, jadi tidak mau kalah. Di AFC Cup, ini akan menjadi salah satu bentuk persiapan menuju Liga Champions tahun depan," kata Kim Pan Gon, pelatih South Hongkong saat temu pers di Novotel Hotel, Palembang.
Selain itu, tim yang saat ini memang menjadi jawara grup F ini tengah mengantungi modal di kemenangan pertama saat PSMS tandang ke Hongkong. "Kemenangan 3-0 saat laga pertama dari mereka menjadi faktor kuat untuk mengulangi kemenangan," sambung Kim tersenyum.
Pelatih PSMS Rudy Keltjes pun tidak mau membiarkan lawan mempermainkan skuadnya. "Anak-anak sudah siap main. Kita tidak mau dipermainkan. Selain membawa nama PSMS, kita juga membawa nama Negara," tegas Rudy.
Pptimisme tengah dilekatkannya kepada Esteban Javier Guillen cs. Apalagi saat ini pasukannya tengah membaik dengan recovery yang lumayan. "Mudah-mudahan secara taktik dan strategi besok akan berjalan," sambungnya.
"Semua pelatih sudah pasti harus menamankan ambisi di tim, tapi kalau mau menang semua harus kerja keras, tekun dan bermain disiplin. Mudah-mudahan kemenangan kita raih nanti," bilang Om Rudi, panggilan akrab Keltjes di tim.
Permainan fanatik
Di Medan, Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa dan Sekretaris Umum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP, meminta para pemain PSMS memperlihatkan permainan fanatiknya.
"Saya melihat tidak ada masalah, suasana latihan tim bagus. Dengan suasana seperti ini, kami berharap anak-anak asuhan pelatih Rudy William Keltjes tidak bermain lesu mengingat peluang The Killer ke babak 16 Besar sudah tercapai," kata keduanya secara terpisah, Senin (4/5).
"Kendati posisi sudah aman, tidak lantas mengurangi semangat Ayam Kinantan memburu kemenangan sebab mereka tetap membawa nama baik bangsa," beber Benny.
"Harga diri negara dipikul Fadli Hariri cs, jadi apapun ceritanya mereka harus bertarung sampai titik darah penghabisan. Kalau sudah berjuang keras dan kalah, tidak ada persoalan," tutur Randiman, Kadis Pendapatan Medan.
Ini berdasarkan tim tamu yang tidak mau tergelincir ke posisi kedua dan PSMS yang berniat membalas kekalahan 0-3 di Hongkong. Walaupun berstatus tim tamu pada Selasa malam nanti, South Hongkong tetap menargetkan tiga poin. Tim yang ditangani pelatih Kim Pan Gon ingin menjadikan ajang ini spirit menuju Liga Champions Asia musim depan.
"Kami punya materi pemain yang bagus, jadi tidak mau kalah. Di AFC Cup, ini akan menjadi salah satu bentuk persiapan menuju Liga Champions tahun depan," kata Kim Pan Gon, pelatih South Hongkong saat temu pers di Novotel Hotel, Palembang.
Selain itu, tim yang saat ini memang menjadi jawara grup F ini tengah mengantungi modal di kemenangan pertama saat PSMS tandang ke Hongkong. "Kemenangan 3-0 saat laga pertama dari mereka menjadi faktor kuat untuk mengulangi kemenangan," sambung Kim tersenyum.
Pelatih PSMS Rudy Keltjes pun tidak mau membiarkan lawan mempermainkan skuadnya. "Anak-anak sudah siap main. Kita tidak mau dipermainkan. Selain membawa nama PSMS, kita juga membawa nama Negara," tegas Rudy.
Pptimisme tengah dilekatkannya kepada Esteban Javier Guillen cs. Apalagi saat ini pasukannya tengah membaik dengan recovery yang lumayan. "Mudah-mudahan secara taktik dan strategi besok akan berjalan," sambungnya.
"Semua pelatih sudah pasti harus menamankan ambisi di tim, tapi kalau mau menang semua harus kerja keras, tekun dan bermain disiplin. Mudah-mudahan kemenangan kita raih nanti," bilang Om Rudi, panggilan akrab Keltjes di tim.
Permainan fanatik
Di Medan, Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa dan Sekretaris Umum PSMS Drs H Randiman Tarigan MAP, meminta para pemain PSMS memperlihatkan permainan fanatiknya.
"Saya melihat tidak ada masalah, suasana latihan tim bagus. Dengan suasana seperti ini, kami berharap anak-anak asuhan pelatih Rudy William Keltjes tidak bermain lesu mengingat peluang The Killer ke babak 16 Besar sudah tercapai," kata keduanya secara terpisah, Senin (4/5).
"Kendati posisi sudah aman, tidak lantas mengurangi semangat Ayam Kinantan memburu kemenangan sebab mereka tetap membawa nama baik bangsa," beber Benny.
"Harga diri negara dipikul Fadli Hariri cs, jadi apapun ceritanya mereka harus bertarung sampai titik darah penghabisan. Kalau sudah berjuang keras dan kalah, tidak ada persoalan," tutur Randiman, Kadis Pendapatan Medan.
BLI bantah PSMS menang WO
Mengaku tidak pernah menyatakan bakal memberikan kemenangan walk over (WO) kepada PSMS Medan, Badan Liga Indonesia (BLI) menegaskan kembali akan merevisi laga tandang Ayam Kinantan kontra Persija Jakarta.
Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono membantah pihaknya pernah memberikan pernyataan bakal memberikan kemenangan WO bagi tim tamu, jika tuan rumah tidak bisa menggelar pertandingan saat masa sentralisasi Superliga 2008/09 lalu digelar.
Menurutnya, beberapa laga yang tertunda termasuk laga Persija kontra PSMS tetap akan di-reschedule dan tidak ada yang pernah menyatakan Ayam Kinantan mendapat tiga poin karena menang WO, menyusul kegagalan Persija menggelar laga tersebut.
"BLI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karenanya, lima laga yang gagal terselenggara sesuai jadwal sentralisasi beberapa waktu lalu, akan kembali dijadwal ulang. Hal ini akan kami umumkan pada 6 Mei nanti," tegas Joko.
Wacana untuk menerapkan sanksi WO baru akan dilakukan pada 7-31 Mei mendatang, saat jadwal kompetisi sentralisasi parsial dilakukan. Dalam rentang waktu ini, bagi mereka yang tidak bisa menggelar laga kandangnya dengan alasan apa pun baru dikenakan sanksi kalah WO.
'Tidak ada perubahan jadwal lagi. Dengan berakhirnya jadwal yang sedianya disusun untuk sentralisasi, maka kompetisi selanjutnya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya," tegas Joko.
Ditambahkannya, kecuali lima laga yang gagal diselenggarakan beberapa waktu lalu, semuanya akan dikembalikan ke jadwal semula. Kelima laga tersebut adalah Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija Jakarta, PSIS Semarang vs Persijap Jepara, Persitara Jakarta Utara vs Persib Bandung dan Persib Bandung vs PSMS Medan.
Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono membantah pihaknya pernah memberikan pernyataan bakal memberikan kemenangan WO bagi tim tamu, jika tuan rumah tidak bisa menggelar pertandingan saat masa sentralisasi Superliga 2008/09 lalu digelar.
Menurutnya, beberapa laga yang tertunda termasuk laga Persija kontra PSMS tetap akan di-reschedule dan tidak ada yang pernah menyatakan Ayam Kinantan mendapat tiga poin karena menang WO, menyusul kegagalan Persija menggelar laga tersebut.
"BLI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karenanya, lima laga yang gagal terselenggara sesuai jadwal sentralisasi beberapa waktu lalu, akan kembali dijadwal ulang. Hal ini akan kami umumkan pada 6 Mei nanti," tegas Joko.
Wacana untuk menerapkan sanksi WO baru akan dilakukan pada 7-31 Mei mendatang, saat jadwal kompetisi sentralisasi parsial dilakukan. Dalam rentang waktu ini, bagi mereka yang tidak bisa menggelar laga kandangnya dengan alasan apa pun baru dikenakan sanksi kalah WO.
'Tidak ada perubahan jadwal lagi. Dengan berakhirnya jadwal yang sedianya disusun untuk sentralisasi, maka kompetisi selanjutnya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya," tegas Joko.
Ditambahkannya, kecuali lima laga yang gagal diselenggarakan beberapa waktu lalu, semuanya akan dikembalikan ke jadwal semula. Kelima laga tersebut adalah Persija Jakarta vs PSMS Medan, PSIS Semarang vs Persija Jakarta, PSIS Semarang vs Persijap Jepara, Persitara Jakarta Utara vs Persib Bandung dan Persib Bandung vs PSMS Medan.
Mengusung Misi Revans
PSMS Medan dibakar percaya diri. Setelah melibas Persiba Balikpapan 3-1, Ayam Kinantan mulai mencanangkan agenda balas dendam pada South China, Selasa (5/5).
Dendam, karena pada pertemuan pertama di pentas Piala AFC 2009, Ayam Kinantan mendapat malu setelah dipermak dengan skor telak 0-3 di Mongkok Stadium, Hong Kong. Kekalahan itu langsung menjadi noda dari sederet keberhasilan PSMS di Piala AFC.
’’Kami harus menang menghadapi South China, tidak ada yang lain. Ini partai kandang kami. Bagaimanapun, kami harus bisa meraih poin penuh, kami serius mempersiapkan tim ini,” ungkap Pelatih PSMS Rudy W Keltjes kemarin. Demi memuluskan ambisi itu, Rudy langsung menggenjot Esteban Guilien dkk tanpa henti.
Pemain diberi jatah latihan pagi dan sore untuk lebih memantapkan taktik dan strategi menghadapi pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Hong Kong tersebut. Menurut Rudy, performa pasukan Kim Pan-Gon tidaklah sehebat yang dibayangkan.
Penilaian itu keluar setelah dia melihat rekaman pertandingan South China dengan beberapa tim lain di Grup F Piala AFC, termasuk PSMS. ’’Setelah saya melihat rekaman pertandingan South China, kualitas mereka tidak terlalu bagus. Saya yakin PSMS bisa menang,” ujarnya.
Dendam, karena pada pertemuan pertama di pentas Piala AFC 2009, Ayam Kinantan mendapat malu setelah dipermak dengan skor telak 0-3 di Mongkok Stadium, Hong Kong. Kekalahan itu langsung menjadi noda dari sederet keberhasilan PSMS di Piala AFC.
’’Kami harus menang menghadapi South China, tidak ada yang lain. Ini partai kandang kami. Bagaimanapun, kami harus bisa meraih poin penuh, kami serius mempersiapkan tim ini,” ungkap Pelatih PSMS Rudy W Keltjes kemarin. Demi memuluskan ambisi itu, Rudy langsung menggenjot Esteban Guilien dkk tanpa henti.
Pemain diberi jatah latihan pagi dan sore untuk lebih memantapkan taktik dan strategi menghadapi pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Hong Kong tersebut. Menurut Rudy, performa pasukan Kim Pan-Gon tidaklah sehebat yang dibayangkan.
Penilaian itu keluar setelah dia melihat rekaman pertandingan South China dengan beberapa tim lain di Grup F Piala AFC, termasuk PSMS. ’’Setelah saya melihat rekaman pertandingan South China, kualitas mereka tidak terlalu bagus. Saya yakin PSMS bisa menang,” ujarnya.
Kemenangan Demi Harga Diri
Tiket 16 besar AFC Cup 2009 telah digenggam PSMS Medan dan South China. Koleksi dua tim tersebut tidak mungkin terkejar oleh dua rivalnya, VB Sports (Maladewa) dan Johor FC (Malaysia). Kedua tim hanya mengemas satu poin. Menang di dua laga terakhir tak cukup untuk mengejar poin South China dan PSMS.
Tapi, bukan berarti Ayam Kinantan (julukan PSMS) akan melepas laga melawan wakil Hongkong di grup F di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, malam ini
"Kami tidak ingin berkhianat. PSMS membawa nama Indonesia. Meski kami sudah lolos ke babak 16 besar, bukan berarti kami akan bermain ala kadar. Justru, kami akan habis-habisan," tegas pelatih PSMS Rudy Keltjes kemarin (4/5).
PSMS berjanji menampilkan gaya keras untuk meredam serangan South China, tapi tidak mencederai lawan. Apalagi, di pertemuan pertama 10 Maret lalu, PSMS takluk 0-3. "Ini adalah laga penting. Saya jamin, kami akan turun dengan kekuatan terbaik," tegas Keltjes.
Sayang, tim yang berdiri pada 1950 itu timpang. Pilar penting PSMS, Ellie Aiboy, absen karena cedera engkel kaki kiri. Sedangkan kiper Markus Horison masih terbekap cedera jari kanan.
"Tapi, secara umum kondisi anak-anak lebih bugar. Saya pikir, inilah saatnya kami berkiprah lebih jauh di AFC. Hanya pelatih gila yang tidak punya target (menang atau juara) dalam setiap laga," ucap mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.
South China juga mematok tiga poin. Ini dibutuhkan untuk memastikan lolos sebagai juara grup F. "Bagi kami, juara grup adalah harga diri dan menjadi salah satu sejarah penting tim kami," tutur Kim Pan-Gon, pelatih South China
Tapi, bukan berarti Ayam Kinantan (julukan PSMS) akan melepas laga melawan wakil Hongkong di grup F di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, malam ini
"Kami tidak ingin berkhianat. PSMS membawa nama Indonesia. Meski kami sudah lolos ke babak 16 besar, bukan berarti kami akan bermain ala kadar. Justru, kami akan habis-habisan," tegas pelatih PSMS Rudy Keltjes kemarin (4/5).
PSMS berjanji menampilkan gaya keras untuk meredam serangan South China, tapi tidak mencederai lawan. Apalagi, di pertemuan pertama 10 Maret lalu, PSMS takluk 0-3. "Ini adalah laga penting. Saya jamin, kami akan turun dengan kekuatan terbaik," tegas Keltjes.
Sayang, tim yang berdiri pada 1950 itu timpang. Pilar penting PSMS, Ellie Aiboy, absen karena cedera engkel kaki kiri. Sedangkan kiper Markus Horison masih terbekap cedera jari kanan.
"Tapi, secara umum kondisi anak-anak lebih bugar. Saya pikir, inilah saatnya kami berkiprah lebih jauh di AFC. Hanya pelatih gila yang tidak punya target (menang atau juara) dalam setiap laga," ucap mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.
South China juga mematok tiga poin. Ini dibutuhkan untuk memastikan lolos sebagai juara grup F. "Bagi kami, juara grup adalah harga diri dan menjadi salah satu sejarah penting tim kami," tutur Kim Pan-Gon, pelatih South China
Pengganti Aiboy lawan South China Posisi Striker Memanas
Cederanya Elie Aiboy, membuat persaingan lini depan PSMS Medan memanas. Sejumlah striker yang dimiliki PSMS ancang-ancang mengincar target menjadi starter saat tim berjuluk Ayam Kinantan menjamu South China di ajang AFC Cup Selasa (5/5) nanti.
Ya, cedera Elie Aiboy membuka peluang tersendiri bagi para penyerang PSMS. Elie yang menderita cedera engkel saat berjibaku mengandaskan perlawanan VB Sport di ajang AFC Cup beberapa waktu lalu. Ia tampaknya harus istirahat saat Esteban dkk menjamu South China di Stadion Jakabaring Palembang.
Kesempatan itu lantas coba dimaksimalkan para pemain depan yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan. Sebut saja Andika Yudistira atau bahkan Rahmat Affandi sekalipun. Memang, sejak Elie bergabung pertengahan kompetisi lalu praktis pemain asal Papua tersebut selalu mendapatkan kesempatan main sebagai starter.
Nah, dengan absennya Elie, maka peluang mengisi posisinya sangat terbuka. Atas dasar itulah sejumlah pemain berebut menjadi yang terbaik dan menarik simpati Rudi, siapa yang layak dipasang sebagai starter.
Dan kondisi tersebut ternyata disukai Rudi William Keltjes arsitek PSMS. Menurutnya, persaingan menjadi yang terbaik akan menimbulkan atmosfer menarik di dalam tim. Asalkan persaingan dilakukan dengan sehat. “Semua pemain sedang dalam keadaan on fire. Kondisi fisik sudah oke. Yang cedera hanya Elie. Menariknya, dengan cederanya Elie seluruh striker PSMS saat ini saling bersaing menjadi starter. Dan itu terlihat dalam beberapa sesi latihan terakhir,” bilang Rudi via selular Jumat (1/5) kemarin.
Memang pasca cederanya Elie, Rudi Keltjes tengah mempersiapkan taktik dan strategi baru. Sejumlah nama seperti Rahmat Affandi dan Andika Yudistira berpeluang diplot menggantikan Elie. Atau bisa saja nama Asri Akbar atau Zada yang akan ditarik sedikit melebar ke sektor sayap kanan.
Khusus untuk Andika, kesempatan jadi starter sangat dinantinya. Pasalnya saat ini Badan Tim Nasional (BTN) tengah memantau bakatnya. Seperti diketahui saat ini BTN sedang mencari bakat untuk menambah skuad Timnas U-23 demi persiapan SEA Games 2009 di Laos. Kalau mendapatkan kesempatan sebagai starter dan berhasil menujukkan penampilan mengesankan, bukan tak mungkin Andika akan mendapatkan peluang besar dipanggil masuk Pelatnas Timnas U-23.
“Saya sedang berada dalam kondisi yang bugar. Semangat dan motivasi tinggi saya sedang berapi-api. Kesempatan menjadi starter tentunya saya harapkan. Meski demikian, semuanya tergantung pelatih. Saya tipe pemain yang selalu menghormati keputusan pelatih,” beber Andika.
Ya, cedera Elie Aiboy membuka peluang tersendiri bagi para penyerang PSMS. Elie yang menderita cedera engkel saat berjibaku mengandaskan perlawanan VB Sport di ajang AFC Cup beberapa waktu lalu. Ia tampaknya harus istirahat saat Esteban dkk menjamu South China di Stadion Jakabaring Palembang.
Kesempatan itu lantas coba dimaksimalkan para pemain depan yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan. Sebut saja Andika Yudistira atau bahkan Rahmat Affandi sekalipun. Memang, sejak Elie bergabung pertengahan kompetisi lalu praktis pemain asal Papua tersebut selalu mendapatkan kesempatan main sebagai starter.
Nah, dengan absennya Elie, maka peluang mengisi posisinya sangat terbuka. Atas dasar itulah sejumlah pemain berebut menjadi yang terbaik dan menarik simpati Rudi, siapa yang layak dipasang sebagai starter.
Dan kondisi tersebut ternyata disukai Rudi William Keltjes arsitek PSMS. Menurutnya, persaingan menjadi yang terbaik akan menimbulkan atmosfer menarik di dalam tim. Asalkan persaingan dilakukan dengan sehat. “Semua pemain sedang dalam keadaan on fire. Kondisi fisik sudah oke. Yang cedera hanya Elie. Menariknya, dengan cederanya Elie seluruh striker PSMS saat ini saling bersaing menjadi starter. Dan itu terlihat dalam beberapa sesi latihan terakhir,” bilang Rudi via selular Jumat (1/5) kemarin.
Memang pasca cederanya Elie, Rudi Keltjes tengah mempersiapkan taktik dan strategi baru. Sejumlah nama seperti Rahmat Affandi dan Andika Yudistira berpeluang diplot menggantikan Elie. Atau bisa saja nama Asri Akbar atau Zada yang akan ditarik sedikit melebar ke sektor sayap kanan.
Khusus untuk Andika, kesempatan jadi starter sangat dinantinya. Pasalnya saat ini Badan Tim Nasional (BTN) tengah memantau bakatnya. Seperti diketahui saat ini BTN sedang mencari bakat untuk menambah skuad Timnas U-23 demi persiapan SEA Games 2009 di Laos. Kalau mendapatkan kesempatan sebagai starter dan berhasil menujukkan penampilan mengesankan, bukan tak mungkin Andika akan mendapatkan peluang besar dipanggil masuk Pelatnas Timnas U-23.
“Saya sedang berada dalam kondisi yang bugar. Semangat dan motivasi tinggi saya sedang berapi-api. Kesempatan menjadi starter tentunya saya harapkan. Meski demikian, semuanya tergantung pelatih. Saya tipe pemain yang selalu menghormati keputusan pelatih,” beber Andika.
South China Tahan Imbang PSMS
Tuan rumah PSMS Medan berhasil menahan imbang South China (Hongkong) dengan skor 2-2 (0-0) dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala AFC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (5/5).
Dengan hasil tersebut, PSMS mendampingi South China maju ke babak 16 besar. PSMS mengantongi 10 poin dan South China mengantongi 13 poin.
Gol pertama South China terjadi pada menit 47 melalui tendangan yang dilakukan penyerang Carlos Eduardo Ferrari dari luar kotak penalti. Posisi Carlos yang berada di sayap kanan tampaknya luput dari penjagaan pemain PSMS. Namun, pada menit ke-50, "Ayam Kinantan" menyamakan kedudukan berkat tendangan Oktavianus Maniani dari muka gawang yang berhasil mengecoh kiper lawan.
South China kembali membobol gawang PSMS di menit 70 melalui tendangan Carlos Eduardo Ferrari yang berlari dari arah kiri menyambut umpan silang Tales Schutz dari sayap kanan. Tetapi, pada menit 89, PSMS menyamakan skor melalui sundulan Aun Carbiny hasil sepak pojok Esteban Javier Guillen.
Meski lolos ke perdelapan final, PSMS harus kehilangan satu pemainnya. Dodi Cahyadi mendapat kartu merah pada perpanjangan waktu babak kedua karena menjatuhkan Kwok Kin Pong
Dengan hasil tersebut, PSMS mendampingi South China maju ke babak 16 besar. PSMS mengantongi 10 poin dan South China mengantongi 13 poin.
Gol pertama South China terjadi pada menit 47 melalui tendangan yang dilakukan penyerang Carlos Eduardo Ferrari dari luar kotak penalti. Posisi Carlos yang berada di sayap kanan tampaknya luput dari penjagaan pemain PSMS. Namun, pada menit ke-50, "Ayam Kinantan" menyamakan kedudukan berkat tendangan Oktavianus Maniani dari muka gawang yang berhasil mengecoh kiper lawan.
South China kembali membobol gawang PSMS di menit 70 melalui tendangan Carlos Eduardo Ferrari yang berlari dari arah kiri menyambut umpan silang Tales Schutz dari sayap kanan. Tetapi, pada menit 89, PSMS menyamakan skor melalui sundulan Aun Carbiny hasil sepak pojok Esteban Javier Guillen.
Meski lolos ke perdelapan final, PSMS harus kehilangan satu pemainnya. Dodi Cahyadi mendapat kartu merah pada perpanjangan waktu babak kedua karena menjatuhkan Kwok Kin Pong
Monday, May 4, 2009
Waspadai tim-tim kuda hitam
Tim-tim yang kehilangan peluang meraih gelar di kompetisi dan dipastikan lolos dari ancaman degradasi harus diwaspadai saat berlaga di 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.
Pasalnya, mereka berpeluang menciptakan kejutan karena lebih mudah untuk fokus di turnamen. Tim-tim seperti Persijap Jepara, Persija Jakarta Pusat dan PSMS Medan di Liga Super atau Persibo Bojonegoro di Divisi Utama siap bertarung habis-habisan di ajang Copa.
Ini menjadikan persaingan makin keras. Apalagi, Persijap atau Persibo selalu tampil perkasa saat berlaga di kandang. Mereka tentunya bakal menjadi kuda hitam yang harus diperhitungkan.
"Kami memang tak mungkin terdegradasi, namun untuk meraih trofi di Liga Super juga sudah sulit. Harapan kami tertuju pada Copa karena sukses di turnamen ini akan membuat nama kami terangkat," kata pelatih Persijap, Junaidi.
Dengan terfokus di satu event, mereka bakal fight meski bertemu tim unggulan di 8 Besar. Karena itu, Junaidi memprediksi kejutan-kejutan masih akan terjadi di babak tersebut.
"Tim-tim yang menjadi kuda hitam tetap harus diwaspadai. Saya perkirakan kejutan di Copa Dji Sam Soe Indonesia masih berlanjut. Kami juga siap menghadapi siapa pun karena lawan ditentukan dari undian," jawabnya.
Hal senada diungkapkan pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar. Menurutnya, Persibo hampir dipastikan bertemu tim Liga Super. Apalagi bila Persitara Jakarta Utara berhasil merebut tiket terakhir dengan menyingkirkan Persebaya Surabaya, maka Persibo menjadi satu-satunya wakil di Divisi Utama.
Sebelumnya, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago juga mengungkapkan tim-tim yang gagal di liga justru harus diwaspadai. Mereka biasanya tampil tanpa beban dibandingkan tim-tim papan atas
Pasalnya, mereka berpeluang menciptakan kejutan karena lebih mudah untuk fokus di turnamen. Tim-tim seperti Persijap Jepara, Persija Jakarta Pusat dan PSMS Medan di Liga Super atau Persibo Bojonegoro di Divisi Utama siap bertarung habis-habisan di ajang Copa.
Ini menjadikan persaingan makin keras. Apalagi, Persijap atau Persibo selalu tampil perkasa saat berlaga di kandang. Mereka tentunya bakal menjadi kuda hitam yang harus diperhitungkan.
"Kami memang tak mungkin terdegradasi, namun untuk meraih trofi di Liga Super juga sudah sulit. Harapan kami tertuju pada Copa karena sukses di turnamen ini akan membuat nama kami terangkat," kata pelatih Persijap, Junaidi.
Dengan terfokus di satu event, mereka bakal fight meski bertemu tim unggulan di 8 Besar. Karena itu, Junaidi memprediksi kejutan-kejutan masih akan terjadi di babak tersebut.
"Tim-tim yang menjadi kuda hitam tetap harus diwaspadai. Saya perkirakan kejutan di Copa Dji Sam Soe Indonesia masih berlanjut. Kami juga siap menghadapi siapa pun karena lawan ditentukan dari undian," jawabnya.
Hal senada diungkapkan pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar. Menurutnya, Persibo hampir dipastikan bertemu tim Liga Super. Apalagi bila Persitara Jakarta Utara berhasil merebut tiket terakhir dengan menyingkirkan Persebaya Surabaya, maka Persibo menjadi satu-satunya wakil di Divisi Utama.
Sebelumnya, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago juga mengungkapkan tim-tim yang gagal di liga justru harus diwaspadai. Mereka biasanya tampil tanpa beban dibandingkan tim-tim papan atas
Saturday, May 2, 2009
Manchester United ke Jakarta, Tak Ada Pemain Asing di Indonesia All Star
VIVAnews - Dalam laga eksbisi Manchester United 20 Juli 2009 nanti, pemain Indonesia All Star adalah pemain yang dipilih langsung oleh masyarakat melalui layanan pesan singkat atau SMS.
Masyarakat tinggal memilih pemain lokal mana yang mereka inginkan sebagai lawan. Sebagai contoh bila ingin memilih kiper, cukup ketik GK (nama kiper) kirim ke 9877. Untuk pemain bertahan dengan kode DF, gelandang (MF), dan striker (FW).
Program yang sudah berjalan dari seminggu kemarin ini bertujuan untuk kolektivitas masukan. Pasalnya, menurut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, pencinta MU yang mencapai 28 juta orang di Indonesia, 30-40 persennya pasti memiliki pengetahuan soal karakter pemainnya.
"Fans MU ini punya pengetahuan yang cukup, jadi mereka bisa tahu kira-kira mana pemain nasional yang bisa mengimbangi karakter mereka," kata Nurdin dalam Launching kedatangan MU ke Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 Mei 2009.
Dari sejumlah pemain yang terpilih ini, barulah nantinya akan dipilih pelatih. Dengan berkumpulnya pemain bintang dalam waktu demikian singkat, merupakan ujian teknis tersendiri bagi sang pelatih.
"Pemain dan pelatih ini nantinya akan punya motivasi sendiri karena mereka sadar kalau masyarakatlah yang memilih mereka," tambahnya.
Karena sistem ini belum bisa dipastikan siapa saja yang turun membela Indonesia All star 20 Juli 2009 mendatang. Namun, satu tipe pemain sudah dipastikan tidak boleh turun," Tidak ada pemain asing," demikian dipastikan Nurdin.
Indonesia All Star akan meladeni MU dalam laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dengan harga tiket termurah Rp 100 ribu (kategori III) hingga Rp 3,5 juta (VVIP).
Masyarakat tinggal memilih pemain lokal mana yang mereka inginkan sebagai lawan. Sebagai contoh bila ingin memilih kiper, cukup ketik GK (nama kiper) kirim ke 9877. Untuk pemain bertahan dengan kode DF, gelandang (MF), dan striker (FW).
Program yang sudah berjalan dari seminggu kemarin ini bertujuan untuk kolektivitas masukan. Pasalnya, menurut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, pencinta MU yang mencapai 28 juta orang di Indonesia, 30-40 persennya pasti memiliki pengetahuan soal karakter pemainnya.
"Fans MU ini punya pengetahuan yang cukup, jadi mereka bisa tahu kira-kira mana pemain nasional yang bisa mengimbangi karakter mereka," kata Nurdin dalam Launching kedatangan MU ke Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 Mei 2009.
Dari sejumlah pemain yang terpilih ini, barulah nantinya akan dipilih pelatih. Dengan berkumpulnya pemain bintang dalam waktu demikian singkat, merupakan ujian teknis tersendiri bagi sang pelatih.
"Pemain dan pelatih ini nantinya akan punya motivasi sendiri karena mereka sadar kalau masyarakatlah yang memilih mereka," tambahnya.
Karena sistem ini belum bisa dipastikan siapa saja yang turun membela Indonesia All star 20 Juli 2009 mendatang. Namun, satu tipe pemain sudah dipastikan tidak boleh turun," Tidak ada pemain asing," demikian dipastikan Nurdin.
Indonesia All Star akan meladeni MU dalam laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dengan harga tiket termurah Rp 100 ribu (kategori III) hingga Rp 3,5 juta (VVIP).
PSMS siaga satu
PALEMBANG - Mendapat kabar tiga pilarnya bakal ditarik ke pemusatan latihan timnas U-23 proyeksi SEA Games 2009 Laos, PSMS Medan siaga satu. Rumor tersebut dirasakan bak petir di siang bolong bagi manajemen Ayam Kinantan.
Sebelumnya, dikabarkan Oktavianus Maniani dan Andhika Yudhistra yang dipanggil, namun kini penjaga gawang Ghali Sudharyono ikut mendapat panggilan. Meski senang, hal itu sangat membahayakan posisi tim yang sedang berjuang keluar dari jurang degradasi kompetis Liga Super Indonesia musim ini.
Pasalnya, Andhika, Otto dan Ghali merupakan pemain yang selama ini menjadi pilar PSMS dalam mengarungi ketatnya kompetisi. Terlebih dalam menghadapi laga sisa yang cukup krusial di papan bawah.
"Jika benar, jujur saja ini berita gembira bagi kami karena mampu menyumbang pemain ke timnas. Tapi sebaliknya, hal ini sangat membahayakan posisi kami dalam upaya mengejar poin agar tidak terdegradasi ke Divisi Utama," tegas Manajer PSMS, Sihar Sitorus, kepada Waspada, Jumat.
Karena itu lanjut Sihar, pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai rumor tersebut dan akan menunggu hingga adanya surat resmi terhadap pemanggilan ketiga pemainnya. Setelah itu, PSMS akan mengambil sikap tentu dengan berbicara kepada Badan Liga Indonesia (BLI).
Masih kata Sihar, persaingan tim papan bawah lebih ketat ketimbang di papan atas. Kehilangan satu poin saja bakal sulit bagi skuad Ayam Kinantan untuk bersaing dan hal itu hanya bisa dilakukan dalam kondisi pemain yang komplit dan prima.
Seperti diketahui, rumor bakal dipanggilnya tiga pemain PSMS itu dihembuskan Wakil Ketua BTN Hamka B Kadi di Jakarta, beberapa hari lalu. Menurutnya, Cesar Payovic Perez selaku pelatih kepala timnas U-23 masih terus melakukan pemantauan pemain muda berbakat, termasuk Andhika cs.
Hanya saja, Hamka sendiri belum bisa memastikan ketiga pilar tim kebanggaan warga Medan ini akan dipanggil karena itu sepenuhnya menjadi wewenang pelatih asal Uruguay tersebut
Sebelumnya, dikabarkan Oktavianus Maniani dan Andhika Yudhistra yang dipanggil, namun kini penjaga gawang Ghali Sudharyono ikut mendapat panggilan. Meski senang, hal itu sangat membahayakan posisi tim yang sedang berjuang keluar dari jurang degradasi kompetis Liga Super Indonesia musim ini.
Pasalnya, Andhika, Otto dan Ghali merupakan pemain yang selama ini menjadi pilar PSMS dalam mengarungi ketatnya kompetisi. Terlebih dalam menghadapi laga sisa yang cukup krusial di papan bawah.
"Jika benar, jujur saja ini berita gembira bagi kami karena mampu menyumbang pemain ke timnas. Tapi sebaliknya, hal ini sangat membahayakan posisi kami dalam upaya mengejar poin agar tidak terdegradasi ke Divisi Utama," tegas Manajer PSMS, Sihar Sitorus, kepada Waspada, Jumat.
Karena itu lanjut Sihar, pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai rumor tersebut dan akan menunggu hingga adanya surat resmi terhadap pemanggilan ketiga pemainnya. Setelah itu, PSMS akan mengambil sikap tentu dengan berbicara kepada Badan Liga Indonesia (BLI).
Masih kata Sihar, persaingan tim papan bawah lebih ketat ketimbang di papan atas. Kehilangan satu poin saja bakal sulit bagi skuad Ayam Kinantan untuk bersaing dan hal itu hanya bisa dilakukan dalam kondisi pemain yang komplit dan prima.
Seperti diketahui, rumor bakal dipanggilnya tiga pemain PSMS itu dihembuskan Wakil Ketua BTN Hamka B Kadi di Jakarta, beberapa hari lalu. Menurutnya, Cesar Payovic Perez selaku pelatih kepala timnas U-23 masih terus melakukan pemantauan pemain muda berbakat, termasuk Andhika cs.
Hanya saja, Hamka sendiri belum bisa memastikan ketiga pilar tim kebanggaan warga Medan ini akan dipanggil karena itu sepenuhnya menjadi wewenang pelatih asal Uruguay tersebut
Thursday, April 30, 2009
Hari ini seleksi tim Suratin
MEDAN - Klub PSMS Medan, Kamis ini, menggelar seleksi pemain untuk membentuk tim guna bersaing di Piala Suratin 2009 yang zona Sumutnya mulai digelar pada 15 Mei mendatang.
Manajer Tim Alexander Gho di Medan mengatakan, seleksi digelar di Stadion Kebun Bunga Medan mulai pukul 14.00 WIB. "Setiap SSB atau klub anggota PSMS Medan, diharapkan mengirim pemain sebanyak-banyaknya untuk mengikuti seleksi ini, karena peserta tidak dibatasi," jelas Alexander.
Dikatakan, seleksi dikhususkan bagi pemain kelahiran 1992 (U-17). Dalam seleksi yang akan menjaring 23 pemain itu, panitia telah menyiapkan tim pemandu bakat yang terdiri dari tiga pelatih, yakni Budi Ardian SPsi, Sari Ashar Tanjung dan Ishak.
"Seleksi kali ini memang terkesan begitu mepet dengan jadwal pertandingan. Namun begitu, kita akan berusaha maksimal membentuk tim tangguh sehingga dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin 2009," ujar Alexander
Manajer Tim Alexander Gho di Medan mengatakan, seleksi digelar di Stadion Kebun Bunga Medan mulai pukul 14.00 WIB. "Setiap SSB atau klub anggota PSMS Medan, diharapkan mengirim pemain sebanyak-banyaknya untuk mengikuti seleksi ini, karena peserta tidak dibatasi," jelas Alexander.
Dikatakan, seleksi dikhususkan bagi pemain kelahiran 1992 (U-17). Dalam seleksi yang akan menjaring 23 pemain itu, panitia telah menyiapkan tim pemandu bakat yang terdiri dari tiga pelatih, yakni Budi Ardian SPsi, Sari Ashar Tanjung dan Ishak.
"Seleksi kali ini memang terkesan begitu mepet dengan jadwal pertandingan. Namun begitu, kita akan berusaha maksimal membentuk tim tangguh sehingga dapat meraih prestasi maksimal pada Piala Suratin 2009," ujar Alexander
Dilema Otto-Andika
MEDAN - Pemanggilan dua pemain muda PSMS Medan, Andika Yudhistra (23) dan Oktavianus Maniani (20), oleh Badan Tim Nasional (BTN) PSSI mengikuti Pelatnas U-23 dalam persiapan SEA Games 2009, menjadi dilema.
"Pemanggilan masuk pelatnas terhadap pemain itu akan mengganggu program PSMS yang sedang mengikuti kompetisi Copa Djie Sam Soe, Super Liga Indonesia dan AFC Cup," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian di Medan, Rabu.
BTN PSSI akan merekrut dua pemain PSMS tersebut mengikuti pelatnas U-23 yang dipusatkan di Stadion Jaka Baring, Palembang, mulai 18 Mei. Parlin menambahkan, semestinya pelatnas dilakukan saat berakhirnya kompetisi tersebut, bukan ketika pemain sedang diperlukan klub.
"Kompetisi di Indonesia diperkirakan selesai Juli mendatang dan di situlah saat yang paling tepat bagi BTN untuk memanfaatkan kedua pemain PSMS. Saat ini PSMS sangat memerlukan para pemainnya," kata mantan pemain PSSI dann PSMS pada era tahun 70-an itu.
"Walau demikian, manajemen PSMS sebenarnya tetap mendukung program BTN apalagi SEA Games juga bertujuan membela nama baik negara," kata Parlin yang pernah membawa PSMS menjuarai Perserikatan Divisi Utama PSSI 2003 dan 2005.
Ditambahkan, BTN juga perlu memberikan kesempatan kepada Andika dan Otto menyelesaikan tugas dan kewajibannya di skuad Ayam Kinantan karena mempunyai tanggung jawab moral
"Pemanggilan masuk pelatnas terhadap pemain itu akan mengganggu program PSMS yang sedang mengikuti kompetisi Copa Djie Sam Soe, Super Liga Indonesia dan AFC Cup," kata mantan pelatih PSMS, Parlin Siagian di Medan, Rabu.
BTN PSSI akan merekrut dua pemain PSMS tersebut mengikuti pelatnas U-23 yang dipusatkan di Stadion Jaka Baring, Palembang, mulai 18 Mei. Parlin menambahkan, semestinya pelatnas dilakukan saat berakhirnya kompetisi tersebut, bukan ketika pemain sedang diperlukan klub.
"Kompetisi di Indonesia diperkirakan selesai Juli mendatang dan di situlah saat yang paling tepat bagi BTN untuk memanfaatkan kedua pemain PSMS. Saat ini PSMS sangat memerlukan para pemainnya," kata mantan pemain PSSI dann PSMS pada era tahun 70-an itu.
"Walau demikian, manajemen PSMS sebenarnya tetap mendukung program BTN apalagi SEA Games juga bertujuan membela nama baik negara," kata Parlin yang pernah membawa PSMS menjuarai Perserikatan Divisi Utama PSSI 2003 dan 2005.
Ditambahkan, BTN juga perlu memberikan kesempatan kepada Andika dan Otto menyelesaikan tugas dan kewajibannya di skuad Ayam Kinantan karena mempunyai tanggung jawab moral
Wednesday, April 29, 2009
Keltjes perhitungkan semua lawan
MEDAN - Pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes menegaskan semua tim yang lolos ke babak delapan besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009 tak bisa diremehkan kekuatannya.
"Semua tim yang lolos memiliki kualitas bagus, termasuk Persibo Bojonegoro. Peluang delapan tim sama besar untuk saling mengalahkan. Saat bertanding, peluang kedua tim adalah fifty-fifty," kata Rudy.
Dengan kekuatan yang merata di semua tim, peta kekuatan di 8 Besar tampaknya tak mudah ditebak. Tim-tim juga tak bisa memilih lawan karena babak tersebut akan menggunakan undian.
"Bahkan siapa tahu Persibo bisa juara. Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selalu diwarnai kejutan," jelasnya serius.
Pelatih yang sudah malang-melintang menangani klub-klub elit seperti Persipura Jayapura, Persijap Jepara dan masih banyak ini memang belum merasakan ketegangan di Copa Dji Sam Soe Indonesia. Ia baru bergabung saat Ayam Kinantan sudah lolos ke 8 Besar.
Meski demikian, Rudy bakal mengemban beban berat. Pasalnya, PSMS bertarung di tiga event berbeda setelah lolos ke 16 Besar Piala Asia. Ia juga diharapkan bisa mengeluarkan PSMS dari ancaman degradasi. Saat ini, PSMS terpaku di zona bawah.
Demikian pula di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Rekor PSMS yang selalu menembus semifinal menjadi catatan tersendiri bagi Rudy. Apalagi, tim berharap meraih prestasi lebih tinggi di Copa Dji Sam Soe Indonesia.
"Kami harus berkonsentrasi penuh karena menghadapi tiga event yang berbeda. Saya harus bisa memaksimalkan pemain yang ada," jawabnya.
PSMS melaju setelah menyingkirkan Persiba Bantul. Tim tersebut menjadi salah satu unggulan yang diperhitungkan. Pasalnya, PSMS selalu meraih prestasi bagus di turnamen. Karena itu, PSMS mulai mengukuhkan status sebagai spesialis turnamen.
"Semua tim yang lolos memiliki kualitas bagus, termasuk Persibo Bojonegoro. Peluang delapan tim sama besar untuk saling mengalahkan. Saat bertanding, peluang kedua tim adalah fifty-fifty," kata Rudy.
Dengan kekuatan yang merata di semua tim, peta kekuatan di 8 Besar tampaknya tak mudah ditebak. Tim-tim juga tak bisa memilih lawan karena babak tersebut akan menggunakan undian.
"Bahkan siapa tahu Persibo bisa juara. Copa Dji Sam Soe Indonesia akan selalu diwarnai kejutan," jelasnya serius.
Pelatih yang sudah malang-melintang menangani klub-klub elit seperti Persipura Jayapura, Persijap Jepara dan masih banyak ini memang belum merasakan ketegangan di Copa Dji Sam Soe Indonesia. Ia baru bergabung saat Ayam Kinantan sudah lolos ke 8 Besar.
Meski demikian, Rudy bakal mengemban beban berat. Pasalnya, PSMS bertarung di tiga event berbeda setelah lolos ke 16 Besar Piala Asia. Ia juga diharapkan bisa mengeluarkan PSMS dari ancaman degradasi. Saat ini, PSMS terpaku di zona bawah.
Demikian pula di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Rekor PSMS yang selalu menembus semifinal menjadi catatan tersendiri bagi Rudy. Apalagi, tim berharap meraih prestasi lebih tinggi di Copa Dji Sam Soe Indonesia.
"Kami harus berkonsentrasi penuh karena menghadapi tiga event yang berbeda. Saya harus bisa memaksimalkan pemain yang ada," jawabnya.
PSMS melaju setelah menyingkirkan Persiba Bantul. Tim tersebut menjadi salah satu unggulan yang diperhitungkan. Pasalnya, PSMS selalu meraih prestasi bagus di turnamen. Karena itu, PSMS mulai mengukuhkan status sebagai spesialis turnamen.
PSMS Kandaskan Perlawanan Persiba
PSMS Medan berhasil mengatrol peringkatnya di klasemen sementara ISL, usai mengandaskan perlawanan Persiba Balik Papan (3-1), di Stadion Gelora Jakabaring Palembang Selasa (28/4) kemarin. Meski tertatih-tatih, PSMS akhirnya sedikit menjauh dari curamnya jurang degradasi.
Ya, saat ini PSMS berhasil merangsek ke posisi 13 klasemen sementara. Meski punya nilai sama dengan Persita Tangerang yakni 24 angka, namun PSMS lebih unggul produktif mengemas si kulit bundar ke gawang lawan (32-40), sementara Persita baru mengemas 20 gol dan kebobolan 45 gol.
Atas hasil itu, tak ayal senyum sumringah mulai kembali tersemai di wajah Rudi William Keltjes, arsitek utama tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Bagaimana tidak, usai kandas kontra Bontang PKT Sabtu (25/4) lalu, posisi PSMS sempat melorot ke urutan 16. Parahnya, dua tim di bawah PSMS, PSIS Semarang di urutan 17 dan Deltras yang bercokol sebagai juru kunci 18 hanya berpaut dua dan satu nilai. Sialnya, kedua tim pesakitan tersebut unggul jumlah pertandingan dari PSMS. Artinya, peluang PSMS terperosok ke juru kunci klasemen sementara masih sangat terbuka lebar.
Bagaimana ini? Mencoba bijaksana dan tak ingin merusak kondisi psikis tim, Rudy tak lantas menyalahkan pemain. Saat itu, dia menilai skuad PSMS memang kelelahan. Wajar jika Ayam Kinantan pasrah digebuk Laskar Khatulistiwa-julukan Bontang PKT 3-1.
“Kami tidak menyangkah bisa menang. Padahal, Persiba itu tim garang. Buktinya, Sriwijaya saja bisa ditahan imbang 1-1,” ungkap Rudy.
PSMS membuka keunggulan via striker Andhika Yudhistira menit ke- 44. Itu setelah menyambar bola rebound hasil tendangan rekannya Oktavianus Maniani, yang tidak sempurna ditangkap kiper Persiba, Made Irawan. Kemudian menit ke-59, giliran Oktavianus Maniani yang membobol gawang Made untuk kali kedua. Itu setelah menyambar umpan lampung dari rekannya Leonardo Zada dari sektor kanan.
Namun, Persiba berhasil bangkit. Mereka sempat memperkecil kedudukan via tendangan penalti Abdul Musafri menit ke-75. Hadiah tersebut diberikan wasit Mardi (Purwakarta) setelah defender PSMS Esteban Julien melanggar striker Persiba Dedi Junaidi persis dikotak penalti.
Keberuntungan justru berpihak pada PSMS. Mereka bisa menambah gol lagi via Mario Costas menit ke-87. Lagi-lagi berkat assist Oktavianus. Kedudukan 3-1 tidak berubah hingga laga usai. Atas kemenangan itu, Rudi Keltjes mengaku dibantu faktor keberuntungan.
“Di atas kertas, Persiba lebih bagus dari PSMS. Tapi kami dibantu keberuntungan. Secara keseluruhan saya tentu saja tidak puas dengan penampilan anak-anak. Tapi saya puas dengan hasilnya,” beber Rudy.
“Kami terlalu menganggap remeh PSMS. Sudah merasa menang sebelum bertanding. Jadi, begitulah akibatnya. Apalagi sejak ditariknya Gaston (Gastano) keluar,” balas coach Daniel Roekito.
Ya, saat ini PSMS berhasil merangsek ke posisi 13 klasemen sementara. Meski punya nilai sama dengan Persita Tangerang yakni 24 angka, namun PSMS lebih unggul produktif mengemas si kulit bundar ke gawang lawan (32-40), sementara Persita baru mengemas 20 gol dan kebobolan 45 gol.
Atas hasil itu, tak ayal senyum sumringah mulai kembali tersemai di wajah Rudi William Keltjes, arsitek utama tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Bagaimana tidak, usai kandas kontra Bontang PKT Sabtu (25/4) lalu, posisi PSMS sempat melorot ke urutan 16. Parahnya, dua tim di bawah PSMS, PSIS Semarang di urutan 17 dan Deltras yang bercokol sebagai juru kunci 18 hanya berpaut dua dan satu nilai. Sialnya, kedua tim pesakitan tersebut unggul jumlah pertandingan dari PSMS. Artinya, peluang PSMS terperosok ke juru kunci klasemen sementara masih sangat terbuka lebar.
Bagaimana ini? Mencoba bijaksana dan tak ingin merusak kondisi psikis tim, Rudy tak lantas menyalahkan pemain. Saat itu, dia menilai skuad PSMS memang kelelahan. Wajar jika Ayam Kinantan pasrah digebuk Laskar Khatulistiwa-julukan Bontang PKT 3-1.
“Kami tidak menyangkah bisa menang. Padahal, Persiba itu tim garang. Buktinya, Sriwijaya saja bisa ditahan imbang 1-1,” ungkap Rudy.
PSMS membuka keunggulan via striker Andhika Yudhistira menit ke- 44. Itu setelah menyambar bola rebound hasil tendangan rekannya Oktavianus Maniani, yang tidak sempurna ditangkap kiper Persiba, Made Irawan. Kemudian menit ke-59, giliran Oktavianus Maniani yang membobol gawang Made untuk kali kedua. Itu setelah menyambar umpan lampung dari rekannya Leonardo Zada dari sektor kanan.
Namun, Persiba berhasil bangkit. Mereka sempat memperkecil kedudukan via tendangan penalti Abdul Musafri menit ke-75. Hadiah tersebut diberikan wasit Mardi (Purwakarta) setelah defender PSMS Esteban Julien melanggar striker Persiba Dedi Junaidi persis dikotak penalti.
Keberuntungan justru berpihak pada PSMS. Mereka bisa menambah gol lagi via Mario Costas menit ke-87. Lagi-lagi berkat assist Oktavianus. Kedudukan 3-1 tidak berubah hingga laga usai. Atas kemenangan itu, Rudi Keltjes mengaku dibantu faktor keberuntungan.
“Di atas kertas, Persiba lebih bagus dari PSMS. Tapi kami dibantu keberuntungan. Secara keseluruhan saya tentu saja tidak puas dengan penampilan anak-anak. Tapi saya puas dengan hasilnya,” beber Rudy.
“Kami terlalu menganggap remeh PSMS. Sudah merasa menang sebelum bertanding. Jadi, begitulah akibatnya. Apalagi sejak ditariknya Gaston (Gastano) keluar,” balas coach Daniel Roekito.
Tuesday, April 28, 2009
PSMS Usung Spirit Baru
Lupakan kekalahan menyakitkan dari PKT Bontang. Fokus PSMS harus kembali dicurahkan saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, sore nanti.
Banyak alasan kenapa Ayam Kinantan harus mengusung spirit baru saat melawan Persiba. Faktor pertama adalah menghindari ancaman degradasi yang makin kentara di depan mata.
”Anak-anak sudah mulai antusias mengikuti latihan yang kami jalankan tadi pagi (kemarin). Stamina mereka pun sudah agak lumayan. Anak-anak cukup dewasa dengan memanfaatkan istirahat yang kami berikan sebaik mungkin,” ungkap Pelatih PSMS Rudy Keltjes.
Tiga angka atas Persiba sangat penting buat PSMS. Kekalahan dari PKT membuat peringkat PSMS terlempar ke peringkat 16 klasemen sementara. Mereka mengantongi 21 poin dari 26 pertandingan yang telah dilakoni.
Sementara dua tim di bawahnya, PSIS Semarang dan Deltras Sidoarjo, baru melakoni 25 pertandingan dan hanya terpaut dua dan tiga poin. Artinya, posisi Esteban Guilien dkk masih rawan terperosok ke posisi paling buncit zona degradasi.” Kondisi sebelum pertandingan menghadapi PKT memang berat sehingga kami tidak bisa berharap apa-apa sama teman-teman.
Tapi, sekarang berbeda, kedisiplinan yang saya terapkan mulai dijalankan dengan baik. Mereka istirahat tepat waktu, makan tepat waktu, dan hasilnya bagus,” ungkap mantan pemain Niac Mitra dan Persebaya Surabaya itu. Faktor kedua adalah kembalinya top skor sekaligus kreator lini tengah PSMS Leonard Zada ke barisan skuad Ayam Kinantan. Meski belum pulih 100%, Zada akan langsung diturunkan di awal pertandingan.
”Zada sudah pulih. Memang belum total, tapi besok (hari ini) dia akan langsung diturunkan dari menit pertama,”ungkap Rudy. Di tengah kondisi pemain yang kelelahan, kehadiran Zada diharapkan mampu mendongkrak motivasi pemain lain agar tampil lebih bersemangat.
”Kami turunkan Zada untuk memotivasi pemain lainnya. Kami tahu Zada juga sangat bagus memberikan operan kepada penyerang. Dia juga aktif turun-naik,” tambah Rudy. Sementara itu, Zada menegaskan siap menjalankan tugas yang diberikan pelatih.
”Memang sebelum berangkat ke Maladewa, saya cedera karena latihan sehingga tidak bisa bermain. Tapi, sekarang saya sudah sembuh. Saya harap PSMS bisa menang pada pertandingan besok,” pungkasnya.
Banyak alasan kenapa Ayam Kinantan harus mengusung spirit baru saat melawan Persiba. Faktor pertama adalah menghindari ancaman degradasi yang makin kentara di depan mata.
”Anak-anak sudah mulai antusias mengikuti latihan yang kami jalankan tadi pagi (kemarin). Stamina mereka pun sudah agak lumayan. Anak-anak cukup dewasa dengan memanfaatkan istirahat yang kami berikan sebaik mungkin,” ungkap Pelatih PSMS Rudy Keltjes.
Tiga angka atas Persiba sangat penting buat PSMS. Kekalahan dari PKT membuat peringkat PSMS terlempar ke peringkat 16 klasemen sementara. Mereka mengantongi 21 poin dari 26 pertandingan yang telah dilakoni.
Sementara dua tim di bawahnya, PSIS Semarang dan Deltras Sidoarjo, baru melakoni 25 pertandingan dan hanya terpaut dua dan tiga poin. Artinya, posisi Esteban Guilien dkk masih rawan terperosok ke posisi paling buncit zona degradasi.” Kondisi sebelum pertandingan menghadapi PKT memang berat sehingga kami tidak bisa berharap apa-apa sama teman-teman.
Tapi, sekarang berbeda, kedisiplinan yang saya terapkan mulai dijalankan dengan baik. Mereka istirahat tepat waktu, makan tepat waktu, dan hasilnya bagus,” ungkap mantan pemain Niac Mitra dan Persebaya Surabaya itu. Faktor kedua adalah kembalinya top skor sekaligus kreator lini tengah PSMS Leonard Zada ke barisan skuad Ayam Kinantan. Meski belum pulih 100%, Zada akan langsung diturunkan di awal pertandingan.
”Zada sudah pulih. Memang belum total, tapi besok (hari ini) dia akan langsung diturunkan dari menit pertama,”ungkap Rudy. Di tengah kondisi pemain yang kelelahan, kehadiran Zada diharapkan mampu mendongkrak motivasi pemain lain agar tampil lebih bersemangat.
”Kami turunkan Zada untuk memotivasi pemain lainnya. Kami tahu Zada juga sangat bagus memberikan operan kepada penyerang. Dia juga aktif turun-naik,” tambah Rudy. Sementara itu, Zada menegaskan siap menjalankan tugas yang diberikan pelatih.
”Memang sebelum berangkat ke Maladewa, saya cedera karena latihan sehingga tidak bisa bermain. Tapi, sekarang saya sudah sembuh. Saya harap PSMS bisa menang pada pertandingan besok,” pungkasnya.
Monday, April 27, 2009
Hari Buruh Tunda Laga Persib vs PSMS
Sekretaris Badan Pengelola (Bapola) Persib Bandung, Edi Djukardi, menjelaskan jika laga lanjutan Liga Super Indonesia menghadapi PSMS Medan pada 1 Mei mendatang, diundur karena bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia.
"Karena bertepatan dengan Hari Buruh, pihak kepolisian tidak merekomendasikan pertandingan digelar, karena mereka berkonsentrasi mengantisipasi terjadinya aksi buruh yang selalu terjadi," ujar Edi.
Tadinya Persib menawarkan tanggal 30 April untuk menggantinya. Namun pihak PSMS menolak karena terlalu berdekatan dengan pertandingan sebelumnya menghadapi Persiba Balikpapan, Rabu (29/4).
Sedangkan bila dimajukan sehari (2 Mei), ada pertandingan lain yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, yakni Pelita Jaya melawan Persija Jakarta.
"Kami akan melayangkan surat ke Badan Liga Indonesia (BLI) untuk meminta penjadwalan ulang. Nantinya, BLI yang akan memutuskan kapan laga tunda dimainkan. Dalam surat tersebut, kemungkinan laga dilangsungkan antara 7-30 Mei" katanya.
Dengan demikian, ini menjadi laga kedua yang diundur setelah sebelumnya Persib juga gagal dijamu Persitara Jakarta Utara. Seharusnya pertandingan itu digelar Sabtu ini, namun Persitara tak mendapatkan izin.
Untuk laga menghadapi tuan rumah PSIS Semarang, Persib tetap memainkan pertandingan tersebut di Stadion Jatidiri, Semarang. Namun PSIS dilarang mendapat dukungan dari suporternya berdasarkan keputusan akhir Polda Jateng
"Karena bertepatan dengan Hari Buruh, pihak kepolisian tidak merekomendasikan pertandingan digelar, karena mereka berkonsentrasi mengantisipasi terjadinya aksi buruh yang selalu terjadi," ujar Edi.
Tadinya Persib menawarkan tanggal 30 April untuk menggantinya. Namun pihak PSMS menolak karena terlalu berdekatan dengan pertandingan sebelumnya menghadapi Persiba Balikpapan, Rabu (29/4).
Sedangkan bila dimajukan sehari (2 Mei), ada pertandingan lain yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, yakni Pelita Jaya melawan Persija Jakarta.
"Kami akan melayangkan surat ke Badan Liga Indonesia (BLI) untuk meminta penjadwalan ulang. Nantinya, BLI yang akan memutuskan kapan laga tunda dimainkan. Dalam surat tersebut, kemungkinan laga dilangsungkan antara 7-30 Mei" katanya.
Dengan demikian, ini menjadi laga kedua yang diundur setelah sebelumnya Persib juga gagal dijamu Persitara Jakarta Utara. Seharusnya pertandingan itu digelar Sabtu ini, namun Persitara tak mendapatkan izin.
Untuk laga menghadapi tuan rumah PSIS Semarang, Persib tetap memainkan pertandingan tersebut di Stadion Jatidiri, Semarang. Namun PSIS dilarang mendapat dukungan dari suporternya berdasarkan keputusan akhir Polda Jateng
Untuk Jumadi Abdi
Dua gol yang diciptakan Jossiah Seton yang melengkapi sebiji gol James Debbah menjadikan Bontang PKT menang 3-1 atas PSMS Medan. Ternyata, semua gol diciptakannya didedikasikan untuk Almarhum Jumadi Abdi.
"Ya, perjuangannya akan kami kenang. Gol untuk Jumadi," ujar Seton, pemain asing asal Liberia ini.
Meninggalnya Jumadi “Pele” Abdi pada 15 Maret lalu di Bontang setelah dirawat 8 hari setelah membela timnya berhadapan dengan Persela Lamongan, memang masih membekas. Bukan hanya bagi rekan satu tim, tapi juga persepakbolaan nasional.
Sebelum pertandingan menghadapi PSMS vs PKT kemarin, kembali digelar mengheningkan cipta. "Kita telah kehilangan aset bangsa dan satu pemain yang pantas dijadikan teladan. Untuk itu mari kita mengheningkan cipta bagi Almarhum Jumadi Abdi," begitu seruan melalui pengeras suara yang diucapkan MC pertandingan.
Sementara itu, keriuhan sontak meledak di ruang ganti tim PKT di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Para pemain, ofisial, pelatih, juga manajemen tim, tidak henti-hentinya berpelukan.
Bagi Fachri Husaini sendiri, kemenangan di Palembang menjawab keraguan publik bahwa ia pantas mendapatkan lisensi A sebagai syarat menjadi pelatih di Superliga. Prestasinya yang paling moncer adalah mengantar tim sepak bola Kaltim di PON VXVII dengan hasil medali perunggu.
"Ya, ini kemenangan pertama saya di Liga. Tapi ini bukan hanya untuk saya, tapi semua pencinta Bontang PKT," ujar Fachri. "Ini belum akhir kompetisi. Tapi raihan poin di kandang lawan bisa membuat kami sedikit lega. Ini modal untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," lanjut Fachri.
Sementara bagi Asisten Manajer Andi Faisal Sofyan, kemenangan di kandang lawan dirasakannya sebagai juara. "Perjuangan belum selesai. Tapi kami merasa seperti juara. Performa bagus seperti ini harus dipertahankan di pertandingan berikutnya," ucapnya. [obi/kaltimpost]
"Ya, perjuangannya akan kami kenang. Gol untuk Jumadi," ujar Seton, pemain asing asal Liberia ini.
Meninggalnya Jumadi “Pele” Abdi pada 15 Maret lalu di Bontang setelah dirawat 8 hari setelah membela timnya berhadapan dengan Persela Lamongan, memang masih membekas. Bukan hanya bagi rekan satu tim, tapi juga persepakbolaan nasional.
Sebelum pertandingan menghadapi PSMS vs PKT kemarin, kembali digelar mengheningkan cipta. "Kita telah kehilangan aset bangsa dan satu pemain yang pantas dijadikan teladan. Untuk itu mari kita mengheningkan cipta bagi Almarhum Jumadi Abdi," begitu seruan melalui pengeras suara yang diucapkan MC pertandingan.
Sementara itu, keriuhan sontak meledak di ruang ganti tim PKT di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Para pemain, ofisial, pelatih, juga manajemen tim, tidak henti-hentinya berpelukan.
Bagi Fachri Husaini sendiri, kemenangan di Palembang menjawab keraguan publik bahwa ia pantas mendapatkan lisensi A sebagai syarat menjadi pelatih di Superliga. Prestasinya yang paling moncer adalah mengantar tim sepak bola Kaltim di PON VXVII dengan hasil medali perunggu.
"Ya, ini kemenangan pertama saya di Liga. Tapi ini bukan hanya untuk saya, tapi semua pencinta Bontang PKT," ujar Fachri. "Ini belum akhir kompetisi. Tapi raihan poin di kandang lawan bisa membuat kami sedikit lega. Ini modal untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," lanjut Fachri.
Sementara bagi Asisten Manajer Andi Faisal Sofyan, kemenangan di kandang lawan dirasakannya sebagai juara. "Perjuangan belum selesai. Tapi kami merasa seperti juara. Performa bagus seperti ini harus dipertahankan di pertandingan berikutnya," ucapnya. [obi/kaltimpost]
Saturday, April 25, 2009
Duet Penyerang PSMS Berpeluang Masuk Pelatnas
Duet penyerang muda PSMS Medan, Andhika Yudhistira (23 tahun) dan Oktavianus “Okto” Maniani (20 tahun) berpeluang masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim nasional Indonesia U-23 SEA Games 2009 Laos.
Setelah diliburkan, sesuai rencana pelatnas akan kembali digelar di Palembang pada Senin, 18 Mei 2009, mendatang tetap di Palembang.
“Pelatnas mungkin akan kembali digelar mulai Senin. Saat ini, pelatih didampingi manajer tim sedang memantau pemain. Jadi tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan pemain,” ujar Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Hamka B Kadi, kepada wartawan GOSport, Artha Tidar.
Kabar ketertarikan timnas Indonesia untuk merekrut Andhika dan Okto, disampaikan langsung oleh pelatih kepala timnas U-23 Indonesia, Cesar Payovich Perez. Ketertarikan Cesar dimulai sejak dua pemain ini tampil menjamu wakil Maladewa, VB Sport di lanjutan AFC Cup 2009.
Cesar saat ini kembali ke Uruguay, untuk mengatur manajemen kepelatihan timnas U-16 Indonesia yang tengah berlaga di Liga Junior Uruguay. Sedangkan untuk perekrutan pemain U-23, dia menyerahkan kepada asisten pelatihnya yang juga berkebangsaan Uruguay.
“Untuk kontrak pelatih, kami sudah menyetujui program yang diajukan Cesar. Tinggal membicarakan gaji. Saat ini dia sedang kembali ke Uruguay untuk mengatur tugas kepelatihan tim yang ada di sana. Karena dia masih menangani timnas U-16 SAD Indonesia, sehingga dia nanti bisa berkonsentrasi disini,” tambah Hamka.
Terkait biaya Pelatnas yang dibutuhkan PSSI untuk menyiapkan tim berlaga di SEA Games 2009, Hamka menjelaskan setidaknya membutuhkan dana Rp 7 miliar. Kendati Program Pelatnas saat ini terus berjalan, namun pihaknya hingga saat ini belum mengantongi dana Pelatnas dari pemerintah untuk SEA Games mendatang.
“Kamis (23 April 2009) lalu, kami mendapat surat dari KONI. Dalam surat tersebut disampaikan, hingga saat ini dana untuk pelatnas belum jelas berapa dari pemerintah. Kami tidak tahu sampai kapan kejelasannya. Yang pasti isi suratnya seperti itu,” kata Hamka.
Terkait anggaran yang diharapkan cair dari KONI, Hamka menjelaskan pihaknya akan mengajukan semuanya. Andai dana yang akan disetujui tersebut kurang dari rencana, maka pihaknya akan menyediakan sendiri.
“Jika misalnya hanya turun Rp 2 miliar, berarti kami harus menambah Rp 5 miliar. Di luar semua masalah ini, yang penting pelatnas harus tetap berjalan,” tandasnya.
Setelah diliburkan, sesuai rencana pelatnas akan kembali digelar di Palembang pada Senin, 18 Mei 2009, mendatang tetap di Palembang.
“Pelatnas mungkin akan kembali digelar mulai Senin. Saat ini, pelatih didampingi manajer tim sedang memantau pemain. Jadi tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan pemain,” ujar Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Hamka B Kadi, kepada wartawan GOSport, Artha Tidar.
Kabar ketertarikan timnas Indonesia untuk merekrut Andhika dan Okto, disampaikan langsung oleh pelatih kepala timnas U-23 Indonesia, Cesar Payovich Perez. Ketertarikan Cesar dimulai sejak dua pemain ini tampil menjamu wakil Maladewa, VB Sport di lanjutan AFC Cup 2009.
Cesar saat ini kembali ke Uruguay, untuk mengatur manajemen kepelatihan timnas U-16 Indonesia yang tengah berlaga di Liga Junior Uruguay. Sedangkan untuk perekrutan pemain U-23, dia menyerahkan kepada asisten pelatihnya yang juga berkebangsaan Uruguay.
“Untuk kontrak pelatih, kami sudah menyetujui program yang diajukan Cesar. Tinggal membicarakan gaji. Saat ini dia sedang kembali ke Uruguay untuk mengatur tugas kepelatihan tim yang ada di sana. Karena dia masih menangani timnas U-16 SAD Indonesia, sehingga dia nanti bisa berkonsentrasi disini,” tambah Hamka.
Terkait biaya Pelatnas yang dibutuhkan PSSI untuk menyiapkan tim berlaga di SEA Games 2009, Hamka menjelaskan setidaknya membutuhkan dana Rp 7 miliar. Kendati Program Pelatnas saat ini terus berjalan, namun pihaknya hingga saat ini belum mengantongi dana Pelatnas dari pemerintah untuk SEA Games mendatang.
“Kamis (23 April 2009) lalu, kami mendapat surat dari KONI. Dalam surat tersebut disampaikan, hingga saat ini dana untuk pelatnas belum jelas berapa dari pemerintah. Kami tidak tahu sampai kapan kejelasannya. Yang pasti isi suratnya seperti itu,” kata Hamka.
Terkait anggaran yang diharapkan cair dari KONI, Hamka menjelaskan pihaknya akan mengajukan semuanya. Andai dana yang akan disetujui tersebut kurang dari rencana, maka pihaknya akan menyediakan sendiri.
“Jika misalnya hanya turun Rp 2 miliar, berarti kami harus menambah Rp 5 miliar. Di luar semua masalah ini, yang penting pelatnas harus tetap berjalan,” tandasnya.
Team PSMS Kelelahan
PALEMBANG - Pelatih PSMS Medan, Rudy William Keltjes mengaku, mengkhawatirkan kondisi fisik pemainnya saat menjamu PKT Bontang dalam lanjutan Super Liga 2008/09 di Stadion Jaka Baring Palembang, Sabtu sore ini.
Pasalnya, Elie Aiboy cs baru saja tiba dari Maladewa usai menghadapi tuan rumah VB Sport di babak penyisihan grup F Piala AFC. "Kami baru tiba di Palembang Jumat. Jujur saja, saya khawatir dengan kondisi fisik anak-anak. Meski demikian, saya tetap meminta mereka tampil habis-habisan," tegas Rudy saat dihubungi Waspada, Jumat.
Diakuinya, dalam kondisi timnya yang butuh kemenangan untuk keluar dari zona degradasi, tidak ada istilah kalah. Meski disadarinya, kondisi fisik pemainnya sedang tidak bagus.
"Saya hanya berusaha memompa motivasi bertanding pemain. Dengan harapan, anak-anak tidak tampil loyo dan tetap semangat walau dengan sisa tenaga. Satu hal yang positif, karena kami bisa pulang ke tanah air dengan kepala tegak usai mengalahkan VB Sport dan memastikan lolos ke babak kedua AFC Cup," katanya.
Mengenai komposisi pemain, Rudy mengaku tetap memainkan tim inti yang selama ini menjadi pilihan. Kalau pun ada rotasi, paling hanya terjadi di posisi tertentu namun tetap tergantung kondisi terakhir pemainnya.
Pelatih PKT Fachri Husaini mengaku tidak ingin terbuai kelelahan PSMS. Menurutnya, dalam kondisi apa pun PSMS tetap berbahaya apalagi mereka mengalami peningkatan baik di kompetisi dalam maupun luar negeri. Itu pasti mempengaruhi mental bertanding pemain," jelasnya.
Markus absen
Cedera jari tangan yang didapat Markus Horison saat menghadapi VB Sport Maladewa lalu, juga memaksa penjaga gawang nomor satu Ayam Kinantan dan tim nasional ini absen selama tiga pekan.
Dengan demikian, Markus absen membela PSMS kurang lebih di empat pertandingan Super Liga dan dua laga Piala AFC. Meski begitu, Rudy tidak begitu khawatir sebab masih ada Ghali Sudaryono.
"Ini adalah kesempatan bagi dia (Ghali) menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebagai kiper muda, jam terbangnya memang harus diperbanyak," tandas Rudy.
Pasalnya, Elie Aiboy cs baru saja tiba dari Maladewa usai menghadapi tuan rumah VB Sport di babak penyisihan grup F Piala AFC. "Kami baru tiba di Palembang Jumat. Jujur saja, saya khawatir dengan kondisi fisik anak-anak. Meski demikian, saya tetap meminta mereka tampil habis-habisan," tegas Rudy saat dihubungi Waspada, Jumat.
Diakuinya, dalam kondisi timnya yang butuh kemenangan untuk keluar dari zona degradasi, tidak ada istilah kalah. Meski disadarinya, kondisi fisik pemainnya sedang tidak bagus.
"Saya hanya berusaha memompa motivasi bertanding pemain. Dengan harapan, anak-anak tidak tampil loyo dan tetap semangat walau dengan sisa tenaga. Satu hal yang positif, karena kami bisa pulang ke tanah air dengan kepala tegak usai mengalahkan VB Sport dan memastikan lolos ke babak kedua AFC Cup," katanya.
Mengenai komposisi pemain, Rudy mengaku tetap memainkan tim inti yang selama ini menjadi pilihan. Kalau pun ada rotasi, paling hanya terjadi di posisi tertentu namun tetap tergantung kondisi terakhir pemainnya.
Pelatih PKT Fachri Husaini mengaku tidak ingin terbuai kelelahan PSMS. Menurutnya, dalam kondisi apa pun PSMS tetap berbahaya apalagi mereka mengalami peningkatan baik di kompetisi dalam maupun luar negeri. Itu pasti mempengaruhi mental bertanding pemain," jelasnya.
Markus absen
Cedera jari tangan yang didapat Markus Horison saat menghadapi VB Sport Maladewa lalu, juga memaksa penjaga gawang nomor satu Ayam Kinantan dan tim nasional ini absen selama tiga pekan.
Dengan demikian, Markus absen membela PSMS kurang lebih di empat pertandingan Super Liga dan dua laga Piala AFC. Meski begitu, Rudy tidak begitu khawatir sebab masih ada Ghali Sudaryono.
"Ini adalah kesempatan bagi dia (Ghali) menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebagai kiper muda, jam terbangnya memang harus diperbanyak," tandas Rudy.
Subscribe to:
Posts (Atom)