PALEMBANG - Pelatih PSMS Medan, Liestiadi, mengatakan timnya optimis meraih kemenangan saat menjamu Johor FC pada babak penyisihan Grup F AFC Cup di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa.
"Walaupun jadwal pertandingan yang diikuti kesebelasan ini sangat padat, tetapi kami bertekad meraih poin di laga melawan Johor FC," katanya di Palembang, Senin.
Menurut Liestiadi, anak-anak Ayam Kinantan tersebut kini dalam kondisi baik. "Apalagi pada laga AFC kedua ini, mereka bertanding sebagai tuan rumah sehingga target tersebut diharapkan terpenuhi," tambahnya.
Dikatakan pada pertandingan nanti, pihaknya akan menurunkan pemain inti plus tiga pemain asing. Selain itu, kapten Elie Aiboy diharapkan bisa bermain optimal agar mampu membawa PSMS meraih angka.
"Mau di mana saja, kita siap. Palembang kan tetap Indonesia, kita pasti memiliki pendukung," sambung Liestidi tersenyum.
Menghadapi Johor FC, PSMS akan langsung menyerang dengan segarnya kembali Leonardo Martins Zada dan Mario Costas. Elie pun merasa optimis dengan kemenangan.
"Sebagai pemain yang sudah merasakan atmosfer sepakbola di Malaysia, saya optimis. Tidak ada yang perlu ditakuti, peluang sama. Yang penting di lapangan," kata Elie singkat.
Di kubu tim tamu, pelatih Ramlan Rasyid mengatakan, sudah mempelajari permainan PSMS yang tidak jauh berbeda dari segi teknis dan gaya tim asuhannya. "Jika diberi kesempatan menyerang, mereka akan mengoptimalkan dan bertahan ketika tertekan," tegasnya.
Tetapi dia mengakui, kalau permainan PSMS Medan lebih berbobot dibanding apalagi dengan hadirnya Elie Aiboy yang pernah merumput di Johor. Secara realistis dan obyektif, Ramlan mengakui keunggulan PSMS.
"Kita datang kemari tidak mau kalah. Soal kualitas, tidak jauh berbeda. Iklim sepakbola di Indonesia dan Malaysia juga sama. Begitu juga dengan kondisi alamnya, kita juga lagi musim hujan," sambungnya tersenyum.
Kumpulan Berita Tentang PSMS Medan Teruskan Perjuangan MU PSMS Medan "Koe" Dukung Terus PSMS Medan ....
Tuesday, March 17, 2009
Monday, March 16, 2009
Preview PSMS Medan vs Johor FC
Pasukan Lebah Tanpa Pemain Asing
Johor FC masih buta kekuatan calon lawannya di pertandingan kedua babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, PSMS Medan. Keduanya akan bertemu di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.
Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, kepada situs The Star, Senin 16 Maret 2009, mengaku belum pernah melihat penampilan PSMS. Selama ini informasi mengenai pemain dan gaya bertanding Ayam Kinantan hanya didapat dari beberapa rekannya sesama pelatih.
"Saya belum pernah menyaksikan PSMS tampil. Menurut teman-teman saya, PSMS punya pemain asing yang bagus. Karena itu kami harus mewaspadainya," kata Ramlan.
Johor FC sudah berada di Palembang, sejak Minggu, 15 Maret 2009. Bertandang ke Indonesia, Ramlan membawa 18 pemain. Bedanya, tim berjuluk Pasukan Lebah ini tidak memiliki pemain asing seperti PSMS.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mencabut izin bagi pemain asing untuk merumput di Liga Malaysia. Karena itu seluruh tim yang tampil di Liga Malaysia sudah tidak memiliki satu pemain asing pun.
Meski tampil tanpa pemain asing, Johor FC tetap percaya diri. Untuk menghadapi Ayam Kinantan, Ramlan akan bertumpu pada pemain-pemain berpengalaman seperti Eddy Helmi, Madzalan Emoi dan skipper Wan Rohaimi Ismail.
Mereka akan menjadi motor bagi pemain-pemain muda yang lain. "Saya percaya pemain-pemain muda kami mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Satu poin adalah sebuah hasil yang bagus. Sedangkan kemenangan bagi kami adalah sebuah bonus," tandas Ramlan
Johor FC masih buta kekuatan calon lawannya di pertandingan kedua babak penyisihan Grup F AFC Cup 2009, PSMS Medan. Keduanya akan bertemu di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 17 Maret 2009.
Pelatih Johor FC, Ramlan Rashid, kepada situs The Star, Senin 16 Maret 2009, mengaku belum pernah melihat penampilan PSMS. Selama ini informasi mengenai pemain dan gaya bertanding Ayam Kinantan hanya didapat dari beberapa rekannya sesama pelatih.
"Saya belum pernah menyaksikan PSMS tampil. Menurut teman-teman saya, PSMS punya pemain asing yang bagus. Karena itu kami harus mewaspadainya," kata Ramlan.
Johor FC sudah berada di Palembang, sejak Minggu, 15 Maret 2009. Bertandang ke Indonesia, Ramlan membawa 18 pemain. Bedanya, tim berjuluk Pasukan Lebah ini tidak memiliki pemain asing seperti PSMS.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mencabut izin bagi pemain asing untuk merumput di Liga Malaysia. Karena itu seluruh tim yang tampil di Liga Malaysia sudah tidak memiliki satu pemain asing pun.
Meski tampil tanpa pemain asing, Johor FC tetap percaya diri. Untuk menghadapi Ayam Kinantan, Ramlan akan bertumpu pada pemain-pemain berpengalaman seperti Eddy Helmi, Madzalan Emoi dan skipper Wan Rohaimi Ismail.
Mereka akan menjadi motor bagi pemain-pemain muda yang lain. "Saya percaya pemain-pemain muda kami mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Satu poin adalah sebuah hasil yang bagus. Sedangkan kemenangan bagi kami adalah sebuah bonus," tandas Ramlan
Piala AFC Johor Buta Kekuatan Ayam Kinantan
Hasil seri tanpa gol yang raih Johor FC saat menjamu VB Sports (Maladewa) pekan lalu mengharuskan tim asal Malaysia ini berusaha mengambil poin di Palembang, kala menghadapi PSMS Medan pada AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya besok pukul 19.00 WIB.
Tanpa keraguan, tim yang masih tercecer di peringkat 11 Superliga Malaysia ini menyatakan bahwa mereka tidak ingin pulang ke negaranya dengan hasil buruk. Pelatih Johor Ramlan Rasyid mengatakan, mereka sudah mengalami kerugian saat menghadapi VB Sport di kandangnya.
“Karena hasil tersebut, kami berusaha akan membayarnya di sini (Palembang),” kata Ramlan saat baru tiba di Hotel Jayakarta, kemarin sore. Menurut Ramlan, selama masa satu pekan setelah menghadapi VB Sports, pihaknya tidak mempersiapkan tim secara khusus. Hanya, dia terus mencari cara bagaimana membuat gol di kandang lawan.
“Ketika menghadapi VB Sports, pemain masih kurang finishing touch. Akibatnya, selama 90 menit kami main tanpa gol. Jadi, persiapan kami hanya mengoptimalkan finishing touchdan berharap usaha ini sukses pada pertandingan melawan PSMS nanti,” sambungnya.
Hanya, mengaplikasikan strategi yang diramunya untuk memaksimalkan finishing touch tersebut, Ramlan masih menemui kendala. Karena, dia belum mengetahui sama sekali peta kekuatan tim Ayam Kinantan, julukan PSMS. “Yang kami tahu, mereka memiliki lima pemain asing dan seperti tim asal Indonesia lainnya, mereka memiliki teknik bagus dan bermain keras. Saya memang pernah menyaksikan PSMS main di Surabaya dua musim lalu. Tapi, kekuatan mereka pasti berbeda,” tutur Ramlan. Namun, Ramlan memastikan ada satu pemain PSMS yang dinilai akan membuat repot pertahanan Johor FC, yakni Ellie Eboy.
“Kami tahu dia (Ellie) karena pernah main di Liga Malaysia. Dia juga tipe pemain yang selalu bergerak dari pinggir lapangan dengan umpan-umpan yang bagus sehingga kami mutlak mewaspadainya,” ucapnya. Ramlan menguraikan, 18 pemain yang dibawanya ke Palembang tidak ada sama sekali pemain dari luar negeri.
Karena, dia ingin mengandalkan tenaga-tenaga dari semua pemain lokal yang ada. “Kami (Malaysia) tidak membenarkan memakai pemain luar negeri dalam tim. Jadi, jelas semua pemain yang saya andalkan dari lokal,” pungkasnya
Tanpa keraguan, tim yang masih tercecer di peringkat 11 Superliga Malaysia ini menyatakan bahwa mereka tidak ingin pulang ke negaranya dengan hasil buruk. Pelatih Johor Ramlan Rasyid mengatakan, mereka sudah mengalami kerugian saat menghadapi VB Sport di kandangnya.
“Karena hasil tersebut, kami berusaha akan membayarnya di sini (Palembang),” kata Ramlan saat baru tiba di Hotel Jayakarta, kemarin sore. Menurut Ramlan, selama masa satu pekan setelah menghadapi VB Sports, pihaknya tidak mempersiapkan tim secara khusus. Hanya, dia terus mencari cara bagaimana membuat gol di kandang lawan.
“Ketika menghadapi VB Sports, pemain masih kurang finishing touch. Akibatnya, selama 90 menit kami main tanpa gol. Jadi, persiapan kami hanya mengoptimalkan finishing touchdan berharap usaha ini sukses pada pertandingan melawan PSMS nanti,” sambungnya.
Hanya, mengaplikasikan strategi yang diramunya untuk memaksimalkan finishing touch tersebut, Ramlan masih menemui kendala. Karena, dia belum mengetahui sama sekali peta kekuatan tim Ayam Kinantan, julukan PSMS. “Yang kami tahu, mereka memiliki lima pemain asing dan seperti tim asal Indonesia lainnya, mereka memiliki teknik bagus dan bermain keras. Saya memang pernah menyaksikan PSMS main di Surabaya dua musim lalu. Tapi, kekuatan mereka pasti berbeda,” tutur Ramlan. Namun, Ramlan memastikan ada satu pemain PSMS yang dinilai akan membuat repot pertahanan Johor FC, yakni Ellie Eboy.
“Kami tahu dia (Ellie) karena pernah main di Liga Malaysia. Dia juga tipe pemain yang selalu bergerak dari pinggir lapangan dengan umpan-umpan yang bagus sehingga kami mutlak mewaspadainya,” ucapnya. Ramlan menguraikan, 18 pemain yang dibawanya ke Palembang tidak ada sama sekali pemain dari luar negeri.
Karena, dia ingin mengandalkan tenaga-tenaga dari semua pemain lokal yang ada. “Kami (Malaysia) tidak membenarkan memakai pemain luar negeri dalam tim. Jadi, jelas semua pemain yang saya andalkan dari lokal,” pungkasnya
Johor Baru Khawatirkan Kandang PSMS
Dua tim yang akan beraga di ajang AFC cup telah merapat ke Palembang. Johor FC tiba lebih awal sekitar pukul 14.15 wib dan
disusul oleh tim PSMS medan yang mendarat pukul 19.30 wib.
Maklum PSMS akan menjamu Johor FC di ajang AFC yang diikutinya akan menggunakan stadion Jaka Baring, Palembang pada 17 Maret 2009.
Johor FC datang dengan armada 18 pemain sepertinya tak main-main untuk melakoni laga kedua mereka di AFC cup ini. Langsung menggelar Latihan pada sore 16 Maret untuk beradptasi dan
mempersipakan pola permainan
Menurut Ramlan Rashidi Coach Johor FC, ke-18 pemain tersebut tidak ada satu pun pemain asing. Karena menurutnya, tim yang ada di Malasyia tidak ada yang memakai pemain asing.
“Meskipun regulasi AFC membolehkan pemain asing dengan
tiga orang, tapi, negara kami tidak membolehkan ada pemain asing,” ungkapnya pada wartawan GOsport.
Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, di Malasyia ingin memaksimalkan
para pemain lokalnya. Baik itu di pentas nasional maupun Asia.
Mengenai kekuatan PSMS sendiri, Ramlan mengatakan cukup tahu meskipun tidak mengenal lebih jauh.
“Sedikit-sedikit tahulah. Waktu tahun kemarin, saya pernah melihat
permainan PSMS. Mereka bermain tidak begitu jelek. Intinya kita tetap mewaspadai para pemain mereka. Yang jelas, dulu dengan
sekarang sudah berbeda,” paparnya.
“Tak ada persiapan yang khusus semua berjalan dengan biasa
Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan
karena PSMS juga akan melakukan yang sama dan bisa lebuh baik lagi karena meraka bermain di rumahnya” ujar Ramlan.
Jelang laga besok malam, Johor FC punya modal lebih
baik ketimbang PSMS berhasil menahan imbang tim VB asal
maladewa.
Dan PSMS harus rela mengakui keperkasaan South China denghan skor 3-0. Tapi PSMS akan di untungkan bermain di home Jaka Baring
yang nota bene adalah kandang mereka dan itu jadi motivasi
tersendiri.
Optimisme tinggi di harapkan bisa memenangkan laga home PSMS yang pertama ini.
"Laga perdana kita sudah lepas sekarang satnya kami harus mengotimlakan laga home di Jaka Baring.Kami sudah siap dan hanya butuh bantuan supporter disini untuk menambah motiasi kami saat bertandingnanti" ujar Listiadi, pelatih kepala PSMS
Persiapan unutk menggelar pertandingan AFC cup di Jaka
Baring pun telah di lakukan pihak panitia.
“Semua tak ada masalah yang rumit karena sama seperti
gelaran LCA kemarin. Jaka baring sudah siap menggelar AFC
cup ini. Semua kesiapan Jaka Baring sudah di check ulang AFC dan kami kira tak ada permasalahan berarti lagi Panpel di sisni sudah berkonsolidasi dengan panpel PSMS dan kita tinggal
menunggu pertandingan saja” ujar Azwan karim yang kembali meninjau sebagai bidang kompetisi BLI
PSMS sendiri paling tidak harus menyiapakan dan sekitar 250 juta unutk penyelenggaraan laga homenya di jaka baring.
Dana tersebut tidak lain untuk biaya penyewaa Stadion, penerangan
Lampu yang dalam satu kali pertandingan menyedot dana hampir 20 juta.dana pihak keamanan, Media center, panitia dan
cetak tiket.
“Kita telah menyepakati dan mengatur semua menyangkut
tentang operasional pertandingan. Dan semua pengeluaran itu
mudah-mudahan akan tertutpi dengan alokasi tiket yang kami rencanakan dengan mencetak tiket sebesar 10.000 tiket.” Jelas wahab ketua panpel PSMS.
Pihak SFC pun tak ada permasalahan yang berarti mengenai
PSMS harus menggunakan ajaka baring. Karena disaat yang
bersamaan SFC memang tidak menggunakan Jaka Baring karena harus melwat ke Shandong Luneng untuk laga away LCA.
Juga panpel SFC menganggap seperti melaksanakan pertandingan SFC saja.
”Tak ada masalah yang berate semua sudah sesuai sepertu yang di rencanakan. Kita seperti menggelar acara pernikahkan saudara di rumah kita sendiri. Lagipula PSMS membawa nama bangsa ini unutk bertanding di AFC cup ini” kata Rizal Abdullah ketua Panpel petandingan di Jaka baring.
disusul oleh tim PSMS medan yang mendarat pukul 19.30 wib.
Maklum PSMS akan menjamu Johor FC di ajang AFC yang diikutinya akan menggunakan stadion Jaka Baring, Palembang pada 17 Maret 2009.
Johor FC datang dengan armada 18 pemain sepertinya tak main-main untuk melakoni laga kedua mereka di AFC cup ini. Langsung menggelar Latihan pada sore 16 Maret untuk beradptasi dan
mempersipakan pola permainan
Menurut Ramlan Rashidi Coach Johor FC, ke-18 pemain tersebut tidak ada satu pun pemain asing. Karena menurutnya, tim yang ada di Malasyia tidak ada yang memakai pemain asing.
“Meskipun regulasi AFC membolehkan pemain asing dengan
tiga orang, tapi, negara kami tidak membolehkan ada pemain asing,” ungkapnya pada wartawan GOsport.
Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, di Malasyia ingin memaksimalkan
para pemain lokalnya. Baik itu di pentas nasional maupun Asia.
Mengenai kekuatan PSMS sendiri, Ramlan mengatakan cukup tahu meskipun tidak mengenal lebih jauh.
“Sedikit-sedikit tahulah. Waktu tahun kemarin, saya pernah melihat
permainan PSMS. Mereka bermain tidak begitu jelek. Intinya kita tetap mewaspadai para pemain mereka. Yang jelas, dulu dengan
sekarang sudah berbeda,” paparnya.
“Tak ada persiapan yang khusus semua berjalan dengan biasa
Kami hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan
karena PSMS juga akan melakukan yang sama dan bisa lebuh baik lagi karena meraka bermain di rumahnya” ujar Ramlan.
Jelang laga besok malam, Johor FC punya modal lebih
baik ketimbang PSMS berhasil menahan imbang tim VB asal
maladewa.
Dan PSMS harus rela mengakui keperkasaan South China denghan skor 3-0. Tapi PSMS akan di untungkan bermain di home Jaka Baring
yang nota bene adalah kandang mereka dan itu jadi motivasi
tersendiri.
Optimisme tinggi di harapkan bisa memenangkan laga home PSMS yang pertama ini.
"Laga perdana kita sudah lepas sekarang satnya kami harus mengotimlakan laga home di Jaka Baring.Kami sudah siap dan hanya butuh bantuan supporter disini untuk menambah motiasi kami saat bertandingnanti" ujar Listiadi, pelatih kepala PSMS
Persiapan unutk menggelar pertandingan AFC cup di Jaka
Baring pun telah di lakukan pihak panitia.
“Semua tak ada masalah yang rumit karena sama seperti
gelaran LCA kemarin. Jaka baring sudah siap menggelar AFC
cup ini. Semua kesiapan Jaka Baring sudah di check ulang AFC dan kami kira tak ada permasalahan berarti lagi Panpel di sisni sudah berkonsolidasi dengan panpel PSMS dan kita tinggal
menunggu pertandingan saja” ujar Azwan karim yang kembali meninjau sebagai bidang kompetisi BLI
PSMS sendiri paling tidak harus menyiapakan dan sekitar 250 juta unutk penyelenggaraan laga homenya di jaka baring.
Dana tersebut tidak lain untuk biaya penyewaa Stadion, penerangan
Lampu yang dalam satu kali pertandingan menyedot dana hampir 20 juta.dana pihak keamanan, Media center, panitia dan
cetak tiket.
“Kita telah menyepakati dan mengatur semua menyangkut
tentang operasional pertandingan. Dan semua pengeluaran itu
mudah-mudahan akan tertutpi dengan alokasi tiket yang kami rencanakan dengan mencetak tiket sebesar 10.000 tiket.” Jelas wahab ketua panpel PSMS.
Pihak SFC pun tak ada permasalahan yang berarti mengenai
PSMS harus menggunakan ajaka baring. Karena disaat yang
bersamaan SFC memang tidak menggunakan Jaka Baring karena harus melwat ke Shandong Luneng untuk laga away LCA.
Juga panpel SFC menganggap seperti melaksanakan pertandingan SFC saja.
”Tak ada masalah yang berate semua sudah sesuai sepertu yang di rencanakan. Kita seperti menggelar acara pernikahkan saudara di rumah kita sendiri. Lagipula PSMS membawa nama bangsa ini unutk bertanding di AFC cup ini” kata Rizal Abdullah ketua Panpel petandingan di Jaka baring.
Meski Takluk 0-2 di Bantul PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia
PSMS Melaju ke 8 Besar Copa Indonesia
Meski mendulang kemenangan 2-0 atas, PSMS Medan, Persiba Bantul gagal meraih tiket delapan besar Copa Dji Sam Soe. PSMS yang lolos karena menang dalam agregat jumlah gol yakni 5-3. Dalam laga sebelumnya, PSMS memukul telak Persiba 5-1.
Persiba harus menang minimal empat gol tanpa balas untuk lolos. Tim ayam kinantan yang turun dengan pemain lapis kedua, Sabtu (14/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul, hanya bertahan dan sesekali melancark an serangan bali.
Persiba menuai gol pertama menit ke-25 melalui sontekan Feri Setyawan. Ardi Suyanto menggandakan gol Persiba di menit ke-50.
Pelatih Persiba Nandar Iskandar, usai pertandingan, mengatakan, anak-anak besutannya sebenarnya punya enam peluang untuk menggetarkan jala gawang lawan. "Tapi ya hanya dua gol tercipta. Anak-anak main bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Liestiadi mengatakan, sebelum laga ia menginstruksikan pemain untuk banyak bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. PSMS sengaja menyimpan tenaga karena 17 Maret akan berlaga di Asian Footbal Champion (AFC).
Liestiadi dan Nandar kecewa terhadap kepemimpinan wasit Daryanto. Sebagai wasit yang sudah bersertifikat FIFA, mestinya lebih tegas. "Kami mencatat 2-3 pelanggaran terhadap pemain kami yang mestinya berbuah kartu. Namun sebenarnya kami menyorot wasit bukan demi tim, tapi keselamatan pemain," ucapnya.
Meski mendulang kemenangan 2-0 atas, PSMS Medan, Persiba Bantul gagal meraih tiket delapan besar Copa Dji Sam Soe. PSMS yang lolos karena menang dalam agregat jumlah gol yakni 5-3. Dalam laga sebelumnya, PSMS memukul telak Persiba 5-1.
Persiba harus menang minimal empat gol tanpa balas untuk lolos. Tim ayam kinantan yang turun dengan pemain lapis kedua, Sabtu (14/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul, hanya bertahan dan sesekali melancark an serangan bali.
Persiba menuai gol pertama menit ke-25 melalui sontekan Feri Setyawan. Ardi Suyanto menggandakan gol Persiba di menit ke-50.
Pelatih Persiba Nandar Iskandar, usai pertandingan, mengatakan, anak-anak besutannya sebenarnya punya enam peluang untuk menggetarkan jala gawang lawan. "Tapi ya hanya dua gol tercipta. Anak-anak main bagus, tapi kurang beruntung," ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Liestiadi mengatakan, sebelum laga ia menginstruksikan pemain untuk banyak bertahan dan sesekali melakukan serangan balik. PSMS sengaja menyimpan tenaga karena 17 Maret akan berlaga di Asian Footbal Champion (AFC).
Liestiadi dan Nandar kecewa terhadap kepemimpinan wasit Daryanto. Sebagai wasit yang sudah bersertifikat FIFA, mestinya lebih tegas. "Kami mencatat 2-3 pelanggaran terhadap pemain kami yang mestinya berbuah kartu. Namun sebenarnya kami menyorot wasit bukan demi tim, tapi keselamatan pemain," ucapnya.
PSMS bidik empat besar
JAKARTA - Usai keberhasilan menembus perempatfinal Copa Indonesia pasca keungullan agregat 5-3 atas Persiba Bantul, PSMS Medan kini membidik semifinal.
"Kami belum tahu siapa lawan berikutnya karena masih menunggu hasil drawing. Meski demikian, kami siap menghadapi tim mana pun karena target kami menyamai prestasi musim lalu saat mencapai semifinal," kata pelatih PSMS Liestiadi, Minggu.
PSMS termasuk tim paling konsisten karena selalu menembus babak empat besar di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Karena itu, Liestiadi berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.
"Kami optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, PSMS tinggal selangkah lagi," lanjutnya.
"Saya senang bisa membantu PSMS lolos ke babak delapan besar. Saya tahu PSMS selalu sukses dengan mencapai semifinal di Copa dan kini saya ingin melakukannya. Kalau bisa, membawa PSMS juara," kata kiper PSMS, Galih Sudharyono yang siap bersaing dengan Markus Horison menjadi kiper utama PSMS.
Keltjes Merapat
Sementara itu, manajer Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya yang diterima Waspada
Pelatih yang proyeksikan sebagai pengganti Liestiadi tersebut bakal dipercaya memoles persiapan Elie Aiboy cs melakoni laga tandang di AFC Cup 2009 menjamu Johor FC di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 17 Maret mendatang.
Seperti diketahui, Sihar mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih para pemainnya dalam beberapa laga terakhir di ajang Liga Super. Sementara ini posisi Ayam Kinantan tidak beranjak dari papan bawah klasemen.
(ard)
menyebutkan, calon pelatih baru PSMS Rudy William Keltes Senin (16/3) ini sudah bergabung dengan tim di Palembang.
"Kami belum tahu siapa lawan berikutnya karena masih menunggu hasil drawing. Meski demikian, kami siap menghadapi tim mana pun karena target kami menyamai prestasi musim lalu saat mencapai semifinal," kata pelatih PSMS Liestiadi, Minggu.
PSMS termasuk tim paling konsisten karena selalu menembus babak empat besar di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Karena itu, Liestiadi berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan.
"Kami optimistis mampu mencapai target itu. Pasalnya, PSMS tinggal selangkah lagi," lanjutnya.
"Saya senang bisa membantu PSMS lolos ke babak delapan besar. Saya tahu PSMS selalu sukses dengan mencapai semifinal di Copa dan kini saya ingin melakukannya. Kalau bisa, membawa PSMS juara," kata kiper PSMS, Galih Sudharyono yang siap bersaing dengan Markus Horison menjadi kiper utama PSMS.
Keltjes Merapat
Sementara itu, manajer Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya yang diterima Waspada
Pelatih yang proyeksikan sebagai pengganti Liestiadi tersebut bakal dipercaya memoles persiapan Elie Aiboy cs melakoni laga tandang di AFC Cup 2009 menjamu Johor FC di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 17 Maret mendatang.
Seperti diketahui, Sihar mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih para pemainnya dalam beberapa laga terakhir di ajang Liga Super. Sementara ini posisi Ayam Kinantan tidak beranjak dari papan bawah klasemen.
(ard)
menyebutkan, calon pelatih baru PSMS Rudy William Keltes Senin (16/3) ini sudah bergabung dengan tim di Palembang.
Saturday, March 14, 2009
Persiba Bantul v PSMS Demi Menjaga Sebuah Tradisi
Lolos ke babak 8 besar buat PSMS Medan memiliki banyak makna. Selain demi mengembalikan reputasi dan obat pelipur lara, mencapai babak 8 besar Piala Indonesia juga membuka peluang menjaga tradisi Ayam Kinantan lolos ke semifinal.
Untuk misi tersebut sebenarnya tidak sulit. Tak perlu menang melawan Persiba Bantul di Stadio Sultan Agung sore ini. Cukup menahan seri, PSMS sudah berhak melenggang ke babak 8 besar.
“Kami tidak mau gegabah dengan second leg ini. Mereka (Persiba Bantul) wajib diwaspadai. Apalagi, mereka bermain di kandangnya sendiri. Mereka sudah pasti akan tampil ngotot. Kami tetap akan berusaha menjaga tradisi PSMS,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kemarin sore. Tapi, mengandalkan hasil seri tentu riskan, karena itu berisiko membuat Ayam Kinantan cenderung bertahan. Paling mungkin, PSMS harus tampil normal.
“Terlalu berbahaya kalau kami bertahan .Karena, kami akan mendapat tekanan terus. Dari babak pertama, kami akan bermain ofensif,” sebut Listiadi. Bertekad menyerang, Listiadi juga tak lupa menekankan pertahanan. “Pada menit-menit akhir kami sering melakukan kesalahan. Saya akan terus mengingatkan pemain untuk konsentrasi,” tambahnya. Pria asli Kota Medan ini juga mengungkapkan, sebagai pelatih, dia mengaku harus optimistis dalam setiap game.
“Semua pemain harus dipercayakan dalam setiap pertandingan. Pemain kami harus profesional dan siap diturunkan kapan saja,” kata Listiadi kemarin sore. Dia mengakui pertandingan melawan Persiba sangat penting. Apalagi, game yang menentukan langkah selanjutnya pada pergelaran di Piala Indonesia. “Yang terpenting, kami harus lolos demi menjaga tradisi PSMS sebelumnya,” tambahnya.
Di lain pihak, anak asuh Nandar Iskandar memang memikul beban berat pada laga ini jika mereka ingin melaju. Selain yang dihadapi adalah klub Liga Super, selisih gol besar jadi tanggungan tuan rumah. Namun, kondisi ini ternyata tidak menyurutkan ambisi skuad Laskar Sultan Agung.
Mereka tak tanggung-tanggung mengusung sasaran fantastis, Persiba menargetkan kemenangan 5-0 atas PSMS. Alasan target kemenangan itu tak lain ingin menghindari adu penalti. Kiper PSMS yang juga penjaga gawang timnas Indonesia Markus Horison jadi catatan alasan sasaran ini.
”Kami lebih suka lolos ke perempat final lewat dua kali 45 menit daripada harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Karena, itu hanya akan menyulitkan langkah kami. Kami tahu Markus punya kualitas yang cukup bagus,” sebut Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo
Untuk misi tersebut sebenarnya tidak sulit. Tak perlu menang melawan Persiba Bantul di Stadio Sultan Agung sore ini. Cukup menahan seri, PSMS sudah berhak melenggang ke babak 8 besar.
“Kami tidak mau gegabah dengan second leg ini. Mereka (Persiba Bantul) wajib diwaspadai. Apalagi, mereka bermain di kandangnya sendiri. Mereka sudah pasti akan tampil ngotot. Kami tetap akan berusaha menjaga tradisi PSMS,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kemarin sore. Tapi, mengandalkan hasil seri tentu riskan, karena itu berisiko membuat Ayam Kinantan cenderung bertahan. Paling mungkin, PSMS harus tampil normal.
“Terlalu berbahaya kalau kami bertahan .Karena, kami akan mendapat tekanan terus. Dari babak pertama, kami akan bermain ofensif,” sebut Listiadi. Bertekad menyerang, Listiadi juga tak lupa menekankan pertahanan. “Pada menit-menit akhir kami sering melakukan kesalahan. Saya akan terus mengingatkan pemain untuk konsentrasi,” tambahnya. Pria asli Kota Medan ini juga mengungkapkan, sebagai pelatih, dia mengaku harus optimistis dalam setiap game.
“Semua pemain harus dipercayakan dalam setiap pertandingan. Pemain kami harus profesional dan siap diturunkan kapan saja,” kata Listiadi kemarin sore. Dia mengakui pertandingan melawan Persiba sangat penting. Apalagi, game yang menentukan langkah selanjutnya pada pergelaran di Piala Indonesia. “Yang terpenting, kami harus lolos demi menjaga tradisi PSMS sebelumnya,” tambahnya.
Di lain pihak, anak asuh Nandar Iskandar memang memikul beban berat pada laga ini jika mereka ingin melaju. Selain yang dihadapi adalah klub Liga Super, selisih gol besar jadi tanggungan tuan rumah. Namun, kondisi ini ternyata tidak menyurutkan ambisi skuad Laskar Sultan Agung.
Mereka tak tanggung-tanggung mengusung sasaran fantastis, Persiba menargetkan kemenangan 5-0 atas PSMS. Alasan target kemenangan itu tak lain ingin menghindari adu penalti. Kiper PSMS yang juga penjaga gawang timnas Indonesia Markus Horison jadi catatan alasan sasaran ini.
”Kami lebih suka lolos ke perempat final lewat dua kali 45 menit daripada harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Karena, itu hanya akan menyulitkan langkah kami. Kami tahu Markus punya kualitas yang cukup bagus,” sebut Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo
Ayam Kinantan Tatap 8 Besar
Perjalanan PSMS Medan menuju babak 8 besar Copa Indonesia 2008/2009 tinggal selangkah lagi. Karena itu, saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg kedua babak 16 besar, sore ini, Sabtu, 14 Maret 2009, Ayam Kinantan tak ingin terpeleset.
Di leg pertama, PSMS berhasil menekuk Persiba 5-1. Karena itu, untuk melenggang ke babak 8 besar, pasukan Liestiadi hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih di atas empat gol pada pertandingan yang digelar di di Stadion Sultan Agung, Bantul. Hasil imbang saja sudah cukup bagi PSMS untuk menyingkirkan tim asal Divisi Utama, Persiba.
Meski memiliki peluang cukup besar, PSMS tetap fokus menyambut laga kedua ini. Tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu sama sekali tak meremehkan Persiba. Bahkan PSMS tetap memasang target menang saat tampil di kandang lawan.
“Semuanya bisa terjadi di lapangan. Kemenangan 5-1 bukan jaminan untuk lolos ke babak 8 besar. Kami tetap akan memberikan yang terbaik Sabtu nanti,” kata gelandang PSMS Elie Aiboy, Jumat, 13 Maret 2009.
Menurut Ellie, Persiba akan bermain menyerang untuk mengejar defisit gol. Pasalnya, mereka butuh kemenangan dengan skor 4-0 untuk membuat kejutan menyingkirkan tim Liga Super seperti saat menaklukkan Persik Kediri di 24 Besar.
Mengenai kekuatan lawan, Ellie menilai gelandang serang Seto Nurdiantoro akan menjadi andalan tuan rumah dalam memecah kebuntua. Karena itu Ellie menilai timnya wajib mengawasi pergerakan Seto bila tak ingin kebobolan. Selain Seto, ketajaman striker Ezequiel Gonzalez juga harus diwaspadai.
“Kami harus mengantisipasi Seto dan adiknya Yohanes. Selain itu masih ada Ezequiel yang tak main di leg pertama. Ini membuat kami hanya bisa meraba permainannya,” lanjut gelandang tim nasional ini.
Target menang juga ditegaskan pelatih Liestiadi. Karena itu, ia akan menurunkan tim terbaik untuk menghadapi Persiba.
Meski demikian, Liestiadi mengaku masih buta dengan kekuatan Persiba. Apalagi, di leg pertama Persiba tidak turun dengan tim terbaik. Karena itu, selama 20 menit pertama akan digunakan Liestiadi untuk memantau kekuatan dan kelemahan tuan rumah.
Dari situ akan membuat strategi lagi untuk bisa mempertahankan keunggulannya. “Saya tetap menurunkan formasi terbaik karena kami ingin menang. Hanya, kekuatan Persiba memang sulit ditebak. Sebenarnya saya ingin menurunkan pemain muda. Tapi, saya memilih memainkan tim inti,” katanya lagi.
Prakiraan Formasi
Persiba Bantul (3-5-2)
33-Ariesoma Krisandhi; 4-Kahudi Wahyu, 14-Hari Susanto, 32-Michael Ndubuisi Onwatuegwu; 16-Febi Martika, 8-Choirul Anam, 24-Wahyu Tri, 27-Seto Nurdiantoro, 3-Yohanes Yuniantara; 11-Cristiano de Oliviera, Ezequiel Gonzalez
Pelatih: Nandar Iskandar
PSMS (4-1-4-1)
Galih Sudharyono; 11-Edi Sibung, 4-Aun Carbiny,7-Reswandi, 3-Fadly Hariri; 5-Esteban Guillen; 88-Elie Aiboy, I Komang Adyana, 8-Afan Lubis ©, 17- Leonardo, Martins; 18-Alejnadro Costa
Pelatih: Liestiadi
Di leg pertama, PSMS berhasil menekuk Persiba 5-1. Karena itu, untuk melenggang ke babak 8 besar, pasukan Liestiadi hanya perlu menghindari kekalahan dengan selisih di atas empat gol pada pertandingan yang digelar di di Stadion Sultan Agung, Bantul. Hasil imbang saja sudah cukup bagi PSMS untuk menyingkirkan tim asal Divisi Utama, Persiba.
Meski memiliki peluang cukup besar, PSMS tetap fokus menyambut laga kedua ini. Tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu sama sekali tak meremehkan Persiba. Bahkan PSMS tetap memasang target menang saat tampil di kandang lawan.
“Semuanya bisa terjadi di lapangan. Kemenangan 5-1 bukan jaminan untuk lolos ke babak 8 besar. Kami tetap akan memberikan yang terbaik Sabtu nanti,” kata gelandang PSMS Elie Aiboy, Jumat, 13 Maret 2009.
Menurut Ellie, Persiba akan bermain menyerang untuk mengejar defisit gol. Pasalnya, mereka butuh kemenangan dengan skor 4-0 untuk membuat kejutan menyingkirkan tim Liga Super seperti saat menaklukkan Persik Kediri di 24 Besar.
Mengenai kekuatan lawan, Ellie menilai gelandang serang Seto Nurdiantoro akan menjadi andalan tuan rumah dalam memecah kebuntua. Karena itu Ellie menilai timnya wajib mengawasi pergerakan Seto bila tak ingin kebobolan. Selain Seto, ketajaman striker Ezequiel Gonzalez juga harus diwaspadai.
“Kami harus mengantisipasi Seto dan adiknya Yohanes. Selain itu masih ada Ezequiel yang tak main di leg pertama. Ini membuat kami hanya bisa meraba permainannya,” lanjut gelandang tim nasional ini.
Target menang juga ditegaskan pelatih Liestiadi. Karena itu, ia akan menurunkan tim terbaik untuk menghadapi Persiba.
Meski demikian, Liestiadi mengaku masih buta dengan kekuatan Persiba. Apalagi, di leg pertama Persiba tidak turun dengan tim terbaik. Karena itu, selama 20 menit pertama akan digunakan Liestiadi untuk memantau kekuatan dan kelemahan tuan rumah.
Dari situ akan membuat strategi lagi untuk bisa mempertahankan keunggulannya. “Saya tetap menurunkan formasi terbaik karena kami ingin menang. Hanya, kekuatan Persiba memang sulit ditebak. Sebenarnya saya ingin menurunkan pemain muda. Tapi, saya memilih memainkan tim inti,” katanya lagi.
Prakiraan Formasi
Persiba Bantul (3-5-2)
33-Ariesoma Krisandhi; 4-Kahudi Wahyu, 14-Hari Susanto, 32-Michael Ndubuisi Onwatuegwu; 16-Febi Martika, 8-Choirul Anam, 24-Wahyu Tri, 27-Seto Nurdiantoro, 3-Yohanes Yuniantara; 11-Cristiano de Oliviera, Ezequiel Gonzalez
Pelatih: Nandar Iskandar
PSMS (4-1-4-1)
Galih Sudharyono; 11-Edi Sibung, 4-Aun Carbiny,7-Reswandi, 3-Fadly Hariri; 5-Esteban Guillen; 88-Elie Aiboy, I Komang Adyana, 8-Afan Lubis ©, 17- Leonardo, Martins; 18-Alejnadro Costa
Pelatih: Liestiadi
Copa Indonesia Persiba Bantul Targetkan Bantai PSMS
Jelang pertemuan kedua kontra PSMS Medan di Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/3/2009), Persiba Bantul mengusung target fantastis. Targetnya sangat mengejutkan yaitu mencetak kemenangan 5-0.
Kemenangan 5-0 tersebut untuk memuluskan langkah satu-satunya wakil Provinsi DIY di ajang Copa Indonesia ini melangkah ke fase selanjutnya. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini harus mengakui kehebatan tim Ayam Kinantan dengan skor 1-5.
Meski sebenarnya dengan skor 4-0 saja tim asuhan Nandar Iskandar ini bisa memuluskan langkahnya mendekati Senayan, namun manajemen Persiba tetap bertekad membalas kekalahan di Medan dengan skor yang lebih mencolok.
"Kita sangat mampu untuk mencetak skor itu dan saya sangat yakin semua pemain berada pada kondisi fit sehingga bisa menemukan permainan terbaiknya," tandas Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo Jumat (13/3/2009).
Selain bermodal semangat dan dukungan pendukung Paserbumi, keuntungan masa recovery yang lebih panjang dibandingkan sang lawan jelas menjadi keuntungan tersendiri yang dimiliki Persiba dalam menghadapi pertandingan krusial ini.
"Pemain kita setelah melawan PSIM kemarin gak ada pertandingan jadi bisa beristirahat dan memulihkan stamina. Sedangkan pihak lawan, mereka harus tour tandang saat Liga Super dan tandang ke luar negri saat kompetisi Liga Champion Asia," ujarnya.
Tekad kemenangan 5-0 yang dicanangkan manajemen Persiba tersebut merupakan bukti keseriusan tim yang identik dengan warna merah-merah ini untuk mencapai target yang sejak awal dicanangkan, yakni lolos ke Senayan di Copa Indonesia
Kemenangan 5-0 tersebut untuk memuluskan langkah satu-satunya wakil Provinsi DIY di ajang Copa Indonesia ini melangkah ke fase selanjutnya. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini harus mengakui kehebatan tim Ayam Kinantan dengan skor 1-5.
Meski sebenarnya dengan skor 4-0 saja tim asuhan Nandar Iskandar ini bisa memuluskan langkahnya mendekati Senayan, namun manajemen Persiba tetap bertekad membalas kekalahan di Medan dengan skor yang lebih mencolok.
"Kita sangat mampu untuk mencetak skor itu dan saya sangat yakin semua pemain berada pada kondisi fit sehingga bisa menemukan permainan terbaiknya," tandas Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kisworo Jumat (13/3/2009).
Selain bermodal semangat dan dukungan pendukung Paserbumi, keuntungan masa recovery yang lebih panjang dibandingkan sang lawan jelas menjadi keuntungan tersendiri yang dimiliki Persiba dalam menghadapi pertandingan krusial ini.
"Pemain kita setelah melawan PSIM kemarin gak ada pertandingan jadi bisa beristirahat dan memulihkan stamina. Sedangkan pihak lawan, mereka harus tour tandang saat Liga Super dan tandang ke luar negri saat kompetisi Liga Champion Asia," ujarnya.
Tekad kemenangan 5-0 yang dicanangkan manajemen Persiba tersebut merupakan bukti keseriusan tim yang identik dengan warna merah-merah ini untuk mencapai target yang sejak awal dicanangkan, yakni lolos ke Senayan di Copa Indonesia
Pindah kandang ke Palembang
MEDAN - PSMS Medan memindahkan markas ke Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring Palembang, Sumatera Selatan, dalam melakoni laga home pada Piala AFC dan Liga Super Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Pelaksana Pertandingan PSMS Wahyu Wahab Usman kepada Waspada melalui telefon dari Palembang, Jumat. Kompetisi kali ini sungguh luar biasa bagi PSMS karena sudah lima kali pindah markas dalam semusim kompetisi.
Setelah Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan Stadion Teladan tidak layak menjadi home base di ajang LSI, PSMS menyewa Stadion Gelora Bung Karno kemudian berlanjut ke Stadion Jati Diri Semarang hingga akhir musim kompetisi putaran pertama.
Memasuki paruh kedua, PSMS mempergunakan Stadion Siliwangi Bandung dan terakhir akan berkandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Sementara pertandingan Copa Indonesia tetap digelar di Stadion Teladan Medan.
Wahyu merevisi pemberitaan selama ini di beberapa media ibukota dan lokal bahwa PSMS akan melakoni pertandingan home Piala AFC di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. "PSMS bermarkas di Stadion Jaka Baring Palembang. AFC sendiri tidak mengizinkan Stadion Jalak Harupat sebagai home base," terang Wahyu.
Dia mengakui, padatnya jadwal pertandingan Piala AFC dan LSI, dengan begitu PSMS pindah home base. "Untuk pertandingan melawan Deltras dan PSM digelar di Stadion Jaka Baring. Itu pun kalau Kapolri memberikan izin pelaksana pertandingan saat masa kampanye," terangnya sambil menunggu perkembangan.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Pelaksana Pertandingan PSMS Wahyu Wahab Usman kepada Waspada melalui telefon dari Palembang, Jumat. Kompetisi kali ini sungguh luar biasa bagi PSMS karena sudah lima kali pindah markas dalam semusim kompetisi.
Setelah Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan Stadion Teladan tidak layak menjadi home base di ajang LSI, PSMS menyewa Stadion Gelora Bung Karno kemudian berlanjut ke Stadion Jati Diri Semarang hingga akhir musim kompetisi putaran pertama.
Memasuki paruh kedua, PSMS mempergunakan Stadion Siliwangi Bandung dan terakhir akan berkandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jaka Baring. Sementara pertandingan Copa Indonesia tetap digelar di Stadion Teladan Medan.
Wahyu merevisi pemberitaan selama ini di beberapa media ibukota dan lokal bahwa PSMS akan melakoni pertandingan home Piala AFC di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. "PSMS bermarkas di Stadion Jaka Baring Palembang. AFC sendiri tidak mengizinkan Stadion Jalak Harupat sebagai home base," terang Wahyu.
Dia mengakui, padatnya jadwal pertandingan Piala AFC dan LSI, dengan begitu PSMS pindah home base. "Untuk pertandingan melawan Deltras dan PSM digelar di Stadion Jaka Baring. Itu pun kalau Kapolri memberikan izin pelaksana pertandingan saat masa kampanye," terangnya sambil menunggu perkembangan.
Friday, March 13, 2009
Andalkan Pelapis Boyong 18 Pemain ke Bantul
MEDAN-Selain menjalani kewajiban untuk melakoni pertandingan di Copa Indonesia, saat menghadapi Persiba Bantul yang berlangsung Sabtu (14/3) besok, pelatih kepala PSMS Liestiadi mendapat PR dari manajemen untuk melakukan seleksi kepada para pemain cadangan yang nantinya diproyeksikan sebagai pemain inti di ajang Indonesia Super League (ISL).
Hal tersebut mutlak dilakukan mengingat tim berjuluk Ayam Kinantan tak hanya berlaga di ajang ISL dan Copa Indonesia semata, tapi juga di ajang AFC Cup.
Praktis merotasi pemain adalah sebuah kebijakan yang pantas untuk dilakukan. Apalagi, tiga hari setelah laga menghadapai Persiba Bantul, Affan Lubis dkk akan kembali berlaga di ajang AFC Cup menghadapi Johor FC (Malaysia).
Menatap laga kontra Persiba, besok(14/3), anak asuh Sihar Sitorus diuntungkan dengan besarnya margin gol yang dikemas Affan Lubis dkk pada pertandingan di leg I yang berkesudahan 5-1.
Artinya, jika pun saat menghadapi Persiba nanti PSMS takluk dengan skor 0-3, maka Affan Lubis dkk masih dapat melenggang ke babak selanjutnya.
“Kita tak perlu tampil ngotot kala menghadapi Persiba, karena fokus kita adalah pertandingan melawan Johor FC. Kita wajib memetik poin sempurna atas mereka. Pasalnya, mereka (Johor FC, Red) tak sekuat yang kita perkirakan sebelumnya. Terbukti, saat menghadapi tim lemah seperti VB Sport Maladewa, mereka hanya mampu bermain imbang,” kilah Liestiadi, kemarin (12/3).
Atas dasar itu pula, kala bertandang ke markas Persiba nanti, mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan ini tak membawa para pemain pilar yang selama ini kerap tampil sebagai starting eleven.
Nama-nama seperti Zada, Aun Carbiny, hingga Markus tidak tercantum di antara 18 nama pemain yang diboyong dalam lawatan ke Bantul.
“Belum dapat dipastikan siapa saja pemain yang akan diturunkan. Kita masih akan menanti sampai saat terakhir, tergantung kondisi pemain. Siapa yang siap, maka dia lah yang akan diturunkan” beber Liestiadi. Rencananya, tim Ayam Kinantan akan bertolak ke Bantul Jumat (13/3) pagi
Hal tersebut mutlak dilakukan mengingat tim berjuluk Ayam Kinantan tak hanya berlaga di ajang ISL dan Copa Indonesia semata, tapi juga di ajang AFC Cup.
Praktis merotasi pemain adalah sebuah kebijakan yang pantas untuk dilakukan. Apalagi, tiga hari setelah laga menghadapai Persiba Bantul, Affan Lubis dkk akan kembali berlaga di ajang AFC Cup menghadapi Johor FC (Malaysia).
Menatap laga kontra Persiba, besok(14/3), anak asuh Sihar Sitorus diuntungkan dengan besarnya margin gol yang dikemas Affan Lubis dkk pada pertandingan di leg I yang berkesudahan 5-1.
Artinya, jika pun saat menghadapi Persiba nanti PSMS takluk dengan skor 0-3, maka Affan Lubis dkk masih dapat melenggang ke babak selanjutnya.
“Kita tak perlu tampil ngotot kala menghadapi Persiba, karena fokus kita adalah pertandingan melawan Johor FC. Kita wajib memetik poin sempurna atas mereka. Pasalnya, mereka (Johor FC, Red) tak sekuat yang kita perkirakan sebelumnya. Terbukti, saat menghadapi tim lemah seperti VB Sport Maladewa, mereka hanya mampu bermain imbang,” kilah Liestiadi, kemarin (12/3).
Atas dasar itu pula, kala bertandang ke markas Persiba nanti, mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan ini tak membawa para pemain pilar yang selama ini kerap tampil sebagai starting eleven.
Nama-nama seperti Zada, Aun Carbiny, hingga Markus tidak tercantum di antara 18 nama pemain yang diboyong dalam lawatan ke Bantul.
“Belum dapat dipastikan siapa saja pemain yang akan diturunkan. Kita masih akan menanti sampai saat terakhir, tergantung kondisi pemain. Siapa yang siap, maka dia lah yang akan diturunkan” beber Liestiadi. Rencananya, tim Ayam Kinantan akan bertolak ke Bantul Jumat (13/3) pagi
Keltjes gantikan Liestiadi?
JAKARTA - Upaya untuk melakukan perbaikan terus dilakukan manajemen PSMS guna mengangkat prestasi jeblok Elie Aiboy cs di ajang Liga Super Indonesia musim ini.
Tak heran, jika dalam waktu dekat posisi pelatih kepala yang saat ini diduduki Liestiadi bakal berganti. Siapa gerangan pelatih yang bakal menggantikannya, memang belum diputuskan. Sebab, manajemen Sihar Sitorus mencoba melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih. Salah satunya adalah Rudi William Keltjes.
"Ya, kami memang berencana menjajaki kemungkinan untuk mencari pelatih guna menangani PSMS menyelesaikan sisa putaran kedua. Salah satu pelatih itu adalah Keltjes. Sangat diharapkan, pengalamannya menangani tim bisa mengangkat prestasi PSMS," kata Sihar, Kamis, sembari menambahkan upaya ini demi menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi di musim depan.
Masih kata Sihar, dirinya tidak habis pikir dengan prestasi yang tak kunjung membaik dari PSMS. Padahal berbagai upaya telah dilakukan. Bahkan di tengah tim lain mengalami pembayaran gaji yang telat hingga beberapa bulan, para pemain PSMS tidak mengalaminya.
"Tapi tetap saja prestasi tidak bisa terangkat. Untuk itulah, kami ingin mencoba figur pelatih yang lain. Semoga saja hal ini bisa membawa perubahan ke arah yang
lebih baik," katanya, tanpa menyebutkan kapan pastinya Liestiadi bakal dilengserkan.
Terpisah, Liestiadi mengaku tidak kaget dengan rencana manajemen tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menerima semua keputusan yang dibuat manajemen. Menurutnya, hal tersebut memang sepenuhnya hak dan wewenang mereka untuk memberhentikan dirinya.
"Sebagai pelatih profesional, saya tidak kaget dengan rencana mencari pelatih lain. Mereka pantas kecewa dengan hasil yang kami peroleh dan saya pun demikian.Tapi jujur saja, saya sudah berusaha bekerja maksimal," bebernya.
Tak heran, jika dalam waktu dekat posisi pelatih kepala yang saat ini diduduki Liestiadi bakal berganti. Siapa gerangan pelatih yang bakal menggantikannya, memang belum diputuskan. Sebab, manajemen Sihar Sitorus mencoba melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih. Salah satunya adalah Rudi William Keltjes.
"Ya, kami memang berencana menjajaki kemungkinan untuk mencari pelatih guna menangani PSMS menyelesaikan sisa putaran kedua. Salah satu pelatih itu adalah Keltjes. Sangat diharapkan, pengalamannya menangani tim bisa mengangkat prestasi PSMS," kata Sihar, Kamis, sembari menambahkan upaya ini demi menyelamatkan Ayam Kinantan dari degradasi di musim depan.
Masih kata Sihar, dirinya tidak habis pikir dengan prestasi yang tak kunjung membaik dari PSMS. Padahal berbagai upaya telah dilakukan. Bahkan di tengah tim lain mengalami pembayaran gaji yang telat hingga beberapa bulan, para pemain PSMS tidak mengalaminya.
"Tapi tetap saja prestasi tidak bisa terangkat. Untuk itulah, kami ingin mencoba figur pelatih yang lain. Semoga saja hal ini bisa membawa perubahan ke arah yang
lebih baik," katanya, tanpa menyebutkan kapan pastinya Liestiadi bakal dilengserkan.
Terpisah, Liestiadi mengaku tidak kaget dengan rencana manajemen tersebut. Ia bahkan menyatakan siap menerima semua keputusan yang dibuat manajemen. Menurutnya, hal tersebut memang sepenuhnya hak dan wewenang mereka untuk memberhentikan dirinya.
"Sebagai pelatih profesional, saya tidak kaget dengan rencana mencari pelatih lain. Mereka pantas kecewa dengan hasil yang kami peroleh dan saya pun demikian.Tapi jujur saja, saya sudah berusaha bekerja maksimal," bebernya.
Copa Indonesia PSMS Kembali Kehilangan Pemain
PSMS Medan kembali harus kehilangan sederet pemainnya saat menjalani leg 2 Copa Indonesia 2008/2009 kontra Persiba Bantul, Sabtu 14 Maret 2009. Setidaknya tiga pemain tak bisa membela Ayam Kinantan karena masih berkutat dengan cedera.
Ketiga pemain itu yakni Markus Horison, Andhika dan Asri Akbar. Mereka juga tidak dibawa saat PSMS menjalani duel perdana di AFC Cup 2009 kontra South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa 10 Maret 2009. Pada pertandingan itu PSMS Medan kalah 0-3.
"Mereka masih berkutat dengan cedera. Karena itu kami tidak membawanya saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg 2 Copa Indonesia," kata pelatih PSMS, Liestiadi, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 12 Maret 2009.
PSMS Medan hari ini bertolak ke Bantul. Liestiadi memboyong 18 pemain termasuk Octavianus Mainani dan Edi Sukamto yang tidak bisa tampil di AFC Cup lalu. Kedua pemain itu absen karena menerima kartu merah saat tampil di playoff Liga Champions Asia (LCA) beberapa waktu lalu.
Di leg 1, PSMS Medan berhasil menaklukkan Persiba 4-1. Dengan demikian, untuk lolos ke babak 8 besar, PSMS hanya butuh menghindari kekalahan dengan selisih lebih besar dari 2 gol.
"Untuk sementara kami konsentrasi di Copa dulu. Kami ingin lolos ke babak 8 besar untuk membalas kekalahan yang kami derita belakangan ini," pungkas Liestiadi
Ketiga pemain itu yakni Markus Horison, Andhika dan Asri Akbar. Mereka juga tidak dibawa saat PSMS menjalani duel perdana di AFC Cup 2009 kontra South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa 10 Maret 2009. Pada pertandingan itu PSMS Medan kalah 0-3.
"Mereka masih berkutat dengan cedera. Karena itu kami tidak membawanya saat berhadapan dengan Persiba Bantul di leg 2 Copa Indonesia," kata pelatih PSMS, Liestiadi, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 12 Maret 2009.
PSMS Medan hari ini bertolak ke Bantul. Liestiadi memboyong 18 pemain termasuk Octavianus Mainani dan Edi Sukamto yang tidak bisa tampil di AFC Cup lalu. Kedua pemain itu absen karena menerima kartu merah saat tampil di playoff Liga Champions Asia (LCA) beberapa waktu lalu.
Di leg 1, PSMS Medan berhasil menaklukkan Persiba 4-1. Dengan demikian, untuk lolos ke babak 8 besar, PSMS hanya butuh menghindari kekalahan dengan selisih lebih besar dari 2 gol.
"Untuk sementara kami konsentrasi di Copa dulu. Kami ingin lolos ke babak 8 besar untuk membalas kekalahan yang kami derita belakangan ini," pungkas Liestiadi
Wednesday, March 11, 2009
Pelatih PSMS Akui Keunggulan South China
Debut PSMS Medan di AFC Cup 2009 berakhir dengan kekalahan. Pelatih Ayam Kinantan Liestiadi mengakui timnya kalah kelas dibanding tim lawan South China.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret 2009, PSMS dipecundangi tuan rumah 0-3. Hasil ini membuat PSMS Medan harus melanjutkan perjalannya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen sementara.
Pelatih PSMS Medan, Liestiadi kepada situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengatakan, timnya datang ke Hongkong dengan target mencuri poin. Namun kualitas tim tamu ternyata membuat pasukan Ayam Kinantan yang tidak diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison, Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto tak mampu berbuat banyak.
"Selamat kepada South China. Mereka memang pantas mendapat kemenangan ini. Saat ini mereka lebih baik dari kami," kata Liestiadi kepada situs AFC, usai pertandingan.
Liestiadi menambahkan, setelah pertandingan ini, dirinya akan melakukan pembenahan di tim PSMS Medan. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum kembali melanjutkan pertandingan selanjutnya di penyisihan Grup F AFC Cup 2009.
Setelah menghadapi South China, PSMS Medan akan menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009. Sedangkan pertemuan kedua dengan South China juga akan digelar di Jakabaring, 5 Mei 2009.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret 2009, PSMS dipecundangi tuan rumah 0-3. Hasil ini membuat PSMS Medan harus melanjutkan perjalannya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen sementara.
Pelatih PSMS Medan, Liestiadi kepada situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengatakan, timnya datang ke Hongkong dengan target mencuri poin. Namun kualitas tim tamu ternyata membuat pasukan Ayam Kinantan yang tidak diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison, Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto tak mampu berbuat banyak.
"Selamat kepada South China. Mereka memang pantas mendapat kemenangan ini. Saat ini mereka lebih baik dari kami," kata Liestiadi kepada situs AFC, usai pertandingan.
Liestiadi menambahkan, setelah pertandingan ini, dirinya akan melakukan pembenahan di tim PSMS Medan. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum kembali melanjutkan pertandingan selanjutnya di penyisihan Grup F AFC Cup 2009.
Setelah menghadapi South China, PSMS Medan akan menjamu tim asal Malaysia, Johor FC di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009. Sedangkan pertemuan kedua dengan South China juga akan digelar di Jakabaring, 5 Mei 2009.
PSMS pulang tangan hampa
HONGKONG - Dilibas tuan rumah South China, Selasa, PSMS Medan untuk sementara menempati posisi juru kunci klasemen grup F AFC Cup 2009.
PSMS gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin dari kandang South China, setelah dilibas tuan rumah 3-0 di laga perdana grup F AFC Cup 2009 di Stadion Mong Kok, Hongkong. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak Lee Chi-ho pada menit ke-21, Chan Siu-ki (45) dan Caca (52).
Dengan demikian, tim asal Hongkong tersebut sementara menempati posisi puncak di grup F. Kepastian tersebut setelah di laga lain, Johor FC Malaysia bermain imbang 0-0 dengan VB Maladewa.
Bagi Ayam Kinantan, kekalahan tersebut menempatkan mereka di posisi juru kunci klasemen sementara turnamen kasta kedua di Asia ini, karena belum mengantongi poin. Meski demikian, kesempatan tim asuhan Liestiadi mendulang poin masih terbuka.
Pasalnya, dua laga berikutnya akan dimainkan di tanah air, yakni menjamu Johor FC (17 Maret) dan VB Maladewa pada 7 April. Pertandingan itu sendiri akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
PSMS gagal memenuhi ambisinya membawa pulang poin dari kandang South China, setelah dilibas tuan rumah 3-0 di laga perdana grup F AFC Cup 2009 di Stadion Mong Kok, Hongkong. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak Lee Chi-ho pada menit ke-21, Chan Siu-ki (45) dan Caca (52).
Dengan demikian, tim asal Hongkong tersebut sementara menempati posisi puncak di grup F. Kepastian tersebut setelah di laga lain, Johor FC Malaysia bermain imbang 0-0 dengan VB Maladewa.
Bagi Ayam Kinantan, kekalahan tersebut menempatkan mereka di posisi juru kunci klasemen sementara turnamen kasta kedua di Asia ini, karena belum mengantongi poin. Meski demikian, kesempatan tim asuhan Liestiadi mendulang poin masih terbuka.
Pasalnya, dua laga berikutnya akan dimainkan di tanah air, yakni menjamu Johor FC (17 Maret) dan VB Maladewa pada 7 April. Pertandingan itu sendiri akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
PSMS Ditekuk South China di Hongkong
Debut PSMS Medan di pentas AFC Cup 2009 berakhir pahit. Bertandang ke markas South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa, 10 Maret 2009, Ayam Kinantan kalah 0-3.
Tampil tanpa diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison. Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto, PSMS tak mampu meladeni permainan tuan rumah. Pada babak penyisihan grup F itu, South China sudah mengejutkan PSMS lewat gol yang dicetak Li Haiqiang pada menit 21.
Tertinggal 0-1 tak membuat tuan rumah mengendurkan serangannya. Hasilnya, gol kembali tercipta pada menit 45 babak pertama lewat kaki Chan Wai Ho. Sedangkan di babak kedua, gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono kembali bergetar lewat gol yang dicetak oleh Carlos Eduardo.
Akibat kekalahan ini, PSMS Medan harus mengawali kiprahnya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen tanpa poin dari satu kali pertandingan. Sedangkan South China langsung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 3 poin dari satu kali laga. PSMS selanjutnya akan menjamu Johor FC Malaysia di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009.
Tampil tanpa diperkuat empat pilar andalannya, Markus Horison. Asri Akbar, Oktavianus Mainani, dan Edi Sukamto, PSMS tak mampu meladeni permainan tuan rumah. Pada babak penyisihan grup F itu, South China sudah mengejutkan PSMS lewat gol yang dicetak Li Haiqiang pada menit 21.
Tertinggal 0-1 tak membuat tuan rumah mengendurkan serangannya. Hasilnya, gol kembali tercipta pada menit 45 babak pertama lewat kaki Chan Wai Ho. Sedangkan di babak kedua, gawang PSMS yang dijaga oleh Galih Sudharyono kembali bergetar lewat gol yang dicetak oleh Carlos Eduardo.
Akibat kekalahan ini, PSMS Medan harus mengawali kiprahnya di AFC Cup 2009 dari dasar klasemen tanpa poin dari satu kali pertandingan. Sedangkan South China langsung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 3 poin dari satu kali laga. PSMS selanjutnya akan menjamu Johor FC Malaysia di Stadion Jakabaring, Palembang, 17 Maret 2009.
Tuesday, March 10, 2009
Sihar Tak Jadi Mundur dari PSMS
Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan
VIVAnews - Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”Sihar Sitorus, Manajer PSMS Medan
VIVAnews - Penampilan PSMS Medan tak kunjung membaik di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Namun, pengelola PSMS Medan Sihar Sitorus berjanji akan tetap bertahan hingga musim ini berakhir.
Penampilan PSMS Medan di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 tidak berjalan mulus. Sejak mengawali kiprahnya di putaran kedua, PSMS baru menang sekali, yakni saat bertemu Persik Kediri.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, 8 Februari 2009 itu, PSMS unggul tipis 2-1. Selebihnya, PSMS hanya mampu meraih hasil maksimal seri baik di kandang maupun tandang.
Buruknya penampilan PSMS ini sempat membuat berang Sihar dan berencana untuk hengkang di tengah jalan. Namun belakangan belakangan, Sihar menarik omongannya dan berjanji akan tetap bertahan di PSMS hingga musim ini berakhir.
Sihar menilai buruknya penampilan PSMS di putaran kedua tak hanya karena masalah teknis saja. Namun yang utama justru jadwal kompetisi yang masih tumpang tindih. Apalagi timnya musim ini harus bermain di tiga even, yakni LSI, Copa Indonesia, dan AFC Cup 2009.
"Saya sangat kecewa dengan penyelenggara kompetisi di Indonesia. Jelas sekali, lantaran jadwal dan persiapan kompetisi yang tidak profesional, klub menjadi korban," kata Sihar kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 9 Maret 2009.
Sihar mengaku sudah berusaha untuk mengganti pemain dengan pemain berkualitas. Sayang, semuanya berantakan karena kacaunya jadwal kompetisi. "Akibatnya, klub jadi korban, karena penyesuaian jadwal yang selalu berubah. Ini kan berimbas kepada pengeluaran dan biaya,” kata Sihar.
Mengenai keinginan mundur yang sempat terlontar, Sihar mengakuinya sebagai ungkapan kekesalan atas buruknya jadwal kompetisi yang ada. “Itu sebenarnya hanya ungkapan rasa kecewa saya dengan kondisi tim yang jadi korban kompetisi yang tidak jelas ini. Bukan sesuatu yang serius," kata Sihar.
Pengeluaran PSMS Membengkak
Perubahan jadwal kompetisi telah membuat kantong Sihar 'bolong'. Pasalnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai timnya semakin bengkak. Apalagi, Sihar mengaku belum pernah menerima uang ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) atas perubahan jadwal yang melibatkan PSMS.
Menghadapi kondisi ini, Sihar sebenarnya kaget. Meski sudah menghitung sejak awal resiko menjadi pengelola klub di kompetisi nasional, Sihar mengaku tidak menyangka dengan berbagai kejadian dalam kompetisi Indonesia yang kerap merugikan tim.
“Saya memang baru masuk di liga Indonesia. Saya juga sudah menghitung resikonya. Tapi, jujur, saya makin terkejut, ketika mengalami fenomena betapa sulitnya mengikuti kepastian jadwal liga,” kata Sihar.
"Sampai saat ini, saya belum pernah menerima kompensasi dari PSSI atau Badan Liga Indonesia (BLI), gara-gara tim nggak jadi tampil karena jadwal pertandingan mundur. Padahal, pengeluaran tim kan terus membengkak.”
Ke Hongkong minus empat pilar
JAKARTA - Perjuangan PSMS Medan menapaki ajang internasional AFC Cup 2009 segera dimulai dengan menghadapi South China di Stadion Mongkok, Hongkong, Selasa (10/3) nanti.
Dengan berkekuatan 17 pemain, skuad tim besutan pelatih Liestiadi itu, Minggu, meninggalkan tanah air menuju Hongkong dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Sayangnya, di laga perdana mereka pada Grup F, Ayam Kinantan harus kehilangan empat pilarnya karena mengalami cedera. Keempatnya itu adalah kiper Markus Horison, gelandang Asri Akbar, Okto Maniani dan Edi Sibung yang terkena akumulasi kartu.
"Kami memang hanya membawa 17 pemain ke Hongkong karena ada yang cedera serta akumulasi kartu," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu.
Dikatakan, dengan pemain yang ada saat ini, dirinya tetap optimis dapat meraih hasil maksimal di ajang kasta kedua di Asia itu. Ia pun menambahkan dirinya sedikit banyak telah memiliki gambaran kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.
"Dari data yang kami peroleh, South China termasuk pimpinan klasemen di liga domestik Hongkong. Itu artinya, mereka tim bagus meski jumlah klub yang tampil di liga mereka tidak sebanyak di negera kita. Apa pun itu, kami harus bertekad meraih kemenangan," tambahnya.
Ditanya mengenai absennya Markus di bawah mistar gawang, Liestiadi menyatakan jika dirinya tidak begitu khawatir karena masih memiliki Galih (Sudaryono) yang tentunya masih bisa diandalkan. Meski diakuinya kualitas Galih masih di bawah Markus.
"Selain itu, pada laga nanti kami juga akan memainkan tiga pemain asing. Mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Javier dan Mario Costas. Semoga saja kehadiran tiga pemain ini bisa menjadi motovator bagi pemain lain," katanya.
Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei vsSouth China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Dengan berkekuatan 17 pemain, skuad tim besutan pelatih Liestiadi itu, Minggu, meninggalkan tanah air menuju Hongkong dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Sayangnya, di laga perdana mereka pada Grup F, Ayam Kinantan harus kehilangan empat pilarnya karena mengalami cedera. Keempatnya itu adalah kiper Markus Horison, gelandang Asri Akbar, Okto Maniani dan Edi Sibung yang terkena akumulasi kartu.
"Kami memang hanya membawa 17 pemain ke Hongkong karena ada yang cedera serta akumulasi kartu," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu.
Dikatakan, dengan pemain yang ada saat ini, dirinya tetap optimis dapat meraih hasil maksimal di ajang kasta kedua di Asia itu. Ia pun menambahkan dirinya sedikit banyak telah memiliki gambaran kekuatan calon lawan yang akan dihadapi.
"Dari data yang kami peroleh, South China termasuk pimpinan klasemen di liga domestik Hongkong. Itu artinya, mereka tim bagus meski jumlah klub yang tampil di liga mereka tidak sebanyak di negera kita. Apa pun itu, kami harus bertekad meraih kemenangan," tambahnya.
Ditanya mengenai absennya Markus di bawah mistar gawang, Liestiadi menyatakan jika dirinya tidak begitu khawatir karena masih memiliki Galih (Sudaryono) yang tentunya masih bisa diandalkan. Meski diakuinya kualitas Galih masih di bawah Markus.
"Selain itu, pada laga nanti kami juga akan memainkan tiga pemain asing. Mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Javier dan Mario Costas. Semoga saja kehadiran tiga pemain ini bisa menjadi motovator bagi pemain lain," katanya.
Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei vsSouth China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Friday, March 6, 2009
Persiba Bantul Bertekad Pukul Balik PSMS
Persiba Bantul bertekad akan memukul balik PSMS Medan, pada leg kedua babak 16 besar Copa Indonesia di Stadion Sultan Agung Bantul, 14 Maret nanti.
“Meski berat, tapi kami harus berjuang keras untuk mengalahkan PSMS. Sebagai tuan rumah Persiba harus mampu menebus kekalahan telak 1-5 pada leg pertama di Medan,” tegas pelatih Persiba Nandar Iskandar, Kamis (5/3).
Dijelaskan Nandar, kekalahan itu membuat tugas timnya sangat berat, karena minimal harus menang 4-0. Sekalipun kecil, tapi peluang itu tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai langkah awal, tim pelatih akan membenahi semua kelemahan yang ada. Menurut Nandar, suatu tim kadang bermain bagus, tapi kadang main jelek. Ini sudah biasa terjadi. Ketika lawan PSIM, Nandar mengakui, pasukannya main jelek, namun tetap mampu meraih poin penuh. “Hal ini tetap harus disyukuri, karena mampu menambah 3 poin,” ujar Nandar.
Namun sebagai pelatih, Nandar mengaku tak puas dengan permainan yang diperagakan pasukannya. Sehingga semua kelemahan yang ada, baik di lini depan, tengah maupun belakang akan segera dibenahi. “Kita masih punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Dan sebagai pelatih, saya tetap optimis mampu mengalahkan PSMS di Bantul. Walaupun mereka tim kuat, namun kita akan mengambil keuntungan sebagai tuan rumah,” tegas Nandar
“Meski berat, tapi kami harus berjuang keras untuk mengalahkan PSMS. Sebagai tuan rumah Persiba harus mampu menebus kekalahan telak 1-5 pada leg pertama di Medan,” tegas pelatih Persiba Nandar Iskandar, Kamis (5/3).
Dijelaskan Nandar, kekalahan itu membuat tugas timnya sangat berat, karena minimal harus menang 4-0. Sekalipun kecil, tapi peluang itu tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai langkah awal, tim pelatih akan membenahi semua kelemahan yang ada. Menurut Nandar, suatu tim kadang bermain bagus, tapi kadang main jelek. Ini sudah biasa terjadi. Ketika lawan PSIM, Nandar mengakui, pasukannya main jelek, namun tetap mampu meraih poin penuh. “Hal ini tetap harus disyukuri, karena mampu menambah 3 poin,” ujar Nandar.
Namun sebagai pelatih, Nandar mengaku tak puas dengan permainan yang diperagakan pasukannya. Sehingga semua kelemahan yang ada, baik di lini depan, tengah maupun belakang akan segera dibenahi. “Kita masih punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Dan sebagai pelatih, saya tetap optimis mampu mengalahkan PSMS di Bantul. Walaupun mereka tim kuat, namun kita akan mengambil keuntungan sebagai tuan rumah,” tegas Nandar
Sihar Ingin Mundur
MEDAN- Kekalahan demi kekalahan yang diderita PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) ini terus berlanjut. Terakhir, PSMS harus takluk di tangan tim Pendekar Cisadane-julukan Persita Tengerang-Kamis (5/3) kemarin dengan skor 1-0. Kekalahan ini membuat manajer tim PSMS Sihar Sitorus berang tak kelapang.
Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.
Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.
Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.
Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.
"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.
Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.
Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.
Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.
Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.
Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.
Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.
Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.
Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?
"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.
Bagaimana tak berang, uang sudah habis milyaran rupiah, kemenangan yang ditunggu-tunggu tak kunjung didapat. Imbasnya, PSMS terus berada di zona degradasi.
Parahnya, di saat penampilan tim tak kunjung membaik, di saat itu pula berhembus kabar jika Sihar Sitorus kerap melakukan intevensi kepada jajaran pelatih dalam menyususn starting eleven.
Mendengar isu yang kini berkembang, Sihar murka. Saat dihubungi usai laga kontra Persita kemarin, Sihar bahkan sampai emosi.
Menurutnya, tak salahnya jika dirinya melakukan intervensi kepada jajaran pelatih, karena uang yang selama ini dipergunakan untuk membiayai tim Ayam Kinantan adalah uang dia pribadi.
"Siapa yang bilang saya melakukan intervensi. Begitupun, kalau saya intevensi, itu adalah hak saya. Karena saya yang punya duit, saya juga yang membiayai tim ini," koarnya.
Terkait beredarnya isu yang mengatakan Sihar Sitorus melakukan intevensi, pelatih kepala PSMS Liestiadi enggan berkomentar banyak.
Begitupun, dirinya menyanggah jika ada yang menyebutkan pihak manejemen melakukan intrervensi dalam menentukan starting eleven. "Tidak benar isu itu," jawabnya singkat.
Awal mula berhembusnya kabar tentang intervensi yang dilakukan Sihar Sitorus adalah ketika sehari sebelum Affan Lubis dkk akan menghadapi Persita.
Dari beberapa sumber disebutkan jika saat menghadapi Persita, Sihar telah menginstruksikan kepada jajaran pelatih untuk menurunkan pemain lapis ke dua serta beberapa pemain asing.
Rumor yang beredar ini sontak mendapat respon negatif dari para suporter tim Ayam Kinantan.
Apalagi kala menghadapi Persita, kemarin (5/3) terbukti jika Liestiadi banyak menurunkan pemain cadangan seperti Galih Sudaryono, Ruben, Fadli Hariri dan Syahroni.
Parahnya lagi, di lini tengah Liestiadi memasang Dodi Cahyadi bersama I Komang dan Zada. Padahal sang kapten Affan Lubis dan Esteban dalam kondisi bugar dan siap tempur.
Sedangkan di lini depan, Mitchel Nere, Costas dan Elie Aiboy dipasang bersamaan. "Itu murni rotasi saja. Tidak ada intervensi dari manajemen dalam membentuk tim," pungkas Liestiadi.
Jika segala cara, termasuk di dalamnya merotasi pemain telah dilakukan, lantas apa yang akan dilakukan oleh jajaran pelatih dan manajemen PSMS guna mendongkar performa tim Ayam Kinantan?
"Tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk tim ini. Segala cara telah dilakukan, mungkin ada baiknya jika saya mundur saja dari PSMS. Barangkali di tangan orang lain, PSMS bisa lebih baik," katanya.
Persita lebih baik
BANDUNG - Tuan rumah Persita Tangerang mengalahkan PSMS Medan 1-0 pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis.
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Gol kemenangan Pendekar Cisadane dilesakkan Agus Salim pada menit ke-54 melalu tembakan lob. Kemenangan Persita juga ditentukan besarnya motivasi dan semangat bertanding Maman cs usai keberhasil menekuk Sriwijaya FC 2-1 baru-baru ini.
Dengan kemenangan itu, Persita menambah nilai menjadi 21 dari 23 penampilannya, namun tim asuhan Zaenal Abidin itu masih tertahan di papan tengah. PSMS sendiri tertahan di papan bawah dengan nilai 17 hasil 22 pertandingan.
Kemenangan kedua Persita sejak berkandang di Stadion Siliwangi sempat diwarnai pelemparan batu ke arah asisten wasit oleh suporter PSMS, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit di babak kedua.
Pertandingan antara Persita versus PSMS yang dipimpin wasit Aeng Suarlan juga sempat terganggu hujan deras sehingga pertandingan diundur satu jam karena lapangan tergenang. Sejak kick off pada pukul 16.30 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo sedang.
Persita yang dimotori Maman dan Adolfo Souza langsung mengurung pertahanan PSMS yang dikoordinir Aun Carbiny dan Reswandi. Baru memasuki babak kedua, PSMS mengurung pertahanan lawan.
Persita justru lebih banyak melakukan serangan balik melalui striker Adolfo Souza dan Agus Salim yang beberapa kali mengancam gawang Galih Sudharyono. Klimaksnya di menit 54, Agus Salim memanfaatkan bola muntah di daerah pertahanan Ayam Kinantan untuk memastikan kemenangan tuan rumah
Persita Menangkan Duel Zona Merah, PSMS keok lagi...
Persita Tangerang akhirnya mampu meraup tiga poin usai menekuk PSMS Medan 1-0 di lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Satu-satunya gol yang terjadi dipertandingan itu dicetak oleh Agus Salim.
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis, 5 Maret 2009, Persita yang berlaku sebagai tuan rumah, harus berterima kasih dengan Agus Salim yang berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-54.
Dengan tambahan tiga poin, Pendekar Cisadane kini total mengoleksi 21 poin dari 23 laga yang telah dilakoni. Namun, tim besutan Zaenal Abidin ini masih tertahan di papan tengah klasemen.
Sedangkan bagi PSMS, hasil ini semakin membuat langkah mereka lepas dari zona merah semakin sulit. Tim Ayam Kinantan hanya mampu mengoleksi 17 poin dari 22 pertandingan.
Pertandingan ini sempat tertunda oleh hujan lebat. Alhasil, pertandingan baru bisa digelar pukul 16.30 WIB. Bahkan, ditengah pertandingan juga sempat terjadi insiden kecil pelemparan batu yang dilakukan pendukung PSMS. Beruntung, pertandingan masih bisa dilanjutkan.
Pada pertandingan itu, Persita memang terlihat lebih dominan mengusai pertandingan. Sosok Adolfo Souza beberapa kali membuat lini pertahanan PSMS kerepotan. Namun hingga 45 menit pertandingan usai, kedudukan tidak berubah.
Kerja keras Persita akhirnya membuahkan hasil di menit 54. Berawal dari bola muntah, Agus berhasil menceploskan bola dan membuat Persita unggul 1-0. Kedudukan tak berubah hingga pertandingan usai
Thursday, March 5, 2009
PSMS Cari selamat
MEDAN-Tak ada pemandangan yang indah selain bertanding didukung suporter. Tapi hal tersebut tak bisa dirasakan oleh PSMS Medan dan Persita Tangerang yang akan bertanding dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) petang ini. Pasalnya, baik PSMS dan Persitara punya nasib sama, yakni harus menjadi tim nomaden atau musafir.
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ini terjadi setelah stadion kedua tim tak memenuhi standar Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti ISL musim ini. Jika Stadion Teladan tak mumpuni untuk digunakan PSMS, maka Stadion Benteng, juga punya nasib sama. Makanya di putaran I lalu, Persita juga harus punya homebase lain yakni Si Jalak Harupat sebelum akhirnya paro musim kedua pindah ke Siliwangi.
Di lanjutan ISL putaran II ini Ayam Kinantan-julukan PSMS-dan Pendekar Cisadane-julukan Persita, akan membuktikan diri sebagai penguasa Stadion Siliwangi, homebase kedua tim selama putaran II. Sejatinya tak hanya soal predikat tim musafir terbaik di Siliwangi yang patut digenggam. Namun, mengamankan posisi alias cari selamat dari zona degradasi. Saat ini, Ayam Kinantan berada di posisi 15 zona playoff degradasi dengan poin 17, sedangkan Pendekar Cisadane hanya satu strip di atas, yakni di posisi 14 dengan 18 poin.
Bagi PSMS, menang adalah hal krusial yang wajib direalisasikan di lapangan. Terlebih, skuad PSMS bakal tampil nyaris full team (minus Markus, baca : Markus Sakit Maag). “Kondisi seluruh pemain dalam keadaan fit, namun belum tahu siapa saja yang akan jadi starter. Kita masih akan lihat kondisi terakhir,” bilang Liestiadi.
Soal lawan, Liestiadi mengaku Persitara adalah tim yang berada dalam tren yang positif, terlebih striker asingnya Adolfo Souza.
Lalu bagaimana dengan Persita? Pendekar Cisadane boleh dibilang sukses menyandang predikat tim nomaden. Paling tidak dalam sejumlah laga, Persita sukses meraih hasil manis terutama saat menyandang tuan rumah. Terakhir Cucu Hidayat dkk sukses memecundangi Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin.
Tren tak terkalahkan main di kandang itulah yang akan diusung Persita saat menjamu PSMS Medan. Tentunya tim Ungu akan bertarung habis-habisan menjadikan PSMS sebagai tumbal berikutnya demi mempertahankan rekor tersebut. ”Bagi kami main di mana pun sama saja, sebab kami tak punya kandang,” ungkap Cucu Hidayat kepada INDOPOS (grup Sumut Pos), kemarin.
Oleh karenanya, lanjut Cucu, semua stadion yang menjadi arena pertandingan bagi Persita, akan dianggap markasnya sendiri. Terlebih Stadion Siliwangi Bandung. ”Kami sudah tak merasa asing dengan Stadion ini (Siliwangi Bandung red). Bahkan, stadion ini sudah seperti kandang kami sendiri,” tandasnya.
Hal itu juga diakui pelatih Persita Zaenal Abidin. Menurutnya, Cucu Hidayat dkk lebih bersemangat jika bermain di Siliwangi, ”Anak-anak bisa bermain lepas di sini. Berbeda saat bermain di Sidoarjo dulu,” ujar pelatih yang baru mengantongi lisensi A itu.
Oleh karenanya, Zaenal mengaku optimis anak asuhnya mampu memperdayai PSMS di Siliwangi. ”Saya selalu optimis bisa meraih yang terbaik. Termasuk ketika menghadapi PSMS besok (hari ini red),” koar Zaenal. (ful/sis/jpnn)
PSMS Medan
SEJATINYA kali ini PSMS tampil lebih komplet. Ini terlihat dari fitnya beberapa nama pemain yang sebelumnya cedera. Esteban Javier Guillen, Rahmat Affandi, Asri Akbar sudah bisa berlatih. Hanya saja, satu pilar di bawah mistar gawang yakni Markus Horison malah diparkir karena sakit maag.
Persita Tangerang
KEMENANGAN terakhir Cucu Hidayat dkk atas Sriwijaya FC 2-1 di Stadion Siliwangi, Bandung Minggu (1/3) kemarin wajib diwaspadai. Pasalnya, hanya satu pemain Persita yang bakal absen di pertandingan ini yakni I Made Wirahadi yang terkena cedera punggung saat latihan jelang lawan Sriwijaya. Dan kemenangan atas Sriwijaya juga
Fact and Figure
1. Pertemuan PSMS versus Persita merupakan pertemuan kedua sebagai tim musafir yang bermain di tempat netral, karena sama-sama tak punya kandang.
2. Dari pertemuan terakhir di tempat netral baik PSMS maupun Persita bermain imbang.
3. Dari empat pertemuan terakhir di kompetisi Ligina baik PSMS dan Persita saling mengalahkan di kandangnya masing-masing.
4. Dari empat pertemuan terakhir di Ligina PSMS unggul agregat dibandingkan dengan Persita.
Head to Head
Indonesia Super League 2008
14-10-08 PSMS v Persita 2-2
Ligina XIII 2007
14-04-2007 PSMS v Persita 2-0
19-08-2007 Persita v PSMS 1-0
Ligina XII 2006
12-03-2006 PSMS v Persita 3-1
10-06-2006 Persita v PSMS 1-0
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Ligina XI 2005
13-04-2005 Persita v PSMS 4-0
27-04-2005 PSMS v Persita 1-0
Ligina X 2004
25-01-2004 Persita v PSMS 3-0
04-08-2004 PSMS v Persita 2-1
Copa Indonesia 2006
10-06-2006 Persita v PSMS 2-1
16-07-2006 PSMS v Persita 5-4
Markus Sakit Maag, Galih Starter
KABAR buruk menimpa Ayam Kinantan. Hanya satu hari jelang pertandingan versus Persita, PSMS malah kehilangan kiper utamanya Markus Horison. Kiper Timnas Indonesia ini diketahui sedang menderita sakit maag dan harus istirahat.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
Markus sendiri saat dihubungi membenarkan hal tersebut. “Sepertinya memang tidak main. Karena memang kondisi sedang sakit, akibat terlalu letih juga. Jadwal PSMS saat sampai April mendatang super padat. Sebelumnya saya juga sempat membela Timnas dan langsung gabung ke PSMS. Mungkin kurang istirahat saja. Dokter tim juga sarankan agar istirahat,” kata Markus.
Beruntung, PSMS masih punya kiper andalan lainnya yakni Galih Sudaryono. Sosok inilah yang selama putaran pertama selalu menjaga mistar gawang PSMS sebelum hadirnya Markus. Hal itu ditegaskan Mardiyanto pelatih kiper PSMS Medan yang dihubungi Rabu (4/3) malam. Menurut Mardiyanto, peluang Galih diturunkan diperkirakan sampai 90 persen.
Hal tersebut terlihat dari sesi latihan terakhir. Saat itu Mardiyanto memberikan porsi latihan lebih besar kepada Galih. “Latihan terakhir kemarin, Markus sempat juga latihan. Namun kondisinya tidak fit, badannya masih sangat lemas akibat sakit maag-nya kambuh. Sedangkan Galih dalam kondisi terbaiknya dan siap diturunkan. Mentalnya juga masih terjaga,” terang Mardiyanto.
Dan hal itu tentunya sudah dikordinasikan antara Markus, dan pelatih kepala. Menurut Mardiyanto tidak ada soal Markus main atau tidak. “Tidak bisa juga kita paksakan Markus main, karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” bebernya.
Lalu apa komentar Galih? Kiper kelahiran Sleman itu mengaku sangat siap. “Sebagai pemain saya siap saja kalau harus main, dan kalau tidak ya siap juga. Meski dalam kondisi fit, saya tidak ingin terlalu over confident, bisa jadi bomerang juga bagi saya dan tim. Yang pasti menanti hasil meeting untuk mendapatkan kepastian,” bilangnya.
PSMS vs Persita sore ini, Janji total menyerang
MEDAN - Kata menyerang merupakan bahasa yang pas diumpamakan saat pertemuan Persita Tangerang menjamu PSMS Medan, Kamis sore nanti. Pasalnya, kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sudah pasti hanya kemenangan yang bisa membawa anak-anak PSMS melonjak naik ke papan tengah. Alhasil, duel tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan seru. Terlebih bagi PSMS yang masih terus berkutat di posisi bawah klasemen sementaram sehingga terancam degradasi.
"Kemenangan merupakan satu-satunya hasil yang kita butuhkan. Untuk itu, tidak ada istilah bertahan. Kita akan menyerang dari awal kick off," kata pelatih PSMS Liestiadi usai mencoba lapangan Stadion Sliwangi Bandung, Rabu.
Keyakinan menuju tiga poin pun tetap dikantungi para punggawa Ayam Kinantan, walau Persita baru saja mengalahkan Sriwijaya FC. "Sebelum pertandingan berakhir, tidak akan ada yang tahu hasil akhirnya. Jadi wajar sebagai tim tamu kita juga berpeluang untuk menang dan pastinya siap mengambil tiga poin dari Persita," sambung Liestiadi tersenyum.
Kendati demikian, Liestiadi tidak bisa memungkiri saat ini tuan rumah dalam kondisi on fire. "Mereka (Persita, Red) baru saja mengalahkan klub tangguh Sriwijaya FC. Tapi ingat, lain lawan lain pula aromanya," kata pelatih yang juga hobi berkaraoke ini.
Walau kekuatan PSMS masih pincang, tim kebanggaan kota Medan ini tetap ambisi mengambil poin penuh. Sementara itu, manajer Sihar Sitorus mengharapkan kesalahan saat melawan Persijap Jepara tidak terulang lagi.
"Setiap kita sudah unggul, pasti bisa terkejar dan itu akibat kesalahan pemain kita sendiri. Besok (hari ini-red) harus menang," tegas Sihar.
Keinginan membawa pulang kemenangan juga diinginkan para suporter PSMS. Tergabung dalam PSMS Medan Fans Club, Toni Nainggolan mengharapkan M Affan Lubis cs bisa memberikan kemenangan.
"Kami sudah rindu untuk berpesta dan bernyanyi kemenangan. Kami ingin momen saat mengalahkan Persik Kediri diulangi," harap Toni yang juga ketua suporter.
Sorot Lini Belakang
MEDAN- Langkah PSMS Medan di Indonesian Super League (ISL) semakin payah. Usai imbang 2-2 kontra Persijap Jepara (2/3) lalu, persaingan di zona degradasi pun memuncak. Lini belakang PSMS dinilai biang atas hasil tersebut dan menjadi sorotan penting Liestiadi pelatih kepala PSMS.
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
Di babak pertama saat ditantang Persijap, lini belakang Ayam Kinantan yang digalang Aun Carbiny main begitu disiplin. Anak-anak Persijap asuhan Junaidi terlihat frustasi menembus barisan pertahanan. Malah Aun berhasil mencetak gol ke gawang Persijap. Lima menit usai golnya, Juan Salaberry menjawab kritikan publik Medan akan penampilan buruknya dengan mengemas satu gol untuk PSMS pada partai tersebut. Sampai turun minum PSMS unggul 2-0.
Nah, kebiasaan buruk PSMS pun mulai terulang kala sudah unggul. Mulailah barisan pertahanan PSMS kocar-kacir menutup ruang gerak striker lawan. Kordinasi yang buruk tak jarang berbuah petaka.
Akibat lemahnya koordinasi dan komunikasi pemain belakang PSMS, gawang Markus pun bergetar samapi dua kali hingga akhirnya laga itu harus berakhir draw 2-2.
Liestiadi pun meradang. Lini pertahanan lantas jadi kambing hitam yang harus segera dibenahi. “Lini belakang kurang koordinasi dan komunikasi. Hal tersebut akan kita drill pada match berikutnya. Tentu saja dengan evaluasi mendalam,” koarnya Selasa (3/3) via sambungan telepon.
Sialnya, hasil itu tentu saja membuat posisi sementara PSMS di klasemen sementara ISL kian tak mengenakkan. Bayangkan saja, hingga 22 laga yang dijalani PSMS baru dua kali menang, 11 kali imbang dan sembilan kali kandas. Wajar saja raihan 17 angka menjadi milik klub yang berdiri sejak 1950 silam itu.
Lantas posisinya pun berkutat di urutan 15 yang merupakan posisi play off degradasi. Lalu apa komentar Liestiadi akan hal itu? Dengan tegas dia optimis mampu membawa Affan Lubis dkk lolos dari zona degradasi. “Gak masalah karena saya yakin PSMS akan tetap di ISL. Alasannya karena tekad pemain, manajemen dan pelatih begitu kuat untuk bertahan di ISL,” kata pelatih keturunan Tionghoa itu.
Sementara pusing dengan hasil kontra Persijap, Liestiadi juga harus berpikir akan kondisi beberapa pemainnya. Meski mengaku hanya Zada yang masih didera cedera, Liestiadi juga harus memutar otak untuk me-recovery para pemainnya untuk menyimpan tenaga di laga-laga berat selanjutnya. Seperti diketahui, PSMS musim ini harus main di tiga even sekaligus, ISL, Copa Indonesia, dan AFC Cup. “Anak-anak dalam kondisi fit. Tercatat hanya Zada yang masih cedera. Saat lawan Persita Tangerang Sabtu (5/3) nanti, dia mungkin sudah bisa turun,” pungkas Liestiadi. (ful)
PSMS U21 tahan Pelita Jaya U21
BANDUNG - Tuan rumah Pelita Jaya U-21 harus puas dengan hasil imbang setelah ditahan PSMS Medan 1-1 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2009 U-21 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Rabu.
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Meski dukurung hampir sepanjang babak pertama, PSMS justeru unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak striker Bambang Hardianto menit ke-31. Sedangkan gol balasan tuan rumah Pelita Jaya dicetak Riski Novriansyah menit ke-71 babak kedua. Gol Riski menyelamatkan tim asuhan Pelatih Jajang Nurjaman itu dari kekalahan di kandang.
Pertandingan berlangsung dalam tempo lambat akibat guyuran hujan lebat yang turun sejak menit ke-5 babak pertama. Meski meraih hasil imbang, Pelita Jaya masih tetap memimpin klasemen sementara Grup I dengan nilai 17 hasil 5 kali menang dan dua seri tanpa kalah. Sedangkan PSMS masih di peringkat ketiga dengan nilai 7.
"Ini kedua kali ditahan imbang PSMS, kedua-duanya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Partai tandang justru kami sapu bersih," kata Jajang.
Ia mengakui pertandingan berlangsung cukup berat karena hujan. Sedangkan Pelatih PSMS, Wanderley Junior menyebutkan hasil imbang lawan Pelita cukup bagi timnya yang tampil maksimal.
"PSMS bikin gol lebih dulu itu bagus, tapi Pelita sulit dihadang dan hasil imbang ini .ukup bagi kami," kata Wanderley.
Ia menyebutkan, beberapa pemainnya direkrut tim PSMS Senior dan Persikota dalam rangka mempersiapkan pemain masa depan PSMS. "Malam ini pemain tampil maksimal, sayang hujan deras sehingga pertandingan menjadi berat," kata Wanderley
Persita & PSMS Saling Menjatuhkan
Persita Tangerang dan PSMS Medan sama-sama butuh kemenangan untuk lepas dari jeratan degradasi. Kedua tim ini pun harus saling menjatuhkan saat bertarung di stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (5/3/2009).
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Pendekar Cisadane saat ini satu tingkat di atas PSMS dengan mengumpulkan 18 poin dari 23 laga. Dengan selisih poin yang tipis, tentu peluang kedua tim untuk saling gusur sangat terbuka.
"PSMS adalah tim tangguh. Mereka sukses melakukan periombakan tim pada putaran kedua. Tapi kami sama sekali tidak takut karena kami berstatus sebagai tuan rumah pada pertandingan ini," kata Pelatih Persita Zainal Abidn kemarin.
Tim PSMS sendiri akan dipastikan tampil ngotot untuk menenangkan laga ini. Apalagi mereka sangat butuh kemenangan untuk membuktikan bahwa pembelian 13 pemain anyar tidak sia-sia.
"Sebenarnya fisik pemain kami sangat letih karena tampil di luar negeri pada kualifikasi Piala Champions Asia. Tapi kami tetap yakin karena semangat pemain sangat tinggi untuk keluar dari papan bawah," kata Pelatih PSMS Lestiadi.
Listiadi bisa menurunkan semua pemain asingnya, termasuk dua motorserang Mauro Jose Pinto dan Mario Alejandro Costas. Kedua pemain ini akan membantu striker Zeda yang telah mengemas enam gol untuk PSMS.
Sejarah pertemuan kedua tim sangat berimbang. Persita maupun PSMS sama-sama mengenyam lima kemenangan dan hanya sekali imbang dalam 11 kali bentrok. Kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada pertemuan terakhir di putaran pertama LSI, 14 Oktober 2008 silam.
Wednesday, March 4, 2009
AFC Cup 2009 PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
PSMS Hadapi South China di Laga Perdana
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
Meskipun bertarung dia ajang AFC Cup 2009, PSMS Medan optimistis akan lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak kedua. Tim besutan Liestiadi itu tergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
AFC Cup 2009 sendiri dianggap ajang kelas dua dibanding Liga Champions Asia. Namun PSMS tak mau anggapan itu membuat mereka akan bermain tak maksimal. Justru tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu merasa mampu melewati babak penyisihan karena menilai lawan-lawan yang akan dihadapi relatif mudah.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimistis bisa melaju ke babak kedua. Sebab secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi tanpa mengecilkan mereka, Jumat (27/2) seperti dilansir goal.com.
Liestiadi juga berujar, jika dirinya buta dengan kekuatan lawan dan belum sama sekali melihat penampilan mereka bertanding.
"Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga nantinya seperti apa yang kami perlihatkan saat babak playoff LCA kemarin,'' katanya yang mengaku kegagalannya atas tim Singapore Armed Forces (SAF) 1-2 karena kurang beruntung.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, akan dipilih sebagai markas PSMS saat menjamu lawan-lawannnya. Mereka akan melakoni laga tandang di pertandingan perdananya menghadapi wakil Hongkong, South China, pada 17 Maret mendatang. Dua tim teratas dari setiap grup nantinya, akan lolos ke babak kedua.
Dengan kehadiran PSMS di ajang ini, tentunya akan membuat konsentrasi mereka akan terpecah di Liga Super Indonesia nantinya. Bayangkan, mereka kini belum bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati peringkat 15 klasemen semetara.
Namun untuk ajang Copa Indonesia, Markus Horison dkk sudah melewati leg pertama babak 16 besar dengan kemenangan besar 5-1 atas Persiba Bantul.
Berikut Jadwal Lengkap PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret 2009: South China vs PSMS (Stadion Mongkok)
17 Maret 2009: PSMS vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April 2009: PSMS vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April 2009: VB vs PSMS (Stadion Nasional)
5 Mei 2009: PSMS vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei 2009: Johor FC vs PSMS (Jcorp Pasir Gudang)
AFC Cup 2009 PSMS Bidik Lolos Grup
Posisi PSMS Medan di Liga Super memang tidak nyaman. Tapi, mereka tetap mematok target bagus di pentas Piala AFC (Asian Football Confederation).
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Di Piala AFC, Ayam Kinantan menempati Grup F bersama tim South China (Hong Kong), Johor Baru (Malaysia), dan VB (Maladewa). Laga pertama di Piala AFC akan digelar Selasa (10/3) melawan South China di Stadion Mongkok, Hong Kong. ”Kami akan main maksimal. Kami akan main nothing to lose di setiap pertandingan agar bisa main lebih baik lagi,” ujar Media Officer PSMS Abdi Panjaitan kemarin.
Menurut Abdi, kualitas VB, Johor Baru, dan South China masih berada di bawah Singapore Armed Force (SAF) yang menyingkirkan PSMS dari playoff Liga Champions Asia (LCA). Karena itu, Ayam Kinantan optimistis bisa melewati ketiganya. ”SAF saja yang kualitasnya berada di atas mereka mampu kami paksa bermain sampai perpanjangan waktu,” ujarnya.
Sementara Pelatih PSMS Listiadi menerima target lolos fase grup. Meski secara peringkat sepak bola Hong Kong dan Maladewa masih di bawah Ayam Kinantan, dia tetap akan memberikan komando kepada skuad asuhannya bertempur maksimal.
”Kami tidak mau sesumbar dulu. Kami juga belum tahu kekuatan lawan seperti apa. Kami hanya akan berusaha maksimal di setiap laga, seperti yang kami lakukan saat menghadapi SAF di babak playoff LCA,” ungkapnya.
”Tugas kami memang berat. Tapi, ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan,” pungkasnya. Banyaknya pilar yang mengalami cedera seperti Asri Akbar, Esteban Gullien, Leonard Zada, Rachmat Affandi, dan Salaberry memaksa pelatih berdarah Tionghoa ini menyiasatinya dengan melakukan rotasi.
”Kami berharap kondisi pemain pulih pada waktunya,” tandas ayah dua anak ini. Dia juga menegaskan akan berusaha melakukan yang terbaik di ajang internasional demi menjaga nama baik bangsa. ”Meski tugas berat akan kami jalani di kompetisi reguler serta posisi kami yang masih berada di papan bawah klasemen sementara, kami tetap akan tampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menyatakan Ayam Kinantan harus bisa menampilkan tempo permainan seperti yang diterapkan saat melawan SAF agar hasil maksimal dapat diperoleh. ”Berlaga di kandang lawan memang butuh adaptasi, apalagi di luar negeri. Namun, jika pemain tampil bersemangat seperti ketika melawan SAF, kemenangan mudah-mudahan bisa diperoleh,” tandasnya
Merangkak 2 Persijap v PSMS 2
MEDAN- Kemenangan yang telah di depan mata, akhirnya sirna setelah Enjang Rohiman dan Ilham Hasan mampu membobol gawang Markus Horison sebanyak dua kali.
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
Sebelumnya, pada lanjutan pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin (2/3), tim Ayam Kinantan terlebih dahulu unggul dua gol atas lawannya, Persijap Jepara.
Sayangnya keunggulan dua bola yang disumbangkan Aun Carbiny pada menit ke-32 dan Juan Salaberry di menit ke-40, tak menjamin jika tim besutan Liestiadi akan memetik poin sempurna di hadapan suporter Persijap.
“Kita sama-sama lihat bagaimana kepemimpinan wasit. Pada pertandingan tadi (kemarin, Red) kita sangat banyak dirugikan wasit. Padahal, sebelum pertandingan berlangsung saya sangat optimis jika kita akan mampu memetik poin sempurna. Tapi itulah sepakbola. Semuanya tak dapat dihitung layaknya matematika,” bilang pelatih PSMS Liestiadi seusai pertandingan.
Liestiadi pantas kecewa dengan hasil tersebut. Tapi secara jujur mantan staf pengajar di SMA Sutomo Medan itu mengaku salut dengan penampilan anak asuhnya.
“Luar biasa. Meskipun mendapat teror dari suporter tuan rumah, serta sikap tak bersahabat yang diperlihatkan wasit, namun mereka tak goyah dan tetap tampil penuh semangat,” bilang Liestiadi.
Hanya saja keyakinan serta semangat yang diusung oleh seluruh punggawa PSMS tak berarti apa-apa di mata para pemain Persijap yang terlanjur memiliki ambisi untuk mengejar ketertinggalan dua gol yang terjadi di babak pertama.
Hasilnya di menit ke-48 Enjang Rohiman mampu memperkecil ketertinggalan timnya menjadi 1-2.
Gol ini kian membangkitkan semangat pemain Persijap. Serangan yang dilakukan dari segala arah membuat pemain PSMS frustasi dan kerap melakukan blunder di lini pertahan sendiri.
Puncaknya, minimnya kordinasi antara Edi Sibung dan Aun Carbiny menjadi awal kehancuran mimpi PSMS untuk meraih poin sempurna.
Di menit ke-72 bola sundulan Eddi Sibung justru mengarah ke striker Persijap Ilham Hasan yang sama sekali tak terkawal. Imbasnya, striker penggati ini menaklukkan Markus Horison, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
“Saat itu Eddi Sibung dan Aun Carbiny merasa gugup dengan tekanan yang dilakukan Persijap. Padahal, seharusnya itu tak perlu terjadi. Karena, meskipun mereka menerapkan formasi 4-3-3, dengan menempatkan tiga striker di lini pertahanan kita, namun kita memiliki empat pemain bertahan yang berdiri sejajar untuk mematikan pergerakan ketiga striker tadi,” terang Listtiadi.
Dengan hasil ini, PSMS naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS. Kedua tim sama-sama mengantongi 17 poin dari 22 kali penampilan, namun PSMS unggul agregat gol.
“Satu-satunya cara agar kita lolos dari zona degradasi adalah memenangkan semua pertandingan tersisa, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi. Apakah itu tim besar, apalagi tim kecil. Pokoknya semua lawan harus dikalahkan,” tekad Liestiadi.
Ungkapan Liestiadi ini terkait dengan lawan yang akan dihadapi Affan Lubis dkk pada Kamis (8/3) mendatang, kala menantang Persita Tangerang, yang kemarin mampu menjungkalkan salah satu tim elit di ajang ISL Sriwjaya FC dengan skor 2-1.
Sementara itu bagi Persijap, hasil seri ini tak cukup untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-tetap berada di urutan ke-5
PSMS belum pantas
JEPARA - Keunggulan dua gol gagal dimanfaatkan PSMS Medan yang kemudian harus bermain imbang dengan Persijap Jepara 2-2 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin.
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
Tampil di hadapan publiknya, Persijap sebenarnya cukup mendominasi pertandingan. Di menit ke-20, tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu sudah mendapat peluang emas lewat kaki Pablo Frances. Sayang, tendangan Frances dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper PSMS, Markus Horison.
Keasyikan menyerang, Persijap justru lupa bertahan. Lewat umpan sepak pojok menit ke-30, PSMS unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain bertahan tuan rumah mengejutkan kiper Danang.
Ketinggalan 0-1 membuat mental pemain Persijap drop. Barisan belakang tim asal Kota Ukir itu kembali melakukan kesalahan. Berawal dari umpan Edi Sibung, Juan Salabery mencetak gol kedua bagi PSMS di menit ke-40.
Salabery, berdiri berbas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persijap, mampu melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Di babak kedua, tuan rumah mampu mengejar ketinggalannya lewat gol Enjang Rohiman di menit 48 dan Ilham Hasan pada menit 72.
Saat babak kedua baru dimulai, gawang Markus kebobolan aksi tendangan kerjas Enjang di luar kotak penalti. Alhasil, motivasi punggawa-punggawa Persijap meningkat dan serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan PSMS.
Ilham Hasan, masuk di babak kedua, berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 memanfaatkan bola liar di depan gawang Markus sekaligus membuyarkan kemenangan PSMS yang sudah di depan mata.
Walau begitu, hasil seri ini belum cukup untuk mendongkrak posisi Persijap di klasemen sementara. Dengan koleksi 39 poin dari 23 kali laga, Laskar Kalinyamat tetap berada di urutan kelima dan PSMS hanya naik satu peringkat ke urutan 15 menggusur PSIS Semarang.
Susunan Pemain
Persijap Jepara
Danang; Phaitoon, Nurul Huda/Yogi Alfian, Evaldo, Sofyan/Aji Nurpijal, Isdianto/Ilham Hasan, Enjang Rohiman, Amarildo Souza, Doni Siregar, Frances, Villalba
PSMS Medan
Markus Horison; Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rachmadani, M Affan Lubis, Agus Suprianto, Juan Salabery/I Komang Adyana, Ellie Aiboy, Octavianus Maniani/Michele Nere, Mario Costas
PSMS tetap tekad menang
02psms_aa.jpgJEPARA - Turun dengan materi compang-camping melawan Persijap Jepara, Senin malam nanti, tidak membuat PSMS Medan keder. Tim Ayam Kinantan tetap dengungkan kemenangan. Sebab, hanya cara itulah mereka bisa mendongkrak posisi ke papan tengah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
"Kita memang turun dengan kekuatan yang tidak sama seperti biasanya. Ada empat pemain yang selama ini kerap menjadi starter tidak bisa diturunkan, tapi kita tidak mau itu menjadi alasan. Kita akan berusaha mengambil poin di Jepara," kata Liestiadi, pelatih PSMS saat dihubungi Waspada, Minggu.
Memang tidak bisa dipungkiri, absennya empat pemain sangat mengganggu pikiran Liestiadi cs. Salah satunya adalah Esteban Javier yang selama ini menjadi gelandang bertahan PSMS dan kerap tampil prima memimpin lini tengah. Selain Esteban, ada Rahmad Affandi, Leonardo "Zada" Martin, Asri Akbar dan Andhika Yudistira yang masih berkutat dengan cedera. Walau begitu, keinginan memenangkan pertandingan memang sudah dihembuskan M Affan Lubis yang terus mengeluarkan semangat positif dengan penegasan main untuk mencuri poin penuh.
"Kita bukan mau sesumbar dengan pertandingan besok (hari ini, Red). Tapi tambahan tiga poin sangatlah dibutuhkan demi mendongkrak posisi bertahan di papan tengah," jelas Liestiadi yang baru saja mengantungi lisensi A ini.
Beruntung ada tambahan dari pasokan pemain yang sudah sembuh dari cedera, seperti defender Mauro Pinto dan M Affan Lubis yang diperkirakan kembali menjadi starter. "Kondisi saat latihan pagi tadi, keduanya sudah bisa ikut. Mudah-mudahan tidak ada masalah dengan cedera keduanya," harap Liestiadi lagi.
Tentang kekuatan lawan, Liestiadi menilai Persijap adalah lawan tangguh karena tim yang juga diperkuat salah satu putra Medan, Doni Siregar, mampu menjaga stabilitas dalam setiap pertandingan. Dalam dua pertandingan tandangnya, Persijap pun berhasil menahan tim tangguh Pelita Jaya 1-1 dan PSIS Semarang yang akhirnya dibatalkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kalau kami solid dan kompak, kita pasti bisa," ujar Liestadi.
PSMS fokus dua tandang
MEDAN - Setelah mengalami kegagalan pada laga playoff Liga Champions Asia (LCA) dari Singapore Armed Force (SAF), Rabu (25/2) lalu, PSMS Medan kini berkonsentrasi penuh menghadapi dua partai tandang melawan Persijap Jepara (2 Maret) dan Persitara Jakarta Utara (6 Maret) pada lanjutan Liga Super Indonesia.
"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.
Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.
PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.
Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.
Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.
"Kita konsentrasi penuh menghadapi dua laga tandang untuk meraih angka sempurna dari Persijap dan empat hari kemudian saat dijamu Persitara, "kata asisten pelatih PSMS Rudi Saari ketika dihubungi di Bogor, Sabtu.
Menghadapi dua pertandingan tersebut, para pemain digenjot dalam latihan berat setelah diliburkan beberapa hari sepulang dari Singapura guna mempersiapkan diri jelang dua laga tersebut. Dikatakan Rudi, dua partai tandang ini merupakan laga menentukan langkah Ayam Kinantan untuk memperbaiki peringkat pada klasemen akhir musim ini.
PSMS kini berada di posisi ke-15 dengan perolehan 16 poin dari dua kali memetik kemenangan, 10 seri dan sembilan kali kalah. "Partai ini adalah pertarungan hidup mati untuk memperbaiki peringkat dari posisi rawan," lanjut Rudi.
Dalam latihan, tim pelatih kembali menggenjot fisik pemain kendati ada beberapa pemain absen karena cedera. Sementara itu, dua pengurus PSMS Julius Raja SE dan Drs Azam Nasution MAP yang dihubungi secara terpisah di Medan berharap, anak-anak asuhan manajer tim Sihar Sitorus sukses sapu bersih kedua laga tandang, sebelum mengikuti kompetisi Piala AFC 10 Maret mendatang.
Menanggapi harapan Raja dan Azam, bek PSMS Aun Carbiny menyatakan target mereka menyapu bersih dua laga away agar poin yang diperoleh bisa mengatrol posisi PSMS ke peringkat yang lebih baik atau minimal tidak terpuruk di papan bawah.
Saturday, February 28, 2009
Dipusingkan Cedera
MEDAN- Setelah melakoni laga LCA (Liga Champions Asia) melawan Singapore Armed Force (SAF) Kamis (25/2) lalu, skuad PSMS Medan mengalami masalah. Liestiadi, pelatih PSMS Medan dipusingkan dengan kondisi para pemain yang mengalami cedera. Padahal pada Senin (2/3) mendatang, Affan Lubis dkk akan melawat ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL).
Tercatat dua pemain tumbang karena diterpa cedera. Mereka adalah Rahmat Affandi dan Esteban Gulillen. Sementara Zada dan Mauro Pinto juga masih diragukan penampilannya karena masih jalani terapi.
Tak hanya problem cedera yang mendera PSMS. Akumulasi kartu juga semakin membuat skuad PSMS tambang pincang. Tercatat dua pemain dipastikan absen karena akumulasi. Mereka adalah Aun Carbiny dan Zada Parahnya, Ayam Kinantan akan bermain tandang ke markas Persijap Jepara. Tentu ini membuat keadaan semakin sulit. Apalagi saat ini PSMS benar-benar membutuhkan asupan tiga angka untuk menyelamatkan posisi sementara dari jurang degradasi.
“Jujur saja saya saat ini dipusingkan oleh cedera sejumlah pemain inti, ditambah akumulasi kartu beberapa pemain. Hal itu tentu saja menjadi tidak mudah karena kita akan main di kandang lawan,” kata Liestiadi Jumat (27/2) kemarin.
Perubahan strategi mutlak akan dilakukan pelatih keturunan Tionghoa itu. Lini yang ditinggalkan pemain cedera dan terkenan akmulasi harus ditambal dengan pemain berkualitas serupa. Di lini bawah, Aun Carbiny kemungkinan akan digantikan oleh peran Fadli Hariri atau Mauro Pinto. Memang kabarnya, pemain belakang asal Brazil tersebut sudah mulai pulih dan sudah mulai ikut latihan. “Pinto sudah mulai pulih. Kemarin dia sudah ikut latihan, jadi lawan Persijap mungkin dia sudah bisa dipasang,” lanjut Liestiadi.
Mengenai target, Liestiadi mengaku optimis anak asuhnya mampu memberikan hasil terbaik dan meraih tiga angka. “Tak peduli kita main di kandang lawan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah kemenangan. Maka itu, PSMS akan mencoba main sebaik mungkin dan meraih tiga angka. Karena saat ini posisi sedang berada di ujung tanduk,” bilang Liestiadi yakin.
Usai melakoni laga kontra Persijap pada 2 Maret mendatang, PSMS akan kembali berlaga pada 5 Maret. Setelah itu, pada 10 Maret, PSMS akan kembali terbang ke luar negeri. Adalah South China asal Hongkong yang akan diladeni di ajang AFC Cup. Jadi selain masalah cedera, Liestiadi juga dihantui masalah recovery pemain. “Tentu saja saya sudah pikirkan masalah recovery pemain, karena memang kita sedang dihadapkan dengan jadwal super padat,” pungkasnya.
Tercatat dua pemain tumbang karena diterpa cedera. Mereka adalah Rahmat Affandi dan Esteban Gulillen. Sementara Zada dan Mauro Pinto juga masih diragukan penampilannya karena masih jalani terapi.
Tak hanya problem cedera yang mendera PSMS. Akumulasi kartu juga semakin membuat skuad PSMS tambang pincang. Tercatat dua pemain dipastikan absen karena akumulasi. Mereka adalah Aun Carbiny dan Zada Parahnya, Ayam Kinantan akan bermain tandang ke markas Persijap Jepara. Tentu ini membuat keadaan semakin sulit. Apalagi saat ini PSMS benar-benar membutuhkan asupan tiga angka untuk menyelamatkan posisi sementara dari jurang degradasi.
“Jujur saja saya saat ini dipusingkan oleh cedera sejumlah pemain inti, ditambah akumulasi kartu beberapa pemain. Hal itu tentu saja menjadi tidak mudah karena kita akan main di kandang lawan,” kata Liestiadi Jumat (27/2) kemarin.
Perubahan strategi mutlak akan dilakukan pelatih keturunan Tionghoa itu. Lini yang ditinggalkan pemain cedera dan terkenan akmulasi harus ditambal dengan pemain berkualitas serupa. Di lini bawah, Aun Carbiny kemungkinan akan digantikan oleh peran Fadli Hariri atau Mauro Pinto. Memang kabarnya, pemain belakang asal Brazil tersebut sudah mulai pulih dan sudah mulai ikut latihan. “Pinto sudah mulai pulih. Kemarin dia sudah ikut latihan, jadi lawan Persijap mungkin dia sudah bisa dipasang,” lanjut Liestiadi.
Mengenai target, Liestiadi mengaku optimis anak asuhnya mampu memberikan hasil terbaik dan meraih tiga angka. “Tak peduli kita main di kandang lawan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah kemenangan. Maka itu, PSMS akan mencoba main sebaik mungkin dan meraih tiga angka. Karena saat ini posisi sedang berada di ujung tanduk,” bilang Liestiadi yakin.
Usai melakoni laga kontra Persijap pada 2 Maret mendatang, PSMS akan kembali berlaga pada 5 Maret. Setelah itu, pada 10 Maret, PSMS akan kembali terbang ke luar negeri. Adalah South China asal Hongkong yang akan diladeni di ajang AFC Cup. Jadi selain masalah cedera, Liestiadi juga dihantui masalah recovery pemain. “Tentu saja saya sudah pikirkan masalah recovery pemain, karena memang kita sedang dihadapkan dengan jadwal super padat,” pungkasnya.
Tatap AFC Cup Langsung ke Bogor
MEDAN-Meski tak lagi punya harapan main di pentas Liga Champion Asia (LCA), skuad PSMS Medan dipastikan akan berlaga di ajang kasta kedua tingkat Asia, yakni AFC Cup.
Ajang ini pantas untuk menjadi pelipur lara sekaligus sebuah kesempatan untuk melupakan kegagalan kala di babak play off LCA, setelah dikandaskan 1-2 Singapore Armed Force (SAF), kemarin (25/2).
Kendati demikian, di ajang AFC Cup nanti PSMS tak dapat berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi tak kalah kerasnya jika dibandingkan
dengan SAF.
Di ajang AFC Cup, tim Ayam Kinantan tergabung di grup F bersama South China (Hongkong), Johor FC
(Malaysia) dan V.B (Maladewa).
Pada laga perdana AFC Cup yang berlangsung 10 Maret nanti PSMS akan ditantang wakil dari Hongkong, South China. Rencananya, pertandingan di antara kedua tim ini akan berlangsung di
Mongkok Stadium Hongkong.
“Kita memang harus segera bersiap. Karena di bulan Mei nanti PSMS akan menghadapi jadwal yang cukup padat. Selain bersiap di kompetisi domestik, kita juga akan berlaga di AFC Cup,”
kata Liestiadi.
Menyoal target yang dibebankan manajemen, Liestiadi mengaku belum mendapatkan target apa-apa di AFC Cup. “Belum ada perbincangan antara pelatih, pemain dan manejemen. Namun dalam waktu dekat tentu saja akan ada jawaban untuk itu,” sambung pelatih yang pernah menjadi staf
pengajar di SMA Sutomo Medan ini.
Hanya saja, sebelum berlaga di AFC Cup, tim besutan Liestiadi harus melakoni pertandingan tandang menghadapi Persijap pada Senin (2/3) nanti.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 6 Maret, Affan Lubis dkk kembali melakoni partai tandang ke markas tim yang sedang naik daun, Persitara.
“Setelah melakoni laga di ajang ISL, kita segera mempersiapkan tim guna berlaga di AFC Cup,” beber Liestiadi.
Meski hingga kini pihak manajemen belum memutuskan stadion mana yang akan dipergunakan PSMS kala melakoni partai kandang di AFC Cup, namun besar kemungkinan tim Sihar Sitorus ini akan mempergunakan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.
Manatap jadwal yang super padat itu, tentunya dibutuhkan pemain yang dalam kondisi bugar guna mendongkrak performa tim. Sayangnya, saat ini cukup banyak pemain pilar yang masih cedera.
Tak kurang, nama-nama seperti Esteban Javier, Rahmat Affandi, Zada dan Mauro Pinto dikabarkan masih terbelit cedera. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, seluruh pemain telah fit kembali,” harap Liestidi.
Sementara itu, sepulang dari Singapura, Affan Lubis dkk langsung bertolak ke Bogor. “Kita tiba di Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di sana (Bandung, Red), kita segera menggelar latihan. Kita tidak pulang ke Medan dengan pertimbangan efisiensi,” pungkas Listiadi. (ful)
Ajang ini pantas untuk menjadi pelipur lara sekaligus sebuah kesempatan untuk melupakan kegagalan kala di babak play off LCA, setelah dikandaskan 1-2 Singapore Armed Force (SAF), kemarin (25/2).
Kendati demikian, di ajang AFC Cup nanti PSMS tak dapat berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi tak kalah kerasnya jika dibandingkan
dengan SAF.
Di ajang AFC Cup, tim Ayam Kinantan tergabung di grup F bersama South China (Hongkong), Johor FC
(Malaysia) dan V.B (Maladewa).
Pada laga perdana AFC Cup yang berlangsung 10 Maret nanti PSMS akan ditantang wakil dari Hongkong, South China. Rencananya, pertandingan di antara kedua tim ini akan berlangsung di
Mongkok Stadium Hongkong.
“Kita memang harus segera bersiap. Karena di bulan Mei nanti PSMS akan menghadapi jadwal yang cukup padat. Selain bersiap di kompetisi domestik, kita juga akan berlaga di AFC Cup,”
kata Liestiadi.
Menyoal target yang dibebankan manajemen, Liestiadi mengaku belum mendapatkan target apa-apa di AFC Cup. “Belum ada perbincangan antara pelatih, pemain dan manejemen. Namun dalam waktu dekat tentu saja akan ada jawaban untuk itu,” sambung pelatih yang pernah menjadi staf
pengajar di SMA Sutomo Medan ini.
Hanya saja, sebelum berlaga di AFC Cup, tim besutan Liestiadi harus melakoni pertandingan tandang menghadapi Persijap pada Senin (2/3) nanti.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 6 Maret, Affan Lubis dkk kembali melakoni partai tandang ke markas tim yang sedang naik daun, Persitara.
“Setelah melakoni laga di ajang ISL, kita segera mempersiapkan tim guna berlaga di AFC Cup,” beber Liestiadi.
Meski hingga kini pihak manajemen belum memutuskan stadion mana yang akan dipergunakan PSMS kala melakoni partai kandang di AFC Cup, namun besar kemungkinan tim Sihar Sitorus ini akan mempergunakan Stadion Si Jalak Harupat Bandung.
Manatap jadwal yang super padat itu, tentunya dibutuhkan pemain yang dalam kondisi bugar guna mendongkrak performa tim. Sayangnya, saat ini cukup banyak pemain pilar yang masih cedera.
Tak kurang, nama-nama seperti Esteban Javier, Rahmat Affandi, Zada dan Mauro Pinto dikabarkan masih terbelit cedera. “Mudah-mudahan pada saatnya nanti, seluruh pemain telah fit kembali,” harap Liestidi.
Sementara itu, sepulang dari Singapura, Affan Lubis dkk langsung bertolak ke Bogor. “Kita tiba di Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di sana (Bandung, Red), kita segera menggelar latihan. Kita tidak pulang ke Medan dengan pertimbangan efisiensi,” pungkas Listiadi. (ful)
AFC Cup Ayam Kinantan optimis
Ke Putaran II AFC Cup
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.
Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.
Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.
Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.
Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.
Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.
Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
JAKARTA - Pelatih PSMS Medan Liestiadi menyatakan, pihaknya telah melupakan kegagalan menembus babak utama Liga Champions Asia (LCA) 2008/09, menyusul kekalahan dari Singapore Armed Forces (SAF) 2-1 pada playoff di Stadion Jalan Besar, Singapura, Rabu lalu.
Hal itu karena laga internasional lainnya sudah di depan mata, yakni AFC Cup 2009. Di ajang yang merupakan kasta kedua Asia tersebut, Ayam Kinantan bergabung di Grup F bersama Johor Baru (Malaysia), South China (Hongkong) dan VB (Maladewa).
Tim Ayam Kinantan akan melakoni debut dalam partai tandang melawan South China di Stadion Mongkok, Hongkong, 10 Maret mendatang.
"Melihat lawan yang akan kami hadapi, saya cukup optimis bisa melaju hingga ke babak kedua. Secara peringkat, sepakbola Hongkong dan Maladewa masih di bawah kita," ujar Liestiadi saat dihubungi Waspada, Jumat.
Meski demikian, lanjutnya, dirinya tidak ingin sesumbar dalam menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Terlebih karena kekuatan lawan sama sekali belum terdeteksi. "Kami memang buta dengan kekuatan lawan. Untuk itu, kami hanya akan berusaha tampil maksimal di setiap laga, seperti saat menghadapi SAF," jelasnya.
Masih kata Liestiadi, kegagalan melewati hadangan tim asal Singapura itu bukan karena anak asuhnya tampil buruk. Namum murni karena faktor kurang beruntung. "Terbukti kami bisa memaksakan pertandingan di akhiri dengan babak perpanjangan waktu," jelasnya.
Di kompetisi Liga Super Indonesia, Ayam Kinantan masih berada di peringkat ke-15 dan terancam degradasi bila tidak hati-hati. "Tugas kami memang berat, tapi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani. Intinya, kami harus konsentrasi di setiap pertandingan," pungkasnya.
Rilis AFC menyatakan usai laga tandang di Hongkong, Elie Aiboy cs akan menjamu Johor FC Malaysia dan VB Maladewa di Stadion Si Jalak Harupat pada 10 dan 17 Maret. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikut.
Jadwal PSMS di AFC Cup 2009:
10 Maret: vs South China (Stadion Mongkok)
17 Maret: vs Johor FC (Stadion Si Jalak Harupat)
7 April: vs VB (Stadion Si Jalak Harupat)
21 April: vs VB (Stadion Nasional)
5 Mei: vs South China (Stadion Si Jalak Harupat)
19 Mei: vs Johor FC (Jcorp Pasir Gudang)
Thursday, February 26, 2009
Hancur Sudah Mimpi PSMS Medan Untuk tampil "Champion Asia"
SAF Gagalkan Impian PSMSImpian PSMS Medan untuk melaju ke putaran final Liga Champions Asia (LCA) akhirnya kandas setelah di babak playoff kalah dari wakil Singapura, Singapore Armed Forces (SAF), dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu, Rabu.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Berusaha Tampil Maksimal
< trebuchet ms,geneva;">MEDAN - Asisten pelatih PSMS Medan, Rudi Saari menyatakan, pihaknya bakal menurunkan komposisi terbaik saat melawan Singapore Armed Forces (SAF) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) di Singapura, Rabu (25/2).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
"Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa.
Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia.
Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar.
"Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya.
Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa.
Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China).
Berusaha Tampil Maksimal


| "Menghadapi tim SAF yang dinilai tim kuat, ofisial PSMS bersama manajemen tidak main-main dan harus menurunkan komposisi pemain terbaik agar mampu meladeni tim lawan," kata Rudi yang mendampingi pelatih Lestiadi menangani Ayam Kinantan ketika dihubungi Waspada dari Medan, Selasa. Ia mengakui, dirinya sama sekali tidak silau dengan nama besar pihak lawan, walaupun tim asuhannya sudah tidak berpeluang mengulangi sukses pada kompetisi tahun lalu sebagai finalis Liga Indonesia. Karena itu, Rudi menegaskan skuad Ayam Kinantan tidak boleh menelan malu andaikan menjadi lumbung gol bagi SAF. Rudi mengaku, para pemain telah bertekad mencuri poin agar kans lolos tidak buyar. "Kami juga merancang bermain terbuka dengan melakukan pressing ketat, agar pemain lawan tidak bisa mengembangkan permainannya. Kami sadar, SAF dihuni pemain-pemain berkualitas sehingga kami harus pandai-pandai mengatur strategi untuk mencuri poin," sambungnya. Secara umum, komposisi pemain PSMS tidak banyak perubahan, seperti ketika menghadapi LI maupun Copa Indonesia. Menghadapi SAF, PSMS hanya membawa 18 pemain dan dipimpin kapten Elie Aiboy. SAF sendiri memiliki beberapa pemain berpengalaman di antaranya, pemain asal Korea Park Tae-won, Therdsak Chaiman (Thailand) dan duet Jepang, Kenji Arai dan Masahiro Fukasawa. Jika mampu mengalahkan SAF, Elie Aiboy cs dipastikan meraih satu tiket grup G. Sebelumnya, grup G sudah dihuni tiga raksasa, yaitu Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Shanghai Shenhua (China). |
Andalkan Zada
Baru saja pulih dari cedera lutut kanan, Leonardo Martin Zada langsung diplot jadi andalan utama PSMS Medan di babak play off Liga Champion Asia (LCA) melawan Singapore Armed Force (SAF), hari ini.
Itu sebabnya Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan sempat menyimpan tenaga Zada di partai terakhir melawan Persiba pada leg pertama 16 besar Copa Indonesia beberapa waktu lalu.
Trik ini tampaknya sengaja dilakukan Liestiadi, menatap laga ekstra berat kontra SAF. Karena penampilan Zada bersama PSMS cukup mengesankan dengan raihan 9 gol di berbagai kompetisi yang diikuti PSMS musim ini.
Dengan kehadiran Elie Aiboy, tugasnya sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan-umpan ke lini depan PSMS menjadi lebih klop. “Saat ini tim dalam kondisi siap tempur. Dan kekompakan tim merupakan hal yang kita akan terapkan dari awal. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” terang Liestiadi.
Zada sendiri tak menampik keinginannya untuk memberikan hasil maksimal di ajang LCA. “Saya belum tahu apakah pulih seratus persen saat menghadapi SAF nanti. Yang pasti saya berharap hasil maksimal di ajang ini. Saya bertekad pulih pada hari H,” terang Zada saat menonton pertandingan kontra Persiba Bantul beberapa waktu lalu.
Itu sebabnya Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan sempat menyimpan tenaga Zada di partai terakhir melawan Persiba pada leg pertama 16 besar Copa Indonesia beberapa waktu lalu.
Trik ini tampaknya sengaja dilakukan Liestiadi, menatap laga ekstra berat kontra SAF. Karena penampilan Zada bersama PSMS cukup mengesankan dengan raihan 9 gol di berbagai kompetisi yang diikuti PSMS musim ini.
Dengan kehadiran Elie Aiboy, tugasnya sebagai pengatur serangan dan penyuplai umpan-umpan ke lini depan PSMS menjadi lebih klop. “Saat ini tim dalam kondisi siap tempur. Dan kekompakan tim merupakan hal yang kita akan terapkan dari awal. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” terang Liestiadi.
Zada sendiri tak menampik keinginannya untuk memberikan hasil maksimal di ajang LCA. “Saya belum tahu apakah pulih seratus persen saat menghadapi SAF nanti. Yang pasti saya berharap hasil maksimal di ajang ini. Saya bertekad pulih pada hari H,” terang Zada saat menonton pertandingan kontra Persiba Bantul beberapa waktu lalu.
Tantang SAF, PSMS Bertekad untuk Menang
SINGAPURA-Musim ini Indonesia hanya mendapat satu jatah ke Liga Champions Asia (LCA). Jatah itu sendiri sudah menjadi milik Sriwijaya FC Palembang. Meski begitu, wakil Indonesia di LCA musim ini bisa jadi bakal bertambah satu, PSMS Medan. Sebab, Ayam Kinantan-julukan PSMS-mempunyai kesempatan bertarung di arena play off LCA.
Dan perjuangan PSMS untuk merebut tiket ke LCA itu bakal dilakoni hari ini. Dimana, Ellie Aiboy dkk akan berjibaku melawan Singapore Armed Forces (SAF) dalam final play off LCA di Stadion Jalan Besar, Singapura. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSMS untuk melenggang ke LCA. Sebab, pertandingan hanya berlangsung satu kali.
Menghadapi SAF memang bukan pekerjaan mudah. Tim asuhan Richard Bok itu baru saja menekuk Provincial Electricity Thailand dengan skor 4-1 di kandang lawan di babak play off beberapa waktu lalu. Dibanding PSMS, penampilan SAF di Liga Singapura sangat bagus dengan tujuh kali juara S-League (Liga Singapura). Sedangkan PSMS masih terseok-seok di zona degradasi Indonesia Super League. Laga ini bagaikan David (PSMS) ketemu Goliath (SAF).
PSMS sendiri tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Catatan kemenangan 5-1 atas Persiba Bantul di Copa Indonesia menambah kepercayaan diri anak-anak Medan ini. Terlebih Ayam Kinantan memiliki pemain kartu AS, Elie Aiboy yang sempat bermain di Liga Malaysia untuk Selangor FC. Aiboy ini cukup tahu bagaimana kekuatan tim-tim dari luar Indonesia. “Saya tahu tim-tim Singapura dan para pemainnya. Saya tahu kelemahan dan kelebihan mereka. Kami akan menjadikan ini bahan untuk menghadapi SAF,” ujar pemain berdarah Papua ini.
Sedangkan pelatih PSMS, Liestiadi mengaku telah memiliki persiapan matang. Liestiadi sendiri telah menonton video pertandingan SAF dengan klub Thailand Provincial Electricity minggu lalu. “Kami harus melakukannya dengan baik, karena Liga Champions Asia adalah turnamen yang penting dan akan membawa nama Indonesia,”
timpalnya.
Lalu bagaimana dengan tuan rumah? Pelatih SAF, Richard Bok mengakui tak akan mudah bagi timnya untuk mencatat sejarah sebagai tim Singapura yang pertama berlaga di Liga Champions Asia. The Warriors-julukan SAF-sendiri dua musim lalu sempat mencapai perempat final AFC Cup. Namun, Bok yakin kali ini tantanganya berbeda. “Liga Champios Asia levelnya di atas AFC Cup. Dan persaingan jauh lebih tinggi dan setiap partai adalah sebuah tantangan,” ujar Bok dalam situs resmi AFC kemarin.
“Partai ini akan menjadi berjalan dengan keras karena tim Indonesia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Apalagi PSMS memiliki sejumlah pemain yang bagus seperti Elie Aiboy, Esteban, (Mario) Costas dan Rachmad Afandi. Mereka lebih keuntung, dengan jam terbang lebih banyak di liga lokal. Karena Liga Singapura baru saja dimulai,” bebernya.
“Kami sangat percaya diri karena punya pengalaman banyak dalam menghadapi tim-tim kuat dari Asia Timur,” timpalnya.
Keyakinan Bok juga didukung dengan pemainnya seperti Park Tae Woon, Therdsak Chaiman, John Wilkinson dan Fukasawa yang siap tampil habis-habisan. “Kami menginginkan yang terbaik saat melawan PSMS. Saya sudah tekankan kepada pemain saya untuk tampil menyerang dan menciptakan gol. Meskipun sulit kami yakin dapat melakukannya,” kata Bok
Dan perjuangan PSMS untuk merebut tiket ke LCA itu bakal dilakoni hari ini. Dimana, Ellie Aiboy dkk akan berjibaku melawan Singapore Armed Forces (SAF) dalam final play off LCA di Stadion Jalan Besar, Singapura. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSMS untuk melenggang ke LCA. Sebab, pertandingan hanya berlangsung satu kali.
Menghadapi SAF memang bukan pekerjaan mudah. Tim asuhan Richard Bok itu baru saja menekuk Provincial Electricity Thailand dengan skor 4-1 di kandang lawan di babak play off beberapa waktu lalu. Dibanding PSMS, penampilan SAF di Liga Singapura sangat bagus dengan tujuh kali juara S-League (Liga Singapura). Sedangkan PSMS masih terseok-seok di zona degradasi Indonesia Super League. Laga ini bagaikan David (PSMS) ketemu Goliath (SAF).
PSMS sendiri tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Catatan kemenangan 5-1 atas Persiba Bantul di Copa Indonesia menambah kepercayaan diri anak-anak Medan ini. Terlebih Ayam Kinantan memiliki pemain kartu AS, Elie Aiboy yang sempat bermain di Liga Malaysia untuk Selangor FC. Aiboy ini cukup tahu bagaimana kekuatan tim-tim dari luar Indonesia. “Saya tahu tim-tim Singapura dan para pemainnya. Saya tahu kelemahan dan kelebihan mereka. Kami akan menjadikan ini bahan untuk menghadapi SAF,” ujar pemain berdarah Papua ini.
Sedangkan pelatih PSMS, Liestiadi mengaku telah memiliki persiapan matang. Liestiadi sendiri telah menonton video pertandingan SAF dengan klub Thailand Provincial Electricity minggu lalu. “Kami harus melakukannya dengan baik, karena Liga Champions Asia adalah turnamen yang penting dan akan membawa nama Indonesia,”
timpalnya.
Lalu bagaimana dengan tuan rumah? Pelatih SAF, Richard Bok mengakui tak akan mudah bagi timnya untuk mencatat sejarah sebagai tim Singapura yang pertama berlaga di Liga Champions Asia. The Warriors-julukan SAF-sendiri dua musim lalu sempat mencapai perempat final AFC Cup. Namun, Bok yakin kali ini tantanganya berbeda. “Liga Champios Asia levelnya di atas AFC Cup. Dan persaingan jauh lebih tinggi dan setiap partai adalah sebuah tantangan,” ujar Bok dalam situs resmi AFC kemarin.
“Partai ini akan menjadi berjalan dengan keras karena tim Indonesia bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Apalagi PSMS memiliki sejumlah pemain yang bagus seperti Elie Aiboy, Esteban, (Mario) Costas dan Rachmad Afandi. Mereka lebih keuntung, dengan jam terbang lebih banyak di liga lokal. Karena Liga Singapura baru saja dimulai,” bebernya.
“Kami sangat percaya diri karena punya pengalaman banyak dalam menghadapi tim-tim kuat dari Asia Timur,” timpalnya.
Keyakinan Bok juga didukung dengan pemainnya seperti Park Tae Woon, Therdsak Chaiman, John Wilkinson dan Fukasawa yang siap tampil habis-habisan. “Kami menginginkan yang terbaik saat melawan PSMS. Saya sudah tekankan kepada pemain saya untuk tampil menyerang dan menciptakan gol. Meskipun sulit kami yakin dapat melakukannya,” kata Bok
SAF Gagalkan Impian PSMS
Dengan demikian, SAF yang dilatih Richard Bok itu akan bergabung di Grup G bersama Kashima Antlers (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shanghai Shenhua (China). Hasil ini juga sejarah bagi SAF karena pertama kali tampil di babak utama LCA. Sebelumnya, mereka hanya mampu dua kali menembus babak perempatfinal AFC Cup.
Sedangkan bagi PSMS, mereka harus puas bermain di ajang AFC Cup 2009 saja.
Tim besutan Liestiadi itu sebetulnya mampu memberikan perlawanan dan mampu meladeni permainan SAF sejak awal-awal pertandingan yang dimainkan di markas SAF, di Stadion Choa Chu Kang, Singapura itu.
Sejak tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Therdsak Chaiman menit ke-36, PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui pemain anyarnya, Mario Costas, di menit ke-52.
Hingga waktu normal, tak ada gol lagi tercipta yang membuat laga terpaksa dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak ini, SAF lebih beruntung karena mampu mengoyak jala Markus Horison melalui Ahmad Latif Khamarudin di menit ke-99.
Pertandingan itu sendiri diwarnai dua kartu merah untuk dua bek sayap PSMS yakni Octovianus Maniani di menit ke-100 dan Edi Sukamto di menit ke-113.
Dengan kekalahan PSMS, berarti Indonesia hanya akan diwakili Sriwijaya FC yang tergabung di Grup F bersama juara bertahan Gamba Osaka (Jepang), FC Seoul (Korea Selatan) dan raksasa asal China, Shandong Luneng.
SFC akan mengawali laga perdananya pada tanggal 10 Maret menghadapi FC Seoul di Stadion Jakabaring, Palembang.
Wednesday, February 25, 2009
Sihar tak gentar demi sejarah
MEDAN - Meskipun bakal menghadapi Singapura Armed Forces, kubu PSMS Medan tetap tak gentar.
Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.
"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).
"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.
Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.
"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.
Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.
Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.
"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.
Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.
"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).
"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.
Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.
"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.
Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.
Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.
"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.
Subscribe to:
Posts (Atom)
