Wednesday, February 25, 2009

Sihar tak gentar demi sejarah

MEDAN - Meskipun bakal menghadapi Singapura Armed Forces, kubu PSMS Medan tetap tak gentar.

Tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini siap memberikan perjuangan maksimal demi menuai sejarah. Rasa optimisme itupun disampaikan langsung manajer tim Sihar Sitorus usai latihan para keberangkatan menuju ke Singapura.

"Bagi saya, ini merupakan sebuah babak baru yang harus kita mulai. Bagaimana caranya dengan ambisi kuat kita memenangkan pertandingan," kata Sihar menambahkan setiap pemain harus memiliki rasa percaya dan optimisme tinggi untuk menoreh sejarah di ajang Liga Champions Asia (LCA).

"Saya percaya tim lawan juga memiliki rasa takut kalah. Sekarang tinggal kita sendiri yang harus mengalahkan rasa takut itu dengan rasa ingin menang. Demi sebuah sejarah, kita harus berjuang memenangkan duel ini," sambungnya tegas.

Tak mudah memang menuju torehan sejarah. Apalagi lawan yang bakal dihadapi PSMS adalah jawara klasemen di Liga Singapura, yakni Armed Force. Tak cukup di situ saja, tim ini juga dipenuhi dengan empat pemain timnas plus pemain naturalisasi.

"Benar, mereka tim bagus. Tapi tetap saja kita memiliki peluang untuk menang. Yang penting kita berani dan tidak lengah," jawab Sihar.

Mengantungi rasa percaya diri wajar saja. Apalagi di leg pertama Copa Indonesia melawan Persiba Bantul lalu, Elie Aiboy cs menang telak 5-1. Aura positif pun tengah berada di tim yang ditangani pelatih Liestiadi dan Rudi Saari ini.

Soal kekuatan tim lawan, Sihar mengakui ketangguhannya. Berdasarkan informasi dari pelatih PSMS Liestiadi, Armed Force kuat di semua lini. Pun demikian, pengusaha muda sukses ini mengharapkan pemainnya tidak kendur.

"Di atas lapangan, sebelum pertandingan berakhir tidak ada yang bisa mengetahui hasil akhirnya. Kita juga punya kans untuk menang," tegas Sihar.

Tuesday, February 24, 2009

Bertekad Ukir Sejarah

MEDAN- Senin (23/2) malam, skuad PSMS Medan bertolak menuju Singapura untuk melawati laga ekstra berat di babak play off Liga Champion Asia (LCA), melawan jawara Singapura Armed Force pada 25 Februari mendatang.


Meski demikian, seluruh skuad PSMS Medan mengaku siap mengukir sejarah dengan lolos ke putaran final LCA untuk kali pertama dalam sejarah klub itu.

Belum lagi ajang tersebut, merupakan ajang yang sebelumnya dirintis oleh skuad PSMS terdahulu. Memang, melangkahnya PSMS menuju LCA tentu saja karena keberhasilan PSMS melangkah hingga final Liga Indonesia musim lalu, meskipun harus kandas di tangan Sriwijaya FC dengan skor 3-1.
Karena hanya runner up, maka PSMS pun harus rela melewati babak play off terlebih dulu. Kalau menang, maka PSMS berhak melangkah ke putaran final bersama klub hebat Asia lainnya. Sedangkan
Sriwijaya FC langsung lolos ke putaran final.
Fadli Hariri, stoper PSMS mengaku kesiapan PSMS sudah lebih baik dan bertekad memberikan hasil terbaik pada laga tersebut. “Seluruh pemain tampaknya siap tempur. Toh kami tidak ingin apa yang dirintis PSMS tahun lalu menjadi sia-sia. Intinya, kami akan berjuang sekuat tenaga,”
bebernya.

Sama halnya dengan Asri Akbar. Pemain yang memborong dua gol kemenangan atas Persiba Bantul beberapa waktu lalu mengutarakan niatannya untuk finish di urutan pertama. Memang pemain asal Takalar Makassar tersebut mengumpamakan kesempatan berlaga di ajang LCA seperti sebuah mimpi.

“Bagi kami bisa berlaga di ajang LCA bagaikan mimpi. Ibaratnya kami ini sedang ikut lari estafet untuk melanjutkan perjuangan PSMS 2007. Dan tentu akan melanjutkannya hingga finis di urutan terdepan,” harapnya.

Begitu juga dengan yang diutarakan Aun Carbiny. Bek tengah andalan baru PSMS tersebut mengakui bahwa sejarah yang diukir sudah terpampang di depan mata.

“Kami sepakat dengan ungkapan bos (Sihar Sitorus, Red), yang mengungkapkan jika sejarah sudah ada di depan mata. Dan tentu saja kita memilih untuk memenangkan pertandingan, walaupun Armed Force dihuni banyak pemain bintang. Toh mereka tetap sebuah tim biasanya yang juga takut kalah. Jadi mental menang merupakan jawaban untuk keunggulan atas laga tersebut nantinya,” bilangnya.

Rahmat Affandi pun bertekad mengemas gol pada laga itu. “Buat PSMS, aku akan memberikan yang terbaik. Mencetak gol tentu saja menjadi targetku sebagai seorang striker,” katanya.

Sementara itu, Sihar Sitorus manajer PSMS juga menyemangati skuad klub berjuluk Ayam Kinantan itu dengan motivasi mengukir mimpi.

Lewat satu kata saja, berani menang. “Sejarah sudah ada di depan mata mereka. Dengan usaha dan kerja keras serta tekad yang kuat, maka berlaga di ajang LCA bukan hal yang mustahil,” ucapnya

Playoff Liga Champions Asia

24psmslca.jpgMEDAN - Peluang PSMS Medan menghadapi Singapore Armed Force (SAF) fifty-fifty dalam pertandingan playoff Liga Champions Asia di Singapura, Rabu (25/2).

"PSMS juga memiliki peluang, walaupun bermain di kandang lawan," kata pelatih PSMS Liestiadi bersama Rudi Saari, Mardianto dan David (pelatih fisik) sebelum bertolak via Bandara Polonia Medan, Senin (23/2) malam.

Pelatih keturunan China ini mengakui, SAF adalah tim yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Liestiadi mengakui tuan rumah memiliki penampilan maksimal dengan semangat juang tinggi. Ketika menghadapi klub Thailand, SAF bermain imbang dalam 90 menit, namun berhasil menjaringkan tiga gol di babak tambahan waktu.

"Mereka tim solid dengan permainan konsisten," terang Liestiadi. Menurutnya, PSMS memiliki peluang sama dengan Armed Force.

Ke Singapura, Ayam Kinantan membawa 18 pemain termasuk penjaga gawang timnas Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy. Legiun asing yang dibawa seperti Esteban Javier, Mario Costa dan Leonardo Martins Zada.

Diakui, Zada yang absen saat PSMS membantai Persiba Bantul 5-1 di leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, sudah sembuh dari cedera. "Dia sudah dapat diturunkan," terang Liestiadi yang akan mempertahankan strategi saat menghadapi Persiba.

Kendati begitu, kemenangan PSMS atas Persiba bukan jaminan Ayam Kinantan lolos playoff. Tapi kemenangan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal dengan menorehkan tinta emas lolos ke babak utama LCA.

Menanggapi materi yang akan diturunkan, Liestiadi maupun Rudi Saari mengakui penampilan terakhir PSMS di Stadion Teladan menjadi acuan. Penjaga gawang ditempati Markus, lalu Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Esteban Javier, Asri Akbar, Elie Aiboy, Mario Costas, Rachmat Afandi ditambah Leonardo Martins Zada sebagai line up ideal.

Monday, February 23, 2009

Boyong 18 Pemain



MEDAN-Manajemen PSMS akhirnya memboyong 18 pemain menuju Singapura untuk menghadapi Singapore Armed Force pada Rabu (25/2) mendatang di babak play off Liga Champions Asia (LCA).

Hal tersebut menyusul keputusan tim pelatih pada usai sesi latihan Minggu (22/2) kemarin. Menurut Liestiadi siapapun pemain yang diboyong, yang terpenting adalah upaya skuad PSMS Medan untuk dapat lolos dari babak play off.

“Ya memang kita harus bekerja keras. Target dari manajemen adalah lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan saya lihat peluang un tuk itu (menang, Red) selalu ada,” beber Liestiadi, kemarin (22/2).

Meskipun menang besar 5-1 atas Persiba Bantul di leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, namun hal itu bukan jaminan jika PSMS akan mampu melewati babak play off Liga Champion Asia (LCA).

Padahal kemenangan atas Persiba, kemarin diyakini dapat membangkitkan semangat tim besutan Liestiadi.

Kendati demikian Sinagpore Armed Force bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Apalagi jika tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Menuruyt Liestiadi saat Singapore Armed Force menghadapi Electric Victory, kedua tim sempat membagi angka imbang 1-1 di 2X45 menit. Tapi siapa sangka jika dibabak pertambahan waktu Singapore Armed Force mampu membobol gawang lawannya sebanyak tiga kali.

“Kita sudah analis kekuatan dan kelemahan Singapore Armed Force. Mereka punya skema permainan dan kerjasama tim yang bagus,” beber Liestiadi.

Karenanya, saat ini Liestiadi bersama staf pelatih seperti Rudi Saari, Mardianto bahkan Divaldo (pelatih fisik) tengah membahas strategi apa yang akan diterapkan.

“Simulasi dan drill strategi melawan sistem permainan dari Armed Force, tentunya berdasarkan analisis dari permainan mereka,” ungkapnya.

Rencananya, tim akan berangkat ke Singapura pada Senin (23/2) malam ini.

Saturday, February 21, 2009

Tuah stadion Teladan medan

MEDAN- Lama tak tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Tim Ayam Kinantan benar-benar merasakan tuah Stadion Teladan Medan.

Jika sebelumnya, di ajang Indonesia Super League, Affan Lubis dkk lebih sering bermain imbang dan menelan kelahan, pada pertandingan kemarin (20/2), anak asuh Sihar Sitorus ini bukan sekedar meraih poin sempurna, tapi juga membobol gawang lawannya Persiba Bantul sebanyak lima kali.
Meski menang besar, namun tim besutan Liestiadi ini belum bisa bernafas lega, karena masih akan menghadapi leg kedua ke markas Persiba Bantul yang terkenal jago kandang.
Pelatih Persiba Nandar Iskandar mengaku sanggup membalas kekalahan. Menurutnya, bermain di kandang hasilnya harus berbeda. “Kami optimis bisa mengejar selisih gol dengan PSMS saat leg kedua nanti. Pasalnya, saat berhadapan dengan PSMS hari ini (kemarin, Red) nyaris seluruh pemain kami masih dalam keadaan lelah pasca melakukan perjalanan panjang dari Manokrawi,” bilangnya saat jumpa pers usai laga kemarin.

Terkait optimisme yang dilontarkan Nandar Iskandar tadi, pelatih PSMS Liestiadi mengaku tak gentar. Menurutnya selisih empat gol yang berhasil ditorehkan Affan Lubis dkk pada pertandingan kemarin, membuat sebelah kaki PSMS telah berada di babak delapan besar.

“Kita puas dengan hasil pertandingan hari ini. Karena target manajemen di ajang Copa Indonesia adalah juara. Artinya, kita semakin dekat ke arah sana (juara, Red),” beber pelatih berdarah Tionghoa itu.

Pada pertandingan kemarin PSMS langsung menyerang sejak menit-menit awal babak pertama. Serangan PSMS dikordinir oleh Elie Aiboy, yang kali ini diplot sebagai kapten tim. Umpan-umpannya dari sisi kiri pertahanan Persiba Bantul cukup merepotkan Michael Ndubuisu.

Beberapa kali tusukan Elie Aiboy ke jantung pertahanan Persiba tak terantisipasi. Malah winger Timnas itu berhasil membobol gawang Persiba yang dikawal Arie Musapak, tepatnya pada menit 14.

Seperti merasa tak puas pemain PSMS lainnya seperti Rahmat Affandi, Mario Aljendaro Costas dan Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Sedang gol bagi Persiba diciptakan Chairul Anam. Sayangnya lima menit sebelum bubaran Asri Akbar kembali membobol gawang Persiba. (ful)

menggandakan kemenangan PSMS. Gol Fandi-sapaan akrabnya tak lepas dari konstribusi Elie yang memberikan umpan menyusur tanah tepat di depan gawang dan disambar cepat oleh Fandi.

Meski terus diserang, Persiba bukannya tak punya peluang. Tercatat beberapa peluang sempat membuat Markus Horison jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Sebaliknya serangan PSMS semakin genjar. Kali ini giliran Mario Aljendaro Costas yang membobol gawang Persiba di menit 32. Costas berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan manis Esteban Guillen dengan sedikit solo run.

Tiga menit berselang, Asri Akbar kembali menambah keunggulan PSMS menjadi 4-0. Lewat sedikit kemelut, Asri berhasil mengirimkan bola ke sudut kiri gawang Persiba. Hingga usai babak pertama, skor 4-0 menjadi milik PSMS.

Di babak kedua, anak-anak Persiba mencoba bangkit. Lapangan yang basah diguyur hujan dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Persiba. Kebetulan di babak kedua, PSMS main agak kendur. Beberapa kali peluang dicipta pemain Persiba akibat kesalahan pemain PSMS. Puncaknya saat Chairul Anam berhasil menciptakan gol untuk Persiba lewat satu tendangan spkulasi di menit 53.

Sayang gol hiburan itu tak bertahan lama. Menit 85 Asri Akbar kembali menceploskan si kulit bundar. Asri berhasil sedikit mengecoh pemain belakang lawan, setelah sebelumnya mendapatkan umpan cantik dari Oktovianus Maniani. Hingga wasit Oki Dwiputra meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan skor 5-1 untuk kemenangan PSMS

Asri Akbar Gol untuk Suporter

Gelandang serang PSMS Asri Akbar membuktikan jika dirinya layak berada di PSMS. Pada laga kontra Persiba Bantul kemarin (20/2), Asri berhasil membukukan dua gol. Gol ini menambah pundi-pundi golnya menjadi tiga gol selama bergabung di PSMS di semua ajang.

Memang dalam beberapa laga terakhir PSMS, nama Asri Akbar selalu masuk dalam starting eleven. “Saya akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kalau pelatih masih memberi kepercayaan kepada saya, saya akan jaga kepercayaan itu,” bilang Asri usai laga kemarin.

Namun Asri mengakui, keberhasilannya menceploskan dua gol ke gawang Persiba tak lepas dari dukungan ribuan pendukung setia PSMS yang hadir ke Stadion Teladan. Menurutnya, tanpa doa dan dukungan suporter hal itu tak mungkin terjadi.

“Alhamdullillah saya bisa mencetak dua gol pada pertandingan hari ini (kemarin, Red). Ini sungguh luar biasa. Gol tersebut saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Kota Medan dan para suporter. Kehadiran mereka membangkitkan motivasi kami,” pungkasnya.

Senada dengan Asri, Rahmat Affandi juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, satu gol yang dilesakkannya ke gawang Persiba berkiat motivasi yang diberikan para supporter.

“Tugas striker adalah mencetak gol. Dan saya akan berusaha menjalankan tugas tersebut dengan sebaik mungkin,” bilang Fandi

Costas belum maksimal

Meski mencetak satu gol saat PSMS meluluhlantakkan Persiba Bantul, kemarin (20/2), namun striker anyar Mario Alejandro Costas belum memperlihatkan penampilan yang maksimal. Tak heran bila pelatih kepala PSMS Liestiadi hanya berani memberikan nilai 6 untuk striker asal Argentina itu.

Padahal Costas merupakan salah satu dari tiga pemain asing yang akan diboyong Liestiadi saat melawat ke markas Singapura Armed Force untuk melakoni babak play off Liga Champion Asia (LCA) yang berlangsung 25 Februari mendatang.

Kalau menilik penampilannnya selama ini, Liestiadi sendiri mengaku sudah ada peningkatan. Namun masih harus ditingkatkan lagi. “Saya lumayan puas dengan penampilan Costas. Namun nilainya masih enam. Untuk tampil maksimal di level sekelas LCA, Costas harus menambah menu latihannya,” terang Liestiadi.

Pada laga melawan Persiba Bantul, Liestiadi mencoba pemain asal Argentina tersebut sebagai target man. Pada skema 4-3-3 yang digeber Liestiadi, Costas dipasang seorang diri di barisan di lini depan tim Ayam Kinantan di depan Rahmat Affandi dan Elie Aiboy.

“Costas memang kita instruksikan menunggu bola di lini pertahanan lawan untuk selanjutnya menyelesaikannya menjadi gol,” bilang Liestiadi. (ful)



Karenanya dia (Costas, Red) harus bisa memanfaatkan umpan-umpan yang diberikan rekan-rekannya,” ungkap Liestiadi.

Kendati demikian Liestiadi yakin jika dalam waktu tersisa Costas masih bisa meningkatkan kemampuannya. “Ia sudah bisa beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain. Selain itu, semangat berlatihnya pun cukup tinggi. Terbukti, hanya dalam beberapa hari dia mampu menurunkan berat badannya yang sempat over weight,” kilah Liestiadi.

Memang saat pertama tiba di Indonesia, Costas memiliki ukuran tubuh yang cukup tambun. “Latihan ekstra berat yang dilakukannya untuk menurunkan berat badan, tentu mempengaruhi kebugarannya. Dan bila kebugarannya telah kembali seperti sedia kala, saya yakin dia akan mampu tampil lebih baik lagi,”pungkas Liestiadi

PSMS Berpeluang Lolos ke Babak 8 Besar

MEDAN- PSMS membuka peluang maju ke babak 8 besar Copa Indonesia, setelah dalam laga leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan berhasil mengalahkan Persiba Bantul dengan skor telak 5-1.

Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.

PSMS Berpeluang Lolos ke Babak 8 Besar

MEDAN- PSMS membuka peluang maju ke babak 8 besar Copa Indonesia, setelah dalam laga leg pertama Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan berhasil mengalahkan Persiba Bantul dengan skor telak 5-1.

Bermain di bawah guyuran hujan deras, gol PSMS masing-masing diciptakan oleh Elie Aiboy, Rahmad Afandi, Costas serta dua gol Asri Akbar. Sementara gol balasan Persiba Bantul diciptakan oleh Choirul Anam. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai.

Berkat dukungan penonton


21penonton.jpgMEDAN - Ketua Panpel H Wahyu Wahab menyebutkan, kemenangan telak yang diperoleh PSMS Medan atas Persikab Bantul berkat dukungan masyarakat Medan yang langsung menyaksikan ke Stadion Teladan Medan, Jumat.

"Tim PSMS tampil beda dengan pertandingan sebelumnya. Mereka lebih bersemangat untuk tampil maksimal," terang Wahyu. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada penonton yang tertib mengikuti jalannya pertandingan sehingga tidak terjadi insiden yang mengganggu jalannya pertandingan.

Pertandingan kemarin, tambahnya, sekitar 200-an pihak keamanan dari Poltabes dan Brimob serta angkatan darat termasuk Pomdan bertugas dengan baik dalam pengamanan. Penjagaan pertandingan kedua tim cukup ketat dengan menghadirkan puluhan polisi anti huru-hara dan kenderaan lapis baja.

"Alhamduillah semua berjalan lancar tidak terjadi insiden yang menggangu jalannya pertandingan," ungkap H Wahyu Wahab.

Dia menyebutkan, masyarakat Medan cukup antusias memberikan dukungan kepada tim PSMS. Mereka terhibur dengan kehadiran tim PSMS kembali ke kandang. Tentunya dengan harapan skuad PSMS dapat mempertahankan penampilan maksimal untuk memperoleh hasil terbaik di ajang Copa Indonesia.

Wapres Kalla Minta Hiddink Latih Indonesia Wapres Kalla Minta Hiddink Latih Indonesia

Wapres Kalla Minta Hiddink Latih Indonesia Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengakui tengah menjajaki peluang untuk menggaet pelatih Rusia, Guus Hiddink, menjadi pelatih tim nasioal Indonesia. Tim tersebut diharapkan akan dapat berlaga di Piala Dunia pada tahun-tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Wapres Kalla saat ditanya pers seusai shalat Jumat di Istana Wapres, Jumat (20/2). "Saya memang sudah meminta duta besar RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, untuk menjajaki pertemuan, kita dengan Guus Hidink. Menurut laporan Pak Hamid, manajer Guus Hiddink bersedia bertemu pada awal Maret mendatang," ujar Kalla.

Mengenai kontrak baru yang telah ditandangani Guus dengan Chelsea, Wapres Kalla mengatakan, "Kan biasanya pelatih itu dikontrak selama satu musim pertandingan saja, kalau kita akan mempersiapkan tahun 2022, itu kan masih ada waktu."

Catatan Kompas saat kunjungan kerjanya ke Belanda beberapa waktu lalu, Wapres sempat mendiskusikan keinginannya menjadikan Hiddink membina timnas Indonesia dengan tujuan agar kesebelasan "Merah-Putih" benar-benar menjadi kebanggaan Indonesia. Namun, pada waktu itu, diskusi intern Wapres Kalla dengan stafnya meminta agar hal tersebut tidak diberitakan terlebih dahulu sebelum ada respons dari Hiddink. Menurut informasi yang diterima siang ini, manajer Hiddink akan bertemu dengan Hamid pada 7 Maret di Rusia.

Dukung tuan rumah Piala Dunia

Mengenai keinginan PSSI menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2002, Wapres Kalla menyatakan dukungannya. Menurutnya, tahun 2022 masih 12 tahun lagi, jadi masih punya waktu untuk mempersiapkan diri.

"Secara ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan mencapai di atas 5.000 dollar AS per tahun. Secara kemampuan serta fisik pemain Indonesia itu juga mampu. Jadi, dari sisi ekonomi, kemampuan kita bisa menyelenggarakan asalkan semuanya harus bekerja keras," tambahnya.

Hiddink memiliki reputasi baik saat menjadi pelatih tim nasional. Pelatih asal Belanda itu pernah sukses mengantar Korea Selatan ke Piala Dunia serta membawa Australia ke turnamen sepak bola paling akbar tersebut. Hiddink juga berhasil membawa Rusia ke semifinal Piala Eropa 2008

PSMS Medan Bantai Persiba Bantul 5-1

PSMS Medan Bantai Persiba Bantul 5-1 PSMS Medan berhasil pesta gol saat menjamu Persiba Bantul di leg 1 babak 16 besar Copa Indonesia 2008/2009. Tim besutan Liestiadi ini berhasil mengalahkan Persiba 5-1.

Bertanding di Stadion Teladan, Medan, Jumat, 20 Februari 2009, PSMS memang memburu kemenangan besar. Gol-gol tim Ayam Kinantan pada babak pertama dicetak Ellie Aiboy di menit 12, Rachmad Afandi (14), Mario Costas (32), Asri Akbar (40).

Sedangkan di babak kedua, Persiba berhasil mencetak gol hiburan di menit 53 lewat Yohanes Yuni Yantara, sebelum akhirnya Asri Akbar menutup pesta gol tuan rumah, lima menit menjelang bubaran.

Kemenangan besar ini tentu disambut gembira skuad Ayam Kinantan, termasuk sang pelatih Liestiadi. Menurtutnya, kemenangan besar ini menjadi bukti jika skuadnya tampil serius di pertandingan kali ini.

"Saya tentu sangat senang dengan hasil ini. Dukungan penonton yang berbeda dari sebelumnya juga sangat membantu kami," ujar Liestiadi saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 20 Februari 2009.

Menurut Liestiadi, sejak awal ia memang mengingatkan Asri cs untuk tak meremehkan lawan meskipun Persiba Bantul datang dari Divisi Utama. Hal itu rupanya benar-benar diterapkan anak asuhnya di pertandingan itu.

Saat disinggung mengenai adanya target baru seusai menang meyakinkan dari Persiba, Liestiadi mengaku tidak ada. Menurutnya, sejak awal dirinya memang tidak diberi beban target oleh manajemen klub di ajang Copa Indonesia.

"Kami hanya ditarget tak terdegradasi di Liga Super Indonesia dan lolos playoff Liga Champions Asia jadi di Copa Indonesia tidak ada target pasti," ujar Liestiadi.

Saat disinggung mengenai target tim Ayam Kinantan di partai away, 14 Maret 2009 nanti, Liestiadi mengaku tetap mematok kemenangan.

"Meski dengan hasil ini kami positif 4 gol tapi kami tetap mengincar kemenangan di kandang mereka nanti," tutup Liestiadi.

Dengan kemenangan besar ini, tim Ayam Kinantan tentu sangat diuntungkan. Pasalnya, di leg 2 yang akan digelar di markas Persiba, 14 Maret nanti, PSMS tetap lolos ke babak selanjutnya meski menelan kekalahan 3-0.

Friday, February 20, 2009

PSMS TIDAK MAU JADI TUMBAL PERSIBA

PSMS Tak Mau Jadi Korban Persiba Bantul PSMS Medan akan menjamu Persiba Bantul di Stadion Teladan, Medan, Jumat, 20 Februari 2009. Duel ini merupakan leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia 2008/2009.

Bagi PSMS Medan, kemenangan dengan skor telak menjadi harga yang harus dibayar dari pertandingan ini. Sebab, di leg kedua Ayam Kinantan akan bertanding di kandang tamunya, Persiba Bantul, 14 Maret 2009.

"Di Copa, selisih gol sangat mempengaruhi. Untuk mempertahankan tradisi lolos ke babak semifinal, kami harus bisa menang telak di laga home ini,“ kata Liestiadi, pelatih PSMS Medan kepada Artha Tidar, Wartawan GOSport, Kamis, 19 Februari 2009.

Untuk mewujudkan mimpi ini, Liestiadi harus lebih cerdik. Sebab, dia juga harus memperhitungkan duel yang akan dijalani setelah leg pertama, yakni play off Liga Champion Asia (LCA) 2009 yang akan digulirkan 25 Februari 2009. Dalam even ini, PSMS akan berhadapan dengan tim Singapore Armed Force.

"Copa dan LCA sama pentingnya. Karena itu, pelatih harus pintar dalam meramu strategi. Kita tidak ingin memgorbangkan salah satu even ini," kata Sihar Sitorus, pengelola PSMS Medan.

Amanah ini menjadi tugas berat bagi Liestiadi. Pasalnya, untuk melakukan rotasi, dia tidak memiliki banyak pilihan, utamanya untuk lini depan. Saat ini badai cedera sedang melanda barisan penggedor Ayam Kinantan.

Setelah Andhika Yudhistira berangsur pulih, kini giliran Rachmad Affandi yang dihantui cedera. Rachmad merupakan andalan Liestiadi di lini depan bersama Mario Costas sejak Andhika cedera kaki.

"Secara keseluruhan pemain dalam kondisi bagus dan siap tempur. Yang sedikit mengalami masalah Rachamad Affandi, dia ada masalah dengan kakinya," kata Liestiadi.

Dengan kondisi seperti ini, Liestiadi mencoba untuk tidak panik. Selain yakin Rachmad bakal sembuh tepat waktu, Liestiadi juga punya stok pemain tengah yang siap untuk dimaksimalkan.

Menilik reputasi Persiba, PSMS Medan memang pantas waspada. Sebab, tim asal Divisi Utama itu sudah pernah menumbangkan tim asal Liga Super Indonesia (LSI) Persik Kediri di babak 24 besar lalu.

Beruntung, bertandang ke Teladan, Persiba tidak dalam kondisi on fire. Dua pemain andalan Persiba, Ferry Setiawan dan Ezequiel Gonzalez terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning. Padahal, Ezequiel menjadi tumpuan Laskar Sultan Agung untuk membobol gawang lawan.

"Kondisi kami tidak seperti di babak sebelumnya. Kami kehilangan beberapa pemain karena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, kami akan berusaha untuk bisa memetik kemenangan dalam pertandingan ini," ujar Nandar Iskandar, pelatih Persiba.

Prakiraan Formasi
PSMS (4-1-4-1)
83-Markus Horison; 11-Edi Sibung, 4-Aun Carbiny,7-Reswandi, 3-Fadly Hariri; 5-Esteban Guillen; 88-Elie Aiboy, 29-Asri Akbar, 8-Afan Lubis ©, 17- Leonardo
Martins; 18-Alejnadro Costa
Pelatih: Liestiadi

Persiba Bantul (3-5-2)
33-Ariesoma Krisandhi; 4-Kahudi Wahyu, 14-Hari Susanto, 32-Michael Ndubuisi Onwatuegwu; 16-Febi Martika, 8-Choirul Anam, 24-Wahyu Tri, 6-Ardi Suyanto, 3-Yohanes Yuniantara; 11-Cristiano de Oliviera, 27-Seto Nurdiantoro
Pelatih: Nandar Iskandar

Siap untuk menang


20psms.jpgMEDAN - Stadion Teladan kembali kedatangan tuannya PSMS Medan. Dalam gelaran lanjutan babak 16 besar Copa Indonesia, Jumat (20/2) besok, M Affan Lubis cs menjamu Persiba Bantul.

Sebagai leg pertama Copa Indonesia, Ayam Kinantan mematok kemenangan demi mengamankan peluang maju ke babak selanjutnya. Skor telak pun menjadi harapan dan itulah impian yang memang harus diaminkan seluruh komponen PSMS.

"Di gelaran Copa, selisih gol sangatlah mempengaruhi. Demi menjaga peluang dan menjaga tradisi lolos ke semifinal, kita harus bisa menang telak di laga home ini," kata Liestiadi, pelatih PSMS Medan.

Selain meramu strategi, Liestiadi bersama Rudi Saari dan Mardianto terus memotivasi spirit bertanding pasukannya. "Selain mempersiapkan taktik dan strategi, motivasi sangatlah penting untuk pemain, apalagi tampil di hadapan pendukung sendiri," sambung Liestadi tegas.

Menuju kemenangan, kubu PSMS tetap tak mau sesumbar. Kenangan saat mengalahkan jawara Divisi Utama PSPS Pekanbaru disadari bukanlah segalanya. Apalagi lawan yang bakal dihadapi pekan ini adalah Persiba Bantul yang sebelumnya mengalahkan Persik Kediri 3-0.

"Ini tentunya menjadi catatan tersendiri bagi kami. Jadi tidak mudah mengalahkan Persiba yang sudah mengalahkan tim dari Liga Super," jawab Liestiadi tersenyum.

Pun demikian, Ayam Kinantan tetap tak akan gentar. Bermain di hadapan publiknya sendiri, siap menuai poin kemenangan. "Kita siap untuk memenangkan pertandingan hari ini. Semuanya berharap bisa menang dengan skor telak," kata M Affan Lubis di sela-sela latihan, Kamis.

PSMS vs Persiba Bantul,Bercermin dari kegagalan Persik

MEDAN - PSMS Medan tak ingin bernasib sama dengan Persik Kediri yang dihentikan tim Divisi Utama Persiba Bantul di babak 24 Besar Copa Indonesia lalu.

Keberhasilan Persiba menyingkirkan Persik memang cukup mengejutkan mengingat lawannya merupakan salah satu tim papan atas Liga Super. Tak heran bila PSMS memilih berhati-hati dan waspada saat menjamu Persiba pada leg pertama babak 16 Besar Copa Indonesia di Stadion Teladan, Medan, Jumat besok.

"Kami tidak boleh lengah seperti Persik. Kami harus benar-benar memaksimalkan laga kandang ini dengan berupaya maksimal meraih kemenangan dengan skor besar. Tentunya ini butuh kerja keras dan fokus pemain mewujudkan target itu," tegas pelatih PSMS Liestiadi saat dihubungi via ponsel, Kamis.

Tak memandang remeh lawan menjadikan Liestiadi siap menurunkan skuad utama. Duet Rahmat Affandi dan Leonardo ‘Zada' Martins kemungkinan diturunkan sebagai starter. Di lini tengah, Esteban Guillen bakal menjadi tumpuan bersama Elie Aiboy, Mario Alesandro dan M Affan Lubis, sedangkan lini belakang diperkuat Fadly Hariri, Reswandi dan Aun Carbinhy serta kiper timnas Markus Harison.

"Dengan menurunkan tim terbaik, saya tegaskan kami harus bisa meraih kemenangan besar karena Persiba sulit dikalahkan di kandang mereka," lanjutnya.

Persiba memang makin diperhitungkan setelah menghancurkan harapan Persik. Hanya, situasi mereka sudah berbeda karena skuad Persiba tak lengkap. Paling tidak, andalan di lini depan Ferry Setiawan dan Ezequiel Gonzalez terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning.

"Kami sesungguhnya ingin mendapatkan pengalaman kedua setelah menghadapi Persik. Kini situasinya sudah berbeda karena kami kehilangan Ezequil Gonzalez dan Ferry Setiawan," kata Nandar Iskandar, pelatih Persiba.

Tak hanya itu, Persiba harus melakukan perjalanan jauh karena berangkat menuju Medan dari Manokwari, Papua pasca menjalani pertandingan Divisi Utama melawan Perseman.

"Apa pun kondisinya, kami harus siap. Siapa pun ingin menang dalam pertandingan, namun kami sadar lawan bagus dan. mendapat dukungan suporter. Terpenting, jangan kebobolan banyak gol," ujar Nandar lagi.

Thursday, February 19, 2009

MEDAN- Saat menghadapi Persiba Bantul di babak 16 Besar Copa Indonesia yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Jum’at (20/2), tim Ayam Kinantan bakal tak diperkuat sejumlah pemain pilarnya.

Cedera menjadi alasan absennya sejumlah pemain pilar PSMS tadi.

Pada sesi latihan Rabu (18/2) kemarin di Stadion Teladan, dua pemain asing Leonardo Zada dan Juan Salaberry tak terlihat. Menurut asiten pelatih PSMS Rudi Saari, kedua pemain tersebut masih dibekap cedera. “Zada kondisinya masih belum jelas. Sedangkan Salaberry hingga kini masih sakit,” bilangnya.

Tak hanya Zada dan Salaberry yang cedera, Mauro Pinto dan Affan Lubis pun dalam kondisi yang meragukan. Padahal beberapa hari sebelumnya, kedua pemain ini masih terlihat berlatih bersama pemain lainnya.

Tapi kemarin, wartawan koran ini mendapat informasi jika Pinto diharuskan beristirahat selama 10 hari karena mengalami cedera saat menghadapi Pelita Jaya beberapa waktu lalu. “Saya masih belum bisa main. Paha saya masih terasa sakit,” kata Pinto.

Kondisi ini membuat pusing staf kepelatihan di PSMS, termasuk juga asisten pelatih Rudi Saari. “Belum bisa dipastikan apakah pemain yang kini cedera dapat pulih saat menjamu Persiba,” bilang Rudi.

Meski sejumlah pemain pilar mengalami cedera, namun hampir dapat dipastikan ketika menghadapi Persiba nanti tim Ayam Kinantan tampil dengan skema permainan sama seperti yang diterapkan pada laga-laga sebelumnya.

Pasalnya, meski hanya menghadapi tim Divisi Utama, namun bukan perkara gampang bagi PSMS untuk memetik poin sempurna, apalagi menang dengan skor besar.

“Mereka (Persiba, Red) telah mengalahkan konstetan Superliga lainnya. Ini membuktikan jika mereka adalah tim tangguh. Jadi kita tak ingin memakai skema peramainan coba-coba saat menghadapi mereka. Apalagi pada pertandingan ini kita ingin menang besar,” bilang Liestiadi.

MEDAN-Kiprah PSMS menuju Liga Champion Asia

Ditantang Klub
Singapura
(LCA), kiranya tak gampang. Pasalnya, klub binaan Sihar Sitorus ini akan berhadapan dengan klub tangguh Armed Force Singapura, yang pada pertandingan kemarin menang telak 4-1 atas wakil Thailand Electrick Victory.

Hal tersebut diungkapkan Sihar Sitorus pengelola PSMS Medan Rabu (18/2) malam, setelah mendapatkan kabar dari pelatih kepala PSMS Liestiadi yang ditugaskan manajemen memantau pertandingan diantara kedua tim tersebut.

Pertandingan antara PSMS kontra Singapura Armed Force rencananya berlangsung 25 Februari mendatang.

Sejak awal, pengelola PSMS Sihar Sitorus menegaskan kepada jajaran pelatih dan pemain untuk serius menatap pertandingan di babak play off LCA, karena target yang dibebankan manajemen adalah lolos ke babak utama.

“Sudah ketahuan siapa yang bakal menjadi lawan di babak play off LCA yakni klub asal Singapura. Berarti tim segera bertolak ke Singapura, usai menggelar laga melawan Persiba Bantul,” bilang Sihar.

Lebih lanjut Sihar menegaskan bahwa klub tersebut tidak bisa dianggap remeh. Sebab kemenangan 4-1 melawan juara Thailand merupakan sebuah bukti jika tim asal Singapura ini adalah tim tangguh. “Bakal menjadi laga yang berat. Kita tidak boleh anggap remeh. Lawan klub Thailand saja mereka bisa menang telak. Oleh karena itu tim harus berlatih lebih keras lagi,” pungkas Sihar

Welcome

Selamat datang di blog tutorial seputar uang internet. Berbagai informasi peluang menghasilkan uang lewat internet via ptc, affiliate program dan blogging akan diulas di sini. Internet yang tidak dibatasi ruang dan waktu dapat memberi Anda kesempatan yang luas termasuk dalam mencari uang.

Peluang usaha, pekerjaan sampingan atau kerja di rumah bisa Kamu temukan di antara koleksi artikel dalam blog ini. Dengan berbekal pengetahuan bisnis internet, raih kesempatan ini dengan banyak belajar. Ikuti update seputar peluang mendapat uang di internet bersama blog ini.

get paid to surf

Welcome

Selamat datang di blog tutorial seputar uang internet. Berbagai informasi peluang menghasilkan uang lewat internet via ptc, affiliate program dan blogging akan diulas di sini. Internet yang tidak dibatasi ruang dan waktu dapat memberi Anda kesempatan yang luas termasuk dalam mencari uang.

Peluang usaha, pekerjaan sampingan atau kerja di rumah bisa Kamu temukan di antara koleksi artikel dalam blog ini. Dengan berbekal pengetahuan bisnis internet, raih kesempatan ini dengan banyak belajar. Ikuti update seputar peluang mendapat uang di internet bersama blog ini.

get paid to surf

by wfrankhalen | 01:04 in |

Get paid to surf - dibayar untuk surfing


Kenapa kita dibayar?

Ok..,
ngga mudah buat saya untuk menjelaskan ini sebenarnya. Tapi kebetulan saya dah mulai paham dan, saya coba jelaskan dengan sepengetahuan saya berdasarkan sumbernya.


Periklanan Online

Ngga terasa sekarang ini pertumbuhan pengguna internet semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Banyak insfrastruktur dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Mulai dari GRPS hingga kini 3G, akses internet makin mudah didapat. Apalagi di kota-kota besar.

Saya akan langsung tunjukan fenomena bisnis internet yang sering kita lihat tapi jarang disadari banyak orang (khususnya di Indonesia). Bagi kamu yang terbiasa dengan internet, atau seorang newbie (pemula) seklaipun, pastilah kenal sama raksasa internet bernama Google atau Yahoo!.

Layanan e-mail gratis dan serach engine terbesar itu mengundang jutaan manusia di seluruh dunia untuk turut serta menikmati fasilitas gratisnya. Kenyataan ini tentunya menjadi peluang yang sangat baik buat para pebisnis iternet untuk meraih keuntungan finansial.

Masa sih?

Kita coba saja dengan Sarch Engine (SE) Google.com. Ketika kamu mencari infromasi "free download software" ( gratisan yang biasanya banyak dicari orang ) menggunakan SE Goolge, Kamu akan menemui halaman hasil pencarian ( Search Engine Result Page, disingkat "SERP" ) yang berisi laporan tentang situs yang berkaitan dengan kata kunci yang kamu ketik/cari ( dalam hal ini, sebagai contoh "free download software" ), plus menampilkan daftar sponsor di sisi kanan atau atas halaman SERP.

Siapa para sponsor ini?

Yaitu para pengusaha / pebisnis / netpreneur yang mengkaitkan keywords (kata kunci) "free download software" dengan produk atau jasa yang mereka jual melalui internet, yang memasang iklan pada Google.com untuk menarik pengunjung.

Mungkin saja mereka menawarkan software gratis untuk masa uji 30 hari, atau mereka menawarkan softwarenya gratis tapi kelengkapan programnya dijual, dan sebagainya.

Netpreneur ( pebisnis online ) membutuhkan pengunjung ( surfer ) ke website mereka. Semakin banyak pengunjung, maka semakin besar kesempatan menghasilkan penjualan dan tentunya menghasilkan uang. Logikannya, seorang yang dapat memetik manfaat dari sebuah software gratis mungkin akan tertarik untuk membeli software versi profesionalnya dari si pembuat software itu. Itu sebabnya, memasang iklan di internet merupakan salah satu bentuk usaha pemasaran demi tujuan komersial.

Pengunjung tertarget

SE dengan kecanggihan teknologinya akan membuat periklanan online menjadi efektif. Kamu hanya akan menemukan laporan tentang "Computer" di SERP jika kamu ketik kata kunci "Computer".

Dalam hal ini, sebagai contoh, ada tiga kemungkinan type pengunjung dengan kata kunci itu. Pertama, pengunjung yang hanya mencari artikel/konten seputar "Computer". Kedua, pengunjung yang mencari produk, jasa, bisnis atau distribusi yang berkaitan dengan "Computer". Ketiga, para pesaing yang hanya mencari informasi kompetisi bisnis "Computer". ( bisa jadi ada kemungkinan type pengunjung lain ).

Pengunjung type kedua adalah prospek bagi para pebisnis. Jika dalam satu hari ada sekitar 10 juta pengunjung type kedua di seluruh dunia yang menggunakan SE untuk surfing, maka peluang bisnis ini pun cukup besar dan berskala internasional.

Alasan ini saja sudah cukup bagi seorang wirausaha internet untuk memanfaatkan periklanan dalam menghasilkan keuntungan. Orang Amerika sudah terbiasa dengan direct mail yang datang ke kotak surat mereka setiap hari. Yaitu surat-surat yang berisi promosi atau penawaran produk/jasa.

Dengan menggunakan teknologi internet, semua biaya mencetak brosur, kertas-kertas, biaya pos dan sebagainya dapat dipangkas secara signifikan. Sebagai gantinya, e-mail atau inbox menjadi media pengganti promosi.

Konten yang diminati

Apa hobi dan bisnis kamu?

Seseorang yang berbisnis atas dasar hobinya tentu akan senang dan enjoy mendapat informasi seputar dunianya, apalagi pake acara dibayar untuk menerima informasi itu.

Saya ulangi, dibayar untuk menerima informasi seputar bisnis yang sesuai minat kita!!!

Baiklah...

Kamu mulai penasaran dan tertarik?

Selamat Datang di Get Paid To Surf Program

Sebuah perusahaan periklanan online mengajak kita (pengguna, seorang surfer, atau pebisnis online) untuk bergabung dalam program dibayar untuk surfing.

Bagaimana cara kerjanya?

Surfer atau pengguna yang memanfaatkan program ini akan diberi insentif atas aktifitasnya dalam mencari informasi di internet seputar minat/hobinya. Insentif itu dapat berupa uang, imbalan jasa, dan atau hadiah menarik lainnya.

Penyedia program mengumpulkan prospek dari seluruh dunia (yaitu Kamu dan saya) untuk para pebisnis yang menginginkan kita untuk mengunjungi situs mereka.

Sekedar informasi, dibutuhkan waktu dan upaya keras bagi sebuah situs baru untuk mendapat pengunjung. Maka program ini akan menjadi jalan keluar bagi kesulitan itu. Jadi sekarang masuk akal bukan kalau para pengusaha rela membayar periklanan demi mendapat pengunjung?

Surfer - yaitu para prospek (Kamu dan saya),
adalah orang-orang yang diberi insentif untuk mengunjungi situs-situs sponsor.

Sponsor membayar periklanan kepada penyedia program untuk mendapat pengunjung.

Satu diantara seribu prospek yang masuk ke suatu website tidak mustahil akan membeli produk/jasa atau bergabung ke dalam program-nya sponsor. Prosentase ini bahkan terlalu kecil mengingat setiap surfer adalah pengunjung tertarget.

Tidak salah jika sponsor / seorang pemilik website yang menjual produk atau jasa, membayar periklanan senilai $100 untuk mendapatkan 1,000 pengunjung dan mendpaat $10 untuk satu penjualan. Karena 1,000 pengunjung itu adalah orang2 yang mencari informasi produk sponsor. Anggap 10% saja dari para surfer itu tertarik membeli, maka sponsor akan menghasilkan uang $1,000 dari hasil penjualan yang biaya promosinya cuma $100.

Sebagai contoh buat Kamu program periklanan yang membayar Kamu untuk surfing bisa kamu ikuti gratis tanpa perlu membayar se-sen pun. Baca artikel-nya DI SINI.

1 komentar:

  1. Rendy on 2008 Desember 6 12:17

    Makasih bang buat infonya..hehehe..

link berlangganan feeds



Pastikan Kamu mengikuti update terbaru dari mendapatuanglewatinternet.blogspot.com dengan berlangganan artikel.

Masukan e-mail Kamu:

Delivere

Welcome

Selamat datang di blog tutorial seputar uang internet. Berbagai informasi peluang menghasilkan uang lewat internet via ptc, affiliate program dan blogging akan diulas di sini. Internet yang tidak dibatasi ruang dan waktu dapat memberi Anda kesempatan yang luas termasuk dalam mencari uang.

Peluang usaha, pekerjaan sampingan atau kerja di rumah bisa Kamu temukan di antara koleksi artikel dalam blog ini. Dengan berbekal pengetahuan bisnis internet, raih kesempatan ini dengan banyak belajar. Ikuti update seputar peluang mendapat uang di internet bersama blog ini.

get paid to surf

Welcome

Selamat datang di blog tutorial seputar uang internet. Berbagai informasi peluang menghasilkan uang lewat internet via ptc, affiliate program dan blogging akan diulas di sini. Internet yang tidak dibatasi ruang dan waktu dapat memberi Anda kesempatan yang luas termasuk dalam mencari uang.

Peluang usaha, pekerjaan sampingan atau kerja di rumah bisa Kamu temukan di antara koleksi artikel dalam blog ini. Dengan berbekal pengetahuan bisnis internet, raih kesempatan ini dengan banyak belajar. Ikuti update seputar peluang mendapat uang di internet bersama blog ini.

get paid to surf

by wfrankhalen | 01:04 in |

Get paid to surf - dibayar untuk surfing


Kenapa kita dibayar?

Ok..,
ngga mudah buat saya untuk menjelaskan ini sebenarnya. Tapi kebetulan saya dah mulai paham dan, saya coba jelaskan dengan sepengetahuan saya berdasarkan sumbernya.


Periklanan Online

Ngga terasa sekarang ini pertumbuhan pengguna internet semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Banyak insfrastruktur dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Mulai dari GRPS hingga kini 3G, akses internet makin mudah didapat. Apalagi di kota-kota besar.

Saya akan langsung tunjukan fenomena bisnis internet yang sering kita lihat tapi jarang disadari banyak orang (khususnya di Indonesia). Bagi kamu yang terbiasa dengan internet, atau seorang newbie (pemula) seklaipun, pastilah kenal sama raksasa internet bernama Google atau Yahoo!.

Layanan e-mail gratis dan serach engine terbesar itu mengundang jutaan manusia di seluruh dunia untuk turut serta menikmati fasilitas gratisnya. Kenyataan ini tentunya menjadi peluang yang sangat baik buat para pebisnis iternet untuk meraih keuntungan finansial.

Masa sih?

Kita coba saja dengan Sarch Engine (SE) Google.com. Ketika kamu mencari infromasi "free download software" ( gratisan yang biasanya banyak dicari orang ) menggunakan SE Goolge, Kamu akan menemui halaman hasil pencarian ( Search Engine Result Page, disingkat "SERP" ) yang berisi laporan tentang situs yang berkaitan dengan kata kunci yang kamu ketik/cari ( dalam hal ini, sebagai contoh "free download software" ), plus menampilkan daftar sponsor di sisi kanan atau atas halaman SERP.

Siapa para sponsor ini?

Yaitu para pengusaha / pebisnis / netpreneur yang mengkaitkan keywords (kata kunci) "free download software" dengan produk atau jasa yang mereka jual melalui internet, yang memasang iklan pada Google.com untuk menarik pengunjung.

Mungkin saja mereka menawarkan software gratis untuk masa uji 30 hari, atau mereka menawarkan softwarenya gratis tapi kelengkapan programnya dijual, dan sebagainya.

Netpreneur ( pebisnis online ) membutuhkan pengunjung ( surfer ) ke website mereka. Semakin banyak pengunjung, maka semakin besar kesempatan menghasilkan penjualan dan tentunya menghasilkan uang. Logikannya, seorang yang dapat memetik manfaat dari sebuah software gratis mungkin akan tertarik untuk membeli software versi profesionalnya dari si pembuat software itu. Itu sebabnya, memasang iklan di internet merupakan salah satu bentuk usaha pemasaran demi tujuan komersial.

Pengunjung tertarget

SE dengan kecanggihan teknologinya akan membuat periklanan online menjadi efektif. Kamu hanya akan menemukan laporan tentang "Computer" di SERP jika kamu ketik kata kunci "Computer".

Dalam hal ini, sebagai contoh, ada tiga kemungkinan type pengunjung dengan kata kunci itu. Pertama, pengunjung yang hanya mencari artikel/konten seputar "Computer". Kedua, pengunjung yang mencari produk, jasa, bisnis atau distribusi yang berkaitan dengan "Computer". Ketiga, para pesaing yang hanya mencari informasi kompetisi bisnis "Computer". ( bisa jadi ada kemungkinan type pengunjung lain ).

Pengunjung type kedua adalah prospek bagi para pebisnis. Jika dalam satu hari ada sekitar 10 juta pengunjung type kedua di seluruh dunia yang menggunakan SE untuk surfing, maka peluang bisnis ini pun cukup besar dan berskala internasional.

Alasan ini saja sudah cukup bagi seorang wirausaha internet untuk memanfaatkan periklanan dalam menghasilkan keuntungan. Orang Amerika sudah terbiasa dengan direct mail yang datang ke kotak surat mereka setiap hari. Yaitu surat-surat yang berisi promosi atau penawaran produk/jasa.

Dengan menggunakan teknologi internet, semua biaya mencetak brosur, kertas-kertas, biaya pos dan sebagainya dapat dipangkas secara signifikan. Sebagai gantinya, e-mail atau inbox menjadi media pengganti promosi.

Konten yang diminati

Apa hobi dan bisnis kamu?

Seseorang yang berbisnis atas dasar hobinya tentu akan senang dan enjoy mendapat informasi seputar dunianya, apalagi pake acara dibayar untuk menerima informasi itu.

Saya ulangi, dibayar untuk menerima informasi seputar bisnis yang sesuai minat kita!!!

Baiklah...

Kamu mulai penasaran dan tertarik?

Selamat Datang di Get Paid To Surf Program

Sebuah perusahaan periklanan online mengajak kita (pengguna, seorang surfer, atau pebisnis online) untuk bergabung dalam program dibayar untuk surfing.

Bagaimana cara kerjanya?

Surfer atau pengguna yang memanfaatkan program ini akan diberi insentif atas aktifitasnya dalam mencari informasi di internet seputar minat/hobinya. Insentif itu dapat berupa uang, imbalan jasa, dan atau hadiah menarik lainnya.

Penyedia program mengumpulkan prospek dari seluruh dunia (yaitu Kamu dan saya) untuk para pebisnis yang menginginkan kita untuk mengunjungi situs mereka.

Sekedar informasi, dibutuhkan waktu dan upaya keras bagi sebuah situs baru untuk mendapat pengunjung. Maka program ini akan menjadi jalan keluar bagi kesulitan itu. Jadi sekarang masuk akal bukan kalau para pengusaha rela membayar periklanan demi mendapat pengunjung?

Surfer - yaitu para prospek (Kamu dan saya),
adalah orang-orang yang diberi insentif untuk mengunjungi situs-situs sponsor.

Sponsor membayar periklanan kepada penyedia program untuk mendapat pengunjung.

Satu diantara seribu prospek yang masuk ke suatu website tidak mustahil akan membeli produk/jasa atau bergabung ke dalam program-nya sponsor. Prosentase ini bahkan terlalu kecil mengingat setiap surfer adalah pengunjung tertarget.

Tidak salah jika sponsor / seorang pemilik website yang menjual produk atau jasa, membayar periklanan senilai $100 untuk mendapatkan 1,000 pengunjung dan mendpaat $10 untuk satu penjualan. Karena 1,000 pengunjung itu adalah orang2 yang mencari informasi produk sponsor. Anggap 10% saja dari para surfer itu tertarik membeli, maka sponsor akan menghasilkan uang $1,000 dari hasil penjualan yang biaya promosinya cuma $100.

Sebagai contoh buat Kamu program periklanan yang membayar Kamu untuk surfing bisa kamu ikuti gratis tanpa perlu membayar se-sen pun. Baca artikel-nya DI SINI.

1 komentar:

  1. Rendy on 2008 Desember 6 12:17

    Makasih bang buat infonya..hehehe..

link berlangganan feeds



Pastikan Kamu mengikuti update terbaru dari mendapatuanglewatinternet.blogspot.com dengan berlangganan artikel.

Masukan e-mail Kamu:

Delivere

Bisnis...

At Isabelmarco's Moneymaker, you get paid to click on ads and visit websites.Everybody above the age of 18 can join. The process is easy! You simply click a link and view a website for 30 seconds to earn money. You can earn even more by referring members or Renting Refs or buy IMshares (with IMshares you can have a certain interest/day depending from the plan you choose). You'll get paid $0.01 ($0,015 for premium) for each website you personally view and $0.007 ($0,01 for premium) for each website your referrals view.

  • Free members can convert their earnings into ads, Upgrade to Premium member and lotterie tickets where you can win refs,cash or Premium prizes.
  • Premium members can convert their earnings into cash payouts, ads or lotterie tickets where you can win refs,cash or Premium prizes.
  • NEW : Premium and Free members can buy IMshares and earn from 1,10% to 1,50% per day on their investment.

  • Payment requests can be made every day and are processed through Alertpay and Paypal. The minimum payout is $9.00.

Here you can enter for your Free Alertpay , Paypal , LibertyReserve or PerfectMoney account if you don't have one :

Klik Here....

PSMS jumpa Singapore Armed Forces

BANGKOK - Singapore Armed Forces (SAF) dipastikan menjadi lawan PSMS Medan dalam playoff Liga Champions Asia (LCA) 2009 setelah mengalahkan Provincial Electricity Authority (PEA) klub asal Thailand, 4-1, Kamis.

Menurut www.the-afc.com, Apipoo Suntornpanavej memberi keunggulan 1-0 bagi tuan rumah yang bermain di Stadion Rajamangala. Setelah penyerang SAF Kenji Arai menyamakan kedudukan, pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di masa 2x15 menit, dua tendangan gelandang SAF asal Thailand Therdsak Chaiman dan satu dari Mustaqim Manzur memastikan SAF menjamu PSMS, wakil Indonesia di LCA 2009, pada 25 Februari mendatang.

PEA, jawara Liga Thailand, unggul di menit keenam saat Apipoo lolos dari jebakan offside. SAF menyamakan skor di menit ke-22 ketika tendangan bebas Therdsak dari sisi kiri dikonversi tusukan Aleksander Duric.

PEA ganti menekan di babak kedua, tapi belum berhasil mematahkan perlawanan SAF. Hingga 90 waktu permainan, tak ada gol tercipta hingga laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Baru lima menit, SAF dapat kesempatan memimpin. Apichate Puttan dilanggar Mustaqim di kotak penalti dan wasit Korea Kim Dong-jin memberi hadiah penalti.

Therdsak, pemain terbaik AFC Champions, mengeksekusi hadiah itu dengan baik. Salah pengertian antara bek Joel Kouakou dengan kiper Umarin Yaodam di menit 100, kemudian memuluskan Mustaqim mencetak gol ketiga PEA, menyusul Therdsak menuntaskan skor akhir 4-1 empat menit sebelum bubaran

Penggemar serbu Markus cs


19psmscopa.jpgMEDAN - Asisten pelatih Rudi Saari mengambil tampuk pimpinan pada pelatihan skuad PSMS Medan di Stadion Teladan, Rabu, yang disaksikan 1000-an masyarakat.

Penggemar yang sebelumnya tertib duduk di tribun selama pelatihan, seusai pelatihan langsung menyerbu ke tengah lapangan menemui pemain PSMS seperti Markus Horison, Elie Aiboy, Octovianus cs. Pemain pun terpaksa menukar pakaian di bench dan di pinggir lapangan di tengah kerumunan penggemar.

"Ya, biasa menghadapi hal ini. Mudah-mudahan mereka terus memberikan dukungan dalam pertandingan nantinya," ujar penjaga gawang nasional Markus Horison. Pelatihan yang dipimpin Rudi Saari, sepeninggalan Liestiadi yang ditugaskan manajemen mengintip kekuatan lawan yang bakal dihadapi dalam babak playoff Liga Champions Asia.

Liestiadi bertolak, Selasa lalu untuk menyaksikan laga Singapore Armed Force (Singapura) melawan Electric Victory Thailand di Thailand. Rudi enggan berkomentar mengenai strategi yang bakal dipergunakan menghadapi Persiba Bantul, Jumat (20/2) besok.

Dia menyebutkan, yang berkompeten mengenai strategi adalah pelatih. Dalam pelatihan kemarin, empat pemain tidak bergabung, yakni Mauro Pinto, Juan Salaberry, Leonardo Martins Zada dan M Affan Lubis. Juang tidak bisa hadir karena sakit, begitu juga dengan Zada. Sedangkan Mauro Pinto dan Affan Lubis hadir di lapangan, namun keduanya hanya berlatih ringan untuk memulihkan cedera.

Rudi, mantan asisten pelatih Freddy Mulli saat mengantarkan PSMS runner-up Liga Indonesia musim lalu, menerapkan pelatihan games. Pelatihan ini dengan maksud skuad inti mengatur serangan dan pertahanan serta penyerangan yang dibangun dari lini tengah.

Liestiadi yang dihubungi melalui telefon mengakui belum menemukan formasi tepat. Diakuinya dia masih menunggu kesiapan pemain yang cedera, namun mengakui tidak ada pemain yang terkena hukuman akumulasi kartu.

"Kita lihat dulu perkembangannya," terang Liestiadi sembari mengakui manajemen PSMS serius menghadapi pertandingan playoff LCA.

Jika lolos ke Liga Champions Asia, tentu ini merupakan torehan tinta emas bagi prestasi Ayam Kinantan.

Wednesday, February 18, 2009

PSMS pusing jadwal padat

MEDAN - Skuad PSMS Medan harus berjibaku menghadapi dua pertandingan penting, yakni babak 16 besar Copa Indonesia dan playoff Liga Champions Asia yang waktunya bersamaan 25 Februari mendatang.

Namun Badan Liga Indonesia (BLI) memberikan keringanan dengan mengubah jadwal pertandingan babak 16 besar Copa Indonesia antara PSMS melawan Persiba Bantul pada digelar Jumat (20/2).

Pelatih PSMS Liestiadi yang baru mendapat berita gembira lulus peringkat ketiga lisensi A mengakui jadwal tersebut dikhawatirkan membuat pemain kelelahan dalam melakoni pertandingan playoff LCA. Bahkan, manajemen PSMS mengintruksikan Liestiadi menyaksikan kekuatan calon lawan.

"Dengan begitu kita tidak buta kekuatan lawan," terangnya. Sepeninggalan Luciano Leandro sebagai penasehat teknik, Liestiadi didampingi asisten Rudi Saari yang juga memiliki pengalaman. Kalau Liestiadi berangkat melihat kekuatan lawan, maka Rudi akan mendampingi tim saat menghadapi Persiba.

Sementara itu, Ketua Panpel H Wahyu Wahab menyebutkan, Panpel siap mensukseskan pertandingan babak 16 besar. Dia mengakui selama dua pertandingan Copa Indonesia digelar di Stadion Teladan, masyarakat menyambut antusias. "Mudah-mudahan dengan bertarungnya PSMS di babak 16 besar dukungan dapat bertambah," ujarnya.

Wahyu tidak memungkiri PSMS tidak dapat memperoleh hasil maksimal tanpa dukungan masyarakat. Hadirnya pemain nasional yang juga anak Medan, Markus Horison, Elie Aiboy dan lain-lain dapat memberikan prestasi menggembirakan bagi tim PSMS untuk melangkah ke babak 8 besar.
MEDAN- Menatap laga playoff Liga Champion Asia (LCA) yang akan segera digelar 25 Februari mendatang, PSMS Medan terus berbenah. Bahkan ajang sekelas Copa Indonesia diumpamakan seperti ajang ujicoba, sebelum benar-benar berlaga di pentas Asia.

Terlebih, Copa Indonesia bisa dijadikan ajang ujicoba pemain impor yang akan diboyong ke pentas LCA. Kebetulan regulasi LCA hanya memperbolehkan klub yang berkompetisi di dalamnya membawa tiga orang saja pemain asing, sama halnya dengan regulasi yang dikeluarkan panitia Copa Indonesia. Meski di ajang Copa Indonesia boleh saja klub mendaftarkan lima pemain asingnya, namun hanya tiga yang nantinya boleh main.

Kondisi ini tentu saja memacu manajemen PSMS untuk benar-benar menguji kemampuan pemain asing yang bakal dibawa. Saat ini ada tiga nama pemain asing yang digadang bakal diboyong, mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Guillen, dan Mario Alejandro Costas. Namun pada saat terakhir, nama-nama tersebut bisa saja berubah.

Sayang, dari tiga nama yang diajukan pelatih dua di antaranya tampaknya belum siap berlaga di ajang sekelas LCA. Lihat saja penampilan Costas yang masih labil. Sejak direkrut sebulan lalu, Costas belum menujukkan penampilan terbaiknya.

Liestiadi, arsitek PSMS Medan mengaku, Costas memang masih belum stabil. Pemain asal Argentina itu masih butuh adaptasi yang lebih lama. Terlebih fostur tubuhnya terlihat terlalu tambun. Padahal, pemain bernomor punggung 18 itu disiapkan untuk menjadi target man oleh Liestiadi. Tentu saja ada tanda tanya besar akan keputusan ini.

“Kita tidak punya pilihan striker. Saat ini hanya Costas sosok yang paling pas untuk menjadi target man. Posisi Elie Aiboy dan Rahmat Affandi lebih kepada pencipta peluang,” terang Liestiadi usai latihan Selasa (17/2) kemarin.

Untuk mensiasati agar Costas bisa kembali bugar dan main dengan performa terbaiknya, Liestiadi mengaku punya sejumlah resep jitu. Dia antaranya adalah dengan memberikan latihan khusus. Sebagai seorang target man, tentu saja Costas harus bisa memaksimalkan peluang yang ada. “Kita sudah siapkan drill untuk menyelesaikan bola-bola crosing. Di samping itu, seorang target man itu harus punya skill duel di udara. Yang terpenting adalah pemanfaatan peluang,” sambung Liestiadi.

Masalahnya, Liestiadi tak punya cukup waktu untuk menggelar latihan itu dengan sempurna. Pasalnya, waktu kian mepet. Usai meladeni Persiba Bantul pada 20 Februari mendatang, praktis skuad Ayam hanya memiliki kesempatan menggeber latihan tak lebih dari lima hari.

Tak hanya Costas yang meragukan. Kondisi Leonardo Martin Zada, gelandang serang andalan PSMS Medan musim ini juga mengalami nasib sama, bahkan kondisi Zada bisa dibilang lebih parah. Pasalnya gelandang asal Brazil itu mengalami cedera lutut dan masih konsen terapi hingga saat ini. Cedera tersebut didapat saat skuad PSMS menggelar latihan di kawasan puncak bogor sebelum memulai putaran kedua ISL beberapa waktu lalu.

“Untuk Zada kita memang belum bisa beri kepastian. Saat ini Zada masih jalani terapi lututnya. Mudah-mudahan Zada bisa kembali pulih dalam waktu dekat. Sebab kontribusinya bagi tim cukup berpengaruh,” harap pelatih yang biasa bertopi itu.

Dari nama-nama tersebut, tercatat hanya Esteban Guillen yang stabil. Bahkan, Esteban diharapkan bisa menjadi penghadang serangan lawan sebelum sampai ke barisan pertahanan PSMS. Karena memang Esteban bertugas sebagai gelandang bertahan. Namun, kemampuan Esteban untuk memberikan asisst hingga membuat gol, tentu saja menjadi nilai plus. “Saat ini hanya Esteban yang bisa dibilang cukup stabil,” pungkas Liestiadi
MEDAN- Menatap laga playoff Liga Champion Asia (LCA) yang akan segera digelar 25 Februari mendatang, PSMS Medan terus berbenah. Bahkan ajang sekelas Copa Indonesia diumpamakan seperti ajang ujicoba, sebelum benar-benar berlaga di pentas Asia.

Terlebih, Copa Indonesia bisa dijadikan ajang ujicoba pemain impor yang akan diboyong ke pentas LCA. Kebetulan regulasi LCA hanya memperbolehkan klub yang berkompetisi di dalamnya membawa tiga orang saja pemain asing, sama halnya dengan regulasi yang dikeluarkan panitia Copa Indonesia. Meski di ajang Copa Indonesia boleh saja klub mendaftarkan lima pemain asingnya, namun hanya tiga yang nantinya boleh main.

Kondisi ini tentu saja memacu manajemen PSMS untuk benar-benar menguji kemampuan pemain asing yang bakal dibawa. Saat ini ada tiga nama pemain asing yang digadang bakal diboyong, mereka adalah Leonardo Zada, Esteban Guillen, dan Mario Alejandro Costas. Namun pada saat terakhir, nama-nama tersebut bisa saja berubah.

Sayang, dari tiga nama yang diajukan pelatih dua di antaranya tampaknya belum siap berlaga di ajang sekelas LCA. Lihat saja penampilan Costas yang masih labil. Sejak direkrut sebulan lalu, Costas belum menujukkan penampilan terbaiknya.

Liestiadi, arsitek PSMS Medan mengaku, Costas memang masih belum stabil. Pemain asal Argentina itu masih butuh adaptasi yang lebih lama. Terlebih fostur tubuhnya terlihat terlalu tambun. Padahal, pemain bernomor punggung 18 itu disiapkan untuk menjadi target man oleh Liestiadi. Tentu saja ada tanda tanya besar akan keputusan ini.

“Kita tidak punya pilihan striker. Saat ini hanya Costas sosok yang paling pas untuk menjadi target man. Posisi Elie Aiboy dan Rahmat Affandi lebih kepada pencipta peluang,” terang Liestiadi usai latihan Selasa (17/2) kemarin.

Untuk mensiasati agar Costas bisa kembali bugar dan main dengan performa terbaiknya, Liestiadi mengaku punya sejumlah resep jitu. Dia antaranya adalah dengan memberikan latihan khusus. Sebagai seorang target man, tentu saja Costas harus bisa memaksimalkan peluang yang ada. “Kita sudah siapkan drill untuk menyelesaikan bola-bola crosing. Di samping itu, seorang target man itu harus punya skill duel di udara. Yang terpenting adalah pemanfaatan peluang,” sambung Liestiadi.

Masalahnya, Liestiadi tak punya cukup waktu untuk menggelar latihan itu dengan sempurna. Pasalnya, waktu kian mepet. Usai meladeni Persiba Bantul pada 20 Februari mendatang, praktis skuad Ayam hanya memiliki kesempatan menggeber latihan tak lebih dari lima hari.

Tak hanya Costas yang meragukan. Kondisi Leonardo Martin Zada, gelandang serang andalan PSMS Medan musim ini juga mengalami nasib sama, bahkan kondisi Zada bisa dibilang lebih parah. Pasalnya gelandang asal Brazil itu mengalami cedera lutut dan masih konsen terapi hingga saat ini. Cedera tersebut didapat saat skuad PSMS menggelar latihan di kawasan puncak bogor sebelum memulai putaran kedua ISL beberapa waktu lalu.

“Untuk Zada kita memang belum bisa beri kepastian. Saat ini Zada masih jalani terapi lututnya. Mudah-mudahan Zada bisa kembali pulih dalam waktu dekat. Sebab kontribusinya bagi tim cukup berpengaruh,” harap pelatih yang biasa bertopi itu.

Dari nama-nama tersebut, tercatat hanya Esteban Guillen yang stabil. Bahkan, Esteban diharapkan bisa menjadi penghadang serangan lawan sebelum sampai ke barisan pertahanan PSMS. Karena memang Esteban bertugas sebagai gelandang bertahan. Namun, kemampuan Esteban untuk memberikan asisst hingga membuat gol, tentu saja menjadi nilai plus. “Saat ini hanya Esteban yang bisa dibilang cukup stabil,” pungkas Liestiadi

PSMS U-21 hancurkan SFC

MEDAN - Gol spektakuler pemain belakang Septia Hadi berhasil memenangkan PSMS Medan U-21 atas Sriwijaya FC 1-0 dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) U-21 di Stadion Teladan Medan, Selasa.

Septia dengan kaki kiri melepaskan tendangan bola mati sekitar dua meter dari daerah penalti. Tendangan silang dari kiri pertahanan SFC itu tepat ke arah tiang jauh yang sulit dijangkau penjaga gawang Andi Irawan.

SFC unggul dalam penguasaan bola dan duel lapangan tengah, namun sulit menembus jantung pertahanan PSMS yang dikoordinir Afid Ali.

"Ini merupakan kemenangan pertama yang diperoleh dari enam kali penampilan," terang pelatih PSMS Wanderley. Dia mengakui di menit-menit awal, SFC mendominasi permainan namun timnya menemukan kepercayaan diri setelah 30 menit.

Menurutnya, walaupun PSMS tampil di kandang, mereka tampil grogi. Bermain di Stadion Teladan adalah untuk kedua kalinya setelah bermain imbang dengan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.

Pelatih SFC Sunardi menyebutkan permainan berimbang. "Terjadinya gol karena kesalahan pemain belakang yang mengakibatkan terjadinya tendangan bebas. SFC juga memiliki peluang, hanya keberuntungan belum berpihak," ujar Sunardi.

Pencetak gol semata wayang Septia Hadi menyebutkan, gol yang diciptakannya dipersembahkan buat PSMS. Bagi lajang kelahiran Kelumpang, Deli Serdang, 26 September 1991, ini merupakan gol kedua yang sebelumnya diciptakan ke gawang Persija Jakarta.

Anak sulung dari dua bersaudara ini mengawali karir di SSB Klumpang dan merupakan jebolan Academy Kurnia Football. Septia sempat dipercayakan bergabung dengan tim senior PSMS dan hasilnya tidak mengecewakan karena berperan dalam kemenangan atas PSPS Pekan Baru di babak 24 besar Copa Indonesia.

Tuesday, February 17, 2009

PSSI serius tanggapi Irfan-Sergio(special News)

JAKARTA - Sekjen PSSI Nugraha Besoes menegaskan, pihaknya sangat antusias menyambut keinginan dua pemain keturunan Indonesia-Belanda, Irfan Bachdim (FC Utrecht Belanda) dan Sergio Van Dijk (Queensland Roar Australia), membela timnas Merah Putih.

Menurutnya, rencana seperti ini sebetulnya sudah pernah dijajaki PSSI, namun tidak membuahkan hasil karena para pemain tidak tertarik. Tapi dengan adanya keinginan dari pemain seperti Irfan dan Sergio, PSSI dipastikan welcome.

Demikian dikatakan pria yang akrab disapa Kang Nug ini ketika ditemui Waspada di ruang kerjanya, Senin. Bahkan Nugraha secara khusus meminta adanya fasilitator mendatangkan kedua pemain ke tanah air, termasuk menanyakan apa keinginan mereka jika masuk timnas dan mekanisme izin dari klubnya masing-masing.

Sebab, lanjutnya, jangan sampai PSSI dianggap melanggar aturan karena tidak ada izin klub yang mengontrak keduanya. "PSSI sejak dulu sangat antusias mendatangkan pemain keturunan. Bahkan, beberapa waktu lalu kami sempat mendatangkan sejumlah pemain dari Amerika Latin, sayang kualitas mereka tidak sesuai," katanya.

Ditambahkannya, satu hal yang kemungkinan mengganjal keinginan kedua pemain itu adalah regulasi FIFA mengenai perpindahan kewarganegaraan setiap pemain karena harus menjadi warga negara minimal lima tahun di negara bersangkutan.

Nugraha bahkan tidak menolak usulan untuk mendatangkan dua pemain itu dalam laga ujicoba timnas, guna melihat kualitas keduanya apakah layak atau tidak membela timnas.

"Tentunya kita tidak bisa asal ‘comot' saja dan harus mendapatkan izin klub mereka saat ini. Kami berharap kedatangan kedua pemain itu bisa menjawab keraguan publik selama ini, sebab PSSI dianggap tidak mau menerima pemain keturunan yang berada di luar negeri," bebernya sembari menambahkan jika persyaratan kedua pemain beres bisa diturunkan saat timnas menghadapi Manchester United (MU), Juli mendatang.

Ayam Kinantan kembali ke kandang

MEDAN - PSMS Medan kembali ke kandang dengan melakukan latihan serius di Stadion Teladan Medan, Senin.

Tim berjulukan Ayam Kinantan itu siap tempur dalam menghadapi babak 16 besar Copa Indonesia 2008/2009 melawan Persiba Bantul pada 25 Februari mendatang. Tampil di kandang sendiri merupakan motivasi bagi pemain untuk memberikan hasil maksimal. Dukungan kepada tim PSMS tidak ada hentinya, bahkan kemarin sore ratusan masyarakat melihat langsung latihan Elie Aiboy Cs di Stadion Teladan.

"PSMS siap tempur dengan target memetik kemenangan melawan Persiba," ujar pelatih PSMS, Liestiadi.

Manajemen PSMS mengambil insiatif untuk segera balik ke kandang, guna berkonsentrasi di babak 16 besar Copa Indonesia sebelum memulai pertarungan ke kandang Persijap Jepara di Liga Super Indonesia pada awal Maret.

Menanggapi Persiba, Liestiadi mengakui tidak pandang sebelah mata walaupun mereka bertarung di divisi utama musim ini. Namun dia tidak memungkiri hasil undian masih menguntungkan bagi tim Ayam Kinantan ketimbang menghadapi tim-tim papan atas di Liga Super Indonesia.

Skuad PSMS yang kini diperkuat penjaga gawang tim nasional Markus Horison dan tambahan pemain legiun asing dapat memberikan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap lawan.

Markus yang turut membawa PSMS bertengger di posisi runner-up Liga Indonesia 2007-2008 mengharapkan dukungan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya memberikan dukungan langsung ke Stadion Teladan.

Liestiadi mengakui tanpa doa dan dukungan masyarakat tim PSMS sulit untuk mencapai hasil maksimal. Hasil menggembirakan dalam dua laga yang dilakoni PSMS di Stadion Teladan dalam Copa Indonesia membuktikan pemain termotivasi bermain di kandang.

"Mudah-mudahan dengan dukungan yang diberikan suporter, tim Ayam Kinantan kembali menunjukkan tajinya," harap Liestiadi.

Transfer PSMS Terbanyak, tapi Minim Kontribusi

Hingga kini Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengesahkan 69 transfer pemain pada putaran kedua Liga Super Indonesia.

Jumlah ini bisa membengkak karena transfer window baru ditutup 28 Februari mendatang. Transfer pemain terakhir yang disahkan BLI adalah perekrutan defender Mauly Lessy oleh Sriwijaya FC (SFC). Mantan pemain Persipura Jayapura ini menyusul jejak striker Budi Sudarsono yang lebih dulu mengenakan kostum Laskar Wong Kito –julukan SFC– setelah hengkang dari Persik Kediri.

”Sebenarnya ada sekitar 80 pengajuan perpindahan pemain, tapi hanya 69 yang kami anggap sesuai aturan. Sisanya, ada yang ditolak dan ada juga yang ditangguhkan. Kasusnya berbeda-beda dan masih kami selidiki,” kata pengurus BLI bidang Status dan Alih Status Pemain Tigorshaloom Boboy kemarin.

Tigor menambahkan, bursa pemain putaran kedua diramaikan tiga jenis transfer, yakni perekrutan pemain baru yang sebelumnya tidak memiliki klub, kemudian perpindahan atau pertukaran pemain antarklub, serta mempromosikan pemain amatir menjadi profesional.

PSMS Medan jadi klub yang paling banyak mengajukan penambahan, yakni 15 pemain, termasuk di dalamnya adalah dua legiun asing Mario Alejandro Costas (Argentina) dan Mauro Jose De Oliveira Pinto (Brasil).

”Kontrak dua pemain asing ini sudah sesuai aturan. Tapi, saya tidak berani menyebut nominal nilai kontraknya karena menyangkut dapur pemain dan klub. Tapi, semua catatannya ada di BLI,” ujar Tigor.

Hampir semua klub Liga Super gencar melakukan perburuan pemain anyar. Ini bisa dimaklumi karena persaingan pada putaran kedua jauh lebih keras dibandingkan putaran pertama, terutama klub-klub yang berada dipapan bawah klasemen seperti PSMS, Deltras Sidoarjo, PSIS Semarang, dan Persitara Jakarta Utara.

Tujuannya, para pemain baru tersebut diharapkan bisa menyelamatkan mereka dari jeratan degradasi. Klub papan atas seperti Persija Jakarta juga mengikat striker Fabio Lopez serta Persiwa Wamena mendatangkan mesin gol Reduane Barkowi agar lebih kompetitif mengejar gelar juara. Hanya Persipura Jayapura yang tidak aktif dalam bursa transfer putaran kedua.

”Kami cukup mengandalkan pemain yang sudah dibentuk sejak putaran pertama. Buat apa mencari pemain baru kalau hanya merusak komposisi yang sudah ada,” kata Pelatih Persipura Jacksen F Tiago. Pernyataan Jacksen ada benarnya. Merekrut pemain baru pada pertengahan musim tak serta merta berbuah hasil positif.

Deltras,misalnya. Kehadiran Danilo Fernando dari Persik belum mampu mengentaskan mereka dari dasar klasemen. Hal serupa dialami PSMS. Di barisan belakang, PSMS memiliki Mauro Pinto dan Esteban Guilien. Di tengah ada Leonard Zada serta Salaberry. Sementara di bagian ujung tombak terselip nama Costas.

Tapi, peran mereka dipertanyakan karena tak kunjung bisa mengangkat prestasi Ayam Kinantan –julukan PSMS.

”Sebenarnya secara kualitas, teknik bermain kelima pemain asing PSMS cukup lumayan. Masalahnya terletak pada proses adaptasi dengan berbagai hal seperti lingkungan, iklim, gaya hidup, makanan,dan bahasa,” tutur Pelatih PSMS Listiadi, membela mereka karena pemain perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan gaya permainan Ayam Kinantan

Friday, February 13, 2009

PSMS Ditahan Imbang Arema

Hanya bermain imbang dengan tamunya Arema Malang, posisi PSMS Medan di klasemen sementara tetap naik satu strip dan semakin menjauhi zona degradasi.

PSMS Ditahan Imbang Arema
PSMS Medan kembali gagal meraih poin penuh di laga kandang, setelah ditahan imbang tanpa gol tamunya Arema Malang dalam lanjutan pertandingan Superliga 2008/09 di Stadion Siliwangi, Bandung, Kamis (12/2).

Meski demikian, tambahan satu poin yang diperoleh di laga tersebut sudah cukup membuat Ayam Kinantan untuk naik satu strip di klasemen sementara kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini. Sekaligus secara perlahan meninggalkan zona degradasi.

Anak asuh pelatih Listiadi untuk sementara naik ke posisi 13 dengan 16 poin dari 21 pertandingan. Hasil dari dua kali menang, sepuluh kali imbang, dan sembilan kali kalah.

Hal yang sama diperoleh Arema Malang, di mana tim besutan pelatih Gusnul Yakin itu naik satu strip ke peringkat sepuluh dengan menggusur Pelita Jaya. Itu setelah Singo Edan mengantongi 27 poin dari 28 pertandingan.

Sayangnya, laga kedua tim diwarnai dengan keluarnya dua kartu merah. Masing-masing diberikan wasit M Safei yang memimpin pertandingan kepada wing bek Arema Alexander Pulalo yang melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSMS, Leonardo Martin Zada (foto) di menit ke-77.

Serta di penghujung laga saat wasit akan meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, giliran Zada yang harus meninggalkan lapangan terlebih dahulu, setelah menerima kartu kuning kedua menyusul pelanggaran keras yang dilakukannya terhadap pemain Arema Arief Suyono.

Belum Aman

Belum Aman

BANDUNG-Ambisi PSMS Medan untuk menjauh dari zona degradasi urung terwujud. Ini setelah Ayam Kinantan hanya bermain imbang 0-0 saat menjamu Arema Malang dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League putaran II di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin.

Dengan donasi satu poin tersebut, Affan Lubis dkk naik satu strip ke peringkat ke-13 dengan poin 16 di zona papan bawah. Sayangnya, meski merangkak naik, posisi Ayam Kinantan jauh dari kata aman. Pasalnya, para pesaing yang berada di zona papan bawah memiliki poin yang sama seperti PSIS juga PKT Bontang. Bahkan tim yang berada di zona degradasi hanya selisih satu poin dari PSMS (lihat klasemen). Artinya salah langkah sedikit, PSMS bakal terjerumus ke zona degradasi kembali, terlebih PSMS telah memainkan partai lebih banyak dari pesaing lainnya. PSMS telah menjalankan 21 partai.

Dalam pertandingan kemarin kedua tim bermain dengan menyerang. Kedua tim juga sama-sama menciptakan banyak peluang. PSMS sendiri membuka peluang melalui akselerasi Elie Aiboy pada menit 10. Beruntung, umpan silang mantan pemain Arema ini mampu diantisipasi kiper Arema, Kurnia Meiga Hermansyah.

Selanjutnya, tim Arema membuka peluang emas melalui serangan balik yang dibangun Arif Suyono dengan menyisir pinggir lapangan pada menit 28. Sayang, aksinya dipatahkan lini belakang PSMS. Dua menit berselang, giliran Patricio Morales nyaris mencetak gol, tapi bola yang dalam penguasaannya, lebih cepat diamankan kiper PSMS, Markus Horison.

Berikutnya, giliran striker anyar PSMS, Mario Costa yang membahayakan gawang Arema dengan tendangan kerasnya di menit 35. Tapi tendangan itu hanya tipis di atas mistar gawang Arema. Hingga 45 menit tuntas, kedudukan tetap sama kuat 0-0.

Di babak kedua, laga berjalan semakin seru dan keras. Kiper Arema Kurnia Meiga menjadi bintang lapangan setelah beberapa kali mampu mengamankan bola dari serangan anak-anak Medan. Diantaranya, heading Costa di menit 50 memaksimalkan umpan lambung Leonardo Zada Martin. Di menit 77, Singo Edan-julukan Arema Malang-terpaksa tampil dengan 10 pemain usai Alexander Pulalo diganjar kartu merah wasit Safii asal Bandung.

Pemain senior ini dinilai menendang kaki pemain pengganti PSMS, Syahroni yang sebelumnya melanggar dirinya.

Sepuluh menit berselang setelah Alex keluar, giliran kubu PSMS bermain sepuluh pemain setelah Zada juga diganjar kartu merah. Meski demikian, kubu PSMS bukan lantas mengendorkan serangan. Elie sering merepotkan barisan pertahanan Arema. Namun ketangguhan Meiga di bawah mistar gawang dan didukung kesolidan tembok pertahanan Arema sukses mementahkan serangan PSMS. Hingga peluit panjang, skor tidak berubah tetap 0-0.

Melihat kenyataan harus menerima seri kesekian kalinya PSMS sangat kecewa. ‘’Anak-anak tampil kurang maksimal hingga selalu gagal memaksimalkan peluang cetak gol. Kami kecewa dengan hasil ini, PSMS sangat membutuhkan tambahan poin penuh di kandang. Tapi kenyataannya, kami tidak bisa meraihnya,’’ terang Liestiadi, pelatih PSMS.

Sedangkan kubu Arema mengaku senang, meski seri bukan target. ‘’Soal hasil, kami patut bersyukur karena bisa ambil satu poin, meski target adalah kalahkan PSMS. Tapi, saya juga berterimakasih kepada pemain tampil dengan semangat tinggi,” terang Gusnul pelatih Arema.

PSMS SEKARANG FOKUS DI COPA

USAI ditahan imbang Arema Malang di ajang Indonesian Super League (ISL) kemarin, PSMS hanya punya waktu seminggu untuk kembali berjibaku. Tanggal 20 Februari mendatang, Affan Lubis dkk harus melawan Persiba Bantul di ajang Copa Indonesia di Stadion Teladan.

Oleh karenanya, pelatih PSMS Liestiadi pun mengalihkan perhatiannya untuk fokus di Copa. “Setelah laga kontra Arema kemarin, jadwal PSMS di ajang ISL akan kembali bergulir di bulan Maret mendatang. Jadi saat ini kita akan langsung fokus ke pertandingan melawan Persiba Bantul di ajang Copa Indonesia,” bilang Liestiadi usai pertandingan kemarin.

Namun belum ada kejelasan di mana PSMS akan menggelar latihan, untuk menatap laga kontra Persiba Bantul mendatang. Apakah masih di Bandung, atau segera kembali ke Medan. “Kita belum dapat kabar dari manajemen, mengenai di mana kita akan menggelar latihan. Mungkin masih di Bandung. Biasanya beberapa hari sebelum tanding baru ke Medan,” katanya.

Mengenai hasil laga kontra Arema, Liestiadi tampaknya sadar bahwa manajemen PSMS pasti kecewa dengan hasil itu. “Tentu saja manejemen pastinya kecewa. Sama dengan saya dan pemain,” bebernya.

Namun, Liestiadi mengaku setidaknya PSMS sudah mulai menunjukkan permainan dengan grafik yang bagus. Hal itu diukur Liestiadi sejak bergulirnya putaran kedua ISL.

“Ada perkembangan penampilan anak-anak. Dan hal itu cukup signifikan. Setidaknya bisa menjadi modal berharga menatap laga selanjutnya,” pungkasnya

Zada Gemas dengan Keputusan Wasit

BARU saja terbebas dari hukuman sekali larangan bertanding, Leonardo Martin Zada harus kembali diparkir. Pasalnya, gelandang serang PSMS ini kembali mengoleksi kartu merah. Kartu itu didapatkannya kembali setelah mendapatkan dua kali kartu kuning pada laga kontra Arema Malang kemarin. Dengan demikian, Zada sudah mengoleksi dua kartu merah dalam dua laga terakirnya.

Sebelumnya gelandang impor asal Brazil itu sudah mendapatkan kartu merah saat PSMS kandas di tangan Pelita Jaya. Lantas Zada pun dihukum tak boleh main saat skuad Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan berhadapan dengan Persik Kediri.

Saat lepas dari hukuman dan bisa bertanding kembali, Zada kembali mengulangi kesalahannya. Kali ini dia tak menghiraukan peluit wasit. Saat menghadapi Arema, PSMS memang lebih mendominasi serangan. Sejumlah peluang pun bermunculan. Termasuk saat Zada mencoba mencetak gol lewat sentuhan umpan terobosan. Namun sayang, Zada lebih dulu berada dalam posisi offside. Namun dia tak mengiraukan peluit wasit dan berusaha menendang bola. Akhirnya wasit memberinya kartu kuning kedua bersamaan dengan kartu merah.

Zada sendiri gemas dengan putusan wasit. Menurutnya, Zada, wasit terlalu cepat mengambil keputusan untuk memberikan kartu kuning dan merah. “Wasit, saya rasa tidak fair. Kenapa terlalu cepat keluarkan kartu. Harusnya dilihat dulu persoalannya,” koarnya usai laga.
Sementara Liestiadi pelatih kepala PSMS Medan, tak mau menyalahkan Zada sepenuhnya. Bagi Liestiadi mendapatkan kartu merah dalam sebuah pertandingan merupakan hal yang biasa. “Iya, Zada kena kartu merah lagi. Tapi saya tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya,” kata pelatih berdarah Tionghoa itu.
Meski dikartumerahkan wasit, Liestiadi tak cemas. Pasalnya Zada masih tetap bisa berlaga di ajang Copa Indonesia saat PSMS bertemu Persiba Bantul.

Dua kartu merah, PSMS tanpa gol


13psms.jpgBANDUNG - Dua kartu merah mewarnai pertandingan PSMS Medan melawan Arema Malang yang berakhir 0-0 pada lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia 2008/2009 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis.

Wing back Arema, Alexander Pulalo, diganjar kartu merah oleh wasit M Syafi'i pada menit 77 setelah menendang keras kaki Leonardo Martin. Di penghujung laga, giliran Leonardo Martins Zada dikeluarkan wasit.

Hujan kartu mewarnai pertandingan yang berlangsung monoton itu, namun sesekali permainan keras yang diperagakan kedua tim. Pemain yang terkena kartu kuning adalah Syahroni (PSMS), Erik Setiawan, Boubakar Kieta, Suroso, Arif Suyono (Arema Malang).

Sebagai tuan rumah, PSMS bermain lamban dan kurang greget. Empat kali laga kandang beruntun sangat mempengaruhi kebugaran tim asuhan pelatih Liestiadi itu.

"Kami kecewa. Sebagai tuan rumah, seharusnya meraih angka penuh. Mungkin pemain kelelahan menjalani pertandingan beruntun," kata Liestiadi.

Sepanjang babak pertama, nyaris tak ada satupun peluang emas yang membahayakan. Namun Leonardo Zada sempat 'mengejutkan' PSMS ketika melakukan tembakan spekulatif sebelum mampu diselamatkan kiper Kurnia Mega.

"Kiper Arema tampil baik, ia man of the match pertandingan," puji Liestianto.

Sementara itu, Pelatih Arema Gusnul Yakin menyatakan puas dengan hasil imbang yang diraihnya atas tim sekaliber PSMS Medan. Pelatih yang juga mantan pemain Warna Agung Jakarta itu menyatakan satu poin cukup bagi timnya.

Dengan demikian, PSMS masih menempati posisi 13 klasemen sementara hsail dua kali menang, 10 seri dan sembilan kalah dengan raihan 16 poin.