Friday, February 6, 2009

Komdis Kembali Bersidang

JAKARTA- Komisi Disiplin (Komdis) PSSI ternyata masih punya spirit. Selasa (10/2) nanti mereka bakal kembali bersidang. Itu akan menjadi sidang pertama Komdis setelah terjadi pemutihan hukuman besar-besar oleh ketua umum PSSI hasil musyawarah nasional (Munas) Makassar, Nurdin Halid.

Untuk diketahui pada pertengahan Januari lalu, Nurdin memberikan remisi kepada beberapa orang yang terjerat hukuman Komdis. Sebut saja seperti Yoyok Sukawi, Christian Gonzalez, atau Kurnia Meiga.

Nah, dalam sidang perdananya usai obral remisi tersebut, Komdis PSSI membidik kerusuhan dipertandingan Persiwa Wamena kontra Persipura Jayapura. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, derby Papua pada 1 Februari lalu itu sempat diwarnai bentrokan. Dikabarkan ada penonton yang menyerang pemain Persipura. Bahkan, offsial Persiwa juga diinformasikan melakukan tindakan serupa.

“Kami sudah menerima laporan akan kejadian di Wamena tersebut. Kami pun sudah mengirimkan surat panggilan ke beberapa pihak untuk mengurai masalah tersebut,” kata Hinca Pandjaitan, ketua Komdis PSSI, kemarin.

Setidaknya ada tiga pihak yang dipanggil dalam sidang Selasa (10/2) mendatang. Pihak-pihak yang dipanggil antara lain manajer Persiwa John R Banua dan panitia pertandingan (Panpel) Persiwa. Selain itu, juga pengawas pertandingan (PP).

“Dalam laporan PP, tertulis bahwa John Banua melakukan pemukulan kepada seseorang. Dalam pemberitaan media, juga terekam beberapa insiden. Karena itu, memanggil John Banua beserta Panpel dan PP,” urai Hinca.

Menurut Hinca, Komdis bakal bertindak tegas. Tidak terkecuali mengeluarkan hukuman kepada John Banua, jika benar dia terbukti melakukan pemukulan. Hinca menyebut bahwa Komdis tidak akan terpengaruh dengan situasi sebelumnya.

“Kami akan menegakkan aturan. Soal apa nanti ada pengampunan atau tidak, itu bukan urusan kami. Yang jelas Komdis akan tetap berusaha maksimal menegakkan aturan,” ujar Hinca

Perbaiki Mental

KINERJA MAKSIMAL; Pemain anyar PSMS Medan Esteban Javier dituntut memperlihatkan kinerja maksimal kala menjamu Persik, Minggu (8/2) mendatang.
KINERJA MAKSIMAL; Pemain anyar PSMS Medan Esteban Javier dituntut memperlihatkan kinerja maksimal kala menjamu Persik, Minggu (8/2) mendatang.

MEDAN- Pasca kandas dari Pelita Jaya beberapa waktu lalu, seluruh punggawa PSMS sedang berupaya memperbaiki mental yang sempat anjlok.
Pasalnya, di saat klub berjuluk Ayam Kinantan membutuhkan asupan tiga angka, justru kekalahan yang diterima anak asuh Luciano Leandro. Imbasnya, posisi tim tak kunjung beranjak dari jurang degradasi. Kini PSMS setingkat dari dasar klasemen.
PSMS berada di peringkat 17 dari 18 kontestan ISL. Namun, 12 poin yang dikumpulkan PSMS, ternyata masih lebih baik jika dibandingkan dengan 11 poin yang diraih Deltras.
Sialnya, di saat PSMS masih membutuhkan tambahan angka, dalam dua hari ke depan, Affan Lubis dkk justru bertemu tim tangguh Persik Kediri.
Pertemuan dengan Persik menjanjikan pertandingan yang seru dan keras. Karena, tak kurang lima punggawa Persik adalah mantan pemain pilar PSMS pada musim kompetisi lalu.

“Manajemen sudah berbuat banyak bagi tim ini. Saatnya kita membalas dengan memberikan hasil terbaik. Dan kah lawan yang dihadapi penuhi pemain bintang, seperti halnya Persik Kediri. Setidaknya kita harus tetap berusaha untuk meloloskan PSMS dari zona degradasi,” kata Liestiadi, pelatih PSMS.

Jika Liestiadi telah menyatakan tekadnya untuk memetik poin sempurna saat menjamu Persik, hal bertolak belakang justru dirasakan oleh manajemen PSMS.

Apalagi, karena tak kunjung mampu memetik kemenangan, Sihar sempat sempat berang dan menyatakan jika para pemain tak pernah bersyukur dengan kondisi yang ada. Yang dimaksud Sihar adalah pemain kerap menerima gaji tepat waktu, sedangkan para pemain lainnya yang berkiprah di klub lain, justru sering telat menerima gaji.

“Intinya uang bukan masalah utama. Kalau saja pemain menyadari peluang mereka untuk berkiprah di ajang internasional sudah di depan mata. Pastinya mereka akan menunjukkan permainan terbaiknya,” kata Sihar.

Ke depannya, untuk dapat keluar dari zona degradasi, PSMS harus kerja ekstra keras. Minimal harus bisa mengamankan posisi di peringkat 14. Peluang masih terbuka, sebab beberapa klub seperti Persita Tangerang (peringkat 16), Persitara Jakarta Utara (peringkat 15), Persiba Balik Papan (peringkat 14), PKT Bontang (peringkat 13), hingga PSIS Semarang (peringkat 12) memiliki nilai yang hanya teraput tipis dengan PSMS.

PSM Makassar yang berada di peringkat 11 saat ini sudah memiliki nilai 25, dan kemungkinan sudah tak dapat lagi disalip.
Kemungkinan terbaik bagi PSMS adalah bercokol di peringkat 12 klasemen akhir, itupun kalau PSMS tak lagi kandas di laga-laga selanjutnya.

PSMS terancam turun kasta

MEDAN - Kekalahan 0-1 atas Pelita Jaya, Rabu malam semakin menyulitkan bagi PSMS Medan untuk lolos dari zona degradasi. Bahkan Ayam Kinantan terancam turun kasta musim kompetisi tahun depan.

Demikian pendapat yang dirangkum Waspada dari sejumlah pemerhati sepakbola di kota Medan, Kamis. PSMS yang dikelola Sihar Sitorus belum menunjukkan prestasi menggembirakan sejak bergulirnya kompetisi Liga Super Indonesia.

Ayam Kinantan dari 20 kali penampilan baru memetik satu kemenangan, 10 seri dan sembilan kalah dengan rata-rata gol 21 memasukkan dan 31 kemasukkan. Dengan begitu mereka menyisakan 15 kali penampilan yang di antaranya tujuh pertandingan home di Stadion Siliwangi Bandung.

Parhelatan Liga Super Indonesia (LSI) merupakan kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Untuk bertarung di kompetisi tersebut membutuhkan kesiapan dana dan skuad tangguh baik dari sisi pelatih dan pemain.

Dari sisi pendanaan, PSMS telah menyiapkan pendanaan, dan itu telah dibuktikan hingga sekarang ini tim Ayam Kinantan tidak mengeluhkan pendanaan. Bahkan Sihar Sitorus seusai kekalahan melawan Pelita Jaya menyampaikan tetap komit menangani PSMS.

"Salut buat Bang Sihar yang telah memberikan perhatian penuh kepada tim PSMS," terang mantan pelatih yang membawa PSKPS Padang Sidimpuan ke divisi I PSSI.

PSMS kembali melakoni lanjutan Liga Super Indonesia menjamu Persik Kediri, Minggu (8/2). "PSMS harus menang, jika tidak ingin tertinggal terus," katanya seraya menambahkan, manajemen PSMS harus melakukan evaluasi.

Thursday, February 5, 2009

PSMS Abaikan LCA?

PSMS Abaikan LCA? Liga Champions Asia (LCA) tentu jauh lebih bergengsi dibandingkan Liga Super. Tapi, PSMS Medan justru terkesan menyepelekan kompetisi antarklub di Benua Asia tersebut.

“Semua tim yang tampil di LCA tentu ingin meraih hasil maksimal. Tapi, sulit buat kami memperoleh hasil yang bisa membanggakan. Dalam kondisi sekarang, sulit buat kami membagi konsentrasi antara laga LCA dan Liga Super. Kami lebih mengutamakan Liga Super dibandingkan LCA,”tandas Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro kepada SINDO.

Di babak playoff nanti, Ayam Kinantan masih menunggu pemenang laga Provincial Electrical (Thailand) versus Singapore Armed Forces FC (SAFFC/Singapura) dalam duel tunggal yang rencananya digelar di kandang Provincial Stadion Thammasat University atau kandang SAFFC Stadion Jalan Besar,Rabu (25/2).

Sebenarnya, sikap pasrah Ayam Kinantan memang agak disayangkan.Namun,di balik semua itu, PSMS sebenarnya mencoba bersikap realistis. Siapa pun yang jadi lawan Markus Horison dkk di babak kualifikasi nanti, Luci tetap menilai memiliki kualitas memadai.

Apalagi, beban PSMS kini tidak saja ada di LCA, tapi juga di pentas Liga Super dan Piala Indonesia. Di Liga Super, Ayam Kinantan masih berkutat di zona degradasi. Mengantongi nilai 12, PSMS menempati peringkat 17 atau hanya satu setrip di atas Deltras Sidoarjo yang menghuni kerak klasemen.

“Provincial atau SAFFC sama-sama tim kuat di negaranya masing-masing. Jadi, siapa pun yang jadi lawan, bukan pekerjaan mudah buat kami untuk bisa lolos ke fase berikut. Kalaupun mampu lolos, sangat sulit bersaing dengan klub-klub yang nantinya bakal satu grup dan kami hadapi,” sebut Luci.

Seandainya lolos, Ayam Kinantan sudah dinanti Kashima Antlers (Jepang), Shanghai Senhua (China), dan Suwon Bluewings (Korea Selatan). Diukur dari sisi materi pemain maupun kualitas ketiga klub tersebut, level permainan mereka tentu berada di atas PSMS. Meski bersikap pesimistis, bukan berarti Luci bakal menginstruksikan pasukannya bermain setengah hati.

Dia berjanji tetap akan memimpin klub penuh tradisi dan prestasi tersebut agar tak menyerah begitu saja kepada setiap lawan yang dihadapi di LCA maupun di Piala AFC, ajang kedua yang dijajal PSMS jika tidak mampu melewati babak kualifikasi LCA.“Kami tetap akan mengerahkan kemampuan terbaik,” kata Luci.

Sementara itu, PSMS masih harus berpikir keras memilih tiga di antara lima pemain asing yang dimiliki untuk tampil di LCA.Sejauh ini PSMS sudah memiliki lima pemain asing.Mereka adalah Zavier, Mauro Pinto, Mario Alejandro Costa, Salaberry, dan Leonard Zada.

Dari lima nama tersebut, baru Zada yang dipastikan turun dalam ajang paling elite antarklub di Benua Asia itu. Pelatih PSMS Listiadi mengatakan, Zada dipilih karena pemain tengah ini paling lama membela Ayam Kinantan.

“Performa dan kualitas Zada juga cukup baik. Sementara empat pemain asing lainnya masih terbilang punya kualitas sama. Kami pun masih memperhatikan permainan mereka di setiap laga untuk nantinya dipilih,” ujar Listiadi

Hormati Abdul Aziz, Doa Awali Partai Pelita-PSMS

BANDUNG, RABU - Mengheningkan cipta mengawali pertandingan tuan rumah PSMS Medan melawan Pelita Jaya Jabar pada lanjutan Kompetisi Indonesia Super League (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2) malam. Ini dilakukan untuk menghormati almarhum Abdul Aziz Angkat, Ketua DPRD Sumatera Utara yang meninggal dunia akibat aksi massa yang berlangsung di Medan, Selasa (3/2).

Namun, insiden yang menggegerkan itu, tidak memengaruhi tim "Ayam Kinantan" PSMS Medan untuk tampil fight meladeni Pelita yang juga berkandang di Bandung itu.

Pelita Jaya Balas Kekalahan dari PSMS

BANDRUNG, RABU - Pelita Jaya berhasil membalas kekalahan oleh PSMS Medan di putaran pertama dengan mencetak skor 1-0 di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/4). Namun, Pelita Jaya harus membayar kemenangan ini dengan lima kartu kuning.

Bermain dengan dukungan suporter, PSMS menciptakan peluang di babakpertama melalui Elie Aiboy dan Leonardo Martins Dinelli. Namun, Ayam Kinantan justru kebobolan di menit ke-36 melalui Gendut Dony C. Bola rendah dari sektor kanan itu sempat membentur mistar gawang kemudian meluncur ke dalam gawang.

Ketinggalan satu gol membuat pertandingan berlangsung cukup keras. PSMS yang masih berjuang keluar dari zona degradasi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Sementara, Pelita Jaya juga berambisi memetik kemenangan setelah Minggu lalu dikalahkan Sriwijaya FC. Pelita Jaya beberapa kali memperoleh peluang manis melalui Christiano Lopes dan Gendut Dony. Namun, gol tidak bertambah karena eksekusi peluang yang buruk.

Usai turun minum, PSMS_mengganti kapten tim M Affan Lubis dengan Oktovianus Maniani. Namun, Octo tidak bisa bergerak leluasa karena hadangan benteng pertahanan Pelita Jaya. Hingga sepuluh menit terakhir, PSMS masih belum bisa mencetak gol. PSMS bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Leonardo "Zada" Martins diganjar kartu merah akibat menonjok Yusmadi.

Pelita Jaya yang menurunkan sejumlah pemain pengganti juga gagal menambah gol. Pelita Jaya memiliki kesempatan menambah gol di menit ke-60 ketika Lopes dari hadangan barisan pertahanan PSMS. Namun, Lopes justru mengumpankan bola pada Muhammad Ridwan yang kemudian mengoper bola pada Firman Utina. Di menit ke-79, Gendut Dony juga mampu melewati hadangan pemain belakang PSMS. Tetapi, ia kurang tenang dalam mengeksekusi tendangan.

Pelatih PSMS Liestiadi mengaku kecewa dengan hasil yang ditoreh timnya. "Kami gagal untuk mencapai target memenangi pertandingan ini. Akibatnya perjuangan kami untuk keluar dari zona degradasi juga akan semakin berat," kata Liestiadi. Ia mengatakan, dari segi permainan, timnya bisa mengimbangi Pelita Jaya. "Namun, inilah bola, kami gagal memanfaatkan peluang," kata Liestiadi.

Sebaliknya, pelatih Pelita Jaya Fandi AHmad mengaku puas dengan poin tiga yang dihasilkan Firman Utina dan kawan-kawan. "Hasil ini penting bagi kami setelah kekalahan di Palembang. Saya lihat dua tim sama-sama punya kelemahan di ujung tombak dan sama-sama memiliki peluang. Namun, kami lebih beruntung malam ini," kata Fandi

SPECIAL HEBOH: Pemain Liga Australia Ingin Bela Timnas Indonesia

Namanya adalah Sergio van Dijk, salah satu topskor A-League (Divisi Utama Australia). Tunggu apa lagi, PSSI?


HEBOH: Pemain Liga Australia Ingin Bela Timnas Indonesia
Sergio van Dijk, pemain Belanda keturunan Indonesia, menegaskan keinginannya untuk membela skuad Merah-Putih.

Pada pertandingan Grup B prakualifikasi Piala Asia 2011, Indonesia melakukan segalanya, kecuali mencetak gol ke gawang Australia di hadapan ribuan penonton Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Seandainya Sergio ikut tampil, hasilnya mungkin beda, dan bisa jadi Indonesia yang keluar sebagai pemenang atas Socceroos.

Striker berusia 26 tahun itu adalah warganegara Belanda, lahir di kota Assen, Belanda, tapi kakek-neneknya 100 persen Indonesia.

Saat ini, Sergio merumput di klub Liga A, Queensland Roar. Dari 20 pertandingan yang dilakoninya musim ini, ia sudah mengoleksi torehan 11 gol. Jumlah itu merupakan terbanyak kedua di Liga A, terpaut satu gol dari topskor Shane Meltz di Wellington Phoenix FC. Danny Allsopp, penyerang Melbourne Victory yang ikut membela Australia dalam pertandingan melawan Indonesia, juga mengantongi 11 gol.

Setelah melihat pertandingan antara Indonesia dan Australia yang berakhir imbang tanpa gol pada Rabu (28/1) lalu, Sergio merasa dirinya ingin membantu skuad besutan Benny Dollo. Bantuan yang dimaksud Sergio tidak tanggung-tanggung. Ia ingin segera dipanggil PSSI untuk mempertajam lini depan tim nasional senior Indonesia.

"Saya adalah orang Belanda, sama halnya saya juga orang Indonesia," ujar Sergio kepada suratkabar Courier Mail yang terbit di Brisbane, negara bagian Queensland, Australia.

"Adanya sejarah dalam keluarga saya membuat saya berpikir, bermain untuk mereka [Indonesia] adalah suatu kehormatan," lanjutnya.

Pada 3 Maret tahun depan, Indonesia harus terbang ke kota Sydney untuk lanjutan prakualifikasi Grup B melawan Australia. Untuk pertandingan itu, Sergio sudah membayangkan dirinya memakai kostum Merah-Putih, supaya bisa berduel dengan kapten Socceroos Craig Moore, rekan setimnya di Queensland Roar.

Sergio van DijkKakeknya bernama Frans Polnaya, disertai neneknya, Johanna, berimigrasi ke Belanda tak lama sesudah Indonesia merdeka. Frans merupakan serdadu Angkatan Bersenjata Hindia Belanda, tapi angkatan daratnya dibubarkan pada 1950, selang setahun kedaulatan Indonesia diakui. Karena khawatir akan dianiaya kelompok-kelompok pribumi, Frans dan Johanna memutuskan untuk imigrasi ke Belanda.

"Ketika Belanda pergi, banyak orang-orang lokal yang marah sehingga mereka harus keluar dari negara itu," kata Sergio. "Kakek saya sudah meninggal tapi nenek saya masih berdomisili di Belanda."

Sergio melepaskan tekadnya untuk membela timnas Belanda, tapi dirinya merasa bisa menambah angin segar buat Indonesia. Beda halnya dengan Irfan Bachdim yang juga berniat membela timnas, bahasa Indonesia justru bukan kendala buat Sergio.

"Bermain untuk Belanda bukan realitas lagi buat saya," cetusnya.

"Saya masih mempunyai keluarga di sana, di Jakarta.

"Saya pernah ke sana dan saya bisa bahasa Indonesia.

"Terdapat suatu ikatan di sana."


Sergio juga pernah mencetak sepuluh gol dalam satu pertandingan ketika masih berseragam FC Emmen, klub divisi utama Belanda:


Hebatnya lagi, selain menjadi topskor timnya, Sergio juga berpeluang mengangkat trophy Liga A musim ini bersama Queensland Road. Juara dari liga yang terdiri dari delapan tim itu ditentukan lewat Finals Series, di mana dua tim teratas berhadapan dalam semi-final major. Sedangkan tim di urutan ketiga dan keempat bertemu di semi-final minor. Kedua semi-final digelar secara home and away, dan pemenang major akan bertemu pemenang minor di final melalui dua leg, untuk menentukan juara Liga A.

Queensland mengakhiri musim reguler di peringkat ketiga, dan akan bersaing melawan Central Coast di leg pertama semi-final minor, Jumat (6/2). Sedangkan pada esok harinya, Melbourne Victory di posisi pertama ditantang Adelaide United dalam semi-final major.

Sergio sedang menanti perpanjangan kontrak baru di Queensland. Pacarnya yang bernama Laura sedang hamil dan baru saja kembali dari Belanda.

* Hingga berita ini diturunkan, GOAL.com Indonesia sedang menjajaki kemungkinan mewawancarai Sergio van Dijk secara eksklusif.

Fandi Gembira Banget, Liestiadi Berduka sambil mikir

Fandi Gembira, Liestiadi Berduka Sukses Pelita Jaya menaklukkan PSMS Medan 1-0, disambut sukacita kubu tim berkostum merah-merah itu.

"Kemenangan ini sangat strategis dan penting bagi Pelita Jaya untuk tetap berada di jalur persaingan," kata Pelatih Pelita, Fandi Ahmad, seusai pertandingan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu malam.

Ia mengakui timnya beruntung, bisa menang meski dilanda kelelahan dan cedera pemain. Timnya lebih banyak bertahan karena masih kelelahan dan kehabisan stok pemain di lini belakang.

"Pemain diinstruksikan untuk bisa menahan permainan cepan PSMS, terutama di lini tengah. Meski dikurung namun akhirnya kami bisa keluar dari kesulitan malam ini," kata Fandi.

Sementara itu pelatih PSMS Liestiadi mengaku kecewa dengan hasil kekalahan timnya. Hal itu menurut dia kian memberatkan langkah PSMS Medan untuk lepas dari zona degradasi.

"Tentu kecewa, kekalahan ini membuat langkah kami kian berat. Namun saya akui grafik penampilan tim menanjak meski pemain asing kami belum padu," kata Liestiadi.

Liestiadi mengaku gagal meraih target pada pertandingan lawan Pelita Jaya, tim yang mereka kalahkan pada putaran pertama lalu di Bandung.

"Ketua Umum kami menargetkan point tiga pada pertandingan ini, namun ini hasil yang kami raih malam ini. Kalah menang biasa dihadapi tim. Tentu ini jadi bahan evaluasi," kata Liestiadi menambahkan.

PSMS dibungkam Pelita 1-0

PSMS Gagal Penuhi Ambisi PSMS Medan gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah pada lanjutan Liga Super Indonesia (SLI) 2008/2009. Bertanding di Stadion Siliwangi Bandung, Jawa Barat, Rabu, 4 Februari 2009, tim berjuluk Ayam Kinantan itu keok 0-1 di tangan tamunya Pelita Jaya.

Tim tamu Pelita Jaya Jawa Barat, langsung memimpin di babak pertama lewat gol yang dicetak oleh Gendut Doni pada menit ke-36. PSMS gagal mengejar meski beberapa kali sempat mengancam gawang Pelita Jaya.

Menurut Pelatih PSMS Medan, Liestiadi, pertandingan sebenarnya berlangsung ketat. Baik PSMS maupun Pelita sama-sama memiliki peluang yang sama. Sayang, di babak pertama timnya sempat kecolongan.

"Sebelum gol tercipta, pemain-pemain sempat salah koordinasi. Mereka gagal menghalau umpan silang penyerang Pelita Jaya. Kalau secara keseluruhan, permainan sebenarnya berjalan imbang," kata Liestiadi saat dihubungi Vivanews, Rabu, 4 Februari 2009.

Akibat kekalahan ini, PSMS untuk sementara tetap berkutat di zona merah degradasi. Dengan koleksi 12 poin, Ayam Kinantan berada di peringkat 18 klasemen sementara. Sebaliknya, tambahan tiga poin membuat Pelita Jaya naik satu setrip ke posisi 10 menggusur PSM Medan koleksi 26 poin

Wednesday, February 4, 2009

PSMS v Pelita

Ayam Kinantan Ingin Tebus Dosa PSMS Medan mendapat momen menebus dosa saat menjamu Pelita Jaya FC di Stadion Siliwangi sore nanti. Kemenangan menjadi harga mati yang tak boleh ditawar.

Di atas kertas, peluang mendapat poin penuh sebenarnya datang saat menjamu PSIS Semarang. Sebab, materi dan kondisi tim asal Semarang itu tidak berbeda jauh dengan Ayam Kinantan. Tapi, mengalahkan Pelita Jaya juga bukan hal mustahil.

“Kami sudah gagal mengambil tiga poin pada pertandingan pertama lalu. Untuk memperbaiki posisi di klasemen, Pelita Jaya harus dikalahkan,” kata Listiadi, Pelatih PSMS, kepada Sindo kemarin. PSMS sekarang masih terdampar di peringkat 17 atau hanya satu setrip di kerak klasemen sementara. Jika dibandingkan dengan Young Guns, posisi Ayam Kinantan terpaut enam tingkat.

Tim besutan Fandi Ahmad itu menempati peringkat 11 klasemen sementara dengan nilai 23. “Pelita Jaya sudah pasti datang dengan target tiga poin. Apalagi, mereka (Pelita Jaya) baru kalah di pertandingan pertama. Tapi, kami tidak mau memberikan kemenangan. Kami harus ambil kemenangan itu,” sambung Listiadi.

Listiadi mengakui kekuatan Pelita Jaya tak bisa dipandang sebelah mata. Young Guns memiliki materi pemain yang baik. Ada penjaga gawang Dian Agus P, Erol Iba, Firman Utina, atau juga M Ridwan. Empat nama itu adalah langganan tim nasional.

“Kami memang sudah pernah beruji coba dengan Pelita Jaya beberapa waktu lalu di Sawangan. Meski hasil tanpa gol,itu bukan jaminan. Tim akan berusaha mengambil tiga poin besok (hari ini),” tambah Listiadi.

Ambisi besar juga disampaikan Penasihat Teknis PSMS Luciano Leandro. Pelatih asal Brasil itu mengaku sudah belajar banyak dari kegagalan di laga melawan PSIS yang berakhir dengan skor 2-2.

“Kami tidak mau mengulangi hasil seri lagi. Mudah-mudahan kami berhasil mengambil kemenangan besok (hari ini),” ucap Luciano. Kapten tim PSMS Affan Lubis berjanji memberikan kemenangan kepada manajemen dan pendukung Ayam Kinantan.

“Semua pemain pasti mau memenangkan sebuah pertandingan. Terlebih dengan posisi yang ada saat ini, tiga poin sangat diperlukan. Kami meminta doa dari seluruh pencinta PSMS untuk pertandingan itu,” ungkap Affan. “Peluang itu tetap ada. Karena, pemain asing kami seperti Mauro Pinto sudah bisa main sehingga lini pertahanan semakin solid. Markus juga sudah menjadi pilihan utama, ”sambungnya, dengan tersenyum. Sementara itu, Manajer PSMS Sihar Sitorus menegaskan kepada pelatih dan pemain, tiga poin adalah harga mati

PSMS butuh Costas



MEDAN - Administrasi kepindahan Mario Costas ke PSMS Medan belum beres juga hingga Senin (2/2) sore.

Padahal, striker asal Argentina itu dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas gol Ayam Kinantan dalam menghadapi Pelita Jaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

"Kita masih berharap Badan Liga Indonesia segera membereskan administrasi Mario Costas. Peraturannya dua jam sebelum kick off jika administrasinya beres Mario Costas dapat diturunkan," terang pelatih PSMS Liestiadi.

Kehadiran striker murni sangat diharapkan dalam kondisi tim Ayam Kinantan yang kurang produktivitas gol. PSMS kini hanya mengandalkan Rahmat Affandi dan Ellie Aiboy di lini depan, menyusul cedera patah tangan kiri yang dialami Andika Yudisthira.

Namun, tambah Liestiadi, Ellie di lapangan lebih sering sebagai gelandang menyerang dengan umpan-umpan matang. Kelincahan Ellie dan Leonardo Martins Zada dalam mendobrak pertahanan lawan, jika ditambah dengan striker yang memiliki naluri mencetak gol tinggi, bisa membuat PSMS lebih kuat dalam penyerangan.

Liestiadi didampingi Luciano Leandro tidak memungkiri barisan pertahanan juga membutuhkan tembok yang kokoh sebagai stoper. Satu legiun asing lagi asal Uruguay Mauro Pinto yang dipinang manajemen PSMS menjadi alternatif kokohnya tembok pertahanan Ayam Kinantan.

Kendala yang harus diatasi dua legiun asing tersebut adalah beradaptasi dengan pemain PSMS lainnya yang turut ditukangi Luciano Leandro asal Brazil. Gaya permainan Amerika Latin sangat kental dengan Luciano Leandro, dan tampak dari legiun asing yang dimiliki PSMS sekarang ini berasal dari Brazil, Chile dan Argentina.

Teknik individu dengan kerjasama dari kaki ke kaki dan umpan terobosan serta crossing melalui Ellie Aiboy menjadi andalan Ayam Kinantan sejak masuknya Luciano. Penampilan PSMS yang dikenal dengan ciri khas bermain keras dalam batas sportivitas mulai kendur.

Tidak tampak
Dari catatan Waspada yang mengikuti lima pertandingan terakhir baik di Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia, permainan keras dibarengi semangat juang tinggi tidak tampak dari para pemain PSMS. Mereka berusaha mempertontonkan sepakbola indah, tetapi permainan masih dapat dibaca oleh lawan.

Permainan keras yang ditunjukkan pemain PSMS kerap berbuah kartu kuning oleh wasit dan merugikan bagi skuad PSMS. Bermain hati-hati setelah mendapat kartu kuning menjadi bumerang bagi pemain untuk menampilkan permainan maksimal. Dan tampak saat menghadapi PSIS Semarang, Ellie Aiboy Cs. kehilangan poin penuh setelah unggul lebih dulu 1-0 dan 2-1 yang akhirnya berkesudahan 2-2.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro ketika dikonfirmasikan mengharapkan pemain dapat bertanding maksimal dan tidak terpancing emosi. Dalam laga melawan Pelita Jaya yang ditukangi Fandi Ahmad, tim PSMS diuntungkan dengan kemenangan pada putaran pertama. "Target harus menang," tandas mantan pelatih yang membawa Persema Manado promosi ke divisi utama.

Lapangan Becek
Senin (2/2) sore, skuad PSMS terpaksa hanya joging di sekitar penginapan Wisma Bintang Jadayat Cipayung, disebabkan stadion Siliwangi dan beberapa stadion lainnya becek karena hujan lebat. Diketahui hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pulau Jawa mengakibatkan banjir di beberapa kota.

Kondisi cuaca kawasan Bandung yang dingin menjadi perhatian pelatih. Dan pemain sudah terbiasa dengan berlatih di daerah hujan, Bogor. Pelita Jaya, tambah Liestiadi, dalam laga ini patut diwaspadai, karena mereka berasal dari kawasan Jawa Barat.

Menanggapi pendukung, tentunya fans Pelita Jaya lebih dekat menuju stadion Siliwangi. Namun begitu, diharapkan pecinta tim Ayam Kinantan dan masyarakat perantauan dari Bandung dapat memberikan dukungan ke stadion Siliwangi.

Teks/credit foto:
Octavianus Maniani (kanan) dan kawan-kawan mengharapkan Mario Costas segera main mempertajam garis serang PSMS Medan.(ANews)

PSMS Bertekad Ulangi Kemenangan

BANDUNG, - PSMS Medan bertekad mengulangi kemenangan saat menjamu Pelita Jaya di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (4/2) malam. Di putaran pertama lalu, PSMS berhasil unggul 2-1 saat menjadi tamu Pelita Jaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Hasil itu sangat berharga bagi PSMS. Sebab, selama putaran pertama, itu merupakan satu-satunya partai yang menghasilkan poin tiga bagi PSMS. Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro mengatakan, timnya sudah siap menghadapi Pelita Jaya. Kami ingin ulangi kemenangan. Apalagi, dalam kesempatan kandang lawan PSIS, kami hanya dapat satu poin, kata Leandro, Selasa (3/1).

Bagi Leandro, keunggulan di putaran pertama tidak menjadi jaminan bisa unggul di putaran selanjutnya. Tim mana pun di Liga Super ini harus diwaspadai. "Apalagi, Pelita Jaya pasti punya motivasi tinggi setelah tempo hari kalah di Palembang," ujar mantan pemain Persija Jakarta ini.

Leandro mengatakan, timnya menunjukkan perbaikan cukup signifikan setelah persiapan sepanjang jeda putaran. "Waktu lawan PSIS, kami banyak menciptakan peluang. Namun, banyak yang gagal dalam penyelesaian. Kami terus memperbaiki kelemahan ini," kata Leandro.

Optimisme Leandro disokong adanya amunisi baru, baik lokal maupun asing. Di lini depan, misalnya, Leandro bisa memilih striker lokal yakni Elie Aiboy, Rachmad Afandi, dan Octovianus Mainani, maupun bomber asing yaitu Juan Daniel Salaberry dan Mario Costa . Sementara, di gawang, Leandro sudah bisa menggunakan kiper tim nasional Markus Horison. Keberadaan pemain baru yang kualitasnya lebih bagus menularkan motivasi pada pemain lama, kata Leandro.

Saat menjamu PSIS, tidak semua pemain asing PSMS bisa turun karena urusan administrasi yang belum selesai. Sementara, untuk menghadapi Pelita Jaya, hanya stopper Mauro Pinto yang mungkin tidak bisa turun karena alasan tersebut. "Kami masih menunggu, siapa tahu administrasinya selesai hari Rabu (ini)," kata Leandro.

Sementara Media Officer Pelita Jaya Willi Yuliyati mengatakan, timnya juga bertekad menang untuk membalas kekalahan di putaran pertama. Kemenangan, kata Willi, penting untuk mendongkrak posisi Pelita Jaya. Sayangnya, berkebalikan dengan tuan rumah, Pelita Jaya justru belum mendapat tambahan kekuatan. Perburuan pemain selama jeda putaran belum membuahkan hasil.

Beban Pelita Jaya juga semakin berat setelah ditahan tuan rumah Sriwijaya FC, Mi nggu lalu. Dua pemain inti Pelita Jaya yakni Johan Ibo dan Eduardo Bizzaro juga berisiko untuk diturunkan karena sudah mengoleksi kartu kuning. Tiba di Bandung kemarin, Pelita Jaya juga belum didampingi pelatih kepala Fandi Ahmad

Indonesia 2022 ( Special News)

Indonesia 2022 Ditanggapi Negatif Dunia Internasional

Rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, disambut dingin oleh beberapa pembaca GOAL.com edisi Internasional.

Indonesia 2022 Ditanggapi Negatif Dunia Internasional

Pekan lalu, Indonesia secara resmi memasukkan proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022.

Jatah dua edisi dari turnamen dunia paling bergengsi itu memang diberikan untuk Asia dan Eropa. Indonesia harus bersaing dengan Qatar, Australia dan Jepang dari Asia, serta Inggris dan pasangan Spanyol-Portugal dari benua Eropa.

Di satu sisi, rencana ini boleh dibilang terlalu ambisius. Tapi di sisi lain, PSSI menyebut kemungkinan itu bukan hal yang mustahil, terlebih karena Indonesia di luar dugaan banyak pihak terbilang sukses menjadi tuan rumah Piala Asia 2007. Reaksi dari segala penjuru dan perdebatan hangat pun terjadi.

Namun, impian Indonesia tidak disambut positif oleh dunia luar. Berita "Indonesia - Hosting World Cup Is Not Impossible" yang dimuat GOAL.com edisi Internasional empat hari lalu, ditanggapi oleh banyak pembaca.

"Sepertinya mereka [Indonesia] memanfaatkan hasil imbang dengan Australia sebagai platform pencalonan tuan rumah," cetus Ben Churchill dari Launceston, Australia. "Tapi saya melihat tidak ada negara yang layak bersaing jadi tuan rumah kecuali Australia."

Abdul dari Kuwait menambahkan, "Indonesia butuh fasilitas yang lebih baik. Saya melihat pertandingan Australia melawan Indonesia dan stadionnya dalam kondisi buruk, banyak berlubang."

"Indonesia menjadi tuan rumah: mustahil. Indonesia menjadi juara dunia: tunggu neraka membeku," kata Santana dari Rio de Janeiro.

"Ini tak akan terjadi. Kita tak mungkin menggelar Piala Dunia di mana kelompok-kelompok teroris masih berkeliaran," ujar Johnny dari Philadelphia.

Beberapa tanggapan dari negara tetangga justru mengolok-olok peluang Indonesia 2018/2022, seperti Shah dari Malaysia: "Indonesia tuan rumah Piala Dunia? Saya tak bisa membayangkannya!"

"Sebelum bermimpi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, Indonesia harus mengatasi korupsi," ungkap omongkosongsaja dari Singapura.

Bahkan, tak sedikit pembaca Indonesia yang menanggapi berita ini secara pesimis.

"Masalahnya bukan fasilitas, tapi orangnya," papar seorang pembaca dari Jakarta yang mengaku berdomisili di San Francisco, Amerika Serikat. "Saya tidak ingin bermain di sebuah negara di mana wasitnya bisa dipukuli karena mengambil keputusan yang buruk. Dalam 13 tahun ke depan, mimpi saja terus, Indonesia."

Namun, tak semua komentar pembaca ternyata negatif. David Cameron dari London menyatakan, "Semua negara hebat dengan fans sepakbola yang fanatik layak menjadi tuan rumah Piala Dunia. Semua negara berkembang berhasil melakukannya, seperti Meksiko, Cili dan Korea Selatan. Indonesia pun dapat melakukannya."

Mohd Syafiq dari Malaysia, Adelaide United FC dari Australia, dan beberapa pembaca Indonesia lainnya juga memberikan tanggapan positif.

PSMS belum produktif

MEDAN - Pelatih PSMS Medan Liestiadi dan penasehat teknis Luciano Leandro ‘peras otak' memantapkan strategi dan produktivitas gol menghadapi Pelita Jaya dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

Dalam pesan singkat yang disampaikannya Minggu (1/2) malam, arsitek Ayam Kinantan itu tidak henti-hentinya menyampaikan kepada pemain untuk tampil dengan motivasi tinggi. PSMS yang bermarkas di stadion Siiwangi memiliki nilai minus dalam dukungan penonton.

Tentunya dalam kondisi demikian, mereka meminta pemain tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dari evaluasi lawan PSIS Semarang dengan hasil imbang 2-2 pada Sabtu, statistik permainan tim Ayam Kinantan dan Mahesa Jenar bermain berimbang baik penguasaan bola dan peluang dalam menciptakan gol.

Affan Lubis cs sempat unggul 1-0 sampai turun minum. PSIS dapat mengambil kesempatan menciptakan dua gol untuk menyamakan kedudukan, yang sebelumnya PSMS unggul 2-1. Liestiadi maupun Luciano tidak menyangkal, striker PSMS belum cukup produktif dalam menciptakan gol.

Dua gol PSMS ke gawang PSIS justru dihasilkan pemain bertahan Aun Carbiny melalui heading. "Aun maju ke depan membantu serangan saat terjadinya sepak pojok. Sah-sah saja karena dia memiliki kelebihan dalam lompatan heading, dan itu berhasil diperbuat Aun," jelas Luciano.

Formasi skuad PSMS hanya menempatkan Rahmat Affandi sebagai striker tunggal. Namun pada permainan Rahmat tidak sendirian, karena mendapat bantuan dari lini tengah seperti Ellie Aiboy, Leonardo Martins Zada dan Esteban Javier. Menghadapi Pelita Jaya, tim Ayam Kinantan bertekad tidak ingin kehilangan nilai penuh.

Dalam klasemen sementara produktivitas gol PSMS sangat rendah dengan 19 memasukkan dan 28 kebobolan. Menghadapi Pelita Jaya merupakan pertandingan kandang kedua dalam putaran kedua ini.

PSMS pun mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Pelita Jaya saat bermain dengan Sriwijaya FC. "Tentunya kita juga akan menutupi kelemahan saat bermain dengan PSIS Semarang," ujar Liestiadi

Pelita Jaya Hadapi PSMS Tanpa Eduardo

Pelita Jaya Hadapi PSMS Tanpa Eduardo Saat berhadapan dengan PSMS Medan, besok, Pelita Jaya Jawa Barat dipastikan hanya diperkuat satu pemain asing. Pasalnya, pemain belakang asal Brasil, Carlos Eduardo Bizzaro terkena akumulasi kartu kuning saat bertandang ke markas Sriwijaya FC, pekan lalu.

Pelita Jaya akan bertemu PSMS Medan pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu, 4 Februari 2009. Sebelumnya, tim yang bermarkas di Sawangan, Depok, itu takluk 0-1 di kaki Sriwijaya FC pada duel yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Sabtu, 31 Januari 2009 lalu.

"Tahun ini kami memang lebih mengandalkan pemain lokal. Jadi, kalau memang ada satu yang kartu kuning, itu sudah resiko. Kami masih punya pemain lokal yang bisa menggantinya," ujar Rahim Sukasah, manajer Pelita Jaya.

Eduardo merupakan salah seorang palang pintu terbaik Pelita. Selain kuat dalam bertahan, Eduardo juga punya naluri mencetak gol. Terbukti, pemain yang akrab disapa Edu itu sudah mengoleksi 1 gol pada putaran pertama lalu.

Rahim belum tahu siapa yang akan menggantikan posisi Eduardo. Namun dia yakin, Pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad sudah menyiapkan langkah antisipasinya.

"Saya belum dapat kabar dari pelatih siapa yang akan menggantikan Edu. Tapi kami masih punya banyak pemain dan saya pikir tidak ada masalah untuk itu," kata Rahim.

Menurut Rahim, untuk musim ini Pelita Jaya hanya menggunakan dua pemain asing. Karena itu, meski pendaftaran pemain baru ditutup 28 Februari 2009, Pelita tidak akan menambah legiun asingnya lagi.

"Kami ingin mengandalkan pemain-pemain lokal saja. Kami hanya butuh waktu untuk bisa beradaptasi satu sama lain. Kalau untuk jalan, saya pikir kami akan bisa bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya," kata Rahim.

Pada putaran pertama lalu, Pelita Jaya memiliki lima pemain asing. Selain Eduardo dan Cristiano Lopes Figuereddo, Pelita masih punya Leandro Camilo de Almeida, Tiago Stragliotto dan Evilasio 'Evi' Costa. Ketiganya merupakan pemain dari Brasil. Mereka didepak November 2009 karena tak mampu memberi kontribusi yang berarti bagi Pelita.

PSMS Wajib Perbaiki Pertahanan

PSMS Wajib Permak Pertahanan
Dua gol yang bersarang ke gawang Galih Sudaryono jadi bukti sahih buruknya pertahanan PSMS Medan.

Jelang melawan Pelita Jaya FC pertahanan wajib jadi perhatian. Tugas itu ada di pundak duet Luciano Leandro dan Listiadi. Dua aktor di belakang Ayam Kinantan ini harus bisa menemukan formulasi tepat untuk menambal lubang agar tidak jadi bumerang saat melawan Young Guns, julukan Pelita.

’’Koordinasi pemain lini belakang terutama dalam komunikasi masih lemah. Inilah yang akan kami benahi lagi sehingga dalam laga selanjutnya nanti sudah tidak masalah,” papar Pelatih PSMS Listiadi saat dihubungi Sindo kemarin. Dia menilai pemain belakang, tengah, dan penjaga gawang tidak memiliki komunikasi bagus menutup serangan maupun menghalau bola-bola atas.

Dengan demikian, saat menghadapi tekanan– terutama serangan balik,pemain terlihat kalang kabut dalam menutup pergerakan lawan. Kelemahan inilah yang menurut dia sudah dievaluasi bersama dengan Luciano.

’’Kami sudah mengevaluasi dan membenahi. Saya yakin ini sudah bisa diatasi. Kami berharap bisa mendapat hasil terbaik di laga melawan Pelita,”ucapnya.

Listiadi memberi sinyal bakal melakukan perubahan komposisi pemain untuk menambal kelemahan pertahanan. Salah satunya dengan menurunkan Mauro Pinto sejak menit awal. Dengan kemampuan yang dimiliki, pemain berpaspor Brasil ini diharapkan bisa mengamankan gawang Ayam Kinantan dari serbuan anak asuh Fandi Achmad.

’’Mauro sudah bisa dimainkan dalam laga nanti. Kemungkinan akan menjadi starter. Siapa yang digantikannya belum bisa diputuskan,” tambahnya.

Melihat pertandingan melawan PSIS Semarang, Reswandi dan Edi Sibung tampil kurang maksimal. Kedua pemain kurang bisa membaca permainan lawan sehingga muda dilewatkan. Tidak hanya itu, permainan buruk mereka membuat pemain depan PSIS mudah menerobos pertahanan tim.

’’Kami mau menang dalam laga ini.Pertandingan ini sangat penting dan merupakan kesempatan mengejar poin. Tapi untuk komposisi tim, saya belum bisa mengatakan sekarang,” ungkap Listiadi. Lebih lanjut pria yang belum pernah menangani tim Liga Super maupun Divisi Utama dan Satu ini menjelaskan Luciano telah melakukan perbaikan kerja sama tim baik dalam melakukan tekanan maupun menghadapi serangan balik.

’’Kerja sama tim masuk evaluasi kami dan menjadi kelemahan. Sejauh sudah diperbaiki. Bagaimana hasilnya, tentunya di pertandingan nanti bisa dilihat,” pungkasnya.

Sementara itu, kapten PSMS Affan Lubis siap memberikan yang terbaik dalam nanti. ’’Hasil seri atau kalah tidak boleh terjadi. Kami butuh tambahan poin untuk keluar dari zona degradasi. Untuk itu, kami harus bermain lebih baik dan saya optimistis kami bisa meraih itu,”tandasnya.

Tuesday, February 3, 2009

PSMS belum produktif

MEDAN - Pelatih PSMS Medan Liestiadi dan penasehat teknis Luciano Leandro ‘peras otak' memantapkan strategi dan produktivitas gol menghadapi Pelita Jaya dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di stadion Siliwangi Bandung, Rabu (4/2).

Dalam pesan singkat yang disampaikannya Minggu (1/2) malam, arsitek Ayam Kinantan itu tidak henti-hentinya menyampaikan kepada pemain untuk tampil dengan motivasi tinggi. PSMS yang bermarkas di stadion Siiwangi memiliki nilai minus dalam dukungan penonton.

Tentunya dalam kondisi demikian, mereka meminta pemain tampil dengan semangat juang yang tinggi. Dari evaluasi lawan PSIS Semarang dengan hasil imbang 2-2 pada Sabtu, statistik permainan tim Ayam Kinantan dan Mahesa Jenar bermain berimbang baik penguasaan bola dan peluang dalam menciptakan gol.

Affan Lubis cs sempat unggul 1-0 sampai turun minum. PSIS dapat mengambil kesempatan menciptakan dua gol untuk menyamakan kedudukan, yang sebelumnya PSMS unggul 2-1. Liestiadi maupun Luciano tidak menyangkal, striker PSMS belum cukup produktif dalam menciptakan gol.

Dua gol PSMS ke gawang PSIS justru dihasilkan pemain bertahan Aun Carbiny melalui heading. "Aun maju ke depan membantu serangan saat terjadinya sepak pojok. Sah-sah saja karena dia memiliki kelebihan dalam lompatan heading, dan itu berhasil diperbuat Aun," jelas Luciano.

Formasi skuad PSMS hanya menempatkan Rahmat Affandi sebagai striker tunggal. Namun pada permainan Rahmat tidak sendirian, karena mendapat bantuan dari lini tengah seperti Ellie Aiboy, Leonardo Martins Zada dan Esteban Javier. Menghadapi Pelita Jaya, tim Ayam Kinantan bertekad tidak ingin kehilangan nilai penuh.

Dalam klasemen sementara produktivitas gol PSMS sangat rendah dengan 19 memasukkan dan 28 kebobolan. Menghadapi Pelita Jaya merupakan pertandingan kandang kedua dalam putaran kedua ini.

PSMS pun mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Pelita Jaya saat bermain dengan Sriwijaya FC. "Tentunya kita juga akan menutupi kelemahan saat bermain dengan PSIS Semarang," ujar Liestiadi

Monday, February 2, 2009

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Sukses menembus babak 16 besar turnamen Copa Indonesia, tim divisi utama Persikabo Kabupaten Bogor berharap jumpa PSMS Medan, salah satu tim kontestan Superliga 2008/09.

Persikabo Berharap Jumpa PSMS

Persikabo Kabupaten Bogor sukses mengulang prestasi pada musim 2005 saat melangkah ke babak 16 besar turnamen Copa Indonesia. Saat itu, langkah Persikabo yang membuat kejutan karena menjadi salah satu tim dari divisi bawah yang mampu menembus babak ketiga tersebut, akhirnya dihentikan oleh tim elit Persik Kediri.

Musim ini, Laskar Padjadjaran kembali menghadirkan kejutan. Bagaimana tidak, pasukan Suimin Diharja sukses menyingkirkan tim Superliga Persita Tangerang di babak 48 besar. Mereka juga menjadi salah satu tim divisi utama yang turut memanaskan persaingan di babak 16 besar turnamen bergengsi musim ini.

"Sudah kepalang basah. Kami harus fight untuk tetap bertahan di Copa. Apa salahnya bila kami menjadi juara. Kini, semua tim memiliki peluang sama menjadi yang terbaik," kata M. Halim, kiper Persikabo, dikutip dari rilis departemen media Copa Dji Sam Soe Indonesia yang diterima GOAL.com kemarin.

"Persaingan di Copa lebih ketat. Itu bisa dilihat dengan sukses tim-tim tamu memetik kemenangan di pertandingan tandang. Selain itu, kekuatan masing-masing tim juga merata," lanjut mantan kiper tim nasional ini.

Halim sendiri berharap Persikabo mendapat kesempatan menjajal kekuatan PSMS Medan di babak ketiga. Sebab duel tersebut akan menghadirkan memori khusus baginya karena ia mengawali karier bersama Ayam Kinantan. Bahkan kemunculan Halim mengukuhkan PSMS sebagai tim yang selalu melahirkan kiper andal.

"PSMS memang termasuk tim kuat, namun mereka masih butuh waktu untuk menjadi tim yang solid menyusul kedatangan banyak pemain baru. Pada jeda kompetisi, kami sempat beruji coba melawan mereka dan meraih hasil imbang 1-1. Pertandingan bakal ramai bila kami bertemu mereka," pungkasnya.

PSMS evaluasi hasil imbang

MEDAN - Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) belum membawa keberuntungan bagi PSMS Medan dalam laga perdana putaran kedua Liga Super Indonesia setelah ditahan 2-2 (1-0) oleh PSIS Semarang.

Hasil imbang ini menjadi catatan bagi tim yang dikelola Sihar Sitorus dengan melakukan evaluasi dalam menghadapi pertandingan kedua. "Yah belum beruntung. PSMS memiliki peluang, namun gagal menambah gol. Mungkin saja stadion Siliwangi

belum membawa keberuntungan," terang pelatih Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro melalui pesan singkat kepada Waspada seusai pertandingan.

Liestiadi menyebutkan, pertandingan kedua tim berimbang. "Dari statistik dan ball possesion sama. Bahkan peluang sama. Jadi pertandingan imbang dan kita akan

evaluasi ini untuk pertandingan kedua," tambah

Liestiadi. Pertandingan home pertama PSMS dari sembilan laga di stadion Siliwangi pada putaran kedua ini disaksikan sekitar 2000-an penonton dan hanya

ratusan pendukung Ayam Kinantan.

Dua gol PSMS dihasilkan pemain belakang Aun Carbiny pada menit ke-18 dan menit 54. Sedangkan dua gol PSIS dihasilkan Valentino menit ke-53 dan Deni Rumba menit 77.

PSMS mempertahankan starter dengan mengandalkan Rahmat Affandi di lini depan, dengan menempatkan Ellie Aiboy, Esteban Javier, M. Affan Lubis dan Leonardo

Martins Zada dan Asri Akbar. Legiun asing asal Uruguay Juan Daniel yang telah mendapat pengesahan Badan Liga Indonesia diturunkan menggantikan M Affan Lubis

sepuluh menit menjelang bubaran babak kedua.

Penasehat teknik Luciano Leandro menyebutkan, tidak diubahnya starter melihat dalam dua pertandingan belakang pemain dapat bekerjasama dengan formasi

demikian. Hanya saja, akunya, Ellie bermain di bawah form. Leonardo Martins Zada lebih agresif sebagai playmaker dengan umpan-umpan matang dari bola-bola

mati. Dua gol Aun Carbiny merupakan umpan dari pemain asal Brazil itu.

Lima menit setelah Aun menciptakan gol pertama, PSMS memiliki peluang menambah gol melalui umpan Ellie dari kiri luar pertahanan PSIS. Umpan crossing ke jantung

pertahanan PSIS gagal dimanfaatkan Zada yang terlambat memanfaatkan umpan matang tersebut. Hingga turun minum PSMS mempertahankan keunggulan.

"PSMS kecolongan dua gol di babak kedua," tambah Luci. Valentino menyamakan kedudukan 1-1 menit ke-53 memanfaatkan umpan tarik Antonio Telles. Satu menit

kemudian heading Zada berhasil ditepis kiper Basuki yang menghasilkan sepak pojok. Dari sepak pojok ini gol kedua PSMS terlahir melalui Aun Carbiny yang berlari menyambut umpan dengan menceploskan bola dengan bahu kanan. Gol kedua Aun sempat diprotes karena dinilai hands ball, namun wasit Oleh Hadi tetap berpegang kepada keputusannya.

PSIS yang ditangani pelatih Bambang Nurdiansyah terus melakukan serangan. Hanya beberapa detik pergantian Rahmat Affandi dengan Agus Suprianto, Deni Rumba

menyamakan kedudukan 2-2 hingga usai pertandingan.

Kebolehan PSMS harus lebih ditingkatkan

MEDAN - Kemampuan pemain PSMS harus lebih ditingkatkan setelah tim itu bermain imbang 2-2 melawan PSIS pada pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 di Stadion Siliwangi, Bandung , kemarin.

"Penampilan tim berjuluk 'ayam kinantan' itu agak lumayan dan mengalami kemajuan," kata mantan pelatih PSMS Suryanto Herman di Medan, Sabtu, ketika diminta komentarnya mengenai pertandingan PSMS lawan PSIS.

Pada pertandingan yang berlangsung cukup seru itu, gol pertama diciptakan pemain PSMS Aun Carbiny pada menit ke-18 merupakan bola umpan yang diberikan Leonardo Martin Zada.

Kemudian babak kedua, Aun Carbiny kembaili mencetak gol pada menit ke-56.

Sementara itu, gol yang diciptakan pemain PSIS dihasilkan Valentino pada menit ke-53 dan Doni Rumba dimenit ke-77.

Suryanto menambahkan, pemain PSMS jangan terlalu cepat merasa puas dan bangga dengan keberhasilan mereka menahan imbang PSIS.

Masih banyak kelemahan yang dimiliki pemain PSMS yang diarsiteki pelatih Liestiadi dan Direktur Teknik Luciano Leandro asal Brazil .

"Kekurangan yang dimiliki pemain PSMS itu harus secepatnya dibenahi, sehingga pada pertandingan berikutya mampu mengalahkan lawan," ujar Suryanto yang mantan pelatih PSMS di era 1997-2002 itu.

Pada pertandingan tersebut, PSMS sebenarnya bisa unggul atas PSIS. Ini dibuktikan pada babak pertama tim "ayam kinatan" berhasil membobol gawang PSIS.

Namun akhirnya PSIS bisa mengejar ketertinggalan dengan menyamakan kedudukan 2-2 sampai berakhirnya pertandingan tersebut.

Selain itu, pelatih PSMS perlu mengatur strategi yang lebih baik sehingga tidak mudah dipantau oleh lawan.

"Pemain PSMS diharapkan bisa menjuarai putaran kedua LSI 2009," katanya.

Pada pertandingan tersebut, pemain PSMS yang diturunkan antara lain yakni M. Affan Lubis, Leonardo Martin Zada ( Brazil ), Esteban Javier ( Uruguay ), Edi Sibung, Reswandi, dan Octovianus Maniani.

PSMS Medan dan PSIS Semarang sama-sama kecewa

BANDUNG - PSMS Medan ditahan imbang 2-0 (1-0) oleh PSIS Semarang dalam laga kandang pertama putaran dua Liga Super Indonesia 2008 di Stadion Siliwangi Bandung, tadi sore. Kedua tim sama-sama kecewa dengan poin satu ini.

Sama-sama berjuang menghindari degradasi, kedua tim bermain imbang. Namun, PSMS mencetak gol lebih dulu melalui sundulan kepala Aun Carbiny di menit ke-18 dengan memanfaatkan tendangan pojok Esteban Javier. PSMS berhasil mempertahankan keunggulannya hingga babak pertama berakhir.

Namun, di menit ke-53 PSIS berhasil menyamakan kedudukan melalui Valentino yang masuk menggantikan Fery Ariawan. Valentino berhasil menjebol gawang Ghali Sudaryono setelah mendapat umpan lambung Antonio Teles dari tengah lapangan.

Untuk mengejar ketinggalan, PSMS memasukkan striker Octovianus Mainani setelah menarik bek Edi Sibung. Kehadiran Mainani cukup merepotkan barisan belakang pasukan Mahesa Jenar. Namun, gol justru kembali dicetak oleh Aun Carbiny di menit ke-65 dengan memanfaatkan bola hasil tendangan Leonardo Martins dari pojok kiri. Gol ini sempat diprotes oleh PSIS tetapi justru membuahkan kartu kuning bagi penjaga gawang Basuki. PSIS batal pulang dengan tangan hampa setelah Deni Rumba berhasil merobek gawang PSMS. Dengan hasil ini, kedua tim sama-sama mendapatkan satu poin.

Pelatih PSMS Liestiadi mengaku kecewa dengan hasil ini. Sebab, tiga poin akan sanggup memperbaiki posisi PSMS di klasemen sementara. "Namun, secara statistik kami bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga tetap optimis karena di pertandingan berikutnya kemungkinan besar kami sudah bisa menurunkan pemain asing yang saat ini masih mengurus proses administrasi," kata Liestiadi.

Sebagai tim tamu, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah juga mengaku kecewa dengan hasil satu poin. "Semula kami menargetkan kemenangan. Namun, inilah hasil yang bisa kami dapat. Memang, di putaran dua ini PSIS banyak mengambil pemain baru. Namun, itu tidak berdampak besar pada kekuatan tim," kata Bambang.

Di jadwal selanjutnya, PSMS akan menjamu Pelita Jaya juga di Stadion Siliwangi (4/2). Pada waktu yang sama, PSIS akan bertandang ke markas kampiun Liga Super Indonesia 2007, Sriwijaya FC.

PSMS 2 - 2 PSIS

Satu Angka Menuju Palembang Kemenangan belum datang ke kubu PSIS Semarang. Untuk kali kedua pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009, anak asuh Bambang Nurdiansyah tersebut hanya mampu bermain imbang.

Setelah Minggu lalu di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, ditahan imbang Persita Tangerang, kemarin (31/1) Mahesa Jenar -julukan PSIS- berbagi angka 2-2 (0-1) saat menantang PSMS Medan di Stadion Siliwangi, Bandung.

Dua gol PSIS disumbangkan pemain baru asal Persiba Bantul Valentino pada menit ke-52 dan Deni Rumba pada menit ke-77. Sedangkan gol Ayam Kinantan, sebutan PSMS, diborong Aun Carbiny pada menit ke-18 dan 56.

Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan, hasil yang diraih timnya cukup optimal. Meski diakui, peningkatan kualitas permainan masih belum banyak bila dibandingkan dengan saat bertanding melawan Persita sebelumnya.

''Hasil ini cukup bagus karena kami bermain tandang,'' kata Agung setelah pertandingan.

Tapi, donasi satu angka itu cukup membawa PSIS meninggalkan zona playoff dan berada di posisi papan bawah. Mereka menggusur posisi Persitara Jakarta Utara.

Hanya, pada pertandingan yang dipimpin wasit Ole Hadi dari Tangerang tersebut, lini belakang PSIS masih terlihat keropos. Dua gol yang terjadi pun berawal dari proses yang sama, umpan bola silang.

Untung, kiper PSIS Basuki mementahkan beberapa peluang emas PSMS. Dengan begitu, tim asal Kota Lumpia tersebut pun melawat ke Palembang dengan modal satu angka.

Penyakit lama PSIS, yakni sulit mencetak gol, juga masih saja menghinggapi. Selain kurang kordinasi antara striker dan lini kedua PSIS, penyelesaian akhir PSIS juga terlihat masih terburu-buru. Babak pertama, setidaknya tiga peluang didapat PSIS, yaitu oleh Anderson Leke, Onambele Basile, dan Deny Rumba. Namun, ketiganya gagal memaksimalkan peluang menjadi gol karena terburu-buru

Saturday, January 31, 2009

PSMS versus PSIS, Geliat Tim-tim Papan Bawah

(Analisis Pre Match—Rigan Agachi) Saya pikir partai PSMS Medan versus PSIS Semarang, yang akan ditayangkan secara langsung oleh antv dari Stadion Siliwangi, pada pukul 15.00 WIB ini akan jadi partai menarik, dan sayang jika dilewatkan. Karena selain sedang hangat-hangatnya laga putaran dua Djarum Indonesia Super League, kedua tim sama-sama berambisi untuk memenangkan pertandingan, untuk mengamankan posisi mereka dari dari papan bawah.

PSIS yang baru saja ditahan imbang 0-0 oleh Persita Tangerang pada laga pembuka, 25 Januari lalu, tentu tak akan mengulang kesalahan kedua kalinya saat dijamu PSMS besok sore. Saya pikir pelatih Bambang Nurdinasyah, sudah membenahi kelemahan tim asuhannya.

Buruknya koordinasi antarpemain PSIS, saya pikir jadi salah satu faktor mereka ditahan imbang Persita. Saya lihat para pemain PSIS kurang berani mendobrak hingga ke barisan depan, bola-bola hanya sampai di tengah, saya juga melihat anak-anak Semarang tampil kurang percaya diri seperti menanggung beban mental yang tidak enjoy, sehingga sering kehilangan bola dan bola banyak dikuasai lawan.

Dan itu yang harus diperbaiki, para pemain PSIS harus percaya diri, dan harus disiplin menjalankan tugasnya masing-masing jika ingin meraih kemenangan. Mereka harus bekerja lebih keras lagi, dan juga harus dibarengi dengan penyelesaian masalah non teknis dari pihak menejemen, sehingga saat mereka bertanding, konsentrasi tidak bercabang-cabang, mereka bisa tampil enjoy.

Mahesa Jenar harus tampil maksimal dan hati-hati juga, karena seperti kita tahu PSMS pada puataran dua ini banyak mengalami perubahan materi pemain. Materi pemain PSMS saat ini lebih bagus dari pada putaran pertama Djarum Super Indonesia League.

Para pemain belakang PSIS harus siap-siap menahan laju gerakan Ellie Aiboy dan Oktavianus Maniani, serta Rahmad Affandi, yang punya kecepatan dan seperti tak ada matinya. Belum lagi pemain asingnya Esteban Gullien dan Zada, yang juga sama baiknya di posisi mereka masing-masing.

Selain itu, menurut saya para pemain depan PSIS juga akan mengalami kesulitan membobol gawang Ayam Kinantan, karena di bawah mistar gawang, berdiri tegak penjaga gawang tim nasional berpengalaman Markus Horisson. Meski begitu, Markus juga harus hati-hati dengan penampilan Onambele Basile, karena pemain ini tak gampang menyerah, dan pandai membaca gerak bola. Soal peluang saya masih melihat tuan rumah PSMS lebih berpeluang 55% - 45 % buat PSIS.

Ayam Kinantan Waspadai Motivasi PSIS, Mahesa Jenar akan Tampil All Out

Ayam Kinantan Waspadai Motivasi PSIS, Mahesa Jenar akan Tampil All Out

Luciono Leandro, pelatih PSMS Medan mengatakan, tim asuhannya sudah siap tempur saat menjamu PSIS Semarang, besok sore, Sabtu (31/1) di Stadion Siliwangi Bogor.
Bahkan sejak jauh-jauh hari, ia mentargetkan kemenangan mutlak pada partai yang akan ditayangkan secara langsung oleh antv pada pukul 15.00 WIB ini.

Meski begitu, ia mengatakan PSIS bukanlah tim yang mudah untuk ditaklukan, makanya ia telah mengingatkan tim asuhannya agar tidak menganggap remeh PSIS, dan tetap bermain maksimal untuk meraih poin penuh.

“PSIS tim bagus dan kami harus mewaspadai motivasi PSIS yang ingin mengalahkan PSMS. Selain itu anak-anak harus bermain disiplin dan bekerja keras, apalagi kami main jauh dari dukungan supporter,” kata Luciono, kepada Rudy Sukarno, Kontributor antvsports.com di Bandung.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, agaknya tak mau kalah. Ia menegaskan tim asuhannya harus bisa meraih poin penuh walaupun bermain di kandang PSMS. “Kami tidak boleh seri lagi, jadi apapun caranya kami harus bisa meraih poin penuh. Untuk itu kami harus tampil habis-habisan,” kata Bambang.

Seperti dituturkan kepada Syamsul Arifin, Kontributor antvsports.com di Semarang, mantan pelatih Arema Malang itu, akan membenahi lemahnya koordinasi tim asuhannya. Selain itu dia juga telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSMS. “Kami akan tampil all out dan menyerang sejak menit awal. Dan kemungkinan besar kami akan menggunakan pola 3-4-3,” tandas Bambang.

Namun Bambang juga mengungkapkan, soal pola yang akan dipakai besok masih bisa berubah, bisa 3-4-3 atau 4-4-2. Yang pasti katanya, selain pola, ia juga telah mengintruksikan para pemain belakangnya, untuk lebih disiplin dan konsentrasi penuh menghadapi gempuran PSMS.

Berikut komentar kubu PSMS Medan jelang bertemu PSIS:

Esteban Gulliaen (Pemain Tengah) :
“Saya sudah tak sabar ingin bermain besok di Liga Super, kami sudah siap bermain. Dan besok kami yakin bisa meraih poin penuh di kandang, walaupun bermain di Bandung. Yang pasti kami akan tampil maksimal,”

Ellie Aiboy (Pemain Tengah ) :
“Saya sudah siap jika memang diturunkan pelatih. Saya pikir PSIS tidak boleh dianggap remeh, apalagi pemain asing barunya, mereka harus diwaspadai. Tapi kami optimistis bisa meraih poin penuh di kandang,”

Berikut Prakiraan Susunan Pemain PSMS : Pola (4-4-2)
Markus Horisson/Galih Sudaryono, Dody Cahyadi, Aun carbiny, Afan Lubis, Asri Akbar, Leonardo ‘Zada’ Martin Dinelli, Octavianus Maniani, Esteban Gullien, Juan/Mario, Eliie Aiboy, Rahmad Affandi.

Berikut komentar kubu PSIS jelang bertemu PSMS:

Idrus Gunawan (Pemain Belakang) :
“Kami akan tampil seperti kami menghadapi tim-tim Liga Super lainnya. Disiplin dan maksimal. Tapi yang pasti pertandingan besok akan jadi pertandingan yang cukup berat, karena sederet nama-nama pemain bintang seperti Ellie Aiboy, Okto, dan pemain asing barunya akan merepotkan tugas saya dibelakang. Apalagi kiper mereka Markus sudah memperkuat PSMS,”

Hendro Susanto (Pemain Tengah) :
“Saya pikir PSMS pada putaran dua Liga Super ini jauh berbeda, terutama materi pemainnya yang sekarang lebih bagus jadi menurut saya, kami harus lebih bekerja ekstra keras untuk bisa memenangkan pertandingan besok,”

Berikut Prakiraan Susunan Pemain PSIS: Pola (3-4-3 atau 4-4-2)
Basuki, Denny Rumba, Idrus Gunawan, Leke, Heri Susilo, Onambele Basile, Abdelaziz, Hendro Susanto, Feri Ariawan, Nnengue Bienvenu, Antonio Teles.

PSMS vs PSIS Key to Success

PSMS vs PSIS

Kunci sukses PSMS :
1. Para pemain PSMS harus bermain disiplin, karena PSIS punya kolektifitas tim yang bagus. Untuk itu diperlukan kedisiplinan para pemain PSMS dalam menjalankan tugasnya.

2. Dalam menyerang, barisan depan PSMS hendaknya jangan terburu-buru dan harus tenang dalam penyelesaian akhir, karena jika tergesa-gesa banyak peluang akan hilang sia-sia.

Kunci sukses PSIS :

1. PSIS harus tampil all out sejak menit-menit awal, karena jika tidak maka bola akan didominasi PSMS.

2. Para pemain PSIS juga harus disiplin menjaga daerah pertahanannya, dan harus mengunci pergerakan Ellie Aiboy dan Oktavianus. Kedua pemain ini punya kecepatan dan tak gampang menyerah, sehingga akan menyulitkan pertahanan mereka.

Gonzales Bebas, PSMS Meradang

Pembebasan Christian Gonzales membuat manajemen PSMS Medan meradang.
Gonzales Bebas, PSMS Meradang

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus mengaku tidak habis pikir dengan keputusan PSSI membebaskan bomber Persik Kediri Christian Gonzales, melalui hak prerogatif ketua umum PSSI Nurdin Halid.

Menurutnya, apa yang dilakukan pimpinan otoritas sepakbola nasional tersebut telah menghilangkan unsur pembelajaran, yang mestinya menjadi panutan dan pegangan setiap tim di Liga Indonesia.

Semakin mengagetkan masih kata Sihar, PSSI tidak hanya membebaskan Gonzales, tapi juga hal yang sama telah diberikan kepada manajer PSIS Yoyok Sukawi dan Budi Sudarsono. Padahal keduanya melakukan pelanggaran saat menghadapi PSMS Medan

"Untuk pembebasan hukuman Budi Sudarsono, masih kita bisa terima karena demi kepentingan timnas. Tapi Gonzales dan Yoyok, mestinya bisa dipertimbangkan lagi. Bagaimana pun, kedua orang ini berkaitan dengan kami, karena kasus pelanggaran yang mereka lakukan menimpa pemain kami," katanya dihubungi GOAL.com, Jumat (30/1).

Lebih lanjut Sihar menambahkan, PSSI telah memberikan contoh yang tidak baik dengan menghapus hukuman yang dijatuhkan kepada pemain. Padahal tujuan utama adanya hukuman itu untuk memberikan pembelajaran bagi para pelaku sepakbola nasional. Meski diakuinya, hal itu merupakan hak prerogatif seorang ketua umum.

"Tapi, apakah nanti PSMS bisa mendapatkan perlakuan yang sama jika melakukan pelanggaran? Lalu, bagaimana dengan anggota kami, yakni Sarluhut Napitupulu yang terkena sanksi, apakah dia juga mendapatkan pembebasan? Ini yang harus kami ketahui," tambahnya.

Masih kata Sihar, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audensi ke PSSI guna menanyakan hal itu semua. Sebab jangan sampai ada anggapan bahwa PSMS tim yang tidak punya power di PSSI sehingga dengan mudah dikalahkan.

Lawan PSIS, PSMS Usung Satu Pilihan

Lawan PSIS, PSMS Usung Satu Pilihan
Menang dan menang. Pesan itu disampaikan penasehat teknis PSMS Medan, Luciano Leandro jelang laga pertama melawan PSIS Semarang di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (31/1/2009).

Posisi Ayam Kinantan yang berada di zona degradasi, jadi alasan kenapa mantan pemain PSM Makasar dan Persija Jakarta itu, menuntut Ellie Aiboy dkk meraih angka penuh atas Mahesa Jenar.

"Pertandingan awal yang mau tidak mau harus bisa dimenangkan," kata Luciano, Jumat (30/1/2009).

Dalam kondisi yang agak terjepit dan dituntut segera lepas dari zona merah, ia berharap para pemainya lebih mengedapankan sepakbola efektif.

"Hanya dengan tampil lebih baik dan efektif sepanjang pertandingan kemenangan bisa diraih. Itu yang harus ditunjukan para pemain dalam pertandingan besok," tegasnya di Bandung, Jumat (30/1/2009).

Di putaran kedua, Ayam Kinantan dinilai dirinya punya modal meraih hasil lebih baik. Perubahan materi pemain lumayan besar-besaran jadi alasan kenapa pria asal Brasil itu merasa yakin PSMS bisa melepaskan diri dari zona degradasi.

"Memang masih ada peluang, tapi untuk meraih gelar juara rasanya cukup berat. Dengan modal materi pemain dan semangat yang lebih baik, minimal bisa terhindar dari degradasi. Mengakhiri kompetisi di posisi papan tengah sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah mengaku tak membebani target apapun kepada anak asuhnya. Meski ia menilai secara grafik permainan, pasukan Mahesa Jenar bisa dikatakan sudah lebih baik.

"Kami tak memiliki banyak pemain bintang seperti halnya PSMS yang memiliki seorang Ellie dan Markus Horisson," ucap BN.

"Diatas kertas sudah terlihat jika kami sebenarnya tak memiliki modal lebih baik dibanding PSMS. Tapi kami tak merasa kalah sebelum bertanding. Para pemain tetap sangat termovitasi untuk meraih hasil terbaik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Keamanaan Panpel PSMS Bambang Sukowiyono menyatakan meski diprediksi tak akan menyedot jumlah massa yang banyak. Namun proses pengamanan tetap akan dilakukan secara ketat.

"Tiket pertandingan hanya dijual sekitar 5.000 lembar dan itupun kami perkirakan tak akan terjual seluruhnya. Namun untuk pengamanan tetap sesuai standar pengamanan pertandingan lainya, mungkin diatas 200-an personel keamnanan yang diterjunkan besok," tandas Suko.

Friday, January 30, 2009

JADWAL Tanding PSMS ISL PUTARAN 2 (Revisi BLI: 9 Januari 2009)

JADWAL Tanding PSMS ISL PUTARAN 2 (Revisi BLI: 9 Januari 2009)

31 January 2009
PSMS Vs PSIS : Siliwangi
04 February 2009
PSMS Vs PELITA JAYA : Siliwangi
08 February 2009
PSMS Vs PERSIK : Siliwangi
SRIWIJAYA FC Vs AREMA : Jakabaring
12 February 2009
PSMS Vs AREMA : Siliwangi02 March 2009

PERSIJAP Vs PSMS : Gelora Bumi Kartini

05 March 2009
PERSITA Vs PSMS : Siliwangi
22 March 2009

PSMS Vs DELTRAS : Siliwangi
25 March 2009
PSMS Vs PSM : Siliwangi

28 March 2009
PERSITARA Vs PSMS : Lebak Bulus
01 April 2009

PERSIB Vs PSMS : Siliwangi
16 April 2009

PERSIJA VsPSMS : Gelora Bung Karno27 April 2009

PSMS Vs PERSIBA : Siliwangi

30 April 2009
PSMS Vs PUPUK KALTIM : Siliwangi
PERSELA Vs PSMS : Surajaya
23 May 2009

PSMS Vs SRIWIJAYA FC : Siliwangi
08 June 2009

PERSIPURA Vs PSMS : Mandala

13 June 2009
PERSIWA Vs PSMS : Pendidikan

PSMS Berharap Lebih Baik

JAKARTA, JUMAT — PSMS berharap tampil lebih baik dalam menjalani putaran kedua Liga Super Indonesia 2008 ini. Menjamu PSIS Semarang di kandang baru mereka, Stadion Siliwangi Bandung, PSMS ingin meraih poin penuh.

"Posisi kami di liga tidak bagus, bahkan di zona degradasi. Tetapi saya sudah bilang pada pemain agar lebih konsentrasi dan lebih enjoy bermain. Saya lihat pemain sekarang ini lebih memiliki kemauan untuk bekerja," kata penasihat teknis PSMS, Luciano Leandro, seusai pemain menjajal lapangan, Jumat (30/1).

Sebagai penasihat teknis, Leandro terlihat berperan penuh dalam latihan pagi ini. Sementara, pelatih kepala Listiyadi lebih banyak berada di luar lapangan. Leandro mengatakan, PSIS tetap merupakan tim yang harus diwaspadai. Apalagi, dia yakin di Bandung, PSMS akan mendapat dukungan penonton.

Di putaran dua ini, PSMS cukup banyak mengubah formasi pemain, antara lain dengan penambahan empat pemain asing. Menghadapi semangat lawan, PSIS tetap menargetkan timnya untuk meraih kemenangan. "Setelah perubahan formasi, PSMS merupakan tim yang perlu diwaspadai," kata pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah. Apalagi, kata Bambang, meski sudah melakukan perubahan, timnya tidak dihuni pemain bintang.

PSMS Penuhi Kuota Pemain Asing

Meski telah memenuhi kuota lima pemain asingnya, PSMS Medan belum pasti bisa menurukan tiga dari lima legiun asingnya saat menjamu PSIS Semarang.
PSMS Penuhi Kuota Pemain Asing

Manajemen PSMS Medan akhirnya memenuhi lima kuota pemain asingnya, setelah memastikan merekrut dua legiun asing baru. Mereka adalah, Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry asal Uruguay.

Dengan demikian, maka saat ini Ayam Kinantan telah memiliki lima pemain asing, karena sebelumnya telah memiliki Zada (foto) yang merupakan satu-satunya pemain asing yang masih dipertahankan, Esteban Julien yang direkrut dari Persikota Tangerang, serta pemain baru Mario Pinto.

Menurut Abdi Panjaitan, media ofiser PSMS Medan, sebelumnya pihak manajemen telah memulangkan empat pemain asing yang ikut seleksi. Mereka adalah Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Prancis), Etougou Marcorland (Camerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh), karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

"Saat ini kami masih mengurus kelengkapan administrasi tiga pemain asing baru itu untuk pengesahan ke BLI (Badan Liga Indonesia). Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera beres, sehingga ketiganya bisa segera diturunkan," kata Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS Medan dihubungi GOAL.com, Jumat (30/1).

Ditambahkannya, sekiranya administrasi ketiga pemain asingnya itu belum beres, maka terpaksa PSMS hanya akan tampil dengan dua pemain asingnya, yakni Zada dan Esteban saat menghadapi PSIS Semarang di laga putaran kedua Superliga di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (31/1).

Viking & The Bomber Dukung PSMS

BANDUNG - PSMS Medan selama ini dikenal sebagai salah satu musuh bebuyutan Persib Bandung. Namun dua komunitas suporter Persib terbesar Viking dan The Bomber berkomitmen mendukung pelaksanaan seluruh laga kandang PSMS di Kota Bandung.

Bukti dukungan dua kelompok yang memiliki basis anggota cukup besar ini, tampak dari komitmen yang mereka sampaikan kepada pihak Polwiltabes Bandung. Pada pertemuan dengan jajaran Polwiltabes Bandung di Mapolwiltabes Bandung, Rabu (28/1/2009), baik Viking maupun The Bomber menyatakan komitmen medukungan dan membantu kelancaran pelaksanaan seluruh laga kandang PSMS di Bandung.

Ketua Viking, Heru Joko mengatakan kehadiran PSMS di Kota Kembang tak akan dianggap dan dinilai secara skeptis. Justru keputusan PSMS memilih Bandung sebagai home ground sementara di paruh kedua Liga Super 2008/2009 sebagai bukti apresiasi penggemar sepakbola di Kota Bandung sangat dihargai pihak luar.

"Tak ada yang mesti dipermasalahkan. Kami justru merasa appreciate, karena kehadiran PSMS membuat fokus perhatian publik sepakbola nasional kini seolah tertuju ke Kota Bandung," ucap Heru kepada okezone Rabu, (28/1/2009).

"Tentu ada pertimbangan khusus kenapa PSMS memilih Bandung. Bisa saja karena alasan apresiasi penggemar sepakbola di Bandung mereka anggap tinggi, meski mayoritas penduduk Kota Bandung merupakan penggemar Persib. Tapi di Bandung tentu bukan hanya komunitas penggemar Persib, komunitas penggemar klub lain pun pasti ada termasuk komunitas penggemar PSMS. Jadi kami sangat menghargai kehadiran mereka di Bandung," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Keamanaan Panpel PSMS, Bambang Sukowiyono mengatakan tiket laga kandang PSMS menghadapi PSIS Semarang di Stadion Siliwangi, Sabtu (31/1/2009) yang memakai sistem barcode mulai kemarin sudah bisa dibeli pada dua loket penjualaan. Masing-masing di loket tiket Stadion Siliwangi dan Sekretariat Pengda PSSI Jawa Barat. Pasukan Ayam Kinantan sendiri dijadwalkan tiba di Kota Bandung.

Sihar Sitorus: Perlu dukungan semua pihak

JAKARTA - Keputusan PSSI mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 disambut baik manajer PSMS Medan Sihar Sitorus.

Meski nada pesimis cukup deras mengalir terkait keputusan PSSI mencalonkan diri menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia, tapi tidak demikian halnya dengan manajer PSMS Medan Sihar Sitorus.

Penggila sepakbola asal Medan ini dengan tegas menyatakan jika hal tersebut harus didukung semua pihak.Hal tersebut karena merupakan sebuah mimpi yang bakal menjadi kenyataan sekiranya disetujui FIFA.

"Bagaimana pun, itu adalah tujuan mulia dan merupakan mimpi semua pecinta sepakbola di tanah air selama ini. Dengan begitu, rencana tersebut multak harus didukung," katanya, tadi sore.

Dikatakan Sihar, masalah infrastruktur yang ada saat ini di Indonesia tidak begitu penting. Sebab jika sampai terpilih, tentunya semua itu pasti akan dibenahi. Terlebih karena federasi sepakbola dunia (FIFA) bakal memberikan bantuan untuk pembangunan maupun renovasi stadion.

Selain itu lanjutnya, pemeritah pusat tentunya tidak akan tinggal diam sekiranya FIFA memang memberikan kepercayaan kepada Indonesia, untuk menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola paling akbar di jagad ini. Hal yang sama dilakukan saat Piala Asia dua tahun silam.

Indonesia Calonkan Tuan Rumah Piala Dunia 2018-2022

Indonesia Calonkan Tuan Rumah Piala Dunia 2018-2022 Ketika mimpi menjadi kontestan Piala Dunia belum terwujud, PSSI mengejar mimpi yang lain. Yakni, menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ya, nama Indonesia kini masuk dalam daftar satu di antara enam kandidat host Piala Dunia 2018 dan 2022. Lima calon lainnya adalah Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, dan duet Spanyol-Portugal.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes membenarkan kabar tersebut. ''Benar, kami memang mencalonkan diri,'' kata Besoes seusai laga Indonesia kontra Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.

Hal itu berawal dari proposal penawaran yang diberikan FIFA. Federasi Sepak Bola Internasional itu mengirimkan penawaran kepada seluruh anggotanya terkait tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Nah, setelah melakukan pertemuan komite eksekutif, PSSI memutuskan untuk mengajukan penawaran.

Kini, proposal Indonesia itu sudah sampai di meja FIFA bersama lima kandidat lain. Beberapa negara sebenarnya juga tertarik menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebut saja Australia, Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Namun, mereka belum mengajukan penawaran resmi. FIFA akan menutup pendaftaran pada 16 Maret nanti.

Menurut Besoes, Indonesia bukan tanpa modal saat mengajukan penawaran. Paling tidak, Indonesia sudah memiliki dua stadion yang bertaraf internasional. Yakni, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Palaran, Samarinda. Nama yang terakhir adalah venue cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 lalu. ''Masalah utama memang infrastruktur. Tapi, dengan masa persiapan yang cukup, kami yakin bisa,'' kata Besoes.

FIFA memulai proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 sejak dua pekan lalu. Kandidat yang mampu menyediakan 12 stadion dengan kapasitas minimal 40 ribu penonton bisa mengajukan diri.

Negara Amerika Selatan tidak bisa mengajukan diri untuk salah satu dari Piala Dunia itu setelah Brazil terpilih sebagai tuan rumah edisi 2014. Sedangkan negara Afrika hanya boleh mengajukan diri untuk Piala Dunia 2022. Itu karena Afrika Selatan sudah terpilih sebagai host 2010. Tuan rumah Piala Dunia 2018 akan ditentukan oleh 24 anggota komite eksekutif FIFA pada Desember 2010

Thursday, January 29, 2009

PSIS Bertekad Kalahkan PSMS

SEMARANG, RABU - PSIS Semarang menargetkan nilai penuh saat melawan PSMS Medan pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1). Tim berjuluk Mahesa Jenar itu ingin membayar hasil kurang memuaskan saat menjamu Persita Tangerang beberapa hari lalu.

"Kita anggap saja melawan Persita Tangerang, Minggu (25/1) adalah pertandingan away dan sebagai gantinya adalah harus menang melawan tuan rumah PSMS Medan yang menggunakan Stadion Siliwangi Bandung sebagai home base-nya. Ini bukan target yang muluk-muluk," kata Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho di Semarang, Rabu (28/1).

Dua nilai yang hilang (hanya bermain imbang 0-0 melawan Persita Tangerang), menurut Setyo Agung Nugroho harus bisa direbutnya kembali saat melawan PSMS Medan.

Menurut dia, melihat materi pemain, PSIS tidak kalah dengan tim berjuluk Ayam Kinantan ini. Setelah timnya menambah 12 pemain menjelang putaran kedua, kekuatan tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini tidak kalah dengan tim-tim peserta ISL, termasuk PSMS Medan.

"Sekarang ini kekuatan PSIS jauh lebih baik. Memang tidak sebaik materi pemain Persija Jakarta Pusat atau Persipura Jayapura, tetapi dibanding PSMS Medan, saya kira PSIS satu tingkat lebih baik. PSIS siap mengambil nilai penuh di Bandung," katanya.

Manajemen dan pelatih sudah melakukan evaluasi terhadap hasil lawan Persita. Pelatih Bambang Nurdiansyah menyebutkan, penampilan buruk timnya karena soal mental, mengingat pada laga perdana ini para pemainnya kurang berani tampil cepat dengan umpan satu-dua.

Sebaliknya Agung justru menyoroti kondisi lapangan becek dan tergenang air, mengingat sebelum pertandingan melawan Persita Tangerang dimulai, Kota Semarang diguyur hujan lebat sehingga strategi yang disiapkan pelatih tidak bisa diterapkan di lapangan. (ANT)

PSMS hati-hati memilih

MEDAN - Manajemen PSMS Medan belum menerima lamaran dua pemain asing yang mengikuti pelatihan bersama skuad tim Ayam Kinantan di Cipayung, Jawa Barat. PSMS pun masih mempertahankan tiga pemain asing, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.

Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mensahkan Mauro Pinto untuk memperkuat PSMS berlaga di Copa Indonesia, Liga Super Indonesia maupun babak play-off Liga Champions Asia yang digelar Februari mendatang di stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Demikian disampaikan manajemen PSMS, Selasa (27/1).

Pengelola PSMS Sihar Sitorus sangat hati-hati dalam memilih pemain, terutama merekrut pemain asing. "Mario Alejandro Costas dari Argentina dan Juan Daniel Salaberry asal Uruguay mengikuti pelatihan bersama skuad PSMS. Itu sah-sah saja, tapi manajemen belum mengontrak keduanya," terang pengelola PSMS itu.

Penasehat teknik PSMS Luciano Leandro mengakui butuh pemain asing yang akan ditempatkan di lini depan, karena Ayam Kinantan belum memiliki striker murni.

Menanggapi pemain muda Oktovianus Maniani yang selalu ditempatkan di posisi striker menggantikan Rahmat Affandi atau Andika Yudisthira, Luciano mengatakan, Okto seorang pemain yang gesit. Dalam ujicoba melawan Persija Jakarta, Okto menciptakan gol kendati PSMS kalah 1-3.

Pelatih kepala PSMS Liestiadi menambahkan, PSMS memiliki stok pemain seperti Galih Sudaryono, Markus Horison (kiper), Edi Sibung, Reswandi, Aun Carbiny, Rahmadani, Fadli Hariri dan Mauro Pinto di posisi belakang. Posisi tengah Esteban Javier, M. Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Leonardo Martins Zada, Ellie Aiboy, Oktovianus Maniani. Lini depan, Andika Yudisthira Lubis, Rahmat Affandi, Michel Nere dan Johannes Cho.

Disebutkan, kapten tim Papua di PON XVII Kaltim Johannes Cho bergabung dalam pelatihan dengan menempati posisi striker, namun penampilannya masih labil. Begitu juga dengan Michel Nere, putra dari mantan striker nasional Rully Nere.

Wednesday, January 28, 2009

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi

PSMS Boleh Tanding di Siliwangi Jelang bergulirnya putaran kedua Liga Super Indonesia, PSMS Medan mendapat hadiah khusus. Tim Ayam Kinantan diizinkan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, sebagai kandang menghadapi pertandingan melawan PSIS Semarang.

Sedianya, laga tersebut akan dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 31 Januari mendatang. Namun, setelah melobi, PSMS akhirnya diizinkan menggunakan stadion kebanggaan Persib Bandung tersebut.

Seperti dijelaskan Ketua Bidang Keamanan PSMS, Bambang Sukowiyono, Selasa (27/1/2009), "PSMS Medan mendapat izin langsung dari Polda Jawa Barat, menggelar pertandingan di Siliwangi. Namun, ada satu syarat, yakni bila terjadi kericuhan, izin tersebut akan dicabut."

Sebelumnya, memang ada kendala jika tim asal Sumatera Utara ini mengajukan izin penggunaan Siliwangi. Kini mereka bisa bernafas lega, setelah diizinkan menggunakan Siliwangi. Pada laga berikutnya melawan Pelita Jaya, laga juga akan dimainkan di Siliwangi.

Tiket pertandingan juga sudah disebar. Harga tiket berkisar antara 35.000 untuk kelas VIP, sampai Rp10.000 untuk tribun timur. Sementara itu, laga di Copa Indonesia, PSMS akan tetap bertanding di Stadion Teladan.

PSMS tetap berharap Markus, Ellie tampil

MEDAN - PSMS Medan tetap berharap Markus Horison dan Ellie Aiboy, dapat tampil memperkuat skuad Ayam Kinantan menghadapi PSIS Semarang pada Liga Super Indonesia (LSI) di stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (31/1) mendatang.

Keduanya kini tengah mengikuti pelatihan nasional dalam persiapan Pra Piala Asia melawan Australia, Rabu (28/1) di Jakarta.

Penasehat Teknik PSMS Luciano Leandro melalui telefon seluler Senin (26/1) mengatakan; "Jadi, tidak ada masalah, mereka punya waktu istirahat tiga hari."

Menurutnya, Markus dan Ellie sangat dibutuhkan kehadirannya untuk mengangkat prestasi PSMS. Eli, kata Luci, pada dua kali penampilannya di babak 24 besar Copa Indonesia menunjukkan kontribusi maksimal bagi Ayam Kinantan dalam mencapai babak 16 besar.

Pemain Papua yang kini berusia 30 tahun ini dapat mengangkat moral pemain untuk menampilkan permainan maksimal dalam setiap laga. Begitu pula halnya Markus, penjaga gawang nomor satu Indonesia yang terkenal fanatis.

Sekarang ini PSMS memiliki Ghalih Sudaryono yang menjadi kiper nomor satu.

"Ghalih dalam dua pertandingan belakangan bermain maksimal. Namun tentunya kita membutuhkan pemain yang bermain maksimal satu atau dua pertandingan, namun sampai akhir musim kompetisi," terangnya.

Luciano yang berasal dari Brazil mengakui posisi PSMS dalam klasemen sementara sangat riskan terlempar ke jurang degradasi.

Dia sangat mengharapkan PSMS dapat memperoleh poin penuh dalam laga home dan mencuri poin dalam pertandingan away.

Pelatih Liestiadi dalam kesempatan terpisah menyebutkan, PSIS yang membutuhkan nilai untuk menjauhi zona degradasi adalah lawan yang patut diwaspadai. Hasil seri 0-0 yang diperoleh PSIS dalam partai home lawan Persita Tangerang, Minggu (25/1), bukan berarti tim yang dibesut Bambang Nurdiansyah dapat mudah ditaklukkan.

Pertandingan pertama itu menjadi pelajaran bagi PSIS, sedangkan PSMS kini tengah mengalami krisis setelah beberapa pemain mengalami cedera, di antaranya striker Andika Yudisthira yang mengalami patah tangan kiri.

Begitu juga dengan Rahmat Affandi yang kondisi fisiknya masih labih setelah mengalami cedera hamstring.

Liestiadi mengaku, PSMS membutuhkan sosok striker yang bukan hanya memiliki naluri gol, tetapi dapat memberikan peluang.

Ada dua striker asing yang melamar, yakni Mario Alejandro Costas (Argentina) dan Juan Daniel Sulabery dari Uruguay.

Namun juru bicara manajemen PSMS menyebutkan baru tiga pemain asing yang dikontrak, yakni Leonardo Martins Zada, Esteban Javier dan Mauro Pinto.

Tuesday, January 27, 2009

Liestiadi terpaksa Imlek bersama PSMS

MEDAN - Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelatih PSMS Medan Liestiadi tidak bersama keluarga dalam perayaan Tahun Baru Ilek. Dia mesti konsentrasi bersama tim PSMS dalam pemusatan latihan di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

"Saya tidak bersama keluarga dalam perayaan imlek kali ini. Saya di Bogor bersama tim PSMS, sedangkan keluarga berada di Medan," kata Liestiadi kepada Waspada, Minggu (25/1).

Dia mengaku, pisah dari keluarga terutama dalam perayaan hari besar keagamaan China yang dianutnya tidak menyenangkan. Namun pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 terus mendapat kepercayaan untuk membesut tim Ayam Kinantan.

Tugas berat menanti Liestiadi. Dia bersama Direktur Teknik PSMS Luciano Leandro tengah mempersiapkan PSMS dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia melawan PSIS Semarang. Sabtu (31/1) mendatang, Ayam Kinantan akan menjamu PSIS di Stadion Siliwangi Bandung.

Kesehariannya bersama tim PSMS sudah diputuskannya sejak dia melepaskan pekerjaan tetapnya sebagai guru di perguruan Sutomo Medan dua tahun lalu. Bukan hanya pekerjaan tetap, diapun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung.

Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

"Yah, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya. Dia mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti pada Maret tahun 2008 di Jakarta bersama M.Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang. Kemauan dan kesabaran Liestiadi berbuah ketika dia dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi.

Tudingan miring terhadap Liestiadi bermunculan. Namun dia tetap tegar dalam memikul kepercayaan yang diberikan. Pengalaman kalipertama menangani tim yang sudah memiliki nama seperti PSMS tidaklah gampang. Pertaruhan reputasi tertancap dipundak Liestiadi.

"Melajunya PSMS keputaran 16 besar Copa Indonesia diharapkan menjadi momen kebangkitan Ayam Kinantan dalam mengikuti Liga Super Indonesia," harapnya.

Elie Aiboy terancam perkuat PSMS

MEDAN - Elie Aiboy yang tampil gemilang dalam dua laga membela PSMS Medan dalam home and away melawan PSPS Pekan Baru dalam babak 24 besar Copa Indonesia, terancam memperkuat Ayam Kinantan dalam laga perdana Liga Super Indonesia (LSI).

Pasalnya pelatih Benny Dolo kembali memanggil Elie memperkuat barisan timnas yang tampil imbang tanpa gol melawan tuan rumah Oman pada Pra Piala Asia. Dipanggilnya Elie menambah deretan pemain PSMS yang bakal absen, setelah penjaga gawang Markus Horison yang direkrut manajemen pada paruh kedua.

Pelatih Liestiadi bersama penasehat teknik Luciano Leandro, Jumat (23/1) mengaku ‘pusing' akibat Elie kembali memperkuat timnas. Pelatih berdarah China itu mengakui, Elie dibutuhkan, apalagi PSMS sekarang ini minim striker setelah cederanya Andika Yudisthira dan Rahmat Affandi.

PSMS masih memiliki striker asal Papua Michel Nere yang merupakan anak dari mantan pemain nasional Rully Nere. Namun pemain yang masih berusia muda itu belum menunjukkan kemampuan maksimalnya.

Diketahui, Andika mengalami cedera patah tangah kiri dalam laga kedua melawan PSPS di Pekan Baru. Sekarang ini dia masih dalam tahap perawatan intensif. Sedangkan Rahmat Affandi terkena hamstring dan dia tidak saat PSMS melawat ke Pekan Baru.

Memang, tambahnya, ada alternatif untuk menarik ke depan Eli diduetkan dengan Octovianus atau Michel Nere. Namun dipanggilnya Elie menyulitkan pemain langganan timnas tersebut memperkuat Ayam Kinantan. Menjelang laga perdana versus PSPS, Elie mengakui bahwa dia keletihan, namun dia siap memperkuat PSMS.

"Program latihan timnas cukup melelahkan," terang Elie yang belum mengoleksi gol buat PSMS

Dua Pemain Nyaris Rp 1 M

PSMS Medan
Dua Pemain Nyaris Rp 1 M PSMS Medan harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan pemain baru. Dua pemain asing berposisi striker yang baru direkrut, yakni Alejandro Costas (Argentina) dan Juan Daniel Salaberry (Uruguay), berbanderol Rp 1 miliar.

Harga itu nyaris sama dengan besarnya pengeluaran yang harus dilakukan PSMS untuk merekrut gelandang asal Brazil Leonardo Martin Zada awal musim lalu. Menurut data yang dilansir oleh Badan Liga Indonesia (BLI) beberapa waktu lalu, Zada termasuk salah satu pemain asing termahal di Indonesia musim ini. Nilai kontraknya Rp 950 juta.

Kalau Zada dihargai hampir Rp 950 juta, berarti kedua pemain asing yang baru saja merapat berharga sekitar Rp 425 juta. Belum termasuk gaji dan fasilitas lain. Meski begitu, suporter PSMS harus bersabar untuk dapat menyaksikan kiprah kedua pemain anyar itu. Sebab, kondisi Alejandro dan Juan Daniel masih lemah dan harus istirahat beberapa hari lagi untuk selanjutnya mengikuti tes medis dan fitnes.

''Perbedaan waktu di antara kedua negara membuat kondisi mereka drop. Apalagi, mereka baru dua hari sampai di Indonesia dan butuh adaptasi untuk memulihkan kondisi. Setelah pulih kita akan segera mengetes kesehatan dan kebugarannya,'' kata Sihar Sitorus, manajer PSMS.

Yang menarik, jika sebelumnya manajemen PSMS kerap melakukan seleksi bagi para pemain yang mau bergabung, tidak demikian halnya dengan kedua pemain asing ini. Mereka diterima hanya lewat rekaman video. ''Kita sudah lihat aksi mereka melalui rekaman video. Jadi, keputusan untuk merekrut mereka merupakan keputusan bersama,'' kata Sihar.

Persija Hantam PSMS 3-1

Persija Hantam PSMS 3-1 Persija Jakarta menggulung PSMS Medan 3-1 pada pertandingan yang digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Januari 2009. Pertandingan ini merupakan uji coba terakhir sebelum tampil di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Tampil di hadapan belasan ribu pendukungnya, Persija Jakarta langsung memimpin lewat kaki striker mungil Aliyudin di menit ke-25. Di penghujung babak pertama (menit 45'), Macan Kemayoran-julukan Persija- kembali menambah skor lewat kaki mantan pemain Persib, Fabio Lopez.

Unggul 2-0 tak menyurutkan serangan tuan rumah. Lewat kerjasama tertata rapi, juara Liga Indonesia VII itu menambah satu gol lagi lewat kaki mantan striker Persiwa Wamena, Jean Guy L Benoit menit ke-49. Sedangkan satu-satungi gol PSMS dicetak oleh Octavianus menit ke-75. Benoit dan Lopez merupakan dua pemain asing yang melamar ke Persija Jakarta.


Dengan hasil ini, Persija Jakarta berhasil menurup sesi uji coba jelang putaran kedua tanpa tersentuh kekalahan. Sebelum menekuk PSMS Medan, tim ibu kota itu telah lebih dulu menalukkan tim PON DKI Jakarta 2-0, tim Persija U-21 5-2, dan Pelita Jaya 1-0.

"Saya puas dengan hasil ini. Setidaknya penampilan anak-anak sudah lebih baik dari uji coba-uji coba sebelumnya. Mereka sudah tidak egois lagi dan bisa bermain dengan team work yang baik," kata Pelatih Persija Jakarta, Danurwindo usai pertandingan.

Persija Jakarta akan mengawali pertandingannya di putaran kedua LSI 2008/2009 kontra Persela Lamongan. Duel itu akan rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu, 1 Februari 2009.

Mengenai nasib kedua pemain pelamar, Benoit dan Lopez, Danurwindo mengaku belum menentukan pilihan. "Meski keduanya berhasil mencetak gol bukan berarti mereka langsung diterima. Sampai saat ini saya belum menentukan pilihan," tandas mantan pelatih PKT Bontang itu.