Monday, January 19, 2009

PSMS Kalahkan PSPS 4-2

PSMS berhasil memenuhi ambisinya dengan menumbangkan tim PSPS dengan skor 4-2 (2-1) pada pertandingan leg pertama babak 24 besar Piala Copa Djie Sam Soe 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Gol pertama bagi kemenangan tim "ayam kinantan" itu diciptakan Leonardo Martins alias Zada pemain asal Brazil pada menit ke-10 dengan menggetarkan gawang PSPS dikawal Andi Setiawan.

Gol dihasilkan pemain asing itu melalui sundulan kepala setelah menerima bola umpan yang diberikan Elie Aiboy.

Setelah ketinggalan satu gol dari PSMS, pemain PSPS Agus Rianto, Ade Chandra dan Dzumafo E Herman mencoba melancarkan serangan ke daerah pertahanan PSMS. Namun serangan itu berhasil digagalkan pemain barisan pertahanan PSMS.

Bahkan sebaliknya, pemain PSMS Leonardo melakukan gebrakan dan menambah satu gol lagi pada menit ke-17. Dengan demikian PSMS unggul 2-0 atas PSPS pada babak pertama.

Ketinggalan dua gol dari PSMS, para pemain PSPS mencoba bangkit dan terus melancarkan serangan. Zumafo E Herman akhirnya bisa menjaringkan bola ke gawang PSMS yang dikawal Ghali Sudaryono pada menit ke-44.

Gol yang dihasilkan Zumafo ini dicetak melalui tendangan penalti, satu menit menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.

Sementara itu babak kedua, Leonardo kembali berhasil menambah gol buat PSMS pada menit ke-68. Selanjutnya gol balasan PSPS lahir melalui kaki Agus Rianto pada menit ke-77.

Gol ke-4 atau terakhir bagi kemenangan PSMS diciptakan melalui pemain Oktovianus pada menit ke-80 setelah menggantikan rekannya Asri Akbar.

Sampai pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 4-2 bagi kemenangan PSMS atas PSPS yang memiliki julukan "Laskar Hang Tuah"

PSMS adopsi struktur timnas Inggris

ATURAN Badan Liga Indonesia (BLI) mengharuskan pelatih bersertifikat lisensi A merusak tatanan struktur tim PSMS Medan yang terlanjur telah membuat kesepakatan dengan pelatih asal Brazil Luciano Leandro yang hanya mengantungi lisensi versi negeri Samba itu.

Manajemen PSMS pun mendaftarkan Liestiadi sebagai pelatih kepala sesuai dengan aturan BLI. "Saya setuju saat Pak Sihar mendaftarkan sebagai pelatih kepala," terang Liestiadi menjawab Waspada seusai pertandingan PSMS versus PSPS dalam babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Liestiadi, sebelumnya menduduki posisi Direktur Teknik PSMS, mengaku dipercayakan sebagai pelatih kepala sebagai suatu tantangan. Lontaran miring pun muncul kepermukaan.

Pasalnya, Liestiadi yang dulunya guru bidang studi komputer Perguruan Sutomo ini masih minim pengalaman, apalagi menangani tim sekelas PSMS yang tampil di Super Liga Indonesia.

Apakah Liestiadi hanya sebagai "boneka" untuk melengkapi aturan BLI? Saat pertandingan PSMS melawan PSPS Luciano lebih berperan dengan memberikan instruksi kepada pemain di pinggir lapangan. Lalu di mana peran Liestiadi?

"Saya juga berperan. Saya dan Luciano bersama berdiskusi dalam skuad pemain termasuk pemain yang akan diturunkan," terang Liestiadi yang memiliki sepasang anak ini. Setelah mengetahui Luciano terganjal lisensi, manajemen PSMS mengadopsi struktur tim nasional Inggris saat ditinggalkan Sven Goran Eriksson.

Sepeninggalan Eriksson, federasi sepakbola Inggris menunjuk mantan asistennya, Steve McLaren sebagai pelatih Inggris dengan penasehat teknis Terry Venables. "Begitulah posisi saya sekarang ini," terang Liestiadi yang mendapat lisensi A pada Maret 2008.

Liestiadi mengaku tugas yang dibebankan cukup berat dengan pertaruhan harga diri untuk mengamankan PSMS dari zona degradasi. "Ya, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya," kata WNI keturunan Tionghoa ini.

Sihar tidak merasa rugi

MEDAN - PSMS masih berharap bermain di kandang dalam melakoni laga Liga Super Indonesia yang mulai bergulir 27 Januari mendatang. Upaya sudah dilakukan hampir tujuh bulan, namun belum ada tanda-tanda renovasi stadion kebanggaan Sumatera Utara ini.

"Kita tetap berharap PSMS bisa tampil di hadapan pendukungnya sendiri," ujar manajer tim PSMS Sihar Sitorus kepada wartawan usai pertandingan PSMS melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Menurut Sihar, dirinya tidak merasa rugi walaupun pertandingan PSMS digelar bukan di Medan namun alangkah baiknya PSMS dapat bermain di hadapan pendukung sendiri. Pada Copa Indonesia, Badan Liga Indonesia (BLI) memberikan izin penggunaan Stadion Teladan sebagai home base PSMS. Dalam dua laga yang sudah dipertandingkan di Stadion Teladan, minat penonton pun cukup tinggi.

"Bukan hanya suporter fanatik, namun masyarakat juga datang menyaksikan pertandingan. Ini berarti masyarakat sangat mencintai tim PSMS," terangnya.

Disebutkan, pertandingan melawan PSPS merupakan persiapan PSMS dalam menghadapi babak playoff Liga Champions Asia (LCA) dan Super Liga Indonesia pada awal Februari mendatang. Untuk babak playoff LCA, PSMS memilih Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung dan untuk Liga Super Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung.

Sihar membenarkan pihak PSMS mempertanyakan subsidi federasi sepakbola Asia yang mana Ayam Kinantan sebagai runner-up Liga Indonesia 2007 berhak sebagai wakil Piala Winners Asia dan playoff LCA. "Tentunya kita berharap dapat lolos ke Liga Champions Asia," jelasnya.

PSMS menang!


Cetak E-mail



18psms1.jpgMEDAN - PSMS Medan sukses memenuhi ambisinya meraih poin penuh di laga pertama babak 24 besar Copa Indonesia 2008/09, setelah melumat tamunya PSPS Pekanbaru 4-2 di Stadion Teladan Medan, tadi malam.

Adalah gelandang andalan Ayam Kinantan Leonardo "Zada" Martins Dinelli yang menjadi bintang dalam laga tersebut, menyusul tiga gol yang dilesakkannya ke gawang PSPS masing-masing pada menit ke-10, 33 (penalti), dan 64.

Satu gol lagi dibukukan Oktavianus pada menit ke-81. Sedangkan dua gol balasan tim tamu yang nota bene satu kasta di bawah PSMS yang merupakan kontestan Superliga, kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, dicetak Dzumafo E Herman pada menit ke-29 dan Agus Rianto menit ke-78.

Dengan demikian, peluang tim besutan pelatih Listiadi melaju ke babak 16 besar turnamen bergengsi ini cukup terbuka. Hanya dengan menahan imbang PSPS di laga kedua, atau pun kalah tidak lebih dari dua gol, PSMS bakal melaju ke babak berikut.

"Hasil ini cukup menggembirakan. Dengan demikian, maka langkah kami sedikit ringan di pertandingan kedua. Meski begitu, kami tetap harus fokus agar tidak sampai tergelincir," jelas Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS, tadi malam.

Ditambahkannya, kolaborasi antara pelatih Listiadi dan Luciano Lendro nampaknya cukup apik. Itu bisa terlihat lanjutnya, dengan perubahan penampilan PSMS, meski materi pemain tidak banyak berubah dari sebelumnya.


Tanpa dukungan, PSMS sulit maksimal

MEDAN - Skuad PSMS Medan memohon doa dan dukungan masyarakat Medan dan Sumatera Utara umumnya, agar bisa maksimal menghadapi PSPS Pekan Baru pada leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia 2008/2009 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) ini.

"Tanpa doa dan dukungan masyarakat sulit bagi PSMS tampil maksimal. Merupakan suatu kebanggaan bagi tim Ayam Kinantan bertanding di kandang sendiri," terang pelatih kepala PSMS Liestiadi bersama penasehat teknis Luciano Leandro di Stadion Teladan Medan, Jumat.

Liestiadi mengakui, kepercayaan yang diberikan manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus sebagai pelatih kepala yang terdaftar di Badan Liga Indonesia (BLI) adalah suatu tantangan. Bahkan Liestiadi yang pertama kali menangani tim sekelas Ayam Kinantan meminta pendapat Luciano.

Luciano juga berperan dalam menentukan skuad Ayam Kinantan. Sekarang ini Ayam Kinantan memiliki Galih Sudaryono, Markus Horison, Zulbahra, Edi Sibung, Septihadi, Reswandi, Aun Tarbini, Erwinsyah, Syahroni, Rahmadani, Fadli Hariri, Mauro Pinto, Esteban Gulien, Agus Supriyanto, M Affan Lubis, Asri Akbar, Dodi Cahyadi, Mahendra, Leonardo Zada, I Komang Adyana, Andika Yudisthira, Rahmad Affandi, Oktavianus Maniani, Elie Aiboy, Michael Nere dan Johannes Cho.

Sunday, January 18, 2009

Hat-Trick Zada Benamkan PSPS

Tiga gol Zada ke gawang PSPS Pekanbaru membuat PSMS Medan berpeluang mengantongi tiket babak 16 besar.

PSMS Medan sukses memenuhi ambisinya meraih poin penuh di laga pertama babak 24 besar Copa Indonesia 2008/09, setelah melumat tamunya PSPS Pekanbaru 4-2 di Stadion Teladan Medan, Jumat (17/1).

Adalah gelandang andalan Ayam Kinantan Leonardo "Zada" Martins Dinelli (foto) yang menjadi bintang dalam laga tersebut, menyusul tiga gol yang dilesakkannya ke gawang PSPS masing-masing pada menit ke-10, 33 (penalti), dan 64.

Satu gol lagi dibukukan Oktavianus pada menit ke-81. Sedangkan dua gol balasan tim tamu yang nota bene satu kasta di bawah PSMS yang merupakan kontestan Superliga, kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, dicetak Dzumafo E Herman pada menit ke-29 dan Agus Rianto menit ke-78.

Dengan demikian, peluang tim besutan pelatih Listiadi melaju ke babak 16 besar turnamen bergengsi ini cukup terbuka. Hanya dengan menahan imbang PSPS di laga kedua, atau pun kalah tidak lebih dari dua gol, PSMS bakal melaju ke babak berikut.

"Hasil ini cukup menggembirakan. Dengan demikian, maka langkah kami sedikit ringan di pertandingan kedua. Meski begitu, kami tetap harus fokus agar tidak sampai tergelincir," jelas Abdi Panjaitan, juru bicara PSMS, dihubungi GOAL.com, Sabtu (17/1).

Ditambahkannya, kolaborasi antara pelatih Listiadi dan Luciano Lendro nampaknya cukup apik. Itu bisa terlihat lanjutnya, dengan perubahan penampilan PSMS, meski materi pemain tidak banyak berubah dari sebelumnya.

Saturday, January 17, 2009

PSMS kirim mata-mata?

Medan- Pada saat sekuad PSMS medan mencoba stadion Teladan Jumat(16/1)pagi, terlihat salah satu andalan PSPS pekan baru yang merupakan anak medan juga, ikut menonton persiapan tim Ayam kinantan. Dia adalah kiper utama PSPS pekan baru, Andi setiawan

Andi yang sempat memperkuat PSMS medan tersebut, terlihat datang seorang diri dan langsung menuju bench di sebelah kiri lapangan . Andi terlihat duduk bersama dua rekannya dan memantau sesi latihan yang di berikan Luciano Leandro. Ada sekitar setengah jam Andi meliat latihan PSMS medan

Bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu upayaPSPS pekan baru untuk memata-matai persiapan PSMS medan. Meskipun wajar saja Andi datang melihat latihan Affan Lubis dkk. Berhubung andi anak medan asli " Itu pemain PSPS mungkin dia dikirm pelatihnya untuk memantau persiapan tim" koar salah satu penggemar

Meski demikian, skuad PSMS medan toh terlihat cuek bebek saja dan meneruskan latihannya. Giliran sore harinya saat skuad PSPS mencoba rumput stadion teladan, Rudi saari datang melihat persiapan PSPS. Kedatangan Rudi saari juga sekalian mewakili PSmS Medan untuk konfrensi pers. Kepada wartawan koran rudi bilang bahwa partai melawan PSPS hari akan seru
Banyak pemain PSPS manatan PSMS. Pelatihnya juga mantan pelatih PSMS. Terlebih PSPS saat ini pemimpin puncak sementara didivisi utama wilayah barat. Pasti laga tersebutbakal seru" bilangnya

PSMS Hening cipta buat korban Palestina

MEDAN - Pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) ini antara PSMS versus PSPS Pekan Baru, diawali hening cipta buat warga Palestina yang menjadi korban serangan biadab Israel.

Juga sekaligus mendoakan mantan pemain PSMS era-60-an almarhum Datok Saiban Syamsuri wafat pada usia 73 tahun Rabu (14/1) malam. Demikian Ketua Panpel H. Wahyu Wahab, Jumat.

Para pemain kedua tim juga diharapkan memakai ban hitam di lengan atas rasa duka terhadap korban serangan Israel ke Palestina. Demikian pula dengan mantan pemain PSMS almarhum Saiban yang telah banyak berbuat di skuad PSMS yang pada era 60-an dijuluki The Killer.

Menurut Wahyu, Panpel siap menggelar pertandingan leg pertama babak 24 besar Copa Indonesia. Panpel telah berkordinasi dengan pihak terkait dengan memperoleh izin dari Badan Liga Indonesia (BLI), Pemko Medan dan izin keramaian dari Poltabes Medan.

"Seratus lebih personil kepolisian dan angkatan darat dikerahkan dalam pertandingan ini," terang Wahyu, yang menyebutkan TvOne sebagai media partner Copa Indonesia batal menyiarkan langsung.

Masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan dapat memperoleh tiket di agen-agen dan loket di sekitar stadion. Harga tiket tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000

Hening cipta buat korban Palestina


PSPS siap curi poin

MEDAN - Pelatih PSPS Pekan Baru Abdul Rahman Gurning mengatakan, PSPS datang ke Medan berkekuatan penuh membawa 18 pemain termasuk tiga pemain asing.

Tim dari negeri "Lancang Kuning" ini siap untuk mencuri poin dalam pertandingan babak 24 besar Copa Indonesia 2008/2009 menghadapi tuan rumah PSMS di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).

"Kita siap menghadapi PSMS," tambah Gurning menjawab Waspada setibanya di Bandara Polonia Medan, Kamis (15/1). Gurning didampingi manajer tim Dityo Pramono mengakui PSMS adalah lawan tangguh. Apalagi Ayam Kinantan tampil di kandang.

Gurning yang juga berasal dari Medan sudah tidak asing dengan gaya permainan Ayam Kinantan. Bahkan mantan pelatih PSMS yang memegang lisensi A ini dapat membawa PSPS sementara di puncak klasemen sementara divisi utama.

Mantan pelatih Persitara ini turut membawa tiga pemain asing asal Kamerun Junavo, Daniel Bikoy dan Hendrik. Dia tidak menyangkal bahwa ketiga pemain itu dalam kondisi prima. Bagi Gurning, tidak ada istilah bermain bertahan walau tampil di kandang lawan, sebab menyerang merupakan pertahanan terbaik.

Manajer tim PSPS Dityo Pramono merendah. "PSMS lebih bagus, karena mereka bermain di Liga Super Indonesia," terangnya. Menurutnya, manajemen PSMS tidak menetapkan target muluk-muluk. "Anak-anak diharapkan dapat bermain maksimal," ungkapnya.

Joao Carlos terganjal surat

MEDAN - Pemain Brazil, Joao Carlos gagal bergabung dengan skuad PSMS, karena terganjal mengenai surat atau kelengkapan administrasi yang dimiliki pemain asing tersebut.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, Kamis mengatakan, pemain asing tersebut tidak jadi dikontrak manajemen PSMS, terganjal surat atau dokument.

Menurut dia, Joao Carlos sudah cukup lama menjalani seleksi calon pemain PSMS yang digelar di Stadion Teladan Medan maupun di Stadion Kebun Bunga Medan.

Bahkan, katanya. Joao Carlos beberapa minggu menjalani tes di Bogor yang ditangani pelatih Luciano Leandro. Namun, akhirnya pemain asing itu tidak jadi memperkuat tim Ayam Kinantan berdasarkan keputusan manajemen.

Sebelumnya, pelatih Luciano Leandro asal Brazil memberikan rekomendasi agar memeriksa kesehatan Joao Carlos. Tes tersebut dilakukan oleh tim medis atau dokter yang dipercaya menangani pemain PSMS.

Elie Aiboy perkuat Ayam Kinantan

MEDAN - Striker Elie Aiboy yang tidak ikut memperkuat tim nasional Indonesia ke Oman akan memperkuat tim PSMS Ayam Kinantan menghadapi PSPS Pekanbaru pada babak 24 besar Copa Indonesia di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) mulai pukul 15.30 WIB.

Kamis (15/1), Elie Aiboy yang direkrut paruh putaran pertama Liga Super Indonesia tampak bersama skuad PSMS yang tiba di Bandara Polonia Medan, setelah menjalani pelatihan di Bogor dan Bandung. Skuad PSMS langsung menuju mess melakukan istirahat dan dijadwalkan Jumat (16/1) hari ini melakukan latihan ringan di Stadion Teladan.

Liestiadi yang ditunjuk manajemen PSMS sebagai pelatih kepala pasca Badan Liga Indonesia (BLI) melarang Luciano Leandro karena tidak memiliki lisensi A enggan berkomentar menanggapi skuad PSMS menghadapi PSPS. "Saya akan berupaya maksimal menjalankan kepercayaan manajemen," ungkapnya.

Dilarangnya Luciano yang sempat dikontrak manajemen PSMS menambah polemik skuad yang akan dipersiapkan menghadapi Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia ini. Pelatih Brazil yang kini sebagai penasehat teknis melakoni skuad Ayam Kinantan di belakang layar.

"Tim PSMS sudah melakukan persiapan menghadapi PSPS," terangnya. PSMS selain melakukan rutin juga menggelar pertandingan uji coba dengan tim-tim dari Pulau Jawa. Penampilan PSMS diakuinya mengalami peningkatan pada semua lini. Dalam pertandingan uji coba di Bogor Rabu (14/1), Elie juga diturunkan.

"Kemungkinan besar Elie akan perkuat PSMS menghadapi PSPS," tambahnya. Jika diturunkan, ini merupakan pertandingan kali pertama baginya memperkuat Ayam Kinantan di Copa Indonesia.

Luciano mengakui bahwa PSMS harus dapat memetik kemenangan pada leg pertama. Dia mengakui ada beberapa pemain yang tidak dapat diturunkan, namun dapat diantisipasi dengan pemain lainnya. "Kita sudah siap menghadapi PSPS," ujarnya.

Friday, January 16, 2009

The Killer' Saiban wafat

MEDAN - Mantan pemain PSMS era 60-an Datok Saiban Syamsura meninggal dunia di rumah duka Jl Amaliun Medan dekat simpang Cemara. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak ini dikebumikan di pemakaman Jl Halat Medan, Kamis (15/1).

Menurut Juanda mantan pemain PSMS junior yang merupakan kemanakan almarhum, semasa memperkuat PSMS almarhum dikenal sebagai jenderal lapangan tengah. Berbagai prestasi telah diperolehnya bersama PSMS yang semasanya berjulukan The Killer.

"Almarhum tidak ada mengalami sakit. Dia meninggal pada usia 73 tahun," tambahnya. Almarhum selain memperkuat PSMS juga dipercayakan membawa Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Almarhum dalam memperkuat PSMS seangkatan H. Dollah Unai, Azis Tanjung, Jamal dll.

"Almarhum adalah pemain handal dengan semangat juang tinggi," tambah mantan pemain PSMS/nasional H. Dollah Unai yang turut melayat bersama rekan-rekan seangkatannya. Mantan pemain PSMS dan rekan-rekan sejawat turut melayat di rumah duka dan mengirim doa tahlilan.

PSMS Harus Menang Selisih Dua Gol

MEDAN - Usai jeda putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) dan babak 48 besar Copa Indonesia, PSMS Medan diharapkan menunjukkan penampilan terbaiknya saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) pukul 15.30 WIB.

Bahkan Ayam Kinantan harus bisa memetik kemenangan minimal dua gol. Menurut Presiden KAMPAK FC Dicky Anugerah kepada Waspada, Rabu, waktu satu bulan lebih masa rehat seharusnya bisa membawa skuad Ayam Kinantan melakukan pembenahan atas kelemahan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh pada babak sebelumnya.

Ketika melawan Persiraja baik di Medan dan Banda Aceh, permainan skuad PSMS belum menunjukkan kerja sama tim yang solid. Bahkan di Banda Aceh, M Affan Lubis cs tampil kasar dan tidak sabar. "Waktu rehat yang dimiliki hendaknya dapat dievaluasi dalam menghadapi pertandingan melawan PSPS," tambahnya.

Dicky mengaku dirinya tidak terkejut dengan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberikan izin Luciano Leandro menangani PSMS karena tidak memiliki lisensi A. Kasus ini bukan pertama kali menimpa PSMS yang pada Liga Indonesia sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa.

Dia menambahkan, PSPS yang ditangani pelatih Abd Rahman Gurning memiliki track record

"PSMS harus dapat memanfaatkan laga pertama ini jika tidak ingin terhenti di ajang Copa," terangnya. Dicky optimis PSMS bisa mewujudkan kemenangan minimal dua gol jika dapat bermain kompak dengan semangat juang di hadapan pendukung sendiri. Apalagi, Elie Aiboy sudah bisa diturunkan," katanya lagi.

Dukungan Maksimal
Dicky yang tidak henti-hentinya menyuarakan agar Ayam Kinantan dapat bermain di kandang menyebutkan dia dan anggota KAMPAK FC akan memberikan dukungan maksimal kepada PSMS saat menjamu PSPS.

Namun, harapnya, kondisi Stadion Teladan sekarang ini hendaknya mendapat perhatian serius dari Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pertamanan. Rumput stadion tampak sudah tidak terurus, apalagi jika hujan turun terlihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan.

Sebagai kota ketiga tebesar di Indonesia sudah sepantasnyalah memiliki stadion bertaraf internasional. "Mudah-mudahan renovasi Stadion Teladan menjadi perhatian serius. Sangat disayangkan tim yang sudah memiliki nama besar seperti PSMS tidak dapat bermain di kandang sendiri," harapnya.

yang bagus dalam menjalani putaran pertama kompetisi divisi utama. Bahkan tim dari Bumi Lancang Kuning berada di peringkat teratas klasemen sementara kompetisi divisi utama

Panpel sudah mendapat izin

MEDAN - Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) sudah merampungkan izin penyelenggaraan pertandingan PSMS Medan versus PSPS Pekan Baru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1) mulai pukul 15.30 WIB yang turut disiarkan langsung TvOne.

Izin keramaian yang dikeluarkan kepolisian sudah diperoleh. Sebelumnya, Panpel sudah mendapat lampu hijau dari Badan Liga Indonesia (BLI) dan Pemko Medan. Demikian disampaikan Ketua Panpel H Wahyu Wahab di Medan, Rabu.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan support kepada tim PSMS yang saat ini berupaya bangkit dari ketertinggalan dari tim-tim lainnya tahun 2008," tambahnya.

Disebutkan, tim PSMS dan PSPS dijadwalkan tiba Kamis (15/1) ini. PSMS berlatih di Bandung akan tampil dengan kekuatan penuh, termasuk striker Elie Aiboy yang absen pada laga melawan Persiraja. Panpel menyebutkan siap menggelar pertandingan di Stadion Teladan untuk kedua kalinya pasca larangan BLI untuk Liga Super Indonesia.

Ditambah Wahyu, tanpa dukungan penonton serta sinergi tentunya sulit mewujudkan suksesnya penyelenggaraan. Kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di stadion, tiket sudah dapat diambil mulai Jumat melalui agen-agen dan loket. Panpel menetapkan harga tiket sama saat laga melawan Persiraja, yakni tribun terbuka Rp20.000, tribun tertutup Rp35.000 dan VIP Rp45.000

Thursday, January 15, 2009

PSMS Akan Rekrut Penyerang Asal Argentina

PSMS Akan Rekrut Penyerang Asal Argentina
PSMS Medan terus berburu striker. Tukang gedor gawang lawan itu diharapkan mampu menutup kekurangan tim asal ibu kota Sumatera Utara tersebut.

"Manajemen masih terus mencari striker asing yang nanti bisa dijadikan goal getter bagi PSMS Medan," kata Liestiadi, pelatih PSMS, kemarin (14/1).

Sebelumnya, beberapa usaha sudah dilakukan PSMS, mulai seleksi pemain hingga mendatangkan langsung penyerang berkualitas.

Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut mencoba kemampuan Benoit -mantan penyerang Persiwa Wamena- dan Marcos Saouza asal Brazil yang sempat seleksi di Persela. Namun tak lama, kedua pemain tersebut langsung dipulangkan karena tak layak pakai.

Nama mantan penyerang Lazio, Italia, Marcelo Salas, pun sempat mengemuka. Sayang, kedua pihak -PSMS dan Salas- gagal menemui titik temu soal harga.

Kini manajemen PSMS kembali menyebutkan segera mendatangkan satu pemain asing asal Argentina. Sayang, Sihar Sitorus, pengelola PSMS, enggan membocorkan biodata pemain tersebut. Sihar hanya mengatakan, pemain itu bakal didatangkan dari Argentina.

Penyerang tersebut berusia 28 tahun dan berasal klub Divisi III Liga Argentina, Alvarado de Mar Del Plata.

"Nilai kontrak sudah oke. Klub lamanya pun sudah memberikan izin untuk bermain di Indonesia. Tinggal menunggu verifikasi dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Red)," ucap Sihar.

Namun saat dikonfirmasikan ke pihak BLI lewat Llano Mahardika, staf kompetisi BLI, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pengajuan resmi dari PSMS untuk memverifikasi pemain asing berposisi striker. Saat ini PSMS sudah memiliki tiga penyerang yang semuanya pemain lokal dan masih berusia muda. Mereka adalah Andika Yudistira, Rahmat Affandi, dan Mitchel Nere. Sebelumnya, PSMS pernah memiliki dua striker asing, Anderson Tegao dan Henry Makinwa. Namun, mereka tak memiliki kontribusi optimal sehingga PSMS Medan terpaksa memulangkannya.

Persiapan PSMS Cukup Matang

Persiapan PSMS Cukup Matang
Persiapan PSMS Medan telah matang jelang meladeni PSPS Pekan Baru pada leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009, Sabtu (17/1).

Hasil uji coba melawan Pelita Jaya, Selasa (13/1), jadi modal yang cukup bagus. Juru bicara PSMS Abdi Panjaitan mengatakan, persiapan tim di Cipayung cukup baik. Pasalnya, dua uji coba melawan Pelita Jaya di GOR Sawangan Depok menghasilkan hasil yang cukup signifikan. Affan Lubis dkk berhasil menahan Pelita 0-0.

“Sebelumnya ketika melawan Persikabo, kami juga mampu menunjukkan permainan bagus dengan skor imbang 1-1.Cukup baik,”ujarnya saat di konfirmasi di Mes Cipayung kemarin. Abdi menambahkan,hasil pemanasan melawan dua tim yang cukup punya nama di Liga Indonesia itu merupakan modal yang baik bagi performa tim melawan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Pekan Baru itu.

Abdi memperkirakan, melawan PSPS akan berlangsung menarik. “Saat ini PSPS ditangani Pelatih Abdul Rahman Gurning asal Medan.Sebagian pemain PSPS merupakan orang Medan. Jadi, pertandingan ini akan berlangsung seru dan serbapanas,”ungkapnya.

Posisi PSPS yang saat ini berada di papan atas Divisi Utama membuat Abdi tak mau sesumbar.Ayam Kinantan harus mewaspadai kejutan PSPS. “Pertandingan sepak bola bukan mewaspadai orang per orang, tapi semua pemain di tim lawan.Kinerja tim yang baik akan menghasilkan sesuatu yang positif. Itulah yang harus kami cermati,” ungkapnya. [syukri amal/sindo]

PSMS Resmi Daftarkan Listiadi

Sebagai pengganti Luciano Leandrao yang gagal verifikasi, manajemen PSMS Medan mendaftarkan nama Listiadi sebagai pelatih kepala.

PSMS Resmi Daftarkan Listiadi
Dengan demikian, mantan direktur teknik PSMS Medan yang baru saja menyelesaikan kursus pelatih lisensi A ini dipastikan bakal membesut Elie Aiboy dan kawan-kawan, di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini.

"Dua hari lalu, manajemen PSMS telah mendaftarkan nama Listiadi sebagai pelatih kepala mereka. Dengan begitu, tim tersebut tidak ada masalah lagi menyangkut pelatih kepalanya. Sebab, Listiadi memang memenuhi syarat," kata Joko Driyono, direktur kompetisi BLI kepada GOAL.com ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1).

Dijelaskannya, pendaftaran pelatih baru PSMS itu diterima, hanya beberapa hari setelah melayangkan surat kepastian gagal verifikasinya Luciano Leandro. Sayang, Joko enggan menjelaskan secara rinci penyebab gagalnya Luciano dalam pemeriksaan lebih lanjut itu .

Namun dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mantan pemain sepakbola yang pernah beberapa musim merumput di Liga Indonesia dan sempat membesut Persema Manado ini, gagal verifikasi karena dia sebelumnya bukan pelatih kepala di Macao, tim divisi III Brasil, seperti surat yang disampaikannnya kepada manajemen PSMS.

Luciano hanya seorang asisten pelatih di tim tersebut. Padahal regulasi BLI menyebutkan, pelatih tim Superliga, selain harus bersertifikat A, dia juga harus memiliki pengalaman menjadi pelatih kepala di tim profesional minimal tiga tahun.

"Regulasi ini kami berlakukan khusus bagi pelatih asing. Jika tidak memenuhi syarat, maka yang bersangkutan tidak boleh menjadi pelatih kepala di Superliga," tandas Joko.

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus dalam pesan singkatnya (SMS) menyatakan, penetapan Listiadi tersebut karena pihaknya mengikuti regulasi yang diterapkan BLI.

Ditanya mengenai fungsi dan tugas Listiadi yang sebelumnya disebutkan hanya sebagai bayangan, Sihar menyatakan jika kedua pelatih ini menjalankan tugas sesuai dengan jabatannya masing-masing.

PSMS akhirnya Gaet Esteban Julian

MEDAN, — PSMS Medan akan segera menggaet Esteban Julian, untuk berlaga pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) akhir bulan ini. Pemain asal Uruguay tersebut diharapkan bakal menandatangani kontrak dalam waktu dekat ini.

Media officer PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan, Esteban dinilai pantas bergabung dengan PSMS dalam menghadapi LSI 2009. Selain karena pernah bermain untuk Persikota Tangerang, pemain tersebut juga mudah beradaptasi dengan pemain lain di kesebelasan "Ayam Kinantan" tersebut. "Jadi wajar saja, pemain asing tersebut dipakai PSMS," katanya kepada Antara.

Abdi juga mengatakan bahwa proses penerbitan surat izin pemberhentian Esteban dari Persikota saat ini sedang diurus oleh pemain tersebut.

Sebelum Esteban, PSMS sudah mengontrak dua legiun asal Brasil, yakni Zada dan Mario Pinto. Ketiganya diharapkan dapat mendongkrak posisi tim yang kini berada di zona degradasi itu. "Esteban dengan beberapa pemain asing lainnya yang ada di PSMS akan berusaha tampil baik pada putaran kedua LSI 2009," tambah Abdi.

Manajemen PSMS sebelumnya sudah memulangkan pemain asing, yakni Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Perancis), Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan seleksi. (ANT)

PSMS akhirnya Gaet Esteban Julian

MEDAN, — PSMS Medan akan segera menggaet Esteban Julian, untuk berlaga pada putaran kedua Indonesia Super League (ISL) akhir bulan ini. Pemain asal Uruguay tersebut diharapkan bakal menandatangani kontrak dalam waktu dekat ini.

Media officer PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan, Esteban dinilai pantas bergabung dengan PSMS dalam menghadapi LSI 2009. Selain karena pernah bermain untuk Persikota Tangerang, pemain tersebut juga mudah beradaptasi dengan pemain lain di kesebelasan "Ayam Kinantan" tersebut. "Jadi wajar saja, pemain asing tersebut dipakai PSMS," katanya kepada Antara.

Abdi juga mengatakan bahwa proses penerbitan surat izin pemberhentian Esteban dari Persikota saat ini sedang diurus oleh pemain tersebut.

Sebelum Esteban, PSMS sudah mengontrak dua legiun asal Brasil, yakni Zada dan Mario Pinto. Ketiganya diharapkan dapat mendongkrak posisi tim yang kini berada di zona degradasi itu. "Esteban dengan beberapa pemain asing lainnya yang ada di PSMS akan berusaha tampil baik pada putaran kedua LSI 2009," tambah Abdi.

Manajemen PSMS sebelumnya sudah memulangkan pemain asing, yakni Lamoze Conteh (Afrika), Benoit Lumineau (Perancis), Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohameda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan seleksi. (ANT)

Manchester United tampil di Senayan ( News Special)

JAKARTA - Manchester United akan memainkan empat pertandingan di Asia pada akhir musim ini dan salah satunya dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kabar yang luar biasa menggembirakan akhirnya tiba bagi penggila bola di Tanah Air, terutama fans Manchester United. Dalam rangka tur Asia 2009, juara bertahan Liga Premier Inggris dan Liga Champions itu memasukkan Jakarta ke dalam agendanya.

Pengumuman ini cukup mengejutkan, karena sebagaimana diketahui sebelumnya, jatah tur Asia klub besutan Sir Alex Ferguson itu jatuhnya ke Vietnam, bukan Indonesia. Pertandingan di Jakarta nanti, skuad United akan melawan Indonesia Super League Select (ISL Selection) pada 24 Juli.

Ini merupakan kedatangan Cristiano Ronaldo untuk kedua kalinya ke Indonesia, setelah sebelumnya Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008 itu didatangkan Extra Joss pada Juni 2005 lalu.

Dari enam kali tur ke benua Asia sejak 1995, pemenang Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 di Tokyo itu belum pernah ke Indonesia, negeri yang memiliki fan base MU yang sangat besar dari jumlah penduduk 240 juta. Tur MU akan dimulai di China pada 18 Juli, sebelum ke Seoul, dua hari berikutnya. Setelah Jakarta, MU akan mengakhiri turnya di Kuala Lumpur pada 26 Juli.

Dua tahun lalu, MU gagal ke Kuala Lumpur dalam rangka 50 tahun Asosiasi Sepakbola Malaysia karena terbentur jadwal Piala Asia 2007, saat Malaysia menjadi tuan rumah bersama Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Kepala Eksekutif MU David Gill memastikan adanya tur ini setelah berkunjung ke 'Manchester United Experience' di Hotel Venetian Macao Resort. "Atmosfirnya dibangun lewat pendukung yang luar biasa. Klub ini selalu menikmati kunjungan ke Asia dan ini merupakan kesempatan baik buat fans MU di Asia untuk melihat pahlawan mereka beraksi di negerinya sendiri," tambah Gill.

Ji-sung Park tentunya bakal mendapatkan sambutan meriah ketika pulang kampung ke Korea dan gocekan-gocekan Ronaldo, Ryan Giggs, Rio Ferdinand dan Wayne Rooney pasti akan menghibur ribuan penonton di Gelora Bung Karno.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes membenarkan kedatangan Manchester United ke Jakarta dalam rangka Tur Asia 2009 pada 24 Juli mendatang.

Berharap menjadi modal

CIPAYUNG - PSMS Medan terus berbenah. Menjelang bergulirnya first leg Copa Indonesia (17/1) mendatang di Stadion Teladan, M Affan Lubis terus dipersiapkan.

Selain memusatkan latihan di lapangan sepakbola Anggraini Citeureup, PSMS juga telah menggelar dua kali ujicoba. Rabu di markas Pelita Jaya, Sawangan, PSMS bermain imbang tanpa gol.

Di babak pertama, Luciano Leandro yang kini sudah diposisikan penasehat teknik PSMS mencoba menurunkan skuad terbaiknya. Ujicoba yang bertujuan mengasah kekuatan tim ini berjalan dengan ketat.

Di bawah mistar pada babak pertama, Ghali Sudaryono tidak terlalu dipusingkan. Taktisnya empat bek yang ditempati Reswandi, Aun Carbiny, Septiadi dan Dodik Cahyadi membuat pertahanan Ayam Kinantan sulit dibendung.

Topangan dari lini tengah juga cukup membantu. Esteban berhasil mengalirkan umpan-umpan matang kepada duet striker Elie Aiboy dan Rahmad Affandi. Hujan yang terus turun selama pertandingan juga tidak membuat Pelita Jaya menurunkan tempo permainan. Namun tetap saja di babak kedua, skor 0-0 bertahan.

Memasuki babak kedua, perubahan signifikan dilakukan kedua tim. Baik Pelita Jaya ataupun PSMS menarik keluar sebahagian besar pemainnya. "Saya hanya mau mencoba dan melihat semua pemain," kata Luciano.

Di pertengahan babak kedua, tim yang berjuluk Ayam Kinantan ini memiliki peluang dari Okto dan Esteban. Menggenangnya air di mulut gawang Pelita membuat bola tersendat.

Pelita Jaya sendiri juga memiliki sejumlah peluang, namun berkat cemerlangnya penampilan dua kiper PSMS, Ghali dan Zulbhara yang masuk di pertengahan babak kedua, mampu menjaga gawang mereka dari kebobolan. Di akhir pertandingan, Luciano mengaku performa tim mulai sedikit meningkat.

"Kita semua mulai dari bawah pelan-pelan. Sedikit sedikit tim sudah mulai menunjukan peningkatan. Ini harus kita tingkatkan biar lebih baik," bilangnya.

Dari hasil dua kali ujicoba ini, Luciano mengharapkan mampu menjadi modal untuk pertandingan di Copa melawan PSPS Pekanbaru di Medan, Sabtu (17/1) nanti.

"Selain dari tim, tentunya dukungan dari penonton di Medan sangat kita harapkan. Itu akan sangat membantu kita," harap Luci.

Wednesday, January 14, 2009

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro

PSMS Masih Perlukan Luciano Leandro
Manajemen PSMS Medan sampai sekarang masih memerlukan pelatih Brazil, Luciano Leandro, untuk menangani tim menghadapi putaran kedua Liga Super yang akan digelar mulai akhir Januari ini.

Media Official PSMS Abdi Panjaitan ketika dihubungi dari Medan, Senin, mengatakan, Luciano masih tetap bergabung dengan PSMS.

Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai Badan Liga Indonesia (BLI) yang mengingatkan PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih pada tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano masih tetap dipakai oleh manajemen PSMS, pelatih Brazil itu tidak mungkin dikeluarkan begitu saja.Dia juga masih baru bergabung dengan PSMS.

"Manajemen PSMS juga tidak mungkin memulangkan Luciano, " kata Panjaitan . Menurut dia, Badan Liga Indonesia (BLI) hanya mengingatkan manajemen PSMS agar tidak memakai Luciano Leandro sebagai kepala pelatih. Pihak BLI tidak pernah melarang Luciano bergabung dengan PSMS.

Luciano hanya tidak diperbolehkan oleh BLI menjadi kepala pelatih di PSMS dalam putaran kedua LSI 2009, karena dia tidak memiliki lisensi A dan dianggap tidak pernah menangani klub profesional selama 3 tahun.

Namun, jelasnya, manajemen PSMS bisa saja memakai Luciano sebagai direktur teknik atau jabatan lainnya pada tim PSMS itu. "Jadi apa yang disarankan BLI itu, tetap kita ikuti.Namun BLI tidak mungkin melarang pelatih asing untuk bergabung dengan PSMS," tegas Panjaitan.

Sebelumnya, direktur kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis, (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim profesional sebelumnya.

Menurut Joko, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim konstestan pada putaran kedua LSI 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brazil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di Brazil.

Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut. [antara]

PSPS pembuktian bagi PSMS

MEDAN - Kondisi PSMS Medan yang sekarang ini sedang mendapat tekanan bertubi-tubi, merupakan ujian berat dalam menghadapi laga perdana babak 24 besar Copa Indonesia menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan.

Namun pemerhati sekaligus mantan pemain PSMS H Sumantraji SH, Selasa (13/1) berharap, penampilan Ayam Kinantan tetap maksimal dalam menjamu PSPS. "Pertandingan ini merupakan ujian sekaligus pembuktian bagi PSMS sebelum bertempur di babak playoff Liga Champions Asia dan Liga Super Indonesia 2009," kata Sumantraji.

Mantan pemain PSMS Junior itu mengakui, tampil di Stadion Teladan tentu dapat menambah semangat Affan Lubis cs. "Siapa pun yang menangani Ayam Kinantan, pemain harus menunjukkan semangat tinggi di hadapan pendukung sendiri," tambah Ketua Umum SSB Kurnia, Kurnia Football Club dan Kurnia Futsal Club.

Mantan pemain PSMS Hendri Dinal menambahkan, kompetisi tahun ini benar-benar tantangan bagi Ayam Kinantan untuk melepaskan diri dari zona degradasi. "PSPS juga lawan tangguh, itu telah dibuktikan dengan lolos ke babak 24 besar," tambah Hendri.

PSPS yang ditangani Abdul Rahman Gurning pun tidak dapat dianggap enteng. Sebagai pelatih, Gurning yang telah memiliki jam terbang sudah mengetahui karakter permainan Medan. "PSPS patut diwaspadai," tambah Dinal menilai PSMS harus konsisten menerapkan permainan menyerang.

Tuesday, January 13, 2009

Langkah Esteban ke PSMS Selangkah lagi

Keinginan klub PSMS Medan merekrut mantan gelandang Persikota Tangerang, Esteban Esteban Guillen, kini tinggal selangkah lagi. Pasalnya, surat keluar dari Persikota Tangerang sudah dikantonginya.

“Puji Syukur Persikota sudah memberikan saya surat keluar, PSMS juga sudah kirim data-data saya kepada BLI. Mudah-mudahan hari ini semua administrasi saya tidak ada masalah. Dan saya bisa jadi pemain PSMS secara resmi,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan Esteban pun dibenarkan Sihar Sitorus, selaku pengelola tim berjuluk Ayam Kinantan. Ia mengatakan saat ini, sedang mengurus data-data kepada BLI. Dan ia berharap semua data-data Esteban tidak ada masalah, sehingga bisa segera bermain di putaran kedua Liga Super Indonesia.

Pemain asal Uruguay itu juga mengungkapkan, tim Bayi ajaib tidak jadi bubar. Meski begitu, tekadnya membela PSMS agaknya sudah bulat dan tak bisa ditawar-tawar lagi. “ Kata teman-teman, Persikota tak jadi bubar. Minggu ini akan membahas kondisi tim seperti apa dan Persikota akan melanjuti putaran kedua Liga Divisi Utama,” kata Esteban lagi. (Krisminarti)

Markus cs bertolak ke Oman

Jakarta - Timnas Indonesia yang berkekuatan 18 pemain dan tujuh ofisial bertolak ke Oman, Senin, untuk melaksanakan laga perdana grup B ajang Pra Piala Asia 2011.

Indonesia baru akan menghadapi tuan rumah Oman pada 19 Januari, namun manajemen Timnas menganggap para pemain perlu melakukan proses aklimatisasi cuaca.

"Dengan waktu yang cukup panjang, kita punya banyak keuntungan di antaranya adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan di Oman, berujicoba dan melihat penampilan Oman pada Piala Teluk 2009," kata asisten manajer Timnas, Chandra Solehan, Senin.

Ponaryo Astaman dkk bertolak menggunakan penerbangan EY 471 sekitar pk 15:10 WIB, transit di Abu Dhabi sekitar pk 20:10. Selanjutnya pasukan Benny Dollo itu menuju kota Muscat dengan menggunakan penerbangan EY 368 dan dijadwalkan tiba sekitar pk 22:50 waktu setempat.

Menurut Chandra, tim Merah Putih berkesempatan menyaksikan pertandingan semifinal Piala Teluk 2008, antara Oman melawan Qatar pada 14 Januari nanti. Oman yang ditangani Claude Le Roy, menjadi juara Grup A dari hasil dua kemenangan dan sekali seri.

Oman mengalahkan Irak 4-0, Bahrain 2-0 dan seri 0-0 menghadapi Kuwait yang juga berada satu grup dengan Indonesia pada Pra Piala Asia 2011. Sebelumnya, Benny Dollo mengatakan, tujuh pemain yang tidak terpilih masuk dalam skuad inti timnas telah dikembalikan ke klubnya masing-masing sejak pekan lalu.

Setelah pulang dari Oman, pihaknya akan memanggil lagi pemain di luar 18 anggota tim sekarang untuk menghadapi Australia di Jakarta. Indonesia sendiri sudah mendaftarkan 50 pemain untuk Pra Piala Asia 2011 tersebut.

Pertandingan Oman melawan Indonesia menurut rencana akan disiarkan secara langsung oleh RCTI pada pukul 22:30 WIB.

Daftar pemain Timnas:
Markus Horison (PSMS), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC/kiper); Erol FX Iba (Pelita Jaya), Isnan Ali, Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Nova Arianto, Maman Abdurrahman (Persib Bandung), Ismed Sofyan (Persija Jakarta), Ricardo Salempessy (Persipura/belakang); Ponaryo Astaman (Persija Jakarta), Firman Utina (Pelita Jaya), M Roby (Persik Kediri), Arif Suyono (Arema Malang), Hariono (Persib Bandung), Boaz Sallosa (Persipura/tengah); Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), TA Mushafry (Persiba Balikpapan) dan Budi Sudarsono (Sriwijaya FC).

Liestiadi mundur jadi guru demi PSMS

KEINGINAN orang tentu berbeda-beda. Misalkan, Liestiadi rela melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru bidang studi komputer di Perguruan Sutomo Medan demi memilih mengikuti PSMS Medan.

Bukan hanya pekerjaan tetap, dia pun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung. Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

Pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 memberikan pilihan pelatih yang kini menjabat Direktur Teknik PSMS Medan. Posisi Liestiadi sebagai guru bidang studi komputer salah satu sekolah top di Medan ini sudah ditekuninya sejak 2006. Bahkan dia sempat mengikuti ujian verifikasi guru yang dibiayai pemerintah, hasilnya juga memuaskan.

Sepeninggalan dari guru Sutomo, ayah yang memiliki sepasang anak Deni Marco, 10 tahun, dan Alexandra, 5 tahun, seorang istri Meliani mengakui sempat "kalang kabut" karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk keluarga.

"Ya, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya dari Bandung, Minggu (11/1).

Pilihan Liestiadi untuk melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru setahun lalu sudah mantap. Dia kini berkonsentrasi di skuad PSMS, setelah mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti Maret 2008 di Jakarta bersama M Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang.

Kesabaran Liestiadi berbuah ketika dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi. Namun dia tidak mengecewakan, dan membawa PSMS Junior bersaing di tingkat nasional.

Awal tahun 2008 manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus kemudian mempercayakan Liestiadi masuk skuad PSMS. Ketika itu Liestiadi dipercayakan sebagai asisten pelatih Iwan Setiawan. Selepas peninggalan Iwan, dia tetap masuk skuad PSMS di bawah kepemimpinan pelatih Australia Erick Williams.

Kepemimpinan Erick tidak lama, karena masuk jeda putaran pertama manajemen menggantikannya dengan Luciano Leandro asal Brazil. Direktur Teknik PSMS yang ditempati Liestiadi sekarang, sebelumnya posisi Erick.

Akankah keberuntungan di pihak Liestiadi?

Monday, January 12, 2009

PSMS jamu PSPS Di Teladan

MEDAN - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS H. Wahyu Wahab mengatakan, Badan Liga Indonesia (BLI) telah memberi izin leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009 PSMS menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).

"Kesiapan Panpel (Panitia Pelaksana,-red) sudah rampung 80 persen menggelar leg pertama Copa Indonesia 2009 di Stadion Teladan. Kita sedang menunggu izin keamanan dari pihak kepolisian, sedangkan Pemko Medan sudah memberikan izin penggunaan Stadion Teladan," terang Wahyu dari Kuala Lumpur, Minggu (11/1).

Pertandingan PSMS di Stadion Teladan ini adalah untuk kedua kalinya, setelah babak sebelumnya mereka menjamu Persiraja Banda Aceh. "Tentu kita berharap masyarakat memberikan dukungan dengan menyaksikan pertandingan di Teladan. Dengan demikian, pemain termotivasi lolos ke babak berikutnya," tambahnya.
Saat ini, PSMS bermarkas di Stadion Siliwangi Bandung dan dalam waktu dekat akan berlatih di Medan menghadapi pertandingan melawan PSPS. Namun manajemen Ayam Kinantan yang dikelola Sihar Sitorus belum memutuskan pelatih kepala menyusul keputusan BLI yang tidak memperbolehkan pelatih Brazil Luciano Leandro mendampingi tim.

Luciano terganjal lisensi A dan diragukan statusnya pernah melatih klub professional di Liga Brazil. Karena itu, Liestiadi yang sekarang menjabat Direktur Teknik PSMS dan memiliki lisensi A menjadi kandidat mengisi posisi Luciano. Sebelumnya, Liestiadi pernah melatih PSMS Junior pada musim kompetisi 2002-2003.

Saat dihubungi Waspada, Liestiadi belum banyak berkomentar. "Saya belum ditunjuk menangani PSMS. Kalau akhirnya dipercaya, saya siap menangani Ayam Kinantan," terang Liestiadi yang berada di Bogor Minggu (11/1)

Luciano Gagal Tangani Ayam Kinantan

Pupus sudah harapan Luciano Leandro melatih PSMS pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) memutuskan bahwa pelatih asal Brazil tersebut tak memenuhi persyaratan untuk menukangi klub profesional di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (8/1). Menurut dia, Luciano tidak dapat membuktikan track record melatih klub sepak bola profesional selama tiga tahun sebagai syarat minimal pelatih asing yang ingin menukangi klub DISL.

Rekomendasi dari Macae Esporte, klub Divisi Utama Liga Brazil yang kabarnya pernah dibesut Luciano selama beberapa tahun, tak membuat BLI percaya begitu saja. Setelah penyelidikan lebih lanjut lewat berbagai sumber di Brazil selama beberapa waktu, BLI tak menemukan bukti konkret bahwa Luciano pernah bekerja di Macae Esporte sebagai pelatih kepala.

"Karena tak mampu memberikan bukti konkret, Luciano tak hanya tak dapat melatih di PSMS, tapi juga klub-klub lain yang menjadi peserta DISL," ucap pria asal Ngawi itu.

Kendati demikian, BLI tak serta-merta melarang Luciano mencari penghasilan di Indonesia. Buktinya, mantan playmaker PSM Makassar tersebut masih diberi kesempatan untuk berkarya di klub profesional peserta DISL. Tapi, jabatannya bukan pelatih kepala.

"Tidak ada yang melarang Luciano melatih, tapi hanya menjadi asisten pelatih atau staf kepelatihan. Bahkan, untuk posisi direktur teknik pun, BLI masih memberikan izin," lanjut Joko.

Apa komentar Sihar Sitorus selaku manajer PSMS Medan? "Jelas saja kecewa. Karena itu, untuk sementara waktu saya ingin beristirahat dari aktivitas di PSMS. Belum ada keputusan yang kami buat. Yang pasti, saya mau tenang-tenang dulu," terang Sihar.

Sementara itu, Luciano mengaku belum mengetahui keputusan BLI tersebut. Bagi dia, kalaupun kabar itu benar, dia tak akan kecewa.

"Saya tidak kecewa. Saya datang ke Indonesia untuk bekerja membangun PSMS. Jadi, saya akan tetap fokus membangun tim itu meskipun tanpa rekomendasi dari BLI," beber Luciano. Dia merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih rinci dari BLI terkait dengan masalah tersebut.

"Kalau memang demikian, mau bilang apa lagi. Yang pasti, saya bakal memberikan yang terbaik bagi PSMS. Buktinya, saat ini penampilan PSMS mulai bagus," jelasnya.

Untuk membuktikan apa yang diungkapkan itu, Luciano memiliki kesempatan saat Ayam Kinantan -julukan PSMS- menjalani pertandingan uji coba melawan Persikabo Kab Bogor hari ini pukul 16.00 WIB.

"Memang, rencananya besok (hari ini, Red) kami menggelar pertandingan uji coba melawan Persikabo," terang Rudi Saari, asisten pelatih PSMS.

Kemelut yang kini terjadi di tubuh Ayam Kinantan kiranya menarik perhatian mantan pelatih PSMS Erick Williams. Pria yang kini menjadi orang nomor satu di Akademi Sepak Bola Medan United (ASMU) tersebut menyatakan sudah memperkirakan gagalnya Luciano membesut PSMS itu jauh-jauh hari.

"Saya mengerti bahwa pelatih baru PSMS (Luciano, Red) tidak memiliki lisensi. Tapi, itu bukan berarti saya akan kembali dipanggil untuk menangani PSMS," papar Erick.

Meski tak keberatan jika ditunjuk menangani PSMS lagi, pria yang pernah menukangi timnas U-16 tersebut mengatakan bahwa ada baiknya manajemen kembali merekrut mantan pelatih PSMS Freddy Muli.

"Kenapa tidak memanggil Freddy Muli. Dia sudah buktikan kemampuannya kala membawa PSMS sebagai finalis musim lalu. Selain itu, dia sukses membawa Persebaya menduduki peringkat pertama Divisi Utama musim ini," ucapn

Kantongi Tujuh Nama Striker Asing

Bursa transfer pemain asing jelang paruh musim kedua Liga Super memanas. Persija Jakarta, PSIS Semarang, Arema Malang, serta PSMS Medan bersaing menambah kekuatan.

Persija, misalnya. Meski bursa transfer pemain putaran kedua baru ditutup 24 Februari mendatang, Macan Kemayoran sudah mengantongi lima nama striker impor, seperti duo Kamerun Eyenga dan Enana Okuyda, eks striker Persipura Jayapura Fernando Gaston, Ramadhan Ragab (Mesir), serta Mario Romero (Argentina). Daftar belanja Persija pun bertambah panjang dengan masuknya dua nama striker Africa Selection (AS).

”Saat ini baru Ramadhan saja yang datang, lainnya belum. Nama terakhir yang masuk adalah striker AS. Saya tidak tahu nama persisnya, tapi nomor punggung 9 dan 15 yang ditawarkan. Persija ditawari agen mereka, tapi pelatih belum menentukan. Mereka bagus, tapi harus disesuaikan dengan criteria yang diinginkan,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarif kepada Sindo kemarin.

Banyaknya nama yang masuk membuat Persija harus selektif. Karena, Macan Kemayoran hanya bisa merekrut satu orang pemain asing setelah kuota pilar impornya telah diisi Abanda Herman, Njanka Pierre, Robertino Pugliara, dan Greg Nwokolo.

Persija mengaku hanya membutuhkan seorang striker yang bisa dijadikan tandem bagi Bambang ‘Bepe’ Pamungkas atau Aliyudin. Mereka sebelumnya pernah menyeleksi dua pemain, yaitu Ekene Ikenwa dan Leo Citescu. Namun, Ekene dan Leo tidak lolos verifikasi BLI.

”Bepe teknik tinggi dan Aliyudin cepat. Kami butuh striker yang kuat membawa bola. Dia bisa diduetkan dengan Bepe atau Aliyudin. Untuk dua pemain AS tidak akan diseleksi lagi, tinggal bilang ya atau tidak. Kami sudah melihatnya saat beruji coba dengan timnas, Selasa (6/1). Tapi, lima lainnya baru Ragab yang datang. Hanya Eyenga dan Enana yang akan dilihat, tiga sisanya tidak tertarik,” tutur Ferry. Bukan hanya Macan Kemayoran, Arema pun kabarnya tertarik kepada gelandang serang dan bertahan tim AS.

Ayam Kinantan –julukan PSMS Medan– juga sedang memburu tanda tangan gelandang Joao Carlos. Mereka sebelumnya meminati striker timnas Thailand Teerasil Dangda. Agen Mutiara Hitam Sport and Management Dennis Jules Onana menyatakan nilai kontrak pemain belum ditetapkan.

”Persija masih menunggu satu nama lainnya. Tapi, pada dasarnya sudah senang dengan dua pemain tersebut. Aremajuga tertarik terhadap dua gelandang AS dan mereka sudah melihatnya. PSMS hampir deal soal Joao. Minggu ini semuanya akan diputuskan. Nilai kontrak memang belum ditetapkan, tapi kami sudah memperkirakan nilai yang akan mereka tawarkan,” kata Onana.

Bila Persija, Arema, serta PSMS masih memilah, tidak demikian dengan PSIS. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu akan mengikat pemain impor Etoga dan Nengue. Sign contract rencananya dilakukan Kamis (8/1) malam dengan durasi setengah musim. Onana menambahkan, Etoga dan Nengue akan menjalani latihan resmi mulai hari ini.

”Malam ini (kemarin) Etoga dan Nengue akan tanda tangan kontrak dengan PSIS. Semuanya sudah oke. Nilai kontrak tidak bisa disebutkan. Hari ini (kemarin) mereka berdua berangkat ke Semarang. Tiketnya sudah saya belikan. Saya belum tahu lokasi pasti penandatanganan kontrak itu, tapi mereka akan dijemput ofisial PSIS. Besok pagi (hari ini) mereka akan menjalani latihan resmi pertama,” paparnya.

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI Pelatih PSMS Medan Luciano Leandro tidak mau ambil pusing dengan keputusan BLI. Sebelum ada keputusan dari pengelola PSMS, dia akan bekerja seperti biasa.

Langkah Luciano adalah bentuk profesionalisme sebagai pelatih. Menurut dia, posisinya sebagai pelatih atau asisten menjadi kewenangan pengelola. Karena itu, sebelum ada suara resmi dari pengelola, Luciano mengaku tetap cuek. ”Saya tidak mau ambil pusing dengan keputusan itu. Aku datang kemari untuk melatih PSMS. Manajemen belum memberikan keputusan apa-apa. Sampai sekarang masih menangani tim,” ucapnya.

Karena itu, arsitek tim asal Brasil ini tetap fokus menangani Affan Lubis dkk. Termasuk, saat uji coba melawan Persikabo Bogor, Jumat (9/1) kemarin. ”Aku terus berkonsentrasi mengurus tim. Jadi, selama belum ada keputusan manajemen terhadapku, aku tetap memberikan instruksi kepada pemain,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, mantan arsitek Persma Manado ini menilai pemainnya sudah menunjukkan tren perbaikan. Pemain sudah terlihat lebih kompak dalam hal kerja sama dan menjalankan instruksi yang diberikan.

”Mereka sudah menunjukkan peningkatan sesuai yang aku harapkan. Namun, aku tidak mau itu ditunjukkan saat latihan maupun uji coba, tapi pada pertandingan resmi,” paparnya. Tidak hanya itu, Affan dkk juga sudah menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan dan komunikasi di lapangan juga berjalan maksimal.

”Pemain sudah saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Mental mereka juga sudah kuat saat menghadapi tekanan lawan. Begitu juga komunikasi, pemain pegang bola tahu ke mana harus mengumpan dan mendampingi pemain yang sedang pegang bola,” tukasnya.

Dalam uji coba kemarin, dia hanya menurunkan dua pemain asing Leonard Zada dan Esteban Gulien. Sedangkan Mauro Pinto dan Joao Carlos tidak bisa bermain karena alasan berbeda. Sedangkan striker asing belum didapat

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan

PSMS Diharapkan Lolos ke LCA

PSMS Medan diharapkan dapat lolos menjadi wakil Indonesia pada kompetisi Liga Champions Asia (LCA) 2009.

"Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh PSMS," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman, di Medan, Jumat.

Sebelumnya Sriwijaya FC sudah dipastikan mewakili Indonesia di ajang LCA. PSMS berpeluang ikut mendampingi Sriwijaya FC jika memenangkan partai play off melawan Thailand Electrical Provincial pada 25 Februari 2009.

PSMS merupakan runner-up pada Liga Indonesia 2007, di mana Sriwijaya FC merupakan juaranya. Jika lolos dari babak play off yang akan digelar di Thailand itu, maka Indonesia akan mencatatkan dua wakil di LCA.

"Ini suatu kebanggaan bagi PSMS dan bahkan juga bagi Indonesia. Kesempatan emas ini harus dapat dimanfaatkan PSMS," katanya.

Ia yakin PSMS akan mampu mengatasi tim asal Thailand itu, apalagi PSMS juga memiliki pemain yang tangguh dan bisa diandalkan.

"PSMS harus memiliki tekad yang kuat untuk lolos ke LCA," kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS pada 1997-2002 itu. (kpl/cax)

PSMS tanyakan subsidi

KUALA LUMPUR - Mengikuti babak playoff AFC Champion Asia pada 25 Februari mendatang, PSMS Medan dipastikan tidak mendapat jumlah subsidi sama dengan klub lain yang telah memastikan diri lolos ke grup.

Demikian ditegaskan Ketua AFC Tokuaki Suzuki dalam seminar AFC di Kuala Lumpur, Sabtu (10/1). "Sebagai klub yang yang masih mengikuti babak playoff, mereka tidak mendapatkan subsidi. Nanti akan ada orang AFC yang menjelaskannya apkah dalam playoff nanti dapat atau tidak," kata Suzuki dalam bahasa Inggris.

Hal tersebut juga tertuang di buku pedoman yang dibagikan kepada tim peserta. Bagi PSMS, tidak kebagian subsidi tentunya mendapat pertimbangan tersendiri dan wajar saja bila tim yang kini bercokol di zona degradasi klasemen ISL ini gusar.

Di awal tahun 2009, tim yang dikelola Sihar Sitorus harus mengikuti tiga event sekaligus, yakni Liga Super Indonesia, Copa Indonesia dan AFC. "Di Super Liga saja, kita sudah repot dengan pengeluaran. Apalagi ikut playoff yang dimainkan di negara lain," bilang Sihar.

Untuk itu, kubu PSMS akan mengingatkan Badan Liga Indonesia (BLI) perihal subsidi dari AFC tersebut. "Kita tadi sudah dengar langsung soal pemberian subsidi di AFC. Sebagai tim yang ikut playoff, kita belum mendapatkannya," kata Sihar di sela-sela seminar.

Sebagai langkah awal, Sihar mengaku akan mencari sponsor secepatnya. "Tapi tentunya kondisi tanpa subsidi di playoff harus kita sampaikan ke BLI," sambungnya seraya bertanya apakah BLI atau PSSI akan memberikan subsidi jika mereka lolos.

Pertanyaan Sihar ini juga berdasarkan berita yang dilansir dari situs BLI pada 6 Januari lalu, mengatakan Sriwijaya dan PSMS tidak akan mendapatkan subsidi dari PSSI atau BLI. PSMS juga menanyakan terkait pertandingan nanti bilamana pihaknya mendapat fee penjualan tiket atau lainnya.

Kendati minim keuangan, PSMS tetap akan berjuang tampil di playoff karena turut bangga mendapat kesempatan tersebut. "Kesempatan ini bisa menjadi sebuah sejarah dan harus dimaksimalkan. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita cukup menang sekali, lalu lolos ke Champion Asia," terangnya.

Lawan M Affan Lubis cs nanti adalah pemenang laga antara Armed Forces (Singapura) versus PEA (Thailand). Jika PSMS menang, maka mereka akan bergabung di grup H bersama Shanghai Shenhua (China), Khasima Antlers (JPN) dan Suwon Samsung Bluewing (Korea).

Dalam seminar AFC lalu, PSMS diwakilkan Sihar Sitorus, Wahyu Wahab (panpel), Andi (marketing officer) dan Abdi Panjaitan (media officer). Seminar yang berlangsung dari 8-10 Januari itu membahas tentang regulasi dan pelaksanaan pertandingan.

Thursday, January 8, 2009

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan. (Krisminarti)

PSMS kembali pulangkan dua asing

MEDAN - Manajemen PSMS kembali memulangkan dua orang pemain asing, yakni Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohammeda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan dari Medan, Rabu (7/1) mengatakan, kedua legiun asing itu sempat menjalani seleksi beberapa hari di Bandung.

Menurut dia, kedua pemain asing itu diseleksi langsung pelatih PSMS Luciano Leandro. Namun dari hasil seleksi yang dilakukan secara ekstra ketat itu, diputuskan bahwa kedua pemain tidak dapat bergabung dengan PSMS yang akan menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 pada pertengahan Januari.

Sebelumnya, manajemen PSMS juga memulangkan dua pemain asing, yakni Lamore Conteh (Siera Lione, Afrika) dan Benoit Lumineau (Prancis) karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

Keputusan itu berdasarkan penilaian Luciano setelah menyeleksi langsung pemain asing itu selama dua minggu. Seleksi dilakukan di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.

Seleksi yang dilakukan terhadap pemain luar itu, yakni fisik, teknik bermain maupun kesehatan mereka. Manajemen PSMS sangat selektif memilih pemain asing untuk dikontrak memperkuat skuad PSMS. Lamore Conteh, sebelumnya pernah memperkuat salah satu klub bola di Malaysia dan Lumineau pernah bermain di Persiwa Wamena.

Sihar bantah beli Pro Duta

JAKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta
AKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta.

Meski demikian, pria yang juga Direktur Utama PT Togos Gopas, selaku pengelola Ayam Kinantan ini tidak menyangkal jika dirinya memang terlibat pembicaraan serius dengan pemilik tim asal Bandung tersebut, termasuk membicarakan opsi pembelian tim tersebut.

"Kami memang terlibat pembicaraan, tapi belum terjadi pembelian seperti yag diberitakan. Mungkin teman-teman salah dengar, sebab memang belum sampai tahap itu dan masih sebatas pembicaraan biasa," katanya saat dihubungi Waspada, Rabu (7/1), sembari menambahkan upaya mencari klub baru itu dilakukan karena kontraknya untuk mengelola PSMS hanya setahun.

"Tentu tidak ada artinya menangani klub sepakbola itu jika hanya satu musim. Sebagai orang bola, saya harus menjaga kemungkinan tidak diperpanjang oleh pengurus PSMS. Untuk itu, saya mencari klub lain, karena tidak mungkin memaksa mereka agar saya tetap mengelola PSMS," tambahnya.

Ditanya apakah pembicaraan yang dilakukan dengan pengurus Pro Duta akan diteruskan sekiranya masih diberi kesempatan menangani PSMS, Sihar mengaku belum bisa berkomentar. "Kita lihat saja nanti, yang jelas saya tidak ingin mengelola tim hanya semusim. Tidak ada yang bisa didapatkan baik dari segi prestasi maupun hal lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, berita tentang pembelian klub milik Denny Susanto ini ramai dibicarakan setelah dilansir berbagai harian ibukota dan media online yang menyebutkan Pro Duta sudah resmi dibeli Sihar Sitorus.

Menariknya, berita pembelian itu datangnya dari Denny sendiri yang menyatakan telah menemui kata sepakat dengan manajer PSMS tersebut. "Harga sudah disepakati, sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar," kata Denny.

Beli Pro Duta, Sihar cabut?

BANDUNG - Klub yang baru saja berpromosi ke Divisi Utama, Pro Duta FC Bandung resmi dijual kepada pengusaha asal Medan, Sihar Sitorus. Kepastian ini disampaikan langsung owner Pro Duta sebelumnya, Deni Susanto.

"Kesepakatan resminya dilakukan pada Jumat (2/1) lalu. Namun karena beberapa alasan, kami baru umukan secara resmi hari ini," tutur Deni, Selasa.

Hanya Deni enggan menyebut berapa nilai kesepakatan yang dicapai pihaknya dengan pengusaha kelapa sawit tersebut. Namun, menurut sumber di tim berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu, Sihar rela merogoh kocek senilai Rp8 miliar demi memiliki hak kepemilikan lisensi penuh Pro Duta.

Bahkan lebih lanjut, dikatakan sumber tersebut. Keputusan Sihar membeli Pro Duta selain karena hubungan baiknya dengan mantan Wakil Manajer Persib tersebut. Juga karena alasan rencana Sihar melepas PSMS ke klub lain.

"Kabarnya Pak Sihar sudah merasa tidak mampu mengurus PSMS. Bukan karena tak mampu dari sisi finansial, namun banyak hal non teknis yang sangat mengganggu konsentrasinya mengurus PSMS," jelas sumber tersebut.

Terlepas dari itu Deni beralasan keputusanya melepas Pro Duta kepada Sihar. Selain karena alasan hubungan dekat, juga karena komitmen yang disampaikan Sihar untuk mengangkat Pro Duta menembus Liga Super Indonesia.

"Saya merasa percaya dengan komitmen yang disampaikan beliau (Sihar). Meski tak lagi memiliki Pro Duta, tapi jika bisa melihat Pro Duta tampil di level tertinggi kompetisi Indonesia, saya tentu merasa akan sangat bahagia dan bangga," tandas Deni.

Wednesday, January 7, 2009

Sihar Beli Pro Duta Bandung


BANDUNG, SELASA - Setelah menanam uang pada PSMS Medan, pengusaha muda Sihar Sitorus melebarkan sayapnya di kancah sepak bola nasional dengan membeli klub Divisi Utama Pro Duta Bandung. Kabarnya, harga yang dibayar Sihar untuk membeli Pro Duta merupakan rekor baru dalam penjualan klub sepak bola di Indonesia.

Sayangnya, pemilik Pro Duta Denny Susanto enggan menanggapi kabar tersebut. "Harga sudah kami sepakati. Sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar, kata Deny," Selasa (6/1).

Musim ini, klub yang antara lain diperkuat mantan striker Persib Eka Santika itu bermain di Divisi I. Meski tidak juara, musim depan Pro Duta berhak mengawali debutnya di Divisi Utama. Sebelum akhirnya dilepas pada Sihar, Pro Duta sempat ditawar Bandung Barat dan Cilegon. Denny mengatakan, negosiasi antara dia dengan Sihar berlangsung cukup alot.

Denny percaya Sihar sangat serius ingin mengelola klub sepak bola profesional. Dana yang disiapkan Sihar untuk mengelola Pro Duta kelak juga cukup besar. " Sihar banyak belajar manajemen sepak bola di Inggris karena pernah cukup lama menetap di sana. Ia berani membeli Pro Duta karena melihat prospek bisnis sepak bola di Indonesia cukup cerah" kata Denny.

Deny menambahkan, meski berasal dari Medan, Sihar berjanji akan tetap menjadikan Bandung sebagai kandang Pro Duta. Bahkan, dalam skuad Pro Duta nanti, pemain lokal asal Bandung akan diprioritaskan. "Sihar berambisi membawa Pro Duta promosi ke Liga Super tahun 2010 nanti, " kata Denny. (LSD)

Tuesday, January 6, 2009

Pemain tak terganggu

Medan- Persoalan demi persoalan terus menganggu persiapan PSMS jelang laga di ajang superliga. Terakhir, PSMS Medan kembali di terpa masalah yakni izin pelatih luziano leandro yang tak kunung di keluarkan Badan Liga Indonesia(BLI. Bagaimana kondisi pemain dan kesiapan Tim ?
Kata profesinal terus di gaungkan oleh BLI dalam perhelatan ISL kali ini, Termasuk stadion, dan segnap pendukung lainnya harus profesional. oleh karenanya segenap pemain PSMS Medan pun berusaha berlaku profesional pula.
Meski saat ini kubu Ayam kinantan tengah di dera masalah, namun konsentrasi pemain sepertinya tidak terganggu" Saya lihat teman-teman tak terpengaruh dengan persoalan ini.Mental dan kesipan bertanding tetap mengebu-gebu" Ujar fadri Hariri
Persiapan tim, termasuk gelar seleksi pemain pun harus berjalan dengan normal. sebab Luciano Leandro saja memang tidak terganggu atau mempersoalkan masalah tersebut
" Yang pasti, saya dan managemnet masih menunggu keputusan tertulis dari BLI terkait izin saya. Meski demikian, semua yang diminta BLI sudah saya lengkapi" Bilang Luciano
Hal senada juga di utarakan Rahmat Affandi. striker bernomor punggung 16 terebut bilang, bahwa suasana dalam kubu ayam kinantan kondusif, program latihan berjalan normal" kata fandi.
Sedangkan palang pintu PSMS Aun carbiny mengungkapkan bahwa permasalahan yang menimpa Luciano tak berdampak negatif terhadap kesiapan tim
Sampai saat ini Luciano masih memimpin latihan, jadi saya kira tidak ada yang berpengaruh, karena kita semua sudah tidak sabar untuk merumput kembali" timpal Dodi Cahyadi

Status Luciano di PSMS Masih Tanda Tanya

MEDAN, - Manajemen PSMS Medan sampai saat ini masih tetap menunggu keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) terkait status pelatih Luciano Leandro di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan hal itu ketika dihubungi dari Medan, Senin (5/1), saat ditanyakan mengenai status Luciano asal Brasil itu.

Sebelumnya, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano, masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim frofesional sebelumnya.

Menurut dia, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim kontestan pada putaran kedua ISL 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brasil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di negara asalnya. Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut.

"Jadi, tidak masalah mengenai Luciano. BLI hanya ingin mengetahui lebih jelas tentang pelatih asing itu," kata Panjaitan.

Ketika ditanya kemungkinan pelatih Luciano akan digantikan Listiadi yang menjabat direktur teknik di PSMS, Panjaitan mengatakan, belum ada rencana mengganti Luciano.

"Tidak ada penggantian pelatih PSMS tersebut. Namun bisa saja Listiadi akan mendampingi Luciano, tapi bukan mengganti pelatih yang berasal dari luar negeri itu," katanya. (ANT)

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi Label klub musafir masih melekat pada Persita Tangerang dan PSMS Medan. Penyebab nya, pada putaran kedua Liga Super 2008/2009 mendatang,kedua tim dipastikan tidak bisa tampil di depan publik sendiri.

Bersama Persitara Jakarta Utara,pada putaran pertama lalu,mereka harus rela berganti-ganti home ground.Pendekar Cisadane–julukan Persita–terpaksa menjalani home di Stadion Bumi Kartini atau Stadion Manahan. Sebab, markas mereka di Stadion Benteng tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BLI.

Demikian juga dengan PSMS.Tim berjuluk Ayam Kinantan ini harus rela berpindah-pindah tempat mulai dari Stadion Utama Gelora Bung Karno sampai Stadion Jatidiri, Semarang. ”Pemain tetap membutuhkan tenaga ekstra karena harus berpindah tempat. Biaya kami juga akan bertambah.Kami belum bisa kembali ke Benteng. Renovasi stadion belum kelar.

Lampu belum terpasang seluruhnya. Baru tiangnya yang berdiri. Namun,lampunya belum beli. Sejak awal dana kami terbatas. Butuh dana sekitar Rp3 miliar untuk lampu, termasuk tiang penyangga,” ungkap Manajer Tim Persita Andi Mulyadi kemarin. Pada putaran kedua,Persita berencana menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home ground.

Menurut Andi,manajemen telah melakukan survei. Hasilnya, mereka siap menyisihkan dana sewa stadion minimal Rp25 juta per pertandingan. ”Pada putaran kedua, kami akan bermain di Siliwangi. Persib Bandung sudah memilih Stadion Si Jalak Harupat. Kemarin kami sudah melakukan survei ke sana dan berbicara dengan pengelola.

Tidak ada masalah.Kami berharap tidak lagi berpindah-pindah seperti pada putaran pertama,” harapnya. Nasib serupa dialami PSMS. Klub berjuluk Ayam Kinantantersebut tetap berlabel musafir karena renovasi Stadion Teladan belum selesai.”Lampu belum dipasang.Dana klub terbatas.

Kami baru melayangkan surat kepada pemerintah daerah. Perbaikan baru sebatas menyangkut ruangan-ruangan dan beberapa bagian stadion. Otomatis Stadion Teladan belum bisa digunakan pada putaran kedua. Kami harus mencari home ground kembali,” ujar Pengelola PSMS Sihar Sitorus. Sihar menambahkan, Siliwangi akan dipilih sebagai home ground. ”Home ground memang belum ditetapkan.

Namun, kami berencana menggunakan Stadion Siliwangi. PSMS juga membidik Stadion Lebak Bulus. Kami juga sebenarnya berminat menggunakan Stadion Benteng, tapi renovasi di sana juga belum selesai.Pada dasarnya kami tidak masalah, asalkan stadion itu lolos kualifikasi BLI,”katanya

PSMS berkorban demi Esteban

TANGERANG - Pemain Persikota Tangerang Mustopa Aji, berupaya hengkang menyusuli jejak mantan kaptennya, Esteban Guillen, yang kini memperkuat PSMS Medan.

Beda dengan Mustopa yang belum menemukan solusi, kepindahan Esteban berjalan lancar setelah manajemen tim Ayam Kinantan mau berkorban demi mendapatkan tenaganya pada putaran kedua kompetisi Djarum Indonesia Super Liga 2008/2009.

Manajemen PSMS memberikan gaji enam bulan Esteban yang belum dibayarkan Persikota, akibat tim itu mengalami kendala dana hingga harus dibubarkan mengikuti DISL putaran kedua.

Esteban merupakan satu-satunya pemain asing yang dikontrak manajemen tim Persikota pada musim kompetisi 2008 akibat keterbatasan keuangan. Setelah kepergiannya, giliran Mustopa yang mengaku ingin memperkuat tim lain.

Namun Mustopa terganjal administrasi, karena pihak manajemen tidak memberikan surat keterangan untuk memuluskan karirnya. Asisten pelatih Persikota Agus Suryanto yang dihubungi Senin (5/1), membenarkan Mustopa akan pindah ke salah satu tim di Jawa Timur dan kontraknya ditandatangani dalam waktu dekat.

Hanya saja pihak manajemen Persikota tidak memuluskan langkahnya. Bahkan manajemen enggan memberikan surat keterangan seperti diminta penyerang yang sebelumnya pernah duet di lini depan bersama Aliyudin, yang sekarang memperkuat Persija Jakarta.

Selain Mustopa Aji, pemain lainnya Tomi Oropka juga mengalami nasib serupa. Meski tim lain sudah melakukan negosiasi menyangkut nominal kontrak setengah musim kompetisi, tapi Persikota berupaya mengganjalnya.

Friday, January 2, 2009

PSMS Buru Teerasil Dangda

PSMS Buru Teerasil Dangda PSMS Medan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil di Liga Champion Asia (LCA) 2009. Tim bejuluk Ayam Kinantan itu terus meningkatkan kekuatan timnya dengan melakukan perburuan pemain jelang babak play off yang akan diglar 25 Februari 2009.

Menurut Pengelola PSMS Medan, Sihar Sitorus, pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan kuota pemain asing yang diberlakukan di LCA. Artinya PSMS bakal turun dengan empat pemain asing.

"Kami akan memanfaatkan peraturan baru soal pemain asing di LCA. Agar bisa turun dengan empat pemain asing, kami akan mencari satu pemain asing dari Asia," kata Sihar kepada Vivanews, Rabu, 31 Desember 2008.

Satu nama yang akan menjadi target PSMS adalah Teerasil Dangda. Striker Thailand yang baru saja dinobatkan sebagai top scorer Piala AFF 2008. "Kami sudah mencari agennya. Sayang, kami belum bisa kontak hingga saat ini," kata Sihar.

Sebagai runner up Liga Indonesia 2007/2008, PSMS memang mendapat kesempatan untuk menemani Sriwijaya FC di LCA 2009. Namun sebelum tampil di babak utama, PSMS harus melewati babak play off terlebih dulu.

Menurut Sihar, Teerasil merupakan striker yang punya kualitas di atas rata-rata. Dengan demikian, tak ada ruginya bila Teerasel juga tetap memperkuat Indonesia di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008.

Tak mudah bagi PSMS untuk mendapat tiket ke LCA. Sebab, pada babak play off, tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu harus bertanding di kandang lawan.

PSMS akan berhadapan dengan pemenang antara Thailand Provincial Electrical vs Singapore Armed Forces. Pertandingan ini akan digelar dalam format home and away.

Ditambahkan Sihar, saat ini PSMS baru memiliki dua pemain asing. Masing-masing adalah, Mauro Pinto (Brasil) dan Esteban Gillian (Uruguay). Selain Teerasil, PSMS juga saat ini sedang mengincar mantan pemain Arema Malang, Joao Carlos (Brasil).

”Selain memburu pemain asing, kami juga masih mencari pemain-pemain lokal,” tandas Sihar. [vivanews]

PSMS gagal pakai Luciano

JAKARTA - Keinginan PSMS Medan untuk memakai tenaga pelatih asal Brazil Luciano Leandro pada putaran kedua Superliga 2008/09, sementara ini gagal terwujud.

Mantan pelatih Persma Manado itu terganjal aturan main dari Badan Liga Indonesia (BLI), selaku pelaksana regulasi kompetisi non-amatir di tanah air.

Sesuai regulasi yang ditetapkan, seorang pelatih asing yang akan menukangi tim kontestan kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, selain harus memiliki lisensi A, juga minimal pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

"Sampai sejauh ini, status Luciano (Leandro) di PSMS masih kami pending. Sebab, kami masih harus melakukan verifikasi lebih mendalam," kata Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI ketika dihubungi Waspada, Kamis (1/1).

Dijelaskannya, hal yang akan diverifikasi menyangkut aturan minimal tiga tahun. "Sesuai surat yang kami terima dari PSMS, Luciano sebelumnya menukangi tim Macau. Tapi kami harus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait lamanya dia membesut tim itu. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka PSMS harus memberikan alternatif lain untuk pelatih kepalanya," tambah Joko.

Alternatif itu, lanjutnya, menjadikan Luciano sebagai direktur teknik tim dan menempatkan pelatih lain yang bersertifikat A sebagai gantinya. Dengan begitu, tenaga Luciano masih bisa digunakan. "Cara seperti itu memang sangat mungkin dilakukan. Sebab status Luciano sebagai pelatih kepala PSMS masih kami pending," jelas Joko.

Sihar pasrah
Menanggapi hal itu, manajer PSMS Sihar Sitorus mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat banyak. Sebab untuk memecat Luciano, menurutnya, sangat tidak etis karena belum menunjukkan hasil kerjanya.

"Jika memang BLI tidak meloloskan Luciano, maka alternatif yang harus kami lakukan dengan menukar posisi direktur teknik yang saat ini dipagang Listiadi. Secara kebetulan, dia (Listiadi) memang bersertifikat A. Hanya saja, pada pelaksanaan sehari-hari, tetap saja Luciano yang menjadi pelatih kepala," kata Sihar.

"Saya baru mendengar dari Anda mengenai berita ini. Jika memang benar, saya sangat siap menangani PSMS. Tentunya dengan bekerjasama semua pihak, termasuk Luciano. Tapi saya harus bicara dulu dengan Pak Sihar mengenai hal ini," tuturnya.

Dua asing lagi angkat koper

MEDAN - Manajemen PSMS memulangkan dua lagi pemain asing, Lamore Conteh (Siera Lione, Afrika) dan Benoit Lumineau (Prancis) karena tidak memenuhi persyaratan menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI), Januari 2009.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan di Medan, Rabu mengatakan, kedua legiun asing itu telah dipulangkan ke negaranya, karena tidak lolos mengikuti seleksi beberapa hari lalu.

Keputusan itu berdasarkan penilaian pelatih PSMS, Luciano Leandro setelah menyeleksi langsung pemain asing itu selama dua minggu, yang dilaksanakan di Stadion Teladan Medan.

"Seleksi yang dilakukan terhadap pemain luar itu ekstra ketat, baik itu fisik, tehnik bermain maupun kesehatan mereka.Manajemen PSMS sangat selektif memilih pemain asing sebelum dikontrak memperkuat tim PSMS," kata Abdi.

Lamore sebelumnya pernah memperkuat salah satu klub di Negeri Sembilan, Malaysia, sedangkan Benoit pernah bermain di Persiwa Wamena.

Pelatih PSMS, Luciano Leandro, mengatakan, manajemen PSMS sebelumnya memulangkan satu pemain asing Marcos Jo Sauza (Brazil), karena dianggap tidak memenuhi persyaratan bergabung dengan skuad PSMS.

Menurut Luciano, seleksi yang dilakukan selama dua minggu terhadap Marcos, karena pemain tersebut kemampuannya tidak memuaskan dan jauh dari yang diharapkan manajemen.

Manajemen PSMS sebelumnya juga telah mengembalikan empat pemain asing, masing-masing Nloga Cyrille (Kamerun), Allan (Brazil), Kamga (Kamerun) dan Alhaji (Kamerun).

Wednesday, December 31, 2008

PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi

Merasa dirugikan dengan keputusan mendadak PSSI, manajemen PSMS Medan meminta konpensasi terhadap dua pemainnya.


PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi
Keputusan PSSI menggelar pemusatan latihan timnas lebih awal dengan mengorbankan kepentingan klub, mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebab hal itu dirasa sangat merugikan dan berbenturan dengan kepentingan klub yang sedang melakukan persiapan jelang tampil di putaran kedua Superliga 2008/09.

Salah satunya datang dari PSMS Medan. Manajemen Ayam Kinantan bahkan secara terbuka meminta agar otoritas sepakbola nasional itu memberikan konpensasi kepada dua pemainnya yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan, yakni kiper Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy (foto, kiri).

Menurut manajer PSMS Sihar Sitorus, keputusan mendadak PSSI itu telah berakibat pada kerugian terhadap persiapan klubnya. Untuk itu masih kata Sihar, sudah sewajarnya jika klub meminta konpensasi berupa pembayaran gaji kepada para pemain yang dipanggil masuk pelatnas.

"Kami hanya meminta agar gaji pemain selama bergabung di timnas di bayarkan PSSI. Terlebih karena kami sudah mengalami kerugian karena sudah memberikan uang muka kepada pengelolah Stadion Siliwangi, Bandung, yang sesuai rencana akan menjadi home base kami," katanya dihubungi wartawan kemarin.

Senada dengan Sihar, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan pihaknya mengalami pembengkakan biaya atas adanya keputusan PSSI menggelar pelatnas lebih awal. Bahkan untuk itu lanjut Ferry, pihaknya harus melakukan negosiasi ulang terhadap beberapa pemainnya yang ikut pelatnas.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi

Belum mendapat rekomendasi dari aparat keamanan setempat, keinginan PSMS Medan menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, masih sulit terwujud.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi
Keinginan PSMS Medan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini, sepertinya sulit terwujud.

Hal tersebut karena hingga saat ini aparat keamanan belum mengeluarkan rekomendasi kepada Ayam Kinantan terkait rencana menggunakan stadion yang sebelumnya merupakan kandang Persib Bandung itu.

Menurut kepala kepolisian wilayah kota besar Bandung Komisaris Besar Polisi Untung Yoga Ana, belum adanya rekomendasi buat PSMS karena penggunaan stadion tersebut bukan wewenang aparat keamanan.

"Kami hanya mengeluarkan rekomendasi, mengenai boleh tidaknya stadion itu digunakan tergantung pemiliknya. Lagi pula izin penggunaan stadion kan menyangkut banyak aspek. Tapi kami masih membahas hal itu dan belum mengeluarkan rekomendasi," katanya kepada wartawan di Bandung kemarin.

Seperti diketahui, belum beresnya perbaikan Stadion Teladan Medan membuat PSMS berniat memakai Stadion Siliwangi Bandung untuk putaran kedua kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang bakal mulai dihelat Januari mendatang.

Tadinya, stadion tersebut merupakan kandang Persib Bandung. Namun, sejak kerusuhan penonton saat Maung Bandung --julukan Persib-- menjamu seteru abadinya Persija Jakarta di awal putaran pertama, Persib harus pindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, karena aparat keamanan membekukan izin Persib Bandung di stadion itu

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09 membuat PSMS Medan merugi. Pasalnya, Ayam Kinantan telah mempersiapkan diri melakoni laga perdana.

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Juru bicara PSMS Medan Abdi Panjaitan mengaku sangat dirugikan atas keputusan pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09. Pasalnya, skuad Ayam Kinantan --julukan PSMS Medan-- telah bersiap tampil di laga perdana pada awal Januari.

"Hotel dan tiket pesawat sudah kami booking untuk pertandingan perdana di Bandung. Dengan adanya pembatalan ini, terpaksa kami menggelar pemusatan latihan di Cibinong, Bogor," kata juru bicara PSMS Abdi Panjaitan dihubungi GOAL.com, Selasa (30/12).

Lebih lanjut Abdi menambahkan, selain terjadi pembengkakan biaya karena adanya penundaan jadwal tersebut, hal yang tidak kalah penting adalah dropnya mental bertanding para pemain. Sebab persiapan yang dilakukan adalah untuk pertandingan perdana di awal Januari itu.

"Pelatih (Luciano Leandro) telah membuat program dengan merujuk pada pertandingan perdana awal Januari. Jadi peakperformence pemain sudah di set tepat pada laga perdana itu. Karena batal, mental bertanding para pemain jelas drop," beber Abdi.

Senada dengan itu, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan sangat menyesalkan terjadinya pengunduran jadwal tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut terjadi demi kepentingan nasional.

Terlebih karena BLI memberikan toleransi, bagi tim yang menyumbangkan pemainnya ke timnas baru akan bertanding di Februari. Dengan begitu, semua pemain timnas bisa kembali memperkuat timnya di laga perdana putaran kedua.

"Kami memang mendapat kabar dari BLI, jika laga perdana baru akan kami mainkan pada 5 Februari mendatang. Itu artinya, pemain kami yang ada di timnas sudah bisa kembali bergabung. Kami memang berharap
bisa tampil dengan kekuatan penuh di setiap laga," tandasnya