Tuesday, January 13, 2009

Liestiadi mundur jadi guru demi PSMS

KEINGINAN orang tentu berbeda-beda. Misalkan, Liestiadi rela melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru bidang studi komputer di Perguruan Sutomo Medan demi memilih mengikuti PSMS Medan.

Bukan hanya pekerjaan tetap, dia pun harus meninggalkan keluarga di Medan demi kecintaannya kepada tim berjulukan Ayam Kinantan yang kini bermarkas di Bandung. Sepakbola tampaknya sudah menjadi pilihan bagi Ayah dua anak ini. Bagaimana tidak, pihak perguruan Sutomo memberikan pilihan kepada Liestiadi berhenti jadi pelatih atau tetap mengajar di Sutomo.

Pria kelahiran Medan 14 Oktober 1967 memberikan pilihan pelatih yang kini menjabat Direktur Teknik PSMS Medan. Posisi Liestiadi sebagai guru bidang studi komputer salah satu sekolah top di Medan ini sudah ditekuninya sejak 2006. Bahkan dia sempat mengikuti ujian verifikasi guru yang dibiayai pemerintah, hasilnya juga memuaskan.

Sepeninggalan dari guru Sutomo, ayah yang memiliki sepasang anak Deni Marco, 10 tahun, dan Alexandra, 5 tahun, seorang istri Meliani mengakui sempat "kalang kabut" karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk keluarga.

"Ya, ini merupakan pilihan saya," terang Liestiadi melalui telefon selularnya dari Bandung, Minggu (11/1).

Pilihan Liestiadi untuk melepaskan pekerjaan tetap sebagai guru setahun lalu sudah mantap. Dia kini berkonsentrasi di skuad PSMS, setelah mengawali pelatih sekolah sepakbola perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) sejak tahun 2001 hingga 2007.

Kemauannya menjadi pelatih sepakbola cukup besar. Memulai dengan mengikuti kursus pelatih sepakola dasar hingga sekarang ini memiliki sertifikat lisensi A. Kursus pelatihan lisensi A yang digawei PSSI diikuti Maret 2008 di Jakarta bersama M Khaidir yang kini menangani PSDS Deli Serdang.

Kesabaran Liestiadi berbuah ketika dipercayakan menangani tim PSMS Junior musim kompetisi 2002-2003. Jam terbang sebagai pelatih ketika itu belum tinggi. Namun dia tidak mengecewakan, dan membawa PSMS Junior bersaing di tingkat nasional.

Awal tahun 2008 manajemen PSMS yang dikelola Sihar Sitorus kemudian mempercayakan Liestiadi masuk skuad PSMS. Ketika itu Liestiadi dipercayakan sebagai asisten pelatih Iwan Setiawan. Selepas peninggalan Iwan, dia tetap masuk skuad PSMS di bawah kepemimpinan pelatih Australia Erick Williams.

Kepemimpinan Erick tidak lama, karena masuk jeda putaran pertama manajemen menggantikannya dengan Luciano Leandro asal Brazil. Direktur Teknik PSMS yang ditempati Liestiadi sekarang, sebelumnya posisi Erick.

Akankah keberuntungan di pihak Liestiadi?

Monday, January 12, 2009

PSMS jamu PSPS Di Teladan

MEDAN - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS H. Wahyu Wahab mengatakan, Badan Liga Indonesia (BLI) telah memberi izin leg pertama babak 24 Besar Copa Indonesia 2009 PSMS menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan Medan, Sabtu (17/1).

"Kesiapan Panpel (Panitia Pelaksana,-red) sudah rampung 80 persen menggelar leg pertama Copa Indonesia 2009 di Stadion Teladan. Kita sedang menunggu izin keamanan dari pihak kepolisian, sedangkan Pemko Medan sudah memberikan izin penggunaan Stadion Teladan," terang Wahyu dari Kuala Lumpur, Minggu (11/1).

Pertandingan PSMS di Stadion Teladan ini adalah untuk kedua kalinya, setelah babak sebelumnya mereka menjamu Persiraja Banda Aceh. "Tentu kita berharap masyarakat memberikan dukungan dengan menyaksikan pertandingan di Teladan. Dengan demikian, pemain termotivasi lolos ke babak berikutnya," tambahnya.
Saat ini, PSMS bermarkas di Stadion Siliwangi Bandung dan dalam waktu dekat akan berlatih di Medan menghadapi pertandingan melawan PSPS. Namun manajemen Ayam Kinantan yang dikelola Sihar Sitorus belum memutuskan pelatih kepala menyusul keputusan BLI yang tidak memperbolehkan pelatih Brazil Luciano Leandro mendampingi tim.

Luciano terganjal lisensi A dan diragukan statusnya pernah melatih klub professional di Liga Brazil. Karena itu, Liestiadi yang sekarang menjabat Direktur Teknik PSMS dan memiliki lisensi A menjadi kandidat mengisi posisi Luciano. Sebelumnya, Liestiadi pernah melatih PSMS Junior pada musim kompetisi 2002-2003.

Saat dihubungi Waspada, Liestiadi belum banyak berkomentar. "Saya belum ditunjuk menangani PSMS. Kalau akhirnya dipercaya, saya siap menangani Ayam Kinantan," terang Liestiadi yang berada di Bogor Minggu (11/1)

Luciano Gagal Tangani Ayam Kinantan

Pupus sudah harapan Luciano Leandro melatih PSMS pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) memutuskan bahwa pelatih asal Brazil tersebut tak memenuhi persyaratan untuk menukangi klub profesional di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (8/1). Menurut dia, Luciano tidak dapat membuktikan track record melatih klub sepak bola profesional selama tiga tahun sebagai syarat minimal pelatih asing yang ingin menukangi klub DISL.

Rekomendasi dari Macae Esporte, klub Divisi Utama Liga Brazil yang kabarnya pernah dibesut Luciano selama beberapa tahun, tak membuat BLI percaya begitu saja. Setelah penyelidikan lebih lanjut lewat berbagai sumber di Brazil selama beberapa waktu, BLI tak menemukan bukti konkret bahwa Luciano pernah bekerja di Macae Esporte sebagai pelatih kepala.

"Karena tak mampu memberikan bukti konkret, Luciano tak hanya tak dapat melatih di PSMS, tapi juga klub-klub lain yang menjadi peserta DISL," ucap pria asal Ngawi itu.

Kendati demikian, BLI tak serta-merta melarang Luciano mencari penghasilan di Indonesia. Buktinya, mantan playmaker PSM Makassar tersebut masih diberi kesempatan untuk berkarya di klub profesional peserta DISL. Tapi, jabatannya bukan pelatih kepala.

"Tidak ada yang melarang Luciano melatih, tapi hanya menjadi asisten pelatih atau staf kepelatihan. Bahkan, untuk posisi direktur teknik pun, BLI masih memberikan izin," lanjut Joko.

Apa komentar Sihar Sitorus selaku manajer PSMS Medan? "Jelas saja kecewa. Karena itu, untuk sementara waktu saya ingin beristirahat dari aktivitas di PSMS. Belum ada keputusan yang kami buat. Yang pasti, saya mau tenang-tenang dulu," terang Sihar.

Sementara itu, Luciano mengaku belum mengetahui keputusan BLI tersebut. Bagi dia, kalaupun kabar itu benar, dia tak akan kecewa.

"Saya tidak kecewa. Saya datang ke Indonesia untuk bekerja membangun PSMS. Jadi, saya akan tetap fokus membangun tim itu meskipun tanpa rekomendasi dari BLI," beber Luciano. Dia merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih rinci dari BLI terkait dengan masalah tersebut.

"Kalau memang demikian, mau bilang apa lagi. Yang pasti, saya bakal memberikan yang terbaik bagi PSMS. Buktinya, saat ini penampilan PSMS mulai bagus," jelasnya.

Untuk membuktikan apa yang diungkapkan itu, Luciano memiliki kesempatan saat Ayam Kinantan -julukan PSMS- menjalani pertandingan uji coba melawan Persikabo Kab Bogor hari ini pukul 16.00 WIB.

"Memang, rencananya besok (hari ini, Red) kami menggelar pertandingan uji coba melawan Persikabo," terang Rudi Saari, asisten pelatih PSMS.

Kemelut yang kini terjadi di tubuh Ayam Kinantan kiranya menarik perhatian mantan pelatih PSMS Erick Williams. Pria yang kini menjadi orang nomor satu di Akademi Sepak Bola Medan United (ASMU) tersebut menyatakan sudah memperkirakan gagalnya Luciano membesut PSMS itu jauh-jauh hari.

"Saya mengerti bahwa pelatih baru PSMS (Luciano, Red) tidak memiliki lisensi. Tapi, itu bukan berarti saya akan kembali dipanggil untuk menangani PSMS," papar Erick.

Meski tak keberatan jika ditunjuk menangani PSMS lagi, pria yang pernah menukangi timnas U-16 tersebut mengatakan bahwa ada baiknya manajemen kembali merekrut mantan pelatih PSMS Freddy Muli.

"Kenapa tidak memanggil Freddy Muli. Dia sudah buktikan kemampuannya kala membawa PSMS sebagai finalis musim lalu. Selain itu, dia sukses membawa Persebaya menduduki peringkat pertama Divisi Utama musim ini," ucapn

Kantongi Tujuh Nama Striker Asing

Bursa transfer pemain asing jelang paruh musim kedua Liga Super memanas. Persija Jakarta, PSIS Semarang, Arema Malang, serta PSMS Medan bersaing menambah kekuatan.

Persija, misalnya. Meski bursa transfer pemain putaran kedua baru ditutup 24 Februari mendatang, Macan Kemayoran sudah mengantongi lima nama striker impor, seperti duo Kamerun Eyenga dan Enana Okuyda, eks striker Persipura Jayapura Fernando Gaston, Ramadhan Ragab (Mesir), serta Mario Romero (Argentina). Daftar belanja Persija pun bertambah panjang dengan masuknya dua nama striker Africa Selection (AS).

”Saat ini baru Ramadhan saja yang datang, lainnya belum. Nama terakhir yang masuk adalah striker AS. Saya tidak tahu nama persisnya, tapi nomor punggung 9 dan 15 yang ditawarkan. Persija ditawari agen mereka, tapi pelatih belum menentukan. Mereka bagus, tapi harus disesuaikan dengan criteria yang diinginkan,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarif kepada Sindo kemarin.

Banyaknya nama yang masuk membuat Persija harus selektif. Karena, Macan Kemayoran hanya bisa merekrut satu orang pemain asing setelah kuota pilar impornya telah diisi Abanda Herman, Njanka Pierre, Robertino Pugliara, dan Greg Nwokolo.

Persija mengaku hanya membutuhkan seorang striker yang bisa dijadikan tandem bagi Bambang ‘Bepe’ Pamungkas atau Aliyudin. Mereka sebelumnya pernah menyeleksi dua pemain, yaitu Ekene Ikenwa dan Leo Citescu. Namun, Ekene dan Leo tidak lolos verifikasi BLI.

”Bepe teknik tinggi dan Aliyudin cepat. Kami butuh striker yang kuat membawa bola. Dia bisa diduetkan dengan Bepe atau Aliyudin. Untuk dua pemain AS tidak akan diseleksi lagi, tinggal bilang ya atau tidak. Kami sudah melihatnya saat beruji coba dengan timnas, Selasa (6/1). Tapi, lima lainnya baru Ragab yang datang. Hanya Eyenga dan Enana yang akan dilihat, tiga sisanya tidak tertarik,” tutur Ferry. Bukan hanya Macan Kemayoran, Arema pun kabarnya tertarik kepada gelandang serang dan bertahan tim AS.

Ayam Kinantan –julukan PSMS Medan– juga sedang memburu tanda tangan gelandang Joao Carlos. Mereka sebelumnya meminati striker timnas Thailand Teerasil Dangda. Agen Mutiara Hitam Sport and Management Dennis Jules Onana menyatakan nilai kontrak pemain belum ditetapkan.

”Persija masih menunggu satu nama lainnya. Tapi, pada dasarnya sudah senang dengan dua pemain tersebut. Aremajuga tertarik terhadap dua gelandang AS dan mereka sudah melihatnya. PSMS hampir deal soal Joao. Minggu ini semuanya akan diputuskan. Nilai kontrak memang belum ditetapkan, tapi kami sudah memperkirakan nilai yang akan mereka tawarkan,” kata Onana.

Bila Persija, Arema, serta PSMS masih memilah, tidak demikian dengan PSIS. Klub berjuluk Mahesa Jenar itu akan mengikat pemain impor Etoga dan Nengue. Sign contract rencananya dilakukan Kamis (8/1) malam dengan durasi setengah musim. Onana menambahkan, Etoga dan Nengue akan menjalani latihan resmi mulai hari ini.

”Malam ini (kemarin) Etoga dan Nengue akan tanda tangan kontrak dengan PSIS. Semuanya sudah oke. Nilai kontrak tidak bisa disebutkan. Hari ini (kemarin) mereka berdua berangkat ke Semarang. Tiketnya sudah saya belikan. Saya belum tahu lokasi pasti penandatanganan kontrak itu, tapi mereka akan dijemput ofisial PSIS. Besok pagi (hari ini) mereka akan menjalani latihan resmi pertama,” paparnya.

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI

Luciano Tak Hiraukan Keputusan BLI Pelatih PSMS Medan Luciano Leandro tidak mau ambil pusing dengan keputusan BLI. Sebelum ada keputusan dari pengelola PSMS, dia akan bekerja seperti biasa.

Langkah Luciano adalah bentuk profesionalisme sebagai pelatih. Menurut dia, posisinya sebagai pelatih atau asisten menjadi kewenangan pengelola. Karena itu, sebelum ada suara resmi dari pengelola, Luciano mengaku tetap cuek. ”Saya tidak mau ambil pusing dengan keputusan itu. Aku datang kemari untuk melatih PSMS. Manajemen belum memberikan keputusan apa-apa. Sampai sekarang masih menangani tim,” ucapnya.

Karena itu, arsitek tim asal Brasil ini tetap fokus menangani Affan Lubis dkk. Termasuk, saat uji coba melawan Persikabo Bogor, Jumat (9/1) kemarin. ”Aku terus berkonsentrasi mengurus tim. Jadi, selama belum ada keputusan manajemen terhadapku, aku tetap memberikan instruksi kepada pemain,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, mantan arsitek Persma Manado ini menilai pemainnya sudah menunjukkan tren perbaikan. Pemain sudah terlihat lebih kompak dalam hal kerja sama dan menjalankan instruksi yang diberikan.

”Mereka sudah menunjukkan peningkatan sesuai yang aku harapkan. Namun, aku tidak mau itu ditunjukkan saat latihan maupun uji coba, tapi pada pertandingan resmi,” paparnya. Tidak hanya itu, Affan dkk juga sudah menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan dan komunikasi di lapangan juga berjalan maksimal.

”Pemain sudah saling percaya dengan kemampuan masing-masing. Mental mereka juga sudah kuat saat menghadapi tekanan lawan. Begitu juga komunikasi, pemain pegang bola tahu ke mana harus mengumpan dan mendampingi pemain yang sedang pegang bola,” tukasnya.

Dalam uji coba kemarin, dia hanya menurunkan dua pemain asing Leonard Zada dan Esteban Gulien. Sedangkan Mauro Pinto dan Joao Carlos tidak bisa bermain karena alasan berbeda. Sedangkan striker asing belum didapat

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan

PSMS Diharapkan Lolos ke LCA

PSMS Medan diharapkan dapat lolos menjadi wakil Indonesia pada kompetisi Liga Champions Asia (LCA) 2009.

"Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh PSMS," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman, di Medan, Jumat.

Sebelumnya Sriwijaya FC sudah dipastikan mewakili Indonesia di ajang LCA. PSMS berpeluang ikut mendampingi Sriwijaya FC jika memenangkan partai play off melawan Thailand Electrical Provincial pada 25 Februari 2009.

PSMS merupakan runner-up pada Liga Indonesia 2007, di mana Sriwijaya FC merupakan juaranya. Jika lolos dari babak play off yang akan digelar di Thailand itu, maka Indonesia akan mencatatkan dua wakil di LCA.

"Ini suatu kebanggaan bagi PSMS dan bahkan juga bagi Indonesia. Kesempatan emas ini harus dapat dimanfaatkan PSMS," katanya.

Ia yakin PSMS akan mampu mengatasi tim asal Thailand itu, apalagi PSMS juga memiliki pemain yang tangguh dan bisa diandalkan.

"PSMS harus memiliki tekad yang kuat untuk lolos ke LCA," kata Suryanto yang juga mantan pelatih PSMS pada 1997-2002 itu. (kpl/cax)

PSMS tanyakan subsidi

KUALA LUMPUR - Mengikuti babak playoff AFC Champion Asia pada 25 Februari mendatang, PSMS Medan dipastikan tidak mendapat jumlah subsidi sama dengan klub lain yang telah memastikan diri lolos ke grup.

Demikian ditegaskan Ketua AFC Tokuaki Suzuki dalam seminar AFC di Kuala Lumpur, Sabtu (10/1). "Sebagai klub yang yang masih mengikuti babak playoff, mereka tidak mendapatkan subsidi. Nanti akan ada orang AFC yang menjelaskannya apkah dalam playoff nanti dapat atau tidak," kata Suzuki dalam bahasa Inggris.

Hal tersebut juga tertuang di buku pedoman yang dibagikan kepada tim peserta. Bagi PSMS, tidak kebagian subsidi tentunya mendapat pertimbangan tersendiri dan wajar saja bila tim yang kini bercokol di zona degradasi klasemen ISL ini gusar.

Di awal tahun 2009, tim yang dikelola Sihar Sitorus harus mengikuti tiga event sekaligus, yakni Liga Super Indonesia, Copa Indonesia dan AFC. "Di Super Liga saja, kita sudah repot dengan pengeluaran. Apalagi ikut playoff yang dimainkan di negara lain," bilang Sihar.

Untuk itu, kubu PSMS akan mengingatkan Badan Liga Indonesia (BLI) perihal subsidi dari AFC tersebut. "Kita tadi sudah dengar langsung soal pemberian subsidi di AFC. Sebagai tim yang ikut playoff, kita belum mendapatkannya," kata Sihar di sela-sela seminar.

Sebagai langkah awal, Sihar mengaku akan mencari sponsor secepatnya. "Tapi tentunya kondisi tanpa subsidi di playoff harus kita sampaikan ke BLI," sambungnya seraya bertanya apakah BLI atau PSSI akan memberikan subsidi jika mereka lolos.

Pertanyaan Sihar ini juga berdasarkan berita yang dilansir dari situs BLI pada 6 Januari lalu, mengatakan Sriwijaya dan PSMS tidak akan mendapatkan subsidi dari PSSI atau BLI. PSMS juga menanyakan terkait pertandingan nanti bilamana pihaknya mendapat fee penjualan tiket atau lainnya.

Kendati minim keuangan, PSMS tetap akan berjuang tampil di playoff karena turut bangga mendapat kesempatan tersebut. "Kesempatan ini bisa menjadi sebuah sejarah dan harus dimaksimalkan. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita cukup menang sekali, lalu lolos ke Champion Asia," terangnya.

Lawan M Affan Lubis cs nanti adalah pemenang laga antara Armed Forces (Singapura) versus PEA (Thailand). Jika PSMS menang, maka mereka akan bergabung di grup H bersama Shanghai Shenhua (China), Khasima Antlers (JPN) dan Suwon Samsung Bluewing (Korea).

Dalam seminar AFC lalu, PSMS diwakilkan Sihar Sitorus, Wahyu Wahab (panpel), Andi (marketing officer) dan Abdi Panjaitan (media officer). Seminar yang berlangsung dari 8-10 Januari itu membahas tentang regulasi dan pelaksanaan pertandingan.

Thursday, January 8, 2009

Langkah PSMS Gaet Esteban Terganjal Surat

Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, mengaku sedang sedih dan gelisah. Bukan hanya lantaran tim yang diperkuatnya telah menyatakan secara resmi mundur dari kompetisi Liga Divisi Utama, namun juga karena nasibnya merapat ke PSMS masih terganjal surat keluar dari Persikota dan keputusan Badan Liga Indonesia (BLI), bisa tidaknya memperkuat PSMS.

“Saya benar-benar pusing dengan masalah ini karena saya sudah 99 % persen akan bermain di PSMS, tapi saat ini surat keluar dari Persikota belum saya pegang. Padahal putaran kedua Liga Super sudah akan dimulai,” kata Esteban, kepada antvsports.com.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sihar Sitorus, pengelola tim PSMS Medan, menurutnya saat ini pihaknya tinggal menunggu surat dari Persikota Tangerang. “Kami sudah ada kesepakatan angka dengan Esteban, saat ini kami tinggal menunggu administrasi dari Persikota saja,” kata Sihar

Namun, sayangnya langkah pemain asal Uruguay itu tampaknya akan terganjal dengan masalah administrasi, pasalnya sampai berita ini diturunkan baik Esteban maupun pemain Bayi Ajaib lainnya, belum juga bisa bertatap muka dengan satupun pengurus Persikota.

“Aduh,,, saya minta ampun susah sekali untuk bertemu dengan pengurus Persikota, padahal nasib kami benar-benar sudah berada di ujung tanduk dan kompetisi sudah akan dimulai. Mereka selalu janji-janji untuk menyelesaikan masalah, tapi nyatanya samapi sekarang gaji kami lima bulan belum juga dibayar. Ini membuat kami sulit,” kata ayah satu anak itu.

Jika Esteban benar-benar jadi bergabung bersama klub Ayam Kinantan, berarti dia merupakan pemain ketiga yang dikontrak PSMS. Sebelumnya PSMS telah merekrut Mauro Pinto dan Joao Carlos. Sedangkan Leonardo ‘Zada’ Martins Dinelli, merupakan satu-satunya pemain asing yang dipertahankan PSMS musim ini.

“Kalau Esteban sudah dapat surat dari Persikota, maka kami tinggal menunggu pengesahan BLI terhadap tiga pemain asing itu. Saat ini kami masih mencari striker asing yang pas dan berkualitas, tapi belum ada yang cocok,” kata Sihar menambahkan. (Krisminarti)

PSMS kembali pulangkan dua asing

MEDAN - Manajemen PSMS kembali memulangkan dua orang pemain asing, yakni Etougou Marcorland (Kamerun) dan Mohammeda Daka (Bangladesh) karena tidak memenuhi persyaratan.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan dari Medan, Rabu (7/1) mengatakan, kedua legiun asing itu sempat menjalani seleksi beberapa hari di Bandung.

Menurut dia, kedua pemain asing itu diseleksi langsung pelatih PSMS Luciano Leandro. Namun dari hasil seleksi yang dilakukan secara ekstra ketat itu, diputuskan bahwa kedua pemain tidak dapat bergabung dengan PSMS yang akan menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009 pada pertengahan Januari.

Sebelumnya, manajemen PSMS juga memulangkan dua pemain asing, yakni Lamore Conteh (Siera Lione, Afrika) dan Benoit Lumineau (Prancis) karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.

Keputusan itu berdasarkan penilaian Luciano setelah menyeleksi langsung pemain asing itu selama dua minggu. Seleksi dilakukan di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.

Seleksi yang dilakukan terhadap pemain luar itu, yakni fisik, teknik bermain maupun kesehatan mereka. Manajemen PSMS sangat selektif memilih pemain asing untuk dikontrak memperkuat skuad PSMS. Lamore Conteh, sebelumnya pernah memperkuat salah satu klub bola di Malaysia dan Lumineau pernah bermain di Persiwa Wamena.

Sihar bantah beli Pro Duta

JAKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta
AKARTA - Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus membantah telah melakukan pembelian klub promosi divisi utama Liga Indonesia, Pro Duta.

Meski demikian, pria yang juga Direktur Utama PT Togos Gopas, selaku pengelola Ayam Kinantan ini tidak menyangkal jika dirinya memang terlibat pembicaraan serius dengan pemilik tim asal Bandung tersebut, termasuk membicarakan opsi pembelian tim tersebut.

"Kami memang terlibat pembicaraan, tapi belum terjadi pembelian seperti yag diberitakan. Mungkin teman-teman salah dengar, sebab memang belum sampai tahap itu dan masih sebatas pembicaraan biasa," katanya saat dihubungi Waspada, Rabu (7/1), sembari menambahkan upaya mencari klub baru itu dilakukan karena kontraknya untuk mengelola PSMS hanya setahun.

"Tentu tidak ada artinya menangani klub sepakbola itu jika hanya satu musim. Sebagai orang bola, saya harus menjaga kemungkinan tidak diperpanjang oleh pengurus PSMS. Untuk itu, saya mencari klub lain, karena tidak mungkin memaksa mereka agar saya tetap mengelola PSMS," tambahnya.

Ditanya apakah pembicaraan yang dilakukan dengan pengurus Pro Duta akan diteruskan sekiranya masih diberi kesempatan menangani PSMS, Sihar mengaku belum bisa berkomentar. "Kita lihat saja nanti, yang jelas saya tidak ingin mengelola tim hanya semusim. Tidak ada yang bisa didapatkan baik dari segi prestasi maupun hal lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, berita tentang pembelian klub milik Denny Susanto ini ramai dibicarakan setelah dilansir berbagai harian ibukota dan media online yang menyebutkan Pro Duta sudah resmi dibeli Sihar Sitorus.

Menariknya, berita pembelian itu datangnya dari Denny sendiri yang menyatakan telah menemui kata sepakat dengan manajer PSMS tersebut. "Harga sudah disepakati, sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar," kata Denny.

Beli Pro Duta, Sihar cabut?

BANDUNG - Klub yang baru saja berpromosi ke Divisi Utama, Pro Duta FC Bandung resmi dijual kepada pengusaha asal Medan, Sihar Sitorus. Kepastian ini disampaikan langsung owner Pro Duta sebelumnya, Deni Susanto.

"Kesepakatan resminya dilakukan pada Jumat (2/1) lalu. Namun karena beberapa alasan, kami baru umukan secara resmi hari ini," tutur Deni, Selasa.

Hanya Deni enggan menyebut berapa nilai kesepakatan yang dicapai pihaknya dengan pengusaha kelapa sawit tersebut. Namun, menurut sumber di tim berjuluk Laskar Bandung Lautan Api itu, Sihar rela merogoh kocek senilai Rp8 miliar demi memiliki hak kepemilikan lisensi penuh Pro Duta.

Bahkan lebih lanjut, dikatakan sumber tersebut. Keputusan Sihar membeli Pro Duta selain karena hubungan baiknya dengan mantan Wakil Manajer Persib tersebut. Juga karena alasan rencana Sihar melepas PSMS ke klub lain.

"Kabarnya Pak Sihar sudah merasa tidak mampu mengurus PSMS. Bukan karena tak mampu dari sisi finansial, namun banyak hal non teknis yang sangat mengganggu konsentrasinya mengurus PSMS," jelas sumber tersebut.

Terlepas dari itu Deni beralasan keputusanya melepas Pro Duta kepada Sihar. Selain karena alasan hubungan dekat, juga karena komitmen yang disampaikan Sihar untuk mengangkat Pro Duta menembus Liga Super Indonesia.

"Saya merasa percaya dengan komitmen yang disampaikan beliau (Sihar). Meski tak lagi memiliki Pro Duta, tapi jika bisa melihat Pro Duta tampil di level tertinggi kompetisi Indonesia, saya tentu merasa akan sangat bahagia dan bangga," tandas Deni.

Wednesday, January 7, 2009

Sihar Beli Pro Duta Bandung


BANDUNG, SELASA - Setelah menanam uang pada PSMS Medan, pengusaha muda Sihar Sitorus melebarkan sayapnya di kancah sepak bola nasional dengan membeli klub Divisi Utama Pro Duta Bandung. Kabarnya, harga yang dibayar Sihar untuk membeli Pro Duta merupakan rekor baru dalam penjualan klub sepak bola di Indonesia.

Sayangnya, pemilik Pro Duta Denny Susanto enggan menanggapi kabar tersebut. "Harga sudah kami sepakati. Sekarang Pro Duta resmi menjadi milik Sihar, kata Deny," Selasa (6/1).

Musim ini, klub yang antara lain diperkuat mantan striker Persib Eka Santika itu bermain di Divisi I. Meski tidak juara, musim depan Pro Duta berhak mengawali debutnya di Divisi Utama. Sebelum akhirnya dilepas pada Sihar, Pro Duta sempat ditawar Bandung Barat dan Cilegon. Denny mengatakan, negosiasi antara dia dengan Sihar berlangsung cukup alot.

Denny percaya Sihar sangat serius ingin mengelola klub sepak bola profesional. Dana yang disiapkan Sihar untuk mengelola Pro Duta kelak juga cukup besar. " Sihar banyak belajar manajemen sepak bola di Inggris karena pernah cukup lama menetap di sana. Ia berani membeli Pro Duta karena melihat prospek bisnis sepak bola di Indonesia cukup cerah" kata Denny.

Deny menambahkan, meski berasal dari Medan, Sihar berjanji akan tetap menjadikan Bandung sebagai kandang Pro Duta. Bahkan, dalam skuad Pro Duta nanti, pemain lokal asal Bandung akan diprioritaskan. "Sihar berambisi membawa Pro Duta promosi ke Liga Super tahun 2010 nanti, " kata Denny. (LSD)

Tuesday, January 6, 2009

Pemain tak terganggu

Medan- Persoalan demi persoalan terus menganggu persiapan PSMS jelang laga di ajang superliga. Terakhir, PSMS Medan kembali di terpa masalah yakni izin pelatih luziano leandro yang tak kunung di keluarkan Badan Liga Indonesia(BLI. Bagaimana kondisi pemain dan kesiapan Tim ?
Kata profesinal terus di gaungkan oleh BLI dalam perhelatan ISL kali ini, Termasuk stadion, dan segnap pendukung lainnya harus profesional. oleh karenanya segenap pemain PSMS Medan pun berusaha berlaku profesional pula.
Meski saat ini kubu Ayam kinantan tengah di dera masalah, namun konsentrasi pemain sepertinya tidak terganggu" Saya lihat teman-teman tak terpengaruh dengan persoalan ini.Mental dan kesipan bertanding tetap mengebu-gebu" Ujar fadri Hariri
Persiapan tim, termasuk gelar seleksi pemain pun harus berjalan dengan normal. sebab Luciano Leandro saja memang tidak terganggu atau mempersoalkan masalah tersebut
" Yang pasti, saya dan managemnet masih menunggu keputusan tertulis dari BLI terkait izin saya. Meski demikian, semua yang diminta BLI sudah saya lengkapi" Bilang Luciano
Hal senada juga di utarakan Rahmat Affandi. striker bernomor punggung 16 terebut bilang, bahwa suasana dalam kubu ayam kinantan kondusif, program latihan berjalan normal" kata fandi.
Sedangkan palang pintu PSMS Aun carbiny mengungkapkan bahwa permasalahan yang menimpa Luciano tak berdampak negatif terhadap kesiapan tim
Sampai saat ini Luciano masih memimpin latihan, jadi saya kira tidak ada yang berpengaruh, karena kita semua sudah tidak sabar untuk merumput kembali" timpal Dodi Cahyadi

Status Luciano di PSMS Masih Tanda Tanya

MEDAN, - Manajemen PSMS Medan sampai saat ini masih tetap menunggu keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) terkait status pelatih Luciano Leandro di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan mengatakan hal itu ketika dihubungi dari Medan, Senin (5/1), saat ditanyakan mengenai status Luciano asal Brasil itu.

Sebelumnya, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono di Jakarta, Kamis (1/1) mengatakan, sampai saat ini status pelatih PSMS, Luciano, masih dipending, masih dilakukan verifikasi secara mendalam terkait lamanya dia membesut tim frofesional sebelumnya.

Menurut dia, sesuai dengan ketentuan, seorang pelatih asing yang akan menangani tim kontestan pada putaran kedua ISL 2009 itu, harus memiliki lisensi A dan pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

Ia mengatakan, sebelumnya menerima surat dari PSMS yang menyebutkan Luciano pernah melatih klub Macao, Brasil.Untuk itu BLI melakukan pengecekan terkait lamanya dia membesut tim tersebut.

Panjaitan mengatakan, Luciano sebenarnya tidak ada masalah, dia memang benar pernah melatih klub Macao itu di negara asalnya. Bahkan, jelasnya, Luciano juga telah memperlihatkan kepada manajemen PSMS, mengenai dokumen bahwa dia pernah melatih klub profesional tersebut.

"Jadi, tidak masalah mengenai Luciano. BLI hanya ingin mengetahui lebih jelas tentang pelatih asing itu," kata Panjaitan.

Ketika ditanya kemungkinan pelatih Luciano akan digantikan Listiadi yang menjabat direktur teknik di PSMS, Panjaitan mengatakan, belum ada rencana mengganti Luciano.

"Tidak ada penggantian pelatih PSMS tersebut. Namun bisa saja Listiadi akan mendampingi Luciano, tapi bukan mengganti pelatih yang berasal dari luar negeri itu," katanya. (ANT)

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi

Persita dan PSMS Berebut Siliwangi Label klub musafir masih melekat pada Persita Tangerang dan PSMS Medan. Penyebab nya, pada putaran kedua Liga Super 2008/2009 mendatang,kedua tim dipastikan tidak bisa tampil di depan publik sendiri.

Bersama Persitara Jakarta Utara,pada putaran pertama lalu,mereka harus rela berganti-ganti home ground.Pendekar Cisadane–julukan Persita–terpaksa menjalani home di Stadion Bumi Kartini atau Stadion Manahan. Sebab, markas mereka di Stadion Benteng tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan BLI.

Demikian juga dengan PSMS.Tim berjuluk Ayam Kinantan ini harus rela berpindah-pindah tempat mulai dari Stadion Utama Gelora Bung Karno sampai Stadion Jatidiri, Semarang. ”Pemain tetap membutuhkan tenaga ekstra karena harus berpindah tempat. Biaya kami juga akan bertambah.Kami belum bisa kembali ke Benteng. Renovasi stadion belum kelar.

Lampu belum terpasang seluruhnya. Baru tiangnya yang berdiri. Namun,lampunya belum beli. Sejak awal dana kami terbatas. Butuh dana sekitar Rp3 miliar untuk lampu, termasuk tiang penyangga,” ungkap Manajer Tim Persita Andi Mulyadi kemarin. Pada putaran kedua,Persita berencana menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home ground.

Menurut Andi,manajemen telah melakukan survei. Hasilnya, mereka siap menyisihkan dana sewa stadion minimal Rp25 juta per pertandingan. ”Pada putaran kedua, kami akan bermain di Siliwangi. Persib Bandung sudah memilih Stadion Si Jalak Harupat. Kemarin kami sudah melakukan survei ke sana dan berbicara dengan pengelola.

Tidak ada masalah.Kami berharap tidak lagi berpindah-pindah seperti pada putaran pertama,” harapnya. Nasib serupa dialami PSMS. Klub berjuluk Ayam Kinantantersebut tetap berlabel musafir karena renovasi Stadion Teladan belum selesai.”Lampu belum dipasang.Dana klub terbatas.

Kami baru melayangkan surat kepada pemerintah daerah. Perbaikan baru sebatas menyangkut ruangan-ruangan dan beberapa bagian stadion. Otomatis Stadion Teladan belum bisa digunakan pada putaran kedua. Kami harus mencari home ground kembali,” ujar Pengelola PSMS Sihar Sitorus. Sihar menambahkan, Siliwangi akan dipilih sebagai home ground. ”Home ground memang belum ditetapkan.

Namun, kami berencana menggunakan Stadion Siliwangi. PSMS juga membidik Stadion Lebak Bulus. Kami juga sebenarnya berminat menggunakan Stadion Benteng, tapi renovasi di sana juga belum selesai.Pada dasarnya kami tidak masalah, asalkan stadion itu lolos kualifikasi BLI,”katanya

PSMS berkorban demi Esteban

TANGERANG - Pemain Persikota Tangerang Mustopa Aji, berupaya hengkang menyusuli jejak mantan kaptennya, Esteban Guillen, yang kini memperkuat PSMS Medan.

Beda dengan Mustopa yang belum menemukan solusi, kepindahan Esteban berjalan lancar setelah manajemen tim Ayam Kinantan mau berkorban demi mendapatkan tenaganya pada putaran kedua kompetisi Djarum Indonesia Super Liga 2008/2009.

Manajemen PSMS memberikan gaji enam bulan Esteban yang belum dibayarkan Persikota, akibat tim itu mengalami kendala dana hingga harus dibubarkan mengikuti DISL putaran kedua.

Esteban merupakan satu-satunya pemain asing yang dikontrak manajemen tim Persikota pada musim kompetisi 2008 akibat keterbatasan keuangan. Setelah kepergiannya, giliran Mustopa yang mengaku ingin memperkuat tim lain.

Namun Mustopa terganjal administrasi, karena pihak manajemen tidak memberikan surat keterangan untuk memuluskan karirnya. Asisten pelatih Persikota Agus Suryanto yang dihubungi Senin (5/1), membenarkan Mustopa akan pindah ke salah satu tim di Jawa Timur dan kontraknya ditandatangani dalam waktu dekat.

Hanya saja pihak manajemen Persikota tidak memuluskan langkahnya. Bahkan manajemen enggan memberikan surat keterangan seperti diminta penyerang yang sebelumnya pernah duet di lini depan bersama Aliyudin, yang sekarang memperkuat Persija Jakarta.

Selain Mustopa Aji, pemain lainnya Tomi Oropka juga mengalami nasib serupa. Meski tim lain sudah melakukan negosiasi menyangkut nominal kontrak setengah musim kompetisi, tapi Persikota berupaya mengganjalnya.

Friday, January 2, 2009

PSMS Buru Teerasil Dangda

PSMS Buru Teerasil Dangda PSMS Medan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil di Liga Champion Asia (LCA) 2009. Tim bejuluk Ayam Kinantan itu terus meningkatkan kekuatan timnya dengan melakukan perburuan pemain jelang babak play off yang akan diglar 25 Februari 2009.

Menurut Pengelola PSMS Medan, Sihar Sitorus, pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan kuota pemain asing yang diberlakukan di LCA. Artinya PSMS bakal turun dengan empat pemain asing.

"Kami akan memanfaatkan peraturan baru soal pemain asing di LCA. Agar bisa turun dengan empat pemain asing, kami akan mencari satu pemain asing dari Asia," kata Sihar kepada Vivanews, Rabu, 31 Desember 2008.

Satu nama yang akan menjadi target PSMS adalah Teerasil Dangda. Striker Thailand yang baru saja dinobatkan sebagai top scorer Piala AFF 2008. "Kami sudah mencari agennya. Sayang, kami belum bisa kontak hingga saat ini," kata Sihar.

Sebagai runner up Liga Indonesia 2007/2008, PSMS memang mendapat kesempatan untuk menemani Sriwijaya FC di LCA 2009. Namun sebelum tampil di babak utama, PSMS harus melewati babak play off terlebih dulu.

Menurut Sihar, Teerasil merupakan striker yang punya kualitas di atas rata-rata. Dengan demikian, tak ada ruginya bila Teerasel juga tetap memperkuat Indonesia di putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2008.

Tak mudah bagi PSMS untuk mendapat tiket ke LCA. Sebab, pada babak play off, tim kebanggaan warga Sumatera Utara itu harus bertanding di kandang lawan.

PSMS akan berhadapan dengan pemenang antara Thailand Provincial Electrical vs Singapore Armed Forces. Pertandingan ini akan digelar dalam format home and away.

Ditambahkan Sihar, saat ini PSMS baru memiliki dua pemain asing. Masing-masing adalah, Mauro Pinto (Brasil) dan Esteban Gillian (Uruguay). Selain Teerasil, PSMS juga saat ini sedang mengincar mantan pemain Arema Malang, Joao Carlos (Brasil).

”Selain memburu pemain asing, kami juga masih mencari pemain-pemain lokal,” tandas Sihar. [vivanews]

PSMS gagal pakai Luciano

JAKARTA - Keinginan PSMS Medan untuk memakai tenaga pelatih asal Brazil Luciano Leandro pada putaran kedua Superliga 2008/09, sementara ini gagal terwujud.

Mantan pelatih Persma Manado itu terganjal aturan main dari Badan Liga Indonesia (BLI), selaku pelaksana regulasi kompetisi non-amatir di tanah air.

Sesuai regulasi yang ditetapkan, seorang pelatih asing yang akan menukangi tim kontestan kompetisi paling elit di pentas sepakbola nasional, selain harus memiliki lisensi A, juga minimal pernah menukangi tim profesional selama tiga tahun.

"Sampai sejauh ini, status Luciano (Leandro) di PSMS masih kami pending. Sebab, kami masih harus melakukan verifikasi lebih mendalam," kata Joko Driyono, Direktur Kompetisi BLI ketika dihubungi Waspada, Kamis (1/1).

Dijelaskannya, hal yang akan diverifikasi menyangkut aturan minimal tiga tahun. "Sesuai surat yang kami terima dari PSMS, Luciano sebelumnya menukangi tim Macau. Tapi kami harus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait lamanya dia membesut tim itu. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka PSMS harus memberikan alternatif lain untuk pelatih kepalanya," tambah Joko.

Alternatif itu, lanjutnya, menjadikan Luciano sebagai direktur teknik tim dan menempatkan pelatih lain yang bersertifikat A sebagai gantinya. Dengan begitu, tenaga Luciano masih bisa digunakan. "Cara seperti itu memang sangat mungkin dilakukan. Sebab status Luciano sebagai pelatih kepala PSMS masih kami pending," jelas Joko.

Sihar pasrah
Menanggapi hal itu, manajer PSMS Sihar Sitorus mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat banyak. Sebab untuk memecat Luciano, menurutnya, sangat tidak etis karena belum menunjukkan hasil kerjanya.

"Jika memang BLI tidak meloloskan Luciano, maka alternatif yang harus kami lakukan dengan menukar posisi direktur teknik yang saat ini dipagang Listiadi. Secara kebetulan, dia (Listiadi) memang bersertifikat A. Hanya saja, pada pelaksanaan sehari-hari, tetap saja Luciano yang menjadi pelatih kepala," kata Sihar.

"Saya baru mendengar dari Anda mengenai berita ini. Jika memang benar, saya sangat siap menangani PSMS. Tentunya dengan bekerjasama semua pihak, termasuk Luciano. Tapi saya harus bicara dulu dengan Pak Sihar mengenai hal ini," tuturnya.

Dua asing lagi angkat koper

MEDAN - Manajemen PSMS memulangkan dua lagi pemain asing, Lamore Conteh (Siera Lione, Afrika) dan Benoit Lumineau (Prancis) karena tidak memenuhi persyaratan menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI), Januari 2009.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan di Medan, Rabu mengatakan, kedua legiun asing itu telah dipulangkan ke negaranya, karena tidak lolos mengikuti seleksi beberapa hari lalu.

Keputusan itu berdasarkan penilaian pelatih PSMS, Luciano Leandro setelah menyeleksi langsung pemain asing itu selama dua minggu, yang dilaksanakan di Stadion Teladan Medan.

"Seleksi yang dilakukan terhadap pemain luar itu ekstra ketat, baik itu fisik, tehnik bermain maupun kesehatan mereka.Manajemen PSMS sangat selektif memilih pemain asing sebelum dikontrak memperkuat tim PSMS," kata Abdi.

Lamore sebelumnya pernah memperkuat salah satu klub di Negeri Sembilan, Malaysia, sedangkan Benoit pernah bermain di Persiwa Wamena.

Pelatih PSMS, Luciano Leandro, mengatakan, manajemen PSMS sebelumnya memulangkan satu pemain asing Marcos Jo Sauza (Brazil), karena dianggap tidak memenuhi persyaratan bergabung dengan skuad PSMS.

Menurut Luciano, seleksi yang dilakukan selama dua minggu terhadap Marcos, karena pemain tersebut kemampuannya tidak memuaskan dan jauh dari yang diharapkan manajemen.

Manajemen PSMS sebelumnya juga telah mengembalikan empat pemain asing, masing-masing Nloga Cyrille (Kamerun), Allan (Brazil), Kamga (Kamerun) dan Alhaji (Kamerun).

Wednesday, December 31, 2008

PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi

Merasa dirugikan dengan keputusan mendadak PSSI, manajemen PSMS Medan meminta konpensasi terhadap dua pemainnya.


PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi
Keputusan PSSI menggelar pemusatan latihan timnas lebih awal dengan mengorbankan kepentingan klub, mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebab hal itu dirasa sangat merugikan dan berbenturan dengan kepentingan klub yang sedang melakukan persiapan jelang tampil di putaran kedua Superliga 2008/09.

Salah satunya datang dari PSMS Medan. Manajemen Ayam Kinantan bahkan secara terbuka meminta agar otoritas sepakbola nasional itu memberikan konpensasi kepada dua pemainnya yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan, yakni kiper Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy (foto, kiri).

Menurut manajer PSMS Sihar Sitorus, keputusan mendadak PSSI itu telah berakibat pada kerugian terhadap persiapan klubnya. Untuk itu masih kata Sihar, sudah sewajarnya jika klub meminta konpensasi berupa pembayaran gaji kepada para pemain yang dipanggil masuk pelatnas.

"Kami hanya meminta agar gaji pemain selama bergabung di timnas di bayarkan PSSI. Terlebih karena kami sudah mengalami kerugian karena sudah memberikan uang muka kepada pengelolah Stadion Siliwangi, Bandung, yang sesuai rencana akan menjadi home base kami," katanya dihubungi wartawan kemarin.

Senada dengan Sihar, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan pihaknya mengalami pembengkakan biaya atas adanya keputusan PSSI menggelar pelatnas lebih awal. Bahkan untuk itu lanjut Ferry, pihaknya harus melakukan negosiasi ulang terhadap beberapa pemainnya yang ikut pelatnas.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi

Belum mendapat rekomendasi dari aparat keamanan setempat, keinginan PSMS Medan menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, masih sulit terwujud.

PSMS Masih Sulit Gunakan Stadion Siliwangi
Keinginan PSMS Medan untuk menggunakan Stadion Siliwangi, Bandung, sebagai home base di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini, sepertinya sulit terwujud.

Hal tersebut karena hingga saat ini aparat keamanan belum mengeluarkan rekomendasi kepada Ayam Kinantan terkait rencana menggunakan stadion yang sebelumnya merupakan kandang Persib Bandung itu.

Menurut kepala kepolisian wilayah kota besar Bandung Komisaris Besar Polisi Untung Yoga Ana, belum adanya rekomendasi buat PSMS karena penggunaan stadion tersebut bukan wewenang aparat keamanan.

"Kami hanya mengeluarkan rekomendasi, mengenai boleh tidaknya stadion itu digunakan tergantung pemiliknya. Lagi pula izin penggunaan stadion kan menyangkut banyak aspek. Tapi kami masih membahas hal itu dan belum mengeluarkan rekomendasi," katanya kepada wartawan di Bandung kemarin.

Seperti diketahui, belum beresnya perbaikan Stadion Teladan Medan membuat PSMS berniat memakai Stadion Siliwangi Bandung untuk putaran kedua kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang bakal mulai dihelat Januari mendatang.

Tadinya, stadion tersebut merupakan kandang Persib Bandung. Namun, sejak kerusuhan penonton saat Maung Bandung --julukan Persib-- menjamu seteru abadinya Persija Jakarta di awal putaran pertama, Persib harus pindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, karena aparat keamanan membekukan izin Persib Bandung di stadion itu

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09 membuat PSMS Medan merugi. Pasalnya, Ayam Kinantan telah mempersiapkan diri melakoni laga perdana.

Jadwal Diundur, PSMS Meradang

Juru bicara PSMS Medan Abdi Panjaitan mengaku sangat dirugikan atas keputusan pengunduran jadwal putaran kedua Superliga 2008/09. Pasalnya, skuad Ayam Kinantan --julukan PSMS Medan-- telah bersiap tampil di laga perdana pada awal Januari.

"Hotel dan tiket pesawat sudah kami booking untuk pertandingan perdana di Bandung. Dengan adanya pembatalan ini, terpaksa kami menggelar pemusatan latihan di Cibinong, Bogor," kata juru bicara PSMS Abdi Panjaitan dihubungi GOAL.com, Selasa (30/12).

Lebih lanjut Abdi menambahkan, selain terjadi pembengkakan biaya karena adanya penundaan jadwal tersebut, hal yang tidak kalah penting adalah dropnya mental bertanding para pemain. Sebab persiapan yang dilakukan adalah untuk pertandingan perdana di awal Januari itu.

"Pelatih (Luciano Leandro) telah membuat program dengan merujuk pada pertandingan perdana awal Januari. Jadi peakperformence pemain sudah di set tepat pada laga perdana itu. Karena batal, mental bertanding para pemain jelas drop," beber Abdi.

Senada dengan itu, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan sangat menyesalkan terjadinya pengunduran jadwal tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena hal tersebut terjadi demi kepentingan nasional.

Terlebih karena BLI memberikan toleransi, bagi tim yang menyumbangkan pemainnya ke timnas baru akan bertanding di Februari. Dengan begitu, semua pemain timnas bisa kembali memperkuat timnya di laga perdana putaran kedua.

"Kami memang mendapat kabar dari BLI, jika laga perdana baru akan kami mainkan pada 5 Februari mendatang. Itu artinya, pemain kami yang ada di timnas sudah bisa kembali bergabung. Kami memang berharap
bisa tampil dengan kekuatan penuh di setiap laga," tandasnya

PSMS Berpeluang Ke LCA

Sebagai runner-up Liga Indonesia musim lalu, PSMS Medan berpeluang tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2009

PSMS Berpeluang Ke LCA
PSMS Medan berpeluang untuk tampil di Liga Champion Asia (LCA) guna menemani wakil Indonesia lainnya, Sriwijaya Football Club (SFC). Syaratnya, Ayam Kinantan harus bisa melewati babak play-off yang akan digelar di Thailand, 25 Februari 2009.

Nantinya, runner-up Liga Indonesia musim lalu itu akan menghadapi klub asal Thailand Electrical Provincial. Sesuai aturan yang ditetapkan konfederasi sepakbola Asia (AFC), pertandingan untuk memperebutkan satu tempat di LCA itu hanya digelar sekali di kandang Electrical.

”Jadi hanya sekali main. Kalau menang, PSMS akan tampil di LCA bersama SFC. Tapi kalau kalah, PSMS tampil di AFC Cup,” kata direktur kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, kemarin (30/12).

Masih kata Joko, perwakilan klub SFC dan PSMS juga akan mengikuti workshop di Kuala Lumpur pada 10 Januari mendatang. Sedangkan mengenai stadion yang akan digunakan PSMS imbuh Joko, mereka sudah mengajukan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai home base di LCA.

Misi Sulit Ayam Kinantan

Misi Sulit Ayam Kinantan
31/12/2008

JAKARTA – Terjawab sudah calon lawan PSMS Medan di babak play-off Liga Champions Asia (LCA) 2009. Dalam rilisnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menempatkan PSMS yang akan berhadapan dengan pemenang antara Provincial Electrical Authority (PEA) dengan Singapore Armed Forces FC (SAFFC). PEA merupakan juara Liga Primer Thailand sementara SAFFC juga kampiun di S.League.

Kedua tim akan bentrok terlebih dahulu pada 18 Februari 2009 di Stadion Thammasat, Bangkok.
Pada 25 Februari, pemenang duel ini akan berhadapan dengan PSMS. Hanya, PSMS akan berstatus sebagai tim tamu dalam laga ini. Hal ini tentu bukan pekerjaan mudah bagi “Ayam Kinantan”. Apalagi, selama ini Thailand atau Singapura kerap mempersulit Indonesia dalam setiap pertandingan sepak bola di regional Asia Tenggara.

Bukan hanya itu, kedua tim tersebut juga diperkuat pemain-pemain yang baru saja memperkuat tim nasionalnya di ajang Piala Suzuki AFF 2008. PEA, misalnya, memiliki empat pemain timnas Thailand, yaitu Panupong Wongsa, Rangsan Vivatchaichok, Patiparn Phetphun, dan Ronnachai Rangsiyo. Belum termasuk eks striker timnas Pipat Thonkanya atau bek Apichat Puttan.

Begitu pula dengan SAFFC. Mereka memiliki striker jangkung Alexandar Duric, John Wilkinson, dan Daniel Bennett. “Kalau hitung-hitungan kekuatan, saya masih optimistis PSMS bisa mempersulit mereka. Meskipun, mereka banyak dihuni para pemain timnas,” kata manajer PSMS, Sihar Sitorus. “Kami hanya butuh striker lokal yang punya kualitas pemain timnas untuk bisa menimpali permainan mereka. Saya pikir, duel melawan tim Thailand atau Singapura akan berlangsung ramai dan seru.”

Secara khusus, Sihar malah berharap SAFFC yang akan jadi lawan PSMS. Bukan bermaksud meremehkan kekuatan juara S.League tersebut. Tapi, ada pertimbangan nonteknis yang ada dalam benak Sihar. “Kami pasti akan mendapat dukungan suporter lebih banyak jika main di Singapura. Ini akan melecut semangat pemain kami. Apalagi, manajemen sudah menegaskan kepada para pemain bahwa ini kesempatan emas mereka tampil di ajang internasional,” Sihar menjelaskan.

Tuesday, December 30, 2008

PROFIL: Sepuluh Hal Menarik Tentang Markus Horison Ririhina

Berikut sepuluh hal menarik tentang diri kiper timnas Indonesia Markus Horison Ririhina:

PROFIL: Sepuluh Hal Menarik Tentang Markus Horison Ririhina
Ramah dan mudah akrab dengan siapa saja, membuat ia menjadi salah satu pemain yang banyak diserbu fans di setiap kesempatan. Maklum saja, karena ia dipastikan akan menyambut permintaan foto bersama atau sekedar membubuhkan tanda tangan, meski dalam kondisi apa pun.

Hal itu berbeda dengan sejumlah pemain nasional lainnya yang tak jarang menolak permintaan dari penggemarnya dengan berbagai alasan. Begitulah sikap kiper timnas Indonesia Markus Horison Ririhina dalam menyambut penggemarnya.

Senyumnya akan terus mewarnai permintaan kepada setiap orang yang menyapanya. Tapi jangan tanya jika kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Medan, 14 Maret 1981, ini berada di bawah mistar gawang. Entah itu membela klubnya maupun timnas Indonesia.

Wajah seram laksana Harimau yang siap menerkam mangsanya, menjadi ciri khas tersendiri bagi kiper bertinggi badan 186 cm dan berat 75 kg. Ia sangat berani berjibaku tanpa mengenal risiko dan bahaya. Itu pula yang membuat kiper berkepala plontos ini menjadi penjaga gawang nomor wahid di tanah air saat ini.

Ia bahkan tak tergantikan untuk mengawal gawang Merah Putih sejak Piala Asia 2007 silam. Masih banyak hal menarik seputar kiper berdarah Ambon binaan PSMS Medan ini. Sepuluh di antaranya:

10. Mengawali karir bermain sepakbolanya dari diklat PPLP Sumatra Selatan sejak 1998. Selama tiga tahun menempa diri di diklat tersebut, ia mulai menapaki klub sepakbola senior dengan bergabung di PSL Langkat, Sumatera Utara.

9. Hanya dua musim di PSL Langkat, ia hengkang ke PS Batam sebelum akhirnya kembali ke Medan dan bergabung dengan PSKB Binjai. Saat tampil bersama tim inilah ia direkrut PSMS Medan, yang menjadi favorit para pemain sepakbola di Sumatera Utara.

8. Sebagai pemain yang baru bergabung dengan klub besar, Markus tidak secara otomatis mendapat tempat di tim inti, meski penampilannya terus menunjukkan progres meningkat. Apalagi, pelatih Ayam Kinantan kala itu, Sutan Harhara, belum berani memberikan kepercayaan kepadanya. Tak ayal, Markus pun menjadi kiper cadangan M Halim.

Esteban perkuat PSMS

TANGERANG - Kapten tim Persikota Tangerang, Esteban Guillen, hengkang dari klub tersebut dan akan memperkuat PSMS Medan.

"Esteban sudah pamit dengan manajemen dan pelatih, karena akan memperkuat PSMS Medan untuk setengah musim kompetisi," kata Asisten Pelatih Persikota Agus Suryanto, Sabtu (27/12).

Menurut dia, pemain tengah asal Uruguay itu memang telah menandatangani kontrak dengan manajemen PSMS ketika mereka berada di Jakarta pekan lalu. Esteban merupakan satu-satunya pemain asing yang dikontrak manajemen tim berjuluk Jawara Benteng musim kompetisi LI 2008 akibat keterbatasan keuangan.

Bahkan manajemen PSMS memberikan gaji enam bulan yang belum dibayarkan Persikota akibat tim itu mengalami kendala dana sehingga harus dibubarkan mengikuti LI putaran kedua.

Namun sejumlah pemain lainnya mulai mencari klub lain setelah Ketua Umum Persikota H. Wahidin Halim mengumumkan pembubaran tim berjuluk Jawara Benteng itu dari berbagai kompetisi beberapa waktu lalu.

Sedangkan kendala utama sehingga harus membubarkan tim karena belenggu yang menghadang berupa Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang hingga saat ini belum juga direvisi.

Padahal setiap musim kompetisi, dana yang harus dikeluarkan untuk aneka keperluan tim mencapai Rp12 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Tangerang.

Meski demikian, para pemain telah berpencar dan mulai mencari klub lain yang profesional dan dianggap bersedia untuk dikontrak mengikuti kompetisi LI, Copa Indonesia atau Liga Super 2008.

Sejumlah pemain seperti Tomi Oropka, Lingga Ashadi, Rendi Siregar dan Ruben Sanadi, sudah melamar dan sebagian dikontrak tim divisi satu. Beberapa pemain pilar Taryana Sopandi, Yudi Koerudin dan Rolando Koibur serta penjaga gawang Iswahyudi sejak pekan lalu sudah tidak latihan lagi dan dikabarkan memperkuat tim lain.
29psmsBANDUNG - Bek PSMS Medan asal Chile, Patricio Jimenez, saat ini disematkan status siap dipinjamkan ke klub lain oleh manajemen PSMS dan dikabarkan akan segera mendarat di klub Divisi Utama Liga Indonesia, Persikab Kabupaten Bandung.

Sayangnya, pemain yang akrab disapa Pato masih terkesan hati-hati ketika disinggung kemungkinan dirinya kembali bermain di Bandung. Pemain yang kadang tampil eksentrik di lapangan itu, mengaku kabar tersebut hanya isu belaka.

"Saya tahu soal kabar tersebut, tapi itu hanya isu saja. Sampai sekarang tidak ada pengurus atau staf teknis (pelatih) Persikab yang pernah menghubungi saya," ucap Pato ketika dihubungi via telepon, Minggu (28/12).

Bek yang musim lalu merumput bersama Persib Bandung tersebut, merasa sejauh ini sebenarnya masih berkeinginan menghabiskan masa kontraknya di PSMS. Bersama skuad Ayam Kinantan, Pato mengaku cukup enjoy dan tidak memiliki masalah.

"Keinginan saya tetap menyelesaikan kontrak bersama PSMS. Tapi kalau pengurus mau meminjamkan saya ke klub lain demi kebaikan klub itu sendiri, tentunya saya tak bisa berbuat banyak," kata Pato.

Soal kabar yang menyebut Pato bakal segera merapat, Humas Persikab Rachmat Sudarmadji belum mau berkomentar. Rachmat hanya menyatakan sejauh ini untuk calon pemain asing di sektor belakang, baru satu nama yang masuk rekomendasi pelatih Heri Kiswanto, yakni Fallah Johnson.

"Sejauh ini, rekomendasi yang baru diterima pengurus dari pelatih adalah Fallah. Hanya proses negosiasi, seperti nilai kontrak, belum kami lakukan dan terpaksa ditangguhkan hingga Senin (29/12) atau Selasa (30/12)," tandas Rachmat.

Saturday, December 27, 2008

Benny puji caleg potong gaji

MEDAN - Komisaris PT PSMS Drs Benny Tomasoa memuji salah seorang Caleg di Gresik yang rela menyisihkan gajinya sebesar Rp1 juta per bulan demi sepakbola, jika terpilih menjadi anggota DPRD. Hendaknya sikap itu dapat diikuti para Caleg di Medan.

"Gaji yang disisihkan tersebut dimaksudkan untuk pengembangan olahraga sepakbola di daerah Gresik. Itu merupakan sikap yang positif," ujar Benny di Medan. Rabu (24/12).

"Kalau Caleg di Medan ataupun di daerah lainnya di Sumut mau mengikuti jejak seperti itu untuk kegiatan pengembangan olahraga sepakbola, bukan mustahil sepakbola Medan khususnya maupun daerah Sumut lain tidak akan kesulitan dana," lanjut mantan pemain PSMS tersebut.

Benny juga mengakui PSMS Medan yang didanai PT Togos Gopas pimpinan Sihar Sitorus, 2009 nanti akan menghadapi tantangan dan tugas berat. Pasalnya, ada dua kompetisi yang harus diikuti tim Ayam Kinantan.

"Kompetisi yang wajib diikuti PSMS itu masing-masing Djarum Indonesia Super League dan Copa Dji Sam Soe Indonesia. Bahkan kedua kompetisi tersebut, waktunya hampir bersamaan sehingga pemain harus mengeluarkan kemampuannya secara maksimal," ujarnya.

Selain itu, para pemainnya dituntut bermain bagus, karena klub ini sudah punya nama di Indonesia sehingga prestasinya harus dipertahankan, kata dia lagi. Peserta Liga Super lainnya saat ini dipastikan juga telah mempersiapkan diri.

Dalam menyiapkan diri menghadapi lanjutan kompetisi, menurutnya pemain kesebelasan itu sekarang ini rutin melakukan latihan di bawah bimbingan pelatih
asal Brazil Luciano Leandro.

"Kami berharap dengan pembinaan intensif dan disiplin tersebut, kesebelasan ini mampu berprestasi sekaligus mempertahankan posisinya di Liga Super atau tidak terdegradasi," katanya lagi.
(wir)

Mantan pemain PSMS terima seragam baru

MEDAN - Keceriaan tampak jelas dari raut wajah beberapa mantan pemain PSMS Medan saat menerima seragam sepakbola baru yang diberikan H Khairuddinsyah SE di Sekretariat Mantan Pemain PSMS Kebun Bunga Medan, Jumat (26/12).

Pemberikan pengusaha yang akrab disapa H Buyung itu diterima mantan pemain PSMS, Juanda didampingi beberapa mantan lainnya. Pada kesempatan itu, Buyung mengatakan bahwa apa yang telah diberikan tidaklah terlalu berharga dibanding dengan jasa para mantan pemain PSMS yang telah berhasil mengangkat prestasi sepakbola Sumut di era tahuan 70 hingga 90-an.

"Jangan dipandang dari segi apa yang diberikan, tapi ini adalah wujud kepedulian kami kepada para mantan pemain PSMS yang hingga kini masih tetap aktif di dunia sepakbola Sumut," ujar Buyung didampingi Zulfikar SE dan H Muklis Mahmud.

Buyung juga berharap para mantan pemain PSMS dapat terus memberikan dukungan moril kepada tim PSMS Medan agar dapat berprestasi di ajang Copa Indonesia dan Liga Super.

"Kita sangat prihatin dengan nasib PSMS yang hingga kini belum dapat bermain di Medan khususnya untuk Liga Super. Tapi tentunya kita tidak boleh menyerah untuk terus mendukung tim kebanggaan Kota Medan itu untuk berprestasi di kompetisi nasional," katannya.

Juanda mewakili para mantan pemain PSMS menyatakan salut atas kepedulian H Buyung terhadap para mantan pemain PSMS. "Apa yang telah diberikan akan sangat bermanfaat bagi kami. Apalagi kami sering melakukan pentandingan persahabatan," ujar Juanda.

PSMS Minta PSSI Beri Kompensasi


Merasa dirugikan dengan keputusan mendadak PSSI, manajemen PSMS Medan meminta konpensasi terhadap dua pemainnya.


Oleh Yuslan Kisra

Keputusan PSSI menggelar pemusatan latihan timnas lebih awal dengan mengorbankan kepentingan klub, mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebab hal itu dirasa sangat merugikan dan berbenturan dengan kepentingan klub yang sedang melakukan persiapan jelang tampil di putaran kedua Superliga 2008/09.

Salah satunya datang dari PSMS Medan. Manajemen Ayam Kinantan bahkan secara terbuka meminta agar otoritas sepakbola nasional itu memberikan konpensasi kepada dua pemainnya yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan, yakni kiper Markus Horison dan gelandang Elie Aiboy (foto, kiri).

Menurut manajer PSMS Sihar Sitorus, keputusan mendadak PSSI itu telah berakibat pada kerugian terhadap persiapan klubnya. Untuk itu masih kata Sihar, sudah sewajarnya jika klub meminta konpensasi berupa pembayaran gaji kepada para pemain yang dipanggil masuk pelatnas.

"Kami hanya meminta agar gaji pemain selama bergabung di timnas di bayarkan PSSI. Terlebih karena kami sudah mengalami kerugian karena sudah memberikan uang muka kepada pengelolah Stadion Siliwangi, Bandung, yang sesuai rencana akan menjadi home base kami," katanya dihubungi wartawan kemarin.

Senada dengan Sihar, asisten manajer Persija Jakarta Ferry Indrasjarief menyatakan pihaknya mengalami pembengkakan biaya atas adanya keputusan PSSI menggelar pelatnas lebih awal. Bahkan untuk itu lanjut Ferry, pihaknya harus melakukan negosiasi ulang terhadap beberapa pemainnya yang ikut pelatnas.

Wednesday, December 24, 2008

Belum ada Rekomendasi Polwiltabes untuk PSMS

BANDUNG,-Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung belum mengeluarkan rekomendasi bagi PSMS Medan terkait rencana untuk menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home base selama putaran dua Liga Super Indonesia 2008.



Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung Kombes Pol Untung Yoga Ana usai acara gelar pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Lapangan Gasibu, Bandung, Selasa (23/12).

"Izin penggunaan stadion bukan dari Polwiltabes tetapi dari pemilik wilayah. Sebab, izin penggunaan stadion kan menyangkut banyak aspek. Kami hanya mengeluarkan rekomendasi. Tetapi sejauh ini, kami masih membahas hal itu dan belum mengeluarkan rekomendasi, " kata Yoga.

Belum beresnya perbaikan Stadion Teladan Medan membuat PSMS berniat memakai Stadion Siliwangi Bandung untuk putaran dua LSI 2008 mulai Januari mendatang. Semula, Stadion Siliwangi merupakan kandang Persib Bandung. Namun, sejak kerusuhan penonton saat laga Persib versus Persija di awal putaran pertama, Persib pindah ke Stadion di Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

PSMS pulangkan Jo, Mario-Joao bertahan

MEDAN - Manajemen PSMS Medan memulangkan seorang pemain asing asal Brazil, yakni Marcos Jo Sauza, karena dianggap tidak memenuhi persyaratan untuk bergabung dengan skuad Ayam Kinantan.

Pelatih PSMS Luciano Leandro di Medan, Selasa (23/12) mengatakan, pemain asing tersebut dikembalikan karena kualitasnya dinilai jauh dari harapan. "Karena itu, Jo kita pulangkan," ujarnya.

Sedangkan Mauro Pinto dan Joao Carlos yang juga asal Brazil masih bertahan di Medan dan berlatih bersama tim. Bahkan Mauro Pinto sudah menandatangani kontrak usai lolos seleksi.

"Mauro sudah resmi dikontrak bergabung dengan PSMS menghadapi Liga Super Indonesia yang kembali digulir Januari 2009," terang Luciano.

Joao masih menjalani tes kesehatan setelah dinyatakan lolos tes fisik dan teknik. "Jika lolos seleksi kesehatan, dia dipastikan juga akan bergabung dengan PSMS," tambah mantan pelatih Persma Manado itu.

Manajemen PSMS juga telah memulangkan empat pemain asing lainnya, masing-masing Nloga Cyrille, Kamga dan Alhaji (Kamerun) serta Allan (Brazil). Sama halnya seperti Jo, keempat pemain tersebut dipulangkan karena tidak memenuhi persyaratan.

Dari Bandung, dikabarkan Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung belum mengeluarkan rekomendasi bagi PSMS terkait rencana menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home base selama putaran kedua LSI.

"Izin penggunaan stadion bukan dari Polwiltabes, tetapi pemilik wilayah. Sebab, izin penggunaan stadion menyangkut banyak aspek. Kami hanya mengeluarkan rekomendasi. Sejauh ini, kami masih membahasnya dan belum mengeluarkan rekomendasi, " kata Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung Kombes Pol Untung Yoga Ana, Selasa (23/12).

Belum beresnya perbaikan Stadion Teladan Medan membuat PSMS berniat memakai Stadion Siliwangi Bandung mulai Januari mendatang. Semula, stadion tersebut merupakan kandang Persib Bandung yang juga terpaksa pindah ke Stadion di Jalak Harupat akibat insiden kerusuhan penonton di awal putaran pertama.

Tuesday, December 23, 2008

PSMS gunakan Stadion Siliwangi

MEDAN - PSMS Medan dipastikan menggunakan Stadion Siliwangi Bandung sebagai kandang untuk menjamu setiap lawan yang dihadapi pada lanjutan putaran kedua Liga Super 2008/2009.

MEDAN - PSMS Medan dipastikan menggunakan Stadion Siliwangi Bandung sebagai kandang untuk menjamu setiap lawan yang dihadapi pada lanjutan putaran kedua Liga Super 2008/2009.

Hal itu diungkapkan Kepala Pengelola Stadion Siliwangi, Prasodjo Budi. Menurut Prasodjo, pengelola berani mengeluarkan izin resmi kepada PSMS karena klub berjulukan Ayam Kinantan itu menyertakan surat rujukan dari Badan Liga Indonesia (BLI) dalam proposal permohonan penggunaan stadion berkapasitas 23 ribu orang itu.

"Suratnya sudah kami terima dan langsung dibahas. Pada prinsipnya, kami sudah resmi memberi izin, apalagi dalam permohonan yang diajukan ikut disertakan surat rujukan BLI," tutur Prasodjo, Senin (22/12).

Meski masih resmi tercatat sebagai kandang Persib Bandung, dikhawatirkan suatu saat skuad Maung Bandung kembali menggunakan stadion itu sehingga jadwal laga kandang PSMS bentrok. Karena itu, Prasodjo menyerahkan sepenuhnya urusan jadwal pertandingan Markus Horison cs kepada BLI.

Mengenai hal lain seperti panitia pertandingan, Prasodjo mengatakan semuanya diurus pihak manajemen PSMS. "Kami tidak diminta membentuk kepanitiaan lokal karena PSMS menyatakan akan mengurus hal tersebut," jelas Prasodjo lagi.

Kepastian PSMS menghuni Stadion Siliwangi kian membuat klub yang sepanjang putaran pertama hidup nomaden itu kental dengan Bandung. Menghadapi pertandingan Liga Champions Asia pada Februari 2009, tim asuhan Luciano Leandro ini memutuskan memakai Stadion Si Jalak Harupat.

Pemilihan kedua stadion bermarkas di Jawa Barat itu juga dikarenakan Stadion Teladan Medan yang juga merupakan stadion kebanggaan pasukan Ayam Kinantan, belum juga terlihat tanda-tanda renovas

Joao Carlos jalani tes kesehatan

MEDAN - Manajemen PSMS masih terus melakukan tes kesehatan terhadap Joao Carlos asal Brazil sebagai persyaratan diterima bergabung pada tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu.

Pelatih PSMS, Luciano Leandro usai mengadakan latihan di Stadion Teladan Medan, Senin, mengatakan, tes kesehatan terhadap pemain asing itu mutlak dilakukan tim dokter untuk mengetahui fisik yang sebenarnya.

Menurut dia, tanpa dilakukan tes kesehatan, sulit rasanya untuk mengontrak pemain luar itu bergabung di PSMS.Manajemen PSMS tidak mau memakai orang yang tidak sehat.

"Ini sama artinya, pemain luar negeri itu tidak akan dapat berbuat maksimal untuk meningkatkan prestasi PSMS dalam menghadapi leg kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang akan digelar awal Januari 2009," katanya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, Joao Carlos sudah direkomendasi kepada manajemen PSMS, untuk itu dia perlu diperiksa kesehatannya secara mendalam.

Mengenai teknik dan fisik, sang pemain tidak ada masalah, karena sudah dapat dipantau selama beberapa minggu berlatih di Stadion Kebun Bunga dan Stadion Teladan Medan.

Namun, yang perlu dikhawatirkan atau diseleksi lebih dalam lagi adalah mengenai kesehatan. Ia mengatakana. bila Joao Carlos dinyatakan lulus dalam seleksi kesehatan itu, maka dipastikan akan dikontrak manajemen PSMS.

Monday, December 15, 2008

Freddy Balik ke PSMS?

 Freddy Balik ke PSMS? Freddy Muli, sepertinya, tidak perlu panik dilepas Persebaya. Sebab, saat ini sudah ada beberapa klub yang antre untuk mendapatkan tanda tangannya. Bahkan, kini santer beredar kabar bahwa Freddy bakal kembali mengarsiteki PSMS Medan.

Kebetulan, Ayam Kinantan -julukan PSMS--kini masih dalam kondisi harap-harap cemas terhadap status Luciano Leandro. Pelatih asal Brazil itu disebut-sebut tidak lolos verifikasi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). "Konsentrasi kami masih kepada Luciano. Tapi, kalau dia tidak lolos, kami sudah menyiapkan pengganti," kata Sihar Sitorus, pengelola PSMS, kepada Jawa Pos, kemarin (14/12).

Sihar masih menutup siapa pengganti tersebut? Tapi, kabar berembus bahwa pengganti itu tidak lain adalah Freddy. Pilihan dijatuhkan kepada Freddy karena dinilai cukup sukses. Musim lalu dia mampu membawa PSMS ke final Liga Indonesia. Sedangkan pada musim ini, Freddy berhasil menempatkan Persebaya sebagai juara paro musim Divisi Utama Wilayah Timur.

"Saya memang sudah dihubungi oleh beberapa klub. Kontrak saya di Persebaya akan segera berakhir. Kalau mereka tidak menginginkan saya, saya akan pergi. Mungkin saja ke Medan. Sebab, tempat saya bekerja terbentang dari Aceh hingga Papua," ungkap Freddy.

Sementara itu, Persebaya hingga kini belum memberikan kepastian siapa sosok pelatih yang akan menggantikan kedudukan Freddy.

Pengurus hanya mengatakan bahwa sepeninggal Freddy, Persebaya tidak akan mencari pengganti. Pengurus hanya akan memaksimalkan stok pelatih yang ada. ''Kalau cari pelatih baru berarti namanya bukan efisiensi,'' ucap Indah Kurnia, manajer Persebaya, kemarin (14/12).

Artinya, tim berjuluk Green Force tersebut akan dilatih Mursyid Effendi atau Kasiyanto yang selama ini menjadi asisten Freddy. Sebenarnya, ada satu nama lagi, yaitu Hermansyah. Tapi, dia tidak mungkin naik untuk menggantikan Freddy karena berstatus pelatih khusus kiper.

Secara prosedural, jika Freddy tak lagi menjabat, yang akan naik pangkat adalah Mursyid yang selama ini menjadi asisten pelatih I. Tapi, justru asisten pelatih II Kasiyanto-lah yang memenuhi syarat dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk melatih tim Divisi Utama. Sebab, dia telah memegang lisensi B.

Tapi, dua orang tersebut menyatakan belum mendapatkan pemberitahuan dari pengurus soal siapa di antara mereka yang akan naik pangkat menjadi pelatih kepala. ''Saya belum mendapat penunjukan resmi dari pengurus. Karena itu, saya tidak bisa berkomentar,'' ujar Mursyid.

PSMS Kesulitan Mendapat Striker Asing

PSMS Kesulitan Mendapat Striker Asing Meski telah menggelar seleksi pemain asing selama beberapa hari, PSMS Medan mengaku kesulitan mendapat striker yang diharapkan.

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus menyatakan hingga saat ini pihaknya masih kesulitan mendapatkan striker asing sesuai harapan. Menurut Sihar, meski telah menggelar seleksi pemain asing selama beberapa hari, belum ada satu pun bomber yang diperoleh.

"Sangat sulit memang mendapatkan striker asing sesuai harapan. Sebab, hingga beberapa hari kami menggelar seleksi pemain asing, belum ada satu pun yang bisa direkrut," jelas Sihar kepada GOAL.com dalam percakapan via telepon selulernya, kemarin.

Untuk itu lanjutnya, sisa waktu yang ada akan terus berusaha mencari striker asing berkualitas. Hal itu imbuhnya, demi memenuhi harapan keluar dari zona degradasi di putaran kedua Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air musim ini.

Pada kesempatan itu, Sihar pun kembali mengemukakan harapannya untuk mendatangkan mantan striker top dunia seperti Marcelo Salas asal Cile. Sebab, selain dipastikan bisa membantu mengangkat prestasi tim, laga Ayam Kinantan tentunya tidak akan sepi penonton lagi, meski tetap tampil di luar Medan

Lupakan Teladan

Lupakan Teladan Persoalan perbaikan Stadion Teladan belum selesai. Imbasnya, pengelola PSMS Medan kini mulai mengincar tiga stadion sebagai home basedi putaran kedua. Ada tiga nama stadion yang disebut-sebut pantas sebagai kandang.

Pertama,Si Jalak Harupat,Soreang,Kabupaten Bandung.Kedua,Stadion Siliwangi, Bandung. Alternatif ketiga adalah Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring,Palembang. ”Kami sudah surati pengelola tiga stadion tersebut.Namun, belum tahu mana yang akan digunakan.

Senin baru bisa diputuskan dan tergantung BLI,”kata CEO PT Togos Gopas selaku pengelola PSMS Sihar PH Sitorus kemarin sore. Sihar menambahkan, tidak bisa mengatakan lebih tertarik memakai stadion mana. Sebab, ketiganya memiliki plus-minus. ”Stadion Jakabaring bagus, tapi jauh dari pemukiman dan juga harus dua kali pesawat dari Medan.

Si Jalak Harupat begitu juga.Besar, bagus dekat dengan mes pemain di Jakarta, tapi, bisa kena imbas tanpa penonton. Siliwangi Bandung kecil, tapi dekat dengan mes kami dan bisa ramai karena banyak anak Medan di Bandung.Karena itu,saya belum putuskan,”tambahnya.

Munculnya tiga stadion alternatif ini makin menguatkan sinyal bahwa PSMS tidak akan lagi tampil di Stadion Teladan di putaran kedua.Padahal,jika tampil di Teladan,biaya sewa lebih murah, pemasukan untuk tim lebih besar dan tidak perlu biaya transportasi pertandingan kandang.

”Untuk pertandingan kandang waktu Piala Indonesia kemarin kami juga keluar besar untuk sewa.Hanya keuntungannya, kami dapat pemasukan lumayan dan biaya transportasi pesawat tidak ada,”ucapnya. Namun, Sihar pesimistis Elie Aiboy dkk bisa memakai Teladan dalam waktu dekat.

Sebab, perbaikan saja belum dimulai. Belum lagi pembahasan lanjut tentang pengerjaannya belum dilakukan. ”Stadion Teladan kan bukan punya saya dan saya tidak punya hak pengelolanya. Jadi, saya tidak bisa melakukan perbaikan sepenuhnya,”kata pria yang membeli 6 hektare tanah di daerah Kuala Namu Deli Serdang untuk dijadikan stadion sepak bola ini.

Sementara itu, pengurus PSMS Hardi Muliono mengatakan masih terus mendesak perbaikan Teladan segera dilakukan. Sebab, perbaikan Teladan dan menjadikannya home groundPSMS merupakan bagian dari mandat.”Kami akan desak terus meski kompetisi sudah usai, perbaikan harus dilakukan,”tandasnya.

Pada perkembangan lain, PSMS terus melakukan seleksi pemain. Setelah lima pemain asing merapat,Marcos Souza, Mauro Pinto, Allan,Muhammed Alhaji, Nloga Guilame Chyriel,Jum’at,kemarin hadir Kamga,pemain bertahan dari Brasil,dan akan datang Joao Carlos.

Dengan begitu, pemain bertahan seleksi berjumlah 5 orang,tengah 1 orang,dan depan 1 orang.Jumlah ini dipastikan bertambah seiring belum adanya kepastian dari manajemen siapa pemain asing yang dikontrak.”Dari lima pemain bertahan,kami berharap dapat dua.Saya pun terus meminta pemain gelandang bertahan dan depan,” ujar Pelatih PSMS Luciano Leandro.

PSMS Kontrak Empat Pemain Baru

PSMS Kontrak Empat Pemain Baru Sebanyak empat pemain lokal yang baru dikontrak manajemen PSMS masih terus dipantau kemampuan mereka selama latihan dan saat pertandingan di putaran kedua Indonesia Super League (ISL) awal Januari 2009.

Juru bicara manajemen PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan, Minggu (14/12) mengatakan, segala perkembangan pemain baru itu akan terus diperhatikan oleh pelatih Luciano Leandro asal Brasil. Menurut dia, keempat pemain PSMS yang dikontrak itu antara lain Johanes Co, Michele Nere, I Komang Adyana, dan Dodi Ariadi.

Ia mengatakan, setelah diadakan penandatanganan perjanjian antara manajemen PSMS dan pemain tersebut maka secara resmi mereka bergabung di skuad PSMS yang dijuluki "Ayam Kinantan" itu.

Panjaitan menyebutkan, empat pemain tersebut mengikuti seleksi calon pemain PSMS saat ditangani pelatih Eric Williem. Selanjutnya seleksi terhadap mereka dilanjutkan oleh pelatih Luciano Leandro.

Ia menjelaskan, kontrak yang dilakukan manajemen PSMS dengan para pemain itu juga tidak sama. Misalnya untuk pemain Johanes Co dan Michele Nere masing-masing selama tiga tahun, sedangkan pemain I Komang Adyana dan Dodi Ariadi masing-masing selama enam bulan kontrak. "Ini sesuai yang ditentukan manajemen PSMS," katanya.

Pemain tersebut menjalani seleksi setelah manajemen PSMS belum lama ini mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal.

"Pemain tersebut dikeluarkan karena pada putaran pertama ISL 2008 tidak memberikan kemajuan bagi tim PSMS," kata Panjaitan

Saturday, December 13, 2008

PT Togos Gopas didesak renovasi

MEDAN - Pengurus PSMS Medan dan PT PSMS telah menyurati PT Togos Gopas, agar segera merenovasi Stadion Teladan untuk menjadi kandang tim Ayam Kinantan pada putaran kedua Djarum Super League Indonesia 2008.

H Hardi Mulyono SE MAP selaku komisaris PT PSMS di Medan, Jumat (12/12) mengakui, sejak dikeluarkannya izin kepada PT Togos Gopas untuk merenovasi Teladan pada 1 Desember 2008, belum juga terlihat adanya usaha mereka untuk melakukannya.

"PT Togos Gopas didesak, karena dikhawatirkan Ayam Kinantan tidak akan dapat menggelar laga kandangnya di Teladan," ujar Hardi Mulyono yang juga mendapat mandat dari Ketua Umum PSMS Drs H Abdillah Ak MBA menjadi pengawas perbaikan stadion kebanggaan kota Medan tersebut.

"Juga karena adanya desakan dari pendukung fanatis PSMS seperti KAMPAK FC dan Smeck serta publik sepakbola Medan kepada pengurus dan PT PSMS," tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan ini juga menyebutkan, didesaknya PT Togos Gopas sesuai dengan perjanjian ketika PT PSMS menyerahkan pengelolaan tim Ayam Kinantan. Mereka saat itu, menurut Hardi, juga bersedia memberi dukungan renovasi dengan menyiapkan limit anggaran Rp2,5 miliar.

Hardi pun menghimbau warga Medan dan pecinta PSMS bersama-sama dengannya mengawasi renovasi Teladan, sehingga stadion yang dibangun tahun 1950 itu dapat terwujud untuk mengelar kompetisi Liga Super.

PSMS terus tawar Salas

MEDAN - Keinginan PSMS Medan merekrut mantan bintang Timnas Chile, Marcelo Salas, terbentur masalah harga.

Konon, striker berusia 34 tahun itu meminta gaji Rp150 juta per bulan plus fasilitas mewah lainnya. Melalui keterangan manajer Sihar Sitorus, dirinya dan manajemen masih terus berupaya melakukan pengecekan serius tentang kondisi Salas saat ini.

Seperti diketahui, Salas menderita cedera yang tak kunjung sembuh sejak November lalu yang membuat dirinya pensiun.

"Kami perlu tahu riwayat cedera yang membekap Salas dari dokternya. Selain itu, harga yang diminta memang sangat mahal tapi kami terus berusaha menurunkannya dengan syarat seperti garansi harus mencetak gol yang ditargetkan manajemen,'' ujar Sihar.

Mantan pemain Juventus dan Lazio itu menginginkan nilai kontrak Rp200 juta untuk setengah musim ditambah penginapan di hotel selama membela PSMS dan sebuah mobil mewah.

"Kami akan tinjau ulang dan berbicara secara profesional sambil terus tawar-menawar harga. Kita lihat saja ke depannya nanti,'' tutup Sihar.

Sementara itu, Persis Solo bisa bernafas lega sebab tim kebanggaan Kota Bengawan tidak jadi kehilangan jangkar lini tengahnya Imam Rochmawan yang beberapa waktu lalu sempat diincar PSMS.

Saat dihubungi, Imam mengaku telah menyampaikan keinginannya tetap bergabung bersama Laskar Sambernyawa (julukan Persis) kepada manajemen PSMS. Alasan yang disampaikan gelandang jebolan PS POP Solo tersebut karena ingin menghabiskan sisa kontraknya bersama Persis.

"Manajemen PSMS sudah menghubungi saya dan selama tiga hari ini melakukan negosiasi via telepon. Tapi tetap saja hasilnya nihil, karena angkanya tidak ketemu. Makanya saya putuskan tetap bertahan di Persis," jelas mantan PSS Sleman itu.

Masa kontrak yang ditawarkan manajemen Ayam Kinantan juga menjadi kendali bagi Imam. Rencananya, gelandang jebolan Timnas U-23 yang pernah menuntut ilmu di Belanda itu akan diikat selama dua setengah musim.

"Selain masalah angka, durasi kontrak juga menjadi bahan pertimbangan saya memilih tetap membela Persis hingga akhir musim. Saya belum siap kalau harus terikat kontrak dengan durasi selama itu," lanjutnya.

Friday, December 12, 2008

Salas minta Rp 150 Juta Per bulan


Lima pemain asing bersaing

MEDAN - Sebanyak lima pemain asing yang akan direkrut untuk menjadi skuad PSMS, mengikuti seleksi ekstra ketat yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis.

"Pemain asing tersebut untuk sementara diseleksi asisten pelatih PSMS, Rudi Sa'ari," kata Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan, di Medan.

Menurut Abdi, kelima pemain asing yang sedang menjalani tes tersebut adalah Mauro Pinto (Brazil), Alan (Brazil), N Loga Guiilaume Cyrille (Kamerun), Mauro Sosa (Brazil) dan Al Haji (Kamerun).

Pemain asing kulit hitam itu diseleksi untuk dijadikan pemain PSMS dalam menghadapi putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar awal Januari 2009.

"Manajemen PSMS sangat ketat untuk memilih pemain asing itu. Untuk mencari pemain luar negeri yang benar-benar berkualitas dan sesuai yang diharapkan," tambah Abdi.

Duo Kamerun seleksi PSMS

11psms.jpgMEDAN - PSMS Medan kedatangan dua orang lagi pemain asing untuk mengikuti seleksi di Stadion TD Pardede Medan.

Media Officer PSMS, Abdi Panjaitan ketika dihubungi di Medan, Rabu (10/12) mengatakan, pemain asing tersebut masing-masing Nloga Guillaume dan Cyrille. Kedua pemain asing tersebut berasal dari Kamerun.

Abdi mengatakan, pemain asing itu akan dipilih menjadi anggota skuad PSMS bila dinilai memenuhi persyarataran. "Seleksi terhadap kedua pemain akan dilakukan pelatih Luciano Leandro," tambah Abdi.

Manajemen PSMS juga tengah menyeleksi dua pemain asal Brazil, Mauro Pinto dan Alan. Kedua pemain itu telah direkomendasikan untuk direkrut memperkuat skuad Ayam Kinantan pada lanjutan putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) yang akan digelar Januari mendatang.

Selain dua pemain asing yang telah direkomendasikan masuk ke skuad PSMS, empat pemain lokal masing-masing Johanes Co, Michele Nere, I Komang Adyana dan Dodi Ariadi juga direncanakan memperkuat PSMS nanti.

Sebelumnya, manajemen PSMS mencoret tiga pemain asing dan delapan pemain lokal karena dianggap tidak memberikan kontribusi positif bagi PSMS. Saat ini, tim hijau-hijau itu hanya memiliki dua legiun asing, yakni Patricio Jimenez (Chile) dan Leonardo Martin Zada (Brazil).

PSMS pantau Salas


10salasMEDAN - PSMS Medan tengah memantau mantan kapten tim nasional Chile Marcelo Salas, yang sebenarnya telah telah menyatakan pensiun dari lapangan hijau pada November lalu.

''Sejumlah pemain lokal maupun asing saat ini kami pantau dan salah satunya Salas. Meski dia sudah tua, namun naluri mencetak golnya masih tinggi. Dia pun masih layak main di Indonesia,'' ujar Manajer PSMS, Sihar Sitorus.

Salas sendiri telah menyatakan gantung sepatu pada usia 33 tahun dengan mencetak rekor 37 gol bagi negaranya, lebih tiga gol dari legenda sepakbola Chile lainnya, Ivan Zamorano.

Bomber berambut gondrong itu merupakan penyerang haus gol yang namanya mencuat ketika membela River Plate (Argentina) serta dua klub top Italia, SS Lazio dan Juventus. Universidad de Chile merupakan klub terakhir yang dibelanya sejak 2005.

Di Malang, Arema mengaku semakin dekat dengan pemain Dinamo Zagreb, Mathias Chango. Arema memproyeksikannya sebagai pengganti Esaiah Pello Benson yang kontraknya telah diputus. Pemain asing lainnya, Emile Bertrand Mbamba, juga dihukum Komdsi PSSI selama lima tahun.

Mbamba merupakan jebolan klub Portugal, Vitoria Setubal. Kabarnya, peran Mbamba digantikan mantan pemain Arema Patricio ‘Pato' Morales, yang kembali lagi ke Malang.

Untuk menggantikan peran Benson, Singo Edan serius meminang Chango yang membela klub Kroasia, Dinamo Zagreb. "Chango sudah setuju dengan durasi kontrak yang ditawarkan manajemen selama setengah musim,'' jelas Francis Yonga, agen pemain dibawah bendera Indobola Mandiri.

Di Palembang, Sriwijaya FC kembali melirik dua pemain untuk menggantikan atlet sepakbola Laskar Sriwijaya itu yang prestasinya mulai menurun. Manajer tim HM Bayadi, Selasa (9/12) mengatakan, pemain yang mereka lirik adalah Rudy Widodo (Pelita Jaya) dan Budi Sudarsono